Serial Aqidah Islamiyah (1

)

DINAMIKA AQIDAH ISLAM

Abdurrahman Al Baghdadi

‫مس ان‬ Press 1997

KATA PENGANTAR Aqidah Islam ialah menyaksikan dan meyakini kalimah “laa ilaaha illalah Muhammad Rasulullah “ yang artinya : Tiada tuhan yang patut disembah dan ditaati selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah . Di atas kesaksian inilah didirikan Islam dengan segala aspeknya, termasuk amal-amal sholeh yang berupa ibadah dan taqarrub ( pendekatan diri kepada Allah swt ) . Bersabda Rasulullah saw : ‫، ب ُن ِي السلم على خمس : شهادة أن ل إله إل الله وأن محمدا ً رسول الله‬ ِ ُ ُ َ ٍ ‫. وإقام ِ الصلةِ ، وإيتاء الزكاةِ ، وصوم ِ رمضان ، وحج البت‬ ِ ّ ِ tuhan Islam itu dibangun atas lima perkara : Syahadat bahwa tiada

selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, medirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan (ibadah) haji dan berpuasa (shaum di bulan) Ramadhan ( HSR Ahmad, Bukhari, Muslim, Turmidzi dan Nasa’i ) . Lima perkara di atas merupakan dasar Islam “ Arkanul Islam “ . Status- nya sebagai dasar Islam karena lima perkara tersebut mencakup segi aqidah dan amal sholeh yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun, ini bukan berarti bahwa Islam hanya terbatas pada lima pilar/dasar tersebut, yakni pada masalah-masalah aqidah dan ibadah saja; melainkan men- cakup seluruh aspek kehiddupan, seperti mu’amalaat ( hubungan antara sesama masyarakat dan antara negara dan rakyat ), math’umaat ( makanan dan minuman ), malbusaat ( pakaian dan perhiasan ), ‘uqubaat ( hukuman terhadap pelanggaran dan kejahatan ), bayyinaat ( pembuktian perkara di dalam pengadilan ) dan akhlak ( budi pekerti ) . Atas dasar inilah, maka Aqidah Islam telah menjadi asas bagi segala sesuatu: asas bagi kehidupan individu dan masyarakat, asas bagi negara, asas bagi hukum dan undang-undang, asas bagi partai-partai politik, asas bagi lembaga-lembaga pendidikan (sekolah-sekolah negeri dan swasta ), dan asas bagi sains dan ilmu pengetahuan . Aqidah Islam memang aqidah yang sederhana ( mudah dicernak ), tidak berbelit, lugas dan sesuai dengan fitrah manusia. berbelit, Selain itu aqidah Islam ada-lah aqidah yang agung dan mulia, karena ia berasal dari Allah SWT. yakni dari Wahyu ( Al-Qur’an dan Hadits mutawatir ). Maka Aqidah Islam telah dibangun diatas bukti-

bukti yang nyata dan hujjah-hujjah yang tak terpatahkan. Oleh Karena itu, seluruh bangsa Arab di masa Nabi telah menganutnya, sehingga jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh juta orang. Sekarang jumlah kaum muslimin mencapai 1 1/4 miliar . Setiap muslim mengakui Rasulullah saw sebagai suri teladan yang baik. Di tangannya telah lahir generasi sahabat yang tangguh dalam beraqidah, tangkas, cerdas, terampil dan kuat dalam tangkas, memegang syari’at. Merekalah yang telah mewarisi agama ini (Islam) dan menyebarkannya kepada segenap umat manusia. menyebarkannya Shahabat Rasulullah tidak pernah mengarang buku yang khusus membahas tentang aqidah. Sebab, Al Quran sebagai wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul telah menguraikan Aqidah Islamiyah secara mendetail, bahkan mencukupi seluruh kebutuhan Rohani dan peraturan hidup mereka. Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai wahyu Allah SWT telah merangsang tumbuhnya putra-putra kaum Muslimin di masa lampau sehingga mereka mampu berijti-had, menggali dan menciptakan sistematika pengkajian Islam dan medote pe-mikiran atau cara pemahaman yang Islami. Ketangguhan umat dalam menghadapi tantangan zaman memang senantiasa teruji, yaitu sampai sejauh mana ia mampu memang menampilkan Islam dalam bentuknya yang tangguh dan tinggi. Generasi terdahulu telah membuktikannya. Tetapi kini....? Bagaimanapun juga Islam harus difahami sebagaimana adanya, yaitu sebagai sebuah sistem kehidupan yang mengatur segala urusan hidup manusia, dengan aqidah Islam sebagai basis bagi berdirinya bangunan umat , masyarakat dan negara . Memang aqidah Islam yang memiliki lebih dari 60 cabang. Ia tentu saja sangat memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, apa yang tercantum dalam buku ini adalah merupakan fondasi merupakan dasar bagi aqidah Islam yang sesungguhnya telah diketahui oleh setiap Muslim meskipun mereka belum mengetahui dalil-dalilnya. mengetahui Nanti pada kesempatan lain, insya Allaah, akan disusun Allaah, bagian kedua dari "Serial Aqidah Islamiyah" ini, yaitu masalah Islamiyah" "Qadla' dan Qadar". Pada serial-serial selanjutnya akan dibahas berbagai masalah-masalah aqidah lainnya, seperti “Al-Qadar “ ( takdir ) , “ “Al-Qadar Al-Huda Wa ad-Dhalalah “ ( Pe-tunjuk dan Sesat ), “ Al-Rizq “ ( Rizki ), “ Al-Ajal “ ( Mati karena habis umur) , dan lain sebagainya dengan uraian yang dapat menjadikan aqidah umat Islam ini kokoh dan dinamis kembali. Hanya kepada Allaah SWT jua kita serahkan segalanya. Baghdadi 1418H Abdurrahman Al1 Rabi’ul Awal 5 Juli 1997 M

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI MUKADIMAH (i) ( ) ( ) ( ) ( ) KRITERIA AQIDAH ISLAMIYAH DINAMIKA AQIDAH iSLAMIYAH IMAN KEPADA ALLAH SWT FONDASI UTAMA AQIDAH ISLAM ( ) IMAN KEPADA MALAIKAT ( ) ( ) ( ) ( ) IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH IMAN KEPADA KEPADA PARA NABI DAN RASUL IMAN KEPADA AL-WAHYU DAN SYARI’AT ISLAM .

Sebaliknya orang yang mengerjakan sesuatu tanpa berdasarkan akidah. Karenanya orang yang bekerja atas dasar akidah. tak perduli apakah akidah itu benar atau salah. Pengertian Akidah . maka ia akan bekerja dengan penuh semangat dan sungsungguh-sungguh. Oleh karena itu tiap bangsa mempunyai akidah yang telah dipilih sebagai anutan. Dialah yang menguasai pikiran dan “irodat” (kehendak) manusia. Segala usaha dan daya upaya manusia selalu terpaut dengan akidah itu. Dia pula “irodat” yang membuat garis pemi-sah bagi jalan pikiran manusia serta mendorong penganutnya agar berusaha. sebagaimana yang dikehendaki oleh akidah tersebut. untuk dilaksanakan anutan.IMAN KEPADA HARI KIAMAT MUKADIMAH Tak ada seorangpun yang mengingkari bahwa masalah akidah adalah masalah pokok (asal) dalam Islam. Bahkan dalam semua bentuk " mabda “ (ideologi) dan agama di dunia. maka ia selalu diliputi oleh rasa lemah dan lesu. berbuat dan menjalankan segenap aspek menjalankan tingkahlaku manusia. akidah menjadi landasan berfikir.

asalnya (cara datangnya) ialah bahwa ketetapan datangnya adalah dari Allah atau dari Rasulullah saw dan tidak ada keraguan sedikitpun terhadapnya. mengeluarkan taqlid. Sedangkan maksud kepastian dalam pembuktian ialah bahwa nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul menunjukkan makna yang pasti dan ia tidak mungkin menerima "ta'wil" (interpretasi).Aqidah menurut ketentuan bahasa (Arab) ialah 1): "sesuatu yang dipegang teguh dan ia terhunjam kuat di "sesuatu dalam lubuk jiwa dan tak dapat (mudah) beralih dari padanya". jika dalil nakli berada dalam ta'wil" kondisi seperti itu. Tentang keterangan mengenai iman "yang sesuai dengan "yang kenyataan". Menurut istilah ulama. kita bisa simpulkan bahwa segala bentuk bentuk . i'tiqad atau akidah ialah: "Iman yang sesuai dengan kenyataan dan ia dikuatkan dengan dalil". maka ia bisa menghasilkan keyakinan dan dapat dipakai untuk menetapkan akidah 3). "ia menjadi pemisah. Hasbi Ash Shiddiqy berkata2): "Iman ialah kepercayaan yang kuat. "mengimani sesuatu yang sama sekali tidak benar". kuat). Prof. bila dalil tersebut pasti asalnya (qath'i) dan (qath'i) pasti pula dalam berbagai pembuktiannya. Sedangkan keterangan mengenai syarat kedua. mengikuti dalil". Mengenai keterangan tentang ta'rif akidah ini. Juga mengenai dalil naqli (yang dinukilkan dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul) adalah sesuatu yang dapat mendatangkan keyakinan dan mengukuhkan akidah. tidak dipengaruhi oleh syak (ragu-ragu) atau wahan (persangkaan yang tidak beralasan) ataupun dzon (persangkaan yang mempunyai alasan kuat). benar". Oleh karena itu. Dengan demikian. Mengenai dalil akidah. TM. beliau memberikan keterangan: dalil". padanya". dalil". Maksud kepastian pembuktiannya. beliau memberikan penjelasan sebagai berikut 2) : kenyataan". yang mengikuti orang lain tanpa dalil". para ulama telah sepakat bahwa keterangan yang berasal dari akal (dalil aqli) yang benar dan (dalil aqli) sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yang dapat melahirkan melahirkan keyakinan dan menciptakn keimanan yang dibutuhkan. yaitu iman "yang "yang dikuatkan dengan dalil".

persoalan akidah merupakan arena ijtihad bagi para ulama yang masing-masing bisa mengemukakan pendapatnya dan menampilkan alasan-alasan yang mendasari menampilkan pendapatnya berdasarkan pandangannya. Masih Ad-Dajjal.kepercayaan yang tidak datang melalui jalan yang pasti. keimanan kepada para Rasul dan hari ke-mudian. hingga turunnya Isa Al Masih as. Rasulullah saw Rasulullah . dalam ilmu kalam. Karena itu. Jabariyyah. Murji'ah. Murji'ah. Kitab-kitab tersebut di samping membicarakan tentang keberadaan Allah dan keesaankeesaanNya. maka ia ulama. memaparkan bahwa hal ini merupakan persoalan-persoalan yang menyeret manusia untuk meneliti bidang akidahnya. dan lain-lainnya. Ijtihad di dalam syara' hanya terbatas dalam bidang hukum (syariat). di samping akidah-akidah yang telah diwajibkan Allah kepada kita untuk mempercayainya. Mu'tazilah. dan bahwasanya perbedaan pendapat dalam masalah akidah sama dengan perbedaan dalam hal "furu'iyyah" "furu'iyyah" ). Jabariyyah. seperti Mu'tazilah. syara' tidak menerima ijtihad dalam masalah akidah. penanggung dosa besar dan apa yang terjadi di akhir zaman mulai dari permunculan Al-Mahdi. Persoalan seperti itu banyak ditemukan di dalam kitab-kitab tauhid. Dalam masalah ini. 5 Pendapat seperti itu tidak benar. atau yang datang melalui jalan yang pasti tetapi masih meng andung berbagai sangkaan (kemungkinan) dalam keterangannya sehingga menimbulkan perselisihan pendapat antara para ulama. Ahlus-Sunnah dan lain-lain dalam bidang akidah adalah perbedaan pendapat yang tidak sampai menyesatkan (mengeluar(mengeluarkan dari iman). yakni ketika muncul banyak golongan. merupakan akidah yang tidak diwajibkan oleh agama kepada kita untuk menganutnya. Ada yang berpendapat bahwa perselisihan pendapat antar golongan ulama Muslim. tambahan sifat-sifat atas dzat-Nya. ia juga membicarakan berbagai persoalan tentang melihat dzat Allah dengan penglihatan (mata). kitab-kitab tauhid telah memaparkan apa-apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama tersebut dan apa-apa yang mereka perselisihkan. pendapat dan mazhab di golongan. den-gan harapan ia bermuara kepada akidah yang disepakati yang sesuai dengan pandangannya. Sebab. Ia merupakan garis pemisah yang tegas antara orang-orang beriman dengan orang-orang yang tidak beriman4 ). Dilarang Berijtihad dalam Masalah Aqidah Sejarah Ilmu Tauhid /Kalam.

Begitu pula dengan masalah "khalqul Qur'an". dan ia bisa tersesat (keluar dari Islam). “dzat sifat Allah“ . Mereka mencoba menentukan pendapatnya sendiri. dalil-dalil yang qath'i dalam Al-Qur'an melarang ijtihad dalam akidah serta melarang menentukan akidah atas dasar persangkaan.membenarkan ijtihad Sa'ad bin Muadz dan Amr bin Al-Ash. “ qadla' dan qadar “ atau yang lain-lain. Mas'ud. Muadz bin Jabbal. sebagaimana yang akan diterangkan pada bagian berikutnya. Ketika pada suatu kesempatan kepada beliau diajukan sebuah pertanyaan: "Bolehkah seseorang mujtahid berijtihad dalam masalah-masalah ushluddin (aqidah). telah menentang pendapat Imam Al Jahizh dan Abdullah Al Anbary yang mem-benarkan ijtihad mujtahidin dalam masalah ushuluddin (akidah) 7) Bertolak dari fakta tersebut. Bahkan sebaliknya. Dalam hal ini. maka ia dapat satu pahala" (HR Bukhari no. Oleh karena itu. disebabkan karena mereka berusaha berijtihad dalam bidang akidah. golongan sesat lainnya yang menolak sifat-sifat Allah atau lainnya golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk (Almenyerupakan (AlMusyabbihah). Contoh paling populer adalah apa yang dilakukan oleh faham Qadariyyah yang melakukan ijtihad. Al-Ash. bahwa ijtihad hanyalah hanyalah dalam bidang penentuan hukum (syariat) dan pengadilan . Imam Shamsuddin Ar Ramli Asy Syafi'i dalam fatwanya telah melarang ijtihad dalam masalah aqidah. Jumhur ulama dalam masalah yang sama dengan di atas. Persia dan Hindu. “dzat dan "khalqul Qur'an". Mereka mengatakan: "Tidak ada taqdir". Dari nash tersebut dapat dipahami. Sebab. Tidak ada satu nashpun yang menunjukkan adanya ijtihad dalam bidang akidah. maka orang yang berijtihad dalam berijtihad bidang akidah kalau ia salah maka ia tidak mendapat pahala dan mendapat alasannya tidak diterima. Walaupun . semua itu Allah“ telah muncul setelah kaum Muslimin berijtihad dalam aqidah dan setelah mereka mengkaji filsafat-filsafat Yunani. perlu Jabbal. Kesesatan yang terjadi dan menimpa mereka Musyabbihah). hal tersebut sama sekali tidak terkait dengan masalah ushuluddin" 6). Begitu pula mengatakan: taqdir". Jika ia memutuskan perkara atas dasar ijtihad tetapi ijtihadnya salah. 7352). padahal dalam masalah tersebut tidak terdapat sebuah nash pun yang menjelaskannya?" Imam Ar Ramli menjawab: "Tidak boleh. Abdullah bin Mas'ud. Ia berdosa kalau apa yang dilakukannya salah. diperhatikan sabda beliau: "Apabila seorang hakim (qadli) berijtihad (memutuskan perkara) dan ijtihadnya benar maka ia dapat dua pahala.

tetapi pengambilan nash-nash tersebut dilakukan mereka dengan jalan menta'wilkan sekehendak hati menta'wilkan sekedar untuk memper-kuat pendapatnya sendiri.orang kafir terhadap iman kepada Hari Kiamat: ‫وما خلقنا السماء والرض وما بينهما باطل ً ذلك ظن الذين كفروا‬ ‫. Jadi akidah hanya didasarkan pada dalil yang sifatnya "koth'i tsubut" (pasti sumbernya) dan "koth'i dilalah" (pasti tsubut" "koth'i dilalah" (pasti pengertiannya) yang tak dapat dita'wilkan dan difahami dengan arti yang lain. Sedangkan yang menunjukkan bahwa akidah itu hanya dapat diambil dari nash-nash Al-Qur'an dan hadits mutawatir yang pasti sumbernya dan jelas pengertiannya. syara' juga melarang kaum Muslimin menggunakan dalil dzonny dalam pembahasan akidah. (sedangkan) Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan apapun untuk (menyem .banyak di antara mereka menggunakan nash-nash Al-Qur'an sebagai hujjah dan dalil. untuk menentukan hukum akidah wajib memiliki dalil qoth'i. 2. Allah SWT telah berfirman tentang penolakan orang. فويل للذين كفروا من النار‬ "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. ربهم الهدى‬ "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu ada-adakan.tanpa “dzon adanya “sulthan” atau "burhan" (bukti yang pasti). antara lain adalah sebagai berikut: 1. Juga telah disepakati bahwa mutasyabihat" "hadits ahad". misalnya dalil tersebut berasal dari "ayat "ayat mutasyabihat" atau "hadits ahad". mutawatir". Persyaratan Dalil-dalil Aqidah Di samping dilarang berijtihad dalam bidang akidah. Manath: ‫إن هي إل ّ أسماء سميتموها أنتم وأباؤكم ما أنزل الله بها من‬ ‫سلطان إن يتبعون إل ّ الظن وما تهوى النفس ولقد جاءهم من‬ ‫. Allah SWT berfirman tentang berhala-berhala kaum Musyrikin Musyrikin seperti Lata. Maka celakalah orang-orang kafir itu ( yang tidak ber-iman kepada kebangkitan dari kubur sesudah mati ). Dan ayat-ayat “sulthan” "burhan" Al-Quran ini adalah "qoth'iyyatuddilalah" (yakni mempunyai arti "qoth'iyyatuddilalah" yang jelas dan pasti). (Dan) karena (kelakuannya itu) mereka akan masuk neraka" (QS Shaad 27). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. Uzza. Kesimpulan ini ditinjau dari ayat-ayat Al-Qur'an yang melarang mengikuti “dzon “ (persangkaan) dalam beriman. yaitu memiliki dalil yang berasal dari "ayat muhkamat" dan atau "hadits "ayat muhkamat" "hadits mutawatir".

Meskipun sebab-sebab nuzulnya dzon” ditujukan kepada orang-orang kafi. tetapi perlu diingat bahwa . jelas sekali bahwa semua ayat-ayat yang dikutip di atas terkait erat dengan masalah aqi dah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Allah SWT juga melarang mengikuti agama-agama dan keperkepercayaan orang-orang kafir di seluruh dunia berda sarkan firmanNya: firmanNya: ّ ُ ‫وإن تطع أكثر من في الرض يضلوك عن سبيل الله إن يتبعون‬ ُ ‫. Mereka mempunyai tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. kebenaran" 4. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta ( terhadap Allah )" (QS Al-An'am 116). Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu. Terhadap orang-orang Musyrikin yang menamakan malaikat dengan nama perempuan.bah)Nya. Allah SWT berfirman : ّ ‫وإن الذين اختلفوا فيه لفي شك منه مالهم به من علم ٍ إل ّ اتباع‬ ّ ِ ّ ً ‫. Dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka" (QS An-Najm 23). )" 5. mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sang kaansangkaan dan apa yang diinginkan oleh hawanafsu mereka. mereka" 3. bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa" (QS An. علمم ٍ إن يتبعون إل ّ الظن وإن الظن ل يغني من الحق شيئا‬ ّ ُ ّ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman "Sesungguhnya kepada kehidupan akhirat. Allah berfirman : ‫إن الذين كفروا ليسمون الملئكة تسمية النثى وما لهم به من‬ ّ ّ ُ ً ‫. Mengenai perselisihan yang terjadi antara ahli kitab tentang kematian Al Masih. إل ّ الظن وإن هم إل ّ يخرصون‬ ُ ُ ّ "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang (kafir) yang di muka bumi ini.Nisaa 157). Mereka tidak (pula) yakin belaka. الظن وما قتلوه يقينا‬ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pem-bunuhan) Isa. benar-benar ragu tentang (siapa) yang dibunuh itu. Isa" Dari uraian tersebut. Padahal persangkaan itu tidak berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran" (QS An Najm 27-28). sekaligus menunjukkan adanya larangan mengikuti sesuatu yang sifatnya “dzon” dalam masalah akidah. kecuali mengikuti persangkaan belaka. pastilah mereka menyesatkanmu dari jalan Allah. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan tentang hal itu.

maka tidak ada jalan lain kecuali mempercayai atau menolaknya". Itulah sebabnya mengapa ia tidak boleh digunakan sebagai dalil atau hujjah dalam masalah akidah. maka tidak sah dipakai sebagai (akidah)". bukan kekhususan sebabnya" 8). Oleh karena itu sesuatu yang sifatnya dzon. dua atau lebih dari shahabat. Kedua macam hadits tersebut tidak sampai menunjukkan kepastian bahwa sumbernya adalah dari Rasul saw (masih ada unsur keraguan). Para ulama ushuluddin menyatakan: "Sesuatu yang mengandung lebih dari kemungkinan. benarnya". tak seorangpun ragu bahwa ayat-ayat AlQur'an datangnya dari Allah. Karena itu. hadits masyhur disebut hadits . ulama madzhab Hanafiyyah. menolaknya". tetapi pengertiannya harus didasarkan kepada pengertiannya umumnya lafaz. dzon adalah sesuatu yang mengandung lebih dari satu kemungkinan. sesuai dengan kaidah syara' yang mengatakan: ‫العبرة ُ بعموم ِ اللفظ ل ب ِخصوص السبب‬ ُ ِ ِ "Yang menjadi perhatian (dalam masalah hukun /tasyri') adalah umumnya lafadz.Sedangkan sunnah masyhurah (hadits (hadits masyhur) adalah hadits yang tidak sampai derajat mutawatir. namun ia tidak sampai derajat mutawa tir. walaupun menurut ulamakeraguan). tidak pernah memberikan kepastian. sehingga ada alternatif bagi manusia untuk memilih salah satu diantara yang dianggapnya mendekati mendekati kebenaran. Kecuali sunnah mutawatir. sebab hadits ini diriwayatkan oleh sekian banyak sahabat yang mustahil sepakat berdusta. satu dalil Bagi kaum Muslimin. "dzonny tsubuts" "dzonny dilalah". baik hal itu berupa "dzonny tsubuts" maupun "dzonny dilalah".makna suatu ayat tidak menjadi sempit karena sebab-sebab turunnya ayat. (akidah)". Atau juga "Penyebab seseorang menjadi ragu serta Penyebab " mendorongnya untuk memilih alternatif dan itu tidak pasti mendorongnya benarnya". sebabnya" Seputar Dalil Dzhonny dan Hadits Ahad Makna Dzhon menurut arti bahasa adalah 9): "Keraguan yang timbul di antara dua alternatif. masyhur) contoh yang lain tentang hal ini adalah hadits ahad yang diriwayatkan oleh seorang. Tetapi tidak demikian halnya dengan Sunnah Rasul. hadits mutawatir adalah pasti sumbernya dari Rasul saw. Oleh karena itu.

al-Andalusi.mutawatir yang qoth'i tsubut yang tingkatannya dekat keyakinan. al-Khatib al-Baghdady. Al-Qasimy. An-Nawawy. sebagian besar ulama ahli hadits berpendapat bahwa hadits ahad menunjukkan ilmu yang kath'i dan harus diterima di bidang akidah serta harus diamalkan dalam segala bidang. yakni cabang- . Tentang permasalahan hadits ahad. dan Al-Qasimy. Thahhan. menurut salah satu riwayat dari dua pendapat beliau--. Sebab. alal-Ghazaly. Dalam hal ini kita mengikuti pendapat kedua yang mengatakan bahwa hadits Ahad tidak dapat menghasilkan keyakinan. Ash-Shalah. masalah akidah haruslah dibina di atas pengetahuan yang betul-betul diyakini. karena ia tidak bisa mendatangkan keyakinan. Asnawy. tetapi hanya terbatas dalam masalah amaliah. Demikianlah pendapat para ahli ilmu ushul. Ibnu Ash-Shalah. dan lain-lain. Muhammad Abduh. Hanifah. Sijistani. dan Imam Ahmad bin Hambal -Hanifah. Sayyid Quthub. Ibnu Hazem al-Andalusi. Dr. Tetapi hadits ahad tidak bisa dipakai dalam bidang aqoid (akidah). Tetapi jumhur ulama ushul menetapkan bahwa hadits ahad menunjukkan hal yang dzhon (persangkaan). Allah sendiri membolehkan berbagai persangkaan itu. Abdullah at-Turki dari ulama khalaf. fiqih dan hadits. melainkan hanya persan-gkaan belaka. Abduh. Quthub. Ibnu Abdil Barry dari ulama salaf. tingkatannya Tetapi dalam hal ini. maka ia tidak bisa dijadikan dalil terhadap hal-hal yang bertalian dengan terhadap persoalan akidah. Dr Mahmud Thahhan. Imam Al-Bazdlawy mengatakan: "Selama hadits Ahad tidak menghasilkan pengetahuan "Selama yang dapat meyakinkan seseorang. maka yang dihasilkannya hanya berupa sangkaan. yaitu Imam Malik. Ulama ahli hadits misalnya. al-Bazdawy. Salam. orang yang menolaknya tidaklah dikafirkan10). An-Nawawy. Asnawy. al-Bazdawy. Ibnu Abdis Salam. Abu Daud AsAl-Asqalany. namun demikian ia wajib diamalkan setelah diakui tingkat keshahihannya. Imam Abu Malik. amalan" Juga Imam Al-Asnawy berkata11): "Pada dasarnya jika riwayat hadits ahad mendatangkan "Pada sesuatu. seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany. Al-Harits al-Muhasiby dan Sijistani. Karena itu. yang di antaranya terdapat empat orang Imam yang masyhur. walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama hadits dan ulama ushul fiqih tentang kedudukan hadits ter-sebut. Imam Syafi'i. Juga Imam al-Ghazaly. Syafi'i. hadits Ahad hanya bisa dijadikan alasan (hujjah) bagi hal-hal yang berhubungan dengan amalan" 11).

Firman Allah: ‫أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما ً لقوم ٍ يوقنون‬ َ "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki. Oleh karena itu. Al-Maidah 50). Almeyakini" Jaatsiyah 4). seperti kaidah-kaidah pokok/dasar agama (ushuluddin) ". yakin?" ‫الذين يقيمون الصلة ويؤتون الزكاة وهم بالخرة هم يوقنون‬ "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat. ia tidak bisa ditetapkan sebagai suatu dalil akidah. bukan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan (ilmu) semata. keyakinan". pembenaran (tashdiq) yang pasti (jazim) (tashdiq) (jazim) dan muncul dari dalil (burhan) yang kath'i. Lukman akhirat" 4). dan "Apakah (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Demikianlah kita dapatkan perkataan-perkataan para ahli ilmu kalam dan ushuluddin yang bersepakat mengatakan bahwa hadits Ahad tidak bisa menghasilkan keyakinan. Atas dasar inilah. menunaikan "(yaitu) zakat dan mereka yakin adanya negeri akhirat" (QS.cabang agama (fiqih). (burhan) Berkenaan dengan itu. dan pada binatang-binatang "Dan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tandatanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini" (QS. "Dan pada penciptaan kamu. Imam Al-Ghazaly berkata12): "Iman adalah suatu pembenaran pasti yang tidak ada "Iman keraguan atau tidak ada perasaan bersalah yang dirasakan oleh penganutnya". Kaidah ini diambil berdasarkan dalil yang telah dijelaskan di atas serta berdasarkan pula pada ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menetapkan keimanan mereka hanya dengan keyakinan. para ulama yang ahli di bidang ushuluddin telah menentukan suatu kaidah dasar untuk akidah yaitu: ‫العقائد ل تؤخذ إل ّ عن يقين‬ َ "Bahwasanya akidah itu tidak boleh diterima kecuali dengan dalil yang menunjukkan keyakinan". . penganutnya". Semua itu menunjukkan bahwa iman yang dituntut oleh Allah adalah iman yang yakin.

tergantung kekuatan keshahihan hadits. Sebab. tetapi belum mencapai tingkatan iman. Karenanya. sehingga “dzhonny” kabar ahad atau kabar masyhur yang shohih namun belum sampai ke tingkat mutawatir. bisa 50 persen.Juga. Hadits shohih yang ahad menunjukkan yakin walaupun tidak . dalil". khabar ahad yang shahih apalagi yang masyhur. Para ulama dalam menganggapi hadits ahad mempunyai empat pendapat15): a. Tetapi perlu diingat di sini bahwa tidak diterimanya hadits ahad sebagai dalil akidah bukan berarti suatu pengingkaran terhadapnya. Sekitar Masalah Tashdiq dan I’tiqad Masalah tashdiq berbeda dengan masalah i'tiqad (iman). Oleh karena itu. tetapi pembenaran itu harus bersifat pasti berdasarkan dalildalil yang mem-bentuk keyakinan. 60 persen. tashdiq dibenarkan berdasarkan dalildalil yang “dzhonny” yang berupa per. tidak boleh diingkari. Sedangkan Syekh Mahmud Syalthout menyatakan14): "Iman adalah i'tiqad/pembenaran yang bersifat pasti dan "Iman sesuai den-gan kenyataan serta ia muncul dari dalil". ketundukan". Demikiam pula Daud. sehingga tidak ada keraguan sedikitpun (misalnya ada unsur dzhon) dalam iman. memang tashdiq itu bertingkat-tingkat. adalah pembenaran seratus persen tanpa ada unsur keraguan sedikiutpun. hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah lebih kuat sanadnya dari Al-Hakim. Imam An-Nasafy berkata13): "(Iman adalah) pembenaran hati yang sampai pada batas "(Iman kepastian dan ketundukan". Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa iman Al-Hakim. 70 persen. Jadi masalah iman bukanlah sekedar pembenaran hati (tashdiqul kalbi). Tashdiq adalah sekedar pembenaran. Muslim. Ia bolehboleh saja dipercayai (dibenarkan) sesuai dengan kekuatan kabar (riwayat) haditsnya. Ada kaedah ushul untuk menyatakan hal tersebut: ‫عدم العتقاد ل يعني النكار ، وإنما يعني أن التصديق غير جازم‬ "Tiadanya i'tikad bukan berarti ingkar.sangkaan belaka. 80 persen atau bahkan 99 persen. tetapi "Tiadanya pembenarannya hanya tidak bersifat jazim (yang pasti) ". sanadnya lebih kuat dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Daud. Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. tidak boleh diingkari atau ditolak.

mulia dan selamat dari perpecahan. maka umat Islam pasti mengalami banyak perselisihan dan perpecahan. Al-Baghdady. memang berdampak besar yang menyebabkan . Oleh karena itu Salam. Al-Khatib Al-Baghdady. orang yang tidak mengi'tikadkan hadits ahad (menjadikannya sebagai akidah) tidak dapat disalahkan apalagi dikafirkan atau dianggap sebagai golongan sesat. Ini pendapat Ibnu Thahir AlMaqdisiy. aqidah Islam adalah aqidah yang tinggi dan mulia. Ibnu Nawawy. yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Yang terakhir ini adalah pendapat jumhur ulama. di antaranya Imam Nawawy. Ia dibangun di atas landasan dan bukti-bukti yang jelas dan pasti kebenarannya. b. Hadits shohih yang ahad tidak menunjukkan yakin. semuanya meya-kinkan. Ini pendapat Al-Hafiz Ibnu Hajar. Aqidah semacam ini akan menjadikan kaum Muslimin tegak di atas dasar keyakinan. Ijtihad mengandung alternatif. c. Ibnu Abdil Barri dan lain-lain. tetapi mereka hanya dipandang berdosa” 17). "Yang dikafirkan". berdosa” Demikanlah. Abdis Salam. Ia hanya menunjukka dzhon (persangkaan).diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. tak mampu dipatahkan oleh manusia manapun. Sebaliknya tatkala aqidah Islam dibangun di atas dasar keraguan atau bercampur dengan unsur keraguan. “Juga bagi orang-orang yang mengingkari hadits Ahad “Juga tidak boleh dikafirkan. Al-Ghazaliy. karena memang ada dalil-dalil dzonny yang mengandung beberapa penafsiran. Padahal ijtihad hanyalah terjadi dalam lapangan hukum syari'at. Hadits ahad shohih yang dishohihan oleh Bukhari dan Muslim dan hadits shohih yang masyhur dan atau mursal menurut para imam. d.tsaqafiy) yang dilancarkan Barat terhadap Islam tsaqafiy) dan kaum Muslimin. Inilah pendapat Ibnu Ash-Shalah. Hadits ahad shohih menunjukkan yakin jika hadits tersebut dishohihkan oleh Bukhari dan Muslim atau salah satu dari keduanya. Al-Ghazaliy. tetapi tidak ada alternatif dalam aqidah. menjadi umat yang tinggi derajatnya. Akibat perang pemikiran dan kebudayaan (al-ghazwul fikri dan (al-ghazwul al-ghawu as. Imam Ibnu Hibban mengatakan 16): "Yang menolak hadits masyhur tidak dikafirkan". Apalagi jika persoalan aqidah ini kemudian dijadikan lapangan ijtihad.

oleh Imam Al-Haramain.Jilid I. tabi'in dan generasi sesudahnya. Jilid I. "Ushulul Al-Islamy" 11) Lihat buku "Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits". halaman 56. bersikap serta senantiasa berdiri di atas dasar dalil atau hujjah dan kejujuran. Kumpulan dari mereka ini telah berhasil meragukan keyakinan kaum Muslimin tentang aqidah dan syariat Islam dengan cara merendahkan dan mencampuradukan konsep-konsep Islam dengan konsep-konsep kufur. Semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang lurus. mereka menghantam keyakinan umat Islam. "Pokok-Pokok Hadits". "Sejarah Tauhid". 8) Lihat “As-Sailul Jarrar “ Imam Syaukani. Al-Haramain. "Tadribul Raawy" oleh Imam As-Suyuthy.halaman "Islam Syari'ah" 84. komunis. kemampuan syariat Islam untuk memecahkan persoalan hidup. para sahabat. kitab "Al-Ahkam fii Tadribul Raawy" "Al-Ahkam Ushulil Ahkam" oleh Al-Aamidy. 13) Lihat kitab "Al-Aqoid Nasafiyah" oleh Iman An-Nasafy. halaman 93-95. Dengan cara demikian. halaman 322. disertai sarana dan kekuatan materi yang lebih dari cukup. 27-43. halaman 614 “Al-Mu’jam 2) Lihat "Sejarah dan Pengantar Tauhid". 112. sosialis. 332 dan 339. di samping terkoyakkoyaknya negeri Muslim menjadi serpihan dan jauh dari persatuan Islam. Maka sudah saatnya umat Islam mencoba mengangkat mutiara Islam dari lumpur kehinaannya seraya menggosok sisa lumpur yang menyelimutinya.Dr. relevansi Al-Qur'an. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". 15) Lihat buku "Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadits". Jilid I. Syariat" 12) Lihat kitab "Iljamul 'Awam 'An Ilmil Kalam" oleh Imam Al-Ghazaly. halaman 105-106. halaman 302-303. ----------------------------------------------------------------------------1) Lihat kamus “Al-Mu’jam Al-Wasith jilid 2. malaikat. Tetapi keberanian yang dimaksudkan adalah berani dalam berpendapat. Halaman 3. hal. Belum lagi serangan yang datang dari kaum orientalis dan generasi pelanjut mereka yang muncul dari kalangan putra-putri kaum Muslimin sendiri. . kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". hal. oleh Prof Dr TM Hasby ash-Shiddiqy. T. misalnya dari celah-celah sifat Allah. halaman 100-102. rezeki. Jilid I. atheis.4 hal. 3) Lihat "Islam sebagai Aqidah dan Syari'ah" oleh Syaikh al-Azhar Mahmud Syalthout. "Pokok-pokok Hadits". secara sadar atau tidak. sebagai upaya memahami Al-Islam. Sudah saatnya umat ini mewarisi sikap-sikap generasi terdahulu. dan buku "Islam sebagai Hadits" "Islam Aqidah dan Syariat" (terjemahan) oleh Mahmud Syalthout.529 “As-Sailul 9) Lihat buku "Al-Adl Dloodl" oleh Muhammad bin Al-Qosim Al-Anbary "Al-Adl Dloodl" 10) Lihat kitab "Ushulul Tasyri' Al-Islamy" oleh Ali Hasbullah. keteladanan Muhammad saw. mereka menghantam keyakinan umat dari segenap penjuru. sinkritisme dan lain-lain. Ahmad Syakir. 4) Ibid. "Al fatawa" Jilid IV. kadla dan kadar. Berbagai faham.tergelincirnya pemikiran kaum Muslimin serta memudarnya nilainilai aqidah dalam diri dan kehidupan kita. oleh Prof. 7) Lihat "Asy-Syaamil fii Ushuluddin". misalnya faham kapitalis. halaman 33-34. halaman 86 5) Perbedaan cabang yang umumnya dalam bidang hukum-hukum fiqih. halaman 35-40. kitab "Ushulul Ahkam" "Ushulul Hadits" oleh Dr. 6) Lihat Ibnu Hajar Al Haitsami.M Hasby Ash-Shiddiqy. Jil. 14) Lihat buku "Islam sebagai akidah dan Syariat" oleh Mahmud Syalthout. halaman 52. Muhammad Ajaj Al-Khatib. Keberanian dan usaha memahami suatu kebenaran adalah langkah awal persatuan dan kemenangan umat. Amin. Mereka taburkan virus-virus kekufuran dan kemurtadan di tengan umat Islam. halaman 379-380.

maka adakalanya dalil bersifat “aqli” dan ada-kalanya bersifat “naqli”. Imam Syafi'i berkata1): "Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma'rifat mukallaf kepada Allah Ta'ala.16) 17) halaman 100 dan 135. hari akhir. Hal seperti itu merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin". Dengan cara seperti itu. Arti berfikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berfikir tersebut dituntut untuk ma'rifat kepada Allah. dan ini merupakan suatu keharusan. juga kepada qadlo’ dan kitabNya. kitabkitabNya. maka dalil kei-manannya bersifat aqli. iman kepada Allah. maka ia harus di-dasarkan pada dalil naqli. penentuan dalil tersebut dilakukan melalui penyelidikan untuk me-nentukan mana yang dilakukan boleh dan mana yang tidak untuk dapat dijadikan sebagai dalil naqli. SWT”. kriteria AQIDAH ISLAMIYAH Apakah Akidah Islam Itu ? Akidah Islamiyah adalah : “iman kepada Allah. bersifat b) Jika yang diamni berada di luar jangkauan panca indera. kitab-kitabNya. para “iman malaikatNya. hari akhir. Peranan akal dalam masalah keimanan . Adapun mengenai dalil-dalil akidah. kitab-kitabNya. Namun setelah munculnya banyak iman” perdebatan di kalangan ulama ahli kalam tentang “qadho’ dan “qadho’ qadar ” maka sejak itu akidah Islamiyah telah menjadi enam bagian yaitu. Artinya. semua dalil tentang akidah pada dasarnya disandarkan pada metode aqliyah. Aqidah inilah yang terkenal di kalangan kaum musli-min dengan sebutan “ arkanul iman” . ia bisa sampai kepada ma'rifat terhadap hal-hal yang ghaib dari pengamatannya dengan indera. Dalam hubungan ini. para malai-katNya. indera. qadar baik buruknya dari Allah SWT”. Kriteria dalil adalah seba-gai berikut : a) Jika yang diimani itu masih dalam jangkauan panca indera. para rasulNya. para rasulNya. Oleh karena itu. di-dasarkan Namun perlu diingat bahwa penentuan suatu dalil naqli juga diingat ditetapkan dengan jalan aqli. Ibid Halaman 102-103. tergantung perkara yang diimani. tergantung “aqli” “naqli”. Ibid Halaman 102-103.

manumanusia mempunyai kecenderungan (bila ia hanya menduga-duga tanpa memiliki acuan kepastian) menyerupakan Allah SWT dengan suatu dengan mahluk. meskipun dapat menjankui ciptaan-ciptaanNya. seperti firmanNya : ‫إن في السماوات والرض ليآت للمؤمنين * وفي خلقكم وما يبث من د‬ ٍ ‫آيات لقوم ٍ يوقنون * واختلف الليل والنهار وما أنزل الله من السماء من‬ ٌ ْ ‫رزق فأحيا به الرض بعد موتها وتصرف الرياح آيات لقوم ٍ يعقلون‬ ٍ "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar "Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-nya dengan air hujan itu bumi (tanah) sesudah matinya. Sebab. dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal " (QS Al Jaatsiyat 35). pengembara di Tanah Arab) tatkala ditanyakan kepadanya"Denditanyakan kepadanya"Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?" Jawabnya: "Tahi Onta itu menunjukkan adanya onta dan bekas tapak tapak kaki menunjuk-kan ada orang yang berjalan.Akal manusia mampu membuktikan sesuatu yang berada di luar jangkauannya jika ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk atasnya. kalau akal diajak untuk mencari dzatNya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda 2) : ‫تفكروا في خلق الله ول تفكروا في الله فإنكم لن تقدروا قدره‬ ْ "Berfikirlah kamu tentang mahluk Allah tetapi janganlah "Berfikirlah . Islam melarang manusia untuk berfikir langsung tentang dzat Allah. ayat-ayat Al-Qur'an adalah bukti eksistensiAllah eksistensiAllah (tentang adanya sang pencipta) dengan cara mengajak manusia memperhatikan mahluk-mahlukNya. Kuasa. Karena keterbatasan akal dalam berfikir. Oleh karena itu. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) bertebaran terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang (kekuasaan meyakini. seperti perkataan seorang Badui (suku bangsa atasnya. Sebab. Bukankah gugusan bintang yang ada di langit dan ombak yang bergelombang di laut menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. maka tentu saja akal tidak mampu menmenjangkauNya.

pernah terlibat bertentangan paham satu sama lain dalam menghadapi masalah-masalah Asma’ Allah. karena ia memang berada di luar jangkauan akal. mendengar. Ahmad Asy-Syafi'iy. Padahal mereka itu adalah umat yang dijamin Padahal sempurna imannya. .ia lebih baik kita serahkan kepada Allah. bersemayam di atas arsy-Nya dan seterusnya. Apabila kita menghadapi suatu ayat/hadits yang menceritakan tentang (usaha) menyerupakan Allah dengan makhmakhluk. pengertiannya".kamu pikirkan tentang Dzat Allah itu sendiri. sifat-sifatNya. Asy-Syaibani. yang diutarakan Al-Qur'an dengan suara bulat. Setelah itu Imam Malik mengangkat kepala lalu berkata: "Persemayaman itu bukan sesuatu yang tidak diketahui. atau mahluk aneh yang bertangan bertangan sepuluh dan sebagainya. Hanbal. Imam Ibnul Qoyyim berkata2): "Para sahabat berbeda pendapat dalam beberapa "Para masalah. semisal manusia. alhamdulillah. perbuatanperbuatanperbuatan Allah. juga mereka tidak memalingkan menta'wilkannya. apapun. pengertiannya". Inilah jalan yang ditempuh oleh imam Muhammadd bin Idris Asy-Syafi'iy. Sebab. Itulah sikap yang dipegang oleh para sahabat. Juga. dan lain-lain. Me-reka menetapkan apa sifat-sifatNya. Kita hanya percaya dengan sifat-sifat Allah yang dikabarkanNya dikabarkanNya melalui al-wahyu. bagaimana Allah melihat. Ia tak dapat dianalogkan pada suatu bentuk materi dianalisa. Tetapi. mereka tidak imannya. Mereka tidak menta'wilkannya. Muhammad Abdul Hasan Asy-Syaibani. kaifiyat (cara)nya bukanlah hal yang dapat dimengerti. bin Hanbal. tetapi menanyakan hal tersebut adalah bid'ah". maka kita tidak boleh mencoba-coba membahas ayat-ayat /ha/hadits tersebut atau menta'wilkannya. Ketika Imam Malik3) ditanyakan tentang maknanya Istiwa' Allah (bersema-yamNya) di atas ‘Arsy ? beliau lama tertunduk (bersema-yamNya) dan bahkan mengeluarkan keringat. Sedangkan mengimaninya adalah wajib. Sebab. sebenarnya" Akal manusia yang terbatas tidak akan mampu membuat gambaran tentang Dzat Allah yang sebenarnya. tabi'in dan ulama salaf. kamu tidak akan sanggup mengira-ngira tentang hakikatNya yang sebenarnya" . berbicara. dzat Allah bukanlah materi yang bisa diukur atau dianalisa.

Mulailah mereka melontarkan kembali masalah-masalah klasik. Oleh karena itu akidah Islam perlu dijauhkan dari ilmu Mantiq atau filsafat agar tidak membahayakan akidah umat. misalnya. Mereka juga menggunakan pula dalil aqli yang ber-dasarkan menggunakan ilmu mantiq untuk. Meskipum ulama khalaf menempuh jalan yang tidak sesuai de ngan apa yang telah ditentukan Al-Qur'an. Berbeda halnya dengan jalan yang ditempuh oleh para pilosof dan kaum Muslimin yang memandang dan fisafat Yunani sebagai tolok ukur /titik tolak akidah. sanadnya "Al-Hidayah". halaman 9l5. 2) Lihat buku "I'laamul Muuraqqiin" jilid I. "Fathul Barri" dinamika Aqidah Islamiyah Islam adalah jalan hidup yang sempurna. membahas bergeraknya Allah. sifatnya marfu’. Pendapat-pendapat mereka (ahli ilmu kalam dan pilosof muslim) inilah yang telah meragukan umat terhadap beberapa hal yang berinilah berkaitan dengan masalah akidah. atau pembahasan bahwa iblis tidak akan kekal dalam neraka dan seterusnya. 2) Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'im dalam kitab "Al-Hidayah". Mereka telah mencoba menggunakan akal untuk memecahkan permasalahan yang pernah dialami oleh para pilosof pilosof Yunani terdahulu. dhoif tetapi isinya shahih.Kerusakan akidah umat Islam akibat pilsafat Yunani Ini berbeda dengan sikap dan pendapat ulama khalaf (Ulama Mutakhirin). Dengan menggaris bawahi bahwa sumber akidah hanyalah Al-Qur'an dan hadits-hadits mutawatir. bisa diterima . tanpa kembali kepada ketentuan Al-Wahyu. takdir (keputusanNya). mereka lalu menta'wilkan Al-Wahyu yang termasuk dalam kategori mutasyabihat sesuai dengan kehendak akal dan i'tikad yang tujuannya untuk mensucikan Allah dan sifat-sifatNya secara tidak layak. keadilan Allah. Oleh karena itu. membahas diamNya. Islam merupakan . 3) Lihat kitab "Fathul Barri" Jilid XII. turunNya ke langit. -------------------------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar" oleh Imam Syafi'i. dan keterbatasan ilmu Allah. terutama ahli ilmu kalam (Mutakallimin). Mereka tidak puas dengan cara berfikir demikian. bahkan berhasil pula menyesatkan kaitan dan mengeluarkan sebagian kaum Muslimin dari Islam. Mereka tidak menjalani cara yang ditempuh oleh ulama salaf. atau hubungan antara sifat dengan Dzat Allah dan lain-lain. tetapi mereka tetap beriman kepada Islam dan tetap bertolak dari dalil-dalil syara'. seseperti Wihdatul Wujud (panteisme). halaman 55.

sudah tidak lagi menarik. kekuasaan.yang tak pernah dilihat oleh mata manusia dan belum per-nah didengar oleh telinga -. dan berjuang demi menyebarluaskan Islam -. seraya dimantapkan dan dihidupkan kembali. serta sibuk mengejar kesenangan duniawi dengan melupakan Allah SWT. maka harus dibangkitkan pada diri mereka semangat merealisasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengikatkan diri pada hukum syara'. Oleh karena itu untuk menyelesaikan seluruh problematika tersebut. Apalagi cahaya aqidah tersebut telah meredup dari hati kaum muslimin. termasuk dominasi negara adikuasa atas negeri-negeri mereka yang telah memperalat penguasa mereka dan merampas harta kekayaan mereka. mau tidak mau aqidah kaum muslimin harus dibangkitkan. Bahkan tidak lagi berpengaruh dalam kehidupan mereka. kedudukan. keni'matan-keni'-matan surga yang abadi itu -. Hati mereka tidak lagi tergetar akan azab Allah atau merasa takut terhadap api neraka jahanam. Akibatnya.sebagai satu risalah yang universal -. Mereka mengalihkan perhatiannya kepada dunia dengan segala perhiasannya. Kondisi aqidah yang lemah ini telah menyebabkan berbagai bencana terus menerus menimpa diri kaum muslimin saat ini. dan tidak mampu lagi menyalakan semangat untuk mengikat-kan diri dengan hukum syara'.ke seluruh penjuru dunia. Bagi mereka. Mereka juga telah kehilangan rasa rindu kepada surga. Demikian pula rasa takut terhadap azab Allah yang akan menimpa mereka apabila tidak menerapkan Islam dan tidak terikat dengan hukum-hukumnya. cenderung hidup hanya untuk Islam. kaum muslimin tidak lagi menarik.Manakala aqidah aqliyah pada diri mereka telah berfungsi .pandangan hidup yang menentukan tingkah laku kaum muslimin dalam kehidupan sehari-hari. Agar kaum muslimin menyadari betapa pentingnya keterikatan dengan hukum syara'. hingga mereka menerima berbagai kehinaan dan kenistaan. Rasa rindu untuk hidup di mengikatkan bawah naungan Islam sangat diperlukan. mencita-citakan keridlaan Allah SWT sebagai nilai hidup yang tertinggi. Bangkitnya semangat tersebut hanya dapat terwujud dengan membangkitkan aqidah Islam dan menancapkannya kembali dalam diri kaum muslimin. terutama harta. berikut keni'matan akhirat yang hakiki. Aqidah kaum muslimin saat ini sesungguhnya benar-benar telah kehilangan gambaran tentang hari kiamat. rasa cinta kepada isteri-isteri dan anak-anak. mulai dari lepasnya keterikatan terhadap hukum-hukum Islam.Mereka telah men-jadikan kebutuhan materi sebagai satu-satunya nilai hidup yang dikejarkejar. hidup dalam suasana ketakutan dan kepasrahan. Pan-dangan mereka tidak lagi mengarah ke langit tetapi telah terfokus kepada dunia. ketidakberdayaan menghadapi hukum-hukum kufur yang berasal dari Barat.

keterikatan terhadap hukum syara' merupakan buah dari iman. memberikan gambaran detailnya. Sebab.kembali. serta menancapkan ide-ide yang tercantum dalam Al Qur’an dalam tercantum jiwa kaum muslimin. Kaum muslimin akan melepaskan semua undang-undang thaghut (kufur) dan bahkan menumpas kepemimpinan penguasa mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya tanpa takut lagi akan rizki atau nyawanya sekalipun. apabila semangat iman itu makin lemah maka apabila keterikatannya pun akan menurun. Demikian pula harus dipahami bahwasanya meskipun tugas yang paling penting yang dibebankan pada pundak pengemban da'wah --yang berjuang untuk mengembali-kan pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT-. apabila semangat iman ini makin kuat maka semangat keterikatan itu akan semakin kuat pula. Kaum muslimin akan kembali kepada Allah dan terikat pada syari’atNya. maka sungguh semangat mereka akan kembali bangkit. Karena sesungguhnya yang mendorong mendorong melaksana-kan syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya adalah hasil dari gambaran detail aqidah tersebut serta sejauh mana tertanamnya dalam jiwa umat. Ketakutan mereka terhadap azab jahanam juga akan mengatasi rasa takut mereka terhadap para penguasa kufur dengan segala ancaman serta kekejamannya. namun sesungguhnya hal yang paling penting lagi ialah bahwa mereka sesungguhnya harus memahami bagaimana cara menjelaskan pentingnya keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan kesadaran umum di tengah-tengah umat terhadap pentingnya keterikatan dengan hukum-hukum syara' tersebut. Semua ini tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan menanamkan aqidah aqliyah. Dari sini jelaslah bahwa lemahnya keterikatan terhadap hukum syara' dalam hubungan individu dan masyrakat merupakan akibat dari lemahnya semangat aqidah akliyah yang ada pada diri kaum muslimin.adalah mencurahkan tenaganya untuk menjelaskan betapa pentingnya nilai keterikatan terhadap hukumhukum syariat yang berhubungan dengan nilai-nilai dasar bagi kehidupan. bukan berada di tangan makhluknya. Sebab mereka (kaum mus-limin) telah beriman bahwa rizki dan hidup berada di tangan Allah SWT semata. juga berusaha mewujudkan kesadaran umum pada diri berusaha kaum muslimin terhadap nilai-nilai dasar kehidupan menyangkut hubungan antar individu masyarakat. Mereka akan disiplin dalam melaksanakan perintahperintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Sebaliknya. Dengan demikian kaum muslimin akan takut terhadap ancaman azab neraka manakala . Jadi. Kerinduan mereka terhadap syurga dan segala keni'ma-tan yang ada di dalamnya akhirnya akan mampu mengalahkan kecintaan mereka terhadap kesenangan duniawi. antara mereka dengan negara atau antara mereka dengan negara dan bangsa lain.

maka mau tidak mau harus meneladani cara yang ditempuh Al Qur’an Al-Karim dalam hal ini. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah beriman " (Ali Imran: 100) ‫يا أيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون‬ "Hai orang-orang yang beriman. namun ayat-ayat yang diturunkan selalu mengingatkan kaum muslimin terhadap mengingatkan aqidah dan mengkaitkan hukum-hukum yang diturunkan tersebut diturunkan dengan iman. Oleh karena itu.mereka menyim-pang dari syari’at Islam. meskipun perhatian Al Qur’an terfokus pada penerapan hukum-hukum syariat. bersabarlah kamu dan . di bawah naungan sistem khilafah Islam. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. bukan tanpa disengaja apabila Al Qur’an selama tiga belas tahun di Makkah selalu memfokuskan aqidah dan menanamkan ide-idenya. Oleh karena itu. dan mereka menerima dengan berikan. Pada periode Madinah. senantiasa membicarakan masalah aqidah dan ideidenya. Hal ini disebabkan karena aqidah memiliki kedudukan paling tinggi dalam mewujudkan semangat dalam diri orang-orang yang beriman untuk melaksanakan perintah dan menerapkan hukumnya. sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). Berikut ini ditunjukkan beberapa ayyat sebagai contoh tentang cara Al Qur’an yang berkaitan dengan hal ini: ‫فل وربك ل يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم ل يجدوا في‬ . Mereka akan mengharap surga yang penuh ni'mat pada saat mengikuti syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya. Pada saat itulah akan nampak keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dalam perilaku individu perilaku maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat. agar kita dapat membuahkan hasil dalam mem-bangkitkan dan menggerakkan umat. ً ‫فسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما‬ "Maka demi Tuhanmu. sehingga masya-rakat sudah terbiasa mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di siang maupun diturunkan malam hari. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. juga agar mem-bangkitkan kita apat menghidupkan kembali seman-gat ddan kerinduan umat terhadap pelaksanaan hukum-hukum Islam. ‫يا أيها الذين آمنوا إن تطيعوا فريقا ً من الذين أوتوا الكتاب‬ . ‫يردوكم بعد إيمانكم كافرين‬ "Hai orang-orang yang beriman.

Jadi.kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung " (Ali Imran: 200) ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل‬ "Hai orang-orang yang beriman. memiliki sikap komitmen dan mengikatkan diri pada hukum-hukumnya. janganlah kamu saling memakan harta sesama-mu dengan jalan yang batil " (An Nisa: 29) ‫ل تجد قوما ً يؤمنون بالله واليوم الخر يوادون من حاد الله ورسوله‬ "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Demikianlah jalan yang digunakan oleh Al Qur’an ketika menjadikan masyarakat menerima aqidah. dan ratusan yang lainnya serta ratusan hadits yang mulia." (Al Mujadilah: 22) Ayat-ayat seperti ini. lalu kerinduan akan surga berikut keni'matannya yang kekal di dalamnya dari hal-hal yang diinginkan oleh setiap jiwa. diinginkan termasuk hal-hal yang indah dilihat mata. istana-istana yang sangat indah berikut bidadari yang cantik-cantik dan gadis-gadis yang segar-segar. perintah atau larangan sesung-guhnya selalu dikaitkan larangan dengan aqidah dan semangat iman. serta memberi dorongan untuk melaksanakan dan mengingatkan terhadap apa yang diinginkan diinginkan oleh ayat. hukum. pengaruh rasa takut terhadap Allah SWT. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. takut terhadap azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat. . ketika menjelaskan sesuatu ide. Kaum muslimin akan siap melakukan perjuangan politik melawan setiap pemerintahan thaghut dan mau berjuang secara sungguh-sungguh untuk menumpas sistem pemerintahan kufur dan melepaskan diri dari dominasi mereka serta mengembalikan pelaksanaan hukum-hukum yang diturunkan diturunkan Allah SWT. pemecahan. bertarung melawan ide-ide kufur yang bertarung sudah merajalela berikut para penguasa thaghut yang bertindak sebagai musuh-musuh Islam. Semua ini dapat memalingkan mereka memalingkan kepada hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan kepada surganya serta menjauhkan dirinya dari azab neraka. Dari sinilah kaum muslimin bertolak untuk mengikatkan diri kepada hukum-hukum Allah. pedihnya siksa neraka jahanam. semua ini menjadikan manusia mengalihkan pandangannya ke langit dari yang semula sibuk mencari kesenangan duniawi." RasulNya.

Ajaran mendasar ini merupakan suatu ajaran yang terpen-ting dan paling berpengaruh dibandingkan dengan yang lainnya.Oleh karena itu. serta menafikan secara pasti penghambaan terhadap selain Allah. sesungguhnya dia telah mengesakan Allah dalam penghambaan maupun dalam pensucian. Termasuk dalam pokok ajaran tersebut. pembalasan amal perbuatan manusia dan azab/siksaan. sistemnya. Dan tatkala seorang muslim bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. kemudian menanamkannya ke dalam jiwa individu kaum muslimin. maka akan menjadikannya sangat berhati-hati dalam segala hal yang menjadikannya berkaitan dengan pengaturan urusan kehi-dupannya. penciptaan jin dan manusia untuk suatu tujuan tertentu. laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). adalah tidak ada yang patut disembah kecuali Allah sebab lafadz ilaah menurut pengertian bahasa dan syara' adalah : yang patut disembah. maupun yang menyangkut problematikanya. dijanjikannya kehidupan yang abadi di akhirat di surga maupun di neraka. Apabila seorang muslim telah memahami persepsi ini. tidak kepada yang lain. adalah suatu keharusan untuk menghidupkan kembali aqidah Islam pada jiwa kaum muslimin. melenyapkan kekuatan negara-negara kafir berikut perundangundangan dan sistemnya. juga karena setiap sesuatu yang dituntut untuk ditaatinya selain Allah atau mengajak orang-orang mengikuti selain petunjuk yang berasal dari Allah. yang dimaksud dalam kalimat syahadat pertama. sehingga ia akan menolak untuk mentaati selain Allah. karena ia tidak beribadah kepada selain Allah. Jadi kalimat laa ilaaha baik menurut ketentuan bahasa ataupun syara' artinya adalah la ma'buuda (tidak ada yang patut isembah). Allah SWT berfirman: ‫وما خلقت الجن والنس إل ليعبدون‬ "(Dan) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu " (Adz Dzariyaat: 56) Jadi. Mafhum/ persepsi yang dimaksud di sini ialah mafhum 'ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah SWT) yang lahir dari mafhum uluhiyyah (ketuhanan). serta adanya kewajiban mengemban da'wah/risalah Islam dll. Untuk membangkitkan semangat aqidah dibutuhkan penjelasan tentang mafhum / persepsi atau ajaran pokok dalam aqidah Islam. atau menjalankan hukum selain dari apa . Oleh karena itu persaksian seorang muslim meng-haruskan ia untuk hanya beribadah kepada Allah saja. Karena kepentingan inilah para Nabi dan para Rasul diutus. agar dapat mendorong komitmen mereka dan terikat dengan hukum-hukum syari’at serta bersegera merubah keadaan mereka. juga mengharuskan ia membatasi ibadahnya hanya kepada Allah semata.

semuanya termasuk dalam kategori termasuk thaghut yang harus ditentang dan diingkari. mengesakanNya dalam tasyri' (pembuatan hukum) juga dalam ketaatan. Sebab keterikatan kepada hukum-hukum syara' adalah hasil yang pasti dari keimanan dilihat dari segi mafhum ketuhanan.sesungguhnya ia merupakan thaghut yang ingin merupakan menjadikan dirinya sebagai Tuhan selain Allah. dan mereka menerima dengan sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). Allah SWT berfirman: ُ ُ ‫ألم تر الى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل اليك وما أنزل من قبلك‬ َ ُ ‫يريدون أن يتحاكموا الى الطاغوت وقد أ‬ ‫مروا أن يكفروا به ويريد‬ ِ .apakah dia sebagai penguasa maupun kedudukannnya aparatnya -. bahkan diperang sampai lenyap dari permukaan bumi ini sehingga yang ada hanya syari’at Allah semata. yang juga merupakan buah/hasil dari penghambaan diri kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman: "Maka demi Tuhanmu. sebagai akibat dari melupakannya. sesungguhnya merupakan ketundukan dan penyerahan diri untuk mau diatur dengan hukumhukum thaghut. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Oleh karena itu. Dan setan diperintahkan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya " (An Nisaâ: 60) . yang kaum muslimin diperintahkan untuk mengingkari-nya. jarang dipikirkan atau karena pemahamannya telah berubah. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Oleh karena itu yang menunjukkan adanya 'ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah itu adalah terikat secara sungguhsungguh dengan hukum-hukum Allah. segala sesuatu yang dilaksanakan dari selain syari’at/perintah Allah. ketundukan dan (pembuatan pasrah terhadap segala yang diperintahkanNya atau yang diladilarangNya. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhada putusan yang kamu berikan.yang diturunkan Allah. apapun kedudukannnya -. ً ‫الشيطان أن يضلهم ضلل ً بعيدا‬ "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan beriman kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Melalaikan keterikatan terhadap hukum-hukum syara' adalah giliran yang pasti setelah melalaikan mafhum ketuhanan. Jadi siapa saja yang ingin membuat hukum.

"Wahai orang-orang yang beriman. baik di dunia maupun di akhirat. maka itulah bentuk ibadah mereka kepada para pendeta dan rahib itu. di antaranya adalah firman Allah SWT: "Allah telah terangkan bahwasanya tidak ada Ilah selain Dia. "Bukanlah kebajikan (namanya hanya) dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat." (HR. dan melenyapkan setiap undang-undang dan penpenguasa thaghut. akal tidak pernah mampu menjangkau eksistensi malaikat. dan nabinabi" (QS. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS. Tidak ada Ilah selain dia. Ali 'Imran 180). kitab-kitab (Allah). Dalil syara' tentang adanya malaikat adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Al-Baqarah 177).‫إتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا ً من دون الله‬ "Mereka (Bani Israil) telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah " (At Taubah: 31) Rasulullah telah menjelaskan arti ayat ini sebagai mana tercantum dalam haditsnya "Sesungguhnya mereka telah haditsnya "Sesungguhnya mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkannya lalu kaumnya mengikuti mereka. karena pada ruhiyah hakekatnya aqidah ini mampu memancarkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang sangat dibutuhkan manusia dalam mengatur kehidupannya. MALAIKAT Dalil-Dalil Keimanan terhadap Malaikat Dalil iman kepada malaikat adalah berdasarkan dalil nakli." Sesungguhnya pengaruh mafhum ketuhanan pada diri kaum muslimin akan dapat mengembalikan posisi dan semangat aqidah Islam sebagai aqidah ruhiyyah (ritual) dan aqidah siyasiyyah (political). hari kemudian. bukan sekedar aqidah ruhiyah semata. 3095) itu. menjauhi laranganlarangan-Nya. melaksanakan perintah-perintahNya. serta mendorong kaum muslimin untuk terikat dengan hukum-hukum Allah. Sebab. Jadi. Yang menegakkan keadilan dan (disaksikan) oleh para malaikat dan ahli-ahli ilmu. Tirmidzi no. malaikat. melainkan sesungguknya kebajikan adalah beiman kepada Allah. berimanlah (sungguh- .

para malaikat adalah tentara Allah yang paling banyak dari malaikat segi kuantitas dan paling banyak dari segi tugas-tugasnya. Jadi. (Ketahuilah bahwa) siapa saja kafir terhadap Allah. Sebab. bertugas di jahanam dan jannah. Malaikat dan Asal Usul Kejadiannya Malaikat diciptakan Allah sebelum diciptakannya jin. kitab-kitabNya. manusia dan alam semesta. sesungguhnya Al-Qur'an tidak menjelaskannya. Ada pula yang ditugaskan untuk mencabut nyawa. Adapun asal kejadian mereka. yang menurut penjelasan Al-Qur'an. Ada pula yang ditugaskan untuk terbentuknya menjaga dan mengawasi setiap manusia. karena ia berada di luar jangkauan panca indera dan akal manusia. merekalah yang mengatur alam semesta dengan idzin. Tetapi wujudnya pasti. malaikat-malaikatNya. mereka berada di langit dan di bumi dan saling berpindah tempat di antara keduanya. Oleh karena itu. bulan dan bintang. menghitung dan menulisi amal usaha manusia. kehendak dan perintahNya1). Hanyasanya ia dijelaskan dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Imam Muslim bahwa malaikat itu dijadikan dari cahaya (nur). An-Nisaa' 136). dzat malaikat yang sebe narnya tidak mungkin dapat dijangkau akal. Oleh karena itu tidak perlu heran jika iman kepada malaikat diletakkan pada peringkat pertama setelah iman kepada Allah. Inilah tentara yang paling agung. rasulrasulNya.sungguh) kepada Allah dan RasulNya dan (kepada) kitab sungguh) yang Dia turunkan kepada RasulNya. Tugas-Tugas Malaikat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul telah menunjukkan berbagai tugas malaikat yang bekerja menuruti perintah dan siidzin Allah untuk mengatur apa yang ada di langit dan bumi serta apa yang ada dan terjadi di antara keduanya. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. serts kitab yang ALlah turunkan turunkan sebelumnya. dan tugas-tugas lainnya. mengatur terjadinya proses peredaran terbentuknya janin di dalam rahim. tanpa menerangkan bagaimana karakteristik (bentuk) cahaya (nur) tersebut. dan hari kemudian. mengatur peredaran awan dan turunnya hujan. Misalnya ada yang ditugaskan untuk mengatur peredaran matahari. Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah2): Tugas-tugas itulah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Qayyim .

Allahlah pengatur alam ini dengan perintah (idzin) dan kehendakNya. Yunus 3). Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. terkadang disebutkan Al-Qur'an bahwa Allahlah yang mematikan makhluknya. An-Nazi'aat 5). Al-An'aam 61). seperti firmanNya: . "Atau. lalu utusan-utusan Kami mewafatkannya. Beliau berkata: "Allah telah mewakilkan para malaikat untuk mengatur langit dan bumi. malaikat tersebut hanya bertugas mencabut nyawa atas perintah Allah SWT. (kepadaNya)?" "Jadi. Oleh karena itu. dan siapakah pendengaran yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Mereka (para malaikat itu) bekerja dengan seidzin dan atas perintah Allah SWT. terkadang tugas-tugas pengaturan seperti itu dikaitkan dikaitkan (tersangkut nyata) terhadap Allah. "Juga perhatikan firmanNya yang lain: "Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi. Allah SWT di dalam AlQur'an kadang menyebutkan bahwa pengaturan tersebut diserahkan kepada malaikat. Perhatikan FirFirman Allah SWT: "Sehingga bila datang kematian pada salah seorang di antaramu. atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan. kemudian ia bersemayam di atas A'rasy untuk mengatur segala urusan" (QS. seperti FirmanNya: "Demi para malaikat yang mengatur urusan alam (ini)" (QS. katakanlah: 'Mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?" (QS. Maka. Yunus 31). antaramu. sedangkan malaikat mengatur alam ini hanya menmenjalankan atau melaksanakan perintah saja. "Atau. Ini sama halnya dengan menyebutkan malaikat yang mematikan. seperti firmanNya: "Sesungguhnya Rabbmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. sedangkan para utusan (malaikat Kami) itu tidak (pernah) lengah" (QS.Al-Jauziyah tentang tugas-tugas para malaikat.

Al-Mursalat 1-5. serta mencatat perkataan dan perperbuatannya. Tingkatan Tugas dan Wewenang di antara Malaikat Mengenai tingkatan tugas dan wewenangnya." "Ada yang ditugaskan mengatur peredaran tata surya. alantoin. Mereka melindunginya sewaktu manusia hidup dan mencabut nyawanya serta menghantarkan nyawa itu kembali mencabut kepada Allah yang menciptakannya. . Ash-Shaffat 1-3)3).. Allah telah menugaskan sebagian malaikatNya untuk mengatur gununggunung (meletuskan atau memunculkannya). Jibril (Jibrail). Beliau menyebutkan ayatayat Al-Qur'an mengenai hal ini (Baca QS. Juga Ibnu Qayyim berkata: "Kitabullah dan sunnah menyebutkan jenis malaikat yang ditu gaskan mengatur urusan makhluk-makhluk yang diciptakan."Allahlah yang mewafatkan kematiannya" (QS. mencatat rezekinya. dan amnion) di dalam kandungan.. Mereka jugalah yang menjaga ketika janin itu masih berada dalam tiga lapisan (Chorion. sampai matinya manusia.... bahagia dan mengikuti mencatat manusia dalam setiap keadaan. amal. An-Naazi'at 1-5. dari pencampuran air mani dengan sel telur . Al-Qur'an menye butkannya para malaikat tersebut sebagai berikut: 1. Adapula yang ditugaskan untuk mengatur semua proses yang terjadi di dalam rahim. Dia sebagai utusan Allah kepada seluruh nabi dan rasul untuk menyampaikan Al-Wahyu dan petunjuk lainnya. Mereka yang (Chorion. sedangkan sebagian lainnya ada yang ditugaskan untuk membawa awan dan lainnya menurunkan hujan. Az-Zumar 42).. Merekalah yang ditugaskan untuk memproses dan ditugaskan mengembangkannya tahap demi tahap sampai kepada bentuk manusia yang sempurna... ajal." Jadi malaikat adalah tentara Allah yang paling agung. Malaikat ini adalah pimpinan umum dan sangat terkemuka di antara mereka. Ibnu Qayyim lebih lanjut menjelaskan: jiwa ketika datang "Sesungguhnya para malaikat yang bertugas dengan idzin Allah untuk mengatur urusan manusia sejak terjadinya proses pembuahan di dalam kandungan. sengsara.

Az-Zumar 68). pemimpin yang bijaksana dan sangat dipercaya Allah SWT. Malaikat ini dipatuhi oleh bawahannya. 2. . seperti yang diceritakan dalam ayat Al-Qur'an: "Dan ditiuplah sangkakala. ia dapat mengarungi angkasa yang mahamahaluas hingga "Sidratul Muntaha" (berada di langit ke tujuh) sampai kembali ke bumi ketika memimpin dan menuntun perjalanan isra' mi'raj nabi Muhammad saw.cw9 SWT. 4) Lihat buku "Syu'abul Iman" oleh Thabrani dan Baihaqi. Isrofil. Ia sedikitpun sedikitpun tidak lelah.Malaikat ini sangat perkasa. Beginilah contoh kepatuhan para malaikat malaikat kepada Allah. Tugasnya diterangkan dalan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi4) dengan sanad yang hasan: "Ketika Rasulullah bertanya kepada Jibril. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya" (QS. maka matilah siapa saja yang berada di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah.. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Mikail. At-Takwir 19-21). punya kekuatan yang luar biasa. apa tugas malaikat Mikail? Jibril menjawab:(Iaditugaskanuntuk malaikat mengatur) tumbuh-tumbuhan dan hujan". Ia senantiasa meletakkan mulutnya pada tempat peniupan sangsangkakala. Peniupan sangkakala itu sangkakala dilakukan dua kali.cw9 "Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril).. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. 3. namun ia tetap setia kepada tugasnya. yang mempunyai kekuatan. Entah berapa juta tahun keadaannya seperti demikian. Inilah malaikat yang diserahi tugas mengatur pembagian rereki rereki semua mahluk di seluruh alam. Ia juga mempunyai kedudukan yang kuat di sisi Allah dan mendapat tempat mulia di sana. Malaikat ini ditugaskan untuk meniup sangkakala (ashshur). yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki 'Arsy. sebagai tindakan berjaga kalau-kalau mendadak ada perintah dari Allah. bosan. jemu atau sejenisnya. Dengan sekejap mata.

patuh dan ta'at kepadanya. As-Sajadah 11). Izrail. Malaikat sebelah kanan menulis segala perbuatan baik. seorang duduk di sebelah kanan dan yang perbuatannya. sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qur'an: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya. tidak terlambat sesaatpun. Juga apabila ia melakukan maksiat. maka akan perbuatannya itu dicatat pada buku harian dan akan diangkat (dihapus) jika ia bertaubat dalam jangka waktu tersebut. dan diutusNya kepadamu malaikatmalaikat penjaga. Kemudian hanya kepada Rabbmu kamu pasti dikembalikan" (QS. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu melainkan . Malaikat ini bertugas mencabut nyawa (roh) makhluk hidup (bila telah tiba ajalnya). lain duduk di sebelah kiri. bila ia tidak bertaubat. sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu. Sedangkan yang kiri menulis segala perbuatan buruk. Malaikat-malaikat tersebut dijelaskan tugasnya di dalam Al-Qur'an: tugasnya "(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya" (QS. Bila ia berniat melakukan yang baik.4. Dua Macam Malaikat Penunggu Manusia (Raqib dan Atid). walaupun belum terlaksana. Al-An'aam 61). yaitu yang melanggar batas-batas ketentuan agama (syara'). maka niatnya itu dihitung (dicatat) sebagai satu amal kebaikan. Keduanya bertugas menulis segala sesuatu yang dilakukan manusia. Tugas ini telah ditegaskan dalan Al Qur'an: "Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu. 5. Dijelaskan pula bahwa malaikat ini mempunyai bawahan (pem(pembantu) yang setia. ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami. selama sehari semalam. Inilah dua malaikat yang senantiasa setia mendampingi manusia manusia pada posisi kanan dan kiri.

6. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. 7. At-Tahrim 6). Jumlah dan Kekeliruan Manusia terhadap Wujud Malaikat Pada hakekatnya malaikat itu jumlahnya sangat banyak. dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu diperintahkanNya mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. Dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan menjadi cobaan bagi orang-orang melainkan kafir. Mereka bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan jannah. Allah berfirman: "Dan tidak Kami jadikan penjaga jahanam itu melainkan dari malaikat. ArRa'd 23). Allah sebagai perumpamaan?" membiarkan sesat orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk . Malaikat-malaikat ini banyak jumlahnya dan tak perlu diceritakan panjang lebar. Sikap mereka digambarkan dalam firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman. tidak ada yang mengetahui jumlahnya. keras. Mereka disebut juga malaikat "Za"Zabaniyah". Malaikat-Malaikat di Jahanam. "Sedang malaikat masuk ketempat-tempat mereka (ahli jannah) dari semua pintu (untuk melayani mereka)" (QS. Malaikat-Malaikat di Jannah. supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengapenyakit (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini dikehendaki sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah. Qaaf 17-18).hadir" (QS. Mereka bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan dan untuk jahanam. peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah keluargamu manusia dan batu (berhala).

memintakan ampunan pada Allah atas dosa-dosa manusia yang beriman. AlMuddatstsir 31). Azpertanggungjawaban" Zukhruf 19). takut kepadaNya. merekalah yang menolong dan melindunginya. Jilid II. Lihat kitab "Ikhsyatullahfan min Masya'idil Asy-Syaithan" oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. sifat-sifat malaikat yang dicontohkan manusia sebagai makhluk lemah. Saba' 41). Engkaulah pelindung kami. 130-132. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka itu Ilah. menerus. Dalam ayat ini disebut bahwa mereka adalah tentara Allah. Mereka bukanlah anak-anak Allah atau gadis-gadis Allah seperti apa yang dipercayai oleh sebagaian bangsa Arab dahulu. Kebanyakan dari mereka beriman kepada jin itu" (QS. bahkan mereka telah menyembah jin. Di antara sifat-sifat itu adalah mereka senantiasa patuh. mencatat amal perbuatannya. Misalnya ditinjau dari segi hubungan mereka dengan manusia. Juga dari segi lain. Al-Jauziyah. -----------------------------------------------------1) Kata-kata yang digarisbawahi adalah usaha untuk 2) menghindari kesalahfahaman dalam menafsirkan seolah-olah malaikatlah yang mengatur segala sesuatunya. Allah telah membantah pandangan mereka dengan tegas: "Malaikat-malaikat itu menjawab: 'Mahasuci Engkau. Seluruh malaikat. Dan jahanan melainkan saqar itu tiada lain adalah peringatan bagi manusia" (QS. "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang hambahamba Allah Yang Mahapemurah itu dianggap perempuan. . serta selalu bertasbih siang malam terus kemaksiatan. menyelamatkannya dari godaan syaithan. tetapi para malaikat itu selalu patuh dan taat kepada Allah. Dan tidak ada yang dikehendaki-Nya. halaman 125-128. Iman kepada malaikat sangat berpengaruh besar dan dahsyat dalam diri manusia. Apa mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? menyaksikan Kelak pasti dituliskan (bohongnya) kesaksian mereka dan mereka pasti dimintai pertanggungjawaban" (QS.kepada siapa yang dikehendaki-Nya. takut dan taat kepada Allah. mempunyai sikap dan sifat yang hormat dan mulia. menghindarkan diri dari tergelincir ke menghindarkan jurang kemaksiatan. tahu tentara Tuhanmu melainkan dia sendiri. bukan mereka. yaitu sejak manusia lahir sampai mati. yaitu bertindak sebagai pelaksana tugas dan memiliki kekuatan dahsyat. beribadah dan bertasbih serta senantiasa berdzikir kepada Allah.

hanya Al-Qur'anlah yang dipelihara oleh Allah SWT dan sekaligus berfungsi sebagai penghapus syariatsyariat nabi dan rasul sebelumnya. yakni berupa lembaran-lembaran. yaitu kitab-kitab (yang turun sebelumnya) dan sebagai standard terhadap kitab-kitab tersebut. Kami benar-benar memeliharanya" (QS. KITABULLAH Seorang muslim beriman dan percaya kepada semua yang dituditurunkan dan diwahyukan oleh Allah SWT. halaman 38-49. Adapun mengenai penjelasan dalil dalil tersebut. dapat difikirkan dijangkau atau dibuktikan. Maka. Al-Maidah 48). membenarkan apa yang sebelumnya. Tidak demikian halnya dengan kitab-kitab samawi lainnya yang tidak bisa dibuktikan berasal dari Allah. Al-Qur'an adalah suatu kenyakenyataan yang bisa dijangkau panca-indra dan akal. maka Al-Qur'an adalah kitab yang berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Alsesungguhnya. firman Allah SWT dalam bentuk lain. dan Injil diturunkan kepada hamba Allah dan rasulNya. Beriman kepada kitab-kitab Allah mempunyai sandaran yang berasal dari pemahaman dalil akli dan nakli. putuskanlah perkara mereka menurut (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah dan diturunkan janganlah kamu mengikuti hawanafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah datang kepadamu" (QS. kitab-kitab tersebut tidak mengandung mukjizat yang bisa dijangkau akal manu sia pada . Sementara itu. berupa kitab dan apa yang difirmankanNya kepada beberapa rasul berupa shuhuf (lembaran). adalah misalnya apa yang diberikan Allah kepada nabi Ibrahim as. Sebab. At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. "Dan Kami telah turunkan Al-Qur'an dengan membawa kebenaran. Dan sesungguhnya. kepada Di antara kitab tersebut. Kitab-kitab besar yang berasal dari firman Allah SWT seluruhnya seluruhnya berjumlah empat kitab suci. Ali Usman. bagian "Macam-Macam Malaikat dan Tugasnya".3) Lihat buku "Makhluk-Makhluk Halus Menurut Al-Qura'n" oleh HM. Isa As. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. Az-Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud As. yakni Al-Qur'an yang diturunkan diturunkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw. Hijr 9).

malaikatmalaikat. Walaupun demikian. serta kitab yang turunkan Allah telah turunkan sebelumnya. Al-Baqarah 177). Al-Baqarah 2). kitab-kitab. maka sesungguhnya orang tersebut telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. yakni berdasarkan (ditunjukkan) oleh Al-Qur'an dan hadits rasul yang pasti. melalui malikat Jibril as. kitab-kitabNya. tidak ada keraguan padanya. kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya. Juga. nabi-nabi . baik yang diberitakan dalam Al-Qur'an maupun yang tidak diberitakan. Tetapi sesungguhnya kebaktian itu adalah beriman kepada Allah. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian. hari kiamat. "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. malaikat-malaikatNya. Al-Baqarah 285).. dan kepada Engkaulah tempat kami kembali" (QS. "Kitab (Al-Qur'an) ini. Siapa saja yang kafir sebelumnya. kita wajib mempercayainya bahwa kitab-kitab tersebut pernah diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. kepada Allah. An-Nisaa' 136). beliau yakin bahwa kitab tersebut adalah sebagai satu-satunya mukjizat terbesar sekaligus bukti . tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada Kitab-kitab yang Allah telah turunkan kepada RasulNya. Bahkan untuk itu.setiap masa. Rasulullah saw telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya untuk menandingi Al-Qur'an. seperti Firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman. ya Rabbi kami. (Mereka itu berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasulNya'. terdahulu. Semua mereka telah beriman kepada Allah. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah dalil nakli. Nabi yang membawanya tidak menjadikannya menjadikannya (Taurat atau Injil) sebagai bukti tentang kenabiannya. Petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS. malaikat-malaikatNya. adalah berdasarkan bukti dari segi ketinggian bahasanya (Al-Qur'an) dan isi yang dikandungnya. rasulrasulNya dan hari kiamat. Kedua hal ini telah menunjukkan suatu mukjizat yang amat menakjubkan dan besar." (QS. Sebab.. (Dan mereka berdoa): 'Ampunilah kami. Muhammad saw. Adapun dalil akli yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah diwahyukan Allah SWT kepada nabi dan rasulNya. Dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami ta'ati'. demikian pula orang-orang yang kepadanya beriman.

(tetapi janganlah bersedih) karena mereka sebenarnya bukan mendustakanmu. sebagaimana tercantum dalam firmanNya: "Sesungguhnya. Katakanlah (Hai Muhammad): RabbNya?'. dalam gaya bahasa Al-Qur'anpun mereka tidak mampu. ternyata sungguh mengherankan. Karena itu. dan bantahan apapun menjadi patah dihadapan tantangan tegasnya. Al-An'aam 33). Beliau tidak perlu lagi sebagai memperlihatkan mukjizat lainnya. akan sebenarnya tetapi orang-orang dzalim itu telah mengingkari ayat-ayat Allah" (QS. puisi dan lain-lainnya). Ayat ini secara jelas menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat bagi Rasulullah saw. 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. walaupun orang-orang Quraisy meminta bukti (mukjizat) selain Al-Qur'an itu. Tetapi. memang sudah sepatutnyalah mereka kalah dan mengakui kebenaran Muhammad saw.kenaabiannya sebagai utusan Allah. yaitu mereka tidak mampu menelurkan satu perkataanpun yang senilai dengan Al-Qur'an. untuk meniru apalagi mengubah mengherankan. Kami tahu bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkanmu. Kehebatan Al-Qir'an dengan segala aspeknya telah menyebabkan mereka "tersungkur" mengakuinya. Dan sesungguhnya aku ini hanya seorang pemberi peringatan yang nyata" (QS. Kenyataan itu diabadikan dan dinyatakan . Peristiwa itu diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ankabut 50-51: "Dan orang-orang kafir Makkah berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat (benda lainnya) diturunkan dari RabbNya?'. baik sebelum turunnya AlQur'an maupun sesudahnya. berbicara (syair. cukuplah sudah Al-Qur'an itu sebagai bukti tentang kenabian dan kebenaran dakwah Rasulullah saw. akan menemukan bahwa Al-Qur'an merupakan bentuk ungkapan bahasa menemukan yang istimewa dan belum pernah ada orang-orang Arab yang istimewa mengungkapkan perkataan seperti itu. Juga hal itu tercatat dalam sejarah dakwah Islam bagaimana kekalahan mereka dihadapan Al-Qur'an. bahwa orang-orang Arab telah gagal meniru. meskipun Al-Qur'an telah menantang mereka. Al-Ankabut 50-51). padahal mereka adalah orang-orang Arab yang terkenal fasih dibidang sastra. Kekalahan itu telah disepadisepakati oleh ahli sejarah secara meyakinkan. Setiap orang yang memiliki pengetahuan walaupun sedikit tentang bahasa dan sastra Arab dengan seluk beluknya. Tantangan tersebut telah menyebabkan mereka terdorong untuk mencoba berbicara atau membuat seperti Al-Qur'an. Tetapi yang terjadi.

Al-Qur'an memiliki sajak yang berbeda dengan syair-syair yang ada. Keyakinan dan bukti seperti itu menyebabkan orang-orang tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah perkataan perkataan Muhammad saw. maka Rasulullahpun sama tidak mampunya dan sama-sama orang Arab juga. Al-Israa' 88). ucapan-ucapan dan karangankarangan yang tertulis manapun. Sebab. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. bila orang Arab sendiri tidak mampu menandingi Al-Qur'an. bagaimana mungkin ia dikarang oleh Muhammad saw. Yang penting kami kemukakan di sini adalah tentang AlQur'an.Al-Qur'an sendiri: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. Ia menantang semua manapun. Al-Qur'an merupakan mukjizat paling tinggi yang tidak bisa dipungkiri atau diselewengkan oleh siapapun. sedangkan dia sering menunggu datangnya Al-Wahyu jika menghadapi suatu persoalan? datangnya Dalam masalah ini Imam Syafi'iy berkata1): "Mukjizat Nabi kita Muhammad saw itu amat banyak yang tak mungkin dapat dihimpun seluruhnya oleh buku ringkas ini. orang dengan mengatakan: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin . bagaimana mungkin Al-Qur'an diciptakan oleh Muhammad. Lebih daripada itu. padahal ia nabi yang buta huruf (ummi). walaupun Muhammad saw adalah orang Arab. Aldipungkiri Qur'an merupakan mukjizat yang paling besar di antara mukjizat mukjizat-mukjizat nabi Muhammad lainnya dan yang paling ampuh untuk menaklukkan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau. Berdasarkan kepastian yang meyakinkan di atas bahwa kaum Quraisy dan bangsa Arab secara keseluruhan tidak mampu membuat satu ayatpun yang serupa dengan Al-Qur'an. berbeda dengan isi pidato-pidato. Pernyataan seperti ini kita temukan dalam firman Allah sendiri. sedangkan Al-Qur'an mengandung khabar masa depan dan sains teknologi yang baru diungkapkan manusia pada abad ini? Juga. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. yakinlah kita bahwa Al-Qur'an terbukti berasal dari Allah dan ia merupakan kalamullah Yang Mahakuasa.

nabi Muhammad saw telah membangkitkan taraf pemikiran bangsa Arab yang tadinya tenggelam dan terpecah belah dalam fanatisme jahiliyah. Beliau dapat menyembuhkan. Dengan karunia Allah dan petunjuk Al-Qur'an.berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. datangkanlah satu surat saja yang serupa dengannya". Dengan petunjuk itu. saw". membina keluhuran budi dan menjelaskan prinsip hukum sosial dalam kemasyarakatan dan pemerintahan serta prinsip hukum perdata dan pidana. Ternyata mereka tidak sanggup menjawab tantangan tersebut. atau dengan mengeluarkan harta dan menyerahkan jiwa. terwujudlah kesatuan umat di bawah undang-undang yang meletakkan hukum serta menegakkan keadilan di muka bumi ini. ternyata telah mampu mengangkat umat lain. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. Ia juga menjadi pandu bagi umat dan menjadi misi universal sebagai puncak mahkota keagungan. Ia juga telah pemikiran mengubah wajah sejarah manusia dan membangun suatu umat yang lemah menjadi perkasa. Al-Israa' 88). Tetapi hingga kini belum muncul satupun tandingannya. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat dan kenabian Muhammad saw". baik yang masih terbelakang . walaupun sebuah surat yang paling pendek sekalipun. Padahal jumlah kaum kafir yang memusuhi Islam demikian banyaknya. Kitab suci yang jelas ini dan merupakan wahyu Allah. telah mampu mengadakan revolusi mental dan sosial serta mengubah pemikiran manusia selama empat belas abad. mendarah daging dalam kebodohan. "Kemudian tantangan itu semakin tegas dengan mengatakan: "Maka. menerangi mereka dari jalan sesat ke jalan lurus dan menyatupadukan barisan yang tadinya cerai berai. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam Al-Qur'an dan umat yang telah menerimanya sebagai ajaran kehidupan. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. buta huruf dan hidup dalam budaya berhala yang nista. sekalipun bahasa yang dipergunakan oleh AlQur'an adalah bahasa mereka. juga ibadah-ibadah lainnya. Padahal tantangan itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan menentangnya. ke arah penghidupan yang gilang gemilang. mempersatukan mereka dengan mengajarkan Al-Qur'an dan perkataan-perkataan yang penuh hikmah. Kiranya sudah banyak diketahui bahwa Al-Qur'an menunjukkan aqidah yang benar.

Taurat. akhlak yang terpuji dan istikomah (berpegang teguh) terhadap ajaran Allah SWT. Juga Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang dasar kehidupan mereka dan untuk mengajak manusia kepada kebenaran. apalagi setelah terbukti di dalamnya terdapat banyak ayat yang membuktikan berbagai membuktikan berbagai penemuan baru pada abad mutakhir kini dan sebelumnya2). tinggi. Sebagian besar dari mereka telah tunduk dan mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab adalah suci (Al-Wahyu) yang bersumber dari Allah.maupun yang telah maju peradabannya. tidak sejarahnya. Cukuplah bukti bahwa mukjizat Al-Qur'an telah mampu menyemenyebabkan orang menjadi beriman. Semua itu secara jelas membuktikan bahwa Al-Qur'an absolut kebenarannya sebagai wahyu Allah. dahulunya masih banyak yang buta huruf. seperti astronomi. sebelumnya ------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar". serta memberikan teladan pada tingkah laku yang baik dan mulia bagi umat manusia. politik dan lain-lain. syariat. halaman 59-60. berilmu dan juga tidak pernah belajar dari bangsa lain. Tidaklah mengherankan bahwa kemajuan umat masa Tidaklah lampau disegala bidang ilmu dan budaya. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa khabar gembira kepada umat manusia tentang kenikmatan abadi yang telah Allah sediakan untuk mereka bila beriman kepada Allah dan RasulNya. . Padahal kalau ditilik dari sejarahnya. Injil dan ilmu-ilmu" oleh Moris Puk Nabi Dan Rasul Pengantar Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih di antara umat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusanNya kepada umat manusia untuk menyampaikan syariat agama Allah. menunjukkan bermacam sejarah. Bangsa yang buta huruf telah menjadi bangsa yang berilmu dan mampu memimpin dunia. Akbar". menjadi Bangsa Arab maupun Ajam (non Arab) yang tadinya hidup dalam kegelapan jahiliyah. Pengakuan akan kebenaran Al-Qur'an juga dicetuskan para cendikiawan barat dari berbagai disiplin ilmu. disebabkan karena AlQur'an telah menunjukkan bermacam ilmu. dan meperingatkan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). 2) Lihat buku "Qur'an. yaitu agama yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. menjadi bangsa beradab dan berkebudayaan jahiliyah. strategi perang. antara lain dalam bentuk ibadah yang benar.

sedangkan nabi diperintahkan untuk menyampaikan syari'at rasul yang lain diperintahkan (rasul sebelumnya)1). Al-Hajj 52). maka ia disebut rasul. bahwa nabi dan rasul. Sebab. Memang kebanyakan ulama berpendapat bahwa nabi atau rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dilaksanakan terutama untuk dirinya sendiri. Namun yang paling istimewa pada diri beliau adalah kenabian dan kerasulannya . Arti nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya sya riat rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu. Pendapat ini terasa ganjil terdengar. Tetapi nabi Harun adalah nabi. disampaikan Secara singkat dapatlah disebutkan bahwa rasul adalah orang yang disebutkan diperintahkan untuk menyampaikan syari'atnya sendiri. Sedangkan rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari'at baru untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri. tetapi mempunyai pengertian yang berbeda dan berarti. bukan rasul. sebelumnya) Allah SWT berfirman : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak pula seorang nabi. Sebab. keduanya menerima wahyu dari Allah. kemudian jika ia diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu itu untuk manusia. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat rasul-rasul sebelumnya". Tetapi jika tidak diberikan tugas demikian.. Sayyidina Muhammad saw adalah nabi dan rasul. Imam Baidlawi menafsirkan ayat itu sebagai berikut2): "Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari'at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. (menjalankan) Dengan batasan yang jelas ini. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat berarti dan prinsipil." (QS.. Apakah nabi hanya diutus Allah untuk melaksanakan agama Allah untuk dirinya sendiri. Betul.Pengertian nabi dan rasul Walupun tugas nabi dan rasul adalah sama dari segi tugas pemyampaian wahyu. Contoh untuk itu adalah nabi-nabi Bani Israil yang diutus dan bertugas di antara nabi Musa dan nabi Isa. mungkinkah seorang nabi tidak diberikan tugas kepadanya untuk menyammenyampaikan wahyu kepada umat manusia.. maka ia disebut nabi. ia tidak diberikan syari'at yang baru. maka dapatlah dikatakan bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul..

Al-Baqarah 136). Tetapi ia hendak harus berdasarkan dalil-dalil yang kath'y3). Al-Mukmin 78). Ishak. kita tidak perlu mengetahui berapa jumlah mereka seluruhnya. kita percayai kenabian dan kerasulannya. Mereka itulah yang wajib kita ketahui satu persatu. Karena itu tidaklah kuat untuk dijadikan pegangan dalam bidang akidah. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran Risalahnya Secara global (umum) kita diwajibkan Iman kepada para nabi dan rasul. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (QS. dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim. wajib pula persatu. Al-Qur'an hanya menerangkan (menceritakan) sebanyak 25 nabi dan rasul saja. nama mereka dan di mana mereka bertugas. Memang dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya. Seorang muslim tidak hanya wajib percaya kepada nabi Muhammad saw.diutus untuk seluruh umat manusia. Semua nabi dan rasul sebelum Muhammad diutus Allah untuk suatu . akidah tidak boleh berlandaskan dalil-dalil yang dzonny (yang belum pasti kebenarannya. kepadamu" Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah hanya memperkenalkan sebagian dari para nabi dan rasulNya. dan jumlah rasul ada 315 orang. malainkan ia juga wajib percaya kepada semua nabi dan rasul sebagaimana firman Allah SWT: "Katakanlah (kepada orang-orang Mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami. seperti hadits ahad). Artinya kita wajib percaya bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi dan rasul sebelum Muhammad saw. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNy" (QS. dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124000 orang. Sebab. Ya'kub dan anak cucunya. siapa namaseluruhnya. Juga. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa. Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberpa rasul sebelum kamu. Tetapi riwariwayat tersebut adalah bukan riwayat hadits muttawatir. Ismail. serta apa yang diberikan kepada nabinabi dari Rabbnya.

Saba' 28). Turmudzi). Serta sabda Rasulullah saw: "Aku adalah penghulu anak Adam. kekhawatiran dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. Adapun kenabian Muhammad saw. Kenabian Adam as dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya: "Kamudian Adam menerima beberapa kalimat dari RabbNya. Tetapi kebanyakan manusia pemberi tidak (mau) mengetahui" (QS.bangsa tertentu (baik satu atau beberapa generasi dari suatu generasi bangsa tertentu) dan untuk suatu periode tertentu. antara lain: "Dan Kami tidak mengutusmu melainkan bagi umat manusia seluruhnya. Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia". Daerah atau tertentu. dihari kiamat. (tetapi) tidak ada kebanggaan di sini. Maka. maka mereka berada di bawah panji-panjiku" (HR. maka siapa saja yang mengikuti petunjukKu. sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (tetapi) tidak ada kebanggaan pada diriku. Kami Mahapenerima berfirman: 'Turunlah kamu dari Jannah itu. pastilah tidak ada kekhawatiran atas mereka. Kemudian jika datang petunjukKu. Allah SWT telah menegaskan sendiri dalam AlQur'an pada beberapa ayat dan surat. risalah dakwah mereka terbatas dan bersifat lokal. Sesungguhnya Allah Mahapenerima taubat lagi Mahasayang. baik ia nabi Adam As atau nabi yang lain. nanti. Al-Baqaarah 3738). mengetahui" Dan Rasulullah saw menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir ra: "Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukkan bagi kaumnya sendiri (khusus). Dan ditanganku ada panji-panji pujian. dapat dibuktikan dengan . Tentang keuniversalan risalah nabi Muhammad saw. kecuali risalah dakwah nabi Muhammad saw yang bersifat universal. Awal dari para nabi adalah Adam as dan akhir para nabi adalah Muhammad saw. Semua nabi dan rasul. Allah menerima taubatnya. Tidak seorang nabipun. wilayah missi dakwah dari seorang nabi serta masa berlaku syari'atnyapun juga terbatas sampai datangnya rasul datangnya penggantinya.

Ia adalah Kalamullah. tidak ada nabi dan rasul sesudahku". Al-Baqarah 23). Hadits nabi mutawatir yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik. Konsensus umat Islam mengenai hal ini adalah berdasarkan: 1. sehingga tidak lagi nabi dan rasul sesudahnya sampai kiamat. Sebab. 23). Dan adalah Allah Mahatahu segala sesuatu" (QS. yaitu Al-Qur'an. bahkan sampai akhir jaman nanti wajib mentaati konsensus bahwa nabi dan rasul penutup (akhir) adalah Muhammad saw. "Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Hal itu menjadi dalil yang yakin bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul. yang telah membungkam orang-orang kafir. kita wajib percaya pula bahwa nabi Muhammad saw adalah "khatamunnabiyyin" (penutup para nabi). Sebab. Dalam ayat ini jelas bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. suatu mukjizat hanya diberikan Allah kepada para nabi dan rasul. Karena itu tidak akan ada nabi sesudah nya. . Hadits Mutawatir: a. jika kalian orang-orang yang benar" (QS. Allah SWT berfirman: "Dan jika kalian (tetap) meragukan Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad saw). tingkatan rasul lebih tinggi dari tingkatan nabi 4) 2. tetapi dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. Nabi Muhammad saw adalah Penutup Nabi dan Rasul Di samping kita percaya kepada kenabian dan kerasulan Muhammad saw. terdiam tak mampu menandingi atau medatangkan satu surat saja semisal Al-Qur'an. Firman Allah SWT: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Di kalangan kalangan umat Islam sejak sahabat hingga kini. apalagi rasul. ia berkata: Malik.mukjizat yang abadi. maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Maka. sesudahku". Al-Ahzab 40).

Dengan demikian anggapan Faham Qadiyani yang mengatakan bahwa sesudah Rasulullah saw masih ada nabi adalah jelas keliru (sesat) dan tidak Rasulullah berdasarkan pengertian bahasa Arab dan syara'. untuk Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya. Pemahaman Pemahaman Qadiyani tentang kalimat "Khatamunnabiyyin" adalah cap (stempel) untuk nabi-nabi sebelumnya adalah sangat keliru. seorang ahli bahasa Arab yang paling terkenal dengan kamus "Lisanul Arab" ia mengatakan bahwa kata "khatam" mempunyai arti yang sama dengan kata "khatim" dan "khitam".b. Sebab. Selanjutnya Jamaluddin Muhammad Al-ANshari mengatakan: "Merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits mutawatir di atas. dan sayalah penutup para nabi". Khatim dan khatam adalah di antara nama (yang diberikan kepada) diberikan nabi Muhammad saw di dalam Al-Qur'an. yakni penghabisan nabi (penutup) segala nabi". kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah Muhammad saw. Ahmad Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Hurairah: Hurairah: "Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebelumku sebuah rumah. (terakhir)". Disebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad saw adalah 'khatimannabiyyin'. tetapi bertanya: "Mengapa engkau belum memasang batu bertanya: bata itu?' Nabipun berkata: 'Sayalah batu bata (terakhir) itu. Dalam dua hadits di atas dijelaskan bahwa kenabian dan kerasulan itu telah terputus sama sekali. diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang disiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. nabi". orang(-orang) yang mengklaim dirinya sebagai nabi maka orang itu telah sesat (menyimpang) dari akidah Islam yang jelas-jelas menegaskan bahwa nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dengan nash penutup . mengaguminya. "Khitam dari suatu kaum serta khatim dan khatamnya adalah penghabisan dari mereka. Jamaluddin Muhammad Al-Anshary5). maka mereka telah sesat dan kafir. Dan Muhammad saw adalah khatim (penghabisan/akhir) dari segala nabi. Oleh karena itu. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Ia menulis sebagai berikut: "khitam". pengertian kalimat ini menurut bahasa Arab adalah "Nabi penghabisan (terakhir)".

halaman 390. "Ilahmu adalah Ilah yang satu. Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" Juz V. Untuk lebih jelas. adalah mereka . Juga. Muslim dan Ahmad dari Abi Hurairah6): "Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. oleh Abdullah Hasan Al-Hadar. kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. halaman 66. Lihat buku "Studi Islam" oleh Drs Masyfuk Zuhdi. Drs. Halaman 55. halaman 57. jauh-jauh hari Rasulullah saw telah memberitakannya memberitakannya dalam sebuah hadits dan diriwayatkan oleh Bukhari. -----------------------------------------------------------1) 2) 3) 4) Lihat buku "Fiqhul Akbar". Semuanya Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah saw itu. Jilid IV. Ia mengada-ada syariat baru dan menyatakan bahwa ia menerima wahyu serta mengarang kitab yang disebutnya sebagai wahyu Allah7). Maka. Lihat Tafsir Imam Baidlawi "Anwaruttandzim". "Anwaruttandzim". 6) 7) Lihat kitab "Jami' Al-Ushul fie Ahadits fie Rasul" oleh Ibnu Atsir Al-Jasrir. halaman 470 dan buku "Studi Islam" Jilid I: "Bab Akidah". 1300 Hijriyah. oleh Masyfuk Zuhdi. Cetakan Mesir. Hamka Haq Al Badry. HARI KIAMAT Seorang muslim beriman dan percaya bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya. Juz X. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah". Ahmadiyah". bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat. Akbar". 5) Lihat Jamaluddin Muhammad Al-Anshari dalam kamus "Lisanul Arab" Juz XV. Sejarah". Mengenai orang-orang yang mengklaim dirinya nabi sesu dah Muhammad. jilid I.yang kath'i tsubut dan kath'i dilalah". lihat buku "Koreksi Total Terhadap Ahmadiyah". adalah Mirza Ghulam Ahmad. Orang ini mengklaim dirinya sebagai nabi sesudah Muhammad saw. halaman 42. dan buku "Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah". Akidah". baca "Ahmadiyah dalam Persoalan" oleh Fawzy Sa'ied Thaha.

Katakanlah. Setiap orang diperhitungkan amal perbuatannya. 'Tidak demikian. Hari Kiamat adalah berdasarkan sesuatu yang tidak terjangkau panca indera manusia. Dasar pemahamannya adalah berdasarkan dalil nakli.yang hatinya ingkar (akan keesaan Allah dan Hari Kiamat) sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang sombong" (Q. Hadits ketika jibril mengajarkan kepada Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khattab: "Ketika Jibril menanyakan kepada Rasulullah tentang iman. para RasulNya. Iman kepada Hari Kiamat adalah iman kepada hari berbangkit. para malaikatNya. Pada saat dan hari itu. juga kepada Hari Kiamat. pasti merasakan siksa yang pedih di dalam jahannam. Demi Tuhanku. An-Nahl 22). Orang yang taat dan shaleh. juga apakah masih ada atau tidak kehidupan sesudah mati. pasti menerima pahala kebahagiaan dalam kehidupan jannah yang penuh kenikmatan abadi. kalian benar-benar pasti dibangkitkan. Dan hendaklah engkau beriman kepada Qadla-Qadar yang baik dan buruk (dari Allah)". kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'. Oleh karena itu. kemudian Allah pasti menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati. Sebab. Hal demikian adalah mudah bagi Allah" (Q.S. Bukti-bukti adanya Hari Kiamat adalah berasal wahyu (ayatayat) Allah dan hadits rasul. kitab-kitabNya. maka Rasulullah menjawab: 'Hendaklah engkau beriman kepada Allah. Allah yang Mahakuasa akan membangmembangkitkan segenap makhluk ciptaanNya.S. At Taghaabun 7). untuk apa ada hari kebangkitan itu. Semua akan dikumpulkan untuk menghadap mahkamah pengadilan Allah yang Mahatinggi. membangkithidupkan . akal tidak mampu menemukannya dengan pasti berdasarkan usaha penginderaan terhadap sesuatu. maka manusia tidak mengetahui apakah ada atau tidak hari kebangkitan sesudah mati. Sedangkan orang-orang yang maksiat kepada Allah. Tanpa adanya berita tentang Hari Kiamat dari Al-Wahyu. yaitu waktu berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam semesta yang fana ini. bukan dalil akli. serta bagaimana bentuk kehidupan sesudah sesudah mati itu? Dalil-dalil nakli yang menjelaskan tentang Hari Kiamat tersebut di antaranya adalah: "Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak dibangkitkan.

menurut takwilnya. bahwa ia bukanlah bumi dan langit dunia yang dahulu. Dan Dia Mahatahu tentang segala makhluk" (QS. Dengan kata lain menurut Maulana Muhammad Ali. apaapakah ia bersifat materi ataukah immateri (spiritual). Al-Israa' 99. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dijadikan sandarannya adalah surat Ibrahim 48. Sebab. akhirat Pendapat tersebut tidak dapat diterima. Keadaan Manusia Ketika Berbangkit Ada yang mempersoalkan kebangkitan manusia dari kubur. Menurut Maulana Muhammad Ali (seorang tokoh Ahmadiyah 1)). dan mengembalikan ruh sebagaimana pada jasad seperti sedia kala. mengembalikan jasad yang telah menjadi tanah sebagaimana asalnya. Ia katakan: 'Siapa pula yang sanggup menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh itu?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Ilah yang menciptakannya kali yang pertama. menunjukkan bahwa pada hari akhir bumi langit dan manusia diganti dengan yang lain. yang dibangkitkan dari kubur itu bukanlah badan manusia ketika ia ditinggalkan oleh nyawanya. nyawa seseorang nanti tidak kembali kepada badannya yang lama (di dunia) tetapi akan masuk kepada badan baru di akhirat2). Ia merujuk kepada keadaan langit dan bumi pada hari akhir nanti. ia berten tangan dengan nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang menjelaskan menjelaskan . melainkan badan baru dan berbeda sama sekali dengan yang terdahulu. yang dihidupkan kembali (bangkit) dari kubur adalah badan (wadag) yang telah menjadi tanah (membusuk) ditinggalkan oleh nyawanya (roh) dahulu ketika (membusuk) manusia hidup di bumi. dan Al-Waqi'ah 58-62. Yasin 78-79). tetapi serupa dengan bentuk terdahulu dalam kondisi yang berbeda pula dengan kondisi di dunia. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Madjah dari Jabir ra: ra: "Setiap hamba akan dibangkitkan menurut keadaan ketika ia mati (di dunia)". Menurut faham Ahlussunnah. Ketiga ayat pada surat. Keterangan ini berdasarkan firman Allah: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami.tulang belulang yang telah hancur. dan dia lupa kepada kejadiannya.

sampai-sampai itu menghancurkan tubuh bagian dalam mereka dan mengeluarkan segala organ bagian dalam. tidaklah sukar menciptakan langit dan bumi yang baru. tetapi ayat tersebut menjelaskan kekuasaan Allah untuk menggantikan . Ibrahim 48). terutama surat Ibrahim ayat 48: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit. pada hadits nomor 39515). Seluruh ayat tersebut menunjukkan bahwa semua manusia berberkumpul di Padang Mahsyar dengan keadaan dan bentuk yang sama seperti ketika ia hidup di dunia. Al-Hakim dari Abi Hurairah. Sedangkan ayat-ayat yang dijadikan dasar bagi Maulana Muhammad Ali tidaklah dapat dijadikan dijadikan dasar yang benar. Lihat "Kanzul Ummal". Al-Qur'an menyatakan hal tersebut. Dalam ayat tersebut tersebut hanya bumi dan langit saja yang berubah. apalagi manusia dalam bentuk terdahulu ketika ia mati. Sedangkan dasar surat Al-Waqi'ah 58-62. misalnya dalam surat Ibrahim 48-50. ayat ini bukanlah menjemenjelaskan penggantian bentuk badan manusia di akherat. dan (Dia) telah (pula) menetapkan waktu tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka. bukan badan lainnya. Setelah itu (tubuh rusak tersebut) diciptakan kembali (untuk selanjutnya menerima siksaan yang berulang-ulang" (HR. orang-orang yang dzalim itu tidak menghendaki selain kekafiran (belaka)" (QS. oleh Al-Burhan Furi.bahwa yang akan dibangkitkan dari alam kubur adalah nyawa manusia dari badan yang dahulunya hidup di dunia. sedangkan manusia tidak berubah sama sekali. Ayat ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menunjukkan ada nya perubahan bentuk manusia pada Hari Kiamat. serta Sunnah Rasul: "Sesungguhnya (ahli jahanam) kepadanya akan ditumpahkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka. Begitu pula dasar yang diambilnya dalam surat Al-Isra'ayat 99: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allahlah pencipta langit dan bumi adalah kuasa (pula) pencipta menciptakan yang serupa dengan mereka. Al-Isra' 99). Tirmidzi. Ahmad. dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke Hadirat Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa" (QS. Bagi Allah. Al Kahfi 48. dan An-Nisa 24.

Namun tanda-tanda Hari Kiamat tersebut telah dikemukakan secara banyak dan rinci. Perpecahan umat Islam /negerijabatan. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di (huru-haranya langit dan di bumi. yakni . Jumlah orang beriman sedisedikit. Firman Allah SWT: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'Bilakah terjadinya?Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan terjadinya?Katakanlah: tentang kiamat itu ada pada sisi Rabbku. Tanda-tanda Hari Kiamat Hadist-hadits Rasulullah saw yang bersumber pada wahyu Allah tidak pernah menerangkan dengan pasti kapan terjadinya Hari KiaKiamat. negeri Islam akibat fitnah oleh musuh-musuh Islam. Al A'raaf 187). Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Munculnya Dajjal di tengah umat Islam untuk menyesatkan manusia. Munculnya Muhammad Al-Mahdi di bumi untuk menegakkan keadilan dan kekuasaan umat Islam. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS. Kehancuran pemerintah Khilafah Islamiyah dan akan kembali jaya dan berkuasa Khilafah dikemudiann hari sehingga kaum Muslimin menguasai pusat kekuasaan Katholik Nasrani di Roma dan tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Zina dan minuman memabukkan serta kejahatankejahatan lain merajalela. Jawabannya: hanya Allah yang tahu dengan pasti dan tepat. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu ada di sisi Allah'. Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Penyalahgunaan jabatan. Peperangan antara umat Islam dengan Yahudi yang berakhir dengan kemenangan di fihak kaum muslimin. kapan terjadinya. Waktu Hari Kiamat Manusia selalu bertanya kapankah terjadinya Hari Kiamat. Perhiasan masjid yang berlebihan dan suara hiruk-pikuk lebih sering terdengar di Masjid. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". antara lain: Banyaknya mode pakaian telanjang. Turunnya Nabi Isa as untuk meluruskan ajaran Nasrani (ajaran Trinitas.manusia di dunia (mengganti suatu bangsa yang melanggar perintah Allah dengan bangsa yang patuh terhadap perintah Allah).

maka matilah apa yang ada di langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Matahari akan terbit dari arah barat dan itu terjadi setelah Nabi Isa wafat. Orang-orang atheisme telah meragukan Hari Kiamat setelah tergambar dalam otaknya bagaimana kesulitan yang akan dihadapi Allah ketika akan menghitung amal perbuatan manusia yang begitu banyak. Kemudian ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya agar semua makhluk berdiri dan menuju Padang Mahsyar untuk perhitungan amalnya. Nasib Manusia pada Hari Kiamat Al-Qur'an menerangkan bahwa Hari Kiamat terjadi setelah ditiupnya sangkakala pertama oleh Malaikat Isrofil. Az-Zumar 68). Pada saat ini. kemudian beliau kawin lalu meninggal dan dikuburkan dekat makam Rasulullah saw. membunuh Dajjal. pada saat itulah pintu taubat tertutup. menhancurkan salib-salib. sangkakala. menegakkan kebenaran dan keadilan menegakkan berdasarkan syariat Islam. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. tetapi peperangan itu akan berakhir dengan kehancuran tentara Ya'juj dan Ma'juj oleh Allah dengan kemenangan di fihak kaum Muslimin (ini terjadi pada masa Nabi Isa masih hidup). Pada saat itulah Kiamat yang sesungguhnya terjadi. serta memperingatkan orang-orang memperi yang tidak percaya dengan ayat-ayat Allah (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah). Sikap ini tumbuh karena mereka tidak berfikir bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi tanpa merasa lelah sedikitpun. mengislamkan orang Nasrani. kemu dian Allah akan mengirimkan kabut tipis yang menyebabkan kematian seluruh kaum muslimin dan tinggallah orang-orang kafir (jahat). semua makhluk binasa kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Firman Allah SWT: "Dan ditiuplah sangkakala. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. sehingga orangorang berlari ke arah Syam dan di sini mereka mati setelah ditiup sangkakala.menuhankan Nabi Isa). Firman Allah SWT: . disertai munculnya api di daerah Yaman. munculnya Daabbah (binatang ajaib) yang dapat berbicara kepada manusia untuk menunjukkan kepalsuan dan ketidakbenaran ajaran semua agama selain Islam. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (dua bangsa dari sebelah Timur) menyerang kaum muslimin bagaikan air bah. Terjadi gempa bumi di Timur /Barat dan seluruh Jazirah Arab.

Allah mengampuni semua dosa manusia kecuali dosa syirik. Sebab. seluruh manusia. tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. neneknya dan kawan-kawannya. bina tang dan semua makhluk.An-Nisaa'48). Segala gerak yang dilakukan mamusia mulai dari mata. Dia Yang Mahatahu. telinga. dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan" (QS. hidung. misalnya untuk menghitung semua amal manusia ketika hidup. Allah SWT berfirman : "Bacalah kitabmu sendiri yang pada hari itu cukuplah menjadi saksi" (QS. para Rasul dan Nabi. Sedangkan manusia telah terbukti tidak sanggup menghitung tetes hujan yang turun ke bumi. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik (menyekutukan itu bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Mahakuasa dan Mahakaya. kaki. serta berapa jumlah bayi yang lahir ke dunia sejak dahulu sampai sekarang. Dia tahu jumlah makhluk sebelum diciptakan sesuatu diciptakan. segala sesuatu akan disaksikan oleh Allah SWT. Qaaf 38). "Pada hari itu semua berita akan bercerita sendiri" (QS. maka ia pasti diampuni dosa-dosaNya. mulut. Apakah adanya hisab menjadi sesuatu yang menyusahkan baginya. Orang-orang yang beriman kepada Allah. Sebab. "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sesungguhnya Allah dirinya membersihkan siapa saja yang dikehendakiNya dan mereka dikehendakiNya tidak dianiaya sedikitpun" (QS. Siapa saja yang . Al-Zalzalah 4). tangan dan segala sifat jasmani dan rohani (hati). Allah Mahatahu berapa jumlah tetes hujan yang jatuh ke bumi. Pada hari hisab. Ia juga akan disaksikan oleh ayah-ibunya. sejak nabi Adam hingga makhluk terakhir. Al-Isra' 14). Al-An'aam 59). Semua jumlah bilangan yang banyak itu hanya Allah SWT saja yang sanggup menghitungnya. "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Dia). kejahatannya dan keburukan yang pernah dikerjakan. semuanya mendapat penilaian dari Allah dan akan dibalas. berapa jumlah butir pasir di sepanjang pantai dunia. para Malaikat."Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. serta tidak satu lembar daunpun yang jatuh ke tanah melainkan diketahuiNya (QS.

maupun berdagang. maka mereka termasuk orang-orang berdosa. Semua hal kebangsaan. hubungan antara majikan dengan buruh yang buruk. Kedzaliman antar manusia di dunia merupakan dosa yang tidak terhindarkan. tersiksa dan memerlukan bantuan tetapi ia membiarkannya. An-Najm 32). Semua bentuk perbuatan itu pasti diadili. janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Mereka yang mengetahui di kanan kirinya banyak orang miskin. Dan jika tidak mendapatkannya.menyekutukan (sesuatu) dengan Allah. maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya" (QS. perbuatan Sesungguhnya Rabbmu Mahaluas ampunanNya. Mereka tidak diampuni dosa-dosanya. Bukhari dan Muslim dari Adiy: Bukhari Adiy: "Jauhkan dirimu dari api jahanam walaupun dengan bersedekah sebiji korma. Dan Dia lebih mengetahui (keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Adapun orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya. Ketika itu tidak ada partai dan golongan. sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad. berpolitik. mengomel. menganiaya. diketahui Allah. mengukur dan menimbang secara curang. . "(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji selain kesalahan-kesalahan kecil. sesuai dengan firman Allah SWT: "Dan tidaklah mereka tahu bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya? Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman" (QS. Mereka yang berdosa besar maupun maupun kecil. Namun. mencuri. Betapa mudahnya seseorang terlepas dari api jahanam. Maka. memperkosa. Mereka Mereka yang merampas harta orang lain. Mereka yang bekerja tidak benar ketika bergaul. berbisik. membuka aurat di depan umum dan berteriak-teriak di jalanan. An-Nisaa' 116). Az-Zumar 53). kesukuan. serta berbagai persoalan keluarga. maka cukuplah dengan perkataan yang baik". kebangsaan. (Karena) (Karena) Dialah yang Mahatahu siapa yang bertaqwa" (QS. membunuh. ia akan diadili dengan seadil-adilnya. berjual beli secara bathil.

serta 1001 macam persoalan kehidupan manusia. Rasulullah saw mendapat bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tarmidzi dari Abu Hurairah: Hurairah: "Tahukah engkau siapakah orang-orang miskin itu? Mereka adalah umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan shalat. zakatnya. Orang-orang yang jumlah dosanya lebih banyak daripada amal kebajikannya. berjudi dan berzina. Tetapi akan berbeda terhadap orang-orang yang jumlah amal kebajikan seimbang dengan amal bejahatan. apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni penghuni jahanam.Segala caci maki. sehingga semua perbuatannya itu menyebabkannya ia telah menghilangkan kebaikannya. Kemudian ia ditenggelamkan ke dalam jahanam". Dari tempat ini. Namun. Dan (masuk dalamnya). Kenikmatan Jannah Kehidupan di dalam jannah adalah abadi. ada batas (Al-A'raaf). maka mereka berkata: 'Ya Rabbi kami. sampai batas waktu yang tidak disebut ditentukan. menuduh seseorang tanpa bukti. menyia-nyiakan waktu. maka mereka akan mendapat balasan kenikmatan di Hari Kiamat. mereka dapat menyaksikan bagaimana pedihnnya siksa jahanam dan bagaimana pula kenikmatan yang diperoleh oleh penghuni jannah. SeSedangkan orang-orang yang jumlah amal kebajikannnya lebih banyak daripada amal kejahatannya. Dan (kenikmatan mereka berseru (kepada) warga jannah: 'Salaamun 'alaikum'. menyakiti orang lain. kata-kata yang keluar tanpa makna. Dan di atas Al-A'raaf itu ada orangorang yang mengenal masing-masing kedua golongan itu dengan ciri-ciri (kenikmatan yang) mereka (peroleh). mereka ingin (sekali) segera (masuk ke dalamnya). "Dan di antara keduanya (penghuni jannah dan jahanam). tidak dimasukkan ke dalam jannah atau jahanam. penghuni Al-Araaf ini penghuni suatu waktu pasti dimasukkan Allah ke dalam jannah. berhuberhutang tetapi tidak mau membayar. Mereka belum boleh memasukinya. padahal memasukinya. semua pasti diadili dan mendapat hukuman Allah pada Kahri Kiamat. (QS Al Araaf dimasukkan 46-47). shaum. penuh kesenangan . Mereka akan ditempatkan di suatu lokasi yang disebut Al-Araaf. maka mereka pasti disiksa dalam api jahanam. tuduhan yang semena-mena tanpa bukti. maka mereka akan ditangguhkan. janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang yang dzalim itu'" (QS Al-A'raaf 46-47). tetapi mereka telah mencaci maki. mengkritik dengan maksud buruk. bergunjing.

Ia berpakaian yang tidak senang lepas. peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah . Juga di dalam jannah berlimpah buah-buahan yang tidak putus-putusnya dan tidak pernah terhalang. dan hati manusia tidak pernah menghayalkan sesuatu hal yang ada sebelumnya". Sementara mereka dari semua pintu. matanya melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Pada waktu itu manusia akan melihat Rabbinya. yang dinyata kan Rasulullah saw sebagai bentuk yang Mahaindah. (sambil mengucapkan): 'Sejahtera atas kalian seluruhnya karena kesabaran kalian' (Salaamun seluruhnya 'alaikum bimaa shabartum). alangkah baiknya tempat shabartum). suami. Maka. Penghuni jannah akan bertemu dengan ayah. Allah SWT berfirman: "Masukilah jannah itu dengan aman. "Dan buah-buahan yang banyak. masa remaja yang tidak pernah pudar. istri dan anak cucu mereka. tempat mukim mereka. Siksaan Jahanam Tentang siksaan terhadap orang kafir dan dzalim di dalam jahanam. Tentang sifat-sifat jannah. Para malaikat akan masuk dari kegembiraan segala penjuru dengan menyampaikan salam. terakhir itu" (QS Ar Raad 23-24). telinganya mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar sebelumnya. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang beriman. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak dilarang mengambilnya" (QS AlWaaqi'ah 32-33). para famili. dan para cucunya yang beramal shalih dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. para malaikat masuk ke tempat mereka. bersama orang-orang shalih dari para bapak. Sementara itu. "(yaitu) jannah 'Adn.dan kenikmatan. Itulah hari kekekalan" (QS Qaaf 34). istri. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah: Hurairah: "Siapa saja yang masuk jannah. maka ia pasti merasakan senang dan tidak pernah putusasa.

dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. Adzab Jahanam adalah Siksaan Fisik Kenikmatan Jannah adalah Kesenangan Sempurna Siksaan jahanam adalah abadi dan kekal. lalu lelehan (emas dan perak) itu (dipakai) untuk membakar dahi. (Kemudian mereka dimasukkan) ke dalam air yang sangat panas. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS An-Nisaa' 56). lalu mereka dibakar di dalam api (yang menyala-nyala)" (QS. mereka berada di kerak jahanam yang paling bawah. jahanam "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami. Siksaan di jahanam maupun kenikmatan di jannah merupakam akibat perbuatan manusia di dunia. Setiap kali kulit mereka hangus. Tentang pendapat bahwa kenikmatan maupun siksaan pada kedua tempat tersebut dirasakan manusia dalam bentuk roh. seraya mereka diseret. maka kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam jahanam. lambung dan punggung mereka.(tubuh) manusia dan bebatuan. maka dirasakan pernyataan tersebut terbantah dengan memperhatikan firman Allah pernyataan SWT: "Ketika (itu) belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru) supaya mereka merasakan adzab. "Pada hari itu dipanaskan emas perak di dalam jahanam. Semua itu dirasakan secara fisik. An-Nisaa' 145). Sedang kedudukan orang-orang munafik. Kepada mereka lambung . Al-Mukmin menyala-nyala)" 71-72). (dan) tidak (pernah) membantah kepada Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka diperintahkanNya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS AtTahriim 6). Allah SWT juga mengingatkan kepada manusia bahwa siksa jahanam amatlah pedih. penjaganya para malaikat yang kasar. bukan secara roh. keras. "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (tempat mereka) berada pada tingkatan yang paling bawah dari jahanam.

Allah SWT berfirman: "Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini" (QS AthThuur 22). "(Bagi mereka adalah) jannah 'adn. Ma"aarij 15-16). yaitu adanya perasaan. Rasulullah saw bersabda: "Ahli jannah makan dan minum di dalam jannah tetapi mereka tidak buang air besar. "Sekali-kali tidak. Bagaimana mungkin siksaan yang disebutkan pada ayat-ayat AlQur'an tersebut bentuknya adalah siksaan yang bersifat ruh. rasakanlah sekarang (siksaan akibat rasakanlah dari) tabunganmu itu" (QS At-Taubah 35). Pada saat itu ia merasa bahwa tidak seorangpun yang lebih berat siksaan yang seorangpun diterimanya dibandingkan dengan orang lain. Bukhari Muslim). Dari Nu'man bin Basyir ra. kepuasaan dan adanya makhluk (hewan dan pengertian. patut pula diketahui bahwa kehidupan akhir tesebut mempunyai persamaan dengan kehidupan dunia. ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulallah SAW berkata: "Seringan-ringannya siksa pada Hari Kiamat ialah orang yang padanya diletakkan dua bara api di bawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. tumbuhan) yang akan menemani kehidupan manusia di jannah. Padahal sesungguhnya itulah siksa seringan-ringannya" (HR. Mereka masuk ke dalamnya. Sesungguhnya jahanam itu api yang bergejolak. yang mengelupaskan kulit kepala" (QS Albergejolak. mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang yang terbuat dari emas. tidak buang ingus dan tidak kencing" (HR.(dikatakan): 'Inilah harta benda yang engkau simpan untuk dirimu sendiri. Muslim dari Jabir ra). serta pakaian mereka di sana adalah sutra" (QS Faathir 33). Maka. Di dalamnya. BahBahkan. dan mutiara. pengertian. Dampak Iman Kepada Hari Kiamat Iman pada Hari Kiamat akan mampu mendorong setiap mukmin .

dan siapapun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah. yakni 3): a. Karena itu iman kepada hari akhir mempunyai dampak positif bagi kehidupan seseorang. maka dia . juga pasti ia melihat (balasan)nya" (QS Al-Zalzalah 7-8). kesejahteraan) yang belum diperolehnya diperolehnya di dunia akan diterimanya di kemudian hari. Setiap manusia akan menerimanya pada Hari Pembalasan itu. baik atau buruk sesuai dengan perbuatannya itu. Mereka pasti menerima catatan amal perbuatannya melalui tangan kirinya. Hal itu akan berbeda terhadap orang-orang kafir. Ia akan berusaha menjauhi segala laranganNya karena takut siksaan kelak di kemudian hari. b. Dan kami berikan kepadanya pada Hari Kiamat sebuah kitab (catatan amal perbuatan) yang dijumpainya terbuka: 'Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab'" (QS Al-Israa' 13-14). Allah SWT berfirman: "Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (amal perbuatan)nya dari sebelah kanannya. Catatan Amal Perbuatan Manusia pada Hari Kiamat Iman kepada Hari Kiamat membawa konsekuensi yang logis untuk iman juga kepada adanya catatan amal perbuatan manusia.Menghibur dan mendorong agar bershabar bagi mukmin bahwa kebahagian (kesenangan. Senantiasa menjaga diri untuk selalu taat kepada Allah SWT dan senantiasa mengharapkan pahala pada Hari Kiamat. Sebab ia yakin bahwa semua amal perbuatannya akan dimintai pertangungjawabannya dan ia akan menerima balasannya. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang-orang mukmin akan diberikan catatan amal perbuatan mereka melalui tangan kanannya dari depan. maka pasti ia melihat (balasan)nya. Maka.untuk berfikir sebelum melakukan sebuah tindakan. Allah SWT berfirman: "Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. sedangkan orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar akan menerimanya melalui tangan kanannya tetapi dari belakang. Allah SWT berfirman: "Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada perbuatannya lehernya.

Penutup Demikianlah pokok pembahasan iman kepada Hari Kiamat. Sesungguhnya aku yakin bahwa aku pasti menemui hisab terhadap diriku'. ataukah perbuatannya justru telah melangggar laranganNya. dan aku tidak tahu apa hisab terhadap diriku. Masukan dia ke dalam lehernya. kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala-galanya. Juga. lalu belenggulah tangannya ke lehernya. (Kepada mereka dikatakan): 'Makan dan minumlah dengan sesukamu sebagai balasan terhadap amal perbuatan yang telah engengkau kerjakan pada hari-hari yang lalu. dan juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam jannah yang tinggi. Al-Insyiqaaq 10-15). Al-Haaqqah 19-37). maka dia berkata: diberikan 'Wahai.berkata: 'Ambilah. Bagi kaum Muslimin. Maka. Sebeliknya) yang benar adalah Rabbinya selalu Rabbinya melihatnya" (QS. iman kepada Hari Kiamat sesungguhnya akan berdampak kuat bagi setiap amal perbuatannya. Sesungguhnya dia menyangka bahwa Sesungguhnya sekali-kali ia tidak kembali (kepada Tuhannya). Orang-orang yang beriman kepada adanya Hari Pembalasan akan selalu ingat kepada setiap perbuatan yang akan dilakukannya. (Sebab). Wahai. Telah hilang kekuasaanku'. (Allah berfirman): 'Peganglah dia. maka ia akan berteriak: 'Celaka aku!'. tiada seorang temanpun baginya pada hari itu di sana. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat bagiku. api jahanam yang menyala-nyala itu. (Bukan demikian. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya. dan tidak ada makanan sedikitpun (baginya) selain darah dan nanah. buah-buahannya dekat. ia akan berfikir apakah perbuatannya telah sesuai dengan perintah Allah SWT. Dan ia pasti masuk ke dalam api yang menyala-nyala (jahanam). Maka. belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Pada setiap langkahnya. alangkah baiknya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Bacalah kitabku (ini). Tidak ada yang memakannya selain orang-orang yang berdosa" (QS. sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Mahabesar. "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Bagi mereka .

Fuad Mohd.281-283) 3) Lihat buku "Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah" oleh Muhammad Shahih AlUthaimin. terjemahan QADLA DAN QADAR .yang iman. Perkembangan Pemikiran Islam: Khawarij .Ahmadiyah". Muhammad saw. Fachruddin.Syi'ah . (p. Yasaguna). 2) Lihat Maulana Muhammad Ali dalam "The Religion of Islam". maka mereka pasti akan berlomba-lomba menjalankan semua perintah Allah berupa syariat yang telah diturunkan kepada RasulNya. yaitu Syariat Islam. 1985 hal 89). Uthaimin. terjemahan Moeslim Abdul Ma'ani. Sesungguh nya siksaan maupun kenikmatan yang diterima setiap manusia adalah akibat logis dari seluruh amal perbuatannya selama ia hidup di dunia. ------------------------------------------------------------------ 1) Istilah "Ahmadiyah" tidak cocok untuk aliran agama ini. Ia lebih cocok dengan nama "Qadiyani" atau "Ghulamiyah".Mu'tazilah . Jakarta (CV.Ahlussunnah Waljama'ah . Halaman 129. Lihat Dr.Baha'i . Hari Kiamat adalah suatu hari yang pasti datang. Pakistan 1950 Islam". "Sejarah "Ghulamiyah". Bina Ilmu. 1989.Murji'ah .

Iman kepada takdir adalah sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim. masalah ini telah mereka gabungkan dengan pembahasan masalah takdir. maka tidak akan ditemukan masalah ini. termasuk usaha-usaha menerjemahkan faham-faham di luar Islam. Berbeda dengan iman kepada qadla dan qadar. ada bagian (kitab) khusus yang membahas tenten1). seorang peneliti dan pengkaji hadits. maka ia akan menemukan hal sama. Tetapi ia tidak akan menemukan pembahas an masalah qadla dan qadar. Dalam shahih Bukhari. Filsafat ini dipakai sebagai alat untuk berdebat dengan mereka setelah dari fihak Nasrani terlebih dahulu telah mempelajarinya untuk mempertahankan akidah mereka. membantu Kaum Muslimin tergerak hatinya untuk mendalami filsafat Yunani untuk membantah masalah-masalah yang dilontarkan fihak Nasrani dalam bidang "kebebasan bertindak" (free will).Pengantar Seorang Muslim wajib beriman dan percaya kepada qadla dan qadar. Di dalam Al-Qur'anpun tidak terdapat istilah qadla dan qadar yang digabungkan itu. Misalnya. Menurut sebagian ulama ushuluddin. Bahkan kalau kita mengkaji bukubuku hadits. Hal sama akan kita temukan pada shahih tang masalah takdir ini Muslim2). berdialok maupun berdebat. Asal Mula Munculnya Istilah Qadla dan Qadar Akhir abad kedua adalah masa-masa suburnya penaklukan yang dilakukan oleh khilafah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia. Ia pada awalnya hanya semacam kebutuhan untuk menjawab tantangan dari orang-orang Nasrani. Juga. Ada golongan golongan . Hal-hal baru mulai ditemukan. will). Kaum Muslimin Muslimin mulai mengkaji filsafat Yunani. semisal filsafat (Yunani). Ia muncul pada akhir abad pertama hijriyah (awal abad kedua hijriyah). masalah ini telah dimasukkan ke dalam bagian dari rukum iman keenam. Tidak adanya istilah gabungan qadla dan qadar di dalam AlQur'an dan hadits disebabkan memang masalah ini baru muncul pada masa tabi'in (setelah masa sahabat). Sebab. iman kepada takdir mempunyai sandaran nashnash Al-Qur'an yang pasti (kath'i) serta dijelaskan oleh Rasulullah saw yang diambil dari sunnahnya. Ia bukanlah timbul dari nash-nash syara'. Di dalam filsafat Yunani ternyata terdapat dua golongan besar yang mengartikan makna kebebasan bertindak ini 4). misalnya. Kita hanya menemukan pembahasan masalah takdir (Al-Qadar). Sebab. mereka telah menggunakan logika (manthik) sebagai sesuatu yang penting untuk menggunakan membantu mereka dalam berfikir. Kata qadla dan qadar hanya ditemukan terpisah-pisah 3).

jawaban atas golongan ini. senantiasa "Muktazilah" "Muktazilah" menyebutkan bahwa manusia bebas untuk melakukan sesuatu menyebutkan tindakan apapun tanpa terikat kehendak kepada Allah. kekuasaan (kudrat. freedom) untuk berbuat atau tidak . Ulama pada waktu bersikap keras. kekuatan. Faham Qadariyah (Muktazilah) Kemunculan Berbagai Faham di dalam ajaran Islam sulit untuk dihindari ketika Islam telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia. dan ada golongan "Skeptisme atau "Stoaisma". Mereka menolak pengaturan untuk segala sesuatunya sesuai dengan takdir sesuatunya (Al-Qadar) maupun dalam ketetapan Allah 10). Golongan ini mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak. kemunculan segolongan dari kaum Muslimin yang berpendapat bahwa manusia itu bebas berkehendak atau berkehendak terlepas dari takdir Allah SWT adalah salah satu akibat terlepas persinggungan Islam dengan budaya setempat. Dengan kata lain. dan menentang faham ini. Setelah tentara kaum Muslimin selesai melakukan berbagai penaklukan (di Asia dan Afrika). Muktazilah berpendapat bahwa manu sia memiliki kehendak (iradlah). karena golongan ini telah mengajak orang-orang lain untuk pasrah tanpa mau berusaha. timbul reaksi yang menyebabkan munculnya golongan menyebabkan 9). Secara garis besar. Masalah ini telah lama menjadi bahan pembahasan filosof Yunani. Golongan ini dalam ucapan-ucapannya. Golongan terakhir ini akhirnya sering kebebasan disebut golongan "Fatalisme". Oleh karena itu. Bahkan masalah ini juga telah lama menjadi pembahasan dari kalangan Zarasustra7). disebut "Fatalisme"."Epikure". Dengan tenang mereka mulai mengkaji berbaberbagai masalah baru yang timbul. Sebagai berusaha. Kemunculan faham Qadariyah yang dikembangkan oleh Washil bin Atha' sesungguhnya tidak lain karena reaksi dari penyebaran faham jabariyah yang mempunyai pemahaman bertolak belakang dengan Qadariyah. power) dan kebebasan (huriyah. kebebasan (serba menyerah). mengatakan manusia manusia mampu berusaha sendiri. suatu faham yang mengartikan kebebasan tersebut "Epikure". suatu faham yang mengartikan bahwa tidak ada "Stoaisma". Itulah sebabnya akhirnya golongan ini disebut dengan "Qadariyah" 8). mengecam Qadariyah. secara mutlak (serba boleh). Ia juga telah menjadi pemahaman dan dikutip oleh kalangan Nasrani dari sekte Surianis 6). barulah mereka mempunyai waktu luang untuk berfikir. Ketika itulah (akhir abad pertama atau memasuki abad kedua hijriyah) muncul permasalahan qadla dan qadar5).

ikhtiariyah dan idlthiariyah. Orang kafir diharamkan naik haji. maka perbuatan-perbuatan seperti seperti shalat. Jika ia mau. Karena itu. menentukan). antara lain14): Pertama. siksa terkait dengan iradlat dan kudrat. Karena itu. As-Sajadah 17). Ketiga. Untuk mendukung pendapat mereka.berbuat serta terlepas dari kehendak. wajar dan adil apabila manusia harus bertanggungjawab atas semua perbuatannya 11). atau ketakutan. atau yang tidak sanggup shalat berdiri dapat melakukannya dengan duduk. Iradlat dan kudratNya tidak turut campur dalam tinggalkan. pelaksanaan hukum syar'i (taklif syar'i). yakni (aneka nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Inilah faham indeterminasi (Qadariyah atau faham free will) dari filsafat Yunani yang merasuk ke pemikiran dunia Islam yang menyebabkan banyaknya orang yang terselewengkan. Itulah sebabnya mengapa orang gila tidak terbebani hukum. perbuatan manusia terdiri dari dua gerak. pahala dan Kedua. andaikan semua perbuatan manusia terjadi atas iradlat Ketiga. dusta. gerak naik ke puncak menara tidaklah sama dengan gerak orang yang jatuh dari puncak menara. kerjakan. (Ini tidak mungkin). Manusia itu "mukhtar" (bebas kehendaknya "mukhtar" memilih dan menentukan). Sebab. mungkin). . persatuan umat13) Golongan ini mengemukakan beberapa alasan. Mahasuci Allah dari hal yang demikian. jika tidak. ha nyut oleh fikiran melayang yang akhirnya jatuh ke jurang kesesatan. maka ia kerjakan. shaum. perbuatan manusia 12). kekuasaan dan takdir Allah. Kedua. Orang yang tidak mempu nyai keduanya. ia bebas dari taklif syar'i. gerak pertama pada dua contoh di atas adalah atas kudrat (kehendak)nya sendiri. sedangkan gerak kedua adalah bukan atas kehendak sendiri. menurut faham ini. maka ia tinggalkan. tentulah tugasnya hanya apa yang sanggup dikerjakannya. misalnya: "Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka. mencuri dan seterusnya. Ayat-ayat Al-Qur'an yang menakwilkan sering dikutip adalah ayat-ayat yang menunjukkan bahwa manusia dikutip mendapat balasan atas perbuatannya. Muktazilah gemar menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an 15). iradlat dan kudratNya. Golongan ini memandang bahwa manusia sesungguhnya menciptakan segala memandang perbuatannya dengan ikhtiar dan kudratnya sendiri serta berdasarkan kehendaknya sendiri. tidaklah sama antara gerak memukul (sengaja) dengan tangan gemetar karena ketakutan. maka semua perbuatan tersebut dapat disandarkan disandarkan (baik buruknya) kepada Allah. yaitu gerak Pertama. Orang yang tidak sanggup melaksanakan sebagian pekerjaannya. bahkan pemikiran ini telah mengganggu kesesatan.

kehidupannya ada perintah agama untuk melakukannya dan ada pula larangannya. Pada posisi yang demikian. Sebelum dewasa. Alasan seperti ini. manusia dalam hal ini bukanlah robot (benda mati) yang tanpa daya. Maka. bertanggungjawab serta serius. maka perbuatan manusia haruslah karena datang (berasal) dari manusia. Argumentasi seperti ini mereka ambil dari firman Allah: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. haram. Argumentasi mereka adalah kalau perbuatan manusia bukan atas kehendak manusia. AlKahfi 29)." (QS. kudratNya kepada keinginan untuk memilih dan otak untuk berfikir. bukanlah menyamakan sifat manusia dengan sifat Allah. Pada saat itu ia dibolehkan menggunakan akalnya untuk berfikir dan memanfamemanfaatkannya. menurut mereka. Kepada mereka juga diutus para rasul sebagai contoh (teladan) dalam berbuat dalam bidang batas-batas wajib. sunnnah. atau. Oleh karena itu. dewasa. maka Allah memberikan kudratNya secara penuh kepada manusia. biarlah ia kafir . menyekutukan Allah dalam kekuasaanNya.. Oleh karena itu. maka mengapa ada balasan dari Allah atas perbuatan perbuatan manusia. Tetapi ada ujian bagi manusia dalam melakukan perintahNya: siapa yang patuh menghindar dari laranganperintahNya: laranganNya dan siapa pula manusia yang melakukan hal sebaliknya. faham ini telah dirangkul erat-erat oleh ahli fikir Barat yang ingin menyesatkan kaum Muslimin dengan cara melepaskan mereka dari imannya seraya membawa ke dunia akal yang seluas samudera yang tidak berpantai. ia tidak terbebani apa-apa bila bersabersalah ketika menggunakan akalnya. Ia mempunyai gerak dan kemampuan untuk menentukan kehidupannya di dunia ini.. Dalam perkembangannya.Mereka berdalih bahwa sekiranya perbuatan manusia itu berasal berasal dari Allah. Padahal Islam telah . Sebab. maka buat apa ayat itu dinuzulkan 16). Manusia itu mandiri dan bertanggungjawab penuh setelah dewasa pada saat ia beriman dan melakukan rukun-rukun iman. Ayat tersebut mereka takwilkan sebagai isyarat kebebasan: mau percaya atau tidak. siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Allah memberikan kudratNya kepada manusia untuk menentukan (terserah) apa yang ingin dilakukannya. Sebab. makruh dan seterusnya 17). tetapi dengan kudratNya itu pula manusia bertanggungjawab terhadap setiap perbuatnnya. Dan siapa saja yang ingin (kafir). Semua itu harus dilakukan oleh manusia yang sadar.

memulai risalahnya dengan penanaman iman dan beriman kepada enam rukun Islam yang dimulai dengan iman kepada Allah dan RasulNya. Inilah ikatan yang mengekang manusia dalam menggunakan akalnya, yaitu segala sesuatu telah diberikan batas, dari garis halal dan haramnya. Dengan cara ini, maka manusia tidak akan tergelincir ataupun menyingkir18).

Muktazilah adalah golongan yang bergerak dalam tiga fung si19): agama-filsafat-politik. Nama lain Muktazilah adalah Qadariyah, Qadariyah, Adliyah, atau menyebut dirinya "Ahlul Adli wat-Tauhid" (penganut faham keadilan dan keesaan Ilah). Nama ini muncul karena mereka karena memberikan hak bagi setiap orang untuk menerima atau mengabaikan eksistensi dari sifat-sifat Allah. Tidak ada paksaan dari Allah dan manusia memiliki kekuasaan (kudrat) untuk meletakmeletakkan pilihannya dalam hidup ini. Inilah keadilan itu, karena manusia manusia tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, bahkan manusia diberikan diberikan kebebasan. Mereka berpendapat bahwa akal diperlukan untuk mengetahui yang baik dan buruk sekalipun standard nilai tersebut ditentukan oleh syariatNya. Sebab menurut mereka, nilai tersebut timbul karena disebabkan ada sesuatu yang menyebabkan ia baik atau buruk. Pada saat itulah akal diperlukan untuk mengetahui mana yang baik dan mana pula yang buruk. Faham Jabariyah Faham ini sangat bertolak belakang dengan faham sebelumnya. Mengenai kemunculannya, ada yang berpendapat bahwa faham jabariyah muncul sebelum adanya Muktazilah20). Tetapi Imam jabariyah

Sa'duddin At-Taftazany berpendapat sebaliknya 21). Namun perbedaan ini tidaklah terlalu penting. Sebab, fokus masalah yang tidaklah ingin dibahas adalah bagaimana bentuk pemikiran yang muncul di sekitar masalah Qadla dan Qadar. Orang pertama yang memelopori faham "Jabariyah" adalah memelopori 22). Ia berkata bahwa manusia itu tidak Jahmu bin Sofwan manusia memiliki kekuasaan untuk memilih. Ia harus pasrah. Ia tidak kekuasaan mengerjakan sesuatu selain apa yang telah ditentukan, dan bahwa Allah telah menakdirkan amal perbuatan manusia yang harus menakdirkan dikerjakan. Juga Allah telah menciptakan amal perbuatan untuk manusia yang sama halnya dengan penciptaan terhadap bendabenda. Ia tidak ubahnya seperti air yang mengalir, angin yang berhembus, batu yang jatuh (tertarik gaya gravitasi). Keadaan (tertarik seperti tidak ada bedanya dengan perbuatan manusia yang semuanya telah diciptakan oleh Allah (berupa gerak dan (berupa perasaannya). Manusia melakukan sesuatu apapun sesuai dengan Manusia apa yang telah ditetapkan oleh Allah (ia hanya berfungsi sebagai ditetapkan

alat, tidak lebih dari itu). Sering kita menyebutkan pohon berbuah, air mengalir, mataha ri terbit, awan menurunkan hujan, tanah menumbuhkan tetanaman. Atau dikatakan pula bahwa seseorang (Muhammad, misalnya) menulis, hakim menjatuhkan vonis, si Anu taat tetapi di Ini melakukan maksiat. Semua keadaan dan perbuatan di atas masuk dalam pembahasan yang sama dengan sebelumnya, yaitu situasi pembahasan dan kondisi tersebut hanyalah sebatas obyek. Oleh karena itu, pahala dan siksa, amal perbuatan tidak lain adalah hasil dari paksaan. Allah telah menakdirkan terhadap diri seseorang suatu amal perbuatan, misalnya kebaikan, agar orang tersebut mendapat pahala, dan begitu juga kalau Allah telah menakdirkan seseorang begitu yang lain untuk melakukan amal perbuatan maksiat, maka orang tersebut telah ditakdirkan akan mendapat siksa. ditakdirkan Imam Sa'duddin At-Taftazany23) menyebutkan bahwa golongan ini berpendapat bahwa manusia sekali-kali tidak menguasai dirinya dalam setiap perbuatan, apakah baik atau jahat. Ia tidak bedanya dengan benda-benda beku yang tidak bernyawa di alam semesta ini. Manusia bukan subyek, melaikan hanya sebagai obyek (kehendak dari luar). Dengan kata lain, manusia dipaksa oleh kekuatan dari luar dirinya, yakni atas kehendak dan kekuasaan Allah. Ia tidak mempunyai kebebasan berkehendak (la hurriyyatul mempunyai iradlah, non-freewill) dan tidak memiliki kekuasaan untuk berbuat sesuatu".

Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah Mohammad Fuad Fachruddin 24) mengatakan bahwa kemunculan dua faham di atas, mendorong kalangan ulama Ahlussunnah, seperti Abul Hasan A-Asy'ari dan Mansur Alseperti 25) memberikan jawaban untuk membela akidah umat Maturidy Islam agar tidak tersesat oleh faham Muktazilah (Qadariyah) maupun oleh Jabariyah. Walaupun di kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah terbagi dua golongan, tetapi mereka sepakat bahwa manusia mempunya (diberi) kebebasan berkehendak, berkuasa dan berpengetahuan (knowledge), tetapi hanya sampai ujung tertentu (ada batasnya /dibatasi). Faham ini berpendapat bahwa pada diri manusia ada kehendak berbuat dan ada khasiat yang melahirkan berbuat perbuatan. Semua itu diciptakan Allah SWT tatkala seseorang diciptakan memulai melakukan suatu aktifitas26). Jadi ketika seseorang aktifitas berbuat maksiat atau perbuatan terpuji, maka ketika itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut. Kesimpulan itu diambil dari beberapa ayat Al-Qur'an, antara lain:

"Mereka itulah penghuni jannah. Mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Al-Ahqaf 14). "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari diusahakannya kejahatan) yang dikerjakannya" (QS. Al-Baqarah 286). dikerjakannya" "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Maka, siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Dan siapa saja yang ingin (kafir), biarlah ia kafir ..." (QS. AlKahfi 29). Dalam pembahasan ayat-ayat ini, faham ini memunculkan sifat Mahaadil (keadilan) Allah. Mereka mengangkat sifat ini seolah-olah ia dapat dijangkau oleh akal. Mereka mengkaitkan sifat Maha adil itu dengan dosa dan pahala, atau, siksa dan kenikmatan, yang erat kaitannya dengan perbuatan. Sebab, pembahasan qadla dan qadar yang sesungguhnya berasal dari filsafat (Yunani) tidak lain adalah apakah manusia bebas melakukan perbuatannya sendiri (bebas memilih) atau dipaksa27). Bagaimana Menyikapi Berbagai Faham Ini Demikianlah, ulama "terpecah" ke dalam tiga (3) golongan besar ketika mereka membahas amal perbuatan manusia yang dikaitkan dengan asas taklif, pahala dan siksa. Terjadinya dikaitkan golongan-golongan tersebut disebabkan karena (pertama) ulama (pertama) tersebut menakwilkan beberapa nash ayat Al-Qur'an tentang perbuatan manusia yang menurut mereka ada dan atas kekuasaan manusia manusia. (Kedua), juga ada nash dari ayat Al-Qur'an yang menurut (Kedua), mereka menunjukkan bahwa perbuatan manusia tergantung kepada kehendak Allah. Golongan pertama adalah dari kalangan Golongan Muktazilah, sedangkan golongan kedua adalah dari kalangan golongan Jabariyah. Namun ada golongan yang berada di tengah-tengah kedua golongan tersebut, yaitu dari kalangan Ahlussunnah 28). kalangan ------------------------------------------------------1) Lihat "Shahih Bukhari" pada hadits nomor 6594-6620. 2) Lihat "Shahih Muslim" pada hadits nomor 2643-2664.

3) Lihat"Indeks Al-Qur'an" oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, tentang Al-Qadar, Lihat"Indeks

halaman 51-164. 15) Opcit. halaman 283-303. Ahmad Amin. Muhammad Abbas Aula. Mohd. halaman 115-126. Selain itu. (Theologische Dialektika). Fuad Fachruddin. halaman 106. 12) Lihat buku "Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid /Kalam" oleh TM. Mohd. Ahmad Amin. .. 23) Opcit. 22) Golongan ini juga dikenal sebagai golongan "Jahmiyah" yang menisbahkan Jahmu bin Sofwan.. Mudhofir. halaman 25 dan 85. "Al-Fishal fil Milal wal Nihal" Jilid III. Mereka "Qadariyah". 20) Opcit. 19) Opcit. Harun Nasution. TM. Kamus "Teori dan Aliran dalam Filsafat" oleh Drs. dan kitab "Tarikh Al-Falsafah Al-Yunaniyah" oleh Yusuf Karam.halaman 536-537 dan tentang Al-Qadla halaman 546-547. Fuad Fachruddin. debat dalam bidang agama (Theologische Dialektika). 18) Opcit. 6) Sekte Kristen ini tinggal di sekitar wilayah Suriah. Fuad Fachruddin. "Ceramah dan Sari Ceramah Qadla dan Qadar" dalam 27) Opcit. Mohd. Ahmad Amin. halaman 252-253. 17) Opcit. Fuad Fachruddin. Hasbi Ash-Shiddieqy. 14) Opcit. Fuad Fachruddin. 5) Lihat kitab "Fajrul Islam" oleh Ahmad Amin. Hasbi AshShiddieqy. 21) Opcit. Fuad Fachruddin. "Maturidiyah". 10) Opcit. Ahmad Amin. 26) Muhammad Abbas Aula. 28) Lihat Imam Ibnu Hazm.. 9) Opcit. golongan ini mempunyai kebiasaan berdebat. muncul golongan "Asy'ariyah" dan "Maturidiyah". At-Taftazany. 25) Dari nama ulama Ahlussunnah ini. 16) Lihat buku "Teologi Islam" oleh Prof. Mereka percaya bahwa api adalah sumber yang menghidupi manusia. halaman 158-174. Dr. 8) Opcit. juga sering disebut "Mutakalimin". halaman 46-47. yaitu orang-orang yang mengutamakan "Mutakalimin". Forum Silaturrahim Mantan Lembaga Dakwah Kampus (3 September 1989 di Kampus Universitas Ibnu Khaldun . Mohd. At-Taftazany. 24) Opcit. 11) Lihat kitab "Al-Aqaid An-Nasyafiyah" oleh At-Taftazany. Sebagian orang menyebut mereka dengan golongan "Qadariyah". Mohd. 13) Lihat buku "Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam" oleh Mohd. 7) Golongan penyembah api. halaman 17. 4) Lihat "Ikhtisar Filsafat Barat" oleh A.Bogor. Hanafi.

Apakah Takdir Itu Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa semua kejadian di dunia ini telah diketahui oleh Allah SWT tuliskan di dalam Lauh Mahfudz (Kitab Induk dan sebagai gambaran luasnya Ilmu Allah SWT). Tabi' Taaabi'in serta ulama khalaf. Tidak ada suatu apapun. Inilah pengertian sederhana dari takdir yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW. kehidupan manusia dan Tuhan. Seorang Muslim wajib percaya kepada takdir. Di bawah ini akan diuraikan secara detil permasalahan tersebut agar kaum Muslimin benar-benar memahami seperti pemahaman salaf dan khalaf. kebebasan dan pesta pora. apapun kejadian yang terjadi di alam penciptaan ini telah diketahui oleh Allah SWT jauh sebelum segala sesuatunya berlangsung di alam ini. Segala hal.TAQDIR Pengantar Masalah takdir sesungguhnya adalah suatu topik pembahasan yang umumnya telah usang. Masalah ini menjadi ramai dibicarakan ketika kaum Muslimin diwakili para Ahli Ilmu Kalam (para Mutakalimin) sedang seru berdebat dengan filsafat Yunani. Para Mutakalimin tidak memakai atau merujuk kepada pemahaman syara'. semuanya telah tercatat di Lauh Mahfudz. justru dipakai sebaagai senjata debat oleh para Mutakalimin dalam menghadapi dan menjawab pertanyaan yang muncul di seputar alam. tetapi justru senjata mereka kini balik memukul kaum Muslimin karena kekeliruan mereka memahami masalah ini seperti pemahaman yang diajarkan Rasulullah saw kepada para Sahabat. Para Mutakalimin memang berhasil memukul balik. baik di langit maupun bumi. makhluk. Inilah penyebab mengapa kekeliruan itu sampai berlangsung sampai kini. Filsafat ini mulai merasuk ke dalam tubuh umat Islam sejak berlangsungnya penaklukan daerahdaerah pada abad kedua Hijriyah. maka sesungguhnya akan ditemukan suatu kesimpulan akhir bahwa takdir adalah catatan paripurna segala sesuatunya. Sebab. Masuknya takdir ke . masalah takdir adalah termasuk rukun Iman yang enam. Ciri khas filsafat Yunani yang lebih mementingkan logika dan rasio. Ia telah ada sejak manusia lahir ke dunia dan mempertanyakan keberadaan dan fungsi hidupnya. Bahkan sesungguhnya. Pada penelusuran yang lebih dalam lagi. manusia dan amal perbuatannya. apakah benda. melainkan telah ditakdirkan (tercatat) pada sisi Allah SWT. Tabi'in.

Al-Qamar 49). Mereka mengatakan bahwa tidak ada takdir Allah SWT. masalah takdir tercantum dalam nash-nash Al-Qur'an yang qath'i (jpasti dan diperintahkan) agar diimani. Semua yang terjadi tanpa takdir dan tidak ilmu Allah tentang yang terjadi itu sebelumnya". waktunya.dalam masalah keimanan adalah berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khathab. Sebab. Yahya bin Ya'mar bertanya 2) : "Hai Abu Adirrahman. Ia adalah orang pertama dalam sejarah Islam yang mengingkari adanya takdir. peraturan. Qudrat (Kemampuan) dan Iradhat (kehendak) Allah SWT". Bahkan. Bahkan. kitab-kitab suci-Nya. Nabi saw menjawab: "Iman itu adalah percaya kepada adanya Allah. maka imannya sumbing (cacat). Dia telah mengetahui ukuran. Olah karena itu. tidak ada suatu kejadian di langit dan bumi kecuali seluruhnyaaaaaaa muncul dari Ilmu. Mereka ingin menanyakan hukum penolalan Ma'bad terhadap takdir. Orang ini hidup di Basrah (Irak). Kemudian Allah mengadakan sesuatu yang telah ada dalam takdir-Nya bahwa sesuatu itu akan dijadikan. kondisi. Dua orang ini akhirnya bertemu dengan seorang sahabat. Hari Kiamat dan percaya kepada takdir baik dan buruknya (dri Allah SWT). Artinya. berangkat ke Tanah Suci untuk mencari salah seorang sahabat (di Makkah atau Madinah). Pada masa periode Tabi'in telah muncul pernyataan dari seseorang yang bernama Ma'bad Al-Juhany. para malaikat-Nya. Ketika itu Jibril datang kepada Nabi saw untuk mengajarkan AlIslam. jauh sebelum segala sesuatu itu terjadi. yaitu Yahya bin Ya'mar dan Humaidi bin Abdirrahman. Iman Suyuthi berkata 1) : "Kepercayaan yang dipegang oleh Ahlussunnah Waljama'ah adalah bahwa Allah telah menakdirkan segala sesuatu." Seseorang yang tidak percaya kepada takdir. yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab. . Ia bertanya: Coba engkau ceritakan apa itu iman. hal tersebut dapat menyebabkan seseorang keluar dari Islam (kafir). kdi negeri kami ada orang-orang yang pandai mengkaji Al-Qur'an dan mendalam dalam keilmuannya. dijadikannya sesuatu itu sesuai dengan ilmuNya. Dalam menafsirkan ayat ini. Cobalah simak firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya" (QS. para Rasul-Nya. Pernyataan ini mendorong dua orang tabi'in.

Memang dalam agama Majusi. kecuali kalau mereka percaya kepada takdir Allah SWT. Dan jika mereka memperoleh kebaikan. yaitu menghubungkan perilaku mereka yang mirip dengan Dajjal. Imam Nawawi berkata 3) : "Nampaklah pada hadits tersebut bahwa Ibnu Umar telah mengkafirkan kaum Qadariyah yang tidak mau percaya kepada takdir. adalah ketentuan yang hak (benar) dari Allah SWT". katakanlah kepadanya bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka lepas dari diriku". maka Allah SWT tidak akan menerima (pemberian)nya itu. Memang pantas ketentuan tersebut. serta ada puls Tuhan yang menciptakan yang buruk dan gelap". Mereka telah mengingkari ilmu Allah dengan seluruh kejadian yang berlangsung. Namun ada yang mengatakan bahwa seluruh pekerjaan yang buruk adalah ciptaan (berasal dari) manusia. Rasulullah saw telah memberikan isyarat tentang hal ini dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Hudzaifah 4) : Bagi setiap umat akan muncul segolongan manusia yang berperilaku seperti Majusi. kematian akan menemuimu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. ada kepercayaan bahwa ada Tuhan yang menciptakan pekerjaan yang baik dan yang terang.Abdullah bin Umar menjawab pertanyaan itu : "Kalau kalian bertemu dengan orang tersebut. Dalam menafkirkan (mengkafirkan) orang-orang yang mengingkari adanya takdir. Dan apabila . Orang-orang Majusi mengatakan bahwa tidak ada takdir. Jika salah seorang di antara mereka ada yang meninggal. Tetapi Qadli 'Iyadl memberikan komentar bahwa pengingkaran itu telah dilakukan pertama kali oleh kaum Qadariyah. orang yang mempunyai i'tikad demikian memang kafir". Dalam mensyarahkan hadits tersebut. Kemudian Abdullah bin Umar bersumpah bahwa andaikan orang-orang tersebut menafkahkan emasnya setinggi bukit Uhud. KH Siradjuddin Abbas 5) berkata : "Di antara kaum Qadariah ada yang mengatakan bahwa seluruh kejadian adalah ciptaan manusia. Jadi. maka mereka berkata : 'Ini adalah dari sisi Allah'. Tidak ada takdir Allah terlebih dahulu. Kepercayaan semacam ini bantah dalam Al-Qur'an : "Di mana saja kamu berada. dan pekerjaan baik adalah ciptaan Alaah SWT. (Sebab) mereka itu adalah (sama dengan) golongan Dajjal. janganlah dijenguk.

Arti lainnya adalah "menjadikan" (bulan beredar pada garis edarnya. pelajaran) sedikitpun?" (QS. seluruhnya dari Allah. 2. 6. Perhatikan firman Allah SWT. maka kata Al-Qadar mempunyai banyak arti. Menakdirkan sesuatu dengan sesuatu. An-Nisaa' 78).merencanakan. tetapi bagi Allah SWT sama saja nilainya. 4. Menakdirkan sesuatu. Menakdirkan sesuatu untuk memutuskan dan menetapkan. Pengertian buruk dan baik itu adalah bahasa dan pengertian manusai. panjang pendek umur manusia. Takdir dalam Pengertian Bahasa Takdir dalam pengertian bahasa mempunyai arti yang banyak. dan "Kami Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan " (QS. mengapakah orang-orang (munafik) itu tidak pernah mau memahami pembicaraan (nasehat. yaitu menentukan (menetapkan ) waktu untuk melaksanakannya. 5. yaitu. Menakdirkan dalam arti: menghitung. maka mereka berkata :'Ini (berasal) dari sisi kamu (Muhammad)'. seperti besar kecil. yakni: 1. mengkondisikan sesuatu pada situasi tetentu). Al-Waqi'ah 60). Perhatikan firman Allah SWT: . Al-Hijr 21). yaitu: mengukur dan menjadikannya sesuai dengan ukuran tertentu atau menyamakannya dengan sesuatu. antara lain diartikan sebagai "ketentuan untuk menentukan". Menakdirkan sesuatu. 8. Menakdirka sesuatu dengan menakdiran tertentu. 7. "Kami telah menentukan kematian di antara kamu. Menakdirkan sesuatu. Alburuuj). Dai berkehendak apa saja yang disukaiNya sebagaimana firmannya: "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya" (QS. Diartikan juga 'membagi'. Kini telah jelaaas bagi kita bahwa takdir itu. Menakdirkan sesuatu sebagai batas terakhir. Maka. Dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu" (QS. Katakanlah (kepada mereka ): 'Semuanya (berasal) dari sisi Allah'. Al-Qur'an sendiri telah menggunakan kata Al-Qadar dengan beberapa arti. membesarkan atau mengagungkan sesuatu. 3. yaitu menyempitkan.mereka ditimpa suatu bencana. Berdasarkan hal di atas. baik dan buruknya. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan tiada sesuatupun melainkan pada sisi Kami ada khazanahnya.

Masih banyak lagi arti secara bahasa yang diberikan Al-Qur'an untuk Al-Qadar. termasuk pula apakah ia pada hari akhirat akan dapat selamat masuk jannah atau celaka ataukah binasa dan masuk jahanam. Artinya Allah telah mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia sebelum ia diciptakan. Nasib manusia di samping telah diketahui Allah. Dan Dia "Yang tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagiNya dalam (wilayah) kekuasaanNYa. ataukah tercapai citacitanya atau gagal. kecuali terhadap ayat-ayat yang menggunakan kata AlQadar dengan makna yang diwajibkan Allah agar kaum Muslimin beriman kepadaNya. apakah ia akan kaya atau miskin. apakah ia hidup dengan umur panjang atau singkat. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama orang-orang kafir lainnya)" (QS. Al-Hijr 60)."Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah"Dan manzilahnya senhingga (ketika sampai ke manzilah terakhir. ia) kembali menjadi tandan yang tua" (QS. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. termasuk sesuatu yang disembunyikan di dalam hati atau suatu rencana sebelum ia . "Kecuali isterinya. Dia juga mengetahui ketetapan nasib seseorang di dunia dan di akhirat (apakah ia berbahagia ataukah celaka. Sedangkan amal perbuatan manusia walaupun Allah telah mengetahui secara rinci segala sesuatunya. apakah ia nikah dan punya anak atau tidak. juga Dia telah menetapkannya sesuai dengan ilmuNya yang azali dan pasti (tidak berubah). dan seterusnya). Kata Al-Qadar dalam Al-Qur'an juga diartikan "ketetapan nasib " sesuai dengan ilmu Allah yang pasti terjadi (seperti membinasakan kaum pembangkang : Nabi Nuh dengan banjir besar. Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya dari tertubur hidup-hidup ketika bumi dibalik). Al-Qamar 12). "Yang kepunyaanNya kerajaan langit dan bumi. dan berapa jumlah dan jenis kelamin anaknya. Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya serapirapinya' (QS. Tetapi iman kepada takdir tidak dapat dikaitkan dengan pengertian bahasa yang diambil pengertiannya dari ayat Al-Qur'an tersebut. misalnya ayat-ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah terhadap segala sesuatu yang diciptakannya termasuk amal usaha manusia yang bersifat memilih dan menentukan. bertemulah seluruh air itu untuk suatu urusan yang telah ditetapkan "(QS. Al-Furqon 2). Maka. Yaasiin 39). Perhatikan firman Allah SWT: "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair.

maka Kami kelak menyiapkan baginya jalan yang mudah. Kemudian Nabi saw membaca surat AlLail : 'Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Dan adapun orang-orang yang bbakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik. Para sahabat (terkejut. maka dimudahkan baginya untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut pula". Kemudian Nabi saw mengangkat kepala dan berkata : 'Setiap kalian yang bernyawa sudah ditetapkan tempatnya di jannah dan di jahanam'. apa gunanya kita beramal? Apakah tidak lebih baik kita tawakal saja? (kepada takdir)'. setiap orang akan dimudahkan Allah jalan yang telah ditentukan baginya'. Rasulullah saw telah melarang para sahabat untuk mencampuradukkan antara pemahaman takdir dengan amal yang menyebabkan manusia tidak mau berusaha. maka ia dimudahkan untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut. janganlah kita mencampuradukkan antara iman kepada takdir itu dengan amal perbuatan. lalu) bertanya : 'Kalau begitu. Telah diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Ali bin Abi Thalib 5) : "Rasulullah saw suatu hari duduk-duduk (bersama-sama para sahabatnya). Tetapi amal perbutatan dan beban hukum yang telah ditentukan syara' kepada manusia wajib untuk dikerjakan. ya Rasulullah.melakukan atau mengambil keputusan. tetapi sifat Mahatahu Allah yang termaktub di dalam ilmu Allah yang mulian itu adalah kekhususan Allah yang tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia.-Lail 5-10). Beliau lalu menjawab : 'Jangan! Tetaplah beramal. Siapa saja yang ditakdirkan berbahagia. Dalam memahami hadits ini Imam Nawawi berkata 6) : "Bahwa hadits tersebut menunjukkan adanya larangn untuk meninggalkan amal perbuatan atau bertawakal saja terhadap takdir yang telah ditentukan. Oleh karena itu walaupun kita beriman kepada takdir (ilmu) Allah itu. Tetapi bagi yang telah ditakdirkan celaka. dan Dia juga telah tahu akibat perbuatan yang dilakukan manusia itu. Mereka mengartikan ada segolongan manusia yang telah ditakdirkan celaka atau bahagia. Dalam riwayat hadits tersebut para sahabat telah salah faham sehingga terjadi pencampuradukan antara iman kepada takdir dengan amal perbuatan. Kemudian dengan kayu itu beliau menggores-gores (tanah). maka kelak Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS> A. Sebab. sehingga . Setiap orang akan dimudahkan baginya tentang apa yang telah ditentukan baginya tanpa manusia mampu memilih jalan lain. Di tangan beliau ada sepotong kayu.

2. tidak beriman dan beribadah kepada Allah SWT. Takdir yang ditetapkan secara periodik. yaitu 6) : 1. mereka telah memilih jalan kekufuran dan kesesatan itu". Takdir dalam Pengertian Syara' Qadar atau takdir dalam pengertian syara' terbagi atas emapt pengertian yang berurutan. Ada di antara kalian mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan masuk ke dalam golongan yang berbahagia (Ahlul Jannah). . Takdir dalam pengertian ketetapan (masyi'ah dan iradlah) dalam menetapkan sesuatu sebelum diciptakan (iradlah). Takdir dalam pengertian ketetapan di Lauh Mahfudz. dengan menjelaskan : "Kalian itu telah diciptakan oleh Allah SWT untuk berusaha. dan orang bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan dan menegakkan syariatNya di bumi ini serta percaya kepada adanya balasan jannah (sebagai tempat mukum bagi orang-orang mukmin). juga tidak percaya adanya jannah pada Hari Kiamat. kemaksiatan. 4. Sebab. 5. Semua kemaksiatan itu tidak ada paksaan atau dipengaruhi Allah SWT untuk menyesatkan mereka. Tetapi ada orang yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Kiamat. Tetapi orang tersebut lebih senang memilih jalan celaka. maka baginya dimudahkan jalan tersebut dengan mendapatkan taufik dan pertolongan Allah SWT agar mereka selalu mengikuti jalan yang benar itu. Allah SWT memberikan kebebasan berkehendak. misalnya dengan berbuat kefasikan.mereka berkata : "Apakah tidak lebih baik kami bertawakal saja kepada takdir (seperti yang tercantum dalam Lauh Mahfudz / telah diketahui Allah?" Tetapi Rasulullah saw menjelaskan kesalahfahaman itu seraya melarang mereka bertawakal (secara sempit) dan memerintahkan agar mereka selalu berusaha. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW telah mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT Surat Al-Lail ayat 5-10 yang menunjukkan bahwa : "Orang yang menafkahkan uangnya di jalan Allah SWT tanpa berhitung untung rugi. bahkan Allah SWT menambahkan kesesatan mereka sebagai balasan yang adil. Takdir dengan pengertian ketetapan terhadap sesuatu sesudah terjadi peristiwa atau setelah menciptakan suatu cipt ciptaan. 3. memilih dan memutuskan sesuatu. Takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali terhadap segala sesuatu sebelum sesuatu itu diciptakan. Allah SWT memudahkan jalan tersebut. maka Allah SWT memudahkannya orang tersebut. Berbeda dengan orang-orang kikir yang tidak mau menafkan hartanya di jalan Allah SWT. maka dimudahkan baginya kepada jalan yang sesat itu.

Beliau berkata. pendapat pertama tersebut diperkuat oleh hadits shahih. diartikan sebagai papan tulis yang terpelihara dan tercatat di dalamnya segala ketetapan dan ketentuan. Karena itu. Golongan kedua ini tidak mengakui pengertian Lauh Mahfudz dalam arti lahir (eksplisit. Takdir yang demikian (yaitu takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali) tidak dapat berubah dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Pehatikan firman Allah SWT : Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekalikali tidak menganiaya hamba-hambaKu(QS. para . Ia juga telah disampaikan oleh para sahabat dan tabi'in sesudahnya kecuali orang-orang yang mengikuti jejak golongan Majusi (Qadariyah). Di antaranya hadits tersebut adalah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. tetapi mereka mengambil pengertiannya dari makna implisit.1.: "Aku telah mendengar Rasulullah SAW berkata :'Takdir "Aku untuk setiap makhluk ini telah ditetapkan Allah SWT 50 ribu tahun sebelum dijadikan langit dan bumi. Kedua. 2. Pertama. diartikan sebagai ilmu Allah yang Mahaluas dan azali. maka pendapat pertamalah yang lebih kuat. Ilmu Allah SWT yang Azali Ilmu Allah SWT yang azali ini telah dijelaskan (disampaikan) oleh para rasul dan nabi Allah SWT sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW. yaitu papan tulis). Sebab. siapa saja yang ingkar dan tidak mengakui adanya ilmu Allah maka ia telah kafir. Takdir di Lauh Mahfudz Mengenai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. Inilah yang dimanakan takdir yang pasti (Qadla Mubran). Melihat kedua pendapat di atas. para ahli tafsir mengambil dua pengertian. Qaaf 29). Para ulama Ushuluddin baik dari kalangan salaf atau khalaf 7) telah sepakat bahwa Allah SWT Mahatahu tentang apa yang terjadi di dunia dan akhirat. Tiada suatu apapun yang tesembunyi baginya. Ketika itu Arsy Allah SWT ada di atas air" 8) PENUTUP AQIDAH ISLAMIYAH Demikianlah lima pokok keimanan (Arkanul Iman) yang wajib (Arkanul Iman) diimani oleh setiap muslim. Na'udzubillahimindzalika. sesungguhnya menunjukkan tentang ilmu Allah yang telah ditetapkan. Tentang hal ini. Dia Mahatahu atas segala sesuatu. yaitu iman kepada Allah SWT.termasuk di dalmnya amal perbuatan manusia serta hasilnya.

Ibrahim 2). Kelima perkara itu telah tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits dengan nash-nash yang tegas untuk setiap perkara secara terperinci1). kepada para malaikatNya. (Sebab). Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman. Allah mengumpulkan kita semua. karena siksaan yang sangat pedih (pasti diterima oleh mereka)" siksaan (QS. Dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. Bagi kami amal-amal kami.MalaikatNya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang membawa . Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. para RasulNya dan Hari KIamat. Siapa saja yang kafir kepada Allah. Allah SWT berfirman: "Dialah. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir. serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu. "Maka karena itu. "Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya. dan bagi kamu amal-amal kamu. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS Faathir 1). dan katakan: 'Aku mengikuti beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. An-Nisaa' 136). dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. kepada kitab-kitabNya. tiga dan empat. baik sebutan maupun pembahasannya ism maupu musammaanya). tetaplah beriman kepada Allah dan para RasulNya dan kepada kitab yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Mahabijaksana" (QS. "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk. dan kepadaNyalah (tempat kita) kembali'" (QS Asy-Syuura 15). dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi. Allah SWT. Allahlah Rabbi kami dan Rabbi kamu. pencipta langit dan bumi. Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakinya. Seseorang tidak dikatakan muslim jika ia tidak beriman kepada lima perkara tersebut. berbagai masing-masing (ada yang) dua. yang memiliki segala yang di langit dan bumi. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. An-Nahl 60). "Segala puji bagi Allah. maka orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Kitab-kitabNya. para RasulNya dan Hari Kiamat.

lalu Kami memberikan balasan terhadap orangbalasan orang yang berdosa. dan orang-orang yang bershabar dalam kesempitan. hari kemudian. perkara iman kepada Allah. Ia tetap kita pakai sebagai peneguh iman. Masalah qodlo dan qodar dalam perjalanan sejarahnya telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama ilmu kalam . ulama Ushuluddin berpendapat bahwa Arkanul Iman itu berjumlah lima saja (khamsah). dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. yaitu: "Dan engkau percaya (iman) kepada taqdir. Pembahasan hal tersebut baru muncul kemudian. Selain lima perkara tersebut.cukup). Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. musafir miskin. tidak lebih dari itu. maknanya bukanlah baru3). orang-orang miskin. Hanya saja Al-Qur'an telah menyebutkan secara kath'iy tentang pokok-pokok keimanan menyebutkan tersebut hanya lima perkara saja. Lagipula hal tersebut merupakan khabar ahad yang tidak dapat memberi suatu kepastian. yang sesungguhnya masuk dalam pembahasan Allah". nabi. yang menepati janjinya apabila ia berjanji. dan orang-orang shalat. tidak ditemukan nash tegas/ yang kath'i mengenai dasar atau asas keimanan. Dan Kami selalu berkewajiban berkewajiban menolong orang-orang yang beriman" (QS Ar-Ruum 47). selain arkanul iman tersebut. Memang ada suatu riwayat yang menyebutkan tentang iman kepada Al-Qadar dari hadits malaikat Jibril 2). menunaikan zakat. pada awal abad kedua Hijriyah setelah kaum Muslimin menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. Sebab. nabimalaikat-malaikat. akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah. yang disebutkan sebakepada sebagai tambahan bagi Arkanul Iman. Adapun tentang iman kepada qodlo dan qodar baik dan buruknya dari Allah itu telah dipahami oleh para sahabat tanpa menimbulkan perselisihan. malaikat-malaikat. dan (memerdekakan) hamba sahaya. mendirikan shalat. Tetapi makna Al-Qadar di sini adalah membicarakan tentang "Ilmu Allah". masalah tersebut merupakan salah satu sifat Allah. peperangan. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kabaktian. Al-Baqarah 177). Walaupun demikian bukan berarti khabar ahad itu kita tolak dalam segala perkara. penderitaan dan dalam kesempitan. dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa" (QS. baik dan buruknya dari Allah SWT". anak-anak yatim. Karenanya. Namun. kitab-kitab.

. tetapi makna yang dikandungnya (yang dibahas para ahli ilmu kalam) adalah termasuk dalam perkara aqidah. 4981. Oleh karena itu. 3) Lihat buku "Musyayyaroh fil 'Aqoid Al-Munji'ah fil Akhirah". sudah sejak awal telah menjadi diperselisikan. --------------------------------------------------------------------------1) Perhatikan hadits "Shahih Bukhari" nomor hadits: 7392. halaman 78. Sesungguhnya tidak ditemukan adanya nash-nash kath'iy untuk Sesungguhnya menentukannya sebagai masalah pokok keimanan. 3244 dan 3265. Mengenai khabar ahad.(para mutakallimin) dan ulama ilmu ushul dalam pemahamannya. 2) Hadits ini adalah khabar ahad. bahkan tidak jarang menimbulkan sikap apatis atau pertanyaan yang bukan-bukan (bid'ah). Akhirah". sehingga wajib mengimaninya berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh akidah (yang dijelaskan ditunjukkan oleh akidah). Sesungguhnya persoalan ini telah lama menimbulkan kerancuan dalam pemahaman. kan dijadi khabar ahad tidak ditolak keberadaannya. Ia tetap dipakai keberadaannya. 3535. Namun demikian. sebagai peneguh keimanan. perlu kiranya dibahas lebih mendalam dalam bab tersendiri. 7429. Namun kebanyakan ulama salaf dan khalaf (jumhur ulama) menolak khabar ahad khabar dijadikan dalil bagi pembahasan akidah. karangan Al-Kairal bin Al-Hammam.