P. 1
Imunisasi pranikah

Imunisasi pranikah

|Views: 3,312|Likes:
Published by Muhammad Sanwijaya

More info:

Published by: Muhammad Sanwijaya on Feb 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

Imunisasi pranikah berbahaya? Dok, saya mau tanya.

Saya kan mau menikah, nah disitu ada persyaratan untuk diimunisasi TT Tokso, apakah itu berbahaya?sebab banyak teman yang menyarankan supaya jangan mau diimunisasi, katanya nanti bisa menyebabkan susah kehamilan. Malah, ada teman saya yang cerita kalau bisa menyebabkan Hepatitis B (berdasarkan pengalaman sepupunya, sebelum nikah dia pernah periksa kesehatan dan dinyatakan negatif dari hepatitis, tetapi setelah mendapatkan imunisasi TT dan hamil, dia terkena Hepatitis B). Nah, bagaimana menurut pendapat dokter? soalnya saya jadi ragu2. Terima kasih( perempuan, 24 thn,152 cm,55 Kg) Terima kasih atas pertanyaan Anda. Imunisasi TT dan toksoplasma disarankan pada wanita yang akan menikah dengan tujuan untuk mencegah kejadian tetanus neonatorum (tetanus pada bayi baru lahir) dan mencegah terjadinya toksoplasma pada ibu hamil. Mengenai TT, hal tersebut disarankan karena dahulu dimana dokter sangat jarang, proses melahirkan banyak ditolong oleh dukun beranak yang menggunakan peralatan tidak steril dimana berisiko untuk mengakibatkan penularan kuman tetanus ke janin melalui pemotongan tali pusar. Namun saat ini dengan banyaknya dokter dan bidan serta pertolongan melahirkan dilakukan secara steril, maka jarang sekali terjadi kasus tetanus neonatorum. Sedangkan untuk toksoplasma, Anda dapat melakukannya guna mencegah terkena toksoplasma saat hamil yang menyebabkan cacat pada janin.Kedua imunisasi ini tidak berbahaya. Yang menyebabkan hepatitis B bukanlah imunisasi yang dilakukan, namun pajanan terhadap darah dan cairan tubuh seseorang yang didapatkan melalui transfusi darah, jarum suntik tidak steril, atau luka di kulit yang terpajan dengan darah atau cairan tubuh penderita Hepatitis B. Tidak ada hubungannya dengan zat imunisasi yang diberikan. Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH) Salam,

Pernikahan merupakan pengalaman hidup yang sangat penting sebagai media penyatuan fisik dan psikis antara dua insan dan penggabungan kedua keluarga besar dalam rangka ibadah melaksanakan perintah Allah SWT. Hal itu tentunya memerlukan berbagai persiapan terkait yang cukup matang termasuk persiapan fisik sebelum menikah adalah tidak kalah pentingnya dengan kesiapan materi, sosio-kultural, mental dan hukum. Tes kesehatan dan fertilitas yang disarankan kalangan medis serta para penganjur dan konsultan pernikahan sebenarnya merupakan salah satu bentuk persiapan pranikah yang secara eksplisit maupun implisit disunnahkan dalam Islam Bahkan, sekalipun tidak ada riwayat dan indikasi penyakit ataupun kelainan keturunan di dalam keluarga, berdasarkan prinsip syariah tetap dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan standar termasuk meliputi tes darah dan urine. Bila ditinjau secara psikologis, sebenarnya pemeriksaan itu akan dapat membantu menyiapkan mental pasangan. Sedangkan secara medis, pemeriksaan itu sebagai ikhtiar (usaha) yang bisa membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari sehingga dapat menjadi langkah antisipasi dan tindakan preventif yang dilakukan jauhjauh hari untuk menghindarkan penyesalan dan penderitaan rumah tangga. Para ahli abstetri (ilmu kebidanan) dan ginekologi (ilmu keturunan) menyatakan bahwa sebaiknya calon pengantin memeriksakan dirinya tiga bulan sebelum melakukan janji pernikahan. Rentang waktu itu diperlukan untuk melakukan pengobatan jika ternyata salah seorang atau keduanya menderita gangguan tertentu. Jenis pemeriksaan kesehatan pranikah dapat disesuaikan dengan gejala tertentu yang dialami calon pengantin secara jujur, berani dan objektif. Misalnya, pemeriksaan harus dilakukan lebih spesifik jika dalam keluarga didapati riwayat kesehatan yang kurang baik. Namun, jika semuanya lancar-lancar saja, maka hanya dilakukan pemeriksaan standar, yaitu cek darah dan urine. Untuk cek darah, biasanya diperlukan khususnya untuk memastikan si calon ibu tidak mengalami talasemia, infeksi pada darah dan sebagainya. Dalam pengalaman medis, kadang kala ditemukan gejala anti phospholipid syndrome (APS), yaitu suatu kelainan pada darah yang bisa mengakibatkan sulitnya menjaga kehamilan atau menyebabkan keguguran berulang. Jika ada kasus seperti itu, biasanya para dokter akan melakukan tindakan tertentu sebagai langkah , sehingga pada saat pengantin perempuan hamil dia dapat mempertahankan bayinya.

Hasil analisa data medis mengungkapkan bahwa kasus yang paling banyak terjadi pada calon ibu khususnya di Indonesia adalah terjangkitnya virus toksoplasma. Virus yang bisa mengakibatkan kecacatan pada bayi ini biasanya disebabkan seringnya kaum perempuan mengkonsumsi daging yang kurang matang atau tersebar melalui kotoran atau bulu binatang piaraan. Oleh karena itu, untuk mengetahuinya, agar dapat ditangani Secara dini diperlukan pemeriksaan toksoplasma, rubella, virus cytomegalo, dan herpes yaitu yang sering disingkat dengan istilah pemeriksaan terhadap TORCH. Demikian pula, pada calon pengantin pria biasanya diperlukan untuk dilakukan pemeriksaan sejumlah infeksi seperti sipilis dan gonorrhea. Selain itu banyak juga dari pengalaman klinis dilakukan pemeriksaan sperma untuk memastikan kesuburan untuk calon mempelai pria. Dalam kapasitas ini, pemeriksaan sperma dilakukan dalam tiga kategori yaitu jumlah sperma, gerakan sperma dan bentuk sperma. Sperma yang baik menurut para ahli, jumlahnya harus lebih dari 20 juta setiap cc-nya dengan gerakan lebih dari 50% dan memiliki bentuk normal lebih dari 30% . Bila dalam pemeriksaan ditemukan kelainan pada sperma, maka waktu tiga bulan setelah pemeriksaan dianggap sudah cukup untuk melakukan penyembuhan. Demikian halnya bagi calon mempelai wanita, jangka waktu tiga bulan juga dianggap memadai untuk memperbaiki siklus menstruasi calon pengantin wanita yang memiliki masa menstruasi tidak lancar dengan disiplin mengikuti terapi khusus dan intens secara kontinyu. Pemeriksaan standar menyangkut darah antara lain dilakukan untuk mengetahui jenis resus. Seperti bangsa Asia lainnya, perempuan Indonesia memiliki resus darah positif. Sedangkan bangsa Eropa dan Kaukasia biasanya memiliki resus negatif. Karena itu, pemeriksaan resus untuk pasangan campuran yang berasal dari dua bangsa berbeda sangatlah penting. Resus berfungsi sama dengan sidik jari yaitu sebagai penentu. Setelah mengetahui golongan dara seseorang seperti A, B, O biasanya resusnya juga ditentukan untuk mempermudah identifikasi. Hal itu karena perbedaan resus pada pasangan bisa berdampak fatal saat kehamilan. Jika ibu memiliki resus positif dan embrio menunjukkan resus negatif, maka biasanya disarankan para ahli medis untuk melakukan pengguguran sejak dini karena tidak mungkin janin akan bertahan hidup secara normal di dalam rahim ibu. Meskipun pasangan ingin tetap mempertahankan janin, nantinya akan gugur juga. Pengalaman ini biasanya di kalangan medis disebut sebagai kasus incompabilitas resus. Calon pengantin juga sering diminta untuk melakukan pemeriksaan darah anticardiolipin antibody (ACA). Penyakit yang berkaitan dengan hal itu bisa mengakibatkan aliran darah mengental sehingga darah si ibu sulit mengirimkan makanan kepada janin yang berada di dalam rahimnya. Selain itu, jika salah satu calon pengantin memiliki catatan down syndrome karena kromosom dalam keluarganya, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih intensif lagi. Sebab, riwayat itu bisa mengakibatkan bayi lahir idiot. Adapun suntikan Tetanus Toxoid yang lebih dikenal dengan suntikan TT sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tetanus pada luka yang dapat terjadi pada

vagina mempelai wanita yang diakibatkan hubungan seksual pertama. Suntikan TT biasanya juga diperlukan dan dianjurkan oleh para medis bagi para ibu hamil di usia kehamilan 5-6 bulan untuk mencegah terjadinya tetanus pada luka ibu ataupun bayi saat proses kelahiran. Sedangkan kekhawatiran adanya manipulasi serum TT pada suntikan yang diganti dengan serum kontrasepsi oleh para medis sebaiknya dihilangkan dan jika terbukti adanya pengalaman sebelumnya atau indikasi kuat mal praktik yang disengaja tersebut, maka dapat dilaporkan para pihak terkait dan yang berwenang, dan hal itu di samping melanggar kode etik kedokteran, juga merupakan suatu tindak pidana. oleh pihak hakim. Hal ini merupakan indikasi pentingnya faktor keturunan dan kesuburan serta kesehatan seksual dalam pernikahan sehingga sangat diperlukan pemeriksaan. Dengan demikian, berdasarkan data urgensi dan manfaat dari pemeriksaan kesehatan tersebut sangat menyambut anjuran agar calon pengantin melakukan pemeriksaan fertilitas dan tes kesehatan fisik maupun mental sekalipun serta tindakan imunisasi termasuk imunisasi TT pra menikah agar dapat diketahui lebih awal berbagai kendala dan kesulitan medis yang mungkin terjadi untuk diambil tindakan antisipasi yang semestinya sedini mungkin Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo http://www.dakwatuna.com

PEMERIKSAAN kesehatan pranikah penting bagai kedua pasangan. Tujuannya, agar terhindar dan mendeteksi penyakit secara dini. Sayangnya, persiapan ini sering kali terabaikan dan bahkan disepelekan. Ya, pemeriksaan kesehatan pranikah masih dianggap belum begitu perlu dan penting bagi calon pasangan pengantin. Beragam alasan menyeruak ketika calon mempelai ditawari melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Mulai dari menyita banyak waktu, menambah daftar kesibukan atau pemborosan karena menyedot biaya lebih banyak. Malah ditakutkan akan mengancam kelangsungan hubungan itu sendiri. Apabila hasil cek kesehatan menunjukkan adanya kelainan yang cukup serius pada kondisi medis keduanya. Namun, sebaiknya Anda jangan menyepelekan pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan berlangsung. Jika tidak waspada, ada banyak risiko yang akan menghadang Anda bersama pasangan dalam menjalani pernikahan. Jadi, hindari risiko sedini mungkin dengan memeriksakan kesehatan Anda dan pasangan ke dokter atau rumah sakit terdekat yang menyediakan pemeriksaan kesehatan pranikah untuk calon pengantin.

Tentunya memeriksakan diri bukan sekadar kewajiban, tetapi tentu mempunyai manfaat yang sangat penting, seperti mengetahui kondisi Anda dan pasangan, memperoleh kesiapan mental serta mengetahui jika ada penyakit-penyakit yang nantinya dapat segera Anda tanggulangi bersama. Terutama menyangkut masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan). “Tujuan pemeriksaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas calon keluarga di bidang kesehatan. Jika diketahui setelah pemeriksaan ada yang mengganggu bisa segera diatasi,” ungkap dokter bagian general check up dari RS Telogorejo, Semarang, dr Hinarto Utomo. Pemeriksaan kesehatan pranikah juga dapat mendeteksi adanya kelainan tekanan darah, jantung, urin, kulit, dan penyakit dalam. Sehingga keduanya dapat mengetahui penyakit yang “diam-diam” mengidap pada tubuh mereka. Selain itu, pemeriksaan kesehatan pranikah juga mampu mencegah penyakit. Sebagai contoh, bayi sejak dalam kandungan sudah mendapatkan imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus). Kendati sudah diantisipasi sedemikian rupa, masih ada kasus bayi lahir mengalami tetanus. Nah, untuk mengatasi kasus “kebobolan” seperti ini sebelum menikah calon ibu akan mendapatkan imunisasi TT (tetanus toksoid). Mengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, lantas sebaiknya kapan melakukan tes kesehatan tersebut? dr Hinarto mengungkapkan, tidak ada batasan waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Tes kesehatan pranikah dapat dilakukan kapan pun selama pernikahan belum berlangsung. “Jika Anda dan pasangan ingin menikah, masukkan pemeriksaan kesehatan pranikah dalam daftar persiapan. Andai kata saat pengecekan ditemukan ada masalah, maka pengobatan dapat dilakukan secepatnya,” imbuhnya. (sindo/) (nsa) http://m.okezone.com/read/2008/09/28/27/149998/pemeriksaan-kesehatan-pranikahpenting-bagi-kedua-mempelai

Vaksin TT Pra-nikah???? siapa takut

Suntik Vaksin Tetanus Toxoid (TT) Pra-nikah..... Pasti banyak yang sudah pernah mendengarnya bahkan mengetahuinya, tapi engga sedikit juga yang belum mengetahui kalau suntik TT merupakan aturan resmi yang ditetapkan pemerintah bahkan sejak tahun1986. "Ini adalah program jangka panjang yang ditetapkan pemerintah untuk memberantas tetanus, "Vaksinasi tetanus pada perempuan yang hendak menikah akan meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi tetanus. Kekebalan tubuh itu akan 'diwariskan' kepada bayinya ketika proses persalinan. Jadi bayi yang baru lahir aman dari infeksi tetanus. Selain itu suntik TT juga mencegah terjadinya infeksi yang mengakibatan tetanus pada vagina perempuan ketika pertama kali melakukan hubungan suami istri dan melahirkan. Sebenarnya target pemberian vaksin TT ini bukan hanya wanita yang akan menikah, tapi juga wanita usia subur. Waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin TT sekitar dua hingga enam bulan sebelum pernikahan. "Ini diperlukan agar tubuh memiliki waktu untuk membentuk antibodi,"

Disusun oleh: Kelompok 4 Ketua: Rini dwi anggraini Sekretaris: fitriani Moderator: maria adillah Anggota: andika febrianti f Dosen pembimbing: SURYANDA S.pd, M.kes

AKADEMI KEBIDANAN RANGGA HUSADA PRABUMULIH TAHUN AKADEMIK 2010/2011

BAB I PENDAHULUAN

Masalah: PENTINGNYA IMUNISASI PRA NIKAH Tempat:Ds.SUKA MAJU Tanggal: 05 NOVEMBER 2010 Subject: REMAJA / CALON PENGANTIN

Pernikahan merupakan pengalaman hidup yang sangat penting sebagai media penyatuan fisik dan psikis antara dua insan dan penggabungan kedua keluarga besar dalam rangka ibadah melaksanakan perintah Allah SWT. Hal itu tentunya memerlukan berbagai persiapan terkait yang cukup matang termasuk persiapan fisik sebelum menikah adalah tidak kalah pentingnya dengan kesiapan materi, sosio-kultural, mental dan hukum. Tes kesehatan dan fertilitas yang disarankan kalangan medis serta para penganjur dan konsultan pernikahan sebenarnya merupakan salah satu bentuk persiapan pranikah yang secara eksplisit maupun implisit disunnahkan dalam Islam Bahkan, sekalipun tidak ada riwayat dan indikasi penyakit ataupun kelainan keturunan di dalam keluarga, berdasarkan prinsip syariah tetap dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan standar termasuk meliputi tes darah dan urine. Bila ditinjau secara psikologis, sebenarnya pemeriksaan itu akan dapat membantu menyiapkan mental pasangan. Sedangkan secara medis, pemeriksaan itu sebagai ikhtiar (usaha) yang bisa membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari sehingga dapat menjadi langkah antisipasi dan tindakan preventif yang dilakukan jauhjauh hari untuk menghindarkan penyesalan dan penderitaan rumah tangga.

BAB II PEMBAHASAN 1.PEMERIKSAAN KESEHATAN PRA NIKAH Pemeriksaan kesehatan pranikah penting bagai kedua pasangan. Tujuannya, agar terhindar dan mendeteksi penyakit secara dini. Sayangnya, persiapan ini sering kali terabaikan dan bahkan disepelekan. Ya, pemeriksaan kesehatan pranikah masih dianggap belum begitu perlu dan penting bagi calon pasangan pengantin. Beragam alasan menyeruak ketika calon mempelai ditawari melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah.Mulai dari menyita banyak waktu, menambah daftar kesibukan atau pemborosan karena menyedot biaya lebih banyak. Malah ditakutkan akan mengancam kelangsungan hubungan itu sendiri. Apabila hasil cek kesehatan menunjukkan adanya kelainan yang cukup serius pada kondisi medis keduanya. Namun, sebaiknya Anda jangan menyepelekan pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan berlangsung. Jika tidak waspada, ada banyak risiko yang akan menghadang Anda bersama pasangan dalam menjalani pernikahan.Jadi, hindari risiko sedini mungkin dengan memeriksakan kesehatan Anda dan pasangan ke dokter atau rumah sakit terdekat yang menyediakan pemeriksaan kesehatan pranikah untuk calon pengantin.Tentunya memeriksakan diri bukan sekadar kewajiban, tetapi tentu mempunyai manfaat yang sangat penting, seperti mengetahui kondisi Anda dan pasangan, memperoleh kesiapan mental serta mengetahui jika ada penyakit-penyakit yang nantinya dapat segera Anda tanggulangi bersama. Terutama menyangkut masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan). Para ahli abstetri (ilmu kebidanan) dan ginekologi (ilmu keturunan) menyatakan bahwa sebaiknya calon pengantin memeriksakan dirinya tiga bulan sebelum melakukan janji pernikahan. Rentang waktu itu diperlukan untuk melakukan pengobatan jika ternyata salah seorang atau keduanya menderita gangguan tertentu. Jenis pemeriksaan kesehatan pranikah dapat disesuaikan dengan gejala tertentu yang dialami calon pengantin secara jujur, berani dan objektif. Misalnya, pemeriksaan harus dilakukan lebih

spesifik jika dalam keluarga didapati riwayat kesehatan yang kurang baik. Namun, jika semuanya lancar-lancar saja, maka hanya dilakukan pemeriksaan standar, yaitu cek darah dan urine. 2.TUJUAN TES KESEHATAN “Tujuan pemeriksaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas calon keluarga di bidang kesehatan. Jika diketahui setelah pemeriksaan ada yang mengganggu bisa segera diatasi,” ungkap dokter bagian general check up dari RS Telogorejo, Semarang, dr Hinarto Utomo.Pemeriksaan kesehatan pranikah juga dapat mendeteksi adanya kelainan tekanan darah, jantung, urin, kulit, dan penyakit dalam. Sehingga keduanya dapat mengetahui penyakit yang “diam-diam” mengidap pada tubuh mereka. Selain itu, pemeriksaan kesehatan pranikah juga mampu mencegah penyakit. sejak dalam Sebagai contoh, bayi kandungan sudah mendapatkan imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus). Kendati sudah diantisipasi sedemikian rupa, masih ada kasus bayi lahir mengalami tetanus. Nah, untuk mengatasi kasus “kebobolan” seperti ini sebelum menikah calon ibu akan mendapatkan imunisasi TT (tetanus toksoid). dilakukan kapan pun selama pernikahan belum berlangsung. “Jika Anda dan pasangan ingin menikah, masukkan pemeriksaan kesehatan Tes kesehatan pranikah dapat pranikah dalam daftar persiapan. Andai kata saat pengecekan ditemukan ada masalah, maka pengobatan dapat dilakukan secepatnya,”. 3. Vaksin TT Pra nikah Suntik Vaksin Tetanus Toxoid (TT) Pra-nikah..... Pasti banyak yang sudah pernah mendengarnya bahkan mengetahuinya, tapi engga sedikit juga yang belum mengetahui kalau suntik TT merupakan aturan resmi yang ditetapkan pemerintah bahkan sejak tahun1986. "Ini adalah program jangka panjang yang ditetapkan pemerintah untuk memberantas tetanus,

"Vaksinasi tetanus pada perempuan yang hendak menikah akan meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi tetanus. Kekebalan tubuh itu akan 'diwariskan' kepada bayinya ketika proses persalinan. Jadi bayi yang baru lahir aman dari infeksi tetanus. Selain itu suntik TT juga mencegah terjadinya infeksi yang mengakibatan tetanus pada vagina perempuan ketika pertama kali melakukan hubungan suami istri dan melahirkan. Sebenarnya target pemberian vaksin TT ini bukan hanya wanita yang akan menikah, tapi juga wanita usia subur. Waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin TT sekitar dua hingga enam bulan sebelum pernikahan. "Ini diperlukan agar tubuh memiliki waktu untuk membentuk antibodi," Adapun suntikan Tetanus Toxoid yang lebih dikenal dengan suntikan TT sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tetanus pada luka yang dapat terjadi pada vagina mempelai wanita yang diakibatkan hubungan seksual pertama. Suntikan TT biasanya juga diperlukan dan dianjurkan oleh para medis bagi para ibu hamil di usia kehamilan 5-6 bulan untuk mencegah terjadinya tetanus pada luka ibu ataupun bayi saat proses kelahiran.

BAB III PENUTUP

1. KESIMPULAN Pernikahan merupakan pengalaman hidup yang sangat penting sebagai media penyatuan fisik dan psikis antara dua insan dan penggabungan kedua keluarga besar dalam rangka ibadah melaksanakan perintah Allah SWT. Hal itu tentunya memerlukan berbagai persiapan terkait yang cukup matang termasuk persiapan fisik sebelum menikah adalah tidak kalah pentingnya dengan kesiapan materi, sosio-kultural, mental dan hukum. Tes kesehatan dan fertilitas yang disarankan kalangan medis serta para penganjur dan konsultan pernikahan sebenarnya merupakan salah satu bentuk persiapan pranikah yang secara eksplisit maupun implisit disunnahkan dalam Islam

2. SARAN Imunisasi TT dan toksoplasma disarankan pada wanita yang akan menikah dengan tujuan untuk mencegah kejadian tetanus neonatorum (tetanus pada bayi baru lahir) dan mencegah terjadinya toksoplasma pada ibu hamil. Mengenai TT, hal tersebut disarankan karena dahulu dimana dokter sangat jarang, proses melahirkan banyak ditolong oleh dukun beranak yang menggunakan peralatan tidak steril dimana berisiko untuk mengakibatkan penularan kuman tetanus ke janin melalui pemotongan tali pusar.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.dakwatuna.com http://m.okezone.com/read/2008/09/28/27/149998/pemeriksaan-kesehatan-pranikahpenting-bagi-kedua-mempelai

DAFTAR ISI

1. BAB I Pendahuluan……………………………………………………………….4 2. BAB II Pembahasan 1.PEMERIKSAAN KESEHATAN PRA NIKAH…………….…………..5 2.TUJUAN TES KESEHATAN………………………………….……….5 3. Vaksin TT Pra nikah……………………………………………………6 3. BAB III Penutup 1. Kesimpulan……………………………………………………………..7 2. Saran…………………………………………………………………….7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->