KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Kerjasama internasional adalah elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Melalui kerjasama internasional, Indonesia dapat memanfaatkan peluang-peluang untuk menunjang dan melaksanakan pembangunan nasionalnya. Kerjasama ASEAN memegang peran kunci dalam pelaksanaan kerjasama internasional Indonesia karena ASEAN merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia dan pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Tahun ini ASEAN genap berusia 41 tahun. Selama itu, telah banyak capaian-capaian yang telah diraih ASEAN dan sumbangsih yang diberikan ASEAN bagi negara-negara anggotanya. Salah satu capaian dan sumbangsih terpenting dari ASEAN adalah terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan hal utama sehingga program pembangunan Indonesia dapat terus dilaksanakan. Pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN terus mengalami peningkatan. Secara khusus, ASEAN telah membantu Indonesia dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, proses perdamaian di Aceh, penanggulangan kebakaran hutan dan lainlain. Selama empat dekade keberadaannya, ASEAN telah mengalami banyak perubahan serta perkembangan positif dan signifikan yang mengarah pada pendewasaan ASEAN. Kerjasama ASEAN kini menuju tahapan baru yang lebih integratif dan berwawasan ke depan dengan akan dibentuknya Komunitas ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015. Hal ini diperkuat dengan disahkannya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang secara khusus akan menjadi landasan hukum dan landasan jati diri ASEAN ke depannya. Pembentukan Komunitas ASEAN diawali dengan komitmen para pemimpin ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN Vision 2020 di Kuala Lumpur pada tahun 1997 yang mencita-citakan ASEAN sebagai suatu komunitas yang berpandangan maju, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan makmur, dipersatukan oleh hubungan kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan masyarakat yang saling peduli. Tekad untuk membentuk Komunitas ASEAN kemudian dipertegas lagi pada KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003 dengan ditandatanganinya ASEAN Concord II. ASEAN Concord II yang menegaskan bahwa ASEAN akan menjadi sebuah komunitas yang aman, damai, stabil, dan sejahtera pada tahun 2020. Namun, pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina pada Januari 2007, komitmen untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dipercepat dari tahun 2020 menjadi tahun 2015 dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. Tujuan dari pembentukan Komunitas ASEAN adalah untuk lebih mempererat integrasi ASEAN dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN menyadari sepenuhnya bahwa ASEAN perlu menyesuaikan cara pandangnya agar dapat lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal. Negara-negara ASEAN menyadari perlunya meningkatkan solidaritas, kohesivitas dan efektifitas kerjasama. Kegiatan kerjasama dalam ASEAN tidak lagi hanya terfokus pada kerjasama ekonomi namun juga harus didukung oleh kerjasama lainnya di bidang keamanan dan sosial budaya. Untuk menjaga keseimbangan itu, pembentukan Komunitas ASEAN 2015 berlandaskan pada 3 pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community). Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi ASEAN. ASEAN harus dapat melakukan pelbagai penyesuaian seiring dengan adanya perkembangan yang pesat di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan pengetahuan serta bidang-bidang lainnya yang terjadi di negaranegara di luar kawasan Asia Tenggara. ASEAN juga harus menyadari pentingnya upaya untuk lebih melibatkan masyarakat ASEAN sehingga tumbuh “rasa memiliki” (we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat menjalin kerjasama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN. Dengan demikian, diharapkan ASEAN tidak lagi menjadi forum kerjasama para pejabat pemerintah negara-negara ASEAN atau kalangan elit tertentu, melainkan dapat menjadi organisasi yang

1

bertumpu pada masyarakat dan menjadi milik seluruh masyarakat ASEAN (people-centered organization). Hal-hal tersebut merupakan tantangan yang membutuhkan tanggapan tepat dan cepat yang tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Departemen Luar Negeri, berkewajiban untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai perkembangan kerjasama ASEAN kepada masyarakat. Penyebarluasan informasi mengenai ASEAN diantaranya dilakukan melalui penerbitan buku, penyelenggaraan seminar, ceramah, diskusi, ASEAN Festival, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat membantu memberikan pemahaman mengenai ASEAN kepada masyarakat. Buku ASEAN Selayang Pandang ini merupakan edisi ke-18 yang telah mengalami revisi dan perubahan mengenai perkembangan terkini ASEAN. Kami berharap melalui buku ini akan didapatkan gambaran menyeluruh dan pemahaman yang cukup mengenai ASEAN. Diharapkan pula, informasi dalam buku ini dapat menggugah rasa kepemilikan kita terhadap ASEAN. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara maksimal dalam ASEAN merupakan kunci utama keberhasilan kerjasama ASEAN dan terwujudnya Komunitas ASEAN. Kami yakin bahwa kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan sejahtera akan membawa dampak positif bagi peningkatan stabilitas dan keamanan, taraf hidup masyarakat Indonesia serta kelangsungan pembangunan Indonesia di segala bidang. Semoga sumbangan intelektual ini dapat berguna bagi kehidupan berbangsa dan dalam membentuk masyarakat ASEAN. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Jakarta,

November 2008

Dian Triansyah Djani, MA Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN

2

Peta negara-negara Anggota ASEAN

3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Sejarah B. Perkembangan PIAGAM ASEAN A. Tujuan dan Prinsip ASEAN B. Keanggotaan ASEAN C. Struktur Organisasi ASEAN D. Sekretariat ASEAN E. Keuangan ASEAN KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. Kerjasama Politik-Keamanan B. Kerjasama Ekonomi C. Kerjasama Social dan Budaya D. Kerjasama Eksternal PROFIL A. Profil ASEAN B. Profil Negara-negara ASEAN PENUTUP

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

LAMPIRAN 1. ASEAN CHARTER 2. DEKLARASI BANGKOK (THE ASEAN DECLARATION) 3. DECLARATION OF ASEAN CONCORD (BALI CONCORD) 4. DECLARATION OF ASEAN CONCORD II (BALI CONCORD II) 5. VIENTIANE ACTION PLAN (VAP) 6. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY BLUEPRINT 7. SINGKATAN

4

Selanjutnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Malaysia. Filipina. lima Wakil Negara/ Pemerintahan Asia Tenggara yaitu Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri Indonesia. kemajuan sosial. Proses perluasan keanggotaan ASEAN hingga tercapainya ASEAN-10 adalah sebagai berikut : 1. dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya. saling peduli. Deklarasi tersebut menandai berdirinya suatu organisasi regional yang diberi nama Association of Southeast Asian Nations/ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Indonesia menjadi penggagas pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN dan memainkan peran penting dalam perumusan dua pilar lainnya. diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Latar Belakang dan Sejarah Kawasan Asia Tenggara yang secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai strategis. South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Meredanya rasa saling curiga diantara negara-negara Asia Tenggara membawa dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerjasama kawasan. Komunitas ASEAN tersebut terdiri atas 3 (tiga) pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community/ASC). Singapura dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration. Viet Nam diterima menjadi anggota ke-7 ASEAN dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri (AMM) ke-28 pada tanggal 29 – 30 Juli 1995 di Bandar Seri Begawan. yang antara lain mencakup kesadaran perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerjasama yang bermanfaat diantara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya. Laos dan Myanmar diterima sebagai anggota penuh ASEAN melalui suatu upacara resmi pada tanggal 23 Juli 1997 dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-30 di Subang Jaya. Dilatarbelakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat itu. Malaya. menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar paska Perang Dunia II. dalam Sidang Khusus Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta. negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk suatu kerjasama yang dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta mendorong pembangunan di kawasan. stabil dan sejahtera. Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). konflik kepentingan juga pernah terjadi diantara sesama negara-negara Asia Tenggara seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia. ASEAN mengesahkan Bali Concord II pada KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui pembentukan Komunitas ASEAN (ASEAN Community). Harapan tersebut dituangkan dalam Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997. 3. 4. kawasan ini pernah dijuluki “Balkan-nya Asia”. Malaysia. Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. 2. Persaingan antar negara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan antara lain terlihat pada Perang Viet Nam. 5 . maka cita-cita para pendiri ASEAN untuk mewujudkan ASEAN yang mencakup sepuluh negara Asia Tenggara (visi ASEAN-10) telah tercapai. Kamboja diterima sebagai anggota penuh ASEAN pada upacara penerimaan resmi di Ha Noi tanggal 30 April 1999. serta memajukan perdamaian di tingkat regional yang masih pada tahap kooperatif dan belum bersifat integratif. Disamping itu. Pertemuan-pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia. Organisasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk merealisasikan harapan tersebut. Singapura dan Thailand menandatangani Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok.BAB I PENDAHULUAN 1. Menjelang abad ke-21. South East Asia Treaty Organization (SEATO) dan Asia and Pacific Council (ASPAC). ASEAN menyepakati untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka. Filipina. damai. negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA). Sebelum terbentuknya ASEAN tahun 1967. Karenanya. tanggal 23-28 Juli 1997. Dengan diterimanya Kamboja. Philippina. Indonesia (MAPHILINDO).

ASEAN juga menyusun blueprint (Cetak Biru) dari ketiga pilar komunitas politik keamanan. prinsip. Filipina. Proses penyusunan Piagam ASEAN diawali pada tahun 2006 dengan disepakatinya Kuala Lumpur Declaration on the Establishment of ASEAN Charter pada KTT ASEAN ke-11. 13 Bab dan 55 Pasal beserta lampiran-lampirannya yang menegaskan kembali keberlakuan semua nilai. Berdasarkan deklarasi tersebut. para Pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015. KTT ke-10 ASEAN juga mengintegrasikan ketiga Rencana Aksi Komunitas ASEAN ke dalam Vientiane Action Programme (VAP) sebagai landasan program jangka pendek–menengah untuk periode 20042010. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. tahun 2004. Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Deplu pada saat itu. mantan Menlu RI yang pada EPG menyampaikan proposal rekomendasi. ASEAN memulai penyusunan Piagam ASEAN yang telah dimandatkan dalam Vientiane Action Programme (VAP). Dalam kaitan ini. dan sosial budaya. Dian Triansyah Djani. telah ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam rangkaian perundingan HLTF ini. Piagam ASEAN terdiri dari Preamble. yang akan menindaklanjuti hasil rekomendasi EPG menjadi suatu draft Piagam ASEAN. pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan Sejak tahun 1967. proses penyusunan Piagam ASEAN dimulai sejak tahun 2006 melalui pembentukan Eminent Persons Group dan kemudian dilanjutkan oleh High Level Task Force untuk melakukan negosiasi terhadap draft Piagam ASEAN pada tahun 2007. Laos. ASEAN menyepakati untuk menyusun semacam konstitusi yang akan menjadi landasan dalam penguatan kerjasamanya. yang merupakan program aksi untuk memperkuat kerjasamanya. Pencapaian Komunitas ASEAN semakin kuat dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. Setiap negara mengirimkan satu wakilnya pada EPG dan sebagai wakil Indonesia pada EPG adalah Ali Alatas. dalam KTT ke-13 ASEAN tanggal 20 November 2007 di Singapura negara-negara anggota ASEAN telah menandatangani Piagam ASEAN.Pada saat berlangsungnya KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini. Setelah melewati proses perundingan yang panjang. melalui Cebu Declaration on the Blueprint of the ASEAN Charter para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN kemudian menginstruksikan para Menlu untuk membentuk High Level Task Force on the drafting of the ASEAN Charter (HLTF). konsep Komunitas ASEAN mengalami kemajuan dengan disetujuinya tiga Rencana Aksi (Plan of Action/PoA) untuk masingmasing pilar yang merupakan program jangka panjang untuk merealisasikan konsep Komunitas ASEAN. Filipina. 13 Januari 2007. konvensi. deklarasi. Pada usia ke-40 tahun para Kepala Negara/Pemerintah pada KTT-13 ASEAN di Singapura tanggal 2007 telah menandatangani Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang merubah ASEAN dari suatu asosiasi longgar menjadi rule-based organisation dan mempunyai legal personality. proses penyusunan Piagam ASEAN mulai digulirkan melalui pembentukan Eminent Persons Group (EPG) on the ASEAN Charter yang menyusun rekomendasi bagi penyusunan Piagam tersebut. peraturan dan tujuan ASEAN seperti yang telah tercantum dalam berbagai perjanjian. Dalam rangka mencapai komunitas ASEAN 2015. Perkembangan Sejak tahun 1967. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan. ekonomi. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. 2. traktat dan dokumen-dokumen dasar ASEAN lainnya. Selanjutnya. Seiring dengan upaya perwujudan Komunitas ASEAN. yang dikenal sebagai Alatas’ paper sebagai basis pembahasan EPG. Kelompok para tokoh terkemuka ini dimandatkan untuk menyampaikan rekomendasi mengenai elemenelemen yang kiranya perlu dimuat dalam Piagam kepada para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN. 6 .

21 Juli 2008. dan draft final pada pertemuan Menlu ASEAN tahun 2009. negara-negara anggota ASEAN akan menunjuk atau mengangkat Wakil Tetap (Watap) pada tingkat Duta Besar di Jakarta. akademisi. Pada pertemuan EPG tersebut telah dilangsungkan konsultasi dengan Civil Society. Bali tahun 2007. penyusunan perjanjian baru menggantikan perjanjian pendirian Sekretariat ASEAN tahun 1976.Untuk berlakunya Piagam tersebut. Setelah melalui proses internal di masing-masing negara anggota. Dalam rangkaian pembahasan di EPG maupun di HLTF. Para menlu ASEAN juga memutuskan untuk membentuk High Level Legal Experts’ Group on the follow up to the ASEAN Charter (HLEG) yang akan menyusun instrumen terkait legal personality ASEAN. Bali tahun 2006. Para Menteri Luar Negeri menyepakati bahwa Komite ini mulai dibentuk pada tanggal 1 Januari 2009 sehingga dapat secara efektif berfungsi setelah berlakunya Piagam ASEAN. terdapat lima prioritas kegiatan untuk mempersiapkan perubahan ASEAN yaitu penyusunan Term of Reference (ToR) pembentukan Permanent Representatives to ASEAN. serta penyusunan ToR pembentukan badan HAM ASEAN. Dengan disepakatinya Term of Reference on the Committee of Permanent Representatives to ASEAN. dan perwakilan dari AIPA. para Menlu ASEAN telah sepakat untuk membentuk High Level Panel (HLP) on the ASEAN Human Rights Body yang akan menyusun kerangka acuan (terms of reference/TOR) pembentukan Badan HAM ASEAN. Beberapa elemen penting yang telah dibahas dalam pertemuan ini antara lain mengenai kebutuhan HLP melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan serta batas waktu penyerahan draft pertama ToR kepada Menlu ASEAN sebelum KTT ASEAN ke-14 di Bangkok. NGO. penyusunan supplementary protocols mengenai dispute settlement mechanism. dan pertemuan HLTF ke7 di Jimbaran. kesepuluh negara ASEAN perlu untuk meratifikasi dan menyampaikan notifikasi kepada Sekretariat ASEAN. pada pertemuan AMM ke-41 di Singapura. yang membahas gagasan pembentukan Badan HAM ASEAN. Sedangkan pertemuan HLTF di Jimbaran tersebut telah dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi dengan Komnas HAM dari empat negara ASEAN. Piagam ASEAN mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2008. Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk kedua pertemuan tersebut yaitu pertemuan EPG ke-3 di Ubud. mekanisme penyelesaian sengketa khususnya terkait dengan mekanisme arbitrase serta penyusunan instrumen hukum lainnya yang diperlukan Piagam ASEAN. penyusunan Rules and Procedures ASEAN Coordinating Council dan ASEAN Community Councils. Desember 2008. 7 . Sesuai dengan Piagam ASEAN. Indonesia merupakan negara ke-9 yang menyampaikan instrumen ratifikasinya. Untuk itu. Dalam kaitan ini. Tugas utama Wakil Tetap untuk ASEAN tersebut adalah menggantikan tugas-tugas ASEAN Standing Committee serta membantu pelaksanaan tugas ASEAN Coordinating Council (ACC) dan memfasilitasi koordinasi diantara Ministerial Community Councils dan Sectoral Ministerial Bodies. Piagam ASEAN mulai berlaku. Piagam ASEAN telah diratifikasi dan disampaikan instrumen ratifikasinya kepada Sekjen ASEAN sehingga tiga puluh hari sejak penyerahan kesepuluh instrumen ratifikasi.

Menghormati kemerdekaan. yang di dalamnya terdapat arus lalu lintas barang. Penghormatan terhadap hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal. 13. dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN. 11. pekerja profesional. kedaulatan. Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian. dan Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka. Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik.BAB II PIAGAM ASEAN A. Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan. Tujuan dan Prinsip ASEAN Dengan berlakunya Piagam ASEAN. 15. Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil. subversi. kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas-batas. Ditingkatkannya konsultasi mengenai hal-hal yang secara serius mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN. prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional. Menanggapi secara efektif. Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam. 8. ekonomi. 3. Memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat ASEAN. negara-negara anggota ASEAN memegang teguh prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: 1. tata kepemerintahan yang baik. meningkatkan tata kepemerintahan yang baik dan aturan hukum. 5. makmur. keamanan. dan arus modal yang lebih bebas. dan keadilan. 5. dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental. sumber daya alam yang berkelanjutan. kesejahteraan sosial. pelestarian warisan budaya. Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik. 9. terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha. dan harmonis. dan sosial budaya yang lebih luas. dan stabilitas serta lebih memperkuat nilainilai yang berorientasi pada perdamaian di kawasan. dan identitas nasional seluruh Negara-Negara Anggota ASEAN. jasa-jasa dan investasi yang bebas. Sementara itu. dalam mencapai tujuan tersebut di atas. 10. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan-tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional. Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai. 7. keamanan. 3. 14. keamanan dan kemakmuran di kawasan. dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi. Berpegang teguh pada aturan hukum. Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil. 7. Tidak campur tangan urusan dalam negeri Negara-Negara Anggota ASEAN. pekerja berbakat dan buruh. serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia. demokratis. 8 . Memelihara dan meningkatkan perdamaian. 8. Memperkuat demokrasi. 4. 6. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya. integritas wilayah. dan inklusif. 2. sangat kompetitif. segala bentuk ancaman. kesetaraan. 12. proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN. untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN. Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan. dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi. 2. 4. transparan. sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh. 6. dan paksaan. tujuan ASEAN tertuang dalam Piagam adalah: 1. dan memperoleh manfaat dari.

penerimaan anggota baru wajib diputuskan secara consensus oleh KTT ASEAN berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi ASEAN. kesepakatan untuk terikat dan tunduk kepada Piagam ASEAN dan kesanggupan serta keinginan untuk melaksanakan kewajiban keanggotaan. hal dimaksud dirujuk ke KTT untuk diputuskan sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 Piagam ASEAN. termasuk pembuatan legislasi dalam negeri yang sesuai. yang disetujui oleh Negara-Negara Anggota ASEAN. bahasa. Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN. pengakuan oleh seluruh negara anggota ASEAN. 9 . B. 13. yang dilakukan oleh Negara Anggota ASEAN atau Negara non-ASEAN atau subjek non-negara mana pun. dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council). negara-negara anggota ASEAN wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan. 12. 10. Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils). C. integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi Negara-Negara Anggota ASEAN. 4. Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan apa pun. Malaysia. dengan menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman. 3. Berpegang teguh pada aturan-aturan perdagangan multilateral dan rezim-rezim yang didasarkan pada aturan ASEAN untuk melaksanakan komitmen-komitmen ekonomi secara efektif dan mengurangi secara progresif ke arah penghapusan semua jenis hambatan menuju integrasi ekonomi kawasan. inklusif dan non-diskriminatif. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council). Di samping itu. Keanggotaan ASEAN Prosedur pengajuan dan penerimaan keanggotaan ASEAN wajib diatur oleh Dewan Koordinasi ASEAN dengan kriteria letaknya secara geografis diakui berada di kawasan Asia Tenggara. Singapura. Hingga saat ini keanggotaan ASEAN terdiri dari sepuluh negara. Indonesia. Struktur organisasi ASEAN yang baru sesuai dengan Piagam ASEAN terdiri dari: 1. Menghormati perbedaan budaya. berpandangan ke luar. Struktur Organisasi ASEAN Struktur organisasi ASEAN yang selama ini berdasarkan Deklarasi Bangkok mengalami perubahan paska penandatanganan Piagam ASEAN. ASEAN Human Rights body yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN. 5. Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) sebagai pengambil keputusan utama. pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. Dalam hal terjadi suatu pelanggaran serius atau ketidakpatuhan negara anggota ASEAN terhadap Piagam. 8. Sentralitas ASEAN dalam hubungan eksternal di bidang politik. dalam ekonomi yang digerakkan oleh pasar. ekonomi. Struktur sesuai Deklarasi Bangkok selama ini terdiri dari : Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM). Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council). dan 14. 11. Laos. yang akan melakukan pertemuan minimal 2 kali setahun. termasuk penggunaan wilayahnya. dan pemajuan keadilan sosial.9. pada tingkat Duta Besar dan berkedudukan di Jakarta. sosial dan budaya. Myanmar. Negara-negara anggota ASEAN memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagaimana diatur dalam Piagam ASEAN. 7. dan agama yang dianut oleh rakyat ASEAN. yang mengancam kedaulatan. Menghormati kebebasan fundamental. Sidang Panitia Tetap ASEAN (ASEAN Standing Committee/ASC). Badan-badan Sektoral tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies). Menjunjung tinggi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting). Komite Wakil Tetap untuk ASEAN yang terdiri dari Wakil Tetap negara ASEAN. guna melaksanakan ketentuan dalam Piagam ASEAN secara efektif dan mematuhi kewajiban-kewajiban keanggotaan. Dalam kaitan ini. Negara Pemohon wajib diterima ASEAN pada saat penandatanganan aksesi Piagam ASEAN.Kamboja. dengan tetap berperan aktif. yaitu Brunei Darussalam. Thailand dan Viet Nam. Filipina. 2. termasuk hukum humaniter internasional. 6.

Selain itu diperkirakan terdapat sedikitnya 50-70 orang staf dari negara-negara anggota ASEAN yang akan bertugas untuk membantu sekretariat dalam melayani Ministerial Community Councils. Semula bertempat di Departemen luar Negeri Republik Indonesia hingga diselesaikannya pembangunan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN. Sekretariat ASEAN menambah jumlah pos jabatan Wakil Sekretariat Jenderal ASEAN yang semula 2 (dua) menjadi 4 (empat) orang Wakil untuk membantu kerja Sekretaris Jenderal. Berikut gambaran mengenai kenaikan jumlah staf profesional tersebut: Staff Secretary General Deputy Secretary General Director Assistant Director Senior Officer Technical Officer Technical Assistant Support Staff Total Total – Professional Only Saat ini 1 4 4 23 28 76 19 75 230 155 2009 0 0 4 4 12 14 4 4 42 38 Tambahan 2010 0 0 0 0 12 12 0 0 24 24 2011 0 0 0 0 3 7 0 0 10 10 Total 1 4 8 27 55 109 23 79 306 227 Berikut adalah nama-nama Sekretaris Jenderal ASEAN hingga saat ini: 1. para Menteri Luar Negeri ASEAN menandatangani Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat. tahun 1976. dan membantu ASC. dikepalai oleh seorang Sekretaris Jenderal. Sekretariat ASEAN Dalam dasawarsa pertama sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967. Kebutuhan staf sekretariat ASEAN untuk periode 2009-2018 diperkirakan berjumlah 470 orang terdiri dari 360 staf sekretariat dan 110 staf project. Sekretariat ASEAN berfungsi sebagai badan administratif yang membantu koordinasi kegiatan ASEAN dan menyediakan jalur komunikasi antara negara-negara anggota ASEAN dengan berbagai badan dan komite dalam ASEAN. Pada awalnya. Umarjadi Notowijono (Indonesia). dan dilakukan melalui perekrutan terbuka. Untuk itu. tahun 1992. Sekretaris Jenderal ASEAN ditunjuk untuk jangka waktu 5 tahun dan bertangggung jawab kepada KTT ASEAN. peningkatan program kerjasama telah mendorong didirikannya sebuah sekretariat bersama. Hartono Rekso Dharsono (Indonesia). Viet Nam diperkirakan akan terdapat peningkatan sebanyak 33% staf profesional sampai dengan tahun 2011. para Menteri Luar Negeri ASEAN mengamandemen Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat melalui sebuah protokol di Manila. 19 Februari 1978-30 Juni 1978. AMM. dan berkedudukan di Jakarta. 7 Juni 1976 – 18 Februari 1978.9. serta antara ASEAN dengan negara-negara (Mitra Wicara ASEAN) maupun organisasi lainnya. Sekretariat ASEAN lebih difungsikan sebagai tempat dilaksanakannya sidang-sidang ASEAN sehingga lingkup tugas Sekretariat ASEAN akan semakin luas. termasuk pembentukan identitas ASEAN. tahun 1981. 2. Pada KTT ke-1 ASEAN di Bali. Entities associated with ASEAN D. melakukan koordinasi. memberikan nasihat. Selanjutnya untuk memperkuat Sekretariat ASEAN. Protokol tersebut menaikkan status Sekretariat Jenderal sebagai pejabat setingkat menteri dan memberikan mandat tambahan untuk memprakarsai. Sekretariat ini berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN serta melakukan kajian-kajian yang dibutuhkan. 10. Sesuai dengan hasil Special ASEAN Directors-General Meeting on the Restructuring of the ASEAN Secretariat pada tanggal 18-19 September 2008 di Halong Bay. Selain itu. di tahun-tahun selanjutnya jumlah staf Sekretariat ASEAN juga ditambah secara signifikan. Coordinating Council dan Committee of Permanent Representatives. Sejak ditandatanganinya ASEAN Charter pada tahun 2007. dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ASEAN. 10 . Sekretariat ASEAN berfungsi sejak tanggal 7 Juni 1976.

1 Januari 2008 – sampai saat ini. terdapat ASEAN Budget Committee yang menangani keuangan ASEAN. 17 Juli 1989-1 Januari 1993. 4. Rusli Noor (Indonesia). Pada Juli 1984 ditandatangani Agreement for the Establishment of a Fund for ASEAN oleh 6 negara. DR. Datuk Ali Bin Abdullah (Malaysia). Severino (Filipina). ASEANWEB dimaksudkan untuk menyediakan informasi mengenai berbagai hal yang menyangkut ASEAN bagi masyarakat yang membutuhkannya. selanjutnya penyusunan anggaran keuangan Sekretariat ASEAN akan didasarkan pada a new paradigm yang memproyeksikan kebutuhan keuangan jangka panjang sehingga tidak akan ada lagi defisit anggaran (budget shortfall). Hal tersebut tidak sepenuhnya merupakan kelemahan perencanaan kegiatan oleh Sekretariat ASEAN. Kewajiban setiap anggota adalah membayar kontribusi ASEAN Fund yang ditetapkan sebesar US$ 1 juta. Chan Kai Yau (Singapura). setelah Brunei Darussalam bergabung pada 1984. 7. Keuangan ASEAN Negara-negara Anggota ASEAN wajib menyediakan sumber-sumber keuangan yang diperlukan oleh Sekretariat ASEAN untuk melaksanakan fungsi-fungsinya secara efektif. 16 Juli 1984-15 Juli 1986. Reyes (Filipina).1 Januari 1998-31 Desember 2002. Meskipun anggaran rutin tahunan ASEAN selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Rodolfo C. Penggunaannya dibedakan antara penggunaan untuk operasional Sekretariat ASEAN dan untuk tujuan sektoralnya. juga untuk lebih memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat luas. 5. 11. 8.aseansec. Sebelum penandatanganan ASEAN Charter. 18 Juli 1982-15 Juli 1984. baik di dalam maupun di luar lingkungan ASEAN. Annual budget Sekretariat ASEAN di masa mendatang diperkirakan sebesar US$ 15-20 juta atau US$1. ASEAN Fund dibentuk pada 17 Desember 1969 oleh 5 (lima) negara pendiri ASEAN sebagai salah satu bentuk kerjasama ekonomi untuk mendukung pelaksanaan tujuan pembentukan ASEAN. tetapi dipengaruhi juga oleh banyaknya pertemuanpertemuan ASEAN yang tidak terprogram sebelumnya. 10 Juli 1978-30 Juni 1980. total anggaran Sekretariat ASEAN mencapai USD 17. Sekretaris Jenderal ASEAN wajib menyiapkan anggaran operasional tahunan Sekretariat ASEAN untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap dan Sekretariat ASEAN bekerja sesuai dengan aturan-aturan dan prosedur-prosedur keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap. Sidang ASEAN Budget Committee merupakan agenda tahunan ASEAN untuk membahas anggaran operasional Sekretariat ASEAN yang meliputi penyesuaian kenaikan anggaran dengan kenaikan barang dan jasa. (Singapura). 9.org. melalui kontribusi tahunan yang setara yang dibayarkan secara tepat waktu. Narciso G. Pasal 30 ASEAN Charter mengenai equal contributions among members status berpotensi menimbulkan kenaikan kontribusi negara anggota. Paska penandatanganan ASEAN Charter.91 juta. sampai dengan tahun 2011. akan dilakukan tinjauan kembali terhadap penggunaan 5 (five) ASEAN Trust Fund dan dana dari Mitra Wicara untuk projects dan initiative. Ong Keng Yong. dan dihadiri oleh seluruh delegasi negara-negara anggota ASEAN serta Sekretariat ASEAN. Selain itu. disamping jumlah kegiatan ASEAN yang semakin meningkat dan diikuti oleh meningkatnya biaya perjalanan dan penyelenggaraan pertemuan. ASEAN Budget Committe akan berada di bawah Committee of Permanent Representatives to ASEAN (CPR) dan menjadi Finance sub-committee of the CPR. Melalui ASEAN Fund yang bertujuan membiayai 11 . 1 Juli 1980-1 Juli 1982.3. Untuk itu. Paska penandatanganan ASEAN Charter. namun Sekretariat ASEAN sering menghadapi permasalahan dilematis berkaitan dengan defisit anggaran yang selalu terjadi setiap akhir tahun anggaran. 6. Sesuai dengan hasil Special ASEAN DGs Meeting di Halong Bay Viet Nam. Roderick Yong (Brunei Darussalam). Datuk Ajit Singh (Malaysia). Phan Wannamethee (Thailand). Sidang diketuai secara bergiliran oleh wakil dari masing-masing negara anggota ASEAN. E. 12. Dalam rangka menyongsong era globalisasi khususnya di bidang informasi. 1 Januari 2003 – 31 Desember 2007. 1 Januari 1993-31 Desember 1997. Surin Pitsuwan (Thailand).5-2 juta per negara anggota. 16 Juli 1986-16 Juli 1989. Sidang telah terselenggara sebanyak 30 kali pertemuan (terakhir pada 23-25 April 2007). Sekretariat ASEAN menyediakan jaringan informasi ASEAN atau ASEANWEB yang dapat diakses melalui internet dengan alamat http://www. 10.

badan internasional maupun organisasi lainnya yang penggunaannya dibedakan antara Capital Fund dan untuk operasional Sekretariat ASEAN. 28 September 2004 dan para pemimpin ASEAN dalam KTT Ke+10 ASEAN di Vientianne. maka disepakati untuk merubah ASEAN Fund menjadi ASEAN Development Fund (ADF). Sedangkan ASEAN Cultural Fund dibentuk tahun 1978 untuk mendukung kegiatan ASEAN dalam pelestarian warisan budaya dari anggota-anggota ASEAN. ASEAN Cultural Fund berasal dari kontribusi negara-negara ASEAN. 29 November 2004.berbagai proyek dari hasil bunga kontribusi negara anggota ASEAN yang terkumpul sebagai dana abadi (endowment fund). Mitra Wicara. yang telah disetujui oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada pertemuan informal AMM di New York. 12 .

ARF mewadahi dialog dan pertukaran informasi mengenai masalah-masalah keamanan di Asia Pasifik. Lao PDR. termasuk dengan masyarakat internasional. menggunakan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). Shaping and Sharing of Norms. ASEAN telah berhasil mengembangkan dan mempertahankan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. ekonomi. Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). termasuk dengan masyarakat internasional. Komunitas Politik Keamanan ASEAN Komunitas Politik Keamanan ASEAN (ASEAN Political Security Community/APSC) ditujukan untuk mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Komunitas Politik Keamanan ASEAN juga mengacu kepada berbagai instrumen politik ASEAN yang telah ada seperti Zone of Peace. PostConflict Peace Building. Walaupun terdapat keberagaman kondisi politik. Dalam Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. dan Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) selain menaati Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional terkait lainnya. Sampai dengan tahun 2008. Mekanisme koordinasi antar badan-badan sektoral ASEAN yang menangani Komunitas Politik Keamanan ASEAN dilakukan melalui ASEAN Security Community Coordinating Conference (ASCCO). dan sosial budaya). Pemakaian istilah baru ini didasari pengertian bahwa kerjasama ASEAN di bidang ini tidak terbatas pada aspek-aspek politik semata namun juga pada aspek-aspek keamanan. Komunitas Politik Keamanan ASEAN bersifat terbuka. ASEAN juga telah berkontribusi kepada keamanan dan kestabilan kawasan secara lebih luas di Asia Pasifik melalui Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) sejak 1994. VAP merupakan acuan pencapaian Komunitas ASEAN untuk kurun waktu 2004-2010. telah diselenggarakan sebanyak tiga kali dan terus mengkoordinasikan langkah bersama untuk mencapai Komunitas Politik Keamanan ASEAN 2015. khususnya dalam mempercepat integrasi kawasan. Conflict Resolution. dan Implementing Mechanism. Komunitas bersifat terbuka. KERJASAMA POLITIK-KEAMANAN Selama 40 tahun pendiriannya. Rencana Aksi tersebut telah diintegrasikan ke dalam Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Programme/VAP) yang ditandatangani para Kepala Negara ASEAN dalam KTT ke-10 ASEAN. 13 . Hal ini terlihat semakin jelas dengan disepakatinya Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997 dan Deklarasi Bali Concord II di Bali tahun 2003 mengenai upaya perwujudan Komunitas ASEAN dengan ketiga pilarnya (politik-keamanan. Penggunaan istilah ASEAN Security Community (ASC) sebagaimana dicantumkan di dalam VAP kemudian diubah menjadi ASEAN Political Security Community (APSC) sebagaimana dipakai dalam Piagam ASEAN. Indonesia. Beberapa perkembangan mengenai implementasi Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN adalah sebagai berikut: a. November 2004. telah ditetapkan rencana kegiatan untuk mewujudkan Komunitas Politik Keamanan ASEAN yang terdiri atas 6 komponen: Political Development. Freedom and Neutrality (ZOPFAN). ekonomi. Conflict Prevention.BAB III KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. ASEAN telah menumbuhkan tujuan dan arah kerjasama. serta menumbuhkan saling percaya diantara negara anggotanya dan para Mitra Wicara ASEAN. berdasarkan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). selaku pemrakarsa Komunitas Politik Keamanan ASEAN. memelopori penyusunan Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. dan budaya diantara negara-negara anggotanya. ASEAN Political-Security Community (APSC) Blueprint Komunitas Politik Keamanan ASEAN dibentuk dengan tujuan mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Sesuai Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. yang disahkan pada KTT ke-10 ASEAN di Vientiane.

Para pejabat tinggi ASEAN di bidang hukum dalam pertemuan ASEAN Senior Law Officials Meeting (ASLOM) Ke-11 di Siem Reap. Indonesia telah menjadi negara kesembilan yang meratifikasi Piagam ASEAN dan Thailand menjadi negara kesepuluh pada bulan November 2008. and Resilient Region which Shared Responsibility for Comprehensive Security. Piagam ini telah ditandatangani oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-13 di Singapura.15 Tahun 2008. 3. 6. Peaceful. c. transparan dan melibatkan Mitra Wicara ASEAN. Dengan demikian. Indonesia sebagai Lead Sheppherd di bidang pemberantasan terorisme telah memelopori proses perumusan ACCT. Kerjasama penanganan illegal fishing. Januari 2007. 7. Desember 2008. ASEAN SOM Working Group (SOM WG) membahas mengenai draft ASEAN Political Security Community (APSC) Blueprint. dan (C) a Dynamic and Outward Looking Region in a Globalized World. sehingga di masa mendatang dimungkinkan adanya mekanisme ADMM Plus. Memasukkan elemen memerangi korupsi dan pemajuan prinsip demokrasi. f. November 2007. Piagam ASEAN dapat berlaku efektif mulai saat pelaksanaan KTT ASEAN ke-14 yang diselenggarakan di Chiang Mai. (B) a Cohesive. Namun demikian. Malaysia. Thailand. berdasarkan aturan yang profesional (rule-based organization). 29-30 Januari 14 . 4. beberapa kepentingan Indonesia sudah tercermin dalam draft Blueprint. serta memiliki struktur organisasi yang efektif dan efisien. Kamboja. sejauh ini. Piagam ASEAN akan mulai berlaku efektif dengan diratifikasinya Piagam tersebut oleh kesepuluh negara anggota. Mendorong voluntary electoral observations. ADMM bersifat outward looking. ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Pembentukan ADMM merupakan inisiatif Indonesia dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan. ACCT bersifat komprehensif (meliputi aspek pencegahan. melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. b. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT) ACCT ditandatangani pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. Penyusunan instrumen ASEAN tentang Hak Pekerja Migran. Pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak. Dalam kaitan ini. penindakan. ADMM telah mengadakan pertemuan pertamanya pada bulan Mei 2006 di Kuala Lumpur. Traktat ini melandasi kerjasama ASEAN di bidang hukum pidana. 5. Piagam ASEAN (ASEAN Charter) Penyusunan Piagam ASEAN bertujuan untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang memiliki legal personality. Konvensi ini memberikan dasar hukum yang kuat guna peningkatan kerjasama ASEAN di bidang pemberantasan terorisme. 2. Filipina.Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ASEAN Political Security Community (APSC). dan program rehabilitasi) sehingga memiliki nilai tambah bila dibandingkan dengan konvensi sejenis. meskipun beberapa diantaranya masih harus memerlukan negosiasi lebih lanjut seperti antara lain prinsip demokrasi dan korupsi. ASEAN telah menyusun draft ASEAN Political Security Community Blueprint untuk dapat disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand. pada bulan Desember 2008. berbagai usulan Indonesia telah dapat diterima seperti antara lain: 1. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT) MLAT telah ditandatangani oleh semua negara anggota ASEAN di Kuala Lumpur. Rencana Pembentukan Traktat Ekstradisi ASEAN Rencana pembentukan traktat ekstradisi ASEAN merupakan amanat Bali Concord 1976 dan Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Indonesia telah meratifikasi MLAT melalui UU No. Januari 2006. e. Selain memiliki karakter regional. Gagasan pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation. telah sepakat membagi menjadi 3 karakteristik yaitu: A) a Rules-based Community of Shared Values and Norms. d. Gagasan tentang pembentukan ASEAN Maritime Forum. terbuka.

ZOPFAN secara resmi diangkat oleh negara-negara anggota sebagai kerangka bagi kerja sama politik ASEAN. pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. Non-interference in the internal affairs of zonal states. Effective regional cooperation among the zonal states. Pada KTT ke-1 ASEAN tahun 1976. Kawasan Damai. Observance of the Charter of the United Nations. m. The absence of foreign military bases in the territories of zonal states. e. passage or testing of nuclear weapons and their components within the zone. Pada dasarnya prinsip-prinsip yang terkandung di dalam TAC juga tercermin di dalam Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) antara lain prinsip ‘noninterference’ dan penggunaan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik yang timbul diantara negaranegara penandatangan TAC. d. the Bangkok Declaration of 1967 and the Kuala Lumpur Declaration of 1971. the Declaration on the Promotion of World Peace and Cooperation of the Bandung Declaration of 1955. Protokol ke-2 Amandemen TAC yang ditandatangani para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Papua New Guinea di Manila. Upaya ASEAN untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional mengalami kemajuan pesat pada bulan Oktober 2003 dengan aksesi China dan India pada TAC. The right to trade freely with any country or international agency irrespective of differences in sociopolitical systems. Settlement of differences or disputes by peaceful means in accordance with the Charter of the United Nations. f. ZOPFAN tidak mengesampingkan peranan major powers. ZOPFAN tidak hanya merupakan kerangka perdamaian dan kerjasama di Asia Tenggara melainkan juga mencakup kawasan Asia Pasifik yang lebih luas temasuk major powers dalam bentuk serangkaian tindak pengekangan diri secara sukarela (voluntary self-restraints). The right to receive aid freely for the purpose of strengthening national resilience except when the aid is subject to conditions inconsistent with the objectives of the zone. tetapi justru memungkinkan keterlibatan mereka secara konstruktif dalam penanganan masalah-masalah keamanan kawasan. 2003. l. ASEAN dan China telah berhasil menyepakati Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) yang ditujukan untuk menyelesaikan persengketaan secara damai. bebas. Freedom And Neutrality Declaration/ZOPFAN) Deklarasi ZOPFAN yang ditandatangani di Kuala Lumpur tahun 1971 merupakan upaya ASEAN untuk menciptakan kawasan yang damai. j. menyepakati untuk membentuk kelompok kerja untuk memulai proses perumusan traktat ekstradisi ASEAN. or use of force in the conduct of international relations. and n. 25 Juli 1998 menjadi titik awal perluasan TAC ke luar ASEAN. Abstention from involvement in any conflict of powers outside the zone from entering into any agreement which would be inconsistent with the objectives of the zone. k. Prohibition of the use. Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty Of Amity And Cooperation/TAC) Salah satu instrumen penting dalam upaya mewujudkan ZOPFAN dan menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara adalah TAC. Mutual respect for the independence. sebagai berikut: a. dan netral dari segala bentuk campur tangan pihak luar di Asia Tenggara. b. Dengan demikian. sovereignty.2007. equality. i. g. The right of every state to lead its national existence free from external interference. Jepang dan Pakistan 15 . territorial integrity and national identity of all nations within and without the region. Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan ASEAN telah berhasil mengelola potensi konflik di Laut China Selatan menjadi potensi kerjasama yang melibatkan beberapa negara ASEAN dan China. ASEAN-China Working Group on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea menyepakati enam proyek kerjasama dalam rangka confidence building measures guna mendukung implementasi DOC. storage. DOC akan diimplementasikan melalui suatu code of conduct in the South China Sea. g. Renunciation of the threat. h. Refraining from the use of armed forces for any purposes in the conduct of international relations except for individual or collective self-defence in accordance with the Charter of the United Nations. subversion or coercion. Pedoman pelaksanaan ZOPFAN dirumuskan lebih lanjut pada April 1972. Dalam kaitan ini. Bebas Dan Netral (Zone of Peace. c. Refraining from inviting or giving consent to intervention by external powers in domestic or regional affairs of zonal states.

Dalam rangka implementasi tersebut. Sedangkan Rusia dan Korea Selatan mengaksesi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ASEAN-Rusia dan PTM ASEAN-Korsel. Aksesi Perancis ke dalam TAC merupakan pengakuan penting salah satu negara Uni Eropa (UE) terhadap eksistensi ASEAN dan pentingnya pengembangan kerjasama dengan ASEAN. Rusia dan Perancis. Traktat ini mulai berlaku pada tanggal 27 Maret 1997. Penandatanganan Traktat SEANWFZ merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi ASEAN dalam upaya mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil. Aksesi China. telah disahkan Plan of Action to Strengthen the Implementation of the Treaty of the Southeast Asian Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ – Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara–Traktat KBSN-AT) sesuai Artikel 20 Traktat KBSN-AT yang menetapkan bahwa reviewing the operation of operation of SEANFWZ Treaty dilakukan 10 tahun setelah berlakunya Traktat tersebut (enter into force). Traktat SEANWFZ ini disertai protokol yang merupakan suatu legal instrument mengenai komitmen negara ASEAN dalam upayanya memperoleh jaminan dari negara yang memiliki senjata nuklir (Nuclear Weapon State/NWS) bahwa mereka akan menghormati Traktat SEANFWZ dan tidak akan menyerang negara-negara di kawasan Asia Tenggara. yang merupakan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. menandakan dukungan yang signifikan terhadap TAC sebagai suatu tata tertib (code of conduct) dalam menjalankan hubungan antar negara di dalam dan luar kawasan ASEAN. Laos. PoA tersebut menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Negara Pihak dalam jangka waktu 2007-2012 sebagai berikut: (1) Compliance with the Undertakings in the SEANWFZ Treaty. Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone/SEANWFZ) South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) Treaty ditandatangani di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995 dan telah diratifikasi oleh seluruh negara ASEAN. (3) Cooperation with the IAEA. Pada Pertemuan AMM ke-32 bulan Juli 1999 di Singapura. Pada pertemuan SEANWFZ Commission pada tanggal 29 Juli 2007. termasuk konsultasi dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan badan-badan lain yang terkait. Komisi menunjuk Komite Eksekutif untuk menyiapkan konsep “rules of procedure” dan memulai langkah-langkah yang perlu untuk menjamin ketaatan terhadap Traktat. negara-negara anggota ASEAN berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan finalisasi Protokol. negara-negara ASEAN dan NWS masih mengupayakan finalisasi formulasi beberapa masalah yang diatur dalam Protokol dimaksud. (4) Institutional Arrangements. (2) Accession by Nuclear Weapons States. Pada KTT ke-12 ASEAN. Selandia Baru dan Mongolia pada AMM ke-38 mengaksesi TAC pada bulan Juli 2005 di Vientiane. Australia mengaksesi TAC pada bulan Desember 2005 di Kuala Lumpur sebelum penyelenggaraan KTT ke-11 ASEAN. Upaya-upaya negara anggota ASEAN untuk memperjuangkan traktat SEANWFZ di tingkat internasional salah satunya adalah dengan diakuinya traktat tersebut melalui resolusi Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Januari 2008 dengan nomor A/Res/62/31 dengan perolehan suara 174 negara 16 . Komisi SEANWFZ di tahun 2007 melakukan major review terhadap SEANWFZ. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. serta bagi usaha mewujudkan perdamaian dunia. para Menlu ASEAN untuk pertama kalinya mengadakan Sidang Komisi SEANWFZ. Hal ini merupakan langkah pertama yang penting ke arah diterapkannya Traktat tersebut. khususnya bagi perkembangan kerjasama kedua kawasan. Uni Eropa juga telah menyatakan niatnya untuk mengaksesi TAC yang menandakan kemajuan ASEAN sebagai organisasi regional yang signifikan. Perancis dan Timor Leste mengaksesi TAC. Saat ini. Implementasi SEANWFZ perlu untuk segera dilaksanakan guna mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil serta upaya mewujudkan perdamaian dunia. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh.mengaksesi TAC tanggal 2 Juli 2004 saat AMM ke-37 di Jakarta. pada Nopember 2004 di Vientiane. Proses lebih lanjut menyangkut aksesi Uni Eropa ini masih berkembang. Setelah 10 tahun Traktat ini berlaku (enter into force). ASEAN terus mendorong negara-negara lain di luar kawasan untuk mengaksesi TAC. dan menjajagi langkah yang lebih konstruktif berupa kerjasama dengan IAEA. telah dilaksanakan aksesi Korea Utara terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Pembentukan SEANWFZ menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global.

China telah bersedia untuk membicarakan masalah Laut China Selatan dalam ARF. Proses ARF lebih mencerminkan “ASEAN Way” yaitu menjalin hubungan untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan kebiasaan berdialog serta berkonsultasi dalam masalah-masalah keamanan. ASEAN Declaration on Joint Action to Counter Terrorism ditandatangani tahun 2001 dalam penanganan terorisme. ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) ditandatangani tahun 2007 sebagai instrumen hukum dalam penanganan terorisme. ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes yang mencakup kerjasama pemberantasan terorisme. Beberapa perjanjian yang telah dihasilkan ASEAN terkait dengan pemberantasan kejahatan lintas negara yaitu: a. China. 1 negara menolak yaitu Amerika Serikat dan 5 negara abstain yaitu Inggris. Kerjasama di Bidang Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara Kerjasama ASEAN dalam rangka memberantas kejahatan lintas negara (transnational crime) pertama kali diangkat pada pertemuan para Menteri Dalam Negeri ASEAN di Manila tahun 1997 yang mengeluarkan ASEAN Declaration on Transnational Crimes. Sebagai tindak lanjut dari deklarasi di atas. Dalam kaitan tersebut pertemuan ISG. pembahasan dan tukar pandangan dalam ARF memiliki makna penting dan strategis. b. bajak laut. 17 . ARF melangkah ke tahap kedua sambil tetap melaksanakan tahap pertama. Konvensi ini telah diratifikasi oleh dua negara yaitu Thailand dan Singapura. kerjasama ASEAN dalam memerangi kejahatan lintas negara dilaksanakan melalui pembentukan Pertemuan Para Menteri ASEAN terkait dengan Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime/AMMTC). merupakan perjanjian di tingkat sub regional guna penanganan kejahatan lintas batas melalui pertukaran informasi. Proses kerjasama ARF terbagi atas 3 tahap yaitu tahap Confidence Building Measures (CBMs). Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (MLAT) ditandatangani tahun 2006. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. Uni Eropa dan Jepang. Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) ASEAN Regional Forum (ARF) diprakarsai oleh ASEAN pada tahun 1994. Israel. dibagi atas Jalur Satu (Track I) yang dihadiri oleh wakil-wakil pemerintahan negara-negara ARF. di masa depan ARF perlu tetap mempertahankan prinsip “at a pace comfortable to all” dan konsensus. perdagangan obat terlarang. penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia. dan e. kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional. pencucian uang. Akan tetapi hal tersebut tidak menutup terjadinya perdebatan dalam suasana informal untuk mendukung berlangsungnya pertukaran pandangan yang bersifat terbuka. yang sebelumnya sulit dilakukan. ARF telah berhasil meningkatkan kenyamanan (comfortability) diantara para peserta dalam membicarakan isu keamanan. Agreement of Information Exchange and Establishment of Communication Procedures ditandatangani tahun 2002. Dalam Jalur Satu. sebagai forum untuk saling tukar pandangan dan informasi bagi negara-negara Asia-Pasifik mengenai masalah-masalah politik dan keamanan. Dengan diakuinya Traktat SEANWFZ oleh sidang Majelis Umum PBB tersebut telah menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. Telah dilaksanakan dua Working Group untuk membahas ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terrorism guna pengimplementasian ACCT. baik regional maupun internasional. Kegiatan-kegiatan antar-sesi yang dilakukan di antara pertemuan-pertemuan ARF. Oleh karena itu. Sebagai contoh. dua jenis kegiatan utama adalah Intersessional Support Group (ISG) dan beberapa Intersessional Meeting (ISM) yang lebih bersifat teknis. yang dihadiri kekuatan besar dunia antara lain: Amerika Serikat. d. Palau dan Micronesia. Sasaran yang hendak dicapai melalui ARF adalah mendorong saling percaya (confidence building measures) melalui transparansi dan mencegah kemungkinan timbulnya ketegangan maupun konflik di kawasan Asia Pasifik. dan Jalur Dua (Track II) yang diadakan dan dihadiri oleh lembaga-lembaga penelitian (think tank) dari negara-negara ARF. Perancis.mendukung termasuk Rusia dan China sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB. Sebagai satu-satunya forum dialog keamanan di luar PBB. Rusia. sementara Indonesia dalam proses untuk meratifikasi Konvensi tersebut. Preventive Diplomacy (PD) dan Conflict Resolution (CR). c. berubah nama menjadi ISG CBMs and PD. Kegiatan ISM saat ini berupa ISM on CounterTerrorism and Transnational Crime (ISM on CT-TC) dan ISM on Disaster Relief (ISM-DR). Saat ini.

Dalam upaya pembentukan ASEAN Extradition Treaty telah dilaksanakan Working Group di Indonesia dan Singapura dan telah disepakati untuk melaksanakan pertemuan ketiga Working Group. Hal ini dilatarbelakangi oleh krisis di Lebanon pada saat operasi militer Israel di tahun 2006. Malaysia. Upaya realisasi Konvensi tersebut telah dimulai dengan penyelenggaraan Pertemuan Pertama Working Group on TIP tanggal 16 Juni 2008. Para Menteri Luar Negeri ASEAN telah menandatangani Perjanjian Kerangka ASEAN mengenai Bebas Visa (ASEAN Framework Agreement on Visa Exemption) ditandatangani pada AMM ke-39 di Kuala Lumpur. 18 . Perjanjian dimaksud diharapkan dapat mendorong pencapaian Komunitas ASEAN melalui peningkatan perjalanan intra-ASEAN dan people-to-people contact.Selain itu. Filipina. Laos. Singapura. terutama bagi warga negara anggota ASEAN di negara ketiga di mana tidak terdapat perwakilan negaranya. Brunei Darussalam. Semula organisasi ini bernama ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO) didirikan pada tahun 1977.15 Tahun 2008. Berdasarkan usulan dari Parlemen Indonesia dalam Sidang Umum AIPO ke-27 di Cebu. dan Thailand. dimana Indonesia telah meratifikasi Traktat tersebut melalui UU No. Malaysia. telah dihasilkan Guidelines for Provision of Emergency Assistant by ASEAN Missions in Third Countries to National of ASEAN Member States (bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga) pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 telah dilakukan pembahasan-pembahasan untuk implementasi Guidelines tersebut. Sesuai dengan mandat tersebut. Pergantian nama ini dimaksudkan untuk mendorong proses transformasi AIPA dalam mendukung upaya perwujudan Komunitas ASEAN. Dalam pertemuan ALAWMM juga telah dibahas upaya pengembangan peran dan mandat ASLOM dan ALAWMM setelah berlakunya Piagam ASEAN. November 2008. AIPO berganti nama menjadi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). telah pula digagas pembentukan suatu ASEAN Convention on Trafficking in Persons (Konvensi ASEAN mengenai Perdagangan Manusia). Pertemuan terakhir yaitu DGICM ke-12 telah dilaksanakan Kuala Lumpur. Kerjasama Kelembagaan Antar Parlemen Kerjasama antar parlemen di ASEAN diselenggarakan melalui mekanisme ASEAN InterParliamentary Assembly (AIPA) yang dipelopori oleh Indonesia. Filipina. Persetujuan ini memberlakukan bebas visa kunjungan singkat bagi warga negara anggota ASEAN yang melakukan perjalanan di wilayah ASEAN selama 14 hari. Kerjasama di Bidang Hukum Kerjasama ASEAN di bidang hukum dilaksanakan melalui mekanisme pertemuan para Pejabat Tinggi ASEAN di bidang hukum (ASEAN Senior Law Officials’ Meeting /ASLOM) yang dilaksanakan setiap tahun dan pertemuan para Menteri Hukum ASEAN (ASEAN Law Ministerial Meeting/ALAWMM) yang dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun. di mana tidak terdapat perwakilan dari semua negara anggota ASEAN. sementara Brunei Darussalam dan Myanmar masih sebagai Special Observers. telah diselenggarakan Pertemuan ASLOM ke-12 dan ALAWMM ke-7 di Bandar Seri Begawan. AMM ke-39 juga mengeluarkan pernyataan mengenai perlunya kerjasama ASEAN di bidang bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga. beranggotakan parlemen-parlemen dari Indonesia. Pada tahun 2008. Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain perkembangan Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Kerjasama di Bidang Imigrasi dan Kekonsuleran Kerjasama ASEAN di bidang imigrasi dan kekonsuleran dilaksanakan melalui pertemuan para Direktur Jenderal Imigrasi dan Kepala Divisi Konsuler ASEAN (The Meeting of the ASEAN DirectorsGeneral of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs/DGICM). Saat ini keanggotaannya telah pula mencakup parlemen-parlemen dari Kamboja. dan Viet Nam. Pembentukan traktat ekstradisi ASEAN telah diamanatkan dalam Declaration of ASEAN Concord tahun 1976 dan Rencana Kerja Komunitas Keamanan ASEAN. 1015 September 2006. 25 Juli 2006.

dan Korea Selatan. penghapusan hambatan-hambatan non-tarif. telah dimandatkan oleh Para Menteri Luar Negeri pembentukan High Level Panel on an ASEAN Human Rights Body . usaha patungan (joint ventures). yaitu. AIPA di tahun yang sama mengeluarkan Human Rights Declaration yang mencantumkan himbauan kepada kepada pemerintah negara-negara ASEAN untuk membentuk mekanisme HAM ASEAN. Indonesia telah menjadi tuan rumah pada Pertemuan Kelima High Level Panel tersebut di Nusa Dua. Berkaitan pula dengan HAM. Walaupun bukan merupakan badan resmi ASEAN. Diharapkan. Hal ini merupakan tanggapan ASEAN terhadap Vienna Declaration and Programme of Action (1993) mengenai antara lain pendirian mekanisme HAM regional untuk mendukung promosi dan perlindungan HAM global. AIPA melakukan dialog dengan anggota parlemen dari negara-negara Mitra Wicara ASEAN yang bertindak sebagai Observers seperti Australia. tetapi juga perdagangan jasa dan investasi. negara-negara anggota telah meletakkan kerjasama ekonomi sebagai salah satu agenda utama yang perlu dikembangkan. dan Enhanced Preferential Trading arrangement (1987). instrumen hukum (deklarasi atau konvensi) dan badan (komisi atau pengadilan HAM). China. Pada dekade 80-an dan 90-an. Pada saat ini. ASEAN Industrial Joint-Ventures scheme (1983). WGAHRM telah bekerjasama dengan pemerintah beberapa negara anggota ASEAN dan menyelenggarakan beberapa workshop dan roundtable discussion untuk mempelajari kemungkinan pembentukan mekanisme HAM ASEAN dan memberikan rekomendasi ke pemerintah negara-negara ASEAN. negara-negara anggota ASEAN menyadari bahwa cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan saling membuka perekonomian mereka. Selandia Baru. Jepang. Kamboja. KERJASAMA EKONOMI Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967. AFTA tidak hanya difokuskan pada liberalisasi perdagangan barang. Pada KTT ke-5 ASEAN di Singapura tahun 1992 telah ditandatangani Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation sekaligus menandai dicanangkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tanggal 1 Januari 1993 dengan Common Effective Preferential Tariff (CEPT) sebagai mekanisme utama. B. November 2008. Juli 1993 menyepakati perlunya mempertimbangkan pendirian mekanisme HAM regional yang sesuai di ASEAN. guna menciptakan integrasi ekonomi kawasan. Setiap negara anggota mengirimkan satu wakil untuk membahas kerangka acuan (terms of reference/TOR) dari Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk. pada umumnya terdiri atas 2 (dua) komponen.Meskipun AIPA bukan badan ASEAN karena ASEAN merupakan organisasi antar-pemerintah. Rusia. dan perbaikan terhadap kebijakan-kebijakan fasilitasi perdagangan. dan Filipina. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. Pendirian AFTA memberikan impikasi dalam bentuk pengurangan dan eliminasi tarif. namun AIPA memiliki status konsultatif dengan ASEAN. Singapura. Sebagai upaya awal merintis suatu mekanisme HAM di ASEAN. 19 . telah pula dilakukan upaya awal perlindungan atas pekerja migran melalui penandatanganan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers pada KTT Ke-12 ASEAN. telah dibentuk Working Group on ASEAN Human Rights Mechanism (WGAHRM) yang beranggotakan tokoh-tokoh Asia Tenggara baik dari sektor pemerintahan maupun civil society. dan skema saling melengkapi (complementation scheme) antar pemerintah negara-negara anggota maupun pihak swasta di kawasan ASEAN. Thailand. ketika negara-negara di berbagai belahan dunia mulai melakukan upaya-upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi. ASEAN Industrial Complementation scheme (1981). seperti ASEAN Industrial Projects Plan (1976). Pada awalnya kerjasama ekonomi difokuskan pada program-program pemberian preferensi perdagangan (preferential trade). Kanada. sesuai dengan mandat dari Para Menlu pada AMM ke-41 Juli 2008 Higk Level Panel dapat memberikan draft awal dari Badan HAM ASEAN pada bulan Desember 2008 kepada Menteri Luar Negeri dan menyampaikan draft akhir pada Juli 2009. Uni Eropa. Bali. Papua New Guinea. Dalam perkembangannya. Upaya Pembentukan Mekanisme HAM ASEAN Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada AMM Ke-26 di Singapura. Preferential Trading Arrangement (1977). Malaysia. Mekanisme HAM. High Level Panel tersebut sepanjang semester kedua 2008 secara berkala telah mengadakan pertemuan untuk melaksanakan mandat tersebut. WGAHRM terdiri dari beberapa kelompok kerja nasional di Indonesia. Asia Pasifik (termasuk ASEAN) merupakan satu-satunya kawasan yang belum memiliki mekanisme HAM regional.

koordinasi dan mobilisasi sumber daya. healthcare. infrastructure development. logistics services. Dengan demikian. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. c. kawasan yang kompetitif dan terintegrasi dengan ekonomi global.KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 menyepakati pembentukan komunitas ASEAN yang salah satu pilarnya adalah Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC). dan d. Dalam konteks tersebut. perikanan. Menuju single market dan production base (arus perdagangan bebas untuk sektor barang. pengaturan pelaksanaan. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut melalui priority actions yang pencapaiannya dievaluasi dan dimonitor dengan menggunakan score card. pada pertemuan ke-39 AEM juga disepakati mengenai Roadmap for ASEAN integration of the Logistics Services Sector sebagai priotitas ke-12 untuk integrasi ASEAN dan menandatangani “Protocol to Amend Article 3 of the ASEAN Framework (Amandment) Agreement for the Integration of the Priority Sectors”. taxation. ICT. Cetak Biru AEC tersebut berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. energy cooperation. Dalam perkembangannya. wood-based products. para Menteri Ekonomi ASEAN telah menginstruksikan Sekretariat ASEAN untuk menyusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)”. automotivr. Berkaitan dengan disepakatinya draft AEC Blueprint. IPRs action plan. otomotif. telah disepakati Blueprint for the ASEAN Economic Community (AEC Blueprint) yang akan digunakan sebagai peta kebijakan (roadmap) guna mentransformasikan ASEAN menjadi suatu pasar tunggal dan basis produksi. AEC Blueprint juga akan mendukung ASEAN menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang makin berkurang. Disamping itu. diperlukan dukungan berupa kemauan politik. produk-produk turunan dari kayu. Menuju integrasi penuh pada ekonomi global (pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi eksternal serta mendorong keikutsertaan dalam global supply network). investasi. Menuju penciptaaan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi (regional competition policy. e-ASEAN (ITC). tourism. textiles & apparels. serta peningkatan konsultasi antara pemerintah dan sektor swasta. Menuju suatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata (region of equitable economic development) melalui pengembangan UKM dan program-program Initiative for ASEAN Integration (IAI). dan pariwisata. tekstil dan pakaian. ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint Pada pertemuan ke-39 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2007. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut juga akan didukung dengan program pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan penelitian serta pengembangan di masingmasing negara. peningkatan kemampuan (capacity building) dan penguatan institusi. 20 . jasa. yaitu : a. elektronik. fisheries. dan pengembangan UKM). transportasi udara. electronics. KTT ke-10 ASEAN di Vientiene tahun 2004 antara lain menyepakati Vientiane Action Program (VAP) yang merupakan panduan untuk mendukung implementasi pencapaian AEC di tahun 2020. jasa. Pada KTT ASEAN Ke-13 di Singapura. kesehatan. KTT juga menetapkan sektor-sektor prioritas yang akan diintegrasikan. air-travel. ke-12 Priority sectors dimaksud adalah agro-based products. e-ASEAN. investasi. AEC bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang ditandai dengan bebasnya aliran barang. tenaga kerja terampil dan perpindahan barang modal secara lebih bebas. bulan Nopember 2007. disepakati mengenai naskah ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint beserta Strategic Schedule-nya. rubber-based products. b. yang mencakup inisiatifinisiatif baru serta roadmap yang jelas untuk mencapai pembentukan ASEAN Economic Community tahun 2015. ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM) di Kuala Lumpur bulan Agustus 2006 menyetujui untuk membuat suatu cetak biru (blueprint) untuk menindaklanjuti pembentukan AEC dengan mengindentifikasi sifat-sifat dan elemen-elemen AEC pada tahun 2015 yang konsisten dengan Bali Concord II dan dengan target-target dan timelines yang jelas serta pre-agreed flexibility untuk mengakomodir kepentingan negaranegara anggota ASEAN. pekerja terampil. produk-produk turunan dari karet. KTT ke-12 ASEAN di Cebu bulan Januari 2007 telah menyepakati ”Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. pada tahun 2006 jasa logistik dijadikan sektor prioritas yang ke-12. yaitu: produk-produk pertanian. dan modal).

Sosialisasi dilakukan dalam bentuk seminar. AICO diharapkan akan mendorong kerjasama industri antar negara ASEAN dan mendorong investasi pada industri berbasis teknologi dan kegiatan yang memberikan nilai tambah pada produk industri. AICO merupakan skema kerjasama antara dua atau lebih perusahaan di kawasan ASEAN dalam pemanfaatan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Selain itu. Kerjasama ASEAN di sektor perindustrian diarahkan untuk menciptakan fasilitas produksi baru dalam rangka mendorong perdagangan intra-ASEAN melalui berbagai skema kerjasama yang dikembangkan berdasarkan konsep resource pooling dan market sharing. serta menciptakan pasar regional yang lebih besar. Terkait dengan AEC Blueprint. Kerjasama di Sektor Industri Kerjasama di sektor industri merupakan salah satu sektor utama yang dikembangkan dalam kerjasama ekonomi ASEAN. ASEAN juga telah mengembangkan mekanisme Scorecard untuk mencatat implementasi dan komitmen-komitmen negara anggota sebagaimana yang telah disepakati di dalam AEC Blueprint. Kerjasama tersebut ditujukan untuk meningkatkan arus investasi. Terkait dengan implmentasi AEC Bluepint. wawancara di media massa cetak dan elektronik lokal di pusat dan daerah. Kerjasama di Sektor Perdagangan 21 . sektor swasta. Scorecard dimaksud akan memberikan gambaran komprehensif bagaimana kemajuan ASEAN untuk mengimplementasikan AEC pada tahun 2015. AICO tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan industri. khususnya kepada asosiasi-asosiasi bisnis maupun di daerah-daerah di Pulau Jawa. Desember 2008 di Thailand. termasuk dalam bentuk pertukaran informasi tentang kebijaksanaan perencanaan industri nasional masing-masing. AICO menyediakan prasarana untuk menerapkan prinsip economic of scale and scope yang didukung oleh pajak yang rendah untuk meningkatkan transaksi di ASEAN. dalam rangka memproduksi suatu barang yang bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan ASEAN. memungkinkan bebasnya lalu lintas barang. investasi dan aliran modal. baik di tingkat pusat. Kalimantan. Pada 21 April 2004 para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Protocol to Amend the AICO Agreement yang mengatur perubahan/penurunan tarif preferensi yang diberikan untuk proyek-proyek AICO yang disetujui. Dalam kaitan ini negara-negara ASEAN telah menyepakati bahwa AEC Scorecard yang diusulkan akan dilaporkan pada KTT ke-14 ASEAN. kalangan akademi serta tokoh-tokoh masyarakat. tetapi juga untuk trading companies yang membantu pemasaran produk-produk industri kecil. Insentif lain yang juga diberikan kepada perusahaan yang bekerjasama dalam payung AICO berupa akreditasi kandungan lokal serta insentif nontarif lainnya yang dapat diberikan oleh masing-masing negara anggota. Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah untuk memicu kesiapan masyarakat serta menimbulkan mengenai “public awareness” mengenai ASEAN. Perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan skema kerjasama ini antara lain akan mendapatkan preferensi berupa pengenaan bea masuk hingga 5%. yaitu Badan-badan sektoral ASEAN. Sulawesi dan Irian. Ditjen Kerjasama ASEAN telah melakukan sosialisasi AEC Blueprint bersamaan dengan sosialisasi ASEAN Charter. AEC Blueprint bertujuan untuk menjadikan kawasan ASEAN lebih stabil. juga akan diupayakan kesetaraan pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan serta kesenjangan sosial ekonomi pada tahun 2015. mendorong proses alih teknologi dan meningkatkan keterampilan negara-negara ASEAN. sejahtera dan sangat kompetitif.ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint tersebut kemudian disahkan pada Rangkaian Pertemuan KTT ASEAN ke-13. AEC Blueprint merupakan suatu master plan bagi ASEAN untuk membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dengan mengidentifikasi langkah-langkah integrasi ekonomi yang akan ditempuh melalui implementasi berbagai komitmen yang rinci. AICO juga memberikan kesempatan luas kepada perusahaan di negara ASEAN untuk saling bekerjasama guna menghasilkan produk dengan menikmati preferensi tarif. jasa. otoritas di tingkat lokal dan nasional di negara-negara ASEAN. dengan sasaran dan jangka waktu yang jelas. menumbuhkan kesempatan investasi dari dalam dan luar ASEAN. para Menteri Ekonomi ASEAN mengesahkan AEC Communication Plan dan menekankan pentingnya untuk melibatkan berbagai stakeholders dalam proses komunikasi. lokakarya maupun Kuliah Umum. pada tahun 2007-2008. Sumatera. workshop. para pertemuan ke-40 AEM. Berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan “AEC awareness Year 2008”. ASEAN Industrial Cooperation (AICO) yang ditandatangani pada bulan April 1996 dan berlaku efektif pada bulan Nopember 1999 merupakan insiatif kerjasama di sektor industri yang saat ini terus dikembangkan.

Implementasi Protocol dimaksud akan memfasilitasi transportasi barang-barang di kawasan serta tidak merintangi akses dan pergerakan kendaraan yang mengangkut barang-barang tersebut di kawasan ASEAN. menjamin sinergi dan konsistensi di antara berbagai inisiatif. Tujuan yang dapat dicapai adalah penyederhanaan dokumen impor dan pemendekan proses bisnis pengurusan perizinan impor dari 5.5 hari menjadi 8 jam. Untuk tingkat nasional. Belawan (Medan) dan Bandara Soekarno Hatta yang merupakan tempat bongkar muat barang ekspor impor dengan tingkat volume 90% dari total ekspor impor Indonesia. Sistem uji coba melibatkan 5 (five) Government Agencies (GA) yang terkait dengan pemberian izin. permanent help desk. yang diharapkan akan mengurangi biaya transaksi perdagangan serta memfasilitasi perdagangan di kawasan. d. telah dicapai kemajuan yang cukup signifikan mengenai implementasi Work Programme on Elimination of Non-Tariff Barries (NTBs) serta dalam melakukan revisi mengenai CEPT AFTA Rules of Origin. Indonesia juga telah melakukan pembentukan Nasional Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) merupakan salah satu upaya fasilitasi perdagangan di tingkat nasional dan ASEAN untuk mempermudah dan mempercepat arus perdagangan dalam rangka mendukung proses pembentukan ASEAN Economic Community. ASEAN telah menandatangani Protocol 1-Designation of Tansit Transport Routes and Facilities. Realisasi ASEAN Free Trade Area Pada pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers tahun 2008.42 % dari IL products. 88. rata-rata berkurang sebesar 2. Di samping itu. Berkaitan dengan fasilitasi perdagangan. b.48 % memiliki tarif berkisar antara 0-5 % di antara negara-negara ASEAN. ATIGA mengintegrasikan semua inisiatif ASEAN yang berkaitan dengan perdagangan barang kedalam suatu comprehensive framework. ASEAN juga berhasil menyelesaikan pembahasan substantif mengenai ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA).58% dalam tahun 2007 menjadi 1.1. pengangkutan udara dan pengangkutan laut. sistem NSW juga mulai diujicobakan dengan ASW pada tanggal 11 Agustus 2008 ditandai adanya pertukaran dokumen kepabeanan (SKA dan Form D antara Indonesia dan Malaysia). Comprehensive Revised CEPT Rules of Origin Sejak 1 Agustus 2008. fee structure. jasa perizinan meliputi ekspor. ASEAN telah mengimplementasikan Comprehensive revised CEPT Rules of Origin yang mencakup revisi terhadap teks CEPT ROO serta komponennya seperti Operational 22 . Berkaitan dengan perdagangan barang ini. c. yaitu Ditjen Bea dan Cukai–Depkeu. Tanjung Perak (Surabaya). Diharapkan seluruh importir terdaftar (sekitar 17. Badan Karantina Deptan dan Pusat Karantina Perikanan (DKP) Draft Blueprint NSW. National Single Window diharapkan mulai dapat beroperasi pada akhir tahun 2008 di negara-negara ASEAN+6 dan tahun 2012 bagi negara-negara CLMV. Fasilitasi Perdagangan Dalam upaya meningkatkan perdagangan. Ditjen Daglu. kepastian dan meningkatkan AFTA-rules-based system yang merupakan hal yang sangat penting bagi komunitas bisnis ASEAN.25 % dari semua produk yang telah dimasukkan ke dalam inclusion list (IL). ASEAN Secretariat telah melaporkan bahwa implementasi komitmen liberalisasi tariff CEPT telah mencapai 92. Implementasi NSW Tahap II dimulai pada bulan Juli – Desember 2008. Perkembangan Tahap I Uji Coba NSW telah dilaksanakan di Tanjung Priok dari Desember 2007 – Juni 2008. Uji coba dimaksud difokuskan pada importir prioritas sebanyak 102. GA yang terlibat menjadi 15 (total instansi yang terlibat perizinan sesudah penyederhanaan/sebelumnya 34 instansi). yaitu Tanjung Prior (Jakarta). ATIGA akan meningkatkan transparansi. Badan POM.500 importir) telah dapat menggunakan sistem dimaksud pada bulan Desember 2008 dan masalah terkait dengan Service Level Agreement (SLA). impor. Tarif di antara negara-negara ASEAN yang telah dihapuskan sebesar 63. changing management dan Badan Pengelola telah dapat diputuskan pada Implementasi Tahap II ini. pada pertemuan ke-21 AFTA Council tanggal 23 Agustus 2007. yang diharapkan akan ditandatangani pada bulan Desember 2008. Pada Tahap II difokuskan pada tingkat operasional dengan sasaran antara lain : penerapan di lima pelabuhan utama. Kerjasama Perdagangan Barang Berkaitan dengan AFTA.95 % dalam tahun 2008.

dengan share sebesar 2. dengan share 73. saat ini sedang disusun dan diselesaikan IAI Work Plan II.483. Sedangkan Singapura memberikan kontribusi tertinggi. 10 proyek masih menunggu proses pelaksanaan dan 18 proyek belum mendapatkan pendanaan. electrical and electronic equipment serta pharmaceutical.330. Kontribusi ASEAN + 6 sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah US $ 30. g.811. yang diharapkan akan dapat segera diselesaikan pembahasannya. Kebijakan dimaksud ditegaskan di dalam Ha Noi Plan of Action 1998 serta Deklarasi mengenai Narrowing Development Gap for Closer ASEAN Integration 2001. Perkembangan Pembentukan FTA ASEAN Dengan Negara-negara Mitra Wicara a) ASEAN–China Free Trade Agreement Trade in Goods Agreement dan Dispute Settlement Mechanism Agreement ditandatangani oleh Menteri Ekonomi ASEAN dan China pada bulan Nopember 2004. Di samping itu. Norwegia dan Uni Eropa. e.18 juta.271. menyumbang sebesar US $ 17. sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 total berjumlah US $ 159. khususnya dalam bidang cargo clearance. Agreement on Trade in Services dan Second Protocol to Amend the Framework Agreement ditandatangani pada 23 . 2 proyek masih mencari dana separuhnya. ASEAN Customs Administrations terus melakukan upaya-upaya untuk mengimplementasikan Strategic Plan of Customs Development (SPCD) 2005 – 2010. Sampai dengan tanggal 15 Mei 2008.661. untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara ASEAN. 116 proyek telah berhasil diselesaikan. Technical Regulations and Conformity Assessment Procedures (STRACAP) Dalam upaya untuk fasilitasi implementasi priority sectors. India.98 juta. e-customs. yaitu di bidang cosmetics. Initiative for ASEAN Integration (IAI) Initiative for ASEAN Integration (IAI) adalah suatu policy framework yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi. 2 proyek telah mendapatkan pendanaan dan menunggu implementasi. IAI dituangkan di dalam IAI Work Plan.437 untuk 9 (sembilan) proyek. yang merupakan rencana 6 tahunan (Juli 2002 – Juni 2008).588. Kontribusi negara-negara dialogue partner ASEAN terhadap proyek-proyek IAI sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah total US $ 20. dengan dasar berkesinambungan.3% total dana dari negara donor). Kontribusi Indonesia tercatat sebesar US $ 804.64% dari seluruh total pendanaan ASEAN. Korea.358. Product Specific Rules (PSRs) dan Certificate of Origin (CO) Form D. 19 proyek sedang dilaksanakan. Kerjasama Kepabeanan Selama 3 (tiga) tahun terakhir.Certification Procedures.64 juta (87. Pembiayaan telah disiapkan untuk 158 proyek (78%). customs enforcement and human resource development.255 (implementasi proyek 1996 – 2004). Indonesia telah menandatangani 3 (tiga) MRAs. Sedangkan kontribusi Indonesia on bilateral basis sebesar US $ 1. sebesar US $ 22. kontribusi ASEAN-6 terhadap CLMV on bilateral basis. Namun demikian. khususnya untuk negara-negara CLMV. Standards. Hingga tahun 2007. Sumber pendanaan proyek-proyek IAI berasal dari negara-negara ASEAN + 6 dan negara-negara donor lainnya. f. facilitation of goods in transit. Sebagai konsistensi untuk narrowing development gap. untuk 65 proyek. h. untuk implementasi 30 Juli 2000–2006. risk management. ASEAN juga mengupayakan penyelesaian mengenai finalisasi Protocol 2 (Designation of Frontier Posts) dan Protocol 7 (Customs Transit Systems) guna memungkinkan implementasi penuh Framework Agreement on Facilitation of Goods in Transit and the establishment of the ASEAN Customs Transit System. sebesar US $ 100. Sementara itu. mengalami hambatan dialami dalam proses ratifikasi mengingat adanya benturan antara MRA dimaksud dengan peraturan perundangan nasional terkait. Kontribusi tertinggi diberikan oleh Thailand. Disamping itu. ASEAN telah mengimpelementasikan sejumlah ASEAN Sectoral Mutual Recognition Arrangement (MRA). untuk implementasi proyek-proyek dari tahun 1992–2008. 5 (lima) negara donor utama adalah Jepang. Revisi CEPT ROO termasuk revisi general rule of the CEPT Rules of Origin dari kriteria single “Regional Value Content of 40 percent (RVC(40)” menjadi alternative co-equal rules of “Regional Value Content of 40 percent or Change in Tariff Headings (RVC(40) or CTH)”. di bidang produk barang.6 % dari total pendanaan yang disiapkan oleh ASEAN-6. terdapat 203 proyek dalam IAI Work Plan dengan berbagai tahap implementasinya.

Sedangkan China menghendaki penggunaan positive approach. distribusi. telekomunikasi. Hal ini dikarenakan perbedaan posisi ASEAN yang tetap menginginkan memakai pendekatan AIA atau negative list approach. Inspection and Quarantine. telah disepakati bahwa basis offer untuk sektor-sektor yang masuk dalam Komitmen Pertama FTA ASEAN-China bidang Jasa adalah AFAS-4 (business services. Negosiasi di bidang investasi semula diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2007. keuangan khusus asuransi dan kesehatan yang kesemuanya telah masuk dalam AFAS-5. Namun demikian setelah 4 (empat) tahun berjalan tidak terlihat tanda-tanda dimana akan tercapai kesepakatan. Jasa terkait dengan Air Travel dan Kepariwisataan) ditambah dengan jasa maritim. Pada Pertemuan ke-5 ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh. Berkenaan dengan hal tersebut. China. dan jasa transportasi.bulan Januari 2007 di Cebu. Viet Nam 10 Maret 2008. Perundingan yang masih belum diselesaikan adalah bidang investasi dan kerjasama ekonomi. Viet Nam sependapat dengan Indonesia dan meminta konfirmasi lebih lanjut mengenai kepastian penjadwalan ulang pertemuan pembahasan TIFA. Viet Nam. Konstruksi. Bukti nyata pertumbuhan ekonomi termaksud ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan ASEANChina dari US$ 160 miliar pada tahun 2006 menjadi US$171. Kanada telah menyampaikan keputusannya untuk melaksanakan the 3rd ASEAN–Canada SEOM yang tertunda di Vancouver. yaitu : Section I Objectives. realisasi investasi China di Indonesia berjumlah 22 proyek dengan nilai US$ 28. yaitu business services. China telah mengajukan request kepada Indonesia untuk 10 sektor jasa. Di sela-sela KTT ASEAN ke-13 diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding between ASEAN and the Government of the People’s Republic of China on Strengthening Sanitary and Phytosanitary Cooperation oleh Sekjen ASEAN atas nama negara anggota ASEAN dan Minister General Administration of Quality Supervision. jasa olah raga . Australia mengharapkan agar jika market access dimaksud belum dapat disepakati maka AANZ FTA dapat ditandatangani pada bulan 24 . kedua belah pihak mengakui mengenai adanya suatu keperluan untuk lebih memformalkan hubungan. Filipina. Filipina. Pada tahun 2007. Section III Expansion of Trade and Investment.budaya dan rekreasi. SEO bertukar pandangan mengenai pembatalan sepihak oleh pihak Kanada karena isu Myanmar atas rencana pertemuan konsultasi SEOM-Kanada di Vancouver. Indonesia telah menyampaikan penyesalannya dan berharap agar Kanada dapat menggulirkan kembali pembahasan TIFA. setelah dilakukan perundingan sejak 3 (tiga) tahun terakhir sudah dapat dikatakan selesai kecuali berkaitan dengan ”market access” untuk sektor otomotif. Sebagai catatan. dan meminta Sekretariat ASEAN untuk menyusun draft awal ASEAN-Canada Economic Arrangement yang sejenis dengan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang telah ditanda-tangani Kanada dengan MERCOSUR dan ASEAN Community. pendidikan. Pada SEOM 1/39 di Baguio City. jasa sosial dan kesehatan. Sementara negosiasi perjanjian investasi ASEAN-China yang belum berhasil terselesaikan diharapkan dapat rampung dalam tahun 2008. c) ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Terkait dengan ASEAN-Australia-New Zealand FTA (AANZ FTA). pendidikan. Section II Principles. khususnya ASEAN dan China. komunikasi. lingkungan. Sebagai catatan. hanya tinggal Kamboja yang belum meratifikasi perjanjian tersebut. Dalam kaitan ini. Section IV Joint Council on Trade and Investment. konstruksi dan jasa engineering.9 juta.7%. keuangan. Pada KTT ASEAN ke-13 para Pemimpin ASEAN menekankan pentingnya kerjasama ASEANChina yang tentunya akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Asia. Terkait dengan implementasi FTA ASEAN-China di bidang jasa. pada periode 2003-2007 total nilai perdagangan Indonesia China tumbuh sebesar 28. Section V Final Clauses. 12-14 Mei 2008. Selanjutnya pada 2nd ASEAN Canada Informal Coordinating Mechanism (ICM) di Ha Noi. Kanada yang dijadwalkan pada bulan Nopember 2007.1 miliar pada tahun 2007. Berkenaan dengan proses ratifikasi ketiga perjanjian dimaksud. draft TIFA ASEAN-Kanada terdiri dari 5 sections dengan 1 Annex berupa Trade and Investment Cooperation Arrangement between ASEAN Canada Work Plan. b) ASEAN-Canada Trade And Investment Framework Arrangement (TIFA) Meskipun FTA ASEAN-Kanada masih merupakan tujuan jangka panjang. Januari 2008. Kanada pada akhir bulan Nopember 2008.

Sedangkan isu-isu bilateral yang belum dapat diselesaikan akan diselesaikan setelah AANZ FTA ditandatangani. Namun. Sedangkan kelompok kedua hanya merundingkan traditional issues. masih terlihat keinginan dari pihak UE untuk memasukan isu-isu non-tradisional seperti government procurement. AANZ FTA menyisakan permasalahan lain. yaitu menyangkut 2 (dua) MOU mengenai labour dan environment yang diharapkan oleh New Zealand dapat ditandatangani oleh Indonesia dan New Zealand sebelum ditandatanganinya AANZ FTA. berhasil menyepakati dua dokumen penting yaitu Plan of Action to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership dan Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit. UE mengusulkan agar working method dilakukan dengan menggunakan mekanisme perundingan dual track.Desember mendatang. Viet Nam pada tanggal 14-17 Oktober 2008. UE juga mengemukakan penawaran dengan pendekatan country specific adjustrment. Saat ini perjanjian AJCEP telah ditandatangani secara ad-referendum pada bulan Maret 2008. Dalam kaitan ini. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah konsekwensi hukum ditandatanganinya AANZ FTA apabila belum dapat disepakati/diselesaikannya komitmen bilateral dengan Australia dan New Zealand. dan sustainable development. Kedua dokumen tersebut memuat paragraf kesepakatan peningkatan kerjasama ekonomi kedua kawasan. Dalam pertemuan JCAEFTA ke-6 yang berlangsung di Ha Noi. services dan investment) kelompok pertama dapat merundingkan non-traditional issues (seperti competition policy. f) ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Landasan perundingan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership adalah Joint Declaration of the Leaders on Comprehensive Economic Partnership between ASEAN and Japan yang telah ditandatangani pada tanggal 5 November 2002. terdapat dua proposal tentang working method (mekanisme perundingan) yang akan digunakan dalam kerangka AEFTA. Terkait dengan modalitas ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA). Draft ASEAN–India Trade in Goods Agreement telah berhasil disepakati kecuali “market acsess” kepada Viet Nam. Kemitraan ini juga kemudian diperkuat dengan penandatanganan Framework for Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and Japan pada tanggal 8 Oktober 2003. Saat ini 25 . Diharapkan hal ini dapat segera diselesaikan secara bilateral. telah diadakan 6 kali pertemuan Joint Committee on ASEAN-EU Free Trade Agreement (JCAEFTA). Hingga saat ini. perundingan ASEAN-India Trade Negotiating Committee (AITNC) telah memasuki pertemuan ke-21. namun sifatnya sukarela. Dalam isu Trade in Goods. competition policy. Di samping itu juga masih terdapat perbedaan pandangan antara ASEAN dengan India berkaitan dengan penurunan tarif di dalam Exclusion List (EL) dan Normal Track (NT). Sedangkan pihak Jepang telah meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 21 Juni 2008. Di samping traditional issues (trade in goods. yang mengindikasikan adanya offer yang berbeda dari UE kepada setiap negara-negara anggota ASEAN. e) ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA) Pertemuan ASEAN-EU Commemorative Summit di Singapura pada tanggal 22 November 2007. dan “normal track” yang dilakukan dengan negara anggota ASEAN lainnya yang tingkat ambisinya lebih rendah. sustainable development dan government procurement). Viet Nam juga mengusulkan pendekatan yang hampir sama dengan UE. yakni perundingan “fast track” yang dilakukan dengan beberapa negara (kelompok kecil) terutama negara-negara yang memiliki tingkat ambisi tinggi baik dalam hal cakupan isu-isu yang dirundingkan maupun ambisi yang cukup tinggi di masing-masing isu. mengingat offer dan request Australia serta New Zealand kepada Indonesia belum disepakati. ASEAN tidak menyetujui tawaran EU tersebut karena dikhawatirkan pendekatan ini akan menimbulkan diskriminasi. d) ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) Sejak ditandatanganinya Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003. Di samping itu. namun sifatnya sukarela. Kedua MOU tersebut masih dibahas dan dipelajari lebih lanjut oleh pihak Depnaker serta Kementerian Lingkungan Hidup. Berkenaan dengan proposal tersebut.

Thailand. Jasa Pariwisata. Indonesia mendorong liberalisasi sektor jasa melalui Badan Kebijakan Fiskal. ASEAN Multilateral Agreement on Air Services. Jasa Telekomunikasi. KTT ASEAN ke-13 di Singapura pada November 2007 telah menyepakati pengesahan paket ke-6 tersebut sebagai kelanjutan liberalisasi jasa di bawah AFAS. Kerjasama di Sektor Jasa a. Jasa Kesehatan dan Jasa Logistik. Jasa Bisnis. e-ASEAN. Jasa Pariwisata. yang bertindak sebagai koordinator (Tim Koordinator Bidang Jasa) di semua forum dan sektor. Jasa Konstruksi. Sejak penandatangan AFAS hingga saat ini. 3) Jasa Angkutan Udara (Air Transport Services) Sidang ke 18 ASEAN Air Transport Working Group (ATWG) di Kuala Lumpur tanggal 12 – 14 Agustus 2008 membahas berbagai hal terkait dengan upaya liberalisasi jasa angkutan udara ASEAN. Perkembangan Liberalisasi Jasa ASEAN 1) Peranan Sektor Jasa ASEAN Sektor Jasa memegang peranan penting di ASEAN dengan rata-rata 40-50% GDP negara ASEAN berasal dari sektor jasa. e-ASEAN. dan pariwisata dan tahun 2013 untuk jasa logistik.masing-masing negara ASEAN sedang melaksanakan prosedur legal nasional guna dapat menerapkan perjanjian ini. Disamping itu juga telah ditandatangani ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services and the ASEAN multilateral Agreement on Air Services pada pertemuan ke14 ASEAN Transport Ministers’ Meeting pada bulan November 2008. 2) Integrasi Sektor Jasa Prioritas Menjelang Realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ASEAN telah menetapkan 5 (lima) sektor jasa prioritas dari 12 sektor prioritas integrasi barang dan jasa yang akan diliberalisasi menjelang pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. yaitu: Jasa Kesehatan. Departemen Keuangan. termasuk ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services. Negara-negara anggota ASEAN telah menyepakati 6 paket komitmen liberalisasi jasa. Integrasi perdagangan jasa ASEAN akan dilaksanakan dengan mengacu pada Cetak Biru Pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN yang juga telah disepakati pimpinan ASEAN pada kesempatan KTT ASEAN tersebut. Masing-masing sektor prioritas tersebut telah dilengkapi peta kebijakan (roadmaps) yang mengkombinasikan inisiatif-inisiatif khusus dengan inisiatif yang lebih luas secara lintas sektor seperti langkah-langkah fasilitasi perdagangan. 4) Jasa Angkutan Laut (Maritime Transport Services) 26 . Target penghapusan hambatan dalam perdagangan bidang jasa di empat sektor prioritas bidang jasa adalah tahun 2010 untuk jasa perhubungan udara. kesehatan. telah dibentuk Coordinating Committee on Services (CCS) yang memiliki tugas menyusun modalitas untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa dalam kerangka AFAS yang mencakup 8 (delapan) sektor. Dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi melalui liberalisasi perdagangan di bidang jasa. Jasa Keuangan. Jasa juga berperan penting dalam perekonomian Indonesia dengan porsi 46% total GDP pada tahun 2007. termasuk sebagai pengelola sektor jasa keuangan non-bank dan jasa profesi (akuntan dan penilai). Jasa Logistik dan Jasa Transportasi Udara. Prinsip. Negara-negara ASEAN telah menyepakati dan mengesahkan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok. yaitu: Jasa Angkutan Udara dan Laut. Selanjutnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. strategi dan modalitas untuk liberalisasi jasa tersebut ditujukan guna mewujudkan realisasi bebasnya arus perdagangan jasa ASEAN dalam rangka pembentukan kawasan ekonomi terintegrasi “Komunitas Ekonomi ASEAN” tahun 2015. ASEAN Single Aviation Market (SAM) dan Kerjasama Angkutan Udara dengan Mitra Dialog. Adapun liberalisasi bidang jasa seluruhnya ditargetkan pada tahun 2015.

Dalam kerangka ASEAN Tourism Resource Management and Development Network (ATMR) telah direncanakan untuk mengadakan beberapa kegiatan antara lain: Training on eco tourism di Thailand. telah dibicarakan beberapa hal antara lain: . ditegaskan perlunya upaya kapitalisasi yang kuat pada sektor perbankan dan institusi keuangan selain upaya untuk segera dapat mengimplementasikan Chiang Mai Initiative Multilateralisation pada pertengahan tahun 2009 sejalan dengan inisiatif regional yang lain dalam upaya kerjasama dan integrasi regional. 5) Jasa Keuangan (Finance Services) Pertemuan terkini Para Menteri Keuangan ASEAN dan ASEAN Finance Minister Investors Seminar (AFMIS) diselenggarakan di Dubai. yaitu: ASEAN Promotional Chapter for Tourism. Untuk merespon hal tersebut.12 “Develop the Strategies for an ASEAN Single Shipping Market” dari Roadmap dimaksud. 8) Jasa Logistik (Logistic Services) Jasa logistik telah ditetapkan sebagai sektor prioritas kedua belas yang akan diliberalisasikan oleh ASEAN. Workshop tentang Home stay di Malaysia. Filipina.11 “Confirm the Principle of Open Access to the International Maritime Trade of All ASEAN Member States” dan measure no. 9th ASEAN Telecommunications & Information Technology Senior Officials Meeting (TELSOM-9) dan 8th ASEAN Telecommunications & Informations Technology Ministers Meeting (TELMIN-8) dengan tema ‘’High Speed Connection to Bridge ASEAN Digital Divide” di Bali. Pertumbuhan GDP regional diperkirakan akan mengalami sedikit perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6. ATMR Cruise di Singapura. Pelatihan Tourism Heritage di Indonesia. . ASEAN Tourism Area in International tourism Fairs dan Joint Promotion Activities with ASEAN Airlines. Uni Emirat Arab pada tanggal 7-9 Oktober 2008.7 %. . 6) Jasa Telekomunikasi (Telecommunications Services) ASEAN menyadari pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi seluruh lapisan masyarakat.Terkait dengan NTO/VAC Fund dinyatakan bahwa Balance of NTO/VAC Fund hingga bulan Mei 2008 adalah USD 58.Guna lebih meningkatkan promosi ASEAN sebagai destinasi tunggal telah dibahas beberapa kegiatan promosi bersama. MRA on Medical Practitioner and MRA on Dental Practitioners. Kamboja. Viet Nam.25. . MRA Framework on Accountancy Services yang akan menjadi prinsip-prinsip dasar dan kerangka 27 . Terkait hal ini telah disepakati upaya sinergis untuk membangun infrastruktur komunikasi melalui “Siem Reap Ministerial Declaration on Enhancing Universal Access on ICT Services in ASEAN” yang disepakati dalam sidang TELSOM/TELMIN ke-7 tahun 2007 di Siem Reap. Terkait Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport.Sidang ke-16 ASEAN Maritime Transport Working Group (MTWG) di Nha Trang. Roadmap for Integration of Logistics Services telah ditandatangani pada Sidang ke-39 ASEAN Economic Ministers’ di Makati City. Viet Nam tanggal 9-11 September telah membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam mengimplementasikan Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport.Penyusunan MRA di bidang Pariwisata diharapkan selesai pada akhir 2008 dan dapat ditandatangani oleh para Menteri Pariwisata ASEAN pada saat ASEAN Tourism Forum (ATF) 2009 di Ha Noi. Para Menteri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus memperkuat tingkat kompetensi di pasar global. Indonesia ditunjuk bertanggung jawab sebagai lead coordinator untuk measure (langkah kebijakan) no. pada tanggal 24 Agustus 2007.791. 7) Jasa Pariwisata (Tourism Services) Dalam pertemuan ASEAN Tourism Meetings di Manila tanggal 6 – 9 Juli 2008. Mutual Recognition Arrangements Bidang Jasa Para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Framework on Accountancy Services. tanggal 5-12 Januari 2009. pada tanggal 25-29 Agustus 2008 telah membahas dan mengesahkan indikator dan target dalam ICT Scorecard yang diperlukan untuk mencapai proses integrasi dan pengembangan sektor ICT ASEAN tahun 20082010.

Kerjasama di Sektor Investasi Di sektor investasi. Dengan adanya ACIA. pada tahun 1998. ACIA lebih bersifat komprehensif dibandingkan dengan AIA dan ASEAN IGA. Pada pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN Ke-40 yang berlangsung di Singapura bulan Agustus 2008. Rejim yang dimaksud adalah ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) yang merupakan hasil revisi dan penggabungan dari ASEAN Investment Area (AIA) dan ASEAN Investment Guarantee Agreement (ASEAN-IGA).06 milyar dan tahun 2006 sebesar US$. Dengan menciptakan ASEAN sebagai suatu kawasan investasi yang lebih berdaya saing dan terbuka. seperti the ASEAN Framework Agreement on Services. Persetujuan tersebut antara lain akan mengikat negara-negara anggota untuk menghapus hambatan-hambatan investasi. protection. Sedangkan MRAs mengenai Medical Practitioners and Dental Practitioners diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas qualified medical and dental practitioners di ASEAN. Dari jumlah tersebut. sedangkan 35 masih dalam proses. nilai investasi asing di ASEAN pada tahun 2005 berjumlah sebesar US$. dikarenakan ACIA telah mengadopsi international best practices dalam bidang investasi dengan mengacu kepada kesepakatankesepakatan investasi internasional. Sedangkan Mutual Recognition Arrangements on Tourism Professionals. 41. kecuali investasi portfolio dan kegiatan investasi lainnya yang sudah tercakup pada perjanjian ASEAN lainnya. sehingga dapat meningkatkan arus investasi ke kawasan. dibentuk Komite Kerja Kawasan Investasi ASEAN (WC-AIA). dengan mandat menyiapkan sebuah Persetujuan Dasar tentang Kawasan Investasi ASEAN (Framework Agreement on ASEAN Investment Area/FA-AIA). memberi persamaan perlakuan nasional dan membuka investasi di industrinya terutama sektor manufaktur. Desember 2008. ACIA mencakup empat pilar utama yang meliputi: liberalisation. Sebagai tambahan. Framework Agreement on ASEAN Investment Area ditandatangani di Makati City. Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut. Tujuan utama yang hendak dicapai adalah menciptakan suatu Kawasan Investasi ASEAN yang liberal dan transparan. Ratifikasi Perjanjian-perjanjian Ekonomi ASEAN Hingga saat ini terdapat 92 Perjanjian Ekonomi ASEAN. Liberalisasi investasi bagi negara anggota ASEAN disepakati untuk mulai berlaku pada tahun 2010.3 milyar. negara-negara ASEAN sepakat untuk membentuk suatu rejim investasi ASEAN yang lebih terbuka serta mendukung proses integrasi ekonomi di Asia Tenggara. yang berada dibawah naungan SEOM.14 ASEAN mendatang di Chiang Mai. Filipina. Dengan ditandatanganinya ACIA. 52. FAAIA mencakup seluruh kegiatan investasi. pada tahun 1996. architectures services. Kerangka kerja AIA mencakup semua arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke ASEAN maupun investasi langsung antar negara-negara ASEAN. facilitation and promotion. ASEAN akhirnya berhasil menyelesaikan pembahasan ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA). sedangkan dengan negara non-ASEAN disepakati untuk direalisasikan pada tahun 2020. Di samping itu juga telah ditandatangani MRAs di bidang engineering services. 28 . Thailand. 57 perjanjian telah diratifikasi. diharapkan akan dapat ditandatangani pada ASEAN Tourism Ministers Meeting pada bulan Januari 2009. Perlu disampaikan juga bahwa terdapat 12 perjanjian dalam tahap akhir proses ratifikasi dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2008.negosiasi bilateral atau multilateral. Draft ACIA dimaksud telah dibahas dan di-endorse pada Pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2008. kerjasama ASEAN diawali dengan dikemukakannya gagasan pembentukan suatu kawasan investasi ASEAN pada Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bangkok pada tahun 1995. AIA diharapkan dapat menarik arus investasi langsung ke ASEAN. meliberalisasi peraturan-peraturan dan kebijaksanaan investasi. Diharapkan ACIA akan dapat ditandatangani pada KTT ke. Bersamaan dengan penandatanganan tersebut juga disahkan pembentukan AIA Council. nursing services and surveying and urged renewed efforts by the related professional bodies to implement the MRAs. diharapkan akan dapat menjadikan ASEAN menjadi wilayah yang sangat kompetitif untuk menarik Foreign Direct Investment (FDI) serta mendukung realisasi ASEAN Economic Community. Setelah mengalami pembahasan yang cukup alot sejak tahun 2006. diharapkan ASEAN dapat meningkatkan iklim investasi di kawasan dan menarik lebih banyak investasi asing.

kegiatan AFSIS difokuskan pada pembuatan jaringan informasi mengenai ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. dan anggrek potong dendrobium.moa. yaitu padi giling. Sementara itu. Sebagai upaya kawasan untuk mengendalikan penggunaan pestisida. Untuk itu. 2 (dua) proyek telah dilaksanakan sejak tahun 2004 – 2008. ASEAN masih mengandalkan impor karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan domestik. Dalam proyek AFSIS. sebuah website telah dibentuk yang memberikan informasi mengenai situasi dan perencanaan kebijakan ketahanan pangan di kawasan. Dalam 29th ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture and Forestry (29th AMAF) di Bangkok. ASEAN sesuai dengan usulan Presiden RI. Para Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN menyepakati untuk merekomendasikan dokumen tersebut ke ASEAN Summit di Thailand. papaya. ASEAN telah mengadopsi harmonisasi 99 MRL untuk 16 pestisida. mangga. ASEAN telah membuat Daftar Hama Endemik untuk beberapa komoditas pertanian yang diperdagangkan di kawasan. dan rambutan. Kegiatan EAERR terutama difokuskan pada implementasi mekanisme pengadaan beras (stock release mechanism) dan pemanfaatan cadangan beras darurat untuk kondisi bencana. ASEAN telah mengadopsi ASEAN Good Agricultural Practices (ASEAN GAP) mengenai penanganan produksi. Menanggapi perkembangan krisis dunia yang berdampak pada sektor pangan. ASEAN Plant Health Cooperation Network (APHCN) telah dibentuk sebagai sarana untuk berbagi informasi mengenai kesehatan tanaman di negara-negara anggota ASEAN.my/doa/aseanpest) yang memberikan landasan untuk saling bertukar informasi dan database serta penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan pemanfaatan pestisida. akan dibentuk ASEAN Regional Diagnostic Initiative sebagai proyek percontohan untuk mengatasi hambatan terhadap akses pasar produk pertanian. nanas. panen dan paska panen buah dan sayuran segar serta sejumlah produk hortikultura lainnya berupa Standar ASEAN untuk mangga. ASEAN telah memiliki website untuk lembaga pengawasan pestisida “aseanpest” (http://agrolink. ASEAN telah mampu mencapai swasembada. ASEAN juga telah membentuk ASEAN General Guidelines on the Preparation and Handling of Halal Food sebagai upaya memperluas perdagangan daging dan produk daging intra-ASEAN. yaitu East Asia Emergency Rice Reserves (EAERR) dan ASEAN Food Security Information System (AFSIS). Saat ini. kentang. 29 . bulan Desember 2008. ASEAN terus berupaya untuk melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan dengan meminimalisir penggunaan pestisida dan memastikan keamanan pangan dan mencegah kerusakan lingkungan. 2007. ASEAN terus berupaya untuk melaksanakan upaya terpadu dalam mengharmonisasi standar dan kualitas. jaminan keamanan pangan dan standarisasi sertifikasi perdagangan untuk mendukung integrasi ekonomi dan meningkatkan daya saing produk-produk pertanian dan kehutanan ASEAN di pasar internasional. Sebelumnya ASEAN telah memiliki 658 MRL untuk 61 pestisida. Dalam inisiatif ini. pumelo. telah menyusun sebuah skema strategis dan komprehensif untuk memperkuat ketahanan pangan regional yang disebut ASEAN Integrated Food Security (AIFS) Framework beserta rencana kerja jangka menengah yang disebut Strategic Plan of Action on Food Security in the ASEAN Region (SPA-FS). durian. Melalui harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs) untuk pestisida.Kerjasama di Sektor Komoditi dan Sumber Daya Alam Kerjasama Pertanian 1) Pangan Secara umum kondisi pangan ASEAN pada tahun 2005/2006 stabil. 2) Tanaman Pangan (Crops) Sejak tahun 2006 – 2008. Untuk jagung dan kedelai. jeruk (citrus). Upaya harmonisasi phytosanitary untuk komoditaskomoditas tersebut akan terus dilanjutkan khususnya untuk pengembangan panduan importasi. Selanjutnya. Dalam skema kerja sama ASEAN Plus Three. kedua dokumen tersebut akan di-endorse oleh para Pemimpin ASEAN melalui Bangkok Statement on Food Security in the ASEAN Region. khususnya untuk komoditi beras dan gula yang produksinya melebihi kebutuhan di ASEAN. informasi mengenai Undang-undang Karantina Tanaman dan persyaratan impor untuk Malaysia dan Singapura telah tersedia di website APHCN.

Dalam program ini. Dalam meningkatkan pembangunan kapasitas. 6) Skema Promosi Produk Pertanian dan Kehutanan Untuk mempromosikan produk pertanian dan kehutanan. dan registrasi GMOs di bidang pertanian. yaitu: udang beku. Tiga buah workshop telah diadakan di Singapura (2001).aseanfoodsafetynetwork. tuna kaleng. Bangkok (2003) dan Jakarta (2004). termasuk pengembangan modul pelatihan untuk komoditas prioritas dan pengorganisasian pelatihan IPM di kawasan terhadap komoditas prioritas tersebut. di antaranya: Regional Training on Edible and Medicinal Mushroom Production Technology for ASEAN Extension Workers and Farmers (1-2 November 2008 di Viet Nam) serta pertukaran pejabat. Kuala Lumpur (2002). 5 produk. saat ini terdapat kekhawatiran publik terhadap penggunaan bioteknologi yang perlu diatasi. pelatih dan petani yang diorganisir di Palembang. Sejumlah aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan pekerja dan petani telah pula dilaksanakan. pumelo dan kedelai. Pembuatan MoU saat ini tengah dikembangkan oleh Negara-negara Anggota ASEAN. 30 . persetujuan. Namun demikian. IPPC. ASEAN berkolaborasi dengan International Life Sciences Institute Southeast Asia telah mengembangkan serangkaian pelatihan dan workshop mengenai penggunaan ASEAN Guidelines on Risk Assessment of Agriculture-related GMOs yang ditujukan bagi para pejabat dan pengambil keputusan. 4) Penelitian dan Pengembangan di bidang Pertanian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan di bidang pertanian telah dimulai sejak 2005. MoU ini tetap relevan sebagai basis kerjasama dengan sektor swasta dan berkoordinasi tentang posisi bersama terkait perdagangan produk pertanian dan kehutanan ASEAN.3) Agricultural Training and Extension ASEAN terus melanjutkan program Pengelolaan Hama secara Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) untuk berbagai tanaman pangan. dari 2004 menjadi 2009. dan Guidelines for the Use of the Digital Information System. tanggal 5-10 Juli 2007. Frequently Asked Questions (FAQs) mengenai GMOs dari seluruh Negara Anggota ASEAN dikumpulkan dan diterbitkan untuk informasi publik. beras. Panduan ini menggambarkan prosedur notifikasi. nanas kaleng.net) untuk memberikan informasi yang berguna terkait keamanan pangan. pelatih dan petani terkait IPM untuk citrus telah diorganisir oleh Thailand pada tanggal 10-16 Juni 2008. Panduan ini memberikan Negara-negara Anggota ASEAN pendekatan dan pemahaman bersama saat melakukan evaluasi ilmiah terhadap peluncuran GMOs di bidang pertanian. 7) Bioteknologi ASEAN menyadari pentingnya bioteknologi pertanian sebagai cara untuk meningkatkan produktifitas pangan secara berkelanjutan. ASEAN Directory of Agricultural Research and Development Centres in ASEAN. Sejumlah aktivitas telah dilakukan. Menyadari pentingnya pemahaman mengenai teknologi dan penilaian risiko untuk Manipulasi Genetika (MG). dll). ASEAN telah mengadopsi Guidelines on the Risk Assessment of Agriculture-related Genetically Modified Organisms (GMOs). 5) Codex ASEAN telah mengembangkan website ASEAN Food Safety Network (www. dan karet alam telah disetujui untuk dihapus dari daftar. ayam beku. Komoditas dimaksud. Pertukaran pejabat. serta hasil kerja dari berbagai badan di ASEAN terkait keamanan pangan. seperti upaya SPS di berbagai bidang. bawang merah. ASEAN telah memperpanjang implementasi Memorandum of Understanding (MoU) on ASEAN Cooperation in Agriculture and Forest Products Promotion Schemes untuk periode 5 tahun ke depan. jeruk. ASEAN telah mengembangkan Program Kesadaran Publik terhadap GMOs. termasuk pengkajian produkproduk pertanian dan kehutanan yang dicakup dalam MoU. Dengan mempertimbangkan relevansi situasi pasar yang ada serta aktivitasnya dalam 12 tahun terakhir. isu-isu yang muncul dalam badan-badan penetapan standar internasional (Codex. di antaranya mangga. termasuk pembentukan ASEAN Agricultural Research and Development Information System (ASEAN ARDIS). serta untuk meningkatkan pembangunan kapasitas di bidang ini. Indonesia. OIE.

pengembangan inisiatif Pan ASEAN Timber Certification telah menggunakan kriteria yang diakui secara internasional untuk memastikan diterimanya produk kayu ASEAN yang bersertifikat di pasar internasional. Pada tingkat regional. Dalam AMAF ke-29. AMAF ke-29 di Bangkok. dan Guidelines on Development of Standard Operating Procedures (SOP) for Health Certification and Quarantine Measures for the Responsible Movement of Live Food Finfish. ASEAN telah menyelesaikan implementasi 8 (delapan) komponen dalam kerangka regional tersebut. Promotion of International Trade in Livestock and Livestock Products. 31 . AMAF ke-29 telah menyetujui sebagai berikut: i. Gunung Sindur. telah menyetujui ASEAN Standard for Live Infectious Bronchitis Vaccine dan Inactivated Infectious Bronchitis Vaccine. Munculnya Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di beberapa Negara Anggota ASEAN sejak Desember 2003 memiliki dampak yang cukup besar terhadap perekonomian kawasan. Monitoring. Kerjasama Perikanan ASEAN Network of Fisheries Post-Harvest Technology Center melanjutkan kerjasamanya dengan Departemen Penelitian Perikanan Laut dari Southeast Asia Fisheries Development Center (SEAFDEC) untuk mengimplementasi kegiatan-kegiatan: (i) HACCP Training Programmes. Indonesia sebagai laboratorium pengetesan vaksin untuk 9 vaksin hewan selama periode 3 tahun. telah ditandatangani Letter of Understanding (LoU) ASSP oleh Sekjen ASEAN dan Sekjen SEAFDEC. sebuah mekanisme tunggal akan dipakai. Malaysia sangat resisten terhadap isu dimaksud. dan iii. bekerjasama dengan organisasi internasional/mitra wicara. ASEAN Criteria and Indicators for Sustainable Management of Tropical Forests. Namun akhirnya.Kerjasama Peternakan Kerjasama ASEAN di bidang peternakan semakin berkembang. (ii) Regional Code of Conduct on Post-Harvest Practices and Trade. dan (iii) ASEAN-Australia Development and Cooperation Programme (AADCP) mengenai “Quality Assurance and Safety of ASEAN Fish and Fishery Products”. Dalam upaya mengatur produksi dan pemanfaatan vaksin hewan. ASEAN Guidelines for the Implementation of IPF/IFF proposals for Action Isu illegal logging untuk dikerjasamakan di ASEAN telah diperjuangkan oleh Indonesia lebih dari 3 (tiga) tahun lalu. Para Menteri Pertanian ASEAN juga telah mengakreditasi ulang National Veterinary Drug Assay Laboratory (NVDAL). Salah satu kekhawatiran ialah kemampuan virus untuk menyebar dari unggas ke manusia. Untuk tujuan ini. ASEAN telah membentuk dan menandatangani Agreement for Establishment of the ASEAN Animal Health Trust Fund (AHTF) pada bulan November 2006 untuk mendukung aktivitas ASEAN mengendalikan dan memberantas penyakit hewan di kawasan. termasuk Common Stand on Codex Issues dan Veterinary Drug Residues in Food juga telah dimulai. 2007. terutama mengenai Regularization of Production and Utilization of Animal Vaccines. Pada awalnya. dan penanaman hutan telah mengalami kemajuan di masing-masing Negara Anggota ASEAN. Kerjasama Kehutanan Pengembangan kriteria nasional dan indikator untuk pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management/SFM). Dengan bantuan dari Australia. dibentuk Regional Framework for Control and Eradication of HPAI. termasuk pengkajian kebijakan. ASEAN telah menyelesaikan Hazard Guide-A Guide to the Indentification and Control of Food Safety Hazard in the Production of Fish and Fisheries Products in the ASEAN Region. Untuk menanganinya. dan Strengthening Animal Diseases Control Programme. Kesuksesan kolaborasi dengan SEAFDEC juga mendorong pengembangan inisiatif baru berupa: Seafood Safety Information Network dan Chloramphenicol. Sesuai dengan persyaratan pelaporan kehutanan internasional. ASEAN terus melanjutkan kolaborasi dengan SEAFDEC dan telah menyetujui kerja sama untuk memperkuat mekanisme dan implementasi program perikanan kawasan melalui pembentukan “ASEANSEAFDEC Strategic Partnership (ASSP)”. ii. Asssesment and Reporting Format for Sustainable Forest Management in ASEAN. Sejumlah inisiatif baru. Negara-negara Anggota ASEAN juga telah menyetujui inisiatif untuk membentuk ASEAN Shrimp Alliance (ASA) dan ASEAN Network on Aquatic Animal Health Centres (ANAAHC). ASEAN telah menyetujui untuk memperbaiki mekanisme yang ada serta prosedur registrasi vaksin hewan yang diproduksi di dalam dan di luar Negara Anggota ASEAN. and Nitrofuran Residues in Aquaculture Fish and Fish Products.

Menteri-menteri ASEAN yang bertanggungjawab untuk CITES telah mendeklarasikan Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003 pada tanggal 2-14 Oktober di Bangkok. Akhirnya disepakati ASEAN Ministerial Statement on Strengthening Forest Law Enforcement and Governance (FLEG) in ASEAN yang memuat mengenai kerja sama ASEAN untuk memberantas illegal logging and its associated trade. Indonesia – Melaka. disetujui untuk mendorong penetapan harga spot minyak berorientasi pasar dan diimplementasikan di bursa berjangka untuk produk minyak mentah (crude oil) dan produk-produk bahan bakar lainnya. Kebijakan regional di bidang energi (Regional Energy Policy). and Renewable Energy). Malaysia – Thailand JDA – Blok B Viet Nam. meningkatkan integrasi infrastruktur energi regional. (v). Pertemuan pertama ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) + 3 berlangsung pada tanggal 9 Juni 2004 di Manila. Sarawak – West Kalimantan (Medium term –Sesco dan PLN). Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy Security Forum. melibatkan sektor swasta dalam upaya mengamankan cadangan energi regional. Efisiensi energi (Energy Efficiency). 32 . Selain itu. iii). Malaysia. Malaysia. Oil Market Forum. Berkaitan dengan kerjasama energi ASEAN. menciptakan kebijakan energi regional yang responsif yang secara bertahap mendorong reformasi pasar. Disamping itu juga akan ditandatangani New ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA). Indonesia – Brunei Darrusalam – Sabah. ASEAN pun menunjukkan komitmennya pada bidang ini dengan mengembangkan dan mengadopsi ASEAN Regional Action Plan on Trade in Wild Fauna and Flora 2005-2010. Penelitian dan pengembangan energi terbarukan (Research and Energy. yang terdiri dari 64 species tanaman telah diselesaikan dan diterbitkan. Malaysia – Arun.Malaysia dapat menerima illegal logging dikerjasamakan di ASEAN mengingat hal tersebut telah mendapatkan dukungan dari anggota ASEAN lainnya. SPPG dan TNB). ASEAN Forestry Clearing House Mechanism (CHM) telah dibentuk untuk memberikan landasan informasi di antara Negara-negara Anggota ASEAN terkait diskusi mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan bersama. ASEAN Wildlife Enforcement Network (ASEAN-WEN) telah dibentuk pada Desember 2005 untuk menyediakan mekanisme koordinasi dan pertukaran informasi yang efektif di antara badan-badan penegak ubli pada level nasional dan regional untuk memberantas perdagangan flora dan fauna liar secara illegal. Ketahanan energi (Energy Security). East Natuna. Pembangunan jaringan kelistrikan (Power Interconnection). terdapat 3 (tiga) dasar hukum yang menjadi rujukan. sejauh ini terdapat 14 proyek interkoneksi ASEAN. Proyek-proyek yang tercakup dalam kerjasama TAGP terdiri dari 8 (delapan) yaitu : Duri. East Kalimantan – Sabah – Philippines. Indonesia – Duyong. (iv). yang meliputi langkah-langkah: memperkuat ketahanan energi regional. Untuk proyek interkoneksi ASEAN. 1) Kerjasama Energi ASEAN + 3 Kerjasama keamanan energi ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Sumatera. ii). East Natuna. Malaysia. Proyek yang terkait dengan Indonesia. FLEG tersebut telah didukung dengan Work Plan for Strengthening FLEG in ASEAN 2008 – 2015. Perkembangan Kerjasama di Bidang Energi ASEAN telah menetapkan rencana aksi ASEAN yang disebut ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2004-2009. Volume pertama dari Database on ASEAN Herbal and Medicinal Plants. West Natuna. yaitu Peninsular Malaysia – Sumatra (Medium term –TNB dan PLN). ditandatangani tahun 2002 dan MOU on ASEAN Power Grid (MoU on APG). Indonesia. Natural Gas Forum. Di bawah program ASEAN-German Regional Forest Program. East Natuna – West Natuna – Kerteh. Indonesia – JDA – Erawan. ASEAN juga telah setuju untuk bekerjasama secara lebih proaktif dan intensif dalam implementasi CITES. Batam – Bintan – Singapura – Johor (Long term – PLN. Malaysia – Palawan-Luzon. liberalisasi dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Adapun ruang lingkup kerjasama ASEAN di bidang energi mencakup isu-isu: (i). Thailand. Philippina. Oil Stockpiling Forum dan Renewable Energy Forum dan upaya bersama untuk mengatasi isu-isu di pasaran minyak regional termasuk “Asian Premium”. East Natuna – West Natuna – Singapura. yang ditandatangani pada tahun 2007 dan saat ini masih menunggu proses ratifikasinya. yang akan ditandatangani pada KTT ke-14 ASEAN mendatang. Saat ini ASEAN tengah menyelesaikan volume kedua Database yang berisikan 50 species. Pauh. yaitu MoU on Trans ASEAN Gas Pipeline (MoU on TAGP).

pengembangan networking serta sharing informasi. para Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. isu yang menjadi fokus utama adalah energy security. natural gas serta New Renewable Energy (NRE) dan Energy Efficiency and Conservation (EE&C). Para Menteri meminta ASEAN Center for Energy dan Korea Energy Management Cooperation dapat menindaklanjuti proposal tersebut. dan perubahan iklim global. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. yaitu energy security. Disepakati Proposal Korea mengenai kerjasama Clean Development Mechanism (CDM) untuk memperluas kesempatan bagi proyek-proyek CDM guna membantu mengurangi greenhouses gas emission (GHG) serta meningkatkan sustainable development melalui kegiatan capacity building. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. Pembahasan isu energy security dalam KTT ini diarahkan untuk mencapai tujuan bersama negara-negara EAS yaitu memastikan ketersediaan sumber energi yang terjangkau (affordable) bagi pembangunan di kawasan. oil market. Terkait dengan pengembangan kerjasama Energy Efficiency and Conservation (EE & C) disepakati bahwa kerjasama dapat dilakukan melalui peningkatan dialog. Sidang juga sepakat untuk memperluas kerjasama regional dengan memasukkan kerjasama civilian nuclear energy. efisiensi energi dan konservasi energi. Dalam kaitan ini juga telah disepakati Work Plan untuk Oil Stockpiling Roadmap yang akan didasarkan kepada 4 (empat) prinsip. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. dengan kegiatan antara lain capacity building seperti training staff/personnel untuk civilian nuclear development di kawasan. Dalam KTT tersebut. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti 33 . pendekatan tahap demi tahap dengan perspektif jangka panjang. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi.Pada pertemuan ke-5 AMEM + 3 di Bangkok. perluasan sistem energi terbarukan. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. yaitu voluntary dan tidak mengikat. 2007. Para Menteri menyambut baik proposal Korea mengenai kerjasama civilian nuclear energy sesuai dengan ASEAN + 3 Cooperation Work Plan (2007 – 2017). para Pemimpin EAS sepakat bahwa pembahasan mengenai energi harus mencakup elemenelemen energy security. yang bertujuan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: o o Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. 2) Kerjasama East Asia Summit di bidang Energi Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 East Asia Summit (EAS) di Cebu. tanggal 15 Januari 2007. Filipina. telah disepakati kerjasama energi ASEAN + 3. tenaga air. saling menguntungkan. Untuk menegaskan komitmen kerjasama di bidang energi tersebut. Korea diharapkan dapat bekerjasama dengan ACE untuk meneruskan inisiatif tersebut. o o o KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF). produksi dan penggunaan bio-fuel. saling menghormati. sumber daya energi alternatif dan terbarukan. oil stockpiling.

inovasi dan networking di kalangan UKM. Dalam pertemuan pertamanya di Jakarta tanggal 24 April 1995 telah disahkan Rencana Aksi ASEAN bagi pengembangan UKM. Energy Market Integration (EMI) dan Biofuels untuk transportasi dan tujuan-tujuan lainnya. para Menteri mengharapkan agar ERIA dapat memperdalam analisisnya dan memberikan masukan agar kerjasama dalam hal energy effisiency and conservation lebih efektif. ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014 telah disahkan pada Sidang AEM ke-36 di Jakarta. Kerjasama ASEAN di Sektor Usaha Kecil dan Menengah Kerjasama ASEAN di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah dirintis sejak tahun 1995. memberikan fasilitas kepada UKM untuk memperoleh akses informasi. Pada pertemuan SMEWG ke-22 di Singapura. Dalam kaitan ini. Berdasarkan cetak biru tersebut telah dipilih lima bidang kerjasama strategis dalam pengembangan UKM ASEAN. Disamping itu Para Menteri menyambut baik EAS Energy Outlook yang dipersiapkan oleh Economic Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). SDM. para Menteri mendukung upaya-upaya yang berkesinambungan dari EAS Energy Cooperation Task Force (ECTF) untuk mengembangkan kerjasama melalui 3 (tiga) Work Streams kerjasama energi. dinamis. Para Menteri sepakat menetapkan mengenai Asian Biomass Energy Principles sebagai pedoman untuk produksi dan pengunaannya di kawasan. energy market integration. pasar. implementasi SME Section dalam AEC Blueprint. yang ditandai dengan dibentuknya Kelompok Kerja Badan-Badan UKM ASEAN (ASEAN Working Group on Small and Medium-size Enterprises Agencies). yaitu Energy Efficiency and Conservation (EE & C). Sidang juga sepakat untuk terus mengembangkan kemungkinan kerjasama teknologi baru untuk biofuels serta melakukan upaya-upaya konkrit untuk merealisasikan kerjasama energy efficiency and conservation berdasarkan “voluntary basis” dan menyambut baik pembentukan Asia Biomass Research Core dan Asia Biomass Energy Cooperation Promotion Office di Jepang. Hal ini dapat diwujudkan melalui suatu cooperative framework yang melibatkan secara aktif peran sektor swasta di ASEAN disamping meningkatkan budaya wirausaha. Pada Pertemuan pertama East Asia Summit Energy Ministerial Meeting (1st EAS EMM) di Singapura. Para Menteri juga sepakat bahwa rekomendasi laporan hasil studi Energy Market Integration in the East Asia Region perlu dipertimbangkan khususnya rekomendasi untuk mengadakan pertemuan forum konsultasi atau pertemuan-pertemuan lainnya. Pada Pertemuan Kedua Asia Summit Energy Ministerial Meeting (2nd EAS EMM). Dukungan 34 . inovatif dalam rangka menuju integrasi ekonomi ASEAN. rencana penyusunan ASEAN SME White Paper. telah dibahas beberapa hal yang mencakup: pembentukan common curriculum for entrepreneurship in ASEAN oleh Indonesia dan Singapura. Para Menteri menugaskan ERIA untuk mengembangkan metodologi bagi assesment lingkungan dan social sustainability dalam produksi dan penggunaan biomass mengingat kondisi-kondisi khusus di kawasan. Sidang sepakat bahwa 3 (tiga) work stream yaitu energy efficiency and conservation (EE & C). disamping untuk memberikan kesempatan kepada UKM untuk berpartisipasi secara langsung dalam perdagangan intra ASEAN. Kerangka kerjasama ini didasari oleh pemahaman bahwa UKM sebagian besar melaksanakan fungsinya sebagai industri pendukung bagi perusahaan-perusahaan besar. Pertemuan ini juga menyepakati bahwa pada tahap awal kerjasama ASEAN di bidang UKM akan terfokus pada sektor manufaktur. 27-28 Mei 2008. Tujuan-tujuan tersebut telah dituangkan dalam aktivitas-aktivitas ASEAN Small and Medium Enterprise Agencies Working Group (SMEWG) guna merealisasikan tujuan yang hendak dicapai dalam APBSD. Dalam kaitan ini. Sidang ASEAN Economic Minister Meeting (AEM) ke-31 di Singapura tanggal 27 September–2 Oktober 1999 telah menyepakati kerangka kerjasama yang melibatkan UKM dalam ASEAN Industrial Cooperation (AICO). tanggal 23 Agustus 2007. Dan kerjasama dengan mitra wicara.kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT EAS mendatang. kredit dan keuangan serta teknologi modern. 3 September 2004. untuk share pandangan mengenai policy approaches dan untuk menentukan langkah-langkah dalam meningkatkan pasar energi yang terintegrasi. Agustus 2008. para Menteri sepakat untuk mempromosikan produksi dan penggunaan biofuels dan kerjasama regional yang tidak mengganggu ketahanan pangan. Policy blueprint tersebut bertujuan untuk menjamin adanya transformasi UKM ASEAN yang memiliki daya saing. para Menteri meminta ECTF untuk memperdalam studi mengenai Energy Market Integration untuk dilaporkan pada pertemuan EAS Energy Ministers Meeting mendatang. yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia. Dalam kaitan ini. biofuels for transport and other purposes sebagai langkah awal untuk mengembangkan kerjasama dalam rangka energy security negara-negara anggota EAS.

energi. Fidel Ramos pada bulan Oktober 1992 untuk menghubungkan daerah Filipina Selatan dengan Wilayah Timur Indonesia dan Wilayah Timur Malaysia. Bantuan dalam Bidang Keuangan. BIMP EAGA tersebut diikuti oleh empat negara di kawasan timur ASEAN yaitu Brunei Darussalam. kerjasama ASEAN di sektor UKM lebih difokuskan pada tindak lanjut proyek-proyek peningkatan kapasitas dan daya saing UKM di bawah payung Vientiane Action Plan dan ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014. Kawasan Pertumbuhan ASEAN Bagian Timur: Brunei. kehutanan dan lingkungan hidup serta energi. Kalimantan Barat. sering juga disebut sebagai segitiga pertumbuhan (growth triangle) atau wilayah pertumbuhan (growth area). Cluster bidang sumber daya alam yang terdiri atas agro-industry. Tujuan utama pembentukan sub-wilayah pertumbuhan adalah untuk memadukan kekuatan dan potensi-potensi tiap-tiap wilayah yang berbatasan sehingga menjadi wilayah pertumbuhan yang dinamis. Kerjasama BIMPEAGA secara resmi dibentuk melalui penandatanganan Agreed Minutes pada pertemuan tingkat menteri di Davao City. Proyek-proyek APBSD 2004-2014 yang belum dapat dilaksanakan pada umumnya disebabkan oleh belum jelasnya pendanaan bagi proposal yang telah masuk serta adanya permintaan sejumlah Mitra Wicara agar usulan proyek-proyek baru dapat dikaitkan dalam kerangka FTA dengan ASEAN. Kerjasama BIMP-EAGA dibentuk untuk menarik minat para investor lokal dan asing untuk melakukan investasi dan meningkatkan perdagangan di kawasan timur ASEAN. sesuai dengan Agenda for Greater Economic Integration. yaitu: cluster bidang transportasi dan pembangunan infrastruktur yang membawahi air linkages. cluster pariwisata. tiga sedang berjalan. dan Sulawesi Utara). Serawak. serta pengembangan industri. tujuh dalam persiapan dan satu tidak dapat dilaksanakan. Lao PDR bulan Nopember 2008. dan cluster UKM dan finansial dengan Filipina sebagai koordinator. Pengembangan Teknologi. Pertemuan BIMP-EAGA Summit ke-3 di Cebu pada tanggal 12 Januari 2007 menghasilkan sebuah Joint Statement for 3rd BIMP-EAGA Summit yang intinya antara lain menyepakati BIMP-EAGA 35 . Kerjasama Ekonomi Sub-Regional ASEAN Pelaksanaan Kerjasama Ekonomi Sub-Regional (KESR) dilakukan untuk mengambil manfaat dan saling melengkapi dalam mempercepat pembangunan ekonomi melalui peningkatan arus investasi. Indonesia. pengembangan infrastruktur. dengan Indonesia sebagai koordinator. Pada pertemuan SMEWG ke-23 yang telah berlangsung di Vientiane.dalam Bidang Pemasaran. Dari 20 proyek yang disepakati dalam APBSD. merupakan salah satu bentuk keterkaitan (linkage) ekonomi antar daerah dengan memiliki unsur internasional. kerjasama dengan negara-negara Mitra Wicara. Daerah anggota kerjasama tersebut lebih dari satu negara. Malaysia. telekomunikasi dan konstruksi dengan Brunei Darussalam sebagai koordinator. pariwisata. dan Filipina (Mindanao dan Palawan). dan Labuan). Filipina. perikanan. dengan Malaysia sebagai koordinator. Berbagai kendala yang muncul dalam perkembangan kerjasama growth areas ini menjadi feed back bagi kemajuan skema pertumbuhan wilayah ini dan ASEAN terus mengupayakan inisiatif-inisiatif baru dalam kerangka pengembangan kerjasama tersebut seperti pembentukan ASEAN Mekong Basin Development Cooperation. Untuk melibatkan pihak swasta secara aktif telah dibentuk forum khusus East ASEAN Business Council (EABC) di Davao City 15-19 Nopember 1994. Ide tersebut kemudian disampaikan kepada PM Malaysia Mahathir Muhamad dan Presiden Soeharto. Malaysia (Sabah. pembentukan KESR didasarkan pada prinsip keterbukaan dalam pembangunan wilayah (open regionalism) dan bukan pada pembentukan blok kawasan yang tertutup (building block). telah disepakati bahwa draft common curriculum for entrepreneurship in ASEAN akan diujicobakan di Myanmar dan Viet Nam sebelum diterapkan di seluruh negara-negara ASEAN. Dalam perkembangannya. pengembangan sumber daya alam dan manusia. dan Filipina (BIMPEAGA) Ide pembentukan Wilayah Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA) pertama kali disampaikan oleh Presiden Filipina. dan Penerapan Kebijakan yang Kondusif. 26 Maret 1994. perikanan. sea linkages. Kerjasama ekonomi sub-regional. kehutanan. Dalam konteks ASEAN. Sektor kerjasama yang diprioritaskan adalah transportasi udara dan laut. pengembangan sumber daya manusia dan mobilitas tenaga kerja. serta hal-hal berkaitan dengan prospek pengembangan UKM di tengah kemajuan kerjasama ekonomi ASEAN. Indonesia (Kalimantan Timur. sembilan proyek diantaranya telah selesai. Pembagian area kerja BIMP-EAGA digolongkan dalam beberapa cluster. Tujuan pembentukan BIMP-EAGA adalah mengembangkan kerjasama sub-regional antara negara-negara anggota dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sub-kawasan tersebut.

dan ketenagakerjaan serta Yayasan ASEAN. meningkatkan kesejahteraan serta memperkokoh persaudaraan di kalangan masyarakat ASEAN. Kerjasama pertumbuhan tersebut diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperlancar arus perdagangan. Aceh. kesehatan. penanggulangan narkoba. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hasil pertemuan BCM kemudian diajukan ke SOM. kerjasama pendidikan. 20 Juli 1993. lingkungan hidup. Komunitas sosial budaya ASEAN mencakup kerjasama yang sangat luas dan multi-sektor. kerjasama pegawai negeri. Dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang keberadaan ASEAN (ASEAN Awareness). masyarakat ASEAN akan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan pertumbuhan penduduk dan kemiskinan. KERJASAMA SOSIAL DAN BUDAYA Kerjasama di bidang sosial-budaya menjadi salah satu titik tolak utama untuk meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”.Roadmap to Development yang meliputi percepatan penerapan flagship projects. Komunitas Sosial Budaya ASEAN bersifat terbuka dan bergerak berdasarkan pendekatan kemasyarakatan (People-Centered approach): dari masyarakat. dan jasa. kepemudaan. lingkungan hidup. dan dukungan peran ADB dalam IMT-GT. menyepakati peningkatan keterlibatan pihak swasta untuk berpartisipasi pada BIMP-EAGA Business Council. kebudayaan. Malaysia dan Thailand (IMT-GT) Pembentukan Segitiga Pertumbuhan (Growth Triangle) IMT-GT dimulai dengan pertemuan bilateral tingkat menteri dan pejabat tinggi di Pulau Langkawi. pariwisata. Pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu telah diadakan pula KTT ke-2 IMT-GT yang menyepakati sebuah Joint Statement of the 2nd IMT-GT Summit yang intinya antara lain penetapan IMT-GT Roadmap for Development 2007-2011 dan penetapan empat IMT-GT Economic Corridors (extended SongkhlaPenang-Medan. pembuatan database perdagangan. yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi. ASEAN akan berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi penduduknya dengan memperhatikan keseimbangan gender di 36 . pengentasan kemiskinan. Bersama-sama dengan Pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (ASEAN Political and Security Community) dan Pilar Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community). penerangan. penanganan isu kesehatan. Straits of Malacca. riset. investasi. Kerjasama segi tiga pertumbuhan tersebut melibatkan tiga provinsi Indonesia yakni Sumatera Utara. Penang. iptek hingga kerjasama penanganan kebencanaan. b) Segitiga Pertumbuhan: Indonesia. Perlis dan empat belas provinsi Thailand Selatan. dukungan penguatan institusional IMT-GT. penanggulangan bencana alam. Hal tersebut akan selaras dengan inisiatif AEC dan bertujuan untuk memajukan proses integrasi ASEAN. SOM melakukan pertemuan setahun sekali dengan didahului pertemuan BCM. Pilar Sosial Budaya ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat proses pengintegrasian di ASEAN dalam rangka mendukung upaya mewujudkan perdamaian di kawasan. mulai dari upaya pengentasan kemiskinan. empat negara bagian Malaysia yaitu Perak. Kedah. Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kerjasama untuk memperkuat daya saing kawasan dengan cara meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan lingkungan hidupnya. Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community) Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASSC) merupakan bagian dari tiga pilar penting yang saling terkait dan saling melengkapi dalam kerangka pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015. Kerjasama sosial-budaya mencakup kerjasama di bidang kepemudaan. olahraga. menggerakkan sektor UKM bekerjasama dengan ADB serta meningkatkan peran pemuda dalam kerjasama sosial budaya. kebudayaan. SOM terdiri dari pejabat-pejabat tinggi pemerintah dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian dan beberapa anggota teras BCM. Sebagai satu komunitas sosial budaya. dan pendidikan. ketenagakerjaan. Sedangkan BCM terdiri dari pengusaha-pengusaha yang terlibat dalam kegiatan IMT-GT. serta membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal. Dumai-Melaka). penerangan. yaitu Sidang Pejabat Tinggi (Senior Officials Meeting-SOM) dan Business Council Meeting (BCM). pembangunan sosial. pendidikan. Malaysia. ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat. investasi & pariwisata. mendorong penguatan peran Swasta dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan kerjasama IMT-GT. perempuan. oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Banda Aceh-Palembang. dan Sumatera Barat. Secara struktural mekanisme kerjasama IMT-GT terbagi atas dua tingkatan. kepegawaian. ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pembangunan Manusia (Human Development). warga ASEAN harus menciptakan “rasa ke-kita-an” (“We Feeling”) yang begitu penting bagi manusia dalam membentuk sebuah komunitas.berbagai bidang. Untuk dapat melaksanakan kerjasama yang baik di seluruh sektor pemerintahan maka ASEAN terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan kapabilitas pegawai negeri dan good governance serta meningkatkan keterlibatan masyarakat madani (civil society). ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia. Guna mewujudkan semua itu. pengendalian penyebarluasan penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba. Memastikan Pembangunan yang Berkelanjutan (Ensuring Environmental Sustainability). terdiri dari 50 action lines F. terdiri dari 28 action lines D. Struktur Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN adalah sebagai berikut: Pengantar (Introduction) II. Dengan “rasa ke-kita-an” tersebut. Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial (Social Welfare and Protection). Kesuksesan implementasi ASCC Blueprint tentu memerlukan dukungan kuat dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Cetak biru diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam memperkuat integrasi ASEAN yang berpusat pada masyarakat (people-centred) serta memperkokoh kesadaran. ASEAN akan dapat menyelesaikan segala sengketa secara damai dan bersahabat. ASW ditingkatkan statusnya menjadi ASEAN Committee on Women (ACW). Kerjasama Bidang Sumber Daya Manusia dan Yayasan ASEAN a) Kerjasama Pemajuan Perempuan Isu mengenai perempuan mulai diangkat pada ASEAN Women Leaders Conference di Jakarta pada bulan Desember 1975. meskipun isu yang dibahas sangat sensitf. ASEAN telah menyusun suatu Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN SocioCultural Community Blueprint) yang akan disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand (Februari 2009). solidaritas. penurunan kualitas lingkungan dan polusi lintas batas. Rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN memuat enam elemen utama (Core Element) & 348 Rencana Aksi (Action-lines). Penyusunan rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN ini dimaksudkan untuk memberian pedoman (guidelines) bagi negara anggota ASEAN dalam persiapan menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN tahun 2015 melalui pilar sosial budaya. Mekanisme Review (Review Mechanism) Segera setelah disahkan. mulai dari Pemerintah. antara lain di bidang pendidikan. terdiri dari 60 action lines B. Karakteristik dan Elemen-elemen (Characteristic and Elements) A. kemitraan dan rasa kepemilikan masyarakat (We Feeling) terhadap ASEAN. Membangun Identitas ASEAN (Building ASEAN Identity). terdiri dari 8 action lines Pelaksanaan dan Review Cetak Biru ASCC (Implementation and Review of the ASCC Blueprint) A. kalangan Masyarakat Madani maupun anggota masyarakat secara luas. serta terus melakukan pengawasan penyebaran wabah penyakit. Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN diharapkan dapat segera diintegrasikan kedalam perencanaan pembangunan di masing masing negara ASEAN dan diimplementasi di tingkat nasional dan daerah. Dengan demikian. terdiri dari 98 action lines E. Mempersempit Jurang Pembangunan (Narrowing the Development Gap). membangun kualitas hidup yang lebih baik. bukan saja sebagai kawasan yang bebas tetapi juga mampu mengelola sengketa dengan bijaksana. Selanjutnya pada Pertemuan ke-20 ASW tahun 2001. Strategi Komunikasi (Communication Strategy) D. Mekanisme Pelaksanaan (Implementation Mechanism) B. terdiri dari 94 action lines C. Hak-Hak dan Keadilan Sosial (Social Justice and Rights). 37 . warga ASEAN akan dapat mewariskan kepada generasi-generasi selanjutnya sebuah kawasan Asia Tenggara yang sejahtera. Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint) Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan terbentuknya ASEAN Socio-Cultural Community (ASSC). Masyarakat ASEAN juga perlu menumbuhkan rasa saling menghormati dan solidaritas yang lebih besar sehingga warga ASEAN akan berkembang menjadi komunitas yang saling peduli dan berbagi (a Caring and sharing Community). Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilisation) C. meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Pertemuan pertama ASEAN Standing Committee di Manila tahun 1975 membentuk ASEAN Sub-Committee on Women (ASW). masyarakat ASEAN akan lebih mengenali benang merah yang ada di dalam budayabudaya mereka yang sangat beragam dan akan lebih mampu menghargai identitas nasional satu sama lain. aman dan damai.

pada tanggal 3-4 April 2007 di Bangkok telah dilaksanakan Regional Consultative on the Establishment of ASEAN Commission on the Protection of the Rights of Women and Children yang bertujuan menghimpun masukan dari unsur pemerintah dan non pemerintah. b) Kerjasama Bidang Pemuda Kerjasama ASEAN di bidang kepemudaan dimulai sejak diselenggarakannya Konferensi Pemuda tanggal 15-17 September 1975. yaitu: i. iv. Beberapa hal pokok yang dibahas antara lain: Third Regional Report on the Advancement of Women in ASEAN. 38 . The Declaration against Trafficking in Persons Particularly Women and Children. Declaration on the Advancement of Women in ASEAN. Kerjasama ASEAN dalam bidang perempuan menunjukkan perkembangan yang berarti. ii. dan ii. tahun 1988. Dalam perkembangannya. Selanjutnya pada tahun 2001. status ASY ditingkatkan menjadi ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY). tahun 2004. Promoting Employability of Youth. dan iii. dan Other Issues (Information Exchange. serta Pelaksanaan Rencana Kerja Declaration on the Elimination of Violence Against Women (DEVAW). Work Plan on Women’s Advancement and Gender Equality (2005-2010) sebagai tindak lanjut dari 1988 Declaration on the Advancement of Women in the ASEAN Region. Work Plan to Operationalize the Declaration on the Elimination of Violence against Women in ASEAN sebagai tindak lanjut dari Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW) 2004. Dalam kaitan ini terdapat 4 bidang prioritas. terdapat tiga deklarasi penting ASEAN yang terkait dengan isu perempuan dan telah disahkan. tahun 2004. The Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW). maka negara anggota telah membahas kemungkinan pembentukan Commission of the Promotion and Protection of the right of Women and Children pada Joint Round Table Discussion tanggal 7-8 April 2008. Sehubungan dengan upaya ASEAN untuk membentuk ASEAN Human Right Body. Tahun 1998 Expert Group on Youth berubah nama menjadi ASEAN Sub-Committee on Youth (ASY). maka Komisi tersebut akan menjadi bagian dari Badan HAM ASEAN. Promoting ASEAN Awareness and Civic Responsibility / Youth Leadership. Promoting NGO Involvement and Other non project activities). Sejauh ini. Pertemuan ke-5 ACW tahun 2006 di Singapura mengangkat tema “Membangun Kemitraan melalui Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di ASEAN”. dan bila Badan HAM ASEAN sudah dapat dibentuk. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement dan komitmen negara-negara ASEAN untuk menguatkan kapasitas institusi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai konsep dan penerapan pengarusutamaan gender serta meningkatkan kerjasama regional dalam pengawasan dan evaluasi efektifitas pengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi pembangunan. Policy Development. yang merupakan tindak lanjut dari Yangoon 2000 Declaration on Preparing ASEAN Youth for the Challenges of Globalization. Dalam upaya itu. Kegiatan dalam bidang kepemudaan juga melibatkan LSM dengan dibentuknya Committee for ASEAN Youth Cooperation (CAYC). Indonesia mengharapkan pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak kiranya dapat dilakukan. ii. telah dibentuk Expert Group on Youth dan disepakatinya Declaration of Principles to strengthen ASEAN Collaboration on Youth pada tahun 1983. BPFA and MDGs pada tanggal 15-16 November 2006 di Jakarta. Pelaksanaan program kerjasama pemuda ASEAN diselaraskan dengan Work Programme on Preparing ASEAN Youth for Sustainable Employment and Other Challenges of Globalisation.Dari sisi perkembangan regional policy framework. Gender Dimension of Globalisation and Regional Integration. Indonesia telah mengambil insiatif dengan menyelenggarakan ASEAN High Level Meeting on Gender Mainstreaming within the Context of CEDAW. Hal ini menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN dalam meningkatkan upaya peranan perempuan pada usaha kecil menengah (UKM). Sementara menunggu terbentuknya Badan HAM ASEAN. iii. terdapat dua Work Plan yang telah disusun dan disahkan sebagai tindak lanjut dari deklarasi-deklarasi yang dihasilkan. yaitu: i. yakni: i.

Bidang prioritas tersebut kemudian juga tersirat dalam kesepakatan “Vientienne Action Programme (VAP)” yang disepakati oleh para Kepala Negara pada KTT ke-10 tanggal 29-30 November 2004 di Vientiane. Rangkaian pertemuan membahas berbagai proyek kerjasama untuk peningkatan kapasitas dan kerjasama dalam P4GN serta peningkatan kerjasama dengan Jepang. lingkungan hidup serta keterlibatan pemuda dalam masyarakat. ASEAN juga melibatkan kerjasama dengan Mitra Wicara dalam upaya pemajuan pemuda di kawasan seperti dengan China. Rekomendasi Kaukus Pemuda disampaikan secara langsung kepada Para Menteri Pemuda se ASEAN pada Sidang tersebut. yang dilanjutkan dengan Pertemuan ke-4 SOMTC + 3 Working Group Meeting on Narcotics. Tema utama VAP adalah untuk mencapai komunitas sosial budaya ASEAN “ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)” yang bertujuan untuk “nurturing human. inti dari kerjasama penanggulangan. Sidang ke-5 para Menteri Pemuda se-ASEAN yang bertema “Youth: Creating Our Future Together” menghasilkan kesepakatan bahwa pemuda mempunyai peranan penting menentukan masa depan kawasan ASEAN. Republik Korea dan China (Plus Three). Untuk pertama kalinya pada Sidang ke-5 Para Menteri Pemuda se-ASEAN diselenggarakan Kaukus Pemuda. Para pemuda ASEAN yang tergabung dalam Kaukus Pemuda tersebut mengadakan diskusi secara khusus. 25-26 April 2007. ASEAN and China Cooperative Operations in Response to Dangerous Drugs (ACCORD). maka implementasi juga melibatkan sectoral bodies lainnya yang mulai dikoordinasi melalui Coordinating Conference for the ASEAN Socio-Cultural Community (SOCCOM) sejak pertemuan di Sekretariat ASEAN Jakarta. Lao PDR. Pelaksanaan kegiatan mengenai pemuda sebenarnya menjadi tanggung jawab SOMY namun mengingat kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas sektoral. telah sepakat untuk mempertimbangkan aspirasi para pemuda dalam pengambilan kebijakan dan keputusan guna mencapai visi ASEAN. dan juga India. Jepang dan Republic of Korea (RoK). Dalam Pertemuan ASOD ke-29 dihasilkan pula sejumlah rekomendasi dari working group. mengenai isu pendidikan. pada bulan November 2006. Brunei Darusssalam. dan ASEAN-EU SubCommittee on Narcotics. Penanganan kejahatan lintas negara di bidang narkoba dibahas dalam ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD). VAP merekomendasikan program kegiatan bagi pemuda antara lain untuk meningkatan partisipasi pemuda dalam angkatan kerja. meningkatkan kesadaran dan identitas tentang ASEAN (”ASEAN awareness”) melalui program Youth Camp dan pertukaran pemuda. Berbagai program yang telah terlaksana dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala antara lain: ASEAN – Korea Youth Exchange Programme: ASEAN Youth visit to Korea Regional Capacity Building Workshop to Promote Youth-Initiated (ICT) Enterprises ASEAN Youth Leadership Development Programme (AYDLP) ASEAN – China: ASEAN-China Youth Civil Servants Exchange Programme Bridge of Youth: ASEAN In Our Hands Program Kapal Pemuda ASEAN–Jepang Japan East Asia Network for Exchange Programme (JENESYS) ASEAN – India: ASEAN Youth Visit to India ASEAN Youth Creativity Expo East Asia Youth Leadership Programme c) Kerjasama Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Obat-obat Terlarang (P4GN) Secara umum. Pada tanggal 25-26 Agustus 2008 diadakan Pertemuan ke-29 ASOD di Bandar Seri Begawan. Pertemuan ASOD + India Consultation dan Pertemuan ke-5 ACCORD Joint Task Force. Senior Officials Meeting on Transnational Crimes (SOMTC). kewirausahaan. Para Menteri Pemuda se-ASEAN dalam Sidangnya yang ke-5 di Singapura. pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di tingkat regional ASEAN diarahkan pada upaya realisasi komitmen A Drug Free ASEAN 2015 (Kawasan Bebas Narkoba ASEAN 2015). cultural and natural resources for sustained development in a harmonious and people-centred ASEAN” dengan jangka waktu 2004 -2010. antara lain: 39 . oleh karena itu sudah waktunya bagi para pemuda untuk menampilkan peranannya mulai dari sekarang. yang dipertegas dalam Rencana Aksi Komunitas Sosial-Budaya. Upaya di tingkat regional tersebut diselaraskan dengan langkahlangkah di tingkat nasional yang menetapkan pencapaian Kawasan Bebas Narkoba Indonesia 2015. Prioritas kerjasama pemuda terutama adalah “Building a Community of Caring Societies” dan “Managing the Social Impact of Economic Integration” dan “Promoting an ASEAN Identity”.

Indonesia memberi rekomendasi agar dilakukan kerjasama dengan pabrik pengguna zat Toluene untuk mencari zat pengganti. Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN tahun 2008 – 2010 adalah Dr. agar lebih banyak penelitian kegiatan yang bernilai ekonomi. agar perundang-undangan domestik dan internasional lebih dipahami. misalnya keringat dan deteksi napas manusia untuk menguji adanya zat Toluene dalam deteksi penyalahgunaan narkoba dengan cara dihirup. Republik Korea. Direktur Eksekutif bertugas mewakili Yayasan ASEAN dalam segala kegiatan yang bersifat administratif maupun operasional. melalui pembangunan SDM. China. Uriarte. pemasaran produk dan pertukaran pengalaman. peningkatan Iptek dan kesadaran sosial. menentukan prioritas-prioritas dan mengesahkan anggaran tahunan serta persetujuan proyek. dan Direktur Eksekutif (Executive Director). Direktur Eksekutif dipilih berdasarkan seleksi terhadap calon memenuhi kualifikasi dengan tugas mengepalai Sekretariat dan bertanggung jawab kepada Dewan Penyantun. Dr.A. agar dilakukan pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki infrastruktur. F. ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN. Untuk dapat melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatannya. Prof. yakni: ASEAN Inter-Parliamentary Association (AIPA). (iv) Working Group on ”Law Enforcement” (dipimpin Thailand) merekomendasikan Workshop “Legal Matters for “Drug Control” bagi anggota ACCORD.(i) Working Group on ”Alternative Development” (AD) (dipimpin Indonesia). Umaly – Filipina (2002-2005). dan Dr. yaitu Dewan Penyantun (Board of Trustees/BOT). Apichai Sunchindah – Thailand (2005-2007). kesehatan. Setiap negara anggota mempunyai seorang wakil di Dewan Penyantun yang bertugas membuat kebijakan. 40 . bukan hanya pengganti opium. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan INTERPOL dan International Federation of Non Government Organizations for the Prevention of Drugs and Substances Abuse (IFNGO). pada 15 Desember 1997 di Kuala Lumpur. Maksud pembentukan Yayasan ASEAN adalah untuk meningkatkan posisi kerjasama sosial budaya yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi ASEAN. Direktur Eksekutif sebelumnya dijabat oleh Dubes Wisber Loeis – Indonesia (1998-2001). Ruben C. Perancis. Jr. (iii) Working Group on ”Treatment and Rehabilitation” (TR) (dipimpin Malaysia) terutama merekomendasikan antisipasi penyalahgunaan narkoba melalui dihirup dan agar industri bahan kimiawi mendukung program TR dari pemerintah. dan pelayanan sosial untuk mengentaskan kemiskinan serta perlunya komitmen politis untuk kesinambungan AD. Dari Filipina. Dewan Penasehat bertugas memberikan masukan dan rekomendasi kepada Dewan Penyantun. Kanada (International Development Research Centre) dan dari sektor swasta yaitu Microsoft Indonesia dan Hewlett Packard. Pertemuan ASOD ke-29 juga dihadiri berbagai lembaga terkait. Agar ASOD mencari proyek mengenai pendidikan bagi remaja sebagai inisiatif lintas sektoral. Yayasan didukung dengan dana abadi dan dana operasional (endowment fund and operational fund) yang didapat dari kontribusi negara-negara anggota ASEAN. Dewan Penasehat (Council of Advisor). merekomendasikan agar program AD yang berkelanjutan difokuskan juga pada tanaman pengganti ganja. Mitra Wicara ASEAN yaitu pemerintah Jepang melalui Japan ASEAN Solidarity Fund. pendidikan. Berdasarkan Revised Memorandum of Understanding on the Establishment of the ASEAN Foundation tertanggal 25 Juli 2000. Yayasan ASEAN mempunyai tiga organ penting. kredit usaha kecil. MoU pendirian Yayasan ASEAN. d) Kerjasama Bidang Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) Pembentukan Yayasan ASEAN merupakan tindak lanjut dari keputusan para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-5 di Bangkok tahun 1995. (ii) Working Group on Preventive Education (PE) (dipimpin Filipina) merekomendasikan agar Indonesia membagi pengalaman dengan Negara anggota lainnya dalam kemitraan dengan media. (v) Working Group on “Research” (dipimpin Singapura) merekomendasikan penjajagan penggunaan cairan biologi selain urine.

Jepang dan Republik Korea) di bidang pegawai negeri dan mengesahkan proposal Indonesia dan Singapura mengenai diadakannya Forum on Civil Service Accountability and Good Governance yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin sebelum pelaksanaan Main Conference atau Technical Meeting ACCSM setiap tahun. pelatihan dan penelitian dibidang administrasi publik dan hal lain yang berhubungan dengan kebijakan pegawai di lingkungan ASEAN. Dalam memperingati usia Yayasan ASEAN yang ke-10 telah dilakukan survey ASEAN Awareness dikalangan mahasiswa berbagai universitas di negara anggota. interaksi diantara masyarakat (people – to – people interaction) dan kolaborasi yang lebih erat dengan sektor swasta. Pada waktu ini Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN melakukan inisiatif baru menjajagi kerjasama dengan organisasi internasional seperti Asian Development Bank. masyarakat madani. ASEAN-COCI bersidang sekali dalam setahun untuk membahas proposal kegiatan dan melakukan 41 . kelembagaan dan pengembangan SDM.Dalam perkembangannya Yayasan ASEAN telah melakukan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mendorong adanya kepedulian dan partisipasi yang luas dari masyarakat ASEAN. Pada tahun 2007 – 2008 Indonesia menjadi Ketua ACCSM ke-14. Kerjasama Kebudayaan. Hal ini tercermin dari berbagai proyek kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang bersifat regional bagi masyarakat (grass root) ASEAN serta proyek berkaitan dengan Initiative for ASEAN Integration (IAI). mengingat berdasarkan Piagam ASEAN Yayasan ASEAN akan berada di bawah koordinasi Sekretariat ASEAN. pengalaman dan best practices. Adapun mekanisme ACCSM meliputi kegiatan-kegiatan antara lain: konferensi/seminar tingkat para pimpinan (pejabat tinggi pemerintahan) maupun pakar dibidang pelayanan umum. Tantangan yang dihadapi oleh Yayasan ASEAN adalah kemandirian dalam pembiayaan operasional Yayasan ASEAN. Dengan diberlakukannya Piagam ASEAN. pertukaran informasi. cepat dan sederhana semakin besar sehingga perlu adanya corporate culture values melalui peningkatan kapasitas. UNAIDS dan UNIFEM serta berbagai sektor swasta di negara anggota ASEAN. dibentuk ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI) yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama yang efektif di bidang kebudayaan dan penerangan dalam rangka meningkatkan saling pengertian (mutual understanding) dan solidaritas diantara masyarakat ASEAN. dan stakeholder lain di kawasan. Yayasan ASEAN diharapkan lebih proaktif dalam mengadakan kegiatankegiatan penggalangan dana dan meningkatkan ASEAN Awareness di masyarakat ASEAN serta dan lebih aktif mengundang sektor swasta untuk berpartisipasi dalam kegiatan Yayasan ASEAN. Pada Pertemuan ke-14 ACCSM yang diadakan di Bali pada bulan Oktober 2007 dan Technical Meeting dan Informal Meeting yang diadakan pada bulan Oktober 2008 di Bukittinggi. Pertemuan menyambut baik usulan Indonesia untuk menjajagi kemungkinan menjalin kerjasama dengan negara-negara Plus Three (China. dan Pendidikan a) Kerjasama Bidang Kebudayaan dan Penerangan Kerjasama ASEAN di bidang kebudayaan dan penerangan pada awalnya ditangani oleh Komite Tetap Kegiatan Sosial Budaya (Permanent Committee on Socio-Cultural Activities) dan Komite Tetap Media Massa (Permanent Committee on Mass Media) yang didirikan tahun 1972. Pertemuan telah mengesahkan ACCSM Work Plan (2008-2012) dan Technical Committee bertugas untuk menyusun langkah strategi untuk melaksanakan Work Plan dimaksud. Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan di era globalisasi. Baru pada tahun 1978. Sesuai usulan Indonesia. Oleh karena itu maka perlu dilakukan berbagai upaya tambahan untuk memasyarakatkan ASEAN. disadari bahwa pegawai negeri memiliki peranan penting dalam berbagai aspek pembangunan dan kerjasama regional yang meliputi bidang politik dan keamanan. sosial. pertukaran kunjungan antara pejabat pemerintahan. Penerangan. Berdasarkan hasil survey terbatas tersebut diketahui bahwa masyarakat belum sepenuhnya menyadari keberadaan ASEAN. United Nations Economics and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). ekonomi. Piagam ASEAN memberi mandat kepada Yayasan ASEAN untuk mendukung pembangunan masyarakat ASEAN dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai identitas ASEAN. tema the 14th ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) adalah “Developing Corporate Culture in Public Service towards ASEAN Community 2015”. dimana tuntutan publik akan pelayanan birokrasi yang baik. e) Kerjasama Bidang Kepegawaian dan Administrasi Dibentuknya ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) pada tahun 1981 mempunyai tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman kerja serta memperbaiki efisiensi dan efektivitas manajemen publik yang dalam fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu. akadimisi. pertemuan menyepakati bahwa ACCSM dimasukkan dalam bagian Komunitas Sosial Budaya ASEAN. akan dilakukan penyesuaian terhadap MOU.

yang berarti hanya bunga pengelolaan dana tersebut yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan COCI. Kerjasama informasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran dan saling pengertian antara masyarakat di negara-negara ASEAN di berbagai bidang seperti politik. ASEAN juga melakukan kerjasama di bidang kebudayaan dan penerangan yang erat dengan negara-negara Mitra Wicara. Berbagai kegiatan ASEAN di bidang kebudayaan yang telah dilakukan antara lain workshop dan simposium di bidang seni dan budaya. dan sejarah. pertukaran tenaga ahli dan peneliti. ACF juga menerima sumbangan dari negara-negara anggota ASEAN. Sidang tersebut diadakan setiap dua tahun dan didahului oleh sidang setingkat pejabat tinggi (SOM). China. yang telah ditandatangani pada forum ASEAN-China Ministers Responsible for Information di Nanning. Dalam pertemuan AMCA 42 . insan media. Kerjasama dengan Korea Selatan di bawah Future Oriented Cooperation Projects (FOCP) meliputi pertukaran kunjungan antar seniman. kebudayaan. Selain itu juga telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) on ASEAN-China Cultural Cooperation yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan China di bidang kebudayaan. yaitu Sub-Committee on Culture (SCC) dan Sub-Committee on Information (SCI) yang masing-masing bersidang dua kali dalam setahun. Jepang merupakan negara Mitra Wicara pertama yang memberikan kontribusi kepada ACF sebesar ¥5 milyar yang menjadi dana abadi ACF. ASEAN Culture Week. negara-negara Mitra Wicara lainnya dan organisasi-organisasi internasional. pemeliharaan dialog bagi terciptanya suatu pengertian yang lebih mendalam akan peradaban. 13-16 Oktober 2008. pemuda dan pejabat pemerintah ASEAN dan Republik Korea yang secara teratur dilakukan setiap tahunnya. pertunjukan seni. yang berhasil menyepakati ASEAN-China Work Plan to Enhance ASEAN-China Cooperation through Information and Media 2006-2010. dan agama-agama di ASEAN. Program dimaksud meliputi langkah-langkah promosi kesadaran ASEAN dan identitas regional ASEAN. Dalam kaitan memperluas kerjasama penerangan ASEAN tersebut. ACF bersifat endowment fund. kerjasama kebudayaan dan penerangan ASEAN diarahkan pada program “Promoting an ASEAN Identity”. Pada Pertemuan ke-34 ASEAN-COCI di Manila. Republik Korea dan Jepang).” ditegaskan peran penting informasi dan media dalam mendukung upaya integrasi ASEAN dan mencapai tujuan ASEAN sebagaimana terkandung dalam VAP. pelestarian dan promosi warisan budaya ASEAN. para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Culture Fund (ACF). ASEAN Youth Camp. ASEAN Quiz serta pertukaran kunjungan antar seniman ASEAN.evaluasi pelaksanaan proyek yang telah dilaksanakan. Pertemuan juga membahas perluasan kerjasama ASEAN di bidang penerangan di masa depan dengan melibatkan negara-negara “Plus Three” (China. setiap dua tahun sekali diadakan forum ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA). pada tahun 1978. seminar. i) ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) AMRI merupakan pertemuan tingkat menteri yang bertugas membahas masalah kebijakan di tingkat regional dan melakukan evaluasi umum terhadap kegiatan kerjasama yang dilaksanakan. serta promosi peran ASEAN dalam komunitas internasional. kebudayaan. Penggunaan dana ACF dimonitor oleh advisory committee yang beranggotakan pejabat-pejabat dari negara-negara anggota ASEAN. Hasil workshop juga menjadi bahan masukan bagi penyusunan Memorandum of Understanding between ASEAN-China on Information and Media Cooperation (Nota Kesepahaman Kerjasama Informasi dan Media antara ASEAN dan China). 10-14 Mei 1999. ekonomi. yang meliputi antara lain pameran. ii) ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA) Untuk membahas kerjasama kebudayaan ASEAN di level Menteri. Pada Pertemuan AMRI ke-9 bulan Mei 2007 di Jakarta dengan tema “Staying Connected to Advance A Sharing and Caring Community in ASEAN through Media. serta publikasi berbagai kegiatan kebudayaan. Guna mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan COCI. Sedangkan kegiatan di bidang informasi dilakukan antara lain melalui pertukaran berita di antara negara-negara ASEAN yang ditayangkan pada televisi nasional di masing-masing negara ASEAN (ASEAN TV News) dan penyiaran berita dan informasi mengenai ASEAN melalui radio-radio nasional (ASEAN in Action). Kerjasama dengan India meliputi pertukaran kunjungan antar jurnalis ASEAN dan India. Jabatan Ketua ASEAN-COCI dipegang secara bergilir dengan periode kepemimpinan tiga tahun. telah diadakan Workshop on Enhancing ASEAN-China Cooperation through Information and Media di Jogjakarta bulan Mei 2006. dibentuk dua Sub-Committee dibawah COCI. Filipina. Sesuai dengan amanat Rencana Aksi Sosial Budaya Viantiane Action Programme (VAP).

26 – 27 September 2001. Sekretariat SEAMEO dan Sekretariat ASEAN University Network (AUN) bekerjasama untuk mengembangkan jejaring regional (regional framework) guna mendukung ASEAN Community Building. Dalam SOM-ED di Bangkok. Thailand. disepakati wilayah prioritas kerjasama kebudayaan ASEAN. 15 Maret 2008. serta pelatihan kejuruan dan teknis. Kerjasama diwujudkan antara lain dengan kegiatan pertukaran mahasiswa dan peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga pengajar. AUN dibentuk dengan tujuan memajukan sumber daya manusia. dan diubah lagi menjadi ASEAN Committee on Education (mempergunakan akronim yang sama: ASCOE) pada sidang ke-9 ASCOE di Vientiane. Myanmar. membahas antara lain hal-hal berikut: i) ii) iii) Menghidupkan kembali ASEAN Student Exchange Programme pada tahun 2008 dan seterusnya sampai 2013. Jepang dan Korea Selatan dalam kerangka AMCA+3. The 3rd ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) diselenggarakan di Kuala Lumpur. membahas antara lain kerjasama dalam peningkatan standar pengajaran. membangun identitas ASEAN dan lingkungan yang multi-kultural. 24 November 2006. disepakati agar Sekretariat ASEAN. kerjasama pendidikan dibahas dalam forum Pertemuan Pejabat Senior Pendidikan ASEAN (ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED). 13-14 Oktober 2003. Gagasan untuk mengadakan pertemuan ASEAN Ministers of Education (ASED) secara back-toback dengan pertemuan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) muncul pada pertemuan SEAMEO di Bangkok tahun 2005. yang dapat meningkatkan competitiveness masing-masing negara anggota maupun ASEAN sebagai organisasi regional. Agenda yang dibahas terkait dengan penyusunan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). khususnya dengan memperkuat jaringan kerjasama antar 43 . untuk pertama kalinya diadakan pula pertemuan dengan China. Pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) kedua berlangsung di Bali tanggal 16 Maret 2007. serta kerjasama penelitian antara peneliti dengan akademisi. ASEAN Cultural City/Capital dan ASEAN Cultural Week. Jejaring regional (regional framework) dimaksud akan difokuskan pada kegiatan-kegiatan untuk memajukan ASEAN awareness di sekolahsekolah. Sedangkan kerjasama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh ASEAN Committee on Social Development (COSD). dan Mengupayakan substansi pendidikan terefleksi dalam ASEAN Charter.pertama di Kuala Lumpur. Malaysia. Pertemuan juga menyepakati sejumlah kegiatan seni budaya untuk meningkatkan ASEAN Awareness dan Identity: Showcase of the best of ASEAN’s arts and culture. Laos. pelatihan bahasa Inggris. Pertemuan ASED pertama dilaksanakan di Singapura pada bulan Maret 2006. menggunakan common content untuk bahan-bahan pelajaran mengenai ASEAN di sekolah dasar dan menengah pertama. melalui pertukaran pelajar/mahasiswa dan akademisi. yang tidak hanya berada pada pilar sosial budaya melainkan mencakup ketiga pilar Komunitas ASEAN. b) Kerjasama Bidang Pendidikan Kerjasama bidang pendidikan di wilayah Asia Tenggara dimulai dengan pembentukan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) tanggal 30 November 1965. dan memfokuskan kerjasama ke depan dalam upaya mencapai Education For All (EFA) tahun 2015. Selanjutnya pada AMCA ke-2 tahun 2005 di Bangkok. yaitu pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pengembangan UKM terkait budaya dan seni. ASEAN University Network Forum kerjasama lain di bidang pendidikan adalah ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerjasama antar universitas terkemuka di ASEAN. Pertemuan ke-3 AMCA berlangsung pada tanggal 12 -13 Januari 2008 di Nay Pyi Taw. Di level teknis. penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. menyepakati strategi dasar dalam upaya mewujudkan Komunitas ASEAN melalui kerjasama pendidikan guna meningkatkan kesadaran (promoting awareness) dan saling pengertian (understanding). yaitu bagaimana work plan yang disusun di level teknis SOMCA (Senior Officials Meeting on Culture and Arts) dapat bersinergi dengan ASCC Blueprint agar secara signifikan kerjasama kebudayaan dibawah AMCA dapat memberi kontribusi dalam pembentukan ASEAN Socio-Cultural Community 2015. yang kemudian diubah menjadi ASEAN Sub-Committee on Education (ASCOE). Menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan di ASEAN. Selain itu disepakati pula untuk mengembangkan ASEAN Scholarship Program. mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara AUN dengan SEAMEO-RIHED (Regional Centre for Higher Education and Development). termasuk mempromosikan ASEAN Studies di sekolah-sekolah dasar dan menengah.

De La Salle University (Filipina). Sub-Committee on Biotechnology (SCB). Viet Nam National University-Ha Noi dan Viet Nam National University-Ho Chi Minh City (Viet Nam). dan Direktur Eksekutif AUN. Sub-Committee on Meteorology & Geophysics (SCMG). International College Student Exchange Programme between and ASEAN Nations. 20-22 Juni 1995. iv. sementara perjanjian pembentukan AUN ditandatangani pada bulan November 1995. Bentuk kerjasama internal ASEAN antara lain ASEAN Studies Programme. v. Rencana Aksi Iptek ASEAN periode 2007-2011 dalam implementasinya diintegrasikan dengan VAP 2004-2010 dan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). Kerjasama Iptek ASEAN tidak hanya terfokus pada upaya pengembangan Iptek namun juga diarahkan untuk lebih memasyarakatkan pemanfaatan Iptek terapan bagi pembangunan sosial dan ekonomi. ASEAN Graduate Business and Economic Programme (AGBEP Network). AUN-Southeast Asia Engineering Education Development Network. maupun yang mengikutsertakan negara-negara mitra wicara. Sub-Committee on Marine Sciences and Technology (SCMSAT). Sub-Committee on Non Conventional Energy Research (SCNCER). riset dan teknologi dalam kerangka ASEAN telah terbentuk sejak tahun 1967 sebagai bagian dari program ASEAN-help-ASEAN Initiative. ii. Chulalongkorn University. dan ix. Science & Technology (SCFST). Filipina. BOT beranggotakan wakil dari seluruh negara anggota ASEAN yang ditunjuk oleh pemerintah masing-masing. participating universities. Universiti Sains Malaya. 44 . Student Exchange Programme. Sub-Committee on Materials Science & Technology (SCMST). AUN Educational Forum and ASEAN Young Speaker Contest. Sub-Committee on Food.universitas dan lembaga pendidikan di ASEAN. Universitas Gadjah Mada (Indonesia). Royal University of Phnom Penh (Kamboja). National University of Singapore. Universitas Indonesia. Struktur AUN terdiri dari Board of Trustees (BOT). Universitas-universitas yang tergabung dalam AUN sampai saat ini adalah University Brunei Darussalam (Brunei Darussalam). Ketua ASCOE. dan sebuah Sekretariat yang berpusat di Bangkok. University of the Philippines. Dalam kerangka AUN dilakukan berbagai kegiatan kerjasama pendidikan. baik yang ada di tingkat regional maupun global (b) meningkatkan intensitas kegiatan penelitian iptek termasuk melalui pertukaran tenaga ahli dan pemberian beasiswa (c) memperkuat kerjasama alih teknologi serta (d) memperkuat pembangunan dan pemanfaatan ‘digital content’ Kerjasama Iptek ASEAN ditangani oleh ASEAN Committee on Science and Technology (COST) dan diperkuat dengan sembilan Sub-Komite sektoral. Januari 1992. yang pembentukannya disesuaikan dengan bidang-bidang kerjasama yang menjadi prioritas ASEAN. Charter AUN yang dirancang oleh Sekretariat ASEAN dan ASCOE disepakati pada sidang ASCOE ke-3 di Manila. Sub-Committee on S&T Infrastructure and Resources Development (SCIRD). iii. Initiative on ASEAN Integration (IAI) “Higher Education Management in CLMV Countries” dan AUN Intellectual Property Network (AUNIP Network). Sementara kerjasama dengan mitra wicara ASEAN antara lain: ASEAN-China Academic Cooperation and Exchange Programme. Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Lingkungan Hidup dan Bencana Alam a) Kerjasama Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kerjasama ilmu pengetahuan. Nanyang Technological University (Singapura). vii. Sub-Committee on Microelectronic and Information Technology (SCMIT). Sekjen ASEAN. Collaborative Research. Institute of Economics. Information Networking. Sub-Committee on Space Technology and Application (SCOSA). ASEAN berupaya untuk mendorong sebanyak mungkin partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan iptek termasuk sektor swasta. ASEAN telah menyusun ASEAN Plan of Action on Science and Technology (APAST) 2007-2011 yang merupakan kerangka strategis regional dalam pengembangan kerjasama Iptek. Burapha University (Thailand). ASEAN-EU University Network Programme. National University of Lao (Laos). viii. AUN Quality Assurance (AUN-QA). ASEAN-India Academic Cooperation. Beberapa program kerja utama yang akan dilaksanakan antara lain adalah (a) memperkuat kolaborasi dan jaringan kerjasama dengan berbagai institusi riset dan pengembangan. yaitu: i. ASEAN Youth Cultural Forum. vi. ASEAN-Post-doctoral Fellowship Programme. yang hanya melibatkan negara anggota ASEAN. Ide pembentukan AUN muncul pada KTT ke-4 ASEAN di Singapura. Thailand. AUN Distinguished Scholars Programme. Promotion of ASEAN and Korean Studies. University of Yangon (Myanmar). Universiti Malaya (Malaysia). The ASEAN-RoK Academic Exchange Programme.

Memperkuat kerjasama dalam penanganan polusi lingkungan lintas batas seperti polusi asap lintas batas dan polusi limbah berbahaya lintas batas . ix. Salah satu kerjasama bidang lingkungan yang menjadi prioritas ASEAN adalah memaksimalkan upaya bersama dalam penanganan polusi kabut asap (haze) lintas batas yang ditimbulkan oleh terjadinya kebakaran hutan dan lahan. yang dicapai pada tingkat global seperti isu perubahan iklim (climate change) serta penanganan produk kimia dan limbah kimia. Pada tahun 2006. Mempromosikan pengelolaan hutan secara lestari dan melakukan harmonisasi antara kebijakan ekonomi. Mempromosikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan. xi. Indonesia. Misi utama yang ingin dicapai ASEAN dalam kerjasama lingkungan adalah mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang bersih dan hijau (Creating Clean and Green ASEAN). (c) pemadaman dan tanggap darurat. (b) Pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan (peatlend management). ii. dan xii. Memperkuat kerjasama dalam pemanfaatan sumber daya mineral secara lestari. Memperkuat pemanfaatan lahan secara ramah lingkungan. vii. iv. Pembentukan wadah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama yang sudah dirintis sejak tahun 1971 melalui Permanent Committee on Science and Technology. v. Memperkuat upaya pengawasan. Singapura dan Thailand. di Riau telah diselenggarakan pertemuan khusus negara anggota ASEAN untuk menuntaskan permasalahan polusi asap lintas batas yang selama ini membawa dampak sosial dan ekonomi cukup besar bagi masyarakat Indonesia. pemantauan dan penegakan hukum. iii. (c) Pokja Bidang Lingkungan Kelautan. i. Ketika itu. ditandai dengan dibentuknya ASEAN Experts Group on the Environment (AEGE) di bawah Committee on Science and Technology (COST). Pertemuan Riau juga menghasilkan dokumen Rencana Aksi untuk mengatasi masalah kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara yang meliputi aspek-aspek: (a) Pencegahan. ASEAN telah menyepakati ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang ditandatangani di Kuala Lumpur. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya lingkungan. Memperbaiki pengelolaan lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat good governance di kawasan perkotaan. ASEAN telah mengidentifikasikan 12 bidang kerjasama yang menjadi prioritas dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di kawasan. pelaporan serta harmonisasi kebijakan sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Meningkatkan pengelolaan kawasan pantai dan bahari yang ramah lingkungan (coastal and marine environment). (d) Pokja bidang Pembangunan kawasan kota dan desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (e) Pokja bidang manajemen sumber daya air. ramah lingkungan serta melakukan pengelolaan sumber daya alam secara arif dan lestari. Mekanisme konsultasi formal dimaksud kemudian kemudian dilengkapi dengan 5 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu: (a) Pokja pembahasan kesepakatan kerjasama lingkungan hidup di tingkat multilateral. serta (d) penguatan kerjasama regional dan internasional. viii. pada tahun 1990 negara-negara ASEAN sepakat untuk secara reguler menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan (ASEAN Ministerial Meeting on Environment/AMME) dan pertemuan tingkat pejabat senior (ASEAN Senior Officials Meeting on the Environment/ASOEN). atas inisiatif Pemerintah Indonesia. Seiring dengan makin meluasnya permasalahan lingkungan hidup di kawasan. (d) pengembangan sistem peringatan dini dan pemantauan. AEGE diberi mandat untuk mempersiapkan ASEAN Environmental Programme (ASEP) yaitu program kegiatan ASEAN di bidang lingkungan hidup. dengan mengacu pada prinsip-prinsip mekanisme pembangunan yang berkelanjutan. Malaysia. Memperkuat konservasi alam dan keanekaragaman hayati. Pertemuan Riau antara lain telah menggulirkan pembentukan the ASEAN Sub-Regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution (MSC) yang beranggotakan 5 negara sub-regional ASEAN yang selain ini terkena dampak dari polusi asap lintas batas yaitu Brunei Darussalam. sosial dan lingkungan. untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan lingkungan di kawasan. x. vi. Mempromosikan tersedianya sumber air bersih bagi semua penduduk. 45 . Juni 2002. (b) Pokja bidang Konservasi Alam dan keanekaragaman hayati. yaitu: Memperkuat kapasitas nasional dan regional dalam menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan di bidang lingkungan.b) Kerjasama Lingkungan Hidup Secara formal kerjasama ASEAN di bidang lingkungan hidup dimulai sejak tahun 1978.

yaitu Pemerintah. within their capabilities. ASEAN telah melaksanakan beberapa program penting antara lain : Penyelenggaraan pemilihan kota-kota terbaik di ASEAN yang berwawasan lingkungan (ASEAN Environmentally Sustainable City Award). tahun 2008. serta Peningkatan Pengetahuan. Komitmen negara-negara anggota ASEAN untuk saling membantu pada saat terjadi bencana antara lain dimuat dalam Declaration of ASEAN Concord yang ditandatangani pada tanggal 24 Pebruari 1976. mencakup lima komponen inti dan mencakup lebih dari 29 kelompok kegiatan. Kelima komponen inti dimaksud adalah: i. serta pelaku bisnis (perkebunan. Sementara itu. Selain itu. untuk menunjang terbentuknya Kawasan ASEAN yang Bersih dan Hijau. Tahun 2003. kemajuan regional serta untuk saling memupuk persaudaraan dan solidaritas terutama di saat salah satu anggotanya tertimpa bencana. agar isu kepedulian pada linkungan menjadi bagian dari pendidikan formal maupun non formal. Pertukaran Informasi dan Sumber Daya. Babak baru dalam kerjasama ASEAN di bidang penanganan bencana dimulai ketika mekanisme pengelolaan kerjasamanya ditingkatkan dari tingkat kelompok ahli menjadi komite penuh ASEAN pada tingkat pejabat senior. Pembentukan Kerangka Penanganan Bencana Regional ASEAN. kerjasama di bidang lingkungan hidup ASEAN akan merujuk pada cetak biru komunitas ASEAN (ASCC Blueprint) yang telah disepakati dan akan ditandatangani pada KTT-14 di Thailand (Februari 2009). berhasil ditekan dalam jumlah yang cukup substansial. jumlah titik panas (hotspot) di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. clean air dan clean water. yang siap untuk disinergikan dengan program nasional melalui kurikulum sekolah.Rencana Aksi tersebut secara sinergi melibatkan tiga unsur yang berperan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. - - Ke depan. Peningkatan Kapasitas. masyarakat. assistance for relief of member states in distress. v. Peningkatan Kolaborasi dan Penguatan Kemitraan. Pada tahun 2006/2007. Implementasi program aksi Indonesia untuk penanganan polusi asap lintas batas dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan kearah yang cukup positif. Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang menandai berdirinya ASEAN merupakan landasan bagi negara anggotanya untuk saling memperkuat kerjasama regional guna meningkatkan kedamaian. Indonesia dalam kaitan ini telah diwakili oleh Kotamadya Palembang Peluncuran ASEAN Environmental Education Plan 2008-2012. Komite ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Committee on Disaster Management/ACDM) secara resmi dibentuk dengan mandat mempersiapkan program kerja beserta prioritas kegiatan yang kemudian dikenal sebagai Program Regional ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Regional Programme on Disaster Management/ARPDM). yang akan menjadi bahan referensi bagi masing masing negara didalam mendukung program konservasi dan pengelolaan kawasan pantai dan sumberdaya laut di tingkat nasional. juga mulai diimplementasikan. kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia dan Singapura dalam penanganan polusi asap di di kawasan Jambi dan Riau. Peluncuran buku panduan ASEAN Marine Water Quality Criteria: management Guidelines and Monitoring. c) Kerjasama Penanggulangan Bencana Alam Kerjasama penanganan bencana alam dalam kerangka ASEAN sebenarnya sudah terbangun lebih dari tigapuluh tahun lamanya. Pemilihan ini bertujuan untuk mendorong agar desa-desa dan kota di negara-negara ASEAN menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di wilayahnya. therefore they shall extend. Para Pemimpin ASEAN ketika itu sepakat untuk menjadikan isu penanganan bencana sebagai salah satu bagian penting dari tujuan kerjasama ASEAN. stabilitas. Kesadaran dan Advokasi Publik. iii. Deklarasi tersebut menyebutkan bahwa natural disasters and other major calamities can retard the pace of development of member states. dengan menciptakan clean land. ii. HTI/HPH). Rangkaian program terpadu ARPDM. petani/peladang. ARPDM memuat kerangka kerjasama antar negara ASEAN dan juga dengan Mitra Wicara dan organisasi internasional untuk periode 2004 – 2011. iv. 46 .

AADMER merupakan suatu persetujuan penanganan bencana pada tingkat regional ASEAN yang bersifat terpadu. Laos. Laos. Kamboja. Kesiap-siagaan (preparedness). merupakan bencana terbesar kedua yang dialami negara ASEAN paska bencana tsunami di Aceh. Sementara Singapura. tanggap darurat (emergency response). Bencana topan Nargis telah menelan korban lebih dari 137 jiwa manusia serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah di seluruh kawasan Yangon dan sekitarnya.32/2008 tanggal 15 Mei 2008. pada bulan Juni 2005. Sebagai tidak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam KTT Tsunami di Jakarta. Pada sisi lain. serta wilayah Delta Sungai Irrawady (Ayeyarwady). Salah satu komponen penting dalam Perjanjian AADMER adalah pembentukan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre /Pusat Bantuan Kemanusiaan ASEAN). Masalah penanganan bencana. mulai dari identifikasi resiko bencana. tidak dapat lagi hanya dilakukan di tingkat sektoral tetapi harus melibatkan seluruh sektor terkait. penilaian dan pemantauan (disaster risk identification. pencegahan dan mitigasi (prevention and mitigation). Indonesia telah mendapatkan endorsement sebagai tuan rumah lokasi AHA Centre pada pertemuan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-40 di Singapura. Dalam rangka membantu pemerintah Myanmar dalam penanganan siklon Nargis tersebut. bila memang diperlukan. Malaysia. kira-kira 250 km Barat Daya Rangon. peringatan dini (early warning). Pertemuan memutuskan untuk membentuk ASEAN-led mechanism untuk membantu mengkoordinasikan distribusi bantuan kemanusiaan baik yang bersumber dari ASEAN maupun masyarakat internasional bagi para korban bencana di Myanmar. Pada saat terjadi tsunami. komprehesif dan menyeluruh karena mencakup semua aspek dan siklus penanganan bencana. assessment and monitoring). Juli 2007. Penanganan Cyclon Nargis di Myanmar Siklon Nargis yang menghantam Myanmar pada tanggal 2 dan 3 Mei 2008. ASEAN telah menyelenggarakan pertemuan Khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada tanggal 19 Mei 2008. Nargis menyebabkan daerah delta tersebut mengalami banjir di area seluas 5000 km2. ASEAN segera menyusun ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response/AADMER. memiliki kapasitas SDM serta aset yang sangat memadai untuk membantu negara tetangganya yang tertimpa musibah. Hingga akhir 2008 persetujuan dimaksud telah diratifikasi oleh tujuh (7) negara yaitu Indonesia.Tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 memberikan catatan bahwa ASEAN ternyata belum mempunyai mekanisme regional yang cukup memadai untuk penanganan bencana dalam skala besar. tahap rehabilitasi dan rekonstruksi serta pengurangan resiko bencana. Centre untuk sementara beroperasi di Kantor Badan Nasional Penanganan Bencana – BPNB Jakarta. Mekanisme koordinasi tersebut melibatkan negara-negara anggota ASEAN. KTT Tsunami antara lain telah menghasilkan pernyataan bersama yang dikenal dengan nama Deklarasi Jakarta. dan Viet Nam. yang memuat program aksi untuk memperkuat kerjasama penanganan bencana. 47 . hingga rehabilitasi (rehabilitation). tanggal 26 Juli 2005. Pemerintah Myanmar serta PBB sebagai wakil dari masyarakat internasional. bahkan melalui kerjasama internasional. tidak hanya di tingkat nasional tapi juga regional. Indonesia mulai menjalankan fungsi Interim AHA Centre terhitung sejak tanggal 1 Juli 2008. tim SAR dan organisasi bantuan darurat dari negara-negara ASEAN merupakan salah satu yang pertama tiba di lapangan dan menyalurkan bantuan darurat kepada para korban. Penyerahan instrumen ratifikasi kepada ASEAN Secretariat telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2008 dan instrumen ratifikasi tersebut telah disirkulasikan kepada negara anggota pada tanggal 26 September 2008. Persetujuan dimaksud ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada kesempatan Pertemuan ke-38 Para Menteri Luar Negeri ASEAN di Vientiane. Paska terjadinya tsunami. Thailand. Pemerintah Indonesia mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Pertemuan Khusus Para Pemimpin ASEAN di Jakarta pada tanggal 6 Januari 2005. Myanmar. mulai dari pengembangan system peringatan dini. bencana tsunami juga menyadarkan kita bahwa negara-negara anggota ASEAN ternyata memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. penanganan pada periode tanggap darurat. Kejadian tsunami di Aceh telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk menata kembali dan memperkuat kerjasamanya di bidang penanganan bencana. Filipina dan Brunei Darussalam menyatakan bahwa proses ratifikasi AADMER di negara masing-masing saat ini sudah memasuki tahap akhir. Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi AADMER melalui persetujuan oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden No.

khususnya dalam rangka meningkatkan keadilan sosial dan perbaikan standar hidup masyarakat ASEAN. yang mengacu pada Declaration of ASEAN Concord (Bali Concord I) 1976. terkait dengan hal-hal sebagai berikut: i. melalui berbagai program pemberdayaaan masyarakat. dan Tripatite Core Group (TCG) sebagai unit pelaksana teknis di lapangan yang keanggotaannya juga melibatkan masyarakat internasional. ii. Impact Trade Liberalization on Poverty Alleviation Programmes dan (5) Micro Financing. kelaparan. Guna menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai di dalam KTT ASEAN. Pengembangan program-program pengentasan kemiskinan bagi kelompok rentan secara sosial. anak-anak. Adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dalam konteks pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan. Dalam kaitan hal di atas. di Singapura tanggal 13-15 Oktober 2008. yaitu meliputi antara lain: (1) People’s Forum. Dukungan dan dan bantuan teknis bagi negara anggota ASEAN. 48 . maka pada pertemuan ke-5 ASEAN Ministerial Meeting on Rural Development and Poverty Eradication yang berlangsung di Bangkok. manula. Masyarakat internasional sangat mengharapkan keberadaan ASEAN-led mechanism dapat tetap dipertahankan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Negara Donor menyampaikan apresiasinya atas peran ASEAN dan TCG dalam menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Myanmar sehingga mereka memperoleh akses untuk menyalurkan bantuan pada para korban. dalam upayanya mencapai pembangunan milenium (MDGs). iii. Struktur TCG terdiri dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan ASEAN (Financial Coordinator). termasuk keberadaan TCG selaku unit operasional di lapangan. (2) Capacity Buidling. (3) SME and Social Enterprises Development. Pemerintah Myanmar (Operation Coordinator) serta ASEAN (Monitoring/Reporting Coordinator). penyakit dan buta huruf. China dan Korea). Para pemimpin ASEAN antara lain telah menegaskan kembali kesepakatannya untuk memberikan perhatian lebih besar pada penanganan masalah kemiskinan. antara lain telah menyepakati sejumlah kerjasama yang akan dikembangkan dalam kerangka kerjasama ASEAN Plus Three. Dalam TOR telah diidentifikasikan bentukbentuk kerjasama yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan. menekankan kepedulian ASEAN pada masalah penanggulangan kemiskinan. Negara donor dan organisasi internasional non-pemerintah memberikan tanggapan positif atas kepemimpinan ASEAN dan sukses yang dicapai dalam ASEAN-Led Coordinating Mechanism on Nargis. Dalam kaitan ini para pemimpin ASEAN menggarisbawahi bahwa upaya penanggulangan kemiskinan akan dilaksanakan melalui implementasi program-program yang lebih bersifat partisipatif yaitu dengan melibatkan sebanyak mungkin keikutsertaan masyarakat. Masyarakat internasional mengharapkan agar pengalaman dan sukses yang dicapai Indonesia dalam penanganan bencana di Aceh serta keberhasilan yang dicapai oleh ASEAN di Myanmar. pertemuan 6th ASEAN Senior Officials Meeting on Rural Development and Poverty Eradication. (4). antara lain telah disahkan Term of Reference (TOR) pengembangan kerjasama penanggulangan kemiskinan. serta memutuskan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pembangunan sosial dan ekonomi. Kerjasama Bidang Pembangunan Sosial a) Kerjasama Bidang Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan Kerjasama ASEAN di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan didasari oleh Dokumen Ministerial Understanding on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE). kususnya CLMV countries.Implementasi mekanisme koordinasi tersebut dilaksanakan melalui ASEAN Humanitarian Task Force (AHTF) yang terdiri dari pejabat senior serta para ahli dari negara-negara ASEAN dan diketuai oleh Sekjen ASEAN. dan kelompok/masyarakat yang terkena bencana alam. Pada pertemuan KTT ASEAN ke-12 bulan Januari 2007. dapat dijadikan sebagai model dalam mekanisme penanganan bencana di berbagai belahan dunia lainnya. termasuk para penyandang cacat. UN-OCHA (Resource Coordinator). antara ASEAN dengan negara negara anggota Plus Three Countries (Jepang. sebagai penentu kebijakan (policy guidance). pada bulan Januari 2007.

b) Kerjasama Bidang Kesehatan Kerjasama yang paling menonjol di bidang kesehatan adalah upaya penanggulangan penyakit menular. Oktober 2008 mencatat bahwa 50% regional stockpile of PPE telah ditempatkan di seluruh negara anggota ASEAN. Sementara itu. ASEAN telah menyusun suatu ASEAN Roadmap for the Implementation of the Millennium Development Goals yang diselaraskan dengan UNESCAP/ADB/UNDP-lead regional MDG Roadmap. negara penerima maupun ASEAN untuk memberikan perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran. yang mencakup lima bidang. (b) knowledge. Dalam pertemuan ke-1. Stockpiles tersebut merupakan bentuk tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi flu burung dalam kawasan. SARS. dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi pandemi flu burung. Pembentukan joint fund untuk mendukung proyek-proyek pengentasan kemiskinan di daerahdaerah miskin negara anggota. terdiri dari sejumlah prioritas sebagai berikut: Identifikasi dini emerging infectious diseases/penyakit menular (termasuk HIV dan AIDS. yang dikenal dengan ASEAN Occupational Safety on Health Network (ASEAN OSHNET) pada bulan Agustus 2000. Demikian pula Tamiflu telah ditempatkan di sejumlah negara anggota dan dijadwalkan pada akhir tahun 2008 keseluruhan negara anggota telah akan menerima Tamiflu dimaksud. Selanjutnya penempatan Sekretariat ASEAN-OSHNET digilir setiap 3 tahun sekali untuk masing-masing negara anggota ASEAN. Inti dari komitmen bersama itu antara lain kesepahaman untuk memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan. Sekretariat ASEAN-OSHNET yang pertama kali bertempat di Indonesia untuk tahun 2000-2004. Penanggulangan HIV dan AIDS melalui pelaksanaan ASEAN Work Programme (AWP) on HIV and AIDS Prevention dilakukan sejak tahun 1995 dan sampai saat ini memasuki tahap III (AWP III) untuk periode 2006-2010. termasuk diantaranya strengthening of on-scene command and response system melalui Incindent Command System (ICS). Dalam penanganan flu burung. Pertemuan ke-9 ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM) di Manila. Deklarasi memuat kewajiban bagi negara pengirim. (d) expertise. KTT ke-12 di Cebu menghasilkan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers. c) Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan Salah satu keberhasilan kerjasama ASEAN di bidang ketenagakerjaan adalah dibentuknya pusat pelatihan dan informasi mengenai perbaikan lingkungan kerja. serta menciptakan jaringan kelembagaan yang kuat.iv. dalam menindaklanjuti upaya untuk mencapai MDGs di kawasan. Program utama dalam kerangka AEGCD dilaksanakan melalui ASEAN+3 Infectious Diseases Programme (ASEAN + 3 EID Programme). TWG telah berhasil menyusun suatu rencana kegiatan. ASEAN telah membentuk suatu mekanisme untuk meningkatkan kolaborasi multisektoral ASEAN Technical Working Group (TWG) on Pandemic Preparadeness and Responses. Penanggulangan penyakit menular di ASEAN dilakukan melalui mekanisme ASEAN Expert Group on Communicable Diseases (AEGCD). serta langkah penanggulangannya. Pembangunan kapasitas yang terkait dengan emerging concerns di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. Deklarasi mewajibkan dibentuknya instrumen hukum yang lebih mengikat negara-negara ASEAN guna 49 . yakni: (a) advocacy. Fase ke-2 program tersebut (2006-2009). menghilangkan stigma dan diskriminasi serta meningkatkan kerjasama pemerintah dengan civil society dan swasta. (c) resources. AI). Penyusunan kebijakan dan pendekatan terpadu dalam penanganan kesehatan bagi para manula serta obat tradisional. yang berlokasi di Singapura. melalui kolaborasi ASEAN-US. ASEANOSHNET bertujuan meningkatkan daya saing dan kompetensi tenaga kerja ASEAN. Kerjasama penanganan HIV dan AIDS dipertegas kembali dalam KTT ke-12 ASEAN di Cebu melalui ASEAN Comitments on HIV and AIDS. kerjasama ASEAN telah mencatat suatu kemajuan dengan adanya ASEAN-Japan Project on stockpiles of tamiflu dan Personel Protective Equipment (PPE) against Potential Pandemic Influenza. Sementara itu. and (e) regional cooperation and regional public goods.

guna mencapai tujuan dalam membentuk komunitas ASEAN 2015. Pertemuan Komite pertama yang berlangsung tanggal 15-16 September 2008. penyandang cacat. Pada pertemuan ke-3 Ad Hoc-Working Group on Progressive Labour Practice. - - ASEAN Awareness di Kalangan Masyarakat ASEAN 50 . perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2011. Disepakati bahwa kedudukan Forum akan berada dibawah Komite dan menyampaikan laporan kepada SLOM. di Yogyakarta tanggal 9-10 September 2007. Dalam kaitan ini. yang berupaya mengarustamakan para penyandang cacat dalam setiap kebijakan pembangunan dan kesejahteraan sosial dengan menggunakan right based approach tersebut. Melalui usulan Indonesia. Pertemuan Preparatory Senior Officials Meeting for the 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development (PrepSOM for the 6th AMMSWD) di Ha Noi. Pembentukan Jejaring untuk mencegah dan memerangi perdagangan manusia. Pada pertemuan SLOM ke-5. telah disepakati untuk mengawali proses guna menindaklanjuti Deklarasi dimaksud. Selain itu. khususnya. d) Kerjasama Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kerjasama di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial dilakukan melalui ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD). telah disepakati pembentukan suatu Forum on Migrant Workers dengan memanfaatkan kelompok kerja pada pertemuan ke-2 Ad-Hoc Working Group on Labour Practices to Enhance Competitiveness di Singapura tanggal 1-2 Maret 2007. Forum mempunyai tugas untuk membahas tindak lanjut deklarasi. ASEAN juga telah memfokuskan kerjasama pembangunan sosial melalui pendekatan right based approach. Deklarasi ini merupakan komitmen ASEAN menuju terwujudnya a caring and sharing community. antara lain telah disepakati bahwa Filipina akan menyusun TOR Forum sebagai rujukan dalam pembentukan dan pelaksanaan kegiatan dalam membahas penanganan isu migrant worker. anak-anak. Upaya tersebut tercermin dari rekomendasi 2nd ASEAN GO-NGO Forum yang berlangsung secara back-to-back dengan 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development di Ha Noi tanggal 4-6 Desember 2007. telah berhasil merumuskan suatu workplan dalam rangka implementasi Deklarasi dan pembentukan instrumen bagi perlindungan dan pemajuan hak-hak para pekerja. Dalam kaitan ini. SOMSWD memfokuskan pada program-program kesejahteraan sosial yang meliputi antara lain kependudukan. tanggal 15-16 Mei 2007. pertemuan ke-1 ASEAN Forum on Migrant Labour di Filipina tanggal 24-25 April 2008 telah menyepakati untuk menyelenggarakan Forum tersebut secara reguler dan sepakat untuk menjadwalkan pertemuan ASEAN Committee on the Implementation of Declaration on the Protection of the Rights of Migrant Workers serta menyusun struktur dan fungsi Komite dimaksud sebelum KTT ke-14 tahun 2008. Upaya tersebut dimaksudkan agar seluruh golongan masyarakat termasuk anak-anak. Pembentukan suatu jejaring atau kelompok kerja bagi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2009. lansia dan keluarga. perempuan para manula dan juga penyandang cacat dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh kesejahteraan. tanggal 4-5 Desember 2007 antara lain merekomendasikan sejumlah program kegiatan untuk dicantumkan dalam cetak biru ASEAN Socio-Culture Community (ASCC Blueprint).memberikan jaminan dan perlindungan hak-hak pekerja migran. ‘ sebagai acuan dalam pelaksanaan kerjasama pembangunan dan kesejahteraan sosial yaitu: Pembentukan the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Woman and the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of The Rights of Children through an ASEAN Agreement by 2010. Pertemuan ke-20 ASEAN Labour Ministerial Meeting (ALMM) di Bangkok tanggal 6-9 Mei 2008 menegaskan kembali untuk segera membentuk Komite (ASEAN Committee on Migrant Workers/ACMW)) sebelum KTT ASEAN ke-14.

Lomba Karya Tulis ASEAN. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh merugikan salah satu negara ASEAN. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. yaitu Pakistan. yang ditandai dengan pembentukan ASEAN-Australia Consultative Meetings (AACM) dan kemudian diikuti dengan mekanisme dialog ASEAN-Australia pada berbagai tingkatan.Dalam rangka menuju Komunitas ASEAN 2015. antara lain sosialisasi ASEAN (melalui ASEAN Goes to School. yaitu Australia. ASEAN-Australia Joint Planning Committee (JPC). yaitu korupsi. diharapkan masyarakat dapat berperan aktif mengembangkan dan turut memetik manfaat nyata dari adanya kerjasama ASEAN tersebut. ASEAN – Australia telah menandatangani ASEAN-Australia Joint Declaration on Counter Terrorism pada pertemuan AMM/PMC/ARF ke-37. ASEAN juga memiliki negara Mitra Wicara sektoral. China. ASEAN menetapkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: a. Sebelumnya. KERJASAMA EKSTERNAL ASEAN ASEAN telah memiliki 11 Mitra Wicara (Dialogue Partners). c. lingkungan hidup serta budaya dan informasi). serta perayaan Hari ASEAN. capaian penting kerjasama ASEAN-Australia adalah aksesi Australia ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) pada tahun 2005. dialog interaktif dan liputan media. telah disepakati Plan of Action (PoA) yang mencakup kerjasama dalam bidang politik dan keamanan. ASEAN perlu melakukan upaya untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan identitas ASEAN oleh masyarakatnya. Project Coordination Committees (PCCs). penerbitan buku-buku ASEAN. Proyek-proyek kerjasama sebaiknya dilaksanakan di kawasan ASEAN. ASEAN-Australia Forum. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara harus memperkuat ketahanan nasional negara-negara ASEAN yang selanjutnya dapat meningkatkan ketahanan regional ASEAN. 51 . festival film ASEAN. Dalam periode 2006-2009.). dll. Dalam bidang penanggulangan terorisme. D. money laundering. Informal Consultations between AEM and Ministers from the CER Countries. Lomba Cerpen ASEAN. pada periode 2003-2006 Indonesia menjadi koordinator untuk hubungan kerjasama ASEAN-EU dan untuk periode 2009-2012 Indonesia akan menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-Jepang. untuk periode per 3 tahun. Peran sebagai negara koordinator dalam hubungan kerjasama ASEAN dengan negara-negara Mitra Wicara dilaksanakan dengan sistem rotasi diantara negara-negara anggota ASEAN. Indonesia berhasil memasukkan beberapa isu untuk dituangkan dalam PoA tersebut. India. telekomunikasi. antara lain ASEAN Regional Forum (ARF). Lomba Lukis ASEAN. ekonomi dan sosial-budaya yang akan berlaku untuk periode 2008-2013. Kanada. dan d. dilakukan kegiatan ASEAN awareness untuk memperkenalkan dan mendekatkan ASEAN kepada masyarakat. Juli 2004 di Jakarta. Dalam menjalin kerjasama dengan negara Mitra Wicara. Amerika Serikat. Uni Eropa. Dengan pemahaman mengenai apa dan bagaimana pentingya ASEAN sebagai organisasi regional sekaligus sebuah komunitas. AUSTRALIA Australia menjadi Mitra Wicara penuh sekaligus pertama ASEAN pada tahun 1974. festival rock band ASEAN). Pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Di Indonesia. Post Ministerial Conference (PMC) 10+1. dan berbagai kelompok kerja (dalam bidang perdagangan dan investasi. disaster management dan kerjasama penanggulangan terorisme. Jepang. seminar-seminar dan ceramah/kuliah umum). Selandia Baru. Rusia dan UNDP. kegiatan lomba (Seleksi Nasional ASEAN Anthem. Indonesia menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-India. Sebagai upaya mewujudkan ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada masyarakat (people centered and people oriented). Korea Selatan. Perkembangan kerjasama ASEAN-Australia pada tahun 2007 ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on ASEAN-Australia Comprehensive Partnership tanggal 1 Agustus 2007 di Manila. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh mengandung ikatan-ikatan politik yang merugikan kepentingan nasional. kegiatan festival (ASEAN Festival. Selain itu. pendidikan dan pelatihan. ASEAN menjalin hubungan pula secara terbatas dengan berbagai organisasi regional dan internasional. b. Untuk mengimplementasikan Joint Declaration tersebut. ASEAN-Canberra Committee. industri dan teknologi. Filipina oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Australia. promosi ASEAN Awareness telah dilakukan melalui berbagai kegiatan.

Perundingan mengenai pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN Free Trade Area dengan Australia-New Zealand Closer Economic Relations (AFTA-CER), telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. FTA akan diimplementasikan secara penuh dalam jangka waktu 10 tahun. Diharapkan penggabungan AFTA-CER tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi sektor swasta dan pelaku bisnis serta menjadi “building blocks” bagi fasilitasi perdagangan antara ASEAN dan Australia. Kerjasama pembangunan ASEAN-Australia tertuang dalam MoU ASEAN-Australia Development Cooperation Programme (AADCP) untuk periode 2002-2008. Sasaran utama AADCP adalah untuk memberikan manfaat bagi negara-negara CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar dan Viet Nam) dalam kerangka Initiative for ASEAN Integration (IAI) untuk mempersempit jurang perbedaan dan proses percepatan integrasi CLMV. AADCP juga mencakup kerjasama ekonomi dan sosial, capacity building, kerjasama Ilmu pengetahuan dan teknologi serta lingkungan. Program AADCP tersebut telah berakhir pada bulan Juni 2008 dan Australia kemudian melanjutkannya dengan AADCP II (2008-2015). Diharapkan AADCP II dapat membantu pencapaian ASEAN Economic Community melalui kerjasama di bidang pendidikan, energi dan penanganan bencana alam. Pembahasan mengenai rancangan MoU between the Government of Australia and ASEAN on the Second Phase of AADCP diharapkan akan dapat diselesaikan pada KTT-14 ASEAN mendatang. Pada tanggal 4 Juni 2008 di Sydney, dalam kesempatan AustralAsia Center Annual Dinner, Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd melontarkan visinya mengenai Asia Pacific Community (APC), yaitu: (i) Suatu institusi regional yang mencakup kawasan Asia-Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang, China, India, Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan; (ii) Suatu institusi regional yang memungkinkan terjadinya dialog dan kerjasama di bidang politik, keamanan dan ekonomi. Dalam kunjungannya di Indonesia pada tanggal 13 Juni 2008, PM Kevin Rudd kembali melontarkan gagasan ini dalam pertemuannya dengan Presiden RI maupun dalam kunjungannya ke kantor Sekretariat ASEAN. Dalam sambutannya, Presiden RI menjelaskan bahwa Indonesia melihat gagasan ini sebuah usul yang menarik dan akan mempelajari usulan PM Rudd tersebut. Presiden RI juga menyebutkan bahwa sebenarnya inti dari APC adalah penguatan berbagai arsitektur regional yang ada, yaitu ASEAN, ARF, APEC dan EAS. Peran penting Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Australia tercatat signifikan terutama antara lain dalam kerjasama pemberantasan terorisme, kejahatan transnasional dan disaster management melalui pelaksanaan program peningkatan capacity building; serta perundingan-perundingan AANZFTA yang telah disepakati oleh ASEAN dan Australia yang direncanakan akan ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang di Thailand. Australia juga telah mengangkat Mrs. Gillian Bird, sebagai Wakil Tetap untuk ASEAN yang berdomisili di Canberra SELANDIA BARU Hubungan ASEAN-Selandia Baru berlangsung sejak tahun 1975 dengan dibentuknya ASEAN-New Zealand Dialogue Relations. Hubungan kemitraan ini dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, yaitu ASEAN Post Ministerial Conference (PMC)+New Zealand dan PMC 10+10 (ASEAN+10 Dialogue Partners) dan ASEAN-New Zealand Dialogue serta Joint Cooperation Committee, untuk mengevaluasi dan membahas isu-isu politik, keamanan, ekonomi dan pembangunan yang menjadi perhatian bersama; serta dalam kerangka ARF. Para Pemimpin ASEAN dan Selandia Baru telah sepakat bidang pengembangan sumber saya manusia melalui pertukaran dan mahasiswa, dan pencegahan terhadap penyakit menular Influeza¸ sebagaimana dicetuskan dalam ASEAN-New Zealand Laos, pada bulan November 2004. untuk meningkatkan kerjasama dalam dan pemberian bea siswa bagi pelajar seperti HIV/AIDS, SARS serta Avian Commemorative Summit di Vientiane,

Di bidang kerjasama politik dan keamanan, Selandia Baru telah mengaksesi TAC pada ASEAN Ministerial Meeting ke-38 di Vientiane, Laos, bulan Juli 2005. Selain itu, ASEAN-Selandia Baru telah menandatangani Joint Declaration to Combat International Terrorism. Kerjasama dalam menanggulangi terorisme juga akan memanfaatkan mekanisme yang sudah ada di ASEAN seperti Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Dengan meningkatnya hubungan ASEAN-Selandia Baru, kedua pihak menandatangani ASEAN-New Zealand Framework for Cooperation 2006-2010) di Kuala Lumpur, tanggal 27 Juli 2006. Dokumen tersebut meliputi kerjasama di bidang ekonomi, politik dan keamanan serta people-to-people education and cultural links. Beberapa komitmen yang dihasilkan dalam Framework tersebut antara lain menyangkut Work Programme untuk mengimplementasikan Joint Declaration to Combat International Terrorism serta

52

meningkatkan capacity building dalam pemberantasan terorisme dan aktivitas transnational crimes lainnya dengan dukungan dana dari New Zealand’s Asia Security Fund yang telah dibentuk pada tahun 2006. Atas masukan dari Indonesia, Framework juga memuat ‘’natural disaster mitigation’’ sebagai salah satu bidang kerjasama yang dapat dikembangkan. Selanjutnya fokus dari kerjasama dalam bidang penanganan bencana alam adalah penyelenggaraan pelatihan dan capacity building, termasuk peningkatan public awareness. Di bidang ekonomi, ASEAN-Selandia Baru berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang fasilitasi perdagangan, investasi dan pertumbuhan ekonomi di bawah Framework for AFTA-CER Closer Economic Partnership yang telah disepakati di Brunei Darussalam, September 2002, sebagai awal penggabungan AFTA-CER FTA. Perundingan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. Kerjasama pembangunan antara ASEAN-Selandia Baru yang telah dilaksanakan selama ini memberikan hasil cukup menggembirakan dan berjalan dengan lancar dengan menitikberatkan pada Initiative for ASEAN Integration (IAI) seperti custom, standar dan conformance. Selandia Baru juga mendukung program kerjasama pembangunan Mekong River Basin. Pengembangan kerjasama ASEAN-Selandia Baru sedikit terhambat sehubungan dengan adanya isuisu yang bersifat politis. Selama ini, pelaksanaan kerjasama lebih bersifat parsial, yaitu dilakukan oleh masing-masing negara anggota ASEAN tanpa menunjukkan komitmennya untuk tetap memperkuat kerjasamanya dengan ASEAN seperti ditunjukkan dengan pengangkatan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Gibson, sebagai Wakil Tetap (Watap) Selandia Baru untuk ASEAN. Peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Selandia Baru tercermin pada berbagai aktifitas bersama yang dilakukan dalam rangka peningkatan kemampuan sekaligus dukungan pada upaya narrowing development gap diantara negara-negara ASEAN, misalnya melalui penyelenggaraan program capacity building di bidang teorisme, kebudayaan dan people-to-people contact. Indonesia bersama-sama dengan Filipina dan Selandia Baru menyelenggarakan interfaith dialogue yang diselenggarakan pada tahun 2006 di Cebu, Filipina. Indonesia beranggapan bahwa Selandia Baru memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang preparedness dan disaster management, karenanya negara-negara ASEAN perlu menyelenggarakan program capacity building di bidang tersebut agar jumlah korban dapat diminimalisir. Indonesia juga telah menerima bantuan sebesar $NZ 13 juta untuk rehabilitasi Aceh/Nias paska Tsunami. UNI EROPA Uni Eropa (UE) merupakan mitra wicara ASEAN pertama yang merintis hubungan secara informal pada tahun 1972 melalui pembentukan Special Coordinating Committee of ASEAN (SCCAN). Konsultasi kedua pihak dilakukan melalui ASEAN Brussels Committee (ABC) yang beranggotakan para Duta Besar negara-negara ASEAN di Brussels. Pada tahun 1977, ASEAN-UE menjalin hubungan formal. Pelembagaan hubungan dengan European Economic Community (EEC) dilakukan melalui penandatanganan the EC-ASEAN Cooperation Agreement pada pertemuan ASEAN-EEC Ministerial Meeting ke-2 di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1980. Perjanjian tersebut mendasari pembentukan kerjasama perdagangan, ekonomi dan teknis, serta pembentukan Joint Cooperation Committee (JCC). Hubungan kemitraan ASEAN-EU dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, termasuk ASEAN Regional Forum (ARF), ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM), ASEAN-EU Economic Ministers’ Meeting, ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting, the Post Ministerial Conferences (PMC) 9+1 dan 9+10 serta Joint Cooperation Committee. Pertemuan-pertemuan tersebut merupakan sarana bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi dan membahas berbagai isu dalam bidang-bidang politik, keamanan, ekonomi dan kerjasama pembangunan. Selain itu terdapat pula ASEAN-Brussels Committee, ASEANBonn Committee, ASEAN-London Committee dan ASEAN-Paris Committee untuk membantu pelaksanaan kerjasama ASEAN-UE. Pada perkembangan selanjutnya, komitmen hubungan kemitraan ASEAN-UE dilakukan pada tataran yang sama antara kerjasama dalam bidang ekonomi dan politik. Hal tersebut tercermin dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-UE ke-14 pada tanggal 27-28 Januari 2003 di Brussels yang menghasilkan kesepakatan Joint Co-Chairmen’s Statement dan Joint Declaration on Cooperation to Combat Terrorism pada tanggal 27-28 Januari 2003. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kerjasama regional di kawasan ASEAN dan mendukung peningkatan capacity building dalam kerangka ASEAN untuk memerangi aksi terorisme. Pada tanggal 9 Juli 2003, UE telah mengesahkan European Commission (EC)’s Communication: A New Partnership with Southeast Asia yang menjadi landasan EU untuk meningkatkan kerjasama dengan

53

negara-negara Asia Tenggara, termasuk dengan ASEAN. Komunikasi tersebut berisikan strategi komprehensif UE dalam mengembangkan kerjasama dengan ASEAN pada masa-masa yang akan datang. Komunikasi tersebut memfokuskan enam prioritas strategi yaitu: a. b. c. d. e. f. Supporting regional stability and the fight against terrorism; Human Rights, democratic principles and good governance; Mainstreaming Justice and Home Affairs issue; Injecting a new dynamism into regional trade and investment relations; Continuing to support the development of less prosperous countries; dan Intensifying dialogue and co-operation in specific policy areas.

Kemitraan komprehensif ASEAN-EU terwujud pada tahun 2007 dengan ditandatanganinya Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada 16th ASEAN-EU Ministerial Meeting di Nuremberg, Jerman, Maret 2007; Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan November 2007 di Singapura; Plan of Action (PoA) to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura. Sesuai kesepakatan Joint Declaration ASEAN-EU Commemorative Summit, peningkatan kerjasama ekonomi dilakukan dengan mengupayakan penyelesaian perundingan ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) berdasarkan region-to-region approach, dan memperhatikan tingkat perekonomian masing-masing negara anggota ASEAN. Selain itu dilakukan pula upaya untuk mengintensifkan implementasi kegiatan di bawah TREATI dan READI. Kerjasama pembangunan ASEAN-UE dilakukan di bawah EC-ASEAN Regional Indicative Programme (RIP). Sebagai implementasi, dalam RIP 2005-2006 yang diusulkan oleh UE, terdapat anggaran dana sebesar 4-6 juta Euro bagi program Fight Against Terrorism yang terbagi dalam program pelatihan kewaspadaan (awareness training) dan pengamanan dokumen (Regional Project on document security) untuk jangka waktu 3 tahun mulai tahun 2006. Untuk tahun 2007-2010, RIP difokuskan pada: ASEAN-EU Programme on Immigration and Border Management; ASEAN-EU Cooperation on Statistic; EC-ASEAN Intellectual Property Rights Cooperation Programme (ECAP) III; ASEAN Civil Aviation Cooperation Project; Enhancing Economic Partnership/ Support to ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) Negotiations Process; serta Support to EU-ASEAN Sectoral Dialogue (READI). Secara keseluruhan, kontribusi UE dalam kerja sama ASEAN difokuskan pada upaya mendukung integrasi dan pembangunan masyarakat ASEAN. UE telah mengalokasikan sebesar €70 juta untuk program ASEAN-UE periode 2007-2013, di antaranya untuk bidang-bidang kerja sama pembangunan tersebut di atas. Untuk proyek yang sedang berjalan, kontribusi UE antara lain sebesar €7,3 juta pada proyek kerja sama ASEAN-EU Program on Regional Integration Support Phase II (APRIS II) periode 20062009; € 6 juta pada proyek ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) periode 2005-2008. Untuk membantu pencapaian integrasi ekonomi ASEAN, UE secara berkelanjutan melaksanakan ASEAN Project for Regional Integration Support (APRIS). APRIS bertujuan meningkatkan iklim investasi dan perdagangan di ASEAN melalui liberalisasi ekonomi, fasilitasi perdagangan, jasa, stabilitas sektor keuangan, prosedur kepabeanan, promosi investasi, jaminan sosial, energi dan lingkungan hidup. Pada tahun 2006, Indonesia telah menyelesaikan tugasnya sebagai negara koordinator ASEAN-Uni Eropa periode 2003-2006. Selanjutnya, Kamboja menjadi negara koordinator untuk periode 2006-2009. Salah satu perkembangan yang telah tercapai selama tahun 2006 adalah pertemuan Final Evaluation Mission for ASEAN-EU Programme for Regional Integration Support (APRIS ) I for the Period of 2003-2006 yang telah memberikan kontribusi dalam merumuskan ASEAN Demand Driven Needs. EU juga telah menyatakan dukungan pada terwujudnya ASEAN Single Window sebagai bentuk harmonisasi bea cukai dalam proses integrasi ASEAN. Selain itu, ASEAN dan EU juga telah merampungkan program ASEAN-EU Cooperation Programme on Border Management and Document Security, sebagai salah satu implementasi kesepakatan pada forum READI dan hasil pertemuan ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting tahun 2006. Dalam pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference + 1 Session with EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, ASEAN dan UE antara lain menyambut baik perkembangan perundingan ASEAN-EU FTA dan UE tetap berkomitmen terhadap region-to-region approach; menyetujui pembentukan Core Group yang diusulkan dalam pertemuan ASEAN-EU SOM pada tanggal 28-29 Mei 2008 di Kamboja guna menyiapkan rancangan daftar kegiatan yang akan diterapkan dalam kerangka PoA; dan mendukung pembentukan ASEAN Human Rights Body.

54

Dalam bidang politik, pada ASEAN-EU Commemorative Summit tahun 2007, EU telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi TAC. Saat ini proses amandemen terhadap TAC masih dibahas dengan memperhatikan rumusan yang dapat mengakomodasi kepentingan ASEAN dan UE. Berkaitan dengan keinginan UE untuk mengaksesi TAC, pada pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference +1 Session with the EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, Delegasi UE mengharapkan jika TAC dapat diamandemen, aksesi akan dilakukan pada saat Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-UE pada tahun 2009 di Phnom Penh, Kamboja. Sementara itu secara individual, Perancis telah menjadi salah satu negara anggota UE yang mengaksesi TAC pada tahun 2007. Dalam periode 2007-2008, telah diselenggarakan berbagai seminar, workshop dan pelatihan dalam kerjasama di bidang politik-keamanan, baik dalam rangka peningkatan capacity building maupun isu-isu keamanan tradisional dan non-tradisional. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama ASEAN-Indonesia dengan Uni Eropa adalah “Seminar on Regional Integration Process of ASEAN and EU : Sharing Experiences and Fostering mutual learning”, di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2007. Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 30 tahun kerjasama kemitraan ASEAN-EU.

KANADA Kerjasama ASEAN-Kanada pertama kali dilakukan dengan ditandatanganinya ASEAN-Canada Economic Cooperation Agreement (ACECA) di New York pada tanggal 25 September 1981. Persetujuan tersebut diikuti oleh pembentukan ASEAN-Canada Joint Cooperation Committee (JCC) pada tanggal 1 Juni 1982 yang berfungsi sebagai forum dialog bagi ASEAN dan Kanada untuk membahas kerjasama di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, industri, dan kerjasama pembangunan. Hubungan Mitra Wicara ASEAN-Kanada mengalami berbagai pasang surut seiring dengan perkembangan isu penegakan HAM di beberapa negara ASEAN. Namun hubungan ASEAN-Kanada kembali meningkat dengan disepakatinya pelaksanaan dialog reguler ASEAN-Canada Dialogue pada tanggal 30 Maret 2004 di Bandar Seri Begawan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan “engagement” Kanada terhadap ASEAN. Pada tahun 2006, hubungan kerjasama ASEAN-Kanada mengalami pertumbuhan yang cukup prospektif. Hal ini dibuktikan dengan kesepakatan kedua belah pihak pada Post Ministerial Conference (PMC) di Kuala Lumpur, Malaysia, berupa 2005-2007 ASEAN-Canada Joint Cooperation Work Plan pada tanggal 27 Juli 2006 dan ASEAN-Canada Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada tanggal 28 Juli 2006. Bertepatan dengan 30 tahun hubungan kemitraan ASEAN-Kanada pada tahun 2007, di Filipina, telah disepakati 2nd ASEAN-Canada Joint Cooperation Workplan 2007-2010 (ACJCWP). Work Plan tersebut diprioritaskan pada kerjasama di bidang-bidang: 1) Counter-Terrorism and Transnational Crime; 2) Economic Cooperation; 3) Health Security; 4) Interfaith Dialogue; 5) Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat. Di bidang kerjasama politik dan keamanan, ASEAN-Kanada telah mengimplementasikan proyek dalam bidang Counter-Terrorism seperti ASEAN Workshop on Preventing Bio-Terrorism di Jakarta pada tanggal 12-13 Juli 2007 dan ASEAN Workshop on Forging Cooperation Among Anti-Terror Units di Jakarta pada tanggal 23-24 Januari 2008. Kedua workshops tersebut mendapat dana dari Kanada dan merupakan tindak lanjut kesepakatan Sidang ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) di Bali pada bulan Juni 2006 dan implementasi dari ASEAN-Canada Joint Declaration for Coopeartion to Combat International Terrorism yang ditandatangani di Malaysia pada tanggal 28 Juli 2006; Sedangkan di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Kanada juga telah memberikan dana penyelenggaraan Workshop on Supporting the Establishment of a Regional Human Rights Mechanism in ASEAN di Bali pada tanggal 15-17 Mei 2008. Adapun dalam bidang Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat, Kanada telah memberikan persetujuan atas proposal ACTIV (ASEANCanada Cooperation on Technical Initiatives for the VAP) sebagai fasilitas dukungan expertise dari Kanada melalui Sekretariat ASEAN. Dibidang kerjasama ekonomi, telah diselenggarakan ASEAN-Canada Business Forum dan pertemuan Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) pada tanggal 2-3 Mei 2005 di Toronto. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengusaha-pengusaha serta para pejabat tinggi ekonomi ASEAN dan Kanada. Pada 5th ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh City, 12-14 Mei 2008, Pemerintah Kanada membuat

55

AJC sedang dalam proses reformasi untuk memperluas fungsi dan aktivitasnya sesuai arahan ASEAN-Japan Commemorative Summit pada tahun 2003. serta menunjuk Duta Besar Kanada untuk ASEAN. Dalam PMC tersebut. Prof. saat ini dirujuk sebagai ASEAN-Japan Centre (AJC). Investasi dan Turisme. Bambang Harymurti (Pemred Majalah Tempo) dan Prof. 11-12 Desember 2003 di Tokyo dan ditandatanganinya “Tokyo Declaration for the Dynamic and Enduring ASEAN-Japan Partnership in the New Millennium” serta disahkannya ASEANJapan Plan of Action yang merupakan cetak biru kerja sama ASEAN-Jepang yang secara komprehensif mengidentifikasi bidang-bidang kerjasama yang penting dan memberikan arah bagi kerjasama di masa mendatang. Japan-ASEAN Economic Partnership (JAEP) Fund. Kanada belum melakukan aksesi atas Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Kanada. Philip K. Di bidang politik dan keamanan. Hingga saat ini. Sedangkan kegiatan prioritas dalam 2nd ACJCWP lainnya yang telah diselenggarakan adalah ASEAN-Canada Dialogue on Interfaith Initiatives pada tanggal 5-7 November 2008 di Surabaya. dan Pertemuan-pertemuan antar swasta. Prasodjo (Sosiolog. Penguatan kerja sama ASEAN-Jepang ditandai dengan pelaksanaan ASEAN-Japan Commemorative Summit. Jepang adalah salah satu Mitra Wicara yang aktif bagi ASEAN. Bersama Kanada. Jepang juga telah mengaksesi TAC yang ditandatangani pada tanggal 2 Juli 2004 di Jakarta.keputusan untuk melanjutkan kembali 3rd Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) guna melakukan perundingan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2008 di Vancouver. peraih Magsaysay Award 2008). b. pendiri Ma’arif Institute for Culture and Humanity. Imam B. dan Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF). Dialog merupakan kegiatan interfaith pertama. JEPANG Hubungan ASEAN-Jepang secara informal dijalin sejak tahun 1973 dan meningkat menjadi hubungan formal pada tahun 1977 dengan diselenggarakannya ASEAN-Japan Forum pertama. Kesepakatan lainnya adalah perhatian Kanada dalam upaya memerangi terorisme dan peningkatan people-to-people contacts and exchanges. Kanada dan ASEAN Secretariat. Intensitas kerjasama yang tinggi terlihat melalui pelaksanaan berbagai proyek dengan pembiayaan Jepang dalam kerangka Japan-ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). Dr. dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN. Promotion Centre on Trade. c. Widjaja (Wakil Sekjen WALUBI). Dialog tersebut juga dihadiri oleh para tokoh agama. Dr. Salah satu bidang kerjasama yang dikembangkan dalam kerja sama ASEAN-Jepang adalah dalam bidang perdagangan. Sejak dilembagakan pada 23 Maret 1977. pendidikan. Dr. A. Berdasarkan rekomendasi Eminent Persons Committee. ASEAN-Kanada juga mempertegas kembali kesepakatan untuk menyusun Joint Declaration on ASEAN-Canada Comprehensive on Enhanced Partnership serta Plan of Action untuk hubungan ASEAN-Kanada ke depan. Post Ministerial Conference (PMC). ASEAN-Japan Forum yang merupakan pertemuan tingkat Pejabat Tinggi. perjanjian AJC kemudian mengalami proses amandemen dan disahkan oleh Council Director AJC pada tanggal 20 November 2007. Implementasi ACJCWP tidak dilakukan melalui Special Fund namun melalui mekanisme Canadian International Development Agency (CIDA). kepemudaan dan media Indonesia antara lain KH. d. Keputusan tersebut dipertegas kembali oleh Kanada pada PMC+1 Session with Canada pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). ASEAN Economic Ministers-Ministry of International Trade and Industry (MITI). baik di ASEAN maupun di antara ASEAN dan mitra wicara. Sampai saat ini. yang merupakan pertemuan antar para pejabat tinggi ASEAN dan Jepang. Indonesia merupakan co-host dialog tersebut. kerjasama ASEAN-Jepang terus berkembang dengan menggunakan beberapa forum antara lain: a. ASEAN dan Jepang juga telah menandatangani Joint Declaration for 56 . Investment and Tourism yang didirikan pada tanggal 25 Mei 1981. Ratifikasi amandemen AJC oleh Indonesia masih dalam proses legalisasi internal. kerjasama ASEANJepang terfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan integrasi ASEAN. KTT ASEAN-Jepang. Ahmad Syafii Ma’arif (mantan Ketua PP Muhammadiyah. e. pendiri Yayasan Nurani Dunia).

Tugas EPG adalah mengelaborasi Joint Statement ASEAN-Jepang mengenai Deepening and Broadening of the Strategic Partnership yang ditandatangani pada 9th ASEAN-Japan Summit di Kuala Lumpur untuk diwujudkan dalam kegiatan nyata. Rekomendasi EPG direncanakan akan dilaporkan kepada para pemimpin kedua belah pihak pada KTT ASEAN-Jepang ke-12 di Bangkok tahun 2008. KTT ke-10 ASEAN-Jepang tahun 2007 mencatat komitmen Jepang untuk membantu Program Narrowing Development Gap negara-negara ASEAN yang akan disampaikan melalui skema the ASEANJapan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) senilai US$ 52 juta. Dalam pertemuan ASEAN PMC Session with Japan ke-41 di Singapura tanggal 23 Juli 2008. lingkungan dan perubahan iklim sebagai beberapa sektor yang akan diperkuat kerja samanya. ASEAN juga menyambut baik “Doktrin Fukuda” dimana PM Yasuo Fukuda menyebutkan ”ASEAN is a partner that shares the vision of Japan” khususnya dalam konteks evolving regional architecture.Cooperation on the Fight Against International Terrorism pada KTT ASEAN-Jepang tanggal 30 Nopember 2004. Japan ASEAN Exchange Project (JAEP) Fund. telah didirikan lembaga pendidikan Terakoya pada tahun 2007 di Jepang. Sebagai bagian dari AJCEP. terutama dalam upaya capacity building. AJCEP mencakup trade in goods. Jepang dan ASEAN harus mulai melakukan negosiasi untuk bidang jasa dan investasi satu tahun setelah AJCEP entry into force. Negosiasi AJCEP Agreement telah selesai dan ditandatangani pada awal tahun 2008. KTT ke-10 tersebut juga menyepakati usulan Jepang membentuk Eminent Persons’ Group (EPG). Pada pertemuan tersebut disepakati untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan Jepang dalam memberantas transnational crimes. dan pertukaran informasi mengenai tindak kejahatan lintas negara yang pernah terjadi atau berpotensi terjadi. Di bidang kesehatan. Sementara itu. ASEAN-Jepang juga melihat pentingnya people-to-people exchange. Jepang berkomitmen untuk melaksanakan program mengundang 6000 pemuda dari negara-negara East Asia Summit per tahun selama lima tahun untuk berkunjung ke Jepang melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) yang telah dimulai pada bulan November 2007. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 tanggal 21 November 2007 telah dikeluarkan Joint Statement on the Conclusion of the Negotiations for the ASEAN-Japan Economic Partnership Agreement. Jepang juga menyampaikan komitmennya untuk menyediakan stockpiling 500 ribu anti-viral di setiap negara ASEAN dalam membantu penanganan penyakit menular khususnya Avian Influenza. Di bidang transnational crimes. Di samping itu pada kesempatan tersebut. terkait isu counter-terrorism. Jepang juga akan memberikan kontribusi sebesar US$ 67 juta untuk penanganan avian influenza dan penyakit menular. dan 57 . peacebuilding. Dalam kerangka kerja sama East Asia Summit (EAS). Indonesia telah menyelenggarakan 3rd Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Plus Japan Consultation di Bali pada tanggal 9 Juni 2006. Jepang berkomitmen dalam mendukung terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 dengan ASEAN sebagai driving force. ditekankan untuk peningkatan kerja sama dalam pemajuan energy efficiency. Di bidang maritime security. trade in services. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 di Singapura tahun 2007 Jepang telah mengusulkan pembentukan ASEAN-Japan Dialogue on Environmental Cooperation yang pertemuan pertamanya telah diselenggarakan di Ha Noi pada bulan Maret 2008 back-to-back dengan 1st Officials Meeting for EAS Environment Minister Meeting yang dibiayai oleh Japan ASEAN Integration Fund. Pada bidang capacity building. usulan Indonesia mengenai pembentukan ASEAN Maritime Forum telah ditanggapi secara positif oleh Jepang. saat ini para pihak sedang melaksanakan proses ratifikasinya untuk entry into force sebelum tahun 2009. Jepang juga menekankan isu-isu natural disaster. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-10. Indonesia telah menjadi nara sumber dalam Pertemuan pertama ASEAN-Japan Counter Terrorism Dialogue di Tokyo tanggal 2829 Juni 2006. Indonesia telah berpartisipasi pada Seminar “People Building Peace: Human Resources Development in Asia” dan mendukung diselenggarakannya pelatihan jangka pendek serta jangka panjang di bidang peacekeeping. Pada mulanya. dan conflict prevention bagi warga sipil. serta ketahanan pangan. Untuk itu. pelatihan. kerja sama ASEAN-Jepang dibiayai melalui berbagai Trust Funds ASEAN-Jepang yaitu Japan ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). Para pemimpin ASEAN juga menghargai upaya Jepang mendukung terwujudnya ASEAN Community pada tahun 2015 serta implementasi VAP dan IAI. energi terbarukan. investment dan economic cooperation.

politik dan keamanan regional. Kemajuan kerjasama ASEAN-AS ditandai dengan penandatanganan Joint Vision Statement on ASEAN-US Enhanced Partnership pada tanggal 17 November 2005 dengan Plan of Action 5 tahunan (2006-2011). Dengan demikian untuk pertama kalinya hubungan ASEAN-AS memiliki payung kerjasama berikut rencana aksi yang bersifat komprehensif. Meksiko. Post Ministerial Conference 10+1. Hubungan kemitraan tersebut telah memasuki periode komprehensif meliputi kerjasama dan dukungan terhadap pembangunan kapasitas perdagangan. ASEAN Regional Forum Intersessional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Crime (ARF ISM CT-TC) bertujuan memfasilitasi interaksi antar berbagai stakeholders. Senior Economic Officials Meeting-USTR. 26 Oktober 2002. IC Assessment. Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue tersebut menyepakati perluasan kerjasama antara lain dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. ASEAN Economic MinisterUS Trade Representatives. kerjasama pembangunan dan sosial budaya. Kerjasama pembangunan ASEAN-AS yang dikemas dalam proyek ACP yang telah dilaksanakan dan sedang berlangsung antara lain adalah International Business Linkage Programme. AMERIKA SERIKAT Hubungan dialog ASEAN-Amerika Serikat (AS) telah berlangsung sejak tahun 1977 dengan prioritas pada kerjasama ekonomi dan kerjasama pembangunan yang meliputi antara lain sektor komoditas. termasuk membantu APEC menciptakan perdagangan dan investasi bebas di wilayah Asia Pasifik. pendidikan. Diharapkan revisi itu dapat diselesaikan sebelum Pertemuan COST berikutnya pada November 2008 di Kuala Lumpur. Bagi ASEAN deklarasi ini lebih bersifat tindak lanjut dari keterikatan politis para pemimpin ASEAN untuk memerangi terorisme. EAI menawarkan peluang perdagangan bebas bilateral antara negara-negara anggota ASEAN dengan AS. pada tanggal 1 Agustus 2002. AS juga aktif dalam membantu implementasi Work Programme on HIV/AIDS dan kerjasama penanganan bencana alam dan mitigasi. Polisi maupun pengambil kebijakan untuk saling bertukar pengalaman dalam menanggulangi terorisme. Penandatanganan the ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) pada tahun 2006 merupakan bentuk kemajuan kerjasama lainnya. yaitu implementasi Enterprise for ASEAN Initiative (EAI). 3-5 Juli 2008 menilai masih banyak revisi dalam draft agreement yang akan disepakati. 58 . Belum terdapat mekanisme pendanaan khusus dalam kerangka kerjasama ASEAN-US. pledge bantuan khusus untuk kawasan biasanya ditetapkan dalam kerangka suatu inisiatif atau program. energi. Tujuan akhir EAI adalah terwujudnya berbagai bilateral free trade yang dapat lebih mendekatkan ASEAN dengan AS. Dalam rangka intensifikasi kerja sama ASEAN-Jepang. ASEAN Washington Committee dan ASEAN-US Business Council (ABC) untuk sektor swasta. Komitmen kerjasama strategik lain yang perlu menjadi perhatian antara lain dalam bidang counter terrorism dengan ditandatanganinya the ASEAN-US Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism.Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). TIFA merupakan tindak lanjut dari program kerjasama ASEAN-AS. dan untuk kerjasama nyata guna meningkatkan kemampuan ASEAN melalui pertukaran informasi intelijen dan capacity building. akses pasar. baik dari kalangan Intelijen. ASEAN Regional Forum (ARF). EAI merupakan inisiatif Presiden Bush yang disampaikan kepada para Pemimpin ASEAN di sela pertemuan APEC di Los Cabos. Imigrasi. disepakati untuk mengkonsolidasi semua trust funds tersebut menjadi Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). 23 Juli 2008. di Singapura. Mekanisme kerjasama di bidang pembangunan dan ekonomi perdagangan yang telah well established antara lain ASEAN-US Cooperation Plan (ACP) dan ASEAN Development Vision to Advance Economic Integration (ADVANCE). Melalui kedua mekanisme itulah. e-Marketing. yaitu di bidang ekonomi. akses modal dan alih teknologi dan people-to-people contacts. disaster management dan lingkungan. Dalam konteks ini. counter terrorism dan penanganan kejahatan lintas negara lainnya. ASEAN-US SOM TC. ASEAN dan AS telah menetapkan 8 (delapan) bidang prioritas implementasi. integrasi regional. e-Business Learning. Bea Cukai. Mekanisme kerjasama ASEAN dan AS dilakukan antara lain melalui forum-forum: ASEAN-US Dialogue. Workshop on Cyber-crime dan Workshop on Building Capacity to Combat Impacts of Aquatic Alien Species and Associated Transboundary Pathogens in ASEAN Countries. Namun hal tersebut tidak dapat dilaksanakan karena Pertemuan ASEAN Committee on Science and Technology (COST) ke-55 di Manila. Capability Mature Model Programme. Untuk itu. finalisasi dan penandatanganan ASEAN-US Science and Technology Agreement direncanakan dapat dilakukan pada PMC+1 session with US. ICT. kesehatan. transportasi. Kerjasama di bidang terorisme juga dilakukan dalam kerangka ASEAN Regional Forum.

serta telah menandatangani the Agreement on Trade in Services pada tanggal 21 November 2007 di Singapura. Kerjasama ASEAN-RoK meliputi bidang ekonomi. kerjasama ASEAN-RoK telah berkembang dalam bidang trade. tourism. health. Total nilai perdagangan ASEAN-RoK mengalami peningkatan sebesar 9. AS juga menegaskan komitmen atas ASEAN-US Enhanced Partnership.8 milyar menjadi US$ 31. Selain itu. pengusaha dan masyarakat mengenai hubungan kerjasama ASEAN-AS.5 milyar pada tahun 2007. Hal ini juga menjadikan RoK sebagai negara non-ASEAN ke-6 dan negara ASEAN+3 terakhir yang mengaksesi TAC. yang bertujuan mewujudkan kerjasama yang lebih erat dan lebih terarah di masa mendatang. ASEAN menghimbau agar AS bersedia untuk mengaksesi TAC. Deplu bekerjasama dengan Kedubes AS di Jakarta telah menyelenggarakan seminar ASEAN-US Enhanced Partnership bulan Agustus 2007 di Jakarta sebagai satu upaya meningkatkan awareness kalangan akademik. dan ASEAN-RoK Joint Planning and Review Committee (JPRC).Hal ini diwujudkan dengan ditandatanganinya Plan of Action (POA) untuk mengimplementasikan berbagai komitmen dalam Joint Declaration tersebut. kerjasama ASEAN-RoK telah memiliki dasar bagi pengembangan hubungan kerjasama kedua belah pihak di masa-masa mendatang. Dalam KTT ASEAN-RoK di Vientiane.2 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 29. Saat ini. Deplu c. ASEAN-RoK Dialogue.5% dari US$ 52. kemudian menjadi Mitra Wicara penuh pada ASEAN Ministerial Meeting ke-24. ASEAN dan RoK telah menandatangani the Agreement on Trade in Goods pada tanggal 24 Agustus 2006 di Kuala Lumpur dan telah entry into force pada bulan Juni 2007. Secara umum.8 milyar pada tahun 2007. AS cenderung menitikberatkan kerjasama dengan ASEAN dalam penanganan masalah terorisme. Namun sejak peristiwa 11 September 2001.q Ditjen Kerjasama ASEAN telah menyelenggarakan Seminar on Deepening ASEAN-US Relations di Jakarta tanggal 12 Oktober 2006 dan dalam rangka Commemorative Activities. agriculture. 13 Desember 2005. ASEAN dan AS telah menandatangani “ASEAN-US Declaration on Cooperation to Combat Terrorism”. Dengan demikian. Pada Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue di Singapura. Pada tanggal 1 Agustus 2002. Sedangkan nilai impor ASEAN dan RoK meningkat 10. KOREA SELATAN Sejak tahun 1989 Korea Selatan/Republic of Korea (RoK) menjadi Mitra Wicara sektoral. pariwisata. Pertemuan pertama SOMTC plus RoK telah diselenggarakan 59 . Nilai ekspor ASEAN ke RoK meningkat sebesar 8.Pada PMC 10+1 Session with US.5% dari US$ 28. Indonesia meyampaikan harapannya agar AS dapat membantu dalam proses implementasi ASEAN Convention on CounterTerrorism (ACCT) terutama Rehabilitative Program. Dalam rangka sosialisasi dan penggalian input untuk perkembangan ASEAN-AS. Dengan demikian. Nilai FDI RoK di ASEAN meningkat lebih dari dua kali lipat dari US$ 1. perdagangan. Mekanisme kerjasama ASEAN-RoK dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT. ASEAN dan RoK juga berkerjasama dalam meningkatkan upaya menangani isu-isu kejahatan lintas batas. dan bidang politik-keamanan. Pada bulan Juli 2006. Untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan. investment. Adapun kerjasama politik dan keamanan ASEAN-RoK telah ditandai dengan aksesi RoK terhadap TAC pada KTT ASEAN-RoK di Vientiane tanggal 27 Nopember 2004. ASEAN-RoK telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation dan Agreement on Trade in Goods pada tahun 2005. 10 Mei 2008. Sedangkan dalam rangka pembentukan ASEAN-RoK Free Trade Area. 23 Juli 2008.5 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 61.5% dari US$ 21.3 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 2. people to people exchange and narrowing the development gaps. pada KTT ASEAN-RoK ke-9 di Kuala Lumpur. khususnya melalui mekanisme ASEAN Regional Forum (ARF). negara-negara ASEAN menyambut baik kerjasama dengan AS untuk memecahkan permasalahan strategis di kawasan. Di bidang ekonomi.8 milyar pada kurun waktu yang sama. culture. environment. kerjasama pembangunan. tanggal 30 Nopember 2004 telah ditandatangani Joint Declaration on Comprehensive Cooperation Partnership. Penandatanganan ini merupakan komitmen kuat RoK untuk menyumbang bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. ASEAN-RoK sedang dalam proses negosiasi perjanjian dalam bidang investasi. investasi. science and technology. bulan Juli 1991 di Kuala Lumpur. AS merupakan negara mitra wicara ASEAN pertama yang mengangkat duta besarnya untuk ASEAN. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri. transport. human resource development. dan mendorong AS untuk mengaksesi TAC guna meningkatkan perdamaian di kawasan. AS menyampaikan komitmen Pemerintah AS sebagai strategic partner bagi ASEAN yang direfleksikan antara lain melalui pengangkatan Scot Marciel sebagai US Ambassador for ASEAN Affairs. ICT. Dalam bidang development cooperation.3 milyar pada tahun 2007.

65 Tahun 2008. Centre akan memulai kegiatannya dalam bulan November 2008. Sedangkan kerjasama di bidang people-to-people exchange. Untuk melaksanakan Deklarasi Bersama tersebut. para Menteri Luar Negeri ASEAN dan RoK telah menandatangani MoU Pendirian ASEAN-Korea Centre yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan. Negara-negara anggota ASEAN telah menyampaikan bahwa pada prinsipnya dapat mendukung usulan penyelenggaraan summit tersebut tetapi harus diperhatikan mengenai substantive outcome document serta tempat dan waktu pelaksanaan summit tersebut. Investasi dan Pariwisata RoK. disepakati pula pendirian Pusat Promosi Perdagangan. Proyek dan kegiatan dalam kerjasama ASEAN-RoK didanai oleh the ASEAN-RoK Special Cooperation Fund (SCF) dan Future Oriented Cooperation Project (FOCP) Fund yang dibentuk pada tahun 1990 dan 1997. Dokumen dasar kerjasama ASEAN dan China adalah Joint Declaration of the Heads of State/Government of the Association of the Southeast Asia Nations and the People’s Republic of China on Strategic Partnership for Peace and Prosperity yang ditandatangani pada KTT ASEAN-China di Bali tanggal 8 Oktober 2003. Sebagaimana dengan mitra wicara lainnya. Kedua pihak juga akan memperpanjang batas waktu penyelesaian pembahasan Agreements on Trade in Services sampai bulan Nopember 2007. Pihak RoK mengusulkan penyelenggaraan summit pada tanggal 1-2 Juni 2009 di Jeju Island.59 sedangkan jumlah dana FOCP adalah USD 113. China juga telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi Protocol to the Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapons-Free Zone (SEANWFZ). beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain saling kunjung para pegawai negeri. RoK telah menyampaikan komitmennya untuk melipatgandakan bantuan pembangunan kepada ASEAN pada tahun 2009 yang dilontarkan pada KTT ke-10 ASEAN-RoK yaitu peningkatan kerjasama bidang teknologi informasi terkait good governance. dan ASEAN-China Working Group on Development Cooperation (ACWGDC). pemberantasan korupsi dan penanganan bencana alam. para Pemimpin ASEAN dan China mengadopsi Plan of Action to implement the Joint Declaration on Strategic Partnership. CHINA Hubungan kerjasama informal ASEAN-China dimulai pada AMM ke-24 di Kuala Lumpur. Partisipasi Indonesia pada Commemorative Summit tersebut belum dapat dipastikan pada tingkat Kepala Negara mengingat pada waktu yang hampir bersamaan Indonesia menyelenggarakan pemilu legislatif dan Presiden. mempermudah aliran investasi. 29 Nopember 2004. akademisi.457. 60 . Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-China.811. tanggal 21 Desember 2007 di Singapura. China merupakan Mitra Wicara ASEAN pertama yang menandatangani Treaty of Amity and Cooperation pada KTT ASEAN-China di Bali pada tanggal 8 Oktober 2003. RoK telah menyampaikan usulan untuk menyelenggarakan ASEAN-RoK Commemorative Summit pada tahun 2009 dalam rangka peringatan ulang tahun ke-20 ASEAN-RoK Dialogue. pada KTT ASEAN-China di Vientiane. Pada KTT ke-11 ASEAN-RoK. serta Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning tahun 2006. Seluruh negara anggota ASEAN telah meratifikasi MoU on Establishing ASEAN-Korea Centre dan mendepositkan piagam ratifikasinya kepada Sekretariat ASEAN.di Indonesia dengan pembahasan yang mengemuka adalah kerjasama dalam menghentikan pengedaran gelap narkoba dan kejahatan dunia maya. ASEAN-China Joint Cooperation Committee (ACJCC). disaster management dan transnational crime.88. Jumlah dana SCF per tanggal 31 Juli 2008 adalah USD 3. Malaysia. Indonesia terlibat aktif dalam perundingan-perundingan ASEAN-RoK Free Trade Area (FTA). Indonesia meratifikasi MoU ASEAN-Korea Centre dengan Peraturan Presiden No. Mekanisme kerjasama ASEAN-China dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT. RoK. pada bulan Juli 1991 yang kemudia menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada bulan Juli 1996. peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEANRoK terlihat pada upaya capacity building di bidang-bidang terorisme. Selain itu.495. Di bidang peningkatan ekonomi dan perdagangan dengan RoK. ASEAN-China Senior Officials’ Consultation (ACSOC). mendorong kunjungan pariwisata dan pertukaran misi kebudayaan antara negara anggota ASEAN dan RoK . aktivis media dan pemuda yang berlangsung secara reguler.

kerjasama ASEAN dan China juga mengalami peningkatan.9 milyar di tahun 2007. Pada KTT ASEAN-China di Phnom Penh. 10 Januari 2003 dan the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) sebagai confidence-building measures antara pihak-pihak yang berkepentingan. transportasi. Dalam Framework Agreement ini tercakup “special and differential treatment and flexibility” bagi negaranegara CLMV. Sementara itu. Pada KTT ke-10 ASEAN-China. di Singapura. Untuk meningkatkan people-to-people contacts. China telah menawarkan program pelatihan di berbagai bidang untuk 8000 tenaga profesional dari negara-negara ASEAN serta mengundang 1000 pemuda ASEAN berkunjung ke China selama 5 tahun ke depan. 61 . Terkait dengan kesepuluh prioritas kerjasama ASEAN dan China. isu ‘lingkungan hidup’ ditambahkan sebagai prioritas bidang kerjasama ke-11. China juga secara konsisten mendukung upaya integrasi ASEAN dengan memberikan kontribusi dana sebesar USD 1 juta masing-masing kepada ASEAN-China Cooperation Fund dan pelaksanaan Initiative for ASEAN-Integration. MoU on Cultural Cooperation. Selain itu China telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan ASEAN antara lain MoU Between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) and the Government of the People’s Republic of China on Cooperation in the Field of Nontraditional Security Issues di Bangkok. MoU on Transport Cooperation. informasi dan teknologi komunikasi (ICT). Dalam kaitan ini. Investasi ASEAN dan China juga meningkat menjadi USD 48. pariwisata. Dokumen tersebut juga memuat esensi pentingnya peningkatan kerjasama di bidang post-disaster reconstruction and rehabilitation dan bidang penegakan hukum. kedua belah pihak juga telah menandatangani beberapa MoU antara lain: MoU on Cooperation in Information and Communication. telah disepakati untuk mempercepat penyusunan code of conduct in the South China Sea sebagai pedoman untuk mempertahankan perdamaian di Laut China Selatan. ASEAN dan China telah menandatangani Agreement on Trade and Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and China. November 2007. ASEAN dan China telah menyelesaikan negosiasi Agreement on Trade in Good and Service dan mulai diimplementasikan sejak Juli 2007. Selanjutnya pada pertemuan tingkat menteri tanggal 27 Nopember 2004. Kepala Negara memberikan instruksi kepada pejabat senior untuk memfinalisasi Guidelines for the Implementation of the DOC dan menyelenggarakan the ASEAN-China Joint Working Group (ACJWG) on the DOC dalam waktu yang tidak terlalu lama. Di bidang ekonomi. kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan negosiasi Agreement on Investment sebelum KTT ASEAN-China pada Desember 2008. dan Agreement on Dispute Settlement Mechanism between ASEAN and China. para pemimpin ASEAN dan China telah menandatangani ASEAN-China Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation yang merupakan landasan bagi perundingan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). serta pengaturan mengenai “early harvest” bagi barang-barang dan jasa-jasa tertentu. Penandatanganan kedua dokumen tersebut menegaskan tekad ASEAN dan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. Mekong development. China. Jumlah volume perdagangan ASEAN dan China meningkat sebesar 26% dari USD 160 milyar di tahun 2006 menjadi USD 200 milyar di tahun 2007. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEANChina Cooperation.Prioritas bidang kerjasama ASEAN dan China meliputi 10 (sepuluh) bidang: pertanian. ASEAN dan China telah merayakan peringatan 15 tahun hubungan ASEAN-China dengan puncak perayaan ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. di Yangon. Mengenai jangka waktu ACFTA. Myanmar. 30-31 Oktober 2006. Agreement on Investment mengalami kendala dalam mencapai kesepakatan mengenai NonConforming Measures. para Menteri Ekonomi ASEAN dan China telah menjalin interaksi melalui Konsultasi AEM dengan China. Saat ini. Sementara itu ASEAN-China Funds for Public Health dibentuk pada tanggal 22 Juni 2006. Pencapaian penting lainnya dalam kerjasama ASEAN-China selama tahun 2006 adalah dibentuknya mekanisme pertemuan reguler para Menteri Kesehatan ASEAN-China yang bertujuan untuk memajukan kerjasama di bidang kesehatan masyarakat. yang memuat arah strategis bagi pengembangan kerjasama di bidang politikkeamanan. kesehatan publik. Di bidang ekonomi. ekonomi dan sosial-budaya untuk 15 tahun ke depan. 4 Nopember 2002. Pada KTT ASEAN-China ke-11. dan untuk negara-negara CLMV pada tahun 2015. MoU on Sanitary and Phytosanitary Cooperation. sumber daya manusia. disepakati bagi ASEAN-6 pada tahun 2010 dengan fleksibilitas hingga 2012 bagi produk-produk sensitif. mutual investment. budaya. Direncanakan MoU on Media and Information akan ditandatangani pada Pertemuan AMRI (ASEAN Ministers Responsible for Information) pada tahun 2009.

teknologi informasi dan people to people contact. bioteknologi. of implementation of Joint Declaration on Code of Conduct in the South China Sea. MoU on Establishing the ASEAN China Centre dan draft Guidelines. teknologi dan managerial capabilities. Dalam kepemimpinan Indonesia. Pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN dan India pada bulan Juli 2008 telah disepakati peningkatan kerjasama di bidang pemberantasan terorisme. Pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-China di Singapura bulan Juli 2008. Mengembangkan kerjasama di bidang non-tradisional isu (Carrying out cooperation in non-traditional security fields). secara spesifik hubungan kerjasama ASEAN-India diarahkan pada upaya-upaya pengembangan kerjasama di bidang farmasi. Investment and Tourism. ASEAN dan China pada Pertemuan ASEAN-China Joint Cooperation Committee. Beberapa kesepakatan penting antara lain adalah aksesi India terhadap 62 . pengembangan energi alternatif. kerjasama investasi. ASEAN dan China telah sepakat untuk mempercepat pembahasan pembentukan Free Trade Agreement serta pembentukan ASEAN-China Centre for Promoting Trade. tanggal 30 Nopember 2004. Maret 2008 di Chongqing. energy and food security serta climate change. China menyatakan akan menunjuk seorang Duta Besar untuk ASEAN. Memperkuat rasa saling percaya secara politis (Strengthening political mutual trust). Filipina tanggal 14 Januari 2007. Indonesia telah menjadi negara koordinator untuk hubungan kerjasama ASEANIndia sampai tahun 2009. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. ASEAN dan India terus menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kerjasamanya. Untuk kerjasama di masa mendatang. Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ASEAN-India di Vientiane. ekonomi dan sosial budaya. kerjasama di bidang ICT serta MoU ASEAN-China di bidang pertanian. sepakat untuk mengimplementasikan berbagai kegiatan dalam Cetak Biru tiga pilar Komunitas ASEAN bersamaan dengan implementasi ASEAN-China Plan of Action. Secara aktif mendukung upaya pembangunan masyarakat ASEAN dan integrasi ASEAN (Actively supporting ASEAN community building and integration). Pada KTT tersebut. teknologi komunikasi dan informasi. Sebagai tindak lanjut KTT ASEAN-China ke-11. Upaya peningkatan hubungan kerjasama ekonomi ASEAN-China ke tataran yang lebih tinggi (Bringing ASEAN-China economic relations and trade to a new level).Bobot kerjasama ASEAN-China semakin meningkat pada KTT ke-10 ASEAN-China di Cebu. Indonesia menekankan kerjasama ASEAN-India yang berorientasi pada upaya implementasi dari berbagai proyek kerjasama dalam segala bidang. peningkatan kapasitas SDM dalam bidang ilmu pengetahuan. tanggal 5 Nopember 2002 di Phnom Penh. Sejak tahun 2006. Pemasukan diperoleh dari kontribusi pemerintah China dan pengembalian dana dari penyelenggaraan berbagai konferensi. pengembangan sumber daya manusia. Selanjutnya komitmen ASEAN dan India tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan ASEANIndia Partnership for Peace. Dalam kaitan ini. Semenjak dicanangkannya kebijakan ‘Look East Policy’ oleh Pemerintah India. iptek. dan disaster management. para Pemimpin ASEAN dan India menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. para pemimpin ASEAN dan China telah menyepakati antara lain: a. c. Kedua dokumen tersebut merupakan dokumen inti dari dasar pelaksanaan kerjasama kemitraan ASEAN-India saat ini. Sedangkan dalam bidang perdagangan dan investasi. Penyelenggaraan KTT pertama ASEAN-India. dan d. Kamboja. Dalam pertemuan tersebut. Bidang-bidang kerjasama yang diatur di dalam kedua dokumen itu adalah bidang politik. November 2007 di Singapura. peningkatan volume perdagangan hingga mencapai USD 30 milyar. b. kesehatan. INDIA India menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada saat KTT ke-5 ASEAN di Bangkok tanggal 14-15 Desember 1995. khususnya dalam rangka mendorong terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. Pendanaan aktifitas kerjasama ASEAN dan China diwadahi oleh ASEAN-China Cooperation Fund. Pertemuan tersebut juga menghasilkan dokumen kerjasama ASEAN-China yaitu ASEAN-China Agreement on Trade in Services (TIS) of the Framework on Comprehensive Economic Cooperation. ASEAN dan China tengah menegosiasikan draft ASEAN-China Air Service Agreement. hubungan kemitraan ASEAN-India mendapatkan momentum. memperkuat momentum itu. ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut sebagai upaya India mendukung program pengurangan kesenjangan pembangunan di antara negara ASEAN di bawah payung Initiative for ASEAN Integration (IAI). perdagangan dan investasi. disepakati untuk mengembangkan modalitas program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan memperluas kerjasama people-to-people contact dengan menjajaki kemungkinan penyelenggaraan aktivitas exchange programme lainnya dengan target yang berbeda. di bawah koordinasi Indonesia. proses negosiasi pengurangan dan penghapusan tarif untuk perdagangan barang telah dimulai pada Januari 2004. Kerjasama pembangunan tersebut didanai oleh ASEAN-India Cooperation Fund. Laos. ASEAN telah menyelesaikan perundingan Trade in Goods dan akan melakukan negosiasi Trade in Services and Investment. Sesuai dengan Framework Agreement tersebut. khususnya perbedaan penerapan aturan untuk Rules of Origin (RoO). antara lain: program ASEAN-India Media Exchange Programme dimana wartawan ASEAN telah mengunjungi India pada tahun 2006 dan 2007. pada KTT ASEAN-India ke-6 tanggal 21 November 2007. Kegiatan lainnya adalah ASEAN-India Workshop for System Administrators yang berlangsung pada bulan Agustus 2006 dan ASEAN-India Seminar on e-learning pada bulan Nopember 2006. ASEAN dan India tengah berupaya untuk menyelesaikan negosiasi ASEAN-India Free Trade Agreement (AIFTA). India juga menyatakan dukungannya untuk proses integrasi ASEAN. 63 . Pemimpin ASEAN dan India sepakat untuk melembagakan kegiatan ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’. ASEAN dan India menyepakati untuk pengembangan kerjasama khususnya di bidang Iptek. pengembangan SDM dan pariwisata. teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia. Kerjasama pembangunan ASEAN-India selama tahun 2006 meliputi bidang transportasi dan infrastruktur. ASEAN dan India telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and the Republic of India pada KTT ke-2 ASEAN-India tanggal 8 Oktober 2003 di Bali. Sedangkan kemajuan di bidang ekonomi. India membentuk ASEAN-India Science and Technology Fund dengan dana sejumlah USD 1 juta. Laos dan Viet Nam. Untuk meningkatkan kedekatan dan saling pengertian antar masyarakat ASEAN dan India. bioteknologi. bulan November 2007. serta pelaksanaan program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’. ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan ‘ASEAN-India Media Exchange Programme’. Viet Nam dan Myanmar. India juga mendirikan Centres for English Language Training (CELT) di Kamboja. India juga telah mencanangkan pembentukan ASEAN-India Green Fund yang pemanfaatannya akan ditujukan bagi kerjasama di bidang lingkungan hidup. Kerjasama bidang bioteknologi juga dilaksanakan dalam bentuk ASEAN-India Workshop on Bioinformatics yang telah berlangsung untuk kedua kalinya pada bulan Desember 2006. dan 2008 di New Delhi. Seperti halnya Mitra Wicara ASEAN lainnya. Selain itu. Pada KTT ASEAN-India ke 6 di Singapura. bulan Oktober 2003. India mendirikan Entrepeneurship Development Centres (EDCs) di Kamboja. Proyek yang telah berhasil dilaksanakan antara lain kunjungan pengusaha kecil dan menengah ASEAN ke India. seperti antara lain ASEAN-India Parliamentarian Exchange Programme. pada tanggal 9-18 Desember 2007 di India. India akan menyusun Rules of Procedures bagi Fund dimaksud. tanggal 23 April 2008 di Bali. 2007. Setelah mengatasi berbagai kendala. SMEs. pada KTT ke-5 ASEAN-India di Cebu tahun 2007. Di samping itu. Disepakati juga untuk meningkatkan kerjasama ASEAN-India di bidang pertanian dengan membentuk ASEAN-India Ministers’ Meeting on Agriculture yang diharapkan dapat dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN Agricultural Ministers’ Meeting. Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee di Bali pada bulan April 2008 dan ASEANIndia Ministerial Meeting di Singapura pada bulan Juli 2008 mencatat bahwa India secara prinsip menyetujui usulan Indonesia mengenai pembentukan CELT di Indonesia. sebagai bagian dari peningkatan people-to-people contact telah dilaksanakan berbagai program. maka dalam KTT ke-5 ASEAN-India juga disepakati undangan kepada 100 pemuda ASEAN yang terdiri dari 10 orang dari masing-masing negara anggota ASEAN untuk berkunjung ke India dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 60 tahun kemerdekaan India. Dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan. Sejalan dengan kebijakan India “Look East Policy”. Pada Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee (JCC) ke-10. Kegiatan ini bertujuan menciptakan inter-firm linkages antar kalangan pengusaha di masa mendatang. ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’ tahun 2006.Treaty of Amity and Cooperation in the Southeast Asia (TAC) pada KTT ASEAN-India di Bali tanggal 8 Oktober 2003 dan Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada KTT ke-9 ASEAN di Bali.

meteorology dan geophysics. Beberapa bidang prioritas kerjasama yang memungkinkan dilaksanakan di bidang Iptek telah diidentifikasi dalam pertemuan tersebut antara lain biotechnology. pariwisata. pertukaran informasi mengenai perdagangan dan investasi serta sebagai forum interaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama perdagangan dan ekonomi ASEAN-Rusia. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerjasama politik ASEAN-Rusia juga terus meningkat sejalan dengan aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Sebagai tindak lanjut. di Phnom Penh. Disamping itu. kejahatan transnasional. Indonesia juga mengusulkan kerjasama di bidang pembarantasan terorisme. tanggal 29 Nopember 2004 di sela-sela KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Kerja sama ASEAN-Rusia secara komprehensif baru terbentuk tahun 2005 sejak ditandatanganinya dokumen-dokumen penting antara lain: Joint Declaration of the Heads of State/Government of ASEAN and Russian Federation on Progressive and Comprehensive Partnership. Stability and Security in the Asia-Pacific Region. serta Agreement between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations and the Government of the Russian Federation on Economic and Development Cooperation (berlaku sejak tanggal 11 Agustus 2006). Kamboja bulan Juni 2003 pada saat pertemuan ASEAN PMC+1 Session with Russia. sampai 31 Juli 2008 tersisa dana sebesar USD 6. Indonesia secara proaktif berupaya meningkatkan kerjasama tersebut melalui bidag-bidang energy security. teknologi inforasi dan komunikasi. Indonesia sedang mengupayakan pemanfaatan ASEAN-India Fund untuk proyek ASEAN Networking for Agriculture Vulnerability to Exceptional Climate dan the Indian Ocean Dipole Mode. pembuatan obat-obatan dengan harga terjangaku dan disaster management. sumber daya manusia. Joint Declaration on Cooperation to Combat International Terrorism tahun 2004. Stability and Security in the Asia-Pacific Region tahun 2003. Russia. lingkungan hidup. yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum ASEAN. El Nino Southern Oscillation (ENSO) and Monsoon Interaction and Their Socio-Economic Impact on ASEAN-Indian Nations. dimana Pemerintah India memberikan kontribusi dana sejumlah USD 7. Sidang ASEAN Standing Committee (ASC) 4/30 di Bali bulan Mei 1997 sepakat untuk mewadahi kerjasama sosial budaya ASEAN-Rusia di bawah “ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee” (ARJCC).Komitmen India dalam meningkatkan hubungan ASEAN-India terlihat dari kontribusi yang diberikan kepada ASEAN antara lain diwujudkan dengan adanya ASEAN-India Fund. Peningkatan kerjasama politik ASEAN-Rusia ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on the Ministers of Foreign Affairs of Russia and Member States of the Association of South East Asian Nations on Partnership for Peace. Pertemuan pertama kelompok kerja tersebut diselenggarakan pada tanggal 19 September 2002 dengan tujuan untuk memfasilitasi usaha. kesehatan. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi ASEAN-Rusia membentuk ASEAN-Russia Working Group on Trade and Economic Cooperation (ARWTEC). pada tanggal 2-3 Nopember 2006. kebudayaan serta peningkatan people-to-people contacts. new materials. Laos.390 guna membiayai proyek kerjasama ASEAN-India. RUSIA Kerja sama ASEAN-Rusia telah dimulai sejak tahun 1991. Indonesia berupaya untuk meningkatkan kerjasama kemitraan ASEANIndia dalam upaya mendukung terwujudnya ASEAN Community 2015 dengan mengedepankan kepentingan Indonesia. India telah menyetujui usulan Indonesia mengenai pendirian ASEAN-India Center for English Language Training di Jakarta. investasi dan ekonomi.627. Dasar pertimbangan untuk membentuk kemitraan tersebut adalah status Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. information technology. besarnya pasar ekonomi Rusia serta sumber daya alam yang dimilikinya juga merupakan peluang bagi ASEAN untuk lebih meningkatkan hubungan dengan Rusia di bidang-bidang pembangunan.60. ilmu pengetahuan dan teknologi. bio-teknologi.396.380. Rusia secara resmi menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada Sidang AMM/PMC ke-29 di Jakarta bulan Juli 1996. Kemajuan-kemajuan yang berkelanjutan dalam bidang dialog politik antara lain dapat dilihat dengan adanya penandatanganan Joint Declaration on Partnership for Peace. serta aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) in Southeast Asia 64 . microelectronics. perdagangan. farmasi. Secara umum dapat dikatakan bahwa kemajuan yang telah dicapai dalam kemitraan ASEAN-Rusia baru pada tataran politis. Terms of Reference on ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) dan ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) yang dihasilkan pada pertemuan ke-5 ARJCC di Moskow. Dari dana tersebut. Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russian Federation 2005-2015. Sebagai country coordinator. korupsi dan memajukan good governance serta perlindungan dan pemajuan HAM.

good governance dan kegiatan lain terkait Treaty of Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. yakni: disaster management. Dana bantuan ini telah diberikan oleh Rusia dalam Pertemuan ASEAN-Russia Joint Planning Management Committee (ARJPMC) dan ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) di St. Namun demikian hubungan keduanya baru terasa sejak awal dasawarsa 70-an. pertanian dan kehutanan. Petersburg. khususnya penyaluran dana melalui Partnership Facility. keuangan.tahun 2004. Upaya tersebut antara lain dengan mengusulkan diselenggarakannya pengajaran bahasa Rusia bagi tour operator negara-negara ASEAN. tanggal 8-10 Oktober 2008. moneter dan jasa-jasa asuransi. Draft Agreement on Cultural Cooperation. transportasi. Pada tahun 1977 UNDP resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN dan merupakan satu-satunya badan multilateral yang mendapat status sebagai Mitra Wicara. Proyek tersebut secara prinsip telah disetujui oleh ASEAN dan juga didukung oleh sectoral bodies ASEAN (Task Force on Tourism Manpower Development) serta Rusia. Inisiatif ini pada tahun 1972 menghasilkan dasar-dasar kerjasama ASEAN dalam bidang pengembangan industri. tanggal 1 Juli 2008 di Myanmar. UNDP sebagai mitra ASEAN yang tertua banyak memberikan bantuan kepada ASEAN. UNDP Hubungan ASEAN dengan United Nations Development Programme (UNDP) telah dimulai hampir sejak dibentuknya ASEAN pada tahun 1967. Mekanisme dialog disesuaikan dengan kerangka kerja regional atau inter-country missions dari UNDP untuk kawasan ASEAN. pengungsi. 65 . berdasarkan keputusan Pertemuan Sub-Committee on Culture of the 43rd Meeting of the ASEAN Committee on Culture and Information. Pada bulan Juni 2007 Rusia telah mengucurkan dana sejumlah US$ 500 ribu untuk pendanaan proyek kerja sama ASEAN-Rusia yang tercakup dalam skema ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF). bantuan teknis untuk negara-negara CLMV. namun masih menunggu komitmen Rusia untuk implementasinya. Selanjutnya pada pertemuan ASEAN-UNDP Working Breakfast di Kuala Lumpur pada tanggal 28 Juli 2006. Bantuan UNDP pada umumnya ditujukan untuk mendorong ASEAN dalam upaya menciptakan integrasi ekonomi regional dalam bentuk studi penelitian maupun program-program pembangunan. Peran Indonesia dalam hubungan kemitraan ASEAN-Rusia terlihat melalui upaya untuk mendesak Rusia agar segera mengimplementasikan Comprehensive Programme of Action 2005-2011. Agreement on Cultural Cooperation dan MoU on the Establishment of the ASEAN Centre in Moscow masih dalam proses finalisasi. Dalam kesempatan Post Ministerial Conference Session (PMC) with Russia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura telah diadopsi Roadmap on the Implementation of Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russia 2005-2015 Russia yang merupakan acuan kegiatan konkret tindak lanjut ASEAN-Russia Plan of Action. telah disepakati peningkatan kerjasama ASEAN-UNDP dengan memasukkan isu-isu baru sebagaimana termuat dalam Vientiane Action Programme (VAP). Salah satu proyek yang akan dibiayai dengan menggunakan DPFF adalah proyek usulan Indonesia “Russian Language Course for ASEAN Tour Operators”. masih akan dibahas pada Pertemuan ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Culture and Art (SOMCA) tahun depan. mengingat meningkatnya turis Rusia yang mengunjungi negara-negara ASEAN. PAKISTAN Dialog sektoral ASEAN–Pakistan secara resmi terbentuk melalui Exchange of Letters mengenai pembentukan ASEAN–Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee (APJSCC) antara Sekjen ASEAN dan Menteri Luar Negeri Pakistan pada tanggal 29 Mei 1997. Namun hingga saat ini belum ada satupun proyek yang berhasil dibiayai dari dana tersebut. Dalam kesempatan PMC dengan Rusia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. Rusia kembali menyampaikan akan memberikan dana tambahan kontribusi untuk ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) sebesar US$ 500 ribu tahun ini. Hubungan ASEAN dengan UNDP semakin dekat dengan diluncurkannya Program Sub-Regional ASEAN-UNDP pada tahun 1990 yang bertujuan untuk membantu ASEAN menyusun langkah-langkah dalam mengadakan kerjasama regional. Rusia masih memperlihatkan adanya keinginan untuk menjadi partisipan dalam East Asia Summit. ketika UNDP mensponsori suatu kegiatan pendidikan selama dua tahun dan melibatkan sebanyak 41 tenaga ahli internasional untuk membantu inisiatif pertama ASEAN dalam kerjasama ekonomi.

dan kerjasama di bidang sumber daya alam mineral. Pakistan juga telah menandatangani protokol aksesi terhadap TAC dan menjadi anggota ARF. kejahatan ekonomi internasional (international economic crime). para Menteri mengadopsi konsep untuk mengatasi kejahatan lintas batas negara seperti terorisme. sumber daya manusia. Dalam kaitan ini. EASG. Adapun APBC yang terdiri dari ASEAN Chamber of Commerce and Industry (ASEAN-CCI) dan Federation of Pakistan Chamber of Commerce and Industry (FPCCI). ASEAN PLUS THREE (APT) Kerjasama ASEAN Plus Three (ASEAN+3/APT) dimulai dengan diselenggarakannya KTT Informal di Malaysia bulan Desember 1997. Pakistan telah menyampaikan komitmen untuk memberikan kontribusi sebesar US$ 1 juta kepada ASEAN-Pakistan Cooperation Fund. terdiri dari para pejabat pemerintah dan bertugas mengevaluasi rekomendasi EAVG. 5 Juni 2006. ASEAN-Islamabad Committee (AIC) dan ASEAN-Pakistan Business Council (APBC). Dalam kesempatan yang sama. Pada tahun 2001. perdagangan manusia (trafficking in persons). tanggal 10 Januari 2004. ASEAN Plus Three telah mengadakan berbagai kerjasama untuk menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas lainnya. penyelundupan senjata (arms smuggling). dan 9 rekomendasi jangka menengah-panjang sebagai langkah konkret yang perlu mendapat prioritas. EAVG. telah menghasilkan 17 rekomendasi jangka pendek. ASEAN Plus Three menekankan komitmen untuk peningkatan kerjasama dalam berbagai bidang. ASEAN Plus Three kemudian dilembagakan melalui kesepakatan dalam Joint Statement on East Asia Cooperation pada saat KTT ke-3 ASEAN`Plus Three di Manila tahun 1999. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three juga menghasilkan kesepakatan dengan fokus kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan. para Menteri sepakat untuk menerima Pakistan sebagai anggota ARF. Munculnya kerjasama ASEAN Plus Three dipicu oleh adanya krisis ekonomi Asia yang telah menimbulkan kesadaran akan pentingnya menggalang kerjasama dengan negara-negara besar di wilayah Asia Timur. pencucian uang (money laundering). merupakan forum hubungan bisnis antara kalangan swasta kedua belah pihak khususnya kerjasama pengusaha kecil dan menengah. Pemerintah Pakistan juga memberikan program beasiswa Prime Minister’s Scholarship for ASEAN Countries di bidang studi Teknologi Informasi (S1) dan Business Management (S2).Peresmian pembentukan hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan diselenggarakan di Islamabad pada tanggal 5-7 Nopember 1997 yang membahas modalitas hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan meliputi APJSCC. Di bidang politik-keamanan. penanganan bencana alam. yang diadakan di Ha Noi untuk pertama kalinya. perdagangan dan pembangunan termasuk pengembangan bilateral swapt arrangements dari Chiang Mai Initiative sejumlah US$ 75 milyar. dan Republik Korea. pembangunan). Juni 2003. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. Kerjasama di bidang ekonomi diatur dalam Chiang Mai Intiative (CMI) yang terdiri dari Bilateral Swap Arrangements (BSAs) dan ASEAN Swap Arrangement (ASA). AIC yang terdiri dari para Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Islamabad. China dan Jepang bersedia menjadi 66 . Selain itu. keuangan. sejak tahun 2003 telah diselenggarakan ASEAN SOM Plus Three Consultation on Transnational Crime (SOMTC+3). informasi. khususnya bidang ekonomi dan sosial (kerjasama ekonomi. perdagangan obat terlarang (illicit drug trafficking). pengentasan kemiskinan. budaya. Selanjutnya pada tahun 2002. Selain itu. Iptek. kelompok yang terdiri dari para intelektual dari negara-negara ASEAN Plus Three. Jepang. pembajakan di laut (sea piracy). dan bidang politik (termasuk isu-isu lintas batas negara). Untuk memperkuat kerjasama ASEAN Plus Three telah dibentuk the East Asia Vision Group (EAVG) dan the East Asia Study Group (EASG) tahun 2002. para pemimpin ASEAN Plus Three sepakat untuk memperluas kerjasama bidang ekonomi. dan cyber crime. menghasilkan rekomendasi bagi kerjasama regional Asia Timur di masa datang. Asian Bond Market Initiative diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi/keuangan jangka panjang di kawasan. Pada pertemuan ke-3 ASEAN-Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee di Islamabad. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three. Pada pertemuan ini. diselenggarakan pula ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime Plus Three pertama di Bangkok. pada rangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM/PMC) bulan Juli 2004. keuangan. antara para Pemimpin ASEAN dan 3 negara Asia Timur: China. bertugas memfasilitasi hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan. pada Pertemuan ke-36 Menteri Luar Negeri ASEAN di Phnom Penh.

serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengawasi serta menghadapinya. para Pemimpin menyepakati Second Joint Statement on East Asia Cooperation dan ASEAN Plus Three Cooperation Work Plan 2007-2017. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. e. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. Upaya-upaya EAS tersebut akan dilaksanakan secara konsisten dalam memperkuat proses terwujudnya ASEAN Community dan merupakan bagian integral dari evolusi suatu arsitektur kawasan. pilar politik-keamanan. Australia dan Selandia Baru. Meskipun dalam proses EAS ASEAN akan tetap berada pada driver’s seat. KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. Indonesia telah menyelenggarakan workshop on work closely with NGOs in policy consultation and coordination to encourage civic participation and state-civil partnership in tackling social problems pada tanggal 22-23 Oktober 2007 di Jakarta. Pada KTT ke-11. b. tenaga air. Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. Control and Response yang merupakan komitmen negara-negara peserta EAS untuk bekerjasama dalam menghadapi ancaman pandemik avian influenza. Sementara Work Plan 2007-2017 memuat program-program prioritas yang akan menjadi pedoman bersama ASEAN Plus Three selama sepuluh tahun mendatang. d. Selain itu. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force. Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT ke-3. EAST ASIA SUMMIT Pertemuan 1st East Asia Summit (EAS) telah diselenggarakan pada tanggal 14 Desember 2005 di Kuala Lumpur dan dihadiri oleh para Pemimpin ASEAN. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Indonesia telah menjadi prime-mover dari beberapa measures yang direkomendasikan oleh East Asia Study Group (EASG). produksi dan penggunaan bio-fuel. Program-program di bawah East Asia Studies Group Measures yang relevan juga dijadikan bagian dari implementasi Work Plan 2007-2017. pilar ekonomi dan pilar sosial-budaya. c.penyelenggara kegiatan-kegiatan tersebut. 67 . India. KTT EAS ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2007 di Cebu dan membahas energy security sebagai fokus utama yang menghasilkan Deklarasi yang ditandatangani oleh para Kepala Negara EAS. yang bertujuan untuk mencapai sebagai berikut: a. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. Pertemuan telah menyepakati Kuala Lumpur Declaration on the East Asia Summit yang merupakan cerminan pandangan bersama bahwa EAS dapat memainkan peranan penting dalam proses pembentukan komunitas di kawasan. China juga berinisiatif untuk mendirikan pusat monitoring regional bagi penyakit menular dan keinginan Jepang sebesar US$ 67 juta untuk penanganan Avian Influenza. Sementara itu. Jepang. perluasan sistem energi terbarukan. untuk pelaksanaan komitmen medium and long-term measures. hingga tahun 2008 Indonesia telah mengimplementasikan short-term measures dalam kerangka “promotion of East Asia Studies” dengan tiga kali menyelenggarakan promotion of language programme untuk ASEAN Plus Three Officials di Yogyakarta dan Bandung. Republik Korea. namun rasa ownership diantara para peserta EAS non-ASEAN akan tetap dipelihara. China. Deklarasi lain yang dihasilkan dalam pertemuan EAS pertama adalah East Asia Summit Declaration on Avian Influenza Prevention. ASEAN Plus Three pada bulan November 2007 di Singapura. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. Second Joint Statement dimaksud bertujuan untuk mendorong terciptanya ASEAN Community 2015 melalui 3 pilar yaitu. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Indonesia juga telah dua kali menyelenggarakan APT Senior Diplomatic Training Course selama 2 bulan di Jakarta. Menindaklanjuti komitmen Presiden RI dalam kerjasama APT.

urban environmental management and education for sustainable development. Peran Indonesia dalam EAS misalnya terlihat pada kerjasama keuangan. telah diselenggarakan Environtment Ministerial Meeting (EMM) di Ha Noi. dan telah menandatangani Singapore Declaration on Climate Change. New Zealand. Pertemuan Kedua Task Force telah mendengarkan presentasi dari Jepang. integrasi pasar energi dan bio-fuels. India dan New Zealand. Energy. Sebagai tindak lanjut pada 3rd EAS. TOR dimaksud akan menjadi dokumen rujukan bagi operasionalisasi EAS Energy Cooperation Task Force. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force yang berlangsung di Auckland. Pada tanggal 9-10 September 2008. serta penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. masing-masing untuk isu efisiensi dan konservasi energi. particularly on emissions from agriculture. Bank Indonesia bersama Australia Treasury telah menyelenggarakan Workshop on East Asian Summit (EAS) Regional Financial Cooperation and Integration (RFCI) pada tanggal 10 September 2007 di Jakarta. telah diresmikan ERIA Annex Office dengan proyek awal “Developing a Roadmap toward East Asian Economic Integration” dan “Energy Security in East Asia”. sebagaimana dinyatakan oleh Perdana Menterinya pada KTT Asia Timur ke-2. para pemimpin secara khusus membicarakan masalah energy. me-review status integrasi ekonomi di antara Negara anggota EAS dan melakukan analisa terhadap dampak ekonomi CEPEA terhadap negara-negara EAS. Jepang secara khusus telah menyatakan komitmennya untuk menyediakan sejumlah US$ 2 milyar untuk periode 3 (tiga) tahun dalam bentuk bantuan keuangan dan teknis serta pinjaman investasi. Pertemuan Kedua Task Force mencatat pula kesediaan Malaysia. Viet Nam. Jepang akan memberikan pelatihan bagi 500 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait selama 5 (lima) tahun dari negara-negara EAS khusus mengenai penggunaan energi biomass. Dalam rangka kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. integrasi pasar energi dan bio-fuels mengenai isu yang mereka tangani. particularly emissions from rice paddy fields. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force mencatat klarifikasi yang diberikan oleh Jepang bahwa alokasi bantuan pembangunan resminya sebesar US$ 2 milyar. Jepang akan mengkoordinasikan kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. Pelaksanaan oleh para ahli ERIA berada di bawah payung kerja sama EAS dan memiliki fokus pada kajian-kajian strategis guna mendorong integrasi regional dan memperkuat kemitraan di Asia Timur. network for early warning system in terms of disaster risk management. Dalam 2nd EAS Summit para pemimpin EAS sepakat menugaskan para pejabat tingginya mengembangkan usulan Australia guna memperkuat mekanisme regional bidang keuangan. Jepang akan memberikan kepada sekitar 1000 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait. Pertemuan Kedua Task Force menyambut niat Jepang untuk memperluas mekanisme risetnya yang berkaitan dengan pendataan kebutuhan atau konsumsi energi di negara-negara ASEAN+3. environmentally sustainable cities. memulai kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. Kelompok pengkaji telah melaksanakan empat kali pertemuan dan sedang dalam proses penyelesaian laporan akhir rekomendasinya guna diserahkan melalui para Menteri Ekonomi pada 4th East Asia Summit tahun 2008. and the Environment yang menugaskan para menteri terkaitnya untuk melakukan tindak lanjut atas diskusi tersebut. environment. Singapura menyangkut integrasi pasar energi. research on agriculture. monitoring network on climate change. Pertemuan Pertama EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF) telah berlangsung di Singapura pada tanggal 1 Maret 2007 dan menyepakati Kerangka Acuan (TOR) EAS ECTF. Departemen Keuangan. Dalam hal ini Indonesia c. Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA) yang digagas oleh Jepang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan kerangka kerja sama bagi integrasi ekonomi di Asia Timur. merupakan bantuan berbasis bilateral. para pemimpin telah menyepakati pembentukan ERIA (gagasan Jepang). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memfokuskan kerjasama di masa depan pada bidang-bidang climate change. coastal and marine environment.q. agar meliputi pula negara-negara EAS seperti Australia. serta mengirimkan 500 pakar pertaniannya ke negara-negara EAS dalam periode 5 (lima) tahun untuk mempromosikan pentingnya efisiensi dan konservasi energi. pada tanggal 26 Maret 2007 telah mensahkan kerangka acuan (TOR) dari EAS Energy Cooperation Task Force. 68 . waste management. integrasi pasar energi. climate change and sustainable development.Pada EAS ke-3 di Singapura tanggal 21 November 2007. Australia dan India untuk menjadi co-chairs kerjasama energi EAS. Mengenai isu bio-fuels dan upaya negara-negara EAS untuk menjajagi sumber-sumber energi baru atau alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Singapura dan Filipina masing-masing selaku lead-focals untuk isu efisiensi dan konservasi energi. dan Filipina berkaitan dengan penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. dan bukan berbasis multilateral. Pada 18 September 2008.

Selain itu dapat dielaborasi kerjasama di bidang pariwisata dan energi. Tujuannya adalah mengembangkan kerjasama ekonomi. Kedua pihak berusaha untuk mengidentifikasi dan mengelaborasi beberapa bidang kerjasama. pariwisata. Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-ECO ke-7 dilaksanakan pada tanggal 27 September 2004 di New York. ASEAN-ECO sepakat untuk membentuk Work Plan guna implementasi MoU tersebut. separatisme dan kejahatan lintas batas negara. Kuwait. pengembangan pengusaha kecil dan menengah (SMEs) serta pariwisata. ASEAN-GCC Dewan Kerjasama Teluk (The Gulf Cooperation Council/GCC) merupakan suatu organisasi regional di kawasan Arab yang beranggotakan Arab Saudi. Pakistan dan Turki. Dalam perkembangannya kemudian GCC juga memasukkan unsur kerjasama keamanan dalam kegiatan organisasinya. lingkungan hidup dan memperkuat keterkaitan sejarah dan budaya di kawasan. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-ECO telah diselenggarakan sebanyak 7 (tujuh) kali. pengawasan narkotika dan obat-obat terlarang. penanggulangan narkotika. Dalam ASEAN SOM 6 November 2006. Kazakhstan. Selain itu. Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SCO telah menandatangani MoU pada tanggal 21 April 2005 di Jakarta. ASEAN – ECO Economic Cooperation Organization (ECO) didirikan bulan Januari 1985 sebagai pengganti Regional Cooperation of Development (RCD) yang didirikan tahun 1964 yang pada waktu itu hanya beranggotakan Iran. SCO memfokuskan diri untuk penanganan masalah-masalah keamanan seperti ancaman terorisme. dengan ASEAN sebagai driving force. Pada tahun 2006. lingkungan hidup. Uzbekistan. Oman. Kyrgyztan.Dalam Ad-hoc Consultation Meeting yang berlangsung di Singapura bulan Mei 2008 delegasi Indonesia telah mengusulkan kemungkinan perluasan keanggotaan Network of East Asia Think Tanks (NEAT) yang sebelumnya hanya beranggotakan para think-tanks ASEAN Plus Three untuk meliputi pula think-tanks dari India. liberalisasi ekonomi. 69 . ASEAN-SCO Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah organisasi yang didirikan di Shanghai pada 15 Juni 2001 oleh enam negara yaitu China. seperti penanganan kejahatan lintas batas negara yang mencakup kontra-terorisme. Turkmenistan. ASEC menekankan pula perlunya dana. pembangunan sosial. Kirghizstan. SCO merupakan kelanjutan dari Shanghai Five Mechanism (SCO tanpa Uzbekistan) yang didirikan untuk memperkuat confidence-building dan disarmament di sepanjang perbatasan negara-negara tersebut. yaitu Azerbaijan. Peran Indonesia pada EAS antara lain berupaya menjadikan EAS sebagai sarana yang ditujukan untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015 dan berkembang secara evolutif dan saling mendukung dalam perkembangan arsitektur regional Asia Timur. MoU ini akan melandasi kerjasama kedua belah pihak dalam berbagai bidang. ASEAN-ECO telah menandatangani MoU kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. dan budaya. dan Qatar yang dibentuk pada tahun 1981. terutama narkotika. Tajikistan.) Moscow 21-22 Juni 2006. penyelundupan senjata. Sebagai tindak lanjut. MoU tersebut menandai tataran baru dalam sebelas tahun kerjasama kedua organisasi. sosial. Pada tahun 1992. Bahrain. Dalam perkembangannya. Tujuan ECO adalah pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. Rusia. dikemukakan adanya kemungkinan untuk menciptakan hubungan antara SCO’s Regional Anti Terrorist Structure (RATS) di Tashkent dengan counter terrorism centre di negara-negara ASEAN. Beberapa delegasi menyatakan dukungan terhadap usulan ini dan pertemuan menyepakati untuk mempertimbangkan lebih lanjut kemungkinan ini. karena ketiadaan dana merupakan hambatan dalam implementasi kerjasama Sekretariat ASEAN-SCO. kerjasama energi khususnya hydroelectric power dan biofuels. Mekanisme hubungan antara ASEAN dan ECO adalah Pertemuan Tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan ECO pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB di New York yang telah diselenggarakan sejak tahun 1995. Australia dan New Zealand. kerjasama ini mencakup bidang ekonomi dan keuangan. Kazakhstan. Tajikistan dan Uzbekistan. Hal tersebut dikemukakan dalam pertemuan the 4th ASEAN-Russia Joint Planning and Management (JPMC. dan Afghanistan. pencucian uang dan human trafficking. seperti counter terrorism. infrastruktur transportasi dan komunikasi. anggota ECO diperluas meliputi negara-negara Asia Tengah. Persatuan Emirat Arab. dan ditegaskan dalam AMM/PMC ke-39.

di Islamabad. 7-9 Mei 1991 di Kuala Lumpur dan pertemuan menyepakati bahwa kerjasama di antara kedua organisasi hanya pada tingkat antar Sekretariat. Sekretaris Jenderal GCC juga berencana untuk berkunjung ke Sekretariat ASEAN di Jakarta. kedua organisasi sepakat untuk mengembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang. Keinginan SAARC untuk menjalin kerjasama dengan ASEAN pertama kali dibahas pada pertemuan ASEAN Standing Committee ASEAN 5/24. SAARC menginginkan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Pertemuan pertama tingkat menteri antara ASEAN dengan SAARC berlangsung pada tanggal 25 September 1998 di New York. ASEAN SOUTHERN AFRICAN DEVELOPMENT COMMUNITY (SADC) Hubungan ASEAN-SADC dimulai pada tahun 1995 pada tingkat antar Sekretariat. Pada tahun 2006. ASEAN-GCC telah menyelenggarakan pertemuan di sela-sela Sidang ke-61 Majelis Umum PBB di New York. antara lain wakil Sekretariat ASEAN menghadiri pertemuan the SAAR Committee of Experts Meeting on South Asia Free Trade Area (SAFTA). Pertemuan membahas mengenai kemungkinan diadakannya suatu konferensi yang dikoordinasi bersama oleh Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN. Sekjen ASEAN dan Sekjen SADC.Hubungan formal ASEAN-GCC dilakukan pada tahun 1990 yang dilontarkan pertama kali oleh Menteri Luar Negeri Oman yang pada waktu itu sebagai Ketua Dewan Menteri GCC. 26-28 Mei 2008. 70 . Sebagai hasil pembahasan dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN-SAARC yang diselenggarakan sejak tahun 2002. Indonesia mengadakan pertemuan dengan SADC di Sekretariat SADC. khususnya skema pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Dari ASEAN. dan (ii) langkah-langkah meningkatkan perdagangan dan investasi. Pertemuan informal ASEAN-SADC dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1996 di Singapura pada kesempatan Konferensi Tingkat Menteri WTO. ASEAN mendirikan ASEAN Riyadh Committee (ARC) untuk membantu meningkatkan hubungan ASEAN-GCC. ASEAN-AASROC Asian-African Sub-Regional Organisations Conference (AASROC) merupakan suatu forum untuk memfasilitasi kerjasama antara Asia dan Afrika. para Menteri Ekonomi SADC. Sekretariat ASEAN telah menyumbangkan dua studi mengenai proses AASROC yaitu: (i) pengalaman pertumbuhan ekonomi East Asia. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan oleh kedua pihak dibawah Work Plan tersebut. Dalam pertemuan tersebut. ekonomi. Hubungan kerjasama ASEANGCC dikembangkan melalui kerangka kerjasama antar Sekretariat. Pada bulan Juli 2004. Bostwana. serta kerjasama eksternal. dalam kesimpulan akhir workshop yang diadakan di Sekretariat ASEAN. Pertemuan dihadiri oleh para Menteri Ekonomi ASEAN. ASEAN-SAARC Kerjasama Regional negara-negara Asia Selatan (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) dibentuk pada tanggal 8 Desember 1985 dalam suatu Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asia Selatan di Dhaka. Arbitration and Avoidance of Double Taxation. Pertemuan AASROC I di Bandung bulan Juli 2003 dan Pertemuan Kelompok Kerja AASROC di Durban bulan Maret 2004 menyepakati Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN akan bekerjasama untuk menyelenggarakan Konferensi Pertama AASROC. sebagai awal menuju Pertemuan ASEAN-SADC. kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan organisasi masing-masing dan berbagai kerjasama regional di bidang politik. Pakistan. Sekretariat ASEAN-SAARC telah menyetujui Partnership Work Plan (2004-2005) dan Guidelines for ASEAN-SAARC Secretariat’s Partnership. untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan ASEAN. Sekretariat ASEAN memberikan informasi tentang ASEAN Cooperation on Investment dan ASEAN Industrial Cooperation (AICO) Scheme kepada pertemuan the SAARC Inter-Governmental Expert Group (IGEG) on Investment. Pada tahun 2000. tanggal 19-21 Januari 2004. namun beberapa kali rencana itu batal dilaksanakan. 5-7 Mei 2004. Dalam kesempatan tersebut. Sekretaris Jenderal ASEAN telah mengadakan kunjungan resmi ke Sekretariat GCC pada tanggal 15 April 2007. terutama di bidang investasi dan perdagangan serta energi.

seperti pertukaran informasi dan pengalaman. Topik utama pertemuan tersebut adalah exchange of views mengenai Developments in the International Financial Situation dan East Asia-Latin America Forum (EALAF). Sampai saat ini. Panama. belum ada perkembangan yang berarti dalam hubungan kerjasama antara ASEAN dengan Rio Group. Sekjen MERCOSUR menyampaikan undangan kepada Sekjen ASEAN untuk menghadiri Presidential Summit of MERCOSUR pada tanggal 17-18 Desember 2007 di Montevideo. Pada tahun 1999. di sela-sela Sidang. Mrs. Pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Rio Group diselenggarakan di New York pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB. Bolivia. pembangunan tsunami early warning system. Ecuador. Sebelumnya pada tanggal 22 September 2006. 2. Hubungan ASEAN dan PBB semakin kuat paska terjadinya bencana Cyclon Nargis di Myamar. MoU tersebut merupakan perangkat kerjasama untuk membentuk kemitraan ASEAN-UN yang meliputi kerjasama di bidang politik. Chile. Uruguay. pengentasan kemiskinan dan pemberantasan terorisme. Maria del Rosario Green Macias. di Yangoon. Sekretaris Jenderal ASEAN hadir selaku pengamat. Brazil. ASEAN-MERCOSUR Mercado Commun Del Sur/The South Common Market (MERCOSUR) dibentuk pada tanggal 26 Maret 1991 oleh 4 negara Amerika Latin yaitu Argentina. Uruguay dan Venezuela.E. dan Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-61. Proses integrasi ekonomi MERCOSUR berjalan sangat lambat karena terkait dengan permasalahan- 71 . kerjasama dalam mengimplementasikan program-program dalam upaya memelihara perdamaian dan keamanan regional dan internasional serta mempercepat pencapaian MDGs.ASEAN-RIO GROUP Rio-Group mempunyai 12 negara anggota yaitu: Argentina. Diantara hasil pengamatan Sekjen ASEAN adalah: 1. Pada tanggal 25 Mei 2008. Peru. dilakukan oleh ASEAN-UN-Myanmar Tripartite Core Group yang dibentuk untuk segera melaksanakan tugas-tugasnya. Paraguay. ASEAN dan PBB mengadakan the ASEAN and UN Chairmen of the Myanmar Cyclon Nargis Pledging Conference yang dihadiri 51 negara. Brazil. Paraguay. ASEAN dan PBB sepakat untuk menjalin kerjasama yang baik untuk menangani berbagai masalah crucial seperti avian flu. Pertemuan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri RI. ASEAN-MERCOSUR sepakat untuk mencari cara-cara memperkuat ikatan kerjasama kedua pihak. Dalam pertemuan tersebut. MERCOSUR ingin mendalami modalitas pengelolaan proses integrasi ekonomi ASEAN dan kebijakannya yang eksklusif. Columbia. Uruguay dan Venezuela. H. Brazil. Sheikha Haya Rashed Al Khalifa. Negara-negara pendiri MERCOSUR menetapkan tanggal 1 Januari 1995 untuk berlakunya common market dan common tariff. para Menlu ASEAN telah bertemu dengan Sekjen PBB. Mexico. Kofi Annan. Pelaksanaan dan pengawasan bantuan kemanusiaan internasional bagi para korban bencana di Myanmar. Hubungan antara ASEAN-Rio Group yang terjalin selama ini adalah hubungan informal setingkat Menteri yang diawali oleh Pertemuan Tingkat Menteri yang pertama pada tanggal 1 Oktober 1990 di New York. Khusus mengenai pengentasan kemiskinan dan kerjasama pembangunan merupakan 2 (dua) sasaran yang ingin dicapai dunia internasional sebagaimana termuat dalam Millennium Development Goals (MDGs). Myanmar. ASEAN – PBB Keterlibatan ASEAN di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan semakin mendalam dengan diberikannya status peninjau kepada ASEAN oleh PBB pada sesi Sidang Umum organisasi dunia terbesar tersebut tanggal 4 Desember 2006. Pada pertemuan tersebut. Menindaklanjuti pertemuan tersebut. Setelah ASEAN diberikan status Observer pada Desember 2006 yang dinilai sebagai salah satu bentuk pengakuan PBB terhadap eksistensi ASEAN sebagai salah satu organisasi regional. ekonomi dan sosial-budaya. pada tahun 2007 kerjasama ASEAN-PBB ditingkatkan melalui penandatanganan MoU on ASEAN-UN Cooperation. Kontak awal antara ASEAN dan MERCOSUR dimulai ketika para Menlu ASEAN dan MERCOSUR mengadakan Informal Breakfast Meeting di sela-sela the 3rd Foreign Ministers’ Meeting of the Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) pada tanggal 22 Agustus 2007 di Brasilia. Ali Alatas dan Menteri Luar Negeri Meksiko. serta dua perwakilan masing-masing dari negara-negara Amerika Tengah dan negara-negara Karibia.

permasalahan politik internal yang ada. 72 . MERCOSUR adalah organisasi regional di bidang perdagangan yang paling maju di Amerika Selatan. Pertemuan tingkat Menteri ASEAN-MERCOSUR pertama telah berlangsung pada tanggal 24 November 2008 di Brazil. ASEAN dapat memperoleh manfaat dengan melakukan pertukaran informasi dan pengalaman dengan MERCOSUR di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama. 3. namun elemen-elemen sosial-ekonomi MERCOSUR cukup terharmonisasi.

Lagu ASEAN (ASEAN Anthem) Lagu ASEAN dipilih melalui sebuah kompetisi terbuka (Kompetisi ASEAN Anthem) yang dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan November 2008. B. Pada putaran final penjurian Kompetisi ASEAN Anthem tingkat ASEAN di Bangkok. merah. Ikatan rumpun padi melambangkan harapan para tokoh-tokoh pendiri ASEAN agar ASEAN yang beranggotakan seluruh negara yang berada di Asia Tenggara bersama-sama terikat dalam persahabatan dan solidaritas. 20 November 2008. bersatu. Bendera dan Lambang ASEAN: Bendera dan lambang ASEAN menggambarkan ASEAN yang stabil. Thailand. BRUNEI DARUSSALAM Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Brunei Darussalam : 1 Januari 1984 : Monarki Konstitusional : Bandar Seri Begawan : 5. dan dinamis. Profil Negara-negara ASEAN I.765 KM2 : Laut China Selatan dan Malaysia 73 . Putih menunjukkan kesucian. putih dan kuning. Motto ASEAN: “One Vision. Sampao Triudom dan Payom Valaiphatchra dari Thailand ditetapkan sebagai Lagu resmi ASEAN.Biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Hari ASEAN diperingati pada tanggal 8 Agustus setiap tahunnya. Merah menggambarkan keberanian dan dinamisme. 5. One Identity. sedangkan kuning melambangkan kemakmuran. One Community” 3. 4.BAB IV PROFIL ASEAN DAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN A.melambangkan warnawarna utama lambing-lambang Negara-negara Anggota ASEAN. damai. Bahasa ASEAN adalah Bahasa Inggris 2. Warna-warna yang tertuang dalam lambing –biru. Lingkaran melambangkan kesatuan ASEAN. Profil ASEAN 1. lagu berjudul “The ASEAN Way” karya Kittikhun Sodprasert.

475. lain 4 % : Budha Theravada 95 %. China 15 %. KAMBOJA : 396.DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita II. INDONESIA : Kingdom of Cambodia : 9 November 1953 : Monarki Konstitusional : Phnom Penh : 181.035 KM2 : Teluk Thailand. Australia. Budha 13 %.890. Filipina.662 juta ( Oktober 2007) : 10.076 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita III.2 % (November 2007 est. Papua New Guinea.1 % (Oktober 2007) : USD $ 598.) : 3.000 (November 2007 est.4 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Republic of Indonesia : 17 Agustus 1945 : Republik : Jakarta : 1. dan Singapura 74 .6 % (Oktober 2007) : USD $ 31. China 1 %. Brunei Darussalam.) : Melayu 67 %.000 (November 2007 est. lain-lain 18 % : Islam (agama resmi) 67 %. Viet Nam 5 %. Inggris : USD $ 8. Thailand.754 KM2 : Samudera India.317 juta (Oktober 2007) : 0. Laos. Kristen 10 %. dan Viet Nam : 14. lain-lain 10 % : Melayu (bahasa resmi). lain-lain 5 % : Khmer (bahasa resmi) 95 %. Prancis. Timor Leste. Malaysia.) : 2.) : Khmer 90 %. Inggris. China : USD $ 12.5 % (November 2007 est.

DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 224.) Pertumbuhan Penduduk : 1. MALAYSIA : USD $ 4.2 % (November 2007 est. lain-lain 0.3 % (Oktober 2007) : USD $ 1. Katholik 3 %.4 %. Banjar 1. Sunda 15 %. Banten 2 %.608.7 %. Lao Theung 22 %.4 %. Viet Nam dan China 1 % Agama : Budha 65 %. Bugis 2. animisme 32.) Kelompok Etnis : Lao Loum 68 %.800 KM2 : Myanmar.000 (November 2007 est. Inggris. LAO PDR : USD $ 431. lain-lain 29.3 %. berbagai bahasa daerah PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IV.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota : Malaysia : 31 Agustus 1957 : Monarki Konstitusional : Kuala Lumpur 75 .8 % Bahasa : Lao (bahasa resmi).0 % (Oktober 2007) : USD $ 736.3%. Budha dan lainnya 1 % Bahasa : Bahasa Indonesia (bahasa resmi). Prancis. dan Viet Nam DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 5.717 juta (Oktober 2007) : 6.) Pertumbuhan Penduduk : 2. Kamboja. China. Hindu 2 %.9 %. Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita V. Thailand.128. Kristen Protestant 5 %.1 juta (Oktober 2007) : 6. Kristen 1. Lao Soung (Hmong danYao) 9 %.919(Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Lao People’s Democratic Republic : 19 Juli 1949 : Republik Sosialis : Vientiane : 236.7 %.8 %(November 2007 est.9 % Agama : Islam 88 %.) Kelompok Etnis : Jawa 40.000 (November 2007 est. Minangkabau 2. Betawi 2.6 %. Madura 3.905.

Indonesia. Rakhine 4 %. lain-lain 7 % Agama : Budha 89 %.) : Melayu 62%. China. Hindu (6.0 % (November 2007 est. Budha (19. lainnya 3 % Bahasa : Burma (bahasa resmi). China 3 %. Thailand.) : 2.174. India 2 %.6 % (Oktober 2007) : USD $ 215.605.000 (November 2007 est. Kristen (9.) Pertumbuhan Penduduk : 2.4 %).6 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan : Republic of the Philippines : 4 Juli 1946 : Republik 76 . Thailand. China.577 KM2 : Bangladesh.7 juta (Oktober 2007) : 6. MYANMAR : 330. Konfusianisme (2.6%). Singapura.000 (Februari 2008 est. Laut Andaman. Laos.1 %).3 % (Oktober 2007) : USD $ 6. India. Islam 4 %. Kristen 4 %. India 8 %.4 % : Bahasa Melayu (bahasa resmi).3 % (November 2007 est. lainnya 2.2 %). dan Filipina : 27.960.Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VI. Karen 7 %. lain-lain 6 % : Islam (60. Inggris.) Kelompok Etnis : Burma 68 %.632. Tamil : USD $ 186. dan Teluk Bengala DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 58.880.3%).7 juta (Oktober 2007) : 5.252 KM2 : Brunei Darussalam. FILIPINA : USD $ 12. China 24%.2 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Union of Myanmar : 4 Januari 1948 : Junta Militer : Naypyidaw : 676. Shan 9 %. beberapa bahasa etnis minoritas PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VII.

5 %. tidak beragama 14. Taoist 8. Muslim 5 %.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara : The Kingdom of Thailand 77 .875.000 (November 2007 est.8 %.) Pertumbuhan Penduduk : 2.1 %. Hiligaynon Ilonggo 7.8 % : Mandarin (bahasa resmi). Waray 3.9 %. dan Laut Sulu DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 88. SINGAPURA : USD $ 146. lain-lain 1.589.4 % (Oktober 2007) : USD $ 1.) : 2. Islam 14. lain-lain 5 % Bahasa : Filipino/Tagalog (bahasa resmi) dan Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VIII.GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Manila : 300.652 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IX.000 (November 2007 est.6 juta (Oktober 2007) : 9. Ilocano 9 %. Laut Sulawesi.5 %. Hindu 4 %. Cebuano 13.3 % (Oktober 2007) : USD $ 35. Bikol 6%.546. Katholik 4. lain-lain 25.4 % : Budha 42.000 KM2 : Laut China Selatan. Kristen 9. Melayu 13.206. Tamil : USD $ 161.4 %.7%.6 %. Melayu.5 %. Bisaya/ Binisaya 7. THAILAND : Republic of Singapore : 9 Agustus 1965 : Republik : Singapore : 704 KM2 : Malaysia dan Indonesia : 4. Laut Filipina.) : China 76. lain-lain 0.3 % (November 2007 est.9 %.9 %.) Kelompok Etnis : Tagalog 28. Kristen 9 %. India 7.3 % Agama : Katholik 81 %.8 %. Inggris.8 %.1 %.0 % (November 2007 est.894 juta (Oktober 2007) : 7.

9 juta (Oktober 2007) : 4. Kamboja.694.) 4.740 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Socialist Republic of : 2 September 1945 : Republik Sosialis Viet Nam : Ha Noi : 329. Teluk Thailand.000 (November 2007 est.205. dan Malaysia 65.315 KM2 : Teluk Thailand.000 (November 2007 est.5%. Khome 1. Inggris.3 %.7 %. Laut China Selatan. China.6 %. China 14 %. lain-lain 11 % Budha 94.701. Nun 1.4 %.2 %. Hoa Hao 1.) Kelompok Etnis : Kinh (Viet) 86. Laos.1 % : Thai (bahasa resmi).7 %. Perancis.8 % Bahasa : Viet Nam (bahasa resmi). Muong 1. tidak beragama 80. Myanmar.7 %. Hoa 1. Tay 1. Teluk Tonkin.120 KM2 : Laut Andaman.6 % (November 2007 est.9 %. Inggris : : : : : USD $ 245. dan Kamboja DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 85. Hmong 1 %. Islam 0. Khmer PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita : USD $ 71.5 % (Oktober 2007) : USD $ 836.2 % (November 2007 est.1 % Agama : Budha 9.292 juta (Oktober 2007) : 8. Thai 1. lain-lain 4.5 %.7 (Oktober 2007) 78 . lainlain 0. Kristen 0. China. Protestant 0. Islam 4.) Thai 75 %.5%.1 %. Katholik 6.6 %.1 %.Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita X. Laos. Cao Dai 1.) Pertumbuhan Penduduk : 1.1 %.1 %.8 % (Oktober 2007) : USD $ 3. VIETNAM : Tidak pernah dijajah : Monarki Konstitusional : Bangkok : 513.

Dalam kaitan ini. Pembentukan AEC akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang mempunyai daya saing tinggi dan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta terintegrasi dalam ekonomi global. damai dan kondusif merupakan modal dasar yang penting untuk pembangunan nasional Indonesia. Kawasan Asia Tenggara yang stabil. Indonesia perlu bekerja secara sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di tanah air agar mewakili suatu kesamaan pandangan dan langkah. yang dibarengi dengan terdapatnya kebebasan arus barang. kedaulatan. Perkembangan ini telah menandai makin solidnya jalinan kerjasama antar anggota untuk menciptakan cara pandang dan visi yang sama. investasi dan pekerja terampil serta arus modal yang lebih bebas.BAB V PENUTUP Politik luar negeri Indonesia menerapkan pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentrik yang menegaskan kedekatan geografis dan lingkup pengaruh lingkungan eksternal dapat memberikan dampak terhadap Indonesia. Selanjutnya. pencegahan penggunaan senjata dalam situasi konflik dan peaceful settlement of disputes. yaitu menciptakan sebuah kawasan ekonomi ASEAN yang stabil. sehingga pada gilirannya akan memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi seluruh rakyat Indonesia. Proses pembentukan komunitas yang dipererat menjadi tahun 2015 memerlukan suatu landasan hukum dan arahan kegiatan yang jelas. diharapkan Indonesia akan dapat menarik manfaat dari integrasi ekonomi kawasan yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi dalam ekonomi global. Pencapaian Komunitas ASEAN terus ditingkatkan dan diperkuat. Piagam ASEAN telah disusun dan diratifikasi oleh negara-negara anggota. konsensus. pembentukan AEC juga disepakati atas dasar kesamaan kepentingan untuk memperdalam dan memperluas upaya-upaya ekonomi melalui inisiatif-inisiatif yang ada maupun inisiatif-inisiatif baru dengan tenggat waktu yang jelas. Indonesia juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyusunan APSC blueprint yang memuat berbagai kepentingan Indonesia. Indonesia memberi perhatian besar pada implementasi butir-butir yang dimuat dalam Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Asia Tenggara merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia. national and regional resilience. Dalam menghadapi hal tersebut. aman. telah disusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)” yang berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. Oleh karena itu Indonesia telah menetapkan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai soko guru atau salah satu pilar utama dalam pelaksanaan politik luar negerinya. TAC merupakan kunci code of conduct hubungan antar negara dan berfungsi sebagai instrumen diplomatik dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan. upaya pembentukan Komunitas ASEAN merupakan upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasinya dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN telah mengalami perkembangan pesat dan saat ini tengah bertransformasi menjadi suatu organisasi yang lebih terstruktur. Selanjutnya. guna melengkapi arahan menuju suatu komunitas. Pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentris tersebut menentukan perumusan kebijakan dalam pelaksanaan polugri terutama jika dikaitkan dengan isu-isu utama global. Dengan demikian. Tujuan AEC seperti yang digariskan dalam Visi ASEAN 2020. terintegrasi menuju perwujudan komunitas tunggal. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. Selain itu. Menyangkut perkembangan Komunitas Ekonomi ASEAN. Sebagai negara pemrakarsa Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. pembangunan ekonomi yang sederajat dan pengurangan tingkat kemiskinan serta perbedaan tingkat sosial ekonomi. dan ASCC. AEC. makmur dan kompetitif. juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestik yang berdampak kepada kawasan. Prinsip-prinsip ini juga dianut dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan penyelesaian konflik yang akan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas kawasan diarahkan pada penyelesaian secara politis. ASEAN telah menyusun dan menyepakati blueprint yaitu APSC. Aksesi negaranegara diluar ASEAN khususnya negara-negara besar di kawasan Asia telah membuktikan penghargaan atas meningkatnya peran ASEAN di kawasan. Selanjutnya. Memperhatikan kebutuhan tersebut. Perwujudan Komunitas Keamanan ASEAN didasarkan pada prinsip non-intervention. 79 . jasa. Selain itu.

Selama itu. Perkembangan kerjasama ASEAN juga semakin meningkat dalam kaitannya dengan negara maupun organisasi internasional yang menjadi mitra wicara ASEAN. Sebagai langkah tindak lanjut dari pertemuan East Asia Summit. penanggulangan bahaya penyakit menular. pelaksanaan ASEAN Strategic Framework for Social. Namun demikian EAS tetap merupakan Leaders Lead Forum yang membahas isu-isu strategik dan kawasan. perhatian terhadap penanganan masalah lingkungan. Perwujudan Caring and Sharing Community dilakukan dengan membangun identitas regional yang lebih kuat. dan disaster management. Selain itu kerjasama yang dikembangkan juga dimaksudkan untuk memberikan kontribusi bagi pemeliharaan perdamaian dan mendorong kesejahteraan di kawasan. Berbagai perjanjian dan kesepakatan telah dilakukan dengan negara-negara mitra wicara. pada tanggal 30-31 Oktober 2006 yang menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEAN-China Cooperation. dan social-budaya untuk 15 tahun ke depan. ASEAN akan tetap memainkan peran sentral dalam pembentukan arsitektur kawasan. pendidikan. avian flu. Welfare and Family (2007-2010). telah ditetapkan 5 sektor prioritas yaitu energi. pembuatan instrumen guna melindungi hak-hak pekerja migran. 80 . keuangan. ekonomi. China. tetapi masih banyak yang belum diimplementasikan secara optimal.Adapun mengenai Komunitas Sosial Budaya. Kegiatan puncak yang dilaksanakan dengan mitra wicara adalah ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. para Pemimpin ASEAN telah memberikan penekanan penting pada pilar Sosial Budaya terutama dalam menumbuhkan “Caring and Sharing Community”. Deklarasi ini telah memuat arah bagi perkembangan kerjasama ASEAN-China di bidang politik-keamanan. Kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara melalui format ASEAN+1 dan ASEAN+3 diarahkan untuk memberikan dukungan dan bantuan terhadap upaya ASEAN mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. percepatan implementasi ASEAN Framework on Rural Development and Poverty Eradication (2006-2010).