P. 1
TANAMAN KOPI

TANAMAN KOPI

|Views: 1,793|Likes:

More info:

Published by: Pieter Immanuel Sinaga on Feb 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

TANAMAN KOPI (Caffea).

1.1. Sentra Penanaman Kopi ditanam hampir di setiap negara tropis. Amerika Selatan dan Amerika Tengah merupakan penghasil kopi terbesar. Di bagian bumi sebelah barat, produksi kopi menguasai 2/3 produksi dunia dengan Brasil menghasilkan hampir 31%. Colombia, Meksiko, Costarika, Ekuador dan Venesuela merupakan penghasil kopi di belahan bumi sebelah Barat. Sedangkan di belahan bumi timur, penghasil kopi adalah India, Indonesia, Vietnam, Angola, Belgia, Kongo, Ethiopia, Afrika Barat, Perancis, Kenya, Madagaskar, Rwanda, Burundi, Tanyaika dan Uganda. Di Indonesia, berdasarkan data tahun 1993, pasokan produksi terbesar dari Lampung, yaitu mencapai 106.591 ton (21%), sedangkan pemasok kedua terbesar adalah Sumatera Selatan dengan 90.783 ton (18%), dan yang ketiga adalah Sumatera Utara dengan 56.122 (11%). 1.2. Jenis Tanaman Di dunia perdagangan, dikenal beberapa golongan kopi, tetapi yang sering dibudidayakan hanya kopi Arabika, Robusta dan Liberika. Beberapa varietas/klon yang selama ini dianggap unggul dan dianjurkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan serta BPP antara lain: Jenis Arabika untuk lahan pada ketinggian 500-700 m dpl dan dibiakkan melalui stek: (1) skala besar: Klon S 795; (2) skala kecil: Klon S 288 dan Klon S 333. Jenis Arabika untuk lahan pada ketinggian 700-1700 m dpl. dan dibiakkan melalui sambungan atau setek: (1) skala besar: Klon S 795, AB3, AB4; (2) skala kecil: Klon Maesan, 1-D7, S 288, S 333; (3) skala percobaan: Klon USDA 230762, USDA 231001, USDA 230731, USDA 230765, USDA 231006, USDA 206412. Jenis Robusta yang dibiakkan melalui stek atau sambungan untuk lahan pada ketinggian kurang dari 700 m dpl: (1) skala besar: Klon BP 409, BP 358, SA 237, BP 234, BP 42, BP 288 (khusus ketinggian kurang dari 400 m dpl); (2) skala kecil: Klon SA 12, Rbb BGn 300, Rob Bgn 371, Rob Bgn 372, Mbl 3-04, SA 203, SA 333; (3) skala percobaan: Klon BP 436, BP 534, BP 397, BP 486. Jenis Robusta hibrida untuk bibit semai: Klon BP 42, klon SA 109, klon Rob Bgn 124-01. 1.3. Manfaat Tanaman Kopi merupakan salah satu dari bahan minuman yang tidak mengandung alkohol dan disenangi oleh banyak orang. Ditinjau dari segi medis: dapat merangsang pernapasan, kegiatan perut dan ginjal; membantu asimilasi dan pencernaan makanan; menurunkan sirkulasi darah di otak; menenangkan perasaan mental yang berkepanjangan, badan yang letih dan melapangkan dada; sebagai obat penolong diare; pencegah muntah sesudah operasi.

II. SYARAT PERTUMBUHAN 2.1. Iklim

Angin membantu penyerbukan yang terjadi antara bunga kopi yang berbeda klon atau berbeda jenis. Akan tetapi bila angin kencang dapat merusak tajuk tanaman dan menggugurkan bunga. Curah hujan minimal untuk pertumbuhan kopi adalah 1000-2000 mm/tahun, sedangkan pola hujan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman kopi Arabika dan Robusta adalah rata-rata 20003000 mm/tahun. Menurut lintang tempat, tanaman kopi dapat tumbuh baik pada daerah yang terletak di antara 20 derajat LU dan 20 derajat S. Tanaman kopi menghendaki sinar matahari yang teratur. Suhu sangat berkaitan erat dengan ketinggian tempat. Suhu di atas permukaan air laut adalah ± 26 derajat C dan akan turun 0,6 derajat C tiap kenaikan 100 m. Kopi Arabika tumbuh baik pada suhu 10-20 derajat C. Kopi Robusta menghendaki suhu 21-24 derajat C. Kopi Liberika tidak menghendaki suhu tertentu. 2.2. Media Tanam Tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam (± 1,5 m) dan gembur, subur, banyak mengandung humus dan bersifat permeable. Tanah dapat berasal dari abu gunung berapi/cukup mengandung pasir. Jenis tanah latosol dan vulkanis disukai tanaman kopi. Tanah yang drainasenya jelek, tanah liat berat, dan tanah pasir yang kapasitas mengikat airnya kurang serta kandungan N-nya rendah tidak cocok untuk pertumbuhan kopi. Tanaman kopi menghendaki tanah yang agak masam, yaitu antara pH 4,5-4,6 untuk kopi Robusta dan 5-6,5 untuk Arabika. Tanah yang lebih asam dapat dinetralisir dengan kapur tohor/pupuk, misalnya serbuk tulang/Ca-(PO2) + Ca metaphosphat /Ca(PO2). Tanaman kopi menghendaki kedalaman air tanah sekurang-kurangnya, 3 m dari permukaan tanah. Tanah harus mempunyai drainase dan kemampuan mengikat air yang baik. 2.3. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat berpengaruh terhadap tinggi rendah suhu. Kopi Arabika: tumbuh pada dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1700 m dpl. Jika di bawah 1000 m dpl, akan mudah terserang HV. Bila di atas 1700 m dpl, suhunya akan terlalu dingin. Kopi Robusta: tumbuh baik di dataran rendah hingga 1500 m dpl, tapi yang ekonomis adalah yang tumbuh pada batas ketinggian 800 m dpl. Kopi Liberika: tumbuh baik pada dataran rendah, di tempat yang miskin dan panas.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 3.1. Pembibitan 3.1.1. Persyaratan Bibit Tumbuhnya normal dan ukurannya seragam. Tidak terserang hama/penyakit, batang dan daunnya bersih dan kelihatan segar.

Memesan/membeli langsung ke PT Perkebunan terdekat. terutama bibit sambungan dan setek. Bibit yang dianjurkan adalah bibit vegetatif. bisa dikirim tanpa perlakukan khusus. Lendir yang melekat dibersihkan dengan cara dicuci/digosok permukaannya dengan abu dapur. terutama yang diambil dari tempat yang jauh. dipilih yang hampa. Daya tumbuh benih yang baru adalah 90-100%. Pemeliharaan bibit: Pemeliharaan dilakukan selama 2-3 minggu. Pengangkutan: Untuk tempat yang cukup jauh (> 7 hari perjalanan) harus diberi perlakukan seperti di atas. demikian seterusnya sampai peti tersebut penuh. Di atas biji diberi kain lagi dengan minyak terpenting. Dasar peti diberi lapisan kain yang diolesi minyak terpenting dengan dosis 1cc/100 cm3. Di atas kain diberi lapisan biji setebal 5 cm. Biji dicampur dengan serbuk arang basah dengan perbandingan biji : arang : air = 3 kg : 1 kg : 100-150 cc. Mempunyai sifat sama dengan induk. Biji yang sudah kering. Untuk tempat yang dekat dan waktunya tidak lama. sedangkan yang telah disimpan ± 6 bulan daya tumbuhnya adalah ± 60-70%. Penyiapan Benih Cara Generatif Cara memperoleh biji: Dari kebun sendiri: biji diambil dari pohon-pohon tertentu yang telah diketahui mutunya. tidak cacat. Benih dimasukkan dalam karung dan dimasukkan dalam kotak kayu lalu dikirim. Biji diangin-anginkan sampai kering selama 1-2 hari. Bibit yang akan ditanam harus berasal dari klon/varietas unggul yang dianjurkan. Setelah 3 hari. misalnya Ridomil 2 G untuk mengendalikan serangan jamur. Bibit semai yang dapat digunakan adalah hasil silangan pertama (hibrida) yang diperoleh langsung dari penangkar-penangkar benih. 3. Karung yang berisi biji dimasukkan dalam kotak kayu untuk menghindari benturan dan gesekan. Penyimpanan biji: Siapkan peti kayu berukuran 40-50 cm x 40-60 cm x 40-60 cm dan beberapa kain selebar peti kayu. . Campuran biji dan arang dimasukkan dalam karung goni yang kering dan bersih. Penyimpanan paling baik dilakukan selama 2 bulan.Mempunyai akar tunggang yang lurus. Biji dikelupas kulitnya dengan cara diinjak-injak dengan kain. Setelah itu biji bisa dicampur dengan fungisida yang berbentuk bubuk. karena: Cepat berbuah. Bibit sambungan merupakan gabungan dari 2 jenis kopi yang bersifat unggul.1. terutama bibit stek.2. kulit tanduk jangan sampai lepas. biji dikeluarkan dari peti dan diangin-anginkan selama 3-5 jam. Pemeliharaan biji: Buah yang dipilih adalah buah yang masak. Karung tersebut disimpan dalam gudang yang gelap dengan suhu 25-26 derajat C dan kelembaban 85-90%. besarnya normal.

1. tanaman baru akan tumbuh sebagai batang vertikal Enten cabang atau "tak enten". Batang atas (entres).27 kg. BP 42 x SA 24. Dalam hal ini adalah dari golongan Robusta yaitu Klon SA 109. tidak keras/lentur. . diameter ± 0. Waktu menyambung : Bibit berumur 6-12 bulan sejak pembibitan atau 9-15 bulan sejak disemaikan sudah berdiameter ± 1 cm atau sedikit lebih besar dari diameter entres.75 cm atau sebesar pensil. Penyimpanan dan pengangkutan entres (2-3 hari): Bekas potongan bahan entres diolesi dengan parafin. Caranya: pupuk dilarutkan dalam air. produksinya tinggi. dan BP 42 x SA 34 kurang lebih 0.6 kg. sehat. terutama tahan terhadap penyakit akar. lalu disiramkan ke gumpalan tanah yang membungkus akar bibit.5 kali jumlah bibit yang akan ditanam di lapang. Tujuannya: sebagai cadangan apabila ada benih yang tidak tumbuh dan untuk penyulaman tanaman.3. Dipupuk sebanyak 5 gram NPK/tanaman. 3. Bahan entres yang sudah dibungkus dimasukkan dalam peti kayu. Entres dapat diperoleh dari: Kebun sendiri: dipilih pohon yang pertumbuhannya baik. Bahan entres dibungkus dengan pelepah pisang yang masih basah dan segar. Jenis Entres: Enten pucuk atau "top enten". dilakukan dua kali. Tanaman baru akan tumbuh sebagai batang horizontal. Umur tunas ± 3 bulan dan sudah mengeluarkan cabang primer dan tidak boleh disimpan lebih dari 3 hari. Bahan yang diambil adalah tunas air yang sehat. berat per 1000 butir BP 42 ± 0. Di sela-sela bungkus pelepah pisang diisi sabut kelapa yang telah dibasahi. Dari Balai Penelitian: entres diperbanyak di kebun tua yang berasal dari zaaling (biji) dengan cara penyambungan. berat per 1000 butir Rob Bgn 124-01 ± 0.3 kg. bila entres dari cabang kipas (waaier tak enten) atau entres dari cabang pecut (sweep tak enten). jumlah bibit menjadi 2. Sedangkan berat 1000 butir benih untuk batang bawah adalah sebagai berikut: berat per 1000 butir SA 109 ± 0. Perkiraan jumlah bibit yang dibutuhkan: Jumlah bibit yang akan disemaikan diperkirakan 2 kali lipat jumlah bibit yang akan ditanam di kebun. Jumlah benih kopi dapat diperkirakan dari beratnya. Apabila bibit semai akan dijadikan batang bawah pada sambungan. Pelepah pisang dan bahan entres diikat agar tidak lepas.5 kg. Berat 1000 butir benih hibrida BP 42 x BP 358.Bibit ditempatkan di bawah pohon pelindung dengan intensitas naungan ± 40% dan setiap hari disiram. Penyambungan dilakukan pada pagi hari/saat tanaman sedang giat tumbuh (awal/akhir musim hujan). bila dari wiwilan/waterloot. Penyiapan Benih Cara Vegetatif Menyambung Penyambungan memerlukan: Batang bawah (onderstaam): Dipilih yang sudah teruji keunggulannya.

40 m. Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm/lebih dan dibersihkan.Sambungan tidak berhasil dapat dipindahkan ke bagian lain pada batang yang sama.20 m dengan panjang 2.4. Bahan yang dipakai adalah ruas kedua dan ketiga dari ujung batang yang masih pipih.Di bawah buku dipotong ± 7 cm dan diruncingkan. Tanah diberi pupuk organik..1. yang berupa pupuk kompos.. Cara perkecambahan Biji dibenamkan secara berderet dalam satu baris pada lapisan pasir menghadap ke bawah dan bagian atas kelihatan rata dengan lapisan pasir. di atas buku dipotong ± 1-2 cm.Batang bawah baru diadakan pemotongan setelah sambungan itu sudah jelas hidup. Bedengan dilapisi pasir setebal 5-10 cm dan diatas bedengan tersebut diberi atap.Entres dipotong satu ruas yang ada bukunya. Membuat bedengan-bedengan dengan ukuran panjang 10 m atau minimal 5 m dan lebar 1. Mata sirung (knop) sedapat mungkin dihilangkan. yaitu pada akhir bulan April-Mei. tapi hanya 1 bidang saja.Dilakukan pada tanaman yang batang bawahnya lebih besar dari entres. .. selanjutnya dilekatkan. ± 10 hari sebelum penyemaian.Pada umumnya dilakukan dipersemaian dalam peremajaan. ruas ketiga 80% dan ruas keempat 70%. Cara kina/Kina Grafting . 3.5 cm. . Bila lahan merupakan lahan yang baru dibuka.. serta berasal dari varietas/klon yang dianjurkan..Batang bawah dipotong mendatar 15-30 cm di atas permukaan tanah. Sumber stek terdiri dari: Bahan stek dapat dibeli dari para penangkar benih/bibit.Cara Menyambung: Sambungan celah (Splent Enten/Cleft Grafting) : .. sedang jarak antar biji adalah 2.. Penanaman pohon pelindung dilakukan 1 tahun sebelum penyemaian dan tingginya antara 2.Caranya sama dengan di atas. kebun entres/kebun produksi. Jarak antar bedengan 50 cm.Batang bawah diiris miring ke bawah sepanjang ± 3 cm pada ketinggian 10-15 cm dari leher akar.Diolesi parafin dan ditutup dengan tabung keras/kantong plastik. Menyetek Waktu menyetek: pada akhir musim penghujan.. sedangkan bedengan dibuat membujur ke arah utara-selatan.. Teknik Penyemaian Benih Cara Generatif Media penyemaian: Bila lahan telah dipakai untuk menanam kopi..20 m.Entres disisipkan pada irisan batang bawah dan dibalut. sehingga kambiumnya saling melekat.Tutup dipertahankan selama 3-4 minggu. tanah disemprot dengan nematida Vapam/ Nemacur G dengan dosis sesuai dengan petunjuk pada label.5-3 m/± 2 x tinggi pohon kopi. bila sudah tumbuh tunas baru pada batang atas. Perkecambahan: Membentuk bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 1. Sambungan rata (Plak grafting).Entres dimasukkan dalam celah dan dibalut dengan tali rafia/pita kain. atau sampai bulan Juni. yaitu: batang atas dan bawah diiris dengan kemiringan yang sama. bedanya. pupuk kandang/pupuk hijau..Dibelah membentuk huruf V ± 3-4 cm dari ujung.Kapasitas tumbuh: Ruas kedua dapat tumbuh 90% dalam waktu 1 bulan. Jarak antara baris adalah 5 cm. tutup dilepas..Perlakuan selanjutnya sama dengan yang lain.Entres diiris tegak simetris. Bahan stek berupa ujung wiwilan/cabang liar yang sehat dan tumbuh subur.

biji-biji tersebut diberi pasir lagi. Perkecambahan di daerah panas berlangsung selama 3-4 minggu. Biji yang ditaburkan bisa dengan kulit tanduk atau tanpa kulit tanduk. Pemindahan dilakukan dengan mencongkel dengan sebilah bambu atau solet. Bedengan diberi naungan/atap dari daun kelapa atau alang-alang seperti pada bedengan penyemaian benih. Waktu yang diperlukan sejak bibit disambung hingga siap tanam di areal pertanaman 4-10 bulan.000-3. Jika pohon naungan belum rimbun. dibuat bedengan tanah dengan ukuran panjang ± 5-10 m. Di atas bedengan yang tertutup pasir ditutup dengan lalang atau jerami yang dipotong-potong antara 0. sedangkan di daerah dingin berlangsung selama 6-8 minggu. Tanah sebaiknya ditanggul dengan papan atau seng agar tidak tererosi/longsor. Jarak antar bedengan ± 75 cm. Jarak antara bedengan ± 75 cm. dan tinggi 60 cm. lebar 140 cm dan tinggi 15 cm. Bedengan terbuka: Di tempat yang sudah ada naungannya. pot palstik diberi naungan sementara seperti pada bedengan tanah.1. Selesai pembenaman. 3. lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sisi atas dan bawah kotak tidak perlu ditutup. Menyetek Bedengan tertutup: Bedengan tanah dibuat dengan ukuran panjang 220 cm. Tanah dalam bedengan tidak perlu diolah. . Bedengan hanya sekali-sekali disiram.000 biji. Dasar kotak diisi kerikil kecil-kecil setebal ± 5 cm dan di atas lapisan kerikil diberi pasir yang sudah dicuci setebal ± 20 cm.5 cm) sebanyak ± 20 lubang sebagai jalan keluarnya air. Tanah di atas bedengan di cangkul. Buat kotak kayu yang panjangnya 2 m. Kepel. lebar 120 cm. Teknik Penyemaian Benih Cara Vegetatif MenyambungPenyemaian dilakukan ± 9-12 bulan sebelum waktu penyambungan.5-1 cm dan disiram 2-3 kali sehari untuk menjaga kelembaban. bagian bawahnya dilubangi kecil-kecil (diameter lubang ± 0. kecambah yang kepingnya sudah membuka. Ujung plastik sebelah atas dilipat keluar.5. Bibit kepelan dicabut dari bedengan pesemaian. tipis-tipis. Pembibitan dengan kantong plastik dilakukan dengan cara: Siapkan polybag berdiameter 20-30 cm dan tinggi 30-40 cm yang diisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 sampai 3/4 bagian plastik. kemudian dicampur pasir dengan perbandingan 1:1. Tempatkan kotak pada bedengan yang sudah dibuat. Plastik diatur berderet dengan jarak 30x30 cm. Kecambah yang dipindahkan dapat berupa: Serdadu (soldatje) atau kecambah yang belum mekar.Setiap 1 m2 memuat 2. kemudian ditanam pada lubang tanah seperti menanam pada bedengan tanah. Di tengah-tengah tanah dalam plastik dibuat lubang tanam dengan menggunakan tugal.

Dosis pupuk :. Setelah berumur 2-3 bulan atau panjang tunasnya ± 3-4 cm stek sudah dapat dipindahkan ke bedengan pembibitan Pembibitan: bentuk bedengan pembibitan. tetapi cukup dicabut saja. NPK=75 gram. cara pembibitan. tetapi tidak boleh terlalu basah. Penyiraman dilakukan 5-10 hari sekali atau bila pasir tidak lembab. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penyiraman dilakukan dua kali sehari dan dijaga. NPK=300 gram. Pertumbuhan akar stek kopi dapat dirangsang dengan merendam stek dalam urine sapi yang mengandung hormon Rooton F.Umur 5 bulan: ZA=50 gram. encerkan urine dengan menggunakan air bersih sampai konsentrasinya 5 % (10 ml urine + 200 ml air) atau 10 % (10 ml urine + 100 ml air). dan cara pemeliharaannya sama dengan pembibitan pada pembuatan bibit semai. NPK=250 gram.4-0 minggu sebelum dipindah ke lapang: 40 % . Urea=75 gram. Penyiangan. Urea=75 gram.Umur 9 bulan: ZA=100 gram. NPK=125 gram. supaya permukaannya luas dan mudah tumbuh. Pada umur 5 bulan dan selanjutnya pupuk dibenamkan dalam tanah pada parit kecil yang dibuat di tengah-tengah barisan bibit. NPK=200 gram.5 cm dengan kemiringan 10°-20°.Cara penyemaian: Panjang stek ± 10 cm. Urea=50 gram..30-10 minggu sebelum dipindah ke lapang: 75 %..Umur 3 bulan: ZA=25 gram. Ujung stek sebelah atas diberi lilin/parafin untuk mengurangi penguapan dan mencegah serangan penyakit. Pengaturan Intensitas naungan: Bibit di persemaian: 80-90 % Bibit di pembibitan:. Daun harus dipotong ± 2/3 dari panjang daun untuk mengurangi penguapan. Urea=25 gram. pupuk dibenamkan ke dalam tanah di sekeliling bibit sejauh 7 cm. Pada waktu bibit masih terlalu kecil. rumput-rumput yang tumbuh di sekitar bibit harus selalu dibersihkan. TS=25 gram.1. sehingga bagian ujungnya menjadi runcing.Umur 7 bulan: ZA=75 gram..6. 3. dipotong miring (menyebelah). Urea=10 gram. Caranya: urine dikumpulkan dan disaring dengan kain tipis/kain kasa.. TS=10 gram.4 minggu sebelum dipindah ke lapang: 50 %.Umur 12 bulan: ZA=100 gram. Pada bedengan tertutup. Pemupukan Pada umur 3 bulan. TS=75 gram. TS=50 gram. sisi kotak sebelah atas ditutup dengan plastik dan diikat kuat supaya tidak kabur. Stek ditancapkan miring pada bedengan sedalam ± 7. Pada bedengan terbuka penyiraman dilakukan 2-3 jam sekali. TS=75 gram. penyiangan tidak boleh dilakukan dengan korekan. Pemupukan pada bibit yang di tanam di dalam polybag dilakukan dengan cara membenamkan pupuk pada parit kecil yang dibuat mengelilingi bibit. Jarak tanam stek 15 x 15 cm. agar tanah bedengan tetap lembab.

. 3. Bila sebelumnya ada tanaman yang terserang nematoda. Pembukaan Lahan .. Cara pemindahan: Bibit yang dipelihara dalam kantong plastik.Tanah bedengan diairi hingga basah. lahan ditanami tanaman pelindung dan penutup tanah yang ditanam pada musim hujan. Pemindahan Bibit Umur bibit: Bibit semai dipindahkan setelah berumur 9 bulan-1 tahun setelah disemaikan atau 6-9 bulan setelah di pembibitan. sedalam 25-35 cm. Bibit sambungan dipindahkan setelah berumur 4-10 bulan sejak disambung.c) Kurang lebih 2-3 tahun sebelum tanam.7. Akar tunggangnya dipotong hingga tinggal 20-25 cm dan tanah yang membungkusnya dikorek-korek untuk meluruskan akar yang melilit.c) Lahan ditanami dengan tanaman pelindung dan tanaman penutup tanah. Caranya :. jalan dan saluran drainase yang rusak.bibit dicabut dengan hatihati supaya akar tidak rusak. langsung dibawa ke areal pertanaman. maka akar bibit harus dibungkus dulu dengan tanah dan pelepah pisang lalu disiram dengan air dan ditempatkan di tempat yang teduh.untuk bibit semai dan sambungan. dilakukan land clearing. jalan dan saluran drainase yang rusak.tanah bedengan disiram dengan air hingga basah. 3. Selanjutnya bisa diangkut. Mengolah tanah dan memperbaiki teras-teras. diadakan land clearing (penebangan pohon-pohon beserta tunggul-tunggulnya).b) Apabila tanah terlalu miring harus dibuat teras untuk mengurangi erosi. Persiapan Pada lahan bukaan barua) Sekitar 2-3.2. caranya:.5 tahun sebelum kopi ditanam.. .b) Mengolah tanah dan memperbaiki teras-teras.5-3 tahun sebelum kopi ditanam.Untuk menjaga jangan sampai berantakan.1.1.Bibit berikut gumpalan tanah dan akarnya diangkat. maka gumpalan tanah dibalut dengan pelepah pisang atau daun-daun lainnya. Pada tahap ini juga dibuat saluran drainase dan jalan.2.bibit diangkut ke kebun untuk ditanam. tapi tidak produktif Seluruh tanaman kopi dan tanggul-tanggulnya ditebang. Bibit stek dipindahkan setelah berumur 9-13 bulan sejak disemaikan atau 8-10 bulan sejak pembibitan.Bila bibit tidak segera ditanam. Lahan bekas ditanami kopi. Bibit yang dipelihara di bedengan tanah dan berumur cukup tua (sudah bercabang) dipindahkan dengan cara diputar.2. Pengolahan Media Tanam 3. maka penanaman dilakukan sekurangkurangnya setelah 1 tahun setelah penebangan tanaman kopi lama. . akar tunggangnya dipotong hingga tinggal 20-30 cm. Lahan bekas tanaman perkebunan selain kopia) 1.3.. Plastik dibuka dengan menggunakan pisau.. Bila tanaman pelindung masih baik. Bibit yang dipelihara di bedengan tanah dan umurnya masih cukup muda dipindah dengan cara dicabut. tidak perlu ditebang cukup dipangkas saja.2.Tanah di sekitar bibit digali melingkar dengan garis tengah 20-25 cm.

Dipakai untuk bibit Arabika di dataran tinggi. Pada tanah yang subur. Cocok untuk tanaman berdaun lebar. supaya terkena sinar matahari dan memperoleh gas asam arang dari udara. Pembentukan TerasYang perlu diperhatikan dalam pembuatan teras adalah kemiringan tanah.5 m. Vigna hesei.3. dengan jarak 2. masing-masing bagian tanah galian dicampur dengan 200 gram belerang dan 200 gram kapur pertanian. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah yang sering digunakan : Kacang Asu (Calopogonium muconoides). Dipakai untuk tanah datar dengan bibit Robusta.5-1 bulan sebelum tanam. 3. Cocok untuk tanah datar.5x2. yaitu letak tanah. Jarak tanam 2. 3.75 m dan antar barisan 3. tanah galian bawah dimasukkan dalam lubang. Hubungan barisan dengan jarak tanam antar tanaman 1. Indigofera hendecaphila. Dari pola-pola di atas yang paling banyak dipakai dan mudah adalah hubungan kwadrat.3. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat 3-6 bulan sebelum tanam untuk memperbaiki struktur tanah dan membunuh bibit penyakit. Lubang diberi pupuk organis/pupuk hijau yang terdapat di sekitarnya. Petai Cina (Leucaena sp).5 m. Sekitar 0. dibuat teras individu. Sengon laut (Albizia falcata). Kemlandingan. Dua bulan sebelum tanam. 1 ha memuat ± 2000 batang.5x2. tapi dibuat miring dengan tanaman sebatang di tengah-tengahnya.2. Tanah yang tidak begitu curam. Tanah galian dipisahkan antara tanah bagian atas dan bagian bawah. Bila tanahnya kurang subur. Teknik Penanaman 3. Sisi yang satu dengan yang lainnya jaraknya sama. pencangkulan dilakukan secara total atau langsung membuka lubang. tetapi yang paling baik pembagiannya adalah hubungan segitiga sama sisi. Di tengah lubang yang telah ditutup. sedangkan tanah yang cukup miring perlu dibuat teras langsung atau kontur. kesuburan tanah dan tanaman lama.3. yaitu 3. Tanah bagian atas dicampur dengan ± 20 liter pupuk kandang /kompos dan dimasukkan dalam lubang. Hubungan segi empat panjang/segi empat yang digeser. Tanah kurang subur ukurannya 80 x 80 x 80 cm dan tanah yang baru dan subur ukurannya 50 x 50 x 50 cm. Jarak sisi dengan sisi 2. Hubungan belah ketupat. Lamtoro. untuk memudahkan mencari lubang .Pekerjaan yang harus dilakukan sebelum penanaman tergantung pada keadaan lahan. sehingga tiap ha dapat ditanami ± 1.5 m.5 m. ditandai dengan ajir. Cara membuat dan menutup lubang: Lubang dibuat pada teras/pada ajir yang telah ditetapkan dengan ukuran rata-rata 60 x 60 x 60 cm.600 batang.1. Hubungan segitiga sama sisi. Penanaman Pohon PelindungJenis pohon pelindung: Dadap (Erythrina lithosprema).75 m. maka perlu pengcangkulan secara total dengan menggemburkan tanah dan diberi pupuk hijau. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam yang sering dipakai adalah: Hubungan kwadrat.5x3. Lubang dibiarkan terbuka.

sewaktu akan menanam. dan diulangi setiap 3 bulan sekali. cabang yang sakit. Peremajaan dilakukan setelah panen besar atau pada akhir musim kemarau menjelang musim hujan. 3. Perempalan Untuk pemeliharaan/produksi Bertujuan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki.3. dijaga perakarannya jangan sampai bengkok. diperiksa 1 kali/minggu. Untuk peremajaan Bertujuan untuk mengganti tajuk tanaman lama dengan tajuk baru yang masih muda dan produktif. Bila tanaman sudah tua. 3.1. perlu diadakan pencangkulan menyeluruh di dalam kebun. Pembubunan Pada waktu tanaman masih muda. dicangkul tipis dengan jarak ± 30 cm dari batang.4. sehingga tanaman dapat menghasilkan buah yang banyak. Cara Penanaman Cara penanaman: tanah penutup yang bentuknya cembung digali 20 cm atau sedalam leher akar. Kemudian tanah di sekitar tanaman dipadatkan.b) Tanaman berumur 2-4 minggu. Setelah bibit ditanam. supaya tumbuhnya lebih cepat. Ada 2 macam pemangkasan pemeliharaan.4. Cara memindahkan bibit sulaman dengan cara putaran.3.2. Pemupukan . dan cabang yang sudah tidak produktif. Pemangkasan berat dilakukan setelah panen. 3. yaitu pada awal musim kemarau dan awal musim hujan.4. pembubunan (pendangiran) dilakukan di sekeliling batang. 3. yaitu pemangkasan berat dan pemangkasan ringan (wiwilan).4. kebun diperiksa 2 kali/minggu. 3.4.3. Biasanya dilakukan 2 x setahun.c) Selama 6 bulan berikutnya kebun diperiksa 1 kali/bulan. Kurang lebih 2 minggu sebelum pemangkasan dilakukan pemupukan agar pertumbuhan batang barunya memuaskan. Penyulaman masih boleh dilakukan apabila tanaman belum kelihatan rimbun. Untuk cabang primer bertujuan untuk merangsang terbentuknya cabang sekunder dan mencegah cabang primer tumbuh terlalu panjang. Pemeliharaan Tanaman 3. Penyulaman dilakukan pada awal dan akhir musim hujan atau bila dalam keadaan memaksa.4. Tahun berikutnya diperdalam dan diperlebar. Penjarangan dan Penyulaman Jadwal pemeriksaan untuk penyulaman:a) Selama 2 minggu setelah tanam. Pemangkasan ringan dilakukan sebulan sekali pada musim kemarau dan 2 bulan sekali pada musim hujan.

yaitu pemangkasan untuk membentuk tajuk berbatang tunggal dan tajuk berbatang ganda. K2O = 160 gram. K2O = 120 gram..Umur tanaman 1 tahun:N=20 gram.. Lebar tanah yang ditumpuki mulsa sama dengan lebar lingkaran parit untuk pupuk buatan.. daging buah yang sudah mengering. Pupuk kandang/kompos Fungsi: digunakan pada tanah yang cukup liat Waktu: 1-2 tahun sekali pada awal musim hujan bersamaan dengan pemberian pupuk buatan. rumput-rumput hasil penyiangan.4. letaknya teratur.5. Dosis: ± 1-2 kaleng/tanaman (20-40 liter).. P2O5 = 80 gram.Pupuk organik Mulsa/mulch. yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan untuk mengatur cahaya. Fungsinya: menambah beberapa unsur hara. menghasilkan cabang yang kuat. P2O5 = 20 gram. P2O5 = 40 gram.Umur tanaman >10 tahun:N=160 gram.Umur tanaman 5-10 tahun:N=120 gram. . K2O = 40 gram. Cara pemberiannya: membuat lubang kecil berbentuk parit yang mengelilingi tanaman sejauh 3/4 lebar tajuk. Dosis sementara per pohon yang dapat dipakai adalah :. untuk pemasakan buah Pemupupukan dilakukan sebanyak 2 kali setahun. Caranya: pupuk dimasukkan ke dalam lubang pupuk sebelum pupuk buatan. sehingga tanaman tidak terlalu tinggi. 3. tergantung umur tanaman. serasah sekitar tanaman kopi.Unsur P. K2O = 80 gram. K2O = 20 gram.Unsur N. untuk pembentukan akar baru dan pembungaan .Unsur K. P2O5 = 40 gram. Pada tanah yang sangat masam ditambah dengan kapur 1/4-2/4 kg/tanaman yang diberikan sekali dalam 2-4 tahun. yaitu :. dan melindungi tanah dari kekeringan di musim kemarau Waktu pemberian : awal dan akhir musim hujan Caranya: pupuk ditumpuk di sekitar batang kopi setebal ± 15 cm.Umur tanaman 4 tahun:N=80 gram. untuk pertumbuhan vegetatif.Umur tanaman 2 tahun:N=40 gram. Pemangkasan ini dilakukan pada awal/akhir musim hujan.Umur tanaman 3 tahun:N=60 gram. Lubang ditutup dengan tanah dan dipadatkan supaya pupuk tidak menguap. Pemangkasan pohon pelindung pokok Ada dua macam.awal musim hujan 1/2 dosis N dan 1 dosis P2O5. hasil pemangkasan pohon pelindung dan tanaman penutup tanah. K2O = 60 gram. arahnya menyebar dan produktif. Pupuk buatan Unsur yang diperlukan:. Ada 2 macam pemangkasan bentuk.. memperbaiki unsur tanah. yang berasal dari daun-daun. P2O5 = 40 gram. P2O5 = 60 gram.. Pupuk dimasukkan dalam lubang. Pemeliharaan Lain Pemangkasan tanaman pokokPemangkasan bentuk bertujuan untuk pembentukan kerangka pohon.akhir musim hujan 1/2 dosis N dan 1 dosis K2O Dosis pemupukan tanaman kopi yang tepat baru bisa diketahui setelah ada hasil analisa kimia tanah. analisa kimia jaringan tanaman (daun) dan percobaan pemupukan.

tubuhnya dilindungi perisai yang agak keras. sehingga nematoda tidak mendapat makanan. Pengendalian: (1) cara biologis: melepaskan musuh alami. dan cendawan hitam. DDT atau BHC dimasukkan dalam lubang. kemudian disambung. serta mengeluarkan cairan madu. berwarna hitam). (3) perlindungan sinar matahari harus merata.5. dan Caconema radicicola)Ciri: larva yang baru menetas panjangnya ± 0. kayu dan batang patah pada tempat yang terdapat lubang melingkar.5. parasit Coccophagus bogoriensis dan Tetraticcus lecanii. menanam tanaman yang lebih tahan terhadap penggerek.1. dan berkembang lebih lanjut dalam tanaman.5-5 mm. Membuang dan tidak menanam pohon pelindung yang disenangi hama tersebut. kemudian ditanami lamtoro atau Crotalaria dan Salvia selama 2 tahun. Tubuh yang betina menggembung menjadi bundar dan yang jantan panjangnya 1. tanaman dibuat padat. daun menguning dan rontok. Hama pada Batang dan Ranting Penggerek merahPenyebab: kumbang merah (Zeuzera coffea). 3. Heterodera radicocila. Kutu hijau (Coccus viridis)Ciri: kutu hijau yang sudah dewasa berbentuk bulat telur dengan panjang 2. 3. Pemangkasan tanaman penutup tanah dilakukan 2-4 kali dalam 1 tahun atau mendekati musim panen. karena tidak ada perakaran baru.5 mm dan bergerak bebas di tanah. melepaskan parasit Tetratichus xylebororum. Gejala: terdapat lubang-lubang di atas batang (puncak) dan pada bagian batang yang tebal. berwarna coklat) Pengendalian: memotong bagian yang digerek dan dibakar. membuang pohon-pohon yang telah mati. (2) semua pohon dicabut. memperbaiki keadaan tanaman. tiap lubang ditanami 3-5 bibit.5. pada dada dan perutnya terdapat bulatan kuning.atau apabila keadaan kebun sangat gelap. dan coklat keungu-unguan serta membusuk. sehingga disebut "Leher Burung Elang". (3) . Ciri-ciri: Penggerek berwarna merah.9 mm. melainkan stump bibit yang tanahnya belum kena infeksi. (3) pucuk pohon tidak berdaun. Hama dan Penyakit 3. Pengendalian: memangkas cabang-cabang yang diserang. Panjangnya sampai 5 mm. (2) pertumbuhan lambat. Pemangkasan pohon pembantu dan tanaman penutup tanah Pohon pembantu dipangkas setelah pohon pelindung utama berfungsi.2-1.5 derajat C. seperti gamal (Glisirida maculata). Pengendalian: (1) akar bibit dimasukkan dalam air panas ± 49. kemudian dipilih yang paling kuat dan diberi pupuk organis. (Xylosandrus morigerus. selama 10 menit. predator kumbang Coccinella melanophthalmus.4-0. Pengendalian: secara preventif adalah tidak menggunakan benih. Penggerek ranting/ bubuk dahan(Xylosandrus morstati. (2) secara mekanis: memangkas bagian-bagian yang terserang kemudian dibakar. dan Orchus jantinus. Rotelynchus similis (Tylenchus acutocaudetus atau Tylenchus similis dan Anguillulina similis)Gejala dan pengendalian sama dengan pratylenchus pratensi.2. kayu dan kulit pohon rusak. (4) pohon yang berkembang lambat distump. yaitu cendawan Cephalosporium lecanii. Hama pada Akar Pratylenchus pratensi (Tylenchuscoffea atau Anguilulina pratensis)Gejala: (1) akar kopi berwarna kekuningan kemudian kehitaman. Heterodera marioni (Heterodera javanika. Gejala: membentuk benjolan-benjolan/bintil-bintil pada akar dan menyerang lebih dari 1000 tanaman.

(2) secara mekanis: memotong bagian yang terserang dan membunuh semut-semut gramang yang dilakukan pada musim kemarau. Sevin 85 dan Supracide 40 EC dengan dosis sesuai petunjuk. pada saat menjelang berbunga sampai proses pembungaan selesai atau menjadi buah. Kutu lamtoro (Ferrisia virgata)Ciri: badannya diselaputi bahan penutup tubuh yang keadaanya lunak semacam lilin. menyerang kopi Robusta).3. tangkai dari dompolan bunga dan buah) menjadi layu dan kering. Pengendalian: masa larva yang baru menetas lebih mudah diberantas. Kutu busuk/kepik (Antestiopsis liniaticolis Stal)Gejala: pada waktu panen biji kelihatan hampa dan terapung bila dicelup dalam air. Pengendalian: (1) secara biologis: melepaskan musuh alaminya. daun-daun menguning. (3) pohon pelindung dikurangi dan buah yang berjatuhan dan berlubang dikumpulkan dan dimusnahkan. 3. (2) keadaan dijaga jangan sampai lembab. antara lain : Anthonio 330 EC. calon bunga gagal menjadi bunga. ujung cabang sering mengering. predator Scymus sp. biji kelihatan berisi tapi tidak normal.5 mm. terutama pada musim kemarau. yaitu parasit Leptomastix.5. Pengendalian: menggunakan insektisida. Hama pada Bunga dan Buah Stephanoderes hampeiCiri: berwarna coklat tua. Pengendalian: (1) secara biologis : melepaskan parasit Angyrus greenii. (2) secara mekanis dan secara kimiawi: sama dengan memberantas kutu hijau. Kutu dompolan (Pseudococcus citri)Ciri: berbentuk bulat lonjong agak pipih. basah dan gelap. dan Leptomastix abyssinica. Dimecron 50 SCW. PARATHION. buah rontok/perkembangannya akan terhambat dan kulitnya berkeriput. Nogos 50 EC. apabila banyak hama bubuk buah. Pengendalian: (1) menanam selain Robusta. seperti Folidol M atau Folidol E 605. Pengendalian secara kimia : dilakukan seperti memberantas kutu hijau. (2) bagian-bagian yang diserang (tunas-tunas. 25 gram/100 liter air. tubuh larva dan kutu betina ditutupi dengan lapisan seperti lilin yang berwarna putih. nyamuk Dipplesis. Cryptolaemus mentrousieri. Ngengat atau Kupu-kupu kecil (Epicampoptera marantica Tamsi. Kupu-kupu (Dichocrocis crocoda meyrick)Gejala: Ulat yang masih kecil merusak/memakan daun antara tulang-tulang daun sampai habis. S. perlakuan tersebut dilakukan 2 minggu sekali. dan Cryptolemus sp. RIN. Gejala:(1) pertumbuhannya menjadi lambat. sukar berkembang dan bentuknya seperti sapu. ranting-ranting. buah berwarna coklah berwarna coklat. Sedang pada biji kopi yang telah masak terdapat larva-larva yang berwarna putih yang jumlahnya sampai 20 ekor. Gejala: (1) kopi yang terserang kelihatan ada satu atau dua lubang yang terdapat dekat dasar buah. predator kumbang Symnus apiciflatus. (2) pada biji kopi yang masih hijau terdapat bubuk-bubuk yang berwarna coklat dan hitam. pupus daun. Bidrin 24 WSC. Gejala: pertumbuhan tanaman terhenti. (3) kotoran yang manis rasanya banyak dikerumuni semut. Bayrusil 250 EC. Orthene 75 SP. memberantas semut yang suka membawa kutu. . tangkai dan tulang daun. Dimacidae 400 EC. sehingga tinggal kerangkanya. terutama jenis semut gramang (Plagiolepesis longipes). roepkei.. Hostathion 40 EC.secara kimiawi: Dengan penyemprotan insektisida yang dianjurkan. dan besarnya ± 1. Azodrin 60 WSC. (4) disemprot dengan DDT.

Pengendalian: dapat disemprot dengan Organophosphate. bagian yang sakit diolesi dengan fungisida. kulit yang terserang menjadi busuk.05 %. semua potongan dibakar atau dikubur sampai dalam. di antara butir-butir tanah terdapat cendawan-cendawan berwarna coklat kehitaman.Gejala: ujung batang dan ranting mati. pemotongan dilakukan pada kayu yang sehat. Penyakit mati ujung Penyebab: cendawan Rhizoctonia.5. Gejala: Yang diserang Rosellinia bunodes : batang kopi mati secara mendadak. cendawan akan menjalar melalui tangkai daun dan menjalar ke bunga dan buah. setiap lubang 200 gram. dapat juga diberantas dengan Metasystox 0. sehingga tinggal kerangka saja. Pengendalian: Sama dengan penyakit akar hitam. bedanya benang cendawan yang terdapat di antara kulit dan kayu bentuknya semacam gambar dan berwarna putih. di bawah yang diserang. Pemotongan dilakukan pada bagian yang masih sehat. Pengendalian: segera memotong bagian yang sakit. Gejala: akar besar yang diserang. pada kayu terdapat bintik-bintik hitam. dekat leher akar dan akar yang besar terdapat benang-benang cendawan yang berwarna hitam. menyerang kopi Arabika)Gejala: ulat daun yang masih kecil merusak atau memakan seluruh daun pada sisi bawah. yaitu dengan 500 gram Folidol serbuk atau Folidol-E 30 gram/100 liter air. daun menguning dan gugur dari batang yang terserang. lubang bekas bongkaran diberi tepung belerang. Penyakit Batang dan Ranting Penyakit pada batangPenyebab: Jamur upas (Corticium salmnicolor). penyakit ini mengakibatkan kematian ujung. pada pangkal leher akar terbentuk callus (bakal akar). nampak adanya selaput yang berwarna merah jambu. Selaput ini adalah sekumpulan spora cendawan. Pengendalian: cabang yang diserang harus dipotong dan dibakar. dimasukkan dalam tanah dan dicampur. terdapat garis-garis hitam.4. Penyakit Akar Penyakit akar hitamPenyebab: cendawan Rosellinia bunodes dan Rosellinia arcurata. kalau cendawan belum masuk bagian kulit. Pengendalian: pohon-pohon yang sakit dibongkar sampai akar-akarnya dan dibakar habis. berwarna merah atau kuning kemerahan. terutama pada daerah beriklim basah. GUsathio-A (40-50 gram/100 liter ar). makin lama berubah menjadi putih.5. bila bibit yang sakit dikupas. Gejala: daun berubah warna menjadi perunggu. pada pohon yang belum dipotong ujungnya. sebelum dilakukan pemotongan. seperti Carbolines 5% atau bubur Bordeaux. kalau masuk bagian kayu. Tungau (Metatetranychus) Ciri: bentuknya bundar dan sangat kecil. Gejala: yang diserang Rosellinia arcurata :hampir sama dengan di atas. terutama akar tunggangnya tertutup kerak yang terdiri dari butir-butir tanah yang melekat sangat kuat.5. cabang dan ranting yang diserang akan mati. Penularan melalui daun dan masuk ke pembuluh cabang. kalau dibelah. Gejala: yang menderita umumnya pada bagian cabang. Penyakit akar coklat Penyebab: cendawan Formes noxius atau Pellinus lamaensis. kadang ditemukan pada sisi daun bawah. daerah-daerah yang . Pengendalian: dilakukan pada saat ulat masih kecil. membuat selokan (isolasi) di sekitar yang terdapat serangan sedalam 1 meter. yang kemudian bersatu membentuk lapisan hitam. mengatur drainase yang baik. 3. 3.(Epicampoptera andersoni Tams. Dipretex 80-120 gram/100 liter air dan Gusathio 40-50 gram /100 liter air.

bercak-bercak dapat dilihat pada daun bagian atas. terutama menyerang daun-daun muda pada kelembaban yang tinggi. Penyakit Daun Karat daunPenyebab: cendawan Hemileia vastatrix. Difolatan 4 F. serangan pada buah terdapat pada sisi yang banyak mendapat cahaya. pada sisi bawah daun terdapat bercak-bercak berwarna kuning muda. bercakbercak ini berbentuk bulatan kecil dengan diameter 0. tertutup lapisan perak. Cuprovit OB 21. serangan banyak terdapat pada pesemaian. Kalau cuaca lembab. Copper oksida. menyemprot tanaman dengan teratur menggunakan fungisida. Mankozen.2 % atau 2 cc per liter air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali. kemudian dibakar dan yang menyerang biji-biji dirampas lalu dibenamkan sedalam-dalamnya. memperbaiki drainase dan mengurangi peneduh.banyak diserang penyakit ini dianjurkan supaya menanam pohon yang berbatang 3-4. dll. Penyakit jamur upas Penyebab: Jamur upas (Corticium koleraga) Gejala: pada lapisan daun bagian bawah terdapat suatu tenunan tipis berwarna putih abu-abu. kemudian berubah menjadi kuning tua. fungisida lain: Bubur Bordeaux (BB).5 cm dan bercak-bercak yang berdekatan akan menyatu dan bentuknya tidak teratur dengan diameter mencapai 5 cm. seperti ditaburi debu hitam. Benomiel.6. sebelum daun gugur. pada bercak yang tua. lapisan tersebut juga terdapat pada cabang-cabang dan buah muda serta daun-daun-muda yang dimulai dari tepi sampai pada tunas muda. Penyakit hangus Penyebab: cendawan Root-dauw. pusat bercak-bercak mengering dan berubah warna menjadi coklat. penutup ini pada mulanya berwarna keputih-putihan. sementara tetap tergantung dengan benang putih tipis dan halus. Penyakit bercak daun coklat Penyebab: cendawan Cercospora coffeicola. Mankozeb. serangan yang besar dapat menyebabkan rontoknya daun. Copper oxichloride. karena kotoran serangga yang rasanya manis. 3. sehingga dapat menyebabkan pohon kopi gundul dan akhirnya mati. bercak dapat lebih besar. bibit-bibit sebaiknya disemprot dengan bubuk Bordeaux. memotong bagian daun yang sakit dan membakar. Pengendalian: mengurangi kelembaban dengan cara mengurangi penyiraman. dan S 333. Pengendalian: menanam jenis kopi Arabika yang tahan. Gejala: pada permukaan daun terdapat lapisan . Penyemprotan biasanya dilakukan sebelum musim penghujan. menggunakan fungisida Dithane M 45 dengan konsentrasi 0. Copper oxychloride 50. Benlate. daun yang terserang akan gugur. penyemprotan dilakukan pada awal mulainya hujan lebat dengan memperhatikan cara-cara penyemprotan. terdapat warna putih atau kelabu. misalnya S 795. Pengendalian: semua cabang dan ranting yang terkena gejala penyakit ini dipotong. Gejala: banyak menyerang kopi Arabika. daun berkerak coklat sampai hitam dan kemudian mati seluruh cabang atau mengering. bercak tampak jelas pada permukaan bagian atas daun.5.5 cm. tetapi tepung-tepung yang berwarna oranye hanya dapat dilihat dari bagian bawah. menjaga kondisi tanaman agar tidak berbuah terlalu lebat. S 288. berwarna coklat atau coklat tua. Dithane M-45 80 WP. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak bulat. umumnya berdiameter kurang dari 0. seperti : BB. penyakit ini dapat dicegah dengan semprotan 3-4 kali dengan menggunakan Cupravit 250-500 gram dalam air 100 liter. yaitu cendawan sekunder yang tumbuh. dan Vitigran Blue. kemudian sedikit demi sedikit menjadi coklat.

teki (Cyperus rotundus). dipetik dan direbus untuk diolah secara kering. pada bercak tersebut timbul rambut-rambut halus yang pada ujungnya terdapat butiran-butiran spora berwarna merah. Pengendalian: (1) bila buah di kebun masih sangat muda dan panennya masih lama. cabang-cabang palgiotrop mati. Pengendalian: mengatur jumlah naungan setepattepatnya. pada benang sarinya tidak nampak jelas bagian tangkai sari dan benang sari. 3. pemangkasan yang baik. sehingga jatuhnya air menyerupai hujan. maka tanaman boleh disemprot dengan fungisida. Pengendalian: semua serangga disemprot dengan insektisida. panas musim kering dapat mempercepat layunya daun. Digitaria (beracun). dan Micania cordata. cara curah/semprot dilakukan dengan menggunakan sprinkler. Penyakit buah rontok Penyebab: kebun terlalu lembab. selanjutnya buah-buah yang terserang dipetik dan dibakar.8. Bila gulma alang-alang masih saja tumbuh. pengairan biasanya dilakukan pada sore atau menjelang malam hari. Pengendalian: menanam tanaman kopi yang lebih tahan terhadap penyakit ini. beberapa ujung ranting mati.7. Kuncup bunga tidak berkembang Penyebab: tidak adanya hujan kiriman untuk merangsang berkembangnya kuncup bunga. (2) bila buah di kebun sudah cukup tua. Salvia sp. kekeringan pada musim kemarau. Penyakit bunga/ranting muda Penyebab: ngengat berbau busuk dari jenis Lygus dan Volumnus. cara leb dilakukan dengan mengalirkan air melalui parit-parit yang dibuat di kanan kiri tanaman. Cyanodon dactylon. Pengendalian secara mekanis: Lahan yang baru dibuka dan tidak segera ditanami. bercak-bercak melebar hingga seluruh kulit buah mengering dan berwarna hitam. terutama pada daerah yang sangat lembab dan tanah-tanah yang basah. 3. Gejala: buah banyak yang rontok sebelum waktunya. Penyakit bercak hitam pada buahPenyebab: Cendawan Cephaleuros coffea Gejala: mula-mula timbul bercak-bercak hitam pada kulit buah yang belum matang.). terutama menghadapi musin hujan. pengaturan naungan. Pengendalian: tanaman diairi dengan cara leb atau curah. harus ditanami tanaman penutup tanah. Akibat/kelainan-kelainan: daun menguning.5. sebaiknya memakai herbisida scout 180/22 AC dengan dosis sesuai anjuran. . tanaman kerdil atau kurus. Pengendalian: Sama dengan point 1. Penyakit pada Bunga dan Buah Penyakit bunga bintang (banyak menyerang kopi Arabika)Penyebab: penyakit ini disebabkan pengaruh iklim dan keadaan tanah. atau gejala kekurangan unsur hara lainnya. bunga tidak dapat menjadi buah. lapisan hitam pada daun mengakibatkan suhu pada permukaan daun tinggi. bentuk atau kerusakan itu disebut "Witches broom". sehingga pada malam sampai pagi hari kebun menjadi lembab seperti habis hujan. tebal dan arah melengkung ke dalam.berwarna hitam. belimbing-belimbingan (Oxalis spp. Gejala: kuncup bunga berwarna hitam dan tidak membuka. (beracun). maka buah tidak boleh disemprot dengan fungisida. Gulma Jenis gulma yang sering tumbuh: Alang-alang (Imperata cylindrica). buah tua yang terserang.5. buah berukuran kecil. karena warna hitam dapat menyerap panas. lapisan hitam dibersihkan. Gejala: daun mahkota bunga warnanya hijau. gelap atau terlalu panas. produksi rendah. pada daun-daun itu umumnya banyak semutnya.

Cara Panen a) Buah kopi dipetik satu per satu dengan menggunakan tangan. Kopi Robusta dan Arabika yang ditanam di daerah kering berproduksi pada musim tertentu.c) Paraquat untuk memberantas Paspalum conjugatum. 3.b) Pemetikan di pohon yang tinggi dibantu dengan tangga. Periode PanenKopi Liberika dapat dipanen sepanjang tahun. Euphar biahirta. Panen ini berlangsung selama 4-5 bulan dengan giliran pemetikan pertanaman 10-14 hari.2. dilakukan apabila sisa buah di pohon tinggal ± 10%.5 tahun. Penyiangan dilakukan dengan menggunakan tangan. Jumlah produksi akan meningkat dari tahun ke tahun dan mencapai puncaknya setelah berumur 7-9 tahun.7.6. Tanaman kopi Arabika pada umur 2.d) Dalapon disusul Paraquat untuk memberantas alang-alang (Imperata cylindrica). baik yang merah maupun yang hijau. Cynodon dactylon. Pascapanen .6. Kopi robusta rata-rata mencapai 9-15 kwintal/ha/tahun.4. 3. Mulch ditumpuk di sekitar batang/daerah perakaran setebal ±15 cm.Bedengan pembibitan harus selalu dibersihkan dari gulma dengan melakukan penyiangan 3 minggu sekali. Petik hijau (Petik Racutan). yaitu :a) Paraquat dicampur dengan Napropamide/Diuron/Terbumeton untuk memberantas gulma: Ageratum conizoides. Kopi yang terserang berwarna kuning sebelum berumur 8 bulan. Caranya degan memetik semua buah yang masih tertinggal. yang dilakukan pada bulan Februari/Maret untuk memetik buah yang terserang bubuk. Panen 3. Petik merah (Panen raya / Pemetikan besar-besaran). Pengendalian di daerah perakaran dilakukan dengan memberikan mulch (mulsa) atau penyiangan dengan menggunakan tangan.6. yaitu: Pemetikan pendahuluan. Pengendalian di luar daerah perakaran dilakukan dengan menanami tanaman penutup tanah. Produksi rata-rata pada umur 7-9 adalah 5-15 kuintal kopi beras/ha/tahun.3. Ciri dan Umur Panen Umur panen: Tanaman kopi Robusta pada umur 2. dapat disiangi dengan cangkul. 3.1. sedangkan Arabika 5-7 kwintal/ha/tahun dan apabila dikelola secara intensif bisa mencapai 20 kwintal/ha/tahun. 3. Di dataran rendah tanaman kopi lebih cepat berbuah. atau disemprot dengan herbisida. Apabila gulma tetap ada. Prakiraan Produksi Jumlah buah kopi yang dipetik pada pemanenan pertama biasanya sedikit.5-3 tahun. Pengendalian secara kimiawi (dengan menggunakan herbisida). 3. tergantung jenisnya.6. Waktu pemanenan ada 3 tahap. dimulai pada bulan Mei/Juni untuk memetik buah yang sudah berwarna merah. Erecktitas valeiranfoliab) Dalapon dicampur dengan Terbumeton untuk memberantas Axonopus compressus.6.

dan cara pengolahannya. kulit biji. pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan yang menekankan pada peningkatan mutu kopi dan .7. gelondongan merah dan bernas. PengumpulanKopi yang telah dipetik dikumpulkan dan dipisahkan antara warna yang merah. Pengemasan dan Pengangkutan Kopi yang sudah diklasifikasikan mutunya dicampur sampai rata dan disimpan dalam karung yang bersih dan kering.3.2 kg. Untuk ekspor menggunakan karung HC green 1. Namun perdagangan kopi di Indonesia masih mempunyai banyak kendala yang cukup berat. Penyortiran dan Penggolongan Tahap-tahap sortasi kopi asalan (dilakukan petani) adalah: Sortasi penggolongan asal.7. Gudang harus bersih.Kopi dibedakan berdasarkan: pengolahan basah atau kering. Arabika (berwarna kebiru-biruan).Karung ditumpuk di lantai yang diberi alas bambu/kayu setinggi ± 10 cm. Selanjutnya dibawa ke tempat pengolahan. Mutu kopi yang rendah berpengaruh terhadap harga dan pasaran ekspornya. Beberapa usaha telah dilakukan oleh pemerintah maupun pihak terkait untuk mengatasi hal tersebut. seperti pecahan ranting. biji berjamur dan berbau busuk. Usaha untuk meningkatkan nilai ekspor masih menemui hambatan. yaitu adanya kuota produksi oleh Organisasi Kopi Dunia (ICO) dan rendahnya mutu kopi Indonesia. hijau atau hitam. bebas dari hama dan penyakit serta bau asing lainnya. Mulut karung dijahit zigzag dengan tali goni dan disimpan dalam gudang yang memenuhi syarat. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek kopi cukup menggembirakan bila dilihat dari jumlah perolehan devisa dan jumlah kopi yang dikonsumsi di dalam negeri. atau Liberika/HIbrida (berwarna kuning kecoklatan). Suhu optimum gudang 20-25 derajat C dengan kelembaban 50-70 %. dan dari jenis Robusta (berwarna hijau muda-hijau kekuningan). yaitu terjadinya kelebihan produksi.7. kopi berkulit tanduk. Kopi dipisah-pisahkan menurut jumlah nilai atau kadar cacatnya 3. Karung-karung diberi merek dan kode-kode tertentu yang telah ditetapkan standar mutu kopi. kopi rambang. IV. gelondongan hijau. Sortasi untuk menentukan kelas mutu Bertujuan untuk mengklasifikasikan kopi menurut standar mutu yang telah ditetapkan.1. sehingga berat kotor karung dan isinya menjadi 61 kg. atau kopi yang terserang bubuk. agar suhunya lebih konstan (stabil). kerikil. Petani biasanya hanya melakukan sortasi sampai tahap ini. Sortasi untuk membersihkan kotoran Bertujuan untuk membersihkan kopi dari kopi gelondongan.3. tanah. 3.4. dan kotoran. jenis kopi. 3.7. Penyimpanan Syarat gudang penyimpanan: Harus mempunyai aliran udara (ventilasi) yang lancar dan cukup. serangga. antara lain meningkatkan nilai ekspor dan tingkat konsumsi dalam negeri. Untuk mengatasi masalah tersebut. Sisi bawah dan samping karung tidak boleh berhubungan langsung dengan tembok atau lantai karena dapat menyebabkan kopi lembab.2. Masing-masing karung berisi 60 kg.

Jenis cacat 1 (satu) biji hitam: nilai=12 (dua) biji hitam sebagian=11 (satu) biji hitam pecah=11 (satu) kopi gelondongan=14 (empat) biji coklat=11 (satu) husk ukuran besar=12 (dua) husk ukuran sedang=15 (lima) husk ukuran kecil=110 (sepuluh) biji berkulit ari (robusta proses basah)=12 (dua) biji berkulit tanduk=12 (dua) kulit tanduk berukuran besar=15 (lima) kulit tanduk berukuran sedang=110 (sepuluh) kulit tanduk berukuran kecil=15 (lima) biji pecah=15 (lima) biji muda=110 (sepuluh) biji berlubang satu=15 (lima) biji berlubang lebih dari satu=110 (sepuluh) biji bertutul-tutul (untuk proses basah)=11 (satu) ranting. Arabika. yaitu: pengolahan kering dan pengolahan basah. dalam bentuk bugil dan sebelum digoreng. DiskripsiKopi adalah biji dari tanaman Coffe sp. karena harga kopi akan meningkat dan dapat menembus pasar ekspor yang lebih luas. Syarat mutu Pengolahan kering Kadar air maksimum ± 13% (bobot/bobot) Kadar kotoran berupa ranting. batu.2. yaitu: Robusta. tanah atau batu berukuran besar=51 (satu) ranting. cara pengujian mutu. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.Mutu 1: Jumlah nilai cacat maksimum 11Mutu 2: Jumlah nilai cacat 12-25Mutu 3: Jumlah nilai cacat 26-44Mutu 4: Jumlah nilai cacat 45-80Mutu 5: Jumlah nilai cacat 81-150Mutu 6: Jumlah nilai cacat 151-225 Penentuan besarnya nilai cacat. 5.1. gumpalan tanah dan benda-benda asing lainnya.5.5 % (bobot/bobot) Bebas dari serangga hidup Bebas dari biji berbau busuk. tanah atau batu berukuran kecil=1Catatan : Nilai cacat pada data di atas merupakan penjumlahan nilai cacat dari 300 gram contoh kopi. yaitu: mutu 1. V.2.4. STANDAR PRODUKSI 5. berbau kapang dan bulukan Biji tidak lolos ayakan ukuran 3x3 mm (8 mesh) dengan maksimum lolos 1% (bobot/bobot) . Klasifikasi dan Standar Mutu Jenis mutu Berdasarkan jenis kopinya ada 3 golongan.3. Ruang LingkupStandar ini meliputi syarat mutu. Klasifikasi mutu berdasarkan sistem nilai cacat.3. Berdasarkan nilai cacatnya ada 6 tingkat.membatasi meluasnya areal kopi. dan 6. 5. Tiap jenis mutu kopi dapat diidentifikasi lebih lanjut dan disebutkan daerah asalnya. tanah atau batu berukuran sedang=21 (satu) ranting. diharapkan prospek kopi akan semakin cerah. jenis-jenis lainnya. Berdasarkan cara pengolahannya ada 2 golongan. maksimum 0. Dengan kebijaksaan baru ini.

produce of Indonesia. Pemberian merek: nama barang. identitas pembeli. 5. jenis mutu. maksimum 0. tengah dan bawah dengan menusuk karung sehingga diperoleh jumlah berat sebanyak kira-kira 10 kg. kering dan bersih. gumpalan tanah dan benda-benda asing lainnya.5 mm dengan maksimum lolos 2.5 dan tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 6. batu. Pengemasan Cara pengemasan: kopi dikemas dengan sekurang-kurangnya satu lapis karung baru yang baik.5 mesh) dengan maksimum lolos 1% (bobot/bobot) Pengolahan basah Kadar air maksimum ± 12% (bobot/bobot) Kadar kotoran berupa ranting. pelabuhan/negara tujuan. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Petugas pengambil contoh:Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat.6 mm (3. harus memenuhi persyaratan tidak lolos ayakan ukuran 5. disegel dan diberi label untuk ditentukan mutunya. berat bersih. kemudian dari tiap karung diambil secukupnya dari bagian atas. nomor karung.5% (bobot/bobot) Bebas dari serangga hidup Bebas dari biji berbau busuk. yang kemudian dimasukkan ke dalam kantong palstik. yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih labih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. berbau kapang dan bulukanUntuk Robusta dibedakan: Biji berukuran besar (L) tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 7.6x5. Pengambilan Contoh Cara pengambilan contoh:Contoh diambil secara acak sebanyak akar/pangkat dua dari jumlah karung.Untuk bisa disebut biji ukuran besar. 5. Berat bersih tiap karung adalah 60 Kg.5% (bobot/bobot)Untuk jenis selain Robusta ukuran biji tidak dipersyaratkan. dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang. .5.5% (bobot/bobot) Biji ukuran sedang (M) lolos ayakan lubang bulat diameter 7.Contoh diaduk merata. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 1 kg. identitas penjual.5 mm dengan maksimum lolos 2.5 dan tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 5.4.5 mm dengan maksimum lolos 2.5% (bobot/bobot) Biji ukuran kecil (S) lolos ayakan lubang bulat diameter 6.

000 1 3 5.3 Persyaratan kondisi iklim dan tanah optimal untuk tanaman kopi selengkapnya tercantum pada Tabel.5 6. . kemasaman (pH) yang ideal untuk pertumbuhan tanaman kopi berkisar antara 5. berdrainase baik. Indonesia terletak di antara 5o LU dan 10o LS.0 >3 > 100 40 Tanaman kopi tumbuh dengan baik pada daerah-daerah yang terletak di antara 20o LU dan 20o LS.400 15 24 2. serta cukup tersedia air.O (%) >3 Kedalaman Efektif > (cm) 100 Kemiringan 40 Maksimum (%) Sumber: Hulupi (1998) Kopi Arabika 700 1.500 rata (mm/th) 3. gembur. Pada tanaman kopi. yaitu tanah dengan kedalaman efektif yang cukup dalam (> 100 cm). Derajat 6. pertumbuhan dan daya hasil.000 4.5. harus cukup tersedia bahan organik (> 3 %). Tanah dan Iklim Kopi hanya dapat menghasilkan dengan baik apabila ditanam pada tanah yang sesuai. Usaha Perkebunan Persyaratan Tumbuh : Salah satu kunci keberhasilan budidaya kopi yaitu digunakannya bahan tanam unggul sesuai dengan kondisi agroklimat tempat penanaman. Persyaratan Kondisi Iklim dan Tanah Optimal untuk Kopi Robusta dan Kopi Arabika Syarat Tumbuh Kopi Robusta Iklim Tinggi Tempat (m 300 600 dpl) Suhu Udara Harian (o 24 30 C) Curah Hujan Rata1. Berdasarkan data yang ada.000 Jumlah Bulan Kering 1 3 (bl/th) Tanah Derajat Kemasaman 5. Pengetahuan Umum.5 (pH) Kandungan B. iklim dan tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan morfologi.02.3 6. 2010 in Aspek Teknis Usaha. Dari Kami.Karakteristik Tanaman Kopi dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi May. unsur hara terutama kalium (K). Kondisi lingkungan perkebunan kopi di Indonesia sangat beragam dan setiap lingkungan tersebut memerlukan adaptabilitas spesifik dari bahan tanam yang dianjurkan. Hal ini sberarti sangat ideal dan potensial bagi pengembangan tanaman kopi.

000 Jumlah Bulan Kering 1 3 (bl/th) Tanah Derajat Kemasaman 5. Usaha Budidaya Tanaman Kopi Zooomr : Karakteristik Tanaman Kopi. Persyaratan Kondisi Iklim dan Tanah Optimal untuk Kopi Robusta dan Kopi Arabika Syarat Tumbuh Kopi Robusta Iklim Tinggi Tempat (m 300 600 dpl) Suhu Udara Harian (o 24 30 C) Curah Hujan Rata1.000 4. Usaha Budidaya Tanaman Kopi Flickr : Karakteristik Tanaman Kopi.us : Karakteristik Tanaman Kopi.Selama ini tanaman kopi lazim diusahakan di Indonesia ada dua jenis.500 rata (mm/th) 3. sebab apabila ditanam pada lahan dataran rendah selain pertumbuhan dan produktivitasnya menurun juga akan lebih rentan penyakit karat daun. Kopi Arabika menghendaki lahan dataran lebih tinggi daripada kopi Robusta.5 6.3 6. Usaha Budidaya Tanaman Kopi Del.5 (pH) Kandungan B. yaitu kopi Arabika dan kopi Robusta.icio. Kedua jenis kopi tersebut secara fisiologis menghendaki persyaratan kondisi iklim yang berbeda.400 15 24 2.000 1 3 5. Usaha Budidaya Tanaman Kopi .0 >3 > 100 40 Sumber: Hulupi (1998) Technorati : Karakteristik Tanaman Kopi.O (%) >3 Kedalaman Efektif > (cm) 100 Kemiringan 40 Maksimum (%) Kopi Arabika 700 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->