5-BETON-MUTU-TINGGI

BETON MUTU TINGGI DENGAN ADMIXTURE SUPERPLASTIZISER DAN ADITIF SILICAFUME (Hight Strength Concrete By Admixtures Superplastiziser And

Additive Silicafume) As’at Pujianto, Tri Retno Y.S. Putro, dan Oktania Ariska Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRACT Increasing the concrete strength is always one of the main desires of concrete technology. Since more than 20 years high strength concretes with compressive strength ranging from 50 MPa up to 140 MPa have been used worldwide in tall buildings and bridges with long spans or buildings in aggressive environments. But in Indonesia high strength concretes with compressive strength maximum 60 MPa. The properties of concrete are affected by cementitious matrix, aggregate, and the transition zone between these two phases. Reducing the water-cement ratio and the addition of pozzolanic admixtures like silica fume are often used to modify the microstructure of the matrix and to optimise the transition zone. The Reduction of the watercement ratio results in a decrease in porosity and refinement of capillary pores in matrix, but flowing ability of the concrete it will decrease too while can’t workable. Then can workable use of a superplasticizer. The results showed that a superplasticizer dosage of more than 2% of the powder mass could not improve the flowing ability of the paste anymore. For all latter experiments the superplasticizer dosage was determined about 2 % in powder mass. The first tests showed a good workability of the fresh concrete and a good self compacting ability with the silicafume dosage 10 % in powder mass. The interest in reducing costs while increasing the concrete strength, was leading to the results in this paper. Key word : High strength concrete, compressive strength, workability, superplasticizer, and silicafume. ABSTRAK Peningkatan kekuatan beton adalah salah satu faktor utama yang diharapkan pada teknologi beton. Sejak lebih dari 20 tahun beton mutu tinggi dengan kuat tekan berkisar antara 50 MPa sampai dengan 140 MPa telah digunakan di negara-negara maju pada konstruksi bangunan tingkat tinggi dan jembatan berbentang panjang atau bangunan didalam lingkungan yang agresif. Namun di Indonesia kuat tekan beton mutu tinggi yang dapat dicapai maksimum baru sebesar 60 MPa. Sifat beton akan mengalami penurunan kekuatan akibat adanya bahan tambah semen, agregat, dan adanya pori-pori. Pengurangan factor air semen (fas) dan penambahan admixture pozzolanic seperti silicafume sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi pori-pori. Pengurangan fas mengakibatkan menurunnya porositas beton dan pori-pori, namun kelecakan beton juga akan berkurang sehingga sulit dikerjakan. Agar mudah dikerjakan maka perlu digunakan superplastisizer. Hasil menunjukkan bahwa superplasticizer dengan dosis lebih dari 2 % terhadap pasta semen tidak meningkatkan kelecakan pasta. Oleh karena itu semua benda uji digunakan superplastisizer dengan dosis sekitar 2 % terhadap berat semen. Pengujian awal memperlihatkan adanya kelecakan yang sangat tinggi pada beton segar dan mendapatkan kuat tekan yang lebih baik dengan silicfume sebesar 10 % terhadap berat beton. Adanya kelecakan yang sangat tinggi hingga peningkatan kuat tekan beton, menjadi pembahasan utama pada makalah ini. Kata kunci : Beton mutu tinggi, kuat tekan, kelecakan, superplastisizer, dan silicafume.

1

dan juga bangunan beresiko tinggi seperti bangunan reaktor pada pembangkit listrik tenaga nuklir. 1998). dengan berhasil memproduksi beton mutu tinggi bahkan sangat tinggi. Pada tahun 1960. di USA juga sudah diproduksi beton mutu tinggi 60 MPa untuk keperluan militer. w/c) 0. di Jepang sudah diproduksi beton mutu tinggi dengan kuat tekan mencapai 60 MPa untuk panel cangkang beton pracetak pada sebuah terowongan kereta api. beton juga menunjukan banyak keterbatasan baik dalam proses produksi maupun sifat-sifat mekaniknya. maka telah terjadi kemajuan yang sangat pesat pada teknologi beton. mudah dibentuk. Campuran beton yang dihasilkan dengan kadar semen 480 kg/cm2 dan faktor air semen (fas. selanjutnya sejak tahun 1980an. hal ini tidak lepas dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju. Di Indonesia beton mutu tinggi dengan kuat tekan rata-rata sebesar 85 MPa baru dapat dibuat di laboratorium pada tahun 1990. bangunan industri seperti silo yang tinggi dan berdiameter besar. bangunan bawah tanah dan lepas pantai. mudah diproduksi secara lokal. Tapi di sisi lain. setelah berhasil dikembangkannya berbagai jenis tambahan atau admixtures dan additives untuk campuran beton. Perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi di Indonesia terus menerus mengalami peningkatan. Namun sejak dua dekade terakhir ini. dan yang pada akhirnya juga telah memperbaiki dan meningkatkan hampir semua kinerja beton menjadi suatu material modern yang berkinerja tinngi. beton mutu tinggi dan sangat tinggi banyak digunakan untuk pelaksanaan struktur gedung bertingkat tinggi (terutama untuk elemen kolom). dengan bahan tambah superplastisizer dengan nilai slump mencapai 15 cm. terutama water reducer atau plasticizer dan superplastisizer. Di beberapa negara maju sudah sejak lama beton mutu tinggi berhasil diproduksi untuk pekerjaan-pekerjaan khusus. bangunan 2 . kemudian sejak 1989 sudah digunakan beton bermutu 100 – 140 MPa untuk jembatan berbentang panjang. Sedangkan realisasi di lapangan maksimal baru mencapai + 80 % nya atau setara dengan 60 MPa.1. di Eropa beton mutu tinggi dengan kuat tekan 60 MPa sudah dipakai untuk struktur jembatan berbentang panjang. Pada tahun 1952.32 (Supartono. Pendahuluan Beton. Pada tahun 1941. sejak dulu dikenal sebagai material dengan kekuatan tekan yang memadai. relatif kaku. seperti jembatan dengan bentang panjang dan lebar. sehingga beton pada umunya hanya digunakan untuk konstruksi dengan ukuran kecil dan menengah. dan ekonomis.

Porositas juga dapat diakibatkan adanya partikel-partikel bahan penyusun beton yang relatif besar. produk sika. hal tersebut menyebabkan beban yang diterima pondasi secara keseluruhan menjadi lebih kecil pula. Porositas yang dihasilkan beton mutu tinggi juga lebih rapat. Untuk mendapatkan beton bermutu tinggi (kuat tekan tinggi) maka harus dipergunakan fas rendah. hal tersebut berakibat menurunnya kuat tekan beton. Semakin besar fas-nya porositas semakin besar.gedung bertingkat tinggi (terutama untuk kolom dan beton pracetak). ketahanan (keawetan). sebaliknya semakin kecil fas-nya porositas semakin kecil. Dengan beton mutu tinggi dimensi dari struktur dapat diperkecil sehingga berat struktur menjadi lebih ringan. yang merupakan produk sampingan sebagai abu pembakaran dari proses pembuatan silicon metal atau silicon alloy dalam tungku pembakaran listrik. sehingga pemadatannya tidak bisa maksimal dan akan mengakibatkan beton menjadi keropos. Semakin besar porositasnya maka kuat tekannya semakin kecil. namun jika fas-nya terlalu kecil pengerjaan beton akan menjadi sangat sulit. masa layan dan effisiensi. Mikrosilika ini bersifat pozzolan. sehingga akan menghasilkan beton yang relatif lebih awet dan tahan sulfat karena tidak dapat ditembus oleh air dan bakteri perusak beton.. dan ukuran butiran partikel yang sangat halus. Untuk mengurangi porositas semen dapat digunakan aditif yang bersifat pozzolan dan mempunyai patikel sangat halus. dimana mencakup kekuatan. Salah satu aditif tersebut adalah Mikrosilika (Silicafume). Partikel terkecil bahan penyusun beton konvensional adalah semen. Oleh sebab itu penggunaan beton bermutu tinggi tidak dapat dihindarkan dalam perencanaan dan perancangan struktur bangunan. Perencananaan fasilitas-fasilitas tersebut mengarah kepada digunakannya beton mutu tinggi. Salah satu masalah yang sangat berpengaruh pada kuat tekan beton adalah adanya porositas. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan Superplasticizer yang sifatnya dapat mengurangi air (dengan menggunakan fas kecil) tetapi tetap mudah dikerjakan yaitu Sikamen Type F. dan fasilitas lain. Besar dan kecilnya porositas dipengaruhi besar dan kecilnya fas yang digunakan. sehingga kerapatan tidak dapat maksimal. jika ditinjau dari segi ekonomi hal tersebut tentu akan lebih menguntungkan. yaitu sekitar 1/100 ukuran rata- 3 . Disamping itu untuk bangunan bertingkat tinggi dengan semakin kecilnya dimensi struktur kolom pemanfaatan ruangan akan semakin maksimal. sebaliknya semakin kecil porositas kuat tekannya semakin besar. dengan kadar kandungan senyawa silica-dioksida (Si O2) yang sangat tinggi (> 90 %).

rata partikel semen. 1993). kriterianya lebih lazim menjadi 40 MPa. agregat. Beton berasal dari bahasa latin yaitu “concretus” yang berarti tumbuh bersama. Beton Kekurangan dan Kelebihannya. tahan lama. koral atau agregat lainnya. Young. dan air untuk membuat campuran tersebut menjadi keras dalam cetakan sesuai dengan bentuk dan dimensi struktur yang diinginkan. Beton merupakan suatu material yang menyerupai batu. 4 . superplasticizer. dapat diproduksi ditempat. Sedangkan kekurangannya adalah kekuatan regang rendah. diperoleh dengan membuat suatu campuran yang mempunyai proporsi tertentu dari semen. silicafume) dalam campuran. Beton Mutu Tinggi. 1998). dan 80 MPa sebagai beton mutu sangat tinggi. Dengan demikian penggunaan mikrosilika pada umumnya akan memberikan sumbangan yang lebih efektif pada kinerja beton. ekonomis. Semen bereaksi secara kimiawi untuk mengikat partikel agregat tersebut menjadi suatu masa yang padat (Winter. disebut mutu tinggi untuk kuat tekan diatas 50 MPa. Sesuai dengan perkembangan teknologi beton yang demikian pesat. effisien. volumenya tidak stabil. maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk merancang campuran beton mutu tinggi dengan bahan tambah superplasticizer dan silicafume. kadar masing-masing bahan (air. 1981). Berdasarkan perumusan masalah tersebut. 2. kemudian diperoleh hasil kuat tekan. nilai slump. keliatan rendah. semen. kekuatan rendah dibanding beratnya dan mempunyai tarik desak yang rendah. dan mempunyai kuat desak yang tinggi. Nilson. yang berupa kelebihan dan kekurangan (Mindess. Pada tahun 1950an. mempunyai estetika. beton dengan kuat tekan 30 MPa sudah dikategorikan sebagai beton mutu tinggi. Pada tahun 1960an hingga awal 1970an. Dengan penambahan zat additive tersebut ditargetkan kuat tekan yang dicapai > 60 MPa untuk benda uji silinder berdiameter 150 mm x 300 mm pada umur 28 hari. pasir. ternyata kriteria beton mutu tinggi juga selalu berubah sesuai dengan kemajuan tingkat mutu yang berhasil dicapai. sedangkan 120 MPa bisa dikategorikan sebagai beton bermutu ultra tinggi (Supartono. Adapun kelebihannya adalah mudah dicetak. Saat ini. 3. terutama untuk beton bermutu sangat tinggi.

Prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton. Faktor air semen yang rendah. d. ada beberapa faktor utama yang bisa menentukan keberhasilan pengadaan beton bermutu tinggi. Kualitas agregat halus (pasir).M.4. Hubungan antara kuat tekan dan fas (w/c) (Neville A. 5. Faktor air semen (fas. dengan tujuan untuk mengurangi seminimal mungkin porositas beton yang dihasilkan. seperti tampak pada Gambar 1. w/c) yang rendah. yaitu rasio berat air terhadap berat total semen dan aditif cementitious. Faktor air semen (fas. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Mutu dan Keawetan Beton Pada umumnya. w/c) adalah angka yang menunjukan perbandingan antara berat air dan berat semen. terutama bila berhubungan dengan tuntutan mutu dan keawetan yang tinggi. Penggunaan admixture dan aditif mineral dalam kadar yang tepat. f. diantaranya adalah : a. Kualitas agregat kasar (batu pecah/koral). merupakan faktor yang paling menentukan dalam menghasilkan beton mutu tinggi. c. pengertian w/c bisa diartikan sebagai water to cementitious ratio. Faktor Air Semen. e. b. Pengawasan dan pengendalian yang ketat pada keseluruhan prosedur dan mutu pelaksanaan.. Pemadatan dengan Vibrator Pemadatan dengan tangan Kuat tekan beton Pemadatan penuh Tidak cukup padat Rasio w/c Gambar 1. 1981) 5 . Pada beton mutu tinggi dan sangat tinggi. Dengan demikian semakin besar volume faktor air-semen (fas) semakin rendah kuat tekan betonnya. yang didukung oleh koordinasi operasional yang optimal. yang umumnya ditambahkan pada campuran beton mutu tinggi.

2002).30) kekuatan beton menjadi lebih rendah. Bila tidak. Gradasi yang baik dan teratur (diambil dari sumber yang sama). d. Bersih. Berbentuk bulat. 1990). e. sensor kadar air secara ketat pada setiap group agregat yang akan dipakai merupakan suatu tahapan yang mutlak perlu dikerjakan. Sedangkan untuk beton bermutu sangat tinggi faktor air semen yang dipergunakan lebih kecil dari 0. Untuk mengatasi kesulitan pemadatan dapat digunakan alat getar (vibrator) atau dengan bahan kimia tambahan (chemical admixture) yang bersifat menambah kemudahan pengerjaan (Tjokrodimuljo. Kualitas agregat halus (pasir). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa porositan rendah akan menghasilkan suatu adukan yang seragam (uniform). Kualitas agregat kasar yang dapat menghasilkan beton mutu tinggi adalah : a. 6.5 s/d 3. b.Dari gambar 1 tampak bahwa idealnya semakin rendah fas kekuatan beton semakin tinggi. dan bisa mengakibatkan kekurang teraturan (irregularity) dan deviasi yang besar pada mutu dan dan nilai slump beton yang dihasilkan. Porositas rendah. c. Kualitas agregat halus yang dapat menghasilkan beton mutu tinggi adalah : a. 6 . Kualitas Agregat Kasar. 1992). Untuk membuat beton bermutu tinggi faktor air semen yang dipergunakan antara 0. Tekstur halus (smooth texture). dalam arti mempunyai keteraturan atau keseragaman yang baik pada mutu (kuat tekan) maupun nilai slumpnya.2 (Jianxin Ma dan Jorg Dietz. hal ini bisa menimbulkan kesulitan dalam mengontrol kadar air total pada beton segar. 7.0 pada umumnya akan menghasilkan beton mutu tinggi (dengan fas yang rendah) yang mempunyai kuat tekan dan workability yang optimal (Larrard. Modulus kehalusan (fineness modulus). karena betonnya kurang padat akibat kesulitan pemadatan. Karenanya.28 sampai dengan 0. Akan sangat baik bila bisa digunakan agregat kasar dengan tingkat penyerapan air (water absorption) yang kurang dari 1 %. akan tetapi karena kesulitan pemadatan maka dibawah fas tertentu (sekitar 0. menurut hasil penelitian menunjukan bahwa pasir dengan modulus kehalusan 2.38.

yaitu mencapai 7 . Gradasi yang baik dan teratur (diambil dari sumber yang sama). Ketepatan dosis penambahan Superplasticizer umumnya perlu dibuktikan dengan membuat campuran percobaan (trial mixes) dengan beberapa variasi dosis penambahan Superplasticizer hingga mendapatkan hasil yang optimum dalam memenuhi syarat kelecakan yang direncanakan. Pozzofume (super fly ash).5 cm). Superplasticizer atau high range water reducer dalam hal ini mutlak diperlukan karena kondisi fas yang umumnya sangat rendah pada beton mutu tinggi atau sangat tinggi. 1990). e.28 dan nilai slump awal = 1. untuk bisa mengontrol dan menghasilkan nilai slump yang optimal pada beton segar (workable). produk PT. sehingga bisa dihasilkan kinerja pengecoran beton yang baik. Untuk menghasilkan beton dengan mutu (kuat tekan beton) tinggi dibutuhkan Superplasticizer (high range water reducer) dan Aditif mineral yang bersifat cementitious yaitu berupa : Abu terbang (fly ash). Sika Nusa Pratama). yaitu tidak meningkatkan kuat tekannya akan tetapi dapat menurunkan.b. Namun dalam segala hal. Namun pemakaian agregat kasar dengan ukuran maksimum 25 mm masih menunjukan tingkat keberhasilan yang baik dalam produksi beton mutu tinggi. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa batu pecah dengan bentuk kubikal dan tajam ternyata menghasilkan mutu beton yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kerikil bulat (Larrard. Hasil penelitian penggunaan Superplasticizer (dalam hal ini digunakan sikamen-163. Bersih dan kuat tekan hancur yang tinggi. c. penggunaan Superplasticizer perlu sesuai dengan standard ASTM-C 494-81 tipe F. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa pemakian agregat yang lebih kecil (< 15 mm) bisa menghasilkan mutu beton yang lebih tinggi (Larrard. d. dan Mikrosilika (silicafume) dengan kadar yang tepat. Bentuk fisik agregat. menunjukan peningkatan nilai slump yang memuaskan pada fas yang rendah (fas = 0. 8. Sebab bahan admixture dan aditif jika dicampur dengan kadar yang tidak tepat hasilnya akan sebaliknya. Ukuran maksimum agregat. 1990). Penggunaan admixture dan aditif mineral dalam kadar yang tepat. Hal ini tidak lain adalah karena bentuk kubikal dan tajam bisa memberikan daya lekat mekanik yang lebih baik antara batuan dengan mortar.

(2) Agregat kasar yang digunakan ialah agregat yang dipecah (split) asal Clereng Kulon Progo. d. 1998). Mikrosilika (Silicafume) merupakan aditif yang sangat baik untuk digunakan dalam pembuatan beton mutu tinggi dan sangat tinggi. Pengecoran (placing). g.nilai slump 9. dengan kadar kandungan senyawa silica-dioksida (Si O2) yang sangat tinggi (> 90 %). Untuk menghasilkan beton bermutu tinggi maka dibutuhkan prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton yang meliputi : a.25 %. 9. Disamping itu pengawasan dan pengendalian yang ketat pada keseluruhan prosedur dan mutu pelaksanaan. terutama untuk beton bermutu sangat tinggi. Penakaran dan pencampuran (batching). Prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton. 8 . f. Pangangkutan (transportating). b. Bahan atau Materi Penelitian. e. Uji material (material testing). c. Pengadukan (mixing). 10. Dengan demikian penggunaan mikrosilika pada umumnya akan memberikan sumbangan yang lebih efektif pada kinerja beton. yang merupakan produk sampingan sebagai abu pembakaran dari proses pembuatan silicon metal atau silicon alloy dalam tungku pembakaran listrik. yang didukung oleh koordinasi operasional yang optimal. yaitu sekitar 1/100 ukuran rata-rata partikel semen. nilai slump 12.5 cm pada pemanbahan Superplasticizer dengan dosis 1. (1) Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen portland normal (type I) merek Nusantara kapasitas 40 kg. dan ukuran butiran partikel yang sangat halus. Perawatan (curing). Sensor dan pengelompokan material (material sensor and grouping). Metode Penelitian a.5 cm pada penambahan Superplasticizer dengan dosis 2 % (Supartono. Mikrosilika ini juga bersifat pozzolan (bahan yang mempunyai kandungan utama senyawa silika/silika dioksida dan alumina).

digunakan untuk mengukur waktu saat pengisian terakhir beton yang telah diratakan dengan saat kerucut diangkat. cethok dan talam.15 mm. (2) Cetakan beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. (8) Krucut Abrams dengan ukuran diameter atas 100  3 mm. Pelaksanaan penelitian dimulai dari pemeriksaan bahan susun hingga pengujian kuat tekan benda uji.75 mm. (4) Superplasticizer yang digunakan adalah sikamen NN type F. berat jenis dan memeriksa kadar lumpur pasir.36 mm. 9. 1. produk PT.52. diambil dari tempat pelaksanaan pembuatan benda uji. b. untuk mengetahui berat dari bahan-bahan penyusun beton. diameter bawah 200  3 mm. (3) Saringan/ayakan. (6) Mesin Los Angeles. digunakan untuk mengeringkan sampel dalam pemeriksaan bahan-bahan yang akan digunakan dalam campuran beton.60 mm. (9) Cangkul. Alat. c. (7) Gelas ukur. digunakan untuk menampung dan menuang adukan beton ke dalam cetakan. Secara garis besar penelitian meliputi : 9 . digunakan untuk mengukur nilai slump dari beton segar. (5) Silicafume yang digunakan produk dari PT. (1) Mesin uji tekan beton berkapasitas maksimum 2000 KN. Sika Nusa Pratama. 2. untuk menakar volume air. (10) Mistar dan kaliper. Pelaksanaan Penelitian. 0. 0. 4. (4) Oven. Sika Nusa Pratama. (5) Timbangan. 0. untuk menguji tingkat keausan agregat kasar. (11) Stop watch. tinggi 300  3 mm dan baja penumbuk. dengan ukuran 19.30 mm.(3) Agregat halus yang digunakan ialah agregat alami asal Merapi. (6) Air yang memenuhi syarat dan layak diminum dipakai sebagai campuran beton. digunakan untuk mengukur dimensi dari alat-alat dan benda uji yang digunakan.18 mm.52 mm.

pemeriksaan keausan agregat kasar. Pengujian berat jenis dan kuat tekan benda uji. Faktor air semen (fas) dasar yang dipakai didalam penelitian disesuaikan dengan kebutuhan hidrasi semen yaitu sebesar 0. 1. 10% dan 15% terhadap berat semen. kemudian untuk pengujian lanjutan sebanyak 5 x 4 = 20 benda uji sehingga jumlahnya 44 benda uji. pemeriksaan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. (4). pasir. maka jumlah sample untuk pengujian awal sebanyak 6 x 4 = 24 benda uji.5 %.30 (misalnya untuk semen sebesar 750 kg maka air sebesar 225 liter). Metoda yang dipakai dalam perencanaan bahan susun beton pada penelitian ini adalah Cara ”The British Mix Design Method“ yaitu perencanaan standar yang dipakai di Indonesia oleh 10 . (2). dengan jumlah setiap samplenya sebanyak 4 buah benda uji. Kemudian penelitian selanjunya hanya digunakan superplastisizer dengan kadar optimum saja. semen. Pemeriksaan kadar lumpur agregat kasar. 1 %. dan Silicafume. Kadar silicafume yang dipergunakan yaitu sebesar 0%. Pemeriksaan bahan susun silicafume : Pemeriksaan kadar air silicafume dan Pemeriksaan kehalusan butiran silicafume. Pemeriksaan kadar lumpur agregat halus.5 %. dan 2. Pemeriksaan bahan susun agregat kasar : Pemeriksaan gradasi agregat kasar (split). Perancanagan bahan susun beton yang berupa : air.(1). Pengujian Slump dan Pembuatan benda uji dan perawatan. Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. koral. pemeriksaan kadar air agregat halus. Pemeriksaan kadar air agregat kasar. Agar menghasilkan fas yang tetap maka jumlah semen yang dipergunakan dikurangi dengan besarnya bahan tambah. 0. Pemeriksaan berat satuan agregat halus (pasir). 2 %. (5). Superplasticizer.5 %. dan Pemeriksaan berat satuan agregat kasar. Pemeriksaan bahan susun agregat halus : Pemeriksaan gradasi agregat halus (pasir). (3). pemeriksaan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. (6). Pengambilan benda uji beton segar. Kemudian jumlah air dikurangi sesuai dengan besarnya kadar Superplasticizer yaitu sebesar 0 %. 5%. Dari hasil pengujian tersebut akan didapat kadar superplastisizer optimum.

43 gr/cm³. Hasil nilai kuat tekan beton yang dihasilkan pada pengujian beton normal dipakai sebagai acuan/pembanding terhadap hasil nilai kuat tekan beton yang telah diberi bahan tambah superplastiziser maupun silicafume.64 gr/cm3. Kemudian dibuat grafik hubungan antara nilai slump terhadap kuat tekannya. Butiran yang lolos menembus saringan no. Dari hasil tersebut akan didapat proporsi campuran bahan pembentuk beton yang menghasilkan kuat tekan yang paling optimum. Bahan susun yang dipergunakan meliputi : agregat kasar (koral). 1. kadar lumpur sebesar 0. pada kadar silicafume berapa persen sehingga dapat menghasilkan kuat tekan beton optimum. dan kadar lumpur sebesar 0.5 %. Begitu juga terhadap silicafume.Departemen Pekerjaan Umum. dan silicafume. kadar air pada kondisi SSD sebesar 1 %. penyerapan air dalam kondisi kering sebesar 0.5 %. superplastisizer. Disamping itu diuji juga nilai slump baik pada beton normal maupun beton yang diberi bahan tambah superplastiziser maupun silicafume.47%.26 gr/cm³. Dari hasil tersebut akan diketahui kinerja beton mutu tinggi terhadap nilai slump nya.28 gr/cm³. berat jenis pasir kering/curah sebesar 2. yang dijelaskan dengan rinci pada buku Standar SK.032834-1992 dengan judul “Tata Cara dan Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”. Kemudian dibuat grafik hubungan antara kadar superplastiziser maupun silicafume terhadap kuat tekannya. keausan agregat kasar sebesar 42.100 (0.65 gr/cm3. semen.67 gr/cm3. Hasil pengujian silicafume didapat : Berat jenis sebesar 1. kadar air agregat kasar SSD rata-rata sebesar 0. kadar air sebesar 1. d. berat jenis kering muka (SSD) sebesar 2.62 %. dari hasil tersebut akan diketahui pada kadar berapa persen sehingga menghasilkan kuat tekan beton optimum.89 %.35 dan termasuk gradasi untuk daerah no. Hasil dan Pembahasan a.15 mm) adalah sebesar 82. Pemeriksaaan Bahan Susun. 11 . berat satuan pada kondisi kering muka (SSD) sebesar 1. berat satuan batu SSD sebesar 1. 11.86 %. Cara Analisis. air. Dari hasil pengujian pasir di laboratorium didapat : modulus halus butir sebesar 3.57 %. Secara umum dari hasil pengujian bahan susun tersebut memenuhi syarat untuk pembuatan beton. Hasil pengujian koral didapat : berat jenis kering sebesar 2. agregat halus (pasir).SNI.

88 25.5% 1.50 675.40 764.0% 2. Hasil Perencanaan Campuran Beton Kuat tekan beton tanpa superplastisizer direncanakan sebesar 42 MPa.30 0. Tabel 1.25 Volume Berat Superplastiziser Silacafume Semen (liter) (kg) (kg) 33.50 75.40 705.0% 2.50 150.00 216.75 33.60 764. Kebutuhan bahan susun beton tanpa silicafume tiap 1 meter kubik Kadar Superplastiziser (%) 0.0% 10.60 764.0% 2.24 Setelah diadakan uji kuat tekan beton sebagaimana dibahas pada 11.25 191.40 764.40 705.50 600. Dengan adanya bahan tambah superplastisizer maka fas akan menurun.75 42.5% 2.75 33.29 0.00 637.31 33.40 764.0% 0.75 37. sehingga diharapkan kuat tekannya lebih besar dari yang direncanakan.00 750.0% 20.40 705.40 764.19 750 750 750 750 750 750 Berat Pasir (kg) 764.0% 1. kebutuhan bahan susun untuk setiap meter kubik beton disajikan dalam Tabel 1.60 fas 0. Berdasarkan metode SK-SNI 03-2834-1992.13 199.75 33.60 705. Dari Tabel 1 tersebut diharapkan menghasilkan kadar superplastisizer optimum terhadap kuat tekannya. 15%. dengan fas sebesar 0.25 191.60 764.60 764.25 191.40 705.0% Air (liter) 191.0% 5.60 705.60 705.81 0 8.25 191.40 Berat Koral (kg) 705.3. Tabel 2.44 16. Kebutuhan bahan susun beton tiap 1 meter kubik Kadar Kadar Silicafume Superplastiziser (%) (%) 0.27 0.00 Berat Pasir (kg) Berat Koral (kg) 764. dengan menurunnya fas maka akan menghasilkan kuat tekan yang lebih besar.60 12 .56 208. dengan kadar silicafume bervariasi sebesar 0%.26 0. 10%.00 112.0% 2.60 705. didapat kuat tekan optimum sebesar 2%.0% 15.28 0.25 182.40 705.69 191.0% 2.d.0% 2.00 712.5% Volume Berat Air Superplastiziser Semen (liter) (liter) (kg) 225. Hasil selengkapnya disajikan selengkapnya pada Tabel 2. dan 20% terhadap berat semen.b. sehingga pembuatan benda uji berikutnya dipergunakan kadar superplastiziser sebesar 2%.40 764.60 705.75 33. 5%.

75 42.50 7.90 13.20 14.60 705.0% 5. 13 .40 Slump Slump rata-rata (cm) (cm) 12. Kemudian hasil uji slump dengan menggunakan silicafume sebesar 2% disajikan dalam Tabel 4.40 764.60 705.20 8.50 75.00 216.30 9.60 Slump Slump rata-rata (cm) (cm) 2.0% 0.80 12.25 33.40 764.70 9.25 191.0% 2.75 33.81 0 8.00 750.10 9.60 705.0% 2.5% 2. kemudian dari 2 kali pengujian ini diambil nilai slump rata-rata.10 13.c.0% 1.60 705.85 Dari Tabel 3.10 7.19 750 750 750 750 750 750 Berat Pasir (kg) 764.31 33. Hal tersebut dikarenakan dengan semakin besar kadar superplastisizer maka beton akan semakin lecak (mudah dikerjakan).5% 225. Hasil uji slump beton segar tanpa silicafume Kadar Volume Berat Superplastiziser Air Superplastiziser Semen (%) (liter) (liter) (kg) 0.60 705.35 9.60 2.10 9.0% 2.56 208.90 11. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Supartono (1998).60 705.10 8.0% 191.0% 2.20 9.40 764.20 6.80 9.00 712. Tabel 3.0% 20.25 182.75 33. didapat bahwa semakin besar kadar superplastisizer semakin meningkat nilai slump-nya.25 191.40 764.88 25.60 705.30 8.44 16.15 7.40 Berat Koral (kg) 705.00 Berat Pasir (kg) 764.60 Tabel 4.0% 2.00 637.25 191.60 705.75 33.20 8.80 12. Hasil uji slump tanpa menggunakan silicafume disajikan dalam Tabel 3.40 764.69 191.10 11. yang mengatakan bahwa semakin besar kadar superplastisizer maka nilai slump akan semakin meningkat.00 112. Hasil uji slump beton segar dengan kadar superplastiziser 2 % Kadar Kadar Volume Berat Silicafume Superplastiziser Air Superplastiziser Silacafume Semen (%) (%) (liter) (liter) (kg) (kg) 0.40 764.70 13.0% 10.50 11.50 150.50 600.13 199.90 9.60 705.50 675.0% 2.70 13. Hasil Uji Slump Beton Segar Setiap benda uji diadakan 2 kali pengujian slump.5% 1.40 764.00 Berat Koral (kg) 705.75 37.90 12.25 191.90 7.0% 15.40 764.25 6.75 33.30 2.40 764.

95 fc' rata-rata (MPa) 39.99 15.99 14.48 49.0% 1.91 176.58 54.5% 0.3 SP + 40.5% 0.02 176.98 14.5% 1.99 14.5% 2. .17 39. dan hasil persamaannya sebagaimana ditulis pada persamaan 1. sehingga adukan menjadi lebih kering yang kemudian mempengaruhi nilai slump beton segar menjadi semakin rendah sesuai dengan kadar silicafume yang ditambahkan.98 15.55 176.02 15.9 .0% 0.98 51. .29 49.73 48.98 14.23 46.98 15.49 176.00 14.57 39. .0% 0.26 176.08 176.73 177.09 14.30 50.00 15.79 176.04 15. .34 51. .27 49.31 178.5% 2.55 177. . .99 14. fc’ = -26231 SP2 + 1047.0% 0.62 49.94 47.97 14.91 176.03 14.79 51.0% 1.Dari Tabel 4.5% 1. .45 48.85 51. Pengaruh Kadar Superplastisizer Terhadap Kuat Tekan Beton Hasil uji kuat tekan beton tanpa menggunakan silicafume disajikan selengkapnya pada Tabel 5.03 42.92 14. .00 15.85 52. Hal tersebut diakibatkan karena silicafume lebih banyak menyerap air jika dibandingkan dengan semen. . atau dapat digambarkan grafiknya sebagaimana tergambar pada Gambar 2.47 50. .55 176.10 51.98 14. .26 50.94 47.90 52.19 40. .0% 2.0% 2.26 177. Tabel 5.31 176.5% 0.31 177.e Kadar Superplastiziser (%) 0. (1) dimana fc’ adalah kuat tekan beton (MPa) dan SP adalah superplastisizer (%).5% 2.79 176.5% 1.31 176.06 15.0% 1.26 176.00 14. .5% 1.31 2 Beban Maksimum (kN) 67220 68900 73790 72350 91920 80350 85030 81300 69590 89250 87340 88250 91670 92080 79340 90140 96900 94790 87230 91670 90700 90500 89450 86300 fc' (MPa) 37.02 15. .00 50.55 174.79 176.01 15. .0% 2. didapat bahwa semakin besar kadar silicafume semakin menurun nilai slump-nya.02 15.0% 2.0% 1.52 53.5% 2.79 177.93 45.31 176.0% 0.5% Diameter (cm) 15. Hasil Uji Kuat Tekan Beton Umur 28 hari Tanpa Silicafum. d.20 177.16 45.98 Luas (cm ) 178.51 14 .

67 air : 22. .8 SC2 + 235.5% 1. . . e. fc’ = -1161.4151 0. . . Berdasarkan Tabel 3 Perbadingan berat bahan susun beton tanpa silicafume dengan kadar superplastisizer 2%. yaitu sebesar = 1 superplastisizer : 5. atau dapat digambarkan grafiknya sebagaimana tergambar pada Gambar 3.0% 2.5% 2.65 pasir : 20. Pengaruh Kadar Silicafume Terhadap Kuat Tekan Beton Hasil uji kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan kadar superplastisizer sebesar 2%. . . . Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kuat tekan optimum didapat pada kadar superplastisizer 2%. Pengaruh kadar superplastisizer terhadap kuat tekan beton. dan persamaannya sebagaimana ditulis pada persamaan 2. .22 semen : 22. (2) dimana fc’ adalah kuat tekan beton (MPa) dan SC adalah silicafume (%). dan berdasarkan persamaan 1 didapat nilai kuat tekan beton optimum sebesar 51. .5% Kadar Superplastisizer Gambar 2.489 R2 = 0. .07x + 40.90 cm (berdasarkan Tabel 3). dengan slump sebesar 12.0% Kuat Tekan (MPa) y = -21793x2 + 991.15.91 koral.23 SC + 53. . namun sampai dengan kadar 2 % kuat tekan beton semakin kecil. 15 . dan kadar silicafume bervariasi disajikan selengkapnya pada Tabel 6.Pengaruh superplastisizer terhadap kuat tekan 55 53 51 49 47 45 43 41 39 37 35 0. . .0% 1. . Dari gambar 2 tersebut terlihat bahwa semakin besar kadar superplastisizer semakin besar kuat tekannya.35 MPa. .

01 14.79 176.94 14.83 63.32 65.79 176. namun sampai dengan kadar 10% kuat tekan beton semakin kecil.85 61.22 silicafume : 20 semen : 22.67 air : 2.08 176.06 MPa.08 177.26 176.38 57.45 56.00 14.97 15.73 177.00 55.97 15.52 53.Tabel 6.08 177. Hasil Uji Kuat Tekan Beton Umur 28 hari dengan kadar superplastisizer 2 % dan Silicafume bervariasi Kadar Silicafume (%) 0% 0% 0% 0% 5% 5% 5% 5% 10% 10% 10% 10% 15% 15% 15% 15% 20% 20% 20% 20% Diameter (cm) 15.67 Dari gambar 3 tersebut terlihat bahwa semakin besar kadar silicafume semakin besar kuat tekannya.55 2 Beban Maksimum (kN) 96900 94790 87230 91670 109200 108100 117250 115050 120500 122950 113050 105670 99930 118650 100850 105450 94110 99540 95470 97260 fc' (MPa) 54.00 14.04 15.97 15.34 51.48 49.00 15.16 69. dan berdasarkan persamaan 2 didapat nilai kuat tekan optimum sebesar 65.79 176.00 14. Berdasarkan Tabel 4 Perbadingan berat bahan susun beton dengan kadar superplastisizer 2% dan silicafume 10%.00 15.79 176.32 60.77 61. yaitu sebesar = 1 superplastisizer : 5.00 15.02 175.16 54.39 66.32 54.65 pasir : 20.00 14.98 67.91 koral.65 53.79 176.79 176.08 176.09 fc' rata-rata (MPa) 52. dengan slump sebesar 9.79 176.08 68.28 59.69 56.08 176.79 176.61 59.26 176.99 Luas (cm ) 177. 16 .02 15. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kuat tekan optimum didapat pada kadar silicafume 10%.20 cm (berdasarkan Tabel 4).64 65.37 176.30 63.97 14.73 177.02 15.97 15.00 15.04 15.

Pengaruh kadar silicafume terhadap kuat tekan beton.5% 10.Pengaruh silicafume terhadap kuat tekan 75 70 y = -1161. 3. dan slump sebesar 12.5% 20.0% 7.0% 2. 4.91 koral.0% 17.90 cm. kadar superplastisizer 2%.5% 15. dan slump sebesar 9.67 air : 22.20 cm. 12.22 semen : 22.5% 5. Kuat tekan beton dengan mutu sangat tinggi (> 80 Mpa) belum dapat dicapai. dan pembahasan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa 17 .06 MPa dengan kadar siilicafume 10%.8x 2 + 235.6986 Kuat Tekan (MPa) 65 60 55 50 45 0. Kuat tekan beton optimum yang dapat dicapai sebesar 65.35 MPa dengan kadar superplastisizer sebesar 2%.0% 12.156 R2 = 0.0% Kadar Silicafume Gambar 3. Kesimpulan Dari hasil analisis kesimpulan sebagai berikut : 1. 2.23x + 53. Perbandingan berat bahan susun beton optimum tanpa silicafume dengan kadar superlastisizer 2% adalah 1 superplastisizer : 5. Kesimpulan dan Saran a. Kuat tekan beton optimum tanpa silicafume yang dapat dicapai sebesar 51.65 pasir : 20. namun masih termasuk beton mutu tinggi (> 60 MPa).

14. 5. 7. SK SNI 031969-1990 . 2. SK SNI 03-2417-1991 . 3. Bandung. 1990. bahkan jika waktunya memungkinkan dapat diadakan sampai dengan umur 90 hari. Untuk mendapatkan beton yang lebih baik lagi maka dapat diadakan penelitian tentang pengaruh modulus kehalusan agregat kasar terhadap kuat tekan beton. yayasan LPMB.91 koral. yayasan LPMB. 5. b. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Untuk Beton Normal. DPU. 1990. 2. Bandung. 1992. 1990. Perbandingan berat bahan susun beton optimum dengan kadar silicafume 10% dan superlastisizer 2% adalah 1 superplastisizer : 5. Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles . 4. DPU. SK SNI 03-2834-1992. DPU. dan 21 hari. Daftar Pustaka 1. Bandung. 1.5. 4. yayasan LPMB. Untuk mendapatkan beton yang lebih baik lagi maka dapat diadakan penelitian tentang pengaruh faktor air semen terhadap kuat tekan beton. Saran. 1990. Bandung. SK SNI 03-1971-1990 .65 pasir : 20. 6. 1990. 13. Bandung. Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus . Bandung. Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar . DPU. maka perlu diadakan penelitian dengan bahan susun yang mempunyai kualitas lebih baik. maka perlu diadakan penelitian tentang pengaruh kuat tekan beton terhadap umur. 3. Metode Pengujian Kadar Air Agregat . Metode Pengujian Tentang Ana-lisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Untuk mendapatkan beton mutu sangat tinggi (dengan kuat tekan > 80 MPa). yayasan LPMB.22 silicafume : 20 semen : 22. Untuk mendapatkan beton yang lebih baik lagi maka dapat diadakan penelitian tentang pengaruh gradasi agregat kasar terhadap kuat tekan beton.67 air : 2. DPU. yayasan LPMB. DPU. 18 . yayasan LPMB. SK SNI 031970-1990 . SK SNI 03-1968-1990 . Untuk mengetahui perbandingan kuat tekan pada umur 3.

yayasan LPMB. 10.7. DPU. yayasan LPMB.X. Metode Pengujian Slump Beton. Tjokrodimuljo. 2002. Ultra High Performance Self Compacting Concrete. Supartono. 1992. 1998. Bandung. 1981. Bandung. SK SNI 03-2493-1991. Metode Pengujian Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton Segar. Bandung. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. SK SNI 03-2493-1991. SK SNI 03-2458-1991. J. yayasan LPMB. 19. Design Of Concrete Structures. Teknologi Beton. 13. Bandung.. Concrete. Virginia. G. 1990. Bandung. 1990. 11. New York. Mindess. New Jersey. K. 1990. Arthur H. DPU. SK SNI 03-1973-1990 . Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. DPU. Mokarem. Yogyakarta. 15. Mengenal dan Mengetahui Permasalahan pada Produksi Beton Berkinerja Tinggi. S. SK SNI 03-2493-1991. Prentice–Hall. 14. SK SNI 03-1972-1990. Young. UI. Institut für Massivbau und Baustofftechnologie. 1990. Bandung. Universität Leipzig.. Winter... F. inc. D. Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. 1990. DPU. Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. 1990. 2002. Englewood Clifs.. DPU. 16.M. 17. Development of Concrete Shrinkage Performance Specifications... 1991. 9. yayasan LPMB. yayasan LPMB. 12. 19 . Bandung. F. Jakarta. 1993. yayasan LPMB. 8. Dissertation submitted to the Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University In partial fulfillment of the requirements for the degree of. Jianxin Ma dan Jorg Dietz. 18. artikel ilmiah. yayasan LPMB. McGraw Hill Book Company Inc. SK SNI 03-1974-1990. DPU. Gramedia. Metode Pengujian Berat Isi Beton. Nilson. DPU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful