Apa itu Obligasi?

merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber

Baru saja saya membaca berita di Kompas yang menyebutkan bahwa Departemen Keuangan mencatat pemesanan ORI 003 sebesar Rp 6,1 triliun hingga 3 September 2007.

dana dari luar perusahaan. Pada beberapa negara, istilah "obligasi" dan "surat utang" dipergunakan tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya menggunakan istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah "surat utang" digunakan bagi penerbitan surat utang dalam

Samakah obligasi ritel dengan obligasi biasa? Untuk menjawab itu, Anda yang belum memahami apa itu obligasi, perlu mengetahui terlebih dahulu definisi obligasi. Berikut ini saya cuplik beberapa definisi obligasi dari beberapa sumber. Obligasi atau disebut juga bond dalam bahasa finansial, merupakan surat pernyataan hutang yang dijual kepada masyarakat. Sebagai balasan pinjaman uang, orang yang meminjamkan uang akan mendapat secarik kertas yang menyebutkan nilai yang dipinjam, tingkat bunga yang disepakati, periode pembayaran bunga, dan kesepakatan lainnya. Biasanya Obligasi dijual dengan pecahan Rp. 1,000,000,000.- (e-samuel). Seperti saham, kini obligasi juga sudah tidak lagi menggunakan sistem warkat, artinya pemilik obligasi tidak lagi menerima secarik kertas obligasi tetapi cukup hanya dengan memiliki account saja. Obligasi adalah bukti hutang dari suatu perusahaan yang dapat diterbitkan dalam bentuk sertifikat atau dalam bentuk scriptless (tanpa sertifikat), namun nama pemegangnya tercatat pada Lembaga Kliring Efek. (minnapadi) Wikipedia memberikan penjelasan yang lebih mendalam lagi mengenai obligasi. Obligasi adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap diatas 10 tahun. Misalnya saja pada Obligasi pemerintah Amerika yang disebut "U.S. Treasury securities" diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau lebih. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut "surat utang" dan utang dibawah 1 tahun disebut "Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah disebut Surat Utang Negara (SUN) dan utang dibawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN). Obligasi secara ringkasnya adalah merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. "Penerbit" obligasi adalah merupakan sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang" obligasi adalah

skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada sejmlah kecil investor. Tidak ada pembatasan yang jelas atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah "surat perbendaharaan" yang digunakan bagi sekuriti berpenghasilan tetap dengan masa jatuh tempo 3 tahun atau kurang. Obligasi memiliki risiko yang tertinggi dibandingkan dengan "surat utang" yang memiliki risiko menengah dan "surat perbendaharaan" yang memiliko risiko terendah yang mana dilihat dari sisi "durasi" surat utang dimana makin pendek durasinya memiliki risiko makin rendah. Obligasi dan saham keduanya adalah merupakan instrumen keuangan yang disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangka waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya (terkecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo. Semoga beberapa definisi dan penjelasan di atas dapat memberikan kemudahan bagi Anda yang belum memahami apa itu obligasi. Pada publikasi berikutnya, saya akan membahas jenis-jenis obligasi.

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Jenis Obligasi Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu : 1) Dilihat dari sisi penerbit : a) Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.

b. b) Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal. Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase. berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta. Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Rp 1 miliar per satu lot. baik corporate bonds maupun government bonds. dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan Karakteristik Obligasi : Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo. d) Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. 6) Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil : a. b) Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum. Dalam kelompok ini. c) Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyekproyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility). sehingga memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. termasuk didalamnya adalah: . yaitu: .Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya. Namun. misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya. Mengukur resiko / kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten. 2) Dilihat dari sistem pembayaran bunga : a) Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik. harga obligasi . b. 3) Dilihat dari hak penukaran / opsi : a) Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya. Harga Obligasi : Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang.b) Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. b) Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi. Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga. c) Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. . Secara umum. bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo. Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil.Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap. . 5) Dilihat dari segi nilai nominal a. c) Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas properti atau asset tetap. semakin tinggi Kupon / bunga nya. semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi. Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil.Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denan penangguangan dari pihak ketiga . 4) Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya a) Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah. d) Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut.

Ada 2 (dua) istilah dalam penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity.25% memiliki kupon sebesar 16% dibayar setiap 3 bulan sekali dan jatuh tempo pada 12 juli 2007. yaitu persentase dari nilai nominal. investor harus mempertimbangkan besarnya yield obligasi.dinyatakan dalam persentase (%). yaitu: Par (nilai Pari) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%. maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta. maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%.853 = 100 + 94.000.000. sebagai berikut: YTM approximation = C + R – P n x 100% .000 98% = 17.25 3. maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta. Formula YTM yang seringkali digunakan oleh para pelaku adalah YTM approximation atau pendekatan nilai YTM. sebagai faktor pengukur tingkat pengembalian tahunan yang akan diterima.000.34% R+P 2 Keterangan: C = kupon n = periode waktu yang tersisa (tahun) R = redemption value P = harga pemeblian (purchase value) Contoh: Obligasi XYZ dibeli pada 5 September 2003 dengan harga 94.000 atau 17% Rp 980.000.25 2 = 18. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi. Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan. Current yield = bunga tahunan harga obligasi Contoh: Jika obligasi PT XYZ memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 17% per tahun sedangkan harga obligasi tersebut adalah 98% untuk nilai nominal Rp 1. maka: Current Yield = Rp 170.01 % Sementara itu yiled to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untuk dibelikan obligasi.25% P = 100% YTM approximation = 16 + 100 – 94. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasrkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut. Berapakah besar YTM approximationnya ? C = 16% n = 3 tahun 10 bulan 7 hari = 3.000.853 tahun R = 94. Yield Obligasi : Pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakan sebagai yield. at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%.

Berdasarkan pengertian tersebut. sesuai profil risikonya. Margin/Fee berdasarkan akad Murabahah atau Salam atau Istishna atau Ijarah. sejumlah penulis Barat yang memiliki concern terhadap sejarah Islam dan bangsa Arab. struktur obligasi syariah yang inovatif juga memberi peluang untuk memperoleh biaya modal yang kompetitif dan menguntungkan. pertama. sukuk adalah merupakan bukti (claim) kepemilikan. 2005). misalnya. seperti asuransi syariah. Sedangkan untuk obligasi konvensional tidak terdapat akad di setiap transaksinya. Kedua. baik investor konvensional maupun syariah. perusahaan yang memproduksi minuman keras. investor obligasi syariah tidak hanya berasal dari institusi-institusi syariah saja. Produk syariah dapat dinikmati dan digunakan siapa pun. Diantaranya perbedaan tersebut dapat diketahui. Selain itu. Istilah tersebut sudah dikenal sejak abad pertengahan. salam. dan reksa dana syariah yang membutuhkan alternatif penempatan investasi. keuntungannya di dapat dari besaran bunga yang ditetapkan. jika dipertimbangkan bisa memberi keuntungan kompetitif. dimana prinsip-prinsip syariah menjadi acuan dasar yang harus diikuti. Diantaranya adalah Menariknya. murabahah. sedangkan obligasi syariah keuntungan akan diterima dari besarnya margin/fee yang ditetapkan ataupun dengan sistem bagi hasil yang didasarkan atas asset dan produksi. 1. Struktur obligasi syariah Obligasi syariah sebagai bentuk pendanaan (financing) dan sekaligus investasi (investment) Sesungguhnya. Namun demikian. obligasi syariah disetiap transaksinya ditetapkan berdasarkan akad.[4] akad mudharabah.SUKUK: OBLIGASI BERBASISKAN SYARIAH Obligasi syariah di dunia internasional dikenal dengan sukuk. Tidak demikian bagi obligasi syariah. Dana yang dihimpun tidak dapat diinvestasikan ke pasar uang dan atau spekulasi di lantai bursa. baik penuh maupun proporsional dalam sebuah atau sekumpulan aset. Sukuk berasal dari bahasa arab yaitu “sak” (yang merupakan kata tunggal) dan “sukuk” (jamak) yang memiliki arti mirip dengan sertifikat atau note.[3] syariah lainnya. Bagi emiten. tetapi juga investor konvensional. Dalam pemahaaman praktisnya. obligasi jenis . obligasi syariah dapat memberikan: a. Ia dipergunakan oleh para pedagang pada masa itu sebagai dokumen yang menunjukkan kewajiban finansial yang timbul dari usaha perdagangan dan aktivitas komersial lainnya (Ayub. sesuai falsafah syariah yang sudah seharusnya memberi manfaat (maslahat) kepada seluruh semesta alam. sukuk / obligasi syariah ini bukan merupakan istilah yang baru dalam sejarah Islam. disamping memperhatikan keuntungan. dimana umat Islam menggunakannya dalam konteks perdagangan internasional. b. Bagi Hasil berdasarkan akad Mudharabah/Muqaradhah/Qiradh atau Musyarakah. menyatakan bahwa sakk inilah yang menjadi akar kata “cheque” dalam bahasa latin. Dari sisi pasar modal. dana pensiun syariah. Sukuk merupakan bentuk jamak dari kata sakk. Tidak dibenarkan jika bentuk investasi tersebut pada perusahaan yang telah memproduksi barangbarang yang dilarang. obligasi konvensional. Sementara obligasi konvensional. Investor konvensional akan tetap bisa berpartisipasi dalam obligasi syariah. baik investasi tersebut pada barang yang bersifat subhat ataupun makruh. Sebuah sukuk mewakili kepentingan. penerbitan obligasi syariah muncul sehubungan dengan berkembangnya institusi-institusi keuangan syariah. Ketiga. obligasi konvensional hanya memperhitungkan keuntungannya semata. Dengan akad Secara prinsipil perbedaaan antara obligasi syariah dan obligasi konvensional seperti halnya bisnis Murabahah/Salam/ Isthisna sebagai bentuk jual beli dengan skema cost plus basis. investor base-nya justru terbatas karena investor syariah tidak bisa ikut ambil bagian di situ. musyarakah. obligasi jenis ini akan memberikan return dengan penggunaan term indicative/expected return karena sifatnya yang floating dan tergantung pada kinerja pendapatan yang dibagihasilkan. obligasi syariah harus memperhatikan pula sisi halal-haram. istisna dan ijarah. menerbitkan obligasi syariah berarti juga memanfaatkan peluang-peluang tertentu. Karena akad Mudharabah/Musyarakah adalah kerja sama dengan skema bagi hasil pendapatan atau keuntungan. Emiten dapat memperoleh sumber pendanaan yang lebih luas. yang saat ini telah menjadi sesuatu yang lazim dipergunakan dalam transaksi dunia perbankan kontemporer memungkinkan beberapa bentuk struktur yang dapat ditawarkan untuk tetap menghindarkan pada riba. Secara jelas aturan bagi investasi ke dalam bentuk obligasi syariah tidak dibenarkan kepada transaksi yang dilarang. atau perusahaan yang memproduksi rokok yang dimakruhkan. dari sisi orientasi. artinya disetiap investasi yang ditanamkan dalam obligasi harus pada produk-produk yang sesuai dengan prinsip syariah. dan juga likuid.

bahwa Obligasi Syariah Mudharabah adalah obligasi syariah yang menggunakan akad mudharabah. EBIT atau EBITDA). 2. meningkat. Selain telah mempunyai pedoman khusus. Di Indonesia. kuartalan. d. Nisbah ini dapat ditetapkan konstan. dari penggunaan struktur Murabahah dan Bai bi-thaman Ajil menjadi Mudharabah dan Ijarah · Nisbah ini dapat ditetapkan konstan meringkas ataupun menurun dengan mempertimbangkan Mekanisme atau beberapa hal pokok mengenai obligasi syariah mudharabah ini dapat diringkaskan dalam butir-butir berikut: · Pendapatan bagi hasil berarti jumlah pendapatan yang dibagihasilkan yang menjadi hak dan oleh a. maka a. Sehingga. Dapat digunakan untuk pendanaan umum (general financing) seperti pendanaan modal kerja ataupun pendanaan capital expenditure. operating profit. atau EBITDA). . di antaranya adalah: c. Obligasi syariah mudharabah memang telah memiliki pedoman khusus dengan disahkannya Fatwa No: 33/DSN-MUI/ IX/2002. semesteran. f. Tetapi. ataupun menurun. proyeksi pendapatan emiten. bulanan). b. yang dikenal adalah obligasi syariah mudharabah. kuartalan. maka obligasi · Pembagian hasil pendapatan atau keuntungan ini dapat dilakukan secara periodik (tahunan. 15/DSNMUI/XI/2000 memberi pertimbangan bahwa dari segi kemaslahatan pembagian usaha sebaiknya menggunakan prinsip revenue sharing. karenanya harus dibayarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah dengan pendapatan yang dibagihasilkan yang jumlahnya tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi emiten. Mudharabah merupakan percampuran kerja sama antara modal dan jasa (kegiatan usaha) sehingga membuatnya strukturnya memungkinkan untuk tidak memerlukan jaminan (collateral) atas aset yang spesifik. · Karena besarnya pendapatan bagi hasil akan ditentukan oleh kinerja akrual emiten. Kecenderungan regional dan global. Tetapi fatwa No. Pembagian hasil pendapatan ini atau keuntungan dapat dilakukan secara periodik (tahunan. Disebutkan dalam fatwa tersebut. Rasio atau persentase bagi hasil (nisbah) dapat ditetapkan berdasarkan komponen pendapatan (revenue) atau keuntungan (profit. terdapat beberapa alasan lain yang mendasari pemilihan struktur mudharabah ini. Fatwa No: 15/DSN-MUI/IX/2000 memberi pertimbangan bahwa dari segi kemaslahatan pembagian usaha sebaiknya menggunakan prinsip Revenue Sharing. EBIT. d. Hal ini berbeda dengan struktur yang menggunakan dasar akad jual beli yang mensyaratkan jaminan atas aset yang didanai. Bentuk pendanaan yang paling sesuai untuk investasi dalam jumlah besar dan jangka yang relatif panjang. Pendapatan Bagi Hasil berarti jumlah pendapatan yang dibagihasilkan yang menjadi hak dan oleh karenanya harus dibayarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang obligasi syariah dengan pendapatan/keuntungan yang dibagihasilkan yang jumlahnya tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi emiten. Karena besarnya pendapatan bagi hasil akan ditentukan oleh kinerja aktual emiten. · Rasio atau prosentase bagi hasil (nisbah) dapat ditetapkan berdasarkan komponen pendapatan (revenue) atau keuntungan (opening profit. tetapi sudah ditetapkan di awal kontrak.ini akan memberikan fixed return. dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan Emiten. Kontrak atau akad Mudharabah dituangkan dalam perjanjian perwaliamanatan. obligasi syariah memberikan indicative return tertentu. e. Beberapa hal pokok mengenai obligasi syariah mudharabah: · Kontrak atau akad mudharabah dituangkan dalam perjanjian perwaliamanatan. tetapi sudah ditetapkan diawal kontrak. Mekanisme obligasi syariah b. bulanan). semesteran. c. yang digunakan dalam penerbitan obligasi syariah adalah struktur Mudharabah (bagi hasil pendapatan) baik yang telah diterbitkan maupun yang akan diterbitkan dalam waktu dekat (lihat tabel).

. obligasi syariah ini memberi tingkat kupon 20 persen. Berbedanya adalah.. Di saat lain. obligasi syariah berdasarkan bagi hasil akan menghadapi ini.. berbeda dengan produk perbankan yang sering dibahas dalam studi kasus atau penulisaan ilmiah. Sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi dalam jangka yang lebih panjang. Tantangan berikut menyangkut opportunity cost yang secara sederhana diterjemahkan sebagai "second best choice".. obligasi syariah memberi kupon "hanya" 12 persen. Hampir semua Islamic bonds Asw.intinya tetap semangat untuk belajar dan mencari informasi terutama untuk Ekonomi Islam. hasilnya bisa berfluktuasi.. masa depan obligasi syariah masih tetap dipandang prospektif sejalan dengan perkembangan lembaga keuangan syariah lainnya. dalam hal ini mungkin perlu sosialisasi lebih dulu kepada masyarakat tentang perbedaan sukuk dengan obligasi konvensional.Wslm . ketika obligasi syariah mudharabah ditawarkan. akan tergantung pada faktor kepercayaan atas sistem dan proses. Ilustrasinya. potensi investor obligasi syariah dari ritel tergolong besar. karena dari segi pemahaman masyarakat juga belum banyak tau. pertama-tama baru gabung di SEF salam kenal dan salam ukhuwah dulu. atau obligasi konvensional lainnya.regulasi tentang sukuk pun baru disahkan pada tahun 2008. Padahal. lebih dari setahun yang lalu · Laporkan Windiyani Hidayat mungkin masih belum dikenal secara luas..Al Fatih Said : Sukuk ya. Tantangan lain adalah menyangkut perdagangan obligasi syariah di pasar sekunder yang mengemuka kepentingannya karena tujuan likuiditas (as-suyulah).. mungkin beda hal dengan dimalaysia dimana sukuk sudah sangat familiar. risiko investor di obligasi syariah sebetulnya mirip saja dengan investor obligasi dengan bunga mengambang. Sosialisasi yang belum cukup. tetapi investor akan membandingkannya dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). dan penurunan kinerja pendapatan ini menjadi salah satu risiko bagi investor obligasi syariah. dibeli untuk investasi jangka panjang. tetapi menghadapi tantangan yang tak sedikit..>>>>>> (kelompok belajar SEF) lebih dari setahun yang lalu · Laporkan Muhammad Al Fatih Misalnya suatu saat.. Karena investor base obligasi syariah secara potensial sangat luas. bisa nehhh kita bahas dalam aktualisasi syariah. Hal ini dimungkinkan karena denominasi obligasi syariah yang diterbitkan bisa senilai Rp 10 juta. keragaman dan kualitas produk.syariah memberikan indicative return tertentu. struktur syariah ini sesungguhnya lebih menawarkan "keadilan". Memang opportunity cost. serta keyakinan investor dan emiten untuk menggunakan produk keuangan tersebut.. 3. sampai jatuh tempo. Harus diakui bahwa masyarakat kita belum begitu terbiasa dengan sistem bagi hasil maupun sistem syariah lainnya.. investor akan senang. jadilah muslim pembelajar. Langsung atau tak langsung ada pembandingan atas pilihan yang ada. Padahal. Kendala pengembangan obligasi syariah Obligasi syariah dinilai prospektif.Surat Berharga Syariah Negara atau yang lebih dikenal sukuk memang sangat menarik untuk dikenali lebih dalam.. Karena sistem bagi hasil ini tidak menawarkan "fixedpredetermined return". emiten senang. obligasi pemerintah. baik syariah maupun lainnya. mau tidak mau.. tetapi sepertinya emiten akan merasa "kemahalan" karena membandingkan dengan pinjaman bank atau obligasi konvensional dengan bunga kupon lebih murah.. Hal ini terjadi pada Obligasi Syariah Mudharabah Indosat. jadi masih butuh banyak waktu lagi untuk pemahaman.[5] Suksesnya sebuah pasar dan instrumen keuangan.saya yakin banyak sekarang buku atau media informasi untuk referensi tentang Ekonomi Islam yang mudah dimengerti. alih-alih hanya di deposito yang berjangka pendek. Lebih banyaknya investor yang buy and hold memang akan membuat pasar sekundernya kurang likuid.. emiten membandingkannya dengan suku bunga pinjaman sementara investor (terutama investor konvensional) membandingkan dengan yield obligasi konvensional. Dengan kondisi yang telah diuraikan di atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful