P. 1
makalah

makalah

|Views: 86|Likes:
Published by Adhin S S

More info:

Published by: Adhin S S on Feb 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2012

pdf

text

original

MAKALAH EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR PENILAIAN KELAS Dosen Pengampu : Dr. Suciati, M.Pd.

Disusun oleh Kelompok 8 1 2 3 4 5 ADHIN SETYO WINARKO DINI I LESTARI REDNO KARTIKASARI WAHYUTI MAYANGSARI NOVIANI DWI HARTINI X4307011 K43070 K4307010 K4307012 K43070

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

PENDAHULUAN

diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. teknik dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. seperti penilaian unjuk kerja (performance). Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan. sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. penilaian proyek. penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan. pengolahan. Oleh sebab itu. dan penilaian diri. penyusunan alat penilaian. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. dalam hal ini nilai terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Kriteria Penilaian Kelas . penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio). Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara. penilaian tertulis (paper and pencil test). penilaian sikap.Konsep Dasar Penilaian Kelas A. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. penilaian produk. diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum. Dari proses ini. Untuk itu. tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. 1.

Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Objektivitas Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan proyek dan penskorannya harus jelas. Mendidik Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. penilaian harus adil. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. dan menggunakan bahasa yang tidak mengandung makna ganda. Misalnya guru menilai suatu proyek. Dalam menyusun soal sebagai alat penilaian perlu memperhatikan kompetensi yang diukur.a. berkesinambungan. b. Terfokus pada kompetensi Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berbasis kompetensi. Keseluruhan/Komprehensif Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik. Agar penilaian objektif. e. Untuk itu. d. penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. f. guru harus berupaya secara optimal untuk memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dan tingkah laku dari . penilaian harus terfokus pada pencapaian kompetensi (rangkaian kemampuan). sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik. c. Bentuk penilaian valid jika menggunakan tes lisan. Jika menggunakan tes tertulis penilaian tidak valid. bukan hanya pada penguasaan materi (pengetahuan). Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. terencana. dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor.

Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. 3. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai c. membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja ( karya ). Penilaian Hasil Belajar Masing-masing Kelompok Mata Pelajaran a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. d. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik b.sejumlah penilaian. dan 2). ulangan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.dan kesehatan dilakukan melalui: 1). TEKNIK PENILAIAN Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. Ulangan. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik 2). Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: 1). penugasan. olahraga. Ujian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. Berdasarkan indikator-indikator .

Untuk itu. Secara umum. sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. dan konatif. Sikap dapat dibentuk. penilaian sikap. tes praktek. observasi. Dengan demikian. kognitif. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. ada tujuh teknik yang dapat digunakan. yakni: afektif. • Sikap terhadap materi pelajaran. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru atau pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. penilaian proyek. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. akan lebih mudah diberi motivasi. penggunaan portofolio. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. penilaian produk. dan penugasan perseorangan atau kelompok. apakah dengan tes tertulis. penilaian tertulis. Sikap terdiri dari tiga komponen. dan penilaian diri. Penilaian Sikap 1.ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. yaitu penilaian unjuk kerja. A. Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. • Sikap terhadap proses pembelajaran. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. . objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. • Sikap terhadap guru/pengajar.

Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. dan laporan pribadi. pertanyaan langsung. Oleh karena itu. Proses pembelajaran yang menarik. 2. Berikut contoh format buku catatan harian.Peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup. Misalnya. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Dalam kasus yang lain. Peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). a. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran. berkaitan dengan materi Biologi. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. dalam Contoh halaman sampul Buku Catatan Harian: . peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. strategi. • Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. metodologi. Teknikteknik tersebut antara lain: observasi perilaku. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik pembinaan. Misalnya anak yang senang belajar materi Biologi mengindikasikan bahwa anak tersebut suka terhadap mata pelajaran Biologi. dan teknik pembelajaran yang digunakan.

. 2010 Contoh isi Buku Catatan Harian : No. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. Berikut contoh format Penilaian Sikap. Hari/ Tanggal Nama peserta didik Kejadian Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu.BUKU CATATAN HARIAN PESERTA DIDIK nama sekolah Mata Pelajaran Kelas Program Nama Guru : ___________________ : ___________________ : IPA/IPS/BHS : ___________________ Tahun Pelajaran : ___________________ Surakarta. Selain itu. Catatan dalam lembaran buku tersebut.

Penilaian dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut Skor minimum :4x1=4 Skor maksimum : 4 x 5 = 20 Kategori penilaian : 5 Rentangan Nilai : 20 .Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : N o Nam a Aspek perilaku yang dinilai Bekerj Berinisiat Penuh a keras 1.= 3.2 5 Kolom keterangan dapat diisi dengan: . 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = amat baik b. Skor merupakan jumlah dari skor masing-masing aspek if n Sko Keterang Bekerja ik r an perhatia sistemat perilaku c. Catatan: a. 2. 3.4 ------. Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.

Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. bila jumlah skor 17 – 2 baik.16 cukup. peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Global Warming" yang terjadi akhir-akhir ini. Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah. c. bila jumlah skor 11 . Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung atau wawancara tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Contoh Lembar Pengamatan . keadaan.13 kurang. bila jumlah skor 8 . Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. bagaimana tanggapan peserta didik tentang penanganan sampah yang ada di lingkungan sekolah. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.amat baik. bila jumlah skor 14 . Misalnya.10 sangat kurang. bila jumlah skor 4 – 7 b. Misalnya. termasuk kelompok mata pelajaran lain semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut. atau hal yang menjadi objek sikap.

. No 1 2 Keterangan a. perbuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Buku Catatan Harian LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN A.......... kelas. Pertanyaan langsung 2).... mendemonstrasikan.... menyimpulkan........ Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian Deskripsi perilaku awal Deskripsi perubahan Pertemuan . Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan peserta didik.. menceritakan kembali.. Informasi tentang deskripsi perilaku dapat diperoleh dari: 1).... ciri-ciri. Capaian ST T R SR .. menghitung... semester.Perilaku/sikap yang diamati : .... Nama peserta didik: . Penetapan Indikator Pencapaian kompetensi Indikator merupakan ukuran.... mempraktekkan..... Laporan pribadi 3).. dan mendeskripsikan.. Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku ST = perubahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah b... karakteristik..Hari/Tgl.. membedakan. seperti: mengidentifikasi...

Penetapan Teknik Penilaian Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator. Contoh-contoh penilaian tersebut dapat diadaptasi atau dimodifikasi sesuai kebutuhan. Indikator pencapaian kompetensi. Memahami saling ketergantungan Kegiatan Pencernihan Air . Hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar yang terkait. Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan. maka teknik penilaiannya adalah proyek. maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance). Contoh Alat dan Penskoran Dalam Penilaian Berikut contoh alat dan cara penskoran dalam penilaian untuk berbagai mata pelajaran. contoh: • • • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu.kompetensi. yang menjadi bagian dari silabus. B. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. dijadikan acuan dalam merancang penilaian. maka teknik penilaiannya adalah tertulis. Mata pelajaran Kelas/Smt : Biologi : VII/2 dalam ekosistem Kompetensi Dasar : 7. D.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi lingkungan Indikator Aspek Teknik penilaian : Melakukan : Kinerja ilmiah : Unjuk kerja percobaan tentang penjernihan air secara sederhana manusia terhadap Standar Kompetensi : 7.

Siswa membuat laporan kegiatan . kerikil dan batu dicuci sampai bersih 4. Siswa melakukan percobaan untuk mendapatkan air bersih secara sederhana 2. Lakukan/rangkaian percobaan seperti pada gambar berikut 3. Siswa membanding air di gelas A dengan air di gelas B 5. Pasir.1.

) Format Penilaian Kinerja Ilmiah No Aspek a Mempersiapkan y alat dan bahan Merangkai percobaan Mengamati hasil percobaan Jumlah skor .Rubrik Penilaian Kegiatan Pratikum Biologi Nama Judul Tanggal : : : Penilaian Baik Baik Sedang Kurang sekali 4 1 2 3 4 Pengetahuan tentang prosedur kerja Ketepatan pemilihan alat dan bahan Hasil pengamatan Ketepatan menyusun laporan Jumlah Nilai Guru 3 2 1 No Aspek yang dinilai (……………………..

n 4 g d i n i l a i Nama 1 2 3 4 5 6 7 Mempersiapkan alat 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor 4 : Jika menggunakan batu sedang. pasir dicuci dengan bersih dan kapas. Skor 2 : Jika menggunakan batu sedang. Skor 3 : Jika menggunakan batu sedang. Merangkai percobaan Skor 4 : Jika kapas diletakan paling bawah lebih banyak kemudian batu sedang. pasir tidak dicuci dan kapas. kerikil dan pasir. kerikil dan pasir. Skor 1 : Jika tidak menggunakan salah satu dari komponen. kerikil. kerikil. kerikil. pasir dan kapas. Skor 1 : Jika susunan batu sedang. . pasir dicuci kurang bersih dan kapas. Skor 2 : Jika kapas diletakan paling bawah sedikit kemudian kerikil. Skor 3 : Jika kapas diletakkan paling bawah sedikit kemudian batu sedang. kerikil. batu sedang dan pasir.

2 = kurang. Skor 2 : Jika air di gelas B kurang jernih dan mengidentifikasikan sampah di atas pasir. Skor 1 : Jika air di gelas B keruh dan tidak mengidentifikasi sampah di atas pasir. 4= baik. Skor 3 : Yaitu air di gelas B jernih dan tidak mengidentifikasi sampah yang tertinggal di atas pasir. Jumlah skor Nilai = Skor maksimal PENILAIAN SIKAP ILMIAH Sebagai contoh lembar observasi untuk menilai sikap ilmiah secara individu dapat dilihat dibawah ini: Sikap No 1 2 3 4 Nama Siswa Amanda Nur Hafiz Faiz 4 2 3 4 Keterbukaan Objektif Teliti Kedisiplinan Kerjasama Kejujuran Tanggung Jawab 3 4 4 3 4 3 4 4 5 4 4 5 4 3 5 3 4 4 3 4 4 4 3 4 5 ( Indikator x 10 28 24 26 27 Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap ilmiah Skor untuk masing-masing sikap di atas dirata-ratakan dan dikonversikan ke dalam bentuk kualitatif. 3 = cukup.Mengamati hasil percobaan Skor 4 : Jika air di gelas B jernih dan mengidentifikasi sampah apa yang tertinggal di pasir. Penafsiran angka-angka tersebut adalah sebagai berikut: 1 = sangat kurang. skor maksimum perangkat tes = skor maks setiap indikator) X 7 ( indikator) Total . Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 sampai dengan 5. dan 5 = amat baik.

menggambarkan . Pada akhir semester. perilaku. Demikian juga catatan dalam kolom Pengembangan Diri. baik berupa peringatan atau rekomendasi tentang peserta didik. Pengolahan Hasil Penilaian Data Penilaian Sikap Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik berdasarkan pengamatan/observasi guru mata pelajaran. Catatan Guru mata pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan peserta didik berkaitan dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. berdasarkan catatan-catatan tentang peserta didik yang dimilikinya. sebagai deskripsi dari sikap. baik positif maupun negatif. guru mata pelajaran dapat memberi masukan pula kepada Guru Bimbingan Konseling untuk merumuskan catatan. guru mata pelajaran merumuskan sintesis. oleh karena itu total skor yang telah diperoleh harus dikonversi. Data hasil pengamatan guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi. dan unjuk kerja peserta didik dalam semester tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Seperti telah diutarakan sebelumnya. PENGELOLAAN HASIL PENILAIAN A. perilaku. dan unjuk kerja peserta didik. hal yang harus dicatat dalam buku Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol. yang selanjutnya dijadikan bahan bagi wali kelas dalam mengisi kolom Pengembangan Diri dalam rapor. yang berkaitan dengan sikap.= 35. Deskripsi tersebut menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan Guru pada rapor peserta didik untuk semester dan mata pelajaran yang berkaitan. atau perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta didik. Yang dimaksud dengan kejadiankejadian yang menonjol adalah kejadian-kejadian yang perlu mendapat perhatian. Nilai sikap ilmiah dapat diberikan dalam bentuk huruf. Selain itu.

Sebaliknya. peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Namun. Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator. Melalui pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan kualitasnya. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih besar dari kriteria ketuntasan.perilaku peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan. apabila nilai indikator dari suatu KD lebih kecil dari kriteria ketuntasan. dalam hal ini meningkatkan kriteria pencapaian indikator semakin mendekati 100%. kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar secara berkala. Dengan demikian. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas. dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan indikator itu. 60% atau 70%. Apabila semua indikator telah tuntas. DAFTAR PUSTAKA . Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 60%. dapat dikatakan bahwa peserta didik itu telah menuntaskan indikator itu. dapat dikatakan peserta didik telah menguasai KD bersangkutan. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah. misalnya melalui ujian nasional. seperti tingkat kemampuan akademis peserta didik. apakah 50%. peserta didik belum dapat mempelajari KD berikutnya. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator. peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum tuntas sama atau lebih dari 50%. Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar (KD) ditetapkan antara 0% – 100%. B. kompleksitas indikator dan daya dukung guru serta ketersediaan sarana dan prasarana. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas lebih dari 50%.

Hill.. Camberwell. dan Gronlund. . Camberwell. G. C. Measurement and Assessment in Teaching. G. dan Masters. Margaret. dan Masters.C. Forster. Norwood: ChristopherGordon Publishers. (1995). Margaret. Portfolios Assessment Resource Kit. (1996). (1996). G. Forster. Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. London: Prentice Hall. Margaret. dan Masters. R. (1998).J. Boston: Allyn & Bacon. Paper amd Pen Assessment Resource Kit.. (1996). G. Camberwell.Forster. Camberwell. G. Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.L. Inc. dan Masters. Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. (1982). Norman. Performance Assessment Resource Kit. (1995) Classroom Assessment. What Teachers Need to Know. Camberwell. (1994). B. Project Assessment Resource Kit. dan Ruptic. Forster. E. W. New Jersey: Prentice Hall. dan Masters. Practical Aspects of Authentic Assessment: Putting the Pieces Together. Forster.A. N. Popham. Constructing Achievement Tests. Linn. Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.E. Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. Gronlund. Product Assessment Resource Kit. Margaret. Margaret. (1999).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->