BETON MUTU TINGGI DENGAN ADMIXTURE SUPERPLASTIZISER DAN ADITIF SILICAFUME (Hight Strength Concrete By Admixtures Superplastiziser And

Additive Silicafume) As’at Pujianto, Tri Retno Y.S. Putro, dan Oktania Ariska Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRACT Increasing the concrete strength is always one of the main desires of concrete technology. Since more than 20 years high strength concretes with compressive strength ranging from 50 MPa up to 140 MPa have been used worldwide in tall buildings and bridges with long spans or buildings in aggressive environments. But in Indonesia high strength concretes with compressive strength maximum 60 MPa. The properties of concrete are affected by cementitious matrix, aggregate, and the transition zone between these two phases. Reducing the water-cement ratio and the addition of pozzolanic admixtures like silica fume are often used to modify the microstructure of the matrix and to optimise the transition zone. The Reduction of the watercement ratio results in a decrease in porosity and refinement of capillary pores in matrix, but flowing ability of the concrete it will decrease too while can’t workable. Then can workable use of a superplasticizer. The results showed that a superplasticizer dosage of more than 2% of the powder mass could not improve the flowing ability of the paste anymore. For all latter experiments the superplasticizer dosage was determined about 2 % in powder mass. The first tests showed a good workability of the fresh concrete and a good self compacting ability with the silicafume dosage 10 % in powder mass. The interest in reducing costs while increasing the concrete strength, was leading to the results in this paper. Key word : High strength concrete, compressive strength, workability, superplasticizer, and silicafume. ABSTRAK Peningkatan kekuatan beton adalah salah satu faktor utama yang diharapkan pada teknologi beton. Sejak lebih dari 20 tahun beton mutu tinggi dengan kuat tekan berkisar antara 50 MPa sampai dengan 140 MPa telah digunakan di negara-negara maju pada konstruksi bangunan tingkat tinggi dan jembatan berbentang panjang atau bangunan didalam lingkungan yang agresif. Namun di Indonesia kuat tekan beton mutu tinggi yang dapat dicapai maksimum baru sebesar 60 MPa. Sifat beton akan mengalami penurunan kekuatan akibat adanya bahan tambah semen, agregat, dan adanya pori-pori. Pengurangan factor air semen (fas) dan penambahan admixture pozzolanic seperti silicafume sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi pori-pori. Pengurangan fas mengakibatkan menurunnya porositas beton dan pori-pori, namun kelecakan beton juga akan berkurang sehingga sulit dikerjakan. Agar mudah dikerjakan maka perlu digunakan superplastisizer. Hasil menunjukkan bahwa superplasticizer dengan dosis lebih dari 2 % terhadap pasta semen tidak meningkatkan kelecakan pasta. Oleh karena itu semua benda uji digunakan superplastisizer dengan dosis sekitar 2 % terhadap berat semen. Pengujian awal memperlihatkan adanya kelecakan yang sangat tinggi pada beton segar dan mendapatkan kuat tekan yang lebih baik dengan silicfume sebesar 10 % terhadap berat beton. Adanya kelecakan yang sangat tinggi hingga peningkatan kuat tekan beton, menjadi pembahasan utama pada makalah ini. Kata kunci : Beton mutu tinggi, kuat tekan, kelecakan, superplastisizer, dan silicafume.

1

kemudian sejak 1989 sudah digunakan beton bermutu 100 – 140 MPa untuk jembatan berbentang panjang.32 (Supartono. 1998). dan juga bangunan beresiko tinggi seperti bangunan reaktor pada pembangkit listrik tenaga nuklir. Sedangkan realisasi di lapangan maksimal baru mencapai + 80 % nya atau setara dengan 60 MPa. Pendahuluan Beton. dan ekonomis. relatif kaku.1. Pada tahun 1960. dengan bahan tambah superplastisizer dengan nilai slump mencapai 15 cm. dan yang pada akhirnya juga telah memperbaiki dan meningkatkan hampir semua kinerja beton menjadi suatu material modern yang berkinerja tinngi. beton juga menunjukan banyak keterbatasan baik dalam proses produksi maupun sifat-sifat mekaniknya. mudah dibentuk. Pada tahun 1941. bangunan 2 . bangunan industri seperti silo yang tinggi dan berdiameter besar. Pada tahun 1952. sehingga beton pada umunya hanya digunakan untuk konstruksi dengan ukuran kecil dan menengah. bangunan bawah tanah dan lepas pantai. setelah berhasil dikembangkannya berbagai jenis tambahan atau admixtures dan additives untuk campuran beton. di Jepang sudah diproduksi beton mutu tinggi dengan kuat tekan mencapai 60 MPa untuk panel cangkang beton pracetak pada sebuah terowongan kereta api. seperti jembatan dengan bentang panjang dan lebar. terutama water reducer atau plasticizer dan superplastisizer. w/c) 0. dengan berhasil memproduksi beton mutu tinggi bahkan sangat tinggi. beton mutu tinggi dan sangat tinggi banyak digunakan untuk pelaksanaan struktur gedung bertingkat tinggi (terutama untuk elemen kolom). selanjutnya sejak tahun 1980an. Di Indonesia beton mutu tinggi dengan kuat tekan rata-rata sebesar 85 MPa baru dapat dibuat di laboratorium pada tahun 1990. di Eropa beton mutu tinggi dengan kuat tekan 60 MPa sudah dipakai untuk struktur jembatan berbentang panjang. Tapi di sisi lain. mudah diproduksi secara lokal. Di beberapa negara maju sudah sejak lama beton mutu tinggi berhasil diproduksi untuk pekerjaan-pekerjaan khusus. Perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi di Indonesia terus menerus mengalami peningkatan. maka telah terjadi kemajuan yang sangat pesat pada teknologi beton. sejak dulu dikenal sebagai material dengan kekuatan tekan yang memadai. Namun sejak dua dekade terakhir ini. hal ini tidak lepas dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju. di USA juga sudah diproduksi beton mutu tinggi 60 MPa untuk keperluan militer. Campuran beton yang dihasilkan dengan kadar semen 480 kg/cm2 dan faktor air semen (fas.

yaitu sekitar 1/100 ukuran rata- 3 . Besar dan kecilnya porositas dipengaruhi besar dan kecilnya fas yang digunakan. Oleh sebab itu penggunaan beton bermutu tinggi tidak dapat dihindarkan dalam perencanaan dan perancangan struktur bangunan. dimana mencakup kekuatan. sehingga kerapatan tidak dapat maksimal. produk sika. Disamping itu untuk bangunan bertingkat tinggi dengan semakin kecilnya dimensi struktur kolom pemanfaatan ruangan akan semakin maksimal. Porositas juga dapat diakibatkan adanya partikel-partikel bahan penyusun beton yang relatif besar.. namun jika fas-nya terlalu kecil pengerjaan beton akan menjadi sangat sulit. dengan kadar kandungan senyawa silica-dioksida (Si O2) yang sangat tinggi (> 90 %). Dengan beton mutu tinggi dimensi dari struktur dapat diperkecil sehingga berat struktur menjadi lebih ringan. sebaliknya semakin kecil porositas kuat tekannya semakin besar. Perencananaan fasilitas-fasilitas tersebut mengarah kepada digunakannya beton mutu tinggi. sehingga akan menghasilkan beton yang relatif lebih awet dan tahan sulfat karena tidak dapat ditembus oleh air dan bakteri perusak beton. Porositas yang dihasilkan beton mutu tinggi juga lebih rapat. Salah satu masalah yang sangat berpengaruh pada kuat tekan beton adalah adanya porositas. Semakin besar fas-nya porositas semakin besar. Untuk mengurangi porositas semen dapat digunakan aditif yang bersifat pozzolan dan mempunyai patikel sangat halus. yang merupakan produk sampingan sebagai abu pembakaran dari proses pembuatan silicon metal atau silicon alloy dalam tungku pembakaran listrik. Mikrosilika ini bersifat pozzolan. Untuk mendapatkan beton bermutu tinggi (kuat tekan tinggi) maka harus dipergunakan fas rendah.gedung bertingkat tinggi (terutama untuk kolom dan beton pracetak). Salah satu aditif tersebut adalah Mikrosilika (Silicafume). dan fasilitas lain. hal tersebut berakibat menurunnya kuat tekan beton. sebaliknya semakin kecil fas-nya porositas semakin kecil. Partikel terkecil bahan penyusun beton konvensional adalah semen. Semakin besar porositasnya maka kuat tekannya semakin kecil. hal tersebut menyebabkan beban yang diterima pondasi secara keseluruhan menjadi lebih kecil pula. masa layan dan effisiensi. ketahanan (keawetan). Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan Superplasticizer yang sifatnya dapat mengurangi air (dengan menggunakan fas kecil) tetapi tetap mudah dikerjakan yaitu Sikamen Type F. jika ditinjau dari segi ekonomi hal tersebut tentu akan lebih menguntungkan. sehingga pemadatannya tidak bisa maksimal dan akan mengakibatkan beton menjadi keropos. dan ukuran butiran partikel yang sangat halus.

kriterianya lebih lazim menjadi 40 MPa. Beton berasal dari bahasa latin yaitu “concretus” yang berarti tumbuh bersama. 3. kemudian diperoleh hasil kuat tekan. Beton merupakan suatu material yang menyerupai batu. Pada tahun 1950an. mempunyai estetika. kekuatan rendah dibanding beratnya dan mempunyai tarik desak yang rendah. Beton Mutu Tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah kekuatan regang rendah. yang berupa kelebihan dan kekurangan (Mindess. kadar masing-masing bahan (air. sedangkan 120 MPa bisa dikategorikan sebagai beton bermutu ultra tinggi (Supartono. Berdasarkan perumusan masalah tersebut. Pada tahun 1960an hingga awal 1970an. 2. agregat. Adapun kelebihannya adalah mudah dicetak. keliatan rendah. disebut mutu tinggi untuk kuat tekan diatas 50 MPa. Dengan demikian penggunaan mikrosilika pada umumnya akan memberikan sumbangan yang lebih efektif pada kinerja beton. volumenya tidak stabil. diperoleh dengan membuat suatu campuran yang mempunyai proporsi tertentu dari semen. Young.rata partikel semen. Nilson. effisien. silicafume) dalam campuran. maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk merancang campuran beton mutu tinggi dengan bahan tambah superplasticizer dan silicafume. 1993). koral atau agregat lainnya. tahan lama. dan air untuk membuat campuran tersebut menjadi keras dalam cetakan sesuai dengan bentuk dan dimensi struktur yang diinginkan. Saat ini. dan 80 MPa sebagai beton mutu sangat tinggi. ternyata kriteria beton mutu tinggi juga selalu berubah sesuai dengan kemajuan tingkat mutu yang berhasil dicapai. beton dengan kuat tekan 30 MPa sudah dikategorikan sebagai beton mutu tinggi. 1998). ekonomis. nilai slump. 1981). dapat diproduksi ditempat. terutama untuk beton bermutu sangat tinggi. Semen bereaksi secara kimiawi untuk mengikat partikel agregat tersebut menjadi suatu masa yang padat (Winter. Sesuai dengan perkembangan teknologi beton yang demikian pesat. Dengan penambahan zat additive tersebut ditargetkan kuat tekan yang dicapai > 60 MPa untuk benda uji silinder berdiameter 150 mm x 300 mm pada umur 28 hari. superplasticizer. 4 . dan mempunyai kuat desak yang tinggi. Beton Kekurangan dan Kelebihannya. pasir. semen.

f. d. Faktor air semen (fas. e. Kualitas agregat kasar (batu pecah/koral). Dengan demikian semakin besar volume faktor air-semen (fas) semakin rendah kuat tekan betonnya. w/c) yang rendah. Faktor air semen yang rendah. Pemadatan dengan Vibrator Pemadatan dengan tangan Kuat tekan beton Pemadatan penuh Tidak cukup padat Rasio w/c Gambar 1. yang didukung oleh koordinasi operasional yang optimal. seperti tampak pada Gambar 1. Hubungan antara kuat tekan dan fas (w/c) (Neville A. c. w/c) adalah angka yang menunjukan perbandingan antara berat air dan berat semen. Pengawasan dan pengendalian yang ketat pada keseluruhan prosedur dan mutu pelaksanaan. Kualitas agregat halus (pasir). yaitu rasio berat air terhadap berat total semen dan aditif cementitious. Faktor Air Semen. ada beberapa faktor utama yang bisa menentukan keberhasilan pengadaan beton bermutu tinggi. Prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton. dengan tujuan untuk mengurangi seminimal mungkin porositas beton yang dihasilkan.M. merupakan faktor yang paling menentukan dalam menghasilkan beton mutu tinggi. Pada beton mutu tinggi dan sangat tinggi. yang umumnya ditambahkan pada campuran beton mutu tinggi. terutama bila berhubungan dengan tuntutan mutu dan keawetan yang tinggi. pengertian w/c bisa diartikan sebagai water to cementitious ratio. Faktor air semen (fas. b.4. diantaranya adalah : a. Penggunaan admixture dan aditif mineral dalam kadar yang tepat. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Mutu dan Keawetan Beton Pada umumnya. 5. 1981) 5 ..

Untuk mengatasi kesulitan pemadatan dapat digunakan alat getar (vibrator) atau dengan bahan kimia tambahan (chemical admixture) yang bersifat menambah kemudahan pengerjaan (Tjokrodimuljo. hal ini bisa menimbulkan kesulitan dalam mengontrol kadar air total pada beton segar. Kualitas agregat kasar yang dapat menghasilkan beton mutu tinggi adalah : a.30) kekuatan beton menjadi lebih rendah.2 (Jianxin Ma dan Jorg Dietz. Tekstur halus (smooth texture).5 s/d 3. Kualitas agregat halus yang dapat menghasilkan beton mutu tinggi adalah : a. dan bisa mengakibatkan kekurang teraturan (irregularity) dan deviasi yang besar pada mutu dan dan nilai slump beton yang dihasilkan. Untuk membuat beton bermutu tinggi faktor air semen yang dipergunakan antara 0. 2002). b. Berbentuk bulat. akan tetapi karena kesulitan pemadatan maka dibawah fas tertentu (sekitar 0.28 sampai dengan 0. 1992). 7.38.Dari gambar 1 tampak bahwa idealnya semakin rendah fas kekuatan beton semakin tinggi. Akan sangat baik bila bisa digunakan agregat kasar dengan tingkat penyerapan air (water absorption) yang kurang dari 1 %. e. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa porositan rendah akan menghasilkan suatu adukan yang seragam (uniform). Sedangkan untuk beton bermutu sangat tinggi faktor air semen yang dipergunakan lebih kecil dari 0. 6. Porositas rendah. 1990). Bila tidak. Kualitas agregat halus (pasir). c. d. sensor kadar air secara ketat pada setiap group agregat yang akan dipakai merupakan suatu tahapan yang mutlak perlu dikerjakan. dalam arti mempunyai keteraturan atau keseragaman yang baik pada mutu (kuat tekan) maupun nilai slumpnya. Kualitas Agregat Kasar. menurut hasil penelitian menunjukan bahwa pasir dengan modulus kehalusan 2. Bersih. 6 . Karenanya. Modulus kehalusan (fineness modulus).0 pada umumnya akan menghasilkan beton mutu tinggi (dengan fas yang rendah) yang mempunyai kuat tekan dan workability yang optimal (Larrard. Gradasi yang baik dan teratur (diambil dari sumber yang sama). karena betonnya kurang padat akibat kesulitan pemadatan.

Sebab bahan admixture dan aditif jika dicampur dengan kadar yang tidak tepat hasilnya akan sebaliknya. 8. e. Gradasi yang baik dan teratur (diambil dari sumber yang sama). Hasil penelitian penggunaan Superplasticizer (dalam hal ini digunakan sikamen-163. sehingga bisa dihasilkan kinerja pengecoran beton yang baik. c. d.28 dan nilai slump awal = 1. Ketepatan dosis penambahan Superplasticizer umumnya perlu dibuktikan dengan membuat campuran percobaan (trial mixes) dengan beberapa variasi dosis penambahan Superplasticizer hingga mendapatkan hasil yang optimum dalam memenuhi syarat kelecakan yang direncanakan. yaitu tidak meningkatkan kuat tekannya akan tetapi dapat menurunkan. dan Mikrosilika (silicafume) dengan kadar yang tepat. Bentuk fisik agregat. Superplasticizer atau high range water reducer dalam hal ini mutlak diperlukan karena kondisi fas yang umumnya sangat rendah pada beton mutu tinggi atau sangat tinggi. Pozzofume (super fly ash). Namun dalam segala hal. penggunaan Superplasticizer perlu sesuai dengan standard ASTM-C 494-81 tipe F. Sika Nusa Pratama). Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa pemakian agregat yang lebih kecil (< 15 mm) bisa menghasilkan mutu beton yang lebih tinggi (Larrard. produk PT. 1990). menunjukan peningkatan nilai slump yang memuaskan pada fas yang rendah (fas = 0. Hal ini tidak lain adalah karena bentuk kubikal dan tajam bisa memberikan daya lekat mekanik yang lebih baik antara batuan dengan mortar.5 cm). untuk bisa mengontrol dan menghasilkan nilai slump yang optimal pada beton segar (workable). Untuk menghasilkan beton dengan mutu (kuat tekan beton) tinggi dibutuhkan Superplasticizer (high range water reducer) dan Aditif mineral yang bersifat cementitious yaitu berupa : Abu terbang (fly ash). yaitu mencapai 7 . Ukuran maksimum agregat. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa batu pecah dengan bentuk kubikal dan tajam ternyata menghasilkan mutu beton yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kerikil bulat (Larrard. Namun pemakaian agregat kasar dengan ukuran maksimum 25 mm masih menunjukan tingkat keberhasilan yang baik dalam produksi beton mutu tinggi. 1990).b. Bersih dan kuat tekan hancur yang tinggi. Penggunaan admixture dan aditif mineral dalam kadar yang tepat.

f.5 cm pada pemanbahan Superplasticizer dengan dosis 1.25 %. 9. dengan kadar kandungan senyawa silica-dioksida (Si O2) yang sangat tinggi (> 90 %).nilai slump 9. Pengadukan (mixing). d. Dengan demikian penggunaan mikrosilika pada umumnya akan memberikan sumbangan yang lebih efektif pada kinerja beton. Pengecoran (placing). Perawatan (curing). Uji material (material testing). Mikrosilika (Silicafume) merupakan aditif yang sangat baik untuk digunakan dalam pembuatan beton mutu tinggi dan sangat tinggi. 8 . Pangangkutan (transportating).5 cm pada penambahan Superplasticizer dengan dosis 2 % (Supartono. Mikrosilika ini juga bersifat pozzolan (bahan yang mempunyai kandungan utama senyawa silika/silika dioksida dan alumina). nilai slump 12. Bahan atau Materi Penelitian. yang merupakan produk sampingan sebagai abu pembakaran dari proses pembuatan silicon metal atau silicon alloy dalam tungku pembakaran listrik. b. e. Prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton. Sensor dan pengelompokan material (material sensor and grouping). Disamping itu pengawasan dan pengendalian yang ketat pada keseluruhan prosedur dan mutu pelaksanaan. (2) Agregat kasar yang digunakan ialah agregat yang dipecah (split) asal Clereng Kulon Progo. 10. yaitu sekitar 1/100 ukuran rata-rata partikel semen. dan ukuran butiran partikel yang sangat halus. terutama untuk beton bermutu sangat tinggi. Metode Penelitian a. 1998). Penakaran dan pencampuran (batching). c. Untuk menghasilkan beton bermutu tinggi maka dibutuhkan prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton yang meliputi : a. (1) Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen portland normal (type I) merek Nusantara kapasitas 40 kg. g. yang didukung oleh koordinasi operasional yang optimal.

cethok dan talam. digunakan untuk mengukur nilai slump dari beton segar. 0. 0. (2) Cetakan beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.60 mm. digunakan untuk mengukur waktu saat pengisian terakhir beton yang telah diratakan dengan saat kerucut diangkat. (6) Air yang memenuhi syarat dan layak diminum dipakai sebagai campuran beton. untuk menakar volume air. berat jenis dan memeriksa kadar lumpur pasir. (4) Superplasticizer yang digunakan adalah sikamen NN type F. Pelaksanaan penelitian dimulai dari pemeriksaan bahan susun hingga pengujian kuat tekan benda uji.18 mm. digunakan untuk mengukur dimensi dari alat-alat dan benda uji yang digunakan. 2. untuk menguji tingkat keausan agregat kasar. (1) Mesin uji tekan beton berkapasitas maksimum 2000 KN. Secara garis besar penelitian meliputi : 9 .30 mm. Sika Nusa Pratama. (7) Gelas ukur. Alat. diambil dari tempat pelaksanaan pembuatan benda uji. Pelaksanaan Penelitian. (5) Timbangan. c.75 mm. (6) Mesin Los Angeles. (9) Cangkul.52.36 mm. (8) Krucut Abrams dengan ukuran diameter atas 100  3 mm. (10) Mistar dan kaliper. 9. (5) Silicafume yang digunakan produk dari PT.15 mm. 1. 0. (11) Stop watch. diameter bawah 200  3 mm. tinggi 300  3 mm dan baja penumbuk. Sika Nusa Pratama. digunakan untuk mengeringkan sampel dalam pemeriksaan bahan-bahan yang akan digunakan dalam campuran beton. digunakan untuk menampung dan menuang adukan beton ke dalam cetakan. (4) Oven.(3) Agregat halus yang digunakan ialah agregat alami asal Merapi. 4. produk PT. (3) Saringan/ayakan.52 mm. dengan ukuran 19. untuk mengetahui berat dari bahan-bahan penyusun beton. b.

5 %.5 %. Pengambilan benda uji beton segar.(1). 0. semen. pemeriksaan keausan agregat kasar. kemudian untuk pengujian lanjutan sebanyak 5 x 4 = 20 benda uji sehingga jumlahnya 44 benda uji. 10% dan 15% terhadap berat semen. pasir. Kemudian penelitian selanjunya hanya digunakan superplastisizer dengan kadar optimum saja. (4). (6). Agar menghasilkan fas yang tetap maka jumlah semen yang dipergunakan dikurangi dengan besarnya bahan tambah. Metoda yang dipakai dalam perencanaan bahan susun beton pada penelitian ini adalah Cara ”The British Mix Design Method“ yaitu perencanaan standar yang dipakai di Indonesia oleh 10 . Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Pemeriksaan berat satuan agregat halus (pasir). 1 %. Perancanagan bahan susun beton yang berupa : air. (2). Pengujian Slump dan Pembuatan benda uji dan perawatan. 5%. dan 2. dan Silicafume. (3). Kemudian jumlah air dikurangi sesuai dengan besarnya kadar Superplasticizer yaitu sebesar 0 %. Pemeriksaan kadar lumpur agregat halus. Pemeriksaan bahan susun silicafume : Pemeriksaan kadar air silicafume dan Pemeriksaan kehalusan butiran silicafume. (5). pemeriksaan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. Pemeriksaan kadar air agregat kasar. Pemeriksaan kadar lumpur agregat kasar. pemeriksaan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. dan Pemeriksaan berat satuan agregat kasar. dengan jumlah setiap samplenya sebanyak 4 buah benda uji. 2 %. maka jumlah sample untuk pengujian awal sebanyak 6 x 4 = 24 benda uji. Faktor air semen (fas) dasar yang dipakai didalam penelitian disesuaikan dengan kebutuhan hidrasi semen yaitu sebesar 0. pemeriksaan kadar air agregat halus. Pengujian berat jenis dan kuat tekan benda uji. Kadar silicafume yang dipergunakan yaitu sebesar 0%. koral. Superplasticizer. Pemeriksaan bahan susun agregat kasar : Pemeriksaan gradasi agregat kasar (split).5 %.30 (misalnya untuk semen sebesar 750 kg maka air sebesar 225 liter). Pemeriksaan bahan susun agregat halus : Pemeriksaan gradasi agregat halus (pasir). Dari hasil pengujian tersebut akan didapat kadar superplastisizer optimum. 1.

Disamping itu diuji juga nilai slump baik pada beton normal maupun beton yang diberi bahan tambah superplastiziser maupun silicafume. Dari hasil tersebut akan diketahui kinerja beton mutu tinggi terhadap nilai slump nya. Dari hasil pengujian pasir di laboratorium didapat : modulus halus butir sebesar 3. kadar air agregat kasar SSD rata-rata sebesar 0.SNI.65 gr/cm3. Cara Analisis.67 gr/cm3.86 %.Departemen Pekerjaan Umum. dan silicafume.64 gr/cm3.5 %. superplastisizer. Butiran yang lolos menembus saringan no.47%. 11. Hasil nilai kuat tekan beton yang dihasilkan pada pengujian beton normal dipakai sebagai acuan/pembanding terhadap hasil nilai kuat tekan beton yang telah diberi bahan tambah superplastiziser maupun silicafume.28 gr/cm³. kadar air sebesar 1. berat jenis kering muka (SSD) sebesar 2. kadar air pada kondisi SSD sebesar 1 %.032834-1992 dengan judul “Tata Cara dan Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”.15 mm) adalah sebesar 82. kadar lumpur sebesar 0. yang dijelaskan dengan rinci pada buku Standar SK.57 %. dan kadar lumpur sebesar 0. Kemudian dibuat grafik hubungan antara kadar superplastiziser maupun silicafume terhadap kuat tekannya. agregat halus (pasir). 1. Hasil dan Pembahasan a. berat jenis pasir kering/curah sebesar 2.5 %. keausan agregat kasar sebesar 42. Kemudian dibuat grafik hubungan antara nilai slump terhadap kuat tekannya. Bahan susun yang dipergunakan meliputi : agregat kasar (koral).26 gr/cm³. Pemeriksaaan Bahan Susun. Dari hasil tersebut akan didapat proporsi campuran bahan pembentuk beton yang menghasilkan kuat tekan yang paling optimum. Begitu juga terhadap silicafume.62 %. dari hasil tersebut akan diketahui pada kadar berapa persen sehingga menghasilkan kuat tekan beton optimum. 11 . air. berat satuan batu SSD sebesar 1.35 dan termasuk gradasi untuk daerah no. semen. pada kadar silicafume berapa persen sehingga dapat menghasilkan kuat tekan beton optimum. Hasil pengujian koral didapat : berat jenis kering sebesar 2. penyerapan air dalam kondisi kering sebesar 0. d.100 (0. Secara umum dari hasil pengujian bahan susun tersebut memenuhi syarat untuk pembuatan beton. berat satuan pada kondisi kering muka (SSD) sebesar 1.89 %.43 gr/cm³. Hasil pengujian silicafume didapat : Berat jenis sebesar 1.

40 Berat Koral (kg) 705.25 191.60 705.40 764.26 0.75 33. 5%.0% 2.50 675.56 208.69 191.3.0% Air (liter) 191. dengan fas sebesar 0. didapat kuat tekan optimum sebesar 2%.0% 20.25 191.27 0. Kebutuhan bahan susun beton tanpa silicafume tiap 1 meter kubik Kadar Superplastiziser (%) 0. Hasil Perencanaan Campuran Beton Kuat tekan beton tanpa superplastisizer direncanakan sebesar 42 MPa.40 705.60 764.60 705.75 37. dan 20% terhadap berat semen.40 764. sehingga pembuatan benda uji berikutnya dipergunakan kadar superplastiziser sebesar 2%.60 705.0% 2. Kebutuhan bahan susun beton tiap 1 meter kubik Kadar Kadar Silicafume Superplastiziser (%) (%) 0.0% 5. 15%. Tabel 2.00 712.0% 15.75 42.d.40 705.60 764. dengan kadar silicafume bervariasi sebesar 0%.19 750 750 750 750 750 750 Berat Pasir (kg) 764.60 12 . kebutuhan bahan susun untuk setiap meter kubik beton disajikan dalam Tabel 1. Berdasarkan metode SK-SNI 03-2834-1992.0% 2.40 705.30 0.40 764.50 600.b. Tabel 1.31 33. 10%.60 705.81 0 8.40 705.0% 2.75 33. Dengan adanya bahan tambah superplastisizer maka fas akan menurun.13 199.00 112.40 705.0% 1.25 182.40 764.75 33.88 25. Dari Tabel 1 tersebut diharapkan menghasilkan kadar superplastisizer optimum terhadap kuat tekannya.25 Volume Berat Superplastiziser Silacafume Semen (liter) (kg) (kg) 33.0% 0.25 191. Hasil selengkapnya disajikan selengkapnya pada Tabel 2.28 0.00 637.5% 2.0% 2.44 16. sehingga diharapkan kuat tekannya lebih besar dari yang direncanakan.50 75.60 705.00 216.75 33.29 0.60 764.5% 1.40 764.50 150.00 Berat Pasir (kg) Berat Koral (kg) 764.00 750.24 Setelah diadakan uji kuat tekan beton sebagaimana dibahas pada 11.60 764.0% 2.0% 10. dengan menurunnya fas maka akan menghasilkan kuat tekan yang lebih besar.60 fas 0.5% Volume Berat Air Superplastiziser Semen (liter) (liter) (kg) 225.25 191.

0% 2.80 12.19 750 750 750 750 750 750 Berat Pasir (kg) 764.0% 10.60 Tabel 4.60 705.60 705. Kemudian hasil uji slump dengan menggunakan silicafume sebesar 2% disajikan dalam Tabel 4.25 182.70 13.00 750.25 191.20 9.5% 2.0% 2. 13 .60 705.75 33.40 764.00 637.25 33.40 764.00 216.70 9.50 150.90 12.90 9.40 Slump Slump rata-rata (cm) (cm) 12.60 Slump Slump rata-rata (cm) (cm) 2.0% 15.10 9.75 37.44 16.10 11. Hasil Uji Slump Beton Segar Setiap benda uji diadakan 2 kali pengujian slump.75 33.00 Berat Pasir (kg) 764.10 13.00 112. yang mengatakan bahwa semakin besar kadar superplastisizer maka nilai slump akan semakin meningkat.30 8.0% 2.56 208.5% 225.10 9.40 764.60 705.13 199.60 705.30 2.60 705. Hasil uji slump tanpa menggunakan silicafume disajikan dalam Tabel 3.c.0% 2.35 9.75 33. didapat bahwa semakin besar kadar superplastisizer semakin meningkat nilai slump-nya.60 705.50 75.31 33.10 8.40 764.50 11.50 675.60 705.50 600.00 Berat Koral (kg) 705.20 6.60 705.0% 0.80 9.20 14.40 764.75 42.5% 1.75 33. Tabel 3.85 Dari Tabel 3.81 0 8.0% 191.00 712.69 191. Hasil uji slump beton segar dengan kadar superplastiziser 2 % Kadar Kadar Volume Berat Silicafume Superplastiziser Air Superplastiziser Silacafume Semen (%) (%) (liter) (liter) (kg) (kg) 0. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Supartono (1998).0% 20.90 7.40 764.15 7.25 6.25 191.20 8.50 7.25 191.0% 5.70 13.80 12.20 8.40 764. kemudian dari 2 kali pengujian ini diambil nilai slump rata-rata.90 11.90 13.88 25.25 191.60 2.0% 1.40 764.0% 2.30 9.0% 2.40 764. Hasil uji slump beton segar tanpa silicafume Kadar Volume Berat Superplastiziser Air Superplastiziser Semen (%) (liter) (liter) (kg) 0.10 7.40 Berat Koral (kg) 705. Hal tersebut dikarenakan dengan semakin besar kadar superplastisizer maka beton akan semakin lecak (mudah dikerjakan).

5% 2.5% 0.79 176.98 14. . fc’ = -26231 SP2 + 1047.85 51. atau dapat digambarkan grafiknya sebagaimana tergambar pada Gambar 2.9 .98 14.00 15.57 39.31 2 Beban Maksimum (kN) 67220 68900 73790 72350 91920 80350 85030 81300 69590 89250 87340 88250 91670 92080 79340 90140 96900 94790 87230 91670 90700 90500 89450 86300 fc' (MPa) 37.98 51.5% 2.34 51.55 177.48 49.31 176.99 14. Hal tersebut diakibatkan karena silicafume lebih banyak menyerap air jika dibandingkan dengan semen.95 fc' rata-rata (MPa) 39. .02 15. .0% 2.02 176.03 14.29 49.17 39.03 42.97 14.10 51.26 50.02 15.0% 2.5% 1.55 176. .99 14.55 174. .16 45.26 176.00 15.94 47.5% 1.0% 2. (1) dimana fc’ adalah kuat tekan beton (MPa) dan SP adalah superplastisizer (%).19 40.62 49.31 176. didapat bahwa semakin besar kadar silicafume semakin menurun nilai slump-nya.79 176.79 177.5% 0.Dari Tabel 4.94 47. .01 15.91 176.93 45.20 177.5% Diameter (cm) 15. Hasil Uji Kuat Tekan Beton Umur 28 hari Tanpa Silicafum.0% 2. . .99 15.79 176.0% 0.98 15. d. Tabel 5.02 15.0% 0.00 14.09 14.26 176.26 177.5% 1.5% 0.30 50. Pengaruh Kadar Superplastisizer Terhadap Kuat Tekan Beton Hasil uji kuat tekan beton tanpa menggunakan silicafume disajikan selengkapnya pada Tabel 5.0% 0.73 177. . .5% 2.31 176.00 50. .04 15.0% 1.3 SP + 40.91 176.51 14 .00 14.5% 2.23 46.52 53.0% 1.31 178.27 49.5% 1.98 14.0% 0.58 54.79 51.85 52.49 176.73 48.47 50. .45 48. .98 15.08 176. dan hasil persamaannya sebagaimana ditulis pada persamaan 1. .e Kadar Superplastiziser (%) 0.92 14.0% 1.90 52.06 15.99 14.31 177.55 176. .0% 1.98 Luas (cm ) 178. . sehingga adukan menjadi lebih kering yang kemudian mempengaruhi nilai slump beton segar menjadi semakin rendah sesuai dengan kadar silicafume yang ditambahkan.

dan kadar silicafume bervariasi disajikan selengkapnya pada Tabel 6. dengan slump sebesar 12.15.8 SC2 + 235. Pengaruh kadar superplastisizer terhadap kuat tekan beton.0% 1.67 air : 22.489 R2 = 0.23 SC + 53.07x + 40. namun sampai dengan kadar 2 % kuat tekan beton semakin kecil. .65 pasir : 20.35 MPa. .0% Kuat Tekan (MPa) y = -21793x2 + 991. atau dapat digambarkan grafiknya sebagaimana tergambar pada Gambar 3. . e.22 semen : 22. . yaitu sebesar = 1 superplastisizer : 5. . dan berdasarkan persamaan 1 didapat nilai kuat tekan beton optimum sebesar 51. .5% 1. . Dari gambar 2 tersebut terlihat bahwa semakin besar kadar superplastisizer semakin besar kuat tekannya. . Berdasarkan Tabel 3 Perbadingan berat bahan susun beton tanpa silicafume dengan kadar superplastisizer 2%.90 cm (berdasarkan Tabel 3). 15 . . fc’ = -1161. dan persamaannya sebagaimana ditulis pada persamaan 2. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kuat tekan optimum didapat pada kadar superplastisizer 2%.5% Kadar Superplastisizer Gambar 2.5% 2.4151 0. (2) dimana fc’ adalah kuat tekan beton (MPa) dan SC adalah silicafume (%). . . Pengaruh Kadar Silicafume Terhadap Kuat Tekan Beton Hasil uji kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan kadar superplastisizer sebesar 2%.Pengaruh superplastisizer terhadap kuat tekan 55 53 51 49 47 45 43 41 39 37 35 0. . . .91 koral.0% 2. . .

32 65.37 176.02 175.00 14.67 Dari gambar 3 tersebut terlihat bahwa semakin besar kadar silicafume semakin besar kuat tekannya.38 57.65 pasir : 20.61 59. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kuat tekan optimum didapat pada kadar silicafume 10%.39 66.77 61.79 176.97 15.00 15.79 176.00 14.99 Luas (cm ) 177.79 176.16 69.48 49.65 53.22 silicafume : 20 semen : 22.45 56.04 15.08 177.08 176.98 67.79 176.97 14.Tabel 6.73 177. dengan slump sebesar 9. yaitu sebesar = 1 superplastisizer : 5.52 53.32 54.08 176.79 176.16 54.02 15.02 15.20 cm (berdasarkan Tabel 4).01 14.73 177.94 14.06 MPa.26 176.00 55. 16 .64 65.32 60.00 15. Hasil Uji Kuat Tekan Beton Umur 28 hari dengan kadar superplastisizer 2 % dan Silicafume bervariasi Kadar Silicafume (%) 0% 0% 0% 0% 5% 5% 5% 5% 10% 10% 10% 10% 15% 15% 15% 15% 20% 20% 20% 20% Diameter (cm) 15.97 15.26 176.79 176.00 14.08 177.69 56.55 2 Beban Maksimum (kN) 96900 94790 87230 91670 109200 108100 117250 115050 120500 122950 113050 105670 99930 118650 100850 105450 94110 99540 95470 97260 fc' (MPa) 54.79 176.83 63. dan berdasarkan persamaan 2 didapat nilai kuat tekan optimum sebesar 65.08 68.00 14.85 61.08 176.30 63. Berdasarkan Tabel 4 Perbadingan berat bahan susun beton dengan kadar superplastisizer 2% dan silicafume 10%.00 15.97 15.04 15.79 176.09 fc' rata-rata (MPa) 52.28 59. namun sampai dengan kadar 10% kuat tekan beton semakin kecil.34 51.00 15.97 15.67 air : 2.91 koral.

22 semen : 22.0% 17. dan pembahasan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa 17 . Pengaruh kadar silicafume terhadap kuat tekan beton.06 MPa dengan kadar siilicafume 10%.Pengaruh silicafume terhadap kuat tekan 75 70 y = -1161. Kuat tekan beton optimum tanpa silicafume yang dapat dicapai sebesar 51. 4.90 cm. dan slump sebesar 12. kadar superplastisizer 2%.5% 5. namun masih termasuk beton mutu tinggi (> 60 MPa).5% 10. 2. Kesimpulan Dari hasil analisis kesimpulan sebagai berikut : 1.8x 2 + 235.0% Kadar Silicafume Gambar 3.65 pasir : 20. Kesimpulan dan Saran a.0% 12.23x + 53.156 R2 = 0. Perbandingan berat bahan susun beton optimum tanpa silicafume dengan kadar superlastisizer 2% adalah 1 superplastisizer : 5.0% 2.91 koral.5% 15.5% 20. 3. 12.35 MPa dengan kadar superplastisizer sebesar 2%.0% 7.6986 Kuat Tekan (MPa) 65 60 55 50 45 0. dan slump sebesar 9. Kuat tekan beton optimum yang dapat dicapai sebesar 65.67 air : 22.20 cm. Kuat tekan beton dengan mutu sangat tinggi (> 80 Mpa) belum dapat dicapai.

1990. 1990. Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar . yayasan LPMB. 4. 13.5. Bandung. Metode Pengujian Tentang Ana-lisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. 2. 1992. SK SNI 03-1968-1990 . Bandung. DPU. 14. maka perlu diadakan penelitian dengan bahan susun yang mempunyai kualitas lebih baik. yayasan LPMB. 18 . 2. 4. SK SNI 03-2417-1991 . DPU. 7. Untuk mendapatkan beton yang lebih baik lagi maka dapat diadakan penelitian tentang pengaruh faktor air semen terhadap kuat tekan beton. Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus . yayasan LPMB. maka perlu diadakan penelitian tentang pengaruh kuat tekan beton terhadap umur. 6. 1990. Perbandingan berat bahan susun beton optimum dengan kadar silicafume 10% dan superlastisizer 2% adalah 1 superplastisizer : 5. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Untuk Beton Normal. DPU. Bandung. 1. Saran. SK SNI 031970-1990 . Untuk mengetahui perbandingan kuat tekan pada umur 3. DPU. Daftar Pustaka 1. 1990. SK SNI 031969-1990 . 5. Bandung.65 pasir : 20. 5. yayasan LPMB. SK SNI 03-2834-1992. yayasan LPMB. 1990. Bandung. b. Untuk mendapatkan beton mutu sangat tinggi (dengan kuat tekan > 80 MPa). 3.22 silicafume : 20 semen : 22. 3. Untuk mendapatkan beton yang lebih baik lagi maka dapat diadakan penelitian tentang pengaruh gradasi agregat kasar terhadap kuat tekan beton. bahkan jika waktunya memungkinkan dapat diadakan sampai dengan umur 90 hari. DPU. Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles .91 koral. Untuk mendapatkan beton yang lebih baik lagi maka dapat diadakan penelitian tentang pengaruh modulus kehalusan agregat kasar terhadap kuat tekan beton.67 air : 2. dan 21 hari. yayasan LPMB. Metode Pengujian Kadar Air Agregat . Bandung. SK SNI 03-1971-1990 . DPU.

SK SNI 03-2458-1991. Supartono. 1990. 19 .. SK SNI 03-1973-1990 . Teknologi Beton. Concrete.. Metode Pengujian Slump Beton. 2002. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Mengenal dan Mengetahui Permasalahan pada Produksi Beton Berkinerja Tinggi. Prentice–Hall. Bandung. Bandung. Metode Pengujian Berat Isi Beton. Bandung. DPU. 14. 1990. 8. McGraw Hill Book Company Inc. Bandung. DPU. 18. UI. DPU. New York. 16. Young. Gramedia. F. yayasan LPMB. S. yayasan LPMB. K. inc. yayasan LPMB. 15. 1992. 1993.. DPU. 1998. SK SNI 03-2493-1991. yayasan LPMB. 9. Mindess. Jakarta. J. Virginia. D. New Jersey.X. Metode Pengujian Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton Segar. 1990. Bandung. Development of Concrete Shrinkage Performance Specifications. 1981. 2002. 1990. Winter. DPU.. 17. 11. yayasan LPMB. yayasan LPMB. Universität Leipzig. Dissertation submitted to the Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University In partial fulfillment of the requirements for the degree of. Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. Bandung. F. SK SNI 03-2493-1991. artikel ilmiah. SK SNI 03-1974-1990. SK SNI 03-1972-1990. yayasan LPMB.M. 13. Jianxin Ma dan Jorg Dietz. Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium.. 19. Mokarem. Ultra High Performance Self Compacting Concrete. Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. Tjokrodimuljo. Englewood Clifs.. SK SNI 03-2493-1991. Yogyakarta. Bandung. Nilson. 1990. DPU. 1991. 10.7. Design Of Concrete Structures. 12. 1990. G.. Institut für Massivbau und Baustofftechnologie. Arthur H. DPU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful