P. 1
Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam Sejarah Nasional Indonesia

Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam Sejarah Nasional Indonesia

|Views: 18,089|Likes:
Published by adee13
Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam Sejarah Nasional Indonesia
Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam Sejarah Nasional Indonesia

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: adee13 on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2014

Sections

i i

PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM DALAM
SEJARAH NASIONAL INDONESIA

SKRIPSI

Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Sejarah

pada Universitas Negeri Semarang

Oleh

Fiska Friyanti

NIM 3101401009

FAKULTAS ILMU SOSIAL

JURUSAN SEJARAH

2005

i
ii

i
iii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas

Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada :

Hari

: Jum’at

Tanggal

: 26 Agustus 2005

Penguji Skripsi

Dra. Santi Muji U., M.Hum
NIP. 131876210

Anggota I

Anggota II

Dr. H. A.T Soegito, SH, M.M

Drs. Jayusman, M.Hum

NIP.130345757

NIP. 131764053

Mengetahui :

Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Drs. Sunardi, M.M
NIP. 131367998

i
iv

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar

hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau

seluruhnya, pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini

dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, 26 Agustus 2005

Fiska Friyanti
NIM. 3101401009

i
v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

¾ Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah kalau tidak ingin digilas oleh roda

sejarah dan dijilat oleh apinya sejarah (Ir. Soekarno).

¾ Lebih baik “mati berdiri” daripada “hidup bersujud” (Imanuel).

¾ Jadikanlah kegagalan-kegagalan dimasa lalu sebagai tolak ukur untuk

menghadapi hari ini dan masa depanmu (Fiska Friyanti)

Skripsi ini aku persembahkan kepada :

Bapak dan Ibu tercinta, serta “Ibu-ku” tersayang di Surga

sana...yang selalu memberikan do’a demi keberhasilanku..

“Keluarga besarku” yang selama ini telah memberi dukungan

kepadaku...terimakasih atas semuanya.

• Adikku Aryana Wisastra dan Aji Wirawan…tunjukkan prestasi

Farid Ma’ruf Syahnidar...Aik-ku tersayang...terima kasih atas

“sayangmu” selama ini...tanpamu aku rapuh...

Papa, Mama, Idul, Ciput dan “Lintang di surga...”kalian

keluarga keduaku.

Bapak dan Ibu Dosen...terima kasih atas ilmu-ilmunya.

Teman-teman seperjuanganku dan Team Supper Zupper

(M’Nyoen, Mufti dan Dani…Siapa pemegang medali

pertama?)

Anak-anak Choirunnisa kost…kalian saudara dan sahabatku

Almamaterku tercinta.

i
vi

PRAKATA

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat, inayah dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam

Sejarah Nasional Indonesia”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan

dalam menyelesaikan Studi Strata 1 (S1) pada program studi Pendidikan Sejarah,

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah

banyak membantu dan mendukung selama proses penyusunan skripsi dari awal

sampai terselesaikannya skripsi ini, kepada :

1. Dr. H.A.T. Soegito, SH, MM selaku Rektor Universitas Negeri Semarang

yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menuntut ilmu di

Universitas Negeri Semarang.

2. Drs. Sunardi, M.M selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri

Semarang yang telah memberikan ijin pada penulis untuk mengadakan

penelitian.

3. Drs. Jayusman M,Hum selaku Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan persetujuan

pengambilan tema skripsi ini.

4. Dr. H.A.T. Soegito SH, MM selaku Pembimbing I yang telah membimbing

dan banyak memberikan pengarahan serta motivasi yang sangat berarti dalam

menyusun skripsi ini.

i
vii

5. Drs. Jayusman M,Hum selaku Pembimbing II yang telah membimbing dan

banyak memberikan pengarahan serta motivasi yang sangat berarti dalam

menyusun skripsi ini.

6. Bapak dan Ibu dosen jurusan Sejarah yang selama ini telah memberikan ilmu

kepada penulis.

7. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Jawa Tengah yang telah memberikan

ijin penulis mengadakan penelitian.

8. Segenap pengelola perpustakaan perpustakaan Daerah Jawa Tengah,

perpustakaan Universitas Negeri Semarang dan perpustakaan Jurusan Sejarah

Universitas Negeri Semarang.

9. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini.

Akhirnya penulis berharap semoga hasil penelitian dari skripsi ini dapat

bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca yang budiman.

Semarang, 26 Agustus 2005

Penyusun

i
viii

SARI

Friyanti, Fiska. 2005. Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam Sejarah Nasional
Indonesia. Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri
Semarang. Dr. H. A.T Soegito SH, MM dan Drs. Jayusman M.Hum. 147 hal +xiii

Kata Kunci : Pemilihan Umum, Sejarah Nasional Indonesia

Pemilihan Umum didalam sejarah nasional Indonesia dilaksanakan
beberapa kali yaitu pada masa Orde Lama yaitu tahun 1955, masa Orde Baru
tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992 dan 1997 serta pada masa Reformasi
pemilihan umum dilaksanakan tahun 1999 dan 2004. Pemilihan umum bagi
negara demokrasi seperti Indonesia sangat penting karena Pemilu merupakan
penyalur aspirasi rakyat. Pemilu yang telah dilaksanakan di Indonesia memiliki
karakteristik sendiri-sendiri dengan kadar kedemokratisan yang berbeda,
sehingga kebenaran argumen tersebut perlu dibuktikan agar diperoleh jawaban
yang akurat.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimana
pelaksanaan pemilihan umum 1955?, Bagaimana pelaksanaan pemilihan umum
masa Orde Baru?, Bagaimana pelaksanaan pemilihan umum masa Reformasi?,
Bagaimana perbedaan pelaksanaan pemilihan umum masa Orde Baru dan
pemilihan umum masa Reformasi khususnya pemilihan umum 2004?. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemilihan umum 1955, untuk
mengetahui pelaksanaan pemilihan umum masa Orde Baru, mengetahui
pelaksanaan pemilihan umum masa Reformasi, untuk mengetahui perbedaan
pelaksanaan pemilihan umum Orde Baru dan Reformasi khususnya pemilihan
umum 2004.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk mengungkap peristiwa-
peristiwa yang berhubungan dengan masa lalu. Metode sejarah adalah proses
menguji dan menganalisis secara kritis. Adapun langkah-langkah dalam metode
sejarah adalah heuristik yaitu usaha untuk mengumpulkan data, langkah kedua
adalah kritik sumber yaitu upaya memperoleh data atau sumber agar benar-benar
dapat dihasilkan data yang relevan, langkah yang ketiga adalah interpretasi yaitu
menghubungkan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sehingga
menjadi rangkaian yang bermakna dan langkah yang terakhir yaitu historiografi
yaitu proses penulisan sejarah sebagai proses penyusunan dan penyajian sejarah.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa pelaksanaan pemilihan
umum pada masa Orde Lama sudah dapat dikategorikan sebagai pemilihan umum
yang demokratis, dengan adanya banyak partai yang ikut serta dalam pemilihan
umum menandakan adanya kebebasan dalam kehidupan berpolitik, sedangkan
pada masa Orde Baru kedemokratisan tersebut luntur seiring dengan berkuasanya
rezim Soeharto yang selalu mengekang kehidupan berpolitik bangsa Indonesia,
pelaksanaan pemilihan umum pada masa Reformasi khususnya pemilihan umum
2004 lebih demokratis karena pelaksanaan pemilu tersebut dapat mewakili
aspirasi rakyat apalagi dengan sistem pemilihan umum yang berbeda dengan
Pemilu sebelumnya karena dengan sistem kombinasi antara sistem distrik dan

i
ix

proporsional maka rakyat dapat mengetahui dan mengenal seperti apakah wakil
rakyat yang akan menyalurkan aspirasi mereka.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan pemilihan umum
dalam Sejarah Nasional Indonesia yang telah dilaksanakan sejak Orde Lama
sampai dengan masa Reformasi maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan
pemilihan umum masa Reformasi khususnya pemilihan umum 2004 merupakan
pemilihan umum yang lebih demokratis.
Saran yang penulis ajukan adalah agar pelaksanaan pemilihan umum masa
yang akan datang dapat dilaksanakan lebih demokratis dan dapat menyalurkan
aspirasi rakyat sebagaimana mestinya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

i
x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................................................... ii
PENGESAHAN KELULUSAN...................................................................... iii
PERNYATAAN............................................................................................... iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................. v
PRAKATA ...................................................................................................... vi
SARI................................................................................................................. viii
DAFTAR ISI ................................................................................................... x
DAFTAR TABEL............................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 12
C. Tujuan Penelitian ..................................................................... 12
D. Manfaat Penelitian.................................................................... 13
E. Penegasan Istilah....................................................................... 13
F. Ruang Lingkup penelitian.......................................................... 16
G. Tinjauan Pustaka....................................................................... 17
H. Metode Penelitian ..................................................................... 22
I. Sistematika Penulisan..........................................................…. 27

BAB II SISTEM POLITIK DI INDONESIA DALAM KAITANNYA
DENGAN PEMOLIHAN UMUM SEBAGAI SARANA
DEMOKRASI
A. Sistem Politik Di Indonesia....................................................... 29
1. Sistem Perwakilan Berimbang
(Proporsional Representation)............................................ 31

2. Sistem Distrik

(Plurality System).............................................................. 36
B. Pemilihan Umum 1955.............................................................. 43
1. Landasan Hukum Pelaksanaan Pemilu 1955..................... 48
2. Sistem Pemilihan Umum 1955........................................... 50

i
xi

3. Kedudukan Panitia Pemilihan Indonesia........................... 50
4. Kampanye Pemilihan Umum 1955.................................... 51
5. Peserta Pemilihan Umum 1955.......................................... 52
6. Pelaksanaan Pemilihan Umum 1955.................................. 53

BAB III PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM PADA MASA ORDE
BARU DAN PEMILIHAN UMUM PADA MASA REFORMASI
A. Pemilihan Umum Pada Masa Orde Baru................................. 61
1) Pemilihan Umum 1971...................................................... 61
2) Pemilihan Umum 1977...................................................... 70
3) Pemilihan Umum 1982...................................................... 73
4) Pemilihan Umum 1987...................................................... 75
5) Pemilihan Umum 1992...................................................... 78
6) Pemilihan Umum 1997...................................................... 80
B. Pemilihan Umum Pada Masa Reformasi................................. 81
1. Pemilihan Umum 1999...................................................... 81
2. Pemilihan Umum 2004...................................................... 92

BAB IV PERBEDAAN PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM PADA
MASA ORDE BARU DAN PEMILIHAN UMUM PADA MASA
REFORMASI
A. Pemilihan Umum Pada Masa Orde Baru ................................ 115
B. Pemilihan Umum Pada Masa Reformasi................................. 125
C. Perbandingan Pelaksanaan Pemilihan Umum Pada Masa
Orde Baru Dengan Pemilihan Umum Pada Masa Reformasi.. 131

BAB V PENUTUP

A. Simpulan................................................................................... 139
B. Saran.......................................................................................... 144

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

i
xii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Perbandingan sistem proporsional dan distrik ........................................ 39
2. Perolehan suara Partai Nasinal Indonesia (PNI) ....................................... 55
3. Perolehan suara Masyumi ......................................................................... 56
4. Perolehan suara Nahdlatul Ulama (NU) ................................................... 57
5. Perolehan suara Partai Komunis Indonesia (PKI) ..................................... 58
6. Hasil perolehan kursi 5 partai pemenang pemilihan umum ...................... 87
7. Tahapan pelaksanaan pemilihan umum Legislatif .................................... 92
8. Tahapan pemungutan suara ....................................................................... 93
9. Tahapan pemilihan umum presiden dan wakil presiden ........................... 93
10. Tahapan pemungutan dan penghitungan suara pemilu presiden dan
wakil presiden ........................................................................................... 94
11. Tahapan pemilihan presiden dan wakil presiden ...................................... 95
12. Tahapan pemungutan dan penghitungan suara ......................................... 95
13. Hasil pemilihan umum anggota legislatif ................................................. 103
14. Perbandingan pelaksanaan pemilihan umum Orde Baru dan
pemilihan umum Reformasi ...................................................................... 137
15. Perbandingan sistem komunikasi politik masa Orde Baru dan
masa Reformasi.......................................................................................... 138

i
xiii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Partai peserta pemilihan umum 1955

2. Partai Politik peserta Pemilu 1971

3. Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 1971

4. Genealogi Partai Politik peserta pemilihan umum 1977

5. Organisasi Peserta Pemilihan Umum (OPP) 1982-1997

6. Partai politik peserta pemilihan umum 1999

7. Denah Tempat Pemungutan Suara (TPS)

8. Denah tempat penghitungan suara

9. Partai Politik peserta pemilihan umum 2004

10. Contoh surat suara sah

11. Contoh surat suara tidak sah

12. Kandidat capres dan cawapres Pemilu 2004

13. Calon presiden dan wakil presiden yang lolos ke putaran ke dua

14. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla

sebagai presiden dan wakil presiden terpilih

i
xiv

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pemilihan umum merupakan sarana pelaksana azas kedaulatan rakyat

berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota–anggota DPR, DPRD I

dan DPRD II selain itu juga untuk mengisi keanggotaan MPR. Pemilihan umum

diselenggarakan setiap lima tahun sekali pada waktu yang bersamaan dan

berdasarkan pada Demokrasi Pancasila. Pemungutan suara diadakan secara

Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (LUBER) (Soemantri1995:108).

Pemilihan umum adalah sarana demokrasi untuk membentuk sistem

kekuasaan negara yang berkedaulatan rakyat dan permusyawaratan perwakilan.

Kekuasaan negara yang lahir dengan pemilihan umum adalah kekuasaan yang

lahir dari bawah menurut kehendak rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Pemilihan umum bertujuan untuk menegakkan prinsip kedaulatan rakyat

(Waridah dkk 2003:7)

Pemilihan umum bagi negara demokrasi seperti negara Indonesia sangat

penting artinya karena menyalurkan kehendak asasi politik bangsa, yaitu sebagai

pendukung/pengubah personil–personil dalam lembaga negara, mendapatkan

dukungan mayoritas rakyat dalam menentukan pemegang kekuasaan negara

terutama pemegang kekuasaan eksekutif serta rakyat secara periodik dapat

1

2

mengoreksi atau mengawasi lembaga eksekutif khususnya dan lembaga negara

lain pada umumnya.

Pemilihan umum di Indonesia sudah dilaksanakan beberapa kali antara

lain pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999 dan 2004.

Pemilihan umum 1955 merupakan pemilihan umum yang pertama kali diadakan

di Indonesia yaitu pada masa kabinet Burhanudin Harahap. Pemilu 1955

berasaskan pada langsung, umum, bebas, rahasia dan kebersamaan. Dengan asas

kebersamaan ini setiap individu diakui kesamaan hak dan kedudukannya sesuai

dengan prinsip persamaan di depan hukum. Oleh karena itu pada pemilihan

umum 1955 semua wakil rakyat dipilih melalui pemilihan umum dan tidak ada

yang diangkat (Asshidique 1994:168).

Pada saat itu UUD yang dipakai oleh Negara Kesatuan Republik

Indonesia (NKRI) masih bersifat sementara maka perlu disusun UUD yang baru.

Pemilihan umum 1955 yang dilaksanakan pada masa pemerintahan kabinet

Burhanudin Harahap diselenggarakan dua kali yaitu :

a. Pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR.

b. Pada tanggal 15 desember 1955 untuk memilih anggota konstituante, dimana

konstituante adalah badan yang bertugas menyusun UUD menurut ketentuan

UUDS 1950.

3

Adapun peserta pemilihan umum 1955 dapat digolongkan berdasarkan

ideologinya antara lain :

1. Partai politik yang beraliran nasionalis :

Partai politik peserta pemilihan umum 1955 yang beraliran nasionalis

antara lain Partai Nasional Indonesia (PNI), Ikatan Pendukung Kemerdekaan

Indonesia (IPKI), Gerakan Pembela Pancasila, Partai Rakyat Nasional,

Persatuan Pegawai Polisi Republik Indonesia (PPPRI), Partai Buruh, Partai

Rakyat Indonesia, PRIM, Partai R.Soedjono Prawirosoedarso, Partai

Indonesia Raya Wongsonegoro, Partai Indonesia Raya Hazairin, Persatuan

Rakyat Marhaen Indonesia (PERMAI), Partai Persatuan Daya.

2. Partai politik yang beraliran Islam :

Partai politik peserta pemilihan umum 1955 yang beraliran Islam antara

lain Masyumi, Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII),

Partai Islam Perti, AKUI, Partai Politik Tharikat Islam (PPTI).

3. Partai politik yang beraliran komunis :

Partai peserta pemilihan umum yang beraliran komunis antara lain Partai

Komunis Indonesia (PKI) dan ACOMA.

4. Partai politik yang beraliran sosialis :

Partai yang beraliran sosialis antara lain Partai Sosialis Indonesia (PSI),

Partai Murba, Partai Rakyat Desa dan Baperki.

4

5. Partai politik yang beraliran Kristen/Nasrani :

Partai peserta pemilihan umum yang beraliran Kristen/Nasrani antara lain

Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik (Pabottingi 1998:43).

Dalam pemilihan umum 1955 tersebut muncul 4 (empat) partai besar

yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU), Masyumi dan

Partai Komunis Indonesia (PKI). Sistem Pemilu yang digunakan adalah sistem

perwakilan berimbang atau proporsional. Tujuan yang hendak dicapai pada

pemilihan umum 1955 adalah hendak mewujudkan keinginan rakyat yang akan

menjadi dasar kekuasaan penguasa dan juga untuk membentuk konstituante yang

akan menetapkan suatu UUD bagi negara Indonesia. (Tim Sejarah 1996:10)

Pada masa Orde Baru terjadi penyelenggaraan pemilihan umum dalam 6

(enam) kali Pemilu yaitu tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.

Organisasi penyelenggara pemilihan umum pada masa Orde Baru adalah

Lembaga Pemilihan Umum (LPU) yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri.

Dari sejumlah pelaksanaan Pemilu tersebut terdapat persamaan dan perbedaan.

Adapun persamaan dari pelaksanaan Pemilu tersebut antara lain :

1. Landasan ideal dan konstitusionalnya adalah Pancasila dan UUD 1945.

2. Asas pelaksanaan Pemilu adalah langsung, umum, bebas dan rahasia

(LUBER)

3. Sistem pelaksanaan Pemilu adalah sistem perwakilan berimbang dengan

stelsel daftar.

4. Sistem kepartaiannya adalah sistem multi partai atau lebih dari dua partai.

5

5. Pemilu untuk memilih wakil–wakil rakyat yang duduk dikursi lembaga DPR,

DPRD I dan DPRD II. (Tim Sejarah 1996:11)

Perbedaan dari pemilihan umum yang dilaksanakan pada masa Orde Baru

adalah pada landasan operasionalnya serta jumlah kursi dalam DPR dan MPR.

Pada pemilihan umum 1971 peserta pemilihan umum antara lain : Partai Katolik,

Partai Serikat Islam Indonesia, Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin

Indonesia, Golongan Karya, Partai Kristen Indonesia, Partai Nasional Indonesia,

Partai Islam Perti, Partai Murba, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia

(Waridah dkk 2003:8)

Pemilihan umum pada tahun 1977–1997 hanya diikuti oleh 2 (dua) partai

politik dan 1 (satu) Golongan Karya, sesuai dengan ketetapan MPR dalam rangka

penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia maka pada tahun 1973 diadakan

penyederhanaan partai politik yaitu :

1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) :

Partai ini merupakan partai fusi dari empat partai Islam yaitu antara lain

Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Serikat

Islam Indonesia (PSII) dan Partai Islam Perti.

2. Golongan Karya

3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Partai Demokrasi Indonesia merupakan fusi dari Partai Nasional Indonesia

(PNI), Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai

6

Katolik, Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Murba (Sukarna

1990:34).

Dalam pemilihan umum periode berikutnya yaitu pada masa Reformasi,

yang ditandai dengan lengsernya pemerintahan Soeharto pada tanggal 20 Mei

1998, awalnya Presiden Soeharto berupaya untuk memperbaiki program Kabinet

Pembangunan VII yaitu dengan mengubah kabinetnya menjadi Kabinet

Reformasi, tetapi dengan mendasarkan pada pasal 8 UUD 1945 Presiden Soeharto

terpaksa menyerahkan kepemimpinannya pada Wakil Presiden Dr. BJ Habibie

(Waridah dkk 2003:59).

Pada tahun 1999 diadakan pemilihan umum dengan tujuan mendapat

legitimasi dari rakyat kepada pemerintah yang selama ini hilang karena

ketidakpercayaan rakyat pada pemerintahan Soeharto. Pada Pemilu kali ini sangat

berbeda dengan Pemilu pada masa Orde Baru terutama jumlah peserta Pemilu,

DPR berhasil menetapkan 3 (tiga) undang–undang politik baru. Undang–undang

yang diratifikasi pada tanggal 1 Februari 1999 dan ditandatangani Habibie itu

adalah undang–undang partai politik, pemilihan umum dan susunan serta

kedudukan MPR, DPR dan DPRD.

Lahirnya undang–undang politik tersebut menyebabkan kehidupan politik

di Indonesia menjadi berubah. Hal itu memicu munculnya partai–partai politik

yang jumlahnya cukup banyak, tidak kurang dari 112 partai politik lahir. Dari

sekian banyak partai politik hanya 48 partai yang berhak mengikuti pemilihan

umum. Sebagai pelaksana pemilihan umum adalah Komisi Pemilihan Umum

7

(KPU) bukan lagi Lembaga Pemilihan Umum (LPU) dimana anggota KPU terdiri

atas wakil dari pemerintah dan partai politik peserta pemilihan umum (Waridah

2003:83).

Adapun peserta pemilihan umum 1999 dapat digolongkan berdasarkan

ideologinya :

1. Partai politik beraliran nasionalis :

Peserta pemilihan umum 1999 yang beraliran nasionalis antara lain: Partai

Indonesia Baru, Partai Nasonal Indonesia Supeni, Partai Demokrasi Indonesia

Perjuangan, Partai Kebangsaan Merdeka,Partai Pilihan Rakyat, Partai Rakyat

Indonesia, PNI Front Marhaen, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan, Partai

Republik, PNI Massa Marhaen, Partai Demokrasi Indonesia, Partai Persatuan,

Partai Daulat Rakyat, Partai Cinta Damai, Partai Nasional Bangsa Indonesia,

Partai Bhineka Tunggal Ika, Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia, Partai

Nasional Demokrat.

2. Partai politik yang beraliran Islam :

Partai politik peserta pemilihan umum 1999 yang beraliran Islam antara

lain Partai Kebangkitan Muslim Indonesia, Partai Umat Islam, Partai

Kebangkitan Umat, Partai Masyumi Baru, Partai Persatuan Pembangunan,

Partai Syarikat Islam Indonesia, Partai Abul Yatama, PSII 1905, Partai Politik

Islam Indonesia Masyumi, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan, Partai

Nahdlatul Ulama, Partai Islam Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai

Umat Muslimin Indonesia

8

3. Partai politik yang beraliran Kristen/Nasrani ;

Partai politik peserta pemilihan umum 1999 yang beraliran

Kristen/Nasrani antara lain Partai Kristen Indonesia dan Partai Katolik

Demokrat.

4. Partai politik beraliran sosial demokrat

Partai politik peserta pemilihan umum 1999 yang beraliran sosial

demokrat antara lain Partai Aliansi Demokrat Indonesia, Partai Demokrasi

Kasih Bangsa, Partai Rakyat Demokratik, Partai Murba, Partai Golongan

Karya, Partai Uni Demokrasi Indonesia, Partai Buruh Nasional, Partai

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong, Partai Keadilan dan Persatuan,

Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia, Partai Pekerja Indonesia (Gaffar

2004:357)

Pemilihan umum yang terakhir adalah pemilihan umum 2004 yang

pelaksanaannya melalui beberapa tahapan. Undang–Undang No.3 tahun 1999

tentang pemilihan umum sebagaimana telah diubah dengan UU No. 4 tahun 1999

sudah tidak sesuai dengan amandemen UUD 1945 serta tuntutan dan

perkembangan dinamika masyarakat. Berdasarkan amandemen UUD 1945 dan

perkembangan dinamika masyarakat dengan persetujuan DPR dan Presiden RI

maka ditetapkan UU RI No. 12 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPD dan

DPRD serta UU RI No. 23 tentang pemilihan umum presiden dan wakil presiden.

Sama halnya dengan pemilihan umum tahun 1999, pemilihan umum tahun 2004

juga berasaskan pada sifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

9

Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum (KPU)

yang bersifat nasional, tetap dan mandiri.

Pemilihan umum 2004 sangat berbeda dengan pemilihan umum pada

periode-periode sebelumnya. Dimana pada pemilihan umum sebelum periode

2004 adalah menggunakan cara tidak langsung artinya masyarakat hanya memilih

gambar partai sedangkan pada pemilihan umum 2004 ini menggunakan cara

langsung artinya rakyat memilih wakil–wakil mereka secara langsung dengan

cara mencoblos gambar partai, gambar calon legislatif serta gambar calon

presiden dan wakil presiden. Dimana pemungutan suara dalam pemilihan umum

2004 ini melalui 3 tahapan yaitu :

1. Pemungutan suara tahap I :

Pada tanggal 5 April 2004 diadakan pemungutan suara untuk memilih calon

anggota DPR, DPD dan DPRD.

2. Pemungutan suara tahap II :

Pemungutan suara tahap kedua ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2004

untuk memilih calon presiden dan wakil presiden. Dimana ada 5 (lima)

pasang calon presiden dan wakil presiden, pemungutan suara tersebut adalah

tahapan yang pertama artinya jika dua pasang Capres dan Cawapres belum

memenangkan suara sebesar 50 % maka dilanjutkan pada pemungutan suara

yang ketiga (pemilihan presiden dan wakil presiden tahap kedua).

10

3. Pemungutan suara tahap III :

Pemungutan suara tahap ketiga ini adalah memilih Capres dan Cawapres yang

dilaksanakan pada tanggal 20 September 2004.

Adapun partai politik peserta pemilihan umum 2004 antara lain :

1. Partai politik yang beraliran nasional :

Partai politik peserta pemilihan umum 2004 yang beraliran nasional antara

lain Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Merdeka, Partai

Perhimpunan Indonesia Baru, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai

Damai Sejahtera, Partai Patriot Bangsa, Partai Persatuan Daerah, Partai

Pelopor, Golongan Karya.

2. Partai politik yang beraliran Islam :

Partai politik yang beraliran Islam antara lain Partai Bulan Bintang, Partai

Persatuan Pembangunan, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, Partai

Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera.

3. Partai politik yang beraliran sosial demokrat :

Partai politik peserta pemilihan umum 2004 yang beraliran sosial

demokrat antara lain Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Persatuan

Demokrasi Kebangsaan, Partai Demokrasi, Partai Penegak Demokrasi

Indonesia, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Serikat Indonesia (Tim Litbang

Kompas 2004:327–342).

11

Pasangan calon presiden dan wakil presiden yang ikut dalam pemilihan

umum tahap I adalah sebagai berikut :

1. H. Wiranto, SH dan Ir. H. Salahudin Wahid

2. Hj. Megawati Soekarnoputri dan KH. A. Hasyim Muzadi

3. Prof. Dr. H. M Amien Rais dan DR. Ir. H. Siswono Yudohusodo

4. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. Moh. Jusuf Kalla

5. Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar M, Sc.

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang lolos pada tahap kedua

antara lain :

1. Hj. Megawati Sokarnoputri dan KH. A. Hasyim Muzadi

2. H. Soesilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla

Pemilihan umum yang telah dilaksanakan di Indonesia memiliki

karakteristik sendiri–sendiri yang sangat menarik untuk diteliti terutama

pemilihan umum pada masa Orde Baru dan pemilihan umum 2004. Perbandingan

yang dimaksud disini adalah asas pemilihan umum, pelaksanaan pemilihan

umum, serta dampak bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam penelitian ini penulis lebih memfokuskan penelitian pada pemilihan umum

pada masa Orde Baru dengan pemilihan umum masa Reformasi, khususnya

pemilihan umum 2004. Bertolak dari pemikiran diatas peneliti bermaksud

mengangkat permasalahan tersebut dalam penelitian yang berjudul Pelaksanaan

Pemilihan Umum Dalam Sejarah Nasional Indonesia “.

12

B. PERMASALAHAN

Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas maka muncul permasalahan

sebagai berikut :

1. Bagaimana pelaksanaan pemilihan umum 1955 ?

2. Bagaimana pelaksanaan pemilihan umum pada masa Orde Baru (1971, 1977,

1982, 1987, 1992 dan 1997) ?

3. Bagaimana pelaksanaan pemilihan umum masa Reformasi (1999 dan 2004)?

4. Bagaimana perbedaan pelaksanaan pemilihan umum pada masa Orde Baru

dengan pemilihan umum masa Reformasi khususnya pemilihan umum 2004 ?

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->