ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Pada inspirasi.mengembang. Jumlah darah d. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Waktu adanya udara di alveoli . Tekanan udara atmosfir b. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Jalan nafas yang bersih c.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. diafragma turun dan volume paru bertambah. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Pengembangan paru yang adekuat 2. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. yaitu : 1. Tebal membran respirasi c. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Luas permukaan paru b. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). membran ini kadang disebut membran respirasi. Afinitas f. dada .

juga kedalaman pernapasan yang meningkat. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Sebagai respon terhadap panas. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. . Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin.3. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. makin rendah PaO2. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Hematokrit darah d. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Jumlah sel darah merah c. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. 3. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Lingkungan Ketinggian. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. 2. Latihan (exercise) V. panas. Makin tinggi daratan.

perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. lelah dan pucat. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. Perubahan pola nafas . Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi. 6. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. 4.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen.demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 5. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 7.

laring atau trakhea. Neonatus : 30 . sex. pekerjaan. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. kapasitas vital menurun 4. Bayi : 44 x/mnt c. denyut jantung meningkat.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya.60 x/mnt b. dan Time) 3. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas.25 x/mnt d. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Biodata pasien (umur. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. 8. Skala.20 x/mnt e. Dewasa : 15 . Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Riwayat perkembangan a. pharing. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Riwayat kesehatan keluarga . Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Dewasa tua : volume residu meningkat. 2. Quality. Regio. VI. Anak : 20 .

Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. rekreasi. ‡ Bentuk dada. simetris. Pemeriksaan fisik a. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. eksudat. kesimetrisan hidung. sinus maksilaris b. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. faktor-faktor alergen dll. deviasi septum. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). bengkak c. 6. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. 5. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . pekerjaan. perforasi. eksudat ulserasi. Palpasi : sinus frontalis. misalnya : merokok. bengkak. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. d. darah). mukosa (warna. keadaan lingkungan. Faring Inspeksi : warna. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. Riwayat spiritual 8. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. pada bayi berbeda dengan orang dewasa.

klien tenang. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang.mengecil. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 .24 x/mnt. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. Perlu juga dikaji bunyi napas. ‡ Pola napas. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat.

Pola napas tidak efektif 3. Koping tidak efektif 7. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. Potensial/resiko infeksi 9.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. peradangan. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. massa. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. dll sesuai respon klien 1. Rasa berduka 6. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. nyeri tekan. Intoleransi aktifitas. Gangguan pertukaran gas 4. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Penurunan kardiak output 5. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. . Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. Perubahan rasa nyaman 8. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. Interaksi sosial terganggu 10.

ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. obstruksi bronchial. flail chest. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. obesitas. trauma kepala. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi . keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada.Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis.

penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. dispnea. dehidrasi. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada .‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. RENCANA KEPERAWATAN 1. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. napas pendek. 4. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII.

Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . Mobilisasi sekresi paru A.2. E. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. endotrakheal atau trakheostomi tube. 2. nasopharingeal.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. ambulasi dan latihan D. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op. intra vena. suction dapat dilakukan pada oral. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. . sub kutan. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung.5 liter perhari. Obat ini dapat diberikan peroral. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. trakheal.

Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. tergantung letak sekret dalam paru. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma.2 menit . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. pneumothoraks. 3. flail chest.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. open pneumothoraks. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. C. C.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. . Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks.Perkusi sekitar 1 . Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. Biasanya dilakukan 2 . lakukan : . Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A.Vibrasi 4 .B.

Tipenya : a. yang mencakup tindakan ABC. The single bottle water seal system b. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. The three bottle water 4. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. benda padat. The two bottle water c. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. tetes hidung. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). significant other . posisi fowler/semi fowler.Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler.

com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi. http://athearobiansyah.html . fasilitasi lingkungan. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. pakaian tipis dan hangat. tingkatkan rasa nyaman. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. terapi yang sesuai.blogspot. hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas.‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.

yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. mempertahankan hidupnya. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel. karbon dioksida (CO2). namun juga gas-gas yang lain. Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. C. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. 1. energi dan air. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. Misalnya. Gas-gas tersebut ikut terhirup. dan nitrogen (N2). Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). belerang (S). dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel. Selain . yaitu kebutuhan fisiologis. Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. B. Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. Manusia menghirup udara melalui hidung. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia.

Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. terdapat pita suara. hindarilah makan sambil berbicara. Oleh karenanya. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. 2. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. di bawah epiglotis. Bronkus terbagi menjadi dua. Ketika udara melewati pita suara. Dengan kemampuan tersebut. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Setelah melalui laring. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Gelembunggelembung tersebut . manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. batang tenggorokan (trakea). Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. 3. Pembatas ini bukan sekedar pembatas. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. Oleh karena itu. dan cabang batang tenggorokan (bronkus). udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. 4. udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Dari rongga hidung. Pada laring. Hal ini terjadi ketika berbicara. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. Adanya katup tersebut. Jika makan sambil berbicara. Setelah melewati hidung. Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada.sebagai organ pernapasan. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung.

udara terus masuk ke tenggorokan. b. Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. menghirup udara melalui hidung.disebut alveoli (tunggal: alveolus). Jadi. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. Dari hidung. Proses pernapasan meliputi dua proses. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. kemudian ke dalam paru-paru. otot diafragma berkontraksi. Saat kamu mengeluarkan napas. . D. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Selanjutnya. otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. Agar lebih jelas. Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. hal yang perlu diingat. oksigen diikat oleh hemoglobin. Bersamaan dengan itu. Sewaktu menarik napas. Akhirnya. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Proses Pernapasan Saat bernapas. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. Adanya kondisi jalan nafas yang baik. Akibatnya. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Dalam darah. 1. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi.

dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. Kardiak output. dan lain-lain. kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. . kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ). b. Kondisi pembuluh darah. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. Peningkatan laju Metabolik.Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. Refusi. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. Difusi. Transportasi. nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen. Proses ini dipengaruhi oleh: a. PenurunZan kapasitas angkut O2. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Luasnya permukaan paru-paru. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. Hipovolemia. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. latihan & aktivasi seperti olahraga. d. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. yaitu medula oblongata dan pons. Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. Pusat pernapasan. b. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. c. Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. E. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2. 4. Akan tetapi.c.

Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. seperti penurunan elastisitas paru. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler. influenza. tinsilitis. penyakit otot. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. pelebaran alveolus. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. Z Bayi prematur. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja. Kondisi stres. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan. penyakit obstruksi pernafasan atas. . kebiasaan merokok. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh.Kondisi lainnya. seperti merokok. trauma. penyakit kronis. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. 2. permen. 3. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas. Z Lansia. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. dilatasi saluran bronkus. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. diet yang tidak sehat. kurang berolahraga. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. penyakit susunan syaraf. obesitas. seperti faringitis. Bayi danZ anak-anak. Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. dll.

gaya hidup. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. Z Ketinggian. Emosi.4. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. 5. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen . Nutrisi. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. Selain itu. Perasaan takut. Lingkungan Z Suhu. cemas. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen. Z Ketergantungan zat adiktif. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. dengan kata lain. Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. denyut jantung. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. kebiasaan berolah raga. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. o Penggunaan narkotika dan analgesik. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis. terutama morfin dan meperidin. kondisi emosional. Sebaliknya. Status nutrisi.

Pola pernapasan yang lambat abnormal. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. batuk. Sianosis. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. Stridor . Pernapasan paradoksial. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya. i. Hipoventilasi . e. Bradipnea. Kussmaul. g. Takipnea. 2. h. Ortopnea. Cheyne stokes. Sesak dan berat saat bernafas. Hiperventilasi. Dispnea. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. d. pusing. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes.sb. terkait .Polusi. Biot . F. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. j. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. Perubahan pola pernapasan a. c. f. l. Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. 3. lalu dimulai lagi dari siklus baru. Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. terdesak. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. k. Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala. Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. 10 kali per menit.

pasien dengan pertukaran gas. Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas. baik oksigen maupun karbondioksida. letargi. antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru. Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. . 4. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik. dan tingkat perkembangannya. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. irama.dan kedalaman pernapasan tidak normal. terutama kabel-kabel diruangan tersebut.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. kenyamanan. Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien.

Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh. ‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. Sumber Dinding. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. kencangkan dengan kunci inggris atau tang. Tabung. yaitu : 1. Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras. b. a. Kanula nasal . Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal. 2. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. ‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. pasang pada flowmeter.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1.

Kanul Nasal c. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal. klien bebas bergerak. Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% . .Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%. Sungkup muka dengan kantong rebreathing. serta kateter mudah tersumbat. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut. lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman. a. Sungkup muka sederhana. . aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung. murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap. Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%. pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal. 4. Kateter nasal 3.Keuntungan Pemberian oksigen stabil. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur. berbicara.Keuntungan . klien bebas makan. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. . dapat terjadi distensi lambung.2. makan dan berbicara.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%. 5. dapat mengiritasi selaput lendir.44%. . . bergerak. b. mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal.

tidak mengeringkan selaput lendir.Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal. kantong oksigen bisa terlipat. . dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol.Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat. sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur. akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. e. d.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%. dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi . Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. masker non rebreathing 2.Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%. tidak mengeringkan selaput lendir . Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt . Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt . Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan.Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. .

orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 . trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation).dengan konsentrasi 30 . jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2. H. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi. Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien. 2009). kantong oksigen bisa terlipat. jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. .Keuntungan 55%.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. Prinsip utama RJP adalah. merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad.

B. C. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas. 4. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. Memperbaiki posisi korban/pasien. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap. Jika posisi .2. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut. yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). Meminta pertolongan. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. Ada dua prinsip penting. 3. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. yaitu : 1. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. a. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama.

Terdiri dari 2 tahap : 1. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh. sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Jika korban/pasien tidak bernapas. kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain. 2. ‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. Mengatur posisi penolong. 5. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. Memastikan korban/pasien tidak bernapas. AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. Memberikan bantuan napas. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah).sudah terlentang.

Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. sehingga terjadi distensi lambung. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri .mulut. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan. penolong harus menutup mulut korban/pasien. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1.5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg). Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma.

dan jika bernapas pertahankan jalan napas. o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya. o Dengan posisi badan tegak lurus. sedangkan curah jantung (cardiac output) . Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi. dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum). (50% Duty Cycle). penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien.8 5 cm). Memberikan bantuan sirkulasi. Jika teraba denyutan nadi. dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong. Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg.5 2 inci (3. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan. 2. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. dan diastolik yang sangat rendah. penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1. selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi.karotis di daerah leher korban/ pasien. o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang.

Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir .35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak .blogspot. Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat. Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan.hanya 25% dari curah jantung normal.60-70 napas per menit http://rismalia. dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan.12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat . Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya.html?zx=eacd260c7c58f6ba . Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas. mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit).20-30 napas per menit ‡ Anak-anak .16-25 napas per menit ‡ Dewasa .20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah .Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi .com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan. adalah jumlah napas makhluk hidup. seperti manusia. I. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas. yang perlu dicatat. ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate. Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik. Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat. Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi.

Dipsnea. Selama dan sesudah operasi 6. mudah terangsang. tdk ada rasa dan mdh trbakar. Anemi yang berat 7.Ketidaksadaran.RR meningkt. Bingung / gelisah. Syok 5. Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3. keringat meningkat Kardiovaskuler . Penggunaan otot bantu pernapasan . Peningkatan. me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1. Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2.Peningkatan co2. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1. Cuping hdng. Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP . peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan . me(-)I respon kompensasi 3. Gagal nafas akut 4.Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna.

Kanul Nasal b. pendidikan. dekompensasi cordis. Kateter Nasal c. Macam2 pemberian O2 a. TBC .u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas. Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek. K tdk dpt beraktifitas . dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg.agama. Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a. Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama. Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia.status perkawinan. adax bnda asing . terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma. jenkel.Hipoksia dan hipoksemia 5. sesak sprti trtekan benda brat t.umur.Sianosis . tgl MRS. diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas . sebah .dbwa ke RS & dberi terapi O2.alamat. muntah akibat peningkatan asam lambung . mual. diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. trauma dada. hwa dingin.

pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan .berkerngat bxk.sesak berat K apatis c. Pola Aktivitas e. Kesadaran : composmetis. hidung : pernafasan cuping hdng 4.b. Leher : JVP meningkat 7. pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) . Kebersihan Diri d. mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. wezing pd sesak coz asma . edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a. nmpak sianosis. Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. tensi meningkat. b. ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . Pemeriksaan fisik 1. kepala dan rambut 2. ditandai dng kontraksi jantung. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni. dada : 1. vokal premitus meningkat (pneumoni). ronchi pd decompensasi cordis. mata : conjunctiva anemis 3. tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt. telinga : sianosis 6. KU : gelisah. Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. Palpasi : Thrill . d. N meningkat. TTV : RR meningkat. bila redup ada tumor.

batuk efektif.D : .batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS. Perkusi d. Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a. Auskultasi c. tdk menggunakan otot bntu pernafasan . bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a.AGD : Pco2 > 45 mmHg.c. Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) . reles wezing tdk ada. Pco2 < 80 mmHg. pHco3 < 22 mmHg.Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme .Rontgen .Biopsi Paru . Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d. saturasi oksigen < 95 .edema dan spasme bronchus / trachea . laboratorium : . ronchi. stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih. frekuensi irama nafas normal.Hb < 10 gr % .Bronchus copy .adanya benda asing .Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B. Inspecsi b.

Lakukan fisio terapi dada 6. Pertahankan Hidrasi yg adekuat . Kolaborasi dng tim medis a. Diskusikan penyebab 5. Berikan obat mukolitik / nebulizer s. alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. Kaji suara nafas dan obs TTV 8. Pemberian vasodilator / aminophilin 9. Atur posisi klien semifowler 2. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3.i program 5.jk tdk ada kontraindikasi 4.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4. Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7. efek obat anestesi. kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal. Pemberian oksigen c. Obs TTV 6. orthopnea. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B. hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1. berikan O2 S. penurunan O2 dlm udara inspirasi. Pemberian antibiotik b.Intervensi 1.D depresi sesak nafas.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. takipnea. bradipnea. Obs TTV .berikan o2 dng / sesuai program 2. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3.

Berikan o2 s.html Asuhan keperawatan Oksigenasi . berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan.blogspot. AGD PO2 menurun. ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6.3. keletihan. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5. gas drh arteri normal. kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. dispenia tdk ada Intervensi 1. Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada. Mengatur posisi fowler / semifowler 2.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen. Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4.i program pertahankan humidifier adekuat 3. bingung.

dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). oral (orofaring). Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. Untuk menurunkan kerja jantung III. II. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. dan laring . TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1.I. Saluran Nafas Atas 1.

Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus .(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B.Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) . Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri. limfatik dan saraf 2.Glotis : ostium antara pita suara dalam laring . Saluran Nafas Bawah 1.Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : .Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea.Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) .Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid .

Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli . Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5.Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus .Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) .‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : . Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6.

Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. diafragma turun dan volume paru bertambah.mengembang. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : . Pada inspirasi. membran ini kadang disebut membran respirasi. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi .Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . Jalan nafas yang bersih c. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Pengembangan paru yang adekuat 2. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru.Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. yaitu : 1. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. dada . juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Tekanan udara atmosfir b. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.

Afinitas f. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Latihan (exercise) V. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Jumlah darah d. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Jumlah sel darah merah c. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler.sangat mempengaruhi proses difusi. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Luas permukaan paru b. makin rendah PaO2. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Waktu adanya udara di alveoli 3. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Tebal membran respirasi c. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Hematokrit darah d. Sebagai akibatnya . 2. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Makin tinggi daratan. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Lingkungan Ketinggian. panas. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu.

akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. 6. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. 4. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. 3. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Sebagai respon terhadap panas. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 5.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat.

Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. denyut jantung meningkat. VI. laring atau trakhea. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun .5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen.napas. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. sex. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. lelah dan pucat. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. 7. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. 8. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. pekerjaan. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Biodata pasien (umur. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. pharing. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi).

Pemeriksaan fisik a. dan Time) 3. Palpasi : sinus frontalis. Skala. Anak : 20 . faktor-faktor alergen dll. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Faring Inspeksi : warna. Quality. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Dewasa : 15 . Trakhea . 6. simetris. kapasitas vital menurun 4. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. 5. rekreasi.60 x/mnt b. pekerjaan. perforasi. Dewasa tua : volume residu meningkat. sinus maksilaris b.20 x/mnt e. misalnya : merokok. Riwayat spiritual 8.25 x/mnt d. 2. bengkak c. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. Neonatus : 30 . Regio. Bayi : 44 x/mnt c. eksudat ulserasi. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. mukosa (warna. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. deviasi septum. eksudat. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. bengkak. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. keadaan lingkungan. Riwayat perkembangan a. Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. darah). kesimetrisan hidung.psikologis.

ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. ‡ Pola napas. d. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt.Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat.24 x/mnt. ‡ Bentuk dada. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. klien tenang. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 .

atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. peradangan. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas.cepat dan dalam. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. nyeri tekan. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. massa. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. Perlu juga dikaji bunyi napas. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar . ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang.

Koping tidak efektif 7. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Gangguan pertukaran gas 4. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat .VII. Rasa berduka 6. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. Intoleransi aktifitas. Interaksi sosial terganggu 10. Penurunan kardiak output 5. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Potensial/resiko infeksi 9. Perubahan rasa nyaman 8. dll sesuai respon klien 1. Pola napas tidak efektif 3. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1.

4. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. trauma kepala.Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. obesitas. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. flail chest. obstruksi bronchial. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan.

reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. RENCANA KEPERAWATAN 1.‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. dehidrasi. napas pendek. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien . Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. dispnea.

tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. intra vena. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Biasanya dilakukan 2 .‡ Pada pasien pot op. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. sub kutan. Mobilisasi sekresi paru A. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. C. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir.2.5 liter perhari. nasopharingeal. B. 2. ambulasi dan latihan D. suction dapat dilakukan pada oral.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Obat ini dapat diberikan peroral. lakukan : . trakheal. endotrakheal atau trakheostomi tube. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . E.

Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. .Vibrasi 4 . Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. tergantung letak sekret dalam paru.2 menit . Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. flail chest. benda padat. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. open pneumothoraks. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. 3. C.Perkusi sekitar 1 . pneumothoraks.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage.

tetes hidung. yang mencakup tindakan ABC. The three bottle water 4. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai.Tipenya : a. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. fasilitasi lingkungan. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. posisi fowler/semi fowler. The single bottle water seal system b. terapi yang sesuai. tingkatkan rasa nyaman. pakaian tipis dan hangat. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. The two bottle water c. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. . significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat.

dan bronkiolus. di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan .wordpress. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. larinx trachea. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. farinx. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. Daftar Pustaka http://iwansain.hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. bronkus. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.

Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. palatinus. Sphenoidale. epiglottis. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. sebelah dalam kulit. cartilago cricoidea. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. dan (3) inferior. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal). Pada bagian belakang. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. dan beberapa otot kecila. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. Membrana mukosa olfaktorius. glandula tyroidea.membran mukosa. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. dibawah concha inferior. dan 2 cartilago arytenoidea 2. dan os. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. plika vokalis. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. penonjolan tempat melekatnya ligamen . cartilago yaitu cartilago thyroidea. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. membrana mukosa. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. Hyoideum. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa.

dan thyroidea. yang . Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. cricoidea. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. Terletak dibawah cartilago tyroidea. Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Plica aryepiglottica. berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum.thyrohyoideum. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea.

selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. dan lebih vertikal daripada yang kiri. misalnya gumpalan makanan. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. Respirasi Selama respirasi tenang.dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis. plica vocalis terpisah lebar. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi.5 cm. (d) tumor. Selama respirasi kuat. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. pipi. lidah.lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2.20 lingkaran tak. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. misalnya kanker pita suara. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. Trachea tersusun atas 16 .jenis sel yang sama. Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. dan bibir. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. disebut . mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. misalnya difteri. (c) infeksi.

Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya.5 cm diatas calvicula 2. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. permukaan mediastinal. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. arteri bronkialis . asinus atau. bronchial venula. Suplai Darah 1. menempel pada perikardium dan jantung. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. menempel pada bagian dalam dinding dada 3.bronckus lobus bawah. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. venula. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas.5 s/d 1. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. permukaan costo vertebra. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. 4. arteriola. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. Paru -paru memilki : 1. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. arteri pulmonalis 2.0 cm. dan basis. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. sakkus alveolar dan alveoli. Apeks. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. ductus alveolar. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe.

Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. melalui sebuah alveolus. interferon. Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. Jantung. dan antibodi spesifik. katup pulmonalis. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap.Innervasi 1. lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. PMNs. saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. sirkulasi sistemik. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. Tetapi. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). kedalam arteri pulmonais. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. Selanjutnya. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. dan venula menjadi vena. dan sirkulasi paru. Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. Parasimpatis melalui nervus vagus 2.

m. yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. M. dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. 3. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. intercostalis externus berperanan mengangkat iga. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. transportasi. ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . Stadium ke dua. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. 1.enzimatik. Seiama inspirasi. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. serratus. 2. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. scalenus dan m. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. Selama pernapasan tenang. lateral dan vertikal. dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. Stadium pertama adalah ventilasi. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat. Sesungguhnya. Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan.3 difosfogliserat (2. pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam. pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah. Pada kurva bagian atas yang datar. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2.4. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. dalam keadaan ini.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin. adanya bagian yang datar. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. yang agak tergeser ke kanan. Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. menggambarkan peningkatan metabolisme .3-DPG sel darah merah meningkat. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk. Karena itu.60F) dan pH darah 7. (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia. Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98. meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan.3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit. pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali. Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi. Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu.

Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . terutama apabila disertai dengan hipoksemia. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg. tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. Sebaliknya. sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. dan mudah diukur dalarn laboratorium modern. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat. maka reaksi tersebut tidak reversibel. Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen. maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan. Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Karena itu.

Embolus (95 %) berasal dari trombus.wordpress. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru.com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. Reservoir darah 4.Baiklah. dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. dan arteri cereberal. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis. untuk lebih memahami emboli. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. 2. arteri coroner. bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik. arteri renalis. Medulla Oblongata 2. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah. Proses terbentuknya embolus disebut embolism .

limpa. anoksemia. Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit . trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak.Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang . coronaria dan infark miokard.> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara. tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. kelompok bakteri. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau . mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a.sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena. ginjal. carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena. pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a. kelompok sel tumor. dan anggota tubuh bawah. Embolus dalam a.> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu.Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. gas nitrogen. arteri. coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner . pembuluh limfe dan jantung Akibat .

wordpress.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. Penulis harapkan. kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. ²²²http://iwansain.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli. Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek. gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a. pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis . hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan. verniks caseosa.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks. namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg .> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal . Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena. anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien.

eritrosit dan fibrin. Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa. Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1.> fibrin. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2. Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel. Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri). massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma. Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. thromboangitis obliterans. Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen .> dilepaskan suatu zat tromboplastin.terjadi trombosis. .

Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat.perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri. ‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat. Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia.u tda eritrosit . krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t. pada penyakit yang disertai µsludged blood¶. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3.

renalis ‡ A. mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena. mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis . coronaria ‡ A.‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis.

Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2. ruang angkasa.com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1.> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang . atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan. Kepentingan dipertahankan suhu .> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain.wordpress. Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka). Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4.‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap . Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3.> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah .

Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 . otot. membrane tympani.3 sore). Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1. Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh.3 kalinya. yaitu diukur pada daerah (mulut.6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 . esophagus. Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 .67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus.33 Ts + 0. PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh. 2.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam. TMB = 0. yang benar. vagina.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus . . Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita. Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%.benar mempunyai suhu rata-rata 370 C.

Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas. Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . Walau tidak berkeringat. seperti cahaya radiasi. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. naik dan diganti udara yang lebih dingin. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. gas atau cairan. Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul.PELEPASAN PANAS 1. Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. 2. Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. 2. Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1.

dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. . dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal. Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. makrofag. dengan batas maximal 5 kali. pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. dan sel-sel yang mengalami cedera.Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin. Menggigil efektif untuk pembentukan panas. yang disebut pirogen endogen. berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif. maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2. mekanisme panas yang (evaporasi). penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme.

ditandai dengan nadi cepat. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati. yang merupakan Flavi virus. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. kemudian turun sampai batas normal. mual.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini dapat menjadi epidemi. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain. Tingkat IV : telah terjadi syok. Penyebabnya adalah virus dengue. Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari. pusing. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus.wordpress. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. lemah. yaitu 2-3 hari. Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit.‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh. dan sebagainya). termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus. harap segera membawa ke rumah . Tingkat III : kegagalan peredaran darah. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. dan kulit dingin. Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. disertai gejala nonspesifik (lemah. hipotensi. dan terbanyak pada waktu musim hujan.

sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya. 2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian. apakah sistem DOS atau UNIX. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah. Sejarah. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. sehingga mereka dapat berkomunikasi. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis. Memang itulah fungsinya. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX). dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. . INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. yang berarti ³antara´. definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. Dengan demikian. Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data.

yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. . Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. Maka terbentuklah ARPANet. Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan. yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data. seperti juga industri senjata. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia.

Sambungan langsung ke Network . TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. Kedua. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. · Memberi INTERNET fleksibilitas. kemudian dikirimkan satu per satu. paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. bukan semua paket data. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. Pertama. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. Sementara paket-paket data bergerak. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. Cara akses ke INTERNET 1. Sebagai contoh. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. jika terjadi kesalahan. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. Maka. protokol ini disebut IP (Internet Protocol).Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. Di Internet. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket). Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah. Dengan adanya TCP/IP ini. karena itu biasanya disebut TCP/IP. Sebagai contoh.

ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon. Selanjutnya. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon. Dalam kasus ini. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. dan sebaliknya. 3. Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. Compuserve. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri. . Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. sistem Anda menjadi host INTERNET penuh. Sebagai contoh. dll. Untuk melakukan hal tersebut. Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). yang terdapat antara masing-masing jaringan. Warp. Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. Sedang. Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator).Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon. 2. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET.

Seperti Anda lihat pada contoh di atas. mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan. Mula-mula jaringan . Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi.Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah).id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´.bppt. angka biner tetap digunakan. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS. Hal ini disebut Dynamic Rerouting. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. yang berarti Indonesia. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu. sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Artinya. Gopher. Seperti pada alamat IP. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat. alamat dibaca dari kanan ke kiri. maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). Untuk mencapai komputer tersebut. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). yaitu domain. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan.

yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS. Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1. Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´. Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2. singkatan ³id´ berarti Indonesia. Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3.

Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Setelah Anda menghubungi host tersebut. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. Gopher client menampilkan menu. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. Proses ini disebut uploading. II. IV. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary. III. Sebagai pemakai INTERNET. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. I. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. Di belakang layar. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading. Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. Sebagai contoh. Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. Namum selain pesan-pesan pribadi. Sebagai contoh. Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server. Maka secara virtual Anda dapat . Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah). Dalam INTERNET. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar.

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

edu Ekonomi global pol-econ@shsu. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn.bitnet@vm1. Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi.Keuangan. WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen. Fasilitas demikian disebut Gopher. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti. ceramah.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik. seminar. Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional.bitnet Ekonomi politik .mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc. Dengan menggunakan fasilitas ini.mty. sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus.uri.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm.itesm. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju.edu Bisnis.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu.nodak. Mailing List Kelompok diskusi . video dan suara). file berisi gambar.

Anda membutuhkan program software internet browser ini. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. menunjukkan tujuannya. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet. Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda. tetapi dikirimkan secara elektronik. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya). Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net. Eudora . Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu.gov menunjukkan negara asal site. E-Mail Mirip surat pos. Untuk mengakses WWW.BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting. Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. misalnya id menunjukkan negara Indonesia. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. Contoh :.

bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. . Selain memungkinkan komputer berkomunikasi.daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu. Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan. institusi atau pribadi. HTML HyperText Markup Language . FAQ Frequently Asked Questions . Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan.Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh).protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML. HTTP HyperText Transfer Protocol . Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS. FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet. HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh.

Intranet. Biasa dikenal sebagai link. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet.NET. Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana. Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava. menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia. dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi. . Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar.

FTP. Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Telnet. Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet.JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya. DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 . Bentuk ini sering digunakan pada web. Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Lycos Salah satu search engine. Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail. dan Gopher. MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. Net Singkatan dari cyberspace. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan.

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful