P. 1
PANCASILA

PANCASILA

|Views: 264|Likes:
Published by Adi Dan Dia

More info:

Published by: Adi Dan Dia on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

PANCASILA

PENDAHULUAN
Pancasila disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945, tercantum dalam pembukaan UUD 1945, dan diundangkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II no 7. Pancasila mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi, dengan kata lain Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat serta pandangan hidup bangsa. Gerakan Reformasi mengembalikan kedudukan dan fungsi Pancasila yang direalisasikan melalui ketetapan sidang istimewa MPR tahun 1998 No. XVIII/MPR/1998 sekaligus pencabutan P-4. PDampak atas manipulasi Pancasila yaitu kalangan elit politik beranggapan Pancasila merupakan label politik Orde Baru. Bukti secara objektif dari reformasi belum dapat dinikmati oleh rakyat nasionalisme bangsa rapuh sehingga bangsa Indonesia dipandang rendah di masyarakat Internasional.

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

‡ Landasan Historis ‡ Proses yang cukup panjang bangsa Indonesia menemukan jati dirinya yang di dalamnya tersimpul ciri khas, sifat dan karakter bangsa yang dirumuskan dalam 5 prinsip (lima sila) / Pancasila. ‡ Jadi secara historis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara secara objektif telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA ‡ Landasan Kultural ‡ Setiap bangsa memiliki ciri khas yang berbeda serta pandangan hidup yang berbeda-beda. ‡ Nilai-nilai kenegaraaan dan kemasyarakatan merupakan suatu hasil karya besar bangsa Indonesia sendiri yang diangkat dari nilai-nilai kultural bangsa Indoneia yang melalui proses refleksi filosofis para pendiri negara. ‡ Satu-satunya karya besar bangsa Indonesia yang sejajar dengan karya bangsa lain di dunia adalah hasil pemikiran tentang bangsa dan negara yang mendasarkan pandangan hidup suatu prinsip nilai yang tertuang dalam sila-sila Pancasila.

dan Pendidikan Kewarganegaraan. mengeluarkan surat Keputusan no. 38/DIKTI/KEP/2002 .LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA ‡ Landasan Yuridis ‡ Landasan ini tertuang dalam UU no 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional ‡ Pasal 39 setiap jenjang pendidikan. Pendidikan Agama. ‡ SK Menteri Pendidikan Nasional RI no. wajib memuat Pendidikan Pancasil. 232/U/2000 pasal 10 ayat (1) ‡ SK direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi.

. hal ini berdasarkan kenyataan objektif bahwa manusia adalah makhluk Tuhan YME.LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA ‡ Landasan Filosofis ‡ Secara filsofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebaga bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan. sehingga secara filosofis negara berpersatuan dan berkerakyatan.

‡ Kompetensi lulusan Pendidikan Pancasila adalah seperangkat tindakan Intelektual. ‡ Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa padaTuhan YME dengan sikap dan perilaku ‡ 1. 38/DIKTI/Kep/2003. 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional dalam SK Dirjen Dikti No. Memiliki kemampuan untuk memahami peristiwa sejarah dan nilainilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni. ‡ 2. ‡ Tujuan pendidikan diartikan sebagai seperangkat tindakan intelektual penuh tanggungjawab yang berorientasi pada kompetensi mahasiswa pada bidang pofesi masing-masing.Tujuan Pendidikan Pancasila ‡ UU No. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. berbangsa dan bernegara. ‡ 4. ‡ 3. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. . tujuan Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral dan diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari. penuh tanggung jawab sebagai seorang warga negara dalam memecahkan berbagai masalah dalam hidup bermasyarakat.

Bersistem ‡ 4. Poedjawijatno dalam bukunya ´Tahu dan Pengetahuanµ yang merinci syarat-syarat ilmiah sebagai berikut: ‡ 1. R.Pembahasan Pancasila secara Ilmiah ‡ Harus memenuhi syarat ilmiah yang dikemukakan oleh I. Bersifat universal . Berobjek ‡ 2. Bermetode ‡ 3.

lembaran negara. atau dari sudut pandang apa Pancasila itu dibahas. yang di dalam filsafat ilmu pengetahuan dibedakan atas dua macam yaitu ´Objek Formaµ dan ´Objek Materiaµ. ‡ Objek Materia ´Pancasila adalah suatu objek yang merupakan sasaran pembahasan dan pengkajian Pancasila baik yang bersifat empiris maupun non empris. maupun adat-istiadat bangsa Indonesia sendiri.Berobjek ‡ Pancasila harus memiliki objek. Pancasila dapat dibahas dari berbagai macam sudut pandang. ‡ Oleh karena itu objek materi pembahasan Pancasila adalah dapat berupa hasil budaya. lembaran hukum maupun naskah-naskah kenegaraan lainnya. . ‡ Objek foma· Pancasila adalah suatu sudut pandang tertentu dalam pembahasan Pancasila. ekonomi (ekonomi Pancasila) pers (pers Pancasila) Hukum dan kenegaraan· (Pancasila Yuridis Kenegaraan). filsafat· (filsafat Pancasila). yaitu sudut pandang ´moralµ (Moral Pancasila).

. ‡ . penafsiran dan interpretasi di dasarkan atas hukum-hukum logika dalam penarikan kesimpulan.Metode koherensi historis.Metode hermeneutika yaitu suatu metode untuk menemukan makna di balik objek. metode pemahaman. ‡ .Bermetode ‡ Salah satu metode dalam pembahasan Pancasila adalah metode · analitico syntetic· yaitu suatu perpaduan metode analisis dan sintesis.

Bersistem ‡ Pengetahuan ilmiah harus merupakan suatu kesatuan. antara bagian-bagian itu saling berhubungan. baik berupa hubungan interelasi (saling berhubungan). . sehingga sila-sila Pancasila itu sendiri adalah merupakan suatu kesatuan yang sistematik. maupun interdependensi (saling ketergantungan). tanpa adanya suatu pertentangan di dalamnya. ‡ Pancasila itu sendiri sebagai objek pembahasan ilmiah senantiasa bersifat keheren (runtut).

. situasi. ruang keadaan. artinya kebenarannya tidak terbatas oleh waktu.Bersifat Universal ‡ Pengetahuan ilmiah harus bersifat universal. kondisi maupun jumlah tertentu.

Pengetahuan deskriptif: bagaimana? ‡ 2.Tingkatan Pengetahuan Ilmiah ‡ Lebih menekankan pada karakteristik pengetahuan masing-masing. ‡ Tingkatan pengetahuan ilmiah ditentukan oleh macam pertanyaan Ilmiah : ‡ 1. Pengetahuan essensial: apa? . Pengetahuan normatif: ke mana? ‡ 4. Pengetahuan kausal: mengapa? ‡ 3.

dan hal ini dikaji dalam bidang ilmu filsafat. kuasa formalis. Pengetahuan Normatif ‡ Tingkatan pengetahuan normatif adalah sebagai hasil dari pertanyaan ilmiah ke mana? Pengetahuan normatif senantiasa berkaitan dengan suatu ukuran parameter. ‡ 2. Pengetahuan Diskriptif ‡ Pengetahuan macam ini adalah suatu jenis pengetahuan yang memberikan suatu keterangan. kuasa efisien dan kuasa finalis ‡ 3. dan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. tanpa adanya unsur subjektivitas kajian Pancasila secara deskriptif Kajian tentang kedudukan fungsi Pancasila sebagai dasar negara republik Indonesia. Pengetahuan Essensial ‡ Pengetahuan essensial adalah tingkatan pengetahuan untuk menjawab suatu pertanyaan yang terdalam : suatu pertanyaan tentang hakikat segala sesuatu. Pengetahuan Kausal ‡ Pengetahuan kausal yaitu suatu pengetahuan yang memberikan jawaban tentang sebab akibat. penjelasan secara objektif. Proses kausalitas terjadinya Pancasila yang meliputi 4 kuasa yaitu : kuasa materialis. serta norma-norma.Tingkatan Pengetahuan Ilmiah ‡ 1. ‡ 4. .

sedangkan pengetahuan ilmiah esensial dibahas dalam filsapat Pancasila.Lingkup Pembahasan Pancasila Yuridis Kenegaraan ‡ Tingkatan pengetahuan yuridis kenegaraaan adalah meliputi tingkatan pengetahuan deskriptif. yaitu membahas sila-sila sampai inti darinya. . kausal dan normatif. makna yang terdalam atau membahas sila-sila Pancasila sampai tingkat hakikatnya.

‡ 1. Pengertian Pancasila secara etimologis ‡ 2. maka pengertian Pancasila tersebut meliputi lingkup pengertian.Beberapa Pengertian Pancasila ‡ Pancasila secara kronologis baik menyangkut rumusan maupun peristilahannya. Pengertian Pancasila secara terminologis . Pengertian Pancasila secara historiis ‡ 3.

Pengertian Pancasila secara Etimologis ‡ Secara etimologis ´Pancasilaµ berasal dari Sansekerta dari India (Bahasa Kasta Brahmana). ‡ ´Syilaµ Vokal i Panjang artinya ´Peraturan tingkah laku yang baik. yang penting atau yang senonohµ. ‡ Menurut Muhammad Yamin : Pancasila memiliki 2 macam arti secara leksikal ‡ ´Pancaµ artinya lima ‡ ´Syilaµ vocal i pendek artinyaµ satu sendi. .µ ´alasµ. atau ´dasarµ. bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta.

Pancasyiila .‡ Perkataan Pancasila mula-mula terdapat dalam kepustakaan Budha di India pada kitab Suci Tri Pitaka yang terdiri dari 3 macam buku besar : Suttha Pitaka. Saptasyiila ‡ 3. ‡ Ajaran-ajaran moral yang terdapat dalam agama Budha: ‡ 1. Abhidama Pitaka dan Vinaya Pitaka. Dasasyiila ‡ 2.

Sura meraya masjja Pamada Tikana veramani. ‡ 3. ‡ 5. artinya jangan meminum minuman yang menghilangkan pikiran. Musawada veramani sikapadam samadiyani. ‡ 4. yang maksud dilarang minum ²minuman keras. yang maksudnya dilarang berzina. . Dinna dana Veramani shikapadam samadiyani artinya ´janganlah mengambil barang yang tiak diberikanµmaksudnya dilarang mencuri. artinya janganlah berkata palsu atau dilarang berdusta. ‡ 2.Ajaran Pancasila menurut Budha adalah merupakan 5 aturan (larangan) atau five moral principles Pancasila berisi 5 larangan menurut isi lengkapnya: ‡ 1. Panati pada veramani sikhapadam sama diyani artinya ´jangan mencabut nyawa makhluk hidup atau dilarang membunuhµ. Kemashu Micchacara Veramani shikapadam smadiyani artinya janganlah berhubungan kelamin.

Yaitu dilarang ‡ 1. Maling artinya mencuri ‡ 3. Mateni artinya membunuh ‡ 2. Main artinya berjudi. Mabok. ‡ . meminum-minuman keras/menghisap candu ‡ 5. Madon artinya berzina ‡ 4. yang berupa kakawin (syair pujian) dalam pujangga Istana bernama Empu Prapanca tahun 1365 ‡ Setelah majapahit runtuh dan agama Islam mulai tersebar ke seluruh Indonesia maka sisa-sisa pengaruh ajaran moral Budha (Pancasila) masih dikenal dalam masyarakat Jawa yang disebut dengan 5 larangan/Lima pertentangan ´moralitasµ (Malima).Perkataan Pancasila ditemukan dalam keropak Negara Kertagama.

Radjiman Widyadiningrat. 18 Agustus di mana termuat isi rumusan 5 prinsip dasar negara yang diberi nama Pancasila.Pengertian Pancasila secara Historis ‡ Proses Perumusan Pancasila diawali dalam sidang BPUPKI I dr. Soepomo dan Soekarno. Soekarno memberi nama Pancasila yang artinya 5 dasar pada pidatonya dan tanggal 17 Agustus 1945 memproklamasikan kemerdekaan. tiga orang pembicara yaitu Muhammad Yamin. ‡ Tanggal 1 Juni 1945 Ir. . sejak itulah istilah Pancasila menjadi Bahasa Indonesia dan istilah umum.

Secara terminology histories proses perumusan Pancasila sbb : Mr. Peri Kerakyatan 5. Peri Kebangsaan 2. . 5 Asas dasar negara Indonesia Merdeka : 1. Peri Ketuhanan 4. Peri Kemanusiaan 3. Kesejahteraan Rakyat. Muhammad Yamin (29 Mei 1945).

Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. . Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.Rancangan UUD tersebut tercantum 5 asas dasar negara yang rumusannya 1.

.Ir. Mufakat atau demokrasi 4. Soekarno (1 Juni 1945). Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia 2. Ketuhanan yang berkebudayaan. 5 asas dasar negara Indonesia : 1. Kesejahteraan Sosial 5. Internasional atau perikemanusiaan 3.

Sosio Nasional yaitu ´Nasionalisme dan Internasionalisme.Ia menyusulkan bahwa 5 sila tersebut dapat diperas menjadi ´Tri Silaµ 1. Ketuhanan YME Diperas lagi menjadi ´Eka Silaµ atau satu sila yang intinya adalah ´gotong-royongµ . Sosio Demokrasi yaitu ´Demokrasi dengan kesejahteraan rakyatµ 3. 2.

2. . Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari·at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3.Piagam Jakarta (22 Juni 1945) Rumusan Pancasila : 1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Persatuan Indonesia 4.

tercantum rumusan Pancasila sbb. adapun UUD 1945 terdiri dari 2 bagian yaitu pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal 1 aturan peradilan yang terdiri atas 4 pasal dan 1 aturan tambahan terdiri atas 2 ayat. Kebangsaan 4. Dalam konstitusi RIS (Republik Indonesia Serikat) Berlaku tanggal 29 Desember 1949 s/d 17 Agustus 1950. Ketuhanan YME 2. 1. Kerakyatan 5.Pengertian Pancasila Secara Terminologis Pada siding PPKI tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD negara RI yang dikenal dengan UUD 1945. Namun dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia terdapat pula rumusan-rumusan pancasila sebagai berikut : a. Pri Kemanusiaan 3. Keadilan Sosial .

berlaku mulai tanggal 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959. Ketuhanan Yang Maha Esa 2.Pengertian Pancasila Secara Terminologis b. Kerakyatan 5. . Kebangsaan 4.Dalam UUD (undang-undang dasar sementara 1950 Undang-undang Dasar 1950. rumusan Pancasila yang tercantum dalam konstitusi RIS sbb : 1. Keadilan sosial. Peri kemanusiaan 3.

XX/MPRS/1966 dan Inpres No.Rumusan Pancasila di Kalangan Masyarakat Rumusan Pancasila dasar negara yang beredar di kalangan masyarakat luas yaitu : 1. penulisan dan rumusan Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia yang sah dan benar adalah sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Keadilan Sosial Dari macam-macam rumusan Pancasila tersebut diatas yang sah dan benar secara konstitusional adalah Rumusan Pancasila yang tercantum dalam pembuatan UUD 1945 dan diperkuat dengan ketetapan No. Kedaulatan Rakyat 5. Kebangsaan 4. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. 12 tanggal 13 April 1968 yang menegaskan bahwa pengucapan. Peri Kemanusiaan 3. .

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Zaman Kutai Indonesia memasuki zaman sejarah tahun 400 M. dengan ditemukannya prasasti yang berupa 7 yupa (tiang batu). serta sedekah kepada para Brahmana. . kenduri. Masyarakat Kutai pertama kalinya menampilkan nilai-nilai sosial politik dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan.

Zaman Sriwijaya di bawah wewenang Syailendra (600-1400) yang bercirikan kedatuan.PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Zaman Sriwijaya Negara kebangsaan Indonesia terbentuk melalui 3 tahap: 1. 2. Negara kebangsaan Zaman Majapahit (12931525) yang bercirikan keprabuan. 3. Negara kebangsaan moderen yaitu negara Indonesia merdeka (sekarang negara proklamasi 17 Agustus 1945) (sekretariat negara RI. 1995 : 11) . kedua tahap tersebut merupakan negara kebangsaan Indonesia lama.

kerajaan itu adalah kerajaan Maritim. di bawah kekuasaan Wangsa Syailendra termuat di dalam prasasti kedukan Bukit di kaki bukit Siguntang dekat Palembang yang bertarikh 605 Caka atau 683 M.PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Abad ke VII muncul kerajaan di Sumatera yaitu kerajaan Sriwijaya. . Guru-guru besar tamu dari India yang mengajar di Sriwijaya misalnya Dharmakti. Agama dan kebudayaan dikembangkannya dengan mendirikan suatu universitas agama Budha.

Chola dan Champa hal ini menunjukan nilai-nilai kemanusiaan.PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Zaman kerajaan-kerajaan sebelum Majapahit Menurut prasasti kelagen. raja Air Langga telah mengadakan hubungan dagang dan bekerja sama dengan Benggala. Pada abad ke XII di kediri Jawa Timur berdiri pula kerajaan Singasari yang kemudian sangat erat hubungannya dengan berdirinya kerajaan Majapahit .

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Kerajaan Majapahit Toleransi positif dalam bidang agama dijunjung tinggi sejak masa bahari yang telah silam. Menurut prasasti Brumbung (1329) dalam tata pemerintahan kerajaan Majapahit terdapat semacam penasihat seperti Rakyat I Hino. . I Sirikan. dan I Halu yang bertugas memberikan nasihat kepada Raja.

. Mereka mendirikan VOC.PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Zaman Penjajahan Abad XVI berkembang agama Islam di Indonesia kemudian berdatangan orangorang Eropa (Portugis dan Spanyol). mereka datang untuk berdagang dan akhirnya mereka menjajah Indonesia. bangsa Indonesia melawan dan banyak mengalami kegagalan karena tidak adanya kesatuan dan persatuan. Akhir abad ke XVI Belanda datang ke Indonesia.

Budi Utomo (1908) 2. India: Tilak dan Gandhi 4. Indonesia: Dr. PNI baru: Pendidikan Nasional Indonesia (1933) . Serikat Dagang Islam (1909) 3. Republik China (1911): Sun Yat Sen 3. Serikat Islam (1911) 4. Republik Phlipina (1898): Joze Rizal 2. Wahidin Sudirohusodo Organisasi-organisasi modern tersebut : 1. Indische Partij (1913) 5.Kebangkitan Nasional Abad XX tjd. Pergolakan Kebangkitan Dunia Timur: 1. Partai Indonesia (1931) 7. Partai Nasional Indonesia (1927) 6.

1 Juni 1945 Ir. Yamin b. Soekarno . 29 Mei 1945 Mr. Muh. Soepomo d.Zaman Penjajahan Jepang Jepang membentuk Badan Penyelidik Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Zyunbi Tsiosakai Sidang BPUPKI Pertama Dilaksanakan 4 hari berturut-turut: a. Muh. 31 Mei 1945 Prof. Yamin c. 30 Mei 1945 Mr.

Kesejahteraan Rakyat . Muh.Zaman Penjajahan Jepang Mr. Yamin (29-30 Mei 1945) I. Peri Ketuhanan IV. Peri Kerakyatan V. Peri Kemanusiaan III. Peri Kebangsaan II.

Laski (abad 20).J. Engels dan Lenin 3. Teori Negara Perseorangan (Individualis) Dianjurkan oleh Thomas Hobbes (abad 17). Adam Muller. Herbert Spencer (abad 19).Zaman Penjajahan Jepang Prof. Dr. dan Jacques Rousseau (abad 18). Paham Negara Integralistik Dianjurkan Spinoza. 2. H. Paham Negara Kelas (Class Theory) atau Teori ´Golonganµ Dianjurkan oleh Marx. Soepomo (31 Mei 1945) Menyampaikan Teori-teori Negara: 1. Hegel (abad 18 dan 19) .

Internasional atau perikemanusiaan 3. Soekarno (1 Juni 1945) Menyampaikan 5 Prinsip Dasar Negara: 1. Mufakat atau demokrasi 4. .Zaman Penjajahan Jepang Ir. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan yang berkebudayaan. Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia 2.

Zaman Penjajahan Jepang Sidang BPUPKI kedua (10 Juni 1945) Penambahan 6 anggota baru Badan Penyelidik Ir. Soekarno melaporkan tanggal 22 Juni 1945 mengadakan pertemuan antara Panitia Kecil dengan anggota-anggota badan penyelidik. 11 Juli 1945 tentang luas wilayah negara baru 3. . Membentuk panitia kecil. Keputusan penting dalam rapat BPUPKI kedua: 1. 10 Juli keputusan tentang bentuk negara 2.

PPKI mengadakan sidang yang pertama membahas beberapa perubahan yang berkaitan dengan rancangan naskah pembukaan UUD 1945 yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 di pagangsaan Timur 56 Jakarta pada hari Jum·at jam 10 pagi waktu Indonesia Barat (jam 11. a. Soekarno mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia bukan merupakan hadiah dari Jepang melainkan merupakan hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri. . b. Sidang PPKI 18 Agustus 1945.Proklamasi Kemerdekaan dan Sidang PPKI 14 Agustus 1945 di Kemayoran Ir. Bung Karno dan Bung Hatta membacakan naskah Proklamasi.30 waktu Jepang).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->