P. 1
BAB 8-Sampah

BAB 8-Sampah

|Views: 1,813|Likes:
Published by jonibigut

More info:

Published by: jonibigut on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

Sampah

8
Sampah yang menumpuk saja dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia dan lingkungan. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, akan menimbulkan berbagai dampak yang lebih serius. Terjadinya bencana (ledakan gas metan, tanah longsor, pencemaran udara akibat pembakaran terbuka dan lain-lain) merupakan akibat dari pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dengan baik. 8.1. Kondisi Umum Sampah
Ngarai Sihanok, Bukit Tinggi Sumatera Barat Foto: Siswanto Suratmin KLH Grafik 8.1. Komposisi Sampah

SAMPAH merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang sebagai hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Peningkatan populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi, membawa dampak pada pengelolaan sampah. Di sebagian besar kota, pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan yang sulit diselesaikan. Seringkali masyarakat hanya membuang sampah jauh-jauh dari sumbernya tanpa diolah. Di sisi lain, pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh dinas terkait hanya fokus pada pengumpulan dan pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa melalui pengolahan tertentu. Akibatnya sampah hanya menumpuk di sudut-sudut kota.

Fakta menunjukkan bahwa jumlah sampah sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat terhadap barang yang digunakan sehari-hari. Selain itu jenis sampah pun sangat tergantung dari jenis material yang dipergunakan. Dari laporan Buku Laporan Tahun Bidang Pengelolaan Sampah Asdep 4/II KLH, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, pada tahun 2008 (Grafik 8.1) menunjukkan bahwa sampah organik masih menjadi komponen terbesar (65%), diikuti oleh kertas dan plastik. Antara tahun 2005 dan 2008, jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia meningkat sebesar 3.76 %. Sebagian besar sampah tersebut dibakar di incenerator, atau dibuang ke TPA. Pada kenyataannya kedua metode ini bukanlah penanganan yang terbaik, karena dapat juga membuat kerusakan lingkungan. Pemendaman limbah padat tidak hanya memakan lebih banyak lahan yang berharga, akan tetapi juga menyebabkan udara, air, pencemaran tanah, dan pelepasan metana (CH4) ke atmosfer. Sementara itu penggunaan insenerator yang tidak laik pakai dapat menimbulkan karbondioksida (CO2). Pada akhirnya kondisi ini dapat membahayakan kesehatan manusia, serta tumbuhan dan hewan.

SAMPAH

”Sampah kota, sebenarnya tidak selalu menjadi sumber

masalah apabila dikelola dengan baik. Jumlah sampah

kota yang semakin besar seiring dengan perkembangan

jumlah penduduk, bahkan dapat menjadi sumber ekonomi

dan pendapatan bagi masyarakat kota, seperti pengelolaan sampah organik di tingkat RT atau RW.”

Sumber: KLH, 2008

STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009

169

Peningkatan jumlah produksi sampah justru berbanding terbalik dengan jumlah sampah terangkut yang mengalami penurunan sebesar 2. sebenarnya tidak selalu menjadi sumber masalah apabila dikelola dengan baik. padahal persoalan ini dampaknya merugikan masyarakat sendiri. Jumlah Timbunan dan Sampah yang Terangkut ke TPA Pada tahun 2008 rata-rata jumlah sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya sekitar 69% dan baru sekitar 7 % yang telah diolah atau didaur ulang. Pekan Baru. Denpasar. kanal. ton sampah. Disisi lain.93 % di tahun berikutnya. Banjarmasin. Kupang. Pontianak.3 terlihat perubahan pola pengelolaan sampah di Indonesia yang arahnya cenderung menjadi lebih baik.5 % pada tahun 2008. Dari Grafik 8. Samarinda. menunjukkan bahwa pada tahun 2007 perkiraan produksi sampah mencapai 103. Bandung. Ternate.529 m3). Jumlah TPS Data pada tahun 2007 dan 2008 (Grafik 8.192 m3 per hari dan meningkat 1. Jambi. rata-rata setiap tahunnya penduduk di Indonesia membuang sekitar 51. dimana pada tiap tahunnya hampir rata-rata 16 juta ton sampah tidak terangkut. pasar dan lain-lain. Makasar.5 masih menunjukkan bahwa jumlah timbunan sampah yang terkumpul masih jauh di atas jumlah sampah yang terkumpul di TPA. Bengkulu. Jayapura) di seluruh Indonesia. terminal/pelabuhan. Semarang. Grafik 8. 10 % ditimbun dan sebesar 6% sisanya berserakan di taman-taman. Ambon. Permasalahan Umum Pengelolaan Sampah Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia yang disertai peningkatan daya beli masyarakat Indonesia. Mamuju. Yogyakarta.000 Meski setiap orang adalah produsen sampah. Bandar Lampung. yaitu kumpul. Perkiraan Produksi dan Sampah yang Terangkut Grafik 8. hanya melalui tahapan paling sederhana. Kendari. Grafik 8. Manokwari. sungai.Sampah Sampah Sampah kota. Palembang. Jelas dari kondisi ini nampak masalah sampah memusingkan kepala bagi semua orang. Grafik 8. Surabaya. Serang.4. membuat gaya hidup yang lebih konsumtif sehingga menghasilkan lebih banyak sampah. Pola penanganan sampah ini selama bertahun-tahun telah menjadi kebiasaan pada masyarakat Indonesia.400. Jika dilihat perubahan dari tahun 2001 sampai dengan 2008.3. bahkan dapat menjadi sumber ekonomi dan pendapatan bagi masyarakat kota.379 m3 dengan Kota Medan menduduki jumlah tertinggi (3. Manado.2. dari 33 kota (Banda Aceh. Tanjung Pinang. Palangkaraya. Mataram. 8. DKI Jakarta. Palu.2) yang dikeluarkan oleh BPS. perindustrian dan sebagainya. dimana jumlah tersebut belum termasuk limbah-limbah dari sektor lainnya. Grafik 8. Medan. namun masyarakat senantiasa menolak keras keberadaan sampah di sekitar kawasan pemukimannya. pada umumnya pola penanganan sampah di perkampungan dan di pedesaan masih tradisional. Menurut data Badan Pusat Statistik. Jumlah sampah kota yang semakin besar seiring dengan perkembangan jumlah penduduk. 5 % dibakar. Padang. Pangkal Pinang. terutama bagi pihak Pemerintah Daerah maupun Pusat. Gorontalo. Kemungkinan besar penurunan jumlah tersebut disebabkan tingkat produksi sampah 8 (delapan) kota mengalami penurunan 7. persentase jumlah sampah yang terangkut ke TPA meningkat menjadi sekitar 69% dan jumlah sampah yang diolah sekitar naik 5 %.2. Penanganan Sampah 170 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 171 . Diperkirakan sekitar 59 ribu TPS tersebar di seluruh Indonesia dan di Pulau Sumatera menduduki jumlah terbanyak yaitu 40%. seperti: pertanian.5. angkut dan buang. sehingga tak heran jika sering terlihat masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. seperti pengelolaan sampah organik di tingkat RT atau RW.

saluran drainase. seperti tidak adanya sistem sel. Kualitas air secara bakteriologis 95% dari total sampel mengandung bakteri E. dan puncaknya adalah longsornya TPA Leuwigajah di Cimahi yang mengubur hidup-hidup lebih kurang 140 jiwa manusia. seperti TPA Bantar Gebang Bekasi. ketinggian timbunan yang mencapai 40-60 m dengan kemiringan yang sangat curam (kemiringan ideal 30 derajat) berpotensi menyebabkan ledakan dan longsor. c.1. Pola pengelolaan sampah yang dilaksanakan hanya menggunakan pola pendekatan pragmatis end of pipe.3. dekat dengan sumber air (mata air. Hasil pemeriksaan sputum tahun 1998 terdapat 100 orang menunjukkan dua orang positip TBParu dan tahun 1999 sebanyak 16 orang positif sputum.875. Bencana tersebut menjadi sejarah paling kelam dalam pengelolaan sampah di Indonesia yang kemudian diperingati sebagai Hari Peduli Sampah. yakni: dan berbagai penyakit yang menyerang warga akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik. selama TPA Leuwigajah beroperasi. Pihak pengelola mengklaim memiliki lahan 35 hektar. dimana seakan-akan persoalan sampah dapat diselesaikan dengan membangun TPA saja. Hasil pemeriksaan foto rontgen menunjukkan 34% responden mengalami kelainan paru-paru. TPA Leuwigajah. Lalu diperluas lagi menjadi 31. 8. Ketika itu luas TPA sudah bertambah menjadi 17 ha.000 m³/ha/tahun). TPA Bantar Gebang Kasus yang paling sering terjadi adalah di TPA Bantar Gebang yang merupakan TPA terbesar di Indonesia dan sudah beberapa kali mengalami kasus. 8.Sampah Sampah Gambar 8. Kualitas air secara kimiawi menunjukkan 40% dari total sampel. Dari tahun ke tahun. coli (62%). 6. salmonella 36%.8 23. bahkan disegel dengan pagar beton oleh warga sekitar.1. Faktor penyebab longsornya TPA Leuwigajah yang kedua pada tanggal 21 Februari 2005 adalah sampah yang menumpuk sudah mencapai ketinggian 2530 meter dari dasar tanah terendah. Kabupaten Bogor Perhatian masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin besar ketika kasus-kasus pencemaran dan ancaman kesehatan manusia akibat dampak pengelolaan sampah yang buruk semakin luas terekspose. kelembaban serta suhu ikut hilang karena lemahnya pengawasan. TPST ini tidak bisa dioperasikan karena ditolak. sungai) dan bersebelahan dengan sawah. Kota Cimahi 1. Pemeriksaan rectal swab (usap dubur) menunjukkan 60% mengandung bakteri patogen seperti E. Tabel 8. Bencana tersebut menandai kegagalan sistem pengelolaan sampah di Indonesia yang selama 3 (tiga) da- d. dengan kapasitas daya tampung sebesar 1.1. Kota Bandung 7. pencemaran air di sekitar TPA.600 m³ per hari dan sebagian besar dikirim ke TPA Bantar Gebang. dan diperparah dengan kehadiran para pemulung yang merupakan masalah pelik dan dilematis.172 Total 13. jarak dengan pemukiman terdekat 500 m. Selain itu.29 ha. 5. 172 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 173 . sisa sampah ini masih sangat rawan longsor karena cukup tinggi dan berada pada kemiringan lereng. seperti longsor.500 ton/hari sampah dari Jakarta dan plus 50 ton/hari sampah dari Bogor. pipa-pipa penyalur gas banyak yang dicuri dan alat pengukur curah hujan. Timbunan Sampah versus Sampah Terangkut di Bandung Raya Volume Sampah Terangkut (m³/hari) 4. kemungkinan disebabkan tingginya akumulasi gas dalam timbunan sampah yang tidak dilengkapi ventilasi gas (produksi minimal gas rata-rata 2-5 m³/ton sampah/tahun atau di TPA Bantar Gebang 25. Kabupaten Bogor dibangun mulai 18 Juni 2003 dan menempati lahan seluas 20 hektar. 03-3241-1994 tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA). Jakarta membuang sampah rata-rata 5.2. 2. jaringan pengumpul/ventilasi gas. Sampah di Jalan Raya sawarsa terakhir dijalankan. Ledakan yang diikuti longsor. dengan kemiringan tebingnya antara 30-45o serta timbunan yang tidak merata.1.4 47. Lokasi TPA di Leuwigajah yang terlalu dekat dengan pemukiman. penderita ISPA terus meningkat. Meskipun PT. dan lain-lain. 7. Tidak adanya zona penyangga (buffer zone) menyebabkan dampak negatif aktivitas TPA akan langsung mengenai lingkungan atau pemukiman terdekat. bertumpu pada landasan filosofis bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan hanya layak untuk dibuang.1. kebakaran.921 Sumber: GBWMC-CS. TB-paru kronis dan sejenisnya. beratnya beban sampah tanpa tanggul penahan. TPST Bojong Kecamatan Klapanunggal.230 560 6. TPA Benowo Surabaya.325 45. namun telah tertimbun longsor yang pertama). sebagai pengelola menjamin TPST Bojong tidak akan mencemari lingkungan dan mesin pengolah sampahnya telah diujicobakan dengan disaksikan warga dan anggota DPRD Kabupaten Bogor. penutupan tanah. terjadi longsor pertama di TPA Leuwigajah yang menimbun tujuh rumah dan beberapa petak sawah. 8. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir b.9 ha. menyalahi ketentuan persyaratan lokasi TPA (SNI No.000 – 6.535 1.000 ppm) mengalir begitu saja ke saluran/sungai tanpa proses pengolahan dan mencemari lingkungan. dan longsoran sampah muncul di beberapa tempat. a.2. Bandung TPA Leuwigajah mulai beroperasi sejak tahun 1987 dengan luas lahan 8. sedangakan volume sampah yang longsor yaitu sekitar 2. lokasi bukan lahan produktif. TPST Bojong di Kabupaten Bogor. tingkat keasamannya tinggi/di atas ambang batas. dan tingginya volume air hujan dalam timbunan sampah (tidak ada saluran drainase yang dapat mengalirkan air hujan keluar timbunan). dan shinegella 2 persen.264 m3.1. Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Potret Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Warga Bantar Gebang: 1.2. terutama penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).2. TPST Bojong. f. 2004. Permasalahan teknis di TPA tersebut bisa dilihat dari beberapa aspek. Selain itu. pencemaran lingkungan.5 (%) Persentase Timbunan Sampah Wilayah (m3/hari) e. Kasus gerakan anti keberadaan TPA. Pengoperasian landfill dilakukan dengan cara open dumping tanpa proses pemadatan. 3.500 Kabupaten Bandung 5. Volume total timbunan sampah di TPA Leuwigajah sampai dengan bulan Februari 2003 yaitu sekitar 3. Leachet dengan BOD yang tinggi (umumnya > 5.4 60. Pada 1 Februari 1994. Wira Guna Sejahtera.9 ekor per boxgrill per 30”. Tingkat kepadatan lalat menunjukkan 6 hingga 20. Standar itu mensyaratkan antara lain jarak minimal dengan sungai 100 m. TPA seluas 108 hektar dikelola dengan sistem quasi-open dumping. 4.040. dan lain-lain.2. TPA tidak didukung dengan masukan teknologi sanitary landfill yang memadai.249 Uang ratusan milyar rupiah diinvestasikan untuk membangun TPST yang pembangunannya telah direncanakan sejak tahun 2001-an. tanggul penahan (reatining wall) penutupan tanah. jaringan pengumpul dan pengolahan leachet (pada awalnya ada. 8.4 hektar (ha) dan pada tahun 1992 diperluas menjadi 10. Pengelolaan dilakukan dengan cara open dumping oleh ketiga pengelola yaitu Kota Cimahi.000 ton/hari atau 25. coli.919 m3.1.

“Ini sebenarnya potensi untuk industri pupuk. Pesan utama dari formulasi RUU tersebut adalah mengubah secara radikal landasan filosofis bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan mengubah paradigma pengelolaan sampah dari end of pipe menjadi reduce at source dan resource recycle. Selain itu juga. 174 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 175 .3. Letak TPA ini bersebelahan dengan TPA Bantar Gebang dan hanya dipisahkan dengan saluran air dan pagar arcon/tembok.2. pedagang sendiri yang berinisiatif memilah dan membuang sampah tiap hari.000 357. Kota Lenggenda.” ujarnya. melewati saluran air sepanjang Kali Asem.000 250. dapat diandalkan dan efisien dengan teknologi yang ramah lingkungan. Selama ini.000. menurut Hadi.000 378. volume dari 31 pasar mencapai 150 m3.1 Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah pul-angkut-buang menjadi patron utama kebijakan pengelolaan sampah.000.000. Pemerintah Pusat dan Daerah pun tidak segera turun tangan menanganinya. Konsep rencana pengelolaan sampah perlu dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan suatu sistem pengelolaan sampah yang modern.000 hingga 26.com/read/2008/11/14/1/164172/tahun-2009-sampah-di-yogya-dijadikan- 1999 15 180 2000 15 180 Sumber: kompos 2001 15 180 2002 15 180 2003 15 180 8. 8. 70% di antaranya adalah sampah organik.000 270. Kepada Dinas Pasar Kota Yogyakarta.000 210.000 324.000 216. yaitu sampah organik dan non organik.185.000.000.000.000. Pendekatan yang digunakan dalam konsep rencana pengelolaan sampah ini adalah “meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang dapat memenuhi tuntutan dalam paradigma baru pengelolaan sampah.000 m3/hari menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Jakarta sudah pada tahap mengkhawatirkan bila tidak dikelola secara baik.000 540.255.000.000 100. Jumat (14/11/08). 2004 15 180 2005 15 180 2006 15 180 2007 15 90 Sumber: PIDUS – ZWI. Sampah di Yogya Dijadikan Kompos lingkungan dan ancaman kesehatan warga sekitar.1 Tahun 2009.Sampah Sampah 8.000.000 432.000. “Nantinya. Pencemaran air semakin parah ketika leachet yang tak tertampung dari TPA Bantar Gebang bertemu dengan saluran air dari TPA Sumur Batu.000 160.000 4.000 Luas Lahan Ha/ Tahun Jumlah Panen (Kw) Harga Gabah Kering/ Kw Jumlah Pendapatan Petani 1998 15 180 Secara umum.000 525.” Keberadaan TPA Sumur Batu dengan system opendumping memperparah pencemaran dan kerusakan Tabel 8.000 294.000. “Untuk tahap awal.” tambahnya. Tempat pengolahan sampah nantinya akan ditempatkan di Nitikan untuk menjadi kompos.3. Ahmad Fadli mengatakan. Upaya Mengatasi Permasalahan Sampah TPA Sumur Batu milik Pemkot Bekasi seluas lebih dari 10 hektar. sehingga setiap ada hujan. Nantinya. Hal ini penting karena pada hakikatnya pada timbunan sampah itu kadang-kadang masih mengandung komponen-komponen yang sangat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi namun karena tercampur secara acak maka nilai ekonominya hilang dan bahkan sebaliknya menimbulkan bencana yang dapat membahayakan lingkungan hidup. 2007 Masalah sampah terus saja terjadi setiap tahun. Dana pembangunan TPA Sumur Batu berasal dari pinjaman Asian Development Bank (ADB) dan didukung Pemprov DKI Jakarta. sejak awal 2003 Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) merintis penyusunan kebijakan pengelolaan sampah nasional dengan memformulasikan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sampah yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Kami akan mencoba mengoptimalkan pengelolaan sampah menjadi barang-barang yang lebih berguna. Pihaknya juga akan menghilangkan tempat penampungan sementara (TPS) sampah di seluruh pasar. dimana jumlah semakin meningkat sementara luas lahan TPA tidak akan bertambah. Pihaknya akan memperbanyak tempat sampah di seluruh pasar di Kota Yogyakarta. Kali Pedurenan hingga Perumahan Regency.000. Untuk itu perlu dilakukan penataan ulang secara menyeluruh tentang konsep pengelolaan sampah di perkotaan.000 3.000.000 486. “Kita sudah berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.” ujarnya. setiap pedagang akan diberikan dua bak sampah.000 168.000 180. “Sekarang kita sedang melatih masyarakat sekitar untuk bisa mengopersikan mesin dan mengolah sampah menjadik kompos.2007 Tingkat Kerugian Petani Tahun 80.000. Sampah dari pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta akan diolah menjadi pupuk organik. tanpa ada penyelesaian yang pasti.okezone.000 200. Kelurahan Sumur Batu 1998 .000 459.4. Selanjutnya pedagang dimintah untuk bisa memilah jenis sampah tersebut.000 315. Untuk itu perlu dilakukan usaha yang dapat mengubah cara pandang “sampah dari masalah menjadi manfaat”. sampah-sampah yang kelihatan tidak berguna akan menjadi barang yang bisa membantu masyarakat.” ujarnya. sebanyak 70% diantaranya adalah sampah organik. dari dulu sampai sekarang. TPA Sumur Batu dan Burangkeng Kotak 8. misalnya di Jakarta yang mencapai 24.000 120. Akibatnya pencemaran air semakin besar. pengelolaan sampah ini akan diujicobakan di Pasar Lempuyangan dan Pasar Giwangan. sampah campur dengan air hujan dan langsung menuju perairan umum.2. Duta Harapan.000 420.600. tidak pernah memberikan dana kompensasi atau uang bau. Sementara sampah anorganik akan dikumpulkan untuk bisa didaur ulang atau dijual pada pengepul. Setiap hari. Perkiraan Kerugian Petani Sawah.000 140.1. Di pihak lain serta para petani yang sawahnya rusak akibat cemaran air lindi telah melakukan berbagai upaya agar diberikan ganti rugi. Dimana hingga kini. Volume sampah di kotakota besar. bahkan di Pasar Giwangan. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Hadi Prabowo mengatakan.000 405.000 170.000. Dalam perjalanannya TPA Sumur Batu menemui serentetan protes warga sekitar karena pengelolaan yang buruk.000 252.000. telah dibangun sejak tahun 2001.000.” ujarnya.000 336. pola kum- Menyadari kondisi di atas. volume sampah di Kota Yogyakarta tiap hari mencapai 400 ton. Pencemaran terjadi karena pengelolaan tidak mengikuti standar seperti: belum memiliki saluran dan bak-bak pengolah air lindi.000. tempat pengolahan sampah organik di Nitikan. volume sampah organiknya mencapai 90%.000.000 675. Pemkot Bekasi juga ikut membuang sampah ke TPA Bantar Gebang milik DKI Jakarta.(Nazarudin Latief/Sindo/hri) http://news.000. Giwangan Yogyakarta sudah bisa dioperasikan pada awal tahun 2009 mendatang.000.000 300.000 378. pihaknya akan memulai pengolahan sampah organik ini pada tahun 2009.

Lingkup kegiatan Hari Peduli Sampah 2009 adalah kampanye pembatasan pemakaian kantong plastik dalam berbelanja melalui Pencanangan Gerakan Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik dengan semangat “Satu Hari Tanpa Kantong Plastik”. terutama di kota-kota metropolitan dan kota besar. dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Selain itu. 18 Tahun 2008 tersebut membuka peluang seluas-luasnya kepada peran masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan UU 18 Tahun 2008 dan peraturan pelaksanaan yang diamanatkan (PP dan Permen). perlu dilakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang isi yang terkandung dalam undang-undang tersebut. dan retailer besar. Lokasi kegiatan dipusatkan di Jakarta dan diharapkan diikuti secara serentak di seluruh Indonesia. Perubahan Paradigma Pengelolaan Sampah Permasalahan /kendala • • • Penyelesaian RPP tentang Pengelolaan Sampah Spesifik. Penyusunan kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah. terdapat 5 butir kebijakan pengelolaan sampah yang harus ditetapkan meliputi: 1.2. dan media massa dengan koordinator Asdep Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil. Peringatan HPS 2009 memakai tagline “Satu Hari Tanpa Kantong Plastik (Plastik Bag Free Day)”. dan pemrosesan akhir sampah yang berwawasan lingkungan melalui pembagian kewenangan yang jelas antara Pemerintah Pusat. bank. 176 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 177 . pemanfaatan sampah (waste utilisation). Kegiatan sosialisasi pada tahun 2009 diintegrasikan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Hari Peduli Sampah (HPS) 2009 dilaksanakan bersama-sama antara Kementerian Lingkugan Hidup. 18/2008 adalah mengubah paradigma pengelolaan sampah dari kumpul-angkut-buang mejadi pengurangan di sumber (reduce at source) dan daur ulang sumber daya (resources recycle).3. adalah penerapan prinsip 3R (reduce.3. LSM Greeners. Langkah dalam menetapkan kebijakan dan strategi pengelolan sampah dapat digambarkan secara umum dalam diagram di atas. khususnya melalui kegiatan pengomposan. Pengurangan sampah Penanganan sampah Pemanfaatan sampah Peningkatan kapasitas pengelolaan sampah Gambar 8. Pada kesempatan tersebut. 3.2 8. RUU tentang Pengelolaan Sampah disahkan menjadi Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. reuse. reuse. Implementasi 3R Pada 8 Mei 2008. Sejak Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah diundangkan pada 7 Mei 2008 berarti Indonesia telah mempunyai landasan hukum yang kuat dan pasti dalam pengelolaan sampah.3. Sedangkan pada 25 Februari 2009. 2009 Tujuan program ini adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA dengan melaksanakan pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip 3R (reduce. Pengembangan kerjasama regional dan global Kotak 8. UU No. 4. Pemerintah Provinsi. Menteri Negara Lingkungan Hidup juga melakukan monitoring terbatas dan acak terhadap upaya pembatasan penggunaan kantong plastik di beberapa institusi antara lain hotel. recycle). extended producer’s responsiblity (EPR). Sumber: KLH 2009 Metode yang tepat untuk mengimplementasikan paradigma pengurangan di sumber (reduce at source) dan daur ulang sumber daya (resources recycle).2 Implementasi UU Sampah Hari Peduli Sampah Langkah nyata dalam upaya implementasi falsafah reduce at source dan resource recycle kemudian diambil KLH dengan melaksanakan program subsidi kompos yang merupakan bagian dari Western Java Environmental Management Project (WJEMP) pada 2005-2006. kegiatan sosialisasi diisi dengan pencanangan gerakan pembatasan penggunaan pantong plastik oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup yang dipusatkan di Balaikota Surabaya. Amanat utama pengelolaan sampah dalam UU No. Penyusunan draft peraturan menteri yang terkait dengan pengelolaan sampah. sehingga diharapkan meningkatkan pemahaman tentang isi dan tingkat pelaksanaan pengelolaan sampah baik Pemerintah Daerah selaku penanggung jawab dalam penanganan sampah maupun di tingkat masyarakat dalam mengolah sampah sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. recycle). Sumber KLH. Substansi sosialisasi dititikberatkan pada bagaimana membangun paradigma baru dalam pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan yang aman bagi manusia dan lingkungan. Penyusunan pedoman-pedoman teknis yang terkait dengan pengelolaan sampah 8.Sampah Sampah 5. pusat perbelanjaan. 2. Agar undang-undang tersebut dapat dilaksanakan oleh semua pihak. • • Pengembangan sistem informasi pengelolaan sampah nasional.

International Environmental Technology Centre (IETC) Jepang. Sejumlah tempat tersebut berhasil mereduksi sampah hingga 2. Tujuan utama pelaksanaan Program Subsidi Kompos dalam kerangka WJEMP adalah mengurangi emisi gas metan dan mengurangi volume timbunan sampah perkotaan dengan memilah sampah organik layak kompos untuk diolah menjadi kompos. pemukiman 52.594.2. Tujuan jangka pendek program subsidi ini adalah dapat memproduksi 60. berasal dari industri 8. Pengurangan 7 % berasal dari 94 titik kawasan lingkungan pemukiman di Jakarta. hingga 2009 baru dapat mereduksi sampah sebesar 7 % dari total volume timbunan sampah perharinya.3. Industry and Economics (DTIE). maka sampah warga Bandung terpaksa dibiarkan menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan di beberapa ruas jalan. Produsen penerima subsidi tersebut dikelompokkan menjadi 3 skala produsen meliputi Gambar 8. Proyek DEBRI dilaksanakan bekerjasama dengan UNEP Division of Technology. Kabupaten Bandung. Topik pelatihan ini meliputi proses pembuatan kompos dan fasilitas-fasilitas yang menunjang.4%. Potensi penerapan instrumen ekonomi di Banda Aceh dengan mempertimbangkan pemberian soft loan atau microfinance dan bekerjasama dengan pihak ketiga dilakukan untuk mendukung upaya daur ulang (recycle) dan guna ulang (reuse) sampah.3 Program 3R Belum maksimal pah. Hal ini terjadi karena minimnya peran serta masyarakat dalam melakukan program 3R Menindaklanjuti permasalahan tersebut. Salah satu tugas utama Tim adalah menyusun program pengelolaan sampah yang dilakukan melalui penerapan konsep 3R.000 ton kompos secara aerobik di akhir pelaksanaan program sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang diangkut dan ditimbun ke TPA. namun tidak lagi berproduksi. • Penyediaan tenaga kerja sebagai upaya pemberdayaan tenaga lokal di bidang pengolahan sampah. yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan memberikan contoh alternatif pengolahan sampah yang dapat dilakukan dalam skala perkotaan. Manfaat ekonomi melalui kompos berharga sekitar Rp 2-3 juta/hari (dengan asumsi volume produksi 3-4 ton/hari).3. Program subsidi ini ditujukan kepada 2 (dua) jenis produsen kompos. • Berdasarkan hasil analisis data primer dan data sekunder. Kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Banda Aceh bergantung kepada kemampuan dalam melakukan proses pemilahan antara sampah organik dan non-organik. 8.1. Program Subsidi Kompos • Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH telah memulai melaksanakan Program 3R sejak 2005 melalui Program Subsidi Kompos yang merupakan salah satu bagian dari Western Java Enviornmental Management Project (WJEMP).2 juta/hari) dan biaya pemrosesan akhir di TPA sehingga dapat disimpulkan model pengolahan di Ciroyom relatif tidak menambah beban biaya.97%.000/ m3 atau Rp +2. komposisi sampah terbesar di Banda Aceh merupakan sampah organik yang mencapai 65%.3.32%.3. dan (2) Produsen yang saat ini memproduksi kompos dan dapat meningkatkan produksi mereka dengan bantuan subsidi dan pemasaran. pengolahan dan daur ulang sampah plastik serta pengolahan sampah menjadi produk lain seperti briket sampah dan sampah sebagai sumber energi (biomassa). 8 Maret 2010 Penghematan biaya pengangkutan sampah akibat berkurangnya volume sampah. Faktor penerapan instrumen ekonomi berdasarkan pada kebijakan fiskal nasional (pajak dan retribusi daerah).24 m3 atau 6. pasar 4%. sekolah 5. Biaya pengolahan di Pasar Ciroyom: Rp 60. disepakati untuk membentuk Tim Ad-Hoc Penanganan Sampah Metropolitan Bandung.97%. 8.35%. Mengurangi beban pemrosesan akhir yang saat ini dibuang di TPA Sarimukti. • Hal terpenting dari model ini adalah lebih berwawasan lingkungan dalam kerangka pengendalian pencemaran. Adapun teknologi yang sudah diimplementasikan berupa mesin penghancur sampah (waste shredding machine).3. merupakan idiom yang sungguh tepat menggambarkan kondisi Kota Bandung pada saat dimana sampah yang dihasilkan warga Bandung terlantar dan dibiarkan menggunung di hampir seluruh sudut Kota Bandung.3. Untuk itu di Pasar Ciroyom. Mesin ini telah dipasang di salah satu lokasi tempat pengolahan sampah dan telah digunakan untuk mengolah sampah organik di Banda Aceh. produsen menengah dengan kapasitas produksi >25 ton/hari. Dengan tidak adanya lagi tempat pembuangan akhir sam- Selain itu juga dilaksanakan pelatihan dalam dua tahap yaitu. Secara umum proyek DEBRI bertujuan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi di Banda Aceh melalui pengembangan kemitraan untuk penerapan Teknologi Berwawasan Lingkungan (Environmentally Sound Technologies – ESTs) untuk pengolahan/daur pakai/daur ulang dari sampah sisa bencana dan selanjutnya juga untuk membantu mengelola sampah sisa kegiatan konstruksi yang dihasilkan dari kegiatan pembangunan sehari-hari.Sampah Sampah Kotak 8. perkantoran 27. Program Penanganan Darurat Sampah Kota Bandung • skala kecil dengan kapasitas produksi 1-2 ton/hari. pada bulan Mei 2006 Kota Bandung dinyatakan darurat sampah. lainnya 1.4 juta/hari. yaitu: (1) Produsen kompos yang sebelumnya telah memiliki pengalaman memproduksi kompos. Dalam konteks global. 8. Sebagai hasil dan manfaat pelaksanaan uji coba implementasi 3R skala kawasan di Pasar Ciroyom adalah: • Volume timbunan sampah di DKI Jakarta adalah 29. Sebelumnya untuk pasar Ciroyom diperlukan 3-4 trip perjalanan per hari menjadi hanya 1 trip perjalanan untuk 2-3 hari. Bandung Lautan Sampah.72 ton/ hari.676. Karena kondisi semakin memburuk.187 m3 atau 485 ton per hari. Sampah Ciroyom 178 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 179 . pengembangan program pengomposan yang berkelanjutan akan menjadi salah satu komponen strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).3. • Sampah organik tercacah dan sampah layak daur ulang dimanfaatkan oleh produsen kompos. Proyek Hibah EU-UNEP: Tsunami Waste Management Demonstrating EST for Building Waste Reduction in Indonesia (DEBRI Project) Program 3R yang digagas oleh Pemprov DKI sejak 2007 lalu belum maksimal. Diharapkan pada 2012 target penurunan 12 – 15% dapat terpenuhi Sumber: Republika.3. dan produsen besar dengan kapasitas produksi >5 to/hari. KLH bekerjasama dengan PD Kebersihan Kota Bandung dan rekanan yang ditunjuk KLH melakukan uji coba dengan menempatkan mesin pencacah dan conveyor pemilah sampah organik. atas Instruksi Presiden dan hasil kunjungan Meneg LH di Kota Bandung. pelatihan yang bersifat umum dan pelatihan teknis peralatan. Catatan: biaya sebelumnya terdiri dari biaya pengangkutan sampah (Rp 2.

KLH 2009 180 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 181 . Caranya mudah.4. “Sebuah ponsel dibuat dari berbagai bahan seperti plastik di case atau cover. Bayangkan jika semua orang yang memiliki ponsel di dunia. Di Indonesia.05 Ggram). yakni sebesar 3 milyar dan setidaknya mendaur ulang ponselnya.6.nokia.6 %). maka TES-AMM akan mengirimkannya ke pabrik di Singapura untuk didaur ulang.4. Fungsi memantulkan radiasi panas tersebut dilakukan oleh gas rumah kaca seperti CO2 dan CH4. Nokia telah menyediakan box daur ulang di 91 Nokia Care Centre untuk memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memberikan ponsel dan aksesoris yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang.Sampah Sampah 8.000 ton serta mengurangi gas rumah kaca yang setara dengan 4 juta kendaraan bermotor Grafik 8. maka akan mengurangi bahan baku sebanyak 240.” kata Bambang N Gyat. Asdep Urusan Data dan Informasi. Sumber: Emisi Gas Rumah Kaca Dalam Angka. Di Indonesia. sedangkan yang terendah oleh Provinsi Maluku Utara. bawa ponsel atau aksesoris bekas dan berikan box daur ulang di setiap Nokia care service point. Potensi Emisi Gas Rumah kaca Kotak 8. kunjungi www. Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan yang tertinggi (10. Dari data asumsi pertambahan sampah antara tahun 2005 – 2008. Sekedar informasi.co. Sejak itu.7. Nokia telah memiliki lebih dari 5000 titik penempatan box daur ulang ponsel dan aksesoris di 85 negara seluruh dunia termasuk Indonesia.4 8.585 kg. Sampai dengan 80% dari produk Nokia bisa didaur ulang. produsen telepon seluler terbesar di dunia mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan secara global. jika Anda peduli terhadap lingkungan ikuti program Nokia recycling campaign yang akan datang.1.id/carecenters Sumber: Emisi Gas Rumah Kaca Dalam Angka. Asdep Urusan Data dan Informasi. Potensi Kenaikan Emisi CO2 2000-2008 Nokia telah memulai program daur ulang ini sejak tahun 1997 di Swedia dan Inggris. Sementara itu pada perhitungan emisi CH4. sebuah ponsel bekas yang telah didaur ulang dapat mengurangi emisi gas karbondioksida sebesar 12. Masalahnya adalah pada saat ini konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir sudah melebihi keadaan normalnya sehingga radiasi panas yang dipantulkan ke permukaan bumi menjadi lebih banyak dan akibatnya adalah meningkatnya suhu bumi. Technical Advisor TES-AMM. potensi kenaikan meningkat sebesar 61. Nokia mengajak masyarakat untuk memiliki tanggung jawab pribadi akan daur ulang ponsel dengan memberikan ponsel dan aksesoris mereka yang sudah tidak terpakai.76%). Jika semua ponsel telah terkumpul. sementara elemen plastik dapat didaur ulang menjadi plastik palet. Nokia bekerjasama dengan TES-AMM – sebuah perusahaan daur ulang e-waste mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam program daur ulang e-waste dengan memberikan ponsel dan aksesoris bekas mereka untuk didaur ulang.68 Ggram (3. dan juga berbagai elemen logam di peralatan elektronik seperti charger dan aksesoris yang dapat didaur ulang. Bambang menjelaskan mengenai elemen logam di sebuah ponsel dan aksesorisnya dapat didaur ulang menjadi bahan baku seperti logam besi. Efek rumah kaca sebenarnya merupakan proses alam dimana atmosfir memantulkan kembali sebagian radiasi panas yang berasal dari permukaan bumi sehingga bumi menjadi terasa hangat. Pengelolaan Sampah dan Mitigasi Perubahan Iklim Nokia Recycle Program Nokia. Untuk informasi Nokia Care Centre terdekat. Potensi Kenaikan Emisi CH4 2005-2008 Lebih lanjut. diperkirakan potensi jumlah emisi CO2 dari sampah yang berada di Indonesia naik sekitar 41 Ggram (3. KLH 2009 Grafik 8.

dan Tabanan atau dikenal dengan wilayah Sarbagita. Sebagian diantaranya. didirikan masyarakat Dusun Bandegan. Bantul. yang selanjutnya diolah menjadi pupuk kompos Untuk mengurangi dampak pelepasan gas tersebut beberapa Pemerintah Daerah telah mencoba melaksanakan strategi dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan menggunakan energi sampah dengan memanfaatkan kandungan gas Metan di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir Gambar 8. dan kaleng harganya menyesuaikan ukuran. Tak hanya itu. Diharapkan pada bulan Maret 2010 PLTS yang bernilai Rp 700 miliar sudah akan memproduksi listrik sebesar 2 MW.3.2. Bank Sampah. Mesin PLTS Dari 500 kg sampah sayuran dan buah ia menghasilkan 100 liter cairan fermentasi. Kantong I berisi sampah plastik. Kelebihan sisa tenaga listrik ini masih dapat dipergunakan untuk lampu penerangan jalan umum warga sekitar TPA Sumur Batu.4. Tukang rosok memberi nilai ekonomi tiap kantong sampah milik nasabah. maka akan menghasilkan 30 – 40 liter cairan bioetanol dengan kadar 60%. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Sumur Batu di resmikan pada bulan Juli 2008 dan mampu mengeluarkan energi listrik sebesar 120 KW. and anaerobic digestion yang dikembangkan oleh GE.4. maka dengan adanya Bank Sampah menambah kesadaran warga tentang pengelolaan sampah. kertas arsip Rp 1. PLTS Bantar Gebang 8. Kondisi ini jelas memperburuk efek GRK karena potensi gas metana 25 kali lipat dibandingkan CO. Kertas karton dihargai Rp 2. sampah yang terkumpul tiap minggu mencapai 60-70 kg. kantong II sampah kertas. keberadaan bank sangat membantu.5 Sampah Berubah Bensin PLTS ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia. Dari jumlah tersebut akan menghasilkan listrik sebanyak 10 mega watt (MW ).4. Meskipun mengolah sampah tetapi tidak tercium aroma tak sedap dan lokasi tetap tampak bersih. Teknik pengolahan sampah yang digunakan TPA Suwung tersebut adalah dengan metode “GaLfAd” atau kependekan dari gasification. Sedangkan plastik. sampah organik juga akan diterima. Setiap harinya ia mengangkut 12 drum sampah buah jeruk. penghitungan jumlah rata-rata metana dalam 20 tahun terakhir meningkat 72 kali lebih besar dibandingkan dengan CO. April 2010 8. Selanjutnya ia menggiling sampah-sampah tersebut secara terpisah lalu difermentasikan selama sepekan.4. botol. Setelah sampah terkumpul banyak.4.2. lanfill gas. 182 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 STATUS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2009 183 .5 ton sampah buah dan sayur per hari oleh warga sekitar Pasar Gedhe Jawa Tengah. bahwa sampah bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan benar.000 per kg. Bioetanol tersebut yang dimanfaatkan oleh 150 KK di Desa Doplang. Mereka bisa mendapat penghasilan tambahan sekaligus kebersihan lingkungan sekitar terjaga. Terletak pada ruang seluas lapangan voli di Sawangan Depok. Kalau dulu warga membuang sampah sembarangan karena kesulitan mencari tempat pembuangan resmi. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah ini diperkirakan sebesar 2000 dolar Amerika per KW atau sebesar 20 juta dolar AS untuk menghasilkan listrik sebesar 10 MW. yang dioperasionalkan dari 2 zona dengan jumlah sumur gas sebanyak 59 titik dan akan menggerakkan dua mesin pembangkit listrik yang masing masing 1 MW. Akan tetapi tidak semua sampah disetor ke tukang rosok. PLTS Sumur Batu Gambar 8. Di Bantul. Sumber: Trubus NO485. sebagian dari energi listrik sebesar 50 KW dipergunakan oleh PT Gikoko Kogyo Indonesia (investor) untuk kegiatan operasionalnya. PLTS Suwung Bali Kotak 8.2. masalah sampah bisa tertangani. Bila gerakan Bank Sampah bisa meluas ke berbagai desa. Ia ingin mengubah pandangan masyarakat tentang sampah. DI Yogyakarta. Proyek PLTS ini menerima 800 ton per hari sampah yang berasal dari Denpasar. Kalkulasi tersebut berdasar pada dampak yang ditimbulkannya selama seabad terakhir. perekonomian masyarakat juga ikut membaik sehingga angka kemiskinan bisa ditekan. 8. Bali sejak 12 Desember 2008. 8. tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Upaya Pengurangan Emisi Gas Metana Sisa dari sampah (organik) ditimbun dan kemudian ditutup akan menimbulkan gas metana (CH4) yang pada dasarnya merupakan gas rumah kaca yang paling buruk. Dari hasil fermentasi sampah tersebut dihasilkan omzet 12 juta sebulan --------------------------------------------------------------------------Berasal dari protes yang disebabkan bau menyengat dan busuk dari 0. menurut Panut Susanto. dan kantong III berupa kaleng dan botol. Selanjutnya secara bertahap akan dihasilkan 2 MW lagi dan 6 MW sehingga pada pertengahan 2010 diharapkan bisa diproduksi listrik dari sampah sebesar 10 MW. Budi Sunarto berinisiatif untuk melakukan pengolahan sampah menjadi Bioetanol di desa Doplang. sedangkan 70 KW dipergunakan untuk mengoperasikan instalasi pengolahan limbah tinja milik Pemerintah Kota Bekasi yang juga berlokasi di Sumur Batu. Ke depan. dosen Politeknik Kesehatan Yogyakarta.4. PLTS Sumur Batu Bagi para nasabah. Ketua Pengelola Beberapa hari sekali nasabah Bank Sampah akan menyetorkan sampah yang mereka kumpulkan. Fokus sampah yang dikumpulkan saat ini masih sebatas sampah anorganik.2.5. produksi sampah per hari mencapai 614 meter kubik.4.2.2.Sampah Sampah 8. Setiap nasabah datang dengan tiga kantong sampah berbeda.1. Harga sampah bervariasi bergantung pada klasifikasinya. petugas bank menghubungi tukang rosok. Gagasan awal pendirian bank sampah ini datang dari Bambang Suwerda. Diharapkan pada awal tahun 2011 sudah dapat menghasilkan listrik sebesar 10 MW dan pada akhirnya ditargetkan untuk menghasilkan listrik sebesar 26 MW pada tahun 2011.500 per kg. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan pihak swasta telah membangun PLTS di Bantar Gebang. Gerakan Bank Sampah dari Bantul Bank Sampah Gemah Ripah. diolah sendiri oleh Bank Sampah. Setelah dilakukan destilasi selama 5 jam.400 liter per bulan. Iswanto membuat bioetanol dalam 100 drum plastik yang tertutup rapat berkapasitas masing-masing 100 liter. Sudah 2 tahun ini warga tidak menggunakan minyak tanah yang harganya semakin melangit untuk bahan memasak. Badung. semangka dan pepaya dari pasar Kramat Jati. Karanganyar Jawa Tengah sebagai bahan bakar Kompor. Setiap hari Iswanto dapat memproduksi 80 – 100 liter bioetanol 50% dan diperkirakan dapat menghasilkan sebanyak 2. Gianyar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->