Serial Aqidah Islamiyah (1

)

DINAMIKA AQIDAH ISLAM

Abdurrahman Al Baghdadi

‫مس ان‬ Press 1997

KATA PENGANTAR Aqidah Islam ialah menyaksikan dan meyakini kalimah “laa ilaaha illalah Muhammad Rasulullah “ yang artinya : Tiada tuhan yang patut disembah dan ditaati selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah . Di atas kesaksian inilah didirikan Islam dengan segala aspeknya, termasuk amal-amal sholeh yang berupa ibadah dan taqarrub ( pendekatan diri kepada Allah swt ) . Bersabda Rasulullah saw : ‫، ب ُن ِي السلم على خمس : شهادة أن ل إله إل الله وأن محمدا ً رسول الله‬ ِ ُ ُ َ ٍ ‫. وإقام ِ الصلةِ ، وإيتاء الزكاةِ ، وصوم ِ رمضان ، وحج البت‬ ِ ّ ِ tuhan Islam itu dibangun atas lima perkara : Syahadat bahwa tiada

selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, medirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan (ibadah) haji dan berpuasa (shaum di bulan) Ramadhan ( HSR Ahmad, Bukhari, Muslim, Turmidzi dan Nasa’i ) . Lima perkara di atas merupakan dasar Islam “ Arkanul Islam “ . Status- nya sebagai dasar Islam karena lima perkara tersebut mencakup segi aqidah dan amal sholeh yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun, ini bukan berarti bahwa Islam hanya terbatas pada lima pilar/dasar tersebut, yakni pada masalah-masalah aqidah dan ibadah saja; melainkan men- cakup seluruh aspek kehiddupan, seperti mu’amalaat ( hubungan antara sesama masyarakat dan antara negara dan rakyat ), math’umaat ( makanan dan minuman ), malbusaat ( pakaian dan perhiasan ), ‘uqubaat ( hukuman terhadap pelanggaran dan kejahatan ), bayyinaat ( pembuktian perkara di dalam pengadilan ) dan akhlak ( budi pekerti ) . Atas dasar inilah, maka Aqidah Islam telah menjadi asas bagi segala sesuatu: asas bagi kehidupan individu dan masyarakat, asas bagi negara, asas bagi hukum dan undang-undang, asas bagi partai-partai politik, asas bagi lembaga-lembaga pendidikan (sekolah-sekolah negeri dan swasta ), dan asas bagi sains dan ilmu pengetahuan . Aqidah Islam memang aqidah yang sederhana ( mudah dicernak ), tidak berbelit, lugas dan sesuai dengan fitrah manusia. berbelit, Selain itu aqidah Islam ada-lah aqidah yang agung dan mulia, karena ia berasal dari Allah SWT. yakni dari Wahyu ( Al-Qur’an dan Hadits mutawatir ). Maka Aqidah Islam telah dibangun diatas bukti-

bukti yang nyata dan hujjah-hujjah yang tak terpatahkan. Oleh Karena itu, seluruh bangsa Arab di masa Nabi telah menganutnya, sehingga jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh juta orang. Sekarang jumlah kaum muslimin mencapai 1 1/4 miliar . Setiap muslim mengakui Rasulullah saw sebagai suri teladan yang baik. Di tangannya telah lahir generasi sahabat yang tangguh dalam beraqidah, tangkas, cerdas, terampil dan kuat dalam tangkas, memegang syari’at. Merekalah yang telah mewarisi agama ini (Islam) dan menyebarkannya kepada segenap umat manusia. menyebarkannya Shahabat Rasulullah tidak pernah mengarang buku yang khusus membahas tentang aqidah. Sebab, Al Quran sebagai wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul telah menguraikan Aqidah Islamiyah secara mendetail, bahkan mencukupi seluruh kebutuhan Rohani dan peraturan hidup mereka. Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai wahyu Allah SWT telah merangsang tumbuhnya putra-putra kaum Muslimin di masa lampau sehingga mereka mampu berijti-had, menggali dan menciptakan sistematika pengkajian Islam dan medote pe-mikiran atau cara pemahaman yang Islami. Ketangguhan umat dalam menghadapi tantangan zaman memang senantiasa teruji, yaitu sampai sejauh mana ia mampu memang menampilkan Islam dalam bentuknya yang tangguh dan tinggi. Generasi terdahulu telah membuktikannya. Tetapi kini....? Bagaimanapun juga Islam harus difahami sebagaimana adanya, yaitu sebagai sebuah sistem kehidupan yang mengatur segala urusan hidup manusia, dengan aqidah Islam sebagai basis bagi berdirinya bangunan umat , masyarakat dan negara . Memang aqidah Islam yang memiliki lebih dari 60 cabang. Ia tentu saja sangat memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, apa yang tercantum dalam buku ini adalah merupakan fondasi merupakan dasar bagi aqidah Islam yang sesungguhnya telah diketahui oleh setiap Muslim meskipun mereka belum mengetahui dalil-dalilnya. mengetahui Nanti pada kesempatan lain, insya Allaah, akan disusun Allaah, bagian kedua dari "Serial Aqidah Islamiyah" ini, yaitu masalah Islamiyah" "Qadla' dan Qadar". Pada serial-serial selanjutnya akan dibahas berbagai masalah-masalah aqidah lainnya, seperti “Al-Qadar “ ( takdir ) , “ “Al-Qadar Al-Huda Wa ad-Dhalalah “ ( Pe-tunjuk dan Sesat ), “ Al-Rizq “ ( Rizki ), “ Al-Ajal “ ( Mati karena habis umur) , dan lain sebagainya dengan uraian yang dapat menjadikan aqidah umat Islam ini kokoh dan dinamis kembali. Hanya kepada Allaah SWT jua kita serahkan segalanya. Baghdadi 1418H Abdurrahman Al1 Rabi’ul Awal 5 Juli 1997 M

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI MUKADIMAH (i) ( ) ( ) ( ) ( ) KRITERIA AQIDAH ISLAMIYAH DINAMIKA AQIDAH iSLAMIYAH IMAN KEPADA ALLAH SWT FONDASI UTAMA AQIDAH ISLAM ( ) IMAN KEPADA MALAIKAT ( ) ( ) ( ) ( ) IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH IMAN KEPADA KEPADA PARA NABI DAN RASUL IMAN KEPADA AL-WAHYU DAN SYARI’AT ISLAM .

Bahkan dalam semua bentuk " mabda “ (ideologi) dan agama di dunia. Karenanya orang yang bekerja atas dasar akidah. Segala usaha dan daya upaya manusia selalu terpaut dengan akidah itu. maka ia selalu diliputi oleh rasa lemah dan lesu. untuk dilaksanakan anutan. akidah menjadi landasan berfikir. Sebaliknya orang yang mengerjakan sesuatu tanpa berdasarkan akidah. Pengertian Akidah . Oleh karena itu tiap bangsa mempunyai akidah yang telah dipilih sebagai anutan. sebagaimana yang dikehendaki oleh akidah tersebut.IMAN KEPADA HARI KIAMAT MUKADIMAH Tak ada seorangpun yang mengingkari bahwa masalah akidah adalah masalah pokok (asal) dalam Islam. maka ia akan bekerja dengan penuh semangat dan sungsungguh-sungguh. Dia pula “irodat” yang membuat garis pemi-sah bagi jalan pikiran manusia serta mendorong penganutnya agar berusaha. tak perduli apakah akidah itu benar atau salah. Dialah yang menguasai pikiran dan “irodat” (kehendak) manusia. berbuat dan menjalankan segenap aspek menjalankan tingkahlaku manusia.

Prof. Sedangkan maksud kepastian dalam pembuktian ialah bahwa nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul menunjukkan makna yang pasti dan ia tidak mungkin menerima "ta'wil" (interpretasi). "ia menjadi pemisah. Sedangkan keterangan mengenai syarat kedua. kuat). dalil". Maksud kepastian pembuktiannya. Tentang keterangan mengenai iman "yang sesuai dengan "yang kenyataan". yaitu iman "yang "yang dikuatkan dengan dalil". kita bisa simpulkan bahwa segala bentuk bentuk . beliau memberikan keterangan: dalil". Oleh karena itu. yang mengikuti orang lain tanpa dalil". asalnya (cara datangnya) ialah bahwa ketetapan datangnya adalah dari Allah atau dari Rasulullah saw dan tidak ada keraguan sedikitpun terhadapnya. Menurut istilah ulama. maka ia bisa menghasilkan keyakinan dan dapat dipakai untuk menetapkan akidah 3). jika dalil nakli berada dalam ta'wil" kondisi seperti itu. tidak dipengaruhi oleh syak (ragu-ragu) atau wahan (persangkaan yang tidak beralasan) ataupun dzon (persangkaan yang mempunyai alasan kuat). Mengenai dalil akidah. "mengimani sesuatu yang sama sekali tidak benar". beliau memberikan penjelasan sebagai berikut 2) : kenyataan". para ulama telah sepakat bahwa keterangan yang berasal dari akal (dalil aqli) yang benar dan (dalil aqli) sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yang dapat melahirkan melahirkan keyakinan dan menciptakn keimanan yang dibutuhkan. Hasbi Ash Shiddiqy berkata2): "Iman ialah kepercayaan yang kuat. mengeluarkan taqlid. benar". i'tiqad atau akidah ialah: "Iman yang sesuai dengan kenyataan dan ia dikuatkan dengan dalil". Dengan demikian.Aqidah menurut ketentuan bahasa (Arab) ialah 1): "sesuatu yang dipegang teguh dan ia terhunjam kuat di "sesuatu dalam lubuk jiwa dan tak dapat (mudah) beralih dari padanya". TM. Mengenai keterangan tentang ta'rif akidah ini. mengikuti dalil". padanya". bila dalil tersebut pasti asalnya (qath'i) dan (qath'i) pasti pula dalam berbagai pembuktiannya. Juga mengenai dalil naqli (yang dinukilkan dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul) adalah sesuatu yang dapat mendatangkan keyakinan dan mengukuhkan akidah.

Rasulullah saw Rasulullah . tambahan sifat-sifat atas dzat-Nya. yakni ketika muncul banyak golongan.kepercayaan yang tidak datang melalui jalan yang pasti. Persoalan seperti itu banyak ditemukan di dalam kitab-kitab tauhid. Karena itu. seperti Mu'tazilah. Jabariyyah. persoalan akidah merupakan arena ijtihad bagi para ulama yang masing-masing bisa mengemukakan pendapatnya dan menampilkan alasan-alasan yang mendasari menampilkan pendapatnya berdasarkan pandangannya. dan bahwasanya perbedaan pendapat dalam masalah akidah sama dengan perbedaan dalam hal "furu'iyyah" "furu'iyyah" ). memaparkan bahwa hal ini merupakan persoalan-persoalan yang menyeret manusia untuk meneliti bidang akidahnya. Jabariyyah. den-gan harapan ia bermuara kepada akidah yang disepakati yang sesuai dengan pandangannya. Kitab-kitab tersebut di samping membicarakan tentang keberadaan Allah dan keesaankeesaanNya. merupakan akidah yang tidak diwajibkan oleh agama kepada kita untuk menganutnya. Masih Ad-Dajjal. maka ia ulama. Ahlus-Sunnah dan lain-lain dalam bidang akidah adalah perbedaan pendapat yang tidak sampai menyesatkan (mengeluar(mengeluarkan dari iman). dalam ilmu kalam. kitab-kitab tauhid telah memaparkan apa-apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama tersebut dan apa-apa yang mereka perselisihkan. Ia merupakan garis pemisah yang tegas antara orang-orang beriman dengan orang-orang yang tidak beriman4 ). Murji'ah. penanggung dosa besar dan apa yang terjadi di akhir zaman mulai dari permunculan Al-Mahdi. Dilarang Berijtihad dalam Masalah Aqidah Sejarah Ilmu Tauhid /Kalam. syara' tidak menerima ijtihad dalam masalah akidah. 5 Pendapat seperti itu tidak benar. pendapat dan mazhab di golongan. ia juga membicarakan berbagai persoalan tentang melihat dzat Allah dengan penglihatan (mata). dan lain-lainnya. Dalam masalah ini. atau yang datang melalui jalan yang pasti tetapi masih meng andung berbagai sangkaan (kemungkinan) dalam keterangannya sehingga menimbulkan perselisihan pendapat antara para ulama. hingga turunnya Isa Al Masih as. Sebab. Murji'ah. Ijtihad di dalam syara' hanya terbatas dalam bidang hukum (syariat). Mu'tazilah. di samping akidah-akidah yang telah diwajibkan Allah kepada kita untuk mempercayainya. Ada yang berpendapat bahwa perselisihan pendapat antar golongan ulama Muslim. keimanan kepada para Rasul dan hari ke-mudian.

dalil-dalil yang qath'i dalam Al-Qur'an melarang ijtihad dalam akidah serta melarang menentukan akidah atas dasar persangkaan. Abdullah bin Mas'ud. Dalam hal ini. Sebab. Contoh paling populer adalah apa yang dilakukan oleh faham Qadariyyah yang melakukan ijtihad. Persia dan Hindu. Ketika pada suatu kesempatan kepada beliau diajukan sebuah pertanyaan: "Bolehkah seseorang mujtahid berijtihad dalam masalah-masalah ushluddin (aqidah). golongan sesat lainnya yang menolak sifat-sifat Allah atau lainnya golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk (Almenyerupakan (AlMusyabbihah). “ qadla' dan qadar “ atau yang lain-lain. perlu Jabbal. Imam Shamsuddin Ar Ramli Asy Syafi'i dalam fatwanya telah melarang ijtihad dalam masalah aqidah. telah menentang pendapat Imam Al Jahizh dan Abdullah Al Anbary yang mem-benarkan ijtihad mujtahidin dalam masalah ushuluddin (akidah) 7) Bertolak dari fakta tersebut. Muadz bin Jabbal. Walaupun . Jumhur ulama dalam masalah yang sama dengan di atas. “dzat dan "khalqul Qur'an". padahal dalam masalah tersebut tidak terdapat sebuah nash pun yang menjelaskannya?" Imam Ar Ramli menjawab: "Tidak boleh. Tidak ada satu nashpun yang menunjukkan adanya ijtihad dalam bidang akidah. bahwa ijtihad hanyalah hanyalah dalam bidang penentuan hukum (syariat) dan pengadilan . Bahkan sebaliknya. Begitu pula mengatakan: taqdir". Mas'ud. Ia berdosa kalau apa yang dilakukannya salah. maka ia dapat satu pahala" (HR Bukhari no. Oleh karena itu. disebabkan karena mereka berusaha berijtihad dalam bidang akidah. sebagaimana yang akan diterangkan pada bagian berikutnya. Kesesatan yang terjadi dan menimpa mereka Musyabbihah). “dzat sifat Allah“ .membenarkan ijtihad Sa'ad bin Muadz dan Amr bin Al-Ash. Begitu pula dengan masalah "khalqul Qur'an". Al-Ash. Dari nash tersebut dapat dipahami. diperhatikan sabda beliau: "Apabila seorang hakim (qadli) berijtihad (memutuskan perkara) dan ijtihadnya benar maka ia dapat dua pahala. Mereka mengatakan: "Tidak ada taqdir". dan ia bisa tersesat (keluar dari Islam). 7352). Jika ia memutuskan perkara atas dasar ijtihad tetapi ijtihadnya salah. hal tersebut sama sekali tidak terkait dengan masalah ushuluddin" 6). maka orang yang berijtihad dalam berijtihad bidang akidah kalau ia salah maka ia tidak mendapat pahala dan mendapat alasannya tidak diterima. semua itu Allah“ telah muncul setelah kaum Muslimin berijtihad dalam aqidah dan setelah mereka mengkaji filsafat-filsafat Yunani. Mereka mencoba menentukan pendapatnya sendiri.

orang kafir terhadap iman kepada Hari Kiamat: ‫وما خلقنا السماء والرض وما بينهما باطل ً ذلك ظن الذين كفروا‬ ‫. mutawatir". Maka celakalah orang-orang kafir itu ( yang tidak ber-iman kepada kebangkitan dari kubur sesudah mati ).tanpa “dzon adanya “sulthan” atau "burhan" (bukti yang pasti). yaitu memiliki dalil yang berasal dari "ayat muhkamat" dan atau "hadits "ayat muhkamat" "hadits mutawatir". Dan ayat-ayat “sulthan” "burhan" Al-Quran ini adalah "qoth'iyyatuddilalah" (yakni mempunyai arti "qoth'iyyatuddilalah" yang jelas dan pasti). Allah SWT telah berfirman tentang penolakan orang. Uzza. Allah SWT berfirman tentang berhala-berhala kaum Musyrikin Musyrikin seperti Lata. syara' juga melarang kaum Muslimin menggunakan dalil dzonny dalam pembahasan akidah. فويل للذين كفروا من النار‬ "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. Manath: ‫إن هي إل ّ أسماء سميتموها أنتم وأباؤكم ما أنزل الله بها من‬ ‫سلطان إن يتبعون إل ّ الظن وما تهوى النفس ولقد جاءهم من‬ ‫. (sedangkan) Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan apapun untuk (menyem .banyak di antara mereka menggunakan nash-nash Al-Qur'an sebagai hujjah dan dalil. (Dan) karena (kelakuannya itu) mereka akan masuk neraka" (QS Shaad 27). Jadi akidah hanya didasarkan pada dalil yang sifatnya "koth'i tsubut" (pasti sumbernya) dan "koth'i dilalah" (pasti tsubut" "koth'i dilalah" (pasti pengertiannya) yang tak dapat dita'wilkan dan difahami dengan arti yang lain. 2. Juga telah disepakati bahwa mutasyabihat" "hadits ahad". Sedangkan yang menunjukkan bahwa akidah itu hanya dapat diambil dari nash-nash Al-Qur'an dan hadits mutawatir yang pasti sumbernya dan jelas pengertiannya. untuk menentukan hukum akidah wajib memiliki dalil qoth'i. antara lain adalah sebagai berikut: 1. Persyaratan Dalil-dalil Aqidah Di samping dilarang berijtihad dalam bidang akidah. Kesimpulan ini ditinjau dari ayat-ayat Al-Qur'an yang melarang mengikuti “dzon “ (persangkaan) dalam beriman. tetapi pengambilan nash-nash tersebut dilakukan mereka dengan jalan menta'wilkan sekehendak hati menta'wilkan sekedar untuk memper-kuat pendapatnya sendiri. ربهم الهدى‬ "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu ada-adakan. misalnya dalil tersebut berasal dari "ayat "ayat mutasyabihat" atau "hadits ahad".

Terhadap orang-orang Musyrikin yang menamakan malaikat dengan nama perempuan. )" 5. Allah berfirman : ‫إن الذين كفروا ليسمون الملئكة تسمية النثى وما لهم به من‬ ّ ّ ُ ً ‫.Nisaa 157). Allah SWT juga melarang mengikuti agama-agama dan keperkepercayaan orang-orang kafir di seluruh dunia berda sarkan firmanNya: firmanNya: ّ ُ ‫وإن تطع أكثر من في الرض يضلوك عن سبيل الله إن يتبعون‬ ُ ‫. pastilah mereka menyesatkanmu dari jalan Allah. sekaligus menunjukkan adanya larangan mengikuti sesuatu yang sifatnya “dzon” dalam masalah akidah. Mereka mempunyai tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sang kaansangkaan dan apa yang diinginkan oleh hawanafsu mereka. Dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka" (QS An-Najm 23). tetapi perlu diingat bahwa . Mengenai perselisihan yang terjadi antara ahli kitab tentang kematian Al Masih. bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa" (QS An.bah)Nya. kecuali mengikuti persangkaan belaka. Meskipun sebab-sebab nuzulnya dzon” ditujukan kepada orang-orang kafi. Isa" Dari uraian tersebut. Allah SWT berfirman : ّ ‫وإن الذين اختلفوا فيه لفي شك منه مالهم به من علم ٍ إل ّ اتباع‬ ّ ِ ّ ً ‫. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu. mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. jelas sekali bahwa semua ayat-ayat yang dikutip di atas terkait erat dengan masalah aqi dah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. benar-benar ragu tentang (siapa) yang dibunuh itu. Mereka tidak (pula) yakin belaka. إل ّ الظن وإن هم إل ّ يخرصون‬ ُ ُ ّ "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang (kafir) yang di muka bumi ini. علمم ٍ إن يتبعون إل ّ الظن وإن الظن ل يغني من الحق شيئا‬ ّ ُ ّ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman "Sesungguhnya kepada kehidupan akhirat. mereka" 3. kebenaran" 4. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan tentang hal itu. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta ( terhadap Allah )" (QS Al-An'am 116). Padahal persangkaan itu tidak berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran" (QS An Najm 27-28). الظن وما قتلوه يقينا‬ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pem-bunuhan) Isa.

baik hal itu berupa "dzonny tsubuts" maupun "dzonny dilalah". sehingga ada alternatif bagi manusia untuk memilih salah satu diantara yang dianggapnya mendekati mendekati kebenaran.Sedangkan sunnah masyhurah (hadits (hadits masyhur) adalah hadits yang tidak sampai derajat mutawatir. ulama madzhab Hanafiyyah. Karena itu. (akidah)". tak seorangpun ragu bahwa ayat-ayat AlQur'an datangnya dari Allah. menolaknya". Kecuali sunnah mutawatir. tetapi pengertiannya harus didasarkan kepada pengertiannya umumnya lafaz. dzon adalah sesuatu yang mengandung lebih dari satu kemungkinan. masyhur) contoh yang lain tentang hal ini adalah hadits ahad yang diriwayatkan oleh seorang. sebab hadits ini diriwayatkan oleh sekian banyak sahabat yang mustahil sepakat berdusta. hadits mutawatir adalah pasti sumbernya dari Rasul saw. satu dalil Bagi kaum Muslimin. Itulah sebabnya mengapa ia tidak boleh digunakan sebagai dalil atau hujjah dalam masalah akidah. Oleh karena itu. Atau juga "Penyebab seseorang menjadi ragu serta Penyebab " mendorongnya untuk memilih alternatif dan itu tidak pasti mendorongnya benarnya". walaupun menurut ulamakeraguan). maka tidak ada jalan lain kecuali mempercayai atau menolaknya". "dzonny tsubuts" "dzonny dilalah". maka tidak sah dipakai sebagai (akidah)". dua atau lebih dari shahabat. hadits masyhur disebut hadits . sesuai dengan kaidah syara' yang mengatakan: ‫العبرة ُ بعموم ِ اللفظ ل ب ِخصوص السبب‬ ُ ِ ِ "Yang menjadi perhatian (dalam masalah hukun /tasyri') adalah umumnya lafadz. namun ia tidak sampai derajat mutawa tir. tidak pernah memberikan kepastian. Oleh karena itu sesuatu yang sifatnya dzon. Tetapi tidak demikian halnya dengan Sunnah Rasul.makna suatu ayat tidak menjadi sempit karena sebab-sebab turunnya ayat. sebabnya" Seputar Dalil Dzhonny dan Hadits Ahad Makna Dzhon menurut arti bahasa adalah 9): "Keraguan yang timbul di antara dua alternatif. Para ulama ushuluddin menyatakan: "Sesuatu yang mengandung lebih dari kemungkinan. bukan kekhususan sebabnya" 8). Kedua macam hadits tersebut tidak sampai menunjukkan kepastian bahwa sumbernya adalah dari Rasul saw (masih ada unsur keraguan). benarnya".

Imam Syafi'i. karena ia tidak bisa mendatangkan keyakinan. Ibnu Abdis Salam. Juga Imam al-Ghazaly. yaitu Imam Malik. tetapi hanya terbatas dalam masalah amaliah.mutawatir yang qoth'i tsubut yang tingkatannya dekat keyakinan. Karena itu. Ibnu Abdil Barry dari ulama salaf. Dalam hal ini kita mengikuti pendapat kedua yang mengatakan bahwa hadits Ahad tidak dapat menghasilkan keyakinan. Ash-Shalah. Demikianlah pendapat para ahli ilmu ushul. Abduh. menurut salah satu riwayat dari dua pendapat beliau--. Dr Mahmud Thahhan. fiqih dan hadits. amalan" Juga Imam Al-Asnawy berkata11): "Pada dasarnya jika riwayat hadits ahad mendatangkan "Pada sesuatu. Hanifah. seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany. Al-Qasimy. namun demikian ia wajib diamalkan setelah diakui tingkat keshahihannya. Salam. Abdullah at-Turki dari ulama khalaf. dan Al-Qasimy. tingkatannya Tetapi dalam hal ini. Muhammad Abduh. Thahhan. Dr. Al-Harits al-Muhasiby dan Sijistani. Tetapi jumhur ulama ushul menetapkan bahwa hadits ahad menunjukkan hal yang dzhon (persangkaan). yakni cabang- . Quthub. walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama hadits dan ulama ushul fiqih tentang kedudukan hadits ter-sebut. maka ia tidak bisa dijadikan dalil terhadap hal-hal yang bertalian dengan terhadap persoalan akidah. dan Imam Ahmad bin Hambal -Hanifah. Sayyid Quthub. Allah sendiri membolehkan berbagai persangkaan itu. Ibnu Ash-Shalah. Asnawy. dan lain-lain. An-Nawawy. Tetapi hadits ahad tidak bisa dipakai dalam bidang aqoid (akidah). al-Khatib al-Baghdady. al-Bazdawy. Tentang permasalahan hadits ahad. Asnawy. Syafi'i. Imam Al-Bazdlawy mengatakan: "Selama hadits Ahad tidak menghasilkan pengetahuan "Selama yang dapat meyakinkan seseorang. Ulama ahli hadits misalnya. Sebab. orang yang menolaknya tidaklah dikafirkan10). Ibnu Hazem al-Andalusi. sebagian besar ulama ahli hadits berpendapat bahwa hadits ahad menunjukkan ilmu yang kath'i dan harus diterima di bidang akidah serta harus diamalkan dalam segala bidang. hadits Ahad hanya bisa dijadikan alasan (hujjah) bagi hal-hal yang berhubungan dengan amalan" 11). maka yang dihasilkannya hanya berupa sangkaan. Sijistani. Imam Abu Malik. melainkan hanya persan-gkaan belaka. al-Andalusi. An-Nawawy. al-Bazdawy. masalah akidah haruslah dibina di atas pengetahuan yang betul-betul diyakini. yang di antaranya terdapat empat orang Imam yang masyhur. alal-Ghazaly. Abu Daud AsAl-Asqalany.

Firman Allah: ‫أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما ً لقوم ٍ يوقنون‬ َ "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki. "Dan pada penciptaan kamu. (burhan) Berkenaan dengan itu. Al-Maidah 50). . penganutnya". Kaidah ini diambil berdasarkan dalil yang telah dijelaskan di atas serta berdasarkan pula pada ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menetapkan keimanan mereka hanya dengan keyakinan. Lukman akhirat" 4). pembenaran (tashdiq) yang pasti (jazim) (tashdiq) (jazim) dan muncul dari dalil (burhan) yang kath'i. yakin?" ‫الذين يقيمون الصلة ويؤتون الزكاة وهم بالخرة هم يوقنون‬ "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat. Imam Al-Ghazaly berkata12): "Iman adalah suatu pembenaran pasti yang tidak ada "Iman keraguan atau tidak ada perasaan bersalah yang dirasakan oleh penganutnya". Oleh karena itu. dan "Apakah (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. keyakinan". Demikianlah kita dapatkan perkataan-perkataan para ahli ilmu kalam dan ushuluddin yang bersepakat mengatakan bahwa hadits Ahad tidak bisa menghasilkan keyakinan. Atas dasar inilah. bukan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan (ilmu) semata. menunaikan "(yaitu) zakat dan mereka yakin adanya negeri akhirat" (QS. Semua itu menunjukkan bahwa iman yang dituntut oleh Allah adalah iman yang yakin.cabang agama (fiqih). para ulama yang ahli di bidang ushuluddin telah menentukan suatu kaidah dasar untuk akidah yaitu: ‫العقائد ل تؤخذ إل ّ عن يقين‬ َ "Bahwasanya akidah itu tidak boleh diterima kecuali dengan dalil yang menunjukkan keyakinan". seperti kaidah-kaidah pokok/dasar agama (ushuluddin) ". Almeyakini" Jaatsiyah 4). ia tidak bisa ditetapkan sebagai suatu dalil akidah. dan pada binatang-binatang "Dan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tandatanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini" (QS.

tetapi pembenaran itu harus bersifat pasti berdasarkan dalildalil yang mem-bentuk keyakinan. Imam An-Nasafy berkata13): "(Iman adalah) pembenaran hati yang sampai pada batas "(Iman kepastian dan ketundukan". tergantung kekuatan keshahihan hadits. adalah pembenaran seratus persen tanpa ada unsur keraguan sedikiutpun. Jadi masalah iman bukanlah sekedar pembenaran hati (tashdiqul kalbi). bisa 50 persen. Ia bolehboleh saja dipercayai (dibenarkan) sesuai dengan kekuatan kabar (riwayat) haditsnya. 70 persen. Sedangkan Syekh Mahmud Syalthout menyatakan14): "Iman adalah i'tiqad/pembenaran yang bersifat pasti dan "Iman sesuai den-gan kenyataan serta ia muncul dari dalil". tashdiq dibenarkan berdasarkan dalildalil yang “dzhonny” yang berupa per. Oleh karena itu. sehingga tidak ada keraguan sedikitpun (misalnya ada unsur dzhon) dalam iman. Para ulama dalam menganggapi hadits ahad mempunyai empat pendapat15): a. Sekitar Masalah Tashdiq dan I’tiqad Masalah tashdiq berbeda dengan masalah i'tiqad (iman). Karenanya. tidak boleh diingkari atau ditolak. dalil". ketundukan". Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ada kaedah ushul untuk menyatakan hal tersebut: ‫عدم العتقاد ل يعني النكار ، وإنما يعني أن التصديق غير جازم‬ "Tiadanya i'tikad bukan berarti ingkar. tetapi "Tiadanya pembenarannya hanya tidak bersifat jazim (yang pasti) ". Sebab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa iman Al-Hakim. tetapi belum mencapai tingkatan iman.Juga. khabar ahad yang shahih apalagi yang masyhur. Tetapi perlu diingat di sini bahwa tidak diterimanya hadits ahad sebagai dalil akidah bukan berarti suatu pengingkaran terhadapnya. sanadnya lebih kuat dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Daud. memang tashdiq itu bertingkat-tingkat. Tashdiq adalah sekedar pembenaran. Hadits shohih yang ahad menunjukkan yakin walaupun tidak . tidak boleh diingkari. 60 persen.sangkaan belaka. 80 persen atau bahkan 99 persen. Demikiam pula Daud. sehingga “dzhonny” kabar ahad atau kabar masyhur yang shohih namun belum sampai ke tingkat mutawatir. Muslim. hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah lebih kuat sanadnya dari Al-Hakim.

Abdis Salam. berdosa” Demikanlah. aqidah Islam adalah aqidah yang tinggi dan mulia. maka umat Islam pasti mengalami banyak perselisihan dan perpecahan. Imam Ibnu Hibban mengatakan 16): "Yang menolak hadits masyhur tidak dikafirkan". Ini pendapat Al-Hafiz Ibnu Hajar. Al-Ghazaliy. di antaranya Imam Nawawy. Inilah pendapat Ibnu Ash-Shalah. d. “Juga bagi orang-orang yang mengingkari hadits Ahad “Juga tidak boleh dikafirkan. b.tsaqafiy) yang dilancarkan Barat terhadap Islam tsaqafiy) dan kaum Muslimin. semuanya meya-kinkan. c. yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Al-Khatib Al-Baghdady. Ijtihad mengandung alternatif. menjadi umat yang tinggi derajatnya. Sebaliknya tatkala aqidah Islam dibangun di atas dasar keraguan atau bercampur dengan unsur keraguan. Al-Baghdady. Apalagi jika persoalan aqidah ini kemudian dijadikan lapangan ijtihad. Ibnu Nawawy. Ia hanya menunjukka dzhon (persangkaan). orang yang tidak mengi'tikadkan hadits ahad (menjadikannya sebagai akidah) tidak dapat disalahkan apalagi dikafirkan atau dianggap sebagai golongan sesat. Ini pendapat Ibnu Thahir AlMaqdisiy. tak mampu dipatahkan oleh manusia manapun.diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Yang terakhir ini adalah pendapat jumhur ulama. memang berdampak besar yang menyebabkan . Akibat perang pemikiran dan kebudayaan (al-ghazwul fikri dan (al-ghazwul al-ghawu as. Hadits shohih yang ahad tidak menunjukkan yakin. "Yang dikafirkan". Oleh karena itu Salam. Padahal ijtihad hanyalah terjadi dalam lapangan hukum syari'at. mulia dan selamat dari perpecahan. Al-Ghazaliy. Hadits ahad shohih yang dishohihan oleh Bukhari dan Muslim dan hadits shohih yang masyhur dan atau mursal menurut para imam. tetapi mereka hanya dipandang berdosa” 17). Aqidah semacam ini akan menjadikan kaum Muslimin tegak di atas dasar keyakinan. Ibnu Abdil Barri dan lain-lain. karena memang ada dalil-dalil dzonny yang mengandung beberapa penafsiran. Hadits ahad shohih menunjukkan yakin jika hadits tersebut dishohihkan oleh Bukhari dan Muslim atau salah satu dari keduanya. tetapi tidak ada alternatif dalam aqidah. Ia dibangun di atas landasan dan bukti-bukti yang jelas dan pasti kebenarannya.

halaman 93-95. kitab "Al-Ahkam fii Tadribul Raawy" "Al-Ahkam Ushulil Ahkam" oleh Al-Aamidy. Jilid I. kadla dan kadar. sinkritisme dan lain-lain.tergelincirnya pemikiran kaum Muslimin serta memudarnya nilainilai aqidah dalam diri dan kehidupan kita. rezeki. halaman 52. halaman 302-303. "Sejarah Tauhid". kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". Belum lagi serangan yang datang dari kaum orientalis dan generasi pelanjut mereka yang muncul dari kalangan putra-putri kaum Muslimin sendiri. di samping terkoyakkoyaknya negeri Muslim menjadi serpihan dan jauh dari persatuan Islam. Sudah saatnya umat ini mewarisi sikap-sikap generasi terdahulu. halaman 100-102. Syariat" 12) Lihat kitab "Iljamul 'Awam 'An Ilmil Kalam" oleh Imam Al-Ghazaly. 6) Lihat Ibnu Hajar Al Haitsami. bersikap serta senantiasa berdiri di atas dasar dalil atau hujjah dan kejujuran. hal. hal.Dr. halaman 35-40. Semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang lurus. para sahabat. malaikat. halaman 322. halaman 379-380. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". sosialis. Ahmad Syakir. Al-Haramain. "Pokok-Pokok Hadits". "Pokok-pokok Hadits". misalnya dari celah-celah sifat Allah. halaman 86 5) Perbedaan cabang yang umumnya dalam bidang hukum-hukum fiqih. oleh Imam Al-Haramain. kemampuan syariat Islam untuk memecahkan persoalan hidup. oleh Prof Dr TM Hasby ash-Shiddiqy. Mereka taburkan virus-virus kekufuran dan kemurtadan di tengan umat Islam. atheis. halaman 33-34. 332 dan 339. dan buku "Islam sebagai Hadits" "Islam Aqidah dan Syariat" (terjemahan) oleh Mahmud Syalthout. Keberanian dan usaha memahami suatu kebenaran adalah langkah awal persatuan dan kemenangan umat. kitab "Ushulul Ahkam" "Ushulul Hadits" oleh Dr. secara sadar atau tidak. halaman 105-106. Dengan cara demikian. Muhammad Ajaj Al-Khatib. 13) Lihat kitab "Al-Aqoid Nasafiyah" oleh Iman An-Nasafy. Kumpulan dari mereka ini telah berhasil meragukan keyakinan kaum Muslimin tentang aqidah dan syariat Islam dengan cara merendahkan dan mencampuradukan konsep-konsep Islam dengan konsep-konsep kufur. ----------------------------------------------------------------------------1) Lihat kamus “Al-Mu’jam Al-Wasith jilid 2. sebagai upaya memahami Al-Islam. disertai sarana dan kekuatan materi yang lebih dari cukup. 15) Lihat buku "Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadits".Jilid I. halaman 614 “Al-Mu’jam 2) Lihat "Sejarah dan Pengantar Tauhid". Jil. misalnya faham kapitalis. 14) Lihat buku "Islam sebagai akidah dan Syariat" oleh Mahmud Syalthout. keteladanan Muhammad saw.4 hal.M Hasby Ash-Shiddiqy. komunis. 4) Ibid. Berbagai faham. Jilid I. relevansi Al-Qur'an. Tetapi keberanian yang dimaksudkan adalah berani dalam berpendapat. "Al fatawa" Jilid IV. mereka menghantam keyakinan umat Islam. tabi'in dan generasi sesudahnya. 112. Halaman 3. Jilid I. Amin.529 “As-Sailul 9) Lihat buku "Al-Adl Dloodl" oleh Muhammad bin Al-Qosim Al-Anbary "Al-Adl Dloodl" 10) Lihat kitab "Ushulul Tasyri' Al-Islamy" oleh Ali Hasbullah. 27-43. 8) Lihat “As-Sailul Jarrar “ Imam Syaukani. halaman 56. mereka menghantam keyakinan umat dari segenap penjuru. Maka sudah saatnya umat Islam mencoba mengangkat mutiara Islam dari lumpur kehinaannya seraya menggosok sisa lumpur yang menyelimutinya. "Tadribul Raawy" oleh Imam As-Suyuthy. oleh Prof. . T. 7) Lihat "Asy-Syaamil fii Ushuluddin". 3) Lihat "Islam sebagai Aqidah dan Syari'ah" oleh Syaikh al-Azhar Mahmud Syalthout. "Ushulul Al-Islamy" 11) Lihat buku "Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits".halaman "Islam Syari'ah" 84.

Aqidah inilah yang terkenal di kalangan kaum musli-min dengan sebutan “ arkanul iman” . Peranan akal dalam masalah keimanan . para rasulNya.16) 17) halaman 100 dan 135. juga kepada qadlo’ dan kitabNya. kitabkitabNya. Ibid Halaman 102-103. Adapun mengenai dalil-dalil akidah. penentuan dalil tersebut dilakukan melalui penyelidikan untuk me-nentukan mana yang dilakukan boleh dan mana yang tidak untuk dapat dijadikan sebagai dalil naqli. kitab-kitabNya. Artinya. hari akhir. Oleh karena itu. Dengan cara seperti itu. tergantung “aqli” “naqli”. di-dasarkan Namun perlu diingat bahwa penentuan suatu dalil naqli juga diingat ditetapkan dengan jalan aqli. Imam Syafi'i berkata1): "Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma'rifat mukallaf kepada Allah Ta'ala. dan ini merupakan suatu keharusan. para malai-katNya. bersifat b) Jika yang diamni berada di luar jangkauan panca indera. kitab-kitabNya. kriteria AQIDAH ISLAMIYAH Apakah Akidah Islam Itu ? Akidah Islamiyah adalah : “iman kepada Allah. SWT”. Hal seperti itu merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin". maka dalil kei-manannya bersifat aqli. maka ia harus di-dasarkan pada dalil naqli. maka adakalanya dalil bersifat “aqli” dan ada-kalanya bersifat “naqli”. Arti berfikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berfikir tersebut dituntut untuk ma'rifat kepada Allah. tergantung perkara yang diimani. para rasulNya. Namun setelah munculnya banyak iman” perdebatan di kalangan ulama ahli kalam tentang “qadho’ dan “qadho’ qadar ” maka sejak itu akidah Islamiyah telah menjadi enam bagian yaitu. Kriteria dalil adalah seba-gai berikut : a) Jika yang diimani itu masih dalam jangkauan panca indera. qadar baik buruknya dari Allah SWT”. Ibid Halaman 102-103. hari akhir. ia bisa sampai kepada ma'rifat terhadap hal-hal yang ghaib dari pengamatannya dengan indera. Dalam hubungan ini. iman kepada Allah. semua dalil tentang akidah pada dasarnya disandarkan pada metode aqliyah. indera. para “iman malaikatNya.

Karena keterbatasan akal dalam berfikir. Oleh karena itu. manumanusia mempunyai kecenderungan (bila ia hanya menduga-duga tanpa memiliki acuan kepastian) menyerupakan Allah SWT dengan suatu dengan mahluk.Akal manusia mampu membuktikan sesuatu yang berada di luar jangkauannya jika ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk atasnya. Bukankah gugusan bintang yang ada di langit dan ombak yang bergelombang di laut menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. Islam melarang manusia untuk berfikir langsung tentang dzat Allah. Sebab. Sebab. dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal " (QS Al Jaatsiyat 35). Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) bertebaran terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang (kekuasaan meyakini. Kuasa. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-nya dengan air hujan itu bumi (tanah) sesudah matinya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda 2) : ‫تفكروا في خلق الله ول تفكروا في الله فإنكم لن تقدروا قدره‬ ْ "Berfikirlah kamu tentang mahluk Allah tetapi janganlah "Berfikirlah . meskipun dapat menjankui ciptaan-ciptaanNya. kalau akal diajak untuk mencari dzatNya. seperti firmanNya : ‫إن في السماوات والرض ليآت للمؤمنين * وفي خلقكم وما يبث من د‬ ٍ ‫آيات لقوم ٍ يوقنون * واختلف الليل والنهار وما أنزل الله من السماء من‬ ٌ ْ ‫رزق فأحيا به الرض بعد موتها وتصرف الرياح آيات لقوم ٍ يعقلون‬ ٍ "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar "Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. maka tentu saja akal tidak mampu menmenjangkauNya. pengembara di Tanah Arab) tatkala ditanyakan kepadanya"Denditanyakan kepadanya"Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?" Jawabnya: "Tahi Onta itu menunjukkan adanya onta dan bekas tapak tapak kaki menunjuk-kan ada orang yang berjalan. seperti perkataan seorang Badui (suku bangsa atasnya. ayat-ayat Al-Qur'an adalah bukti eksistensiAllah eksistensiAllah (tentang adanya sang pencipta) dengan cara mengajak manusia memperhatikan mahluk-mahlukNya.

Mereka tidak menta'wilkannya. semisal manusia. Kita hanya percaya dengan sifat-sifat Allah yang dikabarkanNya dikabarkanNya melalui al-wahyu. tabi'in dan ulama salaf. Me-reka menetapkan apa sifat-sifatNya. karena ia memang berada di luar jangkauan akal.ia lebih baik kita serahkan kepada Allah. Ia tak dapat dianalogkan pada suatu bentuk materi dianalisa. Imam Ibnul Qoyyim berkata2): "Para sahabat berbeda pendapat dalam beberapa "Para masalah. pengertiannya". pengertiannya". bagaimana Allah melihat. . perbuatanperbuatanperbuatan Allah. Inilah jalan yang ditempuh oleh imam Muhammadd bin Idris Asy-Syafi'iy. dzat Allah bukanlah materi yang bisa diukur atau dianalisa.kamu pikirkan tentang Dzat Allah itu sendiri. maka kita tidak boleh mencoba-coba membahas ayat-ayat /ha/hadits tersebut atau menta'wilkannya. yang diutarakan Al-Qur'an dengan suara bulat. juga mereka tidak memalingkan menta'wilkannya. Juga. berbicara. Ahmad Asy-Syafi'iy. mendengar. apapun. sebenarnya" Akal manusia yang terbatas tidak akan mampu membuat gambaran tentang Dzat Allah yang sebenarnya. Itulah sikap yang dipegang oleh para sahabat. Apabila kita menghadapi suatu ayat/hadits yang menceritakan tentang (usaha) menyerupakan Allah dengan makhmakhluk. tetapi menanyakan hal tersebut adalah bid'ah". bersemayam di atas arsy-Nya dan seterusnya. sifat-sifatNya. Sebab. Setelah itu Imam Malik mengangkat kepala lalu berkata: "Persemayaman itu bukan sesuatu yang tidak diketahui. Ketika Imam Malik3) ditanyakan tentang maknanya Istiwa' Allah (bersema-yamNya) di atas ‘Arsy ? beliau lama tertunduk (bersema-yamNya) dan bahkan mengeluarkan keringat. kamu tidak akan sanggup mengira-ngira tentang hakikatNya yang sebenarnya" . Sebab. Muhammad Abdul Hasan Asy-Syaibani. Tetapi. dan lain-lain. Sedangkan mengimaninya adalah wajib. atau mahluk aneh yang bertangan bertangan sepuluh dan sebagainya. kaifiyat (cara)nya bukanlah hal yang dapat dimengerti. pernah terlibat bertentangan paham satu sama lain dalam menghadapi masalah-masalah Asma’ Allah. Hanbal. Padahal mereka itu adalah umat yang dijamin Padahal sempurna imannya. alhamdulillah. bin Hanbal. Asy-Syaibani. mereka tidak imannya.

atau hubungan antara sifat dengan Dzat Allah dan lain-lain. 2) Lihat buku "I'laamul Muuraqqiin" jilid I. halaman 55. sanadnya "Al-Hidayah". membahas bergeraknya Allah.Kerusakan akidah umat Islam akibat pilsafat Yunani Ini berbeda dengan sikap dan pendapat ulama khalaf (Ulama Mutakhirin). -------------------------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar" oleh Imam Syafi'i. 3) Lihat kitab "Fathul Barri" Jilid XII. Mereka tidak menjalani cara yang ditempuh oleh ulama salaf. Mereka telah mencoba menggunakan akal untuk memecahkan permasalahan yang pernah dialami oleh para pilosof pilosof Yunani terdahulu. sifatnya marfu’. keadilan Allah. "Fathul Barri" dinamika Aqidah Islamiyah Islam adalah jalan hidup yang sempurna. 2) Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'im dalam kitab "Al-Hidayah". Berbeda halnya dengan jalan yang ditempuh oleh para pilosof dan kaum Muslimin yang memandang dan fisafat Yunani sebagai tolok ukur /titik tolak akidah. Mereka tidak puas dengan cara berfikir demikian. bahkan berhasil pula menyesatkan kaitan dan mengeluarkan sebagian kaum Muslimin dari Islam. terutama ahli ilmu kalam (Mutakallimin). Oleh karena itu. Mereka juga menggunakan pula dalil aqli yang ber-dasarkan menggunakan ilmu mantiq untuk. takdir (keputusanNya). Islam merupakan . bisa diterima . dan keterbatasan ilmu Allah. tanpa kembali kepada ketentuan Al-Wahyu. Meskipum ulama khalaf menempuh jalan yang tidak sesuai de ngan apa yang telah ditentukan Al-Qur'an. turunNya ke langit. misalnya. atau pembahasan bahwa iblis tidak akan kekal dalam neraka dan seterusnya. Dengan menggaris bawahi bahwa sumber akidah hanyalah Al-Qur'an dan hadits-hadits mutawatir. Pendapat-pendapat mereka (ahli ilmu kalam dan pilosof muslim) inilah yang telah meragukan umat terhadap beberapa hal yang berinilah berkaitan dengan masalah akidah. tetapi mereka tetap beriman kepada Islam dan tetap bertolak dari dalil-dalil syara'. Mulailah mereka melontarkan kembali masalah-masalah klasik. Oleh karena itu akidah Islam perlu dijauhkan dari ilmu Mantiq atau filsafat agar tidak membahayakan akidah umat. dhoif tetapi isinya shahih. halaman 9l5. membahas diamNya. seseperti Wihdatul Wujud (panteisme). mereka lalu menta'wilkan Al-Wahyu yang termasuk dalam kategori mutasyabihat sesuai dengan kehendak akal dan i'tikad yang tujuannya untuk mensucikan Allah dan sifat-sifatNya secara tidak layak.

kaum muslimin tidak lagi menarik.sebagai satu risalah yang universal -. rasa cinta kepada isteri-isteri dan anak-anak. mulai dari lepasnya keterikatan terhadap hukum-hukum Islam. Rasa rindu untuk hidup di mengikatkan bawah naungan Islam sangat diperlukan.Manakala aqidah aqliyah pada diri mereka telah berfungsi . mencita-citakan keridlaan Allah SWT sebagai nilai hidup yang tertinggi. berikut keni'matan akhirat yang hakiki. Bahkan tidak lagi berpengaruh dalam kehidupan mereka. serta sibuk mengejar kesenangan duniawi dengan melupakan Allah SWT.sudah tidak lagi menarik.Mereka telah men-jadikan kebutuhan materi sebagai satu-satunya nilai hidup yang dikejarkejar. mau tidak mau aqidah kaum muslimin harus dibangkitkan. dan berjuang demi menyebarluaskan Islam -. kekuasaan. Hati mereka tidak lagi tergetar akan azab Allah atau merasa takut terhadap api neraka jahanam. maka harus dibangkitkan pada diri mereka semangat merealisasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengikatkan diri pada hukum syara'.pandangan hidup yang menentukan tingkah laku kaum muslimin dalam kehidupan sehari-hari. Aqidah kaum muslimin saat ini sesungguhnya benar-benar telah kehilangan gambaran tentang hari kiamat. kedudukan. Demikian pula rasa takut terhadap azab Allah yang akan menimpa mereka apabila tidak menerapkan Islam dan tidak terikat dengan hukum-hukumnya. Bagi mereka. Kondisi aqidah yang lemah ini telah menyebabkan berbagai bencana terus menerus menimpa diri kaum muslimin saat ini. Mereka mengalihkan perhatiannya kepada dunia dengan segala perhiasannya. Bangkitnya semangat tersebut hanya dapat terwujud dengan membangkitkan aqidah Islam dan menancapkannya kembali dalam diri kaum muslimin. Mereka juga telah kehilangan rasa rindu kepada surga. Pan-dangan mereka tidak lagi mengarah ke langit tetapi telah terfokus kepada dunia. keni'matan-keni'-matan surga yang abadi itu -. hidup dalam suasana ketakutan dan kepasrahan. Oleh karena itu untuk menyelesaikan seluruh problematika tersebut. dan tidak mampu lagi menyalakan semangat untuk mengikat-kan diri dengan hukum syara'. cenderung hidup hanya untuk Islam.yang tak pernah dilihat oleh mata manusia dan belum per-nah didengar oleh telinga -. seraya dimantapkan dan dihidupkan kembali. terutama harta. termasuk dominasi negara adikuasa atas negeri-negeri mereka yang telah memperalat penguasa mereka dan merampas harta kekayaan mereka. ketidakberdayaan menghadapi hukum-hukum kufur yang berasal dari Barat. hingga mereka menerima berbagai kehinaan dan kenistaan.ke seluruh penjuru dunia. Akibatnya. Apalagi cahaya aqidah tersebut telah meredup dari hati kaum muslimin. Agar kaum muslimin menyadari betapa pentingnya keterikatan dengan hukum syara'.

Dari sini jelaslah bahwa lemahnya keterikatan terhadap hukum syara' dalam hubungan individu dan masyrakat merupakan akibat dari lemahnya semangat aqidah akliyah yang ada pada diri kaum muslimin. apabila semangat iman itu makin lemah maka apabila keterikatannya pun akan menurun. maka sungguh semangat mereka akan kembali bangkit. Demikian pula harus dipahami bahwasanya meskipun tugas yang paling penting yang dibebankan pada pundak pengemban da'wah --yang berjuang untuk mengembali-kan pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT-. juga berusaha mewujudkan kesadaran umum pada diri berusaha kaum muslimin terhadap nilai-nilai dasar kehidupan menyangkut hubungan antar individu masyarakat.adalah mencurahkan tenaganya untuk menjelaskan betapa pentingnya nilai keterikatan terhadap hukumhukum syariat yang berhubungan dengan nilai-nilai dasar bagi kehidupan. serta menancapkan ide-ide yang tercantum dalam Al Qur’an dalam tercantum jiwa kaum muslimin. namun sesungguhnya hal yang paling penting lagi ialah bahwa mereka sesungguhnya harus memahami bagaimana cara menjelaskan pentingnya keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan kesadaran umum di tengah-tengah umat terhadap pentingnya keterikatan dengan hukum-hukum syara' tersebut. apabila semangat iman ini makin kuat maka semangat keterikatan itu akan semakin kuat pula. Dengan demikian kaum muslimin akan takut terhadap ancaman azab neraka manakala . Kerinduan mereka terhadap syurga dan segala keni'ma-tan yang ada di dalamnya akhirnya akan mampu mengalahkan kecintaan mereka terhadap kesenangan duniawi. Ketakutan mereka terhadap azab jahanam juga akan mengatasi rasa takut mereka terhadap para penguasa kufur dengan segala ancaman serta kekejamannya.kembali. keterikatan terhadap hukum syara' merupakan buah dari iman. Sebab mereka (kaum mus-limin) telah beriman bahwa rizki dan hidup berada di tangan Allah SWT semata. Karena sesungguhnya yang mendorong mendorong melaksana-kan syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya adalah hasil dari gambaran detail aqidah tersebut serta sejauh mana tertanamnya dalam jiwa umat. memberikan gambaran detailnya. Mereka akan disiplin dalam melaksanakan perintahperintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Sebab. Kaum muslimin akan melepaskan semua undang-undang thaghut (kufur) dan bahkan menumpas kepemimpinan penguasa mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya tanpa takut lagi akan rizki atau nyawanya sekalipun. Kaum muslimin akan kembali kepada Allah dan terikat pada syari’atNya. antara mereka dengan negara atau antara mereka dengan negara dan bangsa lain. Sebaliknya. bukan berada di tangan makhluknya. Semua ini tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan menanamkan aqidah aqliyah. Jadi.

‫يا أيها الذين آمنوا إن تطيعوا فريقا ً من الذين أوتوا الكتاب‬ . sehingga masya-rakat sudah terbiasa mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di siang maupun diturunkan malam hari. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah beriman " (Ali Imran: 100) ‫يا أيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون‬ "Hai orang-orang yang beriman. maka mau tidak mau harus meneladani cara yang ditempuh Al Qur’an Al-Karim dalam hal ini. agar kita dapat membuahkan hasil dalam mem-bangkitkan dan menggerakkan umat. namun ayat-ayat yang diturunkan selalu mengingatkan kaum muslimin terhadap mengingatkan aqidah dan mengkaitkan hukum-hukum yang diturunkan tersebut diturunkan dengan iman. bukan tanpa disengaja apabila Al Qur’an selama tiga belas tahun di Makkah selalu memfokuskan aqidah dan menanamkan ide-idenya. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. dan mereka menerima dengan berikan. Oleh karena itu. Pada saat itulah akan nampak keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dalam perilaku individu perilaku maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat.mereka menyim-pang dari syari’at Islam. di bawah naungan sistem khilafah Islam. ‫يردوكم بعد إيمانكم كافرين‬ "Hai orang-orang yang beriman. ً ‫فسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما‬ "Maka demi Tuhanmu. juga agar mem-bangkitkan kita apat menghidupkan kembali seman-gat ddan kerinduan umat terhadap pelaksanaan hukum-hukum Islam. sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). meskipun perhatian Al Qur’an terfokus pada penerapan hukum-hukum syariat. Mereka akan mengharap surga yang penuh ni'mat pada saat mengikuti syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya. Pada periode Madinah. Berikut ini ditunjukkan beberapa ayyat sebagai contoh tentang cara Al Qur’an yang berkaitan dengan hal ini: ‫فل وربك ل يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم ل يجدوا في‬ . senantiasa membicarakan masalah aqidah dan ideidenya. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. bersabarlah kamu dan . Oleh karena itu. Hal ini disebabkan karena aqidah memiliki kedudukan paling tinggi dalam mewujudkan semangat dalam diri orang-orang yang beriman untuk melaksanakan perintah dan menerapkan hukumnya.

" (Al Mujadilah: 22) Ayat-ayat seperti ini. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. serta memberi dorongan untuk melaksanakan dan mengingatkan terhadap apa yang diinginkan diinginkan oleh ayat. Demikianlah jalan yang digunakan oleh Al Qur’an ketika menjadikan masyarakat menerima aqidah. diinginkan termasuk hal-hal yang indah dilihat mata. pedihnya siksa neraka jahanam. perintah atau larangan sesung-guhnya selalu dikaitkan larangan dengan aqidah dan semangat iman. bertarung melawan ide-ide kufur yang bertarung sudah merajalela berikut para penguasa thaghut yang bertindak sebagai musuh-musuh Islam. takut terhadap azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat. hukum. Jadi. Semua ini dapat memalingkan mereka memalingkan kepada hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan kepada surganya serta menjauhkan dirinya dari azab neraka. janganlah kamu saling memakan harta sesama-mu dengan jalan yang batil " (An Nisa: 29) ‫ل تجد قوما ً يؤمنون بالله واليوم الخر يوادون من حاد الله ورسوله‬ "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan ratusan yang lainnya serta ratusan hadits yang mulia. ketika menjelaskan sesuatu ide. Dari sinilah kaum muslimin bertolak untuk mengikatkan diri kepada hukum-hukum Allah. Kaum muslimin akan siap melakukan perjuangan politik melawan setiap pemerintahan thaghut dan mau berjuang secara sungguh-sungguh untuk menumpas sistem pemerintahan kufur dan melepaskan diri dari dominasi mereka serta mengembalikan pelaksanaan hukum-hukum yang diturunkan diturunkan Allah SWT." RasulNya. memiliki sikap komitmen dan mengikatkan diri pada hukum-hukumnya. . pemecahan.kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung " (Ali Imran: 200) ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل‬ "Hai orang-orang yang beriman. lalu kerinduan akan surga berikut keni'matannya yang kekal di dalamnya dari hal-hal yang diinginkan oleh setiap jiwa. pengaruh rasa takut terhadap Allah SWT. istana-istana yang sangat indah berikut bidadari yang cantik-cantik dan gadis-gadis yang segar-segar. semua ini menjadikan manusia mengalihkan pandangannya ke langit dari yang semula sibuk mencari kesenangan duniawi.

adalah suatu keharusan untuk menghidupkan kembali aqidah Islam pada jiwa kaum muslimin. juga mengharuskan ia membatasi ibadahnya hanya kepada Allah semata. pembalasan amal perbuatan manusia dan azab/siksaan. serta adanya kewajiban mengemban da'wah/risalah Islam dll. Mafhum/ persepsi yang dimaksud di sini ialah mafhum 'ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah SWT) yang lahir dari mafhum uluhiyyah (ketuhanan). Dan tatkala seorang muslim bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. kemudian menanamkannya ke dalam jiwa individu kaum muslimin. maupun yang menyangkut problematikanya. Jadi kalimat laa ilaaha baik menurut ketentuan bahasa ataupun syara' artinya adalah la ma'buuda (tidak ada yang patut isembah). sehingga ia akan menolak untuk mentaati selain Allah. Karena kepentingan inilah para Nabi dan para Rasul diutus. Oleh karena itu persaksian seorang muslim meng-haruskan ia untuk hanya beribadah kepada Allah saja. sesungguhnya dia telah mengesakan Allah dalam penghambaan maupun dalam pensucian. Ajaran mendasar ini merupakan suatu ajaran yang terpen-ting dan paling berpengaruh dibandingkan dengan yang lainnya.Oleh karena itu. atau menjalankan hukum selain dari apa . Termasuk dalam pokok ajaran tersebut. serta menafikan secara pasti penghambaan terhadap selain Allah. adalah tidak ada yang patut disembah kecuali Allah sebab lafadz ilaah menurut pengertian bahasa dan syara' adalah : yang patut disembah. yang dimaksud dalam kalimat syahadat pertama. agar dapat mendorong komitmen mereka dan terikat dengan hukum-hukum syari’at serta bersegera merubah keadaan mereka. karena ia tidak beribadah kepada selain Allah. juga karena setiap sesuatu yang dituntut untuk ditaatinya selain Allah atau mengajak orang-orang mengikuti selain petunjuk yang berasal dari Allah. sistemnya. laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). Apabila seorang muslim telah memahami persepsi ini. melenyapkan kekuatan negara-negara kafir berikut perundangundangan dan sistemnya. maka akan menjadikannya sangat berhati-hati dalam segala hal yang menjadikannya berkaitan dengan pengaturan urusan kehi-dupannya. dijanjikannya kehidupan yang abadi di akhirat di surga maupun di neraka. penciptaan jin dan manusia untuk suatu tujuan tertentu. Untuk membangkitkan semangat aqidah dibutuhkan penjelasan tentang mafhum / persepsi atau ajaran pokok dalam aqidah Islam. tidak kepada yang lain. Allah SWT berfirman: ‫وما خلقت الجن والنس إل ليعبدون‬ "(Dan) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu " (Adz Dzariyaat: 56) Jadi.

Melalaikan keterikatan terhadap hukum-hukum syara' adalah giliran yang pasti setelah melalaikan mafhum ketuhanan. dan mereka menerima dengan sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). Oleh karena itu yang menunjukkan adanya 'ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah itu adalah terikat secara sungguhsungguh dengan hukum-hukum Allah.sesungguhnya ia merupakan thaghut yang ingin merupakan menjadikan dirinya sebagai Tuhan selain Allah. ketundukan dan (pembuatan pasrah terhadap segala yang diperintahkanNya atau yang diladilarangNya. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhada putusan yang kamu berikan. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu.apakah dia sebagai penguasa maupun kedudukannnya aparatnya -. mengesakanNya dalam tasyri' (pembuatan hukum) juga dalam ketaatan. Jadi siapa saja yang ingin membuat hukum. ً ‫الشيطان أن يضلهم ضلل ً بعيدا‬ "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan beriman kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. jarang dipikirkan atau karena pemahamannya telah berubah. yang kaum muslimin diperintahkan untuk mengingkari-nya. segala sesuatu yang dilaksanakan dari selain syari’at/perintah Allah. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. apapun kedudukannnya -. sebagai akibat dari melupakannya. semuanya termasuk dalam kategori termasuk thaghut yang harus ditentang dan diingkari.yang diturunkan Allah. sesungguhnya merupakan ketundukan dan penyerahan diri untuk mau diatur dengan hukumhukum thaghut. Dan setan diperintahkan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya " (An Nisaâ: 60) . Sebab keterikatan kepada hukum-hukum syara' adalah hasil yang pasti dari keimanan dilihat dari segi mafhum ketuhanan. Allah SWT berfirman: "Maka demi Tuhanmu. yang juga merupakan buah/hasil dari penghambaan diri kepada Allah SWT. bahkan diperang sampai lenyap dari permukaan bumi ini sehingga yang ada hanya syari’at Allah semata. Oleh karena itu. Allah SWT berfirman: ُ ُ ‫ألم تر الى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل اليك وما أنزل من قبلك‬ َ ُ ‫يريدون أن يتحاكموا الى الطاغوت وقد أ‬ ‫مروا أن يكفروا به ويريد‬ ِ .

berimanlah (sungguh- . dan melenyapkan setiap undang-undang dan penpenguasa thaghut. Tirmidzi no. di antaranya adalah firman Allah SWT: "Allah telah terangkan bahwasanya tidak ada Ilah selain Dia. serta mendorong kaum muslimin untuk terikat dengan hukum-hukum Allah. 3095) itu. akal tidak pernah mampu menjangkau eksistensi malaikat. bukan sekedar aqidah ruhiyah semata.‫إتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا ً من دون الله‬ "Mereka (Bani Israil) telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah " (At Taubah: 31) Rasulullah telah menjelaskan arti ayat ini sebagai mana tercantum dalam haditsnya "Sesungguhnya mereka telah haditsnya "Sesungguhnya mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkannya lalu kaumnya mengikuti mereka. Ali 'Imran 180). maka itulah bentuk ibadah mereka kepada para pendeta dan rahib itu. Jadi. menjauhi laranganlarangan-Nya. kitab-kitab (Allah)." Sesungguhnya pengaruh mafhum ketuhanan pada diri kaum muslimin akan dapat mengembalikan posisi dan semangat aqidah Islam sebagai aqidah ruhiyyah (ritual) dan aqidah siyasiyyah (political). Dalil syara' tentang adanya malaikat adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Tidak ada Ilah selain dia. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS." (HR. "Bukanlah kebajikan (namanya hanya) dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat. Yang menegakkan keadilan dan (disaksikan) oleh para malaikat dan ahli-ahli ilmu. "Wahai orang-orang yang beriman. dan nabinabi" (QS. malaikat. Al-Baqarah 177). melainkan sesungguknya kebajikan adalah beiman kepada Allah. karena pada ruhiyah hakekatnya aqidah ini mampu memancarkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang sangat dibutuhkan manusia dalam mengatur kehidupannya. melaksanakan perintah-perintahNya. baik di dunia maupun di akhirat. MALAIKAT Dalil-Dalil Keimanan terhadap Malaikat Dalil iman kepada malaikat adalah berdasarkan dalil nakli. Sebab. hari kemudian.

sesungguhnya Al-Qur'an tidak menjelaskannya. Sebab. rasulrasulNya. menghitung dan menulisi amal usaha manusia. kitab-kitabNya. Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah2): Tugas-tugas itulah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Qayyim . tanpa menerangkan bagaimana karakteristik (bentuk) cahaya (nur) tersebut. mengatur terjadinya proses peredaran terbentuknya janin di dalam rahim. Tugas-Tugas Malaikat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul telah menunjukkan berbagai tugas malaikat yang bekerja menuruti perintah dan siidzin Allah untuk mengatur apa yang ada di langit dan bumi serta apa yang ada dan terjadi di antara keduanya. manusia dan alam semesta. mereka berada di langit dan di bumi dan saling berpindah tempat di antara keduanya. bulan dan bintang. Oleh karena itu tidak perlu heran jika iman kepada malaikat diletakkan pada peringkat pertama setelah iman kepada Allah. karena ia berada di luar jangkauan panca indera dan akal manusia. mengatur peredaran awan dan turunnya hujan. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Oleh karena itu. dan hari kemudian. Adapun asal kejadian mereka. Ada pula yang ditugaskan untuk mencabut nyawa.sungguh) kepada Allah dan RasulNya dan (kepada) kitab sungguh) yang Dia turunkan kepada RasulNya. dan tugas-tugas lainnya. merekalah yang mengatur alam semesta dengan idzin. Malaikat dan Asal Usul Kejadiannya Malaikat diciptakan Allah sebelum diciptakannya jin. Ada pula yang ditugaskan untuk terbentuknya menjaga dan mengawasi setiap manusia. Jadi. Inilah tentara yang paling agung. dzat malaikat yang sebe narnya tidak mungkin dapat dijangkau akal. Tetapi wujudnya pasti. malaikat-malaikatNya. Hanyasanya ia dijelaskan dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Imam Muslim bahwa malaikat itu dijadikan dari cahaya (nur). kehendak dan perintahNya1). Misalnya ada yang ditugaskan untuk mengatur peredaran matahari. serts kitab yang ALlah turunkan turunkan sebelumnya. An-Nisaa' 136). bertugas di jahanam dan jannah. para malaikat adalah tentara Allah yang paling banyak dari malaikat segi kuantitas dan paling banyak dari segi tugas-tugasnya. (Ketahuilah bahwa) siapa saja kafir terhadap Allah. yang menurut penjelasan Al-Qur'an.

kemudian ia bersemayam di atas A'rasy untuk mengatur segala urusan" (QS. sedangkan malaikat mengatur alam ini hanya menmenjalankan atau melaksanakan perintah saja. atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan. terkadang disebutkan Al-Qur'an bahwa Allahlah yang mematikan makhluknya. dan siapakah pendengaran yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Al-An'aam 61). seperti firmanNya: "Sesungguhnya Rabbmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. "Atau. seperti FirmanNya: "Demi para malaikat yang mengatur urusan alam (ini)" (QS. terkadang tugas-tugas pengaturan seperti itu dikaitkan dikaitkan (tersangkut nyata) terhadap Allah. Yunus 3). Mereka (para malaikat itu) bekerja dengan seidzin dan atas perintah Allah SWT. lalu utusan-utusan Kami mewafatkannya. Beliau berkata: "Allah telah mewakilkan para malaikat untuk mengatur langit dan bumi. "Juga perhatikan firmanNya yang lain: "Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi. Maka. Allahlah pengatur alam ini dengan perintah (idzin) dan kehendakNya. katakanlah: 'Mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?" (QS. Allah SWT di dalam AlQur'an kadang menyebutkan bahwa pengaturan tersebut diserahkan kepada malaikat. sedangkan para utusan (malaikat Kami) itu tidak (pernah) lengah" (QS. Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. (kepadaNya)?" "Jadi. Ini sama halnya dengan menyebutkan malaikat yang mematikan. malaikat tersebut hanya bertugas mencabut nyawa atas perintah Allah SWT. antaramu. "Atau.Al-Jauziyah tentang tugas-tugas para malaikat. seperti firmanNya: . Oleh karena itu. An-Nazi'aat 5). Perhatikan FirFirman Allah SWT: "Sehingga bila datang kematian pada salah seorang di antaramu. Yunus 31).

Al-Mursalat 1-5. mencatat rezekinya. Mereka yang (Chorion. ajal.. Beliau menyebutkan ayatayat Al-Qur'an mengenai hal ini (Baca QS. Dia sebagai utusan Allah kepada seluruh nabi dan rasul untuk menyampaikan Al-Wahyu dan petunjuk lainnya. Ibnu Qayyim lebih lanjut menjelaskan: jiwa ketika datang "Sesungguhnya para malaikat yang bertugas dengan idzin Allah untuk mengatur urusan manusia sejak terjadinya proses pembuahan di dalam kandungan. Adapula yang ditugaskan untuk mengatur semua proses yang terjadi di dalam rahim. alantoin. sampai matinya manusia. Tingkatan Tugas dan Wewenang di antara Malaikat Mengenai tingkatan tugas dan wewenangnya. Az-Zumar 42). sedangkan sebagian lainnya ada yang ditugaskan untuk membawa awan dan lainnya menurunkan hujan.. Malaikat ini adalah pimpinan umum dan sangat terkemuka di antara mereka. Al-Qur'an menye butkannya para malaikat tersebut sebagai berikut: 1. Allah telah menugaskan sebagian malaikatNya untuk mengatur gununggunung (meletuskan atau memunculkannya)... serta mencatat perkataan dan perperbuatannya. Juga Ibnu Qayyim berkata: "Kitabullah dan sunnah menyebutkan jenis malaikat yang ditu gaskan mengatur urusan makhluk-makhluk yang diciptakan. bahagia dan mengikuti mencatat manusia dalam setiap keadaan. sengsara. An-Naazi'at 1-5.. Ash-Shaffat 1-3)3). ."Allahlah yang mewafatkan kematiannya" (QS. dari pencampuran air mani dengan sel telur . Mereka melindunginya sewaktu manusia hidup dan mencabut nyawanya serta menghantarkan nyawa itu kembali mencabut kepada Allah yang menciptakannya. dan amnion) di dalam kandungan.. Merekalah yang ditugaskan untuk memproses dan ditugaskan mengembangkannya tahap demi tahap sampai kepada bentuk manusia yang sempurna.. Jibril (Jibrail)." Jadi malaikat adalah tentara Allah yang paling agung. amal. Mereka jugalah yang menjaga ketika janin itu masih berada dalam tiga lapisan (Chorion.." "Ada yang ditugaskan mengatur peredaran tata surya.

yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya" (QS. maka matilah siapa saja yang berada di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah.. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS.cw9 SWT.. . Ia senantiasa meletakkan mulutnya pada tempat peniupan sangsangkakala. ia dapat mengarungi angkasa yang mahamahaluas hingga "Sidratul Muntaha" (berada di langit ke tujuh) sampai kembali ke bumi ketika memimpin dan menuntun perjalanan isra' mi'raj nabi Muhammad saw. Ia juga mempunyai kedudukan yang kuat di sisi Allah dan mendapat tempat mulia di sana. jemu atau sejenisnya. Inilah malaikat yang diserahi tugas mengatur pembagian rereki rereki semua mahluk di seluruh alam. 2.cw9 "Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Ia sedikitpun sedikitpun tidak lelah. Malaikat ini dipatuhi oleh bawahannya. Mikail. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. yang mempunyai kekuatan. Malaikat ini ditugaskan untuk meniup sangkakala (ashshur). Isrofil. namun ia tetap setia kepada tugasnya. sebagai tindakan berjaga kalau-kalau mendadak ada perintah dari Allah. Entah berapa juta tahun keadaannya seperti demikian.Malaikat ini sangat perkasa. bosan. pemimpin yang bijaksana dan sangat dipercaya Allah SWT. yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki 'Arsy. Az-Zumar 68). seperti yang diceritakan dalam ayat Al-Qur'an: "Dan ditiuplah sangkakala. apa tugas malaikat Mikail? Jibril menjawab:(Iaditugaskanuntuk malaikat mengatur) tumbuh-tumbuhan dan hujan". punya kekuatan yang luar biasa. Tugasnya diterangkan dalan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi4) dengan sanad yang hasan: "Ketika Rasulullah bertanya kepada Jibril. At-Takwir 19-21). 3. Peniupan sangkakala itu sangkakala dilakukan dua kali. Beginilah contoh kepatuhan para malaikat malaikat kepada Allah. Dengan sekejap mata. 4) Lihat buku "Syu'abul Iman" oleh Thabrani dan Baihaqi.

Izrail. patuh dan ta'at kepadanya. maka niatnya itu dihitung (dicatat) sebagai satu amal kebaikan. Inilah dua malaikat yang senantiasa setia mendampingi manusia manusia pada posisi kanan dan kiri. Tugas ini telah ditegaskan dalan Al Qur'an: "Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu. Malaikat ini bertugas mencabut nyawa (roh) makhluk hidup (bila telah tiba ajalnya). ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami. selama sehari semalam. tidak terlambat sesaatpun. lain duduk di sebelah kiri. bila ia tidak bertaubat. dan diutusNya kepadamu malaikatmalaikat penjaga. 5. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu melainkan . Juga apabila ia melakukan maksiat. Dijelaskan pula bahwa malaikat ini mempunyai bawahan (pem(pembantu) yang setia. Malaikat-malaikat tersebut dijelaskan tugasnya di dalam Al-Qur'an: tugasnya "(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qur'an: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya. Kemudian hanya kepada Rabbmu kamu pasti dikembalikan" (QS. Malaikat sebelah kanan menulis segala perbuatan baik. Keduanya bertugas menulis segala sesuatu yang dilakukan manusia. dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya" (QS.4. Al-An'aam 61). As-Sajadah 11). seorang duduk di sebelah kanan dan yang perbuatannya. Bila ia berniat melakukan yang baik. yaitu yang melanggar batas-batas ketentuan agama (syara'). sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu. maka akan perbuatannya itu dicatat pada buku harian dan akan diangkat (dihapus) jika ia bertaubat dalam jangka waktu tersebut. walaupun belum terlaksana. Sedangkan yang kiri menulis segala perbuatan buruk. Dua Macam Malaikat Penunggu Manusia (Raqib dan Atid).

At-Tahrim 6). Mereka bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan dan untuk jahanam. Malaikat-Malaikat di Jannah. Malaikat-malaikat ini banyak jumlahnya dan tak perlu diceritakan panjang lebar. Jumlah dan Kekeliruan Manusia terhadap Wujud Malaikat Pada hakekatnya malaikat itu jumlahnya sangat banyak. keras. supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengapenyakit (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini dikehendaki sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah. peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah keluargamu manusia dan batu (berhala). tidak ada yang mengetahui jumlahnya. Sikap mereka digambarkan dalam firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman. Mereka disebut juga malaikat "Za"Zabaniyah". Allah sebagai perumpamaan?" membiarkan sesat orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk . "Sedang malaikat masuk ketempat-tempat mereka (ahli jannah) dari semua pintu (untuk melayani mereka)" (QS. Mereka bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan jannah. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu diperintahkanNya mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. Allah berfirman: "Dan tidak Kami jadikan penjaga jahanam itu melainkan dari malaikat. 6. ArRa'd 23). Qaaf 17-18). Dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan menjadi cobaan bagi orang-orang melainkan kafir.hadir" (QS. 7. Malaikat-Malaikat di Jahanam.

Dan jahanan melainkan saqar itu tiada lain adalah peringatan bagi manusia" (QS. merekalah yang menolong dan melindunginya. -----------------------------------------------------1) Kata-kata yang digarisbawahi adalah usaha untuk 2) menghindari kesalahfahaman dalam menafsirkan seolah-olah malaikatlah yang mengatur segala sesuatunya. Kebanyakan dari mereka beriman kepada jin itu" (QS. tetapi para malaikat itu selalu patuh dan taat kepada Allah. . Mereka bukanlah anak-anak Allah atau gadis-gadis Allah seperti apa yang dipercayai oleh sebagaian bangsa Arab dahulu. takut dan taat kepada Allah. 130-132. tahu tentara Tuhanmu melainkan dia sendiri. Dan tidak ada yang dikehendaki-Nya. Lihat kitab "Ikhsyatullahfan min Masya'idil Asy-Syaithan" oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Iman kepada malaikat sangat berpengaruh besar dan dahsyat dalam diri manusia. Apa mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? menyaksikan Kelak pasti dituliskan (bohongnya) kesaksian mereka dan mereka pasti dimintai pertanggungjawaban" (QS. yaitu bertindak sebagai pelaksana tugas dan memiliki kekuatan dahsyat.kepada siapa yang dikehendaki-Nya. menerus. bahkan mereka telah menyembah jin. Misalnya ditinjau dari segi hubungan mereka dengan manusia. halaman 125-128. Engkaulah pelindung kami. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka itu Ilah. takut kepadaNya. Dalam ayat ini disebut bahwa mereka adalah tentara Allah. sifat-sifat malaikat yang dicontohkan manusia sebagai makhluk lemah. Juga dari segi lain. mencatat amal perbuatannya. serta selalu bertasbih siang malam terus kemaksiatan. beribadah dan bertasbih serta senantiasa berdzikir kepada Allah. AlMuddatstsir 31). bukan mereka. mempunyai sikap dan sifat yang hormat dan mulia. Di antara sifat-sifat itu adalah mereka senantiasa patuh. Seluruh malaikat. menyelamatkannya dari godaan syaithan. Azpertanggungjawaban" Zukhruf 19). yaitu sejak manusia lahir sampai mati. Jilid II. Allah telah membantah pandangan mereka dengan tegas: "Malaikat-malaikat itu menjawab: 'Mahasuci Engkau. Al-Jauziyah. Saba' 41). menghindarkan diri dari tergelincir ke menghindarkan jurang kemaksiatan. "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang hambahamba Allah Yang Mahapemurah itu dianggap perempuan. memintakan ampunan pada Allah atas dosa-dosa manusia yang beriman.

maka Al-Qur'an adalah kitab yang berbeda dengan kitab-kitab lainnya. kitab-kitab tersebut tidak mengandung mukjizat yang bisa dijangkau akal manu sia pada . kepada Di antara kitab tersebut. Alsesungguhnya. adalah misalnya apa yang diberikan Allah kepada nabi Ibrahim as. Beriman kepada kitab-kitab Allah mempunyai sandaran yang berasal dari pemahaman dalil akli dan nakli. Kitab-kitab besar yang berasal dari firman Allah SWT seluruhnya seluruhnya berjumlah empat kitab suci. Tidak demikian halnya dengan kitab-kitab samawi lainnya yang tidak bisa dibuktikan berasal dari Allah. membenarkan apa yang sebelumnya. berupa kitab dan apa yang difirmankanNya kepada beberapa rasul berupa shuhuf (lembaran).3) Lihat buku "Makhluk-Makhluk Halus Menurut Al-Qura'n" oleh HM. hanya Al-Qur'anlah yang dipelihara oleh Allah SWT dan sekaligus berfungsi sebagai penghapus syariatsyariat nabi dan rasul sebelumnya. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. yakni Al-Qur'an yang diturunkan diturunkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw. Az-Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud As. dan Injil diturunkan kepada hamba Allah dan rasulNya. "Dan Kami telah turunkan Al-Qur'an dengan membawa kebenaran. KITABULLAH Seorang muslim beriman dan percaya kepada semua yang dituditurunkan dan diwahyukan oleh Allah SWT. yakni berupa lembaran-lembaran. Isa As. dapat difikirkan dijangkau atau dibuktikan. Kami benar-benar memeliharanya" (QS. yaitu kitab-kitab (yang turun sebelumnya) dan sebagai standard terhadap kitab-kitab tersebut. Al-Qur'an adalah suatu kenyakenyataan yang bisa dijangkau panca-indra dan akal. Ali Usman. halaman 38-49. Hijr 9). bagian "Macam-Macam Malaikat dan Tugasnya". Sebab. Sementara itu. firman Allah SWT dalam bentuk lain. At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. Dan sesungguhnya. Maka. Al-Maidah 48). Adapun mengenai penjelasan dalil dalil tersebut. putuskanlah perkara mereka menurut (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah dan diturunkan janganlah kamu mengikuti hawanafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah datang kepadamu" (QS.

"Kitab (Al-Qur'an) ini. tidak ada keraguan padanya. Walaupun demikian. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah dalil nakli. Juga. Dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami ta'ati'. Muhammad saw. kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya. yakni berdasarkan (ditunjukkan) oleh Al-Qur'an dan hadits rasul yang pasti. rasulrasulNya dan hari kiamat. kepada Allah. "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. (Dan mereka berdoa): 'Ampunilah kami. demikian pula orang-orang yang kepadanya beriman. Sebab. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian. baik yang diberitakan dalam Al-Qur'an maupun yang tidak diberitakan.. kita wajib mempercayainya bahwa kitab-kitab tersebut pernah diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. (Mereka itu berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasulNya'. Al-Baqarah 285). Kedua hal ini telah menunjukkan suatu mukjizat yang amat menakjubkan dan besar." (QS. hari kiamat.. Tetapi sesungguhnya kebaktian itu adalah beriman kepada Allah. malaikat-malaikatNya. beliau yakin bahwa kitab tersebut adalah sebagai satu-satunya mukjizat terbesar sekaligus bukti . adalah berdasarkan bukti dari segi ketinggian bahasanya (Al-Qur'an) dan isi yang dikandungnya. Adapun dalil akli yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah diwahyukan Allah SWT kepada nabi dan rasulNya. seperti Firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman. Nabi yang membawanya tidak menjadikannya menjadikannya (Taurat atau Injil) sebagai bukti tentang kenabiannya. malaikatmalaikat. ya Rabbi kami. Siapa saja yang kafir sebelumnya. kitab-kitab. An-Nisaa' 136). Al-Baqarah 2). terdahulu. serta kitab yang turunkan Allah telah turunkan sebelumnya. nabi-nabi . maka sesungguhnya orang tersebut telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Bahkan untuk itu. Al-Baqarah 177). Petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS. dan kepada Engkaulah tempat kami kembali" (QS. tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada Kitab-kitab yang Allah telah turunkan kepada RasulNya. Rasulullah saw telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya untuk menandingi Al-Qur'an. melalui malikat Jibril as. kitab-kitabNya. malaikat-malaikatNya.setiap masa. Semua mereka telah beriman kepada Allah.

cukuplah sudah Al-Qur'an itu sebagai bukti tentang kenabian dan kebenaran dakwah Rasulullah saw. Al-An'aam 33). Karena itu. Tetapi yang terjadi. sebagaimana tercantum dalam firmanNya: "Sesungguhnya. baik sebelum turunnya AlQur'an maupun sesudahnya. Beliau tidak perlu lagi sebagai memperlihatkan mukjizat lainnya. Ayat ini secara jelas menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat bagi Rasulullah saw. akan sebenarnya tetapi orang-orang dzalim itu telah mengingkari ayat-ayat Allah" (QS. puisi dan lain-lainnya). Dan sesungguhnya aku ini hanya seorang pemberi peringatan yang nyata" (QS. Katakanlah (Hai Muhammad): RabbNya?'. yaitu mereka tidak mampu menelurkan satu perkataanpun yang senilai dengan Al-Qur'an.kenaabiannya sebagai utusan Allah. Kami tahu bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkanmu. bahwa orang-orang Arab telah gagal meniru. ternyata sungguh mengherankan. meskipun Al-Qur'an telah menantang mereka. Juga hal itu tercatat dalam sejarah dakwah Islam bagaimana kekalahan mereka dihadapan Al-Qur'an. walaupun orang-orang Quraisy meminta bukti (mukjizat) selain Al-Qur'an itu. Setiap orang yang memiliki pengetahuan walaupun sedikit tentang bahasa dan sastra Arab dengan seluk beluknya. Kekalahan itu telah disepadisepakati oleh ahli sejarah secara meyakinkan. 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Tantangan tersebut telah menyebabkan mereka terdorong untuk mencoba berbicara atau membuat seperti Al-Qur'an. untuk meniru apalagi mengubah mengherankan. dan bantahan apapun menjadi patah dihadapan tantangan tegasnya. padahal mereka adalah orang-orang Arab yang terkenal fasih dibidang sastra. Kenyataan itu diabadikan dan dinyatakan . Al-Ankabut 50-51). akan menemukan bahwa Al-Qur'an merupakan bentuk ungkapan bahasa menemukan yang istimewa dan belum pernah ada orang-orang Arab yang istimewa mengungkapkan perkataan seperti itu. berbicara (syair. Kehebatan Al-Qir'an dengan segala aspeknya telah menyebabkan mereka "tersungkur" mengakuinya. dalam gaya bahasa Al-Qur'anpun mereka tidak mampu. Tetapi. memang sudah sepatutnyalah mereka kalah dan mengakui kebenaran Muhammad saw. (tetapi janganlah bersedih) karena mereka sebenarnya bukan mendustakanmu. Peristiwa itu diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ankabut 50-51: "Dan orang-orang kafir Makkah berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat (benda lainnya) diturunkan dari RabbNya?'.

Al-Israa' 88). Berdasarkan kepastian yang meyakinkan di atas bahwa kaum Quraisy dan bangsa Arab secara keseluruhan tidak mampu membuat satu ayatpun yang serupa dengan Al-Qur'an. bagaimana mungkin ia dikarang oleh Muhammad saw. Pernyataan seperti ini kita temukan dalam firman Allah sendiri. Al-Qur'an memiliki sajak yang berbeda dengan syair-syair yang ada. walaupun Muhammad saw adalah orang Arab. maka Rasulullahpun sama tidak mampunya dan sama-sama orang Arab juga. Sebab. Aldipungkiri Qur'an merupakan mukjizat yang paling besar di antara mukjizat mukjizat-mukjizat nabi Muhammad lainnya dan yang paling ampuh untuk menaklukkan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau. Al-Qur'an merupakan mukjizat paling tinggi yang tidak bisa dipungkiri atau diselewengkan oleh siapapun. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. orang dengan mengatakan: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin . Keyakinan dan bukti seperti itu menyebabkan orang-orang tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah perkataan perkataan Muhammad saw.Al-Qur'an sendiri: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. bila orang Arab sendiri tidak mampu menandingi Al-Qur'an. padahal ia nabi yang buta huruf (ummi). bagaimana mungkin Al-Qur'an diciptakan oleh Muhammad. berbeda dengan isi pidato-pidato. ucapan-ucapan dan karangankarangan yang tertulis manapun. Lebih daripada itu. Ia menantang semua manapun. sedangkan Al-Qur'an mengandung khabar masa depan dan sains teknologi yang baru diungkapkan manusia pada abad ini? Juga. sedangkan dia sering menunggu datangnya Al-Wahyu jika menghadapi suatu persoalan? datangnya Dalam masalah ini Imam Syafi'iy berkata1): "Mukjizat Nabi kita Muhammad saw itu amat banyak yang tak mungkin dapat dihimpun seluruhnya oleh buku ringkas ini. Yang penting kami kemukakan di sini adalah tentang AlQur'an. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. yakinlah kita bahwa Al-Qur'an terbukti berasal dari Allah dan ia merupakan kalamullah Yang Mahakuasa.

Beliau dapat menyembuhkan. buta huruf dan hidup dalam budaya berhala yang nista. Ternyata mereka tidak sanggup menjawab tantangan tersebut. Kiranya sudah banyak diketahui bahwa Al-Qur'an menunjukkan aqidah yang benar. "Kemudian tantangan itu semakin tegas dengan mengatakan: "Maka. sekalipun bahasa yang dipergunakan oleh AlQur'an adalah bahasa mereka. Padahal jumlah kaum kafir yang memusuhi Islam demikian banyaknya. Padahal tantangan itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan menentangnya. Dengan petunjuk itu. ternyata telah mampu mengangkat umat lain. baik yang masih terbelakang . Dengan karunia Allah dan petunjuk Al-Qur'an. Ia juga menjadi pandu bagi umat dan menjadi misi universal sebagai puncak mahkota keagungan. atau dengan mengeluarkan harta dan menyerahkan jiwa. Tetapi hingga kini belum muncul satupun tandingannya. mendarah daging dalam kebodohan. Al-Israa' 88). Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam Al-Qur'an dan umat yang telah menerimanya sebagai ajaran kehidupan. telah mampu mengadakan revolusi mental dan sosial serta mengubah pemikiran manusia selama empat belas abad. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. saw". mempersatukan mereka dengan mengajarkan Al-Qur'an dan perkataan-perkataan yang penuh hikmah. ke arah penghidupan yang gilang gemilang. terwujudlah kesatuan umat di bawah undang-undang yang meletakkan hukum serta menegakkan keadilan di muka bumi ini. membina keluhuran budi dan menjelaskan prinsip hukum sosial dalam kemasyarakatan dan pemerintahan serta prinsip hukum perdata dan pidana.berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. datangkanlah satu surat saja yang serupa dengannya". walaupun sebuah surat yang paling pendek sekalipun. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat dan kenabian Muhammad saw". Kitab suci yang jelas ini dan merupakan wahyu Allah. menerangi mereka dari jalan sesat ke jalan lurus dan menyatupadukan barisan yang tadinya cerai berai. juga ibadah-ibadah lainnya. Ia juga telah pemikiran mengubah wajah sejarah manusia dan membangun suatu umat yang lemah menjadi perkasa. nabi Muhammad saw telah membangkitkan taraf pemikiran bangsa Arab yang tadinya tenggelam dan terpecah belah dalam fanatisme jahiliyah.

. menjadi bangsa beradab dan berkebudayaan jahiliyah. Bangsa yang buta huruf telah menjadi bangsa yang berilmu dan mampu memimpin dunia. berilmu dan juga tidak pernah belajar dari bangsa lain. serta memberikan teladan pada tingkah laku yang baik dan mulia bagi umat manusia. 2) Lihat buku "Qur'an. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa khabar gembira kepada umat manusia tentang kenikmatan abadi yang telah Allah sediakan untuk mereka bila beriman kepada Allah dan RasulNya. Pengakuan akan kebenaran Al-Qur'an juga dicetuskan para cendikiawan barat dari berbagai disiplin ilmu. sebelumnya ------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar". Tidaklah mengherankan bahwa kemajuan umat masa Tidaklah lampau disegala bidang ilmu dan budaya. Injil dan ilmu-ilmu" oleh Moris Puk Nabi Dan Rasul Pengantar Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih di antara umat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusanNya kepada umat manusia untuk menyampaikan syariat agama Allah. menunjukkan bermacam sejarah. Sebagian besar dari mereka telah tunduk dan mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab adalah suci (Al-Wahyu) yang bersumber dari Allah. tidak sejarahnya.maupun yang telah maju peradabannya. Semua itu secara jelas membuktikan bahwa Al-Qur'an absolut kebenarannya sebagai wahyu Allah. dan meperingatkan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). seperti astronomi. akhlak yang terpuji dan istikomah (berpegang teguh) terhadap ajaran Allah SWT. menjadi Bangsa Arab maupun Ajam (non Arab) yang tadinya hidup dalam kegelapan jahiliyah. yaitu agama yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. apalagi setelah terbukti di dalamnya terdapat banyak ayat yang membuktikan berbagai membuktikan berbagai penemuan baru pada abad mutakhir kini dan sebelumnya2). tinggi. antara lain dalam bentuk ibadah yang benar. Juga Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang dasar kehidupan mereka dan untuk mengajak manusia kepada kebenaran. syariat. dahulunya masih banyak yang buta huruf. Taurat. strategi perang. Akbar". Padahal kalau ditilik dari sejarahnya. Cukuplah bukti bahwa mukjizat Al-Qur'an telah mampu menyemenyebabkan orang menjadi beriman. halaman 59-60. politik dan lain-lain. disebabkan karena AlQur'an telah menunjukkan bermacam ilmu.

maka dapatlah dikatakan bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. keduanya menerima wahyu dari Allah. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat berarti dan prinsipil. disampaikan Secara singkat dapatlah disebutkan bahwa rasul adalah orang yang disebutkan diperintahkan untuk menyampaikan syari'atnya sendiri. Tetapi nabi Harun adalah nabi. mungkinkah seorang nabi tidak diberikan tugas kepadanya untuk menyammenyampaikan wahyu kepada umat manusia. kemudian jika ia diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu itu untuk manusia. Namun yang paling istimewa pada diri beliau adalah kenabian dan kerasulannya . Memang kebanyakan ulama berpendapat bahwa nabi atau rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dilaksanakan terutama untuk dirinya sendiri. maka ia disebut nabi. sebelumnya) Allah SWT berfirman : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak pula seorang nabi. bahwa nabi dan rasul. Tetapi jika tidak diberikan tugas demikian.. Sebab. Al-Hajj 52). (menjalankan) Dengan batasan yang jelas ini... Sedangkan rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari'at baru untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri." (QS. Arti nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya sya riat rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu. Pendapat ini terasa ganjil terdengar. sedangkan nabi diperintahkan untuk menyampaikan syari'at rasul yang lain diperintahkan (rasul sebelumnya)1). Sebab.. ia tidak diberikan syari'at yang baru. bukan rasul. tetapi mempunyai pengertian yang berbeda dan berarti. Imam Baidlawi menafsirkan ayat itu sebagai berikut2): "Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari'at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. Contoh untuk itu adalah nabi-nabi Bani Israil yang diutus dan bertugas di antara nabi Musa dan nabi Isa. maka ia disebut rasul.Pengertian nabi dan rasul Walupun tugas nabi dan rasul adalah sama dari segi tugas pemyampaian wahyu. Betul. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat rasul-rasul sebelumnya". Sayyidina Muhammad saw adalah nabi dan rasul. Apakah nabi hanya diutus Allah untuk melaksanakan agama Allah untuk dirinya sendiri.

siapa namaseluruhnya. dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Al-Baqarah 136). serta apa yang diberikan kepada nabinabi dari Rabbnya. Tetapi ia hendak harus berdasarkan dalil-dalil yang kath'y3). Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNy" (QS. Karena itu tidaklah kuat untuk dijadikan pegangan dalam bidang akidah. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (QS. dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124000 orang. wajib pula persatu. Artinya kita wajib percaya bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi dan rasul sebelum Muhammad saw. Mereka itulah yang wajib kita ketahui satu persatu. Al-Mukmin 78). Ismail. seperti hadits ahad). Seorang muslim tidak hanya wajib percaya kepada nabi Muhammad saw. malainkan ia juga wajib percaya kepada semua nabi dan rasul sebagaimana firman Allah SWT: "Katakanlah (kepada orang-orang Mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami. kepadamu" Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah hanya memperkenalkan sebagian dari para nabi dan rasulNya. kita percayai kenabian dan kerasulannya. akidah tidak boleh berlandaskan dalil-dalil yang dzonny (yang belum pasti kebenarannya. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa. Ishak. kita tidak perlu mengetahui berapa jumlah mereka seluruhnya. Tetapi riwariwayat tersebut adalah bukan riwayat hadits muttawatir. Al-Qur'an hanya menerangkan (menceritakan) sebanyak 25 nabi dan rasul saja. Memang dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya. Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberpa rasul sebelum kamu. dan jumlah rasul ada 315 orang. nama mereka dan di mana mereka bertugas. Sebab. Semua nabi dan rasul sebelum Muhammad diutus Allah untuk suatu . Juga. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran Risalahnya Secara global (umum) kita diwajibkan Iman kepada para nabi dan rasul. Ya'kub dan anak cucunya.diutus untuk seluruh umat manusia.

Kami Mahapenerima berfirman: 'Turunlah kamu dari Jannah itu. antara lain: "Dan Kami tidak mengutusmu melainkan bagi umat manusia seluruhnya. maka mereka berada di bawah panji-panjiku" (HR. Adapun kenabian Muhammad saw. dapat dibuktikan dengan . dihari kiamat. baik ia nabi Adam As atau nabi yang lain. Daerah atau tertentu. Sesungguhnya Allah Mahapenerima taubat lagi Mahasayang. Saba' 28). sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Allah SWT telah menegaskan sendiri dalam AlQur'an pada beberapa ayat dan surat. nanti. Tentang keuniversalan risalah nabi Muhammad saw. risalah dakwah mereka terbatas dan bersifat lokal. Maka. Dan ditanganku ada panji-panji pujian. Serta sabda Rasulullah saw: "Aku adalah penghulu anak Adam. Awal dari para nabi adalah Adam as dan akhir para nabi adalah Muhammad saw. kecuali risalah dakwah nabi Muhammad saw yang bersifat universal. Al-Baqaarah 3738). (tetapi) tidak ada kebanggaan di sini. maka siapa saja yang mengikuti petunjukKu. (tetapi) tidak ada kebanggaan pada diriku.bangsa tertentu (baik satu atau beberapa generasi dari suatu generasi bangsa tertentu) dan untuk suatu periode tertentu. Kemudian jika datang petunjukKu. Kenabian Adam as dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya: "Kamudian Adam menerima beberapa kalimat dari RabbNya. Allah menerima taubatnya. pastilah tidak ada kekhawatiran atas mereka. mengetahui" Dan Rasulullah saw menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir ra: "Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukkan bagi kaumnya sendiri (khusus). kekhawatiran dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. wilayah missi dakwah dari seorang nabi serta masa berlaku syari'atnyapun juga terbatas sampai datangnya rasul datangnya penggantinya. Tidak seorang nabipun. Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia". Tetapi kebanyakan manusia pemberi tidak (mau) mengetahui" (QS. Semua nabi dan rasul. Turmudzi).

Konsensus umat Islam mengenai hal ini adalah berdasarkan: 1. kita wajib percaya pula bahwa nabi Muhammad saw adalah "khatamunnabiyyin" (penutup para nabi). sesudahku". bahkan sampai akhir jaman nanti wajib mentaati konsensus bahwa nabi dan rasul penutup (akhir) adalah Muhammad saw. tetapi dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. Sebab. jika kalian orang-orang yang benar" (QS. maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Sebab. sehingga tidak lagi nabi dan rasul sesudahnya sampai kiamat. tidak ada nabi dan rasul sesudahku". Hadits nabi mutawatir yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik. Al-Ahzab 40). Nabi Muhammad saw adalah Penutup Nabi dan Rasul Di samping kita percaya kepada kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Karena itu tidak akan ada nabi sesudah nya. Ia adalah Kalamullah. Maka. terdiam tak mampu menandingi atau medatangkan satu surat saja semisal Al-Qur'an. apalagi rasul. tingkatan rasul lebih tinggi dari tingkatan nabi 4) 2. Di kalangan kalangan umat Islam sejak sahabat hingga kini. Hal itu menjadi dalil yang yakin bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul.mukjizat yang abadi. Dan adalah Allah Mahatahu segala sesuatu" (QS. "Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. 23). Dalam ayat ini jelas bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. Firman Allah SWT: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. ia berkata: Malik. yaitu Al-Qur'an. . Hadits Mutawatir: a. suatu mukjizat hanya diberikan Allah kepada para nabi dan rasul. yang telah membungkam orang-orang kafir. Allah SWT berfirman: "Dan jika kalian (tetap) meragukan Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad saw). Al-Baqarah 23).

Dengan demikian anggapan Faham Qadiyani yang mengatakan bahwa sesudah Rasulullah saw masih ada nabi adalah jelas keliru (sesat) dan tidak Rasulullah berdasarkan pengertian bahasa Arab dan syara'. yakni penghabisan nabi (penutup) segala nabi". diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang disiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. tetapi bertanya: "Mengapa engkau belum memasang batu bertanya: bata itu?' Nabipun berkata: 'Sayalah batu bata (terakhir) itu. Khatim dan khatam adalah di antara nama (yang diberikan kepada) diberikan nabi Muhammad saw di dalam Al-Qur'an. Selanjutnya Jamaluddin Muhammad Al-ANshari mengatakan: "Merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits mutawatir di atas. Pemahaman Pemahaman Qadiyani tentang kalimat "Khatamunnabiyyin" adalah cap (stempel) untuk nabi-nabi sebelumnya adalah sangat keliru. Dalam dua hadits di atas dijelaskan bahwa kenabian dan kerasulan itu telah terputus sama sekali. Ahmad Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Hurairah: Hurairah: "Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebelumku sebuah rumah. Dan Muhammad saw adalah khatim (penghabisan/akhir) dari segala nabi. (terakhir)". pengertian kalimat ini menurut bahasa Arab adalah "Nabi penghabisan (terakhir)". seorang ahli bahasa Arab yang paling terkenal dengan kamus "Lisanul Arab" ia mengatakan bahwa kata "khatam" mempunyai arti yang sama dengan kata "khatim" dan "khitam". Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Ia menulis sebagai berikut: "khitam". Sebab. dan sayalah penutup para nabi". untuk Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya. Jamaluddin Muhammad Al-Anshary5). mengaguminya. kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah Muhammad saw. nabi". Oleh karena itu. Disebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad saw adalah 'khatimannabiyyin'.b. "Khitam dari suatu kaum serta khatim dan khatamnya adalah penghabisan dari mereka. orang(-orang) yang mengklaim dirinya sebagai nabi maka orang itu telah sesat (menyimpang) dari akidah Islam yang jelas-jelas menegaskan bahwa nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dengan nash penutup . maka mereka telah sesat dan kafir.

5) Lihat Jamaluddin Muhammad Al-Anshari dalam kamus "Lisanul Arab" Juz XV. halaman 57. Halaman 55. oleh Masyfuk Zuhdi. oleh Abdullah Hasan Al-Hadar. jauh-jauh hari Rasulullah saw telah memberitakannya memberitakannya dalam sebuah hadits dan diriwayatkan oleh Bukhari. halaman 42. Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" Juz V. Akidah". HARI KIAMAT Seorang muslim beriman dan percaya bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya. Drs. Muslim dan Ahmad dari Abi Hurairah6): "Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Juga. "Anwaruttandzim". lihat buku "Koreksi Total Terhadap Ahmadiyah". adalah Mirza Ghulam Ahmad. bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat. Mengenai orang-orang yang mengklaim dirinya nabi sesu dah Muhammad. Hamka Haq Al Badry. 1300 Hijriyah. Semuanya Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah saw itu. Ia mengada-ada syariat baru dan menyatakan bahwa ia menerima wahyu serta mengarang kitab yang disebutnya sebagai wahyu Allah7). Sejarah". halaman 66. Orang ini mengklaim dirinya sebagai nabi sesudah Muhammad saw. Lihat buku "Studi Islam" oleh Drs Masyfuk Zuhdi. "Ilahmu adalah Ilah yang satu. dan buku "Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah". 6) 7) Lihat kitab "Jami' Al-Ushul fie Ahadits fie Rasul" oleh Ibnu Atsir Al-Jasrir. adalah mereka . jilid I. halaman 470 dan buku "Studi Islam" Jilid I: "Bab Akidah". Lihat Tafsir Imam Baidlawi "Anwaruttandzim". kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. Juz X.yang kath'i tsubut dan kath'i dilalah". baca "Ahmadiyah dalam Persoalan" oleh Fawzy Sa'ied Thaha. Jilid IV. -----------------------------------------------------------1) 2) 3) 4) Lihat buku "Fiqhul Akbar". Akbar". Untuk lebih jelas. Cetakan Mesir. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah". Ahmadiyah". Maka. halaman 390.

An-Nahl 22). pasti merasakan siksa yang pedih di dalam jahannam. kemudian Allah pasti menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati. Pada saat dan hari itu. Hadits ketika jibril mengajarkan kepada Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khattab: "Ketika Jibril menanyakan kepada Rasulullah tentang iman. Demi Tuhanku. yaitu waktu berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam semesta yang fana ini. untuk apa ada hari kebangkitan itu. pasti menerima pahala kebahagiaan dalam kehidupan jannah yang penuh kenikmatan abadi. Iman kepada Hari Kiamat adalah iman kepada hari berbangkit. Tanpa adanya berita tentang Hari Kiamat dari Al-Wahyu. 'Tidak demikian. Oleh karena itu. kitab-kitabNya. Hal demikian adalah mudah bagi Allah" (Q. maka manusia tidak mengetahui apakah ada atau tidak hari kebangkitan sesudah mati. bukan dalil akli. Semua akan dikumpulkan untuk menghadap mahkamah pengadilan Allah yang Mahatinggi. Allah yang Mahakuasa akan membangmembangkitkan segenap makhluk ciptaanNya.S. Bukti-bukti adanya Hari Kiamat adalah berasal wahyu (ayatayat) Allah dan hadits rasul. membangkithidupkan . kalian benar-benar pasti dibangkitkan. At Taghaabun 7). akal tidak mampu menemukannya dengan pasti berdasarkan usaha penginderaan terhadap sesuatu. Dan hendaklah engkau beriman kepada Qadla-Qadar yang baik dan buruk (dari Allah)". Sedangkan orang-orang yang maksiat kepada Allah. serta bagaimana bentuk kehidupan sesudah sesudah mati itu? Dalil-dalil nakli yang menjelaskan tentang Hari Kiamat tersebut di antaranya adalah: "Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak dibangkitkan. kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'.S.yang hatinya ingkar (akan keesaan Allah dan Hari Kiamat) sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang sombong" (Q. para malaikatNya. Dasar pemahamannya adalah berdasarkan dalil nakli. Hari Kiamat adalah berdasarkan sesuatu yang tidak terjangkau panca indera manusia. Katakanlah. Sebab. para RasulNya. Orang yang taat dan shaleh. Setiap orang diperhitungkan amal perbuatannya. juga apakah masih ada atau tidak kehidupan sesudah mati. juga kepada Hari Kiamat. maka Rasulullah menjawab: 'Hendaklah engkau beriman kepada Allah.

apaapakah ia bersifat materi ataukah immateri (spiritual). dan mengembalikan ruh sebagaimana pada jasad seperti sedia kala. Menurut Maulana Muhammad Ali (seorang tokoh Ahmadiyah 1)). tetapi serupa dengan bentuk terdahulu dalam kondisi yang berbeda pula dengan kondisi di dunia. dan dia lupa kepada kejadiannya. menurut takwilnya. dan Al-Waqi'ah 58-62. Dan Dia Mahatahu tentang segala makhluk" (QS. Al-Israa' 99. akhirat Pendapat tersebut tidak dapat diterima. Ketiga ayat pada surat.tulang belulang yang telah hancur. Menurut faham Ahlussunnah. bahwa ia bukanlah bumi dan langit dunia yang dahulu. yang dihidupkan kembali (bangkit) dari kubur adalah badan (wadag) yang telah menjadi tanah (membusuk) ditinggalkan oleh nyawanya (roh) dahulu ketika (membusuk) manusia hidup di bumi. Ia merujuk kepada keadaan langit dan bumi pada hari akhir nanti. Ia katakan: 'Siapa pula yang sanggup menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh itu?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Ilah yang menciptakannya kali yang pertama. Dengan kata lain menurut Maulana Muhammad Ali. mengembalikan jasad yang telah menjadi tanah sebagaimana asalnya. Keadaan Manusia Ketika Berbangkit Ada yang mempersoalkan kebangkitan manusia dari kubur. Yasin 78-79). menunjukkan bahwa pada hari akhir bumi langit dan manusia diganti dengan yang lain. melainkan badan baru dan berbeda sama sekali dengan yang terdahulu. ia berten tangan dengan nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang menjelaskan menjelaskan . yang dibangkitkan dari kubur itu bukanlah badan manusia ketika ia ditinggalkan oleh nyawanya. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dijadikan sandarannya adalah surat Ibrahim 48. Keterangan ini berdasarkan firman Allah: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Madjah dari Jabir ra: ra: "Setiap hamba akan dibangkitkan menurut keadaan ketika ia mati (di dunia)". Sebab. nyawa seseorang nanti tidak kembali kepada badannya yang lama (di dunia) tetapi akan masuk kepada badan baru di akhirat2).

dan (Dia) telah (pula) menetapkan waktu tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka.bahwa yang akan dibangkitkan dari alam kubur adalah nyawa manusia dari badan yang dahulunya hidup di dunia. misalnya dalam surat Ibrahim 48-50. ayat ini bukanlah menjemenjelaskan penggantian bentuk badan manusia di akherat. Tirmidzi. Ibrahim 48). orang-orang yang dzalim itu tidak menghendaki selain kekafiran (belaka)" (QS. Sedangkan dasar surat Al-Waqi'ah 58-62. bukan badan lainnya. dan An-Nisa 24. Begitu pula dasar yang diambilnya dalam surat Al-Isra'ayat 99: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allahlah pencipta langit dan bumi adalah kuasa (pula) pencipta menciptakan yang serupa dengan mereka. Bagi Allah. Al Kahfi 48. sampai-sampai itu menghancurkan tubuh bagian dalam mereka dan mengeluarkan segala organ bagian dalam. Sedangkan ayat-ayat yang dijadikan dasar bagi Maulana Muhammad Ali tidaklah dapat dijadikan dijadikan dasar yang benar. Al-Qur'an menyatakan hal tersebut. Al-Hakim dari Abi Hurairah. tetapi ayat tersebut menjelaskan kekuasaan Allah untuk menggantikan . Al-Isra' 99). terutama surat Ibrahim ayat 48: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit. pada hadits nomor 39515). Ahmad. serta Sunnah Rasul: "Sesungguhnya (ahli jahanam) kepadanya akan ditumpahkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka. dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke Hadirat Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa" (QS. tidaklah sukar menciptakan langit dan bumi yang baru. Ayat ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menunjukkan ada nya perubahan bentuk manusia pada Hari Kiamat. sedangkan manusia tidak berubah sama sekali. apalagi manusia dalam bentuk terdahulu ketika ia mati. oleh Al-Burhan Furi. Seluruh ayat tersebut menunjukkan bahwa semua manusia berberkumpul di Padang Mahsyar dengan keadaan dan bentuk yang sama seperti ketika ia hidup di dunia. Dalam ayat tersebut tersebut hanya bumi dan langit saja yang berubah. Lihat "Kanzul Ummal". Setelah itu (tubuh rusak tersebut) diciptakan kembali (untuk selanjutnya menerima siksaan yang berulang-ulang" (HR.

yakni . Perhiasan masjid yang berlebihan dan suara hiruk-pikuk lebih sering terdengar di Masjid. Firman Allah SWT: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'Bilakah terjadinya?Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan terjadinya?Katakanlah: tentang kiamat itu ada pada sisi Rabbku. Tanda-tanda Hari Kiamat Hadist-hadits Rasulullah saw yang bersumber pada wahyu Allah tidak pernah menerangkan dengan pasti kapan terjadinya Hari KiaKiamat. Peperangan antara umat Islam dengan Yahudi yang berakhir dengan kemenangan di fihak kaum muslimin. Turunnya Nabi Isa as untuk meluruskan ajaran Nasrani (ajaran Trinitas. Al A'raaf 187). Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kehancuran pemerintah Khilafah Islamiyah dan akan kembali jaya dan berkuasa Khilafah dikemudiann hari sehingga kaum Muslimin menguasai pusat kekuasaan Katholik Nasrani di Roma dan tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Penyalahgunaan jabatan. Jawabannya: hanya Allah yang tahu dengan pasti dan tepat. negeri Islam akibat fitnah oleh musuh-musuh Islam. Zina dan minuman memabukkan serta kejahatankejahatan lain merajalela. Munculnya Muhammad Al-Mahdi di bumi untuk menegakkan keadilan dan kekuasaan umat Islam. Waktu Hari Kiamat Manusia selalu bertanya kapankah terjadinya Hari Kiamat. Munculnya Dajjal di tengah umat Islam untuk menyesatkan manusia. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. antara lain: Banyaknya mode pakaian telanjang. Namun tanda-tanda Hari Kiamat tersebut telah dikemukakan secara banyak dan rinci. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu ada di sisi Allah'. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS.manusia di dunia (mengganti suatu bangsa yang melanggar perintah Allah dengan bangsa yang patuh terhadap perintah Allah). kapan terjadinya. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di (huru-haranya langit dan di bumi. Jumlah orang beriman sedisedikit. Perpecahan umat Islam /negerijabatan.

semua makhluk binasa kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Terjadi gempa bumi di Timur /Barat dan seluruh Jazirah Arab. Firman Allah SWT: . Nasib Manusia pada Hari Kiamat Al-Qur'an menerangkan bahwa Hari Kiamat terjadi setelah ditiupnya sangkakala pertama oleh Malaikat Isrofil. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (dua bangsa dari sebelah Timur) menyerang kaum muslimin bagaikan air bah. menhancurkan salib-salib. Matahari akan terbit dari arah barat dan itu terjadi setelah Nabi Isa wafat. Az-Zumar 68). mengislamkan orang Nasrani. maka matilah apa yang ada di langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. pada saat itulah pintu taubat tertutup. Orang-orang atheisme telah meragukan Hari Kiamat setelah tergambar dalam otaknya bagaimana kesulitan yang akan dihadapi Allah ketika akan menghitung amal perbuatan manusia yang begitu banyak. kemu dian Allah akan mengirimkan kabut tipis yang menyebabkan kematian seluruh kaum muslimin dan tinggallah orang-orang kafir (jahat). sehingga orangorang berlari ke arah Syam dan di sini mereka mati setelah ditiup sangkakala. membunuh Dajjal.menuhankan Nabi Isa). serta memperingatkan orang-orang memperi yang tidak percaya dengan ayat-ayat Allah (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah). disertai munculnya api di daerah Yaman. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. menegakkan kebenaran dan keadilan menegakkan berdasarkan syariat Islam. kemudian beliau kawin lalu meninggal dan dikuburkan dekat makam Rasulullah saw. Pada saat itulah Kiamat yang sesungguhnya terjadi. Firman Allah SWT: "Dan ditiuplah sangkakala. munculnya Daabbah (binatang ajaib) yang dapat berbicara kepada manusia untuk menunjukkan kepalsuan dan ketidakbenaran ajaran semua agama selain Islam. Pada saat ini. Kemudian ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya agar semua makhluk berdiri dan menuju Padang Mahsyar untuk perhitungan amalnya. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. tetapi peperangan itu akan berakhir dengan kehancuran tentara Ya'juj dan Ma'juj oleh Allah dengan kemenangan di fihak kaum Muslimin (ini terjadi pada masa Nabi Isa masih hidup). sangkakala. Sikap ini tumbuh karena mereka tidak berfikir bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi tanpa merasa lelah sedikitpun.

Allah Mahatahu berapa jumlah tetes hujan yang jatuh ke bumi. Allah mengampuni semua dosa manusia kecuali dosa syirik. Dia tahu jumlah makhluk sebelum diciptakan sesuatu diciptakan. telinga. para Rasul dan Nabi. "Pada hari itu semua berita akan bercerita sendiri" (QS.An-Nisaa'48). Sedangkan manusia telah terbukti tidak sanggup menghitung tetes hujan yang turun ke bumi. para Malaikat. Orang-orang yang beriman kepada Allah. segala sesuatu akan disaksikan oleh Allah SWT. seluruh manusia. neneknya dan kawan-kawannya. Al-Zalzalah 4). Qaaf 38). Apakah adanya hisab menjadi sesuatu yang menyusahkan baginya. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik (menyekutukan itu bagi siapa saja yang dikehendakiNya. berapa jumlah butir pasir di sepanjang pantai dunia. kejahatannya dan keburukan yang pernah dikerjakan. Mahakuasa dan Mahakaya. sejak nabi Adam hingga makhluk terakhir. tangan dan segala sifat jasmani dan rohani (hati). Segala gerak yang dilakukan mamusia mulai dari mata. Al-Isra' 14). Siapa saja yang . Dia Yang Mahatahu. mulut. Pada hari hisab. misalnya untuk menghitung semua amal manusia ketika hidup. serta tidak satu lembar daunpun yang jatuh ke tanah melainkan diketahuiNya (QS. hidung. "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Dia). tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. kaki. Sebab. Al-An'aam 59)."Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. maka ia pasti diampuni dosa-dosaNya. dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan" (QS. Sebab. semuanya mendapat penilaian dari Allah dan akan dibalas. Semua jumlah bilangan yang banyak itu hanya Allah SWT saja yang sanggup menghitungnya. "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sesungguhnya Allah dirinya membersihkan siapa saja yang dikehendakiNya dan mereka dikehendakiNya tidak dianiaya sedikitpun" (QS. serta berapa jumlah bayi yang lahir ke dunia sejak dahulu sampai sekarang. Allah SWT berfirman : "Bacalah kitabmu sendiri yang pada hari itu cukuplah menjadi saksi" (QS. Ia juga akan disaksikan oleh ayah-ibunya. bina tang dan semua makhluk.

janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Betapa mudahnya seseorang terlepas dari api jahanam. hubungan antara majikan dengan buruh yang buruk. perbuatan Sesungguhnya Rabbmu Mahaluas ampunanNya. Mereka Mereka yang merampas harta orang lain. mencuri.menyekutukan (sesuatu) dengan Allah. ia akan diadili dengan seadil-adilnya. Semua bentuk perbuatan itu pasti diadili. Kedzaliman antar manusia di dunia merupakan dosa yang tidak terhindarkan. Semua hal kebangsaan. (Karena) (Karena) Dialah yang Mahatahu siapa yang bertaqwa" (QS. serta berbagai persoalan keluarga. Mereka yang berdosa besar maupun maupun kecil. maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya" (QS. diketahui Allah. Ketika itu tidak ada partai dan golongan. . maka mereka termasuk orang-orang berdosa. mengomel. Dan jika tidak mendapatkannya. menganiaya. Dan Dia lebih mengetahui (keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Az-Zumar 53). berpolitik. maupun berdagang. maka cukuplah dengan perkataan yang baik". An-Nisaa' 116). Mereka tidak diampuni dosa-dosanya. kebangsaan. tersiksa dan memerlukan bantuan tetapi ia membiarkannya. kesukuan. sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad. membunuh. Adapun orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya. Namun. "(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji selain kesalahan-kesalahan kecil. berjual beli secara bathil. Maka. membuka aurat di depan umum dan berteriak-teriak di jalanan. sesuai dengan firman Allah SWT: "Dan tidaklah mereka tahu bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya? Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman" (QS. Mereka yang bekerja tidak benar ketika bergaul. An-Najm 32). memperkosa. mengukur dan menimbang secara curang. berbisik. Mereka yang mengetahui di kanan kirinya banyak orang miskin. Bukhari dan Muslim dari Adiy: Bukhari Adiy: "Jauhkan dirimu dari api jahanam walaupun dengan bersedekah sebiji korma.

menyakiti orang lain. Namun. Kemudian ia ditenggelamkan ke dalam jahanam". serta 1001 macam persoalan kehidupan manusia. Mereka akan ditempatkan di suatu lokasi yang disebut Al-Araaf. kata-kata yang keluar tanpa makna. janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang yang dzalim itu'" (QS Al-A'raaf 46-47). Dan (kenikmatan mereka berseru (kepada) warga jannah: 'Salaamun 'alaikum'. mereka ingin (sekali) segera (masuk ke dalamnya). mereka dapat menyaksikan bagaimana pedihnnya siksa jahanam dan bagaimana pula kenikmatan yang diperoleh oleh penghuni jannah. "Dan di antara keduanya (penghuni jannah dan jahanam). (QS Al Araaf dimasukkan 46-47). Dan (masuk dalamnya). tuduhan yang semena-mena tanpa bukti. sehingga semua perbuatannya itu menyebabkannya ia telah menghilangkan kebaikannya. Dan di atas Al-A'raaf itu ada orangorang yang mengenal masing-masing kedua golongan itu dengan ciri-ciri (kenikmatan yang) mereka (peroleh).Segala caci maki. Rasulullah saw mendapat bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tarmidzi dari Abu Hurairah: Hurairah: "Tahukah engkau siapakah orang-orang miskin itu? Mereka adalah umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan shalat. ada batas (Al-A'raaf). Dari tempat ini. Kenikmatan Jannah Kehidupan di dalam jannah adalah abadi. berjudi dan berzina. maka mereka berkata: 'Ya Rabbi kami. padahal memasukinya. menyia-nyiakan waktu. menuduh seseorang tanpa bukti. tidak dimasukkan ke dalam jannah atau jahanam. maka mereka akan ditangguhkan. penuh kesenangan . Tetapi akan berbeda terhadap orang-orang yang jumlah amal kebajikan seimbang dengan amal bejahatan. berhuberhutang tetapi tidak mau membayar. Orang-orang yang jumlah dosanya lebih banyak daripada amal kebajikannya. shaum. maka mereka akan mendapat balasan kenikmatan di Hari Kiamat. SeSedangkan orang-orang yang jumlah amal kebajikannnya lebih banyak daripada amal kejahatannya. maka mereka pasti disiksa dalam api jahanam. mengkritik dengan maksud buruk. tetapi mereka telah mencaci maki. penghuni Al-Araaf ini penghuni suatu waktu pasti dimasukkan Allah ke dalam jannah. semua pasti diadili dan mendapat hukuman Allah pada Kahri Kiamat. zakatnya. bergunjing. Mereka belum boleh memasukinya. sampai batas waktu yang tidak disebut ditentukan. apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni penghuni jahanam.

Siksaan Jahanam Tentang siksaan terhadap orang kafir dan dzalim di dalam jahanam. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang beriman. istri. Penghuni jannah akan bertemu dengan ayah. dan para cucunya yang beramal shalih dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. masa remaja yang tidak pernah pudar. Allah SWT berfirman: "Masukilah jannah itu dengan aman. suami. "(yaitu) jannah 'Adn. bersama orang-orang shalih dari para bapak. istri dan anak cucu mereka. Sementara itu. Juga di dalam jannah berlimpah buah-buahan yang tidak putus-putusnya dan tidak pernah terhalang. telinganya mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar sebelumnya. Sementara mereka dari semua pintu. Pada waktu itu manusia akan melihat Rabbinya. tempat mukim mereka. Maka. dan hati manusia tidak pernah menghayalkan sesuatu hal yang ada sebelumnya". terakhir itu" (QS Ar Raad 23-24). Para malaikat akan masuk dari kegembiraan segala penjuru dengan menyampaikan salam. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak dilarang mengambilnya" (QS AlWaaqi'ah 32-33).dan kenikmatan. Itulah hari kekekalan" (QS Qaaf 34). maka ia pasti merasakan senang dan tidak pernah putusasa. para famili. "Dan buah-buahan yang banyak. Tentang sifat-sifat jannah. matanya melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. alangkah baiknya tempat shabartum). (sambil mengucapkan): 'Sejahtera atas kalian seluruhnya karena kesabaran kalian' (Salaamun seluruhnya 'alaikum bimaa shabartum). peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah . para malaikat masuk ke tempat mereka. Ia berpakaian yang tidak senang lepas. yang dinyata kan Rasulullah saw sebagai bentuk yang Mahaindah. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah: Hurairah: "Siapa saja yang masuk jannah.

bukan secara roh. maka dirasakan pernyataan tersebut terbantah dengan memperhatikan firman Allah pernyataan SWT: "Ketika (itu) belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. An-Nisaa' 145). "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (tempat mereka) berada pada tingkatan yang paling bawah dari jahanam. lalu mereka dibakar di dalam api (yang menyala-nyala)" (QS. Siksaan di jahanam maupun kenikmatan di jannah merupakam akibat perbuatan manusia di dunia. keras. seraya mereka diseret. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS An-Nisaa' 56). (Kemudian mereka dimasukkan) ke dalam air yang sangat panas. maka kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam jahanam. lalu lelehan (emas dan perak) itu (dipakai) untuk membakar dahi. Semua itu dirasakan secara fisik. Tentang pendapat bahwa kenikmatan maupun siksaan pada kedua tempat tersebut dirasakan manusia dalam bentuk roh. Sedang kedudukan orang-orang munafik. "Pada hari itu dipanaskan emas perak di dalam jahanam. mereka berada di kerak jahanam yang paling bawah. lambung dan punggung mereka. Setiap kali kulit mereka hangus. Adzab Jahanam adalah Siksaan Fisik Kenikmatan Jannah adalah Kesenangan Sempurna Siksaan jahanam adalah abadi dan kekal. (dan) tidak (pernah) membantah kepada Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka diperintahkanNya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS AtTahriim 6). Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru) supaya mereka merasakan adzab. jahanam "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami. Al-Mukmin menyala-nyala)" 71-72).(tubuh) manusia dan bebatuan. penjaganya para malaikat yang kasar. Kepada mereka lambung . dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. Allah SWT juga mengingatkan kepada manusia bahwa siksa jahanam amatlah pedih.

Dampak Iman Kepada Hari Kiamat Iman pada Hari Kiamat akan mampu mendorong setiap mukmin . Di dalamnya. Dari Nu'man bin Basyir ra. Mereka masuk ke dalamnya. dan mutiara. pengertian. "Sekali-kali tidak. ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulallah SAW berkata: "Seringan-ringannya siksa pada Hari Kiamat ialah orang yang padanya diletakkan dua bara api di bawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. yang mengelupaskan kulit kepala" (QS Albergejolak. kepuasaan dan adanya makhluk (hewan dan pengertian. Ma"aarij 15-16). Maka. Bukhari Muslim). Allah SWT berfirman: "Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini" (QS AthThuur 22). serta pakaian mereka di sana adalah sutra" (QS Faathir 33). Bagaimana mungkin siksaan yang disebutkan pada ayat-ayat AlQur'an tersebut bentuknya adalah siksaan yang bersifat ruh. BahBahkan.(dikatakan): 'Inilah harta benda yang engkau simpan untuk dirimu sendiri. rasakanlah sekarang (siksaan akibat rasakanlah dari) tabunganmu itu" (QS At-Taubah 35). patut pula diketahui bahwa kehidupan akhir tesebut mempunyai persamaan dengan kehidupan dunia. Sesungguhnya jahanam itu api yang bergejolak. mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang yang terbuat dari emas. Rasulullah saw bersabda: "Ahli jannah makan dan minum di dalam jannah tetapi mereka tidak buang air besar. Muslim dari Jabir ra). Pada saat itu ia merasa bahwa tidak seorangpun yang lebih berat siksaan yang seorangpun diterimanya dibandingkan dengan orang lain. Padahal sesungguhnya itulah siksa seringan-ringannya" (HR. "(Bagi mereka adalah) jannah 'adn. yaitu adanya perasaan. tumbuhan) yang akan menemani kehidupan manusia di jannah. tidak buang ingus dan tidak kencing" (HR.

Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab'" (QS Al-Israa' 13-14). Setiap manusia akan menerimanya pada Hari Pembalasan itu. Allah SWT berfirman: "Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada perbuatannya lehernya. maka pasti ia melihat (balasan)nya. Dan kami berikan kepadanya pada Hari Kiamat sebuah kitab (catatan amal perbuatan) yang dijumpainya terbuka: 'Bacalah kitabmu. kesejahteraan) yang belum diperolehnya diperolehnya di dunia akan diterimanya di kemudian hari. Mereka pasti menerima catatan amal perbuatannya melalui tangan kirinya. Ia akan berusaha menjauhi segala laranganNya karena takut siksaan kelak di kemudian hari. Allah SWT berfirman: "Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun. Senantiasa menjaga diri untuk selalu taat kepada Allah SWT dan senantiasa mengharapkan pahala pada Hari Kiamat. yakni 3): a. juga pasti ia melihat (balasan)nya" (QS Al-Zalzalah 7-8). Catatan Amal Perbuatan Manusia pada Hari Kiamat Iman kepada Hari Kiamat membawa konsekuensi yang logis untuk iman juga kepada adanya catatan amal perbuatan manusia. Karena itu iman kepada hari akhir mempunyai dampak positif bagi kehidupan seseorang.Menghibur dan mendorong agar bershabar bagi mukmin bahwa kebahagian (kesenangan. Sebab ia yakin bahwa semua amal perbuatannya akan dimintai pertangungjawabannya dan ia akan menerima balasannya. Maka.untuk berfikir sebelum melakukan sebuah tindakan. maka dia . baik atau buruk sesuai dengan perbuatannya itu. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang-orang mukmin akan diberikan catatan amal perbuatan mereka melalui tangan kanannya dari depan. Allah SWT berfirman: "Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (amal perbuatan)nya dari sebelah kanannya. Hal itu akan berbeda terhadap orang-orang kafir. dan siapapun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah. b. sedangkan orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar akan menerimanya melalui tangan kanannya tetapi dari belakang.

kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala-galanya. Bagi kaum Muslimin. maka ia akan berteriak: 'Celaka aku!'. alangkah baiknya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Penutup Demikianlah pokok pembahasan iman kepada Hari Kiamat. Telah hilang kekuasaanku'. dan aku tidak tahu apa hisab terhadap diriku. belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Bagi mereka . ataukah perbuatannya justru telah melangggar laranganNya. lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Orang-orang yang beriman kepada adanya Hari Pembalasan akan selalu ingat kepada setiap perbuatan yang akan dilakukannya. tiada seorang temanpun baginya pada hari itu di sana. Sebeliknya) yang benar adalah Rabbinya selalu Rabbinya melihatnya" (QS. Maka. Pada setiap langkahnya. Masukan dia ke dalam lehernya. Tidak ada yang memakannya selain orang-orang yang berdosa" (QS. buah-buahannya dekat. Juga. Al-Insyiqaaq 10-15). dan juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Dan ia pasti masuk ke dalam api yang menyala-nyala (jahanam). Wahai. dan tidak ada makanan sedikitpun (baginya) selain darah dan nanah. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat bagiku. api jahanam yang menyala-nyala itu. iman kepada Hari Kiamat sesungguhnya akan berdampak kuat bagi setiap amal perbuatannya. sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Mahabesar. "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Sesungguhnya aku yakin bahwa aku pasti menemui hisab terhadap diriku'. (Bukan demikian. ia akan berfikir apakah perbuatannya telah sesuai dengan perintah Allah SWT. (Allah berfirman): 'Peganglah dia. Al-Haaqqah 19-37). Maka. (Kepada mereka dikatakan): 'Makan dan minumlah dengan sesukamu sebagai balasan terhadap amal perbuatan yang telah engengkau kerjakan pada hari-hari yang lalu. (Sebab).berkata: 'Ambilah. maka dia berkata: diberikan 'Wahai. Bacalah kitabku (ini). Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya. Sesungguhnya dia menyangka bahwa Sesungguhnya sekali-kali ia tidak kembali (kepada Tuhannya). orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam jannah yang tinggi.

Muhammad saw. Ia lebih cocok dengan nama "Qadiyani" atau "Ghulamiyah".281-283) 3) Lihat buku "Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah" oleh Muhammad Shahih AlUthaimin. Sesungguh nya siksaan maupun kenikmatan yang diterima setiap manusia adalah akibat logis dari seluruh amal perbuatannya selama ia hidup di dunia. Lihat Dr. Uthaimin. (p. terjemahan Moeslim Abdul Ma'ani.Baha'i . 1985 hal 89). Halaman 129. Fuad Mohd. maka mereka pasti akan berlomba-lomba menjalankan semua perintah Allah berupa syariat yang telah diturunkan kepada RasulNya. ------------------------------------------------------------------ 1) Istilah "Ahmadiyah" tidak cocok untuk aliran agama ini. Perkembangan Pemikiran Islam: Khawarij . 2) Lihat Maulana Muhammad Ali dalam "The Religion of Islam". Yasaguna).Mu'tazilah . Bina Ilmu.Syi'ah . Fachruddin. Pakistan 1950 Islam". 1989. yaitu Syariat Islam. terjemahan QADLA DAN QADAR .Ahmadiyah". Hari Kiamat adalah suatu hari yang pasti datang. "Sejarah "Ghulamiyah".Murji'ah . Jakarta (CV.yang iman.Ahlussunnah Waljama'ah .

Kata qadla dan qadar hanya ditemukan terpisah-pisah 3). iman kepada takdir mempunyai sandaran nashnash Al-Qur'an yang pasti (kath'i) serta dijelaskan oleh Rasulullah saw yang diambil dari sunnahnya. Hal-hal baru mulai ditemukan. Tetapi ia tidak akan menemukan pembahas an masalah qadla dan qadar. maka ia akan menemukan hal sama. Dalam shahih Bukhari. Di dalam filsafat Yunani ternyata terdapat dua golongan besar yang mengartikan makna kebebasan bertindak ini 4). seorang peneliti dan pengkaji hadits. masalah ini telah mereka gabungkan dengan pembahasan masalah takdir. Hal sama akan kita temukan pada shahih tang masalah takdir ini Muslim2). Ada golongan golongan . Asal Mula Munculnya Istilah Qadla dan Qadar Akhir abad kedua adalah masa-masa suburnya penaklukan yang dilakukan oleh khilafah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia. berdialok maupun berdebat. termasuk usaha-usaha menerjemahkan faham-faham di luar Islam. Kaum Muslimin Muslimin mulai mengkaji filsafat Yunani. membantu Kaum Muslimin tergerak hatinya untuk mendalami filsafat Yunani untuk membantah masalah-masalah yang dilontarkan fihak Nasrani dalam bidang "kebebasan bertindak" (free will). will). masalah ini telah dimasukkan ke dalam bagian dari rukum iman keenam. Ia bukanlah timbul dari nash-nash syara'. ada bagian (kitab) khusus yang membahas tenten1). Tidak adanya istilah gabungan qadla dan qadar di dalam AlQur'an dan hadits disebabkan memang masalah ini baru muncul pada masa tabi'in (setelah masa sahabat). Di dalam Al-Qur'anpun tidak terdapat istilah qadla dan qadar yang digabungkan itu. Filsafat ini dipakai sebagai alat untuk berdebat dengan mereka setelah dari fihak Nasrani terlebih dahulu telah mempelajarinya untuk mempertahankan akidah mereka. Menurut sebagian ulama ushuluddin. Kita hanya menemukan pembahasan masalah takdir (Al-Qadar). maka tidak akan ditemukan masalah ini. Sebab. Bahkan kalau kita mengkaji bukubuku hadits. Misalnya. Iman kepada takdir adalah sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim.Pengantar Seorang Muslim wajib beriman dan percaya kepada qadla dan qadar. Ia pada awalnya hanya semacam kebutuhan untuk menjawab tantangan dari orang-orang Nasrani. Juga. Berbeda dengan iman kepada qadla dan qadar. mereka telah menggunakan logika (manthik) sebagai sesuatu yang penting untuk menggunakan membantu mereka dalam berfikir. misalnya. Sebab. semisal filsafat (Yunani). Ia muncul pada akhir abad pertama hijriyah (awal abad kedua hijriyah).

Ketika itulah (akhir abad pertama atau memasuki abad kedua hijriyah) muncul permasalahan qadla dan qadar5). Masalah ini telah lama menjadi bahan pembahasan filosof Yunani. kekuatan. Kemunculan faham Qadariyah yang dikembangkan oleh Washil bin Atha' sesungguhnya tidak lain karena reaksi dari penyebaran faham jabariyah yang mempunyai pemahaman bertolak belakang dengan Qadariyah. power) dan kebebasan (huriyah. Muktazilah berpendapat bahwa manu sia memiliki kehendak (iradlah). Mereka menolak pengaturan untuk segala sesuatunya sesuai dengan takdir sesuatunya (Al-Qadar) maupun dalam ketetapan Allah 10). kemunculan segolongan dari kaum Muslimin yang berpendapat bahwa manusia itu bebas berkehendak atau berkehendak terlepas dari takdir Allah SWT adalah salah satu akibat terlepas persinggungan Islam dengan budaya setempat. kebebasan (serba menyerah). dan menentang faham ini. Ia juga telah menjadi pemahaman dan dikutip oleh kalangan Nasrani dari sekte Surianis 6). timbul reaksi yang menyebabkan munculnya golongan menyebabkan 9). mengatakan manusia manusia mampu berusaha sendiri. Dengan tenang mereka mulai mengkaji berbaberbagai masalah baru yang timbul. mengecam Qadariyah. kekuasaan (kudrat. senantiasa "Muktazilah" "Muktazilah" menyebutkan bahwa manusia bebas untuk melakukan sesuatu menyebutkan tindakan apapun tanpa terikat kehendak kepada Allah. suatu faham yang mengartikan bahwa tidak ada "Stoaisma". Golongan ini mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak. Itulah sebabnya akhirnya golongan ini disebut dengan "Qadariyah" 8). Oleh karena itu. Golongan ini dalam ucapan-ucapannya. secara mutlak (serba boleh)."Epikure". Ulama pada waktu bersikap keras. disebut "Fatalisme". Setelah tentara kaum Muslimin selesai melakukan berbagai penaklukan (di Asia dan Afrika). jawaban atas golongan ini. Secara garis besar. suatu faham yang mengartikan kebebasan tersebut "Epikure". karena golongan ini telah mengajak orang-orang lain untuk pasrah tanpa mau berusaha. Golongan terakhir ini akhirnya sering kebebasan disebut golongan "Fatalisme". Faham Qadariyah (Muktazilah) Kemunculan Berbagai Faham di dalam ajaran Islam sulit untuk dihindari ketika Islam telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia. barulah mereka mempunyai waktu luang untuk berfikir. Bahkan masalah ini juga telah lama menjadi pembahasan dari kalangan Zarasustra7). Sebagai berusaha. freedom) untuk berbuat atau tidak . Dengan kata lain. dan ada golongan "Skeptisme atau "Stoaisma".

yaitu gerak Pertama. pelaksanaan hukum syar'i (taklif syar'i). Orang yang tidak mempu nyai keduanya. Sebab. andaikan semua perbuatan manusia terjadi atas iradlat Ketiga. ikhtiariyah dan idlthiariyah. sedangkan gerak kedua adalah bukan atas kehendak sendiri. tentulah tugasnya hanya apa yang sanggup dikerjakannya. ia bebas dari taklif syar'i. kerjakan. (Ini tidak mungkin). gerak naik ke puncak menara tidaklah sama dengan gerak orang yang jatuh dari puncak menara. Mahasuci Allah dari hal yang demikian. Ketiga. kekuasaan dan takdir Allah. Manusia itu "mukhtar" (bebas kehendaknya "mukhtar" memilih dan menentukan). iradlat dan kudratNya. Orang kafir diharamkan naik haji. shaum. tidaklah sama antara gerak memukul (sengaja) dengan tangan gemetar karena ketakutan. siksa terkait dengan iradlat dan kudrat. ha nyut oleh fikiran melayang yang akhirnya jatuh ke jurang kesesatan. Karena itu. Inilah faham indeterminasi (Qadariyah atau faham free will) dari filsafat Yunani yang merasuk ke pemikiran dunia Islam yang menyebabkan banyaknya orang yang terselewengkan. mungkin). perbuatan manusia terdiri dari dua gerak.berbuat serta terlepas dari kehendak. maka perbuatan-perbuatan seperti seperti shalat. maka ia kerjakan. Ayat-ayat Al-Qur'an yang menakwilkan sering dikutip adalah ayat-ayat yang menunjukkan bahwa manusia dikutip mendapat balasan atas perbuatannya. misalnya: "Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka. Iradlat dan kudratNya tidak turut campur dalam tinggalkan. Jika ia mau. Golongan ini memandang bahwa manusia sesungguhnya menciptakan segala memandang perbuatannya dengan ikhtiar dan kudratnya sendiri serta berdasarkan kehendaknya sendiri. maka ia tinggalkan. Orang yang tidak sanggup melaksanakan sebagian pekerjaannya. . mencuri dan seterusnya. persatuan umat13) Golongan ini mengemukakan beberapa alasan. menurut faham ini. Kedua. Karena itu. jika tidak. wajar dan adil apabila manusia harus bertanggungjawab atas semua perbuatannya 11). Untuk mendukung pendapat mereka. bahkan pemikiran ini telah mengganggu kesesatan. atau yang tidak sanggup shalat berdiri dapat melakukannya dengan duduk. atau ketakutan. maka semua perbuatan tersebut dapat disandarkan disandarkan (baik buruknya) kepada Allah. As-Sajadah 17). antara lain14): Pertama. Itulah sebabnya mengapa orang gila tidak terbebani hukum. yakni (aneka nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan" (QS. perbuatan manusia 12). pahala dan Kedua. Muktazilah gemar menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an 15). menentukan). dusta. gerak pertama pada dua contoh di atas adalah atas kudrat (kehendak)nya sendiri.

kudratNya kepada keinginan untuk memilih dan otak untuk berfikir. Maka. Dan siapa saja yang ingin (kafir).Mereka berdalih bahwa sekiranya perbuatan manusia itu berasal berasal dari Allah. biarlah ia kafir . menurut mereka. menyekutukan Allah dalam kekuasaanNya. makruh dan seterusnya 17). Argumentasi seperti ini mereka ambil dari firman Allah: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu.. haram. manusia dalam hal ini bukanlah robot (benda mati) yang tanpa daya. maka perbuatan manusia haruslah karena datang (berasal) dari manusia. dewasa. sunnnah. maka mengapa ada balasan dari Allah atas perbuatan perbuatan manusia. Pada saat itu ia dibolehkan menggunakan akalnya untuk berfikir dan memanfamemanfaatkannya. atau. Manusia itu mandiri dan bertanggungjawab penuh setelah dewasa pada saat ia beriman dan melakukan rukun-rukun iman. Allah memberikan kudratNya kepada manusia untuk menentukan (terserah) apa yang ingin dilakukannya. bertanggungjawab serta serius. Pada posisi yang demikian. Sebab. AlKahfi 29). Kepada mereka juga diutus para rasul sebagai contoh (teladan) dalam berbuat dalam bidang batas-batas wajib. Oleh karena itu. Sebelum dewasa. tetapi dengan kudratNya itu pula manusia bertanggungjawab terhadap setiap perbuatnnya. Argumentasi mereka adalah kalau perbuatan manusia bukan atas kehendak manusia. kehidupannya ada perintah agama untuk melakukannya dan ada pula larangannya. maka buat apa ayat itu dinuzulkan 16). Oleh karena itu. faham ini telah dirangkul erat-erat oleh ahli fikir Barat yang ingin menyesatkan kaum Muslimin dengan cara melepaskan mereka dari imannya seraya membawa ke dunia akal yang seluas samudera yang tidak berpantai. Sebab. Dalam perkembangannya. Ia mempunyai gerak dan kemampuan untuk menentukan kehidupannya di dunia ini. Padahal Islam telah . maka Allah memberikan kudratNya secara penuh kepada manusia." (QS.. bukanlah menyamakan sifat manusia dengan sifat Allah. Alasan seperti ini. siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Semua itu harus dilakukan oleh manusia yang sadar. Ayat tersebut mereka takwilkan sebagai isyarat kebebasan: mau percaya atau tidak. Tetapi ada ujian bagi manusia dalam melakukan perintahNya: siapa yang patuh menghindar dari laranganperintahNya: laranganNya dan siapa pula manusia yang melakukan hal sebaliknya. ia tidak terbebani apa-apa bila bersabersalah ketika menggunakan akalnya.

memulai risalahnya dengan penanaman iman dan beriman kepada enam rukun Islam yang dimulai dengan iman kepada Allah dan RasulNya. Inilah ikatan yang mengekang manusia dalam menggunakan akalnya, yaitu segala sesuatu telah diberikan batas, dari garis halal dan haramnya. Dengan cara ini, maka manusia tidak akan tergelincir ataupun menyingkir18).

Muktazilah adalah golongan yang bergerak dalam tiga fung si19): agama-filsafat-politik. Nama lain Muktazilah adalah Qadariyah, Qadariyah, Adliyah, atau menyebut dirinya "Ahlul Adli wat-Tauhid" (penganut faham keadilan dan keesaan Ilah). Nama ini muncul karena mereka karena memberikan hak bagi setiap orang untuk menerima atau mengabaikan eksistensi dari sifat-sifat Allah. Tidak ada paksaan dari Allah dan manusia memiliki kekuasaan (kudrat) untuk meletakmeletakkan pilihannya dalam hidup ini. Inilah keadilan itu, karena manusia manusia tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, bahkan manusia diberikan diberikan kebebasan. Mereka berpendapat bahwa akal diperlukan untuk mengetahui yang baik dan buruk sekalipun standard nilai tersebut ditentukan oleh syariatNya. Sebab menurut mereka, nilai tersebut timbul karena disebabkan ada sesuatu yang menyebabkan ia baik atau buruk. Pada saat itulah akal diperlukan untuk mengetahui mana yang baik dan mana pula yang buruk. Faham Jabariyah Faham ini sangat bertolak belakang dengan faham sebelumnya. Mengenai kemunculannya, ada yang berpendapat bahwa faham jabariyah muncul sebelum adanya Muktazilah20). Tetapi Imam jabariyah

Sa'duddin At-Taftazany berpendapat sebaliknya 21). Namun perbedaan ini tidaklah terlalu penting. Sebab, fokus masalah yang tidaklah ingin dibahas adalah bagaimana bentuk pemikiran yang muncul di sekitar masalah Qadla dan Qadar. Orang pertama yang memelopori faham "Jabariyah" adalah memelopori 22). Ia berkata bahwa manusia itu tidak Jahmu bin Sofwan manusia memiliki kekuasaan untuk memilih. Ia harus pasrah. Ia tidak kekuasaan mengerjakan sesuatu selain apa yang telah ditentukan, dan bahwa Allah telah menakdirkan amal perbuatan manusia yang harus menakdirkan dikerjakan. Juga Allah telah menciptakan amal perbuatan untuk manusia yang sama halnya dengan penciptaan terhadap bendabenda. Ia tidak ubahnya seperti air yang mengalir, angin yang berhembus, batu yang jatuh (tertarik gaya gravitasi). Keadaan (tertarik seperti tidak ada bedanya dengan perbuatan manusia yang semuanya telah diciptakan oleh Allah (berupa gerak dan (berupa perasaannya). Manusia melakukan sesuatu apapun sesuai dengan Manusia apa yang telah ditetapkan oleh Allah (ia hanya berfungsi sebagai ditetapkan

alat, tidak lebih dari itu). Sering kita menyebutkan pohon berbuah, air mengalir, mataha ri terbit, awan menurunkan hujan, tanah menumbuhkan tetanaman. Atau dikatakan pula bahwa seseorang (Muhammad, misalnya) menulis, hakim menjatuhkan vonis, si Anu taat tetapi di Ini melakukan maksiat. Semua keadaan dan perbuatan di atas masuk dalam pembahasan yang sama dengan sebelumnya, yaitu situasi pembahasan dan kondisi tersebut hanyalah sebatas obyek. Oleh karena itu, pahala dan siksa, amal perbuatan tidak lain adalah hasil dari paksaan. Allah telah menakdirkan terhadap diri seseorang suatu amal perbuatan, misalnya kebaikan, agar orang tersebut mendapat pahala, dan begitu juga kalau Allah telah menakdirkan seseorang begitu yang lain untuk melakukan amal perbuatan maksiat, maka orang tersebut telah ditakdirkan akan mendapat siksa. ditakdirkan Imam Sa'duddin At-Taftazany23) menyebutkan bahwa golongan ini berpendapat bahwa manusia sekali-kali tidak menguasai dirinya dalam setiap perbuatan, apakah baik atau jahat. Ia tidak bedanya dengan benda-benda beku yang tidak bernyawa di alam semesta ini. Manusia bukan subyek, melaikan hanya sebagai obyek (kehendak dari luar). Dengan kata lain, manusia dipaksa oleh kekuatan dari luar dirinya, yakni atas kehendak dan kekuasaan Allah. Ia tidak mempunyai kebebasan berkehendak (la hurriyyatul mempunyai iradlah, non-freewill) dan tidak memiliki kekuasaan untuk berbuat sesuatu".

Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah Mohammad Fuad Fachruddin 24) mengatakan bahwa kemunculan dua faham di atas, mendorong kalangan ulama Ahlussunnah, seperti Abul Hasan A-Asy'ari dan Mansur Alseperti 25) memberikan jawaban untuk membela akidah umat Maturidy Islam agar tidak tersesat oleh faham Muktazilah (Qadariyah) maupun oleh Jabariyah. Walaupun di kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah terbagi dua golongan, tetapi mereka sepakat bahwa manusia mempunya (diberi) kebebasan berkehendak, berkuasa dan berpengetahuan (knowledge), tetapi hanya sampai ujung tertentu (ada batasnya /dibatasi). Faham ini berpendapat bahwa pada diri manusia ada kehendak berbuat dan ada khasiat yang melahirkan berbuat perbuatan. Semua itu diciptakan Allah SWT tatkala seseorang diciptakan memulai melakukan suatu aktifitas26). Jadi ketika seseorang aktifitas berbuat maksiat atau perbuatan terpuji, maka ketika itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut. Kesimpulan itu diambil dari beberapa ayat Al-Qur'an, antara lain:

"Mereka itulah penghuni jannah. Mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Al-Ahqaf 14). "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari diusahakannya kejahatan) yang dikerjakannya" (QS. Al-Baqarah 286). dikerjakannya" "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Maka, siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Dan siapa saja yang ingin (kafir), biarlah ia kafir ..." (QS. AlKahfi 29). Dalam pembahasan ayat-ayat ini, faham ini memunculkan sifat Mahaadil (keadilan) Allah. Mereka mengangkat sifat ini seolah-olah ia dapat dijangkau oleh akal. Mereka mengkaitkan sifat Maha adil itu dengan dosa dan pahala, atau, siksa dan kenikmatan, yang erat kaitannya dengan perbuatan. Sebab, pembahasan qadla dan qadar yang sesungguhnya berasal dari filsafat (Yunani) tidak lain adalah apakah manusia bebas melakukan perbuatannya sendiri (bebas memilih) atau dipaksa27). Bagaimana Menyikapi Berbagai Faham Ini Demikianlah, ulama "terpecah" ke dalam tiga (3) golongan besar ketika mereka membahas amal perbuatan manusia yang dikaitkan dengan asas taklif, pahala dan siksa. Terjadinya dikaitkan golongan-golongan tersebut disebabkan karena (pertama) ulama (pertama) tersebut menakwilkan beberapa nash ayat Al-Qur'an tentang perbuatan manusia yang menurut mereka ada dan atas kekuasaan manusia manusia. (Kedua), juga ada nash dari ayat Al-Qur'an yang menurut (Kedua), mereka menunjukkan bahwa perbuatan manusia tergantung kepada kehendak Allah. Golongan pertama adalah dari kalangan Golongan Muktazilah, sedangkan golongan kedua adalah dari kalangan golongan Jabariyah. Namun ada golongan yang berada di tengah-tengah kedua golongan tersebut, yaitu dari kalangan Ahlussunnah 28). kalangan ------------------------------------------------------1) Lihat "Shahih Bukhari" pada hadits nomor 6594-6620. 2) Lihat "Shahih Muslim" pada hadits nomor 2643-2664.

3) Lihat"Indeks Al-Qur'an" oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, tentang Al-Qadar, Lihat"Indeks

muncul golongan "Asy'ariyah" dan "Maturidiyah". 26) Muhammad Abbas Aula. Mereka "Qadariyah". 8) Opcit. 18) Opcit. halaman 51-164. 17) Opcit. 13) Lihat buku "Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam" oleh Mohd. Muhammad Abbas Aula.. golongan ini mempunyai kebiasaan berdebat. 25) Dari nama ulama Ahlussunnah ini. Hasbi AshShiddieqy. 12) Lihat buku "Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid /Kalam" oleh TM. "Ceramah dan Sari Ceramah Qadla dan Qadar" dalam 27) Opcit. Mereka percaya bahwa api adalah sumber yang menghidupi manusia. Hanafi. halaman 252-253. Selain itu. 10) Opcit. Mohd. halaman 283-303. Hasbi Ash-Shiddieqy. Ahmad Amin. "Al-Fishal fil Milal wal Nihal" Jilid III. Ahmad Amin. Sebagian orang menyebut mereka dengan golongan "Qadariyah". 15) Opcit. halaman 106. TM. halaman 25 dan 85. Mohd. Ahmad Amin. At-Taftazany. 9) Opcit. 7) Golongan penyembah api. Dr. . Mudhofir. Fuad Fachruddin. halaman 46-47. dan kitab "Tarikh Al-Falsafah Al-Yunaniyah" oleh Yusuf Karam. 6) Sekte Kristen ini tinggal di sekitar wilayah Suriah. Fuad Fachruddin.halaman 536-537 dan tentang Al-Qadla halaman 546-547. Fuad Fachruddin. At-Taftazany. Forum Silaturrahim Mantan Lembaga Dakwah Kampus (3 September 1989 di Kampus Universitas Ibnu Khaldun . 16) Lihat buku "Teologi Islam" oleh Prof. yaitu orang-orang yang mengutamakan "Mutakalimin". Kamus "Teori dan Aliran dalam Filsafat" oleh Drs. Fuad Fachruddin. 20) Opcit. "Maturidiyah". 19) Opcit. halaman 115-126. juga sering disebut "Mutakalimin".Bogor. 24) Opcit. 23) Opcit.. Fuad Fachruddin. (Theologische Dialektika).. 22) Golongan ini juga dikenal sebagai golongan "Jahmiyah" yang menisbahkan Jahmu bin Sofwan. 28) Lihat Imam Ibnu Hazm. 14) Opcit. 5) Lihat kitab "Fajrul Islam" oleh Ahmad Amin. 11) Lihat kitab "Al-Aqaid An-Nasyafiyah" oleh At-Taftazany. Mohd. 21) Opcit. Mohd. halaman 158-174. 4) Lihat "Ikhtisar Filsafat Barat" oleh A. halaman 17. Harun Nasution. Ahmad Amin. debat dalam bidang agama (Theologische Dialektika). Fuad Fachruddin. Mohd.

manusia dan amal perbuatannya. Filsafat ini mulai merasuk ke dalam tubuh umat Islam sejak berlangsungnya penaklukan daerahdaerah pada abad kedua Hijriyah. Segala hal. baik di langit maupun bumi. Ciri khas filsafat Yunani yang lebih mementingkan logika dan rasio. semuanya telah tercatat di Lauh Mahfudz. Apakah Takdir Itu Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa semua kejadian di dunia ini telah diketahui oleh Allah SWT tuliskan di dalam Lauh Mahfudz (Kitab Induk dan sebagai gambaran luasnya Ilmu Allah SWT). Ia telah ada sejak manusia lahir ke dunia dan mempertanyakan keberadaan dan fungsi hidupnya. Sebab. maka sesungguhnya akan ditemukan suatu kesimpulan akhir bahwa takdir adalah catatan paripurna segala sesuatunya. Para Mutakalimin tidak memakai atau merujuk kepada pemahaman syara'. Di bawah ini akan diuraikan secara detil permasalahan tersebut agar kaum Muslimin benar-benar memahami seperti pemahaman salaf dan khalaf. Inilah penyebab mengapa kekeliruan itu sampai berlangsung sampai kini. kehidupan manusia dan Tuhan. Pada penelusuran yang lebih dalam lagi. Bahkan sesungguhnya. Para Mutakalimin memang berhasil memukul balik. melainkan telah ditakdirkan (tercatat) pada sisi Allah SWT. apakah benda. Inilah pengertian sederhana dari takdir yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW. Seorang Muslim wajib percaya kepada takdir. Tidak ada suatu apapun.TAQDIR Pengantar Masalah takdir sesungguhnya adalah suatu topik pembahasan yang umumnya telah usang. Masalah ini menjadi ramai dibicarakan ketika kaum Muslimin diwakili para Ahli Ilmu Kalam (para Mutakalimin) sedang seru berdebat dengan filsafat Yunani. makhluk. Tabi' Taaabi'in serta ulama khalaf. apapun kejadian yang terjadi di alam penciptaan ini telah diketahui oleh Allah SWT jauh sebelum segala sesuatunya berlangsung di alam ini. masalah takdir adalah termasuk rukun Iman yang enam. justru dipakai sebaagai senjata debat oleh para Mutakalimin dalam menghadapi dan menjawab pertanyaan yang muncul di seputar alam. Tabi'in. tetapi justru senjata mereka kini balik memukul kaum Muslimin karena kekeliruan mereka memahami masalah ini seperti pemahaman yang diajarkan Rasulullah saw kepada para Sahabat. kebebasan dan pesta pora. Masuknya takdir ke .

Ia adalah orang pertama dalam sejarah Islam yang mengingkari adanya takdir. Cobalah simak firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya" (QS. Ketika itu Jibril datang kepada Nabi saw untuk mengajarkan AlIslam. Yahya bin Ya'mar bertanya 2) : "Hai Abu Adirrahman. masalah takdir tercantum dalam nash-nash Al-Qur'an yang qath'i (jpasti dan diperintahkan) agar diimani. para malaikat-Nya. Dia telah mengetahui ukuran. yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab. hal tersebut dapat menyebabkan seseorang keluar dari Islam (kafir). Mereka ingin menanyakan hukum penolalan Ma'bad terhadap takdir. maka imannya sumbing (cacat). waktunya. Pada masa periode Tabi'in telah muncul pernyataan dari seseorang yang bernama Ma'bad Al-Juhany. Qudrat (Kemampuan) dan Iradhat (kehendak) Allah SWT". Al-Qamar 49).dalam masalah keimanan adalah berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khathab. dijadikannya sesuatu itu sesuai dengan ilmuNya. Orang ini hidup di Basrah (Irak). Olah karena itu. Bahkan. Dua orang ini akhirnya bertemu dengan seorang sahabat. kitab-kitab suci-Nya. Sebab. Dalam menafsirkan ayat ini. Semua yang terjadi tanpa takdir dan tidak ilmu Allah tentang yang terjadi itu sebelumnya". tidak ada suatu kejadian di langit dan bumi kecuali seluruhnyaaaaaaa muncul dari Ilmu. Artinya. yaitu Yahya bin Ya'mar dan Humaidi bin Abdirrahman. Bahkan. peraturan. jauh sebelum segala sesuatu itu terjadi. Iman Suyuthi berkata 1) : "Kepercayaan yang dipegang oleh Ahlussunnah Waljama'ah adalah bahwa Allah telah menakdirkan segala sesuatu. Pernyataan ini mendorong dua orang tabi'in. Hari Kiamat dan percaya kepada takdir baik dan buruknya (dri Allah SWT). Ia bertanya: Coba engkau ceritakan apa itu iman. ." Seseorang yang tidak percaya kepada takdir. Kemudian Allah mengadakan sesuatu yang telah ada dalam takdir-Nya bahwa sesuatu itu akan dijadikan. Nabi saw menjawab: "Iman itu adalah percaya kepada adanya Allah. kondisi. para Rasul-Nya. berangkat ke Tanah Suci untuk mencari salah seorang sahabat (di Makkah atau Madinah). Mereka mengatakan bahwa tidak ada takdir Allah SWT. kdi negeri kami ada orang-orang yang pandai mengkaji Al-Qur'an dan mendalam dalam keilmuannya.

janganlah dijenguk. Orang-orang Majusi mengatakan bahwa tidak ada takdir. Mereka telah mengingkari ilmu Allah dengan seluruh kejadian yang berlangsung. Rasulullah saw telah memberikan isyarat tentang hal ini dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Hudzaifah 4) : Bagi setiap umat akan muncul segolongan manusia yang berperilaku seperti Majusi. katakanlah kepadanya bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka lepas dari diriku". Tidak ada takdir Allah terlebih dahulu. yaitu menghubungkan perilaku mereka yang mirip dengan Dajjal. Imam Nawawi berkata 3) : "Nampaklah pada hadits tersebut bahwa Ibnu Umar telah mengkafirkan kaum Qadariyah yang tidak mau percaya kepada takdir.Abdullah bin Umar menjawab pertanyaan itu : "Kalau kalian bertemu dengan orang tersebut. Dalam menafkirkan (mengkafirkan) orang-orang yang mengingkari adanya takdir. kecuali kalau mereka percaya kepada takdir Allah SWT. kematian akan menemuimu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. orang yang mempunyai i'tikad demikian memang kafir". ada kepercayaan bahwa ada Tuhan yang menciptakan pekerjaan yang baik dan yang terang. Namun ada yang mengatakan bahwa seluruh pekerjaan yang buruk adalah ciptaan (berasal dari) manusia. maka mereka berkata : 'Ini adalah dari sisi Allah'. KH Siradjuddin Abbas 5) berkata : "Di antara kaum Qadariah ada yang mengatakan bahwa seluruh kejadian adalah ciptaan manusia. serta ada puls Tuhan yang menciptakan yang buruk dan gelap". Memang pantas ketentuan tersebut. Memang dalam agama Majusi. (Sebab) mereka itu adalah (sama dengan) golongan Dajjal. Tetapi Qadli 'Iyadl memberikan komentar bahwa pengingkaran itu telah dilakukan pertama kali oleh kaum Qadariyah. Kepercayaan semacam ini bantah dalam Al-Qur'an : "Di mana saja kamu berada. Dan jika mereka memperoleh kebaikan. adalah ketentuan yang hak (benar) dari Allah SWT". Dalam mensyarahkan hadits tersebut. Dan apabila . Kemudian Abdullah bin Umar bersumpah bahwa andaikan orang-orang tersebut menafkahkan emasnya setinggi bukit Uhud. Jadi. dan pekerjaan baik adalah ciptaan Alaah SWT. Jika salah seorang di antara mereka ada yang meninggal. maka Allah SWT tidak akan menerima (pemberian)nya itu.

Menakdirka sesuatu dengan menakdiran tertentu. Menakdirkan sesuatu. 8. maka mereka berkata :'Ini (berasal) dari sisi kamu (Muhammad)'. Al-Qur'an sendiri telah menggunakan kata Al-Qadar dengan beberapa arti.mereka ditimpa suatu bencana. 5. tetapi bagi Allah SWT sama saja nilainya. seperti besar kecil. yaitu menentukan (menetapkan ) waktu untuk melaksanakannya. seluruhnya dari Allah. membesarkan atau mengagungkan sesuatu. Katakanlah (kepada mereka ): 'Semuanya (berasal) dari sisi Allah'. Menakdirkan dalam arti: menghitung. Kini telah jelaaas bagi kita bahwa takdir itu. panjang pendek umur manusia. Maka. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan tiada sesuatupun melainkan pada sisi Kami ada khazanahnya. Menakdirkan sesuatu untuk memutuskan dan menetapkan. An-Nisaa' 78). pelajaran) sedikitpun?" (QS. Perhatikan firman Allah SWT. Menakdirkan sesuatu. Pengertian buruk dan baik itu adalah bahasa dan pengertian manusai. Al-Hijr 21). Arti lainnya adalah "menjadikan" (bulan beredar pada garis edarnya. Menakdirkan sesuatu sebagai batas terakhir. yaitu. Menakdirkan sesuatu dengan sesuatu. Alburuuj). baik dan buruknya. mengapakah orang-orang (munafik) itu tidak pernah mau memahami pembicaraan (nasehat. Dai berkehendak apa saja yang disukaiNya sebagaimana firmannya: "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya" (QS. antara lain diartikan sebagai "ketentuan untuk menentukan". Berdasarkan hal di atas. 7. 3. "Kami telah menentukan kematian di antara kamu. yakni: 1. yaitu: mengukur dan menjadikannya sesuai dengan ukuran tertentu atau menyamakannya dengan sesuatu. 4. Dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu" (QS. Menakdirkan sesuatu.merencanakan. 6. Al-Waqi'ah 60). yaitu menyempitkan. maka kata Al-Qadar mempunyai banyak arti. Diartikan juga 'membagi'. dan "Kami Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan " (QS. mengkondisikan sesuatu pada situasi tetentu). 2. Perhatikan firman Allah SWT: . Takdir dalam Pengertian Bahasa Takdir dalam pengertian bahasa mempunyai arti yang banyak.

ia) kembali menjadi tandan yang tua" (QS. apakah ia nikah dan punya anak atau tidak. termasuk pula apakah ia pada hari akhirat akan dapat selamat masuk jannah atau celaka ataukah binasa dan masuk jahanam. termasuk sesuatu yang disembunyikan di dalam hati atau suatu rencana sebelum ia . juga Dia telah menetapkannya sesuai dengan ilmuNya yang azali dan pasti (tidak berubah). Maka. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu."Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah"Dan manzilahnya senhingga (ketika sampai ke manzilah terakhir. Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya serapirapinya' (QS. apakah ia akan kaya atau miskin. apakah ia hidup dengan umur panjang atau singkat. bertemulah seluruh air itu untuk suatu urusan yang telah ditetapkan "(QS. Yaasiin 39). Perhatikan firman Allah SWT: "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair. Al-Furqon 2). "Yang kepunyaanNya kerajaan langit dan bumi. Nasib manusia di samping telah diketahui Allah. Tetapi iman kepada takdir tidak dapat dikaitkan dengan pengertian bahasa yang diambil pengertiannya dari ayat Al-Qur'an tersebut. ataukah tercapai citacitanya atau gagal. dan seterusnya). Masih banyak lagi arti secara bahasa yang diberikan Al-Qur'an untuk Al-Qadar. Dan Dia "Yang tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagiNya dalam (wilayah) kekuasaanNYa. kecuali terhadap ayat-ayat yang menggunakan kata AlQadar dengan makna yang diwajibkan Allah agar kaum Muslimin beriman kepadaNya. misalnya ayat-ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah terhadap segala sesuatu yang diciptakannya termasuk amal usaha manusia yang bersifat memilih dan menentukan. "Kecuali isterinya. Artinya Allah telah mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia sebelum ia diciptakan. Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya dari tertubur hidup-hidup ketika bumi dibalik). Sedangkan amal perbuatan manusia walaupun Allah telah mengetahui secara rinci segala sesuatunya. Kata Al-Qadar dalam Al-Qur'an juga diartikan "ketetapan nasib " sesuai dengan ilmu Allah yang pasti terjadi (seperti membinasakan kaum pembangkang : Nabi Nuh dengan banjir besar. dan berapa jumlah dan jenis kelamin anaknya. Al-Qamar 12). Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama orang-orang kafir lainnya)" (QS. Dia juga mengetahui ketetapan nasib seseorang di dunia dan di akhirat (apakah ia berbahagia ataukah celaka. Al-Hijr 60).

Sebab. Di tangan beliau ada sepotong kayu. maka kelak Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS> A. Rasulullah saw telah melarang para sahabat untuk mencampuradukkan antara pemahaman takdir dengan amal yang menyebabkan manusia tidak mau berusaha. Tetapi amal perbutatan dan beban hukum yang telah ditentukan syara' kepada manusia wajib untuk dikerjakan. dan Dia juga telah tahu akibat perbuatan yang dilakukan manusia itu. sehingga . maka dimudahkan baginya untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut pula". Dalam memahami hadits ini Imam Nawawi berkata 6) : "Bahwa hadits tersebut menunjukkan adanya larangn untuk meninggalkan amal perbuatan atau bertawakal saja terhadap takdir yang telah ditentukan. Telah diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Ali bin Abi Thalib 5) : "Rasulullah saw suatu hari duduk-duduk (bersama-sama para sahabatnya). Kemudian Nabi saw membaca surat AlLail : 'Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Siapa saja yang ditakdirkan berbahagia. maka Kami kelak menyiapkan baginya jalan yang mudah.melakukan atau mengambil keputusan. lalu) bertanya : 'Kalau begitu. tetapi sifat Mahatahu Allah yang termaktub di dalam ilmu Allah yang mulian itu adalah kekhususan Allah yang tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. setiap orang akan dimudahkan Allah jalan yang telah ditentukan baginya'. Tetapi bagi yang telah ditakdirkan celaka. Beliau lalu menjawab : 'Jangan! Tetaplah beramal. Para sahabat (terkejut. ya Rasulullah. Dalam riwayat hadits tersebut para sahabat telah salah faham sehingga terjadi pencampuradukan antara iman kepada takdir dengan amal perbuatan. Kemudian dengan kayu itu beliau menggores-gores (tanah). maka ia dimudahkan untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut. Kemudian Nabi saw mengangkat kepala dan berkata : 'Setiap kalian yang bernyawa sudah ditetapkan tempatnya di jannah dan di jahanam'. Oleh karena itu walaupun kita beriman kepada takdir (ilmu) Allah itu. Mereka mengartikan ada segolongan manusia yang telah ditakdirkan celaka atau bahagia.-Lail 5-10). apa gunanya kita beramal? Apakah tidak lebih baik kita tawakal saja? (kepada takdir)'. Setiap orang akan dimudahkan baginya tentang apa yang telah ditentukan baginya tanpa manusia mampu memilih jalan lain. janganlah kita mencampuradukkan antara iman kepada takdir itu dengan amal perbuatan. Dan adapun orang-orang yang bbakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik.

maka dimudahkan baginya kepada jalan yang sesat itu. misalnya dengan berbuat kefasikan. bahkan Allah SWT menambahkan kesesatan mereka sebagai balasan yang adil. tidak beriman dan beribadah kepada Allah SWT. dan orang bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan dan menegakkan syariatNya di bumi ini serta percaya kepada adanya balasan jannah (sebagai tempat mukum bagi orang-orang mukmin). Takdir yang ditetapkan secara periodik. Takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali terhadap segala sesuatu sebelum sesuatu itu diciptakan. juga tidak percaya adanya jannah pada Hari Kiamat. Allah SWT memberikan kebebasan berkehendak. Tetapi ada orang yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Kiamat. Tetapi orang tersebut lebih senang memilih jalan celaka. Semua kemaksiatan itu tidak ada paksaan atau dipengaruhi Allah SWT untuk menyesatkan mereka. 5. maka baginya dimudahkan jalan tersebut dengan mendapatkan taufik dan pertolongan Allah SWT agar mereka selalu mengikuti jalan yang benar itu. 2. mereka telah memilih jalan kekufuran dan kesesatan itu". 3. maka Allah SWT memudahkannya orang tersebut. . yaitu 6) : 1. memilih dan memutuskan sesuatu. Takdir dalam pengertian ketetapan di Lauh Mahfudz. Sebab. Berbeda dengan orang-orang kikir yang tidak mau menafkan hartanya di jalan Allah SWT. kemaksiatan.mereka berkata : "Apakah tidak lebih baik kami bertawakal saja kepada takdir (seperti yang tercantum dalam Lauh Mahfudz / telah diketahui Allah?" Tetapi Rasulullah saw menjelaskan kesalahfahaman itu seraya melarang mereka bertawakal (secara sempit) dan memerintahkan agar mereka selalu berusaha. Allah SWT memudahkan jalan tersebut. dengan menjelaskan : "Kalian itu telah diciptakan oleh Allah SWT untuk berusaha. Takdir dalam Pengertian Syara' Qadar atau takdir dalam pengertian syara' terbagi atas emapt pengertian yang berurutan. Takdir dalam pengertian ketetapan (masyi'ah dan iradlah) dalam menetapkan sesuatu sebelum diciptakan (iradlah). 4. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW telah mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT Surat Al-Lail ayat 5-10 yang menunjukkan bahwa : "Orang yang menafkahkan uangnya di jalan Allah SWT tanpa berhitung untung rugi. Takdir dengan pengertian ketetapan terhadap sesuatu sesudah terjadi peristiwa atau setelah menciptakan suatu cipt ciptaan. Ada di antara kalian mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan masuk ke dalam golongan yang berbahagia (Ahlul Jannah).

siapa saja yang ingkar dan tidak mengakui adanya ilmu Allah maka ia telah kafir. Ketika itu Arsy Allah SWT ada di atas air" 8) PENUTUP AQIDAH ISLAMIYAH Demikianlah lima pokok keimanan (Arkanul Iman) yang wajib (Arkanul Iman) diimani oleh setiap muslim. Ia juga telah disampaikan oleh para sahabat dan tabi'in sesudahnya kecuali orang-orang yang mengikuti jejak golongan Majusi (Qadariyah). maka pendapat pertamalah yang lebih kuat. Tiada suatu apapun yang tesembunyi baginya. Takdir yang demikian (yaitu takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali) tidak dapat berubah dan tidak dapat diubah oleh siapapun. yaitu iman kepada Allah SWT. diartikan sebagai papan tulis yang terpelihara dan tercatat di dalamnya segala ketetapan dan ketentuan. Na'udzubillahimindzalika. Dia Mahatahu atas segala sesuatu. Qaaf 29). Pertama. diartikan sebagai ilmu Allah yang Mahaluas dan azali. para ahli tafsir mengambil dua pengertian. Golongan kedua ini tidak mengakui pengertian Lauh Mahfudz dalam arti lahir (eksplisit. para . Pehatikan firman Allah SWT : Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekalikali tidak menganiaya hamba-hambaKu(QS. Sebab. Beliau berkata.termasuk di dalmnya amal perbuatan manusia serta hasilnya. Karena itu. Melihat kedua pendapat di atas. Ilmu Allah SWT yang Azali Ilmu Allah SWT yang azali ini telah dijelaskan (disampaikan) oleh para rasul dan nabi Allah SWT sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW. yaitu papan tulis). Di antaranya hadits tersebut adalah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. Inilah yang dimanakan takdir yang pasti (Qadla Mubran). Para ulama Ushuluddin baik dari kalangan salaf atau khalaf 7) telah sepakat bahwa Allah SWT Mahatahu tentang apa yang terjadi di dunia dan akhirat.: "Aku telah mendengar Rasulullah SAW berkata :'Takdir "Aku untuk setiap makhluk ini telah ditetapkan Allah SWT 50 ribu tahun sebelum dijadikan langit dan bumi. Kedua. pendapat pertama tersebut diperkuat oleh hadits shahih. 2. Takdir di Lauh Mahfudz Mengenai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. tetapi mereka mengambil pengertiannya dari makna implisit. Tentang hal ini. sesungguhnya menunjukkan tentang ilmu Allah yang telah ditetapkan.1.

Allah SWT. tiga dan empat. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. An-Nisaa' 136). para RasulNya dan Hari KIamat. (Sebab). Allah mengumpulkan kita semua. para RasulNya dan Hari Kiamat. "Segala puji bagi Allah. dan bagi kamu amal-amal kamu. baik sebutan maupun pembahasannya ism maupu musammaanya). dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. Siapa saja yang kafir kepada Allah. Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir. Mahabijaksana" (QS.MalaikatNya. "Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Allahlah Rabbi kami dan Rabbi kamu. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang membawa . Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Allah SWT berfirman: "Dialah. Ibrahim 2). Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakinya. karena siksaan yang sangat pedih (pasti diterima oleh mereka)" siksaan (QS. Kelima perkara itu telah tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits dengan nash-nash yang tegas untuk setiap perkara secara terperinci1). serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu. An-Nahl 60). berbagai masing-masing (ada yang) dua. kepada kitab-kitabNya. tetaplah beriman kepada Allah dan para RasulNya dan kepada kitab yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. dan kepadaNyalah (tempat kita) kembali'" (QS Asy-Syuura 15). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS Faathir 1). dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi. Kitab-kitabNya. dan katakan: 'Aku mengikuti beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. yang memiliki segala yang di langit dan bumi. kepada para malaikatNya. Seseorang tidak dikatakan muslim jika ia tidak beriman kepada lima perkara tersebut. "Maka karena itu. "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk. maka orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Bagi kami amal-amal kami. pencipta langit dan bumi.

perkara iman kepada Allah. orang-orang miskin. Pembahasan hal tersebut baru muncul kemudian. selain arkanul iman tersebut. Adapun tentang iman kepada qodlo dan qodar baik dan buruknya dari Allah itu telah dipahami oleh para sahabat tanpa menimbulkan perselisihan. nabi. pada awal abad kedua Hijriyah setelah kaum Muslimin menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. Hanya saja Al-Qur'an telah menyebutkan secara kath'iy tentang pokok-pokok keimanan menyebutkan tersebut hanya lima perkara saja. Al-Baqarah 177).cukup). akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah. tidak lebih dari itu. dan orang-orang shalat. yang disebutkan sebakepada sebagai tambahan bagi Arkanul Iman. Lagipula hal tersebut merupakan khabar ahad yang tidak dapat memberi suatu kepastian. mendirikan shalat. Tetapi makna Al-Qadar di sini adalah membicarakan tentang "Ilmu Allah". yaitu: "Dan engkau percaya (iman) kepada taqdir. hari kemudian. anak-anak yatim. kitab-kitab. dan (memerdekakan) hamba sahaya. dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa" (QS. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). malaikat-malaikat. peperangan. yang sesungguhnya masuk dalam pembahasan Allah". yang menepati janjinya apabila ia berjanji. musafir miskin. masalah tersebut merupakan salah satu sifat Allah. penderitaan dan dalam kesempitan. Selain lima perkara tersebut. Walaupun demikian bukan berarti khabar ahad itu kita tolak dalam segala perkara. Masalah qodlo dan qodar dalam perjalanan sejarahnya telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama ilmu kalam . dan orang-orang yang bershabar dalam kesempitan. nabimalaikat-malaikat. (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kabaktian. Namun. Memang ada suatu riwayat yang menyebutkan tentang iman kepada Al-Qadar dari hadits malaikat Jibril 2). Ia tetap kita pakai sebagai peneguh iman. menunaikan zakat. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. lalu Kami memberikan balasan terhadap orangbalasan orang yang berdosa. Karenanya. tidak ditemukan nash tegas/ yang kath'i mengenai dasar atau asas keimanan. baik dan buruknya dari Allah SWT". maknanya bukanlah baru3). Dan Kami selalu berkewajiban berkewajiban menolong orang-orang yang beriman" (QS Ar-Ruum 47). ulama Ushuluddin berpendapat bahwa Arkanul Iman itu berjumlah lima saja (khamsah). Sebab.

sebagai peneguh keimanan. sudah sejak awal telah menjadi diperselisikan. kan dijadi khabar ahad tidak ditolak keberadaannya. Oleh karena itu. perlu kiranya dibahas lebih mendalam dalam bab tersendiri.(para mutakallimin) dan ulama ilmu ushul dalam pemahamannya. 3535. bahkan tidak jarang menimbulkan sikap apatis atau pertanyaan yang bukan-bukan (bid'ah). 3244 dan 3265. 4981. halaman 78. tetapi makna yang dikandungnya (yang dibahas para ahli ilmu kalam) adalah termasuk dalam perkara aqidah. 2) Hadits ini adalah khabar ahad. Namun kebanyakan ulama salaf dan khalaf (jumhur ulama) menolak khabar ahad khabar dijadikan dalil bagi pembahasan akidah. Namun demikian. Mengenai khabar ahad. 3) Lihat buku "Musyayyaroh fil 'Aqoid Al-Munji'ah fil Akhirah". karangan Al-Kairal bin Al-Hammam. 7429. Sesungguhnya tidak ditemukan adanya nash-nash kath'iy untuk Sesungguhnya menentukannya sebagai masalah pokok keimanan. sehingga wajib mengimaninya berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh akidah (yang dijelaskan ditunjukkan oleh akidah). . Akhirah". Ia tetap dipakai keberadaannya. --------------------------------------------------------------------------1) Perhatikan hadits "Shahih Bukhari" nomor hadits: 7392. Sesungguhnya persoalan ini telah lama menimbulkan kerancuan dalam pemahaman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful