KATA PENGANTAR Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan untuk mengetahui perkembangan dan tingkat pencapaian

hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satu sumber data itu adalah hasil pengukuran. Pengukuran merupakan seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasil kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukan melalui tes: baik tes prestasi belajar maupun tes psikologi. Tes, sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengan tujuan peruntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunannya. Dalam suatu proses

pengukuran sangat diperlukan tes yang bermutu baik, karena baik-buruknya mutu tes akan menentukan mutu data yang dihasilkan. Mutu data ini akan menentukan mutu rumusan hasil penilaian, dan selanjutnya akan menentukan mutu berbagai keputusan dan kebijakan kependidikan yang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian itu. Pusat Penilaian Pendidikan sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki misi mengembangkan dan menyelenggarakan sistem penilaian pendidikan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para penulis soal dalam penyusunan tes yang baik, terutama dalam penulisan butir soal. Salah satu upaya itu adalah melalui penyusunan panduan penulisan soal pilihan ganda. Semoga panduan ini bermanfaat bagi para penulis soal.

Banda Aceh, «. November 2010 Manajer Litbang Promosi BT/BS BIMAFIKA JULIANTO, S.T

Memberhentikan keanggotaan sebagai penulis soal berdasarkan pertimbangan kompetensi. Menyusun dan mebagikan panduan penulisan soal dilengkapi dengan contoh soal standar kepada para penulis. dan ketentuan lainnya. 4. Dalam pengembangan Bank Soal Bimafika. Menyusun dan menyerahkan naskah soal ke Litbang sesuai waktu dan spesifikasi soal yang telah ditentukan. Naskah soal harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Litbang. b. Penulis adalah individu yang dipilih dan ditetapkan Litbang sebagai penulis soal. bukan plagiat. dan kanan masing-masing 2. 2. 7. Membayar setiap butir soal sesuai ketentuan yang berlaku. Menyusun dan membagikan ketentuan harga perbutir soal dan mekanisme pembayaran. 5. Naskah soal dilengkapi kunci dan pembahasannya. Menyeleksi dan menentukan butir soal terpilih. e. Mentaati semua ketentuan yang berlaku tentang penulisan soal. Menyusun dan membagikan spesifikasi naskah soal. Penulis 1. 2. kualitas soal. satu setengah spasi. 3. Naskah soal harus sesuai dengan latar belakang pendidikan dan mengajar penulis. Naskah soal dapat juga ditulis tangan rapih dan jelas pada kertas folio bergaris (tidak dianjurkan). Hak dan Kewenangan a. dan mengikuti kaidah penulisan soal standar seperti terlampir. keplagiatan. Times New Roman 12.5 cm. kiri. margin atas. Berhak menerima pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengevaluasi setiap penulis soal. 6. kepada para penulis soal. 2. b. 8. Melakukan pembinaan penulis soal potensial. Naskah soal diketik dalam kertas ukuran A4. Tiap paket naskah soal dapat ditulis perseorangan atau kelompok. . f.KETENTUAN PENULISAN 1. Penulisan Soal a. bawah. d. c. bagi soal yang memuat gambar grafik dan lain sebagainya agar dibuat jelas dan dituliskan sumbernya. 3. Litbang berwenang : 1. Naskah soal adalah karya orisinil penulis atau tim penulis. 4.

Keanggotaan a. Semua tentor yang ditunjukkan oleh Libang ditetapkan menjadi anggota penulis soal. h.000. b. 4. Pembayaran naskah soal dilakukan langsung oleh Litbang kepada penulis soal setelah soal diperiksa dan sesuai dengan ketentuan.g. sekolah maupun lembaga kependidikan untuk mengetahui seberapa jauh siswa sudah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. butir soal tidak mengukur kompetensi yang ditetapkan. dan penulisannya tidak sesuai dengan kaidah penulisan soal standar. khusus bagi soal yang ditulis tangan akan dibayar Rp. Naskah soal dikemas ke dalam cd/disket. Setiap butir soal yang sesuai dengan ketentuan akan dibayar sebesar Rp. Kriteria butir soal yang ditolak antara lain : butir soal tidak sesuai dengan indikator. atau institusi kependidikan lainnya untuk mengambil keputusan atau umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar./butir soal. d. 4. sekolah. 3. Keanggotaan penulis berlaku dan mengikat secara individu. Naskah soal yang ditolak akan dikembalikan ke penulis. 4) kriteria lain berkaitan kompetensi penulisan soal. c. 3. Tes ini penting sekali dilakukan oleh guru. Butir soal yang ditolak tidak dibayar kecuali telah direvisi sesuai dengan ketentuan soal oleh pembuat soal. Try Out dan TUK adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang setelah menjalani proses pembelajaran. c. Hasil tes dapat digunakan oleh guru. b. 2) kualitas naskah dan butir soal.000. i. 3) tidak sesuai dengan date line yang telah ditetapkan. Jadi secara tidak langsung tes dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan . Keanggotaan penulis dievaluasi oleh Litbang secara periodik. Litbang dapat mendiskualifikasi keanggotaan penulis berdasarkan: 1) keorisinilan naskah dan butir soal (plagiat). Mekanisme Pembayaran a./butir soal. dan dapat diserahkan ke pengelola Bank Soal Litbang.

Apabila soal yang diambil merupakan soal baru. khususnya bentuk soal pilihan ganda. Jika ditinjau dari penyiapan alat tes yang digunakan. tes lisan. Untuk tes prestasi belajar terstandar soal-soal harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat tes standar adalah (1) menentukan tujuan tes. sikap dan pengukurannya lebih menekankan untuk mendapatkan informasi proses pembelajaran siswa dari hari ke hari. Selain itu pengadministrasian tes (pelaksanaan tes) juga dibuat standar. misalnya tes tertulis. Sedangkan bentuk tes standar. (3) membuat kisi-kisi. revisi. Tes standar adalah tes dimana soal-soalnya sudah mengalami proses analisis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. (2) menentukan acuan yang akan dipakai oleh tes (criteria atau norma). maka soal-soal tersebut harus melalui tahap telaah secara kualitatif. tes kinerja. tes pemantauan mutu siswa. Bentuk tes yang dibuat guru di kelas tentunya berbeda dengan bentuk tes standar. analisis hasil ujicoba sehingga diperoleh soal yang baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif. dan proses penskorannya juga harus dilakukan secara standar terutama apabila ada soal berbentuk uraian. ujicoba. Kebutuhan butir-butir soal yang bagus dan banyak ini bisa diatasi apabila ada bank soal yang menyimpan soal-soal tersebut. Bank soal adalah kumpulan soal-soal dalam jumlah yang besar. sehingga hasil dari tes tersebut dapat dilihat keterbandingannya. Selain itu hasil dari tes standar harus bisa dilihat keterbandingannya. dibutuhkan butir-butir soal cukup banyak. dan mengukur pengetahuan yang sama. tes untuk melihat daya serap siswa. Banyak cara yang dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa. disimpan di dalam komputer Litbang dengan karakteristik setiap butir soalnya. dalam hal ini kurikulum atau SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang sudah ditetapkan apabila tes tersebut akan digunakan untuk kelulusan. misalnya tes untuk bisa masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Bentuk tes yang dibuat guru bisa sangat bervariasi.dan perkembangan pendidikan dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan tes standar digunakan untuk keperluan yang lebih luas dan umum. maka pengukuran tes prestasi belajar dapat dibagi dua tipe yaitu (1) pengukuran yang menggunakan tes yang dibuat guru dan (2) pengukuran yang menggunakan tes standar. dsb. (4) memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah ada sesuai dengan kisi-kisinya. soal dan penskorannya harus lebih objektif dan mudah dilakukan sehingga pada umumnya hanya menggunakan satu jenis penilaian saja yaitu tes tertulis. Bank soal ini perlu dibuat . Untuk membuat tes prestasi belajar terstandar yang dapat digunakan setiap saat.

Bagan Penulisan Bank Soal Bimafika Berdasarkan bagan tersebut terlihat bahwa pengembangan bank soal dilakukan melalui beberapa tahap. Soal-soal yang terbukti bermutu baik secara kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan dan disimpan dalam bank soal. sehingga setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes kapan saja. dan 3. Soal yang perlu direvisi akan langsung diserahkan kepada penulis untuk direvisi kembali sehingga diperoleh soal yang baik dan soal yang ditolak akan dikembalikan ke penulis soal. Kualitas tes dapat dipertanggungjawabkan. ujicoba. Kegiatan pengembangan bank soal ini dimulai dengan penulisan kisikisi. analisis kuantitatif soal dan kalibrasi soal. 2. telaah. Pengembangan bank soal tes prestasi belajar merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Litbang. Memungkinkan diterapkannya tes melalui komputer (computer adaptive test±cat). Alur kegiatan bank soal di Litbang terlihat dalam diagram berikut. Tahap 2: Analisis secara kuantitatif Soal-soal yang baik secara kualitatif akan dirakit untuk proses ujicoba sehingga diperoleh data-data respon jawaban siswa. Respon jawaban siswa ini . penulisan soal. Tahap 1: Analisis secara kualitatif Soal-soal mentah yang dibuat oleh para penulis soal berdasarkan kisi-kisi yang disusun oleh Litbang akan masuk dalam kategori soal mentah. Soal mentah akan ditelaah secara kualitatif sehingga diperoleh soal baik tanpa revisi dan soal yang perlu direvisi serta soal yang ditolak.dan harus selalu dikembangkan karena: 1. Dapat menyiapkan tes yang dibutuhkan secara rutin dan lebih dari satu set.

jelas.dianalisis menggunakan komputer sehingga diperoleh soal-soal yang baik dengan data-data parameter tingkat kesukaran dan daya beda untuk setiap butir soal.dan y kontekstual. penulis soal akan dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes dan perakit tes akan mudah menyusun perangkat tes. penulis soal dapat mengetahui kemampuan siswa yang akan diukur sehingga paket soal yang disusun merupakan deskripsi kompetensi siswa terhadap materi tertentu dalam kurikulum. para pembuat soal perlu mengetahui penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) dalam kurikulum menjadi indikator soal (tidak selalu sama dengan indikator pembelajaran). ujian semester. materi yang dipilih merupakan materi lanjutan atau pendalaman materi dari yang sebelumnya pernahdipelajari dalam jenjang yang sama maupun antar jenjang. materi yang dipilih sangat diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang lain. Dalam penulisan soal tes prestasi belajar (TPB). y kontinuitas. seperti ujian harian. Pemilihan materi dalam penyusunan kisi-kisi hendaknya memperhatikan empat aspek sebagai berikut: y y urgensi. Berdasarkan indikator ini. Dengan menggunakan kisi-kisi. materi memiliki daya terap dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. dan ujian kenaikan kelas. . komponen-komponennya rinci. secara teoretis materi yang akan diujikan mutlak harus dikuasai siswa. Pengembangan bank soal ini harus dilakukan secara terus menerus sehingga diperoleh soal-soal yang cukup banyak sesuai dengan perubahan yang terjadi baik pada kurikulum maupun pada SKLnya. soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan. kedalaman materi. dan mudah dipahami. Berbagai paket tes yang memiliki tingkat kesulitan. Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : y y y mewakili isi kurikulum yang akan diujikan. dan cakupan materi sama (paralel) akan mudah dihasilkan hanya dengan satu kisi-kisi yang baik. BAB II TEKNIK PENYUSUNAN KISI-KISI Kisi-kisi dapat didefinisikan sebagai matrik informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis dan merakit soal menjadi tes. relevansi.

y menentukan materi (bahan ajar). Keterangan diagram Kompetensi Dasar : Kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. dan y menulis soal berdasarkan indikator yang dibuat.Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. Kompetensi dasar ini diambil dari Standar Isi. Diagram di atas menunjukkan bahwa seorang penulis soal dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator perlumelalui langkah-langkah berikut: y memilih kompetensi dasar yang akan diukur. : Disusun berdasarkan indikator yang dibuat. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kesesuaian . y membuat indikator yang mengacu pada kompetensi dasar dengan memperhatikan konteks/materi yang dipilih. Materi : Bahan ajar yang harus dikuasai siswaberdasarkan kompetensi dasar yang akan diukur. Indikator Soal : Berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukursebagai petunjuk untuk membuat soal. Penentuan materi (bahan ajar) yang akan diambil disesuaikan dengan indikator yang akan disusun.

penulis soal harus menyusunnya. kita bisa . Sekarang mari kita lihat contoh format kisi-kisi penulisan soal berikut. komponen-komponen yang perlu diperhatikan adalah subjek. disarankan untuk melihat kompetensi dasar dan materi yang ada dalam kisikisi. satu SK dapat memuat atau bisa dikembangkan menjadi beberapa KD (minimal satu KD). Dalam penyusunan indikator. dan kondisi/konteksnya. Kisi-Kisi Penulisan Soal Ujian Akhir Sekolah Satuan Pendidikan : SMAN 1 Nyawang Mata Pelajaran : Kimia Program Studi : IPA Kurikulum : Tingkat Satuan Pendidikan Alokasi Waktu : 120 Menit Jumlah Soal : 30 Pilihan Ganda (PG). 5 Uraian NO SOAL SKL KD KELAS Dalam KTSP. indikator yang terdapat dalam sylabus atau RPP tidak selalu otomatis bisa menjadi indikator butir soal. Sebagaimana sudah Anda ketahui. sedangkan untuk materi dan indikator. Indikator yang dikembangkan dalam RPP dan sylabus adalah indikator ketercapaian tujuan pembelajaran sedangkan indikator dalam kisi-kisi penulisan butir soal merupakan indikator untuk penyusunan butir soal. y memuat kata kerja operasional yang dapat diukur. SK dan KD telah disediakan sehingga kita hanya memilihnya bukan menyusunnya.antara indikator yang disusun dan kompetensi dasar. misalnya dengan menjadikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan sylabus sebagai salah satau referensi. perilaku yang akan diukur. y berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih. kemudian berdasarkan key word dalam KD. Indikator yang baik harus memiliki kriteria: y memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur. y dapat dibuatkan soalnya. Ingat.

Dalam menjawab soal. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pengertian Pengukuran secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis (paper and pencil test). B. Tes tertulis merupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian kompetensi mata pelajaran sebagai hasil belajar. . dan tes tertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-objketif. Bentuk Soal Pilihan Ganda Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. mewarnai. BAB III TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA A. benar-salah) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian. Selain itu bentuk soal (penilaian) juga sangat ditentukan oleh KD dan indikator. artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.menentukan materi. Sedangkan indikator butir soal disusun berdasarkan KD. Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. namun daya jebaknya harus berfungsi. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. satu KD bisa dikembangkan menjadi beberapa indikator (minimal satu indikator). sehingga KD tertentu hanya bisa diukur atau lebih tepat diukur dengan menggunakan bentuk soal tertentu. Dilihat dari bentuk soalnya. siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban. tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda. jawaban singkat dan uraian). C. tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar. Bentuk Tes Tertulis Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda. menggambar dan sejenisnya.

y membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah. Soal harus sesuai dengan indikator. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan. dan y menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pertanyaan. 2. seperti ujian nasional.  Konstruksi 1. konstruksi. penerapan. D. atau evaluasi. Hanya saja. untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. ujian akhir sekolah. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar. tabel dan sebagainya. misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus. Dalam penyusunan soal tes tertulis. setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). maupun bahasa. Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Perilaku ingatan juga diperlukan namun kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukur perilaku yang disebutkan di atas. contoh. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidahkaidah sebagai berikut:  Materi 1. cepat. dan peserta mudah mencotek kunci jawaban. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara : y mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman. penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi. analisis. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban. sintesis. mengukur berbagai tingkatan kognitif. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 3. dan memiliki objektivitas yang tinggi. dan ujian seleksi pegawai negeri. serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. disamping itu. Secara umum.Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah. . Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi. penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi.

Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif. tabel. Gambar. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.2. 6. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. 4. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi 9. diagram. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. 2. jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.  Bahasa 1. grafik. 8. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 5. "Semua pilihan jawaban di atas salah". Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan. 3. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat. 7. atau kronologisnya. Catatan . Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. 3. atau "Semua pilihan jawaban di atas benar". 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful