P. 1
Proposal Skripsi Fuul

Proposal Skripsi Fuul

|Views: 5,124|Likes:
Published by Ahmad Fuad Rosyidi

More info:

Published by: Ahmad Fuad Rosyidi on Feb 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran dari cabang Ilmu

Pengetahuan Alam (IPA) atau yang sering disebut juga sebagai Sains.

Menurut Carin dan Sund (1993) dalam Puskur (2007: 3) mendefinisikan

Sains sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur

berlaku secara umum (universal) dan berupa kumpulan data hasil

observasi dan eksperimen.” Sehingga untuk mendapatkan dan memahami

pengetahuan fisika secara mendalam hendaknya diperoleh melalui proses

yang melibatkan penalaran rasional dan kegiatan pengamatan (observasi)

serta eksperimen.

Merujuk pada pengertian Sains di atas, maka dapat disimpulkan

bahwa hakikat sains meliputi empat unsur utama, yaitu: Pertama, sikap:

rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta

hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat

dipecahkan melalui prosedur yang benar; Sains bersifat open ended;

Kedua, proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah;

metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen

atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan; Ketiga,

produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum; dan Keempat, aplikasi:

penerapan metode ilmiah dan konsep Sains dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat unsur itu merupakan ciri Sains yang utuh yang sebenarnya tidak

dapat dipisahkan satu sama lain (Puskur, 2007: 6).

Dari uraian di atas dalam proses pembelajaran Fisika sebagai

bagian dari Sains maka keempat unsur itu diharapkan dapat muncul,

sehingga siswa dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh,

memahami fenomena fisis melalui kegiatan pemecahan masalah, metode

ilmiah, dan meniru cara ilmuan bekerja dalam menemukan fakta baru.

Pandangan lainnya diungkapkan oleh ilmuwan terkemuka Einstein,

yang berpendapat bahwa fisika dapat dianggap sebagai ilmu pengetahuan

yang berusaha menguraikan serta menjelaskan hukum-hukum alam dan

kejadian-kejadian dalam alam menurut pemikiran manusia dan gambaran

9

itu berupa teori dan fisika yang seragam dan tidak dapat disangkal lagi

menurut JP Siepmann (1999).

Menurut Soekarno yang dikutip Alimufi Arief (1990: 7) Fisika

merupakan ilmu yang lahir dan dikembangkan lewat langkah-langkah

observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis

melalui eksperimen, penarikan kesimpulan dan penemuan teori atau

konsep. Berdasarkan teori yang diperoleh dilakukaan observasi yang lebih

cermat, sehingga ditemukan masalah baru, demikian seterusnya secara kait

mengait sehingga menuju kearah penemuan yang sempurna.

Sedangkan menurut Nyoman Kertiasa (1996: 2) Fisika sebagai

bagian dari pengetahuan alam, merupakan hasil kegiatan dari para peneliti

dengan menggunakan metode serta sikap ilmiah, sehingga segi yang

menyangkut pengetahuan sering disebut juga produk atau hasil fakta.

Dengan demikian IPA-Fisika memiliki segi-segi proses pengetahuan,

sikap (rasa ingin tahu).

Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat

fisika yang merupakan bagian dari IPA atau Sains adalah ilmu

pengetahuan yang lahir dari suatu proses pengamatan dan eksperimen

dengan menggunakan metode ilmiah dan diawali sikap ilmiah kemudian

diperoleh produk atau hasil ilmiah berupa fakta, prinsip, teori dan hukum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->