Paradigma Berfikir Ilmiah By.

Bahrul ulum Muqaddimah Mahasuci Allah yang mempersiapkan diri kita dengan perangkat berpikir yang tidak bisa kita jiplak lagi dalam bentuk semisal microchips pada komputer secanggih apapun.. Dengan proses berpikir yang terus menerus, dan menjadikannya bagian integral dalam kehidupan kita, maka akan semakin memperjelas betapa kebesaran Sang Mahaagung tidak sanggup dinafikan. Tidak kurang dari 854 ayatayat yang menanyakan mengapa manusia tidak mempergunakan akal, menyuruh manusia bertafakkur terhadap Al-Qur¶an dan alam semesta serta menyuruh manusia mencari ilmu pengetahuan. Ini berarti, aktivitas berpikir menjadi sebuah keniscayaan dengan dilengkapinya kita oleh anugerah berupa akal. Semua perenungan terhadap semesta itu mengarah pada apa yang disebut dengan penggalian hikmah dibalik peristiwa-peristiwa yang terjadi. Manusia secara mutlak, adalah makhluk yang paling mulia dan utama. Sebuah ungkapan mengatakan bahwa manusia adalah lebih utama daripada malaikat. Keutamaan manusia terletak pada rasio (akal)-nya. Akal inilah yang akan mengangkat kedudukan manusia dan sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita memiliki pengetahuan tentang akal (µaql), Proses berfikir (tafkir), dan sekaligus metode berfikir ( thariqah at-tafkir). Fakta akal (rasio) dan Proses Berfikir. Banyak kalangan yang berusaha mendefenisikan rasio (akal) atau mengetahui fakta rasio (akal), baik pada masa lalu seperti para filosof Yunani, para pemikir muslim, ilmuwan barat, maupun pada masa sekarang ini. Namun berbagai defenisi yang mengemuka belum mampu mencapai pada pengetahuan yang meyakinkan dan pasti tentang akal. Menurut Muh. Ismail dalam kitab Al-Fikru Al-Islamy (Bunga rampai pemikiran Islam) bahwa antara pemikiran, akal, kesadaran memiliki pengertian yang sama. Kadang-kadang digunakan kata pemikiran dan yang dimaksud adalah proses berfikir. Dapat digunakan dengan maksud hasil pemikiran, yakni suatu yang telah sampai pada manusia melalui suatu proses berfikir. Pemikiran dengan arti proses berfikir, tidak memiliki organ tubuh tertentu yang dapat ditunjuk, melainkan merupakan suatu proses yang rumit yang melibatkan empat unsur, yaitu : a. b. c. d. Fakta yang terindera Panca indera manusia Otak manusia Informasi sebelumnya yang berkaitan dengan fakta dan dimiliki manusia.

Jika keempat unsur tersebut di atas tidak terkumpul dalam suatu proses berfikir, maka pemikiran, akal dan kesadaran tidak akan pernah terwujud. Orang-orang terdahulu telah mengalami suatu kekeliruan dalam membahas akal. Mereka mencoba berusaha menentukan tempat keberadaannya, apakah ada di kepala,di hati atau di tempat lainnya. Yang jelas, mereka menduga, bahwa akal itu memiliki organ tertentu yang bekerja secara aktif. Orang-orang modern-pun telah melakukan kekeliruan tatkala menjadikan otak sebagai tempat bersemayamnya akal, sekaligus sebagai pusat kesadaran, atau pemikiran. Dengan demikian defenisi pemikiran, akal dan kesadaran adalah penangkapan suatu kenyataan dengan perantaraan indera ke otak disertai informasi sebelumnya tentang fakta tersebut yang berfungsi menafsirkannya. Proses ini terjadi dalam diri si pemikir yang menghasilkan pemikiran, bukan yang menerima pemikiran. Dalam diri orang yang menerima pemikiran tidak berlangsung proses ini karena pemikiran ini telah ditemukan lalu menghilang. Kemudian, si penemu itu memberikan kepada orang banyak, dan terus berpindah dikalangan manusia, yang kemudian diekspresikan dengan simbol-simbol bahasa ataupun simbol-simbol lainnya, meskipun yang paling menonjol adalah ekspresi dalam bentuk bahasa.

Cara berfikir induktif e. Untuk itu terdapat syarat-syarat yang membedakan ilmu (science) dengan pemgetahuan (knowledge). Semua manusia adalah makhluk hidup (Premis mayor) b. sebagian besar berpengaruh selama periode pertengahan. Adapun pengetahuan adalah keseluruhan hal yang diketahui. metodologinya. Aristoteles dan pemimpin agama lebih diterima dari kepercayaan yang dilakukan berdasarkan berdasarkan observasi dan analisa kenyataan.ilmu juga harus memiliki objek. Sikap tunduk kepada orang bijak yang dipercayai. Cara berfikir ini merupakan suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui guna mencapai kesimpulan. Ilmu berusaha memahami alam sebagaimana adanya dan selanjutnya hasil kegiatan keilmuan merupakan alat untuk meramalkan dan mengendalikan gejala alam. di saat guru dan para nenek moyang waktu itu seperti Plato. teruji kebenarannya. yang dirumuskan sebagai suatu proses berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. bersifat khas atau khusus. Pengalaman b.Dr. a. Kesimpulan. metode. serta adanya kesempatan dan sistem trial and error (contoh mendung pertanda hujan) Ad. Soctares adalah makhluk hidup (konklusi) . Sejarah misalnya menunjukkan sejak jaman nenek moyang cara memasak dipelajari tanpa disadari (contoh daging yang dimasak). Dan Management Umum 1982.Sutrisno Hadi.DR. Dasar pemikiran kedua (premia minor) c.Sondang Siagian. terminologinya. Manusia senantiasa berupaya mencari tahu bagaimana cara-cara menyelesaikan masalahmasalah kehidupannya secara efektif dan efisien.Dr. antara lain : Menurut Prof. Metode Penelitian Bidang Sosial 1985. Cara berfikir deduktif diperkenalkan oleh Aristoteles. Socrates adalah seoramng manusia (premis minor). dalam arti mempunyai metodologi. Orang mencari jawaban atas suatu permasalahan yang sulit melalui seseorang yang memiliki wewenang atai otoritas. Menurut Prof. Menurut Prof.Berfikir Ilmiah Ilmu pengetahuan telah didefenisikan dengan beberapa cara dan defenisi untuk operasional. filosofinya dan teorinya yang khas. Otoritas c. dlil-dalil dan rumus-rumus mana dapat diajarkan dan dipelajari. Adm. memahami fenomena-fenomena alam dan menjawab tantangan zaman. Ilmu merupakan proses kegiatan mencari pengetahuan melalui pengamatan berdasarkan teori dan atau generalisasi. sistematika dan mesti bersifat universal. Metodologi Research 1. Dari pendapat-pendapat di atas terlihat bahwa ilmu pengetahuan itu konkrit sehingga dapat diamati. Pengalaman adalah sumber pengetahuan yang telah banyak digunakan orang. dalil. teruji.Hadari Nawawi. obyek. Selanjutnya akan berkembang pada pemahaman informasi dari pengalaman.Drs. yang membentuk persepsi tentang kebenaran atau fakta. Contoh : a. prinsip-prinsip. Berfikir secara ilmiah adalah upaya untuk menemukan kenyataan dan ide yang belum diketahui sebelumnya. ditambahkan dengan informasi. Melalui pengalaman seseorang bisa menjadi tahu tentang seluk beluk sesuatu. b. Otoritas atau wewenang sering dijadikan pegangan orang dalam hal-hal yang tidak dapat diketahui melalui pengalaman pribadi. rumus yang melalui percobaan sistematis. Filsafat Administrasi 1985. Hal ini dilakukan melalui suatu rangkaian pernyataan yang disebut silogisme yang terdiri atas : a. karena itu c. Menurut Prof. Ilmu harus ada obyeknya. sistematika dan teori sendiri. Sumber-sumber pengetahuan oleh manusia tersebut dikelompokkan atas : a. Dasar pemikiran utama (premis mayor) b. sebaliknya setiap pengetahuan belum tentu ilmu.Prajudi Atmosudiro. dipelajari dan diajarkan secara teratur. c. 1980 : Ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lain adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang-orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan teratur. Ad. Cara berfikir deduktif d. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dapat didefenisikan sebagai suatu obyek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip. Berfikir ilmiah (pendekatan ilmiah) Ad.

Deduktif : Setiap bangsa burung mempunyai sayap Merpati adalah bangsa burung Oleh karena itu. Peneliti dapat menarik kesimpulan berdasarkan teori yang sudah ada tentang gejala yang sebenarnya diamati. Pengajuan Hipotesis Setelah perumusan masalah. Pendekatan ini telah terbukti sebagai metode yang berhasil dalam memahami dunia kita yang cukup rumit ini dan dalam mengembangkan temuantemuan baru untuk memenuhi keinginan manusia. Ia meyakini bahwa seorang peneliti dapat membuat simpulan umum berdasarkan fakta yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung. Ad. Contoh : Induktif : Setiap burung yang pernah diamati mempunyai sayap Oleh karena itu. Dengan menggunakan contoh diaatas. Persoalan tersebut harus mempunyai suatu ciri penting dan dirumusan sedemikian rupa sehingga dapat dijawab dengan pengamatan dan percobaan. Dalam pendekatan ilmiah dikenal lima langkah sebagai berikut: 1. Pendekatan ilmiah ini merupakan suatu proses penelitian yang sistematik yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung (interdependen). Contoh pertanyaan ³ apakah sistem sekolah unggulan baik bagi siswa ?. Ia berpendapat bahwa kita tidak boleh begitu saja menerima premis orang yang mempunyai otoritas sebagai kebenaran. Pertangyaaan seperti . apakah siswa yang dididik denga sistem sekolah inggulan akan memperoleh skor yang lebih tinggi pada tes belajar pada siswa yang diajar dengan sistem tradisional ? inilah yang dapat diseliodiki secara ilmiah 2. Cara berfikir deduktif di atas menunjukkan bahwa dasar pkiran utama harus diketahui terlebuh dahulu sebelum menarik kesimpulan. Perumusan Masalah Penyidikan ilmiah dimulai dari suatu masalah atau persoalan yang memerlukan pemecahan.engajar dengan sistam sekolah unggulan memperoleh skor tes hasil belajar lebuh tunggi darupada siswa yang belajar disekolah dengan sisrem tradisional.Alasan secara deduksi. Sedangkan dalam berfikir induktif.uskan hipotesisnya ³ siswa yang m. Dia memformulasikan suatu hipotesis dari kenyataan yang telah dikatehui. Darwin berdasarkan pada teori Malthus menarik kesimpulan bahwa datanya mungkin benar. Metode Darwin merupakan contoh berfikir secara ilmiah yang modern. kemudian menyelediki dengan lebih jauh untuk mengetahui apakah hal itu membantu kehidupan atau membuktikan hal yang salah dengan adanya tambahan yang jelas. Cara berfikir induktif diperkenalkan Francis Bacon (1561-1626). Persoalan yang menyangkut pilihan atau nilai-nilai tidak dapat dijawab atas dasar informasi faktual belaka. setiap burung mempunyai sayap. setiap merpati mempunyai sayap. . Pada tahap ini peneliti diharuskan membaca bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah itu dan berfikir lebih mendalam lagi. kesimpulan diperoleh melalui pengamatan contoh-contoh selanjutnya dibuatlah generalisasi.tidak dapat diselidiki secara ilmiah tanpa memahami apa arti baik bagi siswa atau bagaimana cara mengamatu at atau mengukur ³baik´ itu . walaupun bermanfaat namun terkadang menimbulkan kesesatan. Peneliti mungkin meru. Berfikir Ilmiah atau pendekatan ilmiah diperkenlakan oleh Charles Darwin dengan menggabungkan aspek-aspek penting dari metode induktif dan deduktif. berfikir deduktif berguna dalam proses penelitian yaitu dapat memberikan sarana penghubung antara teori dan pengamatan. Walaupun demikian. Dari teori Malthus tentang Populasi oleh Darwin selanjutnya mempelajari untuk menjelaskan tentang evolusi setelah menggabungkan data dengan baik. Ad. hipotesis dirumuskan sebagai penjelasan sementara tentang masalah itu. e. d. Kata-kata yang mengandung makna pertimbangan nilai hendaknya tidak dimasukkan kedalam perumusan masalah. Pendekatan silogisme terbatas hanya jika dasar pemikiran benar dan pantas berhubungan dapat diketahui.

Dalam pendekatan ilmiah peneliti tidak dituntu membuktikan hipotesis. suatu pernyataan perlu didukung dengan alasan-alasan atau argumentasi ilmiah yang memadai. tetapi menyimpulkan bahwa bikti-bukti yang diperoleh mendukung atau tidak hipotesis itu. Hasil analisis data yang telah dikumpulkan. Setiap fenomena yang ada dihubungkan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dan diuraikan berdasarkan fakta dan data statistik. tes dan eksperimentasi. Cara berfikir deduktif Melalui proses berfikir deduktif implikasi hipotesis yang diajukan dapat ditetapkan yaitu apa yang akan dapat diamati jika hipotesis tersebut benar. analisis data. Beberapa fakta yang dihubungkan dan diperoleh keterkaitan akan membentuk suatu konsep. . pengumpulan data/informasi/fakta. Metode ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang diawali dengan perumusan masalah. Jika benar bahwa dengan sistim sekolah unggulan. ditetapkan apakah penyelidikan memberikan buktibukti yang mendukung hipotesis atau tidak. Hasil-hasil pengamatan. Pengetahuan yang diperoleh secara kebetulan belum merupakan ilmu/sains. Bagi seorang ilmuan. 5.Kata kunci disini adalah metode atau cara pemerolehan pengetahuan. dapat saja bersifat supernatural atau dogmatis Jawaban tidak diperoleh dai hasil pengamatan data lapangan Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data yang logis Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain Melakukan suatu penelitian berarti melaksanakan proses berfikir secara probabilistik dan statistik. Metode analisis data ini biasanya dikenal dengan perhitungan-perhitungan statistik.3. Generalisasi konsep yang dilakukan melalui suatu metode ilmiah (scientific method) akan membentuk suatu prinsip atau teori. Ia tidak begitu saja setuju dengan pernyataan tersebut tanpa alasan yang jelas. Pengumpulan data dan analisis data Hipotesis yang diajukan diuji dengan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan masalah yang diselidiki melalui pengamatan. Penerimaan dan penolakan hipotesis. Pengetahuan sehari-hari masih merupakan suatu fakta. tes dan eksperimentasi ini. siswa akan memperoleh skor lebih tinggi dari pada siswa sepadan yang belajar di sekolah dengan sistem tradisional. Jawaban permasalahan didasarkan pada data Proses pengumpulan dan analisis data. serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain y y y Perumusan masalah kabur atau abstrak Masalah tidak selalu dapat diukur. dan penarikan kesimpulan. HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN Ilmu pengetahuan atau sains (science) merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. dianalisis dengan menggunakan metode tertentu baik secara kualitatif maupun kuantitatif. 4. Inti perbedaan metode ilmiah dan non-ilmiah adalah: Metode Ilmiah y y Metode Non-Ilmiah y y y y y Perumusan masalahn jelas dan spesifik Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris. Ini merupakan ciri seorang ilmuan atau sarjana. yang merupakan abstraksi atay deskripsi keterkaitan antar fakta.

adapun yang berfungsi sebagai term tengah. Ia harus dapat memecahkan masalah dengan menggunakan metode ilmiah dengan langkah-langkah operasionalnya. penalaran induktif. sedang premis yang berkenaan dengan ketentuan khusus. karena telah mengalami sendiri sebelumnya. Dalam masalah mendidik anak. Penalaran ini dapat berubah penalaran deduktif. misalnya seseorang anak yang terampil membuat layang-layang karena sudah berkali-kali melakukannya. Disamping pengalaman sendiri. malahan saling tumpang tindih seperti terlihat kalau kita berusaha memecahkan masalah yang kompleks. Pengalaman orang dewasa yang diikutinya disebut model. Akan tetapi tidak semua pertanyaan/permasalahan itu perlu diteliti. Kalau informasi yang diperoleh tidak memenuhi harapannya. penalaran. Sejarah penalaran mengalami perubahan drastis pada tahun 1600an ketika Prancis Bacon mulai meletakkan penekanan yang lebih besar pada landasan empirik ilmu pengetahuan. Beberapa cara tersebut adalah pengalaman. Dari serangkaian pertanyaan inilah dapat melahirkan suatu topik. adalah manusia. Mula-mula ia mengidentifikasi masalah dengan mata pikiran yang jernih berdasarkan cipta rasa yang dimilikinya lalu merumuskan masalah secara rinci. Penalaran deduktif dilandasi oleh silogisme (Aristoteles). Premis yang berisi ketentuan umum disebut premis mayor. . Ketiga cara tersebut tidak lepas satu sama lain. jelas dan tersurat Seorang peneliti memulai kegiatan ilmiahnya diawali dengan serangkaian pertanyaan yang menggugah hati sipeneliti/penulis yang mendorong timbulnya berbagai permasalahan. Dalam menghadapi kesulitan. term predikatdan term tengah. yaitu sejumlah pengetahuhan dan kerampilan yang diperoleh sebagai akibat berhubungan dengan fakta-fakta dan kejadian-kejadian dalam lingkungannya. seorang ibu mungkin bertanya pada seorang guru atau ahli psikologi. Suatu argumen itu dikatakan absah apabila terdapat kaitan yang pasti antara premis-premisnya dan konklusinya. Karena itu perlu ditentukan lebih dulu masalah mana yang harus diteliti berdasarkan skala prioritas. Begitu juga orang dewasa dapat mengantisipasi kerumitan mengurus STNK mobil. Salah satu diantaranya. seorang karyawan akan bertanya kepada teman kerjanya. Hanya masalah yang penting sajalah yang harus dicari pemecahannya. Usaha Manusia Mencari Kebenaran Dalam usahanya untuk memahami lingkungannya manusia menggunakan berbagai cara. disebut premis minor. seorang anak mungkin bertanya kepada orang tuanya atau temannya yang dinilai mengetahuinya. Untuk lebih jelasnya dikemukakan contoh klasik sbb. ³Semua manusia akan mati´ (premis mayor) ³Socrates manusia´ (premis minor) ³Socrates akan mati´ (kesimpulan) Yang berfungsi sebagai subjek adalah Socrates. sebagai predikat. Kedua premis itu disebut pula sebagai antecedent sedang kesimpulannya disebut konsekuen. yang biasanya selalu siap digunakan. Argumen dalam silogisme itu ada yang berfungsi sebagai subjek. pengalaman orang lain terutama pengalaman orang tua dapat juga dipergunakan sebagai sumber informasi. Pengalaman adalah sejumlah informasi yang telah diketahui yang mungkin dapat digunakan dalam memecahkan masalah.sedang yang berfungsi sebagai prediakat adalah mati. baik oleh anak-anak maupun oleh orang dewasa adalah pengalaman pribadi. Masing-masing bagian itu disebut term sehingga ada term subjek. Seorang peneliti boleh dikatakan juga sebagai pemecah masalah. Menjadi peneliti ilmiah berarti menerima sikap ilmiah atau berfikir probabilistik. Sebuah silogisme terdiri atas sebuah premis dan sebuah konklusi. judul ataupun rumusan masalah yang menuntut terwujudnya suatu karya ilmiah. sebab term manusia inilah yang menghubungkan atau sebagai penengah antara term socrates dan term mati. dan sebagai penengah. Oleh karena itu penelitian dapat juga dikatakan sebagai penerapan teori pada praktek kehidupan nyata. Karena banyaknya kecaman terhadap model penalaran deduktif dengan alasan bahwa premis mayornya kerap kali merupakan pengertian-pengertian yang dikarang sebelumnya yang mau-tidak mau akan mengakibatkan kesimpulannya menjadi berpihak.Kalau perlu dimintanya bukti-bukti dan dibandingkan dengan teori yang ada. dan penelitian. ia akan berpaling pada orang lain yang dianggapnya lebih ahli atau mempunyai otoritas. dan gabungan antara penalaran deduktif dan induktif.

jadi dengan mempertahankan objektifitas yang sempurna maka hubungan-hubungan yang hakiki pada kasus umum akan dapat dilihat oleh pengamat. Instrument Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Pelaksanaan Penelitian 1. Riset juga merupakan suatu aktivitas penyelidikan dan pengujian secara teliti dan kritis dalam mencari kebenaran ilmiah. Baik metode deduktif maupun metode induktif memiliki kelemahan-kelemahan. Riset juga dapat didefinisikan sebagai suatu usaha yang terorganisir dan sistematis untuk menyelidiki masalah spesifik yang memerlukan solusi. Penelitian yang bersifat sistematis dan terkontrol. Kerangka Teori Metodologi Penelitian Penentuan Desain Teknik Penarikan Sampel Teknik Pengemb. 3. Akan tetapi. empirik dan kritis mengenai proporsi-proporsi hipotesis mengenai hubungan yang diperkirakan ada antara gejala-gejala alamiah. Riset (research) berarti memeriksa atau mencari kembali agar dapat ditemukan kebenaran. berdasarkan cara kerjanya pada metode induktif dan deduktif 2. Teknik Analisis Data Penyusunan Laporan .Anjuran penggunaan hipotesis 2Perkembangan logis hipotesis ini 3. Penelitian yang bersifat empirik artinya dalam usaha menguji kesahihan penelitian berpaling pada pengalaman. rangkaian kegiatan penelitian yang dimulai dari perumusan masalah hingga penyusunan laporan dapat digambarkan dalam bagan di bawah : Lingkup Penelitian Topik Penelitian Perumusan Masalah Perumusan Tujuan/Hipotesis Studi Pustaka/Pengemb. Sumbangan Bacon yang terpenting kepada ilmu pengetahuan dari cengkraman metode deduktif yang mematikan dan membuat kemajuan ilmu pengetahuan menjadi mandeg. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan perpaduan antara pengalaman dan penalaran yang harus dianggap sebagai pendekatan yang paling berhasil dalam menemukan kebenaran khususnya dalam ilmu alamiah. penyelidikan terhadap sejumlah kasus individu akan mengarah kepada suatu hipotesis yang pada akhirnya akan menjadi suatu generalisasi. Landasan berfikirnya sebagai berikut: Bilamana seseorang mengumpulkan sejumlah data tanpa suatu fikiran yang diarahkan sebelumnya mengenai arti serta arahnya. artinya metode ilmiah bukan saja telah membangun mekanisme untuk melindungi peneliti dari kemungkinan membuat kesalahan sejauh yang bisa dilakukan manusia. penelitian memeiliki 3 ciri pokok: 1. Cara ketiga yang dipergunakan manusia untuk menemukan kebenaran adalah melalui penelitian. prosedur dan hasil-hasilnya selalu terbukti untuk diperiksa oleh orang lain. Dengan cara berfikir ini. Secara keseluruhan. Penelitian yang mengoreksi diri sendiri. Yang dimaksud dengna penelitian adalah suatu penyelidikan secara sistematik terkontrol. Pendekatan induktif Bacon segera diikuti pendekatan induktif deduktif yagn menggabungkan metode deduktif dengan metode induktif.Penjelasan dan interpretasi penemuan-penemuan ilmiah dan sintesisnya kedalam suatu kerangka konseptual. Berbeda dengan cara-cara pemecahan masalah kehidupan yang telah dikemukakan sebelumya.maka ia mengusulkan sebagai penggantinya cara penalaran induktif. Riset adalah penyelidikan ilmiah yang bertujuan menyediakan informasi untuk memecahkan suatu masalah. Sumbangannya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan adalah luar biasa yang dapat digolongkan ke dalam 3 kategori: 1.

Tahap V Mengumpulkan data sesungguhnya di lapangan. sehingga jelas apa arti dan maknanya. Tahap III Membuat design riset yang berisi prosedur riset. teknik analisis. Hasil pengolahan data akan diinterpretasikan. untuk mengetahui apakah sudah dimengerti. konsep dan pengumpulan literatur/buku-buku penunjang.MANAGEMENT PROBLEM problem recognition problem definition problem formulation EXPLORATION theory concepts literature research review survey RESEARCH DESIGN procedure method techniques sampling plan hypothesis PILOT TESTING DATA COLLECTION ANALYSIS AND INTERPRETATION REPORT Tahap I Proses riset dimulai dari adanya permasalahan. pengkajian hasil penelitian sebelumnya (research review). kuesioner disebarkan kebeberapa responden. Tahap VI Data yang sudah terkumpul akan ditabulasi dan dianalisis dengan alat-alat statistik yang sesuai. Tahap II Mengadakan survey awal. perencanaan sampel dan menentukan hipotesis. melengkapi dengan dasar teori. baik deskriptif maupun inferensial. Tahap IV Mengadakan uji coba penelitian (pilot testing). Apakah alat ukur sudah tepat. dipublikasikan atau disebarkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pengakuan adanya masalah (problem recognition). metode penelitian. Semua alat di uji cobakan kelapangan. dilanjutkan dengan definisi masalah (problem definition) dan perumusan masalah (problem formulation). apakah kuesioner sudah valid dan reliabel. yang nantinya akan diseminarkan. yaitu adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataaan (Das sein dan Das sollen). Melakukan wawancara yang mendalam dan mengoleksi data-data lain yang diperlukan. Tahap VII Membuat laporan penelitian. atau memang perlu perbaikan dan lain-lain. Penyebaran kuesioner yang sudah pasti kepada responden. . pembanding dan penjajagan ke lapangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful