ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. dada . FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Pada inspirasi. Luas permukaan paru b. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Afinitas f. Jalan nafas yang bersih c. Tebal membran respirasi c. diafragma turun dan volume paru bertambah. Keadaan/jumlah kapiler darah e. yaitu : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Jumlah darah d. Pengembangan paru yang adekuat 2. Waktu adanya udara di alveoli . Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Tekanan udara atmosfir b. membran ini kadang disebut membran respirasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a.mengembang. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah.

panas. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Latihan (exercise) V. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Jumlah sel darah merah c. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. . akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. 3. Sebagai respon terhadap panas. Lingkungan Ketinggian. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Hematokrit darah d. Makin tinggi daratan. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer.3. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. makin rendah PaO2. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. 2. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Curah jantung (cardiac Output / CO) b.

Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. 5. 4. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. 6. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. lelah dan pucat. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. 7. Perubahan pola nafas .5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen.demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi.

dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. 2. laring atau trakhea. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. Skala. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Anak : 20 . Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Biodata pasien (umur. pharing. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. sex.60 x/mnt b. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Riwayat kesehatan keluarga . Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. Bayi : 44 x/mnt c. Neonatus : 30 . Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. pekerjaan. Regio. kapasitas vital menurun 4. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). VI. dan Time) 3.20 x/mnt e. Dewasa tua : volume residu meningkat.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Dewasa : 15 . jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. Quality.25 x/mnt d. Riwayat perkembangan a. denyut jantung meningkat. 8. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif.

keadaan lingkungan. darah). diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. misalnya : merokok. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). bengkak c. 6. perforasi. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. kesimetrisan hidung. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. rekreasi. faktor-faktor alergen dll. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. simetris. d. pekerjaan. eksudat. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . ‡ Bentuk dada. Pemeriksaan fisik a. 5. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. deviasi septum. mukosa (warna. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. Palpasi : sinus frontalis. eksudat ulserasi. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. Riwayat spiritual 8. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. bengkak. Faring Inspeksi : warna. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. sinus maksilaris b.

frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas.mengecil. Perlu juga dikaji bunyi napas. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . klien tenang. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. ‡ Pola napas. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt.24 x/mnt. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri.

Potensial/resiko infeksi 9. Perubahan rasa nyaman 8. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. dll sesuai respon klien 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. nyeri tekan. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. Rasa berduka 6. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. Koping tidak efektif 7.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Intoleransi aktifitas. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. massa. Pola napas tidak efektif 3. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. . kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. peradangan. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. Penurunan kardiak output 5. Interaksi sosial terganggu 10. Gangguan pertukaran gas 4. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt.

distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi . trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. flail chest. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada.Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. obesitas. trauma kepala. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. obstruksi bronchial.

reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. dispnea. napas pendek. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. dehidrasi. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada . Mempertahankan terbukanya jalan napas A. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. 4. RENCANA KEPERAWATAN 1. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan.‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea.

nasopharingeal. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. intra vena. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. E. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. endotrakheal atau trakheostomi tube. . Mobilisasi sekresi paru A. ambulasi dan latihan D. Obat ini dapat diberikan peroral. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak .2. sub kutan.5 liter perhari. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. trakheal. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. 2. suction dapat dilakukan pada oral.

4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. C. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.2 menit .5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage.Perkusi sekitar 1 . C. 3. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. pneumothoraks. tergantung letak sekret dalam paru. Biasanya dilakukan 2 . Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. lakukan : .Vibrasi 4 . Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . open pneumothoraks. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma.B. . flail chest. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks.

significant other . spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. tetes hidung. benda padat. Tipenya : a. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. The two bottle water c. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a.Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. The single bottle water seal system b. yang mencakup tindakan ABC. posisi fowler/semi fowler. The three bottle water 4. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura.

http://athearobiansyah.‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat.blogspot. hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi.html . fasilitasi lingkungan. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. terapi yang sesuai. tingkatkan rasa nyaman. pakaian tipis dan hangat. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.

Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. yaitu kebutuhan fisiologis. Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Manusia menghirup udara melalui hidung. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia. karbon dioksida (CO2).ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. C. Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. B. Selain . Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2. yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. mempertahankan hidupnya. belerang (S). Misalnya. namun juga gas-gas yang lain. 1. energi dan air. dan nitrogen (N2). Gas-gas tersebut ikut terhirup. dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja.

Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. Ketika udara melewati pita suara. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Oleh karenanya. udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Setelah melalui laring. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Pada laring. Hal ini terjadi ketika berbicara. batang tenggorokan (trakea). 2. Setelah melewati hidung. Adanya katup tersebut. Oleh karena itu. Dengan kemampuan tersebut. Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. Gelembunggelembung tersebut . Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. 3. Jika makan sambil berbicara. Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri.sebagai organ pernapasan. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). terdapat pita suara. Dari rongga hidung. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. 4. hindarilah makan sambil berbicara. di bawah epiglotis. udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Bronkus terbagi menjadi dua. dan cabang batang tenggorokan (bronkus). manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. Pembatas ini bukan sekedar pembatas. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. tetapi berperan juga dalam proses pernapasan.

Adanya kondisi jalan nafas yang baik. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. otot diafragma berkontraksi. Akibatnya. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. b. Jadi. oksigen diikat oleh hemoglobin. D. 1. Saat kamu mengeluarkan napas. Proses pernapasan meliputi dua proses. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. menghirup udara melalui hidung. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. Bersamaan dengan itu. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. kemudian ke dalam paru-paru. Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Selanjutnya. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer. Dalam darah. Dari hidung. Akhirnya. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Sewaktu menarik napas. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. udara terus masuk ke tenggorokan. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. hal yang perlu diingat. Proses Pernapasan Saat bernapas. Agar lebih jelas. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas.disebut alveoli (tunggal: alveolus). Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. .

Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ). secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. c.Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang.c. Luasnya permukaan paru-paru. Difusi. . d. Kondisi pembuluh darah. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot. b. Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. PenurunZan kapasitas angkut O2. Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. b. nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. E. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. dan lain-lain. Hipovolemia. 4. Akan tetapi. Refusi. Pusat pernapasan. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. latihan & aktivasi seperti olahraga. Peningkatan laju Metabolik. Transportasi. yaitu medula oblongata dan pons. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. Proses ini dipengaruhi oleh: a. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Kardiak output.

. Kondisi stres. Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. 3. penyakit kronis. seperti penurunan elastisitas paru. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. seperti merokok. Z Bayi prematur. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. 2. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan. Bayi danZ anak-anak. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis. penyakit susunan syaraf. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. pelebaran alveolus. Z Lansia. penyakit otot. diet yang tidak sehat. influenza. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. kebiasaan merokok. trauma. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. dilatasi saluran bronkus. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. tinsilitis. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. seperti faringitis. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). obesitas. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja. penyakit obstruksi pernafasan atas.Kondisi lainnya. permen. kurang berolahraga. dll. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas.

kondisi emosional. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. terutama morfin dan meperidin. Perasaan takut. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. 5. Z Ketinggian. Z Ketergantungan zat adiktif. Selain itu. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis. gaya hidup. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2.4. denyut jantung. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. kebiasaan berolah raga. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen . Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. Status nutrisi. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. Sebaliknya. Emosi. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. cemas. dengan kata lain. o Penggunaan narkotika dan analgesik. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. Lingkungan Z Suhu. Nutrisi.

pusing. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. d. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Kussmaul. Bradipnea. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya. Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala. F. g. 2. Perubahan pola pernapasan a. Cheyne stokes. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. Stridor . Ortopnea. Sianosis.Polusi. Pola pernapasan yang lambat abnormal. Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. e. Dispnea. f. k. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes.sb. Sesak dan berat saat bernafas. h. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. 10 kali per menit. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. 3. c. lalu dimulai lagi dari siklus baru. Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. j. Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. batuk. Hipoventilasi . Hiperventilasi. terdesak. Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. terkait . i. l. Biot . Takipnea. Pernapasan paradoksial.

Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan.dan kedalaman pernapasan tidak normal. dan tingkat perkembangannya. . ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G. Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas. baik oksigen maupun karbondioksida. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru. letargi. terutama kabel-kabel diruangan tersebut. 4. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. pasien dengan pertukaran gas. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. irama. kenyamanan.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru. antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler.

‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras. Kanula nasal . b. penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. kencangkan dengan kunci inggris atau tang. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. Tabung. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien. yaitu : 1. pasang pada flowmeter. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. 2. ‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. Sumber Dinding. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. a. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1.

b. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur. . . Kanul Nasal c. klien bebas makan.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%. pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal. dapat terjadi distensi lambung. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal. makan dan berbicara.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%. serta kateter mudah tersumbat.44%. mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing. bergerak. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut.2. klien bebas bergerak. lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman. dapat mengiritasi selaput lendir. Sungkup muka sederhana. aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung. . . Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%. Sungkup muka dengan kantong rebreathing. a. . 4.Keuntungan . Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% . 5. Kateter nasal 3. berbicara.Keuntungan Pemberian oksigen stabil.

.Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana. Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%.Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%. dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. . sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. e. kantong oksigen bisa terlipat. masker non rebreathing 2. akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. tidak mengeringkan selaput lendir. tidak mengeringkan selaput lendir . Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. d. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury. sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah.Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal. Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi . Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt . Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt .Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat.

Prinsip utama RJP adalah. . Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi. merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad.Keuntungan 55%. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. kantong oksigen bisa terlipat. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 . Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien. H. orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1. jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung.dengan konsentrasi 30 . 2009). Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation). trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2.

Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas.2. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. yaitu : 1. Ada dua prinsip penting. Jika posisi . sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. B. yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap. 4. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. Meminta pertolongan. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. a. Memperbaiki posisi korban/pasien. C. 3. segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut.

sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing.sudah terlentang. sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. 2. ‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah). Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. Memastikan korban/pasien tidak bernapas. 5. Memberikan bantuan napas. Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. Mengatur posisi penolong. Terdiri dari 2 tahap : 1. Jika korban/pasien tidak bernapas. kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain. AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar.

o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg). Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri . dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung. Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. sehingga terjadi distensi lambung. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung.mulut.5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1. Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. penolong harus menutup mulut korban/pasien.

penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien.8 5 cm). o Dengan posisi badan tegak lurus. o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. dan jika bernapas pertahankan jalan napas. (50% Duty Cycle). jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang. selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg. dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung. 2. o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya.karotis di daerah leher korban/ pasien. sedangkan curah jantung (cardiac output) . penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1.5 2 inci (3. Jika teraba denyutan nadi. o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi. Memberikan bantuan sirkulasi. dan diastolik yang sangat rendah. Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong. dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum). o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan.

seperti manusia.blogspot. Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas.20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah .20-30 napas per menit ‡ Anak-anak . Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir .hanya 25% dari curah jantung normal. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat.html?zx=eacd260c7c58f6ba . ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate.com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan. Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik. adalah jumlah napas makhluk hidup. mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit). Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat.35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak .12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat . Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas. yang perlu dicatat.60-70 napas per menit http://rismalia.16-25 napas per menit ‡ Dewasa . I.Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi . dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan. Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat. Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi. Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya.

me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. keringat meningkat Kardiovaskuler . Anemi yang berat 7. Bingung / gelisah. Dipsnea.RR meningkt. Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3. Penggunaan otot bantu pernapasan . tdk ada rasa dan mdh trbakar. Peningkatan. Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2. Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1. Syok 5.Peningkatan co2. Gagal nafas akut 4. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1.Ketidaksadaran. Selama dan sesudah operasi 6. peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan . Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP .Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna. mudah terangsang. Cuping hdng. me(-)I respon kompensasi 3.

adax bnda asing . Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a.Hipoksia dan hipoksemia 5. Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek. diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas . tgl MRS. diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. sesak sprti trtekan benda brat t.agama. Kanul Nasal b.umur. dekompensasi cordis.Sianosis . hwa dingin.u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas.status perkawinan. jenkel. terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma. dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg. Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia. TBC . muntah akibat peningkatan asam lambung . K tdk dpt beraktifitas .dbwa ke RS & dberi terapi O2. pendidikan.alamat. Kateter Nasal c. mual. trauma dada. Macam2 pemberian O2 a. sebah . Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama.

Kesadaran : composmetis. hidung : pernafasan cuping hdng 4. Palpasi : Thrill . bila redup ada tumor. wezing pd sesak coz asma . pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan . tensi meningkat. TTV : RR meningkat.sesak berat K apatis c. vokal premitus meningkat (pneumoni). Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. mata : conjunctiva anemis 3. nmpak sianosis. Leher : JVP meningkat 7. mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a. Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. KU : gelisah. telinga : sianosis 6. Kebersihan Diri d. ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) .b. tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt. Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. ditandai dng kontraksi jantung. ronchi pd decompensasi cordis. N meningkat. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . d. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni. Pola Aktivitas e. b.berkerngat bxk. Pemeriksaan fisik 1. dada : 1. kepala dan rambut 2.

Biopsi Paru . Inspecsi b. saturasi oksigen < 95 . pHco3 < 22 mmHg. batuk efektif. bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a. Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) .adanya benda asing . Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d. ronchi.c.Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme .edema dan spasme bronchus / trachea .batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS.Hb < 10 gr % . Auskultasi c. tdk menggunakan otot bntu pernafasan .Bronchus copy .Rontgen . Pco2 < 80 mmHg. Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a.Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B.D : . Perkusi d. frekuensi irama nafas normal. laboratorium : .AGD : Pco2 > 45 mmHg. stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih. reles wezing tdk ada.

D depresi sesak nafas. Pemberian oksigen c. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B. kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal. Pemberian antibiotik b. Lakukan fisio terapi dada 6. Pertahankan Hidrasi yg adekuat . berikan O2 S. efek obat anestesi.Intervensi 1.i program 5. hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1. Kolaborasi dng tim medis a. Pemberian vasodilator / aminophilin 9.jk tdk ada kontraindikasi 4. Atur posisi klien semifowler 2. penurunan O2 dlm udara inspirasi.berikan o2 dng / sesuai program 2. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3. Kaji suara nafas dan obs TTV 8. orthopnea. Diskusikan penyebab 5. Obs TTV 6. takipnea. Berikan obat mukolitik / nebulizer s. alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4. bradipnea.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. Obs TTV .

ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6. AGD PO2 menurun. Berikan o2 s. kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4. bingung. berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan. Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada. Mengatur posisi fowler / semifowler 2.3.i program pertahankan humidifier adekuat 3. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen. keletihan.blogspot. gas drh arteri normal. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4. dispenia tdk ada Intervensi 1.html Asuhan keperawatan Oksigenasi .

Untuk menurunkan kerja jantung III.I. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. dan laring . yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). oral (orofaring). II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3.

limfatik dan saraf 2.Glotis : ostium antara pita suara dalam laring .Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid . Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : .Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4.Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) . Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri.Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan .Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) .(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3.

Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) . Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6.Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli . Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : .Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus .‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5.

dada . yaitu : 1.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : . Pada inspirasi.Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . Tekanan udara atmosfir b. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah.mengembang. membran ini kadang disebut membran respirasi. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Pengembangan paru yang adekuat 2. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi . juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. diafragma turun dan volume paru bertambah. Jalan nafas yang bersih c. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi).

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Latihan (exercise) V. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Jumlah darah d.sangat mempengaruhi proses difusi. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. makin rendah PaO2. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. 2. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. panas. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Jumlah sel darah merah c. Tebal membran respirasi c. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Makin tinggi daratan. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Afinitas f. Hematokrit darah d. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Luas permukaan paru b. Lingkungan Ketinggian. Waktu adanya udara di alveoli 3. Sebagai akibatnya . sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1.

Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 5. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Sebagai respon terhadap panas. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. 6. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. 4. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. 3. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat.

Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . pharing. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. 8. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. pekerjaan. laring atau trakhea. lelah dan pucat. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. 7. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun . Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Biodata pasien (umur. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. VI. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung.napas. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). denyut jantung meningkat. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi. sex.

Neonatus : 30 . mukosa (warna. faktor-faktor alergen dll. dan Time) 3. Anak : 20 . kapasitas vital menurun 4. eksudat.psikologis. Quality. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. kesimetrisan hidung. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Riwayat perkembangan a.60 x/mnt b. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. perforasi. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. misalnya : merokok. Pemeriksaan fisik a. Dewasa : 15 . sinus maksilaris b. Faring Inspeksi : warna. bengkak. keadaan lingkungan. Trakhea . Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. Skala. Palpasi : sinus frontalis. pekerjaan. rekreasi. Bayi : 44 x/mnt c. simetris. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. 5. deviasi septum.25 x/mnt d. darah). Riwayat spiritual 8. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. 2. Dewasa tua : volume residu meningkat.20 x/mnt e. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. bengkak c. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. 6. eksudat ulserasi. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. Regio.

‡ Pola napas. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . pada bayi berbeda dengan orang dewasa. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat.24 x/mnt. klien tenang. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan.Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. ‡ Bentuk dada. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. d. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan.

apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar . dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. peradangan. nyeri tekan. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. massa. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada.cepat dan dalam. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. Perlu juga dikaji bunyi napas. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt.

Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Pola napas tidak efektif 3. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. Gangguan pertukaran gas 4. dll sesuai respon klien 1. Perubahan rasa nyaman 8. Penurunan kardiak output 5. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Intoleransi aktifitas. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Rasa berduka 6.VII. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. Koping tidak efektif 7. Interaksi sosial terganggu 10. Potensial/resiko infeksi 9. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat .

Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. 4. obesitas. flail chest. obstruksi bronchial. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. trauma kepala. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3.

dehidrasi. RENCANA KEPERAWATAN 1. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. napas pendek. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien . dispnea. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII.‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea.

Biasanya dilakukan 2 . Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi.2.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. endotrakheal atau trakheostomi tube. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . ambulasi dan latihan D.‡ Pada pasien pot op. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir.5 liter perhari. intra vena. 2. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. E. C. B. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. trakheal. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. nasopharingeal. suction dapat dilakukan pada oral. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. Mobilisasi sekresi paru A. sub kutan. Obat ini dapat diberikan peroral. lakukan : . Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage.

Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. 3. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. pneumothoraks. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. open pneumothoraks.Vibrasi 4 . .5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. C. Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage.2 menit . flail chest.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . tergantung letak sekret dalam paru..Perkusi sekitar 1 . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. benda padat. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.

terapi yang sesuai. The two bottle water c. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). yang mencakup tindakan ABC. . Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. The three bottle water 4. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. tetes hidung. tingkatkan rasa nyaman. fasilitasi lingkungan. significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. posisi fowler/semi fowler.Tipenya : a. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. The single bottle water seal system b. pakaian tipis dan hangat.

Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung.wordpress. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. Daftar Pustaka http://iwansain. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan.hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. bronkus. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan. farinx. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. dan bronkiolus. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan . di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung. larinx trachea.

Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. Membrana mukosa olfaktorius. epiglottis. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Hyoideum. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal). Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. glandula tyroidea. membrana mukosa. sebelah dalam kulit. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. plika vokalis. cartilago cricoidea. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. dan beberapa otot kecila. diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla.membran mukosa. Pada bagian belakang. palatinus. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. penonjolan tempat melekatnya ligamen . dan (3) inferior. dibawah concha inferior. Sphenoidale. cartilago yaitu cartilago thyroidea. dan os. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. dan 2 cartilago arytenoidea 2. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher.

Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. dan thyroidea. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Plica aryepiglottica. berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. yang . terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. cricoidea. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. Terletak dibawah cartilago tyroidea. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa.thyrohyoideum.

dan lebih vertikal daripada yang kiri. Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis. plica vocalis terpisah lebar. pipi. (d) tumor. dan bibir. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. lidah.5 cm. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi).lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. disebut . sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. misalnya difteri. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. Trachea tersusun atas 16 . Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2. (c) infeksi. plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. misalnya kanker pita suara. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. misalnya gumpalan makanan.dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). Selama respirasi kuat.jenis sel yang sama. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar.20 lingkaran tak. Respirasi Selama respirasi tenang. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle.

ductus alveolar. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. Apeks.bronckus lobus bawah. arteri bronkialis . Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. permukaan mediastinal. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. arteri pulmonalis 2. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). bronchial venula. sakkus alveolar dan alveoli. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. Paru -paru memilki : 1.0 cm. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas.5 s/d 1.5 cm diatas calvicula 2. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. Suplai Darah 1. arteriola. permukaan costo vertebra. asinus atau. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. 4. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. venula. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. menempel pada perikardium dan jantung. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. dan basis.

Selanjutnya. melalui sebuah alveolus. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. Jantung. dan venula menjadi vena. PMNs. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan.Innervasi 1. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. sirkulasi sistemik. kedalam arteri pulmonais. dan sirkulasi paru. katup pulmonalis. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. interferon. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . dan antibodi spesifik. Tetapi. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler.

ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. 2. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. Stadium ke dua. serratus.enzimatik. Seiama inspirasi. lateral dan vertikal. Stadium pertama adalah ventilasi. Selama pernapasan tenang. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. 3. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. M. 1. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata. transportasi. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. scalenus dan m. Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. m. intercostalis externus berperanan mengangkat iga. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah. Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat. pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang.60F) dan pH darah 7.3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. Pada kurva bagian atas yang datar. Karena itu. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2. meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan. adanya bagian yang datar.3 difosfogliserat (2. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu.4. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi. Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02. yang agak tergeser ke kanan. (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia. Sesungguhnya.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial.3-DPG sel darah merah meningkat. dalam keadaan ini. menggambarkan peningkatan metabolisme . Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa. Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan.

Karena itu. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin. Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg. tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan. TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang. Sebaliknya. dan mudah diukur dalarn laboratorium modern. sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun. maka reaksi tersebut tidak reversibel. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat. terutama apabila disertai dengan hipoksemia. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan.

Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. Proses terbentuknya embolus disebut embolism . arteri renalis. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru. arteri coroner. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Embolus (95 %) berasal dari trombus. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah.Baiklah.com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. dan arteri cereberal. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah. Medulla Oblongata 2. 2. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik. dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. Reservoir darah 4.wordpress. untuk lebih memahami emboli. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain.

coronaria dan infark miokard. Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. arteri. Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit . anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner . carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena. kelompok bakteri.> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu. limpa.Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang . dan anggota tubuh bawah. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara.> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a. ginjal. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau . trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak. jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. kelompok sel tumor. coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas.Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. gas nitrogen. pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a.sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena. Embolus dalam a. anoksemia. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . pembuluh limfe dan jantung Akibat .

wordpress. namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg . hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan. anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien. pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli. Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek. kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis . gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks.> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal . verniks caseosa. Penulis harapkan. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena. ²²²http://iwansain.

zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel. Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma. Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1.terjadi trombosis.> fibrin. Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen .> dilepaskan suatu zat tromboplastin. Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri). Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa. . Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. thromboangitis obliterans. massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2. Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. eritrosit dan fibrin.

‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat.perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri.u tda eritrosit . Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat. pada penyakit yang disertai µsludged blood¶. krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t. Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia.

‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis. mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A. mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena. coronaria ‡ A. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis . renalis ‡ A.

Kepentingan dipertahankan suhu .wordpress.> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang . Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4.> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah . atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan.> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka).‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap . ruang angkasa.com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1. Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2. Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3.

2. esophagus.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus . PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh. yaitu diukur pada daerah (mulut. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 . membrane tympani.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam. TMB = 0. Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. . yang benar. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus.3 sore). otot.3 kalinya.33 Ts + 0.tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita. Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 .benar mempunyai suhu rata-rata 370 C. vagina. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1. Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 .

Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. naik dan diganti udara yang lebih dingin. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. seperti cahaya radiasi. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1. Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. Walau tidak berkeringat. 2. Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . gas atau cairan. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. 2.PELEPASAN PANAS 1.

maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. makrofag. dan sel-sel yang mengalami cedera. ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. yang disebut pirogen endogen. dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal. berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif. PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. Menggigil efektif untuk pembentukan panas. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. mekanisme panas yang (evaporasi). MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. . pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. dengan batas maximal 5 kali. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif. dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi.Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin.

Penyakit ini dapat menjadi epidemi. harap segera membawa ke rumah . Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. disertai gejala nonspesifik (lemah. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. yang merupakan Flavi virus. ditandai dengan nadi cepat. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh.‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. Tingkat III : kegagalan peredaran darah. hipotensi. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit. dan kulit dingin. dan sebagainya). mual. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian. dan terbanyak pada waktu musim hujan. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. kemudian turun sampai batas normal. Penyebabnya adalah virus dengue. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain. Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit. lemah. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. yaitu 2-3 hari.wordpress. Tingkat IV : telah terjadi syok. Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati. pusing.

dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX). sehingga mereka dapat berkomunikasi. Dengan demikian. . Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis.sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. apakah sistem DOS atau UNIX. yang berarti ³antara´. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah. 2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian. Memang itulah fungsinya. Sejarah. INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala.

Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya. Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET. melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia. Maka terbentuklah ARPANet. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. . Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. seperti juga industri senjata.

bukan semua paket data. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. Maka. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. Cara akses ke INTERNET 1. · Memberi INTERNET fleksibilitas. kemudian dikirimkan satu per satu. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah. Sebagai contoh. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. protokol ini disebut IP (Internet Protocol). Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. Sebagai contoh. INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket).Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. Kedua. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. jika terjadi kesalahan. Pertama. Di Internet. Sementara paket-paket data bergerak. jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. Sambungan langsung ke Network . TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. karena itu biasanya disebut TCP/IP. Dengan adanya TCP/IP ini.

Sedang. Warp. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). 2. ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon. Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Untuk melakukan hal tersebut. Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. 3. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. . Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. yang terdapat antara masing-masing jaringan. alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator). Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. dan sebaliknya. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri.Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. Selanjutnya. Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. Compuserve. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon. Dalam kasus ini. Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. dll. Sebagai contoh. sistem Anda menjadi host INTERNET penuh.

Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah). Mula-mula jaringan . Seperti pada alamat IP. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu. angka biner tetap digunakan. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai.id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´. sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). yang berarti Indonesia. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS. yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Untuk mencapai komputer tersebut. Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi. Gopher. Artinya.Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit.bppt. Hal ini disebut Dynamic Rerouting. alamat dibaca dari kanan ke kiri. Seperti Anda lihat pada contoh di atas. yaitu domain. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan.

singkatan ³id´ berarti Indonesia. Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2. Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´. yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1. Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3.

Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. II. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Sebagai contoh. dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary. Setelah Anda menghubungi host tersebut. IV. Dalam INTERNET. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. III. Di belakang layar. I. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar. Sebagai pemakai INTERNET. Proses ini disebut uploading. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. Namum selain pesan-pesan pribadi. Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. Maka secara virtual Anda dapat . Gopher client menampilkan menu. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading. Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. Sebagai contoh. Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah).

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional. video dan suara). sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang. Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi.itesm.edu Bisnis. Mailing List Kelompok diskusi .bitnet@vm1.mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc.mty. Dengan menggunakan fasilitas ini. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn. seminar. Fasilitas demikian disebut Gopher.edu Ekonomi global pol-econ@shsu. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik.Keuangan.nodak. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju. ceramah. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu. WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen. file berisi gambar.uri. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey.bitnet Ekonomi politik .

Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda. Untuk mengakses WWW. Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. tetapi dikirimkan secara elektronik. E-Mail Mirip surat pos. Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. Contoh :.gov menunjukkan negara asal site. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya). Eudora . Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net. yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu. menunjukkan tujuannya. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain. misalnya id menunjukkan negara Indonesia.BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. Anda membutuhkan program software internet browser ini. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet.

. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan. FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet. HTML HyperText Markup Language . Selain memungkinkan komputer berkomunikasi. Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. HTTP HyperText Transfer Protocol .protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML. HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh.daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS.Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh).bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. institusi atau pribadi. Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan. FAQ Frequently Asked Questions .

Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava. Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi. menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet. Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut. Intranet. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. . Biasa dikenal sebagai link. Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly.NET. Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar. Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia.

Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Telnet. Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet.JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. Bentuk ini sering digunakan pada web. Net Singkatan dari cyberspace. Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya. DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. dan Gopher. FTP. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. Lycos Salah satu search engine. Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 . MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail.

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful