ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. yaitu : 1. membran ini kadang disebut membran respirasi. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. diafragma turun dan volume paru bertambah. Pengembangan paru yang adekuat 2. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Tebal membran respirasi c. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Jumlah darah d. Tekanan udara atmosfir b. Jalan nafas yang bersih c. Afinitas f.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Luas permukaan paru b. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). dada . Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. Pada inspirasi. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat.mengembang. Waktu adanya udara di alveoli .

diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. . Sebagai respon terhadap panas. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Latihan (exercise) V. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. 2. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung.3. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. makin rendah PaO2. 3. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Hematokrit darah d. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. sehingga darah akan mengalir ke kulit. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Makin tinggi daratan. Jumlah sel darah merah c. panas. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Lingkungan Ketinggian.

6.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. 7. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . lelah dan pucat. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Perubahan pola nafas .demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. 5. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. 4. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak).25 x/mnt d. Anak : 20 . jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit.20 x/mnt e. denyut jantung meningkat. Riwayat kesehatan keluarga . sex. pekerjaan. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Biodata pasien (umur. 2.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. Dewasa : 15 . Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. 8. kapasitas vital menurun 4. Regio. Dewasa tua : volume residu meningkat. Quality. laring atau trakhea. Neonatus : 30 . Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Skala. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. pharing.60 x/mnt b. Riwayat perkembangan a. VI. Bayi : 44 x/mnt c. dan Time) 3. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas.

Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. rekreasi. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . keadaan lingkungan. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. kesimetrisan hidung. darah). faktor-faktor alergen dll. bengkak. pekerjaan. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. eksudat. Palpasi : sinus frontalis. Faring Inspeksi : warna. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. misalnya : merokok. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. simetris. bengkak c. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. ‡ Bentuk dada. eksudat ulserasi. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. mukosa (warna. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. 5. d. perforasi. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. sinus maksilaris b. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. deviasi septum. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Riwayat spiritual 8. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. 6.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. Pemeriksaan fisik a.

klien tenang. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas.24 x/mnt. Perlu juga dikaji bunyi napas. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. ‡ Pola napas. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya.mengecil. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi.

Penurunan kardiak output 5. Potensial/resiko infeksi 9. massa. Gangguan pertukaran gas 4.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. Koping tidak efektif 7. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. nyeri tekan. Intoleransi aktifitas. Pola napas tidak efektif 3. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. dll sesuai respon klien 1. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Interaksi sosial terganggu 10. peradangan. . Rasa berduka 6. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Perubahan rasa nyaman 8.

distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi . obesitas. trauma kepala. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. obstruksi bronchial. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema.Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. flail chest.

napas pendek. dehidrasi. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. 4. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada . vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. dispnea.‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. RENCANA KEPERAWATAN 1. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII.

Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. endotrakheal atau trakheostomi tube. Mobilisasi sekresi paru A. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. . Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. Obat ini dapat diberikan peroral. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op.2. sub kutan. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. intra vena. Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . ambulasi dan latihan D. nasopharingeal. trakheal.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B.5 liter perhari. suction dapat dilakukan pada oral. E. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. 2.

Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. pneumothoraks. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage.B. tergantung letak sekret dalam paru.Vibrasi 4 . satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. C. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A.Perkusi sekitar 1 . Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. 3. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . flail chest. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. lakukan : . Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. Biasanya dilakukan 2 . C.2 menit . dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. open pneumothoraks. . Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.

yang mencakup tindakan ABC. Tipenya : a. significant other . Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. The three bottle water 4. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura.Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. benda padat. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. tetes hidung. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. The single bottle water seal system b. posisi fowler/semi fowler. The two bottle water c. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b.

fasilitasi lingkungan.html .‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. terapi yang sesuai. http://athearobiansyah.blogspot. hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. tingkatkan rasa nyaman. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi. pakaian tipis dan hangat.

Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). yaitu kebutuhan fisiologis. C. Misalnya. B. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. 1. namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2. karbon dioksida (CO2). dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. dan nitrogen (N2). Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Manusia menghirup udara melalui hidung. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. Gas-gas tersebut ikut terhirup. namun juga gas-gas yang lain. mempertahankan hidupnya. yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. belerang (S). Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja. energi dan air. Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). Selain . Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel.

hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. dan cabang batang tenggorokan (bronkus). Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Setelah melewati hidung. Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. Hal ini terjadi ketika berbicara. Oleh karenanya. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Adanya katup tersebut. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. di bawah epiglotis. terdapat pita suara. tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. Oleh karena itu. Pembatas ini bukan sekedar pembatas. udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. batang tenggorokan (trakea). Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Gelembunggelembung tersebut . Dari rongga hidung. Jika makan sambil berbicara. Pada laring.sebagai organ pernapasan. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. 2. hindarilah makan sambil berbicara. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. 4. Setelah melalui laring. manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Bronkus terbagi menjadi dua. Dengan kemampuan tersebut. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. 3. Ketika udara melewati pita suara. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan.

Akhirnya. Bersamaan dengan itu. b. Dari hidung. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. Proses Pernapasan Saat bernapas. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Proses pernapasan meliputi dua proses. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Jadi. Agar lebih jelas. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. Dalam darah. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. menghirup udara melalui hidung. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. kemudian ke dalam paru-paru. . otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. Saat kamu mengeluarkan napas. Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer. Akibatnya. 1. oksigen diikat oleh hemoglobin. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. udara terus masuk ke tenggorokan. Adanya kondisi jalan nafas yang baik. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Selanjutnya. otot diafragma berkontraksi. hal yang perlu diingat. Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas.disebut alveoli (tunggal: alveolus). D. Sewaktu menarik napas. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus.

E. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. Akan tetapi. Pusat pernapasan. dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen. Difusi. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. Kondisi pembuluh darah. kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ).Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot. Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. Kardiak output. Peningkatan laju Metabolik. yaitu medula oblongata dan pons. Transportasi. b. PenurunZan kapasitas angkut O2. Luasnya permukaan paru-paru. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. c. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. Proses ini dipengaruhi oleh: a. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. b. Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. dan lain-lain. Hipovolemia. d. 4. . Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. Refusi. latihan & aktivasi seperti olahraga.c. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2.

Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas. tinsilitis. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). permen. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. penyakit susunan syaraf. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. kebiasaan merokok. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. kurang berolahraga. Bayi danZ anak-anak. obesitas. Kondisi stres. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. diet yang tidak sehat. . Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. Z Bayi prematur. seperti merokok. seperti penurunan elastisitas paru. Z Lansia. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. penyakit otot. dll. dilatasi saluran bronkus. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja. penyakit obstruksi pernafasan atas. 3. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis.Kondisi lainnya. Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. seperti faringitis. penyakit kronis. influenza. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. trauma. pelebaran alveolus. 2.

Z Ketergantungan zat adiktif. cemas. o Penggunaan narkotika dan analgesik. Nutrisi. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. kondisi emosional. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. terutama morfin dan meperidin. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. Lingkungan Z Suhu. gaya hidup. kebiasaan berolah raga. Selain itu. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2. 5. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Sebaliknya. dengan kata lain.4. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. Perasaan takut. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. Status nutrisi. Z Ketinggian. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen . Emosi. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. denyut jantung. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis.

F. i. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. f. pusing. Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. Pola pernapasan yang lambat abnormal. lalu dimulai lagi dari siklus baru. e. d. Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. c. Stridor . Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Sesak dan berat saat bernafas. Kussmaul. Bradipnea. Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. terdesak. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. Dispnea. 10 kali per menit. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. Hiperventilasi. 2. Biot . Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. Perubahan pola pernapasan a. j. h. Sianosis.Polusi. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes. g. Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. 3. Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala. Ortopnea. Takipnea. terkait . batuk. l. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya.sb. k. Pernapasan paradoksial. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. Cheyne stokes. Hipoventilasi .

irama. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. pasien dengan pertukaran gas. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru. antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. terutama kabel-kabel diruangan tersebut. Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien.dan kedalaman pernapasan tidak normal. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. . Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. kenyamanan. dan tingkat perkembangannya. baik oksigen maupun karbondioksida. ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. letargi. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. 4.

Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. Kanula nasal . misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya. pasang pada flowmeter. b. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. kencangkan dengan kunci inggris atau tang. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. Tabung. 2. Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. a. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal. ‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1. Sumber Dinding. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. yaitu : 1. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh. ‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien.

. . bergerak. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal.Keuntungan . serta kateter mudah tersumbat. berbicara. a. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. klien bebas makan. dapat mengiritasi selaput lendir. . Sungkup muka dengan kantong non rebreathing. 4. . mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. . pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal. aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut. murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap.44%. b. dapat terjadi distensi lambung. klien bebas bergerak. 5. makan dan berbicara.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%.Keuntungan Pemberian oksigen stabil. Sungkup muka dengan kantong rebreathing.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%. Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%. Kanul Nasal c.2.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur. Sungkup muka sederhana. Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% . tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal. Kateter nasal 3. lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman.

akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. tidak mengeringkan selaput lendir. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. d.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%. sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur. dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. e. tidak mengeringkan selaput lendir . masker non rebreathing 2.Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana. dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi . .Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%.Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal. Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt . kantong oksigen bisa terlipat. sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt . .Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat.

H. trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad. kantong oksigen bisa terlipat. Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien. . Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. Prinsip utama RJP adalah. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 . Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. 2009). Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2.dengan konsentrasi 30 .Keuntungan 55%. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation). orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1.

2. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. a. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas. 3. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. C. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. Ada dua prinsip penting. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. 4. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. yaitu : 1. Jika posisi . Meminta pertolongan. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. Memperbaiki posisi korban/pasien. B. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut.

Jika korban/pasien tidak bernapas. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh.sudah terlentang. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. Memberikan bantuan napas. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. 2. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . Memastikan korban/pasien tidak bernapas. dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. Terdiri dari 2 tahap : 1. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah). sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. 5. Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Mengatur posisi penolong. biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. ‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain.

Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1.mulut.5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri . dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung. o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan. sehingga terjadi distensi lambung. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg). Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. penolong harus menutup mulut korban/pasien. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat.

o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas.8 5 cm). penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1. sedangkan curah jantung (cardiac output) . dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien. Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung.karotis di daerah leher korban/ pasien. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg.5 2 inci (3. penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi. o Dengan posisi badan tegak lurus. o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum). o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi. o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). dan jika bernapas pertahankan jalan napas. dan diastolik yang sangat rendah. (50% Duty Cycle). 2. selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. Jika teraba denyutan nadi. jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong. o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya. Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. Memberikan bantuan sirkulasi. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan.

hanya 25% dari curah jantung normal. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas. Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir . Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat. Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya.16-25 napas per menit ‡ Dewasa . Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan.20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah . Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi. Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat. dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan. Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik. I.html?zx=eacd260c7c58f6ba . seperti manusia. yang perlu dicatat. Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas. mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit). ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat.35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak .com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan.12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat . adalah jumlah napas makhluk hidup.60-70 napas per menit http://rismalia.Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi .20-30 napas per menit ‡ Anak-anak .blogspot.

me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. Bingung / gelisah.Ketidaksadaran. Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1.Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna. Penggunaan otot bantu pernapasan . me(-)I respon kompensasi 3. peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan . Gagal nafas akut 4. Selama dan sesudah operasi 6. Cuping hdng. Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1.Peningkatan co2. Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP . mudah terangsang.RR meningkt. Dipsnea. Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2. keringat meningkat Kardiovaskuler . Anemi yang berat 7. Peningkatan. tdk ada rasa dan mdh trbakar. Syok 5.

sebah .status perkawinan. Kateter Nasal c. jenkel. Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek. dekompensasi cordis.agama. pendidikan. Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia.u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas. dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg. diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama. trauma dada. adax bnda asing . terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma. Kanul Nasal b. muntah akibat peningkatan asam lambung . diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas .Hipoksia dan hipoksemia 5. sesak sprti trtekan benda brat t. hwa dingin. tgl MRS.Sianosis .umur.alamat. Macam2 pemberian O2 a.dbwa ke RS & dberi terapi O2. Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a. K tdk dpt beraktifitas . TBC . mual.

nmpak sianosis. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni. telinga : sianosis 6. N meningkat. d. ronchi pd decompensasi cordis. pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan . tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt. Kebersihan Diri d. tensi meningkat.b. Leher : JVP meningkat 7. Pola Aktivitas e. Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. Pemeriksaan fisik 1. ditandai dng kontraksi jantung. TTV : RR meningkat. vokal premitus meningkat (pneumoni). Palpasi : Thrill . edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a. pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) . mata : conjunctiva anemis 3. KU : gelisah. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. b. mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. Kesadaran : composmetis. hidung : pernafasan cuping hdng 4. bila redup ada tumor.berkerngat bxk. Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. wezing pd sesak coz asma . dada : 1.sesak berat K apatis c. kepala dan rambut 2.

Perkusi d. laboratorium : . tdk menggunakan otot bntu pernafasan .D : .Biopsi Paru .AGD : Pco2 > 45 mmHg. Auskultasi c. Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a. frekuensi irama nafas normal.edema dan spasme bronchus / trachea . pHco3 < 22 mmHg.Hb < 10 gr % . bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a.Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B. Pco2 < 80 mmHg.adanya benda asing . batuk efektif.c.Rontgen . ronchi. saturasi oksigen < 95 .batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS. Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d. stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih.Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme . Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) .Bronchus copy . Inspecsi b. reles wezing tdk ada.

Pemberian antibiotik b. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B. efek obat anestesi.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. Pertahankan Hidrasi yg adekuat .D depresi sesak nafas. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3. Kaji suara nafas dan obs TTV 8.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4. Obs TTV 6. alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3. Berikan obat mukolitik / nebulizer s. Pemberian vasodilator / aminophilin 9.berikan o2 dng / sesuai program 2. takipnea. kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal. penurunan O2 dlm udara inspirasi. Atur posisi klien semifowler 2.i program 5. bradipnea. Lakukan fisio terapi dada 6. Pemberian oksigen c. Obs TTV .jk tdk ada kontraindikasi 4. Kolaborasi dng tim medis a. Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7. orthopnea. Diskusikan penyebab 5. hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1.Intervensi 1. berikan O2 S.

dispenia tdk ada Intervensi 1. ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6. Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada. gas drh arteri normal. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4. bingung.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5. AGD PO2 menurun.blogspot.3. Berikan o2 s. keletihan. Mengatur posisi fowler / semifowler 2.i program pertahankan humidifier adekuat 3.html Asuhan keperawatan Oksigenasi . kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan. Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4.

I. Untuk menurunkan kerja jantung III. II. yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. dan laring . Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. Saluran Nafas Atas 1. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. oral (orofaring).

Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : . Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) . Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri.Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea. limfatik dan saraf 2.Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid .Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Saluran Nafas Bawah 1. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B.(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3.Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan .Glotis : ostium antara pita suara dalam laring .Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) .

Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : . Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) . Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6.Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus .‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3.Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli .

Tekanan udara atmosfir b. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi).Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : .mengembang. membran ini kadang disebut membran respirasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. dada . Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Pengembangan paru yang adekuat 2.Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi . Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Jalan nafas yang bersih c. diafragma turun dan volume paru bertambah. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. yaitu : 1. Pada inspirasi. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir.

2. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Jumlah sel darah merah c. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Sebagai akibatnya . Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Afinitas f. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Luas permukaan paru b.sangat mempengaruhi proses difusi. Hematokrit darah d. Waktu adanya udara di alveoli 3. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Jumlah darah d. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Latihan (exercise) V. panas. Lingkungan Ketinggian. makin rendah PaO2. Makin tinggi daratan. Tebal membran respirasi c.

Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Sebagai respon terhadap panas. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. sehingga darah akan mengalir ke kulit.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. 4. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. 6. 5. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. 3. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. pembuluh darah perifer akan berdilatasi.

8. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat.napas. denyut jantung meningkat. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. pekerjaan. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. lelah dan pucat. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. sex. VI. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). pharing. laring atau trakhea. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. 7. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun . karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Biodata pasien (umur.

Riwayat spiritual 8. faktor-faktor alergen dll. rekreasi. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. 6. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. kesimetrisan hidung. Dewasa tua : volume residu meningkat. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya.psikologis. sinus maksilaris b. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. bengkak c. mukosa (warna. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c.25 x/mnt d. simetris. Regio. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Dewasa : 15 .60 x/mnt b. Bayi : 44 x/mnt c. Riwayat perkembangan a. Quality. bengkak. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. 5. 2. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. Anak : 20 . Pemeriksaan fisik a. eksudat ulserasi. misalnya : merokok. Skala. darah). eksudat.20 x/mnt e. Faring Inspeksi : warna. Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. Trakhea . Neonatus : 30 . jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. dan Time) 3. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. kapasitas vital menurun 4. Palpasi : sinus frontalis. pekerjaan. deviasi septum. perforasi. keadaan lingkungan. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung.

Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. ‡ Bentuk dada. pada bayi berbeda dengan orang dewasa.Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. klien tenang. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan.24 x/mnt. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. ‡ Pola napas. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). d. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea.

Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. massa. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar . atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. Perlu juga dikaji bunyi napas. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. nyeri tekan. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. peradangan. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama.cepat dan dalam. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri.

Rasa berduka 6. Pola napas tidak efektif 3. Penurunan kardiak output 5.VII. dll sesuai respon klien 1. Perubahan rasa nyaman 8. Potensial/resiko infeksi 9. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat . Koping tidak efektif 7. Gangguan pertukaran gas 4. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Interaksi sosial terganggu 10. Intoleransi aktifitas. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2.

nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. obesitas. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. 4. trauma kepala. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori.Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. obstruksi bronchial. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. flail chest. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan.

Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien . dehidrasi. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. dispnea.‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. RENCANA KEPERAWATAN 1. napas pendek.

2. C. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. suction dapat dilakukan pada oral. B. endotrakheal atau trakheostomi tube. intra vena. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . E. lakukan : . 2. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat.5 liter perhari. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. trakheal. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. nasopharingeal. Mobilisasi sekresi paru A. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas.‡ Pada pasien pot op. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. Biasanya dilakukan 2 . sub kutan. Obat ini dapat diberikan peroral. ambulasi dan latihan D.

open pneumothoraks. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. C. . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. benda padat. pneumothoraks.2 menit . udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.Vibrasi 4 . flail chest.. tergantung letak sekret dalam paru.Perkusi sekitar 1 .5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. 3.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret .

fasilitasi lingkungan. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. tingkatkan rasa nyaman. tetes hidung. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. terapi yang sesuai.Tipenya : a. The single bottle water seal system b. The two bottle water c. pakaian tipis dan hangat. posisi fowler/semi fowler. yang mencakup tindakan ABC. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. . yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. The three bottle water 4. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP).

farinx. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX. Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. bronkus. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. Daftar Pustaka http://iwansain. dan bronkiolus. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. larinx trachea. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum.wordpress. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung.hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan .

Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. dibawah concha inferior. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. dan (3) inferior. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. Membrana mukosa olfaktorius. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. epiglottis. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. penonjolan tempat melekatnya ligamen . sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. sebelah dalam kulit. Pada bagian belakang. membrana mukosa. cartilago cricoidea. dan beberapa otot kecila. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. Sphenoidale. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. dan os.membran mukosa. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal). mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. cartilago yaitu cartilago thyroidea. Hyoideum. dan 2 cartilago arytenoidea 2. diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. palatinus. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. plika vokalis. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. glandula tyroidea.

thyrohyoideum. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. dan thyroidea. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. Terletak dibawah cartilago tyroidea. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. yang . Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. cricoidea. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Plica aryepiglottica. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea.

misalnya difteri. plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. Respirasi Selama respirasi tenang. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. (c) infeksi.20 lingkaran tak. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. plica vocalis terpisah lebar. pipi. (d) tumor. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. lidah. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. disebut . Trachea tersusun atas 16 . Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi).lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis.5 cm. Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2.dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis.jenis sel yang sama. dan lebih vertikal daripada yang kiri. dan bibir. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. misalnya kanker pita suara. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. misalnya gumpalan makanan. Selama respirasi kuat. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri.

venula. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. sakkus alveolar dan alveoli. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. Apeks. Suplai Darah 1. bronchial venula. permukaan costo vertebra.0 cm. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. menempel pada perikardium dan jantung. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. permukaan mediastinal. dan basis.5 cm diatas calvicula 2. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. 4.bronckus lobus bawah. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara).kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior.5 s/d 1. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. arteriola. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. Paru -paru memilki : 1. arteri pulmonalis 2. arteri bronkialis . Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. asinus atau. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. ductus alveolar. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis.

juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. interferon. PMNs. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. Tetapi. Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. sirkulasi sistemik. saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. Jantung. Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. dan venula menjadi vena. dan sirkulasi paru. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya.Innervasi 1. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. dan antibodi spesifik. kedalam arteri pulmonais. katup pulmonalis. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. Selanjutnya. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). melalui sebuah alveolus. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas.

intercostalis externus berperanan mengangkat iga. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. scalenus dan m. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. 2. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. serratus. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. Stadium ke dua. Selama pernapasan tenang. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. M. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi. ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. lateral dan vertikal. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. Seiama inspirasi. 3. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata. dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. m. 1. yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru.enzimatik. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah. Stadium pertama adalah ventilasi. transportasi. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan. Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2. meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan. (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98.4. Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa. dalam keadaan ini. pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan. pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit. pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam. Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah. Karena itu. Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan. menggambarkan peningkatan metabolisme . Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi.60F) dan pH darah 7. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. Sesungguhnya.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk.3 difosfogliserat (2. Pada kurva bagian atas yang datar. Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat. adanya bagian yang datar. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin.3-DPG sel darah merah meningkat. yang agak tergeser ke kanan. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02.

Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin. Sebaliknya. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. dan mudah diukur dalarn laboratorium modern. Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3. tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun. Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan. Karena itu. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2. TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. terutama apabila disertai dengan hipoksemia. maka reaksi tersebut tidak reversibel.

bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara. arteri renalis. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. Reservoir darah 4. 2. PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. Medulla Oblongata 2. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain.Baiklah. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. dan arteri cereberal. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah. Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. arteri coroner. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah.wordpress. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru. Embolus (95 %) berasal dari trombus.com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. untuk lebih memahami emboli.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik. Proses terbentuknya embolus disebut embolism .

kelompok bakteri. pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a.Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang .> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau .sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena. Embolus dalam a.Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. limpa. trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak. Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. arteri. tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas. jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. ginjal. gas nitrogen. anoksemia. coronaria dan infark miokard. dan anggota tubuh bawah. pembuluh limfe dan jantung Akibat . anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner .> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara. mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a. carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena. kelompok sel tumor. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit .

Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks. pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi. anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien. gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a. ²²²http://iwansain. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis .> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal . kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus. Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena. hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli. namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg . verniks caseosa.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus.wordpress. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. Penulis harapkan.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan.

Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma. zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen . Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1. Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri). Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel.> dilepaskan suatu zat tromboplastin. . Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa.terjadi trombosis.> fibrin. massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. eritrosit dan fibrin. thromboangitis obliterans. throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2.

pada penyakit yang disertai µsludged blood¶. ‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah. krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t.u tda eritrosit .perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri. Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat. sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat. Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia.

mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena.‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis. coronaria ‡ A. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis . renalis ‡ A. mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A.

wordpress. ruang angkasa.> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka).com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1.‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap . Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3. atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan. Kepentingan dipertahankan suhu .> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah .> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang . Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2. Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4.

2.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam.33 Ts + 0. Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 . otot. TMB = 0. membrane tympani.67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus. esophagus. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%. yaitu diukur pada daerah (mulut.tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.3 kalinya. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.3 sore). Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus . . yang benar.benar mempunyai suhu rata-rata 370 C. vagina. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 .6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 . PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh. Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh.

Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. seperti cahaya radiasi. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). naik dan diganti udara yang lebih dingin. Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. 2. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi. 2. Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas.PELEPASAN PANAS 1. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . Walau tidak berkeringat. Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. gas atau cairan.

Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. makrofag. aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2. yang disebut pirogen endogen. dan sel-sel yang mengalami cedera. dengan batas maximal 5 kali. MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. . pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. mekanisme panas yang (evaporasi). PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil.Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin. Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal. Menggigil efektif untuk pembentukan panas. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif. berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif.

‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. Tingkat IV : telah terjadi syok. Penyakit ini dapat menjadi epidemi. dan terbanyak pada waktu musim hujan. kemudian turun sampai batas normal.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian. termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif. Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh. Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. ditandai dengan nadi cepat. yaitu 2-3 hari. dan kulit dingin. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. Penyebabnya adalah virus dengue. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati.wordpress. yang merupakan Flavi virus. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. pusing. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. dan sebagainya). harap segera membawa ke rumah . lemah. hipotensi. mual. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. disertai gejala nonspesifik (lemah. Tingkat III : kegagalan peredaran darah. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit.

2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian. dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. Memang itulah fungsinya. Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala. definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. apakah sistem DOS atau UNIX. yang berarti ³antara´. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Sejarah. Dengan demikian. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah. dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. sehingga mereka dapat berkomunikasi. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. . Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX).sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya.

Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. . melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. Maka terbentuklah ARPANet. bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia. yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. seperti juga industri senjata. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya.

Di Internet. TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. protokol ini disebut IP (Internet Protocol). harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. Maka. Pertama. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. Sementara paket-paket data bergerak. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. Cara akses ke INTERNET 1. Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah. Sambungan langsung ke Network . Dengan adanya TCP/IP ini. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. Kedua. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket). Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. bukan semua paket data. INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. Sebagai contoh. jika terjadi kesalahan. · Memberi INTERNET fleksibilitas. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. kemudian dikirimkan satu per satu.Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. Sebagai contoh. mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. karena itu biasanya disebut TCP/IP.

ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon. Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). Untuk melakukan hal tersebut. . Warp. Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. sistem Anda menjadi host INTERNET penuh. Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. 3. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon. 2. Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. dll. yang terdapat antara masing-masing jaringan. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri. Sebagai contoh. dan sebaliknya. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. Dalam kasus ini. Selanjutnya.Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator). alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Sedang. Compuserve. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon.

angka biner tetap digunakan. Seperti Anda lihat pada contoh di atas. Artinya. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah).id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. Untuk mencapai komputer tersebut. alamat dibaca dari kanan ke kiri.bppt. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan. mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. Seperti pada alamat IP. yang berarti Indonesia. Mula-mula jaringan . yaitu domain. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai.Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit. sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS. Gopher. maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu. Hal ini disebut Dynamic Rerouting. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi.

Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3. Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended. Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1. tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis. singkatan ³id´ berarti Indonesia. yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS.

III. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. Dalam INTERNET. Sebagai contoh. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. II. Namum selain pesan-pesan pribadi. Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. I. Maka secara virtual Anda dapat . Sebagai contoh. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. Di belakang layar. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server. Sebagai pemakai INTERNET. dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary. Gopher client menampilkan menu.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah). Proses ini disebut uploading. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. IV. Setelah Anda menghubungi host tersebut.

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti.edu Ekonomi global pol-econ@shsu.bitnet@vm1. file berisi gambar.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET. Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi.Keuangan. WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen. sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm.itesm. Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang.mty. seminar. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju.nodak.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik.bitnet Ekonomi politik . Dengan menggunakan fasilitas ini. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan.edu Bisnis.uri. video dan suara). Fasilitas demikian disebut Gopher. ceramah. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey. Mailing List Kelompok diskusi .

menunjukkan tujuannya. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain. Untuk mengakses WWW. Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda.BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. Contoh :. Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net. Anda membutuhkan program software internet browser ini. E-Mail Mirip surat pos. Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. misalnya id menunjukkan negara Indonesia.gov menunjukkan negara asal site. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya). yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. Eudora . tetapi dikirimkan secara elektronik. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet.

daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu. institusi atau pribadi. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS.Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh). HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan. FAQ Frequently Asked Questions . FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet.protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML. HTML HyperText Markup Language . Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan. HTTP HyperText Transfer Protocol .bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. . Selain memungkinkan komputer berkomunikasi.

Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. . menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly. Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet. Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC. Intranet. Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik.NET. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava. Biasa dikenal sebagai link. dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi.

Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet. dan Gopher.JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Lycos Salah satu search engine. FTP. Telnet. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. Net Singkatan dari cyberspace. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan. Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 . Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Bentuk ini sering digunakan pada web. Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail. MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi.

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .