P. 1
jejak_satrio_piningit.txt

jejak_satrio_piningit.txt

|Views: 241|Likes:
Published by Ricky Tambun

More info:

Published by: Ricky Tambun on Feb 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2011

pdf

text

original

JEJAK SATRIO PANINGIT mjbookmaker by: http://jowo.jw.

lt 01€Pengantar Diterbitkannya buku ini adalah sebagai persembahan penulis kepada seluruh anak b angsa di bumi Nusantara ini, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral s piritual atas penulisan Surat Terbuka Kepada SBY (lihat lampiran) oleh penulis yan g telah dilayangkan pada tanggal 14 September 2006. Surat tersebut sebenarnya se cara eksklusif hanya dikirimkan kepada Presiden RI, Mensekkab, Menko Kesra, Ment eri ESDM, Mendagri, Mensos, dan juga MUI (Majelis Ulama Indonesia) melalui email dan faksimili. Namun di luar sepengetahuan penulis, ternyata surat tersebut tel ah beredar luas di beberapa blog di internet. Hal ini baru penulis ketahui setel ah banyak tanggapan dari masyarakat luas yang masuk melalui email dan sms. Sebua h kenyataan yang tidak dapat dihindarkan. Memang pada akhirnya surat tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak yang ber kompeten. Tetapi dari tanggapan dan masukan positif dari masyarakat pembaca sura t tersebut menciptakan wacana tersendiri. Hingga penulis dibantu oleh saudara Nu rahmad menayangkan sebuah blog di internet pada tanggal 10 Juni 2007 guna memapa rkan dan menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi penulisan surat tersebut. Blo g itu dapat pembaca temukan di alamat web : http://nurahmad.wordpress.com, denga n titel : JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA . Materi tulisan yang dipaparkan adal ah merupakan kajian dalam persepsi spiritual dari karya warisan leluhur nusantar a, yaitu : Bait-bait Syair Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kalatidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmo Gandhul, dan Ug a Wangsit Siliwangi. Latar belakang penerbitan buku ini dimaksudkan pula guna lebih melengkapi dan me mperjelas materi tulisan yang telah dipaparkan di dalam blog. Esensi tulisan yan g ada di dalam blog maupun buku ini adalah merupakan hasil perjalanan spiritual pe nulis sejak bulan Oktober 2004. Sebelumnya, dengan segala kerendahan hati secara pribadi penulis memohon maaf sebesar-besarnya kepada para Syeh Toriqoh dan para Winasis/Waskita Kasepuhan di seluruh nusantara ini atas kelancangan dan keberan ian penulis menuangkan tulisan-tulisan di dalam buku ini. Sebagai pejalan penulis sadar sepenuhnya akan adab-adab yang berlaku sebagai seorang pejalan . Namun nampak nya tanda yang muncul sangat jelas : Saatnya Sudah Tiba . Untuk itu pula buku ini d iterbitkan dalam rangka diselenggarakannya Sarasehan Spiritual Jalan Setapak Menu ju Nusantara Jaya di Semarang pada tanggal 20 Desember 2007 dengan mencanangkan t opik : REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL NUSANTARA . Insya Allah, saatnya tabir misteri nusa ntara terkuak. Dalam mengungkapkan tulisan-tulisan dalam buku ini penulis berusaha memaparkan d engan gaya bahasa populer dan sesederhana mungkin agar mudah dipahami bagi semua pembaca dari segenap lapisan. Mengingat penyampaian bahasa hakekat fenomena spi ritual bagi konsumsi akal pikiran masyarakat umum adalah sesuatu yang sangat sul it dan rumit. Karena bagi orang awam terkesan segala sesuatunya dihubung-hubungk an (gothak-gathuk mathuk). Secara hakekat, dalam kehidupan ini tidak ada kebetul an. Kebetulan sejatinya merupakan ketetapan yang telah ditetapkan-Nya sesuai Kar sa (kehendak) Allah SWT. Kecuali bagi pembaca yang sedikit banyak telah mengenal kawruh (ajaran laku utama di dalam tirakat ataupun tarekat/toriqoh). Maka memba ca buku ini dibutuhkan kedewasaan dalam perenungannya dan kesadaran spiritual ta npa terjebak ke dalam fanatisme beragama. Secara jujur penulis katakan, bahwa se mula penulis pun awam terhadap sejarah nusantara. Namun di dalam perjalanan ini di hadapkan pada fenomena-fenomena spiritual yang membawa penulis ke dalam pusaran s ejarah yang banyak membawa hakekat sebagai bekal untuk berjalan pada saat ini di ja man ini dan masa depan. Tidak semuanya dapat penulis ungkapkan dalam buku ini, tetapi hanya berkenaan de ngan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bangsa ini saja. Utamanya berkait an dengan situasi carut marut negeri ini di tengah penyakit moral akut yang menj angkiti sebagian besar anak bangsa nusantara dewasa ini. Tidak pula dalam buku i ni penulis bermaksud membahas sejarah sesuai metodologi ilmiah sebagai disiplin dalam keilmuan sejarah. Namun penulis berupaya menyatakan kenyataan yang tersemb

unyi sesuai dengan fenomena spiritual yang muncul berkaitan dengan kejadian-keja dian atau situasi kondisi berkenaan di dalam sejarah dan masa kini. Sehingga kit a semua mampu meraba situasi dan kondisi di masa yang akan datang guna tetap maw as diri, eling dan waspada. Benar tidaknya semua kita kembalikan kepada Allah Az za wa Jalla yang memiliki kerajaan bumi dan langit, yang Maha Menguasai dan Maha Mengetahui. Tulisan di dalam buku ini merupakan hasil pengalaman penulis melakukan perjalana n spiritual yang dilakukan sejak bulan Ramadhan (Oktober) tahun 2004. Diawali pa da saat itu selepas shalat maghrib penulis mendapat warid (bisikan hati atau dor ongan bathin) untuk meninggalkan segala urusan duniawi dan menjumpai seseorang di suatu tempat. Seseorang itu adalah orang biasa dan fakir (bukan kyai/ulama ataup un paranormal) yang tinggal di suatu perkampungan, dan sepengetahuan penulis bel iau telah mukasyafah (terbuka mata bathinnya). Singkat cerita beliau kemudian me njadi guru spiritual penulis yang pada akhirnya membimbing penulis dalam ber-tas awuf dengan pijakan melalui Toriqoh Qodiriyah (Syeh Abdul Qadir al Jillani) seja k Desember 2004 hingga saat ini. Banyak sudah fenomena kegaiban yang dialami ole h penulis. Namun bagi penulis kegaiban demi kegaiban yang terlintas semata-mata untuk menambah keimanan atau keyakinan kepada Allah SWT, sehingga dapat lebih is tiqomah dalam beribadah, mawas diri, eling dan waspada dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tipu daya ini. Fenomena kegaiban yang berkaitan dengan tulisan yang dipaparkan dalam buku ini b ermula ketika dalam bulan Desember 2004 (saat terjadi Tsunami Aceh) penulis mene rima warid atau input spiritual berupa nama seseorang di alam kegaiban, yaitu: D ang Hyang Nirartha / Mpu Dwijendra / Pedanda Sakti Wawu Rawuh, yang merintis beb erapa pura di pulau Bali seperti Pura Purancak, Rambut Siwi, Petitenget, Pulaki, dan lain-lain. Sebagai muslim, penulis sangatlah asing dengan nama dan sejatiny a beliau. Penulis baru memahami siapa dan bagaimana tentang beliau setelah menda patkan nama beliau yang terdapat di dalam beberapa referensi (Babad Tanah Bali d an Babad Manik Angkeran) yang didapat dari internet. Selanjutnya berbagai input spiritual muncul yang mendorong penulis untuk mengunjungi berbagai tempat, seper ti : dari Surabaya hingga Cirebon (Wali Songo), Makasar (Syeh Yusuf), Bone (Aru Palaka), Aceh (Syeh Malikussaleh), Bogor (Ki Ranggading), Surakarta (Pakubuwono X dan Mangkunegoro I), Trowulan Mojokerto (R. Wijaya dan Putri Campa), Blitar (S oekarno), dan berbagai tempat lainnya. Baru pada bulan Mei 2006 penulis menerima input spiritual untuk pergi ke pulau B ali tepatnya di Pura Uluwatu (tempat moksha Dang Hyang Nirartha). Akhirnya malam itu tanggal 13 Mei 2006 sesuai dengan input spiritual yang diterima, penulis te lah berada di tempat itu bertepatan dengan Hari Waisyak bagi umat Budha, dan Har i Kuningan bagi umat Hindu. Malam purnama itu juga ditandai dengan meletusnya Gu nung Merapi yang mengeluarkan laharnya ke arah barat daya, dan untuk pertama kal inya ditetapkan statusnya dari Siaga menjadi Awas Merapi. Hasil memenuhi input spiritual tersebut kemudian muncul banyak bimbingan dari kega iban yang mendorong penulis untuk menelusuri karya-karya leluhur nusantara seper ti yang dipaparkan dalam buku ini. Karya-karya leluhur seperti : bait-bait syair Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kala tidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmogandhul, dan Uga Wangsit Siliwangi, semuan ya baru penulis kenal dan ketahui pada kurun waktu itu selama dalam hidup penuli s. Akhirnya pada kurun waktu bulan Agustus hingga Desember 2006, penulis merasa mendapat jawaban yang lengkap tentang Misteri Nusantara dalam konteks yang tersi rat di dalam karya-karya leluhur kita. Suatu fenomena spiritual yang luar biasa dalam perjalanan spiritual penulis. Sun gguh Maha Besar Allah dengan segala Kekuasaan-Nya dan Maha Benar Allah dengan se gala Firman-Nya. Ternyata hakekat apa yang tersirat di dalam karya-karya leluhur nusantara itu menunjukkan situasi kondisi sosial dan kepemimpinan nusantara di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Apa yang tersirat dari fenomena spiritual yang muncul sangat berkaitan erat dengan kejadian carut marut nusantar a saat ini. Dan semua itu merupakan sinyal pesan dari alam kegaiban yang seakan ingin disampaikan kepada seluruh anak cucu negeri ini bahwa : Saatnya sudah dekat , Nusantara akan memasuki jaman baru berikutnya (Kalasuba/Kejayaan) setelah mela lui lubang jarum Kalabendu yang amat sulit dan pelik. Banyak kejadian di luar ak

al pikiran manusia sebagai tanda bahwa sosok yang dinanti dan masih tersembunyi telah hadir di tengah-tengah kita saat ini. Buku ini berisikan kumpulan tulisan sdr. Nurahmad dan penulis dilengkapi dengan karya-karya warisan leluhur nusantara seperti yang telah dipaparkan di dalam blo g Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya di internet. Secara khusus dalam buku ini pe nulis memberikan kesimpulan yang lebih jelas tentang segala sesuatunya yang terp apar berdasarkan input-input sipiritual yang diterima langsung oleh penulis. Sem oga buku ini bermanfaat bagi seluruh anak cucu leluhur nusantara sebagai wacana dan bahan perenungan dalam menghadapi segala situasi yang sedang terjadi di nege ri kita tercinta dewasa ini. Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang istiqomah , eling dan waspada dalam menggapai ridho-Nya. Salam Merah Putih Semarang, 20 Desember 2007 Tri Budi Marhaen Darmawan 081325388808 02 Menyibak Tabir Misteri€Nusantara Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat nusantara sebagai ungkapan ra sa keprihatinan atas carut marut yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Berawa l dari komunikasi intensif saya dengan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan (penulis Surat Terbuka kepada SBY) telah membawa saya kepada pencerahan cakrawala pemaham an tentang apa dan bagaimana kejadian yang tengah berlangsung dan prediksi yang akan terjadi di negeri ini. Bahkan tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa ini merupakan suatu upaya membedah warisan leluhur yang sarat dengan perlambang seh ingga sedikit demi sedikit terkuak tabir misteri jagad nusantara ini. Sangat lua r biasa. Hal ini sepatutnya bisa dipahami oleh seluruh anak cucu leluhur bangsa ini sebagai pewaris sah tataran tanah surgawi yang bernama Nusantara. Hasil kajian spiritual bapak Budi Marhaen berusaha saya pahami dengan rasa naluri yang mendalam dengan tanpa mengabaikan logika berpikir sehat. Memang banyak hal sulit ditelusuri melalui referensi buku-buku sejarah atau dengan bukti-bukti emp iris yang ada, namun dengan semangat menguak tabir misteri untuk lebih memahami fenomena yang terjadi saat ini, maka segala sesuatunya yang dapat saya cerna ber usaha saya ungkapkan secara sederhana apa adanya di dalam blog/buku ini. Ibarat mencari mata rantai yang hilang (missing link), nampaknya misteri yang ditinggal kan pasca keruntuhan Majapahit (500 tahun yang lalu) mulai terlihat secara samar -samar. Sayapun mulai memahami apa makna yang tersirat dari saran bapak Budi Mar haen kepada SBY di dalam Surat Terbukanya kepada SBY : Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid / syeh-syeh yang telah m encapai maqom ma rifat Mukasyafah , Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Sol o & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri rama lan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Ins ya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemuka n jawabannya. Walaupun Surat Terbuka tersebut tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan presiden SBY, namun saya memiliki keyakinan bahwa beliau bapak Budi Marhaen menge tahui sangat banyak tentang fenomena yang sedang terjadi di jagad nusantara ini. Tanpa berniat mengundang perdebatan, semoga ungkapan saya dapat menjadi bahan pe renungan kita bersama guna menyongsong fajar kejayaan Nusantara yang kita cintai . Memahami Makna Karya Warisan Leluhur Nusantara Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Budi Marhaen atas pemberi an referensi-referensinya berupa naskah : Bait-bait syair terakhir Ramalan Joyob oyo, Serat Musarar Joyoboyo, Uga Wangsit Siliwangi, Serat Darmagandhul, dan Rama lan Ronggowarsito. Setelah saya membaca dan berusaha memahami dengan segala pere nungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau para leluh ur kita. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda masa/periode yang jauh bers elang, namun ternyata di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain

tapi kalakay jeung tutunggul. lain méong lain banténg. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. ngan mapayna kudu maké amparan. Sabagian disumputkeun. · Semenjak hari ini. Apabila aku datang takkan terlihat. Masing-masing orang bisa saja menafsirkan h al tersebut dengan penafsiran yang berbeda-beda. Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan oleh sosok Budak Angon ini sbb: Aya nu wani ngoréhan terus terus. Mun ngaing datang moal kadeuleu. Inyana jongj on ngorehan. ha nya menelusurinya harus memakai dasar. Tidak ada yang melarang. sarua jeung waktuna nyukma. apabi la aku berbicara takkan terdengar. mun ngaing nyarita moal kadéngé. nu hadé laku lam pahna. P eristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. hilang negar anya.di dalam karya leluhur yang berbeda. mencari sa mbil melawan. Nya bisa. tapi ngan nu ha dé laku-lampahna. · Semua keturunan kalian akan aku kunjungi. Inilah tabir misteri. tap i hanya mereka yang bagus perangainya. teu ngarupa teu nyawara. tidak mengindahkan larangan. Dan sesuai sabda Prabu Sil iwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai o rang yang baik perangainya. ngalawan sabari seuri. tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak. Mun ngaing datang. Sabab buk ti anu kari. Tapi ngan ka nu rancagé haténa. imahna di birit leuwi. Ari ngangonna? La in kebo lain embé. tapi méré céré ku wawangi. Dan fenomena ini membuktikan bahwa hanya dengan mengandalkan akal p enalaran saja akan mengantarkan kita kepada jalan buntu. baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakter pemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan pan jang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang). ka nu weruh di semu anu saéstu . mantuan anu sarusah. tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mamp u membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai Budak Angon (Anak Gembala). leungit nagar ana. bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba. anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna. Uga Wangsit Siliwangi Membaca naskah Uga Wangsit Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tingg i bila telah memahaminya. Ketika aku datang. karimbunan ku hanjuang. kahieuman ku handeuleum. Rumahnya di belakang . Aku akan datang lagi. Nyaéta budak angon. anggeus nyorang: undu r jaman datang jaman. mudu ngalaman loba lalakon. saban jaman mawa lalakon. mereka yang mengerti dan satu tujuan. sabab acan wayah ngalalakonkeun. Lilana saban jaman. Tapi. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba. ngoréhan bari ngalawan . pantona batu s atangtungeun. Pajajaran hilang dari alam nyata. Mudu arédan heula. selain nama untuk mereka yang ber usaha menelusuri. supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Leungit dayeuhna. membantu yang susah. Tapi. nulungan nu barutuh. · Ada yang berani menelusuri terus menerus. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok p intar dan sombong. Akhirnya menyerah pada keputusasaan dengan menganggap bahwa ini semua merupakan sekedar ramalan yang ti dak berguna dan out of date (usang). Hilang kotanya. Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini : Ti mimiti poé ieu. melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Pajajaran moal ninggalkeun tapak. Engke mun geus wayah jeung mangsana. Méma ng ngaing bakal datang. Pajajaran leungit ti alam hirup. yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. ngan di waktu anu perelu. Dalam buk u ini referensi-referensi tersebut dapat dibaca secara lengkap pada bagian lampi ran. Bebasbebas saja. laju nitis dipinda sukma. ngusumah jeung nitis. Dan bahkan berlebihan kalau bicara. Memang aku akan datang tapi hanya untuk merek a yang baik hatinya. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur. Saya merasakan bahwa tanpa intervensi kemam puan spiritual yang tinggi akan sangat sulit memahami keterkaitan perlambang-per lambang ini. ngumpulkeun anu kapanggih. supay a anu laleungit kapanggih deui. Bisa saja. menolong yang perlu. teu ngahiding ka panglarang. Kebenaran sejati adanya di dalam nurani yang suci dan bersih. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing. Nga ing bakal datang deui.

semuanya diserbu oleh penyakit. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarah negeri ini adalah berputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perja lanan sejarah). baik itu Portugis maupun Belanda. sebuah negara akan pecah. yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. kerbau bule kabur. pusat kota kosong. bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Dia terus mencari. Dimana hal-hal semacam itu karena kemajua n jaman oleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/kuno tidak bergu na dan bermanfaat. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya. tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. · Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita. sawah béak ku monyét. Negara pecahan diserbu mon yet! keturunan kita enak tertawa. sampalan kebo barulé. turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan mu rah serta banyak pilihan. Tah di dinya. Nah di situlah. sebab ternyata. raja-raja dibelenggu. Apa yan g dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba. sabab kaburu: warung béak ku monyét. Hanteu arengeuh. Ti harita. dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerint ah bersembunyi. tapi lilirn a cara nu kara hudang tina ngimpi. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubun tut. akan berkuasa hanya untuk sementara waktu : tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. pekerjaan dikuasai monyet. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. selesai jam an yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru. Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berda tangan ke negeri ini. Ti nu laleungit. sawah habis oleh penyakit. Sagala-gala diranjah ku monyét. Kerbau bule memegang kendali. laju turunan urang aya nu lilir. turunan ura ng narik waluku. Sejarah banyak yang hilang dan di putarbalikkan. tapi tertawa yang terpotong.sungai. bukan pula harimau ataupun banteng. ngan narikna henteu karasa. kebun habis oleh penyakit. tambah loba nu manggihna. Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok Budak Angon adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. tapi seuri teu anggeus. ti dinya . tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Dalam ha l ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. Kebo bulé nyekel bubuntut. yén jaman geus ganti deui lalakon. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya. Loba nu paraeh kalaparan. laju sampala n nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri. tapi sadar seperti terbangun dari mimpi.Semenjak itu. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan. setiap jama n membuat sejarah. Ti dinya. yang mengerja . perempuan hamil oleh penyakit. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. kebo bulé kalalabur. pecah oleh kerbau bule. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu e ngeuh. sabab murah jaman seubeuh hakan. waluku ditumpakan kunyuk. banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak t ahu. pintunya setinggi batu. Seperti yang tertulis berikut ini : Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang. mengumpul kan semua yang dia temui. r aja-raja dibelenggu. akan tetapi terus berjalan mencari hakekat jawaban dan mengumpulkan ap a yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat. sabari nyanyahoanan maresék caturangga . Suatu saat nan ti keturunan kita akan ada yang sadar. sanagara bakal jadi sampalan. yang d igembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. tapi jalan nu pasingsal! Nu tutunjuk nyumput jauh. sawah béak ku monyét. leuit béak ku monyét. Semua ala t digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Semenjak itu. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan den gan sejarah kejadian (asal-usul/sebab-musabab) termasuk karya-karya warisan lelu hur seperti halnya yang kita baca ini. nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian. cawéné rareuneuh ku monyét. tempat padi habis oleh peny akit. Ta pi loba nu pahili. kebon béak ku m . Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang dat angnya Kerbau Bule dan juga Monyet-monyet yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerba u Bule pergi. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi. alun-alun jadi suwung. Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. p asar habis oleh penyakit. Pintu di hancurkan oleh mereka para pemimpin.

burung menetaskan telur . Kemudian akhirnya masuk pada masa Perang Dunia II dengan datangnya pasukan Jepan g yang dilambangkan dengan gemuruh yang datang dari ujung laut utara. Sudah past . Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang p emimpin negeri ini dengan gambaran sbb : Laju ngadeg deui raja. memerintah sambil menyembah berhala. Mani sa héng buana urang. dijieun batur. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan. ngamukna teu jeung aturan. Tapi. yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. Tetapi.. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Sehingga yang terjadi digamb arkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. Kondisi ini melamb angkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat. A yahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Memerintah tidak den gan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepen tingan pribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. panarat pabeulit dina cacadan. n u tanina ngan wungkul jangji. Kepulauan ini semakin kacau. nga mukna teu ngilik bulu. ngan pinterna kabalinger. Nu barodas dibuburak. Mer eka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi. bu ah paré loba nu teu asup kana aseupan. seperti yang dikatakan sbb : Mingkin hareup mingkin hareup. Dimana mas a penjajahan Jepang menandai berakhirnya penindasan di negeri ini. da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. jelas-jelas musuh dijadikan teman. Karena jelas ketur unan raja. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Yang Putih dihancurkan . Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. saling menindas antar sesama.) Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau. nu ngaramuk tambah rosa. nu nyapihna urang sabrang. mengamuk tanpa pandang bulu. sabab nu ngaramuk. barudak satepak jaradi bapa. loba nu paraéh teu boga dosa. Sanusa dijieun jagal. Presiden RI pe rtama. · Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh. sebab banyak yang mengamuk. memerintah sambil menyembah berhala. nu ngebonna tukang barohong. asalna jalma biasa. hanya karena dirusak sarangnya. henteu beda tina tawon. Menjadikan orang-orang pintar h anya bisa omong alias pinter keblinger. aturan hanya menjadi bahan omongan. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh. Lalu keturunan kita mengamuk: mengam uk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa. Da bonganan. raja anyar hésé apes ku rogahala! · Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Ya ng mengamuk tambah berkuasa. galudra megarkeun e ndog. yang bingung semakin bingung. Terutama peri stiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika. yang menghentikan adalah orang seber ang. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. nu palinter loba teuing. namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan. puguh batur disebut musuh. nu harideung disieuh-sieuh. Banyak yang mati kelaparan.kannya masih bangsa sendiri. loba buta nu baruta. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. kaburu aya nu nyapih. penguasa baru susah dianiaya! Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno. Lalu anak-anak muda salah pergaulan. Laju hawar-hawar. ada yang menghentikan. Tapi mémang titisan raja. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. Beliau termasuk anak ci ritan dalam lingkaran kraton Solo. sebagai perlamba ng dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yan g menghentikan yaitu orang seberang. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. naritah deui nyembah berhala. Penyakit bermunculan di sana sini. da puguh titisan raja. ayahanda Soekarno sejatinya adalah Kanjeng Susuhunan Pakubuwon o X. Puguh musuh. Namun dari penelusuran secara spiritual. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang. Titisan raja b aheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. Laju ngamuk turunan urang. (Silakan dibuktikan. kembang kapas hapa buahna. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Pangpring sabul uh-buluh gading. yang Hitam diusir. · Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. nu bin gung tambah baringung. Tapi memang keturunan r aja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. ti dak beda dengan tawon. dipaléngpéng keuna sayang na. Laju bubuntut salah nu ngatur.

bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Yang tidak ta hu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. malah budak n u janggotan. bunga kapas kosong buahnya. ngaleuwihan kebo bulé. . mereka tidak sadar jaman ma nusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Karena pintar keblinger. Membangunkan semua yang salah arah. ngageuingkeun nu keur sasar.i: bunga teratai hampa sebagian. nu boga hak marénta bagianana. tapi. dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut ? Marebutkeun warisan. Yang sudah punya ingin lebih. Lalu mereka mengacakngacak tanah orang lain. Digambarkan bahwa di te ngah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi naf su angkara. Sabab sari euneun kanyahoan. Sebab takut ketahuan. Boro-boro dék ngawaro. Arinyana teu nyaraho. Namun tidak dianggap. yang bermula d i satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. jaman manusa dikawasaan ku sato! · Pada saat itu datang pemuda berjanggut. hayang meunang sorangan. yang berhak meminta bagiannya. saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. semua diber angus janji-janji belaka. wadal pamolahna sorangan. terlalu banyak orang pintar. padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun. Laju arinyana ngawut-nga wut dapur batur. semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule. mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang aja ran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). mengingatkan pada ya ng lupa. ti dapur laju salembur. ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut. mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tan ah. Buta bakal jaradi wadal . hanteu pati lila. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapind o yang kian hari makin kian sengsara. Ngan n u aréling caricing. tumbal untuk perbuatannya sendiri. Alih-alih d ianggap. Lalu dalam situasi dan kondisi tersebut yang tidak berbeda dengan saat ini kemud ian muncul sosok orang yang dikatakan dalam naskah Wangsit Siliwangi sbb : Ti dinya datang budak janggotan. Nu hawek hayang loba. Bencana datang bertubi-tubi. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong. Iraha mangsana? Engké. Hanya yang sadar pada diam. tapi pintar keblinger. ngélingan nu keur paroho. majarkeun néangan musuh. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai d engan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. maka memang saat ini seluruh rakyat seda ng berharap-harap menunggu datangnya mu jizat di tengah-tengah carut marut yang se dang berlangsung di negeri ini. tapi tidak dianggap. mingkin hareup mingkin bedegong. Huru-hara ter jadi di mana-mana. dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. Me reka tidak sadar. Tapi kabarérang. Arinyana teu areungeuh. tapi karena sudah kelewatan menye ngsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu jizat datang untuk mereka. Sing waspada! Sabab engké arinyana. Kapan waktunya? N anti. bongan kacarida teuing nyangsara ka som ah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. Bu ta-buta nu baruta. langit angg eus semu beureum. Pengua sa itu akan menjadi tumbal. Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan : Jayana buta-buta. asap mengepul dari perapian. pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara. Tapi henteu diwararo! Da p interna kabalinger. · Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. Kalau ki ta perhatikan dengan cermat alinea ini. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepe ntingan pribadi. Penguasa yang buta. haseup ngebul tina pirunan. Arinyana mah ngalalajoan. Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut. Sosok Pemuda Berjanggut di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat p rinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). buah pare banyak ya ng tidak masuk kukusan. Pemuda Berjanggut datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eli ng. beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. langit sudah memerah. Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. maunya menang sendiri. ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan.

banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang k etidakpuasan di berbagai tempat. ratu adil yang sejati. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan. Gunung-gunung telah mulai aktif. nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung. Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran uta ma yang dikatakan dengan istilah Budak Angon (Anak Gembala) dan Budak Janggotan (Pem uda Berjanggut). orang sunda memaafkan. lalu mereka mencar i Budak Angon. Seda ngkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. Daréngékeun! Jaman bakal gan ti deui. siapakah Budak Angon itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak an gon adalah orang sunda atau berdarah sunda. Lebih lanjut dikatakan : Nu kasampak ngan kari gagak. sebab berdiri ratu adil. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terja di di banyak negara. Tapi ingat. ketakutan kehilangan negara. Mari kita renungkan dan perh atikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. Orang sunda dipanggil-panggil. di te mpat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringi n Telu). berdiri angkuh di atas yang lemah. yang dikat kan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. j angan menoleh ke belakang! Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suar a tanpa arti. banyak terjadi bencana dengan unsur Air. Génjlong deui sajajagat. Semua mencari tumbal. keur ngelak dina tutunggul. Ribut seluruh bumi m erupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan ikl im dunia dan pemanasan global. Hadé deui sakabéhana na. Nusa jaya lagi. T api. carilah Anak Gembala. Baik lagi semuanya. Sekarang. Rib ut lagi seluruh bumi. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. tapi nanti. siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi. Ayeuna ma h. Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Dengarkan! jaman akan bergan ti lagi. Api. geus mariang pindah ngababakan. nu garel ut jadi kareueung. yang bertengkar ketakutan. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri. sejana dék marénta tumbal. setelah Gunung Gede meletus. disusul oleh tujuh gunung. ini semua adalah merupakan skenario langit. sabab ngadeg ratu adil. kabéh gé taya nu meunang bagian. Lalu. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. nu dihateup ku hand euleum ditihangan ku hanjuang. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bag i yang memahami. béakna ku nu nyarekel gadéan. geus narindak babarengan jeung budak anu janggo tan. tapi Budak Angon sudah tidak ada. ratu adi l nu sajati. Negara bersatu kembali. secara gambaran spiritual. yang r imbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Nusa Jaya. Naréanganana budak tumbal. laju kakara arengeuh. Ada saat dimana wong ci lik sebagai lambang si lemah yang tertindas mencari penuh harap sosok Budak Angon da n Budak Janggotan. Sab ab warisan sakabéh béak. Rakyat menjerit-jerit. Tempat itu digambarka n sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk p erahu besar. Para penguasa lalu meny usup. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Laju naréangan budak angon.Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculny a Budak Angon . sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Sanagara sahiji deui. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya. Sekarang ini banyak gunung di n usantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. Buta-buta laju nyarusup. penguasa mengumbar janji-janji kosong. sudah pergi bersama Budak Janggotan. . Urang Sunda disarambat. urang Sunda ngahampura. jaya deui. lamun Gunung Gedé anggeus bitu. Karena selalu saja pihak pengua sa membantu yang kuat. tapi engké. disusul ku tujuh gunung. Segeralah pergi. ulah ngalieuk ka tukang! · Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. parindah ka Lebak Cawéné! · Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan koso ng. Coba mari kita simak alinea berikut : Nu garelut laju rareureuh. Angin dan Tanah dima na-mana. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. budak angon enggeus euweuh.

Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI. Narendra pisah lan abdi. Wong cilik kaw elas asih. Lalu pada bait 21 tertulis : Nakoda melu wasesa. Sarjana (orang pandai) tidak berdaya. Nuli salin gajah meta. Jaman Kutila genti. Kara murka ratunipun. Sarjana sirep sadaya. Duk semana pametune wong ing ndesa. Situasi negara dalam bait ini digambarkan bahwa kekuatan asing memiliki pengaruh yang sangat besar. Seda ngkan perlambang Semarang Tembayat merupakan tempat dimana tempat seseorang mema hami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi. randha loro nututi pijer tetukar bermakna seorang pemimpin wanita yang s elalu diintai oleh dua saudara wanitanya seolah ingin menggantikan. Rajanya Kara Murka. Pemimpin jauh dari rakyat. Randha loro nututi pijer tetukar. Raja berpisah dengan rakyat. Dalam bait 20 dikatakan : Bojode ingkang negara. Katarajang marga agung. Kuwur t ataning negari. · Tan kober paes sarira. dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila). Samana n galih nagari. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Soeharto. · Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Lung gadung rara nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (ce rdas) namun memiliki kelemahan sering tergoda wanita. Pada bait 22 dikatakan : Tan kober paes sarira. randha loro nututi pijer tetu kar. Panji loro semune Pajang Mataram. Kondisi rakyat kecil makin sengsara saja. Mah omah bosah-basih. Rumah hancur berantakan diterjang jalan be sar. Perlambang Tan kober paes sarira. Samsujen Sang-a Yogi. Waktu itu pajaknya rakyat adalah. Perlambang ini menunjuk ke pada presiden pertama RI. Semana linambangan. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu. Kelem negaranira. Lajengipun sinung lambang. Semune te ngu lelaki. Ingat. Tekane Sang Kala Bendu.Serat Musarar Joyoboyo Di dalam uraian ini saya akan mengawali dengan menandai suatu masa atau periode dalam Sinom bait 18 yang berbunyi : Dene jejuluke nata. usia kemerdekaan NKRI di tahun 2007 saat ini adalah 62 tahun. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. yang satu dilambangkan dari t rah Pajang (Joko Tingkir). Semarang Tembayat merupakan te mpat yang masih misteri dimana di dalam Surat Terbuka kepada SBY bapak Budi Marh aen menggambarkan sbb : . Prabupati sowang-sowang. Kemudi an berganti jaman Kutila. Soekarno. Den e Maolana Ngali. Panji loro dyan sirna. · Negara rusak. Sasmitane lambang kang kocap punika. dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuw ono). Orang pandai berpendidikan tinggi dilambangkan tidak berdaya (pinter keblinger). Sewidak warsa nuli. Nuli Rara ngangsu sami. Rakyat kecil sengsara. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum. Ing Semarang Temb ayat. Di Semarang Tembayat itulah yang menge rti/memahami lambang tersebut. Perlambang Rara n gangsu. Sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Ini menunjuk kepada presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Dene Maolana Ngali. Perlambang i ni menunjuk kepada Megawati. Sinjang kemben tan tinolih. · Nakhoda ikut serta memerintah. Bait ini menggambarkan situasi negara yang kacau. Kaduk bandha sugih wani. Lambangnya Panji loro semune Pajan g Mataram. Punya keberanian dan kaya. Lung gadung rara nglingkasi. Perlambang Panji loro semune Pajang Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru. Karakter pemimpinnya saling jegal untuk sa ling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati. Poma den samya ngawruhi. presiden RI kelima yang selalu dibayangi oleh Rahma wati dan Sukmawati. Sinjang kemben tan tinolih bermakna pemimpin y ang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah.. Ana dhawuhing bebendu. Sedangkan Gajah meta semune tengu lelaki ber makna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti namun akhirnya terhina at au nista.

nakhoda ikut ke dalam persidangan. Sedangkan tempuran adalah pertemu an dua sungai di muara yang biasanya digunakan untuk tempat bertirakat kungkum bag i orang Jawa. Tekane kang Tunjung putih. semune Pudhak kasungsang. Kembali lagi. ngasta ma nggalaning ratu).. serta menjadikan Nusantara sebagai barometer dunia (istilah Bung Karno : Ne gara Mercusuar ). adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat. selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu. Ing Mekah ingkang satunggal. redalah kesengsaraan di bumi. akan ada dewa tampil. sebelah barat tempuran. · Raja utusan waliyullah. Kemudian pada bait 27 berbunyi : Dene besuk nuli ana. Semarang Tembayat dapat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat DaYA Tepi. bergelar Ratu Amisan. dimana tempatnya ? Kita telah membaca bait 22 di a tas. Lahir di bumi M ekah. apengawak manungsa. ngasta man ggalaning ratu. lokasi i tu dinamakan daerah Ringin Telu (Beringin Tiga). · Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. tanda datangnya p . Maksudnya ad alah di balik lahir (nyata). Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya. Kadhatone pan kekalih. Tanah Jawi kang sawiji. Insya Allah lokasinya adalah di daerah Ringin Telu itu. · selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu. Letaknya dekat de ngan gunung Perahu. Lahir di bumi Mekah merupakan perl ambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi. Prenahe iku kaki. Jagad kabeh ingkang mengku. Sakulone tempuran. Guna membantu memecahkan mist eri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut : 1. Memang raja yan g terkenal sedunia. Inilah seorang pemimpin yang di kenal banyak orang dengan nama Satrio Piningit . Perlambang Tunjung putih semune Pudak kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. Insya Allah. awatak Baladewa. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu : 159. 2. Secara potret spiritual. Dicintai pasukannya. Namun di sini tempuran bermakna watu gilang sebagai tempat pertemuan alam fisik dan alam gaib. Iku kang angratoni. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin Nusantara ini dengan baik. Berkedaton di Mekah da n Tanah Jawa merupakan perlambang yang bermakna bahwa pemimpin tersebut selain b er-Islam sejati namun juga berpegang teguh pada kawruh Jawa (ajaran leluhur Jawa tentang laku utama). Sedangkan gunung Perahu seperti telah disinggung di atas a dalah Lebak Cawéné. Perak lan gunung Perahu. Sedangkan bait 28 tertulis : Prabu tusing waliyulah. Bumi Me kah dennya lair. Ya di Semarang Tembayat itulah tempatnya. Menjadi raja di dunia. Namun dengan ad anya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bi jaksana yang mampu mengatasi keadaan. berwatak seperti Baladewa. Dalam budaya spiritual Jawa keberadaan watu gilang sa ngat lekat dengan eksistensi seorang raja. Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. ada batin (gaib). berbadan manusia. Sirep musibating bumi. bersenjata trisula wedha. agegaman trisula wedha. 3. berada di daerah pinggiran Semara ng. Bait ini menggambarkan bahwa pemimpin tersebut adalah hasil didikan atau tempaan seorang Waliyullah (Aulia) yang juga selalu tersembunyi. Juluk Ratu Amis an. Balane samya jrih asih. bakal ana dewa ngejawantah.Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di Semarang T embayat yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo. Iya iku ratu rinenggeng sajagad. jinejer wolak-waliking z aman. Sedangkan tempat yang dim aksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada Sunan Tem bayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten). Wong nakoda milu manjing ing samuwan. berparas seperti Batar a Kresna. Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang. Bait-bait Terakhir Ramalan Joyoboyo Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. apasurya padha b ethara Kresna. Kerajaan gaib penguasa Semarang a dalah Barat Katiga .

mengerti sebelum sesuatu terjadi. landhepe triniji suci. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong · . ora bisa diapusi marga bisa maca ati. waskita pindha dewa. idune idu geni. ing ngarsa Begawan. landheping trisula pucuk. jejeg. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manun gso Jawa padha asesanti trisula weda. yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain. waskit a. lurus. canggahira. seolah-olah lahir di waktu yang sama. bijak. ujung trisulanya sangat tajam. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. tan arupa. garis sabdanya tidak akan lama. garis sabda ora gen talan dina. 164. bala prewangan makhluk halus padha baris. tak berbentuk. cermat dan sakti. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. ngerti sakdurunge winarah. yang membantah pasti mati. ngerahake jin setan. tan kasat ma ta. mengerti garis hidup setiap u mat. tan pokro anggoning nyandhang. muda maupun bayi. pindha lahir bareng sadina. datang di bumi untuk membantu ora ng Jawa 162. mengerahkan jin dan setan. yang memimpin adalah putra Batara Indra. mula den upadinen sinatriya iku. kelihatan berpakaian kurang pantas.erubahan zaman. mumpuni sakabehing laku. iku tandane putra Bethara Indra wus katon. tajamnya tritunggal nan suci. awus aputus weda Jawa. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu me mbantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). tetapi hanya memilih b eberapa saja 167. sa kti mandraguna tanpa azimat 163. wegig. tan bibi. memahami putaran roda zaman Jawa. orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi. enom padh a dene bayi. membawa ma ut atau utang nyawa. buyutira. kaya . hanya berpedoman trisula. yatim piatu. sing madhegani putrane Bethara Indra. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. jika berperang tanpa pasukan. mengetah ui leluhur anda. pada rebut benere garis. lola. ning iya bisa nyembad ani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta m enaati sabdanya. sabdane malati. wasis. · bergelar pangeran perang. tak bersanak saudara. sabdanya sakti (terbukti). buyut dan canggah anda. nugel tanah Jawa kaping pindho. tumeka ing arcapada ambebantu wong J awa · . angawuningani jantraning zaman Jawa. namun dapat mengat asi keruwetan banyak orang. sakti mandraguna tanpa aji-a ji · . itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak. nanging inung pilih-pilih sapa · ludahnya ludah api. bener. memotong tanah Jawa kedua kali. bersenjatakan trisul a wedha. pasukan makhluk halus sama-sama berbaris. 160. jujur. berebut garis yang benar. jujur . tidak bisa ditipu karena dapat memba ca isi hati. Tan kewran sasuruping zaman · pandai meramal seperti dewa. mom ongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala. . sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda · oleh sebab itu carilah satria itu. orang tua. bisa nyumurupi lahire mbahira. agegaman trisula wedha. ora tuwo. tidak khawatir tertelan zaman 168. tidak mau dihormati orang se tanah Jawa. gegawe pati utawa uta ng nyawa. yang di k iri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan 170. . didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong 166. dapat mengetahui lahirnya kakek. benar. k umara prewangan. sing mbregendhul mesti mati. wus tan abapa. ngerti garise siji-sijining umat. para asuhannya menjadi perwira perang. bisa pirsa mbah-mbahira. mung angandelake trisula. beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. dudu pandhita sinebut pandhita. sudah lulu s weda Jawa. tak kelihat an. dudu dewa sinebut dewa. . apeparap pangeraning prang.

Berkenaan dengan itu. genaha kacetha kanthi njingglang. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Putra Betara Indra tidak lain dan tidak bukan adalah Waliyullah (aulia) yang tertulis di dalam sin om bait 28 pada Serat Musarar Joyoboyo. sedangkan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya. hiya iku putrane Bethara Indra. itu bukan waktu anda. aja sirik aja gela. Sa trio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. para pandhita hiya padha muja. Satrio Lelono Topo Ngrame. bukan dewa disebut dewa. tan kena den apus i. yang sulung dan masi h kuasa mengusir setan. Satrio Pina ndhito Sinisihan Wahyu. aja gumun. jangan sampai terputus. beja-bejane anak putu · jangan heran. iku hiya pin aringaning dewa · inilah jalan bagi yang ingat dan waspada. keberuntungan ada di anak cucu 172. rakyat bersuka ria. marga bisa manjing jroning ati. ana manungso kaiden ketemu. cures ludhes saka braja jelma kumara. namu n manusia biasa. padha asung bhekti · menyerang tanpa pasukan. aja kongsi zaman kendhata ma dhepa den marikelu. Dimana Kresna melambangkan pencipta. itula h pemberian dewa 173. iku dudu wektunira. para pendeta juga pada memuja. banyak kalangan yang kemudian menc . Satrio Hamong Tuwuh. tapi ada man usia yang belum saatnya. kang pambayun tur isih k uwasa nundhung setan. memperkokoh tatanan jagad raya. carilah dewa bersenjata trisula wedha. · di hadapan Begawan. Du a bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai pengge mbala sapi. jangan bingung. pada zaman kalabendu Jawa. Dengan hakekat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa Putra Betara I ndra adalah juga Budak Angon (Anak Gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwa ngi di dalam Uga Wangsit Siliwangi. Perlambang paras Kresna dan watak Balade wa bermakna satria pinandhita. uga ana jalma sin g durung mangsane. jangan keliru mencari dewa. itulah putranya Batara Indra. ratune nyembah kawula. bukan pendeta disebut pendeta. aja-aj a kleru pandhita samusana. karena dapat masuk ke dalam hati. tidak bisa ditip u. sing wis adu wirang nanging kondhang. tak ada yang mengeluh kekurangan. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. Karena hakekat dua bersaudara Kresna dan Baladewa (Krishna Balarama) melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. larinen pandhita asenjata trisula wedha. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. iki dalan kanggo sing eling lan waspada. Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan mu ncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah s eluas wilayah bekas kerajaan Majapahit. marga adiling pangeran wus teka. hiya siji i ki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun. menghadaplah dengan patuh. turunnya air brajamusti pecah memercik. ada manusia yang bisa bertemu. 171. yang sud ah menanggung malu tetapi termasyhur. centi wektu jejering kalamukti. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. nglurug tanpa bala. Satrio Jinumput Sumelo Atur. yen menang tan ngasorake liyan. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. angagem trisula wedha. yang menghalangi akan sirna seluruh ke luarga. segalanya tampak terang benderang. sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati. bila menang tak menghina yang lain.dene manungsa. itulah asuhannya Sabdopalon. ing zaman kalabendu Jawa. memakai la mbang ratu tanpa mahkota. bersenjatakan tri sula wedha. aja ngungun. nganggo simbol ratu t anpa makutha. nora ana wong ngresul a kurang. hanya satu ini y ang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya. yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi Sampai di sini kita akan dapat mulai memahami siapakah yang dikatakan oleh Prabu Joyoboyo dengan istilah Putra Betara Indra itu ? Bait-bait tersebut telah mengura i secara rinci tentang ciri-ciri dan karakter orang tersebut. jangan mela rang dalam menghormati orang berupa dewa. andayani indering jagad raya. para kawula padha suka-suka. mula sing menangi enggala den leluri. berganti zam an penuh kemuliaan. tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh. hiya iku tandane kalabendu wis minger. raja menyembah rakyat. jangan iri dan kecewa.

SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. 3. Ancaman bencana alam. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto. 7. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuw uh). 2. Presiden Kedua Republik Indonesia da n pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. 6. Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NK RI pada setiap masanya. Tokoh yang dimaksud ini ditaf sirkan sebagai Soekarno. Insya Allah. Berkuasa tahun 1999-2000. 4. Berikut ini adalah sifat-sifat Satrio Piningit sejati hasil bedah hakekat bapak Budi Marhaen terhadap apa yang telah ditulis oleh R. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah S WT. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Abdurrahman Wahid.Ng. Berkuasa tahun 2000-2004. artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang s etia. ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh si fat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita yang telah kita tahu adalah Putr a Betara Indra yang juga Budak Angon seperti telah diungkap di atas. Ban yak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bamba ng Yudhoyono. Berkuasa tahun 1945 -1967. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa j eda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). yang akan membebaskan bang sa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yan g sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Preside n Kelima Republik Indonesia. bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Berkuasa tahun 1967-1998. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia ju ga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (T apa Ngrame). Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar seb agai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Semua itu dihad . Ronggowarsito : 1. serba buruk dan juga selal u dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. 5. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seor ang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / pe tunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT. Jadi sifat ini melambangkan or ang berilmu yang amat sangat tawadhu . Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yan g juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pe merintahan dengan baik. nam un akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan. 2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. namun hidupnya kesandung k esampar. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo).oba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya. Berkua sa tahun 1998-1999. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro). Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma rifat sebe nar-benar ma rifat). SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa. Tokoh yang dimaksu d ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan m ampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan s eorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bag i seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewang i. Presiden Keempat Republik Indonesia. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri. Presiden Ketiga Republik Indonesia.

. bicaranya ngawur. Satrio Hamong Tuwuh melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memilik i tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT. durjana susila dadra andadi. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerahNya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut. Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas. apangling kang jalma. · Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya . 4. dene datan ana wahyu kang sanyata. agung prang rusuhan. 7. Krep paprangan. salah mangsa dresing surur. Bandhol tulus. tidak saling memberi berita dan banyak orang miskin beraneka macam yang sangat menyedihkan kehidupannya. akeh maling malandang marang ing marga. lebur pangreh tata. Keh wahyuning eblislanat kang tamurun. jawah lindhu gelap cleret warsa. Dalam kaitan in i maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Temba yat. p an wus tilar silastuti titi tata. tanpa paramarteng dasih. karana tanpa palupi. Satrio Lelono Topo Ngrame melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). tanna warta nyata. mendhosol rinamu puguh. sujana kapontit nurut. Tanpa kangen mring mitra sadulur. kalawan grahana sasi. · Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan. mungsuhe boya kat awis. Satrio Jinumput Sumelo Atur melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perin tah-Nya dan menjalankan missi-Nya. · Angin ribut dan salah musim. d aya deye kalamun tyase nalangsa. 3. ada baiknya kita cermati pula Serat Kalatidha karya Ronggowar sito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Alla h SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah). para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu. tangeh lamun tentreming wardaya. hujan abu dan gempa bumi. kejahatan / perampokan dan peme rkosaan makin menjadi-jadi dan banyak pencuri malang melintang di jalan-jalan. krep grahana surya. dumrunuh salin suma lin. Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidup nya. marma jeng pamasa. Kutipan berikut ini menggambarkan situasi jaman yang ter jadi dan akhirnya muncul sang Satrio yang dinanti : Pupuh 257 (tembang 28 s/d 44) : Wong agunge padha jail kurang tutur. · Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat. Serat Kalatidha Ronggowarsito Guna memperlengkapi wacana kita tentang sifat dan karakter Satrio Piningit yang te lah diurai di atas. Sehingga orang tersebut dig ambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk d ari Allah SWT. 6. · Para pemimpinnya berhati jahil. · Rasa persaudaraan meluntur. tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati. banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati. Prahara gung. wong wadon kang sirna wiwirangira. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlamba ng diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). ikhlas dan tawakal. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang d iberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. akeh wong mlarat mawarni. Dalajading praja kawuryan wus suwung. 5.apinya dengan penuh kesabaran. Dal am budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka t ertentu sebagai perlambangnya.

wong ambeg jatmika kon tit. Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka. sirep dur angkaramurka.· Kewibawaan negara tidak ada lagi. jaman Kaladuka. · Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana. salin alamnya. akan mengalami jaman gila. karsaning Sukma kinarya. klulun Kalathida. dan aturan telah ditinggalkan. karsane kang Among tuwuh. rubeda angrubedi. karaton ing tanah Jawa. keh wong katambehan ika. kasampar kasa ndhung rata. · Berupaya tanpa pamrih. Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) : Saka marmaning Hayang Sukma. apabila ikut gila/edan tidak tahan. kwilet tays duhkita. · Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam. dening angupaya sandi samurana. duk masih keneker Sukma. mangimur saniberike. beda-beda hardaning wong sanagara. kang mangkono yen niteni lamampahan. zaman Kalabendu hilang. yang oleh izin Allah SWT. keamanan. akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur. atas kehendak Allah SWT. nagdam makduming srinata. kang menangi jaman gemblung. tem ah suha ing karsa tanpa wiweka. Marga sinapih rawuhnya. · Untuk dibuktikan. sonya rutikedatonnya. Katatangi tangising mardawa-lagu. sulit untuk menga mbil sikap. · Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu. sinalinan jamanira. melik kalling donya iki. nareprabu utamestu. wawan-w awan kalawan memaronira. lumuh maring branaarta. walaupun kemungkinan dicemooh . begitu agar kejadi annya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan. jaman Kalabendu sirna. yaitu zaman edan. Sitipati. · Apabila tidak ikut menjalani. tidak kebagian untuk memiliki harta benda. Ing Paniti sastra wawarah. · Datangnya tanpa sarana apa-apa. sarjana satemah kelu. yen meluwa edan yekti nora tahan. sung pemut. ananging sayektineki. ing zaman musibat. tidak pernah menonjol sebelumnya. semua tata tertib. sat emahe kaliren wekasane. wus parek wekasanipun. sirnaning ratu amargi. lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perb uatan berbudi baik dan luhur). tan ngadu bala manungsa. seperti muncul secara gaib. ingaranan nara nata. kang lali kabegjan. mulyanin g jenengan nata. Wus dilalah. banyak mengalami halangan dalam hidupnya. ewuh aya kang pambudi . dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara. mandar sangking dadra. tapi yang sebetulnya. boya keduman. · Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal ha nya sekedar menutupi keadaan yang jelek. adenge tanpa sarana. kang kapisan karanya. · Sudah kepastian. mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini. yang mempuny ai sifat-sifat utama. · Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu men imbulkan masalah / kesulitan. yang lupa untuk mengejar keberuntungan . papatih nindhita. Anaruwung. iya jaman edan. pra nayaka tyas basuki. panekare becik-becik cakrak-cakrak. Nawung krida. kataman ring reh wirangi. · Atas izin Allah SWT. mamalaning bumi s irna. tidhem tandhaning dumadi. Yen tan melu. tanpa sangaka n rawuhira. anglakoni wus tartamtu. Lire sepi tanpa srana. ora ana kara-kara. ha rdayengrat dening karoban rubeda. Wektu iku. nama Sultan Erucakra. luwih begja kang eling lawan waspada. paliyasing Kalabendu. ju meneng sri pandhita. berganti zaman dimana tanah Jawa/In donesia menjadi makmur. Nging tan dadya. · Kedatangan pemimpin baru tidak terduga. yang ak hirnya bisa kelaparan. Pra sujana. Luwih adil paraarta. nata ginaib sanyata. ing kono raharjanira. hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. mung sirollah prajuritnya. ing pamrih melok pakolih. tungguling dhiki . pada saat masi h muda. wiji wijiling utama. menceng pangupaya. makin lama makin menjadi kesulitan yang s angat.

yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betar a Indra sbb : . penjenenganin sang nata. musuh semua bisa dikalahkan. tidak mau melebihi.r kewala. benar. hiya iku tandane kalabendu wis minger. semuanya sudah bertobat. 03 Menelisik Misteri Sabdo€Palon Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. maka kita akan men dapatkan gambaran yang sama dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. para kawula padha suka-suka. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. nora ana wong ngresul a kurang. namun dengan pen dekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. harj aning jagat sadaya. Percaya ata u tidak. yen menang tan ngasorake liyan. parek lan kali Katangga. pitung reyal ika. Tan na dursila durjana. dan kem akmuran semuanya. penghasilan yang diter ima. marga adiling pangeran wus teka. ngerahake jin setan. lurus. ing sajroning bubak w ana. Karena apa yang telah dituangkan para leluhur kita dalam bentuk ka rya sastra adalah hasil olah batin ataupun perjalanan spiritual beliau-beliau di dal am menangkap lambang-lambang-Nya di alam nyata maupun gaib. suwang ing d alem sadina. amrih kartaning nagara. genaha kacetha kanthi njingglang. jejeg. jujur. takut dengan kewibawaan sang pemimp in yang sangat adil dan bijaksana. centi wektu jejering kalamukti. mengerahkan jin dan setan. orang kecil hidup tentram. Bumi sakjung pajegira. bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu). bumi pethik akukutha. mumpuni sakabehing laku. wus resik nir apa-apa. Di sini tidak akan diperso alkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak per debatan. angagem trisula wedha. landhepe triniji suci. . sawah sewu pametunya. tulis tanpa papan). memotong tanah Jawa kedua kali. Dari gambaran yang tertulis di dalam Serat Kalatidha di atas. adil asing paramarta. tan karsa lamun luwiha. Dan akhirnyapun dapat dirunut secara logika historis. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo ( 1135 1157 ) juga telah di sebut-sebut. marmaning wong cilik samya. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). k umara prewangan. kenyataannya semua yang telah digambarkan para leluhur nusantara ini te lah terjadi dan sedang berlangsung serta insya allah akan terjadi. amung sadinar sawarsa. nglurug tanpa bala. Semuanya hanya ingin mengingatkan kita a nak cucu leluhur nusantara ini untuk senantiasa Eling dan Waspada. dene murah sandhang teda. krana panjenengan nata. sing wis adu wirang nanging kondhang. hidupnya sederhana. mungsuh rerep sirep sirna. · Mempunyai sifat adil. denwangeni katahhira. tidak ketahuan asal kedatangannya. · Tidak ada penjahat. Inilah yang diistila hkan dalam kawruh jawa sebagai Sastrajendra Hayuningrat (sastra tanpa wujud . hanya sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senj atanya adalah se-mata2 dzikir. bener. · Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara. Tumpes tapis tan na mangga. jujur . didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong. ratune nyembah kawula. tidak mengan dalkan bala bantuan manusia. murah sanda ng dan pangan. tajamnya tri tunggal nan suci. wedi willating nata. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manun gso Jawa padha asesanti trisula weda. · Pajak orang kecil sangat rendah nilainya. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V ( memerin tah tahun 1453 1478 ) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja . tidak tertarik dengan harta benda. padha martobat nalangas. para pandhita hiya padha muja. · . baik lambat a taupun cepat. Sehingga dalam mengungkapkannya penuh denga n perlambang (pasemon ataupun sanepan). dhahare jroning sawarsa. andayani indering jagad raya. nugel tanah Jawa kaping pindho. ayem enake tysir a. saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon.pa pan tanpa tulis. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu me mbantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. padha asung bhekti.

Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi dan langit d engan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengun gkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. Sang Wik u Manumanasa. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. segalanya tampak terang benderang. punika kula. irib-iriban. . Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. t npa guna kula êmong. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah m erupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk mel aksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan. hanya ikut-ikutan. berganti zam an penuh kemuliaan. selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin. yang meliputi segala wujud. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan toleransi yang tinggi. nanging ora manggon ing kono.. . . rêmên manut nunut-nunut. · Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. · . saya mau mencari asuhan yang bermata s atu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). para pendeta juga pada memuja. itulah asuhannya Sabdopalon. karsa dados jawan.. Sebelum perpi sahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini : Paduka sampun kêlajêng kêlorob. nama Manik Maya. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. dados momongan kula. memperkokoh tatanan jagad raya. kula wirang dhatêng bumi langit. Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernam a Semar. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambanga n. Sabdapalon matur yen arêp misah. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnya yang di katakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai Manik Maya atau hakekat S emar . wirang momong tiyang cabluk. Gambaran ini telah diungkapka n Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : .. dan jagad raya pada umumnya. Sintên ing kang jumênêng Nata. Beliau mendapat tugas khusus da ri Gusti Kang Murbeng Dumadi untuk menjaga dan memelihara bumi Nusantara khususn ya. saya malu kepada bu mi dan langit. yang sud ah menanggung malu tetapi termasyhur. bila menang tak menghina yang lain. Dalam serat Darmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan-ucapan penting pa da pertemuan antara Sunan Kalijaga. tidak senang mengasuh paduka. run-tumurun ngantos dumugi sapriki. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tenta ng apa dan bagaimana Semar. . itulah tanda zaman kalabendu telah usai. malu mengasuh orang tolol. bersenjatakan tri sula wedha.. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. maka mereka berpisah. sing wis adu wirang nanging kondhang. ke arab-araban. dumugi sapriki umur-kula sampun 2. nglimputi salire wujud. tidak ada gunanya saya asuh. Sebelum manusia mengenal agama. Kalau pad uka tidak percaya. yan g membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. nama Manik Maya itu saya. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi. Sakutrêm lan Bambang Sakri. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. .menyerang tanpa pasukan. ature ora lunga. · Paduka sudah terlanjur terperosok.000 langkung 3 t · . yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. itulah asuhannya Sabdopalon. hiya iku momongane kaki Sabdopalon.. raja menyembah rakyat. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). ingk ang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. begitu ditanya perginya kemana. tak ada yang mengeluh kekurangan. Manawi p aduka botên pitados. Karena Sabdo Palon tidak bersedia ma suk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. rakyat bersuka ria. botên rêmên momong paduka. membuatnya samar. jawabnya ti dak pergi. k ula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal. Raden Patah yang te lah menghancurkan Majapahit. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. akan tetapi tidak bertempat di situ. Tentu ini tidak kita kehendaki. kula momong pikukuh lajêr Jawi. hanya menetapkan namanya Semar. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawi jaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan bala tentara dari kera jaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. yang disebut dalam ajaran Jawa. mung nêtêpi jênênge Sêmar. anglela k alingan padhang.

rêmên nunut bangsa sanes. Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu k . keberadaan Semar diyakini dengan istilah mencolo putro. dan lain-lain. Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu me ngingatkan bilamana yang di emong nya salah jalan. Mulai dari leluhur paduka dahulu. · . Jawi-nya hilang. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi.. Genggong artinya langg eng tidak berubah. hamb a mengasuh keturunan raja-raja Jawa. . Paduka yêktos... diantaranya adalah Ki Sabdopalon. · . mencolo putri . Semua yang disabdak an Semar tidak pernah berupa perintah untuk melakukan tetapi lebih kepada bagaimana sebaiknya melakukan . · Sabdo Palon berkata sedih: Hamba ini Ratu Dhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Dados wicantên-kula pu nika. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tingga l Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). Benjing tamt u dipunprentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. Namun d alam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok Begawan atau Pandhita . turun paduka tamtu apês. Berikut ungkapan-ungkapan itu : . suka ikut-ikutan bangs a lain. meninggalkan agama Budha.aun. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam karyakarya leluhur sangat toleransif sifatnya. nilar agami Buddha. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. jika sudah berganti agama Islam. agêgaman kawru . Jawi kantun jawan. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melih at benar salahnya. . Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. Dari apa yang telah disinggung di atas. Naya artinya pandangan. Si apa yang bertahta.. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberik an gambaran kepada kita.. botên wontên ingkang ewah agamanipun. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2. iya iku sing diêmong Sabdapalon. tidak ada yang berubah agamanya. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. langgêng salaminipun. menjadi tempat bertanya kar ena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas.. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). · .000 lebih 3 tahun dalam mengasuh rajaraja Jawa. keturunan Paduka akan celaka. turun temurun sampai sekarang. Naya têgêsipun ulat.. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. serta memiliki sifat yang bijaksan a dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurunge winarah). momong lajêr Jawi. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : . Jadi Semar merupakan pamomong yang tut wuri handayani .532 tahun. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal ad anya konsep menitis dan Cokro Manggilingan . . menjadi asuhan hamba.. Sang Hyang Ismoyo. Sebelum berpisah Sabdo Palon meny atakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok m asa depan yang diharapkannya. Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantar a ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan P rabu Brawijaya pada tahun 1478. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepad a majikan nya. Palon: p kukuh kandhang. keberadaan Semar diyakini berupa suara tanpa rupa . Genggong: langgêng botên ewah. Pal n adalah kayu pengancing kandang. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual (ponokawan) Prabu Brawijaya merupakan sosok S emar yang nyata. langgeng selamanya. Ki Bodronoyo. Sakutrem dan Bambang Sakri. Sang Wiku Manumanasa. Sang Prabu diminta memahami. Se mar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi h idup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti.. Jawinipun ical. . terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. salah berpikir atau salah dalam p erbuatan. berpegang pada kawruh Jawa. Saat ini di tahun 2007. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Pa lon. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon de ngan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi. Paduka perlu faham. manawi sampun santun agami Islam. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. .

7. Dene samêngko Sab dapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. · Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Sun sajekken putu kula. Juga dikatakan bahwa ada saat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi mbah . Gama Buda kula sebar tanah Jawa . Klawan Paduka sang Nata. Kelak Merapi aka n bergelegar. Sadaya gilir gumanti. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kal ijaga : Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Yen wus prapta kang wanci. Bila kelak Gunung Merapi m eletus dan memuntahkan laharnya. · Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Lebih lanjut diceritakan : Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. Karsanireng Jaw ata. In g benjang sakpungkur mami. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak m isteri ini. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Kang tuwuh ing tanah Jawi. jadikan ini sebagai tanda ke mbalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. saya sebar seluruh tanah Jawa. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut in i. W us nyebar agama budi. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Ngidul ngilen purugira. Kula gantos kang agami. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon te rsebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. Dereng lega kang ati. ataupun eya ng ) yang memegang teguh kawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibat-akibatnya dalam waktu berjalan. Boten kenging kalamunta kaowahan. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Sanget-sangeting sangsara. Tidak dapat bila diubah lagi. akan saya hancurkan. · Bila ada yang tidak mau memakai. Sudah digaris kita harus berpisah. Yen durung lebur atempur. yaitu pemimpin yang diha rapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). 5. Mung kula matur petungna. Berka sakan rupi-rupi. 4. Yekti kula rusak sami. Ngganda banger ingkang warih. Sagung kang para Nata. maka dalam naskah Ramala n Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 3. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. Wit ing dinten punika. dadi ya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Jangkep gangsal atus tahun . nanging wong loro ma u banjur musna. Nggih punika medal kula. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. Saya ini yang membantu anak cucu s erta para raja di tanah jawa. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijaya berpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Wit kula pu niki yekti. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Sinengkalan tahunira. Itulah pertanda kalau saya datang. Yen kawula boten arsi. Namun Sang Prabu kami moho n dicatat. Merapi janji mami. Anggereng jagad satuhu. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus berganti an. Kula damel prat andha. Sabda Palon matur sugal. Sinten tan purun nganggeya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Ngrasuka agama Islam. Ratuning Dang Hyang Jawi. aki .etika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang aka n memimpin bumi nusantara ini. Baunya tidak sedap. Pratandha tembayan mami. Lawo . Momong marang anak putu. Wangsul maring sunya ruri. · Sabda Palon menjawab kasar: Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu. · Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. 6. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). wusana banjur ngandika mar ang Sunan Kalijaga: Ing besuk nagara Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudn ya Kawruh Budi). Sekarang ini Sabdo Palon m asih berkelana di tanah seberang. namun orang dua i tu kemudian raib. Kang jumeneng Tanah Jawi.

kembali sebagai wujud dewa. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh selu ruh dewa-dewa. · Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Lamanya pergi selama 500 t ahun. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Bebaya ingkang tumeka. Wonten ing sakwasanipun. 17 merupakan jumlah raka at sholat lima waktu di dalam syari at Islam. Angka 17 kita kenal merupakan ang ka keramat. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Apabila angka tanggal. Upami nyabrang kali. Danghyang N irartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa . Itu sudah kehendak Tuhan tid ak mungkin disingkiri lagi. Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpi sah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bert epatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). penasehat spiritual dan pandhita sakti keraja an Majapahit. Itulah tanda Sabdo Pal on telah datang. Secara h akekat nama Sabdo Palon Noyo Genggong adalah simbol dua satuan yang menyatu. saya mendapatkan jawaban: Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya.n Sapta Ngesthi Aji. B eliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Wit ing donya puniki. Dari penelusuran secara spiritual. Tan keng ing dipun singgahi. Siapa Sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusan tara yang ada di blog/buku ini. Bel iau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalu . Saat kejadian malam itu lahar merapi keluar bergerak ke arah Barat Daya . Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun 2006 lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : Awas Merapi . 8. Baunya tidak sedap. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas ses uai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. Kinarya amertandhani. 1 7 juga merupakan lambang hakekat dari bumi sap pitu dan langit sap pitu yang berasal dari Yang Satu. Dari referensi yang saya dapatkan. Dan kemudian Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi t anah Jawa (tataran nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Sedaya pra Ja wata. Sang Hyang Ismoyo. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Jagad iki yekti ana kang akarya. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusu n Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum Bhinneka Tunggal Ika ). Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. Allah SWT. Sabdo Palon itu sejatinya adala h : Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru ya ng akhirnya moksa di Pura Uluwatu. Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang men inggal dunia. Ginawe kang paring gesang. · Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: Se mar Ngejawantah . Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Dari penuturan bapak Budi Marhaen. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. bulan dan tahun dijumlahkan. Kaline ban jir bandhang. Prapteng tengah-tengahipun. yaitu : Hindu Budha (Syiwa Budha). Jerone ngelebne jalmi. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewadewa). Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hya ng Asmaranatha. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan Sad Ka hyangan Jagad . men yambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). Hal tersebut sebaga i bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Di dalam kawruh Jawa. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Warata sa Tanah Jawi. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 0 + 0 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ).

Amertasari. Tugu. wangsane tong kaletehan. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. . kasor ento utamannya. Di Lombok Beliau disebut Tuan Semeru atau guru dari Semeru. dan lain-lain. batise twara katanjung. Beliau m endapat wahyu di Purancak. Bukit Gong. tiga banyaknya yang disebut guru. melah alepe majalan. · Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. Sadha Siwa. dan guru tapak (yang mengajar) itu. Akhirnya Dang Hyang Nirartha mengh ilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. tak akan ternoda ketur unannya. jangan durhaka pada leluh ur. bacin tuara bak at ingsak. Sebelum pergi ke Pulau Bali. ditandai deng an berbagai bencana alam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam Pagunung Anyar ). Gowa Lawah. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). tingkahe menadi pyanak. sang sa mpun kaucap garwa. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. patut utamakan tingkah laku yang bena r. kalah oleh anak baik seorang. Selain itu beliau juga m endorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. Rambut siwi. Bapa mituduhin cening. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. utama ngwangun tlaga. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karen a beliau mempunyai kemampuan supranatural yang membuat Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). la lu bapak Budi Marhaen memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan yang diperoleh d ari kegaiban dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. orang yang disebut guru. Suranadi (Lom bok). karena semua bidang kehidupan rak yat ditata dengan baik. Tengkulak. Sakenan. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/San g Hyang Widhi Wasa. hukum dan perad ilan adat/agama ditegakkan. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripu rusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. kalah keutamaannya itu. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. 3. baan supu tra satunggal. Pakendungan. Bukit Pay ung. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). mamedasin ane patut. da jua ulah mal ihat. ring ida dane samian. nama sebuah gunung di Jawa Timur. banya knya seratus. dan tidak akan menginjak kotoran. memperhatikan tingkah laku y ang benar. dan Parama Siwa. Tuwi ada ucaping haji. patut tingkahe buatang. 4. gunannya anggon malihat. ajak dadwa nah gawenang. · Mulai sekarang lakukan. jangan hanya sekedar melihat. gunanya untuk melihat. Pulaki. eda bani ring kawitan. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 a tau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. kidung atau kekawin. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. Dengan kemampuan supranatural dan mata batinnya. Ulu watu. seperti menggunakan mata. lebih baik hati-hati dalam berjalan. guru prabhu. lakukanlah berdua. Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masa lah kehidupan. telu ne maadan garwa. guru p rabhu. yaitu Pulau Bali. Melah pelapanin mamunyi. beliau melihat benih-benih keru ntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. · Ayahanda memberitahumu anakku.i ajaran-ajaran spiritual. Dalem Gandamayu. kasor buin yadnyane satus. Bukcabe. satus reka saliunnya. Ponjok Batu. tak ada yang akan mencaci maki. 2. Peti Tenget. guru tapak tui timpalnya. utama orang yang membangun telaga. Pucak Tedung. oleh orang yang melakukan korban suci seka li. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing u mat adalah : Purancak. Melanting. Pangajengan. se bab kaki tak akan tersandung. ring sang ngangun yadnya pisan. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama Dh arma Yatra . Air Jeruk. guru reka. organisasi subak d itumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. · Lebih baik hati-hati dalam berbicara. korban suci yang seratus ini. kepada semua orang. guru reka. tong ada ngupet manemah. Akhirnya be liau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaa n Majapahit. Uli jani jwa kardinin. tingk ahe mangelah mata. tata cara menjadi anak. Masceti.

apang bisa jwa ningkahang. Dimensi spiritual sangatlah pel ik dan rumit. de mangucap pati kacuh. · Kegunaan punya telinga. da pati dingeh-dingehang. hati-hati menggunakan. 7. kegunaan mulut untuk berbicara. begitulah sebenarnya anakku. Tingkahe mangelah kuping. Ronggowa rsito. ibaratnya bagai bercocok tanam. saluire kaucap rusa k. kemanapun dibawa tak akan laku. buka anake ka pasar. yaitu sosok yan g dikenal dengan nama SATRIO PININGIT . jangan henti-hentinya berbuat baik. tidak mau membeli yang rusak. yaitu : Pusaka Oumyang Majapahit (lambang Daya Atman) dan Pusaka Sabdo Palon (Ki Rancak . Tingkah ne melah pilihin. tingkahe ngardinin awak. mendengar kata-kata yang ben ar. res epang pejang di manah. keto cening sujatinnya. begitu pula dalam melangkahkan kaki. Dapatlah dikatakan bahwa : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. yen anteng twi manandur. Banyak pendapat yang berkembang di masyarak at luas selama ini dalam memandang dan memahami isitilah Satrio Piningit . masih ya nu mamilihin. hal yang benar hendaknya diucapkan. waskito. patutang jua agrasayang. sama halnya dengan memilih tingkah laku. bermaksud hendak berbelanj a. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwi jendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. 10. tak mungkin tidak akan berhasil. bet ul-betul hina nilainya. · Memiliki tangan jangan usil. sok baru dapat mencium. kija aba tuara laku. joh pare twara mupuang. ningehang raose melah. agar bisa melaksanakannya. tidak lain dan ti dak bukan adalah Sabdo Palon. Tingkah ne melah pilihin. agar menemukan keselamatan. wantah nista ya ajinnya. Sabdo Palon yang telah menitis kepada seseorang itu yang jelas memil iki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. waluy a matetanduran. maidep matetumbasan. juga masih memilih. · Pilihlah tingkah laku yang baik. baik-baiklah caranya merasakan. pasti yang baik dibelinya. Ngelah lima da ja gudip. mangulah maan madiman. · Pilihlah perbuatan yang baik. patuh ring ma mwatang tingkah. tuah anggon maningehang. da maren ngertiang awak. Pusaka tersebut merupakan kata sandi (password) berkaitan dengan hakekat keberadaan Pura Rambut Siwi sebagai pembuktiannya. wyadin batise tindakang. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan ol eh Joyoboyo. KESIMPULAN Akhirnya bapak Budi Marhaen mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spirit ual dapatlah disimpulkan : Jadi yang dikatakan Putra Betara Indra oleh Joyoboyo. Karen a ini adalah wilayah para kasepuhan suci. agar selalu mendapat kebenar an. camkan dan simpan dalam hati.5. twara nyak meli ne rusak. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. apikin jua nyemakang. Awake patut gawenin. jangan berbicara sem barangan.Ng. Nanging da pati adekin. tata cara dalam bertingkah laku. twah ne melah tumbas ipun. ma rifat dan mukasyafah saja ya ng dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. yatnain twah nyalanang. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-ta nda yang telah nampak dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sang at tidak etis untuk menjawab secara vulgar persoalan ini. · Kebenaran hendaknya diperbuat. eda jwa mangulah laku. jangan semua hal didengarkan. 6. kranannya mangelah cunguh. hati-hatilah melangkahkannya. bila kesa ndung pasti kita yang menahan (menderita) nya. ne patu t jwa ucapang. Pemahama . ditambah lagi tiada disukai masyarakat. kalau rajin menanam. 9. dan Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu oleh Ronggowarsito itu. buine tong kanggoang anak. gunan bibih twah mangucap. 8. katanjung bena nahanang. seperti orang ke pasar. angg on ngadek twah gunanya. da manganggoang tingkah rusak. Budak Angon oleh Prabu Siliwang i. · Jangan segalanya dicium. sebenarnya untuk mendengar. apang patute bakatang. Secara fisik seseorang itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka P engayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. apang manggih karahaywan. Sangat sensitif.lambang Daya Rohul Kudus).

Kar ena dalil yang berlaku seperti halnya dalam memandang Semar. kita harus mengosongkan diri (0). pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) 6. yang sejatinya adalah Sabdo Palon (SP) 3. seorang Satrio Pinandhito (SP) 2. Fenomena ini dilambangkan dalam cerita pewayanga n ketika Semar Ngejawantah dan kemudian saatnya Semar Mbabar Diri maka pecahlah pepe rangan Bharatayudha Jaya Binangun . dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) 5. Bukan sekedar sosok Satrio Piningit atau Guru Sejati yan g harus kita cari. Setidaknya inilah jawaban dari apa yang telah diungkapkan oleh bapak Bu di Marhaen berkaitan dengan misteri Semarang Tembayat yang tertulis di dalam Serat Musarar Joyoboyo. Di saat i nilah kita di jagad nusantara ini sedang memasuki dan menjalani fase tersebut. bangsa. para leluhur Nusantara. Sehingga kembali dalam konteks Satrio Piningit yang sejatinya adalah Sabdo Palon. di Semarang pada tanggal 20 Desember 2007 y ang telah mencanangkan topik : REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL NUSANTARA . dan Sendang Panguripan (SP) Jika memang mendapatkan ridho dan hidayah Allah. Semua akan terfilter secara alamiah. Amin. jika seseorang telah mendapatkan hidayah Allah SWT maka dia dapat menjumpai Semar yang pada hakekatnya adalah pancaran Cahaya Ilahiah it u sendiri. Keberadaannya gaib namun nyata. dimana terdapat Sendang Pancuran (SP) 9. Perangnya kebaikan melawan keburukan. suku. terdapat suatu misteri kata sandi yang harus dipecahkan. Hakekat Satrio Piningit menurut pandangan bapak Budi Marhaen adalah sosok seoran g Guru Sejati . Angka 0 dan 1 adalah bilangan digit (binary) yang melambangkan kalimah toyyibah : La ilaha ilallah (tiada Tuhan (0) s elain Allah (1). Hal ini mengisyaratkan ba hwa tidak semua orang dapat menjumpainya. Semoga Allah ridh o. Na mun Semar dapat terlihat bagi orang yang hatinya bersih/suci dan melakoni tiraka t (tapaning ngaurip/tasawuf hidup) sepanjang hidupnya. akan tetapi yang sangat hakiki adalah Kebenaran Sejati yang har us dicari atau ditembus di dalam dirinya. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyan g kita. Dibukanya misteri ini berkaitan dengan Sarasehan Spiritual : Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya. Satrio Piningit yang telah menjadi mitos selama perjalanan sejarah bangsa ini me munculkan misteri tersendiri. tepatnya di daerah Semarang Podorejo (SP) 8. Angka 10 menyiratkan bahwa untuk mencari yang 1 (sa tu = Esa). Orang yang hatinya kotor dan masih diliputi dengan berbagai hawa nafsu akan sulit melihat Semar. maupun agama atau kepercayaan.nnya tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan kapasitas keilmuan masing-masing ora ng. Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfa at bagi kita semua. berada di Semarang Pinggiran (SP) 7. A tau dengan bahasa lain. Bahkan para winasis waskita pun belum tentu mampu menembus aura misterinya. berlaku sebagai Sang Pamomong (SP) 4. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-mar ut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. yaitu : Di balik SP (Sat rio Piningit) terdapat 10 SP. Telah tiba saat nya Misteri Nusantara terkuak. maka beruntung jika dapat menju mpainya. Ia merupakan perbendaharaan rahasia bumi dan langi t yang teramat sulit ditembus oleh akal pikiran. Satrio Piningit (SP) adalah : 1. dengan nama Sendang Pengasihan (SP) 10. Walaupun tidak menjumpainya namun daya-daya kehadirannya dapat dirasa kan secara luas tanpa disadari. Sosok guru yang tidak menyebarkan ajaran ataupun agama baru namun men ebar kasih ke atas seluruh umat tanpa membedakan golongan. Dalam konteks ini bapak Budi Marhaen mengungkapkan rahasia sandi tersebut (mbaba r wadi) berdasarkan fenomena spiritual yang ditemuinya berkaitan dengan sandi-sa ndi rahasia di dalam karya warisan leluhur nusantara : Jadi. Maka dalam perjalanan tasawuf hal ini dikenal dengan dalil Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu (kenalilah dirimu sendi ri sebelum mengenal Allah). 04 Putra Sang Fajar Muncul Di Ufuk€Timur .

Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuhtumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat sua tu tanda kekuasaan Allah. Dan mereka berkata: Kami tel ah beriman kepada Allah dan rasul. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teg uhkan kedudukan mereka di muka bumi. Pada bulan Juli 2007 penulis pernah mengumumkan informasi di dalam blog internet tentang Cahaya Putih yang terlihat di atas Alas Ketonggo pada tanggal 7 Juli 2007 yang lalu yang bergerak menuju ke arah timur dan berdiam di suatu tempat di tim ur. yaitu QS Asy Syua raa : 5 9 yang berbunyi : Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka. tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. menun aikan zakat. Dan tak ada suatu pun melainkan b ertasbih dengan memuji-Nya. agar mereka selalu ingat. Sesung guhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Term asuk input spiritual untuk menyuarakan semua ini ke dalam blog internet maupun buk u ini. Katakanlah: Jika ada tuhan-tuhan di samping-Ny a. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. niscaya mereka mendirikan sembahyang. Dalam fenomena ini secara khusus arti dan maksud Cahaya Putih itu dijelaskan melal ui QS Al Hajj : 40 41 yang berbunyi : (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan y ang benar. bumi dan semu a yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. kecuali karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah. agar mereka tidak dapat memaha minya. maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) b erita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. niscaya mereka berp aling ke belakang karena bencinya. penulis bukanlah seorang ahli kitab ataupun Al Hafidz. sebagaimana yang mereka katakan. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur an. yang kemudian di-cross check (cek silang) deng an beberapa wasiat karya leluhur berkenaan. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Ayat-ayat Al Qur an yang turun itulah yang senantiasa penulis jadikan pijakan utama dalam melakukan setiap perjalanan spiritual selama ini. Dan apabila kamu memb aca Al Qur an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman k epada kehidupan akhirat. (Masya Allah la quwata ila billah. Langit yang tujuh. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. gereja-gereja. Fenomena spiritual itupun dibarengi dengan turunnya ayat Al Qur an sebagai hak ekat penjelasannya. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Mengapa pula pada waktu yang lalu yaitu tanggal 11 dan 12 Juli 2007 kami memberi tahukan di dalam blog internet kepada para winasis dan waskita di negeri ini unt . rumah-rumah ibadah or ang Yahudi dan mesjid-mesjid. Untuk diketahui pula sebelumnya bahw a setiap input spiritual yang diterima penulis selalu disertai dengan turunnya aya t Al Qur an dari kegaiban (berupa bisikan atau bimbingan dalam membuka kitab Al Qur an) sebagai hakekat penjelasannya. apa yang terpapar berupa tulisan-tulisan di dalam blog int ernet maupun buku ini adalah murni merupakan hasil input spiritual atau bisa dikat akan sasmita/ilham/isyarah/warid. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. yaitu QS Al Israa : 41 46. dan kami menaati (keduanya). suatu dinding yang tertutup. Secara jujur. menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungka r. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka k atakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.. Dan juga QS An Nuur : 46 47 yang berbunyi : Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan.!!! Ayat ini menyiratkan gambaran tentang seseo rang yang tersembunyi itu).Pembaca yang budiman. Sungguh mereka tela h mendustakan (Al Qur an). yang menyatakan : Dan sesungguhnya dalam Al Qur an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan ). dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. S esungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah mena mbah mereka lari (dari kebenaran). Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu. ten tulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Dan apakah mereka tidak memperhat ikan bumi.

Akhirnya bersama dengan rekan-rekan spiritualis di Bali terlaksana Upacara Guru Piduka yang telah berlangsung di Tanah Lot pada tanggal 26 Agustus 2007 yang lal u. Sungguh sangat rumit untuk menj elaskannya bagi konsumsi akal penalaran. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT berkehendak. Sehingga setidaknya terjawab sudah apa yang telah diwangsitkan oleh Prabu S iliwangi dalam Uga Wangsit Siliwangi berkenaan dengan sosok Budak Angon dan Pemuda Berjanggut . Jangan dibayangkan beliau akan harus berhadapan dengan jutaan umat di nus antara ini. apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya supaya diputuskan perkara di antara mereka* ialah ucapan: Kami mend engar dan kami patuh. Berkaitan dengan fenome na ini turunlah ayat yang menjelaskannya berupa QS An Nuur : 51 52 yang berbunyi : Sesungguhnya perkataan orang-orang mukmin. Tetapi yang terjadi adalah kesala . Karena beliau dua orang tersebut tidak akan muncul di permukaan sebelum missi yang dijalankannya paripurna. Dalam Al Qur an dilambangkan kekuatan Nabi Musa dan Nabi Harun dalam menghadap i Fir aun. input spiritual lain yang menyert ainya adalah input untuk menyelenggarakan suatu upacara ritual di Pura Tanah Lot pada bulan Agustus 2007. Dan Cahaya Putih di timur itu ternyata berada d i Sad Kahyangan Jagad sisi timur yaitu di Pura Lempuyang Luhur (lambangnya Sang Hyang Iswara. Fenomena ini melambangkan kemunculan dua sosok yang menja di satu kesatuan. Dalam fenomena ini. semua itu adalah Tipu Daya dan Kebohongan Bel aka . (*: Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum musl imin dengan yang bukan muslimin) Saat itu di Pura Lempuyang Luhur . Dan barang si apa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kep ada-Nya. Namun dalil yang berlaku pada beliau adalah : Nglurug tanpa bala. Dua sosok tersebut mewakili keturunan Prabu Siliwangi yang pergi menu ju ke arah Timur. Dan dalam konteks ini adalah : Sabdo Palon dan Noyo Genggong . Karena secara spiritual terjadinya Perang Bubat bukanlah karena akal licik Gajah Mada untuk menaklukkan Pajajaran. Saat ini secara kegaiban beliau tengah berjalan dari Timur menuju Barat. melambangkan keputusan dan kebijaksanaan). Aura dua sosok tersebut ada pada dua oran g Jawa berdarah Sunda pengikut Rasulullah Muhammad SAW melalui Ki Santang. Bukanlah suatu kebetulan jika pada tanggal 26 Agustus 2007 malam itu (dini hari masuk tanggal 27 Agustus 2007) bulan purnama terlihat ada dua (yang satu sebenar nya adalah planet Mars). W alau secara kasat mata tidak terlihat. sinyal yang muncul menyira tkan bahwa Sabdo Palon Noyo Genggong telah muncul.Karangasem. namun daya-dayanya akan terasa secara lua s. meluruska n kembali apa yang salah diantara Majapahit dan Pajajaran. Menurut kesaksian beberapa spiritualis dari Jakarta. Saat ini Roda Cokro Manggilingan tengah bergerak dan berputar. menan g tanpa ngasorake . khususnya kejadian Pe rang Bubat.. Apalagi ujung-ujungnya berkaitan dengan harta karun atau pusaka Bung Karno. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. semua itu adalah Bohong Besar . Semarang dan Bali yang h adir dalam acara itu telah melihat fenomena spiritual yang sama tentang kemunculan Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di tengah kita. yang menjalankan ajaran Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. secara hakekat Alas Ketonggo sebe narnya adalah Pulau Dewata (Bali). Missi ters ebut berkenaan dengan Persatuan Umat dan untuk ingat kembali akan Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa . Ya. Tak perlu penasaran siapa sejatinya beliau. ibarat Semar dan Arjuna atau Begawan Abiyoso dan Prabu Parikes it.uk bisa berkumpul di Bali pada hari Jum at tanggal 13 Juli 2007 untuk bersama-sama membuktikan kebenarannya. Dikatakan moment itu akan menandai kemunculan seseorang itu dan sebagai forum pesaksian/pembuktian atas kebenarannya sebelum seseorang itu mengemban amanah-amanah-Nya bagi kemaslahatan rakyat negeri ini. Secara kega iban Sabdo Palon adalah Dang Hyang Nirartha (Sang Hyang Ismoyo) dan Noyo Genggon g adalah Gajah Mada (Dewa Gana/Ganesha). Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Sampai kapanpun beliau tidak akan mengaku dan tidak mengetahui bahwa dirinya sebag ai sosok Satria Piningit itu. Jadi dalam kesempatan ini kami ingin mengatakan bahw a jika di permukaan ada pihak-pihak yang mengaku atau meng-klaim dirinya sebagai Satria Piningit ataupun Ratu Adil. Secara hakekat fenomena ini melambangkan bahwa dua sosok beliau adalah berasal dari Trah Pajajaran Majapa hit.

(Kucing kurus yang menunggui.) Keyong sak kenong matane. (Keong sebesar talempong matanya. kemunafikan dan keingk .) Kodok nawu segara oleh Banteng sewu.) Ono Merak memitran lan Baya. (Pohon Meranti berbuah Delima. Nusa jaya lag i. Orang Sunda dipanggil-panggil. sebab berdiri ratu adil.) Precil-precil kang anjaga. Hakekat spiritual yang tersirat adalah bahwa saat ini skenario Allah tengah berj alan. ) Bebarengan dengan turunnya pasemon berupa syair ini. Dan Allah tidak me nyukai orang-orang yang lalim. Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).) Semut ngangrang angrangsang Gunung Merapi. setelah Gunung Gede meletus. tapi nanti. (Semut Rangrang merangsang Gunung Merapi. sebagai berikut : Semut ireng ngendog jroning geni. ( Semut hitam bertelur di dalam api. Jik a secara kegaiban hal-hal yang salah dapat diluruskan.) Tikuse padha ngidhung. Karena kepentingan pihak-pihak tertentu pasca keruntuhan Majapahit. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beri man (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. dis usul oleh tujuh gunung. Orang Sunda memaafkan. Sehingga secara hakekat pula bahwa Pajajaran adalah saudara tua Majapah it. Baik lagi semuanya. dan yang demikian itulah agama yang lurus. Tak salah kiranya kembali apa yang tertulis di dalam Uga Wangsit Siliwangi : Dengarkan! Jaman akan berganti lagi. yaitu QS Ali Imran : 140 141 : Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka. da n supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) da n supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan masa (kejayaan dan kehancur an) itu. namun di alam kegaiban catatan sejarah nusantara ini tidak dapat dihapus. Dia mengeta hui apa yang diusahakan oleh setiap diri. Wijaya) adalah dari trah Pajajaran (dulunya Kerajaan Sun da Galuh). (Anakan katak yang menjaga. turun pula ayat-ayat yang m enjelaskannya. Prinsipnya banyak hal yang perlu diluruskan berkenaan dengan sejarah nusantara i ni. Ribut lagi seluruh bumi. Serta QS Al Bayyinah : 5 : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ket aatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Pasukan Sirrullah tengah bekerja memerangi kezaliman. (Tikusnya pada bernyanyi. (Ada Merak berteman dengan Buaya. (Kodok menjaring di danau mendapatkan seribu Banteng. Dan inilah peran kemunculan b eliau Sabdo Palon Noyo Genggong yaitu meluruskan apa yang salah di negeri ini.) Kucing gering ingkang nunggoni. Secara empirik catatan atau bukti sejarah boleh hilang. maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pu n (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Gajah Mada sebagai sosok yang misterius s ejatinya adalah Rangga Gading (makam/petilasannya ada di Bogor). dan supaya mereka mendi rikan salat dan menunaikan zakat. Dan juga QS Ar Ra d : 42 : Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya. Negara bersatu kembali. Hakekatnya asal mula Majapahit (R. Pada kesempatan ini dapatlah penulis ungkapkan pasemon (sanepan) berupa syair da ri Sabdo Palon tentang Jangka Joyoboyo yang terjadi saat ini (diterima melalui k egaiban).hpahaman karena Gajah Mada bersiasat untuk menghindarkan perkawinan sedarah yang m embawa petaka/kutukan antara Dyah Pitaloka dengan Prabu Hayam Wuruk. tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. ratu adil yang sejati. Dari penelusuran secara spiritual.) Wit Ranti (meranti) woh Delima. maka aura ini akan berpen garuh besar dalam kehidupan manusia di bumi. sampai d engan dekade ini banyak sejarah yang telah diputarbalikkan ataupun dibengkokkan. dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.

Diawali dengan p emahaman bahwa di dalam hakekat kehidupan ini tidak ada yang namanya Kebetulan . muncul bencana-bencana yang lain. Semuanya sudah sangat jelas. mereka tidak be riman kepadanya. Lahir dan batin harus menyatu.aran (kafir) di negeri ini. manusia tidak akan mampu mencegahnya melain kan hanya mampu menangani akibat-akibatnya. hakekat segala apa yang terjadi merupakan ref leksi atau pantulan cermin dari bangsa ini yang diwakili oleh pemimpin bangsanya . mer eka tidak mau menempuhnya. tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan. Terlalu mengandalkan akal bisa menjadikan kita sesat dan ingkar. Tsunami Aceh yang telah memakan korban jiwa terbesar di Kebet . Untuk tidak mencari kambing hit am dari segala peristiwa yang terjadi. Sangatlah tidak arif dan bijak apabi la setiap bencana yang terjadi ditanggapi dengan statement : Itu bukan kutukan da ri Allah dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Secara singkat dapatlah diurai hakekat dari bencana-bencana besar yang terjadi di bumi Nusantara ini. Rasa-rasanya satu bencana belum tuntas teratasi. melainkan pemimpinnyalah yang salah. dan akan selalu menjadi bumer ang bagi kehidupan bangsa ini. Manusia dengan akalnya yang terbatas hanya bisa saling berkomentar dan beranalisis denga n berbagai macam teori ilmu pengetahuan tentang suatu kejadian setelah kejadian itu terjadi. Dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat. Pernyataan ini menggambarkan arogansi penalaran (berpikir ala bar at) yang semakin menjauhkan diri dari Sang Khalik. Dengan merenung dan berpikir kita akan menjadi mawas diri. Yang ada adalah pimpinan yang salah. maka kita semua memahami akan dalil di da lam manajemen perusahaan (leadership) bahwa : Tidak ada bawahan yang salah. Menghadapi bencana yang terjadi. Dilihat dari perspektif spiritual. Sehingga secara kasat mata kita akan banyak menyaksi kan berbagai macam bencana dan kejadian-kejadian di luar akal pikiran manusia se bagai hamba-Nya. (QS 6 : 46) Aku akan memalingkan daripada ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di muka bumi tanpa alasan yang benar. serta janganlah dihubung-hubungkan d engan takhayul. (QS 7 : 146) Apakah selama ini kita pernah berpikir dan merenung mencari jawab atas bencana y ang terjadi ? Mengapa tsunami yang banyak memakan korban jiwa (setara dengan kor ban bom atom Hiroshima Nagasaki) harus terjadi di bumi Aceh (serambi Mekah)? Men gapa sampai saat ini kita masih dipusingkan dengan Flu Burung yang mewabah dan b elum diketemukan obatnya ? Mengapa di saat yang lain terjadi KKN (kasus kesurupa n nasional) di berbagai kota yang terjadi secara spontan dan beruntun di tempattempat pendidikan dan pabrik rokok ? Mengapa Merapi harus memuntahkan laharnya d an sempat membingungkan kita semua ? Mengapa gempa yang meluluhlantakkan pemukim an dan banyak memakan korban jiwa terjadi di Yogyakarta ? Mengapa terjadi bencan a lumpur panas mengandung gas di Sidoarjo yang sampai saat ini belum bisa terata si ? Dan deretan pertanyaan mengapa-mengapa yang lain. Eling kepada leluhur dan senantiasa Eling kepa da Allah Azza wa Jalla. Maha Benar Allah dengan segala Fir man-Nya. Begitu pula dalam konteks negara sebagai sebuah p erusahaan : Tidak ada rakyat yang salah. Mari kita renungkan bersama ayat-ayat berikut ini : Katakanlah : Kabarkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kamu serta menutup hati kamu? Siapakah Tuhan selain Allah yang mengembalikannya kepadamu? Perhatikan bagaimana Kami memperlihatkan tanda-tanda kemudian mereka te tap berpaling. Untuk memahami tulisan ini dibutuhkan perenungan yang mendalam. Sebuah bukti bahwa akal (penalaran) dan ilmu pengetahuan adalah nis bi. 05 Membaca Kejadian€Alam Bencana demi bencana yang terjadi di bumi pertiwi ini sesungguhnya merupakan tan da peringatan keras Allah kepada bangsa ini yang secara khusus tertuju kepada el ite pimpinan nasional baik ulama maupun umaro nya. ulan yang terjadi hakekatnya adalah ketetapan yang telah ditetapkan-Nya. mereka me nempuhnya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka lalai daripadanya. Semoga kita yang sadar akan semua fenomena yang terjadi ini menjadi ham ba yang selalu Eling dan Waspada. Apakah dengan rangkaia n kejadian-kejadian itu masih tetap mengeraskan hati kita untuk tetap berdiri di atas arogansi akal ilmiah kita ? Terlebih lagi di saat kondisi sosial ekonomi n egara ini sudah semakin terpuruk dan memburuk.

Secara hakekat peristiwa gempa Yogyakarta yang menghancurkan Bangsal Traju Emas (ruang penyimpanan pusaka keraton) dan Taman S ari (pemandian dan tempat pertemuan Raja dengan Kanjeng Ratu Kidul) menyiratkan memudarnya aura kerajaan sebagai simbol pemerintahan negeri ini. namun malahan menguasai alam dengan dilandasi keserakahan. secara sadar atau tidak kita te lah mengikis budaya warisan leluhur dalam mengarifi alam dan lingkungan. Kita sebagai bangsa kenyataannya telah kehilangan kearifan pada alam dan lingkun gan.bumi dimana telah diimplementasikan syariat Islam ini merupakan awal peringatan yang sangat keras. mereka telah memiliki kesadaran religius yang baik. Mereka mampu mengemb angkan nalurinya bahwa merusak pohon atau membunuh binatang sembarangan akan men datangkan bencana. dan lainnya telah m erasuk pada sebagian besar anak negeri. kita memang kurang bersyukur atas limpahan rahmat yang te lah diberikan-Nya. dan industrialisasi. Teknolo gi ujung-ujungnya digunakan untuk menaklukkan alam. mengambil kayu atau hasil bumi secukupnya. Potret ini dilambangkan dengan muntahnya lahar panas gunung Merapi. Suku-suku di pedalaman. Memang sudah sejak sekian lama bangsa ini sakit. Para elite pemimpin negeri ini hanya sibuk berkutat pada ranah po litik dan upaya perbaikan ekonomi. kriminal. menurut Transpe rancy International pada tahun 2005 peringkat korupsi Indonesia menempati rangki ng 137 (25 besar) dari 159 negara di dunia. Alam tidak dieksploitasi sekehe ndak hatinya. Manusia tidak lagi bergantun g pada alam. Korban yang rata-rata perempuan melamban gkan bahwa Ibu Pertiwi sedang marah. Setan-setan korupsi. informasi. Hubungan antara manusia dengan alam senantiasa berubah. Pabrik rokok ibarat kerajaan yang mengolah hasil bumi tembakau menjadi rokok se bagai komoditi terlaris melambangkan kejayaan yang berdiri di atas penderitaan b uruh atau rakyat kecil. Rahmat Allah tidak dibagikan secara adil bagi kesejahter aan rakyat. Dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang terjadi hutang luar negeri-pun makin membumbung ti nggi. bahkan sampai sa at ini masih melaksanakan ritual-ritual tertentu untuk bersahabat dengan alam. APBN 2006 yang besar nya Rp 650 triliun. Walaupun suku-suku primitif tersebut belum tersentuh ajaran agama formal. Fenomena kerasukan jin/setan merupakan gambaran apa yang terjadi pada bangsa ini. yang menyiratkan telah terjadi Pelanggaran Aqidah pada bangsa i ni. menangis dan meronta menyaksikan apa yang terjadi pada bangsa ini.400 triliun. Secara jujur pula perlu diakui. Nampaknya. Ibu-ibu rumah tangga se-antero nusantara pun m erasakan hal yang sama menghadapi tekanan sosial dan ekonomi saat ini. Situasi ini berakibat rakyat kecil selalu menjadi korban. Tempat pe ndidikan melambangkan sindiran kepada kaum terdidik yang selalu mendewakan akal. 39% nya hanya untuk membayar hutang dan bunganya. Betapa memprihatinkannya melihat potret situasi carut marut yang terjadi pada ba ngsa ini. Lepas dari kesalaha n apa dan siapa penyebab kebocoran dalam eksplorasi sumber gas tersebut. Dari total hutang Indonesia sekitar Rp 1. Me reka. Pada masa ini Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa yang adiluhung sekedar menjadi slogan semata. Ironis pula. perlu kita akui secara jujur bahwa atas nama penalaran dan logika . kekuasaan. Ketika bangsa ini masih disibukkan dalam mengatasi korban gempa Yogyakarta. Ibu Pertiwi tidak sek . Se mentara Merapi masih terus mengancam. kesi bukan dan kepanikan baru muncul sebagai dampak meluapnya lumpur panas bercampur gas di Sidoarjo Jatim yang hingga kini belum dapat teratasi. seiring perkembangan tek nologi. bencana lumpur panas mengandung gas ini melambangkan kekotoran moral elite pemimpin ban gsa ini yang membawa aura panas dan bau menyengat. Namun sangat ironis. Nampaknya sebagian besar bangsa ini telah kehilangan adab. Aura panas wedhus gembel tengah menyelimuti bangsa ini yang ditunjukkan dengan epi sode-episode ketidakpuasan yang menyulut emosi rakyat dalam berbagai konflik kep entingan. pada kenyataannya kebija kan pemerintah seringkali menyengsarakan rakyatnya. Alih-alih menyejahterakan rakyat. Sungguh me rana anak cucu negeri ini dengan segala bebannya. menjerit. secara sontak Yogyakarta sebagai simbol pu sat budaya Kerajaan Mataram digoyang gempa yang meluluhlantakkan ribuan pemukima n dan banyak memakan korban jiwa. juga adab kepada sesama manusia serta alam dan seluruh isinya. keserakahan. bangsa ini khususnya elite pimpinan nasional tel ah terjebak di alam materialisme yang penuh tipu daya dan menyesatkan. Adab kepada Allah Azz a wa Jalla.

Nggayuh kasampurnaning hurip hing Alam Langgeng). Insya Allah.yaitu agar setiap orang mencintai Tanah Airnya seperti ia mencintai ibu kandungnya sen diri. sejahtera. perilaku. Ibadah dilakukan sekedar formalitas belaka. Dengan sikap ketakwaan ini. Geram meny aksikan banyak penyimpangan akhlak yang dilakukan oleh anak negeri ini. yaitu berorientasi serta merujukkan semua gerak langkah. Sakbeja-bejane k ang lali. Di Sulawesi ada Newmont. Mereka itu seperti binatang ternak. luwih beja kang eling lawan waspada . Seakan masing-masing terpisah berada pad a sisi yang berbeda. Dengan pengabd ian yang hanya kepada-Nya itu. bahkan lebih s esat lagi. makhluk hidup serta alam sekitarnya da pat tenteram. mereka mempunyai hati. 06 Fenomena Semburan Lumpur€Sidoarjo . Jiwa nasionalisme yang seharusnya tertanam dalam dada s eluruh rakyatnya seakan luruh hilang tak berbekas. Sejak jama n orba hingga saat ini yang dipertunjukkan hanyalah bagaimana memenuhi kepenting an diri dan kelompoknya. mengingatkan kita pada sebuah seloka dari Ramayana ka rya pujangga Valmiki. jauhkan kami anak negeri ini dari seburuk-buruk makhluk-Mu sebagaimana firman-Mu : Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka dari golongan jin dan manu sia. Para elite pimpinan ban gsa malah terkesan tidak memberikan teladan yang baik di mata rakyat. Sedangkan akhlak manusia akan menentukan kualitas hidup dan kehidupan. damai. baik perikanan.edar menangis dan bersedih. Caltex di Dumai. bahkan mencintai alam berarti menc intai Sang Pencipta. demi mencapai ridh o Ilahi. mengenai cinta dan bakti kepada Janani Janmabhumi . dengan pendekatan spiritual murni segala kejadian yang terj adi di bumi Nusantara ini dapat diketahui jawaban dan solusinya. maupun kehutanan. Penghayatan agama belum diimpl ementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Agama hanya dijadikan ste mpel. Sikap takwa mendasari pembangunan watak. Memprihat inkan memang. pertambangan. Bung Karno pernah menulis. Insya Allah dengan limpahan kasih sayang anak negeri ini akan membuat Ibu Pertiw i tersenyum sumringah. mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). manusia wajib melaksanakan tugas amanah yang diem ban. Mencintai sesama berarti mencintai Tuhan. agar kehidupan umat manusia. padahal sila Ketuhanan Yang Maha Esa telah ditempatkan pada sila pertama. bumi pertiwi Indonesia yang disapanya dengan takjub dan hormat sebagai Ibu. Kita lihat di b umi Papua ada Freeport di sana. menjadi yang utama. menjadi tugas kita di masa depan mewujudkan Ind onesia Raya sebagai Negara Kaya Rahmat Ilahi (NKRI) demi kesejahteraan seluruh rak yatnya. aman sentosa. Pada akhirnya kita semua tidak tersadar bahwa bumi NKRI dimana kita berpijak tel ah berubah arti menjadi Negara Kapling Republik Indonesia (?). Sudah saatnya bagi kita semua anak bangsa melakukan introspeksi dan bangkit menu ju kesadaran bahwa kita sebagai makhluk ciptaan-Nya wajib memiliki rasa rumangsa lan pangrasa (menyadari) bahwa keberadaan di dunia ini sebagai hamba ciptaan Il ahi. bermasyarakat. tetapi tidak menggunakannya untuk memahami (ayat-aya t Allah). Sebagian besar bangsa ini makin jauh dari Sang Khalik. Blok Cepu-pun jatuh ke tangan Exxon. Ya Allah. Mema yu hayu harjaning Jagad Traya. berbangs a dan bernegara. Ini merup akan wujud kesadaran spiritual tertinggi the founding father s bangsa ini dalam me nempatkan Tuhan sebagai sentral Pandangan Hidup pribadi. dan ma sih banyak lagi. yang mengemban tugas untuk selalu mengabdi hanya kepada-Nya. Dan cinta Bung Karno terhadap kosmos itu diawali dari Bumi tempat kakinya berpijak. semua manusia akan merasa sama. tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tandatanda kekuasaan Allah). Bahkan akhirnya. Bahkan sebagian besar dari kita lupa. mereka mempunyai mata. Betapa tidak. Mereka adalah orang-orang yang lalai (Qs 7:179) Dengan ijin dan ridho Allah SWT. asetaset strategis dan berharga bumi ini telah jatuh ke tangan asing. Belum lagi terhitung aktivitas bisnis illegal yang mengeruk aset b umi ini untuk kepentingan asing. serta sepak terjangnya. Pancaran cinta dan kasih sayang yang murni akan dapat membuka pintu rahmat-N ya. sehingga dapat menjadi wahana menc apai kebahagiaan abadi di alam akhirat kelak (Memayu hayu harjaning Bawana. Marah me lihat polah tingkah anak bangsa yang makin jauh dari jiwa Pancasila sebagai Pand angan Hidup yang telah ditegakkan di bumi nusantara ini. serta akhlak manusia . akan tetapi mulai menunjukkan angkaranya. yaitu menjadi khalifah pembangun peradaban serta tatanan kehidupan di alam semesta ini.

Nusantara. namun jika direnungkan lebih dalam memberikan pelajaran bagi kita akan ketetap an-ketetapan-Nya. Artinya. tak mampu mengatasi persoalan ini dengan cepat dan sig ap. Nampaknya pemerintaha n negeri ini telah gagal. bid ah dan sesat merupakan penilaian yang me njadi hak Allah semata. orang Aceh dengan ke Ac eh-annya. namun semestinya kita tida k meninggalkan jati diri sebagai bangsa di tanah yang kaya raya ini. lupa kakek nenek. perbuatan dan aki bat baik buruk orang-orang terdahulu. Kita sesama hamba ciptaan-Nya tidak berhak untuk saling memvonis dan menghakimi dalam persoalan ini. Padahal pula kegaiban adalah suatu ke nyataan yang bagi kita umat beragama diwajibkan untuk meyakininya. Setidaknya kita patut tersadar bahwa ternyata wasiat-wasiat leluhur Nusantara in . Sejarah bukan sekedar perjalanan manusia di bumi yang terjadi begitu saja adanya . berbeda p ula dengan bumi Amerika. dan lain-lain. Allah memberikan pelajaran kepada kita. lupa leluhur. padahal Al Qur an dan kitab-kitab suci lainnya yang menjadi p edoman hidup umat di bumi ini meriwayatkan pengalaman. Berbagai teknologi pun telah diimplement asikan. Cina. Apakah di jaman digital ini kita masih tidak percaya dengan petuah-petuah leluhu r kita? Apalagi petuah atau karya leluhur yang winasis dan waskita yang menjadi wasiat bagi anak cucu negeri ini. Suatu fenomena yang luar biasa sekaligus memprihatinkan di tengah situasi negeri ini yang carut marut dan makin terpuruk. orang Batak dengan identitas ke Batak-annya. Su dah selayaknya kita orang Jawa mempertahankan identitas (tradisi dan budaya) ke Jawa-annya. dan sebagainya. soal syirik musyrik. Walaupun agama-agam a telah menjadi keniscayaan berkembang di negeri ini. Lupa sejarah sama artinya kita melupakan asal-usul. Sudah selayaknya kesadaran akan kesatuan persatuan b erbangsa dan bernegara diikat oleh kenyataan sejarah nusantara ini. Di dalam agam a Islam kita mengenal adanya 6 (enam) Rukun Iman. bertriliun-triliun rupiah telah dimuntahkan guna mengatasi semburan lumpur bumi Porong yang seakan menantang dan makin menunjukkan keangkuhannya. Tak bergemi ng di tengah manusia berupaya dengan sekian banyak jurus yang dilakukan. Kita semua ada saat ini adalah merupakan hasil p erjalanan sejarah masa lalu. terlihat mengulur-ulur waktu dan melindungi kepentingan tertentu . Apakah kita masih ingin mengi ngkarinya? Jadi. Eropa. Tangis dan rintihan kepedihan hidup mereka s eakan ditelan waktu menjadi sesuatu yang lumrah dan biasa. Para elite negeri ini sepertinya telah terhijab dan terbelenggu oleh taghut-tagh utnya sendiri. Jin dan setan pun nyata adanya sebagai mahluk gaib ciptaan Allah Yang Maha Gaib. Betapa tidak. orang Dayak dengan ke Dayak-annya.Telah setahun berlalu. Secara ringkas dapat dikatakan. Sekian banyak seminar dan diskusi telah diselenggarakan guna menelurkan teori-teori ilm iah mencari cara terapi penghentiannya. Hanya janji-janji koso ng yang membuai mereka setiap saat. E ntah berapa ratus triliun rupiah lagi akan dikeluarkan untuk menanggulangi sembu ran lumpur tersebut beserta dampak dan akibatnya. Dalam kawruh Jawa salah satu hikmahnya dikenal dengan istilah : Ngunduh wohing pakerti (orang akan memetik hasil atas perbuatanny a sendiri). ucapan. dengan melihat sejarah. Dampak dari ini semua yang terpenting adalah berapa banyak lagi rakyat kecil yang akan menjadi korban? Sedangkan korba n yang ada saat ini saja masih terkatung-katung nasibnya. lupa orang tua. Sudah semestinya kita tidak melupakan sejarah keberadaan beliau para leluhur nusantara dengan segala fenomenanya. Bangsa ini adalah merupakan anak cucu para leluhur negeri ini. namun bumi Porong dengan kegarangannya terus memuntahkan lumpur panas mengandung gas beracun dari dalam perutnya tanpa henti. Mereka telah menanggalkan Jas Merah (ungkapan Bung Karno : Jangan s ekali-kali meninggalkan sejarah). Sejarah masa lalu hanya dijadikan dongeng sebe lum tidur. dan sama artinya melupakan Alla h SWT. Kita semua telah lupa. Menjadi suat u kenyataan bahwa bumi Nusantara (Indonesia) berbeda dengan bumi Arab. Afrika. Telah sekian banyak pula upaya ritual keagamaan dan spiritual dilaksanak an. Apakah kita masih angkuh dan sombong di dalam memandang upaya nguri-uri budaya leluhur menanggapinya dengan pernyataan bahwa sem ua itu merupakan sesuatu yang syirik musyrik bahkan bid ah dan sesat? Juga dinilai sebagai mistik dan tahayul? Padahal mistik dan tahayul merupakan suatu ungkapan terhadap hal-hal yang tidak dapat dicerna dengan akal penalaran karena bersifat gaib (tidak nyata atau tidak kasat mata). Padahal para pakar geologi pun telah memprediksikan bahwa fenomena alam semburan lumpur Porong ini baru akan b erhenti setelah melalui masa selama 33 tahun.

Sadar sepenuhnya bah wa bumi dimana kita berpijak ini memiliki sifat dan karakter tersendiri. Dengan pemahaman ini maka kita dapat meraba apa yang akan terjadi setelah ini. Selain alam lingkungan rusak parah. Sangat ironis dan dilematis menghadapi persoalan ini. Majapahit. Tentu saja semua te rjadi atas Kehendak Allah dengan segala Kekuasaan-Nya. jika dikatakan oleh Prabu Joyoboyo (Jenggala. Di tempat itu pula terdapat prasasti yang ditanam oleh Gaj ah Mada. juga perdamaian semu GAM RI yang merupakan potensi laten disint egrasi Aceh dari naungan NKRI di depan hari. Singkat cerita dibutuhkan kearifan untuk mengembalikan kawasan tersebut kembali menjadi tempat suci . Singosari. psikologis dan psikis dari ribuan jiwa yang tinggal di sekitarnya. Diperlukan kearifan lahir dan batin dalam memandang dan menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di negeri ini dengan penuh kesadaran . baik sisi geografis. Pajang. Hanya nafsu-nafsu manusia saja dalam hal ini yang merusak segala tatanan yang ada. Segala apa yang tumbuh di ja gad nusantara ini. juga menimbulkan kesengsaraan mater i. Sehingga dampaknya sungguh lua r biasa. Banyak kebijakan-kebijakan beliau yang mandul dalam pelaksanaannya walaupun banyak dibantu orang-orang pandai di bidangnya. Bayangkan dan renungkan sejenak. Karena sebenarnya kawasan semburan tersebut dahulu kala merupakan temp at/kawasan suci . Hal ini terkait dengan cerita legenda Raden Guru Gantangan dari Pajajaran yang dijodohkan dengan Payung Kencana putri dari Betara Naga Raja. Apakah kita masih mengingkari. flora dan fauna. Dibutuhkan kearifan bersama dan toleransi yang sangat tinggi menyikapi fenomena se mburan lumpur Sidoarjo ini. Secara potret spiritual pun sangat rumit upaya penye lesaiannya. yang ditunjukkan dengan berbagai konflik kepentingan antar s esama anak bangsa. Belum lagi ancaman bagi ribuan jiwa yang lain dan juga potensi laten bencana lain yang menye rtainya (sebab-akibat). Dimana merupakan tanda yang memb erikan pesan bahwa kebaikan dan keburukan di negeri ini akan sama-sama muncul di p . maka gambaran-gambaran yang telah diungkapkan para le luhur nusantara beratus-ratus tahun yang lalu telah muncul menjadi kenyataan saa t ini. dan bukan negeri yang lainnya. Sej atinya secara kegaiban (alam niskala) tempat semburan lumpur tersebut adalah mer upakan telaga para bidadari. Nusanta ra adalah nusantara. Selain mengandung petuah tentang budi pek erti yang baik juga mengandung prediksi perjalanan bangsa ini dengan situasi dan kondisi yang menyertainya. Setidaknya jika kita jeli. termasuk keragaman etni s beserta tradisi dan budayanya sudah menjadi ketetapan-Nya (sunatullah). tan tinolih sinjang kemben yang bermakna bahwa pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah? Hal ini dengan versi lain dikatakan oleh Ronggowarsito. fenomena semburan lumpur ini merupakan satu pake t dari serangkaian kejadian-kejadian yang lain. dan Mataram? Padahal masing-masing kerajaan be rselang waktu ratusan tahun sesudahnya.1157) di dalam Serat Musarar akan berdiri kerajaan Kediri. Apakah kita masih mengingkari. Demak. bahwa saat ini masuk pada era pemimpin Satrio Boyong Pambukaning Gapuro dengan segala fenomenanya (lihat : Ramalan 7 Satrio Pin ingit). tanpa tersadar bangsa ini sebenarnya telah memiliki wasiat yang secara rinci namun tersamar menggambar kan sosok pemimpin dan situasi umum keadaan negara ke depan. Sedangkan upaya batin yang banyak dilakukan telah terkontaminasi mengandung kepentingan-kepentin gan tertentu. Padahal persoalan yang dihadapi adalah peristiwa di luar nalar. sampai-sampai terlihat tidak sempat men gatur negara. Berpotensi terjadinya d isintegrasi bangsa. bahwa pada saat ini kita masuk kepada era pemimpin dengan perlambang Tan kober pepaes s arira. Sejujurnya bisa dikatakan bahwa di era kepemimpinan SBY JK saat ini tela h terjadi banyak bencana dan kecelakaan. Peristiwa semburan lumpur Sidoarjo merupakan salah satu bukti kenyataan yang ter jadi akibat nafsu manusia yang rakus dan serakah. Sehingga tempat itu dahulu kala ditandai dengan ber dirinya Candi Pradah. Th 1135 . Manusia di jaman sekarang ini maunya hanya mengandalkan upaya-upaya penalaran secara logis bersifat lahir. Paj ajaran.i merupakan suatu hal yang fenomenal dan luar biasa yang pernah ada dan pernah t erjadi di muka bumi ini. jika dari perlambang yang ada dikatakan bahwa sejak Kemerdekaan Negara RI 1945 dikatakan bahwa negara dikutuk selama 60 tahun? Apakah kita juga masih mengingkari. Namun secara hakekat spiritual. Dan semua itu merupakan h arta karun yang tak ternilai harganya.

sebab berdiri ratu adil .lt .ermukaan.jw. Kita lihat saja pa da saat ini banyak sekali persoalan perebutan tanah dan gusur menggusur merebak di mana-mana. Bukan suatu kebetulan kalau dikatakan bahwa daya-daya Sabdo Palon Noyo Genggong tengah berjalan. Beta pa tidak. Amin Dapatkan koleksi ebook-ebook lain yang tak kalah menariknya di EBOOK CENTER http://jowo. sudah pergi bersama pemuda berjanggut. Semua mencari tumbal. lalu mereka menca ri anak gembala. mereka ti dak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. tapi anak gemb ala sudah tidak ada. yang bertengkar ketakutan. Yang sudah punya ingin lebih . tapi nanti. Semoga Tuhan Yang Maha Agung melimpahkan rahmat-Nya kepada umat-Nya yang berjuang menegakkan kebenaran. Sayembara yang saya katakan itu mengisyaratkan bahwa : Bagi siapa saja yang mampu menghentikan s emburan lumpur Porong saat ini. Pepesan kosong bermakna bahwa rakyat tidak mendapat apa-apa terkalahkan karena orang-orang yang berkompeten atau berk uasa masuk dalam persoalan membantu orang-orang yang berduit. yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. dan dialah yang dikatakan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu itu. Hanya yang sadar pada diam. Para penguasa lalu men yusup. Secara kasa t mata hal ini bisa dibuktikan dengan adanya upaya membenahi kawasan budaya beka s kerajaan Majapahit di Trowulan dengan proyek pembangunan Majapahit Park . Sekara ng. Segal a keburukan akan terkuak yang akan dilibas dengan datangnya kebaikan. Negara bersatu kembali. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara. Daya keban gkitan semangat Majapahit tanpa terasa sudah mulai menampakkan diri. Dengarkan! jaman akan berga nti lagi. dengan kejadian semburan lumpur Porong yang hingga saat ini belum berh enti mengisyaratkan bahwa seluruh rakyat sedang menantikan datangnya mu jizat. Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kos ong. maka dialah Sang Budak Angon itu. ingat jangan menoleh ke belakang! Fenomena inilah yang dikatakan Prabu Siliwangi untuk menunjuk era saat ini. tapi karena sudah kelewatan meny engsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. Nusa jaya lagi. mereka hanya menont on tapi tetap terbawa-bawa. Namun kemunculan ini akan membawa aura panas dan memakan korban. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. Siapapun saja tanpa terkecuali. bahkan seorang jendral sekalipun. Semoga Allah meridhoi upaya kita semua. tumbal untuk perbuatannya sendiri. disusul oleh tujuh gunung. dialah Aulia i tu Sang Putra Betara Indra. Akhirnya dapat saya katakan di sini bahwa Semburan Lumpur Porong yang sangat fen omenal saat ini sesungguhnya merupakan suatu tanda yang mengisyaratkan adanya Say embara yang terbuka luas bagi anak cucu negeri ini. Setelah Gunung Gede meletus. penjual bakso. orang sunda memaafkan. Orang sunda dipanggil-panggil. semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule. tukang parkir. Pemuda gendut adalah pe rlambang orang-orang berduit yang serakah. Pen guasa itu akan menjadi tumbal. Ri but lagi seluruh bumi. kapan waktunya ? Nanti. yang bermul a di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Fenomena yang tengah berjalan saat ini sebenarnya telah tertulis di dalam Wangsit Siliwan gi sbb : Penguasa yang buta. Dis ertai huru-hara di sana-sini. Silahkan pergi. Dipimpin oleh pemud a gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. cari oleh kalian pemuda gembala. Bai k lagi semuanya. ketakutan kehilangan negara. yang berhak meminta bagiannya. ratu adil yang sejati. Walaupun pihak pemerintah ata u Lapindo sekalipun tidak secara resmi mengadakan sayembara ini. entah dia adalah seorang tukang beca k. juga perebutan soal tanah. Karena semuanya terjadi juga atas Kehendak Allah SWT.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->