P. 1
Hadits dan Ulumul Hadits

Hadits dan Ulumul Hadits

|Views: 362|Likes:
Published by Bahrudin Muhammad

More info:

Published by: Bahrudin Muhammad on Feb 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2011

pdf

text

original

Hadits dan Ulumul Hadits 1. Pengertian 1.

Definisi: Hadits adalah semua yang dinisbatkan kepada Rasulullah saw, baik perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat baginda, juga dinisbatkan kepada sahabat dan tabi’in. 1. Sinonimitas Hadits Ada juga yang membedakan antara hadits, sunah, khabar dan atsar. Khabar: adalah berita. Kebanyakan ulama menyamakan antara hadits dan khabar. Atsar: lebih diidentikan dengan apa yang diterima dari sahabat.

Sunnah: secara umum adalah segala apa yang disandarkan kepada Nabi artinaya sinonim dengan hadits, tetapi yang membedakan adalah:
• •

Ahli Hadits: sunnah adalah sabda, perkataan, ketetapan, sifat atau tingkah laku Nabi SAW. Ulama Fiqih: sunnah adalah hal-hal yang berasal dari Nabi SAW baik ucapan maupun pekerjaan, tetapi hal itu tidak wajib diikuti pekerjaannya.

1. Sumber Hadits Rasulullah : Hadits Marfu’

Contoh hadits marfu’ :‫قال المام البخاري في صحيحه‬

‫حدثنا الحميدي عبد ال بن الزبير قال حدثنا سفيان قال حدثنا يحيى بن سعيد النصاري قال أخبرني محمد‬ ‫بن إبراهيم التيمي أنه سمع عقلمة بن وقاص الليثي يقول سمعت الليثي يقول سمعت عمر بن الخطاب رضي‬ ‫:ال عنه على المنبر قال سمعت رسول ال صلى ال عليه وسلم يقول‬ ‫إنما العمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كان هجرته إلى دنيا يصيبها أو إلى امرأة ينكحها فهجرته‬ ‫.إلى ما هاجر إليه‬ Sahabat : Hadits Mauquf :‫قال المام البخاري في صحيحه‬

-

‫حدثنا الحسن بن الصباح سمع جعفر بن عون حدثنا أبو العميس أخبرنا قيس بن مسلم عن طارق شهاب عن عمر بن‬ ‫الخطاب أن رجل من اليهود قال له يا أمير المؤمنين آية في كتابكم تقرءونها لوعلينا معشر اليهود نزلت ل تخذنا ذلك‬

‫اليوم عيدا قال أي آية قال اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم تعمتي ورضيت لكم السلم دينا قال عمر قد عرفنا‬ [1]‫ذلك اليوم والمكان الذي نزلت فيه على النبي صلى ال عليه وسلم وهو قائم بعرقة يوم جمعة‬ Shahih Bukhori, hadits no 43 Tabi’in : Hadits Maqtu’ :‫قال المام البخاري في صحيحه‬ [2]‫حدثني محمد أخبرنا عبد الوهاب حدثنا يونس عن الحسن قال: زوج معقل أخته فطلعها تطليقة‬ Shahih Bukhori, hadits no: 4914 KEDUDUKAN Posisi Hadits dalam Penetapan Hukum
• • • •

Ø Menjadi kesepakatan umat Islam bahwa hadits merupakan sumber kedua hukum Islam. Ø Kedua sumber tersebut saling terkait satu sama lain dan saling membutuhkan. Ø Al-Qur’an membutuhkan sunnah sebagai penjelas dan peraturan pelaksanaannya, dan sunnah membutuhkan legalitas dari al-Qur’an. Ø Beberapa orang/kelompok ada yang mengingkari posisi ini, mereka digolongkan sebagai inkar hadits atau inkar sunnah dan menolak sebagian wahyu, karena sunnah termasuk wahyu.

Posisi Hadits dalam al-Qur’an
• •

Ø Banyak sekali ayat al-Qur’an yang menjadi landasan untuk memposisikan hadits sebagai sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an. Ø Sedangkan fungsi sunnah atau nabi adalah: (44:‫وأنزلنا إليك الذكر لتبين للناس ما نزل إليهم ولعلهم يتفكرون )النحل‬

“Dan kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”

Ø Wajib meneladani Nabi SAW. (‫لقد كان لكم في رسول ال أسوة حسنة لمن كان يرجو ال واليوم الخر وذكر ال كثيرا )الحزاب‬

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Ø Adanya wewenang Nabi untuk membuat peraturan

. Katakanlah:”hai manusia sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua. yang menghidupkan dan mematikan. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. [1] Hadits di atas bersumber dari Umar bin Khotob. nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimatnya (kitab-kitabnya)dan ikutilah Dia. yang merupakan seorang sahabat. [2] Hadits di atas bersumber dari Hasan al-Bashri yang merupakan seorang Tabi’in. memuliakannya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasulnya. Wafat tahun 23 H. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban belenggu-belenggu yang ada pada mereka. mereka itulah orang yang beruntung. supaya kamu mendapat petunjuk. wafat tahun 110 H. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam taurat dan injil yang ada di sisi mereka.‫الذين يتبعون الرسول النبي المي الذي يجدونه مكتوباعندهم في التوراة والنجيل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن‬ ‫المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ويضع لهم إصراهم والعلل التي كانت عليهم فالذين آمنوا به‬ ‫وعزروه ونصروه واتبعوا النور الذي أنزل معه أولئك هم المفلحون)( قل يا أيها الناس إني رسول ال إليكم جميعا‬ ‫الذي له ملك السماوات والرض ل اله إل هو يحي ويميت فأمنوا بال ورسوله النبي المي الذي يؤمن بال وكلماته‬ ‫واتبعوه لعلكم تهتدون‬ • • Yaitu orang-orang yang mengikuti rasul. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya(alQur’an).

. Isnad = rentetan sanad hingga sampai ke matan. At-Tirmidzi. At-Tirmidzi. Arba’ah terdiri dari Imam Abu Dawud. Abu Dawud. Sanad =para perawi yang menyampaikan kepada matan. Muslim. An-Nasai dan Ibnu Majah. ISTILAH ISTILAH HADITS Matan =materi hadits yang berakhir dengan sanad. An-Nasai dan Ibnu Majah. dari Alqamah ibnu Waqqash. Setiap hadits yang diketengahkan oleh keduanya secara bersama melalui seorang sahabat disebut Muttafaq Alaih. Abu Dawud. dan Imam Ibnu Majah. Abu Dawud. At-Tirmidzi. At-Tirmidzi dan An-Nasai. Sab’ah terdiri dari Imam Ahmad.PENGANTAR ILMU HADIST Posted on Desember 1. Mulai dari Abu Dawud hingga Ibnu Majah dikenal dengan istilah Arba’ah yang masing masing memiliki kitab Sunan. 2009 by Harfa PENGANTAR ILMU HADIST (Penjelasan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam muqaddimah Kitabnya Bulughul Maram ) Perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan istilah Shahihain adalah kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Bukhari. Imam Tirmidzi.” Sabda Nabi saw yang mengatakan: ”Sesungguhnya semua amal perbuatan itu berdasarkan niat masing-masing” disebut matan. Sittah terdiri dari Imam Bukhari. Mengenai istilah Ushuulus Sittah atau dikenal dengan Sittah adalah Shahihain Sunan Imam Abu Dawud. sedangkan diri para perawi disebut sanad. dari Umar Ibnu Khaththab bahwa Rasullullah saw pernah bersabda: Sesungguhnya semua amal perbuatan itu berdasarkan niat masing masing. dan Ibnu Majah. An-Nasai. Khamsah terdiri dari Imam Ahmad. Muttafaq ‘Alaih terdiri dari Imam Bukhari dan Muslim. ada sebagian ulama yang tidak memasukan Imam Ibnu Majah kedalam Arba’ah dan menggantinya dengan Al-Muwaththa’ atau dengan Musnad Ad-Darimi. An-Nasai dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi. Imam An-Nasa-i. Akan tetapi. sebagai contoh ialah “Dari Muhammad Ibnu Ibrahim. Tsalaatsah terdiri dari Imam Abu Dawud. dan yang mengisahkan sanad disebut isnad. Muslim.

” b. Al Muhaddits = orang yang ahli dalam bidang hadits dan menekuninya secara riwayat dan dirayah (pengetahuan). Hadits Muttawatir = hadits yang memenuhi empat syarat . seperti kitab Musnad Imam Ahmad. yaitu : = diriwayatkan oleh segolongan orang yang banyak jumlahnya. a. Al-Haafizh =orang yang hafal seratus ribu buah hadits baik secara matan maupun isnad. Al-Haakim = orang yang menguasai sunnah tetapi tidak memfatwakannya melainkan sedikit. Pembagian hadits ahad ada tiga yaitu : . = menurut kebiasaan mustahil mereka sepakat dalam kedustaan. Contoh hadits muttawatir adalah hadits yang mengatakan : “Barang siapa yang berdusta terhadapku atau atas namaku dengan sengaja. Musnid =orang yang meriwayatkan hadits berikut isnadnya. PEMBAGIAN HADITS 1.Musnad = hadits yang isnadnya mulai dari permulaan hingga akhir berhubungan. = hendaknya musnad terakhir dari para perawi berpredikat hasan (baik). atau dengan kata lain ilmu yang tidak dapat ditolak lagi kebenarannya. dan kitab yang menghimpun hadits hadits setiap perawi secara tersendiri. Hadits Ahad = hadits yang di dalamnya terdapat cacat pada salah satu syarat muttawatirnya. Hadits bila ditinjau dari segi thuruq (jalur periwayatannya) terbagi menjadi muttawatir dan ahad. Hadits ahad dapat memberikan faedah yang bersifat zhan dan adakalanya dapat memberikan ilmu yang bersifat nazhari (teori) apabila dibarengi dengan bukti yang menunjukkan kepadanya. = mereka meriwayatkannya melalui orang yang semisal mulai dari permulaan hingga akhir. Al-Hujjah = orang yang hafal tiga ratus ribu hadits. maka hendaklah dia bersiap siap menempati tempat duduknya dari api neraka. Hadits muttawatir dapat memberikan faedah ilmu yang bersifat dharuri.

Apabila hadits dha’if menjadi kuat karena didukung oleh jalur periwayatan lainnya atau sanad lainnya maka predikatnya naik menjadi hasan lighairihi. memiliki hafalan yang sempurna sanad nya muttashil (berhubungan dengan yang lainnya) lagi tidak mu’allal (tercela) dan tidak pula syadz (menyendiri). Istilah dhabth ialah hafalan. Mu’allal = hadits yang dimasuki oleh suatu ‘illat (cela) yang tersembunyi hingga mengharuskannya di mauqufkan (diteliti lebih mendalam). Terkadang diucapkan pula terhadap hadits yang telah terkenal hingga menjadi buah bibir. Hadits bila ditinjau dari perawinya terbagi menjadi : a. Hadits Dha’if =hadits yang peringkatnya dibawah hadits hasan dengan pengertian karena didalamnya terdapat cela pada salah satu syarat hasan. yakni seorang muslim yang telah aqil baliq. hafalannya kurang sempurna tetapi sanad nya muttashil lagi tidak mu’allal dan tidak pula syadz.1. Hadits Masyhur = hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih. Syadz =hadits yang orang tsiqah (yang dipercaya) nya berbeda dengan orang yang lebih tsiqah darinya. Hadits Sahih = hadits yang diriwayatkan oleh orang yang adil. Hadits Hasan = hadits yang diriwayatkan oleh orang yang adil. Pengertian adil ini mencakup lakilaki. Shahih dan hasan keduanya dapat diterima. maka predikatnya naik menjadi shahih lighairihi. Istilah adil yang dimaksud ialah adil riwayatnya. sekali pun hal itu maudhu’ (palsu). bertaqwa dan menjauhi semua dosa dosa besar. serta tidak berkeyakinan ketika mengamalkannya sebagai hal yang telah ditetapkan melainkan tujuan dari pengamalannya hanyalah untuk bersikap hati-hati dalam beramal. orang merdeka dan budak belian. tetapi masih belum memenuhi syarat muttawatir. 3. Apabila hadits hasan ini kuat karena didukung oleh satu jalur atau dua jalur periwayatan lainnya. kecuali dalam masalah keutamaan beramal tetapi dengan syarat predikat dha’ifnya tidak terlalu parah dan subyek yang diketengahkan masih termasuk ke dalam pokok syariat. · dhabth kitab yaitu orang yang bersangkutan memelihara pokok hadits yang dia terima dari gurunya dari perubahan perubahan (atau dengan kata lain text-book). Ada dua macam dhabth yaitu : · dhabth shard ialah orang yang bersangkutan hafal semua hadits yang diriwayatkannya di luar kepala dengan baik. wanita. 2. Dha’if ditolak maka tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. 2. .

Muhkam yaitu hadits yang tidak ada hadits lain yang menentangnya. Hadits gharib terbagi menjadi dua macam yaitu : · gharib muthlaq yang artinya hadits yang kedapatan menyendiri dalam pokok sanadnya. c.shahih lidzatihi yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang adil. ringan hafalannya (kurang sempurna) muttashil sanadnya.hasan lidzatihi yaitu hadits yang dinukil oleh seseorang yang adil. seumpamanya ada hadits yang sama diriwayatkan melalui satu atau banyak jalur lainnya. 3.Nasikh yaitu hadits yang datang kemudian isinya menentang hadits yang semisal. sempurna hafalannya. tidak mu’allal dan tidak pula syadz. . Akan tetapi dapat ditemukan hal hal yang dapat menyempurnakan kekurangannya itu. Hadits Gharib =hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi sekalipun dalam salah satu thabaqah. Hadits ‘Aziz = hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perawi saja. sekalipun masih dalam satu thabaqah (tingkatan) karena sesungguhnya jumlah perawi yang sedikit pada mayoritasnya dapat dijadikan pegangan dalam bidang ilmu ini. Hadits Maqbul pun terbagi menjadi : 1. 3. . Hadits maqbul terbagi menjadi empat yaitu : . paling sedikit. . hanya tidak mu’allal dan tidak pula syadz.b.shahih lighairihi yaitu hadits yang mengandung sebagian sifat yang ada pada hadits maqbul. Shahih lidzatihi ini berbeda beda peringkatnya menurut perbedaan sifat yang telah disebutkan tadi. Contohnya ialah hadits yang didalam sanadnya terdapat orang yang keadaannya masih belum diketahui atau orang yang buruk hafalannya. Hadits terbagi pula menjadi dua bagian lainnya yaitu maqbul dan mardud : a. muttashil sanadnya.hasan lighairihi yaitu hadits yang masih ditangguhkan penerimaannya tetapi telah ditemukan di dalamnya hal hal yang menguatkan segi penerimaannya. Hadits Maqbul =hadits yang dapat dijadikan hujjah yang didalamnya terpenuhi syarat-syarat hadits shahih atau hadits hasan. .Mukhtalaf yaitu haidts yang didapatkan ada hadits lain yang menentangnya tetapi masih dapat digabungkan diantara keduanya. melalui orang yang semisal dengannya. · gharib nisbi yang artinya hadits yang kedapatan menyendiri pada sanad selanjutnya. 2.

tidak tampak aib. Mudallas yaitu hadits yang terdapat keguguran didalamnya tetapi tersembunyi. kandungannya menentang hadits yang semisal yang mendahuluinya karena adanya penyebab yang mengharuskan demikian. b. munkar yaitu hadits yang celanya karena kebodohan siperawinya atau karena kefasikannya. nama gurunya tidak digugurkan. Hadits Mardud= hadits yang didalamnya tidak terpenuhi syarat-syarat shahih dan hasan . mardud karena adanya cela terbagi menjadi empat macam : a. Adakalanya. sedangkan menggabungkan keduanya tidak mungkin. Mursal yaitu hadits yang dinisbatkan oleh seorang tabi’in kepada Nabi saw. dia menggugurkan seorang perawi dha’if di antara dua orang perawi yang tsiqah. Mu’allaq yaitu hadits yang dari awal sanadnya gugur seorang perawi. contoh ini dinamakan mudallas taswiyah. Contohnya dia menggugurkan nama gurunya. d. Mu’adhdhal yaitu hadits yang gugur darinya dua orang perawi secara berturut turut. contoh seperti ini dinamakan mudallas syuyukh. b. b. . mu’allal yaitu hadits yang celanya karena aib yang tersembunyi. lalu menukil dari orang yang lebih atas daripada gurunya dengan memakai ungkapan yang memberikan pengertian kepada si pendengar bahwa hal itu dinukilnya secara langsung. c. tetapi gurunya itu digambarkan dengan sifat yang tidak dikenal. tetapi tidak berturut turut. matruk yaitu hadits yang celanya disebabkan perawi dicurigai sebagai orang yang dusta. c.4. tetapi lahiriahnya selamat.Rajih yaitu hadits yang dapat diterima. Munqathi yaitu haidts yang gugur darinya seorang atau dua orang perawi. sedangkan ungkapan periwayatnya memakai istilah ‘an (dari). Adakalanya. mardud yang disebabkan adanya keguguran dalam isnad (sanad)nya. ¨. maudhu’ yaitu hadits yang perawinya dusta mengenainya. lawan dari rajah ialah marjuh. d. terbagi menjadi lima macam : a. contoh ini dinamakan mudallas isnad. dan termasuk ke dalam hadits mu’allaq ialah hadits yang semua sanadnya dibuang. e. Hadits mardud ini tidak dapat dijadikan hujjah dan terbagi pula menjadi dua bagian yaitu : ¨.

Hadits mushahhaf ialah cela yang ada padanya disebabkan seorang perawi bertentangan dengan perawi lain nya yang lebih kuat dalam hal titik. yaitu hadits yang maqlub (terbalik) disebabkan seorang perawi bertentangan dengan perawi lain yang lebih kuat darinya karena mendahulukan atau mengakhirkan sanad atau matan. padahal tidak ada murajjih (yang menentukan mana yang lebih kuat dari pada keduanya) sedangkan menggabungkan keduanya merupakan hal yang tidak dapat dilakukan. Jika ada pertentangan itu dalam hal harakat. maka dinamakan hadits muharraf. Termasuk kedalam pengertian tha’n ialah jahalah. maka perawinya tidak dapat diterima. maka haditsnya dapat diterima. juga disebut ibham (misteri). jika bid’ahnya menimbulkan kefasikan. · Mudraj isnad ialah hadits yang didalamnya ditambahkan isnadnya seperti menghimpun beberapa sanad dalam satu sanad tanpa penjelasan. dan ikhtilath. tengah-tengah atau bagian akhirnya. Termasuk kedalam pengertian tha’n ialah tashhif yaitu hadits mushahhaf dan tahrif (hadits muharraf). misalnya akibat pengaruh usia yang telah lanjut (pikun). Termasuk pula kedalam pengertian tha’n ialah idhthirab yakni hadits yang mudhtharib yaitu hadits yang perawinya bertentangan dengan perawi lain yang lebih kuat dari padanya dalam sanad. sedangkan perawinya orang yang adil dan tidak menyeru kepada bid’ah tersebut. · hadits syadz ialah hadits yang seorang perawi tsiqahnya bertentangan dengan perawi yang lebih tsiqah darinya. · hadits mubtadi’ ialah jika bid’ahnya mendatangkan kekufuran. Lawan kata dari hadits syadz ialah hadits mahfuzh. . Termasuk kedalam pengertian tha’n (cacat) ialah qalb. yaitu hadits yang seorang perawi tsiqahnya bertentangan dengan hadits perawi lainnya yang tsiqahnya masih berada di bawah dia. matan atau dalam kedua-duanya. Jenis ini ada dua macam : · Mudraj matan ialah hadits yang didalamnya ditambahkan sebagian dari lafazh perawi. · hadits mukhtalath ialah hadits yang perawinya terkena penyakit buruk hafalan disebabkan otaknya terganggu. syudzudz. baik pada permulaan.Termasuk kedalam kategori tercela ialah yang disebabkan idraj (kemasukan). bid’ah. · hadits mubham ialah hadits yang didalamnya ada seorang perawi atau lebih yang tidak disebutkan namanya. Adakalanya untuk menafsirkan lafazh yang gharib (sulit) seperti yatahannatsu (yata’abbadu) yang artinya beribadah. adapun sesudah terganggu tidak dapat diterima. Hukum haditsnya dapat diterima sebelum akalnya terganggu oleh buruk hafalannya.

Imam Syafi’ie. Ghairu Mudabbaj yaitu riwayat dari salah seorang dua perawi yang berteman. baik secara ucapan maupun perbuatan. Hadits bila dipandang dari segi matan dan sanad terbagi menjadi : a. Berdekatan dalam hal isnad artinya berdekatan dalam berteman dan mengambil dari guru. Mudabbaj yaitu riwayat dari masing masing dua perawi yang berteman lagi sama umur dan isnadnya dari perawi lainnya. c. Riwayat Aqran = riwayat yang dilakukan oleh salah seorang perawi diantara dua orang perawi yang berteman dari perawi lainnya. Ashaghir ‘an Akabir.Jika tidak dapat dibedakan antara zaman sebelum terganggudan zaman sesudahnya. f. d. Riwayat Aqran ini terdiri dari : 1. Akabir ‘an Ashaghir.Hadits marfu’ ialah hadits yang disandarkan kepada Rasullullah saw baik secara terang terangan maupun secara hukum. Dua orang teman ialah teman yang berdekatan umur atau isnadnya. Hadits nazil nasabi ini tidak disukai kecuali karena keistimewaan khusus yang ada padanya. Musalsal. Muhmal. sedangkan keduanya sama dalam hal umur dan isnadnya.Hadits Muthlaq ialah hadits yang bilangan perawinya sedikit bila dibandingkan dengan sanad lainnya dan sanad sampai kepada Rasullullah saw. Riwayat Akabir ‘an Ashaghir Þ seseorang meriwayatkan suatu hadits dari orang yang lebih rendah darinya dalam hal umur atau dalam bersua (berteman).Hadits Maqthu’ ialah hadits yang isnad (sanad) nya terhenti sampai kepada seorang tabi’in. b.Hadits Nazil Nasabi ialah lawan haidts al nasabi.Hadits al Nasabi ialah hadits yang perawinya sedikit bila dibandingkan dengan sanad lainnya dan berakhir sampai kepada seorang Imam terkenal seperti Imam Malik. maka senuanya ditolak. Muttafiq dan Muftariq. Mu’talif dan Mukhtalif. 2. Hadits al nasabi lebih ke shahih karena kekeliruannya sedikit. 4. Lawan dari al-muthlaq ialah hadits nazil muthlaq. serta Sabiq dan Lahiq. atau kedua duanya. e. Imam Bukhari dan Imam Muslim.Hadits Mauquf ialah hadits yang sanadnya terhenti sampai kepada seorang sahabat tanpa adanya tanda tanda yang menunjukan marfu’. BERBAGAI JENIS RIWAYAT Ada berbagai jenis riwayat yaitu riwayat Aqran. Mutasyabih. Termasuk kedalam .

Apabila keduanya merupakan dua orang tsiqah (terpercaya). maka hadits ini dikategorikan kedalam hadits yang diterima melalui mendengarkannya dari orang yang sezaman. Hadits Musalsal = hadits yang para perawinya sepakat terhadap kondisi qauli atau fi’li . tetapi madlul atau pengertiannya berbeda beda. jenis ini banyak didapat. kemudian memakai lafazh kutiba ilayya (dikirimkan kepadaku melalui tulisan atau surat). Jika keduanya bukan orang orang tsiqah maka berbahaya. menjauhi dosa dosa besar dan memelihara diri dari dosa dosa kecil pada sebagian besar waktunya. sedangkan aku mendengarkannya. Setelah itu memakai lafazh qara’tu ‘alaihi (aku belajar darinya). Hadits Muhmal = hadits yang diriwayatkan dari dua orang perawi yang bersesuaian dalam nama hingga tidak dapat dibedakan. maka tidak ada bahayanya. Hadits Mu’talaf dan Mukhtalaf = hadits yang sebagian nama perawinya disepakati secara tulisan. seperti lafazh Zabir dan Zubair. tetapi apakah Sufyan Ats-Tsauri ataukah Sufyan ibnu Uyainah. Adapun hadits mu’an’an seperti ‘an fulaanin (dari si fulan).pengertian ini ialah riwayat para orang tua dari anak anak Nya dan riwayat para sahabat dari para tabi’in. Hadits Mutasyabih = hadits yang nama sebagian perawinya disepakati. tetapi tidak mudallas. seperti lafazh haddatsani dan anba’ani dan seterusnya. tetapi secara ucapan berbeda. seperti Sa’ad ibnu Mu’adz dan Sa’ad ibnu Ubadah. Kebalikannya memang banyak. Hadits Muttafaq dan Muftaraq = hadits yang semua nama perawinya telah disepakati secara lafazh dan tulisan. tetapi tidak . kemudian memakai lafazh quri-a ‘alaihi (diajarkan kepadanya). kemudian memakai lafazh nawalani ijazatan (dia telah memberikan hadits ini kepadaku secara ijazah). yaitu riwayat Ashaghir ‘an Akabir atau riwayat yang dilakukan oleh anak dari orang tuanya atau tabi’in dari sahabat. PENUTUP Adil riwayat =seorang muslim yang akil baliq. tetapi salah seorang diantara keduanya telah wafat lebih dahulu jauh sebelum yang lainnya. jenis ini jarang didapat. kemudian memakai lafazh anba-ani (dia telah memberatkan kepadaku). sedangkan jarak antara matinya orang pertama dengan orang kedua cukup lama. seperti nama Sufyan. tetapi nama orang tua mereka masih diperselisihkan. Ungkapan penyampaian hadits yang terkuat ialah memakai kalimat sami’tu (aku telah mendengar) dan haddatsani (telah menceritakan sebuah hadits kepadaku). kemudian memakai lafazh wajadtu bikhaththihi (aku menemukan pada tulisannya). Hadits Sabiq dan Lahiq = suatu hadits yang didalamnya tergabung suatu riwayat yang dilakukan oleh dua orang perawi dari gurunya masing masing.

atau membuat buat hadits. Dia orang yang ditinggalkan haditsnya. dia orang jujur Insya Alloh. atau si Fulan mendekati kejujuran. atau mereka tidak memberikan komentar mengenainya. sangat handal untuk dijadikan hujjah. orang yang ngaco. atau baik. atau orang yang terpilih. Riwayat yang dilakukan oleh ahli bid’ah jika dia orang yang adil lagi tidak menyerukan orang lain kepada bid’ahnya dan bid’ahnya tidak sampai kepada tingkatan kekufuran (bid’ah munkarah) diterima pula.disyaratkan laki laki dan merdeka. guru yang bersifat adil. atau boleh diambil haditsnya. Orang orang yang menduduki peringkat ini haditsnya boleh ditulis. dapat dijadikan rujukan dan hujjah. 4. tertuduh sebagai orang dusta. aku berharap semoga dia tidak ada celanya. dapat dijadikan sebagai rujukan. LIMA PERINGKAT URUTAN TAJRIH (CELA) 1. Si Fulan orang yang rendah. tidak dianggap tidak dianggap haditsnya. atau orang yang dapat dipercaya. atau dapat dijadikan hujjah. riwayat yang dilakukan oleh wanita dan budak belian dapat diterima. Si Fulan orang yang jujur. tidak dipercaya. Orang yang menduduki peringkat ini haditsnya boleh ditulis. tetapi hanya sebagai penjelasan. hal ini merupakan tajrih (celaan) yang paling buruk. atau tidak ada celanya. Si Fulan berdusta. EMPAT PERINGKAT URUTAN ADIL 1. Si Fulan menjadi sumber mereka dalam mengambil riwayat. atau orang yang mutqin (mendalami). 2. tukang membuat buat hadits. tetapi masih harus di pertimbangkan karena lafazhnya tidak memberikan pengertian dhabith. Oleh karena itu. misalnya dengan kata kata dia pendusta. 2. omongannya perlu dipertimbangkan. Sekalipun demikian. Si Fulan orang yang terpercaya. tukang membual lagi pendusta. Si Fulan orang yang sangat terpercaya. hafalannya dapat dijadikan hujjah. 3. atau haditsnya pantas dinilai jujur. atau jayyid. haditsnya saleh. tidak dapat dipegang. atau orang yang binasa. atau cukup baik. . atau orang yang dhabith. Kebaikan kedua peringkat diatas ialah bahwa hadits mereka dapat ditulis untuk dijadikan hujjah. atau orang yang dapat menjadi rujukan. atau orang yang hafizh. hadits mereka dapat dianggap setelah mendapat persetujuan dari orng orang yang dhabith. pelajaran dan saksi (bukti) karena lafazhnya menunjukan pengertian yang mengandung makna adil dan dhabith.

3. Si Fulan munkar haditsnya. lemah haditsnya. dekat kepada lemah. 5. lemparkan haditsnya. lemah haditsnya. bukan orang yang dapat dipegang. atau lemah sekali dan mereka menganggapnya dha’if serta tidak dapat dijadikan hujjah. mereka menolak haditsnya. buruk hafalannya. atau masih ada celanya atau lemahnya. mereka melemparkan haditsnya. bukan orang yang kuat. lemah haditsnya. mereka membicarakan tentangnya. baik untuk hujjah maupun untuk pelajaran. Si Fulan masih ada lemahnya. (bukti) . 4. hadits nya dilemparkan. Hadits orang yang menduduki ketiga peringkat ini tidak dianggap. lemah sekali. Si Fulan dikenal tetapi di ingkari. atau bukan orang yang memuaskan karena mereka telah mencelanya dan mereka berselisih pendapat mengenai dirinya. bukan orang yang dapat menguasai. kacau haditsnya. tidak ada apa apanya. Hadits orang yang menduduki peringkat keempat dan kelima ini dapat diketengahkan sebagai pelajaran dan saksi. dia tertolak. Si Fulan ditolak haditsnya. atau tidak ada harganya sama sekali. tidak dianggap sesuatu. bukan orang yang dapat dijadikan hujjah.

dalam ketidakmampuan orang Arab untuk menandingi mukjizat nabi yang abadi. Pada semester III ini kami mempelajari Ilmu-ilmu Qur’an II. diantaranya Ulumul Qur’an I dan Ulumul Qur’an II. ilmu metode dan corak tafsir dan ilmu-ilmu lain mengenai Al-Qur’an. • Secara istilah: Penampakan kebenaran kerasulan Nabi Muhammad SAW. ilmu Nasakh Al-Qur’an. Asababunnuzul Al-Qur’an dan ilmu-ilmu lain mengenai Al-Qur’an. yaitu Al-qur’an. Diantaranya ilmu I’jaz Al-Qur’an. Seperti: Pengertian dari Al-Qur’an. Yang mana pada mata kuliah ilmu-ilmu Qur’an II ini kita dituntut untuk memahami berbagai materi. Pengertian Mukjizat. Pengertian I’jaz dan Mukjizat: 1. Pengertian I’jaz • Menurut bahasa: Kata I’jaz adalah isim mashdar dari ‘ajaza-yu’jizu-I’jazan yang mempunyai arti “ketidak berdayaan dan keluputan”. Mata kuliahi Ulumul Qur’an PAI dibedakan menurut tingkatan semester. ilmu Amstal Al-Qur’an. Pada semester II kami telah mempelajari Ulumul Qur’an I.BAB I PENDAHULUAN Ulumul Qur’an merupakan salah satu mata kuliah yang dituntut kepada mahasiswa PAI mulai dari semester II. __________________________________________________________________ BAB II I’JAZ AL-QUR’AN 1. . Dimana dalam mata kuliah tersebut terdapat materi-materi mengenai al-Qur’an. ilmu Aqsam al-Qur’an. 1.

pencurian dsb. dan muncul pada diri seorang yang mengaku nabi sebagi penguat dan penyesuai dakwahnya. 1. Segi petunjuk penetapan hukum Diantara produk hukum Al-quran yang menakjubkan dan penuh hikmah antara lain : 1) 2) Hukum hudud bagi pelaku zina. 3. Segi sejarah dan pemberitaan yang ghaib. kekuatan yang timbul atau disebut kesaktian. menyatakan isyarat-isyarat ilmiah yang sebagiannya baru terungkap. agar mereka yang di tantang mrasa tidak mampu untuk kemudan mengakui bahwa itu dari Alah. Mukjizat Rasionalis (lebih banya ditopang oleh kemampuan intelektual) Kemampuan intelektual yang rasional. 2. Disertai tantangan untuk meniru. Syarat disebutnya mukjizat diantaranya : • • Hal yang diluar kebiasaan. segi isyarat ilmiah diantaranya : 1) stimulus A-quran kepada manusia untuk selalu berfikir atas didrinya sendiri dan alam semesta yang mengitarinya. Al-Qur’an memberikan ruangan sebebas-bebasnya pada pergaulan pemikiran ilmu pengetahuan. Hukum qishas bagi pembunuhan . 1. 2) Al-quran dalam mengemukakan dali-dalil argument serta penjelasan ayat-ayat ilmiah. yangselamat. Pembagian Jenis Mukjizat 1. 1. Seg-segi Mukjiza Al-Qur’an. dari penging karan.diantaranya : 1) 2) 3) Sejarah/keghaiban masa lampau Keghaiban masa kini Ramalan kejadian masa yang akan datang 1. Mu’jizat Indrawi ( kekuatan yang muncul dari fisik ) Ini yang sering terdapat pada diri nabi.Mukjizat adalah sebuah perkara luar biasa yang disertai tantangan. Segi bahasa dan susunan redaksinya 2.

hukum yang di nasakh harus berupa hukum syarak bukan hukum lain. yang lain ketentuannya. ( mengutif tulisan dari suatu buku kedalam buku lain dengan tetap adanya persamaan ) 3) Mengubah dan membatalakan sesuatu dengan ( menempatkan sesuatu yang lain sebagai penggantinya ) 1. mengutif. 5. Al-Baqillani dalam jaz Al-Qur’an menyebutkan tiga mukjizat dalam Al-Qur’an. Nasakh menurut istilah adalah mengubah ketentuan hukum /peraturan dengan cara membatalkan hukum peraturan yang pertama diganti dengan yang baru. atau menghilangkannya. memindahkan. pemberitaan tentang perkara ghaib. __________________________________________________________________ BAB III NASAKH AL-QUR’AN 1. Faedah Kajian Mukjizat Al-Qur’an. 4. Al-Qur’an sebagai sosok kitab mukjizat yang didalamnya terdapat ilmu-ilmu yang menjdai pedoman bagi kaum muslim. Pengertian Nasakh 1.3) 4) Hukum waris yang detil Hukum perang dan perdamaian. . penuturan kisah umat terdahulu dan keserasian yang menakjubkan. Syarat-Syarat Nasakh 1. 2. Yakni. Pengertian nasakh (secara bahasa) diantaranya : 1) Menghapus. Pendapat Para Ulama. 2) Menyalin.

Jenis-Jenis Nasakh • • • • Nasakh Al-quran dengan Al-quran ( nasakh ini telah di sepakati oleh seluruh ulama ) Nasakh Al-quran dengan sunnah. • • • • 5. Macam-macam a. ) Nasakh sunnah dengan sunnah yaitu hukum yang didasarkan dalil sunnah dan di nasakh denga dalil sunnah pula. c. Cara Mengetahui Nasakh : • • • Dalam salah satu dalil nasakhnya harus ada yangmenentukan datangnya lebih belakangan dari dalilyang lain. . Macam-Macam Nasakh Dalam Al-Quran 1. Menasakh bacaan ayat dan hukumnya sekaligus 2. Adanya dalil baru yang menghapus itu setelah ada tenggang waktu dalil yang pertama. 3. ( tetapi nasakh dengan sunnah ahad tidak boleh oleh jumhur ulama ) Nasakh sunnah dengan Al-quran nasakh ini menghapuskan hukum yang ditetapkan berdasarkan sunnah dig anti dengan hukum yang didasarkan zdengan Al-quran ( jumhur ulama memperbolehkannya. Harus ada kesepakatan para imam dalam suatu masa dari bsepanjang waktu yang menetapkan bahwa salah satu dari dua dalil itu datang lebih dahulu dan yang lain datang kemudian. 3. Dengan syarat : Nasakh sunnah mutawatir dengan yang mutawatir Nasakh sunnah ahad dengan yang ahad Nasakh sunnah yang ahad dengan yang mutawatir Nasakh sunnah yang mutawatir dengan yang ahad. Menasakh hukumnya tanpa menasakh bacaanya. atau mutawatir. Harus ada riwayat yang shahih dari salah seorang sahabat yang menentukan mana yang lebih dahulu dari kedua dalil yang saling bertentangan. Dalil yang menghapuskan hukum syarak itu harus berupa dalil syarak.2. Nasakh bacaan dan hukum. Nasakh tilawah sedang hukumnya tidak. nasakh seperti ini boleh baik scunnah yang ahad. Nasakh hukum sedang tilawahnya tetap. 4. b.

Cobaam dan ujian bagi umat mukallaf. sesuatu yang menyerupai dan bandingan. Memelihara kepentingan hamba. Mansukh Mansukh menurut bahasa adalah sesuatu yang dihapus / dihilangkan / dipindah / dinukil. 8. 7. Ust. Sedang yang membolehkan. 2. Urgensi kajian Nasakh. Sedang menurut istilah adalah hukum syarak yang di ambil dari dalil syarak yang pertama.Ahmad Hasan. yaitu : . Perbedaan Ulama Tentang Nasakh. Muhammad Rasyid Ridho. Imam Syafi’I dan para mufassirin. Atau juga berarti ketentuan hukum syarak yang pertama yang telah diubah dan diganti dengan yang baru karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang menghendaki perubahan dan penggantian hukum tadi.6. Amtsal adalah suatu ungkapan yang dihikayatkan dan sudah populer dengan maksud menyerupakan keadaan yang terdapat dalam perkataan itu dengan keadaan sesuatu yang karenanya perkataan itu diucapakan. 3. 1. Sedangkan secara terminologi. Pengertian Secara bahasa Amtsal adalah bentuk jama’ dari matsal yang artinya sama atau serupa. perumpamaan. __________________________________________________________________ BAB IV AMSTAL AL-QUR’AN 1. 2. Ada yang berpendapat boleh dan ada juga yang berpendapat menolak nasakh. yang menolak: Syekh Muhammad Abduh. Perkembangan tasyri’ menuju timgkat kesempurnaan. Rukun Amtsal Rukun Amtsal ada 4.

Musybbah bihi . Amtsal kaminah Amtsal kaminah adalah amtsal yang tidak secara jelas menyebutkan pemisalan. 4. dan berkesan. Amtsal mursalah Amtsal mursalah adalah kalimat-kalimat bebas yang tidak menggunakan lafadz tasbih secara jelas. QS Al-baqarah 260 dan QS Annisa : 123. Contoh dari matsal ini terdapat dalam QS A-lbaqarah : 17 dan QS Ar-rad : 17. 3. Contoh matsal ini dintaranya : QS Hud :81. 1. Musybbah . mitsil. yaitu sesuatu yang diserupakan (menyerupai) musybbah bih. 3. Contohnya : QS Al-furqan : 67. Amtsal musarrahah Amtsal musarrahah adalah amtsal yang menjelaskan lafadz matsal atau sesuatu yang menunjukan tasbih. dan semua lapadz yag mengandung makna perseruan. Alat Tasybih . kepada yang serupa dengannya. dan amtsal mursalah. kongkret. dalam kepadatan redaksi. kaana. amtsal kaminah. 1. shalat. serta mempunyai pengaruh tersendiri bila dipindahkan. Amtsal memiliki kesejajaran antara situasi dan kondisi perumpamaan yang dimaksud dan padannannya. tamsil ini juga dapat berbicara tentang nafkah. yaitu sesuatu yang diserupakan oleh musyabbah. Contoh dari amtsal ini terdapat pada QS Al-baqarah : 68. QS Fathir : 43 (“rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri”) dsb. infak. 1. (“bukankah subuh itu sudah dekat”). QS A-isra :17 dan 29 . 4. tetapi ia hanya menunjukan makna-makna yang indah. Cirri-Ciri Amtsal • • Amtsal mengandung penjelasan atas makana yang samar atau abstark sehingga menjadi jelas. yaitu kaf. tetapi kalimat-kalimat itu tetap berlaku sebagai matsal. menarik. Macam-macamnya Amtsal dalam Al-quran terbagi dalam tiga macam : amtsal musarrahah.1. . Wajjah syabbah . dsb. yaitu pengertian yang bersama-sama yang ada pada musyabbah dan musyabbah bih 2.

Kata sumpah berasal dari bahasa Arab (Al-Qasamu). __________________________________________________________________ BAB V AQSAM AL-QUR’AN 1. Macam-macam Qasam 1. dan muqasam alaih. Perbedaan Qasam Allah dengan Manusia. Huruf-huruf yang biasa digunakan dalam qasam diantaranya : wau. ba. 4. tentang muqasam bihi al-quran memuat sekitrar 99 muqasam bihi. dan ta. termasuk bentuk yang diungkap secara berulang-ulang.• Ada keseimbangan ( tawazun ) antara perumpamaan dan keadaan yang dianalogiakan. karena manusia dilarang bersumpah kepada selain allah dan bersumpah kepada selaian Allah merupakan dosa besar. disusul dengan muqsam ‘alaih (sesuatu yang karena smpah diucapkan) ini dinamakan jawab qasam. . Shighat asli qasambersal dari fi’il “aqsama” yang ditransitifkan dengan ba untuk sampai kepada muqsam bih (sesuatu yang digunakan untuk bersumpah). Sedangkan manusia tidak sama dengan sumpah allah. Pengertian dan Shighat Qasam Al-Qur’an. Zahir adalah sumpah yang didalamnya terdapat fi’il qasam dan qasam bih. 3. Untuk tujuan itu. yang bermakna (Al-Yamiin) yaitu menguatkan sesuatu. muqasam bihi. Unsur-unsur shigat Aqsam Unsur shigat Aqsam ada tiga jenis : fi’il Qasam. 2. Sumpah Allah adalah menguatkan berita dari allah melalui firmannya dengan menggunakan unsur-unsur sumpah.

__________________________________________________________________ BAB VI METODE DAN CORAK TAFSIR 1. Metode Tafsir Bil Isyarah : Tafsir oarang Sufi berdasar nalar yang mereka milki. Metode Tafsir Bil Ray’i atau Bir-Dirayah : Menafsirkan al-qur’an dengan ijtihad para mufassir dengan menggunakan logika. Mudmar adalah Yang didalamnya tidak dijelaskan fi’il qasam dan muqsam bih. 5. 2. 3. Metode Bil Ma’tsur atau Birriwayah : Berdasarkan nash Al-qur’an. Metode Klasik Terbagi atas : 1. maknanyapun sesuai dengan yang dikehendaki dalam ayat. Metode Tafsir Modern Terbagi atas : 1. Bermaksud untuk mengubah I’tikad bagi orang yang disesatkan. Metode Tahlily Yakni penafsiran Al-qur’an secara analitis dengan memaparkan ayat segala aspek dalam ayat Al-Qur’an secara tertib. 1.2. Untuk memastikan akan terjadinya hari kiamat 2. 3. 1. 1. 2. hadits Nabi. Aqwal sahabat. Metode Tafsir Ijmaly Yakni penafiran al-Qur’an secara singkat dan global. aqwal Tabi’in. Tujuan Qasam. Metode Maudhu’i . Agar manusia berfikir. tetapi ada lam taihid.

1. 1. Metode Muqaran Yakni dengan membandingkan antar ayat.Yakni metode yang ditempuh seorang mufassir untuk menjelaskan konsep ayat AlQur’an dengan tema yang diambil. Corak Adab Ijtima’i Yakni tafsir yang menekankan pembahasannya pada masalah-masalah sosial kemasyarakatan. 1. Corak Ilmy Yakni penafsiran ayat Al-Qur’an yang dikaitkan dengan ilmu pengetahuan modern. . 1. Corak Lughawi Yakni yang lebih mengutamakan bahasa dalam penafsirannya. Corak Sufi Yakni tafsir para sufi. Corak Fiqhi Yakni penafsiran yang lebih banyak menyoroti masalah-masalah fiqhi. Corak Falsafi Yakni tafsir yang dalam penjelasannya menggunakan pendekatan filsafat termasuk tafsir yang bercorak ilmu kalam 1. 1. 1. hadits satu dengan yang lain dan mengambil kesimpulan dari hasil kesepakatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->