P. 1
SP isolasi sosial

SP isolasi sosial

3.0

|Views: 3,985|Likes:
Published by V Dani Widi

More info:

Published by: V Dani Widi on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

CONTOH KASUS Setiap lansia pada akhirnya akan mengalami penurunan fungsi organ , Hal ini timbul karena

penyebab organik ataupun emosional (fungsional) dan yang menunjukkan gangguan kemampuan berpikir, bereakasi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan bertindak sesuai dengan kenyataan itu, sedemikian rupa sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu Kekhawatiran ini nampaknya tidak hanya menginfeksi para lansia, tetapi juga mengepidemi pada anak yang mempunyai orang tua yang lanjut usia. Hal ini rupanya mendorong untuk membawa ke rumah sakit jiwa. Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit; dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental. Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium. Keadaan ini paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan fikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia. Delirium merupakan masalah umum dan serius yang mempengaruhi bagian yang bermakna perawatan di rumah sakit penderita lanjut usia. Penyebab delirium biasanya multifaktorial, dengan banyak faktor pemicu yang potensial dapat dicegah. Semestinya terdapat pencarian dan perbaikan yang agresif terhadap seluruh penyebab potensial, termasuk infeksi dan abnormalitas metabolik. Pengobatan semestinya ditinjau ulang sepenuhnya dengan penghentian seluruh obat yang tidak diperlukan. Terdapat keperluan yang lebih dititikberatkan pada pencegahan dan deteksi awal delirium. Pegawai rumah sakit hendaklah waspada pada pasien- pasien itu yang barangkali berkembang menjadi delirium, dan sangat disarankan bahwa seluruh pasien mempunyai suatu pengkajian kognitif yang menyeluruh

Tindakan keperawatan Membina hubungan saling percaya Membantu klien mengenal penyebab menarik diri. Klien mampu memasukkan ke dalam jadwal kegiatan hariannya. e. Membantu klien mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian Mengajarkan klien berkenalan dengan orang lain. c. e. tidak berhubungan dengan orang lain. Diagnosa keperawatan Kondisi klien Kurangnya interaksi sosial (isolasi sosial) berhubungan dengan sistem penbdukung yang tidak adequat. a. Menganjurkan klien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan tidak berhubungan dengan orang lain. b. PROSES KEPERAWATAN 1. 3. DS : DO: 2. 4. Klien mampu mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian Klien mampu berkenalan dengan orang lain. d. hariannya .STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Masalah : Isolasi sosial Pertemuan : I (satu) A. Klien mampu mengenal penyebab menarik diri. a. d. Tujuan SP 1p: Klien mampu membina hubungan saling percaya pada perawat. c. b.

apakah X merasa kesepian? Siapa saja yang X kenal di ruangan ini? Kegiatan apa saja yang biasa X lakukan dengan teman yang X kenal? Apa yang menghambat X dalam berteman dan bercakap-cakap dengan klien lain?” ”Menurut X.cakap. Salam terapeutik. apakah X ingin belajar untuk mengenal orang lain?” . ada teman bercakap-cakap. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN.B. Kontrak Topik : Bagaimana kalau pagi ini kita ngobrol tentang keluarga dan teman-teman X? Waktu : Berapa lama X mau bercakap. FASE ORIENTASI 1. kalau kerugiannya tidak mempunyai teman apa ya? Ya apa lagi? (sampai klien menyebutkan beberapa). 2. bagaimana kalau 10 menit? Tempat : Kita mau ngobrol dimana ? Bagaimana kalau diruangan ini? FASE KERJA: ”Siapa saja yang tinggal serumah dengan X? Siapa yang paling dekat dengan X? Siapa yang jarang bercakap-cakap dengan X? Apa yang membuat X jarang bercakap-cakap dengannya? Selama dirawat disini. biasa dipanggil Bekti. Kalau butuh bantuan. dapat menghubungi saya. Jadi banyak juga ruginya tidak mempunyai teman ya? Kalau begitu. Perkenalkan nama saya Bekti Adityaning Utami. Evaluasi/ validasi Bagaimana perasaan X saat ini ? Apakah ada keluhan? Semalam bisa tidur nyenyak ? Obatnya sudah diminum ? 3. Saya dari Prodi Keperawatan Semarang. Nah. Selamat pagi. apa saja keuntungan kalau kita mempunyai teman? Wah benar. Apa lagi? (sampai klien menyebutkannya). Nama X siapa ? biasanya dipanggil apa ? Saya yang akan membantu dan merawat X hari ini.

perawat Y. untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan dulu nama kita. Contohnya begini: Nama Ibu siapa? Senang dipanggil siapa? Asalnya dari mana/ hobinya apa? Ayo X dicoba! Misalnya saya belum kenal dengan X. . 2. nama panggilan yang kita sukai.”Bagus. Rencana tindak lanjut Baik. Evaluasi subjektif. Kontrak yang akan datang Topik: Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk mengajak X berkenalan dengan teman saya. Asal saya dari Semarang dan hobbi saya memasak”.bincang dimana ? Bagaimana kalau disini lagi. asal dan hobbi kita. Contoh: ”Nama saya X. Bagaimana perasaan X setelah kita latihan berkenalan? Tadi X sudah mempraktekkan cara berkenalan dengan baik sekali. 15 menit ya. Coba berkenalan dengan saya! Ya bagus sekali! Coba sekali lagi! Bagus sekali!” FASE TERMINASI Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. 1. panggil saya X. Selanjutnya X menanyakan nama orang yang diajak berkenalan. Bagaimana X mau? Tempat: X mau berbincang. bagaimana kalau sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain? Begini lho X. bagaimana kalau kita memasukkan dalam jadwal kegiatan harian X? 4. Waktu: Kita akan ketemu lagi jam berapa ? Bagaimana kalau jam 10? Mau berapa menit? Baiklah. Evaluasi objektif Selanjutnya coba X ingat-ingat lagi cara berkenalan dengan orang lain seperti yang telah kita pelajari tadi dan coba dipraktekkan dengan orang lain? 3.

a. PROSES KEPERAWATAN 1. c. FASE ORIENTASI 1. Isolasi sosial: Menarik diri 3. hariannya Diagnosa keperawatan Kondisi klien . hariannya B. Tujuan SP 2p: Klien mampu mempraktekkan cara berkenalan dengan orang Klien mampu berinteraksi secara bertahap dengan orang Klien mampu memasukkan ke dalam jadwal kegiatan Tindakan keperawatan Mengevaluasi dan memvalidasi cara klien berkenalan dengan Mengajarkan klien berinteraksi secara bertahap dengan orang Menganjurkan klien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan orang lain seperti yang sudah diajarkan. pertama (seorang perawat). STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN. a. pertama (seorang perawat). lain seperti yang sudah diajarkan. DS : DO: 2. b. 4. b. Salam terapeutik.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Masalah : Isolasi sosial: Menarik diri Pertemuan : II (dua) A. c.

FASE TERMINASI 1. Evaluasi objektif . Masih ingat dengan saya ?. klien X ingin berkenalan dengan perawat Y. Sudah diingat-ingat lagi pelajaran kita tentang berkenalan? Coba praktekkan lagi sambil bersalaman dengan suster! 3. X Bagaimana perasaan X setelah berkenalan dengan perawat Y? tampak bagus sekali saat berkenalan tadi. a. dan seterusnya). (Klien mendemonstrasikan cara berkenalan dengan perawat Y: memberi salam. karena X sudah selesai berkenalan. bagus. Baiklah perawat Y. menyebutkan nama. saya dan X akan kembali ke ruangan . Waktu : Kita ngobrol mau berapa lama ? 15 menit cukup. b. X bisa berkenalan dengan perawat Y seperti yang kita praktekkan kemarin. Evaluasi/ validasi Bagaimana perasaan X saat ini ? Masih ingat nama saya. Lalu X bisa buat janji untuk bertemu lagi dengan perawat Y. kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan. Kontrak Topik :Nah sesuai dengan janji saya kemarin. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. selamat pagi. Bagus. Evaluasi subjektif. (Bersama-sama klien dan perawat meninggalkan perawat Y untuk melakukan terminasi di tempat lain)”. coba tanyakan tentang keluarga perawat Y. FASE KERJA: “Selamat pagi perawat Y. baiklah X. saya akan mengajak X mencoba berkenalan dengan teman saya perawat Y. Ada lagi yang ingin X tanyakan pada perawat Y. X bisa sudahi perkenalan ini. 2. Tempat : Kita mau ngobrol dimana ? Diruangan ini lagi.Selamat pagi X. misalnya jam 1 siang nanti. menanyakan nama perawat.

Misalnya menanyakan keluarga. Tempat : Kita akan ngobrol dimana ? Bagaimana kalau ditaman? Waktu : Kita akan bertemu besok. jam berapa ? Bagaimana kalau jam 9 setelah makan pagi? . hobi. Bagaimana mau coba dipraktekkan dengan perawat lain? 2. Kontrak yang akan datang Topik: Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk mengajak X berkenalan dengan pasien lain. dan sebagainya. Mari kita masukkan pada jadwal harian X. Rencana tindak lanjut.Pertahankan terus apa yang sudah X lakukan tadi. Jangan lupa untuk menanyakan topik lain supaya perkenalan berjalan lancar. 3.

Tindakan keperawatan a. c. kedua ( seorang pasien). c. Diagnosa keperawatan Isolasi sosial : Menarik diri 3. Tujuan SP 3p: a. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN. . PROSES KEPERAWATAN 1. (seorang pasien). Klien mampu mempraktekkan cara berkenalan dengan perawat Klien mampu berinteraksi secara bertahap dengan orang kedua Klien mampu memasukkan ke dalam jadwal kegiatan seperti yang sudah diajarkan. Mengevaluasi dan memvalidasi cara klien berkenalan dengan Mengajarkan klien berinteraksi secara bertahap dengan orang Menganjurkan klien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan orang lain seperti yang sudah diajarkan. hariannya 4. b.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Masalah : Isolasi sosial : Menarik diri Pertemuan : III (tiga) A. Kondisi klien DS : DO: 2. hariannya B. b.

(Bersama-sama klien. Selamat pagi X. ini ada pasien saya yang ingin berkenalan. Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan. Lalu X bisa buat janji untuk bertemu lagi. X menjadi senang karena punya teman lagi. FASE TERMINASI 1. nama panggilan. misalnya bertemu lagi jam 3 sore nanti. (Klien mendemonstrasikan cara berkenalan: memberi salam. menyebutkan nama. Baiklah X. Kontrak Topik : Hari ini kita akan mengajak X mencoba berkenalan dengan pasien lain yang ada di ruangan ini sesuai dengan janji kita kemarin. 2. Selamat pagi”. Salam terapeutik. FASE KERJA : (Bersama-sama X. a. asal dan hobi dan menanyakan hal yang sama). saya dan X akan kembali keruangan X. Evaluasi subjektif. X sekarang bisa berkenalan dengannya seperti yang telah X lakukan sebelumnya. Ada lagi yang X ingin tanyakan kepada W. 3. perawat mendekati pasien lain) ”Selamat pagi.FASE ORIENTASI 1. karena X sudah selesai berkenalan. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. . Evaluasi/ validasi Masih ingat nama saya?Bagaimana perasaan X setelah bercakap-cakap dengan perawat Y kemarin? Bagus sekali. Baiklah W. perawat meninggalkan W untuk melakukan terminasi dengan X di tempat lain). Tempat : Kita mau ngobrol dimana ? Ditaman ya. X bisa sudahi perkenalan ini. Waktu : Kita ngobrol mau berapa lama ? 15 menit cukup. (X membuat janji untuk bertemu lagi dengan W).

Selanjutnya. Waktu : Enaknya jam berapa ? Sama seperti ini jam 9 setelah makan pagi. 3. Rencana tindak lanjut. . Jadi X bisa mempunyai banyak teman dengan berkenalan dengan orang lain. Sampai jumpa. Jangan lupa untuk bertemu kembali dengan W jam 3 sore nanti. Kontrak yang akan datang Topik: Saya senang bisa ngobrol dengan X. bagaimana jika kegiatan berkenalan dan bercakap-cakap dengan orang lain kita tambahkan lagi di jadwal harian. b. Evaluasi objektif Dibandingkan kemarin pagi.Bagaimana perasaan X setelah berkenalan dengan W. Baiklah besok kita akan ketemu lagi untuk membicarakan tentang pengalaman X. 2. Tempat : Kita akan ngobrol dimana ? Di tempat ini lagi ya. X tampak lebih baik saat berkenalan dengan W tadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->