P. 1
ASEAN Selayang Pandang

ASEAN Selayang Pandang

|Views: 389|Likes:

More info:

Published by: Danur Parnohadiningrat on Feb 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Kerjasama internasional adalah elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Melalui kerjasama internasional, Indonesia dapat memanfaatkan peluang-peluang untuk menunjang dan melaksanakan pembangunan nasionalnya. Kerjasama ASEAN memegang peran kunci dalam pelaksanaan kerjasama internasional Indonesia karena ASEAN merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia dan pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Tahun ini ASEAN genap berusia 41 tahun. Selama itu, telah banyak capaian-capaian yang telah diraih ASEAN dan sumbangsih yang diberikan ASEAN bagi negara-negara anggotanya. Salah satu capaian dan sumbangsih terpenting dari ASEAN adalah terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan hal utama sehingga program pembangunan Indonesia dapat terus dilaksanakan. Pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN terus mengalami peningkatan. Secara khusus, ASEAN telah membantu Indonesia dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, proses perdamaian di Aceh, penanggulangan kebakaran hutan dan lainlain. Selama empat dekade keberadaannya, ASEAN telah mengalami banyak perubahan serta perkembangan positif dan signifikan yang mengarah pada pendewasaan ASEAN. Kerjasama ASEAN kini menuju tahapan baru yang lebih integratif dan berwawasan ke depan dengan akan dibentuknya Komunitas ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015. Hal ini diperkuat dengan disahkannya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang secara khusus akan menjadi landasan hukum dan landasan jati diri ASEAN ke depannya. Pembentukan Komunitas ASEAN diawali dengan komitmen para pemimpin ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN Vision 2020 di Kuala Lumpur pada tahun 1997 yang mencita-citakan ASEAN sebagai suatu komunitas yang berpandangan maju, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan makmur, dipersatukan oleh hubungan kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan masyarakat yang saling peduli. Tekad untuk membentuk Komunitas ASEAN kemudian dipertegas lagi pada KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003 dengan ditandatanganinya ASEAN Concord II. ASEAN Concord II yang menegaskan bahwa ASEAN akan menjadi sebuah komunitas yang aman, damai, stabil, dan sejahtera pada tahun 2020. Namun, pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina pada Januari 2007, komitmen untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dipercepat dari tahun 2020 menjadi tahun 2015 dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. Tujuan dari pembentukan Komunitas ASEAN adalah untuk lebih mempererat integrasi ASEAN dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN menyadari sepenuhnya bahwa ASEAN perlu menyesuaikan cara pandangnya agar dapat lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal. Negara-negara ASEAN menyadari perlunya meningkatkan solidaritas, kohesivitas dan efektifitas kerjasama. Kegiatan kerjasama dalam ASEAN tidak lagi hanya terfokus pada kerjasama ekonomi namun juga harus didukung oleh kerjasama lainnya di bidang keamanan dan sosial budaya. Untuk menjaga keseimbangan itu, pembentukan Komunitas ASEAN 2015 berlandaskan pada 3 pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community). Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi ASEAN. ASEAN harus dapat melakukan pelbagai penyesuaian seiring dengan adanya perkembangan yang pesat di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan pengetahuan serta bidang-bidang lainnya yang terjadi di negaranegara di luar kawasan Asia Tenggara. ASEAN juga harus menyadari pentingnya upaya untuk lebih melibatkan masyarakat ASEAN sehingga tumbuh “rasa memiliki” (we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat menjalin kerjasama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN. Dengan demikian, diharapkan ASEAN tidak lagi menjadi forum kerjasama para pejabat pemerintah negara-negara ASEAN atau kalangan elit tertentu, melainkan dapat menjadi organisasi yang

1

bertumpu pada masyarakat dan menjadi milik seluruh masyarakat ASEAN (people-centered organization). Hal-hal tersebut merupakan tantangan yang membutuhkan tanggapan tepat dan cepat yang tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Departemen Luar Negeri, berkewajiban untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai perkembangan kerjasama ASEAN kepada masyarakat. Penyebarluasan informasi mengenai ASEAN diantaranya dilakukan melalui penerbitan buku, penyelenggaraan seminar, ceramah, diskusi, ASEAN Festival, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat membantu memberikan pemahaman mengenai ASEAN kepada masyarakat. Buku ASEAN Selayang Pandang ini merupakan edisi ke-18 yang telah mengalami revisi dan perubahan mengenai perkembangan terkini ASEAN. Kami berharap melalui buku ini akan didapatkan gambaran menyeluruh dan pemahaman yang cukup mengenai ASEAN. Diharapkan pula, informasi dalam buku ini dapat menggugah rasa kepemilikan kita terhadap ASEAN. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara maksimal dalam ASEAN merupakan kunci utama keberhasilan kerjasama ASEAN dan terwujudnya Komunitas ASEAN. Kami yakin bahwa kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan sejahtera akan membawa dampak positif bagi peningkatan stabilitas dan keamanan, taraf hidup masyarakat Indonesia serta kelangsungan pembangunan Indonesia di segala bidang. Semoga sumbangan intelektual ini dapat berguna bagi kehidupan berbangsa dan dalam membentuk masyarakat ASEAN. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Jakarta,

November 2008

Dian Triansyah Djani, MA Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN

2

Peta negara-negara Anggota ASEAN

3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Sejarah B. Perkembangan PIAGAM ASEAN A. Tujuan dan Prinsip ASEAN B. Keanggotaan ASEAN C. Struktur Organisasi ASEAN D. Sekretariat ASEAN E. Keuangan ASEAN KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. Kerjasama Politik-Keamanan B. Kerjasama Ekonomi C. Kerjasama Social dan Budaya D. Kerjasama Eksternal PROFIL A. Profil ASEAN B. Profil Negara-negara ASEAN PENUTUP

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

LAMPIRAN 1. ASEAN CHARTER 2. DEKLARASI BANGKOK (THE ASEAN DECLARATION) 3. DECLARATION OF ASEAN CONCORD (BALI CONCORD) 4. DECLARATION OF ASEAN CONCORD II (BALI CONCORD II) 5. VIENTIANE ACTION PLAN (VAP) 6. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY BLUEPRINT 7. SINGKATAN

4

damai. ASEAN menyepakati untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka. Deklarasi tersebut menandai berdirinya suatu organisasi regional yang diberi nama Association of Southeast Asian Nations/ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). saling peduli. ASEAN mengesahkan Bali Concord II pada KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui pembentukan Komunitas ASEAN (ASEAN Community). South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Kamboja diterima sebagai anggota penuh ASEAN pada upacara penerimaan resmi di Ha Noi tanggal 30 April 1999. Malaysia. Dengan diterimanya Kamboja. tanggal 23-28 Juli 1997. Untuk merealisasikan harapan tersebut. Latar Belakang dan Sejarah Kawasan Asia Tenggara yang secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai strategis. Menjelang abad ke-21. Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). Dilatarbelakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat itu. menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar paska Perang Dunia II. serta memajukan perdamaian di tingkat regional yang masih pada tahap kooperatif dan belum bersifat integratif. 3. Indonesia menjadi penggagas pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN dan memainkan peran penting dalam perumusan dua pilar lainnya. Malaya. diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Karenanya. konflik kepentingan juga pernah terjadi diantara sesama negara-negara Asia Tenggara seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia. Filipina. dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya. maka cita-cita para pendiri ASEAN untuk mewujudkan ASEAN yang mencakup sepuluh negara Asia Tenggara (visi ASEAN-10) telah tercapai. Komunitas ASEAN tersebut terdiri atas 3 (tiga) pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community/ASC). Filipina. negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA).BAB I PENDAHULUAN 1. Disamping itu. Meredanya rasa saling curiga diantara negara-negara Asia Tenggara membawa dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerjasama kawasan. kemajuan sosial. stabil dan sejahtera. Proses perluasan keanggotaan ASEAN hingga tercapainya ASEAN-10 adalah sebagai berikut : 1. Pertemuan-pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia. Viet Nam diterima menjadi anggota ke-7 ASEAN dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri (AMM) ke-28 pada tanggal 29 – 30 Juli 1995 di Bandar Seri Begawan. Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. kawasan ini pernah dijuluki “Balkan-nya Asia”. 2. 4. Organisasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Singapura dan Thailand menandatangani Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok. Selanjutnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Persaingan antar negara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan antara lain terlihat pada Perang Viet Nam. negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk suatu kerjasama yang dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta mendorong pembangunan di kawasan. South East Asia Treaty Organization (SEATO) dan Asia and Pacific Council (ASPAC). lima Wakil Negara/ Pemerintahan Asia Tenggara yaitu Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri Indonesia. Philippina. Indonesia (MAPHILINDO). Malaysia. dalam Sidang Khusus Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta. yang antara lain mencakup kesadaran perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerjasama yang bermanfaat diantara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya. Harapan tersebut dituangkan dalam Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997. Sebelum terbentuknya ASEAN tahun 1967. Singapura dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration. Laos dan Myanmar diterima sebagai anggota penuh ASEAN melalui suatu upacara resmi pada tanggal 23 Juli 1997 dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-30 di Subang Jaya. 5 .

dalam KTT ke-13 ASEAN tanggal 20 November 2007 di Singapura negara-negara anggota ASEAN telah menandatangani Piagam ASEAN. Setiap negara mengirimkan satu wakilnya pada EPG dan sebagai wakil Indonesia pada EPG adalah Ali Alatas. yang dikenal sebagai Alatas’ paper sebagai basis pembahasan EPG. Filipina. ekonomi. Selanjutnya. prinsip. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. Pada usia ke-40 tahun para Kepala Negara/Pemerintah pada KTT-13 ASEAN di Singapura tanggal 2007 telah menandatangani Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang merubah ASEAN dari suatu asosiasi longgar menjadi rule-based organisation dan mempunyai legal personality. peraturan dan tujuan ASEAN seperti yang telah tercantum dalam berbagai perjanjian. Seiring dengan upaya perwujudan Komunitas ASEAN. Laos. yang merupakan program aksi untuk memperkuat kerjasamanya. Piagam ASEAN terdiri dari Preamble. Proses penyusunan Piagam ASEAN diawali pada tahun 2006 dengan disepakatinya Kuala Lumpur Declaration on the Establishment of ASEAN Charter pada KTT ASEAN ke-11. Setelah melewati proses perundingan yang panjang. 6 . deklarasi. Dalam kaitan ini. melalui Cebu Declaration on the Blueprint of the ASEAN Charter para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN kemudian menginstruksikan para Menlu untuk membentuk High Level Task Force on the drafting of the ASEAN Charter (HLTF). Pencapaian Komunitas ASEAN semakin kuat dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. Berdasarkan deklarasi tersebut. para Pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015. telah ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam rangkaian perundingan HLTF ini. tahun 2004. Perkembangan Sejak tahun 1967. yang akan menindaklanjuti hasil rekomendasi EPG menjadi suatu draft Piagam ASEAN. Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Deplu pada saat itu. traktat dan dokumen-dokumen dasar ASEAN lainnya. konvensi. mantan Menlu RI yang pada EPG menyampaikan proposal rekomendasi. 13 Januari 2007. proses penyusunan Piagam ASEAN mulai digulirkan melalui pembentukan Eminent Persons Group (EPG) on the ASEAN Charter yang menyusun rekomendasi bagi penyusunan Piagam tersebut. Filipina. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan. 2. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini. Dalam rangka mencapai komunitas ASEAN 2015. Dian Triansyah Djani. pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu. ASEAN juga menyusun blueprint (Cetak Biru) dari ketiga pilar komunitas politik keamanan. proses penyusunan Piagam ASEAN dimulai sejak tahun 2006 melalui pembentukan Eminent Persons Group dan kemudian dilanjutkan oleh High Level Task Force untuk melakukan negosiasi terhadap draft Piagam ASEAN pada tahun 2007. konsep Komunitas ASEAN mengalami kemajuan dengan disetujuinya tiga Rencana Aksi (Plan of Action/PoA) untuk masingmasing pilar yang merupakan program jangka panjang untuk merealisasikan konsep Komunitas ASEAN. ASEAN menyepakati untuk menyusun semacam konstitusi yang akan menjadi landasan dalam penguatan kerjasamanya.Pada saat berlangsungnya KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. dan sosial budaya. KTT ke-10 ASEAN juga mengintegrasikan ketiga Rencana Aksi Komunitas ASEAN ke dalam Vientiane Action Programme (VAP) sebagai landasan program jangka pendek–menengah untuk periode 20042010. Kelompok para tokoh terkemuka ini dimandatkan untuk menyampaikan rekomendasi mengenai elemenelemen yang kiranya perlu dimuat dalam Piagam kepada para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan Sejak tahun 1967. ASEAN memulai penyusunan Piagam ASEAN yang telah dimandatkan dalam Vientiane Action Programme (VAP). 13 Bab dan 55 Pasal beserta lampiran-lampirannya yang menegaskan kembali keberlakuan semua nilai.

Setelah melalui proses internal di masing-masing negara anggota. para Menlu ASEAN telah sepakat untuk membentuk High Level Panel (HLP) on the ASEAN Human Rights Body yang akan menyusun kerangka acuan (terms of reference/TOR) pembentukan Badan HAM ASEAN. akademisi. Untuk itu. Tugas utama Wakil Tetap untuk ASEAN tersebut adalah menggantikan tugas-tugas ASEAN Standing Committee serta membantu pelaksanaan tugas ASEAN Coordinating Council (ACC) dan memfasilitasi koordinasi diantara Ministerial Community Councils dan Sectoral Ministerial Bodies. pada pertemuan AMM ke-41 di Singapura. dan draft final pada pertemuan Menlu ASEAN tahun 2009. serta penyusunan ToR pembentukan badan HAM ASEAN. NGO. Indonesia merupakan negara ke-9 yang menyampaikan instrumen ratifikasinya. Piagam ASEAN telah diratifikasi dan disampaikan instrumen ratifikasinya kepada Sekjen ASEAN sehingga tiga puluh hari sejak penyerahan kesepuluh instrumen ratifikasi. mekanisme penyelesaian sengketa khususnya terkait dengan mekanisme arbitrase serta penyusunan instrumen hukum lainnya yang diperlukan Piagam ASEAN. Bali tahun 2006. negara-negara anggota ASEAN akan menunjuk atau mengangkat Wakil Tetap (Watap) pada tingkat Duta Besar di Jakarta. Dengan disepakatinya Term of Reference on the Committee of Permanent Representatives to ASEAN. Piagam ASEAN mulai berlaku. dan pertemuan HLTF ke7 di Jimbaran. Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk kedua pertemuan tersebut yaitu pertemuan EPG ke-3 di Ubud. yang membahas gagasan pembentukan Badan HAM ASEAN. Bali tahun 2007.Untuk berlakunya Piagam tersebut. Desember 2008. terdapat lima prioritas kegiatan untuk mempersiapkan perubahan ASEAN yaitu penyusunan Term of Reference (ToR) pembentukan Permanent Representatives to ASEAN. Dalam kaitan ini. Beberapa elemen penting yang telah dibahas dalam pertemuan ini antara lain mengenai kebutuhan HLP melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan serta batas waktu penyerahan draft pertama ToR kepada Menlu ASEAN sebelum KTT ASEAN ke-14 di Bangkok. kesepuluh negara ASEAN perlu untuk meratifikasi dan menyampaikan notifikasi kepada Sekretariat ASEAN. Piagam ASEAN mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2008. penyusunan Rules and Procedures ASEAN Coordinating Council dan ASEAN Community Councils. Para menlu ASEAN juga memutuskan untuk membentuk High Level Legal Experts’ Group on the follow up to the ASEAN Charter (HLEG) yang akan menyusun instrumen terkait legal personality ASEAN. Pada pertemuan EPG tersebut telah dilangsungkan konsultasi dengan Civil Society. penyusunan supplementary protocols mengenai dispute settlement mechanism. 7 . Sesuai dengan Piagam ASEAN. penyusunan perjanjian baru menggantikan perjanjian pendirian Sekretariat ASEAN tahun 1976. dan perwakilan dari AIPA. Para Menteri Luar Negeri menyepakati bahwa Komite ini mulai dibentuk pada tanggal 1 Januari 2009 sehingga dapat secara efektif berfungsi setelah berlakunya Piagam ASEAN. Sedangkan pertemuan HLTF di Jimbaran tersebut telah dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi dengan Komnas HAM dari empat negara ASEAN. Dalam rangkaian pembahasan di EPG maupun di HLTF. 21 Juli 2008.

dan Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka. sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh. yang di dalamnya terdapat arus lalu lintas barang. Memperkuat demokrasi. 15. proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN. 11. dan paksaan. ekonomi. 5. jasa-jasa dan investasi yang bebas. Menghormati kemerdekaan. 5. Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik. 3. keamanan dan kemakmuran di kawasan. Sementara itu. 2. meningkatkan tata kepemerintahan yang baik dan aturan hukum. 9. dan identitas nasional seluruh Negara-Negara Anggota ASEAN. dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi. 6. integritas wilayah. serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. demokratis. subversi. sumber daya alam yang berkelanjutan. Memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat ASEAN. Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan. 8. 10. dan stabilitas serta lebih memperkuat nilainilai yang berorientasi pada perdamaian di kawasan. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia. Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian. 6. Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik. 7. Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan. kedaulatan. sangat kompetitif. dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya. dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental. dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN. Berpegang teguh pada aturan hukum. 4. dan arus modal yang lebih bebas. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan-tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional. transparan. 2. negara-negara anggota ASEAN memegang teguh prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: 1. dan inklusif. 8 . Tidak campur tangan urusan dalam negeri Negara-Negara Anggota ASEAN. Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil. pekerja berbakat dan buruh. kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas-batas. Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai. 13. segala bentuk ancaman. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. tata kepemerintahan yang baik. dalam mencapai tujuan tersebut di atas. 4. dan sosial budaya yang lebih luas. dan memperoleh manfaat dari. Tujuan dan Prinsip ASEAN Dengan berlakunya Piagam ASEAN. pekerja profesional. dan keadilan. Ditingkatkannya konsultasi mengenai hal-hal yang secara serius mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN. untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN. makmur. Menanggapi secara efektif. terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha. prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional. Memelihara dan meningkatkan perdamaian. 12. kesetaraan. 8. Penghormatan terhadap hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal. Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam. pelestarian warisan budaya. 7. dan harmonis. kesejahteraan sosial. keamanan. keamanan. Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil. 14. tujuan ASEAN tertuang dalam Piagam adalah: 1. 3.BAB II PIAGAM ASEAN A.

pada tingkat Duta Besar dan berkedudukan di Jakarta. yang akan melakukan pertemuan minimal 2 kali setahun. Singapura. Komite Wakil Tetap untuk ASEAN yang terdiri dari Wakil Tetap negara ASEAN. 5. 13. Laos. Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting). ekonomi. Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN. hal dimaksud dirujuk ke KTT untuk diputuskan sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 Piagam ASEAN. pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. 2. sosial dan budaya. dengan tetap berperan aktif. Berpegang teguh pada aturan-aturan perdagangan multilateral dan rezim-rezim yang didasarkan pada aturan ASEAN untuk melaksanakan komitmen-komitmen ekonomi secara efektif dan mengurangi secara progresif ke arah penghapusan semua jenis hambatan menuju integrasi ekonomi kawasan. pengakuan oleh seluruh negara anggota ASEAN. yaitu Brunei Darussalam. Struktur Organisasi ASEAN Struktur organisasi ASEAN yang selama ini berdasarkan Deklarasi Bangkok mengalami perubahan paska penandatanganan Piagam ASEAN. termasuk penggunaan wilayahnya. 9 . dan 14. yang dilakukan oleh Negara Anggota ASEAN atau Negara non-ASEAN atau subjek non-negara mana pun. Indonesia. Hingga saat ini keanggotaan ASEAN terdiri dari sepuluh negara. Myanmar. Struktur sesuai Deklarasi Bangkok selama ini terdiri dari : Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). guna melaksanakan ketentuan dalam Piagam ASEAN secara efektif dan mematuhi kewajiban-kewajiban keanggotaan. Menjunjung tinggi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. berpandangan ke luar. Struktur organisasi ASEAN yang baru sesuai dengan Piagam ASEAN terdiri dari: 1. integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi Negara-Negara Anggota ASEAN. 8. termasuk pembuatan legislasi dalam negeri yang sesuai. Badan-badan Sektoral tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies). Thailand dan Viet Nam. Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council). dan pemajuan keadilan sosial. ASEAN Human Rights body yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN. B. 10. bahasa.9. inklusif dan non-diskriminatif. Dalam kaitan ini. Sidang Panitia Tetap ASEAN (ASEAN Standing Committee/ASC). yang mengancam kedaulatan. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) sebagai pengambil keputusan utama. Di samping itu. Menghormati kebebasan fundamental. kesepakatan untuk terikat dan tunduk kepada Piagam ASEAN dan kesanggupan serta keinginan untuk melaksanakan kewajiban keanggotaan. 12. negara-negara anggota ASEAN wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan. dengan menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman. penerimaan anggota baru wajib diputuskan secara consensus oleh KTT ASEAN berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi ASEAN. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council). Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan apa pun. C. 4. yang disetujui oleh Negara-Negara Anggota ASEAN. Negara-negara anggota ASEAN memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagaimana diatur dalam Piagam ASEAN. Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM). Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN. Dalam hal terjadi suatu pelanggaran serius atau ketidakpatuhan negara anggota ASEAN terhadap Piagam. 11. Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils). 3. dan agama yang dianut oleh rakyat ASEAN. Keanggotaan ASEAN Prosedur pengajuan dan penerimaan keanggotaan ASEAN wajib diatur oleh Dewan Koordinasi ASEAN dengan kriteria letaknya secara geografis diakui berada di kawasan Asia Tenggara. dalam ekonomi yang digerakkan oleh pasar. Filipina. Sentralitas ASEAN dalam hubungan eksternal di bidang politik.Kamboja. 6. Malaysia. Menghormati perbedaan budaya. 7. dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council). Negara Pemohon wajib diterima ASEAN pada saat penandatanganan aksesi Piagam ASEAN. termasuk hukum humaniter internasional.

Protokol tersebut menaikkan status Sekretariat Jenderal sebagai pejabat setingkat menteri dan memberikan mandat tambahan untuk memprakarsai. Berikut gambaran mengenai kenaikan jumlah staf profesional tersebut: Staff Secretary General Deputy Secretary General Director Assistant Director Senior Officer Technical Officer Technical Assistant Support Staff Total Total – Professional Only Saat ini 1 4 4 23 28 76 19 75 230 155 2009 0 0 4 4 12 14 4 4 42 38 Tambahan 2010 0 0 0 0 12 12 0 0 24 24 2011 0 0 0 0 3 7 0 0 10 10 Total 1 4 8 27 55 109 23 79 306 227 Berikut adalah nama-nama Sekretaris Jenderal ASEAN hingga saat ini: 1. Semula bertempat di Departemen luar Negeri Republik Indonesia hingga diselesaikannya pembangunan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. Kebutuhan staf sekretariat ASEAN untuk periode 2009-2018 diperkirakan berjumlah 470 orang terdiri dari 360 staf sekretariat dan 110 staf project. Sekretaris Jenderal ASEAN ditunjuk untuk jangka waktu 5 tahun dan bertangggung jawab kepada KTT ASEAN. Sekretariat ASEAN menambah jumlah pos jabatan Wakil Sekretariat Jenderal ASEAN yang semula 2 (dua) menjadi 4 (empat) orang Wakil untuk membantu kerja Sekretaris Jenderal. Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN. para Menteri Luar Negeri ASEAN mengamandemen Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat melalui sebuah protokol di Manila. dan berkedudukan di Jakarta. dan membantu ASC. tahun 1976. 10 . Selanjutnya untuk memperkuat Sekretariat ASEAN. Sekretariat ini berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN serta melakukan kajian-kajian yang dibutuhkan. melakukan koordinasi. Sekretariat ASEAN lebih difungsikan sebagai tempat dilaksanakannya sidang-sidang ASEAN sehingga lingkup tugas Sekretariat ASEAN akan semakin luas. para Menteri Luar Negeri ASEAN menandatangani Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat. 7 Juni 1976 – 18 Februari 1978. Selain itu diperkirakan terdapat sedikitnya 50-70 orang staf dari negara-negara anggota ASEAN yang akan bertugas untuk membantu sekretariat dalam melayani Ministerial Community Councils. Sekretariat ASEAN berfungsi sejak tanggal 7 Juni 1976. Sejak ditandatanganinya ASEAN Charter pada tahun 2007. Viet Nam diperkirakan akan terdapat peningkatan sebanyak 33% staf profesional sampai dengan tahun 2011. di tahun-tahun selanjutnya jumlah staf Sekretariat ASEAN juga ditambah secara signifikan.9. peningkatan program kerjasama telah mendorong didirikannya sebuah sekretariat bersama. AMM. dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ASEAN. 10. Sekretariat ASEAN berfungsi sebagai badan administratif yang membantu koordinasi kegiatan ASEAN dan menyediakan jalur komunikasi antara negara-negara anggota ASEAN dengan berbagai badan dan komite dalam ASEAN. serta antara ASEAN dengan negara-negara (Mitra Wicara ASEAN) maupun organisasi lainnya. Pada KTT ke-1 ASEAN di Bali. Untuk itu. tahun 1992. 2. termasuk pembentukan identitas ASEAN. memberikan nasihat. 19 Februari 1978-30 Juni 1978. dikepalai oleh seorang Sekretaris Jenderal. Sekretariat ASEAN Dalam dasawarsa pertama sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967. Coordinating Council dan Committee of Permanent Representatives. Sesuai dengan hasil Special ASEAN Directors-General Meeting on the Restructuring of the ASEAN Secretariat pada tanggal 18-19 September 2008 di Halong Bay. dan dilakukan melalui perekrutan terbuka. tahun 1981. Umarjadi Notowijono (Indonesia). Entities associated with ASEAN D. Hartono Rekso Dharsono (Indonesia). Selain itu. Pada awalnya.

7. namun Sekretariat ASEAN sering menghadapi permasalahan dilematis berkaitan dengan defisit anggaran yang selalu terjadi setiap akhir tahun anggaran. sampai dengan tahun 2011. Sekretariat ASEAN menyediakan jaringan informasi ASEAN atau ASEANWEB yang dapat diakses melalui internet dengan alamat http://www. Hal tersebut tidak sepenuhnya merupakan kelemahan perencanaan kegiatan oleh Sekretariat ASEAN.3. 17 Juli 1989-1 Januari 1993.5-2 juta per negara anggota. Pada Juli 1984 ditandatangani Agreement for the Establishment of a Fund for ASEAN oleh 6 negara. selanjutnya penyusunan anggaran keuangan Sekretariat ASEAN akan didasarkan pada a new paradigm yang memproyeksikan kebutuhan keuangan jangka panjang sehingga tidak akan ada lagi defisit anggaran (budget shortfall). Reyes (Filipina). Sesuai dengan hasil Special ASEAN DGs Meeting di Halong Bay Viet Nam. Narciso G. ASEANWEB dimaksudkan untuk menyediakan informasi mengenai berbagai hal yang menyangkut ASEAN bagi masyarakat yang membutuhkannya. ASEAN Fund dibentuk pada 17 Desember 1969 oleh 5 (lima) negara pendiri ASEAN sebagai salah satu bentuk kerjasama ekonomi untuk mendukung pelaksanaan tujuan pembentukan ASEAN. 10. Roderick Yong (Brunei Darussalam). 9. Paska penandatanganan ASEAN Charter. 4. 18 Juli 1982-15 Juli 1984. 1 Januari 2003 – 31 Desember 2007. Rusli Noor (Indonesia). setelah Brunei Darussalam bergabung pada 1984. (Singapura). Severino (Filipina). melalui kontribusi tahunan yang setara yang dibayarkan secara tepat waktu. 16 Juli 1986-16 Juli 1989. 1 Januari 1993-31 Desember 1997. Sidang telah terselenggara sebanyak 30 kali pertemuan (terakhir pada 23-25 April 2007).aseansec. Rodolfo C. 6. ASEAN Budget Committe akan berada di bawah Committee of Permanent Representatives to ASEAN (CPR) dan menjadi Finance sub-committee of the CPR. total anggaran Sekretariat ASEAN mencapai USD 17. E. Melalui ASEAN Fund yang bertujuan membiayai 11 .1 Januari 1998-31 Desember 2002. 11. Surin Pitsuwan (Thailand). baik di dalam maupun di luar lingkungan ASEAN. Datuk Ajit Singh (Malaysia). 12. terdapat ASEAN Budget Committee yang menangani keuangan ASEAN.org. Sidang diketuai secara bergiliran oleh wakil dari masing-masing negara anggota ASEAN. 10 Juli 1978-30 Juni 1980. 8. Sidang ASEAN Budget Committee merupakan agenda tahunan ASEAN untuk membahas anggaran operasional Sekretariat ASEAN yang meliputi penyesuaian kenaikan anggaran dengan kenaikan barang dan jasa. Selain itu. Ong Keng Yong. Datuk Ali Bin Abdullah (Malaysia). Sekretaris Jenderal ASEAN wajib menyiapkan anggaran operasional tahunan Sekretariat ASEAN untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap dan Sekretariat ASEAN bekerja sesuai dengan aturan-aturan dan prosedur-prosedur keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap. DR. Penggunaannya dibedakan antara penggunaan untuk operasional Sekretariat ASEAN dan untuk tujuan sektoralnya. Sebelum penandatanganan ASEAN Charter. Annual budget Sekretariat ASEAN di masa mendatang diperkirakan sebesar US$ 15-20 juta atau US$1. Paska penandatanganan ASEAN Charter. 1 Juli 1980-1 Juli 1982. Kewajiban setiap anggota adalah membayar kontribusi ASEAN Fund yang ditetapkan sebesar US$ 1 juta. akan dilakukan tinjauan kembali terhadap penggunaan 5 (five) ASEAN Trust Fund dan dana dari Mitra Wicara untuk projects dan initiative. Dalam rangka menyongsong era globalisasi khususnya di bidang informasi. 1 Januari 2008 – sampai saat ini. Phan Wannamethee (Thailand). Chan Kai Yau (Singapura). Meskipun anggaran rutin tahunan ASEAN selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Untuk itu. Pasal 30 ASEAN Charter mengenai equal contributions among members status berpotensi menimbulkan kenaikan kontribusi negara anggota. tetapi dipengaruhi juga oleh banyaknya pertemuanpertemuan ASEAN yang tidak terprogram sebelumnya.91 juta. 16 Juli 1984-15 Juli 1986. 5. disamping jumlah kegiatan ASEAN yang semakin meningkat dan diikuti oleh meningkatnya biaya perjalanan dan penyelenggaraan pertemuan. juga untuk lebih memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat luas. dan dihadiri oleh seluruh delegasi negara-negara anggota ASEAN serta Sekretariat ASEAN. Keuangan ASEAN Negara-negara Anggota ASEAN wajib menyediakan sumber-sumber keuangan yang diperlukan oleh Sekretariat ASEAN untuk melaksanakan fungsi-fungsinya secara efektif.

Sedangkan ASEAN Cultural Fund dibentuk tahun 1978 untuk mendukung kegiatan ASEAN dalam pelestarian warisan budaya dari anggota-anggota ASEAN. 29 November 2004. 12 . Mitra Wicara. yang telah disetujui oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada pertemuan informal AMM di New York. ASEAN Cultural Fund berasal dari kontribusi negara-negara ASEAN. badan internasional maupun organisasi lainnya yang penggunaannya dibedakan antara Capital Fund dan untuk operasional Sekretariat ASEAN.berbagai proyek dari hasil bunga kontribusi negara anggota ASEAN yang terkumpul sebagai dana abadi (endowment fund). 28 September 2004 dan para pemimpin ASEAN dalam KTT Ke+10 ASEAN di Vientianne. maka disepakati untuk merubah ASEAN Fund menjadi ASEAN Development Fund (ADF).

November 2004.BAB III KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. Indonesia. berdasarkan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). serta menumbuhkan saling percaya diantara negara anggotanya dan para Mitra Wicara ASEAN. ekonomi. Dalam Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Komunitas Politik Keamanan ASEAN juga mengacu kepada berbagai instrumen politik ASEAN yang telah ada seperti Zone of Peace. ekonomi. Komunitas Politik Keamanan ASEAN Komunitas Politik Keamanan ASEAN (ASEAN Political Security Community/APSC) ditujukan untuk mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Komunitas Politik Keamanan ASEAN bersifat terbuka. PostConflict Peace Building. 13 . Beberapa perkembangan mengenai implementasi Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN adalah sebagai berikut: a. Mekanisme koordinasi antar badan-badan sektoral ASEAN yang menangani Komunitas Politik Keamanan ASEAN dilakukan melalui ASEAN Security Community Coordinating Conference (ASCCO). ASEAN telah menumbuhkan tujuan dan arah kerjasama. Penggunaan istilah ASEAN Security Community (ASC) sebagaimana dicantumkan di dalam VAP kemudian diubah menjadi ASEAN Political Security Community (APSC) sebagaimana dipakai dalam Piagam ASEAN. menggunakan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). telah ditetapkan rencana kegiatan untuk mewujudkan Komunitas Politik Keamanan ASEAN yang terdiri atas 6 komponen: Political Development. Rencana Aksi tersebut telah diintegrasikan ke dalam Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Programme/VAP) yang ditandatangani para Kepala Negara ASEAN dalam KTT ke-10 ASEAN. KERJASAMA POLITIK-KEAMANAN Selama 40 tahun pendiriannya. Lao PDR. Conflict Prevention. memelopori penyusunan Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. dan Implementing Mechanism. telah diselenggarakan sebanyak tiga kali dan terus mengkoordinasikan langkah bersama untuk mencapai Komunitas Politik Keamanan ASEAN 2015. selaku pemrakarsa Komunitas Politik Keamanan ASEAN. termasuk dengan masyarakat internasional. Hal ini terlihat semakin jelas dengan disepakatinya Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997 dan Deklarasi Bali Concord II di Bali tahun 2003 mengenai upaya perwujudan Komunitas ASEAN dengan ketiga pilarnya (politik-keamanan. Komunitas bersifat terbuka. ASEAN Political-Security Community (APSC) Blueprint Komunitas Politik Keamanan ASEAN dibentuk dengan tujuan mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. VAP merupakan acuan pencapaian Komunitas ASEAN untuk kurun waktu 2004-2010. khususnya dalam mempercepat integrasi kawasan. ASEAN telah berhasil mengembangkan dan mempertahankan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Shaping and Sharing of Norms. ARF mewadahi dialog dan pertukaran informasi mengenai masalah-masalah keamanan di Asia Pasifik. dan budaya diantara negara-negara anggotanya. ASEAN juga telah berkontribusi kepada keamanan dan kestabilan kawasan secara lebih luas di Asia Pasifik melalui Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) sejak 1994. Sampai dengan tahun 2008. Sesuai Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Freedom and Neutrality (ZOPFAN). termasuk dengan masyarakat internasional. Pemakaian istilah baru ini didasari pengertian bahwa kerjasama ASEAN di bidang ini tidak terbatas pada aspek-aspek politik semata namun juga pada aspek-aspek keamanan. Walaupun terdapat keberagaman kondisi politik. dan Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) selain menaati Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional terkait lainnya. dan sosial budaya). Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). yang disahkan pada KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Conflict Resolution.

Desember 2008. Para pejabat tinggi ASEAN di bidang hukum dalam pertemuan ASEAN Senior Law Officials Meeting (ASLOM) Ke-11 di Siem Reap. dan (C) a Dynamic and Outward Looking Region in a Globalized World. ACCT bersifat komprehensif (meliputi aspek pencegahan. berdasarkan aturan yang profesional (rule-based organization). serta memiliki struktur organisasi yang efektif dan efisien. Namun demikian. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT) MLAT telah ditandatangani oleh semua negara anggota ASEAN di Kuala Lumpur. melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan.Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ASEAN Political Security Community (APSC). c. Malaysia. 3. Indonesia telah meratifikasi MLAT melalui UU No. Piagam ASEAN (ASEAN Charter) Penyusunan Piagam ASEAN bertujuan untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang memiliki legal personality. Traktat ini melandasi kerjasama ASEAN di bidang hukum pidana. Indonesia sebagai Lead Sheppherd di bidang pemberantasan terorisme telah memelopori proses perumusan ACCT. Peaceful. Piagam ASEAN dapat berlaku efektif mulai saat pelaksanaan KTT ASEAN ke-14 yang diselenggarakan di Chiang Mai. berbagai usulan Indonesia telah dapat diterima seperti antara lain: 1. beberapa kepentingan Indonesia sudah tercermin dalam draft Blueprint. sehingga di masa mendatang dimungkinkan adanya mekanisme ADMM Plus. (B) a Cohesive. and Resilient Region which Shared Responsibility for Comprehensive Security. Piagam ASEAN akan mulai berlaku efektif dengan diratifikasinya Piagam tersebut oleh kesepuluh negara anggota. Penyusunan instrumen ASEAN tentang Hak Pekerja Migran. 7. Januari 2007. November 2007. Gagasan tentang pembentukan ASEAN Maritime Forum. ASEAN SOM Working Group (SOM WG) membahas mengenai draft ASEAN Political Security Community (APSC) Blueprint. 2. Piagam ini telah ditandatangani oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-13 di Singapura. penindakan. Konvensi ini memberikan dasar hukum yang kuat guna peningkatan kerjasama ASEAN di bidang pemberantasan terorisme. Januari 2006. d. Selain memiliki karakter regional. transparan dan melibatkan Mitra Wicara ASEAN. 4. terbuka. 29-30 Januari 14 . Indonesia telah menjadi negara kesembilan yang meratifikasi Piagam ASEAN dan Thailand menjadi negara kesepuluh pada bulan November 2008. Thailand. Dengan demikian. Filipina. dan program rehabilitasi) sehingga memiliki nilai tambah bila dibandingkan dengan konvensi sejenis. Kamboja. meskipun beberapa diantaranya masih harus memerlukan negosiasi lebih lanjut seperti antara lain prinsip demokrasi dan korupsi. ADMM bersifat outward looking. Dalam kaitan ini. 6. sejauh ini. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT) ACCT ditandatangani pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. Rencana Pembentukan Traktat Ekstradisi ASEAN Rencana pembentukan traktat ekstradisi ASEAN merupakan amanat Bali Concord 1976 dan Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. 5. Gagasan pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation. Memasukkan elemen memerangi korupsi dan pemajuan prinsip demokrasi. Pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak. ASEAN telah menyusun draft ASEAN Political Security Community Blueprint untuk dapat disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand. telah sepakat membagi menjadi 3 karakteristik yaitu: A) a Rules-based Community of Shared Values and Norms. ADMM telah mengadakan pertemuan pertamanya pada bulan Mei 2006 di Kuala Lumpur. f. e. pada bulan Desember 2008. Mendorong voluntary electoral observations. ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Pembentukan ADMM merupakan inisiatif Indonesia dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan.15 Tahun 2008. Kerjasama penanganan illegal fishing. b.

Kawasan Damai. pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. c. equality. Renunciation of the threat. Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty Of Amity And Cooperation/TAC) Salah satu instrumen penting dalam upaya mewujudkan ZOPFAN dan menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara adalah TAC. ZOPFAN tidak hanya merupakan kerangka perdamaian dan kerjasama di Asia Tenggara melainkan juga mencakup kawasan Asia Pasifik yang lebih luas temasuk major powers dalam bentuk serangkaian tindak pengekangan diri secara sukarela (voluntary self-restraints). l. Bebas Dan Netral (Zone of Peace. ZOPFAN tidak mengesampingkan peranan major powers. Pada KTT ke-1 ASEAN tahun 1976. sebagai berikut: a. Mutual respect for the independence. ASEAN-China Working Group on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea menyepakati enam proyek kerjasama dalam rangka confidence building measures guna mendukung implementasi DOC. storage. or use of force in the conduct of international relations. and n. Dalam kaitan ini. e. DOC akan diimplementasikan melalui suatu code of conduct in the South China Sea. 2003. i. 25 Juli 1998 menjadi titik awal perluasan TAC ke luar ASEAN. passage or testing of nuclear weapons and their components within the zone. f. Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan ASEAN telah berhasil mengelola potensi konflik di Laut China Selatan menjadi potensi kerjasama yang melibatkan beberapa negara ASEAN dan China. The absence of foreign military bases in the territories of zonal states. m. b. Protokol ke-2 Amandemen TAC yang ditandatangani para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Papua New Guinea di Manila. Refraining from the use of armed forces for any purposes in the conduct of international relations except for individual or collective self-defence in accordance with the Charter of the United Nations. sovereignty. j. ZOPFAN secara resmi diangkat oleh negara-negara anggota sebagai kerangka bagi kerja sama politik ASEAN. Jepang dan Pakistan 15 .2007. k. the Bangkok Declaration of 1967 and the Kuala Lumpur Declaration of 1971. Pedoman pelaksanaan ZOPFAN dirumuskan lebih lanjut pada April 1972. Refraining from inviting or giving consent to intervention by external powers in domestic or regional affairs of zonal states. g. territorial integrity and national identity of all nations within and without the region. Freedom And Neutrality Declaration/ZOPFAN) Deklarasi ZOPFAN yang ditandatangani di Kuala Lumpur tahun 1971 merupakan upaya ASEAN untuk menciptakan kawasan yang damai. Pada dasarnya prinsip-prinsip yang terkandung di dalam TAC juga tercermin di dalam Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) antara lain prinsip ‘noninterference’ dan penggunaan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik yang timbul diantara negaranegara penandatangan TAC. The right of every state to lead its national existence free from external interference. Effective regional cooperation among the zonal states. ASEAN dan China telah berhasil menyepakati Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) yang ditujukan untuk menyelesaikan persengketaan secara damai. Upaya ASEAN untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional mengalami kemajuan pesat pada bulan Oktober 2003 dengan aksesi China dan India pada TAC. d. Abstention from involvement in any conflict of powers outside the zone from entering into any agreement which would be inconsistent with the objectives of the zone. bebas. dan netral dari segala bentuk campur tangan pihak luar di Asia Tenggara. Non-interference in the internal affairs of zonal states. Observance of the Charter of the United Nations. Prohibition of the use. Dengan demikian. Settlement of differences or disputes by peaceful means in accordance with the Charter of the United Nations. menyepakati untuk membentuk kelompok kerja untuk memulai proses perumusan traktat ekstradisi ASEAN. The right to trade freely with any country or international agency irrespective of differences in sociopolitical systems. g. tetapi justru memungkinkan keterlibatan mereka secara konstruktif dalam penanganan masalah-masalah keamanan kawasan. The right to receive aid freely for the purpose of strengthening national resilience except when the aid is subject to conditions inconsistent with the objectives of the zone. the Declaration on the Promotion of World Peace and Cooperation of the Bandung Declaration of 1955. subversion or coercion. h.

negara-negara ASEAN dan NWS masih mengupayakan finalisasi formulasi beberapa masalah yang diatur dalam Protokol dimaksud. negara-negara anggota ASEAN berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan finalisasi Protokol. Pada KTT ke-12 ASEAN. telah disahkan Plan of Action to Strengthen the Implementation of the Treaty of the Southeast Asian Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ – Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara–Traktat KBSN-AT) sesuai Artikel 20 Traktat KBSN-AT yang menetapkan bahwa reviewing the operation of operation of SEANFWZ Treaty dilakukan 10 tahun setelah berlakunya Traktat tersebut (enter into force). Setelah 10 tahun Traktat ini berlaku (enter into force). Komisi SEANWFZ di tahun 2007 melakukan major review terhadap SEANWFZ. Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone/SEANWFZ) South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) Treaty ditandatangani di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995 dan telah diratifikasi oleh seluruh negara ASEAN. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. menandakan dukungan yang signifikan terhadap TAC sebagai suatu tata tertib (code of conduct) dalam menjalankan hubungan antar negara di dalam dan luar kawasan ASEAN. Proses lebih lanjut menyangkut aksesi Uni Eropa ini masih berkembang. Sedangkan Rusia dan Korea Selatan mengaksesi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ASEAN-Rusia dan PTM ASEAN-Korsel. para Menlu ASEAN untuk pertama kalinya mengadakan Sidang Komisi SEANWFZ. termasuk konsultasi dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan badan-badan lain yang terkait. Aksesi Perancis ke dalam TAC merupakan pengakuan penting salah satu negara Uni Eropa (UE) terhadap eksistensi ASEAN dan pentingnya pengembangan kerjasama dengan ASEAN. Aksesi China. serta bagi usaha mewujudkan perdamaian dunia. (2) Accession by Nuclear Weapons States. Traktat SEANWFZ ini disertai protokol yang merupakan suatu legal instrument mengenai komitmen negara ASEAN dalam upayanya memperoleh jaminan dari negara yang memiliki senjata nuklir (Nuclear Weapon State/NWS) bahwa mereka akan menghormati Traktat SEANFWZ dan tidak akan menyerang negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Australia mengaksesi TAC pada bulan Desember 2005 di Kuala Lumpur sebelum penyelenggaraan KTT ke-11 ASEAN. khususnya bagi perkembangan kerjasama kedua kawasan. pada Nopember 2004 di Vientiane. Laos. Traktat ini mulai berlaku pada tanggal 27 Maret 1997. Perancis dan Timor Leste mengaksesi TAC. Upaya-upaya negara anggota ASEAN untuk memperjuangkan traktat SEANWFZ di tingkat internasional salah satunya adalah dengan diakuinya traktat tersebut melalui resolusi Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Januari 2008 dengan nomor A/Res/62/31 dengan perolehan suara 174 negara 16 . Selandia Baru dan Mongolia pada AMM ke-38 mengaksesi TAC pada bulan Juli 2005 di Vientiane. PoA tersebut menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Negara Pihak dalam jangka waktu 2007-2012 sebagai berikut: (1) Compliance with the Undertakings in the SEANWFZ Treaty. Hal ini merupakan langkah pertama yang penting ke arah diterapkannya Traktat tersebut. Pada pertemuan SEANWFZ Commission pada tanggal 29 Juli 2007. Uni Eropa juga telah menyatakan niatnya untuk mengaksesi TAC yang menandakan kemajuan ASEAN sebagai organisasi regional yang signifikan. Pembentukan SEANWFZ menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. telah dilaksanakan aksesi Korea Utara terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Pada Pertemuan AMM ke-32 bulan Juli 1999 di Singapura. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. (3) Cooperation with the IAEA.mengaksesi TAC tanggal 2 Juli 2004 saat AMM ke-37 di Jakarta. Dalam rangka implementasi tersebut. Penandatanganan Traktat SEANWFZ merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi ASEAN dalam upaya mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil. Komisi menunjuk Komite Eksekutif untuk menyiapkan konsep “rules of procedure” dan memulai langkah-langkah yang perlu untuk menjamin ketaatan terhadap Traktat. Rusia dan Perancis. Implementasi SEANWFZ perlu untuk segera dilaksanakan guna mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil serta upaya mewujudkan perdamaian dunia. Saat ini. (4) Institutional Arrangements. dan menjajagi langkah yang lebih konstruktif berupa kerjasama dengan IAEA. ASEAN terus mendorong negara-negara lain di luar kawasan untuk mengaksesi TAC. yang merupakan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. Israel. Dalam kaitan tersebut pertemuan ISG. Kegiatan-kegiatan antar-sesi yang dilakukan di antara pertemuan-pertemuan ARF. pencucian uang. dibagi atas Jalur Satu (Track I) yang dihadiri oleh wakil-wakil pemerintahan negara-negara ARF. Palau dan Micronesia. dua jenis kegiatan utama adalah Intersessional Support Group (ISG) dan beberapa Intersessional Meeting (ISM) yang lebih bersifat teknis. Beberapa perjanjian yang telah dihasilkan ASEAN terkait dengan pemberantasan kejahatan lintas negara yaitu: a. sebagai forum untuk saling tukar pandangan dan informasi bagi negara-negara Asia-Pasifik mengenai masalah-masalah politik dan keamanan. Konvensi ini telah diratifikasi oleh dua negara yaitu Thailand dan Singapura. sementara Indonesia dalam proses untuk meratifikasi Konvensi tersebut. Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (MLAT) ditandatangani tahun 2006. Sebagai tindak lanjut dari deklarasi di atas. Preventive Diplomacy (PD) dan Conflict Resolution (CR). baik regional maupun internasional.mendukung termasuk Rusia dan China sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB. Uni Eropa dan Jepang. ARF telah berhasil meningkatkan kenyamanan (comfortability) diantara para peserta dalam membicarakan isu keamanan. Kerjasama di Bidang Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara Kerjasama ASEAN dalam rangka memberantas kejahatan lintas negara (transnational crime) pertama kali diangkat pada pertemuan para Menteri Dalam Negeri ASEAN di Manila tahun 1997 yang mengeluarkan ASEAN Declaration on Transnational Crimes. d. Oleh karena itu. Agreement of Information Exchange and Establishment of Communication Procedures ditandatangani tahun 2002. Telah dilaksanakan dua Working Group untuk membahas ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terrorism guna pengimplementasian ACCT. Sebagai satu-satunya forum dialog keamanan di luar PBB. 17 . bajak laut. b. berubah nama menjadi ISG CBMs and PD. perdagangan obat terlarang. yang sebelumnya sulit dilakukan. yang dihadiri kekuatan besar dunia antara lain: Amerika Serikat. Perancis. China. kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional. Sebagai contoh. ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes yang mencakup kerjasama pemberantasan terorisme. ASEAN Declaration on Joint Action to Counter Terrorism ditandatangani tahun 2001 dalam penanganan terorisme. Kegiatan ISM saat ini berupa ISM on CounterTerrorism and Transnational Crime (ISM on CT-TC) dan ISM on Disaster Relief (ISM-DR). merupakan perjanjian di tingkat sub regional guna penanganan kejahatan lintas batas melalui pertukaran informasi. pembahasan dan tukar pandangan dalam ARF memiliki makna penting dan strategis. dan Jalur Dua (Track II) yang diadakan dan dihadiri oleh lembaga-lembaga penelitian (think tank) dari negara-negara ARF. 1 negara menolak yaitu Amerika Serikat dan 5 negara abstain yaitu Inggris. dan e. Saat ini. penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia. ARF melangkah ke tahap kedua sambil tetap melaksanakan tahap pertama. Proses kerjasama ARF terbagi atas 3 tahap yaitu tahap Confidence Building Measures (CBMs). Proses ARF lebih mencerminkan “ASEAN Way” yaitu menjalin hubungan untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan kebiasaan berdialog serta berkonsultasi dalam masalah-masalah keamanan. kerjasama ASEAN dalam memerangi kejahatan lintas negara dilaksanakan melalui pembentukan Pertemuan Para Menteri ASEAN terkait dengan Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime/AMMTC). Rusia. ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) ditandatangani tahun 2007 sebagai instrumen hukum dalam penanganan terorisme. c. Sasaran yang hendak dicapai melalui ARF adalah mendorong saling percaya (confidence building measures) melalui transparansi dan mencegah kemungkinan timbulnya ketegangan maupun konflik di kawasan Asia Pasifik. Dalam Jalur Satu. China telah bersedia untuk membicarakan masalah Laut China Selatan dalam ARF. Dengan diakuinya Traktat SEANWFZ oleh sidang Majelis Umum PBB tersebut telah menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. Akan tetapi hal tersebut tidak menutup terjadinya perdebatan dalam suasana informal untuk mendukung berlangsungnya pertukaran pandangan yang bersifat terbuka. di masa depan ARF perlu tetap mempertahankan prinsip “at a pace comfortable to all” dan konsensus. Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) ASEAN Regional Forum (ARF) diprakarsai oleh ASEAN pada tahun 1994.

Malaysia. Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain perkembangan Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Sesuai dengan mandat tersebut. Brunei Darussalam. Kerjasama di Bidang Imigrasi dan Kekonsuleran Kerjasama ASEAN di bidang imigrasi dan kekonsuleran dilaksanakan melalui pertemuan para Direktur Jenderal Imigrasi dan Kepala Divisi Konsuler ASEAN (The Meeting of the ASEAN DirectorsGeneral of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs/DGICM). telah dihasilkan Guidelines for Provision of Emergency Assistant by ASEAN Missions in Third Countries to National of ASEAN Member States (bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga) pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 telah dilakukan pembahasan-pembahasan untuk implementasi Guidelines tersebut. Persetujuan ini memberlakukan bebas visa kunjungan singkat bagi warga negara anggota ASEAN yang melakukan perjalanan di wilayah ASEAN selama 14 hari. AIPO berganti nama menjadi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). telah diselenggarakan Pertemuan ASLOM ke-12 dan ALAWMM ke-7 di Bandar Seri Begawan. terutama bagi warga negara anggota ASEAN di negara ketiga di mana tidak terdapat perwakilan negaranya. Dalam upaya pembentukan ASEAN Extradition Treaty telah dilaksanakan Working Group di Indonesia dan Singapura dan telah disepakati untuk melaksanakan pertemuan ketiga Working Group. dan Viet Nam. 1015 September 2006. Perjanjian dimaksud diharapkan dapat mendorong pencapaian Komunitas ASEAN melalui peningkatan perjalanan intra-ASEAN dan people-to-people contact. Kerjasama Kelembagaan Antar Parlemen Kerjasama antar parlemen di ASEAN diselenggarakan melalui mekanisme ASEAN InterParliamentary Assembly (AIPA) yang dipelopori oleh Indonesia. Laos. sementara Brunei Darussalam dan Myanmar masih sebagai Special Observers. Upaya realisasi Konvensi tersebut telah dimulai dengan penyelenggaraan Pertemuan Pertama Working Group on TIP tanggal 16 Juni 2008. dan Thailand. Pergantian nama ini dimaksudkan untuk mendorong proses transformasi AIPA dalam mendukung upaya perwujudan Komunitas ASEAN. Saat ini keanggotaannya telah pula mencakup parlemen-parlemen dari Kamboja. telah pula digagas pembentukan suatu ASEAN Convention on Trafficking in Persons (Konvensi ASEAN mengenai Perdagangan Manusia). Dalam pertemuan ALAWMM juga telah dibahas upaya pengembangan peran dan mandat ASLOM dan ALAWMM setelah berlakunya Piagam ASEAN. 18 . Filipina. beranggotakan parlemen-parlemen dari Indonesia. 25 Juli 2006.15 Tahun 2008. Para Menteri Luar Negeri ASEAN telah menandatangani Perjanjian Kerangka ASEAN mengenai Bebas Visa (ASEAN Framework Agreement on Visa Exemption) ditandatangani pada AMM ke-39 di Kuala Lumpur. Kerjasama di Bidang Hukum Kerjasama ASEAN di bidang hukum dilaksanakan melalui mekanisme pertemuan para Pejabat Tinggi ASEAN di bidang hukum (ASEAN Senior Law Officials’ Meeting /ASLOM) yang dilaksanakan setiap tahun dan pertemuan para Menteri Hukum ASEAN (ASEAN Law Ministerial Meeting/ALAWMM) yang dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun. Filipina. Berdasarkan usulan dari Parlemen Indonesia dalam Sidang Umum AIPO ke-27 di Cebu. di mana tidak terdapat perwakilan dari semua negara anggota ASEAN. Hal ini dilatarbelakangi oleh krisis di Lebanon pada saat operasi militer Israel di tahun 2006. Malaysia. Pada tahun 2008. Pembentukan traktat ekstradisi ASEAN telah diamanatkan dalam Declaration of ASEAN Concord tahun 1976 dan Rencana Kerja Komunitas Keamanan ASEAN. Pertemuan terakhir yaitu DGICM ke-12 telah dilaksanakan Kuala Lumpur. Singapura. Semula organisasi ini bernama ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO) didirikan pada tahun 1977. November 2008. dimana Indonesia telah meratifikasi Traktat tersebut melalui UU No.Selain itu. AMM ke-39 juga mengeluarkan pernyataan mengenai perlunya kerjasama ASEAN di bidang bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga.

namun AIPA memiliki status konsultatif dengan ASEAN. B. Juli 1993 menyepakati perlunya mempertimbangkan pendirian mekanisme HAM regional yang sesuai di ASEAN. Bali. Pendirian AFTA memberikan impikasi dalam bentuk pengurangan dan eliminasi tarif. Diharapkan. Asia Pasifik (termasuk ASEAN) merupakan satu-satunya kawasan yang belum memiliki mekanisme HAM regional. KERJASAMA EKONOMI Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967. Preferential Trading Arrangement (1977). AIPA melakukan dialog dengan anggota parlemen dari negara-negara Mitra Wicara ASEAN yang bertindak sebagai Observers seperti Australia. penghapusan hambatan-hambatan non-tarif. Kamboja. Hal ini merupakan tanggapan ASEAN terhadap Vienna Declaration and Programme of Action (1993) mengenai antara lain pendirian mekanisme HAM regional untuk mendukung promosi dan perlindungan HAM global. sesuai dengan mandat dari Para Menlu pada AMM ke-41 Juli 2008 Higk Level Panel dapat memberikan draft awal dari Badan HAM ASEAN pada bulan Desember 2008 kepada Menteri Luar Negeri dan menyampaikan draft akhir pada Juli 2009. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. Walaupun bukan merupakan badan resmi ASEAN. Mekanisme HAM. AIPA di tahun yang sama mengeluarkan Human Rights Declaration yang mencantumkan himbauan kepada kepada pemerintah negara-negara ASEAN untuk membentuk mekanisme HAM ASEAN. Upaya Pembentukan Mekanisme HAM ASEAN Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada AMM Ke-26 di Singapura. Dalam perkembangannya. dan perbaikan terhadap kebijakan-kebijakan fasilitasi perdagangan. Selandia Baru. telah dibentuk Working Group on ASEAN Human Rights Mechanism (WGAHRM) yang beranggotakan tokoh-tokoh Asia Tenggara baik dari sektor pemerintahan maupun civil society. High Level Panel tersebut sepanjang semester kedua 2008 secara berkala telah mengadakan pertemuan untuk melaksanakan mandat tersebut. Malaysia. ketika negara-negara di berbagai belahan dunia mulai melakukan upaya-upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi. negara-negara anggota ASEAN menyadari bahwa cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan saling membuka perekonomian mereka. dan Korea Selatan. Pada KTT ke-5 ASEAN di Singapura tahun 1992 telah ditandatangani Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation sekaligus menandai dicanangkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tanggal 1 Januari 1993 dengan Common Effective Preferential Tariff (CEPT) sebagai mekanisme utama. 19 . Rusia. Kanada. Uni Eropa. ASEAN Industrial Complementation scheme (1981). WGAHRM terdiri dari beberapa kelompok kerja nasional di Indonesia. Sebagai upaya awal merintis suatu mekanisme HAM di ASEAN.Meskipun AIPA bukan badan ASEAN karena ASEAN merupakan organisasi antar-pemerintah. AFTA tidak hanya difokuskan pada liberalisasi perdagangan barang. tetapi juga perdagangan jasa dan investasi. Berkaitan pula dengan HAM. telah dimandatkan oleh Para Menteri Luar Negeri pembentukan High Level Panel on an ASEAN Human Rights Body . guna menciptakan integrasi ekonomi kawasan. negara-negara anggota telah meletakkan kerjasama ekonomi sebagai salah satu agenda utama yang perlu dikembangkan. ASEAN Industrial Joint-Ventures scheme (1983). Pada dekade 80-an dan 90-an. Papua New Guinea. China. November 2008. dan Filipina. Setiap negara anggota mengirimkan satu wakil untuk membahas kerangka acuan (terms of reference/TOR) dari Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk. instrumen hukum (deklarasi atau konvensi) dan badan (komisi atau pengadilan HAM). dan skema saling melengkapi (complementation scheme) antar pemerintah negara-negara anggota maupun pihak swasta di kawasan ASEAN. WGAHRM telah bekerjasama dengan pemerintah beberapa negara anggota ASEAN dan menyelenggarakan beberapa workshop dan roundtable discussion untuk mempelajari kemungkinan pembentukan mekanisme HAM ASEAN dan memberikan rekomendasi ke pemerintah negara-negara ASEAN. dan Enhanced Preferential Trading arrangement (1987). yaitu. Jepang. Singapura. Indonesia telah menjadi tuan rumah pada Pertemuan Kelima High Level Panel tersebut di Nusa Dua. Thailand. usaha patungan (joint ventures). Pada awalnya kerjasama ekonomi difokuskan pada program-program pemberian preferensi perdagangan (preferential trade). seperti ASEAN Industrial Projects Plan (1976). Pada saat ini. telah pula dilakukan upaya awal perlindungan atas pekerja migran melalui penandatanganan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers pada KTT Ke-12 ASEAN. pada umumnya terdiri atas 2 (dua) komponen.

kesehatan. automotivr. produk-produk turunan dari kayu. jasa. produk-produk turunan dari karet. jasa. peningkatan kemampuan (capacity building) dan penguatan institusi. yang mencakup inisiatifinisiatif baru serta roadmap yang jelas untuk mencapai pembentukan ASEAN Economic Community tahun 2015. otomotif.KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 menyepakati pembentukan komunitas ASEAN yang salah satu pilarnya adalah Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC). para Menteri Ekonomi ASEAN telah menginstruksikan Sekretariat ASEAN untuk menyusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)”. Disamping itu. ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM) di Kuala Lumpur bulan Agustus 2006 menyetujui untuk membuat suatu cetak biru (blueprint) untuk menindaklanjuti pembentukan AEC dengan mengindentifikasi sifat-sifat dan elemen-elemen AEC pada tahun 2015 yang konsisten dengan Bali Concord II dan dengan target-target dan timelines yang jelas serta pre-agreed flexibility untuk mengakomodir kepentingan negaranegara anggota ASEAN. c. logistics services. e-ASEAN (ITC). diperlukan dukungan berupa kemauan politik. fisheries. ke-12 Priority sectors dimaksud adalah agro-based products. KTT ke-12 ASEAN di Cebu bulan Januari 2007 telah menyepakati ”Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. electronics. pada pertemuan ke-39 AEM juga disepakati mengenai Roadmap for ASEAN integration of the Logistics Services Sector sebagai priotitas ke-12 untuk integrasi ASEAN dan menandatangani “Protocol to Amend Article 3 of the ASEAN Framework (Amandment) Agreement for the Integration of the Priority Sectors”. disepakati mengenai naskah ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint beserta Strategic Schedule-nya. infrastructure development. yaitu: produk-produk pertanian. KTT ke-10 ASEAN di Vientiene tahun 2004 antara lain menyepakati Vientiane Action Program (VAP) yang merupakan panduan untuk mendukung implementasi pencapaian AEC di tahun 2020. rubber-based products. bulan Nopember 2007. dan pengembangan UKM). investasi. ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint Pada pertemuan ke-39 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2007. serta peningkatan konsultasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut melalui priority actions yang pencapaiannya dievaluasi dan dimonitor dengan menggunakan score card. wood-based products. Menuju single market dan production base (arus perdagangan bebas untuk sektor barang. Menuju suatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata (region of equitable economic development) melalui pengembangan UKM dan program-program Initiative for ASEAN Integration (IAI). air-travel. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut juga akan didukung dengan program pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan penelitian serta pengembangan di masingmasing negara. kawasan yang kompetitif dan terintegrasi dengan ekonomi global. dan d. IPRs action plan. tourism. pengaturan pelaksanaan. perikanan. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. Berkaitan dengan disepakatinya draft AEC Blueprint. b. Dengan demikian. yaitu : a. ICT. elektronik. pekerja terampil. 20 . pada tahun 2006 jasa logistik dijadikan sektor prioritas yang ke-12. tenaga kerja terampil dan perpindahan barang modal secara lebih bebas. AEC Blueprint juga akan mendukung ASEAN menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang makin berkurang. Pada KTT ASEAN Ke-13 di Singapura. taxation. Menuju penciptaaan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi (regional competition policy. tekstil dan pakaian. e-ASEAN. telah disepakati Blueprint for the ASEAN Economic Community (AEC Blueprint) yang akan digunakan sebagai peta kebijakan (roadmap) guna mentransformasikan ASEAN menjadi suatu pasar tunggal dan basis produksi. healthcare. dan modal). Dalam perkembangannya. KTT juga menetapkan sektor-sektor prioritas yang akan diintegrasikan. Menuju integrasi penuh pada ekonomi global (pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi eksternal serta mendorong keikutsertaan dalam global supply network). Cetak Biru AEC tersebut berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. koordinasi dan mobilisasi sumber daya. investasi. dan pariwisata. AEC bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang ditandai dengan bebasnya aliran barang. Dalam konteks tersebut. textiles & apparels. energy cooperation. transportasi udara.

pada tahun 2007-2008. Terkait dengan implmentasi AEC Bluepint. otoritas di tingkat lokal dan nasional di negara-negara ASEAN. investasi dan aliran modal. ASEAN Industrial Cooperation (AICO) yang ditandatangani pada bulan April 1996 dan berlaku efektif pada bulan Nopember 1999 merupakan insiatif kerjasama di sektor industri yang saat ini terus dikembangkan. workshop. lokakarya maupun Kuliah Umum. ASEAN juga telah mengembangkan mekanisme Scorecard untuk mencatat implementasi dan komitmen-komitmen negara anggota sebagaimana yang telah disepakati di dalam AEC Blueprint. juga akan diupayakan kesetaraan pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan serta kesenjangan sosial ekonomi pada tahun 2015. AEC Blueprint bertujuan untuk menjadikan kawasan ASEAN lebih stabil. khususnya kepada asosiasi-asosiasi bisnis maupun di daerah-daerah di Pulau Jawa. sektor swasta. dalam rangka memproduksi suatu barang yang bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan ASEAN. Insentif lain yang juga diberikan kepada perusahaan yang bekerjasama dalam payung AICO berupa akreditasi kandungan lokal serta insentif nontarif lainnya yang dapat diberikan oleh masing-masing negara anggota. AICO juga memberikan kesempatan luas kepada perusahaan di negara ASEAN untuk saling bekerjasama guna menghasilkan produk dengan menikmati preferensi tarif. termasuk dalam bentuk pertukaran informasi tentang kebijaksanaan perencanaan industri nasional masing-masing. para pertemuan ke-40 AEM. tetapi juga untuk trading companies yang membantu pemasaran produk-produk industri kecil. Dalam kaitan ini negara-negara ASEAN telah menyepakati bahwa AEC Scorecard yang diusulkan akan dilaporkan pada KTT ke-14 ASEAN. AICO diharapkan akan mendorong kerjasama industri antar negara ASEAN dan mendorong investasi pada industri berbasis teknologi dan kegiatan yang memberikan nilai tambah pada produk industri. Selain itu. Perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan skema kerjasama ini antara lain akan mendapatkan preferensi berupa pengenaan bea masuk hingga 5%. sejahtera dan sangat kompetitif. Kerjasama di Sektor Perdagangan 21 . mendorong proses alih teknologi dan meningkatkan keterampilan negara-negara ASEAN. serta menciptakan pasar regional yang lebih besar. Sumatera. Pada 21 April 2004 para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Protocol to Amend the AICO Agreement yang mengatur perubahan/penurunan tarif preferensi yang diberikan untuk proyek-proyek AICO yang disetujui. AICO menyediakan prasarana untuk menerapkan prinsip economic of scale and scope yang didukung oleh pajak yang rendah untuk meningkatkan transaksi di ASEAN. jasa. wawancara di media massa cetak dan elektronik lokal di pusat dan daerah. Kerjasama ASEAN di sektor perindustrian diarahkan untuk menciptakan fasilitas produksi baru dalam rangka mendorong perdagangan intra-ASEAN melalui berbagai skema kerjasama yang dikembangkan berdasarkan konsep resource pooling dan market sharing. Desember 2008 di Thailand. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk seminar. yaitu Badan-badan sektoral ASEAN. Terkait dengan AEC Blueprint. menumbuhkan kesempatan investasi dari dalam dan luar ASEAN. Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah untuk memicu kesiapan masyarakat serta menimbulkan mengenai “public awareness” mengenai ASEAN. Kerjasama di Sektor Industri Kerjasama di sektor industri merupakan salah satu sektor utama yang dikembangkan dalam kerjasama ekonomi ASEAN. Ditjen Kerjasama ASEAN telah melakukan sosialisasi AEC Blueprint bersamaan dengan sosialisasi ASEAN Charter. Berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan “AEC awareness Year 2008”. dengan sasaran dan jangka waktu yang jelas. Kalimantan. baik di tingkat pusat. AEC Blueprint merupakan suatu master plan bagi ASEAN untuk membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dengan mengidentifikasi langkah-langkah integrasi ekonomi yang akan ditempuh melalui implementasi berbagai komitmen yang rinci. Kerjasama tersebut ditujukan untuk meningkatkan arus investasi.ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint tersebut kemudian disahkan pada Rangkaian Pertemuan KTT ASEAN ke-13. memungkinkan bebasnya lalu lintas barang. AICO tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan industri. Sulawesi dan Irian. AICO merupakan skema kerjasama antara dua atau lebih perusahaan di kawasan ASEAN dalam pemanfaatan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. para Menteri Ekonomi ASEAN mengesahkan AEC Communication Plan dan menekankan pentingnya untuk melibatkan berbagai stakeholders dalam proses komunikasi. kalangan akademi serta tokoh-tokoh masyarakat. Scorecard dimaksud akan memberikan gambaran komprehensif bagaimana kemajuan ASEAN untuk mengimplementasikan AEC pada tahun 2015.

5 hari menjadi 8 jam.1. Tarif di antara negara-negara ASEAN yang telah dihapuskan sebesar 63. National Single Window diharapkan mulai dapat beroperasi pada akhir tahun 2008 di negara-negara ASEAN+6 dan tahun 2012 bagi negara-negara CLMV. ATIGA akan meningkatkan transparansi. impor. Badan POM. Indonesia juga telah melakukan pembentukan Nasional Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) merupakan salah satu upaya fasilitasi perdagangan di tingkat nasional dan ASEAN untuk mempermudah dan mempercepat arus perdagangan dalam rangka mendukung proses pembentukan ASEAN Economic Community. Badan Karantina Deptan dan Pusat Karantina Perikanan (DKP) Draft Blueprint NSW. ATIGA mengintegrasikan semua inisiatif ASEAN yang berkaitan dengan perdagangan barang kedalam suatu comprehensive framework. Sistem uji coba melibatkan 5 (five) Government Agencies (GA) yang terkait dengan pemberian izin. yaitu Ditjen Bea dan Cukai–Depkeu. Di samping itu. yang diharapkan akan mengurangi biaya transaksi perdagangan serta memfasilitasi perdagangan di kawasan. fee structure. Kerjasama Perdagangan Barang Berkaitan dengan AFTA.48 % memiliki tarif berkisar antara 0-5 % di antara negara-negara ASEAN.25 % dari semua produk yang telah dimasukkan ke dalam inclusion list (IL). Diharapkan seluruh importir terdaftar (sekitar 17. yang diharapkan akan ditandatangani pada bulan Desember 2008. menjamin sinergi dan konsistensi di antara berbagai inisiatif.500 importir) telah dapat menggunakan sistem dimaksud pada bulan Desember 2008 dan masalah terkait dengan Service Level Agreement (SLA). Fasilitasi Perdagangan Dalam upaya meningkatkan perdagangan. changing management dan Badan Pengelola telah dapat diputuskan pada Implementasi Tahap II ini. Pada Tahap II difokuskan pada tingkat operasional dengan sasaran antara lain : penerapan di lima pelabuhan utama. Belawan (Medan) dan Bandara Soekarno Hatta yang merupakan tempat bongkar muat barang ekspor impor dengan tingkat volume 90% dari total ekspor impor Indonesia. GA yang terlibat menjadi 15 (total instansi yang terlibat perizinan sesudah penyederhanaan/sebelumnya 34 instansi). sistem NSW juga mulai diujicobakan dengan ASW pada tanggal 11 Agustus 2008 ditandai adanya pertukaran dokumen kepabeanan (SKA dan Form D antara Indonesia dan Malaysia). jasa perizinan meliputi ekspor. kepastian dan meningkatkan AFTA-rules-based system yang merupakan hal yang sangat penting bagi komunitas bisnis ASEAN. ASEAN Secretariat telah melaporkan bahwa implementasi komitmen liberalisasi tariff CEPT telah mencapai 92. Realisasi ASEAN Free Trade Area Pada pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers tahun 2008. ASEAN telah menandatangani Protocol 1-Designation of Tansit Transport Routes and Facilities. yaitu Tanjung Prior (Jakarta).95 % dalam tahun 2008. permanent help desk. b. Untuk tingkat nasional. 88. rata-rata berkurang sebesar 2. ASEAN juga berhasil menyelesaikan pembahasan substantif mengenai ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Implementasi Protocol dimaksud akan memfasilitasi transportasi barang-barang di kawasan serta tidak merintangi akses dan pergerakan kendaraan yang mengangkut barang-barang tersebut di kawasan ASEAN. d. Perkembangan Tahap I Uji Coba NSW telah dilaksanakan di Tanjung Priok dari Desember 2007 – Juni 2008.58% dalam tahun 2007 menjadi 1. Berkaitan dengan fasilitasi perdagangan. Uji coba dimaksud difokuskan pada importir prioritas sebanyak 102. pengangkutan udara dan pengangkutan laut. Comprehensive Revised CEPT Rules of Origin Sejak 1 Agustus 2008. Berkaitan dengan perdagangan barang ini. Ditjen Daglu. pada pertemuan ke-21 AFTA Council tanggal 23 Agustus 2007. telah dicapai kemajuan yang cukup signifikan mengenai implementasi Work Programme on Elimination of Non-Tariff Barries (NTBs) serta dalam melakukan revisi mengenai CEPT AFTA Rules of Origin. Implementasi NSW Tahap II dimulai pada bulan Juli – Desember 2008. ASEAN telah mengimplementasikan Comprehensive revised CEPT Rules of Origin yang mencakup revisi terhadap teks CEPT ROO serta komponennya seperti Operational 22 . Tanjung Perak (Surabaya). c. Tujuan yang dapat dicapai adalah penyederhanaan dokumen impor dan pemendekan proses bisnis pengurusan perizinan impor dari 5.42 % dari IL products.

electrical and electronic equipment serta pharmaceutical. 5 (lima) negara donor utama adalah Jepang.811. Sumber pendanaan proyek-proyek IAI berasal dari negara-negara ASEAN + 6 dan negara-negara donor lainnya. IAI dituangkan di dalam IAI Work Plan.358. sebesar US $ 100. dengan dasar berkesinambungan. e-customs. Technical Regulations and Conformity Assessment Procedures (STRACAP) Dalam upaya untuk fasilitasi implementasi priority sectors.64% dari seluruh total pendanaan ASEAN. 10 proyek masih menunggu proses pelaksanaan dan 18 proyek belum mendapatkan pendanaan. Kerjasama Kepabeanan Selama 3 (tiga) tahun terakhir. untuk implementasi 30 Juli 2000–2006. untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara ASEAN.437 untuk 9 (sembilan) proyek. sebesar US $ 22.6 % dari total pendanaan yang disiapkan oleh ASEAN-6. Hingga tahun 2007. risk management. Perkembangan Pembentukan FTA ASEAN Dengan Negara-negara Mitra Wicara a) ASEAN–China Free Trade Agreement Trade in Goods Agreement dan Dispute Settlement Mechanism Agreement ditandatangani oleh Menteri Ekonomi ASEAN dan China pada bulan Nopember 2004. Norwegia dan Uni Eropa. mengalami hambatan dialami dalam proses ratifikasi mengingat adanya benturan antara MRA dimaksud dengan peraturan perundangan nasional terkait. Pembiayaan telah disiapkan untuk 158 proyek (78%). Kontribusi tertinggi diberikan oleh Thailand.483. h.98 juta. Standards. Initiative for ASEAN Integration (IAI) Initiative for ASEAN Integration (IAI) adalah suatu policy framework yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi. untuk implementasi proyek-proyek dari tahun 1992–2008. Kontribusi negara-negara dialogue partner ASEAN terhadap proyek-proyek IAI sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah total US $ 20. 2 proyek masih mencari dana separuhnya. Kontribusi Indonesia tercatat sebesar US $ 804. Sedangkan Singapura memberikan kontribusi tertinggi. Disamping itu. yang merupakan rencana 6 tahunan (Juli 2002 – Juni 2008). Kontribusi ASEAN + 6 sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah US $ 30. saat ini sedang disusun dan diselesaikan IAI Work Plan II.330. Sedangkan kontribusi Indonesia on bilateral basis sebesar US $ 1. kontribusi ASEAN-6 terhadap CLMV on bilateral basis.588. Kebijakan dimaksud ditegaskan di dalam Ha Noi Plan of Action 1998 serta Deklarasi mengenai Narrowing Development Gap for Closer ASEAN Integration 2001.661. khususnya untuk negara-negara CLMV. Sebagai konsistensi untuk narrowing development gap. Namun demikian. Product Specific Rules (PSRs) dan Certificate of Origin (CO) Form D. Agreement on Trade in Services dan Second Protocol to Amend the Framework Agreement ditandatangani pada 23 . e. customs enforcement and human resource development. Revisi CEPT ROO termasuk revisi general rule of the CEPT Rules of Origin dari kriteria single “Regional Value Content of 40 percent (RVC(40)” menjadi alternative co-equal rules of “Regional Value Content of 40 percent or Change in Tariff Headings (RVC(40) or CTH)”. f. dengan share 73. di bidang produk barang.Certification Procedures. khususnya dalam bidang cargo clearance. untuk 65 proyek. yaitu di bidang cosmetics.255 (implementasi proyek 1996 – 2004). Di samping itu.3% total dana dari negara donor). 116 proyek telah berhasil diselesaikan. Korea. Sementara itu. facilitation of goods in transit. ASEAN telah mengimpelementasikan sejumlah ASEAN Sectoral Mutual Recognition Arrangement (MRA). menyumbang sebesar US $ 17. ASEAN Customs Administrations terus melakukan upaya-upaya untuk mengimplementasikan Strategic Plan of Customs Development (SPCD) 2005 – 2010. dengan share sebesar 2. terdapat 203 proyek dalam IAI Work Plan dengan berbagai tahap implementasinya. 19 proyek sedang dilaksanakan. sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 total berjumlah US $ 159. ASEAN juga mengupayakan penyelesaian mengenai finalisasi Protocol 2 (Designation of Frontier Posts) dan Protocol 7 (Customs Transit Systems) guna memungkinkan implementasi penuh Framework Agreement on Facilitation of Goods in Transit and the establishment of the ASEAN Customs Transit System. Sampai dengan tanggal 15 Mei 2008.18 juta. g. 2 proyek telah mendapatkan pendanaan dan menunggu implementasi. India. yang diharapkan akan dapat segera diselesaikan pembahasannya.64 juta (87.271. Indonesia telah menandatangani 3 (tiga) MRAs.

Perundingan yang masih belum diselesaikan adalah bidang investasi dan kerjasama ekonomi.1 miliar pada tahun 2007. Namun demikian setelah 4 (empat) tahun berjalan tidak terlihat tanda-tanda dimana akan tercapai kesepakatan. Hal ini dikarenakan perbedaan posisi ASEAN yang tetap menginginkan memakai pendekatan AIA atau negative list approach. Bukti nyata pertumbuhan ekonomi termaksud ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan ASEANChina dari US$ 160 miliar pada tahun 2006 menjadi US$171. Negosiasi di bidang investasi semula diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2007. China telah mengajukan request kepada Indonesia untuk 10 sektor jasa. Section II Principles. telah disepakati bahwa basis offer untuk sektor-sektor yang masuk dalam Komitmen Pertama FTA ASEAN-China bidang Jasa adalah AFAS-4 (business services. telekomunikasi. yaitu : Section I Objectives. keuangan khusus asuransi dan kesehatan yang kesemuanya telah masuk dalam AFAS-5. 12-14 Mei 2008. Kanada pada akhir bulan Nopember 2008.budaya dan rekreasi. hanya tinggal Kamboja yang belum meratifikasi perjanjian tersebut. Sementara negosiasi perjanjian investasi ASEAN-China yang belum berhasil terselesaikan diharapkan dapat rampung dalam tahun 2008. Indonesia telah menyampaikan penyesalannya dan berharap agar Kanada dapat menggulirkan kembali pembahasan TIFA. setelah dilakukan perundingan sejak 3 (tiga) tahun terakhir sudah dapat dikatakan selesai kecuali berkaitan dengan ”market access” untuk sektor otomotif. dan jasa transportasi. Sebagai catatan. Viet Nam. draft TIFA ASEAN-Kanada terdiri dari 5 sections dengan 1 Annex berupa Trade and Investment Cooperation Arrangement between ASEAN Canada Work Plan. Section V Final Clauses. Pada tahun 2007. Section III Expansion of Trade and Investment. Viet Nam 10 Maret 2008. Section IV Joint Council on Trade and Investment. Pada SEOM 1/39 di Baguio City. Sebagai catatan. c) ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Terkait dengan ASEAN-Australia-New Zealand FTA (AANZ FTA). Pada Pertemuan ke-5 ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh. Kanada yang dijadwalkan pada bulan Nopember 2007. Berkenaan dengan hal tersebut. Inspection and Quarantine. Berkenaan dengan proses ratifikasi ketiga perjanjian dimaksud. keuangan. Sedangkan China menghendaki penggunaan positive approach. pendidikan. khususnya ASEAN dan China. dan meminta Sekretariat ASEAN untuk menyusun draft awal ASEAN-Canada Economic Arrangement yang sejenis dengan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang telah ditanda-tangani Kanada dengan MERCOSUR dan ASEAN Community. b) ASEAN-Canada Trade And Investment Framework Arrangement (TIFA) Meskipun FTA ASEAN-Kanada masih merupakan tujuan jangka panjang. Jasa terkait dengan Air Travel dan Kepariwisataan) ditambah dengan jasa maritim. kedua belah pihak mengakui mengenai adanya suatu keperluan untuk lebih memformalkan hubungan. pada periode 2003-2007 total nilai perdagangan Indonesia China tumbuh sebesar 28. Filipina. komunikasi. Kanada telah menyampaikan keputusannya untuk melaksanakan the 3rd ASEAN–Canada SEOM yang tertunda di Vancouver. Terkait dengan implementasi FTA ASEAN-China di bidang jasa. China. konstruksi dan jasa engineering.9 juta.bulan Januari 2007 di Cebu. Januari 2008. Filipina.7%. lingkungan. Selanjutnya pada 2nd ASEAN Canada Informal Coordinating Mechanism (ICM) di Ha Noi. jasa olah raga . Viet Nam sependapat dengan Indonesia dan meminta konfirmasi lebih lanjut mengenai kepastian penjadwalan ulang pertemuan pembahasan TIFA. Pada KTT ASEAN ke-13 para Pemimpin ASEAN menekankan pentingnya kerjasama ASEANChina yang tentunya akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Asia. Australia mengharapkan agar jika market access dimaksud belum dapat disepakati maka AANZ FTA dapat ditandatangani pada bulan 24 . realisasi investasi China di Indonesia berjumlah 22 proyek dengan nilai US$ 28. distribusi. yaitu business services. SEO bertukar pandangan mengenai pembatalan sepihak oleh pihak Kanada karena isu Myanmar atas rencana pertemuan konsultasi SEOM-Kanada di Vancouver. pendidikan. jasa sosial dan kesehatan. Di sela-sela KTT ASEAN ke-13 diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding between ASEAN and the Government of the People’s Republic of China on Strengthening Sanitary and Phytosanitary Cooperation oleh Sekjen ASEAN atas nama negara anggota ASEAN dan Minister General Administration of Quality Supervision. Dalam kaitan ini. Konstruksi.

Di samping itu juga masih terdapat perbedaan pandangan antara ASEAN dengan India berkaitan dengan penurunan tarif di dalam Exclusion List (EL) dan Normal Track (NT). Sedangkan kelompok kedua hanya merundingkan traditional issues. ASEAN tidak menyetujui tawaran EU tersebut karena dikhawatirkan pendekatan ini akan menimbulkan diskriminasi. AANZ FTA menyisakan permasalahan lain. Kedua MOU tersebut masih dibahas dan dipelajari lebih lanjut oleh pihak Depnaker serta Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam pertemuan JCAEFTA ke-6 yang berlangsung di Ha Noi. mengingat offer dan request Australia serta New Zealand kepada Indonesia belum disepakati. Diharapkan hal ini dapat segera diselesaikan secara bilateral. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah konsekwensi hukum ditandatanganinya AANZ FTA apabila belum dapat disepakati/diselesaikannya komitmen bilateral dengan Australia dan New Zealand. telah diadakan 6 kali pertemuan Joint Committee on ASEAN-EU Free Trade Agreement (JCAEFTA). Di samping traditional issues (trade in goods. Draft ASEAN–India Trade in Goods Agreement telah berhasil disepakati kecuali “market acsess” kepada Viet Nam. Viet Nam pada tanggal 14-17 Oktober 2008. berhasil menyepakati dua dokumen penting yaitu Plan of Action to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership dan Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit. UE mengusulkan agar working method dilakukan dengan menggunakan mekanisme perundingan dual track. Namun. namun sifatnya sukarela. d) ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) Sejak ditandatanganinya Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003. Kemitraan ini juga kemudian diperkuat dengan penandatanganan Framework for Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and Japan pada tanggal 8 Oktober 2003. f) ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Landasan perundingan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership adalah Joint Declaration of the Leaders on Comprehensive Economic Partnership between ASEAN and Japan yang telah ditandatangani pada tanggal 5 November 2002. dan sustainable development. Kedua dokumen tersebut memuat paragraf kesepakatan peningkatan kerjasama ekonomi kedua kawasan. Hingga saat ini. Viet Nam juga mengusulkan pendekatan yang hampir sama dengan UE. sustainable development dan government procurement). UE juga mengemukakan penawaran dengan pendekatan country specific adjustrment. Di samping itu. yang mengindikasikan adanya offer yang berbeda dari UE kepada setiap negara-negara anggota ASEAN. masih terlihat keinginan dari pihak UE untuk memasukan isu-isu non-tradisional seperti government procurement.Desember mendatang. Saat ini 25 . e) ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA) Pertemuan ASEAN-EU Commemorative Summit di Singapura pada tanggal 22 November 2007. competition policy. terdapat dua proposal tentang working method (mekanisme perundingan) yang akan digunakan dalam kerangka AEFTA. Dalam kaitan ini. yakni perundingan “fast track” yang dilakukan dengan beberapa negara (kelompok kecil) terutama negara-negara yang memiliki tingkat ambisi tinggi baik dalam hal cakupan isu-isu yang dirundingkan maupun ambisi yang cukup tinggi di masing-masing isu. Dalam isu Trade in Goods. dan “normal track” yang dilakukan dengan negara anggota ASEAN lainnya yang tingkat ambisinya lebih rendah. Saat ini perjanjian AJCEP telah ditandatangani secara ad-referendum pada bulan Maret 2008. Sedangkan pihak Jepang telah meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 21 Juni 2008. services dan investment) kelompok pertama dapat merundingkan non-traditional issues (seperti competition policy. Terkait dengan modalitas ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA). Sedangkan isu-isu bilateral yang belum dapat diselesaikan akan diselesaikan setelah AANZ FTA ditandatangani. perundingan ASEAN-India Trade Negotiating Committee (AITNC) telah memasuki pertemuan ke-21. Berkenaan dengan proposal tersebut. namun sifatnya sukarela. yaitu menyangkut 2 (dua) MOU mengenai labour dan environment yang diharapkan oleh New Zealand dapat ditandatangani oleh Indonesia dan New Zealand sebelum ditandatanganinya AANZ FTA.

e-ASEAN. kesehatan. Negara-negara anggota ASEAN telah menyepakati 6 paket komitmen liberalisasi jasa. termasuk ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services. Thailand. Jasa juga berperan penting dalam perekonomian Indonesia dengan porsi 46% total GDP pada tahun 2007. Negara-negara ASEAN telah menyepakati dan mengesahkan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok. Jasa Pariwisata. termasuk sebagai pengelola sektor jasa keuangan non-bank dan jasa profesi (akuntan dan penilai). KTT ASEAN ke-13 di Singapura pada November 2007 telah menyepakati pengesahan paket ke-6 tersebut sebagai kelanjutan liberalisasi jasa di bawah AFAS. yaitu: Jasa Angkutan Udara dan Laut. 3) Jasa Angkutan Udara (Air Transport Services) Sidang ke 18 ASEAN Air Transport Working Group (ATWG) di Kuala Lumpur tanggal 12 – 14 Agustus 2008 membahas berbagai hal terkait dengan upaya liberalisasi jasa angkutan udara ASEAN. Target penghapusan hambatan dalam perdagangan bidang jasa di empat sektor prioritas bidang jasa adalah tahun 2010 untuk jasa perhubungan udara. Masing-masing sektor prioritas tersebut telah dilengkapi peta kebijakan (roadmaps) yang mengkombinasikan inisiatif-inisiatif khusus dengan inisiatif yang lebih luas secara lintas sektor seperti langkah-langkah fasilitasi perdagangan. Jasa Telekomunikasi. Jasa Kesehatan dan Jasa Logistik. Jasa Bisnis. Integrasi perdagangan jasa ASEAN akan dilaksanakan dengan mengacu pada Cetak Biru Pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN yang juga telah disepakati pimpinan ASEAN pada kesempatan KTT ASEAN tersebut. Departemen Keuangan. Jasa Konstruksi. Jasa Pariwisata. Jasa Keuangan. Dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi melalui liberalisasi perdagangan di bidang jasa. Perkembangan Liberalisasi Jasa ASEAN 1) Peranan Sektor Jasa ASEAN Sektor Jasa memegang peranan penting di ASEAN dengan rata-rata 40-50% GDP negara ASEAN berasal dari sektor jasa. strategi dan modalitas untuk liberalisasi jasa tersebut ditujukan guna mewujudkan realisasi bebasnya arus perdagangan jasa ASEAN dalam rangka pembentukan kawasan ekonomi terintegrasi “Komunitas Ekonomi ASEAN” tahun 2015. Kerjasama di Sektor Jasa a. yang bertindak sebagai koordinator (Tim Koordinator Bidang Jasa) di semua forum dan sektor. ASEAN Multilateral Agreement on Air Services. dan pariwisata dan tahun 2013 untuk jasa logistik. Indonesia mendorong liberalisasi sektor jasa melalui Badan Kebijakan Fiskal.masing-masing negara ASEAN sedang melaksanakan prosedur legal nasional guna dapat menerapkan perjanjian ini. e-ASEAN. telah dibentuk Coordinating Committee on Services (CCS) yang memiliki tugas menyusun modalitas untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa dalam kerangka AFAS yang mencakup 8 (delapan) sektor. Jasa Logistik dan Jasa Transportasi Udara. Selanjutnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. yaitu: Jasa Kesehatan. 4) Jasa Angkutan Laut (Maritime Transport Services) 26 . Disamping itu juga telah ditandatangani ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services and the ASEAN multilateral Agreement on Air Services pada pertemuan ke14 ASEAN Transport Ministers’ Meeting pada bulan November 2008. Sejak penandatangan AFAS hingga saat ini. Prinsip. 2) Integrasi Sektor Jasa Prioritas Menjelang Realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ASEAN telah menetapkan 5 (lima) sektor jasa prioritas dari 12 sektor prioritas integrasi barang dan jasa yang akan diliberalisasi menjelang pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Adapun liberalisasi bidang jasa seluruhnya ditargetkan pada tahun 2015. ASEAN Single Aviation Market (SAM) dan Kerjasama Angkutan Udara dengan Mitra Dialog.

Pelatihan Tourism Heritage di Indonesia.7 %. . ASEAN Tourism Area in International tourism Fairs dan Joint Promotion Activities with ASEAN Airlines. 6) Jasa Telekomunikasi (Telecommunications Services) ASEAN menyadari pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi seluruh lapisan masyarakat. yaitu: ASEAN Promotional Chapter for Tourism.Terkait dengan NTO/VAC Fund dinyatakan bahwa Balance of NTO/VAC Fund hingga bulan Mei 2008 adalah USD 58. tanggal 5-12 Januari 2009. MRA on Medical Practitioner and MRA on Dental Practitioners. Terkait hal ini telah disepakati upaya sinergis untuk membangun infrastruktur komunikasi melalui “Siem Reap Ministerial Declaration on Enhancing Universal Access on ICT Services in ASEAN” yang disepakati dalam sidang TELSOM/TELMIN ke-7 tahun 2007 di Siem Reap. ditegaskan perlunya upaya kapitalisasi yang kuat pada sektor perbankan dan institusi keuangan selain upaya untuk segera dapat mengimplementasikan Chiang Mai Initiative Multilateralisation pada pertengahan tahun 2009 sejalan dengan inisiatif regional yang lain dalam upaya kerjasama dan integrasi regional. pada tanggal 25-29 Agustus 2008 telah membahas dan mengesahkan indikator dan target dalam ICT Scorecard yang diperlukan untuk mencapai proses integrasi dan pengembangan sektor ICT ASEAN tahun 20082010.Sidang ke-16 ASEAN Maritime Transport Working Group (MTWG) di Nha Trang. Para Menteri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus memperkuat tingkat kompetensi di pasar global.Guna lebih meningkatkan promosi ASEAN sebagai destinasi tunggal telah dibahas beberapa kegiatan promosi bersama. Kamboja. MRA Framework on Accountancy Services yang akan menjadi prinsip-prinsip dasar dan kerangka 27 . Roadmap for Integration of Logistics Services telah ditandatangani pada Sidang ke-39 ASEAN Economic Ministers’ di Makati City.Penyusunan MRA di bidang Pariwisata diharapkan selesai pada akhir 2008 dan dapat ditandatangani oleh para Menteri Pariwisata ASEAN pada saat ASEAN Tourism Forum (ATF) 2009 di Ha Noi. Pertumbuhan GDP regional diperkirakan akan mengalami sedikit perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6. 7) Jasa Pariwisata (Tourism Services) Dalam pertemuan ASEAN Tourism Meetings di Manila tanggal 6 – 9 Juli 2008. Viet Nam.Dalam kerangka ASEAN Tourism Resource Management and Development Network (ATMR) telah direncanakan untuk mengadakan beberapa kegiatan antara lain: Training on eco tourism di Thailand.11 “Confirm the Principle of Open Access to the International Maritime Trade of All ASEAN Member States” dan measure no.12 “Develop the Strategies for an ASEAN Single Shipping Market” dari Roadmap dimaksud. Terkait Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport. 8) Jasa Logistik (Logistic Services) Jasa logistik telah ditetapkan sebagai sektor prioritas kedua belas yang akan diliberalisasikan oleh ASEAN. pada tanggal 24 Agustus 2007. . 5) Jasa Keuangan (Finance Services) Pertemuan terkini Para Menteri Keuangan ASEAN dan ASEAN Finance Minister Investors Seminar (AFMIS) diselenggarakan di Dubai. . 9th ASEAN Telecommunications & Information Technology Senior Officials Meeting (TELSOM-9) dan 8th ASEAN Telecommunications & Informations Technology Ministers Meeting (TELMIN-8) dengan tema ‘’High Speed Connection to Bridge ASEAN Digital Divide” di Bali. Untuk merespon hal tersebut. Workshop tentang Home stay di Malaysia. Uni Emirat Arab pada tanggal 7-9 Oktober 2008. telah dibicarakan beberapa hal antara lain: .25. Indonesia ditunjuk bertanggung jawab sebagai lead coordinator untuk measure (langkah kebijakan) no. Mutual Recognition Arrangements Bidang Jasa Para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Framework on Accountancy Services. Filipina. ATMR Cruise di Singapura.791. Viet Nam tanggal 9-11 September telah membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam mengimplementasikan Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport.

yang berada dibawah naungan SEOM. memberi persamaan perlakuan nasional dan membuka investasi di industrinya terutama sektor manufaktur. AIA diharapkan dapat menarik arus investasi langsung ke ASEAN. Desember 2008. Setelah mengalami pembahasan yang cukup alot sejak tahun 2006. protection. Sebagai tambahan. Dengan adanya ACIA. dibentuk Komite Kerja Kawasan Investasi ASEAN (WC-AIA). Tujuan utama yang hendak dicapai adalah menciptakan suatu Kawasan Investasi ASEAN yang liberal dan transparan. Kerjasama di Sektor Investasi Di sektor investasi. dikarenakan ACIA telah mengadopsi international best practices dalam bidang investasi dengan mengacu kepada kesepakatankesepakatan investasi internasional. dengan mandat menyiapkan sebuah Persetujuan Dasar tentang Kawasan Investasi ASEAN (Framework Agreement on ASEAN Investment Area/FA-AIA). facilitation and promotion. Dengan ditandatanganinya ACIA. negara-negara ASEAN sepakat untuk membentuk suatu rejim investasi ASEAN yang lebih terbuka serta mendukung proses integrasi ekonomi di Asia Tenggara.3 milyar. sedangkan 35 masih dalam proses. Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut. sehingga dapat meningkatkan arus investasi ke kawasan. Thailand. ACIA mencakup empat pilar utama yang meliputi: liberalisation. pada tahun 1996. Rejim yang dimaksud adalah ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) yang merupakan hasil revisi dan penggabungan dari ASEAN Investment Area (AIA) dan ASEAN Investment Guarantee Agreement (ASEAN-IGA). kecuali investasi portfolio dan kegiatan investasi lainnya yang sudah tercakup pada perjanjian ASEAN lainnya. FAAIA mencakup seluruh kegiatan investasi. 41.06 milyar dan tahun 2006 sebesar US$. Diharapkan ACIA akan dapat ditandatangani pada KTT ke. nilai investasi asing di ASEAN pada tahun 2005 berjumlah sebesar US$. 28 . Framework Agreement on ASEAN Investment Area ditandatangani di Makati City. diharapkan ASEAN dapat meningkatkan iklim investasi di kawasan dan menarik lebih banyak investasi asing. Persetujuan tersebut antara lain akan mengikat negara-negara anggota untuk menghapus hambatan-hambatan investasi. diharapkan akan dapat menjadikan ASEAN menjadi wilayah yang sangat kompetitif untuk menarik Foreign Direct Investment (FDI) serta mendukung realisasi ASEAN Economic Community. Dengan menciptakan ASEAN sebagai suatu kawasan investasi yang lebih berdaya saing dan terbuka. seperti the ASEAN Framework Agreement on Services. Kerangka kerja AIA mencakup semua arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke ASEAN maupun investasi langsung antar negara-negara ASEAN.negosiasi bilateral atau multilateral. Di samping itu juga telah ditandatangani MRAs di bidang engineering services. sedangkan dengan negara non-ASEAN disepakati untuk direalisasikan pada tahun 2020. Bersamaan dengan penandatanganan tersebut juga disahkan pembentukan AIA Council. ASEAN akhirnya berhasil menyelesaikan pembahasan ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA). architectures services.14 ASEAN mendatang di Chiang Mai. Perlu disampaikan juga bahwa terdapat 12 perjanjian dalam tahap akhir proses ratifikasi dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2008. meliberalisasi peraturan-peraturan dan kebijaksanaan investasi. Draft ACIA dimaksud telah dibahas dan di-endorse pada Pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2008. Pada pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN Ke-40 yang berlangsung di Singapura bulan Agustus 2008. Liberalisasi investasi bagi negara anggota ASEAN disepakati untuk mulai berlaku pada tahun 2010. 57 perjanjian telah diratifikasi. pada tahun 1998. diharapkan akan dapat ditandatangani pada ASEAN Tourism Ministers Meeting pada bulan Januari 2009. Ratifikasi Perjanjian-perjanjian Ekonomi ASEAN Hingga saat ini terdapat 92 Perjanjian Ekonomi ASEAN. Sedangkan MRAs mengenai Medical Practitioners and Dental Practitioners diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas qualified medical and dental practitioners di ASEAN. Dari jumlah tersebut. nursing services and surveying and urged renewed efforts by the related professional bodies to implement the MRAs. Sedangkan Mutual Recognition Arrangements on Tourism Professionals. kerjasama ASEAN diawali dengan dikemukakannya gagasan pembentukan suatu kawasan investasi ASEAN pada Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bangkok pada tahun 1995. Filipina. 52. ACIA lebih bersifat komprehensif dibandingkan dengan AIA dan ASEAN IGA.

Dalam 29th ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture and Forestry (29th AMAF) di Bangkok. Sebelumnya ASEAN telah memiliki 658 MRL untuk 61 pestisida.Kerjasama di Sektor Komoditi dan Sumber Daya Alam Kerjasama Pertanian 1) Pangan Secara umum kondisi pangan ASEAN pada tahun 2005/2006 stabil. ASEAN telah mampu mencapai swasembada. Saat ini. Dalam skema kerja sama ASEAN Plus Three. Kegiatan EAERR terutama difokuskan pada implementasi mekanisme pengadaan beras (stock release mechanism) dan pemanfaatan cadangan beras darurat untuk kondisi bencana. Menanggapi perkembangan krisis dunia yang berdampak pada sektor pangan. jaminan keamanan pangan dan standarisasi sertifikasi perdagangan untuk mendukung integrasi ekonomi dan meningkatkan daya saing produk-produk pertanian dan kehutanan ASEAN di pasar internasional. yaitu East Asia Emergency Rice Reserves (EAERR) dan ASEAN Food Security Information System (AFSIS). telah menyusun sebuah skema strategis dan komprehensif untuk memperkuat ketahanan pangan regional yang disebut ASEAN Integrated Food Security (AIFS) Framework beserta rencana kerja jangka menengah yang disebut Strategic Plan of Action on Food Security in the ASEAN Region (SPA-FS). ASEAN telah mengadopsi harmonisasi 99 MRL untuk 16 pestisida. ASEAN juga telah membentuk ASEAN General Guidelines on the Preparation and Handling of Halal Food sebagai upaya memperluas perdagangan daging dan produk daging intra-ASEAN. Selanjutnya. Untuk itu. Dalam inisiatif ini. pumelo. ASEAN telah mengadopsi ASEAN Good Agricultural Practices (ASEAN GAP) mengenai penanganan produksi.moa. ASEAN Plant Health Cooperation Network (APHCN) telah dibentuk sebagai sarana untuk berbagi informasi mengenai kesehatan tanaman di negara-negara anggota ASEAN. kedua dokumen tersebut akan di-endorse oleh para Pemimpin ASEAN melalui Bangkok Statement on Food Security in the ASEAN Region. ASEAN masih mengandalkan impor karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan domestik. ASEAN telah membuat Daftar Hama Endemik untuk beberapa komoditas pertanian yang diperdagangkan di kawasan. Sebagai upaya kawasan untuk mengendalikan penggunaan pestisida. yaitu padi giling. panen dan paska panen buah dan sayuran segar serta sejumlah produk hortikultura lainnya berupa Standar ASEAN untuk mangga.my/doa/aseanpest) yang memberikan landasan untuk saling bertukar informasi dan database serta penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan pemanfaatan pestisida. Melalui harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs) untuk pestisida. jeruk (citrus). Para Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN menyepakati untuk merekomendasikan dokumen tersebut ke ASEAN Summit di Thailand. mangga. 2 (dua) proyek telah dilaksanakan sejak tahun 2004 – 2008. kentang. 2007. 29 . ASEAN terus berupaya untuk melaksanakan upaya terpadu dalam mengharmonisasi standar dan kualitas. bulan Desember 2008. 2) Tanaman Pangan (Crops) Sejak tahun 2006 – 2008. Upaya harmonisasi phytosanitary untuk komoditaskomoditas tersebut akan terus dilanjutkan khususnya untuk pengembangan panduan importasi. khususnya untuk komoditi beras dan gula yang produksinya melebihi kebutuhan di ASEAN. sebuah website telah dibentuk yang memberikan informasi mengenai situasi dan perencanaan kebijakan ketahanan pangan di kawasan. dan rambutan. ASEAN terus berupaya untuk melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan dengan meminimalisir penggunaan pestisida dan memastikan keamanan pangan dan mencegah kerusakan lingkungan. informasi mengenai Undang-undang Karantina Tanaman dan persyaratan impor untuk Malaysia dan Singapura telah tersedia di website APHCN. Dalam proyek AFSIS. ASEAN sesuai dengan usulan Presiden RI. papaya. nanas. kegiatan AFSIS difokuskan pada pembuatan jaringan informasi mengenai ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. Untuk jagung dan kedelai. durian. akan dibentuk ASEAN Regional Diagnostic Initiative sebagai proyek percontohan untuk mengatasi hambatan terhadap akses pasar produk pertanian. ASEAN telah memiliki website untuk lembaga pengawasan pestisida “aseanpest” (http://agrolink. dan anggrek potong dendrobium. Sementara itu.

di antaranya: Regional Training on Edible and Medicinal Mushroom Production Technology for ASEAN Extension Workers and Farmers (1-2 November 2008 di Viet Nam) serta pertukaran pejabat. termasuk pembentukan ASEAN Agricultural Research and Development Information System (ASEAN ARDIS).net) untuk memberikan informasi yang berguna terkait keamanan pangan. seperti upaya SPS di berbagai bidang. beras. Pembuatan MoU saat ini tengah dikembangkan oleh Negara-negara Anggota ASEAN. ASEAN telah mengadopsi Guidelines on the Risk Assessment of Agriculture-related Genetically Modified Organisms (GMOs). 5 produk. dll). dari 2004 menjadi 2009. dan karet alam telah disetujui untuk dihapus dari daftar. ayam beku. persetujuan. Dalam meningkatkan pembangunan kapasitas. Indonesia. dan registrasi GMOs di bidang pertanian. Sejumlah aktivitas telah dilakukan. pumelo dan kedelai. ASEAN telah memperpanjang implementasi Memorandum of Understanding (MoU) on ASEAN Cooperation in Agriculture and Forest Products Promotion Schemes untuk periode 5 tahun ke depan. 4) Penelitian dan Pengembangan di bidang Pertanian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan di bidang pertanian telah dimulai sejak 2005. yaitu: udang beku. pelatih dan petani terkait IPM untuk citrus telah diorganisir oleh Thailand pada tanggal 10-16 Juni 2008. termasuk pengkajian produkproduk pertanian dan kehutanan yang dicakup dalam MoU. Bangkok (2003) dan Jakarta (2004). termasuk pengembangan modul pelatihan untuk komoditas prioritas dan pengorganisasian pelatihan IPM di kawasan terhadap komoditas prioritas tersebut. 6) Skema Promosi Produk Pertanian dan Kehutanan Untuk mempromosikan produk pertanian dan kehutanan. Komoditas dimaksud. Namun demikian. bawang merah. Dalam program ini. ASEAN telah mengembangkan Program Kesadaran Publik terhadap GMOs. Tiga buah workshop telah diadakan di Singapura (2001). MoU ini tetap relevan sebagai basis kerjasama dengan sektor swasta dan berkoordinasi tentang posisi bersama terkait perdagangan produk pertanian dan kehutanan ASEAN. OIE. isu-isu yang muncul dalam badan-badan penetapan standar internasional (Codex.aseanfoodsafetynetwork. Dengan mempertimbangkan relevansi situasi pasar yang ada serta aktivitasnya dalam 12 tahun terakhir. pelatih dan petani yang diorganisir di Palembang. IPPC. jeruk. serta hasil kerja dari berbagai badan di ASEAN terkait keamanan pangan. tanggal 5-10 Juli 2007. 30 . ASEAN Directory of Agricultural Research and Development Centres in ASEAN. Pertukaran pejabat. Menyadari pentingnya pemahaman mengenai teknologi dan penilaian risiko untuk Manipulasi Genetika (MG). tuna kaleng. nanas kaleng. Frequently Asked Questions (FAQs) mengenai GMOs dari seluruh Negara Anggota ASEAN dikumpulkan dan diterbitkan untuk informasi publik.3) Agricultural Training and Extension ASEAN terus melanjutkan program Pengelolaan Hama secara Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) untuk berbagai tanaman pangan. Panduan ini memberikan Negara-negara Anggota ASEAN pendekatan dan pemahaman bersama saat melakukan evaluasi ilmiah terhadap peluncuran GMOs di bidang pertanian. saat ini terdapat kekhawatiran publik terhadap penggunaan bioteknologi yang perlu diatasi. Panduan ini menggambarkan prosedur notifikasi. ASEAN berkolaborasi dengan International Life Sciences Institute Southeast Asia telah mengembangkan serangkaian pelatihan dan workshop mengenai penggunaan ASEAN Guidelines on Risk Assessment of Agriculture-related GMOs yang ditujukan bagi para pejabat dan pengambil keputusan. di antaranya mangga. 7) Bioteknologi ASEAN menyadari pentingnya bioteknologi pertanian sebagai cara untuk meningkatkan produktifitas pangan secara berkelanjutan. Kuala Lumpur (2002). 5) Codex ASEAN telah mengembangkan website ASEAN Food Safety Network (www. dan Guidelines for the Use of the Digital Information System. Sejumlah aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan pekerja dan petani telah pula dilaksanakan. serta untuk meningkatkan pembangunan kapasitas di bidang ini.

Untuk menanganinya. Munculnya Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di beberapa Negara Anggota ASEAN sejak Desember 2003 memiliki dampak yang cukup besar terhadap perekonomian kawasan. 2007. Namun akhirnya. dibentuk Regional Framework for Control and Eradication of HPAI. Pada awalnya. terutama mengenai Regularization of Production and Utilization of Animal Vaccines. dan Strengthening Animal Diseases Control Programme. Untuk tujuan ini. Monitoring. Gunung Sindur. Para Menteri Pertanian ASEAN juga telah mengakreditasi ulang National Veterinary Drug Assay Laboratory (NVDAL). ASEAN telah menyelesaikan implementasi 8 (delapan) komponen dalam kerangka regional tersebut. Asssesment and Reporting Format for Sustainable Forest Management in ASEAN. telah ditandatangani Letter of Understanding (LoU) ASSP oleh Sekjen ASEAN dan Sekjen SEAFDEC. Dengan bantuan dari Australia. Pada tingkat regional. AMAF ke-29 telah menyetujui sebagai berikut: i. Indonesia sebagai laboratorium pengetesan vaksin untuk 9 vaksin hewan selama periode 3 tahun. bekerjasama dengan organisasi internasional/mitra wicara. Kerjasama Perikanan ASEAN Network of Fisheries Post-Harvest Technology Center melanjutkan kerjasamanya dengan Departemen Penelitian Perikanan Laut dari Southeast Asia Fisheries Development Center (SEAFDEC) untuk mengimplementasi kegiatan-kegiatan: (i) HACCP Training Programmes. Dalam AMAF ke-29. Kerjasama Kehutanan Pengembangan kriteria nasional dan indikator untuk pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management/SFM). ii. dan (iii) ASEAN-Australia Development and Cooperation Programme (AADCP) mengenai “Quality Assurance and Safety of ASEAN Fish and Fishery Products”. Malaysia sangat resisten terhadap isu dimaksud. Sejumlah inisiatif baru. dan iii. Salah satu kekhawatiran ialah kemampuan virus untuk menyebar dari unggas ke manusia. termasuk Common Stand on Codex Issues dan Veterinary Drug Residues in Food juga telah dimulai. dan penanaman hutan telah mengalami kemajuan di masing-masing Negara Anggota ASEAN. ASEAN Guidelines for the Implementation of IPF/IFF proposals for Action Isu illegal logging untuk dikerjasamakan di ASEAN telah diperjuangkan oleh Indonesia lebih dari 3 (tiga) tahun lalu.Kerjasama Peternakan Kerjasama ASEAN di bidang peternakan semakin berkembang. Sesuai dengan persyaratan pelaporan kehutanan internasional. (ii) Regional Code of Conduct on Post-Harvest Practices and Trade. pengembangan inisiatif Pan ASEAN Timber Certification telah menggunakan kriteria yang diakui secara internasional untuk memastikan diterimanya produk kayu ASEAN yang bersertifikat di pasar internasional. and Nitrofuran Residues in Aquaculture Fish and Fish Products. Dalam upaya mengatur produksi dan pemanfaatan vaksin hewan. telah menyetujui ASEAN Standard for Live Infectious Bronchitis Vaccine dan Inactivated Infectious Bronchitis Vaccine. ASEAN telah menyelesaikan Hazard Guide-A Guide to the Indentification and Control of Food Safety Hazard in the Production of Fish and Fisheries Products in the ASEAN Region. ASEAN Criteria and Indicators for Sustainable Management of Tropical Forests. termasuk pengkajian kebijakan. AMAF ke-29 di Bangkok. ASEAN telah menyetujui untuk memperbaiki mekanisme yang ada serta prosedur registrasi vaksin hewan yang diproduksi di dalam dan di luar Negara Anggota ASEAN. 31 . ASEAN terus melanjutkan kolaborasi dengan SEAFDEC dan telah menyetujui kerja sama untuk memperkuat mekanisme dan implementasi program perikanan kawasan melalui pembentukan “ASEANSEAFDEC Strategic Partnership (ASSP)”. dan Guidelines on Development of Standard Operating Procedures (SOP) for Health Certification and Quarantine Measures for the Responsible Movement of Live Food Finfish. ASEAN telah membentuk dan menandatangani Agreement for Establishment of the ASEAN Animal Health Trust Fund (AHTF) pada bulan November 2006 untuk mendukung aktivitas ASEAN mengendalikan dan memberantas penyakit hewan di kawasan. Kesuksesan kolaborasi dengan SEAFDEC juga mendorong pengembangan inisiatif baru berupa: Seafood Safety Information Network dan Chloramphenicol. Promotion of International Trade in Livestock and Livestock Products. Negara-negara Anggota ASEAN juga telah menyetujui inisiatif untuk membentuk ASEAN Shrimp Alliance (ASA) dan ASEAN Network on Aquatic Animal Health Centres (ANAAHC). sebuah mekanisme tunggal akan dipakai.

West Natuna. Untuk proyek interkoneksi ASEAN.Malaysia dapat menerima illegal logging dikerjasamakan di ASEAN mengingat hal tersebut telah mendapatkan dukungan dari anggota ASEAN lainnya. Malaysia. Selain itu. Perkembangan Kerjasama di Bidang Energi ASEAN telah menetapkan rencana aksi ASEAN yang disebut ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2004-2009. Pertemuan pertama ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) + 3 berlangsung pada tanggal 9 Juni 2004 di Manila. ASEAN pun menunjukkan komitmennya pada bidang ini dengan mengembangkan dan mengadopsi ASEAN Regional Action Plan on Trade in Wild Fauna and Flora 2005-2010. meningkatkan integrasi infrastruktur energi regional. ASEAN Wildlife Enforcement Network (ASEAN-WEN) telah dibentuk pada Desember 2005 untuk menyediakan mekanisme koordinasi dan pertukaran informasi yang efektif di antara badan-badan penegak ubli pada level nasional dan regional untuk memberantas perdagangan flora dan fauna liar secara illegal. liberalisasi dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Malaysia – Palawan-Luzon. Oil Market Forum. Indonesia – JDA – Erawan. Akhirnya disepakati ASEAN Ministerial Statement on Strengthening Forest Law Enforcement and Governance (FLEG) in ASEAN yang memuat mengenai kerja sama ASEAN untuk memberantas illegal logging and its associated trade. Natural Gas Forum. terdapat 3 (tiga) dasar hukum yang menjadi rujukan. FLEG tersebut telah didukung dengan Work Plan for Strengthening FLEG in ASEAN 2008 – 2015. Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy Security Forum. yaitu MoU on Trans ASEAN Gas Pipeline (MoU on TAGP). Pembangunan jaringan kelistrikan (Power Interconnection). ASEAN juga telah setuju untuk bekerjasama secara lebih proaktif dan intensif dalam implementasi CITES. yang meliputi langkah-langkah: memperkuat ketahanan energi regional. disetujui untuk mendorong penetapan harga spot minyak berorientasi pasar dan diimplementasikan di bursa berjangka untuk produk minyak mentah (crude oil) dan produk-produk bahan bakar lainnya. ASEAN Forestry Clearing House Mechanism (CHM) telah dibentuk untuk memberikan landasan informasi di antara Negara-negara Anggota ASEAN terkait diskusi mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan bersama. East Natuna – West Natuna – Singapura. Malaysia – Arun. Malaysia. sejauh ini terdapat 14 proyek interkoneksi ASEAN. yang akan ditandatangani pada KTT ke-14 ASEAN mendatang. SPPG dan TNB). Di bawah program ASEAN-German Regional Forest Program. yang terdiri dari 64 species tanaman telah diselesaikan dan diterbitkan. Menteri-menteri ASEAN yang bertanggungjawab untuk CITES telah mendeklarasikan Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003 pada tanggal 2-14 Oktober di Bangkok. ii). ditandatangani tahun 2002 dan MOU on ASEAN Power Grid (MoU on APG). Indonesia – Duyong. Indonesia – Melaka. Volume pertama dari Database on ASEAN Herbal and Medicinal Plants. yaitu Peninsular Malaysia – Sumatra (Medium term –TNB dan PLN). East Natuna. Pauh. Ketahanan energi (Energy Security). Malaysia – Thailand JDA – Blok B Viet Nam. and Renewable Energy). Penelitian dan pengembangan energi terbarukan (Research and Energy. Disamping itu juga akan ditandatangani New ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA). Thailand. Sarawak – West Kalimantan (Medium term –Sesco dan PLN). Adapun ruang lingkup kerjasama ASEAN di bidang energi mencakup isu-isu: (i). East Natuna – West Natuna – Kerteh. Batam – Bintan – Singapura – Johor (Long term – PLN. East Natuna. East Kalimantan – Sabah – Philippines. (v). Malaysia. Oil Stockpiling Forum dan Renewable Energy Forum dan upaya bersama untuk mengatasi isu-isu di pasaran minyak regional termasuk “Asian Premium”. Proyek yang terkait dengan Indonesia. 1) Kerjasama Energi ASEAN + 3 Kerjasama keamanan energi ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Saat ini ASEAN tengah menyelesaikan volume kedua Database yang berisikan 50 species. (iv). 32 . Berkaitan dengan kerjasama energi ASEAN. Efisiensi energi (Energy Efficiency). Proyek-proyek yang tercakup dalam kerjasama TAGP terdiri dari 8 (delapan) yaitu : Duri. melibatkan sektor swasta dalam upaya mengamankan cadangan energi regional. Indonesia. Sumatera. Kebijakan regional di bidang energi (Regional Energy Policy). menciptakan kebijakan energi regional yang responsif yang secara bertahap mendorong reformasi pasar. Philippina. yang ditandatangani pada tahun 2007 dan saat ini masih menunggu proses ratifikasinya. iii). Indonesia – Brunei Darrusalam – Sabah.

yaitu voluntary dan tidak mengikat. yaitu energy security. Pembahasan isu energy security dalam KTT ini diarahkan untuk mencapai tujuan bersama negara-negara EAS yaitu memastikan ketersediaan sumber energi yang terjangkau (affordable) bagi pembangunan di kawasan. para Pemimpin EAS sepakat bahwa pembahasan mengenai energi harus mencakup elemenelemen energy security. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. Para Menteri menyambut baik proposal Korea mengenai kerjasama civilian nuclear energy sesuai dengan ASEAN + 3 Cooperation Work Plan (2007 – 2017). Dalam kaitan ini juga telah disepakati Work Plan untuk Oil Stockpiling Roadmap yang akan didasarkan kepada 4 (empat) prinsip. oil market. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti 33 . Disepakati Proposal Korea mengenai kerjasama Clean Development Mechanism (CDM) untuk memperluas kesempatan bagi proyek-proyek CDM guna membantu mengurangi greenhouses gas emission (GHG) serta meningkatkan sustainable development melalui kegiatan capacity building. 2) Kerjasama East Asia Summit di bidang Energi Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 East Asia Summit (EAS) di Cebu. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. 2007. Korea diharapkan dapat bekerjasama dengan ACE untuk meneruskan inisiatif tersebut. sumber daya energi alternatif dan terbarukan. pendekatan tahap demi tahap dengan perspektif jangka panjang. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. perluasan sistem energi terbarukan. Filipina. pengembangan networking serta sharing informasi. Terkait dengan pengembangan kerjasama Energy Efficiency and Conservation (EE & C) disepakati bahwa kerjasama dapat dilakukan melalui peningkatan dialog. produksi dan penggunaan bio-fuel. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Para Menteri meminta ASEAN Center for Energy dan Korea Energy Management Cooperation dapat menindaklanjuti proposal tersebut. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. dengan kegiatan antara lain capacity building seperti training staff/personnel untuk civilian nuclear development di kawasan. tenaga air. para Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. Untuk menegaskan komitmen kerjasama di bidang energi tersebut. efisiensi energi dan konservasi energi.Pada pertemuan ke-5 AMEM + 3 di Bangkok. oil stockpiling. saling menghormati. yang bertujuan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: o o Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF). saling menguntungkan. tanggal 15 Januari 2007. isu yang menjadi fokus utama adalah energy security. natural gas serta New Renewable Energy (NRE) dan Energy Efficiency and Conservation (EE&C). Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. Dalam KTT tersebut. dan perubahan iklim global. Sidang juga sepakat untuk memperluas kerjasama regional dengan memasukkan kerjasama civilian nuclear energy. o o o KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. telah disepakati kerjasama energi ASEAN + 3.

ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014 telah disahkan pada Sidang AEM ke-36 di Jakarta. Pada pertemuan SMEWG ke-22 di Singapura. Hal ini dapat diwujudkan melalui suatu cooperative framework yang melibatkan secara aktif peran sektor swasta di ASEAN disamping meningkatkan budaya wirausaha. para Menteri mendukung upaya-upaya yang berkesinambungan dari EAS Energy Cooperation Task Force (ECTF) untuk mengembangkan kerjasama melalui 3 (tiga) Work Streams kerjasama energi. Energy Market Integration (EMI) dan Biofuels untuk transportasi dan tujuan-tujuan lainnya. Tujuan-tujuan tersebut telah dituangkan dalam aktivitas-aktivitas ASEAN Small and Medium Enterprise Agencies Working Group (SMEWG) guna merealisasikan tujuan yang hendak dicapai dalam APBSD. Dalam kaitan ini. tanggal 23 Agustus 2007.kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT EAS mendatang. 3 September 2004. kredit dan keuangan serta teknologi modern. Kerangka kerjasama ini didasari oleh pemahaman bahwa UKM sebagian besar melaksanakan fungsinya sebagai industri pendukung bagi perusahaan-perusahaan besar. 27-28 Mei 2008. disamping untuk memberikan kesempatan kepada UKM untuk berpartisipasi secara langsung dalam perdagangan intra ASEAN. energy market integration. dinamis. SDM. Para Menteri juga sepakat bahwa rekomendasi laporan hasil studi Energy Market Integration in the East Asia Region perlu dipertimbangkan khususnya rekomendasi untuk mengadakan pertemuan forum konsultasi atau pertemuan-pertemuan lainnya. Dalam kaitan ini. Dalam kaitan ini. inovatif dalam rangka menuju integrasi ekonomi ASEAN. memberikan fasilitas kepada UKM untuk memperoleh akses informasi. biofuels for transport and other purposes sebagai langkah awal untuk mengembangkan kerjasama dalam rangka energy security negara-negara anggota EAS. implementasi SME Section dalam AEC Blueprint. Pada Pertemuan pertama East Asia Summit Energy Ministerial Meeting (1st EAS EMM) di Singapura. Policy blueprint tersebut bertujuan untuk menjamin adanya transformasi UKM ASEAN yang memiliki daya saing. Dan kerjasama dengan mitra wicara. Para Menteri sepakat menetapkan mengenai Asian Biomass Energy Principles sebagai pedoman untuk produksi dan pengunaannya di kawasan. Kerjasama ASEAN di Sektor Usaha Kecil dan Menengah Kerjasama ASEAN di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah dirintis sejak tahun 1995. inovasi dan networking di kalangan UKM. yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia. pasar. untuk share pandangan mengenai policy approaches dan untuk menentukan langkah-langkah dalam meningkatkan pasar energi yang terintegrasi. Berdasarkan cetak biru tersebut telah dipilih lima bidang kerjasama strategis dalam pengembangan UKM ASEAN. para Menteri meminta ECTF untuk memperdalam studi mengenai Energy Market Integration untuk dilaporkan pada pertemuan EAS Energy Ministers Meeting mendatang. rencana penyusunan ASEAN SME White Paper. Pada Pertemuan Kedua Asia Summit Energy Ministerial Meeting (2nd EAS EMM). telah dibahas beberapa hal yang mencakup: pembentukan common curriculum for entrepreneurship in ASEAN oleh Indonesia dan Singapura. para Menteri mengharapkan agar ERIA dapat memperdalam analisisnya dan memberikan masukan agar kerjasama dalam hal energy effisiency and conservation lebih efektif. Para Menteri menugaskan ERIA untuk mengembangkan metodologi bagi assesment lingkungan dan social sustainability dalam produksi dan penggunaan biomass mengingat kondisi-kondisi khusus di kawasan. Sidang sepakat bahwa 3 (tiga) work stream yaitu energy efficiency and conservation (EE & C). para Menteri sepakat untuk mempromosikan produksi dan penggunaan biofuels dan kerjasama regional yang tidak mengganggu ketahanan pangan. yaitu Energy Efficiency and Conservation (EE & C). yang ditandai dengan dibentuknya Kelompok Kerja Badan-Badan UKM ASEAN (ASEAN Working Group on Small and Medium-size Enterprises Agencies). Agustus 2008. Sidang ASEAN Economic Minister Meeting (AEM) ke-31 di Singapura tanggal 27 September–2 Oktober 1999 telah menyepakati kerangka kerjasama yang melibatkan UKM dalam ASEAN Industrial Cooperation (AICO). Dukungan 34 . Disamping itu Para Menteri menyambut baik EAS Energy Outlook yang dipersiapkan oleh Economic Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). Dalam pertemuan pertamanya di Jakarta tanggal 24 April 1995 telah disahkan Rencana Aksi ASEAN bagi pengembangan UKM. Sidang juga sepakat untuk terus mengembangkan kemungkinan kerjasama teknologi baru untuk biofuels serta melakukan upaya-upaya konkrit untuk merealisasikan kerjasama energy efficiency and conservation berdasarkan “voluntary basis” dan menyambut baik pembentukan Asia Biomass Research Core dan Asia Biomass Energy Cooperation Promotion Office di Jepang. Pertemuan ini juga menyepakati bahwa pada tahap awal kerjasama ASEAN di bidang UKM akan terfokus pada sektor manufaktur.

pengembangan sumber daya manusia dan mobilitas tenaga kerja. 26 Maret 1994. Pengembangan Teknologi. kerjasama ASEAN di sektor UKM lebih difokuskan pada tindak lanjut proyek-proyek peningkatan kapasitas dan daya saing UKM di bawah payung Vientiane Action Plan dan ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014. Malaysia. pengembangan infrastruktur. Kerjasama BIMP-EAGA dibentuk untuk menarik minat para investor lokal dan asing untuk melakukan investasi dan meningkatkan perdagangan di kawasan timur ASEAN. dan Penerapan Kebijakan yang Kondusif. Kerjasama ekonomi sub-regional. perikanan. Ide tersebut kemudian disampaikan kepada PM Malaysia Mahathir Muhamad dan Presiden Soeharto. pembentukan KESR didasarkan pada prinsip keterbukaan dalam pembangunan wilayah (open regionalism) dan bukan pada pembentukan blok kawasan yang tertutup (building block). Fidel Ramos pada bulan Oktober 1992 untuk menghubungkan daerah Filipina Selatan dengan Wilayah Timur Indonesia dan Wilayah Timur Malaysia. Bantuan dalam Bidang Keuangan. Kalimantan Barat. telekomunikasi dan konstruksi dengan Brunei Darussalam sebagai koordinator. energi. Untuk melibatkan pihak swasta secara aktif telah dibentuk forum khusus East ASEAN Business Council (EABC) di Davao City 15-19 Nopember 1994. Cluster bidang sumber daya alam yang terdiri atas agro-industry. Serawak. dan Labuan). Berbagai kendala yang muncul dalam perkembangan kerjasama growth areas ini menjadi feed back bagi kemajuan skema pertumbuhan wilayah ini dan ASEAN terus mengupayakan inisiatif-inisiatif baru dalam kerangka pengembangan kerjasama tersebut seperti pembentukan ASEAN Mekong Basin Development Cooperation. Indonesia. Daerah anggota kerjasama tersebut lebih dari satu negara. kerjasama dengan negara-negara Mitra Wicara. sembilan proyek diantaranya telah selesai. Lao PDR bulan Nopember 2008.dalam Bidang Pemasaran. Kerjasama BIMPEAGA secara resmi dibentuk melalui penandatanganan Agreed Minutes pada pertemuan tingkat menteri di Davao City. yaitu: cluster bidang transportasi dan pembangunan infrastruktur yang membawahi air linkages. pariwisata. Proyek-proyek APBSD 2004-2014 yang belum dapat dilaksanakan pada umumnya disebabkan oleh belum jelasnya pendanaan bagi proposal yang telah masuk serta adanya permintaan sejumlah Mitra Wicara agar usulan proyek-proyek baru dapat dikaitkan dalam kerangka FTA dengan ASEAN. Dalam perkembangannya. sea linkages. perikanan. Pembagian area kerja BIMP-EAGA digolongkan dalam beberapa cluster. dengan Indonesia sebagai koordinator. kehutanan. dengan Malaysia sebagai koordinator. Dari 20 proyek yang disepakati dalam APBSD. tujuh dalam persiapan dan satu tidak dapat dilaksanakan. Sektor kerjasama yang diprioritaskan adalah transportasi udara dan laut. Tujuan utama pembentukan sub-wilayah pertumbuhan adalah untuk memadukan kekuatan dan potensi-potensi tiap-tiap wilayah yang berbatasan sehingga menjadi wilayah pertumbuhan yang dinamis. telah disepakati bahwa draft common curriculum for entrepreneurship in ASEAN akan diujicobakan di Myanmar dan Viet Nam sebelum diterapkan di seluruh negara-negara ASEAN. Malaysia (Sabah. Pertemuan BIMP-EAGA Summit ke-3 di Cebu pada tanggal 12 Januari 2007 menghasilkan sebuah Joint Statement for 3rd BIMP-EAGA Summit yang intinya antara lain menyepakati BIMP-EAGA 35 . dan cluster UKM dan finansial dengan Filipina sebagai koordinator. sesuai dengan Agenda for Greater Economic Integration. Indonesia (Kalimantan Timur. Kawasan Pertumbuhan ASEAN Bagian Timur: Brunei. Pada pertemuan SMEWG ke-23 yang telah berlangsung di Vientiane. tiga sedang berjalan. merupakan salah satu bentuk keterkaitan (linkage) ekonomi antar daerah dengan memiliki unsur internasional. Dalam konteks ASEAN. kehutanan dan lingkungan hidup serta energi. pengembangan sumber daya alam dan manusia. dan Filipina (BIMPEAGA) Ide pembentukan Wilayah Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA) pertama kali disampaikan oleh Presiden Filipina. Filipina. serta pengembangan industri. Tujuan pembentukan BIMP-EAGA adalah mengembangkan kerjasama sub-regional antara negara-negara anggota dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sub-kawasan tersebut. cluster pariwisata. dan Sulawesi Utara). serta hal-hal berkaitan dengan prospek pengembangan UKM di tengah kemajuan kerjasama ekonomi ASEAN. BIMP EAGA tersebut diikuti oleh empat negara di kawasan timur ASEAN yaitu Brunei Darussalam. dan Filipina (Mindanao dan Palawan). Kerjasama Ekonomi Sub-Regional ASEAN Pelaksanaan Kerjasama Ekonomi Sub-Regional (KESR) dilakukan untuk mengambil manfaat dan saling melengkapi dalam mempercepat pembangunan ekonomi melalui peningkatan arus investasi. sering juga disebut sebagai segitiga pertumbuhan (growth triangle) atau wilayah pertumbuhan (growth area).

kerjasama pendidikan. Dumai-Melaka). Penang. penerangan. penerangan. Secara struktural mekanisme kerjasama IMT-GT terbagi atas dua tingkatan. Kerjasama pertumbuhan tersebut diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperlancar arus perdagangan. Bersama-sama dengan Pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (ASEAN Political and Security Community) dan Pilar Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community). Sedangkan BCM terdiri dari pengusaha-pengusaha yang terlibat dalam kegiatan IMT-GT. menggerakkan sektor UKM bekerjasama dengan ADB serta meningkatkan peran pemuda dalam kerjasama sosial budaya. pembangunan sosial. pendidikan. olahraga. kepemudaan. Aceh. b) Segitiga Pertumbuhan: Indonesia. 20 Juli 1993. pembuatan database perdagangan. mulai dari upaya pengentasan kemiskinan. pariwisata. ilmu pengetahuan dan teknologi. lingkungan hidup. lingkungan hidup. KERJASAMA SOSIAL DAN BUDAYA Kerjasama di bidang sosial-budaya menjadi salah satu titik tolak utama untuk meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”. riset. mendorong penguatan peran Swasta dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan kerjasama IMT-GT. ASEAN akan berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi penduduknya dengan memperhatikan keseimbangan gender di 36 . Sebagai satu komunitas sosial budaya. Malaysia dan Thailand (IMT-GT) Pembentukan Segitiga Pertumbuhan (Growth Triangle) IMT-GT dimulai dengan pertemuan bilateral tingkat menteri dan pejabat tinggi di Pulau Langkawi. kebudayaan. investasi. empat negara bagian Malaysia yaitu Perak. pengentasan kemiskinan. Kerjasama segi tiga pertumbuhan tersebut melibatkan tiga provinsi Indonesia yakni Sumatera Utara. serta membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal. Komunitas sosial budaya ASEAN mencakup kerjasama yang sangat luas dan multi-sektor. Hasil pertemuan BCM kemudian diajukan ke SOM. kebudayaan. dan dukungan peran ADB dalam IMT-GT. investasi & pariwisata. Kedah. penanggulangan narkoba. Pilar Sosial Budaya ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat proses pengintegrasian di ASEAN dalam rangka mendukung upaya mewujudkan perdamaian di kawasan. dan Sumatera Barat. kepegawaian. kesehatan. Straits of Malacca.Roadmap to Development yang meliputi percepatan penerapan flagship projects. dukungan penguatan institusional IMT-GT. Pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu telah diadakan pula KTT ke-2 IMT-GT yang menyepakati sebuah Joint Statement of the 2nd IMT-GT Summit yang intinya antara lain penetapan IMT-GT Roadmap for Development 2007-2011 dan penetapan empat IMT-GT Economic Corridors (extended SongkhlaPenang-Medan. Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community) Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASSC) merupakan bagian dari tiga pilar penting yang saling terkait dan saling melengkapi dalam kerangka pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015. Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kerjasama untuk memperkuat daya saing kawasan dengan cara meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan lingkungan hidupnya. meningkatkan kesejahteraan serta memperkokoh persaudaraan di kalangan masyarakat ASEAN. SOM terdiri dari pejabat-pejabat tinggi pemerintah dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian dan beberapa anggota teras BCM. perempuan. menyepakati peningkatan keterlibatan pihak swasta untuk berpartisipasi pada BIMP-EAGA Business Council. kerjasama pegawai negeri. penanggulangan bencana alam. yaitu Sidang Pejabat Tinggi (Senior Officials Meeting-SOM) dan Business Council Meeting (BCM). Banda Aceh-Palembang. Perlis dan empat belas provinsi Thailand Selatan. iptek hingga kerjasama penanganan kebencanaan. penanganan isu kesehatan. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. dan ketenagakerjaan serta Yayasan ASEAN. dan jasa. Hal tersebut akan selaras dengan inisiatif AEC dan bertujuan untuk memajukan proses integrasi ASEAN. yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi. dan pendidikan. ketenagakerjaan. ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat. Dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang keberadaan ASEAN (ASEAN Awareness). oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Kerjasama sosial-budaya mencakup kerjasama di bidang kepemudaan. Komunitas Sosial Budaya ASEAN bersifat terbuka dan bergerak berdasarkan pendekatan kemasyarakatan (People-Centered approach): dari masyarakat. SOM melakukan pertemuan setahun sekali dengan didahului pertemuan BCM. Malaysia. masyarakat ASEAN akan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan pertumbuhan penduduk dan kemiskinan.

Mempersempit Jurang Pembangunan (Narrowing the Development Gap). Rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN memuat enam elemen utama (Core Element) & 348 Rencana Aksi (Action-lines). warga ASEAN akan dapat mewariskan kepada generasi-generasi selanjutnya sebuah kawasan Asia Tenggara yang sejahtera. Mekanisme Pelaksanaan (Implementation Mechanism) B. meskipun isu yang dibahas sangat sensitf. terdiri dari 94 action lines C. kemitraan dan rasa kepemilikan masyarakat (We Feeling) terhadap ASEAN. mulai dari Pemerintah. solidaritas. Pembangunan Manusia (Human Development). terdiri dari 60 action lines B. ASEAN telah menyusun suatu Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN SocioCultural Community Blueprint) yang akan disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand (Februari 2009). ASEAN akan dapat menyelesaikan segala sengketa secara damai dan bersahabat. Hak-Hak dan Keadilan Sosial (Social Justice and Rights). Strategi Komunikasi (Communication Strategy) D. antara lain di bidang pendidikan. membangun kualitas hidup yang lebih baik. Penyusunan rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN ini dimaksudkan untuk memberian pedoman (guidelines) bagi negara anggota ASEAN dalam persiapan menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN tahun 2015 melalui pilar sosial budaya. ASW ditingkatkan statusnya menjadi ASEAN Committee on Women (ACW). Membangun Identitas ASEAN (Building ASEAN Identity). Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN diharapkan dapat segera diintegrasikan kedalam perencanaan pembangunan di masing masing negara ASEAN dan diimplementasi di tingkat nasional dan daerah. Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial (Social Welfare and Protection). Pertemuan pertama ASEAN Standing Committee di Manila tahun 1975 membentuk ASEAN Sub-Committee on Women (ASW). serta terus melakukan pengawasan penyebaran wabah penyakit. Dengan demikian. Guna mewujudkan semua itu. warga ASEAN harus menciptakan “rasa ke-kita-an” (“We Feeling”) yang begitu penting bagi manusia dalam membentuk sebuah komunitas. pengendalian penyebarluasan penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba. bukan saja sebagai kawasan yang bebas tetapi juga mampu mengelola sengketa dengan bijaksana. Dengan “rasa ke-kita-an” tersebut. terdiri dari 8 action lines Pelaksanaan dan Review Cetak Biru ASCC (Implementation and Review of the ASCC Blueprint) A. Masyarakat ASEAN juga perlu menumbuhkan rasa saling menghormati dan solidaritas yang lebih besar sehingga warga ASEAN akan berkembang menjadi komunitas yang saling peduli dan berbagi (a Caring and sharing Community). Kerjasama Bidang Sumber Daya Manusia dan Yayasan ASEAN a) Kerjasama Pemajuan Perempuan Isu mengenai perempuan mulai diangkat pada ASEAN Women Leaders Conference di Jakarta pada bulan Desember 1975. Selanjutnya pada Pertemuan ke-20 ASW tahun 2001. terdiri dari 98 action lines E. kalangan Masyarakat Madani maupun anggota masyarakat secara luas. Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilisation) C. meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Cetak biru diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam memperkuat integrasi ASEAN yang berpusat pada masyarakat (people-centred) serta memperkokoh kesadaran. terdiri dari 28 action lines D. Kesuksesan implementasi ASCC Blueprint tentu memerlukan dukungan kuat dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. masyarakat ASEAN akan lebih mengenali benang merah yang ada di dalam budayabudaya mereka yang sangat beragam dan akan lebih mampu menghargai identitas nasional satu sama lain. 37 . Mekanisme Review (Review Mechanism) Segera setelah disahkan. terdiri dari 50 action lines F. Memastikan Pembangunan yang Berkelanjutan (Ensuring Environmental Sustainability). Untuk dapat melaksanakan kerjasama yang baik di seluruh sektor pemerintahan maka ASEAN terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan kapabilitas pegawai negeri dan good governance serta meningkatkan keterlibatan masyarakat madani (civil society). aman dan damai. ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia.berbagai bidang. Struktur Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN adalah sebagai berikut: Pengantar (Introduction) II. penurunan kualitas lingkungan dan polusi lintas batas. Karakteristik dan Elemen-elemen (Characteristic and Elements) A. Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint) Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan terbentuknya ASEAN Socio-Cultural Community (ASSC).

serta Pelaksanaan Rencana Kerja Declaration on the Elimination of Violence Against Women (DEVAW). Kerjasama ASEAN dalam bidang perempuan menunjukkan perkembangan yang berarti. Dalam kaitan ini terdapat 4 bidang prioritas. Sementara menunggu terbentuknya Badan HAM ASEAN. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement dan komitmen negara-negara ASEAN untuk menguatkan kapasitas institusi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai konsep dan penerapan pengarusutamaan gender serta meningkatkan kerjasama regional dalam pengawasan dan evaluasi efektifitas pengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi pembangunan.Dari sisi perkembangan regional policy framework. Kegiatan dalam bidang kepemudaan juga melibatkan LSM dengan dibentuknya Committee for ASEAN Youth Cooperation (CAYC). ii. Declaration on the Advancement of Women in ASEAN. Pelaksanaan program kerjasama pemuda ASEAN diselaraskan dengan Work Programme on Preparing ASEAN Youth for Sustainable Employment and Other Challenges of Globalisation. Sejauh ini. Beberapa hal pokok yang dibahas antara lain: Third Regional Report on the Advancement of Women in ASEAN. yaitu: i. yakni: i. dan bila Badan HAM ASEAN sudah dapat dibentuk. Promoting NGO Involvement and Other non project activities). Work Plan on Women’s Advancement and Gender Equality (2005-2010) sebagai tindak lanjut dari 1988 Declaration on the Advancement of Women in the ASEAN Region. yaitu: i. terdapat dua Work Plan yang telah disusun dan disahkan sebagai tindak lanjut dari deklarasi-deklarasi yang dihasilkan. Selanjutnya pada tahun 2001. dan ii. telah dibentuk Expert Group on Youth dan disepakatinya Declaration of Principles to strengthen ASEAN Collaboration on Youth pada tahun 1983. Tahun 1998 Expert Group on Youth berubah nama menjadi ASEAN Sub-Committee on Youth (ASY). maka Komisi tersebut akan menjadi bagian dari Badan HAM ASEAN. status ASY ditingkatkan menjadi ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY). tahun 1988. iv. Indonesia mengharapkan pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak kiranya dapat dilakukan. yang merupakan tindak lanjut dari Yangoon 2000 Declaration on Preparing ASEAN Youth for the Challenges of Globalization. terdapat tiga deklarasi penting ASEAN yang terkait dengan isu perempuan dan telah disahkan. Promoting Employability of Youth. Work Plan to Operationalize the Declaration on the Elimination of Violence against Women in ASEAN sebagai tindak lanjut dari Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW) 2004. 38 . iii. b) Kerjasama Bidang Pemuda Kerjasama ASEAN di bidang kepemudaan dimulai sejak diselenggarakannya Konferensi Pemuda tanggal 15-17 September 1975. Policy Development. ii. BPFA and MDGs pada tanggal 15-16 November 2006 di Jakarta. Sehubungan dengan upaya ASEAN untuk membentuk ASEAN Human Right Body. dan iii. pada tanggal 3-4 April 2007 di Bangkok telah dilaksanakan Regional Consultative on the Establishment of ASEAN Commission on the Protection of the Rights of Women and Children yang bertujuan menghimpun masukan dari unsur pemerintah dan non pemerintah. dan Other Issues (Information Exchange. Dalam upaya itu. tahun 2004. Gender Dimension of Globalisation and Regional Integration. Dalam perkembangannya. Promoting ASEAN Awareness and Civic Responsibility / Youth Leadership. maka negara anggota telah membahas kemungkinan pembentukan Commission of the Promotion and Protection of the right of Women and Children pada Joint Round Table Discussion tanggal 7-8 April 2008. The Declaration against Trafficking in Persons Particularly Women and Children. Pertemuan ke-5 ACW tahun 2006 di Singapura mengangkat tema “Membangun Kemitraan melalui Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di ASEAN”. The Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW). Indonesia telah mengambil insiatif dengan menyelenggarakan ASEAN High Level Meeting on Gender Mainstreaming within the Context of CEDAW. Hal ini menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN dalam meningkatkan upaya peranan perempuan pada usaha kecil menengah (UKM). tahun 2004.

inti dari kerjasama penanggulangan. telah sepakat untuk mempertimbangkan aspirasi para pemuda dalam pengambilan kebijakan dan keputusan guna mencapai visi ASEAN. Upaya di tingkat regional tersebut diselaraskan dengan langkahlangkah di tingkat nasional yang menetapkan pencapaian Kawasan Bebas Narkoba Indonesia 2015. lingkungan hidup serta keterlibatan pemuda dalam masyarakat. Rangkaian pertemuan membahas berbagai proyek kerjasama untuk peningkatan kapasitas dan kerjasama dalam P4GN serta peningkatan kerjasama dengan Jepang. pada bulan November 2006. Dalam Pertemuan ASOD ke-29 dihasilkan pula sejumlah rekomendasi dari working group. Sidang ke-5 para Menteri Pemuda se-ASEAN yang bertema “Youth: Creating Our Future Together” menghasilkan kesepakatan bahwa pemuda mempunyai peranan penting menentukan masa depan kawasan ASEAN. Senior Officials Meeting on Transnational Crimes (SOMTC). Pertemuan ASOD + India Consultation dan Pertemuan ke-5 ACCORD Joint Task Force. mengenai isu pendidikan. dan juga India. oleh karena itu sudah waktunya bagi para pemuda untuk menampilkan peranannya mulai dari sekarang. ASEAN juga melibatkan kerjasama dengan Mitra Wicara dalam upaya pemajuan pemuda di kawasan seperti dengan China. meningkatkan kesadaran dan identitas tentang ASEAN (”ASEAN awareness”) melalui program Youth Camp dan pertukaran pemuda. cultural and natural resources for sustained development in a harmonious and people-centred ASEAN” dengan jangka waktu 2004 -2010. antara lain: 39 . Brunei Darusssalam. 25-26 April 2007. yang dilanjutkan dengan Pertemuan ke-4 SOMTC + 3 Working Group Meeting on Narcotics. Republik Korea dan China (Plus Three). maka implementasi juga melibatkan sectoral bodies lainnya yang mulai dikoordinasi melalui Coordinating Conference for the ASEAN Socio-Cultural Community (SOCCOM) sejak pertemuan di Sekretariat ASEAN Jakarta. Pada tanggal 25-26 Agustus 2008 diadakan Pertemuan ke-29 ASOD di Bandar Seri Begawan. Berbagai program yang telah terlaksana dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala antara lain: ASEAN – Korea Youth Exchange Programme: ASEAN Youth visit to Korea Regional Capacity Building Workshop to Promote Youth-Initiated (ICT) Enterprises ASEAN Youth Leadership Development Programme (AYDLP) ASEAN – China: ASEAN-China Youth Civil Servants Exchange Programme Bridge of Youth: ASEAN In Our Hands Program Kapal Pemuda ASEAN–Jepang Japan East Asia Network for Exchange Programme (JENESYS) ASEAN – India: ASEAN Youth Visit to India ASEAN Youth Creativity Expo East Asia Youth Leadership Programme c) Kerjasama Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Obat-obat Terlarang (P4GN) Secara umum. dan ASEAN-EU SubCommittee on Narcotics. VAP merekomendasikan program kegiatan bagi pemuda antara lain untuk meningkatan partisipasi pemuda dalam angkatan kerja. Jepang dan Republic of Korea (RoK). Para Menteri Pemuda se-ASEAN dalam Sidangnya yang ke-5 di Singapura. pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di tingkat regional ASEAN diarahkan pada upaya realisasi komitmen A Drug Free ASEAN 2015 (Kawasan Bebas Narkoba ASEAN 2015).Bidang prioritas tersebut kemudian juga tersirat dalam kesepakatan “Vientienne Action Programme (VAP)” yang disepakati oleh para Kepala Negara pada KTT ke-10 tanggal 29-30 November 2004 di Vientiane. Pelaksanaan kegiatan mengenai pemuda sebenarnya menjadi tanggung jawab SOMY namun mengingat kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas sektoral. Tema utama VAP adalah untuk mencapai komunitas sosial budaya ASEAN “ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)” yang bertujuan untuk “nurturing human. Lao PDR. Penanganan kejahatan lintas negara di bidang narkoba dibahas dalam ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD). Para pemuda ASEAN yang tergabung dalam Kaukus Pemuda tersebut mengadakan diskusi secara khusus. Prioritas kerjasama pemuda terutama adalah “Building a Community of Caring Societies” dan “Managing the Social Impact of Economic Integration” dan “Promoting an ASEAN Identity”. Untuk pertama kalinya pada Sidang ke-5 Para Menteri Pemuda se-ASEAN diselenggarakan Kaukus Pemuda. yang dipertegas dalam Rencana Aksi Komunitas Sosial-Budaya. Rekomendasi Kaukus Pemuda disampaikan secara langsung kepada Para Menteri Pemuda se ASEAN pada Sidang tersebut. kewirausahaan. ASEAN and China Cooperative Operations in Response to Dangerous Drugs (ACCORD).

bukan hanya pengganti opium. pendidikan. Mitra Wicara ASEAN yaitu pemerintah Jepang melalui Japan ASEAN Solidarity Fund. menentukan prioritas-prioritas dan mengesahkan anggaran tahunan serta persetujuan proyek. 40 . pada 15 Desember 1997 di Kuala Lumpur. yakni: ASEAN Inter-Parliamentary Association (AIPA). Setiap negara anggota mempunyai seorang wakil di Dewan Penyantun yang bertugas membuat kebijakan. dan pelayanan sosial untuk mengentaskan kemiskinan serta perlunya komitmen politis untuk kesinambungan AD. China. Pertemuan ASOD ke-29 juga dihadiri berbagai lembaga terkait. Ruben C. agar perundang-undangan domestik dan internasional lebih dipahami. Direktur Eksekutif sebelumnya dijabat oleh Dubes Wisber Loeis – Indonesia (1998-2001). kesehatan.A. (iv) Working Group on ”Law Enforcement” (dipimpin Thailand) merekomendasikan Workshop “Legal Matters for “Drug Control” bagi anggota ACCORD. Agar ASOD mencari proyek mengenai pendidikan bagi remaja sebagai inisiatif lintas sektoral. ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN. agar dilakukan pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki infrastruktur. Apichai Sunchindah – Thailand (2005-2007). Uriarte. Berdasarkan Revised Memorandum of Understanding on the Establishment of the ASEAN Foundation tertanggal 25 Juli 2000. Indonesia memberi rekomendasi agar dilakukan kerjasama dengan pabrik pengguna zat Toluene untuk mencari zat pengganti. Yayasan ASEAN mempunyai tiga organ penting. d) Kerjasama Bidang Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) Pembentukan Yayasan ASEAN merupakan tindak lanjut dari keputusan para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-5 di Bangkok tahun 1995. dan Direktur Eksekutif (Executive Director). Yayasan didukung dengan dana abadi dan dana operasional (endowment fund and operational fund) yang didapat dari kontribusi negara-negara anggota ASEAN. melalui pembangunan SDM. Direktur Eksekutif bertugas mewakili Yayasan ASEAN dalam segala kegiatan yang bersifat administratif maupun operasional. F. kredit usaha kecil. misalnya keringat dan deteksi napas manusia untuk menguji adanya zat Toluene dalam deteksi penyalahgunaan narkoba dengan cara dihirup. Umaly – Filipina (2002-2005).(i) Working Group on ”Alternative Development” (AD) (dipimpin Indonesia). Kanada (International Development Research Centre) dan dari sektor swasta yaitu Microsoft Indonesia dan Hewlett Packard. (v) Working Group on “Research” (dipimpin Singapura) merekomendasikan penjajagan penggunaan cairan biologi selain urine. Dr. Prof. Dewan Penasehat (Council of Advisor). merekomendasikan agar program AD yang berkelanjutan difokuskan juga pada tanaman pengganti ganja. Untuk dapat melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatannya. MoU pendirian Yayasan ASEAN. Dari Filipina. yaitu Dewan Penyantun (Board of Trustees/BOT). dan Dr. Dewan Penasehat bertugas memberikan masukan dan rekomendasi kepada Dewan Penyantun. (iii) Working Group on ”Treatment and Rehabilitation” (TR) (dipimpin Malaysia) terutama merekomendasikan antisipasi penyalahgunaan narkoba melalui dihirup dan agar industri bahan kimiawi mendukung program TR dari pemerintah. Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN tahun 2008 – 2010 adalah Dr. Jr. Perancis. (ii) Working Group on Preventive Education (PE) (dipimpin Filipina) merekomendasikan agar Indonesia membagi pengalaman dengan Negara anggota lainnya dalam kemitraan dengan media. pemasaran produk dan pertukaran pengalaman. peningkatan Iptek dan kesadaran sosial. agar lebih banyak penelitian kegiatan yang bernilai ekonomi. Direktur Eksekutif dipilih berdasarkan seleksi terhadap calon memenuhi kualifikasi dengan tugas mengepalai Sekretariat dan bertanggung jawab kepada Dewan Penyantun. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan INTERPOL dan International Federation of Non Government Organizations for the Prevention of Drugs and Substances Abuse (IFNGO). Maksud pembentukan Yayasan ASEAN adalah untuk meningkatkan posisi kerjasama sosial budaya yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi ASEAN. Republik Korea.

masyarakat madani. UNAIDS dan UNIFEM serta berbagai sektor swasta di negara anggota ASEAN. Oleh karena itu. dan stakeholder lain di kawasan.Dalam perkembangannya Yayasan ASEAN telah melakukan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mendorong adanya kepedulian dan partisipasi yang luas dari masyarakat ASEAN. Dengan diberlakukannya Piagam ASEAN. Adapun mekanisme ACCSM meliputi kegiatan-kegiatan antara lain: konferensi/seminar tingkat para pimpinan (pejabat tinggi pemerintahan) maupun pakar dibidang pelayanan umum. disadari bahwa pegawai negeri memiliki peranan penting dalam berbagai aspek pembangunan dan kerjasama regional yang meliputi bidang politik dan keamanan. mengingat berdasarkan Piagam ASEAN Yayasan ASEAN akan berada di bawah koordinasi Sekretariat ASEAN. Pertemuan menyambut baik usulan Indonesia untuk menjajagi kemungkinan menjalin kerjasama dengan negara-negara Plus Three (China. Pada tahun 2007 – 2008 Indonesia menjadi Ketua ACCSM ke-14. tema the 14th ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) adalah “Developing Corporate Culture in Public Service towards ASEAN Community 2015”. akadimisi. Berdasarkan hasil survey terbatas tersebut diketahui bahwa masyarakat belum sepenuhnya menyadari keberadaan ASEAN. Kerjasama Kebudayaan. dibentuk ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI) yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama yang efektif di bidang kebudayaan dan penerangan dalam rangka meningkatkan saling pengertian (mutual understanding) dan solidaritas diantara masyarakat ASEAN. Pertemuan telah mengesahkan ACCSM Work Plan (2008-2012) dan Technical Committee bertugas untuk menyusun langkah strategi untuk melaksanakan Work Plan dimaksud. akan dilakukan penyesuaian terhadap MOU. pertemuan menyepakati bahwa ACCSM dimasukkan dalam bagian Komunitas Sosial Budaya ASEAN. dimana tuntutan publik akan pelayanan birokrasi yang baik. ASEAN-COCI bersidang sekali dalam setahun untuk membahas proposal kegiatan dan melakukan 41 . Hal ini tercermin dari berbagai proyek kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang bersifat regional bagi masyarakat (grass root) ASEAN serta proyek berkaitan dengan Initiative for ASEAN Integration (IAI). pertukaran informasi. Pada waktu ini Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN melakukan inisiatif baru menjajagi kerjasama dengan organisasi internasional seperti Asian Development Bank. Dalam memperingati usia Yayasan ASEAN yang ke-10 telah dilakukan survey ASEAN Awareness dikalangan mahasiswa berbagai universitas di negara anggota. Piagam ASEAN memberi mandat kepada Yayasan ASEAN untuk mendukung pembangunan masyarakat ASEAN dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai identitas ASEAN. e) Kerjasama Bidang Kepegawaian dan Administrasi Dibentuknya ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) pada tahun 1981 mempunyai tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman kerja serta memperbaiki efisiensi dan efektivitas manajemen publik yang dalam fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. interaksi diantara masyarakat (people – to – people interaction) dan kolaborasi yang lebih erat dengan sektor swasta. kelembagaan dan pengembangan SDM. Baru pada tahun 1978. cepat dan sederhana semakin besar sehingga perlu adanya corporate culture values melalui peningkatan kapasitas. Yayasan ASEAN diharapkan lebih proaktif dalam mengadakan kegiatankegiatan penggalangan dana dan meningkatkan ASEAN Awareness di masyarakat ASEAN serta dan lebih aktif mengundang sektor swasta untuk berpartisipasi dalam kegiatan Yayasan ASEAN. pertukaran kunjungan antara pejabat pemerintahan. Sesuai usulan Indonesia. Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan di era globalisasi. United Nations Economics and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). pengalaman dan best practices. ekonomi. dan Pendidikan a) Kerjasama Bidang Kebudayaan dan Penerangan Kerjasama ASEAN di bidang kebudayaan dan penerangan pada awalnya ditangani oleh Komite Tetap Kegiatan Sosial Budaya (Permanent Committee on Socio-Cultural Activities) dan Komite Tetap Media Massa (Permanent Committee on Mass Media) yang didirikan tahun 1972. Tantangan yang dihadapi oleh Yayasan ASEAN adalah kemandirian dalam pembiayaan operasional Yayasan ASEAN. sosial. Penerangan. pelatihan dan penelitian dibidang administrasi publik dan hal lain yang berhubungan dengan kebijakan pegawai di lingkungan ASEAN. Oleh karena itu maka perlu dilakukan berbagai upaya tambahan untuk memasyarakatkan ASEAN. Jepang dan Republik Korea) di bidang pegawai negeri dan mengesahkan proposal Indonesia dan Singapura mengenai diadakannya Forum on Civil Service Accountability and Good Governance yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin sebelum pelaksanaan Main Conference atau Technical Meeting ACCSM setiap tahun. Pada Pertemuan ke-14 ACCSM yang diadakan di Bali pada bulan Oktober 2007 dan Technical Meeting dan Informal Meeting yang diadakan pada bulan Oktober 2008 di Bukittinggi.

Pada Pertemuan ke-34 ASEAN-COCI di Manila. pemuda dan pejabat pemerintah ASEAN dan Republik Korea yang secara teratur dilakukan setiap tahunnya. i) ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) AMRI merupakan pertemuan tingkat menteri yang bertugas membahas masalah kebijakan di tingkat regional dan melakukan evaluasi umum terhadap kegiatan kerjasama yang dilaksanakan. ii) ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA) Untuk membahas kerjasama kebudayaan ASEAN di level Menteri. ASEAN Youth Camp. Penggunaan dana ACF dimonitor oleh advisory committee yang beranggotakan pejabat-pejabat dari negara-negara anggota ASEAN. yang berarti hanya bunga pengelolaan dana tersebut yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan COCI. Jabatan Ketua ASEAN-COCI dipegang secara bergilir dengan periode kepemimpinan tiga tahun. serta publikasi berbagai kegiatan kebudayaan. Sidang tersebut diadakan setiap dua tahun dan didahului oleh sidang setingkat pejabat tinggi (SOM). yang meliputi antara lain pameran. Pertemuan juga membahas perluasan kerjasama ASEAN di bidang penerangan di masa depan dengan melibatkan negara-negara “Plus Three” (China. yaitu Sub-Committee on Culture (SCC) dan Sub-Committee on Information (SCI) yang masing-masing bersidang dua kali dalam setahun. ASEAN juga melakukan kerjasama di bidang kebudayaan dan penerangan yang erat dengan negara-negara Mitra Wicara. Hasil workshop juga menjadi bahan masukan bagi penyusunan Memorandum of Understanding between ASEAN-China on Information and Media Cooperation (Nota Kesepahaman Kerjasama Informasi dan Media antara ASEAN dan China). yang berhasil menyepakati ASEAN-China Work Plan to Enhance ASEAN-China Cooperation through Information and Media 2006-2010. pertunjukan seni. Sesuai dengan amanat Rencana Aksi Sosial Budaya Viantiane Action Programme (VAP). negara-negara Mitra Wicara lainnya dan organisasi-organisasi internasional. pertukaran tenaga ahli dan peneliti. kerjasama kebudayaan dan penerangan ASEAN diarahkan pada program “Promoting an ASEAN Identity”. ACF juga menerima sumbangan dari negara-negara anggota ASEAN. ACF bersifat endowment fund. ASEAN Culture Week. 10-14 Mei 1999. Kerjasama informasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran dan saling pengertian antara masyarakat di negara-negara ASEAN di berbagai bidang seperti politik. Republik Korea dan Jepang). pemeliharaan dialog bagi terciptanya suatu pengertian yang lebih mendalam akan peradaban. Jepang merupakan negara Mitra Wicara pertama yang memberikan kontribusi kepada ACF sebesar ¥5 milyar yang menjadi dana abadi ACF. serta promosi peran ASEAN dalam komunitas internasional.” ditegaskan peran penting informasi dan media dalam mendukung upaya integrasi ASEAN dan mencapai tujuan ASEAN sebagaimana terkandung dalam VAP. Guna mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan COCI. kebudayaan. Dalam pertemuan AMCA 42 . Selain itu juga telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) on ASEAN-China Cultural Cooperation yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan China di bidang kebudayaan. telah diadakan Workshop on Enhancing ASEAN-China Cooperation through Information and Media di Jogjakarta bulan Mei 2006. Dalam kaitan memperluas kerjasama penerangan ASEAN tersebut. ASEAN Quiz serta pertukaran kunjungan antar seniman ASEAN. 13-16 Oktober 2008. para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Culture Fund (ACF). dibentuk dua Sub-Committee dibawah COCI. Pada Pertemuan AMRI ke-9 bulan Mei 2007 di Jakarta dengan tema “Staying Connected to Advance A Sharing and Caring Community in ASEAN through Media. seminar. Sedangkan kegiatan di bidang informasi dilakukan antara lain melalui pertukaran berita di antara negara-negara ASEAN yang ditayangkan pada televisi nasional di masing-masing negara ASEAN (ASEAN TV News) dan penyiaran berita dan informasi mengenai ASEAN melalui radio-radio nasional (ASEAN in Action). insan media. Program dimaksud meliputi langkah-langkah promosi kesadaran ASEAN dan identitas regional ASEAN. yang telah ditandatangani pada forum ASEAN-China Ministers Responsible for Information di Nanning.evaluasi pelaksanaan proyek yang telah dilaksanakan. China. pada tahun 1978. setiap dua tahun sekali diadakan forum ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA). Kerjasama dengan India meliputi pertukaran kunjungan antar jurnalis ASEAN dan India. ekonomi. Kerjasama dengan Korea Selatan di bawah Future Oriented Cooperation Projects (FOCP) meliputi pertukaran kunjungan antar seniman. pelestarian dan promosi warisan budaya ASEAN. dan agama-agama di ASEAN. kebudayaan. Berbagai kegiatan ASEAN di bidang kebudayaan yang telah dilakukan antara lain workshop dan simposium di bidang seni dan budaya. dan sejarah. Filipina.

yang tidak hanya berada pada pilar sosial budaya melainkan mencakup ketiga pilar Komunitas ASEAN. membahas antara lain hal-hal berikut: i) ii) iii) Menghidupkan kembali ASEAN Student Exchange Programme pada tahun 2008 dan seterusnya sampai 2013. membangun identitas ASEAN dan lingkungan yang multi-kultural. b) Kerjasama Bidang Pendidikan Kerjasama bidang pendidikan di wilayah Asia Tenggara dimulai dengan pembentukan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) tanggal 30 November 1965. Kerjasama diwujudkan antara lain dengan kegiatan pertukaran mahasiswa dan peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga pengajar. The 3rd ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) diselenggarakan di Kuala Lumpur. 26 – 27 September 2001. 13-14 Oktober 2003. ASEAN University Network Forum kerjasama lain di bidang pendidikan adalah ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerjasama antar universitas terkemuka di ASEAN. 15 Maret 2008. kerjasama pendidikan dibahas dalam forum Pertemuan Pejabat Senior Pendidikan ASEAN (ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED). disepakati agar Sekretariat ASEAN. menyepakati strategi dasar dalam upaya mewujudkan Komunitas ASEAN melalui kerjasama pendidikan guna meningkatkan kesadaran (promoting awareness) dan saling pengertian (understanding). serta pelatihan kejuruan dan teknis. khususnya dengan memperkuat jaringan kerjasama antar 43 . Dalam SOM-ED di Bangkok. Sekretariat SEAMEO dan Sekretariat ASEAN University Network (AUN) bekerjasama untuk mengembangkan jejaring regional (regional framework) guna mendukung ASEAN Community Building. dan memfokuskan kerjasama ke depan dalam upaya mencapai Education For All (EFA) tahun 2015. Pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) kedua berlangsung di Bali tanggal 16 Maret 2007. Selanjutnya pada AMCA ke-2 tahun 2005 di Bangkok. membahas antara lain kerjasama dalam peningkatan standar pengajaran. Malaysia. serta kerjasama penelitian antara peneliti dengan akademisi. Menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan di ASEAN. penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Thailand. 24 November 2006. Di level teknis. AUN dibentuk dengan tujuan memajukan sumber daya manusia. Pertemuan ke-3 AMCA berlangsung pada tanggal 12 -13 Januari 2008 di Nay Pyi Taw. Pertemuan juga menyepakati sejumlah kegiatan seni budaya untuk meningkatkan ASEAN Awareness dan Identity: Showcase of the best of ASEAN’s arts and culture. menggunakan common content untuk bahan-bahan pelajaran mengenai ASEAN di sekolah dasar dan menengah pertama. ASEAN Cultural City/Capital dan ASEAN Cultural Week. mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara AUN dengan SEAMEO-RIHED (Regional Centre for Higher Education and Development). Gagasan untuk mengadakan pertemuan ASEAN Ministers of Education (ASED) secara back-toback dengan pertemuan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) muncul pada pertemuan SEAMEO di Bangkok tahun 2005. yang kemudian diubah menjadi ASEAN Sub-Committee on Education (ASCOE). yaitu bagaimana work plan yang disusun di level teknis SOMCA (Senior Officials Meeting on Culture and Arts) dapat bersinergi dengan ASCC Blueprint agar secara signifikan kerjasama kebudayaan dibawah AMCA dapat memberi kontribusi dalam pembentukan ASEAN Socio-Cultural Community 2015. Jejaring regional (regional framework) dimaksud akan difokuskan pada kegiatan-kegiatan untuk memajukan ASEAN awareness di sekolahsekolah. Selain itu disepakati pula untuk mengembangkan ASEAN Scholarship Program. pelatihan bahasa Inggris. Jepang dan Korea Selatan dalam kerangka AMCA+3.pertama di Kuala Lumpur. disepakati wilayah prioritas kerjasama kebudayaan ASEAN. yang dapat meningkatkan competitiveness masing-masing negara anggota maupun ASEAN sebagai organisasi regional. yaitu pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pengembangan UKM terkait budaya dan seni. Sedangkan kerjasama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh ASEAN Committee on Social Development (COSD). Agenda yang dibahas terkait dengan penyusunan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). Pertemuan ASED pertama dilaksanakan di Singapura pada bulan Maret 2006. Myanmar. melalui pertukaran pelajar/mahasiswa dan akademisi. Laos. termasuk mempromosikan ASEAN Studies di sekolah-sekolah dasar dan menengah. dan diubah lagi menjadi ASEAN Committee on Education (mempergunakan akronim yang sama: ASCOE) pada sidang ke-9 ASCOE di Vientiane. dan Mengupayakan substansi pendidikan terefleksi dalam ASEAN Charter. untuk pertama kalinya diadakan pula pertemuan dengan China.

ASEAN-EU University Network Programme. Ide pembentukan AUN muncul pada KTT ke-4 ASEAN di Singapura. Dalam kerangka AUN dilakukan berbagai kegiatan kerjasama pendidikan. iv. Filipina. University of the Philippines. Bentuk kerjasama internal ASEAN antara lain ASEAN Studies Programme. Sub-Committee on Non Conventional Energy Research (SCNCER). Universiti Sains Malaya. Science & Technology (SCFST). Sekjen ASEAN. Sub-Committee on Food. Promotion of ASEAN and Korean Studies. ASEAN Youth Cultural Forum. Universitas-universitas yang tergabung dalam AUN sampai saat ini adalah University Brunei Darussalam (Brunei Darussalam). AUN Quality Assurance (AUN-QA). Collaborative Research. Rencana Aksi Iptek ASEAN periode 2007-2011 dalam implementasinya diintegrasikan dengan VAP 2004-2010 dan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). Sementara kerjasama dengan mitra wicara ASEAN antara lain: ASEAN-China Academic Cooperation and Exchange Programme. International College Student Exchange Programme between and ASEAN Nations. Charter AUN yang dirancang oleh Sekretariat ASEAN dan ASCOE disepakati pada sidang ASCOE ke-3 di Manila. Initiative on ASEAN Integration (IAI) “Higher Education Management in CLMV Countries” dan AUN Intellectual Property Network (AUNIP Network). AUN Educational Forum and ASEAN Young Speaker Contest. Sub-Committee on S&T Infrastructure and Resources Development (SCIRD). Student Exchange Programme. Ketua ASCOE. Sub-Committee on Microelectronic and Information Technology (SCMIT). yang hanya melibatkan negara anggota ASEAN. ii. Kerjasama Iptek ASEAN tidak hanya terfokus pada upaya pengembangan Iptek namun juga diarahkan untuk lebih memasyarakatkan pemanfaatan Iptek terapan bagi pembangunan sosial dan ekonomi. Sub-Committee on Biotechnology (SCB). The ASEAN-RoK Academic Exchange Programme. Sub-Committee on Marine Sciences and Technology (SCMSAT). dan sebuah Sekretariat yang berpusat di Bangkok. Sub-Committee on Meteorology & Geophysics (SCMG). 44 . 20-22 Juni 1995. National University of Singapore. sementara perjanjian pembentukan AUN ditandatangani pada bulan November 1995. vi. Januari 1992. Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. vii. Chulalongkorn University. dan Direktur Eksekutif AUN. University of Yangon (Myanmar). Viet Nam National University-Ha Noi dan Viet Nam National University-Ho Chi Minh City (Viet Nam). BOT beranggotakan wakil dari seluruh negara anggota ASEAN yang ditunjuk oleh pemerintah masing-masing. Information Networking. Institute of Economics. Thailand. Universitas Gadjah Mada (Indonesia). ASEAN telah menyusun ASEAN Plan of Action on Science and Technology (APAST) 2007-2011 yang merupakan kerangka strategis regional dalam pengembangan kerjasama Iptek. AUN Distinguished Scholars Programme. viii. maupun yang mengikutsertakan negara-negara mitra wicara. Nanyang Technological University (Singapura). ASEAN-Post-doctoral Fellowship Programme.universitas dan lembaga pendidikan di ASEAN. riset dan teknologi dalam kerangka ASEAN telah terbentuk sejak tahun 1967 sebagai bagian dari program ASEAN-help-ASEAN Initiative. ASEAN-India Academic Cooperation. National University of Lao (Laos). ASEAN Graduate Business and Economic Programme (AGBEP Network). Royal University of Phnom Penh (Kamboja). Burapha University (Thailand). Universiti Malaya (Malaysia). baik yang ada di tingkat regional maupun global (b) meningkatkan intensitas kegiatan penelitian iptek termasuk melalui pertukaran tenaga ahli dan pemberian beasiswa (c) memperkuat kerjasama alih teknologi serta (d) memperkuat pembangunan dan pemanfaatan ‘digital content’ Kerjasama Iptek ASEAN ditangani oleh ASEAN Committee on Science and Technology (COST) dan diperkuat dengan sembilan Sub-Komite sektoral. yang pembentukannya disesuaikan dengan bidang-bidang kerjasama yang menjadi prioritas ASEAN. Lingkungan Hidup dan Bencana Alam a) Kerjasama Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kerjasama ilmu pengetahuan. v. ASEAN berupaya untuk mendorong sebanyak mungkin partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan iptek termasuk sektor swasta. dan ix. iii. AUN-Southeast Asia Engineering Education Development Network. yaitu: i. Struktur AUN terdiri dari Board of Trustees (BOT). participating universities. Beberapa program kerja utama yang akan dilaksanakan antara lain adalah (a) memperkuat kolaborasi dan jaringan kerjasama dengan berbagai institusi riset dan pengembangan. Sub-Committee on Space Technology and Application (SCOSA). De La Salle University (Filipina). Sub-Committee on Materials Science & Technology (SCMST). Universitas Indonesia.

sosial dan lingkungan. serta (d) penguatan kerjasama regional dan internasional. Indonesia. dan xii. di Riau telah diselenggarakan pertemuan khusus negara anggota ASEAN untuk menuntaskan permasalahan polusi asap lintas batas yang selama ini membawa dampak sosial dan ekonomi cukup besar bagi masyarakat Indonesia. Mempromosikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan. Malaysia. Misi utama yang ingin dicapai ASEAN dalam kerjasama lingkungan adalah mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang bersih dan hijau (Creating Clean and Green ASEAN). atas inisiatif Pemerintah Indonesia. AEGE diberi mandat untuk mempersiapkan ASEAN Environmental Programme (ASEP) yaitu program kegiatan ASEAN di bidang lingkungan hidup. (c) Pokja Bidang Lingkungan Kelautan. yaitu: Memperkuat kapasitas nasional dan regional dalam menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan di bidang lingkungan. vi. Seiring dengan makin meluasnya permasalahan lingkungan hidup di kawasan. Pertemuan Riau antara lain telah menggulirkan pembentukan the ASEAN Sub-Regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution (MSC) yang beranggotakan 5 negara sub-regional ASEAN yang selain ini terkena dampak dari polusi asap lintas batas yaitu Brunei Darussalam. Juni 2002. Memperkuat kerjasama dalam penanganan polusi lingkungan lintas batas seperti polusi asap lintas batas dan polusi limbah berbahaya lintas batas . Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya lingkungan. Memperkuat upaya pengawasan. (b) Pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan (peatlend management). Memperbaiki pengelolaan lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat good governance di kawasan perkotaan. untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan lingkungan di kawasan. Meningkatkan pengelolaan kawasan pantai dan bahari yang ramah lingkungan (coastal and marine environment). (c) pemadaman dan tanggap darurat. ASEAN telah menyepakati ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang ditandatangani di Kuala Lumpur. Memperkuat kerjasama dalam pemanfaatan sumber daya mineral secara lestari. (b) Pokja bidang Konservasi Alam dan keanekaragaman hayati. Pembentukan wadah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama yang sudah dirintis sejak tahun 1971 melalui Permanent Committee on Science and Technology. yang dicapai pada tingkat global seperti isu perubahan iklim (climate change) serta penanganan produk kimia dan limbah kimia. dengan mengacu pada prinsip-prinsip mekanisme pembangunan yang berkelanjutan. Singapura dan Thailand. v. iii. 45 . iv. Mempromosikan pengelolaan hutan secara lestari dan melakukan harmonisasi antara kebijakan ekonomi. viii. Pertemuan Riau juga menghasilkan dokumen Rencana Aksi untuk mengatasi masalah kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara yang meliputi aspek-aspek: (a) Pencegahan. ii. pada tahun 1990 negara-negara ASEAN sepakat untuk secara reguler menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan (ASEAN Ministerial Meeting on Environment/AMME) dan pertemuan tingkat pejabat senior (ASEAN Senior Officials Meeting on the Environment/ASOEN). x. ramah lingkungan serta melakukan pengelolaan sumber daya alam secara arif dan lestari. ASEAN telah mengidentifikasikan 12 bidang kerjasama yang menjadi prioritas dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di kawasan. Memperkuat konservasi alam dan keanekaragaman hayati. Mempromosikan tersedianya sumber air bersih bagi semua penduduk. ix. xi. ditandai dengan dibentuknya ASEAN Experts Group on the Environment (AEGE) di bawah Committee on Science and Technology (COST). pemantauan dan penegakan hukum. Mekanisme konsultasi formal dimaksud kemudian kemudian dilengkapi dengan 5 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu: (a) Pokja pembahasan kesepakatan kerjasama lingkungan hidup di tingkat multilateral. Pada tahun 2006. (d) Pokja bidang Pembangunan kawasan kota dan desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (e) Pokja bidang manajemen sumber daya air. (d) pengembangan sistem peringatan dini dan pemantauan. pelaporan serta harmonisasi kebijakan sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Memperkuat pemanfaatan lahan secara ramah lingkungan. Salah satu kerjasama bidang lingkungan yang menjadi prioritas ASEAN adalah memaksimalkan upaya bersama dalam penanganan polusi kabut asap (haze) lintas batas yang ditimbulkan oleh terjadinya kebakaran hutan dan lahan. vii.b) Kerjasama Lingkungan Hidup Secara formal kerjasama ASEAN di bidang lingkungan hidup dimulai sejak tahun 1978. i. Ketika itu.

petani/peladang. therefore they shall extend. stabilitas. Komitmen negara-negara anggota ASEAN untuk saling membantu pada saat terjadi bencana antara lain dimuat dalam Declaration of ASEAN Concord yang ditandatangani pada tanggal 24 Pebruari 1976. 46 . Pada tahun 2006/2007. Peningkatan Kapasitas. Kelima komponen inti dimaksud adalah: i. mencakup lima komponen inti dan mencakup lebih dari 29 kelompok kegiatan. ASEAN telah melaksanakan beberapa program penting antara lain : Penyelenggaraan pemilihan kota-kota terbaik di ASEAN yang berwawasan lingkungan (ASEAN Environmentally Sustainable City Award). berhasil ditekan dalam jumlah yang cukup substansial. within their capabilities. Komite ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Committee on Disaster Management/ACDM) secara resmi dibentuk dengan mandat mempersiapkan program kerja beserta prioritas kegiatan yang kemudian dikenal sebagai Program Regional ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Regional Programme on Disaster Management/ARPDM). ARPDM memuat kerangka kerjasama antar negara ASEAN dan juga dengan Mitra Wicara dan organisasi internasional untuk periode 2004 – 2011. jumlah titik panas (hotspot) di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tahun 2003. juga mulai diimplementasikan. masyarakat. Pertukaran Informasi dan Sumber Daya. Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang menandai berdirinya ASEAN merupakan landasan bagi negara anggotanya untuk saling memperkuat kerjasama regional guna meningkatkan kedamaian. Para Pemimpin ASEAN ketika itu sepakat untuk menjadikan isu penanganan bencana sebagai salah satu bagian penting dari tujuan kerjasama ASEAN. Pemilihan ini bertujuan untuk mendorong agar desa-desa dan kota di negara-negara ASEAN menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di wilayahnya. Implementasi program aksi Indonesia untuk penanganan polusi asap lintas batas dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan kearah yang cukup positif. c) Kerjasama Penanggulangan Bencana Alam Kerjasama penanganan bencana alam dalam kerangka ASEAN sebenarnya sudah terbangun lebih dari tigapuluh tahun lamanya. iv. dengan menciptakan clean land. untuk menunjang terbentuknya Kawasan ASEAN yang Bersih dan Hijau. agar isu kepedulian pada linkungan menjadi bagian dari pendidikan formal maupun non formal. assistance for relief of member states in distress. kemajuan regional serta untuk saling memupuk persaudaraan dan solidaritas terutama di saat salah satu anggotanya tertimpa bencana. kerjasama di bidang lingkungan hidup ASEAN akan merujuk pada cetak biru komunitas ASEAN (ASCC Blueprint) yang telah disepakati dan akan ditandatangani pada KTT-14 di Thailand (Februari 2009). kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia dan Singapura dalam penanganan polusi asap di di kawasan Jambi dan Riau. Babak baru dalam kerjasama ASEAN di bidang penanganan bencana dimulai ketika mekanisme pengelolaan kerjasamanya ditingkatkan dari tingkat kelompok ahli menjadi komite penuh ASEAN pada tingkat pejabat senior. serta Peningkatan Pengetahuan. yang akan menjadi bahan referensi bagi masing masing negara didalam mendukung program konservasi dan pengelolaan kawasan pantai dan sumberdaya laut di tingkat nasional. yang siap untuk disinergikan dengan program nasional melalui kurikulum sekolah. yaitu Pemerintah. clean air dan clean water. serta pelaku bisnis (perkebunan. tahun 2008. HTI/HPH). Indonesia dalam kaitan ini telah diwakili oleh Kotamadya Palembang Peluncuran ASEAN Environmental Education Plan 2008-2012. Rangkaian program terpadu ARPDM. Pembentukan Kerangka Penanganan Bencana Regional ASEAN. Selain itu. Deklarasi tersebut menyebutkan bahwa natural disasters and other major calamities can retard the pace of development of member states. - - Ke depan. v. Sementara itu. Peluncuran buku panduan ASEAN Marine Water Quality Criteria: management Guidelines and Monitoring. iii.Rencana Aksi tersebut secara sinergi melibatkan tiga unsur yang berperan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Peningkatan Kolaborasi dan Penguatan Kemitraan. Kesadaran dan Advokasi Publik. ii.

tahap rehabilitasi dan rekonstruksi serta pengurangan resiko bencana. ASEAN segera menyusun ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response/AADMER. bencana tsunami juga menyadarkan kita bahwa negara-negara anggota ASEAN ternyata memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi AADMER melalui persetujuan oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden No. Penyerahan instrumen ratifikasi kepada ASEAN Secretariat telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2008 dan instrumen ratifikasi tersebut telah disirkulasikan kepada negara anggota pada tanggal 26 September 2008. bahkan melalui kerjasama internasional. Mekanisme koordinasi tersebut melibatkan negara-negara anggota ASEAN. Centre untuk sementara beroperasi di Kantor Badan Nasional Penanganan Bencana – BPNB Jakarta. Dalam rangka membantu pemerintah Myanmar dalam penanganan siklon Nargis tersebut.Tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 memberikan catatan bahwa ASEAN ternyata belum mempunyai mekanisme regional yang cukup memadai untuk penanganan bencana dalam skala besar. Sebagai tidak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam KTT Tsunami di Jakarta. Pada saat terjadi tsunami. penilaian dan pemantauan (disaster risk identification. pada bulan Juni 2005. Masalah penanganan bencana. Indonesia mulai menjalankan fungsi Interim AHA Centre terhitung sejak tanggal 1 Juli 2008. tidak hanya di tingkat nasional tapi juga regional.32/2008 tanggal 15 Mei 2008. pencegahan dan mitigasi (prevention and mitigation). Laos. Indonesia telah mendapatkan endorsement sebagai tuan rumah lokasi AHA Centre pada pertemuan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-40 di Singapura. AADMER merupakan suatu persetujuan penanganan bencana pada tingkat regional ASEAN yang bersifat terpadu. Penanganan Cyclon Nargis di Myanmar Siklon Nargis yang menghantam Myanmar pada tanggal 2 dan 3 Mei 2008. Filipina dan Brunei Darussalam menyatakan bahwa proses ratifikasi AADMER di negara masing-masing saat ini sudah memasuki tahap akhir. Bencana topan Nargis telah menelan korban lebih dari 137 jiwa manusia serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah di seluruh kawasan Yangon dan sekitarnya. komprehesif dan menyeluruh karena mencakup semua aspek dan siklus penanganan bencana. Hingga akhir 2008 persetujuan dimaksud telah diratifikasi oleh tujuh (7) negara yaitu Indonesia. memiliki kapasitas SDM serta aset yang sangat memadai untuk membantu negara tetangganya yang tertimpa musibah. Pemerintah Myanmar serta PBB sebagai wakil dari masyarakat internasional. Pemerintah Indonesia mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Pertemuan Khusus Para Pemimpin ASEAN di Jakarta pada tanggal 6 Januari 2005. Pada sisi lain. Nargis menyebabkan daerah delta tersebut mengalami banjir di area seluas 5000 km2. serta wilayah Delta Sungai Irrawady (Ayeyarwady). Myanmar. penanganan pada periode tanggap darurat. ASEAN telah menyelenggarakan pertemuan Khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada tanggal 19 Mei 2008. assessment and monitoring). tanggal 26 Juli 2005. tim SAR dan organisasi bantuan darurat dari negara-negara ASEAN merupakan salah satu yang pertama tiba di lapangan dan menyalurkan bantuan darurat kepada para korban. Pertemuan memutuskan untuk membentuk ASEAN-led mechanism untuk membantu mengkoordinasikan distribusi bantuan kemanusiaan baik yang bersumber dari ASEAN maupun masyarakat internasional bagi para korban bencana di Myanmar. merupakan bencana terbesar kedua yang dialami negara ASEAN paska bencana tsunami di Aceh. Paska terjadinya tsunami. Malaysia. hingga rehabilitasi (rehabilitation). Juli 2007. KTT Tsunami antara lain telah menghasilkan pernyataan bersama yang dikenal dengan nama Deklarasi Jakarta. Persetujuan dimaksud ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada kesempatan Pertemuan ke-38 Para Menteri Luar Negeri ASEAN di Vientiane. tanggap darurat (emergency response). mulai dari identifikasi resiko bencana. Kesiap-siagaan (preparedness). Kejadian tsunami di Aceh telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk menata kembali dan memperkuat kerjasamanya di bidang penanganan bencana. peringatan dini (early warning). Laos. mulai dari pengembangan system peringatan dini. bila memang diperlukan. 47 . yang memuat program aksi untuk memperkuat kerjasama penanganan bencana. dan Viet Nam. Salah satu komponen penting dalam Perjanjian AADMER adalah pembentukan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre /Pusat Bantuan Kemanusiaan ASEAN). tidak dapat lagi hanya dilakukan di tingkat sektoral tetapi harus melibatkan seluruh sektor terkait. Sementara Singapura. Kamboja. Thailand. kira-kira 250 km Barat Daya Rangon.

dapat dijadikan sebagai model dalam mekanisme penanganan bencana di berbagai belahan dunia lainnya. (2) Capacity Buidling. antara lain telah disahkan Term of Reference (TOR) pengembangan kerjasama penanggulangan kemiskinan. menekankan kepedulian ASEAN pada masalah penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Myanmar (Operation Coordinator) serta ASEAN (Monitoring/Reporting Coordinator). iii. 48 . Struktur TCG terdiri dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan ASEAN (Financial Coordinator). dalam upayanya mencapai pembangunan milenium (MDGs). Negara Donor menyampaikan apresiasinya atas peran ASEAN dan TCG dalam menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Myanmar sehingga mereka memperoleh akses untuk menyalurkan bantuan pada para korban. dan Tripatite Core Group (TCG) sebagai unit pelaksana teknis di lapangan yang keanggotaannya juga melibatkan masyarakat internasional. pada bulan Januari 2007. pertemuan 6th ASEAN Senior Officials Meeting on Rural Development and Poverty Eradication. anak-anak. kususnya CLMV countries. yang mengacu pada Declaration of ASEAN Concord (Bali Concord I) 1976. (4). Negara donor dan organisasi internasional non-pemerintah memberikan tanggapan positif atas kepemimpinan ASEAN dan sukses yang dicapai dalam ASEAN-Led Coordinating Mechanism on Nargis. termasuk keberadaan TCG selaku unit operasional di lapangan. yaitu meliputi antara lain: (1) People’s Forum. Impact Trade Liberalization on Poverty Alleviation Programmes dan (5) Micro Financing. Dalam kaitan ini para pemimpin ASEAN menggarisbawahi bahwa upaya penanggulangan kemiskinan akan dilaksanakan melalui implementasi program-program yang lebih bersifat partisipatif yaitu dengan melibatkan sebanyak mungkin keikutsertaan masyarakat. maka pada pertemuan ke-5 ASEAN Ministerial Meeting on Rural Development and Poverty Eradication yang berlangsung di Bangkok. sebagai penentu kebijakan (policy guidance). Guna menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai di dalam KTT ASEAN. serta memutuskan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pembangunan sosial dan ekonomi. Pada pertemuan KTT ASEAN ke-12 bulan Januari 2007.Implementasi mekanisme koordinasi tersebut dilaksanakan melalui ASEAN Humanitarian Task Force (AHTF) yang terdiri dari pejabat senior serta para ahli dari negara-negara ASEAN dan diketuai oleh Sekjen ASEAN. Adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dalam konteks pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan. kelaparan. melalui berbagai program pemberdayaaan masyarakat. khususnya dalam rangka meningkatkan keadilan sosial dan perbaikan standar hidup masyarakat ASEAN. Masyarakat internasional sangat mengharapkan keberadaan ASEAN-led mechanism dapat tetap dipertahankan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam kaitan hal di atas. Pengembangan program-program pengentasan kemiskinan bagi kelompok rentan secara sosial. penyakit dan buta huruf. UN-OCHA (Resource Coordinator). dan kelompok/masyarakat yang terkena bencana alam. antara ASEAN dengan negara negara anggota Plus Three Countries (Jepang. antara lain telah menyepakati sejumlah kerjasama yang akan dikembangkan dalam kerangka kerjasama ASEAN Plus Three. manula. China dan Korea). Para pemimpin ASEAN antara lain telah menegaskan kembali kesepakatannya untuk memberikan perhatian lebih besar pada penanganan masalah kemiskinan. Kerjasama Bidang Pembangunan Sosial a) Kerjasama Bidang Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan Kerjasama ASEAN di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan didasari oleh Dokumen Ministerial Understanding on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE). ii. termasuk para penyandang cacat. Dalam TOR telah diidentifikasikan bentukbentuk kerjasama yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan. Dukungan dan dan bantuan teknis bagi negara anggota ASEAN. (3) SME and Social Enterprises Development. Masyarakat internasional mengharapkan agar pengalaman dan sukses yang dicapai Indonesia dalam penanganan bencana di Aceh serta keberhasilan yang dicapai oleh ASEAN di Myanmar. terkait dengan hal-hal sebagai berikut: i. di Singapura tanggal 13-15 Oktober 2008.

Penanggulangan penyakit menular di ASEAN dilakukan melalui mekanisme ASEAN Expert Group on Communicable Diseases (AEGCD). AI). termasuk diantaranya strengthening of on-scene command and response system melalui Incindent Command System (ICS). yakni: (a) advocacy. Dalam pertemuan ke-1. KTT ke-12 di Cebu menghasilkan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers. b) Kerjasama Bidang Kesehatan Kerjasama yang paling menonjol di bidang kesehatan adalah upaya penanggulangan penyakit menular. terdiri dari sejumlah prioritas sebagai berikut: Identifikasi dini emerging infectious diseases/penyakit menular (termasuk HIV dan AIDS. yang dikenal dengan ASEAN Occupational Safety on Health Network (ASEAN OSHNET) pada bulan Agustus 2000. ASEAN telah membentuk suatu mekanisme untuk meningkatkan kolaborasi multisektoral ASEAN Technical Working Group (TWG) on Pandemic Preparadeness and Responses. Fase ke-2 program tersebut (2006-2009). (d) expertise. Pembentukan joint fund untuk mendukung proyek-proyek pengentasan kemiskinan di daerahdaerah miskin negara anggota. (c) resources. ASEAN telah menyusun suatu ASEAN Roadmap for the Implementation of the Millennium Development Goals yang diselaraskan dengan UNESCAP/ADB/UNDP-lead regional MDG Roadmap. Pembangunan kapasitas yang terkait dengan emerging concerns di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. Sementara itu. dalam menindaklanjuti upaya untuk mencapai MDGs di kawasan. TWG telah berhasil menyusun suatu rencana kegiatan. SARS. Kerjasama penanganan HIV dan AIDS dipertegas kembali dalam KTT ke-12 ASEAN di Cebu melalui ASEAN Comitments on HIV and AIDS. Deklarasi mewajibkan dibentuknya instrumen hukum yang lebih mengikat negara-negara ASEAN guna 49 . ASEANOSHNET bertujuan meningkatkan daya saing dan kompetensi tenaga kerja ASEAN. Oktober 2008 mencatat bahwa 50% regional stockpile of PPE telah ditempatkan di seluruh negara anggota ASEAN. Stockpiles tersebut merupakan bentuk tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi flu burung dalam kawasan. and (e) regional cooperation and regional public goods. Demikian pula Tamiflu telah ditempatkan di sejumlah negara anggota dan dijadwalkan pada akhir tahun 2008 keseluruhan negara anggota telah akan menerima Tamiflu dimaksud. serta langkah penanggulangannya. Penanggulangan HIV dan AIDS melalui pelaksanaan ASEAN Work Programme (AWP) on HIV and AIDS Prevention dilakukan sejak tahun 1995 dan sampai saat ini memasuki tahap III (AWP III) untuk periode 2006-2010. (b) knowledge. Pertemuan ke-9 ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM) di Manila. Sekretariat ASEAN-OSHNET yang pertama kali bertempat di Indonesia untuk tahun 2000-2004. Sementara itu. Selanjutnya penempatan Sekretariat ASEAN-OSHNET digilir setiap 3 tahun sekali untuk masing-masing negara anggota ASEAN. c) Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan Salah satu keberhasilan kerjasama ASEAN di bidang ketenagakerjaan adalah dibentuknya pusat pelatihan dan informasi mengenai perbaikan lingkungan kerja. yang berlokasi di Singapura. dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi pandemi flu burung. yang mencakup lima bidang. serta menciptakan jaringan kelembagaan yang kuat. Deklarasi memuat kewajiban bagi negara pengirim. negara penerima maupun ASEAN untuk memberikan perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran. kerjasama ASEAN telah mencatat suatu kemajuan dengan adanya ASEAN-Japan Project on stockpiles of tamiflu dan Personel Protective Equipment (PPE) against Potential Pandemic Influenza. Inti dari komitmen bersama itu antara lain kesepahaman untuk memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan. melalui kolaborasi ASEAN-US. Program utama dalam kerangka AEGCD dilaksanakan melalui ASEAN+3 Infectious Diseases Programme (ASEAN + 3 EID Programme). Dalam penanganan flu burung. menghilangkan stigma dan diskriminasi serta meningkatkan kerjasama pemerintah dengan civil society dan swasta.iv. Penyusunan kebijakan dan pendekatan terpadu dalam penanganan kesehatan bagi para manula serta obat tradisional.

memberikan jaminan dan perlindungan hak-hak pekerja migran. SOMSWD memfokuskan pada program-program kesejahteraan sosial yang meliputi antara lain kependudukan. tanggal 4-5 Desember 2007 antara lain merekomendasikan sejumlah program kegiatan untuk dicantumkan dalam cetak biru ASEAN Socio-Culture Community (ASCC Blueprint). Disepakati bahwa kedudukan Forum akan berada dibawah Komite dan menyampaikan laporan kepada SLOM. Selain itu. perempuan para manula dan juga penyandang cacat dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh kesejahteraan. Pertemuan Komite pertama yang berlangsung tanggal 15-16 September 2008. Pada pertemuan SLOM ke-5. Melalui usulan Indonesia. di Yogyakarta tanggal 9-10 September 2007. pertemuan ke-1 ASEAN Forum on Migrant Labour di Filipina tanggal 24-25 April 2008 telah menyepakati untuk menyelenggarakan Forum tersebut secara reguler dan sepakat untuk menjadwalkan pertemuan ASEAN Committee on the Implementation of Declaration on the Protection of the Rights of Migrant Workers serta menyusun struktur dan fungsi Komite dimaksud sebelum KTT ke-14 tahun 2008. Dalam kaitan ini. lansia dan keluarga. Forum mempunyai tugas untuk membahas tindak lanjut deklarasi. Upaya tersebut tercermin dari rekomendasi 2nd ASEAN GO-NGO Forum yang berlangsung secara back-to-back dengan 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development di Ha Noi tanggal 4-6 Desember 2007. Pada pertemuan ke-3 Ad Hoc-Working Group on Progressive Labour Practice. d) Kerjasama Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kerjasama di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial dilakukan melalui ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD). telah disepakati pembentukan suatu Forum on Migrant Workers dengan memanfaatkan kelompok kerja pada pertemuan ke-2 Ad-Hoc Working Group on Labour Practices to Enhance Competitiveness di Singapura tanggal 1-2 Maret 2007. Pembentukan suatu jejaring atau kelompok kerja bagi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2009. ASEAN juga telah memfokuskan kerjasama pembangunan sosial melalui pendekatan right based approach. telah berhasil merumuskan suatu workplan dalam rangka implementasi Deklarasi dan pembentukan instrumen bagi perlindungan dan pemajuan hak-hak para pekerja. khususnya. Dalam kaitan ini. anak-anak. guna mencapai tujuan dalam membentuk komunitas ASEAN 2015. Deklarasi ini merupakan komitmen ASEAN menuju terwujudnya a caring and sharing community. perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2011. - - ASEAN Awareness di Kalangan Masyarakat ASEAN 50 . telah disepakati untuk mengawali proses guna menindaklanjuti Deklarasi dimaksud. ‘ sebagai acuan dalam pelaksanaan kerjasama pembangunan dan kesejahteraan sosial yaitu: Pembentukan the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Woman and the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of The Rights of Children through an ASEAN Agreement by 2010. Pembentukan Jejaring untuk mencegah dan memerangi perdagangan manusia. Upaya tersebut dimaksudkan agar seluruh golongan masyarakat termasuk anak-anak. penyandang cacat. antara lain telah disepakati bahwa Filipina akan menyusun TOR Forum sebagai rujukan dalam pembentukan dan pelaksanaan kegiatan dalam membahas penanganan isu migrant worker. Pertemuan Preparatory Senior Officials Meeting for the 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development (PrepSOM for the 6th AMMSWD) di Ha Noi. tanggal 15-16 Mei 2007. Pertemuan ke-20 ASEAN Labour Ministerial Meeting (ALMM) di Bangkok tanggal 6-9 Mei 2008 menegaskan kembali untuk segera membentuk Komite (ASEAN Committee on Migrant Workers/ACMW)) sebelum KTT ASEAN ke-14. yang berupaya mengarustamakan para penyandang cacat dalam setiap kebijakan pembangunan dan kesejahteraan sosial dengan menggunakan right based approach tersebut.

Proyek-proyek kerjasama sebaiknya dilaksanakan di kawasan ASEAN. ASEAN juga memiliki negara Mitra Wicara sektoral. antara lain sosialisasi ASEAN (melalui ASEAN Goes to School. festival film ASEAN. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh merugikan salah satu negara ASEAN.). dialog interaktif dan liputan media. 51 . kegiatan festival (ASEAN Festival. yaitu Australia. Amerika Serikat. Dalam periode 2006-2009. ASEAN menetapkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: a. yang ditandai dengan pembentukan ASEAN-Australia Consultative Meetings (AACM) dan kemudian diikuti dengan mekanisme dialog ASEAN-Australia pada berbagai tingkatan. Lomba Lukis ASEAN. diharapkan masyarakat dapat berperan aktif mengembangkan dan turut memetik manfaat nyata dari adanya kerjasama ASEAN tersebut. ASEAN – Australia telah menandatangani ASEAN-Australia Joint Declaration on Counter Terrorism pada pertemuan AMM/PMC/ARF ke-37. Rusia dan UNDP. KERJASAMA EKSTERNAL ASEAN ASEAN telah memiliki 11 Mitra Wicara (Dialogue Partners). seminar-seminar dan ceramah/kuliah umum). dan berbagai kelompok kerja (dalam bidang perdagangan dan investasi. Lomba Cerpen ASEAN. Indonesia menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-India. Selandia Baru. untuk periode per 3 tahun. promosi ASEAN Awareness telah dilakukan melalui berbagai kegiatan. ASEAN-Australia Joint Planning Committee (JPC). penerbitan buku-buku ASEAN. kegiatan lomba (Seleksi Nasional ASEAN Anthem. Jepang. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. ASEAN menjalin hubungan pula secara terbatas dengan berbagai organisasi regional dan internasional. Dengan pemahaman mengenai apa dan bagaimana pentingya ASEAN sebagai organisasi regional sekaligus sebuah komunitas. serta perayaan Hari ASEAN. Lomba Karya Tulis ASEAN. ASEAN perlu melakukan upaya untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan identitas ASEAN oleh masyarakatnya. Peran sebagai negara koordinator dalam hubungan kerjasama ASEAN dengan negara-negara Mitra Wicara dilaksanakan dengan sistem rotasi diantara negara-negara anggota ASEAN. Juli 2004 di Jakarta. Filipina oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Australia. Dalam menjalin kerjasama dengan negara Mitra Wicara. antara lain ASEAN Regional Forum (ARF). Perkembangan kerjasama ASEAN-Australia pada tahun 2007 ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on ASEAN-Australia Comprehensive Partnership tanggal 1 Agustus 2007 di Manila.Dalam rangka menuju Komunitas ASEAN 2015. Post Ministerial Conference (PMC) 10+1. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara harus memperkuat ketahanan nasional negara-negara ASEAN yang selanjutnya dapat meningkatkan ketahanan regional ASEAN. yaitu Pakistan. dan d. Project Coordination Committees (PCCs). yaitu korupsi. telekomunikasi. Uni Eropa. telah disepakati Plan of Action (PoA) yang mencakup kerjasama dalam bidang politik dan keamanan. Sebagai upaya mewujudkan ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada masyarakat (people centered and people oriented). disaster management dan kerjasama penanggulangan terorisme. pada periode 2003-2006 Indonesia menjadi koordinator untuk hubungan kerjasama ASEAN-EU dan untuk periode 2009-2012 Indonesia akan menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-Jepang. industri dan teknologi. AUSTRALIA Australia menjadi Mitra Wicara penuh sekaligus pertama ASEAN pada tahun 1974. Pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Sebelumnya. Untuk mengimplementasikan Joint Declaration tersebut. pendidikan dan pelatihan. dll. Di Indonesia. ASEAN-Australia Forum. Informal Consultations between AEM and Ministers from the CER Countries. China. festival rock band ASEAN). money laundering. ASEAN-Canberra Committee. lingkungan hidup serta budaya dan informasi). Kanada. ekonomi dan sosial-budaya yang akan berlaku untuk periode 2008-2013. Indonesia berhasil memasukkan beberapa isu untuk dituangkan dalam PoA tersebut. capaian penting kerjasama ASEAN-Australia adalah aksesi Australia ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) pada tahun 2005. b. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh mengandung ikatan-ikatan politik yang merugikan kepentingan nasional. D. Selain itu. Dalam bidang penanggulangan terorisme. Korea Selatan. c. dilakukan kegiatan ASEAN awareness untuk memperkenalkan dan mendekatkan ASEAN kepada masyarakat. India.

Perundingan mengenai pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN Free Trade Area dengan Australia-New Zealand Closer Economic Relations (AFTA-CER), telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. FTA akan diimplementasikan secara penuh dalam jangka waktu 10 tahun. Diharapkan penggabungan AFTA-CER tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi sektor swasta dan pelaku bisnis serta menjadi “building blocks” bagi fasilitasi perdagangan antara ASEAN dan Australia. Kerjasama pembangunan ASEAN-Australia tertuang dalam MoU ASEAN-Australia Development Cooperation Programme (AADCP) untuk periode 2002-2008. Sasaran utama AADCP adalah untuk memberikan manfaat bagi negara-negara CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar dan Viet Nam) dalam kerangka Initiative for ASEAN Integration (IAI) untuk mempersempit jurang perbedaan dan proses percepatan integrasi CLMV. AADCP juga mencakup kerjasama ekonomi dan sosial, capacity building, kerjasama Ilmu pengetahuan dan teknologi serta lingkungan. Program AADCP tersebut telah berakhir pada bulan Juni 2008 dan Australia kemudian melanjutkannya dengan AADCP II (2008-2015). Diharapkan AADCP II dapat membantu pencapaian ASEAN Economic Community melalui kerjasama di bidang pendidikan, energi dan penanganan bencana alam. Pembahasan mengenai rancangan MoU between the Government of Australia and ASEAN on the Second Phase of AADCP diharapkan akan dapat diselesaikan pada KTT-14 ASEAN mendatang. Pada tanggal 4 Juni 2008 di Sydney, dalam kesempatan AustralAsia Center Annual Dinner, Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd melontarkan visinya mengenai Asia Pacific Community (APC), yaitu: (i) Suatu institusi regional yang mencakup kawasan Asia-Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang, China, India, Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan; (ii) Suatu institusi regional yang memungkinkan terjadinya dialog dan kerjasama di bidang politik, keamanan dan ekonomi. Dalam kunjungannya di Indonesia pada tanggal 13 Juni 2008, PM Kevin Rudd kembali melontarkan gagasan ini dalam pertemuannya dengan Presiden RI maupun dalam kunjungannya ke kantor Sekretariat ASEAN. Dalam sambutannya, Presiden RI menjelaskan bahwa Indonesia melihat gagasan ini sebuah usul yang menarik dan akan mempelajari usulan PM Rudd tersebut. Presiden RI juga menyebutkan bahwa sebenarnya inti dari APC adalah penguatan berbagai arsitektur regional yang ada, yaitu ASEAN, ARF, APEC dan EAS. Peran penting Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Australia tercatat signifikan terutama antara lain dalam kerjasama pemberantasan terorisme, kejahatan transnasional dan disaster management melalui pelaksanaan program peningkatan capacity building; serta perundingan-perundingan AANZFTA yang telah disepakati oleh ASEAN dan Australia yang direncanakan akan ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang di Thailand. Australia juga telah mengangkat Mrs. Gillian Bird, sebagai Wakil Tetap untuk ASEAN yang berdomisili di Canberra SELANDIA BARU Hubungan ASEAN-Selandia Baru berlangsung sejak tahun 1975 dengan dibentuknya ASEAN-New Zealand Dialogue Relations. Hubungan kemitraan ini dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, yaitu ASEAN Post Ministerial Conference (PMC)+New Zealand dan PMC 10+10 (ASEAN+10 Dialogue Partners) dan ASEAN-New Zealand Dialogue serta Joint Cooperation Committee, untuk mengevaluasi dan membahas isu-isu politik, keamanan, ekonomi dan pembangunan yang menjadi perhatian bersama; serta dalam kerangka ARF. Para Pemimpin ASEAN dan Selandia Baru telah sepakat bidang pengembangan sumber saya manusia melalui pertukaran dan mahasiswa, dan pencegahan terhadap penyakit menular Influeza¸ sebagaimana dicetuskan dalam ASEAN-New Zealand Laos, pada bulan November 2004. untuk meningkatkan kerjasama dalam dan pemberian bea siswa bagi pelajar seperti HIV/AIDS, SARS serta Avian Commemorative Summit di Vientiane,

Di bidang kerjasama politik dan keamanan, Selandia Baru telah mengaksesi TAC pada ASEAN Ministerial Meeting ke-38 di Vientiane, Laos, bulan Juli 2005. Selain itu, ASEAN-Selandia Baru telah menandatangani Joint Declaration to Combat International Terrorism. Kerjasama dalam menanggulangi terorisme juga akan memanfaatkan mekanisme yang sudah ada di ASEAN seperti Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Dengan meningkatnya hubungan ASEAN-Selandia Baru, kedua pihak menandatangani ASEAN-New Zealand Framework for Cooperation 2006-2010) di Kuala Lumpur, tanggal 27 Juli 2006. Dokumen tersebut meliputi kerjasama di bidang ekonomi, politik dan keamanan serta people-to-people education and cultural links. Beberapa komitmen yang dihasilkan dalam Framework tersebut antara lain menyangkut Work Programme untuk mengimplementasikan Joint Declaration to Combat International Terrorism serta

52

meningkatkan capacity building dalam pemberantasan terorisme dan aktivitas transnational crimes lainnya dengan dukungan dana dari New Zealand’s Asia Security Fund yang telah dibentuk pada tahun 2006. Atas masukan dari Indonesia, Framework juga memuat ‘’natural disaster mitigation’’ sebagai salah satu bidang kerjasama yang dapat dikembangkan. Selanjutnya fokus dari kerjasama dalam bidang penanganan bencana alam adalah penyelenggaraan pelatihan dan capacity building, termasuk peningkatan public awareness. Di bidang ekonomi, ASEAN-Selandia Baru berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang fasilitasi perdagangan, investasi dan pertumbuhan ekonomi di bawah Framework for AFTA-CER Closer Economic Partnership yang telah disepakati di Brunei Darussalam, September 2002, sebagai awal penggabungan AFTA-CER FTA. Perundingan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. Kerjasama pembangunan antara ASEAN-Selandia Baru yang telah dilaksanakan selama ini memberikan hasil cukup menggembirakan dan berjalan dengan lancar dengan menitikberatkan pada Initiative for ASEAN Integration (IAI) seperti custom, standar dan conformance. Selandia Baru juga mendukung program kerjasama pembangunan Mekong River Basin. Pengembangan kerjasama ASEAN-Selandia Baru sedikit terhambat sehubungan dengan adanya isuisu yang bersifat politis. Selama ini, pelaksanaan kerjasama lebih bersifat parsial, yaitu dilakukan oleh masing-masing negara anggota ASEAN tanpa menunjukkan komitmennya untuk tetap memperkuat kerjasamanya dengan ASEAN seperti ditunjukkan dengan pengangkatan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Gibson, sebagai Wakil Tetap (Watap) Selandia Baru untuk ASEAN. Peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Selandia Baru tercermin pada berbagai aktifitas bersama yang dilakukan dalam rangka peningkatan kemampuan sekaligus dukungan pada upaya narrowing development gap diantara negara-negara ASEAN, misalnya melalui penyelenggaraan program capacity building di bidang teorisme, kebudayaan dan people-to-people contact. Indonesia bersama-sama dengan Filipina dan Selandia Baru menyelenggarakan interfaith dialogue yang diselenggarakan pada tahun 2006 di Cebu, Filipina. Indonesia beranggapan bahwa Selandia Baru memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang preparedness dan disaster management, karenanya negara-negara ASEAN perlu menyelenggarakan program capacity building di bidang tersebut agar jumlah korban dapat diminimalisir. Indonesia juga telah menerima bantuan sebesar $NZ 13 juta untuk rehabilitasi Aceh/Nias paska Tsunami. UNI EROPA Uni Eropa (UE) merupakan mitra wicara ASEAN pertama yang merintis hubungan secara informal pada tahun 1972 melalui pembentukan Special Coordinating Committee of ASEAN (SCCAN). Konsultasi kedua pihak dilakukan melalui ASEAN Brussels Committee (ABC) yang beranggotakan para Duta Besar negara-negara ASEAN di Brussels. Pada tahun 1977, ASEAN-UE menjalin hubungan formal. Pelembagaan hubungan dengan European Economic Community (EEC) dilakukan melalui penandatanganan the EC-ASEAN Cooperation Agreement pada pertemuan ASEAN-EEC Ministerial Meeting ke-2 di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1980. Perjanjian tersebut mendasari pembentukan kerjasama perdagangan, ekonomi dan teknis, serta pembentukan Joint Cooperation Committee (JCC). Hubungan kemitraan ASEAN-EU dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, termasuk ASEAN Regional Forum (ARF), ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM), ASEAN-EU Economic Ministers’ Meeting, ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting, the Post Ministerial Conferences (PMC) 9+1 dan 9+10 serta Joint Cooperation Committee. Pertemuan-pertemuan tersebut merupakan sarana bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi dan membahas berbagai isu dalam bidang-bidang politik, keamanan, ekonomi dan kerjasama pembangunan. Selain itu terdapat pula ASEAN-Brussels Committee, ASEANBonn Committee, ASEAN-London Committee dan ASEAN-Paris Committee untuk membantu pelaksanaan kerjasama ASEAN-UE. Pada perkembangan selanjutnya, komitmen hubungan kemitraan ASEAN-UE dilakukan pada tataran yang sama antara kerjasama dalam bidang ekonomi dan politik. Hal tersebut tercermin dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-UE ke-14 pada tanggal 27-28 Januari 2003 di Brussels yang menghasilkan kesepakatan Joint Co-Chairmen’s Statement dan Joint Declaration on Cooperation to Combat Terrorism pada tanggal 27-28 Januari 2003. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kerjasama regional di kawasan ASEAN dan mendukung peningkatan capacity building dalam kerangka ASEAN untuk memerangi aksi terorisme. Pada tanggal 9 Juli 2003, UE telah mengesahkan European Commission (EC)’s Communication: A New Partnership with Southeast Asia yang menjadi landasan EU untuk meningkatkan kerjasama dengan

53

negara-negara Asia Tenggara, termasuk dengan ASEAN. Komunikasi tersebut berisikan strategi komprehensif UE dalam mengembangkan kerjasama dengan ASEAN pada masa-masa yang akan datang. Komunikasi tersebut memfokuskan enam prioritas strategi yaitu: a. b. c. d. e. f. Supporting regional stability and the fight against terrorism; Human Rights, democratic principles and good governance; Mainstreaming Justice and Home Affairs issue; Injecting a new dynamism into regional trade and investment relations; Continuing to support the development of less prosperous countries; dan Intensifying dialogue and co-operation in specific policy areas.

Kemitraan komprehensif ASEAN-EU terwujud pada tahun 2007 dengan ditandatanganinya Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada 16th ASEAN-EU Ministerial Meeting di Nuremberg, Jerman, Maret 2007; Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan November 2007 di Singapura; Plan of Action (PoA) to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura. Sesuai kesepakatan Joint Declaration ASEAN-EU Commemorative Summit, peningkatan kerjasama ekonomi dilakukan dengan mengupayakan penyelesaian perundingan ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) berdasarkan region-to-region approach, dan memperhatikan tingkat perekonomian masing-masing negara anggota ASEAN. Selain itu dilakukan pula upaya untuk mengintensifkan implementasi kegiatan di bawah TREATI dan READI. Kerjasama pembangunan ASEAN-UE dilakukan di bawah EC-ASEAN Regional Indicative Programme (RIP). Sebagai implementasi, dalam RIP 2005-2006 yang diusulkan oleh UE, terdapat anggaran dana sebesar 4-6 juta Euro bagi program Fight Against Terrorism yang terbagi dalam program pelatihan kewaspadaan (awareness training) dan pengamanan dokumen (Regional Project on document security) untuk jangka waktu 3 tahun mulai tahun 2006. Untuk tahun 2007-2010, RIP difokuskan pada: ASEAN-EU Programme on Immigration and Border Management; ASEAN-EU Cooperation on Statistic; EC-ASEAN Intellectual Property Rights Cooperation Programme (ECAP) III; ASEAN Civil Aviation Cooperation Project; Enhancing Economic Partnership/ Support to ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) Negotiations Process; serta Support to EU-ASEAN Sectoral Dialogue (READI). Secara keseluruhan, kontribusi UE dalam kerja sama ASEAN difokuskan pada upaya mendukung integrasi dan pembangunan masyarakat ASEAN. UE telah mengalokasikan sebesar €70 juta untuk program ASEAN-UE periode 2007-2013, di antaranya untuk bidang-bidang kerja sama pembangunan tersebut di atas. Untuk proyek yang sedang berjalan, kontribusi UE antara lain sebesar €7,3 juta pada proyek kerja sama ASEAN-EU Program on Regional Integration Support Phase II (APRIS II) periode 20062009; € 6 juta pada proyek ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) periode 2005-2008. Untuk membantu pencapaian integrasi ekonomi ASEAN, UE secara berkelanjutan melaksanakan ASEAN Project for Regional Integration Support (APRIS). APRIS bertujuan meningkatkan iklim investasi dan perdagangan di ASEAN melalui liberalisasi ekonomi, fasilitasi perdagangan, jasa, stabilitas sektor keuangan, prosedur kepabeanan, promosi investasi, jaminan sosial, energi dan lingkungan hidup. Pada tahun 2006, Indonesia telah menyelesaikan tugasnya sebagai negara koordinator ASEAN-Uni Eropa periode 2003-2006. Selanjutnya, Kamboja menjadi negara koordinator untuk periode 2006-2009. Salah satu perkembangan yang telah tercapai selama tahun 2006 adalah pertemuan Final Evaluation Mission for ASEAN-EU Programme for Regional Integration Support (APRIS ) I for the Period of 2003-2006 yang telah memberikan kontribusi dalam merumuskan ASEAN Demand Driven Needs. EU juga telah menyatakan dukungan pada terwujudnya ASEAN Single Window sebagai bentuk harmonisasi bea cukai dalam proses integrasi ASEAN. Selain itu, ASEAN dan EU juga telah merampungkan program ASEAN-EU Cooperation Programme on Border Management and Document Security, sebagai salah satu implementasi kesepakatan pada forum READI dan hasil pertemuan ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting tahun 2006. Dalam pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference + 1 Session with EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, ASEAN dan UE antara lain menyambut baik perkembangan perundingan ASEAN-EU FTA dan UE tetap berkomitmen terhadap region-to-region approach; menyetujui pembentukan Core Group yang diusulkan dalam pertemuan ASEAN-EU SOM pada tanggal 28-29 Mei 2008 di Kamboja guna menyiapkan rancangan daftar kegiatan yang akan diterapkan dalam kerangka PoA; dan mendukung pembentukan ASEAN Human Rights Body.

54

Dalam bidang politik, pada ASEAN-EU Commemorative Summit tahun 2007, EU telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi TAC. Saat ini proses amandemen terhadap TAC masih dibahas dengan memperhatikan rumusan yang dapat mengakomodasi kepentingan ASEAN dan UE. Berkaitan dengan keinginan UE untuk mengaksesi TAC, pada pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference +1 Session with the EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, Delegasi UE mengharapkan jika TAC dapat diamandemen, aksesi akan dilakukan pada saat Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-UE pada tahun 2009 di Phnom Penh, Kamboja. Sementara itu secara individual, Perancis telah menjadi salah satu negara anggota UE yang mengaksesi TAC pada tahun 2007. Dalam periode 2007-2008, telah diselenggarakan berbagai seminar, workshop dan pelatihan dalam kerjasama di bidang politik-keamanan, baik dalam rangka peningkatan capacity building maupun isu-isu keamanan tradisional dan non-tradisional. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama ASEAN-Indonesia dengan Uni Eropa adalah “Seminar on Regional Integration Process of ASEAN and EU : Sharing Experiences and Fostering mutual learning”, di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2007. Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 30 tahun kerjasama kemitraan ASEAN-EU.

KANADA Kerjasama ASEAN-Kanada pertama kali dilakukan dengan ditandatanganinya ASEAN-Canada Economic Cooperation Agreement (ACECA) di New York pada tanggal 25 September 1981. Persetujuan tersebut diikuti oleh pembentukan ASEAN-Canada Joint Cooperation Committee (JCC) pada tanggal 1 Juni 1982 yang berfungsi sebagai forum dialog bagi ASEAN dan Kanada untuk membahas kerjasama di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, industri, dan kerjasama pembangunan. Hubungan Mitra Wicara ASEAN-Kanada mengalami berbagai pasang surut seiring dengan perkembangan isu penegakan HAM di beberapa negara ASEAN. Namun hubungan ASEAN-Kanada kembali meningkat dengan disepakatinya pelaksanaan dialog reguler ASEAN-Canada Dialogue pada tanggal 30 Maret 2004 di Bandar Seri Begawan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan “engagement” Kanada terhadap ASEAN. Pada tahun 2006, hubungan kerjasama ASEAN-Kanada mengalami pertumbuhan yang cukup prospektif. Hal ini dibuktikan dengan kesepakatan kedua belah pihak pada Post Ministerial Conference (PMC) di Kuala Lumpur, Malaysia, berupa 2005-2007 ASEAN-Canada Joint Cooperation Work Plan pada tanggal 27 Juli 2006 dan ASEAN-Canada Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada tanggal 28 Juli 2006. Bertepatan dengan 30 tahun hubungan kemitraan ASEAN-Kanada pada tahun 2007, di Filipina, telah disepakati 2nd ASEAN-Canada Joint Cooperation Workplan 2007-2010 (ACJCWP). Work Plan tersebut diprioritaskan pada kerjasama di bidang-bidang: 1) Counter-Terrorism and Transnational Crime; 2) Economic Cooperation; 3) Health Security; 4) Interfaith Dialogue; 5) Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat. Di bidang kerjasama politik dan keamanan, ASEAN-Kanada telah mengimplementasikan proyek dalam bidang Counter-Terrorism seperti ASEAN Workshop on Preventing Bio-Terrorism di Jakarta pada tanggal 12-13 Juli 2007 dan ASEAN Workshop on Forging Cooperation Among Anti-Terror Units di Jakarta pada tanggal 23-24 Januari 2008. Kedua workshops tersebut mendapat dana dari Kanada dan merupakan tindak lanjut kesepakatan Sidang ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) di Bali pada bulan Juni 2006 dan implementasi dari ASEAN-Canada Joint Declaration for Coopeartion to Combat International Terrorism yang ditandatangani di Malaysia pada tanggal 28 Juli 2006; Sedangkan di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Kanada juga telah memberikan dana penyelenggaraan Workshop on Supporting the Establishment of a Regional Human Rights Mechanism in ASEAN di Bali pada tanggal 15-17 Mei 2008. Adapun dalam bidang Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat, Kanada telah memberikan persetujuan atas proposal ACTIV (ASEANCanada Cooperation on Technical Initiatives for the VAP) sebagai fasilitas dukungan expertise dari Kanada melalui Sekretariat ASEAN. Dibidang kerjasama ekonomi, telah diselenggarakan ASEAN-Canada Business Forum dan pertemuan Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) pada tanggal 2-3 Mei 2005 di Toronto. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengusaha-pengusaha serta para pejabat tinggi ekonomi ASEAN dan Kanada. Pada 5th ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh City, 12-14 Mei 2008, Pemerintah Kanada membuat

55

Dialog merupakan kegiatan interfaith pertama. Sejak dilembagakan pada 23 Maret 1977. dan Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF). Prasodjo (Sosiolog. peraih Magsaysay Award 2008). Imam B. Sampai saat ini. yang merupakan pertemuan antar para pejabat tinggi ASEAN dan Jepang. A. Ratifikasi amandemen AJC oleh Indonesia masih dalam proses legalisasi internal. Ahmad Syafii Ma’arif (mantan Ketua PP Muhammadiyah. Prof. Widjaja (Wakil Sekjen WALUBI). KTT ASEAN-Jepang. d. kerjasama ASEAN-Jepang terus berkembang dengan menggunakan beberapa forum antara lain: a. Dialog tersebut juga dihadiri oleh para tokoh agama. c. Berdasarkan rekomendasi Eminent Persons Committee. Dalam PMC tersebut. kepemudaan dan media Indonesia antara lain KH. Penguatan kerja sama ASEAN-Jepang ditandai dengan pelaksanaan ASEAN-Japan Commemorative Summit. pendiri Ma’arif Institute for Culture and Humanity. ASEAN-Kanada juga mempertegas kembali kesepakatan untuk menyusun Joint Declaration on ASEAN-Canada Comprehensive on Enhanced Partnership serta Plan of Action untuk hubungan ASEAN-Kanada ke depan. Intensitas kerjasama yang tinggi terlihat melalui pelaksanaan berbagai proyek dengan pembiayaan Jepang dalam kerangka Japan-ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). Post Ministerial Conference (PMC). Dr. 11-12 Desember 2003 di Tokyo dan ditandatanganinya “Tokyo Declaration for the Dynamic and Enduring ASEAN-Japan Partnership in the New Millennium” serta disahkannya ASEANJapan Plan of Action yang merupakan cetak biru kerja sama ASEAN-Jepang yang secara komprehensif mengidentifikasi bidang-bidang kerjasama yang penting dan memberikan arah bagi kerjasama di masa mendatang. perjanjian AJC kemudian mengalami proses amandemen dan disahkan oleh Council Director AJC pada tanggal 20 November 2007. b. kerjasama ASEANJepang terfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan integrasi ASEAN. Philip K. Salah satu bidang kerjasama yang dikembangkan dalam kerja sama ASEAN-Jepang adalah dalam bidang perdagangan. saat ini dirujuk sebagai ASEAN-Japan Centre (AJC).keputusan untuk melanjutkan kembali 3rd Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) guna melakukan perundingan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2008 di Vancouver. pendidikan. dan Pertemuan-pertemuan antar swasta. Keputusan tersebut dipertegas kembali oleh Kanada pada PMC+1 Session with Canada pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. Dr. Dr. Japan-ASEAN Economic Partnership (JAEP) Fund. Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). baik di ASEAN maupun di antara ASEAN dan mitra wicara. Jepang juga telah mengaksesi TAC yang ditandatangani pada tanggal 2 Juli 2004 di Jakarta. dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN. ASEAN-Japan Forum yang merupakan pertemuan tingkat Pejabat Tinggi. pendiri Yayasan Nurani Dunia). Kesepakatan lainnya adalah perhatian Kanada dalam upaya memerangi terorisme dan peningkatan people-to-people contacts and exchanges. JEPANG Hubungan ASEAN-Jepang secara informal dijalin sejak tahun 1973 dan meningkat menjadi hubungan formal pada tahun 1977 dengan diselenggarakannya ASEAN-Japan Forum pertama. Investasi dan Turisme. Bersama Kanada. Jepang adalah salah satu Mitra Wicara yang aktif bagi ASEAN. Sedangkan kegiatan prioritas dalam 2nd ACJCWP lainnya yang telah diselenggarakan adalah ASEAN-Canada Dialogue on Interfaith Initiatives pada tanggal 5-7 November 2008 di Surabaya. e. Kanada dan ASEAN Secretariat. Implementasi ACJCWP tidak dilakukan melalui Special Fund namun melalui mekanisme Canadian International Development Agency (CIDA). Di bidang politik dan keamanan. Bambang Harymurti (Pemred Majalah Tempo) dan Prof. ASEAN dan Jepang juga telah menandatangani Joint Declaration for 56 . AJC sedang dalam proses reformasi untuk memperluas fungsi dan aktivitasnya sesuai arahan ASEAN-Japan Commemorative Summit pada tahun 2003. ASEAN Economic Ministers-Ministry of International Trade and Industry (MITI). Kanada. serta menunjuk Duta Besar Kanada untuk ASEAN. Promotion Centre on Trade. Hingga saat ini. Kanada belum melakukan aksesi atas Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Investment and Tourism yang didirikan pada tanggal 25 Mei 1981. Indonesia merupakan co-host dialog tersebut.

terutama dalam upaya capacity building. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan Jepang dalam memberantas transnational crimes. kerja sama ASEAN-Jepang dibiayai melalui berbagai Trust Funds ASEAN-Jepang yaitu Japan ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). dan conflict prevention bagi warga sipil. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-10. Dalam kerangka kerja sama East Asia Summit (EAS). Di bidang transnational crimes. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 di Singapura tahun 2007 Jepang telah mengusulkan pembentukan ASEAN-Japan Dialogue on Environmental Cooperation yang pertemuan pertamanya telah diselenggarakan di Ha Noi pada bulan Maret 2008 back-to-back dengan 1st Officials Meeting for EAS Environment Minister Meeting yang dibiayai oleh Japan ASEAN Integration Fund. Untuk itu. Jepang juga menyampaikan komitmennya untuk menyediakan stockpiling 500 ribu anti-viral di setiap negara ASEAN dalam membantu penanganan penyakit menular khususnya Avian Influenza. KTT ke-10 ASEAN-Jepang tahun 2007 mencatat komitmen Jepang untuk membantu Program Narrowing Development Gap negara-negara ASEAN yang akan disampaikan melalui skema the ASEANJapan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) senilai US$ 52 juta. Indonesia telah menyelenggarakan 3rd Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Plus Japan Consultation di Bali pada tanggal 9 Juni 2006. Negosiasi AJCEP Agreement telah selesai dan ditandatangani pada awal tahun 2008. Jepang juga menekankan isu-isu natural disaster.Cooperation on the Fight Against International Terrorism pada KTT ASEAN-Jepang tanggal 30 Nopember 2004. KTT ke-10 tersebut juga menyepakati usulan Jepang membentuk Eminent Persons’ Group (EPG). Di samping itu pada kesempatan tersebut. Jepang berkomitmen dalam mendukung terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 dengan ASEAN sebagai driving force. ditekankan untuk peningkatan kerja sama dalam pemajuan energy efficiency. lingkungan dan perubahan iklim sebagai beberapa sektor yang akan diperkuat kerja samanya. Di bidang kesehatan. trade in services. dan pertukaran informasi mengenai tindak kejahatan lintas negara yang pernah terjadi atau berpotensi terjadi. Sebagai bagian dari AJCEP. Jepang juga akan memberikan kontribusi sebesar US$ 67 juta untuk penanganan avian influenza dan penyakit menular. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 tanggal 21 November 2007 telah dikeluarkan Joint Statement on the Conclusion of the Negotiations for the ASEAN-Japan Economic Partnership Agreement. ASEAN juga menyambut baik “Doktrin Fukuda” dimana PM Yasuo Fukuda menyebutkan ”ASEAN is a partner that shares the vision of Japan” khususnya dalam konteks evolving regional architecture. Rekomendasi EPG direncanakan akan dilaporkan kepada para pemimpin kedua belah pihak pada KTT ASEAN-Jepang ke-12 di Bangkok tahun 2008. Jepang berkomitmen untuk melaksanakan program mengundang 6000 pemuda dari negara-negara East Asia Summit per tahun selama lima tahun untuk berkunjung ke Jepang melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) yang telah dimulai pada bulan November 2007. Para pemimpin ASEAN juga menghargai upaya Jepang mendukung terwujudnya ASEAN Community pada tahun 2015 serta implementasi VAP dan IAI. Di bidang maritime security. energi terbarukan. pelatihan. Pada mulanya. dan 57 . peacebuilding. Tugas EPG adalah mengelaborasi Joint Statement ASEAN-Jepang mengenai Deepening and Broadening of the Strategic Partnership yang ditandatangani pada 9th ASEAN-Japan Summit di Kuala Lumpur untuk diwujudkan dalam kegiatan nyata. Dalam pertemuan ASEAN PMC Session with Japan ke-41 di Singapura tanggal 23 Juli 2008. Sementara itu. Jepang dan ASEAN harus mulai melakukan negosiasi untuk bidang jasa dan investasi satu tahun setelah AJCEP entry into force. telah didirikan lembaga pendidikan Terakoya pada tahun 2007 di Jepang. investment dan economic cooperation. saat ini para pihak sedang melaksanakan proses ratifikasinya untuk entry into force sebelum tahun 2009. ASEAN-Jepang juga melihat pentingnya people-to-people exchange. Indonesia telah menjadi nara sumber dalam Pertemuan pertama ASEAN-Japan Counter Terrorism Dialogue di Tokyo tanggal 2829 Juni 2006. Japan ASEAN Exchange Project (JAEP) Fund. AJCEP mencakup trade in goods. usulan Indonesia mengenai pembentukan ASEAN Maritime Forum telah ditanggapi secara positif oleh Jepang. Pada bidang capacity building. terkait isu counter-terrorism. serta ketahanan pangan. Indonesia telah berpartisipasi pada Seminar “People Building Peace: Human Resources Development in Asia” dan mendukung diselenggarakannya pelatihan jangka pendek serta jangka panjang di bidang peacekeeping.

kerjasama pembangunan dan sosial budaya. ASEAN Washington Committee dan ASEAN-US Business Council (ABC) untuk sektor swasta. Mekanisme kerjasama di bidang pembangunan dan ekonomi perdagangan yang telah well established antara lain ASEAN-US Cooperation Plan (ACP) dan ASEAN Development Vision to Advance Economic Integration (ADVANCE). transportasi. 26 Oktober 2002. finalisasi dan penandatanganan ASEAN-US Science and Technology Agreement direncanakan dapat dilakukan pada PMC+1 session with US. termasuk membantu APEC menciptakan perdagangan dan investasi bebas di wilayah Asia Pasifik. ASEAN Regional Forum (ARF). Melalui kedua mekanisme itulah. Belum terdapat mekanisme pendanaan khusus dalam kerangka kerjasama ASEAN-US. Dalam rangka intensifikasi kerja sama ASEAN-Jepang. integrasi regional. Diharapkan revisi itu dapat diselesaikan sebelum Pertemuan COST berikutnya pada November 2008 di Kuala Lumpur. Post Ministerial Conference 10+1. ASEAN-US SOM TC. Bea Cukai. e-Marketing. disepakati untuk mengkonsolidasi semua trust funds tersebut menjadi Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). Imigrasi. Mekanisme kerjasama ASEAN dan AS dilakukan antara lain melalui forum-forum: ASEAN-US Dialogue. Bagi ASEAN deklarasi ini lebih bersifat tindak lanjut dari keterikatan politis para pemimpin ASEAN untuk memerangi terorisme. Tujuan akhir EAI adalah terwujudnya berbagai bilateral free trade yang dapat lebih mendekatkan ASEAN dengan AS. akses pasar. Polisi maupun pengambil kebijakan untuk saling bertukar pengalaman dalam menanggulangi terorisme. 23 Juli 2008. Kerjasama pembangunan ASEAN-AS yang dikemas dalam proyek ACP yang telah dilaksanakan dan sedang berlangsung antara lain adalah International Business Linkage Programme. yaitu di bidang ekonomi. Kerjasama di bidang terorisme juga dilakukan dalam kerangka ASEAN Regional Forum. Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue tersebut menyepakati perluasan kerjasama antara lain dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. AMERIKA SERIKAT Hubungan dialog ASEAN-Amerika Serikat (AS) telah berlangsung sejak tahun 1977 dengan prioritas pada kerjasama ekonomi dan kerjasama pembangunan yang meliputi antara lain sektor komoditas. Capability Mature Model Programme.Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). yaitu implementasi Enterprise for ASEAN Initiative (EAI). energi. TIFA merupakan tindak lanjut dari program kerjasama ASEAN-AS. e-Business Learning. IC Assessment. pledge bantuan khusus untuk kawasan biasanya ditetapkan dalam kerangka suatu inisiatif atau program. Workshop on Cyber-crime dan Workshop on Building Capacity to Combat Impacts of Aquatic Alien Species and Associated Transboundary Pathogens in ASEAN Countries. dan untuk kerjasama nyata guna meningkatkan kemampuan ASEAN melalui pertukaran informasi intelijen dan capacity building. ASEAN Economic MinisterUS Trade Representatives. baik dari kalangan Intelijen. kesehatan. politik dan keamanan regional. EAI menawarkan peluang perdagangan bebas bilateral antara negara-negara anggota ASEAN dengan AS. ASEAN Regional Forum Intersessional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Crime (ARF ISM CT-TC) bertujuan memfasilitasi interaksi antar berbagai stakeholders. Untuk itu. Komitmen kerjasama strategik lain yang perlu menjadi perhatian antara lain dalam bidang counter terrorism dengan ditandatanganinya the ASEAN-US Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism. di Singapura. Dengan demikian untuk pertama kalinya hubungan ASEAN-AS memiliki payung kerjasama berikut rencana aksi yang bersifat komprehensif. pendidikan. Kemajuan kerjasama ASEAN-AS ditandai dengan penandatanganan Joint Vision Statement on ASEAN-US Enhanced Partnership pada tanggal 17 November 2005 dengan Plan of Action 5 tahunan (2006-2011). 58 . Penandatanganan the ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) pada tahun 2006 merupakan bentuk kemajuan kerjasama lainnya. Hubungan kemitraan tersebut telah memasuki periode komprehensif meliputi kerjasama dan dukungan terhadap pembangunan kapasitas perdagangan. counter terrorism dan penanganan kejahatan lintas negara lainnya. Dalam konteks ini. Senior Economic Officials Meeting-USTR. EAI merupakan inisiatif Presiden Bush yang disampaikan kepada para Pemimpin ASEAN di sela pertemuan APEC di Los Cabos. Meksiko. akses modal dan alih teknologi dan people-to-people contacts. disaster management dan lingkungan. pada tanggal 1 Agustus 2002. Namun hal tersebut tidak dapat dilaksanakan karena Pertemuan ASEAN Committee on Science and Technology (COST) ke-55 di Manila. 3-5 Juli 2008 menilai masih banyak revisi dalam draft agreement yang akan disepakati. ASEAN dan AS telah menetapkan 8 (delapan) bidang prioritas implementasi. AS juga aktif dalam membantu implementasi Work Programme on HIV/AIDS dan kerjasama penanganan bencana alam dan mitigasi. ICT.

Dengan demikian.8 milyar menjadi US$ 31. Pada bulan Juli 2006. AS cenderung menitikberatkan kerjasama dengan ASEAN dalam penanganan masalah terorisme. Sedangkan nilai impor ASEAN dan RoK meningkat 10. Hal ini juga menjadikan RoK sebagai negara non-ASEAN ke-6 dan negara ASEAN+3 terakhir yang mengaksesi TAC.8 milyar pada tahun 2007. Selain itu. Pada Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue di Singapura. kerjasama pembangunan. ASEAN-RoK Dialogue. kerjasama ASEAN-RoK telah berkembang dalam bidang trade. agriculture. 10 Mei 2008. Nilai ekspor ASEAN ke RoK meningkat sebesar 8. pariwisata.5% dari US$ 28. KOREA SELATAN Sejak tahun 1989 Korea Selatan/Republic of Korea (RoK) menjadi Mitra Wicara sektoral. AS menyampaikan komitmen Pemerintah AS sebagai strategic partner bagi ASEAN yang direfleksikan antara lain melalui pengangkatan Scot Marciel sebagai US Ambassador for ASEAN Affairs. kemudian menjadi Mitra Wicara penuh pada ASEAN Ministerial Meeting ke-24.5 milyar pada tahun 2007. kerjasama ASEAN-RoK telah memiliki dasar bagi pengembangan hubungan kerjasama kedua belah pihak di masa-masa mendatang. Kerjasama ASEAN-RoK meliputi bidang ekonomi.5% dari US$ 52. Dengan demikian.Pada PMC 10+1 Session with US. environment.3 milyar pada tahun 2007. 23 Juli 2008. investasi. serta telah menandatangani the Agreement on Trade in Services pada tanggal 21 November 2007 di Singapura. perdagangan. ASEAN-RoK telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation dan Agreement on Trade in Goods pada tahun 2005.5% dari US$ 21. Dalam rangka sosialisasi dan penggalian input untuk perkembangan ASEAN-AS. AS juga menegaskan komitmen atas ASEAN-US Enhanced Partnership. pengusaha dan masyarakat mengenai hubungan kerjasama ASEAN-AS.3 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 2. human resource development. Total nilai perdagangan ASEAN-RoK mengalami peningkatan sebesar 9. people to people exchange and narrowing the development gaps. Saat ini. ASEAN dan RoK juga berkerjasama dalam meningkatkan upaya menangani isu-isu kejahatan lintas batas. Untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan. 13 Desember 2005. yang bertujuan mewujudkan kerjasama yang lebih erat dan lebih terarah di masa mendatang. Namun sejak peristiwa 11 September 2001. Dalam KTT ASEAN-RoK di Vientiane. Sedangkan dalam rangka pembentukan ASEAN-RoK Free Trade Area. investment. negara-negara ASEAN menyambut baik kerjasama dengan AS untuk memecahkan permasalahan strategis di kawasan.2 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 29. dan mendorong AS untuk mengaksesi TAC guna meningkatkan perdamaian di kawasan. culture. science and technology. bulan Juli 1991 di Kuala Lumpur.8 milyar pada kurun waktu yang sama. ASEAN menghimbau agar AS bersedia untuk mengaksesi TAC. Indonesia meyampaikan harapannya agar AS dapat membantu dalam proses implementasi ASEAN Convention on CounterTerrorism (ACCT) terutama Rehabilitative Program. transport. tanggal 30 Nopember 2004 telah ditandatangani Joint Declaration on Comprehensive Cooperation Partnership. AS merupakan negara mitra wicara ASEAN pertama yang mengangkat duta besarnya untuk ASEAN. Mekanisme kerjasama ASEAN-RoK dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT.q Ditjen Kerjasama ASEAN telah menyelenggarakan Seminar on Deepening ASEAN-US Relations di Jakarta tanggal 12 Oktober 2006 dan dalam rangka Commemorative Activities. dan bidang politik-keamanan. Nilai FDI RoK di ASEAN meningkat lebih dari dua kali lipat dari US$ 1. Pertemuan pertama SOMTC plus RoK telah diselenggarakan 59 . tourism. pada KTT ASEAN-RoK ke-9 di Kuala Lumpur. Penandatanganan ini merupakan komitmen kuat RoK untuk menyumbang bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. ICT. Dalam bidang development cooperation. health. Deplu bekerjasama dengan Kedubes AS di Jakarta telah menyelenggarakan seminar ASEAN-US Enhanced Partnership bulan Agustus 2007 di Jakarta sebagai satu upaya meningkatkan awareness kalangan akademik. Di bidang ekonomi. ASEAN dan AS telah menandatangani “ASEAN-US Declaration on Cooperation to Combat Terrorism”. Pada tanggal 1 Agustus 2002. ASEAN-RoK sedang dalam proses negosiasi perjanjian dalam bidang investasi. Adapun kerjasama politik dan keamanan ASEAN-RoK telah ditandai dengan aksesi RoK terhadap TAC pada KTT ASEAN-RoK di Vientiane tanggal 27 Nopember 2004. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri.5 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 61. Secara umum. dan ASEAN-RoK Joint Planning and Review Committee (JPRC).Hal ini diwujudkan dengan ditandatanganinya Plan of Action (POA) untuk mengimplementasikan berbagai komitmen dalam Joint Declaration tersebut. Deplu c. ASEAN dan RoK telah menandatangani the Agreement on Trade in Goods pada tanggal 24 Agustus 2006 di Kuala Lumpur dan telah entry into force pada bulan Juni 2007. khususnya melalui mekanisme ASEAN Regional Forum (ARF).

495. disaster management dan transnational crime.811. aktivis media dan pemuda yang berlangsung secara reguler. pada KTT ASEAN-China di Vientiane. Sedangkan kerjasama di bidang people-to-people exchange. Untuk melaksanakan Deklarasi Bersama tersebut. Selain itu. Pihak RoK mengusulkan penyelenggaraan summit pada tanggal 1-2 Juni 2009 di Jeju Island. pada bulan Juli 1991 yang kemudia menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada bulan Juli 1996. para Menteri Luar Negeri ASEAN dan RoK telah menandatangani MoU Pendirian ASEAN-Korea Centre yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan. beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain saling kunjung para pegawai negeri. ASEAN-China Senior Officials’ Consultation (ACSOC). Jumlah dana SCF per tanggal 31 Juli 2008 adalah USD 3. para Pemimpin ASEAN dan China mengadopsi Plan of Action to implement the Joint Declaration on Strategic Partnership. Proyek dan kegiatan dalam kerjasama ASEAN-RoK didanai oleh the ASEAN-RoK Special Cooperation Fund (SCF) dan Future Oriented Cooperation Project (FOCP) Fund yang dibentuk pada tahun 1990 dan 1997. Indonesia terlibat aktif dalam perundingan-perundingan ASEAN-RoK Free Trade Area (FTA). peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEANRoK terlihat pada upaya capacity building di bidang-bidang terorisme. Investasi dan Pariwisata RoK. RoK. China merupakan Mitra Wicara ASEAN pertama yang menandatangani Treaty of Amity and Cooperation pada KTT ASEAN-China di Bali pada tanggal 8 Oktober 2003. Pada KTT ke-11 ASEAN-RoK. Sebagaimana dengan mitra wicara lainnya. RoK telah menyampaikan komitmennya untuk melipatgandakan bantuan pembangunan kepada ASEAN pada tahun 2009 yang dilontarkan pada KTT ke-10 ASEAN-RoK yaitu peningkatan kerjasama bidang teknologi informasi terkait good governance. RoK telah menyampaikan usulan untuk menyelenggarakan ASEAN-RoK Commemorative Summit pada tahun 2009 dalam rangka peringatan ulang tahun ke-20 ASEAN-RoK Dialogue. disepakati pula pendirian Pusat Promosi Perdagangan. Malaysia. pemberantasan korupsi dan penanganan bencana alam. ASEAN-China Joint Cooperation Committee (ACJCC).88. Centre akan memulai kegiatannya dalam bulan November 2008. China juga telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi Protocol to the Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapons-Free Zone (SEANWFZ). 29 Nopember 2004. mendorong kunjungan pariwisata dan pertukaran misi kebudayaan antara negara anggota ASEAN dan RoK . akademisi. Seluruh negara anggota ASEAN telah meratifikasi MoU on Establishing ASEAN-Korea Centre dan mendepositkan piagam ratifikasinya kepada Sekretariat ASEAN. Di bidang peningkatan ekonomi dan perdagangan dengan RoK.457. Kedua pihak juga akan memperpanjang batas waktu penyelesaian pembahasan Agreements on Trade in Services sampai bulan Nopember 2007.di Indonesia dengan pembahasan yang mengemuka adalah kerjasama dalam menghentikan pengedaran gelap narkoba dan kejahatan dunia maya. Mekanisme kerjasama ASEAN-China dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT. tanggal 21 Desember 2007 di Singapura. 65 Tahun 2008. 60 . Dokumen dasar kerjasama ASEAN dan China adalah Joint Declaration of the Heads of State/Government of the Association of the Southeast Asia Nations and the People’s Republic of China on Strategic Partnership for Peace and Prosperity yang ditandatangani pada KTT ASEAN-China di Bali tanggal 8 Oktober 2003. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-China. dan ASEAN-China Working Group on Development Cooperation (ACWGDC).59 sedangkan jumlah dana FOCP adalah USD 113. CHINA Hubungan kerjasama informal ASEAN-China dimulai pada AMM ke-24 di Kuala Lumpur. Negara-negara anggota ASEAN telah menyampaikan bahwa pada prinsipnya dapat mendukung usulan penyelenggaraan summit tersebut tetapi harus diperhatikan mengenai substantive outcome document serta tempat dan waktu pelaksanaan summit tersebut. Partisipasi Indonesia pada Commemorative Summit tersebut belum dapat dipastikan pada tingkat Kepala Negara mengingat pada waktu yang hampir bersamaan Indonesia menyelenggarakan pemilu legislatif dan Presiden. mempermudah aliran investasi. Indonesia meratifikasi MoU ASEAN-Korea Centre dengan Peraturan Presiden No. serta Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning tahun 2006.

30-31 Oktober 2006. kedua belah pihak juga telah menandatangani beberapa MoU antara lain: MoU on Cooperation in Information and Communication. di Yangon. informasi dan teknologi komunikasi (ICT). disepakati bagi ASEAN-6 pada tahun 2010 dengan fleksibilitas hingga 2012 bagi produk-produk sensitif. Dalam kaitan ini. Myanmar. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEANChina Cooperation. Di bidang ekonomi. China juga secara konsisten mendukung upaya integrasi ASEAN dengan memberikan kontribusi dana sebesar USD 1 juta masing-masing kepada ASEAN-China Cooperation Fund dan pelaksanaan Initiative for ASEAN-Integration. Jumlah volume perdagangan ASEAN dan China meningkat sebesar 26% dari USD 160 milyar di tahun 2006 menjadi USD 200 milyar di tahun 2007. isu ‘lingkungan hidup’ ditambahkan sebagai prioritas bidang kerjasama ke-11. para pemimpin ASEAN dan China telah menandatangani ASEAN-China Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation yang merupakan landasan bagi perundingan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). di Singapura. Dalam Framework Agreement ini tercakup “special and differential treatment and flexibility” bagi negaranegara CLMV. dan Agreement on Dispute Settlement Mechanism between ASEAN and China. serta pengaturan mengenai “early harvest” bagi barang-barang dan jasa-jasa tertentu. ASEAN dan China telah menandatangani Agreement on Trade and Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and China. dan untuk negara-negara CLMV pada tahun 2015. Terkait dengan kesepuluh prioritas kerjasama ASEAN dan China. Kepala Negara memberikan instruksi kepada pejabat senior untuk memfinalisasi Guidelines for the Implementation of the DOC dan menyelenggarakan the ASEAN-China Joint Working Group (ACJWG) on the DOC dalam waktu yang tidak terlalu lama. Penandatanganan kedua dokumen tersebut menegaskan tekad ASEAN dan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. MoU on Sanitary and Phytosanitary Cooperation. telah disepakati untuk mempercepat penyusunan code of conduct in the South China Sea sebagai pedoman untuk mempertahankan perdamaian di Laut China Selatan. ASEAN dan China telah menyelesaikan negosiasi Agreement on Trade in Good and Service dan mulai diimplementasikan sejak Juli 2007. Direncanakan MoU on Media and Information akan ditandatangani pada Pertemuan AMRI (ASEAN Ministers Responsible for Information) pada tahun 2009. Agreement on Investment mengalami kendala dalam mencapai kesepakatan mengenai NonConforming Measures. budaya. Saat ini. Selanjutnya pada pertemuan tingkat menteri tanggal 27 Nopember 2004.Prioritas bidang kerjasama ASEAN dan China meliputi 10 (sepuluh) bidang: pertanian. kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan negosiasi Agreement on Investment sebelum KTT ASEAN-China pada Desember 2008. China. 61 . November 2007. Pada KTT ASEAN-China di Phnom Penh. Mekong development. Pencapaian penting lainnya dalam kerjasama ASEAN-China selama tahun 2006 adalah dibentuknya mekanisme pertemuan reguler para Menteri Kesehatan ASEAN-China yang bertujuan untuk memajukan kerjasama di bidang kesehatan masyarakat. Sementara itu. MoU on Cultural Cooperation. pariwisata. Pada KTT ASEAN-China ke-11. Selain itu China telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan ASEAN antara lain MoU Between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) and the Government of the People’s Republic of China on Cooperation in the Field of Nontraditional Security Issues di Bangkok. Mengenai jangka waktu ACFTA. ekonomi dan sosial-budaya untuk 15 tahun ke depan. Sementara itu ASEAN-China Funds for Public Health dibentuk pada tanggal 22 Juni 2006. Dokumen tersebut juga memuat esensi pentingnya peningkatan kerjasama di bidang post-disaster reconstruction and rehabilitation dan bidang penegakan hukum. China telah menawarkan program pelatihan di berbagai bidang untuk 8000 tenaga profesional dari negara-negara ASEAN serta mengundang 1000 pemuda ASEAN berkunjung ke China selama 5 tahun ke depan. Untuk meningkatkan people-to-people contacts. 4 Nopember 2002. MoU on Transport Cooperation. ASEAN dan China telah merayakan peringatan 15 tahun hubungan ASEAN-China dengan puncak perayaan ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. transportasi. para Menteri Ekonomi ASEAN dan China telah menjalin interaksi melalui Konsultasi AEM dengan China. Investasi ASEAN dan China juga meningkat menjadi USD 48. 10 Januari 2003 dan the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) sebagai confidence-building measures antara pihak-pihak yang berkepentingan. mutual investment. kesehatan publik. yang memuat arah strategis bagi pengembangan kerjasama di bidang politikkeamanan. kerjasama ASEAN dan China juga mengalami peningkatan. Pada KTT ke-10 ASEAN-China. Di bidang ekonomi. sumber daya manusia.9 milyar di tahun 2007.

kerjasama di bidang ICT serta MoU ASEAN-China di bidang pertanian. kerjasama investasi. peningkatan kapasitas SDM dalam bidang ilmu pengetahuan. ASEAN dan China tengah menegosiasikan draft ASEAN-China Air Service Agreement. of implementation of Joint Declaration on Code of Conduct in the South China Sea. c.Bobot kerjasama ASEAN-China semakin meningkat pada KTT ke-10 ASEAN-China di Cebu. Penyelenggaraan KTT pertama ASEAN-India. Filipina tanggal 14 Januari 2007. khususnya dalam rangka mendorong terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. ekonomi dan sosial budaya. Indonesia telah menjadi negara koordinator untuk hubungan kerjasama ASEANIndia sampai tahun 2009. teknologi informasi dan people to people contact. Dalam kaitan ini. pengembangan energi alternatif. Beberapa kesepakatan penting antara lain adalah aksesi India terhadap 62 . Pemasukan diperoleh dari kontribusi pemerintah China dan pengembalian dana dari penyelenggaraan berbagai konferensi. tanggal 30 Nopember 2004. ASEAN dan China telah sepakat untuk mempercepat pembahasan pembentukan Free Trade Agreement serta pembentukan ASEAN-China Centre for Promoting Trade. ilmu pengetahuan dan teknologi. teknologi komunikasi dan informasi. Bidang-bidang kerjasama yang diatur di dalam kedua dokumen itu adalah bidang politik. kesehatan. Memperkuat rasa saling percaya secara politis (Strengthening political mutual trust). hubungan kemitraan ASEAN-India mendapatkan momentum. Dalam pertemuan tersebut. Investment and Tourism. dan d. para pemimpin ASEAN dan China telah menyepakati antara lain: a. sepakat untuk mengimplementasikan berbagai kegiatan dalam Cetak Biru tiga pilar Komunitas ASEAN bersamaan dengan implementasi ASEAN-China Plan of Action. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. bioteknologi. Selanjutnya komitmen ASEAN dan India tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan ASEANIndia Partnership for Peace. ASEAN dan India terus menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kerjasamanya. Pada KTT tersebut. Semenjak dicanangkannya kebijakan ‘Look East Policy’ oleh Pemerintah India. secara spesifik hubungan kerjasama ASEAN-India diarahkan pada upaya-upaya pengembangan kerjasama di bidang farmasi. Kamboja. Sejak tahun 2006. November 2007 di Singapura. dan disaster management. teknologi dan managerial capabilities. tanggal 5 Nopember 2002 di Phnom Penh. b. Sebagai tindak lanjut KTT ASEAN-China ke-11. Pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN dan India pada bulan Juli 2008 telah disepakati peningkatan kerjasama di bidang pemberantasan terorisme. Pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-China di Singapura bulan Juli 2008. para Pemimpin ASEAN dan India menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ASEAN-India di Vientiane. Kedua dokumen tersebut merupakan dokumen inti dari dasar pelaksanaan kerjasama kemitraan ASEAN-India saat ini. Untuk kerjasama di masa mendatang. China menyatakan akan menunjuk seorang Duta Besar untuk ASEAN. Sedangkan dalam bidang perdagangan dan investasi. Dalam kepemimpinan Indonesia. Mengembangkan kerjasama di bidang non-tradisional isu (Carrying out cooperation in non-traditional security fields). Pendanaan aktifitas kerjasama ASEAN dan China diwadahi oleh ASEAN-China Cooperation Fund. Pertemuan tersebut juga menghasilkan dokumen kerjasama ASEAN-China yaitu ASEAN-China Agreement on Trade in Services (TIS) of the Framework on Comprehensive Economic Cooperation. Indonesia menekankan kerjasama ASEAN-India yang berorientasi pada upaya implementasi dari berbagai proyek kerjasama dalam segala bidang. MoU on Establishing the ASEAN China Centre dan draft Guidelines. ASEAN dan China pada Pertemuan ASEAN-China Joint Cooperation Committee. iptek. Secara aktif mendukung upaya pembangunan masyarakat ASEAN dan integrasi ASEAN (Actively supporting ASEAN community building and integration). memperkuat momentum itu. INDIA India menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada saat KTT ke-5 ASEAN di Bangkok tanggal 14-15 Desember 1995. Upaya peningkatan hubungan kerjasama ekonomi ASEAN-China ke tataran yang lebih tinggi (Bringing ASEAN-China economic relations and trade to a new level). peningkatan volume perdagangan hingga mencapai USD 30 milyar. Maret 2008 di Chongqing. energy and food security serta climate change. pengembangan sumber daya manusia.

bulan November 2007. Laos dan Viet Nam. khususnya perbedaan penerapan aturan untuk Rules of Origin (RoO). Untuk meningkatkan kedekatan dan saling pengertian antar masyarakat ASEAN dan India.Treaty of Amity and Cooperation in the Southeast Asia (TAC) pada KTT ASEAN-India di Bali tanggal 8 Oktober 2003 dan Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. 2007. Di samping itu. pada tanggal 9-18 Desember 2007 di India. Viet Nam dan Myanmar. Laos. ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’ tahun 2006. Kegiatan ini bertujuan menciptakan inter-firm linkages antar kalangan pengusaha di masa mendatang. ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan ‘ASEAN-India Media Exchange Programme’. ASEAN dan India tengah berupaya untuk menyelesaikan negosiasi ASEAN-India Free Trade Agreement (AIFTA). Kegiatan lainnya adalah ASEAN-India Workshop for System Administrators yang berlangsung pada bulan Agustus 2006 dan ASEAN-India Seminar on e-learning pada bulan Nopember 2006. India mendirikan Entrepeneurship Development Centres (EDCs) di Kamboja. Seperti halnya Mitra Wicara ASEAN lainnya. maka dalam KTT ke-5 ASEAN-India juga disepakati undangan kepada 100 pemuda ASEAN yang terdiri dari 10 orang dari masing-masing negara anggota ASEAN untuk berkunjung ke India dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 60 tahun kemerdekaan India. Proyek yang telah berhasil dilaksanakan antara lain kunjungan pengusaha kecil dan menengah ASEAN ke India. Kerjasama bidang bioteknologi juga dilaksanakan dalam bentuk ASEAN-India Workshop on Bioinformatics yang telah berlangsung untuk kedua kalinya pada bulan Desember 2006. Sejalan dengan kebijakan India “Look East Policy”. bioteknologi. Hal tersebut sebagai upaya India mendukung program pengurangan kesenjangan pembangunan di antara negara ASEAN di bawah payung Initiative for ASEAN Integration (IAI). India akan menyusun Rules of Procedures bagi Fund dimaksud. India juga mendirikan Centres for English Language Training (CELT) di Kamboja. Pemimpin ASEAN dan India sepakat untuk melembagakan kegiatan ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’. India juga telah mencanangkan pembentukan ASEAN-India Green Fund yang pemanfaatannya akan ditujukan bagi kerjasama di bidang lingkungan hidup. pengembangan SDM dan pariwisata. perdagangan dan investasi. dan 2008 di New Delhi. seperti antara lain ASEAN-India Parliamentarian Exchange Programme. bulan Oktober 2003. sebagai bagian dari peningkatan people-to-people contact telah dilaksanakan berbagai program. Sedangkan kemajuan di bidang ekonomi. ASEAN dan India telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and the Republic of India pada KTT ke-2 ASEAN-India tanggal 8 Oktober 2003 di Bali. Selain itu. Kerjasama pembangunan tersebut didanai oleh ASEAN-India Cooperation Fund. serta pelaksanaan program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’. SMEs. Pada KTT ASEAN-India ke 6 di Singapura. 63 . Setelah mengatasi berbagai kendala. teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia. India juga menyatakan dukungannya untuk proses integrasi ASEAN. pada KTT ASEAN-India ke-6 tanggal 21 November 2007. di bawah koordinasi Indonesia. Disepakati juga untuk meningkatkan kerjasama ASEAN-India di bidang pertanian dengan membentuk ASEAN-India Ministers’ Meeting on Agriculture yang diharapkan dapat dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN Agricultural Ministers’ Meeting. antara lain: program ASEAN-India Media Exchange Programme dimana wartawan ASEAN telah mengunjungi India pada tahun 2006 dan 2007. pada KTT ke-5 ASEAN-India di Cebu tahun 2007. disepakati untuk mengembangkan modalitas program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan memperluas kerjasama people-to-people contact dengan menjajaki kemungkinan penyelenggaraan aktivitas exchange programme lainnya dengan target yang berbeda. Kerjasama pembangunan ASEAN-India selama tahun 2006 meliputi bidang transportasi dan infrastruktur. tanggal 23 April 2008 di Bali. Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee di Bali pada bulan April 2008 dan ASEANIndia Ministerial Meeting di Singapura pada bulan Juli 2008 mencatat bahwa India secara prinsip menyetujui usulan Indonesia mengenai pembentukan CELT di Indonesia. ASEAN dan India menyepakati untuk pengembangan kerjasama khususnya di bidang Iptek. Pada Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee (JCC) ke-10. Dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan. India membentuk ASEAN-India Science and Technology Fund dengan dana sejumlah USD 1 juta. proses negosiasi pengurangan dan penghapusan tarif untuk perdagangan barang telah dimulai pada Januari 2004. ASEAN telah menyelesaikan perundingan Trade in Goods dan akan melakukan negosiasi Trade in Services and Investment. Sesuai dengan Framework Agreement tersebut.

Laos. Peningkatan kerjasama politik ASEAN-Rusia ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on the Ministers of Foreign Affairs of Russia and Member States of the Association of South East Asian Nations on Partnership for Peace. Kamboja bulan Juni 2003 pada saat pertemuan ASEAN PMC+1 Session with Russia. Kerjasama politik ASEAN-Rusia juga terus meningkat sejalan dengan aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). El Nino Southern Oscillation (ENSO) and Monsoon Interaction and Their Socio-Economic Impact on ASEAN-Indian Nations. tanggal 29 Nopember 2004 di sela-sela KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. pada tanggal 2-3 Nopember 2006. Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russian Federation 2005-2015. Joint Declaration on Cooperation to Combat International Terrorism tahun 2004. Kerja sama ASEAN-Rusia secara komprehensif baru terbentuk tahun 2005 sejak ditandatanganinya dokumen-dokumen penting antara lain: Joint Declaration of the Heads of State/Government of ASEAN and Russian Federation on Progressive and Comprehensive Partnership. Rusia secara resmi menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada Sidang AMM/PMC ke-29 di Jakarta bulan Juli 1996. farmasi. pertukaran informasi mengenai perdagangan dan investasi serta sebagai forum interaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama perdagangan dan ekonomi ASEAN-Rusia. pembuatan obat-obatan dengan harga terjangaku dan disaster management. sampai 31 Juli 2008 tersisa dana sebesar USD 6. sumber daya manusia.627. Dari dana tersebut. dimana Pemerintah India memberikan kontribusi dana sejumlah USD 7. Secara umum dapat dikatakan bahwa kemajuan yang telah dicapai dalam kemitraan ASEAN-Rusia baru pada tataran politis. Sebagai country coordinator. India telah menyetujui usulan Indonesia mengenai pendirian ASEAN-India Center for English Language Training di Jakarta. pariwisata. Dasar pertimbangan untuk membentuk kemitraan tersebut adalah status Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. meteorology dan geophysics. besarnya pasar ekonomi Rusia serta sumber daya alam yang dimilikinya juga merupakan peluang bagi ASEAN untuk lebih meningkatkan hubungan dengan Rusia di bidang-bidang pembangunan. ilmu pengetahuan dan teknologi. microelectronics. new materials. serta Agreement between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations and the Government of the Russian Federation on Economic and Development Cooperation (berlaku sejak tanggal 11 Agustus 2006). Indonesia secara proaktif berupaya meningkatkan kerjasama tersebut melalui bidag-bidang energy security. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi ASEAN-Rusia membentuk ASEAN-Russia Working Group on Trade and Economic Cooperation (ARWTEC). Indonesia juga mengusulkan kerjasama di bidang pembarantasan terorisme. kesehatan. ilmu pengetahuan dan teknologi. Sidang ASEAN Standing Committee (ASC) 4/30 di Bali bulan Mei 1997 sepakat untuk mewadahi kerjasama sosial budaya ASEAN-Rusia di bawah “ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee” (ARJCC). investasi dan ekonomi. Russia. Terms of Reference on ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) dan ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) yang dihasilkan pada pertemuan ke-5 ARJCC di Moskow. lingkungan hidup. bio-teknologi. yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum ASEAN. Kemajuan-kemajuan yang berkelanjutan dalam bidang dialog politik antara lain dapat dilihat dengan adanya penandatanganan Joint Declaration on Partnership for Peace. Indonesia sedang mengupayakan pemanfaatan ASEAN-India Fund untuk proyek ASEAN Networking for Agriculture Vulnerability to Exceptional Climate dan the Indian Ocean Dipole Mode. Beberapa bidang prioritas kerjasama yang memungkinkan dilaksanakan di bidang Iptek telah diidentifikasi dalam pertemuan tersebut antara lain biotechnology. Stability and Security in the Asia-Pacific Region tahun 2003. di Phnom Penh. information technology. Indonesia berupaya untuk meningkatkan kerjasama kemitraan ASEANIndia dalam upaya mendukung terwujudnya ASEAN Community 2015 dengan mengedepankan kepentingan Indonesia.380. teknologi inforasi dan komunikasi. korupsi dan memajukan good governance serta perlindungan dan pemajuan HAM. Sebagai tindak lanjut. Disamping itu. perdagangan. Stability and Security in the Asia-Pacific Region.60.390 guna membiayai proyek kerjasama ASEAN-India. kebudayaan serta peningkatan people-to-people contacts. serta aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) in Southeast Asia 64 .Komitmen India dalam meningkatkan hubungan ASEAN-India terlihat dari kontribusi yang diberikan kepada ASEAN antara lain diwujudkan dengan adanya ASEAN-India Fund.396. RUSIA Kerja sama ASEAN-Rusia telah dimulai sejak tahun 1991. kejahatan transnasional. Pertemuan pertama kelompok kerja tersebut diselenggarakan pada tanggal 19 September 2002 dengan tujuan untuk memfasilitasi usaha.

tanggal 8-10 Oktober 2008. Upaya tersebut antara lain dengan mengusulkan diselenggarakannya pengajaran bahasa Rusia bagi tour operator negara-negara ASEAN. Peran Indonesia dalam hubungan kemitraan ASEAN-Rusia terlihat melalui upaya untuk mendesak Rusia agar segera mengimplementasikan Comprehensive Programme of Action 2005-2011. good governance dan kegiatan lain terkait Treaty of Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Rusia masih memperlihatkan adanya keinginan untuk menjadi partisipan dalam East Asia Summit. Rusia kembali menyampaikan akan memberikan dana tambahan kontribusi untuk ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) sebesar US$ 500 ribu tahun ini. Inisiatif ini pada tahun 1972 menghasilkan dasar-dasar kerjasama ASEAN dalam bidang pengembangan industri.tahun 2004. berdasarkan keputusan Pertemuan Sub-Committee on Culture of the 43rd Meeting of the ASEAN Committee on Culture and Information. Dalam kesempatan Post Ministerial Conference Session (PMC) with Russia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura telah diadopsi Roadmap on the Implementation of Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russia 2005-2015 Russia yang merupakan acuan kegiatan konkret tindak lanjut ASEAN-Russia Plan of Action. khususnya penyaluran dana melalui Partnership Facility. Bantuan UNDP pada umumnya ditujukan untuk mendorong ASEAN dalam upaya menciptakan integrasi ekonomi regional dalam bentuk studi penelitian maupun program-program pembangunan. Salah satu proyek yang akan dibiayai dengan menggunakan DPFF adalah proyek usulan Indonesia “Russian Language Course for ASEAN Tour Operators”. Pada tahun 1977 UNDP resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN dan merupakan satu-satunya badan multilateral yang mendapat status sebagai Mitra Wicara. Draft Agreement on Cultural Cooperation. Selanjutnya pada pertemuan ASEAN-UNDP Working Breakfast di Kuala Lumpur pada tanggal 28 Juli 2006. Dana bantuan ini telah diberikan oleh Rusia dalam Pertemuan ASEAN-Russia Joint Planning Management Committee (ARJPMC) dan ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) di St. UNDP sebagai mitra ASEAN yang tertua banyak memberikan bantuan kepada ASEAN. transportasi. UNDP Hubungan ASEAN dengan United Nations Development Programme (UNDP) telah dimulai hampir sejak dibentuknya ASEAN pada tahun 1967. Namun hingga saat ini belum ada satupun proyek yang berhasil dibiayai dari dana tersebut. Agreement on Cultural Cooperation dan MoU on the Establishment of the ASEAN Centre in Moscow masih dalam proses finalisasi. pengungsi. pertanian dan kehutanan. bantuan teknis untuk negara-negara CLMV. 65 . mengingat meningkatnya turis Rusia yang mengunjungi negara-negara ASEAN. Namun demikian hubungan keduanya baru terasa sejak awal dasawarsa 70-an. Proyek tersebut secara prinsip telah disetujui oleh ASEAN dan juga didukung oleh sectoral bodies ASEAN (Task Force on Tourism Manpower Development) serta Rusia. Pada bulan Juni 2007 Rusia telah mengucurkan dana sejumlah US$ 500 ribu untuk pendanaan proyek kerja sama ASEAN-Rusia yang tercakup dalam skema ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF). Mekanisme dialog disesuaikan dengan kerangka kerja regional atau inter-country missions dari UNDP untuk kawasan ASEAN. telah disepakati peningkatan kerjasama ASEAN-UNDP dengan memasukkan isu-isu baru sebagaimana termuat dalam Vientiane Action Programme (VAP). yakni: disaster management. ketika UNDP mensponsori suatu kegiatan pendidikan selama dua tahun dan melibatkan sebanyak 41 tenaga ahli internasional untuk membantu inisiatif pertama ASEAN dalam kerjasama ekonomi. keuangan. Dalam kesempatan PMC dengan Rusia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. masih akan dibahas pada Pertemuan ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Culture and Art (SOMCA) tahun depan. PAKISTAN Dialog sektoral ASEAN–Pakistan secara resmi terbentuk melalui Exchange of Letters mengenai pembentukan ASEAN–Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee (APJSCC) antara Sekjen ASEAN dan Menteri Luar Negeri Pakistan pada tanggal 29 Mei 1997. tanggal 1 Juli 2008 di Myanmar. Hubungan ASEAN dengan UNDP semakin dekat dengan diluncurkannya Program Sub-Regional ASEAN-UNDP pada tahun 1990 yang bertujuan untuk membantu ASEAN menyusun langkah-langkah dalam mengadakan kerjasama regional. namun masih menunggu komitmen Rusia untuk implementasinya. moneter dan jasa-jasa asuransi. Petersburg.

yang diadakan di Ha Noi untuk pertama kalinya. para Menteri mengadopsi konsep untuk mengatasi kejahatan lintas batas negara seperti terorisme. Untuk memperkuat kerjasama ASEAN Plus Three telah dibentuk the East Asia Vision Group (EAVG) dan the East Asia Study Group (EASG) tahun 2002. Adapun APBC yang terdiri dari ASEAN Chamber of Commerce and Industry (ASEAN-CCI) dan Federation of Pakistan Chamber of Commerce and Industry (FPCCI). pada Pertemuan ke-36 Menteri Luar Negeri ASEAN di Phnom Penh. perdagangan obat terlarang (illicit drug trafficking). sejak tahun 2003 telah diselenggarakan ASEAN SOM Plus Three Consultation on Transnational Crime (SOMTC+3). penanganan bencana alam. EAVG. perdagangan dan pembangunan termasuk pengembangan bilateral swapt arrangements dari Chiang Mai Initiative sejumlah US$ 75 milyar. telah menghasilkan 17 rekomendasi jangka pendek. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three juga menghasilkan kesepakatan dengan fokus kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan. informasi. Pakistan juga telah menandatangani protokol aksesi terhadap TAC dan menjadi anggota ARF. Pemerintah Pakistan juga memberikan program beasiswa Prime Minister’s Scholarship for ASEAN Countries di bidang studi Teknologi Informasi (S1) dan Business Management (S2). Asian Bond Market Initiative diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi/keuangan jangka panjang di kawasan. ASEAN PLUS THREE (APT) Kerjasama ASEAN Plus Three (ASEAN+3/APT) dimulai dengan diselenggarakannya KTT Informal di Malaysia bulan Desember 1997. Iptek. bertugas memfasilitasi hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three.Peresmian pembentukan hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan diselenggarakan di Islamabad pada tanggal 5-7 Nopember 1997 yang membahas modalitas hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan meliputi APJSCC. ASEAN-Islamabad Committee (AIC) dan ASEAN-Pakistan Business Council (APBC). AIC yang terdiri dari para Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Islamabad. kelompok yang terdiri dari para intelektual dari negara-negara ASEAN Plus Three. pencucian uang (money laundering). dan kerjasama di bidang sumber daya alam mineral. EASG. pembangunan). ASEAN Plus Three menekankan komitmen untuk peningkatan kerjasama dalam berbagai bidang. budaya. merupakan forum hubungan bisnis antara kalangan swasta kedua belah pihak khususnya kerjasama pengusaha kecil dan menengah. Kerjasama di bidang ekonomi diatur dalam Chiang Mai Intiative (CMI) yang terdiri dari Bilateral Swap Arrangements (BSAs) dan ASEAN Swap Arrangement (ASA). Selain itu. pembajakan di laut (sea piracy). pengentasan kemiskinan. Selain itu. Jepang. keuangan. para pemimpin ASEAN Plus Three sepakat untuk memperluas kerjasama bidang ekonomi. perdagangan manusia (trafficking in persons). terdiri dari para pejabat pemerintah dan bertugas mengevaluasi rekomendasi EAVG. diselenggarakan pula ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime Plus Three pertama di Bangkok. Dalam kesempatan yang sama. 5 Juni 2006. Di bidang politik-keamanan. pada rangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM/PMC) bulan Juli 2004. kejahatan ekonomi internasional (international economic crime). ASEAN Plus Three telah mengadakan berbagai kerjasama untuk menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas lainnya. Pada pertemuan ke-3 ASEAN-Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee di Islamabad. antara para Pemimpin ASEAN dan 3 negara Asia Timur: China. Selanjutnya pada tahun 2002. penyelundupan senjata (arms smuggling). sumber daya manusia. menghasilkan rekomendasi bagi kerjasama regional Asia Timur di masa datang. keuangan. dan bidang politik (termasuk isu-isu lintas batas negara). khususnya bidang ekonomi dan sosial (kerjasama ekonomi. tanggal 10 Januari 2004. Juni 2003. Munculnya kerjasama ASEAN Plus Three dipicu oleh adanya krisis ekonomi Asia yang telah menimbulkan kesadaran akan pentingnya menggalang kerjasama dengan negara-negara besar di wilayah Asia Timur. China dan Jepang bersedia menjadi 66 . dan Republik Korea. dan cyber crime. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. ASEAN Plus Three kemudian dilembagakan melalui kesepakatan dalam Joint Statement on East Asia Cooperation pada saat KTT ke-3 ASEAN`Plus Three di Manila tahun 1999. Pada pertemuan ini. para Menteri sepakat untuk menerima Pakistan sebagai anggota ARF. dan 9 rekomendasi jangka menengah-panjang sebagai langkah konkret yang perlu mendapat prioritas. Pakistan telah menyampaikan komitmen untuk memberikan kontribusi sebesar US$ 1 juta kepada ASEAN-Pakistan Cooperation Fund. Dalam kaitan ini. Pada tahun 2001.

Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. Sementara itu. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. 67 . hingga tahun 2008 Indonesia telah mengimplementasikan short-term measures dalam kerangka “promotion of East Asia Studies” dengan tiga kali menyelenggarakan promotion of language programme untuk ASEAN Plus Three Officials di Yogyakarta dan Bandung. serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengawasi serta menghadapinya. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Second Joint Statement dimaksud bertujuan untuk mendorong terciptanya ASEAN Community 2015 melalui 3 pilar yaitu. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. tenaga air. Upaya-upaya EAS tersebut akan dilaksanakan secara konsisten dalam memperkuat proses terwujudnya ASEAN Community dan merupakan bagian integral dari evolusi suatu arsitektur kawasan. China. produksi dan penggunaan bio-fuel. para Pemimpin menyepakati Second Joint Statement on East Asia Cooperation dan ASEAN Plus Three Cooperation Work Plan 2007-2017. Jepang. Republik Korea. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. Sementara Work Plan 2007-2017 memuat program-program prioritas yang akan menjadi pedoman bersama ASEAN Plus Three selama sepuluh tahun mendatang. Indonesia telah menyelenggarakan workshop on work closely with NGOs in policy consultation and coordination to encourage civic participation and state-civil partnership in tackling social problems pada tanggal 22-23 Oktober 2007 di Jakarta. d. pilar politik-keamanan. KTT EAS ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2007 di Cebu dan membahas energy security sebagai fokus utama yang menghasilkan Deklarasi yang ditandatangani oleh para Kepala Negara EAS. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. c. e. Selain itu. India. b. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Australia dan Selandia Baru. Menindaklanjuti komitmen Presiden RI dalam kerjasama APT.penyelenggara kegiatan-kegiatan tersebut. perluasan sistem energi terbarukan. pilar ekonomi dan pilar sosial-budaya. untuk pelaksanaan komitmen medium and long-term measures. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. Indonesia juga telah dua kali menyelenggarakan APT Senior Diplomatic Training Course selama 2 bulan di Jakarta. Deklarasi lain yang dihasilkan dalam pertemuan EAS pertama adalah East Asia Summit Declaration on Avian Influenza Prevention. Control and Response yang merupakan komitmen negara-negara peserta EAS untuk bekerjasama dalam menghadapi ancaman pandemik avian influenza. Meskipun dalam proses EAS ASEAN akan tetap berada pada driver’s seat. Pertemuan telah menyepakati Kuala Lumpur Declaration on the East Asia Summit yang merupakan cerminan pandangan bersama bahwa EAS dapat memainkan peranan penting dalam proses pembentukan komunitas di kawasan. Program-program di bawah East Asia Studies Group Measures yang relevan juga dijadikan bagian dari implementasi Work Plan 2007-2017. EAST ASIA SUMMIT Pertemuan 1st East Asia Summit (EAS) telah diselenggarakan pada tanggal 14 Desember 2005 di Kuala Lumpur dan dihadiri oleh para Pemimpin ASEAN. Pada KTT ke-11. ASEAN Plus Three pada bulan November 2007 di Singapura. yang bertujuan untuk mencapai sebagai berikut: a. KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT ke-3. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force. Indonesia telah menjadi prime-mover dari beberapa measures yang direkomendasikan oleh East Asia Study Group (EASG). China juga berinisiatif untuk mendirikan pusat monitoring regional bagi penyakit menular dan keinginan Jepang sebesar US$ 67 juta untuk penanganan Avian Influenza. namun rasa ownership diantara para peserta EAS non-ASEAN akan tetap dipelihara. Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan.

Singapura menyangkut integrasi pasar energi. and the Environment yang menugaskan para menteri terkaitnya untuk melakukan tindak lanjut atas diskusi tersebut. 68 . monitoring network on climate change. para pemimpin telah menyepakati pembentukan ERIA (gagasan Jepang). Jepang akan mengkoordinasikan kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. sebagaimana dinyatakan oleh Perdana Menterinya pada KTT Asia Timur ke-2. climate change and sustainable development. India dan New Zealand. Pada tanggal 9-10 September 2008. Pertemuan Kedua Task Force mencatat pula kesediaan Malaysia. dan bukan berbasis multilateral.Pada EAS ke-3 di Singapura tanggal 21 November 2007. integrasi pasar energi dan bio-fuels. Mengenai isu bio-fuels dan upaya negara-negara EAS untuk menjajagi sumber-sumber energi baru atau alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. me-review status integrasi ekonomi di antara Negara anggota EAS dan melakukan analisa terhadap dampak ekonomi CEPEA terhadap negara-negara EAS. Bank Indonesia bersama Australia Treasury telah menyelenggarakan Workshop on East Asian Summit (EAS) Regional Financial Cooperation and Integration (RFCI) pada tanggal 10 September 2007 di Jakarta. research on agriculture. Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA) yang digagas oleh Jepang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan kerangka kerja sama bagi integrasi ekonomi di Asia Timur. pada tanggal 26 Maret 2007 telah mensahkan kerangka acuan (TOR) dari EAS Energy Cooperation Task Force. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force yang berlangsung di Auckland. Departemen Keuangan. Pertemuan Kedua Task Force menyambut niat Jepang untuk memperluas mekanisme risetnya yang berkaitan dengan pendataan kebutuhan atau konsumsi energi di negara-negara ASEAN+3. Singapura dan Filipina masing-masing selaku lead-focals untuk isu efisiensi dan konservasi energi. environmentally sustainable cities. integrasi pasar energi. environment. TOR dimaksud akan menjadi dokumen rujukan bagi operasionalisasi EAS Energy Cooperation Task Force. dan telah menandatangani Singapore Declaration on Climate Change. agar meliputi pula negara-negara EAS seperti Australia. para pemimpin secara khusus membicarakan masalah energy. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force mencatat klarifikasi yang diberikan oleh Jepang bahwa alokasi bantuan pembangunan resminya sebesar US$ 2 milyar. merupakan bantuan berbasis bilateral. particularly emissions from rice paddy fields. serta penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. Jepang secara khusus telah menyatakan komitmennya untuk menyediakan sejumlah US$ 2 milyar untuk periode 3 (tiga) tahun dalam bentuk bantuan keuangan dan teknis serta pinjaman investasi. Pertemuan Pertama EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF) telah berlangsung di Singapura pada tanggal 1 Maret 2007 dan menyepakati Kerangka Acuan (TOR) EAS ECTF. waste management. dan Filipina berkaitan dengan penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. Viet Nam. Peran Indonesia dalam EAS misalnya terlihat pada kerjasama keuangan. telah diresmikan ERIA Annex Office dengan proyek awal “Developing a Roadmap toward East Asian Economic Integration” dan “Energy Security in East Asia”. Jepang akan memberikan kepada sekitar 1000 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait. Jepang akan memberikan pelatihan bagi 500 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait selama 5 (lima) tahun dari negara-negara EAS khusus mengenai penggunaan energi biomass. New Zealand. coastal and marine environment. Dalam rangka kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. particularly on emissions from agriculture. urban environmental management and education for sustainable development. memulai kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. Sebagai tindak lanjut pada 3rd EAS. Kelompok pengkaji telah melaksanakan empat kali pertemuan dan sedang dalam proses penyelesaian laporan akhir rekomendasinya guna diserahkan melalui para Menteri Ekonomi pada 4th East Asia Summit tahun 2008. telah diselenggarakan Environtment Ministerial Meeting (EMM) di Ha Noi. Pada 18 September 2008. Pertemuan Kedua Task Force telah mendengarkan presentasi dari Jepang. Dalam hal ini Indonesia c. Energy. Dalam 2nd EAS Summit para pemimpin EAS sepakat menugaskan para pejabat tingginya mengembangkan usulan Australia guna memperkuat mekanisme regional bidang keuangan. masing-masing untuk isu efisiensi dan konservasi energi.q. network for early warning system in terms of disaster risk management. Pelaksanaan oleh para ahli ERIA berada di bawah payung kerja sama EAS dan memiliki fokus pada kajian-kajian strategis guna mendorong integrasi regional dan memperkuat kemitraan di Asia Timur. integrasi pasar energi dan bio-fuels mengenai isu yang mereka tangani. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memfokuskan kerjasama di masa depan pada bidang-bidang climate change. Australia dan India untuk menjadi co-chairs kerjasama energi EAS. serta mengirimkan 500 pakar pertaniannya ke negara-negara EAS dalam periode 5 (lima) tahun untuk mempromosikan pentingnya efisiensi dan konservasi energi.

69 . SCO memfokuskan diri untuk penanganan masalah-masalah keamanan seperti ancaman terorisme. ASEAN-SCO Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah organisasi yang didirikan di Shanghai pada 15 Juni 2001 oleh enam negara yaitu China. dikemukakan adanya kemungkinan untuk menciptakan hubungan antara SCO’s Regional Anti Terrorist Structure (RATS) di Tashkent dengan counter terrorism centre di negara-negara ASEAN. ASEC menekankan pula perlunya dana. ASEAN-GCC Dewan Kerjasama Teluk (The Gulf Cooperation Council/GCC) merupakan suatu organisasi regional di kawasan Arab yang beranggotakan Arab Saudi. Oman. Sebagai tindak lanjut. yaitu Azerbaijan. pengembangan pengusaha kecil dan menengah (SMEs) serta pariwisata. ASEAN – ECO Economic Cooperation Organization (ECO) didirikan bulan Januari 1985 sebagai pengganti Regional Cooperation of Development (RCD) yang didirikan tahun 1964 yang pada waktu itu hanya beranggotakan Iran. Tujuan ECO adalah pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. Dalam ASEAN SOM 6 November 2006. Kuwait. seperti penanganan kejahatan lintas batas negara yang mencakup kontra-terorisme. Mekanisme hubungan antara ASEAN dan ECO adalah Pertemuan Tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan ECO pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB di New York yang telah diselenggarakan sejak tahun 1995. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-ECO telah diselenggarakan sebanyak 7 (tujuh) kali. dan Qatar yang dibentuk pada tahun 1981. pencucian uang dan human trafficking. dan ditegaskan dalam AMM/PMC ke-39. kerjasama energi khususnya hydroelectric power dan biofuels. Hal tersebut dikemukakan dalam pertemuan the 4th ASEAN-Russia Joint Planning and Management (JPMC. Kedua pihak berusaha untuk mengidentifikasi dan mengelaborasi beberapa bidang kerjasama. Selain itu dapat dielaborasi kerjasama di bidang pariwisata dan energi. dan Afghanistan. Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-ECO ke-7 dilaksanakan pada tanggal 27 September 2004 di New York. MoU tersebut menandai tataran baru dalam sebelas tahun kerjasama kedua organisasi. Peran Indonesia pada EAS antara lain berupaya menjadikan EAS sebagai sarana yang ditujukan untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015 dan berkembang secara evolutif dan saling mendukung dalam perkembangan arsitektur regional Asia Timur. Persatuan Emirat Arab. Pada tahun 2006. Kirghizstan. penanggulangan narkotika. Australia dan New Zealand. lingkungan hidup dan memperkuat keterkaitan sejarah dan budaya di kawasan. Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SCO telah menandatangani MoU pada tanggal 21 April 2005 di Jakarta. Tajikistan. Kyrgyztan. Beberapa delegasi menyatakan dukungan terhadap usulan ini dan pertemuan menyepakati untuk mempertimbangkan lebih lanjut kemungkinan ini. Tujuannya adalah mengembangkan kerjasama ekonomi. pengawasan narkotika dan obat-obat terlarang. Kazakhstan. dengan ASEAN sebagai driving force. MoU ini akan melandasi kerjasama kedua belah pihak dalam berbagai bidang. Tajikistan dan Uzbekistan. kerjasama ini mencakup bidang ekonomi dan keuangan.) Moscow 21-22 Juni 2006. liberalisasi ekonomi. Pada tahun 1992. Bahrain. Pakistan dan Turki. Selain itu. Turkmenistan. Dalam perkembangannya kemudian GCC juga memasukkan unsur kerjasama keamanan dalam kegiatan organisasinya. pembangunan sosial. Dalam perkembangannya. SCO merupakan kelanjutan dari Shanghai Five Mechanism (SCO tanpa Uzbekistan) yang didirikan untuk memperkuat confidence-building dan disarmament di sepanjang perbatasan negara-negara tersebut. Uzbekistan. terutama narkotika.Dalam Ad-hoc Consultation Meeting yang berlangsung di Singapura bulan Mei 2008 delegasi Indonesia telah mengusulkan kemungkinan perluasan keanggotaan Network of East Asia Think Tanks (NEAT) yang sebelumnya hanya beranggotakan para think-tanks ASEAN Plus Three untuk meliputi pula think-tanks dari India. sosial. penyelundupan senjata. Kazakhstan. infrastruktur transportasi dan komunikasi. dan budaya. seperti counter terrorism. ASEAN-ECO sepakat untuk membentuk Work Plan guna implementasi MoU tersebut. ASEAN-ECO telah menandatangani MoU kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. lingkungan hidup. separatisme dan kejahatan lintas batas negara. karena ketiadaan dana merupakan hambatan dalam implementasi kerjasama Sekretariat ASEAN-SCO. pariwisata. anggota ECO diperluas meliputi negara-negara Asia Tengah. Rusia.

Sekretariat ASEAN-SAARC telah menyetujui Partnership Work Plan (2004-2005) dan Guidelines for ASEAN-SAARC Secretariat’s Partnership. tanggal 19-21 Januari 2004. Pertemuan dihadiri oleh para Menteri Ekonomi ASEAN. Pertemuan membahas mengenai kemungkinan diadakannya suatu konferensi yang dikoordinasi bersama oleh Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN. Pakistan. Pertemuan AASROC I di Bandung bulan Juli 2003 dan Pertemuan Kelompok Kerja AASROC di Durban bulan Maret 2004 menyepakati Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN akan bekerjasama untuk menyelenggarakan Konferensi Pertama AASROC. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan oleh kedua pihak dibawah Work Plan tersebut. kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan organisasi masing-masing dan berbagai kerjasama regional di bidang politik. Pada tahun 2006. SAARC menginginkan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. dan (ii) langkah-langkah meningkatkan perdagangan dan investasi. Sekretariat ASEAN memberikan informasi tentang ASEAN Cooperation on Investment dan ASEAN Industrial Cooperation (AICO) Scheme kepada pertemuan the SAARC Inter-Governmental Expert Group (IGEG) on Investment. Pada tahun 2000. Dari ASEAN. Sebagai hasil pembahasan dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN-SAARC yang diselenggarakan sejak tahun 2002. Indonesia mengadakan pertemuan dengan SADC di Sekretariat SADC. ASEAN-SAARC Kerjasama Regional negara-negara Asia Selatan (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) dibentuk pada tanggal 8 Desember 1985 dalam suatu Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asia Selatan di Dhaka. khususnya skema pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Sekretariat ASEAN telah menyumbangkan dua studi mengenai proses AASROC yaitu: (i) pengalaman pertumbuhan ekonomi East Asia. ekonomi. 5-7 Mei 2004. ASEAN SOUTHERN AFRICAN DEVELOPMENT COMMUNITY (SADC) Hubungan ASEAN-SADC dimulai pada tahun 1995 pada tingkat antar Sekretariat. Pertemuan pertama tingkat menteri antara ASEAN dengan SAARC berlangsung pada tanggal 25 September 1998 di New York. ASEAN-GCC telah menyelenggarakan pertemuan di sela-sela Sidang ke-61 Majelis Umum PBB di New York. serta kerjasama eksternal. 26-28 Mei 2008. Arbitration and Avoidance of Double Taxation. Sekretaris Jenderal ASEAN telah mengadakan kunjungan resmi ke Sekretariat GCC pada tanggal 15 April 2007. Keinginan SAARC untuk menjalin kerjasama dengan ASEAN pertama kali dibahas pada pertemuan ASEAN Standing Committee ASEAN 5/24. kedua organisasi sepakat untuk mengembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang.Hubungan formal ASEAN-GCC dilakukan pada tahun 1990 yang dilontarkan pertama kali oleh Menteri Luar Negeri Oman yang pada waktu itu sebagai Ketua Dewan Menteri GCC. Pada bulan Juli 2004. para Menteri Ekonomi SADC. sebagai awal menuju Pertemuan ASEAN-SADC. Dalam kesempatan tersebut. Dalam pertemuan tersebut. namun beberapa kali rencana itu batal dilaksanakan. ASEAN mendirikan ASEAN Riyadh Committee (ARC) untuk membantu meningkatkan hubungan ASEAN-GCC. 7-9 Mei 1991 di Kuala Lumpur dan pertemuan menyepakati bahwa kerjasama di antara kedua organisasi hanya pada tingkat antar Sekretariat. 70 . terutama di bidang investasi dan perdagangan serta energi. Sekretaris Jenderal GCC juga berencana untuk berkunjung ke Sekretariat ASEAN di Jakarta. Hubungan kerjasama ASEANGCC dikembangkan melalui kerangka kerjasama antar Sekretariat. Bostwana. dalam kesimpulan akhir workshop yang diadakan di Sekretariat ASEAN. Pertemuan informal ASEAN-SADC dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1996 di Singapura pada kesempatan Konferensi Tingkat Menteri WTO. di Islamabad. ASEAN-AASROC Asian-African Sub-Regional Organisations Conference (AASROC) merupakan suatu forum untuk memfasilitasi kerjasama antara Asia dan Afrika. antara lain wakil Sekretariat ASEAN menghadiri pertemuan the SAAR Committee of Experts Meeting on South Asia Free Trade Area (SAFTA). Sekjen ASEAN dan Sekjen SADC. untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan ASEAN.

Maria del Rosario Green Macias. Paraguay. Chile. Uruguay dan Venezuela. Pada tahun 1999. Pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Rio Group diselenggarakan di New York pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB. di sela-sela Sidang. Mrs. pengentasan kemiskinan dan pemberantasan terorisme. Brazil. dan Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-61. Sampai saat ini. Sheikha Haya Rashed Al Khalifa. Topik utama pertemuan tersebut adalah exchange of views mengenai Developments in the International Financial Situation dan East Asia-Latin America Forum (EALAF). belum ada perkembangan yang berarti dalam hubungan kerjasama antara ASEAN dengan Rio Group.E. ASEAN-MERCOSUR sepakat untuk mencari cara-cara memperkuat ikatan kerjasama kedua pihak. pada tahun 2007 kerjasama ASEAN-PBB ditingkatkan melalui penandatanganan MoU on ASEAN-UN Cooperation. Negara-negara pendiri MERCOSUR menetapkan tanggal 1 Januari 1995 untuk berlakunya common market dan common tariff. Sekjen MERCOSUR menyampaikan undangan kepada Sekjen ASEAN untuk menghadiri Presidential Summit of MERCOSUR pada tanggal 17-18 Desember 2007 di Montevideo. Sebelumnya pada tanggal 22 September 2006. Kofi Annan. Uruguay dan Venezuela. serta dua perwakilan masing-masing dari negara-negara Amerika Tengah dan negara-negara Karibia. Ali Alatas dan Menteri Luar Negeri Meksiko. di Yangoon. MoU tersebut merupakan perangkat kerjasama untuk membentuk kemitraan ASEAN-UN yang meliputi kerjasama di bidang politik. Sekretaris Jenderal ASEAN hadir selaku pengamat. ASEAN dan PBB mengadakan the ASEAN and UN Chairmen of the Myanmar Cyclon Nargis Pledging Conference yang dihadiri 51 negara. kerjasama dalam mengimplementasikan program-program dalam upaya memelihara perdamaian dan keamanan regional dan internasional serta mempercepat pencapaian MDGs. Brazil. seperti pertukaran informasi dan pengalaman. dilakukan oleh ASEAN-UN-Myanmar Tripartite Core Group yang dibentuk untuk segera melaksanakan tugas-tugasnya. Hubungan ASEAN dan PBB semakin kuat paska terjadinya bencana Cyclon Nargis di Myamar. pembangunan tsunami early warning system. Paraguay. Pertemuan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri RI.ASEAN-RIO GROUP Rio-Group mempunyai 12 negara anggota yaitu: Argentina. Panama. Dalam pertemuan tersebut. H. Pada pertemuan tersebut. Pelaksanaan dan pengawasan bantuan kemanusiaan internasional bagi para korban bencana di Myanmar. Kontak awal antara ASEAN dan MERCOSUR dimulai ketika para Menlu ASEAN dan MERCOSUR mengadakan Informal Breakfast Meeting di sela-sela the 3rd Foreign Ministers’ Meeting of the Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) pada tanggal 22 Agustus 2007 di Brasilia. Khusus mengenai pengentasan kemiskinan dan kerjasama pembangunan merupakan 2 (dua) sasaran yang ingin dicapai dunia internasional sebagaimana termuat dalam Millennium Development Goals (MDGs). Bolivia. Ecuador. Diantara hasil pengamatan Sekjen ASEAN adalah: 1. ASEAN dan PBB sepakat untuk menjalin kerjasama yang baik untuk menangani berbagai masalah crucial seperti avian flu. Myanmar. ekonomi dan sosial-budaya. MERCOSUR ingin mendalami modalitas pengelolaan proses integrasi ekonomi ASEAN dan kebijakannya yang eksklusif. para Menlu ASEAN telah bertemu dengan Sekjen PBB. Proses integrasi ekonomi MERCOSUR berjalan sangat lambat karena terkait dengan permasalahan- 71 . Setelah ASEAN diberikan status Observer pada Desember 2006 yang dinilai sebagai salah satu bentuk pengakuan PBB terhadap eksistensi ASEAN sebagai salah satu organisasi regional. Pada tanggal 25 Mei 2008. ASEAN – PBB Keterlibatan ASEAN di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan semakin mendalam dengan diberikannya status peninjau kepada ASEAN oleh PBB pada sesi Sidang Umum organisasi dunia terbesar tersebut tanggal 4 Desember 2006. Uruguay. Brazil. Peru. ASEAN-MERCOSUR Mercado Commun Del Sur/The South Common Market (MERCOSUR) dibentuk pada tanggal 26 Maret 1991 oleh 4 negara Amerika Latin yaitu Argentina. Mexico. Menindaklanjuti pertemuan tersebut. Hubungan antara ASEAN-Rio Group yang terjalin selama ini adalah hubungan informal setingkat Menteri yang diawali oleh Pertemuan Tingkat Menteri yang pertama pada tanggal 1 Oktober 1990 di New York. 2. Columbia.

permasalahan politik internal yang ada. 72 . namun elemen-elemen sosial-ekonomi MERCOSUR cukup terharmonisasi. MERCOSUR adalah organisasi regional di bidang perdagangan yang paling maju di Amerika Selatan. ASEAN dapat memperoleh manfaat dengan melakukan pertukaran informasi dan pengalaman dengan MERCOSUR di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama. Pertemuan tingkat Menteri ASEAN-MERCOSUR pertama telah berlangsung pada tanggal 24 November 2008 di Brazil. 3.

Pada putaran final penjurian Kompetisi ASEAN Anthem tingkat ASEAN di Bangkok. B. dan dinamis. Bendera dan Lambang ASEAN: Bendera dan lambang ASEAN menggambarkan ASEAN yang stabil. putih dan kuning.BAB IV PROFIL ASEAN DAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN A. Lingkaran melambangkan kesatuan ASEAN. damai.Biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Sampao Triudom dan Payom Valaiphatchra dari Thailand ditetapkan sebagai Lagu resmi ASEAN.765 KM2 : Laut China Selatan dan Malaysia 73 . sedangkan kuning melambangkan kemakmuran. Bahasa ASEAN adalah Bahasa Inggris 2. One Identity.melambangkan warnawarna utama lambing-lambang Negara-negara Anggota ASEAN. One Community” 3. Warna-warna yang tertuang dalam lambing –biru. Hari ASEAN diperingati pada tanggal 8 Agustus setiap tahunnya. Merah menggambarkan keberanian dan dinamisme. 4. Lagu ASEAN (ASEAN Anthem) Lagu ASEAN dipilih melalui sebuah kompetisi terbuka (Kompetisi ASEAN Anthem) yang dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan November 2008. Profil ASEAN 1. BRUNEI DARUSSALAM Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Brunei Darussalam : 1 Januari 1984 : Monarki Konstitusional : Bandar Seri Begawan : 5. Ikatan rumpun padi melambangkan harapan para tokoh-tokoh pendiri ASEAN agar ASEAN yang beranggotakan seluruh negara yang berada di Asia Tenggara bersama-sama terikat dalam persahabatan dan solidaritas. Profil Negara-negara ASEAN I. 20 November 2008. Motto ASEAN: “One Vision. Putih menunjukkan kesucian. bersatu. Thailand. 5. merah. lagu berjudul “The ASEAN Way” karya Kittikhun Sodprasert.

Prancis.) : 3.1 % (Oktober 2007) : USD $ 598.754 KM2 : Samudera India.) : 2. Timor Leste. Inggris. Brunei Darussalam.) : Melayu 67 %.4 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Republic of Indonesia : 17 Agustus 1945 : Republik : Jakarta : 1.6 % (Oktober 2007) : USD $ 31.) : Khmer 90 %. lain-lain 18 % : Islam (agama resmi) 67 %. Australia. Malaysia.662 juta ( Oktober 2007) : 10.317 juta (Oktober 2007) : 0. lain-lain 5 % : Khmer (bahasa resmi) 95 %. Laos. KAMBOJA : 396.000 (November 2007 est. Inggris : USD $ 8. China 15 %. Thailand.890. Viet Nam 5 %.DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita II.5 % (November 2007 est. dan Singapura 74 . Papua New Guinea. lain-lain 10 % : Melayu (bahasa resmi). China 1 %. Filipina. INDONESIA : Kingdom of Cambodia : 9 November 1953 : Monarki Konstitusional : Phnom Penh : 181.035 KM2 : Teluk Thailand. Budha 13 %.000 (November 2007 est. dan Viet Nam : 14.076 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita III. lain 4 % : Budha Theravada 95 %.475.2 % (November 2007 est. Kristen 10 %. China : USD $ 12.

800 KM2 : Myanmar.000 (November 2007 est.7 %. Kristen Protestant 5 %.6 %.4 %. Minangkabau 2. Bugis 2.) Pertumbuhan Penduduk : 1.000 (November 2007 est. berbagai bahasa daerah PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IV. Lao Theung 22 %.3 %. Kamboja.128.DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 224.919(Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Lao People’s Democratic Republic : 19 Juli 1949 : Republik Sosialis : Vientiane : 236.) Pertumbuhan Penduduk : 2.608.7 %. Thailand. Inggris.8 % Bahasa : Lao (bahasa resmi). Kristen 1. Banjar 1. Sunda 15 %. Lao Soung (Hmong danYao) 9 %.) Kelompok Etnis : Lao Loum 68 %. China. Hindu 2 %. lain-lain 29.1 juta (Oktober 2007) : 6.2 % (November 2007 est. animisme 32. Katholik 3 %. MALAYSIA : USD $ 4.717 juta (Oktober 2007) : 6.9 %. Banten 2 %. Budha dan lainnya 1 % Bahasa : Bahasa Indonesia (bahasa resmi). dan Viet Nam DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 5.) Kelompok Etnis : Jawa 40. Betawi 2. lain-lain 0.3 % (Oktober 2007) : USD $ 1.0 % (Oktober 2007) : USD $ 736. Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita V.905.3%. Prancis.8 %(November 2007 est.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota : Malaysia : 31 Agustus 1957 : Monarki Konstitusional : Kuala Lumpur 75 . LAO PDR : USD $ 431.9 % Agama : Islam 88 %. Viet Nam dan China 1 % Agama : Budha 65 %. Madura 3.4 %.

3 % (Oktober 2007) : USD $ 6. lainnya 3 % Bahasa : Burma (bahasa resmi).6 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan : Republic of the Philippines : 4 Juli 1946 : Republik 76 . Thailand. Kristen 4 %.4 % : Bahasa Melayu (bahasa resmi). dan Filipina : 27. lain-lain 7 % Agama : Budha 89 %.) : 2. Hindu (6. Budha (19.3 % (November 2007 est. Indonesia. beberapa bahasa etnis minoritas PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VII.2 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Union of Myanmar : 4 Januari 1948 : Junta Militer : Naypyidaw : 676. Kristen (9. Karen 7 %. Tamil : USD $ 186. China.7 juta (Oktober 2007) : 6.) : Melayu 62%. Rakhine 4 %. India 8 %.) Kelompok Etnis : Burma 68 %.632. Singapura.174. MYANMAR : 330.2 %).Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VI. lain-lain 6 % : Islam (60.960. China 3 %. Laos. China 24%.1 %).) Pertumbuhan Penduduk : 2.3%).7 juta (Oktober 2007) : 5. Inggris.577 KM2 : Bangladesh.252 KM2 : Brunei Darussalam.880. India 2 %. Shan 9 %. lainnya 2. Laut Andaman. India.000 (November 2007 est.6 % (Oktober 2007) : USD $ 215.6%).0 % (November 2007 est. Islam 4 %.605. China. Konfusianisme (2. Thailand.4 %).000 (Februari 2008 est. FILIPINA : USD $ 12. dan Teluk Bengala DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 58.

Laut Filipina.5 %.9 %.) : 2. Kristen 9.9 %. Ilocano 9 %.4 %.894 juta (Oktober 2007) : 7.6 %. dan Laut Sulu DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 88.206.546.3 % Agama : Katholik 81 %. Melayu 13.000 KM2 : Laut China Selatan. Cebuano 13. Kristen 9 %.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara : The Kingdom of Thailand 77 . Katholik 4.3 % (November 2007 est. Bisaya/ Binisaya 7.8 %.0 % (November 2007 est. lain-lain 1. lain-lain 0.000 (November 2007 est. Hiligaynon Ilonggo 7.4 % : Budha 42. Hindu 4 %. Muslim 5 %.9 %. THAILAND : Republic of Singapore : 9 Agustus 1965 : Republik : Singapore : 704 KM2 : Malaysia dan Indonesia : 4. Tamil : USD $ 161.) : China 76. Inggris.) Pertumbuhan Penduduk : 2. lain-lain 5 % Bahasa : Filipino/Tagalog (bahasa resmi) dan Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VIII.GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Manila : 300. Islam 14. Laut Sulawesi.8 %.6 juta (Oktober 2007) : 9.5 %.) Kelompok Etnis : Tagalog 28. Melayu.589. India 7. Bikol 6%.3 % (Oktober 2007) : USD $ 35.8 % : Mandarin (bahasa resmi). Waray 3.652 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IX.7%. lain-lain 25.875.1 %.4 % (Oktober 2007) : USD $ 1. Taoist 8. tidak beragama 14.000 (November 2007 est.1 %.5 %. SINGAPURA : USD $ 146.8 %.

Myanmar.5%.Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita X. Teluk Thailand. tidak beragama 80. Katholik 6.2 % (November 2007 est.315 KM2 : Teluk Thailand. Laut China Selatan.000 (November 2007 est.6 % (November 2007 est. Kristen 0.701.1 %. Islam 4. Kamboja.6 %. Hmong 1 %.4 %.5 % (Oktober 2007) : USD $ 836.3 %. Protestant 0.8 % Bahasa : Viet Nam (bahasa resmi).) Pertumbuhan Penduduk : 1. Laos. lainlain 0.205.5 %. lain-lain 11 % Budha 94.9 %. Perancis.9 juta (Oktober 2007) : 4.120 KM2 : Laut Andaman.) Thai 75 %. dan Kamboja DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 85.) Kelompok Etnis : Kinh (Viet) 86. Muong 1.000 (November 2007 est. Thai 1. lain-lain 4.7 %.1 % Agama : Budha 9. Laos.1 %.1 % : Thai (bahasa resmi). Cao Dai 1. VIETNAM : Tidak pernah dijajah : Monarki Konstitusional : Bangkok : 513.7 %.1 %. China. Inggris.7 %.292 juta (Oktober 2007) : 8.2 %. Tay 1. China.1 %.740 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Socialist Republic of : 2 September 1945 : Republik Sosialis Viet Nam : Ha Noi : 329.7 (Oktober 2007) 78 . Teluk Tonkin. Hoa Hao 1. Islam 0. Nun 1. China 14 %.694.) 4. Khmer PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita : USD $ 71.8 % (Oktober 2007) : USD $ 3. Khome 1.6 %.5%. dan Malaysia 65. Hoa 1. Inggris : : : : : USD $ 245.

Dalam kaitan ini. Perkembangan ini telah menandai makin solidnya jalinan kerjasama antar anggota untuk menciptakan cara pandang dan visi yang sama. Indonesia perlu bekerja secara sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di tanah air agar mewakili suatu kesamaan pandangan dan langkah. Selanjutnya. Pencapaian Komunitas ASEAN terus ditingkatkan dan diperkuat. Proses pembentukan komunitas yang dipererat menjadi tahun 2015 memerlukan suatu landasan hukum dan arahan kegiatan yang jelas. guna melengkapi arahan menuju suatu komunitas. telah disusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)” yang berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. makmur dan kompetitif. jasa. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. Sebagai negara pemrakarsa Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. aman. konsensus. Tujuan AEC seperti yang digariskan dalam Visi ASEAN 2020. terintegrasi menuju perwujudan komunitas tunggal. pembentukan AEC juga disepakati atas dasar kesamaan kepentingan untuk memperdalam dan memperluas upaya-upaya ekonomi melalui inisiatif-inisiatif yang ada maupun inisiatif-inisiatif baru dengan tenggat waktu yang jelas. Asia Tenggara merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia. Dalam menghadapi hal tersebut.BAB V PENUTUP Politik luar negeri Indonesia menerapkan pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentrik yang menegaskan kedekatan geografis dan lingkup pengaruh lingkungan eksternal dapat memberikan dampak terhadap Indonesia. ASEAN telah menyusun dan menyepakati blueprint yaitu APSC. Perwujudan Komunitas Keamanan ASEAN didasarkan pada prinsip non-intervention. damai dan kondusif merupakan modal dasar yang penting untuk pembangunan nasional Indonesia. national and regional resilience. Indonesia juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyusunan APSC blueprint yang memuat berbagai kepentingan Indonesia. dan ASCC. Selanjutnya. Selain itu. pencegahan penggunaan senjata dalam situasi konflik dan peaceful settlement of disputes. Prinsip-prinsip ini juga dianut dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan penyelesaian konflik yang akan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas kawasan diarahkan pada penyelesaian secara politis. diharapkan Indonesia akan dapat menarik manfaat dari integrasi ekonomi kawasan yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi dalam ekonomi global. Pembentukan AEC akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang mempunyai daya saing tinggi dan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta terintegrasi dalam ekonomi global. investasi dan pekerja terampil serta arus modal yang lebih bebas. 79 . Piagam ASEAN telah disusun dan diratifikasi oleh negara-negara anggota. Kawasan Asia Tenggara yang stabil. Indonesia memberi perhatian besar pada implementasi butir-butir yang dimuat dalam Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestik yang berdampak kepada kawasan. Oleh karena itu Indonesia telah menetapkan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai soko guru atau salah satu pilar utama dalam pelaksanaan politik luar negerinya. Menyangkut perkembangan Komunitas Ekonomi ASEAN. yaitu menciptakan sebuah kawasan ekonomi ASEAN yang stabil. AEC. Selanjutnya. Dengan demikian. TAC merupakan kunci code of conduct hubungan antar negara dan berfungsi sebagai instrumen diplomatik dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan. upaya pembentukan Komunitas ASEAN merupakan upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasinya dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. sehingga pada gilirannya akan memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi seluruh rakyat Indonesia. pembangunan ekonomi yang sederajat dan pengurangan tingkat kemiskinan serta perbedaan tingkat sosial ekonomi. kedaulatan. Selain itu. Pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentris tersebut menentukan perumusan kebijakan dalam pelaksanaan polugri terutama jika dikaitkan dengan isu-isu utama global. ASEAN telah mengalami perkembangan pesat dan saat ini tengah bertransformasi menjadi suatu organisasi yang lebih terstruktur. Aksesi negaranegara diluar ASEAN khususnya negara-negara besar di kawasan Asia telah membuktikan penghargaan atas meningkatnya peran ASEAN di kawasan. Memperhatikan kebutuhan tersebut. yang dibarengi dengan terdapatnya kebebasan arus barang.

pelaksanaan ASEAN Strategic Framework for Social. pendidikan. Kegiatan puncak yang dilaksanakan dengan mitra wicara adalah ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. perhatian terhadap penanganan masalah lingkungan. tetapi masih banyak yang belum diimplementasikan secara optimal. para Pemimpin ASEAN telah memberikan penekanan penting pada pilar Sosial Budaya terutama dalam menumbuhkan “Caring and Sharing Community”. avian flu. pembuatan instrumen guna melindungi hak-hak pekerja migran. Selama itu. keuangan. Selain itu kerjasama yang dikembangkan juga dimaksudkan untuk memberikan kontribusi bagi pemeliharaan perdamaian dan mendorong kesejahteraan di kawasan. Sebagai langkah tindak lanjut dari pertemuan East Asia Summit.Adapun mengenai Komunitas Sosial Budaya. Perkembangan kerjasama ASEAN juga semakin meningkat dalam kaitannya dengan negara maupun organisasi internasional yang menjadi mitra wicara ASEAN. ekonomi. dan disaster management. Namun demikian EAS tetap merupakan Leaders Lead Forum yang membahas isu-isu strategik dan kawasan. Berbagai perjanjian dan kesepakatan telah dilakukan dengan negara-negara mitra wicara. Welfare and Family (2007-2010). Kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara melalui format ASEAN+1 dan ASEAN+3 diarahkan untuk memberikan dukungan dan bantuan terhadap upaya ASEAN mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. China. pada tanggal 30-31 Oktober 2006 yang menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEAN-China Cooperation. percepatan implementasi ASEAN Framework on Rural Development and Poverty Eradication (2006-2010). ASEAN akan tetap memainkan peran sentral dalam pembentukan arsitektur kawasan. Deklarasi ini telah memuat arah bagi perkembangan kerjasama ASEAN-China di bidang politik-keamanan. telah ditetapkan 5 sektor prioritas yaitu energi. penanggulangan bahaya penyakit menular. dan social-budaya untuk 15 tahun ke depan. 80 . Perwujudan Caring and Sharing Community dilakukan dengan membangun identitas regional yang lebih kuat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->