SERTIFIKASI PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI

3
Kesimpulan

2
Isi

1
Pendahuluan

Oleh karena itu perusahaan harus memiliki daya saing yang tinggi agar dapat bersaing degan para pesaingnya. 2 ISO 9000 adalah salah satu standar sistem manajemen mutu internasional yang dapat diterapkan baik untuk industri manufaktur maupun jasa konstruksi untuk penyempurnaan mutu prosedur dan produk. 3 . tujuan dan tanggung jawab mutu. termasuk semua kegiatan dari semua fungsi manajemen yang menentukan kebijakan. penjaminan mutu (quality assurance). dan jumlah sertifikat untuk perusahaan konstruksi bertambah dari tahun ke tahun. Pengelolaan mutu Mutu merupakan tolok ukur sukses atau tidaknya suatu proyek. Manajemen mutu proyek berdasakan ISO 9000 : 2000 merupakan proses yang diperlukan untuk meyakinkan bahwa proyek akan memenuhi harapan dan kebutuhan. pengendalian mutu (quality control) dan penyempurnaan mutu (quality improvement). dan mengimplementasikannya sedemikian hingga seperti perencanaan mutu (quality planning). Maka diperlukan sisten manajemen mutu yang baik yang harus baik di tingkat perusahaan maupun ditingkat proyek.1 Latar Belakang PENDAHULUAN 1 Globalisasi dan Liberalisasi Perdagangan Dunia Era globalisasi telah membawa dampak persaingan di sektor industri semakin ketat. Sertifikasi ISO 9000 dalam industri konstruksi telah diter secara meluas oleh banyak negara termasuk Indonesia. Adapun tahapan yang diperlukan untuk menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO 9000 adalah mulai dari tahap persiap implementasi hingga sampai kepada tahap sertifikasi.

2 Rumusan Masalah Bagaimana hasil penerapan ISO 9000:2000 di perusahaan konstruksi (di kota Makasar)? .

mudah dalam penggunaan (easy of use). .2001). estetika (esthetics).ISI 1 Landasan Teori Mutu biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk atau jasa. seperti : kinerja (performance). dan lain sebagainya (VincentGaspersz. jaminan mutu (Quality Assurance) dan peningkatan mutu (Quality Improvement). baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersama. tujuan-tujuan dan tanggung jawab. pengendalian mutu (Quality Control). serta mengimplementasikannya melalui metode perencanaan mutu (Quality Planning). ISO 8402 mendefinisikan mutu sebagai keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan. kehandalan (reliability). dan manajem mutu sebagai semua aktivitas dari fungsi manajemen secara keseluruhan yang menentukan kebijakan mutu.

‡ ‡ ‡ 1. Pengendalian terhadap dokumen. alasan : produk dari konstruksi selalu unik. kegunaan. Peninjauan ulang terhadap kontrak. 1999). Pembelian.1999). Belum lagi format standar yang ada sering membawa kepada penerjemahan yang beragam dan penerapan. 5. dan Peninjauan ulang dan audit. Pengendalian terhadap desain. tenaga kerja berpendidikan rendah dan sifat pekerjaan cenderung merupakan pekerjaan tangan (Prijono. Pengendalian terhadap proses. Memang menjadi bahan perdebatan jika prosedur konstruksi dapat distandarisasi (seperti industr manufaktur). 3. 2. lingkungan dimana proses ini dilaksanakan sering menjadi faktor yang menghambat (Chung. Hal inilah yang menyebabkan kesulitan dalam pengukuran dan pengawasan sebagai bentuk penerapan ISO 9000:2000. Tindakan korektif. Pendekatan audit internal dengan menggunakan Gap Analisis ISO 9000 2000 merupakan cara termudah untuk mengetahui tingkat kematangan dari sebuah sistem manajemen mutu perusahaan dan area utama dimana perbaikan dibutuhkan. serta hasil dari ISO 9000 dapat beragam di antara berbagai perusahaan dan negara (Bubshait dan Al-Atiq. setiap proses konstruksi melibatkan tenaga kerja dan supplier yang beragam. 1997). . 4. Kebutuhan untuk menerapkan standar ISO 9000 untuk perusahaan konstruksi : Tanggung jawab manajemen. Pelatihan.

1 Penyelesaian Perusahaan yang menjadi responden dalam penelitian ini merupakan perusahaan yang berpengalama minimal 6 (enam) tahun dalam berbagai proyek konstruksi di Sulawesi Selatan. . Pengalaman kerja lebih dari 16 tahun dimiliki oleh perusahaan yang bersertifikasi ISO 9000 : 2000. Untuk perusahaan yang belum memiliki sertifikat ISO 9000 : 2000 ada sekitar 29% perusahaan yang berumur antara 6 sampai 15 tahun selebihnya berumur 16 tahun keatas.

.Jaminan proyek akan selesai tepat pada waktunya dengan standar mutu yang telah disepakati.

. sedangkan perusahaan yang belum mengantongi ISO 9000:2000 harus menambah dokumen mutunya berupa pedoman mutu dan instruksi kerja untuk dapat memenuhi standar sistem manajemen mutu berbasis ISO 9000. Salah satu pendekatan dalam pengelolaan proses adalah menyediakan panduan kerja yang jelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perusahaan yang bersertifikat ISO 9000:2000 harus dilengkapi dengan dokumen instruksi kerja.

.

.

.

sistem mutu.Kesimpulan ‡ Permasalahan konstruksi di kota Makassar khususnya perusahaan yang memiliki kualifikasi besar (B) sudah mengakomodasi sistem mutu dalam organisasinya. Hanya sebagian kecil responden yang tidak memiliki kelengkapan di bidang unit mutu dan dokumen-dokumen mutu. kegiatan-kegiatan mutu yang menunjang proses dari manajemen mutu. Hal ini ditandai dengan dimilikinya unit kerja khusus di bidang mutu. dokumen-dokumen mutu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful