P. 1
DIAN RACHMA SAFITRI C34060035 (JURNAL)

DIAN RACHMA SAFITRI C34060035 (JURNAL)

|Views: 834|Likes:
Published by Dian Rachma Safitri

More info:

Published by: Dian Rachma Safitri on Feb 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Lili Laut (Comaster sp.

) Antioxidant Activity and Bioactive Compounds of Sea Lilies (Comaster sp.) Dian Rachma Safitri, Nurjanah, Asadatun Abdullah Abstract
Sea lilies (Comaster sp.) is a genus of the Echinoderms (phylum Echinodermata) which currently is still less utilized and economically not important. The abundance of sea lilies around the Pramuka island, DKI Jakarta reachs 3.142 ind/ ha and has not been utilized maximally. The research was conducted to determine the potential of sea lilies as one type of Echinodermata in producing antioxidant compounds. The tests included proximate analysis, quantitative test of antioxidant activity by DPPH method, and phytochemical test. Sea lilies have water content of 74.67% (wb), ash 13.51% (db), protein 0.11% (db), 0.55% fat (db), and carbohydrate 11.16% (db). The crude extract of sea lilies have antioxidant activity as seen from the IC 50 values obtained. IC50 value of ethanol, chloroform, ethyl acetate, and methanol extract were 1605.25 ppm, 5718.08 ppm, 2016.78 ppm and 419.21 ppm. The crude extract of sea lilies contains 4 components in the form of alkaloids, steroids, flavonoids, and carbohydrates. Sea lilies can be defined as one type of Echinoderms which produces antioxidants compounds and can be developed for the benefit of both food and pharmaceutical industries. . Keywords: antioxidant activity, bioactive compound, sea lilies (Comaster sp.),

Abstrak
Lili laut (Comaster sp.) merupakan salah satu genus dari filum Echinodermata yang sampai saat ini masih sedikit sekali pemanfaatannya dan belum bernilai ekonomis penting. Kelimpahan lili laut di sekitar pulau Pramuka, DKI Jakarta mencapai 3.142 ind/ha dan belum termanfaatkan dengan maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi lili laut sebagai salah satu jenis Echinodermata penghasil senyawa antioksidan. Pengujian yang digunakan meliputi analisis proksimat, uji kuantitatif aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan uji fitokimia. Lili laut memiliki kandungan air sebesar 74,67% (bb), abu 13,51% (bk), protein 0,11% (bk), lemak 0,55% (bk), dan karbohidrat 11,16% (bk). Ekstrak kasar lili laut memiliki aktivitas antioksidan yang terlihat dari nilai IC50 yang diperoleh. Nilai IC50 dari ekstrak etanol, kloroform, etil asetat, dan metanol sebesar 1.605,25 ppm, 5.718,08 ppm, 2.016,78 ppm dan 419,21 ppm. Ekstrak kasar lili laut ini mengandung 4 komponen bioaktif yaitu alkaloid, steroid, flavonoid, dan karbohidrat. Lili laut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri farmasi dan pangan fungsional. Kata kunci: aktivitas antioksidan, lili laut (Comaster sp.), senyawa bioaktif.

PENDAHULUAN Lili laut (Comaster sp.) merupakan salah satu genus dari filum Echinodermata yang sampai saat ini masih sedikit sekali pemanfaatannya dan belum bernilai ekonomis penting. Bentuk tubuh dari lili laut sangatlah unik karena berbentuk seperti tanaman. Kelimpahan lili laut di sekitar pulau Pramuka

2006). mineral. Antioksidan terdapat dalam beberapa bentuk. di antaranya vitamin. Hal ini telah dibuktikan dalam penilitian Yusri et al. Senyawa antioksidan ini akan menyerahkan satu atau lebih elektronnya kepada radikal bebas sehingga dapat menghentikan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat oksidasi molekul lain.mencapai 3. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia dan untuk meningkatkan nilai komersialitas dari lili laut adalah dengan melakukan penelitian mengenai antioksidan yang terkandung dalam lili laut. Penelitian mengenai kehidupan lili laut cukup banyak dilakukan pakarpakar asing terutama untuk jenis lili laut yang hidup di terumbu karang (Aziz et al. sedangkan pada perairan yang buruk lili laut tidak dapat hidup. protein.142 ind/ha dan belum termanfaatkan dengan maksimal (FDC-IPB 2010). jantung. Di dalam tubuh terdapat mekanisme antioksidan atau radikal bebas secara endogenik. (2005) bahwa lili laut memiliki kelimpahan maksimum di perairan yang masih baik. . tetapi bila jumlah radikal bebas dalam tubuh berlebih maka dibutuhkan antioksidan yang berasal dari luar tubuh (eksogenik) (Pratiwi et al. 2008). 1990). dan fitokimia. dan lipoprotein di dalam tubuh yang akhirnya dapat memicu terjadinya penyakit degeneratif. Pemanfaatan lili laut di Indonesia khusunya Kepulauan Seribu dapat dijadikan sebuah indikator suatu ekosistem terumbu karang. seperti kanker. Berbagai tipe antioksidan bekerja sama melindungi sel normal dan menetralisir radikal bebas (Andayani et al. Peranan antioksidan sangat penting dalam menetralkan dan menghancurkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan juga merusak biomolekul. seperti DNA.

Bahanbahan yang dibutuhkan untuk analisis proksimat meliputi akuades. Pemberian antioksidan pada pangan dapat mengahmbat terjadinya proses oksidasi yang dapat menekan jumlah produk oksidasi. Bahan utama dalam penelitian ini yaitu lili laut. protein. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Karakteristik Bahan Baku. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas bahan utama dan bahan pembantu. yang secara tidak langsung dapat menekan resiko terjadinya penyakit jantung koroner (Hartoyo et al. Laboratorium Biologi Hewan. katarak. abu. vitamin E. diabetes dan hati (Silalahi 2002). kristal K2SO4. Salah satu sumber daya perairan yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan alami adalah lili laut. dan karoten (Erguder et al. lemak. 2002). Pusat Antar Universitas. METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2010. flavonoid. Apabila jumlah radikal bebas dalam tubuh berlebih maka dibutuhkan antioksidan tambahan yang diperoleh dari asupan bahan makanan seperti vitamin C. kjeltab jenis HgO. Tubuh manusia secara alami memiliki sistem antioksidan untuk menangkal reaktivitas radikal bebas secara berkelanjutan. larutan H2SO4 pekat. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. asam borat (H3BO3) 4% .artritis. aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif yang terkandung dalam lili laut. karbohidrat). Institut Pertanian Bogor. larutan H2O2. Departemen Teknologi Hasil Perairan. 2007). Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kandungan zat gizi (air. Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Mikrobiologi.

1N. larutan HCl 0. pereaksi Benedict (uji Benedict). tanur pengabuan. larutan H2SO4 1. dan karbohidrat. asam sulfat pekat (uji steroid). Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk uji fitokimia meliputi pereaksi Wagner.1% (2:1).25%. flavonoid. Setelah itu dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (diphenylpicrylhydrazyl) dan tahap terakhir yaitu uji fitokimia meliputi uji alkaloid. peraksi Molisch. shaker. Lingkup Penelitian Penelitian ini diawali dengan analisis proksimat meliputi kadar air. lemak. abu.1% dan methyl red 0. . dan spektrofotometer UV-VIS Hitachi U-2800. anhidrat asetat.yang mengandung indikator bromcherosol green 0. kristal 1. H2SO4 pekat (uji Molisch). larutan HCl 10%. metanol. pereaksi Dragendroff (uji alkaloid). amil alkohol (uji flavonoid). dan larutan NaOH 1. Alat-alat yang digunakan antara lain desikator. dan larutan Ninhidrin 0.2 N. kondensor. erlenmeyer. pereaksi Meyer. steroid. alat soxhlet. biuret. larutan FeCl3 5% (uji fenol hidrokuinon). dan ninhidrin. antioksidan sintetik BHT (Butylated Hydroxytoluena) sebagai pembanding. pereaksi Biuret (uji Biuret). etanol 70%.1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). abu tidak larut asam. labu kjehdal. larutan NaOH-Na2S2O3. air panas. protein. pelarut lemak (n-heksana). larutan AgNO3 0. larutan HCl 2 N (uji saponin). kloroform. fenol hidrokuinon. serbuk magnesium.25%.1% (uji Ninhidrin). vakum evaporator. molisch. Selanjutnya dilakukan ekstraksi komponen bioaktif dengan ekstraksi bertingkat. benedict. buret. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk uji aktivitas antioksidan yaitu ekstrak lili laut. freezer. saponin. botol ekstrak. inkubator.

Produk hasil perikanan memiliki kandungan air yang sangat tinggi. tekstur serta cita rasa. Bahkan di dalam makanan kering sekalipun. Perbedaan ini terjadi diduga karena adanya pengaruh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa lili laut memiliki kadar air yang cukup rendah yakni 74. Kandungan air dalam bahan makanan ikut menentukan daya terima. Jika proporsi kedua zat gizi ini berbeda dalam tubuh organisme. Analisis kadar air dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah air yang terkandung dalam lili laut.65% (Meyda 2007). terkandung air dalam jumlah tertentu. Lemak memberi . sekitar 80%. Faktor eksternal dan internal yang berbeda ini diduga berpengaruh pada kadar komponen gizi lain dalam tubuh lili laut. kesegaran dan daya simpan bahan tersebut (Winarno 2008).HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Proksimat Nilai proksimat lili laut hasil penelitian dibandingkan teripang (Meyda 2007) dapat dilihat pada Tabel 1. Faktor internal yang diduga kuat menjadi penyebab perbedaan ini adalah sifat genetik antara lili laut dan teripang yang terdapat di tempat yang berbeda. yaitu kadar protein dan kadar lemak.67% jika dibandingkan dengan Stichopus variegatus (teripang) yaitu sebesar 92. maka kadar air dalam tubuh organisme tersebut pun akan berbeda proporsinya. Air merupakan komponen yang penting dalam bahan makanan. Faktor eksternal yang diduga berpengaruh terhadap perbedaan ini adalah habitat dan kondisi lingkungan yang berbeda. karena air dapat memberikan pengaruh pada penampakan. Lemak merupakan zat yang penting dan merupakan sumber energi yang lebih efektif bagi tubuh dibandingkan karbohidrat dan protein.

Kadar abu yang terdapat pada lili laut adalah sebesar 13. komponen-komponen organik terbakar. Protein berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh. dan N yang tidak dimiliki oleh lemak ataupun karbohidrat. Protein merupakan sumber asamasam amino yang mengandug unsur C. Abu adalah zat anorganik sisa hasil pembakaran suatu bahan organik. E dan K (Winarno 2008).15% (Meyda 2007). Dalam proses pembakaran.11% sangat rendah jika dibandingkan dengan kandungan protein teripang sebesar 2.cita rasa dan memperbaiki tekstur pada makanan juga sebagai sumber pelarut bagi vitamin A. tetapi komponen anorganiknya tidak. Kadar lemak yang terkandung dalam lili laut adalah sebesar 0. Kandungan protein yang terdapat pada lili laut adalah sebesar 0. sangat berbeda dan memiliki nilai yang tinggi jika dibandingkan dengan kadar abu teripang yaitu sebesar 3. Molekul protein juga mengandung fosfor.16% (Meyda 2007).85% (Meyda 2007).55%. serta berperan sebagai zat pembangun dan pengatur. O. H. Protein merupakan makromolekul yang dibentuk dari asam-asam amino yang berikatan peptida.51%. Sisanya terdiri dari unsurunsur mineral yang juga dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu. belerang dan ada pula jenis protein yang mengandung unsur logam yaitu besi dan tembaga (Winarno 2008). Selain itu. nilai ini sangat besar jika dibandingkan dengan teripang yaitu 0. Setiap lingkungan perairan dapat menyediakan asupan mineral yang berbeda-beda bagi organisme akuatik yang hidup di dalamnya. masing masing individu organisme juga memiliki . karena itulah disebut abu (Winarno 2008). D. Tinggi rendahnya kadar abu dapat disebabkan oleh perbedaan habitat dan lingkungan hidup yang berbeda. Bahan makanan terdiri dari 96% bahan organik dan air.

dan membantu metabolisme lemak dan protein (Winarno 2008). Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi ini berturut-turut adalah kloroform (non-polar).kemampuan yang berbeda-beda dalam meregulasi dan mengabsorbansi mineral. Hasil ini didukung oleh penelitian Salamah et al. Larutan etanol yang berfungsi sebagai media transportasi juga diekstraksi untuk diuji aktivitas antioksidan serta fitokimia. (2008) yang menunjukkan bahwa maserasi dengan jenis pelarut yang berbeda akan menghasilkan rendemen ekstrak yang berbeda pula. etil asetat (semi polar).16%. menghasilkan rendemen ekstrak yang berbeda-beda pula. Karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya pemecahan protein yang berlebihan. dan metanol (polar). . sehingga nantinya akan memberikan pengaruh pada nilai kadar abu dalam masing masing bahan (Santoso et al. Ekstraksi Senyawa Bioaktif Ekstraksi merupakan peristiwa pemindahan zat terlarut (solut) antara dua pelarut yang tidak saling bercampur. Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan dalam rasa. Hasil ekstraksi menggunakan empat jenis pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang berbedabeda. dan tekstur. Kadar karbohidrat yang terkandung dalam lili laut pada penelitian ini adalah sebesar 11. Rendemen ekstrak merupakan perbandingan antara jumlah ekstrak yang dihasilkan dengan jumlah sampel awal yang diekstrak dan dinyatakan dalam persen. kehilangan mineral. warna. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi bertingkat. 2010).

mudah. Diphenylpicrylhydrazyl merupakan radikal bebas yang bersifat stabil dan beraktivitas dengan cara memberikan elektron bebas pada suatu molekul.Komponen bioaktif yang paling banyak terkandung dalam lili laut merupakan komponen bioaktif yang memiliki sifat polar (Gambar 1). Komponen bioaktif lili laut yang bersifat non polar dan semipolar terdapat dalam jumlah yang lebih kecil. serta perbandingan jumlah pelarut terhadap jumlah sampel (Harborne 1984). yaitu kondisi alamiah senyawa tersebut. Larutan senyawa antioksidan dari hasil ekstraksi lili laut yang . lama waktu ekstraksi. Hasil ekstrak yang diperoleh akan sangat bergantung pada beberapa faktor. Metode ini dipilih karena karena merupakan metode yang sederhana. 2005). ukuran partikel sampel. sehingga molekul tersebut tidak reaktif sebagaimana radikal bebas yang lain. Aktivitas antioksidan pada penelitian ini menggunakan metode DPPH dengan menggunakan prinsip spektrofotometri dengan panjang gelombang 517nm. karena kristal DPPH hanya dapat larut dan memberikan absorbansi maksimum pada pelarut etanol ataupun metanol seperti yang dikemukakan oleh Amrun dan Umiyah (2005). Metode uji DPPH merupakan metode pengujian aktivitas antioksidan yang paling cocok bagi komponen antioksidan yang bersifat polar. Aktivitas Antioksidan Keberadaan senyawa antioksidan dalam suatu bahan dapat diketahui melalui uji aktivitas antioksidan. metode ekstraksi yang digunakan. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan dalam lili laut adalah dengan menggunakan radikal bebas diphenylpicrylhydrazyl (DPPH). kondisi dan waktu penyimpanan. dan menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit dengan waktu yang singkat (Hanani et al.

Hasil uji aktivitas antioksidan BHT dan berbagai ekstrak kasar lili laut dapat dilihat pada Tabel 2. 4. Semakin kecil nilai IC50 berarti nilai aktivitas antioksidan semakin tinggi (Molyneux 2004). Penurunan absorbansi. Menurut Soeksmanto et al. (2007). Konsentrasi tersebut diperoleh melalui proses pengenceran dari setiap larutan ekstrak kasar lili laut 1000 ppm. Butylatedhydroxytoluene dalam penelitian ini dibuat dengan konsentrasi 2. . dan 800 ppm. Konsentrasi tersebut diperoleh dari hasil pengenceran stok BHT dengan konsentrasi 250 ppm. dan 8 ppm. Persen inhibisi adalah kemampuan suatu bahan untuk menghambat aktivitas radikal bebas. 600. Menurut (Molyneux 2004). Konsentrasi ekstrak kasar lili laut yang digunakan pada metode DPPH ini adalah 200. Nilai IC50 diartikan sebagai konsentrasi substrat yang dapat menyebabkan berkurangnya 50% aktivitas DPPH. Dalam hal ini DPPH menjadi sumber radikal bebas. 6. suatu senyawa dapat dikatakan memiliki aktivitas antioksidan apabila senyawa tersebut mampu mendonorkan atom hidrogennya pada radikal DPPH. DPPH (Diphenyl picryl hydrazil) prinsipnya adalah penangkapan hidrogen dari antioksidan oleh radikal bebas. untuk dipertemukan dengan ekstrak bagianbagian sampel yang menjadi antioksidan. yang ditandai dengan perubahan warna ungu menjadi kuning pucat. 400. yang ditunjukkan dengan berkurangnya warna ungu menunjukkan adanya aktivitas antioksidan. Pembanding yang digunakan pada penelitian ini adalah antioksidan sintetik butylatedhydroxytoluene (BHT).ditambahkan dengan larutan DPPH (dalam metanol) berubah warna dari ungu menjadi kuning cerah. yang berhubungan dengan konsentrasi suatu bahan.

yang tergolong sebagai antioksidan dengan aktivitas inhibisi yang kuat jika disesuaikan dengan kriteria Blois (1958).718.15-0. Tetapi jika dibandingkan dengan hewan invertebrata air lainnya (keong melo.05% yang menunjukkan 50% radikal bebas DPPH dapat menghambat aktivitasnya pada konsentrasi 1. Diikuti dengan nilai aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol dengan nilai IC50 sebesar 1.602.20 mg/mL (Molyneux 2004). dan lemah jika IC50 bernilai 0.78% yang menunjukkan 50% radikal bebas DPPH dapat menghambat aktivitasnya pada konsentrasi 2.10-0. kerang .Aktivitas antioksidan tertinggi pada lili laut terdapat pada ekstrak kasar metanol dengan nilai IC50 sebesar 419.016.21% yang menunjukkan 50% radikal bebas DPPH dapat dihambat aktivitasnya pada konsentrasi 419.016.05 mg/mL. sehingga perlu dilakukan proses pemurnian. Secara spesifik suatu senyawa dikatakan sebagai antioksidan sangat kuat jika nilai IC50 kurang dari 0.91 ppm. yaitu 4. Aktivitas antioksidan terendah lili laut terdapat pada ekstrak kloroform dengan nilai IC50 sebesar 5.05 ppm dan nilai aktivitas antioksidan pada ekstrak etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 2. sedang jika IC50 bernilai 0.15 mg/mL. Aktivitas antioksidan dari keempat ekstrak ini tergolong lemah jika dibandingkan dengan aktivitas antioksidan BHT sebagai pembanding.08 ppm.08% yang menunjukkan 50% radikal bebas DPPH dapat dihambat aktivitasnya pada konsentrasi 5. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol masih tergolong lemah karena nilai IC50-nya jauh lebih besar dari 200 ppm.05-0.21 ppm. Hal ini dapat terjadi karena ekstrak yang diuji masih berupa ekstrak kasar.602.78 ppm.10 mg/mL. kuat untuk IC50 antara 0. Ekstrak kasar ini masih mengandung senyawa lain yang bukan merupakan senyawa antioksidan.718.

rata-rata kemampuan menghambat radikal bebas terendah terdapat pada konsentrasi 200 ppm. 62. 22. uji Molisch. fenol hidrokuinon. 16. 21.99% untuk ekstrak metanol (Tabel 2). 8. . saponin. flavonoid. Uji fitokimia yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji alkaloid. uji Benedict.28% untuk ekstrak etil asetat. Uji fitokimia bertujuan untuk mengetahui komponen bioaktif yang terdapat pada setiap ekstrak kasar lili laut. yang menyatakan bahwa persentase penghambatan terhadap aktivitas radikal bebas meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak.08% untuk ekstrak kloroform.59% untuk ekstrak etanol.61% untuk ekstrak etanol. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Qian dan Nihorimbere (2004). dan nudibranch) lili laut memiliki nilai aktivitas antioksidan yang paling tinggi (Tabel 3).pisau. uji Biuret. tetapi memiliki efek menguntungkan bagi manusia.51% untuk ekstrak metanol. Semakin tingginya konsentrasi ekstrak kasar lili laut yang digunakan menghasilkan persentase penghambatan radikal bebas yang tinggi pula. Berdasarkan hasil perhitungan. keong mas. steroid.84% untuk ekstrak kloroform. dan uji Ninhidrin. Uji Fitokimia Fitokimia merupakan senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan dan dapat memberikan kesehatan pada tubuh manusia (Hasler 1998).04% untuk ekstrak etil asetat. yaitu 34. Sedangkan rata-rata kemampuan menghambat radikal bebas tertinggi terdapat pada konsentrasi 800 ppm. Uji fitokimia merupakan analisis yang diterapkan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam suatu bahan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. yaitu 22. 39.

flavonoid. molisch.Ekstrak kasar hasil ekstraksi lili laut menggunakan empat pelarut yang berbeda. flavonoid dan alkaloid. Menurut Harbone (1984). biuret. komponen bioaktifnya diuji menggunakan uji fitokimia meliputi pengujian alkaloid. yaitu kloroform (non polar). steroid. terpenoid. Steroid terdeteksi pada kedua ekstrak kasar karena prekursor dari . yang merupakan senyawa-senyawa polar. etanol (polar) dan metanol (polar). benedict. dan komponen bioaktif yang terdapat pada etanol meliputi alkaloid. Komponen bioaktif pada ekstrak metanol meliputi komponen alkaloid. Komponen alkaloid didefinisikan sebagai substansi dasar yang memiliki satu atau lebih atom nitrogen yang bersifat basa dan tergabung dalam suatu sistem siklis. dan ninhidrin. dan karbohidrat. flavonoid. fenol hidrokuinon. saponin. Komponen steroid terdeteksi pada ekstrak etanol dan kloroform. Hasil pengujian fitokimia pada Tabel 4 menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol lili laut mengandung komponen bioaktif yang lebih banyak dibandingkan dengan ekstrak kloroform dan etil asetat lili laut lainnya. dan karbohidrat. (2005) mengatakan bahwa senyawa kimia dalam spons yang mempunyai aktivitas antioksidan secara kualitatif dan lanjutan yaitu alkaloid. yaitu cinicin heterosiklik (Harbone 1984). Suratmo (2009) juga menyatakan bahwa senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan dapat diprediksi dari golongan fenolat. etil asetat (semi polar). flavonoid. steroid. Sedangkan komponen bioaktif yang terdeteksi pada ekstrak kloroform hanya steroid dan pada ekstrak etil asetat hanya alkaloid (Wagner) dan karbohidrat. Alkaloid pada ekstrak kasar lili laut yang terdeteksi pada komponen ekstrak metanol dan etanol diduga memiliki kandungan antioksidan. Hanani et al.

antialergi. dan mencegah osteoporosis. SIMPULAN Lili laut memiliki kandungan air 74. sukrosa serta monosakarida dan disakarida lainnya.pembentukan triterpenoid/steroid adalah kolesterol yang bersifat non polar. protein 0. Selain itu. 2008). flavonoid juga memiliki fungsi sebagai antibakteri. diuretik. 2008).67% (bb). lemak 0.11% (bk). sehingga diduga triterpenoid/steroid dapat larut pada pelarut organik (non polar). (1985). Karbohidrat atau gula merupakan konstituen yang paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan kandungan kimia lainnya yang terdapat dalam tanaman dan hewan.16% (bk). Karbohidrat juga mengandung glukosa. etil asetat. dan metanol dengan ditandai adanya warna ungu antara dua lapisan. Kelarutan komponen bioaktif dalam bahan akan menentukan komposisi ekstrak yang diperoleh Pada hasil uji fitokimia. Steroid juga terdeteksi pada ekstrak etanol karena menurut Hougton dan Raman (1998) proses ekstraksi dengan pelarut yang memiliki kepolaran yang berbeda akan mengekstrak senyawa yang berbeda pula. fruktosa. flavonoid terdeteksi pada ekstrak metanol dan etanol yaitu ditandai dengan adanya warna kuning pada lapisan amil alkohol. Hal ini terbukti dari hasil penelitian Al-Meshal et al. anti-inflamasi.51%. antitumor. dan karbohidrat 11. menurunkan kadar gula darah. Kandungan glikogen yang terkandung pada produk perikanan sebesar 1% untuk ikan.55% (bk). Pada manusia flavonoid berfungsi sebagai stimulan pada jantung. abu sebesar 13. 1% untuk krustasea dan 1-8% untuk kerang-kerangan (Nurjanah et al. dan sebagai anti jamur (Zabri et al. Hasil uji Molisch menunjukkan bahwa karbohidrat terdeteksi pada ekstrak etanol. Ekstrak kasar lili .

Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor Hanani E.21% sehingga lili laut dapat dinyatakan sebagai salah satu jenis Echinodermata pengahasil senyawa antioksidan yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan fungsional dan industri farmasi. Majalah Ilmu Kefarmasian. Ed ke-2. Beberapa catatan mengenai lili laut. 2008. Umiyah. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi. Sugiarto H. Effects of cooking techniques on antioxidant enzyme activities of some fruits and vegetables. Devrim E. Andayani.3: 17-24. . Nature 181:1199-1200. Phytochemical methods.laut mengandung empat komponen bioaktif yaitu komponen alkaloid. FDC-IPB. dan etanol lili laut memiliki aktivitas antioksidan. 2007. kadar fenolat total dan likopen pada buah tomat (Solanum Lycopersicum L). Turk J Med Sci 37 (3):151-156. dari Kepulauan Seribu.13(1) Aziz A. Avci A. 2(3):127-133. Penentuan aktivitas antioksidan. Agents and Actions 17:3-4. Jurnal Oseana. Ekstrak kasar metanol lili laut memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai IC50 sebesar 419. Tariq M. Antioxidant determinations by the use of a stable free radical.1990. Laporan Ilmiah Monitoring Ekosistem Terumbu Karang Pesona Taman Laut Nan Elok di Sekitar Pulau Pramuka. 1958. Ekstrak kasar kloroform. Durak I. Amrun MH. 2010. Kepulauan Seribu. Provinsi DKI Jakarta. Erguder BI. DAFTAR PUSTAKA Al-Meshal IA. Supardi. 2005. flavonoid. dan karbohidrat. steroid. 1984. Harborne JB.) dari daerah sekitar Jember. 2005. Parmar NS. Identifikasi senyawa antioksidan dalam spons Callyspongia sp. Sekarini R. Jurnal Ilmu Dasar 6(2):110-114. etil asetat. New York: Chapman and Hall. dan metanol. Blois MS. 1985. Ageel AM. Pengujian antiradikal bebas difenilpikril hidrazil (DPPH) ekstrak buah kenitu (Chrysophyllum cainito L. Mun’im A. Anti-inflammatory activity of the flavonoid fraction of khat (Catha edulis Forsk).

8(2):8-9 Silalahi J. Sugeng HS. Qian H. Salamah E. Bogor: M-BRIO Press. Madura. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol. 2004. 2004. 2006. Kimia Pangan dan Gizi. Meyda. Astuti M. Purwaningsih S. 2010. Aktivitas antioksidatif dan hipokoleterolemik ekstrak teh hijau dan teh wangi pada tikus yang diberi ransum kaya asam lemak tidak jenuh ganda. Food Tech 52(11):63-70. Potensi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) sebagai antioksidan. Rusyadi S. Senyawa polifenol sebagai komponen aktif yang berkhasiat dalam teh. Harapini M. 2008. Karakteristik gizi dan potensi pengembangan kerang pisau (Solen spp) di Perairan Kabupaten Pamekasan. BSS 205(1):1-5 Winarno FG. Songklanakarin J Sci Technol. 1998. . Majalah Kedokteran Indonesia.) sebagai senyawa antioksidan. Biodiversitas. Pratiwi. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Simanjuntak P. Institut Pertanian Bogor. 2007.1:1-10. Kandungan antioksidan pada beberapa bagian tanaman mahkota dewa.17(1):32-36. Nurjanah. Buletin Teknologi Hasil Perikanan 11(2):119-132. Hapsari Y. (thymelaceae). Nilai peroksida dan aktivitas anti radikal bebas diphenyl picril hydrazil hydrate (DPPH) ekstrak metanol Knema laurina. The use of stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioksidan activity. Majalah farmasi Indonesia. Functional foods: Their role in disease prevention and health promotion. 2002.52(10):3-4 Suratmo. Molyneux P. Rany M. 2007. Jurnal Perikanan dan Kelautan 13(1):41-51. J Zhejiang Univ SCI 2004 5(6):676-683. 2009. Antioxidant power of phytochemicals from Psidium guajava leaf. Phaleria macrocarpa (Scheff) boerl. Isolasi Senyawa Steroid dari Teripang Gama (Stichopus variegatus) dengan Berbagai Jenis Pelarut [Skripsi]. Nihorimbere V.8(1) Hasler CM. Soeksmanto A. 2008. etil asetat dan heksana rumput laut hijau (Caulerpa lentillifera).Hartoyo A. Kustiariyah. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. 2002. 26(2):211-219.Dewi P. Penapisan awal komponen bioaktif dari kijing taiwan (Anadonta woodiana Lea. Ilmu Kelautan. 2008. Santoso J. Ayuningrat E.

Wijoyo NS. Afr J Pure Appl Chem 2(8): 80-82. Bekro YA . . 2005. Syahrir M. Pengamatan Terumbu Karang Jakarta 2004-2005. Kodjo C. Jakarta: Yayasan TERANGI Zabri H. Benie A. 2008.Yusri S. Timotius S. Estradivari. Phytochemical screening and determination of flavonoids in Secamone afzelii (Asclepiadaceae) extracts. Bekro JM.

32 32.51 .91 1.05 48.51 (bk) 11.37 400 ppm 600 ppm 28.19 (bk) ( Meydia 2007) Tabel 2 Hasil uji aktivitas antioksidan Sampel BHT % Inhibisi 4 ppm 6 ppm 23.LAMPIRAN 1.85 (bk) 3.28 0.78 419.69 13.04 39.2 % Rendemen 1 0.65 (bb) 0.8 0.61 21.11 (bk) 13.16 (bk) 1.08 2.4 0.84 8.08 22.016.38 IC50 (ppm) 8 ppm 89.59 16.605.28 62.6 1.75 19.4 1.46 0.25 5.55 (bk) 0.45 800 ppm 34.16 (bk) Teripang (%)1 92. 21 Ekstrak Etanol Ekstrak Kloroform Ekstrak Etil Asetat Ekstrak Metanol 2 ppm 12.41 1.67 79.99 4.67 (bb) 0.23 58.55 200 ppm 22.15 (bk) 2.718.56 19.6 0.97 17.2 0 Etanol Kloroform Etil Asetat Metanol 0.32 Gambar 1 Nilai rata-rata rendemen ekstrak kasar lili laut Tabel 1 Hasil uji proksimat lili laut dibandingkan dengan teripang Komponen Kadar air Kadar lemak Kadar protein Kadar abu Kadar karbohidrat Sumber 1 Lili laut (%) 74.

2010) 2 (Susanto.527. 2010) Tabel 4 Hasil uji fitokimia ekstrak kasar lili laut Etanol Alkaloid a. ++ kuat. Meyer c.37 1.87 1.08 2. Wagner Steroid Flavonoid Saponin Molisch Benedict Biuret Ninhidrin Fenol ++ ++ + +++ +++ ++ Jenis Pelarut Kloroform Etil Asetat ++ + + Metanol ++ + +++ ++ ++ Standar (warna) Endapan merah atau jingga Endapan putih kekuningan Endapan coklat Perubahan dari merah menjadi biru/hijau Lapisan amil alkohol berwarna merah/kuning/hijau Terbentuk busa Warna hijau atau hijau biru Warna ungu antara 2 lapisan Warna hijau/kuning/endapan merah bata Warna ungu Warna biru Keterangan: +++ sangat kuat.00 2760.00 Kerang Pisau3 2.391.52 1.36 1.662.008. 2010) 4 (Andriyani. + lemah.20 Keong Melo1 2780.78 419.47 Sampel Ekstrak kloroform Ekstrak etil asetat Ekstrak metanol 1 Lili laut 5.08 Nudibranch4 1.37 Sumber: (Naryuningtyas.00 2308. Dragendroff b.270.718.458.593. 2010) 3 (Izzati. -tidak terdeteksi .Tabel 3 Perbandingan nilai IC50 lili laut dengan hewan avertebrata lainnya IC50 Keong Mas2 3.016.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->