ANGGARAN DASAR KOPERASI SEKOLAH HARAPAN BANGSA

BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1
1.

Koperasi ini bernama Koperasi Sekolah Harapan Bangsa dan untuk selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Koperasi.

2. Koperasi ini didirikan pada tanggal 10 November 2010 di Kediri. 3. Koperasi ini berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik

Indonesia. BAB II AZAS DAN TUJUAN Pasal 2 Koperasi Sekolah Harapan Bangsa berlandaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 serta berasaskan kekeluargaan. Pasal 3 1. Koperasi Sekolah Harapan Bangsa berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi yaitu : a. b. c. d. e. f. g. 2. melakukan kegiatannya

Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka; Pengelolaan dilakukan secara demokratis; Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masingmasing anggota; Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal; Kemandirian; Melaksanakan pendidikan perkoperasian; Kerjasama antar koperasi.

Koperasi Sekolah Harapan Bangsa sebagai badan usaha dalam melaksanakan kegiatannya yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip tersebut pada ayat (1) di atas dan kaidah-kaidah usaha ekonomi.

BAB III USAHA Pasal 4 Untuk mencapai tujuan tersebut, Koperasi Sekolah Harapan Bangsa melakukan usaha-usaha sebagai berikut: 1. Pemupukan modal yang berasal dari anggota

Yang diterima menjadi anggota Koperasi Sekolah Harapan Bangsa adalah yang memenuhi syarat-syarat berikut: (a) Anggota Koperasi merupakan siswa SMA Negeri Harapan Bangsa. BAB IV SYARAT KEANGGOTAAN Pasal 5 1. 2. dan simpanan wajib koperasi. b. Koperasi membubarkan diri atau dibubarkan oleh Pemerintah. Keanggotaan berakhir bila : a. (b) Siswa sanggup memenuhi dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam koperasi. 3. 4. Anggota tersebut meninggal dunia. Keanggotaan dinyatakan sah jika yang bersangkutan sudah terdaftar di dalam buku induk anggota. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka 2. . 1. Pasal 7 1. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi persyaratan keanggotaan dan atau melanggar ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan lain yang berlaku dalam koperasi. Pasal 6 1. (c) Menyetujui isi AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga) serta ketentuan Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. membayar simpanan pokok. simpanan wajib dan bagian Sisa Hasil Usaha anggota yang diberhentikan oleh Pengurus. dikembalikan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. BAB V HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA Pasal 8 Setiap anggota mempunya hak: Memperoleh pelayanan dari koperasi.Memberikan pelayanan penjualan kepada anggota dengan tujuan peningkatan kesejahteraan anggota 3. a. Keanggotaan tidak dapat dipindah-tangankan kepada siapapun. Anggota yang diberhentikan oleh Pengurus pertimbangan/pembelaan kepada Rapat Anggota. Mengusahakan program pendidikan kewirausahaan bagi anggota untuk menambah pengetahuan tentang cara berusaha dan keterampilan yang dapat meningkatkan pendapatan para anggota. Berhenti atas permintaan sendiri. Seorang calon anggota harus mengajukan permohonan dengan membayar simpanan sukarela. Berakhirnya keanggotaan mulai berlaku sah pada saat penghapusan/pencoretan nama anggota yang bersangkutan dari buku daftar anggota. 2. 2. dapat meminta Simpanan pokok. c. d. 3.

saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan Koperasi. Memiliki hak suara yang sama. Penggantian pengurus lain (anggota) dapat dilakukan oleh Rapat Pengurus Inti dan Anggota yang lain dan disetujui oleh seluruh Pengurus. Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota. 3. Permintaan penggantian pengurus harus disampaikan secara tertulis. Pasal 11 1. 2. Bila seseorang Anggota pengurus berhenti atas permintaan sendiri sebelum habis masa jabatannya maka pengurus yang lain dapat . Syarat umum untuk dapat dipilih menjadi pengurus ditentukan dalam ART (anggaran rapat anggota). ART (anggaran rapat anggota) Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. (b) Pengurus tidak mentaati Undang-Undang Perkoperasian atau AD (anggaran dasar) . BAB VI PENGURUS Pasal 10 1. Pengurus baru ditentukan pada saat rapat anggota tersebut. Setiap anggota wajib : (a) Mentaati ketentuan AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga). Masa Jabatan pengurus adalah 1 tahun dan dapat dipilih kembali. Menghadiri dan berbicara dalam rapat anggota. (b) Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. Rapat anggota dapat memberhentikan dan mengganti pengurus setiap waktu bila: (a) Pengurus melakukan kecurangan atau merugikan Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. dan Sekretaris) termasuk sebelum habis masa jabatan hanya dapat dilaksanakan dalam rapat anggota atas permintaan sekurangkurangnya ½ dari anggota dan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota yang hadir. d. 4. Pengurus terdiri dari: (a) Ketua : (b) Wakil Ketua : (c) Sekretaris : (d) Anggota (jumlahnya ditentukan berdasarkan kebutuhan) : 4. 5. e. Wakil Ketua. 3. Memilih dan dipilih menjadi Pengurus atau Pengawas Mengajukan pendapat. Memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Koperasi Pasal 9 1. Pergantian atau permintaan penggantian Pengurus inti (Ketua. f.b. (c) Atas permintaan sendiri. 2. c. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota.

(b) Menunjuk pengelola yang professional. (e) Menyelenggarakan rapat anggota. (d) Berpedoman pada AD (anggaran dasar) . Pengurus dan salah seorang yang ditunjuknya berdasarkan ketentuan yang berlaku dapat melakukan tindakan hukum yang bersifat pengurusan dan pemilikan dalam batas-batas tertentu berdasarkan persetujuan tertulis dari Keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam hal-hal sebagai berikut: a. BAB VII BADAN PEMERIKSA dan PENASEHAT Pasal 14 1. ART (anggaran rapat anggota). Pengurus dapat mengangkat Pemeriksa dan Penasehat atas persetujuan Rapat Anggota. berkewajiban: (a) Bertanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. (d) Membuat rencana kerja dan anggaran tahunan. 3. Pengurus berhak untuk: (a) Memimpin organisasi Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS Pasal 12 1. Apabila diperlukan. 2. Pengurus dalam melaksanakan tugas. (b) Mengadakan rapat pengurus dengan pengelola minimal 1 kali satu bulan untuk mengevaluasi pelaksanaan operasional Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. 4. . dan keputusan lainnya. namun bisa menerima bonus. menjual atau dengan cara lain memperoleh atau melepaskan hak atas barang bergerak milik koperasi dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus koperasi. (c) Melakukan semua perbuatan hukum untuk dan atas nama Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. Pengurus selama memegang jabatan tidak mendapat gaji. Pasal 13 1.menunjuk pengganti sementara sampai habis masa jabatan kepengurusan tersebut. Pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota Koperasi Sekolah Harapan Bangsa. b.) Meminjam atau meminjamkan uang atas nama Koperasi dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus koperasi.) Membeli. (c) Memberikan laporan pertanggung jawaban pada rapat anggota.

memiliki kemampuan keterampilan kerja dan wawasan di bidang pengawasan. Koperasi wajib menyelenggarakan pencatatan dan pembukuansesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia dan standar akuntansi koperasi pada khususnya serta Standar Akuntansi Indonesia pada umumnya. b. sudah menjadi anggota sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. atau koperasi tidak mengangkat Pengawas tetap. Pengawas terdiri terdiri dari sedikit-dikitnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya sesuai Keputusan Rapat Anggota. 3. 4. Laporan Tahunan Pengawas dapat diaudit oleh Akuntan Publik atas permintaan Rapat Anggota. dan pada akhir bulan Desember tiap-tiap tahun pembukuan koperasi ditutup. BAB IX PEMBUKUAN KOPERASI Pasal 15 1. 2. BAB X BIMBINGAN dan PENGAWASAN Pasal 16 1. Tahun Buku Koperasi adalah tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal 31 (tigapuluh satu) Desember. bentuk. kecuali pada saat pendirian koperasi. maka Laporan Tahunan Pengurus harus diaudit oleh Akuntan Publik sebelum diajukan ke Rapat Anggota dan hasil audit tersebut menjadi perbandingan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus. Apabila diperlukan. maka Pengurus wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Tahunan yang telah diaudit oleh Pengawas sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku dan ditandatangani oleh semua anggota Pengurus untuk disampaikan kepada Rapat Anggota yang disertai hasil audit Pengawas.2. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota. mempunyai pengetahuan tentang perkoperasian pengawasan dan akuntansi. 4. Yang dapat dipilih menjadi Pengawas adalah anggota yang memenuhi syarat sebagai berikut : a. . Pemeriksa dan Penasehat berhak menerima penghasilan atau imbalan atau jasa sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota. 3. Pengawas dipilih untuk masa jabatan 4 (tiga) tahun. 3. susunan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan pelaksanaan audit diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan tertulis. Penasehat memberi saran atau anjuran kepada Pengurus untuk kemajuan organisasi dan usaha koperasi baik ' diminta maupun yang tidak diminta. 2. c. Dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah pembukuan koperasi ditutup. jujur dan berdedikasiterhadap Koperasi. Ketentuan pengaturan lebih lanjut mengenai isi.

. Pasal 17 1. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. pengangkatan dan pemberhentian Pengawas diatur dan sumpah Pengawas ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Sebelum melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Pengawas. perbuatan yang merugikan keuangan dan nama baik koperasi. Audit keuangan harus dilakukan oleh Akuntan Publik dan audit non keuangan oleh tenaga ahli di bidangnya atas permintaan Pengurus. 3. Pengawas dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum -masa jabatan berakhir apabila terbukti : a. 6. Dalam hal koperasi telah mampu mengangkat manajer yang professional. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi. keuangan yang dijalankan oleh koperasi. Pasal 20 1. harus terlebih dahulu mengucap sumpah atau janji didepan Rapat Anggota.5. pengangkatan manajer tersebut harus langsung ditetapkan oleh Rapat Anggota. Membuat laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan tugas pengawasan kepada Rapat Anggota. b. 6. Pasal 19 Pengawas berhak menerima imbalan jasa sesuai Keputusan Rapat -Anggota. 4. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada koperasi. 3. 5. Pasal 18 Hak dan kewajiban Pengawas adalah : 1. maka a. 4. Tata cara pemilihan. Dalam hal koperasi tidak mengangkat Pengawas. fungsi dan tugas Pengawas menjadi tugas dan tanggung jawab Pengurus dan Pengurus tidak turut campur tangan dalam pengelolaan kegiatan usaha. Memberikan koreksi. Pengaturan selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah Tangga. saran teguran dan peringatan kepada Pengurus. maka pengawasan dapat diadakan secara tetapatau diadakan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan dan -ditentukan dengan Keputusan Rapat Anggota. 2. 2. melakukan tindakan.

e. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas Pengawas-bila koperasi mengangkat Pengawas tetap. BAB XI RAPAT ANGGOTA Pasal 21 1. Anggaran Rumah Tangga dengan Keputusan Rapat Anggota. b. jabatan dan tugas tersebut dirangkap oleh anggota Pengawas yang lain. pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas. penggabungan. kebijaksanaan umum di bidang org4nisasi. manajemen dan usaha koperasi. Pengangkatan pengganti Pengawas sebagaimana tersebut dalam ayat (2) diatas. mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan Pengawas tersebut. Anggaran Dasar. Rapat Anggota Khusus (RA Khusus). tidak mentaati ketentuan Undang-undang Perkoperasian beserta pengaturan.b. 2. pemilihan. b. 3. peleburan. mengangkat Pengawas yang lain. Rapat Anggota Luar Biasa (RALB). Anggaran Dasar. dilaporkan oleh Pengawas kepada Rapat Anggota yang terdekat setelah penggantian yang bersangkutan untuk diminta pengesahan dan atau memilih. Rapat Anggota Koperasi dilaksanakan untuk menetapkan : a. rencana kerja. d. d. 2. Anggaran Rumah Tangga dan Perubahan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RARK dan RAPB). 5. Rapat Anggota dapat dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang pengaturannya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga. g. ketentuan pelaksanaannya. 3. c. Rapat Anggota Koperasi terdiri dari : a. Rapat Anggota Tahunan (RAT). Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. 4. Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun. Rapat Pengawas dengan dihadiri oleh Wakil Pengurus dapat mengangkat pengganti dengan cara : a. Dalam hal salah seorang anggota Pengawas berhenti sebelum masa jabatan berakhir. c. pembagian dan pembubaran koperasi. serta pengesahan laporan keuangan. . b. f. pembagian sisa hasil usaha. rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.

Tempat. apabila dihadiri sekurang. Pengambilan Keputusan Rapat Anggota berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tata tertib dan bahan materi Rapat Anggota harus sudah disampaikan terlebih dahulu kepada anggota sekurangkurangnya 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan Rapat Anggota. 8. 3. Pasal 24 1. 2.semua Anggota Koperasi harus diberitahu secara tertulis dan seluruh Anggota Koperasi memberikan persetujuan mengenai hal (usul keputusan) tersebut secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Apabila pada rapat kedua sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas korum tetap belum tercapai. 3. 4. 4. dengan ketentuan . setiap anggota 1 mempunyai hak 1 (satu) suara. Pasal 25 . Rapat Anggota sah jika dihadiri lebih dari 1/2 (satu per-dua) dari jumlah Anggota Koperasi dan disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah anggota yang hadir. Pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 6. Apabila korum sebagaimana dimaksud ayat (1) diatas tidak-tercapai. Anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepada anggota yang lain yang hadir pada Rapat Anggota tersebut. acara. Dalam hal dilakukan pemungutan suara. untuk rapat kedua dan diadakan pemanggilan kembali kedua kalinya. 2. Pasal 23 1. kecuali mengenai diri orang dilakukan secara tertutup. Dalam hal tidak tercapai mufakat. Pemungutan suara dapat dilakukan secara terbuka dan atau tertutup.Pasal 22 1. 7. maka Rapat Anggota tersebut ditunda untuk waktu paling lama 7 (tujuh) hari. Keputusan Rapat Anggota dicatat dalam Berita Acara Rapat idan ditandatangani oleh Pimpinan Rapat. maka Rapat Anggota tersebut dapat dilangsungkan dan keputusannya sah serta mengikat bagi semua anggota. maka pengambilan keputusan oleh Rapat Anggota berdasarkan suara terbanyak-dari jumlah anggota yang hadir. 5. kecuali apabila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar ini.-kurangnya 1/3 (satu per tiga) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir. Koperasi dapat juga mengambil keputusan terhadap sesuatu hal tanpa mengadakan Rapat Anggota. tanpa ada tekanan dari Pengurus dan atau pihak-pihak tertentu.

c. 2. Apabila Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja seperti tersebut pada ayat (3) diatas belum mampu dilaksanakan oleh koperasi karena alasan yang objektif dan rasional seperti efisiensi maka : a. b. 3. paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tahun buku atau anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. . 4. d. Rapat Anggota dapat dipimpin langsung oleh Pengurus Koperasi dan atau oleh Pimpinan Sidang dan Sekretaris Sidang yang dipilih dalam Rapat Anggota tersebut. Pasal 26 1.tahun buku. 3. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja membahas dan mengesahkan Rencana -Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi juga harus dilaksanakan tiap. jika Berita Acara Rapat tersebut dibuat oleh-Notaris. Rapat Anggota Tahunan diadakan dalam waktu paling lambat-3 (tiga) bulan sesudah tutup tahun buku. dengan ketentuan Rapat Anggota Tahunan -harus dilaksanakan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tutup tahun buku.1. kecuali Anggaran Dasar menentukan lain. 6. Rapat Anggota diselenggarakan oleh Pengurus Koperasi. pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Pengawas dalam 1 (satu) tahun buku. penggunaan dan pembagian sisa hasil usaha. 2. selama Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja belum disahkan oleh-Rapat Anggota dalam pelaksanaan tugasnya Pengurus berpedoman pada Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun sebelumnya yang telah mendapat persetujuan. Berita Acara Keputusan Rapat Anggota yang telah ditandatangani oleh Pimpinan dan Sekretaris Rapat menjadibukti yang sah terhadap semua Anggota Koperasi dan pihak ketiga. kecuali ada pengaturan lain dalam Anggaran Dasar. Pemilihan pimpinan dan sekretaris sidang dipimpin oleh Pengurus Koperasi dari anggota yang hadir. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran --Pendapatan dan Belanja dapat dilaksanakan bersamaan-dengan Rapat Anggota Tahunan dengan acara rapat tersendiri. yang tidak menyangkut jabatan Pengurus. 4. Setiap Rapat Anggota harus dibuat Berita Acara Rapat yang ditandatangani oleh Pimpinan dan Sekretaris Rapat. Rapat Anggota Tahunan membahas dan mengesahkan : a. Penandatanganan sebagaimana dimaksud ayat (4) tidak diperlukan. b. neraca dan perhitungan laba rugi tahun buku yang berakhir 31 (tigapuluh satu) Desember. Pengawas dan Pengelola atau Karyawan Koperasi. laporan pertanggungjawaban Pengurus atas pelaksanaan tugasnya. yang diajukan oleh Pengurus dan Pengawas. 5.

harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/2 (satu per dua) dari jumlah anggota. tidak memungkinkan diadakan Rapat Anggota biasa dan Rapat Anggota Khusus seperti tersebut pada pasal 19 diatas. dan atau atas Keputusan Rapat Pengurus atau Keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas. pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus. b. Rapat Anggota Luar Biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas diadakan apabila : a. pembubaran. dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih dari 1/2 (satu per dua) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari-jumlah anggota yang hadir. c. apabila : a. c. 2. harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota. penggabungan. pemilihan dan pengangkatan Pengurus dan Pengawas dengan ketentuan : 1. ada permintaan paling sedikit lebih dari 50% (limapuluh persen) dari jumlah anggota. pemberhentian. 2. Rapat Anggota Luar Biasa sah dan keputusan mengikat seluruh anggota. 2. mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga --Koperasi dengan ketentuan : 1. d. harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 13/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota. keputusan sah apabila disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir. 2. keputusannya harus disetujui oleh 3/4 (tiga perempat) dari jumlah anggota yang hadir.c. Ketentuan dan pengaturan lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau ketentuan khusus. negara dalam keadaan bahaya atau perang. 3. b. . dan atau dalam hal keadaan yang sangat mendesak untuk segera memperoleh Keputusan Rapat Anggota. Rapat Anggota Khusus diadakan untuk : a. Pasal 28 1. Pasal 27 1. Rapat Anggota Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dipandang sangat diperlukan adanya keputusan yang kewenangannya ada pada Rapat Anggota dan tidak dapat menunggu dilaksanakannya Rapat Anggota biasa seperti diatur dalam pasal 18 diatas. d. keputusannya harus disetujui oleh 3/4 (tiga perIempat) dari jumlah anggota yang hadir. peleburan dan pemecahan koperasi dengan ketentuan : 1.

BAB XII MODAL KOPERASI Pasal 29 1. harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/5 (satu per lima) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir.untuk bukan anggota dan . bank dan lembaga keuangan lainnya. Ketentuan dan pengaturan selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah Tangga. kewajiban lainnya termasuk pajak dan zakat yang harus dibayarkan dalam tahun buku yang bersangkutan. pendidikan. penerbitan obligasi dan surat utang lainnya. . insentif untuk Pengurus. 4. Modal dasar yang disetor pada saat pendirian koperasi ditetapkan sebesar Rp $$$$$$ yang berasal dari simpanan pokok. c.b. Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dibagikan untuk: a. anggota. 2. b. b. c. simpanan wajib. c. pendapatan yang diperoleh dari non operasional. uang pinjaman dan penerimaan lain yang sah. Koperasi mempunyai modal yang diperoleh dari uang simpanan pokok. 2. anggota sesuai transaksi dan simpanannya. e. pendapatan yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota Koperasi.d) diatas. Untuk memperbesar usahanya. koperasi dapat memperoleh modal pinjaman yang tidak merugikan koperasi berupa pinjaman dari : a. simpanan wajib dan simpanan sukarela. cadangan. sumber lain yang sah dari dalam dan luar negeri. insentif untuk Manager dan karyawan. e. d. 3. Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya dapat dipertanggungjawabkan. BAB XIII SISA HASIL USAHA Pasal 30 1. simpanan sukarela. koperasi lainnya dan atau anggotanya. Pembagian Sisa Basil Usaha dan pendapatan Koperasi terdiri atas 3 (tiga) bagian: a. untuk maksud pada ayat (2. penyusutan. b. d. pendapatan diperoleh dari usaha yang diselenggarakan .

untuk dana Sosial. 5.4. 6. untuk dana Sosial. c. 7. Bagian dari Pendapatan Koperasi yang diperoleh dari pendapatan non operasional dipergunakan sebagai berikut : a. . Pasal 31 1. g. d. Penggunaan dana-dana Pendidikan dan Dana Sosial diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau diputuskan dalam Rapat Anggota Tahunan. untuk dana Pengurus dan Pengawas. Bagian dari hasil Sisa Hasil Usaha Koperasi yang diperoleh dari anggota dipergunakan sebagai berikut: a. Pasal 32 1. untuk Kesejahteraan Pengelola Usaha dan Karyawan Koperasi. Cadangan dipergunakan untuk pemupukan modal dan menutup -Ikerugian Koperasi sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota. untuk anggota. Bagian Sisa Hasil Usaha untuk anggota dapat diberikan secara langsung atau dimasukkan dalam simpanan atau tabungan anggota yang bersangkutan sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota. f. untuk dana Pengurus dan Pengawas. d. b. untuk anggota menurut perbandingan simpanannya. untuk dana Pendidikan Koperasi. untuk cadangan. untuk dana pengelola dan karyawan. untuk cadangan. untuk anggota menurut perbandingan simpanannya dengan ketentuan tidak melebihi suku bunga yang berlaku pada BankBank Pemerintah. untuk cadangan. d.untuk dana Pendidikan Koperasi. untuk dana Sosial. e. c. b. Pembagian dan prosentase sebagaimana dimaksud ayat (4). (5) dan ayat (6) ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga -dan diputuskan oleh Rapat Anggota. untuk dana Pendidikan Koperasi. c. e. untuk anggota menurut perbandingan jasanya. dalam usaha Koperasi untuk memperoleh pendapatan perusahaan. f. 8. c. b. Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk Pihak bukan Anggota dibagi sebagai berikut : a.

simpanan wajibdan simpanan khusus anggota. . BAB XIV TANGGUNGAN ANGGOTA Pasal 33 1. Anggota Koperasi yang berhenti dari keanggotaan Koperasi-secara sah dapat memperoleh bagian atas cadangan Koperasiberdasarkan prosentase jumlah simpanan pokok dan simpananwajib yang dimilikinya pada Koperasi. ditutup dengan uang cadangan. masingmasing terbatas simpanan Pokok. Bilamana koperasi dibubarkan dan pada saat penyelesaian pembubaran ternyata kekayaan Koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajiban. maka rapat anggota dapat memutuskan untuk membebankan bagian kerugian tersebut (jumlah kerugian dikurangi dengan uang cadangan yang tersedia) kepada anggota dan kepada mereka yang telah berhenti sebagai anggota dalam tahun buku yang bersangkutan. Rapat anggota dapat memutuskan untuk mempergunakan paling tinggi 1/2 (satu per dua) bagian atau 50% (limapuluhpersen) dari jumlah seluruh cadangan untuk perluasan perusahaan Koperasi. Jika kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir suatu tahun buku tidak dapat ditutup dengan uang cadangan sebagaimana dimaksud ayat 1. Pasal 34 (1) (2) Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir tahun buku. Sekurang-kurangnya 1/2 (satu per dua) bagian atau 50% (limapuluh persen) dari uang cadangan harus disimpan dalam bentuk giro pada Bank yang ditunjuk oleh Pengurus. 5. maka kekurangan itu dibebankan kepada anggota lain. Segala persoalan mengenai penentuan tindakan atau kejadian yang menyebabkan timbulnya kerugian diselesaikan menurut ketentuan yang berlaku dan hukum yang berlaku di negara kesatuan republik Indonesia. 3. apabila jumlah cadangan telah mencapai lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh simpanan pokok. 3. Bila menurut kenyataan ada anggota dan mereka yang berhenti sebagai anggota dalam waktu 1 (satu) tahun yang sebelum pembubaran koperasi. yang ketentuannya diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga. Bagian dari cadangan Koperasi dapat dibagikan kepada anggota dalam bentuk simpanan khusus. 4. sehingga jumlah kerugian yang menurut perhitungan harus dibayar oleh para anggota dan mereka yang berhenti sebagai anggota dapat dipenuhi. maka anggota dan mereka yang telah berhenti sebagai anggota dalam waktu satu tahun sebelum pembubaran koperasi diwajibkan menanggung kerugian itu masingmasing sebatas sebanyak simpanan pokok dan simpanan wajib. tidak mampu memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam pasal ini.2. Pasal 35 2.

anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan. menggunakan dan memeriksa segala catatan dan arsip koperasi. Keputusan Rapat Anggota. f. Pengurus Koperasi menyampaikan keputusan pembubaran koperasi oleh Rapat Anggota tersebut kepada Pejabat Koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. memperoleh. 3. keputusan Pemerintah apabila : i. Likuidator mempunyai hak dan kewajiban : a. iii. menggunakan sisa kekayaan koperasi untuk menyelesaikan kewajiban koperasi baik kepada anggota maupun kepada pihak ketiga. Pembubaran oleh Rapat Anggota didasarkan pada : a. Pengurus dan pihak lain yang dianggap perlu (Pembina) dan diberi kuasa untuk menyelesaikan pembObaran dimaksud. Pembayaran biaya penyelesaian didahulukan dari pada pembayaran kewajiban lainnya. melakukan perbuatan hukum untuk dan atas nama koperasi dalam penyelesaian. e. b. b. Dalam hal Koperasi hendak dibubarkan maka Rapat Anggota -membentuk Tim Likuidasi yang terdiri dari unsur anggota. 4. Pasal 37 1. BAB XV PEMBUBARAN Pasal 36 1. Koperasi tidak lagi melakukan kegiatan usahanya. jangka waktu berdirinya Koperasi telah berakhir. 2. kelangsungan hidupnya tidak dapat lagi diharapkan. kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum dan atau kesusilaan. atas permintaan sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota.Anggota-anggota yang telah berhenti dari Koperasi tidak menanggung kerugian dari usaha yang tidak turut diputuskan oleh mereka sesudah keluar dari Koperasi. b. Pasal 38 . c. membuat berita acara penyelesaian dan menyampaikan kepada Rapat Anggota. Pembubaran Koperasi dapat dilaksanakan berdasarkan : a. baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama. d. terdapat bukti bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan Undang-undang tentang Perkoperasian. memanggil Pengurus. c. mengumpulkan keterangan yang diperlukan. 2. ii.

apabila kerugian tersebut terjadi selama anggota yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi dan apabila keluarnya sebagai anggota belum melewati jangka waktu 6 (enam) bulan. Anggota yang telah keluar sebelum koperasi dibubarkan wajib menanggung kerugian.1. . 3. Tanggungan anggota terbatas pada simpanan pokok. 2. simpanan wajib yang sudah dibayarkan. Seluruh anggota wajib menanggung kerugian yang timbul pada saat pembubaran koperasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful