P. 1
Daya Hantar Listrik

Daya Hantar Listrik

|Views: 361|Likes:
Published by Fikri Rizaldi Kamil

More info:

Published by: Fikri Rizaldi Kamil on Feb 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

Bermacam-macam larutan dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat kelarutan, konsentrasi zat terlarut dan daya hantar listrik

. Berikut kita bahas jenis larutan berdasarkan konsentrasi zat terlarut, kelarutan daya hantar larutan secara terpisah.

1. Konsentrasi Zat Terlarut
Apakah Anda pernah membuat teh pada pagi atau sore hari? Teh bagaimana yang Anda inginkan, yang pekat atau yang encer? Bila Anda senang teh yang pekat, pasti banyak ekstrak teh yang Anda larutkan dalam pelarut air, sebaliknya bila Anda senang teh encer, hanya sedikit ekstrak teh yang Anda larutkan dalam air.

Dalam pembuatan larutan di laboratorium, kita kenal istilah ³konsentrasi´. Bila larutan pekat berarti konsentrasinya tinggi, dan bila larutan encer berarti larutan tersebut mempunyai konsentrasi rendah. Larutan dengan konsentrasi tinggi berarti memerlukan lebih banyak zat terlarut daripada larutan dengan konsentrasi rendah. Lebih jelasnya perhatikan Gambar 3 untuk memvisualisasikan perbedaan larutan pekat dan larutan encer.

2. Kelarutan Pengertian Kelarutan

volume pelarut. Hal ini disebabkan karena air merupakan zat yang mudah di dapat dan mempunyai kemampuan tinggi untuk melarutkan zat. Terbentuknya kristal zat terlarut dalam larutan. dapat terjadi bila kita menambahkan sedikit zat terlarut padat pada larutan lewat jenuh seperti ditunjukkan dalam Gambar 4. Sebelum mencapai titik jenuh. ternyata hanya 4. kita dinginkan pada 00c. Jika larutan yang mengandung 32.Kita sering melarutkan suatu bahan untuk beberapa keperluan.3 g per 100 g air. coba perhatikan Tabel 2 berikut. Proses ini disebut rekristalisasi. Karena kemampuan yang tinggi dalam melarutkan zat. Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarut pada temperatur tertentu disebut larutan jenuh. dan ukuran zat terlarut.6 g KIO3 akan membentuk kristal dalam larutan.3 g KIO3 dalam 100 g air pada 1000C tersebut. larutan yang mengandung 2 g KIO3 dalam 100 g air pada 00C adalah larutan tidak jenuh. Bila kita tambahkan 4. kelarutan KIO3 dalam air adalah 32.74 g kalium iodat. Umumnya zat terlarut larut dalam pelarut tertentu dan temperatur tertentu. disebut larutan lewat jenuh. Dari uraian di atas. Apakah semua zat melarut sama baiknya di dalam air? Untuk menjawab pertanyaan ini.74 g KIO3 ke dalam air pada temperatur tersebut. terdapat kelebihan jumlah KIO3 yang tidak larut.74 g per 100 g air. Sedangkan suatu keadaan dengan zat terlarut lebih banyak dari pada pelarut. Misalnya. Di dalam tubuh kita pun air melarutkan makanan sehingga mudah dicerna. Kadang-kadang ada bahan yang sukar larut dan ada juga bahan yang mudah larut. Pelarut yang sering digunakan adalah air. .74 g KIO3 yang masih dalam keadaan larut. dan 27. hanya 4. Maka dapat kita katakan bahwa kelarutan KIO3 dalam air pada 00C adalah 4. bermacammacam bumbu kita masukkan untuk mendapatkan rasa yang sedap. Rasa tersebut merupakan kombinasi rasa dari beberapa macam bumbu yang telah terlarut dalam air (kuah). Perhatikan uraian berikut. Jika kita sedang memasak sayur. banyaknya zat terlarut maksimal yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan disebut kelarutan. Kelarutan suatu zat tergantung pada suhu. Pada 1000C. Jadi . air dinamakan sebagai ³pelarut universal´. KIO3 yang larut dalam 100 g air pada 00C. disebut larutan tidak jenuh.

faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah pengadukan (Gambar 5a). dapat diungkapkan bahwa kelarutan berbagai macam zat dalam air tidak sama. Anda pasti akan menemukan jawabannya. Selain suhu. Mana yang lebih mudah melarut? Mengapa kelarutan zat berbeda-beda? Faktor-faktor apa yang mempengaruhinya? Perhatikan Gambar 5. Bandingkan kelarutan gula dan garam dalam air. . faktor Larutan Asam dan Basa. dan ukuran zat terlarut (luas permukaan sentuhan zat terlarut) (Gb.Berdasarkan Tabel 2 di atas. 5b).

larutan cuka makan. Larutan gula adalah contoh dari larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula. Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan mengalirkan arus listrik. Contoh lain adalah. larutan glukosa.Berdasarkan sifat daya hantar listriknya. Hantaran listrik melalui larutan dapat dtunjukkan dengan alat uji elektrolit seperti pada Gambar 7. molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi ion tetapi hanya berubah wujud dari padat menjadi larutan. air laut. larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Jika dalam larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit. Contoh larutan elektrolit: larutan garam dapur. larutan asam sulfat. maka lampu dalam rangkaian tersebut akan menyala dan timbul gas atau endapan pada salah satu atau kedua elektroda. air sungai. Jika larutan menghantarkan arus listrik. Perhatikan reaksi berikut. . larutan tersebut bersifat elektrolit. Ion positif yang dihasilkan dinamakan kation dan ion negatif yang dihasilkan dinamakan anion. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. larutan urea. Jika dalam larutan terdapat ion. Larutan NaCl adalah contoh larutan elektrolit. Bila gula dilarutkan dalam air. Perhatikan reaksi berikut: Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan contoh larutan elektrolit maupun non elektrolit. larutan alkohol. larutan tawas. bila NaCl dilarutan dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif.

Jika padatan NaCl dilarutkan dalam air maka NaCl akan terurai sempurna menjadi ion Na+ dan Cl-. Beberapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik dengan baik sehingga lampu menyala terang dan gas yang terbentuk relatif banyak (Gambar 8a).Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah. Larutan ini dinamakan elektrolit kuat. Sebagai contoh larutan NaCl. Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. elektrolit lemah dan non elektrolit. Dari uraian di atas kita dapat golongkan larutan elektrolit menjadi dua macam. Pada larutan elektrolit lampu yang digunakan menyala dan timbul gas pada elektrodanya. Perhatikan reaksi berikut. sehingga lampu nyala. larutan ini dinamakan elektrolit kuat. beberapa elektrolit yang lain dapat menghantarkan listrik tetapi kurang baik. redup atau bahkan tidak menyala dan gas yang terbentuk relatif sedikit. Tabel berikut menggambarkan larutanlarutan yang termasuk elektrolit kuat. (Gambar 8b). Beberapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya kecil. yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Hal ini disebabklan karena zat terlarut akan terurai sebagian (derajat ionisasi ? << 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion. Sedangkan larutan elektrolit yang mempunyai daya hantar lemah meskipun konsentrasinya tinggi dinamakan elektrolit lemah. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi ? = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion. Jadi jika 100 mol NaCl dilarutkan akan terbentuk 200 mol ion. . Dari reaksi diatas jika 100 mol NaCl dilarutkan dalam air akan terbentuk 100 mol ion Na+ dan 100 mol ion Cl-. Perhatikan hasil uji elektrolit yang ditunjukkan pada Gambar 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->