P. 1
ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

|Views: 7,711|Likes:
Published by Lhina Joey

More info:

Published by: Lhina Joey on Feb 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. membran ini kadang disebut membran respirasi. Pada inspirasi. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Pengembangan paru yang adekuat 2. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. yaitu : 1. Waktu adanya udara di alveoli . Luas permukaan paru b. Tekanan udara atmosfir b. Afinitas f. Jalan nafas yang bersih c. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.mengembang.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Jumlah darah d. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. dada . diafragma turun dan volume paru bertambah. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Tebal membran respirasi c. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat.

Curah jantung (cardiac Output / CO) b. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. . Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. makin rendah PaO2. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek.3. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. 2. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Hematokrit darah d. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. 3. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Lingkungan Ketinggian. Jumlah sel darah merah c. Makin tinggi daratan. Sebagai respon terhadap panas. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Latihan (exercise) V. panas. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas.

Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 6. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. 4. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Perubahan pola nafas . 7. lelah dan pucat. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia.demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. 5. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c.

karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Bayi : 44 x/mnt c. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Skala. Regio. pekerjaan.60 x/mnt b. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Anak : 20 . kapasitas vital menurun 4.25 x/mnt d. Riwayat perkembangan a. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). 2. Dewasa : 15 . Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Dewasa tua : volume residu meningkat. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. denyut jantung meningkat. pharing. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif.20 x/mnt e. laring atau trakhea. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. sex. Quality. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. dan Time) 3. VI. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. Biodata pasien (umur. 8. Riwayat kesehatan keluarga . Neonatus : 30 .

‡ Bentuk dada. simetris. 5. darah). sinus maksilaris b. deviasi septum. rekreasi. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. Faring Inspeksi : warna. bengkak. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. faktor-faktor alergen dll. bengkak c. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. keadaan lingkungan. perforasi. Pemeriksaan fisik a. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. pekerjaan. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. misalnya : merokok. 6. mukosa (warna. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). d. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. eksudat. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. eksudat ulserasi. Palpasi : sinus frontalis. kesimetrisan hidung. Riwayat spiritual 8. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7.

atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. ‡ Pola napas. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. klien tenang. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. Perlu juga dikaji bunyi napas. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut.mengecil. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas.24 x/mnt. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi.

atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. Rasa berduka 6. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. dll sesuai respon klien 1. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. peradangan. Potensial/resiko infeksi 9. . nyeri tekan. massa. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. Intoleransi aktifitas. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Pola napas tidak efektif 3.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Koping tidak efektif 7. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. Interaksi sosial terganggu 10. Penurunan kardiak output 5. Perubahan rasa nyaman 8. Gangguan pertukaran gas 4. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1.

obesitas. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi . Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. flail chest. trauma kepala. obstruksi bronchial.Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat.

‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. dehidrasi. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. napas pendek. RENCANA KEPERAWATAN 1. 4. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada . reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. dispnea.

suction dapat dilakukan pada oral. endotrakheal atau trakheostomi tube.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. sub kutan. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. nasopharingeal. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. Mobilisasi sekresi paru A. intra vena. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. 2.2. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C.5 liter perhari. E. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op. trakheal. Obat ini dapat diberikan peroral. ambulasi dan latihan D. . Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk.

Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. open pneumothoraks. lakukan : . satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik.2 menit . Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. .Vibrasi 4 . tergantung letak sekret dalam paru.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. pneumothoraks. flail chest. Biasanya dilakukan 2 . Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma.B. 3. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A.Perkusi sekitar 1 . C.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. C.

Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. The single bottle water seal system b. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. tetes hidung. significant other . Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). Tipenya : a. The three bottle water 4. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. posisi fowler/semi fowler. benda padat. The two bottle water c. yang mencakup tindakan ABC. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5.Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses.html . pakaian tipis dan hangat.‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. tingkatkan rasa nyaman. fasilitasi lingkungan.blogspot. http://athearobiansyah.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi. terapi yang sesuai. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX. hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas.

dan nitrogen (N2). namun juga gas-gas yang lain. Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. belerang (S). B. Gas-gas tersebut ikut terhirup. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2. Manusia menghirup udara melalui hidung.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Misalnya. 1. karbon dioksida (CO2). Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). yaitu kebutuhan fisiologis. energi dan air. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia. Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel. namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Selain . C. mempertahankan hidupnya. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska).

udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. Jika makan sambil berbicara. Gelembunggelembung tersebut . dan cabang batang tenggorokan (bronkus). Oleh karena itu. tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. hindarilah makan sambil berbicara. Oleh karenanya. Dari rongga hidung. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. terdapat pita suara.sebagai organ pernapasan. Ketika udara melewati pita suara. 4. hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Adanya katup tersebut. udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. 3. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). Bronkus terbagi menjadi dua. Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Hal ini terjadi ketika berbicara. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Setelah melalui laring. batang tenggorokan (trakea). di bawah epiglotis. Pada laring. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Setelah melewati hidung. Pembatas ini bukan sekedar pembatas. Dengan kemampuan tersebut. udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. 2.

Agar lebih jelas. 1. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. oksigen diikat oleh hemoglobin. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. Saat kamu mengeluarkan napas. Adanya kondisi jalan nafas yang baik. Proses Pernapasan Saat bernapas. otot diafragma berkontraksi. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Sewaktu menarik napas. Selanjutnya. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. Dalam darah. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer. otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. hal yang perlu diingat.disebut alveoli (tunggal: alveolus). Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Bersamaan dengan itu. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. kemudian ke dalam paru-paru. Akhirnya. udara terus masuk ke tenggorokan. Akibatnya. Proses pernapasan meliputi dua proses. Dari hidung. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. menghirup udara melalui hidung. b. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Jadi. . D.

kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ). Hipovolemia. Akan tetapi. 4. dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. Peningkatan laju Metabolik. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. yaitu medula oblongata dan pons. Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. b. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. Transportasi. PenurunZan kapasitas angkut O2. b. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. dan lain-lain. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. Pusat pernapasan. Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. d. E.c. . Luasnya permukaan paru-paru. latihan & aktivasi seperti olahraga. Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot. secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. Proses ini dipengaruhi oleh: a.Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. Difusi. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. Kardiak output. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2. Kondisi pembuluh darah. c. Refusi. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen.

seperti merokok.Kondisi lainnya. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. penyakit obstruksi pernafasan atas. . pelebaran alveolus. 3. influenza. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. seperti penurunan elastisitas paru. 2. Kondisi stres. penyakit kronis. penyakit susunan syaraf. obesitas. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Z Bayi prematur. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis. seperti faringitis. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. trauma. tinsilitis. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. dll. permen. diet yang tidak sehat. kebiasaan merokok. Bayi danZ anak-anak. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. kurang berolahraga. penyakit otot. Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. Z Lansia. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan. dilatasi saluran bronkus.

o Penggunaan narkotika dan analgesik. Z Ketinggian. cemas. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2. gaya hidup. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis.4. Nutrisi. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen . Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. Sebaliknya. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. Z Ketergantungan zat adiktif. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. Lingkungan Z Suhu. dengan kata lain. Emosi. kebiasaan berolah raga. Perasaan takut. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. Selain itu. denyut jantung. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Status nutrisi. terutama morfin dan meperidin. Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. 5. kondisi emosional. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen.

Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. Pola pernapasan yang lambat abnormal. i. d. Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes. Bradipnea. Dispnea. Stridor . Kussmaul. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. l. Pernapasan paradoksial. Perubahan pola pernapasan a. lalu dimulai lagi dari siklus baru. Hipoventilasi . Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Cheyne stokes. c. Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. Ortopnea. g. 3. batuk. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Biot . Sesak dan berat saat bernafas. F. j.sb. k. terkait . Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala. terdesak. 2. Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. f. Hiperventilasi. 10 kali per menit. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya. e. h. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. Takipnea.Polusi. pusing. Sianosis.

Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik. dan tingkat perkembangannya. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien. pasien dengan pertukaran gas. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. kenyamanan. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G. terutama kabel-kabel diruangan tersebut. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru.dan kedalaman pernapasan tidak normal. 4. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. letargi. irama. baik oksigen maupun karbondioksida. . antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru.

yaitu : 1. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. ‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. Kanula nasal . Sumber Dinding. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya. penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. ‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. pasang pada flowmeter. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras. misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. 2. Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. Tabung. b.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1. Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. kencangkan dengan kunci inggris atau tang. a. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien.

aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung. bergerak. b.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%. Sungkup muka sederhana. mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%. murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap. . . 4. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut. serta kateter mudah tersumbat. lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur. Kanul Nasal c. pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal.44%. . Kateter nasal 3. klien bebas makan. dapat mengiritasi selaput lendir.2. makan dan berbicara. Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% . 5. dapat terjadi distensi lambung. klien bebas bergerak. .Keuntungan Pemberian oksigen stabil. .Keuntungan . berbicara. a. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing. Sungkup muka dengan kantong rebreathing. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal. tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal.

dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. tidak mengeringkan selaput lendir. Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi . sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. e. tidak mengeringkan selaput lendir .Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%.Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. d. dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt . sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur.Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat. Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt . Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury. Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan. . .Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%. akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. masker non rebreathing 2. kantong oksigen bisa terlipat.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah.Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana.

Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. kantong oksigen bisa terlipat. Prinsip utama RJP adalah. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 . .dengan konsentrasi 30 . 2009). Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2. Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi.Keuntungan 55%. Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation). merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad. trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. H. Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1.

Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. Ada dua prinsip penting. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung.2. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap. Memperbaiki posisi korban/pasien. segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut. C. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. yaitu : 1. Jika posisi . sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas. a. 4. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. Meminta pertolongan. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. 3. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. B.

Memberikan bantuan napas. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas.sudah terlentang. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. 5. Jika korban/pasien tidak bernapas. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh. ‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. 2. Terdiri dari 2 tahap : 1. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Mengatur posisi penolong. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah). Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain. BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut. Memastikan korban/pasien tidak bernapas. AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang.

mulut. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri . sehingga terjadi distensi lambung. penolong harus menutup mulut korban/pasien. dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg). Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%.5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit.

(50% Duty Cycle). o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. 2. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg. selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. dan diastolik yang sangat rendah. penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1.karotis di daerah leher korban/ pasien. jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang. Memberikan bantuan sirkulasi. dan jika bernapas pertahankan jalan napas. sedangkan curah jantung (cardiac output) . Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. o Dengan posisi badan tegak lurus. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi. Jika teraba denyutan nadi. o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya. dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum). o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi.5 2 inci (3. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien. Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung.8 5 cm). o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien.

35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak . Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi. Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan.12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat .60-70 napas per menit http://rismalia. Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat. dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan. yang perlu dicatat. I. Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat. Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir . mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit). Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas. Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas.20-30 napas per menit ‡ Anak-anak .blogspot. seperti manusia.20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah . Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya. adalah jumlah napas makhluk hidup. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat.hanya 25% dari curah jantung normal.com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan.html?zx=eacd260c7c58f6ba . ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate.Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi .16-25 napas per menit ‡ Dewasa .

Gagal nafas akut 4. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1. peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan .RR meningkt. keringat meningkat Kardiovaskuler . Anemi yang berat 7. tdk ada rasa dan mdh trbakar. Bingung / gelisah. Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2. me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP . Penggunaan otot bantu pernapasan . Selama dan sesudah operasi 6.Ketidaksadaran. Dipsnea. mudah terangsang.Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna. Cuping hdng. Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1. Peningkatan. Syok 5. Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3. me(-)I respon kompensasi 3.Peningkatan co2.

Sianosis . hwa dingin.agama.alamat. jenkel. Macam2 pemberian O2 a. K tdk dpt beraktifitas . mual. adax bnda asing . Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek. Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia. Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a. trauma dada.status perkawinan. dekompensasi cordis. dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg. diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas . tgl MRS. sebah . Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama.u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas. TBC . muntah akibat peningkatan asam lambung . Kanul Nasal b.Hipoksia dan hipoksemia 5. diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. sesak sprti trtekan benda brat t. pendidikan. terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma.umur. Kateter Nasal c.dbwa ke RS & dberi terapi O2.

Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. KU : gelisah. N meningkat.sesak berat K apatis c. vokal premitus meningkat (pneumoni). mata : conjunctiva anemis 3. Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan . bila redup ada tumor. Kesadaran : composmetis. ditandai dng kontraksi jantung. b. Pemeriksaan fisik 1.b. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni. Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. dada : 1. d. Palpasi : Thrill . TTV : RR meningkat. Kebersihan Diri d. tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt.berkerngat bxk. nmpak sianosis. ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. Pola Aktivitas e. ronchi pd decompensasi cordis. edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a. hidung : pernafasan cuping hdng 4. telinga : sianosis 6. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . tensi meningkat. pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) . kepala dan rambut 2. Leher : JVP meningkat 7. wezing pd sesak coz asma .

ronchi. stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih. Inspecsi b. Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d.Biopsi Paru .Bronchus copy . batuk efektif. tdk menggunakan otot bntu pernafasan .Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B. Perkusi d.Rontgen . pHco3 < 22 mmHg.Hb < 10 gr % . Pco2 < 80 mmHg.edema dan spasme bronchus / trachea . bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a. laboratorium : .AGD : Pco2 > 45 mmHg.c.adanya benda asing . Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a. saturasi oksigen < 95 .batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS.Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme . Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) .D : . reles wezing tdk ada. Auskultasi c. frekuensi irama nafas normal.

Berikan obat mukolitik / nebulizer s.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4. Diskusikan penyebab 5.jk tdk ada kontraindikasi 4. Atur posisi klien semifowler 2. orthopnea. Kolaborasi dng tim medis a. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B.berikan o2 dng / sesuai program 2. berikan O2 S.i program 5. penurunan O2 dlm udara inspirasi. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3. Obs TTV 6.D depresi sesak nafas. Lakukan fisio terapi dada 6. Pemberian oksigen c. alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. takipnea. efek obat anestesi. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3.Intervensi 1. Obs TTV . Pemberian antibiotik b. bradipnea.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1. Pemberian vasodilator / aminophilin 9. Pertahankan Hidrasi yg adekuat . Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7. kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal. Kaji suara nafas dan obs TTV 8.

AGD PO2 menurun. berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan. ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6.html Asuhan keperawatan Oksigenasi . Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4. kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5. bingung. gas drh arteri normal. Berikan o2 s.3. Mengatur posisi fowler / semifowler 2. dispenia tdk ada Intervensi 1.i program pertahankan humidifier adekuat 3.blogspot. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4. keletihan.

dan laring . TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. oral (orofaring). Untuk menurunkan kerja jantung III. yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. II. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3.I. Saluran Nafas Atas 1. dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A.

limfatik dan saraf 2.Glotis : ostium antara pita suara dalam laring . Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B.(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : . Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus .Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan .Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4.Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) .Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri. Saluran Nafas Bawah 1.Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) .

Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus . Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5.Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) .‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3.Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli . Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : .

mengembang.Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. dada . juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : . Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. yaitu : 1. Jalan nafas yang bersih c. Tekanan udara atmosfir b. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru.Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . diafragma turun dan volume paru bertambah. membran ini kadang disebut membran respirasi. Pada inspirasi. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi . Pengembangan paru yang adekuat 2. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Proses bernafas terdiri dari 3 bagian.

Makin tinggi daratan. Hematokrit darah d. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Luas permukaan paru b. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Waktu adanya udara di alveoli 3. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Tebal membran respirasi c. Latihan (exercise) V. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Lingkungan Ketinggian. Jumlah darah d. panas. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. 2. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Sebagai akibatnya . Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. makin rendah PaO2. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Afinitas f.sangat mempengaruhi proses difusi. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Jumlah sel darah merah c.

Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. 4. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. sehingga darah akan mengalir ke kulit. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 3. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Sebagai respon terhadap panas. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. 5. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. 6.

dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. pekerjaan. 8. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. VI. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 .napas. sex. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. pharing. lelah dan pucat. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. denyut jantung meningkat. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Biodata pasien (umur. 7. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun . sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. laring atau trakhea.

dan Time) 3.60 x/mnt b. keadaan lingkungan. Riwayat perkembangan a. kesimetrisan hidung. bengkak c. mukosa (warna. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. 2. rekreasi. Palpasi : sinus frontalis.20 x/mnt e. perforasi. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Dewasa : 15 . pekerjaan. deviasi septum. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. Dewasa tua : volume residu meningkat. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Regio. Pemeriksaan fisik a. Quality. Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. faktor-faktor alergen dll. Skala.25 x/mnt d. misalnya : merokok. Neonatus : 30 . 6. Anak : 20 . Trakhea . Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. eksudat ulserasi. simetris. Riwayat spiritual 8. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif.psikologis. sinus maksilaris b. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. Bayi : 44 x/mnt c. eksudat. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Faring Inspeksi : warna. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. kapasitas vital menurun 4. darah). bengkak. 5.

frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. d. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. klien tenang. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 .Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien.24 x/mnt. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. ‡ Pola napas. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. ‡ Bentuk dada. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1.

massa.cepat dan dalam. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. nyeri tekan. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. Perlu juga dikaji bunyi napas. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. peradangan. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar .

Intoleransi aktifitas. Gangguan pertukaran gas 4. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. dll sesuai respon klien 1. Perubahan rasa nyaman 8. Penurunan kardiak output 5. Pola napas tidak efektif 3. Interaksi sosial terganggu 10. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. Rasa berduka 6. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat . Potensial/resiko infeksi 9. Koping tidak efektif 7.VII. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1.

4. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. obesitas. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. flail chest. trauma kepala. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. obstruksi bronchial.Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi.

penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. RENCANA KEPERAWATAN 1. dehidrasi. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien .‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. napas pendek. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. dispnea.

intra vena. E. Biasanya dilakukan 2 . endotrakheal atau trakheostomi tube. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Mobilisasi sekresi paru A. Obat ini dapat diberikan peroral. nasopharingeal. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. lakukan : . Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. suction dapat dilakukan pada oral. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak .4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat.‡ Pada pasien pot op. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. ambulasi dan latihan D. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. trakheal.2. 2. B. C. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir.5 liter perhari. sub kutan.

Vibrasi 4 . open pneumothoraks.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . 3. . Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. benda padat. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma.. tergantung letak sekret dalam paru. pneumothoraks.2 menit .5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage.Perkusi sekitar 1 . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. C. Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. flail chest.

fasilitasi lingkungan. . tetes hidung. tingkatkan rasa nyaman. posisi fowler/semi fowler. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). The three bottle water 4. significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. terapi yang sesuai. The single bottle water seal system b. pakaian tipis dan hangat. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. yang mencakup tindakan ABC.Tipenya : a. The two bottle water c. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. dan bronkiolus. bronkus.hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan . sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain.wordpress. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. Daftar Pustaka http://iwansain. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. larinx trachea. di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan. farinx.

glandula tyroidea. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. dan beberapa otot kecila. cartilago cricoidea. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. cartilago yaitu cartilago thyroidea. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. dan 2 cartilago arytenoidea 2. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. plika vokalis. Pada bagian belakang. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. dan os. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. epiglottis. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. Sphenoidale. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Hyoideum. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. penonjolan tempat melekatnya ligamen . dan (3) inferior. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal). Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius.membran mukosa. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. membrana mukosa. palatinus. dibawah concha inferior. Membrana mukosa olfaktorius. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. sebelah dalam kulit.

berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea.thyrohyoideum. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. Plica aryepiglottica. Terletak dibawah cartilago tyroidea. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. yang . dan thyroidea. Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. cricoidea. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang.

mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing.20 lingkaran tak. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. dan lebih vertikal daripada yang kiri. plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2. lidah. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. (d) tumor. disebut . Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. misalnya gumpalan makanan. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri.lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa.jenis sel yang sama. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. pipi. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima.dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis. misalnya kanker pita suara. Trachea tersusun atas 16 . plica vocalis terpisah lebar. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). dan bibir. (c) infeksi. Selama respirasi kuat. misalnya difteri. Respirasi Selama respirasi tenang.5 cm.

ductus alveolar. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. menempel pada perikardium dan jantung. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn.bronckus lobus bawah. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Suplai Darah 1. permukaan costo vertebra. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. bronchial venula. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). venula. dan basis. Apeks. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura.5 cm diatas calvicula 2. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. permukaan mediastinal. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe.5 s/d 1. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. arteri bronkialis . arteriola. arteri pulmonalis 2. Paru -paru memilki : 1. 4. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis.0 cm. asinus atau. sakkus alveolar dan alveoli. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior.

Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. kedalam arteri pulmonais. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. katup pulmonalis. saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . Jantung. interferon. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan.Innervasi 1. sirkulasi sistemik. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. Tetapi. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. melalui sebuah alveolus. dan antibodi spesifik. Selanjutnya. dan sirkulasi paru. PMNs. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. dan venula menjadi vena. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas.

Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. 3. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. intercostalis externus berperanan mengangkat iga. Stadium pertama adalah ventilasi. 2. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Seiama inspirasi. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. transportasi. dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. scalenus dan m. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. 1. Selama pernapasan tenang. Stadium ke dua. M. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah.enzimatik. Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. m. serratus. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata. lateral dan vertikal. ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan.3 difosfogliserat (2. Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah. pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02. pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan. Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa.60F) dan pH darah 7. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98. Karena itu. dalam keadaan ini.4. (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia. adanya bagian yang datar. Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu. menggambarkan peningkatan metabolisme . pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. yang agak tergeser ke kanan. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali. Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi. meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan. Sesungguhnya. Pada kurva bagian atas yang datar. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial.3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat.3-DPG sel darah merah meningkat. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu.

TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan. Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3. Sebaliknya. terutama apabila disertai dengan hipoksemia. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. dan mudah diukur dalarn laboratorium modern. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin. Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . Karena itu. maka reaksi tersebut tidak reversibel. Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2.

PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1.com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. arteri coroner. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik. untuk lebih memahami emboli. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. Proses terbentuknya embolus disebut embolism .Baiklah. dan arteri cereberal. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain. dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah.wordpress. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. Reservoir darah 4. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah. Embolus (95 %) berasal dari trombus. arteri renalis. Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. 2. Medulla Oblongata 2. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis.

carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena. kelompok sel tumor. mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a. Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit . gas nitrogen. tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara. anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner . jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. kelompok bakteri.sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena.Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang .> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu. ginjal. arteri. limpa. Embolus dalam a. Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . coronaria dan infark miokard. anoksemia. coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau . trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak.Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. dan anggota tubuh bawah.> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. pembuluh limfe dan jantung Akibat .

gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a. namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg .wordpress.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus. anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien. Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus. pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks. ²²²http://iwansain. Penulis harapkan.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis . kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah.> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal . hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan. Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek. verniks caseosa.

eritrosit dan fibrin. thromboangitis obliterans. Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1. Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa.> dilepaskan suatu zat tromboplastin. . Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn. Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma.terjadi trombosis. Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri).> fibrin. zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen . Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2.

Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat.u tda eritrosit . sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat. krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t. ‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3. pada penyakit yang disertai µsludged blood¶.perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri.

renalis ‡ A. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis . mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A.‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis. mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena. coronaria ‡ A.

Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka).> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3. Kepentingan dipertahankan suhu .com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1. Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4. ruang angkasa.> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah .> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang . atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan.‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap . Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2.wordpress.

Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.3 kalinya. PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh.3 sore). Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 . esophagus.33 Ts + 0. vagina. 2. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 . yang benar. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak. membrane tympani. otot.67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus. .6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 . yaitu diukur pada daerah (mulut.benar mempunyai suhu rata-rata 370 C.tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus . Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%. Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari. TMB = 0.

Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. naik dan diganti udara yang lebih dingin. gas atau cairan. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. 2. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Walau tidak berkeringat. Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1. Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. seperti cahaya radiasi. 2. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi.PELEPASAN PANAS 1. Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic.

berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif. makrofag. Menggigil efektif untuk pembentukan panas. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. dengan batas maximal 5 kali. dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. dan sel-sel yang mengalami cedera. secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. yang disebut pirogen endogen. aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2. PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. . mekanisme panas yang (evaporasi).Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin. pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif. ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal.

yaitu 2-3 hari. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. hipotensi.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian. yang merupakan Flavi virus. mual. termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. lemah. Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. harap segera membawa ke rumah . pusing. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. ditandai dengan nadi cepat. dan sebagainya). Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari.wordpress. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif.‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Penyebabnya adalah virus dengue. kemudian turun sampai batas normal. dan kulit dingin. Tingkat III : kegagalan peredaran darah. Tingkat IV : telah terjadi syok. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain. Penyakit ini dapat menjadi epidemi. dan terbanyak pada waktu musim hujan. disertai gejala nonspesifik (lemah.

dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah.sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya. Memang itulah fungsinya. Sejarah. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX). sehingga mereka dapat berkomunikasi. yang berarti ³antara´. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. apakah sistem DOS atau UNIX. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. . Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala. INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. Dengan demikian. 2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian.

Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. Maka terbentuklah ARPANet.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia. Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. seperti juga industri senjata. yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. .

paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. Sebagai contoh. Sementara paket-paket data bergerak. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket). Maka. Cara akses ke INTERNET 1. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. Sambungan langsung ke Network . karena itu biasanya disebut TCP/IP. jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. Dengan adanya TCP/IP ini. harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. kemudian dikirimkan satu per satu. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. bukan semua paket data. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. jika terjadi kesalahan.Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Pertama. Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah. protokol ini disebut IP (Internet Protocol). mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. Sebagai contoh. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. Kedua. TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. · Memberi INTERNET fleksibilitas. Di Internet.

Selanjutnya. Warp. . Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon. Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. Sebagai contoh. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator). Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. Compuserve. Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon.Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. Untuk melakukan hal tersebut. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. dan sebaliknya. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri. Sedang. dll. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon. 2. Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). sistem Anda menjadi host INTERNET penuh. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. yang terdapat antara masing-masing jaringan. Dalam kasus ini. 3.

mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat. yang berarti Indonesia. Gopher. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah). Hal ini disebut Dynamic Rerouting.id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´. maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). angka biner tetap digunakan. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu.bppt. Seperti Anda lihat pada contoh di atas. Seperti pada alamat IP. Mula-mula jaringan . Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. yaitu domain. alamat dibaca dari kanan ke kiri. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS.Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit. Artinya. sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Untuk mencapai komputer tersebut. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS.

Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´. Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1. yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS. singkatan ³id´ berarti Indonesia. tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis.

Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Proses ini disebut uploading. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. Dalam INTERNET. Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading. Di belakang layar. IV. Setelah Anda menghubungi host tersebut. Sebagai contoh. Gopher client menampilkan menu. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. Sebagai contoh.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah). II. III. Namum selain pesan-pesan pribadi. Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. I. Maka secara virtual Anda dapat . dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary. Sebagai pemakai INTERNET.

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen.bitnet@vm1. video dan suara). Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey.bitnet Ekonomi politik . Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi.nodak. Mailing List Kelompok diskusi . Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang. file berisi gambar.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm. Dengan menggunakan fasilitas ini. sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus. Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional. seminar.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn. Fasilitas demikian disebut Gopher. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan.itesm. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu.Keuangan.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET.uri.edu Ekonomi global pol-econ@shsu.mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu.mty. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju. ceramah.edu Bisnis.

Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. Untuk mengakses WWW. Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya). E-Mail Mirip surat pos.gov menunjukkan negara asal site. Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting.BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda. misalnya id menunjukkan negara Indonesia. Anda membutuhkan program software internet browser ini. menunjukkan tujuannya. yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu. Eudora . Contoh :. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain. tetapi dikirimkan secara elektronik.

institusi atau pribadi. FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet.Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh). Selain memungkinkan komputer berkomunikasi. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan. HTTP HyperText Transfer Protocol .protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML. HTML HyperText Markup Language .bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS. Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan.daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu. Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. . HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh. FAQ Frequently Asked Questions .

Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC. Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia. Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik. menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi. . dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet. Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana. Biasa dikenal sebagai link. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. Intranet.NET.

Bentuk ini sering digunakan pada web. Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya. Net Singkatan dari cyberspace. Telnet. Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet. DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Lycos Salah satu search engine.JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. dan Gopher. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 . MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. FTP. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan. Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail.

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->