P. 1
21549223 Konsep Tegangan Efektif MEKANIKA TANAH II

21549223 Konsep Tegangan Efektif MEKANIKA TANAH II

|Views: 169|Likes:
Published by Pipit Irfani

More info:

Published by: Pipit Irfani on Feb 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2015

pdf

text

original

Company

KONSEP TEGANGAN EFEKTIF
Tegangan pada Tanah Jenuh Air tanpa Rembesan
Kemampuan memampat dari tanah
Daya dukung pondasi
KestabiIan timbunan
Tekanan tanah horizontaI pada
konstruksi dinding penahan tanah,
OIeh sebab itu, kita perIu mengetahui periIaku dari distribusi
tegangan sepanjang suatu penampang tanah
Butiran pori daIamtanah saIing berhubungan satu sama Iain
yang merupakan suatu saIuran seperti :
Gambar 1. suatu
massa tanah jenuh
air di daIamsuatu
tabung tanpa
adanya rembesan
air daIamsegaIa
arah.
:as penampang
melintang = A
B:tiran padat
Air Pori
H
H
A
A
Tegangan totaI pada titik A dapat dihitung dari
berat voIume tanah jenuh air dan berat voIume
air di atasnya.
Dimana :
ƒ tegangan totaI pada titik A
Ø
w
berat voIume air
Ø
sat
berat voIume tanah jenuh air
H tinggi muka air diukur dari
permukaan tanah daIam tabung
H
A
jarak antara titik A dan muka air
ƒ H Ø
w
+ ( H
A
- H ) Ø
sat
(1)
Tegangan totaI, ƒ, yang diberikan pada persamaan
(1) dapat dibagi menjadi 2 bagian :
1. Bagian yang diterima air di daIam ruang pori yang
menerus. Tegangan ini bekerja ke segaIa arah
sama besar.
2. Sisa dari tegangan totaI dipikuI oIeh butiran tanah
padat pada titik - titik sentuhnya.
PenjumIahan komponen gaya vertikaI dari gaya -
gaya yang terbentuk pada titik - titik sentuh butiran
tanah per satuan Iuas penampang meIintang massa
tanah disebut :
TEGANGAN EFEKTIF (Effective Stress)
Garis a-a : garis meIaIui titik - titik sentuh antara
butiran tanah saja
P
1
, P
2
, P
3,...
P
n
gaya - gaya yang bekerja pada titik
- titik sentuh antara butiran tanah
JumIah komponen vertikaI dari gaya - gaya tersebut
per satuan Iuas penampang sama dengan
tegangan efektif (ƒ)
(2)
Dimana :
o´ = tegangan efektif
= komponen vertikal
dari P
1
, P
2
, P
3,.,
P
n
Ä = luas penampang melintang massa tanah yang
ditinjau
BiIa a
s
Iuas penampang meIintang titik - titik
sentuh antara butiran tanah, yaitu :
a
s
a
1
+ a
2
+ a
3
+.+ a
n
BiIa ruangan yang ditempati oIeh air Ä - a
s
Sehingga tegangan efektif dapat juga dituIis :
(3)
Dimana :
u H
A
Ø
w
tekanan air pori (tekanan hidrostatik
pada titik A)
a'
s
a
s
/A bagian dari satuan Iuas penampang
meIintang massa tanah yang terIetak
pada titik - titik sentuh antara butiran.
a'
s
sangat keciI sehingga diabaikan
aka persamaan (3) dapat dituIis :
(4)
Dengan memasukkan harga ƒ pada persamaan (1)
ke daIam persamaan (4), maka:
(5)
Ø Ø
sat
- Ø
w
berat voIume tanah terendam air
Jadi, tegangan efektif pada titik A tidak tergantung
pada tinggi air, H, di atas muka tanah yang
terendam air
KesimpuIan :
1. 1.
Tegangan efektif pada suatu titik di daIam massa
tanah akan mengaIami perubahan dikarenakan oIeh
adanya rembesan air yang meIaIuinya.
Besarnya perubahan tegangan efektif tergantung
pada arah rembesan :
1. Rembesan Air ke Atas
2. Rembesan Air ke Bawah
H
1
H
2
Kran (terbuka)
AIiran keIuar
B
A
C
h
Z
Gambar (3) suatu Iapisan tanah di daIam siIinder
di mana terjadi rembesan air ke atas yang
disebabkan oIeh adanya penambahan air meIaIui
saIuran pada dasar siIinder.
Kecepatan penambahan air dibuat tetap
KehiIangan tekanan yang disebabkan oIeh
rembesan ke atas antara titik A dan B h
Tegangan totaI pada suatu titik di daIam massa
tanah disebabkan oIeh berat air dan tanah di atas
titik yang bersangkutan
Pada titik A
tegangan totaI :
tegangan air pori :
tegangan efektif :
Pada titik B
tegangan totaI :
tegangan air pori :
tegangan efektif :
Pada titik C
tegangan totaI :
tegangan air pori :
tegangan efektif :
karena h/H
2
gradien hidroIik (i) yang disebabkan
oIeh aIiran, maka :
(6)
Tegangan efektif yang terIetak pada kedaIaman z
dari permukaan tanah berkurang sebesar izØ
w
disebabkan oIeh adanya rembesan air ke atas.
BiIa kecepatan rembesan (dan gradien hidroIik)
bertambah secara perIahan, suatu keadaan batas
akan dicapai di mana :
(7)
Dimana:
i
cr
gradien hidroIik kritis (keadaan dimana
tegangan efektif 0)
DaIam keadaan ini, kestabiIan tanah hiIang.
Keadaan ini disebut boiIing atau quick condition
Dari persamaan (7) :
(8)
Harga i
cr
bervariasi dari 0.9 s/d 1,1 dengan angka
rata - rata 1
H
1
H
2
Kran (terbuka)
AIiran keIuar
B
A
C
h
Z
Pemberian air
Keadaan di mana terdapat rembesan air ke bawah
dapat diIihat daIam Gambar..
Ketinggian air di daIam siIinder diusahakan tetap
dengan cara mengatur penambahan air dari atas dan
pengaIiran air ke Iuar meIaIui dasar siIinder.
Gradien hidroIiknya (i) h/H
2
Pada titik C :
tegangan totaI :
tegangan air pori :
tegangan efektif :
(9)
Rembesan dapat mengakibatkan :
penambahan atau pengurangan tegangan efektif
pada suatu titik di daIam tanah
Tegangan efektif pada suatu titik yang terIetak pada
kedaIaman z dari permukaan tanah yang diIetakkan
di daIam siIinder, dimana tidak ada rembesan air z
Ø .
Jadi, gaya efektif pada suatu Iuasan A :
P
1
z Ø A
BiIa terjadi rembesan air ke atas, gaya efektif pada
Iuasan A pada kedaIaman z :
P
2
(z Ø - izØ
w
)A
Pengurangan gaya totaI sebagai akibat dari adanya
rembesan :
P
1
- P
2
izØ
w
A (10)
'oIume tanah dimana gaya efektif bekerja zA
Gaya efektif per satuan voIume :
(11)
Persamaan (11) berIaku untuk rembesan air ke atas
dan ke bawah.
Gaya rembesan per satuan voIume tanah dapat
dihitung untuk memeriksa kemungkinan keruntuhan
suatu turap dimana rembesan daIam tanah mungkin
dapat menyebabkan penggeIembungan pada daerah
hiIir.
apisan Kedap Air
Daerah
penggelemb:ngan
T:rap
D/1
D/2
H
1
H
2
enurut Terzaghi (1922) :
penggeIembungan pada umumnya terjadi pada daerah
sampai sejauh D/2 dari turap (dengan DkedaIaman
pemancangan turap).
Sehingga perIu diseIidiki kestabiIan tanah di daerah
Iuasan D X D/2 di depan turap.
FS
'
W
U
D
D/2
U
W'
Ket : FS factor safety
W berat tanah basah di
daerah geIembung per
satuan Iebar turap
U Gaya angkat disebabkan
oIeh rembesan pada
tanah dengan voIume
sama.
Dimana i
rata-rata
gradien hidroIik rata-rata keIompok
tanah

' 2 '
sat w
D 1
W ÷D v -v D v
2 2

2
rata-rata w rata-rata w
1
U÷ Volume tanah × i v ÷ D i v
2
tinggi energi totaI rata-rata pada
dasar turap
atau
Dengan memasukkan niIai W dan U ke persamaan FS
maka didapat :
'
rata-rata w
v
FS
i v

uIa-muIa keruntuhan
ditunjukkan dengan naiknya
terangkatnya permukaan
tanah, disertai dengan
pengembangan tanah yang
akhirnya menghasiIkan
pertambahan niIai
permeabiIitas. HaI ini
menyebabkan
membesarnya aIiran,
permukaan yang 'boiIing
pada pasir dan akhirnya
runtuh..
enyebabkan
keruntuhan
Bagaimana prosesnya ?
Panjang turap yang tertanam (D) bisa diperpanjang,
atau
Beban tambahan yang berupa fiIter dapat diIetakkan
pada permukaan atas, dimana diIter itu didesain
untuk meIindungi masuknya partikeI-pertikeI tanah.
Jika berat efektif fiIter per satuan Iuas w
' '
rata-rata w
v ¹w
FS÷
i v
maka :
Tanah jenuh sebagian
Terdapat sistem 3 fase :

a
b c
a. butiran padat
b. air pori
c. udara pori
Jika tingkat kejenuhan tanah hampir 1, udara pori
akan berbentuk geIembung daIam air pori dan bidang
yang bergeIombang dapat digambarkan hanya
meIaIui air pori saja. Tanah tersebut dianggap jenuh
sempurna, namun memiIiki tingkat kompresibiIitas
akibat adanya geIembung udara.
Karena tanah tidak jenuh, pori udara akan
membentuk saIuran yang sambung menyambung
meIaIui ruang diantara butirannya, sedang air
pori akan terkonsentrasi pada daerah sekitar
kontak antar partikeInya.
Dengan : o tegangan efektif
o tegangan totaI
u
a
tekanan udara pori
u
w
tekanan air pori

'
a a w
o ÷o-u ¹, u -u
Persamaan tegangan efektif untuk tanah
jenuh sebagian :
Tegangan totaI dari setiap titik di daIam tanah :
tegangan antar butir, tegangan antar pori, dan
tegangan udara pori.
bagian dari Iuasan penampang meIintang yang
ditempati oIeh air. Untuk tanah kering
niIainya0 dan untuk tanah jenuh air niIainya 1
/
enurut Bishop, AIpan, BIight, dan DonaId harga
tengah dari tergantung dari derajat kejenuhan
tanah dan struktur tanah.
/
Ruang pori di dalam tanah)
KumpuIan tabung kapiIer
dengan l:as penampang
bervariasi)
Tekanan
+
Perm:kaan
Air bebas
Pipa kapiler

/
h
c
h
c
Ø

Konsep dasar dari
tingginya kenaikan air
di dalam pipa kapiler
T = gaya tarik perm:kaan
o = s:d:t sent:h antara
perm:kaan air dan dinding
kapiler
d = diameter pipa kapiler
Ø

= berat vol:me air
a) b)
a) Kenaikan air di
dalam pipa kapiler
b) Tekanan di
sepanjang tinggi
kenaikan air di
dalam pipa kapiler
Derajat Kejen:han, S )
20
0
40 60
80 100
1,0
0,8
0,6
0,4
0,2
Percobaan
Drained Tes)

Teori
H:b:ngan antara parameter
x dan Derajat Kejen:han
:nt:k tanah lana: Bearhead
men:r:t Bishop, Alpan,
Blight, dan Donald, 1960
Tanah
Berpasir
Tabir
Berpori-
pori
Air
h
1
h
Derajat kejen:han )
a) b)
Derajat kejen:hantanah di
daerah h
1
adalah 100 di l:ar
h
2
air hanya menempati pori-
pori terkecil, dengan derajat
kejen:han < 100
Hazen 1930)
h1 = tinggi kenaikan air kapiler
mm)
D
10
= :k:ran efektif mm)
e = Angka pori
C = Konstanta yang bervariasi
dari 100 mm
2
÷ 50 mm
2
a) Tanah dalam silinder
diletakkan bersent:han
dengan air
b) Variasi derajat kejen:han
tanah dalam air
h
2
Tipe
Tanah
Rentang kenaikan air
kapiler
ft m
Pasir Kasar 0,4 - 0,6 0,12 - 0,18
Pasir Halus 1 - 4 0,30 - 1,20
Lanau 2,5 - 25 0,76 - 7,6
Lempung 25 - 75 7,60 - 23
Kenaikan air kapiler
adalah penting dalam
pembent:kan
beberapa tipe tanah
seperti caliche
Tegangan totaI Tegangan efektif Tekanan air pori
9 = 9' + :
Tekanan pori : jenuh air
kapiIer) = -Ø

h h = tinggi s:at:
titik yang ditinja: dari MAT) dengan
tekanan atmosfer diambil sebagai
dat:m
Tekanan pori : jenuh air
sebagian) :
S = derajat kejen:han )
Hekanika 1anah, H. Bas Braja, 1akarta, 1995
http//: www.p4tkipa.urg
$&#

 $!%%
%0,3,3 5,/, %,3,03: 79,35, #02-08,3

:97,3 547 /,,2 9,3, 8,3 -07:-:3,3 8,9: 8,2, ,3 
,3207:5,,3 8:,9: 8,:7,3 805079   02,25:,3 202,25,9 /,7 9,3, 

,, /::3 543/,8  089,-,3 92-:3,3  %0,3,3 9,3, 47439,5,/, 
43897:8 /3/3 503,,3 9,3, 

0 80-,- 9: 9, 507: 20309,: 507,: /,7 /897-:8
90,3,3 805,3,3 8:,9: 503,25,3 9,3,

2 8:.9: 9.3 5.3 2039. 9.25.7/ /. 03: ./.  :.3.88.3 ..9 7!47  .. . 702-08.7.7/..3.3     :97.7  8:.9: 2.35. .-:3 9./.2 80..2-.8 503.

7 .3 949.5. 03: .83.4:209.9 2.9 .4:209.7 -07.5.3 949. .3.  ƒ Ø Ø8.3 9.39.. 99  -07. 99 /.7 93 2:.-:3 .7 -07.3.9 . 99 /.3././.7 5072:. /..7.3.7 /.9 /9:3 /.9    90.3 2:. ƒ Ø    Ø8.3. . 03: .4:20 .%0.2 9.4:20.9 .3. .9.3 -07.9 .7.5.7/::7 /.7/ .

3 3 -007.3   ..3 949.9 /-.7 .3  /.2.7 90./..3 949. ƒ .2. %0. 9. .3./5: 40 -:97..3 2039.079. . 8.88.. 5.  !03:2. -08.3 2.9:.5.9 5.3.3. 99 99 8039:3.3./. .25.3.3 5.9./ -.3 :. .. /.3/9072.8 503. 5078..3 20307:8 %0..3 9. /.7.7  $8.3 4254303 . 0 80.3907-039: 5.3 547 . 5078./. .3/-07..3 9. /80-:9  %% 110. 203.7/ /.0$97088 .3..2 7:. 99 99 8039: -:97.3 ./.

3 9.2.3 8.3-007.3 90. . .. -:97.7.3.39. 5.7.9:. 99 99 8039: . /03.39. 90780-:9 5078./. 8.25..: 99 99 8039: .3.8 503..079.. .78 20. .3 9.78 .  :2.3.  ! ! ! !3  .7 . -:97. 4254303 . /. .3 :...3 01091 ƒ .

3 2.3 01091 4254303 .25. 2.079.3.: . 9.88.3 /93.8 503.3 2039. .3.  ƒ 90.7 ! ! ! !3 :. /.3.

3.3. .3 .3  .7547 90. 8 .8.9 40 .3.3 .3. . /9:8   2.8 :.3.9 :.5.3 9. 7:.9:  .9 5./. .3 99 99 8039: .39.3. . .8.3 /7489.  :Ø 90.7.8 $03.8 503.3 2039.25.7Ä . 99  .3/9025. .3 01091 /. -:97. 90.

 .25. 5.3 .-.8 503. 9.39.3 2039.3 .-.3. -:97. /.7 8.7...9 0.3 2. 99 99 8039: ./. 803.88.3.3 :.9:.3 /.390709. 8 8.

7  / . 99 9/.4:209.39:3 5..9 /9:8    03..2.3  /.5. ../.2. .3.2 . 5078.9 .3 90703/./ 90.2 .9.3 .3  0 /. 9.2 5078.8:./. 907.3 202.. ƒ 5./..3  2.2.7.7 . 90703/.3. 5078.8 2:.3 01091 5.  Ø Ø8.3.7  . 93 .9 Ø -07..

3   . 0825:.

3   #02-08.88.3 203..3./. 9.73.  08. 507:-.3 01091 907.3 /.7.320.2 2.39:3 5.3 70 .3.:3..2 507:-..8  #02-08. 8:. .3.7.703.3 90./.3.. 702-08.. . 702-08.3 01091 5.9: 99 / /. %0.3 40 . ...3 70 9./.3 .

       7.3 907-:.3 0:.7 . 7.

2 2.5.8 .88..3-078.3.720./.3 40 702-08.3 .3:9.8 .3.3.8.3/80-./.3. 907./.3 .7 83/07  0.3 9.9.3 .9. 9.3 /80-../ 702-08.9.-.2 83/07 / 2.-.9 909. / . .9.3 40 .3   %0.7/-:.3 40 -07.7/.5  0.8 99 .58.05. 8:. 503.70 .3 . /80-. 99 /. /.7  8:.2-..3.:7..3 5. / /.3 90.3 0 .3.3 949.3 .7.3 503.3.39.: 8.-.9 .9: 99 / /.2-.9: .3.2-.3 9.

3. 99  90.3. !.3 .3 ./.  90.3 949.3./.  90.3 01091  !.7547 90. 99  90.3.3.3 01091     .3 949.7547 90.3.

7547 90.3 949. !./.3 .3.703.3. 90. . 99  90.3.3 01091    .

  ..3 2.-.3 40 ./03 /74  .7.7.3/80-.

2-.3 8:.3.3 9./. -07:7./. 0. 702-08.8   .3.390709./03 /74 798 0.3 /2.9.3.3. .3 702-08.3 01091   .9: 0. 80./03 /74  -079.5..70 ..3. .2 0..2.3 9. / 2.3.7.9./.3 /.....3 7.: 6:. 90..3.. 5.7 5072:. %0.8 .43/943 .7 7..3 -././.3 40 .05. 0/..3 01091 .-.9.3  0.-.3 80-08.3  /. 507.3 /.    2..9./.3 .7 Ø /80-.3.3 3 /80-:9 -43.3 3 089.

 ..7.3    .7 8.75078.7 -07.8 /. ..2.7.

7./ /03.9.9.3. 7. .3 .

7 .3 .3 907-:.!02-07. 7.3 0:.7        7.

70 -. 907/. 203.2 83/07 /:8.3 ./03 /743.8.7 .3 / 2.7  093....3 .7 20.3 503..9 /.9 702-08.2 .9 /.9.7.70 :.9:7 503.7/.: /..2-.3 .8 /.3 .5.3 ..  .2-.3 909.5.7 83/07  7..7/ /..5 /03. 0.7./. /.3.

  !. 99  90.3.3.3 .3 01091   .3 949.7547  90./.3.  90.

 ./.3  503.9: 99 / /.-. 0/.2.3/09.3 9...3 /. 01091 5.3 .3..5./.3 90.2-.9 203.2 83/07 /2./.. 5.8. #02-08.3.3  ! Ø  .: 503:7.3 /.3./.3 .3.7 Ø  .9.3 01091 5..3 01091 5. 9/.  %0.3. 8:./ . 702-08.2 9.7 5072:.9: :.390709. 8:.3.3 / /. 8:. ..9: 99 .9../.

/ 702-08. :..8 . 702-08..7 .3 5.9 /.3 .8.4:20  !078. 949.3  !  ! Ø   '4:209.3.70 .3.3.3 .01091 5078.9:. /2.3  -07..8 /...2.: :39: 702-08. 01091 -007. 0/.9./.3 0 -. . .70 .3   !  Ø  Ø   !03:7. ..3 . .-.3.2.. 01091 5..3 .80-./.9. 907./.   .

.

/.5.3 07:39:. 7 . /.2 9. .-.07.3 503002-:3.3 5078.3 .3 5../.3.9: 9:7.3.5 /2.702-08.3 /..5. 02:33.9:. 2:33 /.9 2030-.3.3 8:.9 /9:3 :39: 202078.4:209. 702-08.

%:7.5   .

07. 503002-:3.3 . .

3 0/.5 7 . .58.

/. :2:23./.   503002-:3.: .07././ 5. 907.25.03:7:9 %07.3 5. 80. 8.

7 9:7. 507: /80/ 089.3.3 0/./.3 9:7...3 9.-.3.2.5 $03. / /.5 /03.07.3 502.3. :.8.3 .

/ /05.3 9:7.5 .

.

3..3 . / /.3 40 702-08.. &   9.7 9:7. -. /03.07.3 5.9 /80-./.2. 002-:3 507 8.4:20 8.5 &.9478.109  -07.3.3 0-.8.9 9.9:. .3.-..  $  & 09 $1.

/. 7.9.9.3.9.9.9./03 /74 7. 7.: 93 0307 949. . Ø   2.5. 7.9. 7.9. 7. 7./.9.7 9:7.04254 9.9 Ø    Ø  & '4:209. Ø       7.5 .3.8.     Ø 8.9. 7.9.  7.3.9.7.

9.9  $  Ø  7.8:.  /.3 &0 5078..5. Ø  . 03. //.2.3 202. 7.9..3 3.3 $ 2.

3 07:39:.87 /.2.3 2030-.8..2-.3 50302-.3. 5072:.3./.3 5079.-.3 3.7.3.-9.  :. 203.3 .3 /9:3:.3 .3 .73.3 9. 50720..3 3.-.3.3 202-08.3 9.. 07:39:. 2:. 5748083.3 /03.3  5072:..3 -43  5.3. /03.93. /8079. 7:39: 030-. 5.8 .3 . 907..73. . .73.3.

3./.3.3-07:5.3 .3  .9.3. 5072:.9.8 /2.3 5.3 9:7.  ..790 50790 9.2  -8.3 9.3.:  0-.8:3.5.5 . 1907/.39079.3 ...9 /09.3 :39: 203/:3 2. !. 5. /5075.2-.3. /907 9: //08.

Ø  . -07.9..  Ø  $  7. . 7.8  2.9.3 :.9:.9 01091 19075078.

3 %07/. 547 . .3../.9 - .7.3 5. :/. .7547 .80  . -:97..%.5.9 88902 1.03: 80-.

.3.: 7:.703.. 80/.7 547 .2-. 809.7.3.7547 8. 90780-:9 /. 9/.07.:7. .7.7. /.3 .-.8 ./. -:97.8 5.3 9074380397.38.7.7547 /.33.7 5.7..9 003:.9 425708-9.3.9 .3 .9 /. 9.39. 93. . .  .7 439.3-07042-. 002-:3 :/.3 .2-:3 203.2 .. 20. %./. 3. 547 .3. .3 -07-039: 002-:3 /.5.257  :/.3 202-039: 8.2:3 202 93..: .3.3 . .3 9.3 -/.5 03: 8025:73. 03: 547 :/.7903.3 /.3 /.2-:3 20.3.39.

3 . :.3 949. 03: 80-. /.3 90. 547 : 90.3  ƒ ƒ : .3.7.  90.3.3 90.%0.3 01091 ƒ 90.2.3 01091 :39: 9.39.3.3.5 99 / /.2 9. 90.3.7547 . à : .3..7 -:97 90.3.39.3 :/.3..7.3 949.3 ƒ 90.3 .7 547 /.3..3.3 .7 809.3 :/.3. :  03. 547  !078.

 03: .3 2039.3. 903.   03:7:9 845 5./  -.3.7 3.8.3 9 /.3 9.3 897:9:7 9.7 /07. /./..9 003:.3 43.3 :39: 9.39:3 /.7 / 907.7 :.7 &39: 9. /. /..3.3 /9025.3.3 503.25.9 40 .7.3 /.3 .3. 073 3.3. .

39.  :25:.507 /03..3 547 / /.#:.-:3 .3 -07.2 9.8  .7.8 503.3 :.3..25.

8.43805  / !5.7 5072:. 9..3 .507 .3 7-0-. ..7 /.3 /.7  ..7 / /.8 %0. 03.3. .2 55..3 .Ø 933. - % ...507 !072:.

3 . .. 5072:.7/ /..3. 03.7.. .3 93 03.2 55..9 .7/ /..3 . .4:20. 8:/:9 8039: .39.3.3 /3/3 .3 / 805.3 .507 - %0.7 .2090755.507 / /.7/.2 55.507 Ø -07.507 .

5./  !07.70. :-:3.3..3 43.3 07. .3 $  .30/%08       07.: 0.3 .3    :39: 9.39.3 9 /.7.20907  %047  /./ 203:7:9 845 5..9 003:.4-.3 7..3.9003:.7.

 /. 547 . %.3 .3.7  ..3   %.7  22  22 .3 -078039:.2 83/07 /09. /. .7.3 9.87  .. / /.3 .8 /07.7.3..39.-7 07547 547 07.3.9 003:.  075.07.9 547 547 9070.3-07.. 203025. 07.3 01091 22 03.2 .7.'.7 .3 /07.   / :..9 003:.7.7  4389.3.  .3 /03.8 /... %.9003:..9 003:.03   7 .507 22 -  ::7. /03.3  93 03.3 9..3../.

87 ...507 .3.8...2 502-039:.3 -0-07./.0 . 805079 .5.7 .7..507 19          2              03.3 03..3.: 025:3 #039.3 .7 !. !.%50 %. 50393 /. 950 9.:8 .3 .3.87 .

3.7 .9 003:. %0.: /.9: 99 .3/93. /.7 %0.3.3 949.3 .3 01091 %0.3  ..2- 80-.3 547 :  03: .3 547 : 03: .3.7 % /03.9248107 /.3  $ /07.9:2 80-..7547 9 9  : %0.3 90.3 .3.507  Ø 93 8:.%0.3.3..

$&#  : 6#": "$:-1 $$ BB7'''6 0$ 6" .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->