P. 1
MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN

|Views: 1,745|Likes:
Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap para kepala sekolah.
Untuk mendownload silahkan kunungi alamat berikut http://bit.ly/eiE5GA
Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap para kepala sekolah.
Untuk mendownload silahkan kunungi alamat berikut http://bit.ly/eiE5GA

More info:

Categories:Types, Research
Published by: iyandri tiluk wahyono on Feb 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap para kepala sekolah. Mereka

diharapkan mampu melaksanakan fungsinya baik sebagai manajer dan leader. Untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan yang lain, pemerintah Indonesia telah menunjukkan good will, dengan memperhatikan kesejahteraan melalui

beberapa langkah antara lain: pemberian gaji, kewenangan, dan otonomi yang cukup untuk memperkuat peran manajerial mereka di sekolah. Dengan diterbitkannya

instrumen kebijakan baru, maka para kepala sekolah akan segeran mendapat kompensasi meningkat, dukungan profesional, dan otonomi. Persoalannya adalah untuk memperoleh sejumlah penghargaan tersebut, setiap kepala sekolah harus memenuhi standar mutu yang telah digariskan oleh pemerintah,

sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Hal ini, dimaksudkan agar pemberian penghargaan tersebut terarah dan tepat sasaran. Bimbingan teknis bagi kepala sekolah merupakan upaya untuk mempersiapkan kepala sekolah dalam menghadapi uji kompetensi. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah, kepala sekolah memiliki tanggungjawab legal untuk mengembangkan staf, kurikulum, dan pelaksanaan pendidikan di sekolahnya. Di sinilah, efektifitaskepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan mereka bekerjasama dengan guru dan staf, serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan anggaran, pengembangan staf, scheduling, pengembangan kurikulum, paedagogi, dan assessmen. Membekali kepala sekolah memiliki seperangkat kemampuan ini dirasa sangat penting. Di samping itu untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang baik, perlu adanya kepala sekolah yang memiliki kemampuan sesuai tuntutan tugasnya. Untuk itu di dalam Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tetang Standar Nasional Pendidikan, pasal 38 disebutkan kriteria menjadi kepala SMP/MTs/SMA/MA/ SMK/ MAK meliputi:
Kepemimpinan Efektif di Sekolah
1

1. Berstatus sebagai guru SMP/MTS/SMA/MA/SMK/MAK; 2. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku; 3. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di

SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK; dan 4. Memiliki kemampuan kepimpinanan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. Dalam kerangka MBS, kepala sekolah bertanggungjawab atas pelaksanaan (1)

manajemen sekolah; (2) pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM); dan (3) peningkatan peran serta masyarakat dalam mendukung program sekolah.

Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, telah diamanatkan dalam UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 8 disebutkan ³masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan´, dan pada pasal 9 berbunyi ³ masyarakat berkewajiban

memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan´. Untuk menjalankan tugas manajerial di atas, dan juga merespon tuntutan yang terus berubah saat ini, kepala sekolah harus memiliki kepemimpinan yang kuat agar mampu melaksanakan program-program sekolah yang mereka bina secara efektif. Hal ini,

mengingat kepala sekolah tidak saja bertanggungjawab mengelola guru, murid, dan orang tua, tetapi juga harus menjalin hubungan sekolah dengan masyarakat pelaksanaan luas. Untuk

mendukung

tanggungjawab tersebut, kepala sekolah perlu memiliki

kemampuan dan keterampilan kepemimpinan. Untuk membekali calon kepala sekolah agar nantinya dapat menjadi pemimpin pendidikan yang kuat dalam mengembangkan

lembaga secara baik, maka mereka perlu dibekali dengan wawasan tentang kepemimpinan efektif.

Kepemimpinan Efektif di Sekolah

2

BAB II KEPEMIMPINAN EFEKTIF DI SEKOLAH
Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan di Indonesia, belakangan ini banyak muncul ide persekolahan modern dengan berbagai nama, seperti: Sekolah Unggul, Sekolah Terpadu, Sekolah Percontohan, dan seterusnya. Di beberapa negara maju gerakan ini dinamakan dengan ide Sekolah Efektif. Ciri utama sekolah efektif, berdasarkan berbagai riset meliputi: (a) kepemimpinan instruksional yang kuat; (b) harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa; (c) adanya lingkungan belajar yang tertib dan nyaman; (d) menekankan kepada keterampilan dasar; (e) pemantauan secara kontinyu terhadap kemajuan siswa; dan
(f) terumuskan tujuan sekolah secara jelas.

Untuk mewujudkan sekolah efektif hanya mungkin didukung oleh kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yang efektif. Dengan melakukan studi terhadap kepemimpinan sekolah efektif kita dapat menggali informasi tentang nilai-nilai efektifitas harus

dipelihara di sekolah. Kriteria sekolah efektif ke dalam hal-hal berikut: 1. Skor tes UAN meningkat 2. Kehadiran (guru, siswa, staf) meningkat 3. Meningkatnya jumlah PR 4. Meningkatnya waktu untuk penyampaian mata pelajaran 5. Adanya partisipasi masyarakat dan orang tua 6. Partisipasi siswa dalam ekstra kurikuler 7. Penghargaan bagi siswa dan guru 8. Kualitas dukungan layanan bagi siswa dengan kebutuhan khusus Demikianlah, kriteria efektifitas sekolah tersebut akan berkembang sesuai dengan muatan nilai-nilai lokal sekolah, di samping mengikuti standar kinerja pada umumnya. KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN EFEKTIF DI SEKOLAH 1. Pengertian
Kepemimpinan Efektif di Sekolah
3

Mengingat tugas kepemimpinan yang kompleks, pengertian kepemimpinan tidak dapat dibatasi secara pasti, termasuk pengertian kepemimpinan efektif di sekolah. Namun, sejumlah rujukan menjelaskan bahwa kepemimpinan efektif di sekolah dapat berkait dengan kepemimpinan kepala sekolah di sekolah yang efektif. Atas dasar pandangan ini, maka kepemimpinan efektif di sekolah dapat dimengerti sebagai bentuk

kepemimpinan yang menekankan kepada pencapaian prestasi akademik dan non akademik sekolah. Dengan demikian, pemimpin pendidikan efektif selalu berkonsentrasi untuk menggerakkan faktor-faktor potensial bagi ketercapaian tujuan sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan pula, kepala sekolah efektif mampu menunjukkan kemampuannya mengembangkan potensi-potensi sekolah, guru, dan siswa untuk

mencapai prestasi maksimal. dapat ditegaskan bahwa kepemimpinan efektif adalah kepemimpinan kepala sekolah yang memfokus kepada pengembangan instruksional,

organisasional, staf, layanan murid, serta hubungan dan komunikasi dengan masyarakat. Sajian materi ini akan mendeskripsikan kepemimpinan efektif kepala sekolah, ditinjau dari aktifitasnya dalam berkomunikasi, membangun teamwork, mengambil keputusan,

menangani konflik, dan memelihara budaya kerja di sekolah. 2. Ciri-ciri Kepala Sekolah Efektif Secara umum, ciri dan perilaku kepala sekolah efektif dapat dilihat dari tiga hal pokok, yaitu: (a) kemampuannya berpegang kepada citra atau visi lembaga dalam menjalankan tugas; (b) menjadikan sekolah; (c) memfokuskan aktifitasnya kepada pembelajaran dan kinerja guru di kelas. Adapun secara lebih detil, deskripsi tentang kualitas dan perilaku kepala sekolah efektif dapat diambil dari pengalaman riset di sekolah-sekolah unggul dan sukses di negara maju. Atas dasar hasil riset tersebut, dapat dijelaskan ciri-ciri sebagai berikut: ‡ Kepala sekolah efektif memiliki visi yang kuat tentang masa depan sekolahnya, dan ia mendorong semua staf untuk mewujudkan visi tersebut ‡ Kepala sekolah efektif memiliki harapan tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja staf visi sekolah sebagai pedoman dalam mengelola dan memimpin

Kepemimpinan Efektif di Sekolah

4

‡

Kepala sekolah efektif tekun mengamati para guru di kelas dan memberikan balik yang positif dan konstruktif dalam rangka memecahkan masalah dan memperbaiki pembelajaran

‡

Kepala sekolah efektif mendorong pemanfaatan waktu secara efisien dan merancang langkah-langkah untuk meminimalisasi kekacauan

‡

Kepala sekolah efektif mampu memanfaatkan sumber-sumber material dan personil secara kreatif

‡

Kepala sekolah efektif memantau prestasi siswa secara individual dan kolektif dan memanfaatkan informasi untuk mengarahkan perencanaan instruksional.

PRAKTIK KEPIMIMPINAN KEPALA SEKOLAH EFEKTIF Dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin yang efektif di sekolah, selama periode kepemimpinannya kepala sekolah dapat melaksanakan hal-hal berikut. 1. Tahun Pertama Dalam tahun pertama melakukan hal-hal berikut: ‡ Menerima tanggungjawab sebagai kepala sekolah. Jika masih menekankan kepada administrasi dan disiplin, membiarkan guru mengajar di kelas, maka ia perlu merubah wawasannya menuju manajemen sekolah efektif ‡ Menetapkan tujuan dan menetapkan norma-norma atas dasar kebijakan yang telah digariskan oleh dinas pendidikan, nilai masyarakat, dan tentunya visinya sendiri tentang sekolah unggul ‡ Berkonsentrasi kepada upaya-upaya pembelajaran dan mulai melakukan kunjungan kelas ‡ Mengembangkan aktifitas dan struktur sesuai dengan tujuan, norma, dan maksud pendidikan ‡ Menyusun kalender akademik untuk menghindari hambatan belajar siswa, waktu perencanaan guru, dan seterusnya ‡ Mendukung saluran-saluran untuk melakukan komunikasi terbuka, pengambilan keputusan, dan problem-solving. Berusaha untuk memantapkan atmosfir kolegial ‡ ‡ Memperhatikan pertemuan dewan guru dalam memecahkan persoalan Merencanakan pementapan dan orientasi akademik
5

masa bakti kepemimpinannya,

kepala sekolah efektif dapat

Kepemimpinan Efektif di Sekolah

‡ ‡

Merencanakan sistem pemberian penghargaan bagi siswa dan staf Berinisiatif membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat.

2. Tahun Kedua Di tahun kedua ini, kepala sekolah efektif menindaklanjuti ide-ide pada tahun pertama dengan kegiatan nyata. 3. Tahun Ketiga Pada tahun ketiga ini, kepala sekolah efektif pada dasarnya menyempurnakan

implementasi perubahan iklim dan prosedur sekolah dan melanjutkan reformasi. INDIKATOR KINERJA KEPALA SEKOLAH EFEKTIF Berdasarkan langkah-langkah reformatif dan analisis obyektif, maka dapat dikemukakan indikator-indikator kinerja kepala sekolah efektif di era global sebagai berikut: 1. Mewujudkan proses pembelajaran yang efektif. 2. Menerapkan system evaluasi yang efektif dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. 3. Melakukan refleksi diri ke arah pembentukan karakter kepemimpinan sekolah yang kuat. 4. Melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi. 5. Menumbuhkan sikap responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan. 6. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib (Safe and Orderly). 7. Menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah. 8. Menumbuhkan harapan prestasi tinggi. 9. Menumbuhkan kemauan untuk berubah. 10. Melaksanakan Keterbukaan/Transparan Managemen Sekolah. 11. Menetapkan secara jelas mewujudkan Visi dan Misi. 12. Melaksanakan pengelolaan tenaga kependidikan secara efektif. 13. Melaksanakan pengelolaan sumber belajar secara efektif. 14. Melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan/Ekstrakurikuler secara efektif. 15. Mengembangkan kepemimpinan instruksional. STANDAR KEPEMIMPINAN EFEKTIF

Kepemimpinan Efektif di Sekolah

6

Pada dasarnya kepemimpinan efektif dapat dilihat dari tujuh perilaku kepala sekolah untuk: ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ menerapkan kepemimpinan sekolah efektif, melaksanakan kepemimpinan instruksional, memelihara iklim belajar yang berpusat pada siswa, mengembangkan profesionalitas dan mengelola SDM, melibatkan orang tua dan menjalin kemitraan dengan masyarakat, mengelola sekolah secara efektif dan melaksanakan program harian, dan melaksanakan hubungan interpersonal secara efektif.

Kepemimpinan di sekolah dapat mencakup serangkaian kegiatan kepala sekolah dalam memimpin institusi sekolah dengan cara membangun teamwork yang kuat, mengelola tugas dan orang secara bertanggungjawab, dan melibatkan sejumlah pihak terkait dalam pelaksanaan visi sekolah. Untuk membangun tim, kepala sekolah dapat melakukannya dengan: a. Mendorong dan merespon masukan dari anggota tim b. Bekerjasama dengan staf dan murid memantapkan dan membangun tim di sekolah c. Membantu tim menyusun tujuan d. Memfokuskan tim kepada pencapaian tujuan yang spesifik dan terukur Koordinasi dapat dilakukannya dengan menjalin kerjasama dengan instansi terkait, melibatkan guru, staf, orang tua, dan masyarakat secara tepat dalam pengambilan keputusan. Adapun implementasi visi sekolah dapat dilakukan dengan cara

mengembangkan visi sekolah bersama stakeholders, mengarahkan pelaksanaan program sesuai dengan visi sekolah, dan mengkomunikasikan dan menunjukkan visi dalam rangka peningkatan mutu sekolah.

Kepemimpinan Efektif di Sekolah

7

BAB III PENUTUP

Kepemimpinan

instruksional

ditunjukkan

kepala

sekolah

dalam berusaha instruksional yang

mendorong kesuksesan semua murid dengan menciptakan program mendorong perbaikan proses belajar dan mengajar.

Tiga hal penting yang menjadi perhatiannya berupa asesmen, kurikulum, dan pembelajaran. Dalam asesmen, kepala sekolah (1) mengarahkan evaluasi belajar siswa dengan menggunakan beragam teknik dan sumber informasi; (2) menganalisis data siswa, staf, dan masyarakat untuk pengambilan keputusan; (3) memanfaatkan data sekolah dan siswa untuk membuat program layanan murid dan kurikulum; dan (4) memantau kemajuan belajar siswa, didukung dengan laporan sistematis tiap bulan. Kepala sekolah juga menyiapkan tim untuk pengembangan kurikulum,

menggunakan hasil penelitian, keahlian guru, dan rekomendasi kalangan profesional untuk membuat keputusan kurikuler, dan bekerjasama dengan staf untuk menyesuaikan pelaksanaannya dengan standar nasional. Terkait dengan pembelajaran, kepala sekolah memperbaikinya dengan memantau semua kelas dan sekolah, mendorong penggunaan

metode mengajar yang inovatif dan mendorong guru mencobakan program inovatif yang melibatkan murid, serta menyiapkan program untuk memenuhi kebutuhan pendidikan khusus dan kecakapan murid yang terbatas.

Kepemimpinan Efektif di Sekolah

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->