ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN OKSIGENASI I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.

II. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung

III. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia

2. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring)

‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus ‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai

kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus ‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk

Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Afinitas f. Tekanan udara atmosfir b. diafragma turun dan volume paru bertambah. Pada inspirasi. yaitu : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Jalan nafas yang bersih c. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Keadaan/jumlah kapiler darah e. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Tebal membran respirasi c. Luas permukaan paru b. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Jumlah darah d.mengembang. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. dada . Waktu adanya udara di alveoli . Pengembangan paru yang adekuat 2. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. membran ini kadang disebut membran respirasi. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah.memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan.

Makin tinggi daratan. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. 3. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. . Jumlah sel darah merah c. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Sebagai respon terhadap panas. Latihan (exercise) V. panas. 2. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Lingkungan Ketinggian. Hematokrit darah d. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin.3. makin rendah PaO2. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. sehingga darah akan mengalir ke kulit. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.

5. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. 7.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Perubahan pola nafas . Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah.demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. 4. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. 6. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. lelah dan pucat. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagianbagian dari proses respirasi. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula.

dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. pharing. Bayi : 44 x/mnt c. 2. pekerjaan. Anak : 20 . pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. sex. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Dewasa tua : volume residu meningkat. 8.25 x/mnt d. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Quality. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. dan Time) 3. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. VI. Dewasa : 15 . denyut jantung meningkat. Riwayat kesehatan keluarga . Biodata pasien (umur.Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Riwayat perkembangan a. laring atau trakhea. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. kapasitas vital menurun 4. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru.20 x/mnt e. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. Skala. Neonatus : 30 . karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah.60 x/mnt b. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Regio.

letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. eksudat ulserasi. perforasi. ‡ Bentuk dada. Faring Inspeksi : warna. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. faktor-faktor alergen dll. eksudat. darah). Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. kesimetrisan hidung. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. Palpasi : sinus frontalis. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. mukosa (warna. Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. rekreasi. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. pekerjaan. simetris. Riwayat spiritual 8. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior . keadaan lingkungan. 5. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d. 6. Pemeriksaan fisik a. bengkak. misalnya : merokok. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui.Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. bengkak c. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. deviasi septum. d. sinus maksilaris b.

ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. ‡ Pola napas. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri.24 x/mnt. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. klien tenang. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu . ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. Perlu juga dikaji bunyi napas. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam.mengecil. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler.

Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Gangguan pertukaran gas 4. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. massa. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. . nyeri tekan. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Interaksi sosial terganggu 10. Pola napas tidak efektif 3. Perubahan rasa nyaman 8. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar VII. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. Penurunan kardiak output 5. dll sesuai respon klien 1. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. Rasa berduka 6. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Intoleransi aktifitas.denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Koping tidak efektif 7. peradangan. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Potensial/resiko infeksi 9. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada.

Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi . flail chest. obesitas. obstruksi bronchial. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. trauma kepala. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2.

Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. dispnea. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan.‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang ‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. RENCANA KEPERAWATAN 1. napas pendek. Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada . reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner. 4. dehidrasi.

Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. ambulasi dan latihan D. suction dapat dilakukan pada oral. Obat ini dapat diberikan peroral. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien ‡ Pada pasien pot op. 2. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas.5 liter perhari.2. endotrakheal atau trakheostomi tube. Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi. . Hidrasi Cairan diberikan 2±secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas. E. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. trakheal. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk.lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. sub kutan. intra vena. nasopharingeal. Mobilisasi sekresi paru A.

B. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. . flail chest.2 menit . tergantung letak sekret dalam paru. C. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage.Perkusi sekitar 1 . Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. lakukan : . Biasanya dilakukan 2 . Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. open pneumothoraks. C.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. 3. Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. pneumothoraks.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret .Vibrasi 4 . Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif.

Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura.Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan. tetes hidung. posisi fowler/semi fowler. The two bottle water c. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler. The three bottle water 4. The single bottle water seal system b. benda padat. Tipenya : a. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. significant other . yang mencakup tindakan ABC. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan.

http://athearobiansyah. terapi yang sesuai.blogspot. tingkatkan rasa nyaman.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigenasi. hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. pakaian tipis dan hangat.‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.html . ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. fasilitasi lingkungan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN A. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. Organ-Organ Pernapasan Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Konsep Dasar Oksigenasi Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). 1. Selain . namun juga gas-gas yang lain. mempertahankan hidupnya. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia. Gas-gas tersebut ikut terhirup. Hidung Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel. namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. C. karbon dioksida (CO2). Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. yaitu kebutuhan fisiologis. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ). belerang (S). Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh. energi dan air. Misalnya. dan nitrogen (N2). Manusia menghirup udara melalui hidung. yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa. B. Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2.

udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Dengan kemampuan tersebut. Oleh karenanya. Bronkus terbagi menjadi dua. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. Hal ini terjadi ketika berbicara. manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Adanya katup tersebut. Ketika udara melewati pita suara. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus) Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. terdapat pita suara. hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabangcabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. tetapi berperan juga dalam proses pernapasan.sebagai organ pernapasan. 4. Oleh karena itu. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. hindarilah makan sambil berbicara. 2. yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Jika makan sambil berbicara. 3. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Pada laring. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. Dari rongga hidung. udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. Gelembunggelembung tersebut . Setelah melalui laring. Setelah melewati hidung. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring). dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah. batang tenggorokan (trakea). Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. dan cabang batang tenggorokan (bronkus). Pembatas ini bukan sekedar pembatas. Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada. di bawah epiglotis.

udara terus masuk ke tenggorokan. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. b. Akhirnya. Dari hidung. bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. Proses ventilasi dipengaruhi oleh: a. udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. Adanya kondisi jalan nafas yang baik. Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Akibatnya. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Proses Pernapasan Saat bernapas. hal yang perlu diingat. Agar lebih jelas. rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini. . menghirup udara melalui hidung. Sewaktu menarik napas. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Bersamaan dengan itu. Dalam darah. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. oksigen diikat oleh hemoglobin. kemudian ke dalam paru-paru. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer.disebut alveoli (tunggal: alveolus). Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. 1. Saat kamu mengeluarkan napas. Jadi. D. otot diafragma dan otototot tulang rusuk melemas. Vertilisasi Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. otot diafragma berkontraksi. yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Proses pernapasan meliputi dua proses. Selanjutnya.

yaitu medula oblongata dan pons. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh: a. Difusi. Kondisi pembuluh darah. Faktor Fisiologis gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis 3. b. Refusi. Hipovolemia. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot. d. nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2. dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. Peningkatan laju Metabolik. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen. 4.c. Transportasi. secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. PenurunZan kapasitas angkut O2. Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen 1. b. E. Akan tetapi. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya. latihan & aktivasi seperti olahraga. kondisi iniZ disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ).Z Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan. Proses ini dipengaruhi oleh: a. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Luasnya permukaan paru-paru. Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. kondisi ini dapat terjadiZ pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. dipengaruhi oleh proses vertilisasi 2. Pusat pernapasan. Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. . dan lain-lain. Kardiak output. c.

Z Bayi prematur. proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. . Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler. abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ). Z kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan. permen. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan. 3. penyakit obstruksi pernafasan atas. Z Lansia. Kondisi stres. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan. obesitas. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu. gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis. dan lain-lain ) Anak usia sekolah dan remaja.Kondisi lainnya. penyakit susunan syaraf. trauma. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas. penyakit kronis. pelebaran alveolus. seperti penurunan elastisitas paru. Status Kesehatan Pada orang yang sehat. dll. seperti merokok. kurang berolahraga. influenza. dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2. sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. seperti faringitis. Bayi danZ anak-anak. dan aspirasi benda asing ( misal makanan. tinsilitis. 2. dilatasi saluran bronkus. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk. merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini. kebiasaan merokok. Z Z Dewasa muda dan paruh baya. Faktor Perkembangan Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu. diet yang tidak sehat. penyakit otot.

Perasaan takut. dan marahZ yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. Z Ketergantungan zat adiktif. dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan. dan penggunaan zatzat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. cemas. kebiasaan berolah raga. Emosi. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2.4. Selain itu. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat Gaya hidup. nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen. Z Ketinggian. denyut jantung. pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen . Sebaliknya. Kebiasaan merokokZ dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. Faktor Perilaku Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. Nutrisi. 5. Hal ini terjadi karena: o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan. Latihan fiisk akanZ meningkatkan aktivitas metabolik. terutama morfin dan meperidin. gaya hidup. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. kondisi emosional. o Penggunaan narkotika dan analgesik. sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan Olah Raga. suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang. Lingkungan Z Suhu. Kondisi berat badanZ berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru. dengan kata lain. Status nutrisi.

Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. d. 2. j. c. Hipoksia Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel. Polusi udara Z seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala.sb. akan tetapi amplitudonya tidak teratur. Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. Perubahan pola pernapasan a. terdesak. 10 kali per menit. i. Pola pernapasan yang lambat abnormal. Cheyne stokes. Bradipnea. Sesak dan berat saat bernafas. Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Stridor .Polusi. F. Kussmaul. lalu dimulai lagi dari siklus baru. Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik. l. h. dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar. Obstruksi jalan nafas Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman. Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri. Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes. 3. Hiperventilasi. Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler. e. Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti. Biot . Dispnea. g. terkait . f. Pernapasan paradoksial. Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. Ortopnea. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. k. batuk. Takipnea. Sianosis. pusing. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya. Hipoventilasi .

Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah: ‡ Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak ‡ Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut ‡ Lakukan pengecekan perlengkapan listrik. Pertukaran gas Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas. ‡ Meningkatnya tahanan vascular paru-paru. antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler. ‡ Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2 ‡ Sianosis G. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. Tanda klinis: ‡ Batuk tidak efektif atau tidak ada ‡ Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas ‡ Suara napas menunjukkan adanya sumbatan ‡ Jumlah. dan tingkat perkembangannya. Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. terutama kabel-kabel diruangan tersebut. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru.dan kedalaman pernapasan tidak normal. serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. letargi.dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. 4. baik oksigen maupun karbondioksida. . Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien. Tanda klinis: ‡ Dispenia pada usaha napas ‡ Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang ‡ Agitasi ‡ Lelah. kenyamanan. irama. pasien dengan pertukaran gas.

Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras. ‡ Letakkan tabung pada posisi mantap. misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 20 kali permenit. Sumber Dinding. 2. menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh. gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat ‡ Isi botol dengan kain steril. kemudian pasang pada tempatnya ‡ Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien. Tabung. Pemberian Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik. Penatalaksanaan Sumber Oksigen Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen. b. pasang pada flowmeter.Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik ‡ Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis ‡ Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen 1. a. meliputi : ‡ Lepas penutup pelindung tabung ‡ Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. Sistem Aliran Rendah Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya. dan atur aliran flowmeter ‡ Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen. kencangkan dengan kunci inggris atau tang. ‡ Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder. ‡ Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter) ‡ Isi botol pelembab dengan air suling. Contoh sistem aliran rendah adalah : 1. namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal. Kanula nasal . penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi ‡ Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen. yaitu : 1.

Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%. b.Keuntungan Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur. mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm. makan dan berbicara. Sungkup muka dengan kantong rebreathing. a. 4. murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap. dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing. dapat mengiritasi selaput lendir. Kateter nasal 3. serta kateter mudah tersumbat. tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal. bergerak. pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%.44%. suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut.Keuntungan . Kateter Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% . klien bebas bergerak. Sungkup Muka Sederhana Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 60%. . lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman.2. berbicara. Kanul Nasal c. . . 5.Keuntungan Pemberian oksigen stabil. klien bebas makan. Kanul Nasal Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal. aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung. dapat terjadi distensi lambung. . Sungkup muka sederhana. .

Sistem Aliran Tinggi Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan. .Kerugian Kantong oksigen bisa terlipat.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah.Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%. sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 14 liter/mnt . Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi . d.Keuntungan Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana. Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif. dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. kantong oksigen bisa terlipat. tidak mengeringkan selaput lendir . e.Keuntungan : Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2. masker non rebreathing 2. sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur. Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing : Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 80% dengan aliran 8 12 liter/mnt . . Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury. akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah. tidak mengeringkan selaput lendir.Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal.

jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2.Kerugian Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah. Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2. Henti napas dapat terjadi pada keadaan: ‡ Tenggelam ‡ Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi. 2009). Prinsip utama RJP adalah. trus tiba-tiba jatuh/pingsan) ‡ Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan) ‡ Epiglotitis (Peradangan Pita Suara) ‡ Overdosis obat-obatan ‡ Tersengat listrik ‡ Infark miokard (Serangan Jantung) ‡ Tersambar petir ‡ Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab) Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya. kantong oksigen bisa terlipat. orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung) 1. merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad. Pernafasan Buatan Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation). H. suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2 .dengan konsentrasi 30 . . Orang yang tidak bernafas Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien.Keuntungan 55%.

3. korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. Meminta pertolongan. yaitu: ‡ Jangan lupa untuk memanggil bantuan. segera minta bantuan dengan cara berteriak ³Tolong !!!´ untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut.2. harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif. secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. yaitu : ‡ A airway (jalan napas) ‡ B breathing (bantuan napas) ‡ C circulation (bantuan sirkulasi) Sebelum melakukan tahapan A (airway). C. a. Memperbaiki posisi korban/pasien. karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis ‡ Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer. yaitu : 1. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan. Henti jantung Pada saat terjadi henti jantung. leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. 4. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap. ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong 2. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. Jika posisi . sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!. Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien. Ada dua prinsip penting. B. Pemeriksaan Primer Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi.

‡ Membuka jalan napas Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi. sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik. Jika korban/pasien tidak bernapas. 5. Memberikan bantuan napas. Terdiri dari 2 tahap : 1.sudah terlentang. bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke . Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada. biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang. BREATHING (Bantuan napas) Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain. dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban. maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien. Mengatur posisi penolong. inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh. sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Memastikan korban/pasien tidak bernapas. kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan : ‡ Pemeriksaan jalan napas Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. AIRWAY (Jalan Napas) Setelah selesai melakukan prosedur dasar. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu. 2. mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah).

Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut. o Mulut ke Stoma Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma. Cara memberikan bantuan pernapasan : o Mulut ke mulut Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung. Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri . dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung. mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan. penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. CIRCULATION (Bantuan sirkulasi) Terdiri dari 2 tahapan : 1. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien. misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat. sehingga terjadi distensi lambung. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 1000 ml (10 ml/kg).5 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 17%. penolong harus menutup mulut korban/pasien.mulut. waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1. o Mulut ke hidung Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan.

Memberikan bantuan sirkulasi. o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas). o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi. dan jika bernapas pertahankan jalan napas. kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 2 cm raba dengan lembut selama 5 10 detik. hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien. selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar. dan diastolik yang sangat rendah. o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya. penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1.karotis di daerah leher korban/ pasien.8 5 cm).5 2 inci (3. Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi. o Dengan posisi badan tegak lurus. Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 80 mmHg. jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang. dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong. sedangkan curah jantung (cardiac output) . Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi. dilakukan dengan teknik sebagai berikut : o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum). 2. (50% Duty Cycle). dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea. Jika teraba denyutan nadi. penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien. o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan. Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung.

20-40 napas per menit ‡ Anak-anak pra sekolah . mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit). ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas. I. Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat. Nilai Normal Respiratory Rate ( RR ) Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi. Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat.16-25 napas per menit ‡ Dewasa . Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik.html?zx=eacd260c7c58f6ba . Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini: ‡ Bayi yang baru lahir . dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan.blogspot. Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya. yang perlu dicatat.35-45 napas per menit ‡ Atlet puncak . Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat.com/2010/03/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan. seperti manusia.hanya 25% dari curah jantung normal. Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas. Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan.12-20 napas per menit ‡ Dewasa selama latihan berat .20-30 napas per menit ‡ Anak-anak .Rata-rata 44 napas per menit ‡ Bayi .60-70 napas per menit http://rismalia. adalah jumlah napas makhluk hidup.

me(-)i atau mengatasi hipoksemia atau hipoksia 2. Keadaan hipoksemia atau hipoksia 2. tdk ada rasa dan mdh trbakar. meneggkan diagnosis dr prtukaran gas · Indikasi 1. Peningkatan. Cuping hdng.RR meningkt. Syok 5. Dipsnea. Bingung / gelisah. peningkatan tensi diiikuti penurunan tekanan darah bila tdk dpt trtanggulangi Pernapasan . Vase akut penyakit jantung dan pernapasan 3.Ketidaksadaran.Askep kebutuhan oksigen Oleh : Ajeng Dian Fiqih Anggraini Tri Saputri Arif Kurniawan Arna Bintaria KONSEP KEBUTUHAN OKSIGEN Pengertian Oksigen adlh zat atau gas yg tdk brwarna. Kebutuhan oksigen atau metabolisme Gejala Klinis SSP . keringat meningkat Kardiovaskuler . Terapi oksigen slh st tndkan dlm menangani tindakan g3an oksigenasi · Tujuan terapi oksigen 1. Penggunaan otot bantu pernapasan . Selama dan sesudah operasi 6. Anemi yang berat 7. Gagal nafas akut 4. mudah terangsang.Peningkatan co2. me(-)I respon kompensasi 3.

Hipoksia dan hipoksemia 5. tgl MRS. Kateter Nasal c. trauma dada. pendidikan. hwa dingin.status perkawinan. muntah akibat peningkatan asam lambung . dekompensasi cordis.u dsaluran pernafasn bawah drsa saat istirahat / aktivitas. Macam2 pemberian O2 a.agama. Kanul Nasal b. terpai infus dan obat Riwayat Penyakit Masa Lalu Asma. Upaya yg dlkukan adlh dbwa kedokter praktek.umur. Riwayat Keluarga Ada anggota keluarga yg menderita penyakit yg sm / asma Aspek Psikologis Pola Kebiasaan Sehari-hari a. K tdk dpt beraktifitas . Nutrisi K yg mengalami sesak nafsu mkan menurun smpai anorexia. mual.Sianosis . Pemasangan masker Pengkajian Biodata : nama.dbwa ke RS & dberi terapi O2. sesak sprti trtekan benda brat t. jenkel. diberi obat oleh keluarga coz sesak tdk ber. TBC . sebah .alamat. dan sudah diberikan terapi coz jrg atau tdk kontrol penyakit kambuh lg. diagnosa medis Keluhan utama : sesak nafas Riwayat penyakit sekarang K sesak slkah melkukan aktivitas . adax bnda asing .

pernafasan abdominal Palpasi : slh st paru K menglami ketinggalan grk ( sesak coz tmor) . vokal premitus meningkat (pneumoni). Palpasi : Thrill . dada : 1. vokal premitus menurun (pneumo torax) Perkusi : normal sonor . TTV : RR meningkat. d. Kebersihan Diri d. Pemeriksaan fisik 1. ateletaksis dan hipersonor bila K mengalami emphysema. pniumotorax Askutasi : rales karena TBC dan pneumoni.b.berkerngat bxk. Kesadaran : composmetis. pemeriksaan pernafasan : inspeksi ( bentuk dada barel chest ) menggunakan otot bantu prnafasan . Leher : JVP meningkat 7. Eliminasi Urin frekuensi BAK meningkat c. Pola Aktivitas e. Inspeksi : Ictus cordis tampak di ICS 5 mid klavicula sinestra b. kepala dan rambut 2. edema saluran nafas dan adax bnda asing pd saluran nafas Pemeriksaan jantung a.sesak berat K apatis c. ronchi pd decompensasi cordis. hidung : pernafasan cuping hdng 4. tensi meningkat. Pola istirahat tidur Pemeriksaan Fisik a. mata : conjunctiva anemis 3. ditandai dng kontraksi jantung. nmpak sianosis. telinga : sianosis 6. mulut : Bibir sianosis mukosa kering 5. N meningkat. KU : gelisah. tmpk retraksi intercosta RR > 24 x /mnt. b. wezing pd sesak coz asma . bila redup ada tumor.

Inspecsi b. frekuensi irama nafas normal.Biopsi Paru .Pemeriksaan Sputum Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas B.Hb < 10 gr % . batuk efektif. ronchi. saturasi oksigen < 95 .D : . Pco2 < 80 mmHg.c. stroke ) Perencanaan -7an : meningkatkan & mempertahankan kefektifan jln nafas -Kriteria hasil : bunyi nafs trdengar bersih.Penumpukan sputum sekunder infeksi mikro organisme .batuk tidak efektif sekunder penyakit saraf ( GBS. Palpasi : nyeri tekan pengaruh patologis penyakit Genitalia Ekstremitas : sianosis Pemeriksaan penunjang a. tdk menggunakan otot bntu pernafasan .Rontgen .AGD : Pco2 > 45 mmHg.edema dan spasme bronchus / trachea . bising diastol (stenosis katup mitral atau isufisiensi katup aorta ) dan adax bunyi jantung 3 pd dikom cordis Abdomen a. reles wezing tdk ada.adanya benda asing . pHco3 < 22 mmHg. Perkusi d.Bronchus copy . Perkusi : pembesaran jantung kekiri dan kebawah d. Auskultasi : Bising jantung sistol ( stenosis katup aorta atau insufisiensi katup mitral) . Auskultasi c. laboratorium : .

Pemberian oksigen c. hipo / hiper ventilasi Perencanaan : 7an : meningkatkan dan mempertahankan pola nafas efektiv Intervensi : u/ hiperventilasi 1.jelaskan cara mengatasi hiperventilasi mell kontrol pernafasan 4.I program Intervensi : u/ hipoventilasi 1. orthopnea.berikan o2 dng / sesuai program 2. Kaji suara nafas dan obs TTV 8. alihkan perhatian individu dr keadaan cemas 2. penurunan O2 dlm udara inspirasi. efek obat anestesi. berikan O2 S. Lakukan fisio terapi dada 6. Pemberian antibiotik b. Atur posisi klien semifowler 2.jk tdk ada kontraindikasi 4. takipnea.i program 5. Latih nafas dalam & btauk efektiv ( 5 : 1) tiap 2 jam bila kondisi K baik 3. Kolaborasi dng tim medis a. bradipnea. Lakukan pengisapan atau section bl batuk tdk efektiv 7. Berikan obat mukolitik / nebulizer s. Monitor & pertahankan humidifikasi yg adekuat Ketidakefektifan Pola nafas B. Diskusikan penyebab 5. Pemberian vasodilator / aminophilin 9. Pertahankan Hidrasi yg adekuat .Intervensi 1. Obs TTV . kecemasn ditandai dng : frekuensi pernafasan abnormal.D depresi sesak nafas. pertimbangkan penggunaan kantong jka brmaksud mengeluarkan udara 3. Obs TTV 6.

keletihan.3. tingkatkan aktivitas secara bertahap 4. gas drh arteri normal. Berikan o2 s. ajarkan individu u/ mmprgunakan balon tiup 5.html Asuhan keperawatan Oksigenasi .i program pertahankan humidifier adekuat 3. kolaborasi dng tim medis ttg pemberian terapi http://materi-kuliah-akper. Monitor dan perthankan humidifikasi yg kuat 4. Mengatur posisi fowler / semifowler 2. ajarkan nafas dlm & batuk efektiv 6. dispenia tdk ada Intervensi 1. AGD PO2 menurun.com/2010/04/asuhan-keperawatan-kebutuhanoksigen.blogspot. Pco2 naik sianosis Perencanaan 7an : meninngkatkan & memperthankan pertukaran gas yg adekuat Kriteria hasil : sianosis tdk ada. bingung. berikan alat bantu pernafasan Gangguan pertukaran gas berhubungan dng Infeksi pd alveoli Adax cairan pd rongga pleura Odema pulmonal sekunder Dekom cordis Ditandai : dipsnea saat melakukan latihan.

dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Untuk menurunkan kerja jantung III. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. oral (orofaring). dan laring . Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A.I. Hidung ‡ Terdiri atas bagian eksternal dan internal ‡ Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago ‡ Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit. Faring ‡ Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring ‡ Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). yang disebut septum ‡ Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung ‡ Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia ‡ Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru ‡ Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru ‡ Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Saluran Nafas Atas 1. II.

limfatik dan saraf 2.Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) ‡ Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi ‡ Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Saluran Nafas Bawah 1. Trakea ‡ Disebut juga batang tenggorok ‡ Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B.Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan .Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid .Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) .Glotis : ostium antara pita suara dalam laring .Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea.(laringofaring) ‡ Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring ‡ Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea ‡ Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : . Bronkiolus ‡ Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus . Bronkus ‡ Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri ‡ Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) ‡ Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental ‡ Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri.

Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU ‡ Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut ‡ Terletak dalam rongga dada atau toraks ‡ Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar ‡ Setiap paru mempunyai apeks dan basis ‡ Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris ‡ Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus . Bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori ‡ Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar ‡ Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar ‡ Dan kemudian menjadi alveoli 6.Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) . Alveoli ‡ Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 ‡ Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 ‡ Terdiri atas 3 tipe : .Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli . Bronkiolus Terminalis ‡ Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.‡ Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3.

Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . Pada inspirasi. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pengembangan paru yang adekuat 2. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi . juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru ‡ Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV.mengembang.‡ Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA ‡ Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis ‡ Terbagi mejadi 2 : . yaitu : 1. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif.Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru ‡ Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. Jalan nafas yang bersih c. Tekanan udara atmosfir b. diafragma turun dan volume paru bertambah. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). membran ini kadang disebut membran respirasi. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. dada . Proses bernafas terdiri dari 3 bagian.

Lingkungan Ketinggian. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Sebagai akibatnya . Latihan (exercise) V. Tebal membran respirasi c. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. panas. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Makin tinggi daratan. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. 2. Jumlah darah d. Jumlah sel darah merah c. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Afinitas f. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek.sangat mempengaruhi proses difusi. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. makin rendah PaO2. Waktu adanya udara di alveoli 3. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Hematokrit darah d. Luas permukaan paru b. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin.

5. sehingga darah akan mengalir ke kulit.individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. 4. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. 3. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Sebagai respon terhadap panas. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan . demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. 6.

Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. 7. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi.napas. VI. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Biodata pasien (umur.5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. sex. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 . Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. pekerjaan. pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun . Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. laring atau trakhea. pharing. denyut jantung meningkat. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. lelah dan pucat. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. 8. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian bagian dari proses respirasi. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah.

sinus maksilaris b. Trakhea . Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit yang sama. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. Riwayat sosial Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. darah). Pemeriksaan fisik a. faktor-faktor alergen dll. Regio. 5. Dewasa tua : volume residu meningkat. Palpasi : sinus frontalis. simetris. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d.psikologis. pekerjaan. Anak : 20 . Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. bengkak c. kesimetrisan hidung. Bayi : 44 x/mnt c. Riwayat spiritual 8. Dewasa : 15 . dan Time) 3. eksudat. eksudat ulserasi. kapasitas vital menurun 4. Faring Inspeksi : warna. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. bengkak. mukosa (warna. Neonatus : 30 . misalnya : merokok. Quality. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi 7. deviasi septum.60 x/mnt b. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. perforasi. Skala. rekreasi. 2.20 x/mnt e. Riwayat perkembangan a.25 x/mnt d. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. keadaan lingkungan. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. 6.

Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah 1 : 2 Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. dalam hal ini perlu dikaji kecepatan/frekuensi pernapasan apakah pernapasan klien eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . Kelainan tulang belakang diantaranya : Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. atau tachipnea yaitu pernapasan yang cepat. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. atau pernapasan kusmaul yaitu pernapasan yang . ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. ataukah apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. pada bayi berbeda dengan orang dewasa.Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. ataukah klien mengalami pernapasan cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. klien tenang. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi.24 x/mnt. d. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. Perlu juga dikaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut. Thoraks Inspeksi : ‡ Postur. Perlu juga dikaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. Perlu juga dikaji volume pernapasan apakah hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang ataukah hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. ‡ Bentuk dada. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1 : 1). ‡ Pola napas.

dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi apakah takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah terjadi anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang. atau rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. ataukah hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah ‡ Status sirkulasi. nyeri tekan. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar . dalam hal ini perlu dikaji adanya stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. atau wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. atau hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang. atau cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. atau hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal. apakah dispnea yaitu sesak napas yang menetap dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea. atau stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi. Perlu juga dikaji bunyi napas. atau batuk non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi. Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien.cepat dan dalam. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. ataukah bradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. massa. Juga perlu dikaji tekanan darah apakah hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi. peradangan. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. ataukah ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb. apakah klien mengalami batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. ataukah hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. ataukah clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama.

Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Pola napas tidak efektif 3. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran ‡ Immobilisasi ‡ Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. dll sesuai respon klien 1. Interaksi sosial terganggu 10. Intoleransi aktifitas. Perubahan rasa nyaman 8. Gangguan pertukaran gas 4.VII. Tanda-tandanya : ‡ Bunyi napas yang abnormal ‡ Batuk produktif atau non produktif ‡ Cianosis ‡ Dispnea ‡ Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi ‡ Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) ‡ Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada ‡ Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan ‡ Hilangnya kesadaran akibat anasthesi ‡ Hidrasi yang tidak adekuat. Koping tidak efektif 7. Penurunan kardiak output 5. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Potensial/resiko infeksi 9. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat . Rasa berduka 6.

Tanda-tandanya : ‡ Dispnea ‡ Peningkatan kecepatan pernapasan ‡ Napas dangkal atau lambat ‡ Retraksi dada ‡ Pembesaran jari (clubbing finger) ‡ Pernapasan melalui mulut ‡ Penambahan diameter antero-posterior ‡ Cianosis. trauma kepala. 4. distensi alveoli ‡ Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi ‡ Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema ‡ Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. nyeri ‡ Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia. ortopnea ‡ Vomitus ‡ Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : ‡ Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : ‡ Kardiak aritmia ‡ Tekanan darah bervariasi ‡ Takikhardia atau bradikhardia ‡ Cianosis atau pucat ‡ Kelemahan. flail chest. obesitas. trauma yang menyebabkan kolaps paru ‡ CPPO seperti : empisema. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. keracunan obat anasthesi ‡ Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada. vatigue ‡ Distensi vena jugularis ‡ Output urine berkurang . obstruksi bronchial.

Pemasangan jalan napas buatan Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : ‡ Orotrakheal : mulut dan trakhea ‡ Nasotrakheal : hidung dan trakhea ‡ Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 ‡ Intubasi endotrakheal B. Latihan napas dalam dan batuk efektif Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : ‡ Pasien dalam posisi duduk atau baring ‡ Letakkan tangan di atas dada ‡ Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang ‡ Tahan napas untuk beberapa detik ‡ Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi ‡ Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali ‡ Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara ‡ Ulangi sesuai kemampuan pasien . rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : ‡ Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner.‡ Oedema ‡ Masalah pernapasan (ortopnea. napas pendek. reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung ‡ Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit ‡ Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah VIII. Mempertahankan terbukanya jalan napas A. dehidrasi. RENCANA KEPERAWATAN 1. dispnea. penyakit jantung ‡ Berkurangnya volume darah akibat perdarahan.

Postural drainage Adalah posisi khuus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam bronkhus dan trakhea. C. E. intra vena.5 liter perhari. sub kutan.‡ Pada pasien pot op. rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. 2. endotrakheal atau trakheostomi tube. nasopharingeal. dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Hidrasi Cairan diberikan 2 secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak . Posisi yang baik ‡ Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma ‡ Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi.4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. Obat ini dapat diberikan peroral. ambulasi dan latihan D. tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri C. Pemberian obat bronkhodilator Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk. suction dapat dilakukan pada oral. B. Tekniknya : ‡ Sebelum postural drainage. trakheal. Biasanya dilakukan 2 . Pengisapan lendir (suctioning) Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas.2. Mobilisasi sekresi paru A. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. lakukan : .

. pneumothoraks. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru A. udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum ‡ Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi. 3. benda padat. flail chest. C. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma. satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. open pneumothoraks.5 kali dalam satu periode ‡ Lakukan postural drainage. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. Tujuannya : ‡ Untuk melepaskan larutan.Perkusi sekitar 1 . Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik. tergantung letak sekret dalam paru.Nebulisasi untuk mengalirkan sekret . Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama.2 menit . Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : ‡ Pernapasan diafragma ‡ Pursed lips breathing ‡ Pernapasan sisi iga bawah ‡ Pernapasan iga dan lower back ‡ Pernapasan segmental B. .Vibrasi 4 .

yang mencakup tindakan ABC. yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : a. terapi yang sesuai. The three bottle water 4. fasilitasi lingkungan. ROM ‡ Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai. Health restoration and maintenance ‡ Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret ‡ Teknik batuk dan postural drainage ‡ Suctioning ‡ Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan. .Tipenya : a. The single bottle water seal system b. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP). tetes hidung. pakaian tipis dan hangat. spray (yang dapat menekan nervus 1) ‡ Pakaian yang nyaman b. tingkatkan rasa nyaman. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : ‡ Nasal canule ‡ Bronkhopharingeal khateter ‡ Simple mask ‡ Aerosol mask / trakheostomy collars ‡ ETT (endo trakheal tube) 5. posisi fowler/semi fowler. significant other ‡ Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat. The two bottle water c. Health promotion ‡ Ventilasi yang memadai ‡ Hindari rokok ‡ Pelindung / masker saat bekerja ‡ Hindari inhaler.

wordpress. di bidang Anda di Yahoo! Answers Posted by ARWIN LIM at 02:29 2 comments Anfis saluran Pernafasan Anatomi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung.hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. bronkus. farinx. Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. dan bronkiolus. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. larinx trachea. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses. Daftar Pustaka http://iwansain. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan . Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan.com/2007/08/22/kebutuhan-oksigenasi/ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. atur posisi ‡ Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna ‡ Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan ‡ Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis ‡ Terapi O2 ‡ Terapi ventilasi ‡ Drainage dada IX.

Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior. palatinus. dan beberapa otot kecila. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. dibawah concha inferior. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. cartilago cricoidea. glandula tyroidea. membrana mukosa. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : (1) conchae superior (2) Media. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. epiglottis. sebelah dalam kulit. dan 2 cartilago arytenoidea 2. Membrana mukosa olfaktorius. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. plika vokalis. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : (1) Lubang hidung (2) Sinus Sphenoidalis. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. penonjolan tempat melekatnya ligamen . mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Maka letaknya di belakang larinx (larinxfaringeal). diatas concha superior (3) Sinus ethmoidalis. dan os. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. cartilago yaitu cartilago thyroidea. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. Sphenoidale. Hyoideum. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. Pada bagian belakang. diantara concha media dan superior (5) ductus nasolacrimalis. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior (4) sinus frontalis. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior.membran mukosa. Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Laringx (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. dan (3) inferior.

dan thyroidea. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. cricoidea. Terletak dibawah cartilago tyroidea. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. Plica aryepiglottica. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. yang . berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea.thyrohyoideum. membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea.

5 cm. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. Trachea tersusun atas 16 .dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis. misalnya kanker pita suara. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. Respirasi Selama respirasi tenang. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis. Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2. dan bibir. (d) tumor. lidah.20 lingkaran tak. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. (c) infeksi. misalnya gumpalan makanan. misalnya difteri.jenis sel yang sama. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. Selama respirasi kuat. dan lebih vertikal daripada yang kiri. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. disebut . misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluarmasuk. pipi. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri. Otot-otot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus). Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). plica vocalis terpisah lebar. Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing.lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea.

yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). menempel pada perikardium dan jantung. arteri pulmonalis 2. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. asinus atau. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. permukaan mediastinal. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. dan basis. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe. sakkus alveolar dan alveoli. Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. bronchial venula. ductus alveolar. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. 4.0 cm. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. permukaan costo vertebra. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Paru -paru memilki : 1. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil.5 s/d 1. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. Suplai Darah 1.bronckus lobus bawah. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. arteriola. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. arteri bronkialis . Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. venula. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura.5 cm diatas calvicula 2. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Apeks. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya.

Kita telah mengetahui refleks menelan atau refleks muntah yang mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam trakea. FISIOLOGIS Luas permukaan paru-paru yang luas. katup pulmonalis. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat . Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. melalui sebuah alveolus. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. yang hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi. secara teoritis mengakibatkan seseorang mudah terserang oleh masuknya benda asing (debu) dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi. Arteri pulmonais bercabangcabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri. dan antibodi spesifik. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par. interferon. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). Jantung. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. kedalam arteri pulmonais. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. Refleks batuk merupakan suatu mekanisme lain yang lebih kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan atau dikeluarkan. saluran respirasi bagian bawah dalam keadaan normal adalah steril. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap.Innervasi 1. Tetapi. juga kerja eskalator mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri kemudian memindahkannya ke kerongkongan. Selanjutnya. Makrofag alveolar merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi bakteri ke dalam paru-paru. dan venula menjadi vena. yaitu immunoglobulin (terutama IIgA). maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. PMNs. lapisan mukus yang mengandung faktor-faktor yang mungkin efektif sebagai pertahanan. dan sirkulasi paru. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas ini. sirkulasi sistemik.

Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan saluran udara menurun sampai sekitar -2 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) dari 0 mm Hg pada waktu mulai inspirasi. scalenus dan m. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan benda atau bakteri. lateral dan vertikal. transportasi. (2) distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus. 2. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. Proses fisiologis respirasi di mana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringanjaringan. ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada . dari sekitar -4 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8 mm Hg bila paru-paru mengembang pada waktu inspirasi. 3.enzimatik. dan karbon dioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. 1. m. intercostalis externus berperanan mengangkat iga. dan (3) reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbon dioksida dengan darah. M. Selama pernapasan tenang. Stadium pertama adalah ventilasi. Seiama inspirasi. Toraks membesar dalam tiga arah : anteroposterior. serratus. Ventilasi Udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus oleh kerja mekanik otot-otot. Stadium ke dua. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi. dinding toraks berfungsi sebagai hembusan. volume toraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer rnenyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan saluran udara pada akhir inspirasi sama lagi dengan tekanan atmosfer. dan karbon dioksida terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. Selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi. yang terdiri dari beberapa aspek : (1) difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan. yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan m. Sesudah meliputi partikel mikroba maka enzim litik yang terdapat dalam makrofag akan membunuh dan mencernakan mikroorganisme tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan yang nyata.

dan paru-paru. Pada waktu m. intercostalis externus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toralks, menyebabkan volume toraks berkurang, m. interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam dengan kuat pada waktu ekspirasi kuat dan aktif, batuk, muntah, atau defekasi. Selain itu otot-otot abdomen mungkin berkontraksi sehingga tekanan intra abdominal membesar dan menekan diafragma ke atas. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan iintrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Tekanan intrapulmonal sekarang meningkat sampai sekitar I sampai 2 mmHg di atas tekanan atmosfer. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfer sekarang terbalik sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru sampai tekanan saluran udara dan tekanan atmosfer sama kembali pada akhir ekspirasi. Perhatikan bahwa tekanan intrapleura selalu di bawah tekanan atmosfer selama siklus respirasi. Perubahan pada ventilasi dapat diperkirakan dengan tes fungsional paru-paru.

DIFUSI Stadium ke dua proses respirasi mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran antara alveolus-kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 um). Kekuatan pendorong untuk pernindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. Tekanan parsial oksigen dalam atmosfer pada permukaan laut besarnya sekitar 149 mm Hg (21 persen dari 760 mm Hg). Pada waktu oksigen diinspirasi dan sampai pada alveolus maka tekanan parsial ini mengalami penurunan sampai sekitar 103 mm Hg. Penurunan tekanan parsial ini diperkirakan atas dasar fakta bahwa udara inspirasi tercampur dengan udara dalam ruang rugi anatomis saluran udara, dan dengan uap air. Ruang rugi anatomis ini dalam keadaan normal mempunyai volume sekitar 1 ml udara per pound berat badan (150 ml/150 lb pria). Hanya udara bersih yang sampai ke alveolus yang merupakan ventilasi efektif. Tekanan parsial oksigen dalam darah vena campuran (PV 02) dalam kapiler paru-paru besarnya sekitar 40 mm Hg. Karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler lebih rendah daripada tekanan dalam alveolus (P A02 = 103 mm Hg), maka oksigen dapat dengan mudah berdifusi ke dalam aliran darah. Selisih tekanan C02 antara darah dan alveolus yang jauh lebih rendah (6 mmHg) menyebabkan karbon dioksida berdifusi ke dalam alveolus. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan ke atmosfer, di mana konsentrasinya pada hakekatnya nol. Selisih C02 antara darah dan alveolus memang kecil sekali tapi cukup karena dapat berdifusi kira-kira 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan oksigen, melintasi membran alveolus-kapiler karena daya larutnya yang lebih besar.

HUBUNGAN VENTILASI-PERFUSI Pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler. Dengan perkataan lain, ventilasi dan perfusi dari unit pulmoner harus sesuai. Pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paruparu. Sirkulasi pulmoner yang bertekanan dan resistensi rendah mengakibatkan aliran darah di basis paru-paru lebih besar daripada di bagian apeks paru-paru, disebabkan pengaruh gaya tarik bumi. Tetapi ventilasinya cukup merata. Nilai rata-rata rasio antara ventilasi terhadap perfusi (V/Q) adalah 0,13. Angka ini didapatkan dari rasio rata-rata laju ventilasi alveolar normal (4 liter/menit) dibagi dengan curah jantung normal (5 liter/menit). keadaan normal dari ventilasi dan perfusi paru-paru yang seimbang mendekati nilai 0,8. Kebanyakan penyakit respirasi mengalami ketidakseimbangan antara proses ventilasi-perfusi. Akibatnya ventiIasi terbuang sia-sia (V/Q = tak terhingga). Unit respirasi abnormal yang ke dua merupakan shunt unit, di mana tak ada ventilasi, tetapi perfusi normal, sehingga perfusi terbuang sia-sia (V/Q = 0). Unit yang terakhir merupakan unit diam, di mana tidak ada ventilasi dan perfusi. Tentu saja terdapat variasi-variasi di antara ke tiga kasus ekstrim tersebut, tergantung dari keseimbangan secara menyeluruh antara ventilasi dan perfusi paruparu. Penyakit paru-paru dan gangguan fungsional respirasi dapat diklasifikasikan secara fisiologis sesuai dengan jenis penyakit yang dialami, apakah menimbulkan shunt yang besar (V/Q ( 0,8)

TRANSPOR OKSIGEN DALAM DARAH Oksigen dapat ditranspor dari paru-paru ke jaringan melalui dua jalan : 1. secara fisik larut dalam plasma atau 2. secara kimia berikatan dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin (HbO2). ikatan kimia oksigen dan hemoglobin ini bersifat reversibel. Jumlah sungguhnya yang diangkut dalam bentuk ini mempunyai hubungan nonlinear dengan PaO2 (tekanan parsial oksigen dalam darah arteri), yang ditentukan oleh jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma darah. Sebaliknya, jumlah oksigen yang secara fisik larut dalam plasma mempunyai hubungan langsung dengan tekanan parsial oksigen dalam alveolus (PAO2). Kecuali itu juga tergantung dari daya larut oksigen dalam plasma. Jumlah oksigen yang dalam keadaan normal larut secara fisik sangat kecil karena daya larut oksigen dalam plasma yang rendah. hanya sekitar satu persen dari jumlah oksigen total ang ditranspor ke jaringanjaringan ditranspor dengan cara ini. Cara transpor seperti ini tidak mempertahankan hidup

walaupun dalam keadaan istirahat sekalipun. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam keadaan tertentu (misalnya : keracunan karbon monoksida atau hemolisis masif di mana terjadi insufisiensi hemoglobin maka oksigen yang cukup untuk mempertahankan hidup dapat ditranspor dalam bentuk larutan fisik dengan memberikan oksigen dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir (ruang oksigen hiperbarik). Satu gram hemoglobin dapat berikatan dengan 1,34 ml oksigen. Karena konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam darah pada pria dewasa besarnya sekitair 15gr per 100 ml, maka 100 ml darah dapat mengangkut (15 x 1,34 = 20,1) 20,1 ml oksigen kalau darah jenuh sekali (SaO2 = 100 persen). Tetapi darah yang sudah teroksigenisasi dan meninggalkan kapiler paru-paru mendapatkan sedikit tambahan darah vena yang merupakan darah campuran, dari sirkulasi bronkial. Proses pengenceran ini yang menjadi penyebab sehingga darah yang meninggalkan paru-paru hanya jenuh 97 persen, dan 19,5 persen volume diangkut ke jaringan. Pada tingkat jaringan, oksigen mengalami disosiasi dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam plasma. Dari plasma oksigen masuk ke sel-sel jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringanjaringan yang bersangkutan. Meskipun sekitar 75 persen dari hemoglobin masih berikatan dengan oksigen pada waktu hemoglobin kembali ke paru-paru dalam bentuk darah vena campuran. Jadi sesungguhnya hanya sekitar 25 psersen oksigen dalam darah arteri yang digunakan untuk keperluan jaringan. Hemoglobin yang melepaskan oksigen pada tingkat jaringan disebut hemoglobin tereduksi (Hb). Hemoglobin tereduksi berwarna ungu dan menyebabkan warna kebiruan pada darah vena, seperti yang kita lihat pada vena superfisial, misainya : pada tangan. Sedangkan oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen) berwarna merah terang dan menyebabkan warna kemerah-merahan pada darah arteri.

Kurva disosiasi oksihemoglobin Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menyatakan ukuran gas secara tepat dan untuk melakukan tindakan-tindakan terapi pada insufisiensi respirasi. Kalau darah lengkap dikenai oleh berbagai tekanan parsial oksigen dan persentase kejenuhan hemoglobin diukur, maka didapatkan kurva berbentuk huruf S bila ke dua pengukuran tersebut digabungkan. Kurva ini dikenal dengan nama kurva disosiasi

Sedikit peningkatan keasaman akibat pelepasan karbondioksida dari jaringan. kemampuan hemoglobin untuk melepaskan oksigen ke jaringan-jaringan dipermudah. Faktor lain yang menyebabkan pergeseran kurva kekanan adalah peningkatan suhu dan 2. Pada kurva bagian atas yang datar. Pada bagian ini perubahan-perubahan besar pada kejenuhan oksihemoglobin berkaitan dengan sedikit perubahan 02. Karena itu. Ini menyatakan bahwa jumlah oksigen yang relatif konstan dapat disuplai ke jaringan-jaringan walaupun pada ketinggian yang tinggi di mana P02 mungkin sebesar 60 mmHg atau kurang. Ini juga menyatakan bahwa pemberian oksigen dalam konsentrasi tinggi (udara normal = 21 persen) pada pasien-pasien yang menderita hipoksemia ringan. Pergeseran ini dikenal dengan nama efek bohr. Kurva ini mempunyai satu fakta fisiologis yang perlu diperhatikan yaitu. yang agak tergeser ke kanan. pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat meracuni jaringin paru-paru dan menimbulkan efek yang merugikan. pada anemia dan hipoksemia kronik pergeseran kurva ke kanan merupakan proses kompensasi. Kurva oksihemoglobin tergeser ke kanan apabila PH darah menurun atau PC02 meningkat. Pergeseran kurva ke kanan disertai kenaikan suhu.3-DPG sel darah merah meningkat. Pada bagian atas kurva yang dikenal dengan nama bagian arteria (A) dan bagian vena (V) pada bagian bawah yang lebih curam. dalam keadaan ini. karena oksihemoglobin hanya dapat ditingkatkan sedikit sekali.oksihemoglobin dan menyatakan afinitas hemoglobin terhadap oksigen pada berbagai tekanan parsial. meskipun kemampuan transpor oksigen oleh hemoglobin menurun bila kurva bergeser ke kanan. perubahan yang besar pada tekanan oksigen dikaitkan dengan sedikit perubahan pada kejenuhan oksihemoglobin. Sesungguhnya. pada P02 tertentu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang. Keadaan patologis yang dapat menybabkan asidosis metabollk. Afinitas oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang menyertai metabolisme jaringan dan dapat diubah oleh penyakit. Dalam keadaan suhu tubuh yang normal (98.4. menggambarkan peningkatan metabolisme . (Pa02 60-75 mmHg) adalah sia-sia.3-DPG) yang merupakan fosfat organik dalam sel darah merah yang mengikat Hb dan mengurangi afinitas Hb terhadap oksigen pada anemia dan hipoksemia kronik 2. Pergeseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. seperti syok (pembentukan asam laktat berlebihan akibat metabolis-anerobik) atau retensi karbon dioksida akan menyebabkan pergeseran kurva kekanan.60F) dan pH darah 7.3 difosfogliserat (2. adanya bagian yang datar. pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan dapat ditingkatkan oleh hubungan P02 terhadap kejenuhan okigen pada kurva bagian vena yang curam. Perlu diketahui adanya kenyataan bahwa.

dan mudah diukur dalarn laboratorium modern.sel dan peningkatan kebutuhan akan oksigen. TRANSPORT KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH Transport CO2 dari jaringan keparu-paru melalui tiga cara sebagai berikut: 1. Terbukti bahwa bila kurva disosiasi bergeser ke kanan (pengurangan afinitas hemoglobin terhadap oksigen) maka P50 akan meningkat. Afinitas hemoglobin didefinisikan secara populer dengan P02 yang dibutuhkan untuk menghasilkan kejenuhan 50 persen. Karena itu. Dalam keadaan normal P50 sekitar 27 mm Hg. sedangkan pada pergeseran kurva ke kiri (peningkatan afinits hemoglobin terhadap oksigen p50 akan turun. tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu. pasien yang diberi transfusi darah simpanan dalam jumlah banyak mungkin akan mengalami gangguan pelepasan oksigen ke jaringan -jaringan karena pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. Sebaliknya. juga dapat menyesuaikan diri dan untuk aliran darah tertentu menyebabkan semakin banyaknya oksigen yaiag dilepaskan ke jaringanjaringan. Sehingga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk transport oksigen berkurang.3-DPG sehingga afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergeseran ke kiri. terutama apabila disertai dengan hipoksemia. Secara fisk larut dalam plasma (10 %) 2. Keadaan ini dapat terjadi selama proses mekanisme overventilasi dengan respiratori atau pada tempat yang tinggi akibat hiperventilasi. Darah yang disimpan kehilangan aktivitas 2. ditransport sebagai bikarbonat plasma (70%) Karbon dioksida berikatan dengan air dengan reaksi seperti dibawah ini: . Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin sekitar 250 kali lebih besar darp pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. Pergeseran ke kiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Karena itu secara teoritis mungkin akan terjadi hipoksia (insufisiensi oksigen jaringan guna memenuhi kebutuhan metabolisme pada keadaan alkalosis yang berat. Karena hiperventilasi juga dapat menurunkan-aiiran darah serebral karena penurunan PaC02. Kalau carbonmonoksida dihirup maka akan berkaitan dengan karboksihemoglobin. suhu dan 2 3-DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin ke kiri. maka reaksi tersebut tidak reversibel. peningkatan PH darah (alkalosis) atau penurunan PCO2. Berikatan dengan gugus amino pada Hb dalam sel darah merah (20%) 3. maka iskemia serebral juga sering menimbulkan gejala-geiala seakan-akan kepalanya ringan.

Embolus (95 %) berasal dari trombus. Pons Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Hiperventilasi adalah ventilasi alveolus dalam keadaan kebutuhan metabolisme berlebihan à alkalosis sebagai akibat eksresi CO2 berlebihan keparu-paru. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah. Proses terbentuknya embolus disebut embolism . bahkan banyak pasien meninggal akibat pemasangan infus yang ternyata terjadi pembentukan emboli udara.com/2007/07/25/anfis-saluran-pernafasan/ Emboli (Embolus) Teman sejawat. PENGATURAN RESPIRASI Respirasi diatur/dikontrol di: 1. dan arteri cereberal. arteri renalis. Reservoir darah 4. Medulla Oblongata 2. 2. untuk lebih memahami emboli. berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut: Apakah emboli itu ? Adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. tentunya hal ini harus menjadi perhatian yang serius.CO2 + H2O = H2CO3 = H+ +HCO3Reaksi ini reversibel dan dikenal dengan nama persamaan dapa asam bikarbonat-asam karbonik. karena emboli tersebut bisa merenggut nyawa pasien apabila terjadi sumbatan pada organ-organ vital seperti arteri pulmonalis.Baiklah.wordpress. Fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas Berikut ini adalah gambar anatomi paru-paru: http://iwansain. Menyaring bahan beracun dari sirkulasi 3. Hipoventilasi adalah ventilasi alveoli yang tak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme. Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. sebagai akibat dari retensi CO2 oleh paru-paru. arteri coroner. dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. anda harus berhati-hati pada keadaan terjadinya embolism didalam pembuluh darah.

kelompok bakteri. cairan amnion ‡ Embolus bersifat gas dapat berupa udara. pulmonalis shg tdp blokade sirkulasi pulmonal ²> insufisiensi a. anoksia umum ²> kematian mendadak Adanya refleks vagal pulmo coronary ²> menimbulkan spasme pada pembuluh paru dan koroner . ginjal. trombus yang melekat pada empang-empang jantung dan aorta Embolus arteri sering mengenai otak. carbon dioksida Embolus sering ditemukan pada vena.> tersangkut dalam sirkulasi paru ²> sumbatan /oklusi a. coronaria dan infark miokard.Akibat yang ditimbulkan oleh embolus ‡ Menimbulkan kematian mendadak ‡ Kematian jaringan atau infark ‡ Embolus septik à sarang . jaringan ‡ Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak. Embolus paru-paru sering disertai infark terutama pada lobus kanan bawah Apa yang dimaksud Embolus Arteri ? Berasal dari trombus mural dalam jantung. gas nitrogen. tungkai bawah kemudian dari vena dalam pelvis Embolus ²> mengikuti pengaliran vena ²> vena yang lebih besar ²> vena cava ²> jantung kanan . kelompok sel tumor.sarang infeksi baru dan abses-abses baru ‡ Metastasis tumor ganas Apa yang dimaksud dengan Embolus Vena Berasal dari vena. pada radang yg mengenai tulang atau jaringan lemak . pembuluh limfe dan jantung Akibat . coronaria ²> kematian mendadak Apa yang dimaksud dengan Embolus Lemak?? Lemak ini masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler shg menjadi suatu embolus > menyebabkan kematian Embolus lemak paling sering terjadi karena trauma tulang atau jaringan lemak yaitu patah tulang panjang terutama femur dan tibia yang disertai kerusakan sum-sum tulang juga terjadi pada masa nifas. limpa. dan anggota tubuh bawah. Embolus dalam a. pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau . anoksemia. Selain itu juga terjadi pada : akibat luka bakar pada kulit .Jenis Embolus ‡ Berupa benda padat berasal dari trombus. arteri. mesenterica ²> infark usus Embolus dalam a.> kematian mendadak Embolus paru-paru yang besar jarang menimbulkan infark krn pasien sudah meninggal terlebih dahulu.

namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg . Dapat juga disebabkan oleh transfusi darah atau infus cairan intravena. gejala-gejalanya adalah: ‡ sesak nafas ‡ Shock ‡ Kematian mendadak yg tidak disangka-sangka pada wanita yang sudah melahirkan atau dalam masa nifas Embolus dalam a.Untuk lebih memahami konsep yang berhubungan dengan trombus. Penulis harapkan. lendir dan lanugo Apa itu Embolus Gas? Gelembung-gelembung gas masuk kedalam susuna sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian misalnya pada tindakan vaginal douche. verniks caseosa. Trombus lebih mengarah pada cedera sel endotel pembuluh darah yang menyebabkan agregasi trombosit untuk pemulihan jaringan yang rusak. ²²²http://iwansain.> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks. silahkan anda baca penjelasan dibawah ini: Apakah trombus itu? Adalah suatu unsur benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup Trombosis . Dapat juga disebabkan oleh pembedahan thoraks akibat vena besar terpotong atau sobek. pulmonalis mengandung carik-carik jaringan epitel kulit bayi.com/2007/09/20/embolus/ Trombus Bahaya yang diakibatkan oleh trombus hampir sama dengan emboli.wordpress.alkoholisme Apa itu Embolus cairan amnion? Keadaan ini jarang ditemukan.> Proses pembentukan trombus Bagaimana Pembentukan dan Struktur Trombus? Secara normal . hanya saja yang membedakan adalah proses terjadinya sumbatan. tapi terkadang proses ini dapat menyumbat aliran darah sehingga ia dikatakan trombus. kedua-duanya menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. anda lebih profesional dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada suatu keadaan yang dapat menimbulkan keadaan emboli pada pasien.

Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri).> fibrin. zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah.> dilepaskan suatu zat tromboplastin. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit ²> pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit. Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn. Trombus warnanya putih dan merah berbutir-butir. eritrosit dan fibrin. Darah yg mengalir > banyaknya trombosit melekat pd tempat tersbt > trombosit dpt saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Bila dipotong maka tampak garis-garis yang berlapis-lapis putih kelabu Apa yang menyebabkan trombus? Menurut virchow bahwa trombus terbentuk karena tiga faktor yaitu: ‡ Perubahan pada permukaan endotel pembuluh darah ‡ Prubahan pada aliran darah ‡ Perubahan pada konstitusi darah Ad 1. . Trombosis ini dapat terjadi pada keadaan: ‡ Atherosclerosis ‡ Radang pembuluh darah spt polyarteritis nodusa. massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit . Perubahan aliran darah Trombosit mengalir pada zone perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh zone plasma.terjadi trombosis. Tromboplastin akan mengubah protrombin ²> trombin yang bereaksi dengan fibrinogen . Bila aliran darah melambat maka trombosit masuk kedalam zone plasma shg kontak dengan endotel bertambah Bila aliran darah melambat ²> trombosit akan menepi ²> mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. thromboangitis obliterans. throbolplebitis ‡ Trombosis pada endocard yang melapisi lapisan jantung yg mengalami infark myocard dan pada endocarditis ‡ Ruda paksa (trauma) Ad 2. Perubahan pada permukaan endotel Kerusakan endotel ²> perubahan potensial listrik ²> trombosit mudah melekat pada endotel.

sel-sel tumor ganas membentuk tromboplastin MACAM-MACAM TROMBUS ‡ Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat. Trombus juga sering terjadi pada keadaan varices ²> vena-vena yang melebar. pada penyakit yang disertai µsludged blood¶. sel-sel darah bergumpal-gumpal ²> aliran darah melambat. Perubahan pada konstitusi darah Trombosit dalam jumlah yang lebih banyak lebih memudahkan terbentuknya trombus karena bersifat lebih mudah terjadi perlekatan (adhesif) keadaan ini dapat dijumpai pada: ‡ Masa nifas (2-3 kali lebih dari normal) ‡ Infark paru-paru ‡ Tumor ganas ‡ Thromboplebitis ‡ Thromboangitis obliterans Trombosis dpt juga ditemukan pada penyakit darah seperti polycytemia.perubahan aliran darah lebih sering pada vena daripada arteri. krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus menurut warnanya: ‡ Red trombus à t. Varices sering ditemukan pada tempat-tempat berikut ini: ‡ Vena-vena tungkai bawah yang superfisial ‡ Pleksus pampiniformis ‡ Pleksus hemorrhoidalis ‡ Ujung distal esofagus Ad 3.u tda eritrosit . ‡ Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus ‡ Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh ‡ Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah -olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar) ‡ Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang ‡ Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah.

renalis ‡ A.‡ White trombus à sebagian besra tda leukosit ‡ Mixed trombus à jenis trombus yang terbanyak Dapat juga dibedakan menurut lamanya terjadi trombus yaitu: ‡ Fresh trombus ‡ Old trombus Selain itu juga dibedakan: ‡ Septic trombus à trombus yang mengandung sarang-sarang kuman ‡ Bald atau sterile trombus à trombus tanpa kuman Trombus dapat dibentuk dalam : ‡ Arteri ‡ Vena ‡ Jantung Dalam pembuluh limfe tidak terbentuk trombus karena pada pembuluh limfe tidak terdapat trombosit jadi hanya dapat terjadi coagulum Trombus paling sering ditemukan pada : ‡ Vena saphena magna dan ‡ Vens-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis. dan ‡ Terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan: ‡ Stasis darah ‡ Bendungan pasif ‡ Edema dan kadang-kadang nekrosis Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: ‡ Ischemi ‡ Nekrosis . mesenterium dan vena pelvis Trombus arteri sering terjadi pada : ‡ Tungkai bawah ‡ A. mesentrica Akibat-akibat trombus ‡ Bergantung pada besar dan jenis trombus ‡ Pembuluh yang terkena. coronaria ‡ A.

Persoalan demam pada penyakit-penyakit 2. ruang angkasa.‡ Infark atau gangren Bagaimana Nasib Trombus? Trombus terlepas jadi embolus ²> hanyut oleh darah ²> tersangkut menyumbat arteri yang jauh ²> trombus yang menetap .com/2007/09/20/trombus-apa-itu-trombus/ Posted by ARWIN LIM at 02:21 0 comments PENGATURAN SUHU TUBUH PENGATURAN SUHU TUBUH(Thermoregulasi) Pendahuluan Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti : 1.wordpress.> massa homogen -²> proses organisasi Dari tepi tempat trombus melekat ²> masuk fibroblas dan kapiler-kapiler ²> ruang terbentuk akibat lisis ²> ruang ini melebar dan sambung menyambung merupakan saluran yang berisi darah .> trombus ditembus oleh saluran baru yg dapat mengalirkan darah lagi > rekanalisasi DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan. Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka). Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem 4. Kepentingan dipertahankan suhu . Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung) 3.> lama -lama mengalami perubahan ²> benda-benda yang membentu trombus akan dirobek ²> fibrin menghilang .

33 Ts + 0.tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita.(Tr) Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam. Metabolisme Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. 2. Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 10 C dalam kegiatan sehari-hari. membrane tympani. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%. PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu : Bagian dalam inti suhu tubuh. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 .67 Tr Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus.(Ts) Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus .benar mempunyai suhu rata-rata 370 C. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak. Mis kenaikan suhu 100 C bisa mempercepat proses biologis 2 . vagina. . otot.6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 . yang benar. TMB = 0. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit > Reseptor ferifer > hipotalamus (posterior dan anterior) > Preoptika hypotalamus > Nervus eferent > kehilangan/pembentukan panas SUMBER PANAS 1.3 kalinya.3 sore). esophagus. yaitu diukur pada daerah (mulut. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.

Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu : 1. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi. Misalnya pada tubuh akan pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. bila disekitar dingin akan melepaskan panas. naik dan diganti udara yang lebih dingin. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) . Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul. Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara : 1. Penguapan (evaporasi) Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Dari jalan 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolism pernafasan + 7 kcal/jam e dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 25%. Inspiration perspiration melepaskan panas + kulit. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) > erector villi 2. Konduksi Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan 3. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air) 4. 2. 2.PELEPASAN PANAS 1. seperti cahaya radiasi. melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss). Radiasi Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akan permukaan tubuh menerima panas. Walau tidak berkeringat. gas atau cairan.

aliran darah penambahan penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity) 2. dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan ‡ Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut. mekanisme panas yang (evaporasi). maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. yang disebut pirogen endogen. ‡ Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1. MEKANISME DEMAM ‡ Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. dengan menggigil pada suhu 50 c selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal. Menggigil efektif untuk pembentukan panas. pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi. Keringat ‡ Pada temperature diatas 340 C. PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS 1. .Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan Pengaturan secara kimia Pada keadaan dingin. penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan keringat kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif. secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. makrofag. dan sel-sel yang mengalami cedera. Fisik ‡ Penambahan aliran darah permukaan tubuh ‡ Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan ‡ Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 340 C. dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal. dengan batas maximal 5 kali. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian. ‡ Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif.

Penyakit ini dapat menjadi epidemi. Terkadang disertai dengan perdarahan spontan. tekanan darah tidak terukur dan nadi tidak/sulit teraba. Dapat pula diikuti dengan pembesaran hati. mual. sedangkan hematokrit menjadi meningkat. termasuk dalam Chikungunya famili Toga virus. kemudian turun sampai batas normal. Pada laboratorium darah perifer tampak penurunan sel darah putih dan trombosit. hipotensi. harap segera membawa ke rumah . dan sebagainya). dan terbanyak pada waktu musim hujan. Pemeriksaan dengan test torniquet timbul rash pada kulit. Tingkat IV : telah terjadi syok. dan kulit dingin. Penyebabnya adalah virus dengue. disertai gejala nonspesifik (lemah. Ada empat tingkat beratnya/klasifikasi penyakit ini : Tingkat I : demam dengan tanda-tanda nonspesifik disertai test torniquet positif. yaitu 2-3 hari. Kita harus hati-hati dengan penyakit ini karena dapat timbul syok akibat kegagalan sirkulasi tubuh. DAFTAR PUSTAKA http://iwansain. Fase penyembuhan terjadi dengan cepat. Gambaran penyakitnya berupa panas naik mendadak selama 2-7 hari. pusing. ditandai dengan nadi cepat. Tingkat II : tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan di kulit/tempat lain. Vektor pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. lemah.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/ Posted by ARWIN LIM at 02:04 0 comments DEMAM BERDARAH DEMAM BERDARAH DENGUE Merupakan suatu penyakit demam yang dapat disebabkan oleh 4 macam tipe virus dengue dan klinis ditandai dengan fenomena perdarahan dan cenderung menyebabkan sindroma syok yang dapat menimbulkan kematian.wordpress.‡ Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. yang merupakan Flavi virus. Bila menemui penderita dengan demam berdarah dengue. Tingkat III : kegagalan peredaran darah.

2007 Oktober 11 INTERNET INTERNET: Pengertian. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan ³bahasa´ yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. . INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa. Memang itulah fungsinya. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah.sakit setempat untuk dilakukan pemberian cairan intravena ataupun pengobatan lainnya. yang berarti ³antara´. definisi INTERNET ialah ³jaringannya jaringan´. Kesimpulan: · Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Posted by ARWIN LIM at 01:59 0 comments Kamis. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX). Dengan demikian. sehingga mereka dapat berkomunikasi. apakah sistem DOS atau UNIX. Dengan penatalaksanaan yang tepat dan cepat penderita dapat sembuh seperti sedia kala. dan Fasilitas-Fasilitasnya Apakah INTERNET itu? Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter. Sejarah.

Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima. agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan. sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri. Sejarah terbentuknya INTERNET Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET.· Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern. INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia. yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet. . Protokol INTERNET: TCP/IP Seperti telah disebutkan di atas. Internetting Project Untuk itu dibuat Internetting Project. Maka terbentuklah ARPANet. melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer. ARPANet Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency). Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data. diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan. seperti juga industri senjata.

· Memberi INTERNET fleksibilitas. Pertama.Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda. Sebagai contoh. data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket). protokol ini disebut IP (Internet Protocol). TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan. Di Internet. yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP. · Meningkatkan kecepatan transmisi data. jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi. bukan semua paket data. Untuk itu diperlukan protokol lainnya. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama. Sambungan langsung ke Network . Sementara paket-paket data bergerak. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah. Cara akses ke INTERNET 1. INTERNET memiliki 3 keuntungan : · Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. Maka. jika terjadi kesalahan. Sebagai contoh. jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat. mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. Dengan adanya TCP/IP ini. karena itu biasanya disebut TCP/IP. bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi. sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. kemudian dikirimkan satu per satu. Kedua.

dll. sistem Anda menjadi host INTERNET penuh. yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri. Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux. ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon.Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. Domain Name System Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masingmasing komputer di INTERNET. Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. Dalam kasus ini. Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal). Warp. Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router). Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon. alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS. . Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog). diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Sebagai contoh. dan sebaliknya. 3. Anda memerlukan sebuah modem (modulatordemodulator). Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. yang terdapat antara masing-masing jaringan. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon. Untuk melakukan hal tersebut. Selanjutnya. Compuserve. Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon. Sedang. PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. 2. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET.

id Gopher adalah nama sebuah komputer dalam jaringan ³bppt´dalam domain ³id´. Setiap bagian alamat DNS harus dipisahkan dengan sebuah titik. maka dikembangkan sistem Domain Name System (DNS). alamat tersebut juga mengandung informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi komputer yang diingikan. Hal ini disebut Dynamic Rerouting. yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai. angka biner tetap digunakan. yaitu domain. Alamat DNS Karena angka biner tidak mudah diingat. Artinya. Contoh berikut ini akan menjelaskan sistem alamat DNS. Seperti pada alamat IP. Untuk mencapai komputer tersebut. Internet menentukan sendiri jalan ³melalui´ banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat. Host adalah komputer dalam jaringan lokal (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Gopher. Seperti Anda lihat pada contoh di atas.bppt. pertama-tama data dikirimkan ke sebuah Server dan diubah menjadi alamat Ip yang dapat dibaca oleh Komputer. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. Agar penyampaian otomatis oleh Router tetap berfungsi. alamat dibaca dari kanan ke kiri. Disini alamat disusun dalam sebuah hierarki berbagai wilayah (domain = wilayah).Alamat IP Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit. sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Bila Anda memberikan sebuah alamat DNS. yang mewakili sebuah kelompok host tertentu. mula-mula ditulis nama host yang diinginkan. yang diakses oleh komputer lain dalam jaringan tersebut. yang berarti Indonesia. disusul oleh bagian-bagian yang semakin besar hingga tingkat tertinggi. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah. Mula-mula jaringan .

Selain itu terdapat pula berbagai domain tematik. yang dikenali pada singakatan paling kanan dalam alamat DNS. Domain diatas mewakili sebuah wilayah geografis. Software/Program Aplikasi (tergantung fasilitas INTERNET yang akan digunakan) · Eudora Light · Netscape · Internet Explorer · Internet Phone · Net 2 Phone · Net Meeting . singkatan ³id´ berarti Indonesia. tergantung program aplikasi) · Memiliki Communication Port (RS-232) · Modem dengan kecepatan 14400 BPS atau lebih · Mouse · Multi Media (tergantung aplikasi pelayanan INTERNET) · Mampu menjalankan system Windows 2. Dengan demikian alamat INTERNET standar adalah : username@domain Bagaimana mengakses INTERNET? 1. Hardware Memiliki komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut : · PC minimal 386 (486 DX-4 recomended) · Monitor Super VGA · RAM 4 MB (8 MB recomended. Berlangganan dengan ISP (INTERNET Service Provider) atau Online Service 3.tempat Anda mengakses INTERNET menciptakan hubungan dengan Router tertinggi yang mengelola semua alamat dalam domain ³id´.

Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah). Sebagai pemakai INTERNET. Pelayanan Client/Server Program Client meminta dukungan program server. Maka secara virtual Anda dapat . Sebagai contoh. I. Di belakang layar. Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. III. Gopher client menampilkan menu. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar. pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar. Anda dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai INTERNET lain dari berbagai penjuru dunia. Jenis-jenis Layanan INTERNET Electronic Mail (E-mail) Fungsi : mengirim atau menerima surat ke/dari seluruh penjuru dunia. Namum selain pesan-pesan pribadi. dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading.Pelayanan Utama dalam INTERNET Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. Dalam INTERNET. Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda. Pelayanan File Transfer Protocol (FTP) Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. Pelayanan telnet Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. IV. Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET. Pelayanan Mail Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Setelah Anda menghubungi host tersebut. Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. II. Sebagai contoh. Proses ini disebut uploading. dengan Email dapat juga mengirim dan menerima file binary.

mengirim dan menerima segala tipe data. Sistem mail INTERNET adalah tulang punggung (dan motivasi awal) dari INTERNET itu sendiri. Untuk dapat menerima surat elektronik, Anda harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum Anda sempat menbacanya. Sebuah kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos. Siapapun bisa mengirim surat ke kotak pos, tetapi hanya pemiliknya yang bisa meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh : budi @indo.net.id budi : nama user indo : nama provider net : network/provider id : nama domain geografis, yaitu Indonesia Surat menyurat di INTERNET dilakukan dengan menggunakan program surat elektronik. Cara penggunaannya sangat mudah bila program dijalankan dibawah user interface grafis seperti Windows. Saat pengiriman hanya perlu diisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan surat tersebut (Attachments). Program surat elektronik yang popular digunakan adalah Eudora Mail. Eudora Mail menggunakan protokol yang disebut POP (Post Office Protocol) dan dibuat oleh Qualcomm Inc.

File Tranfer Protocol (FTP) Fungsi :mengirim dan menerima file antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah WS_FTP.

Tele Networking (TelNet) Fungsi : mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login. Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer

lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

User¶s Network (UseNet) UseNet adalah sistem kelompok diskusi di mana artikel-artikel didistribusikan ke seluruh dunia. UseNet memiliki ribuan kelompok diskusi, sehingga tidak heran jika UseNet meliputi segala macam topik yang mungkin Anda inginkan.

World Wide Web (WWW) Sering disebut ³the WEB´/´W3´, merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Sebutan World Wide Web (Web=jaring laba-laba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan INTERNET. Berbeda dengan misalnya susunan data logis berstruktur pohon yang dikenal dari DOS. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.

Di WWW, struktur sumber daya-INTERNET dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana Anda dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. ³Bahasa´ World Wide Web:HTML

Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protokol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP).

Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL. Beberapa alamat browser/search engine di INTERNET :

Nama Alamat elektronik Yahoo! http://www.yahoo.com/ Alta Vista http://www.altavista.digital.com/ Lycos http://www.lycos.com/ WebCrawler http://www.webcrawler.com/ Inktomi http://www.cs.berkeley.edu/ DejaNews http://www.dejanews.com/ BimaSakti http://www.cs.utexas.edu/users/adison/cgi/bimasakti/

Internet Relay Chat (IRC) Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard. Anda dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. Atau, jika Anda inginkan, Anda dapat menggunakan IRC untuk mengatur komunikasi pribadi dengan orang-orang tertentu, yaitu sejenis teleconference.

Internet Phone/Conference Fasilitas untuk melakukan percakapan jarak jauh via INTERNET. Untuk itu diperlukan aplikasi khusus dan dukungan hardware multi media.

sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus.mx Ekonomi di negara-negara kurang berkembang gc-INTERNET@uriacc. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti.itesm.uri. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang.Keuangan. WAIS mampu mengakses segala database yang besar (seperti dokumen.mty. Fasilitas demikian disebut Gopher.WAIS Server WAIS (Wide Area Information Service) menyediakan cara lain untuk menemukan informasi yang tersebar dalam INTERNET.bitnet@vm1. dan Administrasi Pro Econ-dev@csn. Gopher Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu.edu Bisnis. seorang pengguna menyeleksi pilihanpilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan. seminar.edu Ekonomi global pol-econ@shsu. Daftar alamat Mailing List dengan topik ekonomi Mailing List Keterangan Nacubo%ctstatey. konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu. file berisi gambar.bitnet Ekonomi politik . ceramah. Dengan menggunakan fasilitas ini. video dan suara). Bahkan penggunanya dapat melakukan diskusi.fasilitas ini dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik.org Perkembangan ekonomi Internasional economy@tecmetyvm. Mailing List Kelompok diskusi .nodak. Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju.

E-Mail Mirip surat pos. Eudora . tetapi dikirimkan secara elektronik. menunjukkan tujuannya. Cyberspace Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu. Contoh :. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya). Browser Aplikasi yang ada di komputer Anda. Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. CU-SeeMe Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet. yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu.BEBERAPA ISTILAH INTERNET American OnLine (AOL) Layanan Komersial yang menyediakan browser Internet-nya sendiri. misalnya id menunjukkan negara Indonesia. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. Sembarang domain name akan ³melebur´ menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. Untuk mengakses WWW. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting. sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain.gov menunjukkan negara asal site. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. Domain name Bagian yang membentuk IP address pada Internet. Anda membutuhkan program software internet browser ini. Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net.

Gopher Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS.daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu. HTTP HyperText Transfer Protocol . Selain memungkinkan komputer berkomunikasi. . Home Page Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan. FAQ Frequently Asked Questions .Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh). institusi atau pribadi. HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh. GIF (Graphics Interchange Format) Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan. FTP (File Transfer Protocol) Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet.bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. HTML HyperText Markup Language .protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML.

Hypertext Salah satu cara untuk me-link banyak file. Hypermedia document File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly. menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. IP address Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik. dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi.HyperLink Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava. Internet Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia. . Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi. ISP (Internet Service Provider) Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet. Untuk melihat µkait¶nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut. Intranet. Biasa dikenal sebagai link. Java Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana.NET.

FTP. Lycos Salah satu search engine. dan Gopher. Newsgroup Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya. sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari. Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. Telnet. Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan. MPEG (Moving Picture Experts Group) Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. DAFTAR PUSTAKA Majalah Info Komputer. Net Singkatan dari cyberspace. Edisi Khusus masalah Internet tahun 1996 Kuliah Umum Internet di Tricom tanggal 24 Nopember 1996 .JPEG (Joint Photographic Expert Group) Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages. Online Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet. Bentuk ini sering digunakan pada web. Netscape Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail. Listserv Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail).

Suplemen Harian Media Indonesia mengenai Internet Suplemen Harian Republika mengenai Internet .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful