HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN, PERAWAT, RUMAH SAKIT DASAR HUKUM

1. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan 2. PP No. 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan 3. Keputusan Menteri Kesehatan No. 647/Menkes/SK/IV/2000 tentang Registrasi dan Praktik Perawat 4. Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik No. YM.02.04.3.5.2504 Tahun 1997 tentang Pedoman Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit 5. Surat Keputusan Dirjen Yanmed No. 00.03.2.6.951 Tahun 1997 tentang berlakunya Hak dan Kewajiban Perawat dan Bidan di RS. PENGERTIAN-PENGERTIAN Hak : Kekuasaan / kewenangan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu badan hukum untuk mendapatkan atau memutuskan untuk berbuat sesuatu. Kewajiban : Sesuatu yang harus diperbuat atau yang harus dilakukan oleh seseorang atau suatu badan hukum Pasien : Penerima jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit baik dalam keadaan sehat maupun sakit Perawat : seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Rumah Sakit : sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian Hak pasien : hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien SE Direktur Jenderal Pelayanan Medik No.YM.02.04.3.5.2504 Tahun 1997 tentang pedoman Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DI RS : HAK PASIEN : 1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. 2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur. 3. Pasien berhak memperoleh pelayanan medis yang bermutu sesuai dengan standar profesi kedokteran / kedokteran gigi dan tanpa diskriminasi . 4. Pasien berhak memperoleh asuhan keperawatan dengan standar profesi keperawatan

9. 3. Ø perkiraan biaya pengobatan 1. KEWAJIBAN PASIEN 1. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. . Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya. perbaikan atas perlakuan perlakuan rumah sakit terhadap dirinya. 7. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi : • • • • • Ø penyakit yang diderita tindakan medik apa yang hendak dilakukan Ø kemungkinan penyakit sebagai akibat tindakan tsb sebut dan tindakan untuk mengatasinya Ø alternatif terapi lainnya Ø prognosanva. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit 6.5. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang telah disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya. sepengetahuan dokter yang merawat. Pasien berhak atas “privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. 4. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib rumah skait 2. Pasien berkewajiban memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang diderita kepada dokter yang merawat. 4. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Pasien berhak mengajukan usul. 7. 3. saran. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit/dokter 5. Pasien berhak menyetujui/memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya 2. 6. 8. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya. 5. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat klinis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.

HAK DAN KEWAJIBAN PERAWAT DAN BIDAN DI RS (SK Dirjen Yanmed No. Memperoleh kesempatan mengembangkan karir sesuai dengan bidang profesinya. 6. Diperhatikan privasinya dan berhak menuntut apabila nama baiknya dicemarkan oleh klien/pasien dan atau keluarganya serta tenaga kesehatan lain.956 Th 1997 HAK-HAK PERAWAT DAN BIDAN : 1.6. Mengembangkan diri melalui kemampuan spesialisasi sesuai latar belakang pendidikannya. KEWAJIBAN PERAWAT DAN BIDAN : 1. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Mematuhi semua peraturan RS dengan hubungan hukum antara perawat dan bidan dengan pihak RS. Mendapatkan informasi lengkap dari klien/pasien yang tidak puas terhadap pelayanannya. Menolak pihak lain yang memberi anjuran/permintaan tertulis untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang-undangan. Mendapatkan perhargaan imbalan yang layak dari jasa profesinya sesuai peraturan/ketentuan yang berlaku di rumah sakit. 5. Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya. YM 00. 4. Menghormati hak-hak klien atau pasien. 4. 10. 2. 3. Menolak keinginan klien/pasien yang bertentangan dengan peraturan perundangan serta standar profesi dan kode etik profesi. Memberikan kesempatan kepada klien/pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarganya dan dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau keyakinannya sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan pelayanan kesehatan. . Merujuk klien atau pasien kepada perawat lain atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. Diperlakukan adil dan jujur oleh rumah sakit maupun klien/pasien dan atau keluarganya. 12. 7. Diikutsertakan dalam penyusunan/penetapan kebijakan pelayanan kesehatan di rumah sakit 9. 11. Meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan/kebidanan/kesehatan secara terus menerus. 7. 5.03. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan atau kebidanan sesuai dengan standar profesi dan batas kewenangannya atau otonomi profesi. Mengadakan perjanjian tertulis dengan pihak rumah sakit 3. standar profesi dan kode etik profesi. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati / perjanjian yang telah dibuatnya.2. 2. 8. 6.

9. Rumah sakit berhak membuat peraturan-peraturan yang berlaku di rumah sakitnya sesuai dengan kondisi/keadaan yang ada di rumah sakit tersebut (hospital by laws) 2. kecuali jika diminta keterangannya oleh yang berwenang. 14. Rumah sakit berhak mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati segala instruksi yang diberikan dokter kepadanya. Rumah sakit wajib memberikan pelayanan kepada pasien tanpa membedakan suku. Rumah sakit wajib menyediakan sarana dan peralatan umum yang dibutuhkan. 13. KEWAJIBAN RUMAH SAKIT : 1. 6. .8. Dokter dan RS HAK-HAK RUMAH SAKIT : 1. seks dan status sosial pasien 3. Rumah sakit berhak memilih tenaga dokter yang akan bekerja di rumah sakit melalui panitia kredensial. 2. 12. Melakukan pertolongan darurat sebagai tugas perikemanusiaan sesuai dengan batas kewenangannya. 3.YM. Rumah sakit wajib merawat pasien sebaik-baiknya dengan tidak membedakan kelas perawatan (duty of care).2504 Tahun 1997 tentang Pedoman Hak dan Kewajiban Pasien. Rumah sakit berhak mendapat perlindungan hukum. agama. Mengikuti IPTEK keperawatan atau kebidanan secara terus menerus. dan lain-lain). Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien/pasien bahkan juga setelah klien/pasien tersebut meninggal.02.3. Bekerjasama dengan tenaga medis/tenaga kesehatan lain yang terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan/asuhan kebidanan kepada klien/pasien. Rumah sakit wajib menjaga mutu perawatan dengan tidak membedakan kelas perawatan (quality of care) 5. Rumah sakit berhak menuntut pihak-pihak yang telah melakukan wanprestasi (termasuk pasien. ras.04. SE Direktur Jenderal Pelayanan Medik No. Rumah sakit wajib mematuhi perundangan dan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. 5. 4. Membuat dokumen asuhan keperawatan atau kebidanan secara akurat dan berkesinambungan. pihak ketiga. Rumah sakit wajib memberikan pertolongan pengobatan di unit gawat darurat tanpa meminta jaminan materi terlebih dahulu 6. 10. Rumah sakit berhak mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati segala peraturan rumah sakit.5. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan atau kebidanan sesuai standar profesi keperawatan atau kebidanan dan kepuasan kklien/pasien. 4. Memberikan informasi yang adekuat tentang tindakan keperawatan atau kebidanan kepada klien/pasien dan atau keluarganya sesuai dengan batas kewenangannya. 11.

4. Khusus untuk RS Pendidikan. Rumah sakit wajib menyediakan sarana dan peralatan medik (medical equipment)sesuai dengan standar yang berlaku. sarana dan prasarana pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana 3. RS wajib memberikan informasi bahwa penderita termasuk dalam proses/pelaksanaan pendidikan dokter/dokter spesialis. 8. . 1. Rumah sakit wajib membuat standar dan prosedur tetap baik untuk pelayanan medik. Rumah sakit wajib menjaga agar semua sarana dan peralatan senantiasa dalam keadaan siap 1. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. 2. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. TANGGUNG JAWAB HUKUM / URAIAN TUGAS PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. 1. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. 1. non medik. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. Rumah sakit wajib mengusahakan adanya sistem. pakai (ready for use). Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : 1. Rumah sakit wajib merujuk pasien kepada rumah sakit lain apabila tidak memiliki sarana . nyeri dada dan batuk. 1. prasarana.7. penunjang medik. peralatan dan tenaga yang diperlukan. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus.

Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. 1. 6. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. Dengan tetap belajar. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. 11. . 2. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. 7. 2. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. Ketahui pembagian tugas mereka. terutama bila perawat tidak pengalaman.Catat waktu/jam. Selalu identifikasi pasien. Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. keadaan yang harus diberitahukan dokter. Tanggung jawab / tugas perawat secara umum : 1. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja 3. pesanan. Lakukan setiap prosedur secara tepat. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri 1. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. waktu dan pasien yang benar. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis. 8. 4. 5. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. nama dokter. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama. tanggal. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien. 10. Tanyakan pesanan. 9. 12.

Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasilhasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasilhasilnya. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan.2. pasien. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisiprakstisi yang sudah ada. dokter yang memberikan instruksi. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. 5. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. sesama karyawan dan mayarakat. Memberi dasar untukmebuat keputusan etis. Mempertahankan standar perawatan kesehatan 3. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. Memberikan fasilitas refleksi profesional. 2. pembuat standar kerja dan masyarakat. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. 3. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. . prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut. profesi. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4.