KONSEP NAFS DALAM AL-QUR’AN (Telaah tentang Konsep Manusia Menurut Al-Qur’an

)
Abdul Muhid ∗

Abstract: The word nafs in the Koran refers to the totally human. It can mean as soul and self. Nafs as a soul is understood as totally soul sources include of internalization and actualization of human life. Nafs also can be personal and heart which gives command to arrange all human potential. In addition, it also means passion. But nafs as a passion is different with pejorative passion. Nafs is actually neutral. It can be both good and bad, but naturally it is inclined to good. Nafs means life, but it is different with al-ruh, nafs has general definition, both material and immaterial.

Kata-kata Kunci: Nafs, al-Qur’an, Manusia.

Penulis adalah Dosen Tetap Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 16 No. 1 April 2008

338

bahwa kata nafs dalam al-Qur’an mempunyai aneka makna. 1 Berdasarkan hal inilah. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 339 . 1984). Pembahasan tentang nafs sangat menarik untuk dikaji. 1996). al-Munjid fi al-Lughah wa A’lam. Salah satu yang diterangkan dalam al-Qur’an adalah tentang rahasia-rahasia yang ada dalam diri manusia (anfus). (Bandung: Mizan. 1545. 285-286. Hal ini menandakan bahwa pribadi manusia atau nafs itu sangat penting untuk dibahas dan dianalisis. Sedangkan menurut Dawan Raharjo dalam Ensiklopedia al-Qur’an disebutkan bahwa dalam al-Qur’an nafs yang jama’nya anfus dan nufus diartikan jiwa (soul). 2 Lewis Makluf. sekali diartikan sebagai totalitas manusia (QS:5. pribadi (person). Seruan Allah ini mengisyaratkan bahwa betapa pentingnya menganalisis diri pribadi (anfus) manusia. Quraish Shihab. al-sahsh alinsan (diri orang). Sedangkan dalam kamus alMunawir disebutukan bahwa kata nafs (jamaknya anfus dan nufus) itu berarti roh dan jiwa.Pendahuluan Di dalam al-Qur’an surat al-Dzuriyat ayat 21 Allah berfirman: “Dan tentang anfus kalian.32). yang artinya: “Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami pada seluruh ufuk dan di dalam “anfus”mu sendiri. juga berarti al-jasad (badan. menunjuk kepada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. Hal itu disebabkan karena berasal dari bervariasinya makna katakata nafs itu sendiri dalam sumbernya. tetapi di tempat lain nafs menunjuk kepada apa yang terdapat dalam diri manusia yang menghasilkan tingkah laku (QS:13. Namun. yaitu berbagai ayat dalam al-Qur’an. maka perlu dibahas suatu konsep tentang hakekat manusia yang tertera dalam ayat-ayat alQur’an yang berbunyi nafs. tubuh). Konsep tentang nafs dalam al-Qur’an banyak variasi maknanya. sehingga jelas bahwasannya al-Qur’an itu benar”. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. 3 Ahmad Warson Munawir. 1986). (Yogyakarta: Pustaka Progressif. nafs (jama’nya nufus dan anfus) berarti ruh (roh) dan ‘ain (diri sendiri) 2 . apakah kalian tidak memperhatikan (“untuk menganalisisnya”). karena di dalam al-Qur’an cukup banyak menyebutnya. Di dalam ayat tersebut terdapat kata anfus jama’ dari kata nafs yang banyak disebut dalam al-Qur’an.11). al-sahsh (orang). Di dalam al-Qur’an telah cukup banyak diterangkan tentang konsep manusia. diri (self 1 M. al-Munawir Kamus Arab Indonesia. Quraish Shihab berpendapat. Secara bahasa dalam kamus al-Munjid. secara umum dapat dikatakan bahwa nafs dalam konteks pembicaraan manusia. sebagaimana firman Allah dalam surat Fushilat ayat 53. (Beirut: Daar al-Masyriq. al-dzat atau al’ain (diri sendiri) 3 . 826. Istilah Nafs dalam al-Qur’an Istilah nafs yang dimaksud di sini adalah istilah bahasa Arab yang dipakai dalam al-Qur’an.

Ensiklopedia al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan KonsepKonsep Kunci.35). dalam bentuk jama’nya nufus terdapat 2 ayat. 250. ini terlihat ketika manusia dalam keadaan tidur. nafs akal dan nafs ruh. yaitu dalam surat al-An’am (6) ayat 12. Setiap manusia memiliki dua nafs. (Beirut: Dar al-Fikr. 16 No. hati (heart). kemudian Allah membuat keturunannya sehingga terbesar semua manusia lakilaki perempuan sebanyak penduduk dunia sekarang ini dan seterusnya sehingga hari kiamat nanti. atau pikiran (mind). bahwa semua manusia itu berasal dari Adam dan Allah menjadikan istri Adam yaitu Hawa’ darinya. 119-120. dan senang kasih kepadanya sehingga saling M. yang terbanyak dimuat dalam surat al-Baqarah (35 kali).26% dari seluruh jumlah surat yang terdapat dalam al-Qur’an. dan nafs yang mengandung makna keseluruhan dari sesuatu dan hakikatnya menunjuk kepada diri pribadi. serta al-A’raf dan Yusuf (masing-masing 13 kali) yang semuanya mencakup 48 % dari frekuensinya penyebutan total. 5 Ibnu Manzur Muhammad Ibnu Mukarram al-Anshari.atau selves). 5 Di dalam al-Qur’an terdapat 140 ayat yang menyebutkan nafs. dan dalam bentuk jama’ lainnya anfus terdapat 153 ayat.2). 1 April 2008 . Ali Imran (21 kali). Menurut Ibnu Katsir. Dan Allah menjadikan Hawa dari tubuh Adam supaya ia jinak. Mu’jam al-Mufahrash li Iifadli al-Qur’an alKarim. 6 Lihat Muhammad Fuad Abd al-Baqi. Nafs sebagai makhluk Allah diciptakan atau berasal dari nafs wahidah (QS:7. 4 340 Jurnal Ilmu Dakwah Vol. Hilangnya nafs akal menyebabkan manusia tidak dapat berpikir namun ia tetap hidup. Dawam Rahardjo. Dalam kitab Lisan al-Arab. Ibnu Manzur menjelaskan bahwa kata nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian yakni nafs dalam pengertian nyawa. al-Nisa’ (19 kali).189). tenang. disamping juga dipakai untuk beberapa arti lainnya 4 . al-An’am dan al-Taubah (masing-masing 17 kali. sebagai tanda dari kehidupan dan keberadaannya menyatu dengan unsur fisika kimiawi. (Kairo: Dar al-Misriyah li al-Ta’lif wa al-Tarjamah. 1968). dan karena itu nafs juga dimatikan (QS:21. Berarti dalam al-Qur’an kata nafs disebutkan sebanyak 295 kali. dan dari unsur tanah dan air (QS:6. 881-885. Kata ini terdapat dalam 63 surat atau 55. 1996). Sedangkan hilangnya nafs ruh. 7 Sebab ada kata nafs dalam al-Qur’an yang digunakan juga untuk menunjuk kepada diri Tuhan. menyebabkan hilangnya kehidupan. (Jakarta: Paramadina. sebagaimana yang diatur oleh Allah yang berupa persetubuhan laki-laki dan istrinya. 1994). 6 Interpretasi Nafs dalam al-Qur’an Dalam pembahasan ini yang dimaksud nafs adalah makhluk ciptaan Allah 7 yang termasuk makhluk hidup. Lisan al-Arab. Juz VIII. ciri khusus nafs adalah bernafas. hidup (life). Para mufassir umumnya menafsirkan nafs wahidah itu identik dengan Nabi Adam.

(Beirut: Dar al-Kotoob al-Ilmiyah. 267. dan dari bahan tersebutlah manusia diciptakan secara khusus 9 . yang menjelaskan bahwa nafs wahidah menunjuk pada diri Adam 9 Muhammad Rashid Ridha. maka jiwa itulah sebagai jaminan (rahinah) baik jiwa itu kafir maupun mukmin. Penafsiran seperti ini karena berdasarkan atas tafsir harfiah (secara tekstual). Dalam al-Qur’an (QS:76. (Cairo: Dar al-Hadist. 359. 269. dimana kata nafs itu sama dengan pribadi dan kata wahidah artinya satu. durhaka atau taat 12 .49). Hal ini berdasarkan pada kata nafs wahidah sendiri yang terulang dalam al-Qur’an sebagai bentuk nakirah (indenfinite article) yang berarti sesuatu yang tidak dikenal. (Cairo: Musthafa al-Babi alHalabi. Juz IX. Lihat Nidzam al-Din al-Hasan bin Muhammad bin Husein al-Qummy al-Nisaaburry. bahwa apapun yang dikerjakan oleh nafs di dunia ini berupa perbuatan baik dan buruk akan ditemui balasannya di hari kiamat 11 . Tafsir al-Qur’an al-Hakim. 1988). laki-laki dan perempuan (QS:49. Adapun Rashid Ridla menafsirkan nafs wahidah adalah suatu bahan baku yang hakikatnya tidak diketahui. yang pada saat itu adalah sesuatu yang tak dapat disebutkan. Juz VIII. Ayat kedua yang turun bersama dengan kata nafs terdapat pada surat al-Mudatsir (74) ayat 38. tetapi menunjuk cikal bakal manusia atau sel yang dari sana manusia diciptakan. Tafsir al-Qur’an al-Adzim. Tafsir Gharaib al-Qur’an wa Gharaaib al-Furqan. 1974). Nafs di sini diartikan sebagai jiwa yang memiliki jaminan bahwa yang diusahakan seseorang akan memberi pengaruh terhadap jiwa orang Abi Fida’ Ismail Ibnu Katsir al-Quraisy al-Dimasyqi. 10 Al-Maraghi Ahmad Musthafa. yang berarti diri Adam. Juz III. 476.membutuhkan dan saling melengkapi 8 . yang menjelaskan bahwa setiap jiwa itu tergadai dengan amalnya di sisi Allah dari terikat denganNya. dan sel-sel tersebut juga menjadi cikal bakal dari seluruh makhluk hidup. 263. Juz II. bahwa nafs wahidah (dari jenis yang sama). 264. dan juga semua makhluk hidup (QS:51. Juz VIII. lalu Dia menjadikan dari itu pula jenis yang sama. maksudnya Allah yang telah meciptakan kalian dari satu jenis. Tafsir al-Maraghi. 11 Lihat al-Maraghi.1) manusia diciptakan sebagai suatu nafs. Dari penafsiran ini dapat dilihat bahwa nafs wahidah itu tidak menunjuk pada diri Adam. 12 Lihat al-Maraghi. sehingga jadilah mereka berdua berjodoh. Ayat pertama turun yang mengandung kata nafs dalam bentuk jama’nya nufus terdapat pada surat al-Muzammil (73) ayat 20 surat paling awal ke tiga sesudah al-‘Alaq dan al-Qalam. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 8 341 .13). Juz IX. yang menjelaskan sesuatu perbuatan manusia yang efeknya hanyalah kepada diri manusia sendiri (anfus). 1996). Mayoritas (jumhur) ulama mengikuti penafsiran seperti ini. tt). Oleh karena itu setiap sel dalam sel-sel yang menumbuhkan makhluk hidup (organisme) terdiri dari dua unsur yaitu unsur jantan dan betina yang apabila dipertemukan maka lahirlah sel-sel yang lain dan begitu seterusnya 10 . (Beirut: Dar al-Ma’rifah. Hal ini juga sama dengan apa yang ditafsirkan oleh al-Maraghi.

363. manusia sudah mulai untuk menyadari kesalahan dan dosanya. Nafs dalam pengertian ini diasumsikan sebagai gerak imanen (gerak dalam) yang bersifat qalbiyah (ke-hati-an). Para ahli tasawuf membagi perkembangan jiwa menjadi tiga tingkatan. disebut dengan jiwa kemanusiaan (nafs lawwamah) berdasar pada surat al-Qayimah (73) ayat 2. rasa iri hati. Mm. perpaduan yang kemudian menjadikan yang bersangkutan mengenal perasaan. menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh nafs (jiwa) besok pada hari kiamat akan menanggung semua apa yang telah dikerjakan di dunia. pusat komando yang mengantur seluruh potensi kemanusiaan 16 . Tingkat pertama manusia cenderung untuk hanya memenuhi naluri rendahnya yang disebut dengan jiwa hayawaniyah/kebinatangan (nafs ammarah) berdasar pada surat Yusuf (12) ayat 53. 15 M. Nafs M. atau kecenderungan pribadi manusia yang bersifat psikis (yang berbeda dengan Phisik).). & Dadiri Hasyim. mengandung makna hati sebagai potensi internal pada diri manusia yang aktif membisikkan (mutawaswisu bihi nafsuhu/apa yang dibisikkan oleh hatinya). hanya jiwa yang tenanglah (nafs al-Muthmainnah) yang akan menghadap kepada Allah (QS:89. 1983). di sini telah terjadi apa yang disebutnya kebangkitan rohani dalam diri manusia. dan Superego 13 Fazlurrahman menjelaskan terkait dengan tingkatan-tingkatn jiwa bahwa sebaiknya dipahami sebagai kedaan-keadaan. Tafsir al-Amanah. Quraish Shihab. Tingkatan jiwa ini hampir sama dengan konsep psikoanalisanya Freud yaitu Id.27-30). 1 April 2008 . aspek-aspek. Ensiklopedia. Quraish Shihab cenderung memahami nafs sebagai sesuatu yang merupkan hasil perpaduan jasmani dan ruhani manusia. Dawam Rahardjo. (Surabaya: Risalah Gusti.5).Tingkat kedua. 16 No. Juniarso Ridwan. yang terkumpul dalam hati. pada waktu itu manusia telah memasuki jiwa kemanusiaan. The Qoranic Foundation and Strukture of Muslem Society (ter. (Jakarta: Pustaka Karim. dkk. Ayat ketiga yang turun memuat kata nafs terdapat pada surat at-Takwir (81) ayat 14. 196-197. Tingkat ketiga adalah jiwa ketuhanan yang telah masuk dalam kepribadian manusia. yang tidak dipahami sebagai sebuah substansi yang terpisah 14 .tersebut. 1995). ketika telah berkenalan dengan petunjuk Ilahi. (Bandung: Risalah. Kata nafs dalam susrat al-Qaaf (50) ayat 16. Maka nafs (jiwa) sebaiknya dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut interaksinya dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia. Nafs ini berisi impuls-impuls yang berupa rasa sedih. 16 Sukanto. 1992). Ego.. 53-54. Nafsiologi: Refleksi Analisa Tentang Diri dan Tingkah Laku Manusia.. rasa benci. dan sebagai pusat grativasi manusia. dan tiap-tiap jiwa besok akan mengetahui apa yang telah dikerjakan di dunia (QS:8. Fazlurrahman.. watak-watak. 14 13 342 Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 265. dan pengetahuan serta dikenal dan dibedakan dengan manusia-manusia lainnya 15 . disebut jiwa ketuhanan (nafs muthmainnah) berdasar pada surat al-Infithar (89) ayat 27-30. emosi.

Namun dalam pengertian sehari-hari di Indonesia mengandung konotasi negatif. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal kata nafsu yang dipahami sebagai daya yang terdapat dalam diri setiap manusia. timbul kata nafsu yang dalam kata bahasa Indonesia telah berubah sama sekali artinya yang artinya syahwat. (Semarang: PT. 20 M. 497 19 Hal ini sangat dipengaruhi oleh teorinya Sigmund Freud. (Jakarta: Integritas Press. bisa baik dan buruk 19 . Jilid I.. Tetapi bernafsu tidak hanya identik dengan seks. begitu juga sebaliknya. dan merasakan apa yang ada dalam nafs (hatinya). untuk bertindak dan memuaskan batinya. dan nafsu yang positif akan mendapatkan rahmat-Nya. 18 Drs.diciptakan oleh Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan 17 . Dari kata nafs dalam al-Qur’an. dan juga manusiawi. Padahal nafsu sendiri adalah gejala alamiah. maka manusia disuruh memelihara dan menghidup-suburkan nafs itu. Namun demikian emosi yang ada pada Sukanto. memiliki kecenderungan terhadap kejelekan. berkonotasi seksual. Citra Effhar. Apabila itu sesuai dengan perintah-Nya dan tidak berlawanan dengan laranganlarangan-Nya. Mm. desire. hati) inilah yang oleh al-Qur’an untuk selalu diperhatikan 18 . Dawam Rahardjo. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 17 343 . Nafsu ini disebut juga nafsu syahwat (libido). bernafsu bisa digunakan untuk sebagainya. sehingga nafs itu dapat diaktualisasikan amal perbuatan yang baik. Oleh karena itu sisi dalam manusia (nafs. bersifat pejoratif.. Nafsu ini walaupun tidak tampak dirasakan kehadirannya ketika seseorang terdorong dengan dukungan emosi atau perasaan yang kental. Nafsiologi: Suatu Pendekatan Alternatif atas Psikologi.14). Allah memerintahkan agar manusia selalu mengawasi. yang bersifat netral. Dari sini dapat dijelaskan bahwa dalam al-Qur’an ada dua jenis nafsu. Nurcholis Madjid menjelaskan bahwa nafs atau nafsu. Hafidz Dasuki. Ensiklopedia. Dalam bahasa Inggris nafsu disebut juga passion. 1993). lust. 251. al-Qur’an al-Karim & Tafsirannya. emosi. karena ia merupakan bgian dari instink. 1985). dkk. naluri atau tabiat yang sudah ada pada manusia sejak lahir. identik dengan berhasrat dalam bahasa Indonesia. 43. yang mengatakan bahwa nafsu (libido) adalah energi psikis yang mengendalikan manusia... meneliti. Dalam al-Qur’an sendiri menyebutkan bahwa syahwat adalah merupakan anugerah dari Tuhan (QS:31. Sebagaimana dalam surat Yusuf (12) ayat 253 yang menjelaskan bahwa nafsu pada umumnya mendorong kepada kehendak-kehenda rendah yang menjurus hal-hal yang negatif. Pada hal kata nafs yang bermakna nafsu sendiri itu sendiri bersifat netral. Dalam surat al-Baqarah (2) ayat 284. Namun ada pula nafsu yang mendapat rahmat yang membawa kepada kebaikan yang kelak dalam perkembangan ilmu tasawuf disebut sebagai al-nafs al-muthmainnah atau kepribadian yang mengandung sifat kasih sayang 20 . yaitu nafsu yang berdampak negatif akan dilaknat oleh Allah.

Kata hawa atau ahwa disebut 17 kali dalam al-Qur’an 22 . yakni suatu kata yang bermakna keinginan atau nafsu. nafs adalah sesuatu yang dikenai sifat-sifat tenang dan rela (QS:al-Fajr. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. tetapi juga mendorong manusia mencapai puncak keilmuan yang sangat tinggi21 .. 1994). pada kedua kata itu bukanlah sinonim. sehingga menurut Toshihiku Izutsu. 168-170. Dawam Rahardjo. 117. Sebenarnya dalam al-Qur’an terdapat dua kata yang sama-sama diartikan nafsu yaitu kata nafs itu sendiri dan hawa dan ahwa berarti hasrat (desire).192-195). al-Futuha al-Ilahiyah bi Taudlihi al-Tafsir al-Jalalain li Daqaiq al-Khafiyah. seperti ketika manusia dalam keadaan tidur. yaitu ketika Allah mengambil alih (yutawaffa) nafs (ruh) dari badan manusia. jauh. Jika hanya ruh dzahirnya saja yang terputus maka hanya akan menyebabkan menusia tidak dapat berfikir.9). penuh harap-harap cemas dan takut (QS:al-A’raf.. kata hawa merupakan sinonim dari kata syahwat.126). 251. Ensiklopedia. 25 Sulaiman Ibnu Umar. yang akan mati dan terbunuh (QS: 32. Jilid III. Dalam al-Qur’a.an-Naml. 1995). Secara etimologis. maka kata nafs bukanlah sinonim dari kata al-ruh. 1 April 2008 . 23 Abdul Muin Salim. 1993).27). Dalam surat al-Zumar (39) ayat 92. 180. terpengaruh (QS:al-Hasyr. Sedangkan kata nafs dalam al-Qur’an semua memiliki pengertian dzat secara umum terdiri dari dua unsur material dan immatrial. (Yogyakarta: Tiara Wacana. dan ruh yang membuat hidup manusia (QS:15. Kata ruh disebutkan sebanyak 21 kali. Konsep Etika Religius dalam al-Qur’an. Bahkan dalam konteks tersebut kata syahwat dapat menggantikan kata hawa tanpa menyebabkan perubahan makna yang nyata 24 . Dengan kemutlakan seperti ini. antara lain menunjuk arti pembawa wahyu (QS:26. disebutkan bahwa kata nafs yang berarti ruh. (Jakarta: Paramadina. Al-Raghib menambahkan bahwa kecenderungan jiwa pada syahwat disebut al-hawa. karena ia menjatuhkan seseorang akan kehidupan dunia ini ke dalam kecelakaan dan dalam kehidupan akherat ke dalam neraka 23 Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa pengertian hawa nafsu itu berhubungan erat dengan syahwat. 1970). sedangkan dari sudut leksiologis kata tersebut bermakna kecenderungan atau kecintaan kepada yang jelek. Oleh karena itu jika manusia telah sampai pada ajalnya maka Allah akan mencabut nafs ruh al-hayat sekaligus nafs ruh al-aql 25 Dalam al-Qur’an dibedakan antara ruh dan nafs. Islam Agama Peradapan Membangun Makna Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah. kecenderungan hati kepada kejelekan. Konsepsi Politik dalam al-Qur’an. 16 No.146). Para mufassir menjelaskan bahwa terputusnya ruh dzahir dan ruh batin menyebabkan kematian.manusia ibarat pisau bermata dua. emosi dapat membawa bencana. 22 M. 24 Thosihiku Izutsu. 602.9). mencari keyakinan (QS.. kata hawa bermakna kosong. 21 344 Jurnal Ilmu Dakwah Vol.205). (Beirut: Dar al-Fikr. hawa nafsu (lust). menipu Nurcholis Madjid.

20. sebenarnya berarti pribadi. menurut Fazlur Rahman. namun kalau diperhatikan mereka jarang membedakan antara ruh dan nafs. Jiwa yang dikatakan juga sebagai diri atau batin manusia memang dinyatakan oleh alQur’an dengan realitas pada manusia. 1997). bahwa dengan adanya kenyataan jarangnya al-Qur’an menggunakan kata al-jism dan al-jasad membuat kata nafs masuk ke dalam pemikiran Islam dengan arti ruh. Adib Arief). (Yogyakarta: LKPSM. Jika ruh itu meninggalkan jasad. 152. atau aku. Menurut penafsirannya nafs yang sering diterjemahkan menjadi jiwa (soul). 178.344). dugaan-dugaan ilmiah pun bermunculan dari kalangan filosof 26 Fazlur Rahman menjelaskan mengenai nafs dalam al-Qur’an. sebagaimana ia mendapat balasan pahala dan siksa (QS:al-Fajr. perasaan. alAnbiya’. Kata nafs juga berkaitan dengan iman serta kafir. dan kecenderungan-kecenderungan yang ada pada pribadi 26 Bintusy Syathi’.16). (terj.148. Dengan kata lain. dan sebaliknya. Mereka ingin pada pengertian yang sebenarnya. maka jasad itupun rusak dan mati. aspek-aspek. al-Muzammil. sekali dalam bentuk mufrad dalam cerita tentang Thaluth (QS:al-Baqarah.8. dengki (QS : al-Baqarah. Adapun predikat yang beberapa kali disebut dalam alQur’an hanyalah dan seharusnya dipahami sebagai kaidah-kaidah. Mereka menyembutkan ruh pada hal yang dimaksudkan adalah nafs.109). Shaad.9).. al-Isra’14). Hal ini berarti Allah menghindari penggunaan kata al-Jasad dan al-jism untuk pembicaraan tentang akherat. Konsep Nafs Dalam Al-Qur’an (Abdul Muhid) 345 .27. dan was-was (QS : alQaaf. Mereka berfikir bahwa kematian atau terbunuhnya jiwa akan menjadikan kosong dan berhentinya kehidupan. al-Taubah. karena ingin memberitahukan bahwa pahala dan siksa di akherat tidak berkaitan dengan jasad saja. nafs yang dikenai beban ta’lif (QS : al-An’am. al-An’am. juga dosa dan taqwa (QS:al-Nisa’107. Kata al-jasad disebut hanya 4 kali.88. al-Qur’an tidak mendukung doktrin dualisme yang radikal antara jiwa dan raga.(QS:al-Baqarah. watak-watak.4). tetapi ia tidak terpisah secara eklusif dari raga. yang berarti gambaran dan bentuk (QS:al-A’raf. Maqal fi al-Insan: Dirasah Qur’aniyah. namun mereka hanya tahu dari gejala-gejalanya bahwa ruh adalah rahasia kehidupan. Dengan demikian. dan petunjuk serta sesat (QS:al-Nisa’15. Sehingga masalah ini menjadi diskursus oleh pemikir dan filosof. selalu membingungkan akal dan pikiran. Begitu juga kata al-jism disebut hanya 2 kali.92). 7).247). Oleh karena itu ruh itu rahasia kehidupan. Sedangkan al-jism atau al-jasad tidak disebutkan al-Qur’an untuk membicarakan balasan dan perhitungan amal. melainkan juga berkaitan dengan nafs. dan lainnya dalam bentuk jama’ tentang orang-orang munafiq (QS:al-Munafiqun. Ini dapat dilihat sebagian kamus bahasa menyebut kata al-ruh itu dengan kata nafs. kata ini dalam filsafat dan tasawuf Islam telah menjadi konsep tentang jiwa dengan pengertian bahwa ia adalah substansi yang terpisah dari jasmani. Thaaha.

dan dorongan erotik (al-syahwat). Dari konsep nafs inilah para filosof dan ahli tasawuf mengembangkan teori kepribadian manusia dalam perspektif Islam. 1 April 2008 . halus. Dawam Rahardjo. 1996). tetapi tidak sebagai substansi yang terpisah 27 . Nafs juga berarti pribadi seseorang (person). dan nafs juga berarti “aku” manusia. Fazlur Rahman. namun nafs dalam pengertian nafsu berbeda dengan syahwat yang pejoratif. 28 27 346 Jurnal Ilmu Dakwah Vol. Menurut al-Ghazali nafs itu mempunyai dua arti. Fuat Nashori (editor). 1995). Nafs al-mardliyah (jiwa yang mendapat ridla dari Allah). tetapi juga sekaligus berarti diri. nafs dalam arti jiwa dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut internalisasi dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia. 8). seperti dorongan agresif (al-ghadlab). Adapun Shafi’i membagai perkembangan nafs menjadi 9 taraf perkembangan... nafs al-kamilah (jiwa yang sempurna) 29 . yaitu: 1). nafs mempunyai pengertian umum. 3). Hal ini seharusnya dipahami sebagai aspek mental. 78. 2). Kata nafs juga berarti nafsu atau syahwat. (Yogyakarta: Sipress. tetapi pada dasarnya nafs berkecenderungan baik. Membangun Paradigma Psikologi Islam. nafs bersifat netral bisa baik maupun buruk. yang keduanya dimiliki oleh hewan dan manusia. nafs alhayawaniyah (jiwa kebinatangan). Integritas Psikologi dengan Islam: menuju Psikologi Islam. arti nafs yang pertama adalah nafsu-nafsu rendah yang kaitannya dengan raga dan kejiwaan. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. dalam M. 260. 16 No. sebagai lawan dari aspek phisik. Sedangkan diskursus menganai jiwa oleh para pemikir muslim seperti alGhazali yang mengkaji konsep nafs secara mendalam. 6). nafs nabatiyah (jiwa tumbuhan). tapi berbeda al-ruh. Nafs juga diartikan ruh atau nyawa. Hanna Djumhana Bastaman. Adapun nafs yang kedua adalah nafs muthmainah yang lembut. Ensiklopedia. nafs al-radliyah (jiwa yang ridla terhadap Allah). nafs dapat juga berarti hati yang memberikan komando guna mengatur seluruh potensi manusia. nafs al-muthmainnah (jiwa yang tenang tentram). nafs al-mulhimah (jiwa yang terilhami).manusia. Kesimpulan Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa kata nafs dalam al-Qur’an itu menunjuk pada totalitas manusia. Nafs dapat mengandung pengertian jiwa. 7).27-28) 28 . 105-107. 9). suci dan tenang yang diundang oleh Tuhan sendiri dengan lembutnya untuk masuk ke dalam surga-Nya (QS:al-Fajr. 29 Shafi’i dalam Subandi. bersifat material sekaligus immaterial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful