MAKALAH PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

PT. ASIA PACIFIC FIBERS

Disusun oleh : Lia Kristanti W. (6208066 / E) Ricky Yoman (6208079 / E)

Universitas Katolik Parahyangan Fakultas Teknik Industri Jurusan Teknik Kimia 2010

Asia Pacific Fibers ada 5 macam. Ethylene Glicol (EG). dan oligomer.2% wt y Produk Samping Produk samping industri PT. Purified Terephtalic Acid (PTA). yang berupa serbuk putih.15% w/w 0.03% w/w 25 ppm 2 pcs/gr 4 2 < 0. 2. Asi Pacific Fib s : Karawang.0 210 15 28 72 3. yang berupa cairan bening.33 0. Bahan Baku Produksi y Bahan baku utama 1.15% /w 1 oC 0.5 ppm < 40 meg/kg Max 0.2 0. Asia Pacific Fibers adalah Chips pol ethylene terephtalate (PET).635 1.35 270 0.03% /w 0. . Asia Pacific Fibers terlampir pada table berikut : Chips Polyester Karakteristik Produk Intrinsik Viskositas Karboksil Number DEG Melting Point Kandungan Abu Kandungan TiO2 Kandungan Sb Kandungan Co Size Colour L Colour B Moisture Semi Dull (SD) 0. Jakarta Kapasitas produksi : 280.01 /g 0.03% w/w 25 ppm 10 ppm 2 pcs/gr 4 2 28 63 8 w w dl Super Bright (SB) 0.0 0. Acetaldehyde.Nama industri Lokasi : PT. yaitu ethylene glycol. Produk samping ini dapat berpengaruh pada kualitas produk utama sehingga jumlahnya harus dijaga seminimal mungkin. Karakteristik produk-produk utama PT. H2 O. Chips polyester ini terdiri dari dua macam.64 1.2% wt Max 0.15 258 0. yaitu chips polyester-semi dull (SD) dan chips polyester ±super bright (SBr).01 dl/g 0. Diethylene glycol (DEG).000 t n pertahun Produk y Produk Utama Produk utama industri PT.

Proses esterifikasi ini dilakukan dengan reactor jenis continous stirred tank (CSTR). 4. 2.y Bahan baku penunjang 1. Ada 2 tahap pada proses esterifikasi ini. Trimethyl phosphate (TMP). Antimony triasetat (SbAc3).7 sehingga diperlukan adanya umpan spent EG. PTA yang dibutuhkan dalam proses produksi ini dibuat di PTA Plant PT. digunakan sebagai stabilizer untuk mencegah terjadinya degradasi ( penguraian dan perubahan warna) polimer akibat temperature yang terlalu tinggi. 3. digunakan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi yang terjadi. Titanium dioksida (TiO2 ). Kondisi operasi : y Waktu tinggal : 2 jam y Temperature : 70 oC y Mol ratio : 1. Proses Esterifikasi Reaksi esterifikasi adalah reaksi untuk memperoleh monomer ester (senyawa yang tersusun dari gugus alcohol yang berasal dari EG dan gugus karboksil yang berasal dari PTA). Reaksi yang terjadi : 2EG + PTA DGT + 2H 2 O. Pada tahap ini digunakan ratio mol sebesar 1. digunakan sebagai additi e untuk meningkatkan reaktifitas PTA. digunakan sebagai delustran untuk penyuram dan penyerap warna. Persiapan Bahan Baku Persiapan bahan baku dilakukan dengan pembuatan PTA dan larutan bahan penunjang.2 y Volume tangki : 32 m3 y Densitas : 1355 kg/m3 Pasta yang telah dibuat nantinya akan diumpankan ke reactor esterifikasi I. ditambahkan pula katalis dan additi e. Selain itu. Sistem Proses Produksi 1. 2. Pembuatan Pasta Pada proses pembuatan pasta tidak terjadi reaksi polimerasi melainkan hanya terjadi pencampuran bahan baku (PTA dan EG) agar diperoleh campuran yang homogen. Tahap ini dilakukan di reactor ester I dengan menggunakan pengadukan tipe agitator. Pembuatan pasta dilakukan di dalam tangki pasta dengan menggunakan pengadukan tipe agitator intermig. Asia Pacific Fibers. 3. Kobalt diasetat (CoAc2 ). EG yang dibutuhkan dalam dalam proses produksi ini disuplai dari perusahaan petrokimia lain. yaitu : y Esterifikasi I Tahap esterifikasi I ini bertujuan untuk pembentukan awal monomer ester. PTA dibuat dari paraxylena. . PTA yang telah dibuat ini nantinya akan dicampurkan dengan EG dan bahan-bahan penunjang lainnya.

pengotor-pengotor pada produk akan dihilangkan dengan continous polymer filter. 5. Umpan finisher berasal dari reactor pre-poly yang sebelumnya telah melalui pre-poly filter untuk menyaring melt polimer dari reactor pre-poly agar terpisah dari pengotor-pengotornya. Poly-kondensasi (Finisher) Tahap poly-kondensasi (finisher) bertujuan untuk menyempurnakan reaksi polykondensasi sampai didapatkan kekentalan polyester yang sesuai dengan yang diinginkan. Kondisi operasi : y Waktu tinggal : 90 menit y Temperatur : 268 5 oC y Tekanan : 0. Produk yang dihasilkan pada tahap ini berupa melt (lelehan) yang kemudian akan dialiran ke chips cutter dan spinning plant. Kecepatan pengadukan perlu diatur karena apabila kecepatan pengadukan terlalu tinggi akan menyebabkan kekentalan yang diinginkan tidak tercapai.1 atm y Level : 65 15% y Konversi : 94-99% 4.0 0. y Kecepatan pengadukan Pengaduk yang digunakan pada reactor finisher berbentuk disc dan terbuat dari ram-ram kawat menyerupai sarang tawon. Reactor prepoly dilengkapi dengan pengaduk agar distribusi temperature dalam reactor homogen dan luas permukaan reactor menjadi lebih besar. Prepoly-kondensasi Tahap prepoly-kondensasi bertujuan untuk membentuk polimer-polimer rantai pendek. y Kondisi vakum Kondisi vakum dapat ditimbulkan dari pompa vakum pada system jet.Kondisi operasi : y Waktu tinggal : 210 menit y Temperatur : 245 5 oC y Tekanan : 1. Pengadukan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat terjadinya homogenitas larutan.5 atm y Level : 70 15% y Konversi : 89-95% y Esterifikasi II Tahap esterifikasi II ini bertujuan sebagai tahap penyempurnaan monomer ester dari reactor ester I. Tahap ini dilakukan di reactor ester II dengan menggunakan pengadukan tipe propeller. . Parameter operasi : y Temperature Temperature pada reactor finisher diatur dengan menggunakan jaket pemanas menggunakan system HTM (Heat Transfer Medium) evaporator. Sebelumnya.

2. Asia Pacific Fibers Perkasa terdiri dari limbah padat dan limbah cair. Kantong-kantong chips tersebut kemudian diangkut dan diletakan ke tempat penyimpanan (storage). Casting head memiliki 1 lubang sebagai tempat masuknya melt umpan dan 60 lubang sebagai tempat keluarnya melt produk. Karakteristik limbah yang dibuang ke lingkungan (sungai) harus telah memenuhi baku mutu limbah. Pengolahan Limbah Industri Limbah yang dihasilkan dari proses produksi PT. Limbah ini berasal dari proses poly-kondensasi dan larutan bekas analisa laboratorium. . yang mana PT. Limbah cair tercemar Limbah cair ini terutama tercemar bahan organic sehingga memiliki kadar BOD dan COD cukup tinggi. proses fibre.5 x 1. 7. dan air pendingin mesin-mesin pabrik. Quench pipe merupakan pipa yang menghubungkan cutter dengan dryer dan berfungsi untuk mengalirkan produk chips ke dryer dengan menggunakan air demin sebagai media transportasi. yaitu : 1. Chips yang telah kering kemudian masuk ke dalam vibrating screen (ayakan getar) untuk memisahkan chips yang sesuai standar dari chips yang tidak memenuhi standar (ukurannya berbeda). Chips yang masuk ke dryer dikeringkan dengan chips dryer yang menggunakan udara kering dari blower. Limbah cair sendiri terdiri dari 3 jenis. Melt produk berbentuk menyerupai lidi panjang. disebut strand granulator. Chips Cutting and Conveying (Chips Granulator) Melt hasil dari reactor finisher akan menjadi umpan dan masuk ke casting head yang berbentuk balok yang terbuat dari stainless steel.3 mm) dan kemudian masuk ke dalam quench pipe.6. Limbah yang dihasilkan harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. Pengepakan dilakukan dengan cara pneumatic dan hidrolic. Asia Pacific Fibers mengikuti baku mutu limbah berdasarkan SK Gubernur No. Strand kemudian dipotong menggunakan roll cutter membentuk butiran polymer (chips berukuran 4 x 2. Chips Bagging Tahap ini merupakan proses pengepakan chips ke dalam kantong-kantong yang memiliki kapasitas tampung sebesar 1 ton. 3. Limbah cair dengan pH dan suhu tinggi Limbah cair yang termasuk dalam kelompok ini adalah limbah buangan tangki ethylene glycol dan cucian evaporator. Limbah cair yang sedikit tercemar Limbah cair ini berasal dari proses spinning (pembuatan finish oil). Strand kemudian didinginkan menggunakan air demin dalam jalur strand pack sambil dispray menggunakan chiller water. 6603/1483/1999 dengan debit maksimum limbah yang dihasilkan sebesar 5184 m3 per jam.

0.484 4104 82.002 0. Asia Pacific Fibers Air Limbah Equalisasi Acidogenesis Methanogenesis Gas Metan Bak Pengering Lumpur Kontak Aerasi Klarifikasi Stabilisasi Aerasi Bak Kontrol Sungai .55 0.03 Beban kg /L 824 12.86 2250 Beban kg /L 43 142 - Kualitas mg /L 354 545 40.004 . dan baku mutu limbah : Air Masuk (IPAL) Parameter BOD COD Total suspensi sulfit Air Keluar (IPAL) Kualitas mg /L 18 70 < 0.02 0.8 207 phenol chrom Minyak lem dan 0.32 Baku Mutu Limbah Debit m3/jam 85 250 60 1 2 5 6-9 Beban kg /L 3.Table berikut menunjukkan karakteristik limbah yang dihasilkan oleh PT. sesudah pengolahan.03 0 7.009 - Sungai setelah IPAL 37 140 < 0.005 0 8. Asia Pacific Fibers sebelum pengolahan.03 8.57 2250 pH Debit (m3 /h) Diagram alir instalasi pengolahan air limbah PT.001 < 0.002 < 0.012 < 0.350 2.579 10.

BOD. . Dalam bak equalisasi. Dengan memanfaatkan bakteri acidogenic senyawa organic kompleks (karbohidrat. Hal ini akan menyulitkan dalam pengoperasian suatu instalasi pengolahan air limbah sehingga perlu dilakukan penyamaan unsure-unsur tersebut dalam bak equalisasi. : pengadukan dengan udara dari blower Proses Karakteristik air limbah produksi yang keluar dari beberapa proses belum seragam dan konstan. dan biologi selama air limbah berada dalam bak equalisasi tersebut. 2CH3COOH + 2CO2 + 4H2 asetat Reaksi yang terjadi : y C6H12 O6 + 2H2 O y y y y C6H12 06 CH3CH2CH2COOH + 2CO2 + H2 butirat CH3COOH + 2CO2 + 4H2 asetat CH3CH2 CH2COOH + 2H2 O butirat C6H12 O6 + 2H2 CH3CH2COOH + 2H2 O propionat CH3COOH + 2H2 asetat CH3CH2 COOH + 2H2 O Propionate Air limbah dari bak equalisasi kemudian dialirkan ke dalam bak acidogenesis. format. 2. Methanogenesis Waktu tinggal Tujuan Proses : 12 jam : untuk menurunkan kadar COD dengan system aerobic : penguraian senyawa asam menjadi gas-gas methan dengan bantuan bakteri aerobic. dan temperature dari bermacam-macam sumber agar bakteri lebih mudah beradaptasi. propionay. unsur-unsur yang terdapat pada air limbah akan diturunkan kadarnya karena terjadi proses fisika. Equalisasi Waktu tinggal Tujuan : 4 jam : untuk menyamakan beban seperti COD. H2. butiran. dan BOD. COD. kandungan mineral / konsentrasi. Diharapkan air limbah yang telah keluar dari bak equalisasi akan menurunkan kandungan partikel padat dan zat organic sampai 5-10%. Pada bak acidogenesis ini. protein. Acidogenesis Tujuan Proses : menurunkan pH sampai 4-5 : pengasaman dengan larutan HCl dan menggunakan sistem pengadukan. lemak) diubah menjadi asam-asam volatile. misalnya pH. dan CO2. kimia. terjadi penurunan pH sampai pH 4-5.1. antara lain asam asetat. 3.

Floc-floc mikroorganisme aktif yang berada dalam bak dengan kondisi teraerasi akan mengadsorbsi dan mengoksidasi zat-zat organic dan kemudian menguraikannya ke dalam bentuk zat sederhana dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Pada kolom ini terjadi penambahan oksigen (O2). Stabilisator Aerasi Waktu tinggal : 9 jam . Pada fasa pertumbuhan bakteri diperlukan adanya penambahan nutrient sebagai substrat untuk bakteri. 6. sedangkan lumpur (floc) mikroorganisme yang mengendap di bagian dasar klarifikasi dimasukkan ke dalam bak stabilisator dan kelebihan lumpur mikroorganisme akan dialirkan ke dalam bak pengering lumpur. Pada tahap ini terjadi proses pertumbuhan bakteri tanpa oksigen (O2 ). Campuran air limbah dan floc mikroorganisme kemudian diendapkan dalam bak klarifikasi. CO2 + H2O + sel baru Reaksi yang terjadi : Zat organic + O2 Air limbah yang masih mengandung zat-zat organic dialirkan kedalam bak kontak aerasi dengan tujuan menguraikan zat organic. 4.5 ± 7 y Temperatur : 25 ± 35 oC y O2 terlarut : > 2 mg/L y Konsentrasi biomassa : 2000 ± 4000 mg/L 5. Kontak Aerasi Waktu tinggal Tujuan Proses : 9 jam : menurunkan kadar COD dengan sistem aerobic : kontak dengan udara dengan lumpur aktif yang mengandung bakteri aerobic dengan menggunakan agitator.Reaksi yang terjadi : y CH3COOH CH4 + CO2 y 4H2 + CO2 CH4 +2H2 O Air limbah dari bak acidogenesis dimasukkan ke dalam bak methanogenesis dengan tujuan untuk mengubah asam-asam organic menjadi gas methan (CH4 ) dan gas karbon dioksida (CO2). Pada proses ini. Hal yang perlu diperhatikan dalam bak aerasi agar bekerja optimal adalah : y pH : 6. Setelah lumpur mengendap maka lumpur dibuang secara periodic dan dilewatkan ke scrubber untuk distabilkan. kandungan organic dapat diturunkan sebanyak 60%. Unit aerasi terdiri dari kolom yang dilengkapi dengan aerator. Klarifikasi Tujuan Proses : memisahkan air dengan lumpur aktif : air dan lumpur aktif yang bercampur dari bak aerasi dipisahkan dengan cara pengendapan yang menggunakan gravity chamber dengan 1 rpm/jam. Cairan jernih yang memenuhi standar baru mutu air buangan dibuang langsung ke sungai.

. Kesimpulan Limbah yang dihasilkan oleh PT. Bak Kontrol Tujuan : untuk mengontrol air limbah sebelum dibuang ke badan penerima.Tujuan Proses : menstabilkan aktivitas bakteri yang telah menurun aktivitasnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam bak stabilisasi aerasi agar berfungsi optimal adalah : y pH : 6. Lumpur mikroorganisme yang mengendap diklarifikasi dialirkan ke dalam bak stabilisator dimana dalam bak itu tidak ada air limbah yang ditambahkan. Asia Pacific Fibers yang berupa limbah cair telah melalui unit pengolahan air limbah yang terdiri dari 7 proses sehingga efluen akhir yang dihasilkan telah memenuhi standar baku mutu limbah cair sesuai SK Gubernur No. Dan dalam bak control ini dilakukan pengetesan beberapa parameter yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah (PP). : memberi O2 dengan menggunakan aerator. 6603/1483/1999. Air limbah hasil proses pengolahan fisik dan biologi sebelumnya dibuang ke badan penerima terlebih dahulu untuk ditampung.5 ± 7 y Temperatur : 25 ± 35 oC y O2 terlarut : > 2 mg/L y Konsentrasi biomassa : 4000 ± 6000 mg/L 7. Bak control juga memiliki fungsi sebagai bak transisi penampung air baku untuk pengolahan air pada tingkat selanjutnya (Advance Waste Water Treatment) yang bertujuan untuk memanfaatkan / memakai kembali air hasil proses pengolahan air limbah untuk keperluan proses produksi dan sanitasi. Pada tahap ini terjadi proses aerasi yang memungkinkan mikroorganisme mengoksidasi zat organic lebih sempurna.