RANGKAIAN PEMANCAR FM

A.Tujuan Untuk mengetahui tentang bagaimana cara merancang dan membuat rangkaian
pada pemancar fm.

B.URAIAN MATERI Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi ini, menuntut kami untuk membuat segala sesuatu secara sistematis dan efisien, karena waktu sangat berharga bagi kami, maka beberapa kemajuan teknologi telah diterapkan diberbagai bidang, diantaranya dunia pendidikan, sebab dari sinilah semua kemajuan teknologi itu dikembangkan dan terus menerus dikembangkan lagi. Banyak sekali teknologi yang cepat berkembang di negara kita saat ini. Dengan teknologi yang semakin berkembang dengan pesat inilah yang akan mempermudah dalam pekerjaan yang sistematis dan lebih efisien dan efektif. Koker berfungsi untuk mengatur atau menentukan frekuensi pada pemancar radio. Didalam koker juga terdapat ferite yang berfungsi sebagai inti induktor selain itu juga terdapat lilitan induktor yang terdiri dari lilitan primer dan skunder. Cara kerja dari koker adalah memudahkan pencarian gelombang yang kosong. Apabila inti koker di putar ke kanan sampai maksimal maka frekuensi yang di hasilkan osilator makin rendah ika pemancar FM menyala, putar inti koker ke kiri sampai desis pada radio FM hilang maka akan didapatkan sinyal yang kuat dan stabil sesuai dengan yang diinginkan. Induktor adalah Lilitan dari kawat yang dililit dengan hitungan tertentu, dalam hal ini untuk menentukan nilai dari induktor biasanya digunakan Q meter. Induktor berfungsi sebagai penyesuai impedansi, sehingga keluaran dari impedansi dapat di rubah. Transistor mempunyai 2 sambungan, satu diantaranya adalah emitor dan lainnya basis dan kolektor. Karena inilah sebuah transistor sama seperti dua dioda. transistor type C1970 biasanya digunakan untuk menaikkan tegangan 0.8 sampai 1 watt C.KARAKTERISTIK PEMANCAR FM 1. Pemancar FM yang dibuat hanya bisa mencapai frekuensi >100 MHz
2. Tiap kanal dari pemancar FM stereo membutuhkan bandwidth 75kHz 3. Frekuensi responnya dalam batas 30-15000 Hz

D. osilator menghasilkan gelombang sinus yang dipakai sebagai sinyal pembawa. Osilator dengan frekuensi yang bisa dirubah disebut VFO (Variable Frequency Oscillator). Sinyal informasi kemudian ditumpangkan pada sinyal pembawa dengan proses modulasi. Untuk dapat membangun Osilator Inti dari sebuah pemancar adalah osilator. Untuk . Pada sistem komunikasi. VFO memiliki kelebihan pada deviasi frekuensinya yang lebar. Untuk dapat membangun sistem komunikasi yang baik harus dimulai dengan osilator yang dapat bekerja dengan sempurna.BLOK DIAGRAM Osilator‡ Inti dari sebuah pemancar adalah osilator.

menghasilkan frekuensi 88MHz ± 108MHz dapat dipakai VFO. Penyangga Semua jenis osilator membutuhkan penyangga. osilator crystal dipakai sebagai penghasil frekuensi referensi. VFO yang frekuensinya bisa berubah karena diberi besaran tegangan tertentu pada inputnya disebut sebagai VCO (Voltage Controlled Oscillator). Osilator crystal memiliki kestabilan frekuensi yang sangat tinggi. Kestabilan frekuensi dari osilator crystal dapat digabungan dengan deviasi frekuensi VFO yang lebar dengan menerapkan osilator yang terkontrol dengan PLL. Penyangga berfungsi untuk menstabilkan frekuensi dan/atau amplitudo osilator akibat dari pembebanan tingkat selanjutnya. Osilator yang dilengkapi dengan penyangga biasanya . VCO paling banyak dipakai pada rangkaian osilator FM karena sinyal suara langsung dapat dimasukkan pada input VCO. Biasanya penyangga terdiri dari 1 atau 2 tingkat penguat transistor yang dibias sebagai kelas A. Kestabilan yang sangat tinggi ini membuat osilator crystal menjadi sulit untuk diterapkan pada metode modulasi frekuensi. Komponen-komponen pada VFO yang mudah terpengaruh oleh suhu menyebabkan VFO mempunyai kestabilan yang rendah. Dengan demikian akan didapatkan frekuensi referensi yang sangat stabil. Dengan penguat kelas A akan didapatkan penguatan dan linearitas yang tinggi meskipun demikian penguat kelas A memiliki effisiensi yang paling rendah dibandingkan kelas yang lain. Osilator jenis lain memakai crystal sebagai komponen penentu frekuensinya. Sedangkan VFO dipakai pada osilator yang sebenarnya. Karena pada VFO dipakai induktor dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya maka kestabilan VFO sangat tergantung dari kestabilan nilai induktor dan kapasitor. Pada osilator terkontrol PLL.

Sedangkan bandwidth frekuensi kerja radio FM adalah 20MHz. Biasanya penentuan faktor kualitas penguat didapatkan dari frekuensi tengah dari frekuensi kerja dibandingkan dengan bandwidth. . Dengan demikian dibutuhkan penguat dengan faktor kualitas Q = 100MHz / 20MHz = 5 Dengan faktor kualitas penguat yang makin rendah memang akan didapatkan daya keluaran yang lebih kecil tetapi akan didapatkan kemudahan pada penalaan.disebut sebagai exciter. Frekuensi kerja dari rangkaian (f) dibandingkan dengan bandwidthnya (Bw) dapat dinyatakan dengan faktor kualitas (Q). Sebagai contoh diinginkan penguat yang bekerja pada frekuensi 88MHz sampai 108MHz. Sedangkan bandwidthnya adalah 20MHz. Untuk mendapatkan daya yang lebih besar dibutuhkan penguat daya frekuensi radio. Berarti frekuensi tengahnya adalah 100MHz. Q = f / Bw Rangkaian penguat dengan faktor kualitas yang sangat tinggi sulit sekali dibuat dan rangkaian cenderung berosilasi. Dan exciter sebenarnya sudah bisa dipakai sebagai pemancar FM dengan daya yang relatif kecil. Penguat Daya Sinyal yang didapat dari exciter masih relatif lemah. Parameter-parameter yang perlu diperhatikan pada penguat daya frekuensi radio adalah : · Bandwidth dan faktor kualitas Tiap kanal dari pemancar FM stereo membutuhkan bandwidth 75kHz. Contoh dari penguat dengan faktor kualitas tinggi dan memang didesain agar berosilasi adalah osilator.

Sebaliknya untuk transistor dengan daya keluaran yang besar penguatannya justru mengecil. · Impedansi input dan output tiap tingkat Pada penguat daya frekuensi radio impedansi sumber dan impedansi beban tiap tingkat harus sama. Untuk transistor dengan daya keluaran yang kecil biasanya mempunyai penguatan yang besar. Pada pemancar FM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penguatan dan daya keluaran adalah hal yang saling bertolak belakang. Jika impedansi yang ada belum sama maka impedansi tersebut harus disamakan dengan matching network. linearitas dari sinyal tidak begitu berpengaruh karena informasi dari sinyal FM ada frekuensinya. Karena itu penguat dengan daya keluaran besar biasanya dibuat beberapa tingkat agar didapatkan daya yang cukup untuk menggerakkan transistor tingkat akhir. Dengan linearitas penguat yang tinggi akan didapatkan effisiensi yang rendah. Dengan demikian semua daya yang dihasilkan sumber akan diserap seluruhnya oleh beban (terjadi transfer daya maksimal). transistor tidak dibias sama sekali sehingga transistor . · Linearitas dan Effisiensi Linearitas dan effisiensi adalah hal yang bertolak belakang.· Penguatan tiap tingkat dan daya input output tiap tingkat Transistor dengan daya keluaran besar biasanya membutuhkan daya masukan yang besar pula. Dan dengan linearitas penguat yan rendah akan didapatkan effisiensi yang tinggi. Keadaan dimana terjadi kesamaan impedansi dinamakan keadaan match. Pada penguat kelas C. Untuk pemancar FM penguat transistor yang dibias sebagai kelas C bisa menjadi pilihan. Tiap transistor mempunyai penguatan. Lain dengan pemancar AM yang memerlukan linearitas sinyal yang tinggi karena informasi dari sinyal AM terletak pada amplitudonya.

Antena berfungsi sebagai alat yang dapat meradiasikan gelombang radio. Sebagai bagian dari sistem penerima. antena berfungsi sebagai bagian yang dapat menangkap radiasi gelombang radio. (kabel pita pada TV hitam putih). Sebagai gambaran. 75. Sebagai bagian yang menghantarkan daya. Walaupun demikian keluaran penguat kelas C masih dapat menghasilkan gelombang sinus yang utuh karena adanya induktor pada kolektor akan menghasilkan setengah gelombang. Agar transfer daya terjadi secara maksimal maka saluran transmisi juga harus mempunyai impedansi karakteristik yang sama dengan sumber dan beban.akan menghantar hanya pada saat ada separuh gelombang positif pada basisnya (transistor NPN). jika antena isotropis diletakkan pada titik pusat dari bola maka antena isotropis akan mengisi semua ruang yang ada pada bola tersebut dengan radiasi gelombang radio. saluran transmisi yang ideal tidak akan mengurangi daya yang dihantarkannya dan juga tidak meradiasikan daya yang menjadi tugas antena. Antena adalah komponen yang pasif. (kabel coaxial pada TV berwarna) dan 50. Saluran transmisi Daya yang dihasilkan oleh pemancar akan diradiasikan oleh antena. Antena yang ideal akan meradiasikan gelombang radio kesegala arah. Impedansi karaktesistik saluran transmisi yang umum adalah 300. Daya yang berkurang berubah menjadi panas dan sebagian kecil diradiasikan. Antena Antena adalah bagian yang paling penting dari sistem pemancar. (kabel coaxial pada peralatan radio amatir). Pada kenyataannya. Saluran transmisi adalah bagian yang menghantarkan daya yang dihasilkan pemancar ke antenna. saluran transmisi juga mengurangi daya yang disalurkannya. Secara harafiah antena tidak mungkin menguatkan sinyal yang diberikan . Antena yang ideal disebut sebagai antena isotropis.

5 pF 6.Koker 2.6 K. L3 = 0.12 mikro Henry. E. 33 K 5. . Sebagai referensi dipakai antena isotropi dengan penguatan 0 dB.2 mikro Henry 3.Capasitor : 2. Penguatan pada antena sebenarnya adalah seberapa banyak antena tersebut meradiasikan gelombang radio ke arah yang diinginkan.2 nF. 20 pF. 47 K . karena pada exciter terdapat osilator yang berfungsi sebagai pembangkit gelombang sinus yang nantinya akan dimodulasikan. L4 = 0.Trimer : 5 60 pF Exciter adalah rangkaian yang menghasilkan osilasi.Resistor : 5. Pada Rangkaian Exciter ini menggunakan komponen-komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: 1.PERENCANAAN DAN ANALISA RANGKAIAN Gambar Rangkaian ExciterRangkaian exciter terdiri dari osilator dan penyangga. Didalam sistem osilator juga terdapat buffer (penyangga) yang berfungsi untuk menstabilkan frekuensi/ modulasi osilator akibat proses pembebanan oleh penguat tingkat selanjutnya.Induktor : L2 = 0.Transistor: C930 4. 18 pF.12 mikro Henry. 100 nF.kepadanya.

Pastikan catu daya yang dipakai dapat memberikan arus lebih dari 3 . semua trimmer pada booster diputar pada posisi tengah. Hal ini disebabkan adanya kerugian dari rangkaian matching network dan keterbatasan dari transistor C1971.75 W bisa diperkuat menjadi 17.5 W. Karena panas yang dihasilkan kedua transistor cukup besar maka jangan lupa memasang pendinginan yang cukup. terdiri dari dua tingkat penguat transistor yang masing-masing bekerja pada kelas C. Sebelum catu daya dinyalakan. Penguatan tingkat kedua memakai transistor C1971. Rangkaian Penguat ini mempunyai penguatan daya 10dB (10 kali). dengan merangkai exciter.25 W seharusnya bisa dihasilkan daya 2 W.75 Watt. SWR & Power Meter dan Dummy Load seperti Gambar 7. Rangkaian Penguatan ini mempunyai penguatan daya 9. Setelah booster selesai dirangkai selanjutnya booster dapat dicoba dan ditala.5 Watt. Pada kenyataannya dari keluaran penguatan tingkat pertama ini hanya menghasilkan daya 1. Sehingga daya dari tingkat pertama yang 1. hal ini disebabkan adanya kerugian dari rangkaian matching network. sehingga dari exciter berdaya 0.Rangkaian booster 12 Watt pada Gambar diatas. booster. masomg-masing input dan output penguat transistor ini diberi rangkaian penyesuai impedansi.2dB (8 kali). Penguatan tingkat pertama memakai transistor C1970. Pada kenyataannya daya dari penguatan tingkat kedua hanya mencapai 12.

Seharusnya akan didapatkan daya sampai 12W. jadi jika ada kesalahan mohon di beri tahu. .Ampere.KOMENTAR Rangkaian ini merupakan rangkaian yang belum di coba kebenarannya. F. Ulangi beberapa kali. Putar trimmer pada booster dimulai dari bagian input sampai didapatkan daya paling besar.SKEMA RANGKAIAN G. Power meter seharusnya menunjukkan daya beberapa watt. Amati power meter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful