MAKALAH FARMASETIKA KAPSUL (Capsulae

)

Kelompok IV Oleh : Intan Faranitha Silfia Rahima Putri Revita Saputri Linda Pujiyanti Raina Heryani Saftia Aryzki Rio Umar Hadi M. Anggi Rahaya Nadia Kamalia Khairun Athiya

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2009

1 1.2 BAB II ISI BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN 6 LATAR BELAKANG TUJUAN i ii 1 BAB I .DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.

Obat adalah semua bahan tunggal/campuran yang dipergunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun luar guna mencegah. gel. mengurangi. Menghilangkan atau menutupi rasa pahit atau rasa tak enak dari obatnya 6. kapsul. Bahan yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit 5. Menurut legalitasnya obat ada obat yang terdaftar dan . Melindungi obat dari kerusakan akibat asam lambung 3. emulsi. suspensi. sirup. Sedangkan menurut cara penyiapannya ada obat yang jadi dan ada obat racikan. Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa. meringankan ataupun menyembuhkan penyakit.PENDAHULUAN 1. Bahan yang digunakan untuk menyembuhkan gangguan fungsi tubuh 6.VII/1971). 90/Kab/B. Bahan yang digunakan untuk memperelok badan atau bagian badan (kosmetika) Bentuk-bentuk sediaan dari obat yaitu tablet. dan lain masih banyak bentuk sediaan lainnya. Bahan yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit 4.1 Latar Belakang Pengertian obat secara umum. Memudahkan penggunaan obat untuk tujuan terapi 4. misalnya saja obat paten. Membuat serbuk yang tak larut atau tak stabil dalam larutan dibuat suspensi Obat ada beberapa macam. Bentuk sediaan obat dapat berfungasi sebagai : 1. Bahan yang digunakan untuk pencegahan 3. luka atau untuk memperelok badan atau bagian badan manusia (SK Menkes RI No. salep. Membuat pelepasan obat yang teliti. Melindungi obat dari kerusakan akibat udara 2. obet tetes. pil. menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit. tepat dan aman 5. serbuk. Berdasarkan dafinisinya. fungsi obat adalah : 1. krim. menghilangkan. Bahan yang digunakan untuk diagnosa 2.mencegah. kelarutan. obat generic dan obat i generic berlogo (OGB).

yaitu : obat analgesicantipiretik. obat anti TBC (OAT). obat antihipertensi. Mengetahui sediaan obat dalam bentuk sediaan kapsul Mengetahui kauntungan dan kerugian dari pemakaian obat dengan bentuk sediaan kapsul.ada obat yang palsu. 1. obat anti amoeba. obat antimalaria. dengan resep dokter dan dengan apoteker (DOWA). obat antidiare. obat antianemia. dan masih banyak khasiat lainnya. Obat mempunyai khasiat yang bermacam-macam.2 Tujuan Tujuan dari dibuatnya makalah tentang sediaan obat berupa kapsul ini adalah 1. ii BAB II ISI KAPSUL . obat anti cacing. 2. Cara memperoleh obat dengan tanpa resep dokter.

Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. 00. Ukuran kapsul keras menurut besarnya dapat diberi nomor urut dari besar ke kecil sebagai berikut : no. Capsulae Gelatinosae operculatae atau kapsul keras. tapi dapat juga terbuat dari pati atau bagian lain yang sesuai. Kapsul lunak merupakan satu kesatuan berbentuk bulat atau silindris (pearl) atau bulat telur (globula) yang dibuat dari gelatin (kadang disebut dengan gel lunak) atau bahan lain yang sesuai. 000. 2007). Kapsul keras sering digunakan di apotik dalam pelayanan campuran obat yang ditulis dokter (Anief. dan air dan merupakan cangkang kapsul yang bening tak bewarna dan tak berasa. Kapsul keras terdiri dari wadah dan tutup. gula. 0. Biasanya lebih tebal dari pada cangkang kapsul keras dan dapat diplastisasi dengan penambahan senyawa poliol. Cangkang kapsul keras dibuat dari campuran Gelatin. Soft capsule atau kapsul lunak . Cangkang umumnya terbuat dari gelatin. seperti sorbitol atau gliserin. Ukuran cangkang kapsul keras bervariasi. 1995) Kapsul terbagi atas kapsul cangkang keras (capsulae durae. (Anief. Macam-macam kapsul : 1. Capsulae Gelatinosae opercultae (kapsul keras). Kapsul harus disimpan pada tempat yang tidak lembab dan sebaiknya disimpan di wadah yang diberi zat pengering. gula dan air dan merupakan cangkang kapsul yang bening tak berwarna dan tak berasa. 1 2. Cangkang kapsul dibuat dari Gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. dari nomor paling kecil (5) sampai nomor paling besar (000) (Anonim. 3. 2007). dibuat dari campuran gelatin.hard capsule) dan kapsul cangkang lunak (capsulae molles). 2. 1. Kapsul dapat diberi warna macam-macam agar menarik dan dapat dibedakan dengan kapsul yang mengandung obat lain. Cangkang dapat pula dibuat dari Metilsselulosa atau bahan lain yang cocok.

timbang seluruh bagian cangkang kapsul. timbang agi satu-persatu. Waktu yang terlama hancur diantara 5 kapsul itu yang 2 dinyatakan sebagai waktu hancur kapsul yang bersangkutan padat/pasta/salep . Kapsul cangkang lunak memiliki bermacam-macam bentuk dan biasanya dapat dipakai untuk rute oral. 2007). timbang lagi satu persatu.Kapsul dinyatakan hancur jika sudah tidak ada lagi bagian kapsul yang tertinggal di atas kasa d.Kapsul yang berisi bahan padat Timbang 20 kapsul. Keluarkan semua isi kapsul. Kapsul lunak dapat pula diberi warna macam-macam (Anief. atau juga dapat diisi dengan bahan padat . Buang cairan cucian. Kelompok kapsul yang berisi bahan cair atau setengah Timbang 10 kapsul sekaligu.Merupakan kapsul tertutup dan berisi obat yang pembuatan dan pengisian obatnya dilakukan dengan alat khusus. Cangkang kapsul lunak dibuat dari Gelatin ditambah Gliserin atau alkohol polihidris seperti Sorbitol untuk melunakan gelatinnya.Masukkan 5 butir kapsul dalam keranjang b. keluarkan semua isi kapsul. catat bobotnya. vaginal. cuci cangkang kapsul dengan eter. serbuk atau zat padat kering. Keseragaman bobot a. Kapsul ini biasanya mengandung air 6 – 13%. Hitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata isi tiap kapsul. Kapsul harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1. hitung bobot isi tiap kapsul dan hitung bobot rata-rata isi tiap kapsul b. biarkan hingga tak berbau eter lagi. Cara pengujian waktu hancur : a. rektal atau topikal. Timbang seluruh bagian cangkang kapsul. Waktu hancur Ditentukan dengan satu alat yang disebut desintegrator tester. diisi dengan bahan cairan bukan air seperti polietilglikol (PEG) berbobot molekul rendah. Naik turunkan keranjang secara teratur 30 kali setiap menit c. 2.

Bila melakukan pengisian dengan cara ini sebaiknya menggunakan sarung tangan untuk mencegah alergi yang mungkin timbul karena tidak tahan terhadap obat 3 . 3.3. 2006). yaitu dengan: 1. Keseragaman sediaan Terdiri atas keeragaman bobot untuk kapsul keras dan keseragaman kandungan untuk kapsul lunak 4. 2006). Ada tiga cara pengisian kapsul. Cara ini sering digunakan di apotek. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul. Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutupi obat yang memiliki rasa dan bau tidak enak. Tangan Cara ini merupakan cara yang paling sederhana arena menggunakan tangan tanpa bantuan alat lain. Mudah ditelan dan cepat hancur/larut dalam perut sehingga obat cepat diabsorpsi Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda beda sesuai kebutuhan pasien. 5. Uji Disolusi Dilakukan untuk kapsul gelatin keras. 4. 2. 2. Kerugian pemberian bentuk sediaan kapsul. Bentuknya menarik dan praktis. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang mudah menguapa karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan. antara lain: 1. 3. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang higroskopis. Kapsul dapat diisi dengan capat karena tidak memerlukan bahan tambahan atau pembantu seperti pada pembuatan pil dan tablet. (Syamsuni. Tidak dapat diberikan pada balita dan tidak bisa dibagi-bagi (Syamsuni. 4. antara lain: 1. Keuntungan pemberiaan bentuk sediaan kapsul.

NaNO2 akan merusak dinding kapsul sehingga mudah rapuh karena meresap air dari cangkang kapsul. tertutup rapat yang juga diberi bahan pengering. Sehingga penambahan bahan inert dapat menghambat proses ini. 3. Alat mesin Untuk memproduksi kapsul secara besar-besaran dan menjaga keseragaman kapsul. Hal ini diatasi dengan menambahkan baha yang inert pada masingmasing bahan. 2. perlu digunakan alat otomatis mulai dari membuka. Mengandung zat yang higroskopis. 2. tertutup rapat dan diberi bahan pengering (slika gel) atau terbuat dari wadah botol – plastic. Untuk memasukkan obat kedalam kapsul. Mengandung campuran eitecticum (memiliki titik lebur lebih rendah daripada titik lebur semula pada zat yang dicampur) sehingga menyebabkan kapsul rusak atau lembek. terbuat dari botol – gelas. mengisi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan kapsul adalah bahan yang dapat merusak cangkang kapsul antara lain adalah : 1. dan menutup kapsul (Syamsuni. Sebaliknya. dapat dilakukan dengan cara membagi serrbuk sesuai dengan jumlah kapsul yang diminta. terbuat dari alumunium – foil dalam strip. Dengan alat ini. NaI. jika disimpan ditempat terlalu kering kaspul akan kehilangan airnya sehingga menjadi rapuh dan mudah pecah sehingga penyimpanan kapsul sebaiknya dalam tempat atau ruangan yang tidak terlalu lembab atau dingin dan kering. baru kedua bahan dicampurkan. akan didapatkan kapsul yang lebih seragam dan penkerjaannya yang dapat lebih cepat.tersebut. Alat bukan mesin Alat yang dimaksud disini adalah alat yang menggunakan tangan manusia. Serbuk yang mudah mencair seperti KI. 4 . 2006) Cangkang kapsul mengandung air dengan kadar 10 – 15 % menurut FI IV sehingga jika disimpan dalam tempat yang lembab maka kapsul akan menjadi lunak dan melengket satu sama lain serta sukar ibuka karena kapsul dapat menyerap air dari udara yang lembab.

5.3. Bahan cairan kental dalam jumlah sedikit dapat dikeringkan dengan menambahkan bahan inert baru dimasukkan ke dalam kaspul. 5 . Serbuk yang mempunyai bobot jenis ringan atau berbentuk kristal harus digerus terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam kapsul. Untuk minyak lemak dapat langsung dimasukkan dalam kapsul kemudian ditutup tetapi minyak yang mudah menguap harus diencerkan terlebih dahulu dengan minyak lemak sampai kadarnya 40% sebelum dimasukkan ke dalam kapsul agar tidak merusak dinding kapsul. 4.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah 1. waktu hancur. 6 . 6. Kapsul selain memiliki keuntungan juga memiliki kerugian. Kapsul dapat diisi dengan 3 cara yaitu dengan tangan. 5. Kapsul terdiri atas kapsul keras (capsulae durae) dan kapsul lunak (capsulae molles). keseragaman sediaan dan uji disolusi. Kapsul harus memiliki syarat sebagai berikut yaitu keseragaman bobot. dengan alat bukan mesin dan dengan alat mesin. 3. Dalam pembuatan sediaan kapsul harus diperhatikan sifat dari bahan yang dipergunakan. 4. Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut 2.

Jakarta. . 2007. Farmakope Indonesia Edisi IV. Syamsuni. Moh. 1995. Gadjah Mada University Press. Farmasetika.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta. Yogyakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Penerbit Buku Kedokteran. 2006. Anief.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful