ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

Pada inspirasi. dada . Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Keadaan/jumlah kapiler darah e.mengembang. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Jalan nafas yang bersih c. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. yaitu : 1. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Waktu adanya udara di alveoli . Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Pengembangan paru yang adekuat 2. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Jumlah darah d. Tekanan udara atmosfir b. Afinitas f. membran ini kadang disebut membran respirasi. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Luas permukaan paru b.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. diafragma turun dan volume paru bertambah. Tebal membran respirasi c. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.

Jumlah sel darah merah c. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. 3. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. . Curah jantung (cardiac Output / CO) b. makin rendah PaO2. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Hematokrit darah d. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Latihan (exercise) V. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.3. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Sebagai respon terhadap panas. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. 2. sehingga darah akan mengalir ke kulit. panas. Lingkungan Ketinggian. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Makin tinggi daratan. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak.

Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Perubahan pola nafas . 4. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. lelah dan pucat. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi.demikian juga suplay oksigen dalam tubuh.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. 7. 5. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. 6. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah.

2. sex. 8. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Dewasa : 15 . Biodata pasien (umur. dan Time) 3. Neonatus : 30 . denyut jantung meningkat. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji.60 x/mnt b.20 x/mnt e. Quality. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. pekerjaan. Regio. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Skala. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. VI. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. Anak : 20 . kapasitas vital menurun 4. laring atau trakhea. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Bayi : 44 x/mnt c. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Riwayat perkembangan a. pharing. Riwayat kesehatan keluarga . Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Dewasa tua : volume residu meningkat. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma.25 x/mnt d.

rekreasi. perforasi. Palpasi : sinus frontalis. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Pemeriksaan fisik a. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. darah). faktor-faktor alergen dll. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. d. ‡ Bentuk dada. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. kesimetrisan hidung. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Riwayat spiritual 8. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. sinus maksilaris b. eksudat. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. keadaan lingkungan. 6. simetris. eksudat ulserasi. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. Faring Inspeksi : warna. 5. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. bengkak c. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . misalnya : merokok. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. deviasi septum. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. pekerjaan. bengkak. mukosa (warna.

Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri.24 x/mnt. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. klien tenang. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. ‡ Pola napas. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya.mengecil. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. Perlu juga dikaji bunyi napas.

dll sesuai respon klien 1. Intoleransi aktifitas. Gangguan pertukaran gas 4. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Perubahan rasa nyaman 8. nyeri tekan. Pola napas tidak efektif 3. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. Penurunan kardiak output 5. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. Potensial/resiko infeksi 9. massa. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. peradangan. . DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Koping tidak efektif 7. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. Rasa berduka 6.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Interaksi sosial terganggu 10. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah.

trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. flail chest. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. obesitas. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. obstruksi bronchial. trauma kepala. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi .Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat.

4. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. napas pendek. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada . RENCANA KEPERAWATAN 1. dispnea. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. dehidrasi.‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan.

intra vena. Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . ambulasi dan latihan D. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C.2. suction dapat dilakukan pada oral. . Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. Obat ini dapat diberikan peroral. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. endotrakheal atau trakheostomi tube.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. nasopharingeal. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. Mobilisasi sekresi paru A. sub kutan. trakheal. 2. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung.5 liter perhari. E. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara.

4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. . Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. pneumothoraks. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. lakukan : . Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. tergantung letak sekret dalam paru. open pneumothoraks. flail chest. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Biasanya dilakukan 2 .Perkusi sekitar 1 . C.B. 3. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage.2 menit .Vibrasi 4 . Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. C.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret .

tetes hidung. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. benda padat. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. The single bottle water seal system b. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b.Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. The two bottle water c. yang mencakup tindakan ABC. posisi fowler/semi fowler. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. significant other . Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. Tipenya : a. The three bottle water 4.

terapi yang sesuai. fasilitasi lingkungan. tingkatkan rasa nyaman. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.blogspot.‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas.html . pakaian tipis dan hangat. http://athearobiansyah. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi.

Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja. Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. energi dan air. mempertahankan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. dan nitrogen (N2). Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel. B. namun juga gas-gas yang lain. 1. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2. belerang (S). yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia. Misalnya. C. yaitu kebutuhan fisiologis. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). Gas-gas tersebut ikut terhirup. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. karbon dioksida (CO2). Selain . Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Manusia menghirup udara melalui hidung. Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska).

2. manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. di bawah epiglotis. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Setelah melewati hidung. udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. Adanya katup tersebut. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan.sebagai organ pernapasan. dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. Pembatas ini bukan sekedar pembatas. Dengan kemampuan tersebut. terdapat pita suara. udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Ketika udara melewati pita suara. Bronkus terbagi menjadi dua. Setelah melalui laring. Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. Oleh karena itu. dan cabang batang tenggorokan (bronkus). Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Dari rongga hidung. Gelembunggelembung tersebut . tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. 4. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Hal ini terjadi ketika berbicara. udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. Oleh karenanya. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Jika makan sambil berbicara. 3. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada. batang tenggorokan (trakea). Pada laring. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. hindarilah makan sambil berbicara.

Selanjutnya. otot diafragma berkontraksi. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. Akhirnya. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. D. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. menghirup udara melalui hidung. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. . b. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Jadi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Akibatnya. Sewaktu menarik napas. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. kemudian ke dalam paru-paru. 1. oksigen diikat oleh hemoglobin. Agar lebih jelas. Proses pernapasan meliputi dua proses. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer. Dari hidung.disebut alveoli (tunggal: alveolus). Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. udara terus masuk ke tenggorokan. Dalam darah. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. hal yang perlu diingat. Bersamaan dengan itu. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Proses Pernapasan Saat bernapas. Adanya kondisi jalan nafas yang baik. Saat kamu mengeluarkan napas.

nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. d. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. Refusi.Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. b. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. PenurunZan kapasitas angkut O2. Luasnya permukaan paru-paru. secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. yaitu medula oblongata dan pons. . Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. Difusi. Proses ini dipengaruhi oleh: a. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. Transportasi. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2. Kardiak output. Hipovolemia. kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. Penurunan konsentrasi O2 inspirasi.c. b. 4. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Kondisi pembuluh darah. Peningkatan laju Metabolik. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen. c. dan lain-lain. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ). latihan & aktivasi seperti olahraga. Akan tetapi. Pusat pernapasan. E. dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung.

Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan. seperti faringitis. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. permen. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. seperti penurunan elastisitas paru. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). Z Bayi prematur. penyakit susunan syaraf. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis. . Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. Z Lansia. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. penyakit obstruksi pernafasan atas. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 3. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler.Kondisi lainnya. kebiasaan merokok. 2. Kondisi stres. kurang berolahraga. trauma. obesitas. Bayi danZ anak-anak. dilatasi saluran bronkus. dll. diet yang tidak sehat. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas. pelebaran alveolus. penyakit kronis. seperti merokok. tinsilitis. Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. penyakit otot. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. influenza.

Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. Z Ketergantungan zat adiktif. kebiasaan berolah raga. Sebaliknya. Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. Status nutrisi. Lingkungan Z Suhu. denyut jantung. Z Ketinggian. Nutrisi. Emosi. o Penggunaan narkotika dan analgesik. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung.4. gaya hidup. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. cemas. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. kondisi emosional. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. Selain itu. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. dengan kata lain. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen. Perasaan takut. terutama morfin dan meperidin. 5. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen .

Stridor . l. i. Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. f. g. Cheyne stokes. Biot . terkait . Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. k. Sesak dan berat saat bernafas. Pernapasan paradoksial.sb. batuk. c. Pola pernapasan yang lambat abnormal. Bradipnea. Kussmaul. 3. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. pusing. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. e. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya. Ortopnea. Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. 10 kali per menit. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes. Dispnea. terdesak. Sianosis. Perubahan pola pernapasan a. F.Polusi. Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Hipoventilasi . 2. Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. lalu dimulai lagi dari siklus baru. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. d. j. Hiperventilasi. Takipnea. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. h.

Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. dan tingkat perkembangannya. ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G. baik oksigen maupun karbondioksida. Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. 4. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. pasien dengan pertukaran gas. Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas. . terutama kabel-kabel diruangan tersebut. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik. letargi. irama. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru.dan kedalaman pernapasan tidak normal. kenyamanan. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif.

‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh. a. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. kencangkan dengan kunci inggris atau tang. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. pasang pada flowmeter. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien. Kanula nasal . ‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. 2. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras. b. penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. Sumber Dinding. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. Tabung. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. yaitu : 1.

makan dan berbicara. murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap. Kateter nasal 3.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%. Sungkup muka sederhana. dapat mengiritasi selaput lendir. lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman. Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% .Keuntungan . . klien bebas makan.2. 5. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal. bergerak. pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal. mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. berbicara. Kanul Nasal c. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing. Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%. serta kateter mudah tersumbat. klien bebas bergerak. dapat terjadi distensi lambung. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut. . . . . a. Sungkup muka dengan kantong rebreathing. tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal. b. aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung.Keuntungan Pemberian oksigen stabil.44%. 4.

Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%. Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt .Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat. . sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur. Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan. . akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. tidak mengeringkan selaput lendir .Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana.Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%. sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. kantong oksigen bisa terlipat.Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal. e. dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. masker non rebreathing 2. d. tidak mengeringkan selaput lendir. dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt .Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi .

Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2. . Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien. Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi. Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation).Keuntungan 55%. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar.dengan konsentrasi 30 .Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 . orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1. trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. 2009). merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad. H. jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. kantong oksigen bisa terlipat. Prinsip utama RJP adalah.

segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut. Memperbaiki posisi korban/pasien. 3. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. C. harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. a. B. yaitu : 1. 4. Jika posisi . yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. Ada dua prinsip penting. Meminta pertolongan.2.

kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah). Jika korban/pasien tidak bernapas. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. 5. biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang. 2. Mengatur posisi penolong. ‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. Terdiri dari 2 tahap : 1.sudah terlentang. Memastikan korban/pasien tidak bernapas. BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. Memberikan bantuan napas. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh. sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut.

Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%. penolong harus menutup mulut korban/pasien. sehingga terjadi distensi lambung. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg). Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup.5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat. Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri .mulut. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1. dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung. Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien.

dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum). o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi. penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1. sedangkan curah jantung (cardiac output) . o Dengan posisi badan tegak lurus. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien. o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg. o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. Jika teraba denyutan nadi. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong. penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien.8 5 cm). Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi.karotis di daerah leher korban/ pasien. o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya. selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. dan diastolik yang sangat rendah.5 2 inci (3. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. Memberikan bantuan sirkulasi. (50% Duty Cycle). 2. Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung. o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). dan jika bernapas pertahankan jalan napas. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi. jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan.

Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat. seperti manusia. Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas.12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat .35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak .20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah . Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat.16-25 napas per menit ‡ Dewasa .blogspot. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas. ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate. Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya. adalah jumlah napas makhluk hidup. mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit).com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan.hanya 25% dari curah jantung normal. I.html?zx=eacd260c7c58f6ba . Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi.20-30 napas per menit ‡ Anak-anak . Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan. yang perlu dicatat.60-70 napas per menit http://rismalia. Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir .Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi . Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik. dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan.

me(-)I respon kompensasi 3.RR meningkt. Gagal nafas akut 4. tdk ada rasa dan mdh trbakar. me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. Penggunaan otot bantu pernapasan . Dipsnea. Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1. Selama dan sesudah operasi 6. Cuping hdng. Anemi yang berat 7. Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3.Ketidaksadaran.Peningkatan co2. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1. Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP . Peningkatan. mudah terangsang. Bingung / gelisah. peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan . Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2. keringat meningkat Kardiovaskuler .Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna. Syok 5.

sesak sprti trtekan benda brat t. jenkel. hwa dingin. trauma dada. muntah akibat peningkatan asam lambung . diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg.status perkawinan. mual. pendidikan. sebah . adax bnda asing .Hipoksia dan hipoksemia 5.Sianosis .umur. Kateter Nasal c. terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma.agama. Kanul Nasal b. Macam2 pemberian O2 a.alamat.dbwa ke RS & dberi terapi O2. diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas . TBC . Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a.u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas. tgl MRS. Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia. Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek. K tdk dpt beraktifitas . dekompensasi cordis. Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama.

mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. nmpak sianosis. TTV : RR meningkat. N meningkat. vokal premitus meningkat (pneumoni). Leher : JVP meningkat 7. Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan . Kesadaran : composmetis. b. Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. Kebersihan Diri d. d. Pola Aktivitas e. tensi meningkat. ditandai dng kontraksi jantung. Palpasi : Thrill . wezing pd sesak coz asma . ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) .sesak berat K apatis c. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . bila redup ada tumor. dada : 1. mata : conjunctiva anemis 3. hidung : pernafasan cuping hdng 4. Pemeriksaan fisik 1.berkerngat bxk. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni. kepala dan rambut 2. ronchi pd decompensasi cordis. telinga : sianosis 6. KU : gelisah. tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt.b. Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a.

frekuensi irama nafas normal. Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) . saturasi oksigen < 95 .Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B.Biopsi Paru . Perkusi d. Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a. Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d.adanya benda asing . bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a. reles wezing tdk ada. ronchi. stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih.Rontgen . batuk efektif. tdk menggunakan otot bntu pernafasan .c. Pco2 < 80 mmHg.Bronchus copy .edema dan spasme bronchus / trachea . Inspecsi b.batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS.Hb < 10 gr % . laboratorium : . Auskultasi c.D : .AGD : Pco2 > 45 mmHg. pHco3 < 22 mmHg.Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme .

efek obat anestesi. Pemberian antibiotik b.i program 5. orthopnea. hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1. Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3.Intervensi 1. Pertahankan Hidrasi yg adekuat . alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. Diskusikan penyebab 5. takipnea. Atur posisi klien semifowler 2. Pemberian vasodilator / aminophilin 9. bradipnea. Lakukan fisio terapi dada 6. Kaji suara nafas dan obs TTV 8.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4. Kolaborasi dng tim medis a. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B.berikan o2 dng / sesuai program 2. Obs TTV 6.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. Obs TTV . penurunan O2 dlm udara inspirasi. Berikan obat mukolitik / nebulizer s. Pemberian oksigen c. kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3.jk tdk ada kontraindikasi 4. berikan O2 S.D depresi sesak nafas.

dispenia tdk ada Intervensi 1. berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4.blogspot. Mengatur posisi fowler / semifowler 2.i program pertahankan humidifier adekuat 3. keletihan. gas drh arteri normal. kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. AGD PO2 menurun. Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4.html Asuhan keperawatan Oksigenasi . Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada. ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6.3. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5. Berikan o2 s. bingung.

Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. oral (orofaring). TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). II. PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. Untuk menurunkan kerja jantung III. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. dan laring . ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A.I. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Saluran Nafas Atas 1.

Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) . limfatik dan saraf 2.Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid . Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri.Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) . Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : .(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus .Glotis : ostium antara pita suara dalam laring . Saluran Nafas Bawah 1.Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan .Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea.

Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6.‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : .Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) .Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli .Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus .

Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a.Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pengembangan paru yang adekuat 2. Jalan nafas yang bersih c. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Pada inspirasi. diafragma turun dan volume paru bertambah. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.mengembang. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : . yaitu : 1. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. dada . membran ini kadang disebut membran respirasi. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi . Tekanan udara atmosfir b. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru.Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada .

panas. Afinitas f. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Latihan (exercise) V. Lingkungan Ketinggian. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Hematokrit darah d. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Jumlah darah d. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Luas permukaan paru b. makin rendah PaO2. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Tebal membran respirasi c. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. 2. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Makin tinggi daratan. Waktu adanya udara di alveoli 3. Jumlah sel darah merah c.sangat mempengaruhi proses difusi. Sebagai akibatnya .

5. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. 3. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 6. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . 4. Sebagai respon terhadap panas. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula.

Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. laring atau trakhea. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. denyut jantung meningkat. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. 8. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). VI. 7. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 .napas. sex. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). lelah dan pucat. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Biodata pasien (umur. pharing. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. pekerjaan. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun . Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat.

2. bengkak c. simetris.60 x/mnt b. sinus maksilaris b. perforasi. Faring Inspeksi : warna. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. 6. pekerjaan. bengkak. kapasitas vital menurun 4. darah). Anak : 20 . kesimetrisan hidung. Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. dan Time) 3. faktor-faktor alergen dll. Dewasa : 15 . Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. rekreasi. Quality. Skala. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Neonatus : 30 . 5. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7.25 x/mnt d. mukosa (warna. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. misalnya : merokok. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. Dewasa tua : volume residu meningkat. Bayi : 44 x/mnt c. Regio.20 x/mnt e. keadaan lingkungan. Pemeriksaan fisik a. Riwayat perkembangan a.psikologis. Palpasi : sinus frontalis. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. eksudat ulserasi. deviasi septum. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. Trakhea . Riwayat spiritual 8. eksudat.

frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat.24 x/mnt. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). d.Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. klien tenang. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. ‡ Pola napas. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. ‡ Bentuk dada. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang.

peradangan. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. Perlu juga dikaji bunyi napas. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. nyeri tekan. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. massa. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar.cepat dan dalam. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar . atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi.

pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. dll sesuai respon klien 1. Perubahan rasa nyaman 8. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. Potensial/resiko infeksi 9. Intoleransi aktifitas. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Interaksi sosial terganggu 10. Penurunan kardiak output 5. Pola napas tidak efektif 3. Rasa berduka 6. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat . Koping tidak efektif 7. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas.VII. Gangguan pertukaran gas 4.

Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. 4. trauma kepala. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. obstruksi bronchial.Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. obesitas. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. flail chest. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada.

dispnea. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien . RENCANA KEPERAWATAN 1. Mempertahankan terbukanya jalan napas A.‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. napas pendek. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. dehidrasi. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII.

Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. Obat ini dapat diberikan peroral. trakheal. sub kutan.‡ Pada pasien pot op. Mobilisasi sekresi paru A. C. 2. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. Biasanya dilakukan 2 . E. suction dapat dilakukan pada oral. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. ambulasi dan latihan D.2. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. lakukan : . Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. B. intra vena. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak .5 liter perhari. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. endotrakheal atau trakheostomi tube. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. nasopharingeal.

Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura.Perkusi sekitar 1 . C. open pneumothoraks. 3. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret .Vibrasi 4 . flail chest.2 menit . . benda padat. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. tergantung letak sekret dalam paru. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. pneumothoraks. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A..

pakaian tipis dan hangat. tingkatkan rasa nyaman. significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. The single bottle water seal system b. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. terapi yang sesuai. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. posisi fowler/semi fowler. fasilitasi lingkungan. The three bottle water 4.Tipenya : a. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. The two bottle water c. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. yang mencakup tindakan ABC. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). tetes hidung. .

di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah.hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. bronkus. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi.wordpress. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan . Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Daftar Pustaka http://iwansain. dan bronkiolus. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. larinx trachea. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. farinx.

Pada bagian belakang. dan os. sebelah dalam kulit. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. dibawah concha inferior. plika vokalis. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. palatinus. cartilago yaitu cartilago thyroidea. membrana mukosa. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal). Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. glandula tyroidea. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. cartilago cricoidea. dan beberapa otot kecila. dan (3) inferior. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. penonjolan tempat melekatnya ligamen . Membrana mukosa olfaktorius. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. Sphenoidale.membran mukosa. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. dan 2 cartilago arytenoidea 2. Hyoideum. epiglottis. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan.

dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. cricoidea.thyrohyoideum. Terletak dibawah cartilago tyroidea. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. Plica aryepiglottica. dan thyroidea. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. yang . Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara.

Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri.20 lingkaran tak. Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2. misalnya difteri. dan bibir. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. pipi. misalnya gumpalan makanan. Trachea tersusun atas 16 . misalnya kanker pita suara. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. Selama respirasi kuat. lidah. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. plica vocalis terpisah lebar. Respirasi Selama respirasi tenang.dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis. Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing. (d) tumor. disebut . Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. dan lebih vertikal daripada yang kiri. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. (c) infeksi. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru.jenis sel yang sama.lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi.5 cm.

Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. arteri pulmonalis 2. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. bronchial venula. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. menempel pada perikardium dan jantung. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. arteri bronkialis .0 cm. Suplai Darah 1. arteriola. sakkus alveolar dan alveoli. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan.5 cm diatas calvicula 2. 4. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. Apeks. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe. asinus atau. dan basis. permukaan costo vertebra. Paru -paru memilki : 1. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. permukaan mediastinal.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0.bronckus lobus bawah. ductus alveolar. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura.5 s/d 1. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. venula.

yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. Jantung. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. kedalam arteri pulmonais. PMNs. melalui sebuah alveolus. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. dan antibodi spesifik. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. Tetapi. Selanjutnya. dan venula menjadi vena. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. sirkulasi sistemik. Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. katup pulmonalis. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. interferon. dan sirkulasi paru. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula.Innervasi 1. Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas.

dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. m. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. Seiama inspirasi. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. 1. M. dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. 3. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. Stadium ke dua.enzimatik. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. lateral dan vertikal. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. Stadium pertama adalah ventilasi. intercostalis externus berperanan mengangkat iga. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. serratus. transportasi. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi. Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. Selama pernapasan tenang. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah. scalenus dan m. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. 2. ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah.3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98. pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali. Sesungguhnya. adanya bagian yang datar. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial. Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa.3-DPG sel darah merah meningkat. Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. Karena itu.4. menggambarkan peningkatan metabolisme . pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam.3 difosfogliserat (2. (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia. dalam keadaan ini. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang.60F) dan pH darah 7. Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. Pada kurva bagian atas yang datar. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin. Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan. Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan. meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan. yang agak tergeser ke kanan. pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan.

tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2. sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin. Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. terutama apabila disertai dengan hipoksemia. maka reaksi tersebut tidak reversibel. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . Karena itu. Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan. dan mudah diukur dalarn laboratorium modern. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat. Sebaliknya.

dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah. Medulla Oblongata 2.com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru. arteri renalis. arteri coroner. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. Embolus (95 %) berasal dari trombus. dan arteri cereberal. bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Reservoir darah 4. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik. 2. Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. untuk lebih memahami emboli. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain. Proses terbentuknya embolus disebut embolism . PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah.wordpress.Baiklah.

trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak. Embolus dalam a. tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . pembuluh limfe dan jantung Akibat . gas nitrogen.> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu.sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena. arteri. anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner . dan anggota tubuh bawah. anoksemia. limpa. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara. jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a. mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a.Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. kelompok sel tumor. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau .Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang . Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit . ginjal. kelompok bakteri. coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas. coronaria dan infark miokard.> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena.

wordpress.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus. verniks caseosa. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan. gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a. Penulis harapkan. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. ²²²http://iwansain.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks. namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg . Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis . anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien. kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli.> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal . pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi. Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek.

Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa. Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1. Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel. massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2. eritrosit dan fibrin.> dilepaskan suatu zat tromboplastin. Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma. Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen . thromboangitis obliterans.> fibrin. .terjadi trombosis. Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri). Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn.

u tda eritrosit . krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t. Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. ‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3. Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia. pada penyakit yang disertai µsludged blood¶.perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri. sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat.

mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena. mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A. renalis ‡ A. coronaria ‡ A. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis .‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis.

com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1. Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2.> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang .wordpress. ruang angkasa.> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah .> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3.‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap . Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka). Kepentingan dipertahankan suhu . atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan. Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4.

33 Ts + 0.6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 . otot. esophagus.benar mempunyai suhu rata-rata 370 C. Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari.3 kalinya.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam. 2. membrane tympani. Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 .3 sore). TMB = 0. yaitu diukur pada daerah (mulut. PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya. . Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus . Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 .tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita.67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1. yang benar. vagina.

Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Walau tidak berkeringat. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. 2. Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. naik dan diganti udara yang lebih dingin.PELEPASAN PANAS 1. gas atau cairan. 2. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. seperti cahaya radiasi. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1. Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul.

secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal. maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. yang disebut pirogen endogen. berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif. dan sel-sel yang mengalami cedera. dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. mekanisme panas yang (evaporasi). dengan batas maximal 5 kali. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. makrofag. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. Menggigil efektif untuk pembentukan panas. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. . ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme.Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2.

wordpress. yang merupakan Flavi virus. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif. Tingkat III : kegagalan peredaran darah. lemah. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. Penyakit ini dapat menjadi epidemi. disertai gejala nonspesifik (lemah. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati. Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. dan kulit dingin. yaitu 2-3 hari. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh. kemudian turun sampai batas normal. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit.‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. dan terbanyak pada waktu musim hujan. Penyebabnya adalah virus dengue. Tingkat IV : telah terjadi syok. dan sebagainya). pusing. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. mual.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian. ditandai dengan nadi cepat. hipotensi. harap segera membawa ke rumah . Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit.

yang berarti ³antara´. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. apakah sistem DOS atau UNIX. Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala. Dengan demikian. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. Memang itulah fungsinya. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX). INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. Sejarah. definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. 2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian. sehingga mereka dapat berkomunikasi. dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya.sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis. .

bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET. yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. seperti juga industri senjata. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. . Maka terbentuklah ARPANet. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia.

· Memberi INTERNET fleksibilitas.Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket). Di Internet. paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. Sementara paket-paket data bergerak. Kedua. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. Maka. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. karena itu biasanya disebut TCP/IP. mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. Pertama. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. Sebagai contoh. Dengan adanya TCP/IP ini. Sebagai contoh. kemudian dikirimkan satu per satu. bukan semua paket data. protokol ini disebut IP (Internet Protocol). Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah. INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. Sambungan langsung ke Network . Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. Cara akses ke INTERNET 1. jika terjadi kesalahan.

Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. . sistem Anda menjadi host INTERNET penuh. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. dll. alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon. dan sebaliknya. 2. Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. yang terdapat antara masing-masing jaringan. Warp. Untuk melakukan hal tersebut. 3. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon. Selanjutnya. Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator). Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. Dalam kasus ini. Sedang. Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. Sebagai contoh. Compuserve. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan.Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon.

Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah). Hal ini disebut Dynamic Rerouting. maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). Untuk mencapai komputer tersebut. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. yaitu domain. Gopher. alamat dibaca dari kanan ke kiri. yang berarti Indonesia. mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. Seperti Anda lihat pada contoh di atas. Artinya.Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu. yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. angka biner tetap digunakan. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Seperti pada alamat IP. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS. Mula-mula jaringan .id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´. alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan.bppt. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai.

Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis. tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´. Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1. singkatan ³id´ berarti Indonesia. yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS. Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3.

Di belakang layar. III. Proses ini disebut uploading. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. I. Sebagai contoh. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. Namum selain pesan-pesan pribadi. IV. Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. II. Maka secara virtual Anda dapat . Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Setelah Anda menghubungi host tersebut. Dalam INTERNET. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. Sebagai pemakai INTERNET. Gopher client menampilkan menu. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah). Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary. Sebagai contoh. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar.

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

ceramah. seminar.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik.uri.edu Bisnis. Dengan menggunakan fasilitas ini. WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen. file berisi gambar. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu. video dan suara). sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang.Keuangan. Fasilitas demikian disebut Gopher.nodak.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET.mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc. Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi.mty. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey. Mailing List Kelompok diskusi .bitnet Ekonomi politik . Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional.edu Ekonomi global pol-econ@shsu.itesm. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju.bitnet@vm1. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm.

E-Mail Mirip surat pos. misalnya id menunjukkan negara Indonesia. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu. Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. Untuk mengakses WWW. tetapi dikirimkan secara elektronik. Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain. menunjukkan tujuannya.gov menunjukkan negara asal site. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya).BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. Eudora . Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting. Contoh :. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet. Anda membutuhkan program software internet browser ini.

HTML HyperText Markup Language . Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. .protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan.Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh). HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh. FAQ Frequently Asked Questions . FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet.daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS. HTTP HyperText Transfer Protocol . Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan. institusi atau pribadi. Selain memungkinkan komputer berkomunikasi.bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web.

Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly. Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut. . Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. Intranet. menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana. dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar. Biasa dikenal sebagai link. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet.NET. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi. Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava.

DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan. Lycos Salah satu search engine. Bentuk ini sering digunakan pada web. Telnet. Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail. Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 .JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. FTP. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. dan Gopher. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. Net Singkatan dari cyberspace. Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet. Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya.

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful