Serial Aqidah Islamiyah (1

)

DINAMIKA AQIDAH ISLAM

Abdurrahman Al Baghdadi

‫مس ان‬ Press 1997

KATA PENGANTAR Aqidah Islam ialah menyaksikan dan meyakini kalimah “laa ilaaha illalah Muhammad Rasulullah “ yang artinya : Tiada tuhan yang patut disembah dan ditaati selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah . Di atas kesaksian inilah didirikan Islam dengan segala aspeknya, termasuk amal-amal sholeh yang berupa ibadah dan taqarrub ( pendekatan diri kepada Allah swt ) . Bersabda Rasulullah saw : ‫، ب ُن ِي السلم على خمس : شهادة أن ل إله إل الله وأن محمدا ً رسول الله‬ ِ ُ ُ َ ٍ ‫. وإقام ِ الصلةِ ، وإيتاء الزكاةِ ، وصوم ِ رمضان ، وحج البت‬ ِ ّ ِ tuhan Islam itu dibangun atas lima perkara : Syahadat bahwa tiada

selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, medirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan (ibadah) haji dan berpuasa (shaum di bulan) Ramadhan ( HSR Ahmad, Bukhari, Muslim, Turmidzi dan Nasa’i ) . Lima perkara di atas merupakan dasar Islam “ Arkanul Islam “ . Status- nya sebagai dasar Islam karena lima perkara tersebut mencakup segi aqidah dan amal sholeh yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun, ini bukan berarti bahwa Islam hanya terbatas pada lima pilar/dasar tersebut, yakni pada masalah-masalah aqidah dan ibadah saja; melainkan men- cakup seluruh aspek kehiddupan, seperti mu’amalaat ( hubungan antara sesama masyarakat dan antara negara dan rakyat ), math’umaat ( makanan dan minuman ), malbusaat ( pakaian dan perhiasan ), ‘uqubaat ( hukuman terhadap pelanggaran dan kejahatan ), bayyinaat ( pembuktian perkara di dalam pengadilan ) dan akhlak ( budi pekerti ) . Atas dasar inilah, maka Aqidah Islam telah menjadi asas bagi segala sesuatu: asas bagi kehidupan individu dan masyarakat, asas bagi negara, asas bagi hukum dan undang-undang, asas bagi partai-partai politik, asas bagi lembaga-lembaga pendidikan (sekolah-sekolah negeri dan swasta ), dan asas bagi sains dan ilmu pengetahuan . Aqidah Islam memang aqidah yang sederhana ( mudah dicernak ), tidak berbelit, lugas dan sesuai dengan fitrah manusia. berbelit, Selain itu aqidah Islam ada-lah aqidah yang agung dan mulia, karena ia berasal dari Allah SWT. yakni dari Wahyu ( Al-Qur’an dan Hadits mutawatir ). Maka Aqidah Islam telah dibangun diatas bukti-

bukti yang nyata dan hujjah-hujjah yang tak terpatahkan. Oleh Karena itu, seluruh bangsa Arab di masa Nabi telah menganutnya, sehingga jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh juta orang. Sekarang jumlah kaum muslimin mencapai 1 1/4 miliar . Setiap muslim mengakui Rasulullah saw sebagai suri teladan yang baik. Di tangannya telah lahir generasi sahabat yang tangguh dalam beraqidah, tangkas, cerdas, terampil dan kuat dalam tangkas, memegang syari’at. Merekalah yang telah mewarisi agama ini (Islam) dan menyebarkannya kepada segenap umat manusia. menyebarkannya Shahabat Rasulullah tidak pernah mengarang buku yang khusus membahas tentang aqidah. Sebab, Al Quran sebagai wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul telah menguraikan Aqidah Islamiyah secara mendetail, bahkan mencukupi seluruh kebutuhan Rohani dan peraturan hidup mereka. Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai wahyu Allah SWT telah merangsang tumbuhnya putra-putra kaum Muslimin di masa lampau sehingga mereka mampu berijti-had, menggali dan menciptakan sistematika pengkajian Islam dan medote pe-mikiran atau cara pemahaman yang Islami. Ketangguhan umat dalam menghadapi tantangan zaman memang senantiasa teruji, yaitu sampai sejauh mana ia mampu memang menampilkan Islam dalam bentuknya yang tangguh dan tinggi. Generasi terdahulu telah membuktikannya. Tetapi kini....? Bagaimanapun juga Islam harus difahami sebagaimana adanya, yaitu sebagai sebuah sistem kehidupan yang mengatur segala urusan hidup manusia, dengan aqidah Islam sebagai basis bagi berdirinya bangunan umat , masyarakat dan negara . Memang aqidah Islam yang memiliki lebih dari 60 cabang. Ia tentu saja sangat memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, apa yang tercantum dalam buku ini adalah merupakan fondasi merupakan dasar bagi aqidah Islam yang sesungguhnya telah diketahui oleh setiap Muslim meskipun mereka belum mengetahui dalil-dalilnya. mengetahui Nanti pada kesempatan lain, insya Allaah, akan disusun Allaah, bagian kedua dari "Serial Aqidah Islamiyah" ini, yaitu masalah Islamiyah" "Qadla' dan Qadar". Pada serial-serial selanjutnya akan dibahas berbagai masalah-masalah aqidah lainnya, seperti “Al-Qadar “ ( takdir ) , “ “Al-Qadar Al-Huda Wa ad-Dhalalah “ ( Pe-tunjuk dan Sesat ), “ Al-Rizq “ ( Rizki ), “ Al-Ajal “ ( Mati karena habis umur) , dan lain sebagainya dengan uraian yang dapat menjadikan aqidah umat Islam ini kokoh dan dinamis kembali. Hanya kepada Allaah SWT jua kita serahkan segalanya. Baghdadi 1418H Abdurrahman Al1 Rabi’ul Awal 5 Juli 1997 M

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI MUKADIMAH (i) ( ) ( ) ( ) ( ) KRITERIA AQIDAH ISLAMIYAH DINAMIKA AQIDAH iSLAMIYAH IMAN KEPADA ALLAH SWT FONDASI UTAMA AQIDAH ISLAM ( ) IMAN KEPADA MALAIKAT ( ) ( ) ( ) ( ) IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH IMAN KEPADA KEPADA PARA NABI DAN RASUL IMAN KEPADA AL-WAHYU DAN SYARI’AT ISLAM .

Dia pula “irodat” yang membuat garis pemi-sah bagi jalan pikiran manusia serta mendorong penganutnya agar berusaha.IMAN KEPADA HARI KIAMAT MUKADIMAH Tak ada seorangpun yang mengingkari bahwa masalah akidah adalah masalah pokok (asal) dalam Islam. Karenanya orang yang bekerja atas dasar akidah. maka ia akan bekerja dengan penuh semangat dan sungsungguh-sungguh. akidah menjadi landasan berfikir. maka ia selalu diliputi oleh rasa lemah dan lesu. berbuat dan menjalankan segenap aspek menjalankan tingkahlaku manusia. Pengertian Akidah . Bahkan dalam semua bentuk " mabda “ (ideologi) dan agama di dunia. Sebaliknya orang yang mengerjakan sesuatu tanpa berdasarkan akidah. sebagaimana yang dikehendaki oleh akidah tersebut. Oleh karena itu tiap bangsa mempunyai akidah yang telah dipilih sebagai anutan. tak perduli apakah akidah itu benar atau salah. Segala usaha dan daya upaya manusia selalu terpaut dengan akidah itu. untuk dilaksanakan anutan. Dialah yang menguasai pikiran dan “irodat” (kehendak) manusia.

Maksud kepastian pembuktiannya. Prof. kita bisa simpulkan bahwa segala bentuk bentuk . Mengenai dalil akidah. benar". beliau memberikan keterangan: dalil". yang mengikuti orang lain tanpa dalil". Oleh karena itu. Dengan demikian. tidak dipengaruhi oleh syak (ragu-ragu) atau wahan (persangkaan yang tidak beralasan) ataupun dzon (persangkaan yang mempunyai alasan kuat). Juga mengenai dalil naqli (yang dinukilkan dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul) adalah sesuatu yang dapat mendatangkan keyakinan dan mengukuhkan akidah. "ia menjadi pemisah. kuat). mengeluarkan taqlid. TM. dalil". Tentang keterangan mengenai iman "yang sesuai dengan "yang kenyataan". mengikuti dalil". jika dalil nakli berada dalam ta'wil" kondisi seperti itu. beliau memberikan penjelasan sebagai berikut 2) : kenyataan".Aqidah menurut ketentuan bahasa (Arab) ialah 1): "sesuatu yang dipegang teguh dan ia terhunjam kuat di "sesuatu dalam lubuk jiwa dan tak dapat (mudah) beralih dari padanya". para ulama telah sepakat bahwa keterangan yang berasal dari akal (dalil aqli) yang benar dan (dalil aqli) sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yang dapat melahirkan melahirkan keyakinan dan menciptakn keimanan yang dibutuhkan. yaitu iman "yang "yang dikuatkan dengan dalil". padanya". Hasbi Ash Shiddiqy berkata2): "Iman ialah kepercayaan yang kuat. maka ia bisa menghasilkan keyakinan dan dapat dipakai untuk menetapkan akidah 3). Menurut istilah ulama. i'tiqad atau akidah ialah: "Iman yang sesuai dengan kenyataan dan ia dikuatkan dengan dalil". asalnya (cara datangnya) ialah bahwa ketetapan datangnya adalah dari Allah atau dari Rasulullah saw dan tidak ada keraguan sedikitpun terhadapnya. "mengimani sesuatu yang sama sekali tidak benar". Sedangkan maksud kepastian dalam pembuktian ialah bahwa nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul menunjukkan makna yang pasti dan ia tidak mungkin menerima "ta'wil" (interpretasi). bila dalil tersebut pasti asalnya (qath'i) dan (qath'i) pasti pula dalam berbagai pembuktiannya. Sedangkan keterangan mengenai syarat kedua. Mengenai keterangan tentang ta'rif akidah ini.

hingga turunnya Isa Al Masih as. Mu'tazilah. den-gan harapan ia bermuara kepada akidah yang disepakati yang sesuai dengan pandangannya. kitab-kitab tauhid telah memaparkan apa-apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama tersebut dan apa-apa yang mereka perselisihkan.kepercayaan yang tidak datang melalui jalan yang pasti. Ahlus-Sunnah dan lain-lain dalam bidang akidah adalah perbedaan pendapat yang tidak sampai menyesatkan (mengeluar(mengeluarkan dari iman). Kitab-kitab tersebut di samping membicarakan tentang keberadaan Allah dan keesaankeesaanNya. Ia merupakan garis pemisah yang tegas antara orang-orang beriman dengan orang-orang yang tidak beriman4 ). Dilarang Berijtihad dalam Masalah Aqidah Sejarah Ilmu Tauhid /Kalam. seperti Mu'tazilah. 5 Pendapat seperti itu tidak benar. atau yang datang melalui jalan yang pasti tetapi masih meng andung berbagai sangkaan (kemungkinan) dalam keterangannya sehingga menimbulkan perselisihan pendapat antara para ulama. persoalan akidah merupakan arena ijtihad bagi para ulama yang masing-masing bisa mengemukakan pendapatnya dan menampilkan alasan-alasan yang mendasari menampilkan pendapatnya berdasarkan pandangannya. yakni ketika muncul banyak golongan. Jabariyyah. Ada yang berpendapat bahwa perselisihan pendapat antar golongan ulama Muslim. Jabariyyah. dan lain-lainnya. ia juga membicarakan berbagai persoalan tentang melihat dzat Allah dengan penglihatan (mata). Sebab. Karena itu. merupakan akidah yang tidak diwajibkan oleh agama kepada kita untuk menganutnya. maka ia ulama. memaparkan bahwa hal ini merupakan persoalan-persoalan yang menyeret manusia untuk meneliti bidang akidahnya. keimanan kepada para Rasul dan hari ke-mudian. Rasulullah saw Rasulullah . di samping akidah-akidah yang telah diwajibkan Allah kepada kita untuk mempercayainya. Murji'ah. dalam ilmu kalam. penanggung dosa besar dan apa yang terjadi di akhir zaman mulai dari permunculan Al-Mahdi. Persoalan seperti itu banyak ditemukan di dalam kitab-kitab tauhid. Ijtihad di dalam syara' hanya terbatas dalam bidang hukum (syariat). dan bahwasanya perbedaan pendapat dalam masalah akidah sama dengan perbedaan dalam hal "furu'iyyah" "furu'iyyah" ). Murji'ah. syara' tidak menerima ijtihad dalam masalah akidah. Dalam masalah ini. Masih Ad-Dajjal. tambahan sifat-sifat atas dzat-Nya. pendapat dan mazhab di golongan.

Mas'ud. dalil-dalil yang qath'i dalam Al-Qur'an melarang ijtihad dalam akidah serta melarang menentukan akidah atas dasar persangkaan. “dzat sifat Allah“ . sebagaimana yang akan diterangkan pada bagian berikutnya. Jumhur ulama dalam masalah yang sama dengan di atas. Bahkan sebaliknya. disebabkan karena mereka berusaha berijtihad dalam bidang akidah. Ketika pada suatu kesempatan kepada beliau diajukan sebuah pertanyaan: "Bolehkah seseorang mujtahid berijtihad dalam masalah-masalah ushluddin (aqidah). maka ia dapat satu pahala" (HR Bukhari no. Persia dan Hindu. bahwa ijtihad hanyalah hanyalah dalam bidang penentuan hukum (syariat) dan pengadilan . Contoh paling populer adalah apa yang dilakukan oleh faham Qadariyyah yang melakukan ijtihad. Kesesatan yang terjadi dan menimpa mereka Musyabbihah). Jika ia memutuskan perkara atas dasar ijtihad tetapi ijtihadnya salah. dan ia bisa tersesat (keluar dari Islam). Mereka mencoba menentukan pendapatnya sendiri. telah menentang pendapat Imam Al Jahizh dan Abdullah Al Anbary yang mem-benarkan ijtihad mujtahidin dalam masalah ushuluddin (akidah) 7) Bertolak dari fakta tersebut. 7352). semua itu Allah“ telah muncul setelah kaum Muslimin berijtihad dalam aqidah dan setelah mereka mengkaji filsafat-filsafat Yunani. “dzat dan "khalqul Qur'an". Dari nash tersebut dapat dipahami. diperhatikan sabda beliau: "Apabila seorang hakim (qadli) berijtihad (memutuskan perkara) dan ijtihadnya benar maka ia dapat dua pahala. Walaupun . Mereka mengatakan: "Tidak ada taqdir". Muadz bin Jabbal. Tidak ada satu nashpun yang menunjukkan adanya ijtihad dalam bidang akidah. Begitu pula dengan masalah "khalqul Qur'an". Sebab.membenarkan ijtihad Sa'ad bin Muadz dan Amr bin Al-Ash. Oleh karena itu. Imam Shamsuddin Ar Ramli Asy Syafi'i dalam fatwanya telah melarang ijtihad dalam masalah aqidah. maka orang yang berijtihad dalam berijtihad bidang akidah kalau ia salah maka ia tidak mendapat pahala dan mendapat alasannya tidak diterima. “ qadla' dan qadar “ atau yang lain-lain. Ia berdosa kalau apa yang dilakukannya salah. golongan sesat lainnya yang menolak sifat-sifat Allah atau lainnya golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk (Almenyerupakan (AlMusyabbihah). Begitu pula mengatakan: taqdir". Al-Ash. perlu Jabbal. Dalam hal ini. Abdullah bin Mas'ud. hal tersebut sama sekali tidak terkait dengan masalah ushuluddin" 6). padahal dalam masalah tersebut tidak terdapat sebuah nash pun yang menjelaskannya?" Imam Ar Ramli menjawab: "Tidak boleh.

orang kafir terhadap iman kepada Hari Kiamat: ‫وما خلقنا السماء والرض وما بينهما باطل ً ذلك ظن الذين كفروا‬ ‫. tetapi pengambilan nash-nash tersebut dilakukan mereka dengan jalan menta'wilkan sekehendak hati menta'wilkan sekedar untuk memper-kuat pendapatnya sendiri. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. Kesimpulan ini ditinjau dari ayat-ayat Al-Qur'an yang melarang mengikuti “dzon “ (persangkaan) dalam beriman. Manath: ‫إن هي إل ّ أسماء سميتموها أنتم وأباؤكم ما أنزل الله بها من‬ ‫سلطان إن يتبعون إل ّ الظن وما تهوى النفس ولقد جاءهم من‬ ‫. فويل للذين كفروا من النار‬ "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. syara' juga melarang kaum Muslimin menggunakan dalil dzonny dalam pembahasan akidah. mutawatir". misalnya dalil tersebut berasal dari "ayat "ayat mutasyabihat" atau "hadits ahad". antara lain adalah sebagai berikut: 1. (Dan) karena (kelakuannya itu) mereka akan masuk neraka" (QS Shaad 27). yaitu memiliki dalil yang berasal dari "ayat muhkamat" dan atau "hadits "ayat muhkamat" "hadits mutawatir". Dan ayat-ayat “sulthan” "burhan" Al-Quran ini adalah "qoth'iyyatuddilalah" (yakni mempunyai arti "qoth'iyyatuddilalah" yang jelas dan pasti). Allah SWT telah berfirman tentang penolakan orang. (sedangkan) Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan apapun untuk (menyem . Uzza.tanpa “dzon adanya “sulthan” atau "burhan" (bukti yang pasti). 2.banyak di antara mereka menggunakan nash-nash Al-Qur'an sebagai hujjah dan dalil. Allah SWT berfirman tentang berhala-berhala kaum Musyrikin Musyrikin seperti Lata. Sedangkan yang menunjukkan bahwa akidah itu hanya dapat diambil dari nash-nash Al-Qur'an dan hadits mutawatir yang pasti sumbernya dan jelas pengertiannya. Maka celakalah orang-orang kafir itu ( yang tidak ber-iman kepada kebangkitan dari kubur sesudah mati ). Persyaratan Dalil-dalil Aqidah Di samping dilarang berijtihad dalam bidang akidah. untuk menentukan hukum akidah wajib memiliki dalil qoth'i. Juga telah disepakati bahwa mutasyabihat" "hadits ahad". ربهم الهدى‬ "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu ada-adakan. Jadi akidah hanya didasarkan pada dalil yang sifatnya "koth'i tsubut" (pasti sumbernya) dan "koth'i dilalah" (pasti tsubut" "koth'i dilalah" (pasti pengertiannya) yang tak dapat dita'wilkan dan difahami dengan arti yang lain.

)" 5. jelas sekali bahwa semua ayat-ayat yang dikutip di atas terkait erat dengan masalah aqi dah. Mereka mempunyai tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. Allah SWT juga melarang mengikuti agama-agama dan keperkepercayaan orang-orang kafir di seluruh dunia berda sarkan firmanNya: firmanNya: ّ ُ ‫وإن تطع أكثر من في الرض يضلوك عن سبيل الله إن يتبعون‬ ُ ‫. Allah SWT berfirman : ّ ‫وإن الذين اختلفوا فيه لفي شك منه مالهم به من علم ٍ إل ّ اتباع‬ ّ ِ ّ ً ‫. Isa" Dari uraian tersebut. sekaligus menunjukkan adanya larangan mengikuti sesuatu yang sifatnya “dzon” dalam masalah akidah. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu. Dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka" (QS An-Najm 23). Padahal persangkaan itu tidak berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran" (QS An Najm 27-28). علمم ٍ إن يتبعون إل ّ الظن وإن الظن ل يغني من الحق شيئا‬ ّ ُ ّ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman "Sesungguhnya kepada kehidupan akhirat. tetapi perlu diingat bahwa . kecuali mengikuti persangkaan belaka. mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. mereka" 3. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sang kaansangkaan dan apa yang diinginkan oleh hawanafsu mereka.bah)Nya. bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa" (QS An. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan tentang hal itu. Mereka tidak (pula) yakin belaka. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Mengenai perselisihan yang terjadi antara ahli kitab tentang kematian Al Masih. pastilah mereka menyesatkanmu dari jalan Allah. kebenaran" 4. الظن وما قتلوه يقينا‬ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pem-bunuhan) Isa. Allah berfirman : ‫إن الذين كفروا ليسمون الملئكة تسمية النثى وما لهم به من‬ ّ ّ ُ ً ‫. Meskipun sebab-sebab nuzulnya dzon” ditujukan kepada orang-orang kafi. benar-benar ragu tentang (siapa) yang dibunuh itu. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta ( terhadap Allah )" (QS Al-An'am 116). إل ّ الظن وإن هم إل ّ يخرصون‬ ُ ُ ّ "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang (kafir) yang di muka bumi ini. Terhadap orang-orang Musyrikin yang menamakan malaikat dengan nama perempuan.Nisaa 157).

(akidah)".Sedangkan sunnah masyhurah (hadits (hadits masyhur) adalah hadits yang tidak sampai derajat mutawatir. Oleh karena itu. Kedua macam hadits tersebut tidak sampai menunjukkan kepastian bahwa sumbernya adalah dari Rasul saw (masih ada unsur keraguan). hadits mutawatir adalah pasti sumbernya dari Rasul saw. masyhur) contoh yang lain tentang hal ini adalah hadits ahad yang diriwayatkan oleh seorang. Itulah sebabnya mengapa ia tidak boleh digunakan sebagai dalil atau hujjah dalam masalah akidah. sehingga ada alternatif bagi manusia untuk memilih salah satu diantara yang dianggapnya mendekati mendekati kebenaran. hadits masyhur disebut hadits . dzon adalah sesuatu yang mengandung lebih dari satu kemungkinan. Atau juga "Penyebab seseorang menjadi ragu serta Penyebab " mendorongnya untuk memilih alternatif dan itu tidak pasti mendorongnya benarnya". dua atau lebih dari shahabat. benarnya". walaupun menurut ulamakeraguan). maka tidak ada jalan lain kecuali mempercayai atau menolaknya". Kecuali sunnah mutawatir. sebabnya" Seputar Dalil Dzhonny dan Hadits Ahad Makna Dzhon menurut arti bahasa adalah 9): "Keraguan yang timbul di antara dua alternatif. tidak pernah memberikan kepastian. Para ulama ushuluddin menyatakan: "Sesuatu yang mengandung lebih dari kemungkinan. satu dalil Bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu sesuatu yang sifatnya dzon. tetapi pengertiannya harus didasarkan kepada pengertiannya umumnya lafaz. Tetapi tidak demikian halnya dengan Sunnah Rasul. sebab hadits ini diriwayatkan oleh sekian banyak sahabat yang mustahil sepakat berdusta.makna suatu ayat tidak menjadi sempit karena sebab-sebab turunnya ayat. baik hal itu berupa "dzonny tsubuts" maupun "dzonny dilalah". tak seorangpun ragu bahwa ayat-ayat AlQur'an datangnya dari Allah. maka tidak sah dipakai sebagai (akidah)". ulama madzhab Hanafiyyah. menolaknya". sesuai dengan kaidah syara' yang mengatakan: ‫العبرة ُ بعموم ِ اللفظ ل ب ِخصوص السبب‬ ُ ِ ِ "Yang menjadi perhatian (dalam masalah hukun /tasyri') adalah umumnya lafadz. Karena itu. "dzonny tsubuts" "dzonny dilalah". bukan kekhususan sebabnya" 8). namun ia tidak sampai derajat mutawa tir.

Juga Imam al-Ghazaly. Sijistani. Asnawy. tetapi hanya terbatas dalam masalah amaliah. namun demikian ia wajib diamalkan setelah diakui tingkat keshahihannya. Demikianlah pendapat para ahli ilmu ushul. Ibnu Abdil Barry dari ulama salaf. orang yang menolaknya tidaklah dikafirkan10). Abduh. Asnawy. yaitu Imam Malik. Ibnu Hazem al-Andalusi. Allah sendiri membolehkan berbagai persangkaan itu. Ulama ahli hadits misalnya. An-Nawawy. dan lain-lain. fiqih dan hadits. Imam Abu Malik. maka ia tidak bisa dijadikan dalil terhadap hal-hal yang bertalian dengan terhadap persoalan akidah. masalah akidah haruslah dibina di atas pengetahuan yang betul-betul diyakini. Ibnu Abdis Salam. melainkan hanya persan-gkaan belaka. Imam Syafi'i. sebagian besar ulama ahli hadits berpendapat bahwa hadits ahad menunjukkan ilmu yang kath'i dan harus diterima di bidang akidah serta harus diamalkan dalam segala bidang. Al-Harits al-Muhasiby dan Sijistani. Thahhan.mutawatir yang qoth'i tsubut yang tingkatannya dekat keyakinan. Dr. Quthub. Muhammad Abduh. Sayyid Quthub. Sebab. Salam. maka yang dihasilkannya hanya berupa sangkaan. yang di antaranya terdapat empat orang Imam yang masyhur. Abu Daud AsAl-Asqalany. Tentang permasalahan hadits ahad. Karena itu. dan Imam Ahmad bin Hambal -Hanifah. An-Nawawy. al-Khatib al-Baghdady. seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany. Hanifah. Ash-Shalah. hadits Ahad hanya bisa dijadikan alasan (hujjah) bagi hal-hal yang berhubungan dengan amalan" 11). menurut salah satu riwayat dari dua pendapat beliau--. al-Bazdawy. Tetapi hadits ahad tidak bisa dipakai dalam bidang aqoid (akidah). Abdullah at-Turki dari ulama khalaf. tingkatannya Tetapi dalam hal ini. amalan" Juga Imam Al-Asnawy berkata11): "Pada dasarnya jika riwayat hadits ahad mendatangkan "Pada sesuatu. yakni cabang- . Imam Al-Bazdlawy mengatakan: "Selama hadits Ahad tidak menghasilkan pengetahuan "Selama yang dapat meyakinkan seseorang. al-Bazdawy. Al-Qasimy. al-Andalusi. walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama hadits dan ulama ushul fiqih tentang kedudukan hadits ter-sebut. Dr Mahmud Thahhan. dan Al-Qasimy. alal-Ghazaly. Tetapi jumhur ulama ushul menetapkan bahwa hadits ahad menunjukkan hal yang dzhon (persangkaan). Syafi'i. Ibnu Ash-Shalah. karena ia tidak bisa mendatangkan keyakinan. Dalam hal ini kita mengikuti pendapat kedua yang mengatakan bahwa hadits Ahad tidak dapat menghasilkan keyakinan.

Firman Allah: ‫أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما ً لقوم ٍ يوقنون‬ َ "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki. bukan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan (ilmu) semata. Demikianlah kita dapatkan perkataan-perkataan para ahli ilmu kalam dan ushuluddin yang bersepakat mengatakan bahwa hadits Ahad tidak bisa menghasilkan keyakinan. Atas dasar inilah. Lukman akhirat" 4). Al-Maidah 50). dan pada binatang-binatang "Dan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tandatanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini" (QS. Imam Al-Ghazaly berkata12): "Iman adalah suatu pembenaran pasti yang tidak ada "Iman keraguan atau tidak ada perasaan bersalah yang dirasakan oleh penganutnya". . Oleh karena itu. menunaikan "(yaitu) zakat dan mereka yakin adanya negeri akhirat" (QS. (burhan) Berkenaan dengan itu. yakin?" ‫الذين يقيمون الصلة ويؤتون الزكاة وهم بالخرة هم يوقنون‬ "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat.cabang agama (fiqih). penganutnya". "Dan pada penciptaan kamu. Kaidah ini diambil berdasarkan dalil yang telah dijelaskan di atas serta berdasarkan pula pada ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menetapkan keimanan mereka hanya dengan keyakinan. para ulama yang ahli di bidang ushuluddin telah menentukan suatu kaidah dasar untuk akidah yaitu: ‫العقائد ل تؤخذ إل ّ عن يقين‬ َ "Bahwasanya akidah itu tidak boleh diterima kecuali dengan dalil yang menunjukkan keyakinan". seperti kaidah-kaidah pokok/dasar agama (ushuluddin) ". Almeyakini" Jaatsiyah 4). Semua itu menunjukkan bahwa iman yang dituntut oleh Allah adalah iman yang yakin. dan "Apakah (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. ia tidak bisa ditetapkan sebagai suatu dalil akidah. keyakinan". pembenaran (tashdiq) yang pasti (jazim) (tashdiq) (jazim) dan muncul dari dalil (burhan) yang kath'i.

60 persen. sehingga “dzhonny” kabar ahad atau kabar masyhur yang shohih namun belum sampai ke tingkat mutawatir. bisa 50 persen. Karenanya. tetapi pembenaran itu harus bersifat pasti berdasarkan dalildalil yang mem-bentuk keyakinan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa iman Al-Hakim. tetapi belum mencapai tingkatan iman. sanadnya lebih kuat dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Daud. khabar ahad yang shahih apalagi yang masyhur. ketundukan". tetapi "Tiadanya pembenarannya hanya tidak bersifat jazim (yang pasti) ". Tetapi perlu diingat di sini bahwa tidak diterimanya hadits ahad sebagai dalil akidah bukan berarti suatu pengingkaran terhadapnya. Jadi masalah iman bukanlah sekedar pembenaran hati (tashdiqul kalbi). Tashdiq adalah sekedar pembenaran. Sebab.sangkaan belaka. tidak boleh diingkari atau ditolak. Para ulama dalam menganggapi hadits ahad mempunyai empat pendapat15): a. Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.Juga. Ia bolehboleh saja dipercayai (dibenarkan) sesuai dengan kekuatan kabar (riwayat) haditsnya. dalil". Hadits shohih yang ahad menunjukkan yakin walaupun tidak . Ada kaedah ushul untuk menyatakan hal tersebut: ‫عدم العتقاد ل يعني النكار ، وإنما يعني أن التصديق غير جازم‬ "Tiadanya i'tikad bukan berarti ingkar. tidak boleh diingkari. adalah pembenaran seratus persen tanpa ada unsur keraguan sedikiutpun. memang tashdiq itu bertingkat-tingkat. Sekitar Masalah Tashdiq dan I’tiqad Masalah tashdiq berbeda dengan masalah i'tiqad (iman). sehingga tidak ada keraguan sedikitpun (misalnya ada unsur dzhon) dalam iman. Sedangkan Syekh Mahmud Syalthout menyatakan14): "Iman adalah i'tiqad/pembenaran yang bersifat pasti dan "Iman sesuai den-gan kenyataan serta ia muncul dari dalil". tashdiq dibenarkan berdasarkan dalildalil yang “dzhonny” yang berupa per. 80 persen atau bahkan 99 persen. tergantung kekuatan keshahihan hadits. Demikiam pula Daud. hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah lebih kuat sanadnya dari Al-Hakim. 70 persen. Oleh karena itu. Muslim. Imam An-Nasafy berkata13): "(Iman adalah) pembenaran hati yang sampai pada batas "(Iman kepastian dan ketundukan".

berdosa” Demikanlah. “Juga bagi orang-orang yang mengingkari hadits Ahad “Juga tidak boleh dikafirkan. b. yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Sebaliknya tatkala aqidah Islam dibangun di atas dasar keraguan atau bercampur dengan unsur keraguan. Ia dibangun di atas landasan dan bukti-bukti yang jelas dan pasti kebenarannya.tsaqafiy) yang dilancarkan Barat terhadap Islam tsaqafiy) dan kaum Muslimin. tetapi mereka hanya dipandang berdosa” 17). Ini pendapat Al-Hafiz Ibnu Hajar. mulia dan selamat dari perpecahan. Al-Khatib Al-Baghdady. Abdis Salam. Hadits shohih yang ahad tidak menunjukkan yakin. Oleh karena itu Salam. semuanya meya-kinkan. tetapi tidak ada alternatif dalam aqidah. Al-Ghazaliy. aqidah Islam adalah aqidah yang tinggi dan mulia. c.diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. menjadi umat yang tinggi derajatnya. Yang terakhir ini adalah pendapat jumhur ulama. Aqidah semacam ini akan menjadikan kaum Muslimin tegak di atas dasar keyakinan. Al-Ghazaliy. orang yang tidak mengi'tikadkan hadits ahad (menjadikannya sebagai akidah) tidak dapat disalahkan apalagi dikafirkan atau dianggap sebagai golongan sesat. Akibat perang pemikiran dan kebudayaan (al-ghazwul fikri dan (al-ghazwul al-ghawu as. di antaranya Imam Nawawy. karena memang ada dalil-dalil dzonny yang mengandung beberapa penafsiran. Ini pendapat Ibnu Thahir AlMaqdisiy. Hadits ahad shohih yang dishohihan oleh Bukhari dan Muslim dan hadits shohih yang masyhur dan atau mursal menurut para imam. Apalagi jika persoalan aqidah ini kemudian dijadikan lapangan ijtihad. Imam Ibnu Hibban mengatakan 16): "Yang menolak hadits masyhur tidak dikafirkan". Ia hanya menunjukka dzhon (persangkaan). Al-Baghdady. d. Ibnu Abdil Barri dan lain-lain. Padahal ijtihad hanyalah terjadi dalam lapangan hukum syari'at. "Yang dikafirkan". Ibnu Nawawy. Hadits ahad shohih menunjukkan yakin jika hadits tersebut dishohihkan oleh Bukhari dan Muslim atau salah satu dari keduanya. Inilah pendapat Ibnu Ash-Shalah. memang berdampak besar yang menyebabkan . Ijtihad mengandung alternatif. maka umat Islam pasti mengalami banyak perselisihan dan perpecahan. tak mampu dipatahkan oleh manusia manapun.

halaman 93-95. Halaman 3. Jilid I. Jil. halaman 302-303.529 “As-Sailul 9) Lihat buku "Al-Adl Dloodl" oleh Muhammad bin Al-Qosim Al-Anbary "Al-Adl Dloodl" 10) Lihat kitab "Ushulul Tasyri' Al-Islamy" oleh Ali Hasbullah. sosialis. di samping terkoyakkoyaknya negeri Muslim menjadi serpihan dan jauh dari persatuan Islam. sebagai upaya memahami Al-Islam. 7) Lihat "Asy-Syaamil fii Ushuluddin". atheis. misalnya dari celah-celah sifat Allah. halaman 379-380. Kumpulan dari mereka ini telah berhasil meragukan keyakinan kaum Muslimin tentang aqidah dan syariat Islam dengan cara merendahkan dan mencampuradukan konsep-konsep Islam dengan konsep-konsep kufur. tabi'in dan generasi sesudahnya. malaikat. secara sadar atau tidak. "Al fatawa" Jilid IV. 112.Dr. "Pokok-pokok Hadits". komunis. Maka sudah saatnya umat Islam mencoba mengangkat mutiara Islam dari lumpur kehinaannya seraya menggosok sisa lumpur yang menyelimutinya. "Sejarah Tauhid". hal. misalnya faham kapitalis.halaman "Islam Syari'ah" 84. mereka menghantam keyakinan umat Islam. 14) Lihat buku "Islam sebagai akidah dan Syariat" oleh Mahmud Syalthout. Jilid I. "Tadribul Raawy" oleh Imam As-Suyuthy. halaman 56. bersikap serta senantiasa berdiri di atas dasar dalil atau hujjah dan kejujuran. halaman 52. oleh Prof Dr TM Hasby ash-Shiddiqy. halaman 105-106. mereka menghantam keyakinan umat dari segenap penjuru. kadla dan kadar. kitab "Ushulul Ahkam" "Ushulul Hadits" oleh Dr. Semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang lurus. kemampuan syariat Islam untuk memecahkan persoalan hidup. Syariat" 12) Lihat kitab "Iljamul 'Awam 'An Ilmil Kalam" oleh Imam Al-Ghazaly. "Pokok-Pokok Hadits". Jilid I. oleh Imam Al-Haramain.4 hal. Belum lagi serangan yang datang dari kaum orientalis dan generasi pelanjut mereka yang muncul dari kalangan putra-putri kaum Muslimin sendiri. Muhammad Ajaj Al-Khatib. rezeki. Al-Haramain. Amin. 4) Ibid. halaman 322. "Ushulul Al-Islamy" 11) Lihat buku "Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits". Dengan cara demikian. hal. halaman 33-34. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". ----------------------------------------------------------------------------1) Lihat kamus “Al-Mu’jam Al-Wasith jilid 2. T. Ahmad Syakir. Berbagai faham. 15) Lihat buku "Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadits".tergelincirnya pemikiran kaum Muslimin serta memudarnya nilainilai aqidah dalam diri dan kehidupan kita. Tetapi keberanian yang dimaksudkan adalah berani dalam berpendapat. keteladanan Muhammad saw. halaman 35-40. sinkritisme dan lain-lain. halaman 100-102. Sudah saatnya umat ini mewarisi sikap-sikap generasi terdahulu. para sahabat. Keberanian dan usaha memahami suatu kebenaran adalah langkah awal persatuan dan kemenangan umat. halaman 86 5) Perbedaan cabang yang umumnya dalam bidang hukum-hukum fiqih. oleh Prof. Mereka taburkan virus-virus kekufuran dan kemurtadan di tengan umat Islam.M Hasby Ash-Shiddiqy. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". 3) Lihat "Islam sebagai Aqidah dan Syari'ah" oleh Syaikh al-Azhar Mahmud Syalthout. 6) Lihat Ibnu Hajar Al Haitsami. . 27-43.Jilid I. 13) Lihat kitab "Al-Aqoid Nasafiyah" oleh Iman An-Nasafy. dan buku "Islam sebagai Hadits" "Islam Aqidah dan Syariat" (terjemahan) oleh Mahmud Syalthout. relevansi Al-Qur'an. kitab "Al-Ahkam fii Tadribul Raawy" "Al-Ahkam Ushulil Ahkam" oleh Al-Aamidy. halaman 614 “Al-Mu’jam 2) Lihat "Sejarah dan Pengantar Tauhid". 8) Lihat “As-Sailul Jarrar “ Imam Syaukani. 332 dan 339. disertai sarana dan kekuatan materi yang lebih dari cukup.

16) 17) halaman 100 dan 135. Kriteria dalil adalah seba-gai berikut : a) Jika yang diimani itu masih dalam jangkauan panca indera. Oleh karena itu. hari akhir. qadar baik buruknya dari Allah SWT”. ia bisa sampai kepada ma'rifat terhadap hal-hal yang ghaib dari pengamatannya dengan indera. hari akhir. dan ini merupakan suatu keharusan. iman kepada Allah. Artinya. penentuan dalil tersebut dilakukan melalui penyelidikan untuk me-nentukan mana yang dilakukan boleh dan mana yang tidak untuk dapat dijadikan sebagai dalil naqli. Ibid Halaman 102-103. para malai-katNya. kitabkitabNya. maka dalil kei-manannya bersifat aqli. para “iman malaikatNya. kriteria AQIDAH ISLAMIYAH Apakah Akidah Islam Itu ? Akidah Islamiyah adalah : “iman kepada Allah. tergantung perkara yang diimani. Arti berfikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berfikir tersebut dituntut untuk ma'rifat kepada Allah. Peranan akal dalam masalah keimanan . para rasulNya. Adapun mengenai dalil-dalil akidah. Dalam hubungan ini. maka ia harus di-dasarkan pada dalil naqli. Namun setelah munculnya banyak iman” perdebatan di kalangan ulama ahli kalam tentang “qadho’ dan “qadho’ qadar ” maka sejak itu akidah Islamiyah telah menjadi enam bagian yaitu. semua dalil tentang akidah pada dasarnya disandarkan pada metode aqliyah. Dengan cara seperti itu. bersifat b) Jika yang diamni berada di luar jangkauan panca indera. Hal seperti itu merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin". maka adakalanya dalil bersifat “aqli” dan ada-kalanya bersifat “naqli”. Ibid Halaman 102-103. juga kepada qadlo’ dan kitabNya. kitab-kitabNya. Imam Syafi'i berkata1): "Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma'rifat mukallaf kepada Allah Ta'ala. para rasulNya. tergantung “aqli” “naqli”. SWT”. Aqidah inilah yang terkenal di kalangan kaum musli-min dengan sebutan “ arkanul iman” . kitab-kitabNya. di-dasarkan Namun perlu diingat bahwa penentuan suatu dalil naqli juga diingat ditetapkan dengan jalan aqli. indera.

Bukankah gugusan bintang yang ada di langit dan ombak yang bergelombang di laut menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. meskipun dapat menjankui ciptaan-ciptaanNya. seperti firmanNya : ‫إن في السماوات والرض ليآت للمؤمنين * وفي خلقكم وما يبث من د‬ ٍ ‫آيات لقوم ٍ يوقنون * واختلف الليل والنهار وما أنزل الله من السماء من‬ ٌ ْ ‫رزق فأحيا به الرض بعد موتها وتصرف الرياح آيات لقوم ٍ يعقلون‬ ٍ "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar "Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. maka tentu saja akal tidak mampu menmenjangkauNya. pengembara di Tanah Arab) tatkala ditanyakan kepadanya"Denditanyakan kepadanya"Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?" Jawabnya: "Tahi Onta itu menunjukkan adanya onta dan bekas tapak tapak kaki menunjuk-kan ada orang yang berjalan. Oleh karena itu. kalau akal diajak untuk mencari dzatNya. Sebab. ayat-ayat Al-Qur'an adalah bukti eksistensiAllah eksistensiAllah (tentang adanya sang pencipta) dengan cara mengajak manusia memperhatikan mahluk-mahlukNya. Karena keterbatasan akal dalam berfikir. seperti perkataan seorang Badui (suku bangsa atasnya. manumanusia mempunyai kecenderungan (bila ia hanya menduga-duga tanpa memiliki acuan kepastian) menyerupakan Allah SWT dengan suatu dengan mahluk. Sebab. Kuasa. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-nya dengan air hujan itu bumi (tanah) sesudah matinya. dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal " (QS Al Jaatsiyat 35). Islam melarang manusia untuk berfikir langsung tentang dzat Allah. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda 2) : ‫تفكروا في خلق الله ول تفكروا في الله فإنكم لن تقدروا قدره‬ ْ "Berfikirlah kamu tentang mahluk Allah tetapi janganlah "Berfikirlah . Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) bertebaran terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang (kekuasaan meyakini.Akal manusia mampu membuktikan sesuatu yang berada di luar jangkauannya jika ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk atasnya.

Sebab. yang diutarakan Al-Qur'an dengan suara bulat. semisal manusia. tetapi menanyakan hal tersebut adalah bid'ah". Muhammad Abdul Hasan Asy-Syaibani. bersemayam di atas arsy-Nya dan seterusnya. sebenarnya" Akal manusia yang terbatas tidak akan mampu membuat gambaran tentang Dzat Allah yang sebenarnya. Apabila kita menghadapi suatu ayat/hadits yang menceritakan tentang (usaha) menyerupakan Allah dengan makhmakhluk. berbicara. sifat-sifatNya. pengertiannya". Ketika Imam Malik3) ditanyakan tentang maknanya Istiwa' Allah (bersema-yamNya) di atas ‘Arsy ? beliau lama tertunduk (bersema-yamNya) dan bahkan mengeluarkan keringat. Hanbal. Juga. karena ia memang berada di luar jangkauan akal. maka kita tidak boleh mencoba-coba membahas ayat-ayat /ha/hadits tersebut atau menta'wilkannya. pengertiannya". Itulah sikap yang dipegang oleh para sahabat. bagaimana Allah melihat. Imam Ibnul Qoyyim berkata2): "Para sahabat berbeda pendapat dalam beberapa "Para masalah. dzat Allah bukanlah materi yang bisa diukur atau dianalisa. Mereka tidak menta'wilkannya. Asy-Syaibani. mendengar. dan lain-lain. Kita hanya percaya dengan sifat-sifat Allah yang dikabarkanNya dikabarkanNya melalui al-wahyu. Sebab. perbuatanperbuatanperbuatan Allah. kamu tidak akan sanggup mengira-ngira tentang hakikatNya yang sebenarnya" . atau mahluk aneh yang bertangan bertangan sepuluh dan sebagainya. alhamdulillah. apapun. Tetapi. Setelah itu Imam Malik mengangkat kepala lalu berkata: "Persemayaman itu bukan sesuatu yang tidak diketahui. Padahal mereka itu adalah umat yang dijamin Padahal sempurna imannya.ia lebih baik kita serahkan kepada Allah. Inilah jalan yang ditempuh oleh imam Muhammadd bin Idris Asy-Syafi'iy. Ia tak dapat dianalogkan pada suatu bentuk materi dianalisa. Me-reka menetapkan apa sifat-sifatNya. Ahmad Asy-Syafi'iy. juga mereka tidak memalingkan menta'wilkannya. Sedangkan mengimaninya adalah wajib. bin Hanbal. tabi'in dan ulama salaf. pernah terlibat bertentangan paham satu sama lain dalam menghadapi masalah-masalah Asma’ Allah. mereka tidak imannya.kamu pikirkan tentang Dzat Allah itu sendiri. . kaifiyat (cara)nya bukanlah hal yang dapat dimengerti.

turunNya ke langit. Dengan menggaris bawahi bahwa sumber akidah hanyalah Al-Qur'an dan hadits-hadits mutawatir. seseperti Wihdatul Wujud (panteisme). Mereka telah mencoba menggunakan akal untuk memecahkan permasalahan yang pernah dialami oleh para pilosof pilosof Yunani terdahulu. membahas bergeraknya Allah. Pendapat-pendapat mereka (ahli ilmu kalam dan pilosof muslim) inilah yang telah meragukan umat terhadap beberapa hal yang berinilah berkaitan dengan masalah akidah. tetapi mereka tetap beriman kepada Islam dan tetap bertolak dari dalil-dalil syara'. Mereka tidak puas dengan cara berfikir demikian. 2) Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'im dalam kitab "Al-Hidayah". sifatnya marfu’. atau hubungan antara sifat dengan Dzat Allah dan lain-lain. dhoif tetapi isinya shahih. -------------------------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar" oleh Imam Syafi'i. dan keterbatasan ilmu Allah. misalnya. terutama ahli ilmu kalam (Mutakallimin). "Fathul Barri" dinamika Aqidah Islamiyah Islam adalah jalan hidup yang sempurna. Oleh karena itu. sanadnya "Al-Hidayah". 2) Lihat buku "I'laamul Muuraqqiin" jilid I. 3) Lihat kitab "Fathul Barri" Jilid XII. tanpa kembali kepada ketentuan Al-Wahyu. atau pembahasan bahwa iblis tidak akan kekal dalam neraka dan seterusnya. takdir (keputusanNya). Meskipum ulama khalaf menempuh jalan yang tidak sesuai de ngan apa yang telah ditentukan Al-Qur'an. bahkan berhasil pula menyesatkan kaitan dan mengeluarkan sebagian kaum Muslimin dari Islam. Mereka juga menggunakan pula dalil aqli yang ber-dasarkan menggunakan ilmu mantiq untuk. membahas diamNya. mereka lalu menta'wilkan Al-Wahyu yang termasuk dalam kategori mutasyabihat sesuai dengan kehendak akal dan i'tikad yang tujuannya untuk mensucikan Allah dan sifat-sifatNya secara tidak layak. Islam merupakan . Mulailah mereka melontarkan kembali masalah-masalah klasik. halaman 9l5. Berbeda halnya dengan jalan yang ditempuh oleh para pilosof dan kaum Muslimin yang memandang dan fisafat Yunani sebagai tolok ukur /titik tolak akidah. bisa diterima . Mereka tidak menjalani cara yang ditempuh oleh ulama salaf. Oleh karena itu akidah Islam perlu dijauhkan dari ilmu Mantiq atau filsafat agar tidak membahayakan akidah umat. keadilan Allah. halaman 55.Kerusakan akidah umat Islam akibat pilsafat Yunani Ini berbeda dengan sikap dan pendapat ulama khalaf (Ulama Mutakhirin).

sudah tidak lagi menarik. Apalagi cahaya aqidah tersebut telah meredup dari hati kaum muslimin. Bangkitnya semangat tersebut hanya dapat terwujud dengan membangkitkan aqidah Islam dan menancapkannya kembali dalam diri kaum muslimin. mau tidak mau aqidah kaum muslimin harus dibangkitkan. cenderung hidup hanya untuk Islam.Mereka telah men-jadikan kebutuhan materi sebagai satu-satunya nilai hidup yang dikejarkejar. ketidakberdayaan menghadapi hukum-hukum kufur yang berasal dari Barat. hidup dalam suasana ketakutan dan kepasrahan. Akibatnya. dan berjuang demi menyebarluaskan Islam -. rasa cinta kepada isteri-isteri dan anak-anak. Oleh karena itu untuk menyelesaikan seluruh problematika tersebut.yang tak pernah dilihat oleh mata manusia dan belum per-nah didengar oleh telinga -. Pan-dangan mereka tidak lagi mengarah ke langit tetapi telah terfokus kepada dunia. seraya dimantapkan dan dihidupkan kembali. Mereka mengalihkan perhatiannya kepada dunia dengan segala perhiasannya. Mereka juga telah kehilangan rasa rindu kepada surga.ke seluruh penjuru dunia. kekuasaan. Aqidah kaum muslimin saat ini sesungguhnya benar-benar telah kehilangan gambaran tentang hari kiamat. Agar kaum muslimin menyadari betapa pentingnya keterikatan dengan hukum syara'.sebagai satu risalah yang universal -. dan tidak mampu lagi menyalakan semangat untuk mengikat-kan diri dengan hukum syara'. maka harus dibangkitkan pada diri mereka semangat merealisasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengikatkan diri pada hukum syara'. mencita-citakan keridlaan Allah SWT sebagai nilai hidup yang tertinggi. termasuk dominasi negara adikuasa atas negeri-negeri mereka yang telah memperalat penguasa mereka dan merampas harta kekayaan mereka. keni'matan-keni'-matan surga yang abadi itu -.Manakala aqidah aqliyah pada diri mereka telah berfungsi . hingga mereka menerima berbagai kehinaan dan kenistaan. mulai dari lepasnya keterikatan terhadap hukum-hukum Islam. kaum muslimin tidak lagi menarik. Bahkan tidak lagi berpengaruh dalam kehidupan mereka. kedudukan. Hati mereka tidak lagi tergetar akan azab Allah atau merasa takut terhadap api neraka jahanam. serta sibuk mengejar kesenangan duniawi dengan melupakan Allah SWT. Bagi mereka. terutama harta. Kondisi aqidah yang lemah ini telah menyebabkan berbagai bencana terus menerus menimpa diri kaum muslimin saat ini. Rasa rindu untuk hidup di mengikatkan bawah naungan Islam sangat diperlukan. Demikian pula rasa takut terhadap azab Allah yang akan menimpa mereka apabila tidak menerapkan Islam dan tidak terikat dengan hukum-hukumnya. berikut keni'matan akhirat yang hakiki.pandangan hidup yang menentukan tingkah laku kaum muslimin dalam kehidupan sehari-hari.

namun sesungguhnya hal yang paling penting lagi ialah bahwa mereka sesungguhnya harus memahami bagaimana cara menjelaskan pentingnya keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan kesadaran umum di tengah-tengah umat terhadap pentingnya keterikatan dengan hukum-hukum syara' tersebut. Semua ini tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan menanamkan aqidah aqliyah. apabila semangat iman ini makin kuat maka semangat keterikatan itu akan semakin kuat pula. Dengan demikian kaum muslimin akan takut terhadap ancaman azab neraka manakala . memberikan gambaran detailnya. Kerinduan mereka terhadap syurga dan segala keni'ma-tan yang ada di dalamnya akhirnya akan mampu mengalahkan kecintaan mereka terhadap kesenangan duniawi. Sebaliknya. bukan berada di tangan makhluknya. Sebab mereka (kaum mus-limin) telah beriman bahwa rizki dan hidup berada di tangan Allah SWT semata.adalah mencurahkan tenaganya untuk menjelaskan betapa pentingnya nilai keterikatan terhadap hukumhukum syariat yang berhubungan dengan nilai-nilai dasar bagi kehidupan. Dari sini jelaslah bahwa lemahnya keterikatan terhadap hukum syara' dalam hubungan individu dan masyrakat merupakan akibat dari lemahnya semangat aqidah akliyah yang ada pada diri kaum muslimin. serta menancapkan ide-ide yang tercantum dalam Al Qur’an dalam tercantum jiwa kaum muslimin. apabila semangat iman itu makin lemah maka apabila keterikatannya pun akan menurun. Demikian pula harus dipahami bahwasanya meskipun tugas yang paling penting yang dibebankan pada pundak pengemban da'wah --yang berjuang untuk mengembali-kan pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT-. Ketakutan mereka terhadap azab jahanam juga akan mengatasi rasa takut mereka terhadap para penguasa kufur dengan segala ancaman serta kekejamannya. maka sungguh semangat mereka akan kembali bangkit. Sebab. keterikatan terhadap hukum syara' merupakan buah dari iman. Kaum muslimin akan melepaskan semua undang-undang thaghut (kufur) dan bahkan menumpas kepemimpinan penguasa mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya tanpa takut lagi akan rizki atau nyawanya sekalipun. Kaum muslimin akan kembali kepada Allah dan terikat pada syari’atNya. antara mereka dengan negara atau antara mereka dengan negara dan bangsa lain. Mereka akan disiplin dalam melaksanakan perintahperintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. juga berusaha mewujudkan kesadaran umum pada diri berusaha kaum muslimin terhadap nilai-nilai dasar kehidupan menyangkut hubungan antar individu masyarakat.kembali. Jadi. Karena sesungguhnya yang mendorong mendorong melaksana-kan syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya adalah hasil dari gambaran detail aqidah tersebut serta sejauh mana tertanamnya dalam jiwa umat.

Oleh karena itu. agar kita dapat membuahkan hasil dalam mem-bangkitkan dan menggerakkan umat.mereka menyim-pang dari syari’at Islam. bersabarlah kamu dan . di bawah naungan sistem khilafah Islam. bukan tanpa disengaja apabila Al Qur’an selama tiga belas tahun di Makkah selalu memfokuskan aqidah dan menanamkan ide-idenya. Oleh karena itu. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah beriman " (Ali Imran: 100) ‫يا أيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون‬ "Hai orang-orang yang beriman. Pada saat itulah akan nampak keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dalam perilaku individu perilaku maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat. ً ‫فسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما‬ "Maka demi Tuhanmu. Pada periode Madinah. Hal ini disebabkan karena aqidah memiliki kedudukan paling tinggi dalam mewujudkan semangat dalam diri orang-orang yang beriman untuk melaksanakan perintah dan menerapkan hukumnya. meskipun perhatian Al Qur’an terfokus pada penerapan hukum-hukum syariat. sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). dan mereka menerima dengan berikan. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. ‫يردوكم بعد إيمانكم كافرين‬ "Hai orang-orang yang beriman. maka mau tidak mau harus meneladani cara yang ditempuh Al Qur’an Al-Karim dalam hal ini. senantiasa membicarakan masalah aqidah dan ideidenya. ‫يا أيها الذين آمنوا إن تطيعوا فريقا ً من الذين أوتوا الكتاب‬ . juga agar mem-bangkitkan kita apat menghidupkan kembali seman-gat ddan kerinduan umat terhadap pelaksanaan hukum-hukum Islam. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Mereka akan mengharap surga yang penuh ni'mat pada saat mengikuti syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya. Berikut ini ditunjukkan beberapa ayyat sebagai contoh tentang cara Al Qur’an yang berkaitan dengan hal ini: ‫فل وربك ل يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم ل يجدوا في‬ . namun ayat-ayat yang diturunkan selalu mengingatkan kaum muslimin terhadap mengingatkan aqidah dan mengkaitkan hukum-hukum yang diturunkan tersebut diturunkan dengan iman. sehingga masya-rakat sudah terbiasa mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di siang maupun diturunkan malam hari.

pemecahan. Dari sinilah kaum muslimin bertolak untuk mengikatkan diri kepada hukum-hukum Allah. Semua ini dapat memalingkan mereka memalingkan kepada hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan kepada surganya serta menjauhkan dirinya dari azab neraka. Jadi. bertarung melawan ide-ide kufur yang bertarung sudah merajalela berikut para penguasa thaghut yang bertindak sebagai musuh-musuh Islam. semua ini menjadikan manusia mengalihkan pandangannya ke langit dari yang semula sibuk mencari kesenangan duniawi. Kaum muslimin akan siap melakukan perjuangan politik melawan setiap pemerintahan thaghut dan mau berjuang secara sungguh-sungguh untuk menumpas sistem pemerintahan kufur dan melepaskan diri dari dominasi mereka serta mengembalikan pelaksanaan hukum-hukum yang diturunkan diturunkan Allah SWT. hukum. diinginkan termasuk hal-hal yang indah dilihat mata. serta memberi dorongan untuk melaksanakan dan mengingatkan terhadap apa yang diinginkan diinginkan oleh ayat. memiliki sikap komitmen dan mengikatkan diri pada hukum-hukumnya. lalu kerinduan akan surga berikut keni'matannya yang kekal di dalamnya dari hal-hal yang diinginkan oleh setiap jiwa. pedihnya siksa neraka jahanam. perintah atau larangan sesung-guhnya selalu dikaitkan larangan dengan aqidah dan semangat iman. . istana-istana yang sangat indah berikut bidadari yang cantik-cantik dan gadis-gadis yang segar-segar. dan ratusan yang lainnya serta ratusan hadits yang mulia. takut terhadap azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat. pengaruh rasa takut terhadap Allah SWT. Demikianlah jalan yang digunakan oleh Al Qur’an ketika menjadikan masyarakat menerima aqidah. janganlah kamu saling memakan harta sesama-mu dengan jalan yang batil " (An Nisa: 29) ‫ل تجد قوما ً يؤمنون بالله واليوم الخر يوادون من حاد الله ورسوله‬ "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung " (Ali Imran: 200) ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل‬ "Hai orang-orang yang beriman. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya." RasulNya. ketika menjelaskan sesuatu ide." (Al Mujadilah: 22) Ayat-ayat seperti ini.

sistemnya. juga mengharuskan ia membatasi ibadahnya hanya kepada Allah semata. adalah tidak ada yang patut disembah kecuali Allah sebab lafadz ilaah menurut pengertian bahasa dan syara' adalah : yang patut disembah. pembalasan amal perbuatan manusia dan azab/siksaan. karena ia tidak beribadah kepada selain Allah. maupun yang menyangkut problematikanya. Ajaran mendasar ini merupakan suatu ajaran yang terpen-ting dan paling berpengaruh dibandingkan dengan yang lainnya. maka akan menjadikannya sangat berhati-hati dalam segala hal yang menjadikannya berkaitan dengan pengaturan urusan kehi-dupannya. adalah suatu keharusan untuk menghidupkan kembali aqidah Islam pada jiwa kaum muslimin. yang dimaksud dalam kalimat syahadat pertama. Oleh karena itu persaksian seorang muslim meng-haruskan ia untuk hanya beribadah kepada Allah saja. juga karena setiap sesuatu yang dituntut untuk ditaatinya selain Allah atau mengajak orang-orang mengikuti selain petunjuk yang berasal dari Allah. serta menafikan secara pasti penghambaan terhadap selain Allah. atau menjalankan hukum selain dari apa . laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). tidak kepada yang lain. Termasuk dalam pokok ajaran tersebut. sesungguhnya dia telah mengesakan Allah dalam penghambaan maupun dalam pensucian. dijanjikannya kehidupan yang abadi di akhirat di surga maupun di neraka. Dan tatkala seorang muslim bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. sehingga ia akan menolak untuk mentaati selain Allah. penciptaan jin dan manusia untuk suatu tujuan tertentu. melenyapkan kekuatan negara-negara kafir berikut perundangundangan dan sistemnya. Untuk membangkitkan semangat aqidah dibutuhkan penjelasan tentang mafhum / persepsi atau ajaran pokok dalam aqidah Islam.Oleh karena itu. Jadi kalimat laa ilaaha baik menurut ketentuan bahasa ataupun syara' artinya adalah la ma'buuda (tidak ada yang patut isembah). serta adanya kewajiban mengemban da'wah/risalah Islam dll. kemudian menanamkannya ke dalam jiwa individu kaum muslimin. agar dapat mendorong komitmen mereka dan terikat dengan hukum-hukum syari’at serta bersegera merubah keadaan mereka. Apabila seorang muslim telah memahami persepsi ini. Mafhum/ persepsi yang dimaksud di sini ialah mafhum 'ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah SWT) yang lahir dari mafhum uluhiyyah (ketuhanan). Karena kepentingan inilah para Nabi dan para Rasul diutus. Allah SWT berfirman: ‫وما خلقت الجن والنس إل ليعبدون‬ "(Dan) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu " (Adz Dzariyaat: 56) Jadi.

Melalaikan keterikatan terhadap hukum-hukum syara' adalah giliran yang pasti setelah melalaikan mafhum ketuhanan. semuanya termasuk dalam kategori termasuk thaghut yang harus ditentang dan diingkari. ketundukan dan (pembuatan pasrah terhadap segala yang diperintahkanNya atau yang diladilarangNya.yang diturunkan Allah. Jadi siapa saja yang ingin membuat hukum. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. bahkan diperang sampai lenyap dari permukaan bumi ini sehingga yang ada hanya syari’at Allah semata. Sebab keterikatan kepada hukum-hukum syara' adalah hasil yang pasti dari keimanan dilihat dari segi mafhum ketuhanan. Allah SWT berfirman: "Maka demi Tuhanmu. jarang dipikirkan atau karena pemahamannya telah berubah. sebagai akibat dari melupakannya. Allah SWT berfirman: ُ ُ ‫ألم تر الى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل اليك وما أنزل من قبلك‬ َ ُ ‫يريدون أن يتحاكموا الى الطاغوت وقد أ‬ ‫مروا أن يكفروا به ويريد‬ ِ . Dan setan diperintahkan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya " (An Nisaâ: 60) . segala sesuatu yang dilaksanakan dari selain syari’at/perintah Allah. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Oleh karena itu yang menunjukkan adanya 'ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah itu adalah terikat secara sungguhsungguh dengan hukum-hukum Allah. yang kaum muslimin diperintahkan untuk mengingkari-nya. yang juga merupakan buah/hasil dari penghambaan diri kepada Allah SWT. ً ‫الشيطان أن يضلهم ضلل ً بعيدا‬ "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan beriman kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Oleh karena itu. apapun kedudukannnya -. sesungguhnya merupakan ketundukan dan penyerahan diri untuk mau diatur dengan hukumhukum thaghut. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhada putusan yang kamu berikan.apakah dia sebagai penguasa maupun kedudukannnya aparatnya -. dan mereka menerima dengan sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). mengesakanNya dalam tasyri' (pembuatan hukum) juga dalam ketaatan.sesungguhnya ia merupakan thaghut yang ingin merupakan menjadikan dirinya sebagai Tuhan selain Allah.

"Wahai orang-orang yang beriman. MALAIKAT Dalil-Dalil Keimanan terhadap Malaikat Dalil iman kepada malaikat adalah berdasarkan dalil nakli. malaikat. serta mendorong kaum muslimin untuk terikat dengan hukum-hukum Allah.‫إتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا ً من دون الله‬ "Mereka (Bani Israil) telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah " (At Taubah: 31) Rasulullah telah menjelaskan arti ayat ini sebagai mana tercantum dalam haditsnya "Sesungguhnya mereka telah haditsnya "Sesungguhnya mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkannya lalu kaumnya mengikuti mereka. 3095) itu. hari kemudian. Jadi." (HR. kitab-kitab (Allah). Ali 'Imran 180). melaksanakan perintah-perintahNya. Yang menegakkan keadilan dan (disaksikan) oleh para malaikat dan ahli-ahli ilmu. dan nabinabi" (QS. "Bukanlah kebajikan (namanya hanya) dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat. baik di dunia maupun di akhirat. Tidak ada Ilah selain dia. dan melenyapkan setiap undang-undang dan penpenguasa thaghut. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS. Al-Baqarah 177). melainkan sesungguknya kebajikan adalah beiman kepada Allah. karena pada ruhiyah hakekatnya aqidah ini mampu memancarkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang sangat dibutuhkan manusia dalam mengatur kehidupannya. akal tidak pernah mampu menjangkau eksistensi malaikat. menjauhi laranganlarangan-Nya. Dalil syara' tentang adanya malaikat adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Tirmidzi no. maka itulah bentuk ibadah mereka kepada para pendeta dan rahib itu. di antaranya adalah firman Allah SWT: "Allah telah terangkan bahwasanya tidak ada Ilah selain Dia. Sebab. berimanlah (sungguh- . bukan sekedar aqidah ruhiyah semata." Sesungguhnya pengaruh mafhum ketuhanan pada diri kaum muslimin akan dapat mengembalikan posisi dan semangat aqidah Islam sebagai aqidah ruhiyyah (ritual) dan aqidah siyasiyyah (political).

Misalnya ada yang ditugaskan untuk mengatur peredaran matahari. karena ia berada di luar jangkauan panca indera dan akal manusia. merekalah yang mengatur alam semesta dengan idzin. dzat malaikat yang sebe narnya tidak mungkin dapat dijangkau akal. An-Nisaa' 136). Adapun asal kejadian mereka. kitab-kitabNya. mereka berada di langit dan di bumi dan saling berpindah tempat di antara keduanya. Malaikat dan Asal Usul Kejadiannya Malaikat diciptakan Allah sebelum diciptakannya jin. malaikat-malaikatNya. Ada pula yang ditugaskan untuk terbentuknya menjaga dan mengawasi setiap manusia. dan tugas-tugas lainnya. Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah2): Tugas-tugas itulah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Qayyim . Oleh karena itu tidak perlu heran jika iman kepada malaikat diletakkan pada peringkat pertama setelah iman kepada Allah. bertugas di jahanam dan jannah. manusia dan alam semesta. Ada pula yang ditugaskan untuk mencabut nyawa. serts kitab yang ALlah turunkan turunkan sebelumnya. kehendak dan perintahNya1). tanpa menerangkan bagaimana karakteristik (bentuk) cahaya (nur) tersebut. rasulrasulNya. dan hari kemudian. para malaikat adalah tentara Allah yang paling banyak dari malaikat segi kuantitas dan paling banyak dari segi tugas-tugasnya. Sebab. (Ketahuilah bahwa) siapa saja kafir terhadap Allah. Tugas-Tugas Malaikat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul telah menunjukkan berbagai tugas malaikat yang bekerja menuruti perintah dan siidzin Allah untuk mengatur apa yang ada di langit dan bumi serta apa yang ada dan terjadi di antara keduanya. Inilah tentara yang paling agung. mengatur terjadinya proses peredaran terbentuknya janin di dalam rahim. Tetapi wujudnya pasti. Jadi. sesungguhnya Al-Qur'an tidak menjelaskannya. yang menurut penjelasan Al-Qur'an. mengatur peredaran awan dan turunnya hujan. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Oleh karena itu. menghitung dan menulisi amal usaha manusia. bulan dan bintang. Hanyasanya ia dijelaskan dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Imam Muslim bahwa malaikat itu dijadikan dari cahaya (nur).sungguh) kepada Allah dan RasulNya dan (kepada) kitab sungguh) yang Dia turunkan kepada RasulNya.

terkadang tugas-tugas pengaturan seperti itu dikaitkan dikaitkan (tersangkut nyata) terhadap Allah. sedangkan para utusan (malaikat Kami) itu tidak (pernah) lengah" (QS. (kepadaNya)?" "Jadi. terkadang disebutkan Al-Qur'an bahwa Allahlah yang mematikan makhluknya. Al-An'aam 61). "Atau. Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. Allah SWT di dalam AlQur'an kadang menyebutkan bahwa pengaturan tersebut diserahkan kepada malaikat. Yunus 31). sedangkan malaikat mengatur alam ini hanya menmenjalankan atau melaksanakan perintah saja.Al-Jauziyah tentang tugas-tugas para malaikat. Allahlah pengatur alam ini dengan perintah (idzin) dan kehendakNya. katakanlah: 'Mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?" (QS. malaikat tersebut hanya bertugas mencabut nyawa atas perintah Allah SWT. Perhatikan FirFirman Allah SWT: "Sehingga bila datang kematian pada salah seorang di antaramu. Yunus 3). An-Nazi'aat 5). kemudian ia bersemayam di atas A'rasy untuk mengatur segala urusan" (QS. Maka. "Atau. Mereka (para malaikat itu) bekerja dengan seidzin dan atas perintah Allah SWT. antaramu. Ini sama halnya dengan menyebutkan malaikat yang mematikan. atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan. dan siapakah pendengaran yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Oleh karena itu. Beliau berkata: "Allah telah mewakilkan para malaikat untuk mengatur langit dan bumi. lalu utusan-utusan Kami mewafatkannya. "Juga perhatikan firmanNya yang lain: "Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi. seperti firmanNya: . seperti firmanNya: "Sesungguhnya Rabbmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. seperti FirmanNya: "Demi para malaikat yang mengatur urusan alam (ini)" (QS.

dan amnion) di dalam kandungan. Ash-Shaffat 1-3)3). Juga Ibnu Qayyim berkata: "Kitabullah dan sunnah menyebutkan jenis malaikat yang ditu gaskan mengatur urusan makhluk-makhluk yang diciptakan.. Tingkatan Tugas dan Wewenang di antara Malaikat Mengenai tingkatan tugas dan wewenangnya. Al-Mursalat 1-5. bahagia dan mengikuti mencatat manusia dalam setiap keadaan. . An-Naazi'at 1-5. Ibnu Qayyim lebih lanjut menjelaskan: jiwa ketika datang "Sesungguhnya para malaikat yang bertugas dengan idzin Allah untuk mengatur urusan manusia sejak terjadinya proses pembuahan di dalam kandungan. Jibril (Jibrail). Mereka yang (Chorion. alantoin. ajal. Beliau menyebutkan ayatayat Al-Qur'an mengenai hal ini (Baca QS."Allahlah yang mewafatkan kematiannya" (QS. Allah telah menugaskan sebagian malaikatNya untuk mengatur gununggunung (meletuskan atau memunculkannya).... dari pencampuran air mani dengan sel telur .." "Ada yang ditugaskan mengatur peredaran tata surya.. Merekalah yang ditugaskan untuk memproses dan ditugaskan mengembangkannya tahap demi tahap sampai kepada bentuk manusia yang sempurna. sampai matinya manusia." Jadi malaikat adalah tentara Allah yang paling agung.. sedangkan sebagian lainnya ada yang ditugaskan untuk membawa awan dan lainnya menurunkan hujan.. Mereka melindunginya sewaktu manusia hidup dan mencabut nyawanya serta menghantarkan nyawa itu kembali mencabut kepada Allah yang menciptakannya. amal. Dia sebagai utusan Allah kepada seluruh nabi dan rasul untuk menyampaikan Al-Wahyu dan petunjuk lainnya. Mereka jugalah yang menjaga ketika janin itu masih berada dalam tiga lapisan (Chorion. serta mencatat perkataan dan perperbuatannya. Al-Qur'an menye butkannya para malaikat tersebut sebagai berikut: 1. Adapula yang ditugaskan untuk mengatur semua proses yang terjadi di dalam rahim. sengsara. Az-Zumar 42). Malaikat ini adalah pimpinan umum dan sangat terkemuka di antara mereka. mencatat rezekinya.

Beginilah contoh kepatuhan para malaikat malaikat kepada Allah. Dengan sekejap mata. maka matilah siapa saja yang berada di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Tugasnya diterangkan dalan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi4) dengan sanad yang hasan: "Ketika Rasulullah bertanya kepada Jibril. Az-Zumar 68). punya kekuatan yang luar biasa. 3. .Malaikat ini sangat perkasa. ia dapat mengarungi angkasa yang mahamahaluas hingga "Sidratul Muntaha" (berada di langit ke tujuh) sampai kembali ke bumi ketika memimpin dan menuntun perjalanan isra' mi'raj nabi Muhammad saw. At-Takwir 19-21). Entah berapa juta tahun keadaannya seperti demikian.cw9 "Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Ia senantiasa meletakkan mulutnya pada tempat peniupan sangsangkakala. pemimpin yang bijaksana dan sangat dipercaya Allah SWT. seperti yang diceritakan dalam ayat Al-Qur'an: "Dan ditiuplah sangkakala. jemu atau sejenisnya. 2. sebagai tindakan berjaga kalau-kalau mendadak ada perintah dari Allah. Malaikat ini ditugaskan untuk meniup sangkakala (ashshur).. Ia juga mempunyai kedudukan yang kuat di sisi Allah dan mendapat tempat mulia di sana.cw9 SWT. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya" (QS. Isrofil. 4) Lihat buku "Syu'abul Iman" oleh Thabrani dan Baihaqi. apa tugas malaikat Mikail? Jibril menjawab:(Iaditugaskanuntuk malaikat mengatur) tumbuh-tumbuhan dan hujan". Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Malaikat ini dipatuhi oleh bawahannya. Mikail. bosan. Peniupan sangkakala itu sangkakala dilakukan dua kali. namun ia tetap setia kepada tugasnya. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. Inilah malaikat yang diserahi tugas mengatur pembagian rereki rereki semua mahluk di seluruh alam. yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki 'Arsy. yang mempunyai kekuatan. Ia sedikitpun sedikitpun tidak lelah..

As-Sajadah 11). Malaikat ini bertugas mencabut nyawa (roh) makhluk hidup (bila telah tiba ajalnya). Bila ia berniat melakukan yang baik. yaitu yang melanggar batas-batas ketentuan agama (syara'). seorang duduk di sebelah kanan dan yang perbuatannya. dan diutusNya kepadamu malaikatmalaikat penjaga. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu melainkan . Tugas ini telah ditegaskan dalan Al Qur'an: "Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu. dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya" (QS. Dua Macam Malaikat Penunggu Manusia (Raqib dan Atid). Inilah dua malaikat yang senantiasa setia mendampingi manusia manusia pada posisi kanan dan kiri. sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu. maka akan perbuatannya itu dicatat pada buku harian dan akan diangkat (dihapus) jika ia bertaubat dalam jangka waktu tersebut. ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami. bila ia tidak bertaubat. maka niatnya itu dihitung (dicatat) sebagai satu amal kebaikan.4. sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qur'an: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya. Keduanya bertugas menulis segala sesuatu yang dilakukan manusia. Sedangkan yang kiri menulis segala perbuatan buruk. Izrail. Dijelaskan pula bahwa malaikat ini mempunyai bawahan (pem(pembantu) yang setia. Al-An'aam 61). 5. walaupun belum terlaksana. Malaikat-malaikat tersebut dijelaskan tugasnya di dalam Al-Qur'an: tugasnya "(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. Juga apabila ia melakukan maksiat. selama sehari semalam. tidak terlambat sesaatpun. patuh dan ta'at kepadanya. Kemudian hanya kepada Rabbmu kamu pasti dikembalikan" (QS. lain duduk di sebelah kiri. Malaikat sebelah kanan menulis segala perbuatan baik.

dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu diperintahkanNya mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. ArRa'd 23). Qaaf 17-18). Malaikat-malaikat ini banyak jumlahnya dan tak perlu diceritakan panjang lebar. 7.hadir" (QS. Allah berfirman: "Dan tidak Kami jadikan penjaga jahanam itu melainkan dari malaikat. Malaikat-Malaikat di Jannah. Malaikat-Malaikat di Jahanam. 6. keras. "Sedang malaikat masuk ketempat-tempat mereka (ahli jannah) dari semua pintu (untuk melayani mereka)" (QS. Mereka disebut juga malaikat "Za"Zabaniyah". At-Tahrim 6). Jumlah dan Kekeliruan Manusia terhadap Wujud Malaikat Pada hakekatnya malaikat itu jumlahnya sangat banyak. Sikap mereka digambarkan dalam firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman. Allah sebagai perumpamaan?" membiarkan sesat orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk . Mereka bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan jannah. tidak ada yang mengetahui jumlahnya. Mereka bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan dan untuk jahanam. peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah keluargamu manusia dan batu (berhala). penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengapenyakit (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini dikehendaki sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah. Dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan menjadi cobaan bagi orang-orang melainkan kafir.

Iman kepada malaikat sangat berpengaruh besar dan dahsyat dalam diri manusia. bukan mereka. -----------------------------------------------------1) Kata-kata yang digarisbawahi adalah usaha untuk 2) menghindari kesalahfahaman dalam menafsirkan seolah-olah malaikatlah yang mengatur segala sesuatunya. Allah telah membantah pandangan mereka dengan tegas: "Malaikat-malaikat itu menjawab: 'Mahasuci Engkau. Apa mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? menyaksikan Kelak pasti dituliskan (bohongnya) kesaksian mereka dan mereka pasti dimintai pertanggungjawaban" (QS. . Kebanyakan dari mereka beriman kepada jin itu" (QS. Misalnya ditinjau dari segi hubungan mereka dengan manusia. mempunyai sikap dan sifat yang hormat dan mulia. yaitu bertindak sebagai pelaksana tugas dan memiliki kekuatan dahsyat. AlMuddatstsir 31). menyelamatkannya dari godaan syaithan. mencatat amal perbuatannya. 130-132. beribadah dan bertasbih serta senantiasa berdzikir kepada Allah. halaman 125-128. serta selalu bertasbih siang malam terus kemaksiatan. menghindarkan diri dari tergelincir ke menghindarkan jurang kemaksiatan. Lihat kitab "Ikhsyatullahfan min Masya'idil Asy-Syaithan" oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Engkaulah pelindung kami. tetapi para malaikat itu selalu patuh dan taat kepada Allah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka itu Ilah. Juga dari segi lain. Di antara sifat-sifat itu adalah mereka senantiasa patuh. Dalam ayat ini disebut bahwa mereka adalah tentara Allah. merekalah yang menolong dan melindunginya. Seluruh malaikat. takut dan taat kepada Allah. Mereka bukanlah anak-anak Allah atau gadis-gadis Allah seperti apa yang dipercayai oleh sebagaian bangsa Arab dahulu. memintakan ampunan pada Allah atas dosa-dosa manusia yang beriman. yaitu sejak manusia lahir sampai mati. takut kepadaNya. bahkan mereka telah menyembah jin.kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang dikehendaki-Nya. "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang hambahamba Allah Yang Mahapemurah itu dianggap perempuan. Azpertanggungjawaban" Zukhruf 19). Dan jahanan melainkan saqar itu tiada lain adalah peringatan bagi manusia" (QS. sifat-sifat malaikat yang dicontohkan manusia sebagai makhluk lemah. Al-Jauziyah. Saba' 41). Jilid II. menerus. tahu tentara Tuhanmu melainkan dia sendiri.

Adapun mengenai penjelasan dalil dalil tersebut. firman Allah SWT dalam bentuk lain. bagian "Macam-Macam Malaikat dan Tugasnya". hanya Al-Qur'anlah yang dipelihara oleh Allah SWT dan sekaligus berfungsi sebagai penghapus syariatsyariat nabi dan rasul sebelumnya. Hijr 9). Tidak demikian halnya dengan kitab-kitab samawi lainnya yang tidak bisa dibuktikan berasal dari Allah. dapat difikirkan dijangkau atau dibuktikan. kitab-kitab tersebut tidak mengandung mukjizat yang bisa dijangkau akal manu sia pada . Kami benar-benar memeliharanya" (QS. Kitab-kitab besar yang berasal dari firman Allah SWT seluruhnya seluruhnya berjumlah empat kitab suci. Isa As. yakni Al-Qur'an yang diturunkan diturunkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw. kepada Di antara kitab tersebut. dan Injil diturunkan kepada hamba Allah dan rasulNya. yaitu kitab-kitab (yang turun sebelumnya) dan sebagai standard terhadap kitab-kitab tersebut. putuskanlah perkara mereka menurut (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah dan diturunkan janganlah kamu mengikuti hawanafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah datang kepadamu" (QS. KITABULLAH Seorang muslim beriman dan percaya kepada semua yang dituditurunkan dan diwahyukan oleh Allah SWT. Dan sesungguhnya. Sementara itu. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. Alsesungguhnya. At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. membenarkan apa yang sebelumnya. Al-Qur'an adalah suatu kenyakenyataan yang bisa dijangkau panca-indra dan akal. Ali Usman.3) Lihat buku "Makhluk-Makhluk Halus Menurut Al-Qura'n" oleh HM. adalah misalnya apa yang diberikan Allah kepada nabi Ibrahim as. berupa kitab dan apa yang difirmankanNya kepada beberapa rasul berupa shuhuf (lembaran). Maka. yakni berupa lembaran-lembaran. maka Al-Qur'an adalah kitab yang berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Sebab. "Dan Kami telah turunkan Al-Qur'an dengan membawa kebenaran. Al-Maidah 48). halaman 38-49. Az-Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud As. Beriman kepada kitab-kitab Allah mempunyai sandaran yang berasal dari pemahaman dalil akli dan nakli.

Kedua hal ini telah menunjukkan suatu mukjizat yang amat menakjubkan dan besar. Al-Baqarah 285). ya Rabbi kami. baik yang diberitakan dalam Al-Qur'an maupun yang tidak diberitakan. (Mereka itu berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasulNya'. kepada Allah. malaikat-malaikatNya. seperti Firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman. Siapa saja yang kafir sebelumnya. demikian pula orang-orang yang kepadanya beriman." (QS. Al-Baqarah 177). Muhammad saw. malaikatmalaikat. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian. dan kepada Engkaulah tempat kami kembali" (QS. malaikat-malaikatNya. adalah berdasarkan bukti dari segi ketinggian bahasanya (Al-Qur'an) dan isi yang dikandungnya. melalui malikat Jibril as. yakni berdasarkan (ditunjukkan) oleh Al-Qur'an dan hadits rasul yang pasti.. (Dan mereka berdoa): 'Ampunilah kami. Rasulullah saw telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya untuk menandingi Al-Qur'an. Adapun dalil akli yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah diwahyukan Allah SWT kepada nabi dan rasulNya. hari kiamat. Bahkan untuk itu. beliau yakin bahwa kitab tersebut adalah sebagai satu-satunya mukjizat terbesar sekaligus bukti .. rasulrasulNya dan hari kiamat. Tetapi sesungguhnya kebaktian itu adalah beriman kepada Allah. kitab-kitab. Juga. terdahulu. "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Semua mereka telah beriman kepada Allah. "Kitab (Al-Qur'an) ini. serta kitab yang turunkan Allah telah turunkan sebelumnya. maka sesungguhnya orang tersebut telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Al-Baqarah 2). An-Nisaa' 136). Petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS.setiap masa. tidak ada keraguan padanya. kita wajib mempercayainya bahwa kitab-kitab tersebut pernah diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. Walaupun demikian. nabi-nabi . Sebab. kitab-kitabNya. tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada Kitab-kitab yang Allah telah turunkan kepada RasulNya. Dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami ta'ati'. Nabi yang membawanya tidak menjadikannya menjadikannya (Taurat atau Injil) sebagai bukti tentang kenabiannya. kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah dalil nakli.

berbicara (syair. Kami tahu bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkanmu. baik sebelum turunnya AlQur'an maupun sesudahnya. walaupun orang-orang Quraisy meminta bukti (mukjizat) selain Al-Qur'an itu. bahwa orang-orang Arab telah gagal meniru. Tetapi yang terjadi. Peristiwa itu diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ankabut 50-51: "Dan orang-orang kafir Makkah berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat (benda lainnya) diturunkan dari RabbNya?'. Katakanlah (Hai Muhammad): RabbNya?'. untuk meniru apalagi mengubah mengherankan. Juga hal itu tercatat dalam sejarah dakwah Islam bagaimana kekalahan mereka dihadapan Al-Qur'an. Karena itu. Al-An'aam 33). puisi dan lain-lainnya). dalam gaya bahasa Al-Qur'anpun mereka tidak mampu. dan bantahan apapun menjadi patah dihadapan tantangan tegasnya. Kehebatan Al-Qir'an dengan segala aspeknya telah menyebabkan mereka "tersungkur" mengakuinya. (tetapi janganlah bersedih) karena mereka sebenarnya bukan mendustakanmu. Ayat ini secara jelas menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat bagi Rasulullah saw. Setiap orang yang memiliki pengetahuan walaupun sedikit tentang bahasa dan sastra Arab dengan seluk beluknya. ternyata sungguh mengherankan. akan sebenarnya tetapi orang-orang dzalim itu telah mengingkari ayat-ayat Allah" (QS. yaitu mereka tidak mampu menelurkan satu perkataanpun yang senilai dengan Al-Qur'an. Tantangan tersebut telah menyebabkan mereka terdorong untuk mencoba berbicara atau membuat seperti Al-Qur'an. Kekalahan itu telah disepadisepakati oleh ahli sejarah secara meyakinkan. 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. akan menemukan bahwa Al-Qur'an merupakan bentuk ungkapan bahasa menemukan yang istimewa dan belum pernah ada orang-orang Arab yang istimewa mengungkapkan perkataan seperti itu. Dan sesungguhnya aku ini hanya seorang pemberi peringatan yang nyata" (QS.kenaabiannya sebagai utusan Allah. padahal mereka adalah orang-orang Arab yang terkenal fasih dibidang sastra. Beliau tidak perlu lagi sebagai memperlihatkan mukjizat lainnya. Kenyataan itu diabadikan dan dinyatakan . cukuplah sudah Al-Qur'an itu sebagai bukti tentang kenabian dan kebenaran dakwah Rasulullah saw. Tetapi. Al-Ankabut 50-51). sebagaimana tercantum dalam firmanNya: "Sesungguhnya. memang sudah sepatutnyalah mereka kalah dan mengakui kebenaran Muhammad saw. meskipun Al-Qur'an telah menantang mereka.

orang dengan mengatakan: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin . walaupun Muhammad saw adalah orang Arab. ucapan-ucapan dan karangankarangan yang tertulis manapun. Berdasarkan kepastian yang meyakinkan di atas bahwa kaum Quraisy dan bangsa Arab secara keseluruhan tidak mampu membuat satu ayatpun yang serupa dengan Al-Qur'an. Sebab. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. yakinlah kita bahwa Al-Qur'an terbukti berasal dari Allah dan ia merupakan kalamullah Yang Mahakuasa. bagaimana mungkin ia dikarang oleh Muhammad saw. bagaimana mungkin Al-Qur'an diciptakan oleh Muhammad. Lebih daripada itu. sedangkan Al-Qur'an mengandung khabar masa depan dan sains teknologi yang baru diungkapkan manusia pada abad ini? Juga. berbeda dengan isi pidato-pidato. Al-Qur'an merupakan mukjizat paling tinggi yang tidak bisa dipungkiri atau diselewengkan oleh siapapun. Keyakinan dan bukti seperti itu menyebabkan orang-orang tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah perkataan perkataan Muhammad saw. padahal ia nabi yang buta huruf (ummi). Al-Qur'an memiliki sajak yang berbeda dengan syair-syair yang ada. Yang penting kami kemukakan di sini adalah tentang AlQur'an. maka Rasulullahpun sama tidak mampunya dan sama-sama orang Arab juga.Al-Qur'an sendiri: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. Ia menantang semua manapun. Al-Israa' 88). sedangkan dia sering menunggu datangnya Al-Wahyu jika menghadapi suatu persoalan? datangnya Dalam masalah ini Imam Syafi'iy berkata1): "Mukjizat Nabi kita Muhammad saw itu amat banyak yang tak mungkin dapat dihimpun seluruhnya oleh buku ringkas ini. bila orang Arab sendiri tidak mampu menandingi Al-Qur'an. Pernyataan seperti ini kita temukan dalam firman Allah sendiri. Aldipungkiri Qur'an merupakan mukjizat yang paling besar di antara mukjizat mukjizat-mukjizat nabi Muhammad lainnya dan yang paling ampuh untuk menaklukkan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau.

Kitab suci yang jelas ini dan merupakan wahyu Allah. membina keluhuran budi dan menjelaskan prinsip hukum sosial dalam kemasyarakatan dan pemerintahan serta prinsip hukum perdata dan pidana. juga ibadah-ibadah lainnya. Kiranya sudah banyak diketahui bahwa Al-Qur'an menunjukkan aqidah yang benar.berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. atau dengan mengeluarkan harta dan menyerahkan jiwa. Dengan karunia Allah dan petunjuk Al-Qur'an. walaupun sebuah surat yang paling pendek sekalipun. Ia juga menjadi pandu bagi umat dan menjadi misi universal sebagai puncak mahkota keagungan. "Kemudian tantangan itu semakin tegas dengan mengatakan: "Maka. telah mampu mengadakan revolusi mental dan sosial serta mengubah pemikiran manusia selama empat belas abad. baik yang masih terbelakang . Padahal tantangan itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan menentangnya. Beliau dapat menyembuhkan. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. ternyata telah mampu mengangkat umat lain. Al-Israa' 88). sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. nabi Muhammad saw telah membangkitkan taraf pemikiran bangsa Arab yang tadinya tenggelam dan terpecah belah dalam fanatisme jahiliyah. Ia juga telah pemikiran mengubah wajah sejarah manusia dan membangun suatu umat yang lemah menjadi perkasa. datangkanlah satu surat saja yang serupa dengannya". saw". Dengan petunjuk itu. Tetapi hingga kini belum muncul satupun tandingannya. Padahal jumlah kaum kafir yang memusuhi Islam demikian banyaknya. sekalipun bahasa yang dipergunakan oleh AlQur'an adalah bahasa mereka. mendarah daging dalam kebodohan. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat dan kenabian Muhammad saw". buta huruf dan hidup dalam budaya berhala yang nista. menerangi mereka dari jalan sesat ke jalan lurus dan menyatupadukan barisan yang tadinya cerai berai. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam Al-Qur'an dan umat yang telah menerimanya sebagai ajaran kehidupan. ke arah penghidupan yang gilang gemilang. Ternyata mereka tidak sanggup menjawab tantangan tersebut. terwujudlah kesatuan umat di bawah undang-undang yang meletakkan hukum serta menegakkan keadilan di muka bumi ini. mempersatukan mereka dengan mengajarkan Al-Qur'an dan perkataan-perkataan yang penuh hikmah.

Akbar". seperti astronomi. berilmu dan juga tidak pernah belajar dari bangsa lain. . Semua itu secara jelas membuktikan bahwa Al-Qur'an absolut kebenarannya sebagai wahyu Allah. dahulunya masih banyak yang buta huruf. akhlak yang terpuji dan istikomah (berpegang teguh) terhadap ajaran Allah SWT. menjadi Bangsa Arab maupun Ajam (non Arab) yang tadinya hidup dalam kegelapan jahiliyah. 2) Lihat buku "Qur'an. Padahal kalau ditilik dari sejarahnya.maupun yang telah maju peradabannya. menunjukkan bermacam sejarah. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa khabar gembira kepada umat manusia tentang kenikmatan abadi yang telah Allah sediakan untuk mereka bila beriman kepada Allah dan RasulNya. Cukuplah bukti bahwa mukjizat Al-Qur'an telah mampu menyemenyebabkan orang menjadi beriman. Juga Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang dasar kehidupan mereka dan untuk mengajak manusia kepada kebenaran. Sebagian besar dari mereka telah tunduk dan mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab adalah suci (Al-Wahyu) yang bersumber dari Allah. menjadi bangsa beradab dan berkebudayaan jahiliyah. Injil dan ilmu-ilmu" oleh Moris Puk Nabi Dan Rasul Pengantar Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih di antara umat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusanNya kepada umat manusia untuk menyampaikan syariat agama Allah. Taurat. politik dan lain-lain. strategi perang. sebelumnya ------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar". antara lain dalam bentuk ibadah yang benar. yaitu agama yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Pengakuan akan kebenaran Al-Qur'an juga dicetuskan para cendikiawan barat dari berbagai disiplin ilmu. apalagi setelah terbukti di dalamnya terdapat banyak ayat yang membuktikan berbagai membuktikan berbagai penemuan baru pada abad mutakhir kini dan sebelumnya2). Tidaklah mengherankan bahwa kemajuan umat masa Tidaklah lampau disegala bidang ilmu dan budaya. dan meperingatkan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). serta memberikan teladan pada tingkah laku yang baik dan mulia bagi umat manusia. syariat. tidak sejarahnya. disebabkan karena AlQur'an telah menunjukkan bermacam ilmu. halaman 59-60. tinggi. Bangsa yang buta huruf telah menjadi bangsa yang berilmu dan mampu memimpin dunia.

Betul. bahwa nabi dan rasul. sedangkan nabi diperintahkan untuk menyampaikan syari'at rasul yang lain diperintahkan (rasul sebelumnya)1). kemudian jika ia diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu itu untuk manusia. Sayyidina Muhammad saw adalah nabi dan rasul. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat rasul-rasul sebelumnya". bukan rasul.. tetapi mempunyai pengertian yang berbeda dan berarti. Memang kebanyakan ulama berpendapat bahwa nabi atau rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dilaksanakan terutama untuk dirinya sendiri. maka ia disebut nabi.. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat berarti dan prinsipil. ia tidak diberikan syari'at yang baru. keduanya menerima wahyu dari Allah. Namun yang paling istimewa pada diri beliau adalah kenabian dan kerasulannya . Arti nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya sya riat rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu. Pendapat ini terasa ganjil terdengar. disampaikan Secara singkat dapatlah disebutkan bahwa rasul adalah orang yang disebutkan diperintahkan untuk menyampaikan syari'atnya sendiri. Apakah nabi hanya diutus Allah untuk melaksanakan agama Allah untuk dirinya sendiri. Sedangkan rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari'at baru untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri. maka ia disebut rasul.. mungkinkah seorang nabi tidak diberikan tugas kepadanya untuk menyammenyampaikan wahyu kepada umat manusia. Tetapi jika tidak diberikan tugas demikian. Sebab." (QS. maka dapatlah dikatakan bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul.. Al-Hajj 52). sebelumnya) Allah SWT berfirman : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak pula seorang nabi.Pengertian nabi dan rasul Walupun tugas nabi dan rasul adalah sama dari segi tugas pemyampaian wahyu. (menjalankan) Dengan batasan yang jelas ini. Sebab. Contoh untuk itu adalah nabi-nabi Bani Israil yang diutus dan bertugas di antara nabi Musa dan nabi Isa. Tetapi nabi Harun adalah nabi. Imam Baidlawi menafsirkan ayat itu sebagai berikut2): "Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari'at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya.

nama mereka dan di mana mereka bertugas. Semua nabi dan rasul sebelum Muhammad diutus Allah untuk suatu . dan jumlah rasul ada 315 orang. Mereka itulah yang wajib kita ketahui satu persatu. serta apa yang diberikan kepada nabinabi dari Rabbnya. dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124000 orang. Juga. Tetapi riwariwayat tersebut adalah bukan riwayat hadits muttawatir. seperti hadits ahad). siapa namaseluruhnya. wajib pula persatu. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa. Memang dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya. Seorang muslim tidak hanya wajib percaya kepada nabi Muhammad saw. Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberpa rasul sebelum kamu. malainkan ia juga wajib percaya kepada semua nabi dan rasul sebagaimana firman Allah SWT: "Katakanlah (kepada orang-orang Mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami. Ya'kub dan anak cucunya. Ismail. Al-Mukmin 78). Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (QS. Sebab. Karena itu tidaklah kuat untuk dijadikan pegangan dalam bidang akidah. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNy" (QS. kita tidak perlu mengetahui berapa jumlah mereka seluruhnya. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran Risalahnya Secara global (umum) kita diwajibkan Iman kepada para nabi dan rasul. Artinya kita wajib percaya bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi dan rasul sebelum Muhammad saw. Al-Baqarah 136).diutus untuk seluruh umat manusia. Ishak. kita percayai kenabian dan kerasulannya. kepadamu" Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah hanya memperkenalkan sebagian dari para nabi dan rasulNya. akidah tidak boleh berlandaskan dalil-dalil yang dzonny (yang belum pasti kebenarannya. Al-Qur'an hanya menerangkan (menceritakan) sebanyak 25 nabi dan rasul saja. Tetapi ia hendak harus berdasarkan dalil-dalil yang kath'y3). dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim.

Saba' 28). Allah menerima taubatnya. dihari kiamat. Tetapi kebanyakan manusia pemberi tidak (mau) mengetahui" (QS. Semua nabi dan rasul. pastilah tidak ada kekhawatiran atas mereka. Adapun kenabian Muhammad saw. (tetapi) tidak ada kebanggaan pada diriku. baik ia nabi Adam As atau nabi yang lain. Al-Baqaarah 3738). Allah SWT telah menegaskan sendiri dalam AlQur'an pada beberapa ayat dan surat. Tidak seorang nabipun. Kami Mahapenerima berfirman: 'Turunlah kamu dari Jannah itu. wilayah missi dakwah dari seorang nabi serta masa berlaku syari'atnyapun juga terbatas sampai datangnya rasul datangnya penggantinya. antara lain: "Dan Kami tidak mengutusmu melainkan bagi umat manusia seluruhnya. Maka. risalah dakwah mereka terbatas dan bersifat lokal. maka siapa saja yang mengikuti petunjukKu. Kemudian jika datang petunjukKu. Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia". nanti. Serta sabda Rasulullah saw: "Aku adalah penghulu anak Adam. Kenabian Adam as dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya: "Kamudian Adam menerima beberapa kalimat dari RabbNya. kekhawatiran dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. dapat dibuktikan dengan . Awal dari para nabi adalah Adam as dan akhir para nabi adalah Muhammad saw. mengetahui" Dan Rasulullah saw menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir ra: "Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukkan bagi kaumnya sendiri (khusus). Sesungguhnya Allah Mahapenerima taubat lagi Mahasayang. kecuali risalah dakwah nabi Muhammad saw yang bersifat universal. sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan ditanganku ada panji-panji pujian. Turmudzi). (tetapi) tidak ada kebanggaan di sini. Tentang keuniversalan risalah nabi Muhammad saw. Daerah atau tertentu. maka mereka berada di bawah panji-panjiku" (HR.bangsa tertentu (baik satu atau beberapa generasi dari suatu generasi bangsa tertentu) dan untuk suatu periode tertentu.

tetapi dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. tingkatan rasul lebih tinggi dari tingkatan nabi 4) 2. Hadits Mutawatir: a. ia berkata: Malik.mukjizat yang abadi. Di kalangan kalangan umat Islam sejak sahabat hingga kini. Al-Ahzab 40). 23). suatu mukjizat hanya diberikan Allah kepada para nabi dan rasul. yaitu Al-Qur'an. bahkan sampai akhir jaman nanti wajib mentaati konsensus bahwa nabi dan rasul penutup (akhir) adalah Muhammad saw. sehingga tidak lagi nabi dan rasul sesudahnya sampai kiamat. kita wajib percaya pula bahwa nabi Muhammad saw adalah "khatamunnabiyyin" (penutup para nabi). maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Allah SWT berfirman: "Dan jika kalian (tetap) meragukan Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad saw). Nabi Muhammad saw adalah Penutup Nabi dan Rasul Di samping kita percaya kepada kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Konsensus umat Islam mengenai hal ini adalah berdasarkan: 1. Dan adalah Allah Mahatahu segala sesuatu" (QS. Hal itu menjadi dalil yang yakin bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul. Hadits nabi mutawatir yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik. Karena itu tidak akan ada nabi sesudah nya. Sebab. "Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka. . terdiam tak mampu menandingi atau medatangkan satu surat saja semisal Al-Qur'an. yang telah membungkam orang-orang kafir. apalagi rasul. Dalam ayat ini jelas bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. sesudahku". tidak ada nabi dan rasul sesudahku". Sebab. jika kalian orang-orang yang benar" (QS. Firman Allah SWT: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Ia adalah Kalamullah. Al-Baqarah 23).

Selanjutnya Jamaluddin Muhammad Al-ANshari mengatakan: "Merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits mutawatir di atas.b. maka mereka telah sesat dan kafir. Khatim dan khatam adalah di antara nama (yang diberikan kepada) diberikan nabi Muhammad saw di dalam Al-Qur'an. "Khitam dari suatu kaum serta khatim dan khatamnya adalah penghabisan dari mereka. Dan Muhammad saw adalah khatim (penghabisan/akhir) dari segala nabi. untuk Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya. Oleh karena itu. Sebab. pengertian kalimat ini menurut bahasa Arab adalah "Nabi penghabisan (terakhir)". dan sayalah penutup para nabi". Jamaluddin Muhammad Al-Anshary5). diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang disiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Disebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad saw adalah 'khatimannabiyyin'. Pemahaman Pemahaman Qadiyani tentang kalimat "Khatamunnabiyyin" adalah cap (stempel) untuk nabi-nabi sebelumnya adalah sangat keliru. Dengan demikian anggapan Faham Qadiyani yang mengatakan bahwa sesudah Rasulullah saw masih ada nabi adalah jelas keliru (sesat) dan tidak Rasulullah berdasarkan pengertian bahasa Arab dan syara'. nabi". kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah Muhammad saw. (terakhir)". mengaguminya. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. seorang ahli bahasa Arab yang paling terkenal dengan kamus "Lisanul Arab" ia mengatakan bahwa kata "khatam" mempunyai arti yang sama dengan kata "khatim" dan "khitam". Ia menulis sebagai berikut: "khitam". tetapi bertanya: "Mengapa engkau belum memasang batu bertanya: bata itu?' Nabipun berkata: 'Sayalah batu bata (terakhir) itu. yakni penghabisan nabi (penutup) segala nabi". Ahmad Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Hurairah: Hurairah: "Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebelumku sebuah rumah. Dalam dua hadits di atas dijelaskan bahwa kenabian dan kerasulan itu telah terputus sama sekali. orang(-orang) yang mengklaim dirinya sebagai nabi maka orang itu telah sesat (menyimpang) dari akidah Islam yang jelas-jelas menegaskan bahwa nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dengan nash penutup .

yang kath'i tsubut dan kath'i dilalah". Lihat buku "Studi Islam" oleh Drs Masyfuk Zuhdi. 5) Lihat Jamaluddin Muhammad Al-Anshari dalam kamus "Lisanul Arab" Juz XV. jauh-jauh hari Rasulullah saw telah memberitakannya memberitakannya dalam sebuah hadits dan diriwayatkan oleh Bukhari. halaman 66. Halaman 55. halaman 390. Drs. Akbar". Akidah". lihat buku "Koreksi Total Terhadap Ahmadiyah". baca "Ahmadiyah dalam Persoalan" oleh Fawzy Sa'ied Thaha. Hamka Haq Al Badry. Orang ini mengklaim dirinya sebagai nabi sesudah Muhammad saw. jilid I. Cetakan Mesir. halaman 57. "Anwaruttandzim". Sejarah". Ahmadiyah". Lihat Tafsir Imam Baidlawi "Anwaruttandzim". Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" Juz V. halaman 470 dan buku "Studi Islam" Jilid I: "Bab Akidah". halaman 42. "Ilahmu adalah Ilah yang satu. Juz X. Semuanya Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah saw itu. Mengenai orang-orang yang mengklaim dirinya nabi sesu dah Muhammad. -----------------------------------------------------------1) 2) 3) 4) Lihat buku "Fiqhul Akbar". Jilid IV. bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat. oleh Masyfuk Zuhdi. oleh Abdullah Hasan Al-Hadar. adalah Mirza Ghulam Ahmad. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah". adalah mereka . Juga. 6) 7) Lihat kitab "Jami' Al-Ushul fie Ahadits fie Rasul" oleh Ibnu Atsir Al-Jasrir. Ia mengada-ada syariat baru dan menyatakan bahwa ia menerima wahyu serta mengarang kitab yang disebutnya sebagai wahyu Allah7). Muslim dan Ahmad dari Abi Hurairah6): "Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Maka. HARI KIAMAT Seorang muslim beriman dan percaya bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya. kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. dan buku "Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah". Untuk lebih jelas. 1300 Hijriyah.

serta bagaimana bentuk kehidupan sesudah sesudah mati itu? Dalil-dalil nakli yang menjelaskan tentang Hari Kiamat tersebut di antaranya adalah: "Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak dibangkitkan.S. maka Rasulullah menjawab: 'Hendaklah engkau beriman kepada Allah. Dasar pemahamannya adalah berdasarkan dalil nakli. para RasulNya. Hadits ketika jibril mengajarkan kepada Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khattab: "Ketika Jibril menanyakan kepada Rasulullah tentang iman. akal tidak mampu menemukannya dengan pasti berdasarkan usaha penginderaan terhadap sesuatu. Allah yang Mahakuasa akan membangmembangkitkan segenap makhluk ciptaanNya. Katakanlah. Tanpa adanya berita tentang Hari Kiamat dari Al-Wahyu. Iman kepada Hari Kiamat adalah iman kepada hari berbangkit. Oleh karena itu. juga apakah masih ada atau tidak kehidupan sesudah mati. 'Tidak demikian. Hal demikian adalah mudah bagi Allah" (Q. para malaikatNya. Dan hendaklah engkau beriman kepada Qadla-Qadar yang baik dan buruk (dari Allah)". pasti merasakan siksa yang pedih di dalam jahannam. Hari Kiamat adalah berdasarkan sesuatu yang tidak terjangkau panca indera manusia. An-Nahl 22). Sedangkan orang-orang yang maksiat kepada Allah. juga kepada Hari Kiamat. membangkithidupkan . At Taghaabun 7). maka manusia tidak mengetahui apakah ada atau tidak hari kebangkitan sesudah mati. kemudian Allah pasti menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati. Bukti-bukti adanya Hari Kiamat adalah berasal wahyu (ayatayat) Allah dan hadits rasul. Semua akan dikumpulkan untuk menghadap mahkamah pengadilan Allah yang Mahatinggi.S. Sebab.yang hatinya ingkar (akan keesaan Allah dan Hari Kiamat) sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang sombong" (Q. Pada saat dan hari itu. untuk apa ada hari kebangkitan itu. yaitu waktu berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam semesta yang fana ini. kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'. Orang yang taat dan shaleh. pasti menerima pahala kebahagiaan dalam kehidupan jannah yang penuh kenikmatan abadi. Setiap orang diperhitungkan amal perbuatannya. kalian benar-benar pasti dibangkitkan. Demi Tuhanku. kitab-kitabNya. bukan dalil akli.

Keterangan ini berdasarkan firman Allah: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. Ia katakan: 'Siapa pula yang sanggup menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh itu?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Ilah yang menciptakannya kali yang pertama. dan mengembalikan ruh sebagaimana pada jasad seperti sedia kala.tulang belulang yang telah hancur. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dijadikan sandarannya adalah surat Ibrahim 48. menurut takwilnya. Dan Dia Mahatahu tentang segala makhluk" (QS. nyawa seseorang nanti tidak kembali kepada badannya yang lama (di dunia) tetapi akan masuk kepada badan baru di akhirat2). ia berten tangan dengan nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang menjelaskan menjelaskan . dan Al-Waqi'ah 58-62. yang dibangkitkan dari kubur itu bukanlah badan manusia ketika ia ditinggalkan oleh nyawanya. Dengan kata lain menurut Maulana Muhammad Ali. mengembalikan jasad yang telah menjadi tanah sebagaimana asalnya. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Madjah dari Jabir ra: ra: "Setiap hamba akan dibangkitkan menurut keadaan ketika ia mati (di dunia)". Ketiga ayat pada surat. Menurut Maulana Muhammad Ali (seorang tokoh Ahmadiyah 1)). bahwa ia bukanlah bumi dan langit dunia yang dahulu. Menurut faham Ahlussunnah. melainkan badan baru dan berbeda sama sekali dengan yang terdahulu. Ia merujuk kepada keadaan langit dan bumi pada hari akhir nanti. tetapi serupa dengan bentuk terdahulu dalam kondisi yang berbeda pula dengan kondisi di dunia. akhirat Pendapat tersebut tidak dapat diterima. Sebab. Al-Israa' 99. Yasin 78-79). Keadaan Manusia Ketika Berbangkit Ada yang mempersoalkan kebangkitan manusia dari kubur. menunjukkan bahwa pada hari akhir bumi langit dan manusia diganti dengan yang lain. yang dihidupkan kembali (bangkit) dari kubur adalah badan (wadag) yang telah menjadi tanah (membusuk) ditinggalkan oleh nyawanya (roh) dahulu ketika (membusuk) manusia hidup di bumi. dan dia lupa kepada kejadiannya. apaapakah ia bersifat materi ataukah immateri (spiritual).

pada hadits nomor 39515). Tirmidzi. Begitu pula dasar yang diambilnya dalam surat Al-Isra'ayat 99: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allahlah pencipta langit dan bumi adalah kuasa (pula) pencipta menciptakan yang serupa dengan mereka. Sedangkan ayat-ayat yang dijadikan dasar bagi Maulana Muhammad Ali tidaklah dapat dijadikan dijadikan dasar yang benar. ayat ini bukanlah menjemenjelaskan penggantian bentuk badan manusia di akherat. terutama surat Ibrahim ayat 48: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit. dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke Hadirat Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa" (QS. Bagi Allah. tidaklah sukar menciptakan langit dan bumi yang baru. Setelah itu (tubuh rusak tersebut) diciptakan kembali (untuk selanjutnya menerima siksaan yang berulang-ulang" (HR. Al-Hakim dari Abi Hurairah. sampai-sampai itu menghancurkan tubuh bagian dalam mereka dan mengeluarkan segala organ bagian dalam. Seluruh ayat tersebut menunjukkan bahwa semua manusia berberkumpul di Padang Mahsyar dengan keadaan dan bentuk yang sama seperti ketika ia hidup di dunia. sedangkan manusia tidak berubah sama sekali. Ibrahim 48). apalagi manusia dalam bentuk terdahulu ketika ia mati. Al-Qur'an menyatakan hal tersebut. bukan badan lainnya. Al-Isra' 99). Dalam ayat tersebut tersebut hanya bumi dan langit saja yang berubah. Lihat "Kanzul Ummal". serta Sunnah Rasul: "Sesungguhnya (ahli jahanam) kepadanya akan ditumpahkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka. oleh Al-Burhan Furi. tetapi ayat tersebut menjelaskan kekuasaan Allah untuk menggantikan . dan (Dia) telah (pula) menetapkan waktu tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka. orang-orang yang dzalim itu tidak menghendaki selain kekafiran (belaka)" (QS. Ahmad. Al Kahfi 48.bahwa yang akan dibangkitkan dari alam kubur adalah nyawa manusia dari badan yang dahulunya hidup di dunia. Sedangkan dasar surat Al-Waqi'ah 58-62. dan An-Nisa 24. Ayat ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menunjukkan ada nya perubahan bentuk manusia pada Hari Kiamat. misalnya dalam surat Ibrahim 48-50.

Turunnya Nabi Isa as untuk meluruskan ajaran Nasrani (ajaran Trinitas. Penyalahgunaan jabatan. Munculnya Muhammad Al-Mahdi di bumi untuk menegakkan keadilan dan kekuasaan umat Islam. Namun tanda-tanda Hari Kiamat tersebut telah dikemukakan secara banyak dan rinci. Waktu Hari Kiamat Manusia selalu bertanya kapankah terjadinya Hari Kiamat. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di (huru-haranya langit dan di bumi. Kehancuran pemerintah Khilafah Islamiyah dan akan kembali jaya dan berkuasa Khilafah dikemudiann hari sehingga kaum Muslimin menguasai pusat kekuasaan Katholik Nasrani di Roma dan tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Perpecahan umat Islam /negerijabatan. Jumlah orang beriman sedisedikit. yakni . Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Munculnya Dajjal di tengah umat Islam untuk menyesatkan manusia. Firman Allah SWT: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'Bilakah terjadinya?Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan terjadinya?Katakanlah: tentang kiamat itu ada pada sisi Rabbku. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS. Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Zina dan minuman memabukkan serta kejahatankejahatan lain merajalela. kapan terjadinya. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu ada di sisi Allah'. Tanda-tanda Hari Kiamat Hadist-hadits Rasulullah saw yang bersumber pada wahyu Allah tidak pernah menerangkan dengan pasti kapan terjadinya Hari KiaKiamat.manusia di dunia (mengganti suatu bangsa yang melanggar perintah Allah dengan bangsa yang patuh terhadap perintah Allah). antara lain: Banyaknya mode pakaian telanjang. Peperangan antara umat Islam dengan Yahudi yang berakhir dengan kemenangan di fihak kaum muslimin. Al A'raaf 187). Perhiasan masjid yang berlebihan dan suara hiruk-pikuk lebih sering terdengar di Masjid. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. negeri Islam akibat fitnah oleh musuh-musuh Islam. Jawabannya: hanya Allah yang tahu dengan pasti dan tepat.

maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. Nasib Manusia pada Hari Kiamat Al-Qur'an menerangkan bahwa Hari Kiamat terjadi setelah ditiupnya sangkakala pertama oleh Malaikat Isrofil. semua makhluk binasa kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. kemudian beliau kawin lalu meninggal dan dikuburkan dekat makam Rasulullah saw. munculnya Daabbah (binatang ajaib) yang dapat berbicara kepada manusia untuk menunjukkan kepalsuan dan ketidakbenaran ajaran semua agama selain Islam. pada saat itulah pintu taubat tertutup. Matahari akan terbit dari arah barat dan itu terjadi setelah Nabi Isa wafat. maka matilah apa yang ada di langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. menegakkan kebenaran dan keadilan menegakkan berdasarkan syariat Islam. disertai munculnya api di daerah Yaman. membunuh Dajjal. sangkakala. sehingga orangorang berlari ke arah Syam dan di sini mereka mati setelah ditiup sangkakala. Orang-orang atheisme telah meragukan Hari Kiamat setelah tergambar dalam otaknya bagaimana kesulitan yang akan dihadapi Allah ketika akan menghitung amal perbuatan manusia yang begitu banyak. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (dua bangsa dari sebelah Timur) menyerang kaum muslimin bagaikan air bah. kemu dian Allah akan mengirimkan kabut tipis yang menyebabkan kematian seluruh kaum muslimin dan tinggallah orang-orang kafir (jahat). Sikap ini tumbuh karena mereka tidak berfikir bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi tanpa merasa lelah sedikitpun. Pada saat ini. tetapi peperangan itu akan berakhir dengan kehancuran tentara Ya'juj dan Ma'juj oleh Allah dengan kemenangan di fihak kaum Muslimin (ini terjadi pada masa Nabi Isa masih hidup). Pada saat itulah Kiamat yang sesungguhnya terjadi. Firman Allah SWT: "Dan ditiuplah sangkakala. Terjadi gempa bumi di Timur /Barat dan seluruh Jazirah Arab. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Az-Zumar 68). Firman Allah SWT: . menhancurkan salib-salib. Kemudian ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya agar semua makhluk berdiri dan menuju Padang Mahsyar untuk perhitungan amalnya. mengislamkan orang Nasrani.menuhankan Nabi Isa). serta memperingatkan orang-orang memperi yang tidak percaya dengan ayat-ayat Allah (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah).

tangan dan segala sifat jasmani dan rohani (hati). Allah mengampuni semua dosa manusia kecuali dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik (menyekutukan itu bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Siapa saja yang . Allah Mahatahu berapa jumlah tetes hujan yang jatuh ke bumi. Al-Isra' 14). Al-An'aam 59). dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan" (QS. kejahatannya dan keburukan yang pernah dikerjakan. Sebab. "Pada hari itu semua berita akan bercerita sendiri" (QS. Apakah adanya hisab menjadi sesuatu yang menyusahkan baginya. serta tidak satu lembar daunpun yang jatuh ke tanah melainkan diketahuiNya (QS. hidung. "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Dia).An-Nisaa'48). Allah SWT berfirman : "Bacalah kitabmu sendiri yang pada hari itu cukuplah menjadi saksi" (QS. seluruh manusia. Dia Yang Mahatahu. Dia tahu jumlah makhluk sebelum diciptakan sesuatu diciptakan. Mahakuasa dan Mahakaya. maka ia pasti diampuni dosa-dosaNya. kaki. telinga. para Rasul dan Nabi. Qaaf 38). Ia juga akan disaksikan oleh ayah-ibunya. "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sesungguhnya Allah dirinya membersihkan siapa saja yang dikehendakiNya dan mereka dikehendakiNya tidak dianiaya sedikitpun" (QS. Segala gerak yang dilakukan mamusia mulai dari mata."Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. Sedangkan manusia telah terbukti tidak sanggup menghitung tetes hujan yang turun ke bumi. Al-Zalzalah 4). neneknya dan kawan-kawannya. Pada hari hisab. tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. berapa jumlah butir pasir di sepanjang pantai dunia. misalnya untuk menghitung semua amal manusia ketika hidup. mulut. Sebab. Orang-orang yang beriman kepada Allah. sejak nabi Adam hingga makhluk terakhir. serta berapa jumlah bayi yang lahir ke dunia sejak dahulu sampai sekarang. segala sesuatu akan disaksikan oleh Allah SWT. para Malaikat. semuanya mendapat penilaian dari Allah dan akan dibalas. Semua jumlah bilangan yang banyak itu hanya Allah SWT saja yang sanggup menghitungnya. bina tang dan semua makhluk.

maka cukuplah dengan perkataan yang baik". membuka aurat di depan umum dan berteriak-teriak di jalanan. Mereka yang bekerja tidak benar ketika bergaul. diketahui Allah. maka mereka termasuk orang-orang berdosa. Kedzaliman antar manusia di dunia merupakan dosa yang tidak terhindarkan. Mereka yang mengetahui di kanan kirinya banyak orang miskin. sesuai dengan firman Allah SWT: "Dan tidaklah mereka tahu bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya? Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman" (QS. An-Nisaa' 116). Mereka yang berdosa besar maupun maupun kecil. mengukur dan menimbang secara curang. Adapun orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya. berbisik. Ketika itu tidak ada partai dan golongan. Az-Zumar 53). sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad. Semua hal kebangsaan. perbuatan Sesungguhnya Rabbmu Mahaluas ampunanNya. memperkosa. Namun. tersiksa dan memerlukan bantuan tetapi ia membiarkannya. maupun berdagang. hubungan antara majikan dengan buruh yang buruk. ia akan diadili dengan seadil-adilnya. . Dan jika tidak mendapatkannya. (Karena) (Karena) Dialah yang Mahatahu siapa yang bertaqwa" (QS. mencuri. kebangsaan. membunuh. Semua bentuk perbuatan itu pasti diadili. Mereka Mereka yang merampas harta orang lain. serta berbagai persoalan keluarga. "(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji selain kesalahan-kesalahan kecil. berpolitik. Dan Dia lebih mengetahui (keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. mengomel. Mereka tidak diampuni dosa-dosanya. Maka. berjual beli secara bathil. Betapa mudahnya seseorang terlepas dari api jahanam. menganiaya. maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya" (QS. An-Najm 32). janganlah kamu mengatakan dirimu suci.menyekutukan (sesuatu) dengan Allah. Bukhari dan Muslim dari Adiy: Bukhari Adiy: "Jauhkan dirimu dari api jahanam walaupun dengan bersedekah sebiji korma. kesukuan.

Tetapi akan berbeda terhadap orang-orang yang jumlah amal kebajikan seimbang dengan amal bejahatan. berhuberhutang tetapi tidak mau membayar. Mereka akan ditempatkan di suatu lokasi yang disebut Al-Araaf. ada batas (Al-A'raaf). penghuni Al-Araaf ini penghuni suatu waktu pasti dimasukkan Allah ke dalam jannah. padahal memasukinya. SeSedangkan orang-orang yang jumlah amal kebajikannnya lebih banyak daripada amal kejahatannya. bergunjing. serta 1001 macam persoalan kehidupan manusia. tidak dimasukkan ke dalam jannah atau jahanam. kata-kata yang keluar tanpa makna. mereka dapat menyaksikan bagaimana pedihnnya siksa jahanam dan bagaimana pula kenikmatan yang diperoleh oleh penghuni jannah. Dan (masuk dalamnya). tetapi mereka telah mencaci maki. tuduhan yang semena-mena tanpa bukti. "Dan di antara keduanya (penghuni jannah dan jahanam). sehingga semua perbuatannya itu menyebabkannya ia telah menghilangkan kebaikannya. maka mereka akan mendapat balasan kenikmatan di Hari Kiamat. maka mereka berkata: 'Ya Rabbi kami. apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni penghuni jahanam. semua pasti diadili dan mendapat hukuman Allah pada Kahri Kiamat. Mereka belum boleh memasukinya. Kenikmatan Jannah Kehidupan di dalam jannah adalah abadi. (QS Al Araaf dimasukkan 46-47). zakatnya. Namun. Dan (kenikmatan mereka berseru (kepada) warga jannah: 'Salaamun 'alaikum'. sampai batas waktu yang tidak disebut ditentukan. berjudi dan berzina. Orang-orang yang jumlah dosanya lebih banyak daripada amal kebajikannya. Dan di atas Al-A'raaf itu ada orangorang yang mengenal masing-masing kedua golongan itu dengan ciri-ciri (kenikmatan yang) mereka (peroleh). mengkritik dengan maksud buruk. maka mereka pasti disiksa dalam api jahanam. Rasulullah saw mendapat bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tarmidzi dari Abu Hurairah: Hurairah: "Tahukah engkau siapakah orang-orang miskin itu? Mereka adalah umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan shalat. janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang yang dzalim itu'" (QS Al-A'raaf 46-47).Segala caci maki. shaum. Dari tempat ini. Kemudian ia ditenggelamkan ke dalam jahanam". menuduh seseorang tanpa bukti. menyia-nyiakan waktu. menyakiti orang lain. penuh kesenangan . mereka ingin (sekali) segera (masuk ke dalamnya). maka mereka akan ditangguhkan.

Sementara itu. masa remaja yang tidak pernah pudar. para famili. terakhir itu" (QS Ar Raad 23-24). dan hati manusia tidak pernah menghayalkan sesuatu hal yang ada sebelumnya". Sementara mereka dari semua pintu. telinganya mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar sebelumnya. Itulah hari kekekalan" (QS Qaaf 34). Ia berpakaian yang tidak senang lepas. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah: Hurairah: "Siapa saja yang masuk jannah.dan kenikmatan. maka ia pasti merasakan senang dan tidak pernah putusasa. suami. Siksaan Jahanam Tentang siksaan terhadap orang kafir dan dzalim di dalam jahanam. Penghuni jannah akan bertemu dengan ayah. istri. alangkah baiknya tempat shabartum). istri dan anak cucu mereka. "(yaitu) jannah 'Adn. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak dilarang mengambilnya" (QS AlWaaqi'ah 32-33). matanya melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. (sambil mengucapkan): 'Sejahtera atas kalian seluruhnya karena kesabaran kalian' (Salaamun seluruhnya 'alaikum bimaa shabartum). peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah . Allah SWT berfirman: "Masukilah jannah itu dengan aman. tempat mukim mereka. bersama orang-orang shalih dari para bapak. yang dinyata kan Rasulullah saw sebagai bentuk yang Mahaindah. Pada waktu itu manusia akan melihat Rabbinya. dan para cucunya yang beramal shalih dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang beriman. "Dan buah-buahan yang banyak. para malaikat masuk ke tempat mereka. Tentang sifat-sifat jannah. Maka. Juga di dalam jannah berlimpah buah-buahan yang tidak putus-putusnya dan tidak pernah terhalang. Para malaikat akan masuk dari kegembiraan segala penjuru dengan menyampaikan salam.

keras. maka dirasakan pernyataan tersebut terbantah dengan memperhatikan firman Allah pernyataan SWT: "Ketika (itu) belenggu dan rantai dipasang di leher mereka.(tubuh) manusia dan bebatuan. Al-Mukmin menyala-nyala)" 71-72). maka kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam jahanam. lalu lelehan (emas dan perak) itu (dipakai) untuk membakar dahi. "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (tempat mereka) berada pada tingkatan yang paling bawah dari jahanam. An-Nisaa' 145). (Kemudian mereka dimasukkan) ke dalam air yang sangat panas. Siksaan di jahanam maupun kenikmatan di jannah merupakam akibat perbuatan manusia di dunia. Adzab Jahanam adalah Siksaan Fisik Kenikmatan Jannah adalah Kesenangan Sempurna Siksaan jahanam adalah abadi dan kekal. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS An-Nisaa' 56). Sedang kedudukan orang-orang munafik. Tentang pendapat bahwa kenikmatan maupun siksaan pada kedua tempat tersebut dirasakan manusia dalam bentuk roh. Allah SWT juga mengingatkan kepada manusia bahwa siksa jahanam amatlah pedih. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru) supaya mereka merasakan adzab. penjaganya para malaikat yang kasar. lalu mereka dibakar di dalam api (yang menyala-nyala)" (QS. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. mereka berada di kerak jahanam yang paling bawah. bukan secara roh. jahanam "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami. "Pada hari itu dipanaskan emas perak di dalam jahanam. seraya mereka diseret. (dan) tidak (pernah) membantah kepada Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka diperintahkanNya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS AtTahriim 6). lambung dan punggung mereka. Setiap kali kulit mereka hangus. Semua itu dirasakan secara fisik. Kepada mereka lambung .

Sesungguhnya jahanam itu api yang bergejolak. Bagaimana mungkin siksaan yang disebutkan pada ayat-ayat AlQur'an tersebut bentuknya adalah siksaan yang bersifat ruh. dan mutiara. Mereka masuk ke dalamnya. BahBahkan. rasakanlah sekarang (siksaan akibat rasakanlah dari) tabunganmu itu" (QS At-Taubah 35). kepuasaan dan adanya makhluk (hewan dan pengertian. tumbuhan) yang akan menemani kehidupan manusia di jannah. Maka. yang mengelupaskan kulit kepala" (QS Albergejolak. tidak buang ingus dan tidak kencing" (HR. ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulallah SAW berkata: "Seringan-ringannya siksa pada Hari Kiamat ialah orang yang padanya diletakkan dua bara api di bawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. Di dalamnya. serta pakaian mereka di sana adalah sutra" (QS Faathir 33). Dampak Iman Kepada Hari Kiamat Iman pada Hari Kiamat akan mampu mendorong setiap mukmin . Bukhari Muslim). Dari Nu'man bin Basyir ra. "Sekali-kali tidak. Allah SWT berfirman: "Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini" (QS AthThuur 22). "(Bagi mereka adalah) jannah 'adn. mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang yang terbuat dari emas. Padahal sesungguhnya itulah siksa seringan-ringannya" (HR. Pada saat itu ia merasa bahwa tidak seorangpun yang lebih berat siksaan yang seorangpun diterimanya dibandingkan dengan orang lain. patut pula diketahui bahwa kehidupan akhir tesebut mempunyai persamaan dengan kehidupan dunia. Rasulullah saw bersabda: "Ahli jannah makan dan minum di dalam jannah tetapi mereka tidak buang air besar.(dikatakan): 'Inilah harta benda yang engkau simpan untuk dirimu sendiri. yaitu adanya perasaan. Ma"aarij 15-16). pengertian. Muslim dari Jabir ra).

Hal itu akan berbeda terhadap orang-orang kafir. Karena itu iman kepada hari akhir mempunyai dampak positif bagi kehidupan seseorang. b. Senantiasa menjaga diri untuk selalu taat kepada Allah SWT dan senantiasa mengharapkan pahala pada Hari Kiamat. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang-orang mukmin akan diberikan catatan amal perbuatan mereka melalui tangan kanannya dari depan. Ia akan berusaha menjauhi segala laranganNya karena takut siksaan kelak di kemudian hari. juga pasti ia melihat (balasan)nya" (QS Al-Zalzalah 7-8). Allah SWT berfirman: "Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. maka pasti ia melihat (balasan)nya. Allah SWT berfirman: "Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada perbuatannya lehernya.untuk berfikir sebelum melakukan sebuah tindakan. sedangkan orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar akan menerimanya melalui tangan kanannya tetapi dari belakang. Setiap manusia akan menerimanya pada Hari Pembalasan itu. Allah SWT berfirman: "Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (amal perbuatan)nya dari sebelah kanannya. Maka. Dan kami berikan kepadanya pada Hari Kiamat sebuah kitab (catatan amal perbuatan) yang dijumpainya terbuka: 'Bacalah kitabmu. baik atau buruk sesuai dengan perbuatannya itu. maka dia . Sebab ia yakin bahwa semua amal perbuatannya akan dimintai pertangungjawabannya dan ia akan menerima balasannya. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab'" (QS Al-Israa' 13-14). dan siapapun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah. kesejahteraan) yang belum diperolehnya diperolehnya di dunia akan diterimanya di kemudian hari. yakni 3): a.Menghibur dan mendorong agar bershabar bagi mukmin bahwa kebahagian (kesenangan. Catatan Amal Perbuatan Manusia pada Hari Kiamat Iman kepada Hari Kiamat membawa konsekuensi yang logis untuk iman juga kepada adanya catatan amal perbuatan manusia. Mereka pasti menerima catatan amal perbuatannya melalui tangan kirinya.

Dan ia pasti masuk ke dalam api yang menyala-nyala (jahanam). Bagi mereka . Bagi kaum Muslimin. maka dia berkata: diberikan 'Wahai. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat bagiku. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Al-Haaqqah 19-37). iman kepada Hari Kiamat sesungguhnya akan berdampak kuat bagi setiap amal perbuatannya. tiada seorang temanpun baginya pada hari itu di sana. Juga. dan juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (Allah berfirman): 'Peganglah dia. "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Mahabesar. Penutup Demikianlah pokok pembahasan iman kepada Hari Kiamat. Orang-orang yang beriman kepada adanya Hari Pembalasan akan selalu ingat kepada setiap perbuatan yang akan dilakukannya. alangkah baiknya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Wahai. Bacalah kitabku (ini). orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam jannah yang tinggi. Sesungguhnya aku yakin bahwa aku pasti menemui hisab terhadap diriku'. dan tidak ada makanan sedikitpun (baginya) selain darah dan nanah. Masukan dia ke dalam lehernya. Maka. maka ia akan berteriak: 'Celaka aku!'. ia akan berfikir apakah perbuatannya telah sesuai dengan perintah Allah SWT.berkata: 'Ambilah. Sesungguhnya dia menyangka bahwa Sesungguhnya sekali-kali ia tidak kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian. Telah hilang kekuasaanku'. api jahanam yang menyala-nyala itu. Al-Insyiqaaq 10-15). Maka. lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Sebeliknya) yang benar adalah Rabbinya selalu Rabbinya melihatnya" (QS. ataukah perbuatannya justru telah melangggar laranganNya. Tidak ada yang memakannya selain orang-orang yang berdosa" (QS. dan aku tidak tahu apa hisab terhadap diriku. (Kepada mereka dikatakan): 'Makan dan minumlah dengan sesukamu sebagai balasan terhadap amal perbuatan yang telah engengkau kerjakan pada hari-hari yang lalu. belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala-galanya. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya. Pada setiap langkahnya. buah-buahannya dekat. (Sebab).

Ia lebih cocok dengan nama "Qadiyani" atau "Ghulamiyah". 1985 hal 89).yang iman.Baha'i . Muhammad saw.Ahmadiyah".Ahlussunnah Waljama'ah . terjemahan QADLA DAN QADAR . Perkembangan Pemikiran Islam: Khawarij .Mu'tazilah . Jakarta (CV.Murji'ah .281-283) 3) Lihat buku "Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah" oleh Muhammad Shahih AlUthaimin.Syi'ah . maka mereka pasti akan berlomba-lomba menjalankan semua perintah Allah berupa syariat yang telah diturunkan kepada RasulNya. Halaman 129. 1989. Pakistan 1950 Islam". Fachruddin. yaitu Syariat Islam. Fuad Mohd. (p. Uthaimin. Bina Ilmu. Sesungguh nya siksaan maupun kenikmatan yang diterima setiap manusia adalah akibat logis dari seluruh amal perbuatannya selama ia hidup di dunia. Hari Kiamat adalah suatu hari yang pasti datang. Yasaguna). ------------------------------------------------------------------ 1) Istilah "Ahmadiyah" tidak cocok untuk aliran agama ini. Lihat Dr. "Sejarah "Ghulamiyah". 2) Lihat Maulana Muhammad Ali dalam "The Religion of Islam". terjemahan Moeslim Abdul Ma'ani.

ada bagian (kitab) khusus yang membahas tenten1). Kaum Muslimin Muslimin mulai mengkaji filsafat Yunani. Ia pada awalnya hanya semacam kebutuhan untuk menjawab tantangan dari orang-orang Nasrani. Filsafat ini dipakai sebagai alat untuk berdebat dengan mereka setelah dari fihak Nasrani terlebih dahulu telah mempelajarinya untuk mempertahankan akidah mereka. misalnya. Kata qadla dan qadar hanya ditemukan terpisah-pisah 3). Ada golongan golongan .Pengantar Seorang Muslim wajib beriman dan percaya kepada qadla dan qadar. mereka telah menggunakan logika (manthik) sebagai sesuatu yang penting untuk menggunakan membantu mereka dalam berfikir. Misalnya. iman kepada takdir mempunyai sandaran nashnash Al-Qur'an yang pasti (kath'i) serta dijelaskan oleh Rasulullah saw yang diambil dari sunnahnya. Hal sama akan kita temukan pada shahih tang masalah takdir ini Muslim2). Ia muncul pada akhir abad pertama hijriyah (awal abad kedua hijriyah). Hal-hal baru mulai ditemukan. Menurut sebagian ulama ushuluddin. Kita hanya menemukan pembahasan masalah takdir (Al-Qadar). Asal Mula Munculnya Istilah Qadla dan Qadar Akhir abad kedua adalah masa-masa suburnya penaklukan yang dilakukan oleh khilafah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia. Berbeda dengan iman kepada qadla dan qadar. will). masalah ini telah dimasukkan ke dalam bagian dari rukum iman keenam. semisal filsafat (Yunani). Bahkan kalau kita mengkaji bukubuku hadits. berdialok maupun berdebat. Di dalam filsafat Yunani ternyata terdapat dua golongan besar yang mengartikan makna kebebasan bertindak ini 4). masalah ini telah mereka gabungkan dengan pembahasan masalah takdir. maka ia akan menemukan hal sama. Tidak adanya istilah gabungan qadla dan qadar di dalam AlQur'an dan hadits disebabkan memang masalah ini baru muncul pada masa tabi'in (setelah masa sahabat). Dalam shahih Bukhari. Di dalam Al-Qur'anpun tidak terdapat istilah qadla dan qadar yang digabungkan itu. seorang peneliti dan pengkaji hadits. Sebab. Ia bukanlah timbul dari nash-nash syara'. membantu Kaum Muslimin tergerak hatinya untuk mendalami filsafat Yunani untuk membantah masalah-masalah yang dilontarkan fihak Nasrani dalam bidang "kebebasan bertindak" (free will). Juga. Tetapi ia tidak akan menemukan pembahas an masalah qadla dan qadar. termasuk usaha-usaha menerjemahkan faham-faham di luar Islam. maka tidak akan ditemukan masalah ini. Sebab. Iman kepada takdir adalah sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim.

disebut "Fatalisme". Golongan ini dalam ucapan-ucapannya. kekuasaan (kudrat. Ketika itulah (akhir abad pertama atau memasuki abad kedua hijriyah) muncul permasalahan qadla dan qadar5). mengatakan manusia manusia mampu berusaha sendiri. Golongan ini mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak. Bahkan masalah ini juga telah lama menjadi pembahasan dari kalangan Zarasustra7). dan menentang faham ini. suatu faham yang mengartikan bahwa tidak ada "Stoaisma". Mereka menolak pengaturan untuk segala sesuatunya sesuai dengan takdir sesuatunya (Al-Qadar) maupun dalam ketetapan Allah 10). Masalah ini telah lama menjadi bahan pembahasan filosof Yunani. Dengan kata lain. Sebagai berusaha. senantiasa "Muktazilah" "Muktazilah" menyebutkan bahwa manusia bebas untuk melakukan sesuatu menyebutkan tindakan apapun tanpa terikat kehendak kepada Allah. Setelah tentara kaum Muslimin selesai melakukan berbagai penaklukan (di Asia dan Afrika). barulah mereka mempunyai waktu luang untuk berfikir. Ulama pada waktu bersikap keras. Kemunculan faham Qadariyah yang dikembangkan oleh Washil bin Atha' sesungguhnya tidak lain karena reaksi dari penyebaran faham jabariyah yang mempunyai pemahaman bertolak belakang dengan Qadariyah. freedom) untuk berbuat atau tidak . mengecam Qadariyah. Dengan tenang mereka mulai mengkaji berbaberbagai masalah baru yang timbul. Faham Qadariyah (Muktazilah) Kemunculan Berbagai Faham di dalam ajaran Islam sulit untuk dihindari ketika Islam telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia. karena golongan ini telah mengajak orang-orang lain untuk pasrah tanpa mau berusaha. Muktazilah berpendapat bahwa manu sia memiliki kehendak (iradlah)."Epikure". secara mutlak (serba boleh). kekuatan. Ia juga telah menjadi pemahaman dan dikutip oleh kalangan Nasrani dari sekte Surianis 6). Oleh karena itu. suatu faham yang mengartikan kebebasan tersebut "Epikure". power) dan kebebasan (huriyah. kebebasan (serba menyerah). Itulah sebabnya akhirnya golongan ini disebut dengan "Qadariyah" 8). jawaban atas golongan ini. dan ada golongan "Skeptisme atau "Stoaisma". Golongan terakhir ini akhirnya sering kebebasan disebut golongan "Fatalisme". Secara garis besar. kemunculan segolongan dari kaum Muslimin yang berpendapat bahwa manusia itu bebas berkehendak atau berkehendak terlepas dari takdir Allah SWT adalah salah satu akibat terlepas persinggungan Islam dengan budaya setempat. timbul reaksi yang menyebabkan munculnya golongan menyebabkan 9).

tentulah tugasnya hanya apa yang sanggup dikerjakannya. siksa terkait dengan iradlat dan kudrat. kekuasaan dan takdir Allah. (Ini tidak mungkin). ia bebas dari taklif syar'i. Karena itu. atau yang tidak sanggup shalat berdiri dapat melakukannya dengan duduk. ha nyut oleh fikiran melayang yang akhirnya jatuh ke jurang kesesatan. Karena itu. menurut faham ini. As-Sajadah 17). andaikan semua perbuatan manusia terjadi atas iradlat Ketiga. dusta. antara lain14): Pertama. maka ia tinggalkan. Manusia itu "mukhtar" (bebas kehendaknya "mukhtar" memilih dan menentukan). sedangkan gerak kedua adalah bukan atas kehendak sendiri. perbuatan manusia terdiri dari dua gerak. ikhtiariyah dan idlthiariyah. gerak pertama pada dua contoh di atas adalah atas kudrat (kehendak)nya sendiri. iradlat dan kudratNya. kerjakan. menentukan). Orang kafir diharamkan naik haji. Ayat-ayat Al-Qur'an yang menakwilkan sering dikutip adalah ayat-ayat yang menunjukkan bahwa manusia dikutip mendapat balasan atas perbuatannya. yaitu gerak Pertama. yakni (aneka nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan" (QS. jika tidak. tidaklah sama antara gerak memukul (sengaja) dengan tangan gemetar karena ketakutan. persatuan umat13) Golongan ini mengemukakan beberapa alasan. shaum. bahkan pemikiran ini telah mengganggu kesesatan. pelaksanaan hukum syar'i (taklif syar'i). mencuri dan seterusnya. perbuatan manusia 12). Iradlat dan kudratNya tidak turut campur dalam tinggalkan. atau ketakutan. mungkin). gerak naik ke puncak menara tidaklah sama dengan gerak orang yang jatuh dari puncak menara.berbuat serta terlepas dari kehendak. maka perbuatan-perbuatan seperti seperti shalat. Sebab. Ketiga. Orang yang tidak sanggup melaksanakan sebagian pekerjaannya. maka ia kerjakan. . Mahasuci Allah dari hal yang demikian. pahala dan Kedua. misalnya: "Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka. Untuk mendukung pendapat mereka. Orang yang tidak mempu nyai keduanya. Inilah faham indeterminasi (Qadariyah atau faham free will) dari filsafat Yunani yang merasuk ke pemikiran dunia Islam yang menyebabkan banyaknya orang yang terselewengkan. Golongan ini memandang bahwa manusia sesungguhnya menciptakan segala memandang perbuatannya dengan ikhtiar dan kudratnya sendiri serta berdasarkan kehendaknya sendiri. wajar dan adil apabila manusia harus bertanggungjawab atas semua perbuatannya 11). Jika ia mau. Kedua. Muktazilah gemar menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an 15). Itulah sebabnya mengapa orang gila tidak terbebani hukum. maka semua perbuatan tersebut dapat disandarkan disandarkan (baik buruknya) kepada Allah.

Manusia itu mandiri dan bertanggungjawab penuh setelah dewasa pada saat ia beriman dan melakukan rukun-rukun iman. maka Allah memberikan kudratNya secara penuh kepada manusia. makruh dan seterusnya 17). Sebab. maka buat apa ayat itu dinuzulkan 16). Semua itu harus dilakukan oleh manusia yang sadar. haram. Dan siapa saja yang ingin (kafir). Oleh karena itu. tetapi dengan kudratNya itu pula manusia bertanggungjawab terhadap setiap perbuatnnya. dewasa. Sebelum dewasa. sunnnah. menyekutukan Allah dalam kekuasaanNya. Pada posisi yang demikian. Dalam perkembangannya. menurut mereka. Alasan seperti ini. maka perbuatan manusia haruslah karena datang (berasal) dari manusia. Tetapi ada ujian bagi manusia dalam melakukan perintahNya: siapa yang patuh menghindar dari laranganperintahNya: laranganNya dan siapa pula manusia yang melakukan hal sebaliknya." (QS. kudratNya kepada keinginan untuk memilih dan otak untuk berfikir. kehidupannya ada perintah agama untuk melakukannya dan ada pula larangannya. maka mengapa ada balasan dari Allah atas perbuatan perbuatan manusia. Argumentasi seperti ini mereka ambil dari firman Allah: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Ayat tersebut mereka takwilkan sebagai isyarat kebebasan: mau percaya atau tidak.. Argumentasi mereka adalah kalau perbuatan manusia bukan atas kehendak manusia. Sebab. manusia dalam hal ini bukanlah robot (benda mati) yang tanpa daya. Ia mempunyai gerak dan kemampuan untuk menentukan kehidupannya di dunia ini. bukanlah menyamakan sifat manusia dengan sifat Allah.Mereka berdalih bahwa sekiranya perbuatan manusia itu berasal berasal dari Allah. ia tidak terbebani apa-apa bila bersabersalah ketika menggunakan akalnya. siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Oleh karena itu. bertanggungjawab serta serius. atau. Allah memberikan kudratNya kepada manusia untuk menentukan (terserah) apa yang ingin dilakukannya. biarlah ia kafir . Pada saat itu ia dibolehkan menggunakan akalnya untuk berfikir dan memanfamemanfaatkannya. AlKahfi 29). faham ini telah dirangkul erat-erat oleh ahli fikir Barat yang ingin menyesatkan kaum Muslimin dengan cara melepaskan mereka dari imannya seraya membawa ke dunia akal yang seluas samudera yang tidak berpantai.. Maka. Kepada mereka juga diutus para rasul sebagai contoh (teladan) dalam berbuat dalam bidang batas-batas wajib. Padahal Islam telah .

memulai risalahnya dengan penanaman iman dan beriman kepada enam rukun Islam yang dimulai dengan iman kepada Allah dan RasulNya. Inilah ikatan yang mengekang manusia dalam menggunakan akalnya, yaitu segala sesuatu telah diberikan batas, dari garis halal dan haramnya. Dengan cara ini, maka manusia tidak akan tergelincir ataupun menyingkir18).

Muktazilah adalah golongan yang bergerak dalam tiga fung si19): agama-filsafat-politik. Nama lain Muktazilah adalah Qadariyah, Qadariyah, Adliyah, atau menyebut dirinya "Ahlul Adli wat-Tauhid" (penganut faham keadilan dan keesaan Ilah). Nama ini muncul karena mereka karena memberikan hak bagi setiap orang untuk menerima atau mengabaikan eksistensi dari sifat-sifat Allah. Tidak ada paksaan dari Allah dan manusia memiliki kekuasaan (kudrat) untuk meletakmeletakkan pilihannya dalam hidup ini. Inilah keadilan itu, karena manusia manusia tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, bahkan manusia diberikan diberikan kebebasan. Mereka berpendapat bahwa akal diperlukan untuk mengetahui yang baik dan buruk sekalipun standard nilai tersebut ditentukan oleh syariatNya. Sebab menurut mereka, nilai tersebut timbul karena disebabkan ada sesuatu yang menyebabkan ia baik atau buruk. Pada saat itulah akal diperlukan untuk mengetahui mana yang baik dan mana pula yang buruk. Faham Jabariyah Faham ini sangat bertolak belakang dengan faham sebelumnya. Mengenai kemunculannya, ada yang berpendapat bahwa faham jabariyah muncul sebelum adanya Muktazilah20). Tetapi Imam jabariyah

Sa'duddin At-Taftazany berpendapat sebaliknya 21). Namun perbedaan ini tidaklah terlalu penting. Sebab, fokus masalah yang tidaklah ingin dibahas adalah bagaimana bentuk pemikiran yang muncul di sekitar masalah Qadla dan Qadar. Orang pertama yang memelopori faham "Jabariyah" adalah memelopori 22). Ia berkata bahwa manusia itu tidak Jahmu bin Sofwan manusia memiliki kekuasaan untuk memilih. Ia harus pasrah. Ia tidak kekuasaan mengerjakan sesuatu selain apa yang telah ditentukan, dan bahwa Allah telah menakdirkan amal perbuatan manusia yang harus menakdirkan dikerjakan. Juga Allah telah menciptakan amal perbuatan untuk manusia yang sama halnya dengan penciptaan terhadap bendabenda. Ia tidak ubahnya seperti air yang mengalir, angin yang berhembus, batu yang jatuh (tertarik gaya gravitasi). Keadaan (tertarik seperti tidak ada bedanya dengan perbuatan manusia yang semuanya telah diciptakan oleh Allah (berupa gerak dan (berupa perasaannya). Manusia melakukan sesuatu apapun sesuai dengan Manusia apa yang telah ditetapkan oleh Allah (ia hanya berfungsi sebagai ditetapkan

alat, tidak lebih dari itu). Sering kita menyebutkan pohon berbuah, air mengalir, mataha ri terbit, awan menurunkan hujan, tanah menumbuhkan tetanaman. Atau dikatakan pula bahwa seseorang (Muhammad, misalnya) menulis, hakim menjatuhkan vonis, si Anu taat tetapi di Ini melakukan maksiat. Semua keadaan dan perbuatan di atas masuk dalam pembahasan yang sama dengan sebelumnya, yaitu situasi pembahasan dan kondisi tersebut hanyalah sebatas obyek. Oleh karena itu, pahala dan siksa, amal perbuatan tidak lain adalah hasil dari paksaan. Allah telah menakdirkan terhadap diri seseorang suatu amal perbuatan, misalnya kebaikan, agar orang tersebut mendapat pahala, dan begitu juga kalau Allah telah menakdirkan seseorang begitu yang lain untuk melakukan amal perbuatan maksiat, maka orang tersebut telah ditakdirkan akan mendapat siksa. ditakdirkan Imam Sa'duddin At-Taftazany23) menyebutkan bahwa golongan ini berpendapat bahwa manusia sekali-kali tidak menguasai dirinya dalam setiap perbuatan, apakah baik atau jahat. Ia tidak bedanya dengan benda-benda beku yang tidak bernyawa di alam semesta ini. Manusia bukan subyek, melaikan hanya sebagai obyek (kehendak dari luar). Dengan kata lain, manusia dipaksa oleh kekuatan dari luar dirinya, yakni atas kehendak dan kekuasaan Allah. Ia tidak mempunyai kebebasan berkehendak (la hurriyyatul mempunyai iradlah, non-freewill) dan tidak memiliki kekuasaan untuk berbuat sesuatu".

Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah Mohammad Fuad Fachruddin 24) mengatakan bahwa kemunculan dua faham di atas, mendorong kalangan ulama Ahlussunnah, seperti Abul Hasan A-Asy'ari dan Mansur Alseperti 25) memberikan jawaban untuk membela akidah umat Maturidy Islam agar tidak tersesat oleh faham Muktazilah (Qadariyah) maupun oleh Jabariyah. Walaupun di kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah terbagi dua golongan, tetapi mereka sepakat bahwa manusia mempunya (diberi) kebebasan berkehendak, berkuasa dan berpengetahuan (knowledge), tetapi hanya sampai ujung tertentu (ada batasnya /dibatasi). Faham ini berpendapat bahwa pada diri manusia ada kehendak berbuat dan ada khasiat yang melahirkan berbuat perbuatan. Semua itu diciptakan Allah SWT tatkala seseorang diciptakan memulai melakukan suatu aktifitas26). Jadi ketika seseorang aktifitas berbuat maksiat atau perbuatan terpuji, maka ketika itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut. Kesimpulan itu diambil dari beberapa ayat Al-Qur'an, antara lain:

"Mereka itulah penghuni jannah. Mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Al-Ahqaf 14). "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari diusahakannya kejahatan) yang dikerjakannya" (QS. Al-Baqarah 286). dikerjakannya" "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Maka, siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Dan siapa saja yang ingin (kafir), biarlah ia kafir ..." (QS. AlKahfi 29). Dalam pembahasan ayat-ayat ini, faham ini memunculkan sifat Mahaadil (keadilan) Allah. Mereka mengangkat sifat ini seolah-olah ia dapat dijangkau oleh akal. Mereka mengkaitkan sifat Maha adil itu dengan dosa dan pahala, atau, siksa dan kenikmatan, yang erat kaitannya dengan perbuatan. Sebab, pembahasan qadla dan qadar yang sesungguhnya berasal dari filsafat (Yunani) tidak lain adalah apakah manusia bebas melakukan perbuatannya sendiri (bebas memilih) atau dipaksa27). Bagaimana Menyikapi Berbagai Faham Ini Demikianlah, ulama "terpecah" ke dalam tiga (3) golongan besar ketika mereka membahas amal perbuatan manusia yang dikaitkan dengan asas taklif, pahala dan siksa. Terjadinya dikaitkan golongan-golongan tersebut disebabkan karena (pertama) ulama (pertama) tersebut menakwilkan beberapa nash ayat Al-Qur'an tentang perbuatan manusia yang menurut mereka ada dan atas kekuasaan manusia manusia. (Kedua), juga ada nash dari ayat Al-Qur'an yang menurut (Kedua), mereka menunjukkan bahwa perbuatan manusia tergantung kepada kehendak Allah. Golongan pertama adalah dari kalangan Golongan Muktazilah, sedangkan golongan kedua adalah dari kalangan golongan Jabariyah. Namun ada golongan yang berada di tengah-tengah kedua golongan tersebut, yaitu dari kalangan Ahlussunnah 28). kalangan ------------------------------------------------------1) Lihat "Shahih Bukhari" pada hadits nomor 6594-6620. 2) Lihat "Shahih Muslim" pada hadits nomor 2643-2664.

3) Lihat"Indeks Al-Qur'an" oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, tentang Al-Qadar, Lihat"Indeks

Ahmad Amin. 7) Golongan penyembah api.halaman 536-537 dan tentang Al-Qadla halaman 546-547. "Al-Fishal fil Milal wal Nihal" Jilid III. 24) Opcit. 9) Opcit. 10) Opcit. Fuad Fachruddin. 17) Opcit. At-Taftazany. Hasbi AshShiddieqy.Bogor. golongan ini mempunyai kebiasaan berdebat.. 28) Lihat Imam Ibnu Hazm. 13) Lihat buku "Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam" oleh Mohd. . Fuad Fachruddin. 11) Lihat kitab "Al-Aqaid An-Nasyafiyah" oleh At-Taftazany. Selain itu. halaman 252-253. Mudhofir. Forum Silaturrahim Mantan Lembaga Dakwah Kampus (3 September 1989 di Kampus Universitas Ibnu Khaldun . Ahmad Amin. 20) Opcit. 16) Lihat buku "Teologi Islam" oleh Prof. muncul golongan "Asy'ariyah" dan "Maturidiyah". 6) Sekte Kristen ini tinggal di sekitar wilayah Suriah. Mohd. 18) Opcit. 4) Lihat "Ikhtisar Filsafat Barat" oleh A. 25) Dari nama ulama Ahlussunnah ini. 5) Lihat kitab "Fajrul Islam" oleh Ahmad Amin. Mohd. Ahmad Amin. Mereka percaya bahwa api adalah sumber yang menghidupi manusia. Muhammad Abbas Aula. "Maturidiyah". halaman 25 dan 85. halaman 51-164. 15) Opcit. Fuad Fachruddin. Sebagian orang menyebut mereka dengan golongan "Qadariyah". 19) Opcit. 12) Lihat buku "Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid /Kalam" oleh TM. Fuad Fachruddin. Mohd. Kamus "Teori dan Aliran dalam Filsafat" oleh Drs. halaman 115-126.. Fuad Fachruddin. "Ceramah dan Sari Ceramah Qadla dan Qadar" dalam 27) Opcit. 23) Opcit. juga sering disebut "Mutakalimin". 26) Muhammad Abbas Aula. halaman 158-174. Hanafi. (Theologische Dialektika). 14) Opcit. Mereka "Qadariyah". Hasbi Ash-Shiddieqy. Ahmad Amin. halaman 106. yaitu orang-orang yang mengutamakan "Mutakalimin". halaman 17.. TM. Mohd. halaman 46-47. 22) Golongan ini juga dikenal sebagai golongan "Jahmiyah" yang menisbahkan Jahmu bin Sofwan. 8) Opcit. At-Taftazany. debat dalam bidang agama (Theologische Dialektika). dan kitab "Tarikh Al-Falsafah Al-Yunaniyah" oleh Yusuf Karam. Harun Nasution. halaman 283-303. Mohd. Fuad Fachruddin. 21) Opcit. Dr.

Para Mutakalimin tidak memakai atau merujuk kepada pemahaman syara'. Tabi' Taaabi'in serta ulama khalaf. kebebasan dan pesta pora. Pada penelusuran yang lebih dalam lagi. Segala hal. Bahkan sesungguhnya. Ia telah ada sejak manusia lahir ke dunia dan mempertanyakan keberadaan dan fungsi hidupnya. tetapi justru senjata mereka kini balik memukul kaum Muslimin karena kekeliruan mereka memahami masalah ini seperti pemahaman yang diajarkan Rasulullah saw kepada para Sahabat. Di bawah ini akan diuraikan secara detil permasalahan tersebut agar kaum Muslimin benar-benar memahami seperti pemahaman salaf dan khalaf. manusia dan amal perbuatannya. masalah takdir adalah termasuk rukun Iman yang enam. Sebab. Seorang Muslim wajib percaya kepada takdir. makhluk. apakah benda. kehidupan manusia dan Tuhan. justru dipakai sebaagai senjata debat oleh para Mutakalimin dalam menghadapi dan menjawab pertanyaan yang muncul di seputar alam.TAQDIR Pengantar Masalah takdir sesungguhnya adalah suatu topik pembahasan yang umumnya telah usang. Para Mutakalimin memang berhasil memukul balik. baik di langit maupun bumi. Tidak ada suatu apapun. melainkan telah ditakdirkan (tercatat) pada sisi Allah SWT. Masalah ini menjadi ramai dibicarakan ketika kaum Muslimin diwakili para Ahli Ilmu Kalam (para Mutakalimin) sedang seru berdebat dengan filsafat Yunani. Inilah pengertian sederhana dari takdir yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW. maka sesungguhnya akan ditemukan suatu kesimpulan akhir bahwa takdir adalah catatan paripurna segala sesuatunya. Ciri khas filsafat Yunani yang lebih mementingkan logika dan rasio. apapun kejadian yang terjadi di alam penciptaan ini telah diketahui oleh Allah SWT jauh sebelum segala sesuatunya berlangsung di alam ini. Apakah Takdir Itu Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa semua kejadian di dunia ini telah diketahui oleh Allah SWT tuliskan di dalam Lauh Mahfudz (Kitab Induk dan sebagai gambaran luasnya Ilmu Allah SWT). Filsafat ini mulai merasuk ke dalam tubuh umat Islam sejak berlangsungnya penaklukan daerahdaerah pada abad kedua Hijriyah. semuanya telah tercatat di Lauh Mahfudz. Masuknya takdir ke . Tabi'in. Inilah penyebab mengapa kekeliruan itu sampai berlangsung sampai kini.

para Rasul-Nya. Dia telah mengetahui ukuran. Hari Kiamat dan percaya kepada takdir baik dan buruknya (dri Allah SWT). peraturan. Orang ini hidup di Basrah (Irak)." Seseorang yang tidak percaya kepada takdir. Qudrat (Kemampuan) dan Iradhat (kehendak) Allah SWT". Mereka mengatakan bahwa tidak ada takdir Allah SWT. Iman Suyuthi berkata 1) : "Kepercayaan yang dipegang oleh Ahlussunnah Waljama'ah adalah bahwa Allah telah menakdirkan segala sesuatu. . Pada masa periode Tabi'in telah muncul pernyataan dari seseorang yang bernama Ma'bad Al-Juhany. Nabi saw menjawab: "Iman itu adalah percaya kepada adanya Allah. Semua yang terjadi tanpa takdir dan tidak ilmu Allah tentang yang terjadi itu sebelumnya". Ia bertanya: Coba engkau ceritakan apa itu iman. Bahkan. kdi negeri kami ada orang-orang yang pandai mengkaji Al-Qur'an dan mendalam dalam keilmuannya. dijadikannya sesuatu itu sesuai dengan ilmuNya. maka imannya sumbing (cacat). Dua orang ini akhirnya bertemu dengan seorang sahabat. kitab-kitab suci-Nya. kondisi. Artinya. Bahkan. Yahya bin Ya'mar bertanya 2) : "Hai Abu Adirrahman. yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab. Cobalah simak firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya" (QS. Mereka ingin menanyakan hukum penolalan Ma'bad terhadap takdir. Pernyataan ini mendorong dua orang tabi'in. waktunya. jauh sebelum segala sesuatu itu terjadi. tidak ada suatu kejadian di langit dan bumi kecuali seluruhnyaaaaaaa muncul dari Ilmu. Ketika itu Jibril datang kepada Nabi saw untuk mengajarkan AlIslam. berangkat ke Tanah Suci untuk mencari salah seorang sahabat (di Makkah atau Madinah). Al-Qamar 49). para malaikat-Nya. yaitu Yahya bin Ya'mar dan Humaidi bin Abdirrahman. masalah takdir tercantum dalam nash-nash Al-Qur'an yang qath'i (jpasti dan diperintahkan) agar diimani. Sebab. Kemudian Allah mengadakan sesuatu yang telah ada dalam takdir-Nya bahwa sesuatu itu akan dijadikan. Olah karena itu. Dalam menafsirkan ayat ini. hal tersebut dapat menyebabkan seseorang keluar dari Islam (kafir).dalam masalah keimanan adalah berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khathab. Ia adalah orang pertama dalam sejarah Islam yang mengingkari adanya takdir.

janganlah dijenguk.Abdullah bin Umar menjawab pertanyaan itu : "Kalau kalian bertemu dengan orang tersebut. dan pekerjaan baik adalah ciptaan Alaah SWT. Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Jadi. Tidak ada takdir Allah terlebih dahulu. (Sebab) mereka itu adalah (sama dengan) golongan Dajjal. Tetapi Qadli 'Iyadl memberikan komentar bahwa pengingkaran itu telah dilakukan pertama kali oleh kaum Qadariyah. Imam Nawawi berkata 3) : "Nampaklah pada hadits tersebut bahwa Ibnu Umar telah mengkafirkan kaum Qadariyah yang tidak mau percaya kepada takdir. Rasulullah saw telah memberikan isyarat tentang hal ini dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Hudzaifah 4) : Bagi setiap umat akan muncul segolongan manusia yang berperilaku seperti Majusi. adalah ketentuan yang hak (benar) dari Allah SWT". Memang dalam agama Majusi. Dalam menafkirkan (mengkafirkan) orang-orang yang mengingkari adanya takdir. Orang-orang Majusi mengatakan bahwa tidak ada takdir. orang yang mempunyai i'tikad demikian memang kafir". Kemudian Abdullah bin Umar bersumpah bahwa andaikan orang-orang tersebut menafkahkan emasnya setinggi bukit Uhud. maka Allah SWT tidak akan menerima (pemberian)nya itu. yaitu menghubungkan perilaku mereka yang mirip dengan Dajjal. Mereka telah mengingkari ilmu Allah dengan seluruh kejadian yang berlangsung. Dan apabila . ada kepercayaan bahwa ada Tuhan yang menciptakan pekerjaan yang baik dan yang terang. kecuali kalau mereka percaya kepada takdir Allah SWT. Dalam mensyarahkan hadits tersebut. Kepercayaan semacam ini bantah dalam Al-Qur'an : "Di mana saja kamu berada. katakanlah kepadanya bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka lepas dari diriku". KH Siradjuddin Abbas 5) berkata : "Di antara kaum Qadariah ada yang mengatakan bahwa seluruh kejadian adalah ciptaan manusia. serta ada puls Tuhan yang menciptakan yang buruk dan gelap". Namun ada yang mengatakan bahwa seluruh pekerjaan yang buruk adalah ciptaan (berasal dari) manusia. Jika salah seorang di antara mereka ada yang meninggal. Memang pantas ketentuan tersebut. kematian akan menemuimu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. maka mereka berkata : 'Ini adalah dari sisi Allah'.

Menakdirkan sesuatu. dan "Kami Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan " (QS. pelajaran) sedikitpun?" (QS. panjang pendek umur manusia. Pengertian buruk dan baik itu adalah bahasa dan pengertian manusai. baik dan buruknya. Takdir dalam Pengertian Bahasa Takdir dalam pengertian bahasa mempunyai arti yang banyak. yaitu. Dai berkehendak apa saja yang disukaiNya sebagaimana firmannya: "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya" (QS. yaitu menyempitkan. 7. Al-Waqi'ah 60).merencanakan. Menakdirka sesuatu dengan menakdiran tertentu. 6. membesarkan atau mengagungkan sesuatu. Perhatikan firman Allah SWT: . "Kami telah menentukan kematian di antara kamu. 5. maka mereka berkata :'Ini (berasal) dari sisi kamu (Muhammad)'. Al-Hijr 21). Katakanlah (kepada mereka ): 'Semuanya (berasal) dari sisi Allah'. Alburuuj).mereka ditimpa suatu bencana. Al-Qur'an sendiri telah menggunakan kata Al-Qadar dengan beberapa arti. yaitu menentukan (menetapkan ) waktu untuk melaksanakannya. Menakdirkan dalam arti: menghitung. tetapi bagi Allah SWT sama saja nilainya. Menakdirkan sesuatu. maka kata Al-Qadar mempunyai banyak arti. 2. Menakdirkan sesuatu sebagai batas terakhir. mengkondisikan sesuatu pada situasi tetentu). seperti besar kecil. mengapakah orang-orang (munafik) itu tidak pernah mau memahami pembicaraan (nasehat. yakni: 1. 3. 8. 4. Dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu" (QS. Maka. Menakdirkan sesuatu. antara lain diartikan sebagai "ketentuan untuk menentukan". Arti lainnya adalah "menjadikan" (bulan beredar pada garis edarnya. Perhatikan firman Allah SWT. seluruhnya dari Allah. Diartikan juga 'membagi'. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan tiada sesuatupun melainkan pada sisi Kami ada khazanahnya. An-Nisaa' 78). yaitu: mengukur dan menjadikannya sesuai dengan ukuran tertentu atau menyamakannya dengan sesuatu. Kini telah jelaaas bagi kita bahwa takdir itu. Menakdirkan sesuatu dengan sesuatu. Menakdirkan sesuatu untuk memutuskan dan menetapkan. Berdasarkan hal di atas.

Sedangkan amal perbuatan manusia walaupun Allah telah mengetahui secara rinci segala sesuatunya. bertemulah seluruh air itu untuk suatu urusan yang telah ditetapkan "(QS. dan seterusnya)."Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah"Dan manzilahnya senhingga (ketika sampai ke manzilah terakhir. Dia juga mengetahui ketetapan nasib seseorang di dunia dan di akhirat (apakah ia berbahagia ataukah celaka. Maka. termasuk sesuatu yang disembunyikan di dalam hati atau suatu rencana sebelum ia . "Yang kepunyaanNya kerajaan langit dan bumi. juga Dia telah menetapkannya sesuai dengan ilmuNya yang azali dan pasti (tidak berubah). Artinya Allah telah mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia sebelum ia diciptakan. Kata Al-Qadar dalam Al-Qur'an juga diartikan "ketetapan nasib " sesuai dengan ilmu Allah yang pasti terjadi (seperti membinasakan kaum pembangkang : Nabi Nuh dengan banjir besar. Dan Dia "Yang tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagiNya dalam (wilayah) kekuasaanNYa. apakah ia akan kaya atau miskin. Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya serapirapinya' (QS. apakah ia nikah dan punya anak atau tidak. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. Masih banyak lagi arti secara bahasa yang diberikan Al-Qur'an untuk Al-Qadar. Nasib manusia di samping telah diketahui Allah. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama orang-orang kafir lainnya)" (QS. Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya dari tertubur hidup-hidup ketika bumi dibalik). Tetapi iman kepada takdir tidak dapat dikaitkan dengan pengertian bahasa yang diambil pengertiannya dari ayat Al-Qur'an tersebut. ataukah tercapai citacitanya atau gagal. Al-Hijr 60). termasuk pula apakah ia pada hari akhirat akan dapat selamat masuk jannah atau celaka ataukah binasa dan masuk jahanam. Al-Qamar 12). kecuali terhadap ayat-ayat yang menggunakan kata AlQadar dengan makna yang diwajibkan Allah agar kaum Muslimin beriman kepadaNya. "Kecuali isterinya. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair. dan berapa jumlah dan jenis kelamin anaknya. misalnya ayat-ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah terhadap segala sesuatu yang diciptakannya termasuk amal usaha manusia yang bersifat memilih dan menentukan. apakah ia hidup dengan umur panjang atau singkat. ia) kembali menjadi tandan yang tua" (QS. Yaasiin 39). Al-Furqon 2).

Tetapi amal perbutatan dan beban hukum yang telah ditentukan syara' kepada manusia wajib untuk dikerjakan. apa gunanya kita beramal? Apakah tidak lebih baik kita tawakal saja? (kepada takdir)'. maka dimudahkan baginya untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut pula". setiap orang akan dimudahkan Allah jalan yang telah ditentukan baginya'. Sebab. ya Rasulullah. maka Kami kelak menyiapkan baginya jalan yang mudah. dan Dia juga telah tahu akibat perbuatan yang dilakukan manusia itu. janganlah kita mencampuradukkan antara iman kepada takdir itu dengan amal perbuatan. Oleh karena itu walaupun kita beriman kepada takdir (ilmu) Allah itu. Tetapi bagi yang telah ditakdirkan celaka. Setiap orang akan dimudahkan baginya tentang apa yang telah ditentukan baginya tanpa manusia mampu memilih jalan lain. Kemudian Nabi saw mengangkat kepala dan berkata : 'Setiap kalian yang bernyawa sudah ditetapkan tempatnya di jannah dan di jahanam'. Kemudian dengan kayu itu beliau menggores-gores (tanah). Para sahabat (terkejut. tetapi sifat Mahatahu Allah yang termaktub di dalam ilmu Allah yang mulian itu adalah kekhususan Allah yang tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Beliau lalu menjawab : 'Jangan! Tetaplah beramal. sehingga . Siapa saja yang ditakdirkan berbahagia.-Lail 5-10). Rasulullah saw telah melarang para sahabat untuk mencampuradukkan antara pemahaman takdir dengan amal yang menyebabkan manusia tidak mau berusaha. Mereka mengartikan ada segolongan manusia yang telah ditakdirkan celaka atau bahagia. Telah diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Ali bin Abi Thalib 5) : "Rasulullah saw suatu hari duduk-duduk (bersama-sama para sahabatnya). maka ia dimudahkan untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut. maka kelak Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS> A. Dan adapun orang-orang yang bbakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik. lalu) bertanya : 'Kalau begitu. Dalam riwayat hadits tersebut para sahabat telah salah faham sehingga terjadi pencampuradukan antara iman kepada takdir dengan amal perbuatan.melakukan atau mengambil keputusan. Di tangan beliau ada sepotong kayu. Kemudian Nabi saw membaca surat AlLail : 'Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Dalam memahami hadits ini Imam Nawawi berkata 6) : "Bahwa hadits tersebut menunjukkan adanya larangn untuk meninggalkan amal perbuatan atau bertawakal saja terhadap takdir yang telah ditentukan.

Ada di antara kalian mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan masuk ke dalam golongan yang berbahagia (Ahlul Jannah). Takdir dengan pengertian ketetapan terhadap sesuatu sesudah terjadi peristiwa atau setelah menciptakan suatu cipt ciptaan. maka dimudahkan baginya kepada jalan yang sesat itu. maka Allah SWT memudahkannya orang tersebut. maka baginya dimudahkan jalan tersebut dengan mendapatkan taufik dan pertolongan Allah SWT agar mereka selalu mengikuti jalan yang benar itu. Takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali terhadap segala sesuatu sebelum sesuatu itu diciptakan. Takdir dalam Pengertian Syara' Qadar atau takdir dalam pengertian syara' terbagi atas emapt pengertian yang berurutan. 5. Berbeda dengan orang-orang kikir yang tidak mau menafkan hartanya di jalan Allah SWT. yaitu 6) : 1. dengan menjelaskan : "Kalian itu telah diciptakan oleh Allah SWT untuk berusaha. 4. Tetapi orang tersebut lebih senang memilih jalan celaka. juga tidak percaya adanya jannah pada Hari Kiamat. Takdir dalam pengertian ketetapan (masyi'ah dan iradlah) dalam menetapkan sesuatu sebelum diciptakan (iradlah). Takdir yang ditetapkan secara periodik. Allah SWT memudahkan jalan tersebut. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW telah mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT Surat Al-Lail ayat 5-10 yang menunjukkan bahwa : "Orang yang menafkahkan uangnya di jalan Allah SWT tanpa berhitung untung rugi. tidak beriman dan beribadah kepada Allah SWT.mereka berkata : "Apakah tidak lebih baik kami bertawakal saja kepada takdir (seperti yang tercantum dalam Lauh Mahfudz / telah diketahui Allah?" Tetapi Rasulullah saw menjelaskan kesalahfahaman itu seraya melarang mereka bertawakal (secara sempit) dan memerintahkan agar mereka selalu berusaha. Tetapi ada orang yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Kiamat. Takdir dalam pengertian ketetapan di Lauh Mahfudz. kemaksiatan. dan orang bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan dan menegakkan syariatNya di bumi ini serta percaya kepada adanya balasan jannah (sebagai tempat mukum bagi orang-orang mukmin). Semua kemaksiatan itu tidak ada paksaan atau dipengaruhi Allah SWT untuk menyesatkan mereka. . Allah SWT memberikan kebebasan berkehendak. 2. memilih dan memutuskan sesuatu. misalnya dengan berbuat kefasikan. bahkan Allah SWT menambahkan kesesatan mereka sebagai balasan yang adil. 3. Sebab. mereka telah memilih jalan kekufuran dan kesesatan itu".

Tiada suatu apapun yang tesembunyi baginya. Ilmu Allah SWT yang Azali Ilmu Allah SWT yang azali ini telah dijelaskan (disampaikan) oleh para rasul dan nabi Allah SWT sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW. diartikan sebagai papan tulis yang terpelihara dan tercatat di dalamnya segala ketetapan dan ketentuan. Ketika itu Arsy Allah SWT ada di atas air" 8) PENUTUP AQIDAH ISLAMIYAH Demikianlah lima pokok keimanan (Arkanul Iman) yang wajib (Arkanul Iman) diimani oleh setiap muslim. tetapi mereka mengambil pengertiannya dari makna implisit. pendapat pertama tersebut diperkuat oleh hadits shahih. Qaaf 29). yaitu iman kepada Allah SWT. sesungguhnya menunjukkan tentang ilmu Allah yang telah ditetapkan. para . maka pendapat pertamalah yang lebih kuat. Sebab. Na'udzubillahimindzalika. yaitu papan tulis). Golongan kedua ini tidak mengakui pengertian Lauh Mahfudz dalam arti lahir (eksplisit. Pehatikan firman Allah SWT : Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekalikali tidak menganiaya hamba-hambaKu(QS. diartikan sebagai ilmu Allah yang Mahaluas dan azali. Di antaranya hadits tersebut adalah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. Para ulama Ushuluddin baik dari kalangan salaf atau khalaf 7) telah sepakat bahwa Allah SWT Mahatahu tentang apa yang terjadi di dunia dan akhirat. siapa saja yang ingkar dan tidak mengakui adanya ilmu Allah maka ia telah kafir. Tentang hal ini. Takdir di Lauh Mahfudz Mengenai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. Beliau berkata. Inilah yang dimanakan takdir yang pasti (Qadla Mubran).1. Ia juga telah disampaikan oleh para sahabat dan tabi'in sesudahnya kecuali orang-orang yang mengikuti jejak golongan Majusi (Qadariyah). 2. Dia Mahatahu atas segala sesuatu. Takdir yang demikian (yaitu takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali) tidak dapat berubah dan tidak dapat diubah oleh siapapun.: "Aku telah mendengar Rasulullah SAW berkata :'Takdir "Aku untuk setiap makhluk ini telah ditetapkan Allah SWT 50 ribu tahun sebelum dijadikan langit dan bumi. Karena itu. Melihat kedua pendapat di atas. para ahli tafsir mengambil dua pengertian. Kedua. Pertama.termasuk di dalmnya amal perbuatan manusia serta hasilnya.

Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakinya. dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. dan kepadaNyalah (tempat kita) kembali'" (QS Asy-Syuura 15). Bagi kami amal-amal kami. "Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya. kepada kitab-kitabNya. baik sebutan maupun pembahasannya ism maupu musammaanya). dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS Faathir 1). "Maka karena itu. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir. Allah mengumpulkan kita semua. serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu. Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman. Kelima perkara itu telah tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits dengan nash-nash yang tegas untuk setiap perkara secara terperinci1). berbagai masing-masing (ada yang) dua. para RasulNya dan Hari KIamat. An-Nisaa' 136).MalaikatNya. Seseorang tidak dikatakan muslim jika ia tidak beriman kepada lima perkara tersebut. dan bagi kamu amal-amal kamu. kepada para malaikatNya. tetaplah beriman kepada Allah dan para RasulNya dan kepada kitab yang diturunkan Allah kepada RasulNya. An-Nahl 60). (Sebab). Dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. Mahabijaksana" (QS. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang membawa . maka orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. para RasulNya dan Hari Kiamat. tiga dan empat. Kitab-kitabNya. karena siksaan yang sangat pedih (pasti diterima oleh mereka)" siksaan (QS. pencipta langit dan bumi. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Allahlah Rabbi kami dan Rabbi kamu. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk. yang memiliki segala yang di langit dan bumi. Siapa saja yang kafir kepada Allah. Allah SWT. "Segala puji bagi Allah. Allah SWT berfirman: "Dialah. dan katakan: 'Aku mengikuti beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Ibrahim 2).

peperangan. menunaikan zakat. yang disebutkan sebakepada sebagai tambahan bagi Arkanul Iman. orang-orang miskin. Al-Baqarah 177). dan (memerdekakan) hamba sahaya. Masalah qodlo dan qodar dalam perjalanan sejarahnya telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama ilmu kalam . Karenanya. lalu Kami memberikan balasan terhadap orangbalasan orang yang berdosa. ulama Ushuluddin berpendapat bahwa Arkanul Iman itu berjumlah lima saja (khamsah). dan orang-orang shalat. Lagipula hal tersebut merupakan khabar ahad yang tidak dapat memberi suatu kepastian. Tetapi makna Al-Qadar di sini adalah membicarakan tentang "Ilmu Allah". Hanya saja Al-Qur'an telah menyebutkan secara kath'iy tentang pokok-pokok keimanan menyebutkan tersebut hanya lima perkara saja. selain arkanul iman tersebut. Walaupun demikian bukan berarti khabar ahad itu kita tolak dalam segala perkara. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). Sebab. penderitaan dan dalam kesempitan. akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah. Namun.cukup). Adapun tentang iman kepada qodlo dan qodar baik dan buruknya dari Allah itu telah dipahami oleh para sahabat tanpa menimbulkan perselisihan. malaikat-malaikat. dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa" (QS. Ia tetap kita pakai sebagai peneguh iman. musafir miskin. masalah tersebut merupakan salah satu sifat Allah. baik dan buruknya dari Allah SWT". anak-anak yatim. kitab-kitab. nabi. perkara iman kepada Allah. Selain lima perkara tersebut. tidak ditemukan nash tegas/ yang kath'i mengenai dasar atau asas keimanan. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. nabimalaikat-malaikat. yang menepati janjinya apabila ia berjanji. Memang ada suatu riwayat yang menyebutkan tentang iman kepada Al-Qadar dari hadits malaikat Jibril 2). Pembahasan hal tersebut baru muncul kemudian. tidak lebih dari itu. yang sesungguhnya masuk dalam pembahasan Allah". yaitu: "Dan engkau percaya (iman) kepada taqdir. pada awal abad kedua Hijriyah setelah kaum Muslimin menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. maknanya bukanlah baru3). (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. mendirikan shalat. dan orang-orang yang bershabar dalam kesempitan. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kabaktian. Dan Kami selalu berkewajiban berkewajiban menolong orang-orang yang beriman" (QS Ar-Ruum 47). hari kemudian.

3535. 3) Lihat buku "Musyayyaroh fil 'Aqoid Al-Munji'ah fil Akhirah". . sudah sejak awal telah menjadi diperselisikan. Sesungguhnya tidak ditemukan adanya nash-nash kath'iy untuk Sesungguhnya menentukannya sebagai masalah pokok keimanan. Akhirah". --------------------------------------------------------------------------1) Perhatikan hadits "Shahih Bukhari" nomor hadits: 7392. tetapi makna yang dikandungnya (yang dibahas para ahli ilmu kalam) adalah termasuk dalam perkara aqidah. karangan Al-Kairal bin Al-Hammam. sehingga wajib mengimaninya berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh akidah (yang dijelaskan ditunjukkan oleh akidah).(para mutakallimin) dan ulama ilmu ushul dalam pemahamannya. Ia tetap dipakai keberadaannya. perlu kiranya dibahas lebih mendalam dalam bab tersendiri. 2) Hadits ini adalah khabar ahad. halaman 78. Namun kebanyakan ulama salaf dan khalaf (jumhur ulama) menolak khabar ahad khabar dijadikan dalil bagi pembahasan akidah. Namun demikian. sebagai peneguh keimanan. 3244 dan 3265. Sesungguhnya persoalan ini telah lama menimbulkan kerancuan dalam pemahaman. 4981. bahkan tidak jarang menimbulkan sikap apatis atau pertanyaan yang bukan-bukan (bid'ah). Mengenai khabar ahad. 7429. Oleh karena itu. kan dijadi khabar ahad tidak ditolak keberadaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful