KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Kerjasama internasional adalah elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Melalui kerjasama internasional, Indonesia dapat memanfaatkan peluang-peluang untuk menunjang dan melaksanakan pembangunan nasionalnya. Kerjasama ASEAN memegang peran kunci dalam pelaksanaan kerjasama internasional Indonesia karena ASEAN merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia dan pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Tahun ini ASEAN genap berusia 41 tahun. Selama itu, telah banyak capaian-capaian yang telah diraih ASEAN dan sumbangsih yang diberikan ASEAN bagi negara-negara anggotanya. Salah satu capaian dan sumbangsih terpenting dari ASEAN adalah terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan hal utama sehingga program pembangunan Indonesia dapat terus dilaksanakan. Pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN terus mengalami peningkatan. Secara khusus, ASEAN telah membantu Indonesia dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, proses perdamaian di Aceh, penanggulangan kebakaran hutan dan lainlain. Selama empat dekade keberadaannya, ASEAN telah mengalami banyak perubahan serta perkembangan positif dan signifikan yang mengarah pada pendewasaan ASEAN. Kerjasama ASEAN kini menuju tahapan baru yang lebih integratif dan berwawasan ke depan dengan akan dibentuknya Komunitas ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015. Hal ini diperkuat dengan disahkannya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang secara khusus akan menjadi landasan hukum dan landasan jati diri ASEAN ke depannya. Pembentukan Komunitas ASEAN diawali dengan komitmen para pemimpin ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN Vision 2020 di Kuala Lumpur pada tahun 1997 yang mencita-citakan ASEAN sebagai suatu komunitas yang berpandangan maju, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan makmur, dipersatukan oleh hubungan kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan masyarakat yang saling peduli. Tekad untuk membentuk Komunitas ASEAN kemudian dipertegas lagi pada KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003 dengan ditandatanganinya ASEAN Concord II. ASEAN Concord II yang menegaskan bahwa ASEAN akan menjadi sebuah komunitas yang aman, damai, stabil, dan sejahtera pada tahun 2020. Namun, pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina pada Januari 2007, komitmen untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dipercepat dari tahun 2020 menjadi tahun 2015 dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. Tujuan dari pembentukan Komunitas ASEAN adalah untuk lebih mempererat integrasi ASEAN dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN menyadari sepenuhnya bahwa ASEAN perlu menyesuaikan cara pandangnya agar dapat lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal. Negara-negara ASEAN menyadari perlunya meningkatkan solidaritas, kohesivitas dan efektifitas kerjasama. Kegiatan kerjasama dalam ASEAN tidak lagi hanya terfokus pada kerjasama ekonomi namun juga harus didukung oleh kerjasama lainnya di bidang keamanan dan sosial budaya. Untuk menjaga keseimbangan itu, pembentukan Komunitas ASEAN 2015 berlandaskan pada 3 pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community). Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi ASEAN. ASEAN harus dapat melakukan pelbagai penyesuaian seiring dengan adanya perkembangan yang pesat di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan pengetahuan serta bidang-bidang lainnya yang terjadi di negaranegara di luar kawasan Asia Tenggara. ASEAN juga harus menyadari pentingnya upaya untuk lebih melibatkan masyarakat ASEAN sehingga tumbuh “rasa memiliki” (we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat menjalin kerjasama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN. Dengan demikian, diharapkan ASEAN tidak lagi menjadi forum kerjasama para pejabat pemerintah negara-negara ASEAN atau kalangan elit tertentu, melainkan dapat menjadi organisasi yang

1

bertumpu pada masyarakat dan menjadi milik seluruh masyarakat ASEAN (people-centered organization). Hal-hal tersebut merupakan tantangan yang membutuhkan tanggapan tepat dan cepat yang tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Departemen Luar Negeri, berkewajiban untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai perkembangan kerjasama ASEAN kepada masyarakat. Penyebarluasan informasi mengenai ASEAN diantaranya dilakukan melalui penerbitan buku, penyelenggaraan seminar, ceramah, diskusi, ASEAN Festival, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat membantu memberikan pemahaman mengenai ASEAN kepada masyarakat. Buku ASEAN Selayang Pandang ini merupakan edisi ke-18 yang telah mengalami revisi dan perubahan mengenai perkembangan terkini ASEAN. Kami berharap melalui buku ini akan didapatkan gambaran menyeluruh dan pemahaman yang cukup mengenai ASEAN. Diharapkan pula, informasi dalam buku ini dapat menggugah rasa kepemilikan kita terhadap ASEAN. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara maksimal dalam ASEAN merupakan kunci utama keberhasilan kerjasama ASEAN dan terwujudnya Komunitas ASEAN. Kami yakin bahwa kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan sejahtera akan membawa dampak positif bagi peningkatan stabilitas dan keamanan, taraf hidup masyarakat Indonesia serta kelangsungan pembangunan Indonesia di segala bidang. Semoga sumbangan intelektual ini dapat berguna bagi kehidupan berbangsa dan dalam membentuk masyarakat ASEAN. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Jakarta,

November 2008

Dian Triansyah Djani, MA Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN

2

Peta negara-negara Anggota ASEAN

3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Sejarah B. Perkembangan PIAGAM ASEAN A. Tujuan dan Prinsip ASEAN B. Keanggotaan ASEAN C. Struktur Organisasi ASEAN D. Sekretariat ASEAN E. Keuangan ASEAN KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. Kerjasama Politik-Keamanan B. Kerjasama Ekonomi C. Kerjasama Social dan Budaya D. Kerjasama Eksternal PROFIL A. Profil ASEAN B. Profil Negara-negara ASEAN PENUTUP

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

LAMPIRAN 1. ASEAN CHARTER 2. DEKLARASI BANGKOK (THE ASEAN DECLARATION) 3. DECLARATION OF ASEAN CONCORD (BALI CONCORD) 4. DECLARATION OF ASEAN CONCORD II (BALI CONCORD II) 5. VIENTIANE ACTION PLAN (VAP) 6. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY BLUEPRINT 7. SINGKATAN

4

Singapura dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration. Karenanya. tanggal 23-28 Juli 1997. Singapura dan Thailand menandatangani Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok. dalam Sidang Khusus Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta. Organisasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar paska Perang Dunia II. Disamping itu. South East Asia Treaty Organization (SEATO) dan Asia and Pacific Council (ASPAC). stabil dan sejahtera. Dilatarbelakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat itu. Malaysia. Meredanya rasa saling curiga diantara negara-negara Asia Tenggara membawa dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerjasama kawasan. Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). Malaysia. maka cita-cita para pendiri ASEAN untuk mewujudkan ASEAN yang mencakup sepuluh negara Asia Tenggara (visi ASEAN-10) telah tercapai. Komunitas ASEAN tersebut terdiri atas 3 (tiga) pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community/ASC). Deklarasi tersebut menandai berdirinya suatu organisasi regional yang diberi nama Association of Southeast Asian Nations/ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Selanjutnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN menyepakati untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka. 2. saling peduli. Filipina. Untuk merealisasikan harapan tersebut. South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). kemajuan sosial. 4. negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk suatu kerjasama yang dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta mendorong pembangunan di kawasan. Pertemuan-pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia. Laos dan Myanmar diterima sebagai anggota penuh ASEAN melalui suatu upacara resmi pada tanggal 23 Juli 1997 dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-30 di Subang Jaya. yang antara lain mencakup kesadaran perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerjasama yang bermanfaat diantara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya. Latar Belakang dan Sejarah Kawasan Asia Tenggara yang secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai strategis. Proses perluasan keanggotaan ASEAN hingga tercapainya ASEAN-10 adalah sebagai berikut : 1. Malaya. dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya. Sebelum terbentuknya ASEAN tahun 1967. Filipina. 3. Indonesia (MAPHILINDO). Harapan tersebut dituangkan dalam Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997. Menjelang abad ke-21. kawasan ini pernah dijuluki “Balkan-nya Asia”. Dengan diterimanya Kamboja. Kamboja diterima sebagai anggota penuh ASEAN pada upacara penerimaan resmi di Ha Noi tanggal 30 April 1999. lima Wakil Negara/ Pemerintahan Asia Tenggara yaitu Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri Indonesia. diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis di tahun 2020. negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA). Philippina. 5 . ASEAN mengesahkan Bali Concord II pada KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui pembentukan Komunitas ASEAN (ASEAN Community). damai. Indonesia menjadi penggagas pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN dan memainkan peran penting dalam perumusan dua pilar lainnya. Persaingan antar negara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan antara lain terlihat pada Perang Viet Nam. Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. Viet Nam diterima menjadi anggota ke-7 ASEAN dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri (AMM) ke-28 pada tanggal 29 – 30 Juli 1995 di Bandar Seri Begawan. konflik kepentingan juga pernah terjadi diantara sesama negara-negara Asia Tenggara seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia. serta memajukan perdamaian di tingkat regional yang masih pada tahap kooperatif dan belum bersifat integratif.BAB I PENDAHULUAN 1.

6 . Pada usia ke-40 tahun para Kepala Negara/Pemerintah pada KTT-13 ASEAN di Singapura tanggal 2007 telah menandatangani Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang merubah ASEAN dari suatu asosiasi longgar menjadi rule-based organisation dan mempunyai legal personality. 2. 13 Bab dan 55 Pasal beserta lampiran-lampirannya yang menegaskan kembali keberlakuan semua nilai. Filipina. Proses penyusunan Piagam ASEAN diawali pada tahun 2006 dengan disepakatinya Kuala Lumpur Declaration on the Establishment of ASEAN Charter pada KTT ASEAN ke-11. deklarasi. traktat dan dokumen-dokumen dasar ASEAN lainnya. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. Seiring dengan upaya perwujudan Komunitas ASEAN. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan Sejak tahun 1967. mantan Menlu RI yang pada EPG menyampaikan proposal rekomendasi.Pada saat berlangsungnya KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Selanjutnya. proses penyusunan Piagam ASEAN dimulai sejak tahun 2006 melalui pembentukan Eminent Persons Group dan kemudian dilanjutkan oleh High Level Task Force untuk melakukan negosiasi terhadap draft Piagam ASEAN pada tahun 2007. ASEAN juga menyusun blueprint (Cetak Biru) dari ketiga pilar komunitas politik keamanan. yang dikenal sebagai Alatas’ paper sebagai basis pembahasan EPG. Berdasarkan deklarasi tersebut. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. ASEAN menyepakati untuk menyusun semacam konstitusi yang akan menjadi landasan dalam penguatan kerjasamanya. Perkembangan Sejak tahun 1967. Dalam rangka mencapai komunitas ASEAN 2015. prinsip. Kelompok para tokoh terkemuka ini dimandatkan untuk menyampaikan rekomendasi mengenai elemenelemen yang kiranya perlu dimuat dalam Piagam kepada para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN. ASEAN memulai penyusunan Piagam ASEAN yang telah dimandatkan dalam Vientiane Action Programme (VAP). Laos. 13 Januari 2007. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini. Piagam ASEAN terdiri dari Preamble. telah ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam rangkaian perundingan HLTF ini. Setiap negara mengirimkan satu wakilnya pada EPG dan sebagai wakil Indonesia pada EPG adalah Ali Alatas. Pencapaian Komunitas ASEAN semakin kuat dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. ekonomi. Filipina. peraturan dan tujuan ASEAN seperti yang telah tercantum dalam berbagai perjanjian. dan sosial budaya. proses penyusunan Piagam ASEAN mulai digulirkan melalui pembentukan Eminent Persons Group (EPG) on the ASEAN Charter yang menyusun rekomendasi bagi penyusunan Piagam tersebut. yang akan menindaklanjuti hasil rekomendasi EPG menjadi suatu draft Piagam ASEAN. melalui Cebu Declaration on the Blueprint of the ASEAN Charter para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN kemudian menginstruksikan para Menlu untuk membentuk High Level Task Force on the drafting of the ASEAN Charter (HLTF). Dian Triansyah Djani. dalam KTT ke-13 ASEAN tanggal 20 November 2007 di Singapura negara-negara anggota ASEAN telah menandatangani Piagam ASEAN. para Pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015. yang merupakan program aksi untuk memperkuat kerjasamanya. konsep Komunitas ASEAN mengalami kemajuan dengan disetujuinya tiga Rencana Aksi (Plan of Action/PoA) untuk masingmasing pilar yang merupakan program jangka panjang untuk merealisasikan konsep Komunitas ASEAN. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan. pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu. Setelah melewati proses perundingan yang panjang. tahun 2004. KTT ke-10 ASEAN juga mengintegrasikan ketiga Rencana Aksi Komunitas ASEAN ke dalam Vientiane Action Programme (VAP) sebagai landasan program jangka pendek–menengah untuk periode 20042010. Dalam kaitan ini. Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Deplu pada saat itu. konvensi.

Dengan disepakatinya Term of Reference on the Committee of Permanent Representatives to ASEAN. akademisi. kesepuluh negara ASEAN perlu untuk meratifikasi dan menyampaikan notifikasi kepada Sekretariat ASEAN. mekanisme penyelesaian sengketa khususnya terkait dengan mekanisme arbitrase serta penyusunan instrumen hukum lainnya yang diperlukan Piagam ASEAN. NGO. 21 Juli 2008. Indonesia merupakan negara ke-9 yang menyampaikan instrumen ratifikasinya. 7 . Pada pertemuan EPG tersebut telah dilangsungkan konsultasi dengan Civil Society. dan perwakilan dari AIPA. penyusunan supplementary protocols mengenai dispute settlement mechanism. Desember 2008. dan pertemuan HLTF ke7 di Jimbaran. Piagam ASEAN mulai berlaku. penyusunan Rules and Procedures ASEAN Coordinating Council dan ASEAN Community Councils. pada pertemuan AMM ke-41 di Singapura. serta penyusunan ToR pembentukan badan HAM ASEAN. Sesuai dengan Piagam ASEAN.Untuk berlakunya Piagam tersebut. Setelah melalui proses internal di masing-masing negara anggota. Para menlu ASEAN juga memutuskan untuk membentuk High Level Legal Experts’ Group on the follow up to the ASEAN Charter (HLEG) yang akan menyusun instrumen terkait legal personality ASEAN. para Menlu ASEAN telah sepakat untuk membentuk High Level Panel (HLP) on the ASEAN Human Rights Body yang akan menyusun kerangka acuan (terms of reference/TOR) pembentukan Badan HAM ASEAN. Piagam ASEAN telah diratifikasi dan disampaikan instrumen ratifikasinya kepada Sekjen ASEAN sehingga tiga puluh hari sejak penyerahan kesepuluh instrumen ratifikasi. penyusunan perjanjian baru menggantikan perjanjian pendirian Sekretariat ASEAN tahun 1976. Piagam ASEAN mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2008. dan draft final pada pertemuan Menlu ASEAN tahun 2009. Bali tahun 2006. yang membahas gagasan pembentukan Badan HAM ASEAN. Tugas utama Wakil Tetap untuk ASEAN tersebut adalah menggantikan tugas-tugas ASEAN Standing Committee serta membantu pelaksanaan tugas ASEAN Coordinating Council (ACC) dan memfasilitasi koordinasi diantara Ministerial Community Councils dan Sectoral Ministerial Bodies. Para Menteri Luar Negeri menyepakati bahwa Komite ini mulai dibentuk pada tanggal 1 Januari 2009 sehingga dapat secara efektif berfungsi setelah berlakunya Piagam ASEAN. Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk kedua pertemuan tersebut yaitu pertemuan EPG ke-3 di Ubud. terdapat lima prioritas kegiatan untuk mempersiapkan perubahan ASEAN yaitu penyusunan Term of Reference (ToR) pembentukan Permanent Representatives to ASEAN. negara-negara anggota ASEAN akan menunjuk atau mengangkat Wakil Tetap (Watap) pada tingkat Duta Besar di Jakarta. Dalam kaitan ini. Dalam rangkaian pembahasan di EPG maupun di HLTF. Beberapa elemen penting yang telah dibahas dalam pertemuan ini antara lain mengenai kebutuhan HLP melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan serta batas waktu penyerahan draft pertama ToR kepada Menlu ASEAN sebelum KTT ASEAN ke-14 di Bangkok. Bali tahun 2007. Sedangkan pertemuan HLTF di Jimbaran tersebut telah dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi dengan Komnas HAM dari empat negara ASEAN. Untuk itu.

9. 2. dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental. 11. dan identitas nasional seluruh Negara-Negara Anggota ASEAN. Tidak campur tangan urusan dalam negeri Negara-Negara Anggota ASEAN. Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. pekerja berbakat dan buruh. 8. 5. pelestarian warisan budaya. 7. Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia. dan harmonis. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan-tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional. kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas-batas. Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan. prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional. untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN. Berpegang teguh pada aturan hukum. dalam mencapai tujuan tersebut di atas. tata kepemerintahan yang baik. sumber daya alam yang berkelanjutan. keamanan. dan stabilitas serta lebih memperkuat nilainilai yang berorientasi pada perdamaian di kawasan. Penghormatan terhadap hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal. 4. Memelihara dan meningkatkan perdamaian. Sementara itu. dan inklusif. 15. integritas wilayah. 13. meningkatkan tata kepemerintahan yang baik dan aturan hukum. Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik. 5. Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai. sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh. keamanan. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya. Tujuan dan Prinsip ASEAN Dengan berlakunya Piagam ASEAN. 14. kedaulatan. Menanggapi secara efektif. dan paksaan. dan memperoleh manfaat dari. transparan. 6. tujuan ASEAN tertuang dalam Piagam adalah: 1. demokratis. negara-negara anggota ASEAN memegang teguh prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: 1. Ditingkatkannya konsultasi mengenai hal-hal yang secara serius mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN. makmur. dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN. 8 . dan sosial budaya yang lebih luas. dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi. Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik. Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil. 10. dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi. 12. proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN. kesejahteraan sosial. subversi. yang di dalamnya terdapat arus lalu lintas barang. Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil. serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. jasa-jasa dan investasi yang bebas. terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha. dan keadilan. keamanan dan kemakmuran di kawasan. 2.BAB II PIAGAM ASEAN A. kesetaraan. sangat kompetitif. segala bentuk ancaman. 7. 8. ekonomi. Memperkuat demokrasi. Memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat ASEAN. pekerja profesional. Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian. dan arus modal yang lebih bebas. dan Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka. Menghormati kemerdekaan. 6. 3. 3.

Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN. Menghormati kebebasan fundamental. 11. Keanggotaan ASEAN Prosedur pengajuan dan penerimaan keanggotaan ASEAN wajib diatur oleh Dewan Koordinasi ASEAN dengan kriteria letaknya secara geografis diakui berada di kawasan Asia Tenggara. Sentralitas ASEAN dalam hubungan eksternal di bidang politik. Sidang Panitia Tetap ASEAN (ASEAN Standing Committee/ASC).Kamboja. Singapura. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) sebagai pengambil keputusan utama. Komite Wakil Tetap untuk ASEAN yang terdiri dari Wakil Tetap negara ASEAN. 9 . Struktur Organisasi ASEAN Struktur organisasi ASEAN yang selama ini berdasarkan Deklarasi Bangkok mengalami perubahan paska penandatanganan Piagam ASEAN. dengan tetap berperan aktif. 5. penerimaan anggota baru wajib diputuskan secara consensus oleh KTT ASEAN berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi ASEAN. 4. dan pemajuan keadilan sosial. berpandangan ke luar. dalam ekonomi yang digerakkan oleh pasar. integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi Negara-Negara Anggota ASEAN. Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council). termasuk pembuatan legislasi dalam negeri yang sesuai.9. bahasa. Badan-badan Sektoral tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies). yaitu Brunei Darussalam. negara-negara anggota ASEAN wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan. 6. Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting). pengakuan oleh seluruh negara anggota ASEAN. termasuk penggunaan wilayahnya. kesepakatan untuk terikat dan tunduk kepada Piagam ASEAN dan kesanggupan serta keinginan untuk melaksanakan kewajiban keanggotaan. sosial dan budaya. 10. Myanmar. 8. Menjunjung tinggi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. Filipina. dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council). Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM). yang mengancam kedaulatan. inklusif dan non-diskriminatif. Berpegang teguh pada aturan-aturan perdagangan multilateral dan rezim-rezim yang didasarkan pada aturan ASEAN untuk melaksanakan komitmen-komitmen ekonomi secara efektif dan mengurangi secara progresif ke arah penghapusan semua jenis hambatan menuju integrasi ekonomi kawasan. Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN. Di samping itu. Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan apa pun. yang akan melakukan pertemuan minimal 2 kali setahun. B. Struktur sesuai Deklarasi Bangkok selama ini terdiri dari : Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Hingga saat ini keanggotaan ASEAN terdiri dari sepuluh negara. dengan menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council). Negara Pemohon wajib diterima ASEAN pada saat penandatanganan aksesi Piagam ASEAN. Dalam kaitan ini. 12. 3. Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils). Laos. Indonesia. pada tingkat Duta Besar dan berkedudukan di Jakarta. 13. Dalam hal terjadi suatu pelanggaran serius atau ketidakpatuhan negara anggota ASEAN terhadap Piagam. Negara-negara anggota ASEAN memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagaimana diatur dalam Piagam ASEAN. Menghormati perbedaan budaya. pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. termasuk hukum humaniter internasional. Malaysia. Struktur organisasi ASEAN yang baru sesuai dengan Piagam ASEAN terdiri dari: 1. 2. 7. guna melaksanakan ketentuan dalam Piagam ASEAN secara efektif dan mematuhi kewajiban-kewajiban keanggotaan. ekonomi. yang disetujui oleh Negara-Negara Anggota ASEAN. C. dan agama yang dianut oleh rakyat ASEAN. Thailand dan Viet Nam. ASEAN Human Rights body yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN. hal dimaksud dirujuk ke KTT untuk diputuskan sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 Piagam ASEAN. dan 14. yang dilakukan oleh Negara Anggota ASEAN atau Negara non-ASEAN atau subjek non-negara mana pun.

AMM. dan membantu ASC. peningkatan program kerjasama telah mendorong didirikannya sebuah sekretariat bersama. Pada KTT ke-1 ASEAN di Bali. Selain itu diperkirakan terdapat sedikitnya 50-70 orang staf dari negara-negara anggota ASEAN yang akan bertugas untuk membantu sekretariat dalam melayani Ministerial Community Councils. Untuk itu. Kebutuhan staf sekretariat ASEAN untuk periode 2009-2018 diperkirakan berjumlah 470 orang terdiri dari 360 staf sekretariat dan 110 staf project. Semula bertempat di Departemen luar Negeri Republik Indonesia hingga diselesaikannya pembangunan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. Coordinating Council dan Committee of Permanent Representatives. Pada awalnya. Sekretariat ASEAN berfungsi sejak tanggal 7 Juni 1976.9. 2. Sekretariat ASEAN berfungsi sebagai badan administratif yang membantu koordinasi kegiatan ASEAN dan menyediakan jalur komunikasi antara negara-negara anggota ASEAN dengan berbagai badan dan komite dalam ASEAN. Berikut gambaran mengenai kenaikan jumlah staf profesional tersebut: Staff Secretary General Deputy Secretary General Director Assistant Director Senior Officer Technical Officer Technical Assistant Support Staff Total Total – Professional Only Saat ini 1 4 4 23 28 76 19 75 230 155 2009 0 0 4 4 12 14 4 4 42 38 Tambahan 2010 0 0 0 0 12 12 0 0 24 24 2011 0 0 0 0 3 7 0 0 10 10 Total 1 4 8 27 55 109 23 79 306 227 Berikut adalah nama-nama Sekretaris Jenderal ASEAN hingga saat ini: 1. tahun 1976. serta antara ASEAN dengan negara-negara (Mitra Wicara ASEAN) maupun organisasi lainnya. Sesuai dengan hasil Special ASEAN Directors-General Meeting on the Restructuring of the ASEAN Secretariat pada tanggal 18-19 September 2008 di Halong Bay. 19 Februari 1978-30 Juni 1978. 7 Juni 1976 – 18 Februari 1978. Protokol tersebut menaikkan status Sekretariat Jenderal sebagai pejabat setingkat menteri dan memberikan mandat tambahan untuk memprakarsai. dikepalai oleh seorang Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal ASEAN ditunjuk untuk jangka waktu 5 tahun dan bertangggung jawab kepada KTT ASEAN. termasuk pembentukan identitas ASEAN. 10. Viet Nam diperkirakan akan terdapat peningkatan sebanyak 33% staf profesional sampai dengan tahun 2011. dan berkedudukan di Jakarta. Sekretariat ini berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN serta melakukan kajian-kajian yang dibutuhkan. Entities associated with ASEAN D. memberikan nasihat. tahun 1992. melakukan koordinasi. dan dilakukan melalui perekrutan terbuka. Selain itu. Sekretariat ASEAN menambah jumlah pos jabatan Wakil Sekretariat Jenderal ASEAN yang semula 2 (dua) menjadi 4 (empat) orang Wakil untuk membantu kerja Sekretaris Jenderal. para Menteri Luar Negeri ASEAN menandatangani Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat. 10 . dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ASEAN. Hartono Rekso Dharsono (Indonesia). Sekretariat ASEAN lebih difungsikan sebagai tempat dilaksanakannya sidang-sidang ASEAN sehingga lingkup tugas Sekretariat ASEAN akan semakin luas. Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN. Sekretariat ASEAN Dalam dasawarsa pertama sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967. tahun 1981. di tahun-tahun selanjutnya jumlah staf Sekretariat ASEAN juga ditambah secara signifikan. para Menteri Luar Negeri ASEAN mengamandemen Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat melalui sebuah protokol di Manila. Sejak ditandatanganinya ASEAN Charter pada tahun 2007. Selanjutnya untuk memperkuat Sekretariat ASEAN. Umarjadi Notowijono (Indonesia).

3. Kewajiban setiap anggota adalah membayar kontribusi ASEAN Fund yang ditetapkan sebesar US$ 1 juta. Sesuai dengan hasil Special ASEAN DGs Meeting di Halong Bay Viet Nam. Untuk itu. 16 Juli 1986-16 Juli 1989. Sekretariat ASEAN menyediakan jaringan informasi ASEAN atau ASEANWEB yang dapat diakses melalui internet dengan alamat http://www.aseansec. Paska penandatanganan ASEAN Charter. Phan Wannamethee (Thailand). Sebelum penandatanganan ASEAN Charter. total anggaran Sekretariat ASEAN mencapai USD 17. DR. Datuk Ajit Singh (Malaysia). Chan Kai Yau (Singapura). Sidang diketuai secara bergiliran oleh wakil dari masing-masing negara anggota ASEAN. 16 Juli 1984-15 Juli 1986. Annual budget Sekretariat ASEAN di masa mendatang diperkirakan sebesar US$ 15-20 juta atau US$1. ASEANWEB dimaksudkan untuk menyediakan informasi mengenai berbagai hal yang menyangkut ASEAN bagi masyarakat yang membutuhkannya. 1 Januari 2003 – 31 Desember 2007.org. Pasal 30 ASEAN Charter mengenai equal contributions among members status berpotensi menimbulkan kenaikan kontribusi negara anggota. Narciso G. Sidang telah terselenggara sebanyak 30 kali pertemuan (terakhir pada 23-25 April 2007). 7. E. setelah Brunei Darussalam bergabung pada 1984. (Singapura). 10. Penggunaannya dibedakan antara penggunaan untuk operasional Sekretariat ASEAN dan untuk tujuan sektoralnya. 12. Paska penandatanganan ASEAN Charter. dan dihadiri oleh seluruh delegasi negara-negara anggota ASEAN serta Sekretariat ASEAN. 4. terdapat ASEAN Budget Committee yang menangani keuangan ASEAN. baik di dalam maupun di luar lingkungan ASEAN. Meskipun anggaran rutin tahunan ASEAN selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya.91 juta. Roderick Yong (Brunei Darussalam). juga untuk lebih memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat luas. 1 Januari 1993-31 Desember 1997. 9. 1 Juli 1980-1 Juli 1982. Dalam rangka menyongsong era globalisasi khususnya di bidang informasi. 5. melalui kontribusi tahunan yang setara yang dibayarkan secara tepat waktu. Keuangan ASEAN Negara-negara Anggota ASEAN wajib menyediakan sumber-sumber keuangan yang diperlukan oleh Sekretariat ASEAN untuk melaksanakan fungsi-fungsinya secara efektif. Surin Pitsuwan (Thailand). selanjutnya penyusunan anggaran keuangan Sekretariat ASEAN akan didasarkan pada a new paradigm yang memproyeksikan kebutuhan keuangan jangka panjang sehingga tidak akan ada lagi defisit anggaran (budget shortfall). 11. 17 Juli 1989-1 Januari 1993.1 Januari 1998-31 Desember 2002. akan dilakukan tinjauan kembali terhadap penggunaan 5 (five) ASEAN Trust Fund dan dana dari Mitra Wicara untuk projects dan initiative. Sidang ASEAN Budget Committee merupakan agenda tahunan ASEAN untuk membahas anggaran operasional Sekretariat ASEAN yang meliputi penyesuaian kenaikan anggaran dengan kenaikan barang dan jasa. Selain itu. 10 Juli 1978-30 Juni 1980. ASEAN Budget Committe akan berada di bawah Committee of Permanent Representatives to ASEAN (CPR) dan menjadi Finance sub-committee of the CPR. Reyes (Filipina). 8. Rusli Noor (Indonesia). Severino (Filipina).5-2 juta per negara anggota. Melalui ASEAN Fund yang bertujuan membiayai 11 . 1 Januari 2008 – sampai saat ini. Pada Juli 1984 ditandatangani Agreement for the Establishment of a Fund for ASEAN oleh 6 negara. Rodolfo C. Datuk Ali Bin Abdullah (Malaysia). sampai dengan tahun 2011. Sekretaris Jenderal ASEAN wajib menyiapkan anggaran operasional tahunan Sekretariat ASEAN untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap dan Sekretariat ASEAN bekerja sesuai dengan aturan-aturan dan prosedur-prosedur keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Koordinasi ASEAN berdasarkan rekomendasi Komite Wakil Tetap. Hal tersebut tidak sepenuhnya merupakan kelemahan perencanaan kegiatan oleh Sekretariat ASEAN. namun Sekretariat ASEAN sering menghadapi permasalahan dilematis berkaitan dengan defisit anggaran yang selalu terjadi setiap akhir tahun anggaran. 6. Ong Keng Yong. 18 Juli 1982-15 Juli 1984. ASEAN Fund dibentuk pada 17 Desember 1969 oleh 5 (lima) negara pendiri ASEAN sebagai salah satu bentuk kerjasama ekonomi untuk mendukung pelaksanaan tujuan pembentukan ASEAN. tetapi dipengaruhi juga oleh banyaknya pertemuanpertemuan ASEAN yang tidak terprogram sebelumnya. disamping jumlah kegiatan ASEAN yang semakin meningkat dan diikuti oleh meningkatnya biaya perjalanan dan penyelenggaraan pertemuan.

ASEAN Cultural Fund berasal dari kontribusi negara-negara ASEAN. 28 September 2004 dan para pemimpin ASEAN dalam KTT Ke+10 ASEAN di Vientianne. badan internasional maupun organisasi lainnya yang penggunaannya dibedakan antara Capital Fund dan untuk operasional Sekretariat ASEAN. 29 November 2004. Mitra Wicara.berbagai proyek dari hasil bunga kontribusi negara anggota ASEAN yang terkumpul sebagai dana abadi (endowment fund). yang telah disetujui oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada pertemuan informal AMM di New York. maka disepakati untuk merubah ASEAN Fund menjadi ASEAN Development Fund (ADF). Sedangkan ASEAN Cultural Fund dibentuk tahun 1978 untuk mendukung kegiatan ASEAN dalam pelestarian warisan budaya dari anggota-anggota ASEAN. 12 .

termasuk dengan masyarakat internasional. KERJASAMA POLITIK-KEAMANAN Selama 40 tahun pendiriannya. VAP merupakan acuan pencapaian Komunitas ASEAN untuk kurun waktu 2004-2010. ASEAN Political-Security Community (APSC) Blueprint Komunitas Politik Keamanan ASEAN dibentuk dengan tujuan mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Walaupun terdapat keberagaman kondisi politik. telah ditetapkan rencana kegiatan untuk mewujudkan Komunitas Politik Keamanan ASEAN yang terdiri atas 6 komponen: Political Development. telah diselenggarakan sebanyak tiga kali dan terus mengkoordinasikan langkah bersama untuk mencapai Komunitas Politik Keamanan ASEAN 2015. 13 . khususnya dalam mempercepat integrasi kawasan. Rencana Aksi tersebut telah diintegrasikan ke dalam Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Programme/VAP) yang ditandatangani para Kepala Negara ASEAN dalam KTT ke-10 ASEAN. ekonomi. November 2004. ARF mewadahi dialog dan pertukaran informasi mengenai masalah-masalah keamanan di Asia Pasifik. Pemakaian istilah baru ini didasari pengertian bahwa kerjasama ASEAN di bidang ini tidak terbatas pada aspek-aspek politik semata namun juga pada aspek-aspek keamanan. dan Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) selain menaati Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional terkait lainnya. Komunitas Politik Keamanan ASEAN bersifat terbuka. ASEAN telah berhasil mengembangkan dan mempertahankan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Komunitas bersifat terbuka. selaku pemrakarsa Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Penggunaan istilah ASEAN Security Community (ASC) sebagaimana dicantumkan di dalam VAP kemudian diubah menjadi ASEAN Political Security Community (APSC) sebagaimana dipakai dalam Piagam ASEAN. yang disahkan pada KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Komunitas Politik Keamanan ASEAN Komunitas Politik Keamanan ASEAN (ASEAN Political Security Community/APSC) ditujukan untuk mempercepat kerjasama politik keamanan di ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Dalam Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Lao PDR. menggunakan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). Conflict Prevention. dan Implementing Mechanism. dan sosial budaya). Sampai dengan tahun 2008. Hal ini terlihat semakin jelas dengan disepakatinya Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997 dan Deklarasi Bali Concord II di Bali tahun 2003 mengenai upaya perwujudan Komunitas ASEAN dengan ketiga pilarnya (politik-keamanan. Beberapa perkembangan mengenai implementasi Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN adalah sebagai berikut: a. dan budaya diantara negara-negara anggotanya. berdasarkan pendekatan keamanan komprehensif dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan/aliansi militer maupun kebijakan luar negeri bersama (common foreign policy). ekonomi. ASEAN telah menumbuhkan tujuan dan arah kerjasama. ASEAN juga telah berkontribusi kepada keamanan dan kestabilan kawasan secara lebih luas di Asia Pasifik melalui Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) sejak 1994. Mekanisme koordinasi antar badan-badan sektoral ASEAN yang menangani Komunitas Politik Keamanan ASEAN dilakukan melalui ASEAN Security Community Coordinating Conference (ASCCO). Shaping and Sharing of Norms. Indonesia. memelopori penyusunan Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Komunitas Politik Keamanan ASEAN juga mengacu kepada berbagai instrumen politik ASEAN yang telah ada seperti Zone of Peace. Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).BAB III KERJASAMA ASEAN DAN PERAN INDONESIA A. Conflict Resolution. termasuk dengan masyarakat internasional. serta menumbuhkan saling percaya diantara negara anggotanya dan para Mitra Wicara ASEAN. Sesuai Rencana Aksi Komunitas Politik Keamanan ASEAN. PostConflict Peace Building. Freedom and Neutrality (ZOPFAN).

6. Piagam ASEAN akan mulai berlaku efektif dengan diratifikasinya Piagam tersebut oleh kesepuluh negara anggota. Gagasan tentang pembentukan ASEAN Maritime Forum. terbuka.15 Tahun 2008. Piagam ini telah ditandatangani oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-13 di Singapura. Gagasan pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation. dan program rehabilitasi) sehingga memiliki nilai tambah bila dibandingkan dengan konvensi sejenis.Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ASEAN Political Security Community (APSC). ADMM telah mengadakan pertemuan pertamanya pada bulan Mei 2006 di Kuala Lumpur. melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. 3. Kamboja. ADMM bersifat outward looking. d. Januari 2006. Piagam ASEAN dapat berlaku efektif mulai saat pelaksanaan KTT ASEAN ke-14 yang diselenggarakan di Chiang Mai. c. Desember 2008. serta memiliki struktur organisasi yang efektif dan efisien. Memasukkan elemen memerangi korupsi dan pemajuan prinsip demokrasi. berdasarkan aturan yang profesional (rule-based organization). Filipina. b. telah sepakat membagi menjadi 3 karakteristik yaitu: A) a Rules-based Community of Shared Values and Norms. e. Konvensi ini memberikan dasar hukum yang kuat guna peningkatan kerjasama ASEAN di bidang pemberantasan terorisme. f. beberapa kepentingan Indonesia sudah tercermin dalam draft Blueprint. ASEAN SOM Working Group (SOM WG) membahas mengenai draft ASEAN Political Security Community (APSC) Blueprint. 2. Para pejabat tinggi ASEAN di bidang hukum dalam pertemuan ASEAN Senior Law Officials Meeting (ASLOM) Ke-11 di Siem Reap. 4. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT) ACCT ditandatangani pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. Namun demikian. Indonesia sebagai Lead Sheppherd di bidang pemberantasan terorisme telah memelopori proses perumusan ACCT. Selain memiliki karakter regional. berbagai usulan Indonesia telah dapat diterima seperti antara lain: 1. Indonesia telah meratifikasi MLAT melalui UU No. November 2007. ACCT bersifat komprehensif (meliputi aspek pencegahan. Peaceful. 5. Mendorong voluntary electoral observations. 7. ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Pembentukan ADMM merupakan inisiatif Indonesia dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan. sejauh ini. penindakan. sehingga di masa mendatang dimungkinkan adanya mekanisme ADMM Plus. ASEAN telah menyusun draft ASEAN Political Security Community Blueprint untuk dapat disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand. Rencana Pembentukan Traktat Ekstradisi ASEAN Rencana pembentukan traktat ekstradisi ASEAN merupakan amanat Bali Concord 1976 dan Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. meskipun beberapa diantaranya masih harus memerlukan negosiasi lebih lanjut seperti antara lain prinsip demokrasi dan korupsi. Kerjasama penanganan illegal fishing. Piagam ASEAN (ASEAN Charter) Penyusunan Piagam ASEAN bertujuan untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang memiliki legal personality. Indonesia telah menjadi negara kesembilan yang meratifikasi Piagam ASEAN dan Thailand menjadi negara kesepuluh pada bulan November 2008. Pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak. transparan dan melibatkan Mitra Wicara ASEAN. Penyusunan instrumen ASEAN tentang Hak Pekerja Migran. 29-30 Januari 14 . Dalam kaitan ini. dan (C) a Dynamic and Outward Looking Region in a Globalized World. Dengan demikian. Malaysia. pada bulan Desember 2008. Januari 2007. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT) MLAT telah ditandatangani oleh semua negara anggota ASEAN di Kuala Lumpur. and Resilient Region which Shared Responsibility for Comprehensive Security. (B) a Cohesive. Thailand. Traktat ini melandasi kerjasama ASEAN di bidang hukum pidana.

Upaya ASEAN untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional mengalami kemajuan pesat pada bulan Oktober 2003 dengan aksesi China dan India pada TAC. Bebas Dan Netral (Zone of Peace. Effective regional cooperation among the zonal states. DOC akan diimplementasikan melalui suatu code of conduct in the South China Sea. subversion or coercion. Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty Of Amity And Cooperation/TAC) Salah satu instrumen penting dalam upaya mewujudkan ZOPFAN dan menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara adalah TAC. bebas. 2003. Pedoman pelaksanaan ZOPFAN dirumuskan lebih lanjut pada April 1972. Pada KTT ke-1 ASEAN tahun 1976. The absence of foreign military bases in the territories of zonal states. f. j. Renunciation of the threat. c. equality. storage. sovereignty. Pada dasarnya prinsip-prinsip yang terkandung di dalam TAC juga tercermin di dalam Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) antara lain prinsip ‘noninterference’ dan penggunaan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik yang timbul diantara negaranegara penandatangan TAC. ASEAN-China Working Group on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea menyepakati enam proyek kerjasama dalam rangka confidence building measures guna mendukung implementasi DOC. Mutual respect for the independence.2007. Abstention from involvement in any conflict of powers outside the zone from entering into any agreement which would be inconsistent with the objectives of the zone. the Declaration on the Promotion of World Peace and Cooperation of the Bandung Declaration of 1955. e. sebagai berikut: a. ZOPFAN tidak mengesampingkan peranan major powers. Jepang dan Pakistan 15 . Observance of the Charter of the United Nations. Kawasan Damai. dan netral dari segala bentuk campur tangan pihak luar di Asia Tenggara. Protokol ke-2 Amandemen TAC yang ditandatangani para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Papua New Guinea di Manila. k. The right of every state to lead its national existence free from external interference. d. ZOPFAN secara resmi diangkat oleh negara-negara anggota sebagai kerangka bagi kerja sama politik ASEAN. Refraining from the use of armed forces for any purposes in the conduct of international relations except for individual or collective self-defence in accordance with the Charter of the United Nations. Freedom And Neutrality Declaration/ZOPFAN) Deklarasi ZOPFAN yang ditandatangani di Kuala Lumpur tahun 1971 merupakan upaya ASEAN untuk menciptakan kawasan yang damai. Non-interference in the internal affairs of zonal states. Settlement of differences or disputes by peaceful means in accordance with the Charter of the United Nations. and n. h. i. or use of force in the conduct of international relations. Dengan demikian. pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. b. 25 Juli 1998 menjadi titik awal perluasan TAC ke luar ASEAN. menyepakati untuk membentuk kelompok kerja untuk memulai proses perumusan traktat ekstradisi ASEAN. the Bangkok Declaration of 1967 and the Kuala Lumpur Declaration of 1971. g. ZOPFAN tidak hanya merupakan kerangka perdamaian dan kerjasama di Asia Tenggara melainkan juga mencakup kawasan Asia Pasifik yang lebih luas temasuk major powers dalam bentuk serangkaian tindak pengekangan diri secara sukarela (voluntary self-restraints). Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan ASEAN telah berhasil mengelola potensi konflik di Laut China Selatan menjadi potensi kerjasama yang melibatkan beberapa negara ASEAN dan China. territorial integrity and national identity of all nations within and without the region. Dalam kaitan ini. passage or testing of nuclear weapons and their components within the zone. The right to receive aid freely for the purpose of strengthening national resilience except when the aid is subject to conditions inconsistent with the objectives of the zone. g. Refraining from inviting or giving consent to intervention by external powers in domestic or regional affairs of zonal states. The right to trade freely with any country or international agency irrespective of differences in sociopolitical systems. m. Prohibition of the use. l. ASEAN dan China telah berhasil menyepakati Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) yang ditujukan untuk menyelesaikan persengketaan secara damai. tetapi justru memungkinkan keterlibatan mereka secara konstruktif dalam penanganan masalah-masalah keamanan kawasan.

negara-negara anggota ASEAN berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan finalisasi Protokol. Pada pertemuan SEANWFZ Commission pada tanggal 29 Juli 2007. ASEAN terus mendorong negara-negara lain di luar kawasan untuk mengaksesi TAC. Aksesi China. khususnya bagi perkembangan kerjasama kedua kawasan. (2) Accession by Nuclear Weapons States. Laos. menandakan dukungan yang signifikan terhadap TAC sebagai suatu tata tertib (code of conduct) dalam menjalankan hubungan antar negara di dalam dan luar kawasan ASEAN. Traktat SEANWFZ ini disertai protokol yang merupakan suatu legal instrument mengenai komitmen negara ASEAN dalam upayanya memperoleh jaminan dari negara yang memiliki senjata nuklir (Nuclear Weapon State/NWS) bahwa mereka akan menghormati Traktat SEANFWZ dan tidak akan menyerang negara-negara di kawasan Asia Tenggara. (3) Cooperation with the IAEA. Upaya-upaya negara anggota ASEAN untuk memperjuangkan traktat SEANWFZ di tingkat internasional salah satunya adalah dengan diakuinya traktat tersebut melalui resolusi Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Januari 2008 dengan nomor A/Res/62/31 dengan perolehan suara 174 negara 16 . telah dilaksanakan aksesi Korea Utara terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Perancis dan Timor Leste mengaksesi TAC. Hal ini merupakan langkah pertama yang penting ke arah diterapkannya Traktat tersebut. Pembentukan SEANWFZ menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. Uni Eropa juga telah menyatakan niatnya untuk mengaksesi TAC yang menandakan kemajuan ASEAN sebagai organisasi regional yang signifikan. Traktat ini mulai berlaku pada tanggal 27 Maret 1997. Komisi menunjuk Komite Eksekutif untuk menyiapkan konsep “rules of procedure” dan memulai langkah-langkah yang perlu untuk menjamin ketaatan terhadap Traktat. PoA tersebut menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Negara Pihak dalam jangka waktu 2007-2012 sebagai berikut: (1) Compliance with the Undertakings in the SEANWFZ Treaty. Implementasi SEANWFZ perlu untuk segera dilaksanakan guna mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil serta upaya mewujudkan perdamaian dunia. Setelah 10 tahun Traktat ini berlaku (enter into force). telah disahkan Plan of Action to Strengthen the Implementation of the Treaty of the Southeast Asian Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ – Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara–Traktat KBSN-AT) sesuai Artikel 20 Traktat KBSN-AT yang menetapkan bahwa reviewing the operation of operation of SEANFWZ Treaty dilakukan 10 tahun setelah berlakunya Traktat tersebut (enter into force). dan menjajagi langkah yang lebih konstruktif berupa kerjasama dengan IAEA. Pada KTT ke-12 ASEAN. Penandatanganan Traktat SEANWFZ merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi ASEAN dalam upaya mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil. serta bagi usaha mewujudkan perdamaian dunia. Komisi SEANWFZ di tahun 2007 melakukan major review terhadap SEANWFZ. Selandia Baru dan Mongolia pada AMM ke-38 mengaksesi TAC pada bulan Juli 2005 di Vientiane. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. Australia mengaksesi TAC pada bulan Desember 2005 di Kuala Lumpur sebelum penyelenggaraan KTT ke-11 ASEAN. Dalam rangka implementasi tersebut.mengaksesi TAC tanggal 2 Juli 2004 saat AMM ke-37 di Jakarta. Saat ini. Proses lebih lanjut menyangkut aksesi Uni Eropa ini masih berkembang. Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone/SEANWFZ) South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) Treaty ditandatangani di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995 dan telah diratifikasi oleh seluruh negara ASEAN. termasuk konsultasi dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan badan-badan lain yang terkait. (4) Institutional Arrangements. Aksesi Perancis ke dalam TAC merupakan pengakuan penting salah satu negara Uni Eropa (UE) terhadap eksistensi ASEAN dan pentingnya pengembangan kerjasama dengan ASEAN. Rusia dan Perancis. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. pada Nopember 2004 di Vientiane. para Menlu ASEAN untuk pertama kalinya mengadakan Sidang Komisi SEANWFZ. negara-negara ASEAN dan NWS masih mengupayakan finalisasi formulasi beberapa masalah yang diatur dalam Protokol dimaksud. yang merupakan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Pada Pertemuan AMM ke-32 bulan Juli 1999 di Singapura. Sedangkan Rusia dan Korea Selatan mengaksesi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ASEAN-Rusia dan PTM ASEAN-Korsel.

penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia. perdagangan obat terlarang. sementara Indonesia dalam proses untuk meratifikasi Konvensi tersebut. dan e. bajak laut. Agreement of Information Exchange and Establishment of Communication Procedures ditandatangani tahun 2002. Telah dilaksanakan dua Working Group untuk membahas ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terrorism guna pengimplementasian ACCT. Beberapa perjanjian yang telah dihasilkan ASEAN terkait dengan pemberantasan kejahatan lintas negara yaitu: a. Oleh karena itu. dua jenis kegiatan utama adalah Intersessional Support Group (ISG) dan beberapa Intersessional Meeting (ISM) yang lebih bersifat teknis. merupakan perjanjian di tingkat sub regional guna penanganan kejahatan lintas batas melalui pertukaran informasi. Sebagai contoh. China. c. kerjasama ASEAN dalam memerangi kejahatan lintas negara dilaksanakan melalui pembentukan Pertemuan Para Menteri ASEAN terkait dengan Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime/AMMTC). ASEAN Declaration on Joint Action to Counter Terrorism ditandatangani tahun 2001 dalam penanganan terorisme. pencucian uang. Sebagai satu-satunya forum dialog keamanan di luar PBB. ARF melangkah ke tahap kedua sambil tetap melaksanakan tahap pertama. d. ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes yang mencakup kerjasama pemberantasan terorisme. Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (MLAT) ditandatangani tahun 2006. sebagai forum untuk saling tukar pandangan dan informasi bagi negara-negara Asia-Pasifik mengenai masalah-masalah politik dan keamanan. kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional. dan Jalur Dua (Track II) yang diadakan dan dihadiri oleh lembaga-lembaga penelitian (think tank) dari negara-negara ARF. Uni Eropa dan Jepang. Palau dan Micronesia. Sasaran yang hendak dicapai melalui ARF adalah mendorong saling percaya (confidence building measures) melalui transparansi dan mencegah kemungkinan timbulnya ketegangan maupun konflik di kawasan Asia Pasifik. Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) ASEAN Regional Forum (ARF) diprakarsai oleh ASEAN pada tahun 1994. Kerjasama di Bidang Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara Kerjasama ASEAN dalam rangka memberantas kejahatan lintas negara (transnational crime) pertama kali diangkat pada pertemuan para Menteri Dalam Negeri ASEAN di Manila tahun 1997 yang mengeluarkan ASEAN Declaration on Transnational Crimes. dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh. Kegiatan ISM saat ini berupa ISM on CounterTerrorism and Transnational Crime (ISM on CT-TC) dan ISM on Disaster Relief (ISM-DR). b. yang dihadiri kekuatan besar dunia antara lain: Amerika Serikat. pembahasan dan tukar pandangan dalam ARF memiliki makna penting dan strategis. 17 . baik regional maupun internasional. Kegiatan-kegiatan antar-sesi yang dilakukan di antara pertemuan-pertemuan ARF. yang sebelumnya sulit dilakukan. Rusia. ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) ditandatangani tahun 2007 sebagai instrumen hukum dalam penanganan terorisme. Saat ini. ARF telah berhasil meningkatkan kenyamanan (comfortability) diantara para peserta dalam membicarakan isu keamanan. dibagi atas Jalur Satu (Track I) yang dihadiri oleh wakil-wakil pemerintahan negara-negara ARF. di masa depan ARF perlu tetap mempertahankan prinsip “at a pace comfortable to all” dan konsensus. China telah bersedia untuk membicarakan masalah Laut China Selatan dalam ARF. berubah nama menjadi ISG CBMs and PD. 1 negara menolak yaitu Amerika Serikat dan 5 negara abstain yaitu Inggris.mendukung termasuk Rusia dan China sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB. Proses ARF lebih mencerminkan “ASEAN Way” yaitu menjalin hubungan untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan kebiasaan berdialog serta berkonsultasi dalam masalah-masalah keamanan. Israel. Proses kerjasama ARF terbagi atas 3 tahap yaitu tahap Confidence Building Measures (CBMs). Konvensi ini telah diratifikasi oleh dua negara yaitu Thailand dan Singapura. Dalam kaitan tersebut pertemuan ISG. Dengan diakuinya Traktat SEANWFZ oleh sidang Majelis Umum PBB tersebut telah menunjukkan upaya negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional maupun global. Perancis. Akan tetapi hal tersebut tidak menutup terjadinya perdebatan dalam suasana informal untuk mendukung berlangsungnya pertukaran pandangan yang bersifat terbuka. Dalam Jalur Satu. Preventive Diplomacy (PD) dan Conflict Resolution (CR). Sebagai tindak lanjut dari deklarasi di atas.

beranggotakan parlemen-parlemen dari Indonesia. dimana Indonesia telah meratifikasi Traktat tersebut melalui UU No. sementara Brunei Darussalam dan Myanmar masih sebagai Special Observers. Singapura. Semula organisasi ini bernama ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO) didirikan pada tahun 1977. Saat ini keanggotaannya telah pula mencakup parlemen-parlemen dari Kamboja. Pada tahun 2008. Pembentukan traktat ekstradisi ASEAN telah diamanatkan dalam Declaration of ASEAN Concord tahun 1976 dan Rencana Kerja Komunitas Keamanan ASEAN. telah diselenggarakan Pertemuan ASLOM ke-12 dan ALAWMM ke-7 di Bandar Seri Begawan. Persetujuan ini memberlakukan bebas visa kunjungan singkat bagi warga negara anggota ASEAN yang melakukan perjalanan di wilayah ASEAN selama 14 hari. Dalam upaya pembentukan ASEAN Extradition Treaty telah dilaksanakan Working Group di Indonesia dan Singapura dan telah disepakati untuk melaksanakan pertemuan ketiga Working Group. Brunei Darussalam. 18 .Selain itu. Pertemuan terakhir yaitu DGICM ke-12 telah dilaksanakan Kuala Lumpur. Para Menteri Luar Negeri ASEAN telah menandatangani Perjanjian Kerangka ASEAN mengenai Bebas Visa (ASEAN Framework Agreement on Visa Exemption) ditandatangani pada AMM ke-39 di Kuala Lumpur. Upaya realisasi Konvensi tersebut telah dimulai dengan penyelenggaraan Pertemuan Pertama Working Group on TIP tanggal 16 Juni 2008. Malaysia. Perjanjian dimaksud diharapkan dapat mendorong pencapaian Komunitas ASEAN melalui peningkatan perjalanan intra-ASEAN dan people-to-people contact. Kerjasama Kelembagaan Antar Parlemen Kerjasama antar parlemen di ASEAN diselenggarakan melalui mekanisme ASEAN InterParliamentary Assembly (AIPA) yang dipelopori oleh Indonesia. Dalam pertemuan ALAWMM juga telah dibahas upaya pengembangan peran dan mandat ASLOM dan ALAWMM setelah berlakunya Piagam ASEAN. Filipina. terutama bagi warga negara anggota ASEAN di negara ketiga di mana tidak terdapat perwakilan negaranya. Kerjasama di Bidang Imigrasi dan Kekonsuleran Kerjasama ASEAN di bidang imigrasi dan kekonsuleran dilaksanakan melalui pertemuan para Direktur Jenderal Imigrasi dan Kepala Divisi Konsuler ASEAN (The Meeting of the ASEAN DirectorsGeneral of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs/DGICM). Filipina. Kerjasama di Bidang Hukum Kerjasama ASEAN di bidang hukum dilaksanakan melalui mekanisme pertemuan para Pejabat Tinggi ASEAN di bidang hukum (ASEAN Senior Law Officials’ Meeting /ASLOM) yang dilaksanakan setiap tahun dan pertemuan para Menteri Hukum ASEAN (ASEAN Law Ministerial Meeting/ALAWMM) yang dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun. AMM ke-39 juga mengeluarkan pernyataan mengenai perlunya kerjasama ASEAN di bidang bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga. 1015 September 2006. 25 Juli 2006. Pergantian nama ini dimaksudkan untuk mendorong proses transformasi AIPA dalam mendukung upaya perwujudan Komunitas ASEAN.15 Tahun 2008. Sesuai dengan mandat tersebut. Laos. November 2008. dan Thailand. telah pula digagas pembentukan suatu ASEAN Convention on Trafficking in Persons (Konvensi ASEAN mengenai Perdagangan Manusia). telah dihasilkan Guidelines for Provision of Emergency Assistant by ASEAN Missions in Third Countries to National of ASEAN Member States (bantuan kekonsuleran perwakilan-perwakilan negara anggota ASEAN bagi warga negara ASEAN di daerah konflik dan situasi krisis di negara ketiga) pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 telah dilakukan pembahasan-pembahasan untuk implementasi Guidelines tersebut. Malaysia. di mana tidak terdapat perwakilan dari semua negara anggota ASEAN. Hal ini dilatarbelakangi oleh krisis di Lebanon pada saat operasi militer Israel di tahun 2006. Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain perkembangan Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Berdasarkan usulan dari Parlemen Indonesia dalam Sidang Umum AIPO ke-27 di Cebu. AIPO berganti nama menjadi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). dan Viet Nam.

dan perbaikan terhadap kebijakan-kebijakan fasilitasi perdagangan. usaha patungan (joint ventures). Walaupun bukan merupakan badan resmi ASEAN. Singapura. Setiap negara anggota mengirimkan satu wakil untuk membahas kerangka acuan (terms of reference/TOR) dari Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk. Pada AMM ke-41 bulan Juli 2008. Mekanisme HAM. Pada dekade 80-an dan 90-an. guna menciptakan integrasi ekonomi kawasan. B. yaitu. Jepang. pada umumnya terdiri atas 2 (dua) komponen. tetapi juga perdagangan jasa dan investasi. Malaysia. November 2008. Pada awalnya kerjasama ekonomi difokuskan pada program-program pemberian preferensi perdagangan (preferential trade). telah pula dilakukan upaya awal perlindungan atas pekerja migran melalui penandatanganan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers pada KTT Ke-12 ASEAN. instrumen hukum (deklarasi atau konvensi) dan badan (komisi atau pengadilan HAM). Dalam perkembangannya. WGAHRM telah bekerjasama dengan pemerintah beberapa negara anggota ASEAN dan menyelenggarakan beberapa workshop dan roundtable discussion untuk mempelajari kemungkinan pembentukan mekanisme HAM ASEAN dan memberikan rekomendasi ke pemerintah negara-negara ASEAN. Kamboja. Thailand. dan skema saling melengkapi (complementation scheme) antar pemerintah negara-negara anggota maupun pihak swasta di kawasan ASEAN. Papua New Guinea. namun AIPA memiliki status konsultatif dengan ASEAN. Bali. ketika negara-negara di berbagai belahan dunia mulai melakukan upaya-upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi. dan Korea Selatan. Selandia Baru. KERJASAMA EKONOMI Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967. Pendirian AFTA memberikan impikasi dalam bentuk pengurangan dan eliminasi tarif. negara-negara anggota ASEAN menyadari bahwa cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan saling membuka perekonomian mereka. Upaya Pembentukan Mekanisme HAM ASEAN Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada AMM Ke-26 di Singapura. telah dimandatkan oleh Para Menteri Luar Negeri pembentukan High Level Panel on an ASEAN Human Rights Body . telah dibentuk Working Group on ASEAN Human Rights Mechanism (WGAHRM) yang beranggotakan tokoh-tokoh Asia Tenggara baik dari sektor pemerintahan maupun civil society. AIPA di tahun yang sama mengeluarkan Human Rights Declaration yang mencantumkan himbauan kepada kepada pemerintah negara-negara ASEAN untuk membentuk mekanisme HAM ASEAN. Preferential Trading Arrangement (1977). ASEAN Industrial Complementation scheme (1981). Asia Pasifik (termasuk ASEAN) merupakan satu-satunya kawasan yang belum memiliki mekanisme HAM regional. Kanada. AFTA tidak hanya difokuskan pada liberalisasi perdagangan barang. Juli 1993 menyepakati perlunya mempertimbangkan pendirian mekanisme HAM regional yang sesuai di ASEAN. Berkaitan pula dengan HAM. Sebagai upaya awal merintis suatu mekanisme HAM di ASEAN. Pada KTT ke-5 ASEAN di Singapura tahun 1992 telah ditandatangani Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation sekaligus menandai dicanangkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tanggal 1 Januari 1993 dengan Common Effective Preferential Tariff (CEPT) sebagai mekanisme utama. Rusia. penghapusan hambatan-hambatan non-tarif. seperti ASEAN Industrial Projects Plan (1976). High Level Panel tersebut sepanjang semester kedua 2008 secara berkala telah mengadakan pertemuan untuk melaksanakan mandat tersebut. dan Enhanced Preferential Trading arrangement (1987). Diharapkan. Indonesia telah menjadi tuan rumah pada Pertemuan Kelima High Level Panel tersebut di Nusa Dua. Pada saat ini. negara-negara anggota telah meletakkan kerjasama ekonomi sebagai salah satu agenda utama yang perlu dikembangkan. dan Filipina. ASEAN Industrial Joint-Ventures scheme (1983). 19 . China. sesuai dengan mandat dari Para Menlu pada AMM ke-41 Juli 2008 Higk Level Panel dapat memberikan draft awal dari Badan HAM ASEAN pada bulan Desember 2008 kepada Menteri Luar Negeri dan menyampaikan draft akhir pada Juli 2009.Meskipun AIPA bukan badan ASEAN karena ASEAN merupakan organisasi antar-pemerintah. WGAHRM terdiri dari beberapa kelompok kerja nasional di Indonesia. Hal ini merupakan tanggapan ASEAN terhadap Vienna Declaration and Programme of Action (1993) mengenai antara lain pendirian mekanisme HAM regional untuk mendukung promosi dan perlindungan HAM global. AIPA melakukan dialog dengan anggota parlemen dari negara-negara Mitra Wicara ASEAN yang bertindak sebagai Observers seperti Australia. Uni Eropa.

produk-produk turunan dari kayu. b. air-travel. kawasan yang kompetitif dan terintegrasi dengan ekonomi global. jasa. koordinasi dan mobilisasi sumber daya. telah disepakati Blueprint for the ASEAN Economic Community (AEC Blueprint) yang akan digunakan sebagai peta kebijakan (roadmap) guna mentransformasikan ASEAN menjadi suatu pasar tunggal dan basis produksi. c. bulan Nopember 2007. para Menteri Ekonomi ASEAN telah menginstruksikan Sekretariat ASEAN untuk menyusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)”. dan pengembangan UKM). Menuju single market dan production base (arus perdagangan bebas untuk sektor barang. AEC bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang ditandai dengan bebasnya aliran barang. healthcare. energy cooperation. Berkaitan dengan disepakatinya draft AEC Blueprint. pada pertemuan ke-39 AEM juga disepakati mengenai Roadmap for ASEAN integration of the Logistics Services Sector sebagai priotitas ke-12 untuk integrasi ASEAN dan menandatangani “Protocol to Amend Article 3 of the ASEAN Framework (Amandment) Agreement for the Integration of the Priority Sectors”. elektronik. yaitu: produk-produk pertanian. Cetak Biru AEC tersebut berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. Menuju suatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata (region of equitable economic development) melalui pengembangan UKM dan program-program Initiative for ASEAN Integration (IAI). kesehatan. Dengan demikian. IPRs action plan. KTT ke-10 ASEAN di Vientiene tahun 2004 antara lain menyepakati Vientiane Action Program (VAP) yang merupakan panduan untuk mendukung implementasi pencapaian AEC di tahun 2020. jasa. pekerja terampil. transportasi udara. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut melalui priority actions yang pencapaiannya dievaluasi dan dimonitor dengan menggunakan score card. tourism. pengaturan pelaksanaan. produk-produk turunan dari karet. Dalam perkembangannya. pada tahun 2006 jasa logistik dijadikan sektor prioritas yang ke-12. textiles & apparels. tekstil dan pakaian. logistics services. Pada KTT ASEAN Ke-13 di Singapura. ke-12 Priority sectors dimaksud adalah agro-based products. dan pariwisata. AEC Blueprint juga akan mendukung ASEAN menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang makin berkurang. dan d. Dalam konteks tersebut. KTT ke-12 ASEAN di Cebu bulan Januari 2007 telah menyepakati ”Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”. 20 . rubber-based products. infrastructure development. taxation. peningkatan kemampuan (capacity building) dan penguatan institusi. disepakati mengenai naskah ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint beserta Strategic Schedule-nya. fisheries. dan modal). yaitu : a. investasi. investasi. perikanan. KTT juga menetapkan sektor-sektor prioritas yang akan diintegrasikan. ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint Pada pertemuan ke-39 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2007. ICT. diperlukan dukungan berupa kemauan politik. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN.KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 menyepakati pembentukan komunitas ASEAN yang salah satu pilarnya adalah Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC). otomotif. electronics. wood-based products. e-ASEAN. automotivr. Pelaksanaan rencana kerja strategis tersebut juga akan didukung dengan program pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan penelitian serta pengembangan di masingmasing negara. Menuju penciptaaan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi (regional competition policy. serta peningkatan konsultasi antara pemerintah dan sektor swasta. e-ASEAN (ITC). Disamping itu. Menuju integrasi penuh pada ekonomi global (pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi eksternal serta mendorong keikutsertaan dalam global supply network). yang mencakup inisiatifinisiatif baru serta roadmap yang jelas untuk mencapai pembentukan ASEAN Economic Community tahun 2015. tenaga kerja terampil dan perpindahan barang modal secara lebih bebas. ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM) di Kuala Lumpur bulan Agustus 2006 menyetujui untuk membuat suatu cetak biru (blueprint) untuk menindaklanjuti pembentukan AEC dengan mengindentifikasi sifat-sifat dan elemen-elemen AEC pada tahun 2015 yang konsisten dengan Bali Concord II dan dengan target-target dan timelines yang jelas serta pre-agreed flexibility untuk mengakomodir kepentingan negaranegara anggota ASEAN.

serta menciptakan pasar regional yang lebih besar. memungkinkan bebasnya lalu lintas barang. lokakarya maupun Kuliah Umum. Selain itu. ASEAN juga telah mengembangkan mekanisme Scorecard untuk mencatat implementasi dan komitmen-komitmen negara anggota sebagaimana yang telah disepakati di dalam AEC Blueprint. Kerjasama ASEAN di sektor perindustrian diarahkan untuk menciptakan fasilitas produksi baru dalam rangka mendorong perdagangan intra-ASEAN melalui berbagai skema kerjasama yang dikembangkan berdasarkan konsep resource pooling dan market sharing. Perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan skema kerjasama ini antara lain akan mendapatkan preferensi berupa pengenaan bea masuk hingga 5%. Dalam kaitan ini negara-negara ASEAN telah menyepakati bahwa AEC Scorecard yang diusulkan akan dilaporkan pada KTT ke-14 ASEAN. pada tahun 2007-2008. Kerjasama di Sektor Industri Kerjasama di sektor industri merupakan salah satu sektor utama yang dikembangkan dalam kerjasama ekonomi ASEAN. dalam rangka memproduksi suatu barang yang bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan ASEAN.ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint tersebut kemudian disahkan pada Rangkaian Pertemuan KTT ASEAN ke-13. Terkait dengan implmentasi AEC Bluepint. Kerjasama di Sektor Perdagangan 21 . AICO juga memberikan kesempatan luas kepada perusahaan di negara ASEAN untuk saling bekerjasama guna menghasilkan produk dengan menikmati preferensi tarif. investasi dan aliran modal. AICO menyediakan prasarana untuk menerapkan prinsip economic of scale and scope yang didukung oleh pajak yang rendah untuk meningkatkan transaksi di ASEAN. sejahtera dan sangat kompetitif. ASEAN Industrial Cooperation (AICO) yang ditandatangani pada bulan April 1996 dan berlaku efektif pada bulan Nopember 1999 merupakan insiatif kerjasama di sektor industri yang saat ini terus dikembangkan. jasa. yaitu Badan-badan sektoral ASEAN. Terkait dengan AEC Blueprint. Desember 2008 di Thailand. Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah untuk memicu kesiapan masyarakat serta menimbulkan mengenai “public awareness” mengenai ASEAN. Berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan “AEC awareness Year 2008”. Sulawesi dan Irian. sektor swasta. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk seminar. Pada 21 April 2004 para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Protocol to Amend the AICO Agreement yang mengatur perubahan/penurunan tarif preferensi yang diberikan untuk proyek-proyek AICO yang disetujui. dengan sasaran dan jangka waktu yang jelas. AEC Blueprint merupakan suatu master plan bagi ASEAN untuk membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dengan mengidentifikasi langkah-langkah integrasi ekonomi yang akan ditempuh melalui implementasi berbagai komitmen yang rinci. termasuk dalam bentuk pertukaran informasi tentang kebijaksanaan perencanaan industri nasional masing-masing. workshop. Insentif lain yang juga diberikan kepada perusahaan yang bekerjasama dalam payung AICO berupa akreditasi kandungan lokal serta insentif nontarif lainnya yang dapat diberikan oleh masing-masing negara anggota. menumbuhkan kesempatan investasi dari dalam dan luar ASEAN. juga akan diupayakan kesetaraan pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan serta kesenjangan sosial ekonomi pada tahun 2015. khususnya kepada asosiasi-asosiasi bisnis maupun di daerah-daerah di Pulau Jawa. Sumatera. Ditjen Kerjasama ASEAN telah melakukan sosialisasi AEC Blueprint bersamaan dengan sosialisasi ASEAN Charter. tetapi juga untuk trading companies yang membantu pemasaran produk-produk industri kecil. para pertemuan ke-40 AEM. otoritas di tingkat lokal dan nasional di negara-negara ASEAN. baik di tingkat pusat. AICO diharapkan akan mendorong kerjasama industri antar negara ASEAN dan mendorong investasi pada industri berbasis teknologi dan kegiatan yang memberikan nilai tambah pada produk industri. wawancara di media massa cetak dan elektronik lokal di pusat dan daerah. Scorecard dimaksud akan memberikan gambaran komprehensif bagaimana kemajuan ASEAN untuk mengimplementasikan AEC pada tahun 2015. Kalimantan. Kerjasama tersebut ditujukan untuk meningkatkan arus investasi. AEC Blueprint bertujuan untuk menjadikan kawasan ASEAN lebih stabil. AICO merupakan skema kerjasama antara dua atau lebih perusahaan di kawasan ASEAN dalam pemanfaatan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. kalangan akademi serta tokoh-tokoh masyarakat. AICO tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan industri. para Menteri Ekonomi ASEAN mengesahkan AEC Communication Plan dan menekankan pentingnya untuk melibatkan berbagai stakeholders dalam proses komunikasi. mendorong proses alih teknologi dan meningkatkan keterampilan negara-negara ASEAN.

rata-rata berkurang sebesar 2. Tarif di antara negara-negara ASEAN yang telah dihapuskan sebesar 63. Pada Tahap II difokuskan pada tingkat operasional dengan sasaran antara lain : penerapan di lima pelabuhan utama.500 importir) telah dapat menggunakan sistem dimaksud pada bulan Desember 2008 dan masalah terkait dengan Service Level Agreement (SLA). Fasilitasi Perdagangan Dalam upaya meningkatkan perdagangan. fee structure. National Single Window diharapkan mulai dapat beroperasi pada akhir tahun 2008 di negara-negara ASEAN+6 dan tahun 2012 bagi negara-negara CLMV. ATIGA mengintegrasikan semua inisiatif ASEAN yang berkaitan dengan perdagangan barang kedalam suatu comprehensive framework. menjamin sinergi dan konsistensi di antara berbagai inisiatif. ASEAN Secretariat telah melaporkan bahwa implementasi komitmen liberalisasi tariff CEPT telah mencapai 92. yaitu Tanjung Prior (Jakarta). changing management dan Badan Pengelola telah dapat diputuskan pada Implementasi Tahap II ini. Berkaitan dengan perdagangan barang ini.95 % dalam tahun 2008. permanent help desk. Diharapkan seluruh importir terdaftar (sekitar 17. ASEAN juga berhasil menyelesaikan pembahasan substantif mengenai ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA).5 hari menjadi 8 jam. Badan Karantina Deptan dan Pusat Karantina Perikanan (DKP) Draft Blueprint NSW. Tanjung Perak (Surabaya). c. telah dicapai kemajuan yang cukup signifikan mengenai implementasi Work Programme on Elimination of Non-Tariff Barries (NTBs) serta dalam melakukan revisi mengenai CEPT AFTA Rules of Origin. Di samping itu. d. GA yang terlibat menjadi 15 (total instansi yang terlibat perizinan sesudah penyederhanaan/sebelumnya 34 instansi). Berkaitan dengan fasilitasi perdagangan. 88. Belawan (Medan) dan Bandara Soekarno Hatta yang merupakan tempat bongkar muat barang ekspor impor dengan tingkat volume 90% dari total ekspor impor Indonesia. Ditjen Daglu.1. Uji coba dimaksud difokuskan pada importir prioritas sebanyak 102. Perkembangan Tahap I Uji Coba NSW telah dilaksanakan di Tanjung Priok dari Desember 2007 – Juni 2008. Badan POM. pada pertemuan ke-21 AFTA Council tanggal 23 Agustus 2007. yang diharapkan akan mengurangi biaya transaksi perdagangan serta memfasilitasi perdagangan di kawasan. yang diharapkan akan ditandatangani pada bulan Desember 2008. yaitu Ditjen Bea dan Cukai–Depkeu. ASEAN telah menandatangani Protocol 1-Designation of Tansit Transport Routes and Facilities. Realisasi ASEAN Free Trade Area Pada pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers tahun 2008. impor. sistem NSW juga mulai diujicobakan dengan ASW pada tanggal 11 Agustus 2008 ditandai adanya pertukaran dokumen kepabeanan (SKA dan Form D antara Indonesia dan Malaysia). Indonesia juga telah melakukan pembentukan Nasional Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) merupakan salah satu upaya fasilitasi perdagangan di tingkat nasional dan ASEAN untuk mempermudah dan mempercepat arus perdagangan dalam rangka mendukung proses pembentukan ASEAN Economic Community. Comprehensive Revised CEPT Rules of Origin Sejak 1 Agustus 2008. pengangkutan udara dan pengangkutan laut.42 % dari IL products. Kerjasama Perdagangan Barang Berkaitan dengan AFTA. Sistem uji coba melibatkan 5 (five) Government Agencies (GA) yang terkait dengan pemberian izin.58% dalam tahun 2007 menjadi 1. jasa perizinan meliputi ekspor. Tujuan yang dapat dicapai adalah penyederhanaan dokumen impor dan pemendekan proses bisnis pengurusan perizinan impor dari 5. b. Implementasi Protocol dimaksud akan memfasilitasi transportasi barang-barang di kawasan serta tidak merintangi akses dan pergerakan kendaraan yang mengangkut barang-barang tersebut di kawasan ASEAN. Implementasi NSW Tahap II dimulai pada bulan Juli – Desember 2008. ATIGA akan meningkatkan transparansi. kepastian dan meningkatkan AFTA-rules-based system yang merupakan hal yang sangat penting bagi komunitas bisnis ASEAN.48 % memiliki tarif berkisar antara 0-5 % di antara negara-negara ASEAN. ASEAN telah mengimplementasikan Comprehensive revised CEPT Rules of Origin yang mencakup revisi terhadap teks CEPT ROO serta komponennya seperti Operational 22 .25 % dari semua produk yang telah dimasukkan ke dalam inclusion list (IL). Untuk tingkat nasional.

ASEAN juga mengupayakan penyelesaian mengenai finalisasi Protocol 2 (Designation of Frontier Posts) dan Protocol 7 (Customs Transit Systems) guna memungkinkan implementasi penuh Framework Agreement on Facilitation of Goods in Transit and the establishment of the ASEAN Customs Transit System. di bidang produk barang. untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara ASEAN. Di samping itu. Pembiayaan telah disiapkan untuk 158 proyek (78%). dengan dasar berkesinambungan. Product Specific Rules (PSRs) dan Certificate of Origin (CO) Form D. IAI dituangkan di dalam IAI Work Plan. Kebijakan dimaksud ditegaskan di dalam Ha Noi Plan of Action 1998 serta Deklarasi mengenai Narrowing Development Gap for Closer ASEAN Integration 2001. 5 (lima) negara donor utama adalah Jepang. g. Indonesia telah menandatangani 3 (tiga) MRAs. yang merupakan rencana 6 tahunan (Juli 2002 – Juni 2008). dengan share sebesar 2. 116 proyek telah berhasil diselesaikan.330. Kerjasama Kepabeanan Selama 3 (tiga) tahun terakhir.661. 2 proyek masih mencari dana separuhnya. Sedangkan kontribusi Indonesia on bilateral basis sebesar US $ 1. Namun demikian. 19 proyek sedang dilaksanakan. Sampai dengan tanggal 15 Mei 2008. customs enforcement and human resource development. Kontribusi Indonesia tercatat sebesar US $ 804. India. saat ini sedang disusun dan diselesaikan IAI Work Plan II. h.18 juta. Perkembangan Pembentukan FTA ASEAN Dengan Negara-negara Mitra Wicara a) ASEAN–China Free Trade Agreement Trade in Goods Agreement dan Dispute Settlement Mechanism Agreement ditandatangani oleh Menteri Ekonomi ASEAN dan China pada bulan Nopember 2004. khususnya untuk negara-negara CLMV. e-customs. untuk implementasi proyek-proyek dari tahun 1992–2008. dengan share 73.271. untuk 65 proyek. Kontribusi ASEAN + 6 sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah US $ 30. Hingga tahun 2007.811. facilitation of goods in transit. Agreement on Trade in Services dan Second Protocol to Amend the Framework Agreement ditandatangani pada 23 . Norwegia dan Uni Eropa. kontribusi ASEAN-6 terhadap CLMV on bilateral basis. 2 proyek telah mendapatkan pendanaan dan menunggu implementasi. Kontribusi tertinggi diberikan oleh Thailand. Kontribusi negara-negara dialogue partner ASEAN terhadap proyek-proyek IAI sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 berjumlah total US $ 20. ASEAN telah mengimpelementasikan sejumlah ASEAN Sectoral Mutual Recognition Arrangement (MRA). menyumbang sebesar US $ 17. sebesar US $ 100.483. Technical Regulations and Conformity Assessment Procedures (STRACAP) Dalam upaya untuk fasilitasi implementasi priority sectors. Korea. sampai dengan tanggal 15 Mei 2008 total berjumlah US $ 159. khususnya dalam bidang cargo clearance. 10 proyek masih menunggu proses pelaksanaan dan 18 proyek belum mendapatkan pendanaan.Certification Procedures. Standards. electrical and electronic equipment serta pharmaceutical.588. Disamping itu. risk management. e. Sebagai konsistensi untuk narrowing development gap. sebesar US $ 22.358. Sumber pendanaan proyek-proyek IAI berasal dari negara-negara ASEAN + 6 dan negara-negara donor lainnya. f.255 (implementasi proyek 1996 – 2004). untuk implementasi 30 Juli 2000–2006. yaitu di bidang cosmetics. Sedangkan Singapura memberikan kontribusi tertinggi.64% dari seluruh total pendanaan ASEAN. ASEAN Customs Administrations terus melakukan upaya-upaya untuk mengimplementasikan Strategic Plan of Customs Development (SPCD) 2005 – 2010.64 juta (87.3% total dana dari negara donor).6 % dari total pendanaan yang disiapkan oleh ASEAN-6. terdapat 203 proyek dalam IAI Work Plan dengan berbagai tahap implementasinya. Revisi CEPT ROO termasuk revisi general rule of the CEPT Rules of Origin dari kriteria single “Regional Value Content of 40 percent (RVC(40)” menjadi alternative co-equal rules of “Regional Value Content of 40 percent or Change in Tariff Headings (RVC(40) or CTH)”.98 juta. mengalami hambatan dialami dalam proses ratifikasi mengingat adanya benturan antara MRA dimaksud dengan peraturan perundangan nasional terkait.437 untuk 9 (sembilan) proyek. Initiative for ASEAN Integration (IAI) Initiative for ASEAN Integration (IAI) adalah suatu policy framework yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi. Sementara itu. yang diharapkan akan dapat segera diselesaikan pembahasannya.

dan meminta Sekretariat ASEAN untuk menyusun draft awal ASEAN-Canada Economic Arrangement yang sejenis dengan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang telah ditanda-tangani Kanada dengan MERCOSUR dan ASEAN Community. Berkenaan dengan proses ratifikasi ketiga perjanjian dimaksud. keuangan. China telah mengajukan request kepada Indonesia untuk 10 sektor jasa. Pada KTT ASEAN ke-13 para Pemimpin ASEAN menekankan pentingnya kerjasama ASEANChina yang tentunya akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Asia. Australia mengharapkan agar jika market access dimaksud belum dapat disepakati maka AANZ FTA dapat ditandatangani pada bulan 24 . Januari 2008.budaya dan rekreasi. Konstruksi. Di sela-sela KTT ASEAN ke-13 diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding between ASEAN and the Government of the People’s Republic of China on Strengthening Sanitary and Phytosanitary Cooperation oleh Sekjen ASEAN atas nama negara anggota ASEAN dan Minister General Administration of Quality Supervision. distribusi. Namun demikian setelah 4 (empat) tahun berjalan tidak terlihat tanda-tanda dimana akan tercapai kesepakatan. Bukti nyata pertumbuhan ekonomi termaksud ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan ASEANChina dari US$ 160 miliar pada tahun 2006 menjadi US$171. pendidikan. Pada Pertemuan ke-5 ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh. 12-14 Mei 2008. yaitu : Section I Objectives. b) ASEAN-Canada Trade And Investment Framework Arrangement (TIFA) Meskipun FTA ASEAN-Kanada masih merupakan tujuan jangka panjang. kedua belah pihak mengakui mengenai adanya suatu keperluan untuk lebih memformalkan hubungan. pendidikan. Indonesia telah menyampaikan penyesalannya dan berharap agar Kanada dapat menggulirkan kembali pembahasan TIFA. hanya tinggal Kamboja yang belum meratifikasi perjanjian tersebut. komunikasi. Inspection and Quarantine.1 miliar pada tahun 2007. Berkenaan dengan hal tersebut. Section IV Joint Council on Trade and Investment. jasa olah raga . Viet Nam. Sedangkan China menghendaki penggunaan positive approach. Section III Expansion of Trade and Investment. Jasa terkait dengan Air Travel dan Kepariwisataan) ditambah dengan jasa maritim. c) ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Terkait dengan ASEAN-Australia-New Zealand FTA (AANZ FTA). Pada SEOM 1/39 di Baguio City. pada periode 2003-2007 total nilai perdagangan Indonesia China tumbuh sebesar 28. Sebagai catatan. Viet Nam 10 Maret 2008. Kanada yang dijadwalkan pada bulan Nopember 2007. jasa sosial dan kesehatan. draft TIFA ASEAN-Kanada terdiri dari 5 sections dengan 1 Annex berupa Trade and Investment Cooperation Arrangement between ASEAN Canada Work Plan.bulan Januari 2007 di Cebu.7%. Sementara negosiasi perjanjian investasi ASEAN-China yang belum berhasil terselesaikan diharapkan dapat rampung dalam tahun 2008. Viet Nam sependapat dengan Indonesia dan meminta konfirmasi lebih lanjut mengenai kepastian penjadwalan ulang pertemuan pembahasan TIFA. dan jasa transportasi.9 juta. lingkungan. SEO bertukar pandangan mengenai pembatalan sepihak oleh pihak Kanada karena isu Myanmar atas rencana pertemuan konsultasi SEOM-Kanada di Vancouver. Kanada pada akhir bulan Nopember 2008. setelah dilakukan perundingan sejak 3 (tiga) tahun terakhir sudah dapat dikatakan selesai kecuali berkaitan dengan ”market access” untuk sektor otomotif. Terkait dengan implementasi FTA ASEAN-China di bidang jasa. Dalam kaitan ini. keuangan khusus asuransi dan kesehatan yang kesemuanya telah masuk dalam AFAS-5. telah disepakati bahwa basis offer untuk sektor-sektor yang masuk dalam Komitmen Pertama FTA ASEAN-China bidang Jasa adalah AFAS-4 (business services. Selanjutnya pada 2nd ASEAN Canada Informal Coordinating Mechanism (ICM) di Ha Noi. Sebagai catatan. realisasi investasi China di Indonesia berjumlah 22 proyek dengan nilai US$ 28. khususnya ASEAN dan China. Filipina. Hal ini dikarenakan perbedaan posisi ASEAN yang tetap menginginkan memakai pendekatan AIA atau negative list approach. Kanada telah menyampaikan keputusannya untuk melaksanakan the 3rd ASEAN–Canada SEOM yang tertunda di Vancouver. China. Section V Final Clauses. yaitu business services. telekomunikasi. konstruksi dan jasa engineering. Section II Principles. Filipina. Pada tahun 2007. Negosiasi di bidang investasi semula diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2007. Perundingan yang masih belum diselesaikan adalah bidang investasi dan kerjasama ekonomi.

Kemitraan ini juga kemudian diperkuat dengan penandatanganan Framework for Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and Japan pada tanggal 8 Oktober 2003.Desember mendatang. yang mengindikasikan adanya offer yang berbeda dari UE kepada setiap negara-negara anggota ASEAN. e) ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA) Pertemuan ASEAN-EU Commemorative Summit di Singapura pada tanggal 22 November 2007. Saat ini perjanjian AJCEP telah ditandatangani secara ad-referendum pada bulan Maret 2008. Diharapkan hal ini dapat segera diselesaikan secara bilateral. AANZ FTA menyisakan permasalahan lain. dan “normal track” yang dilakukan dengan negara anggota ASEAN lainnya yang tingkat ambisinya lebih rendah. Kedua MOU tersebut masih dibahas dan dipelajari lebih lanjut oleh pihak Depnaker serta Kementerian Lingkungan Hidup. Di samping itu. Di samping traditional issues (trade in goods. f) ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Landasan perundingan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership adalah Joint Declaration of the Leaders on Comprehensive Economic Partnership between ASEAN and Japan yang telah ditandatangani pada tanggal 5 November 2002. Sedangkan kelompok kedua hanya merundingkan traditional issues. dan sustainable development. Hingga saat ini. Berkenaan dengan proposal tersebut. Dalam pertemuan JCAEFTA ke-6 yang berlangsung di Ha Noi. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah konsekwensi hukum ditandatanganinya AANZ FTA apabila belum dapat disepakati/diselesaikannya komitmen bilateral dengan Australia dan New Zealand. yaitu menyangkut 2 (dua) MOU mengenai labour dan environment yang diharapkan oleh New Zealand dapat ditandatangani oleh Indonesia dan New Zealand sebelum ditandatanganinya AANZ FTA. Sedangkan isu-isu bilateral yang belum dapat diselesaikan akan diselesaikan setelah AANZ FTA ditandatangani. Di samping itu juga masih terdapat perbedaan pandangan antara ASEAN dengan India berkaitan dengan penurunan tarif di dalam Exclusion List (EL) dan Normal Track (NT). Draft ASEAN–India Trade in Goods Agreement telah berhasil disepakati kecuali “market acsess” kepada Viet Nam. berhasil menyepakati dua dokumen penting yaitu Plan of Action to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership dan Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit. d) ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) Sejak ditandatanganinya Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003. competition policy. Viet Nam pada tanggal 14-17 Oktober 2008. telah diadakan 6 kali pertemuan Joint Committee on ASEAN-EU Free Trade Agreement (JCAEFTA). mengingat offer dan request Australia serta New Zealand kepada Indonesia belum disepakati. namun sifatnya sukarela. Dalam isu Trade in Goods. UE juga mengemukakan penawaran dengan pendekatan country specific adjustrment. Sedangkan pihak Jepang telah meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 21 Juni 2008. yakni perundingan “fast track” yang dilakukan dengan beberapa negara (kelompok kecil) terutama negara-negara yang memiliki tingkat ambisi tinggi baik dalam hal cakupan isu-isu yang dirundingkan maupun ambisi yang cukup tinggi di masing-masing isu. masih terlihat keinginan dari pihak UE untuk memasukan isu-isu non-tradisional seperti government procurement. ASEAN tidak menyetujui tawaran EU tersebut karena dikhawatirkan pendekatan ini akan menimbulkan diskriminasi. perundingan ASEAN-India Trade Negotiating Committee (AITNC) telah memasuki pertemuan ke-21. services dan investment) kelompok pertama dapat merundingkan non-traditional issues (seperti competition policy. namun sifatnya sukarela. Saat ini 25 . sustainable development dan government procurement). Dalam kaitan ini. terdapat dua proposal tentang working method (mekanisme perundingan) yang akan digunakan dalam kerangka AEFTA. Kedua dokumen tersebut memuat paragraf kesepakatan peningkatan kerjasama ekonomi kedua kawasan. Namun. UE mengusulkan agar working method dilakukan dengan menggunakan mekanisme perundingan dual track. Viet Nam juga mengusulkan pendekatan yang hampir sama dengan UE. Terkait dengan modalitas ASEAN-EU Free Trade Agreement (AEFTA).

telah dibentuk Coordinating Committee on Services (CCS) yang memiliki tugas menyusun modalitas untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa dalam kerangka AFAS yang mencakup 8 (delapan) sektor. Sejak penandatangan AFAS hingga saat ini. 2) Integrasi Sektor Jasa Prioritas Menjelang Realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ASEAN telah menetapkan 5 (lima) sektor jasa prioritas dari 12 sektor prioritas integrasi barang dan jasa yang akan diliberalisasi menjelang pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Jasa Konstruksi. Target penghapusan hambatan dalam perdagangan bidang jasa di empat sektor prioritas bidang jasa adalah tahun 2010 untuk jasa perhubungan udara. Disamping itu juga telah ditandatangani ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services and the ASEAN multilateral Agreement on Air Services pada pertemuan ke14 ASEAN Transport Ministers’ Meeting pada bulan November 2008. Jasa Bisnis. termasuk sebagai pengelola sektor jasa keuangan non-bank dan jasa profesi (akuntan dan penilai). 4) Jasa Angkutan Laut (Maritime Transport Services) 26 . Perkembangan Liberalisasi Jasa ASEAN 1) Peranan Sektor Jasa ASEAN Sektor Jasa memegang peranan penting di ASEAN dengan rata-rata 40-50% GDP negara ASEAN berasal dari sektor jasa. Kerjasama di Sektor Jasa a. Selanjutnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. e-ASEAN. Jasa Keuangan. Jasa Telekomunikasi. Masing-masing sektor prioritas tersebut telah dilengkapi peta kebijakan (roadmaps) yang mengkombinasikan inisiatif-inisiatif khusus dengan inisiatif yang lebih luas secara lintas sektor seperti langkah-langkah fasilitasi perdagangan. termasuk ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Air Freight Services. Departemen Keuangan. Negara-negara ASEAN telah menyepakati dan mengesahkan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok. Prinsip. yaitu: Jasa Angkutan Udara dan Laut. 3) Jasa Angkutan Udara (Air Transport Services) Sidang ke 18 ASEAN Air Transport Working Group (ATWG) di Kuala Lumpur tanggal 12 – 14 Agustus 2008 membahas berbagai hal terkait dengan upaya liberalisasi jasa angkutan udara ASEAN. Jasa juga berperan penting dalam perekonomian Indonesia dengan porsi 46% total GDP pada tahun 2007. strategi dan modalitas untuk liberalisasi jasa tersebut ditujukan guna mewujudkan realisasi bebasnya arus perdagangan jasa ASEAN dalam rangka pembentukan kawasan ekonomi terintegrasi “Komunitas Ekonomi ASEAN” tahun 2015. Jasa Pariwisata. Jasa Pariwisata. Jasa Logistik dan Jasa Transportasi Udara. Adapun liberalisasi bidang jasa seluruhnya ditargetkan pada tahun 2015. Indonesia mendorong liberalisasi sektor jasa melalui Badan Kebijakan Fiskal. yang bertindak sebagai koordinator (Tim Koordinator Bidang Jasa) di semua forum dan sektor. Dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi melalui liberalisasi perdagangan di bidang jasa. Jasa Kesehatan dan Jasa Logistik. e-ASEAN. KTT ASEAN ke-13 di Singapura pada November 2007 telah menyepakati pengesahan paket ke-6 tersebut sebagai kelanjutan liberalisasi jasa di bawah AFAS. Thailand. Integrasi perdagangan jasa ASEAN akan dilaksanakan dengan mengacu pada Cetak Biru Pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN yang juga telah disepakati pimpinan ASEAN pada kesempatan KTT ASEAN tersebut. dan pariwisata dan tahun 2013 untuk jasa logistik. ASEAN Single Aviation Market (SAM) dan Kerjasama Angkutan Udara dengan Mitra Dialog. ASEAN Multilateral Agreement on Air Services. Negara-negara anggota ASEAN telah menyepakati 6 paket komitmen liberalisasi jasa.masing-masing negara ASEAN sedang melaksanakan prosedur legal nasional guna dapat menerapkan perjanjian ini. kesehatan. yaitu: Jasa Kesehatan.

6) Jasa Telekomunikasi (Telecommunications Services) ASEAN menyadari pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Indonesia ditunjuk bertanggung jawab sebagai lead coordinator untuk measure (langkah kebijakan) no. pada tanggal 25-29 Agustus 2008 telah membahas dan mengesahkan indikator dan target dalam ICT Scorecard yang diperlukan untuk mencapai proses integrasi dan pengembangan sektor ICT ASEAN tahun 20082010. Workshop tentang Home stay di Malaysia. MRA Framework on Accountancy Services yang akan menjadi prinsip-prinsip dasar dan kerangka 27 . . 7) Jasa Pariwisata (Tourism Services) Dalam pertemuan ASEAN Tourism Meetings di Manila tanggal 6 – 9 Juli 2008. . Para Menteri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus memperkuat tingkat kompetensi di pasar global. 8) Jasa Logistik (Logistic Services) Jasa logistik telah ditetapkan sebagai sektor prioritas kedua belas yang akan diliberalisasikan oleh ASEAN. ditegaskan perlunya upaya kapitalisasi yang kuat pada sektor perbankan dan institusi keuangan selain upaya untuk segera dapat mengimplementasikan Chiang Mai Initiative Multilateralisation pada pertengahan tahun 2009 sejalan dengan inisiatif regional yang lain dalam upaya kerjasama dan integrasi regional. tanggal 5-12 Januari 2009. Pertumbuhan GDP regional diperkirakan akan mengalami sedikit perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6. Filipina. telah dibicarakan beberapa hal antara lain: . Terkait Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport.Terkait dengan NTO/VAC Fund dinyatakan bahwa Balance of NTO/VAC Fund hingga bulan Mei 2008 adalah USD 58. Roadmap for Integration of Logistics Services telah ditandatangani pada Sidang ke-39 ASEAN Economic Ministers’ di Makati City. Viet Nam. . 9th ASEAN Telecommunications & Information Technology Senior Officials Meeting (TELSOM-9) dan 8th ASEAN Telecommunications & Informations Technology Ministers Meeting (TELMIN-8) dengan tema ‘’High Speed Connection to Bridge ASEAN Digital Divide” di Bali. pada tanggal 24 Agustus 2007.Penyusunan MRA di bidang Pariwisata diharapkan selesai pada akhir 2008 dan dapat ditandatangani oleh para Menteri Pariwisata ASEAN pada saat ASEAN Tourism Forum (ATF) 2009 di Ha Noi. ATMR Cruise di Singapura. Terkait hal ini telah disepakati upaya sinergis untuk membangun infrastruktur komunikasi melalui “Siem Reap Ministerial Declaration on Enhancing Universal Access on ICT Services in ASEAN” yang disepakati dalam sidang TELSOM/TELMIN ke-7 tahun 2007 di Siem Reap. yaitu: ASEAN Promotional Chapter for Tourism. Mutual Recognition Arrangements Bidang Jasa Para Menteri Ekonomi ASEAN telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Framework on Accountancy Services.791. Uni Emirat Arab pada tanggal 7-9 Oktober 2008.Sidang ke-16 ASEAN Maritime Transport Working Group (MTWG) di Nha Trang.Dalam kerangka ASEAN Tourism Resource Management and Development Network (ATMR) telah direncanakan untuk mengadakan beberapa kegiatan antara lain: Training on eco tourism di Thailand.12 “Develop the Strategies for an ASEAN Single Shipping Market” dari Roadmap dimaksud. ASEAN Tourism Area in International tourism Fairs dan Joint Promotion Activities with ASEAN Airlines. Viet Nam tanggal 9-11 September telah membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam mengimplementasikan Roadmap Towards an Integrated and Competitive Maritime Transport. Pelatihan Tourism Heritage di Indonesia. MRA on Medical Practitioner and MRA on Dental Practitioners.7 %. Untuk merespon hal tersebut.11 “Confirm the Principle of Open Access to the International Maritime Trade of All ASEAN Member States” dan measure no. Kamboja. 5) Jasa Keuangan (Finance Services) Pertemuan terkini Para Menteri Keuangan ASEAN dan ASEAN Finance Minister Investors Seminar (AFMIS) diselenggarakan di Dubai.25.Guna lebih meningkatkan promosi ASEAN sebagai destinasi tunggal telah dibahas beberapa kegiatan promosi bersama.

Rejim yang dimaksud adalah ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) yang merupakan hasil revisi dan penggabungan dari ASEAN Investment Area (AIA) dan ASEAN Investment Guarantee Agreement (ASEAN-IGA). pada tahun 1996.14 ASEAN mendatang di Chiang Mai. nilai investasi asing di ASEAN pada tahun 2005 berjumlah sebesar US$. yang berada dibawah naungan SEOM. memberi persamaan perlakuan nasional dan membuka investasi di industrinya terutama sektor manufaktur. Setelah mengalami pembahasan yang cukup alot sejak tahun 2006. Pada pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN Ke-40 yang berlangsung di Singapura bulan Agustus 2008. diharapkan ASEAN dapat meningkatkan iklim investasi di kawasan dan menarik lebih banyak investasi asing. Ratifikasi Perjanjian-perjanjian Ekonomi ASEAN Hingga saat ini terdapat 92 Perjanjian Ekonomi ASEAN. dikarenakan ACIA telah mengadopsi international best practices dalam bidang investasi dengan mengacu kepada kesepakatankesepakatan investasi internasional. Dari jumlah tersebut. architectures services. dengan mandat menyiapkan sebuah Persetujuan Dasar tentang Kawasan Investasi ASEAN (Framework Agreement on ASEAN Investment Area/FA-AIA). Bersamaan dengan penandatanganan tersebut juga disahkan pembentukan AIA Council. facilitation and promotion. Dengan adanya ACIA.3 milyar. seperti the ASEAN Framework Agreement on Services. protection. ACIA lebih bersifat komprehensif dibandingkan dengan AIA dan ASEAN IGA. Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut. Liberalisasi investasi bagi negara anggota ASEAN disepakati untuk mulai berlaku pada tahun 2010. Kerangka kerja AIA mencakup semua arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke ASEAN maupun investasi langsung antar negara-negara ASEAN. 28 . Filipina. Diharapkan ACIA akan dapat ditandatangani pada KTT ke. Di samping itu juga telah ditandatangani MRAs di bidang engineering services. 52. kerjasama ASEAN diawali dengan dikemukakannya gagasan pembentukan suatu kawasan investasi ASEAN pada Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bangkok pada tahun 1995. meliberalisasi peraturan-peraturan dan kebijaksanaan investasi. nursing services and surveying and urged renewed efforts by the related professional bodies to implement the MRAs.negosiasi bilateral atau multilateral. Dengan menciptakan ASEAN sebagai suatu kawasan investasi yang lebih berdaya saing dan terbuka. diharapkan akan dapat ditandatangani pada ASEAN Tourism Ministers Meeting pada bulan Januari 2009. sehingga dapat meningkatkan arus investasi ke kawasan. Draft ACIA dimaksud telah dibahas dan di-endorse pada Pertemuan ke-40 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2008. FAAIA mencakup seluruh kegiatan investasi. sedangkan dengan negara non-ASEAN disepakati untuk direalisasikan pada tahun 2020. 41. diharapkan akan dapat menjadikan ASEAN menjadi wilayah yang sangat kompetitif untuk menarik Foreign Direct Investment (FDI) serta mendukung realisasi ASEAN Economic Community. Kerjasama di Sektor Investasi Di sektor investasi. negara-negara ASEAN sepakat untuk membentuk suatu rejim investasi ASEAN yang lebih terbuka serta mendukung proses integrasi ekonomi di Asia Tenggara. sedangkan 35 masih dalam proses. Dengan ditandatanganinya ACIA. Thailand. 57 perjanjian telah diratifikasi. Sedangkan MRAs mengenai Medical Practitioners and Dental Practitioners diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas qualified medical and dental practitioners di ASEAN. Framework Agreement on ASEAN Investment Area ditandatangani di Makati City. Sedangkan Mutual Recognition Arrangements on Tourism Professionals. Perlu disampaikan juga bahwa terdapat 12 perjanjian dalam tahap akhir proses ratifikasi dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2008. dibentuk Komite Kerja Kawasan Investasi ASEAN (WC-AIA). Desember 2008. Sebagai tambahan. AIA diharapkan dapat menarik arus investasi langsung ke ASEAN. ASEAN akhirnya berhasil menyelesaikan pembahasan ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA). Tujuan utama yang hendak dicapai adalah menciptakan suatu Kawasan Investasi ASEAN yang liberal dan transparan.06 milyar dan tahun 2006 sebesar US$. Persetujuan tersebut antara lain akan mengikat negara-negara anggota untuk menghapus hambatan-hambatan investasi. pada tahun 1998. kecuali investasi portfolio dan kegiatan investasi lainnya yang sudah tercakup pada perjanjian ASEAN lainnya. ACIA mencakup empat pilar utama yang meliputi: liberalisation.

durian.my/doa/aseanpest) yang memberikan landasan untuk saling bertukar informasi dan database serta penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan pemanfaatan pestisida. papaya. ASEAN juga telah membentuk ASEAN General Guidelines on the Preparation and Handling of Halal Food sebagai upaya memperluas perdagangan daging dan produk daging intra-ASEAN. Saat ini. bulan Desember 2008. Dalam skema kerja sama ASEAN Plus Three. dan anggrek potong dendrobium. panen dan paska panen buah dan sayuran segar serta sejumlah produk hortikultura lainnya berupa Standar ASEAN untuk mangga. Sebelumnya ASEAN telah memiliki 658 MRL untuk 61 pestisida. 2) Tanaman Pangan (Crops) Sejak tahun 2006 – 2008. Dalam 29th ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture and Forestry (29th AMAF) di Bangkok. yaitu East Asia Emergency Rice Reserves (EAERR) dan ASEAN Food Security Information System (AFSIS). Kegiatan EAERR terutama difokuskan pada implementasi mekanisme pengadaan beras (stock release mechanism) dan pemanfaatan cadangan beras darurat untuk kondisi bencana. ASEAN telah mengadopsi ASEAN Good Agricultural Practices (ASEAN GAP) mengenai penanganan produksi. ASEAN terus berupaya untuk melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan dengan meminimalisir penggunaan pestisida dan memastikan keamanan pangan dan mencegah kerusakan lingkungan. kentang. Untuk jagung dan kedelai. mangga. ASEAN telah mengadopsi harmonisasi 99 MRL untuk 16 pestisida. ASEAN telah mampu mencapai swasembada. ASEAN terus berupaya untuk melaksanakan upaya terpadu dalam mengharmonisasi standar dan kualitas. ASEAN masih mengandalkan impor karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan domestik. Untuk itu. ASEAN sesuai dengan usulan Presiden RI. ASEAN telah membuat Daftar Hama Endemik untuk beberapa komoditas pertanian yang diperdagangkan di kawasan. yaitu padi giling. pumelo. 29 . dan rambutan. ASEAN Plant Health Cooperation Network (APHCN) telah dibentuk sebagai sarana untuk berbagi informasi mengenai kesehatan tanaman di negara-negara anggota ASEAN. Sementara itu. Para Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN menyepakati untuk merekomendasikan dokumen tersebut ke ASEAN Summit di Thailand.moa. informasi mengenai Undang-undang Karantina Tanaman dan persyaratan impor untuk Malaysia dan Singapura telah tersedia di website APHCN. nanas. telah menyusun sebuah skema strategis dan komprehensif untuk memperkuat ketahanan pangan regional yang disebut ASEAN Integrated Food Security (AIFS) Framework beserta rencana kerja jangka menengah yang disebut Strategic Plan of Action on Food Security in the ASEAN Region (SPA-FS). Upaya harmonisasi phytosanitary untuk komoditaskomoditas tersebut akan terus dilanjutkan khususnya untuk pengembangan panduan importasi. 2007. jeruk (citrus). Melalui harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs) untuk pestisida.Kerjasama di Sektor Komoditi dan Sumber Daya Alam Kerjasama Pertanian 1) Pangan Secara umum kondisi pangan ASEAN pada tahun 2005/2006 stabil. kegiatan AFSIS difokuskan pada pembuatan jaringan informasi mengenai ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. akan dibentuk ASEAN Regional Diagnostic Initiative sebagai proyek percontohan untuk mengatasi hambatan terhadap akses pasar produk pertanian. ASEAN telah memiliki website untuk lembaga pengawasan pestisida “aseanpest” (http://agrolink. Dalam proyek AFSIS. Dalam inisiatif ini. jaminan keamanan pangan dan standarisasi sertifikasi perdagangan untuk mendukung integrasi ekonomi dan meningkatkan daya saing produk-produk pertanian dan kehutanan ASEAN di pasar internasional. sebuah website telah dibentuk yang memberikan informasi mengenai situasi dan perencanaan kebijakan ketahanan pangan di kawasan. Menanggapi perkembangan krisis dunia yang berdampak pada sektor pangan. khususnya untuk komoditi beras dan gula yang produksinya melebihi kebutuhan di ASEAN. kedua dokumen tersebut akan di-endorse oleh para Pemimpin ASEAN melalui Bangkok Statement on Food Security in the ASEAN Region. Selanjutnya. Sebagai upaya kawasan untuk mengendalikan penggunaan pestisida. 2 (dua) proyek telah dilaksanakan sejak tahun 2004 – 2008.

tanggal 5-10 Juli 2007. Tiga buah workshop telah diadakan di Singapura (2001). ASEAN berkolaborasi dengan International Life Sciences Institute Southeast Asia telah mengembangkan serangkaian pelatihan dan workshop mengenai penggunaan ASEAN Guidelines on Risk Assessment of Agriculture-related GMOs yang ditujukan bagi para pejabat dan pengambil keputusan. ayam beku. yaitu: udang beku. Panduan ini memberikan Negara-negara Anggota ASEAN pendekatan dan pemahaman bersama saat melakukan evaluasi ilmiah terhadap peluncuran GMOs di bidang pertanian. ASEAN Directory of Agricultural Research and Development Centres in ASEAN. seperti upaya SPS di berbagai bidang. dan Guidelines for the Use of the Digital Information System. dari 2004 menjadi 2009. bawang merah. Kuala Lumpur (2002). Sejumlah aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan pekerja dan petani telah pula dilaksanakan. 5) Codex ASEAN telah mengembangkan website ASEAN Food Safety Network (www. ASEAN telah mengembangkan Program Kesadaran Publik terhadap GMOs. 6) Skema Promosi Produk Pertanian dan Kehutanan Untuk mempromosikan produk pertanian dan kehutanan. nanas kaleng. serta hasil kerja dari berbagai badan di ASEAN terkait keamanan pangan. IPPC. termasuk pengkajian produkproduk pertanian dan kehutanan yang dicakup dalam MoU. 30 . termasuk pengembangan modul pelatihan untuk komoditas prioritas dan pengorganisasian pelatihan IPM di kawasan terhadap komoditas prioritas tersebut. di antaranya: Regional Training on Edible and Medicinal Mushroom Production Technology for ASEAN Extension Workers and Farmers (1-2 November 2008 di Viet Nam) serta pertukaran pejabat. Komoditas dimaksud. ASEAN telah memperpanjang implementasi Memorandum of Understanding (MoU) on ASEAN Cooperation in Agriculture and Forest Products Promotion Schemes untuk periode 5 tahun ke depan. saat ini terdapat kekhawatiran publik terhadap penggunaan bioteknologi yang perlu diatasi. Pembuatan MoU saat ini tengah dikembangkan oleh Negara-negara Anggota ASEAN. Indonesia. termasuk pembentukan ASEAN Agricultural Research and Development Information System (ASEAN ARDIS). di antaranya mangga. Sejumlah aktivitas telah dilakukan. 4) Penelitian dan Pengembangan di bidang Pertanian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan di bidang pertanian telah dimulai sejak 2005. ASEAN telah mengadopsi Guidelines on the Risk Assessment of Agriculture-related Genetically Modified Organisms (GMOs). Menyadari pentingnya pemahaman mengenai teknologi dan penilaian risiko untuk Manipulasi Genetika (MG). Bangkok (2003) dan Jakarta (2004). serta untuk meningkatkan pembangunan kapasitas di bidang ini.3) Agricultural Training and Extension ASEAN terus melanjutkan program Pengelolaan Hama secara Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) untuk berbagai tanaman pangan. pelatih dan petani terkait IPM untuk citrus telah diorganisir oleh Thailand pada tanggal 10-16 Juni 2008. beras. 5 produk. Namun demikian. Frequently Asked Questions (FAQs) mengenai GMOs dari seluruh Negara Anggota ASEAN dikumpulkan dan diterbitkan untuk informasi publik.aseanfoodsafetynetwork. MoU ini tetap relevan sebagai basis kerjasama dengan sektor swasta dan berkoordinasi tentang posisi bersama terkait perdagangan produk pertanian dan kehutanan ASEAN. Panduan ini menggambarkan prosedur notifikasi. dll). Dalam program ini. Dengan mempertimbangkan relevansi situasi pasar yang ada serta aktivitasnya dalam 12 tahun terakhir.net) untuk memberikan informasi yang berguna terkait keamanan pangan. dan registrasi GMOs di bidang pertanian. isu-isu yang muncul dalam badan-badan penetapan standar internasional (Codex. Pertukaran pejabat. 7) Bioteknologi ASEAN menyadari pentingnya bioteknologi pertanian sebagai cara untuk meningkatkan produktifitas pangan secara berkelanjutan. jeruk. pumelo dan kedelai. pelatih dan petani yang diorganisir di Palembang. persetujuan. Dalam meningkatkan pembangunan kapasitas. OIE. tuna kaleng. dan karet alam telah disetujui untuk dihapus dari daftar.

and Nitrofuran Residues in Aquaculture Fish and Fish Products. Malaysia sangat resisten terhadap isu dimaksud. ASEAN Guidelines for the Implementation of IPF/IFF proposals for Action Isu illegal logging untuk dikerjasamakan di ASEAN telah diperjuangkan oleh Indonesia lebih dari 3 (tiga) tahun lalu. 31 . Gunung Sindur. bekerjasama dengan organisasi internasional/mitra wicara. Kesuksesan kolaborasi dengan SEAFDEC juga mendorong pengembangan inisiatif baru berupa: Seafood Safety Information Network dan Chloramphenicol. Sesuai dengan persyaratan pelaporan kehutanan internasional. Para Menteri Pertanian ASEAN juga telah mengakreditasi ulang National Veterinary Drug Assay Laboratory (NVDAL). Monitoring. ASEAN terus melanjutkan kolaborasi dengan SEAFDEC dan telah menyetujui kerja sama untuk memperkuat mekanisme dan implementasi program perikanan kawasan melalui pembentukan “ASEANSEAFDEC Strategic Partnership (ASSP)”. sebuah mekanisme tunggal akan dipakai. Promotion of International Trade in Livestock and Livestock Products. ASEAN telah menyetujui untuk memperbaiki mekanisme yang ada serta prosedur registrasi vaksin hewan yang diproduksi di dalam dan di luar Negara Anggota ASEAN. Untuk menanganinya. AMAF ke-29 telah menyetujui sebagai berikut: i. Negara-negara Anggota ASEAN juga telah menyetujui inisiatif untuk membentuk ASEAN Shrimp Alliance (ASA) dan ASEAN Network on Aquatic Animal Health Centres (ANAAHC). Salah satu kekhawatiran ialah kemampuan virus untuk menyebar dari unggas ke manusia. Namun akhirnya. pengembangan inisiatif Pan ASEAN Timber Certification telah menggunakan kriteria yang diakui secara internasional untuk memastikan diterimanya produk kayu ASEAN yang bersertifikat di pasar internasional. Kerjasama Perikanan ASEAN Network of Fisheries Post-Harvest Technology Center melanjutkan kerjasamanya dengan Departemen Penelitian Perikanan Laut dari Southeast Asia Fisheries Development Center (SEAFDEC) untuk mengimplementasi kegiatan-kegiatan: (i) HACCP Training Programmes. dan iii. Pada awalnya. Dalam AMAF ke-29. ASEAN telah menyelesaikan implementasi 8 (delapan) komponen dalam kerangka regional tersebut. ii. dan (iii) ASEAN-Australia Development and Cooperation Programme (AADCP) mengenai “Quality Assurance and Safety of ASEAN Fish and Fishery Products”. dan Guidelines on Development of Standard Operating Procedures (SOP) for Health Certification and Quarantine Measures for the Responsible Movement of Live Food Finfish. 2007.Kerjasama Peternakan Kerjasama ASEAN di bidang peternakan semakin berkembang. telah menyetujui ASEAN Standard for Live Infectious Bronchitis Vaccine dan Inactivated Infectious Bronchitis Vaccine. Untuk tujuan ini. Pada tingkat regional. telah ditandatangani Letter of Understanding (LoU) ASSP oleh Sekjen ASEAN dan Sekjen SEAFDEC. ASEAN telah membentuk dan menandatangani Agreement for Establishment of the ASEAN Animal Health Trust Fund (AHTF) pada bulan November 2006 untuk mendukung aktivitas ASEAN mengendalikan dan memberantas penyakit hewan di kawasan. dibentuk Regional Framework for Control and Eradication of HPAI. AMAF ke-29 di Bangkok. ASEAN Criteria and Indicators for Sustainable Management of Tropical Forests. Kerjasama Kehutanan Pengembangan kriteria nasional dan indikator untuk pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management/SFM). termasuk pengkajian kebijakan. Dengan bantuan dari Australia. dan Strengthening Animal Diseases Control Programme. Munculnya Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di beberapa Negara Anggota ASEAN sejak Desember 2003 memiliki dampak yang cukup besar terhadap perekonomian kawasan. Indonesia sebagai laboratorium pengetesan vaksin untuk 9 vaksin hewan selama periode 3 tahun. dan penanaman hutan telah mengalami kemajuan di masing-masing Negara Anggota ASEAN. (ii) Regional Code of Conduct on Post-Harvest Practices and Trade. Sejumlah inisiatif baru. Dalam upaya mengatur produksi dan pemanfaatan vaksin hewan. termasuk Common Stand on Codex Issues dan Veterinary Drug Residues in Food juga telah dimulai. terutama mengenai Regularization of Production and Utilization of Animal Vaccines. ASEAN telah menyelesaikan Hazard Guide-A Guide to the Indentification and Control of Food Safety Hazard in the Production of Fish and Fisheries Products in the ASEAN Region. Asssesment and Reporting Format for Sustainable Forest Management in ASEAN.

Proyek-proyek yang tercakup dalam kerjasama TAGP terdiri dari 8 (delapan) yaitu : Duri. meningkatkan integrasi infrastruktur energi regional. Malaysia – Palawan-Luzon. ASEAN Forestry Clearing House Mechanism (CHM) telah dibentuk untuk memberikan landasan informasi di antara Negara-negara Anggota ASEAN terkait diskusi mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan bersama. Indonesia – JDA – Erawan. Malaysia. Di bawah program ASEAN-German Regional Forest Program. Batam – Bintan – Singapura – Johor (Long term – PLN. yang terdiri dari 64 species tanaman telah diselesaikan dan diterbitkan.Malaysia dapat menerima illegal logging dikerjasamakan di ASEAN mengingat hal tersebut telah mendapatkan dukungan dari anggota ASEAN lainnya. ASEAN juga telah setuju untuk bekerjasama secara lebih proaktif dan intensif dalam implementasi CITES. yaitu Peninsular Malaysia – Sumatra (Medium term –TNB dan PLN). Perkembangan Kerjasama di Bidang Energi ASEAN telah menetapkan rencana aksi ASEAN yang disebut ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2004-2009. Ketahanan energi (Energy Security). Adapun ruang lingkup kerjasama ASEAN di bidang energi mencakup isu-isu: (i). and Renewable Energy). Penelitian dan pengembangan energi terbarukan (Research and Energy. Untuk proyek interkoneksi ASEAN. Philippina. yang ditandatangani pada tahun 2007 dan saat ini masih menunggu proses ratifikasinya. West Natuna. melibatkan sektor swasta dalam upaya mengamankan cadangan energi regional. ditandatangani tahun 2002 dan MOU on ASEAN Power Grid (MoU on APG). Malaysia. East Natuna. Indonesia – Melaka. East Kalimantan – Sabah – Philippines. 32 . terdapat 3 (tiga) dasar hukum yang menjadi rujukan. Thailand. 1) Kerjasama Energi ASEAN + 3 Kerjasama keamanan energi ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Kebijakan regional di bidang energi (Regional Energy Policy). sejauh ini terdapat 14 proyek interkoneksi ASEAN. ii). yang meliputi langkah-langkah: memperkuat ketahanan energi regional. Sarawak – West Kalimantan (Medium term –Sesco dan PLN). Pertemuan pertama ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) + 3 berlangsung pada tanggal 9 Juni 2004 di Manila. ASEAN pun menunjukkan komitmennya pada bidang ini dengan mengembangkan dan mengadopsi ASEAN Regional Action Plan on Trade in Wild Fauna and Flora 2005-2010. Pembangunan jaringan kelistrikan (Power Interconnection). menciptakan kebijakan energi regional yang responsif yang secara bertahap mendorong reformasi pasar. Pauh. Malaysia – Arun. SPPG dan TNB). (v). Oil Market Forum. Saat ini ASEAN tengah menyelesaikan volume kedua Database yang berisikan 50 species. disetujui untuk mendorong penetapan harga spot minyak berorientasi pasar dan diimplementasikan di bursa berjangka untuk produk minyak mentah (crude oil) dan produk-produk bahan bakar lainnya. (iv). East Natuna – West Natuna – Singapura. ASEAN Wildlife Enforcement Network (ASEAN-WEN) telah dibentuk pada Desember 2005 untuk menyediakan mekanisme koordinasi dan pertukaran informasi yang efektif di antara badan-badan penegak ubli pada level nasional dan regional untuk memberantas perdagangan flora dan fauna liar secara illegal. Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy Security Forum. East Natuna. East Natuna – West Natuna – Kerteh. Sumatera. Oil Stockpiling Forum dan Renewable Energy Forum dan upaya bersama untuk mengatasi isu-isu di pasaran minyak regional termasuk “Asian Premium”. Efisiensi energi (Energy Efficiency). Malaysia. Proyek yang terkait dengan Indonesia. Berkaitan dengan kerjasama energi ASEAN. yang akan ditandatangani pada KTT ke-14 ASEAN mendatang. iii). Indonesia. Disamping itu juga akan ditandatangani New ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA). FLEG tersebut telah didukung dengan Work Plan for Strengthening FLEG in ASEAN 2008 – 2015. Volume pertama dari Database on ASEAN Herbal and Medicinal Plants. Indonesia – Brunei Darrusalam – Sabah. Malaysia – Thailand JDA – Blok B Viet Nam. Selain itu. Indonesia – Duyong. Menteri-menteri ASEAN yang bertanggungjawab untuk CITES telah mendeklarasikan Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada tanggal 8 Oktober 2003 pada tanggal 2-14 Oktober di Bangkok. liberalisasi dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. yaitu MoU on Trans ASEAN Gas Pipeline (MoU on TAGP). Natural Gas Forum. Akhirnya disepakati ASEAN Ministerial Statement on Strengthening Forest Law Enforcement and Governance (FLEG) in ASEAN yang memuat mengenai kerja sama ASEAN untuk memberantas illegal logging and its associated trade.

para Pemimpin EAS sepakat bahwa pembahasan mengenai energi harus mencakup elemenelemen energy security. dengan kegiatan antara lain capacity building seperti training staff/personnel untuk civilian nuclear development di kawasan. Pembahasan isu energy security dalam KTT ini diarahkan untuk mencapai tujuan bersama negara-negara EAS yaitu memastikan ketersediaan sumber energi yang terjangkau (affordable) bagi pembangunan di kawasan. Filipina. Untuk menegaskan komitmen kerjasama di bidang energi tersebut. Korea diharapkan dapat bekerjasama dengan ACE untuk meneruskan inisiatif tersebut. isu yang menjadi fokus utama adalah energy security. dan perubahan iklim global. natural gas serta New Renewable Energy (NRE) dan Energy Efficiency and Conservation (EE&C). o o o KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. 2) Kerjasama East Asia Summit di bidang Energi Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 East Asia Summit (EAS) di Cebu. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. Para Menteri meminta ASEAN Center for Energy dan Korea Energy Management Cooperation dapat menindaklanjuti proposal tersebut. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Terkait dengan pengembangan kerjasama Energy Efficiency and Conservation (EE & C) disepakati bahwa kerjasama dapat dilakukan melalui peningkatan dialog. saling menguntungkan. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF). dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. tenaga air. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. Dalam KTT tersebut. oil market. yaitu voluntary dan tidak mengikat. 2007. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti 33 . produksi dan penggunaan bio-fuel. Para Menteri menyambut baik proposal Korea mengenai kerjasama civilian nuclear energy sesuai dengan ASEAN + 3 Cooperation Work Plan (2007 – 2017). telah disepakati kerjasama energi ASEAN + 3. perluasan sistem energi terbarukan. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. pendekatan tahap demi tahap dengan perspektif jangka panjang. Disepakati Proposal Korea mengenai kerjasama Clean Development Mechanism (CDM) untuk memperluas kesempatan bagi proyek-proyek CDM guna membantu mengurangi greenhouses gas emission (GHG) serta meningkatkan sustainable development melalui kegiatan capacity building. tanggal 15 Januari 2007. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. efisiensi energi dan konservasi energi. Dalam kaitan ini juga telah disepakati Work Plan untuk Oil Stockpiling Roadmap yang akan didasarkan kepada 4 (empat) prinsip. sumber daya energi alternatif dan terbarukan. Sidang juga sepakat untuk memperluas kerjasama regional dengan memasukkan kerjasama civilian nuclear energy. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. para Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. pengembangan networking serta sharing informasi. yang bertujuan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: o o Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. saling menghormati.Pada pertemuan ke-5 AMEM + 3 di Bangkok. yaitu energy security. oil stockpiling.

para Menteri sepakat untuk mempromosikan produksi dan penggunaan biofuels dan kerjasama regional yang tidak mengganggu ketahanan pangan. Para Menteri juga sepakat bahwa rekomendasi laporan hasil studi Energy Market Integration in the East Asia Region perlu dipertimbangkan khususnya rekomendasi untuk mengadakan pertemuan forum konsultasi atau pertemuan-pertemuan lainnya. dinamis. Pada Pertemuan pertama East Asia Summit Energy Ministerial Meeting (1st EAS EMM) di Singapura. rencana penyusunan ASEAN SME White Paper. pasar. Sidang ASEAN Economic Minister Meeting (AEM) ke-31 di Singapura tanggal 27 September–2 Oktober 1999 telah menyepakati kerangka kerjasama yang melibatkan UKM dalam ASEAN Industrial Cooperation (AICO). implementasi SME Section dalam AEC Blueprint. Berdasarkan cetak biru tersebut telah dipilih lima bidang kerjasama strategis dalam pengembangan UKM ASEAN. Dukungan 34 . Sidang sepakat bahwa 3 (tiga) work stream yaitu energy efficiency and conservation (EE & C). Dalam pertemuan pertamanya di Jakarta tanggal 24 April 1995 telah disahkan Rencana Aksi ASEAN bagi pengembangan UKM. Para Menteri menugaskan ERIA untuk mengembangkan metodologi bagi assesment lingkungan dan social sustainability dalam produksi dan penggunaan biomass mengingat kondisi-kondisi khusus di kawasan. biofuels for transport and other purposes sebagai langkah awal untuk mengembangkan kerjasama dalam rangka energy security negara-negara anggota EAS. yang ditandai dengan dibentuknya Kelompok Kerja Badan-Badan UKM ASEAN (ASEAN Working Group on Small and Medium-size Enterprises Agencies).kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT EAS mendatang. yaitu Energy Efficiency and Conservation (EE & C). para Menteri mengharapkan agar ERIA dapat memperdalam analisisnya dan memberikan masukan agar kerjasama dalam hal energy effisiency and conservation lebih efektif. para Menteri meminta ECTF untuk memperdalam studi mengenai Energy Market Integration untuk dilaporkan pada pertemuan EAS Energy Ministers Meeting mendatang. Policy blueprint tersebut bertujuan untuk menjamin adanya transformasi UKM ASEAN yang memiliki daya saing. Pada Pertemuan Kedua Asia Summit Energy Ministerial Meeting (2nd EAS EMM). Dalam kaitan ini. Disamping itu Para Menteri menyambut baik EAS Energy Outlook yang dipersiapkan oleh Economic Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014 telah disahkan pada Sidang AEM ke-36 di Jakarta. tanggal 23 Agustus 2007. Dalam kaitan ini. para Menteri mendukung upaya-upaya yang berkesinambungan dari EAS Energy Cooperation Task Force (ECTF) untuk mengembangkan kerjasama melalui 3 (tiga) Work Streams kerjasama energi. yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia. kredit dan keuangan serta teknologi modern. telah dibahas beberapa hal yang mencakup: pembentukan common curriculum for entrepreneurship in ASEAN oleh Indonesia dan Singapura. inovasi dan networking di kalangan UKM. Energy Market Integration (EMI) dan Biofuels untuk transportasi dan tujuan-tujuan lainnya. 3 September 2004. SDM. Agustus 2008. memberikan fasilitas kepada UKM untuk memperoleh akses informasi. Sidang juga sepakat untuk terus mengembangkan kemungkinan kerjasama teknologi baru untuk biofuels serta melakukan upaya-upaya konkrit untuk merealisasikan kerjasama energy efficiency and conservation berdasarkan “voluntary basis” dan menyambut baik pembentukan Asia Biomass Research Core dan Asia Biomass Energy Cooperation Promotion Office di Jepang. disamping untuk memberikan kesempatan kepada UKM untuk berpartisipasi secara langsung dalam perdagangan intra ASEAN. Dan kerjasama dengan mitra wicara. Para Menteri sepakat menetapkan mengenai Asian Biomass Energy Principles sebagai pedoman untuk produksi dan pengunaannya di kawasan. Dalam kaitan ini. energy market integration. untuk share pandangan mengenai policy approaches dan untuk menentukan langkah-langkah dalam meningkatkan pasar energi yang terintegrasi. inovatif dalam rangka menuju integrasi ekonomi ASEAN. Pada pertemuan SMEWG ke-22 di Singapura. Kerjasama ASEAN di Sektor Usaha Kecil dan Menengah Kerjasama ASEAN di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah dirintis sejak tahun 1995. Tujuan-tujuan tersebut telah dituangkan dalam aktivitas-aktivitas ASEAN Small and Medium Enterprise Agencies Working Group (SMEWG) guna merealisasikan tujuan yang hendak dicapai dalam APBSD. Kerangka kerjasama ini didasari oleh pemahaman bahwa UKM sebagian besar melaksanakan fungsinya sebagai industri pendukung bagi perusahaan-perusahaan besar. Pertemuan ini juga menyepakati bahwa pada tahap awal kerjasama ASEAN di bidang UKM akan terfokus pada sektor manufaktur. 27-28 Mei 2008. Hal ini dapat diwujudkan melalui suatu cooperative framework yang melibatkan secara aktif peran sektor swasta di ASEAN disamping meningkatkan budaya wirausaha.

serta hal-hal berkaitan dengan prospek pengembangan UKM di tengah kemajuan kerjasama ekonomi ASEAN. Pengembangan Teknologi. Dalam perkembangannya. Malaysia (Sabah. Lao PDR bulan Nopember 2008. Sektor kerjasama yang diprioritaskan adalah transportasi udara dan laut. yaitu: cluster bidang transportasi dan pembangunan infrastruktur yang membawahi air linkages. sering juga disebut sebagai segitiga pertumbuhan (growth triangle) atau wilayah pertumbuhan (growth area). Kawasan Pertumbuhan ASEAN Bagian Timur: Brunei. dan Labuan). dan Filipina (BIMPEAGA) Ide pembentukan Wilayah Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA) pertama kali disampaikan oleh Presiden Filipina. Kalimantan Barat. Cluster bidang sumber daya alam yang terdiri atas agro-industry. dengan Indonesia sebagai koordinator. Pertemuan BIMP-EAGA Summit ke-3 di Cebu pada tanggal 12 Januari 2007 menghasilkan sebuah Joint Statement for 3rd BIMP-EAGA Summit yang intinya antara lain menyepakati BIMP-EAGA 35 . Tujuan utama pembentukan sub-wilayah pertumbuhan adalah untuk memadukan kekuatan dan potensi-potensi tiap-tiap wilayah yang berbatasan sehingga menjadi wilayah pertumbuhan yang dinamis. Dari 20 proyek yang disepakati dalam APBSD. Malaysia. Ide tersebut kemudian disampaikan kepada PM Malaysia Mahathir Muhamad dan Presiden Soeharto. Tujuan pembentukan BIMP-EAGA adalah mengembangkan kerjasama sub-regional antara negara-negara anggota dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sub-kawasan tersebut. tiga sedang berjalan. Untuk melibatkan pihak swasta secara aktif telah dibentuk forum khusus East ASEAN Business Council (EABC) di Davao City 15-19 Nopember 1994. kerjasama ASEAN di sektor UKM lebih difokuskan pada tindak lanjut proyek-proyek peningkatan kapasitas dan daya saing UKM di bawah payung Vientiane Action Plan dan ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development (APBSD) 2004-2014. pengembangan sumber daya alam dan manusia. Kerjasama ekonomi sub-regional. perikanan. Bantuan dalam Bidang Keuangan. Indonesia (Kalimantan Timur. Kerjasama BIMPEAGA secara resmi dibentuk melalui penandatanganan Agreed Minutes pada pertemuan tingkat menteri di Davao City. telekomunikasi dan konstruksi dengan Brunei Darussalam sebagai koordinator. sea linkages. cluster pariwisata. Filipina. Kerjasama BIMP-EAGA dibentuk untuk menarik minat para investor lokal dan asing untuk melakukan investasi dan meningkatkan perdagangan di kawasan timur ASEAN. tujuh dalam persiapan dan satu tidak dapat dilaksanakan. kehutanan dan lingkungan hidup serta energi. dan Filipina (Mindanao dan Palawan). perikanan. kerjasama dengan negara-negara Mitra Wicara. pengembangan infrastruktur. pembentukan KESR didasarkan pada prinsip keterbukaan dalam pembangunan wilayah (open regionalism) dan bukan pada pembentukan blok kawasan yang tertutup (building block). telah disepakati bahwa draft common curriculum for entrepreneurship in ASEAN akan diujicobakan di Myanmar dan Viet Nam sebelum diterapkan di seluruh negara-negara ASEAN. dan Sulawesi Utara). Berbagai kendala yang muncul dalam perkembangan kerjasama growth areas ini menjadi feed back bagi kemajuan skema pertumbuhan wilayah ini dan ASEAN terus mengupayakan inisiatif-inisiatif baru dalam kerangka pengembangan kerjasama tersebut seperti pembentukan ASEAN Mekong Basin Development Cooperation. serta pengembangan industri. BIMP EAGA tersebut diikuti oleh empat negara di kawasan timur ASEAN yaitu Brunei Darussalam. dan cluster UKM dan finansial dengan Filipina sebagai koordinator. merupakan salah satu bentuk keterkaitan (linkage) ekonomi antar daerah dengan memiliki unsur internasional. Daerah anggota kerjasama tersebut lebih dari satu negara. sembilan proyek diantaranya telah selesai. pengembangan sumber daya manusia dan mobilitas tenaga kerja. dan Penerapan Kebijakan yang Kondusif. Fidel Ramos pada bulan Oktober 1992 untuk menghubungkan daerah Filipina Selatan dengan Wilayah Timur Indonesia dan Wilayah Timur Malaysia. Proyek-proyek APBSD 2004-2014 yang belum dapat dilaksanakan pada umumnya disebabkan oleh belum jelasnya pendanaan bagi proposal yang telah masuk serta adanya permintaan sejumlah Mitra Wicara agar usulan proyek-proyek baru dapat dikaitkan dalam kerangka FTA dengan ASEAN. pariwisata. Kerjasama Ekonomi Sub-Regional ASEAN Pelaksanaan Kerjasama Ekonomi Sub-Regional (KESR) dilakukan untuk mengambil manfaat dan saling melengkapi dalam mempercepat pembangunan ekonomi melalui peningkatan arus investasi. 26 Maret 1994. Dalam konteks ASEAN. Pada pertemuan SMEWG ke-23 yang telah berlangsung di Vientiane. kehutanan. Indonesia.dalam Bidang Pemasaran. Serawak. energi. Pembagian area kerja BIMP-EAGA digolongkan dalam beberapa cluster. dengan Malaysia sebagai koordinator. sesuai dengan Agenda for Greater Economic Integration.

ilmu pengetahuan dan teknologi. Banda Aceh-Palembang. 20 Juli 1993. Bersama-sama dengan Pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (ASEAN Political and Security Community) dan Pilar Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community). Kerjasama segi tiga pertumbuhan tersebut melibatkan tiga provinsi Indonesia yakni Sumatera Utara. penerangan. ketenagakerjaan. Komunitas sosial budaya ASEAN mencakup kerjasama yang sangat luas dan multi-sektor. empat negara bagian Malaysia yaitu Perak. dan dukungan peran ADB dalam IMT-GT. Perlis dan empat belas provinsi Thailand Selatan. Dumai-Melaka). Kerjasama sosial-budaya mencakup kerjasama di bidang kepemudaan. Secara struktural mekanisme kerjasama IMT-GT terbagi atas dua tingkatan. kebudayaan. yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi. Straits of Malacca. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. ASEAN akan berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi penduduknya dengan memperhatikan keseimbangan gender di 36 . Pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu telah diadakan pula KTT ke-2 IMT-GT yang menyepakati sebuah Joint Statement of the 2nd IMT-GT Summit yang intinya antara lain penetapan IMT-GT Roadmap for Development 2007-2011 dan penetapan empat IMT-GT Economic Corridors (extended SongkhlaPenang-Medan. Malaysia. yaitu Sidang Pejabat Tinggi (Senior Officials Meeting-SOM) dan Business Council Meeting (BCM). Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community) Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASSC) merupakan bagian dari tiga pilar penting yang saling terkait dan saling melengkapi dalam kerangka pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015. kerjasama pegawai negeri.Roadmap to Development yang meliputi percepatan penerapan flagship projects. dan pendidikan. kesehatan. penanggulangan narkoba. SOM terdiri dari pejabat-pejabat tinggi pemerintah dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian dan beberapa anggota teras BCM. Penang. Malaysia dan Thailand (IMT-GT) Pembentukan Segitiga Pertumbuhan (Growth Triangle) IMT-GT dimulai dengan pertemuan bilateral tingkat menteri dan pejabat tinggi di Pulau Langkawi. kepegawaian. penanggulangan bencana alam. pariwisata. kerjasama pendidikan. dan jasa. riset. kebudayaan. pembuatan database perdagangan. Kedah. lingkungan hidup. investasi. Pilar Sosial Budaya ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat proses pengintegrasian di ASEAN dalam rangka mendukung upaya mewujudkan perdamaian di kawasan. pendidikan. Kerjasama pertumbuhan tersebut diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperlancar arus perdagangan. penerangan. Sedangkan BCM terdiri dari pengusaha-pengusaha yang terlibat dalam kegiatan IMT-GT. mendorong penguatan peran Swasta dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan kerjasama IMT-GT. Hal tersebut akan selaras dengan inisiatif AEC dan bertujuan untuk memajukan proses integrasi ASEAN. serta membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal. Komunitas Sosial Budaya ASEAN bersifat terbuka dan bergerak berdasarkan pendekatan kemasyarakatan (People-Centered approach): dari masyarakat. mulai dari upaya pengentasan kemiskinan. KERJASAMA SOSIAL DAN BUDAYA Kerjasama di bidang sosial-budaya menjadi salah satu titik tolak utama untuk meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”. ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat. olahraga. investasi & pariwisata. oleh masyarakat dan untuk masyarakat. perempuan. lingkungan hidup. menggerakkan sektor UKM bekerjasama dengan ADB serta meningkatkan peran pemuda dalam kerjasama sosial budaya. Sebagai satu komunitas sosial budaya. dan ketenagakerjaan serta Yayasan ASEAN. b) Segitiga Pertumbuhan: Indonesia. penanganan isu kesehatan. dukungan penguatan institusional IMT-GT. SOM melakukan pertemuan setahun sekali dengan didahului pertemuan BCM. kepemudaan. pengentasan kemiskinan. menyepakati peningkatan keterlibatan pihak swasta untuk berpartisipasi pada BIMP-EAGA Business Council. masyarakat ASEAN akan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan pertumbuhan penduduk dan kemiskinan. pembangunan sosial. iptek hingga kerjasama penanganan kebencanaan. dan Sumatera Barat. Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kerjasama untuk memperkuat daya saing kawasan dengan cara meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan lingkungan hidupnya. meningkatkan kesejahteraan serta memperkokoh persaudaraan di kalangan masyarakat ASEAN. Aceh. Hasil pertemuan BCM kemudian diajukan ke SOM. Dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang keberadaan ASEAN (ASEAN Awareness).

ASEAN akan dapat menyelesaikan segala sengketa secara damai dan bersahabat. Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint) Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan terbentuknya ASEAN Socio-Cultural Community (ASSC). warga ASEAN harus menciptakan “rasa ke-kita-an” (“We Feeling”) yang begitu penting bagi manusia dalam membentuk sebuah komunitas. mulai dari Pemerintah. Untuk dapat melaksanakan kerjasama yang baik di seluruh sektor pemerintahan maka ASEAN terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan kapabilitas pegawai negeri dan good governance serta meningkatkan keterlibatan masyarakat madani (civil society).berbagai bidang. Dengan demikian. Membangun Identitas ASEAN (Building ASEAN Identity). Cetak biru diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam memperkuat integrasi ASEAN yang berpusat pada masyarakat (people-centred) serta memperkokoh kesadaran. ASW ditingkatkan statusnya menjadi ASEAN Committee on Women (ACW). Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial (Social Welfare and Protection). Struktur Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN adalah sebagai berikut: Pengantar (Introduction) II. terdiri dari 98 action lines E. bukan saja sebagai kawasan yang bebas tetapi juga mampu mengelola sengketa dengan bijaksana. ASEAN telah menyusun suatu Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN SocioCultural Community Blueprint) yang akan disahkan pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand (Februari 2009). terdiri dari 94 action lines C. kalangan Masyarakat Madani maupun anggota masyarakat secara luas. Kerjasama Bidang Sumber Daya Manusia dan Yayasan ASEAN a) Kerjasama Pemajuan Perempuan Isu mengenai perempuan mulai diangkat pada ASEAN Women Leaders Conference di Jakarta pada bulan Desember 1975. penurunan kualitas lingkungan dan polusi lintas batas. meskipun isu yang dibahas sangat sensitf. ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia. kemitraan dan rasa kepemilikan masyarakat (We Feeling) terhadap ASEAN. Karakteristik dan Elemen-elemen (Characteristic and Elements) A. Mekanisme Review (Review Mechanism) Segera setelah disahkan. Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN diharapkan dapat segera diintegrasikan kedalam perencanaan pembangunan di masing masing negara ASEAN dan diimplementasi di tingkat nasional dan daerah. Masyarakat ASEAN juga perlu menumbuhkan rasa saling menghormati dan solidaritas yang lebih besar sehingga warga ASEAN akan berkembang menjadi komunitas yang saling peduli dan berbagi (a Caring and sharing Community). Kesuksesan implementasi ASCC Blueprint tentu memerlukan dukungan kuat dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Guna mewujudkan semua itu. terdiri dari 8 action lines Pelaksanaan dan Review Cetak Biru ASCC (Implementation and Review of the ASCC Blueprint) A. Pertemuan pertama ASEAN Standing Committee di Manila tahun 1975 membentuk ASEAN Sub-Committee on Women (ASW). membangun kualitas hidup yang lebih baik. solidaritas. Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilisation) C. terdiri dari 50 action lines F. terdiri dari 60 action lines B. 37 . Rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN memuat enam elemen utama (Core Element) & 348 Rencana Aksi (Action-lines). serta terus melakukan pengawasan penyebaran wabah penyakit. Memastikan Pembangunan yang Berkelanjutan (Ensuring Environmental Sustainability). aman dan damai. Mekanisme Pelaksanaan (Implementation Mechanism) B. Pembangunan Manusia (Human Development). Hak-Hak dan Keadilan Sosial (Social Justice and Rights). meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. masyarakat ASEAN akan lebih mengenali benang merah yang ada di dalam budayabudaya mereka yang sangat beragam dan akan lebih mampu menghargai identitas nasional satu sama lain. terdiri dari 28 action lines D. pengendalian penyebarluasan penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba. Strategi Komunikasi (Communication Strategy) D. Penyusunan rancangan Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN ini dimaksudkan untuk memberian pedoman (guidelines) bagi negara anggota ASEAN dalam persiapan menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN tahun 2015 melalui pilar sosial budaya. warga ASEAN akan dapat mewariskan kepada generasi-generasi selanjutnya sebuah kawasan Asia Tenggara yang sejahtera. Mempersempit Jurang Pembangunan (Narrowing the Development Gap). Selanjutnya pada Pertemuan ke-20 ASW tahun 2001. Dengan “rasa ke-kita-an” tersebut. antara lain di bidang pendidikan.

status ASY ditingkatkan menjadi ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY). yaitu: i. Declaration on the Advancement of Women in ASEAN. Dalam upaya itu. BPFA and MDGs pada tanggal 15-16 November 2006 di Jakarta. ii. terdapat tiga deklarasi penting ASEAN yang terkait dengan isu perempuan dan telah disahkan. Dalam perkembangannya. tahun 2004. iv.Dari sisi perkembangan regional policy framework. tahun 2004. Kerjasama ASEAN dalam bidang perempuan menunjukkan perkembangan yang berarti. 38 . Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement dan komitmen negara-negara ASEAN untuk menguatkan kapasitas institusi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai konsep dan penerapan pengarusutamaan gender serta meningkatkan kerjasama regional dalam pengawasan dan evaluasi efektifitas pengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi pembangunan. yang merupakan tindak lanjut dari Yangoon 2000 Declaration on Preparing ASEAN Youth for the Challenges of Globalization. Hal ini menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN dalam meningkatkan upaya peranan perempuan pada usaha kecil menengah (UKM). Kegiatan dalam bidang kepemudaan juga melibatkan LSM dengan dibentuknya Committee for ASEAN Youth Cooperation (CAYC). Pertemuan ke-5 ACW tahun 2006 di Singapura mengangkat tema “Membangun Kemitraan melalui Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di ASEAN”. Policy Development. Indonesia telah mengambil insiatif dengan menyelenggarakan ASEAN High Level Meeting on Gender Mainstreaming within the Context of CEDAW. Promoting ASEAN Awareness and Civic Responsibility / Youth Leadership. The Declaration against Trafficking in Persons Particularly Women and Children. Indonesia mengharapkan pembentukan Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak kiranya dapat dilakukan. Work Plan on Women’s Advancement and Gender Equality (2005-2010) sebagai tindak lanjut dari 1988 Declaration on the Advancement of Women in the ASEAN Region. maka negara anggota telah membahas kemungkinan pembentukan Commission of the Promotion and Protection of the right of Women and Children pada Joint Round Table Discussion tanggal 7-8 April 2008. The Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW). pada tanggal 3-4 April 2007 di Bangkok telah dilaksanakan Regional Consultative on the Establishment of ASEAN Commission on the Protection of the Rights of Women and Children yang bertujuan menghimpun masukan dari unsur pemerintah dan non pemerintah. Promoting NGO Involvement and Other non project activities). Dalam kaitan ini terdapat 4 bidang prioritas. Beberapa hal pokok yang dibahas antara lain: Third Regional Report on the Advancement of Women in ASEAN. Sejauh ini. b) Kerjasama Bidang Pemuda Kerjasama ASEAN di bidang kepemudaan dimulai sejak diselenggarakannya Konferensi Pemuda tanggal 15-17 September 1975. tahun 1988. Work Plan to Operationalize the Declaration on the Elimination of Violence against Women in ASEAN sebagai tindak lanjut dari Declaration on the Elimination of Violence against Women (DEVAW) 2004. Gender Dimension of Globalisation and Regional Integration. yakni: i. dan iii. terdapat dua Work Plan yang telah disusun dan disahkan sebagai tindak lanjut dari deklarasi-deklarasi yang dihasilkan. maka Komisi tersebut akan menjadi bagian dari Badan HAM ASEAN. Promoting Employability of Youth. yaitu: i. telah dibentuk Expert Group on Youth dan disepakatinya Declaration of Principles to strengthen ASEAN Collaboration on Youth pada tahun 1983. Selanjutnya pada tahun 2001. Tahun 1998 Expert Group on Youth berubah nama menjadi ASEAN Sub-Committee on Youth (ASY). serta Pelaksanaan Rencana Kerja Declaration on the Elimination of Violence Against Women (DEVAW). Sementara menunggu terbentuknya Badan HAM ASEAN. dan Other Issues (Information Exchange. iii. Sehubungan dengan upaya ASEAN untuk membentuk ASEAN Human Right Body. Pelaksanaan program kerjasama pemuda ASEAN diselaraskan dengan Work Programme on Preparing ASEAN Youth for Sustainable Employment and Other Challenges of Globalisation. dan bila Badan HAM ASEAN sudah dapat dibentuk. dan ii. ii.

telah sepakat untuk mempertimbangkan aspirasi para pemuda dalam pengambilan kebijakan dan keputusan guna mencapai visi ASEAN. 25-26 April 2007. cultural and natural resources for sustained development in a harmonious and people-centred ASEAN” dengan jangka waktu 2004 -2010. Senior Officials Meeting on Transnational Crimes (SOMTC). Brunei Darusssalam. Lao PDR. Penanganan kejahatan lintas negara di bidang narkoba dibahas dalam ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD). oleh karena itu sudah waktunya bagi para pemuda untuk menampilkan peranannya mulai dari sekarang. Sidang ke-5 para Menteri Pemuda se-ASEAN yang bertema “Youth: Creating Our Future Together” menghasilkan kesepakatan bahwa pemuda mempunyai peranan penting menentukan masa depan kawasan ASEAN.Bidang prioritas tersebut kemudian juga tersirat dalam kesepakatan “Vientienne Action Programme (VAP)” yang disepakati oleh para Kepala Negara pada KTT ke-10 tanggal 29-30 November 2004 di Vientiane. ASEAN and China Cooperative Operations in Response to Dangerous Drugs (ACCORD). Prioritas kerjasama pemuda terutama adalah “Building a Community of Caring Societies” dan “Managing the Social Impact of Economic Integration” dan “Promoting an ASEAN Identity”. Berbagai program yang telah terlaksana dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala antara lain: ASEAN – Korea Youth Exchange Programme: ASEAN Youth visit to Korea Regional Capacity Building Workshop to Promote Youth-Initiated (ICT) Enterprises ASEAN Youth Leadership Development Programme (AYDLP) ASEAN – China: ASEAN-China Youth Civil Servants Exchange Programme Bridge of Youth: ASEAN In Our Hands Program Kapal Pemuda ASEAN–Jepang Japan East Asia Network for Exchange Programme (JENESYS) ASEAN – India: ASEAN Youth Visit to India ASEAN Youth Creativity Expo East Asia Youth Leadership Programme c) Kerjasama Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Obat-obat Terlarang (P4GN) Secara umum. antara lain: 39 . kewirausahaan. Republik Korea dan China (Plus Three). Pelaksanaan kegiatan mengenai pemuda sebenarnya menjadi tanggung jawab SOMY namun mengingat kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas sektoral. Dalam Pertemuan ASOD ke-29 dihasilkan pula sejumlah rekomendasi dari working group. lingkungan hidup serta keterlibatan pemuda dalam masyarakat. Pertemuan ASOD + India Consultation dan Pertemuan ke-5 ACCORD Joint Task Force. Jepang dan Republic of Korea (RoK). meningkatkan kesadaran dan identitas tentang ASEAN (”ASEAN awareness”) melalui program Youth Camp dan pertukaran pemuda. dan juga India. Para Menteri Pemuda se-ASEAN dalam Sidangnya yang ke-5 di Singapura. Rangkaian pertemuan membahas berbagai proyek kerjasama untuk peningkatan kapasitas dan kerjasama dalam P4GN serta peningkatan kerjasama dengan Jepang. mengenai isu pendidikan. pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di tingkat regional ASEAN diarahkan pada upaya realisasi komitmen A Drug Free ASEAN 2015 (Kawasan Bebas Narkoba ASEAN 2015). VAP merekomendasikan program kegiatan bagi pemuda antara lain untuk meningkatan partisipasi pemuda dalam angkatan kerja. yang dipertegas dalam Rencana Aksi Komunitas Sosial-Budaya. Para pemuda ASEAN yang tergabung dalam Kaukus Pemuda tersebut mengadakan diskusi secara khusus. maka implementasi juga melibatkan sectoral bodies lainnya yang mulai dikoordinasi melalui Coordinating Conference for the ASEAN Socio-Cultural Community (SOCCOM) sejak pertemuan di Sekretariat ASEAN Jakarta. Pada tanggal 25-26 Agustus 2008 diadakan Pertemuan ke-29 ASOD di Bandar Seri Begawan. Tema utama VAP adalah untuk mencapai komunitas sosial budaya ASEAN “ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)” yang bertujuan untuk “nurturing human. dan ASEAN-EU SubCommittee on Narcotics. inti dari kerjasama penanggulangan. Upaya di tingkat regional tersebut diselaraskan dengan langkahlangkah di tingkat nasional yang menetapkan pencapaian Kawasan Bebas Narkoba Indonesia 2015. Untuk pertama kalinya pada Sidang ke-5 Para Menteri Pemuda se-ASEAN diselenggarakan Kaukus Pemuda. pada bulan November 2006. ASEAN juga melibatkan kerjasama dengan Mitra Wicara dalam upaya pemajuan pemuda di kawasan seperti dengan China. Rekomendasi Kaukus Pemuda disampaikan secara langsung kepada Para Menteri Pemuda se ASEAN pada Sidang tersebut. yang dilanjutkan dengan Pertemuan ke-4 SOMTC + 3 Working Group Meeting on Narcotics.

dan Direktur Eksekutif (Executive Director). agar perundang-undangan domestik dan internasional lebih dipahami. kesehatan. melalui pembangunan SDM. Untuk dapat melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatannya. Direktur Eksekutif sebelumnya dijabat oleh Dubes Wisber Loeis – Indonesia (1998-2001). (iii) Working Group on ”Treatment and Rehabilitation” (TR) (dipimpin Malaysia) terutama merekomendasikan antisipasi penyalahgunaan narkoba melalui dihirup dan agar industri bahan kimiawi mendukung program TR dari pemerintah. misalnya keringat dan deteksi napas manusia untuk menguji adanya zat Toluene dalam deteksi penyalahgunaan narkoba dengan cara dihirup. dan Dr. Ruben C. Setiap negara anggota mempunyai seorang wakil di Dewan Penyantun yang bertugas membuat kebijakan. peningkatan Iptek dan kesadaran sosial. Dr. Berdasarkan Revised Memorandum of Understanding on the Establishment of the ASEAN Foundation tertanggal 25 Juli 2000. Kanada (International Development Research Centre) dan dari sektor swasta yaitu Microsoft Indonesia dan Hewlett Packard. yaitu Dewan Penyantun (Board of Trustees/BOT). ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN. (iv) Working Group on ”Law Enforcement” (dipimpin Thailand) merekomendasikan Workshop “Legal Matters for “Drug Control” bagi anggota ACCORD. Mitra Wicara ASEAN yaitu pemerintah Jepang melalui Japan ASEAN Solidarity Fund. (ii) Working Group on Preventive Education (PE) (dipimpin Filipina) merekomendasikan agar Indonesia membagi pengalaman dengan Negara anggota lainnya dalam kemitraan dengan media. dan pelayanan sosial untuk mengentaskan kemiskinan serta perlunya komitmen politis untuk kesinambungan AD. Yayasan ASEAN mempunyai tiga organ penting. Perancis. Uriarte. Prof. agar dilakukan pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki infrastruktur. yakni: ASEAN Inter-Parliamentary Association (AIPA). MoU pendirian Yayasan ASEAN. Yayasan didukung dengan dana abadi dan dana operasional (endowment fund and operational fund) yang didapat dari kontribusi negara-negara anggota ASEAN. merekomendasikan agar program AD yang berkelanjutan difokuskan juga pada tanaman pengganti ganja. F. Dewan Penasehat (Council of Advisor). Agar ASOD mencari proyek mengenai pendidikan bagi remaja sebagai inisiatif lintas sektoral. pemasaran produk dan pertukaran pengalaman. Direktur Eksekutif dipilih berdasarkan seleksi terhadap calon memenuhi kualifikasi dengan tugas mengepalai Sekretariat dan bertanggung jawab kepada Dewan Penyantun. Pertemuan ASOD ke-29 juga dihadiri berbagai lembaga terkait. pendidikan. Dari Filipina. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan INTERPOL dan International Federation of Non Government Organizations for the Prevention of Drugs and Substances Abuse (IFNGO). Dewan Penasehat bertugas memberikan masukan dan rekomendasi kepada Dewan Penyantun. bukan hanya pengganti opium. Indonesia memberi rekomendasi agar dilakukan kerjasama dengan pabrik pengguna zat Toluene untuk mencari zat pengganti. agar lebih banyak penelitian kegiatan yang bernilai ekonomi. Umaly – Filipina (2002-2005). China. 40 . (v) Working Group on “Research” (dipimpin Singapura) merekomendasikan penjajagan penggunaan cairan biologi selain urine. Apichai Sunchindah – Thailand (2005-2007). Jr. menentukan prioritas-prioritas dan mengesahkan anggaran tahunan serta persetujuan proyek. pada 15 Desember 1997 di Kuala Lumpur.(i) Working Group on ”Alternative Development” (AD) (dipimpin Indonesia). kredit usaha kecil. Direktur Eksekutif bertugas mewakili Yayasan ASEAN dalam segala kegiatan yang bersifat administratif maupun operasional. d) Kerjasama Bidang Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) Pembentukan Yayasan ASEAN merupakan tindak lanjut dari keputusan para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-5 di Bangkok tahun 1995. Maksud pembentukan Yayasan ASEAN adalah untuk meningkatkan posisi kerjasama sosial budaya yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi ASEAN.A. Republik Korea. Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN tahun 2008 – 2010 adalah Dr.

dibentuk ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI) yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama yang efektif di bidang kebudayaan dan penerangan dalam rangka meningkatkan saling pengertian (mutual understanding) dan solidaritas diantara masyarakat ASEAN. sosial. Berdasarkan hasil survey terbatas tersebut diketahui bahwa masyarakat belum sepenuhnya menyadari keberadaan ASEAN. pertukaran kunjungan antara pejabat pemerintahan. ekonomi. Adapun mekanisme ACCSM meliputi kegiatan-kegiatan antara lain: konferensi/seminar tingkat para pimpinan (pejabat tinggi pemerintahan) maupun pakar dibidang pelayanan umum. interaksi diantara masyarakat (people – to – people interaction) dan kolaborasi yang lebih erat dengan sektor swasta. cepat dan sederhana semakin besar sehingga perlu adanya corporate culture values melalui peningkatan kapasitas. Tantangan yang dihadapi oleh Yayasan ASEAN adalah kemandirian dalam pembiayaan operasional Yayasan ASEAN. mengingat berdasarkan Piagam ASEAN Yayasan ASEAN akan berada di bawah koordinasi Sekretariat ASEAN. e) Kerjasama Bidang Kepegawaian dan Administrasi Dibentuknya ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) pada tahun 1981 mempunyai tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman kerja serta memperbaiki efisiensi dan efektivitas manajemen publik yang dalam fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. kelembagaan dan pengembangan SDM. dan Pendidikan a) Kerjasama Bidang Kebudayaan dan Penerangan Kerjasama ASEAN di bidang kebudayaan dan penerangan pada awalnya ditangani oleh Komite Tetap Kegiatan Sosial Budaya (Permanent Committee on Socio-Cultural Activities) dan Komite Tetap Media Massa (Permanent Committee on Mass Media) yang didirikan tahun 1972. pelatihan dan penelitian dibidang administrasi publik dan hal lain yang berhubungan dengan kebijakan pegawai di lingkungan ASEAN. tema the 14th ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) adalah “Developing Corporate Culture in Public Service towards ASEAN Community 2015”. Pertemuan telah mengesahkan ACCSM Work Plan (2008-2012) dan Technical Committee bertugas untuk menyusun langkah strategi untuk melaksanakan Work Plan dimaksud.Dalam perkembangannya Yayasan ASEAN telah melakukan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mendorong adanya kepedulian dan partisipasi yang luas dari masyarakat ASEAN. Baru pada tahun 1978. Oleh karena itu. Hal ini tercermin dari berbagai proyek kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang bersifat regional bagi masyarakat (grass root) ASEAN serta proyek berkaitan dengan Initiative for ASEAN Integration (IAI). masyarakat madani. dimana tuntutan publik akan pelayanan birokrasi yang baik. pertukaran informasi. Dalam memperingati usia Yayasan ASEAN yang ke-10 telah dilakukan survey ASEAN Awareness dikalangan mahasiswa berbagai universitas di negara anggota. pertemuan menyepakati bahwa ACCSM dimasukkan dalam bagian Komunitas Sosial Budaya ASEAN. akan dilakukan penyesuaian terhadap MOU. pengalaman dan best practices. Yayasan ASEAN diharapkan lebih proaktif dalam mengadakan kegiatankegiatan penggalangan dana dan meningkatkan ASEAN Awareness di masyarakat ASEAN serta dan lebih aktif mengundang sektor swasta untuk berpartisipasi dalam kegiatan Yayasan ASEAN. ASEAN-COCI bersidang sekali dalam setahun untuk membahas proposal kegiatan dan melakukan 41 . Piagam ASEAN memberi mandat kepada Yayasan ASEAN untuk mendukung pembangunan masyarakat ASEAN dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai identitas ASEAN. Penerangan. akadimisi. Pertemuan menyambut baik usulan Indonesia untuk menjajagi kemungkinan menjalin kerjasama dengan negara-negara Plus Three (China. Pada waktu ini Direktur Eksekutif Yayasan ASEAN melakukan inisiatif baru menjajagi kerjasama dengan organisasi internasional seperti Asian Development Bank. Jepang dan Republik Korea) di bidang pegawai negeri dan mengesahkan proposal Indonesia dan Singapura mengenai diadakannya Forum on Civil Service Accountability and Good Governance yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin sebelum pelaksanaan Main Conference atau Technical Meeting ACCSM setiap tahun. Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan di era globalisasi. Sesuai usulan Indonesia. UNAIDS dan UNIFEM serta berbagai sektor swasta di negara anggota ASEAN. United Nations Economics and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). Oleh karena itu maka perlu dilakukan berbagai upaya tambahan untuk memasyarakatkan ASEAN. Pada Pertemuan ke-14 ACCSM yang diadakan di Bali pada bulan Oktober 2007 dan Technical Meeting dan Informal Meeting yang diadakan pada bulan Oktober 2008 di Bukittinggi. dan stakeholder lain di kawasan. Pada tahun 2007 – 2008 Indonesia menjadi Ketua ACCSM ke-14. Dengan diberlakukannya Piagam ASEAN. disadari bahwa pegawai negeri memiliki peranan penting dalam berbagai aspek pembangunan dan kerjasama regional yang meliputi bidang politik dan keamanan. Kerjasama Kebudayaan.

Kerjasama dengan India meliputi pertukaran kunjungan antar jurnalis ASEAN dan India. Penggunaan dana ACF dimonitor oleh advisory committee yang beranggotakan pejabat-pejabat dari negara-negara anggota ASEAN. ASEAN Quiz serta pertukaran kunjungan antar seniman ASEAN. Republik Korea dan Jepang). Dalam kaitan memperluas kerjasama penerangan ASEAN tersebut. ACF juga menerima sumbangan dari negara-negara anggota ASEAN. Dalam pertemuan AMCA 42 . Pada Pertemuan AMRI ke-9 bulan Mei 2007 di Jakarta dengan tema “Staying Connected to Advance A Sharing and Caring Community in ASEAN through Media. Kerjasama dengan Korea Selatan di bawah Future Oriented Cooperation Projects (FOCP) meliputi pertukaran kunjungan antar seniman. Program dimaksud meliputi langkah-langkah promosi kesadaran ASEAN dan identitas regional ASEAN. kebudayaan. insan media. Sesuai dengan amanat Rencana Aksi Sosial Budaya Viantiane Action Programme (VAP). Pada Pertemuan ke-34 ASEAN-COCI di Manila. para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Culture Fund (ACF). pertukaran tenaga ahli dan peneliti. 13-16 Oktober 2008. Berbagai kegiatan ASEAN di bidang kebudayaan yang telah dilakukan antara lain workshop dan simposium di bidang seni dan budaya. pada tahun 1978. serta promosi peran ASEAN dalam komunitas internasional. Sidang tersebut diadakan setiap dua tahun dan didahului oleh sidang setingkat pejabat tinggi (SOM). Selain itu juga telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) on ASEAN-China Cultural Cooperation yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan China di bidang kebudayaan. serta publikasi berbagai kegiatan kebudayaan. Kerjasama informasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran dan saling pengertian antara masyarakat di negara-negara ASEAN di berbagai bidang seperti politik. ASEAN juga melakukan kerjasama di bidang kebudayaan dan penerangan yang erat dengan negara-negara Mitra Wicara. dibentuk dua Sub-Committee dibawah COCI. Jabatan Ketua ASEAN-COCI dipegang secara bergilir dengan periode kepemimpinan tiga tahun. Pertemuan juga membahas perluasan kerjasama ASEAN di bidang penerangan di masa depan dengan melibatkan negara-negara “Plus Three” (China. yang berarti hanya bunga pengelolaan dana tersebut yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan COCI. negara-negara Mitra Wicara lainnya dan organisasi-organisasi internasional. Hasil workshop juga menjadi bahan masukan bagi penyusunan Memorandum of Understanding between ASEAN-China on Information and Media Cooperation (Nota Kesepahaman Kerjasama Informasi dan Media antara ASEAN dan China). ASEAN Culture Week. ii) ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA) Untuk membahas kerjasama kebudayaan ASEAN di level Menteri. 10-14 Mei 1999. kebudayaan. pemeliharaan dialog bagi terciptanya suatu pengertian yang lebih mendalam akan peradaban.evaluasi pelaksanaan proyek yang telah dilaksanakan. ACF bersifat endowment fund. seminar. setiap dua tahun sekali diadakan forum ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA). ekonomi. Jepang merupakan negara Mitra Wicara pertama yang memberikan kontribusi kepada ACF sebesar ¥5 milyar yang menjadi dana abadi ACF. Sedangkan kegiatan di bidang informasi dilakukan antara lain melalui pertukaran berita di antara negara-negara ASEAN yang ditayangkan pada televisi nasional di masing-masing negara ASEAN (ASEAN TV News) dan penyiaran berita dan informasi mengenai ASEAN melalui radio-radio nasional (ASEAN in Action).” ditegaskan peran penting informasi dan media dalam mendukung upaya integrasi ASEAN dan mencapai tujuan ASEAN sebagaimana terkandung dalam VAP. ASEAN Youth Camp. China. i) ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) AMRI merupakan pertemuan tingkat menteri yang bertugas membahas masalah kebijakan di tingkat regional dan melakukan evaluasi umum terhadap kegiatan kerjasama yang dilaksanakan. pemuda dan pejabat pemerintah ASEAN dan Republik Korea yang secara teratur dilakukan setiap tahunnya. Filipina. telah diadakan Workshop on Enhancing ASEAN-China Cooperation through Information and Media di Jogjakarta bulan Mei 2006. Guna mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan COCI. yang berhasil menyepakati ASEAN-China Work Plan to Enhance ASEAN-China Cooperation through Information and Media 2006-2010. dan agama-agama di ASEAN. dan sejarah. pertunjukan seni. yang meliputi antara lain pameran. yaitu Sub-Committee on Culture (SCC) dan Sub-Committee on Information (SCI) yang masing-masing bersidang dua kali dalam setahun. kerjasama kebudayaan dan penerangan ASEAN diarahkan pada program “Promoting an ASEAN Identity”. pelestarian dan promosi warisan budaya ASEAN. yang telah ditandatangani pada forum ASEAN-China Ministers Responsible for Information di Nanning.

disepakati wilayah prioritas kerjasama kebudayaan ASEAN. 15 Maret 2008. Laos. Selain itu disepakati pula untuk mengembangkan ASEAN Scholarship Program. untuk pertama kalinya diadakan pula pertemuan dengan China. khususnya dengan memperkuat jaringan kerjasama antar 43 . Pertemuan juga menyepakati sejumlah kegiatan seni budaya untuk meningkatkan ASEAN Awareness dan Identity: Showcase of the best of ASEAN’s arts and culture. Dalam SOM-ED di Bangkok. Di level teknis. 24 November 2006. Sekretariat SEAMEO dan Sekretariat ASEAN University Network (AUN) bekerjasama untuk mengembangkan jejaring regional (regional framework) guna mendukung ASEAN Community Building. mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara AUN dengan SEAMEO-RIHED (Regional Centre for Higher Education and Development). yang tidak hanya berada pada pilar sosial budaya melainkan mencakup ketiga pilar Komunitas ASEAN. membahas antara lain hal-hal berikut: i) ii) iii) Menghidupkan kembali ASEAN Student Exchange Programme pada tahun 2008 dan seterusnya sampai 2013. termasuk mempromosikan ASEAN Studies di sekolah-sekolah dasar dan menengah. menggunakan common content untuk bahan-bahan pelajaran mengenai ASEAN di sekolah dasar dan menengah pertama. serta pelatihan kejuruan dan teknis. Myanmar. ASEAN University Network Forum kerjasama lain di bidang pendidikan adalah ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerjasama antar universitas terkemuka di ASEAN. yang kemudian diubah menjadi ASEAN Sub-Committee on Education (ASCOE). Pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) kedua berlangsung di Bali tanggal 16 Maret 2007. Pertemuan ke-3 AMCA berlangsung pada tanggal 12 -13 Januari 2008 di Nay Pyi Taw. membahas antara lain kerjasama dalam peningkatan standar pengajaran. pelatihan bahasa Inggris.pertama di Kuala Lumpur. dan Mengupayakan substansi pendidikan terefleksi dalam ASEAN Charter. dan memfokuskan kerjasama ke depan dalam upaya mencapai Education For All (EFA) tahun 2015. b) Kerjasama Bidang Pendidikan Kerjasama bidang pendidikan di wilayah Asia Tenggara dimulai dengan pembentukan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) tanggal 30 November 1965. Selanjutnya pada AMCA ke-2 tahun 2005 di Bangkok. The 3rd ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) diselenggarakan di Kuala Lumpur. kerjasama pendidikan dibahas dalam forum Pertemuan Pejabat Senior Pendidikan ASEAN (ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED). Menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan di ASEAN. yaitu pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pengembangan UKM terkait budaya dan seni. 13-14 Oktober 2003. serta kerjasama penelitian antara peneliti dengan akademisi. melalui pertukaran pelajar/mahasiswa dan akademisi. Agenda yang dibahas terkait dengan penyusunan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). menyepakati strategi dasar dalam upaya mewujudkan Komunitas ASEAN melalui kerjasama pendidikan guna meningkatkan kesadaran (promoting awareness) dan saling pengertian (understanding). AUN dibentuk dengan tujuan memajukan sumber daya manusia. disepakati agar Sekretariat ASEAN. Kerjasama diwujudkan antara lain dengan kegiatan pertukaran mahasiswa dan peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga pengajar. Malaysia. Jejaring regional (regional framework) dimaksud akan difokuskan pada kegiatan-kegiatan untuk memajukan ASEAN awareness di sekolahsekolah. 26 – 27 September 2001. ASEAN Cultural City/Capital dan ASEAN Cultural Week. Jepang dan Korea Selatan dalam kerangka AMCA+3. Gagasan untuk mengadakan pertemuan ASEAN Ministers of Education (ASED) secara back-toback dengan pertemuan South East Asian Ministers of Education Organizaton (SEAMEO) muncul pada pertemuan SEAMEO di Bangkok tahun 2005. Pertemuan ASED pertama dilaksanakan di Singapura pada bulan Maret 2006. yaitu bagaimana work plan yang disusun di level teknis SOMCA (Senior Officials Meeting on Culture and Arts) dapat bersinergi dengan ASCC Blueprint agar secara signifikan kerjasama kebudayaan dibawah AMCA dapat memberi kontribusi dalam pembentukan ASEAN Socio-Cultural Community 2015. membangun identitas ASEAN dan lingkungan yang multi-kultural. penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Thailand. yang dapat meningkatkan competitiveness masing-masing negara anggota maupun ASEAN sebagai organisasi regional. Sedangkan kerjasama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh ASEAN Committee on Social Development (COSD). dan diubah lagi menjadi ASEAN Committee on Education (mempergunakan akronim yang sama: ASCOE) pada sidang ke-9 ASCOE di Vientiane.

ii. Sementara kerjasama dengan mitra wicara ASEAN antara lain: ASEAN-China Academic Cooperation and Exchange Programme. ASEAN telah menyusun ASEAN Plan of Action on Science and Technology (APAST) 2007-2011 yang merupakan kerangka strategis regional dalam pengembangan kerjasama Iptek. dan ix. Sub-Committee on Space Technology and Application (SCOSA). Sub-Committee on Meteorology & Geophysics (SCMG). Sub-Committee on Marine Sciences and Technology (SCMSAT). dan sebuah Sekretariat yang berpusat di Bangkok. Kerjasama Iptek ASEAN tidak hanya terfokus pada upaya pengembangan Iptek namun juga diarahkan untuk lebih memasyarakatkan pemanfaatan Iptek terapan bagi pembangunan sosial dan ekonomi. vii. baik yang ada di tingkat regional maupun global (b) meningkatkan intensitas kegiatan penelitian iptek termasuk melalui pertukaran tenaga ahli dan pemberian beasiswa (c) memperkuat kerjasama alih teknologi serta (d) memperkuat pembangunan dan pemanfaatan ‘digital content’ Kerjasama Iptek ASEAN ditangani oleh ASEAN Committee on Science and Technology (COST) dan diperkuat dengan sembilan Sub-Komite sektoral. ASEAN-India Academic Cooperation. International College Student Exchange Programme between and ASEAN Nations. iii. University of Yangon (Myanmar). sementara perjanjian pembentukan AUN ditandatangani pada bulan November 1995. Sub-Committee on Food. Collaborative Research. Universiti Sains Malaya. Sub-Committee on Non Conventional Energy Research (SCNCER). AUN Educational Forum and ASEAN Young Speaker Contest. Sub-Committee on Microelectronic and Information Technology (SCMIT). Dalam kerangka AUN dilakukan berbagai kegiatan kerjasama pendidikan. Information Networking. Ide pembentukan AUN muncul pada KTT ke-4 ASEAN di Singapura. National University of Singapore. Universitas Indonesia. Ketua ASCOE. Nanyang Technological University (Singapura). ASEAN Youth Cultural Forum. vi. dan Direktur Eksekutif AUN. Beberapa program kerja utama yang akan dilaksanakan antara lain adalah (a) memperkuat kolaborasi dan jaringan kerjasama dengan berbagai institusi riset dan pengembangan. iv. Promotion of ASEAN and Korean Studies. Bentuk kerjasama internal ASEAN antara lain ASEAN Studies Programme. The ASEAN-RoK Academic Exchange Programme. Struktur AUN terdiri dari Board of Trustees (BOT). Initiative on ASEAN Integration (IAI) “Higher Education Management in CLMV Countries” dan AUN Intellectual Property Network (AUNIP Network). v. 44 . Lingkungan Hidup dan Bencana Alam a) Kerjasama Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kerjasama ilmu pengetahuan. yaitu: i. Charter AUN yang dirancang oleh Sekretariat ASEAN dan ASCOE disepakati pada sidang ASCOE ke-3 di Manila. De La Salle University (Filipina). Burapha University (Thailand). maupun yang mengikutsertakan negara-negara mitra wicara. Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. AUN-Southeast Asia Engineering Education Development Network. ASEAN-Post-doctoral Fellowship Programme. Chulalongkorn University. National University of Lao (Laos). Universitas-universitas yang tergabung dalam AUN sampai saat ini adalah University Brunei Darussalam (Brunei Darussalam). Universitas Gadjah Mada (Indonesia). ASEAN-EU University Network Programme. Viet Nam National University-Ha Noi dan Viet Nam National University-Ho Chi Minh City (Viet Nam). ASEAN Graduate Business and Economic Programme (AGBEP Network). Rencana Aksi Iptek ASEAN periode 2007-2011 dalam implementasinya diintegrasikan dengan VAP 2004-2010 dan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC Blueprint). Thailand. Student Exchange Programme. Sub-Committee on Biotechnology (SCB). AUN Quality Assurance (AUN-QA). riset dan teknologi dalam kerangka ASEAN telah terbentuk sejak tahun 1967 sebagai bagian dari program ASEAN-help-ASEAN Initiative. AUN Distinguished Scholars Programme. Filipina. Sub-Committee on Materials Science & Technology (SCMST). Institute of Economics. viii. participating universities. yang pembentukannya disesuaikan dengan bidang-bidang kerjasama yang menjadi prioritas ASEAN. Universiti Malaya (Malaysia). yang hanya melibatkan negara anggota ASEAN. Science & Technology (SCFST). ASEAN berupaya untuk mendorong sebanyak mungkin partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan iptek termasuk sektor swasta. BOT beranggotakan wakil dari seluruh negara anggota ASEAN yang ditunjuk oleh pemerintah masing-masing.universitas dan lembaga pendidikan di ASEAN. University of the Philippines. Royal University of Phnom Penh (Kamboja). 20-22 Juni 1995. Sekjen ASEAN. Januari 1992. Sub-Committee on S&T Infrastructure and Resources Development (SCIRD).

xi. di Riau telah diselenggarakan pertemuan khusus negara anggota ASEAN untuk menuntaskan permasalahan polusi asap lintas batas yang selama ini membawa dampak sosial dan ekonomi cukup besar bagi masyarakat Indonesia. Memperkuat upaya pengawasan. Memperkuat kerjasama dalam pemanfaatan sumber daya mineral secara lestari. (b) Pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan (peatlend management). (b) Pokja bidang Konservasi Alam dan keanekaragaman hayati. AEGE diberi mandat untuk mempersiapkan ASEAN Environmental Programme (ASEP) yaitu program kegiatan ASEAN di bidang lingkungan hidup. Malaysia. (d) pengembangan sistem peringatan dini dan pemantauan. dan xii. Memperkuat pemanfaatan lahan secara ramah lingkungan. serta (d) penguatan kerjasama regional dan internasional. Misi utama yang ingin dicapai ASEAN dalam kerjasama lingkungan adalah mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang bersih dan hijau (Creating Clean and Green ASEAN). Juni 2002. Seiring dengan makin meluasnya permasalahan lingkungan hidup di kawasan. Singapura dan Thailand. ii. Memperkuat konservasi alam dan keanekaragaman hayati. Mempromosikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan. Pertemuan Riau antara lain telah menggulirkan pembentukan the ASEAN Sub-Regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution (MSC) yang beranggotakan 5 negara sub-regional ASEAN yang selain ini terkena dampak dari polusi asap lintas batas yaitu Brunei Darussalam. Ketika itu. iv. Salah satu kerjasama bidang lingkungan yang menjadi prioritas ASEAN adalah memaksimalkan upaya bersama dalam penanganan polusi kabut asap (haze) lintas batas yang ditimbulkan oleh terjadinya kebakaran hutan dan lahan. pelaporan serta harmonisasi kebijakan sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pada tahun 2006. Memperkuat kerjasama dalam penanganan polusi lingkungan lintas batas seperti polusi asap lintas batas dan polusi limbah berbahaya lintas batas . Mempromosikan tersedianya sumber air bersih bagi semua penduduk. viii. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya lingkungan. (c) pemadaman dan tanggap darurat. yang dicapai pada tingkat global seperti isu perubahan iklim (climate change) serta penanganan produk kimia dan limbah kimia. sosial dan lingkungan. ix.b) Kerjasama Lingkungan Hidup Secara formal kerjasama ASEAN di bidang lingkungan hidup dimulai sejak tahun 1978. Pertemuan Riau juga menghasilkan dokumen Rencana Aksi untuk mengatasi masalah kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara yang meliputi aspek-aspek: (a) Pencegahan. vii. x. pada tahun 1990 negara-negara ASEAN sepakat untuk secara reguler menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan (ASEAN Ministerial Meeting on Environment/AMME) dan pertemuan tingkat pejabat senior (ASEAN Senior Officials Meeting on the Environment/ASOEN). ASEAN telah menyepakati ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang ditandatangani di Kuala Lumpur. v. Meningkatkan pengelolaan kawasan pantai dan bahari yang ramah lingkungan (coastal and marine environment). atas inisiatif Pemerintah Indonesia. untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan lingkungan di kawasan. Pembentukan wadah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama yang sudah dirintis sejak tahun 1971 melalui Permanent Committee on Science and Technology. vi. Indonesia. (c) Pokja Bidang Lingkungan Kelautan. Mempromosikan pengelolaan hutan secara lestari dan melakukan harmonisasi antara kebijakan ekonomi. yaitu: Memperkuat kapasitas nasional dan regional dalam menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan di bidang lingkungan. iii. ramah lingkungan serta melakukan pengelolaan sumber daya alam secara arif dan lestari. i. pemantauan dan penegakan hukum. (d) Pokja bidang Pembangunan kawasan kota dan desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (e) Pokja bidang manajemen sumber daya air. ditandai dengan dibentuknya ASEAN Experts Group on the Environment (AEGE) di bawah Committee on Science and Technology (COST). dengan mengacu pada prinsip-prinsip mekanisme pembangunan yang berkelanjutan. ASEAN telah mengidentifikasikan 12 bidang kerjasama yang menjadi prioritas dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di kawasan. Mekanisme konsultasi formal dimaksud kemudian kemudian dilengkapi dengan 5 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu: (a) Pokja pembahasan kesepakatan kerjasama lingkungan hidup di tingkat multilateral. Memperbaiki pengelolaan lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat good governance di kawasan perkotaan. 45 .

iv. ARPDM memuat kerangka kerjasama antar negara ASEAN dan juga dengan Mitra Wicara dan organisasi internasional untuk periode 2004 – 2011. - - Ke depan. serta pelaku bisnis (perkebunan. Peningkatan Kolaborasi dan Penguatan Kemitraan. Deklarasi tersebut menyebutkan bahwa natural disasters and other major calamities can retard the pace of development of member states. jumlah titik panas (hotspot) di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kelima komponen inti dimaksud adalah: i. ii. iii. Pada tahun 2006/2007. Kesadaran dan Advokasi Publik. Rangkaian program terpadu ARPDM. Pemilihan ini bertujuan untuk mendorong agar desa-desa dan kota di negara-negara ASEAN menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di wilayahnya. yang akan menjadi bahan referensi bagi masing masing negara didalam mendukung program konservasi dan pengelolaan kawasan pantai dan sumberdaya laut di tingkat nasional. Babak baru dalam kerjasama ASEAN di bidang penanganan bencana dimulai ketika mekanisme pengelolaan kerjasamanya ditingkatkan dari tingkat kelompok ahli menjadi komite penuh ASEAN pada tingkat pejabat senior. kemajuan regional serta untuk saling memupuk persaudaraan dan solidaritas terutama di saat salah satu anggotanya tertimpa bencana. ASEAN telah melaksanakan beberapa program penting antara lain : Penyelenggaraan pemilihan kota-kota terbaik di ASEAN yang berwawasan lingkungan (ASEAN Environmentally Sustainable City Award). Para Pemimpin ASEAN ketika itu sepakat untuk menjadikan isu penanganan bencana sebagai salah satu bagian penting dari tujuan kerjasama ASEAN. tahun 2008. Pembentukan Kerangka Penanganan Bencana Regional ASEAN. stabilitas. serta Peningkatan Pengetahuan. dengan menciptakan clean land. kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia dan Singapura dalam penanganan polusi asap di di kawasan Jambi dan Riau. assistance for relief of member states in distress. Implementasi program aksi Indonesia untuk penanganan polusi asap lintas batas dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan kearah yang cukup positif. yaitu Pemerintah. therefore they shall extend. clean air dan clean water. within their capabilities. Sementara itu. Komitmen negara-negara anggota ASEAN untuk saling membantu pada saat terjadi bencana antara lain dimuat dalam Declaration of ASEAN Concord yang ditandatangani pada tanggal 24 Pebruari 1976. masyarakat. Peluncuran buku panduan ASEAN Marine Water Quality Criteria: management Guidelines and Monitoring. 46 . Peningkatan Kapasitas. juga mulai diimplementasikan. petani/peladang. Indonesia dalam kaitan ini telah diwakili oleh Kotamadya Palembang Peluncuran ASEAN Environmental Education Plan 2008-2012. Selain itu. Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang menandai berdirinya ASEAN merupakan landasan bagi negara anggotanya untuk saling memperkuat kerjasama regional guna meningkatkan kedamaian. Komite ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Committee on Disaster Management/ACDM) secara resmi dibentuk dengan mandat mempersiapkan program kerja beserta prioritas kegiatan yang kemudian dikenal sebagai Program Regional ASEAN untuk Penanganan Bencana (ASEAN Regional Programme on Disaster Management/ARPDM). yang siap untuk disinergikan dengan program nasional melalui kurikulum sekolah. Tahun 2003. kerjasama di bidang lingkungan hidup ASEAN akan merujuk pada cetak biru komunitas ASEAN (ASCC Blueprint) yang telah disepakati dan akan ditandatangani pada KTT-14 di Thailand (Februari 2009). agar isu kepedulian pada linkungan menjadi bagian dari pendidikan formal maupun non formal. c) Kerjasama Penanggulangan Bencana Alam Kerjasama penanganan bencana alam dalam kerangka ASEAN sebenarnya sudah terbangun lebih dari tigapuluh tahun lamanya. HTI/HPH). mencakup lima komponen inti dan mencakup lebih dari 29 kelompok kegiatan. untuk menunjang terbentuknya Kawasan ASEAN yang Bersih dan Hijau. berhasil ditekan dalam jumlah yang cukup substansial. Pertukaran Informasi dan Sumber Daya. v.Rencana Aksi tersebut secara sinergi melibatkan tiga unsur yang berperan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

mulai dari pengembangan system peringatan dini. Penyerahan instrumen ratifikasi kepada ASEAN Secretariat telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2008 dan instrumen ratifikasi tersebut telah disirkulasikan kepada negara anggota pada tanggal 26 September 2008. pencegahan dan mitigasi (prevention and mitigation). Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi AADMER melalui persetujuan oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden No. Mekanisme koordinasi tersebut melibatkan negara-negara anggota ASEAN. hingga rehabilitasi (rehabilitation).32/2008 tanggal 15 Mei 2008. Indonesia telah mendapatkan endorsement sebagai tuan rumah lokasi AHA Centre pada pertemuan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-40 di Singapura. kira-kira 250 km Barat Daya Rangon. mulai dari identifikasi resiko bencana. Sementara Singapura. Pemerintah Indonesia mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Pertemuan Khusus Para Pemimpin ASEAN di Jakarta pada tanggal 6 Januari 2005. bencana tsunami juga menyadarkan kita bahwa negara-negara anggota ASEAN ternyata memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. bila memang diperlukan. Kamboja. tanggal 26 Juli 2005. Laos. Dalam rangka membantu pemerintah Myanmar dalam penanganan siklon Nargis tersebut. peringatan dini (early warning). yang memuat program aksi untuk memperkuat kerjasama penanganan bencana. Kesiap-siagaan (preparedness). bahkan melalui kerjasama internasional. Pemerintah Myanmar serta PBB sebagai wakil dari masyarakat internasional. Penanganan Cyclon Nargis di Myanmar Siklon Nargis yang menghantam Myanmar pada tanggal 2 dan 3 Mei 2008. pada bulan Juni 2005. Sebagai tidak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam KTT Tsunami di Jakarta. Juli 2007. Centre untuk sementara beroperasi di Kantor Badan Nasional Penanganan Bencana – BPNB Jakarta. Salah satu komponen penting dalam Perjanjian AADMER adalah pembentukan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre /Pusat Bantuan Kemanusiaan ASEAN). penanganan pada periode tanggap darurat. tidak hanya di tingkat nasional tapi juga regional. tidak dapat lagi hanya dilakukan di tingkat sektoral tetapi harus melibatkan seluruh sektor terkait. AADMER merupakan suatu persetujuan penanganan bencana pada tingkat regional ASEAN yang bersifat terpadu. merupakan bencana terbesar kedua yang dialami negara ASEAN paska bencana tsunami di Aceh. Pada saat terjadi tsunami. ASEAN telah menyelenggarakan pertemuan Khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada tanggal 19 Mei 2008. penilaian dan pemantauan (disaster risk identification. Pertemuan memutuskan untuk membentuk ASEAN-led mechanism untuk membantu mengkoordinasikan distribusi bantuan kemanusiaan baik yang bersumber dari ASEAN maupun masyarakat internasional bagi para korban bencana di Myanmar. tim SAR dan organisasi bantuan darurat dari negara-negara ASEAN merupakan salah satu yang pertama tiba di lapangan dan menyalurkan bantuan darurat kepada para korban. Masalah penanganan bencana. ASEAN segera menyusun ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response/AADMER. Kejadian tsunami di Aceh telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk menata kembali dan memperkuat kerjasamanya di bidang penanganan bencana. Pada sisi lain. Persetujuan dimaksud ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN pada kesempatan Pertemuan ke-38 Para Menteri Luar Negeri ASEAN di Vientiane. Indonesia mulai menjalankan fungsi Interim AHA Centre terhitung sejak tanggal 1 Juli 2008. assessment and monitoring). Bencana topan Nargis telah menelan korban lebih dari 137 jiwa manusia serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah di seluruh kawasan Yangon dan sekitarnya. Filipina dan Brunei Darussalam menyatakan bahwa proses ratifikasi AADMER di negara masing-masing saat ini sudah memasuki tahap akhir. Myanmar.Tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 memberikan catatan bahwa ASEAN ternyata belum mempunyai mekanisme regional yang cukup memadai untuk penanganan bencana dalam skala besar. Malaysia. Paska terjadinya tsunami. memiliki kapasitas SDM serta aset yang sangat memadai untuk membantu negara tetangganya yang tertimpa musibah. Nargis menyebabkan daerah delta tersebut mengalami banjir di area seluas 5000 km2. Hingga akhir 2008 persetujuan dimaksud telah diratifikasi oleh tujuh (7) negara yaitu Indonesia. serta wilayah Delta Sungai Irrawady (Ayeyarwady). Laos. tahap rehabilitasi dan rekonstruksi serta pengurangan resiko bencana. Thailand. 47 . komprehesif dan menyeluruh karena mencakup semua aspek dan siklus penanganan bencana. dan Viet Nam. tanggap darurat (emergency response). KTT Tsunami antara lain telah menghasilkan pernyataan bersama yang dikenal dengan nama Deklarasi Jakarta.

Pada pertemuan KTT ASEAN ke-12 bulan Januari 2007. manula. pada bulan Januari 2007. Dukungan dan dan bantuan teknis bagi negara anggota ASEAN. dan Tripatite Core Group (TCG) sebagai unit pelaksana teknis di lapangan yang keanggotaannya juga melibatkan masyarakat internasional. antara lain telah disahkan Term of Reference (TOR) pengembangan kerjasama penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Myanmar (Operation Coordinator) serta ASEAN (Monitoring/Reporting Coordinator). Guna menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai di dalam KTT ASEAN. Dalam TOR telah diidentifikasikan bentukbentuk kerjasama yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan. Kerjasama Bidang Pembangunan Sosial a) Kerjasama Bidang Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan Kerjasama ASEAN di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan didasari oleh Dokumen Ministerial Understanding on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE). (2) Capacity Buidling. Dalam kaitan hal di atas. antara ASEAN dengan negara negara anggota Plus Three Countries (Jepang. China dan Korea). Impact Trade Liberalization on Poverty Alleviation Programmes dan (5) Micro Financing. Negara donor dan organisasi internasional non-pemerintah memberikan tanggapan positif atas kepemimpinan ASEAN dan sukses yang dicapai dalam ASEAN-Led Coordinating Mechanism on Nargis. Adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dalam konteks pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan. termasuk keberadaan TCG selaku unit operasional di lapangan. (3) SME and Social Enterprises Development. ii.Implementasi mekanisme koordinasi tersebut dilaksanakan melalui ASEAN Humanitarian Task Force (AHTF) yang terdiri dari pejabat senior serta para ahli dari negara-negara ASEAN dan diketuai oleh Sekjen ASEAN. penyakit dan buta huruf. Pengembangan program-program pengentasan kemiskinan bagi kelompok rentan secara sosial. Struktur TCG terdiri dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan ASEAN (Financial Coordinator). (4). terkait dengan hal-hal sebagai berikut: i. pertemuan 6th ASEAN Senior Officials Meeting on Rural Development and Poverty Eradication. yang mengacu pada Declaration of ASEAN Concord (Bali Concord I) 1976. Masyarakat internasional sangat mengharapkan keberadaan ASEAN-led mechanism dapat tetap dipertahankan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi. iii. maka pada pertemuan ke-5 ASEAN Ministerial Meeting on Rural Development and Poverty Eradication yang berlangsung di Bangkok. sebagai penentu kebijakan (policy guidance). Para pemimpin ASEAN antara lain telah menegaskan kembali kesepakatannya untuk memberikan perhatian lebih besar pada penanganan masalah kemiskinan. di Singapura tanggal 13-15 Oktober 2008. UN-OCHA (Resource Coordinator). Negara Donor menyampaikan apresiasinya atas peran ASEAN dan TCG dalam menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Myanmar sehingga mereka memperoleh akses untuk menyalurkan bantuan pada para korban. dalam upayanya mencapai pembangunan milenium (MDGs). serta memutuskan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pembangunan sosial dan ekonomi. kelaparan. dan kelompok/masyarakat yang terkena bencana alam. dapat dijadikan sebagai model dalam mekanisme penanganan bencana di berbagai belahan dunia lainnya. Dalam kaitan ini para pemimpin ASEAN menggarisbawahi bahwa upaya penanggulangan kemiskinan akan dilaksanakan melalui implementasi program-program yang lebih bersifat partisipatif yaitu dengan melibatkan sebanyak mungkin keikutsertaan masyarakat. yaitu meliputi antara lain: (1) People’s Forum. termasuk para penyandang cacat. antara lain telah menyepakati sejumlah kerjasama yang akan dikembangkan dalam kerangka kerjasama ASEAN Plus Three. Masyarakat internasional mengharapkan agar pengalaman dan sukses yang dicapai Indonesia dalam penanganan bencana di Aceh serta keberhasilan yang dicapai oleh ASEAN di Myanmar. anak-anak. kususnya CLMV countries. khususnya dalam rangka meningkatkan keadilan sosial dan perbaikan standar hidup masyarakat ASEAN. melalui berbagai program pemberdayaaan masyarakat. menekankan kepedulian ASEAN pada masalah penanggulangan kemiskinan. 48 .

Program utama dalam kerangka AEGCD dilaksanakan melalui ASEAN+3 Infectious Diseases Programme (ASEAN + 3 EID Programme). Sementara itu. Pertemuan ke-9 ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM) di Manila. (c) resources. yang mencakup lima bidang. dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi pandemi flu burung. (d) expertise. Sementara itu. serta menciptakan jaringan kelembagaan yang kuat. SARS. Pembangunan kapasitas yang terkait dengan emerging concerns di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. Oktober 2008 mencatat bahwa 50% regional stockpile of PPE telah ditempatkan di seluruh negara anggota ASEAN. Penanggulangan HIV dan AIDS melalui pelaksanaan ASEAN Work Programme (AWP) on HIV and AIDS Prevention dilakukan sejak tahun 1995 dan sampai saat ini memasuki tahap III (AWP III) untuk periode 2006-2010. yang berlokasi di Singapura. ASEANOSHNET bertujuan meningkatkan daya saing dan kompetensi tenaga kerja ASEAN. c) Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan Salah satu keberhasilan kerjasama ASEAN di bidang ketenagakerjaan adalah dibentuknya pusat pelatihan dan informasi mengenai perbaikan lingkungan kerja. dalam menindaklanjuti upaya untuk mencapai MDGs di kawasan. Penyusunan kebijakan dan pendekatan terpadu dalam penanganan kesehatan bagi para manula serta obat tradisional. melalui kolaborasi ASEAN-US. b) Kerjasama Bidang Kesehatan Kerjasama yang paling menonjol di bidang kesehatan adalah upaya penanggulangan penyakit menular. terdiri dari sejumlah prioritas sebagai berikut: Identifikasi dini emerging infectious diseases/penyakit menular (termasuk HIV dan AIDS. menghilangkan stigma dan diskriminasi serta meningkatkan kerjasama pemerintah dengan civil society dan swasta. termasuk diantaranya strengthening of on-scene command and response system melalui Incindent Command System (ICS). Demikian pula Tamiflu telah ditempatkan di sejumlah negara anggota dan dijadwalkan pada akhir tahun 2008 keseluruhan negara anggota telah akan menerima Tamiflu dimaksud. yakni: (a) advocacy. negara penerima maupun ASEAN untuk memberikan perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran. yang dikenal dengan ASEAN Occupational Safety on Health Network (ASEAN OSHNET) pada bulan Agustus 2000.iv. Inti dari komitmen bersama itu antara lain kesepahaman untuk memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan. Pembentukan joint fund untuk mendukung proyek-proyek pengentasan kemiskinan di daerahdaerah miskin negara anggota. ASEAN telah membentuk suatu mekanisme untuk meningkatkan kolaborasi multisektoral ASEAN Technical Working Group (TWG) on Pandemic Preparadeness and Responses. Sekretariat ASEAN-OSHNET yang pertama kali bertempat di Indonesia untuk tahun 2000-2004. TWG telah berhasil menyusun suatu rencana kegiatan. serta langkah penanggulangannya. Dalam pertemuan ke-1. Deklarasi memuat kewajiban bagi negara pengirim. Penanggulangan penyakit menular di ASEAN dilakukan melalui mekanisme ASEAN Expert Group on Communicable Diseases (AEGCD). Kerjasama penanganan HIV dan AIDS dipertegas kembali dalam KTT ke-12 ASEAN di Cebu melalui ASEAN Comitments on HIV and AIDS. and (e) regional cooperation and regional public goods. KTT ke-12 di Cebu menghasilkan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers. (b) knowledge. ASEAN telah menyusun suatu ASEAN Roadmap for the Implementation of the Millennium Development Goals yang diselaraskan dengan UNESCAP/ADB/UNDP-lead regional MDG Roadmap. Dalam penanganan flu burung. AI). Stockpiles tersebut merupakan bentuk tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi flu burung dalam kawasan. Fase ke-2 program tersebut (2006-2009). Deklarasi mewajibkan dibentuknya instrumen hukum yang lebih mengikat negara-negara ASEAN guna 49 . Selanjutnya penempatan Sekretariat ASEAN-OSHNET digilir setiap 3 tahun sekali untuk masing-masing negara anggota ASEAN. kerjasama ASEAN telah mencatat suatu kemajuan dengan adanya ASEAN-Japan Project on stockpiles of tamiflu dan Personel Protective Equipment (PPE) against Potential Pandemic Influenza.

khususnya. d) Kerjasama Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kerjasama di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial dilakukan melalui ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD). - - ASEAN Awareness di Kalangan Masyarakat ASEAN 50 . Upaya tersebut dimaksudkan agar seluruh golongan masyarakat termasuk anak-anak.memberikan jaminan dan perlindungan hak-hak pekerja migran. Pembentukan suatu jejaring atau kelompok kerja bagi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2009. tanggal 4-5 Desember 2007 antara lain merekomendasikan sejumlah program kegiatan untuk dicantumkan dalam cetak biru ASEAN Socio-Culture Community (ASCC Blueprint). penyandang cacat. Pembentukan Jejaring untuk mencegah dan memerangi perdagangan manusia. pertemuan ke-1 ASEAN Forum on Migrant Labour di Filipina tanggal 24-25 April 2008 telah menyepakati untuk menyelenggarakan Forum tersebut secara reguler dan sepakat untuk menjadwalkan pertemuan ASEAN Committee on the Implementation of Declaration on the Protection of the Rights of Migrant Workers serta menyusun struktur dan fungsi Komite dimaksud sebelum KTT ke-14 tahun 2008. Deklarasi ini merupakan komitmen ASEAN menuju terwujudnya a caring and sharing community. Upaya tersebut tercermin dari rekomendasi 2nd ASEAN GO-NGO Forum yang berlangsung secara back-to-back dengan 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development di Ha Noi tanggal 4-6 Desember 2007. tanggal 15-16 Mei 2007. perempuan dan anak serta mengesahkan Kerangka Acuannya pada tahun 2011. anak-anak. Pertemuan Komite pertama yang berlangsung tanggal 15-16 September 2008. antara lain telah disepakati bahwa Filipina akan menyusun TOR Forum sebagai rujukan dalam pembentukan dan pelaksanaan kegiatan dalam membahas penanganan isu migrant worker. telah berhasil merumuskan suatu workplan dalam rangka implementasi Deklarasi dan pembentukan instrumen bagi perlindungan dan pemajuan hak-hak para pekerja. ASEAN juga telah memfokuskan kerjasama pembangunan sosial melalui pendekatan right based approach. Pertemuan ke-20 ASEAN Labour Ministerial Meeting (ALMM) di Bangkok tanggal 6-9 Mei 2008 menegaskan kembali untuk segera membentuk Komite (ASEAN Committee on Migrant Workers/ACMW)) sebelum KTT ASEAN ke-14. guna mencapai tujuan dalam membentuk komunitas ASEAN 2015. Pada pertemuan SLOM ke-5. Dalam kaitan ini. Selain itu. Pertemuan Preparatory Senior Officials Meeting for the 6th ASEAN Ministerial Meeting for Social Welfare and Development (PrepSOM for the 6th AMMSWD) di Ha Noi. Dalam kaitan ini. telah disepakati untuk mengawali proses guna menindaklanjuti Deklarasi dimaksud. telah disepakati pembentukan suatu Forum on Migrant Workers dengan memanfaatkan kelompok kerja pada pertemuan ke-2 Ad-Hoc Working Group on Labour Practices to Enhance Competitiveness di Singapura tanggal 1-2 Maret 2007. Disepakati bahwa kedudukan Forum akan berada dibawah Komite dan menyampaikan laporan kepada SLOM. Melalui usulan Indonesia. Forum mempunyai tugas untuk membahas tindak lanjut deklarasi. di Yogyakarta tanggal 9-10 September 2007. yang berupaya mengarustamakan para penyandang cacat dalam setiap kebijakan pembangunan dan kesejahteraan sosial dengan menggunakan right based approach tersebut. lansia dan keluarga. SOMSWD memfokuskan pada program-program kesejahteraan sosial yang meliputi antara lain kependudukan. perempuan para manula dan juga penyandang cacat dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh kesejahteraan. Pada pertemuan ke-3 Ad Hoc-Working Group on Progressive Labour Practice. ‘ sebagai acuan dalam pelaksanaan kerjasama pembangunan dan kesejahteraan sosial yaitu: Pembentukan the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Woman and the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of The Rights of Children through an ASEAN Agreement by 2010.

Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh merugikan salah satu negara ASEAN. diharapkan masyarakat dapat berperan aktif mengembangkan dan turut memetik manfaat nyata dari adanya kerjasama ASEAN tersebut. Korea Selatan. b. seminar-seminar dan ceramah/kuliah umum). Lomba Karya Tulis ASEAN. Peran sebagai negara koordinator dalam hubungan kerjasama ASEAN dengan negara-negara Mitra Wicara dilaksanakan dengan sistem rotasi diantara negara-negara anggota ASEAN. Indonesia menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-India. money laundering. yaitu korupsi. yaitu Pakistan. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. Kanada. c. festival rock band ASEAN). Proyek-proyek kerjasama sebaiknya dilaksanakan di kawasan ASEAN. ASEAN menjalin hubungan pula secara terbatas dengan berbagai organisasi regional dan internasional. Indonesia berhasil memasukkan beberapa isu untuk dituangkan dalam PoA tersebut. ASEAN-Canberra Committee. KERJASAMA EKSTERNAL ASEAN ASEAN telah memiliki 11 Mitra Wicara (Dialogue Partners). ASEAN-Australia Joint Planning Committee (JPC). Selain itu. dan d. lingkungan hidup serta budaya dan informasi). telah disepakati Plan of Action (PoA) yang mencakup kerjasama dalam bidang politik dan keamanan. Untuk mengimplementasikan Joint Declaration tersebut. Dalam periode 2006-2009. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara tidak boleh mengandung ikatan-ikatan politik yang merugikan kepentingan nasional. serta perayaan Hari ASEAN. Juli 2004 di Jakarta. Lomba Cerpen ASEAN. ASEAN menetapkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: a. antara lain sosialisasi ASEAN (melalui ASEAN Goes to School. ASEAN – Australia telah menandatangani ASEAN-Australia Joint Declaration on Counter Terrorism pada pertemuan AMM/PMC/ARF ke-37. Pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Di Indonesia. yang ditandai dengan pembentukan ASEAN-Australia Consultative Meetings (AACM) dan kemudian diikuti dengan mekanisme dialog ASEAN-Australia pada berbagai tingkatan. AUSTRALIA Australia menjadi Mitra Wicara penuh sekaligus pertama ASEAN pada tahun 1974. pendidikan dan pelatihan. Dengan pemahaman mengenai apa dan bagaimana pentingya ASEAN sebagai organisasi regional sekaligus sebuah komunitas. dialog interaktif dan liputan media. yaitu Australia. India. Kerjasama ASEAN dengan negara Mitra Wicara harus memperkuat ketahanan nasional negara-negara ASEAN yang selanjutnya dapat meningkatkan ketahanan regional ASEAN. pada periode 2003-2006 Indonesia menjadi koordinator untuk hubungan kerjasama ASEAN-EU dan untuk periode 2009-2012 Indonesia akan menjadi negara koordinator hubungan kerjasama ASEAN-Jepang. promosi ASEAN Awareness telah dilakukan melalui berbagai kegiatan. dilakukan kegiatan ASEAN awareness untuk memperkenalkan dan mendekatkan ASEAN kepada masyarakat. D. Jepang. Perkembangan kerjasama ASEAN-Australia pada tahun 2007 ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on ASEAN-Australia Comprehensive Partnership tanggal 1 Agustus 2007 di Manila.Dalam rangka menuju Komunitas ASEAN 2015. ASEAN juga memiliki negara Mitra Wicara sektoral. penerbitan buku-buku ASEAN. Selandia Baru. ekonomi dan sosial-budaya yang akan berlaku untuk periode 2008-2013. Lomba Lukis ASEAN. Sebelumnya. industri dan teknologi. Sebagai upaya mewujudkan ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada masyarakat (people centered and people oriented). ASEAN-Australia Forum. untuk periode per 3 tahun. kegiatan lomba (Seleksi Nasional ASEAN Anthem. Informal Consultations between AEM and Ministers from the CER Countries. Dalam menjalin kerjasama dengan negara Mitra Wicara. dan berbagai kelompok kerja (dalam bidang perdagangan dan investasi.). capaian penting kerjasama ASEAN-Australia adalah aksesi Australia ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) pada tahun 2005. ASEAN perlu melakukan upaya untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan identitas ASEAN oleh masyarakatnya. Project Coordination Committees (PCCs). 51 . antara lain ASEAN Regional Forum (ARF). Post Ministerial Conference (PMC) 10+1. Amerika Serikat. telekomunikasi. Uni Eropa. China. festival film ASEAN. kegiatan festival (ASEAN Festival. Rusia dan UNDP. Filipina oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Australia. disaster management dan kerjasama penanggulangan terorisme. Dalam bidang penanggulangan terorisme. dll.

Perundingan mengenai pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN Free Trade Area dengan Australia-New Zealand Closer Economic Relations (AFTA-CER), telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. FTA akan diimplementasikan secara penuh dalam jangka waktu 10 tahun. Diharapkan penggabungan AFTA-CER tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi sektor swasta dan pelaku bisnis serta menjadi “building blocks” bagi fasilitasi perdagangan antara ASEAN dan Australia. Kerjasama pembangunan ASEAN-Australia tertuang dalam MoU ASEAN-Australia Development Cooperation Programme (AADCP) untuk periode 2002-2008. Sasaran utama AADCP adalah untuk memberikan manfaat bagi negara-negara CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar dan Viet Nam) dalam kerangka Initiative for ASEAN Integration (IAI) untuk mempersempit jurang perbedaan dan proses percepatan integrasi CLMV. AADCP juga mencakup kerjasama ekonomi dan sosial, capacity building, kerjasama Ilmu pengetahuan dan teknologi serta lingkungan. Program AADCP tersebut telah berakhir pada bulan Juni 2008 dan Australia kemudian melanjutkannya dengan AADCP II (2008-2015). Diharapkan AADCP II dapat membantu pencapaian ASEAN Economic Community melalui kerjasama di bidang pendidikan, energi dan penanganan bencana alam. Pembahasan mengenai rancangan MoU between the Government of Australia and ASEAN on the Second Phase of AADCP diharapkan akan dapat diselesaikan pada KTT-14 ASEAN mendatang. Pada tanggal 4 Juni 2008 di Sydney, dalam kesempatan AustralAsia Center Annual Dinner, Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd melontarkan visinya mengenai Asia Pacific Community (APC), yaitu: (i) Suatu institusi regional yang mencakup kawasan Asia-Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang, China, India, Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan; (ii) Suatu institusi regional yang memungkinkan terjadinya dialog dan kerjasama di bidang politik, keamanan dan ekonomi. Dalam kunjungannya di Indonesia pada tanggal 13 Juni 2008, PM Kevin Rudd kembali melontarkan gagasan ini dalam pertemuannya dengan Presiden RI maupun dalam kunjungannya ke kantor Sekretariat ASEAN. Dalam sambutannya, Presiden RI menjelaskan bahwa Indonesia melihat gagasan ini sebuah usul yang menarik dan akan mempelajari usulan PM Rudd tersebut. Presiden RI juga menyebutkan bahwa sebenarnya inti dari APC adalah penguatan berbagai arsitektur regional yang ada, yaitu ASEAN, ARF, APEC dan EAS. Peran penting Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Australia tercatat signifikan terutama antara lain dalam kerjasama pemberantasan terorisme, kejahatan transnasional dan disaster management melalui pelaksanaan program peningkatan capacity building; serta perundingan-perundingan AANZFTA yang telah disepakati oleh ASEAN dan Australia yang direncanakan akan ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang di Thailand. Australia juga telah mengangkat Mrs. Gillian Bird, sebagai Wakil Tetap untuk ASEAN yang berdomisili di Canberra SELANDIA BARU Hubungan ASEAN-Selandia Baru berlangsung sejak tahun 1975 dengan dibentuknya ASEAN-New Zealand Dialogue Relations. Hubungan kemitraan ini dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, yaitu ASEAN Post Ministerial Conference (PMC)+New Zealand dan PMC 10+10 (ASEAN+10 Dialogue Partners) dan ASEAN-New Zealand Dialogue serta Joint Cooperation Committee, untuk mengevaluasi dan membahas isu-isu politik, keamanan, ekonomi dan pembangunan yang menjadi perhatian bersama; serta dalam kerangka ARF. Para Pemimpin ASEAN dan Selandia Baru telah sepakat bidang pengembangan sumber saya manusia melalui pertukaran dan mahasiswa, dan pencegahan terhadap penyakit menular Influeza¸ sebagaimana dicetuskan dalam ASEAN-New Zealand Laos, pada bulan November 2004. untuk meningkatkan kerjasama dalam dan pemberian bea siswa bagi pelajar seperti HIV/AIDS, SARS serta Avian Commemorative Summit di Vientiane,

Di bidang kerjasama politik dan keamanan, Selandia Baru telah mengaksesi TAC pada ASEAN Ministerial Meeting ke-38 di Vientiane, Laos, bulan Juli 2005. Selain itu, ASEAN-Selandia Baru telah menandatangani Joint Declaration to Combat International Terrorism. Kerjasama dalam menanggulangi terorisme juga akan memanfaatkan mekanisme yang sudah ada di ASEAN seperti Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Dengan meningkatnya hubungan ASEAN-Selandia Baru, kedua pihak menandatangani ASEAN-New Zealand Framework for Cooperation 2006-2010) di Kuala Lumpur, tanggal 27 Juli 2006. Dokumen tersebut meliputi kerjasama di bidang ekonomi, politik dan keamanan serta people-to-people education and cultural links. Beberapa komitmen yang dihasilkan dalam Framework tersebut antara lain menyangkut Work Programme untuk mengimplementasikan Joint Declaration to Combat International Terrorism serta

52

meningkatkan capacity building dalam pemberantasan terorisme dan aktivitas transnational crimes lainnya dengan dukungan dana dari New Zealand’s Asia Security Fund yang telah dibentuk pada tahun 2006. Atas masukan dari Indonesia, Framework juga memuat ‘’natural disaster mitigation’’ sebagai salah satu bidang kerjasama yang dapat dikembangkan. Selanjutnya fokus dari kerjasama dalam bidang penanganan bencana alam adalah penyelenggaraan pelatihan dan capacity building, termasuk peningkatan public awareness. Di bidang ekonomi, ASEAN-Selandia Baru berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang fasilitasi perdagangan, investasi dan pertumbuhan ekonomi di bawah Framework for AFTA-CER Closer Economic Partnership yang telah disepakati di Brunei Darussalam, September 2002, sebagai awal penggabungan AFTA-CER FTA. Perundingan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement telah diselesaikan pada tanggal 28 Agustus 2008 di Singapura. Kerjasama pembangunan antara ASEAN-Selandia Baru yang telah dilaksanakan selama ini memberikan hasil cukup menggembirakan dan berjalan dengan lancar dengan menitikberatkan pada Initiative for ASEAN Integration (IAI) seperti custom, standar dan conformance. Selandia Baru juga mendukung program kerjasama pembangunan Mekong River Basin. Pengembangan kerjasama ASEAN-Selandia Baru sedikit terhambat sehubungan dengan adanya isuisu yang bersifat politis. Selama ini, pelaksanaan kerjasama lebih bersifat parsial, yaitu dilakukan oleh masing-masing negara anggota ASEAN tanpa menunjukkan komitmennya untuk tetap memperkuat kerjasamanya dengan ASEAN seperti ditunjukkan dengan pengangkatan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Gibson, sebagai Wakil Tetap (Watap) Selandia Baru untuk ASEAN. Peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEAN-Selandia Baru tercermin pada berbagai aktifitas bersama yang dilakukan dalam rangka peningkatan kemampuan sekaligus dukungan pada upaya narrowing development gap diantara negara-negara ASEAN, misalnya melalui penyelenggaraan program capacity building di bidang teorisme, kebudayaan dan people-to-people contact. Indonesia bersama-sama dengan Filipina dan Selandia Baru menyelenggarakan interfaith dialogue yang diselenggarakan pada tahun 2006 di Cebu, Filipina. Indonesia beranggapan bahwa Selandia Baru memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang preparedness dan disaster management, karenanya negara-negara ASEAN perlu menyelenggarakan program capacity building di bidang tersebut agar jumlah korban dapat diminimalisir. Indonesia juga telah menerima bantuan sebesar $NZ 13 juta untuk rehabilitasi Aceh/Nias paska Tsunami. UNI EROPA Uni Eropa (UE) merupakan mitra wicara ASEAN pertama yang merintis hubungan secara informal pada tahun 1972 melalui pembentukan Special Coordinating Committee of ASEAN (SCCAN). Konsultasi kedua pihak dilakukan melalui ASEAN Brussels Committee (ABC) yang beranggotakan para Duta Besar negara-negara ASEAN di Brussels. Pada tahun 1977, ASEAN-UE menjalin hubungan formal. Pelembagaan hubungan dengan European Economic Community (EEC) dilakukan melalui penandatanganan the EC-ASEAN Cooperation Agreement pada pertemuan ASEAN-EEC Ministerial Meeting ke-2 di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1980. Perjanjian tersebut mendasari pembentukan kerjasama perdagangan, ekonomi dan teknis, serta pembentukan Joint Cooperation Committee (JCC). Hubungan kemitraan ASEAN-EU dilakukan melalui berbagai mekanisme pada berbagai level, termasuk ASEAN Regional Forum (ARF), ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM), ASEAN-EU Economic Ministers’ Meeting, ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting, the Post Ministerial Conferences (PMC) 9+1 dan 9+10 serta Joint Cooperation Committee. Pertemuan-pertemuan tersebut merupakan sarana bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi dan membahas berbagai isu dalam bidang-bidang politik, keamanan, ekonomi dan kerjasama pembangunan. Selain itu terdapat pula ASEAN-Brussels Committee, ASEANBonn Committee, ASEAN-London Committee dan ASEAN-Paris Committee untuk membantu pelaksanaan kerjasama ASEAN-UE. Pada perkembangan selanjutnya, komitmen hubungan kemitraan ASEAN-UE dilakukan pada tataran yang sama antara kerjasama dalam bidang ekonomi dan politik. Hal tersebut tercermin dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-UE ke-14 pada tanggal 27-28 Januari 2003 di Brussels yang menghasilkan kesepakatan Joint Co-Chairmen’s Statement dan Joint Declaration on Cooperation to Combat Terrorism pada tanggal 27-28 Januari 2003. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kerjasama regional di kawasan ASEAN dan mendukung peningkatan capacity building dalam kerangka ASEAN untuk memerangi aksi terorisme. Pada tanggal 9 Juli 2003, UE telah mengesahkan European Commission (EC)’s Communication: A New Partnership with Southeast Asia yang menjadi landasan EU untuk meningkatkan kerjasama dengan

53

negara-negara Asia Tenggara, termasuk dengan ASEAN. Komunikasi tersebut berisikan strategi komprehensif UE dalam mengembangkan kerjasama dengan ASEAN pada masa-masa yang akan datang. Komunikasi tersebut memfokuskan enam prioritas strategi yaitu: a. b. c. d. e. f. Supporting regional stability and the fight against terrorism; Human Rights, democratic principles and good governance; Mainstreaming Justice and Home Affairs issue; Injecting a new dynamism into regional trade and investment relations; Continuing to support the development of less prosperous countries; dan Intensifying dialogue and co-operation in specific policy areas.

Kemitraan komprehensif ASEAN-EU terwujud pada tahun 2007 dengan ditandatanganinya Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada 16th ASEAN-EU Ministerial Meeting di Nuremberg, Jerman, Maret 2007; Joint Declaration of the ASEAN-EU Commemorative Summit pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan November 2007 di Singapura; Plan of Action (PoA) to Implement the Nuremberg Declaration on an EU-ASEAN Enhanced Partnership pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura. Sesuai kesepakatan Joint Declaration ASEAN-EU Commemorative Summit, peningkatan kerjasama ekonomi dilakukan dengan mengupayakan penyelesaian perundingan ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) berdasarkan region-to-region approach, dan memperhatikan tingkat perekonomian masing-masing negara anggota ASEAN. Selain itu dilakukan pula upaya untuk mengintensifkan implementasi kegiatan di bawah TREATI dan READI. Kerjasama pembangunan ASEAN-UE dilakukan di bawah EC-ASEAN Regional Indicative Programme (RIP). Sebagai implementasi, dalam RIP 2005-2006 yang diusulkan oleh UE, terdapat anggaran dana sebesar 4-6 juta Euro bagi program Fight Against Terrorism yang terbagi dalam program pelatihan kewaspadaan (awareness training) dan pengamanan dokumen (Regional Project on document security) untuk jangka waktu 3 tahun mulai tahun 2006. Untuk tahun 2007-2010, RIP difokuskan pada: ASEAN-EU Programme on Immigration and Border Management; ASEAN-EU Cooperation on Statistic; EC-ASEAN Intellectual Property Rights Cooperation Programme (ECAP) III; ASEAN Civil Aviation Cooperation Project; Enhancing Economic Partnership/ Support to ASEAN-EU Free Trade Agreement (FTA) Negotiations Process; serta Support to EU-ASEAN Sectoral Dialogue (READI). Secara keseluruhan, kontribusi UE dalam kerja sama ASEAN difokuskan pada upaya mendukung integrasi dan pembangunan masyarakat ASEAN. UE telah mengalokasikan sebesar €70 juta untuk program ASEAN-UE periode 2007-2013, di antaranya untuk bidang-bidang kerja sama pembangunan tersebut di atas. Untuk proyek yang sedang berjalan, kontribusi UE antara lain sebesar €7,3 juta pada proyek kerja sama ASEAN-EU Program on Regional Integration Support Phase II (APRIS II) periode 20062009; € 6 juta pada proyek ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) periode 2005-2008. Untuk membantu pencapaian integrasi ekonomi ASEAN, UE secara berkelanjutan melaksanakan ASEAN Project for Regional Integration Support (APRIS). APRIS bertujuan meningkatkan iklim investasi dan perdagangan di ASEAN melalui liberalisasi ekonomi, fasilitasi perdagangan, jasa, stabilitas sektor keuangan, prosedur kepabeanan, promosi investasi, jaminan sosial, energi dan lingkungan hidup. Pada tahun 2006, Indonesia telah menyelesaikan tugasnya sebagai negara koordinator ASEAN-Uni Eropa periode 2003-2006. Selanjutnya, Kamboja menjadi negara koordinator untuk periode 2006-2009. Salah satu perkembangan yang telah tercapai selama tahun 2006 adalah pertemuan Final Evaluation Mission for ASEAN-EU Programme for Regional Integration Support (APRIS ) I for the Period of 2003-2006 yang telah memberikan kontribusi dalam merumuskan ASEAN Demand Driven Needs. EU juga telah menyatakan dukungan pada terwujudnya ASEAN Single Window sebagai bentuk harmonisasi bea cukai dalam proses integrasi ASEAN. Selain itu, ASEAN dan EU juga telah merampungkan program ASEAN-EU Cooperation Programme on Border Management and Document Security, sebagai salah satu implementasi kesepakatan pada forum READI dan hasil pertemuan ASEAN-EU Senior Officials’ Meeting tahun 2006. Dalam pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference + 1 Session with EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, ASEAN dan UE antara lain menyambut baik perkembangan perundingan ASEAN-EU FTA dan UE tetap berkomitmen terhadap region-to-region approach; menyetujui pembentukan Core Group yang diusulkan dalam pertemuan ASEAN-EU SOM pada tanggal 28-29 Mei 2008 di Kamboja guna menyiapkan rancangan daftar kegiatan yang akan diterapkan dalam kerangka PoA; dan mendukung pembentukan ASEAN Human Rights Body.

54

Dalam bidang politik, pada ASEAN-EU Commemorative Summit tahun 2007, EU telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi TAC. Saat ini proses amandemen terhadap TAC masih dibahas dengan memperhatikan rumusan yang dapat mengakomodasi kepentingan ASEAN dan UE. Berkaitan dengan keinginan UE untuk mengaksesi TAC, pada pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference +1 Session with the EU pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura, Delegasi UE mengharapkan jika TAC dapat diamandemen, aksesi akan dilakukan pada saat Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-UE pada tahun 2009 di Phnom Penh, Kamboja. Sementara itu secara individual, Perancis telah menjadi salah satu negara anggota UE yang mengaksesi TAC pada tahun 2007. Dalam periode 2007-2008, telah diselenggarakan berbagai seminar, workshop dan pelatihan dalam kerjasama di bidang politik-keamanan, baik dalam rangka peningkatan capacity building maupun isu-isu keamanan tradisional dan non-tradisional. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama ASEAN-Indonesia dengan Uni Eropa adalah “Seminar on Regional Integration Process of ASEAN and EU : Sharing Experiences and Fostering mutual learning”, di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2007. Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 30 tahun kerjasama kemitraan ASEAN-EU.

KANADA Kerjasama ASEAN-Kanada pertama kali dilakukan dengan ditandatanganinya ASEAN-Canada Economic Cooperation Agreement (ACECA) di New York pada tanggal 25 September 1981. Persetujuan tersebut diikuti oleh pembentukan ASEAN-Canada Joint Cooperation Committee (JCC) pada tanggal 1 Juni 1982 yang berfungsi sebagai forum dialog bagi ASEAN dan Kanada untuk membahas kerjasama di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, industri, dan kerjasama pembangunan. Hubungan Mitra Wicara ASEAN-Kanada mengalami berbagai pasang surut seiring dengan perkembangan isu penegakan HAM di beberapa negara ASEAN. Namun hubungan ASEAN-Kanada kembali meningkat dengan disepakatinya pelaksanaan dialog reguler ASEAN-Canada Dialogue pada tanggal 30 Maret 2004 di Bandar Seri Begawan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan “engagement” Kanada terhadap ASEAN. Pada tahun 2006, hubungan kerjasama ASEAN-Kanada mengalami pertumbuhan yang cukup prospektif. Hal ini dibuktikan dengan kesepakatan kedua belah pihak pada Post Ministerial Conference (PMC) di Kuala Lumpur, Malaysia, berupa 2005-2007 ASEAN-Canada Joint Cooperation Work Plan pada tanggal 27 Juli 2006 dan ASEAN-Canada Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada tanggal 28 Juli 2006. Bertepatan dengan 30 tahun hubungan kemitraan ASEAN-Kanada pada tahun 2007, di Filipina, telah disepakati 2nd ASEAN-Canada Joint Cooperation Workplan 2007-2010 (ACJCWP). Work Plan tersebut diprioritaskan pada kerjasama di bidang-bidang: 1) Counter-Terrorism and Transnational Crime; 2) Economic Cooperation; 3) Health Security; 4) Interfaith Dialogue; 5) Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat. Di bidang kerjasama politik dan keamanan, ASEAN-Kanada telah mengimplementasikan proyek dalam bidang Counter-Terrorism seperti ASEAN Workshop on Preventing Bio-Terrorism di Jakarta pada tanggal 12-13 Juli 2007 dan ASEAN Workshop on Forging Cooperation Among Anti-Terror Units di Jakarta pada tanggal 23-24 Januari 2008. Kedua workshops tersebut mendapat dana dari Kanada dan merupakan tindak lanjut kesepakatan Sidang ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) di Bali pada bulan Juni 2006 dan implementasi dari ASEAN-Canada Joint Declaration for Coopeartion to Combat International Terrorism yang ditandatangani di Malaysia pada tanggal 28 Juli 2006; Sedangkan di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Kanada juga telah memberikan dana penyelenggaraan Workshop on Supporting the Establishment of a Regional Human Rights Mechanism in ASEAN di Bali pada tanggal 15-17 Mei 2008. Adapun dalam bidang Technical assistance and capacity building with ASEAN Secretariat, Kanada telah memberikan persetujuan atas proposal ACTIV (ASEANCanada Cooperation on Technical Initiatives for the VAP) sebagai fasilitas dukungan expertise dari Kanada melalui Sekretariat ASEAN. Dibidang kerjasama ekonomi, telah diselenggarakan ASEAN-Canada Business Forum dan pertemuan Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) pada tanggal 2-3 Mei 2005 di Toronto. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengusaha-pengusaha serta para pejabat tinggi ekonomi ASEAN dan Kanada. Pada 5th ASEAN-Canada Dialogue di Ho Chi Minh City, 12-14 Mei 2008, Pemerintah Kanada membuat

55

ASEAN-Japan Forum yang merupakan pertemuan tingkat Pejabat Tinggi. ASEAN Economic Ministers-Ministry of International Trade and Industry (MITI). JEPANG Hubungan ASEAN-Jepang secara informal dijalin sejak tahun 1973 dan meningkat menjadi hubungan formal pada tahun 1977 dengan diselenggarakannya ASEAN-Japan Forum pertama. dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN. pendidikan. Imam B. Kanada belum melakukan aksesi atas Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Investasi dan Turisme. kerjasama ASEAN-Jepang terus berkembang dengan menggunakan beberapa forum antara lain: a. Kanada. A. Penguatan kerja sama ASEAN-Jepang ditandai dengan pelaksanaan ASEAN-Japan Commemorative Summit. c. saat ini dirujuk sebagai ASEAN-Japan Centre (AJC). Dr. kepemudaan dan media Indonesia antara lain KH. e. Intensitas kerjasama yang tinggi terlihat melalui pelaksanaan berbagai proyek dengan pembiayaan Jepang dalam kerangka Japan-ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). d. Dr. Prasodjo (Sosiolog. Hingga saat ini. peraih Magsaysay Award 2008). Indonesia merupakan co-host dialog tersebut. Philip K. Prof. pendiri Ma’arif Institute for Culture and Humanity. Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). Jepang juga telah mengaksesi TAC yang ditandatangani pada tanggal 2 Juli 2004 di Jakarta. Promotion Centre on Trade. Ahmad Syafii Ma’arif (mantan Ketua PP Muhammadiyah. Japan-ASEAN Economic Partnership (JAEP) Fund. Bambang Harymurti (Pemred Majalah Tempo) dan Prof. Ratifikasi amandemen AJC oleh Indonesia masih dalam proses legalisasi internal. 11-12 Desember 2003 di Tokyo dan ditandatanganinya “Tokyo Declaration for the Dynamic and Enduring ASEAN-Japan Partnership in the New Millennium” serta disahkannya ASEANJapan Plan of Action yang merupakan cetak biru kerja sama ASEAN-Jepang yang secara komprehensif mengidentifikasi bidang-bidang kerjasama yang penting dan memberikan arah bagi kerjasama di masa mendatang. Dalam PMC tersebut. dan Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF). Dialog merupakan kegiatan interfaith pertama. Bersama Kanada. pendiri Yayasan Nurani Dunia). b. Jepang adalah salah satu Mitra Wicara yang aktif bagi ASEAN. ASEAN dan Jepang juga telah menandatangani Joint Declaration for 56 . dan Pertemuan-pertemuan antar swasta. Widjaja (Wakil Sekjen WALUBI). yang merupakan pertemuan antar para pejabat tinggi ASEAN dan Jepang. kerjasama ASEANJepang terfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan integrasi ASEAN. ASEAN-Kanada juga mempertegas kembali kesepakatan untuk menyusun Joint Declaration on ASEAN-Canada Comprehensive on Enhanced Partnership serta Plan of Action untuk hubungan ASEAN-Kanada ke depan. Berdasarkan rekomendasi Eminent Persons Committee. Keputusan tersebut dipertegas kembali oleh Kanada pada PMC+1 Session with Canada pada tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. Kesepakatan lainnya adalah perhatian Kanada dalam upaya memerangi terorisme dan peningkatan people-to-people contacts and exchanges. Di bidang politik dan keamanan. serta menunjuk Duta Besar Kanada untuk ASEAN. AJC sedang dalam proses reformasi untuk memperluas fungsi dan aktivitasnya sesuai arahan ASEAN-Japan Commemorative Summit pada tahun 2003. Implementasi ACJCWP tidak dilakukan melalui Special Fund namun melalui mekanisme Canadian International Development Agency (CIDA). KTT ASEAN-Jepang. perjanjian AJC kemudian mengalami proses amandemen dan disahkan oleh Council Director AJC pada tanggal 20 November 2007. Sedangkan kegiatan prioritas dalam 2nd ACJCWP lainnya yang telah diselenggarakan adalah ASEAN-Canada Dialogue on Interfaith Initiatives pada tanggal 5-7 November 2008 di Surabaya.keputusan untuk melanjutkan kembali 3rd Senior Economic Officials’ Meeting (SEOM) guna melakukan perundingan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2008 di Vancouver. Post Ministerial Conference (PMC). Salah satu bidang kerjasama yang dikembangkan dalam kerja sama ASEAN-Jepang adalah dalam bidang perdagangan. Sampai saat ini. Kanada dan ASEAN Secretariat. Dr. baik di ASEAN maupun di antara ASEAN dan mitra wicara. Investment and Tourism yang didirikan pada tanggal 25 Mei 1981. Sejak dilembagakan pada 23 Maret 1977. Dialog tersebut juga dihadiri oleh para tokoh agama.

Cooperation on the Fight Against International Terrorism pada KTT ASEAN-Jepang tanggal 30 Nopember 2004. Jepang berkomitmen untuk melaksanakan program mengundang 6000 pemuda dari negara-negara East Asia Summit per tahun selama lima tahun untuk berkunjung ke Jepang melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) yang telah dimulai pada bulan November 2007. Negosiasi AJCEP Agreement telah selesai dan ditandatangani pada awal tahun 2008. peacebuilding. Dalam pertemuan ASEAN PMC Session with Japan ke-41 di Singapura tanggal 23 Juli 2008. saat ini para pihak sedang melaksanakan proses ratifikasinya untuk entry into force sebelum tahun 2009. KTT ke-10 ASEAN-Jepang tahun 2007 mencatat komitmen Jepang untuk membantu Program Narrowing Development Gap negara-negara ASEAN yang akan disampaikan melalui skema the ASEANJapan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) senilai US$ 52 juta. pelatihan. serta ketahanan pangan. Di bidang kesehatan. Para pemimpin ASEAN juga menghargai upaya Jepang mendukung terwujudnya ASEAN Community pada tahun 2015 serta implementasi VAP dan IAI. Di samping itu pada kesempatan tersebut. Sebagai bagian dari AJCEP. ASEAN juga menyambut baik “Doktrin Fukuda” dimana PM Yasuo Fukuda menyebutkan ”ASEAN is a partner that shares the vision of Japan” khususnya dalam konteks evolving regional architecture. Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 di Singapura tahun 2007 Jepang telah mengusulkan pembentukan ASEAN-Japan Dialogue on Environmental Cooperation yang pertemuan pertamanya telah diselenggarakan di Ha Noi pada bulan Maret 2008 back-to-back dengan 1st Officials Meeting for EAS Environment Minister Meeting yang dibiayai oleh Japan ASEAN Integration Fund. trade in services. Jepang juga akan memberikan kontribusi sebesar US$ 67 juta untuk penanganan avian influenza dan penyakit menular. terkait isu counter-terrorism. Indonesia telah berpartisipasi pada Seminar “People Building Peace: Human Resources Development in Asia” dan mendukung diselenggarakannya pelatihan jangka pendek serta jangka panjang di bidang peacekeeping. ditekankan untuk peningkatan kerja sama dalam pemajuan energy efficiency. AJCEP mencakup trade in goods. Di bidang maritime security. Jepang juga menyampaikan komitmennya untuk menyediakan stockpiling 500 ribu anti-viral di setiap negara ASEAN dalam membantu penanganan penyakit menular khususnya Avian Influenza. usulan Indonesia mengenai pembentukan ASEAN Maritime Forum telah ditanggapi secara positif oleh Jepang. Indonesia telah menjadi nara sumber dalam Pertemuan pertama ASEAN-Japan Counter Terrorism Dialogue di Tokyo tanggal 2829 Juni 2006. investment dan economic cooperation. ASEAN-Jepang juga melihat pentingnya people-to-people exchange. lingkungan dan perubahan iklim sebagai beberapa sektor yang akan diperkuat kerja samanya. Japan ASEAN Exchange Project (JAEP) Fund. Pada bidang capacity building. Jepang dan ASEAN harus mulai melakukan negosiasi untuk bidang jasa dan investasi satu tahun setelah AJCEP entry into force. Di bidang transnational crimes. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk meningkatkan kerjasama ASEAN dan Jepang dalam memberantas transnational crimes. Jepang berkomitmen dalam mendukung terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 dengan ASEAN sebagai driving force. Sementara itu. Jepang juga menekankan isu-isu natural disaster. energi terbarukan. Pada mulanya. Dalam kerangka kerja sama East Asia Summit (EAS). Pada KTT ASEAN-Jepang ke-10. terutama dalam upaya capacity building. Untuk itu. dan 57 . Pada KTT ASEAN-Jepang ke-11 tanggal 21 November 2007 telah dikeluarkan Joint Statement on the Conclusion of the Negotiations for the ASEAN-Japan Economic Partnership Agreement. Indonesia telah menyelenggarakan 3rd Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Plus Japan Consultation di Bali pada tanggal 9 Juni 2006. kerja sama ASEAN-Jepang dibiayai melalui berbagai Trust Funds ASEAN-Jepang yaitu Japan ASEAN General Exchange Fund (JAGEF). dan pertukaran informasi mengenai tindak kejahatan lintas negara yang pernah terjadi atau berpotensi terjadi. telah didirikan lembaga pendidikan Terakoya pada tahun 2007 di Jepang. dan conflict prevention bagi warga sipil. Tugas EPG adalah mengelaborasi Joint Statement ASEAN-Jepang mengenai Deepening and Broadening of the Strategic Partnership yang ditandatangani pada 9th ASEAN-Japan Summit di Kuala Lumpur untuk diwujudkan dalam kegiatan nyata. KTT ke-10 tersebut juga menyepakati usulan Jepang membentuk Eminent Persons’ Group (EPG). Rekomendasi EPG direncanakan akan dilaporkan kepada para pemimpin kedua belah pihak pada KTT ASEAN-Jepang ke-12 di Bangkok tahun 2008.

Diharapkan revisi itu dapat diselesaikan sebelum Pertemuan COST berikutnya pada November 2008 di Kuala Lumpur. pada tanggal 1 Agustus 2002. Mekanisme kerjasama ASEAN dan AS dilakukan antara lain melalui forum-forum: ASEAN-US Dialogue. Workshop on Cyber-crime dan Workshop on Building Capacity to Combat Impacts of Aquatic Alien Species and Associated Transboundary Pathogens in ASEAN Countries. counter terrorism dan penanganan kejahatan lintas negara lainnya. Bea Cukai. Melalui kedua mekanisme itulah. disaster management dan lingkungan.Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). Untuk itu. transportasi. politik dan keamanan regional. Bagi ASEAN deklarasi ini lebih bersifat tindak lanjut dari keterikatan politis para pemimpin ASEAN untuk memerangi terorisme. Post Ministerial Conference 10+1. ASEAN Washington Committee dan ASEAN-US Business Council (ABC) untuk sektor swasta. 3-5 Juli 2008 menilai masih banyak revisi dalam draft agreement yang akan disepakati. 58 . ASEAN-US SOM TC. energi. Namun hal tersebut tidak dapat dilaksanakan karena Pertemuan ASEAN Committee on Science and Technology (COST) ke-55 di Manila. Dalam rangka intensifikasi kerja sama ASEAN-Jepang. Imigrasi. Capability Mature Model Programme. ASEAN dan AS telah menetapkan 8 (delapan) bidang prioritas implementasi. Senior Economic Officials Meeting-USTR. kesehatan. Dengan demikian untuk pertama kalinya hubungan ASEAN-AS memiliki payung kerjasama berikut rencana aksi yang bersifat komprehensif. termasuk membantu APEC menciptakan perdagangan dan investasi bebas di wilayah Asia Pasifik. Kerjasama pembangunan ASEAN-AS yang dikemas dalam proyek ACP yang telah dilaksanakan dan sedang berlangsung antara lain adalah International Business Linkage Programme. dan untuk kerjasama nyata guna meningkatkan kemampuan ASEAN melalui pertukaran informasi intelijen dan capacity building. ICT. AMERIKA SERIKAT Hubungan dialog ASEAN-Amerika Serikat (AS) telah berlangsung sejak tahun 1977 dengan prioritas pada kerjasama ekonomi dan kerjasama pembangunan yang meliputi antara lain sektor komoditas. integrasi regional. disepakati untuk mengkonsolidasi semua trust funds tersebut menjadi Japan ASEAN Integration Fund (JAIF). yaitu di bidang ekonomi. ASEAN Economic MinisterUS Trade Representatives. Mekanisme kerjasama di bidang pembangunan dan ekonomi perdagangan yang telah well established antara lain ASEAN-US Cooperation Plan (ACP) dan ASEAN Development Vision to Advance Economic Integration (ADVANCE). e-Marketing. Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue tersebut menyepakati perluasan kerjasama antara lain dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. akses modal dan alih teknologi dan people-to-people contacts. Komitmen kerjasama strategik lain yang perlu menjadi perhatian antara lain dalam bidang counter terrorism dengan ditandatanganinya the ASEAN-US Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism. Polisi maupun pengambil kebijakan untuk saling bertukar pengalaman dalam menanggulangi terorisme. Kemajuan kerjasama ASEAN-AS ditandai dengan penandatanganan Joint Vision Statement on ASEAN-US Enhanced Partnership pada tanggal 17 November 2005 dengan Plan of Action 5 tahunan (2006-2011). IC Assessment. pendidikan. Penandatanganan the ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) pada tahun 2006 merupakan bentuk kemajuan kerjasama lainnya. finalisasi dan penandatanganan ASEAN-US Science and Technology Agreement direncanakan dapat dilakukan pada PMC+1 session with US. Tujuan akhir EAI adalah terwujudnya berbagai bilateral free trade yang dapat lebih mendekatkan ASEAN dengan AS. akses pasar. Meksiko. 26 Oktober 2002. Belum terdapat mekanisme pendanaan khusus dalam kerangka kerjasama ASEAN-US. di Singapura. ASEAN Regional Forum (ARF). Kerjasama di bidang terorisme juga dilakukan dalam kerangka ASEAN Regional Forum. Hubungan kemitraan tersebut telah memasuki periode komprehensif meliputi kerjasama dan dukungan terhadap pembangunan kapasitas perdagangan. pledge bantuan khusus untuk kawasan biasanya ditetapkan dalam kerangka suatu inisiatif atau program. yaitu implementasi Enterprise for ASEAN Initiative (EAI). 23 Juli 2008. Dalam konteks ini. kerjasama pembangunan dan sosial budaya. AS juga aktif dalam membantu implementasi Work Programme on HIV/AIDS dan kerjasama penanganan bencana alam dan mitigasi. EAI menawarkan peluang perdagangan bebas bilateral antara negara-negara anggota ASEAN dengan AS. e-Business Learning. ASEAN Regional Forum Intersessional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Crime (ARF ISM CT-TC) bertujuan memfasilitasi interaksi antar berbagai stakeholders. EAI merupakan inisiatif Presiden Bush yang disampaikan kepada para Pemimpin ASEAN di sela pertemuan APEC di Los Cabos. baik dari kalangan Intelijen. TIFA merupakan tindak lanjut dari program kerjasama ASEAN-AS.

q Ditjen Kerjasama ASEAN telah menyelenggarakan Seminar on Deepening ASEAN-US Relations di Jakarta tanggal 12 Oktober 2006 dan dalam rangka Commemorative Activities.5% dari US$ 28. yang bertujuan mewujudkan kerjasama yang lebih erat dan lebih terarah di masa mendatang. Deplu c. Namun sejak peristiwa 11 September 2001. KOREA SELATAN Sejak tahun 1989 Korea Selatan/Republic of Korea (RoK) menjadi Mitra Wicara sektoral. ICT. perdagangan. 13 Desember 2005. health. Nilai FDI RoK di ASEAN meningkat lebih dari dua kali lipat dari US$ 1. Total nilai perdagangan ASEAN-RoK mengalami peningkatan sebesar 9. kerjasama pembangunan. ASEAN dan RoK juga berkerjasama dalam meningkatkan upaya menangani isu-isu kejahatan lintas batas. khususnya melalui mekanisme ASEAN Regional Forum (ARF). Pada Pertemuan 21st ASEAN-US Dialogue di Singapura.8 milyar pada kurun waktu yang sama. Pada tanggal 1 Agustus 2002. 10 Mei 2008. ASEAN dan AS telah menandatangani “ASEAN-US Declaration on Cooperation to Combat Terrorism”. ASEAN-RoK sedang dalam proses negosiasi perjanjian dalam bidang investasi. Secara umum. dan ASEAN-RoK Joint Planning and Review Committee (JPRC). Adapun kerjasama politik dan keamanan ASEAN-RoK telah ditandai dengan aksesi RoK terhadap TAC pada KTT ASEAN-RoK di Vientiane tanggal 27 Nopember 2004.3 milyar pada tahun 2007. AS menyampaikan komitmen Pemerintah AS sebagai strategic partner bagi ASEAN yang direfleksikan antara lain melalui pengangkatan Scot Marciel sebagai US Ambassador for ASEAN Affairs. negara-negara ASEAN menyambut baik kerjasama dengan AS untuk memecahkan permasalahan strategis di kawasan.Pada PMC 10+1 Session with US. Dalam rangka sosialisasi dan penggalian input untuk perkembangan ASEAN-AS.5% dari US$ 52. science and technology. agriculture. dan mendorong AS untuk mengaksesi TAC guna meningkatkan perdamaian di kawasan.3 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 2. kerjasama ASEAN-RoK telah memiliki dasar bagi pengembangan hubungan kerjasama kedua belah pihak di masa-masa mendatang. ASEAN-RoK telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation dan Agreement on Trade in Goods pada tahun 2005. people to people exchange and narrowing the development gaps. bulan Juli 1991 di Kuala Lumpur. kerjasama ASEAN-RoK telah berkembang dalam bidang trade. Indonesia meyampaikan harapannya agar AS dapat membantu dalam proses implementasi ASEAN Convention on CounterTerrorism (ACCT) terutama Rehabilitative Program. ASEAN-RoK Dialogue. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri. Di bidang ekonomi. dan bidang politik-keamanan. serta telah menandatangani the Agreement on Trade in Services pada tanggal 21 November 2007 di Singapura. pengusaha dan masyarakat mengenai hubungan kerjasama ASEAN-AS. Dengan demikian. transport. 23 Juli 2008.5 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 61. Sedangkan dalam rangka pembentukan ASEAN-RoK Free Trade Area. pada KTT ASEAN-RoK ke-9 di Kuala Lumpur. pariwisata. kemudian menjadi Mitra Wicara penuh pada ASEAN Ministerial Meeting ke-24. AS merupakan negara mitra wicara ASEAN pertama yang mengangkat duta besarnya untuk ASEAN. Hal ini juga menjadikan RoK sebagai negara non-ASEAN ke-6 dan negara ASEAN+3 terakhir yang mengaksesi TAC. Pada bulan Juli 2006. Dalam KTT ASEAN-RoK di Vientiane. AS juga menegaskan komitmen atas ASEAN-US Enhanced Partnership. AS cenderung menitikberatkan kerjasama dengan ASEAN dalam penanganan masalah terorisme. Dengan demikian. Penandatanganan ini merupakan komitmen kuat RoK untuk menyumbang bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. Dalam bidang development cooperation. ASEAN dan RoK telah menandatangani the Agreement on Trade in Goods pada tanggal 24 Agustus 2006 di Kuala Lumpur dan telah entry into force pada bulan Juni 2007. ASEAN menghimbau agar AS bersedia untuk mengaksesi TAC.5 milyar pada tahun 2007.Hal ini diwujudkan dengan ditandatanganinya Plan of Action (POA) untuk mengimplementasikan berbagai komitmen dalam Joint Declaration tersebut. Selain itu.5% dari US$ 21.2 milyar pada tahun 2006 menjadi US$ 29. investment. Mekanisme kerjasama ASEAN-RoK dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT. Sedangkan nilai impor ASEAN dan RoK meningkat 10. tanggal 30 Nopember 2004 telah ditandatangani Joint Declaration on Comprehensive Cooperation Partnership.8 milyar menjadi US$ 31. Nilai ekspor ASEAN ke RoK meningkat sebesar 8. human resource development. Kerjasama ASEAN-RoK meliputi bidang ekonomi. Pertemuan pertama SOMTC plus RoK telah diselenggarakan 59 . environment.8 milyar pada tahun 2007. Deplu bekerjasama dengan Kedubes AS di Jakarta telah menyelenggarakan seminar ASEAN-US Enhanced Partnership bulan Agustus 2007 di Jakarta sebagai satu upaya meningkatkan awareness kalangan akademik. Untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan. tourism. Saat ini. culture. investasi.

mempermudah aliran investasi. Dokumen dasar kerjasama ASEAN dan China adalah Joint Declaration of the Heads of State/Government of the Association of the Southeast Asia Nations and the People’s Republic of China on Strategic Partnership for Peace and Prosperity yang ditandatangani pada KTT ASEAN-China di Bali tanggal 8 Oktober 2003. 65 Tahun 2008.di Indonesia dengan pembahasan yang mengemuka adalah kerjasama dalam menghentikan pengedaran gelap narkoba dan kejahatan dunia maya. dan ASEAN-China Working Group on Development Cooperation (ACWGDC). Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-China. Kedua pihak juga akan memperpanjang batas waktu penyelesaian pembahasan Agreements on Trade in Services sampai bulan Nopember 2007. Indonesia terlibat aktif dalam perundingan-perundingan ASEAN-RoK Free Trade Area (FTA). RoK telah menyampaikan komitmennya untuk melipatgandakan bantuan pembangunan kepada ASEAN pada tahun 2009 yang dilontarkan pada KTT ke-10 ASEAN-RoK yaitu peningkatan kerjasama bidang teknologi informasi terkait good governance. CHINA Hubungan kerjasama informal ASEAN-China dimulai pada AMM ke-24 di Kuala Lumpur. Sebagaimana dengan mitra wicara lainnya. Investasi dan Pariwisata RoK.811. Malaysia. Sedangkan kerjasama di bidang people-to-people exchange. Centre akan memulai kegiatannya dalam bulan November 2008. Mekanisme kerjasama ASEAN-China dilakukan melalui beberapa tingkatan yaitu KTT. beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain saling kunjung para pegawai negeri. pemberantasan korupsi dan penanganan bencana alam. Untuk melaksanakan Deklarasi Bersama tersebut. RoK telah menyampaikan usulan untuk menyelenggarakan ASEAN-RoK Commemorative Summit pada tahun 2009 dalam rangka peringatan ulang tahun ke-20 ASEAN-RoK Dialogue. Seluruh negara anggota ASEAN telah meratifikasi MoU on Establishing ASEAN-Korea Centre dan mendepositkan piagam ratifikasinya kepada Sekretariat ASEAN. aktivis media dan pemuda yang berlangsung secara reguler. tanggal 21 Desember 2007 di Singapura. China juga telah menyampaikan keinginannya untuk mengaksesi Protocol to the Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapons-Free Zone (SEANWFZ). ASEAN-China Senior Officials’ Consultation (ACSOC). disaster management dan transnational crime. Pada KTT ke-11 ASEAN-RoK. para Menteri Luar Negeri ASEAN dan RoK telah menandatangani MoU Pendirian ASEAN-Korea Centre yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan. para Pemimpin ASEAN dan China mengadopsi Plan of Action to implement the Joint Declaration on Strategic Partnership.88. Proyek dan kegiatan dalam kerjasama ASEAN-RoK didanai oleh the ASEAN-RoK Special Cooperation Fund (SCF) dan Future Oriented Cooperation Project (FOCP) Fund yang dibentuk pada tahun 1990 dan 1997. Jumlah dana SCF per tanggal 31 Juli 2008 adalah USD 3. Negara-negara anggota ASEAN telah menyampaikan bahwa pada prinsipnya dapat mendukung usulan penyelenggaraan summit tersebut tetapi harus diperhatikan mengenai substantive outcome document serta tempat dan waktu pelaksanaan summit tersebut.59 sedangkan jumlah dana FOCP adalah USD 113. akademisi.457.495. Selain itu. RoK. ASEAN-China Joint Cooperation Committee (ACJCC). Indonesia meratifikasi MoU ASEAN-Korea Centre dengan Peraturan Presiden No. serta Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning tahun 2006. 29 Nopember 2004. 60 . peran Indonesia dalam hubungan kerjasama ASEANRoK terlihat pada upaya capacity building di bidang-bidang terorisme. pada KTT ASEAN-China di Vientiane. disepakati pula pendirian Pusat Promosi Perdagangan. mendorong kunjungan pariwisata dan pertukaran misi kebudayaan antara negara anggota ASEAN dan RoK . Di bidang peningkatan ekonomi dan perdagangan dengan RoK. China merupakan Mitra Wicara ASEAN pertama yang menandatangani Treaty of Amity and Cooperation pada KTT ASEAN-China di Bali pada tanggal 8 Oktober 2003. Pihak RoK mengusulkan penyelenggaraan summit pada tanggal 1-2 Juni 2009 di Jeju Island. Partisipasi Indonesia pada Commemorative Summit tersebut belum dapat dipastikan pada tingkat Kepala Negara mengingat pada waktu yang hampir bersamaan Indonesia menyelenggarakan pemilu legislatif dan Presiden. pada bulan Juli 1991 yang kemudia menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada bulan Juli 1996.

ASEAN dan China telah menyelesaikan negosiasi Agreement on Trade in Good and Service dan mulai diimplementasikan sejak Juli 2007. Sementara itu ASEAN-China Funds for Public Health dibentuk pada tanggal 22 Juni 2006. 30-31 Oktober 2006. dan Agreement on Dispute Settlement Mechanism between ASEAN and China. kesehatan publik. informasi dan teknologi komunikasi (ICT). November 2007. Untuk meningkatkan people-to-people contacts. yang memuat arah strategis bagi pengembangan kerjasama di bidang politikkeamanan. di Singapura. mutual investment. Pada KTT ke-10 ASEAN-China. Jumlah volume perdagangan ASEAN dan China meningkat sebesar 26% dari USD 160 milyar di tahun 2006 menjadi USD 200 milyar di tahun 2007. Sementara itu. MoU on Transport Cooperation. dan untuk negara-negara CLMV pada tahun 2015. telah disepakati untuk mempercepat penyusunan code of conduct in the South China Sea sebagai pedoman untuk mempertahankan perdamaian di Laut China Selatan. China. China telah menawarkan program pelatihan di berbagai bidang untuk 8000 tenaga profesional dari negara-negara ASEAN serta mengundang 1000 pemuda ASEAN berkunjung ke China selama 5 tahun ke depan. Kepala Negara memberikan instruksi kepada pejabat senior untuk memfinalisasi Guidelines for the Implementation of the DOC dan menyelenggarakan the ASEAN-China Joint Working Group (ACJWG) on the DOC dalam waktu yang tidak terlalu lama. budaya. Penandatanganan kedua dokumen tersebut menegaskan tekad ASEAN dan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. Selain itu China telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan ASEAN antara lain MoU Between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) and the Government of the People’s Republic of China on Cooperation in the Field of Nontraditional Security Issues di Bangkok. Myanmar. disepakati bagi ASEAN-6 pada tahun 2010 dengan fleksibilitas hingga 2012 bagi produk-produk sensitif. kedua belah pihak juga telah menandatangani beberapa MoU antara lain: MoU on Cooperation in Information and Communication. Pertemuan ini menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEANChina Cooperation. Selanjutnya pada pertemuan tingkat menteri tanggal 27 Nopember 2004. sumber daya manusia. ASEAN dan China telah menandatangani Agreement on Trade and Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and China. MoU on Cultural Cooperation. isu ‘lingkungan hidup’ ditambahkan sebagai prioritas bidang kerjasama ke-11. Agreement on Investment mengalami kendala dalam mencapai kesepakatan mengenai NonConforming Measures. Investasi ASEAN dan China juga meningkat menjadi USD 48. kerjasama ASEAN dan China juga mengalami peningkatan. Pada KTT ASEAN-China di Phnom Penh. Mengenai jangka waktu ACFTA. China juga secara konsisten mendukung upaya integrasi ASEAN dengan memberikan kontribusi dana sebesar USD 1 juta masing-masing kepada ASEAN-China Cooperation Fund dan pelaksanaan Initiative for ASEAN-Integration. Pada KTT ASEAN-China ke-11. pariwisata. Direncanakan MoU on Media and Information akan ditandatangani pada Pertemuan AMRI (ASEAN Ministers Responsible for Information) pada tahun 2009. para pemimpin ASEAN dan China telah menandatangani ASEAN-China Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation yang merupakan landasan bagi perundingan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Dalam Framework Agreement ini tercakup “special and differential treatment and flexibility” bagi negaranegara CLMV. 4 Nopember 2002.9 milyar di tahun 2007. para Menteri Ekonomi ASEAN dan China telah menjalin interaksi melalui Konsultasi AEM dengan China. 10 Januari 2003 dan the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) sebagai confidence-building measures antara pihak-pihak yang berkepentingan. Terkait dengan kesepuluh prioritas kerjasama ASEAN dan China. serta pengaturan mengenai “early harvest” bagi barang-barang dan jasa-jasa tertentu. kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan negosiasi Agreement on Investment sebelum KTT ASEAN-China pada Desember 2008. Pencapaian penting lainnya dalam kerjasama ASEAN-China selama tahun 2006 adalah dibentuknya mekanisme pertemuan reguler para Menteri Kesehatan ASEAN-China yang bertujuan untuk memajukan kerjasama di bidang kesehatan masyarakat. transportasi. 61 . Dokumen tersebut juga memuat esensi pentingnya peningkatan kerjasama di bidang post-disaster reconstruction and rehabilitation dan bidang penegakan hukum. di Yangon. Mekong development. Di bidang ekonomi.Prioritas bidang kerjasama ASEAN dan China meliputi 10 (sepuluh) bidang: pertanian. ASEAN dan China telah merayakan peringatan 15 tahun hubungan ASEAN-China dengan puncak perayaan ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. MoU on Sanitary and Phytosanitary Cooperation. Dalam kaitan ini. Di bidang ekonomi. ekonomi dan sosial-budaya untuk 15 tahun ke depan. Saat ini.

Mengembangkan kerjasama di bidang non-tradisional isu (Carrying out cooperation in non-traditional security fields). kesehatan. Indonesia telah menjadi negara koordinator untuk hubungan kerjasama ASEANIndia sampai tahun 2009. Dalam pertemuan tersebut. dan disaster management. November 2007 di Singapura. memperkuat momentum itu. Semenjak dicanangkannya kebijakan ‘Look East Policy’ oleh Pemerintah India. Kamboja. Beberapa kesepakatan penting antara lain adalah aksesi India terhadap 62 . Di bidang kerjasama politik dan keamanan. Upaya peningkatan hubungan kerjasama ekonomi ASEAN-China ke tataran yang lebih tinggi (Bringing ASEAN-China economic relations and trade to a new level). Pada KTT tersebut. teknologi dan managerial capabilities. b. tanggal 30 Nopember 2004.Bobot kerjasama ASEAN-China semakin meningkat pada KTT ke-10 ASEAN-China di Cebu. energy and food security serta climate change. para pemimpin ASEAN dan China telah menyepakati antara lain: a. Selanjutnya komitmen ASEAN dan India tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan ASEANIndia Partnership for Peace. peningkatan kapasitas SDM dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-China di Singapura bulan Juli 2008. c. sepakat untuk mengimplementasikan berbagai kegiatan dalam Cetak Biru tiga pilar Komunitas ASEAN bersamaan dengan implementasi ASEAN-China Plan of Action. Secara aktif mendukung upaya pembangunan masyarakat ASEAN dan integrasi ASEAN (Actively supporting ASEAN community building and integration). bioteknologi. Pertemuan tersebut juga menghasilkan dokumen kerjasama ASEAN-China yaitu ASEAN-China Agreement on Trade in Services (TIS) of the Framework on Comprehensive Economic Cooperation. Penyelenggaraan KTT pertama ASEAN-India. Investment and Tourism. Memperkuat rasa saling percaya secara politis (Strengthening political mutual trust). dan d. ASEAN dan China telah sepakat untuk mempercepat pembahasan pembentukan Free Trade Agreement serta pembentukan ASEAN-China Centre for Promoting Trade. kerjasama investasi. teknologi komunikasi dan informasi. Pendanaan aktifitas kerjasama ASEAN dan China diwadahi oleh ASEAN-China Cooperation Fund. ASEAN dan China tengah menegosiasikan draft ASEAN-China Air Service Agreement. Sebagai tindak lanjut KTT ASEAN-China ke-11. pengembangan sumber daya manusia. ilmu pengetahuan dan teknologi. Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ASEAN-India di Vientiane. Filipina tanggal 14 Januari 2007. Indonesia menekankan kerjasama ASEAN-India yang berorientasi pada upaya implementasi dari berbagai proyek kerjasama dalam segala bidang. teknologi informasi dan people to people contact. INDIA India menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada saat KTT ke-5 ASEAN di Bangkok tanggal 14-15 Desember 1995. Sedangkan dalam bidang perdagangan dan investasi. pengembangan energi alternatif. Dalam kepemimpinan Indonesia. iptek. peningkatan volume perdagangan hingga mencapai USD 30 milyar. Maret 2008 di Chongqing. tanggal 5 Nopember 2002 di Phnom Penh. Dalam kaitan ini. khususnya dalam rangka mendorong terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. ekonomi dan sosial budaya. Sejak tahun 2006. hubungan kemitraan ASEAN-India mendapatkan momentum. para Pemimpin ASEAN dan India menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Untuk kerjasama di masa mendatang. ASEAN dan India terus menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kerjasamanya. China menyatakan akan menunjuk seorang Duta Besar untuk ASEAN. Bidang-bidang kerjasama yang diatur di dalam kedua dokumen itu adalah bidang politik. ASEAN dan China pada Pertemuan ASEAN-China Joint Cooperation Committee. of implementation of Joint Declaration on Code of Conduct in the South China Sea. Pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN dan India pada bulan Juli 2008 telah disepakati peningkatan kerjasama di bidang pemberantasan terorisme. Kedua dokumen tersebut merupakan dokumen inti dari dasar pelaksanaan kerjasama kemitraan ASEAN-India saat ini. secara spesifik hubungan kerjasama ASEAN-India diarahkan pada upaya-upaya pengembangan kerjasama di bidang farmasi. MoU on Establishing the ASEAN China Centre dan draft Guidelines. kerjasama di bidang ICT serta MoU ASEAN-China di bidang pertanian. Pemasukan diperoleh dari kontribusi pemerintah China dan pengembalian dana dari penyelenggaraan berbagai konferensi.

ASEAN dan India telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and the Republic of India pada KTT ke-2 ASEAN-India tanggal 8 Oktober 2003 di Bali. Sejalan dengan kebijakan India “Look East Policy”. Pemimpin ASEAN dan India sepakat untuk melembagakan kegiatan ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’. Kerjasama bidang bioteknologi juga dilaksanakan dalam bentuk ASEAN-India Workshop on Bioinformatics yang telah berlangsung untuk kedua kalinya pada bulan Desember 2006. Setelah mengatasi berbagai kendala. ‘Special Course for Diplomats from ASEAN Countries’ tahun 2006. proses negosiasi pengurangan dan penghapusan tarif untuk perdagangan barang telah dimulai pada Januari 2004. maka dalam KTT ke-5 ASEAN-India juga disepakati undangan kepada 100 pemuda ASEAN yang terdiri dari 10 orang dari masing-masing negara anggota ASEAN untuk berkunjung ke India dalam rangka memperingati 40 tahun ASEAN dan 60 tahun kemerdekaan India. teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia. antara lain: program ASEAN-India Media Exchange Programme dimana wartawan ASEAN telah mengunjungi India pada tahun 2006 dan 2007. pada KTT ASEAN-India ke-6 tanggal 21 November 2007. Sedangkan kemajuan di bidang ekonomi. 2007. India membentuk ASEAN-India Science and Technology Fund dengan dana sejumlah USD 1 juta. India mendirikan Entrepeneurship Development Centres (EDCs) di Kamboja. ASEAN telah menyelesaikan perundingan Trade in Goods dan akan melakukan negosiasi Trade in Services and Investment. ASEAN dan India tengah berupaya untuk menyelesaikan negosiasi ASEAN-India Free Trade Agreement (AIFTA). serta pelaksanaan program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’. dan 2008 di New Delhi. ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan ‘ASEAN-India Media Exchange Programme’. seperti antara lain ASEAN-India Parliamentarian Exchange Programme. Pada Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee (JCC) ke-10. Kerjasama pembangunan tersebut didanai oleh ASEAN-India Cooperation Fund. khususnya perbedaan penerapan aturan untuk Rules of Origin (RoO). bioteknologi. Pada KTT ASEAN-India ke 6 di Singapura. pada KTT ke-5 ASEAN-India di Cebu tahun 2007. Laos. SMEs. Kegiatan ini bertujuan menciptakan inter-firm linkages antar kalangan pengusaha di masa mendatang. pada tanggal 9-18 Desember 2007 di India. ASEAN dan India menyepakati untuk pengembangan kerjasama khususnya di bidang Iptek. bulan November 2007. tanggal 23 April 2008 di Bali. Dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan. Laos dan Viet Nam. Untuk meningkatkan kedekatan dan saling pengertian antar masyarakat ASEAN dan India. disepakati untuk mengembangkan modalitas program ‘Visit of 100 ASEAN Students to India’ dan memperluas kerjasama people-to-people contact dengan menjajaki kemungkinan penyelenggaraan aktivitas exchange programme lainnya dengan target yang berbeda. India juga menyatakan dukungannya untuk proses integrasi ASEAN. India juga telah mencanangkan pembentukan ASEAN-India Green Fund yang pemanfaatannya akan ditujukan bagi kerjasama di bidang lingkungan hidup. Disepakati juga untuk meningkatkan kerjasama ASEAN-India di bidang pertanian dengan membentuk ASEAN-India Ministers’ Meeting on Agriculture yang diharapkan dapat dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN Agricultural Ministers’ Meeting. pengembangan SDM dan pariwisata. Viet Nam dan Myanmar. Pertemuan ASEAN-India Joint Cooperation Committee di Bali pada bulan April 2008 dan ASEANIndia Ministerial Meeting di Singapura pada bulan Juli 2008 mencatat bahwa India secara prinsip menyetujui usulan Indonesia mengenai pembentukan CELT di Indonesia. Di samping itu. Seperti halnya Mitra Wicara ASEAN lainnya. di bawah koordinasi Indonesia. Selain itu. bulan Oktober 2003. Kegiatan lainnya adalah ASEAN-India Workshop for System Administrators yang berlangsung pada bulan Agustus 2006 dan ASEAN-India Seminar on e-learning pada bulan Nopember 2006. Hal tersebut sebagai upaya India mendukung program pengurangan kesenjangan pembangunan di antara negara ASEAN di bawah payung Initiative for ASEAN Integration (IAI). perdagangan dan investasi. India juga mendirikan Centres for English Language Training (CELT) di Kamboja. Proyek yang telah berhasil dilaksanakan antara lain kunjungan pengusaha kecil dan menengah ASEAN ke India. sebagai bagian dari peningkatan people-to-people contact telah dilaksanakan berbagai program. Sesuai dengan Framework Agreement tersebut. Kerjasama pembangunan ASEAN-India selama tahun 2006 meliputi bidang transportasi dan infrastruktur. 63 .Treaty of Amity and Cooperation in the Southeast Asia (TAC) pada KTT ASEAN-India di Bali tanggal 8 Oktober 2003 dan Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism pada KTT ke-9 ASEAN di Bali. India akan menyusun Rules of Procedures bagi Fund dimaksud.

Dari dana tersebut. Kemajuan-kemajuan yang berkelanjutan dalam bidang dialog politik antara lain dapat dilihat dengan adanya penandatanganan Joint Declaration on Partnership for Peace. Stability and Security in the Asia-Pacific Region.60. India telah menyetujui usulan Indonesia mengenai pendirian ASEAN-India Center for English Language Training di Jakarta. Disamping itu. investasi dan ekonomi. kejahatan transnasional. Secara umum dapat dikatakan bahwa kemajuan yang telah dicapai dalam kemitraan ASEAN-Rusia baru pada tataran politis. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi ASEAN-Rusia membentuk ASEAN-Russia Working Group on Trade and Economic Cooperation (ARWTEC). Joint Declaration on Cooperation to Combat International Terrorism tahun 2004. Kamboja bulan Juni 2003 pada saat pertemuan ASEAN PMC+1 Session with Russia. Terms of Reference on ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) dan ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) yang dihasilkan pada pertemuan ke-5 ARJCC di Moskow. pada tanggal 2-3 Nopember 2006. sampai 31 Juli 2008 tersisa dana sebesar USD 6. Peningkatan kerjasama politik ASEAN-Rusia ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on the Ministers of Foreign Affairs of Russia and Member States of the Association of South East Asian Nations on Partnership for Peace. ilmu pengetahuan dan teknologi.396.380. pariwisata. yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum ASEAN. serta aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) in Southeast Asia 64 . bio-teknologi. Indonesia secara proaktif berupaya meningkatkan kerjasama tersebut melalui bidag-bidang energy security. pertukaran informasi mengenai perdagangan dan investasi serta sebagai forum interaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama perdagangan dan ekonomi ASEAN-Rusia. Sidang ASEAN Standing Committee (ASC) 4/30 di Bali bulan Mei 1997 sepakat untuk mewadahi kerjasama sosial budaya ASEAN-Rusia di bawah “ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee” (ARJCC).390 guna membiayai proyek kerjasama ASEAN-India. Sebagai tindak lanjut. Sebagai country coordinator. Indonesia sedang mengupayakan pemanfaatan ASEAN-India Fund untuk proyek ASEAN Networking for Agriculture Vulnerability to Exceptional Climate dan the Indian Ocean Dipole Mode. kebudayaan serta peningkatan people-to-people contacts. ilmu pengetahuan dan teknologi. tanggal 29 Nopember 2004 di sela-sela KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. Rusia secara resmi menjadi Mitra Wicara penuh ASEAN pada Sidang AMM/PMC ke-29 di Jakarta bulan Juli 1996. meteorology dan geophysics. Indonesia berupaya untuk meningkatkan kerjasama kemitraan ASEANIndia dalam upaya mendukung terwujudnya ASEAN Community 2015 dengan mengedepankan kepentingan Indonesia. Kerjasama politik ASEAN-Rusia juga terus meningkat sejalan dengan aksesi Rusia pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Russia. besarnya pasar ekonomi Rusia serta sumber daya alam yang dimilikinya juga merupakan peluang bagi ASEAN untuk lebih meningkatkan hubungan dengan Rusia di bidang-bidang pembangunan.627. information technology. microelectronics. Kerja sama ASEAN-Rusia secara komprehensif baru terbentuk tahun 2005 sejak ditandatanganinya dokumen-dokumen penting antara lain: Joint Declaration of the Heads of State/Government of ASEAN and Russian Federation on Progressive and Comprehensive Partnership. pembuatan obat-obatan dengan harga terjangaku dan disaster management. Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russian Federation 2005-2015. RUSIA Kerja sama ASEAN-Rusia telah dimulai sejak tahun 1991. perdagangan. new materials. teknologi inforasi dan komunikasi. Dasar pertimbangan untuk membentuk kemitraan tersebut adalah status Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. dimana Pemerintah India memberikan kontribusi dana sejumlah USD 7. serta Agreement between the Governments of the Member Countries of the Association of Southeast Asian Nations and the Government of the Russian Federation on Economic and Development Cooperation (berlaku sejak tanggal 11 Agustus 2006). Pertemuan pertama kelompok kerja tersebut diselenggarakan pada tanggal 19 September 2002 dengan tujuan untuk memfasilitasi usaha. lingkungan hidup. farmasi. El Nino Southern Oscillation (ENSO) and Monsoon Interaction and Their Socio-Economic Impact on ASEAN-Indian Nations. Laos. Stability and Security in the Asia-Pacific Region tahun 2003.Komitmen India dalam meningkatkan hubungan ASEAN-India terlihat dari kontribusi yang diberikan kepada ASEAN antara lain diwujudkan dengan adanya ASEAN-India Fund. sumber daya manusia. kesehatan. Beberapa bidang prioritas kerjasama yang memungkinkan dilaksanakan di bidang Iptek telah diidentifikasi dalam pertemuan tersebut antara lain biotechnology. di Phnom Penh. korupsi dan memajukan good governance serta perlindungan dan pemajuan HAM. Indonesia juga mengusulkan kerjasama di bidang pembarantasan terorisme.

pertanian dan kehutanan. Selanjutnya pada pertemuan ASEAN-UNDP Working Breakfast di Kuala Lumpur pada tanggal 28 Juli 2006. UNDP sebagai mitra ASEAN yang tertua banyak memberikan bantuan kepada ASEAN. Dalam kesempatan Post Ministerial Conference Session (PMC) with Russia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura telah diadopsi Roadmap on the Implementation of Comprehensive Programme of Action to Promote Cooperation between ASEAN and Russia 2005-2015 Russia yang merupakan acuan kegiatan konkret tindak lanjut ASEAN-Russia Plan of Action. Dana bantuan ini telah diberikan oleh Rusia dalam Pertemuan ASEAN-Russia Joint Planning Management Committee (ARJPMC) dan ASEAN-Russia Joint Cooperation Committee (ARJCC) di St. Agreement on Cultural Cooperation dan MoU on the Establishment of the ASEAN Centre in Moscow masih dalam proses finalisasi. tanggal 8-10 Oktober 2008. Mekanisme dialog disesuaikan dengan kerangka kerja regional atau inter-country missions dari UNDP untuk kawasan ASEAN. Namun hingga saat ini belum ada satupun proyek yang berhasil dibiayai dari dana tersebut. Hubungan ASEAN dengan UNDP semakin dekat dengan diluncurkannya Program Sub-Regional ASEAN-UNDP pada tahun 1990 yang bertujuan untuk membantu ASEAN menyusun langkah-langkah dalam mengadakan kerjasama regional. keuangan. UNDP Hubungan ASEAN dengan United Nations Development Programme (UNDP) telah dimulai hampir sejak dibentuknya ASEAN pada tahun 1967. Proyek tersebut secara prinsip telah disetujui oleh ASEAN dan juga didukung oleh sectoral bodies ASEAN (Task Force on Tourism Manpower Development) serta Rusia. Namun demikian hubungan keduanya baru terasa sejak awal dasawarsa 70-an. Draft Agreement on Cultural Cooperation. bantuan teknis untuk negara-negara CLMV. moneter dan jasa-jasa asuransi. berdasarkan keputusan Pertemuan Sub-Committee on Culture of the 43rd Meeting of the ASEAN Committee on Culture and Information. masih akan dibahas pada Pertemuan ke-6 ASEAN Senior Officials Meeting on Culture and Art (SOMCA) tahun depan. pengungsi. khususnya penyaluran dana melalui Partnership Facility. Upaya tersebut antara lain dengan mengusulkan diselenggarakannya pengajaran bahasa Rusia bagi tour operator negara-negara ASEAN. Inisiatif ini pada tahun 1972 menghasilkan dasar-dasar kerjasama ASEAN dalam bidang pengembangan industri.tahun 2004. Petersburg. telah disepakati peningkatan kerjasama ASEAN-UNDP dengan memasukkan isu-isu baru sebagaimana termuat dalam Vientiane Action Programme (VAP). Rusia kembali menyampaikan akan memberikan dana tambahan kontribusi untuk ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF) sebesar US$ 500 ribu tahun ini. Rusia masih memperlihatkan adanya keinginan untuk menjadi partisipan dalam East Asia Summit. transportasi. namun masih menunggu komitmen Rusia untuk implementasinya. Pada bulan Juni 2007 Rusia telah mengucurkan dana sejumlah US$ 500 ribu untuk pendanaan proyek kerja sama ASEAN-Rusia yang tercakup dalam skema ASEAN-Russia Dialogue Partnership Financial Fund (DPFF). 65 . Dalam kesempatan PMC dengan Rusia tanggal 23 Juli 2008 di Singapura. Salah satu proyek yang akan dibiayai dengan menggunakan DPFF adalah proyek usulan Indonesia “Russian Language Course for ASEAN Tour Operators”. ketika UNDP mensponsori suatu kegiatan pendidikan selama dua tahun dan melibatkan sebanyak 41 tenaga ahli internasional untuk membantu inisiatif pertama ASEAN dalam kerjasama ekonomi. good governance dan kegiatan lain terkait Treaty of Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. Pada tahun 1977 UNDP resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN dan merupakan satu-satunya badan multilateral yang mendapat status sebagai Mitra Wicara. mengingat meningkatnya turis Rusia yang mengunjungi negara-negara ASEAN. PAKISTAN Dialog sektoral ASEAN–Pakistan secara resmi terbentuk melalui Exchange of Letters mengenai pembentukan ASEAN–Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee (APJSCC) antara Sekjen ASEAN dan Menteri Luar Negeri Pakistan pada tanggal 29 Mei 1997. yakni: disaster management. tanggal 1 Juli 2008 di Myanmar. Bantuan UNDP pada umumnya ditujukan untuk mendorong ASEAN dalam upaya menciptakan integrasi ekonomi regional dalam bentuk studi penelitian maupun program-program pembangunan. Peran Indonesia dalam hubungan kemitraan ASEAN-Rusia terlihat melalui upaya untuk mendesak Rusia agar segera mengimplementasikan Comprehensive Programme of Action 2005-2011.

kelompok yang terdiri dari para intelektual dari negara-negara ASEAN Plus Three. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three juga menghasilkan kesepakatan dengan fokus kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan. pada rangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM/PMC) bulan Juli 2004. pada Pertemuan ke-36 Menteri Luar Negeri ASEAN di Phnom Penh. pembangunan). Pada pertemuan ke-3 ASEAN-Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee di Islamabad. ASEAN Plus Three telah mengadakan berbagai kerjasama untuk menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas lainnya. keuangan. ASEAN Plus Three menekankan komitmen untuk peningkatan kerjasama dalam berbagai bidang. para pemimpin ASEAN Plus Three sepakat untuk memperluas kerjasama bidang ekonomi. Kerjasama di bidang ekonomi diatur dalam Chiang Mai Intiative (CMI) yang terdiri dari Bilateral Swap Arrangements (BSAs) dan ASEAN Swap Arrangement (ASA). Adapun APBC yang terdiri dari ASEAN Chamber of Commerce and Industry (ASEAN-CCI) dan Federation of Pakistan Chamber of Commerce and Industry (FPCCI). pencucian uang (money laundering). kejahatan ekonomi internasional (international economic crime). sumber daya manusia. perdagangan manusia (trafficking in persons). yang diadakan di Ha Noi untuk pertama kalinya. ASEAN-Islamabad Committee (AIC) dan ASEAN-Pakistan Business Council (APBC). perdagangan obat terlarang (illicit drug trafficking). sejak tahun 2003 telah diselenggarakan ASEAN SOM Plus Three Consultation on Transnational Crime (SOMTC+3). Munculnya kerjasama ASEAN Plus Three dipicu oleh adanya krisis ekonomi Asia yang telah menimbulkan kesadaran akan pentingnya menggalang kerjasama dengan negara-negara besar di wilayah Asia Timur. Pada KTT ke-10 ASEAN Plus Three. Di bidang politik-keamanan. Selain itu. dan kerjasama di bidang sumber daya alam mineral. diselenggarakan pula ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime Plus Three pertama di Bangkok. Selanjutnya pada tahun 2002. Dalam kesempatan yang sama. penanganan bencana alam. ASEAN Plus Three kemudian dilembagakan melalui kesepakatan dalam Joint Statement on East Asia Cooperation pada saat KTT ke-3 ASEAN`Plus Three di Manila tahun 1999. Pada tahun 2001. khususnya bidang ekonomi dan sosial (kerjasama ekonomi. merupakan forum hubungan bisnis antara kalangan swasta kedua belah pihak khususnya kerjasama pengusaha kecil dan menengah. EASG. pengentasan kemiskinan.Peresmian pembentukan hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan diselenggarakan di Islamabad pada tanggal 5-7 Nopember 1997 yang membahas modalitas hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan meliputi APJSCC. dan bidang politik (termasuk isu-isu lintas batas negara). Pakistan juga telah menandatangani protokol aksesi terhadap TAC dan menjadi anggota ARF. China dan Jepang bersedia menjadi 66 . EAVG. telah menghasilkan 17 rekomendasi jangka pendek. dan Republik Korea. terdiri dari para pejabat pemerintah dan bertugas mengevaluasi rekomendasi EAVG. keuangan. budaya. 5 Juni 2006. Untuk memperkuat kerjasama ASEAN Plus Three telah dibentuk the East Asia Vision Group (EAVG) dan the East Asia Study Group (EASG) tahun 2002. pembajakan di laut (sea piracy). menghasilkan rekomendasi bagi kerjasama regional Asia Timur di masa datang. Jepang. dan cyber crime. Dalam kaitan ini. Pemerintah Pakistan juga memberikan program beasiswa Prime Minister’s Scholarship for ASEAN Countries di bidang studi Teknologi Informasi (S1) dan Business Management (S2). perdagangan dan pembangunan termasuk pengembangan bilateral swapt arrangements dari Chiang Mai Initiative sejumlah US$ 75 milyar. Iptek. penyelundupan senjata (arms smuggling). informasi. dan 9 rekomendasi jangka menengah-panjang sebagai langkah konkret yang perlu mendapat prioritas. tanggal 10 Januari 2004. Di bidang kerjasama politik dan keamanan. antara para Pemimpin ASEAN dan 3 negara Asia Timur: China. para Menteri sepakat untuk menerima Pakistan sebagai anggota ARF. bertugas memfasilitasi hubungan dialog sektoral ASEAN-Pakistan. ASEAN PLUS THREE (APT) Kerjasama ASEAN Plus Three (ASEAN+3/APT) dimulai dengan diselenggarakannya KTT Informal di Malaysia bulan Desember 1997. Selain itu. Pada pertemuan ini. Juni 2003. Pakistan telah menyampaikan komitmen untuk memberikan kontribusi sebesar US$ 1 juta kepada ASEAN-Pakistan Cooperation Fund. para Menteri mengadopsi konsep untuk mengatasi kejahatan lintas batas negara seperti terorisme. Asian Bond Market Initiative diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi/keuangan jangka panjang di kawasan. AIC yang terdiri dari para Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Islamabad.

Jepang. Republik Korea. 67 . Pada KTT ke-11. pilar ekonomi dan pilar sosial-budaya. berdasarkan mekanisme sektoral di bidang energi yang telah ada di ASEAN untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah diambil para Pemimpin EAS mengenai energy security dan melaporkan rekomendasinya pada KTT ke-3. c. Indonesia juga telah dua kali menyelenggarakan APT Senior Diplomatic Training Course selama 2 bulan di Jakarta. Second Joint Statement dimaksud bertujuan untuk mendorong terciptanya ASEAN Community 2015 melalui 3 pilar yaitu. e. b. Meskipun dalam proses EAS ASEAN akan tetap berada pada driver’s seat. yang bertujuan untuk menyediakan pasokan energi yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. KTT EAS ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2007 di Cebu dan membahas energy security sebagai fokus utama yang menghasilkan Deklarasi yang ditandatangani oleh para Kepala Negara EAS. produksi dan penggunaan bio-fuel. Australia dan Selandia Baru. KTT ke-2 EAS juga menyambut baik berbagai proposal kerjasama di bidang energy security. India. Menindaklanjuti komitmen Presiden RI dalam kerjasama APT. para Pemimpin menyepakati Second Joint Statement on East Asia Cooperation dan ASEAN Plus Three Cooperation Work Plan 2007-2017. Indonesia telah menyelenggarakan workshop on work closely with NGOs in policy consultation and coordination to encourage civic participation and state-civil partnership in tackling social problems pada tanggal 22-23 Oktober 2007 di Jakarta. Sementara itu.penyelenggara kegiatan-kegiatan tersebut. tenaga air. Selain itu. perluasan sistem energi terbarukan. China. Pertemuan telah menyepakati Kuala Lumpur Declaration on the East Asia Summit yang merupakan cerminan pandangan bersama bahwa EAS dapat memainkan peranan penting dalam proses pembentukan komunitas di kawasan. China juga berinisiatif untuk mendirikan pusat monitoring regional bagi penyakit menular dan keinginan Jepang sebesar US$ 67 juta untuk penanganan Avian Influenza. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional melalui peningkatan efisiensi energi dan program-program konservasi. Program-program di bawah East Asia Studies Group Measures yang relevan juga dijadikan bagian dari implementasi Work Plan 2007-2017. ASEAN Plus Three pada bulan November 2007 di Singapura. Para Pemimpin juga sepakat untuk membentuk suatu EAS Energy Cooperation Task Force. yang bertujuan untuk mencapai sebagai berikut: a. hingga tahun 2008 Indonesia telah mengimplementasikan short-term measures dalam kerangka “promotion of East Asia Studies” dengan tiga kali menyelenggarakan promotion of language programme untuk ASEAN Plus Three Officials di Yogyakarta dan Bandung. serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengawasi serta menghadapinya. dan penggunaan tenaga nuklir untuk maksud damai. dengan tujuan untuk berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim global. d. pilar politik-keamanan. untuk pelaksanaan komitmen medium and long-term measures. Control and Response yang merupakan komitmen negara-negara peserta EAS untuk bekerjasama dalam menghadapi ancaman pandemik avian influenza. Meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunaan bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan yang efektif. Mendorong investasi di bidang sumber daya energi dan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta. termasuk inisiatif empat pilar yang diajukan oleh Jepang yang berjudul “Fueling Asia – Japan’s Cooperation Initiative for Clean Energy and Sustainable Growth” dan kesediaan Jepang untuk memberikan bantuan dana energy-related ODA sebesar US$ 2 Milyar untuk tiga tahun ke depan. Sementara Work Plan 2007-2017 memuat program-program prioritas yang akan menjadi pedoman bersama ASEAN Plus Three selama sepuluh tahun mendatang. EAST ASIA SUMMIT Pertemuan 1st East Asia Summit (EAS) telah diselenggarakan pada tanggal 14 Desember 2005 di Kuala Lumpur dan dihadiri oleh para Pemimpin ASEAN. Mendorong terciptanya suatu pasar regional dan internasional yang terbuka dan kompetitif. namun rasa ownership diantara para peserta EAS non-ASEAN akan tetap dipelihara. Pemimpin EAS mengadopsi Cebu Declaration on East Asian Energy Security. Upaya-upaya EAS tersebut akan dilaksanakan secara konsisten dalam memperkuat proses terwujudnya ASEAN Community dan merupakan bagian integral dari evolusi suatu arsitektur kawasan. Deklarasi lain yang dihasilkan dalam pertemuan EAS pertama adalah East Asia Summit Declaration on Avian Influenza Prevention. Indonesia telah menjadi prime-mover dari beberapa measures yang direkomendasikan oleh East Asia Study Group (EASG).

Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA) yang digagas oleh Jepang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan kerangka kerja sama bagi integrasi ekonomi di Asia Timur. TOR dimaksud akan menjadi dokumen rujukan bagi operasionalisasi EAS Energy Cooperation Task Force. Dalam hal ini Indonesia c. Sebagai tindak lanjut pada 3rd EAS. telah diselenggarakan Environtment Ministerial Meeting (EMM) di Ha Noi. integrasi pasar energi. coastal and marine environment.Pada EAS ke-3 di Singapura tanggal 21 November 2007.q. Pertemuan Kedua Task Force telah mendengarkan presentasi dari Jepang. and the Environment yang menugaskan para menteri terkaitnya untuk melakukan tindak lanjut atas diskusi tersebut. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force mencatat klarifikasi yang diberikan oleh Jepang bahwa alokasi bantuan pembangunan resminya sebesar US$ 2 milyar. waste management. network for early warning system in terms of disaster risk management. para pemimpin telah menyepakati pembentukan ERIA (gagasan Jepang). dan Filipina berkaitan dengan penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. Pertemuan Kedua Task Force mencatat pula kesediaan Malaysia. Singapura menyangkut integrasi pasar energi. Mengenai isu bio-fuels dan upaya negara-negara EAS untuk menjajagi sumber-sumber energi baru atau alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kelompok pengkaji telah melaksanakan empat kali pertemuan dan sedang dalam proses penyelesaian laporan akhir rekomendasinya guna diserahkan melalui para Menteri Ekonomi pada 4th East Asia Summit tahun 2008. Jepang secara khusus telah menyatakan komitmennya untuk menyediakan sejumlah US$ 2 milyar untuk periode 3 (tiga) tahun dalam bentuk bantuan keuangan dan teknis serta pinjaman investasi. Australia dan India untuk menjadi co-chairs kerjasama energi EAS. India dan New Zealand. monitoring network on climate change. dan bukan berbasis multilateral. telah diresmikan ERIA Annex Office dengan proyek awal “Developing a Roadmap toward East Asian Economic Integration” dan “Energy Security in East Asia”. Singapura dan Filipina masing-masing selaku lead-focals untuk isu efisiensi dan konservasi energi. merupakan bantuan berbasis bilateral. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memfokuskan kerjasama di masa depan pada bidang-bidang climate change. Jepang akan memberikan kepada sekitar 1000 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait. Viet Nam. research on agriculture. me-review status integrasi ekonomi di antara Negara anggota EAS dan melakukan analisa terhadap dampak ekonomi CEPEA terhadap negara-negara EAS. Energy. climate change and sustainable development. sebagaimana dinyatakan oleh Perdana Menterinya pada KTT Asia Timur ke-2. agar meliputi pula negara-negara EAS seperti Australia. Pertemuan Pertama EAS Energy Cooperation Task Force (EAS ECTF) telah berlangsung di Singapura pada tanggal 1 Maret 2007 dan menyepakati Kerangka Acuan (TOR) EAS ECTF. Dalam 2nd EAS Summit para pemimpin EAS sepakat menugaskan para pejabat tingginya mengembangkan usulan Australia guna memperkuat mekanisme regional bidang keuangan. para pemimpin secara khusus membicarakan masalah energy. Jepang akan memberikan pelatihan bagi 500 petani dan dari kalangan pemangku kepentingan terkait selama 5 (lima) tahun dari negara-negara EAS khusus mengenai penggunaan energi biomass. Pertemuan Kedua EAS Energy Cooperation Task Force yang berlangsung di Auckland. Jepang akan mengkoordinasikan kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. urban environmental management and education for sustainable development. integrasi pasar energi dan bio-fuels mengenai isu yang mereka tangani. Pertemuan Kedua Task Force menyambut niat Jepang untuk memperluas mekanisme risetnya yang berkaitan dengan pendataan kebutuhan atau konsumsi energi di negara-negara ASEAN+3. serta mengirimkan 500 pakar pertaniannya ke negara-negara EAS dalam periode 5 (lima) tahun untuk mempromosikan pentingnya efisiensi dan konservasi energi. Pelaksanaan oleh para ahli ERIA berada di bawah payung kerja sama EAS dan memiliki fokus pada kajian-kajian strategis guna mendorong integrasi regional dan memperkuat kemitraan di Asia Timur. masing-masing untuk isu efisiensi dan konservasi energi. memulai kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. pada tanggal 26 Maret 2007 telah mensahkan kerangka acuan (TOR) dari EAS Energy Cooperation Task Force. New Zealand. particularly on emissions from agriculture. Peran Indonesia dalam EAS misalnya terlihat pada kerjasama keuangan. Dalam rangka kerjasama di bidang efisiensi dan konservasi energi. Pada 18 September 2008. dan telah menandatangani Singapore Declaration on Climate Change. particularly emissions from rice paddy fields. environment. Bank Indonesia bersama Australia Treasury telah menyelenggarakan Workshop on East Asian Summit (EAS) Regional Financial Cooperation and Integration (RFCI) pada tanggal 10 September 2007 di Jakarta. integrasi pasar energi dan bio-fuels. serta penggunaan bio-fuel untuk transportasi dan tujuan lainnya. Pada tanggal 9-10 September 2008. 68 . Departemen Keuangan. environmentally sustainable cities.

dan ditegaskan dalam AMM/PMC ke-39. MoU ini akan melandasi kerjasama kedua belah pihak dalam berbagai bidang. Peran Indonesia pada EAS antara lain berupaya menjadikan EAS sebagai sarana yang ditujukan untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015 dan berkembang secara evolutif dan saling mendukung dalam perkembangan arsitektur regional Asia Timur. pengembangan pengusaha kecil dan menengah (SMEs) serta pariwisata. MoU tersebut menandai tataran baru dalam sebelas tahun kerjasama kedua organisasi. SCO memfokuskan diri untuk penanganan masalah-masalah keamanan seperti ancaman terorisme. anggota ECO diperluas meliputi negara-negara Asia Tengah. Oman. Sebagai tindak lanjut. Bahrain. Pada tahun 2006. Mekanisme hubungan antara ASEAN dan ECO adalah Pertemuan Tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan ECO pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB di New York yang telah diselenggarakan sejak tahun 1995.Dalam Ad-hoc Consultation Meeting yang berlangsung di Singapura bulan Mei 2008 delegasi Indonesia telah mengusulkan kemungkinan perluasan keanggotaan Network of East Asia Think Tanks (NEAT) yang sebelumnya hanya beranggotakan para think-tanks ASEAN Plus Three untuk meliputi pula think-tanks dari India. liberalisasi ekonomi. ASEC menekankan pula perlunya dana. Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SCO telah menandatangani MoU pada tanggal 21 April 2005 di Jakarta. Hal tersebut dikemukakan dalam pertemuan the 4th ASEAN-Russia Joint Planning and Management (JPMC. Dalam ASEAN SOM 6 November 2006. Dalam perkembangannya kemudian GCC juga memasukkan unsur kerjasama keamanan dalam kegiatan organisasinya. terutama narkotika. seperti penanganan kejahatan lintas batas negara yang mencakup kontra-terorisme. ASEAN-SCO Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah organisasi yang didirikan di Shanghai pada 15 Juni 2001 oleh enam negara yaitu China. ASEAN – ECO Economic Cooperation Organization (ECO) didirikan bulan Januari 1985 sebagai pengganti Regional Cooperation of Development (RCD) yang didirikan tahun 1964 yang pada waktu itu hanya beranggotakan Iran. dengan ASEAN sebagai driving force. infrastruktur transportasi dan komunikasi. Uzbekistan. Kuwait. Pada tahun 1992. kerjasama energi khususnya hydroelectric power dan biofuels. penanggulangan narkotika. kerjasama ini mencakup bidang ekonomi dan keuangan. Kazakhstan. lingkungan hidup dan memperkuat keterkaitan sejarah dan budaya di kawasan. sosial. penyelundupan senjata. 69 . dan Qatar yang dibentuk pada tahun 1981.) Moscow 21-22 Juni 2006. ASEAN-ECO telah menandatangani MoU kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Tajikistan dan Uzbekistan. separatisme dan kejahatan lintas batas negara. pengawasan narkotika dan obat-obat terlarang. Kirghizstan. dan Afghanistan. dikemukakan adanya kemungkinan untuk menciptakan hubungan antara SCO’s Regional Anti Terrorist Structure (RATS) di Tashkent dengan counter terrorism centre di negara-negara ASEAN. yaitu Azerbaijan. SCO merupakan kelanjutan dari Shanghai Five Mechanism (SCO tanpa Uzbekistan) yang didirikan untuk memperkuat confidence-building dan disarmament di sepanjang perbatasan negara-negara tersebut. pariwisata. Selain itu. Australia dan New Zealand. dan budaya. ASEAN-ECO sepakat untuk membentuk Work Plan guna implementasi MoU tersebut. karena ketiadaan dana merupakan hambatan dalam implementasi kerjasama Sekretariat ASEAN-SCO. Turkmenistan. Tujuan ECO adalah pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. Persatuan Emirat Arab. Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-ECO ke-7 dilaksanakan pada tanggal 27 September 2004 di New York. Dalam perkembangannya. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-ECO telah diselenggarakan sebanyak 7 (tujuh) kali. Kedua pihak berusaha untuk mengidentifikasi dan mengelaborasi beberapa bidang kerjasama. lingkungan hidup. seperti counter terrorism. pencucian uang dan human trafficking. pembangunan sosial. Tajikistan. Beberapa delegasi menyatakan dukungan terhadap usulan ini dan pertemuan menyepakati untuk mempertimbangkan lebih lanjut kemungkinan ini. Pakistan dan Turki. Rusia. ASEAN-GCC Dewan Kerjasama Teluk (The Gulf Cooperation Council/GCC) merupakan suatu organisasi regional di kawasan Arab yang beranggotakan Arab Saudi. Tujuannya adalah mengembangkan kerjasama ekonomi. Kyrgyztan. Selain itu dapat dielaborasi kerjasama di bidang pariwisata dan energi. Kazakhstan.

sebagai awal menuju Pertemuan ASEAN-SADC. di Islamabad. serta kerjasama eksternal. ASEAN SOUTHERN AFRICAN DEVELOPMENT COMMUNITY (SADC) Hubungan ASEAN-SADC dimulai pada tahun 1995 pada tingkat antar Sekretariat. Sebagai hasil pembahasan dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN-SAARC yang diselenggarakan sejak tahun 2002. Sekretaris Jenderal GCC juga berencana untuk berkunjung ke Sekretariat ASEAN di Jakarta. terutama di bidang investasi dan perdagangan serta energi. ekonomi. Pertemuan AASROC I di Bandung bulan Juli 2003 dan Pertemuan Kelompok Kerja AASROC di Durban bulan Maret 2004 menyepakati Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN akan bekerjasama untuk menyelenggarakan Konferensi Pertama AASROC. Pertemuan pertama tingkat menteri antara ASEAN dengan SAARC berlangsung pada tanggal 25 September 1998 di New York. Dalam pertemuan tersebut. Arbitration and Avoidance of Double Taxation. Pada tahun 2000. Keinginan SAARC untuk menjalin kerjasama dengan ASEAN pertama kali dibahas pada pertemuan ASEAN Standing Committee ASEAN 5/24. ASEAN-SAARC Kerjasama Regional negara-negara Asia Selatan (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) dibentuk pada tanggal 8 Desember 1985 dalam suatu Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asia Selatan di Dhaka. Sekretaris Jenderal ASEAN telah mengadakan kunjungan resmi ke Sekretariat GCC pada tanggal 15 April 2007. namun beberapa kali rencana itu batal dilaksanakan. Pertemuan dihadiri oleh para Menteri Ekonomi ASEAN. Pada bulan Juli 2004. 5-7 Mei 2004. untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan ASEAN. ASEAN mendirikan ASEAN Riyadh Committee (ARC) untuk membantu meningkatkan hubungan ASEAN-GCC.Hubungan formal ASEAN-GCC dilakukan pada tahun 1990 yang dilontarkan pertama kali oleh Menteri Luar Negeri Oman yang pada waktu itu sebagai Ketua Dewan Menteri GCC. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan oleh kedua pihak dibawah Work Plan tersebut. Hubungan kerjasama ASEANGCC dikembangkan melalui kerangka kerjasama antar Sekretariat. Sekretariat ASEAN memberikan informasi tentang ASEAN Cooperation on Investment dan ASEAN Industrial Cooperation (AICO) Scheme kepada pertemuan the SAARC Inter-Governmental Expert Group (IGEG) on Investment. Pertemuan informal ASEAN-SADC dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1996 di Singapura pada kesempatan Konferensi Tingkat Menteri WTO. ASEAN-GCC telah menyelenggarakan pertemuan di sela-sela Sidang ke-61 Majelis Umum PBB di New York. Indonesia mengadakan pertemuan dengan SADC di Sekretariat SADC. Bostwana. Dalam kesempatan tersebut. SAARC menginginkan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. tanggal 19-21 Januari 2004. antara lain wakil Sekretariat ASEAN menghadiri pertemuan the SAAR Committee of Experts Meeting on South Asia Free Trade Area (SAFTA). Dari ASEAN. Pada tahun 2006. Pertemuan membahas mengenai kemungkinan diadakannya suatu konferensi yang dikoordinasi bersama oleh Sekretariat SADC dan Sekretariat ASEAN. kedua organisasi sepakat untuk mengembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang. Sekretariat ASEAN telah menyumbangkan dua studi mengenai proses AASROC yaitu: (i) pengalaman pertumbuhan ekonomi East Asia. ASEAN-AASROC Asian-African Sub-Regional Organisations Conference (AASROC) merupakan suatu forum untuk memfasilitasi kerjasama antara Asia dan Afrika. khususnya skema pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA). dalam kesimpulan akhir workshop yang diadakan di Sekretariat ASEAN. Sekretariat ASEAN-SAARC telah menyetujui Partnership Work Plan (2004-2005) dan Guidelines for ASEAN-SAARC Secretariat’s Partnership. para Menteri Ekonomi SADC. 7-9 Mei 1991 di Kuala Lumpur dan pertemuan menyepakati bahwa kerjasama di antara kedua organisasi hanya pada tingkat antar Sekretariat. kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan organisasi masing-masing dan berbagai kerjasama regional di bidang politik. dan (ii) langkah-langkah meningkatkan perdagangan dan investasi. Pakistan. Sekjen ASEAN dan Sekjen SADC. 70 . 26-28 Mei 2008.

Brazil. MoU tersebut merupakan perangkat kerjasama untuk membentuk kemitraan ASEAN-UN yang meliputi kerjasama di bidang politik. dilakukan oleh ASEAN-UN-Myanmar Tripartite Core Group yang dibentuk untuk segera melaksanakan tugas-tugasnya. H. 2. belum ada perkembangan yang berarti dalam hubungan kerjasama antara ASEAN dengan Rio Group. Brazil. kerjasama dalam mengimplementasikan program-program dalam upaya memelihara perdamaian dan keamanan regional dan internasional serta mempercepat pencapaian MDGs. Peru. Ali Alatas dan Menteri Luar Negeri Meksiko. Paraguay. ASEAN dan PBB sepakat untuk menjalin kerjasama yang baik untuk menangani berbagai masalah crucial seperti avian flu. Sheikha Haya Rashed Al Khalifa. di Yangoon. Paraguay. Sebelumnya pada tanggal 22 September 2006. Pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Rio Group diselenggarakan di New York pada kesempatan Sidang Majelis Umum PBB. Setelah ASEAN diberikan status Observer pada Desember 2006 yang dinilai sebagai salah satu bentuk pengakuan PBB terhadap eksistensi ASEAN sebagai salah satu organisasi regional. Panama. ASEAN-MERCOSUR Mercado Commun Del Sur/The South Common Market (MERCOSUR) dibentuk pada tanggal 26 Maret 1991 oleh 4 negara Amerika Latin yaitu Argentina. Sampai saat ini. Pada pertemuan tersebut. Hubungan antara ASEAN-Rio Group yang terjalin selama ini adalah hubungan informal setingkat Menteri yang diawali oleh Pertemuan Tingkat Menteri yang pertama pada tanggal 1 Oktober 1990 di New York. Mrs. ekonomi dan sosial-budaya. Kofi Annan. Kontak awal antara ASEAN dan MERCOSUR dimulai ketika para Menlu ASEAN dan MERCOSUR mengadakan Informal Breakfast Meeting di sela-sela the 3rd Foreign Ministers’ Meeting of the Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) pada tanggal 22 Agustus 2007 di Brasilia. Uruguay dan Venezuela.E. Menindaklanjuti pertemuan tersebut. Mexico. Myanmar. Bolivia. Pertemuan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri RI. Pada tahun 1999. Columbia. Uruguay. seperti pertukaran informasi dan pengalaman. Brazil. Chile. MERCOSUR ingin mendalami modalitas pengelolaan proses integrasi ekonomi ASEAN dan kebijakannya yang eksklusif. Diantara hasil pengamatan Sekjen ASEAN adalah: 1. Sekretaris Jenderal ASEAN hadir selaku pengamat. serta dua perwakilan masing-masing dari negara-negara Amerika Tengah dan negara-negara Karibia. ASEAN dan PBB mengadakan the ASEAN and UN Chairmen of the Myanmar Cyclon Nargis Pledging Conference yang dihadiri 51 negara. Maria del Rosario Green Macias. Pada tanggal 25 Mei 2008. Proses integrasi ekonomi MERCOSUR berjalan sangat lambat karena terkait dengan permasalahan- 71 . Khusus mengenai pengentasan kemiskinan dan kerjasama pembangunan merupakan 2 (dua) sasaran yang ingin dicapai dunia internasional sebagaimana termuat dalam Millennium Development Goals (MDGs). Sekjen MERCOSUR menyampaikan undangan kepada Sekjen ASEAN untuk menghadiri Presidential Summit of MERCOSUR pada tanggal 17-18 Desember 2007 di Montevideo. pengentasan kemiskinan dan pemberantasan terorisme. para Menlu ASEAN telah bertemu dengan Sekjen PBB. Dalam pertemuan tersebut. Uruguay dan Venezuela. Hubungan ASEAN dan PBB semakin kuat paska terjadinya bencana Cyclon Nargis di Myamar. pembangunan tsunami early warning system. ASEAN – PBB Keterlibatan ASEAN di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan semakin mendalam dengan diberikannya status peninjau kepada ASEAN oleh PBB pada sesi Sidang Umum organisasi dunia terbesar tersebut tanggal 4 Desember 2006. ASEAN-MERCOSUR sepakat untuk mencari cara-cara memperkuat ikatan kerjasama kedua pihak. Topik utama pertemuan tersebut adalah exchange of views mengenai Developments in the International Financial Situation dan East Asia-Latin America Forum (EALAF).ASEAN-RIO GROUP Rio-Group mempunyai 12 negara anggota yaitu: Argentina. Ecuador. pada tahun 2007 kerjasama ASEAN-PBB ditingkatkan melalui penandatanganan MoU on ASEAN-UN Cooperation. Pelaksanaan dan pengawasan bantuan kemanusiaan internasional bagi para korban bencana di Myanmar. di sela-sela Sidang. dan Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-61. Negara-negara pendiri MERCOSUR menetapkan tanggal 1 Januari 1995 untuk berlakunya common market dan common tariff.

3. ASEAN dapat memperoleh manfaat dengan melakukan pertukaran informasi dan pengalaman dengan MERCOSUR di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.permasalahan politik internal yang ada. namun elemen-elemen sosial-ekonomi MERCOSUR cukup terharmonisasi. MERCOSUR adalah organisasi regional di bidang perdagangan yang paling maju di Amerika Selatan. Pertemuan tingkat Menteri ASEAN-MERCOSUR pertama telah berlangsung pada tanggal 24 November 2008 di Brazil. 72 .

Ikatan rumpun padi melambangkan harapan para tokoh-tokoh pendiri ASEAN agar ASEAN yang beranggotakan seluruh negara yang berada di Asia Tenggara bersama-sama terikat dalam persahabatan dan solidaritas. 20 November 2008.BAB IV PROFIL ASEAN DAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN A. B. Warna-warna yang tertuang dalam lambing –biru. 4.Biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Bahasa ASEAN adalah Bahasa Inggris 2. merah. Sampao Triudom dan Payom Valaiphatchra dari Thailand ditetapkan sebagai Lagu resmi ASEAN.melambangkan warnawarna utama lambing-lambang Negara-negara Anggota ASEAN. damai. Profil ASEAN 1. One Identity. Lagu ASEAN (ASEAN Anthem) Lagu ASEAN dipilih melalui sebuah kompetisi terbuka (Kompetisi ASEAN Anthem) yang dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan November 2008. Profil Negara-negara ASEAN I. One Community” 3. Pada putaran final penjurian Kompetisi ASEAN Anthem tingkat ASEAN di Bangkok. Thailand. sedangkan kuning melambangkan kemakmuran. Bendera dan Lambang ASEAN: Bendera dan lambang ASEAN menggambarkan ASEAN yang stabil. 5. Motto ASEAN: “One Vision. lagu berjudul “The ASEAN Way” karya Kittikhun Sodprasert. Merah menggambarkan keberanian dan dinamisme. Hari ASEAN diperingati pada tanggal 8 Agustus setiap tahunnya.765 KM2 : Laut China Selatan dan Malaysia 73 . Putih menunjukkan kesucian. bersatu. putih dan kuning. dan dinamis. BRUNEI DARUSSALAM Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Brunei Darussalam : 1 Januari 1984 : Monarki Konstitusional : Bandar Seri Begawan : 5. Lingkaran melambangkan kesatuan ASEAN.

DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita II.890.662 juta ( Oktober 2007) : 10.6 % (Oktober 2007) : USD $ 31. Filipina. Thailand.5 % (November 2007 est. Laos. lain-lain 18 % : Islam (agama resmi) 67 %. KAMBOJA : 396. Viet Nam 5 %. INDONESIA : Kingdom of Cambodia : 9 November 1953 : Monarki Konstitusional : Phnom Penh : 181.475. Prancis. lain-lain 5 % : Khmer (bahasa resmi) 95 %.317 juta (Oktober 2007) : 0. Malaysia.076 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita III. dan Singapura 74 .2 % (November 2007 est. Inggris. Brunei Darussalam.) : 3.754 KM2 : Samudera India. Timor Leste.4 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Republic of Indonesia : 17 Agustus 1945 : Republik : Jakarta : 1.) : Melayu 67 %.1 % (Oktober 2007) : USD $ 598.000 (November 2007 est. Australia. lain 4 % : Budha Theravada 95 %. China 15 %. lain-lain 10 % : Melayu (bahasa resmi). Papua New Guinea.) : 2.) : Khmer 90 %. Inggris : USD $ 8.035 KM2 : Teluk Thailand. Kristen 10 %. Budha 13 %.000 (November 2007 est. China 1 %. dan Viet Nam : 14. China : USD $ 12.

7 %. Budha dan lainnya 1 % Bahasa : Bahasa Indonesia (bahasa resmi).4 %.0 % (Oktober 2007) : USD $ 736. Thailand.) Pertumbuhan Penduduk : 2.717 juta (Oktober 2007) : 6. Kristen 1.DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 224.4 %. Bugis 2.) Kelompok Etnis : Jawa 40.3 %. Sunda 15 %.608.3%.000 (November 2007 est. lain-lain 0.8 %(November 2007 est. Kamboja. Banten 2 %.9 % Agama : Islam 88 %.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota : Malaysia : 31 Agustus 1957 : Monarki Konstitusional : Kuala Lumpur 75 . Banjar 1.3 % (Oktober 2007) : USD $ 1. dan Viet Nam DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 5.800 KM2 : Myanmar. MALAYSIA : USD $ 4. Madura 3. Lao Theung 22 %.6 %.905. Betawi 2. berbagai bahasa daerah PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IV. Kristen Protestant 5 %. Hindu 2 %.) Kelompok Etnis : Lao Loum 68 %.000 (November 2007 est.2 % (November 2007 est. Lao Soung (Hmong danYao) 9 %. Prancis.9 %. LAO PDR : USD $ 431.) Pertumbuhan Penduduk : 1.919(Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Lao People’s Democratic Republic : 19 Juli 1949 : Republik Sosialis : Vientiane : 236. Minangkabau 2.7 %.1 juta (Oktober 2007) : 6. China. Viet Nam dan China 1 % Agama : Budha 65 %. Inggris.128. lain-lain 29.8 % Bahasa : Lao (bahasa resmi). animisme 32. Katholik 3 %. Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita V.

Thailand. lain-lain 7 % Agama : Budha 89 %. China. Karen 7 %.000 (November 2007 est. Islam 4 %. China 24%.) Kelompok Etnis : Burma 68 %. Laos.4 %).6 % (Oktober 2007) : USD $ 215.) Pertumbuhan Penduduk : 2. lainnya 2. beberapa bahasa etnis minoritas PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VII. Indonesia.4 % : Bahasa Melayu (bahasa resmi).000 (Februari 2008 est.605.174.2 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Union of Myanmar : 4 Januari 1948 : Junta Militer : Naypyidaw : 676.6 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan : Republic of the Philippines : 4 Juli 1946 : Republik 76 .Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VI. dan Teluk Bengala DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 58. Inggris. Kristen 4 %.) : 2.960. Shan 9 %. Rakhine 4 %. Tamil : USD $ 186.3%). Budha (19.577 KM2 : Bangladesh. Hindu (6. Singapura. Laut Andaman.0 % (November 2007 est. dan Filipina : 27. India 2 %. India.252 KM2 : Brunei Darussalam.3 % (Oktober 2007) : USD $ 6. India 8 %.6%).2 %). lain-lain 6 % : Islam (60. lainnya 3 % Bahasa : Burma (bahasa resmi). FILIPINA : USD $ 12.7 juta (Oktober 2007) : 5. China. Kristen (9.1 %).880.7 juta (Oktober 2007) : 6.) : Melayu 62%.632.3 % (November 2007 est. MYANMAR : 330. Konfusianisme (2. Thailand. China 3 %.

3 % (Oktober 2007) : USD $ 35. Kristen 9 %.) : China 76.8 %.4 % : Budha 42. Katholik 4.9 %. Cebuano 13. Bisaya/ Binisaya 7.9 %. lain-lain 5 % Bahasa : Filipino/Tagalog (bahasa resmi) dan Inggris PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita VIII.1 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara : The Kingdom of Thailand 77 .1 %. Kristen 9. India 7.546.3 % (November 2007 est.4 %.) Kelompok Etnis : Tagalog 28.9 %.5 %.) Pertumbuhan Penduduk : 2. dan Laut Sulu DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 88. Muslim 5 %. lain-lain 1. Islam 14.6 %.5 %. Melayu.0 % (November 2007 est. Ilocano 9 %.000 (November 2007 est.206. Inggris.8 %.894 juta (Oktober 2007) : 7.8 %.875.1 %. SINGAPURA : USD $ 146.000 KM2 : Laut China Selatan.3 % Agama : Katholik 81 %. Laut Sulawesi. Hiligaynon Ilonggo 7.8 % : Mandarin (bahasa resmi). Taoist 8.GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Manila : 300. Laut Filipina.652 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita IX. lain-lain 0.4 % (Oktober 2007) : USD $ 1. lain-lain 25. Waray 3.6 juta (Oktober 2007) : 9. Hindu 4 %. tidak beragama 14.5 %. Tamil : USD $ 161.) : 2. Melayu 13.000 (November 2007 est.589. Bikol 6%. THAILAND : Republic of Singapore : 9 Agustus 1965 : Republik : Singapore : 704 KM2 : Malaysia dan Indonesia : 4.7%.

lainlain 0.5%. China 14 %.701. Khome 1.2 % (November 2007 est.5 % (Oktober 2007) : USD $ 836. Hmong 1 %.1 % : Thai (bahasa resmi).315 KM2 : Teluk Thailand.740 (Oktober 2007) Nama Resmi Negara Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan : Socialist Republic of : 2 September 1945 : Republik Sosialis Viet Nam : Ha Noi : 329. Muong 1. lain-lain 4.6 %. Khmer PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita : USD $ 71. dan Malaysia 65. lain-lain 11 % Budha 94. Tay 1.205.7 %.4 %.2 %. tidak beragama 80.) Kelompok Etnis : Kinh (Viet) 86.6 %.3 %. Teluk Thailand.1 %.1 %.Tanggal Kemerdekaan Bentuk Pemerintahan GEOGRAFI Ibu Kota Luas Wilayah Perbatasan DEMOGRAFI Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kelompok Etnis Agama Bahasa PEREKONOMIAN Gross Domestic Product (GDP) Pertumbuhan GDP GDP Perkapita X.6 % (November 2007 est. Laos. Islam 4.1 %.120 KM2 : Laut Andaman. Hoa Hao 1.1 %. Teluk Tonkin. Perancis. dan Kamboja DEMOGRAFI Jumlah Penduduk : 85.) 4. Katholik 6. Inggris.292 juta (Oktober 2007) : 8. Nun 1.5 %. Thai 1.5%.8 % (Oktober 2007) : USD $ 3. Hoa 1.1 % Agama : Budha 9.7 %. Laos. Myanmar. Kamboja. Laut China Selatan.) Pertumbuhan Penduduk : 1.694. China. China. Kristen 0. VIETNAM : Tidak pernah dijajah : Monarki Konstitusional : Bangkok : 513.8 % Bahasa : Viet Nam (bahasa resmi).9 %.000 (November 2007 est. Inggris : : : : : USD $ 245.000 (November 2007 est. Cao Dai 1.7 %.7 (Oktober 2007) 78 .9 juta (Oktober 2007) : 4. Protestant 0.) Thai 75 %. Islam 0.

Perwujudan Komunitas Keamanan ASEAN didasarkan pada prinsip non-intervention. jasa. aman. Pencapaian Komunitas ASEAN terus ditingkatkan dan diperkuat. yang dibarengi dengan terdapatnya kebebasan arus barang. upaya pembentukan Komunitas ASEAN merupakan upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasinya dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. Selanjutnya. terintegrasi menuju perwujudan komunitas tunggal. Aksesi negaranegara diluar ASEAN khususnya negara-negara besar di kawasan Asia telah membuktikan penghargaan atas meningkatnya peran ASEAN di kawasan. pembentukan AEC juga disepakati atas dasar kesamaan kepentingan untuk memperdalam dan memperluas upaya-upaya ekonomi melalui inisiatif-inisiatif yang ada maupun inisiatif-inisiatif baru dengan tenggat waktu yang jelas. yaitu menciptakan sebuah kawasan ekonomi ASEAN yang stabil. telah disusun ”Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC)” yang berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek. Selanjutnya. Selanjutnya. Dengan demikian. damai dan kondusif merupakan modal dasar yang penting untuk pembangunan nasional Indonesia. diharapkan Indonesia akan dapat menarik manfaat dari integrasi ekonomi kawasan yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi dalam ekonomi global. juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestik yang berdampak kepada kawasan. makmur dan kompetitif. Prinsip-prinsip ini juga dianut dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan penyelesaian konflik yang akan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas kawasan diarahkan pada penyelesaian secara politis. TAC merupakan kunci code of conduct hubungan antar negara dan berfungsi sebagai instrumen diplomatik dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan. 79 . Tujuan AEC seperti yang digariskan dalam Visi ASEAN 2020. sehingga pada gilirannya akan memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi seluruh rakyat Indonesia. dan ASCC. Piagam ASEAN telah disusun dan diratifikasi oleh negara-negara anggota. pembangunan ekonomi yang sederajat dan pengurangan tingkat kemiskinan serta perbedaan tingkat sosial ekonomi. Selain itu. Oleh karena itu Indonesia telah menetapkan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai soko guru atau salah satu pilar utama dalam pelaksanaan politik luar negerinya. Asia Tenggara merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia. pencegahan penggunaan senjata dalam situasi konflik dan peaceful settlement of disputes. Memperhatikan kebutuhan tersebut. ASEAN telah mengalami perkembangan pesat dan saat ini tengah bertransformasi menjadi suatu organisasi yang lebih terstruktur. Sebagai negara pemrakarsa Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Perkembangan ini telah menandai makin solidnya jalinan kerjasama antar anggota untuk menciptakan cara pandang dan visi yang sama. national and regional resilience. Menyangkut perkembangan Komunitas Ekonomi ASEAN. Selain itu. Proses pembentukan komunitas yang dipererat menjadi tahun 2015 memerlukan suatu landasan hukum dan arahan kegiatan yang jelas. kedaulatan. AEC. Pembentukan AEC akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang mempunyai daya saing tinggi dan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta terintegrasi dalam ekonomi global. Indonesia memberi perhatian besar pada implementasi butir-butir yang dimuat dalam Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN. Indonesia perlu bekerja secara sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di tanah air agar mewakili suatu kesamaan pandangan dan langkah. Pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentris tersebut menentukan perumusan kebijakan dalam pelaksanaan polugri terutama jika dikaitkan dengan isu-isu utama global. Dalam menghadapi hal tersebut. menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju terbentuknya integrasi ekonomi ASEAN. ASEAN telah menyusun dan menyepakati blueprint yaitu APSC. Kawasan Asia Tenggara yang stabil. investasi dan pekerja terampil serta arus modal yang lebih bebas. konsensus. guna melengkapi arahan menuju suatu komunitas. Dalam kaitan ini. Indonesia juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyusunan APSC blueprint yang memuat berbagai kepentingan Indonesia.BAB V PENUTUP Politik luar negeri Indonesia menerapkan pendekatan strategis lingkaran-lingkaran konsentrik yang menegaskan kedekatan geografis dan lingkup pengaruh lingkungan eksternal dapat memberikan dampak terhadap Indonesia.

keuangan. tetapi masih banyak yang belum diimplementasikan secara optimal. Selama itu. Namun demikian EAS tetap merupakan Leaders Lead Forum yang membahas isu-isu strategik dan kawasan. percepatan implementasi ASEAN Framework on Rural Development and Poverty Eradication (2006-2010). Kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara melalui format ASEAN+1 dan ASEAN+3 diarahkan untuk memberikan dukungan dan bantuan terhadap upaya ASEAN mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. perhatian terhadap penanganan masalah lingkungan. Perwujudan Caring and Sharing Community dilakukan dengan membangun identitas regional yang lebih kuat. pembuatan instrumen guna melindungi hak-hak pekerja migran. Sebagai langkah tindak lanjut dari pertemuan East Asia Summit. Berbagai perjanjian dan kesepakatan telah dilakukan dengan negara-negara mitra wicara. pelaksanaan ASEAN Strategic Framework for Social. para Pemimpin ASEAN telah memberikan penekanan penting pada pilar Sosial Budaya terutama dalam menumbuhkan “Caring and Sharing Community”. dan social-budaya untuk 15 tahun ke depan. China. dan disaster management. Selain itu kerjasama yang dikembangkan juga dimaksudkan untuk memberikan kontribusi bagi pemeliharaan perdamaian dan mendorong kesejahteraan di kawasan. avian flu. 80 .Adapun mengenai Komunitas Sosial Budaya. Welfare and Family (2007-2010). Deklarasi ini telah memuat arah bagi perkembangan kerjasama ASEAN-China di bidang politik-keamanan. ekonomi. penanggulangan bahaya penyakit menular. Kegiatan puncak yang dilaksanakan dengan mitra wicara adalah ASEAN-China Commemorative Summit di Nanning. ASEAN akan tetap memainkan peran sentral dalam pembentukan arsitektur kawasan. telah ditetapkan 5 sektor prioritas yaitu energi. pada tanggal 30-31 Oktober 2006 yang menghasilkan Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit: Towards an Enhanced ASEAN-China Cooperation. pendidikan. Perkembangan kerjasama ASEAN juga semakin meningkat dalam kaitannya dengan negara maupun organisasi internasional yang menjadi mitra wicara ASEAN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful