KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Kerjasama internasional adalah elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Melalui kerjasama internasional, Indonesia dapat memanfaatkan peluang-peluang untuk menunjang dan melaksanakan pembangunan nasionalnya. Kerjasama ASEAN memegang peran kunci dalam pelaksanaan kerjasama internasional Indonesia karena ASEAN merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia dan pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Tahun ini ASEAN genap berusia 41 tahun. Selama itu, telah banyak capaian-capaian yang telah diraih ASEAN dan sumbangsih yang diberikan ASEAN bagi negara-negara anggotanya. Salah satu capaian dan sumbangsih terpenting dari ASEAN adalah terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan hal utama sehingga program pembangunan Indonesia dapat terus dilaksanakan. Pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN terus mengalami peningkatan. Secara khusus, ASEAN telah membantu Indonesia dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, proses perdamaian di Aceh, penanggulangan kebakaran hutan dan lainlain. Selama empat dekade keberadaannya, ASEAN telah mengalami banyak perubahan serta perkembangan positif dan signifikan yang mengarah pada pendewasaan ASEAN. Kerjasama ASEAN kini menuju tahapan baru yang lebih integratif dan berwawasan ke depan dengan akan dibentuknya Komunitas ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015. Hal ini diperkuat dengan disahkannya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang secara khusus akan menjadi landasan hukum dan landasan jati diri ASEAN ke depannya. Pembentukan Komunitas ASEAN diawali dengan komitmen para pemimpin ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN Vision 2020 di Kuala Lumpur pada tahun 1997 yang mencita-citakan ASEAN sebagai suatu komunitas yang berpandangan maju, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan makmur, dipersatukan oleh hubungan kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan masyarakat yang saling peduli. Tekad untuk membentuk Komunitas ASEAN kemudian dipertegas lagi pada KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003 dengan ditandatanganinya ASEAN Concord II. ASEAN Concord II yang menegaskan bahwa ASEAN akan menjadi sebuah komunitas yang aman, damai, stabil, dan sejahtera pada tahun 2020. Namun, pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina pada Januari 2007, komitmen untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dipercepat dari tahun 2020 menjadi tahun 2015 dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. Tujuan dari pembentukan Komunitas ASEAN adalah untuk lebih mempererat integrasi ASEAN dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN menyadari sepenuhnya bahwa ASEAN perlu menyesuaikan cara pandangnya agar dapat lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal. Negara-negara ASEAN menyadari perlunya meningkatkan solidaritas, kohesivitas dan efektifitas kerjasama. Kegiatan kerjasama dalam ASEAN tidak lagi hanya terfokus pada kerjasama ekonomi namun juga harus didukung oleh kerjasama lainnya di bidang keamanan dan sosial budaya. Untuk menjaga keseimbangan itu, pembentukan Komunitas ASEAN 2015 berlandaskan pada 3 pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community). Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi ASEAN. ASEAN harus dapat melakukan pelbagai penyesuaian seiring dengan adanya perkembangan yang pesat di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan pengetahuan serta bidang-bidang lainnya yang terjadi di negaranegara di luar kawasan Asia Tenggara. ASEAN juga harus menyadari pentingnya upaya untuk lebih melibatkan masyarakat ASEAN sehingga tumbuh “rasa memiliki” (we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat menjalin kerjasama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN. Dengan demikian, diharapkan ASEAN tidak lagi menjadi forum kerjasama para pejabat pemerintah negara-negara ASEAN atau kalangan elit tertentu, melainkan dapat menjadi organisasi yang

1

bertumpu pada masyarakat dan menjadi milik seluruh masyarakat ASEAN (people-centered organization). Hal-hal tersebut merupakan tantangan yang membutuhkan tanggapan tepat dan cepat yang tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Departemen Luar Negeri, berkewajiban untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai perkembangan kerjasama ASEAN kepada masyarakat. Penyebarluasan informasi mengenai ASEAN diantaranya dilakukan melalui penerbitan buku, penyelenggaraan seminar, ceramah, diskusi, ASEAN Festival, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat membantu memberikan pemahaman mengenai ASEAN kepada masyarakat. Buku ASEAN Selayang Pandang ini merupakan edisi ke-18 yang telah mengalami revisi dan perubahan mengenai perkembangan terkini ASEAN. Kami berharap melalui buku ini akan didapatkan gambaran menyeluruh dan pemahaman yang cukup mengenai ASEAN. Diharapkan pula, informasi dalam buku ini dapat menggugah rasa kepemilikan kita terhadap ASEAN. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara maksimal dalam ASEAN merupakan kunci utama keberhasilan kerjasama ASEAN dan terwujudnya Komunitas ASEAN. Kami yakin bahwa kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan sejahtera akan membawa dampak positif bagi peningkatan stabilitas dan keamanan, taraf hidup masyarakat Indonesia serta kelangsungan pembangunan Indonesia di segala bidang. Semoga sumbangan intelektual ini dapat berguna bagi kehidupan berbangsa dan dalam membentuk masyarakat ASEAN. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Jakarta,

November 2008

Dian Triansyah Djani, MA Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN

2

Peta negara-negara Anggota ASEAN

3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Sejarah B. Perkembangan PIAGAM ASEAN A. Tujuan dan Prinsip ASEAN B. Keanggotaan ASEAN C. Struktur Organisasi ASEAN D. Sekretariat ASEAN E. Keuangan ASEAN KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. Kerjasama Politik-Keamanan B. Kerjasama Ekonomi C. Kerjasama Social dan Budaya D. Kerjasama Eksternal PROFIL A. Profil ASEAN B. Profil Negara-negara ASEAN PENUTUP

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

LAMPIRAN 1. ASEAN CHARTER 2. DEKLARASI BANGKOK (THE ASEAN DECLARATION) 3. DECLARATION OF ASEAN CONCORD (BALI CONCORD) 4. DECLARATION OF ASEAN CONCORD II (BALI CONCORD II) 5. VIENTIANE ACTION PLAN (VAP) 6. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY BLUEPRINT 7. SINGKATAN

4

Singapura dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration. Selanjutnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA). Meredanya rasa saling curiga diantara negara-negara Asia Tenggara membawa dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerjasama kawasan. 2. Philippina. Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. ASEAN mengesahkan Bali Concord II pada KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui pembentukan Komunitas ASEAN (ASEAN Community). Pertemuan-pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia. Untuk merealisasikan harapan tersebut. Filipina. Indonesia (MAPHILINDO). Organisasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Viet Nam diterima menjadi anggota ke-7 ASEAN dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri (AMM) ke-28 pada tanggal 29 – 30 Juli 1995 di Bandar Seri Begawan. Malaya. Disamping itu. Menjelang abad ke-21. maka cita-cita para pendiri ASEAN untuk mewujudkan ASEAN yang mencakup sepuluh negara Asia Tenggara (visi ASEAN-10) telah tercapai. Dilatarbelakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat itu. 4. negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk suatu kerjasama yang dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta mendorong pembangunan di kawasan. dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya. dalam Sidang Khusus Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta. ASEAN menyepakati untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka. Latar Belakang dan Sejarah Kawasan Asia Tenggara yang secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai strategis. Filipina. Persaingan antar negara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan antara lain terlihat pada Perang Viet Nam. Harapan tersebut dituangkan dalam Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997. Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). tanggal 23-28 Juli 1997. menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar paska Perang Dunia II. konflik kepentingan juga pernah terjadi diantara sesama negara-negara Asia Tenggara seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia. 5 . South East Asia Treaty Organization (SEATO) dan Asia and Pacific Council (ASPAC). 3. Indonesia menjadi penggagas pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN dan memainkan peran penting dalam perumusan dua pilar lainnya. Kamboja diterima sebagai anggota penuh ASEAN pada upacara penerimaan resmi di Ha Noi tanggal 30 April 1999. Laos dan Myanmar diterima sebagai anggota penuh ASEAN melalui suatu upacara resmi pada tanggal 23 Juli 1997 dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-30 di Subang Jaya. South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). stabil dan sejahtera. diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Komunitas ASEAN tersebut terdiri atas 3 (tiga) pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community/ASC). serta memajukan perdamaian di tingkat regional yang masih pada tahap kooperatif dan belum bersifat integratif. Proses perluasan keanggotaan ASEAN hingga tercapainya ASEAN-10 adalah sebagai berikut : 1. Dengan diterimanya Kamboja. kemajuan sosial. lima Wakil Negara/ Pemerintahan Asia Tenggara yaitu Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri Indonesia. Deklarasi tersebut menandai berdirinya suatu organisasi regional yang diberi nama Association of Southeast Asian Nations/ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Malaysia. saling peduli. Sebelum terbentuknya ASEAN tahun 1967. damai. Malaysia. yang antara lain mencakup kesadaran perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerjasama yang bermanfaat diantara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya. kawasan ini pernah dijuluki “Balkan-nya Asia”. Singapura dan Thailand menandatangani Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok.BAB I PENDAHULUAN 1. Karenanya.

6 . traktat dan dokumen-dokumen dasar ASEAN lainnya. dalam KTT ke-13 ASEAN tanggal 20 November 2007 di Singapura negara-negara anggota ASEAN telah menandatangani Piagam ASEAN. mantan Menlu RI yang pada EPG menyampaikan proposal rekomendasi. yang dikenal sebagai Alatas’ paper sebagai basis pembahasan EPG. Setiap negara mengirimkan satu wakilnya pada EPG dan sebagai wakil Indonesia pada EPG adalah Ali Alatas. Dalam rangka mencapai komunitas ASEAN 2015. Berdasarkan deklarasi tersebut. Piagam ASEAN terdiri dari Preamble. Selanjutnya. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. yang akan menindaklanjuti hasil rekomendasi EPG menjadi suatu draft Piagam ASEAN. Setelah melewati proses perundingan yang panjang. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. prinsip. melalui Cebu Declaration on the Blueprint of the ASEAN Charter para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN kemudian menginstruksikan para Menlu untuk membentuk High Level Task Force on the drafting of the ASEAN Charter (HLTF). tahun 2004. konvensi. 13 Januari 2007. telah ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam rangkaian perundingan HLTF ini. deklarasi. Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Deplu pada saat itu. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan Sejak tahun 1967. peraturan dan tujuan ASEAN seperti yang telah tercantum dalam berbagai perjanjian. Dian Triansyah Djani. 13 Bab dan 55 Pasal beserta lampiran-lampirannya yang menegaskan kembali keberlakuan semua nilai. yang merupakan program aksi untuk memperkuat kerjasamanya. ASEAN juga menyusun blueprint (Cetak Biru) dari ketiga pilar komunitas politik keamanan. Proses penyusunan Piagam ASEAN diawali pada tahun 2006 dengan disepakatinya Kuala Lumpur Declaration on the Establishment of ASEAN Charter pada KTT ASEAN ke-11. Laos. para Pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015. proses penyusunan Piagam ASEAN dimulai sejak tahun 2006 melalui pembentukan Eminent Persons Group dan kemudian dilanjutkan oleh High Level Task Force untuk melakukan negosiasi terhadap draft Piagam ASEAN pada tahun 2007. Pada usia ke-40 tahun para Kepala Negara/Pemerintah pada KTT-13 ASEAN di Singapura tanggal 2007 telah menandatangani Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang merubah ASEAN dari suatu asosiasi longgar menjadi rule-based organisation dan mempunyai legal personality. proses penyusunan Piagam ASEAN mulai digulirkan melalui pembentukan Eminent Persons Group (EPG) on the ASEAN Charter yang menyusun rekomendasi bagi penyusunan Piagam tersebut. 2.Pada saat berlangsungnya KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Dalam kaitan ini. Pencapaian Komunitas ASEAN semakin kuat dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. dan sosial budaya. ASEAN menyepakati untuk menyusun semacam konstitusi yang akan menjadi landasan dalam penguatan kerjasamanya. Seiring dengan upaya perwujudan Komunitas ASEAN. Filipina. Perkembangan Sejak tahun 1967. ekonomi. Filipina. ASEAN memulai penyusunan Piagam ASEAN yang telah dimandatkan dalam Vientiane Action Programme (VAP). konsep Komunitas ASEAN mengalami kemajuan dengan disetujuinya tiga Rencana Aksi (Plan of Action/PoA) untuk masingmasing pilar yang merupakan program jangka panjang untuk merealisasikan konsep Komunitas ASEAN. Kelompok para tokoh terkemuka ini dimandatkan untuk menyampaikan rekomendasi mengenai elemenelemen yang kiranya perlu dimuat dalam Piagam kepada para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini. KTT ke-10 ASEAN juga mengintegrasikan ketiga Rencana Aksi Komunitas ASEAN ke dalam Vientiane Action Programme (VAP) sebagai landasan program jangka pendek–menengah untuk periode 20042010. pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu.

Tugas utama Wakil Tetap untuk ASEAN tersebut adalah menggantikan tugas-tugas ASEAN Standing Committee serta membantu pelaksanaan tugas ASEAN Coordinating Council (ACC) dan memfasilitasi koordinasi diantara Ministerial Community Councils dan Sectoral Ministerial Bodies. Dengan disepakatinya Term of Reference on the Committee of Permanent Representatives to ASEAN. Para menlu ASEAN juga memutuskan untuk membentuk High Level Legal Experts’ Group on the follow up to the ASEAN Charter (HLEG) yang akan menyusun instrumen terkait legal personality ASEAN. para Menlu ASEAN telah sepakat untuk membentuk High Level Panel (HLP) on the ASEAN Human Rights Body yang akan menyusun kerangka acuan (terms of reference/TOR) pembentukan Badan HAM ASEAN.Untuk berlakunya Piagam tersebut. Setelah melalui proses internal di masing-masing negara anggota. negara-negara anggota ASEAN akan menunjuk atau mengangkat Wakil Tetap (Watap) pada tingkat Duta Besar di Jakarta. 21 Juli 2008. NGO. Untuk itu. Sedangkan pertemuan HLTF di Jimbaran tersebut telah dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi dengan Komnas HAM dari empat negara ASEAN. Para Menteri Luar Negeri menyepakati bahwa Komite ini mulai dibentuk pada tanggal 1 Januari 2009 sehingga dapat secara efektif berfungsi setelah berlakunya Piagam ASEAN. Indonesia merupakan negara ke-9 yang menyampaikan instrumen ratifikasinya. dan pertemuan HLTF ke7 di Jimbaran. Pada pertemuan EPG tersebut telah dilangsungkan konsultasi dengan Civil Society. Desember 2008. penyusunan Rules and Procedures ASEAN Coordinating Council dan ASEAN Community Councils. Piagam ASEAN mulai berlaku. Bali tahun 2006. pada pertemuan AMM ke-41 di Singapura. Piagam ASEAN telah diratifikasi dan disampaikan instrumen ratifikasinya kepada Sekjen ASEAN sehingga tiga puluh hari sejak penyerahan kesepuluh instrumen ratifikasi. dan perwakilan dari AIPA. Sesuai dengan Piagam ASEAN. Beberapa elemen penting yang telah dibahas dalam pertemuan ini antara lain mengenai kebutuhan HLP melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan serta batas waktu penyerahan draft pertama ToR kepada Menlu ASEAN sebelum KTT ASEAN ke-14 di Bangkok. yang membahas gagasan pembentukan Badan HAM ASEAN. penyusunan perjanjian baru menggantikan perjanjian pendirian Sekretariat ASEAN tahun 1976. serta penyusunan ToR pembentukan badan HAM ASEAN. Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk kedua pertemuan tersebut yaitu pertemuan EPG ke-3 di Ubud. kesepuluh negara ASEAN perlu untuk meratifikasi dan menyampaikan notifikasi kepada Sekretariat ASEAN. akademisi. penyusunan supplementary protocols mengenai dispute settlement mechanism. mekanisme penyelesaian sengketa khususnya terkait dengan mekanisme arbitrase serta penyusunan instrumen hukum lainnya yang diperlukan Piagam ASEAN. Dalam rangkaian pembahasan di EPG maupun di HLTF. terdapat lima prioritas kegiatan untuk mempersiapkan perubahan ASEAN yaitu penyusunan Term of Reference (ToR) pembentukan Permanent Representatives to ASEAN. 7 . Piagam ASEAN mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2008. dan draft final pada pertemuan Menlu ASEAN tahun 2009. Bali tahun 2007. Dalam kaitan ini.

14. kedaulatan. prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional. dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental. tujuan ASEAN tertuang dalam Piagam adalah: 1. Tujuan dan Prinsip ASEAN Dengan berlakunya Piagam ASEAN. dan Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka. Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian. proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN. keamanan dan kemakmuran di kawasan. dan keadilan. kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas-batas. Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik. Ditingkatkannya konsultasi mengenai hal-hal yang secara serius mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN. dan paksaan. dan identitas nasional seluruh Negara-Negara Anggota ASEAN. Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil. 13. sangat kompetitif. Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan. Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam. Memperkuat demokrasi. Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik. 12. 2. dan stabilitas serta lebih memperkuat nilainilai yang berorientasi pada perdamaian di kawasan. 5. 8 . 2. 5. demokratis. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia. dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi.BAB II PIAGAM ASEAN A. Memelihara dan meningkatkan perdamaian. Berpegang teguh pada aturan hukum. 3. segala bentuk ancaman. untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN. dan harmonis. ekonomi. 15. 11. dan inklusif. 10. 6. integritas wilayah. dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi. 9. dalam mencapai tujuan tersebut di atas. pelestarian warisan budaya. serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. jasa-jasa dan investasi yang bebas. 3. Menanggapi secara efektif. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan-tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional. yang di dalamnya terdapat arus lalu lintas barang. makmur. transparan. kesejahteraan sosial. keamanan. meningkatkan tata kepemerintahan yang baik dan aturan hukum. dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN. Memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat ASEAN. Menghormati kemerdekaan. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya. Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai. Penghormatan terhadap hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal. Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan. 4. 4. kesetaraan. negara-negara anggota ASEAN memegang teguh prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: 1. 7. 8. sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh. 6. Tidak campur tangan urusan dalam negeri Negara-Negara Anggota ASEAN. 7. dan memperoleh manfaat dari. 8. sumber daya alam yang berkelanjutan. pekerja profesional. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. Sementara itu. pekerja berbakat dan buruh. dan arus modal yang lebih bebas. Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil. tata kepemerintahan yang baik. dan sosial budaya yang lebih luas. keamanan. subversi. terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha.

Keanggotaan ASEAN Prosedur pengajuan dan penerimaan keanggotaan ASEAN wajib diatur oleh Dewan Koordinasi ASEAN dengan kriteria letaknya secara geografis diakui berada di kawasan Asia Tenggara. Menghormati kebebasan fundamental. pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. yang mengancam kedaulatan. Menjunjung tinggi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. Singapura. Menghormati perbedaan budaya. dalam ekonomi yang digerakkan oleh pasar.9. Komite Wakil Tetap untuk ASEAN yang terdiri dari Wakil Tetap negara ASEAN. integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi Negara-Negara Anggota ASEAN. 13. penerimaan anggota baru wajib diputuskan secara consensus oleh KTT ASEAN berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi ASEAN. Struktur sesuai Deklarasi Bangkok selama ini terdiri dari : Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Hingga saat ini keanggotaan ASEAN terdiri dari sepuluh negara. termasuk penggunaan wilayahnya. Malaysia. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) sebagai pengambil keputusan utama. Laos. Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM). pengakuan oleh seluruh negara anggota ASEAN. 3. 7. inklusif dan non-diskriminatif. dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council). Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN. 11. yang akan melakukan pertemuan minimal 2 kali setahun. 12. Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting). Berpegang teguh pada aturan-aturan perdagangan multilateral dan rezim-rezim yang didasarkan pada aturan ASEAN untuk melaksanakan komitmen-komitmen ekonomi secara efektif dan mengurangi secara progresif ke arah penghapusan semua jenis hambatan menuju integrasi ekonomi kawasan. Badan-badan Sektoral tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies). Negara Pemohon wajib diterima ASEAN pada saat penandatanganan aksesi Piagam ASEAN. dan 14. termasuk pembuatan legislasi dalam negeri yang sesuai. sosial dan budaya. Di samping itu. termasuk hukum humaniter internasional. B. Negara-negara anggota ASEAN memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagaimana diatur dalam Piagam ASEAN. dengan menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman. 8. 10. bahasa. berpandangan ke luar. hal dimaksud dirujuk ke KTT untuk diputuskan sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 Piagam ASEAN. Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council).Kamboja. Myanmar. 2. kesepakatan untuk terikat dan tunduk kepada Piagam ASEAN dan kesanggupan serta keinginan untuk melaksanakan kewajiban keanggotaan. Sentralitas ASEAN dalam hubungan eksternal di bidang politik. C. dan agama yang dianut oleh rakyat ASEAN. yang dilakukan oleh Negara Anggota ASEAN atau Negara non-ASEAN atau subjek non-negara mana pun. ASEAN Human Rights body yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN. guna melaksanakan ketentuan dalam Piagam ASEAN secara efektif dan mematuhi kewajiban-kewajiban keanggotaan. 5. Dalam hal terjadi suatu pelanggaran serius atau ketidakpatuhan negara anggota ASEAN terhadap Piagam. Struktur Organisasi ASEAN Struktur organisasi ASEAN yang selama ini berdasarkan Deklarasi Bangkok mengalami perubahan paska penandatanganan Piagam ASEAN. yang disetujui oleh Negara-Negara Anggota ASEAN. 6. Sidang Panitia Tetap ASEAN (ASEAN Standing Committee/ASC). Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils). Struktur organisasi ASEAN yang baru sesuai dengan Piagam ASEAN terdiri dari: 1. negara-negara anggota ASEAN wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council). Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan apa pun. Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN. 9 . dengan tetap berperan aktif. Filipina. pada tingkat Duta Besar dan berkedudukan di Jakarta. Thailand dan Viet Nam. yaitu Brunei Darussalam. dan pemajuan keadilan sosial. 4. Dalam kaitan ini. Indonesia. ekonomi.

2. Sekretariat ASEAN lebih difungsikan sebagai tempat dilaksanakannya sidang-sidang ASEAN sehingga lingkup tugas Sekretariat ASEAN akan semakin luas. Sekretariat ASEAN Dalam dasawarsa pertama sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967. memberikan nasihat. 10 . termasuk pembentukan identitas ASEAN. Viet Nam diperkirakan akan terdapat peningkatan sebanyak 33% staf profesional sampai dengan tahun 2011. peningkatan program kerjasama telah mendorong didirikannya sebuah sekretariat bersama. Selain itu. Sekretaris Jenderal ASEAN ditunjuk untuk jangka waktu 5 tahun dan bertangggung jawab kepada KTT ASEAN. Coordinating Council dan Committee of Permanent Representatives. Sesuai dengan hasil Special ASEAN Directors-General Meeting on the Restructuring of the ASEAN Secretariat pada tanggal 18-19 September 2008 di Halong Bay. Berikut gambaran mengenai kenaikan jumlah staf profesional tersebut: Staff Secretary General Deputy Secretary General Director Assistant Director Senior Officer Technical Officer Technical Assistant Support Staff Total Total – Professional Only Saat ini 1 4 4 23 28 76 19 75 230 155 2009 0 0 4 4 12 14 4 4 42 38 Tambahan 2010 0 0 0 0 12 12 0 0 24 24 2011 0 0 0 0 3 7 0 0 10 10 Total 1 4 8 27 55 109 23 79 306 227 Berikut adalah nama-nama Sekretaris Jenderal ASEAN hingga saat ini: 1. Protokol tersebut menaikkan status Sekretariat Jenderal sebagai pejabat setingkat menteri dan memberikan mandat tambahan untuk memprakarsai. para Menteri Luar Negeri ASEAN mengamandemen Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat melalui sebuah protokol di Manila. Semula bertempat di Departemen luar Negeri Republik Indonesia hingga diselesaikannya pembangunan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. Sejak ditandatanganinya ASEAN Charter pada tahun 2007. Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN. Entities associated with ASEAN D. dan berkedudukan di Jakarta. Selain itu diperkirakan terdapat sedikitnya 50-70 orang staf dari negara-negara anggota ASEAN yang akan bertugas untuk membantu sekretariat dalam melayani Ministerial Community Councils. Pada KTT ke-1 ASEAN di Bali. Sekretariat ASEAN menambah jumlah pos jabatan Wakil Sekretariat Jenderal ASEAN yang semula 2 (dua) menjadi 4 (empat) orang Wakil untuk membantu kerja Sekretaris Jenderal. Hartono Rekso Dharsono (Indonesia). Untuk itu. serta antara ASEAN dengan negara-negara (Mitra Wicara ASEAN) maupun organisasi lainnya. Kebutuhan staf sekretariat ASEAN untuk periode 2009-2018 diperkirakan berjumlah 470 orang terdiri dari 360 staf sekretariat dan 110 staf project. AMM. Sekretariat ASEAN berfungsi sebagai badan administratif yang membantu koordinasi kegiatan ASEAN dan menyediakan jalur komunikasi antara negara-negara anggota ASEAN dengan berbagai badan dan komite dalam ASEAN. melakukan koordinasi. Selanjutnya untuk memperkuat Sekretariat ASEAN. dan membantu ASC. dikepalai oleh seorang Sekretaris Jenderal. di tahun-tahun selanjutnya jumlah staf Sekretariat ASEAN juga ditambah secara signifikan. Umarjadi Notowijono (Indonesia).9. tahun 1992. Pada awalnya. Sekretariat ini berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN serta melakukan kajian-kajian yang dibutuhkan. dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ASEAN. tahun 1976. 19 Februari 1978-30 Juni 1978. dan dilakukan melalui perekrutan terbuka. 10. tahun 1981. Sekretariat ASEAN berfungsi sejak tanggal 7 Juni 1976. 7 Juni 1976 – 18 Februari 1978. para Menteri Luar Negeri ASEAN menandatangani Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat.

Paska penandatanganan ASEAN Charter. Narciso G. ASEAN Budget Committe akan berada di bawah Committee of Permanent Representatives to ASEAN (CPR) dan menjadi Finance sub-committee of the CPR. 11. Sekretaris Jenderal ASEAN wajib menyiapkan anggaran operasional tahunan Sekretariat ASEAN untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap dan Sekretariat ASEAN bekerja sesuai dengan aturan-aturan dan prosedur-prosedur keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap.org. 5. ASEANWEB dimaksudkan untuk menyediakan informasi mengenai berbagai hal yang menyangkut ASEAN bagi masyarakat yang membutuhkannya. Keuangan ASEAN Negara-negara Anggota ASEAN wajib menyediakan sumber-sumber keuangan yang diperlukan oleh Sekretariat ASEAN untuk melaksanakan fungsi-fungsinya secara efektif. 10 Juli 1978-30 Juni 1980. sampai dengan tahun 2011. setelah Brunei Darussalam bergabung pada 1984.1 Januari 1998-31 Desember 2002. 8. 1 Januari 1993-31 Desember 1997.5-2 juta per negara anggota. Paska penandatanganan ASEAN Charter. Rusli Noor (Indonesia). (Singapura). 9. DR.91 juta. 1 Januari 2008 – sampai saat ini. Reyes (Filipina). 4. Datuk Ali Bin Abdullah (Malaysia). Phan Wannamethee (Thailand). Rodolfo C. 16 Juli 1986-16 Juli 1989. Sidang diketuai secara bergiliran oleh wakil dari masing-masing negara anggota ASEAN. Sebelum penandatanganan ASEAN Charter. Severino (Filipina). 16 Juli 1984-15 Juli 1986. 1 Januari 2003 – 31 Desember 2007. 1 Juli 1980-1 Juli 1982. akan dilakukan tinjauan kembali terhadap penggunaan 5 (five) ASEAN Trust Fund dan dana dari Mitra Wicara untuk projects dan initiative. Ong Keng Yong. melalui kontribusi tahunan yang setara yang dibayarkan secara tepat waktu. disamping jumlah kegiatan ASEAN yang semakin meningkat dan diikuti oleh meningkatnya biaya perjalanan dan penyelenggaraan pertemuan. E. Chan Kai Yau (Singapura).3. Melalui ASEAN Fund yang bertujuan membiayai 11 . Annual budget Sekretariat ASEAN di masa mendatang diperkirakan sebesar US$ 15-20 juta atau US$1. 12. 18 Juli 1982-15 Juli 1984. 10. Roderick Yong (Brunei Darussalam). 6.aseansec. Kewajiban setiap anggota adalah membayar kontribusi ASEAN Fund yang ditetapkan sebesar US$ 1 juta. Sekretariat ASEAN menyediakan jaringan informasi ASEAN atau ASEANWEB yang dapat diakses melalui internet dengan alamat http://www. 17 Juli 1989-1 Januari 1993. namun Sekretariat ASEAN sering menghadapi permasalahan dilematis berkaitan dengan defisit anggaran yang selalu terjadi setiap akhir tahun anggaran. terdapat ASEAN Budget Committee yang menangani keuangan ASEAN. Penggunaannya dibedakan antara penggunaan untuk operasional Sekretariat ASEAN dan untuk tujuan sektoralnya. Hal tersebut tidak sepenuhnya merupakan kelemahan perencanaan kegiatan oleh Sekretariat ASEAN. Untuk itu. Pada Juli 1984 ditandatangani Agreement for the Establishment of a Fund for ASEAN oleh 6 negara. dan dihadiri oleh seluruh delegasi negara-negara anggota ASEAN serta Sekretariat ASEAN. Selain itu. Sesuai dengan hasil Special ASEAN DGs Meeting di Halong Bay Viet Nam. juga untuk lebih memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat luas. selanjutnya penyusunan anggaran keuangan Sekretariat ASEAN akan didasarkan pada a new paradigm yang memproyeksikan kebutuhan keuangan jangka panjang sehingga tidak akan ada lagi defisit anggaran (budget shortfall). Surin Pitsuwan (Thailand). Sidang ASEAN Budget Committee merupakan agenda tahunan ASEAN untuk membahas anggaran operasional Sekretariat ASEAN yang meliputi penyesuaian kenaikan anggaran dengan kenaikan barang dan jasa. Meskipun anggaran rutin tahunan ASEAN selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Datuk Ajit Singh (Malaysia). total anggaran Sekretariat ASEAN mencapai USD 17. ASEAN Fund dibentuk pada 17 Desember 1969 oleh 5 (lima) negara pendiri ASEAN sebagai salah satu bentuk kerjasama ekonomi untuk mendukung pelaksanaan tujuan pembentukan ASEAN. 7. Pasal 30 ASEAN Charter mengenai equal contributions among members status berpotensi menimbulkan kenaikan kontribusi negara anggota. baik di dalam maupun di luar lingkungan ASEAN. Dalam rangka menyongsong era globalisasi khususnya di bidang informasi. tetapi dipengaruhi juga oleh banyaknya pertemuanpertemuan ASEAN yang tidak terprogram sebelumnya. Sidang telah terselenggara sebanyak 30 kali pertemuan (terakhir pada 23-25 April 2007).

28 September 2004 dan para pemimpin ASEAN dalam KTT Ke+10 ASEAN di Vientianne. ASEAN Cultural Fund berasal dari kontribusi negara-negara ASEAN. yang telah disetujui oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada pertemuan informal AMM di New York. badan internasional maupun organisasi lainnya yang penggunaannya dibedakan antara Capital Fund dan untuk operasional Sekretariat ASEAN. 12 . Sedangkan ASEAN Cultural Fund dibentuk tahun 1978 untuk mendukung kegiatan ASEAN dalam pelestarian warisan budaya dari anggota-anggota ASEAN. maka disepakati untuk merubah ASEAN Fund menjadi ASEAN Development Fund (ADF). Mitra Wicara. 29 November 2004.berbagai proyek dari hasil bunga kontribusi negara anggota ASEAN yang terkumpul sebagai dana abadi (endowment fund).

menggunakan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). Sampai dengan tahun 2008. Sesuai Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. dan Implementing Mechanism. KERJASAMA POLITIK-KEAMANAN Selama 40 tahun pendiriannya. 13 . Freedom and Neutrality (ZOPFAN). ASEAN telah berhasil mengembangkan dan mempertahankan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. selaku pemrakarsa Komunitas Politik Keamanan ASEAN. telah ditetapkan rencana kegiatan untuk mewujudkan Komunitas Politik Keamanan ASEAN yang terdiri atas 6 komponen: Political Development. Hal ini terlihat semakin jelas dengan disepakatinya Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997 dan Deklarasi Bali Concord II di Bali tahun 2003 mengenai upaya perwujudan Komunitas ASEAN dengan ketiga pilarnya (politik-keamanan. Indonesia. ASEAN Political-Security Community (APSC) Blueprint Komunitas Politik Keamanan ASEAN dibentuk dengan tujuan mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Beberapa perkembangan mengenai implementasi Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN adalah sebagai berikut: a. khususnya dalam mempercepat integrasi kawasan. yang disahkan pada KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Penggunaan istilah ASEAN Security Community (ASC) sebagaimana dicantumkan di dalam VAP kemudian diubah menjadi ASEAN Political Security Community (APSC) sebagaimana dipakai dalam Piagam ASEAN. Conflict Prevention. Komunitas Politik Keamanan ASEAN juga mengacu kepada berbagai instrumen politik ASEAN yang telah ada seperti Zone of Peace. ekonomi. Walaupun terdapat keberagaman kondisi politik. Lao PDR. PostConflict Peace Building. ASEAN telah menumbuhkan tujuan dan arah kerjasama. termasuk dengan masyarakat internasional. Mekanisme koordinasi antar badan-badan sektoral ASEAN yang menangani Komunitas Politik Keamanan ASEAN dilakukan melalui ASEAN Security Community Coordinating Conference (ASCCO). termasuk dengan masyarakat internasional. Rencana Aksi tersebut telah diintegrasikan ke dalam Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Programme/VAP) yang ditandatangani para Kepala Negara ASEAN dalam KTT ke-10 ASEAN. Pemakaian istilah baru ini didasari pengertian bahwa kerjasama ASEAN di bidang ini tidak terbatas pada aspek-aspek politik semata namun juga pada aspek-aspek keamanan. Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Komunitas Politik Keamanan ASEAN Komunitas Politik Keamanan ASEAN (ASEAN Political Security Community/APSC) ditujukan untuk mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Komunitas Politik Keamanan ASEAN bersifat terbuka. telah diselenggarakan sebanyak tiga kali dan terus mengkoordinasikan langkah bersama untuk mencapai Komunitas Politik Keamanan ASEAN 2015.BAB III KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. berdasarkan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). dan sosial budaya). Conflict Resolution. ekonomi. ARF mewadahi dialog dan pertukaran informasi mengenai masalah-masalah keamanan di Asia Pasifik. dan Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) selain menaati Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional terkait lainnya. Dalam Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Komunitas bersifat terbuka. Shaping and Sharing of Norms. ASEAN juga telah berkontribusi kepada keamanan dan kestabilan kawasan secara lebih luas di Asia Pasifik melalui Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) sejak 1994. VAP merupakan acuan pencapaian Komunitas ASEAN untuk kurun waktu 2004-2010. serta menumbuhkan saling percaya diantara negara anggotanya dan para Mitra Wicara ASEAN. memelopori penyusunan Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. November 2004. dan budaya diantara negara-negara anggotanya.

berdasarkan aturan yang profesional (rule-based organization). 4. Memasukkan elemen memerangi korupsi dan pemajuan prinsip demokrasi. Namun demikian. ADMM bersifat outward looking. (B) a Cohesive. Piagam ASEAN dapat berlaku efektif mulai saat pelaksanaan KTT ASEAN ke-14 yang diselenggarakan di Chiang Mai. Para pejabat tinggi ASEAN di bidang hukum dalam pertemuan ASEAN Senior Law Officials Meeting (ASLOM) Ke-11 di Siem Reap. Filipina. Gagasan tentang pembentukan ASEAN Maritime Forum. 29-30 Januari 14 . dan program rehabilitasi) sehingga memiliki nilai tambah bila dibandingkan dengan konvensi sejenis. c.Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ASEAN Political Security Community (APSC). Pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak. Mendorong voluntary electoral observations. pada bulan Desember 2008. Dengan demikian. ASEAN telah menyusun draft ASEAN Political Security Community Blueprint untuk dapat disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand. Januari 2006. berbagai usulan Indonesia telah dapat diterima seperti antara lain: 1. Piagam ASEAN akan mulai berlaku efektif dengan diratifikasinya Piagam tersebut oleh kesepuluh negara anggota. meskipun beberapa diantaranya masih harus memerlukan negosiasi lebih lanjut seperti antara lain prinsip demokrasi dan korupsi.15 Tahun 2008. Konvensi ini memberikan dasar hukum yang kuat guna peningkatan kerjasama ASEAN di bidang pemberantasan terorisme. penindakan. melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. f. November 2007. transparan dan melibatkan Mitra Wicara ASEAN. and Resilient Region which Shared Responsibility for Comprehensive Security. Dalam kaitan ini. ADMM telah mengadakan pertemuan pertamanya pada bulan Mei 2006 di Kuala Lumpur. Malaysia. sejauh ini. b. Kerjasama penanganan illegal fishing. telah sepakat membagi menjadi 3 karakteristik yaitu: A) a Rules-based Community of Shared Values and Norms. beberapa kepentingan Indonesia sudah tercermin dalam draft Blueprint. Piagam ASEAN (ASEAN Charter) Penyusunan Piagam ASEAN bertujuan untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang memiliki legal personality. Traktat ini melandasi kerjasama ASEAN di bidang hukum pidana. 7. Indonesia telah menjadi negara kesembilan yang meratifikasi Piagam ASEAN dan Thailand menjadi negara kesepuluh pada bulan November 2008. 6. serta memiliki struktur organisasi yang efektif dan efisien. Indonesia sebagai Lead Sheppherd di bidang pemberantasan terorisme telah memelopori proses perumusan ACCT. ASEAN SOM Working Group (SOM WG) membahas mengenai draft ASEAN Political Security Community (APSC) Blueprint. Penyusunan instrumen ASEAN tentang Hak Pekerja Migran. d. Peaceful. Selain memiliki karakter regional. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT) ACCT ditandatangani pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. Thailand. ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Pembentukan ADMM merupakan inisiatif Indonesia dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan. e. Gagasan pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation. 5. Januari 2007. Piagam ini telah ditandatangani oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-13 di Singapura. 3. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT) MLAT telah ditandatangani oleh semua negara anggota ASEAN di Kuala Lumpur. Desember 2008. terbuka. Rencana Pembentukan Traktat Ekstradisi ASEAN Rencana pembentukan traktat ekstradisi ASEAN merupakan amanat Bali Concord 1976 dan Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Indonesia telah meratifikasi MLAT melalui UU No. Kamboja. dan (C) a Dynamic and Outward Looking Region in a Globalized World. 2. sehingga di masa mendatang dimungkinkan adanya mekanisme ADMM Plus. ACCT bersifat komprehensif (meliputi aspek pencegahan.

h. m. DOC akan diimplementasikan melalui suatu code of conduct in the South China Sea. sebagai berikut: a. Kawasan Damai. Dengan demikian. or use of force in the conduct of international relations. The right to receive aid freely for the purpose of strengthening national resilience except when the aid is subject to conditions inconsistent with the objectives of the zone. g. Protokol ke-2 Amandemen TAC yang ditandatangani para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Papua New Guinea di Manila. Settlement of differences or disputes by peaceful means in accordance with the Charter of the United Nations. tetapi justru memungkinkan keterlibatan mereka secara konstruktif dalam penanganan masalah-masalah keamanan kawasan. territorial integrity and national identity of all nations within and without the region. d. g. sovereignty. Abstention from involvement in any conflict of powers outside the zone from entering into any agreement which would be inconsistent with the objectives of the zone. passage or testing of nuclear weapons and their components within the zone. the Declaration on the Promotion of World Peace and Cooperation of the Bandung Declaration of 1955. Renunciation of the threat. Dalam kaitan ini. the Bangkok Declaration of 1967 and the Kuala Lumpur Declaration of 1971. e. Non-interference in the internal affairs of zonal states. ZOPFAN tidak mengesampingkan peranan major powers. The absence of foreign military bases in the territories of zonal states. Jepang dan Pakistan 15 . l. Observance of the Charter of the United Nations. f. subversion or coercion. Pada KTT ke-1 ASEAN tahun 1976. The right of every state to lead its national existence free from external interference. equality. pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. i. Upaya ASEAN untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional mengalami kemajuan pesat pada bulan Oktober 2003 dengan aksesi China dan India pada TAC. menyepakati untuk membentuk kelompok kerja untuk memulai proses perumusan traktat ekstradisi ASEAN. Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan ASEAN telah berhasil mengelola potensi konflik di Laut China Selatan menjadi potensi kerjasama yang melibatkan beberapa negara ASEAN dan China. Freedom And Neutrality Declaration/ZOPFAN) Deklarasi ZOPFAN yang ditandatangani di Kuala Lumpur tahun 1971 merupakan upaya ASEAN untuk menciptakan kawasan yang damai. Pada dasarnya prinsip-prinsip yang terkandung di dalam TAC juga tercermin di dalam Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) antara lain prinsip ‘noninterference’ dan penggunaan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik yang timbul diantara negaranegara penandatangan TAC. storage. ASEAN-China Working Group on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea menyepakati enam proyek kerjasama dalam rangka confidence building measures guna mendukung implementasi DOC. Refraining from inviting or giving consent to intervention by external powers in domestic or regional affairs of zonal states. and n. Pedoman pelaksanaan ZOPFAN dirumuskan lebih lanjut pada April 1972. ASEAN dan China telah berhasil menyepakati Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) yang ditujukan untuk menyelesaikan persengketaan secara damai. k. j. Refraining from the use of armed forces for any purposes in the conduct of international relations except for individual or collective self-defence in accordance with the Charter of the United Nations. dan netral dari segala bentuk campur tangan pihak luar di Asia Tenggara. bebas. 25 Juli 1998 menjadi titik awal perluasan TAC ke luar ASEAN. Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty Of Amity And Cooperation/TAC) Salah satu instrumen penting dalam upaya mewujudkan ZOPFAN dan menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara adalah TAC. ZOPFAN tidak hanya merupakan kerangka perdamaian dan kerjasama di Asia Tenggara melainkan juga mencakup kawasan Asia Pasifik yang lebih luas temasuk major powers dalam bentuk serangkaian tindak pengekangan diri secara sukarela (voluntary self-restraints). The right to trade freely with any country or international agency irrespective of differences in sociopolitical systems. Bebas Dan Netral (Zone of Peace. Mutual respect for the independence.2007. Effective regional cooperation among the zonal states. c. ZOPFAN secara resmi diangkat oleh negara-negara anggota sebagai kerangka bagi kerja sama politik ASEAN. Prohibition of the use. 2003. b.

Traktat ini mulai berlaku pada tanggal 27 Maret 1997. negara-negara ASEAN dan NWS masih mengupayakan finalisasi formulasi beberapa masalah yang diatur dalam Protokol dimaksud. Proses lebih lanjut menyangkut aksesi Uni Eropa ini masih berkembang. Saat ini. para Menlu ASEAN untuk pertama kalinya mengadakan Sidang Komisi SEANWFZ. serta bagi usaha mewujudkan perdamaian dunia. Australia mengaksesi TAC pada bulan Desember 2005 di Kuala Lumpur sebelum penyelenggaraan KTT ke-11 ASEAN. termasuk konsultasi dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan badan-badan lain yang terkait. Pada Pertemuan AMM ke-32 bulan Juli 1999 di Singapura. Pada pertemuan SEANWFZ Commission pada tanggal 29 Juli 2007. telah disahkan Plan of Action to Strengthen the Implementation of the Treaty of the Southeast Asian Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ – Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara–Traktat KBSN-AT) sesuai Artikel 20 Traktat KBSN-AT yang menetapkan bahwa reviewing the operation of operation of SEANFWZ Treaty dilakukan 10 tahun setelah berlakunya Traktat tersebut (enter into force). pada Nopember 2004 di Vientiane. Penandatanganan Traktat SEANWFZ merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi ASEAN dalam upaya mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil. Implementasi SEANWFZ perlu untuk segera dilaksanakan guna mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil serta upaya mewujudkan perdamaian dunia. Rusia dan Perancis. Hal ini merupakan langkah pertama yang penting ke arah diterapkannya Traktat tersebut. Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone/SEANWFZ) South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) Treaty ditandatangani di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995 dan telah diratifikasi oleh seluruh negara ASEAN. Aksesi Perancis ke dalam TAC merupakan pengakuan penting salah satu negara Uni Eropa (UE) terhadap eksistensi ASEAN dan pentingnya pengembangan kerjasama dengan ASEAN. negara-negara anggota ASEAN berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan finalisasi Protokol. yang merupakan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Pada KTT ke-12 ASEAN. (3) Cooperation with the IAEA. Sedangkan Rusia dan Korea Selatan mengaksesi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ASEAN-Rusia dan PTM ASEAN-Korsel. Komisi SEANWFZ di tahun 2007 melakukan major review terhadap SEANWFZ. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. PoA tersebut menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Negara Pihak dalam jangka waktu 2007-2012 sebagai berikut: (1) Compliance with the Undertakings in the SEANWFZ Treaty. dan menjajagi langkah yang lebih konstruktif berupa kerjasama dengan IAEA. Komisi menunjuk Komite Eksekutif untuk menyiapkan konsep “rules of procedure” dan memulai langkah-langkah yang perlu untuk menjamin ketaatan terhadap Traktat. Laos. (4) Institutional Arrangements. menandakan dukungan yang signifikan terhadap TAC sebagai suatu tata tertib (code of conduct) dalam menjalankan hubungan antar negara di dalam dan luar kawasan ASEAN. ASEAN terus mendorong negara-negara lain di luar kawasan untuk mengaksesi TAC. Pembentukan SEANWFZ menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. Uni Eropa juga telah menyatakan niatnya untuk mengaksesi TAC yang menandakan kemajuan ASEAN sebagai organisasi regional yang signifikan.mengaksesi TAC tanggal 2 Juli 2004 saat AMM ke-37 di Jakarta. (2) Accession by Nuclear Weapons States. khususnya bagi perkembangan kerjasama kedua kawasan. Selandia Baru dan Mongolia pada AMM ke-38 mengaksesi TAC pada bulan Juli 2005 di Vientiane. Dalam rangka implementasi tersebut. Upaya-upaya negara anggota ASEAN untuk memperjuangkan traktat SEANWFZ di tingkat internasional salah satunya adalah dengan diakuinya traktat tersebut melalui resolusi Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Januari 2008 dengan nomor A/Res/62/31 dengan perolehan suara 174 negara 16 . Perancis dan Timor Leste mengaksesi TAC. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. telah dilaksanakan aksesi Korea Utara terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Setelah 10 tahun Traktat ini berlaku (enter into force). Aksesi China. Traktat SEANWFZ ini disertai protokol yang merupakan suatu legal instrument mengenai komitmen negara ASEAN dalam upayanya memperoleh jaminan dari negara yang memiliki senjata nuklir (Nuclear Weapon State/NWS) bahwa mereka akan menghormati Traktat SEANFWZ dan tidak akan menyerang negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Rusia. China. baik regional maupun internasional. sebagai forum untuk saling tukar pandangan dan informasi bagi negara-negara Asia-Pasifik mengenai masalah-masalah politik dan keamanan. Dengan diakuinya Traktat SEANWFZ oleh sidang Majelis Umum PBB tersebut telah menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. Konvensi ini telah diratifikasi oleh dua negara yaitu Thailand dan Singapura. yang sebelumnya sulit dilakukan. Perancis. kerjasama ASEAN dalam memerangi kejahatan lintas negara dilaksanakan melalui pembentukan Pertemuan Para Menteri ASEAN terkait dengan Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime/AMMTC). 17 . Kegiatan ISM saat ini berupa ISM on CounterTerrorism and Transnational Crime (ISM on CT-TC) dan ISM on Disaster Relief (ISM-DR). berubah nama menjadi ISG CBMs and PD. pencucian uang. di masa depan ARF perlu tetap mempertahankan prinsip “at a pace comfortable to all” dan konsensus. yang dihadiri kekuatan besar dunia antara lain: Amerika Serikat. dibagi atas Jalur Satu (Track I) yang dihadiri oleh wakil-wakil pemerintahan negara-negara ARF. Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (MLAT) ditandatangani tahun 2006. sementara Indonesia dalam proses untuk meratifikasi Konvensi tersebut. pembahasan dan tukar pandangan dalam ARF memiliki makna penting dan strategis. Israel. Kerjasama di Bidang Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara Kerjasama ASEAN dalam rangka memberantas kejahatan lintas negara (transnational crime) pertama kali diangkat pada pertemuan para Menteri Dalam Negeri ASEAN di Manila tahun 1997 yang mengeluarkan ASEAN Declaration on Transnational Crimes. penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia. d. b. Oleh karena itu. ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) ditandatangani tahun 2007 sebagai instrumen hukum dalam penanganan terorisme. ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes yang mencakup kerjasama pemberantasan terorisme. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. merupakan perjanjian di tingkat sub regional guna penanganan kejahatan lintas batas melalui pertukaran informasi. dua jenis kegiatan utama adalah Intersessional Support Group (ISG) dan beberapa Intersessional Meeting (ISM) yang lebih bersifat teknis.mendukung termasuk Rusia dan China sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB. Dalam Jalur Satu. ASEAN Declaration on Joint Action to Counter Terrorism ditandatangani tahun 2001 dalam penanganan terorisme. Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) ASEAN Regional Forum (ARF) diprakarsai oleh ASEAN pada tahun 1994. Saat ini. Sebagai tindak lanjut dari deklarasi di atas. Dalam kaitan tersebut pertemuan ISG. Akan tetapi hal tersebut tidak menutup terjadinya perdebatan dalam suasana informal untuk mendukung berlangsungnya pertukaran pandangan yang bersifat terbuka. Proses kerjasama ARF terbagi atas 3 tahap yaitu tahap Confidence Building Measures (CBMs). c. bajak laut. Kegiatan-kegiatan antar-sesi yang dilakukan di antara pertemuan-pertemuan ARF. Proses ARF lebih mencerminkan “ASEAN Way” yaitu menjalin hubungan untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan kebiasaan berdialog serta berkonsultasi dalam masalah-masalah keamanan. perdagangan obat terlarang. China telah bersedia untuk membicarakan masalah Laut China Selatan dalam ARF. Palau dan Micronesia. Beberapa perjanjian yang telah dihasilkan ASEAN terkait dengan pemberantasan kejahatan lintas negara yaitu: a. ARF melangkah ke tahap kedua sambil tetap melaksanakan tahap pertama. kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional. dan e. Sebagai satu-satunya forum dialog keamanan di luar PBB. dan Jalur Dua (Track II) yang diadakan dan dihadiri oleh lembaga-lembaga penelitian (think tank) dari negara-negara ARF. Telah dilaksanakan dua Working Group untuk membahas ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terrorism guna pengimplementasian ACCT. Agreement of Information Exchange and Establishment of Communication Procedures ditandatangani tahun 2002. Preventive Diplomacy (PD) dan Conflict Resolution (CR). Sebagai contoh. Uni Eropa dan Jepang. ARF telah berhasil meningkatkan kenyamanan (comfortability) diantara para peserta dalam membicarakan isu keamanan. Sasaran yang hendak dicapai melalui ARF adalah mendorong saling percaya (confidence building measures) melalui transparansi dan mencegah kemungkinan timbulnya ketegangan maupun konflik di kawasan Asia Pasifik. 1 negara menolak yaitu Amerika Serikat dan 5 negara abstain yaitu Inggris.

Sesuai dengan mandat tersebut. Para Menteri Luar Negeri ASEAN telah menandatangani Perjanjian Kerangka ASEAN mengenai Bebas Visa (ASEAN Framework Agreement on Visa Exemption) ditandatangani pada AMM ke-39 di Kuala Lumpur. Pertemuan terakhir yaitu DGICM ke-12 telah dilaksanakan Kuala Lumpur. telah pula digagas pembentukan suatu ASEAN Convention on Trafficking in Persons (Konvensi ASEAN mengenai Perdagangan Manusia).Selain itu. Laos. beranggotakan parlemen-parlemen dari Indonesia. dan Thailand. 18 . Malaysia.15 Tahun 2008. Brunei Darussalam. telah diselenggarakan Pertemuan ASLOM ke-12 dan ALAWMM ke-7 di Bandar Seri Begawan. terutama bagi warga negara anggota ASEAN di negara ketiga di mana tidak terdapat perwakilan negaranya. Berdasarkan usulan dari Parlemen Indonesia dalam Sidang Umum AIPO ke-27 di Cebu. AIPO berganti nama menjadi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). Pergantian nama ini dimaksudkan untuk mendorong proses transformasi AIPA dalam mendukung upaya perwujudan Komunitas ASEAN. sementara Brunei Darussalam dan Myanmar masih sebagai Special Observers. November 2008. Kerjasama di Bidang Hukum Kerjasama ASEAN di bidang hukum dilaksanakan melalui mekanisme pertemuan para Pejabat Tinggi ASEAN di bidang hukum (ASEAN Senior Law Officials’ Meeting /ASLOM) yang dilaksanakan setiap tahun dan pertemuan para Menteri Hukum ASEAN (ASEAN Law Ministerial Meeting/ALAWMM) yang dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun. Semula organisasi ini bernama ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO) didirikan pada tahun 1977. di mana tidak terdapat perwakilan dari semua negara anggota ASEAN. AMM ke-39 juga mengeluarkan pernyataan mengenai perlunya kerjasama ASEAN di bidang bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga. Upaya realisasi Konvensi tersebut telah dimulai dengan penyelenggaraan Pertemuan Pertama Working Group on TIP tanggal 16 Juni 2008. Dalam pertemuan ALAWMM juga telah dibahas upaya pengembangan peran dan mandat ASLOM dan ALAWMM setelah berlakunya Piagam ASEAN. Hal ini dilatarbelakangi oleh krisis di Lebanon pada saat operasi militer Israel di tahun 2006. Kerjasama di Bidang Imigrasi dan Kekonsuleran Kerjasama ASEAN di bidang imigrasi dan kekonsuleran dilaksanakan melalui pertemuan para Direktur Jenderal Imigrasi dan Kepala Divisi Konsuler ASEAN (The Meeting of the ASEAN DirectorsGeneral of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs/DGICM). 25 Juli 2006. telah dihasilkan Guidelines for Provision of Emergency Assistant by ASEAN Missions in Third Countries to National of ASEAN Member States (bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga) pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 telah dilakukan pembahasan-pembahasan untuk implementasi Guidelines tersebut. dimana Indonesia telah meratifikasi Traktat tersebut melalui UU No. Singapura. Filipina. Kerjasama Kelembagaan Antar Parlemen Kerjasama antar parlemen di ASEAN diselenggarakan melalui mekanisme ASEAN InterParliamentary Assembly (AIPA) yang dipelopori oleh Indonesia. Persetujuan ini memberlakukan bebas visa kunjungan singkat bagi warga negara anggota ASEAN yang melakukan perjalanan di wilayah ASEAN selama 14 hari. 1015 September 2006. Filipina. Pembentukan traktat ekstradisi ASEAN telah diamanatkan dalam Declaration of ASEAN Concord tahun 1976 dan Rencana Kerja Komunitas Keamanan ASEAN. dan Viet Nam. Malaysia. Perjanjian dimaksud diharapkan dapat mendorong pencapaian Komunitas ASEAN melalui peningkatan perjalanan intra-ASEAN dan people-to-people contact. Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain perkembangan Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Pada tahun 2008. Dalam upaya pembentukan ASEAN Extradition Treaty telah dilaksanakan Working Group di Indonesia dan Singapura dan telah disepakati untuk melaksanakan pertemuan ketiga Working Group. Saat ini keanggotaannya telah pula mencakup parlemen-parlemen dari Kamboja.

KERJASAMA EKONOMI Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967. dan skema saling melengkapi (complementation scheme) antar pemerintah negara-negara anggota maupun pihak swasta di kawasan ASEAN. Pada awalnya kerjasama ekonomi difokuskan pada program-program pemberian preferensi perdagangan (preferential trade).Meskipun AIPA bukan badan ASEAN karena ASEAN merupakan organisasi antar-pemerintah. 19 . Mekanisme HAM. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. Pendirian AFTA memberikan impikasi dalam bentuk pengurangan dan eliminasi tarif. Pada dekade 80-an dan 90-an. High Level Panel tersebut sepanjang semester kedua 2008 secara berkala telah mengadakan pertemuan untuk melaksanakan mandat tersebut. Kamboja. AFTA tidak hanya difokuskan pada liberalisasi perdagangan barang. telah dimandatkan oleh Para Menteri Luar Negeri pembentukan High Level Panel on an ASEAN Human Rights Body . Rusia. Dalam perkembangannya. WGAHRM telah bekerjasama dengan pemerintah beberapa negara anggota ASEAN dan menyelenggarakan beberapa workshop dan roundtable discussion untuk mempelajari kemungkinan pembentukan mekanisme HAM ASEAN dan memberikan rekomendasi ke pemerintah negara-negara ASEAN. Hal ini merupakan tanggapan ASEAN terhadap Vienna Declaration and Programme of Action (1993) mengenai antara lain pendirian mekanisme HAM regional untuk mendukung promosi dan perlindungan HAM global. telah pula dilakukan upaya awal perlindungan atas pekerja migran melalui penandatanganan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers pada KTT Ke-12 ASEAN. Thailand. AIPA melakukan dialog dengan anggota parlemen dari negara-negara Mitra Wicara ASEAN yang bertindak sebagai Observers seperti Australia. China. Indonesia telah menjadi tuan rumah pada Pertemuan Kelima High Level Panel tersebut di Nusa Dua. Uni Eropa. AIPA di tahun yang sama mengeluarkan Human Rights Declaration yang mencantumkan himbauan kepada kepada pemerintah negara-negara ASEAN untuk membentuk mekanisme HAM ASEAN. B. Jepang. Malaysia. guna menciptakan integrasi ekonomi kawasan. negara-negara anggota ASEAN menyadari bahwa cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan saling membuka perekonomian mereka. yaitu. dan perbaikan terhadap kebijakan-kebijakan fasilitasi perdagangan. November 2008. negara-negara anggota telah meletakkan kerjasama ekonomi sebagai salah satu agenda utama yang perlu dikembangkan. ASEAN Industrial Complementation scheme (1981). penghapusan hambatan-hambatan non-tarif. ketika negara-negara di berbagai belahan dunia mulai melakukan upaya-upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi. Diharapkan. Pada KTT ke-5 ASEAN di Singapura tahun 1992 telah ditandatangani Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation sekaligus menandai dicanangkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tanggal 1 Januari 1993 dengan Common Effective Preferential Tariff (CEPT) sebagai mekanisme utama. Berkaitan pula dengan HAM. Asia Pasifik (termasuk ASEAN) merupakan satu-satunya kawasan yang belum memiliki mekanisme HAM regional. Upaya Pembentukan Mekanisme HAM ASEAN Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada AMM Ke-26 di Singapura. instrumen hukum (deklarasi atau konvensi) dan badan (komisi atau pengadilan HAM). Preferential Trading Arrangement (1977). namun AIPA memiliki status konsultatif dengan ASEAN. telah dibentuk Working Group on ASEAN Human Rights Mechanism (WGAHRM) yang beranggotakan tokoh-tokoh Asia Tenggara baik dari sektor pemerintahan maupun civil society. dan Filipina. Juli 1993 menyepakati perlunya mempertimbangkan pendirian mekanisme HAM regional yang sesuai di ASEAN. Walaupun bukan merupakan badan resmi ASEAN. Setiap negara anggota mengirimkan satu wakil untuk membahas kerangka acuan (terms of reference/TOR) dari Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk. ASEAN Industrial Joint-Ventures scheme (1983). Singapura. seperti ASEAN Industrial Projects Plan (1976). sesuai dengan mandat dari Para Menlu pada AMM ke-41 Juli 2008 Higk Level Panel dapat memberikan draft awal dari Badan HAM ASEAN pada bulan Desember 2008 kepada Menteri Luar Negeri dan menyampaikan draft akhir pada Juli 2009. Kanada. tetapi juga perdagangan jasa dan investasi. Pada saat ini. dan Enhanced Preferential Trading arrangement (1987). WGAHRM terdiri dari beberapa kelompok kerja nasional di Indonesia. dan Korea Selatan. Sebagai upaya awal merintis suatu mekanisme HAM di ASEAN. pada umumnya terdiri atas 2 (dua) komponen. Selandia Baru. Bali. Papua New Guinea. usaha patungan (joint ventures).

Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut melalui priority actions yang pencapaiannya dievaluasi dan dimonitor dengan menggunakan score card. disepakati mengenai naskah ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint beserta Strategic Schedule-nya. Cetak Biru AEC tersebut berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. Disamping itu. energy cooperation. perikanan. pada tahun 2006 jasa logistik dijadikan sektor prioritas yang ke-12. kesehatan. otomotif. c. pengaturan pelaksanaan. tekstil dan pakaian. Berkaitan dengan disepakatinya draft AEC Blueprint. fisheries. jasa. ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM) di Kuala Lumpur bulan Agustus 2006 menyetujui untuk membuat suatu cetak biru (blueprint) untuk menindaklanjuti pembentukan AEC dengan mengindentifikasi sifat-sifat dan elemen-elemen AEC pada tahun 2015 yang konsisten dengan Bali Concord II dan dengan target-target dan timelines yang jelas serta pre-agreed flexibility untuk mengakomodir kepentingan negaranegara anggota ASEAN. electronics. para Menteri Ekonomi ASEAN telah menginstruksikan Sekretariat ASEAN untuk menyusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)”. peningkatan kemampuan (capacity building) dan penguatan institusi. infrastructure development. jasa. dan d. tenaga kerja terampil dan perpindahan barang modal secara lebih bebas. elektronik. 20 . yaitu: produk-produk pertanian. IPRs action plan. KTT ke-12 ASEAN di Cebu bulan Januari 2007 telah menyepakati ”Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. e-ASEAN (ITC). KTT juga menetapkan sektor-sektor prioritas yang akan diintegrasikan. pada pertemuan ke-39 AEM juga disepakati mengenai Roadmap for ASEAN integration of the Logistics Services Sector sebagai priotitas ke-12 untuk integrasi ASEAN dan menandatangani “Protocol to Amend Article 3 of the ASEAN Framework (Amandment) Agreement for the Integration of the Priority Sectors”. textiles & apparels. kawasan yang kompetitif dan terintegrasi dengan ekonomi global. KTT ke-10 ASEAN di Vientiene tahun 2004 antara lain menyepakati Vientiane Action Program (VAP) yang merupakan panduan untuk mendukung implementasi pencapaian AEC di tahun 2020. Menuju single market dan production base (arus perdagangan bebas untuk sektor barang. yang mencakup inisiatifinisiatif baru serta roadmap yang jelas untuk mencapai pembentukan ASEAN Economic Community tahun 2015. tourism. b. bulan Nopember 2007. yaitu : a. ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint Pada pertemuan ke-39 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2007. e-ASEAN. pekerja terampil. investasi. investasi. dan pariwisata. transportasi udara. Menuju integrasi penuh pada ekonomi global (pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi eksternal serta mendorong keikutsertaan dalam global supply network). automotivr. ICT. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. diperlukan dukungan berupa kemauan politik. rubber-based products. dan pengembangan UKM). air-travel. AEC Blueprint juga akan mendukung ASEAN menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang makin berkurang. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut juga akan didukung dengan program pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan penelitian serta pengembangan di masingmasing negara. produk-produk turunan dari karet. produk-produk turunan dari kayu. taxation. wood-based products. koordinasi dan mobilisasi sumber daya. Menuju penciptaaan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi (regional competition policy. Dalam perkembangannya. dan modal). Menuju suatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata (region of equitable economic development) melalui pengembangan UKM dan program-program Initiative for ASEAN Integration (IAI). Dalam konteks tersebut.KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 menyepakati pembentukan komunitas ASEAN yang salah satu pilarnya adalah Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC). logistics services. Pada KTT ASEAN Ke-13 di Singapura. AEC bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang ditandai dengan bebasnya aliran barang. Dengan demikian. ke-12 Priority sectors dimaksud adalah agro-based products. serta peningkatan konsultasi antara pemerintah dan sektor swasta. healthcare. telah disepakati Blueprint for the ASEAN Economic Community (AEC Blueprint) yang akan digunakan sebagai peta kebijakan (roadmap) guna mentransformasikan ASEAN menjadi suatu pasar tunggal dan basis produksi.

serta menciptakan pasar regional yang lebih besar. Scorecard dimaksud akan memberikan gambaran komprehensif bagaimana kemajuan ASEAN untuk mengimplementasikan AEC pada tahun 2015. workshop. memungkinkan bebasnya lalu lintas barang. ASEAN juga telah mengembangkan mekanisme Scorecard untuk mencatat implementasi dan komitmen-komitmen negara anggota sebagaimana yang telah disepakati di dalam AEC Blueprint. Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah untuk memicu kesiapan masyarakat serta menimbulkan mengenai “public awareness” mengenai ASEAN. baik di tingkat pusat. Ditjen Kerjasama ASEAN telah melakukan sosialisasi AEC Blueprint bersamaan dengan sosialisasi ASEAN Charter. Kerjasama di Sektor Perdagangan 21 . AICO merupakan skema kerjasama antara dua atau lebih perusahaan di kawasan ASEAN dalam pemanfaatan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan “AEC awareness Year 2008”. jasa. pada tahun 2007-2008. Terkait dengan AEC Blueprint. Kerjasama ASEAN di sektor perindustrian diarahkan untuk menciptakan fasilitas produksi baru dalam rangka mendorong perdagangan intra-ASEAN melalui berbagai skema kerjasama yang dikembangkan berdasarkan konsep resource pooling dan market sharing. para Menteri Ekonomi ASEAN mengesahkan AEC Communication Plan dan menekankan pentingnya untuk melibatkan berbagai stakeholders dalam proses komunikasi. Insentif lain yang juga diberikan kepada perusahaan yang bekerjasama dalam payung AICO berupa akreditasi kandungan lokal serta insentif nontarif lainnya yang dapat diberikan oleh masing-masing negara anggota. AICO menyediakan prasarana untuk menerapkan prinsip economic of scale and scope yang didukung oleh pajak yang rendah untuk meningkatkan transaksi di ASEAN. dalam rangka memproduksi suatu barang yang bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan ASEAN. Sulawesi dan Irian. Selain itu. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk seminar. ASEAN Industrial Cooperation (AICO) yang ditandatangani pada bulan April 1996 dan berlaku efektif pada bulan Nopember 1999 merupakan insiatif kerjasama di sektor industri yang saat ini terus dikembangkan. juga akan diupayakan kesetaraan pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan serta kesenjangan sosial ekonomi pada tahun 2015. Desember 2008 di Thailand. investasi dan aliran modal. Kalimantan. Perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan skema kerjasama ini antara lain akan mendapatkan preferensi berupa pengenaan bea masuk hingga 5%. Pada 21 April 2004 para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Protocol to Amend the AICO Agreement yang mengatur perubahan/penurunan tarif preferensi yang diberikan untuk proyek-proyek AICO yang disetujui. sejahtera dan sangat kompetitif. AEC Blueprint bertujuan untuk menjadikan kawasan ASEAN lebih stabil. kalangan akademi serta tokoh-tokoh masyarakat. para pertemuan ke-40 AEM. lokakarya maupun Kuliah Umum. AEC Blueprint merupakan suatu master plan bagi ASEAN untuk membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dengan mengidentifikasi langkah-langkah integrasi ekonomi yang akan ditempuh melalui implementasi berbagai komitmen yang rinci.ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint tersebut kemudian disahkan pada Rangkaian Pertemuan KTT ASEAN ke-13. khususnya kepada asosiasi-asosiasi bisnis maupun di daerah-daerah di Pulau Jawa. mendorong proses alih teknologi dan meningkatkan keterampilan negara-negara ASEAN. wawancara di media massa cetak dan elektronik lokal di pusat dan daerah. AICO diharapkan akan mendorong kerjasama industri antar negara ASEAN dan mendorong investasi pada industri berbasis teknologi dan kegiatan yang memberikan nilai tambah pada produk industri. Kerjasama di Sektor Industri Kerjasama di sektor industri merupakan salah satu sektor utama yang dikembangkan dalam kerjasama ekonomi ASEAN. menumbuhkan kesempatan investasi dari dalam dan luar ASEAN. Sumatera. AICO juga memberikan kesempatan luas kepada perusahaan di negara ASEAN untuk saling bekerjasama guna menghasilkan produk dengan menikmati preferensi tarif. otoritas di tingkat lokal dan nasional di negara-negara ASEAN. termasuk dalam bentuk pertukaran informasi tentang kebijaksanaan perencanaan industri nasional masing-masing. dengan sasaran dan jangka waktu yang jelas. Kerjasama tersebut ditujukan untuk meningkatkan arus investasi. yaitu Badan-badan sektoral ASEAN. tetapi juga untuk trading companies yang membantu pemasaran produk-produk industri kecil. Dalam kaitan ini negara-negara ASEAN telah menyepakati bahwa AEC Scorecard yang diusulkan akan dilaporkan pada KTT ke-14 ASEAN. Terkait dengan implmentasi AEC Bluepint. sektor swasta. AICO tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan industri.

Tujuan yang dapat dicapai adalah penyederhanaan dokumen impor dan pemendekan proses bisnis pengurusan perizinan impor dari 5. Perkembangan Tahap I Uji Coba NSW telah dilaksanakan di Tanjung Priok dari Desember 2007 – Juni 2008.5 hari menjadi 8 jam. ASEAN juga berhasil menyelesaikan pembahasan substantif mengenai ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). yang diharapkan akan ditandatangani pada bulan Desember 2008. ASEAN telah menandatangani Protocol 1-Designation of Tansit Transport Routes and Facilities.95 % dalam tahun 2008. pengangkutan udara dan pengangkutan laut. menjamin sinergi dan konsistensi di antara berbagai inisiatif. Belawan (Medan) dan Bandara Soekarno Hatta yang merupakan tempat bongkar muat barang ekspor impor dengan tingkat volume 90% dari total ekspor impor Indonesia. Realisasi ASEAN Free Trade Area Pada pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers tahun 2008. jasa perizinan meliputi ekspor. pada pertemuan ke-21 AFTA Council tanggal 23 Agustus 2007.25 % dari semua produk yang telah dimasukkan ke dalam inclusion list (IL). telah dicapai kemajuan yang cukup signifikan mengenai implementasi Work Programme on Elimination of Non-Tariff Barries (NTBs) serta dalam melakukan revisi mengenai CEPT AFTA Rules of Origin. d. Tanjung Perak (Surabaya).1. GA yang terlibat menjadi 15 (total instansi yang terlibat perizinan sesudah penyederhanaan/sebelumnya 34 instansi). Implementasi Protocol dimaksud akan memfasilitasi transportasi barang-barang di kawasan serta tidak merintangi akses dan pergerakan kendaraan yang mengangkut barang-barang tersebut di kawasan ASEAN. yang diharapkan akan mengurangi biaya transaksi perdagangan serta memfasilitasi perdagangan di kawasan. National Single Window diharapkan mulai dapat beroperasi pada akhir tahun 2008 di negara-negara ASEAN+6 dan tahun 2012 bagi negara-negara CLMV. impor. 88. ATIGA akan meningkatkan transparansi. Comprehensive Revised CEPT Rules of Origin Sejak 1 Agustus 2008. Untuk tingkat nasional. Berkaitan dengan perdagangan barang ini. fee structure. ASEAN Secretariat telah melaporkan bahwa implementasi komitmen liberalisasi tariff CEPT telah mencapai 92. Kerjasama Perdagangan Barang Berkaitan dengan AFTA. Sistem uji coba melibatkan 5 (five) Government Agencies (GA) yang terkait dengan pemberian izin. sistem NSW juga mulai diujicobakan dengan ASW pada tanggal 11 Agustus 2008 ditandai adanya pertukaran dokumen kepabeanan (SKA dan Form D antara Indonesia dan Malaysia). b. kepastian dan meningkatkan AFTA-rules-based system yang merupakan hal yang sangat penting bagi komunitas bisnis ASEAN.48 % memiliki tarif berkisar antara 0-5 % di antara negara-negara ASEAN.58% dalam tahun 2007 menjadi 1. Ditjen Daglu. permanent help desk. Berkaitan dengan fasilitasi perdagangan. Diharapkan seluruh importir terdaftar (sekitar 17. Fasilitasi Perdagangan Dalam upaya meningkatkan perdagangan. yaitu Tanjung Prior (Jakarta). Pada Tahap II difokuskan pada tingkat operasional dengan sasaran antara lain : penerapan di lima pelabuhan utama. ATIGA mengintegrasikan semua inisiatif ASEAN yang berkaitan dengan perdagangan barang kedalam suatu comprehensive framework. rata-rata berkurang sebesar 2. Tarif di antara negara-negara ASEAN yang telah dihapuskan sebesar 63.500 importir) telah dapat menggunakan sistem dimaksud pada bulan Desember 2008 dan masalah terkait dengan Service Level Agreement (SLA). ASEAN telah mengimplementasikan Comprehensive revised CEPT Rules of Origin yang mencakup revisi terhadap teks CEPT ROO serta komponennya seperti Operational 22 . c. Badan POM. yaitu Ditjen Bea dan Cukai–Depkeu. Di samping itu. Uji coba dimaksud difokuskan pada importir prioritas sebanyak 102. changing management dan Badan Pengelola telah dapat diputuskan pada Implementasi Tahap II ini. Indonesia juga telah melakukan pembentukan Nasional Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) merupakan salah satu upaya fasilitasi perdagangan di tingkat nasional dan ASEAN untuk mempermudah dan mempercepat arus perdagangan dalam rangka mendukung proses pembentukan ASEAN Economic Community. Badan Karantina Deptan dan Pusat Karantina Perikanan (DKP) Draft Blueprint NSW.42 % dari IL products. Implementasi NSW Tahap II dimulai pada bulan Juli – Desember 2008.

Sementara itu. untuk implementasi 30 Juli 2000–2006. Standards. 2 proyek masih mencari dana separuhnya.18 juta. terdapat 203 proyek dalam IAI Work Plan dengan berbagai tahap implementasinya. yang diharapkan akan dapat segera diselesaikan pembahasannya. dengan share 73. Sumber pendanaan proyek-proyek IAI berasal dari negara-negara ASEAN + 6 dan negara-negara donor lainnya. khususnya untuk negara-negara CLMV. ASEAN juga mengupayakan penyelesaian mengenai finalisasi Protocol 2 (Designation of Frontier Posts) dan Protocol 7 (Customs Transit Systems) guna memungkinkan implementasi penuh Framework Agreement on Facilitation of Goods in Transit and the establishment of the ASEAN Customs Transit System. mengalami hambatan dialami dalam proses ratifikasi mengingat adanya benturan antara MRA dimaksud dengan peraturan perundangan nasional terkait. 10 proyek masih menunggu proses pelaksanaan dan 18 proyek belum mendapatkan pendanaan.6 % dari total pendanaan yang disiapkan oleh ASEAN-6. Disamping itu.358.437 untuk 9 (sembilan) proyek. Sedangkan kontribusi Indonesia on bilateral basis sebesar US $ 1. Kontribusi ASEAN + 6 sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah US $ 30. 5 (lima) negara donor utama adalah Jepang.271. e-customs. Namun demikian.588. Kontribusi tertinggi diberikan oleh Thailand.483. ASEAN telah mengimpelementasikan sejumlah ASEAN Sectoral Mutual Recognition Arrangement (MRA). risk management. electrical and electronic equipment serta pharmaceutical. 19 proyek sedang dilaksanakan. yang merupakan rencana 6 tahunan (Juli 2002 – Juni 2008). dengan dasar berkesinambungan. Sampai dengan tanggal 15 Mei 2008.3% total dana dari negara donor). Pembiayaan telah disiapkan untuk 158 proyek (78%). di bidang produk barang. h. ASEAN Customs Administrations terus melakukan upaya-upaya untuk mengimplementasikan Strategic Plan of Customs Development (SPCD) 2005 – 2010. Norwegia dan Uni Eropa. khususnya dalam bidang cargo clearance. Indonesia telah menandatangani 3 (tiga) MRAs. India. untuk implementasi proyek-proyek dari tahun 1992–2008. sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 total berjumlah US $ 159.661. 116 proyek telah berhasil diselesaikan. Initiative for ASEAN Integration (IAI) Initiative for ASEAN Integration (IAI) adalah suatu policy framework yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi.330. saat ini sedang disusun dan diselesaikan IAI Work Plan II. untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara ASEAN.98 juta. yaitu di bidang cosmetics. kontribusi ASEAN-6 terhadap CLMV on bilateral basis. customs enforcement and human resource development. Di samping itu.64 juta (87. IAI dituangkan di dalam IAI Work Plan.Certification Procedures. Technical Regulations and Conformity Assessment Procedures (STRACAP) Dalam upaya untuk fasilitasi implementasi priority sectors. Revisi CEPT ROO termasuk revisi general rule of the CEPT Rules of Origin dari kriteria single “Regional Value Content of 40 percent (RVC(40)” menjadi alternative co-equal rules of “Regional Value Content of 40 percent or Change in Tariff Headings (RVC(40) or CTH)”.255 (implementasi proyek 1996 – 2004). Product Specific Rules (PSRs) dan Certificate of Origin (CO) Form D. e. Kerjasama Kepabeanan Selama 3 (tiga) tahun terakhir.811. dengan share sebesar 2. 2 proyek telah mendapatkan pendanaan dan menunggu implementasi. Korea. untuk 65 proyek. Agreement on Trade in Services dan Second Protocol to Amend the Framework Agreement ditandatangani pada 23 . menyumbang sebesar US $ 17. Kebijakan dimaksud ditegaskan di dalam Ha Noi Plan of Action 1998 serta Deklarasi mengenai Narrowing Development Gap for Closer ASEAN Integration 2001. Sedangkan Singapura memberikan kontribusi tertinggi. Hingga tahun 2007. Perkembangan Pembentukan FTA ASEAN Dengan Negara-negara Mitra Wicara a) ASEAN–China Free Trade Agreement Trade in Goods Agreement dan Dispute Settlement Mechanism Agreement ditandatangani oleh Menteri Ekonomi ASEAN dan China pada bulan Nopember 2004. f. Sebagai konsistensi untuk narrowing development gap. Kontribusi negara-negara dialogue partner ASEAN terhadap proyek-proyek IAI sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah total US $ 20. Kontribusi Indonesia tercatat sebesar US $ 804. g. sebesar US $ 22. facilitation of goods in transit. sebesar US $ 100.64% dari seluruh total pendanaan ASEAN.

Kanada yang dijadwalkan pada bulan Nopember 2007. realisasi investasi China di Indonesia berjumlah 22 proyek dengan nilai US$ 28. Namun demikian setelah 4 (empat) tahun berjalan tidak terlihat tanda-tanda dimana akan tercapai kesepakatan. China. Viet Nam sependapat dengan Indonesia dan meminta konfirmasi lebih lanjut mengenai kepastian penjadwalan ulang pertemuan pembahasan TIFA. keuangan khusus asuransi dan kesehatan yang kesemuanya telah masuk dalam AFAS-5. jasa olah raga . dan jasa transportasi. Sebagai catatan. Section III Expansion of Trade and Investment. Viet Nam. Dalam kaitan ini. keuangan. telekomunikasi. Di sela-sela KTT ASEAN ke-13 diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding between ASEAN and the Government of the People’s Republic of China on Strengthening Sanitary and Phytosanitary Cooperation oleh Sekjen ASEAN atas nama negara anggota ASEAN dan Minister General Administration of Quality Supervision. Berkenaan dengan proses ratifikasi ketiga perjanjian dimaksud. Berkenaan dengan hal tersebut. Terkait dengan implementasi FTA ASEAN-China di bidang jasa. 12-14 Mei 2008. komunikasi. Viet Nam 10 Maret 2008. Negosiasi di bidang investasi semula diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2007. Sementara negosiasi perjanjian investasi ASEAN-China yang belum berhasil terselesaikan diharapkan dapat rampung dalam tahun 2008. b) ASEAN-Canada Trade And Investment Framework Arrangement (TIFA) Meskipun FTA ASEAN-Kanada masih merupakan tujuan jangka panjang. Januari 2008. Australia mengharapkan agar jika market access dimaksud belum dapat disepakati maka AANZ FTA dapat ditandatangani pada bulan 24 . telah disepakati bahwa basis offer untuk sektor-sektor yang masuk dalam Komitmen Pertama FTA ASEAN-China bidang Jasa adalah AFAS-4 (business services. yaitu : Section I Objectives. Pada Pertemuan ke-5 ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh. Section V Final Clauses.1 miliar pada tahun 2007. konstruksi dan jasa engineering. Hal ini dikarenakan perbedaan posisi ASEAN yang tetap menginginkan memakai pendekatan AIA atau negative list approach. Inspection and Quarantine. setelah dilakukan perundingan sejak 3 (tiga) tahun terakhir sudah dapat dikatakan selesai kecuali berkaitan dengan ”market access” untuk sektor otomotif.bulan Januari 2007 di Cebu. Pada tahun 2007. khususnya ASEAN dan China.9 juta. SEO bertukar pandangan mengenai pembatalan sepihak oleh pihak Kanada karena isu Myanmar atas rencana pertemuan konsultasi SEOM-Kanada di Vancouver. Indonesia telah menyampaikan penyesalannya dan berharap agar Kanada dapat menggulirkan kembali pembahasan TIFA. Jasa terkait dengan Air Travel dan Kepariwisataan) ditambah dengan jasa maritim. Kanada telah menyampaikan keputusannya untuk melaksanakan the 3rd ASEAN–Canada SEOM yang tertunda di Vancouver. yaitu business services. draft TIFA ASEAN-Kanada terdiri dari 5 sections dengan 1 Annex berupa Trade and Investment Cooperation Arrangement between ASEAN Canada Work Plan. jasa sosial dan kesehatan. Section II Principles.7%. Selanjutnya pada 2nd ASEAN Canada Informal Coordinating Mechanism (ICM) di Ha Noi. Konstruksi. kedua belah pihak mengakui mengenai adanya suatu keperluan untuk lebih memformalkan hubungan. Pada KTT ASEAN ke-13 para Pemimpin ASEAN menekankan pentingnya kerjasama ASEANChina yang tentunya akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Asia. c) ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Terkait dengan ASEAN-Australia-New Zealand FTA (AANZ FTA). hanya tinggal Kamboja yang belum meratifikasi perjanjian tersebut. distribusi. Filipina. Sedangkan China menghendaki penggunaan positive approach.budaya dan rekreasi. pada periode 2003-2007 total nilai perdagangan Indonesia China tumbuh sebesar 28. Section IV Joint Council on Trade and Investment. Filipina. lingkungan. Kanada pada akhir bulan Nopember 2008. Sebagai catatan. dan meminta Sekretariat ASEAN untuk menyusun draft awal ASEAN-Canada Economic Arrangement yang sejenis dengan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang telah ditanda-tangani Kanada dengan MERCOSUR dan ASEAN Community. Bukti nyata pertumbuhan ekonomi termaksud ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan ASEANChina dari US$ 160 miliar pada tahun 2006 menjadi US$171. pendidikan. Pada SEOM 1/39 di Baguio City. China telah mengajukan request kepada Indonesia untuk 10 sektor jasa. Perundingan yang masih belum diselesaikan adalah bidang investasi dan kerjasama ekonomi. pendidikan.

namun sifatnya sukarela. Di samping itu. Sedangkan kelompok kedua hanya merundingkan traditional issues. Diharapkan hal ini dapat segera diselesaikan secara bilateral. services dan investment) kelompok pertama dapat merundingkan non-traditional issues (seperti competition policy. Sedangkan isu-isu bilateral yang belum dapat diselesaikan akan diselesaikan setelah AANZ FTA ditandatangani. f) ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Landasan perundingan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership adalah Joint Declaration of the Leaders on Comprehensive Economic Partnership between ASEAN and Japan yang telah ditandatangani pada tanggal 5 November 2002. perundingan ASEAN-India Trade Negotiating Committee (AITNC) telah memasuki pertemuan ke-21. yaitu menyangkut 2 (dua) MOU mengenai labour dan environment yang diharapkan oleh New Zealand dapat ditandatangani oleh Indonesia dan New Zealand sebelum ditandatanganinya AANZ FTA. UE mengusulkan agar working method dilakukan dengan menggunakan mekanisme perundingan dual track. telah diadakan 6 kali pertemuan Joint Committee on ASEAN-EU Free Trade Agreement (JCAEFTA). dan sustainable development. d) ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) Sejak ditandatanganinya Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003. Saat ini perjanjian AJCEP telah ditandatangani secara ad-referendum pada bulan Maret 2008. Terkait dengan modalitas ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA). Kemitraan ini juga kemudian diperkuat dengan penandatanganan Framework for Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and Japan pada tanggal 8 Oktober 2003. Sedangkan pihak Jepang telah meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 21 Juni 2008. ASEAN tidak menyetujui tawaran EU tersebut karena dikhawatirkan pendekatan ini akan menimbulkan diskriminasi. Kedua dokumen tersebut memuat paragraf kesepakatan peningkatan kerjasama ekonomi kedua kawasan. Saat ini 25 . Dalam pertemuan JCAEFTA ke-6 yang berlangsung di Ha Noi. Viet Nam pada tanggal 14-17 Oktober 2008. Di samping traditional issues (trade in goods. yakni perundingan “fast track” yang dilakukan dengan beberapa negara (kelompok kecil) terutama negara-negara yang memiliki tingkat ambisi tinggi baik dalam hal cakupan isu-isu yang dirundingkan maupun ambisi yang cukup tinggi di masing-masing isu. e) ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA) Pertemuan ASEAN-EU Commemorative Summit di Singapura pada tanggal 22 November 2007. masih terlihat keinginan dari pihak UE untuk memasukan isu-isu non-tradisional seperti government procurement. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah konsekwensi hukum ditandatanganinya AANZ FTA apabila belum dapat disepakati/diselesaikannya komitmen bilateral dengan Australia dan New Zealand. UE juga mengemukakan penawaran dengan pendekatan country specific adjustrment. Dalam isu Trade in Goods. Draft ASEAN–India Trade in Goods Agreement telah berhasil disepakati kecuali “market acsess” kepada Viet Nam. Berkenaan dengan proposal tersebut.Desember mendatang. sustainable development dan government procurement). Hingga saat ini. Namun. berhasil menyepakati dua dokumen penting yaitu Plan of Action to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership dan Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit. AANZ FTA menyisakan permasalahan lain. namun sifatnya sukarela. Viet Nam juga mengusulkan pendekatan yang hampir sama dengan UE. mengingat offer dan request Australia serta New Zealand kepada Indonesia belum disepakati. competition policy. dan “normal track” yang dilakukan dengan negara anggota ASEAN lainnya yang tingkat ambisinya lebih rendah. yang mengindikasikan adanya offer yang berbeda dari UE kepada setiap negara-negara anggota ASEAN. Dalam kaitan ini. Kedua MOU tersebut masih dibahas dan dipelajari lebih lanjut oleh pihak Depnaker serta Kementerian Lingkungan Hidup. terdapat dua proposal tentang working method (mekanisme perundingan) yang akan digunakan dalam kerangka AEFTA. Di samping itu juga masih terdapat perbedaan pandangan antara ASEAN dengan India berkaitan dengan penurunan tarif di dalam Exclusion List (EL) dan Normal Track (NT).

Selanjutnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. 4) Jasa Angkutan Laut (Maritime Transport Services) 26 . 3) Jasa Angkutan Udara (Air Transport Services) Sidang ke 18 ASEAN Air Transport Working Group (ATWG) di Kuala Lumpur tanggal 12 – 14 Agustus 2008 membahas berbagai hal terkait dengan upaya liberalisasi jasa angkutan udara ASEAN. e-ASEAN. Sejak penandatangan AFAS hingga saat ini. 2) Integrasi Sektor Jasa Prioritas Menjelang Realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ASEAN telah menetapkan 5 (lima) sektor jasa prioritas dari 12 sektor prioritas integrasi barang dan jasa yang akan diliberalisasi menjelang pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. telah dibentuk Coordinating Committee on Services (CCS) yang memiliki tugas menyusun modalitas untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa dalam kerangka AFAS yang mencakup 8 (delapan) sektor. Target penghapusan hambatan dalam perdagangan bidang jasa di empat sektor prioritas bidang jasa adalah tahun 2010 untuk jasa perhubungan udara. Kerjasama di Sektor Jasa a. Perkembangan Liberalisasi Jasa ASEAN 1) Peranan Sektor Jasa ASEAN Sektor Jasa memegang peranan penting di ASEAN dengan rata-rata 40-50% GDP negara ASEAN berasal dari sektor jasa. Jasa Konstruksi. Dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi melalui liberalisasi perdagangan di bidang jasa. termasuk sebagai pengelola sektor jasa keuangan non-bank dan jasa profesi (akuntan dan penilai). yang bertindak sebagai koordinator (Tim Koordinator Bidang Jasa) di semua forum dan sektor. yaitu: Jasa Angkutan Udara dan Laut. Integrasi perdagangan jasa ASEAN akan dilaksanakan dengan mengacu pada Cetak Biru Pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN yang juga telah disepakati pimpinan ASEAN pada kesempatan KTT ASEAN tersebut. Departemen Keuangan. Indonesia mendorong liberalisasi sektor jasa melalui Badan Kebijakan Fiskal. Negara-negara anggota ASEAN telah menyepakati 6 paket komitmen liberalisasi jasa. KTT ASEAN ke-13 di Singapura pada November 2007 telah menyepakati pengesahan paket ke-6 tersebut sebagai kelanjutan liberalisasi jasa di bawah AFAS. Jasa Keuangan. ASEAN Single Aviation Market (SAM) dan Kerjasama Angkutan Udara dengan Mitra Dialog. Jasa Logistik dan Jasa Transportasi Udara. yaitu: Jasa Kesehatan. kesehatan. Disamping itu juga telah ditandatangani ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services and the ASEAN multilateral Agreement on Air Services pada pertemuan ke14 ASEAN Transport Ministers’ Meeting pada bulan November 2008. Masing-masing sektor prioritas tersebut telah dilengkapi peta kebijakan (roadmaps) yang mengkombinasikan inisiatif-inisiatif khusus dengan inisiatif yang lebih luas secara lintas sektor seperti langkah-langkah fasilitasi perdagangan. Adapun liberalisasi bidang jasa seluruhnya ditargetkan pada tahun 2015.masing-masing negara ASEAN sedang melaksanakan prosedur legal nasional guna dapat menerapkan perjanjian ini. e-ASEAN. termasuk ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services. Jasa Pariwisata. Thailand. Jasa Bisnis. Negara-negara ASEAN telah menyepakati dan mengesahkan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok. Jasa juga berperan penting dalam perekonomian Indonesia dengan porsi 46% total GDP pada tahun 2007. strategi dan modalitas untuk liberalisasi jasa tersebut ditujukan guna mewujudkan realisasi bebasnya arus perdagangan jasa ASEAN dalam rangka pembentukan kawasan ekonomi terintegrasi “Komunitas Ekonomi ASEAN” tahun 2015. dan pariwisata dan tahun 2013 untuk jasa logistik. Jasa Pariwisata. Jasa Kesehatan dan Jasa Logistik. ASEAN Multilateral Agreement on Air Services. Jasa Telekomunikasi. Prinsip.

yaitu: ASEAN Promotional Chapter for Tourism. tanggal 5-12 Januari 2009. Viet Nam tanggal 9-11 September telah membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam mengimplementasikan Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport. Terkait hal ini telah disepakati upaya sinergis untuk membangun infrastruktur komunikasi melalui “Siem Reap Ministerial Declaration on Enhancing Universal Access on ICT Services in ASEAN” yang disepakati dalam sidang TELSOM/TELMIN ke-7 tahun 2007 di Siem Reap. MRA Framework on Accountancy Services yang akan menjadi prinsip-prinsip dasar dan kerangka 27 . Filipina. Pertumbuhan GDP regional diperkirakan akan mengalami sedikit perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6. Terkait Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport.25. Indonesia ditunjuk bertanggung jawab sebagai lead coordinator untuk measure (langkah kebijakan) no. Roadmap for Integration of Logistics Services telah ditandatangani pada Sidang ke-39 ASEAN Economic Ministers’ di Makati City. Uni Emirat Arab pada tanggal 7-9 Oktober 2008. ditegaskan perlunya upaya kapitalisasi yang kuat pada sektor perbankan dan institusi keuangan selain upaya untuk segera dapat mengimplementasikan Chiang Mai Initiative Multilateralisation pada pertengahan tahun 2009 sejalan dengan inisiatif regional yang lain dalam upaya kerjasama dan integrasi regional. ASEAN Tourism Area in International tourism Fairs dan Joint Promotion Activities with ASEAN Airlines. pada tanggal 25-29 Agustus 2008 telah membahas dan mengesahkan indikator dan target dalam ICT Scorecard yang diperlukan untuk mencapai proses integrasi dan pengembangan sektor ICT ASEAN tahun 20082010. Viet Nam. 9th ASEAN Telecommunications & Information Technology Senior Officials Meeting (TELSOM-9) dan 8th ASEAN Telecommunications & Informations Technology Ministers Meeting (TELMIN-8) dengan tema ‘’High Speed Connection to Bridge ASEAN Digital Divide” di Bali.Dalam kerangka ASEAN Tourism Resource Management and Development Network (ATMR) telah direncanakan untuk mengadakan beberapa kegiatan antara lain: Training on eco tourism di Thailand. pada tanggal 24 Agustus 2007. ATMR Cruise di Singapura. Kamboja. 8) Jasa Logistik (Logistic Services) Jasa logistik telah ditetapkan sebagai sektor prioritas kedua belas yang akan diliberalisasikan oleh ASEAN.Penyusunan MRA di bidang Pariwisata diharapkan selesai pada akhir 2008 dan dapat ditandatangani oleh para Menteri Pariwisata ASEAN pada saat ASEAN Tourism Forum (ATF) 2009 di Ha Noi. 5) Jasa Keuangan (Finance Services) Pertemuan terkini Para Menteri Keuangan ASEAN dan ASEAN Finance Minister Investors Seminar (AFMIS) diselenggarakan di Dubai. .12 “Develop the Strategies for an ASEAN Single Shipping Market” dari Roadmap dimaksud. .Guna lebih meningkatkan promosi ASEAN sebagai destinasi tunggal telah dibahas beberapa kegiatan promosi bersama. telah dibicarakan beberapa hal antara lain: . Pelatihan Tourism Heritage di Indonesia. MRA on Medical Practitioner and MRA on Dental Practitioners. Mutual Recognition Arrangements Bidang Jasa Para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Framework on Accountancy Services. . Untuk merespon hal tersebut.Terkait dengan NTO/VAC Fund dinyatakan bahwa Balance of NTO/VAC Fund hingga bulan Mei 2008 adalah USD 58.7 %. 7) Jasa Pariwisata (Tourism Services) Dalam pertemuan ASEAN Tourism Meetings di Manila tanggal 6 – 9 Juli 2008. 6) Jasa Telekomunikasi (Telecommunications Services) ASEAN menyadari pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi seluruh lapisan masyarakat.791. Para Menteri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus memperkuat tingkat kompetensi di pasar global. Workshop tentang Home stay di Malaysia.11 “Confirm the Principle of Open Access to the International Maritime Trade of All ASEAN Member States” dan measure no.Sidang ke-16 ASEAN Maritime Transport Working Group (MTWG) di Nha Trang.

28 . architectures services. diharapkan ASEAN dapat meningkatkan iklim investasi di kawasan dan menarik lebih banyak investasi asing. pada tahun 1996. kecuali investasi portfolio dan kegiatan investasi lainnya yang sudah tercakup pada perjanjian ASEAN lainnya. sedangkan dengan negara non-ASEAN disepakati untuk direalisasikan pada tahun 2020. 52. Dengan ditandatanganinya ACIA. 41. facilitation and promotion.negosiasi bilateral atau multilateral. Draft ACIA dimaksud telah dibahas dan di-endorse pada Pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2008. protection.3 milyar. Perlu disampaikan juga bahwa terdapat 12 perjanjian dalam tahap akhir proses ratifikasi dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2008. Kerjasama di Sektor Investasi Di sektor investasi. Setelah mengalami pembahasan yang cukup alot sejak tahun 2006. seperti the ASEAN Framework Agreement on Services. diharapkan akan dapat ditandatangani pada ASEAN Tourism Ministers Meeting pada bulan Januari 2009. Rejim yang dimaksud adalah ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) yang merupakan hasil revisi dan penggabungan dari ASEAN Investment Area (AIA) dan ASEAN Investment Guarantee Agreement (ASEAN-IGA). Kerangka kerja AIA mencakup semua arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke ASEAN maupun investasi langsung antar negara-negara ASEAN. nilai investasi asing di ASEAN pada tahun 2005 berjumlah sebesar US$. Tujuan utama yang hendak dicapai adalah menciptakan suatu Kawasan Investasi ASEAN yang liberal dan transparan. AIA diharapkan dapat menarik arus investasi langsung ke ASEAN. ASEAN akhirnya berhasil menyelesaikan pembahasan ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA). dengan mandat menyiapkan sebuah Persetujuan Dasar tentang Kawasan Investasi ASEAN (Framework Agreement on ASEAN Investment Area/FA-AIA). pada tahun 1998. Sedangkan Mutual Recognition Arrangements on Tourism Professionals. Sedangkan MRAs mengenai Medical Practitioners and Dental Practitioners diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas qualified medical and dental practitioners di ASEAN. memberi persamaan perlakuan nasional dan membuka investasi di industrinya terutama sektor manufaktur. Dari jumlah tersebut. meliberalisasi peraturan-peraturan dan kebijaksanaan investasi. Desember 2008. Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut. dikarenakan ACIA telah mengadopsi international best practices dalam bidang investasi dengan mengacu kepada kesepakatankesepakatan investasi internasional. Framework Agreement on ASEAN Investment Area ditandatangani di Makati City. Diharapkan ACIA akan dapat ditandatangani pada KTT ke. ACIA lebih bersifat komprehensif dibandingkan dengan AIA dan ASEAN IGA. Persetujuan tersebut antara lain akan mengikat negara-negara anggota untuk menghapus hambatan-hambatan investasi. kerjasama ASEAN diawali dengan dikemukakannya gagasan pembentukan suatu kawasan investasi ASEAN pada Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bangkok pada tahun 1995. Thailand. Ratifikasi Perjanjian-perjanjian Ekonomi ASEAN Hingga saat ini terdapat 92 Perjanjian Ekonomi ASEAN. yang berada dibawah naungan SEOM. Sebagai tambahan. Filipina.14 ASEAN mendatang di Chiang Mai. Di samping itu juga telah ditandatangani MRAs di bidang engineering services. FAAIA mencakup seluruh kegiatan investasi. Bersamaan dengan penandatanganan tersebut juga disahkan pembentukan AIA Council. sehingga dapat meningkatkan arus investasi ke kawasan. dibentuk Komite Kerja Kawasan Investasi ASEAN (WC-AIA). 57 perjanjian telah diratifikasi. nursing services and surveying and urged renewed efforts by the related professional bodies to implement the MRAs. Dengan menciptakan ASEAN sebagai suatu kawasan investasi yang lebih berdaya saing dan terbuka. Liberalisasi investasi bagi negara anggota ASEAN disepakati untuk mulai berlaku pada tahun 2010. diharapkan akan dapat menjadikan ASEAN menjadi wilayah yang sangat kompetitif untuk menarik Foreign Direct Investment (FDI) serta mendukung realisasi ASEAN Economic Community. negara-negara ASEAN sepakat untuk membentuk suatu rejim investasi ASEAN yang lebih terbuka serta mendukung proses integrasi ekonomi di Asia Tenggara. Dengan adanya ACIA. ACIA mencakup empat pilar utama yang meliputi: liberalisation. sedangkan 35 masih dalam proses. Pada pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN Ke-40 yang berlangsung di Singapura bulan Agustus 2008.06 milyar dan tahun 2006 sebesar US$.

dan anggrek potong dendrobium. ASEAN telah mengadopsi harmonisasi 99 MRL untuk 16 pestisida. Dalam 29th ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture and Forestry (29th AMAF) di Bangkok.my/doa/aseanpest) yang memberikan landasan untuk saling bertukar informasi dan database serta penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan pemanfaatan pestisida. ASEAN juga telah membentuk ASEAN General Guidelines on the Preparation and Handling of Halal Food sebagai upaya memperluas perdagangan daging dan produk daging intra-ASEAN. Sebagai upaya kawasan untuk mengendalikan penggunaan pestisida. sebuah website telah dibentuk yang memberikan informasi mengenai situasi dan perencanaan kebijakan ketahanan pangan di kawasan. informasi mengenai Undang-undang Karantina Tanaman dan persyaratan impor untuk Malaysia dan Singapura telah tersedia di website APHCN. Untuk jagung dan kedelai. Dalam proyek AFSIS. Kegiatan EAERR terutama difokuskan pada implementasi mekanisme pengadaan beras (stock release mechanism) dan pemanfaatan cadangan beras darurat untuk kondisi bencana. Selanjutnya. jeruk (citrus). Dalam skema kerja sama ASEAN Plus Three. nanas. yaitu East Asia Emergency Rice Reserves (EAERR) dan ASEAN Food Security Information System (AFSIS). ASEAN telah membuat Daftar Hama Endemik untuk beberapa komoditas pertanian yang diperdagangkan di kawasan. ASEAN telah memiliki website untuk lembaga pengawasan pestisida “aseanpest” (http://agrolink. 2 (dua) proyek telah dilaksanakan sejak tahun 2004 – 2008. yaitu padi giling. ASEAN sesuai dengan usulan Presiden RI. jaminan keamanan pangan dan standarisasi sertifikasi perdagangan untuk mendukung integrasi ekonomi dan meningkatkan daya saing produk-produk pertanian dan kehutanan ASEAN di pasar internasional. telah menyusun sebuah skema strategis dan komprehensif untuk memperkuat ketahanan pangan regional yang disebut ASEAN Integrated Food Security (AIFS) Framework beserta rencana kerja jangka menengah yang disebut Strategic Plan of Action on Food Security in the ASEAN Region (SPA-FS). dan rambutan. ASEAN telah mampu mencapai swasembada. Upaya harmonisasi phytosanitary untuk komoditaskomoditas tersebut akan terus dilanjutkan khususnya untuk pengembangan panduan importasi. kentang. ASEAN masih mengandalkan impor karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan domestik. 29 . Untuk itu. Menanggapi perkembangan krisis dunia yang berdampak pada sektor pangan. mangga. ASEAN terus berupaya untuk melaksanakan upaya terpadu dalam mengharmonisasi standar dan kualitas. Melalui harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs) untuk pestisida.Kerjasama di Sektor Komoditi dan Sumber Daya Alam Kerjasama Pertanian 1) Pangan Secara umum kondisi pangan ASEAN pada tahun 2005/2006 stabil. kedua dokumen tersebut akan di-endorse oleh para Pemimpin ASEAN melalui Bangkok Statement on Food Security in the ASEAN Region. Sementara itu. Sebelumnya ASEAN telah memiliki 658 MRL untuk 61 pestisida. 2) Tanaman Pangan (Crops) Sejak tahun 2006 – 2008. pumelo. khususnya untuk komoditi beras dan gula yang produksinya melebihi kebutuhan di ASEAN. kegiatan AFSIS difokuskan pada pembuatan jaringan informasi mengenai ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. Para Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN menyepakati untuk merekomendasikan dokumen tersebut ke ASEAN Summit di Thailand. durian. Saat ini.moa. ASEAN telah mengadopsi ASEAN Good Agricultural Practices (ASEAN GAP) mengenai penanganan produksi. ASEAN Plant Health Cooperation Network (APHCN) telah dibentuk sebagai sarana untuk berbagi informasi mengenai kesehatan tanaman di negara-negara anggota ASEAN. bulan Desember 2008. Dalam inisiatif ini. 2007. papaya. panen dan paska panen buah dan sayuran segar serta sejumlah produk hortikultura lainnya berupa Standar ASEAN untuk mangga. akan dibentuk ASEAN Regional Diagnostic Initiative sebagai proyek percontohan untuk mengatasi hambatan terhadap akses pasar produk pertanian. ASEAN terus berupaya untuk melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan dengan meminimalisir penggunaan pestisida dan memastikan keamanan pangan dan mencegah kerusakan lingkungan.

7) Bioteknologi ASEAN menyadari pentingnya bioteknologi pertanian sebagai cara untuk meningkatkan produktifitas pangan secara berkelanjutan. dan karet alam telah disetujui untuk dihapus dari daftar. 5) Codex ASEAN telah mengembangkan website ASEAN Food Safety Network (www. ASEAN telah mengadopsi Guidelines on the Risk Assessment of Agriculture-related Genetically Modified Organisms (GMOs). tanggal 5-10 Juli 2007. tuna kaleng. dll). Pembuatan MoU saat ini tengah dikembangkan oleh Negara-negara Anggota ASEAN. yaitu: udang beku. Namun demikian. Pertukaran pejabat. Sejumlah aktivitas telah dilakukan.3) Agricultural Training and Extension ASEAN terus melanjutkan program Pengelolaan Hama secara Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) untuk berbagai tanaman pangan. MoU ini tetap relevan sebagai basis kerjasama dengan sektor swasta dan berkoordinasi tentang posisi bersama terkait perdagangan produk pertanian dan kehutanan ASEAN. IPPC. termasuk pengembangan modul pelatihan untuk komoditas prioritas dan pengorganisasian pelatihan IPM di kawasan terhadap komoditas prioritas tersebut. dan registrasi GMOs di bidang pertanian. seperti upaya SPS di berbagai bidang. pelatih dan petani yang diorganisir di Palembang. persetujuan. pelatih dan petani terkait IPM untuk citrus telah diorganisir oleh Thailand pada tanggal 10-16 Juni 2008.aseanfoodsafetynetwork. ASEAN telah mengembangkan Program Kesadaran Publik terhadap GMOs. ASEAN telah memperpanjang implementasi Memorandum of Understanding (MoU) on ASEAN Cooperation in Agriculture and Forest Products Promotion Schemes untuk periode 5 tahun ke depan. termasuk pembentukan ASEAN Agricultural Research and Development Information System (ASEAN ARDIS). 5 produk. Komoditas dimaksud. di antaranya: Regional Training on Edible and Medicinal Mushroom Production Technology for ASEAN Extension Workers and Farmers (1-2 November 2008 di Viet Nam) serta pertukaran pejabat. ASEAN Directory of Agricultural Research and Development Centres in ASEAN. nanas kaleng. Frequently Asked Questions (FAQs) mengenai GMOs dari seluruh Negara Anggota ASEAN dikumpulkan dan diterbitkan untuk informasi publik. 4) Penelitian dan Pengembangan di bidang Pertanian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan di bidang pertanian telah dimulai sejak 2005. saat ini terdapat kekhawatiran publik terhadap penggunaan bioteknologi yang perlu diatasi. Dalam meningkatkan pembangunan kapasitas. beras. Sejumlah aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan pekerja dan petani telah pula dilaksanakan. ayam beku. Panduan ini memberikan Negara-negara Anggota ASEAN pendekatan dan pemahaman bersama saat melakukan evaluasi ilmiah terhadap peluncuran GMOs di bidang pertanian. Indonesia. di antaranya mangga. isu-isu yang muncul dalam badan-badan penetapan standar internasional (Codex. Dalam program ini. jeruk. dari 2004 menjadi 2009. pumelo dan kedelai. OIE. Dengan mempertimbangkan relevansi situasi pasar yang ada serta aktivitasnya dalam 12 tahun terakhir. termasuk pengkajian produkproduk pertanian dan kehutanan yang dicakup dalam MoU. ASEAN berkolaborasi dengan International Life Sciences Institute Southeast Asia telah mengembangkan serangkaian pelatihan dan workshop mengenai penggunaan ASEAN Guidelines on Risk Assessment of Agriculture-related GMOs yang ditujukan bagi para pejabat dan pengambil keputusan. bawang merah. Tiga buah workshop telah diadakan di Singapura (2001). Bangkok (2003) dan Jakarta (2004). 6) Skema Promosi Produk Pertanian dan Kehutanan Untuk mempromosikan produk pertanian dan kehutanan.net) untuk memberikan informasi yang berguna terkait keamanan pangan. dan Guidelines for the Use of the Digital Information System. Menyadari pentingnya pemahaman mengenai teknologi dan penilaian risiko untuk Manipulasi Genetika (MG). 30 . Kuala Lumpur (2002). Panduan ini menggambarkan prosedur notifikasi. serta untuk meningkatkan pembangunan kapasitas di bidang ini. serta hasil kerja dari berbagai badan di ASEAN terkait keamanan pangan.

and Nitrofuran Residues in Aquaculture Fish and Fish Products. Pada awalnya. sebuah mekanisme tunggal akan dipakai. dan Strengthening Animal Diseases Control Programme. bekerjasama dengan organisasi internasional/mitra wicara. Indonesia sebagai laboratorium pengetesan vaksin untuk 9 vaksin hewan selama periode 3 tahun. Kerjasama Kehutanan Pengembangan kriteria nasional dan indikator untuk pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management/SFM). dan Guidelines on Development of Standard Operating Procedures (SOP) for Health Certification and Quarantine Measures for the Responsible Movement of Live Food Finfish. ASEAN telah menyelesaikan Hazard Guide-A Guide to the Indentification and Control of Food Safety Hazard in the Production of Fish and Fisheries Products in the ASEAN Region. Pada tingkat regional. ASEAN Criteria and Indicators for Sustainable Management of Tropical Forests. Kesuksesan kolaborasi dengan SEAFDEC juga mendorong pengembangan inisiatif baru berupa: Seafood Safety Information Network dan Chloramphenicol. ASEAN terus melanjutkan kolaborasi dengan SEAFDEC dan telah menyetujui kerja sama untuk memperkuat mekanisme dan implementasi program perikanan kawasan melalui pembentukan “ASEANSEAFDEC Strategic Partnership (ASSP)”. Gunung Sindur. ii. Kerjasama Perikanan ASEAN Network of Fisheries Post-Harvest Technology Center melanjutkan kerjasamanya dengan Departemen Penelitian Perikanan Laut dari Southeast Asia Fisheries Development Center (SEAFDEC) untuk mengimplementasi kegiatan-kegiatan: (i) HACCP Training Programmes. dan penanaman hutan telah mengalami kemajuan di masing-masing Negara Anggota ASEAN. dibentuk Regional Framework for Control and Eradication of HPAI. Monitoring. pengembangan inisiatif Pan ASEAN Timber Certification telah menggunakan kriteria yang diakui secara internasional untuk memastikan diterimanya produk kayu ASEAN yang bersertifikat di pasar internasional. dan iii. Para Menteri Pertanian ASEAN juga telah mengakreditasi ulang National Veterinary Drug Assay Laboratory (NVDAL). Munculnya Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di beberapa Negara Anggota ASEAN sejak Desember 2003 memiliki dampak yang cukup besar terhadap perekonomian kawasan. Promotion of International Trade in Livestock and Livestock Products. telah ditandatangani Letter of Understanding (LoU) ASSP oleh Sekjen ASEAN dan Sekjen SEAFDEC. telah menyetujui ASEAN Standard for Live Infectious Bronchitis Vaccine dan Inactivated Infectious Bronchitis Vaccine. Salah satu kekhawatiran ialah kemampuan virus untuk menyebar dari unggas ke manusia. Sejumlah inisiatif baru. Negara-negara Anggota ASEAN juga telah menyetujui inisiatif untuk membentuk ASEAN Shrimp Alliance (ASA) dan ASEAN Network on Aquatic Animal Health Centres (ANAAHC). ASEAN Guidelines for the Implementation of IPF/IFF proposals for Action Isu illegal logging untuk dikerjasamakan di ASEAN telah diperjuangkan oleh Indonesia lebih dari 3 (tiga) tahun lalu. Namun akhirnya. terutama mengenai Regularization of Production and Utilization of Animal Vaccines. Malaysia sangat resisten terhadap isu dimaksud. 2007. Untuk tujuan ini. ASEAN telah menyetujui untuk memperbaiki mekanisme yang ada serta prosedur registrasi vaksin hewan yang diproduksi di dalam dan di luar Negara Anggota ASEAN. AMAF ke-29 di Bangkok. ASEAN telah menyelesaikan implementasi 8 (delapan) komponen dalam kerangka regional tersebut. Untuk menanganinya. termasuk Common Stand on Codex Issues dan Veterinary Drug Residues in Food juga telah dimulai. Asssesment and Reporting Format for Sustainable Forest Management in ASEAN. AMAF ke-29 telah menyetujui sebagai berikut: i. dan (iii) ASEAN-Australia Development and Cooperation Programme (AADCP) mengenai “Quality Assurance and Safety of ASEAN Fish and Fishery Products”. Dalam AMAF ke-29.Kerjasama Peternakan Kerjasama ASEAN di bidang peternakan semakin berkembang. Dalam upaya mengatur produksi dan pemanfaatan vaksin hewan. 31 . Sesuai dengan persyaratan pelaporan kehutanan internasional. Dengan bantuan dari Australia. ASEAN telah membentuk dan menandatangani Agreement for Establishment of the ASEAN Animal Health Trust Fund (AHTF) pada bulan November 2006 untuk mendukung aktivitas ASEAN mengendalikan dan memberantas penyakit hewan di kawasan. termasuk pengkajian kebijakan. (ii) Regional Code of Conduct on Post-Harvest Practices and Trade.

liberalisasi dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. SPPG dan TNB). yang ditandatangani pada tahun 2007 dan saat ini masih menunggu proses ratifikasinya. ditandatangani tahun 2002 dan MOU on ASEAN Power Grid (MoU on APG). Malaysia. Malaysia. Disamping itu juga akan ditandatangani New ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA). Selain itu. Thailand. yang meliputi langkah-langkah: memperkuat ketahanan energi regional. Kebijakan regional di bidang energi (Regional Energy Policy). yaitu MoU on Trans ASEAN Gas Pipeline (MoU on TAGP). Malaysia. 1) Kerjasama Energi ASEAN + 3 Kerjasama keamanan energi ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Philippina. Indonesia – Duyong. Malaysia – Palawan-Luzon. East Kalimantan – Sabah – Philippines. FLEG tersebut telah didukung dengan Work Plan for Strengthening FLEG in ASEAN 2008 – 2015. disetujui untuk mendorong penetapan harga spot minyak berorientasi pasar dan diimplementasikan di bursa berjangka untuk produk minyak mentah (crude oil) dan produk-produk bahan bakar lainnya. melibatkan sektor swasta dalam upaya mengamankan cadangan energi regional. 32 . Penelitian dan pengembangan energi terbarukan (Research and Energy. Akhirnya disepakati ASEAN Ministerial Statement on Strengthening Forest Law Enforcement and Governance (FLEG) in ASEAN yang memuat mengenai kerja sama ASEAN untuk memberantas illegal logging and its associated trade. meningkatkan integrasi infrastruktur energi regional. ASEAN Wildlife Enforcement Network (ASEAN-WEN) telah dibentuk pada Desember 2005 untuk menyediakan mekanisme koordinasi dan pertukaran informasi yang efektif di antara badan-badan penegak ubli pada level nasional dan regional untuk memberantas perdagangan flora dan fauna liar secara illegal. ASEAN pun menunjukkan komitmennya pada bidang ini dengan mengembangkan dan mengadopsi ASEAN Regional Action Plan on Trade in Wild Fauna and Flora 2005-2010. East Natuna – West Natuna – Singapura. Indonesia – Melaka. Batam – Bintan – Singapura – Johor (Long term – PLN. Malaysia – Arun. ASEAN Forestry Clearing House Mechanism (CHM) telah dibentuk untuk memberikan landasan informasi di antara Negara-negara Anggota ASEAN terkait diskusi mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan bersama. terdapat 3 (tiga) dasar hukum yang menjadi rujukan. Menteri-menteri ASEAN yang bertanggungjawab untuk CITES telah mendeklarasikan Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003 pada tanggal 2-14 Oktober di Bangkok. Natural Gas Forum. Perkembangan Kerjasama di Bidang Energi ASEAN telah menetapkan rencana aksi ASEAN yang disebut ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2004-2009. Malaysia – Thailand JDA – Blok B Viet Nam.Malaysia dapat menerima illegal logging dikerjasamakan di ASEAN mengingat hal tersebut telah mendapatkan dukungan dari anggota ASEAN lainnya. ASEAN juga telah setuju untuk bekerjasama secara lebih proaktif dan intensif dalam implementasi CITES. Efisiensi energi (Energy Efficiency). yang terdiri dari 64 species tanaman telah diselesaikan dan diterbitkan. East Natuna – West Natuna – Kerteh. Oil Market Forum. Berkaitan dengan kerjasama energi ASEAN. Indonesia – Brunei Darrusalam – Sabah. Indonesia. West Natuna. Sarawak – West Kalimantan (Medium term –Sesco dan PLN). Ketahanan energi (Energy Security). (v). Untuk proyek interkoneksi ASEAN. Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy Security Forum. Saat ini ASEAN tengah menyelesaikan volume kedua Database yang berisikan 50 species. Volume pertama dari Database on ASEAN Herbal and Medicinal Plants. Pembangunan jaringan kelistrikan (Power Interconnection). iii). Adapun ruang lingkup kerjasama ASEAN di bidang energi mencakup isu-isu: (i). Proyek yang terkait dengan Indonesia. East Natuna. and Renewable Energy). Di bawah program ASEAN-German Regional Forest Program. menciptakan kebijakan energi regional yang responsif yang secara bertahap mendorong reformasi pasar. Pauh. Indonesia – JDA – Erawan. yaitu Peninsular Malaysia – Sumatra (Medium term –TNB dan PLN). (iv). ii). yang akan ditandatangani pada KTT ke-14 ASEAN mendatang. Sumatera. Oil Stockpiling Forum dan Renewable Energy Forum dan upaya bersama untuk mengatasi isu-isu di pasaran minyak regional termasuk “Asian Premium”. East Natuna. sejauh ini terdapat 14 proyek interkoneksi ASEAN. Proyek-proyek yang tercakup dalam kerjasama TAGP terdiri dari 8 (delapan) yaitu : Duri. Pertemuan pertama ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) + 3 berlangsung pada tanggal 9 Juni 2004 di Manila.

dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. tenaga air. sumber daya energi alternatif dan terbarukan. 2) Kerjasama East Asia Summit di bidang Energi Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 East Asia Summit (EAS) di Cebu. Dalam kaitan ini juga telah disepakati Work Plan untuk Oil Stockpiling Roadmap yang akan didasarkan kepada 4 (empat) prinsip.Pada pertemuan ke-5 AMEM + 3 di Bangkok. para Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. yaitu voluntary dan tidak mengikat. yang bertujuan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: o o Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Para Menteri meminta ASEAN Center for Energy dan Korea Energy Management Cooperation dapat menindaklanjuti proposal tersebut. Para Menteri menyambut baik proposal Korea mengenai kerjasama civilian nuclear energy sesuai dengan ASEAN + 3 Cooperation Work Plan (2007 – 2017). Terkait dengan pengembangan kerjasama Energy Efficiency and Conservation (EE & C) disepakati bahwa kerjasama dapat dilakukan melalui peningkatan dialog. dan perubahan iklim global. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Korea diharapkan dapat bekerjasama dengan ACE untuk meneruskan inisiatif tersebut. efisiensi energi dan konservasi energi. tanggal 15 Januari 2007. o o o KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. Sidang juga sepakat untuk memperluas kerjasama regional dengan memasukkan kerjasama civilian nuclear energy. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti 33 . yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. saling menguntungkan. produksi dan penggunaan bio-fuel. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. oil stockpiling. para Pemimpin EAS sepakat bahwa pembahasan mengenai energi harus mencakup elemenelemen energy security. isu yang menjadi fokus utama adalah energy security. Disepakati Proposal Korea mengenai kerjasama Clean Development Mechanism (CDM) untuk memperluas kesempatan bagi proyek-proyek CDM guna membantu mengurangi greenhouses gas emission (GHG) serta meningkatkan sustainable development melalui kegiatan capacity building. Pembahasan isu energy security dalam KTT ini diarahkan untuk mencapai tujuan bersama negara-negara EAS yaitu memastikan ketersediaan sumber energi yang terjangkau (affordable) bagi pembangunan di kawasan. natural gas serta New Renewable Energy (NRE) dan Energy Efficiency and Conservation (EE&C). saling menghormati. pengembangan networking serta sharing informasi. yaitu energy security. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. pendekatan tahap demi tahap dengan perspektif jangka panjang. telah disepakati kerjasama energi ASEAN + 3. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF). dengan kegiatan antara lain capacity building seperti training staff/personnel untuk civilian nuclear development di kawasan. Filipina. 2007. oil market. Untuk menegaskan komitmen kerjasama di bidang energi tersebut. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. perluasan sistem energi terbarukan. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. Dalam KTT tersebut.

kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT EAS mendatang. 27-28 Mei 2008. para Menteri sepakat untuk mempromosikan produksi dan penggunaan biofuels dan kerjasama regional yang tidak mengganggu ketahanan pangan. yang ditandai dengan dibentuknya Kelompok Kerja Badan-Badan UKM ASEAN (ASEAN Working Group on Small and Medium-size Enterprises Agencies). 3 September 2004. ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014 telah disahkan pada Sidang AEM ke-36 di Jakarta. Berdasarkan cetak biru tersebut telah dipilih lima bidang kerjasama strategis dalam pengembangan UKM ASEAN. untuk share pandangan mengenai policy approaches dan untuk menentukan langkah-langkah dalam meningkatkan pasar energi yang terintegrasi. implementasi SME Section dalam AEC Blueprint. SDM. Para Menteri juga sepakat bahwa rekomendasi laporan hasil studi Energy Market Integration in the East Asia Region perlu dipertimbangkan khususnya rekomendasi untuk mengadakan pertemuan forum konsultasi atau pertemuan-pertemuan lainnya. Para Menteri menugaskan ERIA untuk mengembangkan metodologi bagi assesment lingkungan dan social sustainability dalam produksi dan penggunaan biomass mengingat kondisi-kondisi khusus di kawasan. Pertemuan ini juga menyepakati bahwa pada tahap awal kerjasama ASEAN di bidang UKM akan terfokus pada sektor manufaktur. Disamping itu Para Menteri menyambut baik EAS Energy Outlook yang dipersiapkan oleh Economic Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). Energy Market Integration (EMI) dan Biofuels untuk transportasi dan tujuan-tujuan lainnya. inovatif dalam rangka menuju integrasi ekonomi ASEAN. para Menteri meminta ECTF untuk memperdalam studi mengenai Energy Market Integration untuk dilaporkan pada pertemuan EAS Energy Ministers Meeting mendatang. Kerjasama ASEAN di Sektor Usaha Kecil dan Menengah Kerjasama ASEAN di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah dirintis sejak tahun 1995. Hal ini dapat diwujudkan melalui suatu cooperative framework yang melibatkan secara aktif peran sektor swasta di ASEAN disamping meningkatkan budaya wirausaha. memberikan fasilitas kepada UKM untuk memperoleh akses informasi. disamping untuk memberikan kesempatan kepada UKM untuk berpartisipasi secara langsung dalam perdagangan intra ASEAN. Agustus 2008. tanggal 23 Agustus 2007. Tujuan-tujuan tersebut telah dituangkan dalam aktivitas-aktivitas ASEAN Small and Medium Enterprise Agencies Working Group (SMEWG) guna merealisasikan tujuan yang hendak dicapai dalam APBSD. para Menteri mendukung upaya-upaya yang berkesinambungan dari EAS Energy Cooperation Task Force (ECTF) untuk mengembangkan kerjasama melalui 3 (tiga) Work Streams kerjasama energi. telah dibahas beberapa hal yang mencakup: pembentukan common curriculum for entrepreneurship in ASEAN oleh Indonesia dan Singapura. rencana penyusunan ASEAN SME White Paper. Sidang sepakat bahwa 3 (tiga) work stream yaitu energy efficiency and conservation (EE & C). biofuels for transport and other purposes sebagai langkah awal untuk mengembangkan kerjasama dalam rangka energy security negara-negara anggota EAS. para Menteri mengharapkan agar ERIA dapat memperdalam analisisnya dan memberikan masukan agar kerjasama dalam hal energy effisiency and conservation lebih efektif. energy market integration. Kerangka kerjasama ini didasari oleh pemahaman bahwa UKM sebagian besar melaksanakan fungsinya sebagai industri pendukung bagi perusahaan-perusahaan besar. inovasi dan networking di kalangan UKM. yaitu Energy Efficiency and Conservation (EE & C). kredit dan keuangan serta teknologi modern. Pada Pertemuan pertama East Asia Summit Energy Ministerial Meeting (1st EAS EMM) di Singapura. Sidang ASEAN Economic Minister Meeting (AEM) ke-31 di Singapura tanggal 27 September–2 Oktober 1999 telah menyepakati kerangka kerjasama yang melibatkan UKM dalam ASEAN Industrial Cooperation (AICO). yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia. Dukungan 34 . dinamis. Sidang juga sepakat untuk terus mengembangkan kemungkinan kerjasama teknologi baru untuk biofuels serta melakukan upaya-upaya konkrit untuk merealisasikan kerjasama energy efficiency and conservation berdasarkan “voluntary basis” dan menyambut baik pembentukan Asia Biomass Research Core dan Asia Biomass Energy Cooperation Promotion Office di Jepang. Pada pertemuan SMEWG ke-22 di Singapura. Dan kerjasama dengan mitra wicara. Dalam kaitan ini. Dalam kaitan ini. Dalam kaitan ini. pasar. Dalam pertemuan pertamanya di Jakarta tanggal 24 April 1995 telah disahkan Rencana Aksi ASEAN bagi pengembangan UKM. Pada Pertemuan Kedua Asia Summit Energy Ministerial Meeting (2nd EAS EMM). Para Menteri sepakat menetapkan mengenai Asian Biomass Energy Principles sebagai pedoman untuk produksi dan pengunaannya di kawasan. Policy blueprint tersebut bertujuan untuk menjamin adanya transformasi UKM ASEAN yang memiliki daya saing.

telekomunikasi dan konstruksi dengan Brunei Darussalam sebagai koordinator. Indonesia. telah disepakati bahwa draft common curriculum for entrepreneurship in ASEAN akan diujicobakan di Myanmar dan Viet Nam sebelum diterapkan di seluruh negara-negara ASEAN. pengembangan infrastruktur. cluster pariwisata. merupakan salah satu bentuk keterkaitan (linkage) ekonomi antar daerah dengan memiliki unsur internasional. energi. Dari 20 proyek yang disepakati dalam APBSD. sembilan proyek diantaranya telah selesai. kehutanan dan lingkungan hidup serta energi. pariwisata. Kalimantan Barat. pembentukan KESR didasarkan pada prinsip keterbukaan dalam pembangunan wilayah (open regionalism) dan bukan pada pembentukan blok kawasan yang tertutup (building block). serta hal-hal berkaitan dengan prospek pengembangan UKM di tengah kemajuan kerjasama ekonomi ASEAN. Malaysia. dengan Malaysia sebagai koordinator. dan Sulawesi Utara). perikanan. Sektor kerjasama yang diprioritaskan adalah transportasi udara dan laut. Kerjasama BIMP-EAGA dibentuk untuk menarik minat para investor lokal dan asing untuk melakukan investasi dan meningkatkan perdagangan di kawasan timur ASEAN. Kawasan Pertumbuhan ASEAN Bagian Timur: Brunei. Kerjasama BIMPEAGA secara resmi dibentuk melalui penandatanganan Agreed Minutes pada pertemuan tingkat menteri di Davao City. kerjasama ASEAN di sektor UKM lebih difokuskan pada tindak lanjut proyek-proyek peningkatan kapasitas dan daya saing UKM di bawah payung Vientiane Action Plan dan ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014. Pertemuan BIMP-EAGA Summit ke-3 di Cebu pada tanggal 12 Januari 2007 menghasilkan sebuah Joint Statement for 3rd BIMP-EAGA Summit yang intinya antara lain menyepakati BIMP-EAGA 35 . Daerah anggota kerjasama tersebut lebih dari satu negara. pengembangan sumber daya manusia dan mobilitas tenaga kerja. Indonesia (Kalimantan Timur. Tujuan utama pembentukan sub-wilayah pertumbuhan adalah untuk memadukan kekuatan dan potensi-potensi tiap-tiap wilayah yang berbatasan sehingga menjadi wilayah pertumbuhan yang dinamis. sea linkages. perikanan. pengembangan sumber daya alam dan manusia. BIMP EAGA tersebut diikuti oleh empat negara di kawasan timur ASEAN yaitu Brunei Darussalam. Serawak. Untuk melibatkan pihak swasta secara aktif telah dibentuk forum khusus East ASEAN Business Council (EABC) di Davao City 15-19 Nopember 1994. dengan Indonesia sebagai koordinator. Pengembangan Teknologi. dan Filipina (Mindanao dan Palawan). dan cluster UKM dan finansial dengan Filipina sebagai koordinator. Pembagian area kerja BIMP-EAGA digolongkan dalam beberapa cluster. serta pengembangan industri. kehutanan. dan Penerapan Kebijakan yang Kondusif. sesuai dengan Agenda for Greater Economic Integration. tiga sedang berjalan. sering juga disebut sebagai segitiga pertumbuhan (growth triangle) atau wilayah pertumbuhan (growth area). Dalam konteks ASEAN. Berbagai kendala yang muncul dalam perkembangan kerjasama growth areas ini menjadi feed back bagi kemajuan skema pertumbuhan wilayah ini dan ASEAN terus mengupayakan inisiatif-inisiatif baru dalam kerangka pengembangan kerjasama tersebut seperti pembentukan ASEAN Mekong Basin Development Cooperation. tujuh dalam persiapan dan satu tidak dapat dilaksanakan. Ide tersebut kemudian disampaikan kepada PM Malaysia Mahathir Muhamad dan Presiden Soeharto. dan Filipina (BIMPEAGA) Ide pembentukan Wilayah Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA) pertama kali disampaikan oleh Presiden Filipina. Cluster bidang sumber daya alam yang terdiri atas agro-industry. Bantuan dalam Bidang Keuangan. Filipina.dalam Bidang Pemasaran. Fidel Ramos pada bulan Oktober 1992 untuk menghubungkan daerah Filipina Selatan dengan Wilayah Timur Indonesia dan Wilayah Timur Malaysia. 26 Maret 1994. Pada pertemuan SMEWG ke-23 yang telah berlangsung di Vientiane. Kerjasama Ekonomi Sub-Regional ASEAN Pelaksanaan Kerjasama Ekonomi Sub-Regional (KESR) dilakukan untuk mengambil manfaat dan saling melengkapi dalam mempercepat pembangunan ekonomi melalui peningkatan arus investasi. Tujuan pembentukan BIMP-EAGA adalah mengembangkan kerjasama sub-regional antara negara-negara anggota dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sub-kawasan tersebut. Dalam perkembangannya. yaitu: cluster bidang transportasi dan pembangunan infrastruktur yang membawahi air linkages. Proyek-proyek APBSD 2004-2014 yang belum dapat dilaksanakan pada umumnya disebabkan oleh belum jelasnya pendanaan bagi proposal yang telah masuk serta adanya permintaan sejumlah Mitra Wicara agar usulan proyek-proyek baru dapat dikaitkan dalam kerangka FTA dengan ASEAN. Kerjasama ekonomi sub-regional. Lao PDR bulan Nopember 2008. dan Labuan). kerjasama dengan negara-negara Mitra Wicara. Malaysia (Sabah.

kepegawaian. Hal tersebut akan selaras dengan inisiatif AEC dan bertujuan untuk memajukan proses integrasi ASEAN. iptek hingga kerjasama penanganan kebencanaan. b) Segitiga Pertumbuhan: Indonesia. dan jasa. menggerakkan sektor UKM bekerjasama dengan ADB serta meningkatkan peran pemuda dalam kerjasama sosial budaya. dukungan penguatan institusional IMT-GT. empat negara bagian Malaysia yaitu Perak. kesehatan. pariwisata. Sedangkan BCM terdiri dari pengusaha-pengusaha yang terlibat dalam kegiatan IMT-GT. penanganan isu kesehatan. 20 Juli 1993. menyepakati peningkatan keterlibatan pihak swasta untuk berpartisipasi pada BIMP-EAGA Business Council. penerangan. kepemudaan. dan ketenagakerjaan serta Yayasan ASEAN. kerjasama pegawai negeri. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dumai-Melaka). Komunitas Sosial Budaya ASEAN bersifat terbuka dan bergerak berdasarkan pendekatan kemasyarakatan (People-Centered approach): dari masyarakat. Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community) Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASSC) merupakan bagian dari tiga pilar penting yang saling terkait dan saling melengkapi dalam kerangka pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015. penanggulangan narkoba. Sebagai satu komunitas sosial budaya. ilmu pengetahuan dan teknologi. lingkungan hidup. riset. olahraga. dan pendidikan. Pilar Sosial Budaya ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat proses pengintegrasian di ASEAN dalam rangka mendukung upaya mewujudkan perdamaian di kawasan. Kedah. KERJASAMA SOSIAL DAN BUDAYA Kerjasama di bidang sosial-budaya menjadi salah satu titik tolak utama untuk meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”. mendorong penguatan peran Swasta dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan kerjasama IMT-GT. Straits of Malacca. masyarakat ASEAN akan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan pertumbuhan penduduk dan kemiskinan. Perlis dan empat belas provinsi Thailand Selatan. lingkungan hidup. penerangan. penanggulangan bencana alam. pengentasan kemiskinan. yaitu Sidang Pejabat Tinggi (Senior Officials Meeting-SOM) dan Business Council Meeting (BCM). perempuan. SOM melakukan pertemuan setahun sekali dengan didahului pertemuan BCM. dan dukungan peran ADB dalam IMT-GT. Kerjasama pertumbuhan tersebut diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperlancar arus perdagangan. Bersama-sama dengan Pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (ASEAN Political and Security Community) dan Pilar Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community). Hasil pertemuan BCM kemudian diajukan ke SOM. kebudayaan. Penang. Komunitas sosial budaya ASEAN mencakup kerjasama yang sangat luas dan multi-sektor. oleh masyarakat dan untuk masyarakat. dan Sumatera Barat. kerjasama pendidikan. kebudayaan. ketenagakerjaan. ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat. SOM terdiri dari pejabat-pejabat tinggi pemerintah dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian dan beberapa anggota teras BCM. pembangunan sosial. Secara struktural mekanisme kerjasama IMT-GT terbagi atas dua tingkatan. pendidikan. ASEAN akan berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi penduduknya dengan memperhatikan keseimbangan gender di 36 . Aceh. yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi. serta membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal. Malaysia dan Thailand (IMT-GT) Pembentukan Segitiga Pertumbuhan (Growth Triangle) IMT-GT dimulai dengan pertemuan bilateral tingkat menteri dan pejabat tinggi di Pulau Langkawi. Pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu telah diadakan pula KTT ke-2 IMT-GT yang menyepakati sebuah Joint Statement of the 2nd IMT-GT Summit yang intinya antara lain penetapan IMT-GT Roadmap for Development 2007-2011 dan penetapan empat IMT-GT Economic Corridors (extended SongkhlaPenang-Medan. Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kerjasama untuk memperkuat daya saing kawasan dengan cara meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan lingkungan hidupnya. Kerjasama sosial-budaya mencakup kerjasama di bidang kepemudaan. investasi & pariwisata. pembuatan database perdagangan. Malaysia. Banda Aceh-Palembang. mulai dari upaya pengentasan kemiskinan.Roadmap to Development yang meliputi percepatan penerapan flagship projects. meningkatkan kesejahteraan serta memperkokoh persaudaraan di kalangan masyarakat ASEAN. Dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang keberadaan ASEAN (ASEAN Awareness). investasi. Kerjasama segi tiga pertumbuhan tersebut melibatkan tiga provinsi Indonesia yakni Sumatera Utara.

Strategi Komunikasi (Communication Strategy) D.berbagai bidang. ASW ditingkatkan statusnya menjadi ASEAN Committee on Women (ACW). Kesuksesan implementasi ASCC Blueprint tentu memerlukan dukungan kuat dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. terdiri dari 94 action lines C. Kerjasama Bidang Sumber Daya Manusia dan Yayasan ASEAN a) Kerjasama Pemajuan Perempuan Isu mengenai perempuan mulai diangkat pada ASEAN Women Leaders Conference di Jakarta pada bulan Desember 1975. Masyarakat ASEAN juga perlu menumbuhkan rasa saling menghormati dan solidaritas yang lebih besar sehingga warga ASEAN akan berkembang menjadi komunitas yang saling peduli dan berbagi (a Caring and sharing Community). Pembangunan Manusia (Human Development). pengendalian penyebarluasan penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba. ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia. Mekanisme Review (Review Mechanism) Segera setelah disahkan. membangun kualitas hidup yang lebih baik. terdiri dari 50 action lines F. mulai dari Pemerintah. terdiri dari 98 action lines E. Rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN memuat enam elemen utama (Core Element) & 348 Rencana Aksi (Action-lines). Mekanisme Pelaksanaan (Implementation Mechanism) B. warga ASEAN harus menciptakan “rasa ke-kita-an” (“We Feeling”) yang begitu penting bagi manusia dalam membentuk sebuah komunitas. kalangan Masyarakat Madani maupun anggota masyarakat secara luas. meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan “rasa ke-kita-an” tersebut. terdiri dari 28 action lines D. Membangun Identitas ASEAN (Building ASEAN Identity). ASEAN telah menyusun suatu Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN SocioCultural Community Blueprint) yang akan disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand (Februari 2009). Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial (Social Welfare and Protection). Dengan demikian. Karakteristik dan Elemen-elemen (Characteristic and Elements) A. Guna mewujudkan semua itu. Pertemuan pertama ASEAN Standing Committee di Manila tahun 1975 membentuk ASEAN Sub-Committee on Women (ASW). Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN diharapkan dapat segera diintegrasikan kedalam perencanaan pembangunan di masing masing negara ASEAN dan diimplementasi di tingkat nasional dan daerah. meskipun isu yang dibahas sangat sensitf. Untuk dapat melaksanakan kerjasama yang baik di seluruh sektor pemerintahan maka ASEAN terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan kapabilitas pegawai negeri dan good governance serta meningkatkan keterlibatan masyarakat madani (civil society). terdiri dari 8 action lines Pelaksanaan dan Review Cetak Biru ASCC (Implementation and Review of the ASCC Blueprint) A. ASEAN akan dapat menyelesaikan segala sengketa secara damai dan bersahabat. solidaritas. masyarakat ASEAN akan lebih mengenali benang merah yang ada di dalam budayabudaya mereka yang sangat beragam dan akan lebih mampu menghargai identitas nasional satu sama lain. antara lain di bidang pendidikan. 37 . kemitraan dan rasa kepemilikan masyarakat (We Feeling) terhadap ASEAN. Cetak biru diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam memperkuat integrasi ASEAN yang berpusat pada masyarakat (people-centred) serta memperkokoh kesadaran. Mempersempit Jurang Pembangunan (Narrowing the Development Gap). penurunan kualitas lingkungan dan polusi lintas batas. Penyusunan rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN ini dimaksudkan untuk memberian pedoman (guidelines) bagi negara anggota ASEAN dalam persiapan menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN tahun 2015 melalui pilar sosial budaya. Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilisation) C. Hak-Hak dan Keadilan Sosial (Social Justice and Rights). Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint) Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan terbentuknya ASEAN Socio-Cultural Community (ASSC). aman dan damai. serta terus melakukan pengawasan penyebaran wabah penyakit. terdiri dari 60 action lines B. Memastikan Pembangunan yang Berkelanjutan (Ensuring Environmental Sustainability). warga ASEAN akan dapat mewariskan kepada generasi-generasi selanjutnya sebuah kawasan Asia Tenggara yang sejahtera. bukan saja sebagai kawasan yang bebas tetapi juga mampu mengelola sengketa dengan bijaksana. Struktur Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN adalah sebagai berikut: Pengantar (Introduction) II. Selanjutnya pada Pertemuan ke-20 ASW tahun 2001.

tahun 2004. Kegiatan dalam bidang kepemudaan juga melibatkan LSM dengan dibentuknya Committee for ASEAN Youth Cooperation (CAYC). Promoting NGO Involvement and Other non project activities). maka negara anggota telah membahas kemungkinan pembentukan Commission of the Promotion and Protection of the right of Women and Children pada Joint Round Table Discussion tanggal 7-8 April 2008. 38 . Promoting ASEAN Awareness and Civic Responsibility / Youth Leadership. Sehubungan dengan upaya ASEAN untuk membentuk ASEAN Human Right Body. iv. dan bila Badan HAM ASEAN sudah dapat dibentuk. yang merupakan tindak lanjut dari Yangoon 2000 Declaration on Preparing ASEAN Youth for the Challenges of Globalization. dan iii. terdapat tiga deklarasi penting ASEAN yang terkait dengan isu perempuan dan telah disahkan. maka Komisi tersebut akan menjadi bagian dari Badan HAM ASEAN. tahun 2004. yaitu: i. Selanjutnya pada tahun 2001. terdapat dua Work Plan yang telah disusun dan disahkan sebagai tindak lanjut dari deklarasi-deklarasi yang dihasilkan. Hal ini menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN dalam meningkatkan upaya peranan perempuan pada usaha kecil menengah (UKM). Dalam kaitan ini terdapat 4 bidang prioritas. BPFA and MDGs pada tanggal 15-16 November 2006 di Jakarta. Promoting Employability of Youth. serta Pelaksanaan Rencana Kerja Declaration on the Elimination of Violence Against Women (DEVAW). Work Plan to Operationalize the Declaration on the Elimination of Violence against Women in ASEAN sebagai tindak lanjut dari Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW) 2004. Pelaksanaan program kerjasama pemuda ASEAN diselaraskan dengan Work Programme on Preparing ASEAN Youth for Sustainable Employment and Other Challenges of Globalisation. Sejauh ini. dan Other Issues (Information Exchange. Gender Dimension of Globalisation and Regional Integration. The Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW). Sementara menunggu terbentuknya Badan HAM ASEAN. tahun 1988. Work Plan on Women’s Advancement and Gender Equality (2005-2010) sebagai tindak lanjut dari 1988 Declaration on the Advancement of Women in the ASEAN Region. Indonesia telah mengambil insiatif dengan menyelenggarakan ASEAN High Level Meeting on Gender Mainstreaming within the Context of CEDAW.Dari sisi perkembangan regional policy framework. Policy Development. b) Kerjasama Bidang Pemuda Kerjasama ASEAN di bidang kepemudaan dimulai sejak diselenggarakannya Konferensi Pemuda tanggal 15-17 September 1975. ii. yakni: i. Pertemuan ke-5 ACW tahun 2006 di Singapura mengangkat tema “Membangun Kemitraan melalui Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di ASEAN”. Tahun 1998 Expert Group on Youth berubah nama menjadi ASEAN Sub-Committee on Youth (ASY). The Declaration against Trafficking in Persons Particularly Women and Children. Indonesia mengharapkan pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak kiranya dapat dilakukan. yaitu: i. pada tanggal 3-4 April 2007 di Bangkok telah dilaksanakan Regional Consultative on the Establishment of ASEAN Commission on the Protection of the Rights of Women and Children yang bertujuan menghimpun masukan dari unsur pemerintah dan non pemerintah. ii. Kerjasama ASEAN dalam bidang perempuan menunjukkan perkembangan yang berarti. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement dan komitmen negara-negara ASEAN untuk menguatkan kapasitas institusi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai konsep dan penerapan pengarusutamaan gender serta meningkatkan kerjasama regional dalam pengawasan dan evaluasi efektifitas pengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi pembangunan. status ASY ditingkatkan menjadi ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY). iii. Beberapa hal pokok yang dibahas antara lain: Third Regional Report on the Advancement of Women in ASEAN. Dalam perkembangannya. Declaration on the Advancement of Women in ASEAN. telah dibentuk Expert Group on Youth dan disepakatinya Declaration of Principles to strengthen ASEAN Collaboration on Youth pada tahun 1983. Dalam upaya itu. dan ii.

Pelaksanaan kegiatan mengenai pemuda sebenarnya menjadi tanggung jawab SOMY namun mengingat kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas sektoral. kewirausahaan. Senior Officials Meeting on Transnational Crimes (SOMTC). Tema utama VAP adalah untuk mencapai komunitas sosial budaya ASEAN “ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)” yang bertujuan untuk “nurturing human. ASEAN and China Cooperative Operations in Response to Dangerous Drugs (ACCORD).Bidang prioritas tersebut kemudian juga tersirat dalam kesepakatan “Vientienne Action Programme (VAP)” yang disepakati oleh para Kepala Negara pada KTT ke-10 tanggal 29-30 November 2004 di Vientiane. maka implementasi juga melibatkan sectoral bodies lainnya yang mulai dikoordinasi melalui Coordinating Conference for the ASEAN Socio-Cultural Community (SOCCOM) sejak pertemuan di Sekretariat ASEAN Jakarta. VAP merekomendasikan program kegiatan bagi pemuda antara lain untuk meningkatan partisipasi pemuda dalam angkatan kerja. Sidang ke-5 para Menteri Pemuda se-ASEAN yang bertema “Youth: Creating Our Future Together” menghasilkan kesepakatan bahwa pemuda mempunyai peranan penting menentukan masa depan kawasan ASEAN. Lao PDR. oleh karena itu sudah waktunya bagi para pemuda untuk menampilkan peranannya mulai dari sekarang. inti dari kerjasama penanggulangan. yang dipertegas dalam Rencana Aksi Komunitas Sosial-Budaya. Rekomendasi Kaukus Pemuda disampaikan secara langsung kepada Para Menteri Pemuda se ASEAN pada Sidang tersebut. Para pemuda ASEAN yang tergabung dalam Kaukus Pemuda tersebut mengadakan diskusi secara khusus. Upaya di tingkat regional tersebut diselaraskan dengan langkahlangkah di tingkat nasional yang menetapkan pencapaian Kawasan Bebas Narkoba Indonesia 2015. 25-26 April 2007. Republik Korea dan China (Plus Three). ASEAN juga melibatkan kerjasama dengan Mitra Wicara dalam upaya pemajuan pemuda di kawasan seperti dengan China. Untuk pertama kalinya pada Sidang ke-5 Para Menteri Pemuda se-ASEAN diselenggarakan Kaukus Pemuda. dan juga India. yang dilanjutkan dengan Pertemuan ke-4 SOMTC + 3 Working Group Meeting on Narcotics. dan ASEAN-EU SubCommittee on Narcotics. Dalam Pertemuan ASOD ke-29 dihasilkan pula sejumlah rekomendasi dari working group. telah sepakat untuk mempertimbangkan aspirasi para pemuda dalam pengambilan kebijakan dan keputusan guna mencapai visi ASEAN. Pertemuan ASOD + India Consultation dan Pertemuan ke-5 ACCORD Joint Task Force. pada bulan November 2006. Berbagai program yang telah terlaksana dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala antara lain: ASEAN – Korea Youth Exchange Programme: ASEAN Youth visit to Korea Regional Capacity Building Workshop to Promote Youth-Initiated (ICT) Enterprises ASEAN Youth Leadership Development Programme (AYDLP) ASEAN – China: ASEAN-China Youth Civil Servants Exchange Programme Bridge of Youth: ASEAN In Our Hands Program Kapal Pemuda ASEAN–Jepang Japan East Asia Network for Exchange Programme (JENESYS) ASEAN – India: ASEAN Youth Visit to India ASEAN Youth Creativity Expo East Asia Youth Leadership Programme c) Kerjasama Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Obat-obat Terlarang (P4GN) Secara umum. pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di tingkat regional ASEAN diarahkan pada upaya realisasi komitmen A Drug Free ASEAN 2015 (Kawasan Bebas Narkoba ASEAN 2015). antara lain: 39 . Prioritas kerjasama pemuda terutama adalah “Building a Community of Caring Societies” dan “Managing the Social Impact of Economic Integration” dan “Promoting an ASEAN Identity”. Rangkaian pertemuan membahas berbagai proyek kerjasama untuk peningkatan kapasitas dan kerjasama dalam P4GN serta peningkatan kerjasama dengan Jepang. Para Menteri Pemuda se-ASEAN dalam Sidangnya yang ke-5 di Singapura. mengenai isu pendidikan. meningkatkan kesadaran dan identitas tentang ASEAN (”ASEAN awareness”) melalui program Youth Camp dan pertukaran pemuda. lingkungan hidup serta keterlibatan pemuda dalam masyarakat. Pada tanggal 25-26 Agustus 2008 diadakan Pertemuan ke-29 ASOD di Bandar Seri Begawan. cultural and natural resources for sustained development in a harmonious and people-centred ASEAN” dengan jangka waktu 2004 -2010. Penanganan kejahatan lintas negara di bidang narkoba dibahas dalam ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD). Brunei Darusssalam. Jepang dan Republic of Korea (RoK).

A. dan pelayanan sosial untuk mengentaskan kemiskinan serta perlunya komitmen politis untuk kesinambungan AD. Indonesia memberi rekomendasi agar dilakukan kerjasama dengan pabrik pengguna zat Toluene untuk mencari zat pengganti. kredit usaha kecil. pada 15 Desember 1997 di Kuala Lumpur. d) Kerjasama Bidang Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) Pembentukan Yayasan ASEAN merupakan tindak lanjut dari keputusan para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-5 di Bangkok tahun 1995. agar perundang-undangan domestik dan internasional lebih dipahami. dan Dr. Direktur Eksekutif dipilih berdasarkan seleksi terhadap calon memenuhi kualifikasi dengan tugas mengepalai Sekretariat dan bertanggung jawab kepada Dewan Penyantun. yakni: ASEAN Inter-Parliamentary Association (AIPA). Uriarte. Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN tahun 2008 – 2010 adalah Dr. menentukan prioritas-prioritas dan mengesahkan anggaran tahunan serta persetujuan proyek. bukan hanya pengganti opium. pendidikan. melalui pembangunan SDM. (ii) Working Group on Preventive Education (PE) (dipimpin Filipina) merekomendasikan agar Indonesia membagi pengalaman dengan Negara anggota lainnya dalam kemitraan dengan media. Dari Filipina. kesehatan. China. Dewan Penasehat (Council of Advisor). Setiap negara anggota mempunyai seorang wakil di Dewan Penyantun yang bertugas membuat kebijakan. Direktur Eksekutif sebelumnya dijabat oleh Dubes Wisber Loeis – Indonesia (1998-2001). agar dilakukan pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki infrastruktur. Dewan Penasehat bertugas memberikan masukan dan rekomendasi kepada Dewan Penyantun. Prof. Mitra Wicara ASEAN yaitu pemerintah Jepang melalui Japan ASEAN Solidarity Fund. 40 . Yayasan didukung dengan dana abadi dan dana operasional (endowment fund and operational fund) yang didapat dari kontribusi negara-negara anggota ASEAN. yaitu Dewan Penyantun (Board of Trustees/BOT). Yayasan ASEAN mempunyai tiga organ penting. agar lebih banyak penelitian kegiatan yang bernilai ekonomi. Kanada (International Development Research Centre) dan dari sektor swasta yaitu Microsoft Indonesia dan Hewlett Packard. Republik Korea. ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN. Direktur Eksekutif bertugas mewakili Yayasan ASEAN dalam segala kegiatan yang bersifat administratif maupun operasional. Agar ASOD mencari proyek mengenai pendidikan bagi remaja sebagai inisiatif lintas sektoral. Untuk dapat melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatannya. (iv) Working Group on ”Law Enforcement” (dipimpin Thailand) merekomendasikan Workshop “Legal Matters for “Drug Control” bagi anggota ACCORD. Berdasarkan Revised Memorandum of Understanding on the Establishment of the ASEAN Foundation tertanggal 25 Juli 2000. Jr.(i) Working Group on ”Alternative Development” (AD) (dipimpin Indonesia). pemasaran produk dan pertukaran pengalaman. misalnya keringat dan deteksi napas manusia untuk menguji adanya zat Toluene dalam deteksi penyalahgunaan narkoba dengan cara dihirup. Perancis. Maksud pembentukan Yayasan ASEAN adalah untuk meningkatkan posisi kerjasama sosial budaya yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi ASEAN. Apichai Sunchindah – Thailand (2005-2007). peningkatan Iptek dan kesadaran sosial. Ruben C. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan INTERPOL dan International Federation of Non Government Organizations for the Prevention of Drugs and Substances Abuse (IFNGO). F. Pertemuan ASOD ke-29 juga dihadiri berbagai lembaga terkait. (v) Working Group on “Research” (dipimpin Singapura) merekomendasikan penjajagan penggunaan cairan biologi selain urine. Umaly – Filipina (2002-2005). dan Direktur Eksekutif (Executive Director). (iii) Working Group on ”Treatment and Rehabilitation” (TR) (dipimpin Malaysia) terutama merekomendasikan antisipasi penyalahgunaan narkoba melalui dihirup dan agar industri bahan kimiawi mendukung program TR dari pemerintah. merekomendasikan agar program AD yang berkelanjutan difokuskan juga pada tanaman pengganti ganja. Dr. MoU pendirian Yayasan ASEAN.

interaksi diantara masyarakat (people – to – people interaction) dan kolaborasi yang lebih erat dengan sektor swasta. dan stakeholder lain di kawasan. Pada waktu ini Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN melakukan inisiatif baru menjajagi kerjasama dengan organisasi internasional seperti Asian Development Bank. Jepang dan Republik Korea) di bidang pegawai negeri dan mengesahkan proposal Indonesia dan Singapura mengenai diadakannya Forum on Civil Service Accountability and Good Governance yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin sebelum pelaksanaan Main Conference atau Technical Meeting ACCSM setiap tahun. Tantangan yang dihadapi oleh Yayasan ASEAN adalah kemandirian dalam pembiayaan operasional Yayasan ASEAN. Yayasan ASEAN diharapkan lebih proaktif dalam mengadakan kegiatankegiatan penggalangan dana dan meningkatkan ASEAN Awareness di masyarakat ASEAN serta dan lebih aktif mengundang sektor swasta untuk berpartisipasi dalam kegiatan Yayasan ASEAN. Dalam memperingati usia Yayasan ASEAN yang ke-10 telah dilakukan survey ASEAN Awareness dikalangan mahasiswa berbagai universitas di negara anggota. pelatihan dan penelitian dibidang administrasi publik dan hal lain yang berhubungan dengan kebijakan pegawai di lingkungan ASEAN. Pada Pertemuan ke-14 ACCSM yang diadakan di Bali pada bulan Oktober 2007 dan Technical Meeting dan Informal Meeting yang diadakan pada bulan Oktober 2008 di Bukittinggi. UNAIDS dan UNIFEM serta berbagai sektor swasta di negara anggota ASEAN. Dengan diberlakukannya Piagam ASEAN. dimana tuntutan publik akan pelayanan birokrasi yang baik. United Nations Economics and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). Hal ini tercermin dari berbagai proyek kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang bersifat regional bagi masyarakat (grass root) ASEAN serta proyek berkaitan dengan Initiative for ASEAN Integration (IAI). Pertemuan telah mengesahkan ACCSM Work Plan (2008-2012) dan Technical Committee bertugas untuk menyusun langkah strategi untuk melaksanakan Work Plan dimaksud. Oleh karena itu. Adapun mekanisme ACCSM meliputi kegiatan-kegiatan antara lain: konferensi/seminar tingkat para pimpinan (pejabat tinggi pemerintahan) maupun pakar dibidang pelayanan umum. masyarakat madani. Piagam ASEAN memberi mandat kepada Yayasan ASEAN untuk mendukung pembangunan masyarakat ASEAN dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai identitas ASEAN. ekonomi. e) Kerjasama Bidang Kepegawaian dan Administrasi Dibentuknya ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) pada tahun 1981 mempunyai tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman kerja serta memperbaiki efisiensi dan efektivitas manajemen publik yang dalam fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sesuai usulan Indonesia. kelembagaan dan pengembangan SDM. pertemuan menyepakati bahwa ACCSM dimasukkan dalam bagian Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Kerjasama Kebudayaan. dibentuk ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI) yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama yang efektif di bidang kebudayaan dan penerangan dalam rangka meningkatkan saling pengertian (mutual understanding) dan solidaritas diantara masyarakat ASEAN. Penerangan. pertukaran kunjungan antara pejabat pemerintahan. Pertemuan menyambut baik usulan Indonesia untuk menjajagi kemungkinan menjalin kerjasama dengan negara-negara Plus Three (China. Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan di era globalisasi. Berdasarkan hasil survey terbatas tersebut diketahui bahwa masyarakat belum sepenuhnya menyadari keberadaan ASEAN. pertukaran informasi. cepat dan sederhana semakin besar sehingga perlu adanya corporate culture values melalui peningkatan kapasitas. tema the 14th ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) adalah “Developing Corporate Culture in Public Service towards ASEAN Community 2015”. Pada tahun 2007 – 2008 Indonesia menjadi Ketua ACCSM ke-14. akan dilakukan penyesuaian terhadap MOU. dan Pendidikan a) Kerjasama Bidang Kebudayaan dan Penerangan Kerjasama ASEAN di bidang kebudayaan dan penerangan pada awalnya ditangani oleh Komite Tetap Kegiatan Sosial Budaya (Permanent Committee on Socio-Cultural Activities) dan Komite Tetap Media Massa (Permanent Committee on Mass Media) yang didirikan tahun 1972. disadari bahwa pegawai negeri memiliki peranan penting dalam berbagai aspek pembangunan dan kerjasama regional yang meliputi bidang politik dan keamanan. pengalaman dan best practices. ASEAN-COCI bersidang sekali dalam setahun untuk membahas proposal kegiatan dan melakukan 41 . Oleh karena itu maka perlu dilakukan berbagai upaya tambahan untuk memasyarakatkan ASEAN.Dalam perkembangannya Yayasan ASEAN telah melakukan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mendorong adanya kepedulian dan partisipasi yang luas dari masyarakat ASEAN. akadimisi. sosial. Baru pada tahun 1978. mengingat berdasarkan Piagam ASEAN Yayasan ASEAN akan berada di bawah koordinasi Sekretariat ASEAN.

” ditegaskan peran penting informasi dan media dalam mendukung upaya integrasi ASEAN dan mencapai tujuan ASEAN sebagaimana terkandung dalam VAP. ACF bersifat endowment fund. Guna mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan COCI. ACF juga menerima sumbangan dari negara-negara anggota ASEAN. dan sejarah. ii) ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA) Untuk membahas kerjasama kebudayaan ASEAN di level Menteri. 13-16 Oktober 2008. pertunjukan seni. pada tahun 1978. yang telah ditandatangani pada forum ASEAN-China Ministers Responsible for Information di Nanning. Hasil workshop juga menjadi bahan masukan bagi penyusunan Memorandum of Understanding between ASEAN-China on Information and Media Cooperation (Nota Kesepahaman Kerjasama Informasi dan Media antara ASEAN dan China). pemuda dan pejabat pemerintah ASEAN dan Republik Korea yang secara teratur dilakukan setiap tahunnya. i) ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) AMRI merupakan pertemuan tingkat menteri yang bertugas membahas masalah kebijakan di tingkat regional dan melakukan evaluasi umum terhadap kegiatan kerjasama yang dilaksanakan. Dalam pertemuan AMCA 42 . yang berhasil menyepakati ASEAN-China Work Plan to Enhance ASEAN-China Cooperation through Information and Media 2006-2010. Pertemuan juga membahas perluasan kerjasama ASEAN di bidang penerangan di masa depan dengan melibatkan negara-negara “Plus Three” (China. Dalam kaitan memperluas kerjasama penerangan ASEAN tersebut. Jepang merupakan negara Mitra Wicara pertama yang memberikan kontribusi kepada ACF sebesar ¥5 milyar yang menjadi dana abadi ACF. yaitu Sub-Committee on Culture (SCC) dan Sub-Committee on Information (SCI) yang masing-masing bersidang dua kali dalam setahun. ASEAN Culture Week. telah diadakan Workshop on Enhancing ASEAN-China Cooperation through Information and Media di Jogjakarta bulan Mei 2006. setiap dua tahun sekali diadakan forum ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA). China. Program dimaksud meliputi langkah-langkah promosi kesadaran ASEAN dan identitas regional ASEAN. kerjasama kebudayaan dan penerangan ASEAN diarahkan pada program “Promoting an ASEAN Identity”. Kerjasama informasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran dan saling pengertian antara masyarakat di negara-negara ASEAN di berbagai bidang seperti politik. Kerjasama dengan India meliputi pertukaran kunjungan antar jurnalis ASEAN dan India. ASEAN Quiz serta pertukaran kunjungan antar seniman ASEAN. ekonomi. yang meliputi antara lain pameran. Filipina. Kerjasama dengan Korea Selatan di bawah Future Oriented Cooperation Projects (FOCP) meliputi pertukaran kunjungan antar seniman.evaluasi pelaksanaan proyek yang telah dilaksanakan. ASEAN Youth Camp. para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Culture Fund (ACF). yang berarti hanya bunga pengelolaan dana tersebut yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan COCI. Sedangkan kegiatan di bidang informasi dilakukan antara lain melalui pertukaran berita di antara negara-negara ASEAN yang ditayangkan pada televisi nasional di masing-masing negara ASEAN (ASEAN TV News) dan penyiaran berita dan informasi mengenai ASEAN melalui radio-radio nasional (ASEAN in Action). serta publikasi berbagai kegiatan kebudayaan. dibentuk dua Sub-Committee dibawah COCI. Sesuai dengan amanat Rencana Aksi Sosial Budaya Viantiane Action Programme (VAP). Berbagai kegiatan ASEAN di bidang kebudayaan yang telah dilakukan antara lain workshop dan simposium di bidang seni dan budaya. negara-negara Mitra Wicara lainnya dan organisasi-organisasi internasional. kebudayaan. 10-14 Mei 1999. insan media. Republik Korea dan Jepang). Pada Pertemuan ke-34 ASEAN-COCI di Manila. pemeliharaan dialog bagi terciptanya suatu pengertian yang lebih mendalam akan peradaban. Sidang tersebut diadakan setiap dua tahun dan didahului oleh sidang setingkat pejabat tinggi (SOM). pertukaran tenaga ahli dan peneliti. ASEAN juga melakukan kerjasama di bidang kebudayaan dan penerangan yang erat dengan negara-negara Mitra Wicara. pelestarian dan promosi warisan budaya ASEAN. kebudayaan. Jabatan Ketua ASEAN-COCI dipegang secara bergilir dengan periode kepemimpinan tiga tahun. Pada Pertemuan AMRI ke-9 bulan Mei 2007 di Jakarta dengan tema “Staying Connected to Advance A Sharing and Caring Community in ASEAN through Media. serta promosi peran ASEAN dalam komunitas internasional. seminar. Penggunaan dana ACF dimonitor oleh advisory committee yang beranggotakan pejabat-pejabat dari negara-negara anggota ASEAN. Selain itu juga telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) on ASEAN-China Cultural Cooperation yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan China di bidang kebudayaan. dan agama-agama di ASEAN.

13-14 Oktober 2003. AUN dibentuk dengan tujuan memajukan sumber daya manusia. khususnya dengan memperkuat jaringan kerjasama antar 43 . Myanmar. mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara AUN dengan SEAMEO-RIHED (Regional Centre for Higher Education and Development). Agenda yang dibahas terkait dengan penyusunan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). Gagasan untuk mengadakan pertemuan ASEAN Ministers of Education (ASED) secara back-toback dengan pertemuan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) muncul pada pertemuan SEAMEO di Bangkok tahun 2005. 26 – 27 September 2001. b) Kerjasama Bidang Pendidikan Kerjasama bidang pendidikan di wilayah Asia Tenggara dimulai dengan pembentukan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) tanggal 30 November 1965. ASEAN Cultural City/Capital dan ASEAN Cultural Week. Pertemuan ke-3 AMCA berlangsung pada tanggal 12 -13 Januari 2008 di Nay Pyi Taw. melalui pertukaran pelajar/mahasiswa dan akademisi. Sedangkan kerjasama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh ASEAN Committee on Social Development (COSD). pelatihan bahasa Inggris. menyepakati strategi dasar dalam upaya mewujudkan Komunitas ASEAN melalui kerjasama pendidikan guna meningkatkan kesadaran (promoting awareness) dan saling pengertian (understanding). Menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan di ASEAN. menggunakan common content untuk bahan-bahan pelajaran mengenai ASEAN di sekolah dasar dan menengah pertama. yaitu pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pengembangan UKM terkait budaya dan seni. Malaysia. serta pelatihan kejuruan dan teknis. penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan.pertama di Kuala Lumpur. dan memfokuskan kerjasama ke depan dalam upaya mencapai Education For All (EFA) tahun 2015. Pertemuan ASED pertama dilaksanakan di Singapura pada bulan Maret 2006. yang dapat meningkatkan competitiveness masing-masing negara anggota maupun ASEAN sebagai organisasi regional. The 3rd ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) diselenggarakan di Kuala Lumpur. yang kemudian diubah menjadi ASEAN Sub-Committee on Education (ASCOE). Jejaring regional (regional framework) dimaksud akan difokuskan pada kegiatan-kegiatan untuk memajukan ASEAN awareness di sekolahsekolah. untuk pertama kalinya diadakan pula pertemuan dengan China. disepakati agar Sekretariat ASEAN. 24 November 2006. Selain itu disepakati pula untuk mengembangkan ASEAN Scholarship Program. dan Mengupayakan substansi pendidikan terefleksi dalam ASEAN Charter. kerjasama pendidikan dibahas dalam forum Pertemuan Pejabat Senior Pendidikan ASEAN (ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED). membangun identitas ASEAN dan lingkungan yang multi-kultural. Jepang dan Korea Selatan dalam kerangka AMCA+3. Selanjutnya pada AMCA ke-2 tahun 2005 di Bangkok. Sekretariat SEAMEO dan Sekretariat ASEAN University Network (AUN) bekerjasama untuk mengembangkan jejaring regional (regional framework) guna mendukung ASEAN Community Building. Pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) kedua berlangsung di Bali tanggal 16 Maret 2007. disepakati wilayah prioritas kerjasama kebudayaan ASEAN. termasuk mempromosikan ASEAN Studies di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Thailand. ASEAN University Network Forum kerjasama lain di bidang pendidikan adalah ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerjasama antar universitas terkemuka di ASEAN. dan diubah lagi menjadi ASEAN Committee on Education (mempergunakan akronim yang sama: ASCOE) pada sidang ke-9 ASCOE di Vientiane. Di level teknis. Laos. serta kerjasama penelitian antara peneliti dengan akademisi. yang tidak hanya berada pada pilar sosial budaya melainkan mencakup ketiga pilar Komunitas ASEAN. Kerjasama diwujudkan antara lain dengan kegiatan pertukaran mahasiswa dan peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga pengajar. yaitu bagaimana work plan yang disusun di level teknis SOMCA (Senior Officials Meeting on Culture and Arts) dapat bersinergi dengan ASCC Blueprint agar secara signifikan kerjasama kebudayaan dibawah AMCA dapat memberi kontribusi dalam pembentukan ASEAN Socio-Cultural Community 2015. membahas antara lain hal-hal berikut: i) ii) iii) Menghidupkan kembali ASEAN Student Exchange Programme pada tahun 2008 dan seterusnya sampai 2013. membahas antara lain kerjasama dalam peningkatan standar pengajaran. Pertemuan juga menyepakati sejumlah kegiatan seni budaya untuk meningkatkan ASEAN Awareness dan Identity: Showcase of the best of ASEAN’s arts and culture. 15 Maret 2008. Dalam SOM-ED di Bangkok.

ASEAN-EU University Network Programme. Beberapa program kerja utama yang akan dilaksanakan antara lain adalah (a) memperkuat kolaborasi dan jaringan kerjasama dengan berbagai institusi riset dan pengembangan. Initiative on ASEAN Integration (IAI) “Higher Education Management in CLMV Countries” dan AUN Intellectual Property Network (AUNIP Network). AUN Distinguished Scholars Programme. ASEAN Graduate Business and Economic Programme (AGBEP Network). riset dan teknologi dalam kerangka ASEAN telah terbentuk sejak tahun 1967 sebagai bagian dari program ASEAN-help-ASEAN Initiative. Institute of Economics. iii. dan ix. Sub-Committee on Marine Sciences and Technology (SCMSAT). Science & Technology (SCFST). baik yang ada di tingkat regional maupun global (b) meningkatkan intensitas kegiatan penelitian iptek termasuk melalui pertukaran tenaga ahli dan pemberian beasiswa (c) memperkuat kerjasama alih teknologi serta (d) memperkuat pembangunan dan pemanfaatan ‘digital content’ Kerjasama Iptek ASEAN ditangani oleh ASEAN Committee on Science and Technology (COST) dan diperkuat dengan sembilan Sub-Komite sektoral. Ide pembentukan AUN muncul pada KTT ke-4 ASEAN di Singapura. National University of Lao (Laos). yang hanya melibatkan negara anggota ASEAN. yaitu: i. AUN Quality Assurance (AUN-QA). Januari 1992. Nanyang Technological University (Singapura). Ketua ASCOE. iv. viii. Sub-Committee on Meteorology & Geophysics (SCMG). Thailand. Sementara kerjasama dengan mitra wicara ASEAN antara lain: ASEAN-China Academic Cooperation and Exchange Programme. Burapha University (Thailand). The ASEAN-RoK Academic Exchange Programme. Sekjen ASEAN. Filipina. National University of Singapore. BOT beranggotakan wakil dari seluruh negara anggota ASEAN yang ditunjuk oleh pemerintah masing-masing. ASEAN-Post-doctoral Fellowship Programme. dan Direktur Eksekutif AUN. vi. ii. Lingkungan Hidup dan Bencana Alam a) Kerjasama Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kerjasama ilmu pengetahuan. v. AUN-Southeast Asia Engineering Education Development Network. vii. International College Student Exchange Programme between and ASEAN Nations. Sub-Committee on S&T Infrastructure and Resources Development (SCIRD). De La Salle University (Filipina).universitas dan lembaga pendidikan di ASEAN. maupun yang mengikutsertakan negara-negara mitra wicara. Viet Nam National University-Ha Noi dan Viet Nam National University-Ho Chi Minh City (Viet Nam). sementara perjanjian pembentukan AUN ditandatangani pada bulan November 1995. Universiti Sains Malaya. Universitas Gadjah Mada (Indonesia). Dalam kerangka AUN dilakukan berbagai kegiatan kerjasama pendidikan. AUN Educational Forum and ASEAN Young Speaker Contest. 44 . participating universities. Struktur AUN terdiri dari Board of Trustees (BOT). dan sebuah Sekretariat yang berpusat di Bangkok. 20-22 Juni 1995. Sub-Committee on Non Conventional Energy Research (SCNCER). University of the Philippines. ASEAN Youth Cultural Forum. Sub-Committee on Biotechnology (SCB). University of Yangon (Myanmar). Sub-Committee on Space Technology and Application (SCOSA). Sub-Committee on Materials Science & Technology (SCMST). yang pembentukannya disesuaikan dengan bidang-bidang kerjasama yang menjadi prioritas ASEAN. Promotion of ASEAN and Korean Studies. Universiti Malaya (Malaysia). Universitas-universitas yang tergabung dalam AUN sampai saat ini adalah University Brunei Darussalam (Brunei Darussalam). Charter AUN yang dirancang oleh Sekretariat ASEAN dan ASCOE disepakati pada sidang ASCOE ke-3 di Manila. Collaborative Research. Sub-Committee on Food. Sub-Committee on Microelectronic and Information Technology (SCMIT). Royal University of Phnom Penh (Kamboja). Chulalongkorn University. ASEAN berupaya untuk mendorong sebanyak mungkin partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan iptek termasuk sektor swasta. Bentuk kerjasama internal ASEAN antara lain ASEAN Studies Programme. Student Exchange Programme. Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kerjasama Iptek ASEAN tidak hanya terfokus pada upaya pengembangan Iptek namun juga diarahkan untuk lebih memasyarakatkan pemanfaatan Iptek terapan bagi pembangunan sosial dan ekonomi. Universitas Indonesia. Information Networking. Rencana Aksi Iptek ASEAN periode 2007-2011 dalam implementasinya diintegrasikan dengan VAP 2004-2010 dan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). ASEAN telah menyusun ASEAN Plan of Action on Science and Technology (APAST) 2007-2011 yang merupakan kerangka strategis regional dalam pengembangan kerjasama Iptek. ASEAN-India Academic Cooperation.

ditandai dengan dibentuknya ASEAN Experts Group on the Environment (AEGE) di bawah Committee on Science and Technology (COST). Malaysia. serta (d) penguatan kerjasama regional dan internasional. yaitu: Memperkuat kapasitas nasional dan regional dalam menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan di bidang lingkungan. ASEAN telah mengidentifikasikan 12 bidang kerjasama yang menjadi prioritas dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di kawasan. Juni 2002. (b) Pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan (peatlend management). (d) Pokja bidang Pembangunan kawasan kota dan desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (e) Pokja bidang manajemen sumber daya air. viii. iii. vi. Pertemuan Riau antara lain telah menggulirkan pembentukan the ASEAN Sub-Regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution (MSC) yang beranggotakan 5 negara sub-regional ASEAN yang selain ini terkena dampak dari polusi asap lintas batas yaitu Brunei Darussalam. (b) Pokja bidang Konservasi Alam dan keanekaragaman hayati.b) Kerjasama Lingkungan Hidup Secara formal kerjasama ASEAN di bidang lingkungan hidup dimulai sejak tahun 1978. Memperkuat kerjasama dalam pemanfaatan sumber daya mineral secara lestari. i. pelaporan serta harmonisasi kebijakan sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. vii. dan xii. Pertemuan Riau juga menghasilkan dokumen Rencana Aksi untuk mengatasi masalah kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara yang meliputi aspek-aspek: (a) Pencegahan. (c) pemadaman dan tanggap darurat. Pada tahun 2006. ASEAN telah menyepakati ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang ditandatangani di Kuala Lumpur. Mempromosikan tersedianya sumber air bersih bagi semua penduduk. ix. dengan mengacu pada prinsip-prinsip mekanisme pembangunan yang berkelanjutan. Memperkuat kerjasama dalam penanganan polusi lingkungan lintas batas seperti polusi asap lintas batas dan polusi limbah berbahaya lintas batas . Misi utama yang ingin dicapai ASEAN dalam kerjasama lingkungan adalah mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang bersih dan hijau (Creating Clean and Green ASEAN). atas inisiatif Pemerintah Indonesia. sosial dan lingkungan. xi. Ketika itu. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya lingkungan. untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan lingkungan di kawasan. pemantauan dan penegakan hukum. (c) Pokja Bidang Lingkungan Kelautan. Memperkuat pemanfaatan lahan secara ramah lingkungan. Memperkuat upaya pengawasan. Meningkatkan pengelolaan kawasan pantai dan bahari yang ramah lingkungan (coastal and marine environment). Salah satu kerjasama bidang lingkungan yang menjadi prioritas ASEAN adalah memaksimalkan upaya bersama dalam penanganan polusi kabut asap (haze) lintas batas yang ditimbulkan oleh terjadinya kebakaran hutan dan lahan. di Riau telah diselenggarakan pertemuan khusus negara anggota ASEAN untuk menuntaskan permasalahan polusi asap lintas batas yang selama ini membawa dampak sosial dan ekonomi cukup besar bagi masyarakat Indonesia. Memperbaiki pengelolaan lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat good governance di kawasan perkotaan. v. Indonesia. (d) pengembangan sistem peringatan dini dan pemantauan. AEGE diberi mandat untuk mempersiapkan ASEAN Environmental Programme (ASEP) yaitu program kegiatan ASEAN di bidang lingkungan hidup. iv. pada tahun 1990 negara-negara ASEAN sepakat untuk secara reguler menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan (ASEAN Ministerial Meeting on Environment/AMME) dan pertemuan tingkat pejabat senior (ASEAN Senior Officials Meeting on the Environment/ASOEN). 45 . ramah lingkungan serta melakukan pengelolaan sumber daya alam secara arif dan lestari. Mempromosikan pengelolaan hutan secara lestari dan melakukan harmonisasi antara kebijakan ekonomi. Memperkuat konservasi alam dan keanekaragaman hayati. Singapura dan Thailand. yang dicapai pada tingkat global seperti isu perubahan iklim (climate change) serta penanganan produk kimia dan limbah kimia. ii. Mekanisme konsultasi formal dimaksud kemudian kemudian dilengkapi dengan 5 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu: (a) Pokja pembahasan kesepakatan kerjasama lingkungan hidup di tingkat multilateral. Seiring dengan makin meluasnya permasalahan lingkungan hidup di kawasan. Pembentukan wadah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama yang sudah dirintis sejak tahun 1971 melalui Permanent Committee on Science and Technology. x. Mempromosikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan.

Rencana Aksi tersebut secara sinergi melibatkan tiga unsur yang berperan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. agar isu kepedulian pada linkungan menjadi bagian dari pendidikan formal maupun non formal. kerjasama di bidang lingkungan hidup ASEAN akan merujuk pada cetak biru komunitas ASEAN (ASCC Blueprint) yang telah disepakati dan akan ditandatangani pada KTT-14 di Thailand (Februari 2009). - - Ke depan. Kesadaran dan Advokasi Publik. Peluncuran buku panduan ASEAN Marine Water Quality Criteria: management Guidelines and Monitoring. Deklarasi tersebut menyebutkan bahwa natural disasters and other major calamities can retard the pace of development of member states. therefore they shall extend. Selain itu. Pertukaran Informasi dan Sumber Daya. stabilitas. Peningkatan Kolaborasi dan Penguatan Kemitraan. Tahun 2003. Komite ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Committee on Disaster Management/ACDM) secara resmi dibentuk dengan mandat mempersiapkan program kerja beserta prioritas kegiatan yang kemudian dikenal sebagai Program Regional ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Regional Programme on Disaster Management/ARPDM). Komitmen negara-negara anggota ASEAN untuk saling membantu pada saat terjadi bencana antara lain dimuat dalam Declaration of ASEAN Concord yang ditandatangani pada tanggal 24 Pebruari 1976. Peningkatan Kapasitas. ASEAN telah melaksanakan beberapa program penting antara lain : Penyelenggaraan pemilihan kota-kota terbaik di ASEAN yang berwawasan lingkungan (ASEAN Environmentally Sustainable City Award). Pemilihan ini bertujuan untuk mendorong agar desa-desa dan kota di negara-negara ASEAN menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di wilayahnya. Para Pemimpin ASEAN ketika itu sepakat untuk menjadikan isu penanganan bencana sebagai salah satu bagian penting dari tujuan kerjasama ASEAN. yang akan menjadi bahan referensi bagi masing masing negara didalam mendukung program konservasi dan pengelolaan kawasan pantai dan sumberdaya laut di tingkat nasional. c) Kerjasama Penanggulangan Bencana Alam Kerjasama penanganan bencana alam dalam kerangka ASEAN sebenarnya sudah terbangun lebih dari tigapuluh tahun lamanya. Pada tahun 2006/2007. within their capabilities. kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia dan Singapura dalam penanganan polusi asap di di kawasan Jambi dan Riau. Indonesia dalam kaitan ini telah diwakili oleh Kotamadya Palembang Peluncuran ASEAN Environmental Education Plan 2008-2012. yaitu Pemerintah. petani/peladang. yang siap untuk disinergikan dengan program nasional melalui kurikulum sekolah. ARPDM memuat kerangka kerjasama antar negara ASEAN dan juga dengan Mitra Wicara dan organisasi internasional untuk periode 2004 – 2011. juga mulai diimplementasikan. assistance for relief of member states in distress. Babak baru dalam kerjasama ASEAN di bidang penanganan bencana dimulai ketika mekanisme pengelolaan kerjasamanya ditingkatkan dari tingkat kelompok ahli menjadi komite penuh ASEAN pada tingkat pejabat senior. Rangkaian program terpadu ARPDM. untuk menunjang terbentuknya Kawasan ASEAN yang Bersih dan Hijau. Kelima komponen inti dimaksud adalah: i. Implementasi program aksi Indonesia untuk penanganan polusi asap lintas batas dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan kearah yang cukup positif. dengan menciptakan clean land. berhasil ditekan dalam jumlah yang cukup substansial. kemajuan regional serta untuk saling memupuk persaudaraan dan solidaritas terutama di saat salah satu anggotanya tertimpa bencana. Pembentukan Kerangka Penanganan Bencana Regional ASEAN. serta pelaku bisnis (perkebunan. clean air dan clean water. jumlah titik panas (hotspot) di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. serta Peningkatan Pengetahuan. Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang menandai berdirinya ASEAN merupakan landasan bagi negara anggotanya untuk saling memperkuat kerjasama regional guna meningkatkan kedamaian. HTI/HPH). Sementara itu. masyarakat. iii. iv. tahun 2008. ii. mencakup lima komponen inti dan mencakup lebih dari 29 kelompok kegiatan. v. 46 .

Mekanisme koordinasi tersebut melibatkan negara-negara anggota ASEAN. Masalah penanganan bencana. Dalam rangka membantu pemerintah Myanmar dalam penanganan siklon Nargis tersebut. mulai dari identifikasi resiko bencana. pencegahan dan mitigasi (prevention and mitigation). Pemerintah Myanmar serta PBB sebagai wakil dari masyarakat internasional. hingga rehabilitasi (rehabilitation). pada bulan Juni 2005. Pada sisi lain. Indonesia mulai menjalankan fungsi Interim AHA Centre terhitung sejak tanggal 1 Juli 2008. Salah satu komponen penting dalam Perjanjian AADMER adalah pembentukan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre /Pusat Bantuan Kemanusiaan ASEAN). yang memuat program aksi untuk memperkuat kerjasama penanganan bencana. Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi AADMER melalui persetujuan oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden No. Pada saat terjadi tsunami. Thailand. tidak dapat lagi hanya dilakukan di tingkat sektoral tetapi harus melibatkan seluruh sektor terkait. Persetujuan dimaksud ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada kesempatan Pertemuan ke-38 Para Menteri Luar Negeri ASEAN di Vientiane.Tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 memberikan catatan bahwa ASEAN ternyata belum mempunyai mekanisme regional yang cukup memadai untuk penanganan bencana dalam skala besar. ASEAN segera menyusun ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response/AADMER. komprehesif dan menyeluruh karena mencakup semua aspek dan siklus penanganan bencana. Penanganan Cyclon Nargis di Myanmar Siklon Nargis yang menghantam Myanmar pada tanggal 2 dan 3 Mei 2008. AADMER merupakan suatu persetujuan penanganan bencana pada tingkat regional ASEAN yang bersifat terpadu. dan Viet Nam. Filipina dan Brunei Darussalam menyatakan bahwa proses ratifikasi AADMER di negara masing-masing saat ini sudah memasuki tahap akhir. bahkan melalui kerjasama internasional. tahap rehabilitasi dan rekonstruksi serta pengurangan resiko bencana. bencana tsunami juga menyadarkan kita bahwa negara-negara anggota ASEAN ternyata memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. tim SAR dan organisasi bantuan darurat dari negara-negara ASEAN merupakan salah satu yang pertama tiba di lapangan dan menyalurkan bantuan darurat kepada para korban. tanggap darurat (emergency response). 47 . Kesiap-siagaan (preparedness). bila memang diperlukan. Laos. Hingga akhir 2008 persetujuan dimaksud telah diratifikasi oleh tujuh (7) negara yaitu Indonesia. memiliki kapasitas SDM serta aset yang sangat memadai untuk membantu negara tetangganya yang tertimpa musibah.32/2008 tanggal 15 Mei 2008. peringatan dini (early warning). tidak hanya di tingkat nasional tapi juga regional. Sementara Singapura. merupakan bencana terbesar kedua yang dialami negara ASEAN paska bencana tsunami di Aceh. Paska terjadinya tsunami. Sebagai tidak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam KTT Tsunami di Jakarta. tanggal 26 Juli 2005. Indonesia telah mendapatkan endorsement sebagai tuan rumah lokasi AHA Centre pada pertemuan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-40 di Singapura. Pemerintah Indonesia mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Pertemuan Khusus Para Pemimpin ASEAN di Jakarta pada tanggal 6 Januari 2005. serta wilayah Delta Sungai Irrawady (Ayeyarwady). Kamboja. Pertemuan memutuskan untuk membentuk ASEAN-led mechanism untuk membantu mengkoordinasikan distribusi bantuan kemanusiaan baik yang bersumber dari ASEAN maupun masyarakat internasional bagi para korban bencana di Myanmar. Juli 2007. Bencana topan Nargis telah menelan korban lebih dari 137 jiwa manusia serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah di seluruh kawasan Yangon dan sekitarnya. Nargis menyebabkan daerah delta tersebut mengalami banjir di area seluas 5000 km2. Malaysia. penilaian dan pemantauan (disaster risk identification. kira-kira 250 km Barat Daya Rangon. Centre untuk sementara beroperasi di Kantor Badan Nasional Penanganan Bencana – BPNB Jakarta. KTT Tsunami antara lain telah menghasilkan pernyataan bersama yang dikenal dengan nama Deklarasi Jakarta. ASEAN telah menyelenggarakan pertemuan Khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada tanggal 19 Mei 2008. Myanmar. penanganan pada periode tanggap darurat. Laos. Kejadian tsunami di Aceh telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk menata kembali dan memperkuat kerjasamanya di bidang penanganan bencana. assessment and monitoring). Penyerahan instrumen ratifikasi kepada ASEAN Secretariat telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2008 dan instrumen ratifikasi tersebut telah disirkulasikan kepada negara anggota pada tanggal 26 September 2008. mulai dari pengembangan system peringatan dini.

Dalam kaitan hal di atas. Kerjasama Bidang Pembangunan Sosial a) Kerjasama Bidang Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan Kerjasama ASEAN di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan didasari oleh Dokumen Ministerial Understanding on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE). Guna menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai di dalam KTT ASEAN. Pengembangan program-program pengentasan kemiskinan bagi kelompok rentan secara sosial. ii. Negara donor dan organisasi internasional non-pemerintah memberikan tanggapan positif atas kepemimpinan ASEAN dan sukses yang dicapai dalam ASEAN-Led Coordinating Mechanism on Nargis. Struktur TCG terdiri dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan ASEAN (Financial Coordinator). penyakit dan buta huruf. maka pada pertemuan ke-5 ASEAN Ministerial Meeting on Rural Development and Poverty Eradication yang berlangsung di Bangkok. dan kelompok/masyarakat yang terkena bencana alam. termasuk para penyandang cacat. Masyarakat internasional sangat mengharapkan keberadaan ASEAN-led mechanism dapat tetap dipertahankan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi. iii. di Singapura tanggal 13-15 Oktober 2008. Para pemimpin ASEAN antara lain telah menegaskan kembali kesepakatannya untuk memberikan perhatian lebih besar pada penanganan masalah kemiskinan. Pada pertemuan KTT ASEAN ke-12 bulan Januari 2007. 48 . manula. anak-anak. sebagai penentu kebijakan (policy guidance). pertemuan 6th ASEAN Senior Officials Meeting on Rural Development and Poverty Eradication.Implementasi mekanisme koordinasi tersebut dilaksanakan melalui ASEAN Humanitarian Task Force (AHTF) yang terdiri dari pejabat senior serta para ahli dari negara-negara ASEAN dan diketuai oleh Sekjen ASEAN. dapat dijadikan sebagai model dalam mekanisme penanganan bencana di berbagai belahan dunia lainnya. Dalam kaitan ini para pemimpin ASEAN menggarisbawahi bahwa upaya penanggulangan kemiskinan akan dilaksanakan melalui implementasi program-program yang lebih bersifat partisipatif yaitu dengan melibatkan sebanyak mungkin keikutsertaan masyarakat. Dalam TOR telah diidentifikasikan bentukbentuk kerjasama yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan. Pemerintah Myanmar (Operation Coordinator) serta ASEAN (Monitoring/Reporting Coordinator). yaitu meliputi antara lain: (1) People’s Forum. khususnya dalam rangka meningkatkan keadilan sosial dan perbaikan standar hidup masyarakat ASEAN. Masyarakat internasional mengharapkan agar pengalaman dan sukses yang dicapai Indonesia dalam penanganan bencana di Aceh serta keberhasilan yang dicapai oleh ASEAN di Myanmar. antara lain telah disahkan Term of Reference (TOR) pengembangan kerjasama penanggulangan kemiskinan. (2) Capacity Buidling. melalui berbagai program pemberdayaaan masyarakat. antara lain telah menyepakati sejumlah kerjasama yang akan dikembangkan dalam kerangka kerjasama ASEAN Plus Three. kelaparan. (3) SME and Social Enterprises Development. China dan Korea). menekankan kepedulian ASEAN pada masalah penanggulangan kemiskinan. dan Tripatite Core Group (TCG) sebagai unit pelaksana teknis di lapangan yang keanggotaannya juga melibatkan masyarakat internasional. (4). Adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dalam konteks pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan. Negara Donor menyampaikan apresiasinya atas peran ASEAN dan TCG dalam menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Myanmar sehingga mereka memperoleh akses untuk menyalurkan bantuan pada para korban. yang mengacu pada Declaration of ASEAN Concord (Bali Concord I) 1976. terkait dengan hal-hal sebagai berikut: i. kususnya CLMV countries. dalam upayanya mencapai pembangunan milenium (MDGs). termasuk keberadaan TCG selaku unit operasional di lapangan. Dukungan dan dan bantuan teknis bagi negara anggota ASEAN. serta memutuskan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pembangunan sosial dan ekonomi. Impact Trade Liberalization on Poverty Alleviation Programmes dan (5) Micro Financing. antara ASEAN dengan negara negara anggota Plus Three Countries (Jepang. UN-OCHA (Resource Coordinator). pada bulan Januari 2007.

terdiri dari sejumlah prioritas sebagai berikut: Identifikasi dini emerging infectious diseases/penyakit menular (termasuk HIV dan AIDS. Deklarasi mewajibkan dibentuknya instrumen hukum yang lebih mengikat negara-negara ASEAN guna 49 . serta menciptakan jaringan kelembagaan yang kuat. Stockpiles tersebut merupakan bentuk tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi flu burung dalam kawasan. Inti dari komitmen bersama itu antara lain kesepahaman untuk memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan. Oktober 2008 mencatat bahwa 50% regional stockpile of PPE telah ditempatkan di seluruh negara anggota ASEAN. Dalam penanganan flu burung. yang berlokasi di Singapura. Kerjasama penanganan HIV dan AIDS dipertegas kembali dalam KTT ke-12 ASEAN di Cebu melalui ASEAN Comitments on HIV and AIDS.iv. b) Kerjasama Bidang Kesehatan Kerjasama yang paling menonjol di bidang kesehatan adalah upaya penanggulangan penyakit menular. ASEANOSHNET bertujuan meningkatkan daya saing dan kompetensi tenaga kerja ASEAN. yang mencakup lima bidang. negara penerima maupun ASEAN untuk memberikan perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran. Dalam pertemuan ke-1. AI). ASEAN telah membentuk suatu mekanisme untuk meningkatkan kolaborasi multisektoral ASEAN Technical Working Group (TWG) on Pandemic Preparadeness and Responses. termasuk diantaranya strengthening of on-scene command and response system melalui Incindent Command System (ICS). Pembentukan joint fund untuk mendukung proyek-proyek pengentasan kemiskinan di daerahdaerah miskin negara anggota. SARS. Demikian pula Tamiflu telah ditempatkan di sejumlah negara anggota dan dijadwalkan pada akhir tahun 2008 keseluruhan negara anggota telah akan menerima Tamiflu dimaksud. Penyusunan kebijakan dan pendekatan terpadu dalam penanganan kesehatan bagi para manula serta obat tradisional. (b) knowledge. Sekretariat ASEAN-OSHNET yang pertama kali bertempat di Indonesia untuk tahun 2000-2004. and (e) regional cooperation and regional public goods. kerjasama ASEAN telah mencatat suatu kemajuan dengan adanya ASEAN-Japan Project on stockpiles of tamiflu dan Personel Protective Equipment (PPE) against Potential Pandemic Influenza. Deklarasi memuat kewajiban bagi negara pengirim. Fase ke-2 program tersebut (2006-2009). TWG telah berhasil menyusun suatu rencana kegiatan. menghilangkan stigma dan diskriminasi serta meningkatkan kerjasama pemerintah dengan civil society dan swasta. yang dikenal dengan ASEAN Occupational Safety on Health Network (ASEAN OSHNET) pada bulan Agustus 2000. Pembangunan kapasitas yang terkait dengan emerging concerns di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. Pertemuan ke-9 ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM) di Manila. melalui kolaborasi ASEAN-US. dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi pandemi flu burung. Program utama dalam kerangka AEGCD dilaksanakan melalui ASEAN+3 Infectious Diseases Programme (ASEAN + 3 EID Programme). c) Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan Salah satu keberhasilan kerjasama ASEAN di bidang ketenagakerjaan adalah dibentuknya pusat pelatihan dan informasi mengenai perbaikan lingkungan kerja. Sementara itu. yakni: (a) advocacy. (d) expertise. Selanjutnya penempatan Sekretariat ASEAN-OSHNET digilir setiap 3 tahun sekali untuk masing-masing negara anggota ASEAN. Penanggulangan HIV dan AIDS melalui pelaksanaan ASEAN Work Programme (AWP) on HIV and AIDS Prevention dilakukan sejak tahun 1995 dan sampai saat ini memasuki tahap III (AWP III) untuk periode 2006-2010. (c) resources. Sementara itu. dalam menindaklanjuti upaya untuk mencapai MDGs di kawasan. KTT ke-12 di Cebu menghasilkan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers. serta langkah penanggulangannya. ASEAN telah menyusun suatu ASEAN Roadmap for the Implementation of the Millennium Development Goals yang diselaraskan dengan UNESCAP/ADB/UNDP-lead regional MDG Roadmap. Penanggulangan penyakit menular di ASEAN dilakukan melalui mekanisme ASEAN Expert Group on Communicable Diseases (AEGCD).

Dalam kaitan ini. Pertemuan Preparatory Senior Officials Meeting for the 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development (PrepSOM for the 6th AMMSWD) di Ha Noi. Melalui usulan Indonesia. Pada pertemuan SLOM ke-5. tanggal 15-16 Mei 2007. di Yogyakarta tanggal 9-10 September 2007. Upaya tersebut dimaksudkan agar seluruh golongan masyarakat termasuk anak-anak. Disepakati bahwa kedudukan Forum akan berada dibawah Komite dan menyampaikan laporan kepada SLOM. telah berhasil merumuskan suatu workplan dalam rangka implementasi Deklarasi dan pembentukan instrumen bagi perlindungan dan pemajuan hak-hak para pekerja. Pertemuan Komite pertama yang berlangsung tanggal 15-16 September 2008. ‘ sebagai acuan dalam pelaksanaan kerjasama pembangunan dan kesejahteraan sosial yaitu: Pembentukan the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Woman and the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of The Rights of Children through an ASEAN Agreement by 2010. Deklarasi ini merupakan komitmen ASEAN menuju terwujudnya a caring and sharing community. anak-anak. Pertemuan ke-20 ASEAN Labour Ministerial Meeting (ALMM) di Bangkok tanggal 6-9 Mei 2008 menegaskan kembali untuk segera membentuk Komite (ASEAN Committee on Migrant Workers/ACMW)) sebelum KTT ASEAN ke-14. Forum mempunyai tugas untuk membahas tindak lanjut deklarasi. antara lain telah disepakati bahwa Filipina akan menyusun TOR Forum sebagai rujukan dalam pembentukan dan pelaksanaan kegiatan dalam membahas penanganan isu migrant worker. Upaya tersebut tercermin dari rekomendasi 2nd ASEAN GO-NGO Forum yang berlangsung secara back-to-back dengan 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development di Ha Noi tanggal 4-6 Desember 2007. yang berupaya mengarustamakan para penyandang cacat dalam setiap kebijakan pembangunan dan kesejahteraan sosial dengan menggunakan right based approach tersebut. Pembentukan suatu jejaring atau kelompok kerja bagi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2009. pertemuan ke-1 ASEAN Forum on Migrant Labour di Filipina tanggal 24-25 April 2008 telah menyepakati untuk menyelenggarakan Forum tersebut secara reguler dan sepakat untuk menjadwalkan pertemuan ASEAN Committee on the Implementation of Declaration on the Protection of the Rights of Migrant Workers serta menyusun struktur dan fungsi Komite dimaksud sebelum KTT ke-14 tahun 2008. lansia dan keluarga. ASEAN juga telah memfokuskan kerjasama pembangunan sosial melalui pendekatan right based approach.memberikan jaminan dan perlindungan hak-hak pekerja migran. penyandang cacat. perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2011. Pada pertemuan ke-3 Ad Hoc-Working Group on Progressive Labour Practice. telah disepakati pembentukan suatu Forum on Migrant Workers dengan memanfaatkan kelompok kerja pada pertemuan ke-2 Ad-Hoc Working Group on Labour Practices to Enhance Competitiveness di Singapura tanggal 1-2 Maret 2007. - - ASEAN Awareness di Kalangan Masyarakat ASEAN 50 . d) Kerjasama Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kerjasama di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial dilakukan melalui ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD). perempuan para manula dan juga penyandang cacat dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh kesejahteraan. Pembentukan Jejaring untuk mencegah dan memerangi perdagangan manusia. SOMSWD memfokuskan pada program-program kesejahteraan sosial yang meliputi antara lain kependudukan. Dalam kaitan ini. tanggal 4-5 Desember 2007 antara lain merekomendasikan sejumlah program kegiatan untuk dicantumkan dalam cetak biru ASEAN Socio-Culture Community (ASCC Blueprint). khususnya. telah disepakati untuk mengawali proses guna menindaklanjuti Deklarasi dimaksud. guna mencapai tujuan dalam membentuk komunitas ASEAN 2015. Selain itu.

yaitu korupsi. Indonesia menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-India. b. antara lain ASEAN Regional Forum (ARF). Post Ministerial Conference (PMC) 10+1. Di Indonesia. kegiatan lomba (Seleksi Nasional ASEAN Anthem. dan berbagai kelompok kerja (dalam bidang perdagangan dan investasi. c. Filipina oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Australia. Informal Consultations between AEM and Ministers from the CER Countries. seminar-seminar dan ceramah/kuliah umum). Dalam menjalin kerjasama dengan negara Mitra Wicara. Pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Selain itu. ASEAN-Australia Joint Planning Committee (JPC). China. Peran sebagai negara koordinator dalam hubungan kerjasama ASEAN dengan negara-negara Mitra Wicara dilaksanakan dengan sistem rotasi diantara negara-negara anggota ASEAN. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. festival rock band ASEAN). capaian penting kerjasama ASEAN-Australia adalah aksesi Australia ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) pada tahun 2005. Rusia dan UNDP. ASEAN perlu melakukan upaya untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan identitas ASEAN oleh masyarakatnya. yaitu Australia. telekomunikasi. Selandia Baru. Sebagai upaya mewujudkan ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada masyarakat (people centered and people oriented). Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh mengandung ikatan-ikatan politik yang merugikan kepentingan nasional. serta perayaan Hari ASEAN. dll.). Dengan pemahaman mengenai apa dan bagaimana pentingya ASEAN sebagai organisasi regional sekaligus sebuah komunitas. India. Jepang. yaitu Pakistan. Untuk mengimplementasikan Joint Declaration tersebut. dialog interaktif dan liputan media. 51 . dan d. ASEAN-Australia Forum. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara harus memperkuat ketahanan nasional negara-negara ASEAN yang selanjutnya dapat meningkatkan ketahanan regional ASEAN. Dalam bidang penanggulangan terorisme. kegiatan festival (ASEAN Festival. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh merugikan salah satu negara ASEAN. KERJASAMA EKSTERNAL ASEAN ASEAN telah memiliki 11 Mitra Wicara (Dialogue Partners). pada periode 2003-2006 Indonesia menjadi koordinator untuk hubungan kerjasama ASEAN-EU dan untuk periode 2009-2012 Indonesia akan menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-Jepang. telah disepakati Plan of Action (PoA) yang mencakup kerjasama dalam bidang politik dan keamanan. Indonesia berhasil memasukkan beberapa isu untuk dituangkan dalam PoA tersebut. Dalam periode 2006-2009. AUSTRALIA Australia menjadi Mitra Wicara penuh sekaligus pertama ASEAN pada tahun 1974. yang ditandai dengan pembentukan ASEAN-Australia Consultative Meetings (AACM) dan kemudian diikuti dengan mekanisme dialog ASEAN-Australia pada berbagai tingkatan. ASEAN juga memiliki negara Mitra Wicara sektoral. pendidikan dan pelatihan.Dalam rangka menuju Komunitas ASEAN 2015. diharapkan masyarakat dapat berperan aktif mengembangkan dan turut memetik manfaat nyata dari adanya kerjasama ASEAN tersebut. Lomba Karya Tulis ASEAN. Juli 2004 di Jakarta. ASEAN-Canberra Committee. Proyek-proyek kerjasama sebaiknya dilaksanakan di kawasan ASEAN. penerbitan buku-buku ASEAN. Lomba Cerpen ASEAN. Amerika Serikat. lingkungan hidup serta budaya dan informasi). ASEAN menjalin hubungan pula secara terbatas dengan berbagai organisasi regional dan internasional. Lomba Lukis ASEAN. promosi ASEAN Awareness telah dilakukan melalui berbagai kegiatan. Sebelumnya. untuk periode per 3 tahun. Perkembangan kerjasama ASEAN-Australia pada tahun 2007 ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on ASEAN-Australia Comprehensive Partnership tanggal 1 Agustus 2007 di Manila. Kanada. Project Coordination Committees (PCCs). festival film ASEAN. Uni Eropa. ASEAN menetapkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: a. disaster management dan kerjasama penanggulangan terorisme. D. dilakukan kegiatan ASEAN awareness untuk memperkenalkan dan mendekatkan ASEAN kepada masyarakat. Korea Selatan. ekonomi dan sosial-budaya yang akan berlaku untuk periode 2008-2013. money laundering. industri dan teknologi. ASEAN – Australia telah menandatangani ASEAN-Australia Joint Declaration on Counter Terrorism pada pertemuan AMM/PMC/ARF ke-37. antara lain sosialisasi ASEAN (melalui ASEAN Goes to School.

Perundingan mengenai pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN Free Trade Area dengan Australia-New Zealand Closer Economic Relations (AFTA-CER), telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. FTA akan diimplementasikan secara penuh dalam jangka waktu 10 tahun. Diharapkan penggabungan AFTA-CER tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi sektor swasta dan pelaku bisnis serta menjadi “building blocks” bagi fasilitasi perdagangan antara ASEAN dan Australia. Kerjasama pembangunan ASEAN-Australia tertuang dalam MoU ASEAN-Australia Development Cooperation Programme (AADCP) untuk periode 2002-2008. Sasaran utama AADCP adalah untuk memberikan manfaat bagi negara-negara CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar dan Viet Nam) dalam kerangka Initiative for ASEAN Integration (IAI) untuk mempersempit jurang perbedaan dan proses percepatan integrasi CLMV. AADCP juga mencakup kerjasama ekonomi dan sosial, capacity building, kerjasama Ilmu pengetahuan dan teknologi serta lingkungan. Program AADCP tersebut telah berakhir pada bulan Juni 2008 dan Australia kemudian melanjutkannya dengan AADCP II (2008-2015). Diharapkan AADCP II dapat membantu pencapaian ASEAN Economic Community melalui kerjasama di bidang pendidikan, energi dan penanganan bencana alam. Pembahasan mengenai rancangan MoU between the Government of Australia and ASEAN on the Second Phase of AADCP diharapkan akan dapat diselesaikan pada KTT-14 ASEAN mendatang. Pada tanggal 4 Juni 2008 di Sydney, dalam kesempatan AustralAsia Center Annual Dinner, Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd melontarkan visinya mengenai Asia Pacific Community (APC), yaitu: (i) Suatu institusi regional yang mencakup kawasan Asia-Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang, China, India, Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan; (ii) Suatu institusi regional yang memungkinkan terjadinya dialog dan kerjasama di bidang politik, keamanan dan ekonomi. Dalam kunjungannya di Indonesia pada tanggal 13 Juni 2008, PM Kevin Rudd kembali melontarkan gagasan ini dalam pertemuannya dengan Presiden RI maupun dalam kunjungannya ke kantor Sekretariat ASEAN. Dalam sambutannya, Presiden RI menjelaskan bahwa Indonesia melihat gagasan ini sebuah usul yang menarik dan akan mempelajari usulan PM Rudd tersebut. Presiden RI juga menyebutkan bahwa sebenarnya inti dari APC adalah penguatan berbagai arsitektur regional yang ada, yaitu ASEAN, ARF, APEC dan EAS. Peran penting Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Australia tercatat signifikan terutama antara lain dalam kerjasama pemberantasan terorisme, kejahatan transnasional dan disaster management melalui pelaksanaan program peningkatan capacity building; serta perundingan-perundingan AANZFTA yang telah disepakati oleh ASEAN dan Australia yang direncanakan akan ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang di Thailand. Australia juga telah mengangkat Mrs. Gillian Bird, sebagai Wakil Tetap untuk ASEAN yang berdomisili di Canberra SELANDIA BARU Hubungan ASEAN-Selandia Baru berlangsung sejak tahun 1975 dengan dibentuknya ASEAN-New Zealand Dialogue Relations. Hubungan kemitraan ini dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, yaitu ASEAN Post Ministerial Conference (PMC)+New Zealand dan PMC 10+10 (ASEAN+10 Dialogue Partners) dan ASEAN-New Zealand Dialogue serta Joint Cooperation Committee, untuk mengevaluasi dan membahas isu-isu politik, keamanan, ekonomi dan pembangunan yang menjadi perhatian bersama; serta dalam kerangka ARF. Para Pemimpin ASEAN dan Selandia Baru telah sepakat bidang pengembangan sumber saya manusia melalui pertukaran dan mahasiswa, dan pencegahan terhadap penyakit menular Influeza¸ sebagaimana dicetuskan dalam ASEAN-New Zealand Laos, pada bulan November 2004. untuk meningkatkan kerjasama dalam dan pemberian bea siswa bagi pelajar seperti HIV/AIDS, SARS serta Avian Commemorative Summit di Vientiane,

Di bidang kerjasama politik dan keamanan, Selandia Baru telah mengaksesi TAC pada ASEAN Ministerial Meeting ke-38 di Vientiane, Laos, bulan Juli 2005. Selain itu, ASEAN-Selandia Baru telah menandatangani Joint Declaration to Combat International Terrorism. Kerjasama dalam menanggulangi terorisme juga akan memanfaatkan mekanisme yang sudah ada di ASEAN seperti Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Dengan meningkatnya hubungan ASEAN-Selandia Baru, kedua pihak menandatangani ASEAN-New Zealand Framework for Cooperation 2006-2010) di Kuala Lumpur, tanggal 27 Juli 2006. Dokumen tersebut meliputi kerjasama di bidang ekonomi, politik dan keamanan serta people-to-people education and cultural links. Beberapa komitmen yang dihasilkan dalam Framework tersebut antara lain menyangkut Work Programme untuk mengimplementasikan Joint Declaration to Combat International Terrorism serta

52

meningkatkan capacity building dalam pemberantasan terorisme dan aktivitas transnational crimes lainnya dengan dukungan dana dari New Zealand’s Asia Security Fund yang telah dibentuk pada tahun 2006. Atas masukan dari Indonesia, Framework juga memuat ‘’natural disaster mitigation’’ sebagai salah satu bidang kerjasama yang dapat dikembangkan. Selanjutnya fokus dari kerjasama dalam bidang penanganan bencana alam adalah penyelenggaraan pelatihan dan capacity building, termasuk peningkatan public awareness. Di bidang ekonomi, ASEAN-Selandia Baru berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang fasilitasi perdagangan, investasi dan pertumbuhan ekonomi di bawah Framework for AFTA-CER Closer Economic Partnership yang telah disepakati di Brunei Darussalam, September 2002, sebagai awal penggabungan AFTA-CER FTA. Perundingan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. Kerjasama pembangunan antara ASEAN-Selandia Baru yang telah dilaksanakan selama ini memberikan hasil cukup menggembirakan dan berjalan dengan lancar dengan menitikberatkan pada Initiative for ASEAN Integration (IAI) seperti custom, standar dan conformance. Selandia Baru juga mendukung program kerjasama pembangunan Mekong River Basin. Pengembangan kerjasama ASEAN-Selandia Baru sedikit terhambat sehubungan dengan adanya isuisu yang bersifat politis. Selama ini, pelaksanaan kerjasama lebih bersifat parsial, yaitu dilakukan oleh masing-masing negara anggota ASEAN tanpa menunjukkan komitmennya untuk tetap memperkuat kerjasamanya dengan ASEAN seperti ditunjukkan dengan pengangkatan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Gibson, sebagai Wakil Tetap (Watap) Selandia Baru untuk ASEAN. Peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Selandia Baru tercermin pada berbagai aktifitas bersama yang dilakukan dalam rangka peningkatan kemampuan sekaligus dukungan pada upaya narrowing development gap diantara negara-negara ASEAN, misalnya melalui penyelenggaraan program capacity building di bidang teorisme, kebudayaan dan people-to-people contact. Indonesia bersama-sama dengan Filipina dan Selandia Baru menyelenggarakan interfaith dialogue yang diselenggarakan pada tahun 2006 di Cebu, Filipina. Indonesia beranggapan bahwa Selandia Baru memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang preparedness dan disaster management, karenanya negara-negara ASEAN perlu menyelenggarakan program capacity building di bidang tersebut agar jumlah korban dapat diminimalisir. Indonesia juga telah menerima bantuan sebesar $NZ 13 juta untuk rehabilitasi Aceh/Nias paska Tsunami. UNI EROPA Uni Eropa (UE) merupakan mitra wicara ASEAN pertama yang merintis hubungan secara informal pada tahun 1972 melalui pembentukan Special Coordinating Committee of ASEAN (SCCAN). Konsultasi kedua pihak dilakukan melalui ASEAN Brussels Committee (ABC) yang beranggotakan para Duta Besar negara-negara ASEAN di Brussels. Pada tahun 1977, ASEAN-UE menjalin hubungan formal. Pelembagaan hubungan dengan European Economic Community (EEC) dilakukan melalui penandatanganan the EC-ASEAN Cooperation Agreement pada pertemuan ASEAN-EEC Ministerial Meeting ke-2 di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1980. Perjanjian tersebut mendasari pembentukan kerjasama perdagangan, ekonomi dan teknis, serta pembentukan Joint Cooperation Committee (JCC). Hubungan kemitraan ASEAN-EU dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, termasuk ASEAN Regional Forum (ARF), ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM), ASEAN-EU Economic Ministers’ Meeting, ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting, the Post Ministerial Conferences (PMC) 9+1 dan 9+10 serta Joint Cooperation Committee. Pertemuan-pertemuan tersebut merupakan sarana bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi dan membahas berbagai isu dalam bidang-bidang politik, keamanan, ekonomi dan kerjasama pembangunan. Selain itu terdapat pula ASEAN-Brussels Committee, ASEANBonn Committee, ASEAN-London Committee dan ASEAN-Paris Committee untuk membantu pelaksanaan kerjasama ASEAN-UE. Pada perkembangan selanjutnya, komitmen hubungan kemitraan ASEAN-UE dilakukan pada tataran yang sama antara kerjasama dalam bidang ekonomi dan politik. Hal tersebut tercermin dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-UE ke-14 pada tanggal 27-28 Januari 2003 di Brussels yang menghasilkan kesepakatan Joint Co-Chairmen’s Statement dan Joint Declaration on Cooperation to Combat Terrorism pada tanggal 27-28 Januari 2003. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kerjasama regional di kawasan ASEAN dan mendukung peningkatan capacity building dalam kerangka ASEAN untuk memerangi aksi terorisme. Pada tanggal 9 Juli 2003, UE telah mengesahkan European Commission (EC)’s Communication: A New Partnership with Southeast Asia yang menjadi landasan EU untuk meningkatkan kerjasama dengan

53

negara-negara Asia Tenggara, termasuk dengan ASEAN. Komunikasi tersebut berisikan strategi komprehensif UE dalam mengembangkan kerjasama dengan ASEAN pada masa-masa yang akan datang. Komunikasi tersebut memfokuskan enam prioritas strategi yaitu: a. b. c. d. e. f. Supporting regional stability and the fight against terrorism; Human Rights, democratic principles and good governance; Mainstreaming Justice and Home Affairs issue; Injecting a new dynamism into regional trade and investment relations; Continuing to support the development of less prosperous countries; dan Intensifying dialogue and co-operation in specific policy areas.

Kemitraan komprehensif ASEAN-EU terwujud pada tahun 2007 dengan ditandatanganinya Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada 16th ASEAN-EU Ministerial Meeting di Nuremberg, Jerman, Maret 2007; Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan November 2007 di Singapura; Plan of Action (PoA) to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura. Sesuai kesepakatan Joint Declaration ASEAN-EU Commemorative Summit, peningkatan kerjasama ekonomi dilakukan dengan mengupayakan penyelesaian perundingan ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) berdasarkan region-to-region approach, dan memperhatikan tingkat perekonomian masing-masing negara anggota ASEAN. Selain itu dilakukan pula upaya untuk mengintensifkan implementasi kegiatan di bawah TREATI dan READI. Kerjasama pembangunan ASEAN-UE dilakukan di bawah EC-ASEAN Regional Indicative Programme (RIP). Sebagai implementasi, dalam RIP 2005-2006 yang diusulkan oleh UE, terdapat anggaran dana sebesar 4-6 juta Euro bagi program Fight Against Terrorism yang terbagi dalam program pelatihan kewaspadaan (awareness training) dan pengamanan dokumen (Regional Project on document security) untuk jangka waktu 3 tahun mulai tahun 2006. Untuk tahun 2007-2010, RIP difokuskan pada: ASEAN-EU Programme on Immigration and Border Management; ASEAN-EU Cooperation on Statistic; EC-ASEAN Intellectual Property Rights Cooperation Programme (ECAP) III; ASEAN Civil Aviation Cooperation Project; Enhancing Economic Partnership/ Support to ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) Negotiations Process; serta Support to EU-ASEAN Sectoral Dialogue (READI). Secara keseluruhan, kontribusi UE dalam kerja sama ASEAN difokuskan pada upaya mendukung integrasi dan pembangunan masyarakat ASEAN. UE telah mengalokasikan sebesar €70 juta untuk program ASEAN-UE periode 2007-2013, di antaranya untuk bidang-bidang kerja sama pembangunan tersebut di atas. Untuk proyek yang sedang berjalan, kontribusi UE antara lain sebesar €7,3 juta pada proyek kerja sama ASEAN-EU Program on Regional Integration Support Phase II (APRIS II) periode 20062009; € 6 juta pada proyek ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) periode 2005-2008. Untuk membantu pencapaian integrasi ekonomi ASEAN, UE secara berkelanjutan melaksanakan ASEAN Project for Regional Integration Support (APRIS). APRIS bertujuan meningkatkan iklim investasi dan perdagangan di ASEAN melalui liberalisasi ekonomi, fasilitasi perdagangan, jasa, stabilitas sektor keuangan, prosedur kepabeanan, promosi investasi, jaminan sosial, energi dan lingkungan hidup. Pada tahun 2006, Indonesia telah menyelesaikan tugasnya sebagai negara koordinator ASEAN-Uni Eropa periode 2003-2006. Selanjutnya, Kamboja menjadi negara koordinator untuk periode 2006-2009. Salah satu perkembangan yang telah tercapai selama tahun 2006 adalah pertemuan Final Evaluation Mission for ASEAN-EU Programme for Regional Integration Support (APRIS ) I for the Period of 2003-2006 yang telah memberikan kontribusi dalam merumuskan ASEAN Demand Driven Needs. EU juga telah menyatakan dukungan pada terwujudnya ASEAN Single Window sebagai bentuk harmonisasi bea cukai dalam proses integrasi ASEAN. Selain itu, ASEAN dan EU juga telah merampungkan program ASEAN-EU Cooperation Programme on Border Management and Document Security, sebagai salah satu implementasi kesepakatan pada forum READI dan hasil pertemuan ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting tahun 2006. Dalam pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference + 1 Session with EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, ASEAN dan UE antara lain menyambut baik perkembangan perundingan ASEAN-EU FTA dan UE tetap berkomitmen terhadap region-to-region approach; menyetujui pembentukan Core Group yang diusulkan dalam pertemuan ASEAN-EU SOM pada tanggal 28-29 Mei 2008 di Kamboja guna menyiapkan rancangan daftar kegiatan yang akan diterapkan dalam kerangka PoA; dan mendukung pembentukan ASEAN Human Rights Body.

54

Dalam bidang politik, pada ASEAN-EU Commemorative Summit tahun 2007, EU telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi TAC. Saat ini proses amandemen terhadap TAC masih dibahas dengan memperhatikan rumusan yang dapat mengakomodasi kepentingan ASEAN dan UE. Berkaitan dengan keinginan UE untuk mengaksesi TAC, pada pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference +1 Session with the EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, Delegasi UE mengharapkan jika TAC dapat diamandemen, aksesi akan dilakukan pada saat Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-UE pada tahun 2009 di Phnom Penh, Kamboja. Sementara itu secara individual, Perancis telah menjadi salah satu negara anggota UE yang mengaksesi TAC pada tahun 2007. Dalam periode 2007-2008, telah diselenggarakan berbagai seminar, workshop dan pelatihan dalam kerjasama di bidang politik-keamanan, baik dalam rangka peningkatan capacity building maupun isu-isu keamanan tradisional dan non-tradisional. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama ASEAN-Indonesia dengan Uni Eropa adalah “Seminar on Regional Integration Process of ASEAN and EU : Sharing Experiences and Fostering mutual learning”, di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2007. Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 30 tahun kerjasama kemitraan ASEAN-EU.

KANADA Kerjasama ASEAN-Kanada pertama kali dilakukan dengan ditandatanganinya ASEAN-Canada Economic Cooperation Agreement (ACECA) di New York pada tanggal 25 September 1981. Persetujuan tersebut diikuti oleh pembentukan ASEAN-Canada Joint Cooperation Committee (JCC) pada tanggal 1 Juni 1982 yang berfungsi sebagai forum dialog bagi ASEAN dan Kanada untuk membahas kerjasama di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, industri, dan kerjasama pembangunan. Hubungan Mitra Wicara ASEAN-Kanada mengalami berbagai pasang surut seiring dengan perkembangan isu penegakan HAM di beberapa negara ASEAN. Namun hubungan ASEAN-Kanada kembali meningkat dengan disepakatinya pelaksanaan dialog reguler ASEAN-Canada Dialogue pada tanggal 30 Maret 2004 di Bandar Seri Begawan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan “engagement” Kanada terhadap ASEAN. Pada tahun 2006, hubungan kerjasama ASEAN-Kanada mengalami pertumbuhan yang cukup prospektif. Hal ini dibuktikan dengan kesepakatan kedua belah pihak pada Post Ministerial Conference (PMC) di Kuala Lumpur, Malaysia, berupa 2005-2007 ASEAN-Canada Joint Cooperation Work Plan pada tanggal 27 Juli 2006 dan ASEAN-Canada Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada tanggal 28 Juli 2006. Bertepatan dengan 30 tahun hubungan kemitraan ASEAN-Kanada pada tahun 2007, di Filipina, telah disepakati 2nd ASEAN-Canada Joint Cooperation Workplan 2007-2010 (ACJCWP). Work Plan tersebut diprioritaskan pada kerjasama di bidang-bidang: 1) Counter-Terrorism and Transnational Crime; 2) Economic Cooperation; 3) Health Security; 4) Interfaith Dialogue; 5) Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat. Di bidang kerjasama politik dan keamanan, ASEAN-Kanada telah mengimplementasikan proyek dalam bidang Counter-Terrorism seperti ASEAN Workshop on Preventing Bio-Terrorism di Jakarta pada tanggal 12-13 Juli 2007 dan ASEAN Workshop on Forging Cooperation Among Anti-Terror Units di Jakarta pada tanggal 23-24 Januari 2008. Kedua workshops tersebut mendapat dana dari Kanada dan merupakan tindak lanjut kesepakatan Sidang ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) di Bali pada bulan Juni 2006 dan implementasi dari ASEAN-Canada Joint Declaration for Coopeartion to Combat International Terrorism yang ditandatangani di Malaysia pada tanggal 28 Juli 2006; Sedangkan di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Kanada juga telah memberikan dana penyelenggaraan Workshop on Supporting the Establishment of a Regional Human Rights Mechanism in ASEAN di Bali pada tanggal 15-17 Mei 2008. Adapun dalam bidang Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat, Kanada telah memberikan persetujuan atas proposal ACTIV (ASEANCanada Cooperation on Technical Initiatives for the VAP) sebagai fasilitas dukungan expertise dari Kanada melalui Sekretariat ASEAN. Dibidang kerjasama ekonomi, telah diselenggarakan ASEAN-Canada Business Forum dan pertemuan Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) pada tanggal 2-3 Mei 2005 di Toronto. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengusaha-pengusaha serta para pejabat tinggi ekonomi ASEAN dan Kanada. Pada 5th ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh City, 12-14 Mei 2008, Pemerintah Kanada membuat

55

Japan-ASEAN Economic Partnership (JAEP) Fund. kerjasama ASEANJepang terfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan integrasi ASEAN. AJC sedang dalam proses reformasi untuk memperluas fungsi dan aktivitasnya sesuai arahan ASEAN-Japan Commemorative Summit pada tahun 2003. JEPANG Hubungan ASEAN-Jepang secara informal dijalin sejak tahun 1973 dan meningkat menjadi hubungan formal pada tahun 1977 dengan diselenggarakannya ASEAN-Japan Forum pertama. b. Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). pendiri Ma’arif Institute for Culture and Humanity. Di bidang politik dan keamanan. baik di ASEAN maupun di antara ASEAN dan mitra wicara. Philip K. Investment and Tourism yang didirikan pada tanggal 25 Mei 1981. Berdasarkan rekomendasi Eminent Persons Committee. peraih Magsaysay Award 2008). Imam B. perjanjian AJC kemudian mengalami proses amandemen dan disahkan oleh Council Director AJC pada tanggal 20 November 2007. Jepang adalah salah satu Mitra Wicara yang aktif bagi ASEAN. kerjasama ASEAN-Jepang terus berkembang dengan menggunakan beberapa forum antara lain: a. saat ini dirujuk sebagai ASEAN-Japan Centre (AJC). d. Penguatan kerja sama ASEAN-Jepang ditandai dengan pelaksanaan ASEAN-Japan Commemorative Summit. Kesepakatan lainnya adalah perhatian Kanada dalam upaya memerangi terorisme dan peningkatan people-to-people contacts and exchanges. Kanada belum melakukan aksesi atas Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Ahmad Syafii Ma’arif (mantan Ketua PP Muhammadiyah. Kanada dan ASEAN Secretariat. Sedangkan kegiatan prioritas dalam 2nd ACJCWP lainnya yang telah diselenggarakan adalah ASEAN-Canada Dialogue on Interfaith Initiatives pada tanggal 5-7 November 2008 di Surabaya. serta menunjuk Duta Besar Kanada untuk ASEAN. Bersama Kanada. Kanada. ASEAN-Japan Forum yang merupakan pertemuan tingkat Pejabat Tinggi. dan Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF). KTT ASEAN-Jepang. Dr. dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN. Dialog merupakan kegiatan interfaith pertama. Dr. Salah satu bidang kerjasama yang dikembangkan dalam kerja sama ASEAN-Jepang adalah dalam bidang perdagangan. Dr. ASEAN Economic Ministers-Ministry of International Trade and Industry (MITI). Intensitas kerjasama yang tinggi terlihat melalui pelaksanaan berbagai proyek dengan pembiayaan Jepang dalam kerangka Japan-ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). Implementasi ACJCWP tidak dilakukan melalui Special Fund namun melalui mekanisme Canadian International Development Agency (CIDA).keputusan untuk melanjutkan kembali 3rd Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) guna melakukan perundingan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2008 di Vancouver. Keputusan tersebut dipertegas kembali oleh Kanada pada PMC+1 Session with Canada pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. 11-12 Desember 2003 di Tokyo dan ditandatanganinya “Tokyo Declaration for the Dynamic and Enduring ASEAN-Japan Partnership in the New Millennium” serta disahkannya ASEANJapan Plan of Action yang merupakan cetak biru kerja sama ASEAN-Jepang yang secara komprehensif mengidentifikasi bidang-bidang kerjasama yang penting dan memberikan arah bagi kerjasama di masa mendatang. Sejak dilembagakan pada 23 Maret 1977. e. ASEAN-Kanada juga mempertegas kembali kesepakatan untuk menyusun Joint Declaration on ASEAN-Canada Comprehensive on Enhanced Partnership serta Plan of Action untuk hubungan ASEAN-Kanada ke depan. kepemudaan dan media Indonesia antara lain KH. Investasi dan Turisme. pendiri Yayasan Nurani Dunia). dan Pertemuan-pertemuan antar swasta. Widjaja (Wakil Sekjen WALUBI). Indonesia merupakan co-host dialog tersebut. Prof. Jepang juga telah mengaksesi TAC yang ditandatangani pada tanggal 2 Juli 2004 di Jakarta. yang merupakan pertemuan antar para pejabat tinggi ASEAN dan Jepang. Sampai saat ini. Bambang Harymurti (Pemred Majalah Tempo) dan Prof. c. A. Hingga saat ini. Post Ministerial Conference (PMC). Dialog tersebut juga dihadiri oleh para tokoh agama. Ratifikasi amandemen AJC oleh Indonesia masih dalam proses legalisasi internal. Promotion Centre on Trade. pendidikan. ASEAN dan Jepang juga telah menandatangani Joint Declaration for 56 . Dalam PMC tersebut. Prasodjo (Sosiolog.

investment dan economic cooperation. Jepang juga akan memberikan kontribusi sebesar US$ 67 juta untuk penanganan avian influenza dan penyakit menular. Di bidang transnational crimes. Sebagai bagian dari AJCEP. Indonesia telah berpartisipasi pada Seminar “People Building Peace: Human Resources Development in Asia” dan mendukung diselenggarakannya pelatihan jangka pendek serta jangka panjang di bidang peacekeeping. Japan ASEAN Exchange Project (JAEP) Fund. trade in services. telah didirikan lembaga pendidikan Terakoya pada tahun 2007 di Jepang. lingkungan dan perubahan iklim sebagai beberapa sektor yang akan diperkuat kerja samanya. Jepang berkomitmen dalam mendukung terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 dengan ASEAN sebagai driving force. energi terbarukan. Jepang juga menekankan isu-isu natural disaster. ASEAN-Jepang juga melihat pentingnya people-to-people exchange. terutama dalam upaya capacity building. saat ini para pihak sedang melaksanakan proses ratifikasinya untuk entry into force sebelum tahun 2009. ASEAN juga menyambut baik “Doktrin Fukuda” dimana PM Yasuo Fukuda menyebutkan ”ASEAN is a partner that shares the vision of Japan” khususnya dalam konteks evolving regional architecture. Di samping itu pada kesempatan tersebut. KTT ke-10 ASEAN-Jepang tahun 2007 mencatat komitmen Jepang untuk membantu Program Narrowing Development Gap negara-negara ASEAN yang akan disampaikan melalui skema the ASEANJapan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) senilai US$ 52 juta. Jepang dan ASEAN harus mulai melakukan negosiasi untuk bidang jasa dan investasi satu tahun setelah AJCEP entry into force. Sementara itu. Dalam kerangka kerja sama East Asia Summit (EAS). KTT ke-10 tersebut juga menyepakati usulan Jepang membentuk Eminent Persons’ Group (EPG). Dalam pertemuan ASEAN PMC Session with Japan ke-41 di Singapura tanggal 23 Juli 2008. peacebuilding. AJCEP mencakup trade in goods. Indonesia telah menyelenggarakan 3rd Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Plus Japan Consultation di Bali pada tanggal 9 Juni 2006.Cooperation on the Fight Against International Terrorism pada KTT ASEAN-Jepang tanggal 30 Nopember 2004. dan 57 . Pada KTT ASEAN-Jepang ke-10. usulan Indonesia mengenai pembentukan ASEAN Maritime Forum telah ditanggapi secara positif oleh Jepang. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 tanggal 21 November 2007 telah dikeluarkan Joint Statement on the Conclusion of the Negotiations for the ASEAN-Japan Economic Partnership Agreement. Jepang berkomitmen untuk melaksanakan program mengundang 6000 pemuda dari negara-negara East Asia Summit per tahun selama lima tahun untuk berkunjung ke Jepang melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) yang telah dimulai pada bulan November 2007. Pada mulanya. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan Jepang dalam memberantas transnational crimes. kerja sama ASEAN-Jepang dibiayai melalui berbagai Trust Funds ASEAN-Jepang yaitu Japan ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). ditekankan untuk peningkatan kerja sama dalam pemajuan energy efficiency. terkait isu counter-terrorism. Para pemimpin ASEAN juga menghargai upaya Jepang mendukung terwujudnya ASEAN Community pada tahun 2015 serta implementasi VAP dan IAI. Negosiasi AJCEP Agreement telah selesai dan ditandatangani pada awal tahun 2008. Rekomendasi EPG direncanakan akan dilaporkan kepada para pemimpin kedua belah pihak pada KTT ASEAN-Jepang ke-12 di Bangkok tahun 2008. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 di Singapura tahun 2007 Jepang telah mengusulkan pembentukan ASEAN-Japan Dialogue on Environmental Cooperation yang pertemuan pertamanya telah diselenggarakan di Ha Noi pada bulan Maret 2008 back-to-back dengan 1st Officials Meeting for EAS Environment Minister Meeting yang dibiayai oleh Japan ASEAN Integration Fund. pelatihan. dan pertukaran informasi mengenai tindak kejahatan lintas negara yang pernah terjadi atau berpotensi terjadi. Pada bidang capacity building. serta ketahanan pangan. Indonesia telah menjadi nara sumber dalam Pertemuan pertama ASEAN-Japan Counter Terrorism Dialogue di Tokyo tanggal 2829 Juni 2006. Jepang juga menyampaikan komitmennya untuk menyediakan stockpiling 500 ribu anti-viral di setiap negara ASEAN dalam membantu penanganan penyakit menular khususnya Avian Influenza. Tugas EPG adalah mengelaborasi Joint Statement ASEAN-Jepang mengenai Deepening and Broadening of the Strategic Partnership yang ditandatangani pada 9th ASEAN-Japan Summit di Kuala Lumpur untuk diwujudkan dalam kegiatan nyata. Di bidang kesehatan. Di bidang maritime security. dan conflict prevention bagi warga sipil. Untuk itu.

disaster management dan lingkungan. Dengan demikian untuk pertama kalinya hubungan ASEAN-AS memiliki payung kerjasama berikut rencana aksi yang bersifat komprehensif. Capability Mature Model Programme. Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue tersebut menyepakati perluasan kerjasama antara lain dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan.Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). Post Ministerial Conference 10+1. Imigrasi. 58 . termasuk membantu APEC menciptakan perdagangan dan investasi bebas di wilayah Asia Pasifik. 26 Oktober 2002. ASEAN Regional Forum Intersessional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Crime (ARF ISM CT-TC) bertujuan memfasilitasi interaksi antar berbagai stakeholders. di Singapura. AMERIKA SERIKAT Hubungan dialog ASEAN-Amerika Serikat (AS) telah berlangsung sejak tahun 1977 dengan prioritas pada kerjasama ekonomi dan kerjasama pembangunan yang meliputi antara lain sektor komoditas. Senior Economic Officials Meeting-USTR. EAI merupakan inisiatif Presiden Bush yang disampaikan kepada para Pemimpin ASEAN di sela pertemuan APEC di Los Cabos. 3-5 Juli 2008 menilai masih banyak revisi dalam draft agreement yang akan disepakati. Mekanisme kerjasama ASEAN dan AS dilakukan antara lain melalui forum-forum: ASEAN-US Dialogue. Diharapkan revisi itu dapat diselesaikan sebelum Pertemuan COST berikutnya pada November 2008 di Kuala Lumpur. transportasi. Dalam rangka intensifikasi kerja sama ASEAN-Jepang. Polisi maupun pengambil kebijakan untuk saling bertukar pengalaman dalam menanggulangi terorisme. ASEAN-US SOM TC. Melalui kedua mekanisme itulah. akses pasar. IC Assessment. Penandatanganan the ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) pada tahun 2006 merupakan bentuk kemajuan kerjasama lainnya. akses modal dan alih teknologi dan people-to-people contacts. Kemajuan kerjasama ASEAN-AS ditandai dengan penandatanganan Joint Vision Statement on ASEAN-US Enhanced Partnership pada tanggal 17 November 2005 dengan Plan of Action 5 tahunan (2006-2011). politik dan keamanan regional. baik dari kalangan Intelijen. integrasi regional. Kerjasama di bidang terorisme juga dilakukan dalam kerangka ASEAN Regional Forum. Kerjasama pembangunan ASEAN-AS yang dikemas dalam proyek ACP yang telah dilaksanakan dan sedang berlangsung antara lain adalah International Business Linkage Programme. pledge bantuan khusus untuk kawasan biasanya ditetapkan dalam kerangka suatu inisiatif atau program. Meksiko. Belum terdapat mekanisme pendanaan khusus dalam kerangka kerjasama ASEAN-US. Hubungan kemitraan tersebut telah memasuki periode komprehensif meliputi kerjasama dan dukungan terhadap pembangunan kapasitas perdagangan. Untuk itu. Dalam konteks ini. disepakati untuk mengkonsolidasi semua trust funds tersebut menjadi Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). Komitmen kerjasama strategik lain yang perlu menjadi perhatian antara lain dalam bidang counter terrorism dengan ditandatanganinya the ASEAN-US Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism. ASEAN Regional Forum (ARF). Bea Cukai. ASEAN Economic MinisterUS Trade Representatives. Namun hal tersebut tidak dapat dilaksanakan karena Pertemuan ASEAN Committee on Science and Technology (COST) ke-55 di Manila. Bagi ASEAN deklarasi ini lebih bersifat tindak lanjut dari keterikatan politis para pemimpin ASEAN untuk memerangi terorisme. Mekanisme kerjasama di bidang pembangunan dan ekonomi perdagangan yang telah well established antara lain ASEAN-US Cooperation Plan (ACP) dan ASEAN Development Vision to Advance Economic Integration (ADVANCE). dan untuk kerjasama nyata guna meningkatkan kemampuan ASEAN melalui pertukaran informasi intelijen dan capacity building. ASEAN dan AS telah menetapkan 8 (delapan) bidang prioritas implementasi. counter terrorism dan penanganan kejahatan lintas negara lainnya. finalisasi dan penandatanganan ASEAN-US Science and Technology Agreement direncanakan dapat dilakukan pada PMC+1 session with US. Workshop on Cyber-crime dan Workshop on Building Capacity to Combat Impacts of Aquatic Alien Species and Associated Transboundary Pathogens in ASEAN Countries. Tujuan akhir EAI adalah terwujudnya berbagai bilateral free trade yang dapat lebih mendekatkan ASEAN dengan AS. e-Marketing. pada tanggal 1 Agustus 2002. ICT. TIFA merupakan tindak lanjut dari program kerjasama ASEAN-AS. kerjasama pembangunan dan sosial budaya. yaitu di bidang ekonomi. e-Business Learning. yaitu implementasi Enterprise for ASEAN Initiative (EAI). 23 Juli 2008. energi. EAI menawarkan peluang perdagangan bebas bilateral antara negara-negara anggota ASEAN dengan AS. kesehatan. ASEAN Washington Committee dan ASEAN-US Business Council (ABC) untuk sektor swasta. AS juga aktif dalam membantu implementasi Work Programme on HIV/AIDS dan kerjasama penanganan bencana alam dan mitigasi.

dan ASEAN-RoK Joint Planning and Review Committee (JPRC). ASEAN dan RoK telah menandatangani the Agreement on Trade in Goods pada tanggal 24 Agustus 2006 di Kuala Lumpur dan telah entry into force pada bulan Juni 2007. ASEAN-RoK sedang dalam proses negosiasi perjanjian dalam bidang investasi. Deplu bekerjasama dengan Kedubes AS di Jakarta telah menyelenggarakan seminar ASEAN-US Enhanced Partnership bulan Agustus 2007 di Jakarta sebagai satu upaya meningkatkan awareness kalangan akademik. Mekanisme kerjasama ASEAN-RoK dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT.5% dari US$ 28. ASEAN dan AS telah menandatangani “ASEAN-US Declaration on Cooperation to Combat Terrorism”. people to people exchange and narrowing the development gaps. Dengan demikian. pariwisata. dan bidang politik-keamanan. culture. Adapun kerjasama politik dan keamanan ASEAN-RoK telah ditandai dengan aksesi RoK terhadap TAC pada KTT ASEAN-RoK di Vientiane tanggal 27 Nopember 2004. Untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan. serta telah menandatangani the Agreement on Trade in Services pada tanggal 21 November 2007 di Singapura. Saat ini. science and technology.2 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 29. Penandatanganan ini merupakan komitmen kuat RoK untuk menyumbang bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. AS juga menegaskan komitmen atas ASEAN-US Enhanced Partnership.5% dari US$ 21. KOREA SELATAN Sejak tahun 1989 Korea Selatan/Republic of Korea (RoK) menjadi Mitra Wicara sektoral. Di bidang ekonomi. dan mendorong AS untuk mengaksesi TAC guna meningkatkan perdamaian di kawasan. Namun sejak peristiwa 11 September 2001. 10 Mei 2008. kemudian menjadi Mitra Wicara penuh pada ASEAN Ministerial Meeting ke-24. Selain itu. bulan Juli 1991 di Kuala Lumpur.8 milyar pada kurun waktu yang sama. Hal ini juga menjadikan RoK sebagai negara non-ASEAN ke-6 dan negara ASEAN+3 terakhir yang mengaksesi TAC. Dalam rangka sosialisasi dan penggalian input untuk perkembangan ASEAN-AS.3 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 2. investment. tanggal 30 Nopember 2004 telah ditandatangani Joint Declaration on Comprehensive Cooperation Partnership. AS menyampaikan komitmen Pemerintah AS sebagai strategic partner bagi ASEAN yang direfleksikan antara lain melalui pengangkatan Scot Marciel sebagai US Ambassador for ASEAN Affairs.5 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 61. kerjasama ASEAN-RoK telah memiliki dasar bagi pengembangan hubungan kerjasama kedua belah pihak di masa-masa mendatang. Dalam KTT ASEAN-RoK di Vientiane. health. khususnya melalui mekanisme ASEAN Regional Forum (ARF). Pada tanggal 1 Agustus 2002. Sedangkan nilai impor ASEAN dan RoK meningkat 10. AS merupakan negara mitra wicara ASEAN pertama yang mengangkat duta besarnya untuk ASEAN. Kerjasama ASEAN-RoK meliputi bidang ekonomi. 13 Desember 2005. AS cenderung menitikberatkan kerjasama dengan ASEAN dalam penanganan masalah terorisme. Dalam bidang development cooperation.Hal ini diwujudkan dengan ditandatanganinya Plan of Action (POA) untuk mengimplementasikan berbagai komitmen dalam Joint Declaration tersebut. negara-negara ASEAN menyambut baik kerjasama dengan AS untuk memecahkan permasalahan strategis di kawasan. Pertemuan pertama SOMTC plus RoK telah diselenggarakan 59 . Dengan demikian.5% dari US$ 52. pada KTT ASEAN-RoK ke-9 di Kuala Lumpur. ASEAN dan RoK juga berkerjasama dalam meningkatkan upaya menangani isu-isu kejahatan lintas batas. Deplu c.3 milyar pada tahun 2007. perdagangan. ICT. tourism.5 milyar pada tahun 2007. human resource development. kerjasama pembangunan. ASEAN-RoK telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation dan Agreement on Trade in Goods pada tahun 2005. transport. ASEAN-RoK Dialogue. 23 Juli 2008. Indonesia meyampaikan harapannya agar AS dapat membantu dalam proses implementasi ASEAN Convention on CounterTerrorism (ACCT) terutama Rehabilitative Program. Sedangkan dalam rangka pembentukan ASEAN-RoK Free Trade Area. environment. agriculture.8 milyar pada tahun 2007. Total nilai perdagangan ASEAN-RoK mengalami peningkatan sebesar 9. Pada bulan Juli 2006. Nilai FDI RoK di ASEAN meningkat lebih dari dua kali lipat dari US$ 1. ASEAN menghimbau agar AS bersedia untuk mengaksesi TAC.8 milyar menjadi US$ 31. investasi. Secara umum.q Ditjen Kerjasama ASEAN telah menyelenggarakan Seminar on Deepening ASEAN-US Relations di Jakarta tanggal 12 Oktober 2006 dan dalam rangka Commemorative Activities.Pada PMC 10+1 Session with US. kerjasama ASEAN-RoK telah berkembang dalam bidang trade. pengusaha dan masyarakat mengenai hubungan kerjasama ASEAN-AS. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri. yang bertujuan mewujudkan kerjasama yang lebih erat dan lebih terarah di masa mendatang. Nilai ekspor ASEAN ke RoK meningkat sebesar 8. Pada Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue di Singapura.

pada KTT ASEAN-China di Vientiane. Partisipasi Indonesia pada Commemorative Summit tersebut belum dapat dipastikan pada tingkat Kepala Negara mengingat pada waktu yang hampir bersamaan Indonesia menyelenggarakan pemilu legislatif dan Presiden. akademisi. aktivis media dan pemuda yang berlangsung secara reguler. Centre akan memulai kegiatannya dalam bulan November 2008. disaster management dan transnational crime. pada bulan Juli 1991 yang kemudia menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada bulan Juli 1996. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-China. Pada KTT ke-11 ASEAN-RoK. Investasi dan Pariwisata RoK.495. ASEAN-China Senior Officials’ Consultation (ACSOC). para Menteri Luar Negeri ASEAN dan RoK telah menandatangani MoU Pendirian ASEAN-Korea Centre yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan. Untuk melaksanakan Deklarasi Bersama tersebut. RoK telah menyampaikan usulan untuk menyelenggarakan ASEAN-RoK Commemorative Summit pada tahun 2009 dalam rangka peringatan ulang tahun ke-20 ASEAN-RoK Dialogue. Negara-negara anggota ASEAN telah menyampaikan bahwa pada prinsipnya dapat mendukung usulan penyelenggaraan summit tersebut tetapi harus diperhatikan mengenai substantive outcome document serta tempat dan waktu pelaksanaan summit tersebut. China merupakan Mitra Wicara ASEAN pertama yang menandatangani Treaty of Amity and Cooperation pada KTT ASEAN-China di Bali pada tanggal 8 Oktober 2003. mendorong kunjungan pariwisata dan pertukaran misi kebudayaan antara negara anggota ASEAN dan RoK .di Indonesia dengan pembahasan yang mengemuka adalah kerjasama dalam menghentikan pengedaran gelap narkoba dan kejahatan dunia maya. Seluruh negara anggota ASEAN telah meratifikasi MoU on Establishing ASEAN-Korea Centre dan mendepositkan piagam ratifikasinya kepada Sekretariat ASEAN. Indonesia terlibat aktif dalam perundingan-perundingan ASEAN-RoK Free Trade Area (FTA). disepakati pula pendirian Pusat Promosi Perdagangan.88. Jumlah dana SCF per tanggal 31 Juli 2008 adalah USD 3. Sedangkan kerjasama di bidang people-to-people exchange. para Pemimpin ASEAN dan China mengadopsi Plan of Action to implement the Joint Declaration on Strategic Partnership. Sebagaimana dengan mitra wicara lainnya. Kedua pihak juga akan memperpanjang batas waktu penyelesaian pembahasan Agreements on Trade in Services sampai bulan Nopember 2007. RoK. RoK telah menyampaikan komitmennya untuk melipatgandakan bantuan pembangunan kepada ASEAN pada tahun 2009 yang dilontarkan pada KTT ke-10 ASEAN-RoK yaitu peningkatan kerjasama bidang teknologi informasi terkait good governance. 60 . 65 Tahun 2008. mempermudah aliran investasi. ASEAN-China Joint Cooperation Committee (ACJCC). pemberantasan korupsi dan penanganan bencana alam. dan ASEAN-China Working Group on Development Cooperation (ACWGDC). serta Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning tahun 2006.457. Mekanisme kerjasama ASEAN-China dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT. Di bidang peningkatan ekonomi dan perdagangan dengan RoK. Indonesia meratifikasi MoU ASEAN-Korea Centre dengan Peraturan Presiden No. Dokumen dasar kerjasama ASEAN dan China adalah Joint Declaration of the Heads of State/Government of the Association of the Southeast Asia Nations and the People’s Republic of China on Strategic Partnership for Peace and Prosperity yang ditandatangani pada KTT ASEAN-China di Bali tanggal 8 Oktober 2003.59 sedangkan jumlah dana FOCP adalah USD 113. 29 Nopember 2004.811. beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain saling kunjung para pegawai negeri. Malaysia. China juga telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi Protocol to the Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapons-Free Zone (SEANWFZ). peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEANRoK terlihat pada upaya capacity building di bidang-bidang terorisme. Proyek dan kegiatan dalam kerjasama ASEAN-RoK didanai oleh the ASEAN-RoK Special Cooperation Fund (SCF) dan Future Oriented Cooperation Project (FOCP) Fund yang dibentuk pada tahun 1990 dan 1997. CHINA Hubungan kerjasama informal ASEAN-China dimulai pada AMM ke-24 di Kuala Lumpur. Selain itu. Pihak RoK mengusulkan penyelenggaraan summit pada tanggal 1-2 Juni 2009 di Jeju Island. tanggal 21 Desember 2007 di Singapura.

MoU on Transport Cooperation. Sementara itu. Jumlah volume perdagangan ASEAN dan China meningkat sebesar 26% dari USD 160 milyar di tahun 2006 menjadi USD 200 milyar di tahun 2007.9 milyar di tahun 2007. 10 Januari 2003 dan the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) sebagai confidence-building measures antara pihak-pihak yang berkepentingan. Mengenai jangka waktu ACFTA. Dalam kaitan ini. ASEAN dan China telah menandatangani Agreement on Trade and Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and China. November 2007. Investasi ASEAN dan China juga meningkat menjadi USD 48. Penandatanganan kedua dokumen tersebut menegaskan tekad ASEAN dan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. di Yangon. Myanmar. Terkait dengan kesepuluh prioritas kerjasama ASEAN dan China. di Singapura. informasi dan teknologi komunikasi (ICT). dan Agreement on Dispute Settlement Mechanism between ASEAN and China. Di bidang ekonomi. 61 . 4 Nopember 2002. Dokumen tersebut juga memuat esensi pentingnya peningkatan kerjasama di bidang post-disaster reconstruction and rehabilitation dan bidang penegakan hukum. ASEAN dan China telah menyelesaikan negosiasi Agreement on Trade in Good and Service dan mulai diimplementasikan sejak Juli 2007. Untuk meningkatkan people-to-people contacts. mutual investment. Pencapaian penting lainnya dalam kerjasama ASEAN-China selama tahun 2006 adalah dibentuknya mekanisme pertemuan reguler para Menteri Kesehatan ASEAN-China yang bertujuan untuk memajukan kerjasama di bidang kesehatan masyarakat. MoU on Sanitary and Phytosanitary Cooperation. pariwisata. Pada KTT ASEAN-China ke-11. Selanjutnya pada pertemuan tingkat menteri tanggal 27 Nopember 2004. ASEAN dan China telah merayakan peringatan 15 tahun hubungan ASEAN-China dengan puncak perayaan ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. ekonomi dan sosial-budaya untuk 15 tahun ke depan. budaya.Prioritas bidang kerjasama ASEAN dan China meliputi 10 (sepuluh) bidang: pertanian. isu ‘lingkungan hidup’ ditambahkan sebagai prioritas bidang kerjasama ke-11. dan untuk negara-negara CLMV pada tahun 2015. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEANChina Cooperation. China. Selain itu China telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan ASEAN antara lain MoU Between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) and the Government of the People’s Republic of China on Cooperation in the Field of Nontraditional Security Issues di Bangkok. sumber daya manusia. kedua belah pihak juga telah menandatangani beberapa MoU antara lain: MoU on Cooperation in Information and Communication. Saat ini. Mekong development. para Menteri Ekonomi ASEAN dan China telah menjalin interaksi melalui Konsultasi AEM dengan China. kerjasama ASEAN dan China juga mengalami peningkatan. 30-31 Oktober 2006. Agreement on Investment mengalami kendala dalam mencapai kesepakatan mengenai NonConforming Measures. China telah menawarkan program pelatihan di berbagai bidang untuk 8000 tenaga profesional dari negara-negara ASEAN serta mengundang 1000 pemuda ASEAN berkunjung ke China selama 5 tahun ke depan. disepakati bagi ASEAN-6 pada tahun 2010 dengan fleksibilitas hingga 2012 bagi produk-produk sensitif. serta pengaturan mengenai “early harvest” bagi barang-barang dan jasa-jasa tertentu. MoU on Cultural Cooperation. Dalam Framework Agreement ini tercakup “special and differential treatment and flexibility” bagi negaranegara CLMV. China juga secara konsisten mendukung upaya integrasi ASEAN dengan memberikan kontribusi dana sebesar USD 1 juta masing-masing kepada ASEAN-China Cooperation Fund dan pelaksanaan Initiative for ASEAN-Integration. telah disepakati untuk mempercepat penyusunan code of conduct in the South China Sea sebagai pedoman untuk mempertahankan perdamaian di Laut China Selatan. Pada KTT ke-10 ASEAN-China. yang memuat arah strategis bagi pengembangan kerjasama di bidang politikkeamanan. para pemimpin ASEAN dan China telah menandatangani ASEAN-China Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation yang merupakan landasan bagi perundingan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Kepala Negara memberikan instruksi kepada pejabat senior untuk memfinalisasi Guidelines for the Implementation of the DOC dan menyelenggarakan the ASEAN-China Joint Working Group (ACJWG) on the DOC dalam waktu yang tidak terlalu lama. kesehatan publik. Pada KTT ASEAN-China di Phnom Penh. transportasi. kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan negosiasi Agreement on Investment sebelum KTT ASEAN-China pada Desember 2008. Direncanakan MoU on Media and Information akan ditandatangani pada Pertemuan AMRI (ASEAN Ministers Responsible for Information) pada tahun 2009. Di bidang ekonomi. Sementara itu ASEAN-China Funds for Public Health dibentuk pada tanggal 22 Juni 2006.

Upaya peningkatan hubungan kerjasama ekonomi ASEAN-China ke tataran yang lebih tinggi (Bringing ASEAN-China economic relations and trade to a new level). sepakat untuk mengimplementasikan berbagai kegiatan dalam Cetak Biru tiga pilar Komunitas ASEAN bersamaan dengan implementasi ASEAN-China Plan of Action. bioteknologi. Filipina tanggal 14 Januari 2007. Investment and Tourism. dan d. energy and food security serta climate change. Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ASEAN-India di Vientiane. Pendanaan aktifitas kerjasama ASEAN dan China diwadahi oleh ASEAN-China Cooperation Fund. Pemasukan diperoleh dari kontribusi pemerintah China dan pengembalian dana dari penyelenggaraan berbagai konferensi. Pertemuan tersebut juga menghasilkan dokumen kerjasama ASEAN-China yaitu ASEAN-China Agreement on Trade in Services (TIS) of the Framework on Comprehensive Economic Cooperation. Sedangkan dalam bidang perdagangan dan investasi. Dalam kepemimpinan Indonesia. ASEAN dan China pada Pertemuan ASEAN-China Joint Cooperation Committee. teknologi informasi dan people to people contact. pengembangan energi alternatif. November 2007 di Singapura. kerjasama investasi. secara spesifik hubungan kerjasama ASEAN-India diarahkan pada upaya-upaya pengembangan kerjasama di bidang farmasi. teknologi dan managerial capabilities. Indonesia menekankan kerjasama ASEAN-India yang berorientasi pada upaya implementasi dari berbagai proyek kerjasama dalam segala bidang. Penyelenggaraan KTT pertama ASEAN-India. INDIA India menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada saat KTT ke-5 ASEAN di Bangkok tanggal 14-15 Desember 1995. kerjasama di bidang ICT serta MoU ASEAN-China di bidang pertanian. Sebagai tindak lanjut KTT ASEAN-China ke-11. Selanjutnya komitmen ASEAN dan India tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan ASEANIndia Partnership for Peace. tanggal 30 Nopember 2004. tanggal 5 Nopember 2002 di Phnom Penh. Dalam pertemuan tersebut. Indonesia telah menjadi negara koordinator untuk hubungan kerjasama ASEANIndia sampai tahun 2009. kesehatan. ilmu pengetahuan dan teknologi. peningkatan kapasitas SDM dalam bidang ilmu pengetahuan. peningkatan volume perdagangan hingga mencapai USD 30 milyar. khususnya dalam rangka mendorong terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. Semenjak dicanangkannya kebijakan ‘Look East Policy’ oleh Pemerintah India. para Pemimpin ASEAN dan India menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. of implementation of Joint Declaration on Code of Conduct in the South China Sea. dan disaster management. ekonomi dan sosial budaya. Memperkuat rasa saling percaya secara politis (Strengthening political mutual trust). MoU on Establishing the ASEAN China Centre dan draft Guidelines. b. Dalam kaitan ini. pengembangan sumber daya manusia. hubungan kemitraan ASEAN-India mendapatkan momentum. para pemimpin ASEAN dan China telah menyepakati antara lain: a. Pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-China di Singapura bulan Juli 2008. ASEAN dan China tengah menegosiasikan draft ASEAN-China Air Service Agreement. ASEAN dan India terus menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kerjasamanya. China menyatakan akan menunjuk seorang Duta Besar untuk ASEAN. Pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN dan India pada bulan Juli 2008 telah disepakati peningkatan kerjasama di bidang pemberantasan terorisme. ASEAN dan China telah sepakat untuk mempercepat pembahasan pembentukan Free Trade Agreement serta pembentukan ASEAN-China Centre for Promoting Trade. Bidang-bidang kerjasama yang diatur di dalam kedua dokumen itu adalah bidang politik. Sejak tahun 2006. Untuk kerjasama di masa mendatang. Beberapa kesepakatan penting antara lain adalah aksesi India terhadap 62 . Kamboja. memperkuat momentum itu. c. Maret 2008 di Chongqing. iptek. Secara aktif mendukung upaya pembangunan masyarakat ASEAN dan integrasi ASEAN (Actively supporting ASEAN community building and integration).Bobot kerjasama ASEAN-China semakin meningkat pada KTT ke-10 ASEAN-China di Cebu. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. Kedua dokumen tersebut merupakan dokumen inti dari dasar pelaksanaan kerjasama kemitraan ASEAN-India saat ini. teknologi komunikasi dan informasi. Pada KTT tersebut. Mengembangkan kerjasama di bidang non-tradisional isu (Carrying out cooperation in non-traditional security fields).

pada KTT ke-5 ASEAN-India di Cebu tahun 2007. serta pelaksanaan program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’. Pada Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee (JCC) ke-10. teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee di Bali pada bulan April 2008 dan ASEANIndia Ministerial Meeting di Singapura pada bulan Juli 2008 mencatat bahwa India secara prinsip menyetujui usulan Indonesia mengenai pembentukan CELT di Indonesia. disepakati untuk mengembangkan modalitas program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan memperluas kerjasama people-to-people contact dengan menjajaki kemungkinan penyelenggaraan aktivitas exchange programme lainnya dengan target yang berbeda. khususnya perbedaan penerapan aturan untuk Rules of Origin (RoO). ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan ‘ASEAN-India Media Exchange Programme’. bulan November 2007. pengembangan SDM dan pariwisata. 63 . ASEAN dan India menyepakati untuk pengembangan kerjasama khususnya di bidang Iptek. Proyek yang telah berhasil dilaksanakan antara lain kunjungan pengusaha kecil dan menengah ASEAN ke India. Sesuai dengan Framework Agreement tersebut. Laos dan Viet Nam. India akan menyusun Rules of Procedures bagi Fund dimaksud. Setelah mengatasi berbagai kendala. bioteknologi. India juga menyatakan dukungannya untuk proses integrasi ASEAN. Kegiatan ini bertujuan menciptakan inter-firm linkages antar kalangan pengusaha di masa mendatang. India mendirikan Entrepeneurship Development Centres (EDCs) di Kamboja. dan 2008 di New Delhi. seperti antara lain ASEAN-India Parliamentarian Exchange Programme. Disepakati juga untuk meningkatkan kerjasama ASEAN-India di bidang pertanian dengan membentuk ASEAN-India Ministers’ Meeting on Agriculture yang diharapkan dapat dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN Agricultural Ministers’ Meeting. pada KTT ASEAN-India ke-6 tanggal 21 November 2007. Pada KTT ASEAN-India ke 6 di Singapura. Pemimpin ASEAN dan India sepakat untuk melembagakan kegiatan ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’. di bawah koordinasi Indonesia. bulan Oktober 2003. Kerjasama pembangunan ASEAN-India selama tahun 2006 meliputi bidang transportasi dan infrastruktur. Sedangkan kemajuan di bidang ekonomi. Kerjasama pembangunan tersebut didanai oleh ASEAN-India Cooperation Fund. India juga mendirikan Centres for English Language Training (CELT) di Kamboja. Viet Nam dan Myanmar. Di samping itu. Kerjasama bidang bioteknologi juga dilaksanakan dalam bentuk ASEAN-India Workshop on Bioinformatics yang telah berlangsung untuk kedua kalinya pada bulan Desember 2006. proses negosiasi pengurangan dan penghapusan tarif untuk perdagangan barang telah dimulai pada Januari 2004. antara lain: program ASEAN-India Media Exchange Programme dimana wartawan ASEAN telah mengunjungi India pada tahun 2006 dan 2007. Laos. ASEAN dan India telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and the Republic of India pada KTT ke-2 ASEAN-India tanggal 8 Oktober 2003 di Bali. India juga telah mencanangkan pembentukan ASEAN-India Green Fund yang pemanfaatannya akan ditujukan bagi kerjasama di bidang lingkungan hidup. sebagai bagian dari peningkatan people-to-people contact telah dilaksanakan berbagai program. perdagangan dan investasi. pada tanggal 9-18 Desember 2007 di India. Hal tersebut sebagai upaya India mendukung program pengurangan kesenjangan pembangunan di antara negara ASEAN di bawah payung Initiative for ASEAN Integration (IAI). 2007. ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’ tahun 2006. Selain itu. India membentuk ASEAN-India Science and Technology Fund dengan dana sejumlah USD 1 juta. maka dalam KTT ke-5 ASEAN-India juga disepakati undangan kepada 100 pemuda ASEAN yang terdiri dari 10 orang dari masing-masing negara anggota ASEAN untuk berkunjung ke India dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 60 tahun kemerdekaan India. Seperti halnya Mitra Wicara ASEAN lainnya. Dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan. ASEAN telah menyelesaikan perundingan Trade in Goods dan akan melakukan negosiasi Trade in Services and Investment. SMEs. Kegiatan lainnya adalah ASEAN-India Workshop for System Administrators yang berlangsung pada bulan Agustus 2006 dan ASEAN-India Seminar on e-learning pada bulan Nopember 2006.Treaty of Amity and Cooperation in the Southeast Asia (TAC) pada KTT ASEAN-India di Bali tanggal 8 Oktober 2003 dan Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. ASEAN dan India tengah berupaya untuk menyelesaikan negosiasi ASEAN-India Free Trade Agreement (AIFTA). tanggal 23 April 2008 di Bali. Untuk meningkatkan kedekatan dan saling pengertian antar masyarakat ASEAN dan India. Sejalan dengan kebijakan India “Look East Policy”.

Kerjasama politik ASEAN-Rusia juga terus meningkat sejalan dengan aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Indonesia sedang mengupayakan pemanfaatan ASEAN-India Fund untuk proyek ASEAN Networking for Agriculture Vulnerability to Exceptional Climate dan the Indian Ocean Dipole Mode. kebudayaan serta peningkatan people-to-people contacts. Kerja sama ASEAN-Rusia secara komprehensif baru terbentuk tahun 2005 sejak ditandatanganinya dokumen-dokumen penting antara lain: Joint Declaration of the Heads of State/Government of ASEAN and Russian Federation on Progressive and Comprehensive Partnership. microelectronics. Kamboja bulan Juni 2003 pada saat pertemuan ASEAN PMC+1 Session with Russia. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi ASEAN-Rusia membentuk ASEAN-Russia Working Group on Trade and Economic Cooperation (ARWTEC). Rusia secara resmi menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada Sidang AMM/PMC ke-29 di Jakarta bulan Juli 1996. korupsi dan memajukan good governance serta perlindungan dan pemajuan HAM. perdagangan. ilmu pengetahuan dan teknologi. dimana Pemerintah India memberikan kontribusi dana sejumlah USD 7. Secara umum dapat dikatakan bahwa kemajuan yang telah dicapai dalam kemitraan ASEAN-Rusia baru pada tataran politis. Laos. Russia. information technology. lingkungan hidup. Indonesia berupaya untuk meningkatkan kerjasama kemitraan ASEANIndia dalam upaya mendukung terwujudnya ASEAN Community 2015 dengan mengedepankan kepentingan Indonesia.380. pertukaran informasi mengenai perdagangan dan investasi serta sebagai forum interaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama perdagangan dan ekonomi ASEAN-Rusia. sumber daya manusia. Kemajuan-kemajuan yang berkelanjutan dalam bidang dialog politik antara lain dapat dilihat dengan adanya penandatanganan Joint Declaration on Partnership for Peace. Joint Declaration on Cooperation to Combat International Terrorism tahun 2004. teknologi inforasi dan komunikasi.390 guna membiayai proyek kerjasama ASEAN-India. Dasar pertimbangan untuk membentuk kemitraan tersebut adalah status Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Pertemuan pertama kelompok kerja tersebut diselenggarakan pada tanggal 19 September 2002 dengan tujuan untuk memfasilitasi usaha. kejahatan transnasional. besarnya pasar ekonomi Rusia serta sumber daya alam yang dimilikinya juga merupakan peluang bagi ASEAN untuk lebih meningkatkan hubungan dengan Rusia di bidang-bidang pembangunan. tanggal 29 Nopember 2004 di sela-sela KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. El Nino Southern Oscillation (ENSO) and Monsoon Interaction and Their Socio-Economic Impact on ASEAN-Indian Nations. kesehatan.627. Indonesia juga mengusulkan kerjasama di bidang pembarantasan terorisme. Beberapa bidang prioritas kerjasama yang memungkinkan dilaksanakan di bidang Iptek telah diidentifikasi dalam pertemuan tersebut antara lain biotechnology. Disamping itu. Dari dana tersebut. pariwisata. farmasi. Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russian Federation 2005-2015. meteorology dan geophysics. investasi dan ekonomi. Sebagai tindak lanjut.Komitmen India dalam meningkatkan hubungan ASEAN-India terlihat dari kontribusi yang diberikan kepada ASEAN antara lain diwujudkan dengan adanya ASEAN-India Fund.396. bio-teknologi. Sidang ASEAN Standing Committee (ASC) 4/30 di Bali bulan Mei 1997 sepakat untuk mewadahi kerjasama sosial budaya ASEAN-Rusia di bawah “ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee” (ARJCC). new materials. Indonesia secara proaktif berupaya meningkatkan kerjasama tersebut melalui bidag-bidang energy security. sampai 31 Juli 2008 tersisa dana sebesar USD 6. Terms of Reference on ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) dan ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) yang dihasilkan pada pertemuan ke-5 ARJCC di Moskow. di Phnom Penh. pada tanggal 2-3 Nopember 2006. pembuatan obat-obatan dengan harga terjangaku dan disaster management. Sebagai country coordinator.60. India telah menyetujui usulan Indonesia mengenai pendirian ASEAN-India Center for English Language Training di Jakarta. serta aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) in Southeast Asia 64 . Peningkatan kerjasama politik ASEAN-Rusia ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on the Ministers of Foreign Affairs of Russia and Member States of the Association of South East Asian Nations on Partnership for Peace. Stability and Security in the Asia-Pacific Region. ilmu pengetahuan dan teknologi. serta Agreement between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations and the Government of the Russian Federation on Economic and Development Cooperation (berlaku sejak tanggal 11 Agustus 2006). RUSIA Kerja sama ASEAN-Rusia telah dimulai sejak tahun 1991. yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum ASEAN. Stability and Security in the Asia-Pacific Region tahun 2003.

Inisiatif ini pada tahun 1972 menghasilkan dasar-dasar kerjasama ASEAN dalam bidang pengembangan industri. Namun demikian hubungan keduanya baru terasa sejak awal dasawarsa 70-an. tanggal 8-10 Oktober 2008. Rusia kembali menyampaikan akan memberikan dana tambahan kontribusi untuk ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) sebesar US$ 500 ribu tahun ini. Dalam kesempatan PMC dengan Rusia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. Salah satu proyek yang akan dibiayai dengan menggunakan DPFF adalah proyek usulan Indonesia “Russian Language Course for ASEAN Tour Operators”. Namun hingga saat ini belum ada satupun proyek yang berhasil dibiayai dari dana tersebut. Pada bulan Juni 2007 Rusia telah mengucurkan dana sejumlah US$ 500 ribu untuk pendanaan proyek kerja sama ASEAN-Rusia yang tercakup dalam skema ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF). namun masih menunggu komitmen Rusia untuk implementasinya. telah disepakati peningkatan kerjasama ASEAN-UNDP dengan memasukkan isu-isu baru sebagaimana termuat dalam Vientiane Action Programme (VAP). khususnya penyaluran dana melalui Partnership Facility. mengingat meningkatnya turis Rusia yang mengunjungi negara-negara ASEAN. Upaya tersebut antara lain dengan mengusulkan diselenggarakannya pengajaran bahasa Rusia bagi tour operator negara-negara ASEAN. tanggal 1 Juli 2008 di Myanmar. berdasarkan keputusan Pertemuan Sub-Committee on Culture of the 43rd Meeting of the ASEAN Committee on Culture and Information. moneter dan jasa-jasa asuransi. pertanian dan kehutanan. Dana bantuan ini telah diberikan oleh Rusia dalam Pertemuan ASEAN-Russia Joint Planning Management Committee (ARJPMC) dan ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) di St. masih akan dibahas pada Pertemuan ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Culture and Art (SOMCA) tahun depan.tahun 2004. 65 . Bantuan UNDP pada umumnya ditujukan untuk mendorong ASEAN dalam upaya menciptakan integrasi ekonomi regional dalam bentuk studi penelitian maupun program-program pembangunan. Mekanisme dialog disesuaikan dengan kerangka kerja regional atau inter-country missions dari UNDP untuk kawasan ASEAN. Peran Indonesia dalam hubungan kemitraan ASEAN-Rusia terlihat melalui upaya untuk mendesak Rusia agar segera mengimplementasikan Comprehensive Programme of Action 2005-2011. Rusia masih memperlihatkan adanya keinginan untuk menjadi partisipan dalam East Asia Summit. UNDP sebagai mitra ASEAN yang tertua banyak memberikan bantuan kepada ASEAN. PAKISTAN Dialog sektoral ASEAN–Pakistan secara resmi terbentuk melalui Exchange of Letters mengenai pembentukan ASEAN–Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee (APJSCC) antara Sekjen ASEAN dan Menteri Luar Negeri Pakistan pada tanggal 29 Mei 1997. transportasi. ketika UNDP mensponsori suatu kegiatan pendidikan selama dua tahun dan melibatkan sebanyak 41 tenaga ahli internasional untuk membantu inisiatif pertama ASEAN dalam kerjasama ekonomi. yakni: disaster management. bantuan teknis untuk negara-negara CLMV. Petersburg. Selanjutnya pada pertemuan ASEAN-UNDP Working Breakfast di Kuala Lumpur pada tanggal 28 Juli 2006. keuangan. Proyek tersebut secara prinsip telah disetujui oleh ASEAN dan juga didukung oleh sectoral bodies ASEAN (Task Force on Tourism Manpower Development) serta Rusia. UNDP Hubungan ASEAN dengan United Nations Development Programme (UNDP) telah dimulai hampir sejak dibentuknya ASEAN pada tahun 1967. pengungsi. Draft Agreement on Cultural Cooperation. Agreement on Cultural Cooperation dan MoU on the Establishment of the ASEAN Centre in Moscow masih dalam proses finalisasi. good governance dan kegiatan lain terkait Treaty of Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Pada tahun 1977 UNDP resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN dan merupakan satu-satunya badan multilateral yang mendapat status sebagai Mitra Wicara. Hubungan ASEAN dengan UNDP semakin dekat dengan diluncurkannya Program Sub-Regional ASEAN-UNDP pada tahun 1990 yang bertujuan untuk membantu ASEAN menyusun langkah-langkah dalam mengadakan kerjasama regional. Dalam kesempatan Post Ministerial Conference Session (PMC) with Russia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura telah diadopsi Roadmap on the Implementation of Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russia 2005-2015 Russia yang merupakan acuan kegiatan konkret tindak lanjut ASEAN-Russia Plan of Action.

merupakan forum hubungan bisnis antara kalangan swasta kedua belah pihak khususnya kerjasama pengusaha kecil dan menengah. dan Republik Korea. EAVG. penyelundupan senjata (arms smuggling). para pemimpin ASEAN Plus Three sepakat untuk memperluas kerjasama bidang ekonomi. Adapun APBC yang terdiri dari ASEAN Chamber of Commerce and Industry (ASEAN-CCI) dan Federation of Pakistan Chamber of Commerce and Industry (FPCCI). Selain itu. kelompok yang terdiri dari para intelektual dari negara-negara ASEAN Plus Three. sejak tahun 2003 telah diselenggarakan ASEAN SOM Plus Three Consultation on Transnational Crime (SOMTC+3).Peresmian pembentukan hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan diselenggarakan di Islamabad pada tanggal 5-7 Nopember 1997 yang membahas modalitas hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan meliputi APJSCC. sumber daya manusia. Kerjasama di bidang ekonomi diatur dalam Chiang Mai Intiative (CMI) yang terdiri dari Bilateral Swap Arrangements (BSAs) dan ASEAN Swap Arrangement (ASA). khususnya bidang ekonomi dan sosial (kerjasama ekonomi. Munculnya kerjasama ASEAN Plus Three dipicu oleh adanya krisis ekonomi Asia yang telah menimbulkan kesadaran akan pentingnya menggalang kerjasama dengan negara-negara besar di wilayah Asia Timur. perdagangan manusia (trafficking in persons). ASEAN-Islamabad Committee (AIC) dan ASEAN-Pakistan Business Council (APBC). tanggal 10 Januari 2004. Selanjutnya pada tahun 2002. dan bidang politik (termasuk isu-isu lintas batas negara). pada rangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM/PMC) bulan Juli 2004. perdagangan obat terlarang (illicit drug trafficking). dan cyber crime. Dalam kaitan ini. China dan Jepang bersedia menjadi 66 . Pada pertemuan ke-3 ASEAN-Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee di Islamabad. AIC yang terdiri dari para Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Islamabad. antara para Pemimpin ASEAN dan 3 negara Asia Timur: China. pencucian uang (money laundering). budaya. Asian Bond Market Initiative diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi/keuangan jangka panjang di kawasan. dan 9 rekomendasi jangka menengah-panjang sebagai langkah konkret yang perlu mendapat prioritas. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. pembangunan). Pakistan juga telah menandatangani protokol aksesi terhadap TAC dan menjadi anggota ARF. Di bidang politik-keamanan. menghasilkan rekomendasi bagi kerjasama regional Asia Timur di masa datang. penanganan bencana alam. ASEAN Plus Three menekankan komitmen untuk peningkatan kerjasama dalam berbagai bidang. Iptek. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three. informasi. diselenggarakan pula ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime Plus Three pertama di Bangkok. keuangan. pengentasan kemiskinan. ASEAN PLUS THREE (APT) Kerjasama ASEAN Plus Three (ASEAN+3/APT) dimulai dengan diselenggarakannya KTT Informal di Malaysia bulan Desember 1997. telah menghasilkan 17 rekomendasi jangka pendek. Jepang. Untuk memperkuat kerjasama ASEAN Plus Three telah dibentuk the East Asia Vision Group (EAVG) dan the East Asia Study Group (EASG) tahun 2002. Pada pertemuan ini. ASEAN Plus Three telah mengadakan berbagai kerjasama untuk menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas lainnya. Selain itu. Pemerintah Pakistan juga memberikan program beasiswa Prime Minister’s Scholarship for ASEAN Countries di bidang studi Teknologi Informasi (S1) dan Business Management (S2). yang diadakan di Ha Noi untuk pertama kalinya. para Menteri sepakat untuk menerima Pakistan sebagai anggota ARF. Dalam kesempatan yang sama. kejahatan ekonomi internasional (international economic crime). Juni 2003. para Menteri mengadopsi konsep untuk mengatasi kejahatan lintas batas negara seperti terorisme. EASG. dan kerjasama di bidang sumber daya alam mineral. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three juga menghasilkan kesepakatan dengan fokus kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan. 5 Juni 2006. terdiri dari para pejabat pemerintah dan bertugas mengevaluasi rekomendasi EAVG. bertugas memfasilitasi hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan. pada Pertemuan ke-36 Menteri Luar Negeri ASEAN di Phnom Penh. perdagangan dan pembangunan termasuk pengembangan bilateral swapt arrangements dari Chiang Mai Initiative sejumlah US$ 75 milyar. pembajakan di laut (sea piracy). Pakistan telah menyampaikan komitmen untuk memberikan kontribusi sebesar US$ 1 juta kepada ASEAN-Pakistan Cooperation Fund. ASEAN Plus Three kemudian dilembagakan melalui kesepakatan dalam Joint Statement on East Asia Cooperation pada saat KTT ke-3 ASEAN`Plus Three di Manila tahun 1999. keuangan. Pada tahun 2001.

namun rasa ownership diantara para peserta EAS non-ASEAN akan tetap dipelihara. Deklarasi lain yang dihasilkan dalam pertemuan EAS pertama adalah East Asia Summit Declaration on Avian Influenza Prevention. Jepang. Menindaklanjuti komitmen Presiden RI dalam kerjasama APT. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Meskipun dalam proses EAS ASEAN akan tetap berada pada driver’s seat. KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. Program-program di bawah East Asia Studies Group Measures yang relevan juga dijadikan bagian dari implementasi Work Plan 2007-2017. e. Indonesia telah menyelenggarakan workshop on work closely with NGOs in policy consultation and coordination to encourage civic participation and state-civil partnership in tackling social problems pada tanggal 22-23 Oktober 2007 di Jakarta. Indonesia juga telah dua kali menyelenggarakan APT Senior Diplomatic Training Course selama 2 bulan di Jakarta. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. pilar ekonomi dan pilar sosial-budaya. Sementara Work Plan 2007-2017 memuat program-program prioritas yang akan menjadi pedoman bersama ASEAN Plus Three selama sepuluh tahun mendatang.penyelenggara kegiatan-kegiatan tersebut. perluasan sistem energi terbarukan. 67 . tenaga air. hingga tahun 2008 Indonesia telah mengimplementasikan short-term measures dalam kerangka “promotion of East Asia Studies” dengan tiga kali menyelenggarakan promotion of language programme untuk ASEAN Plus Three Officials di Yogyakarta dan Bandung. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. KTT EAS ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2007 di Cebu dan membahas energy security sebagai fokus utama yang menghasilkan Deklarasi yang ditandatangani oleh para Kepala Negara EAS. EAST ASIA SUMMIT Pertemuan 1st East Asia Summit (EAS) telah diselenggarakan pada tanggal 14 Desember 2005 di Kuala Lumpur dan dihadiri oleh para Pemimpin ASEAN. produksi dan penggunaan bio-fuel. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT ke-3. para Pemimpin menyepakati Second Joint Statement on East Asia Cooperation dan ASEAN Plus Three Cooperation Work Plan 2007-2017. China juga berinisiatif untuk mendirikan pusat monitoring regional bagi penyakit menular dan keinginan Jepang sebesar US$ 67 juta untuk penanganan Avian Influenza. Pada KTT ke-11. Sementara itu. India. Indonesia telah menjadi prime-mover dari beberapa measures yang direkomendasikan oleh East Asia Study Group (EASG). yang bertujuan untuk mencapai sebagai berikut: a. b. Selain itu. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. Pertemuan telah menyepakati Kuala Lumpur Declaration on the East Asia Summit yang merupakan cerminan pandangan bersama bahwa EAS dapat memainkan peranan penting dalam proses pembentukan komunitas di kawasan. China. untuk pelaksanaan komitmen medium and long-term measures. ASEAN Plus Three pada bulan November 2007 di Singapura. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force. c. serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengawasi serta menghadapinya. Second Joint Statement dimaksud bertujuan untuk mendorong terciptanya ASEAN Community 2015 melalui 3 pilar yaitu. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. d. Australia dan Selandia Baru. Republik Korea. Upaya-upaya EAS tersebut akan dilaksanakan secara konsisten dalam memperkuat proses terwujudnya ASEAN Community dan merupakan bagian integral dari evolusi suatu arsitektur kawasan. pilar politik-keamanan. Control and Response yang merupakan komitmen negara-negara peserta EAS untuk bekerjasama dalam menghadapi ancaman pandemik avian influenza. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif.

environment. pada tanggal 26 Maret 2007 telah mensahkan kerangka acuan (TOR) dari EAS Energy Cooperation Task Force. monitoring network on climate change. sebagaimana dinyatakan oleh Perdana Menterinya pada KTT Asia Timur ke-2. India dan New Zealand. dan telah menandatangani Singapore Declaration on Climate Change. TOR dimaksud akan menjadi dokumen rujukan bagi operasionalisasi EAS Energy Cooperation Task Force. Dalam hal ini Indonesia c. dan Filipina berkaitan dengan penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. particularly on emissions from agriculture. Pertemuan Kedua Task Force menyambut niat Jepang untuk memperluas mekanisme risetnya yang berkaitan dengan pendataan kebutuhan atau konsumsi energi di negara-negara ASEAN+3. memulai kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. merupakan bantuan berbasis bilateral. climate change and sustainable development. me-review status integrasi ekonomi di antara Negara anggota EAS dan melakukan analisa terhadap dampak ekonomi CEPEA terhadap negara-negara EAS. para pemimpin telah menyepakati pembentukan ERIA (gagasan Jepang). Pertemuan Kedua Task Force telah mendengarkan presentasi dari Jepang. and the Environment yang menugaskan para menteri terkaitnya untuk melakukan tindak lanjut atas diskusi tersebut. Mengenai isu bio-fuels dan upaya negara-negara EAS untuk menjajagi sumber-sumber energi baru atau alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pelaksanaan oleh para ahli ERIA berada di bawah payung kerja sama EAS dan memiliki fokus pada kajian-kajian strategis guna mendorong integrasi regional dan memperkuat kemitraan di Asia Timur. Jepang akan mengkoordinasikan kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi.Pada EAS ke-3 di Singapura tanggal 21 November 2007. Jepang akan memberikan kepada sekitar 1000 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait. urban environmental management and education for sustainable development. Singapura menyangkut integrasi pasar energi. Dalam rangka kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. Jepang akan memberikan pelatihan bagi 500 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait selama 5 (lima) tahun dari negara-negara EAS khusus mengenai penggunaan energi biomass. research on agriculture. network for early warning system in terms of disaster risk management. telah diselenggarakan Environtment Ministerial Meeting (EMM) di Ha Noi. Kelompok pengkaji telah melaksanakan empat kali pertemuan dan sedang dalam proses penyelesaian laporan akhir rekomendasinya guna diserahkan melalui para Menteri Ekonomi pada 4th East Asia Summit tahun 2008. Bank Indonesia bersama Australia Treasury telah menyelenggarakan Workshop on East Asian Summit (EAS) Regional Financial Cooperation and Integration (RFCI) pada tanggal 10 September 2007 di Jakarta. Pada tanggal 9-10 September 2008. Pertemuan Pertama EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF) telah berlangsung di Singapura pada tanggal 1 Maret 2007 dan menyepakati Kerangka Acuan (TOR) EAS ECTF. Jepang secara khusus telah menyatakan komitmennya untuk menyediakan sejumlah US$ 2 milyar untuk periode 3 (tiga) tahun dalam bentuk bantuan keuangan dan teknis serta pinjaman investasi. Departemen Keuangan. Pada 18 September 2008. Peran Indonesia dalam EAS misalnya terlihat pada kerjasama keuangan. para pemimpin secara khusus membicarakan masalah energy. Viet Nam. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force yang berlangsung di Auckland.q. Energy. serta mengirimkan 500 pakar pertaniannya ke negara-negara EAS dalam periode 5 (lima) tahun untuk mempromosikan pentingnya efisiensi dan konservasi energi. masing-masing untuk isu efisiensi dan konservasi energi. Singapura dan Filipina masing-masing selaku lead-focals untuk isu efisiensi dan konservasi energi. Pertemuan Kedua Task Force mencatat pula kesediaan Malaysia. environmentally sustainable cities. coastal and marine environment. Dalam 2nd EAS Summit para pemimpin EAS sepakat menugaskan para pejabat tingginya mengembangkan usulan Australia guna memperkuat mekanisme regional bidang keuangan. agar meliputi pula negara-negara EAS seperti Australia. New Zealand. telah diresmikan ERIA Annex Office dengan proyek awal “Developing a Roadmap toward East Asian Economic Integration” dan “Energy Security in East Asia”. Australia dan India untuk menjadi co-chairs kerjasama energi EAS. dan bukan berbasis multilateral. integrasi pasar energi dan bio-fuels. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force mencatat klarifikasi yang diberikan oleh Jepang bahwa alokasi bantuan pembangunan resminya sebesar US$ 2 milyar. Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA) yang digagas oleh Jepang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan kerangka kerja sama bagi integrasi ekonomi di Asia Timur. integrasi pasar energi. Sebagai tindak lanjut pada 3rd EAS. integrasi pasar energi dan bio-fuels mengenai isu yang mereka tangani. 68 . waste management. serta penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memfokuskan kerjasama di masa depan pada bidang-bidang climate change. particularly emissions from rice paddy fields.

dengan ASEAN sebagai driving force. pengawasan narkotika dan obat-obat terlarang. SCO memfokuskan diri untuk penanganan masalah-masalah keamanan seperti ancaman terorisme. 69 . Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SCO telah menandatangani MoU pada tanggal 21 April 2005 di Jakarta. lingkungan hidup dan memperkuat keterkaitan sejarah dan budaya di kawasan. Dalam perkembangannya. Pada tahun 1992. seperti penanganan kejahatan lintas batas negara yang mencakup kontra-terorisme. Selain itu. lingkungan hidup. Mekanisme hubungan antara ASEAN dan ECO adalah Pertemuan Tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan ECO pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB di New York yang telah diselenggarakan sejak tahun 1995. yaitu Azerbaijan.) Moscow 21-22 Juni 2006. Beberapa delegasi menyatakan dukungan terhadap usulan ini dan pertemuan menyepakati untuk mempertimbangkan lebih lanjut kemungkinan ini. Kuwait. ASEAN-ECO telah menandatangani MoU kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. karena ketiadaan dana merupakan hambatan dalam implementasi kerjasama Sekretariat ASEAN-SCO. pengembangan pengusaha kecil dan menengah (SMEs) serta pariwisata. kerjasama ini mencakup bidang ekonomi dan keuangan. Dalam perkembangannya kemudian GCC juga memasukkan unsur kerjasama keamanan dalam kegiatan organisasinya. Selain itu dapat dielaborasi kerjasama di bidang pariwisata dan energi. pariwisata. SCO merupakan kelanjutan dari Shanghai Five Mechanism (SCO tanpa Uzbekistan) yang didirikan untuk memperkuat confidence-building dan disarmament di sepanjang perbatasan negara-negara tersebut. Turkmenistan. Kedua pihak berusaha untuk mengidentifikasi dan mengelaborasi beberapa bidang kerjasama. terutama narkotika. Hal tersebut dikemukakan dalam pertemuan the 4th ASEAN-Russia Joint Planning and Management (JPMC. kerjasama energi khususnya hydroelectric power dan biofuels. pembangunan sosial. Rusia. separatisme dan kejahatan lintas batas negara. seperti counter terrorism. Kirghizstan. Bahrain. ASEC menekankan pula perlunya dana. pencucian uang dan human trafficking. Kyrgyztan. ASEAN-GCC Dewan Kerjasama Teluk (The Gulf Cooperation Council/GCC) merupakan suatu organisasi regional di kawasan Arab yang beranggotakan Arab Saudi. Kazakhstan. penanggulangan narkotika. dan Afghanistan. Persatuan Emirat Arab. ASEAN-ECO sepakat untuk membentuk Work Plan guna implementasi MoU tersebut. liberalisasi ekonomi. Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-ECO ke-7 dilaksanakan pada tanggal 27 September 2004 di New York. anggota ECO diperluas meliputi negara-negara Asia Tengah. Tajikistan. Australia dan New Zealand. dikemukakan adanya kemungkinan untuk menciptakan hubungan antara SCO’s Regional Anti Terrorist Structure (RATS) di Tashkent dengan counter terrorism centre di negara-negara ASEAN. Pada tahun 2006. Kazakhstan. sosial.Dalam Ad-hoc Consultation Meeting yang berlangsung di Singapura bulan Mei 2008 delegasi Indonesia telah mengusulkan kemungkinan perluasan keanggotaan Network of East Asia Think Tanks (NEAT) yang sebelumnya hanya beranggotakan para think-tanks ASEAN Plus Three untuk meliputi pula think-tanks dari India. infrastruktur transportasi dan komunikasi. ASEAN-SCO Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah organisasi yang didirikan di Shanghai pada 15 Juni 2001 oleh enam negara yaitu China. dan Qatar yang dibentuk pada tahun 1981. ASEAN – ECO Economic Cooperation Organization (ECO) didirikan bulan Januari 1985 sebagai pengganti Regional Cooperation of Development (RCD) yang didirikan tahun 1964 yang pada waktu itu hanya beranggotakan Iran. Dalam ASEAN SOM 6 November 2006. penyelundupan senjata. MoU tersebut menandai tataran baru dalam sebelas tahun kerjasama kedua organisasi. MoU ini akan melandasi kerjasama kedua belah pihak dalam berbagai bidang. Tajikistan dan Uzbekistan. Tujuannya adalah mengembangkan kerjasama ekonomi. Peran Indonesia pada EAS antara lain berupaya menjadikan EAS sebagai sarana yang ditujukan untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015 dan berkembang secara evolutif dan saling mendukung dalam perkembangan arsitektur regional Asia Timur. Tujuan ECO adalah pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. dan budaya. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-ECO telah diselenggarakan sebanyak 7 (tujuh) kali. Sebagai tindak lanjut. Uzbekistan. Oman. dan ditegaskan dalam AMM/PMC ke-39. Pakistan dan Turki.

antara lain wakil Sekretariat ASEAN menghadiri pertemuan the SAAR Committee of Experts Meeting on South Asia Free Trade Area (SAFTA). dalam kesimpulan akhir workshop yang diadakan di Sekretariat ASEAN. di Islamabad. dan (ii) langkah-langkah meningkatkan perdagangan dan investasi. kedua organisasi sepakat untuk mengembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang. Pada bulan Juli 2004. Sekretariat ASEAN telah menyumbangkan dua studi mengenai proses AASROC yaitu: (i) pengalaman pertumbuhan ekonomi East Asia. Dalam kesempatan tersebut. Pertemuan pertama tingkat menteri antara ASEAN dengan SAARC berlangsung pada tanggal 25 September 1998 di New York. Keinginan SAARC untuk menjalin kerjasama dengan ASEAN pertama kali dibahas pada pertemuan ASEAN Standing Committee ASEAN 5/24. ASEAN-AASROC Asian-African Sub-Regional Organisations Conference (AASROC) merupakan suatu forum untuk memfasilitasi kerjasama antara Asia dan Afrika.Hubungan formal ASEAN-GCC dilakukan pada tahun 1990 yang dilontarkan pertama kali oleh Menteri Luar Negeri Oman yang pada waktu itu sebagai Ketua Dewan Menteri GCC. Pertemuan informal ASEAN-SADC dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1996 di Singapura pada kesempatan Konferensi Tingkat Menteri WTO. Sekretariat ASEAN memberikan informasi tentang ASEAN Cooperation on Investment dan ASEAN Industrial Cooperation (AICO) Scheme kepada pertemuan the SAARC Inter-Governmental Expert Group (IGEG) on Investment. terutama di bidang investasi dan perdagangan serta energi. namun beberapa kali rencana itu batal dilaksanakan. Sekretaris Jenderal GCC juga berencana untuk berkunjung ke Sekretariat ASEAN di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan oleh kedua pihak dibawah Work Plan tersebut. sebagai awal menuju Pertemuan ASEAN-SADC. ASEAN-GCC telah menyelenggarakan pertemuan di sela-sela Sidang ke-61 Majelis Umum PBB di New York. Sekretaris Jenderal ASEAN telah mengadakan kunjungan resmi ke Sekretariat GCC pada tanggal 15 April 2007. SAARC menginginkan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. 7-9 Mei 1991 di Kuala Lumpur dan pertemuan menyepakati bahwa kerjasama di antara kedua organisasi hanya pada tingkat antar Sekretariat. Pertemuan AASROC I di Bandung bulan Juli 2003 dan Pertemuan Kelompok Kerja AASROC di Durban bulan Maret 2004 menyepakati Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN akan bekerjasama untuk menyelenggarakan Konferensi Pertama AASROC. Pertemuan dihadiri oleh para Menteri Ekonomi ASEAN. Indonesia mengadakan pertemuan dengan SADC di Sekretariat SADC. Pertemuan membahas mengenai kemungkinan diadakannya suatu konferensi yang dikoordinasi bersama oleh Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN. Pakistan. Pada tahun 2000. 70 . Arbitration and Avoidance of Double Taxation. Sekretariat ASEAN-SAARC telah menyetujui Partnership Work Plan (2004-2005) dan Guidelines for ASEAN-SAARC Secretariat’s Partnership. tanggal 19-21 Januari 2004. 26-28 Mei 2008. ekonomi. untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan ASEAN. Dari ASEAN. serta kerjasama eksternal. kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan organisasi masing-masing dan berbagai kerjasama regional di bidang politik. Sebagai hasil pembahasan dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN-SAARC yang diselenggarakan sejak tahun 2002. 5-7 Mei 2004. khususnya skema pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA). ASEAN-SAARC Kerjasama Regional negara-negara Asia Selatan (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) dibentuk pada tanggal 8 Desember 1985 dalam suatu Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asia Selatan di Dhaka. Sekjen ASEAN dan Sekjen SADC. Hubungan kerjasama ASEANGCC dikembangkan melalui kerangka kerjasama antar Sekretariat. Pada tahun 2006. ASEAN SOUTHERN AFRICAN DEVELOPMENT COMMUNITY (SADC) Hubungan ASEAN-SADC dimulai pada tahun 1995 pada tingkat antar Sekretariat. para Menteri Ekonomi SADC. Bostwana. ASEAN mendirikan ASEAN Riyadh Committee (ARC) untuk membantu meningkatkan hubungan ASEAN-GCC.

Pada tahun 1999. belum ada perkembangan yang berarti dalam hubungan kerjasama antara ASEAN dengan Rio Group. Myanmar.E. Sekjen MERCOSUR menyampaikan undangan kepada Sekjen ASEAN untuk menghadiri Presidential Summit of MERCOSUR pada tanggal 17-18 Desember 2007 di Montevideo. Ali Alatas dan Menteri Luar Negeri Meksiko. seperti pertukaran informasi dan pengalaman. H. Negara-negara pendiri MERCOSUR menetapkan tanggal 1 Januari 1995 untuk berlakunya common market dan common tariff. Mexico. ekonomi dan sosial-budaya. Uruguay dan Venezuela. pada tahun 2007 kerjasama ASEAN-PBB ditingkatkan melalui penandatanganan MoU on ASEAN-UN Cooperation. dilakukan oleh ASEAN-UN-Myanmar Tripartite Core Group yang dibentuk untuk segera melaksanakan tugas-tugasnya. Pelaksanaan dan pengawasan bantuan kemanusiaan internasional bagi para korban bencana di Myanmar. para Menlu ASEAN telah bertemu dengan Sekjen PBB. serta dua perwakilan masing-masing dari negara-negara Amerika Tengah dan negara-negara Karibia. Paraguay. di sela-sela Sidang. Sebelumnya pada tanggal 22 September 2006. Proses integrasi ekonomi MERCOSUR berjalan sangat lambat karena terkait dengan permasalahan- 71 . ASEAN – PBB Keterlibatan ASEAN di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan semakin mendalam dengan diberikannya status peninjau kepada ASEAN oleh PBB pada sesi Sidang Umum organisasi dunia terbesar tersebut tanggal 4 Desember 2006. Pertemuan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri RI. Hubungan ASEAN dan PBB semakin kuat paska terjadinya bencana Cyclon Nargis di Myamar. ASEAN dan PBB mengadakan the ASEAN and UN Chairmen of the Myanmar Cyclon Nargis Pledging Conference yang dihadiri 51 negara. Peru. ASEAN dan PBB sepakat untuk menjalin kerjasama yang baik untuk menangani berbagai masalah crucial seperti avian flu. ASEAN-MERCOSUR Mercado Commun Del Sur/The South Common Market (MERCOSUR) dibentuk pada tanggal 26 Maret 1991 oleh 4 negara Amerika Latin yaitu Argentina. Chile. di Yangoon. Uruguay. Uruguay dan Venezuela. dan Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-61. Sheikha Haya Rashed Al Khalifa. ASEAN-MERCOSUR sepakat untuk mencari cara-cara memperkuat ikatan kerjasama kedua pihak. Topik utama pertemuan tersebut adalah exchange of views mengenai Developments in the International Financial Situation dan East Asia-Latin America Forum (EALAF). Diantara hasil pengamatan Sekjen ASEAN adalah: 1. Kofi Annan. Columbia. 2. kerjasama dalam mengimplementasikan program-program dalam upaya memelihara perdamaian dan keamanan regional dan internasional serta mempercepat pencapaian MDGs. Paraguay. MoU tersebut merupakan perangkat kerjasama untuk membentuk kemitraan ASEAN-UN yang meliputi kerjasama di bidang politik. Brazil. pengentasan kemiskinan dan pemberantasan terorisme. Sampai saat ini. Ecuador. Pada tanggal 25 Mei 2008. Khusus mengenai pengentasan kemiskinan dan kerjasama pembangunan merupakan 2 (dua) sasaran yang ingin dicapai dunia internasional sebagaimana termuat dalam Millennium Development Goals (MDGs). Bolivia. MERCOSUR ingin mendalami modalitas pengelolaan proses integrasi ekonomi ASEAN dan kebijakannya yang eksklusif. Pada pertemuan tersebut. Dalam pertemuan tersebut. Panama. Sekretaris Jenderal ASEAN hadir selaku pengamat.ASEAN-RIO GROUP Rio-Group mempunyai 12 negara anggota yaitu: Argentina. Kontak awal antara ASEAN dan MERCOSUR dimulai ketika para Menlu ASEAN dan MERCOSUR mengadakan Informal Breakfast Meeting di sela-sela the 3rd Foreign Ministers’ Meeting of the Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) pada tanggal 22 Agustus 2007 di Brasilia. Brazil. Hubungan antara ASEAN-Rio Group yang terjalin selama ini adalah hubungan informal setingkat Menteri yang diawali oleh Pertemuan Tingkat Menteri yang pertama pada tanggal 1 Oktober 1990 di New York. Pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Rio Group diselenggarakan di New York pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB. Menindaklanjuti pertemuan tersebut. pembangunan tsunami early warning system. Maria del Rosario Green Macias. Brazil. Setelah ASEAN diberikan status Observer pada Desember 2006 yang dinilai sebagai salah satu bentuk pengakuan PBB terhadap eksistensi ASEAN sebagai salah satu organisasi regional. Mrs.

permasalahan politik internal yang ada. namun elemen-elemen sosial-ekonomi MERCOSUR cukup terharmonisasi. Pertemuan tingkat Menteri ASEAN-MERCOSUR pertama telah berlangsung pada tanggal 24 November 2008 di Brazil. MERCOSUR adalah organisasi regional di bidang perdagangan yang paling maju di Amerika Selatan. 72 . ASEAN dapat memperoleh manfaat dengan melakukan pertukaran informasi dan pengalaman dengan MERCOSUR di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama. 3.

765 KM2 : Laut China Selatan dan Malaysia 73 . damai. Pada putaran final penjurian Kompetisi ASEAN Anthem tingkat ASEAN di Bangkok. Merah menggambarkan keberanian dan dinamisme. merah. Bahasa ASEAN adalah Bahasa Inggris 2. B. Lagu ASEAN (ASEAN Anthem) Lagu ASEAN dipilih melalui sebuah kompetisi terbuka (Kompetisi ASEAN Anthem) yang dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan November 2008.Biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Thailand. Hari ASEAN diperingati pada tanggal 8 Agustus setiap tahunnya. Ikatan rumpun padi melambangkan harapan para tokoh-tokoh pendiri ASEAN agar ASEAN yang beranggotakan seluruh negara yang berada di Asia Tenggara bersama-sama terikat dalam persahabatan dan solidaritas. Motto ASEAN: “One Vision. BRUNEI DARUSSALAM Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Brunei Darussalam : 1 Januari 1984 : Monarki Konstitusional : Bandar Seri Begawan : 5. Lingkaran melambangkan kesatuan ASEAN. sedangkan kuning melambangkan kemakmuran. Profil Negara-negara ASEAN I. dan dinamis. 4. Putih menunjukkan kesucian. Bendera dan Lambang ASEAN: Bendera dan lambang ASEAN menggambarkan ASEAN yang stabil. Profil ASEAN 1. bersatu. One Identity. One Community” 3.BAB IV PROFIL ASEAN DAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN A. Sampao Triudom dan Payom Valaiphatchra dari Thailand ditetapkan sebagai Lagu resmi ASEAN. 20 November 2008. 5. Warna-warna yang tertuang dalam lambing –biru. putih dan kuning. lagu berjudul “The ASEAN Way” karya Kittikhun Sodprasert.melambangkan warnawarna utama lambing-lambang Negara-negara Anggota ASEAN.

5 % (November 2007 est.035 KM2 : Teluk Thailand.662 juta ( Oktober 2007) : 10. Budha 13 %.000 (November 2007 est. Laos. Filipina. Kristen 10 %. dan Singapura 74 . Australia.) : Melayu 67 %.890. Brunei Darussalam. lain 4 % : Budha Theravada 95 %.) : 3. lain-lain 18 % : Islam (agama resmi) 67 %. INDONESIA : Kingdom of Cambodia : 9 November 1953 : Monarki Konstitusional : Phnom Penh : 181. China 15 %. Viet Nam 5 %. dan Viet Nam : 14.DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita II.000 (November 2007 est.) : Khmer 90 %.1 % (Oktober 2007) : USD $ 598. Inggris : USD $ 8. lain-lain 10 % : Melayu (bahasa resmi).754 KM2 : Samudera India. Prancis.) : 2.317 juta (Oktober 2007) : 0. China 1 %. Thailand.6 % (Oktober 2007) : USD $ 31.2 % (November 2007 est. Inggris. KAMBOJA : 396. Malaysia. Timor Leste.076 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita III.475. lain-lain 5 % : Khmer (bahasa resmi) 95 %.4 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Republic of Indonesia : 17 Agustus 1945 : Republik : Jakarta : 1. Papua New Guinea. China : USD $ 12.

Madura 3.) Kelompok Etnis : Jawa 40.000 (November 2007 est.3%. lain-lain 29. Kristen 1. LAO PDR : USD $ 431.128. Banten 2 %. Thailand.2 % (November 2007 est.6 %. China. Katholik 3 %. Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita V. Prancis. Lao Theung 22 %. Viet Nam dan China 1 % Agama : Budha 65 %.717 juta (Oktober 2007) : 6. berbagai bahasa daerah PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IV.) Kelompok Etnis : Lao Loum 68 %.8 %(November 2007 est.800 KM2 : Myanmar.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota : Malaysia : 31 Agustus 1957 : Monarki Konstitusional : Kuala Lumpur 75 . Inggris. Kamboja. Kristen Protestant 5 %. Lao Soung (Hmong danYao) 9 %.9 %. lain-lain 0.9 % Agama : Islam 88 %.608. Minangkabau 2. Sunda 15 %. dan Viet Nam DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 5.DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 224.4 %.3 %. Bugis 2.000 (November 2007 est.3 % (Oktober 2007) : USD $ 1. Budha dan lainnya 1 % Bahasa : Bahasa Indonesia (bahasa resmi).1 juta (Oktober 2007) : 6. Hindu 2 %.8 % Bahasa : Lao (bahasa resmi).905.7 %.4 %.) Pertumbuhan Penduduk : 1.7 %.0 % (Oktober 2007) : USD $ 736. MALAYSIA : USD $ 4. animisme 32.919(Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Lao People’s Democratic Republic : 19 Juli 1949 : Republik Sosialis : Vientiane : 236. Banjar 1.) Pertumbuhan Penduduk : 2. Betawi 2.

577 KM2 : Bangladesh. Singapura. Rakhine 4 %. beberapa bahasa etnis minoritas PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VII.2 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Union of Myanmar : 4 Januari 1948 : Junta Militer : Naypyidaw : 676. Tamil : USD $ 186. Islam 4 %.7 juta (Oktober 2007) : 5. lainnya 3 % Bahasa : Burma (bahasa resmi). India 2 %. India 8 %.174. Laut Andaman.2 %).0 % (November 2007 est.6 % (Oktober 2007) : USD $ 215. India.7 juta (Oktober 2007) : 6.3%).) : 2. China. MYANMAR : 330.000 (Februari 2008 est.3 % (Oktober 2007) : USD $ 6. Shan 9 %. Inggris. Kristen 4 %. lain-lain 6 % : Islam (60.252 KM2 : Brunei Darussalam.3 % (November 2007 est.960. Thailand. Budha (19.605. Thailand. dan Teluk Bengala DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 58. FILIPINA : USD $ 12. Indonesia. Karen 7 %.4 %). China 3 %.880. lainnya 2.6%). Kristen (9. Konfusianisme (2.6 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan : Republic of the Philippines : 4 Juli 1946 : Republik 76 .Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VI. Laos. dan Filipina : 27.4 % : Bahasa Melayu (bahasa resmi).) Pertumbuhan Penduduk : 2.) : Melayu 62%. China 24%. Hindu (6.000 (November 2007 est.1 %).) Kelompok Etnis : Burma 68 %. China. lain-lain 7 % Agama : Budha 89 %.632.

4 %.9 %.000 KM2 : Laut China Selatan. tidak beragama 14.6 juta (Oktober 2007) : 9.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara : The Kingdom of Thailand 77 . lain-lain 5 % Bahasa : Filipino/Tagalog (bahasa resmi) dan Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VIII. Katholik 4.000 (November 2007 est.8 %. Hiligaynon Ilonggo 7. Muslim 5 %.8 %. Bisaya/ Binisaya 7. Waray 3. Islam 14. Melayu 13.1 %.) Pertumbuhan Penduduk : 2. Melayu. Kristen 9 %. Hindu 4 %.) : China 76. SINGAPURA : USD $ 146.6 %.546. dan Laut Sulu DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 88.) : 2.3 % (November 2007 est.4 % (Oktober 2007) : USD $ 1. Laut Sulawesi. lain-lain 25.875.1 %. Tamil : USD $ 161.589. lain-lain 1. Laut Filipina.4 % : Budha 42. THAILAND : Republic of Singapore : 9 Agustus 1965 : Republik : Singapore : 704 KM2 : Malaysia dan Indonesia : 4. Ilocano 9 %.652 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IX.0 % (November 2007 est.894 juta (Oktober 2007) : 7.GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Manila : 300.5 %. Taoist 8. lain-lain 0. Inggris.9 %.3 % (Oktober 2007) : USD $ 35.7%.5 %.8 % : Mandarin (bahasa resmi).8 %.9 %. Cebuano 13.000 (November 2007 est.5 %.) Kelompok Etnis : Tagalog 28. India 7. Bikol 6%.3 % Agama : Katholik 81 %.206. Kristen 9.

1 % Agama : Budha 9. lain-lain 4. Inggris.9 %.7 %. Khmer PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita : USD $ 71.1 % : Thai (bahasa resmi).205.1 %.5%. Islam 0. VIETNAM : Tidak pernah dijajah : Monarki Konstitusional : Bangkok : 513. dan Malaysia 65.6 % (November 2007 est. Islam 4. Katholik 6. Cao Dai 1.2 % (November 2007 est.4 %.694. Kristen 0.) Kelompok Etnis : Kinh (Viet) 86.120 KM2 : Laut Andaman. tidak beragama 80. Laos.) 4.5%.315 KM2 : Teluk Thailand.7 %.5 %. Laos.7 %. Hoa 1.5 % (Oktober 2007) : USD $ 836. dan Kamboja DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 85. Myanmar. Teluk Thailand. Kamboja. Inggris : : : : : USD $ 245.) Thai 75 %.Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita X. China.000 (November 2007 est. Hoa Hao 1. Tay 1. Hmong 1 %. Khome 1.8 % (Oktober 2007) : USD $ 3. Perancis.000 (November 2007 est.6 %.) Pertumbuhan Penduduk : 1. lainlain 0.7 (Oktober 2007) 78 .6 %. China 14 %.9 juta (Oktober 2007) : 4.292 juta (Oktober 2007) : 8.740 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Socialist Republic of : 2 September 1945 : Republik Sosialis Viet Nam : Ha Noi : 329. Protestant 0.8 % Bahasa : Viet Nam (bahasa resmi).3 %. Laut China Selatan. Thai 1.1 %. Muong 1. Nun 1.1 %.2 %.701.1 %. China. lain-lain 11 % Budha 94. Teluk Tonkin.

diharapkan Indonesia akan dapat menarik manfaat dari integrasi ekonomi kawasan yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi dalam ekonomi global. TAC merupakan kunci code of conduct hubungan antar negara dan berfungsi sebagai instrumen diplomatik dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan. pencegahan penggunaan senjata dalam situasi konflik dan peaceful settlement of disputes. Indonesia perlu bekerja secara sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di tanah air agar mewakili suatu kesamaan pandangan dan langkah.BAB V PENUTUP Politik luar negeri Indonesia menerapkan pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentrik yang menegaskan kedekatan geografis dan lingkup pengaruh lingkungan eksternal dapat memberikan dampak terhadap Indonesia. Prinsip-prinsip ini juga dianut dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan penyelesaian konflik yang akan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas kawasan diarahkan pada penyelesaian secara politis. Pembentukan AEC akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang mempunyai daya saing tinggi dan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta terintegrasi dalam ekonomi global. kedaulatan. investasi dan pekerja terampil serta arus modal yang lebih bebas. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. pembangunan ekonomi yang sederajat dan pengurangan tingkat kemiskinan serta perbedaan tingkat sosial ekonomi. guna melengkapi arahan menuju suatu komunitas. Tujuan AEC seperti yang digariskan dalam Visi ASEAN 2020. Memperhatikan kebutuhan tersebut. Dalam kaitan ini. juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestik yang berdampak kepada kawasan. 79 . national and regional resilience. jasa. Dengan demikian. aman. Selanjutnya. Selanjutnya. Piagam ASEAN telah disusun dan diratifikasi oleh negara-negara anggota. pembentukan AEC juga disepakati atas dasar kesamaan kepentingan untuk memperdalam dan memperluas upaya-upaya ekonomi melalui inisiatif-inisiatif yang ada maupun inisiatif-inisiatif baru dengan tenggat waktu yang jelas. Perkembangan ini telah menandai makin solidnya jalinan kerjasama antar anggota untuk menciptakan cara pandang dan visi yang sama. Proses pembentukan komunitas yang dipererat menjadi tahun 2015 memerlukan suatu landasan hukum dan arahan kegiatan yang jelas. Indonesia juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyusunan APSC blueprint yang memuat berbagai kepentingan Indonesia. Dalam menghadapi hal tersebut. Pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentris tersebut menentukan perumusan kebijakan dalam pelaksanaan polugri terutama jika dikaitkan dengan isu-isu utama global. telah disusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)” yang berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. konsensus. makmur dan kompetitif. terintegrasi menuju perwujudan komunitas tunggal. upaya pembentukan Komunitas ASEAN merupakan upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasinya dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN telah mengalami perkembangan pesat dan saat ini tengah bertransformasi menjadi suatu organisasi yang lebih terstruktur. Menyangkut perkembangan Komunitas Ekonomi ASEAN. yang dibarengi dengan terdapatnya kebebasan arus barang. Selain itu. sehingga pada gilirannya akan memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia memberi perhatian besar pada implementasi butir-butir yang dimuat dalam Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Aksesi negaranegara diluar ASEAN khususnya negara-negara besar di kawasan Asia telah membuktikan penghargaan atas meningkatnya peran ASEAN di kawasan. Oleh karena itu Indonesia telah menetapkan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai soko guru atau salah satu pilar utama dalam pelaksanaan politik luar negerinya. Perwujudan Komunitas Keamanan ASEAN didasarkan pada prinsip non-intervention. Pencapaian Komunitas ASEAN terus ditingkatkan dan diperkuat. Sebagai negara pemrakarsa Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Kawasan Asia Tenggara yang stabil. Selain itu. Selanjutnya. AEC. damai dan kondusif merupakan modal dasar yang penting untuk pembangunan nasional Indonesia. ASEAN telah menyusun dan menyepakati blueprint yaitu APSC. yaitu menciptakan sebuah kawasan ekonomi ASEAN yang stabil. dan ASCC. Asia Tenggara merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia.

Selama itu. percepatan implementasi ASEAN Framework on Rural Development and Poverty Eradication (2006-2010). penanggulangan bahaya penyakit menular. ASEAN akan tetap memainkan peran sentral dalam pembentukan arsitektur kawasan. pembuatan instrumen guna melindungi hak-hak pekerja migran. perhatian terhadap penanganan masalah lingkungan. Berbagai perjanjian dan kesepakatan telah dilakukan dengan negara-negara mitra wicara. ekonomi. tetapi masih banyak yang belum diimplementasikan secara optimal. Selain itu kerjasama yang dikembangkan juga dimaksudkan untuk memberikan kontribusi bagi pemeliharaan perdamaian dan mendorong kesejahteraan di kawasan. avian flu. pelaksanaan ASEAN Strategic Framework for Social. Perwujudan Caring and Sharing Community dilakukan dengan membangun identitas regional yang lebih kuat. keuangan. pendidikan. Welfare and Family (2007-2010). Namun demikian EAS tetap merupakan Leaders Lead Forum yang membahas isu-isu strategik dan kawasan. China. Kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara melalui format ASEAN+1 dan ASEAN+3 diarahkan untuk memberikan dukungan dan bantuan terhadap upaya ASEAN mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. 80 . Deklarasi ini telah memuat arah bagi perkembangan kerjasama ASEAN-China di bidang politik-keamanan. dan disaster management. dan social-budaya untuk 15 tahun ke depan. telah ditetapkan 5 sektor prioritas yaitu energi. pada tanggal 30-31 Oktober 2006 yang menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEAN-China Cooperation.Adapun mengenai Komunitas Sosial Budaya. para Pemimpin ASEAN telah memberikan penekanan penting pada pilar Sosial Budaya terutama dalam menumbuhkan “Caring and Sharing Community”. Kegiatan puncak yang dilaksanakan dengan mitra wicara adalah ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. Perkembangan kerjasama ASEAN juga semakin meningkat dalam kaitannya dengan negara maupun organisasi internasional yang menjadi mitra wicara ASEAN. Sebagai langkah tindak lanjut dari pertemuan East Asia Summit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful