BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Logam Bukan Besi (Nonferrous Metal) Indonesia merupakan Negara penghasil bukan besi yaitu penghasil timah putih, tembaga, nikel, alumunium dan sebagainya. Dalam keadaan murni logam bukan besi ini memiliki sifat yang sangat baik namun untuk meningkatkan kekuatan umumnya dicampur dengan logam lain sehingga membentuk paduan. Cirri dari logam non besi adalah mempunyai daya tahan terhadap korosi yang tinggi, daya hantar listrik yang baik dan dapat berubah bentuk secara mudah. Pemilihan dari peduan logam non besi ini tergantung pada banyak hal antara lain kekuatan, kemudahan dalam pemberian bentuk, berat jenis, harga bahan baku, upah pembuatan dan penampilannya. Logan bukan besi ini di bagi dalam dua golongan menurut berat jenisnya, yaitu logam berat dan logam ringan. Logam berat adalag logam yang mempunyai berat jenis diatas 5 kg/m3. Berat jenis dari masing-masing non besi ini dapat dilihat pada tabel 2.1. Secara umum dapat dinyatakan bahwa makin berat suatu logam bukan besi maka makin banyak daya tahan korosinya. Bahan logam bukan besi yang sering dipakai adalah paduan tembag, paduan alumunium, paduan magnesium, dan paduan timah. Tabel 2.1 ini memperlihatkanperbandingan berat jenis serta berbagai logam bukan besi.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1 Berat jenis beberapa jenis logam (Lit 1 hal 64) Logam Berat Jenis (Kg/m3)

Alumunium Tembaga Kuningan Timah hitam Magnesium Nikel Seng Besi Baja

2.643 8.906 8.750 11.309 1.746 8.703 7.144 7.897 7.769

2.2 Tembaga dan Paduannya Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut chalcoporit. Chalcoporit ini merupakan campuran Cu2S dan Cu Fe S2 dan terdapa dalam tambang-tambang dibawah permukaan tanah. Secara industry sebagian besar penggunaan tembaga dipakai untuk kawat atau bahan penukar panas karena sifat tembaga yang mempunyai sifat hantaran listrik dan panas yang baik. Tembaga ini jika dipadukan dengan logam lain akan menghasilkan paduan yang banyak dibutuhkan oleh manusia. Dan yang paling sering dipakai adalah campuran antara tembaga dan timah, mangan yang biasa disebut perunggu digunakan untuk bagian-bagian mesin khusus dimana diperlukan sifat-sifat yang luar biasa. Paduan antara tembaga dengan unsur-unsur lain dapat membentuk paduan lain seperti: 1. Brons Brons adalah paduan antara tembaga dengan timah dimana kandungan dari timah kurang dari 15% karena mempunyai titik cair yang kurang baik maka brons biasanya ditambah seng, fosfor, timbal dan sebagainya. 2. Kuningan

Universitas Sumatera Utara

Kuningan adalah paduan antara tembaga dan seng. Dalam ketahanan terhadap korosi dan aus kurang baik disbanding brons tetapi kuningan mampu cornya lebih baik dan harganya lebih murah. Universitas Sumatera Utara . 3.5%.1 Diagram fasa tembaga (lit 4 hal 36) 2. nikel kurang dari 6.1 kesetimbangan fasa tembaga dimana pada diagram ini dapat dilihat temperature terbentuknya fasa cairan. Logam ini mempunyai kekuatan yang rendah dengan titik cair yang juga rendah dan hamper tidak rusak di udara biasa.3 Seng dan Paduannya Seng adalah logam bukan besi kedua setelah tembaga yang diproduksi secara besar yang mana lebih dari 75% produk cetak tekan terdiri dari paduan seng.5% mangan kurang dari 3.5% dan sisanya adalah tembaga. Untuk diagram fasa dan paduannya dapat dilihat pada gambar 2. bahan baterai kering dan untuk keperluan percetakan. Kandungan alumunium 8-15. Gambar 2. Dan dapat digunakan untuk pelapisan pada besi. fasa α dan fasa β pada logam tembaga serta mengetahui temperatur cair dari kadar komposisi tembaga dengan kadar 100% Cu atau tembaga murni adalah 1084°C. Brons Alumunium Brons alumunium ini adalah paduan dari tembaga dan alumunium dengan tambahan nikel dan mangan. dimana kandungan seng sampai kira-kira 40%.

suku cadang mesin dan untuk peralatan mesin yang berputar dengan cepat dimana diperlukan nilai inersia yang rendah. 2. teropong. Dikenal seng komersial dengan 99. radio. Paduan seng banya digunakan dalam industry otomotif. pembakar minyak.4 Magnesium dan Paduannya Paduan magnesium (mg) merupakan logam yang paling ringan dalam hal berat jenisnya. Magnesium dan paduannya lebih mahal daripada alumunium atau baja dan hanya digunakan untuk industry pesawat terbang. alat potert. Gambar 2.2 Diagram fasa magnesium (lit 4 hal 373) Karena ketahanan korosi yang rendah ini maka magnesium memerlukan perlakuan kimia atau pengecekan khusus segera setelah benda decetak tekan. mesin cuci. Paduan magnesium Universitas Sumatera Utara . televise. Magnesium mempunyai sifat yang cukup baik seperti alumunium. cadmium dan tin dapat menyebabkan kerusakan pada cetakan cacat sepuh. Sedangkan pada suhu rendah kekuatan magnesium tetap tinggi. mesin kantor dan sebagainya. Magnesium tidak dapat dipakai pada suhu diatas 150°Ckarena kekuatannya akan berkurang dengan naiknya suhu. hanya saja tidak tahan terhadap korosi. Logam magnesium ini mempunyai temperature 650°C yang perubahan fasanya dapat dilihat pada gambar 2. Untuk cetak tekan diperlukan logam murni karena unsureunsur seperti timah.Selain itu seng juga mudah dicetak dengan permukaan yang bersih dan rata.2. gramafon.995 seng disebut special high grade. Lemari es. daya tahan korosi yang tinggi serta biaya yang murah.

Selanjutnya tekanan dikurangi dengan ampas yang terdiri dari oksida besi. Pada setiap 1 kilogram alumunium memerlukan 2 kilogram alumina dan 4 kilogram bauksit. Lalu alumina natrium tersebut dipompa ketangki pengendapan dan dibubuhkan Kristal hidroksida alumina sehingga Kristal itu menjadi inti Kristal.5% Zn. Apabila di udara terbuka ia akan bereaksi dengan oksigen. pada tahun 1886 mengolah alumunium dari alumina dengan cara elektrolisa dari garam yang terfusi.5% Si. C. 0. Bauksit ini banyak terdapat di daerah Indonesia terutama di daerah bintan dan pulau Kalimantan. NaOH akan bereaksi dengan bauksit menghasilkan aluminat natrium yang larut. 0. 2.5.5.2 Sifat-sifat alumunium Dalam pengertian kimia alumunium merupakan logam yang reaktif.M. Selain itu Karl Josep Bayer seorang ahli kimia berkebangsaan jerman mengembangkan proses yang dikenal dengan nama proses bayer untuk mendapat alumunium murni.03% Ni dan sisanya Mg.Hall seorang berkebangsaan Amerika dan Paul Heroult berkebangsaan Prancis. 0. 0.Oersted pada tahun 1825. Inti dipanaskan diatas suhu 980°C dan menghasilkan alumina dan dielektrosida sehingga terpisah menjadi oksigen dan aluminium murni.memiliki sifat tuang yang baik dan sifat mekanik yang baik dengan komposisi 9% Al.13% Mn. 2.3% Cu. titanium dan kotoran-kotoran lainnya disaring dan dikesampingkan. Alumunium ini pertama kali ditemukan oleh sir Humprey Davy pada tahun 1809 sebagai suatu unsur dan kemudian di reduksi pertama kali oleh H. 0. Proses Bayer ini mendapat alumunium dengan memasukkan bauksit halus yang sudah dokeringkan kedalam pencampur lalu diolah dengan soda sapi (NaOH) dibawah pengaruh tekanan dan suhu diatas totok didih. Penggunaan alumunium ini menduduki urutan kedua setelah besi dan baja dan tertinggi pada logam bukan besi untuk kehidupan industri. Permukaan alumunium sebenarnya bereaksi Universitas Sumatera Utara .6 kilogram karbon.5 Alumunium dan Paduannya 2. silicon.C. criolit dan bahan-bahan lainnya. 0. jika reaksi berlangsung terus maka alumunium akan rusak dan sangat rapuh.1 Sejarah penemuan alumunium Bauksit merupakan salah satu sumber alumunium yang terdapat di alam. kadar Cu dan Ni harus rendah untuk menekan korosi.

Alumunium dapat ditempa. di las dan di patri. dirol dan ditarik untuk menghasilkan kawat.2. diputar. Dan membentuk lapisan yang kedap. dilengkungkan. Oleh karena itu dapat dipergunakan untuk keperluan kontruksi tanpa takut pada sifat kimia yang sangat reaktif. ekstruksi. Kekuatan alumunium yang berkisar 83-310 MPa dapat dilipatkan melalui pengerjaan dingin atau penerjaan panas. Tapi jika logam bertemu dengan alkali lapisan oksidanya akan mudah larut.3 Sistem Penomoran Alumunium Alumunium dapat diklasifikasikan kepada tiga bagian besar yaitu: alumunium komersial murni paduan alumunium mampu tempa. Sipanasan dapat diperolah alumunium denganbentuk kawat foil.5.bahkan lebih cepat daripada besi. Berat jenis alumunium 2. Universitas Sumatera Utara . Namun lapisan luar alumunium oksida yang terbentuk pada permukaan logam itu merekat kuat sekali pada logam dibawahnya. 2. Asosiasi alumunium membuat system 4 angka mengidentifikasikan alumunium. dispons.643 kg/m3 cukup ringan dibandingkan logam lain. Sebaliknya berbagai asam termasuk asam nitrat pekat pekat tidak berpengaruh terhadap alumunium karena lapisan alumunium kedap terhadap asam.2 kali daya hantar listrik besi. Lapisan oksidanya akan bereaksi secara aktif dan akhirnya akan mudah larut pada cairan sekali. Alumunium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahan korosi yang sangat baik karena pada permukaannya terhadap suatu lapisan oksida yang melindungi logam dari korosi dan hantaranlistriknya cukup baik sekitar 3. direnggangkan. lembaran pelat dan profil. dan alumunium cor. diembos. Di bawah ini ada tabel 2. Semua paduan alumunium ini dapat di mampu bentuki (wrought alloys) dapat di mesin. Dengan menambah unsur pangerjaan panas maka dapat diperoleh paduannya dengan kekuatan melebihi 700 MPa paduannya. yang dibuat Asosiasi Alumunium untuk mengidentifikasikan alumunium ini.

Nomor 1180 diidentifikasikansebagai paduan dimana 99. Alumunium yang tidak dapat dilakukan perlakuan panas termasuk alumunium murni atau Universitas Sumatera Utara .5% murni Alumunium 99. Angka ketiga dan terakhir memperlihatkan berapa paduan yang terkandungpada saat proses pembuatan. Sedangkan 0.51% terdiri dari alumunium magnesium dan silicon.Tabel 2. coper . Disini angka 6 menunjukkan bahwa paduan adalah magnesium silicon. Alumunium juga dapat digolongkan apakah bias di heat-treatment atau tidak. Ini berarti alumunium mempunyai 99. silicon magnesium. Angka setelah angka kedua menunjukkan kuantitas minimum dari unsur lain yang tidak dalam control.25% paduan tanpa control. Berarti paduan itu adalah 99. adalah paduan alumunium dengan silicon-magnesium-chromium. Pada seri 2010 sampai 7079 setelah angka kedua tidak mempunyai arti khusus hanya menunjukkan pabrikasi.2 Alumunium Assosiasi Index System (lit 8 hal 104) Paduan Alumunium Alumunium 99. Contoh lain misalkan 6151 alumunium.80% alumunium murni dengan 0. Sebagai contoh alumunium dengan nomor seri 1075.5% murni Al-Cu merupakan unsur paduan utama Al-Mn merupakan unsur paduan utama Al-Si merupakan unsur paduan utama Al-Mg merupakan unsur paduan utama Al-Mg dan Si merupakan unsur paduan utama Al-Zn merupakan unsur paduan utama Nomor 1001 1100 2010 – 2029 3033 – 3009 4030 – 4039 5050 – 5086 6061 – 6069 7070 – 7079 Sistem ini menunjukkan nomor indeks dari paduan alumunium termasuk seterti paduan 99% alumunium murni. Angka kedua mempunyai batas 0 sampai dengan 9. dan angka 151 sebagai identitas paduan khusus dan persentase dari paduan. mangan.2% mangan dan minimum 90% alumunium. System ini tidak menunjukkan paduan terbesar dari elemen alumunium.75% yang terkontrol atau alumunium murni.20% berbagai macm campuran tambahan.49%. Angka nol menunjukkan tidak ada kontrol khusus pada pembuatan alumunium. Sebagai contoh alumunium seri 3003 adalah alumunium mangan alloy yang mrngandung sekitar 1. Jika angka 1 pada digit kedua menunjukkan bahwa paduan itu adalah chromium dan kandungannya adalah 0.

koefisien pemuai yang kecil. Seri 4000 adalah seri silicon dari paduan alumunium yang sebagian besar dapat dilas dan untuk bahan pengisi pada proses pangelasan. silicon ataupun zinc. mempunyai ketahanan korosi yang sangat baik sangat ringan.5. resiko besar pada kegetasan panas dan mudah terjadi retakan pada coran. Paduan Al-Si Sangat baik kecairannya dam mempunyai permukaan yang bagus sekali. paduan coran alumunium ini mengandung 4-5% Cu. Adapun paduan-paduan alumunium yang sering dipakai yaitu: 1. Ternyata dari fasa paduan ini mempunyai daerah luas dari pembekuannya. dan penghantar yang baik untuk listrik dan panas. 3.4 Paduan-paduan alumunium yang utama Alumunium lebih banyak dipakai sebagai paduan daripada logam murni sebab tidak kehilangan sifat ringan dan sifat-sifat mekanisnya serta mampu cornya diperbaiki dengan menambah unsur –unsur lain. 4. 2. mangan atau seri 3000 dan magnesium seri 5000. Karena sangat kuat dan mudah di las maka banyak dipakai sebagai bahan untuk tangki LNG. Al-Mn Mn adalah unsur yang memperkuat Al tanpa mengurangi ketahanan korosi dan dipakai untuk membuat paduan yang tahan korosi.5% Mg untuk menambah kekuatan paduan mampu mesin yang baik serta dipakai pada bahan pesawat terbang.5. Unsur-unsur paduan yang tidak ditambahkan pada alumunium murni selain dapat menambah kekuatan mekaniknya juga dapat memberikan sifat-sifat baik lainnya seperti ketahanan korosi dan ketahanan aus. 2. dapat ditempa. 2. Adanya Si sangat berguna untuk mengurangi keadaan itu dan Universitas Sumatera Utara .seri 1000. Paduan Al-Mg Paduan ini mempunyai kandungan magnesium sekitar 4% sampai 10% mempunyai ketahanan korosi yang sangat baik. kapal laut.5 Paduan Al-Cu dan Al-Cu-Mg Seperti telah dikemukakan pada uraian sebelumnya. kapal terbang serta peralatan-peralatan kimia. penyusutan yang besar. Alumunium dapat di heattreatment jika mengandung satu dari copper. magnesium. Karena kelebihan yang menyolok maka paduan inisangat banyak dipakai. Al-Cu dan Al-Cu-Mg Mempunyai kandungan 4% Cu dan 0. di rol dan di ekstruksi.

7 26.0 42.0 28. dan 0. Sebagai paduan.6 30. Sifat-sifat paduan Al-Cu-Mg (lit 8 hal 137) Kekuata Paduan Keada an n tarik (kgf/mm 2 Kekuatan mulur (kgf/mm ) 7.7 23. dimana pada gambar ini paduan harus diupanaskan sampai temperature A sehingga komponen-komponen larutan membentuk larutan padat.5%ditemukan oleh A.5 100 42 120 130 45 100 135 - 24S (2024) 14S (2014) Paduan Al-Cu-Mg ini dihasilkan melalui proses pencampuran paduan ini pada temperatur 550°C seperti terlihat pada gambar 2. komposisi standarnya adalah 4% Cu.8 28.5 12.9 47.0 24.3 19.9 27 2 Kekuatan Perpanjang an (%) geser (kgf/mm ) 12.7 28.8 51.1 9. Tabel 2.7 2 Kekeras an Brinel 45 105 70 Batas lelah (kgf/m m2) 7.5% Mn dinamakan paduan dengan nomor 2044 nama lamanya yaitu duralumin super.0 39.6 7. Al-Cu-Mg ini mengandung 4% Cu.2 42.0 22 22 22 18 25 13 12. Paduan yang mengandung Cu mempunyai ketahanan korosi yang jelek.9 29.Wilm dalam usahanya mengembangkan paduan Al yang kuat. Paduan dalam system ini terutama dipakai sebagai bahan pesawat terbang. Tabel dibawah ini menunjukkan sifat-sifat paduan alumunium ini.5 ) 175 (2017) A175 (A2017) RJ17 O T4 T4 Setelah dianil O T4 T36 O T4 T4 18.3. dinamakannya yaitu duralumin.7 9.4 49. Universitas Sumatera Utara .7 32.3 43. 1.3 40. Dengan perlakuan panas pada paduan ini dapat dibuat bahan yang mempunyai kekuatan tarik kira-kira 25kgf/mm2.7 19.7 12.1 16.8 29. Duralumin adalah paduan praktis yang sangat terkenal disebut paduan alumunium dengan nomor 2017.penambahan Si sefektif untuk memperhalus butir.9 18. jadi apabila diingini ketahanan korosi yang tinggi maka permukaanya dilapisi dengan Al murni atau paduan alumunium yang tahan korosi yang disebut pelat alklad.3.

Paduan Al-Si ini ditemukan pertama kali oleh A. Bahan ini biasa dipakai untuk torek motor. Pacz pada tahun 1921 dan paduan yang telah diadakan perlakuan tersebut dinamakan silumin. yang mempunyai permukaan bagus sekali. Sebagai tambahan paduan ini mempunyai ketahanan korosi yang baik dan sangat ringan.3 Diagram fasa Al-Cu-Mg (lit 8 hal 133) 2. Paduan Al-Si dengan kandungan 12% sangat banyak dipakai untuk paduan cor cetak.4 ini menunjukkan kekuatan dan sifat mekanis Al-Si. Tabel 2. Sifat-sifat paduan ini dapat diperbaiki dengan perlakuan panas dan sedikit diperbaiki dengan tambahan unsure paduan lainnya yang umum dipakai yaitu 0. Paduan yang memerlukan paduan panas ditambah juga dengan unsur Mg. paduan yang diberi perlakuan peraturan dan ditempa dinamakan silumin β. Karena mempunyai kelebihan yang mencolok ini maka paduan ini sangat banyak dipergunakan.5.4% Mn dan 0.Gambar 2. Cu dan Ni untuk memberikan kekerasan pada saat proses pemanasan. Universitas Sumatera Utara . pada ketegasan panas dan sangat baik untuk paduan cor. Tetapi dalam hal modifikasi tidak perlu dilakukan. koefisien pemuaian yang kecil dan penghantar listrik dan panas yang baik.6 Paduan Al-Si (4030-4039) Paduan Al-Si ini sangat baik kecairannya.5% Mg.15 – 0.

5 0.6 9.4 Sifat-sifat kimia paduan Al-Si (lit 11 hal 257) Sifat-sifat mekanik Temperat Paduan Perlakuan ur Uji (°C) Kekuata n tarik (kgf/mm 2 Kekuata n mulur (kgf/mm 2 Perpanjang an (°C) ) ) 8 30 60 120 Alcoa 32S Al-12.5 2.5 1.8Cu (untuk dicor cetak) Alcoa D 132 Al-9Si-3.2 14.0Mg0. Gambar 2.1 7.2 11.9 19. tanpa perlakuan pelarutan 24 204 316 371 25.5 32.7 2. 14-18 jam dianil.5Si-1.2Mg-0.6 9.7 19.8 1.9Ni (untuk dibentuk) Alcoa A132 Al-12Si-2. 6-10 jam penuaan T551: 168-174°C.0 5.2 2.3 3. 4 jam dicelup dingin air.0 40.2 16. 7-9 jam dianil.2 2.5Ni1.0 8.Tabel 2.4 6.8Ni (untuk dicor cetak) T6: 510-521°C.2 4. 160-174°C.1 4.4 24 204 316 25.5Cu0.2 7. tanpa perlakuan pelarutan 24 204 316 371 39.8Mg-0.0 20.4 juga dapat dilihat terjadinya diagram fasa dari paduan ini dimana dari gambar ini dapat diketahui titik eutektik yaitu pada suhu 577°C serta fasa paduan mencair serta terjadinya fasa lainnya.5 3.4 Diagram Fasa Al-Si (lit4 hal 375) Universitas Sumatera Utara .0 T5: 204°C.0 Pada gambar 2.9Cu-0.

6 31. Dalam hal ini pencampuran dengan Cu.Koefisien pemuaian termal dari Si sangat rendah.0 2 Kekuatan mulur (kgf/mm ) 5.0 14.9 21. 2.7 Paduan Al-Mg-Si (6001 – 6069) Kalau sedikit Mg ditambahkan pada Al pengerasan penuaan sangat jarang terjadi.6 26.3 9.5. Fe dan Mn perlu dihindari karena unsur-unsur itu menyebabkan tahanan listrik menjadi tinggi. Kelebihan dari paduan Al-Mg-Si dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. oleh karena itu paduannya mempunyai koefisien yang rendah juaga apabila ditambah Si lebih banyak. Karena paduan ini mempunyai kekuatan yang sangat baik tanpa mengurangi sifat kehantaran listriknya maka dapat digunakan untuk kebel tenaga listrik.0 11.5. seperti yang telah dikembangkan pada paduan Hypereotektik Al-Si sampai dengan 29%Si.5 Sifat-sifat paduan Al-Mg-Si (lit 8 hal 140) Kekuatan Paduan Keadaan tarik (kgf/mm ) O 6061 T4 T6 T5 6063 T6 T83 12.5 2 Kekerasan Brinell 30 65 95 60 73 82 Kekuatan lelah (kgf/mm2) 6.6 2 Perpanjangan (%) 30 28 15 12 12 11 Kekuatan geser (kgf/mm ) 8.0 24.6 24.8 24.9 15.5 9.7 6. Paduan Al-Si juga banyak dipakai untuk elektroda pengerasan terutama yang mengandung 5% Si.6 14.5.4 16. Mempunyai kemampuan bentuk yang lebih baik pada ekstruksi dan tahan korosi dan sebagai tambahan banyak digunakan untuk angka-angka konstruksi.9 15. sedangkan untuk perubahan fasa dari paduan ini dapat dilihat dari gambar 2. Paduan alam system ini mempunyai kekuatan yang kurang baik sebagai bahan tempaan dibandingkan dengan paduan-paduan lainnya tetapi sangat liat dan sangat baik mampu bentuknya yang tinggi pada temperature biasa.5 6. Berbagai cara dicoba untuk memperhalus butir primer Si.6 19.8 20.7 - Universitas Sumatera Utara .8 28.

6. 2. Penggunaan paduan ini yang paling besar adalah untuk bahan konstruksi untuk pesawat terbang.5% Mn. Pada saat itu paduan tersebut dinamakan Duralumin super ekstra.5.5% Zn. dimana pada gambar ini dapat dilihat fas-fasa untuk mendapatkan paduan ini.8 Paduan Al-Mg-Zn (7075) Alumunium menyebabkan keseimbangan biner semu dengan senyawa antar logam MgZn2 dan kelarutannya menurun apabila temperatur turun. Tetapi sejak lama tidak dipakai sebab mempunyai sifat patah getas oleh retakan korosi tegangan. Disamping itu penggunaannya juga penting untuk bahan konstruksi.5-1. Universitas Sumatera Utara . 0.2% Mn dan sisanya Al sekarang dinamakan paduan &075mempunyai kekuatan tertinggi diantara paduan-paduan lainnya.3% Cr. Di jepang pada permulaan tahun 1940 Igarasi dan kawan-kawan mengadakan studi dan berhasil mengembangkan suatu paduan logam dengan penambahan kira-kira 3% Mn atau Cr dimana butir kristal dapat diperhalus dan mengubah bentuk resivitasi serta retakan korosi tegangan hampir tidak terjadi.5% Cu. Sifat-sifat mekaniknya dapat dilihat pada tabel 2.5 Perubahan fasa paduan Al-Mg-Si (lit 8 hal 139) 2. 1. 0.Gambar 2. Paduan yang terdiri dari 5. Perubahan fasa dari paduan ini dapat dilihat pada gambar 2.6. Telah Diketahui sejak lama bahwa paduan sistem ini dapat dibuat keras sekali dengan penuaan setelah perlakuan pelarutan.

3 17 11 16 11 Klad O T6 22.6 Sifat-sifat paduan Al-Mg-Zn (lit 8 hal 141) Perlakuan panas Kekuatan tarik (kgf/mm2) Kekuatan mulur (kgf/mm2) (a) Perpanjangan (%) (b) Kekuatan Kekerasan geser (kgf/mm2) Rockwell Brinell Kekuatan lelah (kgf/mm2) Bukan Klad O T6 23. Ada pula dapur yang dapat dimiringkan sehingga pengambilan logam dengan menampung dibawahnya.4 10.1 17 11 E88-111 15.3 E60-70 B85-95 60 150 15.8 16.5 53.8 47. Dapur Ini sangat Fleksibel dan serba guna untuk peleburan yang skala kecil dan sedang.6 Dapur Crucible Dapur Crucible adalah dapur yang paling tua digunakan.4 9.7. Bahan bakar dapur Crucible ini adalah gas atau bahan bakar minyak.2 58. sedangkan dapur Crucible yang memakai burner sebagai alat pemanas dengan kedudukan tetap dapat dilihat pada gambar 2.2 2.5 33. Dapur ini biasanya dipakai untuk skala sedang dan skala besar.5 51.karena akan mudah mengawasi operasinya. Dapur ini mempunyai konstruksi paling sederhana.Tabel 2. Dapur Crucible jenis ini ada yang dioperasikan dengan tenaga listrik sebagai alat pemanasnya yaitu dengan induksi listrik frekuensi rendah dan juga dapat dengan bahan bakar gas atau minyak. Dapur ini ada yang menggunakan kedudukan tetap dimana penmgambilan logam cair dengan memakai gayung.5 32. Universitas Sumatera Utara .

Bahan bakar yang digunakan adalah gas atau minyak. Burner diletakkan pada kedua sisi tanur dan dioperasikan secara periodik untuk mendapatkan panas yang merata. Pemanasan ini bertujuan untuk mempeercepat terjadinya pembakaran dan menjaga agar Universitas Sumatera Utara . Udara pembakaran dan bahan bakar biasanya dipanaskan mula dengan melewatkan pada ruang pemanas dibawah tanur. Pada bagian bawah tanur dipasang 4 buah ruang pemanas (regenerator ).7 Dapur kedudukan tetap Gambar 2. Tanur juga disangga oleh dua buah rol yang memungkinkan untuk dimiringkan pada saat pengeluaran terak atau logam cair.8 Dapur Crucible yang bisa dimiringkan Tanur udara terbuka adalah tanur yang bentuknya seperti tungku yang agak rendah dan logam cair akan akan melebur dan dangkal.Gambar 2.

Bila ingin melakukan penambahan dilakukan dengan membuka tutup tanur dan menuangkannya dari atas. Biaya operasi tanur ini lebih tinggi dibandingkan dengan kupola .tidak terjadi perubahan suhu yang mencolok didalam tanur. Bentuknya hampir sama dengan tanur udara terbuka. dan kadang juga digunakan untuk peleburan logam non besi. Tanur udara terbuka dapat dilihat pada gambar 2. Tanur ini biasanya digunakan untuk melebur besi cor putih dan besi cor mampu tempa. Sering juga tanur ini dikombinasikan dengan kupola dalam operasinya. Mula-mula peleburan dilakukan dengan kupola kemudian cairan dipindahkan ke tanur udara untuk diatur komposisinya.9.10 Universitas Sumatera Utara . Tanur dipanaskan dengan alat pemanas dengan bahan bakar minyak . Skema tanur udara dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Tanur udara terbuka Tanur udara adlah bentuk yang dimodifikasi dari tanur udara terbuka. Komposisi kimia dapat dikontrol lebih baik pada dapur ini dibanding dengan dapur kupola. penampang tempat logam cair berbentuk lebar dan dangkal. Tanur udara terbuka biasanya digunakan untuk peleburan baja. Burner dan udara pembakaran ditempatkan pada salah satu ujung tanur dan udara sisa pembakaranakan keluar dari ujung yang lain.9 dibawah ini. Pintu pengisian terletak di sisi depannya .

11. Tanur ini dipakai untuk melebur baja paduan tinggi. Tanur ini bekerja berdasarkan arus induksi yang timbul dalam muatan yang menimbulkan panas sehingga memanasi crucible dan mencairkan logam di dalam crucible.Gambar 2.baja tahan karat. baja untuk cetakan. Bentuk dari tanur induksi listrik dapat dilihat pada gambar 2. baja perkakas. Tanur induksi biasanya berbentuk crucible yang dapat dimiringkan.dan baja tahan panas yang tinggi. di bawah ini.10. baik yang berfrekuensi rendah maupun yang berfrekuensi tinggi. Penampang tanur udara Tanur induksi listrik adalah tanur yang melebur logam dengan medan elektromagnet yang dihasilkan oleh induksi listrik. Universitas Sumatera Utara .

Gambar 2.11. Tanur Induksi (a) Penampang (b) Kumparan yang bias diangkat (c) Garis gaya pada Tanur Induksi Universitas Sumatera Utara .

Basa dan Netral. Bahan Batu Bata Jenis Asam Biasanya terdiri dari pasir silika dan tanah liat tahan api. Koefisien dari daya hantar panas juga tergantung dari suhu karena koefisien ini akan berkurang nilainya bila suhu dinaikkan. Diharapkan pada suhu yang direncanakan tersebut bahan dari dapur tidak akan berubah sifatnya akibat pembebanan panas sehingga terjadi perubahan struktur dari bahan.2. Pemilihan ini sesuai dengan dapur apa yang akan dipergunakan . 2. ditentukan dengan memperhatikan sifat-sifta dapur tersebut seperti dapur yang bekerja sampai temperatur 750 0C serta perhitungan biaya dari banyaknya batu bata yang digunakan. 2.1 Pemilihan Batu Bata Batu bata yang umum digunakan unuk dapur pelebur tipe Crucible adalah Batu bata yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut: • • • • • Tidak melebur pada suhu yang relatif tinggi Sanggup menahan lanjutan panas yang terjadi tiba-tiba ketika pembebanan suhu Tidak hancur di bawah pengaruh tekanan yang tinggi ketika digunakan pada suhu yang tinggi. 2SiO2. Adapun bahan-bahan dari bahan batu bata ini adalah: 1. Bahan batu bata ini diklasifikasikan dalam beberapa jenis yaitu golongan Asam. tidak mudah pisah dan dapat meningkatkan efisiensi dapur. Oleh karena itu dalam pemilihan batu bata untuk lapisan dinding dapur dan alas dapur bahannya haruslah ditentukan dan dipilih sebaik mungkin agar dapat bertahan lama. Silika dalam bentuk murni melebur pada suhu 1710 oC bahan ini terdiri dari hidrat alumina silica (Al2O3.7 Pemilihan Bahan Batu Bata Pemilihan bahan batu bata yang akan digunakan untuk dapur pelebur tipe Crucible dengan bahan bakar minyak tanah ini. Bahan Batu Bata Jenis Basa Universitas Sumatera Utara . 2H2O ). Mempunyai koefisien thermal yang rendah sehingga dapat memperkecil suhu yang keluar Memiliki tekanan listrik yang tinggi jika digunakan untuk dapur listrik.7.

2 Bahan Batu Bata Tahan Api Bahan dasar untuk pembuatan batu bata yang dibakar adalah tanah liat. Bahan Batu Bata Jenis Netral Terdiri dari karbon. Ternyata batu bata ini tidak mengalami perubahan bentuk Universitas Sumatera Utara .Biasanya terdiri dari magnesia. cliromite. dan silimanite. Keadaan liat atau dapat diremas yang perlu untuk tetap berada dalam bentuk yang sekali diberikan 2. Bahan tahan panas yang dipakai untuk dapur ini adalah batu bata pakam yang termasuk golongan bahan batu bata jenis asam dimana konduktivitas dari batu bata ini adalah 0. MgO adalah bahan yang lebih baik daripada dolomite biasa sehingga lebih tidak mudah retak. Bahan ini tidak membentuk fasa cair pada pemanasan penyimpan kekuatan pada suhu tinggi jenis cliromite terbuat dari biji cliromite yang komposisinya terdiri dari 32 % FeO dan 68 % CrO3 dan mempunyai titik cair sekitar 2180 0C silimate terdiri dari 63 % Al2O3. Dolomite stabil yang terdiri dari CaCO3. Pemilihan batu bata ini berdasarkan penelitian yaitu batu bata dipanasi sampai suhu kurang lebih 1000 0C di dalam oven pemanas dilakukan berulang kali dan diteliti keadaannya. Jika panas terlampau tinggi dalam pembakaran maka bahan bakar dapat melebur. Kualitas hasil yang didapat bertalian rapat dengan susunan. grafit. bahan-bahan ini terdiri dari 20 -30 % MgO dan 70 -80 % cliromite dolomite terdiri dari kalsium karbinat dan magnesia (CaCO3.7. clionic magnesia. Struktur seperti batu bata yang baru terjadi setelah hasil pembakaran.zat bakar . Untuk menggantikan struktur asli dalam struktur batu bata atau untuk melebur batu bata. MgCO3).69 W/m 0C. Dua sifat menyebabkan tanah liat cukup dipakai untuk inustri bakar: 1. Bahan dasar tanah liat didapat di alam dalam berbagai susunan yang dapat dipakai begitu saja untuk industri batu bata. dan 37 % SiO2 dan mempunyai titik cair sekitar 1900 0C . Tanah liat itu terjadi dari tanah napal ( tanah tawas asam kersik) yang dicampur dengan bahan yang lain seperti pasir. SiO3. dan dolomite magnesia mempunyai titik lebur tinggi dan baik untuk melawan korosi. Tanah liat . 2.. Tidak semua jenis tanah liat melebur pada saat yang sama.panas yang terjadi jika membakar dan lamanya membakar. 3. Dasar dan susunan bahanbahan menentukan besarnya derajat panas yang dibutuhkan .

struktur mekanis dan fisiknya secara besar atau batu bata ini mampu dan sesuai untuk digunakan pada dapur peleburan ini..33 % ……………………………. Campuran semen dan pasir silica ini kemudian diaduk selama kurang lebih 2 menit dan kemudian ditambahkan air dan diaduk kurang lebih 3 menit.. sedangkan suhu dapur yang direncanakan hanya lebih kurang 800 0C sehingga batu bata tahan api jenis ini dapat digunakan untuk dapur pelebur. Universitas Sumatera Utara .28 % CaO dengan kadar 2. 2. Selain kadar air yang berlebihan menyebabkan air berusaha melepaskan diri sehingga akibatnya permeabilitas permukaan yang besar..04 % K2O TiO2 dengan kadar 0.74 % Fe2O3 dengan kadar 0.04 % dengan kadar 0. Untuk dapur peleburan ini dipakai bahan pengikat yaitu semen tahan api yang dijual dipasarandengan komposisi kimia : • • • • • • • SiO2 dengan kadar 96. semen ini dicampur dengan air dan pasir silica dengan perbandingan 1 : 2 : 3 . Dengan tahannya batu bata ini dipanasi sampai suhu sekitar 1000 0C. Bahan pengikat yang dipakai ini adalah semen tahan api yang juga dapat menambah ketahanan batu bata terhadapa suhu tinggi.56 % Na2O dengan kadar 0. keuntungan yang lain adalah konduktivitas dari batu bata ini juga kecil sehingga dapat mengurangi panas yang keluar dari ruang bakar sehingga efisiensi panas dapat lebih ditingkatkan.(lit 4 hal.8 Semen Tahan Api Bahan pengikat berfungsi untuk mengikat batu bata serta untuk menutup celah yang terjadi dari penyusunan batu bata. 526) Al2O3 dengan kadar 0. selain itu harga dari tiap batu bata tahan api jenis ini relative murah dari batu bata jenis lain serta mempunyai kekuatan yang baik sehingga dapat menahan beban yang akan ditumpu oleh batu bata ini .03 % Sebagai bahan pengikat. Kadar air harus dijaga sebaik mungkin karena bila kadar air berlebihan akan menyebabkan gelembung gas dan lubang-lubang kecil sedangkan bila air terlalu sedikit semen akan kehilangan sifat lekatnya sehingga tidak dapat mengikat batu batadengan baik dan akibatnya batu bata dapat ambruk atau beerlepasan.

16 W/m oC Berat Jenis 2.5 g/cm3 Konduktivitas panas : 0.9 Konstruksi Dapur Pelebur Susuai dengan judul perencanaan. maka berikut yang akan dijelaskan adalah dapur pelebur dengan bahan bakar minyak. Universitas Sumatera Utara . Jadi karakteristik dari bahan batu bata dari dapur ini yaitu: a. terdapat ruang bakar diantara cawan pelebur dan dinding penyekat panas.Pemakaian bahan pengikat juga memerlukan teknik yang baik karena tidak boleh terjadinya retak dan harus dipadatkan sepadat mungkin. Bahan Penyekat panas: Batu Bata Tahan api Titik cair : 1400 oC atau 1673 K : 2.69 W/m oC Berat Jenis b. Kadar semen dan pasir silica juga menjadi factor yang penting karena bila kadar semen yang terlalu sedikit selain menyebabkan kehilangan sifat lekatnya juga dapat membentuk gumpalan-gumpalan pasir serta menyebabkan konstruksi batu bata susah dibongkar. Bahan Penyekat panas: Semen Tahan Api Titik cair Konduktivitas panas : 1. Di bagian bawah terdapat unit pembangkit untuk mencukupi kebutuhan energy panas untuk mengambil alumunium cair digunakan gayung pengaduk. Konstruksi dapur pada dasarnya hanya merupakan sebuah cawan pelebur yang terletak ditengah-tengah sebuah silinder baja yang dilapisi dengan penyekat panas.1 g/cm3 : 1400 oC atau 1673 K : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful