P. 1
apa itu obligasi

apa itu obligasi

|Views: 283|Likes:
Published by pastipher

More info:

Published by: pastipher on Feb 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

Apa itu Obligasi?

merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber

Baru saja saya membaca berita di Kompas yang menyebutkan bahwa Departemen Keuangan mencatat pemesanan ORI 003 sebesar Rp 6,1 triliun hingga 3 September 2007.

dana dari luar perusahaan. Pada beberapa negara, istilah "obligasi" dan "surat utang" dipergunakan tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya menggunakan istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah "surat utang" digunakan bagi penerbitan surat utang dalam

Samakah obligasi ritel dengan obligasi biasa? Untuk menjawab itu, Anda yang belum memahami apa itu obligasi, perlu mengetahui terlebih dahulu definisi obligasi. Berikut ini saya cuplik beberapa definisi obligasi dari beberapa sumber. Obligasi atau disebut juga bond dalam bahasa finansial, merupakan surat pernyataan hutang yang dijual kepada masyarakat. Sebagai balasan pinjaman uang, orang yang meminjamkan uang akan mendapat secarik kertas yang menyebutkan nilai yang dipinjam, tingkat bunga yang disepakati, periode pembayaran bunga, dan kesepakatan lainnya. Biasanya Obligasi dijual dengan pecahan Rp. 1,000,000,000.- (e-samuel). Seperti saham, kini obligasi juga sudah tidak lagi menggunakan sistem warkat, artinya pemilik obligasi tidak lagi menerima secarik kertas obligasi tetapi cukup hanya dengan memiliki account saja. Obligasi adalah bukti hutang dari suatu perusahaan yang dapat diterbitkan dalam bentuk sertifikat atau dalam bentuk scriptless (tanpa sertifikat), namun nama pemegangnya tercatat pada Lembaga Kliring Efek. (minnapadi) Wikipedia memberikan penjelasan yang lebih mendalam lagi mengenai obligasi. Obligasi adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap diatas 10 tahun. Misalnya saja pada Obligasi pemerintah Amerika yang disebut "U.S. Treasury securities" diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau lebih. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut "surat utang" dan utang dibawah 1 tahun disebut "Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah disebut Surat Utang Negara (SUN) dan utang dibawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN). Obligasi secara ringkasnya adalah merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. "Penerbit" obligasi adalah merupakan sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang" obligasi adalah

skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada sejmlah kecil investor. Tidak ada pembatasan yang jelas atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah "surat perbendaharaan" yang digunakan bagi sekuriti berpenghasilan tetap dengan masa jatuh tempo 3 tahun atau kurang. Obligasi memiliki risiko yang tertinggi dibandingkan dengan "surat utang" yang memiliki risiko menengah dan "surat perbendaharaan" yang memiliko risiko terendah yang mana dilihat dari sisi "durasi" surat utang dimana makin pendek durasinya memiliki risiko makin rendah. Obligasi dan saham keduanya adalah merupakan instrumen keuangan yang disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangka waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya (terkecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo. Semoga beberapa definisi dan penjelasan di atas dapat memberikan kemudahan bagi Anda yang belum memahami apa itu obligasi. Pada publikasi berikutnya, saya akan membahas jenis-jenis obligasi.

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Jenis Obligasi Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu : 1) Dilihat dari sisi penerbit : a) Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.

Mengukur resiko / kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi. baik corporate bonds maupun government bonds. sehingga memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. 4) Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya a) Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. 5) Dilihat dari segi nilai nominal a.b) Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Namun. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah. Dalam kelompok ini. berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta. Harga Obligasi : Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang. Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil. Rp 1 miliar per satu lot. b. Secara umum. Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase. 3) Dilihat dari hak penukaran / opsi : a) Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya. d) Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. c) Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyekproyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility). harga obligasi . Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil.Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas properti atau asset tetap. 2) Dilihat dari sistem pembayaran bunga : a) Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik. c) Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. b. Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga. b) Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya. yaitu: . . Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. termasuk didalamnya adalah: . semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi. misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya. 6) Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil : a. bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo. Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal. b) Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum. dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan Karakteristik Obligasi : Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo. .Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denan penangguangan dari pihak ketiga . c) Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik. semakin tinggi Kupon / bunga nya.Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap.Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya. Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. d) Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut. b) Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.

Yield Obligasi : Pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakan sebagai yield. Current yield = bunga tahunan harga obligasi Contoh: Jika obligasi PT XYZ memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 17% per tahun sedangkan harga obligasi tersebut adalah 98% untuk nilai nominal Rp 1. maka: Current Yield = Rp 170.34% R+P 2 Keterangan: C = kupon n = periode waktu yang tersisa (tahun) R = redemption value P = harga pemeblian (purchase value) Contoh: Obligasi XYZ dibeli pada 5 September 2003 dengan harga 94.25 2 = 18. Ada 2 (dua) istilah dalam penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasrkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut. maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.000.853 = 100 + 94. at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%. yaitu persentase dari nilai nominal. Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan. Berapakah besar YTM approximationnya ? C = 16% n = 3 tahun 10 bulan 7 hari = 3.000 atau 17% Rp 980.01 % Sementara itu yiled to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. sebagai faktor pengukur tingkat pengembalian tahunan yang akan diterima.25% memiliki kupon sebesar 16% dibayar setiap 3 bulan sekali dan jatuh tempo pada 12 juli 2007.000.000. Formula YTM yang seringkali digunakan oleh para pelaku adalah YTM approximation atau pendekatan nilai YTM. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi.000 98% = 17.853 tahun R = 94.25% P = 100% YTM approximation = 16 + 100 – 94. maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%. investor harus mempertimbangkan besarnya yield obligasi.dinyatakan dalam persentase (%). yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untuk dibelikan obligasi. yaitu: Par (nilai Pari) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%. maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta. sebagai berikut: YTM approximation = C + R – P n x 100% .000.25 3.000.

menerbitkan obligasi syariah berarti juga memanfaatkan peluang-peluang tertentu. Tidak demikian bagi obligasi syariah. tetapi juga investor konvensional. baik investasi tersebut pada barang yang bersifat subhat ataupun makruh. Tidak dibenarkan jika bentuk investasi tersebut pada perusahaan yang telah memproduksi barangbarang yang dilarang. obligasi jenis ini akan memberikan return dengan penggunaan term indicative/expected return karena sifatnya yang floating dan tergantung pada kinerja pendapatan yang dibagihasilkan. Berdasarkan pengertian tersebut. Bagi Hasil berdasarkan akad Mudharabah/Muqaradhah/Qiradh atau Musyarakah. seperti asuransi syariah. Namun demikian. dimana umat Islam menggunakannya dalam konteks perdagangan internasional. Sukuk merupakan bentuk jamak dari kata sakk. Diantaranya adalah Menariknya. struktur obligasi syariah yang inovatif juga memberi peluang untuk memperoleh biaya modal yang kompetitif dan menguntungkan. dari sisi orientasi. baik penuh maupun proporsional dalam sebuah atau sekumpulan aset. dimana prinsip-prinsip syariah menjadi acuan dasar yang harus diikuti. dana pensiun syariah. obligasi syariah disetiap transaksinya ditetapkan berdasarkan akad. sesuai profil risikonya.[3] syariah lainnya. misalnya. b. Margin/Fee berdasarkan akad Murabahah atau Salam atau Istishna atau Ijarah. sukuk / obligasi syariah ini bukan merupakan istilah yang baru dalam sejarah Islam. istisna dan ijarah.[4] akad mudharabah. sesuai falsafah syariah yang sudah seharusnya memberi manfaat (maslahat) kepada seluruh semesta alam. Dana yang dihimpun tidak dapat diinvestasikan ke pasar uang dan atau spekulasi di lantai bursa. Struktur obligasi syariah Obligasi syariah sebagai bentuk pendanaan (financing) dan sekaligus investasi (investment) Sesungguhnya. Dari sisi pasar modal. Secara jelas aturan bagi investasi ke dalam bentuk obligasi syariah tidak dibenarkan kepada transaksi yang dilarang. obligasi syariah dapat memberikan: a. dan juga likuid. sejumlah penulis Barat yang memiliki concern terhadap sejarah Islam dan bangsa Arab. keuntungannya di dapat dari besaran bunga yang ditetapkan. Selain itu. perusahaan yang memproduksi minuman keras. obligasi jenis . Produk syariah dapat dinikmati dan digunakan siapa pun. Sementara obligasi konvensional. obligasi konvensional. sukuk adalah merupakan bukti (claim) kepemilikan. menyatakan bahwa sakk inilah yang menjadi akar kata “cheque” dalam bahasa latin. Ketiga. pertama. Karena akad Mudharabah/Musyarakah adalah kerja sama dengan skema bagi hasil pendapatan atau keuntungan. baik investor konvensional maupun syariah. musyarakah. yang saat ini telah menjadi sesuatu yang lazim dipergunakan dalam transaksi dunia perbankan kontemporer memungkinkan beberapa bentuk struktur yang dapat ditawarkan untuk tetap menghindarkan pada riba. investor obligasi syariah tidak hanya berasal dari institusi-institusi syariah saja. Bagi emiten. investor base-nya justru terbatas karena investor syariah tidak bisa ikut ambil bagian di situ. jika dipertimbangkan bisa memberi keuntungan kompetitif. disamping memperhatikan keuntungan. murabahah. 2005). obligasi syariah harus memperhatikan pula sisi halal-haram. salam.SUKUK: OBLIGASI BERBASISKAN SYARIAH Obligasi syariah di dunia internasional dikenal dengan sukuk. 1. Sedangkan untuk obligasi konvensional tidak terdapat akad di setiap transaksinya. Emiten dapat memperoleh sumber pendanaan yang lebih luas. Sebuah sukuk mewakili kepentingan. Istilah tersebut sudah dikenal sejak abad pertengahan. atau perusahaan yang memproduksi rokok yang dimakruhkan. Kedua. Ia dipergunakan oleh para pedagang pada masa itu sebagai dokumen yang menunjukkan kewajiban finansial yang timbul dari usaha perdagangan dan aktivitas komersial lainnya (Ayub. sedangkan obligasi syariah keuntungan akan diterima dari besarnya margin/fee yang ditetapkan ataupun dengan sistem bagi hasil yang didasarkan atas asset dan produksi. dan reksa dana syariah yang membutuhkan alternatif penempatan investasi. artinya disetiap investasi yang ditanamkan dalam obligasi harus pada produk-produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Sukuk berasal dari bahasa arab yaitu “sak” (yang merupakan kata tunggal) dan “sukuk” (jamak) yang memiliki arti mirip dengan sertifikat atau note. Dengan akad Secara prinsipil perbedaaan antara obligasi syariah dan obligasi konvensional seperti halnya bisnis Murabahah/Salam/ Isthisna sebagai bentuk jual beli dengan skema cost plus basis. obligasi konvensional hanya memperhitungkan keuntungannya semata. Diantaranya perbedaan tersebut dapat diketahui. penerbitan obligasi syariah muncul sehubungan dengan berkembangnya institusi-institusi keuangan syariah. Investor konvensional akan tetap bisa berpartisipasi dalam obligasi syariah. Dalam pemahaaman praktisnya.

b. di antaranya adalah: c. Nisbah ini dapat ditetapkan konstan. d. tetapi sudah ditetapkan di awal kontrak. EBIT. karenanya harus dibayarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah dengan pendapatan yang dibagihasilkan yang jumlahnya tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi emiten. Mekanisme obligasi syariah b. operating profit. Di Indonesia. Selain telah mempunyai pedoman khusus. atau EBITDA). dari penggunaan struktur Murabahah dan Bai bi-thaman Ajil menjadi Mudharabah dan Ijarah · Nisbah ini dapat ditetapkan konstan meringkas ataupun menurun dengan mempertimbangkan Mekanisme atau beberapa hal pokok mengenai obligasi syariah mudharabah ini dapat diringkaskan dalam butir-butir berikut: · Pendapatan bagi hasil berarti jumlah pendapatan yang dibagihasilkan yang menjadi hak dan oleh a. Bentuk pendanaan yang paling sesuai untuk investasi dalam jumlah besar dan jangka yang relatif panjang. yang digunakan dalam penerbitan obligasi syariah adalah struktur Mudharabah (bagi hasil pendapatan) baik yang telah diterbitkan maupun yang akan diterbitkan dalam waktu dekat (lihat tabel). Mudharabah merupakan percampuran kerja sama antara modal dan jasa (kegiatan usaha) sehingga membuatnya strukturnya memungkinkan untuk tidak memerlukan jaminan (collateral) atas aset yang spesifik. Kontrak atau akad Mudharabah dituangkan dalam perjanjian perwaliamanatan. Pembagian hasil pendapatan ini atau keuntungan dapat dilakukan secara periodik (tahunan. d. meningkat. kuartalan. · Karena besarnya pendapatan bagi hasil akan ditentukan oleh kinerja akrual emiten. dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan Emiten. Beberapa hal pokok mengenai obligasi syariah mudharabah: · Kontrak atau akad mudharabah dituangkan dalam perjanjian perwaliamanatan. EBIT atau EBITDA). Kecenderungan regional dan global. semesteran. 15/DSNMUI/XI/2000 memberi pertimbangan bahwa dari segi kemaslahatan pembagian usaha sebaiknya menggunakan prinsip revenue sharing. Hal ini berbeda dengan struktur yang menggunakan dasar akad jual beli yang mensyaratkan jaminan atas aset yang didanai. semesteran. bahwa Obligasi Syariah Mudharabah adalah obligasi syariah yang menggunakan akad mudharabah. Tetapi fatwa No. Sehingga. maka a. bulanan). . ataupun menurun. Tetapi. f. Dapat digunakan untuk pendanaan umum (general financing) seperti pendanaan modal kerja ataupun pendanaan capital expenditure. Fatwa No: 15/DSN-MUI/IX/2000 memberi pertimbangan bahwa dari segi kemaslahatan pembagian usaha sebaiknya menggunakan prinsip Revenue Sharing. c. tetapi sudah ditetapkan diawal kontrak. kuartalan. Pendapatan Bagi Hasil berarti jumlah pendapatan yang dibagihasilkan yang menjadi hak dan oleh karenanya harus dibayarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang obligasi syariah dengan pendapatan/keuntungan yang dibagihasilkan yang jumlahnya tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi emiten. Disebutkan dalam fatwa tersebut. Karena besarnya pendapatan bagi hasil akan ditentukan oleh kinerja aktual emiten. obligasi syariah memberikan indicative return tertentu. terdapat beberapa alasan lain yang mendasari pemilihan struktur mudharabah ini. · Rasio atau prosentase bagi hasil (nisbah) dapat ditetapkan berdasarkan komponen pendapatan (revenue) atau keuntungan (opening profit. 2. maka obligasi · Pembagian hasil pendapatan atau keuntungan ini dapat dilakukan secara periodik (tahunan.ini akan memberikan fixed return. Obligasi syariah mudharabah memang telah memiliki pedoman khusus dengan disahkannya Fatwa No: 33/DSN-MUI/ IX/2002. yang dikenal adalah obligasi syariah mudharabah. Rasio atau persentase bagi hasil (nisbah) dapat ditetapkan berdasarkan komponen pendapatan (revenue) atau keuntungan (profit. proyeksi pendapatan emiten. e. bulanan).

Tantangan lain adalah menyangkut perdagangan obligasi syariah di pasar sekunder yang mengemuka kepentingannya karena tujuan likuiditas (as-suyulah).. masa depan obligasi syariah masih tetap dipandang prospektif sejalan dengan perkembangan lembaga keuangan syariah lainnya. Karena sistem bagi hasil ini tidak menawarkan "fixedpredetermined return". obligasi pemerintah..regulasi tentang sukuk pun baru disahkan pada tahun 2008. dibeli untuk investasi jangka panjang. alih-alih hanya di deposito yang berjangka pendek. obligasi syariah berdasarkan bagi hasil akan menghadapi ini. Harus diakui bahwa masyarakat kita belum begitu terbiasa dengan sistem bagi hasil maupun sistem syariah lainnya.Al Fatih Said : Sukuk ya. Berbedanya adalah.. keragaman dan kualitas produk.[5] Suksesnya sebuah pasar dan instrumen keuangan.Wslm . Hampir semua Islamic bonds Asw. Sosialisasi yang belum cukup. Hal ini terjadi pada Obligasi Syariah Mudharabah Indosat. berbeda dengan produk perbankan yang sering dibahas dalam studi kasus atau penulisaan ilmiah. Langsung atau tak langsung ada pembandingan atas pilihan yang ada. Hal ini dimungkinkan karena denominasi obligasi syariah yang diterbitkan bisa senilai Rp 10 juta. lebih dari setahun yang lalu · Laporkan Windiyani Hidayat mungkin masih belum dikenal secara luas.. bisa nehhh kita bahas dalam aktualisasi syariah... Lebih banyaknya investor yang buy and hold memang akan membuat pasar sekundernya kurang likuid..>>>>>> (kelompok belajar SEF) lebih dari setahun yang lalu · Laporkan Muhammad Al Fatih Misalnya suatu saat.Surat Berharga Syariah Negara atau yang lebih dikenal sukuk memang sangat menarik untuk dikenali lebih dalam. akan tergantung pada faktor kepercayaan atas sistem dan proses. Ilustrasinya. Sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi dalam jangka yang lebih panjang. tetapi menghadapi tantangan yang tak sedikit. Tantangan berikut menyangkut opportunity cost yang secara sederhana diterjemahkan sebagai "second best choice". jadilah muslim pembelajar. struktur syariah ini sesungguhnya lebih menawarkan "keadilan".. dalam hal ini mungkin perlu sosialisasi lebih dulu kepada masyarakat tentang perbedaan sukuk dengan obligasi konvensional. karena dari segi pemahaman masyarakat juga belum banyak tau. emiten senang. risiko investor di obligasi syariah sebetulnya mirip saja dengan investor obligasi dengan bunga mengambang.. obligasi syariah ini memberi tingkat kupon 20 persen.. emiten membandingkannya dengan suku bunga pinjaman sementara investor (terutama investor konvensional) membandingkan dengan yield obligasi konvensional.intinya tetap semangat untuk belajar dan mencari informasi terutama untuk Ekonomi Islam. 3. Karena investor base obligasi syariah secara potensial sangat luas. Dengan kondisi yang telah diuraikan di atas. Di saat lain. ketika obligasi syariah mudharabah ditawarkan. investor akan senang. tetapi sepertinya emiten akan merasa "kemahalan" karena membandingkan dengan pinjaman bank atau obligasi konvensional dengan bunga kupon lebih murah.. dan penurunan kinerja pendapatan ini menjadi salah satu risiko bagi investor obligasi syariah. mau tidak mau. pertama-tama baru gabung di SEF salam kenal dan salam ukhuwah dulu. sampai jatuh tempo.syariah memberikan indicative return tertentu.saya yakin banyak sekarang buku atau media informasi untuk referensi tentang Ekonomi Islam yang mudah dimengerti. mungkin beda hal dengan dimalaysia dimana sukuk sudah sangat familiar. obligasi syariah memberi kupon "hanya" 12 persen. Padahal. serta keyakinan investor dan emiten untuk menggunakan produk keuangan tersebut. tetapi investor akan membandingkannya dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).. atau obligasi konvensional lainnya. potensi investor obligasi syariah dari ritel tergolong besar.. hasilnya bisa berfluktuasi. Kendala pengembangan obligasi syariah Obligasi syariah dinilai prospektif.. baik syariah maupun lainnya.. Memang opportunity cost. Padahal. jadi masih butuh banyak waktu lagi untuk pemahaman.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->