Serial Aqidah Islamiyah (1

)

DINAMIKA AQIDAH ISLAM

Abdurrahman Al Baghdadi

‫مس ان‬ Press 1997

KATA PENGANTAR Aqidah Islam ialah menyaksikan dan meyakini kalimah “laa ilaaha illalah Muhammad Rasulullah “ yang artinya : Tiada tuhan yang patut disembah dan ditaati selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah . Di atas kesaksian inilah didirikan Islam dengan segala aspeknya, termasuk amal-amal sholeh yang berupa ibadah dan taqarrub ( pendekatan diri kepada Allah swt ) . Bersabda Rasulullah saw : ‫، ب ُن ِي السلم على خمس : شهادة أن ل إله إل الله وأن محمدا ً رسول الله‬ ِ ُ ُ َ ٍ ‫. وإقام ِ الصلةِ ، وإيتاء الزكاةِ ، وصوم ِ رمضان ، وحج البت‬ ِ ّ ِ tuhan Islam itu dibangun atas lima perkara : Syahadat bahwa tiada

selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, medirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan (ibadah) haji dan berpuasa (shaum di bulan) Ramadhan ( HSR Ahmad, Bukhari, Muslim, Turmidzi dan Nasa’i ) . Lima perkara di atas merupakan dasar Islam “ Arkanul Islam “ . Status- nya sebagai dasar Islam karena lima perkara tersebut mencakup segi aqidah dan amal sholeh yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun, ini bukan berarti bahwa Islam hanya terbatas pada lima pilar/dasar tersebut, yakni pada masalah-masalah aqidah dan ibadah saja; melainkan men- cakup seluruh aspek kehiddupan, seperti mu’amalaat ( hubungan antara sesama masyarakat dan antara negara dan rakyat ), math’umaat ( makanan dan minuman ), malbusaat ( pakaian dan perhiasan ), ‘uqubaat ( hukuman terhadap pelanggaran dan kejahatan ), bayyinaat ( pembuktian perkara di dalam pengadilan ) dan akhlak ( budi pekerti ) . Atas dasar inilah, maka Aqidah Islam telah menjadi asas bagi segala sesuatu: asas bagi kehidupan individu dan masyarakat, asas bagi negara, asas bagi hukum dan undang-undang, asas bagi partai-partai politik, asas bagi lembaga-lembaga pendidikan (sekolah-sekolah negeri dan swasta ), dan asas bagi sains dan ilmu pengetahuan . Aqidah Islam memang aqidah yang sederhana ( mudah dicernak ), tidak berbelit, lugas dan sesuai dengan fitrah manusia. berbelit, Selain itu aqidah Islam ada-lah aqidah yang agung dan mulia, karena ia berasal dari Allah SWT. yakni dari Wahyu ( Al-Qur’an dan Hadits mutawatir ). Maka Aqidah Islam telah dibangun diatas bukti-

bukti yang nyata dan hujjah-hujjah yang tak terpatahkan. Oleh Karena itu, seluruh bangsa Arab di masa Nabi telah menganutnya, sehingga jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh juta orang. Sekarang jumlah kaum muslimin mencapai 1 1/4 miliar . Setiap muslim mengakui Rasulullah saw sebagai suri teladan yang baik. Di tangannya telah lahir generasi sahabat yang tangguh dalam beraqidah, tangkas, cerdas, terampil dan kuat dalam tangkas, memegang syari’at. Merekalah yang telah mewarisi agama ini (Islam) dan menyebarkannya kepada segenap umat manusia. menyebarkannya Shahabat Rasulullah tidak pernah mengarang buku yang khusus membahas tentang aqidah. Sebab, Al Quran sebagai wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul telah menguraikan Aqidah Islamiyah secara mendetail, bahkan mencukupi seluruh kebutuhan Rohani dan peraturan hidup mereka. Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai wahyu Allah SWT telah merangsang tumbuhnya putra-putra kaum Muslimin di masa lampau sehingga mereka mampu berijti-had, menggali dan menciptakan sistematika pengkajian Islam dan medote pe-mikiran atau cara pemahaman yang Islami. Ketangguhan umat dalam menghadapi tantangan zaman memang senantiasa teruji, yaitu sampai sejauh mana ia mampu memang menampilkan Islam dalam bentuknya yang tangguh dan tinggi. Generasi terdahulu telah membuktikannya. Tetapi kini....? Bagaimanapun juga Islam harus difahami sebagaimana adanya, yaitu sebagai sebuah sistem kehidupan yang mengatur segala urusan hidup manusia, dengan aqidah Islam sebagai basis bagi berdirinya bangunan umat , masyarakat dan negara . Memang aqidah Islam yang memiliki lebih dari 60 cabang. Ia tentu saja sangat memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, apa yang tercantum dalam buku ini adalah merupakan fondasi merupakan dasar bagi aqidah Islam yang sesungguhnya telah diketahui oleh setiap Muslim meskipun mereka belum mengetahui dalil-dalilnya. mengetahui Nanti pada kesempatan lain, insya Allaah, akan disusun Allaah, bagian kedua dari "Serial Aqidah Islamiyah" ini, yaitu masalah Islamiyah" "Qadla' dan Qadar". Pada serial-serial selanjutnya akan dibahas berbagai masalah-masalah aqidah lainnya, seperti “Al-Qadar “ ( takdir ) , “ “Al-Qadar Al-Huda Wa ad-Dhalalah “ ( Pe-tunjuk dan Sesat ), “ Al-Rizq “ ( Rizki ), “ Al-Ajal “ ( Mati karena habis umur) , dan lain sebagainya dengan uraian yang dapat menjadikan aqidah umat Islam ini kokoh dan dinamis kembali. Hanya kepada Allaah SWT jua kita serahkan segalanya. Baghdadi 1418H Abdurrahman Al1 Rabi’ul Awal 5 Juli 1997 M

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI MUKADIMAH (i) ( ) ( ) ( ) ( ) KRITERIA AQIDAH ISLAMIYAH DINAMIKA AQIDAH iSLAMIYAH IMAN KEPADA ALLAH SWT FONDASI UTAMA AQIDAH ISLAM ( ) IMAN KEPADA MALAIKAT ( ) ( ) ( ) ( ) IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH IMAN KEPADA KEPADA PARA NABI DAN RASUL IMAN KEPADA AL-WAHYU DAN SYARI’AT ISLAM .

maka ia akan bekerja dengan penuh semangat dan sungsungguh-sungguh. maka ia selalu diliputi oleh rasa lemah dan lesu. Karenanya orang yang bekerja atas dasar akidah. Sebaliknya orang yang mengerjakan sesuatu tanpa berdasarkan akidah. tak perduli apakah akidah itu benar atau salah. sebagaimana yang dikehendaki oleh akidah tersebut. berbuat dan menjalankan segenap aspek menjalankan tingkahlaku manusia. Bahkan dalam semua bentuk " mabda “ (ideologi) dan agama di dunia.IMAN KEPADA HARI KIAMAT MUKADIMAH Tak ada seorangpun yang mengingkari bahwa masalah akidah adalah masalah pokok (asal) dalam Islam. Dia pula “irodat” yang membuat garis pemi-sah bagi jalan pikiran manusia serta mendorong penganutnya agar berusaha. untuk dilaksanakan anutan. Dialah yang menguasai pikiran dan “irodat” (kehendak) manusia. Oleh karena itu tiap bangsa mempunyai akidah yang telah dipilih sebagai anutan. Segala usaha dan daya upaya manusia selalu terpaut dengan akidah itu. akidah menjadi landasan berfikir. Pengertian Akidah .

i'tiqad atau akidah ialah: "Iman yang sesuai dengan kenyataan dan ia dikuatkan dengan dalil". Tentang keterangan mengenai iman "yang sesuai dengan "yang kenyataan". Juga mengenai dalil naqli (yang dinukilkan dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul) adalah sesuatu yang dapat mendatangkan keyakinan dan mengukuhkan akidah. Hasbi Ash Shiddiqy berkata2): "Iman ialah kepercayaan yang kuat. kuat). para ulama telah sepakat bahwa keterangan yang berasal dari akal (dalil aqli) yang benar dan (dalil aqli) sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yang dapat melahirkan melahirkan keyakinan dan menciptakn keimanan yang dibutuhkan. kita bisa simpulkan bahwa segala bentuk bentuk . asalnya (cara datangnya) ialah bahwa ketetapan datangnya adalah dari Allah atau dari Rasulullah saw dan tidak ada keraguan sedikitpun terhadapnya. mengeluarkan taqlid. maka ia bisa menghasilkan keyakinan dan dapat dipakai untuk menetapkan akidah 3).Aqidah menurut ketentuan bahasa (Arab) ialah 1): "sesuatu yang dipegang teguh dan ia terhunjam kuat di "sesuatu dalam lubuk jiwa dan tak dapat (mudah) beralih dari padanya". Menurut istilah ulama. padanya". Sedangkan keterangan mengenai syarat kedua. beliau memberikan penjelasan sebagai berikut 2) : kenyataan". Mengenai keterangan tentang ta'rif akidah ini. bila dalil tersebut pasti asalnya (qath'i) dan (qath'i) pasti pula dalam berbagai pembuktiannya. beliau memberikan keterangan: dalil". Maksud kepastian pembuktiannya. dalil". Sedangkan maksud kepastian dalam pembuktian ialah bahwa nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul menunjukkan makna yang pasti dan ia tidak mungkin menerima "ta'wil" (interpretasi). tidak dipengaruhi oleh syak (ragu-ragu) atau wahan (persangkaan yang tidak beralasan) ataupun dzon (persangkaan yang mempunyai alasan kuat). Mengenai dalil akidah. Dengan demikian. Prof. yang mengikuti orang lain tanpa dalil". Oleh karena itu. TM. "ia menjadi pemisah. mengikuti dalil". benar". "mengimani sesuatu yang sama sekali tidak benar". yaitu iman "yang "yang dikuatkan dengan dalil". jika dalil nakli berada dalam ta'wil" kondisi seperti itu.

dan lain-lainnya. syara' tidak menerima ijtihad dalam masalah akidah. ia juga membicarakan berbagai persoalan tentang melihat dzat Allah dengan penglihatan (mata). Ahlus-Sunnah dan lain-lain dalam bidang akidah adalah perbedaan pendapat yang tidak sampai menyesatkan (mengeluar(mengeluarkan dari iman). Dalam masalah ini. pendapat dan mazhab di golongan. Rasulullah saw Rasulullah . Ijtihad di dalam syara' hanya terbatas dalam bidang hukum (syariat). Murji'ah.kepercayaan yang tidak datang melalui jalan yang pasti. seperti Mu'tazilah. hingga turunnya Isa Al Masih as. atau yang datang melalui jalan yang pasti tetapi masih meng andung berbagai sangkaan (kemungkinan) dalam keterangannya sehingga menimbulkan perselisihan pendapat antara para ulama. maka ia ulama. penanggung dosa besar dan apa yang terjadi di akhir zaman mulai dari permunculan Al-Mahdi. Dilarang Berijtihad dalam Masalah Aqidah Sejarah Ilmu Tauhid /Kalam. yakni ketika muncul banyak golongan. Ada yang berpendapat bahwa perselisihan pendapat antar golongan ulama Muslim. Murji'ah. Masih Ad-Dajjal. persoalan akidah merupakan arena ijtihad bagi para ulama yang masing-masing bisa mengemukakan pendapatnya dan menampilkan alasan-alasan yang mendasari menampilkan pendapatnya berdasarkan pandangannya. dalam ilmu kalam. keimanan kepada para Rasul dan hari ke-mudian. Ia merupakan garis pemisah yang tegas antara orang-orang beriman dengan orang-orang yang tidak beriman4 ). di samping akidah-akidah yang telah diwajibkan Allah kepada kita untuk mempercayainya. 5 Pendapat seperti itu tidak benar. den-gan harapan ia bermuara kepada akidah yang disepakati yang sesuai dengan pandangannya. memaparkan bahwa hal ini merupakan persoalan-persoalan yang menyeret manusia untuk meneliti bidang akidahnya. Kitab-kitab tersebut di samping membicarakan tentang keberadaan Allah dan keesaankeesaanNya. tambahan sifat-sifat atas dzat-Nya. Mu'tazilah. Karena itu. Jabariyyah. Sebab. dan bahwasanya perbedaan pendapat dalam masalah akidah sama dengan perbedaan dalam hal "furu'iyyah" "furu'iyyah" ). Persoalan seperti itu banyak ditemukan di dalam kitab-kitab tauhid. kitab-kitab tauhid telah memaparkan apa-apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama tersebut dan apa-apa yang mereka perselisihkan. Jabariyyah. merupakan akidah yang tidak diwajibkan oleh agama kepada kita untuk menganutnya.

Kesesatan yang terjadi dan menimpa mereka Musyabbihah). Oleh karena itu. “dzat sifat Allah“ . Abdullah bin Mas'ud. Mas'ud. Sebab. padahal dalam masalah tersebut tidak terdapat sebuah nash pun yang menjelaskannya?" Imam Ar Ramli menjawab: "Tidak boleh. “ qadla' dan qadar “ atau yang lain-lain. Begitu pula mengatakan: taqdir". Ia berdosa kalau apa yang dilakukannya salah. Imam Shamsuddin Ar Ramli Asy Syafi'i dalam fatwanya telah melarang ijtihad dalam masalah aqidah. diperhatikan sabda beliau: "Apabila seorang hakim (qadli) berijtihad (memutuskan perkara) dan ijtihadnya benar maka ia dapat dua pahala. Dalam hal ini. hal tersebut sama sekali tidak terkait dengan masalah ushuluddin" 6). Jika ia memutuskan perkara atas dasar ijtihad tetapi ijtihadnya salah. Bahkan sebaliknya. semua itu Allah“ telah muncul setelah kaum Muslimin berijtihad dalam aqidah dan setelah mereka mengkaji filsafat-filsafat Yunani. “dzat dan "khalqul Qur'an". Dari nash tersebut dapat dipahami. Ketika pada suatu kesempatan kepada beliau diajukan sebuah pertanyaan: "Bolehkah seseorang mujtahid berijtihad dalam masalah-masalah ushluddin (aqidah). Mereka mencoba menentukan pendapatnya sendiri. maka ia dapat satu pahala" (HR Bukhari no. Jumhur ulama dalam masalah yang sama dengan di atas. dan ia bisa tersesat (keluar dari Islam). perlu Jabbal. sebagaimana yang akan diterangkan pada bagian berikutnya. Begitu pula dengan masalah "khalqul Qur'an". bahwa ijtihad hanyalah hanyalah dalam bidang penentuan hukum (syariat) dan pengadilan . telah menentang pendapat Imam Al Jahizh dan Abdullah Al Anbary yang mem-benarkan ijtihad mujtahidin dalam masalah ushuluddin (akidah) 7) Bertolak dari fakta tersebut. Mereka mengatakan: "Tidak ada taqdir". Tidak ada satu nashpun yang menunjukkan adanya ijtihad dalam bidang akidah. Persia dan Hindu. disebabkan karena mereka berusaha berijtihad dalam bidang akidah. Walaupun . Contoh paling populer adalah apa yang dilakukan oleh faham Qadariyyah yang melakukan ijtihad.membenarkan ijtihad Sa'ad bin Muadz dan Amr bin Al-Ash. dalil-dalil yang qath'i dalam Al-Qur'an melarang ijtihad dalam akidah serta melarang menentukan akidah atas dasar persangkaan. Al-Ash. 7352). Muadz bin Jabbal. golongan sesat lainnya yang menolak sifat-sifat Allah atau lainnya golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk (Almenyerupakan (AlMusyabbihah). maka orang yang berijtihad dalam berijtihad bidang akidah kalau ia salah maka ia tidak mendapat pahala dan mendapat alasannya tidak diterima.

tanpa “dzon adanya “sulthan” atau "burhan" (bukti yang pasti). (sedangkan) Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan apapun untuk (menyem . Manath: ‫إن هي إل ّ أسماء سميتموها أنتم وأباؤكم ما أنزل الله بها من‬ ‫سلطان إن يتبعون إل ّ الظن وما تهوى النفس ولقد جاءهم من‬ ‫. misalnya dalil tersebut berasal dari "ayat "ayat mutasyabihat" atau "hadits ahad".orang kafir terhadap iman kepada Hari Kiamat: ‫وما خلقنا السماء والرض وما بينهما باطل ً ذلك ظن الذين كفروا‬ ‫. antara lain adalah sebagai berikut: 1. mutawatir". Persyaratan Dalil-dalil Aqidah Di samping dilarang berijtihad dalam bidang akidah. Maka celakalah orang-orang kafir itu ( yang tidak ber-iman kepada kebangkitan dari kubur sesudah mati ). Juga telah disepakati bahwa mutasyabihat" "hadits ahad". Sedangkan yang menunjukkan bahwa akidah itu hanya dapat diambil dari nash-nash Al-Qur'an dan hadits mutawatir yang pasti sumbernya dan jelas pengertiannya.banyak di antara mereka menggunakan nash-nash Al-Qur'an sebagai hujjah dan dalil. 2. syara' juga melarang kaum Muslimin menggunakan dalil dzonny dalam pembahasan akidah. (Dan) karena (kelakuannya itu) mereka akan masuk neraka" (QS Shaad 27). ربهم الهدى‬ "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu ada-adakan. tetapi pengambilan nash-nash tersebut dilakukan mereka dengan jalan menta'wilkan sekehendak hati menta'wilkan sekedar untuk memper-kuat pendapatnya sendiri. Kesimpulan ini ditinjau dari ayat-ayat Al-Qur'an yang melarang mengikuti “dzon “ (persangkaan) dalam beriman. Jadi akidah hanya didasarkan pada dalil yang sifatnya "koth'i tsubut" (pasti sumbernya) dan "koth'i dilalah" (pasti tsubut" "koth'i dilalah" (pasti pengertiannya) yang tak dapat dita'wilkan dan difahami dengan arti yang lain. Uzza. Allah SWT berfirman tentang berhala-berhala kaum Musyrikin Musyrikin seperti Lata. Dan ayat-ayat “sulthan” "burhan" Al-Quran ini adalah "qoth'iyyatuddilalah" (yakni mempunyai arti "qoth'iyyatuddilalah" yang jelas dan pasti). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. Allah SWT telah berfirman tentang penolakan orang. فويل للذين كفروا من النار‬ "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. untuk menentukan hukum akidah wajib memiliki dalil qoth'i. yaitu memiliki dalil yang berasal dari "ayat muhkamat" dan atau "hadits "ayat muhkamat" "hadits mutawatir".

Mereka tidak (pula) yakin belaka. sekaligus menunjukkan adanya larangan mengikuti sesuatu yang sifatnya “dzon” dalam masalah akidah. Padahal persangkaan itu tidak berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran" (QS An Najm 27-28). Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan tentang hal itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka" (QS An-Najm 23). Allah SWT juga melarang mengikuti agama-agama dan keperkepercayaan orang-orang kafir di seluruh dunia berda sarkan firmanNya: firmanNya: ّ ُ ‫وإن تطع أكثر من في الرض يضلوك عن سبيل الله إن يتبعون‬ ُ ‫. علمم ٍ إن يتبعون إل ّ الظن وإن الظن ل يغني من الحق شيئا‬ ّ ُ ّ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman "Sesungguhnya kepada kehidupan akhirat. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta ( terhadap Allah )" (QS Al-An'am 116). kebenaran" 4. الظن وما قتلوه يقينا‬ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pem-bunuhan) Isa.bah)Nya. Isa" Dari uraian tersebut. jelas sekali bahwa semua ayat-ayat yang dikutip di atas terkait erat dengan masalah aqi dah. Mengenai perselisihan yang terjadi antara ahli kitab tentang kematian Al Masih. إل ّ الظن وإن هم إل ّ يخرصون‬ ُ ُ ّ "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang (kafir) yang di muka bumi ini. Allah SWT berfirman : ّ ‫وإن الذين اختلفوا فيه لفي شك منه مالهم به من علم ٍ إل ّ اتباع‬ ّ ِ ّ ً ‫. Terhadap orang-orang Musyrikin yang menamakan malaikat dengan nama perempuan. )" 5. tetapi perlu diingat bahwa . Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sang kaansangkaan dan apa yang diinginkan oleh hawanafsu mereka. kecuali mengikuti persangkaan belaka. bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa" (QS An. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu.Nisaa 157). mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. mereka" 3. benar-benar ragu tentang (siapa) yang dibunuh itu. Mereka mempunyai tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. Meskipun sebab-sebab nuzulnya dzon” ditujukan kepada orang-orang kafi. pastilah mereka menyesatkanmu dari jalan Allah. Allah berfirman : ‫إن الذين كفروا ليسمون الملئكة تسمية النثى وما لهم به من‬ ّ ّ ُ ً ‫.

"dzonny tsubuts" "dzonny dilalah". ulama madzhab Hanafiyyah. maka tidak ada jalan lain kecuali mempercayai atau menolaknya". satu dalil Bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu. dua atau lebih dari shahabat.Sedangkan sunnah masyhurah (hadits (hadits masyhur) adalah hadits yang tidak sampai derajat mutawatir. Atau juga "Penyebab seseorang menjadi ragu serta Penyebab " mendorongnya untuk memilih alternatif dan itu tidak pasti mendorongnya benarnya". Karena itu. walaupun menurut ulamakeraguan). sebabnya" Seputar Dalil Dzhonny dan Hadits Ahad Makna Dzhon menurut arti bahasa adalah 9): "Keraguan yang timbul di antara dua alternatif. dzon adalah sesuatu yang mengandung lebih dari satu kemungkinan. Oleh karena itu sesuatu yang sifatnya dzon. baik hal itu berupa "dzonny tsubuts" maupun "dzonny dilalah". tidak pernah memberikan kepastian. Tetapi tidak demikian halnya dengan Sunnah Rasul. sesuai dengan kaidah syara' yang mengatakan: ‫العبرة ُ بعموم ِ اللفظ ل ب ِخصوص السبب‬ ُ ِ ِ "Yang menjadi perhatian (dalam masalah hukun /tasyri') adalah umumnya lafadz. tak seorangpun ragu bahwa ayat-ayat AlQur'an datangnya dari Allah. hadits masyhur disebut hadits . sebab hadits ini diriwayatkan oleh sekian banyak sahabat yang mustahil sepakat berdusta. masyhur) contoh yang lain tentang hal ini adalah hadits ahad yang diriwayatkan oleh seorang. namun ia tidak sampai derajat mutawa tir. sehingga ada alternatif bagi manusia untuk memilih salah satu diantara yang dianggapnya mendekati mendekati kebenaran. benarnya". Kedua macam hadits tersebut tidak sampai menunjukkan kepastian bahwa sumbernya adalah dari Rasul saw (masih ada unsur keraguan). Itulah sebabnya mengapa ia tidak boleh digunakan sebagai dalil atau hujjah dalam masalah akidah. maka tidak sah dipakai sebagai (akidah)". menolaknya".makna suatu ayat tidak menjadi sempit karena sebab-sebab turunnya ayat. Para ulama ushuluddin menyatakan: "Sesuatu yang mengandung lebih dari kemungkinan. Kecuali sunnah mutawatir. hadits mutawatir adalah pasti sumbernya dari Rasul saw. bukan kekhususan sebabnya" 8). (akidah)". tetapi pengertiannya harus didasarkan kepada pengertiannya umumnya lafaz.

Tentang permasalahan hadits ahad. al-Bazdawy. Hanifah. hadits Ahad hanya bisa dijadikan alasan (hujjah) bagi hal-hal yang berhubungan dengan amalan" 11). An-Nawawy. Muhammad Abduh. dan Imam Ahmad bin Hambal -Hanifah. alal-Ghazaly. maka ia tidak bisa dijadikan dalil terhadap hal-hal yang bertalian dengan terhadap persoalan akidah. Salam. yang di antaranya terdapat empat orang Imam yang masyhur. Sayyid Quthub. karena ia tidak bisa mendatangkan keyakinan. tetapi hanya terbatas dalam masalah amaliah. Tetapi jumhur ulama ushul menetapkan bahwa hadits ahad menunjukkan hal yang dzhon (persangkaan). yaitu Imam Malik. al-Khatib al-Baghdady. maka yang dihasilkannya hanya berupa sangkaan. Syafi'i. Imam Syafi'i. Al-Qasimy. Ulama ahli hadits misalnya. Imam Abu Malik. orang yang menolaknya tidaklah dikafirkan10). Dalam hal ini kita mengikuti pendapat kedua yang mengatakan bahwa hadits Ahad tidak dapat menghasilkan keyakinan. Asnawy. seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany. Karena itu. menurut salah satu riwayat dari dua pendapat beliau--.mutawatir yang qoth'i tsubut yang tingkatannya dekat keyakinan. Asnawy. Ibnu Hazem al-Andalusi. Imam Al-Bazdlawy mengatakan: "Selama hadits Ahad tidak menghasilkan pengetahuan "Selama yang dapat meyakinkan seseorang. Ibnu Ash-Shalah. al-Andalusi. Al-Harits al-Muhasiby dan Sijistani. tingkatannya Tetapi dalam hal ini. Thahhan. Dr Mahmud Thahhan. dan lain-lain. melainkan hanya persan-gkaan belaka. Tetapi hadits ahad tidak bisa dipakai dalam bidang aqoid (akidah). Ibnu Abdil Barry dari ulama salaf. An-Nawawy. Ash-Shalah. Abu Daud AsAl-Asqalany. fiqih dan hadits. Ibnu Abdis Salam. Allah sendiri membolehkan berbagai persangkaan itu. masalah akidah haruslah dibina di atas pengetahuan yang betul-betul diyakini. Quthub. sebagian besar ulama ahli hadits berpendapat bahwa hadits ahad menunjukkan ilmu yang kath'i dan harus diterima di bidang akidah serta harus diamalkan dalam segala bidang. Dr. Sijistani. Abdullah at-Turki dari ulama khalaf. walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama hadits dan ulama ushul fiqih tentang kedudukan hadits ter-sebut. Sebab. namun demikian ia wajib diamalkan setelah diakui tingkat keshahihannya. al-Bazdawy. amalan" Juga Imam Al-Asnawy berkata11): "Pada dasarnya jika riwayat hadits ahad mendatangkan "Pada sesuatu. yakni cabang- . dan Al-Qasimy. Juga Imam al-Ghazaly. Demikianlah pendapat para ahli ilmu ushul. Abduh.

Atas dasar inilah. Firman Allah: ‫أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما ً لقوم ٍ يوقنون‬ َ "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki. Oleh karena itu. . Demikianlah kita dapatkan perkataan-perkataan para ahli ilmu kalam dan ushuluddin yang bersepakat mengatakan bahwa hadits Ahad tidak bisa menghasilkan keyakinan. Kaidah ini diambil berdasarkan dalil yang telah dijelaskan di atas serta berdasarkan pula pada ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menetapkan keimanan mereka hanya dengan keyakinan. dan pada binatang-binatang "Dan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tandatanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini" (QS. keyakinan". Semua itu menunjukkan bahwa iman yang dituntut oleh Allah adalah iman yang yakin. ia tidak bisa ditetapkan sebagai suatu dalil akidah. Imam Al-Ghazaly berkata12): "Iman adalah suatu pembenaran pasti yang tidak ada "Iman keraguan atau tidak ada perasaan bersalah yang dirasakan oleh penganutnya". Al-Maidah 50). "Dan pada penciptaan kamu. seperti kaidah-kaidah pokok/dasar agama (ushuluddin) ". Almeyakini" Jaatsiyah 4). para ulama yang ahli di bidang ushuluddin telah menentukan suatu kaidah dasar untuk akidah yaitu: ‫العقائد ل تؤخذ إل ّ عن يقين‬ َ "Bahwasanya akidah itu tidak boleh diterima kecuali dengan dalil yang menunjukkan keyakinan". Lukman akhirat" 4). (burhan) Berkenaan dengan itu. penganutnya". bukan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan (ilmu) semata. yakin?" ‫الذين يقيمون الصلة ويؤتون الزكاة وهم بالخرة هم يوقنون‬ "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat. dan "Apakah (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. pembenaran (tashdiq) yang pasti (jazim) (tashdiq) (jazim) dan muncul dari dalil (burhan) yang kath'i.cabang agama (fiqih). menunaikan "(yaitu) zakat dan mereka yakin adanya negeri akhirat" (QS.

Para ulama dalam menganggapi hadits ahad mempunyai empat pendapat15): a. dalil". tetapi belum mencapai tingkatan iman. Sekitar Masalah Tashdiq dan I’tiqad Masalah tashdiq berbeda dengan masalah i'tiqad (iman). tetapi pembenaran itu harus bersifat pasti berdasarkan dalildalil yang mem-bentuk keyakinan. Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. tetapi "Tiadanya pembenarannya hanya tidak bersifat jazim (yang pasti) ". 60 persen. tashdiq dibenarkan berdasarkan dalildalil yang “dzhonny” yang berupa per. Demikiam pula Daud. tidak boleh diingkari. ketundukan". memang tashdiq itu bertingkat-tingkat. Muslim. Ada kaedah ushul untuk menyatakan hal tersebut: ‫عدم العتقاد ل يعني النكار ، وإنما يعني أن التصديق غير جازم‬ "Tiadanya i'tikad bukan berarti ingkar. Karenanya. 70 persen. Oleh karena itu. Sedangkan Syekh Mahmud Syalthout menyatakan14): "Iman adalah i'tiqad/pembenaran yang bersifat pasti dan "Iman sesuai den-gan kenyataan serta ia muncul dari dalil". hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah lebih kuat sanadnya dari Al-Hakim. 80 persen atau bahkan 99 persen. tidak boleh diingkari atau ditolak. Jadi masalah iman bukanlah sekedar pembenaran hati (tashdiqul kalbi). khabar ahad yang shahih apalagi yang masyhur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa iman Al-Hakim.Juga. sanadnya lebih kuat dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Daud. sehingga tidak ada keraguan sedikitpun (misalnya ada unsur dzhon) dalam iman.sangkaan belaka. sehingga “dzhonny” kabar ahad atau kabar masyhur yang shohih namun belum sampai ke tingkat mutawatir. tergantung kekuatan keshahihan hadits. bisa 50 persen. Sebab. Tashdiq adalah sekedar pembenaran. Ia bolehboleh saja dipercayai (dibenarkan) sesuai dengan kekuatan kabar (riwayat) haditsnya. adalah pembenaran seratus persen tanpa ada unsur keraguan sedikiutpun. Tetapi perlu diingat di sini bahwa tidak diterimanya hadits ahad sebagai dalil akidah bukan berarti suatu pengingkaran terhadapnya. Hadits shohih yang ahad menunjukkan yakin walaupun tidak . Imam An-Nasafy berkata13): "(Iman adalah) pembenaran hati yang sampai pada batas "(Iman kepastian dan ketundukan".

diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.tsaqafiy) yang dilancarkan Barat terhadap Islam tsaqafiy) dan kaum Muslimin. orang yang tidak mengi'tikadkan hadits ahad (menjadikannya sebagai akidah) tidak dapat disalahkan apalagi dikafirkan atau dianggap sebagai golongan sesat. Imam Ibnu Hibban mengatakan 16): "Yang menolak hadits masyhur tidak dikafirkan". menjadi umat yang tinggi derajatnya. memang berdampak besar yang menyebabkan . Al-Ghazaliy. c. "Yang dikafirkan". aqidah Islam adalah aqidah yang tinggi dan mulia. Yang terakhir ini adalah pendapat jumhur ulama. di antaranya Imam Nawawy. Ia dibangun di atas landasan dan bukti-bukti yang jelas dan pasti kebenarannya. “Juga bagi orang-orang yang mengingkari hadits Ahad “Juga tidak boleh dikafirkan. Hadits ahad shohih menunjukkan yakin jika hadits tersebut dishohihkan oleh Bukhari dan Muslim atau salah satu dari keduanya. tetapi mereka hanya dipandang berdosa” 17). Al-Khatib Al-Baghdady. yang memungkinkan terjadinya perbedaan. tetapi tidak ada alternatif dalam aqidah. semuanya meya-kinkan. Akibat perang pemikiran dan kebudayaan (al-ghazwul fikri dan (al-ghazwul al-ghawu as. maka umat Islam pasti mengalami banyak perselisihan dan perpecahan. tak mampu dipatahkan oleh manusia manapun. Aqidah semacam ini akan menjadikan kaum Muslimin tegak di atas dasar keyakinan. berdosa” Demikanlah. Padahal ijtihad hanyalah terjadi dalam lapangan hukum syari'at. Ijtihad mengandung alternatif. Hadits ahad shohih yang dishohihan oleh Bukhari dan Muslim dan hadits shohih yang masyhur dan atau mursal menurut para imam. Al-Ghazaliy. Inilah pendapat Ibnu Ash-Shalah. Ibnu Nawawy. d. b. Ia hanya menunjukka dzhon (persangkaan). Al-Baghdady. Ibnu Abdil Barri dan lain-lain. karena memang ada dalil-dalil dzonny yang mengandung beberapa penafsiran. Apalagi jika persoalan aqidah ini kemudian dijadikan lapangan ijtihad. Ini pendapat Al-Hafiz Ibnu Hajar. Sebaliknya tatkala aqidah Islam dibangun di atas dasar keraguan atau bercampur dengan unsur keraguan. Ini pendapat Ibnu Thahir AlMaqdisiy. Oleh karena itu Salam. Abdis Salam. Hadits shohih yang ahad tidak menunjukkan yakin. mulia dan selamat dari perpecahan.

atheis. 332 dan 339. keteladanan Muhammad saw. misalnya faham kapitalis. ----------------------------------------------------------------------------1) Lihat kamus “Al-Mu’jam Al-Wasith jilid 2. halaman 35-40. halaman 379-380. sosialis. bersikap serta senantiasa berdiri di atas dasar dalil atau hujjah dan kejujuran.529 “As-Sailul 9) Lihat buku "Al-Adl Dloodl" oleh Muhammad bin Al-Qosim Al-Anbary "Al-Adl Dloodl" 10) Lihat kitab "Ushulul Tasyri' Al-Islamy" oleh Ali Hasbullah.tergelincirnya pemikiran kaum Muslimin serta memudarnya nilainilai aqidah dalam diri dan kehidupan kita. kitab "Ushulul Ahkam" "Ushulul Hadits" oleh Dr. . Kumpulan dari mereka ini telah berhasil meragukan keyakinan kaum Muslimin tentang aqidah dan syariat Islam dengan cara merendahkan dan mencampuradukan konsep-konsep Islam dengan konsep-konsep kufur. Muhammad Ajaj Al-Khatib. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". Mereka taburkan virus-virus kekufuran dan kemurtadan di tengan umat Islam. 3) Lihat "Islam sebagai Aqidah dan Syari'ah" oleh Syaikh al-Azhar Mahmud Syalthout. Keberanian dan usaha memahami suatu kebenaran adalah langkah awal persatuan dan kemenangan umat. Dengan cara demikian. Berbagai faham. Semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang lurus. hal. Tetapi keberanian yang dimaksudkan adalah berani dalam berpendapat. 13) Lihat kitab "Al-Aqoid Nasafiyah" oleh Iman An-Nasafy. Jilid I. 8) Lihat “As-Sailul Jarrar “ Imam Syaukani. oleh Imam Al-Haramain. kemampuan syariat Islam untuk memecahkan persoalan hidup. "Tadribul Raawy" oleh Imam As-Suyuthy. halaman 105-106. oleh Prof. Halaman 3. dan buku "Islam sebagai Hadits" "Islam Aqidah dan Syariat" (terjemahan) oleh Mahmud Syalthout. malaikat. halaman 52.4 hal. 4) Ibid.Dr. disertai sarana dan kekuatan materi yang lebih dari cukup. "Pokok-pokok Hadits". halaman 93-95. kitab "Al-Ahkam fii Tadribul Raawy" "Al-Ahkam Ushulil Ahkam" oleh Al-Aamidy. halaman 56. Ahmad Syakir. Al-Haramain. halaman 614 “Al-Mu’jam 2) Lihat "Sejarah dan Pengantar Tauhid". secara sadar atau tidak. relevansi Al-Qur'an. kadla dan kadar. sinkritisme dan lain-lain. Amin. oleh Prof Dr TM Hasby ash-Shiddiqy. halaman 302-303. halaman 86 5) Perbedaan cabang yang umumnya dalam bidang hukum-hukum fiqih.Jilid I. "Pokok-Pokok Hadits". 14) Lihat buku "Islam sebagai akidah dan Syariat" oleh Mahmud Syalthout. 7) Lihat "Asy-Syaamil fii Ushuluddin". Jil. mereka menghantam keyakinan umat Islam. T. Jilid I. halaman 33-34. 112. rezeki. Syariat" 12) Lihat kitab "Iljamul 'Awam 'An Ilmil Kalam" oleh Imam Al-Ghazaly. hal.halaman "Islam Syari'ah" 84. sebagai upaya memahami Al-Islam. 6) Lihat Ibnu Hajar Al Haitsami.M Hasby Ash-Shiddiqy. Sudah saatnya umat ini mewarisi sikap-sikap generasi terdahulu. Maka sudah saatnya umat Islam mencoba mengangkat mutiara Islam dari lumpur kehinaannya seraya menggosok sisa lumpur yang menyelimutinya. komunis. Belum lagi serangan yang datang dari kaum orientalis dan generasi pelanjut mereka yang muncul dari kalangan putra-putri kaum Muslimin sendiri. halaman 322. mereka menghantam keyakinan umat dari segenap penjuru. "Sejarah Tauhid". halaman 100-102. para sahabat. tabi'in dan generasi sesudahnya. "Ushulul Al-Islamy" 11) Lihat buku "Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits". Jilid I. di samping terkoyakkoyaknya negeri Muslim menjadi serpihan dan jauh dari persatuan Islam. "Al fatawa" Jilid IV. 15) Lihat buku "Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadits". 27-43. misalnya dari celah-celah sifat Allah.

hari akhir. di-dasarkan Namun perlu diingat bahwa penentuan suatu dalil naqli juga diingat ditetapkan dengan jalan aqli. penentuan dalil tersebut dilakukan melalui penyelidikan untuk me-nentukan mana yang dilakukan boleh dan mana yang tidak untuk dapat dijadikan sebagai dalil naqli. tergantung “aqli” “naqli”. ia bisa sampai kepada ma'rifat terhadap hal-hal yang ghaib dari pengamatannya dengan indera. bersifat b) Jika yang diamni berada di luar jangkauan panca indera. Hal seperti itu merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin". hari akhir. iman kepada Allah. dan ini merupakan suatu keharusan. Ibid Halaman 102-103. juga kepada qadlo’ dan kitabNya. semua dalil tentang akidah pada dasarnya disandarkan pada metode aqliyah. kriteria AQIDAH ISLAMIYAH Apakah Akidah Islam Itu ? Akidah Islamiyah adalah : “iman kepada Allah. para rasulNya. Imam Syafi'i berkata1): "Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma'rifat mukallaf kepada Allah Ta'ala. kitab-kitabNya. kitabkitabNya. SWT”. Aqidah inilah yang terkenal di kalangan kaum musli-min dengan sebutan “ arkanul iman” . kitab-kitabNya. maka dalil kei-manannya bersifat aqli. Namun setelah munculnya banyak iman” perdebatan di kalangan ulama ahli kalam tentang “qadho’ dan “qadho’ qadar ” maka sejak itu akidah Islamiyah telah menjadi enam bagian yaitu. Dengan cara seperti itu.16) 17) halaman 100 dan 135. Ibid Halaman 102-103. tergantung perkara yang diimani. para malai-katNya. indera. maka ia harus di-dasarkan pada dalil naqli. Adapun mengenai dalil-dalil akidah. Artinya. para “iman malaikatNya. Oleh karena itu. Dalam hubungan ini. qadar baik buruknya dari Allah SWT”. para rasulNya. Peranan akal dalam masalah keimanan . maka adakalanya dalil bersifat “aqli” dan ada-kalanya bersifat “naqli”. Kriteria dalil adalah seba-gai berikut : a) Jika yang diimani itu masih dalam jangkauan panca indera. Arti berfikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berfikir tersebut dituntut untuk ma'rifat kepada Allah.

Sebab. Kuasa. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda 2) : ‫تفكروا في خلق الله ول تفكروا في الله فإنكم لن تقدروا قدره‬ ْ "Berfikirlah kamu tentang mahluk Allah tetapi janganlah "Berfikirlah . Sebab. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-nya dengan air hujan itu bumi (tanah) sesudah matinya. seperti perkataan seorang Badui (suku bangsa atasnya.Akal manusia mampu membuktikan sesuatu yang berada di luar jangkauannya jika ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk atasnya. Bukankah gugusan bintang yang ada di langit dan ombak yang bergelombang di laut menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. Oleh karena itu. meskipun dapat menjankui ciptaan-ciptaanNya. manumanusia mempunyai kecenderungan (bila ia hanya menduga-duga tanpa memiliki acuan kepastian) menyerupakan Allah SWT dengan suatu dengan mahluk. maka tentu saja akal tidak mampu menmenjangkauNya. seperti firmanNya : ‫إن في السماوات والرض ليآت للمؤمنين * وفي خلقكم وما يبث من د‬ ٍ ‫آيات لقوم ٍ يوقنون * واختلف الليل والنهار وما أنزل الله من السماء من‬ ٌ ْ ‫رزق فأحيا به الرض بعد موتها وتصرف الرياح آيات لقوم ٍ يعقلون‬ ٍ "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar "Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. Karena keterbatasan akal dalam berfikir. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) bertebaran terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang (kekuasaan meyakini. Islam melarang manusia untuk berfikir langsung tentang dzat Allah. ayat-ayat Al-Qur'an adalah bukti eksistensiAllah eksistensiAllah (tentang adanya sang pencipta) dengan cara mengajak manusia memperhatikan mahluk-mahlukNya. pengembara di Tanah Arab) tatkala ditanyakan kepadanya"Denditanyakan kepadanya"Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?" Jawabnya: "Tahi Onta itu menunjukkan adanya onta dan bekas tapak tapak kaki menunjuk-kan ada orang yang berjalan. kalau akal diajak untuk mencari dzatNya. dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal " (QS Al Jaatsiyat 35).

Ahmad Asy-Syafi'iy. Ia tak dapat dianalogkan pada suatu bentuk materi dianalisa. pernah terlibat bertentangan paham satu sama lain dalam menghadapi masalah-masalah Asma’ Allah. atau mahluk aneh yang bertangan bertangan sepuluh dan sebagainya. sifat-sifatNya. Itulah sikap yang dipegang oleh para sahabat. tabi'in dan ulama salaf. Me-reka menetapkan apa sifat-sifatNya. Setelah itu Imam Malik mengangkat kepala lalu berkata: "Persemayaman itu bukan sesuatu yang tidak diketahui. dzat Allah bukanlah materi yang bisa diukur atau dianalisa. alhamdulillah. tetapi menanyakan hal tersebut adalah bid'ah". dan lain-lain. juga mereka tidak memalingkan menta'wilkannya. kaifiyat (cara)nya bukanlah hal yang dapat dimengerti. . Hanbal. Imam Ibnul Qoyyim berkata2): "Para sahabat berbeda pendapat dalam beberapa "Para masalah. sebenarnya" Akal manusia yang terbatas tidak akan mampu membuat gambaran tentang Dzat Allah yang sebenarnya. Muhammad Abdul Hasan Asy-Syaibani. pengertiannya". bagaimana Allah melihat. bersemayam di atas arsy-Nya dan seterusnya. Kita hanya percaya dengan sifat-sifat Allah yang dikabarkanNya dikabarkanNya melalui al-wahyu. yang diutarakan Al-Qur'an dengan suara bulat. berbicara. apapun. bin Hanbal. semisal manusia. pengertiannya". Apabila kita menghadapi suatu ayat/hadits yang menceritakan tentang (usaha) menyerupakan Allah dengan makhmakhluk. Ketika Imam Malik3) ditanyakan tentang maknanya Istiwa' Allah (bersema-yamNya) di atas ‘Arsy ? beliau lama tertunduk (bersema-yamNya) dan bahkan mengeluarkan keringat. mereka tidak imannya. Asy-Syaibani. Sedangkan mengimaninya adalah wajib. Tetapi. perbuatanperbuatanperbuatan Allah.ia lebih baik kita serahkan kepada Allah. kamu tidak akan sanggup mengira-ngira tentang hakikatNya yang sebenarnya" . Padahal mereka itu adalah umat yang dijamin Padahal sempurna imannya. mendengar. Sebab. Juga.kamu pikirkan tentang Dzat Allah itu sendiri. Inilah jalan yang ditempuh oleh imam Muhammadd bin Idris Asy-Syafi'iy. Sebab. maka kita tidak boleh mencoba-coba membahas ayat-ayat /ha/hadits tersebut atau menta'wilkannya. Mereka tidak menta'wilkannya. karena ia memang berada di luar jangkauan akal.

bahkan berhasil pula menyesatkan kaitan dan mengeluarkan sebagian kaum Muslimin dari Islam. atau hubungan antara sifat dengan Dzat Allah dan lain-lain. membahas bergeraknya Allah. Mereka tidak menjalani cara yang ditempuh oleh ulama salaf. misalnya. halaman 9l5. bisa diterima . membahas diamNya. Mereka juga menggunakan pula dalil aqli yang ber-dasarkan menggunakan ilmu mantiq untuk. Mulailah mereka melontarkan kembali masalah-masalah klasik. halaman 55. takdir (keputusanNya). dhoif tetapi isinya shahih. atau pembahasan bahwa iblis tidak akan kekal dalam neraka dan seterusnya. Oleh karena itu akidah Islam perlu dijauhkan dari ilmu Mantiq atau filsafat agar tidak membahayakan akidah umat. tetapi mereka tetap beriman kepada Islam dan tetap bertolak dari dalil-dalil syara'. terutama ahli ilmu kalam (Mutakallimin). Islam merupakan . -------------------------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar" oleh Imam Syafi'i. 2) Lihat buku "I'laamul Muuraqqiin" jilid I. "Fathul Barri" dinamika Aqidah Islamiyah Islam adalah jalan hidup yang sempurna. sifatnya marfu’. Berbeda halnya dengan jalan yang ditempuh oleh para pilosof dan kaum Muslimin yang memandang dan fisafat Yunani sebagai tolok ukur /titik tolak akidah. seseperti Wihdatul Wujud (panteisme). Dengan menggaris bawahi bahwa sumber akidah hanyalah Al-Qur'an dan hadits-hadits mutawatir. keadilan Allah. tanpa kembali kepada ketentuan Al-Wahyu. dan keterbatasan ilmu Allah.Kerusakan akidah umat Islam akibat pilsafat Yunani Ini berbeda dengan sikap dan pendapat ulama khalaf (Ulama Mutakhirin). Mereka telah mencoba menggunakan akal untuk memecahkan permasalahan yang pernah dialami oleh para pilosof pilosof Yunani terdahulu. Meskipum ulama khalaf menempuh jalan yang tidak sesuai de ngan apa yang telah ditentukan Al-Qur'an. Oleh karena itu. sanadnya "Al-Hidayah". 2) Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'im dalam kitab "Al-Hidayah". mereka lalu menta'wilkan Al-Wahyu yang termasuk dalam kategori mutasyabihat sesuai dengan kehendak akal dan i'tikad yang tujuannya untuk mensucikan Allah dan sifat-sifatNya secara tidak layak. Pendapat-pendapat mereka (ahli ilmu kalam dan pilosof muslim) inilah yang telah meragukan umat terhadap beberapa hal yang berinilah berkaitan dengan masalah akidah. Mereka tidak puas dengan cara berfikir demikian. turunNya ke langit. 3) Lihat kitab "Fathul Barri" Jilid XII.

serta sibuk mengejar kesenangan duniawi dengan melupakan Allah SWT. Rasa rindu untuk hidup di mengikatkan bawah naungan Islam sangat diperlukan. maka harus dibangkitkan pada diri mereka semangat merealisasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengikatkan diri pada hukum syara'. Demikian pula rasa takut terhadap azab Allah yang akan menimpa mereka apabila tidak menerapkan Islam dan tidak terikat dengan hukum-hukumnya. seraya dimantapkan dan dihidupkan kembali. Bangkitnya semangat tersebut hanya dapat terwujud dengan membangkitkan aqidah Islam dan menancapkannya kembali dalam diri kaum muslimin. mulai dari lepasnya keterikatan terhadap hukum-hukum Islam. hingga mereka menerima berbagai kehinaan dan kenistaan.pandangan hidup yang menentukan tingkah laku kaum muslimin dalam kehidupan sehari-hari. cenderung hidup hanya untuk Islam. dan tidak mampu lagi menyalakan semangat untuk mengikat-kan diri dengan hukum syara'. ketidakberdayaan menghadapi hukum-hukum kufur yang berasal dari Barat. Kondisi aqidah yang lemah ini telah menyebabkan berbagai bencana terus menerus menimpa diri kaum muslimin saat ini. termasuk dominasi negara adikuasa atas negeri-negeri mereka yang telah memperalat penguasa mereka dan merampas harta kekayaan mereka. Bagi mereka. Mereka mengalihkan perhatiannya kepada dunia dengan segala perhiasannya. Pan-dangan mereka tidak lagi mengarah ke langit tetapi telah terfokus kepada dunia. Bahkan tidak lagi berpengaruh dalam kehidupan mereka.ke seluruh penjuru dunia.Manakala aqidah aqliyah pada diri mereka telah berfungsi .Mereka telah men-jadikan kebutuhan materi sebagai satu-satunya nilai hidup yang dikejarkejar. rasa cinta kepada isteri-isteri dan anak-anak. Apalagi cahaya aqidah tersebut telah meredup dari hati kaum muslimin.sebagai satu risalah yang universal -. Agar kaum muslimin menyadari betapa pentingnya keterikatan dengan hukum syara'.yang tak pernah dilihat oleh mata manusia dan belum per-nah didengar oleh telinga -. mencita-citakan keridlaan Allah SWT sebagai nilai hidup yang tertinggi. berikut keni'matan akhirat yang hakiki. kedudukan.sudah tidak lagi menarik. dan berjuang demi menyebarluaskan Islam -. terutama harta. Hati mereka tidak lagi tergetar akan azab Allah atau merasa takut terhadap api neraka jahanam. hidup dalam suasana ketakutan dan kepasrahan. Akibatnya. Oleh karena itu untuk menyelesaikan seluruh problematika tersebut. Aqidah kaum muslimin saat ini sesungguhnya benar-benar telah kehilangan gambaran tentang hari kiamat. keni'matan-keni'-matan surga yang abadi itu -. mau tidak mau aqidah kaum muslimin harus dibangkitkan. kaum muslimin tidak lagi menarik. kekuasaan. Mereka juga telah kehilangan rasa rindu kepada surga.

serta menancapkan ide-ide yang tercantum dalam Al Qur’an dalam tercantum jiwa kaum muslimin. antara mereka dengan negara atau antara mereka dengan negara dan bangsa lain. maka sungguh semangat mereka akan kembali bangkit. Ketakutan mereka terhadap azab jahanam juga akan mengatasi rasa takut mereka terhadap para penguasa kufur dengan segala ancaman serta kekejamannya. Jadi. keterikatan terhadap hukum syara' merupakan buah dari iman. Kerinduan mereka terhadap syurga dan segala keni'ma-tan yang ada di dalamnya akhirnya akan mampu mengalahkan kecintaan mereka terhadap kesenangan duniawi. Demikian pula harus dipahami bahwasanya meskipun tugas yang paling penting yang dibebankan pada pundak pengemban da'wah --yang berjuang untuk mengembali-kan pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT-. Dengan demikian kaum muslimin akan takut terhadap ancaman azab neraka manakala . Karena sesungguhnya yang mendorong mendorong melaksana-kan syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya adalah hasil dari gambaran detail aqidah tersebut serta sejauh mana tertanamnya dalam jiwa umat. juga berusaha mewujudkan kesadaran umum pada diri berusaha kaum muslimin terhadap nilai-nilai dasar kehidupan menyangkut hubungan antar individu masyarakat. apabila semangat iman itu makin lemah maka apabila keterikatannya pun akan menurun. Sebaliknya. namun sesungguhnya hal yang paling penting lagi ialah bahwa mereka sesungguhnya harus memahami bagaimana cara menjelaskan pentingnya keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan kesadaran umum di tengah-tengah umat terhadap pentingnya keterikatan dengan hukum-hukum syara' tersebut. Dari sini jelaslah bahwa lemahnya keterikatan terhadap hukum syara' dalam hubungan individu dan masyrakat merupakan akibat dari lemahnya semangat aqidah akliyah yang ada pada diri kaum muslimin. Kaum muslimin akan kembali kepada Allah dan terikat pada syari’atNya. apabila semangat iman ini makin kuat maka semangat keterikatan itu akan semakin kuat pula.kembali. bukan berada di tangan makhluknya. Kaum muslimin akan melepaskan semua undang-undang thaghut (kufur) dan bahkan menumpas kepemimpinan penguasa mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya tanpa takut lagi akan rizki atau nyawanya sekalipun. Sebab mereka (kaum mus-limin) telah beriman bahwa rizki dan hidup berada di tangan Allah SWT semata. memberikan gambaran detailnya.adalah mencurahkan tenaganya untuk menjelaskan betapa pentingnya nilai keterikatan terhadap hukumhukum syariat yang berhubungan dengan nilai-nilai dasar bagi kehidupan. Sebab. Mereka akan disiplin dalam melaksanakan perintahperintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Semua ini tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan menanamkan aqidah aqliyah.

juga agar mem-bangkitkan kita apat menghidupkan kembali seman-gat ddan kerinduan umat terhadap pelaksanaan hukum-hukum Islam. dan mereka menerima dengan berikan. sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). Mereka akan mengharap surga yang penuh ni'mat pada saat mengikuti syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Oleh karena itu. Pada saat itulah akan nampak keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dalam perilaku individu perilaku maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat. ً ‫فسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما‬ "Maka demi Tuhanmu. Berikut ini ditunjukkan beberapa ayyat sebagai contoh tentang cara Al Qur’an yang berkaitan dengan hal ini: ‫فل وربك ل يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم ل يجدوا في‬ . Oleh karena itu. di bawah naungan sistem khilafah Islam. meskipun perhatian Al Qur’an terfokus pada penerapan hukum-hukum syariat.mereka menyim-pang dari syari’at Islam. Pada periode Madinah. senantiasa membicarakan masalah aqidah dan ideidenya. agar kita dapat membuahkan hasil dalam mem-bangkitkan dan menggerakkan umat. bukan tanpa disengaja apabila Al Qur’an selama tiga belas tahun di Makkah selalu memfokuskan aqidah dan menanamkan ide-idenya. bersabarlah kamu dan . namun ayat-ayat yang diturunkan selalu mengingatkan kaum muslimin terhadap mengingatkan aqidah dan mengkaitkan hukum-hukum yang diturunkan tersebut diturunkan dengan iman. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah beriman " (Ali Imran: 100) ‫يا أيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون‬ "Hai orang-orang yang beriman. maka mau tidak mau harus meneladani cara yang ditempuh Al Qur’an Al-Karim dalam hal ini. sehingga masya-rakat sudah terbiasa mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di siang maupun diturunkan malam hari. Hal ini disebabkan karena aqidah memiliki kedudukan paling tinggi dalam mewujudkan semangat dalam diri orang-orang yang beriman untuk melaksanakan perintah dan menerapkan hukumnya. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. ‫يا أيها الذين آمنوا إن تطيعوا فريقا ً من الذين أوتوا الكتاب‬ . ‫يردوكم بعد إيمانكم كافرين‬ "Hai orang-orang yang beriman.

" (Al Mujadilah: 22) Ayat-ayat seperti ini.kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung " (Ali Imran: 200) ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل‬ "Hai orang-orang yang beriman. hukum. pengaruh rasa takut terhadap Allah SWT. diinginkan termasuk hal-hal yang indah dilihat mata. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. takut terhadap azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat. Kaum muslimin akan siap melakukan perjuangan politik melawan setiap pemerintahan thaghut dan mau berjuang secara sungguh-sungguh untuk menumpas sistem pemerintahan kufur dan melepaskan diri dari dominasi mereka serta mengembalikan pelaksanaan hukum-hukum yang diturunkan diturunkan Allah SWT. Demikianlah jalan yang digunakan oleh Al Qur’an ketika menjadikan masyarakat menerima aqidah. semua ini menjadikan manusia mengalihkan pandangannya ke langit dari yang semula sibuk mencari kesenangan duniawi. Dari sinilah kaum muslimin bertolak untuk mengikatkan diri kepada hukum-hukum Allah. serta memberi dorongan untuk melaksanakan dan mengingatkan terhadap apa yang diinginkan diinginkan oleh ayat. janganlah kamu saling memakan harta sesama-mu dengan jalan yang batil " (An Nisa: 29) ‫ل تجد قوما ً يؤمنون بالله واليوم الخر يوادون من حاد الله ورسوله‬ "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. lalu kerinduan akan surga berikut keni'matannya yang kekal di dalamnya dari hal-hal yang diinginkan oleh setiap jiwa. bertarung melawan ide-ide kufur yang bertarung sudah merajalela berikut para penguasa thaghut yang bertindak sebagai musuh-musuh Islam. ketika menjelaskan sesuatu ide. Semua ini dapat memalingkan mereka memalingkan kepada hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan kepada surganya serta menjauhkan dirinya dari azab neraka. . Jadi. istana-istana yang sangat indah berikut bidadari yang cantik-cantik dan gadis-gadis yang segar-segar. dan ratusan yang lainnya serta ratusan hadits yang mulia. perintah atau larangan sesung-guhnya selalu dikaitkan larangan dengan aqidah dan semangat iman." RasulNya. pemecahan. pedihnya siksa neraka jahanam. memiliki sikap komitmen dan mengikatkan diri pada hukum-hukumnya.

Karena kepentingan inilah para Nabi dan para Rasul diutus. melenyapkan kekuatan negara-negara kafir berikut perundangundangan dan sistemnya. yang dimaksud dalam kalimat syahadat pertama. sehingga ia akan menolak untuk mentaati selain Allah. serta adanya kewajiban mengemban da'wah/risalah Islam dll. Untuk membangkitkan semangat aqidah dibutuhkan penjelasan tentang mafhum / persepsi atau ajaran pokok dalam aqidah Islam. dijanjikannya kehidupan yang abadi di akhirat di surga maupun di neraka. Oleh karena itu persaksian seorang muslim meng-haruskan ia untuk hanya beribadah kepada Allah saja. Allah SWT berfirman: ‫وما خلقت الجن والنس إل ليعبدون‬ "(Dan) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu " (Adz Dzariyaat: 56) Jadi. Termasuk dalam pokok ajaran tersebut. Apabila seorang muslim telah memahami persepsi ini. laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). serta menafikan secara pasti penghambaan terhadap selain Allah. pembalasan amal perbuatan manusia dan azab/siksaan. adalah suatu keharusan untuk menghidupkan kembali aqidah Islam pada jiwa kaum muslimin. karena ia tidak beribadah kepada selain Allah. Dan tatkala seorang muslim bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. juga karena setiap sesuatu yang dituntut untuk ditaatinya selain Allah atau mengajak orang-orang mengikuti selain petunjuk yang berasal dari Allah. sistemnya. Mafhum/ persepsi yang dimaksud di sini ialah mafhum 'ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah SWT) yang lahir dari mafhum uluhiyyah (ketuhanan). adalah tidak ada yang patut disembah kecuali Allah sebab lafadz ilaah menurut pengertian bahasa dan syara' adalah : yang patut disembah. maka akan menjadikannya sangat berhati-hati dalam segala hal yang menjadikannya berkaitan dengan pengaturan urusan kehi-dupannya. maupun yang menyangkut problematikanya. penciptaan jin dan manusia untuk suatu tujuan tertentu. juga mengharuskan ia membatasi ibadahnya hanya kepada Allah semata. tidak kepada yang lain. sesungguhnya dia telah mengesakan Allah dalam penghambaan maupun dalam pensucian. atau menjalankan hukum selain dari apa .Oleh karena itu. agar dapat mendorong komitmen mereka dan terikat dengan hukum-hukum syari’at serta bersegera merubah keadaan mereka. kemudian menanamkannya ke dalam jiwa individu kaum muslimin. Ajaran mendasar ini merupakan suatu ajaran yang terpen-ting dan paling berpengaruh dibandingkan dengan yang lainnya. Jadi kalimat laa ilaaha baik menurut ketentuan bahasa ataupun syara' artinya adalah la ma'buuda (tidak ada yang patut isembah).

yang kaum muslimin diperintahkan untuk mengingkari-nya. jarang dipikirkan atau karena pemahamannya telah berubah. sesungguhnya merupakan ketundukan dan penyerahan diri untuk mau diatur dengan hukumhukum thaghut.sesungguhnya ia merupakan thaghut yang ingin merupakan menjadikan dirinya sebagai Tuhan selain Allah. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Sebab keterikatan kepada hukum-hukum syara' adalah hasil yang pasti dari keimanan dilihat dari segi mafhum ketuhanan. ً ‫الشيطان أن يضلهم ضلل ً بعيدا‬ "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan beriman kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Melalaikan keterikatan terhadap hukum-hukum syara' adalah giliran yang pasti setelah melalaikan mafhum ketuhanan.apakah dia sebagai penguasa maupun kedudukannnya aparatnya -. ketundukan dan (pembuatan pasrah terhadap segala yang diperintahkanNya atau yang diladilarangNya. Dan setan diperintahkan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya " (An Nisaâ: 60) . kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhada putusan yang kamu berikan. Jadi siapa saja yang ingin membuat hukum.yang diturunkan Allah. Allah SWT berfirman: "Maka demi Tuhanmu. Allah SWT berfirman: ُ ُ ‫ألم تر الى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل اليك وما أنزل من قبلك‬ َ ُ ‫يريدون أن يتحاكموا الى الطاغوت وقد أ‬ ‫مروا أن يكفروا به ويريد‬ ِ . mengesakanNya dalam tasyri' (pembuatan hukum) juga dalam ketaatan. semuanya termasuk dalam kategori termasuk thaghut yang harus ditentang dan diingkari. Oleh karena itu yang menunjukkan adanya 'ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah itu adalah terikat secara sungguhsungguh dengan hukum-hukum Allah. bahkan diperang sampai lenyap dari permukaan bumi ini sehingga yang ada hanya syari’at Allah semata. yang juga merupakan buah/hasil dari penghambaan diri kepada Allah SWT. sebagai akibat dari melupakannya. dan mereka menerima dengan sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). apapun kedudukannnya -. segala sesuatu yang dilaksanakan dari selain syari’at/perintah Allah. Oleh karena itu.

berimanlah (sungguh- . Jadi. dan melenyapkan setiap undang-undang dan penpenguasa thaghut. hari kemudian. "Wahai orang-orang yang beriman. "Bukanlah kebajikan (namanya hanya) dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS. menjauhi laranganlarangan-Nya. MALAIKAT Dalil-Dalil Keimanan terhadap Malaikat Dalil iman kepada malaikat adalah berdasarkan dalil nakli. melaksanakan perintah-perintahNya." Sesungguhnya pengaruh mafhum ketuhanan pada diri kaum muslimin akan dapat mengembalikan posisi dan semangat aqidah Islam sebagai aqidah ruhiyyah (ritual) dan aqidah siyasiyyah (political). dan nabinabi" (QS. baik di dunia maupun di akhirat. bukan sekedar aqidah ruhiyah semata. Dalil syara' tentang adanya malaikat adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. malaikat." (HR. 3095) itu. Ali 'Imran 180). Sebab. melainkan sesungguknya kebajikan adalah beiman kepada Allah. Tirmidzi no. akal tidak pernah mampu menjangkau eksistensi malaikat. di antaranya adalah firman Allah SWT: "Allah telah terangkan bahwasanya tidak ada Ilah selain Dia. serta mendorong kaum muslimin untuk terikat dengan hukum-hukum Allah. kitab-kitab (Allah). karena pada ruhiyah hakekatnya aqidah ini mampu memancarkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang sangat dibutuhkan manusia dalam mengatur kehidupannya. Tidak ada Ilah selain dia. Yang menegakkan keadilan dan (disaksikan) oleh para malaikat dan ahli-ahli ilmu.‫إتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا ً من دون الله‬ "Mereka (Bani Israil) telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah " (At Taubah: 31) Rasulullah telah menjelaskan arti ayat ini sebagai mana tercantum dalam haditsnya "Sesungguhnya mereka telah haditsnya "Sesungguhnya mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkannya lalu kaumnya mengikuti mereka. Al-Baqarah 177). maka itulah bentuk ibadah mereka kepada para pendeta dan rahib itu.

dan tugas-tugas lainnya. yang menurut penjelasan Al-Qur'an. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. kehendak dan perintahNya1). Oleh karena itu tidak perlu heran jika iman kepada malaikat diletakkan pada peringkat pertama setelah iman kepada Allah. bertugas di jahanam dan jannah. tanpa menerangkan bagaimana karakteristik (bentuk) cahaya (nur) tersebut. Misalnya ada yang ditugaskan untuk mengatur peredaran matahari. Malaikat dan Asal Usul Kejadiannya Malaikat diciptakan Allah sebelum diciptakannya jin. manusia dan alam semesta. Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah2): Tugas-tugas itulah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Qayyim . kitab-kitabNya. mengatur terjadinya proses peredaran terbentuknya janin di dalam rahim. Ada pula yang ditugaskan untuk terbentuknya menjaga dan mengawasi setiap manusia. Ada pula yang ditugaskan untuk mencabut nyawa. Jadi. menghitung dan menulisi amal usaha manusia.sungguh) kepada Allah dan RasulNya dan (kepada) kitab sungguh) yang Dia turunkan kepada RasulNya. Sebab. Hanyasanya ia dijelaskan dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Imam Muslim bahwa malaikat itu dijadikan dari cahaya (nur). sesungguhnya Al-Qur'an tidak menjelaskannya. malaikat-malaikatNya. Tetapi wujudnya pasti. serts kitab yang ALlah turunkan turunkan sebelumnya. Tugas-Tugas Malaikat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul telah menunjukkan berbagai tugas malaikat yang bekerja menuruti perintah dan siidzin Allah untuk mengatur apa yang ada di langit dan bumi serta apa yang ada dan terjadi di antara keduanya. An-Nisaa' 136). Oleh karena itu. rasulrasulNya. karena ia berada di luar jangkauan panca indera dan akal manusia. (Ketahuilah bahwa) siapa saja kafir terhadap Allah. Inilah tentara yang paling agung. mereka berada di langit dan di bumi dan saling berpindah tempat di antara keduanya. bulan dan bintang. para malaikat adalah tentara Allah yang paling banyak dari malaikat segi kuantitas dan paling banyak dari segi tugas-tugasnya. dan hari kemudian. Adapun asal kejadian mereka. dzat malaikat yang sebe narnya tidak mungkin dapat dijangkau akal. mengatur peredaran awan dan turunnya hujan. merekalah yang mengatur alam semesta dengan idzin.

Beliau berkata: "Allah telah mewakilkan para malaikat untuk mengatur langit dan bumi. Maka. Mereka (para malaikat itu) bekerja dengan seidzin dan atas perintah Allah SWT. seperti firmanNya: . sedangkan malaikat mengatur alam ini hanya menmenjalankan atau melaksanakan perintah saja. seperti FirmanNya: "Demi para malaikat yang mengatur urusan alam (ini)" (QS. dan siapakah pendengaran yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. terkadang tugas-tugas pengaturan seperti itu dikaitkan dikaitkan (tersangkut nyata) terhadap Allah. antaramu. Yunus 31). Oleh karena itu. Al-An'aam 61). seperti firmanNya: "Sesungguhnya Rabbmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Perhatikan FirFirman Allah SWT: "Sehingga bila datang kematian pada salah seorang di antaramu. sedangkan para utusan (malaikat Kami) itu tidak (pernah) lengah" (QS. "Juga perhatikan firmanNya yang lain: "Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi. atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan. Ini sama halnya dengan menyebutkan malaikat yang mematikan. malaikat tersebut hanya bertugas mencabut nyawa atas perintah Allah SWT.Al-Jauziyah tentang tugas-tugas para malaikat. kemudian ia bersemayam di atas A'rasy untuk mengatur segala urusan" (QS. katakanlah: 'Mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?" (QS. lalu utusan-utusan Kami mewafatkannya. Allahlah pengatur alam ini dengan perintah (idzin) dan kehendakNya. An-Nazi'aat 5). Allah SWT di dalam AlQur'an kadang menyebutkan bahwa pengaturan tersebut diserahkan kepada malaikat. (kepadaNya)?" "Jadi. Yunus 3). "Atau. Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. "Atau. terkadang disebutkan Al-Qur'an bahwa Allahlah yang mematikan makhluknya.

. . dari pencampuran air mani dengan sel telur . dan amnion) di dalam kandungan. serta mencatat perkataan dan perperbuatannya.. Az-Zumar 42).. Beliau menyebutkan ayatayat Al-Qur'an mengenai hal ini (Baca QS." "Ada yang ditugaskan mengatur peredaran tata surya.. Jibril (Jibrail).. amal.. Tingkatan Tugas dan Wewenang di antara Malaikat Mengenai tingkatan tugas dan wewenangnya. Dia sebagai utusan Allah kepada seluruh nabi dan rasul untuk menyampaikan Al-Wahyu dan petunjuk lainnya.. Adapula yang ditugaskan untuk mengatur semua proses yang terjadi di dalam rahim. Mereka yang (Chorion. bahagia dan mengikuti mencatat manusia dalam setiap keadaan. Al-Qur'an menye butkannya para malaikat tersebut sebagai berikut: 1.. Merekalah yang ditugaskan untuk memproses dan ditugaskan mengembangkannya tahap demi tahap sampai kepada bentuk manusia yang sempurna." Jadi malaikat adalah tentara Allah yang paling agung. Mereka jugalah yang menjaga ketika janin itu masih berada dalam tiga lapisan (Chorion. Ibnu Qayyim lebih lanjut menjelaskan: jiwa ketika datang "Sesungguhnya para malaikat yang bertugas dengan idzin Allah untuk mengatur urusan manusia sejak terjadinya proses pembuahan di dalam kandungan. Ash-Shaffat 1-3)3). An-Naazi'at 1-5. sengsara. Al-Mursalat 1-5. Juga Ibnu Qayyim berkata: "Kitabullah dan sunnah menyebutkan jenis malaikat yang ditu gaskan mengatur urusan makhluk-makhluk yang diciptakan."Allahlah yang mewafatkan kematiannya" (QS. mencatat rezekinya. sampai matinya manusia. Malaikat ini adalah pimpinan umum dan sangat terkemuka di antara mereka. sedangkan sebagian lainnya ada yang ditugaskan untuk membawa awan dan lainnya menurunkan hujan. alantoin. Allah telah menugaskan sebagian malaikatNya untuk mengatur gununggunung (meletuskan atau memunculkannya). ajal. Mereka melindunginya sewaktu manusia hidup dan mencabut nyawanya serta menghantarkan nyawa itu kembali mencabut kepada Allah yang menciptakannya.

pemimpin yang bijaksana dan sangat dipercaya Allah SWT. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya" (QS. Malaikat ini dipatuhi oleh bawahannya. Mikail. Peniupan sangkakala itu sangkakala dilakukan dua kali. Ia juga mempunyai kedudukan yang kuat di sisi Allah dan mendapat tempat mulia di sana. At-Takwir 19-21). Az-Zumar 68). 4) Lihat buku "Syu'abul Iman" oleh Thabrani dan Baihaqi. namun ia tetap setia kepada tugasnya. Ia senantiasa meletakkan mulutnya pada tempat peniupan sangsangkakala. 2. Tugasnya diterangkan dalan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi4) dengan sanad yang hasan: "Ketika Rasulullah bertanya kepada Jibril. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Beginilah contoh kepatuhan para malaikat malaikat kepada Allah. yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki 'Arsy.cw9 SWT. yang mempunyai kekuatan. bosan. 3. Malaikat ini ditugaskan untuk meniup sangkakala (ashshur). punya kekuatan yang luar biasa. jemu atau sejenisnya. ia dapat mengarungi angkasa yang mahamahaluas hingga "Sidratul Muntaha" (berada di langit ke tujuh) sampai kembali ke bumi ketika memimpin dan menuntun perjalanan isra' mi'raj nabi Muhammad saw. seperti yang diceritakan dalam ayat Al-Qur'an: "Dan ditiuplah sangkakala. Ia sedikitpun sedikitpun tidak lelah. Entah berapa juta tahun keadaannya seperti demikian. maka matilah siapa saja yang berada di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Inilah malaikat yang diserahi tugas mengatur pembagian rereki rereki semua mahluk di seluruh alam. Isrofil. apa tugas malaikat Mikail? Jibril menjawab:(Iaditugaskanuntuk malaikat mengatur) tumbuh-tumbuhan dan hujan".cw9 "Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril).Malaikat ini sangat perkasa. sebagai tindakan berjaga kalau-kalau mendadak ada perintah dari Allah.. Dengan sekejap mata. ..

Inilah dua malaikat yang senantiasa setia mendampingi manusia manusia pada posisi kanan dan kiri. tidak terlambat sesaatpun. selama sehari semalam. ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami. patuh dan ta'at kepadanya. 5. dan diutusNya kepadamu malaikatmalaikat penjaga. lain duduk di sebelah kiri. Al-An'aam 61). maka akan perbuatannya itu dicatat pada buku harian dan akan diangkat (dihapus) jika ia bertaubat dalam jangka waktu tersebut. Izrail. As-Sajadah 11). Kemudian hanya kepada Rabbmu kamu pasti dikembalikan" (QS. sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qur'an: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya. Sedangkan yang kiri menulis segala perbuatan buruk. Keduanya bertugas menulis segala sesuatu yang dilakukan manusia. Malaikat-malaikat tersebut dijelaskan tugasnya di dalam Al-Qur'an: tugasnya "(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. maka niatnya itu dihitung (dicatat) sebagai satu amal kebaikan. Bila ia berniat melakukan yang baik. yaitu yang melanggar batas-batas ketentuan agama (syara'). Dijelaskan pula bahwa malaikat ini mempunyai bawahan (pem(pembantu) yang setia. Juga apabila ia melakukan maksiat. seorang duduk di sebelah kanan dan yang perbuatannya. Tugas ini telah ditegaskan dalan Al Qur'an: "Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu.4. dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya" (QS. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu melainkan . Malaikat ini bertugas mencabut nyawa (roh) makhluk hidup (bila telah tiba ajalnya). bila ia tidak bertaubat. sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu. Malaikat sebelah kanan menulis segala perbuatan baik. walaupun belum terlaksana. Dua Macam Malaikat Penunggu Manusia (Raqib dan Atid).

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Jumlah dan Kekeliruan Manusia terhadap Wujud Malaikat Pada hakekatnya malaikat itu jumlahnya sangat banyak. Mereka disebut juga malaikat "Za"Zabaniyah". peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah keluargamu manusia dan batu (berhala). Qaaf 17-18). 6. Sikap mereka digambarkan dalam firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman. Mereka bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan jannah. 7. Malaikat-malaikat ini banyak jumlahnya dan tak perlu diceritakan panjang lebar. Malaikat-Malaikat di Jahanam. Malaikat-Malaikat di Jannah. Dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan menjadi cobaan bagi orang-orang melainkan kafir. Mereka bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan dan untuk jahanam. Allah berfirman: "Dan tidak Kami jadikan penjaga jahanam itu melainkan dari malaikat. tidak ada yang mengetahui jumlahnya. supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengapenyakit (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini dikehendaki sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah. keras. Allah sebagai perumpamaan?" membiarkan sesat orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk . At-Tahrim 6).hadir" (QS. ArRa'd 23). dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu diperintahkanNya mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. "Sedang malaikat masuk ketempat-tempat mereka (ahli jannah) dari semua pintu (untuk melayani mereka)" (QS.

Apa mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? menyaksikan Kelak pasti dituliskan (bohongnya) kesaksian mereka dan mereka pasti dimintai pertanggungjawaban" (QS. Jilid II. menerus. mempunyai sikap dan sifat yang hormat dan mulia. Allah telah membantah pandangan mereka dengan tegas: "Malaikat-malaikat itu menjawab: 'Mahasuci Engkau. 130-132. Dan jahanan melainkan saqar itu tiada lain adalah peringatan bagi manusia" (QS. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka itu Ilah. tetapi para malaikat itu selalu patuh dan taat kepada Allah. tahu tentara Tuhanmu melainkan dia sendiri. Dan tidak ada yang dikehendaki-Nya. Saba' 41). AlMuddatstsir 31). merekalah yang menolong dan melindunginya. yaitu bertindak sebagai pelaksana tugas dan memiliki kekuatan dahsyat. Di antara sifat-sifat itu adalah mereka senantiasa patuh. "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang hambahamba Allah Yang Mahapemurah itu dianggap perempuan. bahkan mereka telah menyembah jin. Engkaulah pelindung kami. . beribadah dan bertasbih serta senantiasa berdzikir kepada Allah. halaman 125-128. Azpertanggungjawaban" Zukhruf 19). Iman kepada malaikat sangat berpengaruh besar dan dahsyat dalam diri manusia. menghindarkan diri dari tergelincir ke menghindarkan jurang kemaksiatan. Juga dari segi lain. Seluruh malaikat. sifat-sifat malaikat yang dicontohkan manusia sebagai makhluk lemah. memintakan ampunan pada Allah atas dosa-dosa manusia yang beriman. Misalnya ditinjau dari segi hubungan mereka dengan manusia. -----------------------------------------------------1) Kata-kata yang digarisbawahi adalah usaha untuk 2) menghindari kesalahfahaman dalam menafsirkan seolah-olah malaikatlah yang mengatur segala sesuatunya. mencatat amal perbuatannya. Kebanyakan dari mereka beriman kepada jin itu" (QS. serta selalu bertasbih siang malam terus kemaksiatan. takut kepadaNya. bukan mereka. yaitu sejak manusia lahir sampai mati. Lihat kitab "Ikhsyatullahfan min Masya'idil Asy-Syaithan" oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Dalam ayat ini disebut bahwa mereka adalah tentara Allah.kepada siapa yang dikehendaki-Nya. menyelamatkannya dari godaan syaithan. Mereka bukanlah anak-anak Allah atau gadis-gadis Allah seperti apa yang dipercayai oleh sebagaian bangsa Arab dahulu. takut dan taat kepada Allah. Al-Jauziyah.

maka Al-Qur'an adalah kitab yang berbeda dengan kitab-kitab lainnya.3) Lihat buku "Makhluk-Makhluk Halus Menurut Al-Qura'n" oleh HM. dapat difikirkan dijangkau atau dibuktikan. hanya Al-Qur'anlah yang dipelihara oleh Allah SWT dan sekaligus berfungsi sebagai penghapus syariatsyariat nabi dan rasul sebelumnya. firman Allah SWT dalam bentuk lain. Alsesungguhnya. Az-Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud As. Hijr 9). "Dan Kami telah turunkan Al-Qur'an dengan membawa kebenaran. yakni Al-Qur'an yang diturunkan diturunkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw. berupa kitab dan apa yang difirmankanNya kepada beberapa rasul berupa shuhuf (lembaran). Kami benar-benar memeliharanya" (QS. yaitu kitab-kitab (yang turun sebelumnya) dan sebagai standard terhadap kitab-kitab tersebut. bagian "Macam-Macam Malaikat dan Tugasnya". At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. putuskanlah perkara mereka menurut (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah dan diturunkan janganlah kamu mengikuti hawanafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah datang kepadamu" (QS. adalah misalnya apa yang diberikan Allah kepada nabi Ibrahim as. Dan sesungguhnya. Kitab-kitab besar yang berasal dari firman Allah SWT seluruhnya seluruhnya berjumlah empat kitab suci. KITABULLAH Seorang muslim beriman dan percaya kepada semua yang dituditurunkan dan diwahyukan oleh Allah SWT. Beriman kepada kitab-kitab Allah mempunyai sandaran yang berasal dari pemahaman dalil akli dan nakli. Al-Qur'an adalah suatu kenyakenyataan yang bisa dijangkau panca-indra dan akal. Ali Usman. Maka. Al-Maidah 48). Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. kepada Di antara kitab tersebut. Sementara itu. Adapun mengenai penjelasan dalil dalil tersebut. Sebab. kitab-kitab tersebut tidak mengandung mukjizat yang bisa dijangkau akal manu sia pada . Tidak demikian halnya dengan kitab-kitab samawi lainnya yang tidak bisa dibuktikan berasal dari Allah. halaman 38-49. yakni berupa lembaran-lembaran. dan Injil diturunkan kepada hamba Allah dan rasulNya. membenarkan apa yang sebelumnya. Isa As.

Walaupun demikian. dan kepada Engkaulah tempat kami kembali" (QS. kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya.. An-Nisaa' 136). kitab-kitabNya. kita wajib mempercayainya bahwa kitab-kitab tersebut pernah diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. "Kitab (Al-Qur'an) ini. baik yang diberitakan dalam Al-Qur'an maupun yang tidak diberitakan. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah dalil nakli. (Mereka itu berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasulNya'. Adapun dalil akli yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah diwahyukan Allah SWT kepada nabi dan rasulNya. hari kiamat. seperti Firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman. Tetapi sesungguhnya kebaktian itu adalah beriman kepada Allah. (Dan mereka berdoa): 'Ampunilah kami. serta kitab yang turunkan Allah telah turunkan sebelumnya. kepada Allah. Nabi yang membawanya tidak menjadikannya menjadikannya (Taurat atau Injil) sebagai bukti tentang kenabiannya. kitab-kitab. tidak ada keraguan padanya. Al-Baqarah 285). beliau yakin bahwa kitab tersebut adalah sebagai satu-satunya mukjizat terbesar sekaligus bukti . Dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami ta'ati'. Petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian. Muhammad saw. Al-Baqarah 2). Siapa saja yang kafir sebelumnya.setiap masa. Bahkan untuk itu." (QS. ya Rabbi kami. adalah berdasarkan bukti dari segi ketinggian bahasanya (Al-Qur'an) dan isi yang dikandungnya.. malaikat-malaikatNya. nabi-nabi . Juga. maka sesungguhnya orang tersebut telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. yakni berdasarkan (ditunjukkan) oleh Al-Qur'an dan hadits rasul yang pasti. demikian pula orang-orang yang kepadanya beriman. malaikatmalaikat. tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada Kitab-kitab yang Allah telah turunkan kepada RasulNya. Rasulullah saw telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya untuk menandingi Al-Qur'an. malaikat-malaikatNya. "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. melalui malikat Jibril as. Sebab. Kedua hal ini telah menunjukkan suatu mukjizat yang amat menakjubkan dan besar. Semua mereka telah beriman kepada Allah. Al-Baqarah 177). rasulrasulNya dan hari kiamat. terdahulu.

(tetapi janganlah bersedih) karena mereka sebenarnya bukan mendustakanmu. bahwa orang-orang Arab telah gagal meniru. walaupun orang-orang Quraisy meminta bukti (mukjizat) selain Al-Qur'an itu. Peristiwa itu diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ankabut 50-51: "Dan orang-orang kafir Makkah berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat (benda lainnya) diturunkan dari RabbNya?'. meskipun Al-Qur'an telah menantang mereka. Al-Ankabut 50-51).kenaabiannya sebagai utusan Allah. Kehebatan Al-Qir'an dengan segala aspeknya telah menyebabkan mereka "tersungkur" mengakuinya. berbicara (syair. Setiap orang yang memiliki pengetahuan walaupun sedikit tentang bahasa dan sastra Arab dengan seluk beluknya. Karena itu. akan sebenarnya tetapi orang-orang dzalim itu telah mengingkari ayat-ayat Allah" (QS. Tetapi. Kekalahan itu telah disepadisepakati oleh ahli sejarah secara meyakinkan. Beliau tidak perlu lagi sebagai memperlihatkan mukjizat lainnya. Juga hal itu tercatat dalam sejarah dakwah Islam bagaimana kekalahan mereka dihadapan Al-Qur'an. Dan sesungguhnya aku ini hanya seorang pemberi peringatan yang nyata" (QS. Katakanlah (Hai Muhammad): RabbNya?'. 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. akan menemukan bahwa Al-Qur'an merupakan bentuk ungkapan bahasa menemukan yang istimewa dan belum pernah ada orang-orang Arab yang istimewa mengungkapkan perkataan seperti itu. memang sudah sepatutnyalah mereka kalah dan mengakui kebenaran Muhammad saw. yaitu mereka tidak mampu menelurkan satu perkataanpun yang senilai dengan Al-Qur'an. puisi dan lain-lainnya). Ayat ini secara jelas menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat bagi Rasulullah saw. Tetapi yang terjadi. dalam gaya bahasa Al-Qur'anpun mereka tidak mampu. sebagaimana tercantum dalam firmanNya: "Sesungguhnya. ternyata sungguh mengherankan. Al-An'aam 33). baik sebelum turunnya AlQur'an maupun sesudahnya. dan bantahan apapun menjadi patah dihadapan tantangan tegasnya. Kenyataan itu diabadikan dan dinyatakan . padahal mereka adalah orang-orang Arab yang terkenal fasih dibidang sastra. untuk meniru apalagi mengubah mengherankan. Kami tahu bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkanmu. cukuplah sudah Al-Qur'an itu sebagai bukti tentang kenabian dan kebenaran dakwah Rasulullah saw. Tantangan tersebut telah menyebabkan mereka terdorong untuk mencoba berbicara atau membuat seperti Al-Qur'an.

padahal ia nabi yang buta huruf (ummi). Berdasarkan kepastian yang meyakinkan di atas bahwa kaum Quraisy dan bangsa Arab secara keseluruhan tidak mampu membuat satu ayatpun yang serupa dengan Al-Qur'an.Al-Qur'an sendiri: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. orang dengan mengatakan: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin . berbeda dengan isi pidato-pidato. sedangkan dia sering menunggu datangnya Al-Wahyu jika menghadapi suatu persoalan? datangnya Dalam masalah ini Imam Syafi'iy berkata1): "Mukjizat Nabi kita Muhammad saw itu amat banyak yang tak mungkin dapat dihimpun seluruhnya oleh buku ringkas ini. Sebab. Yang penting kami kemukakan di sini adalah tentang AlQur'an. Keyakinan dan bukti seperti itu menyebabkan orang-orang tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah perkataan perkataan Muhammad saw. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. Aldipungkiri Qur'an merupakan mukjizat yang paling besar di antara mukjizat mukjizat-mukjizat nabi Muhammad lainnya dan yang paling ampuh untuk menaklukkan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau. Al-Qur'an memiliki sajak yang berbeda dengan syair-syair yang ada. Lebih daripada itu. Pernyataan seperti ini kita temukan dalam firman Allah sendiri. walaupun Muhammad saw adalah orang Arab. yakinlah kita bahwa Al-Qur'an terbukti berasal dari Allah dan ia merupakan kalamullah Yang Mahakuasa. ucapan-ucapan dan karangankarangan yang tertulis manapun. Ia menantang semua manapun. bagaimana mungkin Al-Qur'an diciptakan oleh Muhammad. sedangkan Al-Qur'an mengandung khabar masa depan dan sains teknologi yang baru diungkapkan manusia pada abad ini? Juga. maka Rasulullahpun sama tidak mampunya dan sama-sama orang Arab juga. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. bagaimana mungkin ia dikarang oleh Muhammad saw. Al-Qur'an merupakan mukjizat paling tinggi yang tidak bisa dipungkiri atau diselewengkan oleh siapapun. Al-Israa' 88). bila orang Arab sendiri tidak mampu menandingi Al-Qur'an.

"Kemudian tantangan itu semakin tegas dengan mengatakan: "Maka. ke arah penghidupan yang gilang gemilang. sekalipun bahasa yang dipergunakan oleh AlQur'an adalah bahasa mereka. datangkanlah satu surat saja yang serupa dengannya". Dengan petunjuk itu. mendarah daging dalam kebodohan.berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. membina keluhuran budi dan menjelaskan prinsip hukum sosial dalam kemasyarakatan dan pemerintahan serta prinsip hukum perdata dan pidana. ternyata telah mampu mengangkat umat lain. Beliau dapat menyembuhkan. Ia juga menjadi pandu bagi umat dan menjadi misi universal sebagai puncak mahkota keagungan. walaupun sebuah surat yang paling pendek sekalipun. menerangi mereka dari jalan sesat ke jalan lurus dan menyatupadukan barisan yang tadinya cerai berai. Tetapi hingga kini belum muncul satupun tandingannya. nabi Muhammad saw telah membangkitkan taraf pemikiran bangsa Arab yang tadinya tenggelam dan terpecah belah dalam fanatisme jahiliyah. telah mampu mengadakan revolusi mental dan sosial serta mengubah pemikiran manusia selama empat belas abad. buta huruf dan hidup dalam budaya berhala yang nista. Ternyata mereka tidak sanggup menjawab tantangan tersebut. baik yang masih terbelakang . Al-Israa' 88). Padahal jumlah kaum kafir yang memusuhi Islam demikian banyaknya. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam Al-Qur'an dan umat yang telah menerimanya sebagai ajaran kehidupan. saw". Kitab suci yang jelas ini dan merupakan wahyu Allah. mempersatukan mereka dengan mengajarkan Al-Qur'an dan perkataan-perkataan yang penuh hikmah. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat dan kenabian Muhammad saw". Ia juga telah pemikiran mengubah wajah sejarah manusia dan membangun suatu umat yang lemah menjadi perkasa. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. terwujudlah kesatuan umat di bawah undang-undang yang meletakkan hukum serta menegakkan keadilan di muka bumi ini. atau dengan mengeluarkan harta dan menyerahkan jiwa. Padahal tantangan itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan menentangnya. Dengan karunia Allah dan petunjuk Al-Qur'an. juga ibadah-ibadah lainnya. Kiranya sudah banyak diketahui bahwa Al-Qur'an menunjukkan aqidah yang benar.

tinggi. menjadi Bangsa Arab maupun Ajam (non Arab) yang tadinya hidup dalam kegelapan jahiliyah. syariat. akhlak yang terpuji dan istikomah (berpegang teguh) terhadap ajaran Allah SWT. strategi perang. . dahulunya masih banyak yang buta huruf. serta memberikan teladan pada tingkah laku yang baik dan mulia bagi umat manusia. Juga Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang dasar kehidupan mereka dan untuk mengajak manusia kepada kebenaran. dan meperingatkan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). Padahal kalau ditilik dari sejarahnya. menjadi bangsa beradab dan berkebudayaan jahiliyah. Tidaklah mengherankan bahwa kemajuan umat masa Tidaklah lampau disegala bidang ilmu dan budaya.maupun yang telah maju peradabannya. Sebagian besar dari mereka telah tunduk dan mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab adalah suci (Al-Wahyu) yang bersumber dari Allah. Taurat. apalagi setelah terbukti di dalamnya terdapat banyak ayat yang membuktikan berbagai membuktikan berbagai penemuan baru pada abad mutakhir kini dan sebelumnya2). Cukuplah bukti bahwa mukjizat Al-Qur'an telah mampu menyemenyebabkan orang menjadi beriman. Pengakuan akan kebenaran Al-Qur'an juga dicetuskan para cendikiawan barat dari berbagai disiplin ilmu. antara lain dalam bentuk ibadah yang benar. sebelumnya ------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar". Injil dan ilmu-ilmu" oleh Moris Puk Nabi Dan Rasul Pengantar Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih di antara umat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusanNya kepada umat manusia untuk menyampaikan syariat agama Allah. berilmu dan juga tidak pernah belajar dari bangsa lain. menunjukkan bermacam sejarah. seperti astronomi. tidak sejarahnya. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa khabar gembira kepada umat manusia tentang kenikmatan abadi yang telah Allah sediakan untuk mereka bila beriman kepada Allah dan RasulNya. yaitu agama yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. politik dan lain-lain. disebabkan karena AlQur'an telah menunjukkan bermacam ilmu. halaman 59-60. Semua itu secara jelas membuktikan bahwa Al-Qur'an absolut kebenarannya sebagai wahyu Allah. 2) Lihat buku "Qur'an. Akbar". Bangsa yang buta huruf telah menjadi bangsa yang berilmu dan mampu memimpin dunia.

kemudian jika ia diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu itu untuk manusia. keduanya menerima wahyu dari Allah. ia tidak diberikan syari'at yang baru. disampaikan Secara singkat dapatlah disebutkan bahwa rasul adalah orang yang disebutkan diperintahkan untuk menyampaikan syari'atnya sendiri. Sebab. maka dapatlah dikatakan bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat rasul-rasul sebelumnya". bukan rasul.Pengertian nabi dan rasul Walupun tugas nabi dan rasul adalah sama dari segi tugas pemyampaian wahyu. Sedangkan rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari'at baru untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri. Al-Hajj 52). tetapi mempunyai pengertian yang berbeda dan berarti. maka ia disebut nabi. maka ia disebut rasul. mungkinkah seorang nabi tidak diberikan tugas kepadanya untuk menyammenyampaikan wahyu kepada umat manusia. Betul. Contoh untuk itu adalah nabi-nabi Bani Israil yang diutus dan bertugas di antara nabi Musa dan nabi Isa. Imam Baidlawi menafsirkan ayat itu sebagai berikut2): "Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari'at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya.. Arti nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya sya riat rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu. Memang kebanyakan ulama berpendapat bahwa nabi atau rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dilaksanakan terutama untuk dirinya sendiri. Apakah nabi hanya diutus Allah untuk melaksanakan agama Allah untuk dirinya sendiri." (QS. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat berarti dan prinsipil. Tetapi jika tidak diberikan tugas demikian... Sebab. sebelumnya) Allah SWT berfirman : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak pula seorang nabi. Sayyidina Muhammad saw adalah nabi dan rasul. sedangkan nabi diperintahkan untuk menyampaikan syari'at rasul yang lain diperintahkan (rasul sebelumnya)1).. Pendapat ini terasa ganjil terdengar. Tetapi nabi Harun adalah nabi. Namun yang paling istimewa pada diri beliau adalah kenabian dan kerasulannya . (menjalankan) Dengan batasan yang jelas ini. bahwa nabi dan rasul.

Ismail. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa. Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberpa rasul sebelum kamu. dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Artinya kita wajib percaya bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi dan rasul sebelum Muhammad saw. seperti hadits ahad). Karena itu tidaklah kuat untuk dijadikan pegangan dalam bidang akidah. serta apa yang diberikan kepada nabinabi dari Rabbnya. Juga. nama mereka dan di mana mereka bertugas. kepadamu" Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah hanya memperkenalkan sebagian dari para nabi dan rasulNya. Sebab. Ya'kub dan anak cucunya. Memang dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran Risalahnya Secara global (umum) kita diwajibkan Iman kepada para nabi dan rasul. Al-Qur'an hanya menerangkan (menceritakan) sebanyak 25 nabi dan rasul saja. malainkan ia juga wajib percaya kepada semua nabi dan rasul sebagaimana firman Allah SWT: "Katakanlah (kepada orang-orang Mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami.diutus untuk seluruh umat manusia. kita percayai kenabian dan kerasulannya. dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124000 orang. Mereka itulah yang wajib kita ketahui satu persatu. Al-Mukmin 78). wajib pula persatu. siapa namaseluruhnya. akidah tidak boleh berlandaskan dalil-dalil yang dzonny (yang belum pasti kebenarannya. Seorang muslim tidak hanya wajib percaya kepada nabi Muhammad saw. dan jumlah rasul ada 315 orang. Al-Baqarah 136). Tetapi riwariwayat tersebut adalah bukan riwayat hadits muttawatir. kita tidak perlu mengetahui berapa jumlah mereka seluruhnya. Ishak. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (QS. Tetapi ia hendak harus berdasarkan dalil-dalil yang kath'y3). Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNy" (QS. Semua nabi dan rasul sebelum Muhammad diutus Allah untuk suatu .

bangsa tertentu (baik satu atau beberapa generasi dari suatu generasi bangsa tertentu) dan untuk suatu periode tertentu. sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Awal dari para nabi adalah Adam as dan akhir para nabi adalah Muhammad saw. Saba' 28). dihari kiamat. Semua nabi dan rasul. Adapun kenabian Muhammad saw. Allah menerima taubatnya. mengetahui" Dan Rasulullah saw menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir ra: "Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukkan bagi kaumnya sendiri (khusus). Tetapi kebanyakan manusia pemberi tidak (mau) mengetahui" (QS. antara lain: "Dan Kami tidak mengutusmu melainkan bagi umat manusia seluruhnya. kecuali risalah dakwah nabi Muhammad saw yang bersifat universal. Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia". Serta sabda Rasulullah saw: "Aku adalah penghulu anak Adam. wilayah missi dakwah dari seorang nabi serta masa berlaku syari'atnyapun juga terbatas sampai datangnya rasul datangnya penggantinya. Tentang keuniversalan risalah nabi Muhammad saw. Daerah atau tertentu. maka mereka berada di bawah panji-panjiku" (HR. baik ia nabi Adam As atau nabi yang lain. Kami Mahapenerima berfirman: 'Turunlah kamu dari Jannah itu. Sesungguhnya Allah Mahapenerima taubat lagi Mahasayang. Kemudian jika datang petunjukKu. Turmudzi). pastilah tidak ada kekhawatiran atas mereka. (tetapi) tidak ada kebanggaan pada diriku. Kenabian Adam as dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya: "Kamudian Adam menerima beberapa kalimat dari RabbNya. (tetapi) tidak ada kebanggaan di sini. Al-Baqaarah 3738). risalah dakwah mereka terbatas dan bersifat lokal. Dan ditanganku ada panji-panji pujian. kekhawatiran dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. dapat dibuktikan dengan . Maka. Tidak seorang nabipun. Allah SWT telah menegaskan sendiri dalam AlQur'an pada beberapa ayat dan surat. nanti. maka siapa saja yang mengikuti petunjukKu.

tingkatan rasul lebih tinggi dari tingkatan nabi 4) 2. Dalam ayat ini jelas bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. Karena itu tidak akan ada nabi sesudah nya. tidak ada nabi dan rasul sesudahku". yang telah membungkam orang-orang kafir. suatu mukjizat hanya diberikan Allah kepada para nabi dan rasul. Firman Allah SWT: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. sehingga tidak lagi nabi dan rasul sesudahnya sampai kiamat. bahkan sampai akhir jaman nanti wajib mentaati konsensus bahwa nabi dan rasul penutup (akhir) adalah Muhammad saw. tetapi dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Mahatahu segala sesuatu" (QS. Al-Ahzab 40). sesudahku".mukjizat yang abadi. 23). Nabi Muhammad saw adalah Penutup Nabi dan Rasul Di samping kita percaya kepada kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Di kalangan kalangan umat Islam sejak sahabat hingga kini. Hadits nabi mutawatir yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik. ia berkata: Malik. Ia adalah Kalamullah. "Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Sebab. kita wajib percaya pula bahwa nabi Muhammad saw adalah "khatamunnabiyyin" (penutup para nabi). maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Allah SWT berfirman: "Dan jika kalian (tetap) meragukan Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad saw). Konsensus umat Islam mengenai hal ini adalah berdasarkan: 1. yaitu Al-Qur'an. Sebab. terdiam tak mampu menandingi atau medatangkan satu surat saja semisal Al-Qur'an. apalagi rasul. Maka. . jika kalian orang-orang yang benar" (QS. Hal itu menjadi dalil yang yakin bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul. Al-Baqarah 23). Hadits Mutawatir: a.

Khatim dan khatam adalah di antara nama (yang diberikan kepada) diberikan nabi Muhammad saw di dalam Al-Qur'an. nabi". Selanjutnya Jamaluddin Muhammad Al-ANshari mengatakan: "Merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits mutawatir di atas. Disebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad saw adalah 'khatimannabiyyin'. Oleh karena itu. Dan Muhammad saw adalah khatim (penghabisan/akhir) dari segala nabi. untuk Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya. tetapi bertanya: "Mengapa engkau belum memasang batu bertanya: bata itu?' Nabipun berkata: 'Sayalah batu bata (terakhir) itu. orang(-orang) yang mengklaim dirinya sebagai nabi maka orang itu telah sesat (menyimpang) dari akidah Islam yang jelas-jelas menegaskan bahwa nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dengan nash penutup . mengaguminya. seorang ahli bahasa Arab yang paling terkenal dengan kamus "Lisanul Arab" ia mengatakan bahwa kata "khatam" mempunyai arti yang sama dengan kata "khatim" dan "khitam". Dengan demikian anggapan Faham Qadiyani yang mengatakan bahwa sesudah Rasulullah saw masih ada nabi adalah jelas keliru (sesat) dan tidak Rasulullah berdasarkan pengertian bahasa Arab dan syara'. dan sayalah penutup para nabi". maka mereka telah sesat dan kafir. Ia menulis sebagai berikut: "khitam". kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah Muhammad saw. diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang disiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. pengertian kalimat ini menurut bahasa Arab adalah "Nabi penghabisan (terakhir)".b. Pemahaman Pemahaman Qadiyani tentang kalimat "Khatamunnabiyyin" adalah cap (stempel) untuk nabi-nabi sebelumnya adalah sangat keliru. "Khitam dari suatu kaum serta khatim dan khatamnya adalah penghabisan dari mereka. Sebab. (terakhir)". Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Jamaluddin Muhammad Al-Anshary5). Dalam dua hadits di atas dijelaskan bahwa kenabian dan kerasulan itu telah terputus sama sekali. Ahmad Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Hurairah: Hurairah: "Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebelumku sebuah rumah. yakni penghabisan nabi (penutup) segala nabi".

Orang ini mengklaim dirinya sebagai nabi sesudah Muhammad saw. jauh-jauh hari Rasulullah saw telah memberitakannya memberitakannya dalam sebuah hadits dan diriwayatkan oleh Bukhari. Akidah". dan buku "Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah". Drs. Sejarah". bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat. Cetakan Mesir. adalah Mirza Ghulam Ahmad. Mengenai orang-orang yang mengklaim dirinya nabi sesu dah Muhammad. 5) Lihat Jamaluddin Muhammad Al-Anshari dalam kamus "Lisanul Arab" Juz XV. halaman 390. Ahmadiyah". Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah". Jilid IV. Lihat buku "Studi Islam" oleh Drs Masyfuk Zuhdi. 1300 Hijriyah. Ia mengada-ada syariat baru dan menyatakan bahwa ia menerima wahyu serta mengarang kitab yang disebutnya sebagai wahyu Allah7). oleh Abdullah Hasan Al-Hadar. oleh Masyfuk Zuhdi. lihat buku "Koreksi Total Terhadap Ahmadiyah". halaman 66. Untuk lebih jelas. 6) 7) Lihat kitab "Jami' Al-Ushul fie Ahadits fie Rasul" oleh Ibnu Atsir Al-Jasrir. halaman 57. baca "Ahmadiyah dalam Persoalan" oleh Fawzy Sa'ied Thaha. Juz X. HARI KIAMAT Seorang muslim beriman dan percaya bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya. "Ilahmu adalah Ilah yang satu. Lihat Tafsir Imam Baidlawi "Anwaruttandzim". halaman 470 dan buku "Studi Islam" Jilid I: "Bab Akidah". "Anwaruttandzim". Akbar". Halaman 55. halaman 42. Semuanya Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah saw itu. Maka. -----------------------------------------------------------1) 2) 3) 4) Lihat buku "Fiqhul Akbar". kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. adalah mereka . Juga. Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" Juz V. jilid I.yang kath'i tsubut dan kath'i dilalah". Muslim dan Ahmad dari Abi Hurairah6): "Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Hamka Haq Al Badry.

Hari Kiamat adalah berdasarkan sesuatu yang tidak terjangkau panca indera manusia. Iman kepada Hari Kiamat adalah iman kepada hari berbangkit. juga apakah masih ada atau tidak kehidupan sesudah mati. Oleh karena itu.S. At Taghaabun 7). Demi Tuhanku. An-Nahl 22). para malaikatNya. bukan dalil akli. Semua akan dikumpulkan untuk menghadap mahkamah pengadilan Allah yang Mahatinggi. pasti merasakan siksa yang pedih di dalam jahannam. serta bagaimana bentuk kehidupan sesudah sesudah mati itu? Dalil-dalil nakli yang menjelaskan tentang Hari Kiamat tersebut di antaranya adalah: "Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak dibangkitkan. Hal demikian adalah mudah bagi Allah" (Q. pasti menerima pahala kebahagiaan dalam kehidupan jannah yang penuh kenikmatan abadi. Hadits ketika jibril mengajarkan kepada Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khattab: "Ketika Jibril menanyakan kepada Rasulullah tentang iman. kemudian Allah pasti menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati. kalian benar-benar pasti dibangkitkan. Dan hendaklah engkau beriman kepada Qadla-Qadar yang baik dan buruk (dari Allah)". Setiap orang diperhitungkan amal perbuatannya. untuk apa ada hari kebangkitan itu. 'Tidak demikian.S. Tanpa adanya berita tentang Hari Kiamat dari Al-Wahyu. yaitu waktu berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam semesta yang fana ini. membangkithidupkan . para RasulNya. Katakanlah. maka Rasulullah menjawab: 'Hendaklah engkau beriman kepada Allah.yang hatinya ingkar (akan keesaan Allah dan Hari Kiamat) sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang sombong" (Q. Sebab. Allah yang Mahakuasa akan membangmembangkitkan segenap makhluk ciptaanNya. Orang yang taat dan shaleh. akal tidak mampu menemukannya dengan pasti berdasarkan usaha penginderaan terhadap sesuatu. maka manusia tidak mengetahui apakah ada atau tidak hari kebangkitan sesudah mati. Sedangkan orang-orang yang maksiat kepada Allah. Bukti-bukti adanya Hari Kiamat adalah berasal wahyu (ayatayat) Allah dan hadits rasul. juga kepada Hari Kiamat. kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'. kitab-kitabNya. Pada saat dan hari itu. Dasar pemahamannya adalah berdasarkan dalil nakli.

yang dibangkitkan dari kubur itu bukanlah badan manusia ketika ia ditinggalkan oleh nyawanya. dan Al-Waqi'ah 58-62. ia berten tangan dengan nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang menjelaskan menjelaskan . Ayat-ayat Al-Qur'an yang dijadikan sandarannya adalah surat Ibrahim 48. Menurut faham Ahlussunnah. Keterangan ini berdasarkan firman Allah: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Madjah dari Jabir ra: ra: "Setiap hamba akan dibangkitkan menurut keadaan ketika ia mati (di dunia)". Al-Israa' 99. dan dia lupa kepada kejadiannya. melainkan badan baru dan berbeda sama sekali dengan yang terdahulu. menurut takwilnya. Ia katakan: 'Siapa pula yang sanggup menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh itu?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Ilah yang menciptakannya kali yang pertama.tulang belulang yang telah hancur. yang dihidupkan kembali (bangkit) dari kubur adalah badan (wadag) yang telah menjadi tanah (membusuk) ditinggalkan oleh nyawanya (roh) dahulu ketika (membusuk) manusia hidup di bumi. nyawa seseorang nanti tidak kembali kepada badannya yang lama (di dunia) tetapi akan masuk kepada badan baru di akhirat2). bahwa ia bukanlah bumi dan langit dunia yang dahulu. Keadaan Manusia Ketika Berbangkit Ada yang mempersoalkan kebangkitan manusia dari kubur. dan mengembalikan ruh sebagaimana pada jasad seperti sedia kala. Menurut Maulana Muhammad Ali (seorang tokoh Ahmadiyah 1)). akhirat Pendapat tersebut tidak dapat diterima. menunjukkan bahwa pada hari akhir bumi langit dan manusia diganti dengan yang lain. Dan Dia Mahatahu tentang segala makhluk" (QS. Ia merujuk kepada keadaan langit dan bumi pada hari akhir nanti. mengembalikan jasad yang telah menjadi tanah sebagaimana asalnya. apaapakah ia bersifat materi ataukah immateri (spiritual). Sebab. Ketiga ayat pada surat. Dengan kata lain menurut Maulana Muhammad Ali. Yasin 78-79). tetapi serupa dengan bentuk terdahulu dalam kondisi yang berbeda pula dengan kondisi di dunia.

apalagi manusia dalam bentuk terdahulu ketika ia mati. sampai-sampai itu menghancurkan tubuh bagian dalam mereka dan mengeluarkan segala organ bagian dalam. Al-Isra' 99). terutama surat Ibrahim ayat 48: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit. Lihat "Kanzul Ummal". Sedangkan ayat-ayat yang dijadikan dasar bagi Maulana Muhammad Ali tidaklah dapat dijadikan dijadikan dasar yang benar. sedangkan manusia tidak berubah sama sekali. Begitu pula dasar yang diambilnya dalam surat Al-Isra'ayat 99: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allahlah pencipta langit dan bumi adalah kuasa (pula) pencipta menciptakan yang serupa dengan mereka. Dalam ayat tersebut tersebut hanya bumi dan langit saja yang berubah. dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke Hadirat Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa" (QS. Ibrahim 48). orang-orang yang dzalim itu tidak menghendaki selain kekafiran (belaka)" (QS. ayat ini bukanlah menjemenjelaskan penggantian bentuk badan manusia di akherat. dan (Dia) telah (pula) menetapkan waktu tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka. Bagi Allah. dan An-Nisa 24. Al Kahfi 48. Al-Hakim dari Abi Hurairah. Ahmad. Tirmidzi. pada hadits nomor 39515). oleh Al-Burhan Furi. Seluruh ayat tersebut menunjukkan bahwa semua manusia berberkumpul di Padang Mahsyar dengan keadaan dan bentuk yang sama seperti ketika ia hidup di dunia. tetapi ayat tersebut menjelaskan kekuasaan Allah untuk menggantikan . Al-Qur'an menyatakan hal tersebut. Setelah itu (tubuh rusak tersebut) diciptakan kembali (untuk selanjutnya menerima siksaan yang berulang-ulang" (HR. serta Sunnah Rasul: "Sesungguhnya (ahli jahanam) kepadanya akan ditumpahkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka. tidaklah sukar menciptakan langit dan bumi yang baru. bukan badan lainnya. misalnya dalam surat Ibrahim 48-50. Sedangkan dasar surat Al-Waqi'ah 58-62. Ayat ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menunjukkan ada nya perubahan bentuk manusia pada Hari Kiamat.bahwa yang akan dibangkitkan dari alam kubur adalah nyawa manusia dari badan yang dahulunya hidup di dunia.

Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS.manusia di dunia (mengganti suatu bangsa yang melanggar perintah Allah dengan bangsa yang patuh terhadap perintah Allah). Waktu Hari Kiamat Manusia selalu bertanya kapankah terjadinya Hari Kiamat. Kehancuran pemerintah Khilafah Islamiyah dan akan kembali jaya dan berkuasa Khilafah dikemudiann hari sehingga kaum Muslimin menguasai pusat kekuasaan Katholik Nasrani di Roma dan tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di (huru-haranya langit dan di bumi. Namun tanda-tanda Hari Kiamat tersebut telah dikemukakan secara banyak dan rinci. negeri Islam akibat fitnah oleh musuh-musuh Islam. Al A'raaf 187). Jumlah orang beriman sedisedikit. Penyalahgunaan jabatan. Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Perhiasan masjid yang berlebihan dan suara hiruk-pikuk lebih sering terdengar di Masjid. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Perpecahan umat Islam /negerijabatan. kapan terjadinya. yakni . Peperangan antara umat Islam dengan Yahudi yang berakhir dengan kemenangan di fihak kaum muslimin. Zina dan minuman memabukkan serta kejahatankejahatan lain merajalela. Jawabannya: hanya Allah yang tahu dengan pasti dan tepat. Tanda-tanda Hari Kiamat Hadist-hadits Rasulullah saw yang bersumber pada wahyu Allah tidak pernah menerangkan dengan pasti kapan terjadinya Hari KiaKiamat. Turunnya Nabi Isa as untuk meluruskan ajaran Nasrani (ajaran Trinitas. antara lain: Banyaknya mode pakaian telanjang. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Firman Allah SWT: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'Bilakah terjadinya?Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan terjadinya?Katakanlah: tentang kiamat itu ada pada sisi Rabbku. Munculnya Dajjal di tengah umat Islam untuk menyesatkan manusia. Munculnya Muhammad Al-Mahdi di bumi untuk menegakkan keadilan dan kekuasaan umat Islam. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu ada di sisi Allah'.

Matahari akan terbit dari arah barat dan itu terjadi setelah Nabi Isa wafat. sangkakala. munculnya Daabbah (binatang ajaib) yang dapat berbicara kepada manusia untuk menunjukkan kepalsuan dan ketidakbenaran ajaran semua agama selain Islam. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Pada saat itulah Kiamat yang sesungguhnya terjadi. Firman Allah SWT: "Dan ditiuplah sangkakala. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. Kemudian ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya agar semua makhluk berdiri dan menuju Padang Mahsyar untuk perhitungan amalnya. kemu dian Allah akan mengirimkan kabut tipis yang menyebabkan kematian seluruh kaum muslimin dan tinggallah orang-orang kafir (jahat). disertai munculnya api di daerah Yaman. sehingga orangorang berlari ke arah Syam dan di sini mereka mati setelah ditiup sangkakala. membunuh Dajjal. maka matilah apa yang ada di langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Firman Allah SWT: . Terjadi gempa bumi di Timur /Barat dan seluruh Jazirah Arab. semua makhluk binasa kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Az-Zumar 68). menhancurkan salib-salib. Nasib Manusia pada Hari Kiamat Al-Qur'an menerangkan bahwa Hari Kiamat terjadi setelah ditiupnya sangkakala pertama oleh Malaikat Isrofil. Orang-orang atheisme telah meragukan Hari Kiamat setelah tergambar dalam otaknya bagaimana kesulitan yang akan dihadapi Allah ketika akan menghitung amal perbuatan manusia yang begitu banyak. tetapi peperangan itu akan berakhir dengan kehancuran tentara Ya'juj dan Ma'juj oleh Allah dengan kemenangan di fihak kaum Muslimin (ini terjadi pada masa Nabi Isa masih hidup). pada saat itulah pintu taubat tertutup. mengislamkan orang Nasrani.menuhankan Nabi Isa). menegakkan kebenaran dan keadilan menegakkan berdasarkan syariat Islam. Pada saat ini. kemudian beliau kawin lalu meninggal dan dikuburkan dekat makam Rasulullah saw. serta memperingatkan orang-orang memperi yang tidak percaya dengan ayat-ayat Allah (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah). Sikap ini tumbuh karena mereka tidak berfikir bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi tanpa merasa lelah sedikitpun. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (dua bangsa dari sebelah Timur) menyerang kaum muslimin bagaikan air bah.

Al-An'aam 59). sejak nabi Adam hingga makhluk terakhir. Apakah adanya hisab menjadi sesuatu yang menyusahkan baginya. dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan" (QS. maka ia pasti diampuni dosa-dosaNya. telinga. Segala gerak yang dilakukan mamusia mulai dari mata. Pada hari hisab. Al-Zalzalah 4). Qaaf 38). misalnya untuk menghitung semua amal manusia ketika hidup. Sedangkan manusia telah terbukti tidak sanggup menghitung tetes hujan yang turun ke bumi.An-Nisaa'48). Ia juga akan disaksikan oleh ayah-ibunya. tangan dan segala sifat jasmani dan rohani (hati). berapa jumlah butir pasir di sepanjang pantai dunia. bina tang dan semua makhluk. segala sesuatu akan disaksikan oleh Allah SWT. Sebab. Dia tahu jumlah makhluk sebelum diciptakan sesuatu diciptakan. hidung. Allah Mahatahu berapa jumlah tetes hujan yang jatuh ke bumi. Al-Isra' 14). mulut. "Pada hari itu semua berita akan bercerita sendiri" (QS. Sebab. Siapa saja yang . kejahatannya dan keburukan yang pernah dikerjakan. para Malaikat. tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Dia). "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sesungguhnya Allah dirinya membersihkan siapa saja yang dikehendakiNya dan mereka dikehendakiNya tidak dianiaya sedikitpun" (QS. kaki. serta berapa jumlah bayi yang lahir ke dunia sejak dahulu sampai sekarang. Allah mengampuni semua dosa manusia kecuali dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik (menyekutukan itu bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Mahakuasa dan Mahakaya. para Rasul dan Nabi. semuanya mendapat penilaian dari Allah dan akan dibalas. seluruh manusia. Allah SWT berfirman : "Bacalah kitabmu sendiri yang pada hari itu cukuplah menjadi saksi" (QS. Semua jumlah bilangan yang banyak itu hanya Allah SWT saja yang sanggup menghitungnya. serta tidak satu lembar daunpun yang jatuh ke tanah melainkan diketahuiNya (QS. Dia Yang Mahatahu. Orang-orang yang beriman kepada Allah."Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. neneknya dan kawan-kawannya.

"(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji selain kesalahan-kesalahan kecil. tersiksa dan memerlukan bantuan tetapi ia membiarkannya. Dan jika tidak mendapatkannya. Mereka yang berdosa besar maupun maupun kecil. kesukuan. Mereka yang mengetahui di kanan kirinya banyak orang miskin. Semua hal kebangsaan. sesuai dengan firman Allah SWT: "Dan tidaklah mereka tahu bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya? Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman" (QS. (Karena) (Karena) Dialah yang Mahatahu siapa yang bertaqwa" (QS. . membunuh. membuka aurat di depan umum dan berteriak-teriak di jalanan. Betapa mudahnya seseorang terlepas dari api jahanam. ia akan diadili dengan seadil-adilnya. hubungan antara majikan dengan buruh yang buruk. memperkosa. menganiaya. berjual beli secara bathil. mengukur dan menimbang secara curang. Az-Zumar 53). maupun berdagang. An-Nisaa' 116). diketahui Allah. Mereka yang bekerja tidak benar ketika bergaul. mengomel. Maka. Mereka Mereka yang merampas harta orang lain. An-Najm 32). mencuri. maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya" (QS. janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dan Dia lebih mengetahui (keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.menyekutukan (sesuatu) dengan Allah. sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad. maka cukuplah dengan perkataan yang baik". Adapun orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya. berpolitik. serta berbagai persoalan keluarga. perbuatan Sesungguhnya Rabbmu Mahaluas ampunanNya. Namun. Bukhari dan Muslim dari Adiy: Bukhari Adiy: "Jauhkan dirimu dari api jahanam walaupun dengan bersedekah sebiji korma. Ketika itu tidak ada partai dan golongan. Semua bentuk perbuatan itu pasti diadili. maka mereka termasuk orang-orang berdosa. Kedzaliman antar manusia di dunia merupakan dosa yang tidak terhindarkan. kebangsaan. Mereka tidak diampuni dosa-dosanya. berbisik.

Namun. Dan (masuk dalamnya). ada batas (Al-A'raaf). zakatnya. semua pasti diadili dan mendapat hukuman Allah pada Kahri Kiamat. Kenikmatan Jannah Kehidupan di dalam jannah adalah abadi. bergunjing. maka mereka berkata: 'Ya Rabbi kami. maka mereka akan ditangguhkan. menuduh seseorang tanpa bukti. "Dan di antara keduanya (penghuni jannah dan jahanam). kata-kata yang keluar tanpa makna. maka mereka akan mendapat balasan kenikmatan di Hari Kiamat. sampai batas waktu yang tidak disebut ditentukan. Orang-orang yang jumlah dosanya lebih banyak daripada amal kebajikannya. mereka dapat menyaksikan bagaimana pedihnnya siksa jahanam dan bagaimana pula kenikmatan yang diperoleh oleh penghuni jannah. penuh kesenangan . padahal memasukinya. shaum. mengkritik dengan maksud buruk. Dari tempat ini. tuduhan yang semena-mena tanpa bukti. Dan (kenikmatan mereka berseru (kepada) warga jannah: 'Salaamun 'alaikum'. SeSedangkan orang-orang yang jumlah amal kebajikannnya lebih banyak daripada amal kejahatannya. Rasulullah saw mendapat bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tarmidzi dari Abu Hurairah: Hurairah: "Tahukah engkau siapakah orang-orang miskin itu? Mereka adalah umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan shalat. janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang yang dzalim itu'" (QS Al-A'raaf 46-47). Kemudian ia ditenggelamkan ke dalam jahanam". menyakiti orang lain. serta 1001 macam persoalan kehidupan manusia. berhuberhutang tetapi tidak mau membayar. tidak dimasukkan ke dalam jannah atau jahanam. berjudi dan berzina. menyia-nyiakan waktu. (QS Al Araaf dimasukkan 46-47). penghuni Al-Araaf ini penghuni suatu waktu pasti dimasukkan Allah ke dalam jannah. maka mereka pasti disiksa dalam api jahanam. apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni penghuni jahanam. mereka ingin (sekali) segera (masuk ke dalamnya). Dan di atas Al-A'raaf itu ada orangorang yang mengenal masing-masing kedua golongan itu dengan ciri-ciri (kenikmatan yang) mereka (peroleh).Segala caci maki. Mereka akan ditempatkan di suatu lokasi yang disebut Al-Araaf. Mereka belum boleh memasukinya. Tetapi akan berbeda terhadap orang-orang yang jumlah amal kebajikan seimbang dengan amal bejahatan. sehingga semua perbuatannya itu menyebabkannya ia telah menghilangkan kebaikannya. tetapi mereka telah mencaci maki.

Para malaikat akan masuk dari kegembiraan segala penjuru dengan menyampaikan salam. Juga di dalam jannah berlimpah buah-buahan yang tidak putus-putusnya dan tidak pernah terhalang. Itulah hari kekekalan" (QS Qaaf 34). alangkah baiknya tempat shabartum). bersama orang-orang shalih dari para bapak. matanya melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. tempat mukim mereka. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah: Hurairah: "Siapa saja yang masuk jannah. Pada waktu itu manusia akan melihat Rabbinya. para malaikat masuk ke tempat mereka. peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah . Tentang sifat-sifat jannah. maka ia pasti merasakan senang dan tidak pernah putusasa. masa remaja yang tidak pernah pudar. para famili. istri dan anak cucu mereka. suami. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang beriman. Ia berpakaian yang tidak senang lepas. Allah SWT berfirman: "Masukilah jannah itu dengan aman. "Dan buah-buahan yang banyak. dan para cucunya yang beramal shalih dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. terakhir itu" (QS Ar Raad 23-24). (sambil mengucapkan): 'Sejahtera atas kalian seluruhnya karena kesabaran kalian' (Salaamun seluruhnya 'alaikum bimaa shabartum). Penghuni jannah akan bertemu dengan ayah. Sementara itu. dan hati manusia tidak pernah menghayalkan sesuatu hal yang ada sebelumnya".dan kenikmatan. Siksaan Jahanam Tentang siksaan terhadap orang kafir dan dzalim di dalam jahanam. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak dilarang mengambilnya" (QS AlWaaqi'ah 32-33). yang dinyata kan Rasulullah saw sebagai bentuk yang Mahaindah. Maka. "(yaitu) jannah 'Adn. istri. telinganya mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar sebelumnya. Sementara mereka dari semua pintu.

bukan secara roh. An-Nisaa' 145). (Kemudian mereka dimasukkan) ke dalam air yang sangat panas. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru) supaya mereka merasakan adzab.(tubuh) manusia dan bebatuan. Adzab Jahanam adalah Siksaan Fisik Kenikmatan Jannah adalah Kesenangan Sempurna Siksaan jahanam adalah abadi dan kekal. lalu mereka dibakar di dalam api (yang menyala-nyala)" (QS. seraya mereka diseret. jahanam "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami. "Pada hari itu dipanaskan emas perak di dalam jahanam. mereka berada di kerak jahanam yang paling bawah. Sedang kedudukan orang-orang munafik. lambung dan punggung mereka. Siksaan di jahanam maupun kenikmatan di jannah merupakam akibat perbuatan manusia di dunia. Semua itu dirasakan secara fisik. Kepada mereka lambung . Allah SWT juga mengingatkan kepada manusia bahwa siksa jahanam amatlah pedih. penjaganya para malaikat yang kasar. (dan) tidak (pernah) membantah kepada Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka diperintahkanNya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS AtTahriim 6). maka kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam jahanam. Al-Mukmin menyala-nyala)" 71-72). Tentang pendapat bahwa kenikmatan maupun siksaan pada kedua tempat tersebut dirasakan manusia dalam bentuk roh. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS An-Nisaa' 56). keras. maka dirasakan pernyataan tersebut terbantah dengan memperhatikan firman Allah pernyataan SWT: "Ketika (itu) belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. Setiap kali kulit mereka hangus. "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (tempat mereka) berada pada tingkatan yang paling bawah dari jahanam. lalu lelehan (emas dan perak) itu (dipakai) untuk membakar dahi.

ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulallah SAW berkata: "Seringan-ringannya siksa pada Hari Kiamat ialah orang yang padanya diletakkan dua bara api di bawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. "Sekali-kali tidak. Muslim dari Jabir ra). yang mengelupaskan kulit kepala" (QS Albergejolak. Bagaimana mungkin siksaan yang disebutkan pada ayat-ayat AlQur'an tersebut bentuknya adalah siksaan yang bersifat ruh. mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang yang terbuat dari emas. Maka. serta pakaian mereka di sana adalah sutra" (QS Faathir 33). Mereka masuk ke dalamnya. Dampak Iman Kepada Hari Kiamat Iman pada Hari Kiamat akan mampu mendorong setiap mukmin .(dikatakan): 'Inilah harta benda yang engkau simpan untuk dirimu sendiri. dan mutiara. BahBahkan. Di dalamnya. Dari Nu'man bin Basyir ra. yaitu adanya perasaan. tidak buang ingus dan tidak kencing" (HR. pengertian. "(Bagi mereka adalah) jannah 'adn. Padahal sesungguhnya itulah siksa seringan-ringannya" (HR. Pada saat itu ia merasa bahwa tidak seorangpun yang lebih berat siksaan yang seorangpun diterimanya dibandingkan dengan orang lain. rasakanlah sekarang (siksaan akibat rasakanlah dari) tabunganmu itu" (QS At-Taubah 35). kepuasaan dan adanya makhluk (hewan dan pengertian. Sesungguhnya jahanam itu api yang bergejolak. Rasulullah saw bersabda: "Ahli jannah makan dan minum di dalam jannah tetapi mereka tidak buang air besar. Ma"aarij 15-16). tumbuhan) yang akan menemani kehidupan manusia di jannah. Allah SWT berfirman: "Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini" (QS AthThuur 22). Bukhari Muslim). patut pula diketahui bahwa kehidupan akhir tesebut mempunyai persamaan dengan kehidupan dunia.

Allah SWT berfirman: "Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada perbuatannya lehernya. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab'" (QS Al-Israa' 13-14). Karena itu iman kepada hari akhir mempunyai dampak positif bagi kehidupan seseorang. Hal itu akan berbeda terhadap orang-orang kafir.untuk berfikir sebelum melakukan sebuah tindakan. maka pasti ia melihat (balasan)nya. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang-orang mukmin akan diberikan catatan amal perbuatan mereka melalui tangan kanannya dari depan. yakni 3): a. Ia akan berusaha menjauhi segala laranganNya karena takut siksaan kelak di kemudian hari. kesejahteraan) yang belum diperolehnya diperolehnya di dunia akan diterimanya di kemudian hari. Allah SWT berfirman: "Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. b. dan siapapun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah. Senantiasa menjaga diri untuk selalu taat kepada Allah SWT dan senantiasa mengharapkan pahala pada Hari Kiamat. baik atau buruk sesuai dengan perbuatannya itu. Mereka pasti menerima catatan amal perbuatannya melalui tangan kirinya. maka dia . Catatan Amal Perbuatan Manusia pada Hari Kiamat Iman kepada Hari Kiamat membawa konsekuensi yang logis untuk iman juga kepada adanya catatan amal perbuatan manusia. Sebab ia yakin bahwa semua amal perbuatannya akan dimintai pertangungjawabannya dan ia akan menerima balasannya. Setiap manusia akan menerimanya pada Hari Pembalasan itu. Dan kami berikan kepadanya pada Hari Kiamat sebuah kitab (catatan amal perbuatan) yang dijumpainya terbuka: 'Bacalah kitabmu. juga pasti ia melihat (balasan)nya" (QS Al-Zalzalah 7-8).Menghibur dan mendorong agar bershabar bagi mukmin bahwa kebahagian (kesenangan. sedangkan orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar akan menerimanya melalui tangan kanannya tetapi dari belakang. Allah SWT berfirman: "Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (amal perbuatan)nya dari sebelah kanannya. Maka.

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya. maka dia berkata: diberikan 'Wahai. Bagi kaum Muslimin. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat bagiku. ia akan berfikir apakah perbuatannya telah sesuai dengan perintah Allah SWT. "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. api jahanam yang menyala-nyala itu. ataukah perbuatannya justru telah melangggar laranganNya. Sebeliknya) yang benar adalah Rabbinya selalu Rabbinya melihatnya" (QS. dan tidak ada makanan sedikitpun (baginya) selain darah dan nanah. (Allah berfirman): 'Peganglah dia. buah-buahannya dekat. dan juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Sesungguhnya aku yakin bahwa aku pasti menemui hisab terhadap diriku'. Penutup Demikianlah pokok pembahasan iman kepada Hari Kiamat. iman kepada Hari Kiamat sesungguhnya akan berdampak kuat bagi setiap amal perbuatannya. (Bukan demikian. Al-Haaqqah 19-37). maka ia akan berteriak: 'Celaka aku!'. kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala-galanya.berkata: 'Ambilah. Maka. Sesungguhnya dia menyangka bahwa Sesungguhnya sekali-kali ia tidak kembali (kepada Tuhannya). (Kepada mereka dikatakan): 'Makan dan minumlah dengan sesukamu sebagai balasan terhadap amal perbuatan yang telah engengkau kerjakan pada hari-hari yang lalu. Juga. belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Pada setiap langkahnya. Maka. lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam jannah yang tinggi. Bacalah kitabku (ini). dan aku tidak tahu apa hisab terhadap diriku. Dan ia pasti masuk ke dalam api yang menyala-nyala (jahanam). Wahai. Al-Insyiqaaq 10-15). Masukan dia ke dalam lehernya. sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Mahabesar. Bagi mereka . alangkah baiknya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). tiada seorang temanpun baginya pada hari itu di sana. Telah hilang kekuasaanku'. (Sebab). Tidak ada yang memakannya selain orang-orang yang berdosa" (QS. Orang-orang yang beriman kepada adanya Hari Pembalasan akan selalu ingat kepada setiap perbuatan yang akan dilakukannya.

Murji'ah . Muhammad saw.281-283) 3) Lihat buku "Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah" oleh Muhammad Shahih AlUthaimin. Fachruddin. 1989. "Sejarah "Ghulamiyah".Syi'ah . Sesungguh nya siksaan maupun kenikmatan yang diterima setiap manusia adalah akibat logis dari seluruh amal perbuatannya selama ia hidup di dunia. Perkembangan Pemikiran Islam: Khawarij . Fuad Mohd. Bina Ilmu. ------------------------------------------------------------------ 1) Istilah "Ahmadiyah" tidak cocok untuk aliran agama ini.Baha'i . 2) Lihat Maulana Muhammad Ali dalam "The Religion of Islam". Hari Kiamat adalah suatu hari yang pasti datang.Ahmadiyah". Ia lebih cocok dengan nama "Qadiyani" atau "Ghulamiyah". yaitu Syariat Islam.Mu'tazilah . maka mereka pasti akan berlomba-lomba menjalankan semua perintah Allah berupa syariat yang telah diturunkan kepada RasulNya. Pakistan 1950 Islam". Jakarta (CV. 1985 hal 89). Halaman 129. Uthaimin. Yasaguna).Ahlussunnah Waljama'ah . terjemahan QADLA DAN QADAR . terjemahan Moeslim Abdul Ma'ani. Lihat Dr.yang iman. (p.

Bahkan kalau kita mengkaji bukubuku hadits. iman kepada takdir mempunyai sandaran nashnash Al-Qur'an yang pasti (kath'i) serta dijelaskan oleh Rasulullah saw yang diambil dari sunnahnya. Juga. Ia muncul pada akhir abad pertama hijriyah (awal abad kedua hijriyah). ada bagian (kitab) khusus yang membahas tenten1). will). masalah ini telah mereka gabungkan dengan pembahasan masalah takdir. misalnya. Berbeda dengan iman kepada qadla dan qadar.Pengantar Seorang Muslim wajib beriman dan percaya kepada qadla dan qadar. Hal-hal baru mulai ditemukan. Sebab. termasuk usaha-usaha menerjemahkan faham-faham di luar Islam. Kita hanya menemukan pembahasan masalah takdir (Al-Qadar). Asal Mula Munculnya Istilah Qadla dan Qadar Akhir abad kedua adalah masa-masa suburnya penaklukan yang dilakukan oleh khilafah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia. semisal filsafat (Yunani). Tetapi ia tidak akan menemukan pembahas an masalah qadla dan qadar. Ia bukanlah timbul dari nash-nash syara'. maka tidak akan ditemukan masalah ini. Kaum Muslimin Muslimin mulai mengkaji filsafat Yunani. maka ia akan menemukan hal sama. seorang peneliti dan pengkaji hadits. Iman kepada takdir adalah sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim. Tidak adanya istilah gabungan qadla dan qadar di dalam AlQur'an dan hadits disebabkan memang masalah ini baru muncul pada masa tabi'in (setelah masa sahabat). Ada golongan golongan . berdialok maupun berdebat. Misalnya. Di dalam Al-Qur'anpun tidak terdapat istilah qadla dan qadar yang digabungkan itu. Filsafat ini dipakai sebagai alat untuk berdebat dengan mereka setelah dari fihak Nasrani terlebih dahulu telah mempelajarinya untuk mempertahankan akidah mereka. Sebab. Menurut sebagian ulama ushuluddin. Dalam shahih Bukhari. Kata qadla dan qadar hanya ditemukan terpisah-pisah 3). mereka telah menggunakan logika (manthik) sebagai sesuatu yang penting untuk menggunakan membantu mereka dalam berfikir. Di dalam filsafat Yunani ternyata terdapat dua golongan besar yang mengartikan makna kebebasan bertindak ini 4). Ia pada awalnya hanya semacam kebutuhan untuk menjawab tantangan dari orang-orang Nasrani. Hal sama akan kita temukan pada shahih tang masalah takdir ini Muslim2). masalah ini telah dimasukkan ke dalam bagian dari rukum iman keenam. membantu Kaum Muslimin tergerak hatinya untuk mendalami filsafat Yunani untuk membantah masalah-masalah yang dilontarkan fihak Nasrani dalam bidang "kebebasan bertindak" (free will).

Mereka menolak pengaturan untuk segala sesuatunya sesuai dengan takdir sesuatunya (Al-Qadar) maupun dalam ketetapan Allah 10). power) dan kebebasan (huriyah. secara mutlak (serba boleh). mengatakan manusia manusia mampu berusaha sendiri. Masalah ini telah lama menjadi bahan pembahasan filosof Yunani. karena golongan ini telah mengajak orang-orang lain untuk pasrah tanpa mau berusaha. Golongan ini mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak. senantiasa "Muktazilah" "Muktazilah" menyebutkan bahwa manusia bebas untuk melakukan sesuatu menyebutkan tindakan apapun tanpa terikat kehendak kepada Allah. Ia juga telah menjadi pemahaman dan dikutip oleh kalangan Nasrani dari sekte Surianis 6). Bahkan masalah ini juga telah lama menjadi pembahasan dari kalangan Zarasustra7). Golongan ini dalam ucapan-ucapannya. Oleh karena itu. Muktazilah berpendapat bahwa manu sia memiliki kehendak (iradlah). Itulah sebabnya akhirnya golongan ini disebut dengan "Qadariyah" 8). Ketika itulah (akhir abad pertama atau memasuki abad kedua hijriyah) muncul permasalahan qadla dan qadar5). barulah mereka mempunyai waktu luang untuk berfikir. kebebasan (serba menyerah). Sebagai berusaha. suatu faham yang mengartikan bahwa tidak ada "Stoaisma". Dengan tenang mereka mulai mengkaji berbaberbagai masalah baru yang timbul. jawaban atas golongan ini. Kemunculan faham Qadariyah yang dikembangkan oleh Washil bin Atha' sesungguhnya tidak lain karena reaksi dari penyebaran faham jabariyah yang mempunyai pemahaman bertolak belakang dengan Qadariyah. Golongan terakhir ini akhirnya sering kebebasan disebut golongan "Fatalisme". kekuatan. Dengan kata lain. freedom) untuk berbuat atau tidak . Setelah tentara kaum Muslimin selesai melakukan berbagai penaklukan (di Asia dan Afrika). kekuasaan (kudrat. timbul reaksi yang menyebabkan munculnya golongan menyebabkan 9)."Epikure". Secara garis besar. dan menentang faham ini. Faham Qadariyah (Muktazilah) Kemunculan Berbagai Faham di dalam ajaran Islam sulit untuk dihindari ketika Islam telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia. disebut "Fatalisme". suatu faham yang mengartikan kebebasan tersebut "Epikure". dan ada golongan "Skeptisme atau "Stoaisma". mengecam Qadariyah. Ulama pada waktu bersikap keras. kemunculan segolongan dari kaum Muslimin yang berpendapat bahwa manusia itu bebas berkehendak atau berkehendak terlepas dari takdir Allah SWT adalah salah satu akibat terlepas persinggungan Islam dengan budaya setempat.

Jika ia mau. Itulah sebabnya mengapa orang gila tidak terbebani hukum. maka ia kerjakan. Kedua. maka perbuatan-perbuatan seperti seperti shalat. siksa terkait dengan iradlat dan kudrat. perbuatan manusia terdiri dari dua gerak.berbuat serta terlepas dari kehendak. yaitu gerak Pertama. Sebab. pelaksanaan hukum syar'i (taklif syar'i). perbuatan manusia 12). Ketiga. antara lain14): Pertama. . Karena itu. misalnya: "Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka. mungkin). jika tidak. ha nyut oleh fikiran melayang yang akhirnya jatuh ke jurang kesesatan. dusta. maka ia tinggalkan. ia bebas dari taklif syar'i. persatuan umat13) Golongan ini mengemukakan beberapa alasan. Iradlat dan kudratNya tidak turut campur dalam tinggalkan. Karena itu. (Ini tidak mungkin). pahala dan Kedua. yakni (aneka nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan" (QS. shaum. As-Sajadah 17). Orang yang tidak mempu nyai keduanya. Ayat-ayat Al-Qur'an yang menakwilkan sering dikutip adalah ayat-ayat yang menunjukkan bahwa manusia dikutip mendapat balasan atas perbuatannya. kerjakan. bahkan pemikiran ini telah mengganggu kesesatan. ikhtiariyah dan idlthiariyah. maka semua perbuatan tersebut dapat disandarkan disandarkan (baik buruknya) kepada Allah. andaikan semua perbuatan manusia terjadi atas iradlat Ketiga. Orang kafir diharamkan naik haji. menurut faham ini. atau ketakutan. kekuasaan dan takdir Allah. Inilah faham indeterminasi (Qadariyah atau faham free will) dari filsafat Yunani yang merasuk ke pemikiran dunia Islam yang menyebabkan banyaknya orang yang terselewengkan. Muktazilah gemar menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an 15). mencuri dan seterusnya. Manusia itu "mukhtar" (bebas kehendaknya "mukhtar" memilih dan menentukan). Untuk mendukung pendapat mereka. tentulah tugasnya hanya apa yang sanggup dikerjakannya. iradlat dan kudratNya. Mahasuci Allah dari hal yang demikian. Orang yang tidak sanggup melaksanakan sebagian pekerjaannya. sedangkan gerak kedua adalah bukan atas kehendak sendiri. tidaklah sama antara gerak memukul (sengaja) dengan tangan gemetar karena ketakutan. wajar dan adil apabila manusia harus bertanggungjawab atas semua perbuatannya 11). Golongan ini memandang bahwa manusia sesungguhnya menciptakan segala memandang perbuatannya dengan ikhtiar dan kudratnya sendiri serta berdasarkan kehendaknya sendiri. menentukan). gerak pertama pada dua contoh di atas adalah atas kudrat (kehendak)nya sendiri. gerak naik ke puncak menara tidaklah sama dengan gerak orang yang jatuh dari puncak menara. atau yang tidak sanggup shalat berdiri dapat melakukannya dengan duduk.

Ia mempunyai gerak dan kemampuan untuk menentukan kehidupannya di dunia ini. atau. siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Oleh karena itu. kudratNya kepada keinginan untuk memilih dan otak untuk berfikir. Padahal Islam telah ..Mereka berdalih bahwa sekiranya perbuatan manusia itu berasal berasal dari Allah. Pada saat itu ia dibolehkan menggunakan akalnya untuk berfikir dan memanfamemanfaatkannya. tetapi dengan kudratNya itu pula manusia bertanggungjawab terhadap setiap perbuatnnya. maka perbuatan manusia haruslah karena datang (berasal) dari manusia. Sebab. maka mengapa ada balasan dari Allah atas perbuatan perbuatan manusia." (QS. Pada posisi yang demikian. biarlah ia kafir . Manusia itu mandiri dan bertanggungjawab penuh setelah dewasa pada saat ia beriman dan melakukan rukun-rukun iman. dewasa. AlKahfi 29). Allah memberikan kudratNya kepada manusia untuk menentukan (terserah) apa yang ingin dilakukannya. menurut mereka. Alasan seperti ini. bertanggungjawab serta serius. Dan siapa saja yang ingin (kafir). menyekutukan Allah dalam kekuasaanNya. Maka.. ia tidak terbebani apa-apa bila bersabersalah ketika menggunakan akalnya. sunnnah. makruh dan seterusnya 17). Ayat tersebut mereka takwilkan sebagai isyarat kebebasan: mau percaya atau tidak. Argumentasi seperti ini mereka ambil dari firman Allah: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. maka Allah memberikan kudratNya secara penuh kepada manusia. kehidupannya ada perintah agama untuk melakukannya dan ada pula larangannya. Argumentasi mereka adalah kalau perbuatan manusia bukan atas kehendak manusia. Sebelum dewasa. haram. Dalam perkembangannya. manusia dalam hal ini bukanlah robot (benda mati) yang tanpa daya. bukanlah menyamakan sifat manusia dengan sifat Allah. Tetapi ada ujian bagi manusia dalam melakukan perintahNya: siapa yang patuh menghindar dari laranganperintahNya: laranganNya dan siapa pula manusia yang melakukan hal sebaliknya. Kepada mereka juga diutus para rasul sebagai contoh (teladan) dalam berbuat dalam bidang batas-batas wajib. maka buat apa ayat itu dinuzulkan 16). Sebab. faham ini telah dirangkul erat-erat oleh ahli fikir Barat yang ingin menyesatkan kaum Muslimin dengan cara melepaskan mereka dari imannya seraya membawa ke dunia akal yang seluas samudera yang tidak berpantai. Oleh karena itu. Semua itu harus dilakukan oleh manusia yang sadar.

memulai risalahnya dengan penanaman iman dan beriman kepada enam rukun Islam yang dimulai dengan iman kepada Allah dan RasulNya. Inilah ikatan yang mengekang manusia dalam menggunakan akalnya, yaitu segala sesuatu telah diberikan batas, dari garis halal dan haramnya. Dengan cara ini, maka manusia tidak akan tergelincir ataupun menyingkir18).

Muktazilah adalah golongan yang bergerak dalam tiga fung si19): agama-filsafat-politik. Nama lain Muktazilah adalah Qadariyah, Qadariyah, Adliyah, atau menyebut dirinya "Ahlul Adli wat-Tauhid" (penganut faham keadilan dan keesaan Ilah). Nama ini muncul karena mereka karena memberikan hak bagi setiap orang untuk menerima atau mengabaikan eksistensi dari sifat-sifat Allah. Tidak ada paksaan dari Allah dan manusia memiliki kekuasaan (kudrat) untuk meletakmeletakkan pilihannya dalam hidup ini. Inilah keadilan itu, karena manusia manusia tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, bahkan manusia diberikan diberikan kebebasan. Mereka berpendapat bahwa akal diperlukan untuk mengetahui yang baik dan buruk sekalipun standard nilai tersebut ditentukan oleh syariatNya. Sebab menurut mereka, nilai tersebut timbul karena disebabkan ada sesuatu yang menyebabkan ia baik atau buruk. Pada saat itulah akal diperlukan untuk mengetahui mana yang baik dan mana pula yang buruk. Faham Jabariyah Faham ini sangat bertolak belakang dengan faham sebelumnya. Mengenai kemunculannya, ada yang berpendapat bahwa faham jabariyah muncul sebelum adanya Muktazilah20). Tetapi Imam jabariyah

Sa'duddin At-Taftazany berpendapat sebaliknya 21). Namun perbedaan ini tidaklah terlalu penting. Sebab, fokus masalah yang tidaklah ingin dibahas adalah bagaimana bentuk pemikiran yang muncul di sekitar masalah Qadla dan Qadar. Orang pertama yang memelopori faham "Jabariyah" adalah memelopori 22). Ia berkata bahwa manusia itu tidak Jahmu bin Sofwan manusia memiliki kekuasaan untuk memilih. Ia harus pasrah. Ia tidak kekuasaan mengerjakan sesuatu selain apa yang telah ditentukan, dan bahwa Allah telah menakdirkan amal perbuatan manusia yang harus menakdirkan dikerjakan. Juga Allah telah menciptakan amal perbuatan untuk manusia yang sama halnya dengan penciptaan terhadap bendabenda. Ia tidak ubahnya seperti air yang mengalir, angin yang berhembus, batu yang jatuh (tertarik gaya gravitasi). Keadaan (tertarik seperti tidak ada bedanya dengan perbuatan manusia yang semuanya telah diciptakan oleh Allah (berupa gerak dan (berupa perasaannya). Manusia melakukan sesuatu apapun sesuai dengan Manusia apa yang telah ditetapkan oleh Allah (ia hanya berfungsi sebagai ditetapkan

alat, tidak lebih dari itu). Sering kita menyebutkan pohon berbuah, air mengalir, mataha ri terbit, awan menurunkan hujan, tanah menumbuhkan tetanaman. Atau dikatakan pula bahwa seseorang (Muhammad, misalnya) menulis, hakim menjatuhkan vonis, si Anu taat tetapi di Ini melakukan maksiat. Semua keadaan dan perbuatan di atas masuk dalam pembahasan yang sama dengan sebelumnya, yaitu situasi pembahasan dan kondisi tersebut hanyalah sebatas obyek. Oleh karena itu, pahala dan siksa, amal perbuatan tidak lain adalah hasil dari paksaan. Allah telah menakdirkan terhadap diri seseorang suatu amal perbuatan, misalnya kebaikan, agar orang tersebut mendapat pahala, dan begitu juga kalau Allah telah menakdirkan seseorang begitu yang lain untuk melakukan amal perbuatan maksiat, maka orang tersebut telah ditakdirkan akan mendapat siksa. ditakdirkan Imam Sa'duddin At-Taftazany23) menyebutkan bahwa golongan ini berpendapat bahwa manusia sekali-kali tidak menguasai dirinya dalam setiap perbuatan, apakah baik atau jahat. Ia tidak bedanya dengan benda-benda beku yang tidak bernyawa di alam semesta ini. Manusia bukan subyek, melaikan hanya sebagai obyek (kehendak dari luar). Dengan kata lain, manusia dipaksa oleh kekuatan dari luar dirinya, yakni atas kehendak dan kekuasaan Allah. Ia tidak mempunyai kebebasan berkehendak (la hurriyyatul mempunyai iradlah, non-freewill) dan tidak memiliki kekuasaan untuk berbuat sesuatu".

Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah Mohammad Fuad Fachruddin 24) mengatakan bahwa kemunculan dua faham di atas, mendorong kalangan ulama Ahlussunnah, seperti Abul Hasan A-Asy'ari dan Mansur Alseperti 25) memberikan jawaban untuk membela akidah umat Maturidy Islam agar tidak tersesat oleh faham Muktazilah (Qadariyah) maupun oleh Jabariyah. Walaupun di kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah terbagi dua golongan, tetapi mereka sepakat bahwa manusia mempunya (diberi) kebebasan berkehendak, berkuasa dan berpengetahuan (knowledge), tetapi hanya sampai ujung tertentu (ada batasnya /dibatasi). Faham ini berpendapat bahwa pada diri manusia ada kehendak berbuat dan ada khasiat yang melahirkan berbuat perbuatan. Semua itu diciptakan Allah SWT tatkala seseorang diciptakan memulai melakukan suatu aktifitas26). Jadi ketika seseorang aktifitas berbuat maksiat atau perbuatan terpuji, maka ketika itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut. Kesimpulan itu diambil dari beberapa ayat Al-Qur'an, antara lain:

"Mereka itulah penghuni jannah. Mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Al-Ahqaf 14). "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari diusahakannya kejahatan) yang dikerjakannya" (QS. Al-Baqarah 286). dikerjakannya" "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Maka, siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Dan siapa saja yang ingin (kafir), biarlah ia kafir ..." (QS. AlKahfi 29). Dalam pembahasan ayat-ayat ini, faham ini memunculkan sifat Mahaadil (keadilan) Allah. Mereka mengangkat sifat ini seolah-olah ia dapat dijangkau oleh akal. Mereka mengkaitkan sifat Maha adil itu dengan dosa dan pahala, atau, siksa dan kenikmatan, yang erat kaitannya dengan perbuatan. Sebab, pembahasan qadla dan qadar yang sesungguhnya berasal dari filsafat (Yunani) tidak lain adalah apakah manusia bebas melakukan perbuatannya sendiri (bebas memilih) atau dipaksa27). Bagaimana Menyikapi Berbagai Faham Ini Demikianlah, ulama "terpecah" ke dalam tiga (3) golongan besar ketika mereka membahas amal perbuatan manusia yang dikaitkan dengan asas taklif, pahala dan siksa. Terjadinya dikaitkan golongan-golongan tersebut disebabkan karena (pertama) ulama (pertama) tersebut menakwilkan beberapa nash ayat Al-Qur'an tentang perbuatan manusia yang menurut mereka ada dan atas kekuasaan manusia manusia. (Kedua), juga ada nash dari ayat Al-Qur'an yang menurut (Kedua), mereka menunjukkan bahwa perbuatan manusia tergantung kepada kehendak Allah. Golongan pertama adalah dari kalangan Golongan Muktazilah, sedangkan golongan kedua adalah dari kalangan golongan Jabariyah. Namun ada golongan yang berada di tengah-tengah kedua golongan tersebut, yaitu dari kalangan Ahlussunnah 28). kalangan ------------------------------------------------------1) Lihat "Shahih Bukhari" pada hadits nomor 6594-6620. 2) Lihat "Shahih Muslim" pada hadits nomor 2643-2664.

3) Lihat"Indeks Al-Qur'an" oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, tentang Al-Qadar, Lihat"Indeks

Mohd. Muhammad Abbas Aula. 11) Lihat kitab "Al-Aqaid An-Nasyafiyah" oleh At-Taftazany. Mudhofir. Hasbi AshShiddieqy.halaman 536-537 dan tentang Al-Qadla halaman 546-547. halaman 51-164. 18) Opcit. golongan ini mempunyai kebiasaan berdebat. Mereka percaya bahwa api adalah sumber yang menghidupi manusia. yaitu orang-orang yang mengutamakan "Mutakalimin". Harun Nasution. Ahmad Amin. 25) Dari nama ulama Ahlussunnah ini. Fuad Fachruddin. 21) Opcit. 23) Opcit. 14) Opcit. juga sering disebut "Mutakalimin". halaman 283-303. debat dalam bidang agama (Theologische Dialektika). Mohd. Mohd. 10) Opcit. halaman 106. TM. Dr. 22) Golongan ini juga dikenal sebagai golongan "Jahmiyah" yang menisbahkan Jahmu bin Sofwan. Mereka "Qadariyah". halaman 252-253. 26) Muhammad Abbas Aula. 4) Lihat "Ikhtisar Filsafat Barat" oleh A. halaman 17. 7) Golongan penyembah api. . At-Taftazany. 28) Lihat Imam Ibnu Hazm. 15) Opcit. (Theologische Dialektika). 6) Sekte Kristen ini tinggal di sekitar wilayah Suriah. 17) Opcit. "Ceramah dan Sari Ceramah Qadla dan Qadar" dalam 27) Opcit. halaman 25 dan 85. 20) Opcit.. halaman 158-174. 5) Lihat kitab "Fajrul Islam" oleh Ahmad Amin. 13) Lihat buku "Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam" oleh Mohd. Forum Silaturrahim Mantan Lembaga Dakwah Kampus (3 September 1989 di Kampus Universitas Ibnu Khaldun . Mohd. muncul golongan "Asy'ariyah" dan "Maturidiyah". Mohd. Selain itu.Bogor. At-Taftazany. halaman 115-126. Fuad Fachruddin. 24) Opcit. Fuad Fachruddin. Hasbi Ash-Shiddieqy. Fuad Fachruddin. 9) Opcit. Hanafi. Ahmad Amin.. 16) Lihat buku "Teologi Islam" oleh Prof. 12) Lihat buku "Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid /Kalam" oleh TM. 19) Opcit. Ahmad Amin. Sebagian orang menyebut mereka dengan golongan "Qadariyah".. 8) Opcit. "Al-Fishal fil Milal wal Nihal" Jilid III. Fuad Fachruddin. "Maturidiyah". Fuad Fachruddin. Kamus "Teori dan Aliran dalam Filsafat" oleh Drs. halaman 46-47. Ahmad Amin. dan kitab "Tarikh Al-Falsafah Al-Yunaniyah" oleh Yusuf Karam.

semuanya telah tercatat di Lauh Mahfudz. Tidak ada suatu apapun. Inilah pengertian sederhana dari takdir yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW. Para Mutakalimin memang berhasil memukul balik. manusia dan amal perbuatannya. masalah takdir adalah termasuk rukun Iman yang enam. Segala hal. kebebasan dan pesta pora. Seorang Muslim wajib percaya kepada takdir. Masalah ini menjadi ramai dibicarakan ketika kaum Muslimin diwakili para Ahli Ilmu Kalam (para Mutakalimin) sedang seru berdebat dengan filsafat Yunani.TAQDIR Pengantar Masalah takdir sesungguhnya adalah suatu topik pembahasan yang umumnya telah usang. Apakah Takdir Itu Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa semua kejadian di dunia ini telah diketahui oleh Allah SWT tuliskan di dalam Lauh Mahfudz (Kitab Induk dan sebagai gambaran luasnya Ilmu Allah SWT). apapun kejadian yang terjadi di alam penciptaan ini telah diketahui oleh Allah SWT jauh sebelum segala sesuatunya berlangsung di alam ini. Ia telah ada sejak manusia lahir ke dunia dan mempertanyakan keberadaan dan fungsi hidupnya. Bahkan sesungguhnya. makhluk. apakah benda. Tabi' Taaabi'in serta ulama khalaf. tetapi justru senjata mereka kini balik memukul kaum Muslimin karena kekeliruan mereka memahami masalah ini seperti pemahaman yang diajarkan Rasulullah saw kepada para Sahabat. Tabi'in. kehidupan manusia dan Tuhan. Pada penelusuran yang lebih dalam lagi. Di bawah ini akan diuraikan secara detil permasalahan tersebut agar kaum Muslimin benar-benar memahami seperti pemahaman salaf dan khalaf. baik di langit maupun bumi. maka sesungguhnya akan ditemukan suatu kesimpulan akhir bahwa takdir adalah catatan paripurna segala sesuatunya. justru dipakai sebaagai senjata debat oleh para Mutakalimin dalam menghadapi dan menjawab pertanyaan yang muncul di seputar alam. Sebab. Para Mutakalimin tidak memakai atau merujuk kepada pemahaman syara'. Inilah penyebab mengapa kekeliruan itu sampai berlangsung sampai kini. Masuknya takdir ke . melainkan telah ditakdirkan (tercatat) pada sisi Allah SWT. Filsafat ini mulai merasuk ke dalam tubuh umat Islam sejak berlangsungnya penaklukan daerahdaerah pada abad kedua Hijriyah. Ciri khas filsafat Yunani yang lebih mementingkan logika dan rasio.

Mereka mengatakan bahwa tidak ada takdir Allah SWT. yaitu Yahya bin Ya'mar dan Humaidi bin Abdirrahman. Yahya bin Ya'mar bertanya 2) : "Hai Abu Adirrahman. maka imannya sumbing (cacat). Kemudian Allah mengadakan sesuatu yang telah ada dalam takdir-Nya bahwa sesuatu itu akan dijadikan. Pada masa periode Tabi'in telah muncul pernyataan dari seseorang yang bernama Ma'bad Al-Juhany. Pernyataan ini mendorong dua orang tabi'in. Bahkan. Ketika itu Jibril datang kepada Nabi saw untuk mengajarkan AlIslam. yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab. kdi negeri kami ada orang-orang yang pandai mengkaji Al-Qur'an dan mendalam dalam keilmuannya. Ia bertanya: Coba engkau ceritakan apa itu iman. Bahkan. Olah karena itu. Dua orang ini akhirnya bertemu dengan seorang sahabat.dalam masalah keimanan adalah berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khathab. Hari Kiamat dan percaya kepada takdir baik dan buruknya (dri Allah SWT). kondisi. Dia telah mengetahui ukuran. Orang ini hidup di Basrah (Irak). para malaikat-Nya. dijadikannya sesuatu itu sesuai dengan ilmuNya. Iman Suyuthi berkata 1) : "Kepercayaan yang dipegang oleh Ahlussunnah Waljama'ah adalah bahwa Allah telah menakdirkan segala sesuatu. Cobalah simak firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya" (QS. Dalam menafsirkan ayat ini. jauh sebelum segala sesuatu itu terjadi. Semua yang terjadi tanpa takdir dan tidak ilmu Allah tentang yang terjadi itu sebelumnya". Qudrat (Kemampuan) dan Iradhat (kehendak) Allah SWT"." Seseorang yang tidak percaya kepada takdir. Sebab. Ia adalah orang pertama dalam sejarah Islam yang mengingkari adanya takdir. berangkat ke Tanah Suci untuk mencari salah seorang sahabat (di Makkah atau Madinah). Mereka ingin menanyakan hukum penolalan Ma'bad terhadap takdir. Artinya. . hal tersebut dapat menyebabkan seseorang keluar dari Islam (kafir). Al-Qamar 49). kitab-kitab suci-Nya. peraturan. tidak ada suatu kejadian di langit dan bumi kecuali seluruhnyaaaaaaa muncul dari Ilmu. waktunya. para Rasul-Nya. Nabi saw menjawab: "Iman itu adalah percaya kepada adanya Allah. masalah takdir tercantum dalam nash-nash Al-Qur'an yang qath'i (jpasti dan diperintahkan) agar diimani.

maka mereka berkata : 'Ini adalah dari sisi Allah'. Orang-orang Majusi mengatakan bahwa tidak ada takdir. katakanlah kepadanya bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka lepas dari diriku". Dalam menafkirkan (mengkafirkan) orang-orang yang mengingkari adanya takdir. Mereka telah mengingkari ilmu Allah dengan seluruh kejadian yang berlangsung. Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Rasulullah saw telah memberikan isyarat tentang hal ini dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Hudzaifah 4) : Bagi setiap umat akan muncul segolongan manusia yang berperilaku seperti Majusi. yaitu menghubungkan perilaku mereka yang mirip dengan Dajjal. Imam Nawawi berkata 3) : "Nampaklah pada hadits tersebut bahwa Ibnu Umar telah mengkafirkan kaum Qadariyah yang tidak mau percaya kepada takdir. Kemudian Abdullah bin Umar bersumpah bahwa andaikan orang-orang tersebut menafkahkan emasnya setinggi bukit Uhud. Memang pantas ketentuan tersebut. Kepercayaan semacam ini bantah dalam Al-Qur'an : "Di mana saja kamu berada. ada kepercayaan bahwa ada Tuhan yang menciptakan pekerjaan yang baik dan yang terang. kecuali kalau mereka percaya kepada takdir Allah SWT. Jadi. (Sebab) mereka itu adalah (sama dengan) golongan Dajjal. dan pekerjaan baik adalah ciptaan Alaah SWT. Dalam mensyarahkan hadits tersebut. Memang dalam agama Majusi. serta ada puls Tuhan yang menciptakan yang buruk dan gelap".Abdullah bin Umar menjawab pertanyaan itu : "Kalau kalian bertemu dengan orang tersebut. KH Siradjuddin Abbas 5) berkata : "Di antara kaum Qadariah ada yang mengatakan bahwa seluruh kejadian adalah ciptaan manusia. Tidak ada takdir Allah terlebih dahulu. adalah ketentuan yang hak (benar) dari Allah SWT". maka Allah SWT tidak akan menerima (pemberian)nya itu. Jika salah seorang di antara mereka ada yang meninggal. Tetapi Qadli 'Iyadl memberikan komentar bahwa pengingkaran itu telah dilakukan pertama kali oleh kaum Qadariyah. janganlah dijenguk. Dan apabila . kematian akan menemuimu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. Namun ada yang mengatakan bahwa seluruh pekerjaan yang buruk adalah ciptaan (berasal dari) manusia. orang yang mempunyai i'tikad demikian memang kafir".

Menakdirkan sesuatu. mengapakah orang-orang (munafik) itu tidak pernah mau memahami pembicaraan (nasehat. maka kata Al-Qadar mempunyai banyak arti. "Kami telah menentukan kematian di antara kamu. 2. Maka. antara lain diartikan sebagai "ketentuan untuk menentukan". baik dan buruknya.merencanakan. maka mereka berkata :'Ini (berasal) dari sisi kamu (Muhammad)'. Kini telah jelaaas bagi kita bahwa takdir itu. Pengertian buruk dan baik itu adalah bahasa dan pengertian manusai. membesarkan atau mengagungkan sesuatu. yaitu menentukan (menetapkan ) waktu untuk melaksanakannya. Arti lainnya adalah "menjadikan" (bulan beredar pada garis edarnya. 4. 5. pelajaran) sedikitpun?" (QS. Perhatikan firman Allah SWT. 8. yakni: 1. Berdasarkan hal di atas. mengkondisikan sesuatu pada situasi tetentu). yaitu: mengukur dan menjadikannya sesuai dengan ukuran tertentu atau menyamakannya dengan sesuatu. Dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu" (QS. Menakdirkan sesuatu. seperti besar kecil. yaitu menyempitkan. Al-Hijr 21). Menakdirka sesuatu dengan menakdiran tertentu. Katakanlah (kepada mereka ): 'Semuanya (berasal) dari sisi Allah'. Diartikan juga 'membagi'. 7. dan "Kami Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan " (QS. Menakdirkan sesuatu sebagai batas terakhir. Al-Qur'an sendiri telah menggunakan kata Al-Qadar dengan beberapa arti. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan tiada sesuatupun melainkan pada sisi Kami ada khazanahnya. 3. An-Nisaa' 78). panjang pendek umur manusia. Menakdirkan dalam arti: menghitung.mereka ditimpa suatu bencana. Perhatikan firman Allah SWT: . Dai berkehendak apa saja yang disukaiNya sebagaimana firmannya: "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya" (QS. Menakdirkan sesuatu untuk memutuskan dan menetapkan. yaitu. Menakdirkan sesuatu dengan sesuatu. 6. Menakdirkan sesuatu. seluruhnya dari Allah. Takdir dalam Pengertian Bahasa Takdir dalam pengertian bahasa mempunyai arti yang banyak. Al-Waqi'ah 60). Alburuuj). tetapi bagi Allah SWT sama saja nilainya.

dan berapa jumlah dan jenis kelamin anaknya. Dan Dia "Yang tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagiNya dalam (wilayah) kekuasaanNYa. Masih banyak lagi arti secara bahasa yang diberikan Al-Qur'an untuk Al-Qadar. Kata Al-Qadar dalam Al-Qur'an juga diartikan "ketetapan nasib " sesuai dengan ilmu Allah yang pasti terjadi (seperti membinasakan kaum pembangkang : Nabi Nuh dengan banjir besar. termasuk pula apakah ia pada hari akhirat akan dapat selamat masuk jannah atau celaka ataukah binasa dan masuk jahanam. Al-Hijr 60). Dia juga mengetahui ketetapan nasib seseorang di dunia dan di akhirat (apakah ia berbahagia ataukah celaka. Maka. Yaasiin 39). Artinya Allah telah mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia sebelum ia diciptakan. bertemulah seluruh air itu untuk suatu urusan yang telah ditetapkan "(QS. termasuk sesuatu yang disembunyikan di dalam hati atau suatu rencana sebelum ia . Al-Qamar 12). Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama orang-orang kafir lainnya)" (QS. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. Sedangkan amal perbuatan manusia walaupun Allah telah mengetahui secara rinci segala sesuatunya. kecuali terhadap ayat-ayat yang menggunakan kata AlQadar dengan makna yang diwajibkan Allah agar kaum Muslimin beriman kepadaNya. Nasib manusia di samping telah diketahui Allah. "Kecuali isterinya. Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya dari tertubur hidup-hidup ketika bumi dibalik). Al-Furqon 2). ataukah tercapai citacitanya atau gagal. misalnya ayat-ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah terhadap segala sesuatu yang diciptakannya termasuk amal usaha manusia yang bersifat memilih dan menentukan."Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah"Dan manzilahnya senhingga (ketika sampai ke manzilah terakhir. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair. ia) kembali menjadi tandan yang tua" (QS. Tetapi iman kepada takdir tidak dapat dikaitkan dengan pengertian bahasa yang diambil pengertiannya dari ayat Al-Qur'an tersebut. Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya serapirapinya' (QS. apakah ia nikah dan punya anak atau tidak. apakah ia akan kaya atau miskin. juga Dia telah menetapkannya sesuai dengan ilmuNya yang azali dan pasti (tidak berubah). apakah ia hidup dengan umur panjang atau singkat. "Yang kepunyaanNya kerajaan langit dan bumi. dan seterusnya).

Rasulullah saw telah melarang para sahabat untuk mencampuradukkan antara pemahaman takdir dengan amal yang menyebabkan manusia tidak mau berusaha. Dalam riwayat hadits tersebut para sahabat telah salah faham sehingga terjadi pencampuradukan antara iman kepada takdir dengan amal perbuatan. Setiap orang akan dimudahkan baginya tentang apa yang telah ditentukan baginya tanpa manusia mampu memilih jalan lain. Kemudian dengan kayu itu beliau menggores-gores (tanah). Tetapi bagi yang telah ditakdirkan celaka. sehingga . Kemudian Nabi saw membaca surat AlLail : 'Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Mereka mengartikan ada segolongan manusia yang telah ditakdirkan celaka atau bahagia. maka Kami kelak menyiapkan baginya jalan yang mudah. maka ia dimudahkan untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut. Kemudian Nabi saw mengangkat kepala dan berkata : 'Setiap kalian yang bernyawa sudah ditetapkan tempatnya di jannah dan di jahanam'. tetapi sifat Mahatahu Allah yang termaktub di dalam ilmu Allah yang mulian itu adalah kekhususan Allah yang tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Dalam memahami hadits ini Imam Nawawi berkata 6) : "Bahwa hadits tersebut menunjukkan adanya larangn untuk meninggalkan amal perbuatan atau bertawakal saja terhadap takdir yang telah ditentukan. maka kelak Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS> A. dan Dia juga telah tahu akibat perbuatan yang dilakukan manusia itu. Dan adapun orang-orang yang bbakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik. Oleh karena itu walaupun kita beriman kepada takdir (ilmu) Allah itu. Di tangan beliau ada sepotong kayu.-Lail 5-10). apa gunanya kita beramal? Apakah tidak lebih baik kita tawakal saja? (kepada takdir)'. setiap orang akan dimudahkan Allah jalan yang telah ditentukan baginya'. Para sahabat (terkejut. Sebab.melakukan atau mengambil keputusan. maka dimudahkan baginya untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut pula". Tetapi amal perbutatan dan beban hukum yang telah ditentukan syara' kepada manusia wajib untuk dikerjakan. Telah diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Ali bin Abi Thalib 5) : "Rasulullah saw suatu hari duduk-duduk (bersama-sama para sahabatnya). lalu) bertanya : 'Kalau begitu. ya Rasulullah. Siapa saja yang ditakdirkan berbahagia. Beliau lalu menjawab : 'Jangan! Tetaplah beramal. janganlah kita mencampuradukkan antara iman kepada takdir itu dengan amal perbuatan.

bahkan Allah SWT menambahkan kesesatan mereka sebagai balasan yang adil. 2. maka baginya dimudahkan jalan tersebut dengan mendapatkan taufik dan pertolongan Allah SWT agar mereka selalu mengikuti jalan yang benar itu. Takdir dengan pengertian ketetapan terhadap sesuatu sesudah terjadi peristiwa atau setelah menciptakan suatu cipt ciptaan. Takdir dalam pengertian ketetapan (masyi'ah dan iradlah) dalam menetapkan sesuatu sebelum diciptakan (iradlah).mereka berkata : "Apakah tidak lebih baik kami bertawakal saja kepada takdir (seperti yang tercantum dalam Lauh Mahfudz / telah diketahui Allah?" Tetapi Rasulullah saw menjelaskan kesalahfahaman itu seraya melarang mereka bertawakal (secara sempit) dan memerintahkan agar mereka selalu berusaha. dan orang bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan dan menegakkan syariatNya di bumi ini serta percaya kepada adanya balasan jannah (sebagai tempat mukum bagi orang-orang mukmin). Takdir yang ditetapkan secara periodik. . memilih dan memutuskan sesuatu. 4. Takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali terhadap segala sesuatu sebelum sesuatu itu diciptakan. Tetapi ada orang yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Kiamat. Allah SWT memudahkan jalan tersebut. Allah SWT memberikan kebebasan berkehendak. juga tidak percaya adanya jannah pada Hari Kiamat. 3. yaitu 6) : 1. dengan menjelaskan : "Kalian itu telah diciptakan oleh Allah SWT untuk berusaha. 5. maka Allah SWT memudahkannya orang tersebut. Tetapi orang tersebut lebih senang memilih jalan celaka. Semua kemaksiatan itu tidak ada paksaan atau dipengaruhi Allah SWT untuk menyesatkan mereka. mereka telah memilih jalan kekufuran dan kesesatan itu". Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW telah mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT Surat Al-Lail ayat 5-10 yang menunjukkan bahwa : "Orang yang menafkahkan uangnya di jalan Allah SWT tanpa berhitung untung rugi. maka dimudahkan baginya kepada jalan yang sesat itu. misalnya dengan berbuat kefasikan. Berbeda dengan orang-orang kikir yang tidak mau menafkan hartanya di jalan Allah SWT. Ada di antara kalian mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan masuk ke dalam golongan yang berbahagia (Ahlul Jannah). kemaksiatan. tidak beriman dan beribadah kepada Allah SWT. Sebab. Takdir dalam pengertian ketetapan di Lauh Mahfudz. Takdir dalam Pengertian Syara' Qadar atau takdir dalam pengertian syara' terbagi atas emapt pengertian yang berurutan.

siapa saja yang ingkar dan tidak mengakui adanya ilmu Allah maka ia telah kafir. Qaaf 29). Pehatikan firman Allah SWT : Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekalikali tidak menganiaya hamba-hambaKu(QS.1. sesungguhnya menunjukkan tentang ilmu Allah yang telah ditetapkan. Dia Mahatahu atas segala sesuatu. Takdir yang demikian (yaitu takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali) tidak dapat berubah dan tidak dapat diubah oleh siapapun. yaitu papan tulis). Golongan kedua ini tidak mengakui pengertian Lauh Mahfudz dalam arti lahir (eksplisit. Melihat kedua pendapat di atas.termasuk di dalmnya amal perbuatan manusia serta hasilnya. Kedua. Ilmu Allah SWT yang Azali Ilmu Allah SWT yang azali ini telah dijelaskan (disampaikan) oleh para rasul dan nabi Allah SWT sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW. diartikan sebagai papan tulis yang terpelihara dan tercatat di dalamnya segala ketetapan dan ketentuan. Tentang hal ini. Beliau berkata. para . pendapat pertama tersebut diperkuat oleh hadits shahih. Pertama. Sebab. Ketika itu Arsy Allah SWT ada di atas air" 8) PENUTUP AQIDAH ISLAMIYAH Demikianlah lima pokok keimanan (Arkanul Iman) yang wajib (Arkanul Iman) diimani oleh setiap muslim. yaitu iman kepada Allah SWT. maka pendapat pertamalah yang lebih kuat. para ahli tafsir mengambil dua pengertian. Di antaranya hadits tersebut adalah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. diartikan sebagai ilmu Allah yang Mahaluas dan azali. Takdir di Lauh Mahfudz Mengenai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. tetapi mereka mengambil pengertiannya dari makna implisit. 2. Tiada suatu apapun yang tesembunyi baginya. Inilah yang dimanakan takdir yang pasti (Qadla Mubran). Na'udzubillahimindzalika. Ia juga telah disampaikan oleh para sahabat dan tabi'in sesudahnya kecuali orang-orang yang mengikuti jejak golongan Majusi (Qadariyah). Para ulama Ushuluddin baik dari kalangan salaf atau khalaf 7) telah sepakat bahwa Allah SWT Mahatahu tentang apa yang terjadi di dunia dan akhirat. Karena itu.: "Aku telah mendengar Rasulullah SAW berkata :'Takdir "Aku untuk setiap makhluk ini telah ditetapkan Allah SWT 50 ribu tahun sebelum dijadikan langit dan bumi.

An-Nahl 60). Bagi kami amal-amal kami. (Sebab). Seseorang tidak dikatakan muslim jika ia tidak beriman kepada lima perkara tersebut. Mahabijaksana" (QS. Ibrahim 2). "Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. kepada para malaikatNya. dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi. Kitab-kitabNya. pencipta langit dan bumi. Dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka.MalaikatNya. dan katakan: 'Aku mengikuti beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. yang memiliki segala yang di langit dan bumi. dan kepadaNyalah (tempat kita) kembali'" (QS Asy-Syuura 15). tiga dan empat. Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS Faathir 1). Allah SWT berfirman: "Dialah. serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu. "Segala puji bagi Allah. para RasulNya dan Hari KIamat. Allah mengumpulkan kita semua. maka orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. Allahlah Rabbi kami dan Rabbi kamu. "Maka karena itu. "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk. karena siksaan yang sangat pedih (pasti diterima oleh mereka)" siksaan (QS. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir. Siapa saja yang kafir kepada Allah. para RasulNya dan Hari Kiamat. An-Nisaa' 136). baik sebutan maupun pembahasannya ism maupu musammaanya). kepada kitab-kitabNya. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Allah SWT. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang membawa . Kelima perkara itu telah tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits dengan nash-nash yang tegas untuk setiap perkara secara terperinci1). Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakinya. tetaplah beriman kepada Allah dan para RasulNya dan kepada kitab yang diturunkan Allah kepada RasulNya. dan bagi kamu amal-amal kamu. berbagai masing-masing (ada yang) dua.

Namun. maknanya bukanlah baru3). selain arkanul iman tersebut. tidak lebih dari itu. Selain lima perkara tersebut. dan (memerdekakan) hamba sahaya. yang disebutkan sebakepada sebagai tambahan bagi Arkanul Iman. yang menepati janjinya apabila ia berjanji. Masalah qodlo dan qodar dalam perjalanan sejarahnya telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama ilmu kalam . Karenanya. nabi. Dan Kami selalu berkewajiban berkewajiban menolong orang-orang yang beriman" (QS Ar-Ruum 47). musafir miskin. lalu Kami memberikan balasan terhadap orangbalasan orang yang berdosa. malaikat-malaikat. (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. pada awal abad kedua Hijriyah setelah kaum Muslimin menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. dan orang-orang shalat. nabimalaikat-malaikat. yaitu: "Dan engkau percaya (iman) kepada taqdir. perkara iman kepada Allah. peperangan. mendirikan shalat. Walaupun demikian bukan berarti khabar ahad itu kita tolak dalam segala perkara. Sebab. anak-anak yatim. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). kitab-kitab. dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa" (QS. Hanya saja Al-Qur'an telah menyebutkan secara kath'iy tentang pokok-pokok keimanan menyebutkan tersebut hanya lima perkara saja. menunaikan zakat. hari kemudian. Al-Baqarah 177).cukup). orang-orang miskin. baik dan buruknya dari Allah SWT". yang sesungguhnya masuk dalam pembahasan Allah". Pembahasan hal tersebut baru muncul kemudian. ulama Ushuluddin berpendapat bahwa Arkanul Iman itu berjumlah lima saja (khamsah). akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah. Memang ada suatu riwayat yang menyebutkan tentang iman kepada Al-Qadar dari hadits malaikat Jibril 2). tidak ditemukan nash tegas/ yang kath'i mengenai dasar atau asas keimanan. Lagipula hal tersebut merupakan khabar ahad yang tidak dapat memberi suatu kepastian. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. Ia tetap kita pakai sebagai peneguh iman. Tetapi makna Al-Qadar di sini adalah membicarakan tentang "Ilmu Allah". penderitaan dan dalam kesempitan. masalah tersebut merupakan salah satu sifat Allah. Adapun tentang iman kepada qodlo dan qodar baik dan buruknya dari Allah itu telah dipahami oleh para sahabat tanpa menimbulkan perselisihan. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kabaktian. dan orang-orang yang bershabar dalam kesempitan.

karangan Al-Kairal bin Al-Hammam. --------------------------------------------------------------------------1) Perhatikan hadits "Shahih Bukhari" nomor hadits: 7392. Namun demikian. halaman 78. Sesungguhnya persoalan ini telah lama menimbulkan kerancuan dalam pemahaman. 3535. . 2) Hadits ini adalah khabar ahad. sehingga wajib mengimaninya berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh akidah (yang dijelaskan ditunjukkan oleh akidah). sebagai peneguh keimanan. tetapi makna yang dikandungnya (yang dibahas para ahli ilmu kalam) adalah termasuk dalam perkara aqidah. Ia tetap dipakai keberadaannya. Akhirah". 3) Lihat buku "Musyayyaroh fil 'Aqoid Al-Munji'ah fil Akhirah". bahkan tidak jarang menimbulkan sikap apatis atau pertanyaan yang bukan-bukan (bid'ah). 3244 dan 3265.(para mutakallimin) dan ulama ilmu ushul dalam pemahamannya. sudah sejak awal telah menjadi diperselisikan. perlu kiranya dibahas lebih mendalam dalam bab tersendiri. Sesungguhnya tidak ditemukan adanya nash-nash kath'iy untuk Sesungguhnya menentukannya sebagai masalah pokok keimanan. Mengenai khabar ahad. Oleh karena itu. Namun kebanyakan ulama salaf dan khalaf (jumhur ulama) menolak khabar ahad khabar dijadikan dalil bagi pembahasan akidah. 7429. 4981. kan dijadi khabar ahad tidak ditolak keberadaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful