P. 1
aqidah lengkap

aqidah lengkap

|Views: 338|Likes:
Published by Fitran Amansyah

More info:

Published by: Fitran Amansyah on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

Serial Aqidah Islamiyah (1

)

DINAMIKA AQIDAH ISLAM

Abdurrahman Al Baghdadi

‫مس ان‬ Press 1997

KATA PENGANTAR Aqidah Islam ialah menyaksikan dan meyakini kalimah “laa ilaaha illalah Muhammad Rasulullah “ yang artinya : Tiada tuhan yang patut disembah dan ditaati selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah . Di atas kesaksian inilah didirikan Islam dengan segala aspeknya, termasuk amal-amal sholeh yang berupa ibadah dan taqarrub ( pendekatan diri kepada Allah swt ) . Bersabda Rasulullah saw : ‫، ب ُن ِي السلم على خمس : شهادة أن ل إله إل الله وأن محمدا ً رسول الله‬ ِ ُ ُ َ ٍ ‫. وإقام ِ الصلةِ ، وإيتاء الزكاةِ ، وصوم ِ رمضان ، وحج البت‬ ِ ّ ِ tuhan Islam itu dibangun atas lima perkara : Syahadat bahwa tiada

selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, medirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan (ibadah) haji dan berpuasa (shaum di bulan) Ramadhan ( HSR Ahmad, Bukhari, Muslim, Turmidzi dan Nasa’i ) . Lima perkara di atas merupakan dasar Islam “ Arkanul Islam “ . Status- nya sebagai dasar Islam karena lima perkara tersebut mencakup segi aqidah dan amal sholeh yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun, ini bukan berarti bahwa Islam hanya terbatas pada lima pilar/dasar tersebut, yakni pada masalah-masalah aqidah dan ibadah saja; melainkan men- cakup seluruh aspek kehiddupan, seperti mu’amalaat ( hubungan antara sesama masyarakat dan antara negara dan rakyat ), math’umaat ( makanan dan minuman ), malbusaat ( pakaian dan perhiasan ), ‘uqubaat ( hukuman terhadap pelanggaran dan kejahatan ), bayyinaat ( pembuktian perkara di dalam pengadilan ) dan akhlak ( budi pekerti ) . Atas dasar inilah, maka Aqidah Islam telah menjadi asas bagi segala sesuatu: asas bagi kehidupan individu dan masyarakat, asas bagi negara, asas bagi hukum dan undang-undang, asas bagi partai-partai politik, asas bagi lembaga-lembaga pendidikan (sekolah-sekolah negeri dan swasta ), dan asas bagi sains dan ilmu pengetahuan . Aqidah Islam memang aqidah yang sederhana ( mudah dicernak ), tidak berbelit, lugas dan sesuai dengan fitrah manusia. berbelit, Selain itu aqidah Islam ada-lah aqidah yang agung dan mulia, karena ia berasal dari Allah SWT. yakni dari Wahyu ( Al-Qur’an dan Hadits mutawatir ). Maka Aqidah Islam telah dibangun diatas bukti-

bukti yang nyata dan hujjah-hujjah yang tak terpatahkan. Oleh Karena itu, seluruh bangsa Arab di masa Nabi telah menganutnya, sehingga jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh juta orang. Sekarang jumlah kaum muslimin mencapai 1 1/4 miliar . Setiap muslim mengakui Rasulullah saw sebagai suri teladan yang baik. Di tangannya telah lahir generasi sahabat yang tangguh dalam beraqidah, tangkas, cerdas, terampil dan kuat dalam tangkas, memegang syari’at. Merekalah yang telah mewarisi agama ini (Islam) dan menyebarkannya kepada segenap umat manusia. menyebarkannya Shahabat Rasulullah tidak pernah mengarang buku yang khusus membahas tentang aqidah. Sebab, Al Quran sebagai wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul telah menguraikan Aqidah Islamiyah secara mendetail, bahkan mencukupi seluruh kebutuhan Rohani dan peraturan hidup mereka. Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai wahyu Allah SWT telah merangsang tumbuhnya putra-putra kaum Muslimin di masa lampau sehingga mereka mampu berijti-had, menggali dan menciptakan sistematika pengkajian Islam dan medote pe-mikiran atau cara pemahaman yang Islami. Ketangguhan umat dalam menghadapi tantangan zaman memang senantiasa teruji, yaitu sampai sejauh mana ia mampu memang menampilkan Islam dalam bentuknya yang tangguh dan tinggi. Generasi terdahulu telah membuktikannya. Tetapi kini....? Bagaimanapun juga Islam harus difahami sebagaimana adanya, yaitu sebagai sebuah sistem kehidupan yang mengatur segala urusan hidup manusia, dengan aqidah Islam sebagai basis bagi berdirinya bangunan umat , masyarakat dan negara . Memang aqidah Islam yang memiliki lebih dari 60 cabang. Ia tentu saja sangat memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, apa yang tercantum dalam buku ini adalah merupakan fondasi merupakan dasar bagi aqidah Islam yang sesungguhnya telah diketahui oleh setiap Muslim meskipun mereka belum mengetahui dalil-dalilnya. mengetahui Nanti pada kesempatan lain, insya Allaah, akan disusun Allaah, bagian kedua dari "Serial Aqidah Islamiyah" ini, yaitu masalah Islamiyah" "Qadla' dan Qadar". Pada serial-serial selanjutnya akan dibahas berbagai masalah-masalah aqidah lainnya, seperti “Al-Qadar “ ( takdir ) , “ “Al-Qadar Al-Huda Wa ad-Dhalalah “ ( Pe-tunjuk dan Sesat ), “ Al-Rizq “ ( Rizki ), “ Al-Ajal “ ( Mati karena habis umur) , dan lain sebagainya dengan uraian yang dapat menjadikan aqidah umat Islam ini kokoh dan dinamis kembali. Hanya kepada Allaah SWT jua kita serahkan segalanya. Baghdadi 1418H Abdurrahman Al1 Rabi’ul Awal 5 Juli 1997 M

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI MUKADIMAH (i) ( ) ( ) ( ) ( ) KRITERIA AQIDAH ISLAMIYAH DINAMIKA AQIDAH iSLAMIYAH IMAN KEPADA ALLAH SWT FONDASI UTAMA AQIDAH ISLAM ( ) IMAN KEPADA MALAIKAT ( ) ( ) ( ) ( ) IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH IMAN KEPADA KEPADA PARA NABI DAN RASUL IMAN KEPADA AL-WAHYU DAN SYARI’AT ISLAM .

untuk dilaksanakan anutan. berbuat dan menjalankan segenap aspek menjalankan tingkahlaku manusia. Bahkan dalam semua bentuk " mabda “ (ideologi) dan agama di dunia. Sebaliknya orang yang mengerjakan sesuatu tanpa berdasarkan akidah. Dialah yang menguasai pikiran dan “irodat” (kehendak) manusia. Karenanya orang yang bekerja atas dasar akidah. Segala usaha dan daya upaya manusia selalu terpaut dengan akidah itu. tak perduli apakah akidah itu benar atau salah. maka ia selalu diliputi oleh rasa lemah dan lesu. akidah menjadi landasan berfikir. Pengertian Akidah . Oleh karena itu tiap bangsa mempunyai akidah yang telah dipilih sebagai anutan. sebagaimana yang dikehendaki oleh akidah tersebut. maka ia akan bekerja dengan penuh semangat dan sungsungguh-sungguh. Dia pula “irodat” yang membuat garis pemi-sah bagi jalan pikiran manusia serta mendorong penganutnya agar berusaha.IMAN KEPADA HARI KIAMAT MUKADIMAH Tak ada seorangpun yang mengingkari bahwa masalah akidah adalah masalah pokok (asal) dalam Islam.

"ia menjadi pemisah. Sedangkan maksud kepastian dalam pembuktian ialah bahwa nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul menunjukkan makna yang pasti dan ia tidak mungkin menerima "ta'wil" (interpretasi). kita bisa simpulkan bahwa segala bentuk bentuk . beliau memberikan keterangan: dalil". Mengenai dalil akidah. Prof. maka ia bisa menghasilkan keyakinan dan dapat dipakai untuk menetapkan akidah 3). Hasbi Ash Shiddiqy berkata2): "Iman ialah kepercayaan yang kuat. i'tiqad atau akidah ialah: "Iman yang sesuai dengan kenyataan dan ia dikuatkan dengan dalil". kuat). Mengenai keterangan tentang ta'rif akidah ini. dalil". jika dalil nakli berada dalam ta'wil" kondisi seperti itu. tidak dipengaruhi oleh syak (ragu-ragu) atau wahan (persangkaan yang tidak beralasan) ataupun dzon (persangkaan yang mempunyai alasan kuat). Maksud kepastian pembuktiannya. yaitu iman "yang "yang dikuatkan dengan dalil". Tentang keterangan mengenai iman "yang sesuai dengan "yang kenyataan". Juga mengenai dalil naqli (yang dinukilkan dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul) adalah sesuatu yang dapat mendatangkan keyakinan dan mengukuhkan akidah. asalnya (cara datangnya) ialah bahwa ketetapan datangnya adalah dari Allah atau dari Rasulullah saw dan tidak ada keraguan sedikitpun terhadapnya. Sedangkan keterangan mengenai syarat kedua. mengikuti dalil". Dengan demikian. bila dalil tersebut pasti asalnya (qath'i) dan (qath'i) pasti pula dalam berbagai pembuktiannya. yang mengikuti orang lain tanpa dalil". "mengimani sesuatu yang sama sekali tidak benar". TM. padanya". Oleh karena itu. beliau memberikan penjelasan sebagai berikut 2) : kenyataan". para ulama telah sepakat bahwa keterangan yang berasal dari akal (dalil aqli) yang benar dan (dalil aqli) sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yang dapat melahirkan melahirkan keyakinan dan menciptakn keimanan yang dibutuhkan. benar".Aqidah menurut ketentuan bahasa (Arab) ialah 1): "sesuatu yang dipegang teguh dan ia terhunjam kuat di "sesuatu dalam lubuk jiwa dan tak dapat (mudah) beralih dari padanya". Menurut istilah ulama. mengeluarkan taqlid.

seperti Mu'tazilah. hingga turunnya Isa Al Masih as. Persoalan seperti itu banyak ditemukan di dalam kitab-kitab tauhid. dalam ilmu kalam. penanggung dosa besar dan apa yang terjadi di akhir zaman mulai dari permunculan Al-Mahdi. pendapat dan mazhab di golongan. Jabariyyah. Masih Ad-Dajjal. Ia merupakan garis pemisah yang tegas antara orang-orang beriman dengan orang-orang yang tidak beriman4 ).kepercayaan yang tidak datang melalui jalan yang pasti. keimanan kepada para Rasul dan hari ke-mudian. Rasulullah saw Rasulullah . Ahlus-Sunnah dan lain-lain dalam bidang akidah adalah perbedaan pendapat yang tidak sampai menyesatkan (mengeluar(mengeluarkan dari iman). di samping akidah-akidah yang telah diwajibkan Allah kepada kita untuk mempercayainya. tambahan sifat-sifat atas dzat-Nya. maka ia ulama. persoalan akidah merupakan arena ijtihad bagi para ulama yang masing-masing bisa mengemukakan pendapatnya dan menampilkan alasan-alasan yang mendasari menampilkan pendapatnya berdasarkan pandangannya. Dalam masalah ini. Murji'ah. Kitab-kitab tersebut di samping membicarakan tentang keberadaan Allah dan keesaankeesaanNya. merupakan akidah yang tidak diwajibkan oleh agama kepada kita untuk menganutnya. Sebab. 5 Pendapat seperti itu tidak benar. memaparkan bahwa hal ini merupakan persoalan-persoalan yang menyeret manusia untuk meneliti bidang akidahnya. dan lain-lainnya. dan bahwasanya perbedaan pendapat dalam masalah akidah sama dengan perbedaan dalam hal "furu'iyyah" "furu'iyyah" ). Ijtihad di dalam syara' hanya terbatas dalam bidang hukum (syariat). Ada yang berpendapat bahwa perselisihan pendapat antar golongan ulama Muslim. syara' tidak menerima ijtihad dalam masalah akidah. Jabariyyah. Karena itu. ia juga membicarakan berbagai persoalan tentang melihat dzat Allah dengan penglihatan (mata). atau yang datang melalui jalan yang pasti tetapi masih meng andung berbagai sangkaan (kemungkinan) dalam keterangannya sehingga menimbulkan perselisihan pendapat antara para ulama. den-gan harapan ia bermuara kepada akidah yang disepakati yang sesuai dengan pandangannya. Dilarang Berijtihad dalam Masalah Aqidah Sejarah Ilmu Tauhid /Kalam. Murji'ah. Mu'tazilah. yakni ketika muncul banyak golongan. kitab-kitab tauhid telah memaparkan apa-apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama tersebut dan apa-apa yang mereka perselisihkan.

Oleh karena itu. semua itu Allah“ telah muncul setelah kaum Muslimin berijtihad dalam aqidah dan setelah mereka mengkaji filsafat-filsafat Yunani. Mas'ud. golongan sesat lainnya yang menolak sifat-sifat Allah atau lainnya golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk (Almenyerupakan (AlMusyabbihah). Begitu pula mengatakan: taqdir". Mereka mencoba menentukan pendapatnya sendiri. Imam Shamsuddin Ar Ramli Asy Syafi'i dalam fatwanya telah melarang ijtihad dalam masalah aqidah. diperhatikan sabda beliau: "Apabila seorang hakim (qadli) berijtihad (memutuskan perkara) dan ijtihadnya benar maka ia dapat dua pahala. Ia berdosa kalau apa yang dilakukannya salah. Dalam hal ini. Ketika pada suatu kesempatan kepada beliau diajukan sebuah pertanyaan: "Bolehkah seseorang mujtahid berijtihad dalam masalah-masalah ushluddin (aqidah). maka ia dapat satu pahala" (HR Bukhari no. Muadz bin Jabbal. dan ia bisa tersesat (keluar dari Islam). “ qadla' dan qadar “ atau yang lain-lain. hal tersebut sama sekali tidak terkait dengan masalah ushuluddin" 6). Al-Ash. “dzat sifat Allah“ . maka orang yang berijtihad dalam berijtihad bidang akidah kalau ia salah maka ia tidak mendapat pahala dan mendapat alasannya tidak diterima. dalil-dalil yang qath'i dalam Al-Qur'an melarang ijtihad dalam akidah serta melarang menentukan akidah atas dasar persangkaan. Begitu pula dengan masalah "khalqul Qur'an". sebagaimana yang akan diterangkan pada bagian berikutnya. Sebab. Abdullah bin Mas'ud. telah menentang pendapat Imam Al Jahizh dan Abdullah Al Anbary yang mem-benarkan ijtihad mujtahidin dalam masalah ushuluddin (akidah) 7) Bertolak dari fakta tersebut. Tidak ada satu nashpun yang menunjukkan adanya ijtihad dalam bidang akidah. Kesesatan yang terjadi dan menimpa mereka Musyabbihah). disebabkan karena mereka berusaha berijtihad dalam bidang akidah. bahwa ijtihad hanyalah hanyalah dalam bidang penentuan hukum (syariat) dan pengadilan . 7352).membenarkan ijtihad Sa'ad bin Muadz dan Amr bin Al-Ash. perlu Jabbal. Persia dan Hindu. padahal dalam masalah tersebut tidak terdapat sebuah nash pun yang menjelaskannya?" Imam Ar Ramli menjawab: "Tidak boleh. Contoh paling populer adalah apa yang dilakukan oleh faham Qadariyyah yang melakukan ijtihad. Jumhur ulama dalam masalah yang sama dengan di atas. Bahkan sebaliknya. Jika ia memutuskan perkara atas dasar ijtihad tetapi ijtihadnya salah. “dzat dan "khalqul Qur'an". Walaupun . Mereka mengatakan: "Tidak ada taqdir". Dari nash tersebut dapat dipahami.

فويل للذين كفروا من النار‬ "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. untuk menentukan hukum akidah wajib memiliki dalil qoth'i. Persyaratan Dalil-dalil Aqidah Di samping dilarang berijtihad dalam bidang akidah. mutawatir". tetapi pengambilan nash-nash tersebut dilakukan mereka dengan jalan menta'wilkan sekehendak hati menta'wilkan sekedar untuk memper-kuat pendapatnya sendiri. (sedangkan) Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan apapun untuk (menyem . misalnya dalil tersebut berasal dari "ayat "ayat mutasyabihat" atau "hadits ahad". Jadi akidah hanya didasarkan pada dalil yang sifatnya "koth'i tsubut" (pasti sumbernya) dan "koth'i dilalah" (pasti tsubut" "koth'i dilalah" (pasti pengertiannya) yang tak dapat dita'wilkan dan difahami dengan arti yang lain. Juga telah disepakati bahwa mutasyabihat" "hadits ahad".tanpa “dzon adanya “sulthan” atau "burhan" (bukti yang pasti). Sedangkan yang menunjukkan bahwa akidah itu hanya dapat diambil dari nash-nash Al-Qur'an dan hadits mutawatir yang pasti sumbernya dan jelas pengertiannya. Manath: ‫إن هي إل ّ أسماء سميتموها أنتم وأباؤكم ما أنزل الله بها من‬ ‫سلطان إن يتبعون إل ّ الظن وما تهوى النفس ولقد جاءهم من‬ ‫. syara' juga melarang kaum Muslimin menggunakan dalil dzonny dalam pembahasan akidah.orang kafir terhadap iman kepada Hari Kiamat: ‫وما خلقنا السماء والرض وما بينهما باطل ً ذلك ظن الذين كفروا‬ ‫. Kesimpulan ini ditinjau dari ayat-ayat Al-Qur'an yang melarang mengikuti “dzon “ (persangkaan) dalam beriman. ربهم الهدى‬ "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu ada-adakan. antara lain adalah sebagai berikut: 1. Allah SWT telah berfirman tentang penolakan orang. 2. yaitu memiliki dalil yang berasal dari "ayat muhkamat" dan atau "hadits "ayat muhkamat" "hadits mutawatir". Allah SWT berfirman tentang berhala-berhala kaum Musyrikin Musyrikin seperti Lata. Dan ayat-ayat “sulthan” "burhan" Al-Quran ini adalah "qoth'iyyatuddilalah" (yakni mempunyai arti "qoth'iyyatuddilalah" yang jelas dan pasti). (Dan) karena (kelakuannya itu) mereka akan masuk neraka" (QS Shaad 27). Maka celakalah orang-orang kafir itu ( yang tidak ber-iman kepada kebangkitan dari kubur sesudah mati ). Uzza. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir.banyak di antara mereka menggunakan nash-nash Al-Qur'an sebagai hujjah dan dalil.

Mengenai perselisihan yang terjadi antara ahli kitab tentang kematian Al Masih. Mereka tidak (pula) yakin belaka. إل ّ الظن وإن هم إل ّ يخرصون‬ ُ ُ ّ "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang (kafir) yang di muka bumi ini. الظن وما قتلوه يقينا‬ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pem-bunuhan) Isa. kecuali mengikuti persangkaan belaka. )" 5. mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. علمم ٍ إن يتبعون إل ّ الظن وإن الظن ل يغني من الحق شيئا‬ ّ ُ ّ ّ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman "Sesungguhnya kepada kehidupan akhirat. mereka" 3.bah)Nya. Meskipun sebab-sebab nuzulnya dzon” ditujukan kepada orang-orang kafi. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. tetapi perlu diingat bahwa . Allah berfirman : ‫إن الذين كفروا ليسمون الملئكة تسمية النثى وما لهم به من‬ ّ ّ ُ ً ‫. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu. Allah SWT juga melarang mengikuti agama-agama dan keperkepercayaan orang-orang kafir di seluruh dunia berda sarkan firmanNya: firmanNya: ّ ُ ‫وإن تطع أكثر من في الرض يضلوك عن سبيل الله إن يتبعون‬ ُ ‫. kebenaran" 4. bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa" (QS An. pastilah mereka menyesatkanmu dari jalan Allah. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan tentang hal itu. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta ( terhadap Allah )" (QS Al-An'am 116). Mereka mempunyai tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan.Nisaa 157). Terhadap orang-orang Musyrikin yang menamakan malaikat dengan nama perempuan. sekaligus menunjukkan adanya larangan mengikuti sesuatu yang sifatnya “dzon” dalam masalah akidah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sang kaansangkaan dan apa yang diinginkan oleh hawanafsu mereka. Padahal persangkaan itu tidak berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran" (QS An Najm 27-28). Dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka" (QS An-Najm 23). Isa" Dari uraian tersebut. jelas sekali bahwa semua ayat-ayat yang dikutip di atas terkait erat dengan masalah aqi dah. benar-benar ragu tentang (siapa) yang dibunuh itu. Allah SWT berfirman : ّ ‫وإن الذين اختلفوا فيه لفي شك منه مالهم به من علم ٍ إل ّ اتباع‬ ّ ِ ّ ً ‫.

Itulah sebabnya mengapa ia tidak boleh digunakan sebagai dalil atau hujjah dalam masalah akidah. maka tidak ada jalan lain kecuali mempercayai atau menolaknya". Oleh karena itu sesuatu yang sifatnya dzon. walaupun menurut ulamakeraguan). tetapi pengertiannya harus didasarkan kepada pengertiannya umumnya lafaz. Para ulama ushuluddin menyatakan: "Sesuatu yang mengandung lebih dari kemungkinan. Karena itu. "dzonny tsubuts" "dzonny dilalah". satu dalil Bagi kaum Muslimin. baik hal itu berupa "dzonny tsubuts" maupun "dzonny dilalah". maka tidak sah dipakai sebagai (akidah)". tak seorangpun ragu bahwa ayat-ayat AlQur'an datangnya dari Allah. Kecuali sunnah mutawatir. sehingga ada alternatif bagi manusia untuk memilih salah satu diantara yang dianggapnya mendekati mendekati kebenaran. Kedua macam hadits tersebut tidak sampai menunjukkan kepastian bahwa sumbernya adalah dari Rasul saw (masih ada unsur keraguan). masyhur) contoh yang lain tentang hal ini adalah hadits ahad yang diriwayatkan oleh seorang.makna suatu ayat tidak menjadi sempit karena sebab-sebab turunnya ayat. ulama madzhab Hanafiyyah.Sedangkan sunnah masyhurah (hadits (hadits masyhur) adalah hadits yang tidak sampai derajat mutawatir. sesuai dengan kaidah syara' yang mengatakan: ‫العبرة ُ بعموم ِ اللفظ ل ب ِخصوص السبب‬ ُ ِ ِ "Yang menjadi perhatian (dalam masalah hukun /tasyri') adalah umumnya lafadz. sebab hadits ini diriwayatkan oleh sekian banyak sahabat yang mustahil sepakat berdusta. Oleh karena itu. Tetapi tidak demikian halnya dengan Sunnah Rasul. tidak pernah memberikan kepastian. namun ia tidak sampai derajat mutawa tir. menolaknya". benarnya". dzon adalah sesuatu yang mengandung lebih dari satu kemungkinan. sebabnya" Seputar Dalil Dzhonny dan Hadits Ahad Makna Dzhon menurut arti bahasa adalah 9): "Keraguan yang timbul di antara dua alternatif. hadits masyhur disebut hadits . Atau juga "Penyebab seseorang menjadi ragu serta Penyebab " mendorongnya untuk memilih alternatif dan itu tidak pasti mendorongnya benarnya". (akidah)". bukan kekhususan sebabnya" 8). hadits mutawatir adalah pasti sumbernya dari Rasul saw. dua atau lebih dari shahabat.

Juga Imam al-Ghazaly. yang di antaranya terdapat empat orang Imam yang masyhur. dan lain-lain. karena ia tidak bisa mendatangkan keyakinan. melainkan hanya persan-gkaan belaka. maka ia tidak bisa dijadikan dalil terhadap hal-hal yang bertalian dengan terhadap persoalan akidah. al-Khatib al-Baghdady. Muhammad Abduh. al-Andalusi. Dalam hal ini kita mengikuti pendapat kedua yang mengatakan bahwa hadits Ahad tidak dapat menghasilkan keyakinan. al-Bazdawy. Tetapi jumhur ulama ushul menetapkan bahwa hadits ahad menunjukkan hal yang dzhon (persangkaan). Al-Qasimy. Abdullah at-Turki dari ulama khalaf. maka yang dihasilkannya hanya berupa sangkaan. Dr. Imam Syafi'i. Ibnu Abdis Salam. tingkatannya Tetapi dalam hal ini. dan Imam Ahmad bin Hambal -Hanifah. Ash-Shalah. dan Al-Qasimy. fiqih dan hadits. Al-Harits al-Muhasiby dan Sijistani. Salam.mutawatir yang qoth'i tsubut yang tingkatannya dekat keyakinan. An-Nawawy. al-Bazdawy. orang yang menolaknya tidaklah dikafirkan10). Asnawy. Tentang permasalahan hadits ahad. Karena itu. Sebab. Thahhan. sebagian besar ulama ahli hadits berpendapat bahwa hadits ahad menunjukkan ilmu yang kath'i dan harus diterima di bidang akidah serta harus diamalkan dalam segala bidang. Ulama ahli hadits misalnya. Dr Mahmud Thahhan. masalah akidah haruslah dibina di atas pengetahuan yang betul-betul diyakini. Ibnu Ash-Shalah. menurut salah satu riwayat dari dua pendapat beliau--. Allah sendiri membolehkan berbagai persangkaan itu. namun demikian ia wajib diamalkan setelah diakui tingkat keshahihannya. An-Nawawy. Sijistani. Quthub. Abduh. amalan" Juga Imam Al-Asnawy berkata11): "Pada dasarnya jika riwayat hadits ahad mendatangkan "Pada sesuatu. yaitu Imam Malik. Hanifah. Asnawy. Syafi'i. Imam Abu Malik. yakni cabang- . alal-Ghazaly. Ibnu Hazem al-Andalusi. Ibnu Abdil Barry dari ulama salaf. Sayyid Quthub. Tetapi hadits ahad tidak bisa dipakai dalam bidang aqoid (akidah). seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany. tetapi hanya terbatas dalam masalah amaliah. hadits Ahad hanya bisa dijadikan alasan (hujjah) bagi hal-hal yang berhubungan dengan amalan" 11). Imam Al-Bazdlawy mengatakan: "Selama hadits Ahad tidak menghasilkan pengetahuan "Selama yang dapat meyakinkan seseorang. Abu Daud AsAl-Asqalany. walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama hadits dan ulama ushul fiqih tentang kedudukan hadits ter-sebut. Demikianlah pendapat para ahli ilmu ushul.

Semua itu menunjukkan bahwa iman yang dituntut oleh Allah adalah iman yang yakin. yakin?" ‫الذين يقيمون الصلة ويؤتون الزكاة وهم بالخرة هم يوقنون‬ "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat. bukan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan (ilmu) semata.cabang agama (fiqih). Lukman akhirat" 4). Kaidah ini diambil berdasarkan dalil yang telah dijelaskan di atas serta berdasarkan pula pada ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menetapkan keimanan mereka hanya dengan keyakinan. Al-Maidah 50). Demikianlah kita dapatkan perkataan-perkataan para ahli ilmu kalam dan ushuluddin yang bersepakat mengatakan bahwa hadits Ahad tidak bisa menghasilkan keyakinan. Almeyakini" Jaatsiyah 4). Firman Allah: ‫أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما ً لقوم ٍ يوقنون‬ َ "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki. Oleh karena itu. keyakinan". "Dan pada penciptaan kamu. menunaikan "(yaitu) zakat dan mereka yakin adanya negeri akhirat" (QS. seperti kaidah-kaidah pokok/dasar agama (ushuluddin) ". pembenaran (tashdiq) yang pasti (jazim) (tashdiq) (jazim) dan muncul dari dalil (burhan) yang kath'i. dan pada binatang-binatang "Dan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tandatanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini" (QS. para ulama yang ahli di bidang ushuluddin telah menentukan suatu kaidah dasar untuk akidah yaitu: ‫العقائد ل تؤخذ إل ّ عن يقين‬ َ "Bahwasanya akidah itu tidak boleh diterima kecuali dengan dalil yang menunjukkan keyakinan". . Atas dasar inilah. penganutnya". dan "Apakah (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. (burhan) Berkenaan dengan itu. Imam Al-Ghazaly berkata12): "Iman adalah suatu pembenaran pasti yang tidak ada "Iman keraguan atau tidak ada perasaan bersalah yang dirasakan oleh penganutnya". ia tidak bisa ditetapkan sebagai suatu dalil akidah.

tidak boleh diingkari atau ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa iman Al-Hakim. tetapi belum mencapai tingkatan iman. sehingga “dzhonny” kabar ahad atau kabar masyhur yang shohih namun belum sampai ke tingkat mutawatir. 80 persen atau bahkan 99 persen. adalah pembenaran seratus persen tanpa ada unsur keraguan sedikiutpun. dalil". ketundukan". Sekitar Masalah Tashdiq dan I’tiqad Masalah tashdiq berbeda dengan masalah i'tiqad (iman). memang tashdiq itu bertingkat-tingkat. khabar ahad yang shahih apalagi yang masyhur. sehingga tidak ada keraguan sedikitpun (misalnya ada unsur dzhon) dalam iman. Muslim. Ia bolehboleh saja dipercayai (dibenarkan) sesuai dengan kekuatan kabar (riwayat) haditsnya. Imam An-Nasafy berkata13): "(Iman adalah) pembenaran hati yang sampai pada batas "(Iman kepastian dan ketundukan". 70 persen. bisa 50 persen. tergantung kekuatan keshahihan hadits. hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah lebih kuat sanadnya dari Al-Hakim. Demikiam pula Daud. 60 persen. Tashdiq adalah sekedar pembenaran. Sedangkan Syekh Mahmud Syalthout menyatakan14): "Iman adalah i'tiqad/pembenaran yang bersifat pasti dan "Iman sesuai den-gan kenyataan serta ia muncul dari dalil". Ada kaedah ushul untuk menyatakan hal tersebut: ‫عدم العتقاد ل يعني النكار ، وإنما يعني أن التصديق غير جازم‬ "Tiadanya i'tikad bukan berarti ingkar. Karenanya. tashdiq dibenarkan berdasarkan dalildalil yang “dzhonny” yang berupa per. tetapi "Tiadanya pembenarannya hanya tidak bersifat jazim (yang pasti) ". Sebab. Para ulama dalam menganggapi hadits ahad mempunyai empat pendapat15): a.Juga. tidak boleh diingkari. Hadits shohih yang ahad menunjukkan yakin walaupun tidak . Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Jadi masalah iman bukanlah sekedar pembenaran hati (tashdiqul kalbi). Tetapi perlu diingat di sini bahwa tidak diterimanya hadits ahad sebagai dalil akidah bukan berarti suatu pengingkaran terhadapnya. Oleh karena itu. sanadnya lebih kuat dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Daud.sangkaan belaka. tetapi pembenaran itu harus bersifat pasti berdasarkan dalildalil yang mem-bentuk keyakinan.

"Yang dikafirkan". Inilah pendapat Ibnu Ash-Shalah. Imam Ibnu Hibban mengatakan 16): "Yang menolak hadits masyhur tidak dikafirkan". yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Hadits shohih yang ahad tidak menunjukkan yakin. Sebaliknya tatkala aqidah Islam dibangun di atas dasar keraguan atau bercampur dengan unsur keraguan. Al-Ghazaliy. c. Yang terakhir ini adalah pendapat jumhur ulama. maka umat Islam pasti mengalami banyak perselisihan dan perpecahan.diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Abdis Salam. Ia hanya menunjukka dzhon (persangkaan). Al-Ghazaliy. Ibnu Nawawy. Hadits ahad shohih yang dishohihan oleh Bukhari dan Muslim dan hadits shohih yang masyhur dan atau mursal menurut para imam. Akibat perang pemikiran dan kebudayaan (al-ghazwul fikri dan (al-ghazwul al-ghawu as. Ibnu Abdil Barri dan lain-lain. Ia dibangun di atas landasan dan bukti-bukti yang jelas dan pasti kebenarannya. d. Oleh karena itu Salam. tak mampu dipatahkan oleh manusia manapun. Ijtihad mengandung alternatif. Al-Baghdady. karena memang ada dalil-dalil dzonny yang mengandung beberapa penafsiran. Padahal ijtihad hanyalah terjadi dalam lapangan hukum syari'at. Ini pendapat Ibnu Thahir AlMaqdisiy. aqidah Islam adalah aqidah yang tinggi dan mulia. Al-Khatib Al-Baghdady.tsaqafiy) yang dilancarkan Barat terhadap Islam tsaqafiy) dan kaum Muslimin. Ini pendapat Al-Hafiz Ibnu Hajar. b. menjadi umat yang tinggi derajatnya. “Juga bagi orang-orang yang mengingkari hadits Ahad “Juga tidak boleh dikafirkan. Hadits ahad shohih menunjukkan yakin jika hadits tersebut dishohihkan oleh Bukhari dan Muslim atau salah satu dari keduanya. orang yang tidak mengi'tikadkan hadits ahad (menjadikannya sebagai akidah) tidak dapat disalahkan apalagi dikafirkan atau dianggap sebagai golongan sesat. memang berdampak besar yang menyebabkan . tetapi tidak ada alternatif dalam aqidah. mulia dan selamat dari perpecahan. semuanya meya-kinkan. di antaranya Imam Nawawy. tetapi mereka hanya dipandang berdosa” 17). berdosa” Demikanlah. Aqidah semacam ini akan menjadikan kaum Muslimin tegak di atas dasar keyakinan. Apalagi jika persoalan aqidah ini kemudian dijadikan lapangan ijtihad.

dan buku "Islam sebagai Hadits" "Islam Aqidah dan Syariat" (terjemahan) oleh Mahmud Syalthout. Tetapi keberanian yang dimaksudkan adalah berani dalam berpendapat. mereka menghantam keyakinan umat dari segenap penjuru. "Pokok-pokok Hadits". Halaman 3. tabi'in dan generasi sesudahnya. halaman 100-102. kemampuan syariat Islam untuk memecahkan persoalan hidup. secara sadar atau tidak. Jil. halaman 33-34. halaman 56. Syariat" 12) Lihat kitab "Iljamul 'Awam 'An Ilmil Kalam" oleh Imam Al-Ghazaly. sosialis. atheis. keteladanan Muhammad saw. halaman 302-303.529 “As-Sailul 9) Lihat buku "Al-Adl Dloodl" oleh Muhammad bin Al-Qosim Al-Anbary "Al-Adl Dloodl" 10) Lihat kitab "Ushulul Tasyri' Al-Islamy" oleh Ali Hasbullah. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". bersikap serta senantiasa berdiri di atas dasar dalil atau hujjah dan kejujuran. hal. kitab "Ushulul Ahkam" "Ushulul Hadits" oleh Dr. relevansi Al-Qur'an.halaman "Islam Syari'ah" 84. Jilid I. kadla dan kadar. 13) Lihat kitab "Al-Aqoid Nasafiyah" oleh Iman An-Nasafy. oleh Prof Dr TM Hasby ash-Shiddiqy. halaman 105-106. halaman 379-380. kitab "Al-Ahkam fii Tadribul Raawy" "Al-Ahkam Ushulil Ahkam" oleh Al-Aamidy. Berbagai faham. hal.tergelincirnya pemikiran kaum Muslimin serta memudarnya nilainilai aqidah dalam diri dan kehidupan kita. 7) Lihat "Asy-Syaamil fii Ushuluddin". "Sejarah Tauhid". Al-Haramain. Mereka taburkan virus-virus kekufuran dan kemurtadan di tengan umat Islam.4 hal. 8) Lihat “As-Sailul Jarrar “ Imam Syaukani. misalnya faham kapitalis. T. halaman 614 “Al-Mu’jam 2) Lihat "Sejarah dan Pengantar Tauhid". Ahmad Syakir. 14) Lihat buku "Islam sebagai akidah dan Syariat" oleh Mahmud Syalthout. halaman 93-95. para sahabat. sebagai upaya memahami Al-Islam. "Ushulul Al-Islamy" 11) Lihat buku "Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits". misalnya dari celah-celah sifat Allah. . 112. Belum lagi serangan yang datang dari kaum orientalis dan generasi pelanjut mereka yang muncul dari kalangan putra-putri kaum Muslimin sendiri. ----------------------------------------------------------------------------1) Lihat kamus “Al-Mu’jam Al-Wasith jilid 2. Dengan cara demikian. Maka sudah saatnya umat Islam mencoba mengangkat mutiara Islam dari lumpur kehinaannya seraya menggosok sisa lumpur yang menyelimutinya.M Hasby Ash-Shiddiqy. halaman 86 5) Perbedaan cabang yang umumnya dalam bidang hukum-hukum fiqih. rezeki. disertai sarana dan kekuatan materi yang lebih dari cukup.Jilid I. malaikat. 15) Lihat buku "Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadits". "Tadribul Raawy" oleh Imam As-Suyuthy. Jilid I. kitab "Al-Ba'itsul Hatsits". komunis. halaman 322. 4) Ibid. sinkritisme dan lain-lain. Amin. 332 dan 339. mereka menghantam keyakinan umat Islam. Jilid I. 3) Lihat "Islam sebagai Aqidah dan Syari'ah" oleh Syaikh al-Azhar Mahmud Syalthout.Dr. halaman 35-40. halaman 52. Semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang lurus. Kumpulan dari mereka ini telah berhasil meragukan keyakinan kaum Muslimin tentang aqidah dan syariat Islam dengan cara merendahkan dan mencampuradukan konsep-konsep Islam dengan konsep-konsep kufur. oleh Prof. "Pokok-Pokok Hadits". 27-43. 6) Lihat Ibnu Hajar Al Haitsami. oleh Imam Al-Haramain. Keberanian dan usaha memahami suatu kebenaran adalah langkah awal persatuan dan kemenangan umat. Muhammad Ajaj Al-Khatib. di samping terkoyakkoyaknya negeri Muslim menjadi serpihan dan jauh dari persatuan Islam. Sudah saatnya umat ini mewarisi sikap-sikap generasi terdahulu. "Al fatawa" Jilid IV.

Hal seperti itu merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin". Aqidah inilah yang terkenal di kalangan kaum musli-min dengan sebutan “ arkanul iman” . hari akhir. dan ini merupakan suatu keharusan. Dengan cara seperti itu. Imam Syafi'i berkata1): "Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma'rifat mukallaf kepada Allah Ta'ala. di-dasarkan Namun perlu diingat bahwa penentuan suatu dalil naqli juga diingat ditetapkan dengan jalan aqli. maka adakalanya dalil bersifat “aqli” dan ada-kalanya bersifat “naqli”. Dalam hubungan ini. kitab-kitabNya. qadar baik buruknya dari Allah SWT”. Ibid Halaman 102-103. tergantung perkara yang diimani. juga kepada qadlo’ dan kitabNya. kriteria AQIDAH ISLAMIYAH Apakah Akidah Islam Itu ? Akidah Islamiyah adalah : “iman kepada Allah. indera. tergantung “aqli” “naqli”. para rasulNya. hari akhir. para rasulNya. SWT”.16) 17) halaman 100 dan 135. kitab-kitabNya. para malai-katNya. para “iman malaikatNya. iman kepada Allah. kitabkitabNya. maka ia harus di-dasarkan pada dalil naqli. Ibid Halaman 102-103. Kriteria dalil adalah seba-gai berikut : a) Jika yang diimani itu masih dalam jangkauan panca indera. bersifat b) Jika yang diamni berada di luar jangkauan panca indera. Namun setelah munculnya banyak iman” perdebatan di kalangan ulama ahli kalam tentang “qadho’ dan “qadho’ qadar ” maka sejak itu akidah Islamiyah telah menjadi enam bagian yaitu. Peranan akal dalam masalah keimanan . semua dalil tentang akidah pada dasarnya disandarkan pada metode aqliyah. penentuan dalil tersebut dilakukan melalui penyelidikan untuk me-nentukan mana yang dilakukan boleh dan mana yang tidak untuk dapat dijadikan sebagai dalil naqli. Oleh karena itu. Artinya. Adapun mengenai dalil-dalil akidah. ia bisa sampai kepada ma'rifat terhadap hal-hal yang ghaib dari pengamatannya dengan indera. Arti berfikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berfikir tersebut dituntut untuk ma'rifat kepada Allah. maka dalil kei-manannya bersifat aqli.

Karena keterbatasan akal dalam berfikir. dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal " (QS Al Jaatsiyat 35). Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-nya dengan air hujan itu bumi (tanah) sesudah matinya. Kuasa. Sebab. ayat-ayat Al-Qur'an adalah bukti eksistensiAllah eksistensiAllah (tentang adanya sang pencipta) dengan cara mengajak manusia memperhatikan mahluk-mahlukNya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda 2) : ‫تفكروا في خلق الله ول تفكروا في الله فإنكم لن تقدروا قدره‬ ْ "Berfikirlah kamu tentang mahluk Allah tetapi janganlah "Berfikirlah . pengembara di Tanah Arab) tatkala ditanyakan kepadanya"Denditanyakan kepadanya"Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?" Jawabnya: "Tahi Onta itu menunjukkan adanya onta dan bekas tapak tapak kaki menunjuk-kan ada orang yang berjalan. Islam melarang manusia untuk berfikir langsung tentang dzat Allah. meskipun dapat menjankui ciptaan-ciptaanNya. maka tentu saja akal tidak mampu menmenjangkauNya. manumanusia mempunyai kecenderungan (bila ia hanya menduga-duga tanpa memiliki acuan kepastian) menyerupakan Allah SWT dengan suatu dengan mahluk. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) bertebaran terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang (kekuasaan meyakini. Oleh karena itu. Sebab.Akal manusia mampu membuktikan sesuatu yang berada di luar jangkauannya jika ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk atasnya. seperti firmanNya : ‫إن في السماوات والرض ليآت للمؤمنين * وفي خلقكم وما يبث من د‬ ٍ ‫آيات لقوم ٍ يوقنون * واختلف الليل والنهار وما أنزل الله من السماء من‬ ٌ ْ ‫رزق فأحيا به الرض بعد موتها وتصرف الرياح آيات لقوم ٍ يعقلون‬ ٍ "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar "Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. Bukankah gugusan bintang yang ada di langit dan ombak yang bergelombang di laut menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. seperti perkataan seorang Badui (suku bangsa atasnya. kalau akal diajak untuk mencari dzatNya.

bagaimana Allah melihat. pengertiannya". atau mahluk aneh yang bertangan bertangan sepuluh dan sebagainya. Ketika Imam Malik3) ditanyakan tentang maknanya Istiwa' Allah (bersema-yamNya) di atas ‘Arsy ? beliau lama tertunduk (bersema-yamNya) dan bahkan mengeluarkan keringat. tabi'in dan ulama salaf. Juga. Inilah jalan yang ditempuh oleh imam Muhammadd bin Idris Asy-Syafi'iy. yang diutarakan Al-Qur'an dengan suara bulat. Ahmad Asy-Syafi'iy. pernah terlibat bertentangan paham satu sama lain dalam menghadapi masalah-masalah Asma’ Allah. bin Hanbal. Itulah sikap yang dipegang oleh para sahabat. semisal manusia. Apabila kita menghadapi suatu ayat/hadits yang menceritakan tentang (usaha) menyerupakan Allah dengan makhmakhluk. sebenarnya" Akal manusia yang terbatas tidak akan mampu membuat gambaran tentang Dzat Allah yang sebenarnya. bersemayam di atas arsy-Nya dan seterusnya. mendengar. Sebab. apapun. Sebab. dzat Allah bukanlah materi yang bisa diukur atau dianalisa. Mereka tidak menta'wilkannya. Ia tak dapat dianalogkan pada suatu bentuk materi dianalisa. karena ia memang berada di luar jangkauan akal. sifat-sifatNya. Me-reka menetapkan apa sifat-sifatNya. Imam Ibnul Qoyyim berkata2): "Para sahabat berbeda pendapat dalam beberapa "Para masalah.kamu pikirkan tentang Dzat Allah itu sendiri. Muhammad Abdul Hasan Asy-Syaibani. juga mereka tidak memalingkan menta'wilkannya. pengertiannya". Asy-Syaibani. Tetapi. Setelah itu Imam Malik mengangkat kepala lalu berkata: "Persemayaman itu bukan sesuatu yang tidak diketahui. . tetapi menanyakan hal tersebut adalah bid'ah". Hanbal. kaifiyat (cara)nya bukanlah hal yang dapat dimengerti.ia lebih baik kita serahkan kepada Allah. kamu tidak akan sanggup mengira-ngira tentang hakikatNya yang sebenarnya" . Padahal mereka itu adalah umat yang dijamin Padahal sempurna imannya. berbicara. mereka tidak imannya. perbuatanperbuatanperbuatan Allah. Kita hanya percaya dengan sifat-sifat Allah yang dikabarkanNya dikabarkanNya melalui al-wahyu. Sedangkan mengimaninya adalah wajib. maka kita tidak boleh mencoba-coba membahas ayat-ayat /ha/hadits tersebut atau menta'wilkannya. dan lain-lain. alhamdulillah.

Oleh karena itu akidah Islam perlu dijauhkan dari ilmu Mantiq atau filsafat agar tidak membahayakan akidah umat. Mereka juga menggunakan pula dalil aqli yang ber-dasarkan menggunakan ilmu mantiq untuk. terutama ahli ilmu kalam (Mutakallimin). tetapi mereka tetap beriman kepada Islam dan tetap bertolak dari dalil-dalil syara'. tanpa kembali kepada ketentuan Al-Wahyu. halaman 55. mereka lalu menta'wilkan Al-Wahyu yang termasuk dalam kategori mutasyabihat sesuai dengan kehendak akal dan i'tikad yang tujuannya untuk mensucikan Allah dan sifat-sifatNya secara tidak layak. Mereka tidak menjalani cara yang ditempuh oleh ulama salaf. sifatnya marfu’. halaman 9l5. 3) Lihat kitab "Fathul Barri" Jilid XII. Oleh karena itu. Pendapat-pendapat mereka (ahli ilmu kalam dan pilosof muslim) inilah yang telah meragukan umat terhadap beberapa hal yang berinilah berkaitan dengan masalah akidah. sanadnya "Al-Hidayah". takdir (keputusanNya). Mereka telah mencoba menggunakan akal untuk memecahkan permasalahan yang pernah dialami oleh para pilosof pilosof Yunani terdahulu.Kerusakan akidah umat Islam akibat pilsafat Yunani Ini berbeda dengan sikap dan pendapat ulama khalaf (Ulama Mutakhirin). Dengan menggaris bawahi bahwa sumber akidah hanyalah Al-Qur'an dan hadits-hadits mutawatir. misalnya. bisa diterima . Islam merupakan . keadilan Allah. Mulailah mereka melontarkan kembali masalah-masalah klasik. atau pembahasan bahwa iblis tidak akan kekal dalam neraka dan seterusnya. 2) Lihat buku "I'laamul Muuraqqiin" jilid I. atau hubungan antara sifat dengan Dzat Allah dan lain-lain. Meskipum ulama khalaf menempuh jalan yang tidak sesuai de ngan apa yang telah ditentukan Al-Qur'an. bahkan berhasil pula menyesatkan kaitan dan mengeluarkan sebagian kaum Muslimin dari Islam. dan keterbatasan ilmu Allah. dhoif tetapi isinya shahih. turunNya ke langit. Berbeda halnya dengan jalan yang ditempuh oleh para pilosof dan kaum Muslimin yang memandang dan fisafat Yunani sebagai tolok ukur /titik tolak akidah. 2) Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'im dalam kitab "Al-Hidayah". membahas bergeraknya Allah. seseperti Wihdatul Wujud (panteisme). "Fathul Barri" dinamika Aqidah Islamiyah Islam adalah jalan hidup yang sempurna. Mereka tidak puas dengan cara berfikir demikian. -------------------------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar" oleh Imam Syafi'i. membahas diamNya.

berikut keni'matan akhirat yang hakiki. maka harus dibangkitkan pada diri mereka semangat merealisasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengikatkan diri pada hukum syara'.ke seluruh penjuru dunia. dan tidak mampu lagi menyalakan semangat untuk mengikat-kan diri dengan hukum syara'. Hati mereka tidak lagi tergetar akan azab Allah atau merasa takut terhadap api neraka jahanam.sudah tidak lagi menarik. keni'matan-keni'-matan surga yang abadi itu -. Mereka juga telah kehilangan rasa rindu kepada surga. Akibatnya. terutama harta. Bagi mereka. kedudukan. Bahkan tidak lagi berpengaruh dalam kehidupan mereka. mau tidak mau aqidah kaum muslimin harus dibangkitkan.sebagai satu risalah yang universal -. mencita-citakan keridlaan Allah SWT sebagai nilai hidup yang tertinggi.pandangan hidup yang menentukan tingkah laku kaum muslimin dalam kehidupan sehari-hari.Manakala aqidah aqliyah pada diri mereka telah berfungsi . Agar kaum muslimin menyadari betapa pentingnya keterikatan dengan hukum syara'. Pan-dangan mereka tidak lagi mengarah ke langit tetapi telah terfokus kepada dunia. termasuk dominasi negara adikuasa atas negeri-negeri mereka yang telah memperalat penguasa mereka dan merampas harta kekayaan mereka. dan berjuang demi menyebarluaskan Islam -. Kondisi aqidah yang lemah ini telah menyebabkan berbagai bencana terus menerus menimpa diri kaum muslimin saat ini. cenderung hidup hanya untuk Islam. hingga mereka menerima berbagai kehinaan dan kenistaan. rasa cinta kepada isteri-isteri dan anak-anak. Demikian pula rasa takut terhadap azab Allah yang akan menimpa mereka apabila tidak menerapkan Islam dan tidak terikat dengan hukum-hukumnya. kaum muslimin tidak lagi menarik. Mereka mengalihkan perhatiannya kepada dunia dengan segala perhiasannya. Bangkitnya semangat tersebut hanya dapat terwujud dengan membangkitkan aqidah Islam dan menancapkannya kembali dalam diri kaum muslimin.yang tak pernah dilihat oleh mata manusia dan belum per-nah didengar oleh telinga -. kekuasaan. Oleh karena itu untuk menyelesaikan seluruh problematika tersebut. Aqidah kaum muslimin saat ini sesungguhnya benar-benar telah kehilangan gambaran tentang hari kiamat. Apalagi cahaya aqidah tersebut telah meredup dari hati kaum muslimin. Rasa rindu untuk hidup di mengikatkan bawah naungan Islam sangat diperlukan. serta sibuk mengejar kesenangan duniawi dengan melupakan Allah SWT.Mereka telah men-jadikan kebutuhan materi sebagai satu-satunya nilai hidup yang dikejarkejar. mulai dari lepasnya keterikatan terhadap hukum-hukum Islam. seraya dimantapkan dan dihidupkan kembali. ketidakberdayaan menghadapi hukum-hukum kufur yang berasal dari Barat. hidup dalam suasana ketakutan dan kepasrahan.

Jadi. keterikatan terhadap hukum syara' merupakan buah dari iman. Dengan demikian kaum muslimin akan takut terhadap ancaman azab neraka manakala . Sebab. Demikian pula harus dipahami bahwasanya meskipun tugas yang paling penting yang dibebankan pada pundak pengemban da'wah --yang berjuang untuk mengembali-kan pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT-. Semua ini tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan menanamkan aqidah aqliyah. serta menancapkan ide-ide yang tercantum dalam Al Qur’an dalam tercantum jiwa kaum muslimin. memberikan gambaran detailnya. maka sungguh semangat mereka akan kembali bangkit. Kaum muslimin akan kembali kepada Allah dan terikat pada syari’atNya. bukan berada di tangan makhluknya. Karena sesungguhnya yang mendorong mendorong melaksana-kan syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya adalah hasil dari gambaran detail aqidah tersebut serta sejauh mana tertanamnya dalam jiwa umat. Dari sini jelaslah bahwa lemahnya keterikatan terhadap hukum syara' dalam hubungan individu dan masyrakat merupakan akibat dari lemahnya semangat aqidah akliyah yang ada pada diri kaum muslimin. juga berusaha mewujudkan kesadaran umum pada diri berusaha kaum muslimin terhadap nilai-nilai dasar kehidupan menyangkut hubungan antar individu masyarakat. Sebaliknya.adalah mencurahkan tenaganya untuk menjelaskan betapa pentingnya nilai keterikatan terhadap hukumhukum syariat yang berhubungan dengan nilai-nilai dasar bagi kehidupan.kembali. Kaum muslimin akan melepaskan semua undang-undang thaghut (kufur) dan bahkan menumpas kepemimpinan penguasa mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya tanpa takut lagi akan rizki atau nyawanya sekalipun. Kerinduan mereka terhadap syurga dan segala keni'ma-tan yang ada di dalamnya akhirnya akan mampu mengalahkan kecintaan mereka terhadap kesenangan duniawi. apabila semangat iman ini makin kuat maka semangat keterikatan itu akan semakin kuat pula. Sebab mereka (kaum mus-limin) telah beriman bahwa rizki dan hidup berada di tangan Allah SWT semata. Mereka akan disiplin dalam melaksanakan perintahperintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. namun sesungguhnya hal yang paling penting lagi ialah bahwa mereka sesungguhnya harus memahami bagaimana cara menjelaskan pentingnya keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan kesadaran umum di tengah-tengah umat terhadap pentingnya keterikatan dengan hukum-hukum syara' tersebut. antara mereka dengan negara atau antara mereka dengan negara dan bangsa lain. apabila semangat iman itu makin lemah maka apabila keterikatannya pun akan menurun. Ketakutan mereka terhadap azab jahanam juga akan mengatasi rasa takut mereka terhadap para penguasa kufur dengan segala ancaman serta kekejamannya.

juga agar mem-bangkitkan kita apat menghidupkan kembali seman-gat ddan kerinduan umat terhadap pelaksanaan hukum-hukum Islam. Berikut ini ditunjukkan beberapa ayyat sebagai contoh tentang cara Al Qur’an yang berkaitan dengan hal ini: ‫فل وربك ل يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم ل يجدوا في‬ . mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. maka mau tidak mau harus meneladani cara yang ditempuh Al Qur’an Al-Karim dalam hal ini. Oleh karena itu. Oleh karena itu. ً ‫فسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما‬ "Maka demi Tuhanmu. senantiasa membicarakan masalah aqidah dan ideidenya. Mereka akan mengharap surga yang penuh ni'mat pada saat mengikuti syari’at dan terikat dengan hukum-hukumnya. meskipun perhatian Al Qur’an terfokus pada penerapan hukum-hukum syariat. Pada periode Madinah. agar kita dapat membuahkan hasil dalam mem-bangkitkan dan menggerakkan umat. ‫يردوكم بعد إيمانكم كافرين‬ "Hai orang-orang yang beriman. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. namun ayat-ayat yang diturunkan selalu mengingatkan kaum muslimin terhadap mengingatkan aqidah dan mengkaitkan hukum-hukum yang diturunkan tersebut diturunkan dengan iman. Pada saat itulah akan nampak keterikatan terhadap hukum-hukum syari’at dalam perilaku individu perilaku maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat. sehingga masya-rakat sudah terbiasa mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di siang maupun diturunkan malam hari. dan mereka menerima dengan berikan. bukan tanpa disengaja apabila Al Qur’an selama tiga belas tahun di Makkah selalu memfokuskan aqidah dan menanamkan ide-idenya. ‫يا أيها الذين آمنوا إن تطيعوا فريقا ً من الذين أوتوا الكتاب‬ . Hal ini disebabkan karena aqidah memiliki kedudukan paling tinggi dalam mewujudkan semangat dalam diri orang-orang yang beriman untuk melaksanakan perintah dan menerapkan hukumnya. sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah beriman " (Ali Imran: 100) ‫يا أيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون‬ "Hai orang-orang yang beriman. di bawah naungan sistem khilafah Islam. bersabarlah kamu dan .mereka menyim-pang dari syari’at Islam.

semua ini menjadikan manusia mengalihkan pandangannya ke langit dari yang semula sibuk mencari kesenangan duniawi.kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung " (Ali Imran: 200) ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل‬ "Hai orang-orang yang beriman. memiliki sikap komitmen dan mengikatkan diri pada hukum-hukumnya. bertarung melawan ide-ide kufur yang bertarung sudah merajalela berikut para penguasa thaghut yang bertindak sebagai musuh-musuh Islam. pemecahan. lalu kerinduan akan surga berikut keni'matannya yang kekal di dalamnya dari hal-hal yang diinginkan oleh setiap jiwa." (Al Mujadilah: 22) Ayat-ayat seperti ini. takut terhadap azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat. perintah atau larangan sesung-guhnya selalu dikaitkan larangan dengan aqidah dan semangat iman. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. Dari sinilah kaum muslimin bertolak untuk mengikatkan diri kepada hukum-hukum Allah. ketika menjelaskan sesuatu ide. Jadi. serta memberi dorongan untuk melaksanakan dan mengingatkan terhadap apa yang diinginkan diinginkan oleh ayat. diinginkan termasuk hal-hal yang indah dilihat mata. . Demikianlah jalan yang digunakan oleh Al Qur’an ketika menjadikan masyarakat menerima aqidah. Kaum muslimin akan siap melakukan perjuangan politik melawan setiap pemerintahan thaghut dan mau berjuang secara sungguh-sungguh untuk menumpas sistem pemerintahan kufur dan melepaskan diri dari dominasi mereka serta mengembalikan pelaksanaan hukum-hukum yang diturunkan diturunkan Allah SWT." RasulNya. istana-istana yang sangat indah berikut bidadari yang cantik-cantik dan gadis-gadis yang segar-segar. janganlah kamu saling memakan harta sesama-mu dengan jalan yang batil " (An Nisa: 29) ‫ل تجد قوما ً يؤمنون بالله واليوم الخر يوادون من حاد الله ورسوله‬ "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. hukum. pedihnya siksa neraka jahanam. Semua ini dapat memalingkan mereka memalingkan kepada hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan kepada surganya serta menjauhkan dirinya dari azab neraka. dan ratusan yang lainnya serta ratusan hadits yang mulia. pengaruh rasa takut terhadap Allah SWT.

sistemnya. adalah tidak ada yang patut disembah kecuali Allah sebab lafadz ilaah menurut pengertian bahasa dan syara' adalah : yang patut disembah. Untuk membangkitkan semangat aqidah dibutuhkan penjelasan tentang mafhum / persepsi atau ajaran pokok dalam aqidah Islam. kemudian menanamkannya ke dalam jiwa individu kaum muslimin. melenyapkan kekuatan negara-negara kafir berikut perundangundangan dan sistemnya. serta menafikan secara pasti penghambaan terhadap selain Allah. sehingga ia akan menolak untuk mentaati selain Allah. dijanjikannya kehidupan yang abadi di akhirat di surga maupun di neraka. serta adanya kewajiban mengemban da'wah/risalah Islam dll. tidak kepada yang lain. atau menjalankan hukum selain dari apa . juga mengharuskan ia membatasi ibadahnya hanya kepada Allah semata. yang dimaksud dalam kalimat syahadat pertama. Termasuk dalam pokok ajaran tersebut. Dan tatkala seorang muslim bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. karena ia tidak beribadah kepada selain Allah. laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). Allah SWT berfirman: ‫وما خلقت الجن والنس إل ليعبدون‬ "(Dan) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu " (Adz Dzariyaat: 56) Jadi. adalah suatu keharusan untuk menghidupkan kembali aqidah Islam pada jiwa kaum muslimin. Mafhum/ persepsi yang dimaksud di sini ialah mafhum 'ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah SWT) yang lahir dari mafhum uluhiyyah (ketuhanan). penciptaan jin dan manusia untuk suatu tujuan tertentu. Karena kepentingan inilah para Nabi dan para Rasul diutus. Apabila seorang muslim telah memahami persepsi ini. maka akan menjadikannya sangat berhati-hati dalam segala hal yang menjadikannya berkaitan dengan pengaturan urusan kehi-dupannya. Ajaran mendasar ini merupakan suatu ajaran yang terpen-ting dan paling berpengaruh dibandingkan dengan yang lainnya.Oleh karena itu. sesungguhnya dia telah mengesakan Allah dalam penghambaan maupun dalam pensucian. maupun yang menyangkut problematikanya. agar dapat mendorong komitmen mereka dan terikat dengan hukum-hukum syari’at serta bersegera merubah keadaan mereka. Jadi kalimat laa ilaaha baik menurut ketentuan bahasa ataupun syara' artinya adalah la ma'buuda (tidak ada yang patut isembah). juga karena setiap sesuatu yang dituntut untuk ditaatinya selain Allah atau mengajak orang-orang mengikuti selain petunjuk yang berasal dari Allah. pembalasan amal perbuatan manusia dan azab/siksaan. Oleh karena itu persaksian seorang muslim meng-haruskan ia untuk hanya beribadah kepada Allah saja.

Jadi siapa saja yang ingin membuat hukum.yang diturunkan Allah. ketundukan dan (pembuatan pasrah terhadap segala yang diperintahkanNya atau yang diladilarangNya. Allah SWT berfirman: ُ ُ ‫ألم تر الى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل اليك وما أنزل من قبلك‬ َ ُ ‫يريدون أن يتحاكموا الى الطاغوت وقد أ‬ ‫مروا أن يكفروا به ويريد‬ ِ . padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. mengesakanNya dalam tasyri' (pembuatan hukum) juga dalam ketaatan. Allah SWT berfirman: "Maka demi Tuhanmu. Sebab keterikatan kepada hukum-hukum syara' adalah hasil yang pasti dari keimanan dilihat dari segi mafhum ketuhanan. segala sesuatu yang dilaksanakan dari selain syari’at/perintah Allah. Oleh karena itu. kemudian mereka tidak merasakan keberatan dalam hati mereka terhada putusan yang kamu berikan.apakah dia sebagai penguasa maupun kedudukannnya aparatnya -. semuanya termasuk dalam kategori termasuk thaghut yang harus ditentang dan diingkari. bahkan diperang sampai lenyap dari permukaan bumi ini sehingga yang ada hanya syari’at Allah semata. yang kaum muslimin diperintahkan untuk mengingkari-nya. Oleh karena itu yang menunjukkan adanya 'ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah itu adalah terikat secara sungguhsungguh dengan hukum-hukum Allah. dan mereka menerima dengan sepenuhnya " (An Nisaâ: 65). apapun kedudukannnya -. sesungguhnya merupakan ketundukan dan penyerahan diri untuk mau diatur dengan hukumhukum thaghut. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. yang juga merupakan buah/hasil dari penghambaan diri kepada Allah SWT. ً ‫الشيطان أن يضلهم ضلل ً بعيدا‬ "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan beriman kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Dan setan diperintahkan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya " (An Nisaâ: 60) .sesungguhnya ia merupakan thaghut yang ingin merupakan menjadikan dirinya sebagai Tuhan selain Allah. sebagai akibat dari melupakannya. Melalaikan keterikatan terhadap hukum-hukum syara' adalah giliran yang pasti setelah melalaikan mafhum ketuhanan. jarang dipikirkan atau karena pemahamannya telah berubah.

Jadi. Dalil syara' tentang adanya malaikat adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. bukan sekedar aqidah ruhiyah semata. kitab-kitab (Allah). maka itulah bentuk ibadah mereka kepada para pendeta dan rahib itu. "Wahai orang-orang yang beriman. malaikat. karena pada ruhiyah hakekatnya aqidah ini mampu memancarkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang sangat dibutuhkan manusia dalam mengatur kehidupannya. melainkan sesungguknya kebajikan adalah beiman kepada Allah. Sebab. melaksanakan perintah-perintahNya. berimanlah (sungguh- . Tirmidzi no. dan melenyapkan setiap undang-undang dan penpenguasa thaghut." (HR. Tidak ada Ilah selain dia. Ali 'Imran 180). Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS. hari kemudian. baik di dunia maupun di akhirat. Yang menegakkan keadilan dan (disaksikan) oleh para malaikat dan ahli-ahli ilmu. MALAIKAT Dalil-Dalil Keimanan terhadap Malaikat Dalil iman kepada malaikat adalah berdasarkan dalil nakli. di antaranya adalah firman Allah SWT: "Allah telah terangkan bahwasanya tidak ada Ilah selain Dia. akal tidak pernah mampu menjangkau eksistensi malaikat. dan nabinabi" (QS." Sesungguhnya pengaruh mafhum ketuhanan pada diri kaum muslimin akan dapat mengembalikan posisi dan semangat aqidah Islam sebagai aqidah ruhiyyah (ritual) dan aqidah siyasiyyah (political). menjauhi laranganlarangan-Nya. Al-Baqarah 177). "Bukanlah kebajikan (namanya hanya) dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat. serta mendorong kaum muslimin untuk terikat dengan hukum-hukum Allah.‫إتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا ً من دون الله‬ "Mereka (Bani Israil) telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah " (At Taubah: 31) Rasulullah telah menjelaskan arti ayat ini sebagai mana tercantum dalam haditsnya "Sesungguhnya mereka telah haditsnya "Sesungguhnya mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkannya lalu kaumnya mengikuti mereka. 3095) itu.

yang menurut penjelasan Al-Qur'an. Tetapi wujudnya pasti. dan hari kemudian. Ada pula yang ditugaskan untuk mencabut nyawa. dzat malaikat yang sebe narnya tidak mungkin dapat dijangkau akal. mereka berada di langit dan di bumi dan saling berpindah tempat di antara keduanya. Jadi. merekalah yang mengatur alam semesta dengan idzin. Malaikat dan Asal Usul Kejadiannya Malaikat diciptakan Allah sebelum diciptakannya jin. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. kehendak dan perintahNya1). Misalnya ada yang ditugaskan untuk mengatur peredaran matahari. Ada pula yang ditugaskan untuk terbentuknya menjaga dan mengawasi setiap manusia. Adapun asal kejadian mereka. tanpa menerangkan bagaimana karakteristik (bentuk) cahaya (nur) tersebut. mengatur peredaran awan dan turunnya hujan. malaikat-malaikatNya. karena ia berada di luar jangkauan panca indera dan akal manusia. kitab-kitabNya. (Ketahuilah bahwa) siapa saja kafir terhadap Allah.sungguh) kepada Allah dan RasulNya dan (kepada) kitab sungguh) yang Dia turunkan kepada RasulNya. bulan dan bintang. An-Nisaa' 136). mengatur terjadinya proses peredaran terbentuknya janin di dalam rahim. sesungguhnya Al-Qur'an tidak menjelaskannya. Hanyasanya ia dijelaskan dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Imam Muslim bahwa malaikat itu dijadikan dari cahaya (nur). menghitung dan menulisi amal usaha manusia. serts kitab yang ALlah turunkan turunkan sebelumnya. Inilah tentara yang paling agung. Oleh karena itu. Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah2): Tugas-tugas itulah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Qayyim . dan tugas-tugas lainnya. rasulrasulNya. Sebab. bertugas di jahanam dan jannah. Oleh karena itu tidak perlu heran jika iman kepada malaikat diletakkan pada peringkat pertama setelah iman kepada Allah. manusia dan alam semesta. para malaikat adalah tentara Allah yang paling banyak dari malaikat segi kuantitas dan paling banyak dari segi tugas-tugasnya. Tugas-Tugas Malaikat Al-Qur'an dan Sunnah Rasul telah menunjukkan berbagai tugas malaikat yang bekerja menuruti perintah dan siidzin Allah untuk mengatur apa yang ada di langit dan bumi serta apa yang ada dan terjadi di antara keduanya.

Al-An'aam 61). "Atau. terkadang tugas-tugas pengaturan seperti itu dikaitkan dikaitkan (tersangkut nyata) terhadap Allah. dan siapakah pendengaran yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Yunus 3). Yunus 31). An-Nazi'aat 5). lalu utusan-utusan Kami mewafatkannya. seperti firmanNya: "Sesungguhnya Rabbmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari.Al-Jauziyah tentang tugas-tugas para malaikat. Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. Beliau berkata: "Allah telah mewakilkan para malaikat untuk mengatur langit dan bumi. seperti firmanNya: . "Atau. Allah SWT di dalam AlQur'an kadang menyebutkan bahwa pengaturan tersebut diserahkan kepada malaikat. Ini sama halnya dengan menyebutkan malaikat yang mematikan. terkadang disebutkan Al-Qur'an bahwa Allahlah yang mematikan makhluknya. atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan. "Juga perhatikan firmanNya yang lain: "Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi. Oleh karena itu. Perhatikan FirFirman Allah SWT: "Sehingga bila datang kematian pada salah seorang di antaramu. katakanlah: 'Mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?" (QS. sedangkan malaikat mengatur alam ini hanya menmenjalankan atau melaksanakan perintah saja. seperti FirmanNya: "Demi para malaikat yang mengatur urusan alam (ini)" (QS. Maka. sedangkan para utusan (malaikat Kami) itu tidak (pernah) lengah" (QS. (kepadaNya)?" "Jadi. Allahlah pengatur alam ini dengan perintah (idzin) dan kehendakNya. Mereka (para malaikat itu) bekerja dengan seidzin dan atas perintah Allah SWT. antaramu. malaikat tersebut hanya bertugas mencabut nyawa atas perintah Allah SWT. kemudian ia bersemayam di atas A'rasy untuk mengatur segala urusan" (QS.

" "Ada yang ditugaskan mengatur peredaran tata surya. Mereka melindunginya sewaktu manusia hidup dan mencabut nyawanya serta menghantarkan nyawa itu kembali mencabut kepada Allah yang menciptakannya. Malaikat ini adalah pimpinan umum dan sangat terkemuka di antara mereka. amal."Allahlah yang mewafatkan kematiannya" (QS. Ibnu Qayyim lebih lanjut menjelaskan: jiwa ketika datang "Sesungguhnya para malaikat yang bertugas dengan idzin Allah untuk mengatur urusan manusia sejak terjadinya proses pembuahan di dalam kandungan. dari pencampuran air mani dengan sel telur . Tingkatan Tugas dan Wewenang di antara Malaikat Mengenai tingkatan tugas dan wewenangnya... Az-Zumar 42)... Juga Ibnu Qayyim berkata: "Kitabullah dan sunnah menyebutkan jenis malaikat yang ditu gaskan mengatur urusan makhluk-makhluk yang diciptakan. Allah telah menugaskan sebagian malaikatNya untuk mengatur gununggunung (meletuskan atau memunculkannya). An-Naazi'at 1-5. Jibril (Jibrail). Ash-Shaffat 1-3)3).. ajal. sampai matinya manusia. bahagia dan mengikuti mencatat manusia dalam setiap keadaan.. alantoin. Al-Qur'an menye butkannya para malaikat tersebut sebagai berikut: 1. Mereka yang (Chorion. sengsara. Merekalah yang ditugaskan untuk memproses dan ditugaskan mengembangkannya tahap demi tahap sampai kepada bentuk manusia yang sempurna. mencatat rezekinya. Beliau menyebutkan ayatayat Al-Qur'an mengenai hal ini (Baca QS. Mereka jugalah yang menjaga ketika janin itu masih berada dalam tiga lapisan (Chorion. Dia sebagai utusan Allah kepada seluruh nabi dan rasul untuk menyampaikan Al-Wahyu dan petunjuk lainnya. . dan amnion) di dalam kandungan." Jadi malaikat adalah tentara Allah yang paling agung. Al-Mursalat 1-5. serta mencatat perkataan dan perperbuatannya. sedangkan sebagian lainnya ada yang ditugaskan untuk membawa awan dan lainnya menurunkan hujan. Adapula yang ditugaskan untuk mengatur semua proses yang terjadi di dalam rahim...

punya kekuatan yang luar biasa. seperti yang diceritakan dalam ayat Al-Qur'an: "Dan ditiuplah sangkakala. Isrofil. Malaikat ini ditugaskan untuk meniup sangkakala (ashshur). 3. 2. yang mempunyai kekuatan. Tugasnya diterangkan dalan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi4) dengan sanad yang hasan: "Ketika Rasulullah bertanya kepada Jibril.. Ia juga mempunyai kedudukan yang kuat di sisi Allah dan mendapat tempat mulia di sana. . Malaikat ini dipatuhi oleh bawahannya. Inilah malaikat yang diserahi tugas mengatur pembagian rereki rereki semua mahluk di seluruh alam. 4) Lihat buku "Syu'abul Iman" oleh Thabrani dan Baihaqi. Ia senantiasa meletakkan mulutnya pada tempat peniupan sangsangkakala. Mikail.Malaikat ini sangat perkasa. Az-Zumar 68). pemimpin yang bijaksana dan sangat dipercaya Allah SWT. maka matilah siapa saja yang berada di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah. sebagai tindakan berjaga kalau-kalau mendadak ada perintah dari Allah. yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki 'Arsy. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya" (QS.cw9 SWT.cw9 "Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Dengan sekejap mata. namun ia tetap setia kepada tugasnya. At-Takwir 19-21). Beginilah contoh kepatuhan para malaikat malaikat kepada Allah. jemu atau sejenisnya. apa tugas malaikat Mikail? Jibril menjawab:(Iaditugaskanuntuk malaikat mengatur) tumbuh-tumbuhan dan hujan". maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. Peniupan sangkakala itu sangkakala dilakukan dua kali. bosan.. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. ia dapat mengarungi angkasa yang mahamahaluas hingga "Sidratul Muntaha" (berada di langit ke tujuh) sampai kembali ke bumi ketika memimpin dan menuntun perjalanan isra' mi'raj nabi Muhammad saw. Ia sedikitpun sedikitpun tidak lelah. Entah berapa juta tahun keadaannya seperti demikian.

Tugas ini telah ditegaskan dalan Al Qur'an: "Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu. Inilah dua malaikat yang senantiasa setia mendampingi manusia manusia pada posisi kanan dan kiri. Malaikat sebelah kanan menulis segala perbuatan baik. maka niatnya itu dihitung (dicatat) sebagai satu amal kebaikan. seorang duduk di sebelah kanan dan yang perbuatannya. maka akan perbuatannya itu dicatat pada buku harian dan akan diangkat (dihapus) jika ia bertaubat dalam jangka waktu tersebut. Sedangkan yang kiri menulis segala perbuatan buruk. sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qur'an: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya. selama sehari semalam. As-Sajadah 11). lain duduk di sebelah kiri. tidak terlambat sesaatpun. sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu. Al-An'aam 61).4. Izrail. Dijelaskan pula bahwa malaikat ini mempunyai bawahan (pem(pembantu) yang setia. dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya" (QS. ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami. yaitu yang melanggar batas-batas ketentuan agama (syara'). dan diutusNya kepadamu malaikatmalaikat penjaga. Keduanya bertugas menulis segala sesuatu yang dilakukan manusia. patuh dan ta'at kepadanya. bila ia tidak bertaubat. walaupun belum terlaksana. Malaikat-malaikat tersebut dijelaskan tugasnya di dalam Al-Qur'an: tugasnya "(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. Malaikat ini bertugas mencabut nyawa (roh) makhluk hidup (bila telah tiba ajalnya). Bila ia berniat melakukan yang baik. Dua Macam Malaikat Penunggu Manusia (Raqib dan Atid). Kemudian hanya kepada Rabbmu kamu pasti dikembalikan" (QS. 5. Juga apabila ia melakukan maksiat. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu melainkan .

Allah berfirman: "Dan tidak Kami jadikan penjaga jahanam itu melainkan dari malaikat. At-Tahrim 6). Mereka bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan dan untuk jahanam. tidak ada yang mengetahui jumlahnya. peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah keluargamu manusia dan batu (berhala). 7. Malaikat-malaikat ini banyak jumlahnya dan tak perlu diceritakan panjang lebar. Malaikat-Malaikat di Jahanam. Dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan menjadi cobaan bagi orang-orang melainkan kafir. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Allah sebagai perumpamaan?" membiarkan sesat orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk . supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengapenyakit (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini dikehendaki sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah. 6. keras. dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu diperintahkanNya mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. Mereka bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan jannah. Mereka disebut juga malaikat "Za"Zabaniyah". Malaikat-Malaikat di Jannah.hadir" (QS. Jumlah dan Kekeliruan Manusia terhadap Wujud Malaikat Pada hakekatnya malaikat itu jumlahnya sangat banyak. Qaaf 17-18). ArRa'd 23). Sikap mereka digambarkan dalam firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman. "Sedang malaikat masuk ketempat-tempat mereka (ahli jannah) dari semua pintu (untuk melayani mereka)" (QS.

menghindarkan diri dari tergelincir ke menghindarkan jurang kemaksiatan. bahkan mereka telah menyembah jin. Azpertanggungjawaban" Zukhruf 19). sifat-sifat malaikat yang dicontohkan manusia sebagai makhluk lemah. Al-Jauziyah.kepada siapa yang dikehendaki-Nya. serta selalu bertasbih siang malam terus kemaksiatan. Lihat kitab "Ikhsyatullahfan min Masya'idil Asy-Syaithan" oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Misalnya ditinjau dari segi hubungan mereka dengan manusia. Dan jahanan melainkan saqar itu tiada lain adalah peringatan bagi manusia" (QS. Allah telah membantah pandangan mereka dengan tegas: "Malaikat-malaikat itu menjawab: 'Mahasuci Engkau. Juga dari segi lain. -----------------------------------------------------1) Kata-kata yang digarisbawahi adalah usaha untuk 2) menghindari kesalahfahaman dalam menafsirkan seolah-olah malaikatlah yang mengatur segala sesuatunya. Apa mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? menyaksikan Kelak pasti dituliskan (bohongnya) kesaksian mereka dan mereka pasti dimintai pertanggungjawaban" (QS. Engkaulah pelindung kami. yaitu bertindak sebagai pelaksana tugas dan memiliki kekuatan dahsyat. Di antara sifat-sifat itu adalah mereka senantiasa patuh. halaman 125-128. Iman kepada malaikat sangat berpengaruh besar dan dahsyat dalam diri manusia. Jilid II. Saba' 41). "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang hambahamba Allah Yang Mahapemurah itu dianggap perempuan. menerus. tahu tentara Tuhanmu melainkan dia sendiri. tetapi para malaikat itu selalu patuh dan taat kepada Allah. merekalah yang menolong dan melindunginya. takut kepadaNya. Dan tidak ada yang dikehendaki-Nya. Dalam ayat ini disebut bahwa mereka adalah tentara Allah. bukan mereka. mempunyai sikap dan sifat yang hormat dan mulia. 130-132. memintakan ampunan pada Allah atas dosa-dosa manusia yang beriman. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka itu Ilah. beribadah dan bertasbih serta senantiasa berdzikir kepada Allah. AlMuddatstsir 31). menyelamatkannya dari godaan syaithan. yaitu sejak manusia lahir sampai mati. Kebanyakan dari mereka beriman kepada jin itu" (QS. mencatat amal perbuatannya. . Seluruh malaikat. Mereka bukanlah anak-anak Allah atau gadis-gadis Allah seperti apa yang dipercayai oleh sebagaian bangsa Arab dahulu. takut dan taat kepada Allah.

Alsesungguhnya. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. Tidak demikian halnya dengan kitab-kitab samawi lainnya yang tidak bisa dibuktikan berasal dari Allah. membenarkan apa yang sebelumnya. dapat difikirkan dijangkau atau dibuktikan. halaman 38-49. KITABULLAH Seorang muslim beriman dan percaya kepada semua yang dituditurunkan dan diwahyukan oleh Allah SWT. Sebab. Isa As. hanya Al-Qur'anlah yang dipelihara oleh Allah SWT dan sekaligus berfungsi sebagai penghapus syariatsyariat nabi dan rasul sebelumnya. "Dan Kami telah turunkan Al-Qur'an dengan membawa kebenaran. berupa kitab dan apa yang difirmankanNya kepada beberapa rasul berupa shuhuf (lembaran). kepada Di antara kitab tersebut. maka Al-Qur'an adalah kitab yang berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Kitab-kitab besar yang berasal dari firman Allah SWT seluruhnya seluruhnya berjumlah empat kitab suci. Kami benar-benar memeliharanya" (QS. At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. Sementara itu. adalah misalnya apa yang diberikan Allah kepada nabi Ibrahim as. kitab-kitab tersebut tidak mengandung mukjizat yang bisa dijangkau akal manu sia pada . yakni Al-Qur'an yang diturunkan diturunkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw. Dan sesungguhnya. bagian "Macam-Macam Malaikat dan Tugasnya". yakni berupa lembaran-lembaran. dan Injil diturunkan kepada hamba Allah dan rasulNya. Al-Maidah 48). putuskanlah perkara mereka menurut (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah dan diturunkan janganlah kamu mengikuti hawanafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah datang kepadamu" (QS. Beriman kepada kitab-kitab Allah mempunyai sandaran yang berasal dari pemahaman dalil akli dan nakli. Hijr 9). firman Allah SWT dalam bentuk lain. Ali Usman. Al-Qur'an adalah suatu kenyakenyataan yang bisa dijangkau panca-indra dan akal. Adapun mengenai penjelasan dalil dalil tersebut. yaitu kitab-kitab (yang turun sebelumnya) dan sebagai standard terhadap kitab-kitab tersebut. Maka.3) Lihat buku "Makhluk-Makhluk Halus Menurut Al-Qura'n" oleh HM. Az-Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud As.

kitab-kitab. Juga. rasulrasulNya dan hari kiamat. Al-Baqarah 177). malaikatmalaikat. kepada Allah. Semua mereka telah beriman kepada Allah. Al-Baqarah 2). "Kitab (Al-Qur'an) ini. malaikat-malaikatNya. (Dan mereka berdoa): 'Ampunilah kami. (Mereka itu berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasulNya'. Siapa saja yang kafir sebelumnya. kitab-kitabNya. Sebab. beliau yakin bahwa kitab tersebut adalah sebagai satu-satunya mukjizat terbesar sekaligus bukti . Tetapi sesungguhnya kebaktian itu adalah beriman kepada Allah. demikian pula orang-orang yang kepadanya beriman. tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada Kitab-kitab yang Allah telah turunkan kepada RasulNya. melalui malikat Jibril as. Dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami ta'ati'. "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. nabi-nabi . baik yang diberitakan dalam Al-Qur'an maupun yang tidak diberitakan. Adapun dalil akli yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah diwahyukan Allah SWT kepada nabi dan rasulNya. Kedua hal ini telah menunjukkan suatu mukjizat yang amat menakjubkan dan besar. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian. maka sesungguhnya orang tersebut telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. Petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS.. Muhammad saw. serta kitab yang turunkan Allah telah turunkan sebelumnya. adalah berdasarkan bukti dari segi ketinggian bahasanya (Al-Qur'an) dan isi yang dikandungnya. Walaupun demikian. Al-Baqarah 285). malaikat-malaikatNya. hari kiamat.setiap masa. tidak ada keraguan padanya. Rasulullah saw telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya untuk menandingi Al-Qur'an. kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya. terdahulu. Bahkan untuk itu. yakni berdasarkan (ditunjukkan) oleh Al-Qur'an dan hadits rasul yang pasti. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah dalil nakli.. ya Rabbi kami. An-Nisaa' 136). kita wajib mempercayainya bahwa kitab-kitab tersebut pernah diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. Nabi yang membawanya tidak menjadikannya menjadikannya (Taurat atau Injil) sebagai bukti tentang kenabiannya. dan kepada Engkaulah tempat kami kembali" (QS." (QS. seperti Firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman.

baik sebelum turunnya AlQur'an maupun sesudahnya. Al-Ankabut 50-51). Kekalahan itu telah disepadisepakati oleh ahli sejarah secara meyakinkan. Karena itu.kenaabiannya sebagai utusan Allah. Juga hal itu tercatat dalam sejarah dakwah Islam bagaimana kekalahan mereka dihadapan Al-Qur'an. cukuplah sudah Al-Qur'an itu sebagai bukti tentang kenabian dan kebenaran dakwah Rasulullah saw. Dan sesungguhnya aku ini hanya seorang pemberi peringatan yang nyata" (QS. akan sebenarnya tetapi orang-orang dzalim itu telah mengingkari ayat-ayat Allah" (QS. Ayat ini secara jelas menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat bagi Rasulullah saw. Katakanlah (Hai Muhammad): RabbNya?'. Tetapi. Tantangan tersebut telah menyebabkan mereka terdorong untuk mencoba berbicara atau membuat seperti Al-Qur'an. dalam gaya bahasa Al-Qur'anpun mereka tidak mampu. untuk meniru apalagi mengubah mengherankan. (tetapi janganlah bersedih) karena mereka sebenarnya bukan mendustakanmu. ternyata sungguh mengherankan. Beliau tidak perlu lagi sebagai memperlihatkan mukjizat lainnya. Peristiwa itu diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ankabut 50-51: "Dan orang-orang kafir Makkah berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat (benda lainnya) diturunkan dari RabbNya?'. yaitu mereka tidak mampu menelurkan satu perkataanpun yang senilai dengan Al-Qur'an. padahal mereka adalah orang-orang Arab yang terkenal fasih dibidang sastra. Setiap orang yang memiliki pengetahuan walaupun sedikit tentang bahasa dan sastra Arab dengan seluk beluknya. Kenyataan itu diabadikan dan dinyatakan . Al-An'aam 33). sebagaimana tercantum dalam firmanNya: "Sesungguhnya. memang sudah sepatutnyalah mereka kalah dan mengakui kebenaran Muhammad saw. berbicara (syair. Kami tahu bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkanmu. Kehebatan Al-Qir'an dengan segala aspeknya telah menyebabkan mereka "tersungkur" mengakuinya. Tetapi yang terjadi. puisi dan lain-lainnya). walaupun orang-orang Quraisy meminta bukti (mukjizat) selain Al-Qur'an itu. akan menemukan bahwa Al-Qur'an merupakan bentuk ungkapan bahasa menemukan yang istimewa dan belum pernah ada orang-orang Arab yang istimewa mengungkapkan perkataan seperti itu. meskipun Al-Qur'an telah menantang mereka. bahwa orang-orang Arab telah gagal meniru. dan bantahan apapun menjadi patah dihadapan tantangan tegasnya. 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah.

Al-Israa' 88).Al-Qur'an sendiri: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. Pernyataan seperti ini kita temukan dalam firman Allah sendiri. Aldipungkiri Qur'an merupakan mukjizat yang paling besar di antara mukjizat mukjizat-mukjizat nabi Muhammad lainnya dan yang paling ampuh untuk menaklukkan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau. Lebih daripada itu. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. Ia menantang semua manapun. bila orang Arab sendiri tidak mampu menandingi Al-Qur'an. ucapan-ucapan dan karangankarangan yang tertulis manapun. Al-Qur'an merupakan mukjizat paling tinggi yang tidak bisa dipungkiri atau diselewengkan oleh siapapun. Al-Qur'an memiliki sajak yang berbeda dengan syair-syair yang ada. bagaimana mungkin ia dikarang oleh Muhammad saw. orang dengan mengatakan: "Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin . Berdasarkan kepastian yang meyakinkan di atas bahwa kaum Quraisy dan bangsa Arab secara keseluruhan tidak mampu membuat satu ayatpun yang serupa dengan Al-Qur'an. padahal ia nabi yang buta huruf (ummi). yakinlah kita bahwa Al-Qur'an terbukti berasal dari Allah dan ia merupakan kalamullah Yang Mahakuasa. sedangkan dia sering menunggu datangnya Al-Wahyu jika menghadapi suatu persoalan? datangnya Dalam masalah ini Imam Syafi'iy berkata1): "Mukjizat Nabi kita Muhammad saw itu amat banyak yang tak mungkin dapat dihimpun seluruhnya oleh buku ringkas ini. sedangkan Al-Qur'an mengandung khabar masa depan dan sains teknologi yang baru diungkapkan manusia pada abad ini? Juga. Sebab. Keyakinan dan bukti seperti itu menyebabkan orang-orang tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah perkataan perkataan Muhammad saw. berbeda dengan isi pidato-pidato. bagaimana mungkin Al-Qur'an diciptakan oleh Muhammad. maka Rasulullahpun sama tidak mampunya dan sama-sama orang Arab juga. walaupun Muhammad saw adalah orang Arab. Yang penting kami kemukakan di sini adalah tentang AlQur'an.

terwujudlah kesatuan umat di bawah undang-undang yang meletakkan hukum serta menegakkan keadilan di muka bumi ini. juga ibadah-ibadah lainnya. mempersatukan mereka dengan mengajarkan Al-Qur'an dan perkataan-perkataan yang penuh hikmah. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat dan kenabian Muhammad saw". Kiranya sudah banyak diketahui bahwa Al-Qur'an menunjukkan aqidah yang benar. Padahal jumlah kaum kafir yang memusuhi Islam demikian banyaknya. Kitab suci yang jelas ini dan merupakan wahyu Allah. buta huruf dan hidup dalam budaya berhala yang nista. walaupun sebuah surat yang paling pendek sekalipun. Ia juga telah pemikiran mengubah wajah sejarah manusia dan membangun suatu umat yang lemah menjadi perkasa. sekalipun bahasa yang dipergunakan oleh AlQur'an adalah bahasa mereka. pasti mereka tidak dapat membuat yang serupa dengannya. membina keluhuran budi dan menjelaskan prinsip hukum sosial dalam kemasyarakatan dan pemerintahan serta prinsip hukum perdata dan pidana. mendarah daging dalam kebodohan. sekalipun seluruh dari mereka membantunya" (QS. Dengan karunia Allah dan petunjuk Al-Qur'an. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam Al-Qur'an dan umat yang telah menerimanya sebagai ajaran kehidupan. Ternyata mereka tidak sanggup menjawab tantangan tersebut. ternyata telah mampu mengangkat umat lain. telah mampu mengadakan revolusi mental dan sosial serta mengubah pemikiran manusia selama empat belas abad. datangkanlah satu surat saja yang serupa dengannya". Padahal tantangan itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan menentangnya. atau dengan mengeluarkan harta dan menyerahkan jiwa. baik yang masih terbelakang .berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini. "Kemudian tantangan itu semakin tegas dengan mengatakan: "Maka. Beliau dapat menyembuhkan. Ia juga menjadi pandu bagi umat dan menjadi misi universal sebagai puncak mahkota keagungan. nabi Muhammad saw telah membangkitkan taraf pemikiran bangsa Arab yang tadinya tenggelam dan terpecah belah dalam fanatisme jahiliyah. saw". Tetapi hingga kini belum muncul satupun tandingannya. Dengan petunjuk itu. ke arah penghidupan yang gilang gemilang. menerangi mereka dari jalan sesat ke jalan lurus dan menyatupadukan barisan yang tadinya cerai berai. Al-Israa' 88).

Injil dan ilmu-ilmu" oleh Moris Puk Nabi Dan Rasul Pengantar Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih di antara umat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusanNya kepada umat manusia untuk menyampaikan syariat agama Allah. 2) Lihat buku "Qur'an. menjadi bangsa beradab dan berkebudayaan jahiliyah. politik dan lain-lain. Tidaklah mengherankan bahwa kemajuan umat masa Tidaklah lampau disegala bidang ilmu dan budaya. strategi perang. menjadi Bangsa Arab maupun Ajam (non Arab) yang tadinya hidup dalam kegelapan jahiliyah. dan meperingatkan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). akhlak yang terpuji dan istikomah (berpegang teguh) terhadap ajaran Allah SWT.maupun yang telah maju peradabannya. seperti astronomi. apalagi setelah terbukti di dalamnya terdapat banyak ayat yang membuktikan berbagai membuktikan berbagai penemuan baru pada abad mutakhir kini dan sebelumnya2). Pengakuan akan kebenaran Al-Qur'an juga dicetuskan para cendikiawan barat dari berbagai disiplin ilmu. Taurat. tinggi. Padahal kalau ditilik dari sejarahnya. Cukuplah bukti bahwa mukjizat Al-Qur'an telah mampu menyemenyebabkan orang menjadi beriman. yaitu agama yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa khabar gembira kepada umat manusia tentang kenikmatan abadi yang telah Allah sediakan untuk mereka bila beriman kepada Allah dan RasulNya. Juga Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang dasar kehidupan mereka dan untuk mengajak manusia kepada kebenaran. halaman 59-60. Sebagian besar dari mereka telah tunduk dan mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab adalah suci (Al-Wahyu) yang bersumber dari Allah. tidak sejarahnya. dahulunya masih banyak yang buta huruf. disebabkan karena AlQur'an telah menunjukkan bermacam ilmu. antara lain dalam bentuk ibadah yang benar. berilmu dan juga tidak pernah belajar dari bangsa lain. . Akbar". syariat. serta memberikan teladan pada tingkah laku yang baik dan mulia bagi umat manusia. sebelumnya ------------------------------------------------1) Lihat buku "Fiqhul Akbar". Semua itu secara jelas membuktikan bahwa Al-Qur'an absolut kebenarannya sebagai wahyu Allah. Bangsa yang buta huruf telah menjadi bangsa yang berilmu dan mampu memimpin dunia. menunjukkan bermacam sejarah.

maka ia disebut nabi. tetapi mempunyai pengertian yang berbeda dan berarti. Apakah nabi hanya diutus Allah untuk melaksanakan agama Allah untuk dirinya sendiri. mungkinkah seorang nabi tidak diberikan tugas kepadanya untuk menyammenyampaikan wahyu kepada umat manusia. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat berarti dan prinsipil. disampaikan Secara singkat dapatlah disebutkan bahwa rasul adalah orang yang disebutkan diperintahkan untuk menyampaikan syari'atnya sendiri. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat rasul-rasul sebelumnya". Sayyidina Muhammad saw adalah nabi dan rasul. maka dapatlah dikatakan bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. ia tidak diberikan syari'at yang baru. bahwa nabi dan rasul. keduanya menerima wahyu dari Allah. Sebab. Tetapi jika tidak diberikan tugas demikian." (QS. kemudian jika ia diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu itu untuk manusia. Betul. Namun yang paling istimewa pada diri beliau adalah kenabian dan kerasulannya . Sedangkan rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari'at baru untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri. Tetapi nabi Harun adalah nabi. sebelumnya) Allah SWT berfirman : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak pula seorang nabi.. maka ia disebut rasul. sedangkan nabi diperintahkan untuk menyampaikan syari'at rasul yang lain diperintahkan (rasul sebelumnya)1). Memang kebanyakan ulama berpendapat bahwa nabi atau rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dilaksanakan terutama untuk dirinya sendiri. bukan rasul. Sebab. Arti nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya sya riat rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu.. Al-Hajj 52).. Pendapat ini terasa ganjil terdengar. Imam Baidlawi menafsirkan ayat itu sebagai berikut2): "Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari'at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. (menjalankan) Dengan batasan yang jelas ini. Contoh untuk itu adalah nabi-nabi Bani Israil yang diutus dan bertugas di antara nabi Musa dan nabi Isa..Pengertian nabi dan rasul Walupun tugas nabi dan rasul adalah sama dari segi tugas pemyampaian wahyu.

serta apa yang diberikan kepada nabinabi dari Rabbnya. Juga. Artinya kita wajib percaya bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi dan rasul sebelum Muhammad saw. Al-Qur'an hanya menerangkan (menceritakan) sebanyak 25 nabi dan rasul saja. Mereka itulah yang wajib kita ketahui satu persatu. Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberpa rasul sebelum kamu. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (QS. nama mereka dan di mana mereka bertugas. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNy" (QS. kita percayai kenabian dan kerasulannya. Semua nabi dan rasul sebelum Muhammad diutus Allah untuk suatu . Karena itu tidaklah kuat untuk dijadikan pegangan dalam bidang akidah. seperti hadits ahad). Tetapi ia hendak harus berdasarkan dalil-dalil yang kath'y3). Tetapi riwariwayat tersebut adalah bukan riwayat hadits muttawatir. kita tidak perlu mengetahui berapa jumlah mereka seluruhnya. Ya'kub dan anak cucunya. Ishak.diutus untuk seluruh umat manusia. wajib pula persatu. Al-Mukmin 78). Ismail. malainkan ia juga wajib percaya kepada semua nabi dan rasul sebagaimana firman Allah SWT: "Katakanlah (kepada orang-orang Mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami. Seorang muslim tidak hanya wajib percaya kepada nabi Muhammad saw. Memang dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya. siapa namaseluruhnya. dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124000 orang. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran Risalahnya Secara global (umum) kita diwajibkan Iman kepada para nabi dan rasul. Al-Baqarah 136). Sebab. dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim. akidah tidak boleh berlandaskan dalil-dalil yang dzonny (yang belum pasti kebenarannya. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa. kepadamu" Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah hanya memperkenalkan sebagian dari para nabi dan rasulNya. dan jumlah rasul ada 315 orang.

mengetahui" Dan Rasulullah saw menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir ra: "Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukkan bagi kaumnya sendiri (khusus). pastilah tidak ada kekhawatiran atas mereka. dihari kiamat. Sesungguhnya Allah Mahapenerima taubat lagi Mahasayang. Kemudian jika datang petunjukKu. risalah dakwah mereka terbatas dan bersifat lokal. wilayah missi dakwah dari seorang nabi serta masa berlaku syari'atnyapun juga terbatas sampai datangnya rasul datangnya penggantinya. Serta sabda Rasulullah saw: "Aku adalah penghulu anak Adam. dapat dibuktikan dengan . Turmudzi). Kami Mahapenerima berfirman: 'Turunlah kamu dari Jannah itu. Dan ditanganku ada panji-panji pujian. nanti. Kenabian Adam as dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya: "Kamudian Adam menerima beberapa kalimat dari RabbNya. Tetapi kebanyakan manusia pemberi tidak (mau) mengetahui" (QS. Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia". Tentang keuniversalan risalah nabi Muhammad saw.bangsa tertentu (baik satu atau beberapa generasi dari suatu generasi bangsa tertentu) dan untuk suatu periode tertentu. Daerah atau tertentu. maka siapa saja yang mengikuti petunjukKu. Maka. maka mereka berada di bawah panji-panjiku" (HR. Al-Baqaarah 3738). antara lain: "Dan Kami tidak mengutusmu melainkan bagi umat manusia seluruhnya. (tetapi) tidak ada kebanggaan di sini. kekhawatiran dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. Allah SWT telah menegaskan sendiri dalam AlQur'an pada beberapa ayat dan surat. (tetapi) tidak ada kebanggaan pada diriku. sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Adapun kenabian Muhammad saw. kecuali risalah dakwah nabi Muhammad saw yang bersifat universal. Tidak seorang nabipun. Allah menerima taubatnya. Saba' 28). Semua nabi dan rasul. baik ia nabi Adam As atau nabi yang lain. Awal dari para nabi adalah Adam as dan akhir para nabi adalah Muhammad saw.

sehingga tidak lagi nabi dan rasul sesudahnya sampai kiamat. maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. sesudahku". Nabi Muhammad saw adalah Penutup Nabi dan Rasul Di samping kita percaya kepada kenabian dan kerasulan Muhammad saw. tidak ada nabi dan rasul sesudahku". yang telah membungkam orang-orang kafir. Ia adalah Kalamullah. Hadits nabi mutawatir yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik. Hal itu menjadi dalil yang yakin bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul. Al-Baqarah 23). Dalam ayat ini jelas bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. Allah SWT berfirman: "Dan jika kalian (tetap) meragukan Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad saw). ia berkata: Malik. Di kalangan kalangan umat Islam sejak sahabat hingga kini. bahkan sampai akhir jaman nanti wajib mentaati konsensus bahwa nabi dan rasul penutup (akhir) adalah Muhammad saw. apalagi rasul. Karena itu tidak akan ada nabi sesudah nya. tingkatan rasul lebih tinggi dari tingkatan nabi 4) 2. . "Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Sebab. Dan adalah Allah Mahatahu segala sesuatu" (QS. suatu mukjizat hanya diberikan Allah kepada para nabi dan rasul. Hadits Mutawatir: a. Maka. Firman Allah SWT: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. tetapi dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. yaitu Al-Qur'an. kita wajib percaya pula bahwa nabi Muhammad saw adalah "khatamunnabiyyin" (penutup para nabi). terdiam tak mampu menandingi atau medatangkan satu surat saja semisal Al-Qur'an. Sebab. 23). Al-Ahzab 40).mukjizat yang abadi. Konsensus umat Islam mengenai hal ini adalah berdasarkan: 1. jika kalian orang-orang yang benar" (QS.

Disebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad saw adalah 'khatimannabiyyin'. tetapi bertanya: "Mengapa engkau belum memasang batu bertanya: bata itu?' Nabipun berkata: 'Sayalah batu bata (terakhir) itu. mengaguminya. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. (terakhir)". dan sayalah penutup para nabi". Sebab. Ahmad Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Hurairah: Hurairah: "Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebelumku sebuah rumah. orang(-orang) yang mengklaim dirinya sebagai nabi maka orang itu telah sesat (menyimpang) dari akidah Islam yang jelas-jelas menegaskan bahwa nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dengan nash penutup . Oleh karena itu. yakni penghabisan nabi (penutup) segala nabi". Selanjutnya Jamaluddin Muhammad Al-ANshari mengatakan: "Merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits mutawatir di atas. Dengan demikian anggapan Faham Qadiyani yang mengatakan bahwa sesudah Rasulullah saw masih ada nabi adalah jelas keliru (sesat) dan tidak Rasulullah berdasarkan pengertian bahasa Arab dan syara'. Khatim dan khatam adalah di antara nama (yang diberikan kepada) diberikan nabi Muhammad saw di dalam Al-Qur'an. Ia menulis sebagai berikut: "khitam". maka mereka telah sesat dan kafir. Jamaluddin Muhammad Al-Anshary5). Pemahaman Pemahaman Qadiyani tentang kalimat "Khatamunnabiyyin" adalah cap (stempel) untuk nabi-nabi sebelumnya adalah sangat keliru. Dalam dua hadits di atas dijelaskan bahwa kenabian dan kerasulan itu telah terputus sama sekali. seorang ahli bahasa Arab yang paling terkenal dengan kamus "Lisanul Arab" ia mengatakan bahwa kata "khatam" mempunyai arti yang sama dengan kata "khatim" dan "khitam". untuk Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya. Dan Muhammad saw adalah khatim (penghabisan/akhir) dari segala nabi. pengertian kalimat ini menurut bahasa Arab adalah "Nabi penghabisan (terakhir)". kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah Muhammad saw. "Khitam dari suatu kaum serta khatim dan khatamnya adalah penghabisan dari mereka. nabi". diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang disiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu.b.

lihat buku "Koreksi Total Terhadap Ahmadiyah". Akidah". kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. oleh Abdullah Hasan Al-Hadar. Lihat buku "Studi Islam" oleh Drs Masyfuk Zuhdi. 6) 7) Lihat kitab "Jami' Al-Ushul fie Ahadits fie Rasul" oleh Ibnu Atsir Al-Jasrir. baca "Ahmadiyah dalam Persoalan" oleh Fawzy Sa'ied Thaha. Semuanya Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah saw itu. Akbar". dan buku "Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah". halaman 390. Ia mengada-ada syariat baru dan menyatakan bahwa ia menerima wahyu serta mengarang kitab yang disebutnya sebagai wahyu Allah7). HARI KIAMAT Seorang muslim beriman dan percaya bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya. Muslim dan Ahmad dari Abi Hurairah6): "Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Maka. "Ilahmu adalah Ilah yang satu. adalah Mirza Ghulam Ahmad. "Anwaruttandzim". Hamka Haq Al Badry. Lihat Tafsir Imam Baidlawi "Anwaruttandzim". Untuk lebih jelas. Ahmadiyah". jilid I. halaman 42. adalah mereka . Orang ini mengklaim dirinya sebagai nabi sesudah Muhammad saw. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah". Jilid IV. jauh-jauh hari Rasulullah saw telah memberitakannya memberitakannya dalam sebuah hadits dan diriwayatkan oleh Bukhari. Sejarah". Mengenai orang-orang yang mengklaim dirinya nabi sesu dah Muhammad. Drs.yang kath'i tsubut dan kath'i dilalah". -----------------------------------------------------------1) 2) 3) 4) Lihat buku "Fiqhul Akbar". 5) Lihat Jamaluddin Muhammad Al-Anshari dalam kamus "Lisanul Arab" Juz XV. Cetakan Mesir. 1300 Hijriyah. halaman 57. oleh Masyfuk Zuhdi. Halaman 55. bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat. Juga. Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" Juz V. halaman 470 dan buku "Studi Islam" Jilid I: "Bab Akidah". halaman 66. Juz X.

Sebab.S. juga apakah masih ada atau tidak kehidupan sesudah mati. An-Nahl 22). Iman kepada Hari Kiamat adalah iman kepada hari berbangkit. kalian benar-benar pasti dibangkitkan. bukan dalil akli. pasti merasakan siksa yang pedih di dalam jahannam. Dasar pemahamannya adalah berdasarkan dalil nakli. Orang yang taat dan shaleh. At Taghaabun 7). Setiap orang diperhitungkan amal perbuatannya. juga kepada Hari Kiamat. pasti menerima pahala kebahagiaan dalam kehidupan jannah yang penuh kenikmatan abadi. kemudian Allah pasti menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati. maka manusia tidak mengetahui apakah ada atau tidak hari kebangkitan sesudah mati. yaitu waktu berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam semesta yang fana ini. maka Rasulullah menjawab: 'Hendaklah engkau beriman kepada Allah. Hari Kiamat adalah berdasarkan sesuatu yang tidak terjangkau panca indera manusia. akal tidak mampu menemukannya dengan pasti berdasarkan usaha penginderaan terhadap sesuatu. Tanpa adanya berita tentang Hari Kiamat dari Al-Wahyu. Bukti-bukti adanya Hari Kiamat adalah berasal wahyu (ayatayat) Allah dan hadits rasul.S. Hal demikian adalah mudah bagi Allah" (Q. Katakanlah. Semua akan dikumpulkan untuk menghadap mahkamah pengadilan Allah yang Mahatinggi. Sedangkan orang-orang yang maksiat kepada Allah. Oleh karena itu. Allah yang Mahakuasa akan membangmembangkitkan segenap makhluk ciptaanNya. Pada saat dan hari itu. Hadits ketika jibril mengajarkan kepada Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khattab: "Ketika Jibril menanyakan kepada Rasulullah tentang iman. 'Tidak demikian. Demi Tuhanku. para RasulNya. membangkithidupkan . untuk apa ada hari kebangkitan itu. para malaikatNya.yang hatinya ingkar (akan keesaan Allah dan Hari Kiamat) sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang sombong" (Q. serta bagaimana bentuk kehidupan sesudah sesudah mati itu? Dalil-dalil nakli yang menjelaskan tentang Hari Kiamat tersebut di antaranya adalah: "Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak dibangkitkan. Dan hendaklah engkau beriman kepada Qadla-Qadar yang baik dan buruk (dari Allah)". kitab-kitabNya. kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'.

Ketiga ayat pada surat. Dengan kata lain menurut Maulana Muhammad Ali. menurut takwilnya. Ia merujuk kepada keadaan langit dan bumi pada hari akhir nanti. Dan Dia Mahatahu tentang segala makhluk" (QS. dan mengembalikan ruh sebagaimana pada jasad seperti sedia kala. menunjukkan bahwa pada hari akhir bumi langit dan manusia diganti dengan yang lain. dan Al-Waqi'ah 58-62. melainkan badan baru dan berbeda sama sekali dengan yang terdahulu. Sebab. yang dibangkitkan dari kubur itu bukanlah badan manusia ketika ia ditinggalkan oleh nyawanya.tulang belulang yang telah hancur. Menurut Maulana Muhammad Ali (seorang tokoh Ahmadiyah 1)). ia berten tangan dengan nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang menjelaskan menjelaskan . Ayat-ayat Al-Qur'an yang dijadikan sandarannya adalah surat Ibrahim 48. Keadaan Manusia Ketika Berbangkit Ada yang mempersoalkan kebangkitan manusia dari kubur. dan dia lupa kepada kejadiannya. mengembalikan jasad yang telah menjadi tanah sebagaimana asalnya. yang dihidupkan kembali (bangkit) dari kubur adalah badan (wadag) yang telah menjadi tanah (membusuk) ditinggalkan oleh nyawanya (roh) dahulu ketika (membusuk) manusia hidup di bumi. bahwa ia bukanlah bumi dan langit dunia yang dahulu. tetapi serupa dengan bentuk terdahulu dalam kondisi yang berbeda pula dengan kondisi di dunia. Menurut faham Ahlussunnah. akhirat Pendapat tersebut tidak dapat diterima. Al-Israa' 99. Yasin 78-79). Ia katakan: 'Siapa pula yang sanggup menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh itu?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Ilah yang menciptakannya kali yang pertama. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Madjah dari Jabir ra: ra: "Setiap hamba akan dibangkitkan menurut keadaan ketika ia mati (di dunia)". apaapakah ia bersifat materi ataukah immateri (spiritual). nyawa seseorang nanti tidak kembali kepada badannya yang lama (di dunia) tetapi akan masuk kepada badan baru di akhirat2). Keterangan ini berdasarkan firman Allah: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami.

Tirmidzi. pada hadits nomor 39515). Ayat ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menunjukkan ada nya perubahan bentuk manusia pada Hari Kiamat. Ibrahim 48). serta Sunnah Rasul: "Sesungguhnya (ahli jahanam) kepadanya akan ditumpahkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka. Sedangkan ayat-ayat yang dijadikan dasar bagi Maulana Muhammad Ali tidaklah dapat dijadikan dijadikan dasar yang benar. tetapi ayat tersebut menjelaskan kekuasaan Allah untuk menggantikan . dan An-Nisa 24. Ahmad. apalagi manusia dalam bentuk terdahulu ketika ia mati. Lihat "Kanzul Ummal". orang-orang yang dzalim itu tidak menghendaki selain kekafiran (belaka)" (QS. terutama surat Ibrahim ayat 48: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit. Al-Isra' 99). Sedangkan dasar surat Al-Waqi'ah 58-62. Dalam ayat tersebut tersebut hanya bumi dan langit saja yang berubah. dan (Dia) telah (pula) menetapkan waktu tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka. Al Kahfi 48. Seluruh ayat tersebut menunjukkan bahwa semua manusia berberkumpul di Padang Mahsyar dengan keadaan dan bentuk yang sama seperti ketika ia hidup di dunia. sampai-sampai itu menghancurkan tubuh bagian dalam mereka dan mengeluarkan segala organ bagian dalam. Al-Hakim dari Abi Hurairah. ayat ini bukanlah menjemenjelaskan penggantian bentuk badan manusia di akherat. tidaklah sukar menciptakan langit dan bumi yang baru. oleh Al-Burhan Furi. Setelah itu (tubuh rusak tersebut) diciptakan kembali (untuk selanjutnya menerima siksaan yang berulang-ulang" (HR. sedangkan manusia tidak berubah sama sekali. Al-Qur'an menyatakan hal tersebut. Bagi Allah. Begitu pula dasar yang diambilnya dalam surat Al-Isra'ayat 99: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allahlah pencipta langit dan bumi adalah kuasa (pula) pencipta menciptakan yang serupa dengan mereka. dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke Hadirat Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa" (QS.bahwa yang akan dibangkitkan dari alam kubur adalah nyawa manusia dari badan yang dahulunya hidup di dunia. bukan badan lainnya. misalnya dalam surat Ibrahim 48-50.

Namun tanda-tanda Hari Kiamat tersebut telah dikemukakan secara banyak dan rinci. antara lain: Banyaknya mode pakaian telanjang. yakni . Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS. Perpecahan umat Islam /negerijabatan. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu ada di sisi Allah'. negeri Islam akibat fitnah oleh musuh-musuh Islam. Al A'raaf 187). Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.manusia di dunia (mengganti suatu bangsa yang melanggar perintah Allah dengan bangsa yang patuh terhadap perintah Allah). Munculnya Dajjal di tengah umat Islam untuk menyesatkan manusia. Waktu Hari Kiamat Manusia selalu bertanya kapankah terjadinya Hari Kiamat. Peperangan antara umat Islam dengan Yahudi yang berakhir dengan kemenangan di fihak kaum muslimin. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di (huru-haranya langit dan di bumi. Jumlah orang beriman sedisedikit. Firman Allah SWT: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'Bilakah terjadinya?Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan terjadinya?Katakanlah: tentang kiamat itu ada pada sisi Rabbku. kapan terjadinya. Turunnya Nabi Isa as untuk meluruskan ajaran Nasrani (ajaran Trinitas. Munculnya Muhammad Al-Mahdi di bumi untuk menegakkan keadilan dan kekuasaan umat Islam. Zina dan minuman memabukkan serta kejahatankejahatan lain merajalela. Kehancuran pemerintah Khilafah Islamiyah dan akan kembali jaya dan berkuasa Khilafah dikemudiann hari sehingga kaum Muslimin menguasai pusat kekuasaan Katholik Nasrani di Roma dan tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Tanda-tanda Hari Kiamat Hadist-hadits Rasulullah saw yang bersumber pada wahyu Allah tidak pernah menerangkan dengan pasti kapan terjadinya Hari KiaKiamat. Perhiasan masjid yang berlebihan dan suara hiruk-pikuk lebih sering terdengar di Masjid. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Jawabannya: hanya Allah yang tahu dengan pasti dan tepat. Penyalahgunaan jabatan.

tetapi peperangan itu akan berakhir dengan kehancuran tentara Ya'juj dan Ma'juj oleh Allah dengan kemenangan di fihak kaum Muslimin (ini terjadi pada masa Nabi Isa masih hidup). Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. membunuh Dajjal. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (dua bangsa dari sebelah Timur) menyerang kaum muslimin bagaikan air bah. Terjadi gempa bumi di Timur /Barat dan seluruh Jazirah Arab. Nasib Manusia pada Hari Kiamat Al-Qur'an menerangkan bahwa Hari Kiamat terjadi setelah ditiupnya sangkakala pertama oleh Malaikat Isrofil. sangkakala. kemudian beliau kawin lalu meninggal dan dikuburkan dekat makam Rasulullah saw. pada saat itulah pintu taubat tertutup. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)" (QS. Orang-orang atheisme telah meragukan Hari Kiamat setelah tergambar dalam otaknya bagaimana kesulitan yang akan dihadapi Allah ketika akan menghitung amal perbuatan manusia yang begitu banyak. menegakkan kebenaran dan keadilan menegakkan berdasarkan syariat Islam. maka matilah apa yang ada di langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. disertai munculnya api di daerah Yaman. Pada saat itulah Kiamat yang sesungguhnya terjadi. Firman Allah SWT: "Dan ditiuplah sangkakala. munculnya Daabbah (binatang ajaib) yang dapat berbicara kepada manusia untuk menunjukkan kepalsuan dan ketidakbenaran ajaran semua agama selain Islam. serta memperingatkan orang-orang memperi yang tidak percaya dengan ayat-ayat Allah (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah). kemu dian Allah akan mengirimkan kabut tipis yang menyebabkan kematian seluruh kaum muslimin dan tinggallah orang-orang kafir (jahat). mengislamkan orang Nasrani. Sikap ini tumbuh karena mereka tidak berfikir bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi tanpa merasa lelah sedikitpun. Kemudian ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya agar semua makhluk berdiri dan menuju Padang Mahsyar untuk perhitungan amalnya. Az-Zumar 68). Matahari akan terbit dari arah barat dan itu terjadi setelah Nabi Isa wafat. semua makhluk binasa kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Pada saat ini. sehingga orangorang berlari ke arah Syam dan di sini mereka mati setelah ditiup sangkakala. menhancurkan salib-salib. Firman Allah SWT: .menuhankan Nabi Isa).

para Rasul dan Nabi. Pada hari hisab. maka ia pasti diampuni dosa-dosaNya. Dia tahu jumlah makhluk sebelum diciptakan sesuatu diciptakan. "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sesungguhnya Allah dirinya membersihkan siapa saja yang dikehendakiNya dan mereka dikehendakiNya tidak dianiaya sedikitpun" (QS. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik (menyekutukan itu bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Ia juga akan disaksikan oleh ayah-ibunya. Apakah adanya hisab menjadi sesuatu yang menyusahkan baginya. Segala gerak yang dilakukan mamusia mulai dari mata. telinga. para Malaikat. Allah mengampuni semua dosa manusia kecuali dosa syirik. Semua jumlah bilangan yang banyak itu hanya Allah SWT saja yang sanggup menghitungnya. Al-Zalzalah 4).An-Nisaa'48). Sebab. Qaaf 38). neneknya dan kawan-kawannya. serta tidak satu lembar daunpun yang jatuh ke tanah melainkan diketahuiNya (QS. segala sesuatu akan disaksikan oleh Allah SWT. Sebab. kaki. berapa jumlah butir pasir di sepanjang pantai dunia. Al-Isra' 14). semuanya mendapat penilaian dari Allah dan akan dibalas. bina tang dan semua makhluk. Dia Yang Mahatahu. kejahatannya dan keburukan yang pernah dikerjakan. Al-An'aam 59). Allah SWT berfirman : "Bacalah kitabmu sendiri yang pada hari itu cukuplah menjadi saksi" (QS. Allah Mahatahu berapa jumlah tetes hujan yang jatuh ke bumi. tangan dan segala sifat jasmani dan rohani (hati). serta berapa jumlah bayi yang lahir ke dunia sejak dahulu sampai sekarang. hidung. sejak nabi Adam hingga makhluk terakhir. misalnya untuk menghitung semua amal manusia ketika hidup. Mahakuasa dan Mahakaya. Orang-orang yang beriman kepada Allah. "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Dia). dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan" (QS. seluruh manusia. Siapa saja yang . tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. "Pada hari itu semua berita akan bercerita sendiri" (QS."Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. mulut. Sedangkan manusia telah terbukti tidak sanggup menghitung tetes hujan yang turun ke bumi.

membuka aurat di depan umum dan berteriak-teriak di jalanan. Mereka Mereka yang merampas harta orang lain. kebangsaan. Maka. mengomel. maka mereka termasuk orang-orang berdosa. Betapa mudahnya seseorang terlepas dari api jahanam. serta berbagai persoalan keluarga. An-Najm 32). mencuri. Semua bentuk perbuatan itu pasti diadili. Ketika itu tidak ada partai dan golongan. membunuh. mengukur dan menimbang secara curang. diketahui Allah. Mereka yang mengetahui di kanan kirinya banyak orang miskin. Bukhari dan Muslim dari Adiy: Bukhari Adiy: "Jauhkan dirimu dari api jahanam walaupun dengan bersedekah sebiji korma. Kedzaliman antar manusia di dunia merupakan dosa yang tidak terhindarkan. berjual beli secara bathil. ia akan diadili dengan seadil-adilnya.menyekutukan (sesuatu) dengan Allah. Dan jika tidak mendapatkannya. menganiaya. janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dan Dia lebih mengetahui (keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. hubungan antara majikan dengan buruh yang buruk. (Karena) (Karena) Dialah yang Mahatahu siapa yang bertaqwa" (QS. sesuai dengan firman Allah SWT: "Dan tidaklah mereka tahu bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya? Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman" (QS. An-Nisaa' 116). Mereka yang berdosa besar maupun maupun kecil. maupun berdagang. berpolitik. perbuatan Sesungguhnya Rabbmu Mahaluas ampunanNya. Semua hal kebangsaan. sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad. berbisik. maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya" (QS. maka cukuplah dengan perkataan yang baik". Mereka yang bekerja tidak benar ketika bergaul. tersiksa dan memerlukan bantuan tetapi ia membiarkannya. Namun. . "(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji selain kesalahan-kesalahan kecil. memperkosa. Mereka tidak diampuni dosa-dosanya. Adapun orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya. kesukuan. Az-Zumar 53).

ada batas (Al-A'raaf). penghuni Al-Araaf ini penghuni suatu waktu pasti dimasukkan Allah ke dalam jannah. Tetapi akan berbeda terhadap orang-orang yang jumlah amal kebajikan seimbang dengan amal bejahatan. bergunjing. Kenikmatan Jannah Kehidupan di dalam jannah adalah abadi. semua pasti diadili dan mendapat hukuman Allah pada Kahri Kiamat. menuduh seseorang tanpa bukti. Orang-orang yang jumlah dosanya lebih banyak daripada amal kebajikannya. Mereka akan ditempatkan di suatu lokasi yang disebut Al-Araaf. zakatnya. maka mereka akan ditangguhkan. berjudi dan berzina. penuh kesenangan . Rasulullah saw mendapat bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tarmidzi dari Abu Hurairah: Hurairah: "Tahukah engkau siapakah orang-orang miskin itu? Mereka adalah umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan shalat. tuduhan yang semena-mena tanpa bukti. Kemudian ia ditenggelamkan ke dalam jahanam". maka mereka berkata: 'Ya Rabbi kami. menyia-nyiakan waktu. kata-kata yang keluar tanpa makna. sampai batas waktu yang tidak disebut ditentukan. maka mereka pasti disiksa dalam api jahanam. Dari tempat ini. Dan (masuk dalamnya). serta 1001 macam persoalan kehidupan manusia. Mereka belum boleh memasukinya. Dan (kenikmatan mereka berseru (kepada) warga jannah: 'Salaamun 'alaikum'. padahal memasukinya. sehingga semua perbuatannya itu menyebabkannya ia telah menghilangkan kebaikannya. Namun. menyakiti orang lain. SeSedangkan orang-orang yang jumlah amal kebajikannnya lebih banyak daripada amal kejahatannya. "Dan di antara keduanya (penghuni jannah dan jahanam). mereka ingin (sekali) segera (masuk ke dalamnya). janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang yang dzalim itu'" (QS Al-A'raaf 46-47).Segala caci maki. apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni penghuni jahanam. mengkritik dengan maksud buruk. mereka dapat menyaksikan bagaimana pedihnnya siksa jahanam dan bagaimana pula kenikmatan yang diperoleh oleh penghuni jannah. berhuberhutang tetapi tidak mau membayar. tetapi mereka telah mencaci maki. Dan di atas Al-A'raaf itu ada orangorang yang mengenal masing-masing kedua golongan itu dengan ciri-ciri (kenikmatan yang) mereka (peroleh). maka mereka akan mendapat balasan kenikmatan di Hari Kiamat. tidak dimasukkan ke dalam jannah atau jahanam. shaum. (QS Al Araaf dimasukkan 46-47).

peliharalah diri dan keluargamu dari api jahanam yang bahan bakarnya adalah . alangkah baiknya tempat shabartum).dan kenikmatan. Pada waktu itu manusia akan melihat Rabbinya. Ia berpakaian yang tidak senang lepas. suami. para famili. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah: Hurairah: "Siapa saja yang masuk jannah. "(yaitu) jannah 'Adn. bersama orang-orang shalih dari para bapak. maka ia pasti merasakan senang dan tidak pernah putusasa. Tentang sifat-sifat jannah. Itulah hari kekekalan" (QS Qaaf 34). masa remaja yang tidak pernah pudar. Sementara mereka dari semua pintu. (sambil mengucapkan): 'Sejahtera atas kalian seluruhnya karena kesabaran kalian' (Salaamun seluruhnya 'alaikum bimaa shabartum). dan para cucunya yang beramal shalih dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Para malaikat akan masuk dari kegembiraan segala penjuru dengan menyampaikan salam. Maka. Allah SWT berfirman: "Masukilah jannah itu dengan aman. Sementara itu. yang dinyata kan Rasulullah saw sebagai bentuk yang Mahaindah. dan hati manusia tidak pernah menghayalkan sesuatu hal yang ada sebelumnya". istri dan anak cucu mereka. telinganya mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar sebelumnya. Siksaan Jahanam Tentang siksaan terhadap orang kafir dan dzalim di dalam jahanam. istri. terakhir itu" (QS Ar Raad 23-24). para malaikat masuk ke tempat mereka. "Dan buah-buahan yang banyak. Penghuni jannah akan bertemu dengan ayah. Juga di dalam jannah berlimpah buah-buahan yang tidak putus-putusnya dan tidak pernah terhalang. matanya melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang beriman. tempat mukim mereka. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak dilarang mengambilnya" (QS AlWaaqi'ah 32-33).

(tubuh) manusia dan bebatuan. Adzab Jahanam adalah Siksaan Fisik Kenikmatan Jannah adalah Kesenangan Sempurna Siksaan jahanam adalah abadi dan kekal. Kepada mereka lambung . Allah SWT juga mengingatkan kepada manusia bahwa siksa jahanam amatlah pedih. Al-Mukmin menyala-nyala)" 71-72). Sedang kedudukan orang-orang munafik. lalu mereka dibakar di dalam api (yang menyala-nyala)" (QS. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. (Kemudian mereka dimasukkan) ke dalam air yang sangat panas. maka dirasakan pernyataan tersebut terbantah dengan memperhatikan firman Allah pernyataan SWT: "Ketika (itu) belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. maka kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam jahanam. Siksaan di jahanam maupun kenikmatan di jannah merupakam akibat perbuatan manusia di dunia. bukan secara roh. "Pada hari itu dipanaskan emas perak di dalam jahanam. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" (QS An-Nisaa' 56). An-Nisaa' 145). penjaganya para malaikat yang kasar. Semua itu dirasakan secara fisik. "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (tempat mereka) berada pada tingkatan yang paling bawah dari jahanam. Tentang pendapat bahwa kenikmatan maupun siksaan pada kedua tempat tersebut dirasakan manusia dalam bentuk roh. mereka berada di kerak jahanam yang paling bawah. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru) supaya mereka merasakan adzab. jahanam "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami. keras. Setiap kali kulit mereka hangus. lambung dan punggung mereka. (dan) tidak (pernah) membantah kepada Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka diperintahkanNya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS AtTahriim 6). seraya mereka diseret. lalu lelehan (emas dan perak) itu (dipakai) untuk membakar dahi.

"Sekali-kali tidak. Bukhari Muslim). Sesungguhnya jahanam itu api yang bergejolak. tidak buang ingus dan tidak kencing" (HR. Di dalamnya. Maka. Mereka masuk ke dalamnya. Rasulullah saw bersabda: "Ahli jannah makan dan minum di dalam jannah tetapi mereka tidak buang air besar. Bagaimana mungkin siksaan yang disebutkan pada ayat-ayat AlQur'an tersebut bentuknya adalah siksaan yang bersifat ruh. Muslim dari Jabir ra). BahBahkan. Ma"aarij 15-16). Dari Nu'man bin Basyir ra. pengertian. ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulallah SAW berkata: "Seringan-ringannya siksa pada Hari Kiamat ialah orang yang padanya diletakkan dua bara api di bawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. rasakanlah sekarang (siksaan akibat rasakanlah dari) tabunganmu itu" (QS At-Taubah 35). Dampak Iman Kepada Hari Kiamat Iman pada Hari Kiamat akan mampu mendorong setiap mukmin . "(Bagi mereka adalah) jannah 'adn. kepuasaan dan adanya makhluk (hewan dan pengertian. tumbuhan) yang akan menemani kehidupan manusia di jannah. Pada saat itu ia merasa bahwa tidak seorangpun yang lebih berat siksaan yang seorangpun diterimanya dibandingkan dengan orang lain. yaitu adanya perasaan. yang mengelupaskan kulit kepala" (QS Albergejolak. Padahal sesungguhnya itulah siksa seringan-ringannya" (HR. dan mutiara. patut pula diketahui bahwa kehidupan akhir tesebut mempunyai persamaan dengan kehidupan dunia. serta pakaian mereka di sana adalah sutra" (QS Faathir 33). mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang yang terbuat dari emas. Allah SWT berfirman: "Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini" (QS AthThuur 22).(dikatakan): 'Inilah harta benda yang engkau simpan untuk dirimu sendiri.

yakni 3): a. Allah SWT berfirman: "Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada perbuatannya lehernya.Menghibur dan mendorong agar bershabar bagi mukmin bahwa kebahagian (kesenangan. Dan kami berikan kepadanya pada Hari Kiamat sebuah kitab (catatan amal perbuatan) yang dijumpainya terbuka: 'Bacalah kitabmu. juga pasti ia melihat (balasan)nya" (QS Al-Zalzalah 7-8). Hal itu akan berbeda terhadap orang-orang kafir. baik atau buruk sesuai dengan perbuatannya itu. dan siapapun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah. Catatan Amal Perbuatan Manusia pada Hari Kiamat Iman kepada Hari Kiamat membawa konsekuensi yang logis untuk iman juga kepada adanya catatan amal perbuatan manusia.untuk berfikir sebelum melakukan sebuah tindakan. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang-orang mukmin akan diberikan catatan amal perbuatan mereka melalui tangan kanannya dari depan. Senantiasa menjaga diri untuk selalu taat kepada Allah SWT dan senantiasa mengharapkan pahala pada Hari Kiamat. Ia akan berusaha menjauhi segala laranganNya karena takut siksaan kelak di kemudian hari. Sebab ia yakin bahwa semua amal perbuatannya akan dimintai pertangungjawabannya dan ia akan menerima balasannya. Maka. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab'" (QS Al-Israa' 13-14). maka dia . b. Karena itu iman kepada hari akhir mempunyai dampak positif bagi kehidupan seseorang. Mereka pasti menerima catatan amal perbuatannya melalui tangan kirinya. kesejahteraan) yang belum diperolehnya diperolehnya di dunia akan diterimanya di kemudian hari. Allah SWT berfirman: "Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (amal perbuatan)nya dari sebelah kanannya. Setiap manusia akan menerimanya pada Hari Pembalasan itu. sedangkan orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar akan menerimanya melalui tangan kanannya tetapi dari belakang. maka pasti ia melihat (balasan)nya. Allah SWT berfirman: "Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun.

(Bukan demikian. Sebeliknya) yang benar adalah Rabbinya selalu Rabbinya melihatnya" (QS. "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Pada setiap langkahnya. maka ia akan berteriak: 'Celaka aku!'. lalu belenggulah tangannya ke lehernya. dan aku tidak tahu apa hisab terhadap diriku. alangkah baiknya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Telah hilang kekuasaanku'. belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam jannah yang tinggi. Masukan dia ke dalam lehernya. buah-buahannya dekat. Al-Haaqqah 19-37). Penutup Demikianlah pokok pembahasan iman kepada Hari Kiamat. Al-Insyiqaaq 10-15). kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala-galanya. (Allah berfirman): 'Peganglah dia. Dan ia pasti masuk ke dalam api yang menyala-nyala (jahanam). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). ia akan berfikir apakah perbuatannya telah sesuai dengan perintah Allah SWT. dan juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Tidak ada yang memakannya selain orang-orang yang berdosa" (QS. tiada seorang temanpun baginya pada hari itu di sana. ataukah perbuatannya justru telah melangggar laranganNya. Bagi mereka . maka dia berkata: diberikan 'Wahai. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat bagiku. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya. dan tidak ada makanan sedikitpun (baginya) selain darah dan nanah. api jahanam yang menyala-nyala itu. (Sebab). Maka. Juga. Bacalah kitabku (ini). Sesungguhnya aku yakin bahwa aku pasti menemui hisab terhadap diriku'. sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Mahabesar. Orang-orang yang beriman kepada adanya Hari Pembalasan akan selalu ingat kepada setiap perbuatan yang akan dilakukannya. Bagi kaum Muslimin. Wahai. iman kepada Hari Kiamat sesungguhnya akan berdampak kuat bagi setiap amal perbuatannya.berkata: 'Ambilah. (Kepada mereka dikatakan): 'Makan dan minumlah dengan sesukamu sebagai balasan terhadap amal perbuatan yang telah engengkau kerjakan pada hari-hari yang lalu. Sesungguhnya dia menyangka bahwa Sesungguhnya sekali-kali ia tidak kembali (kepada Tuhannya). Maka.

maka mereka pasti akan berlomba-lomba menjalankan semua perintah Allah berupa syariat yang telah diturunkan kepada RasulNya. Yasaguna). "Sejarah "Ghulamiyah". 1985 hal 89). Halaman 129. ------------------------------------------------------------------ 1) Istilah "Ahmadiyah" tidak cocok untuk aliran agama ini. Fachruddin. Fuad Mohd. Muhammad saw. Perkembangan Pemikiran Islam: Khawarij . 2) Lihat Maulana Muhammad Ali dalam "The Religion of Islam".Syi'ah .281-283) 3) Lihat buku "Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah" oleh Muhammad Shahih AlUthaimin. 1989.Ahmadiyah".Baha'i . Bina Ilmu. Pakistan 1950 Islam". (p.yang iman. yaitu Syariat Islam. Uthaimin.Ahlussunnah Waljama'ah . terjemahan Moeslim Abdul Ma'ani. terjemahan QADLA DAN QADAR . Jakarta (CV. Sesungguh nya siksaan maupun kenikmatan yang diterima setiap manusia adalah akibat logis dari seluruh amal perbuatannya selama ia hidup di dunia. Lihat Dr.Murji'ah . Hari Kiamat adalah suatu hari yang pasti datang. Ia lebih cocok dengan nama "Qadiyani" atau "Ghulamiyah".Mu'tazilah .

maka tidak akan ditemukan masalah ini. Ada golongan golongan . Menurut sebagian ulama ushuluddin. will). Di dalam Al-Qur'anpun tidak terdapat istilah qadla dan qadar yang digabungkan itu. semisal filsafat (Yunani). Kita hanya menemukan pembahasan masalah takdir (Al-Qadar). Sebab. Hal-hal baru mulai ditemukan. Filsafat ini dipakai sebagai alat untuk berdebat dengan mereka setelah dari fihak Nasrani terlebih dahulu telah mempelajarinya untuk mempertahankan akidah mereka. termasuk usaha-usaha menerjemahkan faham-faham di luar Islam.Pengantar Seorang Muslim wajib beriman dan percaya kepada qadla dan qadar. Misalnya. Dalam shahih Bukhari. Hal sama akan kita temukan pada shahih tang masalah takdir ini Muslim2). Berbeda dengan iman kepada qadla dan qadar. Bahkan kalau kita mengkaji bukubuku hadits. Di dalam filsafat Yunani ternyata terdapat dua golongan besar yang mengartikan makna kebebasan bertindak ini 4). ada bagian (kitab) khusus yang membahas tenten1). Kaum Muslimin Muslimin mulai mengkaji filsafat Yunani. seorang peneliti dan pengkaji hadits. Sebab. membantu Kaum Muslimin tergerak hatinya untuk mendalami filsafat Yunani untuk membantah masalah-masalah yang dilontarkan fihak Nasrani dalam bidang "kebebasan bertindak" (free will). mereka telah menggunakan logika (manthik) sebagai sesuatu yang penting untuk menggunakan membantu mereka dalam berfikir. Tidak adanya istilah gabungan qadla dan qadar di dalam AlQur'an dan hadits disebabkan memang masalah ini baru muncul pada masa tabi'in (setelah masa sahabat). maka ia akan menemukan hal sama. Ia muncul pada akhir abad pertama hijriyah (awal abad kedua hijriyah). Juga. Iman kepada takdir adalah sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim. berdialok maupun berdebat. masalah ini telah mereka gabungkan dengan pembahasan masalah takdir. misalnya. Kata qadla dan qadar hanya ditemukan terpisah-pisah 3). Tetapi ia tidak akan menemukan pembahas an masalah qadla dan qadar. iman kepada takdir mempunyai sandaran nashnash Al-Qur'an yang pasti (kath'i) serta dijelaskan oleh Rasulullah saw yang diambil dari sunnahnya. Ia bukanlah timbul dari nash-nash syara'. Ia pada awalnya hanya semacam kebutuhan untuk menjawab tantangan dari orang-orang Nasrani. masalah ini telah dimasukkan ke dalam bagian dari rukum iman keenam. Asal Mula Munculnya Istilah Qadla dan Qadar Akhir abad kedua adalah masa-masa suburnya penaklukan yang dilakukan oleh khilafah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia.

Sebagai berusaha. Faham Qadariyah (Muktazilah) Kemunculan Berbagai Faham di dalam ajaran Islam sulit untuk dihindari ketika Islam telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu. Ulama pada waktu bersikap keras. karena golongan ini telah mengajak orang-orang lain untuk pasrah tanpa mau berusaha. suatu faham yang mengartikan kebebasan tersebut "Epikure". Dengan kata lain. disebut "Fatalisme". Kemunculan faham Qadariyah yang dikembangkan oleh Washil bin Atha' sesungguhnya tidak lain karena reaksi dari penyebaran faham jabariyah yang mempunyai pemahaman bertolak belakang dengan Qadariyah. suatu faham yang mengartikan bahwa tidak ada "Stoaisma". Mereka menolak pengaturan untuk segala sesuatunya sesuai dengan takdir sesuatunya (Al-Qadar) maupun dalam ketetapan Allah 10). mengatakan manusia manusia mampu berusaha sendiri. Masalah ini telah lama menjadi bahan pembahasan filosof Yunani. kekuatan. Muktazilah berpendapat bahwa manu sia memiliki kehendak (iradlah)."Epikure". Golongan ini mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak. kekuasaan (kudrat. Golongan ini dalam ucapan-ucapannya. mengecam Qadariyah. Ketika itulah (akhir abad pertama atau memasuki abad kedua hijriyah) muncul permasalahan qadla dan qadar5). Ia juga telah menjadi pemahaman dan dikutip oleh kalangan Nasrani dari sekte Surianis 6). barulah mereka mempunyai waktu luang untuk berfikir. Golongan terakhir ini akhirnya sering kebebasan disebut golongan "Fatalisme". kemunculan segolongan dari kaum Muslimin yang berpendapat bahwa manusia itu bebas berkehendak atau berkehendak terlepas dari takdir Allah SWT adalah salah satu akibat terlepas persinggungan Islam dengan budaya setempat. timbul reaksi yang menyebabkan munculnya golongan menyebabkan 9). kebebasan (serba menyerah). freedom) untuk berbuat atau tidak . dan ada golongan "Skeptisme atau "Stoaisma". dan menentang faham ini. Dengan tenang mereka mulai mengkaji berbaberbagai masalah baru yang timbul. Itulah sebabnya akhirnya golongan ini disebut dengan "Qadariyah" 8). Setelah tentara kaum Muslimin selesai melakukan berbagai penaklukan (di Asia dan Afrika). Secara garis besar. Bahkan masalah ini juga telah lama menjadi pembahasan dari kalangan Zarasustra7). secara mutlak (serba boleh). senantiasa "Muktazilah" "Muktazilah" menyebutkan bahwa manusia bebas untuk melakukan sesuatu menyebutkan tindakan apapun tanpa terikat kehendak kepada Allah. jawaban atas golongan ini. power) dan kebebasan (huriyah.

kerjakan. Golongan ini memandang bahwa manusia sesungguhnya menciptakan segala memandang perbuatannya dengan ikhtiar dan kudratnya sendiri serta berdasarkan kehendaknya sendiri. Ketiga. antara lain14): Pertama. maka semua perbuatan tersebut dapat disandarkan disandarkan (baik buruknya) kepada Allah. yaitu gerak Pertama. Sebab. siksa terkait dengan iradlat dan kudrat. pelaksanaan hukum syar'i (taklif syar'i). maka ia tinggalkan. iradlat dan kudratNya.berbuat serta terlepas dari kehendak. Iradlat dan kudratNya tidak turut campur dalam tinggalkan. Orang yang tidak mempu nyai keduanya. mungkin). Karena itu. dusta. ia bebas dari taklif syar'i. yakni (aneka nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan" (QS. ikhtiariyah dan idlthiariyah. (Ini tidak mungkin). Untuk mendukung pendapat mereka. menurut faham ini. maka ia kerjakan. Ayat-ayat Al-Qur'an yang menakwilkan sering dikutip adalah ayat-ayat yang menunjukkan bahwa manusia dikutip mendapat balasan atas perbuatannya. Orang kafir diharamkan naik haji. . jika tidak. wajar dan adil apabila manusia harus bertanggungjawab atas semua perbuatannya 11). gerak pertama pada dua contoh di atas adalah atas kudrat (kehendak)nya sendiri. Manusia itu "mukhtar" (bebas kehendaknya "mukhtar" memilih dan menentukan). gerak naik ke puncak menara tidaklah sama dengan gerak orang yang jatuh dari puncak menara. sedangkan gerak kedua adalah bukan atas kehendak sendiri. kekuasaan dan takdir Allah. misalnya: "Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka. Karena itu. Muktazilah gemar menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an 15). atau ketakutan. andaikan semua perbuatan manusia terjadi atas iradlat Ketiga. perbuatan manusia 12). ha nyut oleh fikiran melayang yang akhirnya jatuh ke jurang kesesatan. Itulah sebabnya mengapa orang gila tidak terbebani hukum. As-Sajadah 17). pahala dan Kedua. menentukan). Mahasuci Allah dari hal yang demikian. shaum. tidaklah sama antara gerak memukul (sengaja) dengan tangan gemetar karena ketakutan. perbuatan manusia terdiri dari dua gerak. bahkan pemikiran ini telah mengganggu kesesatan. Inilah faham indeterminasi (Qadariyah atau faham free will) dari filsafat Yunani yang merasuk ke pemikiran dunia Islam yang menyebabkan banyaknya orang yang terselewengkan. Orang yang tidak sanggup melaksanakan sebagian pekerjaannya. Jika ia mau. persatuan umat13) Golongan ini mengemukakan beberapa alasan. atau yang tidak sanggup shalat berdiri dapat melakukannya dengan duduk. Kedua. mencuri dan seterusnya. tentulah tugasnya hanya apa yang sanggup dikerjakannya. maka perbuatan-perbuatan seperti seperti shalat.

Dalam perkembangannya. Pada saat itu ia dibolehkan menggunakan akalnya untuk berfikir dan memanfamemanfaatkannya. Allah memberikan kudratNya kepada manusia untuk menentukan (terserah) apa yang ingin dilakukannya.. biarlah ia kafir . kehidupannya ada perintah agama untuk melakukannya dan ada pula larangannya." (QS. atau. bukanlah menyamakan sifat manusia dengan sifat Allah. Sebelum dewasa. Ia mempunyai gerak dan kemampuan untuk menentukan kehidupannya di dunia ini. Tetapi ada ujian bagi manusia dalam melakukan perintahNya: siapa yang patuh menghindar dari laranganperintahNya: laranganNya dan siapa pula manusia yang melakukan hal sebaliknya. faham ini telah dirangkul erat-erat oleh ahli fikir Barat yang ingin menyesatkan kaum Muslimin dengan cara melepaskan mereka dari imannya seraya membawa ke dunia akal yang seluas samudera yang tidak berpantai. Sebab. Oleh karena itu. Pada posisi yang demikian. maka buat apa ayat itu dinuzulkan 16). Semua itu harus dilakukan oleh manusia yang sadar. maka perbuatan manusia haruslah karena datang (berasal) dari manusia. menyekutukan Allah dalam kekuasaanNya. Argumentasi mereka adalah kalau perbuatan manusia bukan atas kehendak manusia. Maka. kudratNya kepada keinginan untuk memilih dan otak untuk berfikir. maka Allah memberikan kudratNya secara penuh kepada manusia. tetapi dengan kudratNya itu pula manusia bertanggungjawab terhadap setiap perbuatnnya.. ia tidak terbebani apa-apa bila bersabersalah ketika menggunakan akalnya. dewasa. bertanggungjawab serta serius. makruh dan seterusnya 17). haram. Padahal Islam telah . Argumentasi seperti ini mereka ambil dari firman Allah: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Sebab. Dan siapa saja yang ingin (kafir).Mereka berdalih bahwa sekiranya perbuatan manusia itu berasal berasal dari Allah. maka mengapa ada balasan dari Allah atas perbuatan perbuatan manusia. Manusia itu mandiri dan bertanggungjawab penuh setelah dewasa pada saat ia beriman dan melakukan rukun-rukun iman. manusia dalam hal ini bukanlah robot (benda mati) yang tanpa daya. Ayat tersebut mereka takwilkan sebagai isyarat kebebasan: mau percaya atau tidak. Kepada mereka juga diutus para rasul sebagai contoh (teladan) dalam berbuat dalam bidang batas-batas wajib. Oleh karena itu. sunnnah. AlKahfi 29). siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Alasan seperti ini. menurut mereka.

memulai risalahnya dengan penanaman iman dan beriman kepada enam rukun Islam yang dimulai dengan iman kepada Allah dan RasulNya. Inilah ikatan yang mengekang manusia dalam menggunakan akalnya, yaitu segala sesuatu telah diberikan batas, dari garis halal dan haramnya. Dengan cara ini, maka manusia tidak akan tergelincir ataupun menyingkir18).

Muktazilah adalah golongan yang bergerak dalam tiga fung si19): agama-filsafat-politik. Nama lain Muktazilah adalah Qadariyah, Qadariyah, Adliyah, atau menyebut dirinya "Ahlul Adli wat-Tauhid" (penganut faham keadilan dan keesaan Ilah). Nama ini muncul karena mereka karena memberikan hak bagi setiap orang untuk menerima atau mengabaikan eksistensi dari sifat-sifat Allah. Tidak ada paksaan dari Allah dan manusia memiliki kekuasaan (kudrat) untuk meletakmeletakkan pilihannya dalam hidup ini. Inilah keadilan itu, karena manusia manusia tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, bahkan manusia diberikan diberikan kebebasan. Mereka berpendapat bahwa akal diperlukan untuk mengetahui yang baik dan buruk sekalipun standard nilai tersebut ditentukan oleh syariatNya. Sebab menurut mereka, nilai tersebut timbul karena disebabkan ada sesuatu yang menyebabkan ia baik atau buruk. Pada saat itulah akal diperlukan untuk mengetahui mana yang baik dan mana pula yang buruk. Faham Jabariyah Faham ini sangat bertolak belakang dengan faham sebelumnya. Mengenai kemunculannya, ada yang berpendapat bahwa faham jabariyah muncul sebelum adanya Muktazilah20). Tetapi Imam jabariyah

Sa'duddin At-Taftazany berpendapat sebaliknya 21). Namun perbedaan ini tidaklah terlalu penting. Sebab, fokus masalah yang tidaklah ingin dibahas adalah bagaimana bentuk pemikiran yang muncul di sekitar masalah Qadla dan Qadar. Orang pertama yang memelopori faham "Jabariyah" adalah memelopori 22). Ia berkata bahwa manusia itu tidak Jahmu bin Sofwan manusia memiliki kekuasaan untuk memilih. Ia harus pasrah. Ia tidak kekuasaan mengerjakan sesuatu selain apa yang telah ditentukan, dan bahwa Allah telah menakdirkan amal perbuatan manusia yang harus menakdirkan dikerjakan. Juga Allah telah menciptakan amal perbuatan untuk manusia yang sama halnya dengan penciptaan terhadap bendabenda. Ia tidak ubahnya seperti air yang mengalir, angin yang berhembus, batu yang jatuh (tertarik gaya gravitasi). Keadaan (tertarik seperti tidak ada bedanya dengan perbuatan manusia yang semuanya telah diciptakan oleh Allah (berupa gerak dan (berupa perasaannya). Manusia melakukan sesuatu apapun sesuai dengan Manusia apa yang telah ditetapkan oleh Allah (ia hanya berfungsi sebagai ditetapkan

alat, tidak lebih dari itu). Sering kita menyebutkan pohon berbuah, air mengalir, mataha ri terbit, awan menurunkan hujan, tanah menumbuhkan tetanaman. Atau dikatakan pula bahwa seseorang (Muhammad, misalnya) menulis, hakim menjatuhkan vonis, si Anu taat tetapi di Ini melakukan maksiat. Semua keadaan dan perbuatan di atas masuk dalam pembahasan yang sama dengan sebelumnya, yaitu situasi pembahasan dan kondisi tersebut hanyalah sebatas obyek. Oleh karena itu, pahala dan siksa, amal perbuatan tidak lain adalah hasil dari paksaan. Allah telah menakdirkan terhadap diri seseorang suatu amal perbuatan, misalnya kebaikan, agar orang tersebut mendapat pahala, dan begitu juga kalau Allah telah menakdirkan seseorang begitu yang lain untuk melakukan amal perbuatan maksiat, maka orang tersebut telah ditakdirkan akan mendapat siksa. ditakdirkan Imam Sa'duddin At-Taftazany23) menyebutkan bahwa golongan ini berpendapat bahwa manusia sekali-kali tidak menguasai dirinya dalam setiap perbuatan, apakah baik atau jahat. Ia tidak bedanya dengan benda-benda beku yang tidak bernyawa di alam semesta ini. Manusia bukan subyek, melaikan hanya sebagai obyek (kehendak dari luar). Dengan kata lain, manusia dipaksa oleh kekuatan dari luar dirinya, yakni atas kehendak dan kekuasaan Allah. Ia tidak mempunyai kebebasan berkehendak (la hurriyyatul mempunyai iradlah, non-freewill) dan tidak memiliki kekuasaan untuk berbuat sesuatu".

Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah Mohammad Fuad Fachruddin 24) mengatakan bahwa kemunculan dua faham di atas, mendorong kalangan ulama Ahlussunnah, seperti Abul Hasan A-Asy'ari dan Mansur Alseperti 25) memberikan jawaban untuk membela akidah umat Maturidy Islam agar tidak tersesat oleh faham Muktazilah (Qadariyah) maupun oleh Jabariyah. Walaupun di kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah terbagi dua golongan, tetapi mereka sepakat bahwa manusia mempunya (diberi) kebebasan berkehendak, berkuasa dan berpengetahuan (knowledge), tetapi hanya sampai ujung tertentu (ada batasnya /dibatasi). Faham ini berpendapat bahwa pada diri manusia ada kehendak berbuat dan ada khasiat yang melahirkan berbuat perbuatan. Semua itu diciptakan Allah SWT tatkala seseorang diciptakan memulai melakukan suatu aktifitas26). Jadi ketika seseorang aktifitas berbuat maksiat atau perbuatan terpuji, maka ketika itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut. Kesimpulan itu diambil dari beberapa ayat Al-Qur'an, antara lain:

"Mereka itulah penghuni jannah. Mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan" (QS. Al-Ahqaf 14). "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari diusahakannya kejahatan) yang dikerjakannya" (QS. Al-Baqarah 286). dikerjakannya" "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu. Maka, siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Dan siapa saja yang ingin (kafir), biarlah ia kafir ..." (QS. AlKahfi 29). Dalam pembahasan ayat-ayat ini, faham ini memunculkan sifat Mahaadil (keadilan) Allah. Mereka mengangkat sifat ini seolah-olah ia dapat dijangkau oleh akal. Mereka mengkaitkan sifat Maha adil itu dengan dosa dan pahala, atau, siksa dan kenikmatan, yang erat kaitannya dengan perbuatan. Sebab, pembahasan qadla dan qadar yang sesungguhnya berasal dari filsafat (Yunani) tidak lain adalah apakah manusia bebas melakukan perbuatannya sendiri (bebas memilih) atau dipaksa27). Bagaimana Menyikapi Berbagai Faham Ini Demikianlah, ulama "terpecah" ke dalam tiga (3) golongan besar ketika mereka membahas amal perbuatan manusia yang dikaitkan dengan asas taklif, pahala dan siksa. Terjadinya dikaitkan golongan-golongan tersebut disebabkan karena (pertama) ulama (pertama) tersebut menakwilkan beberapa nash ayat Al-Qur'an tentang perbuatan manusia yang menurut mereka ada dan atas kekuasaan manusia manusia. (Kedua), juga ada nash dari ayat Al-Qur'an yang menurut (Kedua), mereka menunjukkan bahwa perbuatan manusia tergantung kepada kehendak Allah. Golongan pertama adalah dari kalangan Golongan Muktazilah, sedangkan golongan kedua adalah dari kalangan golongan Jabariyah. Namun ada golongan yang berada di tengah-tengah kedua golongan tersebut, yaitu dari kalangan Ahlussunnah 28). kalangan ------------------------------------------------------1) Lihat "Shahih Bukhari" pada hadits nomor 6594-6620. 2) Lihat "Shahih Muslim" pada hadits nomor 2643-2664.

3) Lihat"Indeks Al-Qur'an" oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, tentang Al-Qadar, Lihat"Indeks

halaman 106. Harun Nasution. TM. Dr. halaman 25 dan 85. Hanafi. (Theologische Dialektika).Bogor. 23) Opcit. Fuad Fachruddin. . Kamus "Teori dan Aliran dalam Filsafat" oleh Drs.. Fuad Fachruddin. yaitu orang-orang yang mengutamakan "Mutakalimin". Fuad Fachruddin. 25) Dari nama ulama Ahlussunnah ini. 26) Muhammad Abbas Aula. 4) Lihat "Ikhtisar Filsafat Barat" oleh A. Selain itu. 14) Opcit. 11) Lihat kitab "Al-Aqaid An-Nasyafiyah" oleh At-Taftazany.. Mohd. 7) Golongan penyembah api. halaman 158-174. Ahmad Amin. 9) Opcit. halaman 46-47. 10) Opcit. Mohd. "Ceramah dan Sari Ceramah Qadla dan Qadar" dalam 27) Opcit. "Al-Fishal fil Milal wal Nihal" Jilid III. 13) Lihat buku "Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam" oleh Mohd. Sebagian orang menyebut mereka dengan golongan "Qadariyah". halaman 17. Mohd. 19) Opcit. 28) Lihat Imam Ibnu Hazm. Muhammad Abbas Aula. Mudhofir. halaman 283-303. halaman 51-164. Mohd. At-Taftazany. halaman 252-253.. 22) Golongan ini juga dikenal sebagai golongan "Jahmiyah" yang menisbahkan Jahmu bin Sofwan. 6) Sekte Kristen ini tinggal di sekitar wilayah Suriah. muncul golongan "Asy'ariyah" dan "Maturidiyah". 17) Opcit. Ahmad Amin. 18) Opcit. Fuad Fachruddin. 16) Lihat buku "Teologi Islam" oleh Prof. 24) Opcit. golongan ini mempunyai kebiasaan berdebat. Fuad Fachruddin. 12) Lihat buku "Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid /Kalam" oleh TM. Mereka "Qadariyah". 5) Lihat kitab "Fajrul Islam" oleh Ahmad Amin. juga sering disebut "Mutakalimin". debat dalam bidang agama (Theologische Dialektika). Hasbi AshShiddieqy. Hasbi Ash-Shiddieqy. 21) Opcit. 15) Opcit. "Maturidiyah". Forum Silaturrahim Mantan Lembaga Dakwah Kampus (3 September 1989 di Kampus Universitas Ibnu Khaldun . Ahmad Amin. Mohd. At-Taftazany. Fuad Fachruddin. 8) Opcit.halaman 536-537 dan tentang Al-Qadla halaman 546-547. Mereka percaya bahwa api adalah sumber yang menghidupi manusia. dan kitab "Tarikh Al-Falsafah Al-Yunaniyah" oleh Yusuf Karam. Ahmad Amin. halaman 115-126. 20) Opcit.

melainkan telah ditakdirkan (tercatat) pada sisi Allah SWT. masalah takdir adalah termasuk rukun Iman yang enam. Seorang Muslim wajib percaya kepada takdir. apakah benda. Masalah ini menjadi ramai dibicarakan ketika kaum Muslimin diwakili para Ahli Ilmu Kalam (para Mutakalimin) sedang seru berdebat dengan filsafat Yunani. Segala hal. Sebab. maka sesungguhnya akan ditemukan suatu kesimpulan akhir bahwa takdir adalah catatan paripurna segala sesuatunya. semuanya telah tercatat di Lauh Mahfudz. Tidak ada suatu apapun. Tabi'in. kehidupan manusia dan Tuhan. Di bawah ini akan diuraikan secara detil permasalahan tersebut agar kaum Muslimin benar-benar memahami seperti pemahaman salaf dan khalaf. Pada penelusuran yang lebih dalam lagi.TAQDIR Pengantar Masalah takdir sesungguhnya adalah suatu topik pembahasan yang umumnya telah usang. kebebasan dan pesta pora. Bahkan sesungguhnya. Masuknya takdir ke . tetapi justru senjata mereka kini balik memukul kaum Muslimin karena kekeliruan mereka memahami masalah ini seperti pemahaman yang diajarkan Rasulullah saw kepada para Sahabat. Para Mutakalimin memang berhasil memukul balik. Ciri khas filsafat Yunani yang lebih mementingkan logika dan rasio. makhluk. apapun kejadian yang terjadi di alam penciptaan ini telah diketahui oleh Allah SWT jauh sebelum segala sesuatunya berlangsung di alam ini. Inilah pengertian sederhana dari takdir yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW. Inilah penyebab mengapa kekeliruan itu sampai berlangsung sampai kini. Ia telah ada sejak manusia lahir ke dunia dan mempertanyakan keberadaan dan fungsi hidupnya. Filsafat ini mulai merasuk ke dalam tubuh umat Islam sejak berlangsungnya penaklukan daerahdaerah pada abad kedua Hijriyah. Tabi' Taaabi'in serta ulama khalaf. baik di langit maupun bumi. Para Mutakalimin tidak memakai atau merujuk kepada pemahaman syara'. Apakah Takdir Itu Seorang Muslim beriman dan percaya bahwa semua kejadian di dunia ini telah diketahui oleh Allah SWT tuliskan di dalam Lauh Mahfudz (Kitab Induk dan sebagai gambaran luasnya Ilmu Allah SWT). justru dipakai sebaagai senjata debat oleh para Mutakalimin dalam menghadapi dan menjawab pertanyaan yang muncul di seputar alam. manusia dan amal perbuatannya.

Semua yang terjadi tanpa takdir dan tidak ilmu Allah tentang yang terjadi itu sebelumnya". berangkat ke Tanah Suci untuk mencari salah seorang sahabat (di Makkah atau Madinah). Mereka mengatakan bahwa tidak ada takdir Allah SWT. yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab. Nabi saw menjawab: "Iman itu adalah percaya kepada adanya Allah. Mereka ingin menanyakan hukum penolalan Ma'bad terhadap takdir. Artinya. Dua orang ini akhirnya bertemu dengan seorang sahabat. dijadikannya sesuatu itu sesuai dengan ilmuNya. kdi negeri kami ada orang-orang yang pandai mengkaji Al-Qur'an dan mendalam dalam keilmuannya. yaitu Yahya bin Ya'mar dan Humaidi bin Abdirrahman. Cobalah simak firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya" (QS. Ketika itu Jibril datang kepada Nabi saw untuk mengajarkan AlIslam. Pada masa periode Tabi'in telah muncul pernyataan dari seseorang yang bernama Ma'bad Al-Juhany. Orang ini hidup di Basrah (Irak). hal tersebut dapat menyebabkan seseorang keluar dari Islam (kafir). Ia adalah orang pertama dalam sejarah Islam yang mengingkari adanya takdir. maka imannya sumbing (cacat). Dalam menafsirkan ayat ini. waktunya. Iman Suyuthi berkata 1) : "Kepercayaan yang dipegang oleh Ahlussunnah Waljama'ah adalah bahwa Allah telah menakdirkan segala sesuatu. . masalah takdir tercantum dalam nash-nash Al-Qur'an yang qath'i (jpasti dan diperintahkan) agar diimani. para Rasul-Nya." Seseorang yang tidak percaya kepada takdir. Bahkan. Pernyataan ini mendorong dua orang tabi'in. para malaikat-Nya. Al-Qamar 49). jauh sebelum segala sesuatu itu terjadi. Kemudian Allah mengadakan sesuatu yang telah ada dalam takdir-Nya bahwa sesuatu itu akan dijadikan. Yahya bin Ya'mar bertanya 2) : "Hai Abu Adirrahman. kondisi. Bahkan. Qudrat (Kemampuan) dan Iradhat (kehendak) Allah SWT". Ia bertanya: Coba engkau ceritakan apa itu iman. Hari Kiamat dan percaya kepada takdir baik dan buruknya (dri Allah SWT). kitab-kitab suci-Nya. Dia telah mengetahui ukuran. peraturan. tidak ada suatu kejadian di langit dan bumi kecuali seluruhnyaaaaaaa muncul dari Ilmu. Olah karena itu. Sebab.dalam masalah keimanan adalah berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khathab.

Imam Nawawi berkata 3) : "Nampaklah pada hadits tersebut bahwa Ibnu Umar telah mengkafirkan kaum Qadariyah yang tidak mau percaya kepada takdir. maka Allah SWT tidak akan menerima (pemberian)nya itu. adalah ketentuan yang hak (benar) dari Allah SWT". Tetapi Qadli 'Iyadl memberikan komentar bahwa pengingkaran itu telah dilakukan pertama kali oleh kaum Qadariyah. serta ada puls Tuhan yang menciptakan yang buruk dan gelap".Abdullah bin Umar menjawab pertanyaan itu : "Kalau kalian bertemu dengan orang tersebut. orang yang mempunyai i'tikad demikian memang kafir". katakanlah kepadanya bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka lepas dari diriku". Orang-orang Majusi mengatakan bahwa tidak ada takdir. (Sebab) mereka itu adalah (sama dengan) golongan Dajjal. kecuali kalau mereka percaya kepada takdir Allah SWT. Kemudian Abdullah bin Umar bersumpah bahwa andaikan orang-orang tersebut menafkahkan emasnya setinggi bukit Uhud. dan pekerjaan baik adalah ciptaan Alaah SWT. Rasulullah saw telah memberikan isyarat tentang hal ini dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Hudzaifah 4) : Bagi setiap umat akan muncul segolongan manusia yang berperilaku seperti Majusi. Jadi. Memang pantas ketentuan tersebut. Dalam mensyarahkan hadits tersebut. yaitu menghubungkan perilaku mereka yang mirip dengan Dajjal. Jika salah seorang di antara mereka ada yang meninggal. kematian akan menemuimu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. Mereka telah mengingkari ilmu Allah dengan seluruh kejadian yang berlangsung. Namun ada yang mengatakan bahwa seluruh pekerjaan yang buruk adalah ciptaan (berasal dari) manusia. Dan apabila . Kepercayaan semacam ini bantah dalam Al-Qur'an : "Di mana saja kamu berada. KH Siradjuddin Abbas 5) berkata : "Di antara kaum Qadariah ada yang mengatakan bahwa seluruh kejadian adalah ciptaan manusia. Memang dalam agama Majusi. janganlah dijenguk. Dalam menafkirkan (mengkafirkan) orang-orang yang mengingkari adanya takdir. Tidak ada takdir Allah terlebih dahulu. ada kepercayaan bahwa ada Tuhan yang menciptakan pekerjaan yang baik dan yang terang. maka mereka berkata : 'Ini adalah dari sisi Allah'. Dan jika mereka memperoleh kebaikan.

Menakdirkan sesuatu dengan sesuatu. yakni: 1. yaitu menentukan (menetapkan ) waktu untuk melaksanakannya. 6. mengapakah orang-orang (munafik) itu tidak pernah mau memahami pembicaraan (nasehat. Maka. An-Nisaa' 78). "Kami telah menentukan kematian di antara kamu. panjang pendek umur manusia. Menakdirkan sesuatu. Menakdirka sesuatu dengan menakdiran tertentu. Menakdirkan sesuatu. Arti lainnya adalah "menjadikan" (bulan beredar pada garis edarnya. maka kata Al-Qadar mempunyai banyak arti. pelajaran) sedikitpun?" (QS. Pengertian buruk dan baik itu adalah bahasa dan pengertian manusai.merencanakan. membesarkan atau mengagungkan sesuatu. 5. seluruhnya dari Allah. Takdir dalam Pengertian Bahasa Takdir dalam pengertian bahasa mempunyai arti yang banyak. Menakdirkan sesuatu sebagai batas terakhir. Menakdirkan sesuatu untuk memutuskan dan menetapkan. Perhatikan firman Allah SWT: . mengkondisikan sesuatu pada situasi tetentu). yaitu menyempitkan. Berdasarkan hal di atas. 3. maka mereka berkata :'Ini (berasal) dari sisi kamu (Muhammad)'. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan tiada sesuatupun melainkan pada sisi Kami ada khazanahnya. 2. Al-Qur'an sendiri telah menggunakan kata Al-Qadar dengan beberapa arti. antara lain diartikan sebagai "ketentuan untuk menentukan". seperti besar kecil. yaitu: mengukur dan menjadikannya sesuai dengan ukuran tertentu atau menyamakannya dengan sesuatu. 4. Katakanlah (kepada mereka ): 'Semuanya (berasal) dari sisi Allah'. Al-Waqi'ah 60). Diartikan juga 'membagi'. dan "Kami Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan " (QS. yaitu. baik dan buruknya. 8.mereka ditimpa suatu bencana. Menakdirkan sesuatu. Dai berkehendak apa saja yang disukaiNya sebagaimana firmannya: "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya" (QS. tetapi bagi Allah SWT sama saja nilainya. Kini telah jelaaas bagi kita bahwa takdir itu. Alburuuj). Perhatikan firman Allah SWT. 7. Dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu" (QS. Menakdirkan dalam arti: menghitung. Al-Hijr 21).

dan seterusnya). Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama orang-orang kafir lainnya)" (QS. Maka. Al-Qamar 12). Masih banyak lagi arti secara bahasa yang diberikan Al-Qur'an untuk Al-Qadar. Dia juga mengetahui ketetapan nasib seseorang di dunia dan di akhirat (apakah ia berbahagia ataukah celaka. Nasib manusia di samping telah diketahui Allah. apakah ia akan kaya atau miskin. apakah ia hidup dengan umur panjang atau singkat. Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya dari tertubur hidup-hidup ketika bumi dibalik). "Yang kepunyaanNya kerajaan langit dan bumi. ataukah tercapai citacitanya atau gagal. Al-Hijr 60). termasuk sesuatu yang disembunyikan di dalam hati atau suatu rencana sebelum ia . bertemulah seluruh air itu untuk suatu urusan yang telah ditetapkan "(QS. dan berapa jumlah dan jenis kelamin anaknya. "Kecuali isterinya. juga Dia telah menetapkannya sesuai dengan ilmuNya yang azali dan pasti (tidak berubah). Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya serapirapinya' (QS. Tetapi iman kepada takdir tidak dapat dikaitkan dengan pengertian bahasa yang diambil pengertiannya dari ayat Al-Qur'an tersebut. kecuali terhadap ayat-ayat yang menggunakan kata AlQadar dengan makna yang diwajibkan Allah agar kaum Muslimin beriman kepadaNya. Yaasiin 39). termasuk pula apakah ia pada hari akhirat akan dapat selamat masuk jannah atau celaka ataukah binasa dan masuk jahanam. misalnya ayat-ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah terhadap segala sesuatu yang diciptakannya termasuk amal usaha manusia yang bersifat memilih dan menentukan. ia) kembali menjadi tandan yang tua" (QS. Dan Dia "Yang tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagiNya dalam (wilayah) kekuasaanNYa."Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah"Dan manzilahnya senhingga (ketika sampai ke manzilah terakhir. apakah ia nikah dan punya anak atau tidak. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. Sedangkan amal perbuatan manusia walaupun Allah telah mengetahui secara rinci segala sesuatunya. Al-Furqon 2). Artinya Allah telah mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia sebelum ia diciptakan. Kata Al-Qadar dalam Al-Qur'an juga diartikan "ketetapan nasib " sesuai dengan ilmu Allah yang pasti terjadi (seperti membinasakan kaum pembangkang : Nabi Nuh dengan banjir besar. Perhatikan firman Allah SWT: "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair.

apa gunanya kita beramal? Apakah tidak lebih baik kita tawakal saja? (kepada takdir)'. tetapi sifat Mahatahu Allah yang termaktub di dalam ilmu Allah yang mulian itu adalah kekhususan Allah yang tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Dalam riwayat hadits tersebut para sahabat telah salah faham sehingga terjadi pencampuradukan antara iman kepada takdir dengan amal perbuatan. maka Kami kelak menyiapkan baginya jalan yang mudah. maka ia dimudahkan untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut. Dalam memahami hadits ini Imam Nawawi berkata 6) : "Bahwa hadits tersebut menunjukkan adanya larangn untuk meninggalkan amal perbuatan atau bertawakal saja terhadap takdir yang telah ditentukan. Dan adapun orang-orang yang bbakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik. Setiap orang akan dimudahkan baginya tentang apa yang telah ditentukan baginya tanpa manusia mampu memilih jalan lain. Kemudian dengan kayu itu beliau menggores-gores (tanah). dan Dia juga telah tahu akibat perbuatan yang dilakukan manusia itu. setiap orang akan dimudahkan Allah jalan yang telah ditentukan baginya'. janganlah kita mencampuradukkan antara iman kepada takdir itu dengan amal perbuatan. Tetapi amal perbutatan dan beban hukum yang telah ditentukan syara' kepada manusia wajib untuk dikerjakan. Sebab. Mereka mengartikan ada segolongan manusia yang telah ditakdirkan celaka atau bahagia. sehingga . Oleh karena itu walaupun kita beriman kepada takdir (ilmu) Allah itu. Kemudian Nabi saw mengangkat kepala dan berkata : 'Setiap kalian yang bernyawa sudah ditetapkan tempatnya di jannah dan di jahanam'. Beliau lalu menjawab : 'Jangan! Tetaplah beramal. Para sahabat (terkejut.-Lail 5-10). Telah diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Ali bin Abi Thalib 5) : "Rasulullah saw suatu hari duduk-duduk (bersama-sama para sahabatnya). lalu) bertanya : 'Kalau begitu.melakukan atau mengambil keputusan. Tetapi bagi yang telah ditakdirkan celaka. ya Rasulullah. Rasulullah saw telah melarang para sahabat untuk mencampuradukkan antara pemahaman takdir dengan amal yang menyebabkan manusia tidak mau berusaha. maka kelak Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS> A. Siapa saja yang ditakdirkan berbahagia. Kemudian Nabi saw membaca surat AlLail : 'Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Di tangan beliau ada sepotong kayu. maka dimudahkan baginya untuk melakukan amal perbuatan ke arah tersebut pula".

misalnya dengan berbuat kefasikan. . tidak beriman dan beribadah kepada Allah SWT. Takdir yang ditetapkan secara periodik. Allah SWT memudahkan jalan tersebut. Takdir dalam Pengertian Syara' Qadar atau takdir dalam pengertian syara' terbagi atas emapt pengertian yang berurutan. yaitu 6) : 1. Sebab. maka dimudahkan baginya kepada jalan yang sesat itu. Ada di antara kalian mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan masuk ke dalam golongan yang berbahagia (Ahlul Jannah). Takdir dalam pengertian ketetapan (masyi'ah dan iradlah) dalam menetapkan sesuatu sebelum diciptakan (iradlah). maka Allah SWT memudahkannya orang tersebut. 3. maka baginya dimudahkan jalan tersebut dengan mendapatkan taufik dan pertolongan Allah SWT agar mereka selalu mengikuti jalan yang benar itu. dengan menjelaskan : "Kalian itu telah diciptakan oleh Allah SWT untuk berusaha. Tetapi orang tersebut lebih senang memilih jalan celaka. mereka telah memilih jalan kekufuran dan kesesatan itu". 2. Takdir dalam pengertian ketetapan di Lauh Mahfudz. juga tidak percaya adanya jannah pada Hari Kiamat. Berbeda dengan orang-orang kikir yang tidak mau menafkan hartanya di jalan Allah SWT. 4. memilih dan memutuskan sesuatu. kemaksiatan. Allah SWT memberikan kebebasan berkehendak.mereka berkata : "Apakah tidak lebih baik kami bertawakal saja kepada takdir (seperti yang tercantum dalam Lauh Mahfudz / telah diketahui Allah?" Tetapi Rasulullah saw menjelaskan kesalahfahaman itu seraya melarang mereka bertawakal (secara sempit) dan memerintahkan agar mereka selalu berusaha. dan orang bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan dan menegakkan syariatNya di bumi ini serta percaya kepada adanya balasan jannah (sebagai tempat mukum bagi orang-orang mukmin). 5. Takdir dengan pengertian ketetapan terhadap sesuatu sesudah terjadi peristiwa atau setelah menciptakan suatu cipt ciptaan. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW telah mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT Surat Al-Lail ayat 5-10 yang menunjukkan bahwa : "Orang yang menafkahkan uangnya di jalan Allah SWT tanpa berhitung untung rugi. Tetapi ada orang yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Kiamat. Takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali terhadap segala sesuatu sebelum sesuatu itu diciptakan. Semua kemaksiatan itu tidak ada paksaan atau dipengaruhi Allah SWT untuk menyesatkan mereka. bahkan Allah SWT menambahkan kesesatan mereka sebagai balasan yang adil.

Dia Mahatahu atas segala sesuatu. diartikan sebagai ilmu Allah yang Mahaluas dan azali. Ilmu Allah SWT yang Azali Ilmu Allah SWT yang azali ini telah dijelaskan (disampaikan) oleh para rasul dan nabi Allah SWT sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW. Tiada suatu apapun yang tesembunyi baginya. Pertama. 2. pendapat pertama tersebut diperkuat oleh hadits shahih. Qaaf 29).1. siapa saja yang ingkar dan tidak mengakui adanya ilmu Allah maka ia telah kafir.termasuk di dalmnya amal perbuatan manusia serta hasilnya.: "Aku telah mendengar Rasulullah SAW berkata :'Takdir "Aku untuk setiap makhluk ini telah ditetapkan Allah SWT 50 ribu tahun sebelum dijadikan langit dan bumi. Golongan kedua ini tidak mengakui pengertian Lauh Mahfudz dalam arti lahir (eksplisit. para . tetapi mereka mengambil pengertiannya dari makna implisit. Para ulama Ushuluddin baik dari kalangan salaf atau khalaf 7) telah sepakat bahwa Allah SWT Mahatahu tentang apa yang terjadi di dunia dan akhirat. diartikan sebagai papan tulis yang terpelihara dan tercatat di dalamnya segala ketetapan dan ketentuan. Takdir di Lauh Mahfudz Mengenai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. para ahli tafsir mengambil dua pengertian. sesungguhnya menunjukkan tentang ilmu Allah yang telah ditetapkan. Na'udzubillahimindzalika. Takdir yang demikian (yaitu takdir dalam pengertian ilmu Allah SWT yang azali) tidak dapat berubah dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Tentang hal ini. Pehatikan firman Allah SWT : Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekalikali tidak menganiaya hamba-hambaKu(QS. Melihat kedua pendapat di atas. maka pendapat pertamalah yang lebih kuat. yaitu iman kepada Allah SWT. Inilah yang dimanakan takdir yang pasti (Qadla Mubran). Sebab. Di antaranya hadits tersebut adalah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. yaitu papan tulis). Ketika itu Arsy Allah SWT ada di atas air" 8) PENUTUP AQIDAH ISLAMIYAH Demikianlah lima pokok keimanan (Arkanul Iman) yang wajib (Arkanul Iman) diimani oleh setiap muslim. Karena itu. Beliau berkata. Kedua. Ia juga telah disampaikan oleh para sahabat dan tabi'in sesudahnya kecuali orang-orang yang mengikuti jejak golongan Majusi (Qadariyah).

Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Seseorang tidak dikatakan muslim jika ia tidak beriman kepada lima perkara tersebut. dan bagi kamu amal-amal kamu. kepada kitab-kitabNya. Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakinya. Dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. Ibrahim 2). Allah SWT berfirman: "Dialah. (Sebab). serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi. "Maka karena itu. tetaplah beriman kepada Allah dan para RasulNya dan kepada kitab yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Siapa saja yang kafir kepada Allah. An-Nisaa' 136). Mahabijaksana" (QS. berbagai masing-masing (ada yang) dua. "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk. Bagi kami amal-amal kami. kepada para malaikatNya. Allah SWT. Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman. pencipta langit dan bumi. dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. dan kepadaNyalah (tempat kita) kembali'" (QS Asy-Syuura 15). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS Faathir 1). Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang membawa . Kelima perkara itu telah tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits dengan nash-nash yang tegas untuk setiap perkara secara terperinci1).MalaikatNya. Kitab-kitabNya. karena siksaan yang sangat pedih (pasti diterima oleh mereka)" siksaan (QS. Allahlah Rabbi kami dan Rabbi kamu. para RasulNya dan Hari Kiamat. "Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya. An-Nahl 60). para RasulNya dan Hari KIamat. serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu. yang memiliki segala yang di langit dan bumi. "Segala puji bagi Allah. dan katakan: 'Aku mengikuti beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. maka orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS. baik sebutan maupun pembahasannya ism maupu musammaanya). tiga dan empat. Allah mengumpulkan kita semua.

penderitaan dan dalam kesempitan. Al-Baqarah 177). perkara iman kepada Allah. tidak ditemukan nash tegas/ yang kath'i mengenai dasar atau asas keimanan. Hanya saja Al-Qur'an telah menyebutkan secara kath'iy tentang pokok-pokok keimanan menyebutkan tersebut hanya lima perkara saja. mendirikan shalat. ulama Ushuluddin berpendapat bahwa Arkanul Iman itu berjumlah lima saja (khamsah). malaikat-malaikat. (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. Masalah qodlo dan qodar dalam perjalanan sejarahnya telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama ilmu kalam . masalah tersebut merupakan salah satu sifat Allah. musafir miskin. dan (memerdekakan) hamba sahaya. Ia tetap kita pakai sebagai peneguh iman. orang-orang miskin. Walaupun demikian bukan berarti khabar ahad itu kita tolak dalam segala perkara. Tetapi makna Al-Qadar di sini adalah membicarakan tentang "Ilmu Allah". dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). pada awal abad kedua Hijriyah setelah kaum Muslimin menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. yang disebutkan sebakepada sebagai tambahan bagi Arkanul Iman. Karenanya. nabimalaikat-malaikat. yang sesungguhnya masuk dalam pembahasan Allah". hari kemudian. dan orang-orang shalat. Adapun tentang iman kepada qodlo dan qodar baik dan buruknya dari Allah itu telah dipahami oleh para sahabat tanpa menimbulkan perselisihan. Sebab. kitab-kitab. menunaikan zakat. Namun. dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa" (QS. Lagipula hal tersebut merupakan khabar ahad yang tidak dapat memberi suatu kepastian. "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kabaktian. peperangan. Memang ada suatu riwayat yang menyebutkan tentang iman kepada Al-Qadar dari hadits malaikat Jibril 2). Dan Kami selalu berkewajiban berkewajiban menolong orang-orang yang beriman" (QS Ar-Ruum 47). maknanya bukanlah baru3). tidak lebih dari itu. Selain lima perkara tersebut. yang menepati janjinya apabila ia berjanji. lalu Kami memberikan balasan terhadap orangbalasan orang yang berdosa. Pembahasan hal tersebut baru muncul kemudian. selain arkanul iman tersebut. dan orang-orang yang bershabar dalam kesempitan. akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah. baik dan buruknya dari Allah SWT". nabi. anak-anak yatim. yaitu: "Dan engkau percaya (iman) kepada taqdir.cukup).

kan dijadi khabar ahad tidak ditolak keberadaannya. Oleh karena itu.(para mutakallimin) dan ulama ilmu ushul dalam pemahamannya. karangan Al-Kairal bin Al-Hammam. sebagai peneguh keimanan. --------------------------------------------------------------------------1) Perhatikan hadits "Shahih Bukhari" nomor hadits: 7392. Ia tetap dipakai keberadaannya. perlu kiranya dibahas lebih mendalam dalam bab tersendiri. bahkan tidak jarang menimbulkan sikap apatis atau pertanyaan yang bukan-bukan (bid'ah). Akhirah". 7429. 3535. . 3) Lihat buku "Musyayyaroh fil 'Aqoid Al-Munji'ah fil Akhirah". 4981. halaman 78. 3244 dan 3265. Namun demikian. sudah sejak awal telah menjadi diperselisikan. Namun kebanyakan ulama salaf dan khalaf (jumhur ulama) menolak khabar ahad khabar dijadikan dalil bagi pembahasan akidah. Sesungguhnya tidak ditemukan adanya nash-nash kath'iy untuk Sesungguhnya menentukannya sebagai masalah pokok keimanan. 2) Hadits ini adalah khabar ahad. Sesungguhnya persoalan ini telah lama menimbulkan kerancuan dalam pemahaman. tetapi makna yang dikandungnya (yang dibahas para ahli ilmu kalam) adalah termasuk dalam perkara aqidah. sehingga wajib mengimaninya berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh akidah (yang dijelaskan ditunjukkan oleh akidah). Mengenai khabar ahad.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->