Jurusan Teknik Elektro – FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember RE 1599 TUGAS AKHIR – 4 SKS Nama Mahasiswa Nomor

Pokok Bidang Studi Tugas Diberikan Dosen Pembimbing Judul Tugas Akhir : I Gusti Bagus Yudha H. : 2205100110 : Telekomunikasi Multimedia : Semester Gasal Th. 2010/2011 : Dr. Eko Setijadi, S.T.,M.T. : RANCANG BANGUN SISTEM TELEMEDIKA BERBASIS JARINGAN ADSL Design of Network-Based Telemedicine System for ADSL

Uraian Tugas Akhir : Telemedika dapat didefinisikan sebagai pemberian perawatan kesehatan dan berbagi pengetahuan medis dari jarak jauh menggunakan sarana telekomunikasi. Telemedika menyediakan pertukaran informasi medis antara pasien dan dokter untuk mendukung prosedur medis, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Tugas akhir ini akan mengembangkan sistem telemedika berbasis ICT yang dapat di fungsikan sebagai unit kesehatan darurat perawatan untuk daerah bencana, perkotaan dan pedesaan. Sistem ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu, Unit Telemedika dan Manajemen Komunikasi. Unit telemedika merupakan perangkat kesehatan yang memantau keadaan pasien yang menjadi masukan bagi dokter untuk melakukan tindakan medis. Sedangkan manajemen komunikasi merupakan jalur yang digunakan untuk mengirimkan hasil pengamatan ke dokter untuk segera dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Pertukaran informasi ini ditangani dengan menggunakan media kabel telepon yang memanfatkan jaringan ADSL. Pada hasil tugas akhir ini akan menyajikan rancangan sistem pengamatan pasien jarak jauh dengan media kabel telepon dengan konfigurasi jaringan ADSL. Kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan sistem ini adalah pembuatan jaringan dan pusat data yang mendukung pengiriman data dari pasien hingga sampai pada dokter, sehingga dokter dapat memberikan tindakan medis. Kata Kunci: Telemedicine, ADSL, Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dosen Pembimbing I, Dosen Pembimbing II,

Dr. Eko Setijadi, S.T.,M.T. NIP. 19721001 200312 1 002 Mengetahui, Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS Ketua,

Ir. Djoko Suprajitno Rahardjo 19550622 198701 1 001 Menyetujui, Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Koordinator,

Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng NIP. 1965 10 12 1990 03 1003

Ir. M. Aries Purnomo NIP. 1948 04 19 1976 03 1001

184 Puskemas (51 %) belum memiliki dokter. Di perkotaan atau di daerah yang kaya. sejak November 2002. oleh Dinas Kesehatan Bandung dan semakin banyak Pusat Kesehatan Masyarakat di Bandung. Pan Asia Networking. baru satu puskesmas untuk 60. Harian Republika (10/3) memberitakan bahwa 25% tenaga medis (dokter) berada di Jakarta. Tenaga kesehatan tidak terbatas pada dokter semata. Jumlah mobil operasional puskesmas 34 unit dan tahun ini ditambah empat mobil. Sebagai contoh masih kurangnya pelayanan kesehatan. Sistem telah difokuskan pada Perawatan Kesehatan Masyarakat dengan tujuan untuk mengurangi angka kematian Bersalin (AKI). Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan ini kian diperburuk dengan distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata [1]. Informasi kesehatan dapat tersampaikan dengan baik bila di setiap wilayah terpencil yang tersebar memiliki tenaga kesehatan yang dapat melayani. sistem tersebut telah beroperasi dan terus menerus dikembangkan. Indikator yang dapat menunjukan kinerja rendah seperti cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan. Satu puskesmas idealnya melayani 30. Untuk kinerja masih perlu ditingkatkan. Yang penting terlebih dahulu bagaimana supaya tersedia tenaga kesehatan yang cukup di wilayahnya. tertinggal dan perbatasan yang tersebar di 64 kabupaten pada 17 provinsi. RUANG LINGKUP • Rekayasa Internet • Jaringan Manajemen Telekomunikasi • Komunikasi Data C.600 Pusat Kesehatan Masyarakat untuk melayani . Idealnya setiap puskesmas memiliki satu mobil keliling untuk melayani desa-desa yang jauh dari jangkauan seperti daerah perbukitan dan pegunungan. banyak menumpuk tenaga kesehatan. telah dikembangkan sistem telemedika berbasis internet. LATAR BELAKANG Negara Indonesia yang berbentuk kepulauan memberikan kendala tersendiri dalam usaha untuk menyebarluaskan informasi. Sayangnya sistem yang ada jumlahnya masih relatif kecil. International Development Research Centre (IDRC). dan Asia-Pacific Network Information Centre (APNIC).000 jiwa. AsiaPasifik Development Program (APDIP). B. Namun bagi daerah yang tenaga kesehatan masih kurang. Di bawah dukungan penuh dari Asian Media Information & Communication Centre (AMIC). pertambahan jumlah penduduk yang pesat membuat produksi tenaga kesehatan belum mencukupi kebutuhan.000 jiwa dan sekarang rasionya. JUDUL TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN SISTEM TELEMEDIKA BERBASIS JARINGAN ADSL. Sementara data Departemen Kesehatan tahun 2006 menyatakan bahwa dari 364 Puskesmas di daerah terpencil. tenaga gizi. Saat ini. Berbagai terobosan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan. tenaga sanitasi. cakupan imunisasi sampai penemuan kasus penyakit. Mengatasi masalah kekurangan dalam jumlah maka telah didirikan sejumlah institusi pendidikan. faktor kualitas dan kinerja sering dikorbankan. bidan. Masalah lain adalah kualitas dan kinerja tenaga kesehatan.A. Indonesia memiliki lebih dari 7. Salah satu informasi penting dalam kehidupan sehari-hari adalah informasi tentang kesehatan. Mulai dari institusi pendidikan sampai kompetensi masing-masing profesi. Tapi mencakup seluruh profesi yang bekerja untuk bidang kesehatan seperti perawat. Namun. kabupaten Bandung baru memiliki 76 poliklinik desa dan 90 puskesmas pembantu. tenaga kesehatan masyarakat dan lainnya.

ICT Berbasis Mobile Telemedicine System dengan Multi Komunikasi Links adalah jelas salah satu solusi terbaik untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan nasional di Indonesia. D. dan Nabire. Manfaat yang diperoleh pasien yang tinggal di daerah pedesaan atau jauh dari rumah sakit dapat diberikan pemeriksaan rutin dengan menggunakan ponsel. Sistem yang diusulkan akan memanfaatkan keuntungan dari teknologi nirkabel dan mengkombinasikannya dengan teknologi komunikasi lainnya seperti radio paket data untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat yang berbeda geografis. dan ketersediaan infrastruktur yang dibutuhkan. dan banjir sebagai hanya terjadi di Aceh. Unit telemedika merupakan perangkat kesehatan yang memantau keadaan pasien yang menjadi masukan bagi dokter untuk melakukan tindakan medis. Salah satu masalah yang sangat penting untuk memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia adalah demografi tertentu. Masalah dengan sistem telemedika tetap adalah: • Hal ini tidak mudah untuk dikembangkan dan kurang fleksibel. karena sistem ini menawarkan fleksibilitas untuk pengembangan yang sesuai dengan kondisi kebutuhan lokal. terutama di daerah dimana infrastruktur komunikasi dan transportasi belum tersedia. Mengembangkan sistem telemedika berbasis ICT yang dapat difungsikan sebagai unit perawatan kesehatan darurat untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Karena kondisi geografis Indonesia. Dengan menggunakan teknologi telemedika. jadi pasien yang berada di lokasi terpencil memperoleh pendapat pelayana ahli medis. Sistem ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu. Sehinnga meningkatkan pengelolaan sumber daya kesehatan terutama di daerah pedesaan dengan menggunakan teknologi telemedika. Selain itu. paket radio atau saluran telepon tetap. oleh karena itu sistem telemedika yang ada masih jauh dari cukup. Puskesmas biasanya tidak memiliki cukup ahli medis dan staf keperawatan yang mampu mengelola pasien penyakit serius. Unit Telemedika dan Manajemen Komunikasi. Dalam rangka untuk meringankan masalah pelayanan kesehatan dan mendukung aplikasi yang berbeda dikembangkan telemedika. • Penyebaran sistem dapat bermasalah. dimungkinkan untuk membangun sistem manajemen penyakit terpadu dalam rangka untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya terjangkau. Telemedika mengusulkan pengembangan ICT berbasis Mobile Telemedicine Sistem dengan banyak media komunikasi. luka berat pasien dapat dikelola secara lokal dan akses ke dokter spesialis diakses dengan telemedika tanpa kabel. Selain itu. sistem komunikasi bergerak lebih diutamakan karena sistem komunikasi tetap sulit menjangkau pasien di daerah pedesaan terpencil sehingga ia tidak dapat diberikan layanan kesehatan yang layak. dengan menerapkan sistem. Operasi sistem yang dikembangkan sebagian besar bergantung pada infrastruktur yang sudah ada untuk komunikasi publik. • Indonesia memiliki lebih dari 237 juta penduduk tersebar di seluruh negeri. masalah pelayanan pasien dapat diringankan. maka sistem dapat memberikan respon yang cepat untuk perawatan medis kritis meskipun hambatan geografis.lebih dari setengah dari total penduduk Indonesia. dibandingkan dengan kebutuhan nasional secara keseluruhan. Komunikasi antara dua unit dapat dibangun menggunakan nirkabel digital selular. Sedangkan manajemen komunikasi merupakan jalur yang digunakan untuk mengirimkan hasil pengamatan ke dokter untuk segera dilakukan tindakan medis lebih lanjut. PERUMUSAN MASALAH Masalah yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah : • Bagaimanakah cara mengimplementasikan tampilan data pasien menuju dokter • Bagaimanakah cara mengimplementasikan server data pasien dan rekaman video . terutama dalam kasus-kasus darurat/bencana alam seperti tsunami. gempa bumi.

Teknologi informasi telah dikonfirmasi sebagai alat yang efektif dan efisien untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi penduduk yang tersebar luas seperti Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI F. untuk mendukung prosedur medis. dengan tujuan akhir untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.• Bagaimanakah cara mengimplementasikan teknik integrasi telemedika yang memenuhi kriteria: o Aplikasi dasar php dari web dan Java Server Page dari Video Recording bisa berjalan bersama-sama o Dapat digunakan oleh 2 pengguna yang aktif secara bersamaan o Server mampu menyimpan dan mengirim data (store and forward) saat diminta Permasalahan dibatasi sebagai berikut: • Tampilan berbasis Web • Video Recording berplatform Open Source Java Server Page • Dapat dilakukan sinkronisasi data pasien • Pengukuran parameter-parameter kualitas jaringan • Database pasien dan Video Recording menggunakan MySQL dan JSP E. TUJUAN Penelitian pada tugas akhir ini bertujuan sebagai berikut : • Rancang bangun Integrasi ADSL dan Video Recording • Mengevaluasi berdasarkan Network performance pada system Integrasi antara ADSL dan Video Recording dalam berbagai kondisi. Telemedika dapat didefinisikan sebagai pemberian perawatan kesehatan dan berbagi pengetahuan medis dari jarak jauh menggunakan sarana telekomunikasi [2]. Telemedika menyediakan pertukaran informasi medis dari kejauhan. Data ini kemudian dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan layanan unit gawat darurat melalui media komunikasi yang ada. Konsep Telemedika Secara umum. . Tujuan telemedika juga untuk memberikan perawatan kesehatan dan untuk memberikan perawatan darurat melalui telekomunikasi modern dan teknologi informasi.1. Sistem yang dirancang akan menghubungkan jaringan Rumah Sakit yang bekerjasama dan menyimpan data keberadaan peralatan kesehatan serta ruangan yang tersedia di masing-masing rumah sakit pada saat tertentu. Hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini diharapkan dapat memberi manfaat berikut: • Menciptakan pelayanan kesehatan telemedika melalui jaringan ADSL • Memenuhi dan mengoptimalisasi kebutuhan informasi kesehatan melalui jarak jauh F.

data pasien. untuk penyebaran informasi dan pendidikan kesehatan. Rekayasa Biomedis dan Ilmu Kedokteran. Sistem ini dapat dioperasikan pada dua model yaitu model on-line dan model tidak langsung (data disimpan dan diteruskan di kemudian hari). dan pelaporan . Mikroskop dan Kamera yang berada pada sisi pasien[3]. Metodologi berikut akan dilakukan untuk mengimplementasikan proyek: a. kondisi kesehatan darurat terletak di daerah yang sulit terjangkau pusat kesehatan. X-ray. Integrasi modul dikembangkan ke dalam sistem telemedika d. atau rumah sakit pedesaan. Sistem Telemedicine terdiri dari hardware dan software disesuaikan pada sisi dokter yang memiliki beberapa Peralatan Diagnostik seperti ECG. Identifikasi informasi dan layanan yang dibutuhkan oleh pihak dokter termasuk basis data medis e. Tergantung pada lokasi geografis. Akibatnya. Mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak modul antarmuka untuk melakukan komunikasi suara. Data dapat ditransmisikan dalam model yang berbeda hubungan komunikasi berdasarkan bandwidth yang tersedia. pengguna dapat menentukan model komunikasi yang sesuai kebutuhannya. telepon seluler baik GSM maupun CDMA. dan telecare rumah bagi pasien yang menderita kronis. Perkembangan teknologi jaringan telemedika dapat dirancang sebagai berikut: • Point to Point System – Satu pasien terhubung dengan satu dokter spesialis dalam rumah sakit • Point to Multi Point System – Beberapa pasien terhubung bersamaan dengan satu dokter spesialis dalam rumah sakit • Multi Point to Multi Point System – Beberapa pasien terhubung secara bersamaan dengan dokter yang berada di rumah sakit yang berbeda lokasi geografis Ruang lingkup telemedika adalah untuk mengembangkan dan menerapkan sistem telemedika terintegrasi yang dapat mengatur persyaratan telemedika yang berbeda di Indonesia.TEKNOLOGI KOMUNIKASI ILMU KEDOKTERAN TELEMEDIKA TEKNIK BIOMEDIK TEKNOLOGI INFORMASI Gambar 1: Cabang Ilmu Telemedika Telemedicine adalah pertemuan Teknologi Komunikasi. sistem telemedika. Pengujian lapangan analisis. Mengembangkan platform perangkat keras dan perangkat lunak untuk telemedicine termasuk data base telemedicine c. Teknologi Informasi. sistem telemedika Terpadu berarti sistem mampu melayani kebutuhan yang berbeda. sistem harus dapat bekerja secara efektif bahkan jika hanya bandwidth yang terendah yang tersedia di daerah setempat. sistem akan disediakan dengan pilihan berbagai hubungan komunikasi dari saluran telepon biasa. Untuk mencapai tujuan ini. Pengembangan hardware yang dibutuhkan dan platform perangkat lunak untuk situs dokter f. dan radio paket. data transaksi dan video untuk tujuan telemedika b.

F. dan didukung oleh hardware dan software yang dirancang khusus. Untuk Telemedicine Mobile Unit. Rural Urban Radio Link Terestrial WiMAX Satelit Radio Paket Data GSM CDMA Selular DSL Tata Kelola Komunikasi Jaringan Telekomunikasi Multimedia Pengendali Data Monitor USG Monitor ECG Tekanan Darah Kamera Sensor Masukan Gambar 2: Road Map Telemedika Blok Peralatan Medis Alat kedokteran yang dilengkapi unit mungkin akan berbeda. pelayanan kesehatan. Sebuah road map telemedika digambarkan dalam Gambar 1. Menurut kebutuhan yang paling dibutuhkan pelayanan kesehatan di Indonesia. dan unit pengolahan data.2. dan perangkat diagnostik dan proses. blok komunikasi. Unit ini disebut Telemedicine (mobile/bergerak) unit. sedangkan Gambar 2 menggambarkan satu unit Rumah Sakit atau Dokter. sesuai dengan pelayanan medis darurat yang sebagian besar dituntut oleh masyarakat dalam daerah tertentu. desain sistem akan difokuskan pada aplikasi telemedika untuk: • Telediagnostics • Telecosultation • Recording dan reporting • Distance education Unit Telemedika Pada dasarnya Mobile Telemedicine Unit terdiri dari tiga blok yaitu peralatan medis yang melakukan pengukuran dan akuisisi data medis / informasi termasuk satu set peralatan kamera video. dan mobilitas tim darurat. wasit telemedika juga . Penerapan Telemedicine System Telemedicine Mobile mengarahkan suatu aspek mobilitas pasien. data medis. Masing-masing alat-alat medis terhubung ke Arbiter Telemedicine yang berfungsi sebagai antarmuka antara peralatan dan PC lokal. Sistem ini didasarkan pada penyebaran unit mobile dilengkapi dengan komputer. Selain itu. juga akan mengembangkan unit Base atau unit Dokter yang ditempatkan di pusat-pusat medis atau rumah sakit rujukan.Aspek yang paling penting yang harus dipertimbangkan adalah aplikasi nyata dari sistem yang akan menentukan kelayakan kendala teknis.

diterapkan sebagai unit kontrol untuk transaksi komunikasi ke PC lokal dan manajer komunikasi. Sebuah perangkat lunak dengan tujuan khusus harus dirancang sebagai protokol untuk pertukaran data. Data akan disimpan dalam Medical Data Base. yaitu: • Telemedicine Arbiter • Communication Manager Arbiter bertanggung jawab atas perolehan data atau pemungutan rekam medis dari peralatan medis yang berbeda. yaitu. Unit Rumah Sakit terdiri dari PC yang berdedikasi dan Manajer Komunikasi. multimedia). Unit Pengolahan Data Sebuah komputer pribadi digunakan sebagai unit pengolahan data. Dalam rangka melaksanakan tugas ini. Serat optik). Manajer Komunikasi akan dirancang. Operasi modul akan dikendalikan oleh protokol komunikasi standar software untuk mengelola transaksi data (data flow in . Data dapat dalam berbagai format. gambar. Rural Urban Radio Link Terestrial WiMAX Satelit Radio Paket Data GSM CDMA Selular DSL Tata Kelola Komunikasi Gambar 3: Unit Rumah Sakit/Dokter . GSM. Komunikasi antara Mobile Telemedicine Unit dan Unit Rumah Sakit diimplementasikan dengan menggunakan mode komunikasi yang berbeda. dan data transaksi dikendalikan oleh Manajer Komunikasi. menentukan jenis link komunikasi. Unit Rumah Sakit Seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. CDMA. dan akuisisi biosignals modul untuk mendukung sistem yang dibutuhkan. dan penanganan yang efektif dari meningkatnya jumlah sistem dan pengguna. penyimpanan data yang efisien. sinyal yang masuk biosignals diukur dengan alat-alat medis di Unit Telemedika. dan terdiri dari modem multi (radio. Blok Komunikasi Blok komunikasi terdiri dari dua bagian utama.data yang mengalir keluar) yang cocok untuk format data berdasarkan pada link komunikasi yang tersedia. PC digunakan untuk memonitor sinyal dan data yang berasal dari Unit Telemedika. Pemilihan komputer tergantung pada penerapan Unit Telemadika. modul komunikasi. Salah satu faktor yang paling penting harus diperhitungkan adalah kemungkinan melayani berbagai format data. Modul ini memberikan pilihan bagi transmisi data sesuai dengan link infrastruktur komunikasi yang tersedia. dan memelihara hubungan antara Unit. yaitu parameter koneksi ke sebuah jaringan komputer kecepatan tinggi yang menerjemahkan format data yang berbeda (catatan pasien.

satu modem (atau line card) dipasang pada sentral dan satunya lagi di tempat pelanggan. HDSL. Pertimbangan utama yang harus dipertimbangkan adalah tingkat keakuratan biosignal dan data yang diperlukan oleh dokter untuk diagnosis. kamera digital. Unit telemedika mobile akan disediakan dengan baik hardware dan software. DSL memanfaatkan frekwensi tinggi untuk mengirim data dan frekwensi rendah untuk menyalurkan suara /faximili. Karena kebanyakan teknologi DSL .Teknik Pelaksanaan dan Rancang Bangun Mobile Telemedicine Unit diciptakan untuk mudah diperbarui dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. unit ini dirancang dalam bentuk modular. informasi non-klinis adalah tentang lingkungan pasien. dan ketahanan berarti perangkat dapat beroperasi di hampir semua daerah keadaan. SDSL dan VDSL telah disediakan di pasar internasional. Mesin ECG 3. F.Sinyal digital untuk komunikasi data sementara sinyal analog untuk suara.3. Tekanan darah 2. usia pasangan. yaitu: • Penyakit yang diderita • Pengamatan pasien oleh dokter • Diaknosa penyakit • Hasil tes diaknosa • Tindakan medis • Metode pengobatan Selain itu. yakni melalui sepasang modem. Digital Subscriber Line DSL mempunyai kepanjangan "Digital Subscriber Line". dll. DSL menggunakan teknologi digital untuk mengirim data terkompressi melalui kabel telepon biasa yang terbuat dari tembaga (drop wire cable) [4]. DSL akan mengkoneksikan dan membawa sinyal digital untuk komunikasi data dan bekerja dengan menggunakan modem khusus (disebut modem DSL) untuk membaca (encode) data tersebut dan kemudian mengirimkannya melalui frekuensi yang tidak terpakai pada kabel telepon tersebut. dan perangkat medis. Oleh karena itu. Kemampuan untuk memisahkan sinyal suara dan data ini adalah merupakan suatu keuntungan dari teknologi DSL yang mempunyai lebar data (bandwidth) yang lebih besar. meskipun instrumen analog juga dapat digunakan jika diperlukan. Berdasarkan kebutuhan yang paling dibutuhkan. portabilitas. Melalui Teknologi DSL ini akan membawa kedua sinyal analog serta digital pada satu kabel tersebut. Informasi medis terdiri dari klinik serta data non klinis. seperti alamat. Sistem ini juga mengandung rekaman informasi pasien (PIR) yang diperlukan untuk menyediakan pelayanan kesehatan menggunakan telemedicine. sumber daya. perangkat medis yang disertakan adalah: 1. Doppler Fetal monitor Hal ini diinginkan untuk hanya menggunakan instrumen digital dan peralatan medis. Jenis-jenis DSL Berbagai macam DSL seperti ADSL. informasi klinis adalah informasi kesehatan dari pasien. Selain itu. Perangkat keras minimum berisi PC atau laptop. unit ponsel juga akan disediakan dengan perangkat lunak pengolah gambar dan scanner untuk digitalisasi citra yang dihasilkan. pekerjaan.

Karena HDSL membutuhkan dua pasang saluran. harus disediakan penguat sinyal (repeater) untuk memperpanjang jarak layanannya. SDSL (single-line Digital Subscriber Line) Tidak seperti ADSL. Karena ia dibuat untuk memberikan lebih banyak downstream/download sampai 8 Mbps sedang-kan upstream/upload mulai 16 Kbps sampai 640 Kbps. ia digunakan terutama untuk koneksi-koneksi jaringan PBX. Rentang operasi HDSL lebih terbatas daripada ADSL. selular. Bandwidth yang tersisa memungkinkan perusahaan telekomunikasi memberikan program layanan HDTV(high-definition television) dengan menggunakan teknologi VDSL. Rentang operasinya terbatas pada 1. server-server internet dan jaringan data pribadi. GSM. layanan VOD (Video On Demand). HDSL (high-data-rate Digital Subscriber Line) HDSL dapat memberikan bandwidth 1.000 kaki (3. sesudah 12. HDSL merupakan basis universal untuk layanan pelanggan (suara. residential video converencing dan lain-lain. video) dan dapat pula melayani (sebagai transportasi khusus atau sementara) seperti pada misalnya base station network. maka masih ada tempat tersisa untuk kanal suara.tidak menggunakan keseluruhan bandwidth pada satu saluran.1 Mbps dan diberikan secara simetrik. para pengguna yang menjelajahi internet dengan modem ADSL masih dapat melakukan dan menerima panggilan telepon pada jalur tersebut. perusahaan telekomunikasi berkemungkinan untuk dapat memberikan layanan akses LAN jarak jauh (remote LAN) dan layanan VOD (video -ondemand) melalui ADSL. SDSL ini bersifat simetrik dan sangat cocok digunakan untuk mengakses internet kecepatan tinggi untuk perumahan karena memberikan kecepatan atau bandwidth sampai 1. DSL Type ADSL HDSL SDSL VDSL Uplink (Kbps) 640 1540 1100 3000 Downlink (Kbps) 8000 1540 1100 52000 Jarak Maks (m) 5500 3650 7300 1370 Phone Support Yes No No Yes Tabel 1. Perbandingan kecepatan jenis DSL.65 Km).3 Km. Bersama dengan akses Internet. dan PCN. data.000 kaki (5.1. Sangat cocok untuk akses LAN jarak jauh (remote LAN). digital loop carrier system.500 kaki (304 meter .544 Mbps. Teknologi ADSL (Asymmetrical Digital Subscriber Line) . Misalnya saja. antar sentral. VDSL (Very-high-data-rate Digital Subscriber Line) VDSL bersifat asimetrik. tetapi VDSL dapat menangani bandwidth rata-rata 13 Mbps sampai 52 Mbps untuk downstream dan 640 Kbps sampai 3 Mbps untuk upstreamnya. Transmisi ADSL bekerja pada jarak sampai 18.37 Km).000 sampai 4. Masing-masing kelompok DSL seperti disebutkan diatas mempunyai spesifikasi sebagai berikut: ADSL (asymmetrical Digital Subscriber Line) Teknologinya secara mendasar cocok untuk mengakses internet dan menjadi pilihan pengguna.48 Km). dengan jarak maksimum sampai 7.

RELEVANSI • Dari pembahasan tugas akhir ini diharapkan pemanfaatan media kabel telepon dapat lebih dioptimalkan dengan teknologi ADSL • Dari pembahasan tugas akhir ini dapat lebih dikembangnkan tidak hanya sebatas pemantauan pasien. Perbedaan antara modem ADSL dengan modem konvensional yang paling mudah kita jumpai adalah dalam kecepatan pentransferan (upload/download) data. Perbedaan kecepatan yang mencolok diantara keduanya (modem konvesional dan ADSL) dikerenakan perbedaan penggunaan frekuensi untuk mengirim sinyal/data.Teknologi ADSL adalah suatu teknologi MODEM. Tampilan form pasien dan dokter menggunakan PHP dan Video Recording menggunakan Java Server Page. METODOLOGI Metodologi yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. sedangkan pada modem ADSL digunakan frekuensi di atas 4 kHz. 3. H. Sehingga di dapat konfigurasi minimum jaringan untuk dapat menjalankan Aplikasi ini. Pada modem konvesional digunakan frekuensi dibawah 4 kHz. 2. Sehingga user dapat menggunakan aplikasi Web dan video recording tanpa harus membuat user lagi di server video recording. sehingga pelayanan jaringan yang ada dapat lebih dioptimalkan • Diharapkan rencang bangun telemedika dengan ADSL dapat membatu permasalahan layanan kesahatan di daerah terpencil yang masih membutuhkan . Pemodelan Rancang Bangun Sistem yang ditinjau menggunakan 2 open source yang berbeda. Pengintegrasian dilakukan secara User Interface dan Database User Profile. Analisis Analisis kehandalan rancang bangun ini di dapat dengan mengukur throughput dan jitter pada berbagai macam kondisi kanal dan bandwidth. Sintesis dan penarikan kesimpulan Kesimpulan mengenai Integrasi dapat ditarik berdasarkan hasil throughput dan jitter pada berbagai macam kondisi kanal dan bandwidth. Umumnya modem ADSL menggunakan frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Kesimpulan mengenai metode simulasi untuk sistem dapat dilakukan dengan jaringan lokal dengan memaniulasi batasan kecepatan traffic pada Hardware LAN. G. Walaupun sama-sama menggunakan saluran telepon umum sebagai jalur komunikasinya. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan pentransferan sinyal/data antara modem konvensional dan modem ADSL. Modifikasi sepenuhnya dilakukan pada sisi Video Recording secara user interface dan pemanggilan database user profile pada Wab yang akan di duplikasi pada Video Recording. kecepatan pada modem ADSL berkisar antara 640 Kbps sampai 8 Mbps.

DAFTAR PUSTAKA [1] Dr Jopy Thungari. di akses tanggal 15 Oktober 2010 [2] UNDP.Z. Bangalore. Dodd.php?mib=berita. The Essential Guide to Telecommunications 2nd. Telemedicine Healing Touch Through Space. JADWAL KEGIATAN Jadwal pelaksanaan kegiatan yang harus dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut.manadopost.I. Pemerataan Tenaga Kesehatan. 2000.co. KEGIATAN Penentuan Kriteria Desain Desain Perangkat Integrasi Penerapan integrasi Pengujian Performansi Penulisan buku Tugas Akhir J.id/index. 2005 [3] Indian Space Research Organisation. NJ Prentice Hall MINGGU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 . Development of ICT-Based Mobile Telemedicine System with Multi Communication Links for Urban and Rural Areas in Indonesia. 1994 [4] A.detail&id=59239. www.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.