KONSEP DASAR KAMAR BEDAH 2.1 Kamar Operasi 2.1.

1 Pengertian Kamar Operasi atau kamar bedah adalah ruangan khusus di rumah sakit yang diperlukan untuk melakukan tindakan pembedahan baik elektif atau akut yang membutuhkan keadaan suci hama atau steril. 2.1.2 Pembagian Daerah Sekitar Kamar Operasi 2.1.2.1 Daerah Publik Daerah yang boleh dimasuki oleh semua orang tanpa syarat khusus. Misalnya: kamar tunggu, gang, emperan depan komplek kamar operasi. 2.1.2.2 Daerah Semi Publik Daerah yang bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja, yaitu petugas. Dan biasanya diberi tulisan DILARANG MASUK SELAIN PETUGAS. Dan sudah ada pembatasan tentang jenis pakaian yang dikenakan oleh petugas ( pakaian khusus kamar operasi ) serta penggunaan alas kaki khusus di dalam. 2.1.2.3 Daerah Aseptik Daerah kamar bedah sendiri yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang langsung ada hubungan dengan kegiatan pembedahan. Umumnya daerah yang harus dijaga kesucihamaannya. Daerah aseptik dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Daerah Aseptik 0 Yaitu lapangan operasi, daerah tempat dilakukannya pembedahan. 2. Daerah aseptik 1 Yaitu daerah memakai gaun operasi, tempat duk / kain steril, tempat instrument dan tempat perawat instrument mengatur dan mempersiapkan alat. 3. Daerah aseptik 2 Yaitu tempat mencuci tangan, koridor penderita masuk, daerah sekitar ahli anesthesia. 2.1.3 Bagian-bagian Kamar Operasi Kamar operasi terdiri dari beberapa ruang baik itu di dalam kamar operasi maupun di lingkungan kamar operasi, antara lain: 2.1.3.1 Kamar bedah 2.1.3.2 Kamar untuk mencuci tangan 2.1.3.3 Kamar untuk gudang alat-alat instrument 2.1.3.4 Kamar untuk sterilisasi 2.1.3.5 Kamar untuk ganti pakaian 2.1.3.6 Kamar laboratorium 2.1.3.7 Kamar arsip 2.1.3.8 Kamar Pulih Sadar (Recovery Room) 2.1.3.9 Kamar gips 2.1.3.10 Kamar istirahat 2.1.3.11 Kamar mandi (WC) dan Spoelhok (Tempat cuci alat) 2.1.3.12 Kantor 2.1.3.13 Gudang

4. dimana udara dipompakan ke dalam kamar operasi dan udara di kamar operasi dihisap keluar.4.1. 2. tidak menimbulkan panas.5 Suhu dan Kelembaban Suhu di kamar operasi di daerah tropis sekitar 19° . Sedangkan di daerah sekitar 20°-24°C dengan kelembaban 55% (50 60%). 2.000 .4 Persyaratan Kamar Operasi Kamar operasi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut: 2.22 ° C.4. 2.14 Kamar tunggu 2. Kamar operasi yang nyaman diperlukan kira-kira diperlukan luas 40 m2.1. 2. dinding. Langit-langit berbentuk lengkung dan wama tidak mencolok.6 Sistem Gas Medis Pemasangan sebaiknya secara sentral memakai system pipa. Ukuran a.2 m x 7.1.15 Ruang sterilisasi 2.3.1.000 lux.40 m dari lantai. Kamar operasi tidak bersudut tajam. mudah dibersihkan dan tidak menampung debu. Pencahayaan antara 300 .1. 2. cahayanya terang dan tidak menyilaukan serta tidak menimbulkan bayangan.4. 2.4.7 Sistem listrik Di dalam kamar operasi sebaiknya tersedia 2 macam voltage. kedap air. Semua tombol listrik dipasang pada ketinggian 1.1.4 Sistem Ventilasi Sistem ventilasi di kamar bedah sebaiknya memakai system pengatur suhu sentral (AC sentral) dan dapat diatur dengan alat kontrol yang memakai filter (Ultra Clean Laminar Airflow).6 m (29. meja operasi 10.1 m2) b.1.500 lux. 2.1. b. Lantai.1. 2. Sedangkan lampu operasi memiliki persyaratan khusus.1 Letak Letak kamar operasi berada di tengah-tengah rumah sakit. berdekatan dengan Instalasi Rawat Darurat. rata.4. ICU dan unit radiologi. yaitu arah dan fokusnya dapat diatur.4.3 Sistem Penerangan Sistem penerangan di dalam kamar operasi harus memakai lampu pijar putih dan mudah dibersihkan. Kamar operasi kecil berukuran: 5. c. Kamar operasi untuk operasi besar diperlukan luas minimal 56 m2 (7. yang bertujuan untuk mencegah bahaya penimbunan gas yang berlebihan di kamar operasi bila terjadi kebocoran dan tabung gas.3.8 Sistem komunikasi . Pipa gas tersebut harus dibedakan warnanya.4.8 m). Karena alatalat kamar operasi memiliki voltage yang berbeda. yaitu 110 volt dan 220 volt.2 Bentuk dan Ukuran 1.1.1.2. Bentuk a.2 m x 5.20. Lantai dan 2/3 dinding bagian bawah harus terbuat dari bahan yang keras.

Tidak berwama.1.2 Personil Kamar Operasi 2.10 Pintu 1. 2. tergantung dari besar atau tipe rumah sakit tersebut. AhIi bedah. 3. . 2.4. Semua peralatan harus terbuat dari bahan stainless steel agar mudah untuk dibersihkan. 2. Pintu masuk dan keluar penderita harus berbeda. terutama bila ada keadaan darurat maka mudah untuk melakukan komunikasi. 5. Tidak mengandung zat kimia 4. Ada ruang persiapan untuk serah terima pasien dan perawat ruangan kepada perawat kamar operasi. 3. sehingga dikatakan bahwa rancang bangun kamar operasi setiap rumah sakit berbeda. Tidak mengandung kuman pathogen 3.2. berbau dan berasa. 2. Perawat Sirkuler. Setiap pintu diberi kaca pengintai untuk melihat kegiatan di kamar operasi tanpa membuka pintu. 4.13 Penentuan Jumlah Kamar Operasi Setiap rumah sakit merancang kamar operasi disesuaikan dengan bentuk dan lahan yang tersedia. 2. Untuk alat-alat elektrik harus ada petunjuk penggunaan dan menempel pada alat agar mudah untuk penggunaan. Jumlah kamar operasi tergantung dari berbagai hal yaitu : 1.1.1 Tim Bedah 1.4.4.12 Air Bersih Air bersih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut 1. Pintu masuk dan keluar petugas harus tersendiri. 3. 2.9 Peralatan 1.11 Pembagian area 1. 2. Jumlah dan lama waktu operasi yang dilakukan.1 Jenis Tenaga Jenis tenaga adalah personil yang boleh masuk di dalam kamar operasi baik tim inti maupun tim penunjang. Makin besar rumah sakit tentu membutuhkan jumlah dan luas kamar bedah yang lebih besar. 2. 2. 3.4. 4. Jumlah dokter bedah dan macam spesialisasi serta subspesialisasi bersama fasilitas penunjang. Ada batas tegas antara area bebas terbatas.4. Perawat Instrumen (Scrub Nurse). Asisten ahli bedah. 2. 4. Tidak mengandung zat beracun 2. Pertimbangan antara operasi berencana dan operasi segera.Sistem komunikasi di kamar operasi adalah sangat vital.1. 2.2. Semua peralatan yang ada di kamar operasi harus beroda dan mudah dibersihkan.1. Sistem dan prosedur yang ditetapkan untuk arus pasien. antara lain: 2. semi ketat. petugas dan penyediaan peralatan. Semua pintu harus menggunakan door closer (bila memungkinkan). Jumlah kebutuhan waktu pemakaian kamar operasi baik jam per hari maupun perminggu. dan area ketat.1.1.

melalui kepala seksi perawatan. Tugas a. Tenaga lain terdiri dari : a.2. Tanggung jawab Secara fungsional bertanggung jawab kepala bidang keperawatan. b. Perencanaan 1) Menentukan macam dan jumlah pelayanan pembedahan. 6) Menentukan pengembangan pengetahuan petugas dan peserta didik. . Pekerja kesehatan. Pengarahan 1) Memantau staf dalam penerapan kode etik kamar bedah. Secara professional bertanggung jawab kepada kepala instansi kamar operasi. Perawat anestesi. 2) Mengatur pelayanan pembedahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan team. 7) Bekerja sama dengan dokter tim bedah dan kepala kamar operasi dalam menyusun prosedur dan tata kerja di kamar operasi. 3.2 Tanggung Jawab 2. b. 5) Bertanggungjawab terlaksananya operasi sesuai jadwal. 4) Menampung keluhan penderita secara aktif. 3) Menentukan tenaga perawat bedah yang dibutuhkan. 3) Membuat jadwal kegiatan. Pengertian Seorang tenaga perawat professional yang bertanggung jawab dan berwenang dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan di kamar operasi.1. c.2.5. Penunjang medis. 4) Pemanfaatan tenaga seefektif mungkin. 2) Mengawasi penggunaan alat dan bahan secara tepat.1 Kepala kamar operasi 1. 7) Memantau pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada stafnya. 3) Mempertahankan kelengkapan bahan dan alat. 8) Mengatur pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien. Tata usaha. 6. Perawat kepala kamar operasi. Perawat pelaksana. 2. 9) Menciptakan suasana kerja yang harmonis. c.2 Staf Perawat Operasi terdiri dari : 1. 2. 2. Pengawasan 1) Mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing pegawai. 2) Menentukan macam dan jumah alat yang diperlukan sesuai spesialisasinya. 5) Mengatur pekerjaan secara merata 6) Memberikan bimbingan kepada peserta didik.2.2. 2. 3. Ahli anestesi.

Saat Pembedahan 1) Memperingatkan team steril jika terjadi penyimpangan prosedur aseptik. Sebelum Pembedahan 1) Melakukan kunjungan pasien minimal sehari sebelum pembedahan.4) Mengawasi kegiatan team bedah sehubungan dengan tindakan pembedahan. c. 1) Menganalisa secara kontinyu jalannya team pembedahan. Penilaian. lampu operasi. 5) Menyiapkan sarung tangan dan alat tenun steril. dan secara operasional tindakan bertanggung jawab kepada ahli bedah dan perawat kepala kamar operasi. 5) Memasukkan alat instrumen ke tempatnya untuk distenilisasi 2. 10) Merawat luka secara aseptik.3 Perawat Sirkuler / Circulating Nurse . 2) Menganalisa kegiatan tata laksana kamar operasi yang berhubungan dengan penggunaan alat dan bahan secara efektif dan hemat.2. 3) Menata instrumen di meja mayo dan meja instrumen. 5) Memberikan duk steril untuk drapping. 3. 9) Mempertahankan kebersihan dan sterilisasi alat instrumen. peralatan. dan gas medis. 3) Menyiapkan set instrumen steril sesuai dengan jenis pembedahan. Tanggung jawab Secara administrative dan kegiatan keperawatan. 5) Menyesuaikan tindakan di kamar bedah dengan kegiatan di bagian lain. 4) Memeriksa dan menghitung instrumen lalu mencucinya.2 Perawat Instrument / Scrub Nurse 1. bertanggung jawab kepada kepala kamar operasi. selama tindakan pembedahan berlangsung. 2) Menyiapkan ruangan operasi dalam keadaan siap pakai seperti kebersihan ruangan. d. 7) Memberikan bahan operasi sesuai dengan kebutuhan. 4) Memberikan desinfektan untuk desinfeksi lapangan operasi. meja operasi.2.2. Pengertian Seorang tenaga perawat professional yang diberi wewenang dan ditugaskan dalam mengelola paket alat pembedahan. 2) Membantu mengenakan gaun dan sarung tangan steril untuk ahli bedah dan asisten bedah. b. meja mayo atau instrumen. mesin anesthesi. 8) Mempertahankan instrumen dalam keadaan tersusun secara sistematis. 3) Mengganti alat tenun dan paju pasien lain dipindahkan ke brankart. Tugas a. Setelah Pembedahan 1) Memfiksasi drain. 4) Menyiapkan bahan desinfektan dan bahan lain sesuai dengan keperluan operasi.2. 2. suction pump. 2) Membersihkan kulit pasien dari sisa desinfektan. 6) Memberikan instrumen kepada ahli bedah sesuai dengan kebutuhan. 2.

Sebelum pembedahan 1) Menerima Pasien di ruang persiapan Kamar Operasi 2) Memeriksa kelengkapan operasi meliputi : a) Kelengkapan dokumentasi medis. antara lain : (1) Surat persetujuan tindakan medis (operasi) (2) Hasil pemeriksaan laboratorium terakhir (3) Hasil pemeriksaan radiologi (fob x-ray) (4) Hasil pemeriksaan ahli anestesi (pra visite anestesi) (5) Hasil konsultasi ahli lain sesuai kebutuhan b) Kelengkapan obat .1. 3. bekerjasama dengan perawat instrument 11) Memeriksa kelengkapan instrument dan kasa bersama perawat instrument agar tidak tertinggal dalam tubuh pasien sebelum luka operasi ditutup c. Pengertian Tenaga perawat professional yang diberi wewenang dan tanggung jawab membantu kelancaran pelaksanaan tindakan pembedahan. tim bedah yang akan menolong dan fasilitas kamar operasi b. menghitung dan mencatat obat-obatan. 2. cairan serta alat yang telah diberikan kepada pasien 4) Mendokumentasikan tindakan keperawatan selama pembedahan antara lain : .obatan. Setelah pembedahan 1) Membersihkan dan merapikan pasien yang sudah selesai dilakukan pembedahan 2) Memindahkan pasien dari meja operasi ke brancard dorong yang telah disiapkan 3) Meneliti. membantu menyambungkan slang suction dan senur diatermi 6) Membantu menyiapkan cairan dan desinfektan pada mangkok steril 7) Mengambil instrument yang jatuh dengan menggunakan alat dan memisahkan dari instrument yang steril 8) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan pemeriksaan 9) Menghubungi petugas penunjang medis (petugas PA) bila diperlukan 10) Menghitung dan mencatat pemakaian kasa. Tanggung jawab Secara administrative dan operasional bertanggung jawab kepada perawat kepala kamar operasi dan kepada abli bedah. Saat pembedahan 1) Mengatur posisi pasien sesuai jenis pembedahan dan bekerjasama dengan petugas anestesi 2) Membuka set steril yang dibutuhkan dengan memperhatikan teknik aseptik 3) Membantu mengikatkan tali gaun bedah 4) Memasang plate mesin diatermi 5) Setelah draping. cairan dan alat kesehatan c) Persediaan darah (bila diperlukan) 3) Memeriksa persiapan fisik 4) Melakukan serah terima pasien dan perlengkapan untuk pembedahan dengan perawat premedikasi 5) Memberikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan. Tugas a.

9) Menyiapkan obat anesthesi dan membantu ahli anesthesi dalam proses induksi. nomor dokumen medik. alkohol. 2) Menerima pasien di ruang penerimaan kamar operasi. 8) Memindahkan pasien ke meja operasi. mulai incisie. . 5) Memberikan premedikasi sesuai dengan program dokter anesthesi. besar. 6) Menyiapkan kelengkapan meja anesthesi dan mesin suctionnya. tanggal mulai dirawat dan alamat). Membantu perawat instrument membersihkan dan menyusun instrument yang telah digunakan kemudian alat disterilkan 5. asisten operator. Sebelum Pembedahan 1) Melakukan kunjungan pra anesthesi untuk menilai status fisik pasien. perawat instrument) Waktu operasi (mulai induksi. bersih kontaminasi. 3) Menyiapkan kelengkapan alat dan mesin anesthesi.2. jenis kelamin. Diagnosa pra bedah Jenis tindakan Jenis operasi (bersih. Pengertian Tenaga keperawatan profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab dalam membantu terselenggarakannya pelaksanaan tindakan pembiusan di kamar operasi. kontaminasi.4 Perawat Anestesi 1. Tanggung jawab Secara administrative dan kegiatan keperawatan bertanggung jawab kepada kepala perawat kamar operasi dan secara operasional bertanggung jawab kepada ahli anestesi / ahli bedah dan kepala perawat kamar operasi. Tugas a. Membantu membersihkan kamar operasi setelah tindakan pembedahan 2. Membersihkan selang dan botol suction dari sisa jaringan serta cairan operasi 6.2. NaCl. 2. sedang. kecil) Bahan cairan yang dipakai (povidone iodine. ruangan dirawat. Mensterilkan selang suction yang dipakai langsung pasien 7. chlorhexidine gluconate) Pemakalan pisau bedah Pemakaian catheter Pemakaian benang bedah Pemakaian alat-alat lain Keterangan (berisi catatan penting selama proses pembedahan) 4. 3. kotor) Dokter anestesi Tim bedah (operator. selesai operasi) Golongan operasi (khusus. 4) Memasang infus atau transfusi darah. umur. 7) Memonitor kondisi fisik dan tanda vital pasien. perhidrol.Identitas pasien (nama pasien.

5) Memindahkan pasien ke ruang pulih sadar.585/MEN/KES/PER/1989. 3) Mengatur keseimbangan cairan dengan menghitung input dan output.b. Adapun tujuannya adalah agar anggota tim melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik serta penuh kesadaran terhadap pasien dan keluarga. tidak ada keluarga/perwalian persetujuan operasi dapat diberikan oleh pimpinan Rumah Sakit yang bersangkutan / pejabat yang berwenang.1 Persetujuan Operasi Persetujuan Operasi dari pasien atau keluarga merupakan hal yang mutlak diperlukan sebelum pembedahan dilaksanakan untuk menghindari tim bedah/rumah sakit dari tuntutan hukum bila ada hal-hal yang terjadi sehubungan dengan operasi yang dilakukan serta untuk melindungi pasien dari mal praktek. 4) Memantau tanda-tanda vital. Dalam keadaan emergency pasien tidak sadar. Saat Pembedahan 1) Membebaskan jalan napas dengan mengatur posisi pasien dan ETT. 5.2. 1. Pasien harus mendapat informasi yang lengkap dan jelas tentang . 6) Memantau efek obat anesthesi.3 Etika Kerja 2. c. Perihal: Persetujuan tindakan medik.2 Ruang Lingkup 2.3. 4) Memantau pasien terhadap efek obat anesthesi.1 Pengertian Yang dimaksud dengan etika kerja adalah nilai-nilai/norma tentang sikap perilaku/budaya yang baik yang telah disepakati oleh masing-masing kelompok profesi dikamar operasi. 2. 7) Mengembalikan alat anesthesi ke tempat semula 2. 5) Memberikan obat-obatan sesuai dengan program dokter anesthesi. sedang maupun besar harus ada persetujuan operasi secara tertulis.3. 3) Memantau dan mencatat perkembangan pasien post operasi. 2) Memantau tingkat kesadaran pasien. 6) Merapikan dan membersihkan alat anesthesi. Setelah Pembedahan 1) Mempertahankan jalan napas pasien. Setiap tindakan pembedahan kecil. 3. 2) Memenuhi keseimbangan gas medis. 4. Persetujuan operasi diperoleh dari pasien/keluarga yang bersangkutan atau perwalian yang sah menurut hukum.3. 2. Persetujuan operasi ini berdasarkan Ketentuan Permenkes No.

Semua petugas memahami tentang adanya ketentuan pembagian area kamar operasi dengan segala konsekwensinya dan memahami ketentuan tersebut. Setiap tindakan yang dilakukan dan peristiwa yang terjadi selama pembedahan harus dicatat dengan teliti.4 Pembersihan Kamar Operasi 2.2. 8. Khusus pada pasien dengan pembiusan regional (Lumbal anastesi) perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : Tim bedah harus bicara seperlunya. 3. 11. 4. . Persetujuan operasi merupakan dasar pertanggung jawaban yang sah bagi dokter kepada pasien/keluarga/wali. Persetujuan operasi harus disimpan dalam berkas dokumen pasien/rekam medik. ini bertujuan untuk tetap mempertahankan sterilisasi kamar operasi. 7. Semua orang yang masuk kamar operasi. Setiap petugas melaksanakan pemeliharaan alat-alat dan ruangan kamar operasi dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.4. Setiap perawat dikamar operasi harus melaksanakan asuhan keperawatan preoperatif sesuai dengan peran dan fungsinya. 6.prosedur tindakan pembedahan yang akan dilakukan serta akibatnya. 13. Anggota tim bedah mempunyai kewajiban untuk menjamin adanya kerahasiaan informasi/data pasien yang diperoleh pada waktu pembedahan terhadap pihak yang tidak berkepentingan. Setiap petugas kamar operasi harus bekerja sesuai dengan uraian tugas yang diberlakukan. 9. karena pasien dapat melihat don mendengar keadaan sekitarnya. 7. Pembatalan jadwal harus dijelaskan oleh ahli bedah kepada pasien dan keluarga. sehingga dapat dicegah infeksi nosokomial yang bersumber dan kamar operasi. 6. 12. Perubahan jadwal operasi harian yang dilakukan atas indikasi kebutuhan dan kondisi pasien harus ada persetujuan antara ahli bedah dan kepala kamar operasi. 2.3.1 Pengertian Kamar operasi secara rutin dan periodik selalu dibersihkan secara teratur. 5. Semua anggota tim harus melaksanakan jadwal harian operasi yang telah dijadwalkan oleh kepala kamar operasi. Setiap petugas harus memahami dan melaksanakan tehnik aseptik sesuai dengan peran dan fungsinya. tanpa kecuali wajib memakai baju khusus sesuai dengan ketentuan. 10. 2. Ahli anastesi harus menjelaskan kepada pasien/keluarga tentang efek obat bius yang digunakan dan hal-hal yang harus ditaati. 2.2 Tata tertib kamar operasi Tata tertib kamar operasi yang perlu ditaati : 1. agar dapat memberikan asuhan keperawatan secara paripuma.

Lepas semua perhiasan yang ada ditangan (jam tangan. 2. 8) Standart infus 9) Waskum dan standartnya. Basahilah tangan sampai siku dengan menggunakan air bersih yang mengalir (tempat cuci tangan khusus).1 Pembersihan rutin / harian. 5. 3) Mesin anesthesia dengan kelengkapan. 12) Jam dinding.3 Persiapan 1. .2 Macam Pembersihan Kamar Operasi 2. Sabun / larutan disinfektan (chlorhexidine gluconate 10%) 4. 2. 4) Meja mayo.1 Pengertian Cuci tangan pembedahan adalah membersihkan tangan dengan menggunakan sikat steril dan larutan desinfektan dibawah air mengalir dengan prosedur tertentu. 2.5. Jam dinding 7. 2.2. 5) Lampu operasi. cincin).2. Pemotong kuku 6.4 Sterilisasi ruangan.4.2 Pembersihan mingguan.5.4.2. 14) Tempat alat tenun kotor. Wastafel dengan air mengalir dan bersih. 2.2. 11) Tempat sampah dan standartnya.4.5 Cuci Tangan Pembedahan 2.2 Tujuan Tujuan cuci tangan adalah untuk menurunkan populasi kuman yang ada ditangan.5 Perawatan perlengkapan kamar operasi 1) Meja operasi.5.2. 13) Lampu penerangan.3 Pembersihan sewaktu.4. 6) Suction pump. 2) Meja instrument.5. gelang. 7) Diathermi.2. Cermin 2. 3. Sikat steril.4. 2.4 Cara Cuci Tangan 1. Handuk / waslap steril. 2. 10) Monitor ECG.4. Teteskan bahan antiseptik di telapak tangan. 2. 2. 3.

yaitu tangan kiri diatas punggung tangan kanan. Gosokkan telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri dengan jari-jari disilangkan. Bilas kedua tangan pada air bersih yang mengalir. 5. Gosok telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri dengan jari-jari disilangkan. Putar dan gosok jempol tangan kanan dengan tangan kiri berurutan sampai kelingking dan sebaliknya. Putar dan gosok ujung jari-jari dan jempol tangan kanan. 17. Ambil sikat steril dan ditetesi larutan antiseptik. setelah itu telapak tangan kemudian secara berurutan sikat setiap jari. 21. 7. 8. 3. Gosokkan telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri kemudian diulangi dengan sebaliknya. 24. Teman kerja (perawat sirkulasi) untuk membantu mengikat tali baju. Bilas dengan air bersih yang mengalir dan posisi jari tangan lebih tinggi dari posisi siku. 12. Gosok punggung jari-jari tangan kanan berhadapan dengan telapak tangan jari-jari saling terkunci.6.3 Persiapan 1. 13. jangan kembali ke tangan atau daerah pergelangan tangan yang sudah selesai disikat. 20. kernudian handuk dipisahkan dari benda stenil. . Bilas dengan air bersih yang mengalir.4. Untuk menghindari kontaminasi. 2. 16. 2. 10. 2. kemudian diulangi dengan sebaliknya yaitu tangan kiri diatas punggung tangan kanan. Posisi tangan setelah cuci tangan harus lebih tinggi dari siku tangan. 15. 19. Agar tidak terjadi path luka operasi. lanjutkan menyikat lengan atas sampai sedikit dibawah siku selama ±30 detik.1 Pengertian Adalah memakai / memasang baju steril pada diri sendiri atau orang lain setelah cuci tangan. keringkan dengan handuk steril satu persatu dari ujung jari menuju ke lengan dengan cara memutar pada tangan kanan dan sebaliknya. Putar dan gosok jempol tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.6. Gosokkan telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri.6 Memakai Gaun Bedah 2. Gosokkan telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri. 2. 22. kedepan dan kebelakang pada permukaan telapak tangan kiri dan sebaliknva. 18. Sikat ujung kuku. Gosok punggung jari-jari tangan berhadapan dengan telapak tangan.6. 2. dengan prosedur tertentu agar lokasi pernbedahan bebas dan mikroorganisme. Agar lokal pembedahan dalam keadaan aseptik. jari-jari saling terkunci. Pindahkan menyikat pada tangan yang belum disikat dengan cara seperti diatas.2 Tujuan 1. Baju steril dalam bungkusan set steril. diantara jari dan punggung tangan. 23. Ulangi lagi mencuci tangan dengan menetesi bahan antiseptik di telapak tangan. 6. 14. Hindarkan tangan yang sudah dicuci tersentuh dengan benda disekitamva. 11. Setelah selesai mencuci tangan. 9. Gosokkan telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri. Putar dan gosok ujung jari-jari dan jempol tangan kanan ke depan dan kebelakang pada permukaan telapak tangan kiri dan sebaliknya. 25.

Untuk menghindari kontaminasi. Buka lubang masuk tangan dengan sisi dalam menghadap pada yang akan dipasang.7 Memakai Sarung Tangan Steril 2.2. Pada saat rnemutar tidak boleh terjadi kontaminasi. Dengan korentang tali tersebut terjepit. 3. 2. 5. dia akan memasukkan tangannya pada gaun masuk.7. Buka bungkusan steril yang berisi baju steril oleh perawat sirkulasi 3. Buka ikat pinggang lalu berikan salah satu pada yang dipasang dan disuruh berputar dan berikan dan diikat. 6.4 Pelaksanaan 2. Untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka operasi. Buka lipatan gaun dengan hati-hati dengan rnemegang pada leher. .4. 2. hadapkan sisi gaun pada yang dipasang. Perawat sirkulasi membantu dari sisi dalam dan kemudian mengikat tali gaun. berikan salah satu ujung tali tersebut pada perawat sirkulasi.7. sambil diangkat kedua lengan direntangkan supaya gaun masuk. 7.4. 5. lakukan dengan hati . Ambil baju steril secara aseptic yaitu pegang baju pada garis leher bagian dalam dengan menggunakan tangan kiri dan posisi tangan kanan tetap setinggi bahu.hati sehingga tidak menyentuh tangan. 4.2 Tujuan 1.7. Dengan tangan kiri.6.3 Persiapan Sarung tangan steril sesuai ukuran pada tempatnya. Setelah tangan kanan dan kiri masuk. 2.6. Teknik memakai sarung tangan terbuka a. kemudian mengambil tali dan jepitan serta mengikat tali tersebut. 4. Cuci tangan dan pembedahan. 8. diikuti dengan tangan kiri dimasukkan ke lengan kiri. kemudian memasukkan tangan kanan. Tangan kiri tetap memegang bagian leher baju kanan dan masukkan tangan kanan ke lubang lengan baju kanan. Perawat sirkulasi berdiri dibelakangnya untuk membantu mengikat tali baju dengan menarik bagian belakang leher baju.7.2 Memakaikan pada orang lain : 1. 2.1 Teknik memakai sarung tangan sendiri : 1.6. 2. 2.1 Pengertian Adalah memasang sarung tangan steril pada tangan sendiri atau orang lain yang dicuci dengan prosedur tertentu. ambilah sarung tangan kanan pada lipatan. Setelah kita memakai baju dan sarung tangan steril ambil baju dengan menggunakan bagian luarnya. 2. orang yang memakai baju memutarkan badannya. Pertahankan tangan kita pada area luar gaun dengan lindungan lengan gaun. 2.4 Pelaksanaan 2. Buka tali ikat pinggang.1 Memakai baju steril untuk baju sendiri 1. Buka lipatan baju dengan cara melepaskan bagian yang terjepit tangan dan jangan sampai terkontaminasi.4.7.

Masukkan sarung tangan tersebut ke tangan pemakai. 2. selanjutnya tangan bagian kanan di buka hanya sebatas kelihatan jari saja. Cuff baju (ujung lengan baju) harus masuk kedalam sarung tangan tersebut. tangan kanan tetap tertutup dalam cuff gaun bedah. Tangan kanan mengambil sarung tangan kiri dengan menyelipkan jari-jari di bawah lipatan sarung tangan tersebut.2 Teknik memakaikan sarung tangan ke orang lain 1. tarik lengan gaun bedah tangan kanan bersamaan dengan pangkal sarung tangan tarik mendekati tubuh (menarik lengan tersebut ke pangkal lengan) sambil jari tangan kanan dibuka agar bagian jari tangan bisa langsung masuk ke bagian jari sarung tangan. c. e. 3. Buka tangan kiri yang sudah memakai gaun bedah sebatas kelihatan jari saja. Buka pangkal sarung tangan bagian kanan tersebut secara melebar dengan posisi sarung tangan sesuai posisi pemakai. f. Atur dan kencangkan sarung tangan tersebut apabila masih belum nyarnan di pakai.7. tarik lengan gaun bedah tangan kiri bersamaan dengan pangkal sarung tangan tank mendekati tubuh (menarik lengan tersebut ke pangkal lengan) sambil jari tangan kiri dibuka agar bagian jari tangan bisa langsung masuk ke bagian jari sarung tangan. c. Letakkan sarung tangan bagian kanan di atas telapak tangan kiri menarik pangkal sarung tangan bagian luar sampai menutupi bagian punggung tangan kanan dan tarik pangkal sarung tangan bagian dalam untuk menutupi bagian telapak tangan kanan. Buka bagian lengan tangan kanan operator/asisten operator sebatas jari tangan saja. kemudian menyiapkan sarung tangan steril kepada operator dan asisten operator setelah memakaikan gaun bedah steril. Bagian jari tangan kiri yang sudah terbuka. dengan menggunakan tangan kanan yang masib tertutup. dengan menggunakan tangan kiri yang sudah terpasang sarung tangan steril. Setelah tertutup bagian jari.b. Kita harus ingat bahwa tangan kita sudah steril. kemudian tangan kanan menarik pangkal sarung tangan bagian luar/bagian punggung untuk menutupi bagian punggung jari tangan kiri tersebut. g. Teknik memakai sarung tangan tertutup a. 2. masukkan ke dalam sarung tangan tersebut. Setelah lengan kiri terpasang. tangan kanan mengambil sarung tangan steril bagian kiri dan letakkan di atas telapak tangan kiri. Setelah perawat instrument memakai gaun bedah dan sarung tangan steril. b. Setelah tertutup langkah selanjutnya menarik pangkal sarung tangan bagian dalam/bagian telapak tangan untuk menutupi bagian telapak jari kiri tersebut. sampai ujung jari tangan pemakai tanpa sentuh. maka harus hati-hati tidak boleh terkontaminasi 2. 4. Setelah tertutup bagian jari. d. .4.

b. 2. laboratorium. Sangat efektif untuk virus AIDS. 2. Betadin 10 % dan yodium 2% mempunyai efek kerja yang sama.5 sampai dengan 8. 3. peralatan dan perlengkapan rumah sakit. Spora dan Virus hepatitis (sesuai dengan petunjuk pemakaian). Panas kering dengan menggunakan oven panas. 2.5.8 Cairan Desinfektan Cairan desinfektan yang biasa dan sering dipakai di dalam kamar operasi antara lain: 1. Tidak dapat membunuh spora dan virus hepatitis. Sedikit berefek membunuh euycetes. Dapat membunuh semua jenis kuman dan virus. Savlon pekat dapat membunuh kuman biasa tetapi tidak dapat membunuh TBC. 5. Dapat membunuh bakteri. Formalin a. spora. Mempunyai efek yang lebih baik diantara desinfektan yang ada.9. Desinfektan dalam bentuk tablet dapat dicampur dengan aniomic dan non-ionic detergen. 6. Ukuran sarung tangan orang asia dimulai dari ukuran 5. Fenol a. b. Dapat membunuh kuman biasa pseudomorus deroginosa dan basil TBC. b. Tidak boleh dipakai langsung ke badan rnanusia. cara ini sangat efisien dalam banyak hal. Dapat membunuh kuman biasa pseroginosa dan basil TBC. a. Untuk desinfektan di permukaan. jamur. Hepatitis B. e. 7. Tidak dapat mernbunuh sproa dan virus hepatitis B. Presept a. Tablet b. Alkohol 70%. c. c.9 Teknik Sterilisasi Sterilisasi adalah suatu proses teknik penghancuran microorganisme termasuk fungsi spora dan virus dengan tujuan membunuh micro organisme dan mencegah timbulnya infeksi akibat pemakaian alat pembedahan. Untuk memakaikan sarung tangan bagian kiri caranya seperti pada memakaikan sarung tangan bagian kanan juga tanpa sentuh Catatan : 1. 4. Ukuran sarung harus sesuai dengan ukuran tangan pemakai 2. b. tidak dapat untuk mensterilkan plastik dan karet. . 2. Cair 2.5. virus.1 Teknik Panas 1. Cidex a. protozoa. Uap panas dengan tekanan tinggi memakai autoclave. d.

dexon. Linen Linen set terdiri dari : a. Pembagian alat instrument a. catgut chrome.11. sutra. Logam (wire). Dengan menggunakan gas ethelin oxida (EO).5/0 . Sarung meja mayo 1 Buah 2. Linen besar 4 Buah b.3 Penampang benang 1. 3. Tidak diserap (non absorbic) sutra. Dengan menggunakan sinar ultra violet. 2. 1. vicril.9. kebutuhan untuk memperlancar pelaksanaan tindakan pembedahan serta menciptakan suasana yang harmonis dan kepuasan kerja. Linen kecil 13 Buah c. 2. Dengan menggunakan larutan kimia (cidex). 3.1. Merebus dengan air mendidih memakai sterilisator.9.1 Pengertian Berstandart adalah instrument dan alat tenun yang digunakan untuk tindakan pembedahan tertentu. 2. Instrument dasar Instrument dasar ini dipergunakan untuk pembedahan yang sifatnya sederhana dan tidak memerlukan instrument tambahan. Gaun operasi 5 Buah d.3/0.10 Benang pembedahan 2. Dengan memakai sinar elektron. Diserap (absorbic). prolene.0/0 mm). Monofilament : dermalon. 2. Submukosa usus mamalia: catgut plain. 2. Instrument dasar ini terdiri dari : .4 Ukuran diameter benang : 2.2 Teknik penyinaran ditujukan untuk sterilisasi ruangan 1.2 Tujuan Agar tersedianya alat sesuai dengan jumlah dan jenis.11 Set Standart Pembedahan 2. Tumbuh-tumbuhan : katun.10.1/0. 2.0. 2. 4. 2.3 Teknik Kimia 1.10.2 Menurut penyerapan 1. Dengan menggunakan uap kimia (formalin). vicryl.4/0. Polifilament : sutra. Sintetis : dexon. 2. dermalon. 2. 2.10.1 Asal / bahan benang 1.3.10.2/0. 2.11. 2. nylon.

Drill (bor) elektrik 3. Tap for 4. Curetage 1 b). Laila hak 1 2).Cutting Lup 1 buah c). Instrument tambahan Khusus a). Instrument tambahan Alat-alat yang digunakan untük tindakan pembedahan yang sifatnya kompleks dalam macam dan jenis pembedahannya. Knabel 4 d). Elevator 1 g). Rasparatorium 1 c).Gunting mikro 1 buah b).5ˆb). Instrumen tambahan pada 1). Spring hak 2 f).1) Desinfeksi klem : 1 2) Dock kiem : 6 3) Handvet mes no 4 : 2 4) Handvet mes no 3 : 2 5) Pinset anatomi : 2 6) Pinset chirurgie : 2 7) Vanpean lurus : 6 8) Vanpean bengkok : 6 9) Van kocher lurus : 6 10) Van kocher bengkok : 6 11) Macam-macam gunting : a) Gunting preparasi : 1 b) Gunting metzemboun : 1 c) Gunting benang : 1 12) NaId voelder : 2 13) Macam-macam wound haag : a) Wound haag gigi 4 tajam : 2 b) Wound haag gigi 4 tumpul : 2 c) Wound haag rowhaag : 2 d) Langen back : 2 b. Instrumen tambahan untuk basic fragmen a). Reseptor 1 buah 3).5mm . Instrument tambahan untuk Bedah Saraf a). Twist drill bit (mata bor) mm c). Depth gauge for screw (pengukur) ˆd). Hayet 2 e). Rascel 1 buah d).

Screw driver h).5 mmˆf). Sleeve tap for 4.9% ½ˆ13) Jarum jahitan besar lingkaran round dan cutting 14) Folley catheter 15) Macam-macam benang d. 1) Bengkok 2) Cucing 3) Kassa dan deppers 4) Mest no.e). Twist drill bit (mata bor) c). Alat penunjang non steril 1) Gunting verban 2) Hypafix 3) Tempat sampah 4) Suction pump 5) Mesin diathermi dan plat diathermi 2. Screw driver h). Screw dan plate c. Kamar bedah paling sedikit harus dilengkapi : a. Instrumen tambahan small fragmen : a). Drill (bor) elektrik 2.5mmˆ ˆf). Sleeve drill bit for 3. Meja operasi.7mmˆ 3.5 mm g). Sleeve drill bit for 2.7 mmˆb). Sleeve tap for g).5 mmˆd). Macam-macam alat dan bahan steril yang diperlukan untuk tindakan pembedahan. Depth gauge for screw (pengukur) 3.12 Peralatan Di Kamar Operasi 1. Lampu operasi. Tap for e). . b. Screw dan plate 4). 20 5) Sarung tangan berbagai ukuran 6) Diathermie (monopolar dan bipolar) 7) Selang dan canule suction 8) Korentang dan tempatnya 9) Washlap 10) Macam-macam spuit 11) Larutan desinfektan (povidone iodine 10%) 12) Cairan NaCI 0.

Alat-alat untuk pengepakan instrument dan alat-alat tenun. Penyimpanan dalam lemari kaca. b. j. 7. agar tahu siapa saja yang masuk dalam kamar bedah. g. Ruangan arsip Ruangan ini tempat penyimpan arsip penderita yang sudah dibedah. f. Peralatan anestesi. Perlengkapan untuk infus. h. d. Oksigen (O2). Obat-obatan. Standard infus. c. Kantor Ruangan ini selain tempatnya kepala instalasi juga merupakan tempat informasi. O2 dalam tabung. Tempat untuk kasa dan alat-alat tenun.c. c. 5. Perlengkapan observasi. . secara berkelompok menurut jenisnya instrument. juga merupakan ruangan administrasi bagi keperluan penderita yang akan dan sudah dibedah. Meja alat-alat dan instrument. Sterilisator. 3. Autoclave. Peralatan untuk mencuci sarung tangan. Skort plastik / karet. d. f. e. Tempat untuk merendam alat-alat. Alat penghisap. b. 4. Kamar sadar kembali (recorvery) a. Kamar cuci tangan ( Scrub-Up ) a. Tempat sampah. Diatermi. b. Perlengkapan cuci tangan ( sikat kuku dalam tempatnya ) dan bahan untuk cuci tangan. e. Standard lampu. Kamar sterilisasi di tempat a. Ternpat tidur beroda. Waskom + standard. 2. Lemari. juga tempat dimana pemesanan alat operasi dan jadwal operasi dapat dilihat. d. c. d. Perlengkapan premudikasi. g. i. 8. Laboratorium Laboratorium sederhana antara mencakupi pemeriksaan keadaan penderita yang mendadak / sesudah dilakukan pembedahan. Kamar instrument Untuk menyimpan instrument tambahan yang dipergunakan untuk operasi harian maupun cadangan. 6. Wastafel dengan krannya untuk 2 orang. Handuk. e. k. f.

daerah sacrum. operasi larynx. 11) Posisi Mukhammedien Operasi spinal column (sum-sum tulang) 12) Posisi Situng Operasi otak.2. ginjal. operasi tracheostomia. Urine b. 2) Posisi thyroiditis Operasi daerah leher (operasi thyroidectomy. belakang lutut.13 Limbah Kamar Operasi Limbah kamar operasi yaitu ada dua macam yaitu limbah padat dan limbah cair. hemorhoid. anus. 4) Posisi Trendelenburg Operasi uterus atau ovary. operasi tonsillectomy. bladder. sebelah dada. oesopagus. mess. operasi tangan dan kaki. 10) Posisi Jeck-knife Operasi rectum. operasi jantung. Darah c. operasi oesopagus. 2. adrenal glands. cervical vertebrae.14 Posisi Pembedahan 1) Posisi supine Operasi otak. 3) Posisi Cholelithiasis Operasi liver. pinggang. 5) Posisi Trendelenburg Memberikan anestesi kepada pasien yang full stomach (perut penuh). 7) Posisi Prono Operasi daerah belakang kepala. . selang infuse. Diantaranya limbah medis : kasa yang terkena darah. 9) Posisi Neprolithotomy Operasi ginjal. tendo achilis. adrenal glands. botol ampul. operasi daerah bahu. 1. 8) Posisi Lateral Operasi paru-paru. plastik. hip joint (panggul). spuit. jarum Sedangkan contoh limbah non medis : kertas. 6) Posisi Lithotomy Operasi kebidanan. punggung. Pus 2. operasi rectum. operasi bedah abdomen umum. operasi femur. Limbah cair a. Limbah padat Limbah padat ada dua yaitu : limbah medis dan non medis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful