ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Waktu adanya udara di alveoli . Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Pengembangan paru yang adekuat 2. Jumlah darah d.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). membran ini kadang disebut membran respirasi. Tebal membran respirasi c. dada . Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. diafragma turun dan volume paru bertambah. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. yaitu : 1.mengembang. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Afinitas f. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Pada inspirasi. Jalan nafas yang bersih c. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Tekanan udara atmosfir b. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Luas permukaan paru b. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Lingkungan Ketinggian. Latihan (exercise) V. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. makin rendah PaO2. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Hematokrit darah d. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Jumlah sel darah merah c. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas.3. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Makin tinggi daratan. 2. panas. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. 3. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. sehingga darah akan mengalir ke kulit. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Sebagai respon terhadap panas. .

Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru.demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Perubahan pola nafas . Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. lelah dan pucat. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 6. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. 7. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. 5. 4. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah.

jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. laring atau trakhea. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. kapasitas vital menurun 4. Regio. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. sex. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). pharing. Dewasa tua : volume residu meningkat. Bayi : 44 x/mnt c. pekerjaan.60 x/mnt b. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi).20 x/mnt e. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Dewasa : 15 . 2. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. 8. dan Time) 3. Riwayat perkembangan a. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. VI. Quality. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Anak : 20 . dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Riwayat kesehatan keluarga . pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis.25 x/mnt d. Neonatus : 30 . denyut jantung meningkat. Biodata pasien (umur. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Skala.

Faring Inspeksi : warna. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Pemeriksaan fisik a. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. eksudat. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). kesimetrisan hidung. ‡ Bentuk dada. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. darah). Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. faktor-faktor alergen dll.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. rekreasi. misalnya : merokok. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . sinus maksilaris b. Riwayat spiritual 8. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. Palpasi : sinus frontalis. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. mukosa (warna. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. pekerjaan. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. simetris. keadaan lingkungan. deviasi septum. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. 6. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. bengkak c. eksudat ulserasi. d. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. perforasi. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. 5. bengkak.

frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. ‡ Pola napas. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . klien tenang. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt.24 x/mnt. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. Perlu juga dikaji bunyi napas. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang.mengecil. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung.

Potensial/resiko infeksi 9. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Pola napas tidak efektif 3. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. Interaksi sosial terganggu 10. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. . Gangguan pertukaran gas 4. nyeri tekan. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Perubahan rasa nyaman 8. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. dll sesuai respon klien 1.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Penurunan kardiak output 5. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. Rasa berduka 6. peradangan. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Koping tidak efektif 7. massa. Intoleransi aktifitas. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah.

keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada.Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. flail chest. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi . trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. obstruksi bronchial. trauma kepala. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. obesitas. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi.

Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. 4. dispnea. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner.‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada . dehidrasi. RENCANA KEPERAWATAN 1. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. napas pendek. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan.

Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. Mobilisasi sekresi paru A. intra vena. trakheal. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. sub kutan. Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . . endotrakheal atau trakheostomi tube. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Obat ini dapat diberikan peroral. nasopharingeal. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. 2. suction dapat dilakukan pada oral. E.5 liter perhari. ambulasi dan latihan D.2.

pneumothoraks. tergantung letak sekret dalam paru. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik.B. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. C.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. .4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. C. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. Biasanya dilakukan 2 . Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage.Perkusi sekitar 1 . flail chest.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret .Vibrasi 4 . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. lakukan : . Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. open pneumothoraks. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. 3.2 menit .

Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. The three bottle water 4. yang mencakup tindakan ABC. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. The two bottle water c. benda padat. significant other . posisi fowler/semi fowler. The single bottle water seal system b. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. tetes hidung. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. Tipenya : a. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP).

hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas.blogspot. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX. pakaian tipis dan hangat. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi. http://athearobiansyah. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. tingkatkan rasa nyaman.‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. fasilitasi lingkungan.html . terapi yang sesuai.

Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. Manusia menghirup udara melalui hidung. belerang (S). Sebagai hasilnya terbentuklah CO2. energi dan air. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. karbon dioksida (CO2). yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). 1. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel. Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. yaitu kebutuhan fisiologis. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. B. Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. dan nitrogen (N2). dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel. Selain . mempertahankan hidupnya. Gas-gas tersebut ikut terhirup.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia. C. Misalnya. namun juga gas-gas yang lain. namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah.

Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. hindarilah makan sambil berbicara. Oleh karena itu. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Jika makan sambil berbicara. udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Oleh karenanya. Hal ini terjadi ketika berbicara. Pada laring. Ketika udara melewati pita suara. di bawah epiglotis. Dengan kemampuan tersebut. 4. Gelembunggelembung tersebut . Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Bronkus terbagi menjadi dua. udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Setelah melewati hidung. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. dan cabang batang tenggorokan (bronkus). udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. terdapat pita suara. 2. Setelah melalui laring. hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Adanya katup tersebut. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus.sebagai organ pernapasan. Dari rongga hidung. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. 3. Pembatas ini bukan sekedar pembatas. batang tenggorokan (trakea). Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan.

Akibatnya. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. D. Proses Pernapasan Saat bernapas.disebut alveoli (tunggal: alveolus). Dalam darah. Akhirnya. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. Selanjutnya. 1. Proses pernapasan meliputi dua proses. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. Saat kamu mengeluarkan napas. hal yang perlu diingat. udara terus masuk ke tenggorokan. kemudian ke dalam paru-paru. Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Adanya kondisi jalan nafas yang baik. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. Bersamaan dengan itu. otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. menghirup udara melalui hidung. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. Dari hidung. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Agar lebih jelas. b. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer. otot diafragma berkontraksi. Jadi. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. oksigen diikat oleh hemoglobin. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. . Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Sewaktu menarik napas. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain.

Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. Kardiak output. Peningkatan laju Metabolik. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. E. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot.c. yaitu medula oblongata dan pons. 4. Refusi. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. Pusat pernapasan. Difusi. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. d. Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. Kondisi pembuluh darah.Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. dan lain-lain. nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. b. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. Luasnya permukaan paru-paru. latihan & aktivasi seperti olahraga. c. Akan tetapi. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. Hipovolemia. Transportasi. secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Proses ini dipengaruhi oleh: a. . kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ). kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2. b. Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. PenurunZan kapasitas angkut O2.

seperti penurunan elastisitas paru. Z Lansia. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. dll. penyakit otot. dilatasi saluran bronkus. permen. diet yang tidak sehat. penyakit susunan syaraf. 2. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis. Z Bayi prematur. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. Bayi danZ anak-anak. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja. obesitas. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas. seperti merokok. seperti faringitis. Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. Kondisi stres. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. penyakit kronis. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan.Kondisi lainnya. kebiasaan merokok. 3. influenza. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). penyakit obstruksi pernafasan atas. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. . trauma. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. pelebaran alveolus. tinsilitis. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. kurang berolahraga.

Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2. gaya hidup. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. Status nutrisi. Emosi. Perasaan takut.4. terutama morfin dan meperidin. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis. o Penggunaan narkotika dan analgesik. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. kondisi emosional. Z Ketinggian. cemas. Selain itu. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. dengan kata lain. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. denyut jantung. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. Z Ketergantungan zat adiktif. Nutrisi. 5. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen . Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. kebiasaan berolah raga. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. Lingkungan Z Suhu. Sebaliknya. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan.

Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. l. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. Hipoventilasi . e. d. Sesak dan berat saat bernafas. Cheyne stokes. Sianosis. Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. k. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. h. Biot . 3. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala. c. Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. Pola pernapasan yang lambat abnormal. f. j. Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. Ortopnea. Dispnea. terdesak. lalu dimulai lagi dari siklus baru.Polusi. Stridor . F. Kussmaul. Hiperventilasi. batuk. Perubahan pola pernapasan a. 2.sb. pusing. 10 kali per menit. Pernapasan paradoksial. g. Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. terkait . i. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes. Takipnea. Bradipnea.

Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. . terutama kabel-kabel diruangan tersebut. irama. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara.dan kedalaman pernapasan tidak normal. Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas. ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. kenyamanan. dan tingkat perkembangannya. antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler. letargi. pasien dengan pertukaran gas. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. baik oksigen maupun karbondioksida. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. 4. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik.

‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. ‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. a. Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. Sumber Dinding. b. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh. Kanula nasal . kencangkan dengan kunci inggris atau tang. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1. pasang pada flowmeter. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. Tabung. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. 2. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. yaitu : 1.

Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%. berbicara. pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal. serta kateter mudah tersumbat. a.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur. Kateter nasal 3.2. 5. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. klien bebas makan. b. Sungkup muka dengan kantong rebreathing. . . tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal. klien bebas bergerak.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%. . murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap. dapat mengiritasi selaput lendir.Keuntungan . dapat terjadi distensi lambung. lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman. aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung.44%. Kanul Nasal c. bergerak. Sungkup muka sederhana. Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut. mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing. Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% . . 4. .Keuntungan Pemberian oksigen stabil. makan dan berbicara.

Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat.Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana. dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt . Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi . Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury. tidak mengeringkan selaput lendir. Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt .Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. masker non rebreathing 2.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%. Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. e. akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. . .Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal. kantong oksigen bisa terlipat. dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan. d. sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur. tidak mengeringkan selaput lendir . sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2.

Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation). jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2.Keuntungan 55%. kantong oksigen bisa terlipat. Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi. H.dengan konsentrasi 30 . trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. 2009). . merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad. jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. Prinsip utama RJP adalah. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 .Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1. Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2. Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien.

yaitu : 1. harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. Meminta pertolongan. Memperbaiki posisi korban/pasien. Ada dua prinsip penting. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut. C. 4. 3. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. B. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap.2. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. Jika posisi . Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas. a.

biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang. Terdiri dari 2 tahap : 1. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh. sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut. Jika korban/pasien tidak bernapas. Mengatur posisi penolong. Memastikan korban/pasien tidak bernapas. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. 5. 2. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah). BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi.sudah terlentang. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. ‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. Memberikan bantuan napas. AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar. kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain.

penolong harus menutup mulut korban/pasien. Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. sehingga terjadi distensi lambung. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup.5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg). Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri . Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1.mulut. o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%. Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma. dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung.

o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya. jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong.karotis di daerah leher korban/ pasien. 2.5 2 inci (3. dan diastolik yang sangat rendah. (50% Duty Cycle). o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi. sedangkan curah jantung (cardiac output) . selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. Jika teraba denyutan nadi. o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. Memberikan bantuan sirkulasi. o Dengan posisi badan tegak lurus. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi.8 5 cm). Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung. Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi. dan jika bernapas pertahankan jalan napas. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien. o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan. penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien. penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum).

Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat.com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas. Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir . adalah jumlah napas makhluk hidup.60-70 napas per menit http://rismalia. Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas.Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi . seperti manusia. Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi. Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan. Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya.hanya 25% dari curah jantung normal. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat.12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat .20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah . I.16-25 napas per menit ‡ Dewasa .html?zx=eacd260c7c58f6ba .35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak . ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate. Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik. yang perlu dicatat. dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan.blogspot.20-30 napas per menit ‡ Anak-anak . mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit). Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat.

Anemi yang berat 7. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1. mudah terangsang. me(-)I respon kompensasi 3. Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP . keringat meningkat Kardiovaskuler . Bingung / gelisah. Selama dan sesudah operasi 6.Ketidaksadaran.RR meningkt. Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3. Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1. me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. Peningkatan. peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan . Penggunaan otot bantu pernapasan . Dipsnea. Cuping hdng.Peningkatan co2. Syok 5.Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna. tdk ada rasa dan mdh trbakar. Gagal nafas akut 4. Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2.

umur. Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama. Kanul Nasal b. sebah . dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg.u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas. Kateter Nasal c. Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek. muntah akibat peningkatan asam lambung .agama. adax bnda asing . Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia. Macam2 pemberian O2 a.Hipoksia dan hipoksemia 5.Sianosis . TBC . terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma. dekompensasi cordis.alamat. mual. pendidikan. diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas . K tdk dpt beraktifitas . jenkel. sesak sprti trtekan benda brat t.dbwa ke RS & dberi terapi O2. diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. hwa dingin. trauma dada.status perkawinan. Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a. tgl MRS.

Leher : JVP meningkat 7. ronchi pd decompensasi cordis. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni. d. tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt. edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a. Palpasi : Thrill . pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) . hidung : pernafasan cuping hdng 4. bila redup ada tumor. Kebersihan Diri d. tensi meningkat. pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan . Pemeriksaan fisik 1.b. Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. b. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . wezing pd sesak coz asma . KU : gelisah. TTV : RR meningkat. mata : conjunctiva anemis 3.sesak berat K apatis c. dada : 1. nmpak sianosis. kepala dan rambut 2. Kesadaran : composmetis. ditandai dng kontraksi jantung. N meningkat. ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. telinga : sianosis 6. Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. vokal premitus meningkat (pneumoni).berkerngat bxk. Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. Pola Aktivitas e.

laboratorium : .adanya benda asing . Pco2 < 80 mmHg.Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B. Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) .batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS. Perkusi d. Inspecsi b. Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a. bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a.edema dan spasme bronchus / trachea . Auskultasi c. Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d.Bronchus copy .Biopsi Paru . frekuensi irama nafas normal.AGD : Pco2 > 45 mmHg.c.Hb < 10 gr % .D : . stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih. tdk menggunakan otot bntu pernafasan .Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme . ronchi. saturasi oksigen < 95 . batuk efektif. pHco3 < 22 mmHg. reles wezing tdk ada.Rontgen .

Pertahankan Hidrasi yg adekuat . hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1.D depresi sesak nafas. Lakukan fisio terapi dada 6. berikan O2 S. kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal. Atur posisi klien semifowler 2.Intervensi 1. Pemberian vasodilator / aminophilin 9. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3. bradipnea. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3. Berikan obat mukolitik / nebulizer s. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B. Pemberian oksigen c. Pemberian antibiotik b. penurunan O2 dlm udara inspirasi. Kaji suara nafas dan obs TTV 8.i program 5.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4. Obs TTV 6.berikan o2 dng / sesuai program 2.jk tdk ada kontraindikasi 4. orthopnea. Diskusikan penyebab 5. Kolaborasi dng tim medis a. alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. Obs TTV . efek obat anestesi. takipnea.

html Asuhan keperawatan Oksigenasi . gas drh arteri normal. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5. Mengatur posisi fowler / semifowler 2. ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6. keletihan.i program pertahankan humidifier adekuat 3.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen. Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada. Berikan o2 s. bingung. dispenia tdk ada Intervensi 1. AGD PO2 menurun.blogspot. berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan.3. kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4.

ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung III.I. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. dan laring . PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. oral (orofaring). Saluran Nafas Atas 1. II.

Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) .Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan . Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus . Saluran Nafas Bawah 1. limfatik dan saraf 2. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri.Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4.Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea.Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) .(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : .Glotis : ostium antara pita suara dalam laring . Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B.

Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) .‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5.Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli . Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6.Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus . Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : .

FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi).Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . Jalan nafas yang bersih c. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi . Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : . Pengembangan paru yang adekuat 2.Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. dada . yaitu : 1.mengembang. diafragma turun dan volume paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Pada inspirasi. Tekanan udara atmosfir b. membran ini kadang disebut membran respirasi. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah.

panas. Luas permukaan paru b. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Afinitas f. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Makin tinggi daratan. Latihan (exercise) V. 2. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Hematokrit darah d. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Sebagai akibatnya . Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Jumlah darah d. Jumlah sel darah merah c. makin rendah PaO2. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi.sangat mempengaruhi proses difusi. Tebal membran respirasi c. Lingkungan Ketinggian. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Waktu adanya udara di alveoli 3.

Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Sebagai respon terhadap panas. sehingga darah akan mengalir ke kulit. 6. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. 4. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. 3. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. 5. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik.

Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . 8. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru.napas. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. lelah dan pucat. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. pekerjaan. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. pharing. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. denyut jantung meningkat. Biodata pasien (umur. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. sex. VI. laring atau trakhea. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun . Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). 7. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume.

sinus maksilaris b. Anak : 20 . Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. mukosa (warna. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. perforasi.25 x/mnt d. Neonatus : 30 . 6. pekerjaan. faktor-faktor alergen dll. Dewasa tua : volume residu meningkat. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. misalnya : merokok. Faring Inspeksi : warna. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. rekreasi. simetris. Pemeriksaan fisik a. kesimetrisan hidung. 5. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. eksudat. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. Riwayat perkembangan a. eksudat ulserasi. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. bengkak. Skala. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. bengkak c.60 x/mnt b.psikologis. Quality. darah). Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Trakhea . Regio. Dewasa : 15 . dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Palpasi : sinus frontalis. deviasi septum. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. keadaan lingkungan. dan Time) 3.20 x/mnt e. Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. 2. kapasitas vital menurun 4. Riwayat spiritual 8. Bayi : 44 x/mnt c.

atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. klien tenang. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. ‡ Pola napas. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. ‡ Bentuk dada. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler.24 x/mnt. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt.Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. d. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1).

atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar . massa.cepat dan dalam. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. Perlu juga dikaji bunyi napas. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. nyeri tekan. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. peradangan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Rasa berduka 6. Pola napas tidak efektif 3.VII. Koping tidak efektif 7. Gangguan pertukaran gas 4. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Intoleransi aktifitas. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. dll sesuai respon klien 1. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat . Perubahan rasa nyaman 8. Interaksi sosial terganggu 10. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. Penurunan kardiak output 5. Potensial/resiko infeksi 9.

Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. 4. trauma kepala. obstruksi bronchial. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. obesitas. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. flail chest.Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema.

reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. napas pendek.‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. RENCANA KEPERAWATAN 1. dispnea. dehidrasi. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien .

rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. nasopharingeal.5 liter perhari. endotrakheal atau trakheostomi tube. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . E. trakheal. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Biasanya dilakukan 2 . Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. B. Obat ini dapat diberikan peroral. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. Mobilisasi sekresi paru A.2. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya.‡ Pada pasien pot op. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. sub kutan. intra vena. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. 2. suction dapat dilakukan pada oral.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. ambulasi dan latihan D. lakukan : . C.

. pneumothoraks. open pneumothoraks. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. C. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage.Vibrasi 4 . benda padat. tergantung letak sekret dalam paru..2 menit .Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. flail chest. 3.Perkusi sekitar 1 . Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan.

fasilitasi lingkungan. yang mencakup tindakan ABC. The three bottle water 4. pakaian tipis dan hangat. terapi yang sesuai. tetes hidung. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. The two bottle water c. tingkatkan rasa nyaman. posisi fowler/semi fowler. .Tipenya : a. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. The single bottle water seal system b. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai.

Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. dan bronkiolus. larinx trachea. farinx. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan .hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. Daftar Pustaka http://iwansain. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan.wordpress. bronkus. di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum.

Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. dan os. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. glandula tyroidea. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. sebelah dalam kulit. penonjolan tempat melekatnya ligamen . Sphenoidale. Hyoideum. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. dan 2 cartilago arytenoidea 2. Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. plika vokalis. palatinus. dibawah concha inferior. cartilago yaitu cartilago thyroidea. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. epiglottis. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. dan (3) inferior. Membrana mukosa olfaktorius. dan beberapa otot kecila. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. cartilago cricoidea. membrana mukosa.membran mukosa. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. Pada bagian belakang. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal).

dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum.thyrohyoideum. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. cricoidea. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. Terletak dibawah cartilago tyroidea. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. yang . Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Plica aryepiglottica. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. dan thyroidea. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale.

selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. misalnya gumpalan makanan. lidah. (c) infeksi. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2.jenis sel yang sama. Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing. misalnya kanker pita suara. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. dan bibir. Selama respirasi kuat. dan lebih vertikal daripada yang kiri. misalnya difteri. Trachea tersusun atas 16 . dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis.5 cm. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri. plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). pipi. plica vocalis terpisah lebar. Respirasi Selama respirasi tenang.dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis.20 lingkaran tak. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. disebut . (d) tumor. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar.lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea.

arteri pulmonalis 2. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan.5 cm diatas calvicula 2.0 cm. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. permukaan mediastinal. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. menempel pada perikardium dan jantung. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. permukaan costo vertebra. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Suplai Darah 1. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior.bronckus lobus bawah.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. venula. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. Paru -paru memilki : 1. 4. asinus atau. arteri bronkialis . Apeks. bronchial venula. dan basis. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. ductus alveolar. arteriola. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara).5 s/d 1. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. sakkus alveolar dan alveoli.

Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. Selanjutnya. dan venula menjadi vena. dan sirkulasi paru. Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. melalui sebuah alveolus. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. katup pulmonalis. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. kedalam arteri pulmonais. Jantung. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. interferon. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. sirkulasi sistemik. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas.Innervasi 1. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. Tetapi. dan antibodi spesifik. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). PMNs. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis.

enzimatik. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. transportasi. serratus. Stadium ke dua. ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . lateral dan vertikal. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi. Seiama inspirasi. scalenus dan m. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah. dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. Selama pernapasan tenang. Stadium pertama adalah ventilasi. intercostalis externus berperanan mengangkat iga. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot. 1. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata. M. dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. m. 3. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. 2.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

adanya bagian yang datar. Sesungguhnya. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin.3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. Pada kurva bagian atas yang datar. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan.4.60F) dan pH darah 7. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang.3-DPG sel darah merah meningkat. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu. yang agak tergeser ke kanan. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan. pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan. (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia. Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan. pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2.3 difosfogliserat (2. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi. menggambarkan peningkatan metabolisme . meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan. Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. dalam keadaan ini. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02. pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit. Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98. Karena itu.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk. Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali.

Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat. maka reaksi tersebut tidak reversibel. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. terutama apabila disertai dengan hipoksemia. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. Karena itu. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang. TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2. tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen. Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat. dan mudah diukur dalarn laboratorium modern. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan. Sebaliknya. sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun.

Proses terbentuknya embolus disebut embolism .com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru. Reservoir darah 4. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1. dan arteri cereberal. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru. arteri renalis.wordpress. untuk lebih memahami emboli. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis. Embolus (95 %) berasal dari trombus. dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. arteri coroner. Medulla Oblongata 2. 2.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik.Baiklah. bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah.

Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. arteri.> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. coronaria dan infark miokard. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau . Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a.> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu. tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . ginjal. kelompok bakteri. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a. gas nitrogen. anoksemia. Embolus dalam a. coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas. kelompok sel tumor. Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit . anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner . pembuluh limfe dan jantung Akibat . dan anggota tubuh bawah. jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena. trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak. limpa.sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena.Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang .

Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena. verniks caseosa. Penulis harapkan. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg . ²²²http://iwansain. pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi. hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan. Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek. anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus. kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis .> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal .wordpress.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks.

Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung.> dilepaskan suatu zat tromboplastin. throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2.terjadi trombosis. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri). massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel. Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen . Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa. Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn. . Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1. Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. thromboangitis obliterans. eritrosit dan fibrin.> fibrin.

Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia. ‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah.u tda eritrosit . Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3. pada penyakit yang disertai µsludged blood¶. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat. sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat.perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri.

mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena. mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A. renalis ‡ A. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis . coronaria ‡ A.‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis.

Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4.wordpress.> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah . ruang angkasa.com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1. Kepentingan dipertahankan suhu . Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka).> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang . Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2.‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap . atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan. Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3.> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain.

vagina. yang benar.6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 . otot.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam.33 Ts + 0.3 kalinya. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 .benar mempunyai suhu rata-rata 370 C.3 sore). esophagus. . TMB = 0. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1. membrane tympani. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak. Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh.tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita. 2.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus . Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 .67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus. PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh. yaitu diukur pada daerah (mulut. Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%.

Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul. Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. seperti cahaya radiasi. gas atau cairan. naik dan diganti udara yang lebih dingin. Walau tidak berkeringat.PELEPASAN PANAS 1. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi. Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. 2. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. 2. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic.

penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. yang disebut pirogen endogen. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. dan sel-sel yang mengalami cedera. mekanisme panas yang (evaporasi). Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. makrofag. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif.Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif. dengan batas maximal 5 kali. PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2. dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal. . Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. Menggigil efektif untuk pembentukan panas.

disertai gejala nonspesifik (lemah. Tingkat IV : telah terjadi syok. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. yang merupakan Flavi virus. Penyebabnya adalah virus dengue. Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. mual. kemudian turun sampai batas normal.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian. hipotensi. Tingkat III : kegagalan peredaran darah. ditandai dengan nadi cepat. yaitu 2-3 hari. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. Penyakit ini dapat menjadi epidemi. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. lemah. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain.‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus. Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit. dan sebagainya). harap segera membawa ke rumah . dan terbanyak pada waktu musim hujan. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit. dan kulit dingin.wordpress. Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh. pusing.

definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX). Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. apakah sistem DOS atau UNIX. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Sejarah. INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. Memang itulah fungsinya. 2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian. Dengan demikian.sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya. . dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. yang berarti ³antara´. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis. sehingga mereka dapat berkomunikasi. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP.

Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. Maka terbentuklah ARPANet. Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya. . Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. seperti juga industri senjata. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data.

INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. protokol ini disebut IP (Internet Protocol). Sebagai contoh. kemudian dikirimkan satu per satu. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Sebagai contoh. paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. Sambungan langsung ke Network . jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. Maka. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. Cara akses ke INTERNET 1. Di Internet. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah.Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. Kedua. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket). Dengan adanya TCP/IP ini. Pertama. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. · Memberi INTERNET fleksibilitas. mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. Sementara paket-paket data bergerak. karena itu biasanya disebut TCP/IP. jika terjadi kesalahan. harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. bukan semua paket data.

Sebagai contoh. . 2. alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. yang terdapat antara masing-masing jaringan. Warp. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. dll. Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. 3. sistem Anda menjadi host INTERNET penuh. diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator).Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. Dalam kasus ini. Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). Compuserve. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon. Untuk melakukan hal tersebut. Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon. Sedang. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. Selanjutnya. ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon. dan sebaliknya.

alamat dibaca dari kanan ke kiri. Seperti Anda lihat pada contoh di atas. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain.id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat.Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Hal ini disebut Dynamic Rerouting. Artinya. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. yaitu domain. yang berarti Indonesia. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. Mula-mula jaringan . maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). Gopher. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu. Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah). angka biner tetap digunakan. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan. sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS. Seperti pada alamat IP. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai.bppt. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS. yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. Untuk mencapai komputer tersebut.

tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2. Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis. singkatan ³id´ berarti Indonesia. Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended. Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS. Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´.

Proses ini disebut uploading. Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. III. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. Maka secara virtual Anda dapat . Sebagai contoh. II. Sebagai pemakai INTERNET. Gopher client menampilkan menu. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary. Dalam INTERNET. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar. I. Sebagai contoh. Namum selain pesan-pesan pribadi. Setelah Anda menghubungi host tersebut.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading. Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. Di belakang layar. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. IV. Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah).

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti.mty.edu Ekonomi global pol-econ@shsu. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey.uri. video dan suara). Fasilitas demikian disebut Gopher.Keuangan.bitnet@vm1.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn. Mailing List Kelompok diskusi . Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu. WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen.bitnet Ekonomi politik . Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju.nodak.edu Bisnis.mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc.itesm. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan. ceramah.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik. seminar. sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus. Dengan menggunakan fasilitas ini.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang. file berisi gambar.

gov menunjukkan negara asal site. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet. Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting. Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site.BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu. Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. Anda membutuhkan program software internet browser ini. Contoh :. misalnya id menunjukkan negara Indonesia. E-Mail Mirip surat pos. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya). Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. menunjukkan tujuannya. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet. Untuk mengakses WWW. Eudora . tetapi dikirimkan secara elektronik. Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin.

HTTP HyperText Transfer Protocol .daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu.protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan. institusi atau pribadi.bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. . Selain memungkinkan komputer berkomunikasi. HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh. Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS. HTML HyperText Markup Language . FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet. FAQ Frequently Asked Questions .Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh).

NET. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet. Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana. Biasa dikenal sebagai link. . Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut. Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava. Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar. Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. Intranet. dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia.

Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet. Bentuk ini sering digunakan pada web. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 . Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail. DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Lycos Salah satu search engine.JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. Net Singkatan dari cyberspace. Telnet. Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya. dan Gopher. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. FTP.

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .