P. 1
ANALISIS DATA KUALITATIF-1

ANALISIS DATA KUALITATIF-1

|Views: 853|Likes:
Published by hendrijoyo

More info:

Published by: hendrijoyo on Feb 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

ANALISIS DATA KUALITATIF

TUGAS MATA KULIAH METODE PENELITIAN KUALITATIF DOSEN : DR.H.HERRY WIDYASTONO,APU

DISUSUN OLEH KELOMPOK 2 : 1.AGUS MUDHOFAR 2.GANTO BUANA 3.JAMSARI 4.SYAFNI ELIATI 5.SOFIAH

PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
Jl.LIMAU RADIO DALAM JAKARTA SELATAN

PROGRAM PASCASARJANA

( agus ) PEGOLAHAN DAN ANALISIS DATA KUALITATIF Analisis data dalam penelitian kualitatif berbeda dengan analisis data dalam penelitian kuantitatif. menjabarkannya ke dalam unit-unit. Ketika peneliti mulai memasuki kegiatan lapangan untuk mengumpulkan data. peneliti melanjutkan analisis data. Analisis data diarahkan untuk menentukan fokus penelitian. Fokus penelitian ada kemungkinan mengalami perubahan atau berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Misalnya. Sebelum peneliti memasuki lapangan. sehingga datanya jenuh. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data (data reduc-1 . ketika peneliti melakukan wawancara analisis dilakukan terhadap informasi hasil wawan. Tujuan akhir analisis data kualitatif adalah memperoleh makna. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. dan bahan-bahan lainnya sehingga mudah dipahami agar dapat diinformasikan kepada orang lain (Bogdan. Apabila jawaban tersebut dirasakan belum memuaskan. konsep-konsep serta mengembangkan hipotesis atau teori baru. menyusun ke dalam pola. peneliti melanjutkan wawancara dengan mengajukan pertanyaan lanjutan sampai diperoleh data yang memuaskan. Namun demikian fokus penelitian yang ditentukan sebelum peneliti memasuki lapangan masih bersifat sementara. analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder. Analisis data kualitatif adalah proses mencari serta menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. Proses analisis data dalam penelitian kualitatif dimulai sejak sebelum peneliti memasuki lapangan. Miles and Huberman (1984). Analisis data kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan. melakukan sintesa. catatan lapangan. memilih mana yang penting dan mana yang akan dikaji sehingga dapat dibuat suatu kesimpulan untuk disampaikan kepada orang lain. Analisis data penelitian kualitatif dilakukan dengan mengorganisasikan data. menghasilkan pengertian-pengertian. 1984). Analisis data dilanjutkan pada saat peneliti berada di lapangan sampai peneliti menyelesaikan kegiatan di lapangan.cara. mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas.

Gambar 3. Tahapan proses analisis data serta interaksinya dapat dilihat pada Gambar 2. serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verification).1 Proses Analsis Data dalam Penelitian Kualitatif Gambar 3.2 Interaksi antar Tahapan Proses Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif 2 .2 di bawah ini.1 dan Gambar 2.tion). penyajian data (data display).

Ilustrasi Reduksi Data dalam Penelitian Kualitatif 3 . mencari tema dan pola. untuk itu perlu dipilih dan dipilah sesuai dengan kebutuhan dalam pemecahan masalah penelitian. memilih hal-hal pokok. semakin kompleks dan rumit. Untuk itulah diperlukan reduksi data sehingga data tidak betumpuk dan mempersulit analisis selanjutnya.3. Reduksi data dilakukan dengan pertimbangan bahwa data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak. memusatkan perhatian. ilustrasi reduksi data dapat digambarkan sebagai berikut: CATATAN LAPANGAN HASIL REDUKSI REDUKSI 2!1d2#3$4 Ab%5cA%B E&aC*eD*E Reduksi AABECDE dbcae 212345 Gambar 3. memfokuskan pada hal-hal penting. Dengan demikian. data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesisifk dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya serta mencari data tambahan jika diperlukan. Semakin lama peneliti berada di lapangan. Mereduksi data berarti membuat rangkuman. Dalam mereduksi data setiap peneliti dipandu oleh pertanyaan penelitian yang harus dijawab berdasarkan data. mengabstraksikan serta mentransformasikan data yang muncul dari catatan-catatan lapangan (Patilima. jumlah data akan semakin banyak. serta membuang yang dianggap tidak perlu. Ketika peneliti menemukan sesuatu (data) yang belum jelas dan belum memiliki pola perlu segera dilakukan pencermatan melalui proses reduksi untuk memahami makna yang terkandung dalam data tersebut.A. Secara sederhana. meyederhanakan. Jawaban pertanyaan tersebut merupakan wujud nyata temuan penelitian. Reduksi Data ( sofiah) Reduksi data adalah proses analisis untuk memilih. 2005).

Bagi peneliti pemula. Dalam prakteknya. Pada ilustrasi di atas dipilih data yang dinyatakan dalam bentuk huruf dan angka (21d234Ab5cABEaCeDE) sebagai data yang dianggap penting. Data tersebut diilustrasikan dalam simbol-simbol (2!1d2#3$4Ab%5cA%BE&aC*eD*E). 2. reduksi data dapat dilakukan melalui diskusi dengan teman sejawat atau orang yang dipandang ahli dalam bidangnya. peneliti melakukan reduksi data dengan cara sebagai berikut: 1. Penyajian (Display) Data ( Jamasari) Setelah data direduksi. Memilih data yang dianggap penting. Kumpulan simbol tersebut belum memperlihatkan makna apa-apa.Berdasarkan gambar di atas. memperlihatkan bahwa data (catatan lapangan) yang sebelumnya tidak jelas (“semerawut”) menjadi lebih jelas dan sistematis. dan angka. Pada ilustrasi di atas. langkah analisis selanjutnya adalah penyajian . B. Mengelompokkan data dalam setiap kategori. kecermatan. dan angka (212345). Membuat kategori data. Proses tersebut tentunya akan mempermudah peneliti memaknai makna yang terkandung pada tahap analisis selanjutnya. diperlihatkan peneliti memperoleh data yang dituangkan dalam bentuk catatan lapangan. dan juga wawasan yang luas tentang data yang sedang diteliti. Sedangkan data lain yang dinyatakan dalam simbol (!#$%%&**) dibuang karena dianggap tidak penting. huruf kecil (dbcae). Proses reduksi data yang diilustrasikan di atas. data dikelompokkan dalam tiga kategori yang telah ditetapkan yaitu huruf besar (AABECDE). 3. huruf kecil. Diperlukan proses berpikir kreatif. Pada ilustrasi di atas dibuat tiga kategori yaitu huruf besar. Untuk itulah. Diskusi akan membuka dan mengembangkan wawasan peneliti sehingga dapat mereduksi data dengan baik. Reduksi data yang baik akan menghasilkan sejumlah data yang memiliki nilai-nilai temuan sebagai bahan untuk menarik kesimpulan. reduksi data tidak semudah seperti yang ditunjukkan pada ilustrasi di atas. Terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara data catatan lapangan dengan data yang telah direduksi.

Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi 4 .(display) data.

hubungan antar kategori. dan lain sejenisnya. Kumpulan data dari setiap kategori belum memperlihatkan adanya pola tertentu. Terlihat 5 . peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu. tersusun dalam pola hubungan.4. Penampilan atau display data yang baik dan jelas alur pikirnya merupakan hal yang sangat diharapakan oleh setiap peneliti. Hasil display data tersebut adalah adanya tiga kelompok data yaitu huruf besar (ABCDE) huruf kecil (abcde) dan angka (12345) yang telah tersaji dalam suatu pola (berdasarkan urutanya). diagram alur (flow chart). sehingga makin mudah dipahami. Prosesnya dapat dilakukan dengan cara menampilkan dan membuat hubungan antar fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penelitian. Ilustrasi Display Data dalam Penelitian Kualitatif Hasil reduksi data pada ilustrasi di memperlihatkan data yang telah dikelompokan berdasarkan kategori tertentu yaitu huruf besar (AABECDE) huruf kecil (dbcae) dan angka (212345). ilustrasi penyajian data dapat digambarkan sebagai berikut: HASIL REDUKSI DISPLAY DATA AABECDE dbcae 212345 Display ABCDE abcde 12345 Gambar 3. Untuk itulah. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif. Display data yang baik merupakan satu langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal. bagan. peneliti melakukan display data dengan cara menyajikan data berdasarkan pola tertentu (dalam bentuk urutan).terorganisasikan. Secara sederhana. Penyajian data dalam bentuk-bentuk tersebut akan memudahkan peneliti memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja penelitian selanjutnya. Pada langkah ini.

Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa taktik penting termasuk testing atau 6 . Apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang kuat dalam arti konsisten dengan kondisi yang ditemukan saat peneliti kembali ke lapangan maka kesimpulan yang diperoleh merupakan kesimpulan yang kredibel.adanya perbedaan antara hasil reduksi data dengan display data. Kesimpulan awal yang dikemukan masih bersifat sementara dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung tahap pengumpulan data berikutnya. absah. lemah. biasanya mereka mendapatkan bahwa sebenarnya banyak bentuk dan ragam gejala atau informasi yang ditemui. dan menyimpang jauh dari kebiasaan harus dipisahkan. tetapi tidak semua data dapat diproses atau diambil sebagai pendukung fokus penelitian. Penyajian data dalam suatu pola tertentu akan memberikan kemudahan bagi peneliti untuk mendapatkan temuan sehingga yang dapat dijadikan landasan dalam mengambil kesimpulan. Bahkan pada langkah verifikasi ini sebagian peneliti juga masih kadang ragu-ragu meyakinkan dirinya apakah dapat mencapai kesimpulan pada tingkat final. Memilih data yang memenuhi persyaratan tersebut tidaklah mudah. atau mengarah pada tercapainya kesimpulan. Proses tersebut di samping memerlukan ketelitian dan kecermatan. Verifikasi Data (Conclusion Drawing) ( ganto) Langkah berikutnya dalam proses analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan dan melakukan verifikasi data. peneliti harus menggunakan metode yang variatif dan tepat agar diperoleh data yang dapat digunakan untuk tujuan reduksi. dan kuat. Hanya data yang memiliki persyaratan tertentu saja yang diperlukan peneliti. sedangkan data lain yang tidak menunjang. berbobot. Sejak awal pengumpulan data. C. Ketika peneliti terjun ke lapangan. di mana langkah pengumpulan data dinyatakan telah berakhir. Pada langkah verifikasi ini peneliti sebaiknya masih tetap terbuka untuk menerima masukan data. Proses untuk mendapatkan bukti-bukti inilah yang disebut sebagai verifikasi data. Persyaratan data yang dapat diproses dalam analisis lebih lanjut seperti. peneliti sebaiknya mulai memutuskan antara data yang mempunyai makna dengan data yang tidak diperlukan atau tidak bermakna.

Untuk dapat mengetahui kualitas data. Pengujian Keabsahan Data ( Syafni) Dalam penelitian kualitatif temuan atau data dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. menghindari bias. Oleh karena itu jika ada lima orang peneliti dengan latar belakang berbeda meneliti objek yang sama akan mendapatkan lima temuan 7 .mengkonfirmasi makna. karena seperti rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Temuan tersebut dapat berupa hubungan kausal atau interaktif. Mengecek data dari pengaruh peneliti c. D. tetapi mungkin juga tidak. Penggunaan kasus ekstrim yang direalisasi dengan memaknai data negatif Dengan mengkonfirmasi makna setiap data yang diperoleh dengan menggunakan satu cara atau lebih. diharapkan peneliti memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mendukung tercapainya tujuan penelitian Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang ditetapkan sejak awal. Kebenaran realitas dalam penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal tetapi jamak dan tergantung pada kemampuan peneliti mengkontruksi fenomena yang diamati. Temuan tersebut dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya remangremang atau gelap menjadi jelas setelah diteliti. Mengecek melalui triangulasi d. Mengecek representativeness atau keterwakilan data b. seorang peneliti dapat menilai melalui beberapa metode seperti berikut: a. bisa juga berupa hipotesis atau teori. Membuat perbandingan atau mengkontraskan data f. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang belum pernah ada. dan meyakinkan kualitas kesimpulan perlu dilakukan selama melakukan analisis data. serta dibentuk dalam diri seorang sebagai hasil proses mental tiap individu dengan latar belakangnya. Melakukan pembobotan bukti dari sumber data-data yang dapat dipercaya e.

dan member check. triangulasi. transferability (validitas eksternal). dependability (reliabilitas) dan conformability (objektivitas). 1. Berdasarkan gambar tersebut terlihat bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan.5. peningkatan ketekunan dalam penelitian. Perpanjangan Pengamatan Diskusi dengan Teman Peningkatan Ketekunan Triangulasi Data Uji Kredibilitas Analisis Kasus Negatif Member Check Gambar 3.dan semuanya dinyatakan valid jika yang ditemukan tersebut tidak berbeda dengan apa yang terjadi sesungguhnya pada objek yang diteliti. analisis kasus negatif.5 Uji kredibilitas Data dalam Penelitian Kualitatif 8 . Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas internal). diskusi dengan teman sejawat. Uji Kredibilitas Bermacam-macam cara pengujian kredibilitas data ditunjukan pada gambar 3.

melakukan pengamatan. Keluasan berarti banyak sedikitnya atau ketuntasan informasi yang diperoleh. peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang ditemukan itu salah atau tidak sehingga dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati. dan kepastian data. saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan. wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. apakah data yang diperoleh itu benar atau tidak. 9 . Oleh karenanya terdapat teknik pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber. dan berbagai waktu. berbagai metode. triangulasi metode. Perpanjangan Pengamatan Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan. c. Triangulasi Triangulasi dalam penelitian kualitatif diartikan sebagai pengujian keabsahan data yang diperoleh dari berbagai sumber. Lamanya perpanjangan pengamatan sangat tergantung pada kedalaman. Meningkatkan ketekunan diibaratkan kita sedang mengerjakan soal-soal ujian atau meneliti kembali tulisan dalam makalah ada yang salah atau tidak. semakin terbuka. Meningkatkan Ketekunan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan perpanjangan pengamatan ini hubungan peneliti dengan sumber data akan semakin terbentuk. Kedalaman artinya apakah peneliti menggali data sampai diperoleh makna yang pasti. dan triangulasi waktu. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematik. Dengan meningkatkan ketekunan. keluasan.a. sebaliknya difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh. Kehadiran peneliti dianggap merupakan kewajaran sehingga kehadiran peneliti tidak akan menggangu perilaku yang dipelajari. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai dengan apa yang terjadi. Dalam perpanjangan pengamatan untuk menguji kredibilitas data. semakin akrab. b.

Bila menghasilkan data berbeda pengambilan data perlu dilakukan berulang-ulang sampai mendapatkan kepastian data. atau hasil analisis dokumen. Bila menghasilkan data berbeda. Hal ini tergantung pada seberapa besar kasus negatif yang muncul e. berbeda dengan data yang diperoleh melalui wawancara pada siang hari atau sore hari. Analisis Data Kasus Negatif Kasus negatif adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Misalnya. diperlukan pengujian pada waktu dan situasi yang berbeda. d. Atau mungkin semuanya benar karena setiap sumber data memiliki sudut pandang yang berbeda. mana pandangan yang sama. Dengan melakukan analisis kasus negatif berarti peneliti mencari data yang bertentangan dengan data yang telah ditemukan. dikategorikan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan hasil temuan maka hasil temuan tersebut sudah dapat dipercaya.Triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh kepada beberapa sumber. Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek pada sumber yang sama tetapi dengan teknik berbeda. data yang diperoleh melalui wawancara pada pagi hari. Member Check . peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang bersangkutan untuk mendapatkan data yang dianggap benar. Misalnya data yang diperoleh melalui wawancara kemudian dicek dengan data hasil observasi. Sebagai contoh untuk menguji kredibilitas data tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah maka pengujian data dapat dilakukan terhadap guru dan staf Tata Usaha sekolah. Untuk itu. Data yang diperoleh dideskripsikan. mana yang berbeda serta mana yang spesifik dari ketiga sumber tersebut. waktu pengambilan data sering kali mempengaruhi kredibilitas data. Akan tetapi bila masih terdapat data yang berbeda atau bertentangan dengan hasil temuan terdapat kemungkinan peneliti harus merubah temuannya. Dalam beberapa hal. Data yang telah dianalisis sampai menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan pada tiga sumber data tadi.

mengumpulkan data. Oleh karena itu. sampai membuat suatu kesimpulan benar-benar dilakukan. Jika peneliti tidak mempunyai atau tidak mampu menunjukkan aktivitasnya di lapangan maka dependabilitas penelitiannya patut diragukan. Dengan demikian pembaca menjadi jelas dan memutuskan dapat atau tidaknya hasil penelitian tersebut diaplikasikan ditempat lain. Pengujian dependability biasanya dilakukan oleh tim auditor independen. Oleh karena itu harus dilakukan uji dependability. manakala hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi sosial lain. memasuki lapangan. jelas. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh sumber data maka data tersebut valid. 4. Uji Dependability Uji dependability dilakukan melalui audit terhadap keseluruhan proses penelitian. akan tetapi bila tidak disepakati perlu dilakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data. Sering terjadi seorang peneliti tidak melakukan proses penelitian yang sebenarnya tetapi peneliti tersebut dapat memberikan data. Uji Confirmability . hingga dimana penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam situasi lain. atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melaksanakan penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesesuaian data yang ditemukan dengan data yang diberikan oleh sumber data. sistematik sehingga dapat dipercaya.Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada sumber datanya. Member check dapat dilakukan setelah pengumpulan data selesai. 2. peneliti harus membuat laporannya dengan uraian yang rinci. 3. setelah mendapat temuan. Uji Transferability Transferability pada penelitian kualitatif berkenaan dengan pertanyaan. menganalisis data. Jika perbedaannya sangat jelas peneliti harus merubah hasil temuannya. atau setelah memperoleh kesimpulan. Peneliti harus mampu membuktikan bahwa seluruh rangkaian proses penelitian mulai dari menentukan fokus/ masalah. Transferability tergantung pada pemakai.

Uji confirmability mirip dengan uji dependability sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. maka penelitian tersebut telah memenuhi standar confirmability-nya. 12 . Uji confirmability berarti menguji hasil 11 penelitian. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan.

13 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->