AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

SAP

1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik

2. Akuntansi manajemen sektor publik

3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik

4. Penganggaran sektor publik

5. Teknik akuntansi keuangan

6. Laporan keuangan sektor publik

7. Sistem akuntansi pemerintah pusat

8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah

9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah

10. Akuntansi keuangan daerah

11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah

12. Akuntansi untuk BUMD

13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan)

Literatur :

Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah

Mardiasmo : Akuntansi sektor publik

Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

I. KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

pendidikan. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen · Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana publik.A. misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas. hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya. ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbeda-beda. maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. pemerintah daerah. BUMN. sehingga setiap disiplin ilmu (politik. efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Akuntabilitas Publik . B. penarikan pajak. C. LSM dan yayasan sosial. Tujuan Akuntansi Sektor Publik · Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat.BUMD. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam. transportasi publik dll. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.

unit-unit kerja pemerintah. sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah. melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat. responsif dan biaya murah. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi. pemerintah pusat kepada MPR. sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat . 2. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan. menyajikan.Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah.

Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. D. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. 3. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. . Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah. 4. sentralisasi dan manajemen yang buruk.

Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang. E.Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ¨ Regulation & Political Pressure ¨ Social Pressure ¨ Rent Seeking Behaviaour ¨ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal. Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi .

Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. taktis dan melibatkan aspek operasional. Dalam organisasi sektor publik.II. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : · Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc · Informasi kuantitatif ataukah kualitatif · Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal . Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi.

semesteran atau bulanan. triwulanan. 2. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. efisiensi dan efektivitas (value for money). sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer. Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif.Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. rapat komisis dsb. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. sedangkan informal relatif jarang dilakukan. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. efisien dan efektif. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. Pada organisasi sektor publik. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis. Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain). misalnya laporan keuangan bulanan. amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. .

Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. Pengendalian dan pengukuran . Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. sosial dan politik dari investasi yang diajukan. B. khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. Penganggaran 4. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut. sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Perencanaan operasional 3.Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi.

Penilaian kinerja Perencanaan Strategik . analisis dan umpan balik A. Perencanaan strategik 2. Penilaian investasi 4. Pelaporan. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Penganggaran 5. Pemberian informasi biaya 3. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6.5. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1.

Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang modern. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan.Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik. Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki. sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. aktivitas atau proyek. Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan. kualitas produk dan pelayanan ( cash. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat. yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : · Biaya input. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas. Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku · Biaya output. Pada tahap perencanaan strategik. relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis. adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada . Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan. quality and service). hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan.

Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. strategic cost reduction dan cost reporting. . · Cost finding. misalnya biaya departemen produksi. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. dep personalia. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang · Biaya proses. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. cost recording. cost analizing. Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi · Cost analizing. yaitu cost finding. biaya dinasdinas dsb. Contoh pada perusahaan transportasi massa. perubahan biaya dan volume kegiatan. Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan · Cost recording.pelayanan yang dihasilkan.

Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. Berjangka panjang.· Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi . Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top · Cost reporting. Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4.

Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. efisien dan efektif adil dan merata. tuntutan dan keinginan .Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan. Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). Dalam penilaian suatu investasi. Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya manfaat (cost benefit analysis). berkualitas dan murah. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat. tingkat inflasi. alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis. Terkait dengan 3 fungsi anggaran. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan. faktor yang harus fdiperhatikan oleh akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan.

Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta biaya operasioalnya. . Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb.masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. demikian juga untuk PDAM dsb. ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. training. MSDM dan lingkungan yang mendukung. pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. keamanan dsb. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. B.I. Pusatpusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian. ekonomi. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : . Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. sosial. Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. penilaian kinerja.

Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan . Pengendalian kinerja. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3. Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pengendalian operasional (operasional control). Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5. Pengendalian preventif (preventive control). Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban. C. Sebagai basis perencanaan. Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian 3. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. 2.1. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1.

Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : · Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. pemanasaran · Pusat laba ( profit center) . Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Contoh pusat biaya adalah dep. Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya.6. Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. produksi. Dinas Sosial dan DPU · Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep.

Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusat-pusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipeca-pecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. misalnya dinasdinas atau subdinas-subdinas. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaan-perusahaan swasta. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. Pada organisasi publik. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran. sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai. Contah : BUMD dan BUMN. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut.Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter. · Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. bandara dan pelabuhan. struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran. obyek pariwisata milik PEMDA. material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. . Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. Idealnya. sehiungga dapat segera dilakukan tindakan korektif. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban.

menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4.Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2. harga migas) 3. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif. maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. Depatemen anggaran memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. . Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban 5. yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran. nilai tukar. Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran.

Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban. Sedangkan faktor informal terdiri dari ekstrenal dan internal. Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi. kepala dinas. sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi. Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan.Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen.. . D. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi. Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal. kepala biro dsb. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. gaya manajemen dan gaya komunikasi. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. diskusi dll. Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya. Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat).

ekoomi. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. misi. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. misi dan tujuan yang telah ditetapkan.arah dan kebijakan serta strategi organisasi. sasran. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. 10 bahkan 20 tahun. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global. target. Perubahan visi. Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4.v Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : . Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan. misalnya adanya inovasi teknologi baru. sosial dan budaya. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru.5. tujuan. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak.

Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3. evaluasi dan pemilihan strategi 5. Menilai lingkungan eksternal 5. Analisis atau scanning lingkungan. Implementasi dan pengendalian rencana strategik. Menilai lingkungan internal . yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4.1. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. Profil internal dan audit sumber daya. Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4. Perumusan. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2.

misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat. Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7. strategic thinking. strategic leadership dan strategic organization. Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas. Dalam proses perumusan strategi . aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi.misi dan tujuan oganisasi. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan. manajemen memutuskan visi. sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.manage isu-isu 8. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program. alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah. v Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik. Manfaat Perencanaan Strategik . Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da.lam penganggaran. Perumusan strategi untuk me. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program.6. Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision.

Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir. sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik. yang nantinya akan mendorong goal congruence. baik secra manajerial maupun secara politik .· Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif · Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan · Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal · Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek · Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas · Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya. Untuk itu harus didukung oleh : · Struktur pendukung. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan.

tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. Visi. Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif 2.· Proses dan praktek implementasi di lapangan · Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Visi. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair. Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. . pendelegasian wewenang dan tugas. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. misi. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi.

sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi.v Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan. penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi. karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. v Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian. Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu. bonus dan pemberian tunjangan. yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji. tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. otonomi yang lebih besar. Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial. . penambahan tanggung jawab. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful