KONSEP NAFS DALAM AL-QUR’AN (Telaah tentang Konsep Manusia Menurut Al-Qur’an

)
Abdul Muhid ∗

Abstract: The word nafs in the Koran refers to the totally human. It can mean as soul and self. Nafs as a soul is understood as totally soul sources include of internalization and actualization of human life. Nafs also can be personal and heart which gives command to arrange all human potential. In addition, it also means passion. But nafs as a passion is different with pejorative passion. Nafs is actually neutral. It can be both good and bad, but naturally it is inclined to good. Nafs means life, but it is different with al-ruh, nafs has general definition, both material and immaterial.

Kata-kata Kunci: Nafs, al-Qur’an, Manusia.

Penulis adalah Dosen Tetap Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 16 No. 1 April 2008

338

Namun. (Yogyakarta: Pustaka Progressif. al-Munjid fi al-Lughah wa A’lam. secara umum dapat dikatakan bahwa nafs dalam konteks pembicaraan manusia. al-sahsh alinsan (diri orang). 1986).Pendahuluan Di dalam al-Qur’an surat al-Dzuriyat ayat 21 Allah berfirman: “Dan tentang anfus kalian. 1 Berdasarkan hal inilah. Sedangkan dalam kamus alMunawir disebutukan bahwa kata nafs (jamaknya anfus dan nufus) itu berarti roh dan jiwa. Konsep tentang nafs dalam al-Qur’an banyak variasi maknanya. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. yang artinya: “Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami pada seluruh ufuk dan di dalam “anfus”mu sendiri. Di dalam ayat tersebut terdapat kata anfus jama’ dari kata nafs yang banyak disebut dalam al-Qur’an. pribadi (person). 2 Lewis Makluf. Hal ini menandakan bahwa pribadi manusia atau nafs itu sangat penting untuk dibahas dan dianalisis. (Bandung: Mizan. Hal itu disebabkan karena berasal dari bervariasinya makna katakata nafs itu sendiri dalam sumbernya. Quraish Shihab berpendapat. al-Munawir Kamus Arab Indonesia. al-dzat atau al’ain (diri sendiri) 3 . diri (self 1 M. tetapi di tempat lain nafs menunjuk kepada apa yang terdapat dalam diri manusia yang menghasilkan tingkah laku (QS:13. Secara bahasa dalam kamus al-Munjid. Istilah Nafs dalam al-Qur’an Istilah nafs yang dimaksud di sini adalah istilah bahasa Arab yang dipakai dalam al-Qur’an. sekali diartikan sebagai totalitas manusia (QS:5. apakah kalian tidak memperhatikan (“untuk menganalisisnya”). Salah satu yang diterangkan dalam al-Qur’an adalah tentang rahasia-rahasia yang ada dalam diri manusia (anfus). Pembahasan tentang nafs sangat menarik untuk dikaji. 3 Ahmad Warson Munawir. yaitu berbagai ayat dalam al-Qur’an. 1984). karena di dalam al-Qur’an cukup banyak menyebutnya.32). (Beirut: Daar al-Masyriq. maka perlu dibahas suatu konsep tentang hakekat manusia yang tertera dalam ayat-ayat alQur’an yang berbunyi nafs. sebagaimana firman Allah dalam surat Fushilat ayat 53. sehingga jelas bahwasannya al-Qur’an itu benar”. 1545. 285-286. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 339 . Di dalam al-Qur’an telah cukup banyak diterangkan tentang konsep manusia. tubuh). 1996). Sedangkan menurut Dawan Raharjo dalam Ensiklopedia al-Qur’an disebutkan bahwa dalam al-Qur’an nafs yang jama’nya anfus dan nufus diartikan jiwa (soul). Quraish Shihab. nafs (jama’nya nufus dan anfus) berarti ruh (roh) dan ‘ain (diri sendiri) 2 . juga berarti al-jasad (badan.11). Seruan Allah ini mengisyaratkan bahwa betapa pentingnya menganalisis diri pribadi (anfus) manusia. bahwa kata nafs dalam al-Qur’an mempunyai aneka makna. al-sahsh (orang). menunjuk kepada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. 826.

16 No. 119-120. 4 340 Jurnal Ilmu Dakwah Vol. disamping juga dipakai untuk beberapa arti lainnya 4 . (Jakarta: Paramadina. serta al-A’raf dan Yusuf (masing-masing 13 kali) yang semuanya mencakup 48 % dari frekuensinya penyebutan total.189). 1996). hati (heart).atau selves). Ibnu Manzur menjelaskan bahwa kata nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian yakni nafs dalam pengertian nyawa. hidup (life). Dawam Rahardjo. dan senang kasih kepadanya sehingga saling M. bahwa semua manusia itu berasal dari Adam dan Allah menjadikan istri Adam yaitu Hawa’ darinya. al-An’am dan al-Taubah (masing-masing 17 kali. sebagai tanda dari kehidupan dan keberadaannya menyatu dengan unsur fisika kimiawi. yaitu dalam surat al-An’am (6) ayat 12. 881-885. Mu’jam al-Mufahrash li Iifadli al-Qur’an alKarim. Setiap manusia memiliki dua nafs. Ensiklopedia al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan KonsepKonsep Kunci. 250. 5 Ibnu Manzur Muhammad Ibnu Mukarram al-Anshari.35). ini terlihat ketika manusia dalam keadaan tidur.2). Lisan al-Arab. tenang. 7 Sebab ada kata nafs dalam al-Qur’an yang digunakan juga untuk menunjuk kepada diri Tuhan. 1994). Hilangnya nafs akal menyebabkan manusia tidak dapat berpikir namun ia tetap hidup. Dan Allah menjadikan Hawa dari tubuh Adam supaya ia jinak.26% dari seluruh jumlah surat yang terdapat dalam al-Qur’an. Sedangkan hilangnya nafs ruh. Dalam kitab Lisan al-Arab. ciri khusus nafs adalah bernafas. 6 Interpretasi Nafs dalam al-Qur’an Dalam pembahasan ini yang dimaksud nafs adalah makhluk ciptaan Allah 7 yang termasuk makhluk hidup. al-Nisa’ (19 kali). 1968). sebagaimana yang diatur oleh Allah yang berupa persetubuhan laki-laki dan istrinya. Juz VIII. dan dari unsur tanah dan air (QS:6. yang terbanyak dimuat dalam surat al-Baqarah (35 kali). (Kairo: Dar al-Misriyah li al-Ta’lif wa al-Tarjamah. Nafs sebagai makhluk Allah diciptakan atau berasal dari nafs wahidah (QS:7. (Beirut: Dar al-Fikr. dan karena itu nafs juga dimatikan (QS:21. atau pikiran (mind). 5 Di dalam al-Qur’an terdapat 140 ayat yang menyebutkan nafs. Kata ini terdapat dalam 63 surat atau 55. Ali Imran (21 kali). dalam bentuk jama’nya nufus terdapat 2 ayat. dan dalam bentuk jama’ lainnya anfus terdapat 153 ayat. kemudian Allah membuat keturunannya sehingga terbesar semua manusia lakilaki perempuan sebanyak penduduk dunia sekarang ini dan seterusnya sehingga hari kiamat nanti. Berarti dalam al-Qur’an kata nafs disebutkan sebanyak 295 kali. 6 Lihat Muhammad Fuad Abd al-Baqi. dan nafs yang mengandung makna keseluruhan dari sesuatu dan hakikatnya menunjuk kepada diri pribadi. menyebabkan hilangnya kehidupan. Para mufassir umumnya menafsirkan nafs wahidah itu identik dengan Nabi Adam. 1 April 2008 . nafs akal dan nafs ruh. Menurut Ibnu Katsir.

1988). 263. yang menjelaskan sesuatu perbuatan manusia yang efeknya hanyalah kepada diri manusia sendiri (anfus). Hal ini berdasarkan pada kata nafs wahidah sendiri yang terulang dalam al-Qur’an sebagai bentuk nakirah (indenfinite article) yang berarti sesuatu yang tidak dikenal. yang berarti diri Adam. yang pada saat itu adalah sesuatu yang tak dapat disebutkan. Penafsiran seperti ini karena berdasarkan atas tafsir harfiah (secara tekstual). durhaka atau taat 12 . sehingga jadilah mereka berdua berjodoh. Tafsir al-Maraghi. Adapun Rashid Ridla menafsirkan nafs wahidah adalah suatu bahan baku yang hakikatnya tidak diketahui. laki-laki dan perempuan (QS:49. bahwa nafs wahidah (dari jenis yang sama). Dalam al-Qur’an (QS:76. Juz VIII. Hal ini juga sama dengan apa yang ditafsirkan oleh al-Maraghi. 264. Tafsir Gharaib al-Qur’an wa Gharaaib al-Furqan. Dari penafsiran ini dapat dilihat bahwa nafs wahidah itu tidak menunjuk pada diri Adam. yang menjelaskan bahwa nafs wahidah menunjuk pada diri Adam 9 Muhammad Rashid Ridha.13). Mayoritas (jumhur) ulama mengikuti penafsiran seperti ini. 10 Al-Maraghi Ahmad Musthafa. maka jiwa itulah sebagai jaminan (rahinah) baik jiwa itu kafir maupun mukmin. Ayat kedua yang turun bersama dengan kata nafs terdapat pada surat al-Mudatsir (74) ayat 38.49). (Beirut: Dar al-Ma’rifah. yang menjelaskan bahwa setiap jiwa itu tergadai dengan amalnya di sisi Allah dari terikat denganNya. Oleh karena itu setiap sel dalam sel-sel yang menumbuhkan makhluk hidup (organisme) terdiri dari dua unsur yaitu unsur jantan dan betina yang apabila dipertemukan maka lahirlah sel-sel yang lain dan begitu seterusnya 10 . Juz II. Ayat pertama turun yang mengandung kata nafs dalam bentuk jama’nya nufus terdapat pada surat al-Muzammil (73) ayat 20 surat paling awal ke tiga sesudah al-‘Alaq dan al-Qalam. Juz IX. dimana kata nafs itu sama dengan pribadi dan kata wahidah artinya satu. 1974). 359. tetapi menunjuk cikal bakal manusia atau sel yang dari sana manusia diciptakan. 476. 11 Lihat al-Maraghi. 1996). 12 Lihat al-Maraghi. Tafsir al-Qur’an al-Hakim. dan juga semua makhluk hidup (QS:51. Tafsir al-Qur’an al-Adzim. 269. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 8 341 . Lihat Nidzam al-Din al-Hasan bin Muhammad bin Husein al-Qummy al-Nisaaburry. dan sel-sel tersebut juga menjadi cikal bakal dari seluruh makhluk hidup. Nafs di sini diartikan sebagai jiwa yang memiliki jaminan bahwa yang diusahakan seseorang akan memberi pengaruh terhadap jiwa orang Abi Fida’ Ismail Ibnu Katsir al-Quraisy al-Dimasyqi.membutuhkan dan saling melengkapi 8 . tt). 267. Juz III.1) manusia diciptakan sebagai suatu nafs. (Cairo: Musthafa al-Babi alHalabi. (Beirut: Dar al-Kotoob al-Ilmiyah. Juz IX. bahwa apapun yang dikerjakan oleh nafs di dunia ini berupa perbuatan baik dan buruk akan ditemui balasannya di hari kiamat 11 . dan dari bahan tersebutlah manusia diciptakan secara khusus 9 . lalu Dia menjadikan dari itu pula jenis yang sama. Juz VIII. (Cairo: Dar al-Hadist. maksudnya Allah yang telah meciptakan kalian dari satu jenis.

Tingkat kedua. (Bandung: Risalah. dan tiap-tiap jiwa besok akan mengetahui apa yang telah dikerjakan di dunia (QS:8.27-30).. Juniarso Ridwan. Quraish Shihab. 16 Sukanto. Tingkat ketiga adalah jiwa ketuhanan yang telah masuk dalam kepribadian manusia. 53-54. Tingkat pertama manusia cenderung untuk hanya memenuhi naluri rendahnya yang disebut dengan jiwa hayawaniyah/kebinatangan (nafs ammarah) berdasar pada surat Yusuf (12) ayat 53. yang tidak dipahami sebagai sebuah substansi yang terpisah 14 . Maka nafs (jiwa) sebaiknya dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut interaksinya dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia. aspek-aspek. disebut jiwa ketuhanan (nafs muthmainnah) berdasar pada surat al-Infithar (89) ayat 27-30. emosi. hanya jiwa yang tenanglah (nafs al-Muthmainnah) yang akan menghadap kepada Allah (QS:89. Nafs dalam pengertian ini diasumsikan sebagai gerak imanen (gerak dalam) yang bersifat qalbiyah (ke-hati-an). Kata nafs dalam susrat al-Qaaf (50) ayat 16. 14 13 342 Jurnal Ilmu Dakwah Vol.tersebut. manusia sudah mulai untuk menyadari kesalahan dan dosanya. rasa iri hati. Nafsiologi: Refleksi Analisa Tentang Diri dan Tingkah Laku Manusia. perpaduan yang kemudian menjadikan yang bersangkutan mengenal perasaan. di sini telah terjadi apa yang disebutnya kebangkitan rohani dalam diri manusia. menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh nafs (jiwa) besok pada hari kiamat akan menanggung semua apa yang telah dikerjakan di dunia.5). Ego. pusat komando yang mengantur seluruh potensi kemanusiaan 16 . rasa benci. watak-watak. Tingkatan jiwa ini hampir sama dengan konsep psikoanalisanya Freud yaitu Id. disebut dengan jiwa kemanusiaan (nafs lawwamah) berdasar pada surat al-Qayimah (73) ayat 2. Quraish Shihab cenderung memahami nafs sebagai sesuatu yang merupkan hasil perpaduan jasmani dan ruhani manusia. atau kecenderungan pribadi manusia yang bersifat psikis (yang berbeda dengan Phisik). dan Superego 13 Fazlurrahman menjelaskan terkait dengan tingkatan-tingkatn jiwa bahwa sebaiknya dipahami sebagai kedaan-keadaan. dan sebagai pusat grativasi manusia.. Ensiklopedia. Ayat ketiga yang turun memuat kata nafs terdapat pada surat at-Takwir (81) ayat 14.. 265. Dawam Rahardjo. & Dadiri Hasyim. 1995). 1992). Para ahli tasawuf membagi perkembangan jiwa menjadi tiga tingkatan. 15 M. yang terkumpul dalam hati. Mm. mengandung makna hati sebagai potensi internal pada diri manusia yang aktif membisikkan (mutawaswisu bihi nafsuhu/apa yang dibisikkan oleh hatinya).). The Qoranic Foundation and Strukture of Muslem Society (ter. Nafs ini berisi impuls-impuls yang berupa rasa sedih. pada waktu itu manusia telah memasuki jiwa kemanusiaan. Tafsir al-Amanah. 16 No. 363. (Surabaya: Risalah Gusti. dan pengetahuan serta dikenal dan dibedakan dengan manusia-manusia lainnya 15 . dkk. 196-197. ketika telah berkenalan dengan petunjuk Ilahi. Fazlurrahman. 1983). (Jakarta: Pustaka Karim. 1 April 2008 . Nafs M.

Dawam Rahardjo. desire. untuk bertindak dan memuaskan batinya. yang bersifat netral. Citra Effhar. Sebagaimana dalam surat Yusuf (12) ayat 253 yang menjelaskan bahwa nafsu pada umumnya mendorong kepada kehendak-kehenda rendah yang menjurus hal-hal yang negatif. memiliki kecenderungan terhadap kejelekan. Namun dalam pengertian sehari-hari di Indonesia mengandung konotasi negatif. 1993). Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal kata nafsu yang dipahami sebagai daya yang terdapat dalam diri setiap manusia. 251. Ensiklopedia. Nafsiologi: Suatu Pendekatan Alternatif atas Psikologi. Nafsu ini disebut juga nafsu syahwat (libido). 1985). 18 Drs. Nurcholis Madjid menjelaskan bahwa nafs atau nafsu. (Semarang: PT.. Jilid I. yang mengatakan bahwa nafsu (libido) adalah energi psikis yang mengendalikan manusia. emosi. identik dengan berhasrat dalam bahasa Indonesia. Dalam surat al-Baqarah (2) ayat 284. meneliti. bisa baik dan buruk 19 . 43. al-Qur’an al-Karim & Tafsirannya. Namun ada pula nafsu yang mendapat rahmat yang membawa kepada kebaikan yang kelak dalam perkembangan ilmu tasawuf disebut sebagai al-nafs al-muthmainnah atau kepribadian yang mengandung sifat kasih sayang 20 .14). sehingga nafs itu dapat diaktualisasikan amal perbuatan yang baik. 20 M. Tetapi bernafsu tidak hanya identik dengan seks. karena ia merupakan bgian dari instink. bersifat pejoratif. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 17 343 . Dalam bahasa Inggris nafsu disebut juga passion. Dari kata nafs dalam al-Qur’an. Dalam al-Qur’an sendiri menyebutkan bahwa syahwat adalah merupakan anugerah dari Tuhan (QS:31. Allah memerintahkan agar manusia selalu mengawasi. dkk. hati) inilah yang oleh al-Qur’an untuk selalu diperhatikan 18 . Dari sini dapat dijelaskan bahwa dalam al-Qur’an ada dua jenis nafsu.. yaitu nafsu yang berdampak negatif akan dilaknat oleh Allah. Namun demikian emosi yang ada pada Sukanto. Padahal nafsu sendiri adalah gejala alamiah. Hafidz Dasuki. begitu juga sebaliknya..diciptakan oleh Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan 17 . berkonotasi seksual. lust. dan nafsu yang positif akan mendapatkan rahmat-Nya. Pada hal kata nafs yang bermakna nafsu sendiri itu sendiri bersifat netral. Mm.. Apabila itu sesuai dengan perintah-Nya dan tidak berlawanan dengan laranganlarangan-Nya. Oleh karena itu sisi dalam manusia (nafs. Nafsu ini walaupun tidak tampak dirasakan kehadirannya ketika seseorang terdorong dengan dukungan emosi atau perasaan yang kental. naluri atau tabiat yang sudah ada pada manusia sejak lahir. dan juga manusiawi. 497 19 Hal ini sangat dipengaruhi oleh teorinya Sigmund Freud. dan merasakan apa yang ada dalam nafs (hatinya). timbul kata nafsu yang dalam kata bahasa Indonesia telah berubah sama sekali artinya yang artinya syahwat. bernafsu bisa digunakan untuk sebagainya. maka manusia disuruh memelihara dan menghidup-suburkan nafs itu. (Jakarta: Integritas Press.

kata hawa bermakna kosong. Jika hanya ruh dzahirnya saja yang terputus maka hanya akan menyebabkan menusia tidak dapat berfikir. jauh. 22 M. Oleh karena itu jika manusia telah sampai pada ajalnya maka Allah akan mencabut nafs ruh al-hayat sekaligus nafs ruh al-aql 25 Dalam al-Qur’an dibedakan antara ruh dan nafs. 1 April 2008 . hawa nafsu (lust). dan ruh yang membuat hidup manusia (QS:15. 23 Abdul Muin Salim. 602. menipu Nurcholis Madjid. 1995). 16 No. Konsep Etika Religius dalam al-Qur’an. (Yogyakarta: Tiara Wacana. 21 344 Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 117. kecenderungan hati kepada kejelekan. Dengan kemutlakan seperti ini. (Jakarta: Paramadina.27). Dalam surat al-Zumar (39) ayat 92. Secara etimologis.205). Ensiklopedia. Sebenarnya dalam al-Qur’an terdapat dua kata yang sama-sama diartikan nafsu yaitu kata nafs itu sendiri dan hawa dan ahwa berarti hasrat (desire). terpengaruh (QS:al-Hasyr.. 24 Thosihiku Izutsu. Dawam Rahardjo. Bahkan dalam konteks tersebut kata syahwat dapat menggantikan kata hawa tanpa menyebabkan perubahan makna yang nyata 24 . penuh harap-harap cemas dan takut (QS:al-A’raf. 251. Al-Raghib menambahkan bahwa kecenderungan jiwa pada syahwat disebut al-hawa. Kata ruh disebutkan sebanyak 21 kali. Kata hawa atau ahwa disebut 17 kali dalam al-Qur’an 22 . 1970). 1994). 1993). antara lain menunjuk arti pembawa wahyu (QS:26.192-195). nafs adalah sesuatu yang dikenai sifat-sifat tenang dan rela (QS:al-Fajr. yang akan mati dan terbunuh (QS: 32. seperti ketika manusia dalam keadaan tidur.manusia ibarat pisau bermata dua.126). Sedangkan kata nafs dalam al-Qur’an semua memiliki pengertian dzat secara umum terdiri dari dua unsur material dan immatrial.9). sehingga menurut Toshihiku Izutsu. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 25 Sulaiman Ibnu Umar..146). emosi dapat membawa bencana. disebutkan bahwa kata nafs yang berarti ruh. pada kedua kata itu bukanlah sinonim. Dalam al-Qur’a. Islam Agama Peradapan Membangun Makna Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah. tetapi juga mendorong manusia mencapai puncak keilmuan yang sangat tinggi21 .an-Naml. sedangkan dari sudut leksiologis kata tersebut bermakna kecenderungan atau kecintaan kepada yang jelek. Jilid III. kata hawa merupakan sinonim dari kata syahwat. (Beirut: Dar al-Fikr. Para mufassir menjelaskan bahwa terputusnya ruh dzahir dan ruh batin menyebabkan kematian. mencari keyakinan (QS.9).. karena ia menjatuhkan seseorang akan kehidupan dunia ini ke dalam kecelakaan dan dalam kehidupan akherat ke dalam neraka 23 Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa pengertian hawa nafsu itu berhubungan erat dengan syahwat. maka kata nafs bukanlah sinonim dari kata al-ruh. al-Futuha al-Ilahiyah bi Taudlihi al-Tafsir al-Jalalain li Daqaiq al-Khafiyah. yakni suatu kata yang bermakna keinginan atau nafsu. 180. 168-170. Konsepsi Politik dalam al-Qur’an. yaitu ketika Allah mengambil alih (yutawaffa) nafs (ruh) dari badan manusia.

dugaan-dugaan ilmiah pun bermunculan dari kalangan filosof 26 Fazlur Rahman menjelaskan mengenai nafs dalam al-Qur’an. (terj. Mereka berfikir bahwa kematian atau terbunuhnya jiwa akan menjadikan kosong dan berhentinya kehidupan. sebagaimana ia mendapat balasan pahala dan siksa (QS:al-Fajr. dengki (QS : al-Baqarah. nafs yang dikenai beban ta’lif (QS : al-An’am. Kata nafs juga berkaitan dengan iman serta kafir.(QS:al-Baqarah. sebenarnya berarti pribadi. al-An’am. karena ingin memberitahukan bahwa pahala dan siksa di akherat tidak berkaitan dengan jasad saja. dan lainnya dalam bentuk jama’ tentang orang-orang munafiq (QS:al-Munafiqun. Mereka menyembutkan ruh pada hal yang dimaksudkan adalah nafs.92). 7).4). al-Isra’14). kata ini dalam filsafat dan tasawuf Islam telah menjadi konsep tentang jiwa dengan pengertian bahwa ia adalah substansi yang terpisah dari jasmani.148. Shaad. Oleh karena itu ruh itu rahasia kehidupan. Sedangkan al-jism atau al-jasad tidak disebutkan al-Qur’an untuk membicarakan balasan dan perhitungan amal. Adapun predikat yang beberapa kali disebut dalam alQur’an hanyalah dan seharusnya dipahami sebagai kaidah-kaidah. aspek-aspek. Mereka ingin pada pengertian yang sebenarnya. perasaan. Sehingga masalah ini menjadi diskursus oleh pemikir dan filosof.27. Ini dapat dilihat sebagian kamus bahasa menyebut kata al-ruh itu dengan kata nafs. Dengan kata lain.88. juga dosa dan taqwa (QS:al-Nisa’107. sekali dalam bentuk mufrad dalam cerita tentang Thaluth (QS:al-Baqarah.109). Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 345 . maka jasad itupun rusak dan mati.8. Kata al-jasad disebut hanya 4 kali. namun kalau diperhatikan mereka jarang membedakan antara ruh dan nafs. tetapi ia tidak terpisah secara eklusif dari raga. Jika ruh itu meninggalkan jasad. Menurut penafsirannya nafs yang sering diterjemahkan menjadi jiwa (soul). dan sebaliknya. Jiwa yang dikatakan juga sebagai diri atau batin manusia memang dinyatakan oleh alQur’an dengan realitas pada manusia.20. namun mereka hanya tahu dari gejala-gejalanya bahwa ruh adalah rahasia kehidupan. melainkan juga berkaitan dengan nafs. 152. yang berarti gambaran dan bentuk (QS:al-A’raf. al-Taubah. bahwa dengan adanya kenyataan jarangnya al-Qur’an menggunakan kata al-jism dan al-jasad membuat kata nafs masuk ke dalam pemikiran Islam dengan arti ruh.247).9). al-Muzammil. dan kecenderungan-kecenderungan yang ada pada pribadi 26 Bintusy Syathi’. dan petunjuk serta sesat (QS:al-Nisa’15.. Hal ini berarti Allah menghindari penggunaan kata al-Jasad dan al-jism untuk pembicaraan tentang akherat. Dengan demikian. 178. dan was-was (QS : alQaaf. selalu membingungkan akal dan pikiran. alAnbiya’.344). Thaaha. atau aku. menurut Fazlur Rahman. 1997). al-Qur’an tidak mendukung doktrin dualisme yang radikal antara jiwa dan raga. (Yogyakarta: LKPSM. watak-watak.16). Begitu juga kata al-jism disebut hanya 2 kali. Maqal fi al-Insan: Dirasah Qur’aniyah. Adib Arief).

bersifat material sekaligus immaterial. nafs al-radliyah (jiwa yang ridla terhadap Allah). 2). nafs dapat juga berarti hati yang memberikan komando guna mengatur seluruh potensi manusia. nafs bersifat netral bisa baik maupun buruk. Dawam Rahardjo. Sedangkan diskursus menganai jiwa oleh para pemikir muslim seperti alGhazali yang mengkaji konsep nafs secara mendalam. tetapi juga sekaligus berarti diri. Hanna Djumhana Bastaman. Ensiklopedia. nafs al-kamilah (jiwa yang sempurna) 29 . Adapun Shafi’i membagai perkembangan nafs menjadi 9 taraf perkembangan. Nafs al-mardliyah (jiwa yang mendapat ridla dari Allah).. nafs nabatiyah (jiwa tumbuhan). 28 27 346 Jurnal Ilmu Dakwah Vol. Nafs juga diartikan ruh atau nyawa. Fazlur Rahman. nafs dalam arti jiwa dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut internalisasi dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia. Nafs dapat mengandung pengertian jiwa. 1996). suci dan tenang yang diundang oleh Tuhan sendiri dengan lembutnya untuk masuk ke dalam surga-Nya (QS:al-Fajr. 3). Nafs juga berarti pribadi seseorang (person).manusia. yaitu: 1). 1995). 29 Shafi’i dalam Subandi. (Yogyakarta: Sipress. tapi berbeda al-ruh. 16 No. Integritas Psikologi dengan Islam: menuju Psikologi Islam. Adapun nafs yang kedua adalah nafs muthmainah yang lembut. 1 April 2008 . yang keduanya dimiliki oleh hewan dan manusia. Kata nafs juga berarti nafsu atau syahwat. tetapi pada dasarnya nafs berkecenderungan baik.. tetapi tidak sebagai substansi yang terpisah 27 . dan dorongan erotik (al-syahwat). nafs alhayawaniyah (jiwa kebinatangan). 78. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. nafs mempunyai pengertian umum. Fuat Nashori (editor). 9). Menurut al-Ghazali nafs itu mempunyai dua arti. nafs al-mulhimah (jiwa yang terilhami). sebagai lawan dari aspek phisik. 260. 8).27-28) 28 . Dari konsep nafs inilah para filosof dan ahli tasawuf mengembangkan teori kepribadian manusia dalam perspektif Islam. nafs al-muthmainnah (jiwa yang tenang tentram). 7). 105-107. arti nafs yang pertama adalah nafsu-nafsu rendah yang kaitannya dengan raga dan kejiwaan. Kesimpulan Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa kata nafs dalam al-Qur’an itu menunjuk pada totalitas manusia. dalam M. seperti dorongan agresif (al-ghadlab). Membangun Paradigma Psikologi Islam. 6). Hal ini seharusnya dipahami sebagai aspek mental. namun nafs dalam pengertian nafsu berbeda dengan syahwat yang pejoratif. halus. dan nafs juga berarti “aku” manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful