P. 1
Budaya Organisasi Perusahaan

Budaya Organisasi Perusahaan

|Views: 3,992|Likes:
Published by Dik Bull

More info:

Published by: Dik Bull on Feb 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

Budaya Organisasi Perusahaan

Pendahuluan

Pada dasarnnya setiap perusahaan maupun kehidupan sehari memiliki budaya organisasinya masing-masing. Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.

Budaya organisasi berkaitan erat dengan pemeberdayaan karyawan (employee empowerement) di suatu perusahaan. Semakin kuat budaya organisasi, semakin besar dorongan para karyawan untuk maju bersama dengan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, pengenalan, penciptaan, dan pengembangan budaya organisasi dalam suatu perusahaan mutlak diperlukan dalam rangka membangun perusahaan yang efektif dan efisien sesuai dengan misi dan visi yang hendak dicapai. Dengan demikian antara budaya organisasi dan budaya perusahaan saling terkait kareana keduakeduanya ada kesamaan, meskipun dalam budaya perusahaan terdapat hal-hal khusus seperi gaya manajemen dan system manajemen dan sebagainya, namun semuanya masih tetap dalam rangkaian budaya organisasi

softskill

Page 1

Pengertian Budaya Organisasi
Budaya perusahaan adalah aturan main yang ada dalam perusahaan yang akan menjadi pegangan dari SDM²nya dalam menjalankan kewajibannya dan nilai-nilai untuk berprilaku di dalam organisasi tersebut. BP sebagai rantai yang mengikat ujung-ujung tombak sehingga hal tersebut mengarahkan segala kekuatan menjadi satu tujuan terasa benar-benar kekuatannya.

Perkembangan Budaya Perusahaan
1. Budaya perusahaan adalah hal-hal yang dikerjakan dalam satu perusahaan. 2. Budaya perusahaan adalah asumsi-asumsi dasar. 3. Rekayasa budaya perusahaan sebagai alat untuk meraih kemajuan, Budaya perusahaan sebagai andalan daya saing. 4. Budaya perusahaan bagian dari strategi perusahaan dalam meraih kemajuan.

Kaitan Strategi, Stuktur, Kultur ? Strategi : Bagaimana orang mencapai suatu tujuan. Struktur : Apakah struktur organisasi mendukung pencapaian tujuan? Kultur : Bagaimana tindakan yang benar untuk mencapai tujuan.

softskill

Page 2

MEMBENTUK BUDAYA PERUSAHAAN
Elemen Kunci 1. Lingkungan 2. Nilai-nilai 3. Kepahlawanan 4. Upacara-upacara 5. Network Sumber-sumber Budaya Organisas Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: 1. Pengaruh umum dari luar yang luas Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi. 2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan. 3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

softskill

Page 3

Fungsi Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut : a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain. b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang. d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan. e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Ciri-ciri Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah: 1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko. 2. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail. 3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut. 4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu. 5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu. 6. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan. 7. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

softskill

Page 4

Tipologi Budaya

Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :

1. Akademi Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.

2. Kelab Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.

3. Tim Bisbol Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.

4. Benteng Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan

softskill

Page 5

Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 : 289).

Budaya Organisasi Perusahaan Tionghoa
Dan berikut ini adalah bentuk lain dari kebudayaan organisasi perusahaan di setiap tempat daerah dan Negara memiliki orientasi yang berbeda mengenai buadaya organisasi. Etnik Tionghoa merupakan populasi terbesar di dunia saat ini, dan secara tradisional merupakan entrepreneur ² pemilik usaha ² yang berhasil di belahan bumi manapun. Banyak sekali kajian yang dilakukan untuk menilai mengapa wirausahawan Tionghoa memperoleh sukses. Karakteristik personal, gaya manajerial serta nilai-nilai sosial dan kultural memberikan kontribusi kepada wirausahawan Tionghoa secara umum.

Bisnis usahawan Tionghoa perantauan secara umum bercorak perusahaan keluarga-atau sering disebut Chinese Family-Owned Entreprise dan di Asia diperkirakan mencapai 80 persen perusahaan baik yang berskala menengah sampai besar. Kontribusi perusahaan keluarga Tionghoa terhadap pertumbuhan ekonomi Asia dapat diperkirakan berdasarkan keberhasilan pertumbuhan bisnis keluarga tersebut antar generasi. Wirausahawan Tionghoa cenderung bersifat dinamis sekaligus pragmatis, fleksibel dan pandai membaca arah angin dan menempatkan diri serta ulet. Hal ini sangat membantu mereka bertahan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif bahkan dalam kondisi turbulence sekalipun. Mereka mampu dan mau melayani dan mengembangkan efisiensi dan membina hubungan dengan pelanggan dan stakeholders lainnya dengan tetap menempatkan diri secara hati-hati. Gaya manajemen Tionghoa sangat menekankan human relationship. Bahkan secara spesifik hubungan bisnis Tionghoa biasanya didasarkan persahabatan, kesetiaan dan kepercayaan lebih jauh lagi. Pada level usaha kecil, bisnis Tionghoa lebih didasarkan rasa saling percaya antara pekerja dengan pemilik, dari pada kontrak kerja. Pada banyak perusahaan keluarga milik pengusaha Tionghoa, menjalankan bisnis keluarga dan mengikutsertakan hubungan keluarga ke dalam perusahaannya. Bahkan pada level perusahaan yang sudah go international sekalipun hal ini kerap terjadi.

softskill

Page 6

Budaya Organisasi Tionghoa

Manajemen dan gaya bisnis perusahaan keluarga Tionghoa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Confusians, di antaranya adalah orientasi manajemen lebih mengedepankan kepada prestasi bersama, ketidakpercayaan manajer kepada kemampuan bawahan, munculnya kerjasama berdasarkan kepatuhan serta sangat mementingkan hubungan dan keserasian. Manajer memegang teguh prinsip orientasi kelompok atau kepentingan bersama. Prestasi individual dianggap sebagai hasil kelompok yang menyebabkan manajer Tionghoa menganut etika manajemen non kompetitif.Di dalam banyak perusahaan keluarga Tionghoa, manajer tidak sepenuhnya mempercayai bawahan. Hal ini antara lain karena alasan nilai hierarkis. Mereka menganggap organisasi perusahaan sebagai sistem keluarga yang menempatkan dan memperlakukan bawahan sebagai ´anak-anakµ yang harus bergantung dan tidak pernah dapat dipercayai sepenuhnya oleh ´orangtuaµ. Manajer dipandang sebagai ´orangtuaµ yang harus menjaga dan mengawasi ´anakanakµ. Banyak perusahaan Tionghoa dijalankan oleh satu figur ayah yang kuat. Sebagian manajer menganggap bawahan mereka secara psikologis tidak cukup matang untuk memikul tanggungjawab pekerjaan-pekerjaan manajerial, sehingga hampir semua keputusan penting diambil sendiri. Lingkungan kerja cenderung semi otoriter. Bawahan diharapkan tunduk dan menjalankan instruksi atasan mereka dengan sungguh-sungguh. Kompromi dan kepatuhan bawahan merupakan nilai budaya Tionghoa yang mendasar sehingga kadang-kadang dianggap lazim oleh manajer.

Secara teoritis, partisipasi karyawan merupakan suatu hal yang penting dalam sistem manajemen Tionghoa. Sayangnya, pada kebanyakan perusahaan, teori dan praktek merupakan dua hal yang terpisah. Mereka biasanya hanya diperbolehkan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan kondisi kerja, bukan pada kebijakan strategis. Manajer menengah Tionghoa menyerahkan berbagai keputusan penting kepada manajer yang lebih tinggi, tidak mau memberikan saran atau pendapat pribadi, dan enggan memikul tanggung-jawab atas kinerja perusahaan.

Dengan meningkatnya kebutuhan akan pengetahuan profesional di setiap bidang pekerjaan, banyak perusahaan keluarga Tionghoa menyadari bahwa pendelegasian kewenangan pengambilan keputusan harus mempertimbangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan bawahan. Walaupun beberapa sikap organisasi perusahaan sudah membaik, para manajer senior Tionghoa masih memakai gaya otoriter sejauh menyangkut pembuatan keputusan akhir yang penting dan strategis. Para penyelia dan manajer menengah belum memiliki kekuasaan yang berarti untuk mempengaruhi berbagai keputusan akhir.

softskill

Page 7

Pertanyaan tentang siapa yang membuat keputusan dan siapa yang bertanggung- jawab atas proses pembuatan keputusan di perusahaan keluarga Tionghoa mengandung dua paradoks, dengan kadangkala merupakan dua hal yang berbeda.

Paradoks pertama, yang bisa menjadi alasan paradoks kedua, bahwa pembuatan keputusan bersama itu hanya formalitas dan tidak menyentuh substansi, terutama bila keputusan itu dibuat pada tingkat departemen. Meskipun ada sistem partisipasi formal yang memastikan pimpinan membuat keputusan secara kolektif, banyak manajer puncak perusahaan Tionghoa masih lebih suka mengambil keputusan secara sepihak menurut kedudukan mereka yang istimewa dalam hierarki.

Contoh Budaya Organisasi dalam Dunia Kerja

Budaya merupakan hasil cipta karsa manusia yang diperoleh berdasarkan pengalaman, kebiasaan yang dilakukan berkesinambungan. Setiap individu memiliki seperangkat acuan budaya di dalam dirinya. Dengan kata lain, setiap kita menciptakan budaya kita sendiri akibat dari interaksi kita dengan lingkungan.

Sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai kelompok individu yang bekerjasama dan berinteraksi satu sama lain, akan membentuk sebuah kebiasaan yang lama-kelamaan akan membentuk budaya organisasi dalam sistem organisasi tersebut. Budaya organisasi merupakan pola terpadu yang dihasilkan dari perilaku individu dalam organisasi termasuk pemikiran-pemikiran, tindakantindakan yang dipelajari dan diajarkan kepada generasi berikutnya. Artikel ini akan membahas contoh budaya kerja dalam dunia kerja.

Budaya organisasi dalam setiap perusahaan, muncul berdasarkan perjalanan hidup para pegawai. Pada umumnya budaya organisasi terletak pada pendiri organisasi. Merekalah yang berperan penting dalam mengambil sebuah keputusan dan sebagai penentu arah strategi organisasi. Budaya organisasi juga disebut sebagai budaya perusahaan. Budaya organisasi di setiap perusahaan yang ada di seluruh dunia memiliki budaya tersendiri dalam menjalankan kinerjanya. Hal ini disebabkan karena dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.

softskill

Page 8

Lingkungan usaha. Lingkungan usaha di mana perusahaan A beroperasi akan menentukan langkah apa yang harus dilakukan oleh perusahaan tersebut. Adanya nilai-nilai atau konsep dasar dan keyakinan dari suatu perusahaan. Acara-acara rutin yang diselenggarakan perusahaan dalam rangka memberikan reward pada para karyawannya. Adanya jaringan yang dimiliki setiap perusahaan berbeda-beda. Jaringan komunikasi informal dalam perusahaan dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai, asumsi-asumsi dan keyakinan dari budaya perusahaan terkait.

Jadi, budaya perusahaan diperoleh berdasarkan interaksi para karyawan dalam menjalankan tugas dan kewajiban mereka, di bawah kontrol para dewan direksi atau atasan. Budaya perusahaan juga dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh atasan, dalam hal ini irama kinerja yang diterapkan.

Contoh budaya organisasi dalam dunia kerja adalah adanya kedisiplinan. Sebuah perusahaan misalnya terkenal dengan disiplinnya terhadap waktu, pembagian kerja dan kinerja masing-masing divisi. Semua karyawan akan menerapkan sikap yang disiplin terhadap cara kerja mereka, sehingga budaya disiplin melekat dalam diri mereka.

Masih banyak lagi budaya organisasi yang cukup menarik untuk kita ketahui. Berikut beberapa contoh budaya organisasi dalam dunia kerja di negara maju.

y Amerika Serikat

Budaya organisasi orang Amerika terkait dengan inovasi. Jadi mereka akan menciptakan berbagai inovasi dalam meningkatkan kemajuan perusahaan mereka. Orang Amerika juga menganut budaya organisasi kapitalisme, yaitu memupuk kekayaan sendiri, serta menganut prinsip kepemimpinan dan budaya feodal yang mengutamakan perbedaan harkat dan martabat antar petinggi dan bawahan, atasan dan karyawan.

softskill

Page 9

y Jepang

Jepang dikenal dengan budaya on time alias tepat waktu dan sangat menghargai waktu. Orang Jepang sangat setia pada perusahaan dan menghargai pendapat orang lain. Budaya organisasi orang Jepang disebut dengan Kaizen, yang artinya penyempurnaan berkesinambungan, yang melibatkan semua anggota dalam hirarki perusahaan, baik manajemen maupun karyawan. Metode Kaizen ini dilakukan dengan mengubah cara kerja karyawan sehingga karyawan bekerja lebih produktif, tidak terlalu melelahkan, lebih efisien, dan aman, serta memperbaiki peralatan dan memperbaiki prosedur kerja perusahaan.

Inti Budaya organisasi perusahaan
Pada intinya budaya organisasi perusahaan ibaratkan sengan isi yang sama dengan bentuk yang berbeda-beda, Seperti yang diketahui bahwa budaya organisasi merupakan kondisi, situasi, iklim serta lingkungan kerja dalam sebuah organisasi yang lahir dan muncul dari nilai-nilai yang dibawa oleh founder khusus bagi family bisnis (atau perusahaan yang di bangun oleh individu) dan muncul dari kumpulan pendiri organisasi tersbeut, yang tentu saja karena masing-masing individu memiliki karakter yang berbeda sehingga budaya yang di hasilkan oleh masing-masing organisasi tersebut juga akan berbeda-beda satu dengan lainnya. Budaya organisasi muncul secara spontan dan membutuhkan waktu yang cukup untuk dapat meresap di seluruh elemen dalam organisasi tersebut, budaya organisasi ini tentu saja akan memberikan karakter yang identik dari organiasi tersebut yang akan membedakan organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Budaya organisasi membuat tiap agian di dalam organiasi tersebut mau tidak mau harus mengikuti arus yang mengalir, karena jika tidak demikian maka bagian yang berlawanan dengan cara kerja dari budaya organisasi tersebut akan hanyut terbawa oleh arus utama yang ada yang artinya bahawa bagian tersebut tidak cocok dengan situasi yang ada dalam organisasi tersebut.

Budaya organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi tiap perusahana dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat pada saat sekarang ini. Hal ini dikarenakan, budaya organisasi akan memberikan karakter yang kuat bagi perusahaan, dapat memberikan sebuah sistem kerja, pola pikir dan bertindak dan juga cara mengahadapi sesuatu yang tentu saja akan unik dibandingan dengan perusahaan yang lain. Perusahaan yang memiliki budaya kerja yang kuat, identik, original dan berkarakter agan cenderung akan mudah bersaing dalam pasar karena memiliki ´jiwaµ yang kuat. Budaya Organisasi seperti karakter sebiah tim sepak bola diabaratkan dimana tim dari negara Eropa seperti Jerman dan Italia memiliki karakter yang sangat kuat ketika tergabung dalam sebuah tim, dimana meskipun dalam tersebut individu yang memiliki kualitas
softskill Page 10

sangat bagus hanya sekitar 1-2 orang tetapi ketika tergabung dalam tim tersebut maka akan dengan sendirinya merasakan aura yang berbeda karena kuatnya karakter yang ada dalam tim tersebut. Sperti kostukm dari tim sepak bola tersebut, budaya organisasi memberikan sebuah karakter yang sadar atau tidak di sadari oleh tiap elemen dalam perusahaan tersebut sebuah peran yang identik yang menghasilan sebah kesatuan karakter yang kuat. Budaya organisasi dapat berhasil menjadi ´rohµ dari perusahaan atau tidak tergantung mau atau tidaknya elemen di dalam organisasi tersebut untuk berprilaku sesuai dengan budaya organisasi tersebut, jika jumalh elemen yang kontra dengan organisasi tersebut lebih banyak daripada yang pro terhadap arus budaya organisasi maka tentu perusahaan tersebur akan mengalami sebuah masalah yang cukup serius. Budaya organsiasi juga tidak perlu untuk di sesuaikan dengan kondisi lingkungan bisnis perushaana tersebut, karena jika disesuaikan dengan sengaja tetapi tidak sesuai dengan core asli budaya organisasi dari perusahaan yang telah ada dan tumbuh akan memberikan dampak yang negatif bagi keberlangsungan perusahaan itu sendiri.

Sama seperti pakaian yang digunakan oleh tiap orang, dimana meskipun pakain tresebut sama dalam ukuran maupun model jika di gunakan oleh otrang-orang yang berbeda maka akan di lihat dan di rasakan berbeda oleh baik yang di gunakan maupun yang melihat. Hal ini dikarenakan karena baju tersbeut di buat dari bahan khusus untuk ukuran tubuh tertentu sehingga meskipun ada dua orang memakai baji yang sama hasilnya akan berbeda, baik berbeda tetapi sama-sama baik atau malah berbeda terbalik (bagus dan tidak bagus), sama seperti baju budaya organisasi yang sama dan telah berhasil berjalan dalam tiap-tiap perusahaan akan sangat sulit diterapkan oleh perusahaan yang lain. Sama juga seperti pakaian tadi maka tiap orang perlu untuk sedikit menyesuaikan ukuran serta aksesoris dari baju tersebut sehingga model dan ukurannya akan cocok dengan tubuh dari orang tersebut, perusahana yang ingin mengadapsi budaya kerja dari organisasi lain perlu untuk menyesuaikan budaya tersebut agar sesuai dengan ukuran serta kondisi perusahaan baik secara internal maupun eksternal lingkungan perusahaan. Proses penyesuaian ini merupakan hal yang sangat krusial bagi tiap perusahan yang ingin mengadopsi bidaya organisasi perusahaan lain, aakah akan berhasil atau bahkan hanya akan memberikan dampak buruk bagi perjalanan perusahaan tersebut.

Budaya Organsasi akan sangat membantu perusahaan ketika perusahaan tersebut sedang mengalami tekanan keras dari luar atau dalam hal ini adalah persaiangan dengan para kompetitor yang ada, hal ini dikarenakan budaya organisasi yang kuat tersbeut akan memberikan kekuatan serta seperti ´invisible handµ yang membantu memberikan arah pagi perusahaan untuk bertarung menghadapi persaingan. Pentingnya sebuah budaya organisasi yang kuat dari tiap-tiap perusahaan merupakan hal yang harus dimiliki dan dipunyai dengan demikian maka setidaknya perusahaan akan memiliki karakter yang kuat di dalam industri tersebut.

softskill

Page 11

Jadi budaya organisasi perusahaan sangangat beraneka ragam dan juga terbentuk secara sepontan karna setiap karakter manusia atau indvidu memiliki karakter yang berbeda dan vaktor lokasi di mana perusahaan itu berdiri dan dari Negara mana pendiri perusahaan itu sangatlah berpengaruh terhadap karakter tersebut terbentukalah sebuah budaya orgaisasi perusahaan, budaya organisasi memberikan sebuah karakter yang sadar atau tidak di sadari oleh tiap elemen dalam perusahaan tersebut sebuah peran yang identik yang menghasilan sebah kesatuan karakter yang kuat. Dan juga hal ini di pengaruhi dari factor cara pandang visi dan misi yang akan mereka buat atau imech yang mereka buat untuk perusahaan tersebut.

softskill

Page 12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->