Kompetensi Supervisi Akademik 03-B2

Pengawas Sekolah Pendidikan Menengah

PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN DALAM KTSP

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008

KATA PENGANTAR

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah. Standar kualifikasi menjelaskan persyaratan akademik dan nonakademik untuk diangkat menjadi pengawas sekolah. Standar kompetensi menjelaskan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawabnya. Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c) kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial. Dari hasil uji kompetensi di beberapa daerah menunjukkan kompetensi pengawas sekolah masih perlu ditingkatkan terutama dimensi kompetensi supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, dan kompetensi penelitian dan pengembangan. Untuk itu diperlukan adanya diklat peningkatan kompetensi pengawas sekolah baik bagi pengawas sekolah dalam jabatan, terlebih lagi bagi para calon pengawas sekolah. Materi dasar untuk semua dimensi kompetensi sengaja disiapkan agar dapat dijadikan rujukan oleh para pelatih dalam melaksanakan diklat peningkatan kompetensi pengawas sekolah di mana pun pelatihan tersebut dilakanakan. Kepada tim penulis materi diklat kompetensi pengawas sekolah yang terdiri atas dosen LPTK dan widya iswara dari LPMP dan P4TK kami ucapkan terima kasih. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Jakarta, Juni 2008 Direktur Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK

Surya Dharma, MPA., Ph.D

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................... B. Dimensi Kompetensi ........................................................... C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ...................................... D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................... E. Alokasi Waktu ..................................................................... F. Skenario ............................................................................... BAB II PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN DALAM KTSP A. Perkembangan Mata Pelajaran Kurikulum di Indonesia ..... B. Pengembangan Mata Pelajaran dalam KTSP ...................... C. Karakteristik Pengembangan Mata Pelajaran dalam KTSP.. D. Kompetensi Mata Pelajaran, Kompetensi Dasar, dan Indikator Hasil Belajar ................................................. .............. E. Muatan Lokal dan Pengembangan Diri ............................... F. Alokasi Waktu Tiap Mata Pelajaran pada Tiap Jenjang Satuan Pendidikan .................................................................... H. Prinsip Memilih, Prosedur Menetapkan, dan Menyajikan Materi Pelajaran ................................................................... DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... LAMPIRAN .......................................................................................... i ii 1 2 2 2 2 3 4 7 8 26 26 27 29 33 34

ii

aturan. Sekolah diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. namun juga berpikir keras untuk menyahuti otonomi dan kewenangan yang telah diberikan pe1 . Sekolah-sekolah selama ini sebagian besar sudah terbiasa “diatur”. dan RPP sebagai bagian tak terpisahkan. Sekolah sesuai dengan kondisinya. Posisi supervisor sebagai “gurunya para guru” mengharuskan mereka menguasai konsep-konsep dan teori pengembangan kurikulum secara umum. Latar Belakang Salah satu bidang tugas supervisor atau pengawas pendidikan adalah berkaitan dengan pengembangan kurikulum. sehingga ada yang gagap. wakil kepala sekolah. Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah. Pengawas sharusnya memberikan dorongan sekaligus membimbing para kepala. dan potensi daerah dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Dalam situasi demikian peran pengawas sangat diharapkan. silabus. Sayangnya banyak sekolah yang tidak mampu menerjamahkan esensi kebijakan tersebut. serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum. dan komite sekolah untuk mengembangkan KTSP. potensi siswa. Mereka lebih mengharapkan pemerintah memberikan pedoman. dan petunjuk teknis yang jelas dan terrinci.BAB I PENDAHULUAN A. Fenomena ini dapat ditemui di banyak sekolah pada awal-awal pemberlakukan KTSP. guru. karena setiap saat ia berhadapan dengan kepala sekolah dan guru yang menggapnya sebagai resources person yang serba tahu. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. serta peluang dan ancaman yang dihadapi. yaitu bukan hanya bekerja keras. Di sekolah-sekolah harus dikembangkan tradisi baru. malas atau kurang percaya diri ketika diberi kesempatan “mengatur” diri sendiri. Hal ini merupakan kompetensi yang harus benar-benar dikuasai oleh supervisor.

standar komptensi dan kompetensi dasar. 1. kompetensi dasar. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Indikator Pencapaian Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. Materi diklat ini dirancang untuk membekali pengawas dalam membimbing kepala sekolah dan guru mengenai perkembangan mata pelajaran dalam KTSP. dan indikator hasil belajar 3. C. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP. dan terminologi yang digunakan. 4. Alokasi Waktu No. 4. Pengembangan kurikulum/mata pelajaran muatan lokal Penyusunan program pengembangan diri peserta didik Panataan dan alokasi waktu setiap mata pelajaran Alokasi 2 jam 3 jam 3 jam 2 jam 2 . E. D. Membimbing kepala sekolah dan guru dalam pengembangan mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri. Memahami rasional dan keterkaitan antara kompetensi mata pelajaran. 2. Materi Diklat Perubahan/perkembangan mata pelajaran dalam KTSP. B. Memahami perubahan/perkembangan mata pelajaran dalam KTSP. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berdasarkan standar isi. 2.merintah. Membimbing kepala sekolah dan guru dalam penataan alokasi waktu setiap mata pelajaran. 3.

indikator. Skenario 1. kreatif. Penyampaian Materi Diklat: a. dan bermakna. Penjelasan tentang dimensi kompetensi. 6. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. c. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan perkembangan mata pelajaran dalam KTSP melalui pendekatan andragogi. Praktik pengembangan kurikulum muatan lokal dan pengembangan diri peserta didik. 5. efektif. 7. Perkenalan 2. 3. menyenangkan. 8. Penutup 3 . Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan perkembangan mata pelajaran dalam KTSP.F. inovatif. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan perkembangan mata pelajaran dalam KTSP. Post test. b. Pre-test 4. Menggunakan pendekatan andragogi. menganalisis. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. menyimpulkan.

BAB II PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN DALAM KTSP A. atau adanya perbedaan konsistensi pengamalan nilai-nilai filosifis akan mempengaruhi filsafat pendidikian dan filsafat kurikulum yang digunakan. Secara umum bisa dijelaskan karena adanya substansi determinan atau landasan kurikulum yang digunakan tidak sama. Variabilitas kurikulum yang digunakan berimplikasi terhadap variabilitas penuangan mata pelajaran yang harus dipelajari. sosiologis. serta teknis pengembangannya. juga prinsip-prinsip cara mempelajari mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum yang bersangkutan. 1968. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan Mata Pelajaran Kurikulum di Indonesia Dalam sejarah penggunaan kurikulum di Indonesia setelah merdeka. 1984. dan KBK yang disempurnakan menjadi kurikulum KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. berkaitan dengan sistem nilai. maka pengembangan ku4 . 1952. psikologis. sebagai alat pencapaian tujuan pendidikan. 1975. 1949. Perbedaan ini juga turut menentukan mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari. ada sepuluh kurikulum yang pernah dipakai yaitu kurikulum pasca kemerdekaan 1947. prinsip dan kebijakan pengembangan yang digunakan. Pada setiap periode kurikulum yang pernah diberlakukan tersebut model konsep kurikulum yang digunakan. Tentu ini pun akan mengarah pada susunan mata pelajaran yang harus dipelajari. Filosofis negara ini akan mengarahkan pada penentuan tujuan umum pendidikan nasional. norma. tata aturan bermasyarakat dan bernegara juga berpengaruh terhadap penggunaan sistem kurikulum. Perbedaan filosofis negara. berkaitan dengan pandangan hidup negara. 1994. Dalam aspek sosiologis di dalamnya adalah sistem politik yang berlaku. adat isitiadat. kedalaman dan keluasannya. namun pada setiap masa memiliki suatu kecederungan tersendiri yang menjadi warna dominan dari kurikulum itu sendiri. Meskipun unsur-unsur umum determinan kurikulum itu sama yaitu faktor filosofis. Contoh ketika sistem politik negara menggunakan sistem sentralistik. Landasan filosofis. 1964. serta jumlah jenis mata pelajaran berikut kedalaman dan keluasannya tidak sama. Landasan sosiologis. ikut menentukan tentang apa yang harus dipelajari.

Suatu jenis model kurikulum itu sendiri memiliki karakteristik disain (tujuan. Situasi kondisi sasaran kurikulum ikut mempengaruhi konsep dan model kurikulum. Penggunaan salah satu dari tiga pandangan atas belajar di atas. pandangan psikologi atas bagaimana manusia belajar bermacam-macam. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi kurikulumnya itu sendiri. kurang atau bahkan mungkin tidak melibatkan pemerintah daerah atau guru sama sekali. Uraian di atas. Determinan berikutnya yaitu unsur psikologis. 5 . IPTEK kontemporer memiliki karakteristik tersendiri tentang bagaimana cara untuk mempelajarinya. yang tadinya terpusat sebagian didesentralisasikan ke daerah (pemerintah daerah dan sekolah. dan konstruktivistik.rikulum didominasi oleh pemerintah pusat. Determinan terakhir yaitu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. antara jenjang pendidikan satu dengan lainnya. dan evaluasi) tersendiri. jenis dan jumlah mata pelajaran antara negara yang demokratis dan negara yang tidak terlalu menonjolkan demokratis. menjelaskan kepada kita bahwa perkembangan mata pelajaran dipengaruhi oleh model konsep kurikulum yang digunakan. Bahkan sesama negara demokratis pun masih terdapat variabilitas. di antaranya ada behavioristik. guru). Contoh lainnya. kebijakan pengembangan kurikulum pun berubah. Akan terdapat perbedaan mata pelajaran. akan berpengaruh terhadap apa yang harus dipelajari dan bagaimana cara mepelajarinya. Di bawah ini tabel perbandingan jurusan dan mata pelajaran yang hilang dan muncul pada kurikulum kurikulum 1964 sampai dengan KTSP. Kemajuan IPTEK akan melahirkan tuntutan untuk mempelajari IPTEK kontemporer. strategi. Ketiga jenis pandangan tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya. terdapat perbedaan kurikulum. Namun ketika sistem politik berubah menjadi desetralisasi. Antara pendidikan normal dan pendidikan luar biasa. setidaknya tingkat kesulitan dan cakupannya. kognitivistik. materi. Selain dari pada itu.

Pada Pendidikan Bahasa Indonesia dikenalakan Pragmatic PMP menjadi PPKn. Muatan Lokal di SD dan SMP. Penjurusan di kelas 3 SMA: IPA. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). Jurusan IPS dan Bahasa tetap. Indonesia dan B. Bahasa. Inggris menggunakan communicative approach. Tata Negara. 3 1975 Jurusan Budaya SMA ASM: Jurusan IPA. IPS. Pendidikan Keterampilan dan Pendidikan Seni tergabung menjadi Pendidikan Kertakes. Bahasa Indonesia Tulisan Arab Bahasa Jawa Kuno Tata Buku. Jurusan Ilmuilmu Fisik dan Ilmuilmu Hayati digabung ke jurusan IPA. Jurusan IPA di bagi dua: Jurusan ilmuilmu fisik dan jurusan ilmuilmu hayati. B. IPS Bahasa Indonesia. Budaya. Muncul bahasa Jepang dan Mandarin. Bahasa.Tabel 1 Perbandingan Jurusan dan Mata Pelajaran yang Hilang dan Muncul pada Kurikulum 1964 sampai dengan KTSP (Belen. Civics menjadi PMP (Pendidikan Moral Pancasila) Akuntansi. 2007) No. IPA. Pada Pendidikan Bahasa Indonesia dikenalakan Pragmatic. 4 1984 5 1994 Program B SMA. Pendidikan Keterampilan dan Pendidikan Seni tergabung menjadi kertakes. IPS. Muatan Lokal. Keterampilan. 1 2 Kurikulum 1964 1968 Jurusan yang hilang Jurusan yang muncul Jurusan Budaya SMA Mapel yang hilang Mapel yang muncul Prakarya Berhitung -Matematika -Pendidikan Kesehatan Keluarga -Kecakapan Khusus Muncul Broadfield: Matematika. Sosiologi. Jurusan Budaya menjadi jurusan bahasa SMA: Program B (Vokasional) tak dilaksanakan. 6 . Tata buku. Jurusan Agama untuk Madrasah Aliyah.

Bahasan Inggris SD dan Komputer SD menjadi pilihan. Tapi apabila tidak. Apabila memperoleh kecocokan dengan sekolah lain dan didukung oleh pemerintah sebagai pihak yang berwenang. inisiatif dan pelaksanaannya dilakukan oleh guru-guru sebagai pelaksana kurikulum. PPKn menjadi PKn. Pembiasaan di SD dan SMP. pelaksanannya ditentukan dan dilakukan oleh pemerintah pusat. Upaya ini pada awalnya dilakukan hanya pada cakupan terbatas baik area materi maupun wilayah pemberlakuannya.6 KBK Jurusan Agama SMA Penjurusan kembali ke kelas 2 SMA. 7 KTSP Tematik kelas IIII SD. Konsep Sosiologi dimasukkan ke IPS. Dalam kurikulum 2006/KTSP sebagian dikembangkan oleh pusat. Di SMA Antropologi digabungkan ke Sosiologi. Konsep Kimia dimasukkan ke IPA. Muatal lokal tak ditangani. Kurikulum yang telah jadi disebarluaskan ke sekolah-sekolah untuk dilaksanakan. Model administratif. penggunaannya bisa meluas. Tematik untuk kelas I dan II SD. kurikulum 2006/ KTSP menerapkan pendekatan dekonsentrasi. Antropologi terpisah dari Sosiologi di SMA. yaitu 7 . Model akar rumput adalah model pengembangan kurikulum. Pengembangan Mata Pelajaran dalam KTSP Ditinjau dari model pendekatan pengembangannya. ICT di SMA. Diberi jam untuk pembiasaan di SD dan SMP. Pengembangan Diri (Pembiasaan) bahkan sampai SMA. yaitu model pengembangan kurikulum yang inisiatif. Muatan Lokal dihidupkan lagi bahkan sampai SMA. B. penggunaannya tidak bisa menyebar dan bahkan mungkin terhenti dan mati. yaitu campuran antara sentralistik dan desentralistik atau dalam istilah lain mengunakan pendekatan campuran model administratif dan model akar rumput (grass root). IPA dan IPS terpadu di SMP. Sekolah-sekolah/guru-guru tinggal menjalankan apa yang sudah tertuang dalam kurikulum.

atau tugas-tugas kecil yang diperlukan untuk membangun kompetensi dasar. yaitu menerjemahkan SKL dan SI ke dalam bentuk kurikulum operasional yang digunakan oleh setiap jenjang dan unit pendidikan masingmasing sekolah dengan berpedoman pada rambu-rambu prosedur pengembangan KTSP yang dikembangkan BNSP. merujuk pada tujuan atau kompetensi apa yang ingin dicapai. 8 . yaitu kompetensi dasar. Untuk mencapai tujuan berupa kompetensi lulusan dari satu jenjang pendidikan. diarahkan untuk membentuk kompetensi tersendiri yaitu kompetensi lulusan mata pelajaran. Mata pelajaran-mata pelajaran ini disusun dan dikelompok-kelompokkan dalam suatu pola tertentu. sejauh mana kedalaman dan keluasan yang harus dipelajari. Untuk lebih jelasnya di bawah ini disajikan dalam bentuk bagan. jenis materi atau mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari. Karakteristik Pengembangan Mata Pelajaran dalam KTSP 1. Setiap kelompok mata pelajaran diarahkan untuk membentuk suatu kompetensi tertentu. Masing-masing mata pelajaran itu sendiri. maka ada seperangkat atau sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari. termasuk KTSP/kurikulum 2006.Standar Komptensi Lulusan dan Standar Isi. Di dalamnya terdapat sejumlah kemampuan yang lebih kecil harus dimiliki untuk menguasai kompetensi lulusan mata pelajaran tersebut. Sebagian lagi dikembangkan oleh daerah/sekolah. Dalam setiap kelompok mata pelajaran terdiri dari beberapa mata pelajaran. C. Rasional Penetapan Jenis Mata Pelajaran Dalam kurikulum yang berbasis kompetensi. Kompetensi dasar ini perlu dikembangkan lagi menjadi sejumlah indikator yang diorientasikan untuk pembentukan sub kompetensi dasar.

9 . Struktur kurikulum (mata pelajaran-mata pelajaran) tersebut. Kelompok mata pelajaran jasmani. Akumulasi dari penguasaan kelompok-kelompok mata pelajaran ini diasumsikan akan membentuk kemampuan atau kompetensi lulusan. Kelompok mata pelajaran estetika. tujuan yang ingin dicapai dirumuskan dalam rumusan tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. d. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. tujuan pendidikan dasar dan menengah. b. e. dikelompokkan dalam lima kelompok mata pelajaran yaitu: a. terdapat sejumlah mata pelajaran yang sudah terstruktur (struktur kurikulum) untuk tiap-tiap jenjang pendidikan. olah raga dan kesehatan. c. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Pengelompokan mata pelajaran beserta deskripsi cakupan materi dapat disajikan dalam bentuk tabel sebagaimana Tabel 2 berikut ini.BAGAN KOMPE TE NS I STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR KOMPETENSI KLP MATA PELAJARAN STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR Dalam KTSP yang berbasis kompetensi. Rambu-rambu dituangkan dalam bentuk kompetensi lulusan yang sudah ditentukan secara terstandar yaitu Standar Kompetensi Lulusan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk mencapai tujuan berupa kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah tersebut. Setiap kelompok mata pelajaran memiliki tujuan atau jenis kompetensi yang ingin dicapai dan cakupan isi yang harus termuat.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan pada SD/MI/ SDLB dimaksudkan untuk mengenal. kolusi. dan siap serta perilaku antikorupsi. Jiwa dan patriotisme bela negara. Deskripsi Tujuan dan Cakupan Isi Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepata Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. dan mandiri. 1 Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Ahklak Mulia. baik dalam kehidupan individu sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. dan nepotisme. pelestarian lingkungan hidup. 4 Estetika. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. ketaatan membayar pajak. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Kesadaran dan wawasan teramsuk wawasan kebangsaan. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.Tabel 2 Kelompok Mata Pelajaran Menurut Permendiknas No. serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis. maupun daam kehidupan kema- 2 Kewarganegaraan dan Kepribadian./SMALB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. kreatif. kreatif. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA. tranggung jawab sosial. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi No./SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar IPTEKS membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. 3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. budi pekerti. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. ketaatan pada hokum. dan mandiri. 10 . kemajemukan bangsa. kesetaraan gender. kreatif. dan kemandirian kerja. Ahlak mulia mencakup etika. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. kecakapan. dan mandiri. membentuk kompetensi. hak. menyikapi. demokrasi.

Jasmani. Ilmu Hadits. IPA (Biologi-Fisika-Kimia). Tabel 3 Mata-mata Pelajaran yang Ada dalam Setiap Kelompk Mata Pelajaran No. dan Kejuruan (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi-Kewirausahaan-Dasar Kompetensi Kejuruan-Kompetensi Kejuruan). HIV/AIDS. IPS (SejarahGeografi-eonomi-Sosiologi). menurut hasil analisis umum penulis. dan kesehatan pada SMP/MTs. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Olahraga. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Olahraga. dan Kesehatan. dan Kesehatan 4 5 Estetika. Bahasa Inggris/Asing. Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Akhlak mulia. Tasawuf/ Ilmu Kalam. Keterampilan. kerja sama. olahraga. Berikut tabel kelompok mata pelajaran dan mata-mata pelajaran yang ada di dalamnya. Kelompok Mata Pelajaran Deskripsi Tujuan dan Cakupan Isi syarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. dan Kesehatan. muntaber. 5 Jasmani. Kelompok pelajaran jasmani. Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Olahraga. olahraga.No. Kewarganegaraan dan Kepribadian. dan kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. Kelompok pelajaran jasmani. Dikatakan analisis umum karena belum dikhususkan per jenjang pendidikan. disiplin. Kelompok pelajaran jasmani. 1 2 3 Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia./SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. kecanduan narkoba. Kewarganegaraan Bahasa Indonesia. dan hidup sehat. sikap dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbatasan dari perilaku seksual bebas. olahraga. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. Teknologi Informasi dan Komunikasi. demam berdarah. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Tafsir dan Ilmu Tafsir. Ushul Fiqih. 11 .

Pada masing-masing kelompok mata pelajaran terdapat sejumlah mata pelajaran. Berikut diagram yang memberikan gambaran umum tentang penjelasan hubungan tujuan dengan cakupan materi mata pelajaran yang harus tercakup. Setiap mata palajaran memiliki standar kompetensi lulusan mata pelajaran yang harus dicapai. Kita menginferensi adanya kompetensi dasar dilihat dari rincian kompetensi mata pelajaran. Pencapaian seluruh kompetensi dasar mata pelajaran untuk mencapai kompetensi lulusan mata pelajaran yang disebut dengan standar kompetensi mata pelajaran. Akumulasi kemampuan tiap mata pelajaran akan membentuk kompetensi kelompok mata pelajaran. Rincian kompetensi dalam SKL/KTSP belum sampai pada kompetensi dasar (setidaknya secara eksplisit belum dicantumkan dalam SKL dan SI). Kompetensi dasar inilah selanjutnya memerlukan pengembangan lebih lanjut oleh sekolah/guru untuk dijabarkan ke dalam bentuk indikator hasil belajar. yang pada hakikatnya adalah kompetensi satu jenis proses pembelajaran. serta standar isi mata pelajaran untuk tiap-tiap jenjangnya. Serta bagaimana tujuan berupa kompetensi yang sifatnya masih umum dijabarkan ke dalam bentuk yang lebih kecil sehingga menungkinkan untuk dicapai melalui proses pembelajaran. 12 .

13 .

materi itu memiliki nilai manfaat bagi kehidupan siswa sehari-hari (Sudjana. Tujuan. c. 2. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengiuti pendidikan lanjut. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa indikator hasil belajar itu analog dengan tujuan pembelajaran khusus. b. standar kompetensi. dan kompetensi dasar. Selain dari itu. Telah dijelaskan secara singkat di muka. kepribadian.Selain tujuan yang harus diperhatikan untuk menentukan materi mata pelajaran atau isi pelajaran. kompetensi rumpun mata pelajaran. Tuntutan kurikulum. Ada kompetensi lulusan. Nilai kegunaan. artinya secara minimal materi itu wajib diberikan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Sedangkan untuk kompetensi mata pelajaran dicapai setelah dicapainya sejumlah kompetensi dasar. dalam konteks yang lebih sempit ada faktor lainnya yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan isi atau materi pembelajaran yaitu: a. kompetensi mata pelajaran. artinya materi itu penting untuk diketahui oleh siswa. akhlak mulia. 2000: 71). Kompetensi Lulusan. Tujuan dan Mata Pelajaran dalam KTSP Tujuan pendidikan dalam KTSP menggunakan istilah kompetensi. Indikator hasil belajar ini merupakan gambaran tentang kemampuan-kemampauan yang lebih kecil. dan Mata Pelajaran Pendidikan Dasar Tujuan pendidikan dasar (SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs/SMPLB /Paket B) yaitu meletakkan dasar kecerdasan. bahwa untuk kompetensi lulusan dan kompetensi rumpun mata pelajaran akan dicapai oleh sejumlah mata pelajaran. Dengan kata lain indikator hasil belajar ini merupakan tujuan jarak dekat. Untuk mencapai kompetensi dasar. Urgensi materi. pengetahuan. yang akumulasinya membentuk kompetensi dasar. bahan tersebut merupakan landasan untuk mempelajari materi selanjutnya. setiap kompetensi dasar yang ada dalam mata pelajaran harus diterjemahkan oleh guru di sekolah ke dalam bentuk indikator hasil belajar. yang akan dicapai oleh satu kali proses pembelajaran. a. 14 .

membaca. menulis. aman. 9) Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 6) Menunjukan kemampuan berpkir logis. 8) Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. dan tanah air Indonesia. ras. berbicara. budaya. kritis. 12) Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. suku. dan golongan sosial ekonomi dilingkungan sekitarnya. kritis. 5) Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. 15) Bekerjasama dalam kelompok. dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik. 7) Menunjukkan rasa keinginan yang tinggi dan menyadari potensinya. sehat. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya.Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) Sekolah Dasar (termasuk di dalamnya MI/SDLB dan Paket A) adalah sebagai berikut: 1) Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak 2) Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 17) Menunjukkan keterampilan menyimak. disiapkan sejumlah mata pelajaran yang disusun sedemikian rupa membentuk struktur kurikulum pendidikan sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah dasar mengacu pada sejumlah standar kompetensi lulusan satuan pendidikan Sekolah Dasar. 11) Menujukkan kecintaan dan kebanggan terhadap bangsa. 16) Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. dan memanfaatkan waktu luang. 10) Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 4) Menghargai keberagaman agama. dan berhitung. 14) Berkomunikasi secara jelas dan santun. 15 . 3) Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. dan kreatif. negara. bugar. 13) Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. tolong-menolong.

ras. Kelas I. Mencari dan menerapkan informasi dari ingkungan sekitar dan sumbersumber lain secara logis. f. Mata Pelajaran 1. b.Struktur kurikulum pendidikan sekolah dasar dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini. Muatan Lokal C. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Tabel 4 Struktur Kurikulum SD/MI (Permendiknas No. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. 16 . Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. 2007: 12) Komponen A. suku. Pengembangan Diri Jumlah I Kelas dan Alokasi Waktu II III IV. Kelas IV. Kompetensi Lulusan dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) Sekolah Menengah Pertama (termasuk MTs. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. Pendidikan Agama 2. II. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesua dengan tahap perkembangan remaja. budaya./SMPLB dan Paket B) adalah sebagai berikut: a. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri c. e. Bahasa Indonesia 4. dan kreatif. Ilmu Pengetahuan Alam 6. III menggunakan pendekatan tematik. Olahraga dan Kesehatan B. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Menunjukkan sikap percaya diri d. Matematika 5. *) ekuivalen dua jam pelajaran 2. 2.VI menggunakan pendekatan mata pelajaran.V. V. 22 Tahun 2006. Mengehargai keberagaman agama. dan VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2*) 32 26 27 28 1. Pendidikan Jasmani. kritis.

r. aman. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial k. berbicara. Menujukkan kegemaran menulis naskah pendek sederhana. kratif dan inovatif. sepuluh mata pelajaran. q. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab l. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengna potensi yang dimilikinya. s. kritis. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menujukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. sehat.nulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. berbangsa. Untuk mencapai tujuan pendidikan dasar pada tingkat SMP. i. Menujukkan keterampilan menyimak. Menerapkan hidup bersih. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. bugar. Berkomunikasi dan nerinteraksi secara efektif dan santun. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. h. p. satu muatan lokal. dan memanfaatkan waktu luang. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. o. dan satu pengembangan diri telah disiapkan dalam struktur kurikulum SMP seperti tercantum pada tabel 5 berikut ini. dan me.g. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehdupan bermasyarakat. 17 . j. Menghargai karya seni dan budaya nasional. m. t. n. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. membaca.

bangsa. Bahasa Indonesia 4. ras. Menghargai keberagaman agama. akhlak mulia. d. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut.Tabel 5 Struktur Kurikulum SMP/MTs. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja. Jasmani. b. Berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial. dan golongan sosial 18 . Muatan Lokal C. suku. Matematika 6. c. Tujuan tersebut dijabarkan dalam serangkaian kompetensi yang harus terbentuk setelah menyelesaikan pendidikan menengah. e. Keterampilan / Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Bahasa Inggris 5. Pengembangan Diri Jumlah 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 3. Komponen VII A. Mata Pelajaran 1. Olah Raga dan Kesehatan 10. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri dan memperbaiki kekurangan. yang ditetapkan sebagai Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah sebagai berikut. a. Pendidikan Agama 2. Seni Budaya 9. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. pengetahuan. Pendidikan. Tujuan dan Kompetensi Lulusan serta Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Tujuan dari pendidikan menengah terdiri atas SMA MA/SMALB dan Paket C adalah sebagai berikut: Meningkatkan kecerdasan. kepribadian. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.

f. Menjaga kesehatan dan keamanan diri. o. berbangsa. baik individual maupun kelompok. j. h. q. Program Ba19 .ekonomi dalam lingkup global. g. kreatif. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. Menujukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks. p. Untuk mencapai tujuan pendidikan pada tingkat menengah. dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Menghasilkan karya kreatif. v. Berkomunikasi secara lisan dan tulisan secara efektif dan efisien. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. u. kreatif dan inovatif dalam pengambilan keputusan. l. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi. dan menulis. k. Untuk pendidikan menengah umum. satu muatan lokal. n. Menunjukkan sifat kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. disiapkan sejumlah mata pelajaran. kebugaran jasmani. kritis. Mengekspresikan diri dalam kegiatan seni dan budaya. Menujukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. dan kebersihan lingkungan. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. i. terdapat kekhasan tersendiri yaitu adanya penjurusan atau program ynag terdiri dari Program IPS. membaca. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. s. Menujukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial. kritis. daninovatif. t. r. m. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan satu pengembangan diri tersusun dalam struktur kurikulum SMA. Mengapresiasi karya seni dan budaya.

Muatan Lokal C. jumlah mata pelajarannya menjadi 13 mata pelajaran ditambah dengan muata lokal. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. terdapat perbedaan mata pelajaran disesuaikan dengan jenis program pendidikan yang dipilihnya. Jumlah ini sama untuk semua program IPA. Program IPA. Ekonomi 12. Tabel 6 Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X Komponen A. Berikut ini stuktur kurikulum atau daftar mata pelajaran pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Seni Budaya 14. Fisika 7. Biologi 9. jenis mata pelajarannya disesuaikan dengan programnya. Sosiologi 13. Untuk kelas IX seluruh siswa mempelajari jenis dan jumlah mata pelajaran yang sama. Penjurusan mulai dilakukan pada kelas X. Bahasa Inggris 5. dan pengembangan diri. dan Program Keagamaan. dan Keagamaan. Pada kelas IX. Pendidikan Agama 2. IPS. Sedangkan pada kelas IX atau kelas I. Kimia 8. Jasmani. Dengan demikian maka struktur mata kuliah antara kelas IX dengan kelas X dan XI ada perbedaan. Matematika 6. Sejarah 10. Mata Pelajaran 1. Bahasa. sebelum penjurusan mata pelajaran yang harus ditempuh ada 16 mata pelajaran ditambah dengan muatan lokal dan pengembangan diri. belum dilakukan. Olah Raga dan Kesehatan 15. Ketika menginjak tahun kedua atau kelas X. Pada kelas IX dan X atau kelas dua dan tiga. Bahasa Indonesia 4. Keterampilan /Bahasa Asing B. Pengembangan Diri Jumlah Alokasi waktu Semester I Semester 2 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 *) Ekuivalen dengan 2 jam pelajaran 20 .hasa. Geografi 11.

Pendidikan Kewarganegaraan 3. Keterampilan /Bahasa Asing B. Olah Raga dan Kesehatan 12. Keterampilan /Bahasa Asing B. Mata Pelajaran 1. Fisika 7. Sosiologi 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Muatan Lokal C. Geografi 8. Sejarah 10. Ekonomi 9. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Inggris 5. Bahasa Indonesia 4. Seni Budaya 11. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Sejarah 7. Pengembangan Diri Jumlah 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 1 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 *) Ekuivalen dengan 2 jam pelajaran 21 . Jasmani. Biologi 9. Mata Pelajaran 1. Kimia 8. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Jasmani. Seni Budaya 11.Tabel 7 Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA Komponen A. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Agama 2. Olah Raga dan Kesehatan 12. Pengembangan Diri Jumlah Alokasi waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 *) Ekuivalen dengan 2 jam pelajaran Tabel 8 Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPS Komponen Alokasi waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 A. Muatan Lokal C. Matematika 6.

Olah Raga dan Kesehatan 12. Pendidikan Agama 2. Muatan Lokal C. Mata Pelajaran 1. Bahasa Inggris 5. Pendidikan Agama 2. Pengembangan Diri Jumlah Alokasi waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 1 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 *) Ekuivalen dengan 2 jam pelajaran Tabel 10 Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Komponen A. Jasmani. Olah Raga dan Kesehatan 12. Bahasa Inggris 5. Pengembangan Diri Jumlah Alokasi waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 Smt 1 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 *) Ekuivalen dengan 2 jam pelajaran 22 . Seni Budaya 11. Ushul Fiqh 9. Bahasa Indonesia 4. Muatan Loal C. Keterampilan/Bahasa Asing B. Seni Budaya 11. TAsawuf/Ilmu Kalam 10. Sastra Indonesia 7. Sejarah 10. Jasmani. Tafsir dan Ilmu Tafsir 7. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Matematika 6. Bahasa Asing 8. Bahasa Indonesia 4. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Keterampilan / Bahasa Asing B. Mata Pelajaran 1. Antropologi 9. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ilmu Hadits 8. Matematika 6.Tabel 9 Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program Bahasa Komponen A. Pendidikan Kewarganegaraan 3.

i. Tujuan pendidikan SMK/MAK tersebut diuraikan dalam bentuk kompetensi lulusan SMK/MAK. Menghasilkan karya kreatif. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri dan memperbaiki kekurangan. Menunjukkan sifat kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. kebugaran jasmani. akhlak mulia. Menujukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial. Mengkespresikan diri dalam kegiatan seni dan budaya. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. p. j. d. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. daninovatif. f. berbangsa. kepribadian. Menghargai keberagaman agama. kritis. baik individual maupun kelompok. Berpartisipasi dalam kehidupan bermayarakat. pengetahuan. c. Mengapresiasi karya seni dan budaya. kreatif dan inovatif dalam pengambilankeputusan. m. e. n. suku. yaitu: a. Tujuan dan Kompetensi Lulusan dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah menengah kerjuruan terdiri atas SMK dan MAK bertujuan meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut sesuai dengan kejuruannya. h. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. dan golongan sosial ekonomi dalamlingkup global. Menunjukkan kemampuan berpir logis. Menujukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja. g. dan kebersih- 23 . kreatif. bangsa. Menjada kesehatan dan keamanan diri. b. l. ras. k. Berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial. kritis. o. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis.4.

Kesemuanya tersusun dalam struktur kurikulum SMK/MSK. Atau dalam mata pelajaran IPA. Contoh. IPA. yang dipandang akan mendukung terwujudnya tujuan pendidikan dan terbentuknya kompetensi yang diharapkan. Hal ini penting untuk disadari. dan menulis. r. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. dalam pembahasannya mungkin akan ada perbedaan antara bidang kejuruan teknik dengan matematika bidang kejuruan manajemen bisnis. 24 . dan sebagainya. Tabel 11 berikut ini adalah susunan mata pelajaran untuk SMK/MAK. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. t. dan Biologi bahasannya memerlukan penyesuaian dengan bidang kejuruan masing-masing SMK/SMK. q. karena dalam SKL dan SI belum terjabarkan secara eksplisit. v. membaca. u. Untuk mencapai tujuan berupa kemampuan lulusan sebagaimana telah diuraikan di atas. Menujukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.an lingkungan. Menunjukkan keterampilan menyimak. mata pelajaran matematika misalnya. Berkomunikasi secara lisan dan tulisan secara efektif dan efisien. s. disiapkan sepuluh mata pelajaran ditambah dengan muatan lokal dan pengembangan diri. mata pelajaran kimia di bidang pertanian akan beda dengan mata pelajaran kimia bidang kesehatan. Menguasai kompetensi keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan keujurannya. Meskipun bahasan teori atau konsep dasarnya sama. tapi pada penerapannya disesuaikan dengan bidang kejuruan masing-masing. Dalam susunan mata pelajaran SMK/MAK setidaknya ada tiga mata pelajaran yaitu matematika.

Seni Budaya 9.3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 10.3 Matematika Kelompok Teknologi.4 Kompetensi Kejuruan b) B.2 Fisika Kelomok Teknologi 6. Pariwsata.1 IPA 6. Kesehatan. 2) Tediri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan program keahlian.2 Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan 6. dan Teknologi Kerumahtangaan 5.1 Matematikan Kelompok Seni.2. di luar jumlah jam yang sama. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Pendidikan Jasmani. Program keahlian yang memerlukan lebih.4 Biologi 6.1 Biologi Kelompok Pertanian 6. Bahasa Inggris 5. Kejuruan 10.2 Kewirausahaan 10.2 Matematika Kelompok Sosial. dan Pertanian. Pengembandan Diri d) Durasi Waktu (Jam) 192 192 192 440a) 330 a) 403 a) 516 a) 192 a) 192 a) 276 a) 192 a) 192 a) 192 a) 192 a) 128 a) 128 a) 192 202 192 140 1044c) 192 192 Keterangan notasi: 1) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh stiap program keahlian. Ilmu Pengetahuan Sosial 8.1 Kimia Kelompok Pertanian 6. jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama. Pendidikan Kewarganegaraan 3.3.2 Fisika 6. Muatal Lokal C. 3) Jumlah jam kompetesni kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan 25 .Tabel 11 Struktur Kurikulum SMK/MAK Komponen A.3 Kimia 6. 6.4. Matematika 5. Mata Pelajaran 1.3. Bahasa Indonesia 4. Administrasi Perkantoran dan Akuntansi 5.1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 10. Olah Raga dan Kesehatan 10.1 Fisika Kelompok Pertanian 6.2 Biologi Kelompok Kesehatan 7.4.2. Pendidikan Agama 2.

strategi pembelajaran dan evaluasi yang akan digunakan. Materi mulok yaitu materi yang tidak bisa menjadi bagian atau tidak sesuai dengan mata pelajaran lain. termasuk keunggulan daerah. kedalaman dan keluasannya belum dipaparkan. tidak dibahas di sini. Pengetahuan tentang keberadaan komptensi dasar mata pelajaran ini penting untuk bisa mengembangkan indikator hasil belajar. dalam lampiran Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006. atau materinya terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. tidak oleh pusat. Karakteristik kompetensi lulusan tiap-tiap mata pelajaran. Kompetensi Dasar. Muatan Lokal dan Pengembangan Diri Sebagaimana dijelaskan dalam Pedoman Pengembangan KTSP yang disusun Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). D. serta mata-mata pelajaran yang harus ditempuh untuk oleh mencapai tujuan dan memperoleh kompetensi yang telah ditetapkan. baru sampai pada karakteristik umum mata pelajaran yang digambarkan dalam kelompok mata pelajaran. 5) Ekuivalen dengan 2 jam pelajaran. jenis dan jumlah mata pelajarannya. Guru tinggal merancang materi. muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah.4) standar kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam. yang harus dikembangkan oleh sekolah/guru. 26 . Untuk mengetahui kompetensi dasar yang ada pada tiap-tiap mata pelajaran bisa dilihat dalam uraian kompetensi lulusan mata pelajaran. Kompetensi Mata Pelajaran. dan Indikator Hasil Belajar Uraian di muka memaparkan tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai oleh tiap-tiap jenjang pendidikan. Berbeda dengan KBK dimana indikator hasil belajar sudah dikembangkan oleh pusat. Karena dalam KTSP indikator hasil belajar harus dikembangkan oleh guru. Karena keterbatasan ruang. E. Untuk mengetahuai keluasan dan kedalaman materi (kualitas) secara lebih mendetail bisa dilihat dalam kompetensi lulusan mata pelajaran (dan standar kompetensinya). Namun pembahasan tentang mata pelajaran.

akan tetapi upaya penyaluran bakat.baik – cukup – kurang. sehingga dalam setahun satuan pendidikan bisa menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal. Hal lain yang perlu dipahami adalah unsur pengembangan diri. karena muatan lokal merupakan mata pelajaran tersendiri maka satuan pendidikan/sekolah harus menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal. Isinya bisa diambil dari situasi dan kondisi kehidupan masyarakat sekitar sekolah atau mungkin tidak berasal dari kehidupan sekolah tapi dipandang penting untuk dipelajari. Bukan secara kuantitatif berupa angka-angka seperti mata pelajaran. Alokasi Waktu Tiap Mata Pelajaran pada Tiap Jenjang Satuan Pendidikan Proses pendidikan formal memiliki keterbatasan waktu. dan lain sebagainya. Disamping itu. Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. Pengembangan diri ditujukan untu memberian kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri. Muatan lokal bisa diselenggarakan setiap semester. bahasa asing. sehingga waktu menjadi unsur yang menentukan berapa lama suatu mata pelajaran harus dipelajari. Sedang materi yang bukan dari masyarakat sekitar tapi dipandang perlu misalnya keterampilan komputer. Hal ini berimplikasi terhadap penentuan seberapa luas dan seberapa 27 . Materi yang diambil dari kehidupan masyarakat sekitar sekolah misalnya seni budaya setempat: pencak silat. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial.Muatan lokal tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan saja. Untuk sekolah menengah kejuruan. F. dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan. minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.kepemimpinan dan kelompok ilmiah belajar. pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karir. milsanya: sangat baik . tari daerah. belajar. dan lain sebagainya. Pengembangan diri bukan mata pelajaran. Sedang untuk pendidikan khusus ditekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

dalam suatu materi pelajaran harus diberikan sesuai dengan alokasi waktu yang ada. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. SMP/MTs/ SMPLB 0 – 50%. dua jam untuk praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. ditetapkan lamanya waktu untuk mempelajari setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan seperti tertera dalam tabel 11 di bawah ini. Alokasi waktu untuk praktik. Setiap sekolah diperbolehkan menambahkan jam pelajaran maksimal 4 jam per minggu secara keseluruhan.XII SD/MI/SDLB SMP/MTs. Tabel 13 Alokasi Waktu Satu Jam Tatap Muka. Per Minggu dan Jumlah Minggu Efektif Satu jam pembelajaran tatap muka (menit) 35 35 40 45 45 Jumlah jam pembelajaran per minggu 26-28 32 32 38-39 36 Minggu efektif per tahun ajaran 34-39 34-39 34-39 34-38 38 Satuan Pendidikan Kelas I – III V – VI VII – IX X – XII X . Pemanfaatan waktu ini mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. Untuk SDLB. SMPLB.. dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0 – 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. 2. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB/ 0 – 40 %. disamping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat dalam struktur kuriulum yang tercantum di dalam Standar Isi. 4. Sebagaimana yang tertera dalam lampiran Permendiknas No. 28 . 3. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. dan SMALB alokasi jam pembelajaran tatap muka dikurangi lima menit. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi./SMPLB SMA/MA/SMALB SMK/MAK Catatan: 1.

dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik dan ketersediaan sumber daya pendukung penyelenggaraan pembelajaran. H. Kurikulum dan Pembelajaran. 2006: 217-218). Prinsip Memilih Materi Pelajaran Materi pelajaran adalah segala hal yang akan dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan. Prosedur Menetapkan dan Menyajikan Materi Pelajaran Salah satu tugas utama sekolah terutama guru adalah memilih dan menyajikan materi mata pelajaran untuk kegiatan pembelajaran. guru harus memahami prinsip-prinsip untuk memilih dan menyajikan materi mata pelajaran. 1. Sejumlah hal penting yang menjadi bahan pertimbangan untuk memilih materi pelajaran. Untuk ini. 6. Pilihlah materi yang betul-betul sejalan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Agar materi yang dipelajari peserta didik ini sesuai dengan tujuan. Karena itu perlu mempertimbangkan berbagai hal untuk memilih materi pelajaran. dan kegiatan mandiri tidak terstrutur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang menggunakan sistem SKS pengaturan adalah sebagai berikut: a. Prinsip Memilih. penugasan terstruktur. 25 menit untuk kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrutur.5. Berorientasi pada tujuan/kompetensi yang ingin dicapai. Setiap satuan pendidikan diharapkan menaikkan kriteria kelulusan untuk mencapai criteria kelulusan ideal (BNSP. b. di antaranya adalah: a. Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 tatap muka. 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Alokasi waktu untuk tatap muka. Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antra 0 -100%. maka tidak semua materi yang ada dalam mata pelajaran itu harus dipelajari siswa atau diberikan guru. Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka. 29 . Kriteria ideal ketuntasa pada masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria kelulusan minimal.

b. Sistematis. Dalam hal ini guru dituntut menguasai materi bidang ajarnya. kita harus memahami SI dan SKL. artinya pilihlah materi yang dipandang penting diketahui dan merupakan prerequisite untuk mempelajari materi selanjutnya. Prinsip Menyajikan Materi Mata Pelajaran Kemudian prinsip atau hal yang harus diperhatikan dalam penyajian materi pelajaran. Ada hubungan fungsional antara materi satu dengan materi lainnya. Oleh karena materi diorientasikan pada pencapaian tujuan. b. c. Pola susunan materi bisa mengikuti: 1) Dari yang mudah menuju yang susah. d. sehingga perlu dipilih materi yang benar-benar akan berguna. 4) Dari yang umum menuju yang khusus. dalam konteks KTSP yang berbasis kompetensi. Sehinga seluruh materi yang disajikan itu merupakan satu kesatuan uang utuh untuk mencapai kompetensi yang ingin terbentuk. Dalam dokumen kurikulum sudah tercantum garis besar tujuan dan materi yang harus tercakup. Penyajian materi dari umum ke khusus lebih efektif dibanding dari khusus menuju ke umum (Su30 . Agar jenis materi apa dan sejauh mana kedalamannya bisa ditentukan secara mantap. Hal ini penting dilakukan karena dewasa ini informasi dan ilmu pengetahuan sangat melimpah. 3) Dari khusus menuju yang umum. c. 2) Dari sederhana menuju yang kompleks atau rumit.Karena itu. Pilihlah materi pelajaran yang dipandang akan berguna bagi siswa. Susun materi sesuai dengan urutan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai. artinya disusun menurut suatu alur tertentu. Urgensi materi. a. Tuntutan kurikulum. 2. Nilai keguaan materi. maka penyajian materi pelajaran pun harus disesuaikan dengan susunan tujuan tersebut. sekolah/guru harus mampu mengurai kompetensi dasar ke dalam rumusan indikator hasil belajar secara tepat dan jelas. Tujuan pembelajaran yang baik biasanya disusun menurut suatu alur berpikir tertentu. Harus memenuhi prinsip kontinyuitas. Dalam konteks KTSP.

berkaitan dengan pemilihan dan penyajian materi ada beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatikan. sehingga bisa diproyeksi untuk mencapi tujuan. afektif. dan berisi satu materi yang jelas. Dalam KTSP yang berbasis kompetensi. Dalam konteks KTSP. Dengan demikian guru harus mengenali standar kompetensi mata pelajaran. yang mendefinisikan mata pelajaran sebagai “pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan”. “Membahas materi pelajaran bukan semata-mata urusan metode mengajar saja. baik berupa pengetahuan. 2000). Bisa disimpulkan bahwa keluasan dan kedalaman materi yang akan dipelajari siswa sangat tergantung pada indikator hasil belajar yang harus ditampilkan siswa. diperlukan lebih dari satu indikator hasil belajar untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar yang baik. dan mampu menentukan serta merumuskan indikator hasil belajar dengan baik. rumusan indikator hasil belajar juga harus jelas. Sudjana (2000) menyatakan bahwa. Dalam pengertian. Berkaitan dengan pentingnya memperhatikan prinsip-prinsip menyajikan materi pelajaran di atas. dan spikomotor yang diperlukan untuk membangun kompetensi dasar. jenis kegiatan. materi harus mengacu pada pencapaian kompetensi yang harus dicapai siswa. keterampilan maupun sikap melalui kegiatan pembelajaran agar menjadi kompeten (Nazar. melalui indikator-indikator hasil belajar. tapi juga organisasi materi dan penguasaan bahan pelajaran oleh guru”. Kriteria indikator hasil belajar yang baik setidaknya harus berorientasi pada siswa. dan alat evaluasi yang harus digunakan. sehingga memudahkan untuk menentukan materi.djana. kompetensi dasar. Pengertian ini mirip dengan pengertian mata pelajaran yang terdapat KBBI (1999). Inti dari keduanya adalah 31 . indikator hasil belajar itu merupakan sejumlah kemampuan spesifik dari kompetensi dasar yang di dalamnya mencerminkan kemapuan kognitif. 3. Prosedur Menentukan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah segala sesuatu yang hendak dipelajari dan dikuasai siswa. 5) Harus bisa dijelaskan dengan jelas. menggunakan satu kata kerja operasional yang bisa diamati dan diukur. 2006: 19). Disamping itu.

menunjuk pada bahan yang akan atau harus dipelajari dalam proses pembelajaran. 32 . maka sebagai acuan awal bisa melihat uraian standar kompetensi lulusan sebagai titik tolak untuk membuat indikator hasil belajar (di sini diperlukan penguasaan guru terhadap materi mata pelajaran). Beberapa hal lain yang perlu diketahui sekaitan dengan KTSP di antaranya adalah meskipun menurut BNSP (Tim MKDP KURTEK. namun yang ada adalah sejumlah kompetensi lulusan mata pelajaran. kata kompetensi dasar itu sendiri belum disebutkan secara eksplisit. serta indikator hasil belajar telah dirumuskan dengan jelas. Sedangkan SKL dan SI setiap kelas pada masing-masing jenjang/satuan pendidikan belum ada. namun sejauh analisis yang sudah dilakukan. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu dalam SKL dan SI baru mengatur SKL dan SI satuan pendidikan. Pelajari standar kompetensi b. untuk SD/MI/SDLB antar guru kelas. Tentukan materi sesuai dengan apa yang tertera dalam indikator hasil belajar. Pelajari kompetensi dasar yang ingin dicapai c. untuk menetapkan keluasan dan kedalaman materi mata pelajaran. Pelajari indikator hasil belajar d. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih materi yang berlebihan atau tidak perlu. 2006) dan Nazar (2006: 5) bahwa kompetensi dasar bisa dilihat dalam SKL dan SI. Kalau belum ada lembaga atau asosiasi yang membuat menuangkan SKL dalam bentuk format kompetensi dasar yang eksplisit sehingga mudah dibaca. Dengan asumsi standar kompetensi dan komptensi dasar sudah ditemukenali. secara umum prosedur pengembangan materi pembelajaraan untuk aktivitas pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Dalam hal ini perlu koordinasi yang baik antar guru mata pelajaran antar kelas.

Panduan Penusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Rosda Karya. Tim Redaksi Nuansa Aulia. 2006. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. 2000. Kegiatan. Jakarta: Gaya Media Pratama. S. N. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. dan RPP. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Bandung: Sinar Baru Algessindo. Nazar. Jakarta: Bumi Aksara. 2000. Sukmadinata. Sekolah Dasar dan Ibtidaiyah.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Merancang Pembelajaaran Aktif dan Konteksutual Berdasarkan “SISKO’ 2006: Panduan Praktis Mengembangkan Indikator. Idi. Silabus. Bandung: Tidak diterbitkan. 2005. Bandung: Nuansa Aulia. Himpunan Perundang-undangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: PN. S. BNSP. Jakarta: Tidak diterbitkan. Materi. N. Belen. A. 2006. Kurikulum dan Pembelajaran – Bahan Ajar. Departemen Pendidikan Nasional. Penilaian. Kurikulum Berbasis Komptensi. Sudjana. Jakarta: Grasindo. Tim Pengembang MKDP Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. 2007. 1999. 2006. Jakarta: Sinar Grafika. Anonim. 2006. Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia: Masih Menyisakan Sederet Masalah. Nasution. Kamus Besar Bahasan Indonesia. Tidak diterbitkan. 2003. 33 . Permendiknas 2006 Tentang SI dan SKL. S. 1999. 2006. Balai Pustaka. Jakarta: Tidak diterbitkan.

Perbadingan dengan kurikulum sebelumnya 1964 Persamaan Peberdaan 1968 1975 1984 1994 KBK Kesimpulan umum sekaitan dengan mata pelajaran dalam tentang KTSP dibanding kurikulum sebelumnya: 34 .LAMPIRAN Lembar kerja Tugas I Tugas dilakukan secara kelompok untuk menganalisis ciri khas yang ada pada KTSP. dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Evaluasi Kisi-kisi Soal No. Prinsip pemilihan materi 2. 9 10 11 3 Jumlah 11 35 . kompetensi dasar. dan indikator hasil belajar Muatan Lokal Alokasi Waktu untuk tiap mata pelajaran pada tiap Jenjang Satuan Pendidikan. Rasional adanya perubahan kurikulum. Prinsip penyajian materi 3. penyajian. Jenis kurikulum yang berlaku 2. 3. Prosedur pengembangan materi . Prinsip pemilihan. dan prosedur pengembangan materi mata pelajaran oleh sekolah/ guru dalam KTSP Pokok Pertanyaan Pengeritan Mata Pelajaran 1 Maksud perkembangan mata pelajaran KTSP. 1. Perbedaan penerapan muatan local antara kurikulum 1994 dengan KTSP Pengaturan waktu untuk Mulok dan Pengembangan Diri 1 Nomor Pertanyaan Jumlah Pertanyaan 1 2 2 3 4 5 1 3 3 8 1 4 5 6 1 7 1 6 7 1. Tematik dan pembiasaan Pertama kali diterapkan Mengurut kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan mata pelajaran. Sub Bahasan Pengertian perkembangan mata pelajaran Perkembangan mata pelajaran dalam KTSP Perkembangan mata pelajaran dan kurikulum yang digunakan Kompetensi mata pelajaran.

Pembelajaran tematik dan pembiasaan yang ada pada KTSP pada kurikulum manakah untuk pertama kali muncul pada kurikulum negara kita? 6. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelajari kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dalam struktur kompentesi KTSP terdapat kompetensi lulusan mata pelajaran. Meskipun unsur-unsur umum determinan kurikulum itu sama yaitu faktor filosofis. 36 . Mulok yang muncul pada kurikulum 1994 sempat dihilangkan pada KBK. sosiologis. namun mengapa selalu ada variabilitas penggunaan kurikulum? 5. Ada berapa jenis kurikulum yang pernah digunakan di Indonesia setelah merdeka? 4. Coba Anda urutkan kompetensi yang harus dipenuhi untuk mencapai kompetensi lulusan mata pelajaran! 9. Urutkanlah sehingga menjadi prosedur yang sistematis dalam pengembangan materi pembelajanran! 1. Standar kompetensi.Soal Jelaskan apa persamaan dan perbedaan dari mata pelajaran dan materi pelajaran? 2. yaitu berbasis kompetensi. Berikut ini adalah prosedur pengembangan materi pembelajaran yang masih acak. tentukan materi sesuai dengan apa yang tertera dalam indikator hasil belajar. Sebutkan dan jelaskan beberapa prinsip pemilihan materi! 10. Menunjuk pada hal apakah yang dimaksud dengan perkembangan mata pelajaran dalam KTSP? 3. Apa beda penerapan mulok pada Kurikulum 1996 dengan Mulok KTSP? 7. Prinsip-prinsip apa sajakah yang sebaiknya dipenuhi dalam penyajian materi pelajaran? 11. KTSP menggunakan model konsep kurikulum teknologis. dihidupkan lagi pada KBK. psikologis. pelajari indikator hasil belajar. Apa yang Anda ketahui mengenai pengaturan jam untuk Muatan Lokal dan Pengembangan Diri pada KTSP? 8.