Kambing perah merupakan komoditas baru di Indonesia yang kemungkinan memiliki pr ospek pengembangan yang baik.

Walaupun belum terbukti secara ilmiah, anggapan ya ng berkembang di masyarakat adalah bahwa susu kambing dapat menyembuhkan berbaga i penyakit pernafasan, seperti asma dan TBC. Oleh karena itu permintaan cenderun g semakin meningkat dan harga yang masih cukup tinggi. Di sisi lain kambing pera h dapat berperan ganda sebagai peghasil susu dan daging. Dari kebutuhan investas i, usaha kambing pernah memerlukan investasi jauh lebih kecil dibandingkan denga n sapi perah dan di samping ini relatif lebih mudah dalam manajemen. Kambing perah yang banyak dikembangkan di Indonesia umumya kambing peranakan Eta wah (PE), yang umumnya masih lebih dominan sebagai sumber daging dibandingkan de ngan sumber air susu. Susu kambing belum dikenal secara Iuas seperti susu sapi p adahal memiliki komposisi kimia yang cukup baik (kandungan protein 4,3% dan lema k 2,8%) relatif lebih baik dibandingkan kandungan protein susu sapi dengan prote in 3,8% dan lemak 5,0% (Sunarlim dkk, 1992). Disamping itu dibandingkan dengan s usu sapi, susu kambing lebih mudah dicerna, karena ukuran molekul lemak susu kam bing lebih kecil dan secara alamiah sudah berada dalam keadaan homogen (Sunarlim dkk, 1992) (Sinn, 1983). Produktivitas biologis kambing cukup tinggi, 8-28% lebih tinggi dibandingkan sap i (Devendra, 1975). Jumlah anak per kelahiran (litter size) bervariasi 1 sampai dengan 3 ekor dengan tingkat produksi susu yang melebihi dari kebutuhan untuk an aknya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk komersial dan tidak mengganggu proses reproduksinya. Biaya investasi usaha ternak kambing relatif rendah dan p emeliharaannya pun jauh lebih mudah dibanding sapi. Pengembangan usaha kambing PE mempunyai peluang pasar yang cukup tinggi di Kabup aten Cianjur karena daya dukung kesesuaian iklim dan aksesibilitas ke berbagai d aerah konsumen. Tingginya impor dan masih rendahnya produksi susu sapi dalam neg eri, merupakan pasar yang perlu dijajaki. Dari aspek produksi daging, permintaan daging kambing di Indonesia maupun di dun ia juga mengalami peningkatan pesat selama 10 tahun terakhir ini. Indonesia meng konsumsi kambing sebagai salah satu sumber protein hewani yang utama setelah sap i dan ayam. Pasokan daging kambing relatif terbatas karena usaha peternakan kamb ing di Indonesia didominasi oleh usaha rumah tangga dengan skala pemilikian 4 10 ekor. Permintaan kambing untuk konsumen khususnya seperti restauran dan hotel-hotel ma sih dipenuhi oleh impor. Hal ini disebabkan daging kambing dalam negeri kurang s esuai untuk masakan yang dikehendaki oleh restauran dan hotel tersebut. Pengemba ngan pasar ke pasar spesifik merupakan peluang ekonomi yang pantas diraih dengan pengusahaan peternakan kambing sistem ranch, dan hal ini sangat sesuai dengan k ambing PE. Komoditas susu kambing juga memiliki propek yang baik sejalan dengan semakin memasyarakatnya susu tersebut. Kabupaten Cianjur memiliki keunggulan komparatif dalam usaha peternakan kambing karena ketersediaan lahan luas diikuti oleh kemampuan penduduk dalam menangani t ernak ini. Perkembangan teknologi dalam bidang peternakan yang pesat memungkinka n untuk mencapai produktivitas lebih dari yang ada pada saat ini. Tujuan Melakukan analisis finansial usaha ternak kambing di lingkungan di Kabupaten Cia njur mencangkup keuntungan usaha jangka pendek maupun jangka panjang serta prosp ek pengembangan di masa yang akan datang (peluang pasar). Peluang Pasar Karakteristik Pasar

69%.kecuali Fe dan Cu). Sunarlin memberikan analisis yang ag ak berbeda. juga diolah menjadi berbagai ben tuk seperti keju. sebaliknya harga susu sapi Rp 2000 3000. Triwulaningsih melaporkan hasil yang relatif tinggi. Sedangkan ka dar lemak susu kambing (2. 19. 1995). Pasar khusus masyarakat kota umumnya membeli dari pedagang daging yang telah disertifikasi. y aitu 5. Susu kambing mempunyai kandungan total bahan kering (abu) dan lemak lebih tinggi daripada sapi. kemudia n dipotong di rumah pemotongan hewan atau dipotong sendiri. P. Di Inggris. krim. Akhir-akhir ini konsumsi susu kambing terus meningkat dar i tahun ketahun. namun non protein nitrogen le bih tinggi pada kambing daripada susu sapi. Pada pasar tradisional. Oleh sebab itu. Besarnya pangsa kedua jenis pasar ini tak dapat ditentukan. Susu kambing lebih dikeal sebagai penawar penyakit tertentu disamping s ebagai sumber gizi. Hotel dan restoran selain membeli dari supermarket juga membeli dari pemasok ya ng khusus mengantarkan daging ke restoran sesuai dengan pesanan. Harga susu kambing Etawah segar adalah Rp 12. Seda ng konsumen masyarakat kota sangat memperhatikan masalah-masalah kesehatan hewan /daging..2%) dan sebagai aprodisiak (12.Pasar bagi daging kambing dapat digolongkan menjadi 2 bagian besar yakni pasar t radisional bagi masyarakat pedesaan dan sebagian masyarakat kota dan pasar khusu s bagi masyarakat kota. Penjualan daging ini dilaksanakan di pasar-pasar umum.1%.. Dari hasil studi Sukmawati et al. biasanya permintaan daging akan meningkat dan harga akan mening kat pula. Laju peningkatan populasi yang tidak seimbang dengan laju permi ntaan kambing tersbut akan menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan dan p . Tingkat permintaan daging kambing tidak terlalu fluktuatif sepanjang tahun. susu kambing ternyata sangat potensial sebagi sumber protein hewani disamping susu sapi.0%. susu kambing dapat menggantikannya. tepat sekali kalau pemasy arakatn susu kambing dikaitkan dengan program gizi keluarga dalam program posyan du. cara penanganan dan pembagian jenis daging. Total protein . dijual kambing hidup yang sehat untuk diguna kan pada kegiatan keagamaan. Konsumen dari pasar tradisional belum memperhatikan aspekaspek kesehatan hewan. Daging dipotong di rumah pemotong an hewan dan dijual di supermarket atau di toko-toko khusus yang menjual daging. penyakit pernafasan (asma. pembangunan jenis daging dan cara penanganan daging. vitaminnya (vitamin A dan B) serta riboflavin (tabel 1).8%) lebih rendah dibandingkan kadar lemak susu sapi.3%) selebihnya untuk menambah daya tahan tubuh (31. yaitu 3. namu n permintaan akan meningkat dengan cepat pada saat Hari raya Idul Adha. Persepsi konsumen. Dari hasil wawancara t ersebut. albinum dan globulin serta casein memang rendah. Dari uji organole ptik menunjukkan bahwa susu kambing cukup digemari seperti layaknya susu sapi (S unarlin.3% diba nding susu sapi (3%). Kedua jenis konsumen daging kambing ini mempunyai karakt eristik yang berbeda. mentega dan yoghurt (Mackenzie. 1992). Ca:P. Kandungan protein susu kambing hasil analisis ini lebih ti nggi dibandingkan penelitian Triwulaningsih (1986) yang hanya 2. Harga yang sangat menarik. susu kambing selain dikonsumsi. Persepsi tersebut diatas mempunyai pengaruh yang cuku p besar terhadap mahalnya harga susu kambing jika dibandingkan harga susu sapi y ang dapat mencapai 10 kali lipat.0 00/liter di Jakarta.5%). TBC. . Pada har i raya tersebut. CI. Dari data yang ada. Pada Hari raya Idul Adha. Bagi anak-anak (bayi) yang alergi terhadap susu sap i. memperlihatkan tentan g posisi susu kambing yang semakin penting di amsyarakat. bronkhitis) sebagai apro disiak dan untuk menjaga kondisi kesehatan (thahar dkk. Konsumen beranggapan bahwa susu kambing bermanfaat sebagai p enawar gatrointestinal.1970). bahwa sebagian besar konsumen memanfaatkan susu kambing sebagai obat (5 6. daging kambing dibeli oleh pedagang dari ternak. Konsumsi Susu Kambing. kandungan protein susu kambing relatif lebih tinggi. demikian juga kandungan mineralnya (Ca. yaitu 4.-/liter.

Masa subur kambing betina setelah berusia 5 tahun. Masa kehamilan selama 5 bulan dan masa Iaktasi 4 bulan.009 Dari data di atas terlihat dengan laju permintaan sebesar 6% per tahun dan tingk at produksi permintaan sebesar 6% pertahun dan tingkat produksi sebesar 3% per t ahun. 13.316 . 1995 .010 . Daging kambing jantan umumnya kurang disenangi karena memiliki serat yang kenyal dan bau yang cukup tajam. Untuk men yuburkan rumput dipergunakan pupuk organik yang banyaknya 32 kg per ha per tahun .365 . 8. 3. Kambing dewasa jenis ini m emiliki berat karkas bersih 18 20 kg untuk kambing jantan dan 15 18 untuk betina . Gambaran Usaha Faktor Teknis Populasi kambing di Indonesia saat ini mencapai 7 juta ekor. sehin gga dalam dua tahun dapat menghasilkan 6 9 ekor anak. Reproduks i kambing juga dipengaruhi oleh tingkat kecukupan gizi yang ada. penjualan kambing jantan dilakukan pa da usia muda kecuali kambing jantan yang hendak dijadikan pejantan. Jenis kambing etawa merupakan jenis yang memiliki produktivitas tinggi dan daya tahan yang Iebih baik. laju permintaan daging kambing 6% per tahun dan laju peningkatan pop ulasi kambing sebesar 3% per tahun maka proyeksi permintaan dan populasi kambing tahun 1999 terlihat pada tabel 1. Jenis kambing yang saat ini banyak dipelihara adalah kambing lokal dan kambing e tawa. 13. Kebutuhan pakan kambing dipenuhi dengan rumput yang ditanam oleh proyek di areal yang ada.000 ekor) Tahun : 1991 . Pemupukan hanya dilakukan pada 3 tahun pertama proyek.643 . Setiap melahirkan kambing mampu menghasilkan 2 3 ekor anak. D engan pemeliharaan yang baik.862 . 10. kambing dapat dikawinkan lagi 2 3 bulan lagi setel ah melahirkan. Secara teoritis. 2.951 . Tambahan pakan diperkirakan 24 ton per tahun. zat-zat organik yang dapat menyuburkan tanah dap at diperoleh dari kompos kotoran ternak. maka dalam 10 tahun mendatang. Jika diperkirakan seekor kambing dapat menghasilkan daging seb erat 10 kg. 1999 Populasi kambing : 11.562 .697 Keseimbangan Persediaan : 3. Jumlah ini 76% dian taranya berada di Pulau Jawa. kebutuhan daging Indonesia mungkin lagi dic ukupi. Pakan yang diberikan setiap hari berasal dari rumput yang ada di seputar rumah. Selain itu untuk kepentingan ditambahka n obat-obatan berupa hormon vitamin. 1997 .706 Permintaan kambing : 7. Oleh karenanya. Kambing betina jenis ini mencapai kematangan seksua l pada umur 8 9 bulan. untuk masa-masa selanju tnya rumput hanya akan dirawat. 3.300 . 12. kambing juga memerlukan makanan tambahan berupa biji-bijian untuk mem percepat pertumbuhannya.609 . Kambing umumnya dipelihara dengan cara yang sangat sederhana di setiap rumah tangga pedesaan. Sela in rumput. Proyeksi Permintaan dan Produksi Kambing Indonesia (x1. 1993 .067 . 12. Perkiraan perkembangan kambing pada ranch didasarkan pada perhitungan berikut: * * * * Kematian tahunan kambing dewasa : 10% Daya tahan hidup (survival rate) jantan : Daya tahan hidup (survival rate) betina : Tingkat pergantian induk : 35% 65% 85% . 14.057 . kambing dapat menghasilkan 6 9 anak setiap dua tahun. 2. 11.roduksi tersebut.966 . Setiap keluarga pada umumnya memilik i 4 6 ekor kambing yang dipelihara dengan dikandangkan di halaman rumah dan dige mbalakan di areal bekas panen atau lahan beras.

Anak betina dipilih sebanyak 2% sebagai repl acement stock.25 ekor/kelahiran. bersuhu sejuk (sekita s 20 C) atau pada daerah dengan ketinggian dari permukaan laut lebih dari 600 m. dapat mencapai produksi 4 liter/ekor/hari.692 liter per ekor per hari dengan produksi tertinggi dicapai 0. Berdasarkan persyaratan ini. 21.498 0.lepas sapih 2. pembelian bibit betina dan jantan. Sedangkan biaya operasional yang diperlukan d . dapat dilakukan sampai 9 bulan dengan puncak produksi pada bulan pertama dan bulan ke dua.000.7 1.868 liter.) memperlihatkan keragaan produksi kambing etawah dengan sistem pemeliharaan ya ng dikandangkan (sistem pemeliharaan intensif) diperlihatkan dalam data di bawah . Menurut Devand ra (1983) rataan produki susu kambing Etawah berkisar 0. Alternatif Lokasi Sebagai ternak perah. pembuatan gudang. Dengan sistem manajemen yang baik maka periode laktasasi dapat dilakukan sampai 9 bulan dengan puncak produksi pada bulan pertama kedua.500. sewa lahan. Ratusan litter size yang diperoleh adalah 2. tidak subur dan alasan lain 5%) * Persentasi induk yang disisihkan : * Tingkat pengantian induk : 25% 10% Usaha kambing ternak ini menggunakan induk 16 ekor dengan periode pemeliharaan s elama 6 tahun. Campaka dan Cugenang. Wilayah pengembangan adalah pada dae rah dengan lama periode kering tidak lebih dari 4 bulan. lokasi yang ideal bagi peternakan kambing perah adalah pad a daerah dengan dukungan sarana transportasi yang memadai.(Kematian 10%. dan lain-lain. Setelah lewat 2 tahun dijual sebagai pejantan afkir dengan ha rga yang sedang berlaku di pasaran. penyisihan karena tua 20%. Keragaan Produktivitas Kambing Karakteristik Litter size (ekor/kelahiran) : Berat lahir (kg) Kematian anak pra-sapih (%) : Pertumbuhan anak harian (g) . Skala Usaha Dari hasil studi di beberapa lokasi.0 kg per hari dengan rata-rata waktu laktasi 140 hari. Beberapa hasil penelitian (Sukmawatu et al . Total investasi untuk skala pemeliharaan 16 ekor betina dan 2 eko r jantan sebesar Rp. sehingga ketersediaan h ijauan dapat lebih terjamin. Pembiayaan dan Kelayakan Investasi Investasi tetap yang diperlukan dalam pegembangan ternak kambing PE meliputi ban gunan kandang. Penjualan ternak dilakukan atas dasar per kg bobot badan hidup. Pe jantan digunakan selama 2 tahun dan nisbah antara penggunaan jantan terhadap bet ina sebesar 1 : 8. maka Desa tegal Lega Kecamatan Warung Kondang merupakan salah satu lokasi potensial untuk pengembangan Takokak.-. dengan ketersediaan air bersih yang cukup. sedangkan anak jantan semuanya dijual. maka skala usaha yang disarankan da lam usaha kambing etawah untuk produksi air susu adalah 16 ekor induk kambing de ngan masa pemeliharaan 6 tahun.25 : 3 8 : : 135 100 Menurut Triwulaningsih (1986) produksi susu kambing PE sekitar 0. Sedapat mungkin ketersediaan lahan untuk tanaman ru mput juga tersedia. serta untuk dapat memanfaatkan tenaga kerja keluarga secara optimal dan dimungkinkannya tercapainya tingkat investasi yang cocok bagi kebanyakan masyarakat di Cianjur.pra sapih .

423. penjualan betina afkir. Obat-obatan : 1.000 6.000 4. yang terdiri dari biaya i nvestasi tetap dan biaya operasional selama satu tahun sebesar Rp 30..66 tahun atau sekitar 8 bulan . karena IRR yang sangat tinggi (> 100%).500.500.440..000 .916.00000 5.000 3.per tahun atau Rp 2.000. Lain-lain : 657.000 jantan afkir : 200.000 3. Berdasarkan perhitungan selama lima tahun.-.000.an dikeluarkan setiap tahunnya mencangkup biaya replacement stock. dan penjualan pupuk.Penjualan 5.000.600. Tenaga Kerja : 3.000 pupuk : 1. Peralatan : 200.700.042. Komponen biaya adalah komponen biaya tenaga kerja dan pakan masing-masing sebesa r 32 dan 31%. Sewa lahan (500 m2) : 3.000. NPV pads tingkat PE mampu bert ahan dalam suku bunga yang tinggi.000.Penyusunan Gudang Jumlah biaya tetap : : 500.000 . Komponen penerimaan terdiri dari penjualan susu. Pembelian ternak : 8.240.000. penjualan anak jantan.000 :: 39. Struktur pembiayaan dan investasi diperlihatkan dalam data di bawah. pakan. tenaga kerja.000.000 300.240.Penjualan 4. Keuntungan usaha setelah dikurangi beban bunga 18 persen per tahun diprediksi sebesar Rp 24.000.150. 39. penjualan anak betina. 9.700 Output 1. penjualan jantan afkir. Pakan : 2. Pembuatan kandang : 5. Jangk a waktu pengembalian juga relatif cepat.200. Sehingga total kebutuhan dana pinjaman.262.833.Betina : 2. Estimasi Input-Output Usaha Ternak kambing Perak (rupiah/tahun) Mulai awal 1.000 Biaya variabel 1. sekitar 0.700 Jumlah total ::: 30.Penjualan 2. Total penerimaan setiap tahun mencapai Rp. peralatan dan lain-lain dengan total kebutuhan pertahun sebesar Rp .000 2.-.000 :: 800.000.000 Jumlah output Dengan skala 16 ekor betina dan 2 ekor jantan bagi petani dapat merupakan usaha pokok dalam usaha tani. Komponen Nilai 1.Penjualan 3.500 Jumlah biaya variabel :: 9.per tahun. Indikator Investasi Usaha Ternak Kambing PE Kabupaten Cianjur Skala 6 Ekor Betin a dan 2 Ekor Jantan No.Penyusunan Kandang 2.000 4. obat.000 2.723.514.500.039 . Gudang Jumlah :: 20.000 anak jantan : 9.-. NPV (I=18%/th) : 64.600.Penjualan 6. Replacement : 1.000 Biaya tetap 1.Pejantan : 2.Penjualan susu : 22.000 betina afkir : 400.000 anak betina : 5.

10 kilog ram per kapita per tahun.932 juta kilogram per tahun atau hanya mencapai 12. Sebelumnya.44 persen dari potensi ternak kambing dan domba di provini itu. pemenuhan untuk konsumsi daging sapi masih bergantung pada provinsi lain s ebagai pemasok." kata Gubernur. Penerapan teknologi sederhana berupa pembuatan kandang yang bersifat permanen d an hygines serta mula mengintroduksi pakan konsentrat yang seimbang. Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Jawa Barat.12 persen dari target normal gizi 10." kata Heryawan.250 ekor dengan pro duksi susu yang dihasilkan sebanyak 242. kata dia. Upaya pengembangan peternakan kambing dan domba itu dianggap perlu mengingat tingginya kebutuhan konsumsi daging sapi di Jawa Barat yang belum mam pu dipenuhi oleh produksi daging sapi lokal. Ia mengatakan. dan pemanfaatan sapi perah jantan sebagai ternak potongan.39 juta ekor. saat ini tingkat konsumsi daging di Jabar baru mencapai 7. dimana investor dapat berperan sebagai inti d an masyarakat peternak sebagi plasma yang saling menguntungkan. ternyata usaha peterna kan kambing etawah dengan air susu sebagai produk utama adalah Iayak secara tekn is. di samping tetap mengoptimalkan peternakan peng gemukan sapi. Jabar menggiatkan pengembangan sektor peternakan dalam salah satu program kerjanya pada 2009 ini. hanya saj a saat ini belum disadari masyarakat yang justru masih tergantung daging sapi. 3. sehingga ke matian anak dapat ditekan dan keragaan reproduksi menjadi lebih baik membuat usa ha ini dapat berjalan lebih efisien dan dapat menguntungkan bagi peternak. . jumlah populasi domba di Jaba r mencapai 5. NPV (I=25%/th) : 54. sebagian b esar dikelola peternak rakyat.090. populasi ternak sapi perah di Jabar sebanyak 111.2.450 IRR > 100% Payback Period (BI) 7. Untuk ekspansi usaha bagi peternak tentunya terbatas. Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan mendorong masyarakat di daerah i ni untuk menggemari daging kambing dan domba untuk meningkatkan konsumsi daging di provinsi itu. "Diharapkan keberadaan pasar ternak regional di Jabar tidak hanya berorientasi p ada pemasaran daging sapi. Saat ini. kata dia. khususnya dalam hal pengad aan modal kerja.102 ton. perlunya terobosan untuk meningkatkan mas yarakat suka mengkonsumsi daging kambing dan domba untuk mencapai target normal gizi konsumen daging di provinsi itu." kata Heryawan. ekonomis dan finansial di Kabupaten Cianjur bila dilaksanakan dengan manajem en berorientasi komersial dan dengan disertai sistem pemeliharaan yang intensif. 4. Ia menambahkan. Jabar juga mendorong sentra agrobisnis peternakan sapi perah. tetapi juga dapat lebih optimal mendorong pemasaran t ernak kambing dan domba. "Jabar saat ini menjadi produsen susu terbesar kedua secara narional. Ia mengakui.89 kil ogram per kapita per tahun atau 78.29 Peluang Usaha Bagi Investor Dari hasil analisis biaya dan investasi tersebut di atas. "Konsumsi dan dom ba merupakan konsumsi daging riil yang bisa dilakukan oleh masyarakat. bibit sapi betina. Saat ini . konsumsi daging domba dan kambing di Jawa Ba rat baru mencapai 3. Selain itu. Dalam hal ini ada peluang bagi investor untuk membantu masyarak at dengan membuat kemitraan usaha. Jadi. Bagi peternak pe nerimaan cash income yang lebih terjamin oleh inti merupakan sesuatu yang sangat menarik.31 juta ekor dan kambing sebanyak 7.

" lanj ut Nasib Nasib sendiri sudah dua tahun menjadi peternak kambing Etawa lantaran melihat po tensi ekonominya yang tinggi. O iya.5 meter X 20 meter mampu muat sekitar 50 indukan. Menurut Nasib. Sehingga. Dari hasi l peternakannya ini." kata Heryawan.10 kilogram pe r kapita per tahun.93 kilo gram per kapita per tahun atau 97. tingkat konsumsi susu di Jabar belum juga ideal. Lantaran. kambing Etawa yang ada merupakan hasil persilangan dari Kambing Etawa asal India yang dibawa oleh penjajah Belanda dengan kambing lokal di Kaligesing. Nasib akan mengumpulkan kotoran kambingnya dan mengolahnya menjadi pupuk kandang untuk tanaman-tanaman di kebunnya. jarak kandang sebaiknya lebih dari 20 meter dari ruma h." ujar Nasib Setiyawan. Untuk memulai usaha ini." ujar Nasib. Saat ini Nasib sudah punya sekitar 50 indukan kambing Etawa siap jual. agar tidak bau. "Karena kotoran kambing Etawa itu mengandung amon ia yang sangat tinggi. pakan berlimp ah dan sifat kambing Etawa peranakan Kaligesing yang dibiakkannya rata-rata puny a daya tahan tubuh yang bagus. Kambing Etawa ini sangat diminati masyarakat sekitar Jawa Tengah lantaran postur tubuhnya yang tinggi besar. Rata-rata satu induk bisa menghasilka . nanti sembuh. peternak kambing Etawa dari Kabup aten Lumajang. Indukan ini rata-rata usianya lebih dari 12 bul an. Kandang ini harus dibuat seperti panggung dengan jarak lantai kandang dari tanah sekitar 1 meter. yakni 5. serta tanduk yang panjang dan ramping. Kambing Etawa yang saat ini berkembang di masyarakat bukanlah kambing Etawa asli .5 juta sampai Rp 2 juta per ekor. Seroja Agrobiz. paling tidak kita harus membuat kandangnya terlebih dah ulu. "Penyakit paling sering hanya penyakit kulit." lanjutnya. Perbandingann ya. Ia lantas bergabung dengan sentra peternakan kambi ng Etawa rakyat Lumajang. "Sayangnya potensi itu terkendala masih lemahnya posisi tawa r peternak dalam memperoleh nilai jual susu sehingga berakibat pada penurunan ha rga susu yang diterima dari industri pengolahan susu. Pasalnya. Namun berupa peranakan kambing Etawa. Purworejo. Ciri khas kambing Etawa adalah bentuk mukanya yang cembung dengan telinga panjan g menggelambir. Saban minggu. "Kambing ini jarang dikonsumsi akan tetapi jadi binatang peliharaan de ngan nilai jual tinggi. "Kambing jenis ini mudah berkembang dengan baik di daerah berhawa dingin. cara beternak kambing Etawa sangat mudah. Bulunya halus dan beragam warnanya. Ukuran kandang 4. usia 6 atau 7 bulan harganya seki tar Rp 1. maka kandang harus dibersihkan tiap hari. rata-rata saban bulan ia mampu menjual mulai dari 10 kambin g sampai 100 kambing dengan potensi laba sampai Rp 100 juta. Sementara kalau mau beli anakan kambing Etawa. Lantai kandang dibuat dari bilah bambu atau papan dan lebih tinggi dari tanah ag ar kebersihan kandang terjaga. Tinggal dibalur dengan belerang ya ng ditumbuk dan dicampur minyak. satu jantan untuk 15 betina.Meski demikian.21 persen dari target sebesar 6.

tergantung penampilan si kambing. "Kebanyakan pembeli te rtarik memesan lewat internet. Dari kambing-kambingnya. barulah bisa diperas susunya.suaramedia. (fn/sc/km/knt) www. turi. Sementara untuk indukan usia 2 tahun.000.co m Berita Lainnya: . pasarkan lewat internet baru dia. Untuk makanannya. Nasib membeli dari pengepul daun.5 juta sampai Rp 6 juta per kambing. Harga kambing dewasa antara Rp 3. Sekali pasok. Kambingkambing Nasib dijual secara berkelompok dengan kambing-kambing peternak Lumajang lainnya. Kambing Etawa dewasa mulai bisa dikawinkan usia 12 bulan. hasil ketur unannya tidak terlalu bagus. Untuk lima ekor kambing butuh 50 kilo campuran daun lamtoro.000 per ekor sam pai Rp 1 juta per ekor." kilahnya. 50 kilo daun dihargainya Rp 6. Padahal si kamb ing butuh tiga kali makan dalam sehari." lanjut Nasib. "Kalau terlalu muda. kaliad ra. bisa sekitar 300 kambing dilempar untuk pasar Jakarta dan sekitarn ya. akan tetapi Nasib mula i mengawinkan kambing-kambingnya usia 14 bulan. Nasib bisa meraup untung antara Rp 500. "Tidak ada jamu khusus untuk memperbanyak susunya. Bandung. Nasib bilang.n 2 kambing. Surabaya dan Lombok. jamal dan daun sengon yang sudah dicacah halus sekali makan. bisa dijual mulai harga Rp 4 juta sampai Rp 6 juta per ekor. Setelah kambing kawin dan beranak. Nanti kalau sudah habis masa kawinnya ya sus unya akan kering sendiri." ujarnya bangga. pembelinya kebanyakan menyukai kambing usia satu tahunan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful