SNI 04-6918-2002

Standar Nasional Indonesia

Ruang bebas dan jarak bebas minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)

ICS 29.240.20

Badan Standardisasi Nasional

.................................................................................................................................................................................14 konfigurasi konduktor...................2 Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) ..... 5 4................. 3 3............................................................... 3 3................1 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)...........................................................................................................................3 jarak bebas minimum vertikal dari konduktor .....1 Dasar penetapan ruang babas ........................................................ 1 Istilah dan definisi ......................................................................................................................................................................................... 3 3............................................................6 Ruang babas pada SUTT dan SUTET ................................................................................... 5 5 Persyaratan khusus ................................................. 4 4............................. 5 i ........................................................................................................................4 jarak bebas minimum horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang........................ii 1 2 3 Ruang Iingkup........................................................ 2 3............................. 2 3.........11 tanaman/ tumbuhan................................................................................................................................. 3 3......................................................................................................7 daerah dengan keadaan tertentu.........................5 Jarak babas minimum horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang pada SUTT dan SUTET ..........................2 Dasar penetapan jarak bebas minimum vertikal dari konduktor pada SUTT .................. 1 Acuan normatif........................................... 4 4............................. 2 3........... 3 3......................................................6 lapangan terbuka atau daerah terbuka..... 3 4............................................................3 Dasar penetapan Jarak babas minimum vertikal dari konduktor pada SUTET ............ 2 3...........................ii Prakata ............................................................13 sirkit ganda ..........SNI 04-6918-2002 Daftar isi Daftar isi...........................5 ruang bebas.....................10 permukaan bumi .............................................................................9 bangunan......................................................................................................................................i Prakata ................15 jarak gawang dasar ....... 2 3....................... 3 4..........................................................4 Jarak babas minimum vertikal dari konduktor pada SUTT dan SUTET .............................................................................. 3 4 Persyaratan umum ...............................................................................8 lapangan umum ..................................................................................................... 2 3..... 5 4.........................................................................................................................12 sirkit tunggal.......................................................................................... 2 3............... 2 3...................................... 3 3..... 3 3..............................................................................................................

P/47/MPE/1992. Standar Nasional Indonesia (SNI) ini telah dibahas dalam Forum Konsensus ke XVII SNI bidang Rekayasa Elektrotenika pada tanggal 23 Oktober 2001 dan akan diberlakukan sebagai SNI wajib. PLN (Persero) Unit Bisnis StrategisPusat Pengendalian dan Pengaturan Beban. ditetapkan bahwa hal tersebut tidak termasuk dalam ruang Iingkup standar ini. benign Report.SNI 04-6918-2002 Prakata Standar Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) ini merupakan revisi khusus dari SNI 225-1987. Huruf : Jarak antara Penghantar Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Ekstra Tinggi (SUTET) dengan bumi dan dengan benda lain. PT Connusa Energindo. 1995. Standar ini disiapkan oleh Panitia Teknik Standar Ruang Bebas Saluran Udara Tegangan Tinggi dan Saluran Udara Ekstra Tinggi yang dibentuk dengan Keputusan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Nomor : 42-12/40/600. Merz and McLellan Ltd. 1989. Text for intensive lecture on transmission lines (overhead lines). Diharapkan masyarakat standardisasi ketenagalistrikan memberikan saran dan usul ii . 1987. Nakajima. EPPI. PT Encona Engineering Inc. Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987).. 1980. Panitia Teknik Standar Ruang Bebas Saluran UdaraTegangan Tinggi dan Saluran Udara Ekstra Tinggi merumuskan Standar ini mengacir pada beberapa dokumen standar dan dokumen pembanding. Lahmeyer International GmbH.3/2001 tanggal 2 Juli 2001. 1987. Untuk maksud tersebut telah dilakukan rapat di Bandung tanggal 12 sampai dengan 14 Nopember 2001 dilanjutkan pada rapat tanggal 12 Desember 2001 di Kantor Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi – Jakarta.. Design manual of overhead transmission lines. Pemasangan Penghantar Udara di Luar Bangunan. Second edition. perlu dibahas oleh panitia teknik bersama dengan PT. The New Japan Engineering Consultants Inc. Revised. Engineering Services 275 kV Power Transmission Line Lubuk Linggau . Merz and McLellan Ltd. Volume I. Nippon Koei Co. Java 504 kV Transmission System •-Engineering Report. Selanjutnya. Ltd. 345 kV and above. Pasal 760. masalah pencantuman "Klasifikasi bangunan tidak tahan api dan jarak minimum pompa bensin" sesuai dengan keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor : 01..Bukit Asam Asian Development Bank Power XXlll.. East Java Transmission Lines And Substation Project.. Dalam penyusunan standar ini dokumen pembanding yang dipakai sebagai berikut : K. berdasarkan keputusan Forum Konsensus XVII. Transmission Line Reference Book.

Semoga SNI ini bermanfaat bagi kita.SNI 04-6918-2002 perbaikan demi kesempurnaan standar ini. iii . terutama dalam menunjang pembangunan nasional untuk kesejahteraan masyarakat.

.

IEC standard voltages.c. CENELEC. 1989.Bagian satu : A. HD 637 S1 (Harmonization Document). SPLN 67-1A : 1986. Tegangan standar. IRPA/INIRC Guidelines. High voltage electrical installations . Insulation co-ordination . SPLN 121 : 1996. Round wire concentric lay overhead electrical stranded conductor. IEC 60033. 2 Acuan normatif Standar ini menggunakan dokumen acuan dan dokumen pembanding sebagai berikut : SNI 04-0227-1994. balk dengan menggunakan menara baja maupun tiang baja/beton. Power installation exceeding 1 kV a.Part 1 : Definitions. IEC 60071-2:1993. Standar ini berlaku untuk SUTT dengan tegangan nominal 66 kV dan 150 kV serta SUTET dengan tegangan nominal 275 kV dan 500 kV di Indonesia.1997. Kondisi spesifik Indonesia . Konstruksi saluran udara tegangan tinggi 70 kV dan 150 kV dengan tiang beton/baja. IEC 60071-1:1993.. IEC 1089:1991.Rules. 1 dari 15 . 1999. principles and rules.Part 2 : Application guide. Kondisi a/am. 1989. Interim guidelines on limits of exposure to 50/60 Hz electric and magnetic fields.SNI 04-6918-2002 Ruang bebas dan jarak bebas minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 1 Ruang Iingkup Standar ini berlaku sebagai pedoman untuk menetapkan ruang batas dan jarak bebas minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Amendment 2:1997. ANSI C2 . Insulation co-ordination . French Standard NF C 13-200. National Electrical Safety Code (NESC).

makhluk hidup dan benda lainnya serta keamanan Operasi SUTT dan SUTET 3. tanaman/tumbuhan.3 jarak bebas minimum vertikal dari konduktor jarak terpendek secara vertikal antara konduktor SUTT atau SUTET dengan permukaan bumi atau benda di atas permukaan bumi yang tidak boleh kurang dari jarak yang telah ditetapkan demi keselamatan manusia. instalasi lain seperti jembatan besi. hutan. Ialu-lintas air. saluran udara telekomunikasi.1 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (konduktor) di udara bertegangan nominal di atas 35 kV sampai dengan 230 kV 3. gudang. terminal bus/angkutan umum.5 ruang bebas ruang yang dibatasi oleh bidang vertikal dan horizontal di sekeliling dan di sepanjang konduktor SUTT atau SUTET di mana tidak boleh ada benda di dalamnya demi keselamatan manusia.2 Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (konduktor) di udara bertegangan nominal di atas 230 kV atau mempunyai tegangan tertinggi untuk perlengkapan di atas 245 kV. saluran udara tegangan rendah (SUTR).terdapat tanaman/tumbuhan dan benda lainnya yang tingginya tidak melebihi 4 (empat) meter.6 Iapangan terbuka atau daerah terbuka kawasan di mana: . antena radio. lalu-lintas jalan/jalan raya. daerah pertokoan. makhluk hidup dan benda lainnya serta keamanan operasi SUTT dan SUTET 3. daerah industri/pabrik.7 daerah dengan keadaan tertentu kawasan yang sacara permanen atau sementara dipergunakan untuk sarana pelayanan umum maupun khusus yang memerlukan ruang dengan tinggi di atas permukaan bumi lebih dari 4 (empat) meter antara lain: daerah perumahan. konduktor kereta listrik. lapangan umum. antena televisi 2 dari 15 . 3. rangka besi penahan. rel kereta biasa.tidak terdapat tanaman/tumbuhan dan benda lainnya. SUTT.4 jarak bebas minimum horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang jarak terpendek secara horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang ke bidang vertikal ruang bebas. 3. bidang vertikal tersebut sejajar dengan sumbu vertikal menara/tiang dan konduktor 3. saluran udara tegangan menengah (SUTM). pasar. perkantoran. perkebunan. SUTET.SNI 04-6918-2002 3 Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini sebagai berikut: 3. atau .

yaitu posisi tegak (vertikal) atau mendatar (horizontal) 3. b. permukaan jalan dan permukaan air tertinggi pada saal pasang atau banjir.SNI 04-6918-2002 3.10 permukaan bumi permukaan tertinggi dari bumi itu sendiri.12 sirkit tunggal sirkit yang mempunyai sistem fase tiga dengan tiga buah konduktor atau tiga buah bundel konduktor fase.8 lapangan umum kawasan terbuka yang sewaktu-waktu digunakan untuk kegiatan dengan menggunakan benda setinggi antara 4 (empat) meter sampai dengan 8 (delapan) meter 3. c. konfigurasi horizontal 3.15 jarak gawang dasar jarak horizontal antar dua menara atau tiang dengan persyaratan desain tertentu yang menghasilkan biaya konstruksi saluran (SUTT atau SUTET) yang paling ekonomis. jarak bebas impuls petit. permukaan re! kereta api. yang masing-masing sirkit terdiri atas tiga buah konduktor atau tiga buah bundel konduktor fase.9 bangunan semua Janis bangunan dengan tinggi lebih dari 4 (empat) meter 3.untuk SUTT (i hat -label 1) atau jarak bebas impuls switsing untuk SUTET (lihat Tabel 2) 3 dari 15 .14 konfigurasi konduktor bentuk susunan konduktor fase. yang dipergunakan sebagai patokan untuk menetapkan jarak bebas minimum 3.11 tanaman/ tumbuhan semua jenis tumbuhan dengan tinggi Iebih dari 4 (ernpat) meter 3.13 sirkit ganda sirkit yang mempunyai dua sistem fase tiga. jarak horizontal akibat ayunan (swing) konduktor pada kecepatan angin 15 m/detik (sudut ayunan 200).1 Persyaratan umum Dasar penetapan ruang babas Ruang bebas ditetapkan dengan mempertimbangkan : a. 4 4. jarak konduktor dari sumbu vertikal menara/tiang. konfigurasi vertikal 3.

jarak gawang dasar SUTT 150 kV menara baja: 350 m. e. c. Lendutan (sag) konduktor antara dua menara/tiang ditentukan oleh berat konduktor. lendutan maksimum diukur pada tengah gawang. d. h. 4. 4 dari 15 .1e. jarak gawang dasar SUTT 150 kV tiang baja: 200 m. obyek berjarak 1 m di atas bumi (untuk jarak bebas minimurn vertikal ke bumi). lendutan konduktor didasarkan pada suhu konduktor maksirnum (80°C untuk ACSR konduktor alumunium berpenguat baja). persyaratan keselamatan dari medan Iistrik dan medan magnet yang ditetapkan oleh IRPA/ INIRC. SUTET 275 kV sirkit ganda menggunakan bundel konduktor: 2 x A1/S2A atau 2 x A1/S2B (ACSR).SNI 04-6918-2002 d. i. jarak gawang dasar SUTT 66 kV tiang baton: 60 m. jarak bebas minimum vertikal dari konduktor.54/7 dengan spasi 40 cm. konduktor dengan jenis sesuai IEC 1089: A1/S2A atau A1/S2B (ACSR). Untuk menghitung lendutan digunakan rumus : dengan: D= W= S= T= 4. g. Lendutan konduktor antara dua menara/tiang ditentukan sesuai butir 4. c. b. atau 2 x A1/SA1A (ACSR/AS) berukuran 250 mm2 . f.3 lendutan konduktor didasarkan pada suhu konduktor maksirnum (80°C untuk ACSR konduktor alumunium berpenguat baja). jarak gawang (span) dari kuat tarik konduktor. jarak gawang dasar SUTT 66 kV tiang baja: 160 m.26/7 sampai dengan 450 mm2 .2 lendutan (m) berat konduktor per satuan panjang (kg/m) jarak gawang (m) kuat tarik konduktor pada suhu 80°C (kg) Dasar penetapan jarak bebas minimum vertikal dari konduktor pada SUTT vertikal dari konduktor pada SUTT ditetapkan dengan Jarak bebas minimum mempertimbangkan : a. b. Dasar penetapan Jarak babas minimum vertikal dari konduktor pada SUTET vertikal dari konduktor pada SUTET ditetapkan dengan Jarak babas minimum mempertimbangkan : a. e. jarak gawang dasar SUTT 150 kV tiang baton: 80 m. atau A1/SA1A (ACSR/AS) berukuran 125 mm2 — 26/7 sampai dengan 450 mm2 -54/7. (lihat Tabel 3). jarak gawang dasar SUTT 66 kV menara baja: 300 m.

jarak antar sirkit pada SUTET 500 kV sirkit ganda: 14.SNI 04-6918-2002 d. 5 Persyaratan khusus Standar ini berdasarkan parameter yang terbanyak dipakal di Indonesia. jarak antar sirkit pada SUTET 275 kV sirkit ganda: 11. h. susunan sirkit) perlu perhitungan dan persyaratan tersendiri. Jenis atau ukuran konduktor. bentuk menara/tiang.5 Jarak babas minimum horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang pada SUTT dan SUTET Jarak babas minimum horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang pada SUTT dan SUTET dapat dilihat pada Tabel 5.6 Ruang babas pada SUTT dan SUTET Ruang babas pada SUTT dan SUTET dapat dilihat pada Gambar 1 sampai dengan Gambar 6.54/7 dengan spasi 45 cm. susunan fase secara vertikal untuk sirkit ganda pada SUTET 275 kV dan 500 kV. jumlah sirkit. e. jarak antar fase pada SUTET 500 kV sirkit tunggal: 12 m. f. SUTET 500 kV sirkit tunggal dan ganda menggunakan bundel konduktor: 4 x A1/S2A atau 4 x A1/S2B (ACSR). 4. i.26/7 sampai dengan 450 mm2 .4 Jarak babas minimum vertikal dari konduktor pada SUTT dan SUTET Jarak bebas minimurn vertikal dari konduktor pada SUTT dan SUTET dapat dilihat pada Tabel 4. jarak gawang dasar SUTET 500 kV: 450 m. g. 4. jarak gawang dasar SUTET 275 kV: 400 m. 4.6 m.6 m. atau 4 x A1/SA1A (ACSR/AS) berukuran 250 mm2 . susunan fase. Untuk kondisi tertentu dan/atau kondisi khusus yang parameternya berbeda dengan parameter persyaratan umum (antara lain: tegangan nominal. 5 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 Tabel 1 Jarak bebas minimum impuls petir Tabel 2 Jarak bebas minimum impuls switsing untuk SUTET 6 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 7 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 Tabel 4 Jarak bebas minimum vertikai dari konduktor ( C ) 8 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 9 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 Gambar 1 Penampang memanjang ruang bebas 10 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 11 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 12 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 13 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 14 dari 15 .

SNI 04-6918-2002 15 dari 15 .

Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 3-4 Jl. Senayan Jakarta 10270 Telp: 021.574 7043.id BADAN STANDARDISASI NASIONAL .or. Gatot Subroto. Jend.5747045.BSN . Faks: 021. e-mail : bsn@bsn.