BAB 18 PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN A.

KONDISI UMUM

Bidang Pertanian masih menjadi usaha andalan bagi penduduk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dimana pada tahun 2000 menyumbang sekitar 21 persen terhadap total PDRB dan pada tahun 2004 menyumbang sekitar 24 persen. Peningkatan peranan dalam pembentukan PDRB Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menunjukkan bahwa peran Pemerintah Daerah beserta seluruh masyarakat Aceh serius dalam memelihara mantapnya ketahanan pangan dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. B. SASARAN PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN

Sasaran pembangunan bidang pertanian adalah pemantapan ketahanan pangan yang bercirikan terpeliharanya swasembada pangan secara dinamis dan berkelanjutan serta pengembangan sistem agribisnis dengan penguasaan teknologi pasca panen dan pemasaran hasil. Namun demikian masih terdapat permasalahan klasik pembangunan bidang pertanian seperti : 1. Belum maksimalnya pemanfaatan potensi sumberdaya yang tersedia secara efektif dan efisien, disamping itu sarana dan prasarana penunjang juga belum memadai secara optimal. 2. Alih teknologi pertanian seperti penggunaan benih bermutu dan sistem kultur teknis belum merata serta kelangkaan dan mahalnya sarana produksi seperti pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian. 3. Serangan hama dan penyakit merupakan permasalahan serius dalam peningkatan produksi pertanian TPH, perkebunan dan peternakan. 4. Bencana alam tsunami dan kekeringan menyebabkan rusaknya lahan dan sarana/prasarana penunjang sehingga produksi pertanian secara umum tidak mencapai sasaran dan target seperti yang diharapkan. C. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN

Pembangunan Bidang Pertanian untuk lima tahun kedepan masih perlu ditingkatkan, terutama berkaitan dengan masalah produktivitas karenanya pengelolaan bidang pertanian mengarah ke pertanian dengan sistim agribisnis. Oleh karena itu dibutuhkan peran pemerintah dalam membina usaha pertanian dan holtikultura. Lembaga yang berwenang mengelola pembangunan bidang pertanian mempunyai tugas pokok membina usaha dan kawasan. Fungsi yang harus dilakukan berupa: perencanaan, pengkoordinasian, pembinaan dan pengembangan usaha dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan bidang pertanian. 1. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

Bagian IV.18 - 1

000 30. Tanah Ubi Kayu Ubi Jalur 2000 2001 2002 2003 2004 Sumber : BPS Provinsi NAD Sebahagian wilayah di Provinsi NAD merupakan lahan pertanian.000 50.09 ton per hektar tahun 2003 menjadi 41. Grafik 1 Perkembangan Produksi Palawija Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2000 . Hal ini berdampak terhadap menurunnya produksi usaha tani yang diperkirakan sekitar 150 ton/tahun. jenis tanaman palawija yang diusahakan antara lain jagung. kacang kedelai. manggis. namun demikian karena kota terdapat kecenderungan terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang ada.499 ton GKG.000 60. Data perkembangan produksi Palawija Provinsi Tahun 2000-2004.960 hektar pada tahun 2004.000 0 Jagung Kedele K.Produksi padi di Aceh pada tahun 2004 tercatat sebesar 1. karena bertambahnya luas panen dari 367. Secara umum. kacang tanah. durian dan lain-lain.083 ton gabah kering giling.000 10.000 40. Tingginya produksi pada tahun 2004. sedangkan tahun 2003 sebesar 1. Selain tanaman pangan padi. Walaupun terjadi pengurangan.547. pada kenyataannya tanaman-tanaman tersebut belum dapat dibudidayakan secara optimal.552. Bagian IV. namun demikian yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan buah-buahan dan holtikultura.2 . seperti rambutan.2004 80. sangat mendukung penanaman pada lahan tadah hujan.000 20.84 ton per hektar tahun 2004. ubi kayu.18 .000 70. Namun demikian. padi sawah mendominasi persediaan pangan dibandingkan dengan padi ladang.636 hektar pada tahun 2003 menjadi 370. Disisi lain terjadi peningkatan Indeks Penanaman (IP) di beberapa Kabupaten karena dukungan irigasi dan curah hujan yang tinggi. sedangkan dari segi produktivitasnya justru tahun 2004 lebih rendah dari tahun 2003 dengan rata-rata produksi 42. dan ubi jalar. seperti grafik dibawah ini.

c. Meningkatnya ketersediaan sarana prasarana pendukung produksi tanaman pangan dan holtikultura. Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah kepada petani melalui peningkatan kinerja kelembagaan dan aparat pemerintah dalam bidang pertanian. kentang.2.18 . Meningkatkan produksi. b. Berdasarkan kenyataan di atas.3 . perlu diversifikasi usaha pertanian dengan jenis tanaman yang paling menguntungkan untuk dibudidayakan. cabe. jagung dan lain-lain yang mengalami lonjakan produktivitas pada masa-masa tertentu. Karenanya manajemen industri pengolahan hasil pertanian untuk mengantisipasi lonjakan produksi. Penguatan kelembagaan juga diperlukan untuk informasi alih teknologi serta memantapkan distribusi sistem pemasaran hasil. rambutan. sehingga kehidupan petani tidak lagi termarginalisasi.1. b. produktivitas dan kualitas tanaman pangan dan holtikultura dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani. Disamping itu perlu dilaksanakan program penguatan kelembagaan yang bertujuan untuk mendorong petani dan kelompok petani dalam berusaha tani. perlu ditetapkan kebijakan yang tepat untuk mendorong pertanian perkotaan (agropolitan). Berkenaan dengan hal tersebut. Konsep pengembangan agribisnis merupakan prioritas sehingga terjadi keragaman usaha sesuai permintaan pasar. Selanjutnya sasaran pembangunan selama lima tahun yang akan datang adalah : Meningkatnya produksi tanaman pangan dan holtikultura yang berbasis agribisnis dengan nilai tambah yang tinggi. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan aparatur dalam melakukan pembinaan terhadap pengembangan usaha oleh petani. 1. Meningkatnya kesejahteraan penduduk yang bekerja di sektor tanaman pangan dan holtikultura. Tujuan dan Sasaran Tujuan yang hendak dicapai dalam pembangunan pertanian tanaman pangan dan holtikultura yaitu : a. produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing di pasaran baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Arah Kebijakan dan Strategi Bagian IV. sehingga kelimpahan hasil dapat ditangani secara lebih profesional. memerlukan program terpadu dalam bentuk pengolahan hasil pertanian. kedelai. Industri pengalengan dan pengolahan hasil pertanian dalam bentuk lain dapat dijadikan alternatif. a. durian. dan sekaligus penanganan pasca panen yang terencana sangat diperlukan. 1. Tanaman tertentu seperti bengkuang.Akibatnya. d.

Melaksanakan program penyuluhan dan pembinaan kepada petani secara terpadu meliputi semua aspek produksi sebelum dan sesudah panen oleh Penyuluh Pertanian dan Balai Pengkajian tanaman Pangan. Pembinaan produksi tanaman pangan dan holtikultura. c.Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ingin diinginkan pada bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura ditetapkan arah kebijakan : a. b. Melakukan penelitian dalam rangka pemilihan jenis tanaman yang paling menguntungkan untuk di pasarkan secara ekonomi. Program dan Kegiatan 1. c. Peningkatan SDM Petani/Kelompok Petani. Pengkajian potensi pengembangan pertanian tanaman pangan dan holtikultura. Optimalisasi dan revitalisasi serta singkronisasi pemberdayaan dan pembinaan program/kegiatan yang sistimatis. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap hama penyakit tanaman. Pengembangan komoditas tanaman holtikultura unggulan. dengan kegiatan : a. Menyusun program/kegiatan yang saling terkait dengan program lain dalam rangka mewujudkan pembinaan sistimatis.3. Pemberdayaan petani melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan kewirausahaan. Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan dan holtikultura dengan cara intensifikasi dan diversifikasi jenis tanaman yang diiringi dengan ketersediaan sarana produksi yang cukup. d.18 . Pembinaan dan Pengembangan Agribisnis dan Agro Industri. Program Pengembangan Agribisnis. b. dan dengan harga yang terkendali. dengan kegiatan : a. f. e. c. d. d. e. Program Peningkatan Ketahanan Pangan. b. utuh dan kontinyu.4 . Pembinaan pendataan statistik pertanian tanaman pangan dan holtikultura. utuh serta berkelanjutan dalam upaya peningkatan kinerja dinas untuk mewujudkan perekonomian masyarakat. Pengembangan Teknologi Pertanian melalui Teknologi Tepat Guna (TTG). Bagian IV. c. 1. Pembinaan Institusi Pembenihan dan Pemberdayaan Penangkar Benih. lancar. Optimalisasi pemberdayaan sarana dan prasarana pertanian dan aparatur. b. Pengkajian penerapan teknologi Pengolahan Hasil Kerjasama dengan Badan Litbang. Strategi yang diterapkan dalam pembangunan bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura yaitu : a. Pengawasan dan Pemberantasan Hama Penyakit Tanaman 2.

Perkebunan Pembangunan bidang perkebunan di Provinsi NAD merupakan usaha yang penting untuk menunjang kegiatan perekonomian. c. Pembangunan perkebunan agar lebih bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Provinsi NAD untuk lima tahun mendatang di arahkan untuk penanganan lahan tidur dan pemanfaatan lahan-lahan produktif terutama di wilayah pantai barat-selatan. Jenis komoditi seperti kelapa sawit. 3. Secara prinsip tingkat produktifitas hasil perkebunan masih berpeluang untuk ditingkatkan sesuai dengan potensi lahan yang dimiliki. 2. Terdapat lebih kurang sekitar 250.g. Sama halnya dengan tanaman pangan. Pada umumnya usaha perkebunan di Provinsi NAD dilakukan oleh petani secara sambilan berupa kebun campuran yang ditanam bersamaan dengan tanaman pangan dan buah-buhan.5 Ha/kk) serta tidak mempunyai modal usaha.000 hektar lahan tidur yang merupakan eks. dengan kegiatan : a. dan kakao merupakan komoditi andalan perkebunan di Provinsi NAD. HGU dapat dialih fungsikan sebagai kawasan perkebunan.1. kopi. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pertanian. Pembinaan dan pengembangan usaha pertanian pedesaan. pengembangan komoditas ini dilaksanakan pada lahan-lahan tidur. lahan alang-alang dan lahan marginal lainnya yang terdapat dikaki-kaki bukit yang tersebar pada beberapa kecamatan. Begitu juga kondisi petani di Provinsi NAD yang sebahagian besar memiliki lahan usaha relatif kecil (rata-rata < 0. sehingga akan terjadi keseimbangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat. kelapa dalam. Pembangunan perkebunan selain untuk fungsi ekonomi juga sekaligus berfungsi ekologis untuk menjaga ekosistem hutan dan kesuburan lahan. Fungsi yang dilakukan yaitu : perencanaan. Tujuan dan Sasaran Bagian IV. pengkoordinasian. Lembaga yang berwenang mengelola bidang perkebunan mempunyai tugas pokok membina usaha dan kawasan. Pembinaan dan pengembangan sentra-sentra produksi pertanian tanaman pangan. Lahan yang terdapat di Provinsi NAD masih cukup luas untuk kegiatan budidaya tanaman perkebunan.5 . pelaksanaan dan pengendalian kegiatan dibidang peningkatan produksi dan produktifitas perkebunan serta pembinaan dan pengembangan usaha perkebunan kecil (rakyat) dan perkebunan besar (swasta). Penguatan Modal bagi Petani melalui Peningkatan Saprodi Pertanian.18 . Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian. Kredit Usaha Tani (KUT) atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) kepada petani tanaman pangan. h. 2. Topografi Provinsi NAD yang berbukit dan berhutan menjadi lahan budi daya yang sesuai untuk pertanian budi daya perkebunan. karet. b.

Terbukanya kawasan perkebunan dengan pemanfaatan lahan tidur dan lahan kritis. dengan kegiatan : a.18 . c.6 . b. Tujuan yang hendak dicapai dalam pembangunan perkebunan adalah: a. Peningkatan pengelolaan usaha perkebunan dalam rangka menarik investor.Untuk mencapai tujuan dan sasaran dilakukan pembinaan usaha setiap kawasan dengan menjalankan fungsi perencanaan. b. Bagian IV. 2. Pemberian pelatihan dan penyuluhan kepada petani. Arah kebijakan dan strategi Arah kebijakan pembangunan perkebunan Provinsi NAD yaitu memberdayagunakan sumber daya alam untuk mengembangkan usaha perkebunan kemasyarakatan dengan pola terpadu sebagai perwujudan dari pelaksanaan otonomii daerah serta peningkatan kelestarian lingkungan hidup dalam rangka peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi pembangunan perkebunan dalam lima tahun kedepan adalah sebagai berikut : a. b. Pengembangan kawasan perkebunan dengan pola terpadu berbasis masyarakat. Program dan kegiatan 1. dan pengembangan aparatur. c. Strategi yang ingin dicapai dalam pembangunan perkebunan secara internal yaitu memberikan konsolidasi organisasi. Meningkatnya produksi dan produktifitas perkebunan. Pengembangan kawasan perkebunan dengan pola terpadu. Pengembangan perkebunan masyarakat di kawasan hutan. pelatihan. pengkoordinasian.2. b. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas aparatur dalam bidang pembangunan perkebunan. Peningkatan Ketahanan Pangan. sedangkan secara eksternal yakni peningkatan produksi (kuantitas dan kualitas) dan pemasaran. Sedangkan sasaran pembangunan perkebunan selama lima tahun kedepan adalah: Meningkatnya kapasitas dan kapabilitas aparatur dalam mengelola dan mengawasi usaha perkebunan.3. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparatur dalam pembangunan perkebunan. Meningkatkan koordinasi antar unit kerja secara terkait. pelaksanaan dan pengendalian kegiatan. Pengadaan dan pembangunan kebun bibit unggul. d. pembinaan pendidikan. 2. c. a. d. Rehabilitasi Perkebunan Rakyat. c. Meningkatnya kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan untuk mengupayakan keberadaan usaha perkebunan sebagai sub sistim lingkungan hidup.

Program Pengembangan Agribisnis. Dampak positif dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan usaha bidang peternakan menyebabkan terjadinya peningkatan produksi di sektor peternakan. Untuk peningkatan populasi dan mutu ternak. dimana sebelum tahun 1999 usaha perternakan masih bersifat usaha sampingan. Peternakan Pada saat krisis ekonomi dewasa ini peranan sektor peternakan menjadi semakin besar. namun pada tahun 2000 sampai saat sekarang usaha peternakan sudah mampu dikelola secara intensif terutama usaha penggemukan sapi potong dan pemeliharaan ayam ras pedaging dan petelur. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pertanian a.18 . Peningkatan sarana dan prasarana pengolahan hasil. Usaha ayam ras pedaging dan petelur serta penggemukan sapi potong dapat menjadi usaha yang potensial dikembangkan di Provinsi NAD. b. Faktor penunjang berkembangnya usaha peternakan ini adalah karena lokasi usaha yang diperlukan tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Optimalisasi Fungsi dan Pemanfaatan Perkebunan Masyarakat. Faktor pendorongnya adalah terdapat bantuan modal dari pemerintah berupa bantuan kredit modal serta adanya peran pihak swasta seperti untuk usaha ternak ayam potong dan pedaging. dilakukan melalui pemberian pinjaman kepada peternak berupa Kredit Investasi Kecil (KIK) dan kredit modal kerja pemberdayaan ekonomi rakyat dengan berbagai sumber dana pemerintah. pelaksanaan dan pengendalian kegiatan dibidang peningkatan produktifitas peternakan serta pembinaan dan pengembangan usaha. Peningkatan Pemanfaatan Hasil Perkebunan. Sertifikasi Lahan pada kawasan pengembangan perkebunan. sehingga sektor ini diharapkan mampu menjadi sektor unggulan dalam menggerakkan roda perekonomian di Provinsi NAD. Peningkatan ini disebabkan oleh perubahan dalam pengelolaan usaha peternakan. Fungsi yang dilakukan meliputi: perencanaan.7 . c. 3. Pembangunan bidang peternakan di Provinsi NAD menunjukkan adanya peningkatan jumlah produksi dan populasi hewan ternak dari tahun ke tahun. dengan kegiatan : a. dilakukan melalui inseminasi buatan (IB) yang sejalan dilakukan dengan vaksinasi untuk menghindari penyakit menular. c. Untuk usaha peningkatan skala usaha ternak. Lembaga yang berwenang mengelola bidang peternakan mempunyai tugas pokok membina usaha dan kawasan. 3. Bagian IV. Pengembangan Kawasan Perkebunan dengan Pola Terpadu b. pengkoordinasian. modal relatif kecil dan perputaran modal yang cepat ditunjang oleh pemasaran yang cukup memadai.2. Pemberdayaan Usaha Perkebunan Masyarakat/Rakyat.

Arah kebijakan dan Strategi Arah kebijakan pembangunan peternakan di Provinsi NAD untuk lima tahun kedepan adalah : a. Meningkatkan jumlah. Selanjutnya sasaran pembangunan peternakan selama lima tahun yang akan datang adalah : a. d. c. b. Untuk itu pemerintah perlu memberi akses terhadap permodalan serta mendorong pemasaran beserta sarana pendukungnya.18 . Peningkatan pendidikan. 3. b. 3. Tujuan yang hendak dicapai dalam pembangunan peternakan ini adalah : a.Bidang peternakan mempunyai prospek untuk dikembangkan menjadi salah satu sektor unggulan dalam menunjang perekonomian masyarakat. pengkoordinasian dan pengendalian kegiatan. Meningkatkan populasi dan produksi peternakan dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparatur dalam pengelolaan usaha dan pelayanan publik. c. kualitas dan produktivitas komoditi peternakan yang merupakan produk unggulan yang berorientasi pasar dan mempunyai nilai kompetitif serta berwawasan lingkungan. Meningkatnya kemampuan pengelolaan bidang peternakan dan memberikan kontribusi yang besar terhadap keuangan daerah. Meningkatkan pemberdayaan peternak melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dan Sasaran Untuk mencapai tujuan dan sasaran dilakukan pembinaan usaha dengan menjalankan fungsi perencanaan. Strategi Pembangunan Bidang Peternakan yaitu : a. Meningkatkan produksi dan produktivitas peternakan rakyat didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang. b.1. Peningkatan pemberian modal pada petani ternak. Peningkatan populasi dan produksi peternakan.2. b. penyuluhan dan pembinaan peternak. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparatur dalam mengelola sektor peternakan. Bagian IV.8 . Meningkatkan koordinasi antar unit kerja secara terkait untuk menciptakan agribisnis peternakan yang maju.

dengan kegiatan : a. Bagian IV. f. Pembinaan pakan ternak (hijau makanan ternak dan konsentrat). d. Meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada petani melalui peningkatan kinerja kelembagaan dan aparat pemerintah dalam bidang peternakan. Melaksanakan pengkajian. Pembinaan pengujian teknologi untuk penetapan teknologi terapan. b. pemantauan dan evaluasi program. Pengawasan obat dan pemberantasan penyakit zoonosis. Meningkatkan penyediaan makanan ternak dengan memanfaatkan bahan lokal yang bernilai ekonomi rendah. g. Mengembangkan program penyediaan bantuan modal melalui Kredit Usaha Tani. e. 3. Pembinaan dan pengembangan sentra produksi pada kawasan pengembangan produksi. Program Peningkatan Ketahanan Pangan. c. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Petani. f. 2. Penyusunan pedoman dan petunjuk pengolahan pakan ternak.c. dengan kegiatan : a. Peningkatan SDM peternak/kelompok petani melalui aspek produksi dan budidaya.18 . Pembinaan Institusi Pembenihan kerjasama dengan Badan Litbang. d. Intensifikasi sapi potong dan Intensifikasi ayam buras. c. Pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular.9 . e. d.3. b. Meningkatkan penyediaan bibit unggul ternak melalui program Inseminasi Buatan (IB) dan Embrio Transper dalam usaha meningkatkan produksi peternakan. Penguatan modal bagi petani melalui peningkatan saprodi c. Pengembangan Kawasan Peternakan Pola Terpadu. 3. b. d. dengan kegiatan : a. Pelayanan kesehatan hewan. Peningkatan mutu genetik dan populasi ternak melalui Inseminasi Buatan (IB). Program Pengembangan Agribisnis. g. Program dan Kegiatan 1. Pengembangan dan pembangunan pasar ternak dan pemberian bibit unggul. Kredit Usaha Tani (KUT) atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) kepada petani peternakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful