ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI DAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI PADI (Oryza sativa L.

) SAWAH DI LAHAN PASANG SURUT DI DESA BEBANIR BANGUN KECAMATAN SAMBALIUNG KABUPATEN BERAU

Mirza Puspita Widiasari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman

ABSTRACT
This study was conducted to know the farmers’ income which derived by farming rice system in tidal swamps area, and to know efficiency in using input of productions of rice farming, and to know the contribution of rice production to fulfill rice requirement in this region. This study was conducted in Bebanir Bangun village, Sambaliung Sub District, Berau regency. There were thirty two respondents who were chosen randomly and grouped them based on their tidal swamps areas larges first. Then, the efficiency in using the input of productions of rice farming in tidal swamps area was analyzed by using Cobb Douglas production function. The study result was shown that the thirty two respondents’ income from their rice farming for 30.75 hectares per planting period was Rp 181,291,954.00 or the average income was Rp 5,665,373.56 per 0.96 hectare with the rices’ average productions 3.13 ton per 0.96 hectare. The using of urea and KCl

fertilizer, Round Up herbicide and Labor were still inefficient, this was based on the value of allocation efficiency was higher than one, therefore the using of them need to be increase. Whereas, the using of seed, SP-36 fertilizer and Decis insecticide was over value (the value of allocation efficiency less than one) so that using of them should be decreased. Moreover, the contribution value of tidal swamps rice in Bebanir Bangun village was still lack to fulfill rice requirement in Sambaliung Sub district and Berau regency, each of both was only 5.83% and

1.17% repectively. But, the contribution of rice production to fulfill rice requirement of Bebanir Bangun can reached at 41.39%. The data indicated that rice farming system in tidal swamps area can be done more efficiently, the rice production will increase. So the contribution was given to farmers’ income and able to fulfill rice requirement to be so high.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan petani padi sawah di lahan pasang surut, mengetahui tingkat efisiensi penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja oleh petani, serta mengetahui kontribusi produksinya terhadap pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Penelitian ini dilakukan di Desa Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Petani responden ditentukan secara acak sederhana sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang yang sebelumnya dikelompokkan terlebih dahulu dalam strata berdasarkan luas lahan. Tingkat efisiensi penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja dianalisis dengan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan besar pendapatan usahatani padi sawah di lahan pasang surut dalam satu musim tanam untuk 32 responden pada luasan lahan 30,75 ha adalah Rp 181.291.954,00 atau rata-rata sebesar Rp 5.665.373,56/0,96 ha, dengan produksi rata-rata 3,13 ton/0,96 ha. Sedangkan untuk penggunaan pupuk Urea, pupuk KCl, herbisida Round Up dan tenaga kerja belum efisien, ini ditunjukkan dengan nilai efisiensi alokatif lebih besar dari satu sehingga penggunaannya perlu ditambah. Sedangkan untuk penggunaan benih, pupuk SP-36 dan insektisida Decis tidak efisien (berlebihan) dengan nilai efisiensi alokatif kurang dari satu sehingga penggunaannya perlu dikurangi. Dan nilai kontribusi padi pasang surut di Desa Bebanir Bangun terhadap pemenuhan kebutuhan pangan Kecamatan Sambaliung dan Kabupaten Berau sangat kecil masing-masing yaitu 5,83% dan dapat mencapai 41,39%. 1,17%. Namun, kontribusi di Desa itu sendiri

Lahan sawah dengan irigasi terluas berada di Pulau Jawa. dan apabila terjadi penurunan produksi padi dapat Saat perekonomian. pertanian swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor diharapkan Pertanian dapat selalu menopang 2003). di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. menyediakan bahan baku industri dan ekspor serta mendorong pertumbuhan karena ekonomi wilayah. Peranan sektor mengancam stabilitas nasional. dkk. Demikian juga di Kalimantan Timur. karena telah banyak yang terkonversi untuk berbagai keperluan diluar pertanian. namun upaya pengembangan dan peningkatan produksi padi pertanian dalam sistem perekonomian selama ini dalam bentuk penyediaan pangan sebagian bagi penduduk. 2006). misalnya lahan yang sudah direklamasi atau lahan tidur .Jika usahatani bisa dilakukan dengan lebih efisien. besar tenaga menyerap kerja di nasional mutlak diperlukan dengan sasaran utama pencapaian pedesaan. Oleh karena itu. pada masa sekarang ini salah satu lahan yang potensial diharapkan menjadi salah satu sektor andalan (Nappu. ini walaupun daya saing padi terhadap beberapa komoditas lain cenderung turun. Saat ini ada sekitar 90% masyarakat merupakan potensi pasar yang sangat besar bagi produk sektor industri dan jasa (Nappu. yang tidak diusahakan (Alihamsyah.. Namun.2006). Padi merupakan komoditas strategis dalam perekonomian dan ketahanan pangan. akan tetapi dewasa ini potensi untuk memperluas lahan sawah dengan irigasi terbatas.. maka produksi akan tinggi sehingga kontribusi yang diberikan akan sangat besar untuk pendapatan petani maupun terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. saat ini masih banyak lahan potensial pertanian yang tidak termanfaatkan secara optimal. sektor pertanian masih produksi padi nasional dipasok dari lahan sawah irigasi. dkk. baik tingkat nasional maupun daerah.

potensi suatu Namun. Pentingnya lahan-lahan diluar pengembangan Pulau Jawa. sistem irigasi. sehingga jumlah permintaan pangan meningkat. Setiap penduduk tahun lebih pertumbuhan dari laju komoditas di Indonesia keberadaan lahan pasang surut masih cukup luas terutama di daerah tinggi penurunan konsumsi.938 ton. Data statistik Dinas Pertanian Kabupaten Berau (2005) menyebutkan bahwa luas panen untuk padi sawah terbesar adalah di Kecamatan sehingga pengembangan tanaman pertanian khususnya padi juga telah dipikirkan dan dilakukan riset serta mulai dibuka dan Sambaliung dengan luas panen 1. sehingga dapat Menurut Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Kaltim (2006) pada tahun 2005 jumlah penduduk dimanfaatkan produksi peluang pendapatan padi untuk meningkatkan sebagai sekaligus Kalimantan Timur 2. pasang surut dan tadah hujan. (1996) lahan Menurut Noor surut di pasang Kalimantan memiliki produksi padi yang tinggi yaitu 2 sampai 4.464 ton pada tahun .51 juta ha). Kalimantan (1.untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian adalah lahan pasang surut.124 ha.053 ha dan produksi 3. 2006).254 ton.01 juta ha) serta Maluku dan Papua (3.92 juta ha). Berdasakan data dari Dinas Pertanian Tanaman Timur Pangan pada Propinsi Kalimantan tahun 2005 luas lahan sawah pasang surut di Kalimantan Timur mencapai 16. Lahan pasang surut merupakan salah satu dari lahan marjinal yang mempunyai menghasilkan pertanian.655 jiwa dan kebutuhan konsumsi beras 330. Kabupaten Berau merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan usahatani padi sawah baik dengan menggunakan terutama lahan pasang surut untuk ketahanan pangan dimasa mendatang telah disadari sejak untuk tahun 1968. 41. rendah dalam dikembangkan dengan penerapan berbagai teknologi.928.557 ton GKG setara dengan 289. Sumatera (1.6 ton Gabah Kering Giling (GKG)/ha.684 ton beras. dengan demikian kekurangan beras untuk konsumsi sebanyak untuk para meningkatkan petani (Litbang Deptan. sedangkan produksi padi 499.

) Sawah di Lahan Pasang Surut di Desa Bebanir Bangun Kecamatan Berau”. sehingga terbesar kedua setelah Desa Sukan untuk pengembangan usahatani padi sawah di lahan pasang surut di Kabupaten Berau.2005.936 ha. Pertanian Berau. kecamatan bahkan kabupaten. dengan luas lahan sawah pasang surut di Kabupaten Berau adalah seluas 2. Saat ini tidak banyak petani yang menggunakan sarana produksi secara tepat sesuai yang dianjurkan.500 ton/th. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Analisis Efisiensi Produksi dan Dengan rata-rata produksi padi sawah di lahan pasang surut sebesar 3 ton/ha. Adapun luas panen padi sawah di lahan pasang surut di Desa Bebanir Bangun pada tahun 2005 adalah 115 ha dengan jumlah produksi sebesar 324. desa. diharapkan kekurangan mampu produksi mencukupi padi di Penggunaan Sarana Tenaga Kerja pada Usahatani Padi (Oryza sativa L. Dengan jumlah produksi yang meningkat tersebut. pestisida dan tenaga kerja secara tepat dan tersedia dengan harga yang terjangkau.3 ton dan pada tahun 2006 produksi meningkat diharapkan petani dalam mengelola usahataninya dapat lebih efisien. dan 2006).6 ton dengan luas lahan 116 ha karena dikerjakan secara intensif Peternakan (Dinas Kab. Keterbatasan efisiensi penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja pada usahatani padi . Hal itu disebabkan antara lain tingkat pendidikan sebagian petani masih rendah sehingga pola pikir dan daya intelektual terbatas. pupuk. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi dengan peningkatan termasuk kedalam wilayah Kecamatan Sambaliung merupakan daerah pemenuhan sarana produksi seperti benih. diharapkan pula mampu untuk mencukupi penyediaan kebutuhan pangan bagi penduduk menjadi 359. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) tingkat Sambaliung Kabupaten Kabupaten Berau sebesar 3. Desa Bebanir Bangun yang itulah yang menyebabkan penggunaan sarana produksi yang bervariasi. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas.

Lokasi Bangun. Dalam penentuan ukuran sampel tidak ada aturan tegas yang menjadi syarat untuk suatu penelitian dari populasi yang tersedia. lembaga-lembaga yang terkait. sehingga populasi petani perlu dikelompokkan dalam strata agar lebih tampak homogen. Metode Pengumpulan Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Arikunto langsung menggunakan pertanyaan yang telah disusun sesuai dengan tujuan penelitian. Data (2002) menyebutkan apabila populasi atau subjek kurang dari 100. Hal ini dimaksudkan agar petani yang terpilih sebagai sampel benar-benar populasi. maka dapat diketahui bahwa populasi bersifat heterogen. petugas penyuluh lapangan (PPL) setempat dan instansi-instansi sehingga penelitian penelitiannya populasi. jika jumlah subjeknya . penelitian di Desa Bebanir Bangun Kecamatan Berau. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu mulai bulan Februari sampai dengan April 2007. Metode Pengambilan Sampel Berdasarkan karakteristik luas lahan yang dimiliki petani padi sawah di lahan pasang surut di Desa Bebanir pendapatan petani dari usahatani padi sawah di lahan pasang surut. pengelompokan mewakili Setelah dalam seluruh dilakukan strata. Pengambilan sampel seperti ini dikenal sebagai metode acak berstratifikasi (stratified random sampling). dan (3) besar produksi padi sawah pasang surut dan kontribusinya terhadap kebutuhan pangan daerah. Selanjutnya. Data primer diperoleh dengan cara observasi langsung ke lokasi penelitian wawancara responden dan mengadakan dengan daftar Sambaliung Kabupaten kemudian ditentukan ukuran sampel dari setiap stratumnya. maka untuk semua merupakan sampel lebih baik diambil sekunder diperlukan untuk menunjang data primer diperoleh dari studi kepustakaan.sawah pasang surut. (2) besar terkait seperti Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan tingkat I dan tingkat II.

Pada saat ini jumlah petani padi sawah di lahan pasang surut di Desa Bebanir Bangun sebanyak 161 petani yang tergabung dalam enam kelompok tani. Pendapatan (Income) adalah selisih antara penerimaan total dengan biaya total. sebesar 32 petani sebagai responden. dan kemudian ditarik 8 19 3 2 32 Soekartawi (2003). dan resiko yang ditanggung peneliti.n N keadaan populasi. 3. digunakan dalam penelitian ini sebesar 20% dari populasi. sehingga diperoleh sampel maka banyaknya sampel untuk setiap luas lahan yang diusahakan dapat dilihat pada tabel 1. Jumlah sampel berdasarkan luas lahan padi sawah di lahan pasang surut yang diusahakan di Desa Bebanir Bangun. 4. No. Berdasarkan pertimbangan tersebut.besar dapat diambil antara 10 sampai 15% atau 20 sampai 25% atau lebih. bentuk tabel. Luas Lahan (ha) Populasi (Ni) Sampel (ni) 1. Menurut Rosyidi (2001).50 > 1. dibahas Penerimaan merupakan hasil kali dari harga jual dari hasil produksi dengan . waktu dan tenaga dari peneliti.50-2. Nazir (1999) menyatakan bahwa untuk menentukan besarnya sampel tiap strata ditentukan dengan rumus sebagai berikut : ni = Keterangan : Ni . 2. kesimpulan.00 Jumlah 38 96 16 11 161 Menurut Metode Analisis Data Data yang diperoleh disajikan dalam dianalisis. maka peneliti menetapkan ukuran sampel yang ni = Jumlah sampel dari strata ke-i Ni = Jumlah populasi dari strata ke-i n = Besarnya sampel yang diambil pada seluruh strata N = Jumlah populasi pada seluruh strata Berdasarkan rumus tersebut.00-1.00 > 1.50 > 0.50-1. 0. disesuaikan dengan ketersediaan dana. Tabel 1.

Tenaga Kerja) a. Keterangan diatas secara lebih singkat akan terlihat sebagai berikut : I = TR – TC …………. fungsi Cobb- dikeluarkan baik untuk biaya tetap maupun untuk biaya variabel. yaitu : log Y = log a + b1 log X1 + b2 log X2 + b3 log X3 + b4 log X4 + b5 log X5 + b6 log X6 + b7 log X7 + U Soekartawi (2003) menyatakan efisiensi penggunaan input (sarana produksi dan tenaga kerja) diperoleh jika nilai produk marginal (NPM) untuk sarana produksi dan tenaga kerja sama dengan harga sarana e produksi dan tenaga kerja tersebut. b = Besaran yang akan diduga U = Kesalahan (Disturbance term) = Logaritma natural. Secara matematik. Pupuk SP-36. Rumus efisiensi tersebut dapat ditulis sebagai berikut : NPMx = Px . Q …………. (1) ………… TR = Pq .718 Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan. Insektisida. Pupuk Urea.jumlah produksi. dua variabel yang satu disebut dengan variabel dependen yaitu Y dan yang lain disebut variabel independen yaitu X. TC = FC + VC ………… (3) Keterangan : I TR = Pendapatan (Income) = Penerimaan total (Total revenue) Pq Q = Harga (Price) = Jumlah yang diminta (Quantity demand) TC = Biaya total (Total cost) FC = Biaya tetap (Fixed cost) VC = Biaya variabel (Variable cost) Douglas dengan 7 variabel bebas dapat ditulis sebagai berikut : Y = aX 1 X 2 X 3 X 4 X 5 X 6 X 7 e U b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 Keterangan : Y = Variabel yang dijelaskan (Produksi) X = Variabel yang menjelaskan (Benih. Herbisida. (2) ………… ……….. sedangkan total (total cost) biaya suatu Fungsi Cobb-Douglas persamaan adalah yang merupakan biaya yang fungsi penjumlahan seluruh melibatkan dua atau lebih variabel. e = 2. maka persamaan tersebut diubah menjadi bentuk linier berganda dengan cara melogaritmakan persamaan sebagai berikut.. Pupuk KCl.

Py b.Y . > 1 : bahwa penggunaan Xi * Pxi fungsi produksi Xi belum efisien sehingga faktor produksi Xi perlu ditambah. maka besaran pangkat (b1. < 1 : bahwa penggunaan Xi * Pxi fungsi produksi Xi tidak efisien sehingga faktor produksi Xi perlu dikurangi. menjadi : bi Y * Py . Dalam fungsi produksi cobbdouglas. b2. Y * Py bi .Px x Keterangan : Px = Harga faktor produksi X b.Py = Px atau =1 x.Y . b5. b4. Px dan Py adalah nilai rataratanya.Py x besarnya kontribusi padi pasang surut Desa Bebanir Bangun terhadap . b7) disebut koefisien regresi yang menggambarkan Nilai produk elastisitas produksi.Y* = a* + b1X1* + b2X2* + b3X3* + b4X4* + b5X5* + b6X6* + b7X7* + U* Keterangan : Y* = log Y a* = log a Dalam perhitungan nilai X. 2 Keterangan : Y* = rata-rata geometrik Y Xi* = rata-rata geometrik Xi Pxi = rata-rata hitung Pxi Py = rata-rata hitung Py Kondisi diatas mempunyai ketentuan sebagai berikut : bi Y * Py . b6. Y. nilai F dan koefisien determinasi (R ). = 1 : bahwa penggunaan Xi * Pxi faktor produksi Xi efisien.Y . =1 Xi * Pxi sehingga persamaan Xi* = log Xi U* = log U Pengujian terhadap koefisien regresi dilakukan dengan uji t. Y * Py bi . Menurut Widodo (1991) marginal (NPM) faktor produksi X ditulis sebagai berikut : NPMx = Keterangan : b = Elastisitas produksi Y = Produksi Py = Harga produksi x = Faktor produksi X Sehingga kondisi efisiensi alokatif usahataninya adalah : b. b3.

Desa Bebanir Bangun memiliki lahan pertanian seluas 720 ha yang terdiri dari lahan persawahan. pendidikan. Struktur tanah pada umumnya remah dan tanah liat dengan .62%). Ini merupakan salah satu terletak di Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau dengan luas wilayah daratan 42. kopi. Tingkat pendidikan petani responden rata-rata masih relatif rendah yaitu tamatan Sekolah Dasar (SD).100% Pr pH tanah 4-5. 2006). labu.pemenuhan kebutuhan pangan di desa itu sendiri.32 km2. tanggungan keluarga dan luas lahan. padi ladang. Apabila keseluruhan lahan tersebut termanfaatkan secara optimal. cengkeh. kelapa dan kakao (Monografi Desa Bebanir Bangun. ketimun. ubi jalar. ubi kayu. Secara topografi wilayah Desa Bebanir Bangun terbagi kedalam 2 topografi yaitu daratan dan perairan. tingkat Pv = Produksi padi pasang surut pada tingkat Desa (kg/th) Pr = Produksi padi (padi sawah dan padi ladang) pada Desa/Kecamatan/Kabupaten (kg/th) bayam. jagung. Adapun ragam komoditas yang telah dihasilkan di Desa Bebanir Bangun antara lain padi sawah.5 dan suhu udara 25 sampai 28º C. ladang dan perkebunan. sawi. kacang panjang. maka hasil pertanian akan Keterangan : K = Kontribusi Padi Pasang Surut semakin meningkat setiap tahun.32 km2 dan wilayah perairan 42. Umur petani responden yang terbanyak terdapat pada umur 35 sampai 44 tahun (40. sehingga perlu adanya tambahan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petani Responden Gambaran Penelitian Desa Umum Bebanir Daerah Bangun desa yang Karakteristik petani responden dibedakan menurut umur. Kecamatan Sambaliung dan Kabupaten Berau dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: K= Pv . lombok.

dan akan siap dipindah saat berumur 15 sampai 25 hari. Sedangkan pemilikan lahan cukup luas yaitu 1 ha. Panci. petani akan melakukan persemaian. Pemupukan pertama merupakan pemupukan dasar yang diberikan sebelum tanam.menunjukkan bahwa petani responden masih tergolong usia produktif. tetapi jarang sekali petani yang usahatani padi sawah di lahan irigasi. Penanaman padi sawah biasanya dilakukan Oktober. tetapi kurang dengan sistem sebar. tetapi di Desa Bebanir Bangun dengan sistem tandur jajar dengan jarak 20x20 cm dengan 4 sampai 5 bibit per rumpun. yaitu pemupukan. Sedangkan pemupukan yang kedua dan ketiga diberikan pada hari ke 15 dan 45 . Pelita. Pengairan pada lahan pasang surut mengikuti pasang surutnya air sungai. maka penyemprotan dilakukan saat air sedang tidak sebanyak 3 kali. Pemeliharaan tanaman padi dilakukan dua kali dalam setahun yaitu pada musim Gadu yang dimulai dari bulan Maret dan musim setelah tanam terbagi kedalam 3 kegiatan penyiangan. sehingga secara berkala lahan ini mengalami luapan air pasang. Persemaian dilakukan Jumlah tanggungan keluarga rata-rata 4 jiwa. Pada umumnya kegiatan usahatani ini menggunakan varietas ini. Karena usahatani ini berada di lahan pasang surut. masih Sistem Usahatani Padi Sawah di Lahan Pasang Surut Usahatani padi sawah di lahan pasang pengerjaan surut yang memiliki berbeda teknik dengan Sedangkan untuk varietas unnggul yang diusahakan adalah IR-64. Santana dan Lakattan. dan Rendengan yang dimulai pada bulan September. pengolahannya produktif. Adapun varietas padi sawah yang banyak digunakan petani pasang surut di Desa Bebanir Bangun adalah jenis lokal seperti Breh. Pemupukan dilakukan dengan sistem TOT Tanah) yaitu dengan penyemprotan gulma dengan herbisida (Round Up). pada bulan April dan Penanaman dilakukan dilakukan hanya sekali dalam setahun. Katumbar. Selanjutnya sambil menunggu rumput kering. Siam. Persiapan lahan dilakukan (Tanpa Olah penyulaman perlindungan tanaman dari hama dan penyakit. pasang.

dapat dilakukan Perontokan dengan cara tradisional seperti diinjak dan dipukulpukul (digebuk) atau dengan cara yang lebih maju yaitu dengan menggunakan power tresher. gabah dijemur dibawah sinar matahari yang terik selama 2 sampai 3 hari. Sedangkan untuk Pendapatan Petani Suatu usahatani memiliki prospek untuk berkembang apabila usahatani bersangkutan adalah . walang sangit. Pengendalian untuk hama tikus adalah dengan pemasangan umpan beracun seperti Klerat RMB sebanyak 2 sampai 10 kg/ha di beberapa tempat. pengendalian ini dilakukan karena serangan untuk adalah Urea dan KCl. digunakan Adapun pupuk yang pemupukan ini orong-orong menggunakan insektisida Furadan 3G sebanyak 10 sampai 20 kg/ha. Apabila telah terjadi serangan hama tersebut. Setelah dirontok.setelah tanam. para petani biasanya melakukan tanam serempak dan melakukan penyemprotan dengan insektisida pada awal tanam. maka dilakukan pengendalian dengan penyemprotan insektisida sebanyak disimpan dalam disimpan. Untuk mencegah serangan hama memperoleh gabah. malainya bulir atau dipisahkan dirontok dari untuk menggunakan Urea sebanyak 50 kg dan KCl sebanyak 30 kg. Pemupukan kedua menggunakan Urea sebanyak 100 kg dan KCl sebanyak 20 kg. orong-orong dan kepiting kecil. 0. Penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam dan selanjutnya Sedangkan 3 minggu kemudian. Dan untuk pemupukan yang ketiga terkadang tidak ada dan dianggap tidak menimbulkan kerusakan berat. Panen dilakukan saat sebagian besar bulir tanaman padi bewarna kuning. Hama yang menyerang tanaman padi yaitu wereng. tikus.5 sampai 1 L/ha. dilakukan penyulaman apabila ada tanaman yang mati setelah tanam yaitu umur 7 sampai 10 hari. Kemudian gabah yang sudah kering karung dapat untuk wereng dan walang sangit. Alat yang digunakan untuk memanen adalah arit. digiling dan dipasarkan. Setelah pemanenan. jarang Namun. Panen dilakukan saat tanaman padi berumur 120 sampai 150 hari setelah tanam.

2007 Ditinjau dari biaya total.00 10.291.938.132. Dalam analisis biaya . Biaya tertinggi terdapat pada biaya tenaga kerja.99 2) Biaya Variabel (1) Biaya Benih 5.00 374.000. Pengeluaran dan penerimaan serta pendapatan usahatani padi sawah di lahan pasang surut dapat dilihat pada tabel 2.250. Rp 10.125.833.96 135. Produksi yang dihasilkan adalah 100.25/0.00 4.250. Penerimaan (Rp) 325.665.549.62 37.680.000.373.954. Perbandingan Penerimaan dan Biaya 75. sehingga dengan penjualan hasil diperoleh penerimaan sebesar Rp 325.130.00 (4) Tenaga Kerja 100.160.00/MT dengan rata-rata Rp 4.00 177.750.520.156.00 dengan rata-rata ha/MT.56 5.49 2.263.00 641.214.00 5.250.96 ha/MT (n=32) 1.500. Tabel 2.25 3. Produksi GKG (kg) 100.318. Analisa Biaya dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Lahan Pasang Surut di Desa Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Usahatani Padi Sawah di lahan Pasang Surut No Uraian Jumlah/MT Rata-rata/ (n=32) 0.000.160.184.000.00 3.00/kg.00 3. Tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga keluarga dan tenaga luar keluarga.046.menguntungkan dalam jangka pendek.533.047.18 (3) Pestisida 20. Pendapatan (Rp) 181.250 kg dengan luasan lahan 30. Biaya (Rp) 1) Biaya Tetap (1) Biaya Penyusutan Alat 1.000.00 (2) Pupuk 8.156. Harga jual rata-rata Rp 3.36 (R/C Ratio) Sumber : Data diolah.34 kg/ha.235.74/ha.000.125. dapat diperhatikan bahwa 32 responden usahatani padi sawah di lahan pasang surut cukup membutuhkan besar biaya yaitu yang Rp tenaga keluarga diperhitungkan sama dengan tenaga luar keluarga.81 2.75 ha dengan rata-rata 3.

Ini menunjukkan bahwa untuk setiap Rp 1.24) pada taraf kepercayaan 95% sebesar 2.000. Herbisida Round Up. Hal ini disebabkan pupuk Urea digunakan sebagai pupuk utama dan sangat mempengaruhi hasil. Efisiensi Penggunaan Sarana Produksi dan Tenaga Kerja Dari hasil perhitungan analisis sidik ragam diketahui FHitung sebesar 66. Insektisida Decis dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi GKG. R/C Ratio bernilai 2. pupuk Urea.253. Nilai FTabel (7.646 lebih kecil dari tTabel = 1. 1. karena pupuk SP-36 mengandung unsur P (Posfor) yang memacu pembentukan bunga dan bulir pada malai. meningkatkan jumlah anakan dan meningkatkan jumlah bulir dan rumpun.232.67/ha. Dari besar pendapatan tersebut dapat dikatakan bahwa petani responden di lokasi penelitian keuntungan usahataninya.00 yang dikeluarkan pada awal kegiatan usahatani akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 2. pupuk SP-36.42.36. Variabel benih. artinya variabel bebas meliputi benih.00 pada akhir kegiatan usahatani.Dengan diketahui jumlah biaya dan penerimaan.645.360.361 dan 3.291.412. Hal ini dapat dilihat pada nilai tHitung untuk masingmasing variabel tersebut yaitu 0. nyata tHitung terhadap sebesar dimana 1. pupuk KCl.851. herbisida Round Up dan insektisida Decis tidak berpengaruh secara nyata telah dalam memperoleh kegiatan terhadap produksi. 1.866. memperbaiki kualitas gabah. 0. memperkuat jerami sehingga tidak mudah rebah dan membantu perkembangan akar halus dan akar rambut. sehingga FHitung lebih besar dari FTabel. maka pendapatan Rp 181. Sedangkan variabel pupuk Urea.304.711 pada taraf kepercayaan 95%. 2. pupuk SP-36 dan tenaga kerja berpengaruh produksi.493 lebih besar dari tTabel.954.00/MT dengan ratarata Rp 6. pupuk KCl. Pupuk SP36 digunakan sebagai pupuk dasar oleh responden. Pupuk Urea mengandung unsur N (Nitrogen) yang berperan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif (batang dan daun). Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan tenaga kerja penggunaannya untuk masingmasing responden bervariasi sesuai kemampuan dan tenaga kerja .

229 Log X5 Herbisida Round Up 0.42 .866* 2. herbisida Round Up.412 1.361* 1. dapat diartikan bahwa variasi indeks produksi GKG dengan akhir kegiatan (Y) dijelaskan oleh variabel X (benih.181 Log X3 Pupuk SP-36 -0.099 Log X2 Pupuk Urea 0. kesuburan tanah dan lain-lain. Analisis Regresi Penggunaan Sarana Produksi dan Tenaga Kerja pada Usahatani Padi Sawah di Lahan Pasang Surut Variabel Bebas Uraian Koefisien Regresi Log X0 Konstanta 2. t Tabel = 1. masing-masing faktor produksi suatu usahatani dihitung Nilai dengan dengan Produk harga alokatif atau harga menggambarkan kemampuan suatu usahatani untuk menggunakan input dalam proporsi yang optimal pada harga tertentu. membandingkan Marginal (NPMx) input (Px).727 Koefisien Determinasi (R2) 0. apabila penggunaan faktor produksi tersebut telah menghasilkan keuntungan penggunaan sarana produksi benih.1% dan sisanya oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi seperti faktor iklim. pestisida dan tenaga kerja) sebesar 95. dengan kata lain bahwa . pupuk Urea. Tabel 3.304 0. 2007 Perhitungan efisiensi T Hitung 10.711 Keterangan : * = signifikan pada tingkat kesalahan 5 % Sumber : Data diolah.232* Taraf Kepercayaan 95% : F Tabel = 2. Besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 0.dibutuhkan dalam setiap tahapan usahatani mulai dari awal kegiatan sampai usahatani.298* 0.645 1. pupuk KCl.493* Suatu faktor produksi dikatakan telah digunakan secara efisien. pupuk.171 Log X6 Insektisida Decis -0.951.002 Log X7 Tenaga Kerja 0.388 Log X4 Pupuk KCl 0. Untuk mengetahui efisiensi menggunakan Efisiensi efisiensi harga (alokatif). pupuk SP-36.646 3. insektisida Decis dihitung dan tenaga dengan kerja dapat maksimum.951 F Hitung 66.170 Log X1 Benih -0.

000. Harga benih produksi belum efisien (kurang) dan perlu ditambah. maka penggunaan faktor produksi tidak efisien (lebih) dan perlu dikurangi.96 ha dengan rata-rata geometrik penggunaan benih adalah 40.00/HOK.00/L.000.326 kg. Harga rata-rata penjualan produksi GKG sebesar Rp 3. . herbisida Round Up. Up sebesar Decis NPM < Px.000.00/kg.945 kg.360 L. penggunaan faktor produksi tersebut beserta harga rata-ratanya. pupuk KCl sebesar Rp 2. maka dapat dihitung nilai efisiensi alokatif dari masing-masing faktor produksi. diketahui diketahui ratarata penggunaan luas lahan adalah 0. pupuk KCl. maka penggunaan faktor dalam analisa ini adalah harga yang diambil dari rata-rata harga yang berlaku di lokasi penelitian dari petani responden. Besarnya harga yang digunakan dengan harga benih.165 kg. pupuk KCl sebesar 0. pupuk Urea sebesar 0.012 L dan tenaga kerja sebesar 73.000.300 kg.00/kg. pupuk SP36 sebesar Rp 2.944.927 HOK. Apabila nilai NPMx > Px. pupuk SP-36. Perhitungan efisiensi alokatif dapat dilihat pada tabel 4. herbisida Round Up sebesar 6.efisiensi dapat dicapai apabila Nilai Produk Marginal (NPMx) sama Sedangkan rata-rata geometrik produksi GKG sebesar 2.000.000.250. insektisida Decis sebesar 0. pupuk SP-36 sebesar 0. Setelah diketahui rata-rata penelitian. insektisida Decis dan tenaga kerja.00/kg. insektisida sebesar Rp 360.00/L dan tenaga kerja sebesar Rp 40.00/kg. pupuk Urea. pupuk Urea sebesar Rp 1.000. Selanjutnya bila sebesar Rp 4.00/kg. Dalam usahatani padi sawah di lahan pasang surut di lokasi herbisida Round 60.263 kg.

pupuk SP-36 dan insektisida Decis mempunyai indeks alokatif kurang dari satu.181 -0.343.167 94.945 0.594.312.MPP di = -23. 2007 Kontribusi Padi Sawah di Lahan Pasang Surut terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pangan Daerah Kontribusi membandingkan dihitung produksi dengan padi Dari tabel diketahui bahwa penggunaan pupuk Urea.099 0.717 28.045 -1.544 NPMxi Pxi -5.360 0.682 -14.927 -7.163 -490.002 0.165 6.483 6. Ini menunjukkan bahwa sawah di lahan pasang surut di Desa Bebanir Bangun dengan jumlah penggunaan faktor produksi tersebut belum efisien.136.388 0.920 Y 2.83% dan 1.954 NPMxi = Py.719 4.430 2. pupuk KCl. Analisis Efisiensi Alokatif Penggunaan Sarana Produksi dan Tenaga Kerja pada Usahatani Padi Sawah di Lahan Pasang Surut Faktor Produksi X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 i Rata-rata MPP = bi Y * X* Geometrik 40.424 257.263 0.353 -4.279.966.634. penggunaan Sedangkan agar untuk produksi padi baik di tingkat desa.229 0.611 5.577.101. sehingga perlu adanya penambahan efisien.640. Berdasarkan analisis data penggunaan benih. .Tabel 4.300 Sumber : Data diolah.171 -0. berturut-turut faktor produksi tersebut tidak efisien (berlebihan). 5.116. Nilai kontribusi pada kecamatan dan kabupaten dapat penggunaannya perlu dikurangi agar efisien.836 -7.086.289 4.288 -4. herbisida Round Up dan tenaga kerja mempunyai indeks alokatif lebih dari satu.119 1.944.829. kecamatan maupun kabupaten.39%.784 -0. Ini diketahui bahwa besarnya kontribusi padi pasang surut di Desa Bebanir Bangun sendiri.17% (lampiran 15).836 13.312.280. sehingga adalah 41.326 0.332 79.727 5. Kabupaten baik terhadap desa itu menunjukkan bahwa penggunaan Kecamatan Berau Sambaliung.012 73.058.

kelebihan produksi tersebut belum mampu menutupi kebutuhan 133.226 jiwa penduduk Kabupaten Berau (10 kecamatan selain Kecamatan Sambaliung) yang memerlukan konsumsi beras sebesar 15.031 ton GKG setara dengan 12.738 ton. dengan jumlah penduduk 24.936 ha. bahkan diversifikasi dan Menurut peningkatan Alihamsyah pendapatan. terdiri dari luas lahan yang diusahakan 676 ha dan yang tidak diusahakan 2.260 ha.82 ton/ha. Peningkatan produktivitas lahan dan intensitas tanam pada areal yang sudah diusahakan dengan menerapkan teknologi Bangun sudah mampu memberikan kontribusi bagi pemenuhan khususnya di kebutuhan pangan pengelolaan lahan dan tanaman terpadu disesuaikan dengan desa itu sendiri dan pada umumnya di Kecamatan Sambaliung (14 desa) dan Kabupaten Berau (11 karakteristik wilayah. sehingga terjadi kekurangan beras untuk peningkatan produksi padi di lahan konsumsi sebanyak 2. Perluasan areal tanam pada lahan tidur dan pembukaan lahan baru melalui penerapan teknologi kecamatan) walaupun dengan nilai yang sangat kecil.218 ton beras. Hal ini pasang melalui: surut dapat dilakukan menunjukkan bahwa produksi padi pasang surut di Desa Bebanir 1. Namun. 2. Potensi luas lahan pasang surut yang tidak diusahakan dan belum intensifnya pengelolaan lahan yang telah diusahakan. Kecamatan Sambaliung mempunyai kelebihan beras untuk konsumsi sebanyak 481 ton. Pada tahun 2005 diketahui luas panen pasang surut di Desa Bebanir Bangun adalah 115 ha dengan ratarata produksi mencapai 2. sedangkan produksi padi 5.745 ton beras.309 ton (Dinas .227 jiwa. Sejauh ini. Sedangkan luas lahan pasang surut di Kabupaten Berau secara keseluruhan adalah 2.054 ton dan jumlah produksi padi yang tersedia 22.563 ton GKG setara dengan 3. kebutuhan konsumsi 2. (2003) rehabilitasi dan reklamasi lahan.dikatakan sangat rendah karena tidak mencapai 10 %. membuka peluang yang sangat besar bagi peningkatan produksi padi.

sehingga perlu pasang Kabupaten Berau terhadap produksi padi secara keseluruhan di penggunaannya ditambah.716 tambahan ton/MT produksi (rata-rata 2. dengan nilai R/C ratio sebesar 2. Usahatani padi sawah di lahan pasang surut di Desa Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung cukup menguntungkan dan layak untuk diusahakan dilihat dari pendapatan 32 responden sebesar Rp 181. padi sumbangan surut - perlu dikurangi.851.744 ton GKG dalam setiap musim tanam. herbisida Round Up dan tenaga kerja > 1 (belum efisien).260 ha) dioptimalkan produksi untuk GKG 4 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.67/ha produksi 4 ton/ha). Nilai produksi padi sawah di lahan pasang surut di Desa . Dengan produksi demikian.291. pupuk SP-36 dan insektisida Decis < 1 (tidak efisien).96 ha atau sebesar Rp 6. 3.00/MT dengan rata-rata Rp 5. produksi padi pasang surut yang semula hanya mampu berproduksi setiap musim tanam sebesar 2. tetapi juga dapat memenuhi permintaan beras dari luar daerah.954. maka diperkirakan produksi total dapat mencapai 11.Pertanian dan Peternakan Berau. sehingga penggunaannya menghasilkan ton/ha. jika lahan pasang surut di Kabupaten Berau yang telah diusahakan seluas 676 ha mampu dikelola secara intensif dan lahan yang tidak diusahakan (2. Dengan jumlah produksi yang besar tersebut tidak hanya dapat menutupi kekurangan permintaan beras selama ini. KCl.253.665. Kabupaten Berau adalah sebesar 84. Nilai efisiensi alokatif pupuk Urea.46% dalam setiap tahun.373. Oleh karena itu.56/MT pada luas lahan 0. Dengan kata lain. Nilai efisiensi alokatif untuk 7 variabel pengamatan adalah sebagai berikut: Nilai efisiensi alokatif benih. 2005).36.028 ton (rata-rata produksi 3 ton/ha). akhirnya mampu memberikan sebesar 9.

327-346.Bebanir Bangun adalah 324. 2004. Potensi dan Pendayagunaan Lahan Rawa untuk Peningkatan Produksi Padi. KCl.563. sehingga diketahui nilai 3. . PPL dapat bergerak lebih intensif lagi dalam hal teknik kontribusinya pemenuhan pangan : - terhadap pembudidayaan tanaman secara terpadu. dengan mengaplikasikan pertanian yang masuk ke desa. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Penerbit Kanisius. mengembangkan dan membudidayakan tanaman padi di lahan lebih pasang baik surut dengan teknologi - Di Kecamatan Sambaliung adalah 5. karena saat ini masih relatif sedikit sekali petani yang dapat menerima teknologi yang telah dikenalkan. - Di Kabupaten Berau adalah 1. pupuk SP-36 dan insektisida Decis yang berlebihan dapat DAFTAR PUSTAKA Aksi Agraris Kanisius. Dalam Faisal Kasryno. Pengalokasian dana untuk benih. T. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.000 kg. Hlm. 4. Aksi Agraris Kanisius. herbisida Round Up dan Tenaga Kerja yang penggunaannya masih kurang.83%. dimana total produksi padi (sawah dan ladang) sebesar 27. 2003. Alihamsyah. Yogyakarta. dimana total produksi padi (sawah dan ladang) sebesar 783.300 kg.600 kg. pupuk dan pestisida agar petani dapat menggunakannya secara lebih efisien. Dasardasar Bercocok Tanam. Saran 1.). Pemerintah memberikan hendaknya bantuan dapat subsidi untuk sarana produksi seperti benih. dimana total produksi padi (sawah dan ladang) sebesar 5. salah satunya adalah dengan membuat demplot. dkk (peny.17%. 1991. Jakarta. Budidaya Tanaman Padi.000 kg. Ekonomi Padi dan Beras Indonesia. 2. dialihkan untuk pembelian pupuk Urea.39%.594. Perlu petani adanya untuk kemauan dari Di Desa Bebanir Bangun adalah 41.

2006. Metode Research (Penelitian Ilmiah). B. Jakarta. Nappu. 2006. Data Penggunaan Lahan Kalimantan Timur.litbang. 10 December 2006. Daniel.id/file/ka ltim1. BPFE. Samarinda. Berau. 2006. Raja Grafindo Persada. 1999. Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya. Monografi dan Profil Desa . 2003. 1995.pdf. M. PT. Penerbit Rineka Cipta. 1995. Jakarta. Jakarta. Bumi Aksara. Boediono. Pustaka LP3ES. Prospek dan Arah Pengembangan Agriisnis Padi. 2002.pdf. Ghalia Indonesia. PADI. M.deptan. http://www. B. P. Yogyakarta. 2002. Lingga. Litbang Deptan. Analisis Kebijakan Strategis dalam Mendukung Sistem Usahatani Berkelanjutan di Lahan Pasang Surut Sebakung Kalimantan Timur. Metode Penelitian. S. Noor. Ilmu Usahatani. 2006. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Kaltim. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Pengantar Ekonomi Pertanian. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. H. Dasar-dasar Agronomi. 1 (Ekonomi Mikro). PT. dkk.go. Penebar Swadaya. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Kabupaten Berau. Bebanir Bangun. 2006.Arikunto. 1996. Dinas Pertanian Tanaman Pangan. dan Marsono. BPS.. Mubyarto. Padi Lahan Marjinal. Tanjung Redeb. Hernanto. Dinas Pertanian dan Peternakan. Desa Bebanir Bangun Kec. Sambaliung. Jakarta. Tanjung Redeb. Budidaya Padi Pada Lahan Pasang Surut. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. M. Jumin. F. 10 December 2006. Balai Informasi Pertanian Irian Jaya. Nasution. Petunjuk Pennggunaan Pupuk. 1995. Kalimantan Dalam Angka 2006. Penebar Swadaya. 2002. Jakarta. Budidaya Padi Sawah Tanpa Olah Tanah. Kantor Desa Bebanir Bangun. 6:81-94. Jayapura. http://bp2tp. Jakarta. Pengantar Ilmu Ekonomi No. PT. 1991. Nazir. Bumi Aksara. 1996. PT. 2006 Identifikasi Kampung Penghasil Padi dan Palawija. Penebar Swadaya. Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur.go. BPTP Kalimantan Timur. Samarinda.i d/special/komoditas/files/0104.deptan.

18 February 2006. Yogyakarta. Wudianto. Sutopo.pustaka. . Sutedjo. Raja Grafindo Persada. R. 2005. Agromedia Pustaka.pdf. Memupuk Tanaman Buah. Raja Grafindo Persada. 2002. Sudarmo. Teknologi Benih. Soekartawi. Jakarta. dan A. I.go. Wikipedia Indonesia. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian (Teori dan Aplikasi).Novizan. Jakarta. Pengantar Teori Mikroekonomi.id. Indikator Ekonomi Dasar Perhitungan Perekonomian Indonesia. Karasapoetra. Jakarta. PT. 2004. PT. Agribisnis (Teori dan Aplikasinya). 2002. PT. H.i d/agritech/isdp0105. S. Petunjuk Penggunaan Pestisida. T. Ilmu Usaha Tani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil.wikipedia. Suastika. http://www. Soekartawi. 1988. S. Jakarta. M. Pengantar Teori Ekonomi (Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro). Sukirno. . Penerbit UI Press. PT.S.. L.G. Soekartawi. Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia. http://www. Rosyidi. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Kanisius. 2006. dkk. Jakarta Prihmantoro. 1997. Jakarta. 1986. Budidaya Tanaman Padi di Lahan Pasang Surut.T. 1991. Yogyakarta. Bina Aksara. N. 2001.M. Penebar Swadaya. Penerbit Kanisius. Jakarta. Soekartawi. Raja Grafindo Persada.org/ wiki/padi. Basaruddin. dan Tumarlan. Raja Grafindo Persada. 2001. Pestisida untuk Tanaman. Penebar Swadaya.deptan. 2005. PT. 2003. S. H. Budi Daya Padi Sawah di Lahan Pasang Surut. Widodo. Raja Grafindo Persada. 2002. 10 December 2006. 2003. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi CobbDouglas. Jakarta. Jakarta. Jakarta. PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful