Paradigma Berfikir Ilmiah By.

Bahrul ulum Muqaddimah Mahasuci Allah yang mempersiapkan diri kita dengan perangkat berpikir yang tidak bisa kita jiplak lagi dalam bentuk semisal microchips pada komputer secanggih apapun.. Dengan proses berpikir yang terus menerus, dan menjadikannya bagian integral dalam kehidupan kita, maka akan semakin memperjelas betapa kebesaran Sang Mahaagung tidak sanggup dinafikan. Tidak kurang dari 854 ayatayat yang menanyakan mengapa manusia tidak mempergunakan akal, menyuruh manusia bertafakkur terhadap Al-Qur¶an dan alam semesta serta menyuruh manusia mencari ilmu pengetahuan. Ini berarti, aktivitas berpikir menjadi sebuah keniscayaan dengan dilengkapinya kita oleh anugerah berupa akal. Semua perenungan terhadap semesta itu mengarah pada apa yang disebut dengan penggalian hikmah dibalik peristiwa-peristiwa yang terjadi. Manusia secara mutlak, adalah makhluk yang paling mulia dan utama. Sebuah ungkapan mengatakan bahwa manusia adalah lebih utama daripada malaikat. Keutamaan manusia terletak pada rasio (akal)-nya. Akal inilah yang akan mengangkat kedudukan manusia dan sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita memiliki pengetahuan tentang akal (µaql), Proses berfikir (tafkir), dan sekaligus metode berfikir ( thariqah at-tafkir). Fakta akal (rasio) dan Proses Berfikir. Banyak kalangan yang berusaha mendefenisikan rasio (akal) atau mengetahui fakta rasio (akal), baik pada masa lalu seperti para filosof Yunani, para pemikir muslim, ilmuwan barat, maupun pada masa sekarang ini. Namun berbagai defenisi yang mengemuka belum mampu mencapai pada pengetahuan yang meyakinkan dan pasti tentang akal. Menurut Muh. Ismail dalam kitab Al-Fikru Al-Islamy (Bunga rampai pemikiran Islam) bahwa antara pemikiran, akal, kesadaran memiliki pengertian yang sama. Kadang-kadang digunakan kata pemikiran dan yang dimaksud adalah proses berfikir. Dapat digunakan dengan maksud hasil pemikiran, yakni suatu yang telah sampai pada manusia melalui suatu proses berfikir. Pemikiran dengan arti proses berfikir, tidak memiliki organ tubuh tertentu yang dapat ditunjuk, melainkan merupakan suatu proses yang rumit yang melibatkan empat unsur, yaitu : a. b. c. d. Fakta yang terindera Panca indera manusia Otak manusia Informasi sebelumnya yang berkaitan dengan fakta dan dimiliki manusia.

Jika keempat unsur tersebut di atas tidak terkumpul dalam suatu proses berfikir, maka pemikiran, akal dan kesadaran tidak akan pernah terwujud. Orang-orang terdahulu telah mengalami suatu kekeliruan dalam membahas akal. Mereka mencoba berusaha menentukan tempat keberadaannya, apakah ada di kepala,di hati atau di tempat lainnya. Yang jelas, mereka menduga, bahwa akal itu memiliki organ tertentu yang bekerja secara aktif. Orang-orang modern-pun telah melakukan kekeliruan tatkala menjadikan otak sebagai tempat bersemayamnya akal, sekaligus sebagai pusat kesadaran, atau pemikiran. Dengan demikian defenisi pemikiran, akal dan kesadaran adalah penangkapan suatu kenyataan dengan perantaraan indera ke otak disertai informasi sebelumnya tentang fakta tersebut yang berfungsi menafsirkannya. Proses ini terjadi dalam diri si pemikir yang menghasilkan pemikiran, bukan yang menerima pemikiran. Dalam diri orang yang menerima pemikiran tidak berlangsung proses ini karena pemikiran ini telah ditemukan lalu menghilang. Kemudian, si penemu itu memberikan kepada orang banyak, dan terus berpindah dikalangan manusia, yang kemudian diekspresikan dengan simbol-simbol bahasa ataupun simbol-simbol lainnya, meskipun yang paling menonjol adalah ekspresi dalam bentuk bahasa.

a. Dari pendapat-pendapat di atas terlihat bahwa ilmu pengetahuan itu konkrit sehingga dapat diamati. obyek. bersifat khas atau khusus. terminologinya. yang dirumuskan sebagai suatu proses berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. memahami fenomena-fenomena alam dan menjawab tantangan zaman. prinsip-prinsip. Ad. Berfikir secara ilmiah adalah upaya untuk menemukan kenyataan dan ide yang belum diketahui sebelumnya.ilmu juga harus memiliki objek. sistematika dan teori sendiri.Sondang Siagian. Cara berfikir induktif e. b. Dasar pemikiran utama (premis mayor) b. Metodologi Research 1. Adapun pengetahuan adalah keseluruhan hal yang diketahui. Contoh : a. Sejarah misalnya menunjukkan sejak jaman nenek moyang cara memasak dipelajari tanpa disadari (contoh daging yang dimasak). Cara berfikir deduktif d. c. Kesimpulan.Prajudi Atmosudiro. Berfikir ilmiah (pendekatan ilmiah) Ad. karena itu c.Dr. Untuk itu terdapat syarat-syarat yang membedakan ilmu (science) dengan pemgetahuan (knowledge). Otoritas c. Soctares adalah makhluk hidup (konklusi) . metodologinya. sebagian besar berpengaruh selama periode pertengahan. Pengalaman adalah sumber pengetahuan yang telah banyak digunakan orang. rumus yang melalui percobaan sistematis. Selanjutnya akan berkembang pada pemahaman informasi dari pengalaman. Cara berfikir ini merupakan suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui guna mencapai kesimpulan. Ilmu Pengetahuan dapat didefenisikan sebagai suatu obyek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip. Semua manusia adalah makhluk hidup (Premis mayor) b. Menurut Prof. filosofinya dan teorinya yang khas. Adm. Ilmu berusaha memahami alam sebagaimana adanya dan selanjutnya hasil kegiatan keilmuan merupakan alat untuk meramalkan dan mengendalikan gejala alam. Manusia senantiasa berupaya mencari tahu bagaimana cara-cara menyelesaikan masalahmasalah kehidupannya secara efektif dan efisien. Ilmu merupakan proses kegiatan mencari pengetahuan melalui pengamatan berdasarkan teori dan atau generalisasi. Cara berfikir deduktif diperkenalkan oleh Aristoteles. Dasar pemikiran kedua (premia minor) c. Menurut Prof. serta adanya kesempatan dan sistem trial and error (contoh mendung pertanda hujan) Ad. Sikap tunduk kepada orang bijak yang dipercayai. antara lain : Menurut Prof.Hadari Nawawi. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan. teruji. teruji kebenarannya. Filsafat Administrasi 1985. Hal ini dilakukan melalui suatu rangkaian pernyataan yang disebut silogisme yang terdiri atas : a. sistematika dan mesti bersifat universal. ditambahkan dengan informasi. Melalui pengalaman seseorang bisa menjadi tahu tentang seluk beluk sesuatu.Sutrisno Hadi. Aristoteles dan pemimpin agama lebih diterima dari kepercayaan yang dilakukan berdasarkan berdasarkan observasi dan analisa kenyataan. Ilmu harus ada obyeknya. Dan Management Umum 1982.Dr. Socrates adalah seoramng manusia (premis minor). di saat guru dan para nenek moyang waktu itu seperti Plato.Berfikir Ilmiah Ilmu pengetahuan telah didefenisikan dengan beberapa cara dan defenisi untuk operasional. Metode Penelitian Bidang Sosial 1985.Drs. metode. Otoritas atau wewenang sering dijadikan pegangan orang dalam hal-hal yang tidak dapat diketahui melalui pengalaman pribadi. Orang mencari jawaban atas suatu permasalahan yang sulit melalui seseorang yang memiliki wewenang atai otoritas. sebaliknya setiap pengetahuan belum tentu ilmu. Sumber-sumber pengetahuan oleh manusia tersebut dikelompokkan atas : a. Menurut Prof.DR. dlil-dalil dan rumus-rumus mana dapat diajarkan dan dipelajari. Pengalaman b. dalil. 1980 : Ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lain adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang-orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan teratur. yang membentuk persepsi tentang kebenaran atau fakta. dalam arti mempunyai metodologi. dipelajari dan diajarkan secara teratur.

kesimpulan diperoleh melalui pengamatan contoh-contoh selanjutnya dibuatlah generalisasi. Metode Darwin merupakan contoh berfikir secara ilmiah yang modern. Berfikir Ilmiah atau pendekatan ilmiah diperkenlakan oleh Charles Darwin dengan menggabungkan aspek-aspek penting dari metode induktif dan deduktif. Ad. Contoh : Induktif : Setiap burung yang pernah diamati mempunyai sayap Oleh karena itu. setiap merpati mempunyai sayap. Deduktif : Setiap bangsa burung mempunyai sayap Merpati adalah bangsa burung Oleh karena itu. Ia meyakini bahwa seorang peneliti dapat membuat simpulan umum berdasarkan fakta yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung. Dengan menggunakan contoh diaatas. berfikir deduktif berguna dalam proses penelitian yaitu dapat memberikan sarana penghubung antara teori dan pengamatan. Persoalan tersebut harus mempunyai suatu ciri penting dan dirumusan sedemikian rupa sehingga dapat dijawab dengan pengamatan dan percobaan. . Contoh pertanyaan ³ apakah sistem sekolah unggulan baik bagi siswa ?. Pendekatan ini telah terbukti sebagai metode yang berhasil dalam memahami dunia kita yang cukup rumit ini dan dalam mengembangkan temuantemuan baru untuk memenuhi keinginan manusia. Pada tahap ini peneliti diharuskan membaca bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah itu dan berfikir lebih mendalam lagi.engajar dengan sistam sekolah unggulan memperoleh skor tes hasil belajar lebuh tunggi darupada siswa yang belajar disekolah dengan sisrem tradisional. d. Ad. Pertangyaaan seperti . Pendekatan ilmiah ini merupakan suatu proses penelitian yang sistematik yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung (interdependen).tidak dapat diselidiki secara ilmiah tanpa memahami apa arti baik bagi siswa atau bagaimana cara mengamatu at atau mengukur ³baik´ itu . e. Darwin berdasarkan pada teori Malthus menarik kesimpulan bahwa datanya mungkin benar.uskan hipotesisnya ³ siswa yang m. Cara berfikir induktif diperkenalkan Francis Bacon (1561-1626). Peneliti mungkin meru. Peneliti dapat menarik kesimpulan berdasarkan teori yang sudah ada tentang gejala yang sebenarnya diamati. Pengajuan Hipotesis Setelah perumusan masalah. Dia memformulasikan suatu hipotesis dari kenyataan yang telah dikatehui. Cara berfikir deduktif di atas menunjukkan bahwa dasar pkiran utama harus diketahui terlebuh dahulu sebelum menarik kesimpulan. Dalam pendekatan ilmiah dikenal lima langkah sebagai berikut: 1. Walaupun demikian. walaupun bermanfaat namun terkadang menimbulkan kesesatan. kemudian menyelediki dengan lebih jauh untuk mengetahui apakah hal itu membantu kehidupan atau membuktikan hal yang salah dengan adanya tambahan yang jelas. apakah siswa yang dididik denga sistem sekolah inggulan akan memperoleh skor yang lebih tinggi pada tes belajar pada siswa yang diajar dengan sistem tradisional ? inilah yang dapat diseliodiki secara ilmiah 2. Dari teori Malthus tentang Populasi oleh Darwin selanjutnya mempelajari untuk menjelaskan tentang evolusi setelah menggabungkan data dengan baik.Alasan secara deduksi. Persoalan yang menyangkut pilihan atau nilai-nilai tidak dapat dijawab atas dasar informasi faktual belaka. Kata-kata yang mengandung makna pertimbangan nilai hendaknya tidak dimasukkan kedalam perumusan masalah. setiap burung mempunyai sayap. Pendekatan silogisme terbatas hanya jika dasar pemikiran benar dan pantas berhubungan dapat diketahui. Sedangkan dalam berfikir induktif. Ia berpendapat bahwa kita tidak boleh begitu saja menerima premis orang yang mempunyai otoritas sebagai kebenaran. hipotesis dirumuskan sebagai penjelasan sementara tentang masalah itu. Perumusan Masalah Penyidikan ilmiah dimulai dari suatu masalah atau persoalan yang memerlukan pemecahan.

Beberapa fakta yang dihubungkan dan diperoleh keterkaitan akan membentuk suatu konsep. ditetapkan apakah penyelidikan memberikan buktibukti yang mendukung hipotesis atau tidak. HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN Ilmu pengetahuan atau sains (science) merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. Inti perbedaan metode ilmiah dan non-ilmiah adalah: Metode Ilmiah y y Metode Non-Ilmiah y y y y y Perumusan masalahn jelas dan spesifik Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris. Pengumpulan data dan analisis data Hipotesis yang diajukan diuji dengan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan masalah yang diselidiki melalui pengamatan. Ia tidak begitu saja setuju dengan pernyataan tersebut tanpa alasan yang jelas. tes dan eksperimentasi ini. siswa akan memperoleh skor lebih tinggi dari pada siswa sepadan yang belajar di sekolah dengan sistem tradisional. Bagi seorang ilmuan. Metode ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang diawali dengan perumusan masalah. tetapi menyimpulkan bahwa bikti-bukti yang diperoleh mendukung atau tidak hipotesis itu. Generalisasi konsep yang dilakukan melalui suatu metode ilmiah (scientific method) akan membentuk suatu prinsip atau teori. Hasil-hasil pengamatan.3. . Dalam pendekatan ilmiah peneliti tidak dituntu membuktikan hipotesis. pengumpulan data/informasi/fakta. serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain y y y Perumusan masalah kabur atau abstrak Masalah tidak selalu dapat diukur. yang merupakan abstraksi atay deskripsi keterkaitan antar fakta. analisis data. Penerimaan dan penolakan hipotesis. Jawaban permasalahan didasarkan pada data Proses pengumpulan dan analisis data. Ini merupakan ciri seorang ilmuan atau sarjana. dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data yang telah dikumpulkan. dapat saja bersifat supernatural atau dogmatis Jawaban tidak diperoleh dai hasil pengamatan data lapangan Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data yang logis Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain Melakukan suatu penelitian berarti melaksanakan proses berfikir secara probabilistik dan statistik. 4. Metode analisis data ini biasanya dikenal dengan perhitungan-perhitungan statistik. Pengetahuan sehari-hari masih merupakan suatu fakta. suatu pernyataan perlu didukung dengan alasan-alasan atau argumentasi ilmiah yang memadai. Pengetahuan yang diperoleh secara kebetulan belum merupakan ilmu/sains. Cara berfikir deduktif Melalui proses berfikir deduktif implikasi hipotesis yang diajukan dapat ditetapkan yaitu apa yang akan dapat diamati jika hipotesis tersebut benar. Jika benar bahwa dengan sistim sekolah unggulan. dianalisis dengan menggunakan metode tertentu baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Setiap fenomena yang ada dihubungkan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dan diuraikan berdasarkan fakta dan data statistik.Kata kunci disini adalah metode atau cara pemerolehan pengetahuan. 5. tes dan eksperimentasi.

Suatu argumen itu dikatakan absah apabila terdapat kaitan yang pasti antara premis-premisnya dan konklusinya. Dalam menghadapi kesulitan. Menjadi peneliti ilmiah berarti menerima sikap ilmiah atau berfikir probabilistik. Seorang peneliti boleh dikatakan juga sebagai pemecah masalah. seorang ibu mungkin bertanya pada seorang guru atau ahli psikologi. Karena banyaknya kecaman terhadap model penalaran deduktif dengan alasan bahwa premis mayornya kerap kali merupakan pengertian-pengertian yang dikarang sebelumnya yang mau-tidak mau akan mengakibatkan kesimpulannya menjadi berpihak. Penalaran deduktif dilandasi oleh silogisme (Aristoteles). Sejarah penalaran mengalami perubahan drastis pada tahun 1600an ketika Prancis Bacon mulai meletakkan penekanan yang lebih besar pada landasan empirik ilmu pengetahuan. sebagai predikat. seorang karyawan akan bertanya kepada teman kerjanya. disebut premis minor. Premis yang berisi ketentuan umum disebut premis mayor. Dalam masalah mendidik anak.Kalau perlu dimintanya bukti-bukti dan dibandingkan dengan teori yang ada. . Mula-mula ia mengidentifikasi masalah dengan mata pikiran yang jernih berdasarkan cipta rasa yang dimilikinya lalu merumuskan masalah secara rinci. Usaha Manusia Mencari Kebenaran Dalam usahanya untuk memahami lingkungannya manusia menggunakan berbagai cara. pengalaman orang lain terutama pengalaman orang tua dapat juga dipergunakan sebagai sumber informasi. ia akan berpaling pada orang lain yang dianggapnya lebih ahli atau mempunyai otoritas. dan sebagai penengah. sebab term manusia inilah yang menghubungkan atau sebagai penengah antara term socrates dan term mati. karena telah mengalami sendiri sebelumnya. seorang anak mungkin bertanya kepada orang tuanya atau temannya yang dinilai mengetahuinya. Kalau informasi yang diperoleh tidak memenuhi harapannya. Ia harus dapat memecahkan masalah dengan menggunakan metode ilmiah dengan langkah-langkah operasionalnya. misalnya seseorang anak yang terampil membuat layang-layang karena sudah berkali-kali melakukannya. Untuk lebih jelasnya dikemukakan contoh klasik sbb. Begitu juga orang dewasa dapat mengantisipasi kerumitan mengurus STNK mobil. sedang premis yang berkenaan dengan ketentuan khusus. jelas dan tersurat Seorang peneliti memulai kegiatan ilmiahnya diawali dengan serangkaian pertanyaan yang menggugah hati sipeneliti/penulis yang mendorong timbulnya berbagai permasalahan. Ketiga cara tersebut tidak lepas satu sama lain. yaitu sejumlah pengetahuhan dan kerampilan yang diperoleh sebagai akibat berhubungan dengan fakta-fakta dan kejadian-kejadian dalam lingkungannya. Disamping pengalaman sendiri. judul ataupun rumusan masalah yang menuntut terwujudnya suatu karya ilmiah. Dari serangkaian pertanyaan inilah dapat melahirkan suatu topik.sedang yang berfungsi sebagai prediakat adalah mati. Sebuah silogisme terdiri atas sebuah premis dan sebuah konklusi. Salah satu diantaranya. Hanya masalah yang penting sajalah yang harus dicari pemecahannya. Karena itu perlu ditentukan lebih dulu masalah mana yang harus diteliti berdasarkan skala prioritas. yang biasanya selalu siap digunakan. penalaran. adalah manusia. baik oleh anak-anak maupun oleh orang dewasa adalah pengalaman pribadi. Beberapa cara tersebut adalah pengalaman. ³Semua manusia akan mati´ (premis mayor) ³Socrates manusia´ (premis minor) ³Socrates akan mati´ (kesimpulan) Yang berfungsi sebagai subjek adalah Socrates. dan penelitian. Argumen dalam silogisme itu ada yang berfungsi sebagai subjek. Penalaran ini dapat berubah penalaran deduktif. Pengalaman adalah sejumlah informasi yang telah diketahui yang mungkin dapat digunakan dalam memecahkan masalah. dan gabungan antara penalaran deduktif dan induktif. Masing-masing bagian itu disebut term sehingga ada term subjek. Akan tetapi tidak semua pertanyaan/permasalahan itu perlu diteliti. term predikatdan term tengah. Pengalaman orang dewasa yang diikutinya disebut model. malahan saling tumpang tindih seperti terlihat kalau kita berusaha memecahkan masalah yang kompleks. Oleh karena itu penelitian dapat juga dikatakan sebagai penerapan teori pada praktek kehidupan nyata. Kedua premis itu disebut pula sebagai antecedent sedang kesimpulannya disebut konsekuen. adapun yang berfungsi sebagai term tengah. penalaran induktif.

Penelitian yang bersifat empirik artinya dalam usaha menguji kesahihan penelitian berpaling pada pengalaman. jadi dengan mempertahankan objektifitas yang sempurna maka hubungan-hubungan yang hakiki pada kasus umum akan dapat dilihat oleh pengamat. Teknik Analisis Data Penyusunan Laporan .Anjuran penggunaan hipotesis 2Perkembangan logis hipotesis ini 3. artinya metode ilmiah bukan saja telah membangun mekanisme untuk melindungi peneliti dari kemungkinan membuat kesalahan sejauh yang bisa dilakukan manusia. Yang dimaksud dengna penelitian adalah suatu penyelidikan secara sistematik terkontrol. Landasan berfikirnya sebagai berikut: Bilamana seseorang mengumpulkan sejumlah data tanpa suatu fikiran yang diarahkan sebelumnya mengenai arti serta arahnya. Instrument Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Pelaksanaan Penelitian 1. prosedur dan hasil-hasilnya selalu terbukti untuk diperiksa oleh orang lain. penyelidikan terhadap sejumlah kasus individu akan mengarah kepada suatu hipotesis yang pada akhirnya akan menjadi suatu generalisasi. Kerangka Teori Metodologi Penelitian Penentuan Desain Teknik Penarikan Sampel Teknik Pengemb. Berbeda dengan cara-cara pemecahan masalah kehidupan yang telah dikemukakan sebelumya. Riset adalah penyelidikan ilmiah yang bertujuan menyediakan informasi untuk memecahkan suatu masalah. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan perpaduan antara pengalaman dan penalaran yang harus dianggap sebagai pendekatan yang paling berhasil dalam menemukan kebenaran khususnya dalam ilmu alamiah. rangkaian kegiatan penelitian yang dimulai dari perumusan masalah hingga penyusunan laporan dapat digambarkan dalam bagan di bawah : Lingkup Penelitian Topik Penelitian Perumusan Masalah Perumusan Tujuan/Hipotesis Studi Pustaka/Pengemb. Akan tetapi. Penelitian yang mengoreksi diri sendiri. Riset juga dapat didefinisikan sebagai suatu usaha yang terorganisir dan sistematis untuk menyelidiki masalah spesifik yang memerlukan solusi. Cara ketiga yang dipergunakan manusia untuk menemukan kebenaran adalah melalui penelitian. Pendekatan induktif Bacon segera diikuti pendekatan induktif deduktif yagn menggabungkan metode deduktif dengan metode induktif. berdasarkan cara kerjanya pada metode induktif dan deduktif 2. Baik metode deduktif maupun metode induktif memiliki kelemahan-kelemahan. 3. Secara keseluruhan.Penjelasan dan interpretasi penemuan-penemuan ilmiah dan sintesisnya kedalam suatu kerangka konseptual. Dengan cara berfikir ini. Sumbangannya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan adalah luar biasa yang dapat digolongkan ke dalam 3 kategori: 1.maka ia mengusulkan sebagai penggantinya cara penalaran induktif. penelitian memeiliki 3 ciri pokok: 1. Riset juga merupakan suatu aktivitas penyelidikan dan pengujian secara teliti dan kritis dalam mencari kebenaran ilmiah. Penelitian yang bersifat sistematis dan terkontrol. empirik dan kritis mengenai proporsi-proporsi hipotesis mengenai hubungan yang diperkirakan ada antara gejala-gejala alamiah. Riset (research) berarti memeriksa atau mencari kembali agar dapat ditemukan kebenaran. Sumbangan Bacon yang terpenting kepada ilmu pengetahuan dari cengkraman metode deduktif yang mematikan dan membuat kemajuan ilmu pengetahuan menjadi mandeg.

perencanaan sampel dan menentukan hipotesis. dilanjutkan dengan definisi masalah (problem definition) dan perumusan masalah (problem formulation). metode penelitian. Apakah alat ukur sudah tepat. kuesioner disebarkan kebeberapa responden. Penyebaran kuesioner yang sudah pasti kepada responden. pembanding dan penjajagan ke lapangan. sehingga jelas apa arti dan maknanya. atau memang perlu perbaikan dan lain-lain. Tahap III Membuat design riset yang berisi prosedur riset.MANAGEMENT PROBLEM problem recognition problem definition problem formulation EXPLORATION theory concepts literature research review survey RESEARCH DESIGN procedure method techniques sampling plan hypothesis PILOT TESTING DATA COLLECTION ANALYSIS AND INTERPRETATION REPORT Tahap I Proses riset dimulai dari adanya permasalahan. Tahap V Mengumpulkan data sesungguhnya di lapangan. pengkajian hasil penelitian sebelumnya (research review). apakah kuesioner sudah valid dan reliabel. dipublikasikan atau disebarkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. yang nantinya akan diseminarkan. Pengakuan adanya masalah (problem recognition). melengkapi dengan dasar teori. Tahap IV Mengadakan uji coba penelitian (pilot testing). baik deskriptif maupun inferensial. Tahap VII Membuat laporan penelitian. Tahap II Mengadakan survey awal. untuk mengetahui apakah sudah dimengerti. Semua alat di uji cobakan kelapangan. Hasil pengolahan data akan diinterpretasikan. Tahap VI Data yang sudah terkumpul akan ditabulasi dan dianalisis dengan alat-alat statistik yang sesuai. teknik analisis. yaitu adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataaan (Das sein dan Das sollen). Melakukan wawancara yang mendalam dan mengoleksi data-data lain yang diperlukan. . konsep dan pengumpulan literatur/buku-buku penunjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful