HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I Untuk memenuhi sebagian dari Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Psikologi Oleh : AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH NIM : 981703229 NIRM : 983120380050241 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I JAKARTA 2004 Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I Dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat sarjana Pada Tanggal 30 Januari 2004 Mengesahkan

Dra.M. 1. Mama. (Drs.Psi 4. Sondang Silaen. Kerja keras.Psi 1. melalui… Perencanaan yang matang. mas Agung dan Pravi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”.Psi 3. Papa.I Dekan. H. _______________ Ketua Dewan Penguji 2.A.Psi) Dewan Penguji. Zainuddin SK. keyakinan. M. keuletan dan niat baik Karya ini kupersembahkan untuk Orang-orang yang kucintai. ________________ Anggota Dewan Penguji / Pembimbing II Sebuah sukses terwujud Karena diiktiarkan. mas Bonang. M. M. _______________ Anggota Dewan Penguji 3. Wazar Pulungan.Psi 2.FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.________________ Anggota Dewan Penguji / Pembimbing I 4. Tanda Tangan . Erdina. S. Muchliyanto.

Emil. Yuke dan juga banyak lagi teman-teman angkatan ’98 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yag telah memberikan doa. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. dukungan. M. 6. Mas Agung. Endah. Bapak Drs. H. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan. Kiblat. M. Lina. Muchliyanto selaku dosen pembimbing II atas bimbingan. Dini. serta dukungan yang sangat besar kepada penulis 9. Zainuddin. Ibu Ita selaku koordinator Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling SMU Lab School yang banyak membantu penulis dalam mendapatkan data-data yang diperlukan.I 2. perhatian serta canda tawa selama penulis meyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak Drs. Mas Bonang yang tercinta atas semua kasih sayang. AMIN.. Mama. Siswa siswi SMU Lab School Jakarta Timur khususnya kelas II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi skala yang diberikan. pengarahan. Sondang Silaen. dukungan moril maupun materil serta doa yang selalu menyertai penulis 8. Latar belakang masalah . Ibu Dra. DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN A. penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1.Psi selaku dosen pembimbing I atas bimbingan. ST yang dengan sabar banyak memberikan doa. 7. waktu. perhatian. pengarahan. Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi UPI Y. Arie.Ita. Hj Ulya Latifah selaku kepala sekolah SMU Lab School Jakarta Timur atas izinnya memperbolehkan penulis melakukan penelitian. 3. Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan berkah dari Allah SWT. saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi. dukungan dan masukkan yang yag berguna untuk skripsi ini.A. Papa. Pravira SN. dan Iin atas segala doa. Ibu Dra.Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi. SK. 10. Bunga. 4. Dalam kesempatan ini. Eva.

Metode pengambilan data E. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa D. Kecerdasan Emosiona 1. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan C. Sistematika Skripsi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar 1. Pengertian kecerdasan emosional 3. Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Pengertian emosi 2. Definisi Operasional C. Pengertian Belajar 2. Populasi dan metode pengambilan sampel D. Pengukuran prestasi belajar B. Faktor Kecerdasan Emosional C.B. Metode Analisis Instrumen F. Metoda Analisis Data SMU . Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar 4. Pengertian prestasi belajar 3. Manfaat Penelitian E. Tujuan Penelitian D. Identifikasi variabel penelitian B.

Pelaksanaan Penelitian D. Analisis Data Penelitian BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan D. Saran-saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Distribusi sampling Tabel 2 Blue print Skala kecerdasan Emosional Tabel 3 Distribusi Penyebaran Item Valid dan Gugur Skala Kecerdasan Emosional Tabel 4 Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D : Distribusi Skor Uji Coba Skala Kecerdasan Emosional : Hasil Uji Validitas Item Skala Kecerdasan Emosional : Hasil Uji Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional : Reliabilitas Skala Kecerdasan Emosional .BAB IV LAPORAN PELAKSANAAN PENELITIAN A. Rangkuman Hasil Penelitian B. Pembahasan C. Uji Coba Instrumen Penelitian C. Orientasi kancah Penelitian B.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. mengelola emosi diri. . Sampel penelitian adalah 148 siswa. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri.05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional.320 – 0. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. memotivasi diri sendiri.008. dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I. tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0. Lampiran F Lampiran G Lampiran H : Hasil Analisis Korelasi Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi : Skala Kecerdasan Emosional : Tabel Morgan : Surat Keterangan Penelitian ABSTRAK Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. maka akan meningkatkan prestasi belajar. mengelola emosi diri. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri. memotivasi diri sendiri. menggunakan metode proporsional random sampling. mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.Lampiran E Belajar. Berdasarkan pada taraf signifikan 0.720 dan p berkisar antara 0. menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. Namun.000 – 0.

belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan.” Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Prestasi belajar menurut Yaspir Gandhi Wirawan dalam Murjono (1996 :178) adalah: “ Hasil yang dicapai seorang siswa dalam usaha belajarnya sebagaimana dicantumkan di dalam nilai rapornya. tujuan penelitian. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar. siswa dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Menurut Irwanto (1997 :105) belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Latar belakang masalah Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja.Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0. teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi. Dalam pendidikan formal. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar. karena inteligensi .002 (<0. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. Melalui sekolah.248 dengan p 0. A. Dengan belajar. perlu adanya penilaian. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuankemajuan yang telah dicapainya dalam belajar. BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah. kecakapan dan pengetahuan baru. Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting. karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. siswa belajar berbagai macam hal.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi. rumusan masalah dan pokok bahasan.

Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah. mengatasi frustasi. 2002 : 17).merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. . EQ selalu mendahului intelegensi rasional. Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan. kedua inteligensi ituDalam proses belajar siswa. mengatur suasana hati (mood). untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu. khususnya dalam kalangan remaja (Goleman. Dalam proses belajar siswa. Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. melainkan juga perlu mengembangkan emotional intelligence siswa . kedua inteligensi itu sangat diperlukan. dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain. namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah. Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan rational intelligence yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja. mengontrol desakan hati. kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan. 2002). mengembangkan hubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997:529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan. Kenyataannya. Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. Menurut Goleman (2000 : 44). dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. berempati serta kemampuan bekerja sama. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir. bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. karena ada faktor lain yang mempengaruhi. dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif. diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri.

dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Menurut Goleman. penulis mengunakan sampel pada SMU Lab School Jakarta Timur. Teori Daniel Goleman. 2002:44). berdasarkan nilai rata-rata nilai ulangan umum murni cawu 2 kelas II tahun ajaran 2001/2002. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar pada siswa kelas II SMU di Jakarta?” Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasan adalah sebagai berikut: 1. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ. Pada penelitian ini. motivasi diri. tidak mudah percaya kepada orang lain. namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman. yang berada pada peringkat 16 se-DKI. empati dan keterampilan sosial. Karena sifat-sifat di atas. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala.Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan. pengendalian diri. cenderung menarik diri. bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. rewel. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. memberikan definisi baru terhadap kata cerdas. B. sulit bergaul. mudah frustrasi. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seorang siswa dari kegiatan belajar mengajar dalam bidang akademik di sekolah dalam jangka waktu tertentu. . sesuai dengan judul bukunya. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salah satu faktor penting untuk meraih prestasi akademik. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti :”Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”. khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. Kondisi sebaliknya. kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence). terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. terlalu kritis. Menurut Goleman (2002 : 512). Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas.

. pengertian kecerdasan emosional.2. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar. 2. Dari segi teoritis. indikator kecerdasan emosional. pengertian prestasi belajar. serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan ke arah yang positif. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain. E. perumusan masalah dan pokok-pokok tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika skripsi Bab II : Tinjauan Pustaka Berisi tentang pengertian belajar. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua. C. pengertian emosi. Sistematika Skripsi Sistematika isi dan penulisan skripsi ini antara lain : Bab I : Pendahuluan Berisi tentang latar belakang masalah. D. konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya. hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar dan hipotesis. Bab III : Metodologi Penelitian bahasan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat. antara lain ialah : 1. Dari segi praktis.

Berisi tentang identifikasi variabel penelitian. Nazir. Jakarta : PT. Gottman. pelaksanaan penelitian serta analisis data penelitian. persiapan penelitian. (1988). metode analisis instrumen serta metode analisis data. Gramedia Pustaka Utama. Clifford T. Jurnal Anima Vol XI No. R. Moch. populasi dan metode pengambilan sampel. Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama. Bab V : Penutup Berisi tentang pembahasan hasil penelitian. J. (7th ed). metode pengumpulan data. 1986. Citra Diri. Bab IV : Laporan Penelitian Berisi tentang laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari orientasi kancah penelitian. (2000). Introduction of Psychology. Metodologi Penelitian. Emitional Intelligence (terjemahan). Irwanto. Goleman. JR. (2000). DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Jakarta : PT. Schopler. 42. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. (1997). Psikologi Umum. Daniel. John. Psikologi Pendidikan. King. Daniel.A Weizz.com untuk konfirmasi maka akan dikirimkan ke email anda tentang skripsi ini LENGKAP. Working With Emotional Intelligence (terjemahan). dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. Bandung : Pustaka Setia. (1996). Gramedia Pustaka Utama. Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan). definisi operasional. kesimpulan dan saran dari penelitiUntuk membaca lebih lanjut atau lebih lengkap Tentang Skripsi ini Silakan menghubungi via email di rahman_faisal14@yahoo. (1997). Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga. Mila Ratnawati.Cetakan 3. Goleman. Singapore : Mc Graw Hil Book Company . Mudzakir. Jakarta :Ghalia Indonesia. Morgan. (2001).

SUMBER BY AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH FAKULTAS PSIKOLOGIUNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.17 no. Lawrence E. dan IS. Yogyakarta : Andi Offset. Syah.A.1 Sri. Winkel. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Psikologi Pendidikan. Saphiro. Suharsono. dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. D. Saifuddin Azwar. Azwar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. (1994). Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak.Tesis Master : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Jakarta : Gramedia. Sudjana. (1997). (1998). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Suryabrata. Bandung : PT. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Sarlito Wirawan. Tjundjing. Saifuddin. (2000). Hubungan Antara IQ.Muhibbin. (2001). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukutan Prestasi balajar. Melejitkan IQ. RajaGrafindo Persada. Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU. Suryabrata. Cetakan ketujuh. Jakarta : Gramedia. Yogyakarta : Pustaka Balajar Offset. Lanawati. Psikologi Remaja. Ratna Wilis. (1998). Jurnal Anima Vol. Teori-Teori Belajar. Sutrisno Hadi. IE. (2002).I tip-tip menulis SKRIPSI Posted on 24 Februari 2007 by wir| 263 Komentar . Jakarta : Penerbit Erlannga. Jakarta : PT. 1998. Sumadi. EQ. (1997). (2001). WS (1997). (2000). Depok : Inisiasi Press. Sia. Syaiful Bakrie D. Prestasi belajar dan kompetensi guru. Surabaya : Usaha Nasional. (1996). (1998). Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Reliabilitas dan Validitas. Statistik 2. Raja Grafindo Persada . Remaja Rosdakarya. Cetakan sebelas. Sumadi. (1999).

tentunya dibantu oleh pembimbing skripsi yang bebas dipilih oleh mahasiswa (bila disetujui). Jelas dengan pertambahan waktu tersebut biaya yang dikeluarkan mahasiswa menjadi berlipat-lipat. Kebetulan saya ditugaskan sebagai pembimbing kerja praktek. menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah. dan jika lebih terpaksa ganti judul dan ganti pembimbing. Prakteknya di UPH. dimana laporan tertulis itu dijadikan dasar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Tetapi karena penilaiannya adalah didasarkan pada presentasi dan tanya jawab secara oral (langsung). sedang yang lainnya pasif.Tidak dipungkiri lagi. Laporan kerja praktek relatif tidak menjadi masalah karena tujuan utama adalah untuk melihat pengalaman mahasiswa peserta dalam mendapatkan wawasan bidang nyata di dunia konstruksi di luar kelas. tentunya tidak bisa diketahui apakah tulisan tersebut dikerjakan bersama-sama atau hanya seorang saja yang aktif . **tentang mengerjakan berkelompok** Dengan mengerjakan secara berkelompok tersebut. Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah membuat LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN TUGAS AKHIR MAGANG atau yang sejenisnya. Dalam praktek. Enaknya lagi yaitu di Jurusan kami bahwa pembuatan laporan kerja praktek tersebut dapat dikerjakan kelompok (maksimum dua orang). minimal menyita waktu. Kasihan orang-tuanya. . Kadang perlu 1 semester atau 2 semester atau bahkan lebih. SKRIPSI (dan tugas akhir lainnya ) relatif lebih susah karena harus dikerjakan mandiri. maka dapat diketahui: mana dari mahasiswa tersebut yang aktif atau pasif atau bahkan tidak melakukan kerja praktek sama sekali (berbohong). lalu yang mengulang karena meskipun sudah melakukan kerja praktek. tetapi ternyata tidak memahami apa-apa yang ada di tempat kerja prakteknya (ada dua orang juga). sudah ada mahasiswa yang digagalkan karena dari presentasi oral dapat diketahui bahwa ternyata mahasiswa tersebut tidak melaksanakan kerja praktek yang sebenarnya (sudah ada dua orang). pembuatan skripsi adalah momok karena menyita waktu dan perhatian dari mahasiswa dalam membuatnya. khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan. yang menjadi syarat memperoleh gelar sarjana di level S1. selain itu juga kadang-kadang dijumpai bahwa meskipun dikerjakan cukup lama (berbulan-bulan) tapi hasilnya tidak begitu menggembirakan.

Khususnya untuk menentukan apakah tulisannya baik atau buruk. tapi mutu dipertanyakan. Takut dianggap lulusannya sedikit maka skripsi dihapus. akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya menulis (baik skripsi atau lainnya) adalah relatif mudah jika sudah tahu tip-tip yang penting. Skripsi jadi lama. 2. maka lamanya waktu studi dulu adalah akibat penulisan tugas akhir. “APA” masalahnya tersebut. formatnya atau bila ketemu kesalahan dalam ejaan atau kalimat. Bagaimanapun skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang mana mahasiswa diharapkan dapat berpikir ilmiah dengan membuat suatu penelitian sebagai objeknya. karena dosen pembimbingnya yang memilihkannya. Jadi orientasi penyelenggaranya hanya berpikir jumlah kelulusan meningkat. Tetapi dengan berjalannya waktu. atau karena anda menyukai bidang dimana masalah tersebut . atau mutunya jadi dipertanyakan. mereka (yg membuat kebijaksanaan skripsi dihapus) sebenarnya kesulitan cari dosen pembimbing. Mampu melihat dan memilih masalah yang akan ditulis. predikat dan objeknya jelas. Tetapi jika hasil pemahaman subyektif atau hasil pengamatan empiris pribadi belaka maka tentunya perlu data-data pendukung yang dibuat yang lebih banyak sehingga orang dapat yakin bahwa itu memang masalah yang patut dibahas (kerja lebih banyak). atau kalimatnya kacau. seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat. Langkah-langkah atau tip penting yang dimaksud adalah : 1. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang akan sampaikan berikut. Jika mau mengingat kembali. kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualnya. coba amati : pasti jumlah muridnya banyak. Jika anda menemukan kondisi seperti itu. darimana anda mengetahui bahwa itu menjadi suatu masalah. setelah cukup banyak mencoba untuk meneliti. Dengan menulis. baik sewaktu jadi mahasiswa S1 di UGM maupun mahasiswa S2 di UI. … Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seorang. karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Ini merupakan hal yang paling penting dari suatu SKRIPSI dan membedakan dengan menulis pada umumnya. Palingpaling dilihat tampilannya.Karena dianggap sebagai penghambat kelulusan maka ada beberapa universitas (program studi) mencoba menghilangkannya dan mengganti dengan tugas-tugas di kelas. Bahkan pada saat-saat awal jadi dosenpun kadang masih susah untuk mengevaluasi tulisan skripsi mahasiswa. menulis dan menerbitkan buku. Apakah subjek. 3. “MENGAPA” anda memilih masalah tersebut. (Dedi Supriadi 1997) Kesulitan membuat skripsi juga dirasakan penulis sewaktu menjadi mahasiswa. Jika informasi tersebut diperoleh dari suatu studi pustaka berdasarkan jurnal-jurnal canggih up-to-dated maka tentunya lebih mudah meyakinkan orang lain bahwa masalah tersebut cukup baik untuk dibahas.

bisa kesana-kemari. maka tentu akan mempermudah anda menyelesaikan tugas itu. Jika anda menguasai persoalan . Apakah untuk itu perlu uji eksperimental. maka pilihlah dosen pembimbing yang anda tahu kemampuannya. tetapi dengan membuat abstract. Tapi jika tidak. bisa liar. kita tahu : o000 ada perubahan. Jika masalah itu yang memberi adalah dosen. Dengan membuat ABSTRACT terlebih dahulu maka anda sudah berusaha memfokuskan pikiran ke masalah tersebut yaitu dengan menuliskannya. tidak jelas. bisa lama. Rubah-sedikit-sedikit ya nggak apa. Menambah kepercayaan diri. Apa abstract tersebut kaku. mengapa. penyelesaian parametris atau pemrograman atau yang lain. juga nilai tambah jika membuat lamaran kerja. 5. Bila anda tahu apa yang dapat anda berikan jika masalah tersebut terselesaikan maka ini mendukung kepercayaan diri bahwa solusi dari SKRIPSI ini akan berharga. Sebaiknya usahakan anda memilih karena anda memang menyenangi bidang dimana masalah tersebut ada. maka itu merupakan kesempatan berharga anda untuk mendapat knowledge yang lain (mendapat ilmu baru). Jika kondisinya demikian maka pengerjaan skripsi anda belum berbentuk. . ya enggak. tentunya agar lebih baik lagi. Kirakira anda mempunyai keyakinan mampu atau tidak dengan itu. itu jika abstract diterjemahkan sebagai rangkuman. maka diharapkan dosen tersebut juga tahu bagaimana dengan masalah tersebut. Lha inilah bedanya. misal ke seminar dsb. Kaget ya ? . ingat cerita silat jawa: perlu bertapa dihutan-hutan atau di tempuran sungai agar digdaya ). yang anda anggap dapat membimbing anda (anda punya respek terhadap dia). itu SALAH. “BAGAIMANA” masalah tersebut akan dapat diselesaikan. Dalam hal ini dalam bentuk ABSTRAK. tentu akan membedakan strategi anda mengerjakan tugas SKRIPSI tersebut.berada. pengalaman dulu yang mengatakan bahwa abstrak dibuat setelah selesai dikerjakan. ini tentu memperkirakan ilmu-ilmu apa yang diperlukan untuk memecahkan massalah tersebut. misalnya tentang pemrograman. 4. Jika benar-benar nggak tahu tentang masalah yang akan dipilih. apa yang kira-kira anda dapatkan. 6. Kenapa ? Karena spesifikasinya belum ada (belum jelas/samar). Itu konsekuensinya biaya dan waktu lho. Jika anda tidak tahu apa-apa (netral terhadap masalah tersebut) maka usahakan bahwa masalah tersebut dipahami oleh dosen pembimbing. Mampu memformulasikan MASALAH yang dipilih. TERKENDALI. meskipun itu perlu ekstra tenaga. Khan biasanya bikin abstract jika tulisan sudah selesai. Bisa melihat publikasi sebelumnya. Jika telah mempunyai alasan yang kuat tentang suatu masalah maka untuk realitas kerjanya maka usahakan masalah tersebut diformulasikan dalam bentuk tulisan pendek. “BILAMANA” masalah tersebut terpecahkan . apakah anda menguasai persoalan atau tidak itu tidak menjadi masalah. Ngelmu iku kelakone kanthi laku. Bahkan kalau PD maka dapat diinformasikan ke teman-teman lain. ( indonesianya : menguasai ilmu itu perlu usaha keras. Untuk itu.

perlu untuk membagi menjadi tiga tahapan utama. tentu anda harus tahu lebih dahulu bagaimana strategi orang lain menangani atau bertindak terhadap masalah tersebut. Ingat. Tetapi abstract yang hebat kadang-kadang bisa mengecoh. Usahakan pakailah acuan jurnal-jurnal terkini (menurut salah satu profesor saya. tahapan PROGRES: yaitu tentang bagaimana masalah tersebut dicoba dipecahkan. usahakan yang dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah. dan batasan-batasannya (nanti jadi BAB 1 dan BAB2). tetapi kalau ketemu teman-teman sejawat-nya mejen **tak berkutik/pasif** Pengalaman menunjukkan bahwa diktat-diktat seperti itu di Indonesia hanya . Evaluasi ABSTRACT bersama dosen pembimbing. Apakah abstract sudah menggigit. Penulisan BAB1 sangat penting karena menentukan luasan atau cakupan yang didiskusikan dalam bab-bab selanjutnya. Dalam membuat abstrak tersebut. **tetapi hatihati. Jika abstract-nya nggak ada isi-nya maka kecil kemungkinan materi skripsi yang utama juga dibaca. Jadi intinya Bab1 adalah pedoman kerja untuk penulisan bab-bab selanjutnya. Kecuali jika diktat itu diberikan oleh dosen yang terkenal pakar pada bidang yang dimaksud dan merupakan problem yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Jangan gunakan diktat kuliah sebagai referensi. dan tahapan KESIMPULAN tentang bilamana masalah dapat terpecahkan (nanti jadi BAB5). batasan-batasan masalah yang dipilih dan strategi penyelesaian yang akan dikerjakan maka tentunya hal itu dapat dituangkan dalam BAB 1. karena kalau hanya diktat kuliah kayaknya kurang berbobot (kecuali yang telah dipublikasikan ke luar). yaitu tahapan INTRO: yaitu mengenalkan masalah. Bab1 merupakan pengikat. paling-paling disimpan digudang. gunakan jurnal dalam lima tahun terakhir). Jika mantap maka dapat dilanjutkan. Untuk dapat mengerjakan skripsi sesuai dengan BAGAIMANA menyelesaikan masalah tersebut. Tangkap masukan yang diberikan. Jika abstract sudah OK. karena umumnya : dosen-dosen umumnya menyakinkan didepan kelasnya. Bisa dilanjutkan. termasuk juga pembahasannya (nanti jadi BAB 3 dan BAB4).7. jika hanya sekedar diktat copy-an sebaiknya hindari saja. bila terpaksa. 9. Referensi dalam suatu penelitian and publikasi juga dapat menjadi indikasi kehebatan dari materi yang diteliti dan ditulis tersebut. Tidak membanggakan untuk ditunjukkan orang lain. pedoman kerja untuk babbab berikutnya. Ini dapat diketahui dengan melakukan studi pustaka (BAB2). Jangan biasakan meniru BAB1 orang lain. Tetapi bisa juga anda mengutip suatu karya yang pernah diterbitkan ratusan tahun yang lalu jika karya tersebut memang karya monumental di bidangnya. mereview publikasi orang lain dari jurnal-jurnal atau yang lainnya. apa. Jika anda sudah tahu apa masalah anda. belum tentu cocok. mengapa anda memilih masalah tersebut. 11. Bila perlu bisa juga dimasukkan ke seminar atau minta pendapat orang lain yang kritis. baru textbooks. 10. mengapa. mutu tidaknya suatu hasil penelitian (skripsi) dapat dengan mudah dibaca dari abstract-nya. evaluasi atau diskusikan dengan dosen. Sekali lagi. 8.

Pengalaman menunjukkan bahwa bila tampilan (format) suatu tulisan tidak diperhatikan (jelek) maka isinya kemungkinan besar juga tidak akan dibaca. mengerti alasan mengapa permasalahan tersebut perlu dibahas. Urutan-urutan bab. Kesimpulan penting sekali. tetapi kalau bisa cari rujukan yang dipublikasikan resmi. isi baru ke dua. mahasiswa cukup diminta belajar memahami permasalahan. dan dapat dibanggakan.dibuat dari copy-and-paste aja. Proses tersebut mencakup bab 3 – sampai bab akhir. jika sudah sampai langkah ke-10 diatas maka penulisan dapat berkembang sangat cepat. Pada dasarnya penulisan skripsi yang paling sulit adalah pada cara memulainya. Suatu skripsi yang tipispun jika memenuhi konsep-konsep di atas bahkan kalau dikemas dengan baik itu dapat menarik untuk dipresentasikan diforum ilmiah yang lebih luas. yaitu pada awal adalah intro. Selanjutnya kembali ke persyaratan pembuatan skripsi (level S1) tentunya bobotnya berbeda dengan tesis (level S2) atau disertasi (level S3). Jika laporannya (skripsinya) dapat dibaca dan memperlihatkan alur logika-logika seperti di atas maka mahasiswa tersebut mestinya sudah pantas lulus level S1. tergantung dari kesimpulan yang diberikan. ketebalan tulisan tidak bisa menjadi ukuran apakah itu berbobot atau tidak. dan ada kemungkinan menemukan suatu kesalahan dari tulisan anda. bisa dilihat dari kesimpulan yang diberikan. Jangan dibalik dan dibandingkan dengan manusia. . 12. Hanya ingat bahwa bab dibatasi pada suatu tahapan yang bisa mandiri. Sorry nggak semua. Ingat dalam pembuatan skripsi. Kesimpulan harus suatu yang spesifik tentang masalah tersebut. dan bab-babnya bisa berkembang. O ya. dan ingat bahwa setiap bab satu dengan yang lainnya harus ada benang merah yang menghubungkannya (terkait). apa-apa saja yang telah dilakukan orang. Pada level S1 tidak diperlukan suatu tingkat penelitian yang orisinil seperti halnya disertasi atau kedalaman seperti level S2. berkembang pada progress dan diakhiri dengan kesimpulan. juga dengan kesimpulan dapat diketahui bahwa tulisan tersebut berguna atau tidak. dosen penguji akan melihat-lihat lebih banyak tulisan anda. mengetahui tindakan orang lain tentang masalah tersebut termasuk tahu sisi baik dan buruknya masing-masing dan dapat menerapkannya pada kasus lokal (studi kasus) serta menarik kesimpulan dari tindakan yang dikerjakannya. Apa yang terjadi . hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menurut saya adalah : • Tampilan adalah nomer satu. Menurut pemahaman penulis : pada level S1 . Dalam hal seperti itu. itu menunjukkan apakah penulis (mahasiswa) memahami apa yang dikerjakannya atau tidak. **kadang nggak bermutu**. Dengan memahami publikasi-publikasi yang ada tentang masalah yang dibahas tentunya dapat diambil suatu kesimpulan atau dugaan.

) Semua tabel harus ada judul tabel dan nomer tabel. Tergantung dosen dsb. Konsisten baik font dan nomernya dikeseluruhan laporan. Suatu tulisan harus konsisten. ukuran font. Jangan sekedar nampang. gambar yang ditampilkan pada bagian dalam tulisan hanya yang mendukung ulasan / tulisan pada bagian itu. Jika tidak bisa maka usahakan hal tersebut di luar cakupan masalah yang diteliti. dsbnya. tapi bagi yang ngerti : apa-apaan ini. semua gambar harus ada judul gambar dan nomer gambar. Jika sifatnya umum dan ukurannya besar maka sebaiknya di tampilan pada lampiran. O ya. maka itu dapat dijadikan modal untuk menguji materi skripsi tersebut. Daftar Pustaka harus ada. penting juga untuk mencari alasan yang bagus mengapa anda tidak perlu membahas hal tersebut (persiapan bila ada dosen yang kritis yang tahu tentang itu. “apa bener mahasiswa ini membaca pustak yang tercantum tersebut”. Ini penting. pasti penulisnya nggak baca dan tulisannya biasanya nggak berbobot (nggak tahu apa yang dituliskan. ya siapa tahu. Hati-hati.• • • • • • Pastikan format yang digunakan sesuai dengan petunjuk dari Institusi (ini penting). ciri-ciri tulisan ilmiah adalah adanya acuan pustaka. berapa margin kiri-atas dsb. Apabila mungkin. tapi ini jarang terjadi. dan penting yang harus diperhatikan bahwa yang dicantumkan pada Daftar Pustaka adalah yang diacu saja. O ya. Sehingga waktu di uji **selamat**. Tulislah APA-APA YANG DIKUASAI saja. Saat itu anda bukan lagi pribadi yang sama dengan ketika anda menulis draf pertama. jumlah spasis pada baris. jangan segan-segan untuk membaca ulang. Yang terakhir. biarkan draf anda agak sehari atau dua hari sebelum merevisinya. Dosen penguji (yg tahu) cenderung ingin membuat pertanyaan menguji. prinsipnya semakin banyak anda membaca ulang maka semakin kecil kemungkinan kesalahan akan timbul. Jika ada hal-hal yang tidak diketahui (meski sudah usaha kesana-kemari) maka usahakan bagian tersebut dihilangkan (itu jika tidak mempengaruhi bagian-bagian lain). . Bagi orang awam memang kelihatannya keren. Tetapi yang jelas dan langsung bisa dinilai adalah KONSISTENSI. Tentang ISI. jadi biar tebal sembarangan nulis aja). sehingga ada kemungkinan tidak akan ketemu kesalahan yang ada (bila ada). (Atmazaki 2006) Selain itu dengan semakin banyak membaca ulang skripsi anda maka anda semakin memahami masalah tersebut (sebagai modal nanti waktu presentasi oral). Kualitas kadang-kadang bersifat relatif. Pendapat anda saling di adu sendiri. Format yang baik kadang-kadang dapat mengecoh dosen penguji yang malas. Hal ini akan memberi jarak mental anda dengan karya sehingga kemudian anda kembali dengan prespektif baru yang berbeda dan lebih segar. Jika tidak konsisten. Ingat sebagai penulis maka seharusnya penulis menguasai tulisan yang dibuatnya. tulisannya didukung jurnal-jurnal ilmiah hebat. koq semuanya dicantumin. antara satu bagian dan bagian yang lain dalam skripsi tersebut.

tapi mengapa anda mengabil hak teman-teman lain yang seharusnya juga dapat mengembangkan talenta seperti itu (mhs yang anda buatkan skripsinya). Belajar bagaimana merangkum permasalahan menjadi suatu ungkapan tulis yang dapat dipahami orang lain. Jadi dengan anda mengerjakan skripsi mahasiswa tersebut maka si mahasiswa yang manja tersebut tidak akan dewasa-dewasa. yang secara intensip mengarahkan sehingga tujuan skripsi tercapai. Tetapi mereka tidak mendapatkan pengalaman yang sebenarnya untuk menjadi sarjana. tepatnya tidak terjadi transformasi berpikir yang seharusnya layak mereka terima sesuai dengan tingkat pendidikannya. Orang yang pesimis akan berpikir inilah stress. si mhs itu mungkin dapat lulus sarjana. Cobalah tanya hati nurani anda. Mestinya kepandaian anda bisa anda alihkan untuk hal-hal positip yang lain secara lebih terhormat. Jika anda sendiri tidak mantap terhadap karya anda. talenta lebih (mampu membuat skripsi-skripsi). .• Ketidak-mauan membaca ulang makalah anda menunjukkan bahwa anda belum mantap dengan karya tulis yang anda buat. Untuk itulah diperlukan pembimbing. Beban berat. Itu prinsip menulis yang baik. ada ‘sesuatu’ dengan tulisan anda. Jelaslah. banggakah anda mendapatkan uang dengan cara membuatkan skripsi orang lain. Selaku pendidik. ini tidak gampang. Bagi sebagian besar mahasiswa. saya melihat bahwa skripsi diadakan dalam kurikulum sebagai sarana agar calon-calon sarjana (mhs) dapat belajar berpikir ilmiah. Bagaimana orang lain bisa mantap. bahwa dengan skripsi yang dibuatkan.