P. 1
pERKEMBANGAN mANUSIA

pERKEMBANGAN mANUSIA

|Views: 166|Likes:

More info:

Published by: Khaeril Beibh (Amethyst) on Feb 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2015

pdf

text

original

Konsep Teknologi

MAKALAH KONSEP TEKNOLOGI

Karya Tulis ini dibuat untuk memenuhi Tugas Semester 3 sebagai pelengkap nilai akademik di Akademi Teknik Soroako (ATS)

Disusun oleh :

HAERIL

209027

MACHINNING

AKADEMI TEKNIK SOROAKO 2010

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

(PERKEMBANGAN HIDUP MANUSIA)

AKADEMI TEKNIK SOROAKO 2010

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga maklah ini ³ Perkembangan Hidup Manusia ³ dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makaah ini disusun berdasarkan apa yang penulis dapatkan dari berbagai referensi yang telah diusahakan untuk menyusun makalah ini agar lebih lengkap dan lebih baik. Sedikit analisa dan informasi yang disampaikan penulis kiranya dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menambah pengetahuan mengenai

perkembangan manusia. Penulis menyadari akan kekurangan dan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, Sehingga dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan, oleh karena itu saran dan kritik untuk melengkapi kekurangan tersebut sangat diharapkan oleh penulis. Terima kasih atas segala kesempatan dan perhatian yang diberikan oleh teman-teman dalam menyelesaikan penulisan dan penyusunan Makalah ini serta kepada semua pihak yang turut membantu. Akhir kata, penulis mengharapkan agar makalah ini tidak hanya sebagai pelengkap untuk memenuhi tugas saja, melainkan dapat dijadikan sebagai sebuah makalah yang bermanfaat dan dijaga sebagaimana mestinya.

Sorowako, November 2010 Penulis,

Tim Penysuan

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

DAFTAR ISI
Judul Makalah Kata Pengantar Daftar Isi ........................................................................................... (i)

........................................................................................................ (ii)

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang «««««««««««««««««« 01

BAB II Pembahasan 2.1 2.2 2.3 Proses Kehamilan ««««««««««««««««« 02

Proses perkembangan Janin «««««««««««««. 02 Proses Pertumbuhan ««««««««««««««««. 06

BAB III Penutup 4.1 Kesimpulan ««««««««.«««««««««««« 14

Daftar pustaka «««««««««««««««««««««««««.. 15

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan masyarakat modern ketergantungan hidup terhadap produk teknologi terutama teknologi informasi. Kemajuan iptek di era globalisasi (kehidupan tanpa tapal batas), menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan spesialisasi. Hal ini berpengaruh pada pola fikir, pola hidup dan perilaku. Teknologi disatu sisi membantu aktivitas hidup masyarakat, di sisi lain menjadikan sikap mental masyarakat malas, karena dibuai berbagai kemudahan. Kehidupan di zaman modern seolah-olah tidak akan dapat bertahan hidup tanpa bantuan produk teknologi.. hal ini memaksa keh idupan menjadi konsumtif. Pada saatnya akan menggusur nilai-nilai kemanusiaan yaitu kemandirian dalam mengatasi persoalan hidupnya. Nilai-nilai kemandirian sangat dibutuhkan karena di dalamnya ada unsur kreatifitas dan efisiensi. Situasi yang dilematis, perkembangan kehidupan modern biaya hidup menjadi tinggi, namun tidak mengikuti perkembangan jauh ketinggalan, ini merupakan problematika kehidupan modern. Untuk mengantisipasi dampak negative kemajuan iptek dan lajunya arus globalisasi yang cepat, perlu menyadari untuk segera membekali peserta didik dengan kemampuan dasar diantaranya nilai-nilai kemandirian.

Akademi Teknik Sorowako 2010

K

sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi berlangsung selama 0 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya.

2.2 Proses Perkembangan Janin

Akademi Teknik Sorowako 2010

§   ¡¦£¥ ¤£¢¡ 
l

i

B B E B
il
Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel

2.2.1 Dimulai pada minggu ke 4-8: Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistim vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. wajah, Muncul mata, jari tulang-tulang kaki, dan

tangan.Pada fase ini pun sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung di dalam

Konsep Teknologi

rahim. Air ketuban akan menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.

2.2.2 Pada minggu ke 8-12: Organ-organ tubuh utama janin telah

terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya,

sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, j nin a mulai dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.

2.2.3 Pada minggu ke 12-16: Paru-parunya janin mulai

berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat

membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.

Akademi Teknik Sorowako 2010

K

Akademi Teknik Sorowako 2010 

¨ ¨© ©¨
l
2.2.

i

Pada minggu ke 16-20: Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat

dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.

2.2.5 Pada minggu ke 20-24: Pada saat ini, alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping

hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu

tertentu untuk tidur. Berkat teknologi 3D Ecography, anda bisa melihat sang janin dengan jelas, bahkan ekspresi wajahnya.

2.2.6 Pada minggu ke 24-28: Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar

Konsep Teknologi

(lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. 2.2.7 Pada minggu ke 28-32: Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paruparunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna. 2.2.8 Pada minggu ke 36: Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah

menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh

sebagaian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala ke rongga panggul (bayi sudah turun). 2.2.9 Pada minggu ke 38: Kepalanya telah berada rongga dilahirkan. menunjukkan panggul, Hal bahwa siap pada untuk tersebut waktu

persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah mempersiapkan diri bagi kelahirannya ke dunia.

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

2.2.10 Pada minggu ke 40 [9 Bulan]: Apa yang dulunya hanyalah sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya. Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan rumahnya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu KELAHIRAN! Walaupun proses ini menyakitkan bagi sang ibu dan sang bayi tetapi melalui hal inilah KEAJAIBAN KEHIDUPAN TERJADI

2.3 Proses Pertumbuhan
Dalam manusia Makalah pada ini perkembangan kita harus umumnya,

membedakan dua hal yaitu proses pematanga dan proses belajar. Selain itu masih ada hal ketiga yang ikut menentukan perkembangan yaitu pembawaan dan bakat.

PEMATANGAN, bearti proses pertumbuhan yang menyangkut penyempurnaan fungsi-fungsi tubuh sehingga mengakibatkan perubahanperubahan tingkah laku terlepas adri ada atau tidak adanya proses belajar. Perubaahn-perubahan tingkah laku karena proses pematangan ini dapat diperhitungkan dan diperkirakan seja semula. Misalnya, kita dapat memperhitungkan perkembangan seorang bayi, yaitu bahwa mula-mula ia dapat telungkup, setelah itu merangkak, kemudian duduk, berdiri, dan akhirnya berjalan. Perkembangan ini ditentukan oleh proses pematangan

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

organ-organ tubuh dan terjadi pada setiap bayi normal, sehingga kita dapat memperhitungkan sebelumnya.

BELAJAR, bearti mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak dengan lingkungan. Pada manusia penting sekali blajar melali kontak sosial agar manusia dapat hidup dalam masyarakat dengan struktur kebudayaan yang rumit itu. Ada tingkah laku yang ditentukan semata-mata oleh pross pematangan seperti halnya dengan berjalan, ada pula tingkah laku yang lebih dipengaruhi oleh proses belajar misalnya beremosi, tetapi kebanyakan tingkah laku manusia ditentukan oleh kedua-duanya. Kemampuan berbicara misalnya, ditentukan baik oleh proses pematangan maupun proses belajar. Seorang anak baru bias belajar berbicara kalau organ-organ tubuhnya sedang matang untuk itu,sedangkan bahasa yang digunakannya untuk berbicara didapatnya dari mendengar dan meniru dari orang lain (latihan belajar). Latihan yang diberikan sebelum taraf kematangan tertentu tercapai, tidak akan memebri hasil, atau paling banyak hanya akan memberi hasil sementara. Misalnya, seorang anak yang belum matang untuk diajar membaca, tidak akan dapat diajari membaca. Latihan latihan yang diberikan terlalu awal seperti ini, kalau gagal bahkan akan lebih banyak mengecewakan anak yang bersangkutan. Anak yang dipaksa belajar membaca sedangkan ia belum cukup matang untuk itu akan menegrahkan energinya lebih banyak daripada semestinya, dan kalau gagal frustasinya lebih besar, di samping banyak energi terbuang percuma.

2.3.1 Tahap Bayi (Infancy): Sejak lahir hingga usia 18 bulan. Hasil perkembangan ego: trust vs mistrust (percaya vs tidak percaya) Kekuatan dasar: Dorongan dan harapan Periode ini disebut juga dengan tahapan sensorik oral, karena orang biasa melihat bayi memasukkan se gala sesuatu ke dalam mulutnya. Sosok Ibu memainkan peranan terpenting untuk memberikan perhatian positif dan penuh kasih kepada anak, dengan penekanan pada kontak visual dan sentuhan. Jika periode ini dilalui dengan
Akademi Teknik Sorowako 2010

K

2.3.2 Tahap Kanak-Kanak Awal (Early Chil hood): 18 Bulan hingga 3 tahun Hasil perkembangan ego: autonomy vs shame (otonomi vs rasa malu) Kekuatan dasar: Pengendalian diri, keberanian, dan kemauan ( ill) Selama w tahapan mempelajari untuk sekedar bicara, sendiri, juga mempelajari perkembangan lebih latihan dihargai: masa halus, yang toil t ini, motorik yang termasuk sangat trai i g. diri belajar dan ini individu ketrampilan sendiri. Bukan berjalan, makan melainkan

berkesempatan untuk belajar tentang harga diri dan otonomi, seiring dengan berkembangnya kemampuan mengendalikan bagian tubuh dan tumbuhnya pemahaman tentang benar dan salah. Salah satu ketrampilan yant muncul di

Akademi Teknik Sorowako 2010

&&

$

%

# "! 
l
tetap.

i

baik, bayi akan menumbuhkan perasaan trust (percaya) pada lingkungan dan melihat bahwa kehidupan ini pada dasarnya baik. Sebaliknya, bila gagal di periode ini, individu memiliki perasaan mistrust (tidak percaya) dan akan melihat bahwa dunia ini adalah tempat yang mengecewakan dan penuh frustrasi. Banyak studi tentang bunuh diri dan usaha bunuh diri yang menunjukkan betapa pentingnya pembentukan keyakinan di tahun -tahun awal kehidupan ini. Di awal kehidupan ini begitu penting meletakkan dasar perasaan percaya dan keyakinan bahwa tiap manusia memiiki hak untuk l hidup di muka bumi, dan hal itu hanya bisa dilakukan oleh sosok Ibu, atau siapapun yang dianggap signifikan dalam memberikan kasih sayang secara

Di

individu

K

Akademi Teknik Sorowako 2010

4' '(302 10)('
l

i

periode adalah kemampuan berkata TIDAK. Sekalipun tidak menyenangkan orang tua, hal ini berguna untuk pengembangan semangat dan kemauan. Di sisi lain, ada kerentanan yang bisa terjadi dalam periode ini, khususnya berkenaan dengan kegagalan dalam proses toilet training atau mempelajari skill lainnya, yang mengakibatkan munculnya rasa malu dan ragu-ragu. ebih jauh, individu akan kehilangan rasa percaya dirinya. Dalam periode ini, hubungan yang signifikan adalah dengan orang tua.

2.3.3 Tahap Usia Bermain (Play Age): 3 hingga 5 tahun Hasil ego: perkembangan vs guilt

initiative

(inisiatif vs rasa bersalah) Kekuatan dasar: Tujuan

Pada periode ini, individu biasanya gambaran memasukkan tentang orang

dewasa di sekitarnya dan secara inisiatif dibawa

dalam situasi bermain. Anak laki-laki bermain dengan kuda-kudaan dan senapan kayu, anak perempuan main ³pasar-pasaran´ atau boneka yang mengimitasi kehidupan keluarga, mobil-mobilan, handphone mainan, tentara mainan untuk bermain peran, dsb. Di masa ini, muncul sebuah kata yang sering diucapkan seorang anak:´KENAPA?´ Sesuai dengan konsep Freudian, di masa ini anak (khususnya laki-laki) juga sedang berjuang dalam identitas gender -nya yang disebut ³oedipal struggle´. Kita sering melihat anak laki laki yang bermain dengan alat kelaminnya, saling menunjukkan pada sesama anak laki -laki, atau bahkan menunjukkan pada anak perempuan sebaya. Kegagalan melalui fase ini menimbulkan perasaan bersalah.

K

Akademi Teknik Sorowako 2010

B5 56A8@ 98765
l
2.3. tunggal.

i

Hubungan yang signifikan di periode ini adalah dengan keluarga inti (ayah, ibu, dan saudara).

Tahap Usia Sekolah (School Age): Usia 6 ± 12 tahun Hasil perkembangan

ego: Industry vs Inferiority (Industri vs Inferioritas)

Kekuatan dasar: Metode dan kompetensi Periode ini sering disebut juga dengan periode individu laten, sepintas karena hanya

menunjukkan pertumbuhan fisik tanpa perkembangan aspek mental yang berarti, berbeda dengan fase fase sebelumnya. Kita bisa simak, dalam periode sebelumnya pertumbuhan dan perkembangan berbilang bulan saja untuk manusia agar bisa tumbuh dan berkembang. Ketrampilan baru yang dikembangkan selama periode ini mengarah pada sikap industri (ketekunan belajar, aktivitas, produktivitas, semangat, kerajinan, dsb), serta berada di dalam konteks sosial. Bila individu gagal menempatkan diri secara normal dalam konteks sosial, ia akan merasakan ketidak mampuan dan rendah diri. Sekolah dan lingkungan sosial menjadi figur yang berperan penting dalam pembentukan ego ini, sementara orang tua sekalipun masih penting namun bukan lagi sebagai otoritas

2.3.5 Tahap Remaja (Adolescence): Usia 12 hingga 18 tahun Hasil perkembangan ego: Identity vs Role confusion (identitas vs kebingungan peran) Kekuatan dasar: devotion and fidelity (kesetiaan dan ketergantungan) Bila sebelumnya perkembangan lebih berkisar pada apa yang dilakukan untuk saya, sejak stage perkembangan ini perkembangan

K

Akademi Teknik Sorowako 2010

PC CDIFH GFEDC
l
persahabatan.

i

tergantung pada apa yang saya kerjakan. Karena di periode ini individu bukan lagi anak tetapi belum menjadi dewasa, hidup berubah sangat kompleks karena individu berusaha mencari identitasnya, berjuang dalam interaksi sosial, dan bergulat dengan persoalan-persoalan moral. Tugas

perkembangan di fase ini adalah menemukan jati diri sebagai individu yang terpisah dari keularga asal dan menjadi bagian dari lingkup sosial yang lebih luas. Bila stage ini tidak lancara diselesaikan, orang akan mengalami kebingungan dan kekacauan peran. Hal utama yang perlu dikembangkan di sini adalah filosofi kehidupan. Di masa ini, seseorang bersifat idealis dan mengharapkan bebas konflik, yang pada kenyataannya tidak demikian. Wajar bila di periode ada kesetiaan dan ketergantungan pada teman.

2.3.6 Tahap Dewasa Awal (Young Adulthood): Usia 18 hingga 35 tahun Hasil perkembangan ego: Solidarity vs Isolation (Solidaritas vs isolasi)

Kekuatan dasar: affiliation and love (kedekatan dan cinta) angkah awal

menjadi dewasa adalah mencari teman dan cinta. Hubungan rasa melalui senang yang dan saling puas, dan

memberikan utamanya

perkawinan

persahabatan. Keberhasilan di stage ini memberikan keintiman di level yang dalam. Kegagalan di level ini menjadikan orang mengisolasi diri, menjauh dari orang lain, dunia terasa sempit, bahkan hingga bersikap superior kepada orang lain sebagai bentuk pertahanan ego. Hubungan yang signifikan adalah melalui perkawinan dan

K

Akademi Teknik Sorowako 2010

XQ QRWTV UTSRQ
l
keluarga. mati kematian

i

2.3.7 Tahap Dewasa (Middle Adulthood): Usia 35 hingga 55 atau 65tahun Hasil perkembangan ego: Generativity vs Self Absorption or Stagnation Kekuatan dasar: production and care (produksi dan perhatian) Masa ini dianggap penting karena dalam periode inilah individu cenderung penuh dengan pekerjaan yang kreatif dan bermakna, serta berbagai permasalahan di seputar keluarga. Selain itu adalah masa ³berwenang´ yang diidamkan sejak lama. Tugas yang penting di sini adalah mengejawantahkan budaya dan meneruskan nilai budaya pada keluarga (membentuk karakter anak) serta memantapkan lingkungan yang stabil. Kekuatan timbul melalui perhatian orang lain, dan karya yang memberikan sumbangan pada kebaikan masyarakat, yang disebut dengan generativitas. Jadi di masa ini, kita takut akan ketidak aktifan dan ketidak bermaknaan diri. Sementara itu, ketika anak-anak mulai keluar dari rumah, hubungan interpersonal tujuan berubah, ada kehidupan yang berubah drastic, individu harus menetapkan makna dan tujuan hidup yang baru. Bila tidak berhasil di stage ini, timbullah self absorpsi atau stagnasi. Yang memainkan peranan di sini adalh komunitas dan

2.3.7 Tahap Dewasa Akhir ( ate Adulthood): Usia 55 atau 65tahun hingga

Hasil perkembangan ego: Integritas vs Despair (integritas vs keputus asaan)

Kekuatan dasar: wisdom (kebijaksanaan) Orang berusia lanjut yang bisa melihat kembali masa-masa yang telah dilaluinya dengan bahagia, merasa tercukupi, dan merasa telah memberikan kontribusi pada kehidupan, ia akan merasakan integritas. Kebijaksanaannya yang tumbuh menerima kelu asan dunia dan menjelang sebagai kelengkapan kehidupan. Sebaliknya, orang yang

Konsep Teknologi

menganggap masa lalu adalah kegagalan merasakan keputus asaan, belum bisa menerima kematian karena belum menemukan makna kehidupan. Atau bisa jadi, ia merasa telah menemukan jati diri dan meyakini sekali bahwa dogma yang dianutnyalah yang paling benar.

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan  Dalam perkembangan kehidupan manusia, Sang Pencipa telah mengkonsep dalam beberapa fase. Fase tahapan itu meliputi: a) b) c) d) e) f) proses pertemuan, proses pembuahan, proses pertumbuhan, proses pemberian roh/ jiwa, proses perakitan organ-sistem organ, dan proses pendewasaan/ modernisasi individu. 

Ada tiga periode penting pertumbuhan mulai dari periode germinal sampai periode terbentuknya fetus: a) Periode Germinal (Minggu 0 ± 3) Proses pembuahan telur oleh sperma yang terjadi pada minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi terakhir. Telur yang sudah dibuahi sperma bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding uterus (endometrium).

b)

Periode Embrio (Minggu 3 ± 8 ) Proses dimana sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan

struktur anatomi mulai terbentuk seperti mata, mulut dan lidah mulai terbentuk, sedangkan hati mulai memproduksi sel darah. Janin mulai berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1,3 cm dengan kepala yang besar

c)

Periode Fetus (Minggu 9 ± 12) Periode dimana semua organ penting terus bertumbuh dengan

cepat dan saling berkaitan dan aktivitas otak sangat tinggi.

Akademi Teknik Sorowako 2010

Konsep Teknologi

DAFTAR PUSTAKA

C.S. Desai Sri Jatno Wirjosoedirjo., Perkembangan Manusia, Erlangga, Jakarta, 1996. Hantoro, S., Tiwan. (2005) Perkembangan Hidup Manusia, Volume 10, Nomor 1, Maret 2005 http://www.scribd.com/doc/30264968/Perkembangan-manusia. pdf http://www.link.or.id/search.php?kword=awal+mula+manusia.http Ir. Jac. Stolk, Ir. C. Kros, 1994, Tahap Mula Manusia´, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Sularso, Kiyokatsu Suga. Pertumbuhan Manusia Jilid 3.PT. Pradya Paramitha , Jakarta.1997.

Akademi Teknik Sorowako 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->