P. 1
Catatan Kelas IX Bag 2

Catatan Kelas IX Bag 2

|Views: 232|Likes:
Published by Bernadeta Yosefani

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bernadeta Yosefani on Feb 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2015

pdf

text

original

CATATAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS IX SMPN 2 PURWOKERTO PELAJARAN 4 : BERIMAN KRISTIANI

1. Orang beriman kristiani adalah orang yang hidup dan tindakannya diwarnai dan dimotivasi oleh iman kristianinya, bukan sekedar oleh alasan keagamaan yang cenderung lahiriah. Seorang beriman kristiani adalah orang yang selalu menyandarkan hidupnya pada Kristus dan menyadari bahwa seluruh peristiwa hidupnya merupakan karya Kristus yang menyelamatkan. 2. Hidup beriman kristiani mempunyai beberapa aspek : a. Pengalaman Religius Pengalaman religius adalah pengalaman di mana manusia sungguh menghayati karya dan kebaikan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus. Pengalaman itu membuat manusia sampai pada kemauan bebas untuk menyerahkan diri kepada Kristus. b. Penyerahan Iman Penyerahan iman adalah jawaban atas wahyu Allah yang telah berkarya. Dengan penyerahan iman, orang tidak hanya mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi juga mewujudkan tindakan atau perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya. Dalam Mat 7:21 Yesus bersabda “Bukan setiap orang yang bersabda kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”. c. Pengetahuan Iman Orang beriman kristiani dituntut untuk terus-menerus mampu mempertanggungjawabkan imannya. 3. Dalam Gereja Katolik ada sejumlah ciri penghayatan iman : a. Melalui Sakramen Baptis, orang kristiani dilahirkan kembali dalam Tuhan dan dilantik menjadi putra-putri Allah. b. Orang Kristiani selalu menerima dan merayakan sakramensakramen sebagai sarana di mana Tuhan ingin menyelamatkan umat-Nya. c. Orang Kristiani bersatu dalam kasih, doa, pelayanan dan kesaksian.

PELAJARAN 5 : PERJUANGAN PENGEMBANGAN IMAN
1. Seperti halnya kesehatan harus diusahakan dan diperjuangkan, demikian juga perkembangan hidup beriman. Iman perlu dikembangkan dengan berbagai usaha, karena iman yang kuat akan membuat kita tumbuh sebagai pribadi yang utuh. 2. Orang yang imannya berkembang tampak dalam tutur kata serta tindakan-tindakannya semakin berkenan bagi Tuhan dan banyak orang. Pengalaman doa dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam memperkembangkan iman telah memotivasi dirinya di dalam berperilaku dan bertindak. 3. Pengetahuan iman tidak selalu ada hubungannya dengan hidup beriman. Orang yang memiliki pengetahuan iman yang luas dan dalam tetapi jika perilaku dan tutur katanya tidak menunjukkan kebaikan, maka orang

tersebut dapat dikatakan memiliki “iman yang tidak berkembang”. Pengetahuan imannya tidak bermakna dan doanya hanya di bibir dan tidak tulus. 4. Faktor yang sering menghambat dalam kegiatan pengembangan iman antara lain : a. Kecenderungan bermalas-malasan dan bersantai-santai saja. b. Terlalu disibukkan oleh banyak kegiatan lain yang tidak berguna. c. Banyaknya acara hiburan atau TV yang menyita seluruh perhatian sehingga acara atau kegiatan rohani diabaikan. 5. Faktor-faktor yang mendukung dalam kegiatan pengembangan iman : a. Keinginan untuk memiliki bekal hidup agar mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam hidup sehari-hari, bisa hidup lebih bermutu, mampu berjasa bagi orang lain dan semakin bijak. b. Usaha untuk meneladan tokoh-tokoh dalam Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan tokoh-tokoh gereja (orang kudus/santo-santa). 6. Bagi orang kristiani, iman adalah harta terindah yang dianugerahkan oleh Roh Kudus. Harta ini harus dipelihara dan dikembangkan. Pengembangan iman tidak hanya atas usaha sendiri, tetapi juga perlu bantuan dan campur tangan Allah. Karena itu kita perlu berdoa “Tambahkanlah iman kami” (Luk 17:5).

PELAJARAN 6 : IMAN DAN KEBERSAMAAN DALAM JEMAAT
1. Jaman sekarang, orang cenderung individualis, memperhatikan dan menguatakan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan bersama. Semakin sulit ditemukan wujud kebersamaan di dalam hidup sehari-hari. 2. Dalam kehidupan jemaat kristiani juga sering terjadi bahwa orang hanya memperhatikan hidup imannya secara pribadi. Perkembangan iman orang lain kurang mendapat perhatian. 3. Dari Kis 2:41-47, kita mengetahui bahwa hidup beriman bukan hanya bersifat pribadi, tetapi juga mempunyai aspek sosial. Manusia tidak pernah dapat menghayati kehidupan berimannya hanya sendiri saja. Ia menjadi beriman karena peranan orang lain. 4. Kebersamaan memungkinkan orang bisa berkembang dan melakukan halhal yang besar. Dalam kebersamaan orang dapat saling meneguhkan, mengoreksi dan melengkapi hidup berimannya. 5. Santo Paulus dalam Rom 1:12 mengatakan, “Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku”. Iman seseorang akan lebih mudah berkembang bila berada dalam hidup bersama umat. 6. Dalam hidup di tengah jemaat, remaja biasanya belum mempunyai perhatian kepada umat lingkungannya. Oleh karena itu, mereka perlu diajak untuk menyadari peran jemaat dalam pertumbuhan dan perkembangan imannya serta tanggungjawabnya sebagai anggota jemaat.

PELAJARAN 7 : AKU WARGA MASYARAKAT
1. Istilah masyarakat mempunyai arti yang luas. Menurut ilmu sosiologi, masyarakat adalah keseluruhan yang kongkrit historis (terjadi dalam

2. 3. 4.

5. 6.

7. 8.

tempat dan waktu tertentu) dari segala hubungan timbal-balik antara manusia dan macam-macam kelompok. Masyarakat tersusun menurut macam-macam kelompok, organisasi, dan anggota dengan status dan pernan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, hidup bermasyarakat harus diatur secara aktif dan adil. Sebagai mahkluk sosial, manusia sangat membutuhkan masyarakat untuk perkembangannya. Dalam hidup bermasyarakat, seorang manusia mempunyai : a. Hak : hak untuk hidup, mendapat perlindungan, rasa aman, mendapat nafkah, kesempatan untuk berkembang, mendapatkan pendidikan dan hak berpendapat. b. Kewajiban : menjaga ketertiban umum, memelihara keamanan, mengupayakan kesejahteraan, memelihara kebersamaan dan kerukunan demi keharmonisan hidup bersama. Hak dan kewajiban perlu dijalankan secara seimbang, benar dan bertanggungjawab. Yesus melukiskan keseimbangan hak dan kewajiban ini dengan kata-kata, “Berikan kepada Kaisar yang menjadi hak kaisar dan berikan kepada Allah yang menjadi hak Allah” (Mat 22:21). Yesus mengharapkan setiap orang kristiani menghargai pemerintah, tetapi tidak melemahkan atau menomorduakan hormat kepada Allah. Yesus juga mengajak setiap orang untuk taat membayar pajak (Mat 17:27). Yesus semasa hidupnya cukup tegas mengkritik terhadap pemimpin bangsa-Nya yang tindakannya tidak tepat. Namun Ia tidak pernah menghasut rakyat untuk bergerak melawan pemerintah.

PELAJARAN 8 : PARA PEMIMPIN MASYARAKAT
1. Kecenderungan pemimpin zaman sekarang : a. Memaksakan kehendaknya b. Mementingkan kepentingan pribadi c. Mementingkan kepentingan kelompok atau golongan dan melupakan kepentingan rakyat d. Kurang mempunyai pendirian yang kuat e. Mudah tergoda untuk melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme. 2. Perlu diadakan terobosan untuk menghasilkan pemimpin yang handal. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah mengadakan pendampingan bagi kaum muda, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin di kemudian hari. 3. Dalam tradisi kristiani, model pemimpin sejati adalah Yesus Kristus. Dalam Yoh 10:11-15 disebutkan b ahwa seorang pemimpin sejati adalah orang rela berkorban demi kepentingan banyak orang dan tidak lari ketika ada tantangan maupun kesulitan. 4. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengenal dan dikenal oleh anak buahnya. Ia mengetahui kebutuhan anak buahnya dan dapat melayani kebutuhan anak buahnya. 5. Pemimpin yang baik juga bertindak menurut kehendak Allah, bukan hanya kehendaknya sendiri. Karena itu ia selalu berusaha mengenal Allah dan dikenal oleh Allah agar tindakannya sesuai dengan kehendak Allah. 6. Contoh pemimpin yang baik dalam Perjanjian Lama adalah Musa. Ia selalu hadir di depan bangsanya untuk menampilkan kehadiran Allah yang selalu menyelamatkan mereka.

7. Gideon juga contoh pemimpin yang baik dari Perjanjian Lama. Gideon mempimpin bangsanya melawan bangsa Midian yang menjajah mereka (Hak 6:16, 7:16-25). 8. Daud yang diurapi oleh Samuel (1Sam 16:1) juga merupakan pemimpin Perjanjian Lama yang baik. Pada masa pemerintahannya, rakyat mengalami kesejahteraan. 9. Kita wajib menghormati, menaati dan mendukung pemimpin yang baik, karena pemimpin yang baik adalah adalah simbol dari kehadiran Allah.

PELAJARAN 9 : KEBEBASAN YANG BERTANGGUNG JAWAB
1. Zaman ini sering disebut zaman kebebasan. Orang mulai menyadari hakhaknya, termauk hak atas kebebasan. Sayangnya banyak orang yang mau menggunakan kebebasannya tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku. Akibatnya perilaku mereka mengganggu kenyamanan dan kebebasan orang lain. 2. Yang ideal, orang seharusnya mencita-citakan dan menjalankan kebebasan yang bertanggungjawab, karena kehidupan bersama tidak mungkin dijalankan dengan sebebas-bebasnya. Orang harus menyadari bahwa kebebasan yang diperlukan adalah kebebasan yang bertanggungjawab, yakni “kebebasan untuk” dan bukan hanya “kebebasan dari”. 3. Dalam Galatia 5:13-15 dan Gaudium et Spes Art. 17, gereja mengajak semua murid Kristus untuk mewujudkan kebebasan sebagai anak-anak Allah. Kebebasan sebagai anak Allah memberi kemungkinan manusia untuk mengembangkan dirinya secara kreatif dalam menanggapi sapaan dan panggilan Allah. 4. Kebebasan semacam ini hanya mungkin berkembang bila manusia selalu menyandarkan diri kepada Allah, menempatkan Allah sebagai sumber kebebasan sejati. Manusia disebut bebas bila bertindak bukan hanya berdasarkan aturan yang berlaku, melainkan berdasarkan pilihannya sendiri, yang bersumber dari hati nurani yang bersih. 5. Dalam hati nurani itulah manusia dapat menemukan norma yang benar, karena hati nurani adalah tempat perjumpaan manusia dengan Allah secara pribadi. Oleh karena itu tiap orang dituntut mengembangkan suara hati dan mengikutinya dalam keseluruhan tindakan (Gaudium et Spes Art. 16). 6. Ada banyak cara untuk membina suara hati, antara lain : mawas diri, membaca buku-buku rohani, berdoa dan merenungkan Kitab Suci, bertanya pada orang lain yang lebih bijaksana ketika mengalami keraguan dalam bertindak dan membiasakan diri untuk selalu mengikuti bisikan suara hati dan melaksanakannya. 1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan cara-cara untuk membina suara hati! Apa yang harus dilakukan bila kita mengalami keraguan dalam bertindak? Apakah norma bertindak yang ada dalam diri manusia? Mengapa manusia harus mengikuti hati nuraninya? Apakah kecenderungan manusia dewasa ini dalam menggunakan kebebasannya? 6. Apakah batas kebebasan seseorang itu? 7. Apakah kebebasan yang bertanggung jawab itu? 8. Apa yang kamu lakukan saat ini untuk membina diri dalam menjalankan kebebasanmu?

Latihan soal
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Faktor apakah yang menghambat pengembangan iman? Apa artinya bila orang dikatakan bahwa imannya tidak berkembang? Apa artinya “Mens sana in corpore sano”? Dalam diri seseorang iman yang berkembang tampak dalam hal apa? Apa artinya “iman tanpa perbuatan adalah mati”? Bagaimana caranya kamu memperkembangkan imanmu? Mengapa saat ini semakin sulit ditemukan kebersamaan di dalam hidup sehari-hari? 8. Mengapa perkembangan iman beraspek sosial? 9. Mengapa kebersamaan memungkinkan orang untuk berkembang? 10.Sebutkan tiga contoh tindakan kebersamaan yang dapat memperkembangkan iman! 11.Sebutkan tiga kegiatan kebersamaan yang sering kamu ikuti untuk memperkembangkan imanmu! 12.Setujukan kamu dengan pemikiran bahwa orang tidak perlu mengikuti acara-acara gerejani yang dilakukan bersama-sama karena secari pribadi manusia dapat mengembangkan imannya? Mengapa? 13.Bacalah Mat 22:21! Pesan apa yang kamu tanggkap dari kutipan tersebut! 14.Mengapa Yesus menganjurkan para muridnya untuk membayar pajak? 15.Sebutkan contoh-contoh hak manusia dalam hidup bermasyarakat! 16.Sebutkan contoh-contoh kewajiban manusia dalam hidup bermasyarakat! 17.Mengapa hidup masyarkat perlu di atur? 18.Apakah yang membatai hak seseorang? 19.Apakah artinya masyarakat bersifat kongkrit dan historis? 20.Apa artinya “Pro Ecclesia et Patria?” 21.Apa artinya semboyan menjadi 100% warga gereja dan 100% warga negara dari Mgr. Sugijapranata? 22.Mengapa kita harus mendukung pemimpin yang baik? 23.Sebutkan beberapa pemimpin dalam Perjanjian Lama! 24.Apa yang harus dilakukan seorang pemimpin agar kehendaknya sesuai dengan kehendak Allah? 25.Menurut Yoh 10:11-15, bagaimanakah pemimpin yang baik itu? 26.Apa yang dapat dilakukan untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin yang baik itu? 27.Apakah kecenderungan pemimpin-pemimpin sekarang ini? 28.Menurut kamu apakah pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia saat ini sudah mencerminkand iri sebagai pemimpin yang baik? 29.Sebutkan cara-cara untuk membina suara hati! 30.Apa yang harus dilakukan bila kita mengalami keraguan dalam bertindak? 31.Apakah norma bertindak yang ada dalam diri manusia? 32.Mengapa manusia harus mengikuti hati nuraninya? 33.Apakah kecenderungan manusia dewasa ini dalam menggunakan kebebasannya? 34.Apakah batas kebebasan seseorang itu? 35.Apakah kebebasan yang bertanggung jawab itu? 36.Apa yang kamu lakukan saat ini untuk membina diri dalam menjalankan kebebasanmu?

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->