SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA Berdasarkan undang – undang dasar 1945 sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia adalah sebagai

berikut : 1. Negara Indonesia berdasarkan atas hukum, tidak berdasarkan kekuasaan belaka. 2. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas) 3. Kekuasaan Negara yang tertinggi berada di tangan majelis permusyawaratan rakyat. 4. Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi dibawah MPR. Dalam menjalankan pemerintahan Negara kekuasaan dan tanggung jawab adalah ditangan prsiden. 5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden harus mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat dalam membentuk undang – undang dan untuk menetapkan anggaran dan belanja Negara. 6. Menteri Negara adalah pembantu presiden yang mengangkat dan memberhentikan mentri Negara. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. 7. Kekuasaan kepala Negara tidak terbatas. presiden harus memperhatikan dengan sungguh – sungguh usaha DPR. Kekuasaan pemerintahan Negara Indonesia menurut undang–undang dasar 1 sampai dengan pasal 16. pasal 19 sampai dengan pasal 23 ayat (1) dan ayat (5), serta pasal 24 adalah: 1. Kekuasaan menjalan perundang – undangan Negara atau kekuasaan eksekutif yang dilakukan oleh pemerintah. 2. Kekuasaan memberikan pertimbangan kenegaraan kepada pemerintah atau kekuasaan konsultatif yang dilakukan oleh DPA. 3. Kekuasaan membentuk perundang – undang Negara atau kekuasaan legislatif yang dilakukan oleh DPR. 4. Kekuasaan mengadakan pemeriksaan keuangan Negara atau kekuasaan eksaminatif atau kekuasaan inspektif yang dilakukan oleh BPK. 5. Kekuasaan mempertahankan perundang – undangan Negara atau kekuasaan yudikatif yang dilakukan oleh MA. Berdasarkan ketetapan MPR nomor III / MPR/1978 tentang kedudukan dan hubungan tata kerja lembaga tertinggi Negara dengan atau antara Lembaga – lembaga Tinggi Negara ialah sebagai berikut. 1. Lembaga tertinggi Negara adalah majelis permusyawaratan rakyat. MPR sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara dengan pelaksana kedaulatan rakyat memilih dan mengangkat presiden atau mandataris dan wakil presiden untuk melaksanakan garis – garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan putusan – putusan MPR lainnya. MPR dapat pula diberhentikan presiden sebelum masa jabatan berakhir atas permintaan sendiri, berhalangan tetap sesuai dengan pasal 8 UUD 1945, atau sungguh – sungguh melanggar haluan Negara yang ditetapkan oleh MPR. 2. Lembaga – lembaga tinggi Negara sesuai dengan urutan yang terdapat dalam UUD 1945 ialah presiden (pasal 4 – 15), DPA (pasal 16), DPR (pasal 19-22), BPK (pasal 23), dan MA (pasal 24). a. Presiden adalah penyelenggara kekuasaan pemerintahan tertinggi dibawah MPR. Dalam melaksanakan kegiatannya dibantu oleh seorang wakil presiden. Presiden atas nama pemerintah (eksekutif) bersama – sama dengan DPR membentuk UU termasuk menetapkan APBN. Dengan

BPK memriksa semua pelaksanaan APBN. Badan pemeriksa keuangan (BPK) ialah Badan yang memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara. Kepresidenan beserta Aparatur utamanya meliputi : 1) Presiden sebagai kepala Negara merangkap kepala pemerintahan (eksekutif). Mehkamah Agung (MA) adalah Badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman yang dalam pelaksanaan tugasnya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan pengaruh lainnya. e.persetujuan DPR. Lebih lanjut tentang: Makalah : Sistem Pemerintahan Indonesia More About : sistem pemerintahan ri sistem pemerintahan republik indonesia BENTUK NEGARA DAN BENTUK PEMERINTAHAN Bentuk negara adalah kesatuan. Selain itu DPA berhak mengajukan pertimbangan kepada presiden. . Dewan pertimbangan Agung (DPA) adalah sebuah bahan penasehat pemerintah yang berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presien. MA dapat mempertimbangkan dalam bidang hukum. Pemerintahan republic Indonesia terdiri dari Aparatur pemerintah republic Indonesia terdiri dari Aparatur Pemerintah Pusat. LAN. dan perpunas. b. Aperatur Pemrintah daerah dan usaha – usaha Negara. d. c.: EKSEKUTIF Kekuasaan pemerintah (eksekutif) diatur dalam UUD 1945 pada BAB II pasal 4 sampai dengan pasal 15. seperti publik Indonesia (ANRI). departemen pertahanan dan dewpartemen lainnya. Aperatur pemrintah pusat terdiri dari : a. perhatikan dengan seksama bagan – bagan dibawah ini yang di elaborasi oleh kansil. baik diminta maupun tidak diminta kepada kepada lembaga – lembaga tinggi Negara. 4) Kejaksaan agung 5) Sekretariat Negara 6) Dewan – dewan nasional 7) Lembaga – lembaga non departemen menurut keputusan presiden RI nomor 166 tahun 2000. presiden dapat menyatakan perang. Departemen luar negeri. BKN. Menurut keputusan prsiden Republik Indonesia nomor 102 Tahun 2001 tanggal 13 september 2001 bahwa departemen merupakan unsure pelaksana pemerintah yang di pimpin oleh seorang menteri Negara yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Hasil pemeriksaannya dilaporkan kepada DPR. 2) Wakil presiden 3) Menteri – menteri Negara / lembaga non departemen. dan lain – lain. Untuk memperjelas bagaimana hubungan antara lembaga tertinggi Negara dengan lembaga tinggi Negara dan lembaga tinggi Negara dengan lembaga tinggi Negara lainnya menurut UUD 1945. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah sebauh badan legislative yang dipilih oleh masyarakat berkewajiban selain bersama – sama dengan presiden membuat UU juga wajib mengawasi tindakkan – tindakan presiden dalam pelaksanaan haluan Negara. Dalam pelaksanaan tugasnya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah.

Secara resmi tidak mengenal istilah oposisi SISTEM PARLEMEN Sistem parlemen di Indonesia menganut bikameral yang tidak sempurna. Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dan sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. BADAN YUDIKATIF Badan Yudikatif di Indonesia ada 3 Lembaga. SISTEM KEPARTAIAN Sistem kepartaian adalah multipartai. parlemen Indonesia dapat dikatakan menganut Trikameral (Tiga Kamar).Wilayah negara dibagi menjadi beberapa bagian daerah provinsi. presiden selain pemegang kekuasaan eksekutif juga memegang kekuasaan legislatif dan yudikatif. yang diajukan masing-masing tiga orang oleh Mahkamah Agung. yaitu Mahkamah Agung. EKSEKUTIF Di dalam sistem pemerintahan indonesia yang bertanggung jawab dalam bidang eksekutif adalah Presiden atau eksekutif tunggal. PELAKSANAAN ASAS TRIAS POLITIKA Trias politika tidak dilaksanakan secara murni. Misalnya. Fungsi DPD hanya lembaga pelengkap dari DPR karena tidak punya fungsi legislatif secara penuh. Komisi Yudisial diangkat dan diberikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. PEMEGANG KEDAULATAN Kedaulatan dipegang oleh semua lembaga negara kecuali lembaga yudikatif dan bertanggung jawab kepada rakyat Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu. Ketidak sempurnaan itu ditunjukan antara lain : 1. MPR sebagai lembaga masih berdiri dan mempunyai fungsi tersendiri terlepas dari lembaga DPR dan DPD. Komisi Yudisial dan Mahkamah Konstitusi Hakim Agung disusulkan oleh Komisi Yudisial kepala DPR Untuk persetujuan sebagai Hakim agung oleh Presiden. tiga orang dari DPR dan tiga orang dari Presiden. Daerah provinsi dibagi menjadi beberapa daerah kabupaten Bentuk pemerintahan adalah Republik KONSTITUSI YANG DITERAPKAN DI NEGARA INDONESIA Konstitusi meliputi konstitusi tertulis berupa UUD 1945 dan tidak tertulis seperti konvensi atau salah satu contoh dari konstitusi adalah pidato kenegaraan Presiden setiap tanggal 17 Agustus di depan DPR menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia SISTEM KABINET Sistem kabinet negara Indonesia adalah Presidensial yang berarti presiden merupakan kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Mahkamah Konsitusi beranggotakan 9 anggota hakim kontitusi yang ditetapkan oleh Presiden. yaitu MPR yang terdiri dari DPR dan DPD. artinya hanya menganut asas pembagian dari trias politika. 2. . DPR merupakan wakil partai dan DPD merupakan wakil pemerintah daerah. Dari ke-2 alasan di atas.

yang dinamai Trias Politica. Perancis. semata-mata untuk menjelaskan pembagian kekuasaan pemerintahan menurut konstitusi proklamasi. diperhatikan sungguh-sungguh dalam pengupasan ketatanegaraan ini. Pembagian kekuasaan pemerintah Republik Indonesia 1945 berdasarkan ajaran pembagian kekuasaan yang dikenal garis-garis besarnya dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia. diambil tindakan atas tiga kekuasaan.SISTIM PEMBAGIAN KEKUASAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENURUT UUD 1945 Posted on 3 Mei 2010 by andukot BAB I PENDAHULUAN Pembagian kekuasaan pemerintahan seperti didapat garis-garis besarnya dalam susunan ketatanegaraan menurut Undang-Undang Dasar 1945 adalah bersumber kepada susunan ketatanegaraan Indonesia asli. . Amerika Serikat dan Soviet Rusia. tetapi pengaruh dari luar. Aliran pikiran itu oleh Indonesia dan yang datang dari luar. seperti dikenal dalam sejarah kontitusi di Eropa Barat dan amerika Serikat. Arab. yang dipengaruhi besar oleh pikiran-pikiran falsafah negara Inggris.

dan pembagian atas tiga cabang kekuasaan (Trias Politica) adalah hanya akibat dari pemikiran ketatanegaraan untuk memberantas tindakan sewenang-wenang pemerintah dan untuk menjamin kebebasan rakyat yang terperintah. BAB II PEMBAHASAN Sistem ketatanegaraan Republik Indonesia menurut UUD 1945. oleh karena memang dalam UUD 1945 kekuasaan negara dipisah-pisahkan. . Badan legislatif. Ajaran Trias Politika dilahirkan oleh pemikir Inggris Jhon Locke dan oleh pemikir Perancis de Montesquieu dijabarkan dalam bukunya L’Espris des Lois. yang mengandung maksud bahwa kekuasaan masing-masing alat perlengkapan negara atau lembaga negara yang menurut ajaran tersebut adalah : a. memeriksa dan megadilinya. Badan eksekutif yaitu badan yang bertugas melaksanakan undang-undang c. artinya masing-masing badan itu satu sama lain tidak dapat saling mempengaruhi dan tidak dapat saling meminta pertanggung jawaban. tetapi adalah suatu sistem khas menurut kepribadian bangsa indonesia. tidak menganut suatu sistem negara manapun. Badan judikatif. Eksekutif. yaitu badan yang bertugas mengawasi pelaksanaan Undang-undang. yaitu badan yang bertugas membentuk Undang-undang b.Ajaran Trias Politica diluar negeri pada hakikatnya mendahulukan dasar pembagian kekuasaan. Apabila ajaran trias politika diartikan suatu ajaran pemisahan kekuasaan maka jelas Undang-undang Dasar 1945 menganut ajaran tersbut. namun sistem ketatanegaraan Republik indonesia tidak terlepas dari ajaran Trias Politica Montesquieu. Ajaran trias politica tersebut adalah ajaran tentang pemisahan kekuasaan negara menjadi tiga yaitu Legislatif. dan masing-masing kekuasaan negara tersebut pelaksanaannya diserahkan kepada suatu alat perlengkapan negara. dan Judikatif yang kemudian masing-masing kekuasaan tersebut dalam pelaksanaannya diserahkan kepada satu badan mandiri.

BPK. DPR. Susunan organisasi negara yang diatur dalam UUD 1945 sebelum perubahan yaitu : (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) (2) Presiden (3) Dewan Pertimbagan Agung (DPA) (4) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (5) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) (6) Mahkmah Agung (MA) Badan-badan kenegaraan itu disebut lembaga-lembaga Negara. sedangkan lembaga-lembaga kenegaraan lainnya seperti presiden. Sementara itu menurut hasil perubahan lembaga-lembaga negara yang terdapat dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) (2) Presiden (3) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (4) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) (5) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) (6) Mahkmah Agung (MA) .Susunan organisasi negara adalah alat-alat perlengkapan negara atau lembaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 baik baik sebelum maupun sesudah perubahan. Sebelum perubahan UUD 1945 lembaga-lembaga Negara tersebut diklasifikasikan. DPA dan MA disebut sebagai lembaga tinggi Negara. yaitu MPR adalah lembaga tertinggi Negara.

b. UUD 1945 menganut asas pembagian kekuasaan dengan menunjuk pada jumlah badan-badan kenegaraan yang diatur didalamnya serta hubungan kekuasaan diantara badan-badan kenegaraan yang ada. Perpu.(7) Mahkamah Konstitusi (MK) Secara institusional. lembaga-lembaga negara merupakan lembaga kenegaraan yang berdiri sendiri yang satu tidak merupakan bagian dari yang lain. berkewajiban memberikan jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah . Sebelum Perubahan 1. memilih Presiden dan Wakil Presiden serta mengubah UUD 2. mempunyai kekuasaan yang luas yang dapat digolongkan kedalam beberapa jenis: a. mengangkat duta dan konsul. hal itu menunjukan bahwa UUD 1945 tidak menganut doktrin pemisahan kekuasaan. Kekuasaan penyelenggaran pemerintahan. lembaga Negara tidak terlepas atau terpisah secara mutlak dengan lembaga negara lain. dalam menjalankan kekuasaan atau wewenangnya. 3. Kekuasaan didalam bidang perundang undangan. Kekuasaan dalam bidang yustisial. membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain. sebagai pelaksana kedaulatan rakyat mempunyai kekuasaan utama. mempunyai kekuasaan untuk menetapkan UUD. abolisi dan rehabilitasi. Akan tetapi. GBHN. d. DPA. 4. MPR. berkaitan dengan pemberian grasi. yaitu kekuasaan membentuk undang-undang (bersama-sama Presiden dan mengawasi tindakan presiden. c. Dengan perkataan lain. DPR. menetapakn PP. yang berkedudukan dibawah MPR. amnesti. Kekuasaan dalam bidang hubungan luar negeri. yang berkedudukan sebagai badan penasehat Presiden. A. Presiden. yaitu. sebagai pelaksana kedaulatan rakyat. yaitu menyatakan perang.

mempunyai kekuasaan untuk memeriksa tanggung jawab keuangan Negara dan hasil pemeriksaannya diberitahukan kepada DPR. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. DPD. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. DPR. DPD. MA. MA. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. Setelah Perubahan 1. BPK. fungsi anggaran. tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. Mempertegas fungsi DPR. Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. hubungan pusat dan daerah. sebagai badan kehakiman yang tertinggi yang didalam menjalankan tugasnya tidak boleh dipengaruhi oleh kekuasaan pemerintah. Posisi dan kewenangannya diperkuat. MK. BPK. mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. B. berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di . Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. susunan keanggotaanya berubah. Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan negara Republik Indonesia.5. menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). 2. sebagai “counterpart” terkuat DPR. BPK. 3. yaitu: fungsi legislasi. 4. mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. DPR. berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. MPR. 6. dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD.

Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. lingkungan Peradilan Agama. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. legislatif. Mahkmah Agung. 7. dan eksekutif. Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. memutus pembubaran partai politik. Presiden. 5. Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. kewenangan pemberian grasi. Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). 6. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. Kepolisian.setiap provinsi. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. berwenang mengadili pada tingkat kasasi. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Advokat/Pengacara dan lain-lain. Mahkamah Konstitusi. badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. . Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kekuasaan kehakiman.di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya.

Badan judikatif. yaitu badan yang bertugas membentuk Undang-undang. lembaga Negara tidak terlepas atau terpisah secara mutlak dengan lembaga negara lain. yaitu badan yang bertugas mengawasi pelaksanaan Undang-undang. Undang-undang Dasar 1945 menganut ajaran Trias Politica karena memang dalam UUD 1945 kekuasaan negara dipisah-pisahkan. dan masing-masing kekuasaan negara terdiri dari Badan legislatif. dengan perkataan lain. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). BAB III KESIMPULAN Sistem pembagian kekuasaan di negara Republik Indonesia jelas dipengaruhi oleh ajaran Trias Politica yang bertujuan untuk memberantas tindakan sewenang-wenang penguasa dan untuk menjamin kebebasan rakyat. . Badan eksekutif yaitu badan yang bertugas melaksanakan undang-undang. Hubungan – hubungan itu adakalanya bersifat timbal balik dan ada kalanya tidak bersifat timbal balik hanya sepihak atau searah saja. dalam menjalankan kekuasaan atau wewenangnya. Presiden. UUD 1945 menganut asas pembagian kekuasaan dengan menunjuk pada jumlah badan-badan kenegaraan yang diatur didalamnya serta hubungan kekuasaan diantara badan-badan kenegaraan yang ada. Akan tetapi. Lembaga-lembaga negara merupakan lembaga kenegaraan yang berdiri sendiri yang satu tidak merupakan bagian dari yang lain. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mahkamah Konstitusi (MK). UUD 1945 meletakan asas dan ketentuan-ketentuan yang mengatur hubungan-hubungan (kekuasaan) diantara lembaga-lembaga negara tersebut. hal itu menunjukan bahwa UUD 1945 tidak menganut doktrin pemisahan kekuasaan. memeriksa dan megadilinya Menurut UUD 1945 penyelenggaran negara pelaksanaannya diserahkan kepada suatu alat perlengkapan negara seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkmah Agung (MA).Atas dasar itu.

Secara umum sistem check and balances menurut UUD 1945 dapat digambarkan sebagai berikut : . maupun yudikatif. Jakarta. Kansil. DAFTAR PUSTAKA 1. Hukum Tatanegara. Fokusmedia. PT.T. 2007 2. 1985 SISTEM CHECKS AND BALANCES MENURUT UUD 1945/KONSTITUSI Wednesday. 07 July 2010 11:33 administrator Didalam konstitusi negara republik Indonesia (UUD 1945) telah mengatur tentang sistem checks and balances antara lembaga-lembaga negara baik itu lembaga eksekutif. Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945. Ilmu Negara. Yogyakarta. Pradnya Paramita. Abdy Yuhana.Sistem pembagian kekuasan yang di anut oleh Republik Indonesia saat ini tidak tertutup kemungkinan akan berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Bandung. dengan di amandemen UUD 1945 tahun 1999-2004 menunjukan terjadinya perubahan dalam penyelenggaraan negara. C. namun semua itu tetap dalam kerangka kedaulatan rakyat diatas segalanya.S. 2007 3. Soehino. Liberty. legislatif.

TABEL: SISTEM CHECKS AND BALANCES MENURUT UUD 1945 Dalam melaksanakan uji materi atau judicial review. Beda halnya dengan mahkamah agung. Dalam sistematika ketatanegaraan RI hak tersebut diatas hanya dimiliki oleh mahkamah konstitusi. Oleh sebab itu yang diuji ialah isi/substansi/materi suatu peraturan perundang-undangan. yakni menguji suatu undang-undang apakah bertantangan dengan peraturan yang lebih tinggi yaitu UUD atau tidak. sudah sesuai atau tidak dengan peraturan perundang-undangan yang ada diatasnya. Peraturan Presiden (Perpres). Peraturan Pemerintah (PP). Fungsi dasar institusi tersebut. Institusi/ lembaga yang mengawal dan menjaga konstitusi secara yuridis formal. yakni menentukan apakah isi suatu peraturan baik itu Undang-Undang (UU). dan bukan oleh mahkamah agung RI. biasanya mempunyai hak menguji secara material undang-undang. mahkamah ini hanya diberikan wewenang yang boleh dikatakan terbatas karena hanya menguji peraturan yang . hak inilah yang disebut dengan hak judicial review (uji materi). selain itu juga agar tidak sampai terjadi penyimpangan terhadap UUD oleh si pembuat undang-undang atau peraturan lainnya. adalah untuk menjaga dan mengawasi agar suatu peraturan yaitu undang-undang tidak sampai melebihi atau bahkan mengurangi ketentuan yang ada pada UUD. Peraturan Daerah (Perda) dan aturan lainnya yang diatu r dalam undang-undang.

Dengan kata lain. mahkamah agung hanya mempunyai kewenangan untuk menetapkan sah atau tidaknya suatu peraturan dibawah undang-undang. dengan suatu asumsi bahwa bertentangan dengan peraturan perundang-undang yang lebih tinggi derajadnya. .ada dibawah undang-undang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful