P. 1
metode waterfall

metode waterfall

|Views: 1,707|Likes:
Published by martadi putra

More info:

Published by: martadi putra on Feb 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

Model – Model Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Web

DISUSUN OLEH : NAMA NIM M.KOM. : DESI PIBRIANA : 09071003035 YADI UTAMA, S.KOM.,

DOSEN :

JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2010

....... 7 ………………………………………………………………………….............................. 3 1.......3 Kekurangan Dari Model Waterfall 2.................................................................... 4 1..........2 3........................................................ 5 2............. 7 ………………………………………………………………………….................... 5 3............. 6 3....... 1 1....... 6 3.....1 Tahap – tahap dalam Model V ...........................................4 Jenis-Jenis Keunggulan Kelemahan Prototyping Prototyping Prototyping …………………………………………………………………………................... Waterfall Model ............... Model V .......... ......................................DAFTAR ISI Daftar Isi ....................... .......... ............................................ 1 Empat Langkah Karakteristik Metode Prototyping .....2 Kelebihan Dari Model Waterfall ...................................... 2 1.... 4 2 ....... ........ 7 .............................. Model Prototype .......................1 Tahap – Tahap Dalam Model Waterfall ……………………………………………….............3 3....................................................

...............................1 Model Metodologi RAD …………………………………………………………………………… 8 4....... Prototyping Model dan RAD (Rapid Application Development) Model.............. 10 BEBERAPA MODEL PENGAMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB Ada beberapa Model Didalam mengembangkan system informasi (baik yang berbasis web maupun bukan)......... Model V............................ Berikut akan dibahas satu persatu dari model – model diatas..... Rad (Rapid Application Development) Model .... 9 Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………………………... diantaranya adalah Waterfall model... 3 ...............4............................................ 9 4...2 Kelebihan Metode RAD ............ 8 4.....................3 Kekurangan Metode RAD ....................

coding. dan maintenance. Operations & Maintenance. Implementation. Ada lima tahap dalam model waterfall. satu sebelum yang lainnya (lihat tanda anak panah). System Design. Model ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah software dalam skala besar dan yang akan dipakai dalam waktu yang lama. Sesuai dengan namanya waterfall (air terjun) maka tahapan dalam model ini disusun bertingkat. WATERFALL MODEL Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. setiap tahap dalam model ini dilakukan berurutan. testing / verification. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara.Requirement Analysis Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini.1. survey atau diskusi. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. desain. tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE).1 Tahap – Tahap Dalam Model Waterfall: 1. yaitu: Requirement Analysis. Informasi 4 . Model ini merupakan model yang paling banyak dipakai oleh para pengembang software. Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis. 1. Integration & Testing. Selain itu dari satu tahap kita dapat kembali ke tahap sebelumnya. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno. termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software.

3. Implementation Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan. 2. Pembuatan software dipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Integration & Testing Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yang sudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Software yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum. 1. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya.2 Kelebihan Dari Model Waterfall Ini Adalah : 5 . 4. System Design Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Operation & Maintenance Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru. 5.tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.

seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama. eksplisit. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan SE.ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh. 1. maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Oleh karena itu. Oleh karena itu. maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. maka Software Engineering dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah.3 Kekurangan Dari Model Waterfall Ini Adalah :  Ketika problem muncul. Oleh karena itu. dan benar di awal project. 6 . Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya. ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan.  Karena pendekatannya secara sequential. karena tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya. seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multi-skilled”. maka proses berhenti.  Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi.

2. 2. System Design & System Testing Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. maka dalam model V proses dilakukan bercabang.1 Tahap – tahap dalam Model V beserta tahap pengujiannya: 1. Keluaran dari tahap ini 7 . MODEL V Bisa dikatakan model V ini merupakan perluasan dari model waterfall. Requirement Analysis & Acceptance Testing Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna. Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Dalam model V ini digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya. 2.

Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. proses input-output untuk tiap modul. Perancangan dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. detail teknologi yang dipakai. 5. Module Design & Unit Testing Sering juga disebut sebagai Low Level Design. 3. MODEL PROTOTYPE Paradigma dari metode prototyping adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul. ketergantungan tabel dalam basis data. pesan kesalahan. dikembangkan. Prototipe sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap.adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum. ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila 8 . dan yang lain. Coding Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk. hubungan antar interface. sesuatu yang harus dimodifikasi kembali. tetapi perlu. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary. Architecture Design & Integration Testing Sering juga disebut High Level Design. 3. dan lain-lain. 4. struktur data.

Penyusunan Sistem Informasi Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototype 3. prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.  Implementation prototyping – merupakan lanjytan dari rancangan protipe.  Requirement prototyping – digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. 3.3 Keunggulan Prototyping: 1. Penggunaan Selanjutnya 3. Mempersingkat waktu pengembangan SI 9 .  Desain Prototyping . Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan 2.2 Jenis-Jenis Prototyping  Feasibility prototyping – digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun. Pemilahan fungsi Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping.3. Evaluasi 4.digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan. 1 Empat Langkah Yang Menjadi Karakteristik Metode Prototyping Yaitu : 1. End user dapat berpartisipasi aktif 2. Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan 3.

RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi.4 Kelemahan Prototyping : 1. Model RAD merupakan model inkremental dari proses pengembangan perangkat lunak yang menekankan pada sedikitnya siklus pengembangan. RAD (RAPID APPLICATION DEVELOPMENT) MODEL RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. Prototype terlalu cepat selesai 4. Bisanya kurang fleksible dalam mengahadapi perubahan 4. Model ini memecah suatu proyek menjadi bagian-bagian kecil yang mana tiap bagiannya dibangun dengan model yang mirip dengan Waterfall. Proses analisis dan perancangan terlalu singkat 2. sehingga proses perencanaannya pun per bagian (walaupun pada awalnya melakukan perencanaan secara global) . Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah 5. Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah 3.1 Model Metodologi RAD 10 . Tujuan utama model ini adalah menyelesaikan suatu proyek per bagian.3. 4.

Dalam semua kasus.Model RAD menekankan pada fase-fase berikut : 1. disaring lagi agar bisa dijadikan bagian-bagian dari objek data yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis tersebut. Pada tahap ini. pemrograman generasi tetapi lebih konvensional (third ditekankan menggunakan pada reuse bahasa pemrograman ketiga generation programming komponenmenjadi bisnis. 5. Business modeling. Sehingga pada tahap ini sangat jarang digunakan languages). Kecuali untuk komponenkomponen baru. atau mengambil komponen (jika ada) atau membuat komponen baru (jika perlu). 4. Testing and turnover. 3. aliran informasi (information flow) pada fungsi-fungsi bisnis dimodelkan untuk mengetahui informasi apa yang mengendalikan proses bisnis. menghapus. 2. sebagian komponenkomponen tersebut sudah diuji sebelumnya. Application generation. Karena menekankan pada penggunaan kembali komponen yang telah ada (reuse). 4. Karakteristik (atribut) setiap objek ditentukan beserta relasi antar objeknya. Sehingga mengurangi waktu testing secara keseluruhan. Pengolahan deskripsi dibuat untuk menambah. informasi apa yang hasilkan. kemana saja informasi mengalir. Objek-objek data yang didefinisikan sebelumnya diubah agar bisa menghasilkan funsi aliran informasi untuk diimplementasikan kembali objek data.2 Kelebihan Metode RAD: 11 . Aliran informasi yang didefinisikan dari business modeling. dan siapa yang mengolahnya. RAD bekerja dengan menggunakan fourth generation techniques (4GT). siapa yang membuat informasi itu. Data modeling. merubah. Process modeling. alat bantu untuk otomatisasi digunakan untuk memfasilitasi pembuatan perangkat lunak.

RAD memang lebih cepat dari batasan project sudah diketahui memungkinkan untuk dimodularisasi.google. fasilitas-fasilitas pada tiap komponen belum tentu digunakan seluruhnya oleh program yang me-reuse-nya sehingga kualitas program DAFTAR PUSTAKA 1.com%2F2009%2F04%2Fklp1metode-prototyping.id/url? sa=t&source=web&ct=res&cd=2&ved=0CAkQFjAB&url=http%3A %2F%2Fsyukriya. 3.ppt&rct=j&q=Siklus %2C+Metode+dan+Teknik+Pengembangan+Sistem+Informasi&ei 12 .com/2009/10/12/waterfall-model-vs-vmodel/ 2.ppt&rct=j&q=tahap++tahap+dalam+metode+prototyping&ei=MgOZS-IVirusB7ryNEL&usg=AFQjCNEPZgtFexDMoiKtK2bdn4SkLU-bHw 3.wordpress.files. 4.wordpress.3 Kekurangan Metode RAD: Waterfall. Juga jika proyek dengan 1.id/url? sa=t&source=web&ct=res&cd=2&ved=0CAgQFjAB&url=http%3A %2F%2Fgurupadi. 2. http://bluewarrior.co. http://www. jika kebutuhan dan baik.com%2F2008%2F02%2Fmetodepengembangan-si.google.files. sehingga belum tentu RAD dipakai pada semua proyek. Membutuhkan komitmen antara pengemang dengan pelanggan. http://www. Tidak semua project bisa dipecah (dimodularisasi).wordpress. maka dibutuhkan banyak orang untuk membentuk suatu tim yang mengerjakan tiap bagian tersebut. 4.co. Karena project dipecah menjadi be berapa bagian. Karena dibuat dengan reuse komponen-komponen yang sudah ada.

html 13 .com/2009/12/perbandingan-metodologi-radmetodologi.blogspot. http://arflstxtx.=7AeZS5PLJIK2rAft35zTCw&usg=AFQjCNFYMned5OkgUz6BVMnTPaI 42NooGw 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->