P. 1
Laporan Praktikum Jangka Sorong Mikrometer Sekrup dan Kalorimeter

Laporan Praktikum Jangka Sorong Mikrometer Sekrup dan Kalorimeter

|Views: 20,821|Likes:
Published by Ayu Desedtia
PHYSICS LAB REPORT
SHOVE, MICROMETER SCREWS, CALORIMETER

Prepared by : Ayu Desedtia XII A 3

ACADEMIC YEAR 2010/2011

KA A

NGAN A

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya saya dapat
¢ £ ¢ ¤£ ¢

menyelesaikan penyusunan laporan praktikum J ngk

o ong

ik o m t

k up Kalo im t

Penulisan laporan ini adalah salah satu tugas dan persyaratan untuk ujian mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Bontang. Dalam penulisan laporan praktikum ini saya merasa masih b
PHYSICS LAB REPORT
SHOVE, MICROMETER SCREWS, CALORIMETER

Prepared by : Ayu Desedtia XII A 3

ACADEMIC YEAR 2010/2011

KA A

NGAN A

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya saya dapat
¢ £ ¢ ¤£ ¢

menyelesaikan penyusunan laporan praktikum J ngk

o ong

ik o m t

k up Kalo im t

Penulisan laporan ini adalah salah satu tugas dan persyaratan untuk ujian mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Bontang. Dalam penulisan laporan praktikum ini saya merasa masih b

More info:

Published by: Ayu Desedtia on Feb 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2015

pdf

text

original

PHYSICS LAB REPORT

SHOVE, MICROMETER SCREWS, CALORIMETER

Prepared by : Ayu Desedtia XII A 3

ACADEMIC YEAR 2010/2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum “Jangka Sorong, Mikrometer Sekrup, Kalorimeter”. Penulisan laporan ini adalah salah satu tugas dan persyaratan untuk ujian mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Bontang. Dalam penulisan laporan praktikum ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini. Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada Ibu Dra. Yuliana W dan Bapak Agus Hariyanto, S,Si yang telah memberikan pengarahan dan dorongan dalam laporan ini. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Bontang, Februari 2010

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar Isi JANGKA SORONG & MIKROMETER SEKRUP Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Dasar Teori A. Pengkuran B. Pengkuran Panjang Benda 1. Dengan Mengunakan Jangka Sorong 2. Dengan Menggunakan Mikrometer Sekrup A. Ketidakpastian Dalam Pengukuran B. Angka Penting Metode Praktikum A. Alat dan Bahan B. Prosedur Praktikum Hasil Pengamatan A. Hasil Pengamatan 1. Pengukuran Menggunakan Jangka Sorong 2. Pengukuran Menggunakan Mikrometer Sekrup A. Tabel Analisa Data 1. Diameter Luar Tabung 2. Diameter Dalam Tabung 3. Kedalaman Tabung 4. Ketebalan Koin Penutup A. Kesimpulan B. Saran Kalorimeter Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Dasar Teori A. Pengertian Metode Praktikum A. Alat dan Bahan B. Prosedur Praktikum Hasil Pengamatan A. Hasil Pengamatan i ii

1 1 2 3 3 4 5 6 7 7 9 9 9 9 9 10 11 12 13 13

14 15 16 19 19 21

Tabel Analisa Data Penutup A.B. Saran Daftar Pustaka Lampiran-lampiran 21 26 26 . Kesimpulan B.

PRAKTIKUM WAJIB COMPULSORY PRACTICUM .

Correctly write the numbers mean. Studying the use of basic measuring tools. Mempelajari penggunan alat-alat ukur dasar. And to complete the lab. also to fulfill the task of physics subjects B. Calculate other quantities based on measures of basic. pengukuran dan besaran merupakan hal yang bersifat dasar. The goals to be achieved from the implementation of this practice are as follows : 1. Based on the importance of scale and measurement. Tujuan B. For instance if we want to calculate the volume of the beam. . which contains the report of the results of lab work has been done and some review material support. we would have to measure the first to find out how much length. measurements and scale are things that are basic.PENDAHULUAN PRELIMINARY A. we perform the physics lab that contains the material basis of measurement that can help students understand this. memang berbagai aspek dalam ilmu ini tak dapat terpisah dari pengukuran dan besaran-besaran. Didasari oleh betapa pentingnya besaran dan pengukuran. indeed the various aspects of this science can not be separated from the measurements and quantities. juga untuk memenuhi tugas dari mata pelajaran fisika. Setelah itu baru kita dapat menghitung volumenya. Adapun tujuan dari disusunnya laporan ini. in addition to completing lab work. maka dilakukanlah praktikum fisika yang berisi materi dasar-dasar pengukuran yang dapat membantu siswa memahami hal ini. Goal Adapun tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. Menuliskan dengan benar bilangan-bilangan berarti dan hasil pengukuran/perhitungan. Latar Belakang A. and the results of measurements / calculations. Contohnya saja bila kita mau menghitung volume balok. Menghitung besaran-besaran lain berdasarkan ukuran-ukuran dasar. In the use of physics. then drafted this lab report. After that we can calculate its volume. 3. Background Dalam ilmu fisika. selain untuk melengkapi praktikum. The purpose of drafting this report. 2. maka disusunlah laporan praktikum ini. 3. kita pasti harus mengukur dulu untuk mengetahui berapa panjang. width and depth of the beam by using a ruler. 2. Dan untuk melengkapi praktikum itu. yang berisi laporan dari hasil praktikum yang telah dilakukan dan beberapa tinjauan materi yang menunjang. In physics. Dalam penggunaan ilmu fisika. lebar dan tinggi balok dengan menggunakan penggaris.

Pengamatan suatu gejala secara umum tidaklah lengkap bila tidak dilengkapi dengan data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran. Length. misalnya bila kita mendapat data pengukuran panjang sebesar 5 meter. for example. However. which means that the object is its length 5 times the length of the bar which has a length of 1 meter . Measurement Untuk mencapai suatu tujuan tertentu. In this case. if we can measure what we are talking about and express it in numbers. dan massa jenis relatif. Some physical . The observation of a phenomenon in general is not complete if not equipped with quantitative data obtained from the measurement results. But even so. massa dan waktu termasuk pada besaran karena dapat kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka-angka. Pengukuran A. including the scale because we can measure and can we stated with numbers. figure 5 shows the value of length scale. kindness and honesty. sesuatu yang dapat diukur memiliki satuan. angka 5 menunjukkan nilai dari besaran panjang. such aswhen we get the data of measuring the length of 5 meters . while the meter states the amount of unit length. Whilethe meaning the measurement itself is comparing something that is being measured with similar quantities defined as a unit .kita biasanya melakukan pengamatan yang diikuti dengan pengukuran. Something that can be measured and expressed as the number we call the magnitude. We can not measure and we can not reveal the figures. tidak semua besaran fisika selalu mempunyai satuan. Panjang. not all physical quantities always have units. Lord Kelvin. Tapi walaupun demikian. we usually observed followed by a measurement. Sedangkan arti dari pengukuran itu sendiri adalah membandingkan sesuatu yang sedang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. koefisien gesekan. mass and time. sedangkan meter menyatakan besaran dari satuan panjang. Beberapa besaran fisika ada yang tidak memiliki satuan antara lain adalah indek bias. Dan pada umumnya. Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka kita sebut besaran. seorang ahli fisika berkata. To achieve a certain goal. Tidak dapat kita ukur dan tidak dapat kita nyatakan dengan angka-angka. Lord Kelvin. Dalam hal ini. a physicist said. berarti kita mengetahui apa yang sedang kita bicarakan itu.DASAR TEORI BASIC THEORY A. something that can be measured has units. And in general. artinya benda tersebut panjangnya 5 kali panjang mistar yang memiliki panjang 1 meter. Akan tetapi kebaikan dan kejujuran misalnya. means we know what we are talking about it. in physics. bila kita dapat mengukur apa yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka-angka. di dalam fisika.

Pengukuran panjang rongga bagian dalam benda. maka selisih antara skala utama dan skala nonius adalah 0.1 mm. yang memiliki skala pendek yang disebut nonius atau vernier.2 cm+0. Pengukuran Panjang Benda A. Jangka sorong mempunyai fungsi-fungsi pengukuran. Rahang tetap terdapat skala-skala utama dalam satuan cm dan mm. yaitu : 1. Rahang yang tetap (biasa disebut rahang tetap). Dengan Menggunakan Jangka Sorong 1. Rahang yang dapat digeser-geser (disebut rahang geser).1 mm atau 0. Sehingga dapat ketelitian jangka sorong adalah 0. 2. dapat ditarik kesimpulan kalau panjang benda yang diukur tersebut adalah 5. Pengukuran panjang bagian luar benda.2 cm dan 5. B.1 mm. sehingga panjang 1 skala nonius adalah 0. 2. Panjang 10 skala nonius itu adalah 9 mm. By Using the Shove Untuk melakukan pengukuran yang mempunyai ketelitian 0. Sedangkan skala nonius yang keempat berimpit dengan salah satu skala utama. Skala inilah yang disebut sebagai nonius atau vernier.1 mm diperlukan jangka sorong.04 cm=5.atau 0.01 cm setiap melewati satu skala. Bila diukur sebuah benda didapat hasil bahwa skala pada jangka sorong terletak antara skala 5. Jadi selisih antara skala nonius dan skala utama adalah 0.4 mm atau 0.3 cm. Karena terdapat 4 skala. Length Measurement Objects 1. coefficient of friction. memiliki skala panjang yang disebut skala utama. Jangka sorong sendiri mempunyai bagian-bagian sebagai berikut : 1. Sedangkan pada rahang geser terdapat skala pendek yang terbagi menjadi 10 bagian yang sama besar. .04 cm.9 mm. Contoh pengukuran dari jangka sorong adalah sebagai berikut. selisih antara skala utama dan skala nonius bertambah 0.quantities exist which has no units include refractive index.24 cm. Mulai dari skala keempat ini ini kekiri. 3.01 cm. Dengan demikian. and relative density. Pengukuran kedalaman lubang dalam benda.

Measuring the length of the outside of the object.3 cm.1 mm. Because there are 4 scale. Ketika poros hampir menyentuh benda. So the difference between Nonius scale and major scale is 0. pengukuran menjadi tidak teliti. Thus. So it can shove accuracy is 0. Scale is called an Nonius or Vernier.5 mm/50 = 0.01 cm per pass through a single scale. namely : 1. Dengan Menggunakan Mikrometer Sekrup 2.01 cm. has a length scale called the major scale.04 cm = 5. Measurement of the depth of the hole in the body. the difference between the main scale and the scale Nonius increased 0. Jika bidal digerakan satu putaran penuh.01 mm atau 0. putaran akan berhenti segera setelah poros menyentuh benda. the difference between the main scale and the scale of Nonius is 0. 2. Bagian utama dari mikrometer sekrup adalah sebuah poros berulir yang dipasang pada silinder pemutar yang disebut bidal. Examples of shove measurements are as follows.4 mm or 0. maka poros akan maju (atau mundur) sejauh 0. When an object is measured the result that the sliding scale in term of scale lies between 5. maka kalau silinder pemutar bergerak satu skala. Jaw that slides-shear (called the sliding jaw). Nonius scale length 10 it is 9 mm. Shove themselves have the parts as follows: 1.2 cm +0.1 mm. pemutaran dilakukan dengan menggunakan roda bergigi agar poros tidak menekan benda. Jaw still have major scales in units of cm and mm. Dengan memutar roda berigi ini. Sangat perlu diketahui.01 mm atau 0.2 cm and 5. a fourth-Nonius scale coincides with one of the major scale. so long a Nonius scale is 0. By Using Micrometer Screws Untuk mengukur benda-benda yang sangat kecil sampai ketelitian 0. Meanwhile.001 cm. poros akan bergeser sebesar 0. While on the sliding jaw there is a short scale which is divided into 10 equal parts. Jika sampai menyentuh benda yang diukur.001 cm digunakan alat bernama mikrometer sekrup.9 mm. pada saat mengukur panjang benda dengan mikrometer sekrup.To make a measurement accuracy of 0. Karena silinder pemutar mempunyai 50 skala disekelilingnya. it can be deduced that the length of the measured object is 5.1 mm have needed shove. 1. Measuring the length of the inside body cavity.1 mm or 0. Pada ujung silinder pemutar ini terdapat garis-garis skala yang membagi 50 bagian yang sama.24 cm. . 3. Starting from the fourth scale is left. Shove has measurement functions. A fixed jaw (commonly called the jaw fixed). which has a short scale is called Nonius or Vernier.04 cm.5 mm. bidal diputar sehingga benda dapat diletakan diantara landasan dan poros. 2.atau 0.

Ketidakpastian juga disebut kesalahan. Caranya. When the shaft is almost touching the object. the measurement becomes inaccurate. kita harus mempunyai data kuantitatif atas percobaan yang kita lakukan. Observation is an appraisal of a phenomenon that occurs in nature. so if a player moves one scale cylinder. Tanpa percobaan ini. Uncertainty in Measurement Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan berbagai fenomena yang terjadi di alam.5 mm. the shaft will forward (or backwards) as far as 0. Akan tetapi.001 cm used a tool called the micrometer screw. the rotation axis will stop immediately after touching the object. Only. If the thimble is moved one full rotation. To anticipate this. By turning the toothed wheel. Without this experiment. we must have quantitative data on the experiments we do. The main part of the micrometer screw is a threaded shaft mounted on the cylinder player called a thimble. At the end of the cylinder player have the lines that divide the scale of 50 equal parts.01 mm or 0. when measuring the length of objects with micrometer screws. the axis will be shifted by 0. Physics is the science related to various phenomena that occur in nature. Sanada with Lord Kelvin that expresses an opinion if we have not learned anything if we can not obtain a quantitative data. sebab menunjukkan perbedaan antara nilai yang diukur dan nilai sebenarnya. ternyata tak ada pengukuran yang mutlak tepat. Ilmu ini didasarkan pada pengamatan dan percobaan. For that reason in physics required an accurate measurement. However. there was no . Dan selanjutnya. dalam suatu percobaan kita hrus berusaha menelaah dan mempelajarinya. sehingga menyulitkan pengamatan. When it comes to touching objects that are measured. ilmu fisika tak mungkin berkembang seperti saat sekarang ini. maka dilakukan percobaan yang menyerupai gejala alamiah itu di bawah kendali dan pengawasan khusus. yaitu: ketidakpastian bersistem dan ketidakpastian acak. Pengamatan merupakan pengkajian suatu gejala yang terjadi di alam. Hanya saja.01 mm or 0. sayangnya suatu gejala alam yang muncul secara alamiah belum tentu terjadi dalam waktu tertentu. in an experiment we tried to examine and learn hrus. Faktor itu dibagi dalam 2 garis besar. A.5 mm/50 = 0. Setiap pengukuran pasti memunculkan sebuah ketidakpastian pengukuran. making it difficult observation. Very important to know. unfortunately a natural phenomenon that comes naturally is not necessarily occur within a certain time. How. Sanada dengan pendapat Lord Kelvin yang mengungkapkan kalau kita belum belajar sesuatu bila kita tak bisa mendapatkan sebuah data kuantitatif. Untuk mensiasati ini. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. And then.001 cm. Because the cylinder surrounding the player has a 50 scale. then conducted an experiment that resembles a natural phenomenon that under control and supervision of special.To measure objects that are very small until the accuracy of 0. yaitu perbedaan antara dua hasil pengukuran. thimbles rotated so that the object may be positioned between the base and shaft. the playback is done by using a toothed wheel shaft for not pressing the matter. Ketidakpastian dalam Pengukuran C. the science of physics can not be developed as today. Untuk itulah dalam fisika dibutuhkan sebuah pengukuran yang akurat. This science is based on observation and experiment.

.Error Component Tools Often occurs in spring.Gerak Brown molekul udara Menyebabkan jarum penunjuk skala alat ukur terpengaruh. Random Uncertainty . Factors were divided into 2 major lines. 2. Ketidakpastian Bersistem . The existence value of the Smallest Scale Measure Tool 4.Paralaks Kesalahan posisi dalam membaca skala alat ukur. . . namely: uncertainty and the uncertainty of a random collection system. It usually occurs when the spring is often used. Every measurement must have led to an uncertainty of measurement. . ie the difference between the two measurements. Adanya Nilai Skala Terkecil dari Alat Ukur 4. Biasanya terjadi bila pegas sudah sering dipakai. 1. . Semua angka bukan nol adalah angka penting.Parallax Position errors in reading the meter scale.accurate absolute measurement. uncertainties always occur in every measurement.Gesekan Kesalahan yangtimbul akibat gesekan pada bagian-bagian alat yang bergerak. ketidakpastian selalu muncul dalam tiap pengukuran.Brownian motion of air molecules Cause the scale needle gauge affected. Aturan angka penting : 1. 2. .Kesalahan titik nol Titik nol skala alat ukur tidak berimpit dengan titik nol jarum penunjuk alat ukur. 3. Uncertainty system . . . Keterbatasan dari Pengamat Sendiri 1.Zero Point Error Zero-point scale measuring instrument does not coincide with zero gauge needle.Error Calibration Errors in scaling the time measuring instruments are being created so that each time the device is used. Limitations of the Observer Self D. Angka Penting D.Kesalahan kalibrasi Kesalahan dalam memberi skala pada waktu alat ukur sedang dibuat sehingga tiap kali alat itu digunakan. 3. Uncertainty also called a mistake. Ketidakpastian Acak . . Important Figures Angka penting adalah angka yang diperhitungkan di dalam pengukuran dan pengamatan. because the difference between the measured value and actual value.Friction Errors that arise due to friction on the parts of a tool that moves.Kesalahan Komponen Alat Sering terjadi pada pegas. This can be caused by several factors.

Alat dan Bahan A. tidak termasuk angka penting. All nonzero digits are significant figures. 5. METODE PRAKTIKUM METHOD PRACTICUM A. Duration Sorong 2. For decimal numbers smaller than one. not including significant figures. Tools and Materials 1. Zeros are located between nonzero digits including significant figures. Tube 4. kecuali ada penjelasan lain. zeros are located on the left or the right of a comma. Rules of significant figures: 1. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu. Deretan angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol adalah angka penting. Prosedur Praktikum B. Angka nol yang terletak diantara angka bukan nol termasuk angka penting. Magnifying glass A. Practical Procedures . unless there is another explanation. 4. 2. Coin Slabs 5. angka nol yang terletak disebelah kiri maupun di sebelah kanan tanda koma. Micrometer screws 3. Jangka Sorong Mikometer Sekrup Tabung Lempengan Koin Kaca Pembesar 1. Rows of zeros located on the right of nonzero digits are significant figures. 2.2. 3. Important figure is the number that are included in the measurement and observation.

Note the precision of the measurement period Sorong and micrometer screws you use. up to get 5 tubes depth measurement data. 10. dan ketebalan plat lempengan koin. and thickness of plate. and record the measurements in table data. Write in the table of data processing. and record the measurements in table data. up to get 5 data measurement in tube diameter. outside. kedalaman tabung. Hitung prosentase kesalahan relatif pengukuran. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. Ukur diameter luar tabung. diameter luar.1. Prepare shove and tubes. 6. Ukur diameter dalam tabung. Repeat back gauge plate thickness slab coin 5 times. and micrometer screws and plates coins to be measured. read the measurement results. dan tebal plat. Perhatikan ketelitian pengukuran Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup yang kamu gunakan. kedalaman. 10.Sertakan lampiran 1. read the measurement results. 9. 11. Hitung nilai rata-rata hasil pengukuran untuk masing-masing diameter dalam. Buat kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum. and record the measurements in table data. 3. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. to get 5 data measurement outside diameter tube. baca hasil pengukurannya. 5. Repeat again measure the depth of the tube 5 times. and thickness of the plate coin plate. baca hasil pengukurannya. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. Make a conclusion in accordance with the purpose of practical work. Repeat again measure the outside diameter of the tube as much as 5 times. Ulangi kembali mengukur diameter luar tabung sebanyak 5 kali. baca hasil pengukurannya. 6. Write the suggestions. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran diameter dalam tabung. Measure the diameter of the tube. Siapkan Jangka Sorong dan Tabung. read the measurement results. depth. . serta Mikrometer Sekrup dan Lempengan Koin yang akan diukur. Tuliskan dalam tabel pengolahan data. Ukur kedalaman dalam tabung. Ukur ketebalan plat lempengan koin. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. 7. Calculate the measurement uncertainty of each diameter inside. tube depth. 4. to get 5 plate thickness measurement data plate coin. Ulangi kembali mengukur kedalaman tabung sebanyak 5 kali. Calculate the average value measured for each diameter inside. and bibliography. dan daftar pustaka. baca hasil pengukurannya. 4. Hitung ketidakpastian pengukuran masing-masing diameter dalam. Measure the thickness of the plate coin plate. read the measurement results. luar. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran diameter luar tabung. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran kedalaman tabung. 5. Measure the depth of the tube. and record the measurements in table data. Ulangi kembali mengukur diameter dalam tabung sebanyak 5 kali. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran tebal plat lempengan koin. Ulangi kembali mengukur tebal plat lempengan koin sebanyak 5 kali. Calculate the percentage relative error of measurement. 2. 9. outside diameter. 3. Measure the outside diameter of the tube. 8.Tulis saran-saran. 7. Repeat again measure the diameter of the tube 5 times. 2. 8.

11. Tube Measurement Using Shove . A. Hasil Pengamatan Result of Observations 1. Pengukuran Tabung Menggunakan Jangka Sorong 1. Include attachments HASIL PENGAMATAN RESULTS OF OBSERVATIONS A.

5 68.7 70.2 80.9 68.09 4970.30 7.16 4858. Pengukuran Lempengan Koin Menggunakan Mikrometer Sekrup 1.6 69. Tabel Analisa Data B.6 69.30 7.5 Diameter Dalam (ddalam) (mm) 67.9 68.4 2.2 (d1)2 dalam mm 5012.6 69.4 80.8 69.35 7.3 . Table of Data Analysis 1.7 70.25 (∑d1)2 = 24529.28 7.2 67.16 4844.6 69.5 (∑d1) = 350.30 A. Measurement Using Slab Coins with Micrometer Screws N o 1 2 3 4 5 Ketebalan Plat (t) (mm) 7. Pengukuran Tabung Menggunakan Jangka Sorong 1. Outer Diameter Tube Menghitung rata-rata dari diameter luar tabung Calculating the average of the outer tube diameter No 1 2 3 4 5 n =5 Diameter Luar (dluar) (mm) 70. Tube Measurement Using Shove a.64 4844.N o 1 2 3 4 5 Diameter Luar (dluar) (mm) 70.2 80.8 69.2 80.6 Kedalaman (h) (mm) 80. Diameter Luar Tabung a.

22 mm d dalam ∑=d n 1 1 i Menghitung ketidak pastian pengukuran (∆d) diameter dalam tabung Calculating measurement uncertainty (Δd) in diameter tube .04 mm d luar ∑=d n 1 1 i Menghitung ketidak pastian pengukuran (∆d) diameter luar tabung Calculating measurement uncertainty (Δd) outside diameter tube ∆d = 1n n - ∑ = di n 1 1 2 (∑ = di) n 1 1 n-1 2 = 15 5 x 24529.36 % = 99.15 = 68. Diameter of the tube Menghitung rata-rata dari diameter dalam tabung Calculating the average of diameter in the tube No 1 2 3 4 5 n =5 Diameter Dalam (ddalam) (mm) 67.0.25 4651.6 (∑d2) = 341.04 5-1 = 0.04 4 = 0.41 4747.24 4569.3 -122640.254 Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR ∆d x 100 % = 0.= n = 350.9 68.1 (d2)2 dalam mm 4610.21 4692.25470.04 x100 % = 0.2 67.87 = n = 341.5 68.25 = 70.36 % d Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .64 % a.5 -122640.2 mm 5 x 122646.76 (∑d2)2 = 23270.9 68. Diameter Dalam Tabung a.

21 5-1 = 0.35 -116349.44 -161121.04 6432.2 80.2 mm 161122.45 = 80.16 6432.68 % a.04 6464.2 -161121.∆d = 1n n - ∑ = di n 1 1 2 (∑ = di) n 1 1 n-1 2 = 155 x 23270.0.32 % = 99.964 = 0.4 80.2 116354.2 80.22 mm Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR ∆d x 100 % = 0.2 80.04 6432.214 = 0.96 5-1 = 0.22 x100 % = 0.87 -116349.28 mm ∑=d n 1 1 i Menghitung ketidak pastian pengukuran (∆d) kedalaman tabung Calculating measurement uncertainty (Δd) tube depth ∆d = 1n n - ∑ = di n 1 1 2 (∑ = di) n 1 1 n-1 2 = 15 5 x 32224.2268. Kedalaman Tabung a.048 Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) .4 (∑d5) = 401. Diameter of the tube Menghitung rata-rata dari kedalaman tabung Calculating the average of the tube depth No 1 2 3 4 5 n =5 Kedalaman (h) (mm) 80.32 % d Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .4 (d3)2 dalam mm 6464.44 = d n = 401.16 (∑d3)2 = 32224.

30 7. Ketebalan Koin a.28 x100 % = 0.15 % t Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .60254 = 0.0225 53.04880.306 x 100 % = 0.0117.28 7.99 53.29 52.94 % 1.89 -1334. Coin Thickness Menghitung rata-rata dari ketebalan koin Calculating the average of the coin thickness N o 1 2 3 4 5 Ketebalan Plat (t) (mm) (t2) dalam mm 7.011 mm Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR ∆t x 100 % = 0.30 7.059 % d Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .KR ∆d x 100 % = 0.53 54. Measurement Using the Micrometer Screws Coin Slabs a.45 -1328.44 5-1 = 0. Pengukuran Lempengan Koin Menggunakan Mikrometer Sekrup 1.0.35 7.535 = 7.15 % = 99.2 1334.306 mm = t ∑=t n 1 1 i Menghitung ketidak pastian pengukuran (∆t) ketebalan koin Calculating measurement uncertainty (Δt) coin thickness ∆t = 1n n - ∑=t n 1 1 2 (∑ = t ) n 1 1 n-1 2 = 15 5 x 266.30 ∑t = 36.85 % .29 53.88 n = 36.29 2 ∑t = 266.0.059 % = 99.

36% • The diameter of the tube (± Δd) = (68.059% • Plate thickness (± Δt) = (7. . A.22) mm.15% t From the results of measurement and data processing in the above could be concluded : • Outer Diameter Tubing (± Δd) = (70.011 ) mm.254 ) mm. Suggestion Disarankan kepada siswa/siswi supaya dapat menguasai alat-alat pengukur dan bisa menggunakannya dengan benar sehingga dapat memperkecil kemungkinan ketidakpastian dalam pengukuran. Suggested to students in order to control the measuring instruments and can use them properly so as to minimize the possibility of uncertainty in measurement.048) mm. Kesimpulan Conclusion Dari hasil pengukuran dan pengolahan data di atas didapat kesimpulan : • Diameter Luar Tabung ( ± ∆d) = ( 70.28 ± 0.PENUTUP CLOSING A. with a relative error = 0. dengan kesalahan relatif = 0. dengan kesalahan relatif = 0.048 ) mm.22 ± 0.011) mm.22 ± 0. with a relative error = 0.306 ± 0.059% d • Ketebalan Plat ( ± ∆t) = ( 7.15% A.254) mm. with a relative error = 0. dengan kesalahan relatif = 0.32% • Tube Depth (± Δd) = (80. dengan kesalahan relatif = 0. Saran B.04 ± 0. with a relative error = 0.306 ± 0.32% d • ( Kedalaman Tabung ± ∆d) = ( 80.22 ) mm.04 ± 0.36% d • ( Diameter Dalam Tabung ± ∆d) = ( 68.28 ± 0.

PRAKTIKUM PILIHAN PRACTICUM SELECTION .

Joseph Black pada tahun 1760 merupakan orang pertama yang menyatakan perbedaan antara suhu dan kalor. Anda telah mengetahui bahwa jika gelas berisi air ledeng dicelupkan sebagian ke dalam bak berisi air panas. Uraian tersebut dengan jelas mempertegas kesimpulan bahwa perpindahan energi secara alami selalu terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. At that time. Untuk lebih meyakinkan. You already know that if a glass of tap water dipped partially into a bath of hot water. Background Mudahlah bagi kita sekarang menerima gagasan bahwa kalor itu energi. Tidak demikianlah halnya dua abad yang lampau. Pada waktu itu para cendekiawan masih mengira bahwa kalor itu suatu “zat” yang dapat mengalir dan data disimpan oleh benda. Count Rumford obtained a conclusion that does not really heat it "substance". the scholars still thought that heat was a "substance" that can flow and data stored by the body. you can douse the same . Based on observations of time watching permbuatan cannon. sedangkan kalor adalah suatu yang mengalir dari benda panas ke benda lebih dingin untuk menyamakan suhunya. Pendapat ini menerangkan berbagai gejala perpindahan kalor dan penyerapan kalor. This suggests the occurrence of energy transfer from high-temperature objects (hot water) to low-temperature objects (tap water). To be sure. This opinion explains the various symptoms of heat transfer and absorption of heat. Ini menunjukkan terjadinya perpindahan energi dari benda bersuhu tinggi (air panas) ke benda bersuhu rendah (air ledeng). Not the case the past two centuries. Suhu adalah derajad panasnya atau dinginnya suatu benda yang diukur oleh termometer. Anda dapat mencelup gelas air ledeng yang sama ke dalam bak berisi air es. Count Rumford memperoleh kesimpulan bahwa tidak benar kalor itu “zat”. air ledeng mengalami kenaikan suhu dan air panas mengalami penurunan suhu. piped water has increased temperature and hot water temperature decreased. Anda akan amati sekarang air ledeng mengalami penurunan suhu dan air es mengalami kenaikan suhu. Berdasarkan pengamatannya waktu mengawasi permbuatan meriam.PENDAHULUAN PRELIMINARY A. Latar Belakang A. It is easy for us now accept the idea that heat is energy.

Tujuan Goal Adapun tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. Temperature is the degree of heat or coldness of an object measured by the thermometer. Menentukan kapasitas kalor dari calorimeter. The goals to be achieved from the implementation of this practice are as follows : 1.glass of tap water into a tub of ice water. Determining the heat energy received by calorimeter. Determining the heat capacity of calorimeter. You will observe now decreasing temperature tap water and ice water temperature increases. Joseph Black in 1760 was the first to express the difference between the temperature and heat. 3. 3. 4. . The description is clearly reinforce the conclusion that natural energy transfer always occurs from objects at high temperature to lower temperature object. Menentukan kalor jenis suatu zat. Menentukan besarnya harga air (kapasitas) calorimeter. 4. Determining the kind of heat a substance. while the heat is flowing from a hot object to a colder body to equalize the temperature. 2. Determining the price of water (capacity) calorimeter. 2. Menentukan energi kalor yang diterima kalorimeter. A. B.

Pengertian A. sedangkan yang artinya sebenarnya dengan perkataan tersebut hanyalah tenaga yang harus ditambahkan sebagai kalor untuk menaikkan temperatur benda sebanyak satu derajat. Kalor Jenis kalor adalah satu bentuk energi. Mantel tersebut berguna untuk mengurangi hilangnya kalor karena konveksi dan konduksi. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama). Karena kalor merupakan bentuk energi. Kalor dapat mengubah suhu atau wujud benda.DASAR TEORI BASIC THEORY A.18 J atau 1 J setara dengan 0. Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia disebut kalorimeter. Satuan kalor adalah kalori disingkat dengan kal. Definition Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. Kalorimeter yang biasa digunakan di laboraturium fisika sekolah berbentuk bejana biasanya silinder dan terbuat dari logam misalnya tembaga atau aluminium dengan ukuran 75 mm x 50 mm (garis tengah). masa dalam SI satuan kalor sama dengan satuan energi yaitu Joule/ J. Bejana ini dilengkapi dengan alat pengaduk dan diletakkan di dalam bejana yang lebih besar yang disebut mantel. Satu kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 10C. Perkataan “kapasitas” dapat memberikan pengertian yang menyesatkan karena perkataan tersebut menyarankan pernyataan “ banyaknya kalor yang dapat dipegang oleh sebuah benda” yang merupakan pernyataan yang pada pokoknya tidak berarti.24 kalori. Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Dalam pengukuran menunjukkkan adanya kesetaraan antara kalor dengan energi yaitu : 1 kalori setara dengan 4. Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan 1 kg zat untuk menaikkan suhunya 10C. Secara matematis dapat dirumuskan : Q lepas = Q terima .

Jika seluruh sistem terisolasi dari sekitarnya maka panas yang keluar dari benda sama dengan panas yang masuk ke air dan wadahnya.(ta-t2) Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa panas jenis air jauh lebih besar daripada panas jenis zat lain. dan Tf adala temperatur akhirnya (temperatur akhir benda dan air adalah sama.K adalah massa dan panas jenis air. Perhatikan bahwa dalam persamaan ini kita telah memilih untuk menuliskan beda temperatur agar panas yang masuk dan panas yang keluar merupakan besaran yang positif.c1. maka panas yang diserap oleh air dan wadahnya adalah : Qmasuk = ma c a (T f − Tio ) + m w c w (T f − Tio ) Dengan ma dan ca = 4.(t1 .Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Karena jumlah panas ini sama. Misalkan m adalah massa benda. Prosedur ini disebut kalorimetri. seperti danau atau lautan cenderung membuat variasi temperatur tidak berlebihan didekatnya karena air dapat menyerap atau melepas energi termis dalam jumlah yang besar sementara mengalami perubahan temperatur yang sangat kecil. karena keduanya segera setimbang). maka panas yang keluar dari benda adalah : Qkeluar = mc(Tio − T f )` Dengan cara yang sama. dan m w dan cw adalah massa dan panas jenis wadah. Karena kapasitas panasnya yang sangat besar. dan wadah air yang terisolasi dinamakan kalorimeter. Air dalam jumlah yang banyak. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh Q lepas = Q terima m1. Air juga merupakan pendingin yang baik.ta) = m2. dan Tio adalah temperatur awal. Jika zat tidak dibiarkan berekspansi. panas jenis c benda dapat dihitung dengan menuliskan panas yang keluar dari benda sama dengan panas yang masuk dari air dan wadah : Qkeluar = Qmasuk mc(Tib − T f ) = ma c a (T f − Tio ) + mw c w (T f − Tia ) Karena hanya beda temperatur yang ada dalam persamaan di atas dan karena Kelvin dan derajat Celcius berukuran sama. Jika Tf adalah temperatur akhir benda dalam bejana air. dan dengan mengukur temperatur kesetimbangan akhir. jika Tio adalah temperatur awal air dan wadahnya. Karena panas jenis air praktis konstan meliputi jangkauan temperatur yang lebar. semua panas akan menyebabkan . c adalah panas jenis. panas jenis sebuah benda dengan mudah dapat diukur dengan memanaskan benda sampai suatu temperatur tertentu yang mudah diukur. maka semua temperatur dapat diukur dalam skala Kelvin dan derajat Celcius tanpa mempengaruhi hasilnya.18 kJ/kg. air adalah bahan yang baik sekali untuk menyimpan energi termis. dengan menempatkannya dalam bejana air yang massa dan temperaturnya diketahui.c2. Jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur suatu zat dengan jumlah tertentu bergantung pada apakah zat dibolehkan mengembang sementara dipanaskan.

When these equations are converted it will be obtained Q lepas = Q terima m1. indicating the existence of equality between the heat energy that is: 1 calorie is equivalent to 4. biasanya sangat kecil. while the actual words that mean the only power that should be added as heat to raise temperature objects as much as one degree. kapasitas panas atau panas jenis pada volume konstan cv lebih kecil daripada kapasitas panas atau panas jenis pada tekanan konstan cp. Namun jika zat dibiarkan memuai. keadaannya cukup berbeda. Heat Type Heat is a form of energy. Water is also a good cooler. The instrument used to measure the amount of heat involved in a change or a chemical reaction called a calorimeter. The word "capacity" to give the sense that word is misleading because it suggested that the statement "the number of heat that can be held by an object" which is a statement which in principle does not mean that.c2. water is an excellent material to store thermal energy. Untuk gas. ada perbedaan yang besar antara panas jenis dan kapasitas panas gas pada tekanan konstan dan panas jenis pada volume konstan. Units of heat is the calorie abbreviated cal.c1. Heat type of a substance is the amount of heat needed to raise 1 kg of a substance its temperature 10℃. Heat can change the temperature or the shape of objects. According to the principle of Black if there are two things a different temperature then mixed together or there will be a flow of heat from high temperature objects toward the low-temperature objects. Jadi. Water in large amounts.(ta-t2) From the above table can be seen that the specific heat of water is much greater than the heat of other substances. sehingga perbedaan antara cv dan cp dapat diabaikan dalam banyak hal.kenaikan temperatur. Adalah sangat sukar untuk menghalangi padatan atau cairan untuk memuai jika dipanaskan. One calorie is the amount of heat needed to heat 1 gram of water so that the temperature rise 1℃. Heat capacity is the amount of heat needed to raise body temperature by 1 degree Celsius.ta) = m2.18 J or 1 J is equivalent to 0. Calorimeter which is used in school physics laboratories generally cylindrical-shaped vessel made of metal such as copper or aluminum with size 75 mm x 50 mm (diameter). jika tidak ada benda lain. Which releases heat is a thing that high temperature and heat is the object that receives a low temperature. zat akan melakukan usaha disekitarnya pada udara. Mathematically can be formulated : Q out = Q received. This flow will stop until there is thermal equilibrium (the temperature of the two objects same).24 calories. Gas memuai sangat banyak jika dipanaskan pada tekanan konstan. time in the SI unit of heat equal to the energy unit is Joule / J. The vessel is equipped with a mixer and placed in a larger vessel called the mantle.(t1 . Namun. Due to a very large heat capacity. In the measurement. Because heat is a form of energy. Kerena itu lebih banyak energi panas dibutuhkan untuk melakukan usaha seperti halnya untuk menaikkan temperatur. dan karena itu usaha yang dilakukan . Jadi. pemuaian. Mantel is useful to reduce loss of heat due to convection and conduction. jadi gas melakukan usaha dalam jumlah yang cukup besar. untuk semua zat yang memuai bila dipanaskan. such as lakes or oceans tend to make the temperature variation is not .

If the whole system is isolated from its surroundings. then all temperature can be measured in Kelvin and degrees Celsius scales without affecting the results. and mw and cw is the mass and specific heat of the container.Prosedur is called calorimetry. heat type of an object can easily be measured by heating the object up to a certain temperature is easily measured. the heat coming out of the same thing with the heat that goes into the water and wadahnya. Alat dan Bahan A. 5. c is specific heat. 3.K is the mass and specific heat of water.18 kJ / kg. METODE PRAKTIKUM METHOD PRACTICUM A. Tools and Materials 1. and Tf is the temperature of the end (the end of the body and water temperatures are the same. Because the same amount of this heat. hot type c object can be calculated by writing the heat that comes out of the same object with the incoming heat from water and container : Qkeluar = Qmasuk mc(Tib − T f ) = ma c a (T f − Tio ) + mw c w (T f − Tia ) Since only the temperature difference that exists in the equation above and because of Kelvin and degrees Celsius the same size. and Tio is the initial temperature. Note that in this equation we have chosen to write the temperature difference for heat input and heat that comes out is a positive quantity. and by measuring the temperature of the final equilibrium. 4. Suppose m is the mass of the object.excessive because the water nearby to absorb or release thermal energy in large quantities while experiencing a very small temperature changes. if Tio is the initial temperature of the water and container. If Tf is final temperature of objects in the water vessel. Kalorimeter Termometer 100℃ Air panas dan air dingin Neraca Gelas . Top of Form Since practically constant hot water types include a wide range of temperatures. then the heat absorbed by water and container are : Qmasuk = ma c a (T f − Tio ) + m w c w (T f − Tio ) With ma and ca = 4. by placing it in a vessel of water mass and its temperature is known. and an insulated water container dinamaka calorimeter. then the heat out of objects are : Qkeluar = mc(Tio − T f )` In the same way. since both immediately equilibrium). 2.

Isi gelas kosong dengan air dingin. catat suhu air panas (tap) 6. 3. Calorimeter The thermometer 100 ℃ Hot and cold water Balance Glass A.Hitung ketidakpastian pengukurannya 14. Ukur suhu air panas dalam kalorimeter dengan termometer. Catat data tersebut ke dalam tabel data hasil pengamatan 11. Prosedur Praktikum A. 4. Fill the tube with hot water .1. catat selisih massanya sebagai massa air panas = map 5.Hitung rata-rata kalor jenis kalorimeter 13. sehingga mendapatkan 5 data percobaan.Hitung prosentase Kesalahan relatif pengukurannya 1. 2. Prepare Calorimeter 2. Siapkan Kalorimeter Timbang massa kalorimeter kosong (tanpa air dan termometer) = mka Isi tabung dengan air panas Timbang kalorimeter berisi air panas. Ukur suhu air dingin dan catat suhu air dingin (tap) 9. catat selisih massanya sebagai massa air dingin (mad) 8. aduk-aduk selama 20 kali.Ulangi langkah 1 hingga 9 untuk 5 x percobaan. catat suhu akhirnya 10. catat massa gelas kosong 7. Tuang air dingin ke dalam kalorimeter. 3. dengan menghitung dan melengkapi isian tabel pengolahan data/ 12. 5.Buatlah analisa data (pengolahan data). Practical Procedures 1. kemudian timbang kembali gelas berisi air dingin. Weigh the mass of empty calorimeter (without water and a thermometer) = mka 3. 4. Ambil gelas kosong kemudian timbanglah. Ukur suhu akhir campuran air panas dengan air dingin tersebut (tA). 2.

Calculate the measurement uncertainty 14. Make an analysis of data (data processing). Calculate the percentage relative error of measurement HASIL PENGAMATAN RESULTS OF OBSERVATIONS A. Fill the empty glass with cold water. Calculate the average calorific calorimeter type 13. stir for 20 times. Measure the temperature of cold water and record the temperature of cold water (tap) 9. then weigh again the glass of cold water. Weigh the calorimeter containing hot water. Pour cold water into the calorimeter.4. Measure the temperature of hot water in the calorimeter with the thermometer. Hasil Pengamatan A. Measure the final temperature of hot water mixed with cold water (tA). note the difference in mass as a mass of cold water (mad) 8. Result of Observations Kalor Jenis Air = 1 Kal/gr℃ Percobaan map mad mka tap tad tA . Write down the data into a data table observations 11. record the temperature finally 10. with counting and complete field of data processing table 12. Take an empty cup and then weigh. record the temperature of hot water (tap) 6. record the mass of an empty glass 7. note the difference in mass as the mass of hot water = map 5. Repeat steps 1 to 9 to 5 x trial. so get 5 experimental data.

.30 3..5 1311.34 10.74 2.6 391.6 Cka (kal/gr⁰ C) 0.. ? Q lepas = Qserap Qairpans + Qkalorimeter = Qairdingin map•Ca•∆tap + Cka•∆tap = mad•Ca•∆tad map•Ca•(tap – tA) + Cka•(tap – tA) = mad•Ca•(tA – tad) 62•1•(58 – 43) + Cka•(58 – 43) = 87•1•(43 – 26) 62•15 + Cka 15 = 87•17 930 + Cka 15 = 1479 Cka 15 = 1479 – 930 .. 4 289..... ? b) cka = ..37 1 2 3 4 5 Hasil Analisa Analysis Percobaan 1 Experiment 1 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya Jawab : a) = = = = = = 62 gr 87 gr 122 gr 58 ⁰C 26 ⁰C 43 ⁰C : a) Cka = .Ke 1 2 3 4 5 (gr) 62 158 133 121 100 (gr) 87 75 115 55 93 (gr) 122 122 122 122 122 (⁰C) 58 59 80 71 80 (⁰C) 26 27 26 27 27 (⁰C) 43 50 57 64 63 B. Tabel Analisa Data A.20 1.4 163.... Table of Data Analysis No map (gr) 62 158 133 121 100 mad (gr) 87 75 115 55 93 mka (gr) 122 122 122 122 122 tap (⁰C) 58 59 80 71 80 tad (⁰C) 26 27 26 27 27 tA (⁰C) 43 50 57 64 63 (tap tA) (⁰C) 15 9 23 7 17 (tA tad) (⁰C) 17 23 31 37 36 Cka (kal/⁰ C) 36.

. ?? b) cka = ... ?? Q lepas = Qairpans + Qkalorimeter = map•Ca•∆tap + Cka•∆tap = map•Ca•(tap – tA) + Cka•(tap – tA) = 158•1•(59 – 50) + Cka•(59 – 50) = 158•9 + Cka 9 = 1422 + Cka 9 = Cka 9 Cka 9 Cka cka=33....27 Qserap Qairdingin mad•Ca•∆tad mad•Ca•(tA – tad) 75•1•(50 – 27) 75•23 1725 = 1725 – 1422 = 303 = 33.6 b) Percobaan 3 Experiment 3 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya = = = = = = 133 gr 115 gr 122 gr 80 ⁰C 26 ⁰C 57 ⁰C : a) Cka = ..6 = = = = = = 158 gr 75 gr 122 gr 59 ⁰C 27 ⁰C 50 ⁰C : a) Cka = .....6122=0. ?? Jawab : a) Q lepas Qairpans + Qkalorimeter map•Ca•∆tap + Cka•∆tap map•Ca•(tap – tA) + Cka•(tap – tA) 133•1•(80 – 57) + Cka•(80 – 57) 133•23 + Cka 23 3059 + Cka 23 = = = = = = = Qserap Qairdingin mad•Ca•∆tad mad•Ca•(tA – tad) 115•1•(57 – 26) 115•31 3565 .6122=0. ?? b) cka = ...........30 Percobaan 2 Experiment 2 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya Jawab : a) = 549 = 36.Cka 15 Cka b) cka=36....

....... ? Qlepas = Qserap Qairdingin mad•Ca•∆tad mad•Ca•(tA – tad) 55•1•(64 – 27) 55•37 = 2035 = 2035 – 847 1188 = 169.. ? b) cka = .18 Percobaan 4 Experiment 4 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya Jawab : a) = 3565 – 3059 = 506 = 22 = = = = = = 121 gr 55 gr 122 gr 71 ⁰C 27 ⁰C 64 ⁰C : a) Cka = ... ?? b) cka = ..... ?? Jawab : a) Q lepas Qairpans + Qkalorimeter map•Ca•∆tap + Cka•∆tap map•Ca•(tap – tA) + Cka•(tap – tA) 100•1•(80 – 63) + Cka•(80 – 63) 100•17 + Cka 17 1700 + Cka 17 = = = = = = = Qaerap Qairdingin mad•Ca•∆tad mad•Ca•(tA – tad) 93•1•(63 – 27) 93•36 3348 ...7122=1...7 Qairpans + Qkalorimeter = map•Ca•∆tap + Cka•∆tap = map•Ca•(tap – tA) + Cka•(tap – tA) = 121•1•(71 – 64) + Cka•(71 – 64) = 121•7 + Cka 7 = 847 + Cka 7 Cka 7 Cka 7 = Cka b) cka=169...39 Percobaan 5 Experiment 5 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya = = = = = = 100 gr 93 gr 122 gr 80 ⁰C 27 ⁰C 63 ⁰C : a) Cka = ....Cka 23 Cka 23 Cka b) cka=22122=0..

9 b) cka=96.30 0.27 0.93 0.0729 0.935 = 0.932 0.18 1.090 0.9122=0.39 0. 2.Cka 17 = 3348 – 1700 Cka 17 = 1648 Cka = 96.586 kal/gr℃ cka Tabel Perhitungan Ketidakpastian Pengukuran Kalor Jenis Kalorimeter (∆cka) Measurement Uncertainty Calculation Table Heat Type Calorimeter (∆cka) Percoba cka cka2 an ke(kal/gr⁰C) 1 2 3 4 5 n=5 0.0324 1.18064 151.7531 ∆cka = ∆cka = ∆cka = ∆cka = ∆cka = ∆cka = 1n(i = 1ncka2).93)2(5-1) 1513.5849 4 155.79 (i = 1ncka) = 2.6241 (i = 1ncka2)= 2.2276 Menghitung Prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) .(i = 1ncka)2 (n-1) 155 .7655-8.79 Menghitung rata-rata kalor jenis kalorimeter Calculating the average calorific calorimeter type n = i=1n cka cka ckai = 2.138 ∆cka = 0.29515 15 x 1.7531-(2.

22760.KR = KR = KR = ∆ckacka x 100% x 100% 0.88 % Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .3.88 % = 96.12 % PENUTUP CLOSING A. A. Kesimpulan Conclusion .586 3.

88% cka From the experimental data and processing data. establishment of cooperation between members is essential to avoid mistakes in the research. dengan kesalahan relatif = 3. final conclusions obtained calorimeter heating value types are : ( ± ∆cka) = ( 0.586 ± 0. didapat kesimpulan akhir nilai kalor jenis kalorimeter adalah : ( ± ∆cka) = ( 0. Suggested to students in order to master the tools and gauges in the implementation of this lab.2276 ) mm. dengan kesalahan relatif = 3.Dari data hasil percobaan dan pengolahan data di atas. In addition. Selain itu terjalinnya kerjasama antara anggota sangat perlu agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian. .586 ± 0. kita harus berhati-hati dalam mengambil ketel uap karena panas. we must be careful in taking the boiler from the heat. Saran B.2276 ) mm.88% c ka B. Suggestion Disarankan kepada siswa/siswi supaya dapat menguasai alat-alat pengukur dan dalam pelaksanaan praktikum kali ini.

12 % .3.cka = 0.2276 Menghitung Prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR = KR = KR = x 100% x 100% % Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .88 % = 96.

establishment of cooperation between members is essential to avoid mistakes in the research. B. Suggested to students in order to master the tools and gauges in the implementation of this lab. Saran Suggestion Disarankan kepada siswa/siswi supaya dapat menguasai alat-alat pengukur dan dalam pelaksanaan praktikum kali ini. In addition. kita harus berhati-hati dalam mengambil ketel uap karena panas. dengan kesalahan relatif = 3. Selain itu terjalinnya kerjasama antara anggota sangat perlu agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian.2276 ) mm.88% From the experimental data and processing data.2276 ) mm. we must be careful in taking the boiler from the heat.PENUTUP CLOSING A. dengan kesalahan relatif = 3.88% B.586 ± 0. didapat kesimpulan akhir nilai kalor jenis kalorimeter adalah : ( c ka ± ka) = ( 0. final conclusions obtained calorimeter heating value types are : ( c ka ± ka) = ( 0. .586 ± 0. A. Kesimpulan Conclusion Dari data hasil percobaan dan pengolahan data di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->