HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I Untuk memenuhi sebagian dari Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Psikologi Oleh : AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH NIM : 981703229 NIRM : 983120380050241 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I JAKARTA 2004 Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I Dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat sarjana Pada Tanggal 30 Januari 2004 Mengesahkan

Psi 3. _______________ Anggota Dewan Penguji 3. H.Psi 2. ________________ Anggota Dewan Penguji / Pembimbing II Sebuah sukses terwujud Karena diiktiarkan. M. Dra. Mama. Sondang Silaen.I Dekan. (Drs. M. Muchliyanto. Kerja keras. Wazar Pulungan. mas Bonang.FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y. Papa. keuletan dan niat baik Karya ini kupersembahkan untuk Orang-orang yang kucintai. 1. keyakinan.Psi) Dewan Penguji. Zainuddin SK. Tanda Tangan . S.A. Erdina.Psi 4.Psi 1.________________ Anggota Dewan Penguji / Pembimbing I 4.M. mas Agung dan Pravi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”. M. _______________ Ketua Dewan Penguji 2. melalui… Perencanaan yang matang.

M. ST yang dengan sabar banyak memberikan doa. Lina.. perhatian serta canda tawa selama penulis meyelesaikan skripsi ini. Bunga. pengarahan.Ita. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. 7. 10. Mas Agung. SK. 6. Bapak Drs.Psi selaku dosen pembimbing I atas bimbingan. saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi. perhatian. Mama. AMIN. Mas Bonang yang tercinta atas semua kasih sayang.Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi. Dini. dukungan moril maupun materil serta doa yang selalu menyertai penulis 8.A. waktu. 4. Ibu Dra. H. Pravira SN. Arie. Ibu Ita selaku koordinator Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling SMU Lab School yang banyak membantu penulis dalam mendapatkan data-data yang diperlukan. Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan berkah dari Allah SWT. 5. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan. dukungan dan masukkan yang yag berguna untuk skripsi ini. Eva. serta dukungan yang sangat besar kepada penulis 9. Sondang Silaen. DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN A. Yuke dan juga banyak lagi teman-teman angkatan ’98 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yag telah memberikan doa. Siswa siswi SMU Lab School Jakarta Timur khususnya kelas II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi skala yang diberikan. Latar belakang masalah . Bapak Drs. Ibu Dra. Endah. Emil. 3.I 2. pengarahan. dukungan. Hj Ulya Latifah selaku kepala sekolah SMU Lab School Jakarta Timur atas izinnya memperbolehkan penulis melakukan penelitian. dan Iin atas segala doa. Muchliyanto selaku dosen pembimbing II atas bimbingan. Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi UPI Y. penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Kiblat. Papa. M. Zainuddin. Dalam kesempatan ini.

Sistematika Skripsi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar 2. Manfaat Penelitian E. Faktor Kecerdasan Emosional C. Metoda Analisis Data SMU . Populasi dan metode pengambilan sampel D. Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Kecerdasan Emosiona 1. Pengukuran prestasi belajar B. Metode pengambilan data E.B. Tujuan Penelitian D. Pengertian kecerdasan emosional 3. Metode Analisis Instrumen F. Identifikasi variabel penelitian B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan C. Definisi Operasional C. Pengertian prestasi belajar 3. Prestasi Belajar 1. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa D. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar 4. Pengertian emosi 2.

Saran-saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Distribusi sampling Tabel 2 Blue print Skala kecerdasan Emosional Tabel 3 Distribusi Penyebaran Item Valid dan Gugur Skala Kecerdasan Emosional Tabel 4 Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D : Distribusi Skor Uji Coba Skala Kecerdasan Emosional : Hasil Uji Validitas Item Skala Kecerdasan Emosional : Hasil Uji Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional : Reliabilitas Skala Kecerdasan Emosional . Kesimpulan D. Pelaksanaan Penelitian D. Rangkuman Hasil Penelitian B. Uji Coba Instrumen Penelitian C. Orientasi kancah Penelitian B. Pembahasan C. Analisis Data Penelitian BAB V KESIMPULAN A.BAB IV LAPORAN PELAKSANAAN PENELITIAN A.

Lampiran F Lampiran G Lampiran H : Hasil Analisis Korelasi Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi : Skala Kecerdasan Emosional : Tabel Morgan : Surat Keterangan Penelitian ABSTRAK Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0. mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. memotivasi diri sendiri. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. Sampel penelitian adalah 148 siswa. mengelola emosi diri. Berdasarkan pada taraf signifikan 0. memotivasi diri sendiri.320 – 0. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. menggunakan metode proporsional random sampling. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri.000 – 0. menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. .720 dan p berkisar antara 0. maka akan meningkatkan prestasi belajar.05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional.Lampiran E Belajar. dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri. mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.008. Namun. mengelola emosi diri.9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.

tujuan penelitian. karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan. Prestasi belajar menurut Yaspir Gandhi Wirawan dalam Murjono (1996 :178) adalah: “ Hasil yang dicapai seorang siswa dalam usaha belajarnya sebagaimana dicantumkan di dalam nilai rapornya. siswa belajar berbagai macam hal. Dengan belajar. A. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar.002 (<0. BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah. Latar belakang masalah Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Menurut Irwanto (1997 :105) belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya.” Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Dalam pendidikan formal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. rumusan masalah dan pokok bahasan. seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi.Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar. Melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuankemajuan yang telah dicapainya dalam belajar. perlu adanya penilaian. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Melalui sekolah. kecakapan dan pengetahuan baru. karena inteligensi .05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi. siswa dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan. manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.248 dengan p 0.

kedua inteligensi itu sangat diperlukan. mengatur suasana hati (mood). untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu. mengontrol desakan hati.merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. berempati serta kemampuan bekerja sama. dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif. melainkan juga perlu mengembangkan emotional intelligence siswa . Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah. kedua inteligensi ituDalam proses belajar siswa. namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir. kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan. dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. . 2002 : 17). Menurut Goleman (2000 : 44). diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri. dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan. Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan rational intelligence yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja. dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Kenyataannya. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang. 2002). mengembangkan hubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997:529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan. sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain. karena ada faktor lain yang mempengaruhi. Dalam proses belajar siswa. EQ selalu mendahului intelegensi rasional. bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. khususnya dalam kalangan remaja (Goleman. Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang. mengatasi frustasi.

mudah frustrasi. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. memberikan definisi baru terhadap kata cerdas. Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salah satu faktor penting untuk meraih prestasi akademik. penulis mengunakan sampel pada SMU Lab School Jakarta Timur. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar pada siswa kelas II SMU di Jakarta?” Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasan adalah sebagai berikut: 1. sulit bergaul. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. pengendalian diri. kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence).Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan. Menurut Goleman. 2002:44). empati dan keterampilan sosial. menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri. Menurut Goleman (2002 : 512). berdasarkan nilai rata-rata nilai ulangan umum murni cawu 2 kelas II tahun ajaran 2001/2002. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seorang siswa dari kegiatan belajar mengajar dalam bidang akademik di sekolah dalam jangka waktu tertentu. B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman. Karena sifat-sifat di atas. tidak mudah percaya kepada orang lain. Kondisi sebaliknya. terlalu kritis. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti :”Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Teori Daniel Goleman. cenderung menarik diri. rewel. . motivasi diri. bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. sesuai dengan judul bukunya. Pada penelitian ini. yang berada pada peringkat 16 se-DKI.

Dari segi teoritis. . D. 2. serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan ke arah yang positif. hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar dan hipotesis. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat. E. antara lain ialah : 1. pengertian prestasi belajar. Dari segi praktis. C.2. pengertian emosi. Bab III : Metodologi Penelitian bahasan. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya. pengertian kecerdasan emosional. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain. perumusan masalah dan pokok-pokok tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika skripsi Bab II : Tinjauan Pustaka Berisi tentang pengertian belajar. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. indikator kecerdasan emosional. penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar. Sistematika Skripsi Sistematika isi dan penulisan skripsi ini antara lain : Bab I : Pendahuluan Berisi tentang latar belakang masalah.

R. King. Moch. Bab IV : Laporan Penelitian Berisi tentang laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari orientasi kancah penelitian. Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama. Gramedia Pustaka Utama. definisi operasional. Nazir. JR. Mila Ratnawati. dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. 1986. Daniel. Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga. (7th ed). Morgan. Introduction of Psychology. populasi dan metode pengambilan sampel.A Weizz. Citra Diri. Schopler. Jakarta : PT. (1997). DAFTAR PUSTAKA Ahmad. John. Gottman. (2001). Metodologi Penelitian. 42. metode analisis instrumen serta metode analisis data.Berisi tentang identifikasi variabel penelitian. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.com untuk konfirmasi maka akan dikirimkan ke email anda tentang skripsi ini LENGKAP. Goleman. Working With Emotional Intelligence (terjemahan). pelaksanaan penelitian serta analisis data penelitian. Clifford T. Jakarta : PT. Psikologi Pendidikan. Daniel. (2000).Cetakan 3. (1996). Psikologi Umum. (1997). Irwanto. Singapore : Mc Graw Hil Book Company . Goleman. kesimpulan dan saran dari penelitiUntuk membaca lebih lanjut atau lebih lengkap Tentang Skripsi ini Silakan menghubungi via email di rahman_faisal14@yahoo. Emitional Intelligence (terjemahan). Bab V : Penutup Berisi tentang pembahasan hasil penelitian. (2000). Jurnal Anima Vol XI No. J. Jakarta :Ghalia Indonesia. metode pengumpulan data. Mudzakir. Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan). Bandung : Pustaka Setia. (1988). persiapan penelitian.

Yogyakarta : Andi Offset. (2000). Teori-Teori Belajar. Cetakan ketujuh. Cetakan sebelas. Sarlito Wirawan. Saifuddin. Depok : Inisiasi Press.Tesis Master : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. RajaGrafindo Persada. dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. 1998. Jakarta : Gramedia. Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU. (2001). Sumadi. Surabaya : Usaha Nasional. Psikologi Pendidikan.A. Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. (1999). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar.1 Sri. Sumadi. Metodologi Penelitian. Remaja Rosdakarya. Jakarta : PT. Lawrence E. (1997). (1997). (1998). (1994). Nana. Syah. Tjundjing. Lanawati. (2000). IE. Jurnal Anima Vol. (2002). Melejitkan IQ.I tip-tip menulis SKRIPSI Posted on 24 Februari 2007 by wir| 263 Komentar . Winkel. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Jakarta : Gramedia. Sutrisno Hadi. Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. EQ. (1998). Hubungan Antara IQ. Sudjana. Raja Grafindo Persada . Sia.Muhibbin. Yogyakarta : Pustaka Balajar Offset. Jakarta : PT. dan IS. Psikologi Remaja. WS (1997). Saifuddin Azwar. Prestasi belajar dan kompetensi guru. Jakarta : Penerbit Erlannga. D. Suryabrata. Saphiro.17 no. (2001). Reliabilitas dan Validitas. (1998). Suharsono. Azwar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. Suryabrata. Ratna Wilis. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Syaiful Bakrie D. Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukutan Prestasi balajar. Bandung : PT. Statistik 2. SUMBER BY AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH FAKULTAS PSIKOLOGIUNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (1996).

dimana laporan tertulis itu dijadikan dasar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. **tentang mengerjakan berkelompok** Dengan mengerjakan secara berkelompok tersebut. . SKRIPSI (dan tugas akhir lainnya ) relatif lebih susah karena harus dikerjakan mandiri. Laporan kerja praktek relatif tidak menjadi masalah karena tujuan utama adalah untuk melihat pengalaman mahasiswa peserta dalam mendapatkan wawasan bidang nyata di dunia konstruksi di luar kelas. tentunya tidak bisa diketahui apakah tulisan tersebut dikerjakan bersama-sama atau hanya seorang saja yang aktif . yang menjadi syarat memperoleh gelar sarjana di level S1. khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan. minimal menyita waktu. sudah ada mahasiswa yang digagalkan karena dari presentasi oral dapat diketahui bahwa ternyata mahasiswa tersebut tidak melaksanakan kerja praktek yang sebenarnya (sudah ada dua orang). Dalam praktek. maka dapat diketahui: mana dari mahasiswa tersebut yang aktif atau pasif atau bahkan tidak melakukan kerja praktek sama sekali (berbohong). Kasihan orang-tuanya. Tetapi karena penilaiannya adalah didasarkan pada presentasi dan tanya jawab secara oral (langsung). sedang yang lainnya pasif. Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah membuat LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN TUGAS AKHIR MAGANG atau yang sejenisnya. selain itu juga kadang-kadang dijumpai bahwa meskipun dikerjakan cukup lama (berbulan-bulan) tapi hasilnya tidak begitu menggembirakan. menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah. tentunya dibantu oleh pembimbing skripsi yang bebas dipilih oleh mahasiswa (bila disetujui). Kebetulan saya ditugaskan sebagai pembimbing kerja praktek. pembuatan skripsi adalah momok karena menyita waktu dan perhatian dari mahasiswa dalam membuatnya. dan jika lebih terpaksa ganti judul dan ganti pembimbing. Prakteknya di UPH.Tidak dipungkiri lagi. tetapi ternyata tidak memahami apa-apa yang ada di tempat kerja prakteknya (ada dua orang juga). Kadang perlu 1 semester atau 2 semester atau bahkan lebih. lalu yang mengulang karena meskipun sudah melakukan kerja praktek. Enaknya lagi yaitu di Jurusan kami bahwa pembuatan laporan kerja praktek tersebut dapat dikerjakan kelompok (maksimum dua orang). Jelas dengan pertambahan waktu tersebut biaya yang dikeluarkan mahasiswa menjadi berlipat-lipat.

setelah cukup banyak mencoba untuk meneliti.Karena dianggap sebagai penghambat kelulusan maka ada beberapa universitas (program studi) mencoba menghilangkannya dan mengganti dengan tugas-tugas di kelas. atau karena anda menyukai bidang dimana masalah tersebut . atau mutunya jadi dipertanyakan. Mampu melihat dan memilih masalah yang akan ditulis. Palingpaling dilihat tampilannya. karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Skripsi jadi lama. Bahkan pada saat-saat awal jadi dosenpun kadang masih susah untuk mengevaluasi tulisan skripsi mahasiswa. mereka (yg membuat kebijaksanaan skripsi dihapus) sebenarnya kesulitan cari dosen pembimbing. Jika anda menemukan kondisi seperti itu. darimana anda mengetahui bahwa itu menjadi suatu masalah. tapi mutu dipertanyakan. “MENGAPA” anda memilih masalah tersebut. (Dedi Supriadi 1997) Kesulitan membuat skripsi juga dirasakan penulis sewaktu menjadi mahasiswa. predikat dan objeknya jelas. Khususnya untuk menentukan apakah tulisannya baik atau buruk. formatnya atau bila ketemu kesalahan dalam ejaan atau kalimat. kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualnya. menulis dan menerbitkan buku. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang akan sampaikan berikut. Jika informasi tersebut diperoleh dari suatu studi pustaka berdasarkan jurnal-jurnal canggih up-to-dated maka tentunya lebih mudah meyakinkan orang lain bahwa masalah tersebut cukup baik untuk dibahas. Apakah subjek. Dengan menulis. Langkah-langkah atau tip penting yang dimaksud adalah : 1. “APA” masalahnya tersebut. … Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seorang. 3. Tetapi dengan berjalannya waktu. maka lamanya waktu studi dulu adalah akibat penulisan tugas akhir. Takut dianggap lulusannya sedikit maka skripsi dihapus. Bagaimanapun skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang mana mahasiswa diharapkan dapat berpikir ilmiah dengan membuat suatu penelitian sebagai objeknya. 2. coba amati : pasti jumlah muridnya banyak. akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya menulis (baik skripsi atau lainnya) adalah relatif mudah jika sudah tahu tip-tip yang penting. Jika mau mengingat kembali. atau kalimatnya kacau. Ini merupakan hal yang paling penting dari suatu SKRIPSI dan membedakan dengan menulis pada umumnya. seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat. karena dosen pembimbingnya yang memilihkannya. Jadi orientasi penyelenggaranya hanya berpikir jumlah kelulusan meningkat. baik sewaktu jadi mahasiswa S1 di UGM maupun mahasiswa S2 di UI. Tetapi jika hasil pemahaman subyektif atau hasil pengamatan empiris pribadi belaka maka tentunya perlu data-data pendukung yang dibuat yang lebih banyak sehingga orang dapat yakin bahwa itu memang masalah yang patut dibahas (kerja lebih banyak).

Kaget ya ? . penyelesaian parametris atau pemrograman atau yang lain. Kenapa ? Karena spesifikasinya belum ada (belum jelas/samar). ya enggak. 4. pengalaman dulu yang mengatakan bahwa abstrak dibuat setelah selesai dikerjakan. Sebaiknya usahakan anda memilih karena anda memang menyenangi bidang dimana masalah tersebut ada. “BAGAIMANA” masalah tersebut akan dapat diselesaikan. Itu konsekuensinya biaya dan waktu lho. 6. meskipun itu perlu ekstra tenaga. Tapi jika tidak. Menambah kepercayaan diri. Rubah-sedikit-sedikit ya nggak apa. itu jika abstract diterjemahkan sebagai rangkuman. itu SALAH. ingat cerita silat jawa: perlu bertapa dihutan-hutan atau di tempuran sungai agar digdaya ). . tentu akan membedakan strategi anda mengerjakan tugas SKRIPSI tersebut. tidak jelas. Dengan membuat ABSTRACT terlebih dahulu maka anda sudah berusaha memfokuskan pikiran ke masalah tersebut yaitu dengan menuliskannya. Lha inilah bedanya. Jika anda tidak tahu apa-apa (netral terhadap masalah tersebut) maka usahakan bahwa masalah tersebut dipahami oleh dosen pembimbing. maka pilihlah dosen pembimbing yang anda tahu kemampuannya. misalnya tentang pemrograman. maka diharapkan dosen tersebut juga tahu bagaimana dengan masalah tersebut. Jika kondisinya demikian maka pengerjaan skripsi anda belum berbentuk. Untuk itu. Jika masalah itu yang memberi adalah dosen. mengapa. misal ke seminar dsb. Apa abstract tersebut kaku. kita tahu : o000 ada perubahan. apa yang kira-kira anda dapatkan. Kirakira anda mempunyai keyakinan mampu atau tidak dengan itu. apakah anda menguasai persoalan atau tidak itu tidak menjadi masalah. Ngelmu iku kelakone kanthi laku. tentunya agar lebih baik lagi. Bila anda tahu apa yang dapat anda berikan jika masalah tersebut terselesaikan maka ini mendukung kepercayaan diri bahwa solusi dari SKRIPSI ini akan berharga. Jika benar-benar nggak tahu tentang masalah yang akan dipilih. 5. ini tentu memperkirakan ilmu-ilmu apa yang diperlukan untuk memecahkan massalah tersebut. maka tentu akan mempermudah anda menyelesaikan tugas itu.berada. bisa liar. bisa lama. ( indonesianya : menguasai ilmu itu perlu usaha keras. “BILAMANA” masalah tersebut terpecahkan . juga nilai tambah jika membuat lamaran kerja. yang anda anggap dapat membimbing anda (anda punya respek terhadap dia). Bahkan kalau PD maka dapat diinformasikan ke teman-teman lain. Khan biasanya bikin abstract jika tulisan sudah selesai. Mampu memformulasikan MASALAH yang dipilih. Jika anda menguasai persoalan . maka itu merupakan kesempatan berharga anda untuk mendapat knowledge yang lain (mendapat ilmu baru). Dalam hal ini dalam bentuk ABSTRAK. TERKENDALI. Bisa melihat publikasi sebelumnya. Jika telah mempunyai alasan yang kuat tentang suatu masalah maka untuk realitas kerjanya maka usahakan masalah tersebut diformulasikan dalam bentuk tulisan pendek. bisa kesana-kemari. tetapi dengan membuat abstract. Apakah untuk itu perlu uji eksperimental.

baru textbooks. perlu untuk membagi menjadi tiga tahapan utama. evaluasi atau diskusikan dengan dosen. Untuk dapat mengerjakan skripsi sesuai dengan BAGAIMANA menyelesaikan masalah tersebut.7. Kecuali jika diktat itu diberikan oleh dosen yang terkenal pakar pada bidang yang dimaksud dan merupakan problem yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. bila terpaksa. Jika mantap maka dapat dilanjutkan. Tangkap masukan yang diberikan. paling-paling disimpan digudang. Bila perlu bisa juga dimasukkan ke seminar atau minta pendapat orang lain yang kritis. mengapa. dan tahapan KESIMPULAN tentang bilamana masalah dapat terpecahkan (nanti jadi BAB5). jika hanya sekedar diktat copy-an sebaiknya hindari saja. Usahakan pakailah acuan jurnal-jurnal terkini (menurut salah satu profesor saya. Ingat. Evaluasi ABSTRACT bersama dosen pembimbing. yaitu tahapan INTRO: yaitu mengenalkan masalah. Jangan biasakan meniru BAB1 orang lain. Jika abstract sudah OK. pedoman kerja untuk babbab berikutnya. mereview publikasi orang lain dari jurnal-jurnal atau yang lainnya. usahakan yang dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah. dan batasan-batasannya (nanti jadi BAB 1 dan BAB2). Bab1 merupakan pengikat. 10. karena umumnya : dosen-dosen umumnya menyakinkan didepan kelasnya. Tidak membanggakan untuk ditunjukkan orang lain. gunakan jurnal dalam lima tahun terakhir). Apakah abstract sudah menggigit. 8. karena kalau hanya diktat kuliah kayaknya kurang berbobot (kecuali yang telah dipublikasikan ke luar). belum tentu cocok. **tetapi hatihati. Dalam membuat abstrak tersebut. tahapan PROGRES: yaitu tentang bagaimana masalah tersebut dicoba dipecahkan. termasuk juga pembahasannya (nanti jadi BAB 3 dan BAB4). Sekali lagi. batasan-batasan masalah yang dipilih dan strategi penyelesaian yang akan dikerjakan maka tentunya hal itu dapat dituangkan dalam BAB 1. 9. Referensi dalam suatu penelitian and publikasi juga dapat menjadi indikasi kehebatan dari materi yang diteliti dan ditulis tersebut. Penulisan BAB1 sangat penting karena menentukan luasan atau cakupan yang didiskusikan dalam bab-bab selanjutnya. Tetapi abstract yang hebat kadang-kadang bisa mengecoh. Jadi intinya Bab1 adalah pedoman kerja untuk penulisan bab-bab selanjutnya. Bisa dilanjutkan. Tetapi bisa juga anda mengutip suatu karya yang pernah diterbitkan ratusan tahun yang lalu jika karya tersebut memang karya monumental di bidangnya. Ini dapat diketahui dengan melakukan studi pustaka (BAB2). Jangan gunakan diktat kuliah sebagai referensi. tetapi kalau ketemu teman-teman sejawat-nya mejen **tak berkutik/pasif** Pengalaman menunjukkan bahwa diktat-diktat seperti itu di Indonesia hanya . apa. Jika anda sudah tahu apa masalah anda. mutu tidaknya suatu hasil penelitian (skripsi) dapat dengan mudah dibaca dari abstract-nya. mengapa anda memilih masalah tersebut. Jika abstract-nya nggak ada isi-nya maka kecil kemungkinan materi skripsi yang utama juga dibaca. tentu anda harus tahu lebih dahulu bagaimana strategi orang lain menangani atau bertindak terhadap masalah tersebut. 11.

Kesimpulan penting sekali. isi baru ke dua. O ya. Suatu skripsi yang tipispun jika memenuhi konsep-konsep di atas bahkan kalau dikemas dengan baik itu dapat menarik untuk dipresentasikan diforum ilmiah yang lebih luas. Kesimpulan harus suatu yang spesifik tentang masalah tersebut. Pada dasarnya penulisan skripsi yang paling sulit adalah pada cara memulainya. tetapi kalau bisa cari rujukan yang dipublikasikan resmi. dan bab-babnya bisa berkembang. yaitu pada awal adalah intro. itu menunjukkan apakah penulis (mahasiswa) memahami apa yang dikerjakannya atau tidak. . Menurut pemahaman penulis : pada level S1 . dan ada kemungkinan menemukan suatu kesalahan dari tulisan anda. Ingat dalam pembuatan skripsi. Proses tersebut mencakup bab 3 – sampai bab akhir. mahasiswa cukup diminta belajar memahami permasalahan. mengetahui tindakan orang lain tentang masalah tersebut termasuk tahu sisi baik dan buruknya masing-masing dan dapat menerapkannya pada kasus lokal (studi kasus) serta menarik kesimpulan dari tindakan yang dikerjakannya. dan ingat bahwa setiap bab satu dengan yang lainnya harus ada benang merah yang menghubungkannya (terkait). Jangan dibalik dan dibandingkan dengan manusia. Apa yang terjadi . hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menurut saya adalah : • Tampilan adalah nomer satu. berkembang pada progress dan diakhiri dengan kesimpulan. **kadang nggak bermutu**. juga dengan kesimpulan dapat diketahui bahwa tulisan tersebut berguna atau tidak. Urutan-urutan bab. Selanjutnya kembali ke persyaratan pembuatan skripsi (level S1) tentunya bobotnya berbeda dengan tesis (level S2) atau disertasi (level S3). Pada level S1 tidak diperlukan suatu tingkat penelitian yang orisinil seperti halnya disertasi atau kedalaman seperti level S2. Dengan memahami publikasi-publikasi yang ada tentang masalah yang dibahas tentunya dapat diambil suatu kesimpulan atau dugaan. Dalam hal seperti itu. tergantung dari kesimpulan yang diberikan. jika sudah sampai langkah ke-10 diatas maka penulisan dapat berkembang sangat cepat. Hanya ingat bahwa bab dibatasi pada suatu tahapan yang bisa mandiri.dibuat dari copy-and-paste aja. Pengalaman menunjukkan bahwa bila tampilan (format) suatu tulisan tidak diperhatikan (jelek) maka isinya kemungkinan besar juga tidak akan dibaca. ketebalan tulisan tidak bisa menjadi ukuran apakah itu berbobot atau tidak. dan dapat dibanggakan. apa-apa saja yang telah dilakukan orang. dosen penguji akan melihat-lihat lebih banyak tulisan anda. bisa dilihat dari kesimpulan yang diberikan. Jika laporannya (skripsinya) dapat dibaca dan memperlihatkan alur logika-logika seperti di atas maka mahasiswa tersebut mestinya sudah pantas lulus level S1. mengerti alasan mengapa permasalahan tersebut perlu dibahas. 12. Sorry nggak semua.

pasti penulisnya nggak baca dan tulisannya biasanya nggak berbobot (nggak tahu apa yang dituliskan. . Kualitas kadang-kadang bersifat relatif. Jika ada hal-hal yang tidak diketahui (meski sudah usaha kesana-kemari) maka usahakan bagian tersebut dihilangkan (itu jika tidak mempengaruhi bagian-bagian lain). Tentang ISI. Tergantung dosen dsb. jumlah spasis pada baris. Daftar Pustaka harus ada. biarkan draf anda agak sehari atau dua hari sebelum merevisinya. ukuran font. Jangan sekedar nampang. Format yang baik kadang-kadang dapat mengecoh dosen penguji yang malas. dsbnya. sehingga ada kemungkinan tidak akan ketemu kesalahan yang ada (bila ada). Tetapi yang jelas dan langsung bisa dinilai adalah KONSISTENSI. tapi bagi yang ngerti : apa-apaan ini.) Semua tabel harus ada judul tabel dan nomer tabel. Jika tidak konsisten. Ingat sebagai penulis maka seharusnya penulis menguasai tulisan yang dibuatnya. Ini penting. Bagi orang awam memang kelihatannya keren. antara satu bagian dan bagian yang lain dalam skripsi tersebut. tapi ini jarang terjadi. Apabila mungkin. penting juga untuk mencari alasan yang bagus mengapa anda tidak perlu membahas hal tersebut (persiapan bila ada dosen yang kritis yang tahu tentang itu. berapa margin kiri-atas dsb. Hati-hati. maka itu dapat dijadikan modal untuk menguji materi skripsi tersebut. (Atmazaki 2006) Selain itu dengan semakin banyak membaca ulang skripsi anda maka anda semakin memahami masalah tersebut (sebagai modal nanti waktu presentasi oral). dan penting yang harus diperhatikan bahwa yang dicantumkan pada Daftar Pustaka adalah yang diacu saja. gambar yang ditampilkan pada bagian dalam tulisan hanya yang mendukung ulasan / tulisan pada bagian itu. Suatu tulisan harus konsisten. O ya. Dosen penguji (yg tahu) cenderung ingin membuat pertanyaan menguji. Tulislah APA-APA YANG DIKUASAI saja. jadi biar tebal sembarangan nulis aja). Jika sifatnya umum dan ukurannya besar maka sebaiknya di tampilan pada lampiran. Hal ini akan memberi jarak mental anda dengan karya sehingga kemudian anda kembali dengan prespektif baru yang berbeda dan lebih segar. Pendapat anda saling di adu sendiri. tulisannya didukung jurnal-jurnal ilmiah hebat. Jika tidak bisa maka usahakan hal tersebut di luar cakupan masalah yang diteliti. jangan segan-segan untuk membaca ulang. koq semuanya dicantumin. prinsipnya semakin banyak anda membaca ulang maka semakin kecil kemungkinan kesalahan akan timbul. ya siapa tahu. ciri-ciri tulisan ilmiah adalah adanya acuan pustaka. semua gambar harus ada judul gambar dan nomer gambar. O ya. “apa bener mahasiswa ini membaca pustak yang tercantum tersebut”. Yang terakhir. Saat itu anda bukan lagi pribadi yang sama dengan ketika anda menulis draf pertama.• • • • • • Pastikan format yang digunakan sesuai dengan petunjuk dari Institusi (ini penting). Sehingga waktu di uji **selamat**. Konsisten baik font dan nomernya dikeseluruhan laporan.

bahwa dengan skripsi yang dibuatkan. Jika anda sendiri tidak mantap terhadap karya anda. Untuk itulah diperlukan pembimbing. talenta lebih (mampu membuat skripsi-skripsi). Jadi dengan anda mengerjakan skripsi mahasiswa tersebut maka si mahasiswa yang manja tersebut tidak akan dewasa-dewasa. yang secara intensip mengarahkan sehingga tujuan skripsi tercapai. Beban berat. tapi mengapa anda mengabil hak teman-teman lain yang seharusnya juga dapat mengembangkan talenta seperti itu (mhs yang anda buatkan skripsinya). saya melihat bahwa skripsi diadakan dalam kurikulum sebagai sarana agar calon-calon sarjana (mhs) dapat belajar berpikir ilmiah. si mhs itu mungkin dapat lulus sarjana. Bagaimana orang lain bisa mantap. Jelaslah. ini tidak gampang. Cobalah tanya hati nurani anda. Mestinya kepandaian anda bisa anda alihkan untuk hal-hal positip yang lain secara lebih terhormat. Bagi sebagian besar mahasiswa. Itu prinsip menulis yang baik. tepatnya tidak terjadi transformasi berpikir yang seharusnya layak mereka terima sesuai dengan tingkat pendidikannya. . banggakah anda mendapatkan uang dengan cara membuatkan skripsi orang lain. Tetapi mereka tidak mendapatkan pengalaman yang sebenarnya untuk menjadi sarjana.• Ketidak-mauan membaca ulang makalah anda menunjukkan bahwa anda belum mantap dengan karya tulis yang anda buat. Orang yang pesimis akan berpikir inilah stress. Selaku pendidik. ada ‘sesuatu’ dengan tulisan anda. Belajar bagaimana merangkum permasalahan menjadi suatu ungkapan tulis yang dapat dipahami orang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful