P. 1
Hygiene Dan Sanitasi Makanan Minuman Di Rumah Sakit

Hygiene Dan Sanitasi Makanan Minuman Di Rumah Sakit

|Views: 1,941|Likes:
Published by irfany

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: irfany on Feb 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

HYGIENE DAN SANITASI MAKANAN MINUMAN DI RUMAH SAKIT

PENGERTIAN ƒMakanan dan minuman di rumah sakit adalah semua makanan dan minuman: 
Yang disajikan dari dapur rumah sakit untuk pasien dan karyawan;  Yang dijual didalam lingkungan rumah sakit  Yang dibawa dari luar rumah sakit.

PERSYARATAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN ƒAngka kuman E.Coli : 
Pada makanan harus 0/gr sampel makanan.  Pada minuman angka kuman E.Coli harus 0/100 ml sampel minuman.

ƒKebersihan peralatan ditentukan dengan angka total kuman sebanyak-banyaknya 100/cm2 permukaan dan tidak ada kuman E. Coli.

PERSYARATAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN ƒMakanan yang mudah membusuk disimpan dalam suhu panas > 65,5°C atau dalam suhu dingin < 4° C. ƒUntuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam disimpan suhu 5° C sampai -1° C. ƒMakanan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dalam suhu ± 10° C.

SUHU PENYIMPANAN BAHAN MENTAH

DIgunakan untuk Jenis bahan makanan Ikan, udang, dan olahannya Telur, susu, dan olahannya Sayur, buah, dan minuman Tepung dan biji 3 hari atau kurang -5° C s/d 0° C 5° C s/d 7° C 10° C 25° C 1 minggu atau kurang -10° C s/d -5° C -5° C s/d 0° C 10° C 25° C 1 minggu atau lebih < -10° C < -5° C 10° C 25° C

PERSYARATAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN
ƒKelembaban penyimpanan dlm ruangan 80-90 %. ƒCara penyimpanan bahan makanan tidak menempel pada lantai, dinding, atau langitlangit dengan ketentuan sebagai berikut : Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm

TATA CARA PELAKSANAAN
Bahan Makanan dan Makanan Jadi Pembelian bahan sebaiknya ditempat yang resmi dan berkualitas baik. Bahan makanan dan makanan jadi yang berasal dari instalasi Gizi atau dari luar rumah sakit/jasaboga harus diperiksa secara fisik, dan laboratorium minimal 1 bulan Makanan jadi yang dibawa oleh keluarga pasien dan berasal dari sumber lain harus selalu diperiksa kondisi fisiknya sebelum dihidangkan Bahan makanan kemasan (terolah) harus mempunyai label dan merek serta dalam keadaan baik.

PENYIMPANAN BAHAN MAKAN DAN MAKANAN JADI

ƒTempat penyimpanan bahan makanan harus selalu terpelihara dan dalam keadaan bersih, terlindung dari debu, bahan kimia berbahaya, serangga dan hewan lain.

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN KERING
1. Semua gudang bahan makanan hendaknya berada di bagian yang tinggi. 2. Bahan makanan tidak diletakkan di bawah saluran/pipa air (air bersih maupun air limbah)untuk menghindari terkena bocoran. 3. Tidak ada drainase disekitar gudang makanan. 4. Semua bahan makanan hendaknya disimpan pada rak-rak dengan ketinggian rak terbawah 15 cm 25 cm.

5. Suhu gudang bahan makanan kering dan kaleng dijaga < 22° C. 6. Gudang harus dibuat anti tikus dan serangga. 7. Penempatan bahan makanan harus rapi dan ditata tidak padat untuk menjaga sirkulasi udara.

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN BASAH/MUDAH MEMBUSUK DAN MINUMAN 1. Bahan makanan seperti buah, sayuran, dan minuman, disimpan pada suhu penyimpanan sejuk (cooling) 10 °C 15 °C 2. Bahan makanan berprotein yang akan segera diolah kembali disimpan pada suhu penyimpanan dingin (chilling) 4 °C 10°C 3. Bahan makanan berprotein yang mudah rusak untuk jangka waktu sampai 24 jam disimpan pada penyimpanan dingin sekali (freezing) dengan suhu 0 °C 4 °C.

4. Pintu tidak boleh sering dibuka karena akan meningkatkan suhu. 5. Makanan yang berbau tajam (udang, ikan, dan lainlain) harus tertutup. 6. Pengambilan dengan cara First in First Out (FIFO), yaitu yang disimpan lebih dahulu digunakan dahulu, agar tidak ada makanan yang busuk.

PENYIMPANAN MAKANAN JADI ƒMakanan jadi harus memenuhi persyaratan bakteriologi. ƒJumlah kandungan logam berat dan residu pestisida, tidak boleh melebihi ambang batas yang. ƒMakanan jadi yang siap disajikan harus diwadahi atau dikemas dan tertutup serta segera disajikan

PENGOLAHAN MAKANAN
Tempat Pengolahan Makanan
Tempat pengolahan makanan (dapur) sesuai dengan persyaratan konstruksi, bangunan dan ruangan dapur . Sebelum dan sesudah kegiatan pengolahan makanan selalu dibersihkan dengan antiseptik. Asap dikeluarkan melalui cerobong yang dilengkapi dengan sungkup asap. Intensitas pencahayaan diupayakan tidak kurang dari 200 lux

PENGAWASAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN
Internal Oleh petugas sanitasi RS Pemeriksaan parameter mikrobiologi : bahan makanan dan minuman yang mengandung protein tinggi, makanan siap santap, air bersih, alat makanan dan masak serta usap dubur penjamah. Pemeriksaan parameter kimiawi : sampel minuman berwarna, makanan yang diawetkan, sayuran, daging, ikan laut. Dilakukan minimal 2 (dua) kali dalam setahun. Eksternal oleh Petugas Sanitasi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dilakukan uji petik secara insidentil atau mendadak untuk menilai kualitas.

PENYEHATAN AIR
ƒAir minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. ƒSumber penyediaan air minum dan untuk keperluan rumah sakit bisa berasal dari Perusahaan Air Minum, air yang didistribusikan melalui tangki air, air kemasan.

PERSYARATAN ƒKualitas Air Minum Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

Kualitas Ruang Operasi Air yang Digunakan di Ruang Khusus

Sumber dari PDAM, sumur bor, dan sumber lain untuk keperluan operasi dapat melakukan pengolahan tambahan dgn catridge filter dan dilengkapi dgn disinfeksi menggunakan ultra violet (UV) Air yang digunakan di ruang farmasi terdiri dari air yang dimurnikan untuk penyiapan obat, penyiapan injeksi, dan pengenceran dalam hemodialisis.

Ruang Farmasi dan Hemodialisis

TATA LAKSANA
1. Melakukan surveilans kualitas air minimal 1 tahun sekali : a. Inspeksi sanitasi terhadap sarana air minum dan air bersih; b. Pengambilan, pengiriman, dan pemeriksaan sampel air; c. Melakukan analisis hasil inspeksi sanitasi pemeriksaan laboratorium; d. Tindak lanjut berupa perbaikan sarana dan kualitas air.

PENGAMBILAN SAMPEL AIR
Jumlah Minimum Sampel Air Perbulan untuk Pemeriksaan Mikrobiologik Air Minum Air bersih 4 6 8 10 4 6 8 10

Jumlah tempat tidur 25 100 101 400 401 1000 > 1000

2. Pemeriksaan kimia air minum dan/atau air bersih dilakukan minimal 2 (dua) kali setahun (sekali pada musim kemarau dan sekali pada musim hujan) lokasi di tempat penampungan (reservoir) dan keran terjauh dari reservoir.

3. Titik pengambilan sampel air untuk pemeriksaan mikrobiologik terutama pada:  air kran dari ruang dapur,  ruang operasi,  kamar bersalin,  kamar bayi,  ruang makan,  tempat penampungan (reservoir),  secara acak pada kran-kran sepanjang sistem distribusi,  pada sumber air,  titik-titik lain yang rawan pencemaran.

4. Pengambilan dan pengiriman sampel air dapat dilaksanakan sendiri oleh pihak rumah sakit atau pihak ketiga. 5. Setiap 24 jam sekali rumah sakit harus melakukan pemeriksaan kualitas air untuk pengukuran sisa khlor bila menggunakan disinfektan kaporit, pH dan kekeruhan air minum atau air bersih yang berasal dari sistem perpipaan dan/atau pengolahan air pada titik/tempat yang dicurigai rawan pencemaran.

6. Apabila dalam hasil pemeriksaan kualitas air terdapat parameter yang menyimpang dari standar maka harus dilakukan pengolahan sesuai parameter yang menyimpang. 7. Apabila ada hasil inspeksi sanitasi yang menunjukkan tingkat risiko pencemaran amat tinggi dan tinggi harus dilakukan perbaikan sarana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->