PERENCANAAN PENYULUHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Oleh:

Sharon Gondodiputro,dr.,MARS

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung 2007

PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS
Oleh Sharon Gondodiputro,dr.,MARS, Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung

ABSTRAK Dalam pengembangan program Promosi Kesehatan, dikenal pula istilah Pendidikan Kesehatan yaitu segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Hasil yang diharapkan dari suatu pendidikan kesehatan adalah perilaku kesehatan atau perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif. Berdasarkan dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan/promosi kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencehagan dari Leavel and Clark yaitu: Promosi kesehatan, pendidikan kesehatan yang diperlukan adalah peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan, kesehatan perorangan dll, Perlindungan khusus, seperti imunisasi, Diagnosis segera dan pengobatan segera, Pembatasan cacat dan Rehabilitasi. Tahap awal dalam merencanakan promosi kesehatan adalah kegiatan analisis situasi external maupun internal Puskesmas untuk melihat kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman/hambatan yang dihadapi oleh sarana tersebut yang disebut dalam pelaksanakan promosi kesehatan. Analisis tersebut dinamalan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threats) . Analisis faktor eksternal dilakukan untuk mendapatkan gambaran Peluang (Opportunity) dan Threats ( Ancaman) atau dengan perkataan lain melihat faktor-faktor pendukung dan hambatan yang berasal dari luar PUSKESMAS. Analisis Faktor internal dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness) PUSKESMAS itu sendiri, sehingga kita dapat memperkuat kekuatan kita dan mengurangi kelemahan kita. Selanjutnya analisis ini diperlukan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang dianalisis mempunyai dampak terhadap timbulnya masalah kesehatan dan masalah pelayanan kesehatan

1

2

Langkah – langkah perencanaan promosi kesehatan hipertensi di Puskesmas adalah sebagai berikut: Analisa Masalah Kesehatan dan Perilaku; Menetapkan Sasaran; Menetapkan tujuan ; Menetapkan Strategi; Menetapkan Pesan Pokok; Menetapkan Metode dan Alat Bantu/Media Pendidikan; Menetapkan Kegiatan Operasional; Menetapkan Pemantauan dan Evaluasi Kata kunci: Promosi Kesehatan, SWOT, Langkah-langkah perencanaan promosi kesehatan

2

44 thn 45-54 thn Hipertensi 55-64 thn > 65 thn .12 bln 0 1-4 thn 0 5-14 thn 15 .Distribusi hipertensi berdasarkan umur di Puskesmas X tahun 2006 1400 1200 1286 1000 800 600 752 400 200 0 0 0-7 hr 129 0 8-29 hr 300 0 1.

Pameran 7. Film 5.radio 4. Kata-kata 2. Telivisi 6. Benda asli . Field trip 8.1. Sandiwara 10. Tulisan 3. Demonstrasi 9. Benda tiruan 11. Rekaman.

Apa yang salah dengan sistem kesehatan kita? Apakah dengan pembangunan kesehatan selama ini belum berdampak positif terhadap derajat kesehatan? Kenyataannya derajat kesehatan meningkat bila dibandingkan dengan 50 tahun yang lalu. kalau tidak sakit. Beban ini ditambah dengan adanya timbulnya penyakit-penyakit menular yang baru dan yang lama (re-emerging dan new emerging diseases). dan hanya 15% diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan primer yang justru 1 .Dokter yang bekerja di sarana kesehatan primer dengan berpikir analitik dan pencegahan merupakan pilihan.PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS Oleh Sharon Gondodiputro. hampir setiap Kabupaten/Kota mempunyai minimal 1 Rumah Sakit.MARS. sementara penyakit tidak menular atau degeneratif mulai meningkat (non communicable disease) (WHO Report. Tapi mengapa kita sering melupakan penyakit tidak menular di masyarakat ? "Menunggu" sampai timbul kasus ? Bukankah mengobati lebih mahal daripada mencegah? . begitu pula dengan Rumah Sakit. karena sebagian besar terdapat di Pulau Jawa. Di setiap Kecamatan ada PUSKESMAS yang melayani masyarakat secara komprehensif. Dengan perkataan lain.dr. 2002). = Di seluruh dunia derajat kesehatan tidak merata dan cenderung menurun terutama di negara berkembang. Pada umumnya sumber daya tersebut dialokasikan terutama untuk pelayanan “sophisticated medical institutes “ di daerah perkotaan ( biaya tinggi). belum tentu sehat apalagi bugar. Dari tahun ke tahun Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi sebagai indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurun landai dan masih menjadi masalah. tetapi distribusi sumber daya kesehatan belum merata. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung = Sehat bukan berarti tidak sakit.. Keterbatasan dana Pemerintah disertai dengan alokasi yang tidak tepat karena sebagian besar dana (40%) difokuskan untuk pelayanan kesehatan mutahir di Rumah Sakit. Hal ini terjadi juga di Indonesia.

merupakan level pertama/strata pertama kontak dengan individu.melayani sebagian besar masyarakat. Pelayanan kesehatan primer (Primary health care) adalah pelayanan kesehatan yang sangat esensial dengan menggunakan ilmu kedokteran dan kesehatan praktis yang dapat diterima oleh individu. melibatkan partisipasi masyarakat secara total agar mereka dapat menjalanlan 2 prinsip yang telah dijelaskan sebelumnya. tidak perlu setiap kali masyarakat harus mencari dokter. Karakteristik pelayanan kesehatan primer adalah : a. merupakan refleksi dan penerapan dari ilmu-ilmu (multidisiplin dan interdisiplin) sosial. USSR. Untuk melaksanakan prinsip tersebut. AlmaAta. 2006) Deklarasi Alma Ata (International Conference on Primary Health Care. Setiap Negara diwajibkan menyusun kebijakan kesehatannya dalam melaksanakan hasil-hasil dari deklarasi tersebut.dukun. 6-12 September 1978 ) telah memberikan solusi terhadap masalah-masalah tersebut. biomedikal dan ilmu-ilmu lain yang terkait berdasarkan fakta (evidence) c. kita harus melibatkan masyarakat secara aktif dan memberikan informasi kesehatan yang akurat. Ini sangat memberikan keuntungan bagi kita dimana untuk menyelesaikan masalah kesehatan. tetapi ada masalah-masalah yang mereka dapat pecahkan sendiri. Di pihak lain PUSKESMAS merupakan sarana pelayanan kesehatan primer yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yaitu sebesar 40%. sehingga mereka dapat memelihara kesehatannya selama siklus hidupnya (every stage of their development) . Masyarakat disini meliputi pula community workers seperti tokoh-tokoh masyarakat kader . keluarga dan masyarakat b. (self determination). maka sebagai dokter. keluarga dan masyarakat. menjadikan pelayanan kesehatan sedekat mungkin tempat tinggal atau tempat bekerja masyarakat d. 2 . pengobat tradisional. Beberapa hal penting yang sangat perlu diperhatikan oleh seluruh negara adalah : 1. 2.( Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat. Pemeliharaan kesehatan ini dilakukan oleh masyarakat sendiri berdasarkan 2 prinsip yaitu reliance) tergantung dari diri sendiri (self dan pengambil keputusan sendiri.

tetapi merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional. PUSKESMAS Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) telah didirikan hampir di seluruh pelosok tanah air. dimana ke tiganya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. (self determination). Pendidikan kesehatan untuk agar masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatan berdasarkan 2 prinsip yaitu tergantung dari diri sendiri (self reliance) dan pengambil keputusan sendiri. Sejak tahun 1968 Indonesia telah mengembangkan pelayanan kesehatan primer yaitu dinamakan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS). Pencegahan dan pengendalian penyakit-penyakit lokal dan endemis 8. Pelayanan kesehatan primer bukan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. Sesuai dengan Keputusan Menteri Masyarakat. Pada Sistem kesehatan nasional ini terdapat pelayanan kesehatan sekunder dan tertier. Sanitasi lingkungan dan suplai air bersih yang mencukupi 5.e. f. maka bentuk-bentuk pelayanan kesehatan primer utamanya menekankan upaya-upaya pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit dan masyarakat yang sehat dapat memelihara kesehatan dan kebugarannya secara optimal. 2. Bentuk-bentuk pelayanan kesehatan primer minimal meliputi: 1. Imunisasi bagi penyakit-penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi 7. Nutrisi/Gizi masyarakat 4. Metode-metode pencegahan dan pengendalian penyakit 3. sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan bukan saja kuratif dan rehabilitatif. Ketersediaan obat-obat esensial Setiap negara berkewajiban mengembangkan pelayanan kesehatan primernyamasingmasing sesuai dengan kondisi dan situasi di negara tersebut. Pengobatan rasional bagi penyakit dan kecelakaan (injuries) 9. Seperti yang telah diketahui bersama. maka : 3 Kesehatan Republik Indonesia nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan dasar Pusat Kesehatan . tetapi meliputi pula preventif dan promotif. dari seluruh populasi hanya 15 % yang akan menjadi sakit. Selalu memperhatikan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana 6. sehingga sesuai dengan amanat Deklarasi Alma Ata.

dikenal pula istilah Pendidikan Kesehatan yaitu segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu. Hal ini mengandung arti bahwa PUSKESMAS melayani sejumlah penduduk baik sehat maupun sakit yang menjadi tanggung jawabnya. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. promotif. atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. PUSKESMAS akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan. Hasil yang diharapkan dari suatu pendidikan kesehatan adalah perilaku kesehatan atau perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif. keluarga dan masyarakat tersebut. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. kuratif dan rehabilitatif di upaya-upaya kesehatan wajib yaitu: 1. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular 6. tanpa diskriminasi dan mencakup pula aspek lingkungan dari pasien. PUSKESMAS adalah unit pelaksana teknis pelayanan kesehatan primer/strata pertama dan bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yaitu penyelenggaraan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran. Upaya Kesehatan Lingkungan 3. Penggerakkan dan Pamantauan serta Evaluasi. standar wilayah kerja adalah satu Kecamatan. Upaya Pengobatan Dalam pengembangan program Promosi Kesehatan. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat 5. 2.1. PUSKESMAS mempunyai misi yaitu memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. kelompok. PUSKESMAS harus dikelola dengan baik dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti Perencanaan. 4. keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Namun demikian WHO pada awal tahun 1980-an menyimpulkan bahwa 4 . 3. Upaya-upaya yang ada di PUSKESMAS berupa upaya-upaya preventif. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana 4. mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. PUSKESMAS mempunyai wilayah kerja. Upaya Promosi Kesehatan 2. Pengorganisasian.

Rehabilitasi. pendidikan kesehatan yang diperlukan adalah peningkatan gizi. Analisis Faktor internal dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness) PUSKESMAS itu sendiri. sehingga kita dapat memperkuat kekuatan kita dan mengurangi kelemahan kita. kesehatan perorangan dll 2. kekurangan. kadang-kadang menjadi cacat. Perlindungan khusus. 4. Diagnosis segera dan pengobatan segera. pendidikan kesehatan diperlukan agar masyarakat yang telah sakit tidak jatuh ke dalam kecacatan. Berdasarkan dimensi tingkat pelayanan kesehatan. Analisis faktor eksternal dilakukan untuk mendapatkan gambaran Peluang (Opportunity) dan Threats ( Ancaman) atau dengan perkataan lain melihat faktor-faktor pendukung dan hambatan yang berasal dari luar PUSKESMAS. peluang dan ancaman/hambatan yang dihadapi oleh sarana tersebut yang disebut dalam pelaksanakan promosi kesehatan. Pembatasan cacat. Promosi kesehatan. Pendidikan kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. bila masyarakat telah sembuh dari penyakitnya. perbaikan sanitasi lingkungan. 5. Sejak itu dikenal istilah Promosi Kesehatan. Analisis tersebut dinamalan analisis SWOT (Strength. Weakness. pendidikan/promosi kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencehagan dari Leavel and Clark yaitu: 1. Untuk memulihkan cacatnya diperlukan latihan-latihan untuk tetap mempertahankan kualitas hidupnya Tahap awal dalam merencanakan promosi kesehatan adalah kegiatan analisis situasi external maupun internal Puskesmas untuk melihat kelebihan. Selanjutnya analisis ini diperlukan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang dianalisis mempunyai dampak terhadap timbulnya masalah kesehatan dan masalah pelayanan kesehatan. secara umum penyakit-penyakit yang terjadi di masyarakat sering sulit terdeteksi karena informasi tentang hal tersebut minimal. 5 .pendidikan kesehatan tidak mampu mencapai tujuannya. misalnya penyakit Diabetes Mellitus. kebiasaan hidup. seperti imunisasi 3. apabila memfokuskan pada upaya-upaya perubahan perilaku saja. Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja. Promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan. Opportunity and Threats) . Oleh sebab itu peran pendidikan kesehatan sangat diperlukan pada tahap ini terutama penyebarluasan informasi kesehatan dan penyakit. tetapi juga disertai upaya-upaya memfasilitasi perubahan perilaku.

Analisis faktor eksternal PUSKESMAS. Keputusan Menteri.program di PUSKESMAS apakah merupakan pendukung atau penghambat Aspek-aspek yang dilakukan analisis faktor eksternal adalah : a. penganggaran dan sebagainya. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada aturan-aturan yang harus dipatuhi secara aspek legal dalam menjalankan PUSKESMAS. Analisis faktor eksternal dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kebijakankebijakan atau aturan-aturan yang ditetapkan dalam mengelola PUSKESMAS. Analisis kebijakan. faktor-faktor lingkungan sosial ekonomi dan budaya lokal spesifik yang dapat menjadi risiko timbulnya penyakit atau dapat menghambat aksesitas pelayanan kesehatan di PUSKESMAS dll. Aturan-aturan ini dapat berbentuk Undang-undang. wilayah kerja. Analisis Geografi Peran analisis data geografi sangat besar dalam menentukan ada tidaknya faktor geografi untuk timbulnya masalah kesehatan serta aksesibilitas pelayanan kesehatan PUSKESMAS untuk masyarakat yang dilayaninya Informasi yang didapat dari analisis ini adalah: 1) Wilayah kerja PUSKESMAS beserta batas-batasnya. Beberapa tabel di bawah ini dapat menjadi alat bantu proses analisis tersebut. penduduk dan institusi yang dilayani oleh PUSKESMAS tersebut. Standar pelayanan minimal yang harus dilaksanakan. adanya sumber daya baik swasta maupun masyarakat yang dapat dijadikan mitra kerja PUSKESMAS dalam menjalankan program-program kesehatannya. Peraturan Pemerintah. Selanjutnya aturan aturan tersebut dapat berupa pengelolaan sumber daya.kebijakan dalam pengelolaan PUSKESMAS. Peraturan daerah dan sebagainya. b. 6 .1. Hasil analisis ini menjadi sumber informasi yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan program.

... 3... tahun …….. 2. daerah rawan kecelakaan dan sebagainya ( sangat lokal spesifik) 5) Sarana transportasi Tabel …...... daerah pertanian. No Nama Desa/ Kelurahan 1...... rawan penyakit menular 7) Sarana air bersih dan Jamban keluarga 7 .. pegunungan...... daerah rawan bencana... 3) Jumlah RW dan RT masing-masing Kelurahan 4) Keadaan geografis wilayah tersebut apakah daerah pantai.. Tahun 2) Jumlah Desa/Kelurahan..Contoh Gambar/Peta Wilayah Kerja PUSKESMAS ………. Wilayah kerja PUSKESMAS .. daerah endemis suatu penyakit.. daerah industri.Tahun .. daerah aliran sungai... dst Luas Wilayah Jarak Terjauh Jumlah RT/RW dari Desa / Kelurahan ke Puskesmas Rata-Rata Waktu Tempuh dari Desa / Kelurahan ke PUSKESMAS Roda 2 Roda 4 Lain-lain Kondisi Keterjangkauan Desa * Roda 2 Roda 4 Lain-lain Sumber : (………....) Total 6) Adanya daerah rawa ...

3) Angka pertambahan penduduk 8 . Juga risiko untuk terjadinya penyakit tidak menular lebih besar. Kegiatan Industri Jenis polusi Limbah cair Limbah padat Bahan beracun dan berbahaya (B3) merkuri cyanida Sampah organik Limbah organik Sampah organikdll Sampah organik dll Limbah klinis dll Desa/Kel Desa/Kel Desa/Kel 2. Hal-hal yang perlu dianalisis adalah: 1) Jumlah Penduduk. Analisis Demografi Analisis ini dapat menggambarkan kondisi penduduk yang dilayani oleh PUSKESMAS. 2) Kepadatan penduduk. 4. untuk mengetahui jumlah penduduk yang dilayani. 6. misalnya gangguan mental seperti depresi. sehingga PUSKESMAS dapat menyiapkan pelayanan yang cocok dengan kebutuhan masyarakatnya. 1. Gangguan mental ini dapat menjadi faktor risiko untuk terjadinya penyakit kardiovaskuler dan pembuluh darah seperti hipertensi. makin tinggi kepadatan penduduknya. Tambang emas tradisional Pasar Rumah potong hewan Tempat pembuangan sampah sementara Tempat pembuangan sampah akhir Sarana kesehatan potensial c.Kegiatan yang potensil menimbulkan polusi lingkungan No. stress dll. 3. 5.8) Sarana yang berpotensi menimbulkan polusi atau pencemaran lingkungan 9) Sarana olahraga yang menunjang kegiatan aktifitas fisik masyarakat Contoh tabel . 7. risiko untuk penyebaran penyakit menular makin tinggi.

Bentuk ekspansif ini juga menggambarkan bahwa beban tanggungan keluarga sangat tinggi.perang.kelaparan atau bencana. Piramida ini digunakan untuk menggambarkan perubahan komposisi umur dan jenis kelamin penduduk dari waktu ke waktu serta tergantung dari angka kelahiran dan kematian . jika sebagian besar penduduk terdapat pada kelompok umur muda. Juga melihat jumlah bayi dan balitanya tinggi. Keadaan ini membuktikan bahwa belum berhasilnya program Keluarga Berencana dan program Pencegahan terhadap kematian terutama di usia dewasa dan usia lanjut. misalnya dalam 3 tahun terakhir ini terjadi peningkatan jumlah penduduk usia lanjut yang sangat signifikan. Bentuk piramida penduduk terdapat 3 bentuk yaitu: 1. 9 . Untuk itu PUSKESMAS harus menyusun program spesifik bagi penduduk tersebut agar kesehatannya terjaga dengan baik. Informasi ini penting untuk mengembangkan program-program kesehatan sesuai dengan jenis kelamin dan umur.4) Angka Fertilitas 5) Piramida penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.Piramida penduduk ini sebaiknya berasal dari data 3 tahun terakhir. juga adanya migrasi penduduk. karena banyak anggota keluarga yang belum masuk ke dalam angkatan kerja. Umumnya terdapat pada negara-negara dengan angka kelahiran dan kematiannya tinggi. Hal ini sangat penting untuk melihat perubahan jumlah penduduk spesifik di wilayah kerja PUSKESMAS tersebut. Bentuk Ekspansif. maka program-program Kesehatan Bayi dan Balita perlu ditingkatkan.

jika sebagian kecil penduduk terdapat pada kelompok umur muda. 10 . Bentuk Konstruktif.2. Bentuk ini terdapat di negara.negara yang tingkat kelahirannya menurun dengan cepat dan angka kelahirannya rendah.

11 . Program usia lanjut dll. Bentuk Stationer. Pada umumnya di negara-negara yang sudah berkembang dengan standar hidup yang tinggi. jika jumlah penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama.3. Bentuk ini terdapat di negara-negara yang angka kelahiran dan kematiannya rendah. 6) Pendidikan Distribusi penduduk berdasarkan pendidikan sangat penting dalam penyampaian informasi kesehatan.Dampak terhadap program kesehatan adalah pengembangan Program Pencegahan Penyakit tidak menular . umur harapan hidup yang panjang dan rendahnya angka pertumbuhan penduduk.

terlihat bahwa sebagian besar penduduk di wilayah kerja Puskemas berpendidikan SMP ke bawah. tetapi lebih banyak menggunakan bahasa-bahasa populer.Tabel . Analisis ini mungkin dapat juga memberikan gambaran tentang status penghasilan penduduk tersebut. maka bahasa dan cara yang digunakan harus memperhatikan tingkat pendidikan masyarakat tersebut seperti bahasa yang digunakan sedikit mungkin menggunakan bahasa-bahasa ilmiah. 7) Pekerjaan dan mata pencaharian. Tabel . untuk menganalisis kemungkinan adanya risiko timbulnya penyakit akibat kerja dan risiko ini harus diminimalisasi dengan menyusun program-program pencegahan penyakit. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Puskesmas x Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Pendidikan Tidak / Belum Sekolah Tidak Tamat SD Belum Tamat SD Tamat SD SLTP SLTA Akademi / Sarjana Sarjana Jumlah Tahun 2005 Jumlah 3486 1078 4527 4918 3250 4457 362 126 22204 Dari contoh tabel diatas. Selanjutnya pekerjaan dapat menggambarkan waktu yang tepat dalam melakukan kegiatan pendidikan/promosi kesehatan. Dalam kegiatan promosi kesehatan. Distribusi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Puskesmas x Tahun 2005 dan 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mata Pencaharian PNS TNI / POLRI Pegawai Swasta Petani Pedagang Pensiunan Buruh Ibu Rumah Tangga Tidak / Belum Bekerja Jumlah 2005 3912 168 95 42 195 139 9809 Tak terdata Tak terdata 2006 1511 103 4316 6 734 985 1024 3550 1272 12 .

terlihat distribusi penduduk berdasarkan sasaran program yaitu ibu hamil. Selain distribusi penduduk berdasarkan umur. balita. 9) Keadaan sosial budaya penduduk.Dari tabel di atas terlihat bahwa pada tahun 2005. meliputi kalau ada tentang pandangan tentang sehat sakit. 8) Distribusi penduduk berdasarkan sasaran program ( bayi. Juga hal ini berlaku pada kelompok PNS. Ke semuanya ini dapat menjadi pendukung atau penghambat kelancaran program-program pendidikan/promosi kesehatan 13 . gaya hidup. Jika diperhatikan kelompok usia lanjut merupakan kelompok dengan jumlah terbesar dibandingkan kelompok lain pada sasaran program. maka pendidikan/promosi kesehatan dapat dilakukan pada pagi hari. larangan dan anjuran. perilaku hidup sehat dan bersih. ibu bersalin. sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai buruh. PSK. kebiasaan-kebiasaan. balita. Diabetes mellitus dll. Bila sasaran pendidikan/promosi kesehatan adalah ibu rumah tangga (2006). pendidikan dan pekerjaan. kita harus melakukan program pencegahan dan penanggulangan penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler dan pembuluh darah. Jumlah sasaran program Puskesmas x Tahun 2005 dan 2006 Tahun 2005 2006 Jumlah Penduduk 22204 22275 BUMIL 917 488 BULIN 462 443 NEO NATUS 428 410 BAYI 360 470 BALITA 1711 1516 Anak Sekolah 4070 3972 USILA 4870 5166 Dari tabel tersebut. keganasan.anjuran. kecuali hari libur. TKW/TKI. maka waktu melakukan pendidikan/promosi kesehatan tidak dapat dilakukan pada pagi hari. TNI dan pegawai. maka pembagian penduduk juga berdasarkan sasaran program kesehatan yang ada di Puskesmas Tabel . sasaransasaran ini menjadi penting. perilaku pencarian pengobatan. Artinya bila sasaran kita adalah buruh. jenis kelamin. neonatus. Dalam perencanaan program pendidikan kesehatan/promosi kesehatan. penduduk musiman dll. bayi. misalnya untuk kelompok usia lanjut. anak sekolah dan usia lanjut. ibu hamil dll) dan sasaran spesifik misalnya anak jalanan.

14 . Angka Kematian Bayi dan Angka Harapan Hidup. Namun demikian karena kita tidak dapat menghitung Prevalensi dan Insidensi. Filariasis. Untuk Angka Harapan Hidup biasanya yang digunakan adalah angka Harapan Hidup tingkat Kabupaten/Kota atau tingkat Propinsi. kita tidak mungkin menghitung angka-angka tersebut karena denominatornya terlalu kecil. maka yang digunakan adalah nilai/jumlah absolut. Analisis derajat kesehatan Dalam mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain indikator kesehatan dalam IPM. Avian Flu. Informasi – informasi yang dibutuhkan sebagai hasil analisis derajat kesehatan adalah: 1) Jumlah kematian ibu hamil. maka indikator-indikator kesehatan yang merupakan komponen dalam IPM tersebut adalah Angka Kematian Ibu. sehingga sebagai dokter di pelayanan kesehatan primer. maka angka kematian kasar dan angka kesakitan di wilayah kerja PUSKESMAS wajib diketahui. Di Tingkat Kecamatan atau tingkat administrasi di bawahnya.d. sehingga yang digunakan adalah nilai atau jumlah absolut kematian ibu dan kematian bayi. periode waktunya adalah 3 tahun terakhir dan dimana kematian tersebut terjadi.Sebagai penanggung jawab kesehatan di wilayahnya. PUSKESMAS wajib mengetahui tentang hal-hal tersebut. informasi ini juga sangat dibutuhkan. bersalin dan nifas. Lepra. penyebabnya selama 3 tahun terakhir 2) Jumlah kematian bayi beserta penyebabnya selama 3 tahun terkhir 3) Jumlah kematian balita beserta penyebabnya selama 3 tahun terakhir 4) Jumlah kematian kasar beserta penyebabnya selama 3 tahun terakhir 5) Angka Harapan hidup selama 3 tahun terakhir 6) Jumlah kesakitan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 7) Jumlah kesakitan penyakit menular yang cenderung dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa dan diamati secara cermat dengan kegiatan surveillance misalnya demam berdarah. Hal yang sangat penting adalah mengapa kematian tersebut terjadi (penyebabnya). Malaria dan penyakit menular lokal spesifik seperti TBC. Anthrax dsb. Status gizi balita merupakan salah satu indikator derajat kesehatan.

Analisis Kelembagaan bersumber daya masyarakat: peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan misalnya UKBM (Usaha Kesehatan Bersumber Masyarakat). polindes. Sinar Putih. posbindu. Analisis ini dibutuhkan untuk mengetahui potensi sarana kesehatan yang dapat dijadikan mitra untuk ikut serta aktif dalam pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan oleh PUSKESMAS. No. Mahatma. Wahana Pelayanan Kesehatan dasar. 9) Status gizi balita: gizi baik. Sarana kesehatan ini dapat berupa sarana kesehatan primer. kolom diisi dengan jumlah sarana. bengkel patah tulang dll). unit UKBM mana yang paling diminati oleh masyarakat.. e. Rumah Sakit Umum 2. Jenis sarana kesehatan Pemilik Pemr Swasta Jumlah Total Desa/Kel Desa/Kel Desa/Kel Desa/Kel 1. Kelembagaan bersumber daya masyarakat dibuat dalam bentuk tabel seperti di bawah ini. jumlah kader/ pengurus/kelompok aktif untuk melihat tingkat peran serta masyarakat dalam sarana tersebut. dana sehat. Rumah Sakit Khusus 15 . Poskestren. Dalam analisis perlu dibahas mengenai kepesertaan. gizi kurang.8) Jumlah kesakitan terbanyak (10 terbanyak) berdasarkan umur baik penyakit menular maupun tidak menular yang didapat dari data kunjungan pasien (LB1) PUSKESMAS 3 tahun terakhir. f. Kolom keterangan diisi dengan hal-hal yang perlu disampaikan dan tidak tercantum pada kolom yang ada. pemanfaatan oleh peserta (utilisasi). Tetada Kalimasada. pengobatan tradisional/Batra. JPKM. Analisis sarana kesehatan swasta dan pemerintah yang ada. pesantren maupun institusi tradisional lain pengelola pengobatan Narkoba. gizi buruk dan gizi lebih selama 3 tahun terakhir. serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya. sekunder maupun tertier Contoh Tabel Sarana kesehatan di Wilayah Kerja PUSKESMAS …………Tahun ………. pengobatan alternatif (institusi penyelenggara pengobatan Reiki. antara lain yaitu : pos yandu. Tabel dapat dimodifikasi tiap kolom dibagi dua yaitu kolom jumlah sarana dan jumlah kader/pengurus/kelompok aktif.

Drg. Dokter Umum b. Pemr Swasta Pemr Swasta Pemr Pemr Pemr Pemr Pemr Pemr Pemr Pemr Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Pemr Swasta g. KKP 4. BKTK e. Lainnya (uraikan) 3. Dr. RS Bersalin c.a. tahun ……. Balai Kesehatan Masyarakat a. PUSKESMAS a. Drg. Analisis institusi-institusi yang menjadi sasaran program PUSKESMAS. BKOM d.Gigi c. Pusk. Praktek perorangan a. bidan 6. home industry dan sebagainya. Dr. Umum b. Laboratorium 11. BP4 b. Institusi-institusi ini meliputi sekolah-sekolah. pesantren. Dokter gigi d. Praktek Berkelompok a. pabrik-pabrik. BKMM c. Tanpa perawatan b. Dr. Balai Pengobatan (BP) 8. Drg. Pembantu 5.Pusk. Ibu & Anak b. Spesialis 7. RS Jiwa b. Sarana Rehab narkoba 12. Sarana lain (sebutkan) Sumber : (………... Spesialis C.. Balai Kes. DTP c. Balai KB d. 16 .). Balai Kes. Spesialis C. lainnya (sebutkan) 10. Spesialis e. Rumah Bersalin 9. d. Pusk. Balai Kesehatan a.

dst Total Sumber : (………. Total Total Jenis Tenaga Yang Ada Standar Kurang Keterangan c. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) sumber daya yang ada di PUSKESMAS.). 3. Dengan mengetahui halhal tersebut.. Sarana dan Prasarana 17 . Adapun faktor-faktor yang dianalisis adalah: a. No 1. maka seharusnyalah sebelum memulai pekerjaan tersebut. Keadaan tenaga di ………… Tahun…………. Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI no 81/Menkes/SK/I/2004 ( terlampir) Contoh Tabel . 4. tahun ……. ( upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan) b. 5.. Upaya-upaya kesehatan yang dilaksanakan di PUSKESMAS yang bersangkutan Sebagai seorang dokter yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan primer.3. Sebagai bahan analisis dapat digunakan Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan Di tingkat Propinsi. Sumber daya manusia Untuk melaksanakan upaya-upaya kesehatan tersebut. maka dapat dilakukan upaya-upaya untuk memperkuat kekuatan dan mengurangi kelemahan PUSKESMAS tersebut. yang bersangkutan terlebih dahulu mengetahui upaya-upaya kesehatan yang dilaksanakan di PUSKESMAS yang bersangkutan tersebut.. 2. Organisasi PUSKESMAS d. dibutuhkan sumber daya manusia baik kuantitas maupun kualitas. Analisis faktor internal PUSKESMAS.

6. yang perlu diuraikan disini bukan jumlah dalam artian kuantitatif tetapi jumlah riil yang ada dibandingkan dengan kebutuhan. Sumber dana lainnya Jelaskan juga masalah-masalah yang ada dalam pembiayaan kesehatan ini baik segi kualitas maupun kuantitas pembiayaan kesehatan (agar diupayakan data 5 tahun terakhir). Pembiayaan Kesehatan Tahun…………. lokasi). pemeliharaan dan modal) 4) 5) Asuransi kesehatan/JPKM/JKN. lokasi penempatan/penyebaran dikaitkan dengan institusi kesehatan serta kunjungan pasien. 5.Obat dan bahan habis pakai serta Alat kesehatan (jenis. APBN (uraikan sumber dan atau nama proyek) APBD Kabupaten/Kota dari tahun ke tahun (usulan & realisasi. No 1. terutama jenis obat esensial yang tersedia dikaitkan dengan pola penyakit yang ada. 3. Pendanaan PUSKESMAS Dana sangat dibutuhkan untuk pengelolaan PUSKESMAS. e. sumber. 2. meliputi : 1) 2) 3) Jumlah dana Retribusi Kesehatan . seperti yang tercantum dalam contoh Tabel berikut. 7. 4. oleh sebab itu sangat perlu mengetahui sumber-sumber dan besaran pendanaan untuk PUSKESMAS yang bersangkutan. Contoh Tabel . Jenis Sumber Biaya Retribusi JPS-BK/PPDSPE/PKPS-BBM Askes Biaya dari APBD Kab/Kota Biaya dari APBD Prop Biaya dari APBN Sumber lain Jumlah seluruhnya Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 18 . jumlah. serta sumber dana untuk kesehatan) baik Rutin (Belanja Administrasi Umum) maupun Pembangunan (belanja operasi.

Pengawasan dan Pertanggungjawaban a) Apakah dilakukan telaahan berkala misalnya bulanan. Rangkaian kegiatan yang sistematik tersebut dilakukan dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Pengendalian. Dalam menganalisis manajemen PUSKESMAS yang bersangkutan. maka sangat perlu ditunjang oleh manajemen yang baik. maka hal-hal yang perlu dipertanyakan adalah: 1) Perencanaan a) Apakah PUSKESMAS melakukan pertemuan-pertemuan untuk menyusun perencanaan tahunan? b) Apakah PUSKESMAS mempunyai dokumen usulan kegiatan tahunan yang diajukan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota? c) Apakah PUSKESMAS mempunyai Perencanaan Tahunan yang telah disahkan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten? dibuktikan dengan adanya dokumen d) Apakah PUSKESMAS mempunyai Perencanaan pelaksanaan kegiatan bulanan ? dibuktikan dengan adanya dokumen. Manajemen PUSKESMAS Untuk terselenggaranya berbagai upaya kesehatan perorangan dan masyarakat.Semua fungsi manajemen tersebut harus dilaksanakan secara kontinu. masalah dan hambatan yang dihadapi ? b) Apakah dilakukan pengawasan dan penilaian terhadap kinerja pegawai secara berkala ? c) Apakah PUSKESMAS melakukan evaluasi tahunan dan membuat pertanggungjawaban tahunan terhadap seluruh kegiatan? 19 . 1) Pelaksanaan a) Apakah PUSKESMAS melakukan pengorganisasian pelaksanaan kegiatan seperti penentuan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan ( pembagian tugas seluruh pegawai) baik untuk kegiatan dalam maupun luar gedung 3) Pemantauan. triwulanan. Secara singkat terdapat 3 fungsi manajemen di PUSKESMAS yaitu Perencanaan. semesteran dll terhadap hasil kegiatan PUSKESMAS baik di dalam gedung maupun luar gedung yang meliputi misalnya cakupan.f. terkait dan berkesinambungan. mutu pelayanan. Pelaksanaan dan Pengendalian termasuk Pengawasan dan Pertanggung jawaban. Manajemen adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran (output) yang efektif dan efisien.

kunjungan neonatal/N2. cakupan air bersih dan sarana jaga. misalnya cakupan imunisasi. 20 . kesehatan kerja) Data kesakitan masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas dikompilasi ke dalam Laporan Bulanan dan didistribusi berdasarkan umur. Penyakit mata. Utilisasi pelayanan kesehatan di PUSKESMAS (persentase kunjungan baru dan lama. anthrax. 2.dll) GIZI (cakupan Fe3 Bumil. dan hasil pengobatan. BBLR.Vit. sasaran dan jenis kegiatan Kesehatan khusus (misalnya: Kesehatan gigi & mulut. P2B2. P2ML.44 thn 45-54 thn Hipertensi 55-64 thn > 65 thn Gambar. Cakupan program kesehatan (upayakan data 3 tahun terakhir).GAKI. Hasil kegiatan PUSKESMAS. dll). Distribusi hipertensi berdasarkan umur di Puskesmas X tahun 2006 1400 1200 1286 1000 800 600 752 400 200 0 0 0-7 hr 129 0 8-29 hr 300 0 1.sesuai dengan Standar pelayanan minimal seperti: b) c) d) KIA (pertolongan Nakes. persentase kunjungan PT ASKES dan asuransi kesehatan lain. D/S. fillariasis.g. meliputi: 1. Sebagai contoh yang akan dibicarakan adalah distribusi penyakit tidak menular. e) f) g) Keluarga Berencana (akseptor CU/PUS) Promosi kesehatan mencakup bentuk. Distribusi hipertensi berdasarkan umur di Puskesmas X tahun 2006. cakupan penyakit spesifik daerah (misalnya kusta.A. Penyakit jiwa.frekeunsi kunjungan. persentase kunjungan dan contact rate orang miskin.dll) Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2M dan PL).12 bln 0 1-4 thn 0 5-14 thn 15 . malaria).

didapatkan informasi-informasi yang sangat mendukung dalam pelaksanaan promosi kesehatan melalui penyuluhan tentang hipertensi. Wilayah kerja Puskesmas X ternyata mempunyai kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Menetapkan Sasaran Dalam pemilihan sasaran pendidikan/promosi kesehatan. sebagai contoh: 1. alat bantu dan metode penyuluhan harus disesuaikan dengan keadaan ini 4. II. kasus hipertensi merupakan kasus yang terbanyak. Dari distribusi hipertensi berdasarkan umur. kasus hipertenis merupakan kasus yang terbanyak. Sebagai contoh. Usia penduduk terbanyak adalah usia produktif.Dari gambar tersebut. Sebagian besar penduduk mempunyai pendidikan rata-rata SMP ke bawah. ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan yaitu: a. terlihat bahwa kejadian hipertensi sudah dimulai pada rentang umur 15-44thn dan melonjak tajam pada rentang usia > 45 tahun. Pada masyarakat dengan usia lanjut. PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS Langkah – langkah perencanaan promosi kesehatan hipertensi di Puskesmas adalah sebagai berikut: I. PNS. berdasarkan analisis situasi . Kenyataan ini berdampak terhadap peningkatan risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti hipertensi akibat stress 2. sehingga bila akan dilakukan penyuluhan pada hari kerja. sehingga bahasa. Pada masyarakat dengan usia lanjut. Geografi. TNI/Polri dan Pegawai swasta. sebaiknya dilakukan pada siang atau sore atau malam hari. Perjalanan alami penyakit Masing-masing penyakit memiliki perjalanan alaminya sendiri jika tidak diganggu dengan intervensi medis atau jika penyakit dibiarkan sampai melengkapi 21 . dimana terjadi peningkatan yang cukup bermakna terhadap jumlah penduduk usia lanjut dari tahun ke tahun 3.terlihat bahwa kejadian hipertensi sudah dimulai pada rentang umur 15-44 thn dan melonjak tajam pada rentang usia > 45 tahun. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai buruh. Analisa Masalah Kesehatan dan Perilaku.

beraktifitas fisik. maka pendidikan/promosi kesehatan dapat digunakan untuk melakukan pencegahan primer. Kegiatan yang dapat dilakukan : pemeriksaan kesehatan setiap tahun agar dideteksi hipertensi atau tidak. tubuh akan mulai merasakan perubahan. yang ditandai dengan adanya gejala-gejala penyakit. b. Selanjutnya penyakit ini akan berlanjut dan tubuh akan meresponsnya dengan 2 alternatif yaitu sembuh atau semakin sakit. Dari keterangan ini. Misalnya pada kasus hipertensi. apakah untuk mengubah perilaku masyarakat atau mendapatkan dukungan sosial atau melakukan advokasi 22 . Penentuan sasaran sangat ditentukan pencegahan mana yang akan dilakukan apakah primer. yang dapat dilakukan adalah penyuluhan tentang hidup sehat. sekunder dan tertier. Bila ditemukan kasus. Tujuan pendidikan/promosi kesehatan Tujuan pendidikan/promosi kesehatan sangat menentukan sasaran yang akan dipilih pada kegiatan pendidikan/promosi kesehatan. sehingga dapat menimbulkan kecacatan atau bahkan kematian. maka dapat dilakukan pengobatan dini agar penyakit tersebut tidak menjadi parah. Tubuh pertama kali akan merespons perubahan yang tidak terdeteksi dan tidak dirasakan. Begitu reaksi tubuh bertambah.Perjalanan penyakit dimulai dari pajanan seseorang rentan pada suatu keadaan/zat kimia/kuman. misalnya sakit kepala. Pencegahan tertier adalah suatu kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup penderita yang telah mengalami penyakit yang cukup berat yaitu dengan cara rehabilitasi. Setiap orang akan memiliki perbedaan dalam hal respons pada penyakit dan pengaruh penyakit pada tubuh. tidak merokok dll Pencegahan sekunder lebih ditujukan pada kegiatan skrining dan deteksi untuk menemukan penyakit.perjalanannya. kurangi makanan yang banyak mengandung garam. maka sasarannya adalah usia 15 -44 thn. pengobatan dini hipertensi. maka sasarannya adalah usia > 45 thn. pada akhirnya penyakit akan menguasai tubuh dan terjadi komplikasi . Bila kita ingin melakukan pencegahan primer. Bila kita ingin melakukan pencegahan sekunder. Jika sakit memburuk. malaise dll. penyuluhan hidup sehat agar mengurangi faktor risiko hipertensi. Pencegahan primer adalah segala kegiatan yang dapat menghentikan atau mengurangi faktor risiko kejadian penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi. sekunder atau tertier. Penyakitnya akan bertambah parah.

Contohnya : meningkatkan pengetahuan tentang definisi hipertensi. 23 . jelas dan dapat diukur. Tujuan khusus haruslah dikembangkan untuk kelompok sasaran atau segmen sasaran tertentu.kepada pembuat keputusan. sehingga diharapkan akan mempermudah penilaian terhadap pencapaian tujuan. Tujuan khusus harus menjawab pertanyaan siapa. Sebagai contoh tujuan umum untuk pencegahan primer adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi. 1. sekunder dan tertier. tokoh adat dengan harapan kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di sekitarnya. 2. apa dan seberapa jauh harapan suatu kondisi ingin dicapai. kapan dan dimana. Tujuan pendidikan/promosi kesehatan untuk sasaran ini antara lain meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi. III. tokoh agama. Menetapkan Tujuan Tujuan yang dimaksud adalah tujuan program pendidikan kesehatan yaitu perilaku yang diharapkan agar tingkat kesehatan yang diinginkan dapat tercapai. sekunder atau tertier. gejala hipertensi. sekunder atau tertier dan juga tingkat pencegahan mana yang akan dilakukan. Sasaran sekunder adalah para tokoh masyarakat. sehingga metode yang digunakan adalah menggunakan strategi advokasi. Di samping itu. apakah primer. Tujuan umum Tujuan umum pendidikan kesehatan tergantung dari sasaran yang akan dilakukan pendidikan/promosi kesehatan apakah sasaran primer. faktor-faktor risiko terjadinya hipertensi dan pencegahan hipertensi. Sasaran tertier adalah para pembuat keputusan atau penentu kebijakan dalam menentukan dukungan pelaksanaan suatu program kesehatan . Untuk itu sasaran dibagi menjadi 3 yaitu: sasaran primer. Sasaran primer adalah kelompok masyarakat yang berisiko terkena atau sudah terkena suatu masalah kesehatan. Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan itu harus realistis. Tujuan khusus Tujuan khusus memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang hal-hal yang dikemukakan dalam tujuan umum. para tokoh masyarakat diharapkan akan memberikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi masyarakat sekitarnya (dukungan sosial).

Menetapkan Strategi Strategi yang ditempuh sangat tergantung dari sasaran. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. tetapkan nada/sifat pesan 4. sebutkan keuntungannya dan alasannya jika menerapkan perilaku tersebut 3. perilaku yang diharapkan 2. manfaat dari perubahan perilaku 3. pertimbangkan tingkat kesulitan dan besar biaya produksi 4. dan sebagainya 5. moderen. alasannya mengapa perubahan perilaku tersebut dapat memberikan manfaat 4. buatlah daftar perincian tentang upaya logistik yang diperlukan Kombinasi metode dan alat bantu/media pendidikan adalah mencampur berbagai metode dan alat bantu/media pendidikan dengan maksud menghasilkan sebuah paket komunikasi yang akan jauh lebih efektif dalam pencapaian tujuan.IV. setelah itu dilanjutkan dengan : 1. pergunakan data penelitian 2. nada/sifat pesan : umum. sumber informasi Untuk menyusun unsur-unsur tersebut di atas menjadi suatu pesan pokok. tetapkan siapa yang akan muncul sebagai tokoh idola dalam pesan tersebut sebagai sumber informasi VI. analisis jangkauan dan frekuensi 5. Strategi sasaran primer adalah Pemberdayaan masyarakat (empowerment) 2. Menetapkan Metode dan Alat Bantu/Media Pendidikan Kriteria pemilihan : 1. Strategi sasaran sekunder adalah Dukungan sosial (social support) 3. dengan cara : 1. tetapkan perilaku yang diharapkan 2. tetapkan apa yang ingin dicapai dengan pesan tersebut 24 . yaitu: 1. Strategi sasaran tertier adalah Pendekatan pada pimpinan atau pengambil keputusan (advokasi) V. kemampuan mengantar suatu pesan 3. Menetapkan Pesan Pokok Dalam mengembangkan pesan. khusus. : 1. diperlukan data yang diperoleh dari hasil analisis masalah kesehatan dan perilaku. serius.

pelajari apakah kombinasi tersebut terjangkau dan disenangi sasaran 6. Demonstrasi 9. Pameran 7. Telivisi 6. Rekaman. Benda asli 25 . Field trip 8. Tulisan 3. jajagi semua metode dan alat bantu/media pendidikan yang tersedia 3. Kata-kata 2. pelajari mana yang mungkin bisa dikombinasikan/dicampur 4. Sandiwara 10. Benda tiruan 11. Setiap tingkatan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat bantu dan digambarkan dalam sebuah segitiga. pilih kombinasi berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan frekuensi tersering 5.2.radio 4. pertimbangkan juga sumberdaya yang dimiliki Menurut Elgar Dale alat bantu pendidikan/promosi kesehatan dibagi dalam 11 tingkatan/macam. Film 5. 1.

penanggung jawab 5. Cara .jumlah yang hadir . jenis kegiatan 2. Ini berarti bahwa dalam proses pendidikan/promosi kesehatan. alat bantu) . Indikator .jangkauan sasaran . Menetapkan Kegiatan Operasional Meliputi : 1.lain-lain 3. ”kata-kata” mempunyai intensitas paling rendah untuk mempersepsikan bahan pendidikan/promosi. tempat 3. tenaga pendidik. jadwal kegiatan VIII.Dari segitiga tersebut terlihat bahwa tingkat paling atas adalah ”kata-kata” dan tingkat paling bawah adalah ”benda asli”.analisis laporan/data sekunder (pre-test/post test) 26 . Menetapkan Pemantauan dan Evaluasi 1. Komponen .jumlah sasaran yang mengingat pesan pokok . VII.kesesuaian isi pesan dengan masalah yang dihadapi .input (sasaran.jumlah sasaran yang berperilaku sesuai isi pesan . sedangkan ”benda asli” mempunyai intensitas yang paling tinggi dalam mempersepsikan bahan pendidikan/promosi.materi/isi pesan .hasil : • • apakah sasaran menerima/terpapar dan mendapatkan manfaat dengan isi pesan dan bahan-bahan yang didistribusikan apakah sasaran mempraktekkan dengan benar perilaku yang disarankan dalan proses pendidikan 2. waktu 4.penggunaan alat bantu/media yang mendukung .

4.2004 2. Jakarta. Bunga Rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial. Ardini Raksanagara. Departemen Kesehatan RI. Perencanaan Penganggaran Kesehatan Terpadu. 1998. ed 4. Djamhoer Martaadisoebrata. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat. 1978 3. Boston. Soekidjo Notoatmodjo.observasi . Pendidikan dan Perilaku Kesehatan .diskusi . Sharon Gondodiputro etal.An Introduction to Epidemiology. Alma-Ata. 2007.2003 6.lain-lain 4.wawancara . 2005 5. World Health Organization. 7. Rineka Cipta. Primary Health Care. Pelaksana/Penanggung jawab 5. Waktu DAFTAR PUSTAKA 1.. Thomas. Sulaiman Sastrawinata dan Abdul Bari Saifuddin (ed). 27 . Timmreck. Jones and Bartlett Publ Inc. Bahan Ajar Program Kepaniteraan di Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UNPAD. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.

28 28 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful