P. 1
Teori Konflik

Teori Konflik

5.0

|Views: 1,111|Likes:
Published by Eduardus (Eduard)
Mengamati pola-pola pembentuk terjadinya konflik.
Mengamati pola-pola pembentuk terjadinya konflik.

More info:

Published by: Eduardus (Eduard) on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2015

pdf

text

original

DAFTAR ISI

Daftar Isi .............................................................................................................................. 1 Pendahuluan ........................................................................................................................ 2 Teori-teori sebab dari munculnya sebuah perang dan konflik ....................................... 2 1. Teori Ketimpangan Kekuasaan ......................... ................................................ 3 2. Teori Transisi Kekuasaan .................................................................................. 4 3. Teori Nasionalisme, Separatisme dan Iredentisme ....................................... ... 4 4. Teori Darwinisme Sosial Internasional ........................ ..................................... 5 5. Teori Kegagalan Komunikasi Akibat Kekeliruan Persepsi ............................ 5 6. Teori Perlombaan Senjata Dan Dilema Keamanan ......................................... 6 7. Teori Kekompakan Internal Melalui Konflik Eksternal ................................. 6 8. Teori Konflik Internasional Akibat Perselisihan Internal .............................. 7 9. Teori Kerugian Relatif ........................................................................................ 7 10. Teori Naluri Agresi ........................................................................................... 7 11. Teori Rangsangan Ekonomi dan Rangsangan I lmiah ................................... 7 12. Teori Kompleks Industri Militer ..................................................................... 8 13. Teori Pembatasan Penduduk ........................................................................ ... 8 14. Teori Penyelesaian Konflik Melalui Kekerasan ............................................. 8 Kesimpulan .......................................................................................................................... 9 Daftar Pustaka ................................................................................................................... 10

1

maka penelitian seperti ini tidak akan produktif. sebelumnya kita dapat mengasumsikan bahwa perang atau konflik merupakan suatu pelaksanaan terorganisir atas perselisihan bersenjata antar kelompok sosial dan antar negara. 1950). atau unik. Puluhan ribu buku mengenai perang telah banyak ditulis. Penelitian ilmiah mengenai perang didasarkan pada sebuah asumsi pokok. the State.1 1 Teori-teori kunci dalam buku Kenneth Waltz.Pendahuluan. Ada pula beberapa jurnal yang khusus dibuat dengan fokus analisis mengenai perang. suatu kegilaan kolektif. and War (New York: Columbia University Press. Dalam mengungkap 15 belas penyebab terjadinya perang. Quincy Wright. cetak ulang. Definisi ini juga bisa diterapkan dalam suatu fenomena konflik internasional. Journal of Peace Research di Norwegia. On War (Washington. Bila asumsi ini salah / tidak benar dalam artian tingkah laku perang ternyata brsifat acak. Man. 1965). yakni bahwa pola baku dan keteraturan dalam tingkah laku konflik dapat diidentifikasi secara sistematis. luar biasa. Mengapa suatu perang / konflik sangat sering terjadi dalam dunia internasional? Apakah perang merupakan suatu penyakit dalam sistem sosial manusia. 2 . Teori-teori sebab dari munculnya sebuah perang dan konflik. dan Peace Research Reviews di Kanada. Teori -teori mengenai sebabsebab perang dan konflik akan dicoba dikupas dalam makalah ini dan sebagian usul dan temuan yang paling penting dari para penstudi konflik. Penelitian tentang perdamaian banyak melahirkan temuan ilmiah dan menumbuhkan beberapa aliran pemikiran yang berbeda. Karl von Clausewitz. Salah satu masalah yang paling mendesak dalam bidang hubungan internasional adalah masalah sebab-sebab terjadinya perang. seperti Journal of Conflict Resolution di Amerika Serikat. Namun para peneliti konflik beserta sejarawan dan para diplomat telah sepakat bahwa memang ada prinsip-prinsip baku yang mendasari berbagai macam tingkah laku konflik. 1965). atau sekedar kecelakaan seperti halnya seseorang jatuh dari tangga? Perang merupakan salah satu kegiatan manusia yang dipelajari secara hati-hati. DC: Infantry Journal Press. edisi kedua (Chicago: University of Chicago Press. The Study of War.

dan Iredentisme* Darwinisme Sosial Internasional Kegagalan komunikasi akibat kekeliruan persepsi dan dilema keamanan Kegagalan komunikasi akibat ironi atau kesalahan teknis Perlombaan senjata Kekompakan internal melalui konflik eksternal Konflik internasional akibat perselisihan internal Kerugian relatif Naluri agresi Rangsangan ekonomis dan ilmiah Kompleks industri militer Pembatasan penduduk Penyelesaian konflik melalui kekerasan *Iredentisme : motif untuk menguasai suatu wilayah secara sepihak. Secara umum diyakini bahwa apapun pangkal tolaknya. Yakni suatu kondisi yang tidak disukai berupa distribusi kekuasaan yang tidak merata. 3 . Pemeliharaan perdamaian internasional mengharuskan kemajuan teknologis dan kemajuan lainnya dari kedua belah pihak tetap sepadan dan merata. Para penganut Real Politics yakin bahwa peristiwa dan masalah yang mengarah ke arah konflik selalu ada dan bahwa penyebab langsung pecahnya perang biasanya karena gagalnya penyeimbangan kekuasaan secara simetris. maka akan lebih besar kemungkinan pecahnya suatu perang. 1. maka agresi akan teredam dan kerusakan keseimbangan akan tercegah. bersiaplah untuk berperang. Namun dalam konflik antara pihak yang berusaha menciptakan redidtribusi nilainilai utama dan pihak yang ingin mempertahankan status qou. bila terjadi ketidakseimbangan. ketimpangan kekuasaan justru dapat melindungi perdamaian (antara yang ofensif dan defensif dapat dibedakan secara jelas). Sebaliknya. Namun bila pihak yang ofensif yang lebih unggul. maka akan cenderung terjadi agresi. Merupakan kondisi yang paling ditakuti oleh banyak pemerintahan.No. Separatisme. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Teori Penyebab Perang dan Konflik Ketimpangan Kekuasaan Transisi Kekuasaan Nasionalisme. Ketimpangan Kekuasaan. Prinsip dasar doktrin ini adalah : Bila anda ingin damai. perang cenderung bisa dicegah bila kekuasaan antara kedua belah pihak yang saling berhadapan cukup seimbang. Bila pihak defensif lebih unggul.

Transisi kekuasaan ditandai dengan tantangan mendadak dan kuat terhadap status-quo yang bersumber dari kemajuan internal yang cepat dalam kapabilitas kekuasaan.419. Unsur unik teori ini terletak pada fokusnya. Salah satu adaptasi istimewa dari teori ketimpangan kekuasaan sebagai penyebab konflik internasional adalah teori transisi kekuasaan. maka kemungkinan terjadi suatu transisi akan kecil. Nasionalisme. jika pihak ofensif dan defensif terlihat jelas. 2 4 . 2 2. 5 Steven Rosen. Identitas kelompok yang aneh dan bersifat memaksa ini cenderung menghasilkan konflik satu sama lain. Teori ini tidak memusatkan perhatiannya atas ketimpangan yang ada. hlm. Nasionalisme merupakan suatu identitas kelompok kolektif secara emosional mengikat banyak orang menjadi satu bangsa. World Politics 2nd Edition (New York: Knopf. lain halnya dengan jika situasi ketidakpuasan terjadi pada negara yang tidak diikutsertakan dalam proses pembuatan norma yang kini berlaku dalam sistem internasional. International Studies Quarterly. sekaligus identitas nasional.3 Kerawanan akan mereda jika negara yang bersangkutan tidak merasakan adanya perubahan.F. Nasionalisme merupakan faktor penyebab utama dalam terjadinya sebuah perang dan paling banyak menimbulkan pertempuran berdarah. Jika hal ini terjadi di negara yang puas akan sistem internasional yang ada. A Survey of World Conflict (Pittsburgh: University of Pittsburgh Center of International Studies Preliminary Paper.K Organski. Maret 1969). Douran. Separatisme dan Iredentisme. Bangsa menjadi sumber rujukan dan ketaatan tertinggi bagi setiap individu. Transisi Kekuasaan.5 Walter S. 1968) Bab 7 dan 8. perdamaian akan lebih terjamin bila yang nonrevolusioner lebih unggul. 4 Charles F. Desember 1983. maka hal itu akan menjadikan negara yang bersangkutan akan dipandang sebagai tantangan oleh negara-negara dominan. War and Power Dynamics.Jadi pada intinya. melainkan pada perkembangan ketimpangan itu dalam menggoyahkan perimbangan internasional. Teori ini berpendapat bahwa negara-negara dibedakan oleh kapabilitas kekuasaan relatif dan kepuasan atau ketidakpuasan mereka terhadap sistem internasional yang berlaku.Jones.4 3.178-180 3 A. Proses penggoyahan itu bertumpu pada pertumbuhan kilat kekuatan negara-negara yang ingin merombak status-quo internasional yang diciptakan dan dilindungi oleh negara dominan. Logika Hubungan Internasional (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1993) hlm.

Duijker dan N. yang akan menjadikannya sebagai negara jinak. filosofi tersebut sering dikaitkan dengan fasisme.William Halperin.J. 7 6 5 .Levy. Benito Mussolini menyatakan : ³Fasisme bertolak dari semangat imperialis ± yakni kecenderungan berekspansi ± yang merupakan wujud vitalitasnya. baik formal maupun informal.Dewasa ini. Adapun kecenderungan sebaliknya. sehingga mengaburkan komunikasi di antara mereka. Kegagalan Komunikasi Akibat Kekeliruan Persepsi. H. Yakni bentuk separatis dimana satu kelompok nasionalis berusaha mencoba melepaskan diri dari suatu negara untuk membentuk suatu negara baru.76. Peranan perang adalah melepaskan kendali keuasaan dari pihak yang lemah dan sekarat ke pihak yang kuat dan dinamis.H.7 Kekeliruan perseptual dari gejala ini mengacaukan penerimaan pesan dan tanda sehingga mengakibatkan kesalahan persepsi dari kedua belah pihak.Frijda. Seperti yang telah kita ketahui. 1960) dan O. National Character and National Stereotypes (Amsterdam: North Holland. dan disertai gambaran-gambaran stereotipe. Mussolini and Italian Fascism (Princeton. Misperception and The Cause of War. Para Darwinis memandang sebuah perang sebagai sebuah keharusan yang keji demi kemajuan peradaban. Darwinisme Sosial Internasional. hlm.J: Van Nostrand.8 S.152. 1964) hlm. Dua bentuk kunci militansi nasionalis merupakan wujud utama perang modern.´6 5. para pemimpin nasional dan setiap bangsa melihat satu sama lain melalui kacamata ideologi. Bulletin 62. 1950). Oktober 1983.C. Darwinisme sosial internasional adalah keyakinan bahwa masyarakat seperti halnya spesies biologi yang berkembang dan maju melalui suatu tahap persaingan. Dewasa ini. N. fasisme memandangnya sebagai gejala kemerosotan. Yang kuat yang akan bertahan. World Politics. Dalam menonjolkan perang sebagai aspek positif dari fasisme. Hubungan internasional dalam hal ini dijadikan sebagai arena perjuangan segala bangsa untuk menentukan nasib global umat manusia. sedangkan yang lemah akan disingkirkan. Mereka yang merasa tidak menjadi bagian dari suatu negara cenderung merasa sistem negara-bangsa menindas hak asasinya. mata rantai utama antara nasionalisme dan perang adalah bangkitnya identitas berbagai penduduk yang pembagian geografisnya menyimpang dari garis batas internasional. Tension Affecting International Understanding (New York: Social Science Research Council. yaitu suatu negara menuntut diserahkannya suatu wilayah beserta penduduknya yang masih dijadikan bagian dari negara lain. Adapun bentuk iredentis. 4.Klineberg. 8 Jack S.

11 Anthony de Reuck dan Julie Knight. hlm. negaranegara yang bermusuhan terkunci dalam sebuah siklus ketakutan bersama (suatu proses yang disebut pembentukan reaksi permusuhan). kecuali ia bersedia memberi kepercayaan strategis terhadap pesan-pesan dari lawannya tersebut 9. Kedua versi konsep dasar dilema keamanan ini melahirkan beberapa pendekatan matematis baru bagi studi mengenai kekuatan militer dan perang yang akhirnya sampai mengenai pada kesimpulan bahwa persenjataan benar-benar dapat menimbulkan ketidakamanan. 1966). Dalam proses ini. Kesiagaan defensif salah satu pihak dianggap bukti motif ofensif oleh pihak lain. persaingan persenjataan sampai batas tertentu sebenarnya menunjang stabilitas. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. hlm. Kekompakan Internal Melalui Konflik Eksternal. Mei 1985.11 Untuk telaah umum mengenai eskalasi dan peranannya dalam komunikasi politik. setiap pihak sama-sama merasa terancam. Perlombaan Senjata Dan Dilema Keamanan. 10 Stephen J. Brown.217. Penerapan teori ini dalam hubungan internasional berarti bahwa perang internasional sebagai cara untuk membangun integrasi lokal dan mengatasi pertikaian internal.Pihak pemerintah segera kehilangan peluang berkomunikasi secara efektif dengan pihak lawan. American Journal of Political Science. Namun ada versi lain mengenai persaingan persenjataan yaitu bahwa . yang selanjutnya mempersenjatai diri sebagai tanggapannya.10 7. 6. Ini merupakan proses pemupukan kebersamaan untuk menghadapi musuh bersama. Perlombaan ini menyebabkan timbulnya dilema keamanan. Semua pihak berusaha saling mengungguli sehingga menumbuhkan perlombaan senjata dan pasukan. 1965). Conflict in Society (Boston: Little. 9 6 . Expectation and Arms Races. lihat Herman Kahn. Teori ini memandang bahwa perang sebagai produk kebijakan yang dirancang untuk memantapkan kekompakan kelompok internal dengan mengarahkan semua perhatian mereka ke konflik luar.32.Majeski. Di sini. On Escalation (New York: Praeger. Teori ini berpendapat bahwa pecahnya sebuah perang diakibatkan oleh perlombaan senjata yang secara strategis tidak stabil dan secara politis tidak terkendali.

12 10. 1964) hlm. N. Perekonomian yang lamban dapat dirangsang melalui penciptaan tuntutan artifisial. Berlawanan dengan teori penyebab perang sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa aspek ekonomi eksternal utama dari peperangan adalah lonjakan industri tersebut. Menurut teori ini. and Anthropology (New York: Basic Books. manusia memang gemar berkelahi dan konflik internasional bersumber pada adu kejantanan yang menjurus ke arah sadisme. Teori tentang perang ini memusatkan perhatiannya pada fungsi-fungsi ekonomi. dan kemajuan industri. Rangsangan Ekonomi dan Rangsangan Ilmiah. Salah satu teori penyebab perang yang paling populer di kalangan awam adalah gagasan mengenai adanya naluri agresi ± sifat haus darah seperti dilukiskan di berbagai film seram.33-34. Konsep ini menegaskan bahwa pemberontakan politik dan pembangkangan lainnya terjadi bila rakyat merasa apa yang mereka terima kurang dari semestinya. Banyak pengamat menyimpulkan.10.. dalam Leon Bramson dan George Goethals. Secara umum. perang-perang saudara di seluruh penjuru dunia dapat merembet menjadi konflik internasional.3. Konsep ini sangat bermanfaat untuk menjelaskan sebab-sebab perang domestik. 13 William McDougall. eds. Penyebab pecahnya perang dapat dilacak dari kecenderungan biologis serta psikopatologis individual dan kolektif. sebenarnya perbedaan antara perang saudara dan perang internasional semakin kabur. Vol. Naluri Agresi. no. kelompok yang bersangkutan mengambil jalan agresi dan kekerasan politik.13 11. September 1966. The Instict of Pugnacity. 9.249. 1970) dan Journal of Conflict Resolutions. terutama dengan seringnya terjadi intervensi eksternal. teori ini menyatakan bahwa di abad ke-20 banyak pertempuran militer internasional yang disebabkan oleh perselisihan domestik. hlm. Dapat dikatakan pula bahwa perang atau ancaman Ted Gurr. Konflik Internasional Akibat Perselisihan Internal.8. Why Men Rebel (Princeton. Baik perang maupun ancaman perang merangsangan peningkatan kegiatan ilmiah. Meskipun negara-negara adidaya berusaha mempertahankan perlombaan senjatanya yang simetris untuk menghindari konflik militer langsung. akar peperangan terletak pada naluri berperang atau sifat haus perang yang bersumber dari sifat kebinatangan manusia.: Princeton University Press. 12 7 .J. inovasi teknik. War: Studies from Psychology. Sociology. Untuk mencapai perolehan yang lebih besar dalam upaya menebus kekecewaannya. Kerugian Relatif.

militer merangsang orang-orang untuk bekerja dan mengupayakan kebangkitan ekonomi. 13. Kompleks ini membenarkan tingginya pengeluaran militer dengan suatu ideologi konflik. maka pengeluaran militer menjadi faktor paling penting di sebagian besar negara industri. dan Para anggota parlemen yang daerah asalnya diuntungkan oleh proyek pertahanan. Pembatasan Penduduk. Salah satu rujukan teori Lebensraum Hitler adalah teori mengenai hubungan antara teori mengenai pertambahan penduduk dengan perang yang dirumuskan oleh Sir Thomas Malthus. Pejabat-pejabat tinggi pemerintah yang karir dan kepentingannya terikat pada pembelanjaan militer.14 12. 14.´ Karena penduduk harus sesuai dengan persediaan makanan. Jones. Kita sampai pada teori terakhir yang paling umum dan komprehensif. ³Kekuatan Penduduk Mutlak lebih besar daripada kekuatan bumi menghasilkan makanannya. 211. Menurut teori pada umumnya. Mereka adalah kompleks insutri militer yang terdiri dari : Tentara-tentara profesional. berbagai kelompok domestik yang berpengaruh dan berkepentingan atas pengeluaran militer serta ketegangan internasional. karena pengelolaan ekonomi lebih banyak dilakukan pihak pemerintah. Kompleks Industri Militer. Walter S. maka harus ada kendali pertambahan penduduk. sedangkan sumber-sumber makanan hanya bertambah secara aritmatis. menggunakan pengaruhnya untuk menciptakan pertentangan antar negara. para pemilik industri pemasok perlengkapan militer. Yakni teori yang menyatakan perang sebagai alat untuk menyelesaikan konflik. dan di negara-negara kapitalis. Malthus menyatakan bahwa penduduk terus bertambah secara geometris. di negara-negara besar. Manajer. Jadi. 14 Op. konflik muncul ketika 2 atau lebih kelompok sama-sama menyatakan kepemilikannya atas suatu sumber daya atau posisi yang sama. Penyelesaian Konflik Melalui Kekerasan.cit. Dalam buku Essay on The Principle of Population (1798). Sekarang. Menurut teori ini. 8 . Salah satunya adalah perang. hlm.

Kita tertarik pada kesimpulan bahwa orang-orang yang tenang dan jernih pikirannya.15 Kesimpulan.181. Dalam upaya menghapuskan perang. namun pimpinan wajib mempertahankan nilai-nilai utama dengan segala cara. irasionalitas. para ilmuwan politik tidak boleh mengabaikan proses-proses nonpersekongkolan dan sangat rasional dalam kehidupan sosial yang mengubah para pecinta damai menjadi prajurit. Tetapi kebanyakan perang melibatkan berbagai pertentangan yang sangat nyata antara tujuan-tujuan moral dasar kedua belah pihak. hlm. yang tidak terlibat dalam industri mesiu atau komando tinggi militer. mendukung kebijakan pimpinan yang dirumuskan secara hati-hati. Atlantic Monthly.Perang adalah sarana untuk membagikan nilai-nilai yang langka itu demi terselesaikannya konflik. Agustus 1928. dan pengaruh dari elite tertentu. Dalam kalimat Walter Lippmann. tidak akan mengorbankan perang melainkan terseret atau tertipu untuk terlibat di dalamnya. The Political Equivalent of War. bahwasanya penduduk kedua belah pihak secara sukarela dan tanpa suatu unsur irasionalitas. maksud-maksud tersembunyi. tidak agresif. serta yang menganggap gagasan perang sebagai penyia nyiaan hidup dan harta benda. Perang adalah ultima ratio ± pilihan terakhir. yang tidak membenci musu tanpa alasan atau secara h sengaja tidak mau memahaminya. perang adalah cara dimana keputusan-keputusan besar manusia dibuat. 9 . Kepentingan sekunder memang bisa dikompromikan dengan pihak lawan. Banyak teori yang telah dibahas menyatakan bahwa penyebab perang dapat ditemukan dalam persekongkolan. Perilaku seperti inilah yang mendasari teori yang menyatakan perang sebagai salah satu instrumen penyelesaian konflik yang rasional. dan kebijakan perang ditentukan melalui perhitungan biaya dan keuntungan yang logis. 15 Walter Lippman. Dalam pandangan ini. bila perlu dengan kekerasan. Adalah fakta sejarah. perang adalah sebuah keputusan yang rasional. serakah atau bengis.

A. September 1966. McDougall. Desember 1983. 1993) Journal of Conflict Resolutions. Lippman. The Study of War.10. Kahn. and War (New York: Columbia University Press. eds. Man.H. edisi kedua (Chicago: University of Chicago Press. Mei 1985. War and Power Dynamics. Tension Affecting International Understanding (New York: Social Science Research Council. On Escalation (New York: Praeger. Expectation and Arms Races. 1950) Douran. The Instict of Pugnacity.. Stephen J. Agustus 1928. Klineberg. 1964) Jones. Mussolini and Italian Fascism (Princeton. Duijker dan N. Jack S. 1965) 10 . 1965).DAFTAR PUSTAKA Referensi Buku dan Jurnal Internasional : Anthony de Reuck dan Julie Knight.J.William. 1965) Wright. 1960) Halperin. 1950) Levy. the State.3.C.. Steven. American Journal of Political Science.J: Van Nostrand. Vol.F. O. Logika Hubungan Internasional (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. War: Studies from Psychology. On War (Washington. DC: Infantry Journal Press. 1970) H. World Politics 2nd Edition (New York: Knopf. Why Men Rebel (Princeton.. Sociology.. Herman. Maret 1969). no.. and Anthropology (New York: Basic Books. S. Walter. Karl von. Oktober 1983.J. dalam Leon Bramson dan George Goethals. Kenneth. Conflict in Society (Boston: Little.. Majeski. Atlantic Monthly. Quincy.K.Frijda. The Political Equivalent of War. World Politics. International Studies Quarterly. A Survey of World Conflict (Pittsburgh: University of Pittsburgh Center of International Studies Preliminary Paper. National Character and National Stereotypes (Amsterdam: North Holland. 1968) Rosen. Misperception and The Cause of War. Ted. Walter S.: Princeton University Press. Waltz. N. Charles F. N. 1966) Clausewitz. Gurr. Brown. William. 1964) Organski.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->