Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun.[2] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang²tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu²yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana. Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.[3] Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang²masing-masing melakukan pekerjaan khusus²perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja. Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli. Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.

Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang. pilihlah dan kemudian latihlah. mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen. dan sejumlah hubungan yang impersonal. 2. para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Peter F. khususnya di bidang logistik dan operasi.[4] Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirlkan ilmu riset operasi. Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Namun. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama²nyaris tak ada standar kerja di sana. sering dikenal dengan "Sains Manajemen". hierarki yang didefinisikan dengan jelas. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya.Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Riset operasi. yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan. yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Drucker²sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen²menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Pedoman tersebut adalah: 1. ajarilah. Secara ilmiah. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi. . Teori manajemen Manajemen ilmiah Manajemen ilmiah. Pada tahun 1946. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini. pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management. Berdasarkan pengalamannya itu. berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik paling baik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. atau kembangkanlah pekerja tersebut. peraturan dan ketetapan yang rinci. Taylor kemudian. Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. selama 20 tahun. Dalam bukunya itu. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi²bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja. Selain itu.

dalam bahasa Inggris. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi. pengorganisasian. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja. hierarki yang didefinisikande dengan jelas. Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. 4. Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional. adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. . tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari. menggenggam. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth. terutama bagian perencanaan. Sementara untuk batu bata interior. dan pengontrolan. dan sejumlah hubungan impersonal. memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka. yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. untuk kemudian dihilangkan.3. Melalui penelitian. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. penggerakan. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini. Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. general theory of administration. ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Teori administrasi umum Teori administrasi umum atau. ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut. Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja. Sebelumnya. peraturan dan ketetapan rinci. Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sumbangan penting untuk teori ini datang dari industrialis Perancis Henri Fayol dengan 14 prinsip manajemen-nya dan sosiolog Jerman Max Weber dengan konsep birokrasi²bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka.

mereka mendapatkan hasil yang mengejutkan: baik tingkat cahaya itu dinaikan maupun diturunkan. Uji coba dilaksanakan dengan membagi karyawan ke dalam dua kelompok. Namun. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ternyata insentif-insentif di atas lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok. analisis jalur krisis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien. model informasi. Illenois. Para peneliti tidak dapat menjelaskan apa yang mereka saksikan. dan menyusun rancangan upah individu dan rancangan upah kelompok. . dan lain-lain. mereka hanya dapat menyimpulkan bahwa intensitas penerangan tidak berhubungan langsung dengan produktivitas kelompok dan "sesuatu yang lain pasti" telah menyebabkan hasil itu." Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford. Pada tahun 1927.Pendekatan kuantitatif Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif²seperti statistik. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu. pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya. serta rasa aman yang menyertainya. output pekerja meningkat daripada biasanya. penerimaan kelompok. model optimasi. yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. atau simulasi komputer²untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum. Para peneliti mengharapkan adanya perbedaan jika intensitas cahaya diubah. misalnya dengan mendesain ulang jabatan. mengubah lamanya jam kerja dan hari kerja alam seminggu. Setelah perang berakhir. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Profesor Elton Mayo dari Harvard beserta rekan-rekannya diundang untuk bergabung dalam kajian ini. Kajian Hawthorne Kajian Hawthrone adalah serangkaian kajian yang dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930an. memperkenalkan periode istirahat. Sebagai contoh. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki "Whiz Kids. Kajian dilakukan di Western Electric Company Works di Cicero. teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Mereka kemudian melanjutkan penelitian tentang produktivitas kerja dengan cara-cara yang lain. Kelompok eksperimen dikenai berbagai macam intensitas penerangan sementara kelompok kontrol bekerja di bawah intensitas penerangan yang tetap. Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II.

Atas bimbingan wahyu Allah SWT. Mayo menyimpulkan bahwa: y y y y perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada perilaku individu standar kelompok menentukan hasil kerja masing-masing karyawan uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila dibandingkan dengan standar kelompok. Sistem pemerintahan Islam adalah sistem syura. Sistem pemerintahan Islam adalah sistem Khilafah atau Imamah. Struktur dengan bentuk dan sistem Islam yang memiliki 4 ciri berikut (Abdurrahman. tetapi kesatuan (union). Atas usulan Al Warid bin Hisyam bin Al Mughiroh (seorang shahabat yang pernah melihat praktek pengelolaan kas negara di Syam) untuk membuat sistem pengarsipan/administrasi pengelolaan kas negara sebagaimana yang dilakukan oleh raja-raja di Syam (Romawi). 4. terdapat beberapa penulis yang menyatakan bahwa pengembangan ilmu-ilmu yang ada saat itu tidaklah dipisahkan sebagai sistem ilmu yang berdiri sendiri.sebenarnya dapat dilacak dari beberapa aktivitas yang ditemukan pada masa Kekhilafahan Islam. sebuah sistem pemerintahan khas yang bukan kerajaan . Sistem manajemen (pentadbiran) pemerintahannya bersifat terpusat (sentralisasi). . dan rasa aman. Beberapa peristiwa pada masa kekhalifahan Islam yang dapat dikemukakan bertalian dengan perkembangan ilmu manajemen ini adalah sebagai berikut: Tahun 1 Hijriah (622 M). 1983). Tahun 20 Hijriah (642 M).juga bukan republik . Khalifah Umar memperbaharui teknik organisasi dan dokumentasi Baitul Maal ( Zallum. namun sebagai bagian dari sistem ilmu lain.Kalangan akademisi umumnya sepakat bahwa Kajian Hawthrone ini memberi dampak dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran perlikau manusia dalam organisasi. Negara Islam tidak berbentuk persekutuan (federation). sentimen kelompok. Kesimpulan-kesimpulan itu berakibat pada penekanan baru terhadap faktor perilaku manusia sebagai penentu berfungsi atau tidaknya organisasi. Menurut Langgulung (1988). Rasulullah SAW membangun struktur negara Islam yang khas di Madinah yang bertahan hingga 14 abad kemudian. 3. 1998): 1. dan pencapaian sasaran organisasi tersebut. persemakmuran (commonwealth). sedangkan administrasinya menganut sistem tak terpusat.baik absolut maupun parlementer . 2. Salah satunya adalah Nizam al-idari atau sistem tatalaksana yang merupakan padanan bagi istilah manajemen yang digunakan kala itu.baik presidensil maupun parlementer. BEBERAPA SIMPUL PENTING PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN DI MASA ISLAM Perhatian Umat Islam akan ilmu manajemen ± khususnya .

Disini. namun bentuk kerjanya yudabbir diulangi dalam 4 ayat (10: 3. terutama khayalak dengan latar pendidikan ekonomi atau yang berkecimpung di area bisnis. 1988). pengorganisasian.´ 4 Dengan pengertian tersebut. Manajemen berkisar pada aktivitas manusia untuk mampu mengerjakan tugasnya. Pengertian istilah yang komprehensif diberikan oleh al-Sayyid al-Sharif µAli al-Jurjani (w. proses yang dilakukan dan tujuan yang diharapkan merupakan sesuatu yang baik (khayr). ketika ditanyakan. Zaidi merumuskan kembali definisi tadbir sebagai: ³pertimbangan seksama intelektual atas akibat (hasil) dari sebuah urusan. tadbir didasarkan pada adab. pengertian yang benar akan manajemen perlu untuk dipahami oleh praktisi manajemen.Ilmu tatalaksana bagi pemerintahan berkembang (Langgulung. TADBIR DAN ADAB SEBAGAI KERANGKA TEORI MANAJEMEN ISLAM Maklum di khayalak ramai. politik dan sosiologi (Langgulung. Menurut KBBI dan Kamus Encarta juga mirip seperti itu. Oleh itu. manajemen inheren ada pada manusia. semua manusia. 13: 2. yang oleh itu disebut tadbir. tetapi baik dalam arti mencari yang tepat-baik (praiseworthy). menguji/memeriksa akibat-akibat (hasil) dengan mengetahui apa yang baik. kemudian diikuti dengan implementasi jika akibat tersebut adalah baik-tepat atau penolakan jika hasil diperkirakan akan buruk. . Konsep Tadbir Manajemen. Dan. untuk menyelesaikan urusan sampai akhir. 32: 5). sentralitas hasil akhir (outcomes) dan proses menuju kepadanya. Kata tadbir memang tidak digunakan dalam Al-Qur¶an. Peter Drucker menyatakan. ekonomi. bentuk masdar (verbal noun) dari kata kerja ³dabbara al-µamr´. 816 H) dalam kitabnya al-Ta¶rif: ³al-tadbir al-nazar fi al-µawaqib bi ma¶rifat al-khayr´. Baik bukan dalam arti memilih sesuatu diantara banyak pilihan. Dua. ³Management is about human beings´ 3. ³apa itu manajemen?´ Maka mereka akan kompak menjawab. dan pengawasan (PODC. Dengan pengertian Drucker. governance. Berbeda dengan jawaban diatas. untuk membuat kekuatannya efektif dan kelemahannya tertutupi.Prinsip-prinsip dasar Ilmu tatalaksana dikembangkan secara terintegrasi dengan ilmu-ilmu lain: sejarah. ada dua aspek penting tadbir dalam pemahaman pemikir muslim otoritatif: Satu. dalam bahasa arab sebagai salah satu arti dari kata ³tadbir´. dalam kasus ini. dan bukan lahir dari Perang Dunia I ketika banyak Negara sedang berpikir tentang ³manajemen´ menyerang dan mempertahankan diri dari serangan Negara lawan. ³manajemen adalah proses perencanaan.Pada zaman Khilafah Muawiyah. 31. 1988). pengarahan. Pada zaman Khilafah Abbasiyah. dalam istilah lebih popular POAC) sumber daya perusahaan untuk mencapai sasarannya´2 . administrasi. menaruh perkara dengan pertimbangan ilmu tentang akibat-akibat yang dihasilkan (Ijra¶ al-µumur µala µilm al-µawaqib).

Dengan pengertian akan kata-kata kunci tersebut. Haqq adalah kebenaran dan realitas sekaligus. sbb: 1.Dia mengatur urusan 5 dari langit ke bumi. (QS. makna adab diperluas secara lugas sebagai: ³pengenalan dan pengakuan tentang hakikat bahwa pengetahuan dan wujud bersifat teratur secara hierarkis sesuai dengan berbagai-bagai tingkat dan derajat-tingkatan mereka dan tentang tempat sesorang yang tepat dalam hubungannya dengan hakikat itu serta dalam hubungannya dengan hakikat-realitas itu serta dengan kapasitas dan potensi jasmaniah intelektual maupun ruhaniah seseorang. yang menurut perumpamaan al-Ghazali dalam kitab µAjibul Qulub sebagai sebuah pengaturan ³Negara´ di dalam diri. Dalam Islam tujuan terakhir (ultimate goal) . yang dapat diistilahkan dengan ³virtuous management´ . ditempatkan pada tempat yang tepat. adil. dan secara transendental dengan Penciptanya. Sehingga adab bukan hanya tentang hubungan antara manusia dengan manusia.´ Makna adab diperluas menjadi sebuah disiplin Berkait pada makna adab. Pengenalan dan pengakuan yang tepat pada ragam macam dan tingkat dari tujuan-tujuan (goals). Tadbir berbasiskan Adab Sebagai Kerangka Teori Manajemen Islam Memasukkan adab dalam proses tadbir membentuk sebuah proses manajemen yang bertolakukur pada kebenaran dan keadilan. Sebagaimana perkataan Ibn Mas¶ud tentang Al-Qur¶an: ³Sesungguhnya al_Qur¶an ini adalah undangan Allah kepada suatu perjamuan ruhaniah di bumi. dan secara lebih luas manusia dengan segala Ciptaan Tuhan. keinginan (hajiyah). melainkan juga manusia dengan dirinya sendiri. untuk dapat menjadi adil seseorang harus melalui pintu hikmah. dan pelengkap (tahsiniyah). dan kebenaran (haqq). Dengan demikian. kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. antara kebutuhan dasar (dharuriyah). Terdapat pembedaan dalam hasrat (desire) alamiah dan hasrat yang ingin didapat.´ Manusia sebagai sebuah alam kecil (mikrokosmos) mempunyai dua aspek al-nafs al-natiqah (jiwa rasional) dan al-nafs al-hawaniyyah (jiwa hewaniah). 2. membentuk suatu sistem hierarki yang kemudian menentukan metode dan strategi yang berbeda dalam keputusan manajemen. Karakterteristik manajemen yang dihasilkan dalam kerangka tadbir dan adab. mempunyai tuntutan untuk dapat menerapkan adab pada dirinya sendiri. o Tujuan atau sasaran yang ditetapkan manajemen harus dievaluasi melalui kacamata adab. al-Sajdah : 5) Konsep Adab Adab dalam pengertian dasar berarti undangan kepada suatu perjamuan (banquet). Adil mempunyai makna untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya. terdapat hikmah. Suatu perjamuan menyiratkan bahwa tuan rumah telah mengundang para tamu yang memang pantas untuk sebuah perjamuan. dan pencapaian ilmu tentangnya berarti memakan makanan yang baik di dalamnya. Hikmah dalam terminologi yang berarti pengetahuan (ma¶rifah) yang tegas dan pasti. Pengenalan dan pengakuan yang tepat pada aspek teori dan praktik dalam manajemen sebagaimana juga dengan setiap elemen yang terdapat dalam setiap aspek. al-Attas mengistilahkannya sebagai batas ilmu pengetahuan.

warga negara dan anggota dari komunitas internasional. saudara. . ³walaupun dalam analisis terakhir. Wan Mohd Noor Wan Daud.´ dan ³«setiap orang pada kenyataannya memang harus memikirkan dan berbuat untuk keselamatan nya sendiri. kesuksesan dan kebahagiaan utama dari seseorang adalah bersifat pribadi.´ Penutup Manajemen berbasis adab dapat menjadi sebuah jawaban atas manajemen yang dikembangkan barat yang mengakar pada ³liberal art´ ±disebut ³liberal´ karena manajemen berurusan dengan pokok-pokok ilmu. karena tiada oranga lain dapat dibuat bertanggungjawab atas perbuatanperbuatannya.´ Apa yang dimaksudkan ini oleh al-Attas. pengetahuan tentang diri. kebajikan. ranah dalam mencapainya tidak dimaksudkan terbatas pada aspek pribadi tetapi menggabungkan beraneka segi perannya: sebagai anak kepada orang tua. sebagaimana yang telah dilakukan sebagiannya diatas. ³art´ karena berkenaan dengan praktik dan aplikasi ± setiap kata kunci tersebut didewesternisasi. ³Maksud dan tujuan etika di dalam Islam pada akhirnya adalah untuk perseorangan.´ dan ³Kita mengetahui bahwa di dalam analisa terakhir (ultimate) adalah selalu untuk diri pribadi. dan kepemimpinan. pekerja dalam perusahaan. dihilangkan makna-makna yang lahir dari pandan-hidup Barat. suami. dijelaskan oleh Prof.adalah memperoleh kebahagiaan dengan melihat Allah swt di hari akhir. untuk kemudian dilakukan pemaknaan kembali menurut pandangan-hidup Islam. atau didorong oleh pertimbangan pragmatis dan azas manfaat. 3. Penjelasan yang saksama tentang ini dapat dipahami dengan memperhatikan perkataan al-attas. Untuk alasan inilah maka tidak ada mengejar tujuan yang bersifat tidak agamis. Pengenalan dan pengakuan yang tepat pada ragam wewenang dan strata dalam manajemen dengan memberikan perhatian khusus secara mengakar pada diri pribadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful