P. 1
skripsi

skripsi

|Views: 182|Likes:
Published by Wisdha Wijayanti

More info:

Published by: Wisdha Wijayanti on Feb 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2015

pdf

text

original

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I Untuk memenuhi sebagian dari Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Psikologi Oleh : AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH NIM : 981703229 NIRM : 983120380050241 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I JAKARTA 2004 Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I Dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat sarjana Pada Tanggal 30 Januari 2004 Mengesahkan

Erdina. melalui… Perencanaan yang matang. Wazar Pulungan. mas Bonang. _______________ Anggota Dewan Penguji 3.M.________________ Anggota Dewan Penguji / Pembimbing I 4. Kerja keras. Muchliyanto.Psi 4. H. 1. ________________ Anggota Dewan Penguji / Pembimbing II Sebuah sukses terwujud Karena diiktiarkan.Psi 3.Psi 1. keuletan dan niat baik Karya ini kupersembahkan untuk Orang-orang yang kucintai. M.FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y. Zainuddin SK. Dra. S. mas Agung dan Pravi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”. _______________ Ketua Dewan Penguji 2. Papa.A. M.Psi) Dewan Penguji.Psi 2. (Drs.I Dekan. Sondang Silaen. Mama. Tanda Tangan . keyakinan. M.

Bapak Drs.Ita.Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. SK. Ibu Dra.. 5. Yuke dan juga banyak lagi teman-teman angkatan ’98 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yag telah memberikan doa. Pravira SN. Latar belakang masalah . Emil. Bapak Drs. H. dukungan moril maupun materil serta doa yang selalu menyertai penulis 8. 7. Endah. M. saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi. Arie. 4. Zainuddin. DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN A.I 2. Lina. serta dukungan yang sangat besar kepada penulis 9. 6. waktu. dukungan. M. Sondang Silaen. Dalam kesempatan ini. 3. Mas Agung. perhatian serta canda tawa selama penulis meyelesaikan skripsi ini. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Ibu Dra. saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi. dan Iin atas segala doa. Mas Bonang yang tercinta atas semua kasih sayang. perhatian. Muchliyanto selaku dosen pembimbing II atas bimbingan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan. pengarahan. Kiblat. 10. Eva. Dini. Mama. ST yang dengan sabar banyak memberikan doa. AMIN.Psi selaku dosen pembimbing I atas bimbingan. penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Siswa siswi SMU Lab School Jakarta Timur khususnya kelas II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi skala yang diberikan. pengarahan. Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan berkah dari Allah SWT. Ibu Ita selaku koordinator Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling SMU Lab School yang banyak membantu penulis dalam mendapatkan data-data yang diperlukan. Papa.A. Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi UPI Y. Hj Ulya Latifah selaku kepala sekolah SMU Lab School Jakarta Timur atas izinnya memperbolehkan penulis melakukan penelitian. dukungan dan masukkan yang yag berguna untuk skripsi ini. Bunga.

Tujuan Penelitian D. Metode Analisis Instrumen F. Manfaat Penelitian E. Pengertian emosi 2. Pengertian kecerdasan emosional 3. Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa D. Definisi Operasional C. Faktor Kecerdasan Emosional C. Pengertian Belajar 2. Metode pengambilan data E. Kecerdasan Emosiona 1. Prestasi Belajar 1. Metoda Analisis Data SMU . Pengukuran prestasi belajar B.B. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar 4. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan C. Sistematika Skripsi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian prestasi belajar 3. Identifikasi variabel penelitian B. Populasi dan metode pengambilan sampel D.

Kesimpulan D. Pelaksanaan Penelitian D. Saran-saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Distribusi sampling Tabel 2 Blue print Skala kecerdasan Emosional Tabel 3 Distribusi Penyebaran Item Valid dan Gugur Skala Kecerdasan Emosional Tabel 4 Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D : Distribusi Skor Uji Coba Skala Kecerdasan Emosional : Hasil Uji Validitas Item Skala Kecerdasan Emosional : Hasil Uji Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional : Reliabilitas Skala Kecerdasan Emosional .BAB IV LAPORAN PELAKSANAAN PENELITIAN A. Rangkuman Hasil Penelitian B. Pembahasan C. Orientasi kancah Penelitian B. Uji Coba Instrumen Penelitian C. Analisis Data Penelitian BAB V KESIMPULAN A.

menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. memotivasi diri sendiri. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Berdasarkan pada taraf signifikan 0. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sampel penelitian adalah 148 siswa. tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. menggunakan metode proporsional random sampling.05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional.Lampiran E Belajar. Lampiran F Lampiran G Lampiran H : Hasil Analisis Korelasi Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi : Skala Kecerdasan Emosional : Tabel Morgan : Surat Keterangan Penelitian ABSTRAK Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri.008.000 – 0.9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU. Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU. dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I. maka akan meningkatkan prestasi belajar. . mengelola emosi diri.720 dan p berkisar antara 0. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. memotivasi diri sendiri. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. mengelola emosi diri.320 – 0. Namun.

Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi.” Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Dalam pendidikan formal. perlu adanya penilaian. siswa dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan. teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. rumusan masalah dan pokok bahasan. A. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar. kecakapan dan pengetahuan baru. manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.002 (<0. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuankemajuan yang telah dicapainya dalam belajar. karena inteligensi . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.248 dengan p 0. Melalui sekolah. Dengan belajar. karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. siswa belajar berbagai macam hal. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Menurut Irwanto (1997 :105) belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. tujuan penelitian. Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting. BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan. Prestasi belajar menurut Yaspir Gandhi Wirawan dalam Murjono (1996 :178) adalah: “ Hasil yang dicapai seorang siswa dalam usaha belajarnya sebagaimana dicantumkan di dalam nilai rapornya.Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0. Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Latar belakang masalah Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja.

diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir. mengatasi frustasi. Dalam proses belajar siswa. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997:529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu. karena ada faktor lain yang mempengaruhi. dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. mengatur suasana hati (mood). kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan. Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan. dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif. bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. melainkan juga perlu mengembangkan emotional intelligence siswa . Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain. EQ selalu mendahului intelegensi rasional. 2002). Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan rational intelligence yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja. berempati serta kemampuan bekerja sama. Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang. Menurut Goleman (2000 : 44). Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang. mengembangkan hubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas. dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah. .merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. 2002 : 17). Kenyataannya. namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah. mengontrol desakan hati. khususnya dalam kalangan remaja (Goleman. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah. dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman. kedua inteligensi ituDalam proses belajar siswa. kedua inteligensi itu sangat diperlukan.

Pada penelitian ini. khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. tidak mudah percaya kepada orang lain. Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salah satu faktor penting untuk meraih prestasi akademik. menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri. yang berada pada peringkat 16 se-DKI. kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence). mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan.Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan. rewel. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti :”Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”. Kondisi sebaliknya. sulit bergaul. Teori Daniel Goleman. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. terlalu kritis. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar pada siswa kelas II SMU di Jakarta?” Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasan adalah sebagai berikut: 1. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seorang siswa dari kegiatan belajar mengajar dalam bidang akademik di sekolah dalam jangka waktu tertentu. empati dan keterampilan sosial. namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman. sesuai dengan judul bukunya. mudah frustrasi. berdasarkan nilai rata-rata nilai ulangan umum murni cawu 2 kelas II tahun ajaran 2001/2002. Karena sifat-sifat di atas. motivasi diri. Menurut Goleman. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. . cenderung menarik diri. penulis mengunakan sampel pada SMU Lab School Jakarta Timur. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ. Menurut Goleman (2002 : 512). bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. 2002:44). pengendalian diri. memberikan definisi baru terhadap kata cerdas. B.

D. .2. konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya. pengertian emosi. penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar. perumusan masalah dan pokok-pokok tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika skripsi Bab II : Tinjauan Pustaka Berisi tentang pengertian belajar. Sistematika Skripsi Sistematika isi dan penulisan skripsi ini antara lain : Bab I : Pendahuluan Berisi tentang latar belakang masalah. pengertian kecerdasan emosional. 2. hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar dan hipotesis. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua. Bab III : Metodologi Penelitian bahasan. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. C. serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan ke arah yang positif. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat. indikator kecerdasan emosional. antara lain ialah : 1. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain. Dari segi teoritis. Dari segi praktis. E. pengertian prestasi belajar.

Gottman. Jakarta : PT. Mudzakir. Psikologi Umum.Cetakan 3. R. Introduction of Psychology. Moch. Psikologi Pendidikan. Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga. Goleman. Clifford T. Bab IV : Laporan Penelitian Berisi tentang laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari orientasi kancah penelitian. Singapore : Mc Graw Hil Book Company . Irwanto. Citra Diri. metode analisis instrumen serta metode analisis data. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta :Ghalia Indonesia.com untuk konfirmasi maka akan dikirimkan ke email anda tentang skripsi ini LENGKAP. (2001). (1997). Jurnal Anima Vol XI No. populasi dan metode pengambilan sampel. Jakarta : PT. King. dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan). definisi operasional. (1997). (1988). metode pengumpulan data. (7th ed). 42. 1986. Mila Ratnawati. Schopler. Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama. DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Working With Emotional Intelligence (terjemahan). (2000). Daniel. JR. Emitional Intelligence (terjemahan). Morgan. persiapan penelitian. J. kesimpulan dan saran dari penelitiUntuk membaca lebih lanjut atau lebih lengkap Tentang Skripsi ini Silakan menghubungi via email di rahman_faisal14@yahoo. pelaksanaan penelitian serta analisis data penelitian.Berisi tentang identifikasi variabel penelitian. Bab V : Penutup Berisi tentang pembahasan hasil penelitian. John. Gramedia Pustaka Utama. Daniel. (1996).A Weizz. Metodologi Penelitian. Nazir. Bandung : Pustaka Setia. (2000). Goleman.

Sumadi. (2002).I tip-tip menulis SKRIPSI Posted on 24 Februari 2007 by wir| 263 Komentar . Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Gramedia. D. Azwar. Sia. Yogyakarta : Andi Offset. (1998). dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. Statistik 2. EQ. (1998). Saphiro. Suharsono.Muhibbin. WS (1997). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Suryabrata. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Cetakan ketujuh. 1998. Winkel. Sutrisno Hadi. (2000). Depok : Inisiasi Press. Syah. Saifuddin. Surabaya : Usaha Nasional. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. Cetakan sebelas. Melejitkan IQ. Saifuddin Azwar. (2001). (2001). Prestasi belajar dan kompetensi guru. Jakarta : Gramedia. Teori-Teori Belajar. RajaGrafindo Persada. Jakarta : PT. Hubungan Antara IQ. Psikologi Remaja. Tjundjing. (1994). Metodologi Penelitian. (1997).Tesis Master : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Bandung : PT. Lanawati. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Remaja Rosdakarya.17 no. IE. Sarlito Wirawan. SUMBER BY AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH FAKULTAS PSIKOLOGIUNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y. (1997). Sumadi. Raja Grafindo Persada . dan IS. Jakarta : Penerbit Erlannga. Sudjana. Syaiful Bakrie D. Suryabrata. Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU. (1996).A. Jurnal Anima Vol.1 Sri. Ratna Wilis. Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukutan Prestasi balajar. (1999). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Nana. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Balajar Offset. (1998). Lawrence E. (2000). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT.

tentunya tidak bisa diketahui apakah tulisan tersebut dikerjakan bersama-sama atau hanya seorang saja yang aktif . Kasihan orang-tuanya. Laporan kerja praktek relatif tidak menjadi masalah karena tujuan utama adalah untuk melihat pengalaman mahasiswa peserta dalam mendapatkan wawasan bidang nyata di dunia konstruksi di luar kelas. yang menjadi syarat memperoleh gelar sarjana di level S1.Tidak dipungkiri lagi. lalu yang mengulang karena meskipun sudah melakukan kerja praktek. khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan. tetapi ternyata tidak memahami apa-apa yang ada di tempat kerja prakteknya (ada dua orang juga). menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah. Enaknya lagi yaitu di Jurusan kami bahwa pembuatan laporan kerja praktek tersebut dapat dikerjakan kelompok (maksimum dua orang). Jelas dengan pertambahan waktu tersebut biaya yang dikeluarkan mahasiswa menjadi berlipat-lipat. SKRIPSI (dan tugas akhir lainnya ) relatif lebih susah karena harus dikerjakan mandiri. **tentang mengerjakan berkelompok** Dengan mengerjakan secara berkelompok tersebut. maka dapat diketahui: mana dari mahasiswa tersebut yang aktif atau pasif atau bahkan tidak melakukan kerja praktek sama sekali (berbohong). pembuatan skripsi adalah momok karena menyita waktu dan perhatian dari mahasiswa dalam membuatnya. . tentunya dibantu oleh pembimbing skripsi yang bebas dipilih oleh mahasiswa (bila disetujui). Tetapi karena penilaiannya adalah didasarkan pada presentasi dan tanya jawab secara oral (langsung). minimal menyita waktu. Prakteknya di UPH. Kadang perlu 1 semester atau 2 semester atau bahkan lebih. sudah ada mahasiswa yang digagalkan karena dari presentasi oral dapat diketahui bahwa ternyata mahasiswa tersebut tidak melaksanakan kerja praktek yang sebenarnya (sudah ada dua orang). sedang yang lainnya pasif. selain itu juga kadang-kadang dijumpai bahwa meskipun dikerjakan cukup lama (berbulan-bulan) tapi hasilnya tidak begitu menggembirakan. dan jika lebih terpaksa ganti judul dan ganti pembimbing. Dalam praktek. dimana laporan tertulis itu dijadikan dasar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Kebetulan saya ditugaskan sebagai pembimbing kerja praktek. Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah membuat LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN TUGAS AKHIR MAGANG atau yang sejenisnya.

Jika informasi tersebut diperoleh dari suatu studi pustaka berdasarkan jurnal-jurnal canggih up-to-dated maka tentunya lebih mudah meyakinkan orang lain bahwa masalah tersebut cukup baik untuk dibahas. maka lamanya waktu studi dulu adalah akibat penulisan tugas akhir. seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat. karena dosen pembimbingnya yang memilihkannya. Palingpaling dilihat tampilannya. Ini merupakan hal yang paling penting dari suatu SKRIPSI dan membedakan dengan menulis pada umumnya. Apakah subjek. Bagaimanapun skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang mana mahasiswa diharapkan dapat berpikir ilmiah dengan membuat suatu penelitian sebagai objeknya. Mampu melihat dan memilih masalah yang akan ditulis. Skripsi jadi lama. “MENGAPA” anda memilih masalah tersebut. atau karena anda menyukai bidang dimana masalah tersebut . formatnya atau bila ketemu kesalahan dalam ejaan atau kalimat. (Dedi Supriadi 1997) Kesulitan membuat skripsi juga dirasakan penulis sewaktu menjadi mahasiswa. akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya menulis (baik skripsi atau lainnya) adalah relatif mudah jika sudah tahu tip-tip yang penting. 2. menulis dan menerbitkan buku. Tetapi jika hasil pemahaman subyektif atau hasil pengamatan empiris pribadi belaka maka tentunya perlu data-data pendukung yang dibuat yang lebih banyak sehingga orang dapat yakin bahwa itu memang masalah yang patut dibahas (kerja lebih banyak). baik sewaktu jadi mahasiswa S1 di UGM maupun mahasiswa S2 di UI. kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualnya. “APA” masalahnya tersebut. karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Jadi orientasi penyelenggaranya hanya berpikir jumlah kelulusan meningkat. Jika mau mengingat kembali. setelah cukup banyak mencoba untuk meneliti. Takut dianggap lulusannya sedikit maka skripsi dihapus. predikat dan objeknya jelas. 3. mereka (yg membuat kebijaksanaan skripsi dihapus) sebenarnya kesulitan cari dosen pembimbing. Khususnya untuk menentukan apakah tulisannya baik atau buruk. Tetapi dengan berjalannya waktu. atau mutunya jadi dipertanyakan. Dengan menulis. coba amati : pasti jumlah muridnya banyak. … Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seorang. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang akan sampaikan berikut.Karena dianggap sebagai penghambat kelulusan maka ada beberapa universitas (program studi) mencoba menghilangkannya dan mengganti dengan tugas-tugas di kelas. atau kalimatnya kacau. tapi mutu dipertanyakan. darimana anda mengetahui bahwa itu menjadi suatu masalah. Bahkan pada saat-saat awal jadi dosenpun kadang masih susah untuk mengevaluasi tulisan skripsi mahasiswa. Jika anda menemukan kondisi seperti itu. Langkah-langkah atau tip penting yang dimaksud adalah : 1.

( indonesianya : menguasai ilmu itu perlu usaha keras. Tapi jika tidak. apa yang kira-kira anda dapatkan. itu jika abstract diterjemahkan sebagai rangkuman. Bila anda tahu apa yang dapat anda berikan jika masalah tersebut terselesaikan maka ini mendukung kepercayaan diri bahwa solusi dari SKRIPSI ini akan berharga. maka diharapkan dosen tersebut juga tahu bagaimana dengan masalah tersebut. Apa abstract tersebut kaku. ingat cerita silat jawa: perlu bertapa dihutan-hutan atau di tempuran sungai agar digdaya ). misal ke seminar dsb. Jika anda menguasai persoalan . bisa kesana-kemari. 4. ya enggak.berada. tentunya agar lebih baik lagi. Kirakira anda mempunyai keyakinan mampu atau tidak dengan itu. Mampu memformulasikan MASALAH yang dipilih. Lha inilah bedanya. misalnya tentang pemrograman. Itu konsekuensinya biaya dan waktu lho. Jika masalah itu yang memberi adalah dosen. “BILAMANA” masalah tersebut terpecahkan . 5. Bisa melihat publikasi sebelumnya. Khan biasanya bikin abstract jika tulisan sudah selesai. meskipun itu perlu ekstra tenaga. apakah anda menguasai persoalan atau tidak itu tidak menjadi masalah. juga nilai tambah jika membuat lamaran kerja. ini tentu memperkirakan ilmu-ilmu apa yang diperlukan untuk memecahkan massalah tersebut. itu SALAH. “BAGAIMANA” masalah tersebut akan dapat diselesaikan. maka tentu akan mempermudah anda menyelesaikan tugas itu. Jika benar-benar nggak tahu tentang masalah yang akan dipilih. kita tahu : o000 ada perubahan. Jika anda tidak tahu apa-apa (netral terhadap masalah tersebut) maka usahakan bahwa masalah tersebut dipahami oleh dosen pembimbing. tidak jelas. bisa lama. Ngelmu iku kelakone kanthi laku. Rubah-sedikit-sedikit ya nggak apa. Dengan membuat ABSTRACT terlebih dahulu maka anda sudah berusaha memfokuskan pikiran ke masalah tersebut yaitu dengan menuliskannya. yang anda anggap dapat membimbing anda (anda punya respek terhadap dia). Jika telah mempunyai alasan yang kuat tentang suatu masalah maka untuk realitas kerjanya maka usahakan masalah tersebut diformulasikan dalam bentuk tulisan pendek. Jika kondisinya demikian maka pengerjaan skripsi anda belum berbentuk. Kenapa ? Karena spesifikasinya belum ada (belum jelas/samar). bisa liar. tetapi dengan membuat abstract. Kaget ya ? . . Sebaiknya usahakan anda memilih karena anda memang menyenangi bidang dimana masalah tersebut ada. pengalaman dulu yang mengatakan bahwa abstrak dibuat setelah selesai dikerjakan. maka itu merupakan kesempatan berharga anda untuk mendapat knowledge yang lain (mendapat ilmu baru). Menambah kepercayaan diri. penyelesaian parametris atau pemrograman atau yang lain. Dalam hal ini dalam bentuk ABSTRAK. Apakah untuk itu perlu uji eksperimental. Untuk itu. 6. tentu akan membedakan strategi anda mengerjakan tugas SKRIPSI tersebut. TERKENDALI. Bahkan kalau PD maka dapat diinformasikan ke teman-teman lain. mengapa. maka pilihlah dosen pembimbing yang anda tahu kemampuannya.

baru textbooks. Jadi intinya Bab1 adalah pedoman kerja untuk penulisan bab-bab selanjutnya. belum tentu cocok. Jika abstract sudah OK. Jika abstract-nya nggak ada isi-nya maka kecil kemungkinan materi skripsi yang utama juga dibaca. Tetapi bisa juga anda mengutip suatu karya yang pernah diterbitkan ratusan tahun yang lalu jika karya tersebut memang karya monumental di bidangnya. yaitu tahapan INTRO: yaitu mengenalkan masalah. Untuk dapat mengerjakan skripsi sesuai dengan BAGAIMANA menyelesaikan masalah tersebut. mengapa anda memilih masalah tersebut. Sekali lagi. mengapa. Ingat. 11. tahapan PROGRES: yaitu tentang bagaimana masalah tersebut dicoba dipecahkan. 9. dan tahapan KESIMPULAN tentang bilamana masalah dapat terpecahkan (nanti jadi BAB5). bila terpaksa. Tidak membanggakan untuk ditunjukkan orang lain. paling-paling disimpan digudang. mereview publikasi orang lain dari jurnal-jurnal atau yang lainnya. Dalam membuat abstrak tersebut. perlu untuk membagi menjadi tiga tahapan utama. Bila perlu bisa juga dimasukkan ke seminar atau minta pendapat orang lain yang kritis. Ini dapat diketahui dengan melakukan studi pustaka (BAB2). usahakan yang dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah. mutu tidaknya suatu hasil penelitian (skripsi) dapat dengan mudah dibaca dari abstract-nya. tentu anda harus tahu lebih dahulu bagaimana strategi orang lain menangani atau bertindak terhadap masalah tersebut. Bab1 merupakan pengikat. Jika mantap maka dapat dilanjutkan. Usahakan pakailah acuan jurnal-jurnal terkini (menurut salah satu profesor saya. Apakah abstract sudah menggigit. Bisa dilanjutkan. Kecuali jika diktat itu diberikan oleh dosen yang terkenal pakar pada bidang yang dimaksud dan merupakan problem yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. evaluasi atau diskusikan dengan dosen. Jangan biasakan meniru BAB1 orang lain. pedoman kerja untuk babbab berikutnya. 8. Tangkap masukan yang diberikan. Jangan gunakan diktat kuliah sebagai referensi. karena umumnya : dosen-dosen umumnya menyakinkan didepan kelasnya. Penulisan BAB1 sangat penting karena menentukan luasan atau cakupan yang didiskusikan dalam bab-bab selanjutnya. karena kalau hanya diktat kuliah kayaknya kurang berbobot (kecuali yang telah dipublikasikan ke luar). Jika anda sudah tahu apa masalah anda. dan batasan-batasannya (nanti jadi BAB 1 dan BAB2). **tetapi hatihati.7. batasan-batasan masalah yang dipilih dan strategi penyelesaian yang akan dikerjakan maka tentunya hal itu dapat dituangkan dalam BAB 1. tetapi kalau ketemu teman-teman sejawat-nya mejen **tak berkutik/pasif** Pengalaman menunjukkan bahwa diktat-diktat seperti itu di Indonesia hanya . Evaluasi ABSTRACT bersama dosen pembimbing. Referensi dalam suatu penelitian and publikasi juga dapat menjadi indikasi kehebatan dari materi yang diteliti dan ditulis tersebut. apa. 10. jika hanya sekedar diktat copy-an sebaiknya hindari saja. termasuk juga pembahasannya (nanti jadi BAB 3 dan BAB4). gunakan jurnal dalam lima tahun terakhir). Tetapi abstract yang hebat kadang-kadang bisa mengecoh.

ketebalan tulisan tidak bisa menjadi ukuran apakah itu berbobot atau tidak. yaitu pada awal adalah intro. Apa yang terjadi . dan dapat dibanggakan. Pada dasarnya penulisan skripsi yang paling sulit adalah pada cara memulainya. Menurut pemahaman penulis : pada level S1 . bisa dilihat dari kesimpulan yang diberikan. juga dengan kesimpulan dapat diketahui bahwa tulisan tersebut berguna atau tidak. Jangan dibalik dan dibandingkan dengan manusia. tergantung dari kesimpulan yang diberikan. dan bab-babnya bisa berkembang. dosen penguji akan melihat-lihat lebih banyak tulisan anda. Urutan-urutan bab. mengetahui tindakan orang lain tentang masalah tersebut termasuk tahu sisi baik dan buruknya masing-masing dan dapat menerapkannya pada kasus lokal (studi kasus) serta menarik kesimpulan dari tindakan yang dikerjakannya. **kadang nggak bermutu**. . dan ingat bahwa setiap bab satu dengan yang lainnya harus ada benang merah yang menghubungkannya (terkait). hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menurut saya adalah : • Tampilan adalah nomer satu. isi baru ke dua. mahasiswa cukup diminta belajar memahami permasalahan. Suatu skripsi yang tipispun jika memenuhi konsep-konsep di atas bahkan kalau dikemas dengan baik itu dapat menarik untuk dipresentasikan diforum ilmiah yang lebih luas. tetapi kalau bisa cari rujukan yang dipublikasikan resmi. Sorry nggak semua. jika sudah sampai langkah ke-10 diatas maka penulisan dapat berkembang sangat cepat. Ingat dalam pembuatan skripsi. berkembang pada progress dan diakhiri dengan kesimpulan. apa-apa saja yang telah dilakukan orang. Kesimpulan harus suatu yang spesifik tentang masalah tersebut. dan ada kemungkinan menemukan suatu kesalahan dari tulisan anda. Hanya ingat bahwa bab dibatasi pada suatu tahapan yang bisa mandiri. Proses tersebut mencakup bab 3 – sampai bab akhir. Selanjutnya kembali ke persyaratan pembuatan skripsi (level S1) tentunya bobotnya berbeda dengan tesis (level S2) atau disertasi (level S3). Pada level S1 tidak diperlukan suatu tingkat penelitian yang orisinil seperti halnya disertasi atau kedalaman seperti level S2. itu menunjukkan apakah penulis (mahasiswa) memahami apa yang dikerjakannya atau tidak. 12. mengerti alasan mengapa permasalahan tersebut perlu dibahas. Jika laporannya (skripsinya) dapat dibaca dan memperlihatkan alur logika-logika seperti di atas maka mahasiswa tersebut mestinya sudah pantas lulus level S1.dibuat dari copy-and-paste aja. Kesimpulan penting sekali. Pengalaman menunjukkan bahwa bila tampilan (format) suatu tulisan tidak diperhatikan (jelek) maka isinya kemungkinan besar juga tidak akan dibaca. Dalam hal seperti itu. O ya. Dengan memahami publikasi-publikasi yang ada tentang masalah yang dibahas tentunya dapat diambil suatu kesimpulan atau dugaan.

Suatu tulisan harus konsisten. sehingga ada kemungkinan tidak akan ketemu kesalahan yang ada (bila ada). Ini penting. Konsisten baik font dan nomernya dikeseluruhan laporan. semua gambar harus ada judul gambar dan nomer gambar.) Semua tabel harus ada judul tabel dan nomer tabel. O ya. tapi bagi yang ngerti : apa-apaan ini.• • • • • • Pastikan format yang digunakan sesuai dengan petunjuk dari Institusi (ini penting). Hal ini akan memberi jarak mental anda dengan karya sehingga kemudian anda kembali dengan prespektif baru yang berbeda dan lebih segar. jangan segan-segan untuk membaca ulang. (Atmazaki 2006) Selain itu dengan semakin banyak membaca ulang skripsi anda maka anda semakin memahami masalah tersebut (sebagai modal nanti waktu presentasi oral). Dosen penguji (yg tahu) cenderung ingin membuat pertanyaan menguji. Yang terakhir. jumlah spasis pada baris. O ya. berapa margin kiri-atas dsb. Tentang ISI. Jika tidak konsisten. Format yang baik kadang-kadang dapat mengecoh dosen penguji yang malas. dsbnya. . ya siapa tahu. ciri-ciri tulisan ilmiah adalah adanya acuan pustaka. tulisannya didukung jurnal-jurnal ilmiah hebat. pasti penulisnya nggak baca dan tulisannya biasanya nggak berbobot (nggak tahu apa yang dituliskan. tapi ini jarang terjadi. biarkan draf anda agak sehari atau dua hari sebelum merevisinya. Daftar Pustaka harus ada. jadi biar tebal sembarangan nulis aja). Jika ada hal-hal yang tidak diketahui (meski sudah usaha kesana-kemari) maka usahakan bagian tersebut dihilangkan (itu jika tidak mempengaruhi bagian-bagian lain). Bagi orang awam memang kelihatannya keren. ukuran font. maka itu dapat dijadikan modal untuk menguji materi skripsi tersebut. prinsipnya semakin banyak anda membaca ulang maka semakin kecil kemungkinan kesalahan akan timbul. Apabila mungkin. Tetapi yang jelas dan langsung bisa dinilai adalah KONSISTENSI. Pendapat anda saling di adu sendiri. Tulislah APA-APA YANG DIKUASAI saja. Kualitas kadang-kadang bersifat relatif. Saat itu anda bukan lagi pribadi yang sama dengan ketika anda menulis draf pertama. Jangan sekedar nampang. antara satu bagian dan bagian yang lain dalam skripsi tersebut. Jika tidak bisa maka usahakan hal tersebut di luar cakupan masalah yang diteliti. gambar yang ditampilkan pada bagian dalam tulisan hanya yang mendukung ulasan / tulisan pada bagian itu. koq semuanya dicantumin. Tergantung dosen dsb. Ingat sebagai penulis maka seharusnya penulis menguasai tulisan yang dibuatnya. Jika sifatnya umum dan ukurannya besar maka sebaiknya di tampilan pada lampiran. “apa bener mahasiswa ini membaca pustak yang tercantum tersebut”. penting juga untuk mencari alasan yang bagus mengapa anda tidak perlu membahas hal tersebut (persiapan bila ada dosen yang kritis yang tahu tentang itu. dan penting yang harus diperhatikan bahwa yang dicantumkan pada Daftar Pustaka adalah yang diacu saja. Hati-hati. Sehingga waktu di uji **selamat**.

Jelaslah. Untuk itulah diperlukan pembimbing. Belajar bagaimana merangkum permasalahan menjadi suatu ungkapan tulis yang dapat dipahami orang lain. tapi mengapa anda mengabil hak teman-teman lain yang seharusnya juga dapat mengembangkan talenta seperti itu (mhs yang anda buatkan skripsinya). ini tidak gampang. yang secara intensip mengarahkan sehingga tujuan skripsi tercapai. Itu prinsip menulis yang baik. Bagi sebagian besar mahasiswa. Mestinya kepandaian anda bisa anda alihkan untuk hal-hal positip yang lain secara lebih terhormat. Bagaimana orang lain bisa mantap. banggakah anda mendapatkan uang dengan cara membuatkan skripsi orang lain. . Jika anda sendiri tidak mantap terhadap karya anda. bahwa dengan skripsi yang dibuatkan. Jadi dengan anda mengerjakan skripsi mahasiswa tersebut maka si mahasiswa yang manja tersebut tidak akan dewasa-dewasa. Orang yang pesimis akan berpikir inilah stress. Cobalah tanya hati nurani anda. ada ‘sesuatu’ dengan tulisan anda.• Ketidak-mauan membaca ulang makalah anda menunjukkan bahwa anda belum mantap dengan karya tulis yang anda buat. talenta lebih (mampu membuat skripsi-skripsi). Beban berat. si mhs itu mungkin dapat lulus sarjana. Selaku pendidik. saya melihat bahwa skripsi diadakan dalam kurikulum sebagai sarana agar calon-calon sarjana (mhs) dapat belajar berpikir ilmiah. Tetapi mereka tidak mendapatkan pengalaman yang sebenarnya untuk menjadi sarjana. tepatnya tidak terjadi transformasi berpikir yang seharusnya layak mereka terima sesuai dengan tingkat pendidikannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->