P. 1
strategi pengembangan mutu sekolah

strategi pengembangan mutu sekolah

|Views: 429|Likes:
Published by frista_nanda

More info:

Published by: frista_nanda on Feb 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

Makalah Akhir Semester Posted 30 December, 2006 Manajemen Strategik Program Magister Manajemen, sem.

1, TA 2006/2007 Universitas Kristen Krida Wacana Dosen: Prof. Dr. dr. Aris Pongtuluran Prof. Dr. Ir. Rudy C Tarumingkeng

STRATEGI PENGEMBANGAN MUTU DI SMPK-7 BPK PENABUR
Oleh: Nunung Agus Susanto
01 – 2005 – 017 nunungagus@yahoo.co.id

BAB I PENDAHULUAN A. RASIONAL Desentralisasi pendidikan meluncurkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kinerja manajemen pendidikan secara berjenjang. Jenjang akuntabilitas tertinggi tentang usaha pencapaian mutu pendidikan yang direncanakan secara terprogram berada pada tingkat sekolah yang disebut otonomi sekolah. Kesempatan luas dalam kebijakan peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah, wajib disambut secara menyeluruh oleh komunitas pendidikan di sekolah. Ketika seluruh komunitas sekolah bertanggung jawab akan visi dan tujuan sekolah dan membentuk jaringan kerja yang dinamis sesuai misi sekolah, maka mutu pendidikan dalam nuansa proses belajar mengajar akan tumbuh dan berkembang optimal. Ketika kinerja proses belajar mengajar berlangsung optimal, maka mutu hasil belajar tercapai sesuai visi dan tujuan sekolah. Koordinasi dan sinkronisasi kenerja sekolah dipandu konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah atau MPMBS dalam suatu kepemimpinan yang kuat oleh kepala sekolah. Ketika MPMBS sudah menjadi budaya sekolah di propinsi DKI Jakarta maka, visi pendidikan Dasar propinsi DKI Jakarta ” Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu dan Kompetitif” secara luas akan tercapai secara bertahap mulai dari tingkat sekolah. Untuk itu maka setiap sekolah bertugas menyusun rencana strategi manajemen sekolah sebagai sistem dalam Rencana

1

Program Pengembangan Sekolah yang disebut RPPS. Setiap renstra dalam RPPS, berdasarkan pengertian bahwa “Pendidikan merupakan investasi yang ditanam masa kini untuk memanen hasil di hari ini, hari esok dan atau masa datang.” Agar investasi itu benar-benar membuahkan profit kompetensi untuk siswa dan juga guru diperlukan Manajemen Kurikulum dalam implementasi Manajemen Pembelajaran. Ketika kepala sekolah didukung oleh guru yang memiliki akuntabilitas yang tinggi bersinergis dalam suatu kinerja sekolah, maka derap peningkatan kemampuan peserta didik dalam berperan sebagai pelaku kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dapat terwujud dalam diri siswa yang benarbenar kompeten. Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi menuntut setiap kepala sekolah dan guru - guru menyambut Pendidikan Berbasis Kompetensi untuk anak bangsa , yang akan tumbuh dan berkembang sebagai bangsa yang berakhlak mulia, mandiri, sehat, berilmu, cerdas,terampil, cakap, kritis, rasional, kreatif, toleransi, berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab, demokrati sdan bergengsi dalam percaturan global yang cenderung tidak pernah statis untuk hari ini, hari esok dan pada masa-masa datang. Oleh karena itu RPPS tidak pernah statis karena memandu derap peningkatan mutu berdasarkan program unggulan yang ditentukan secara partisispatif dari komunitas pendidikan di sekolah. Berdasarkan pemikiran tersebut, kami komunitas pendidikan SMPK 7 PENABUR Jakarta Barat menyusun Rencana Program Pengembangan Sekolah atau RPPS tahun pelajaran 2006 - 2007. RPPS kami susun bersama 38 guru mata pelajaran dan bimbingan konseling, 4 pegawai nonguru, dan dikonsultasikan kepada pengawas manajemen sekolah. RPPS tersusun berdasarkan keputusan partisipatif guru, dan karyawan di sekolah, sesuai Standar nasional pendidikan yang meliputi Isi RPPS, Proses pelaksanaan RPPS dalam proses belajar mengajar dengan memberdayakan tenaga kependidikan dan sarpras. Proses pelaksanaan RPPS kami kemas sinergis dan dinamis menuju pencapaian kompetensi lulusan sekolah yang kami unggulkan. Pembiayaan pelaksaan RPPS dari dana pemerintah dan masyarakat, kami kemas penuh rencana efisiensi dan bertanggung jawab. Penilaian pendidikan kami perhatikan secara teliti dan ditingkatkan secara berencana dan berkala.

B. LANDASAN TEORI DAN LANDASAN HUKUM RPPS a. Landasan Teori RPPS. 1. Manajemen yang mengendalikan kinerja lebih dari satu orang, memiliki tujuan, memiliki visi dan misi, memberdayakan dana dan sarana, selalu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian kinerja, pelaksanaan kinerja, pengadministrasian dan pengendalian mutu. RPPS adalah kemasan seluruh rencana kerja, pelaksanaan kinerja proses belajar mengajar, pengadministrasian dan pengendalian mutu kinerja dan mutu hasil kinerja sekolah. 2. RPPS merupakan jabaran dari konsep Total Quality Manajemen (TQM) yang merupakan sistem manajemen yang berfokus pada semua orang pelanggan jasa, berfokus kepada tenaga, bertujuan terus – menerus meningkatkan nilai

2

yang diberikan bagi pelanggan dengan biaya penciptaan nilai yang lebih rendah dari nilai suatu produknya. Konsep TQM memerlukan komitmen semua pihak yang terkait dalam manajemen. Kami komunitas pendidikan guru dan non guru berkomitmen melaksanakan berbagai rumusan dari RPPS yang kami susun dengan implementasi konsep TQM dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah kami, yang berfokus pada pengutamaan ketercapaian tujuan sebagai kompetensi siswa lulusan SMPK 7 PENABUR , berfokus pada sistem organisasi yang kami kemas sesuai sekolah sebagai sistem dan kami memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan terus menerus. b. Landasan Hukum Penyusunan RPPS Disamping berpedoman pada landasan teori yang kami pilih, kami juga secara yuridis mengacu kepada perundang-undanan sebagai landasan hukum penyusunan RPPS SMPK 7 PENABUR. 1. Undang – Undang No. 25 tahun 2001 tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas) bahwa : “Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah merupakan strategi komprehensip untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan SLTP melalui pemberdayaan sekolah. Pemberdayaan diserahkan ke sekolah seluas-luanya agar SLTP mampu meningkatkan mutu pendidikan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki dan partisipasi orang tua siswa serta masyarakat” Sesuai kebijakan Depdiknas konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS) sudah sejak tahun 1999 dirintis di sekolah-sekolah tertentu dan ternyata merupakan menajemen sekolah yang berhasil menata kehidupan sekolah dalam mewujudkan visi sekolah dan tujuan sekolah dengan melaksanakan misi yang telah ditetapkan. Sehingga mutu proses dan mutu hasil belajar siswa dapat dikendalikan melalui langkah-langkah monev quality control dan qualty assurance pada kurun waktu tertentu dan berkelanjutan. Kami melaksanakan pelaksanaan RPPS dalam Proses Belajar Mengajar dengan mengimplementasikan konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah sesuai kondisi dan situasi sekolah kami SMPK 7 PENABUR.

2. UU RI NO 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3 yang mengamanatkan bahwa : “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Sekolah kami termasuk salah satu sekolah unggulan oleh karena itu kami komunitas pendidkan harus lebih bertanggung jawab mewujudkan fungsi dan sembilan indikator keberhasilan tujuan pendidikan nasional tersebut melalui

3

proses belajar mengajar yang profesional dalam memberdayakan sumber daya di sekolah sehingga menghasilkan mutu hasil belajar sesuai yang kami rencanakan. 3. UU RI NO 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab IX Pasal 35 yang mengamanatkan bahwa : “Standar nasional pendidikan terdiri atas isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengeloalan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala”. Sekolah kami memiliki renstra-renstra peningkatan mutu sebagai isi dan inti kinerja. Renstra kami akan laksanakan dalam proses belajar mengajar, untuk mencapai kompetensi lulusan, tenaga kependidikan kami wajib memberdayakan sarana dan prasarana dalam pengelolaan proses pembelajaran siswa dengan pembiayaan. Dalam proses pembelajaran siswa, guru melaksanakan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. 4. Undang – Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidkan Nasional Bab II tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan pasal 4 ayat 6 bahwa : “Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan pendidikan”. 5. Bab XIV tentang pengelolaan pendidikan pasal 51 ayat 1 bahwa: “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini ,pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan nasional dengan prinsip manajemen berbasis sekolah” Penyelenggaraan sekolah kami berusaha mengikutsertakan orangtua siswa dan kelompok peduli mutu pendidikan sebagai pendukung sumber dana dan sarana dalam mencapai tujuan-tujuan sekolah sesuai standar mutu yang kami tetapkan. C. VISI, MISI DAN TUJUAN SMPK 7 PENABUR a. Visi Yayasan. ” Menjadi Lembaga Pendidikan Kristen Unggul Dalam Iman,Ilmu dan Pelayanan ”. Visi sekolah . ”Menjadi Sekolah Kristen Yang Berprestasi dan Beriman ”

4

b.

Misi Yayasan. ” Mengembangkan Potensi Peserta Didik Secara Optimal Melalui Pendidikan dan Pengajaran Bermutu Berdasarkan Nilai – Nilai Kristiani .”
Misi Sekolah. “ Menjadikan kepribadian Peserta Didik Untuk Mencapai Keseimbangan Akademik dan Sosial.”

Di setiap kerja komunitas pendidikan, kami selalu menumbuhkan disiplin sesuai aturan bidang kerja masing-masing, saling menghormati dan saling percaya dan tetap menjaga hubungan kerja yang harmonis dan dinamis, meliputi jabaran misi : 1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki. 2. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah. 3. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat berkembang secara optimal. 4. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni. 5. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa sehingga terbangun siswa yang kompeten dan berakhlak mulia. c. Tujuan sekolah kami dijabarkan dari visi sekolah, agar komunikatif dan bisa diukur : 1. 2. 3. 4. Unggul dalam kegiatan keagamaan dan kepedulian sekolah Unggul dalam perolehan nilai UAN (UNAS) Unggul dalam persaingan masuk ke SMA Swasta dan Negeri . Unggul dalam penerapan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan terutama bidang sains dan matematika. 5. Unggul dalam lomba olah raga, kesenian, PMR, dan Pramuka 6. Unggul dalam kebersihan dan penghijauan sekolah

Tujuan sekolah kami tersebut dalam rangka bertahap, dimonitoring, dievaluasi, dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu, untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah yang dibakukan secara nasional sebagai berikut: 1. Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan. 2. Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan

5

3.

4. 5. 6.

lingkungan secara bertanggung jawab. Berpikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif, memecahkan masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media. Menyenangi dan menghargai seni. Menjalankan pola hidup bersih, bugar, dan sehat. Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air

Standar Kompetensi Standar Nasional tersebut, atas keputusan bersama guru dan siswa, lebih kami rinci sebagai profil siswa SMPK 7 PENABUR sebagai berikut : 1. Mampu menampilkan kebiasaan sopan santun dan berbudi pekerti sebagai cerminan akhlak mulia dan iman taqwa. 2. Mampu berbahasa Inggris/Mandarin, secara aktif. 3. Mampu berbagai seni dan olah raga, sesuai pilihannya. 4. Mampu mendalami cabang pengetahuan yang dipilih. 5. Mampu mengoperasikan komputer aktif untuk program Microsoft Word, Exel, dan Disain Grafis. 6. Mampu melanjutkan ke SMA/SMK terbaik sesuai pilihannya melalui pencapaian target pilihan yang ditentukan sendiri. 7. Mampu bersaing dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik dan nonakademik di tingkat kecamatan, kodya, propinsi, dan nasional. 8. Mampu memiliki kecakapan hidup personal, sosial, environmental, dan pravocasional. Untuk mencapai standar kompetensi lulusan SMP standar Nasional dan mewjudkan profil siswa, kami komunitas pendidikan internal dan ekternal juga menetapkan program unggulan SMPK 7 PENABUR sebagai berikut :
a. Sasaran Program Unggulan Bidang Akademik Tahun Pelajaran 2006 - 2007:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Mutu pelajaran Agama dengan Daya Serap SKBM 70,00 Mutu pelajaran Matematika dengan Daya Serap SKBM 61,00 Mutu pelajaran Sains dengan Daya Serap SKBM 62,00 Mutu pelajaran Bahasa dengan Daya Serap SKBM 66,00 Mutu pelajaran Bahasa Internasional dengan Tofel tertentu. Mutu pelajaran IPS dengan Daya Serap SKBM 61,00 Mutu pelajaran Penjaskes dengan Daya serap SKBM 65,00 Mutu pelajaran Keterampilan Pilihan dengan Daya Serap SKBM 65,00 9. Mutu pelajaran Muatan Lokal dengan Daya Serap SKBM 60,00 b. Sasaran Program Unggulan Bidang Nonakademik : 1. Pelayanan keunggulan tata krama dalam manejemen silaturahmi. 2. Pelayanan lingkungan pembelajaran indoor dan outdoor yang indah, tertata rapi dan bersih dalam taman sekolah, taman kelas tumbuhan bergantung, disain kelas, disain kantin, disain ruang pendukung pembelajaran 3. Pendalaman firman Tuhan sesuai agama yang dianut siswa 6

4. Pembinaan perilaku, ketertiban/kedisiplian, kerajinan, kerapihan, kebersihan, mengembangkan bakat dan minat siswa melalui 13 kegiatan ekstrakurikuler, siswa mentukan pilihannya di antara : 1. Basket 2. Voli 3. Bulutangkis 4. Pramuka 5. Palang Merah Remaja ( PMR ) 6. Paduan Suara 7. Kelompok Ilmiah Remaja 8. Gitar 9. Gu Zheng 10. Seni Lukis 11. Catur 12. Tenis Meja 13. Taekwondo

A. PROFIL GURU DAN TENAGA NONGURU SMPK 7 PENABUR Guru di SMPK 7 PENABUR memiliki profil akademik, sertifikasi dan pengalaman mengajar Dari data guru tersebut, jumlah mata pelajaran yang kami kembangkan adalah 17, guru yang kami perlukan 37 dan guru tetap yang tersedia 22 atau 59 %, berarti untuk pemenuhan pembelajaran, kami memberdayakan 15 atau 41 % guru honorer yang terdiri dari guru honorer penuh Dari informasi data tersebut kekuatan dan kelemahan kami adalah : Kekuatan : a. Dari jumlah seluruh guru 37 orang, S2 = 1 orang = 2.6 % ;S1 = 31 orang = 83.7 % ; SM/D3 = 5 orang = 13,5 % , Pengalaman bertugas lebih dari 5 tahun = 37 orang = 100 % b. Guru yang memiliki sertfikasi komputer = 15 orang = 28 % , Bahasa Inggris = 19 orang = 51 %. c. Tingkat relevansi = 37 orang = 100 % Kelemahan : a. Guru yang pendidikan dibawah standar minimal pendidikan, PGSLP = 3 orang = 6% b. Guru yang belum mampu dalam Informasi Teknologi Komputer = 39 orang = 72 % c. Guru yang belum mampu berbahasa Inggris aktif = 49 orang = 91 % B. PROFIL TENAGA TATA USAHA DAN PENDUKUNG KEBERSIHAN DAN KEAMANAN. Dari data tersebut jumlah tenaga tata usaha urusan admininstrasi = 4 jumlah tenaga tetap = 6 orang = 100 % ; tenaga kebersihan = orang dan tenaga keamanan = orang Kekuatan pendukung program manajemen administrasi : a. Jumlah pegawai yang berpengalaman > 5 tahun = 5 orang = 83 % b. Jumlah pegawai dengan pendidikan > SLTA = 2 orang = 33 % c. Jumlah pegawai terampil komputer = 4 orang = 66 % C. PROFIL SISWA SMPK 7 PENABUR TAHUN PELAJARAN 2006 - 2007

7

Komunitas pendidikan di sekolah kami bertanggung jawab mengembangkan bakat, minat dan kemampuan siswa kelas VII. VIII dan IX berjumlah direncanakan 722, dengan rincian sebagai berikut : a. Kwantitas siswa SMPK 7 PENABUR tahun 2006 - 2007: Kls VII (1) 1 2 3 4 5 JM L Jumlah siswa P (2) 15 17 14 15 16 99 L (3) 20 19 20 20 20 77 JM L (4) 35 36 34 35 36 176 Kls VIII (5) 1 2 3 4 5 JM L Jumlah siswa P (6) 17 18 18 19 18 87 L (7) 18 18 18 16 17 90 JM L (8) 35 36 36 35 35 177 Kls IX (9) 1 2 3 4 5 JM L Jumlah siswa P (10) 19 18 20 18 21 95 L (11) 19 20 18 20 18 96 JM L (12) 38 38 38 38 39 191

Jumlah laki – laki kelas VII, VIII dan IX = 281 orang Jumlah perempuan kelas VII, VIII dan IX = 263 orang ----------------------------------------------------------------------Jumlah siswa kelas VII, VIII dan III = 544 orang D. PROFIL ORANG TUA SISWA SMPK 7. Kinerja sekolah kami yang mengimplementasikan konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah didukung oleh orang tua siswa kelas VII, VIII dan IX berjumlah 544, dengan karateristik pendidikan dan latar belakang pekerjaan sebagai berikut :

N o (1 ) 1. 2.

Kls

Jumlah Orang Tua Siswa (3)

Pendidikan S3 (4) 1 1 S2 (5) 24 9 S1 (6) 100 94 100 294 54 D3 (7) 25 23 15 63 11% SLT A (8) 26 50 55 131 24% S M PSD (9) PNS (10) Guru (11) 15 20 25 60 11%

Pekerjaan TNI (12) Wira Buru Swa h sta (13) 161 155 164 480 88% (14) Peta ni (15) -

(2)

VII 176 VII 177 I 3. III 191 Jumlah 544 Persentase

1 1 2 0.4%

1 1 2 0.4%

1 20 3 53 1% 10

8

%

%

Dari data tersebut kerja sama antara sekolah dan orang tua ssiwa memiliki peluang dan kendala tantangan sebagai berikut : 1. Peluang a. Jumlah orang tua siswa dengan latar belakang pendidikan S3 dan S2 berjumlah 56 orang = 11 %, mereka kemungkinan mampu berfikir bersama untuk meningkatkan mutu penguasaan dan pemahaman konsep (PPK) materi pelajaran. b. Jumlah orang tua siswa dengan latar belakang pendidikan s1 D3 dan SLTA berjumlah 488 orang = 89 %, mereka kemungkinan mampu diajak berfikir tentang kecakapan/keterampilan siswa pada penerapan konsep mata pelajaran. c. Jumlah orang tua siswa yang latar belakang pekerjaan PNS, guru, TNI berjumlah 64 = 11.8 %, mereka mungkin lebih mudah dimotivasi sebagai sumber dana pendidikan menuju mutu pendidikan yang kami rencanakan dan memotivasi putra-putrinya mencapai mutu hasil belajar. 2. Tantangan/hambatan sebagai kendala a. Jumlah orang tua siswa, latar belakang pendidikan SLTA 131 orang = 24 %, karena pada umumnya mereka kurang peduli terhadap mutu pendidikan putraputrinya. b. Jumlah orang tua siswa, latar belakang pekerjaan buruh, petani dan lain-lain orang = , kemungkinan mereka mengalami kendala untuk pemenuhan biaya pendidikan. PROFIL PRASARANA –SARANA PENDIDIKAN SMPK 7 PENABUR a. Prasarana input statis : 1. SMPK 7 PENABUR memiliki luas tanah 3.392 m2 , milik Yayasan BPK Penabur 2. Bangunan gedung permanen, luas seluruh bangunan 1.052 m2 Dari data sarana belajar tersebut, kelengkapan sarana belajar 60 %, kemungkinan implementasi pendekatan pembelajaran CTL ideal 50 % a. Kekuatan keberadaan sarana pada mata pelajaran : Bahasa Inggris, Elektronika, Tata Busana, Olah Raga, Biologi. b. Kelemahan keberadaan sarana pada : Kesenian, Pengetahuan Sosial. F. PROFIL HASIL BELAJAR BIDANG AKADEMIK SMPK 7 PENABUR TAHUN 2004—2005 Peringkat UNAS Tingkat Propinsi menjadi titik ukur keberhasilan belajar siswa selama 3 tahun pelajaran. Hasil belajar Nilai UAN kami teliti selama 2 tahun terakhir secara berkelanjutan untuk meneliti hasil belajar sesuai program jangka panjang dan jangka pendek.

9

No

Mata Pelajaran

Nilai Rata -rata 7,48 8,68 8,20

2003-2004 Perin g JML kat Mape l 24,36

2004-2005 Peri ngka t JML 7 Nilai Rata -rata 8.48 9.15 9.16 Pering kat Mapel Peri ngka t JML 7

JML

1. 2. 3.

Bhs Indonesia Matematika Bhs Inggris

26.7 9

Dari Hasil Unas tersebut, keberhasilan program unggulan mata pelajaran yang tercapai tahun 2004-2005 :
1. Mata pelajaran Bhs. Indonesia

dengan SMS 7.00 Tercapai 8.48, berarti Indek Produktifitas Pembelajaran 1.21, Kenaikan nilai dari tahun 2003-2004 = 1.00 2. Mata pelajaran Matematika dengan SMS 6.00 Tercapai 9.15, berarti Indek Produktifitas Pembelajaran 1.53, Kenaikan nilai dari tahun 2003-2004 = 0.47 3. Mata pelajaran Bhs. Inggris dengan SMS 7.00 Tercapai 9.16, berarti Indek Produktifitas Pembelajaran 1.31, Kenaikan nilai dari tahun 2003-2004 = 0.96 G. PROFIL HASIL BELAJAR BIDANG NON AKADEMIK SMPK 7 PENABUR TAHUN 2004-2005 1. Untuk hasil belajar non akademik ekstra kurikuler siswa sesuai raport, kami mengunggulkan bidang kesenian dan bidang olah raga ekstra kurikuler tertentu sebagai berikut: Jenis Ekskul Kesenian Nama Kegiatan Paduan Suara Tingkat Piala Kejuaraan Kecamatan Kodya DKI

Nasional v

(disesuaikan) Basket Volley PMR V V V Hasil belajar non akademik tersebut sudah mencapai target target. 2. Hasil belajar siswa bidang non akademik tentang perilaku budi pekerti kepribadian sesuai raport Olah Raga No Komponen Budi Pekerti Kepribadian Jumlah Siswa / Kepribadian Siswa Kelas VII Kelas VII Kelas III

10

Yang Dinilai (1) (2) 1 Perilaku 2 Kerajinan/disiplin 3 Kerapihan 4 Kebersihan Jumlah Persentase

A (3)

B (4)

C (5)

A (6)

B (7)

C (8)

A B C (9) (10) (11)

Dari analisis mutu kepribadian hasil belajar siswa kelas VII, VIII, III yang amat baik ..... %, baik ......% dan cukup ..... %

BAB II IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI PENDUKUNG SASARAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SMPK 7 PENABUR

A. ANALISIS SWOC POGRAM PENINGKATAN MUTU AKADEMIK DAN NON AKADEMIK SMPK 7 PENABUR TAHUN 2006 - 2007. a. Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran Sasaran peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami sudah kami tentukan meliputi bidang akademik dan bidang non akademik. Selanjutnya kami melakukan identifikasi fungsi-fungsi dari faktor-faktor titik kinerja yang kami tetapkan meliputi bidang : Ketatalaksanaan, Kurikulum dan Pembelajaran, Ketenagaan, Kesiswaan, Perlengkapan Sarpras , Perpustakaan, Laboratorium, Perpustakaan, dan Konseling , Pengembangan Budaya dan Lingkungan Masyarakat dan Keuangan. Semua bidang kinerja ini menunjukkan interaksi antara sumberdaya manusia sebagai komunitas pendidikan, sarana-prasarana dan dana dalam proses kinerja masing-masing bidang kajian. SDM, sarana-prasarana dan dana memberikan fungsi masing-masing dalam pencapaian target mutu keunggulan kami. Masing-masing faktor memberikan fungsi yang memiliki tingkat kesiapan berbeda dalam mendukung pencapaian target unggulan akademik dan non akademik. b. Analisisis Tingkat Kesiapan Fungsi ( analisis SWOC). Dalam melakukan analisis fungsi dari faktor-faktor pendukung peningkatan mutu proses belajar mengajar berlaku kriteria kesiapan :

11

1. Jika tingkat kesiapan memadai atau memenuhi kriteria kesiapan dinyatakan sebagai faktor kekuatan internal dan faktor peluang eksternal. 2. Jika tingkat kesiapan tidak memadahi atau tidak memenuhi kriteria kesiapan, dinyatakan sebagai kelemahan faktor internal dan ancaman faktor eksternal 3. Untuk menentukan kriteria kesiapan faktor kami berfikir cermat, hati-hati, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tahun-tahun lalu. 4. Jika persentase kekuatan dan peluang lebih besar dari kelemahan dan ancaman, kami prediksikan keunggulan akan tercapai dan sebaliknya. 5. Maka analisis SWOC kami artikan S = kekuatan =strength, W =Kelemahan internal = weakness, O=Peluang eksternal= opportunity dan C= Tantangan b.01. Analisis SWOC bidang akademik SMPK 7 PENABUR. Sasaran keunggulan bidang akademik 01, 02 dan 03 : 1. Hasil Belajar Siswa, PPK dan Penerapan Konsep untuk siswa kelas VII, DS SKBM sesuai keputusan Partisipatif berdasarkan hasil TAU dan Tes Awal Akademik Sekolah, dengan ketuntasan belajar dari DS SKBM Rata-rata 85 % Hasil Belajar Siswa, PPK dan Penerapan Konsep VIII, IX, DS SKBM 2006 2007 naik dengan GSA 5,00 dari tahun 2004-2005 dengan ketuntasan belajar dari DS SKBM Rata-rata 85 % 2. Kenaikan Nilai Ujian Nasional dan Nilai Ujian sekolah 2006 - 2007, dengan GSA 2.4 dari tahun 2004-2005 3. Mencapai target keunggulan hasil belajar kelas VII,VIII dan IX, kami mengunggulkan pendidikan kecakapan hidup atau ’Life skills ’terintegrasi dalam proses pembelajaran PAKEM melalui pendekatan belajar Contektual Teaching and Learning atau CTL. Kriteria Kesiapan Kekuatan/Pelu ang (3) Kondisi nyata SMPK 7 BPK Penabur (4) Tingkat Kesiapan Faktor Siap (5) Kekuatan Tidak (6) Kelema han

N o (1 ) A .

Fungsi dan Faktor (2) Fungsi Pakem CTL

12

1.

Faktor Internal a. Motivasi belajar siswa b.Perilaku siswa c. Motivasi guru d. Pemberdayaa n siswa

• Tinggi

• 80 % siswa, motivasi belajar tinggi • 80 % disiplin dan tertip • Cukup tinggi • Cukup mampu

siap

• Disiplin dan tertib • Tinggi • Guru mampu memberday akan siswa • Tingkat kesangupan dan pengetahua n tinggi • Guru memiliki tingkat kesangupan dan pengetahua n yang tinggi

siap siap siap

siap • Cukup

e. Guru mampu menyusun silabus mandiri

f. Guru mampu mengemas penilaian outentik tes dan berbagai instrumen non tes

• 30 % belum menguasai penilaian outentik siap • 80 % guru masih suka ceramah

Belum siap

g.Pembelajaran • Guru aktif kreatif, mampu efektif, berbagai menyenangka metode n dengan pendekatan keragaman CTL metode pendekatan CTL h.Kesiapan siswa belajar aktif, kreatif, efektif dan inovatif •

50 % siswa mau aktif belajar

Belum siap

Belum siap

• Tingkat 100% siswa kesanggupan siap belajar masih rendah aktif

Belum siap

• Guru memiliki

40 % siswa siap dan 13

i. Pembelajaran memberdaya kan sarana indoor dan outdoor

tingkat kesangupan dan pengetahua n yang tinggi

senang tugas-tugas non tes

j. Siswa senang • 100 % dengan siswa tugas-tugas senang uji kompetensi non tes jurnal, produk, ...................... proyek, portofolio k....................... ...........

.......................... ....

2.

Faktor Esternal a. Dukungan • 100% motivasi mendukung belajar siswa (tinggi) dari orang tua • 50% ortusis peduli dengan dukungan

Peluang

Hambat an

Belum siap

14

b.Lingkungan sosial luar sekolah c. Orang tahu sistem pembelajaran dan penilaian kurikulum 2004 Fungsi B. Pendukung Ketenagaan. 1. Faktor Internal. • Jumlah guru

• Kondusif • 100% tahu

motivasi belajar anaknya • Kondusif • Tahu

Siap

Siap

Kekuatan

Kelema han

Cukup

• 59% PNS, 41% honor • 83.7 % S1 • 100 % relevan • 75 % > 24 jam

siap

• • Latar belakang pendidikan • Relevansi • Beban jam mengajar guru 2. Faktor eksternal a. Pengalama n mengajar guru b. Kompetens i IT komputeris asi guru dan Bahasa Inggris aktif c. Fasilitas sekolah dalam •

100% S1 100% relevan Rata-rata 24 jam

siap siap siap

Rata-rata > 5 tahun 75 % menguasai

73 % > 5 tahun

Peluang Siap

Hambat an

51% menguasai Siap

Belum siap

100% sekolah • menyediak an fasilitas

Belum mampu membiayai pengemban gan kompetensi

15

mengemba ngkan kompetensi keahlian guru d. ................... .........

guru

Fungsi Pendukung utama PBM 1. Fungsi Internal. a. Rasio buku sumber belajar siswa 1:18

C .

Kekuatan

Peluang

Pemenuhan Buku paket dan buku pilihan guru

100% siswa mampu menyediakan buku sumber belajar

Siap

b. Perpustaka an standar ukuran dan jumlah buku c. Laboratoriu m standar, lengkap alat Sains, rasio lab : rombel memadai

Ukuran minimal 96 m2, dan rasio siswa : buku = 1 : 10 Ukuran 96 m2, alat praktik kerja ilmiah 100% lengkap dan Lab: rombel = 1 ; 8

Belum siap Ukuran 93.6 m2, rasio siswa : buku = 1 : 18 Belum siap Ukuran 96 m2, 75 % kelengkapan alat sains, rasio lab : rombel = 1:5

Siap

d. Tersedia

Tersedia lengkap

Tersedia

16

sarana belajar outdoor (Taman, Kebun sekolah, prasarana olah raga)

lengkap

2.

Faktor Eksternal. a. Dukungan orang tua untuk melengkapi sumber belajar di perpustakaan

Peluang • 50% orang tua mendukung pemenuhan sarana AC, rasio buku fiksi dan buku fiksi • Dilaksanak an minimal 4 x dalam satu tahun pelajaran • Belum terukur berapa % yang peduli pengembang an siswa gemar membaca • Dilaksanakan antar perpustakaan se-BPK Penabur

Hambat an Belum siap

Belum siap

b.Kerja sama pengelolaan perpustakaan dengan perpustakaan nasional atau perpustakaan sekolah lain. c. Melaksanaka n Banchmarkin g atau manajemen patok duka

• Dilaksanak an dalam koordinasi kepala sekolah unggulan kotamadya Jakarta

• Sudah dilaksanakan semua perpustakaan se-Jakarta Barat

Belum siap

17

dengan hasil dan proses belajar dengan sekolah unggulan yang lain

Barat

Dari analisis SWOC tersebut kami bisa mengetahui kekuatan dan peluang, mengetahui kelemahan dan tantangan /ancaman untuk mencapai 3 program akademik kami sehingga kami bisa menentukan kebijakan rencana strategi (Renstra) untuk mencapai target mutu proses belajar dan mutu hasil belajar siswa dari 3 program akademik yang kami prioritaskan tahun pelajaran 2006 - 2007. Secara umum kesiapan fungsi dari faktor-faktor pendukung tercapainya program unggulan adalah : b. Faktor Internal sebagai kekuatan berjumlah 18. Diantara 18 faktor, fungsi yang siap ada 12 faktor atau 67% kesiapan fungsi faktor internal atau kekuatan kami mencapai program unggulan dari kelompok internal baru 67%, berarti 33% dari faktor internal tidak siap atau belum siap atau sebagai kelemahan. c. Dari faktor eksternal, kami meneliti 9 faktor pendukung, posisi kesiapan fungsi diberikan oleh 4 faktor yang berfungsi sebagai peluang pencapaian program unggulan atau 44% siap, berarti 5 faktor yang lain belum mendukung kesiapan mencapai program unggulan kami d. Secara umum dari 28 faktor yang diposisikan mendukung tercapainya program unggulan akademik, yang siap mendukung ada 16 faktor atau 59% siap dengan fungsinya. Dari hasil analisis SWOC tersebut Rencana strategi manajemen dan action personal sumber daya ketenagaan dan dana dapat kami tentukan dengan benar, sebagai alternatif Renstra. b. 02 Analisis SWOC Bidang Non Akademik SMPK 7 PENABUR. Sasaran keunggulan bidang non akademik : 01. Renovasi, pengembangan, pemeliharaan taman belajar outdoor 02. Peningkatan perhatian siswa terhadap keindahan dan kebersihan WC 03. Penataan kantin sekolah,agar rapi, bersih dan ilmiah 04. Kebersihan dan keindahan WC siswa 05. Tata cara Upacara baru 06. Pelayanan keteladanan Silaturahmi N o (1 Kriteria Kesiapan Kekuatan/Peluang (3) Kondisi nyata SMPK7 BPK Penabur (4) Tingkat Kesiapan Faktor Siap Tidak (5) (6) 18

Fungsi dan Faktor (2)

) A.

Fungsi kepedulian siswa dan orang tua Faktor Internal a. Motivasi kreatifitas siswa

Kekuata n

Kelemaha n

1

Tinggi

• 80 % siswa, motivasi kreatifitas tinggi • 50 % ssiwa memiliki perhatian lingkungan

siap

b. Perhatian siswa terhadap lingkungan

Tinggi

Belum siap

c. Motivasi kreatifitas guru d. Pemberdayaan siswa

Tinggi • 80 % guru kreatifitas tinggi • Cukup tinggi

siap

• Guru mampu memberdayaka n siswa • 75 % siswa senang dengan tanaman dan keindahan

siap

siap • 50 % siswa senang taman dan keindahan

e. Kesenangan siswa terhadap tanaman dan keindahannya.

• 75 % siswa senang dengan tanaman dan f. Kesenangan guru keindahan terhadap tanaman dan • Semua keindahannya pegawai rajin g. Pegawai kebersihan rajin Faktor Esternal a. Dukungan dana dari orang tua

siap

• 50 % siswa senang taman dan keindahan

siap

• Sebagaian besar rajin Peluang • 100 % mendukung (tinggi) • 70 % ortusis peduli dengan pengembanngan mutu sekolah Harmonis dan kondusif Siap Hambatan

2.

b. Kerja sama komite sekolah

siap

• Harmonis

19

dengan komunitas pendidikan di sekolah

Kondusif

Dari analisis SWOC bidang non akademik tersebut ternyata diantara 9 faktor pendukung program, 8 faktor berfungsi mendukung 4 jenis program non akademik, 8 faktor siap atau 89 % memiliki tingkat kesiapan optimal.

B. ALTERNATIF RENCANA STRATEGI PROGRAM PENCAPAIAN MUTU AKADEMIK DAN NON AKADEMIK BERDASARKAN ANALISIS SWOC 1. Renstra Pencapaian Mutu Bidang Akademik.
a.

Pelatihan spontan dan terprogram bagi sumberdaya kependidikan dan non kependidikan atau guru dan non guru selama tahun pelajaran 2006 - 2007 minimal 2 kali dalam satu semester oleh kepala sekolah dengan materi : 1. Teknik melakukan tindakan spontan pemecahan masalah secara sistematis berdasakan fakta yang outentik. 2. Belajar dari pengalaman kinerja diri sendiri melalui apa yang teah dilakukan dibandingkan dengan apa yang harus dilakukan dalam kurun waktu bertahap dari bulan pertama sampai bulan ke 12. 3. Belajar dari pihak lain: Steal Ideas Shamelessly (SIS) dan benchmarking. Menuju sekolah yang ‘self-improvement‘ atau mampu terus menerus memperbaiki diri melalui inovasi-inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Innovasi meliputi perbaikan yang bersifat taktis dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, perbaikan yang bersifat strategis dengan pengembangan kebijakan sekolah yang komprehensif dengan fokus terarah dan berkelanjutan, dan penguatan kapasitas (capacity building) merupakan upaya sekolah secara terencana dalam pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya, khususnya sumberdaya manusia 4. Pendekatan Pembelajaran CTL, Quantum, konstruktivisem dalam berbagai metoda belajar 5. Penyusunan penilaian outentik melalui tes tertulis dan non tertulis. 6. Pumping Teacher dan Pumping Student, memotivasi kreatifitas guru dan kreatifitas siswa 7. Pembinaan Iman spiritual melalui pendekatan psychologi 8. Study banding kesekolah unggulan lain.

20

b.

Pengaktifan Kegiatan MGMP di Sekolah (Central Teachers), Penanggung Jawab ;…….

Berdasarkan pada analisis SWOC untuk mengubah kelemahan guru dalam kemampuan mengemas dan melaksanakan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan mennyenangkan, penyusunan silabus mandiri, penyusunan disain pembelajaran dan penilaian outentik. Kegiatan MGMP guru-guru kelas VII,VIII,IX akan lebih aktif dengan pengembangan dari teman oleh teman untuk teman dan siswa. Materi pembahasan dalam MGMP adalah : 1. Penyususunan Silabus mandiri 2. Penyusunan uji kompetensi tes tertulis dan non tes, kuis, jurnal, proyek, produk dan portofolio. 3. Meningkatkan mutu proses pembelajaran siswa dengan memperdalam berbagai metode pembelajaran Contectual Teaching and Learning (CTL), Quantum Teaching, Konistruktifisme Teaching, 4. Meningkatkan latar belakang materi pelajaran dan lain-lain. 5. Melaksanakan QC MPMBS bersama untuk menilai mutu proses dan mutu hasil melalui Gain Score Achievement maupun Ketuntasan belajar berkelanjutan (Mastery Learning) dari analisa Kurva Prestasi Belajar. Mengembangkan Kurikulum yang berlaku Berbasis Sekolah. 6. Menyusun strategi pembelajaran siswa sesuai kurikulum secara konsekuen dengan menambah pengetahuan guru melalui CTL dan Quantum Teaching. 7. Membantu guru dalam pemahaman materi yang sulit melalui berbagai media belajar 8. Lain-lain……………………………………………
c.

Peningkatan Disiplin Siswa dan Guru, dengan Penanggung jawab : ................................. Sekolah secara partisipatif membuat aturan-aturan yang harus ditaati, khususnya untuk siswa dan untuk guru dengan melibatkan guru, siswa dan warga sekolah lainnya, termasuk karyawan dan kepala sekolah. Aturan tersebut dapat meliputi “tata tertib dan tata krama kehidupan social sekolah” ,yang memandu saat masuk sekolah, saat disekolah dan saat pulang sekolah. Dengan meningkatkan efektivitas jam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan meningkatkan iklim belajar yang lebih kondusif untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik diantaranya : 1. Mutu disiplin efisiensi dan efektifitas waktu belajar juga harus diaudit quality control melalui GSA persentase kehadiran guru dikelas sebagai

21

2. 3. 4. 5. 6. 7.

mutu jam efektif tatap muka dan persentase kehadiran siswa di kelas tatap muka. Manakah yang lebih positip. Memperbaharui tata tertib siswa melibatkan MPK Mengidentifikasi pelanggaran yang sering dilakukan siswa selama proses belajar dan proses belajar mengajar Membentuk tim guru yang akan menangani pelangaran siswa dan audit GSA dan hadir efektifitas siswa. Menyusun aturan, tindakan dan sanksi untuk siswa dan guru Membuat laporan berdasarkan jenis pelanggaran secara berkala untuk disampaikan pada rapat guru Lain-lain ……………………………………………

d.

Pembentukan Kelompok Siswa Diskusi Terbimbing, Penanggung jawab : .................. 1. Kelompok diskusi terbimbing ini dibentuk untuk mengatasi siswa yang kurang persiapan untuk belajar disekolah dengan berbagai masalah belajar, pengembangan bakat dan minat siswa tertentu. Kegiatan diskusi ini, minimal satu kali per minggu untuk setiap mata pelajaran, dilakukan diluar jam pelajaran sekolah. Pembentukan kelompok dilakukan oleh siswa dan bimbingan guru berdasarkan bakat-minat maupun cita-cita masuk perguruan tinggi. Dalam setiap kegiatan diskusi dapat dihadirkan nara sumber yang berasal dari guru, alumni atau orang lain yang dianggap ahli dalam bidang yang dibutuhkan. 2. Karena program unggulan kami adalah sains, maka akan dikembangkan Pendidikan Potensi Dasar (PTD) Teknologi. Siswa setiap kelas yang memiliki potensi Sains, dibentuk kelompok kerja ilmiah siswa (KKIS) yang akan dibimbing guru sains di sore hari tertentu sesuai jadwal PTDT. 3. Menyusun jadwal pembimbing dan lokasi untuk setiap kelompok 4. Membimbing siswa yang sedang mengadakan diskusi 5. Mengoptimalkan peran alumni untuk membimbing siswa 6. Melakukan evaluasi hasil bimbingan setiap kelompok

e.

Peningkatan Layanan Perpustakaan dan Pengadaan Buku, Penanggung Jawab : …………. Dari hasil analisis, ternyata sekolah masih memerlukan buku-buku bacaan wajib maupun penunjang karena rasio siswa : buku masih rendah dibawah stnadar minimal nasional. Pengadaan buku pustaka diarahkan untuk mendukung kegiatan siswa belajar. Untuk mendukung kegiatan guru, diadakan buku pegangan guru dari sumber yang relevan.

22

1. Penambahan buku dari partisipasi orang tua siswa yang peduli peningkatan siswa gemar membaca. Orang tua siswa yang berpendidikan S1 dan S2, yang latar belakang ekonomi menengah keatas, dikumpulkan secara bertahap diperpustakaan untuk menganalisa kondisi perpustakaan dan berpartisipasi pengembangan perpustakaan dalam bentuk dana atau fisik secara suka rela. 2. Buku sebagai sumber pengetahuan harus diinformasikan kepada siswa dan setiap guru menugaskan siswa agar membaca buku yang relevan dan membuat sinopsisnya atau memberikan tugas pemecahan masalah sehubungan dengan penguasaan konsep pengetahuan yang bisa terjawab jika siswa mempelajari buku tertentu diperpustakaan. 3. Petugas pengelola perpustakaan melayani siswa dengan mendisain ruang perpustakaan menjadi menarik, serasi dan berkesan suasana keceriaan belajar. Kemudian petugas perpustakaan juga harus mengaudit GSA siswa gemar membaca melalui persentase siswa pengunjung perpustakaan dan peminjam buku. Audit GSA harus dumumkan setiap upacara minggu pertama bulan berlangsung bagi hasil GSA bulan lalu, sehingga siswa termotivasi untuk menjadi siswa gemar membaca. 4. Mengidentifikasikan kebutuhan buku untuk guru dan untuk siswa 5. Membeli buku sesuai dan kebutuhan dan anggaran yang tersedia 6. Menyusun layanan perpustakaan, audit mutu GSA setiap bulan tentang persentase siswa peminjam buku dan siswa pengunjung perpustakaan dan mendukung pelaksanaan diskusi kelompok terbimbing di perpustakaan

2. Renstra Pencapaian Mutu Bidang Non Akademik a. Meningkatkan kerja sama antara orang tua siswa melalui komite sekolah untuk pengembangan sekolah melalui : 1. Diprogramkan segera pembiayaan dan masuk dalam RAPBS dan dibicarakan pada orangtua siswa b. Pembentukan kelompok kreatifitas siswa dalam apresiasi seni dan kreasi seni 1. Kelompok kreatifitas apresiasi dan kreasi seni kleas VII,VIII, IX melalui kegiatan OSIS 2. Disusun program Taman Sekolah OUTDOOR 3. Disusun Program Kebersihan lingkungan

23

C. PELAKSANAAN MONITORING DAN EVALUASI KETERLAKSANAAN MPMBS DALAM QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE MUTU PROSES DAN MUTU HASIL BELAJAR SISWA. Dengan rincian Program sebagai berikut : 1. Meyakinkan guru dan karyawan melalui rapat dinas bahwa, kualitas hasil belajar belajar siswa adalah hal yang sangat penting, 2. Kinerja (performance) sekolah dimonitor secara formal dan reguler dalam kurun waktu setiap akhir bulan, setiap semester dan setiap akhir tahun pelajaran untuk menentukan bintang-bintang pelajar setiap mata pelajaran dan mutu akademik/non akademik lainya, 3. Data dan informasi dikumpulkan dan dianalisis secara teliti untuk memperbaiki pelaksanaan dan proses pendidikan di sekolah bulan berikutnya, semester berikutnya dan tahun berikutnya serta, sebagai sumber motivasi bagi siswa dan guru dan semua komunitas pendidikan internal dan eksternal. 4. Kepala sekolah, pengawas (sebagai mitra kerja), guru dan tenaga administrasi mempunyai komitmen untuk bersama-sama menilai kondisi sekolah secara kritis melalui analisis hasil QC MPMBS dan rangkuman eksekutif mutu proses dan mutu hasil dalam kurun waktu setiap akhir semester dan setiap akhir tahun pelajaran untuk perbaikan proses pendidikan, 5. Pemantauan, pengkajian dan pelaporan kemajuan belajar siswa dilakukan melalui suatu proses yang sistematis dan terencana sesuai garis koordinasi, garis instruksi dan garis konsultasi struktur organisasi 6. Program inti berdasarkan skala prioritas program peningkatan mutu dari sekolah dikomunikasikan ke semua pihak komunitas pendidikan yang terkait melalui rapat dinas akhir semester dan akhir tahun pelajaran sebagai pesta analisis QC MPMBS kepada guru dan karyawan, komite sekolah dan atau yayasan penyelenggara pendidikan, 7. Komunitas pendidikan mempunyai kepercayaan kepada sekolah dan mengakui komitmen sekolah terhadap peningkatan mutu Manajemen Monev keterlaksanaan MPMBS dalam QC dan QA mutu proses belajar dan mutu hasil belajar akademik dan non akademik meliputi pendataan, komputerisasi, analisis, rangkuman eksekutif dan tindak lanjut kebijakan strategis, kebijakan taktis dan kebijakan penguatan kapasitas secara bertahap. Pendataan mutu proses belajar dan mutu hasil belajar dengan instrumen QC dan QA standar minimal Pendidikan Sekolah

Menengah Pertama Propinsi DKI Jakarta dan Petunjuk teknisnya. SMPK 7 PENABUR audit QC dan QA mutu proses belajar dan mutu hasil belajar menggunakan Software IT QC dan QA bersama-sama 60 SMP negeri Provinsi DKI Jakarta yang ditunjuk. Untuk

24

SMP negeri dan Swasta yang belum menggunakan Software IT, audit QC dan QA dapat menggunakan Software Program Exsel. Hasil audit secara bertahap diinformasikan kepada siswa dan guru sesuai titik auditing kinerja sekolah, melalui pengumuman /upacara dan melalui Rapat Dinas Sekolah untuk menentukan kebijakan Strategi, kebijakan Teknis atau kebijakan Penguatan kapasitas waktu-waktu berikutnya.

BAB III IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI PENDUKUNG SASARAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SMPK 7 PENABUR

A. ANALISIS SWOC POGRAM PENINGKATAN MUTU AKADEMIK DAN NON AKADEMIK SMPK 7 PENABUR TAHUN 2006 - 2007. a. Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran Sasaran peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami sudah kami tentukan meliputi bidang akademik dan bidang non akademik. Selanjutnya kami melakukan identifikasi fungsi-fungsi dari faktor-faktor titik kinerja yang kami tetapkan meliputi bidang : Ketatalaksanaan, Kurikulum dan Pembelajaran, Ketenagaan, Kesiswaan, Perlengkapan Sarpras , Perpustakaan, Laboratorium, Perpustakaan, dan Konseling , Pengembangan Budaya dan Lingkungan Masyarakat dan Keuangan. Semua bidang kinerja ini menunjukkan interaksi antara sumberdaya manusia sebagai komunitas pendidikan, sarana-prasarana dan dana dalam proses kinerja masing-masing bidang kajian. SDM, sarana-prasarana dan dana memberikan fungsi masing-masing dalam pencapaian target mutu keunggulan kami. Masing-masing faktor memberikan fungsi yang memiliki tingkat kesiapan berbeda dalam mendukung pencapaian target unggulan akademik dan non akademik. b. Analisisis Tingkat Kesiapan Fungsi ( analisis SWOC). Dalam melakukan analisis fungsi dari faktor-faktor pendukung peningkatan mutu proses belajar mengajar berlaku kriteria kesiapan : 6. Jika tingkat kesiapan memadai atau memenuhi kriteria kesiapan dinyatakan sebagai faktor kekuatan internal dan faktor peluang eksternal. 7. Jika tingkat kesiapan tidak memadahi atau tidak memenuhi kriteria kesiapan, dinyatakan sebagai kelemahan faktor internal dan ancaman faktor eksternal 8. Untuk menentukan kriteria kesiapan faktor kami berfikir cermat, hati-hati, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tahun-tahun lalu.

25

9. Jika persentase kekuatan dan peluang lebih besar dari kelemahan dan ancaman, kami prediksikan keunggulan akan tercapai dan sebaliknya. 10. Maka analisis SWOC kami artikan S = kekuatan =strength, W =Kelemahan internal = weakness, O=Peluang eksternal= opportunity dan C=Tantangan. b.01. Analisis SWOC bidang akademik SMPK 7 PENABUR. Sasaran keunggulan bidang akademik 01, 02 dan 03 : 1. Hasil Belajar Siswa, PPK dan Penerapan Konsep untuk siswa kelas VII, DS SKBM sesuai keputusan Partisipatif berdasarkan hasil TAU dan Tes Awal Akademik Sekolah, dengan ketuntasan belajar dari DS SKBM Rata-rata 85 % Hasil Belajar Siswa, PPK dan Penerapan Konsep VIII, IX, DS SKBM 2006 2007 naik dengan GSA 5,00 dari tahun 2004-2005 dengan ketuntasan belajar dari DS SKBM Rata-rata 85 % 2. Kenaikan Nilai Ujian Nasional dan Nilai Ujian sekolah 2006 - 2007, dengan GSA 2.4 dari tahun 2004-2005 3. Mencapai target keunggulan hasil belajar kelas VII,VIII dan IX, kami mengunggulkan pendidikan kecakapan hidup atau ’Life skills ’terintegrasi dalam proses pembelajaran PAKEM melalui pendekatan belajar Contektual Teaching and Learning atau CTL. N o (1 ) A. Kriteria Kesiapan Kekuatan/Peluang (3) Kondisi nyata SMPK 7 BPK Penabur (4) Tingkat Kesiapan Faktor Siap Tidak (5) Kekuata n (6) Kelemaha n

Fungsi dan Faktor (2) Fungsi Pakem CTL

26

1.

Faktor Internal l. Motivasi belajar siswa m. Perilaku siswa n.Motivasi guru o. Pemberdayaan siswa

• Tinggi

• 80 % siswa, motivasi belajar tinggi • 80 % disiplin dan tertip • Cukup tinggi • Cukup mampu

siap

• Disiplin dan tertib • Tinggi • Guru mampu memberdayaka n siswa

siap siap siap

p.Guru mampu menyusun silabus mandiri

• Cukup • Tingkat kesangupan dan pengetahuan tinggi • Guru memiliki tingkat kesangupan dan pengetahuan yang tinggi • Guru mampu berbagai metode pendekatan CTL

siap

q.Guru mampu mengemas penilaian outentik tes dan berbagai instrumen non tes r. Pembelajaran aktif kreatif, efektif, menyenangkan dengan keragaman metode pendekatan CTL s. Kesiapan siswa belajar aktif, kreatif, efektif dan inovatif t. Pembelajaran memberdayakan sarana indoor dan outdoor

• 30 % belum menguasai penilaian outentik

Belum siap

• 80 % guru masih suka ceramah

siap

50 % siswa mau aktif belajar

Belum siap

100% siswa siap belajar aktif

• Tingkat kesanggupan masih rendah

Belum siap

• Guru memiliki tingkat kesangupan dan pengetahuan yang tinggi

40 % siswa siap dan senang tugas-tugas non tes

Belum siap

27

u.Siswa senang • 100 % siswa dengan tugassenang tugas uji kompetensi non tes jurnal, produk, proyek, portofolio ...................... v............................. .....

..............................

2.

Faktor Esternal d.Dukungan motivasi belajar siswa dari orang tua • 100% mendukung (tinggi) • 50% ortusis peduli dengan dukungan motivasi belajar

Peluang

Hambatan

Belum siap

28

anaknya Siap e. Lingkungan sosial luar sekolah f. Orang tahu sistem pembelajaran dan penilaian kurikulum 2004 Fungsi B. Pendukung Ketenagaan. 1. Faktor Internal. • Jumlah guru • Latar belakang pendidikan • Relevansi • Beban jam mengajar guru 2. • Kondusif • 100% tahu • Kondusif Siap • Tahu

Kekuata n

Kelemaha n

Cukup

• 59% PNS, 41% honor • 83.7 % S1 • 100 % relevan • 75 % > 24 jam

siap

• • •

100% S1 100% relevan Rata-rata 24 jam

siap siap siap

Faktor eksternal e. Pengalaman • mengajar guru f. Kompetensi IT komputerisasi • guru dan Bahasa Inggris aktif g. Fasilitas • sekolah dalam mengembangk an kompetensi keahlian guru h. ......................... ...

Rata-rata > 5 tahun 75 % menguasai

73 % > 5 tahun

Peluang Siap

Hambatan

51% menguasai Siap

Belum siap

100% sekolah menyediakan fasilitas

Belum mampu membiayai pengembangan kompetensi guru

29

C. 1.

Fungsi Pendukung utama PBM Fungsi Internal. e. Rasio buku sumber belajar siswa 1:18

Kekuata n Pemenuhan Buku paket dan buku pilihan guru 100% siswa mampu Siap menyediakan buku sumber belajar Ukuran 93.6 m2, rasio siswa : buku = 1 : 18 Ukuran 96 m2, 75 % kelengkapan alat sains, rasio lab : rombel = 1:5

Peluang

f. Perpustakaan standar ukuran dan jumlah buku g. Laboratorium standar, lengkap alat Sains, rasio lab : rombel memadai

Ukuran minimal 96 m2, dan rasio siswa : buku = 1 : 10 Ukuran 96 m2, alat praktik kerja ilmiah 100% lengkap dan Lab: rombel = 1 ; 8

Belum siap

Belum siap

Siap Tersedia lengkap Tersedia lengkap

h. Tersedia sarana belajar outdoor (Taman, Kebun sekolah, prasarana olah raga) 2. Faktor Eksternal. Peluang Hambatan

30

d.Dukungan orang tua untuk melengkapi sumber belajar di perpustakaan

• 50% orang tua • Belum terukur mendukung berapa % yang pemenuhan peduli sarana AC, pengembangan rasio buku fiksi siswa gemar dan buku fiksi membaca • Dilaksanakan minimal 4 x dalam satu tahun pelajaran • Dilaksanakan antar perpustakaan se-BPK Penabur

Belum siap

e. Kerja sama pengelolaan perpustakaan dengan perpustakaan nasional atau perpustakaan sekolah lain. f. Melaksanakan Banchmarking atau manajemen patok duka dengan hasil dan proses belajar dengan sekolah unggulan yang lain

Belum siap

• Dilaksanakan dalam koordinasi kepala sekolah unggulan kotamadya Jakarta Barat

• Sudah dilaksanakan semua perpustakaan seJakarta Barat

Belum siap

Dari analisis SWOC tersebut kami bisa mengetahui kekuatan dan peluang, mengetahui kelemahan dan tantangan /ancaman untuk mencapai 3 program akademik kami sehingga kami bisa menentukan kebijakan rencana strategi (Renstra) untuk mencapai target mutu proses belajar dan mutu hasil belajar siswa dari 3 program akademik yang kami prioritaskan tahun pelajaran 2006 - 2007. a. Secara umum kesiapan fungsi dari faktor-faktor pendukung tercapainya program unggulan adalah : b. Faktor Internal sebagai kekuatan berjumlah 18. Diantara 18 faktor, fungsi yang siap ada 12 faktor atau 67% kesiapan fungsi faktor internal atau kekuatan kami mencapai program unggulan dari kelompok internal baru 67%, berarti 33% dari faktor internal tidak siap atau belum siap atau sebagai kelemahan. c. Dari faktor eksternal, kami meneliti 9 faktor pendukung, posisi kesiapan fungsi diberikan oleh 4 faktor yang berfungsi sebagai peluang pencapaian program unggulan atau 44% siap, berarti 5 faktor yang lain belum mendukung kesiapan mencapai program unggulan kami d. Secara umum dari 28 faktor yang diposisikan mendukung tercapainya program unggulan akademik, yang siap mendukung ada 16 faktor atau 59% siap dengan fungsinya.

31

Dari hasil analisis SWOC tersebut Rencana strategi manajemen dan action personal sumber daya ketenagaan dan dana dapat kami tentukan dengan benar, sebagai alternatif Renstra. b. 02 Analisis SWOC Bidang Non Akademik SMPK 7 PENABUR. Sasaran keunggulan bidang non akademik : 02. Renovasi, pengembangan, pemeliharaan taman belajar outdoor 03. Peningkatan perhatian siswa terhadap keindahan dan kebersihan WC 04. Penataan kantin sekolah,agar rapi, bersih dan ilmiah 05. Kebersihan dan keindahan WC siswa 06. Tata cara Upacara baru 07. Pelayanan keteladanan Silaturahmi N o (1 ) A. Kriteria Kesiapan Kekuatan/Peluang (3) Kondisi nyata SMPK7 BPK Penabur (4) Tingkat Kesiapan Faktor Siap Tidak (5) (6) Kekuata n Kelemaha n

Fungsi dan Faktor (2) Fungsi kepedulian siswa dan orang tua Faktor Internal h. Motivasi kreatifitas siswa

1

Tinggi

• 80 % siswa, motivasi kreatifitas tinggi • 50 % ssiwa memiliki perhatian lingkungan

siap

i. Perhatian siswa terhadap lingkungan

Tinggi

Belum siap

j. Motivasi kreatifitas guru k. Pemberdayaan siswa

Tinggi • 80 % guru kreatifitas tinggi • Cukup tinggi

siap

• Guru mampu memberdayaka n siswa • 75 % siswa senang dengan tanaman dan keindahan • 75 % siswa

siap

siap • 50 % siswa senang taman dan keindahan

l. Kesenangan siswa terhadap tanaman dan keindahannya.

siap

32

m. Kesenangan guru terhadap tanaman dan keindahannya • Semua pegawai rajin n. Pegawai kebersihan rajin Faktor Esternal c. Dukungan dana dari orang tua

senang dengan tanaman dan keindahan

• 50 % siswa senang taman dan keindahan

siap

• Sebagaian besar rajin Peluang • 100 % mendukung (tinggi) • 70 % ortusis peduli dengan pengembanngan mutu sekolah Harmonis dan kondusif Siap Hambatan

2.

d. Kerja sama komite sekolah dengan komunitas pendidikan di sekolah

siap

• Harmonis Kondusif

Dari analisis SWOC bidang non akademik tersebut ternyata diantara 9 faktor pendukung program, 8 faktor berfungsi mendukung 4 jenis program non akademik, 8 faktor siap atau 89 % memiliki tingkat kesiapan optimal.

C. ALTERNATIF RENCANA STRATEGI PROGRAM PENCAPAIAN MUTU AKADEMIK DAN NON AKADEMIK BERDASARKAN ANALISIS SWOC 1. Renstra Pencapaian Mutu Bidang Akademik.

8Pelatihan spontan dan terprogram bagi sumberdaya kependidikan dan non kependidikan atau guru dan non guru selama tahun pelajaran 2006 - 2007 minimal 2 kali dalam satu semester oleh kepala sekolah dengan materi :

Teknik melakukan tindakan spontan pemecahan masalah secara sistematis berdasakan fakta yang outentik. 9. Belajar dari pengalaman kinerja diri sendiri melalui apa yang teah dilakukan dibandingkan dengan apa yang harus dilakukan dalam kurun waktu bertahap dari bulan pertama sampai bulan ke 12. 10. Belajar dari pihak lain: Steal Ideas Shamelessly (SIS) dan benchmarking.

33

Menuju sekolah yang ‘self-improvement‘ atau mampu terus menerus memperbaiki diri melalui inovasi-inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Innovasi meliputi perbaikan yang bersifat taktis dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, perbaikan yang bersifat strategis dengan pengembangan kebijakan sekolah yang komprehensif dengan fokus terarah dan berkelanjutan, dan penguatan kapasitas (capacity building) merupakan upaya sekolah secara terencana dalam pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya, khususnya sumberdaya manusia 11. Pendekatan Pembelajaran CTL, Quantum, konstruktivisem dalam berbagai metoda belajar 12. Penyusunan penilaian outentik melalui tes tertulis dan non tertulis. 13. Pumping Teacher dan Pumping Student, memotivasi kreatifitas guru dan kreatifitas siswa 14. Pembinaan Iman spiritual melalui pendekatan psychologi 15. Study banding kesekolah unggulan lain.

f.

Pengaktifan Kegiatan MGMP di Sekolah (Central Teachers), Penanggung Jawab ;…….

Berdasarkan pada analisis SWOC untuk mengubah kelemahan guru dalam kemampuan mengemas dan melaksanakan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan mennyenangkan, penyusunan silabus mandiri, penyusunan disain pembelajaran dan penilaian outentik. Kegiatan MGMP guru-guru kelas VII,VIII,IX akan lebih aktif dengan pengembangan dari teman oleh teman untuk teman dan siswa. Materi pembahasan dalam MGMP adalah : 9. Penyususunan Silabus mandiri 10. Penyusunan uji kompetensi tes tertulis dan non tes, kuis, jurnal, proyek, produk dan portofolio. 11. Meningkatkan mutu proses pembelajaran siswa dengan memperdalam berbagai metode pembelajaran Contectual Teaching and Learning (CTL), Quantum Teaching, Konistruktifisme Teaching, 12. Meningkatkan latar belakang materi pelajaran dan lain-lain. 13. Melaksanakan QC MPMBS bersama untuk menilai mutu proses dan mutu hasil melalui Gain Score Achievement maupun Ketuntasan belajar berkelanjutan (Mastery Learning) dari analisa Kurva Prestasi Belajar. Mengembangkan Kurikulum yang berlaku Berbasis Sekolah. 14. Menyusun strategi pembelajaran siswa sesuai kurikulum secara konsekuen dengan menambah pengetahuan guru melalui CTL dan Quantum Teaching. 15. Membantu guru dalam pemahaman materi yang sulit melalui berbagai media belajar

34

16. Lain-lain……………………………………………
g.

Peningkatan Disiplin Siswa dan Guru, dengan Penanggung jawab : ................................. Sekolah secara partisipatif membuat aturan-aturan yang harus ditaati, khususnya untuk siswa dan untuk guru dengan melibatkan guru, siswa dan warga sekolah lainnya, termasuk karyawan dan kepala sekolah. Aturan tersebut dapat meliputi “tata tertib dan tata krama kehidupan social sekolah” ,yang memandu saat masuk sekolah, saat disekolah dan saat pulang sekolah. Dengan meningkatkan efektivitas jam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan meningkatkan iklim belajar yang lebih kondusif untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik diantaranya : 8. Mutu disiplin efisiensi dan efektifitas waktu belajar juga harus diaudit quality control melalui GSA persentase kehadiran guru dikelas sebagai mutu jam efektif tatap muka dan persentase kehadiran siswa di kelas tatap muka. Manakah yang lebih positip. 9. Memperbaharui tata tertib siswa melibatkan MPK 10. Mengidentifikasi pelanggaran yang sering dilakukan siswa selama proses belajar dan proses belajar mengajar 11. Membentuk tim guru yang akan menangani pelangaran siswa dan audit GSA dan hadir efektifitas siswa. 12. Menyusun aturan, tindakan dan sanksi untuk siswa dan guru 13. Membuat laporan berdasarkan jenis pelanggaran secara berkala untuk disampaikan pada rapat guru 14. Lain-lain ……………………………………………

h.

Pembentukan Kelompok Siswa Diskusi Terbimbing, Penanggung jawab : .................. 7. Kelompok diskusi terbimbing ini dibentuk untuk mengatasi siswa yang kurang persiapan untuk belajar disekolah dengan berbagai masalah belajar, pengembangan bakat dan minat siswa tertentu. Kegiatan diskusi ini, minimal satu kali per minggu untuk setiap mata pelajaran, dilakukan diluar jam pelajaran sekolah. Pembentukan kelompok dilakukan oleh siswa dan bimbingan guru berdasarkan bakat-minat maupun cita-cita masuk perguruan tinggi. Dalam setiap kegiatan diskusi dapat dihadirkan nara sumber yang berasal dari guru, alumni atau orang lain yang dianggap ahli dalam bidang yang dibutuhkan.

35

8. Karena program unggulan kami adalah sains, maka akan dikembangkan Pendidikan Potensi Dasar (PTD) Teknologi. Siswa setiap kelas yang memiliki potensi Sains, dibentuk kelompok kerja ilmiah siswa (KKIS) yang akan dibimbing guru sains di sore hari tertentu sesuai jadwal PTDT. 9. Menyusun jadwal pembimbing dan lokasi untuk setiap kelompok 10. Membimbing siswa yang sedang mengadakan diskusi 11. Mengoptimalkan peran alumni untuk membimbing siswa 12. Melakukan evaluasi hasil bimbingan setiap kelompok
i.

Peningkatan Layanan Perpustakaan dan Pengadaan Buku, Penanggung Jawab : …………. Dari hasil analisis, ternyata sekolah masih memerlukan buku-buku bacaan wajib maupun penunjang karena rasio siswa : buku masih rendah dibawah stnadar minimal nasional. Pengadaan buku pustaka diarahkan untuk mendukung kegiatan siswa belajar. Untuk mendukung kegiatan guru, diadakan buku pegangan guru dari sumber yang relevan. 7. Penambahan buku dari partisipasi orang tua siswa yang peduli peningkatan siswa gemar membaca. Orang tua siswa yang berpendidikan S1 dan S2, yang latar belakang ekonomi menengah keatas, dikumpulkan secara bertahap diperpustakaan untuk menganalisa kondisi perpustakaan dan berpartisipasi pengembangan perpustakaan dalam bentuk dana atau fisik secara suka rela. 8. Buku sebagai sumber pengetahuan harus diinformasikan kepada siswa dan setiap guru menugaskan siswa agar membaca buku yang relevan dan membuat sinopsisnya atau memberikan tugas pemecahan masalah sehubungan dengan penguasaan konsep pengetahuan yang bisa terjawab jika siswa mempelajari buku tertentu diperpustakaan. 9. Petugas pengelola perpustakaan melayani siswa dengan mendisain ruang perpustakaan menjadi menarik, serasi dan berkesan suasana keceriaan belajar. Kemudian petugas perpustakaan juga harus mengaudit GSA siswa gemar membaca melalui persentase siswa pengunjung perpustakaan dan peminjam buku. Audit GSA harus dumumkan setiap upacara minggu pertama bulan berlangsung bagi hasil GSA bulan lalu, sehingga siswa termotivasi untuk menjadi siswa gemar membaca. 10. Mengidentifikasikan kebutuhan buku untuk guru dan untuk siswa 11. Membeli buku sesuai dan kebutuhan dan anggaran yang tersedia 12. Menyusun layanan perpustakaan, audit mutu GSA setiap bulan tentang persentase siswa peminjam buku dan siswa pengunjung perpustakaan dan mendukung pelaksanaan diskusi kelompok terbimbing di perpustakaan

36

2. Renstra Pencapaian Mutu Bidang Non Akademik c. Meningkatkan kerja sama antara orang tua siswa melalui komite sekolah untuk pengembangan sekolah melalui : 2. Diprogramkan segera pembiayaan dan masuk dalam RAPBS dan dibicarakan pada orangtua siswa d. Pembentukan kelompok kreatifitas siswa dalam apresiasi seni dan kreasi seni 1. Kelompok kreatifitas apresiasi dan kreasi seni kleas VII,VIII, IX melalui kegiatan OSIS 2. Disusun program Taman Sekolah OUTDOOR 3. Disusun Program Kebersihan lingkungan C. PELAKSANAAN MONITORING DAN EVALUASI KETERLAKSANAAN MPMBS DALAM QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE MUTU PROSES DAN MUTU HASIL BELAJAR SISWA. Dengan rincian Program sebagai berikut : 8. Meyakinkan guru dan karyawan melalui rapat dinas bahwa, kualitas hasil belajar belajar siswa adalah hal yang sangat penting, 9. Kinerja (performance) sekolah dimonitor secara formal dan reguler dalam kurun waktu setiap akhir bulan, setiap semester dan setiap akhir tahun pelajaran untuk menentukan bintang-bintang pelajar setiap mata pelajaran dan mutu akademik/non akademik lainya, 10. Data dan informasi dikumpulkan dan dianalisis secara teliti untuk memperbaiki pelaksanaan dan proses pendidikan di sekolah bulan berikutnya, semester berikutnya dan tahun berikutnya serta, sebagai sumber motivasi bagi siswa dan guru dan semua komunitas pendidikan internal dan eksternal. 11. Kepala sekolah, pengawas (sebagai mitra kerja), guru dan tenaga administrasi mempunyai komitmen untuk bersama-sama menilai kondisi sekolah secara kritis melalui analisis hasil QC MPMBS dan rangkuman eksekutif mutu proses dan mutu hasil dalam kurun waktu setiap akhir semester dan setiap akhir tahun pelajaran untuk perbaikan proses pendidikan, 12. Pemantauan, pengkajian dan pelaporan kemajuan belajar siswa dilakukan melalui suatu proses yang sistematis dan terencana sesuai garis koordinasi, garis instruksi dan garis konsultasi struktur organisasi 13. Program inti berdasarkan skala prioritas program peningkatan mutu dari sekolah dikomunikasikan ke semua pihak komunitas pendidikan yang terkait melalui rapat dinas akhir semester dan akhir tahun pelajaran sebagai pesta analisis QC MPMBS kepada guru dan karyawan, komite sekolah dan atau yayasan penyelenggara pendidikan, 14. Komunitas pendidikan mempunyai kepercayaan kepada sekolah dan mengakui

37

komitmen sekolah terhadap peningkatan mutu Manajemen Monev keterlaksanaan MPMBS dalam QC dan QA mutu proses belajar dan mutu hasil belajar akademik dan non akademik meliputi pendataan, komputerisasi, analisis, rangkuman eksekutif dan tindak lanjut kebijakan strategis, kebijakan taktis dan kebijakan penguatan kapasitas secara bertahap. Pendataan mutu proses belajar dan mutu hasil belajar dengan instrumen QC dan QA standar minimal Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Propinsi DKI Jakarta dan Petunjuk teknisnya. SMPK 7 PENABUR audit QC dan QA mutu proses belajar dan mutu hasil

belajar menggunakan Software IT QC dan QA bersama-sama 60 SMP negeri Provinsi DKI Jakarta yang ditunjuk. Untuk SMP negeri dan Swasta yang belum menggunakan Software IT, audit QC dan QA dapat menggunakan Software Program Exsel Hasil audit secara bertahap diinformasikan kepada siswa dan guru sesuai titik auditing kinerja sekolah, melalui pengumuman /upacara dan melalui Rapat Dinas Sekolah untuk menentukan kebijakan Strategi, kebijakan Teknis atau kebijakan Penguatan kapasitas waktu-waktu berikutnya. BA B IV PE NUTUP A. Kesimpulan Program yang direncanakan pada tahun pelajaran 2005 / 2006 manyentuh semua komponen yang ada di SMPK 7 PENABUR Jakarta, baik untuk kepentingan edukatif maupun untuk kepentingan administrasi. Keduanya diharapkan dapat saling membantu dan saling menuniang untuk mencapai tujuan satuan pendidikan (SMP) sebagai penjabaran dari tujuan pendidikan nasional berdasarkan pada pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional Suatu sistem pendidikan yang mempunyai komponen-komponen utama : siswa, guru, kurikulum, sarana prasarana, serta dukungan Orang tua/wali siswa ( Komite Sekolah ) dan masyarakat senantiasa terus kami upayakan untuk ditingkatkan setiap saat namun demikian karena kemampuan yang terbatas sehingga perlu adanya skala prioritas pada tahun pelajaran 2005/2006 antara lain sbb : 1. Peningkatan pelayanan pengajaran seperti a. Intensifikasi supervisi/monitoring PBM. b. Perlengkapan kebutuhan perangkat menejemen PBM guru, perangkat Wali Kelas dan perangkat Tata Usaha. c. Intensifikasi pengendalian absensi guru, staf Tata Usaha dan siswa. d. Peningkatan pembinaan profesi guru dan pegawai

38

2. Menigkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan sumber belajar dan sarana prasarana belaiar seperti : a. Perpustakaan b. Laboratorium c. Alat peraga/media pengajaran 3. Peningkatan kualifikasi pendidikan guru dan pegawai melalui penyetaraan D2 M. S1, izin belaiar / kiliah, MGMP, seminar serta penataran-penataran lainnya. 4. Peningkatan frekuensi / intensitas belajar siswa separti penyelenggaraan program pengayaan dan pemantapan belajar siswa kelas VII,VIII dan pemantapan UAN kelas IX 5. Peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai seperti ketepatan pelayanan kenaikan tingkat, gaii berkala, perbaikan honorarium guru dan pegawai dari Komite Sekolah 6. Renovasi dan pengembangan ruangan kelas dan kantor serta sarana pendukung lainnya Ruang UKS, Ruang BP /BK, Ruang Koperasi. , Lapangan Olah raga, bak lompat. kantin, ruang ketrampilan, ruang ganti pakaian putri, ruang MGMP/Rapat dan taman sekolah B. Saran Demi terlaksananya program kerja sekolah yang telah dicanangkan dalam buku ini, maka kami menghimbau kepada personil SMPK 7 PENABUR Jakarta untuk : 1. Dapat bekerja dengan semangat disiplin serta dedikasi yang tinggi dengan penuh rasa tanggung jawab. 2. Menggalang kebersamaan dan persatuan serta meningkatkan koordinasi baik secara horizontal maupun vertikal dalam melaksanakan setiap program agar mencapai hasil yang optimal. 3. Memahami dan melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan berpegang teguh kepada kode etik jabatan dan sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam misi dan tujuan pendidikan. 4. Mengembangkan sikap inovatif dan jiwa keguruan, sebagai figur yang dapat digugu dan ditiru dalam bertindak, berlaku, berujar dalam bergaul baik di dalam ataupun di luar lingkungan sekolah. Secara bersama - sama dapat menumbuh kembangkan organisasi berdasarkan UndangUndang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

39

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->